MAKALAH MIKROKONTROLER PERBEDAAN ANTARA ATMEGA 8 ,ATMEGA 16,ATMEGA 32 DAN ATMEGA 8535

Oleh : Mulky Fauzan 0841220006

PROGRAM STUDI D-IV TEKNIK OTOMOTIF ELEKTRONIK JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG November 2011

I2C. komunikasi serial. 10-bit ADC . 4 channel PWM d. User interupsi internal dan eksternal 6. Tiga buah Timer/Counter dengan perbandingan .dll).7 Differential Channel hanya pada kemasan TQFP . Konsumsi daya rendah (DC 5V) 8. EEPROM internal.Spesifikasi Mikrokontroler ATMega16 Mikrokontroler AVR adalah mikrokontroler RISC 8 bit berdasarkan aristektur Harvard. Port USART sebagai komunikasi serial 7. keunggulan AVR yaitu AVR memiliki kecepatan eksekusi program yang lebih cepat. dan SRAM 1Kbyte 3. karena sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 siklus clock. 2. Port B.8 Single-ended Channel . lebih cepat dibandingkan MCS51 yang membutuhkan 12 siklus clock untuk mengeksekusi 1 instruksi. Fitur peripheral. Real Time Counter dengan osilator tersendiri c. Komparator. dan Mode Capture b. Watchdog Timer. Port C. yaitu Port A. dan Port D. 8 channel. Byte-oriented Two-wire Serial Interface f. PWM. Saluran Port I/O sebanyak 32 buah. CPU yang terdiri atas 32 buah register 5. Watchdog Timer dengan osilator internal h. Memiliki kapasitas flash memori 16Kbyte.2 Differential Channel dengan Programmable Gain 1x. Berikut ini merupakan beberapa spesifikasi ATMega16: 1. Port I/O. 10x. 4. yang terdiri dari a. Timer/Counter. AVR memiliki keunggulan dibandingkan dengan mikrokontroler lain. Mode Compare.1 (satu) buah Timer/Counter 16 bit dengan Prescaler terpisah. EEPROM 512 Byte. yang dibuat oleh Atmel pada tahun 1996. Mikrokontroler ATMega16 memiliki fitur yang lengkap (ADC internal. On-chip Analog Comparator . Arsitektur RISC dengan throughput mencapai 16 MIPS pada frekuensi 16 Mhz. Antamuka SPI g.2 (dua) buah Timer/Counter 8 bit dengan Prescaler terpisah dan Mode Compare . atau 200x e.

Gambar 2.1 Blok Diagram ATMega16 Konfigurasi Pin ATMega16 .

TOSC1. 8. AIN1/OC0.2 Konfigurasi Pin ATMega16 Konfigurasi pin ATMega16 dengan kemasan 40 pin DIP (Dual In-line Package) dapat dilihat pada Gambar 2. TD0. OC1A. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC 10.4.Susunan pin mikrokontroler ATMega16 diperlihatkan pada Gambar 2.2 di bawah ini. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. TDI. MOSI. Port C (PC0…7) merupakan pin input/output dua arah dan pin dengan fungsi khusus.1 Memori Program Arsitektur ATMega16 mempunyai dua memori utama.1. TXD. AIN0/INT2. ATMega16 memiliki 16K byte On-chip In-System Reprogrammable Flash Memory untuk menyimpan program. GND merupakan pin Ground 3. INT1. Memori flash dibagi kedalam dua bagian.2. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal 9. MISO.1.4 Peta Memori ATMega16 2. maka memori flash diatur dalam 8K x 16 bit. T1. OC1B. seperti TOSC2. Port D (PD0…7) merupakan pin input/output dua arah dan pin dengan fungsi khusus. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC 2. 2. 4. Port A (PA0…7) merupakan pin input/output dua arah dan pin masukan ADC. seperti RXD. Port B (PB0…7) merupakan pin input/output dua arah dan pin dengan fungsi khusus seperti SPI. Instruksi ATMega16 semuanya memiliki format 16 atau 32 bit. Selain itu. T0 T1/XCK 5. SS. yaitu bagian program boot dan aplikasi seperti terlihat pada . SCL 6. ICP1 7. Dari gambar di atas dapat dijelaskan fungsi dari masingmasing pin ATMega16 sebagai berikut: 1. TMS. Vcc merupakan pin yang berfungsi sebagai masukan catu daya. yaitu memori data dan memori program. Gambar 2. TCK. ATMega16 memiliki memori EEPROM untuk menyimpan data. INT0. SDA.

General purpose register menempati alamat data terbawah. Bootloader adalah program kecil yang bekerja pada saat sistem dimulai yang dapat memasukkan seluruh program aplikasi ke dalam memori prosesor. yaitu $00 sampai $1F. Memori I/O merupakan register yang khusus digunakan untuk mengatur fungsi terhadap berbagai fitur mikrokontroler seperti kontrol register. 1024 alamat berikutnya mulai dari $60 hingga $45F digunakan untuk SRAM internal . Sedangkan memori I/O menempati 64 alamat berikutnya mulai dari $20 hingga $5F.Gambar 2. dan sebagainya. timer/counter. Memori Data (SRAM) Memori data AVR ATMega16 terbagi menjadi 3 bagian. yaitu 32 register umum.5. 64 buah register I/O dan 1 Kbyte SRAM internal. fungsi-fungsi I/O.

data terakhir yang ditulis pada memori EEPROM masih tersimpan pada memori ini. atau dengan kata lain memori EEPROM bersifat nonvolatile. ketika catu daya dimatikan. . data dapat ditulis/dibaca dari memori ini. Alamat EEPROM mulai dari $000 sampai $1FF.Memori Data EEPROM ATMega16 terdiri dari 512 byte memori data EEPROM 8 bit.

Bahasa C hampir bisa melakukan semua operasi yang dapat dikerjakan oleh bahasa mesin. Berdasarkan spesifikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan pengembangnya. . Ada tiga komponen penting yang telah diintegrasikan dalam perangkat lunak ini: Compiler C. dll) tergantung compiler yang digunakan. dibandingkan bahasa C untuk aplikasi komputer.Software Mikrokontroler ATMega16 Sebuah mikrokontroler tidak akan bekerja bila tidak diberikan program untuk diisikan ke dalam mikrokontroler tersebut. CodeVisionAVR pada dasarnya merupakan perangkat lunak pemrograman mikrokontroler keluarga AVR berbasis bahasa C. Basic. Tetapi walaupun demikian. disamPING library standar (seperti fungsi-fungsi matematik. CodeVisionAVR juga dilengkapi IDE yang sangat user friendly. CodeVisionAVR ini telah mengintegrasikan perangkat lunak downloader yang bersifat In System Programmer yang dapat digunakan untuk mentransfer kode mesin hasil kompilasi ke dalam sistem memori mikrokontroler AVR yang sedang diprogram. serta penulisan programnya akan panjang. SPI (Serial Peripheral Interface) dan lain sebagainya. untuk pembuatan suatu proyek yang besar akan memakan waktu yang lama. Pascal. IC RTC (Real time Clock). Bahasa Assembler pada mikrokontroler AVR memiliki kesamaan instruksi. Pemrograman mikrokontroler AVR dapat menggunakan low level language (assembly) dan high level language (C. CodeVisionAVR juga menyediakan fungsi-fungsi tambahan yang sangat bermanfaat dalam pemrograman antarmuka AVR dengan perangkat luar yang umum digunakan dalam aplikasi kontrol. tetapi bahasa assembler relatif lebih sulit dipelajari daripada bahasa C. maka akan dengan mudah untuk memprogram mikrokontroler AVR jenis lain. Untuk memudahkan pengembangan program aplikasi. dalam tugas akhir ini akan digunakan perangkat lunak CodeVisionAVR sebagai media penghubung antara program yang akan diisikan ke mikrokontroler ATMega16 yang menggunakan bahasa C. pengaksesan memori dan sebagainya). Oleh karena itu. Beberapa fungsi library yang penting diantaranya adalah fungsi-fungsi untuk pengaksesan LCD. JAVA. sehingga jika telah menguasai pemrograman satu jenis mikrokontroler AVR. Compiler C yang digunakan hampir mengimplementasikan semua komponen standar yang ada pada bahasa C standar ANSI (seperti struktur program. manipulasi string. IDE dan program generator. Sedangkan bahasa C memiliki keunggulan dibandingkan bahasa assembly yaitu penyusunan program akan lebih sederhana dan mudah pada proyek yang lebih besar. komunikasi I2C. compiler C untuk mikrokontroler ini memiliki sedikit perbedaan yang disesuaikan dengan arsitektur AVR tempat program C tersebut ditanamkan (embedded). jenis tipe data. sensor suhu. Selain menu-menu pilihan yang umum dijumpai pada setiap perangkat lunak berbasis Windows. dan library fungsi standar berikut penamaannya). jenis operator. Khusus untuk library fungsi.

Secara praktis. Dinamakan Code Generator. fitur ini sangat bermanfaat membentuk sebuah kerangka program (template). . karena perangkat lunak CodeVision ini akan membangkitkan kode-kode program secara otomatis setelah fase inisialisasi pada jendela CodeWizardAVR selesai dilakukan. CodeVisionAVR juga menyediakan sebuah fitur yang dinamakan dengan Code Generator atau CodeWizardAVR. dan juga memberi kemudahan bagi programmer dalam peng-inisialisasian register-register yang terdapat pada mikrokontroler AVR yang sedang diprogram. Penggunaan fitur ini pada dasarnya hampir sama dengan application wizard pada bahasa-bahasa pemrograman visual untuk komputer.Selain itu.

.

.

Power-save. one Compare Mode • One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler.5 – 5. and 32-pad QFN/MLF 6. Special Microcontroller features • Power-On Reset and Programmable Brown-out Detection • Internal Calibrated RC Oscillator • External and Internal Interrupt Sources • Five Sleep Modes: Idle.000 EEPROM • Data Retention: 20 years at 85`C / 100 years at 25`C • Opitonal Boot Code Section with Independent Lock Bits • In-System Programming by On-chip Boot Program • True Read-While-Write Operation • Programming Lock for Software Security 3.000 Flash / 100.5V (ATmega8L) • 4.0 mA . Peripheral features • Two 8-bit Timers/Counters with Separate Prescaler. 3V.Fitur selengkapnya dari AVR ATmega8 : 1.5V (ATmega8) 7. Power-down. High-Endurance Non-Volatile Memory segments • 8K Bytes In-System Self-programmable Flash Program Memory • 512 Bytes EEPROM • 1K Bytes of Internal SRAM • Write/Erase Cycles: 10. Speed Grades • 0 – 8MHz (ATmega8L) • 0 – 16MHz (ATmega8) 8. Compare Mode. I/O and Packages • 23 Programmable I/O Lines • 28-lead PDIP. and Capture Mode • Real Time Counter with Separate Oscillator • Three PWM Channels • 6-channel ADC with 10-bit Accuracy • Byte-oriented Two-wire Serial Interface • Programmable Serial USART • Master/Slave SPI Serial Interface • Programmable Watchdog Timer with Separate On-Chip Oscillator • On-Chip Analog Comparator 4. Low-Power AVR 8-bit RISC Microcontroller Advanced RISC Architecture • 130 Powerful Instructions – Most Single-clock Execution • 32 x 8 General Purpose Working Registers • Fully Static Operation • Up to 16 MIPS Throughput at 16MHz • On-chip 2-cycle Multiplier 2. 32-lead TQFP. Power Consumption at 4MHz. ADC Noise Reduction. High-Performance. Operating Voltages • 2. and Standby 5.7 – 5. 25`C • Active: 3.6 mA • Idle Mode: 1.

Mikrokontroler ATMega8535 AVR termasuk kedalam jenis mikrokontroler RISC (Reduced Instruction Set Computing) 8 bit. untuk menjalankan sebuah instruksi dibutuhkan waktu sebanyak 12 siklus clock. sedangkan pada teknologi CISC seperti yang diterapkan pada mikrokontroler MCS-51. Pada mikrokontroler dengan teknologi RISC semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit (16 bits words) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 clock. Gambar 2.1 Arsitektur ATMEGA8535 . Berbeda dengan mikrokontroler keluarga MCS-51 yang berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing).

Standby and Extended Standby 5. 0 sampai 16 MHz Peta Memory ATMega8535 ATMega8535 memiliki ruang pengalamatan memori data dan memori program yang terpisah. seperti kontrol register. 512 byte SRAM 9. Sementara itu register khusus untuk menangani I/O dan kontrol terhadap mikrokontroler menempati 64 alamat berikutnya. . Port B.1. Port C dan Port D) 2. Power-Down. timer/counter.5 V operation.5 V sampai 5. Unit interupsi (internal dan external) 12.5 Mbps 14. Memori AVR ATMega8535 Selain itu AVR ATmega8535 juga memilki memori data berupa EEPROM 8-bit sebanyak 512 byte. ADC Noise Reduction. Port antarmuka SPI8535 “memory map” 13. Port USART untuk komunikasi serial dengan kecepatan maksimal 2. Register untuk keperluan umum menempati space data pada alamat terbawah yaitu $00 sampai $1F. Power-save. dan 512 byte SRAM internal. 64 buah register I/O. Alamat EEPROM dimulai dari $000 sampai $1FF. 4 Channel PWM 4. 512 byte EEPROM 10. Register tersebut merupakan register yang khusus digunakan untuk mengatur fungsi terhadap berbagai peripheral mikrokontroler. fungsi fungsi I/O.Analog Compararator 7. 6. Memori data terbagi menjadi 3 bagian yaitu : 32 buah register umum. Alamat memori berikutnya digunakan untuk SRAM 512 byte. yaitu mulai dari $20 sampai $5F. 4. Register khusus alamat memori secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah. 8 kb Flash memory dengan kwmampuan Read While Write 11. Watchdog timer dengan osilator internal 8. 3 buah timer/counter. 10 bit 8 Channel ADC (Analog to Digital Converter) 3. 32 saluran I/O (Port A. dan sebagainya. yaitu pada lokasi $60 sampai dengan $25F. 6 Sleep Modes : Idle.

