Anda di halaman 1dari 20

Peralatan Produksi Multicamera Pro

Jika suatu produksi dibagi berdasarkan kamera yang digunakan, maka ada dua jenis, pertama produksi acara televisi menggunakan satu kamera atau singlecam system, kedua jika produksi menggunakan lebih dari satu kamera, multicam system. Terdapat banyak perbedaan di antara ke dua sistem ini, baik dari sisi peralatan yang digunakan maupun dari proses kerjanya. Kalau suatu produksi acara televisi bisa dibuat dengan sistem singlecam, mengapa harus ada multicam ? Multicamera adalah format shooting dengan menggunakan lebih dari satu kamera, dihubungkan melalui satu sistem yang terintegrasi. Jadi, kalaupun menggunakan lebih dari satu kamera ketika tidak terintegrasi satu sama lain maka format tersebut belum bisa dikategorikan sebagai multicam system. Sedangnkan dari segi penayangannya bisa disiarkan secara langsung (live) atau tayang tunda (live on tape). Jenis acara televisi yang menggunakan multicamera di antaranya : talkshow, sitkom, game show, music show, quiz, magazine, variety show. Tidak seperti pada sistem singlecam, peralatan yang digunakan pada multicam jauh lebih kompleks, banyak peralatan yang dipergunakan. Paling tidak peralatan di bawah ini yang digunakan pada shooting dengan sistim multikamera. o Kamera o CCU/ Camera Control Unit o Vision Mixer/Switcher o Monitor o Video Tape Recoder o Character Generator o Waveform o Talkback o Teleprompter

o Audio Mixer o Audio Set/(Clip On, Boom Mic,etc.) Semua peralatan di atas terbagi atas dua tempat, yakni di studio atau dilapangan serta di Master Control Room/MCR. Kamera

Secara umum ada tiga jenis kamera yang digunakan untuk produksi televisi, yakni kamera ENG atau Electonic News Gathering. Kamera ENG sesuai namanya biasanya digunakan untuk liputan di lapangan atau outdoor. Yang ke dua adalah jenis kamera EFP atau Electronic Field Production, yaitu jenis kamera yang dipeuntukan produksi baik untuk keperluan indoor maupun outdoor. Dan yang ke tiga adalah kamera studio, yakni jenis kamera yang memang di desain untuk keperluan studio yang biasanya digunakan dengan lokasi indoor. Lalu kamera mana yang digunakan dalam multicam system? Sebenarnya hampir semua jenis kamera bisa digunakan dalam produksi dengan sitem multikamera. Namun, yang paling umum digunakan tentu saja adalah kamera studio atau paling tidak kamera EFP. Karena ke dua jenis kamera di atas terutama kamera studio memiliki fasilitas lengkap yang bisa diintegrasikan satu sama lain. CCU/Camera Control Unit

Ini merupakan satu alat yang bisa mengontrol beberapa fungsi yang ada di kamera. Yang bisa dikontrol atau digantikan fungsinya melalui alat ini diantaranya adalah pengaturan pencahayaan (brightness contrast) , temperatur warna (color temperature), kecepatan (shutter speed), white balance, serta warna hue (red, green, blue). Jumlah CCU yang digunakan sama persis dengan jumlah kamera yang digunakan karena masing-masing kamera dikontrol oleh satu CCU. Vision Mixer

Satu alat untuk mengatur pemilihan gambar lengkap dengan berbagai jenis transisi. Banyak jenis vision mixer, dari yang paling sederhana yang hanya memiliki tiga source input dengan satu source ouput sampai yang paling lengkap dengan source input dan output puluhan. Alat ini berbentuk keyboard dengan banyak tombol dengan masing-masing fungsi. Monitor

Berfungsi untuk melihat tampilan visual yang dihasilkan dari kamera. Banyaknya monitor yang digunakan tentu saja tergantung dari berapa kamera yang digunakan. Ada monitor dari berbagai source kamera, monitor preview, serta monitor hasil akhir. VTR/Video Tape Recorder

VTR/Video Tape Recorder atau biasa juga disebut VCR/Video Cassette Recorder digunakan untuk merekam hasil shooting. Ada dua jenis VTR yang digunakan yakni VTR yang digunakan untuk merekam dan VTR yang digunakan untuk menayangkan source video/play back yang sebelumnya sudah dibuat, biasa juga dikenal dengan sebutan VT. Character Generator

