Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok. Dalam kelompok tersebut, manusia memiliki keseragaman serta kesepahaman media komunikasi dan interaksi. Keseragaman dan kesepahaman itu ditandai dengan bunyi atau lambing-lambang bahasa. Bahasa media komunikasi yang sifatnya sangat fungsional sehingga menjadikan bahasa sebagai sesuatu yang vital dalam kehidupan. Dapat kita bayangkan bagaimana bila kehidupan ini tidak memiliki media komunikasi, mungkin fenomena ini tidak akan membawa manusia keperadaban saat ini. Dalam tatanan Bahasa Indonesia, ada empat keterampilan berbahasa yang satu dengan yang lainnya saling terintegrasi sehingga penguasaannya sangat menunjang untuk guru san siswa baik dalam proses pembelajaran sampai kehasil belajar siswa itu sendiri. Untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, siswa dilatih

melalui pembelajaran keterampilan-keterampilan berbahasa yang dilaksanakan secara sistematis. Salah satu keterampilan berbahasa tersebut adalah keterampilan membaca. Secara garis besar, membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta diguanakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.

Dalam penarapannya, aktifitas membaca teks pidato bagi seorang siswa dianggap sebagai sesuatu yang begitu rumit untuk dilakukan. Bahkan ada yang sampai cemas dan ketakutan untuk melakukannya. Maka fenomena inilah yang memicu rendahnya kemampuan siswa dalam membaca teks pidato. Pembalajaran membaca kelas XII IPS Madrasa Aliyah DDI Lonja khususnya membaca teks pidato, peneliti mengidentifikasi bahwa model pembelajaran yang selama ini ditarapkan masih sepenuhnya berpusat pada guru. Di sini juga guru belum mampu melaksanakan fungsinya sebagai motivator, fasilitator dan hanya cenderung menjadi evaluator, sehingga siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengkonstruksikan dirinya serta mengembangkan kreatifitasnya secara optimal. Maka berdasarkan fenomena inilah mendorong peneliti untuk mengembangkan pembelajaran membaca teks pidato dengan metode latihan terbimbibing melalui penelitian tindakan kelas.

1.2 Identifikasi Masalah


Beradasarkan uraian di atas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Lemahnya kemampuan siswa kelas XII IPS Madrasah Aliayah DDI Lonja dalam membaca teks pidato .

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas maka rumusan permasalahannya adalah Lemahnya kemampuan siswa kelas XII IPS Madrasah Aliyah DDI Lonja dalam membaca teks pidato dapat dipecahkan melalui metode latihan tebimbing.

1.4 Tujuan penelitian


Berdasarkan rumusan msalah yang dikemukakan, maka tujuan penelitian ini adalah Meningkatkan kemempuan siswa kelas XII IPS Madrasah Aliyah DDI Lonja dalam membaca teks pidato melalui metode latihan tebimbimg.

1.5 Identifikasi Masalah


Hasil penelitian tindakan kelas ini dapat memberikan manfaat sebagia berikut : 1. Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat membantu siswa untuk memecahkan kesulitan belajarnya khususnya dalam penguasaan konsep sekaligus untuk menumbuhkan rasa percaya diri dikalangan siswa. 2. Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi pembelajaran membaca teks pidato, serta strategi pembelajaran yang memaksimalkan penguasaan konsep Bahasa Indonesia bagi siswa. 3. Bagi peneliti, hasil penelitian in dapat menambah pengetahuan, pengalaman dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri peneliti. 4. Bagi sekolah, penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran, khususnya dalam rangka pebaikan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Membaca


Anderson, dkk (dalam Alkhaidiah 1985:21) memandang membaca sebagai suatu proses untuk memehami makna suatu tulisan. Membaca juga merupakan kemampuan yang kompleks menuntut untuk bekerja sama antar sejumlah kemampuan. Alkhaidiah Sabarti, dkk (1991:22) membaca memiliki kemampuan yang luwes dalam artian sangat mudah dikaitkan dengan berbagai bidang studi, berbagai tujuan, berbagai pokok bahasan dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan membaca merupakan salah satu kunci keberhasilan siswa dalam meraih kemajuan. Denagan kemampuan membaca yang memadai mereka akan lebih mudah mencari informasi dari berbagai sumber.

2.1.2 Pengertian Membaca


Burns (dalam Alkhaidiah Sabarti 1992:23) menjelaskan bahwa pengertian atau pemahaman tentang membaca mengenai suatu tulisan merupakan hasil pengolahan berdasarkan informasi yang terdapat dalam tulisan itu yang dipadukan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Sejalan dengan itu, Kridalaksana (dalam Alkhaidiah Sabarti 1993:135) mengatakan bahwa membaca adalah keterampilan mengenali, dan memahami
4

tulisan dalam bentuk urutan lambing-lambang grafis atau perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk-bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras.