Anda di halaman 1dari 17

Azra Meryem Tanrikulu 1, Beste Ozben1, Mehmet Koc 2, Nurdan Papila-Topal 1, Tomris Ozben 3, Oguz Caymaz 1 Department of Cardiology,

Marmara University Faculty of Medicine, Istanbul Turkey 2 Division of Nephrology, Department of Internal Medicine, Marmara University Faculty of Medicine, Istanbul Turkey 3 Department of Biochemistry, Akdeniz University Faculty of Medicine, Antalya - Turkey

Latar Belakang: gagal ginjal kronis (CRF) dikaitkan dengan peningkatan risiko morbiditas kardiovaskular dan kematian. Resistensi aspirin memperburuk prognosis klinis. Tujuan : untuk mengeksplorasi prevalensi resistensi aspirin dalam CRF. Metode: 1) 245 pasien CRF (115 pasien HD kronis, 130 pasien CKD stadium 3-4 kronis. 2) 130 pasien dengan fungsi ginjal normal(kelompok kontrol) seluruh kelompok memakai aspirin secara teratur ditentukan oleh Fungsi trombosit cepat Ultegra Assay-ASA (VerifyNow Aspirin) Aspirin Reaction Unit (ARU) 550. Hasil : Aspirin resistensi terdeteksi pada 53 pasien menjalani hemodialisis, 32 pasien dengan stadium 3-4 CKD dan 22 kontrol. kelompok CRF vs kontrol (34,7% vs 16,9%, p <0,001), pasien hemodialisis, CKD stadium 3-4 , dan kontrol(46,1% , 24,6%, 16,9%, p <0,001). Analisis multivariat: 1) perempuan(rasio odds [OR] = 2,201; 95% confidence interval [95% CI], 1,173-4,129; p = 0,014), 2) hemodialisis (OR = 3,636; 95% CI, 1,313-10,066, p = 0,013) dan 3) HDL kolesterol (OR = 0,974; 95% CI, 0,950-0,999; p = 0,043) Kesimpulan: Pasien dengan CRF memiliki frekuensi lebih tinggi resistensi aspirin.

Aspirin adalah obat antiplatelet yang efektif,dengan cara menghambat COX-1 secara ireversibel sehingga mencegah produksi tromboksan A2 (TXA2). Aspirin telah digunakan untuk mencegah kejadian vaskular tromboembolik. Namun, beberapa pasien terbukti resisten terhadap aspirin. Kemungkinan penyebab resistensi aspirin adalah ketidak patuhan, dosis yg tidak memadai, bioavailabilitas , omset trombosit meningkat, interaksi obat dan variabilitas genetik. Pasien CRF sangat memerlukan aspirin . Meskipun resistensi aspirin telah baik ditunjukkan pada gangguan kardiovaskular termasuk CAD, gagal jantung, penyakit serebrovaskular, sindrom metabolik dan diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi resistensi aspirin pada pasien dengan CRF

SUBJEK

130 px CKD ST. 3-4 115 px HD Kronik 130 px Kontrol

Dg/tanpa kelainan morfologi penyakit ginjal GFR 15-30 ml / menit per 1,73 m2 (6 Bln slm 2 x pemeriksaan yg berbeda)

HD: 3X/mg dg polysulfore low flur dialyzer (4 jam), QB: 500 & 300 ml/mnt, heparin IV 2000iU, & infus 1000 iU/jam

GFR 90 ml / menit per 1,73 m2 Tidak ada morfologi penyakit ginjal

Metode

penelitian

Kriteria inklusi
Kepatuhan pasien ( personal interview)

Kriteria eksklusi
konsumsi tiklopidin, clopidogrel, Cilostazol, dipyridamole, abciximab, tirofiban atau antiperadangan obat selama 10 hari terakhir.

Pasien dengan CKD stadium 2 (pasien dengan ginjal yang mendasari morfologi penyakit dan GFR antara 60 dan 89 ml / menit per 1,73 m2)

riwayat kejadian kardiovaskular utama dalam masa lalu 3 bulan

Kuisoner(merokok kebiasaan, sejarah klinis CAD, diabetes, hiperlipidemia, hipertensi dan gagal ginjal ) BMI ASPIRIN 100-300mg/hr (1 mgg) utegra rapid platelet function assay

Resisten

ARU 550

Students t-test and the Mann-Whitney Utest were used for comparison of parametric and nonparametric variables between 2 groups, while ANOVA and KruskalWallis tests were used for comparison of parametric and nonparametric variables among 3 groups. Categorical variables were compared using the chi-square test.

Hasil menunjukkan 85 pasien dengan CRF terbukti resisten terhadap aspirin (53 px HD kronik, 32 px CKD stg 3-4)
CRF CRF CKD stg 3-4 HD KRONIK KONTROL HD KRONIK CKD stg 3-4 KONTROL

* * * * *
NS NS

*: SIGNIFIKAN (p< 0.001) NS : Non Signifikan

Aspirin reaction unit berkorelasi positif dengan kreatinin level (p<0.001, r: 0.324), dan berkorelasi negatif dengan GFR (P<0.001, R : 0.337) Kenaikan 1 mg/dl creatinine level meningkatkan 10% nilai resistensi insulin, peningkatan 1ml/mnt per 1,73m2 GFR menurunkan 1,1% nilai resistensi insulin Reaksi terhadap resistensi aspirin memiliki nilai yang signifikan bila di bandingkan dengan jenis kelamin, HDL, Hematokrit, dan platelet level

Pada penelitian ini, 245 pasien dengan CRF ditemukan 85 pasien (53 pasien yang menjalani hemodialisa dan 32 pasien dengan stadium 3-4 pada CRF) memiliki resistensi aspirin. Frekuensi resistensi aspirin secara signifikan lebih tinggi pada pasien CRF dibandingkan dengan kontrol, terutama pada pasien yang hemodialisa kronis. Sedangkan pada pasien stadium 3-4 pada CRF memiliki peningkatan resiko resistensi aspirin dibandingkan kontrol tetapi perbedaannya tidak signifikan. Acikel et al menemukan bahwa terdapat resistensi aspirin pada 27,5% penerima transplantasi ginjal dan menemukan angka kejadian tinggi pada pasien dengan GFR < 60 mL dibandingkan dengan mereka yang GFR > 60 mL.

Peningkatan resistensi aspirin terjadi pada pasien CRF, terutama pada pasien yang sedang menjalani hemodialisa. Resistensi aspirin dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada pasien CRF yang memiliki resiko komplikasi kardiovaskular.