.

C (Cary Flag) Bit ini akan menjadi set apabila suatu operasi menghasilkan carry Perbedaan antara Atmega8535 dengan Atmega16 : . untuk menunjukkan ada tidaknya setengah carry pada operasi aritmatika. Bit3 . 4. 8. Status Register 1.T (Bit Copy Storage). 7. SREG merupakan bagian dari inti CPU mikrokontroler. Bit7 . Bit2 . 3. 6. jika suatu operasi matematis menghasilkan bilangan negatif. Bit5 .I (Global Interrupt Enable).Status Register Status register adalah register berisi status yang dihasilkan pada setiap operasi yang dilakukan ketika suatu instruksi dieksekusi. Bit4 . bit harus diset untuk mengenable semua jenis interupsi 2. Bit1 .V (Two's Component Overflow Flag) Bit ini berfungsi untuk mendukung operasi matematis. Suatu bit dalam sebuah register GPR dapat disalin ke bit T menggunakan instruksi BST.H (Half Cary Flag). Bit6 . 5. Bit0 .N (Negative Flag) Flag N akan menjadi Set. Instruksi BLD dan BST menggunakan bit T sebagai sumber atau tujuan dalam operasi bit.S (Sign Bit) merupakan hasil operasi EOR antara flag -N (negatif) dan flag V (komplemen dua overflow).Z (Zero Flag) Bit ini akan menjadi Set apabila hasil operasi matematis menghasilkan bilangan 0. dan sebaliknya bit T dapat disalin kembali kesuatu bit dalam register GPR dengan menggunakan instruksi BLD.

ATMega 32 .

and Lock Bits through the JTAG Interface • Peripheral Features – Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes – One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler. Power-save. 1149.1 Compliant) Interface – Boundary-scan Capabilities According to the JTAG Standard – Extensive On-chip Debug Support – Programming of Flash. or 200x – Byte-oriented Two-wire Serial Interface – Programmable Serial USART – Master/Slave SPI Serial Interface – Programmable Watchdog Timer with Separate On-chip Oscillator – On-chip Analog Comparator • Special Microcontroller Features – Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection – Internal Calibrated RC Oscillator – External and Internal Interrupt Sources – Six Sleep Modes: Idle.5. and Capture Mode – Real Time Counter with Separate Oscillator – Four PWM Channels – 8-channel. Fuses.5V for ATmega32L . Compare Mode. and 44-pad QFN/MLF • Operating Voltages – 2. Power-down. ADC Noise Reduction. 10-bit ADC 8 Single-ended Channels 7 Differential Channels in TQFP Package Only 2 Differential Channels with Programmable Gain at 1x.000 EEPROM – Data retention: 20 years at 85°C/100 years at 25°C(1) – Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits In-System Programming by On-chip Boot Program True Read-While-Write Operation – Programming Lock for Software Security • JTAG (IEEE std. Standby and Extended Standby • I/O and Packages – 32 Programmable I/O Lines – 40-pin PDIP. Low-power Atmel®AVR® 8-bit Microcontroller • Advanced RISC Architecture – 131 Powerful Instructions – Most Single-clock Cycle Execution – 32 × 8 General Purpose Working Registers – Fully Static Operation – Up to 16 MIPS Throughput at 16MHz – On-chip 2-cycle Multiplier • High Endurance Non-volatile Memory segments – 32Kbytes of In-System Self-programmable Flash program memory – 1024Bytes EEPROM – 2Kbytes Internal SRAM – Write/Erase Cycles: 10.Fitur-fitur ATMega 32 : • High-performance.000 Flash/100. EEPROM.7V . 44-lead TQFP. 10x.

25°C – Active: 1.1mA – Idle Mode: 0.35mA – Power-down Mode: < 1μA Kesimpulan : Keempatnya adalah dari keluarga ATMEGA. buatan ATMEL. jadi sebenarnya lebih banyak persamaan.5V . 3V.ATMega 8535 paling stabil untuk mempertahankan tegangan yang tiba-tiba turun (Drop) . terutama flash memory dan RAM.5V for ATmega32 • Speed Grades – 0 . Harga Juga berbeda-beda. Selain itu tegangan yang di hasilkan pun berbeda-beda.5.16MHz for ATmega32 • Power Consumption at 1MHz. Perbedaan pada fiturnya.8MHz for ATmega32L – 0 .– 4. arsitektur AVR. tapi hanya selisih harga sedikit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful