Anda di halaman 1dari 21

MODUL 1

GEJALA TRANSIEN
Pendahuluan
1. Deskripsi Singkat
Bab ini akan membahas tentang kondisi awal kapasitor dan induktor sebagai
elemen pasif penyimpan energi.
2. Manfaat
Memahami gejala transien pada elemen pasif kapasitor dan induktor.
3. Relevansi Topik
Bab Rangkaian Gejala Transien ini merupakan bagian awal sebelum
membahas analisis rangkaian orde satu RL dan RC.
4. Kompetensi Khusus
Memahami kondisi awal kapasitor dan induktor sebagai elemen pasif
penyimpan energi.
5. Topik yang Dibahas
Elemen penyimpan energi, pengertian gejala transien, serta periode transien
dan rangkaian steady state.
Penyajian
1.1Elemen penyimpan energi
Elemen penyimpan energi merupakan elemen yang menyimpan muatan listrik
dalam elemen-elemennya.
a. Kapasitor (C)
Kapasitor merupakan elemen yang memerlukan arus sebanding dengan
turunan waktu tegangan diantara kutub kutubnya.
Secara fisis, terdapat dua lempeng sejajar, yang satu bermuatan positif
dan yang lain bermuatan negatif seperti gambar 1.1.
1.1
Gambar 1.1 Model kapasitor dengan dua lempeng sejajar
dimana :
d
A
C

. (1)
d = jarak antar lempengan
= konstanta dielektrik
A = luas lempengan
Konstanta dielektrik () untuk beberapa jenis bahan sebagai berikut :
Nilai konstanta diatas merupakan permitivitas relatif,
r
, yang
diperoleh dari
o
r


dimana
o
adalah permitivitas ruang hampa
(=8,85 x 10
-1
).
Satuan dari kapasitor/kapasitansi disebut :
Farad
Volt
Coulomb

, atau dapat
dituliskan sebagai berikut :
V C q
. Bentuk dari kapasitor sendiri dapat
bermacam-macam.
Pada saat diberi tegangan V, maka ada arus i yang mengalir sehingga
muatan q berpindah, jika muatan positif (q
+
) dianggap searah dengan arah
arus positif maka :
1.2
Tabel 1.1 Konstanta dielektrik beberapa jenis bahan
Gambar 1.2 Model fisik kapasitor
dt
dq
i
. (2)
Kalau muatan tersebut dinyatakan sebagai arah arus positif dari arah
pergerakan sumber positif :
dt
C
dV
dt
dV
C i
1

(3)

dt i
C
V dt i
C
dV
1 1
.(4)
dan simbol untuk kapasitor adalah :
dengan
V
q
C
.
i. Energi yang tersimpan dalam kapasitor
Untuk menghitung energi yang tersimpan dalam kapasitor dapat
menggunakan persamaan berikut :

t
c
dt i V W
dimana
dt
dV
C i



t
dt
dt
dV
C V



t
dV C V

1.3
Gambar 1.3 Simbol untuk kapasitor

) (
) (
2
2
1
t V
V
t
CV dV V C


. (5)
pada saat t = t, V(t) = V
o
karena kapasitor sudah diisi, sedangkan pada
saat t = -, V(-) = 0 karena kapasitor belum diisi.
ii.Kapasitor hubungan seri-paralel
Hubungan seri
Dapat dilihat pada gambar berikut ini :
menurut aturan Kirchhoffs Voltage Law (KVL) :
n
V V V V V + + + + ...
3 2 1
(6)

dt i
C
V
1
1
1
1
,

dt i
C
V
2
2
2
1
, ,

dt i
C
V
n
n
n
1
. (7)
karena
n
i i i ...
2 1
, maka

,
_

+ + +
t
t n
o
dt i
C C C
V
1
...
1 1
2 1
(8)
Apabila i adalah variabel peubah terhadap
dt
dV
, maka

+
o
V dt i
C
V
1
, dimana V
o
= harga awal dari kapasitor.
1.2
Gambar 1.4 Hubungan seri kapasitor
Jadi,

,
_

+ + +
t
t
o
n
o
V dt i
C C C
V
1
...
1 1
2 1
..... (9)
bila hanya diwakili satu kapasitor maka

+
o
s
V dt i
C
V
1
(10)
dimana
n s
C C C C
1
...
1 1 1
2 1
+ + +
... (11)
Hubungan paralel
Dapat dilihat pada gambar 1.6 berikut ini :
menurut aturan Kirchhoffs Current Law (KCL) :
n
I I I I I + + + + ...
3 2 1
... (12)
dt
dV
C I
1
1 1

,
dt
dV
C I
2
2 2

, ,
dt
dV
C I
n
n n

.. (13)
karena
n
V V V ...
2 1
, maka
1.2
Gambar 1.5 Rangkaian ekivalen dari hubungan seri kapasitor
Gambar 1.6 Hubungan paralel kapasitor
dt
dV
C
dt
dV
C
dt
dV
C I
n
+ + + ...
2 1
( )
dt
dV
C C C
n
+ + + ...
2 1
.. (14)
bila hanya diwakili satu kapasitor maka
dt
dV
C I
p

.... (15)
dimana
n p
C C C C + + + ...
2 1
..... (16)
a. Induktor (L)
Induktor merupakan elemen yang membutuhkan tegangan sebanding
dengan turunan waktu atau kecepatan perubahan arus yang mengalir
didalamnya.
Bentuk fisis dari induktor berupa lilitan kawat seperti gambar 1.8 :
1.1
Gambar 1.7 Rangkaian ekivalen dari hubungan paralel kapasitor
Gambar 1.8 Model untuk induktor
dalam bentuk persamaan dapat dituliskan :
dt
di
L V
, dengan satuan Henry
(H), dimana arus i yang melewati L berubah terhadap waktu t. Persamaan
dari L sebagai berikut :
d
A N
L
o
45 , 0
2
+

... (17)
dimana : N = jumlah lilitan,
A = luas penampang
= panjang lilitan
d = diameter kawat

o
= 4x10
-7
Menurut hukum Faraday : perubahan fluks menyebabkan perubahan
tegangan induksi pada setiap lilitan yang sebanding dengan turunan fluks.
Hal ini dapat dilihat pada gambar 1.9 :
N
+ V -
i
dimana
dt
d
N V

.
Fluks (t) berhubungan dengan arus i dalam kumparan yang mengandung
N lilitan. Jadi, N() mendekati L.i, berikut persamaannya :
i L N
, sehingga
dt
di
L V

Vdt
L
di Vdt
L
di
1 1
1.2
Gambar 1.9 Model induktor menurut hukum Faraday
o
I Vdt
L
i +

1
dengan I
o
= harga awal dari induktor.
i. Hubungan seri induktor
Hubungan seri induktor dapat dilihat pada gambar berikut :
menurut KVL :

n
V V V V V + + + + ...
3 2 1

dt
di
L
dt
di
L
dt
di
L
n
n
+ + + ...
2
2
1
1

dimana
n
I I I I ...
2 1


sehingga :
( )
dt
di
L L L V
n
+ + + ...
2 1
.... (18)
atau dapat diwakili dengan rangkaian ekivalen seperti gambar berikut :
dimana
dt
di
L V
s

... (19)
dengan
n s
L L L L + + + ...
2 1
.... (20)
ii.Hubungan paralel induktor
1.3
Gambar 1.10 Hubungan seri untuk induktor
Gambar 1.11 Rangkaian ekivalen untuk hubungan seri induktor
Hubungan paralel induktor dapat dilihat pada gambar 1.12 :
menurut KCL :
n
I I I I I + + + + ...
3 2 1

n
V V V ...
2 1
o
I dt V
L
I +

1
1
1
1

.
.
.
o n
n
n
I dt V
L
I +

1
, sehingga

,
_

+ + +
t
t
o
n
o
I dt V
L L L
I
1
...
1 1
2 1
. (21)
atau dapat diwakili dengan rangkaian ekivalen sebagai berikut :
dimana
o
p
I Vdt
L
I +

1
.... (22)
1.3
Gambar 1.12 Hubungan paralel untuk induktor
Gambar 1.13 Rangkaian ekivalen untuk hubungan paralel induktor
dengan
n p
L L L L
1
...
1 1 1
2 1
+ + +
.. (23)
a. Hubungan antara tegangan V dan arus I pada elemen R, L dan C
1. Resistor (R)
Simbol rangkaian dari resistor seperti gambar 1.14 :
+ V -
i
dimana
R i V
dan
R
V
i
2. Induktor (L)
Simbol rangkaian dari induktor seperti gambar berikut :
+ V -
i
dimana
dt
di
L V
dan
o
t
t
V dt V
L
i
o
+

1
3. Kapasitor (C)
Simbol rangkaian dari induktor seperti gambar berikut :
+ V -
i
dimana
o
t
t
I dt i
C
V
o
+

1
dan
dt
dV
C i
.
1.3
Gambar 1.14 Simbol rangkaian resistor
Gambar 1.15 Simbol rangkaian induktor
Gambar 1.16 Simbol rangkaian kapasitor
Contoh soal 1.1 :
Tentukan arus i untuk kapasitor 1mF apabila tegangan yang melewatinya
menghasilkan gelombang seperti gambar 1.17 :
V
t
0
1 2 3
10
Penyelesaian :
pada : t 0 , V = 0
0 < t 1, V = 10t
1 < t 2, V = (20-10t)
t > 2, V = 0
diketahui C = 1 mF = 10
-3
F dan menurut persamaan
dt
dV
C i
pada : t 0 maka i = 0 A
0 < t 1 maka i = 10
-2
A
1 < t 2 maka i = -10
-2
A
t > 2 maka i = 0
sehingga hasilnya ditunjukkan gambar 1.18 :
i
t
0
1 2 3
10
-10
1.2Pengertian gejala transien
Gejala transien/rangkaian transien mempelajari tentang suatu rangkaian yang
dikenakan ke suatu sumber tegangan (secara tiba-tiba). Akan ditinjau
1.3
Gambar 1.17 Bentuk gelombang tegangan dari kapasitor untuk contoh soal 1.1
Gambar 1.18 Hasil bentuk gelombang arus dari kapasitor
pengaruh yang terjadi pada saat awal suatu rangkaian diberi rangsangan dan
hubungan pengaruh tersebut dengan tanggapan terpaksa (forced response)
dan tanggapan alamiah (natural response).
Kapan saja sebuah rangkaian diubah dari satu keadaan (kondisi) ke keadaan
lainnya, entah karena perubahan sumber terpasang atau perubahan dalam
elemen-elemen rangkaian, terdapat suatu periode peralihan (transisi/transien)
selama mana arus-arus cabang dan tegangan-tegangan elemen berubah dari
nilai semula menjadi nilai yang baru. Periode ini disebut peralihan
(transien). Setelah peralihan berlaku, keadaan rangkaian disebut menjadi
tunak atau keadaan mantap (steady state). Sekarang, persamaan diferensial
linear yang menjelaskan rangkaian akan mempunyai dua bagian penyelesaian.
Pemecahan persamaan diferensial menggambarkan respons rangkaian, dan ini
dikenal dengan berbagai nama seperti berikut :
Respons tanpa sumber dikenal sebagai respons alami, respons transien,
respons bebas, atau fungsi komplementer.
Respons rangkaian yang dikenakan suatu sumber bebas, sebagian
respons menggambarkan sifat sumber khusus yang dipakai, bagian
respons ini dinamai respons paksaan atau solusi khusus.
Komplemen antara respons rangkaian tanpa sumber dan respons
rangkaian dengan sumber disebut respons lengkap.
Jadi, respons lengkap = respons alami + respons paksaan
Sebagai catatan, fungsi komplementer berhubungan dengan peralihan,
dan solusi khusus berhubungan dengan keadaan tunak.
1.3 Periode transien dan Rangkaian Steady State
a) Keadaan C dan L pada saat mula-mula dan saat setelah lama sekali (t=0
+
dan t=)
Induktor (L) dan kapasitor (C) adalah elemen-elemen pasif yang mampu
menyimpan dan memberikan energi yang terbatas jumlahnya.
Induktor
Jenis elemen rangkaian ini memerlukan tegangan antara kutub-
kutubnya yang adalah sebanding dengan kecepatan perubahan arus
yang melaluinya terhadap waktu. Secara kuantitatif dapat dituliskan,
1.2
dt
di
L V
volt .. (24)
Konstanta pembanding L adalah induktansi. Induktansi melawan
perubahan arus. Dari persamaan (24) memperlihatkan bahwa tidak ada
tegangan melintasi sebuah induktor yang menyangkut arus
konstan, tak peduli berapa besar arus tersebut. Karena itu, kita dapat
memandang sebuah induktor sebagai sebuah hubungan pendek bagi
dc.
Kalau digambarkan apa yang sudah dibahas di atas tentang induktor :
pada saat t=0, saklar S ditutup.
Sifat dari L selalu menentang akibat yang menimbulkannya.
pada saat t=0
+
, L dinyatakan sebagai open circuit (hubungan
terbuka).
setelah cukup lama (t=), L dinyatakan sebagai short circuit
(hubungan singkat).
Kapasitor
1.2
Gambar 1.19 Rangkaian induktor untuk t = 0
Gambar 1.20 Rangkaian induktor untuk t = 0
+
Gambar 1.21 Rangkaian induktor untuk t =
Jenis elemen rangkaian ini memerlukan arus yang melaluinya
sebanding dengan turunan waktu tegangan antara kutub-kutubnya.
Secara kuantitatif dapat dituliskan,
dt
dV
C i
Ampere (25)
Konstanta pembanding C adalah kapasitansi (menyatakan sifat
penyimpanan muatan dalam elemen itu). Kapasitansi menentang
perubahan tegangan. Sebuah tegangan konstan yang melalui kapasitor
memerlukan arus nol melalui kapasitor tersebut. Jadi, kapasitor adalah
rangkaian terbuka bagi dc. Kalau digambarkan hal-hal tentang
kapasitor di atas :
pada saat t=0, saklar S ditutup.
Tegangan E mulai mengisi kapasitor.
pada saat t=0
+
, C dinyatakan sebagai short circuit.
Setelah cukup lama (t=), C dinyatakan sebagai open circuit.
Contoh soal 1.2 :
Induktansi dibangkitkan oleh suatu sumber arus sempurna seperti berikut.
1.2
Gambar 1.22 Rangkaian kapasitor untuk t = 0
Gambar 1.23 Rangkaian kapasitor untuk t = 0
+
Gambar 1.24 Rangkaian kapasitor untuk t =
Bentuk gelombang arus sebagai fungsi waktu seperti berikut :
Gambarkan bentuk gelombang tegangan V sebagai fungsi waktu !
Penyelesaian :
Bentuk gelombang tegangan :
dt
di
L V
volt.
tegangan
(volt )
20
1 2 3 4
dtk
0
- 20
a) Kondisi awal pada L dan C
Induktor
Saklar S mula-mula di titik 1, pada saat t=0 maka saklar
dipindahkan ke titik 2.
Pada saat saklar di titik 1, keadaan L seperti berikut. I
o
merupakan
kondisi awal dari L.
1.2
Gambar 1.25 Rangkaian induktor dengan sumber arus sempurna
Gambar 1.26 Bentuk gelombang arus dari induktor untuk contoh soal 1.2
Gambar 1.27 Hasil bentuk gelombang tegangan dari induktor
Gambar 1.28 Rangkaian induktor untuk kondisi awal
Pada saat t=0
+
(saklar sudah berada di titik 2), I
o
merupakan kondisi
awal dari L dan L dinyatakan open circuit.
Pada saat t=, kondisi awal I
o
makin berkurang sehingga akhirnya
I
o
=0 dan L digambarkan short circuit.
Kapasitor
Saklar S mula-mula di titik 1, pada saat t=0 maka saklar
dipindahkan ke titik 2.
Pada saat saklar di titik 1, keadaan C seperti berikut. E
o
merupakan
kondisi wal dari C.
1.3
Gambar 1.29 Rangkaian induktor saat saklar di titik 1
Gambar 1.30 Rangkaian induktor saat t = 0
+

Gambar 1.31 Rangkaian induktor saat t =
Gambar 1.33 Rangkaian kapasitor saat saklar di titik 1
Gambar 1.32 Rangkaian kapasitor untuk kondisi awal
Pada saat t=0
+
(saklar sudah berada di titik 2), E
o
merupakan
kondisi awal dari C dan C dinyatakan short circuit.
Pada saat t=, kondisi awal E
o
makin berkurang sehingga akhirnya
E
o
=0 dan C digambarkan open circuit.
Contoh soal 1.3 :
Pada saat t=0, saklar S ditutup. Pada saat t=0
+
, kapasitor 4F menjadi short
circuit dan induktor 3H menjadi open circuit. Pada saat t=, kapasitor 4F
menjadi open circuit dan induktor 3H menjadi short circuit.
Tentukan : arus i pada masing-masing loop pada saat t=0 dan t= !
Penyelesaian :
Pada saat t=0
+
, rangkaian menjadi seperti berikut :
10 V
1
2
2
i1
i2
i3
Voc
i4
1.1
Gambar 1.34Rangkaian kapasitor saat t = 0
+
Gambar 1.35 Rangkaian kapasitor saat t =
Gambar 1.36 Rangkaian untuk contoh soal 1.3
Gambar 1.37 Rangkaian untuk contoh soal 3 saat t = 0
+
i
4
= 0A, V
oc
= 10v

+

1
2 2
2 2
p
R
R
s
= R
p
+ 1 = 2
s
oc
R
V
i
1
= 5A,
5
2 2
2
2 2
2
1 2

+

+
i i
= 2,5A,
1 3
2 2
2
i i
+

= 2,5A
Pada saat t=, rangkaian menjadi seperti berikut :
10 V
1
2
i1
i2
i3 i4
atau dapat disederhanakan seperti berikut :
10 V
1
2
i1
i3 i4
I1
I2
untuk mencari I
1
dan I
2
, gunakan persamaan berikut :
3I
1
2I
2
= 10
-2I
1
+ 2I
2
= 0
dengan menggunakan metode determinan kita peroleh I
1
dan I
2
:
A I 10
2
20
2 2
2 3
2 0
2 10
1

dan
A I 10
2
20
2 2
2 3
0 2
10 3
2

i
3
= I
1
I
2
= 10 10 = 0A; i
1
= I
1
= 10A; i
2
= 0A; i
4
= i
1
= 10A.
Latihan
1.2
Gambar 1.38 Rangkaian untuk contoh soal 3 saat t =
Gambar 1.39 Rangkaian yang disederhanakan untuk contoh soal 3 saat t =
1. Turunkan rumus untuk rangkaian ekivalen dari rangkaian seri kapasitor
berikut ini !
2. Turunkan rumus untuk rangkaian ekivalen dari rangkaian paralel induktor
berikut ini !
3. Jelaskan kondisi induktor dalam suatu rangkaian dengan tegangan untuk t = 0
+
dan t = !
4. Jelaskan kondisi kapasitor dalam suatu rangkaian dengan tegangan untuk t =
0
+
dan t = !
Rangkuman
Dua elemen pasif penyimpan energi adalah kapasitor dan induktor. Apabila
keduanya diberi eksitasi berupa sumber tegangan atau sumber arus, maka akan
terjadi dua periode yaitu periode transien dan steady state ( atau keadaan mantap ).
Penutup
Test formatif
1.1
1. Dalam rangkaian berikut ini nilai
( )

'

<

0 , cos 6
0 , 12
t t
t V
t v
. Tentukan
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
+ + + +
0 , 0 , 0 , 0 dt di dan dt dv i v
C C C C
.
2. Terdapat bentuk gelombang arus dari suatu induktor seperti berikut :
Gambarkan bentuk gelombang daya sesaat P sebagai fungsi waktu !
3. Terdapat rangkaian seperti berikut :
Tentukan tegangan eL pada saat t = 0 dan t = !
Umpan Balik
Cocokan jawaban anda dengan Kunci Jawaban. Hitunglah jawaban anda yang
benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi Modul 1.
Rumus :
% 100
3

benar yang anda jawaban Jumlah
Penguasaan Tingkat
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
90 100 % = baik sekali
80 89 % = baik
1.1
70 79 % = cukup
< 70 % = kurang
Tindak Lanjut
Bila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan
ke materi selanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan anda masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi modul 1, terutama bagian yang belum anda kuasai.
Kunci jawaban
1. Jawabannya :
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) dtk A dt di dan
dtk V dt dv A i V v
C
C C C
1 0
, 3 0 ,
4
3
0 , 9 0


+
+ + +
2. Bentuk gelombang daya sesaat P sebagai fungsi waktu :
daya
(watt)
40
1 2 3 4
dtk
0
- 40
3. Tegangan eL pada saat t = 0 adalah 5 volt dan saat t = adalah 0 volt.
1.3