Biasa juga disebut dengan CG atau Chargen , ini adalah untuk membuat serta menampilkan title,sub title. Serta graphic yang dibutuhkan dalam tayangan produksi acara televisi. Ada yang berbentuk keyboard yang dihugungkan langsung ke vision mixer, ada juga beerbentuk satu unit komputer yang berdiri sendiri yang bisa dihubungkan ke vision mixer. Waveform

Alat ini digunakan untuk mengukur kualitas video yang dihasilkan oleh masing-masing kamera serta dari VT. Juga bisa digunakan untuk mengukur audio. Waveform menampilkan graphic yang menjadi parameter atau acuan yang bisa digunakan apakan kualitas video dan audio sudah sesuai harapan atau belum. Talkback Untuk sarana komunikasi antar kru yang terlibat dalam sebuah produksi televisi dengan multikamera diperlukan alat komunikasi. Alat vital ini dinamakan talkback. Tidak seperti pada kamera ENG, dalam kamera EFP dan kamera studio, talkback bisa diintegrasikan langsung di

kamera tersebut. Talkback terdiri atas microphone serta headset. Teleprompter

Tidak semua produksi multikamera memerlukan alat ini, sangat tergantung dari jenis acara yang diproduksi. Ini merupakan alat bantu bagi anchor atau pembawa acara untuk menyampaikan informasi tertentu. Satu set alat ini terdiri dari monitor yang diintegrasikan pada kamera serta satu unit komputer di MCR. Audio Mixer

Pengaturan suara dilakukan menggunakan audio mixer, yang tidak hanya mengatur volume tinggi rendahnya suara yang dihasilkan tapi meliputi berbagai kepentingan audio secara keseluruhan. Bagaimana Peralatan Ini Terintegrasi ? Seperti dijelaskan di atas bahwa salah satu syarat sebuah produksi dikatan menggunakan system multicamera, ketika masing-masing alat tersebut terintegrasi satu sama lain. Secara skematik sederhana adalah sebagai berikut : Kamera terhubung dengan CCU, dari CCU masuk source input ke Vision Mixer, dari Vision Mixer dikeluarkan melalui VTR. source pada http://www.dikiumbara.com dengan perubahan seperlunya

SEKILAS MERANCANG SISTEM PERALATAN STUDIO SEKILAS MERANCANG SISTEM PERALATAN STUDIO 1.PERUMUSAN KEBUTUHAN Dalam merumuskan kebutuhan sistem peralatan perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1.1. SEGI PRODUKSI Pertimbangannya antara lain : Jenis dan ukuran program , misalnya : News Talk show Musik (besar , sedang atau kecil) Drama (besar, sedang atau kecil) dan lain-lain Ukuran (luas lantai) studio kecil (50 m2 300m2) Menengah (350 m2 500 m2) Besar (600m2 1000m2) tipe produksi : rekaman saja atau termasuk siaran langsung (live). Hasil produksi full kompetitif (target komersial) atau tidak, ini terutama kaitannya dengan mutu dan pengadaan peralatan yang menghasilkan effek, daya tarik audio/visual dan peningkatan mutu, seperti vision mixer, sound mixer, lighting system dan peralatan paska produksi (editing, dubbing, mixing dan lain-lain). Perkiraan volume produksi lokasi produksi (di studio saja atau termasuk luar studio). Tingkat mobilitas yang diinginkan Budget yang akan di alokasikan untuk pengadaan peralatan. 1.2. SEGI PENYIARAN Pertimbangannya antara lain: Apakah kegiatannya menyiarkan saja atau dengan kegiatan produksi terbatas. Menyiarkan saja artinya menerima bahan siap siar dari luar ( program provider, production house). Apakah ada kemungkinan pengolahan kembali (re-editing atau paska produksi) bahan siaran yang diterima dari pihak luar ( production house), Berapa besar kegiatan atau volume paska produksi yang akan dilakukan. Produksi terbatas bisa berarti bahwa hanya memproduksi program tertentu dengan volume kecil, misalnya : berita dan talkshow. Tipe siaran (hasil rekaman atau live) Siaran dari studio saja atau termasuk dari luar. Tipe siaran (hasil rekaman saja atau termasuklive)

Siaran dari studio saja atau termasuk dari luar Siaran dilaksanakan secara manual, semi automatik atau full automatik. Perkiraan waktu siaran dan durasi jam siaran. Lokasi pemancar (dekat dengan studio atau relatif berjauhan), Jumlah lokasi pemancar , jarak antar pemancar serta kondisi geografis. Sifat pengoperasian masing-pemancar yang diinginkan (manual atau unattended). Pertimbangan-pertimbangan segi produksi yang terkait dengan penyiaran juga harus menjadi pertimbangan dalam pengedaan peralatan pemancar. 1.3. SEGI PENDUKUNG Dalam melaksanakan kegiatan produksi dan penyiaran dibutuhkan peralatan teknik lainnya sebagai pendukung, biasanya disebut teknik umum atau teknik prasarana. Peralatan teknik umum antara lain: - Pembangkit daya listrik dan diesel - Alat pendingin (ac) - Alat komunikasi - Komputer (it) - Peralatan pembuatan dekorasi dan konstruksi. - Alat transportasi dan lain-lain. Pertimbangan utama dalam pengadaan peralatan teknik umum terutama adalah; harus mampu mendukung kegiatan produksi dan penyiaran secara effektif dan effisien. 2. MERANCANG SYSTEM PERALATAN 2.1. PERSYARATAN UMUM Persyaratan umum yang perlu diperhatikan dalam merancang system peralatan, baik peralatan produksi, penyiaran maupun teknik umum antara lain: Memenuhi persyaratan internasional dan nasional; Adanya jaminan kontinuitas dukungan suku cadang (biasanya sekitar 10 thn) dan layanan purna jual; Mempunyai daya tahan (reliability) yang tinggi. Kemudahan memperoleh suku cadang; Praktis dalam pengoperasian dan pemeliharaan; Kemudahan pengintegrasiannya dengan sistem peralatan lainnya; DISAMPING ITU PERLU JUGA DIPERHATIKAN : Populasi (pengguna) peralatan secara internasional maupun nasional; Lokasi keagenan terdekat; Pengalaman pengguna sebelumnya; Peralatan yang digunakan kompetitor; Kemampuan sdm yang mungkin dapat disediakan; Tidak berlebihan (sesuai kebutuhan);

Kemudahan pengembangan sistem peralatan di kemudian hari (up grading) sejalan dengan peningkatan kebutuhan; 2.2. KONFIGURASI PERALATAN Berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya, disusun daftar kebutuhan peralatan dengan disertai gambar secara block diagram ( garis besar) , mencakup: A. PERALATAN PRODUKSI: Camera system (studio camera dan eng/efp camera) Video system Audio system Editing (and dubbing) system VCR system Lighting system Master control Production control Commucation system Mobile production unit Maintenance equipment dan lain-lain. B. PERALATAN PENYIARAN Sending vcr system Continuity studio equipment Camera system Audio system Video system Lighting system Master control ( sharing dengan produksi) Peralatan transmisi : pemancar Microwave link Up & down link C. PERALATAN PENDUKUNG (TEKNIK UMUM). Pembangkit daya listrik: Stationary (pln, generator sets) Mobile/protable: Mobile generator sets sebagai kelengkapan mobile production unit; small silent generator set. Alat pendingin (ac) untuk studio dan ruang peralatan Alat komunikasi Stationary Protable: handy talky, mobile phone. Komputer (it) untuk komputer grafis. Mobil untuk transportasi tim produksi dan penyiaran serta reporter

Mobil untuk transportasi peralatan pendukung siaran luar. 2.3. TIM PERENCANA/KONSULTAN Untuk menghasilkan rencana dan pembangunan studio dan system peralatan yang optimal biasanya dibentuk tim perencana. Tim perencana setidaknya berasal dari tiga bidang utama, yaitu : Tenaga ahli di bidang perencanaan gedung studio (arsitek, sipil, elektrikal dan mekanikal); Tenaga ahli di bidang peralatan televisi ( peralatan produksi dan penyiaran/transmisi); Tenaga ahli di bidang program televisi disamping itu , dapat pula dilibatkan ahli di bidang lain sebagai nara sumber atau pada tahap sesuai kebutuhan (kemajuan proses perencanaan). 2.4. SPESIFIKASI TEKNIK PERALATAN Secara garis besar spesifikasi teknik peralatan mencakup antara lain : Frekuensi dan tegangan listrik yang dibutuhkan, Peralatan serta toleransi yang diizinkan ( PLN : 220volt/50hz); Kondisi lingkungan : temperatur dan kelembaban (Humidity) lingkungan dimana peralatan dapat berfungsi secara normal; Ukuran fisik peralatan (volume dan berat); Kharakteristik (parameter) video dan audio secara lengkap yang mencerminkan mutu atau klasifikasi peralatan;

Komunikasi Saat Produksi Multicamera Communication is the process of conveying information from a sender to a receiver with the use of a medium in which the communicated information is understood by both sender and receiver. It is a process that allows organisms to exchange information by several methods. Communication is defined as a process by which we assign and convey meaning in an attempt to create shared understanding. Banyak teori tentang definisi komunikasi, paling tidak ada 126 definisi, begitu menurut Frank E.X. Dance. Upsssstapi jangan khawatir kawan, saya tidak akan membahas tentang komunikasi dari tataran teoritikal. Saya hanya ingin mengatakan bahwa komunikasi itu sangatlah penting. Seberapa penting? tidak harus saya jelaskan karena definisi komunikasi di atas sudah sangat jelas. Mari kita lihat fungsi komunikasi ini pada tataran aplikatif yakni komunikasi saat produksi acara televisi, secara spesifik lagi komunikasi pada produksi televisi multikamera. Komunikasi yang baik diperlukan di semua tahapan produksi, yakni pre- production, production, dan post production. Di saat pre production, komunikasi sudah terjalin anatara penulis naskah dengan produser serta dengan director. Tiga elemen penting ini sering disebut dengan triangle system. Dalam sebuah produksi multicamera, komunikasi sangat intens terjadi ketika suatu produksi berjalan. Program Director selaku komandan dalam satu produksi harus mampu mengkomunikasikan semua gagasan dengan baik pada semua level kru produksi. Untuk memudahkan komunikasi tersebut sudah dimudahkan dengan bahasa kesepakatan yang sudah baku di dunia broadcasting manapun, walaupun kenyataanya kadang sedikit ada perbedaan pemakaian istilah. Namun yang paling penting adalah harus ada kesepakatan yang bisa dimengerti penuh oleh semua kru produksi. Selain kesamaan bahasa, hal menujang lainnya adalah alat komunikasi. Banyak alat komunikasi yang bisa digunakan untuk menunjang agar komunikasi bisa berjalan baik. Diantara alat dan media itu : o Talkback o Clearcomm o Telepromter o Headset o Cue Card o Camera Card o Command Hand o Producers Message Talkback & Clearcomm

Ini sebetulnya mirip dengan walkie talkie, yakni sebuah alat komunikasi yang didesain khusus untuk keperluan shooting. Talkback & Clearcomm terdiri atas microphone serta headset, dimana cameraman bisa berkomunikasi dengan Program Director/PD. Pada kamera studio, ada panel

khusus yang bisa disambungkan dengan alat ini. PD bisa mengarahkan setiap cameraman dengan bantuan alat ini. Teleprompter

Teleprompter sebetulnya bukan alat komunikasi dan tidak di desain untuk keperluan itu. Teleprompter merupakan satu set alat untuk membantu anchor atau pembawa acara membaca naskah. Teleprompter di tempelkan pada lensa kamera, sehingga ketika anchor membaca pandangan mata masih ke arah kamera. Nah,untuk beberapa hal telepromter ini bisa juga digunakan director atau producer untuk memberikan isyarat tertentu pada pembawa acara tadi. Headset

Ini merupakan alat paling umum yang dipakai oleh pengisi acara agar bisa menerima informasi dari PD tentang apa saja yang harus dia lakukan. PD atau produser memberikan arahan secara langsung pada pengisi acara yg umumnya adalah seorang anchor untuk melakukan keinginan PD tadi. Cue Card

Konvensional dan sudah dari sejak dulu digunakan, tapi masih digunakan hingga sekarang. Cue Card adalah secarik kertas yang berisi info atau point-point penting sebagai guidance yang harus dilakukan atau dibawakan pembawa acara. Acara dengan konsep live, sering menggunakan cue card sebagai bantuan. Camera Card

Jika Cue Card dipeuntukan bagi pengisi acara, maka Camera Card bermanfaat bagi cameraman. Dalam Camera Card terdapat info tentang komposisi, pergerakkan camera, yang dijadikan panduan kameraman dalam pengambilan gambar. Commands Hand

Ini yang paling sering digunakan. Komunikasi non verbal, hanya menggunakan tangan sebagai simbol yang sudah disepakati secara umum. Commands hand dilakukan oleh floor director/FD atau floor manager/FM. Komunikasi ini sebetulnya tetap bersumber dari PD yang disampaikan pada FD, karena ketidakmungkinan perintah PD secara langsung pada pengisi acara. Producers Message

Pada acara quiz atau gameshow alat ini biasanya digunakan. Producers message menggunakan monitor komputer sebagau bantuan. Producer atau PD menuliskan pesan-pesan tertentu yg ingin disampaikan pada pembawa acara dengan mengetikkan pesan. Pesan tersebut bisa dibaca oleh

pengisi acara di monitor komputer yang dekat dengan dia. Kuis Who Wants To Be A Millionaire dan Deal Or No Deal menggunakan fasilitas ini untuk komunikasi antara pembawa acara dengan produser/PD. Alat-alat di atas, hanyalah tool atau alat bantu yang tidak bermakna apa-apa ketika para kru tidak memahami apa yang harus dia lakukan. Komunikasi yang baik ketika produksi, sekali lagi, harus terjalin ketika produksi belum dimulai. Latihanatau rehearsal itu kunci utama. Dengan rehearsal kesalahan serta mis komunikasi bisa dihindari sedini mungkin. Apalagi untuk keperluan acara siaran langsung. Tidak ada perbaikkan dalam siaran langsung.Di sini peran program director sangat penting, PD di MCR harus bisa menyampaikan pesan pada FD di studio, FD harus bisa menyampaikan pesan pada pengisi acara di panggung. Pentingnya rehearsal beberapa kali dibahas oleh Kang Mas Gerald Millerson dalam bukunya Television Production terbitan Focal Press

Crew produksi TV dan tugasnya

1.PRODUSER Seorang yang mendisain sebuah produksi program acara sekaligus bertanggung jawab terhadap teknis eksekusi produksi program tersebut dan bertugas untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi dalam sebuah produksi program acara televisi dan bertanggung jawab terhadap aspek teknis maupun estetis serta mampu menterjemahkan sebuah gagasan / naskah / rundown sebuah program acara ke dalam pelaksanaan produksi program siaran. 2.PROGRAM DIRECTOR PENGARAH ACARA Seorang yang ditunjuk untuk bertanggungjawab secara teknis pelaksanaan produksi satu mata acara siaran, menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Non Drama dalam Produksi Single atau Multi Camera. Syarat : Memahami TYPE OF PROGRAM Menguasai MANAJEMEN PRODUKSI Mendalami SINEMATOGRAFI Mendalami DRAMATURGI Mampu menggunakan Peralatan Produksi dan dapat menterjemahkan gagasan kedalam eksekusi sebuah program acara TV (mengabungkan hal teknis & seni) Apa saja yang perlu dilakukan? Brain Strorming : 1. Membuat /menentukan detail konsep bersama-sama dengan Producer, Creative 2. Melakukan analisis script/scenario /rundown berdasarkan konsep/ ide yang telah disepakati 3. Menentukan peralatan pendukung teknis meliputi : Kamera, Lighting, Audio dan perangkat teknis lainnya sesuai dengan konsep program Koordinasi : Melakukan koordinasi dengan crew pendukung teknis meliputi : Kameraman, Switcherman, Audioman, Lightingman menyangkut konsep acara dan kebutuhan peralatan produksi Me-review kembali kebutuhan teknis produksi dengan Producer dan Creative

Eksekusi : 1. Membuat /menentukan bloking kamera 2. Melakukan supervisi terhadap penataan set panggung, lighting, kamera, audio, switcher, CG etc. 3. Bersama-sama TD memastikan kesiapan perangkat teknis lainnya 4. Memandu jalannya Gladi Bersih bersama FD 5. Berkoordinasi dengan producer dan krabat kerja yang lain 6. Melakukan Briefing bersama seluruh crew pendukung acara mengenai rundown acara SHOOTING PROGRAM ( Live / Taping ) Mengarahkan produksi Program Acara Evaluasi : Bersama Produser dan crew pendukung teknis lainnya melakukan evaluasi Editing : Mengikuti proses editing program bila Dibutuhkan BAHASA KOMANDO [i]STANDBY[/i] Aba-aba untuk meminta kepada seluruh pendukung acara baik crew maupun talent/presenter untuk bersiap-siap memulai acara/program. Dapat juga berarti aba-aba untuk kameraman agar jangan merubah komposisi gambar karena akan di ambil . Contoh : Studio standby.Crew, Standby. Atau Camera 1 Standby .Camera 1 Take . COUNTDOWN Hitungan mundur untuk memberi aba-aba agar program di mulai tepat sesuai waktu yang ditentukan. Dapat juga berarti memberikan jeda waktu pada proses recording antara satu adegan ke adegan berikutnya, untuk mempermudah pada proses editing Contoh : Standby 54322action !!!... CUE / ACTION Aba-aba untuk artis, talen, presenter atau performer yang lain untuk memulai adegan atau aksinya sesuai dengan script/ naskah. Dalam produksi program besar yang melibatkan banyak orang, komando dari Director diteruskan kepada Floor Director Contoh : 321Cue (talen)!! atau Camera ..!!! ..Action!! TAKE / ON Aba-aba untuk kameraman sebagai tanda gambarnya di ambil, biasanya dilakukan untuk produksi program dengan multi kamera.

Contoh : Camera 1 Standby Camera 1 Take atau Camera 1 On..!! Take two, Take Tree Isyarat untuk meminta untuk dilakukan pengambilan gambar ulang, karena pengambilan gambar pertama terjadi kesalahan atau hasilnya tidak memuaskan. ROLLING / PLAY Aba-aba kepada VTR operator untuk memulai pemutaran video tape, bisa juga berlaku sebagai aba-aba untuk memulai perekaman. Contoh : standby VTR rolling, VTR. Atau Stndby VTR rolling record VTR 3..2..1.. WIDE SHOOT / Tide Shoot Perintah kepada kameraman untuk pengambilan sudut gambar lebar atau sempit Contoh : Camera 1 wide. CUT Perintah untuk memotong adegan BUNGKUS/ CLEAR Komando sebagai isarat bahwa seluruh kegiatan produksi telah usah. Dapat juga berarti proses pengambilan gambar pada satu scene telah usai atau pengambilan gambar pada satu tempat telah usai, diteruskan ke tempat berikutnya 3.PRODUCTION SWITCHER / SWITCHERMAN adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pergantian gambar, baik atas permintaan Pengarah Acara atau sesuai dengan shooting script/rundown yang telah disusun sebelumnya. dalam perkembangannya posisi ini sudah dirangkap oleh pengarah acara. Pada produksi TV akan ditemukan editing dalam 3 bentuk : Video switching in real time mempergunakan production switcher ( video mixer) Post production videotape editing Film editing Meskipun secara mekanis masing-masing prosesnya berbeda, efek artistiknya bisa jadi hampir sama.Yang perlu diperhatikan pada saat editing adalah : Moment yang dipilih untuk diganti dari satu shot ke shot lainnya. (cutting point) Bagaimana pergantian shot tersebut (cut,mix,dsb) dan kecepatan transisi. Order of shots (sequence) dan durasinya (cutting rhythm). Mempertahankan kualitas gambar yang baik dan kesinambungan audio. Menggabungkan adegan yang diambil pada waktu dan tempat berbeda, apabila adegan diambil

dengan satu kamera. Untuk sebuah produksi televisi, rundown merupakan panduan yang dijadikan acuan seorang program director atau pengarah acara dalam menjalankan sebuah acara televisi. Rundown biasanya disusun oleh produser dan didiskusikan dengan tim produksi. Format pembuatan rundown tidak mutlak, sangat tergantung dari karakteristik format acara televisi itu sendiri. Rundown format berita misalnya agak sedikit berbeda dengan rundown untuk acara berformat non drama (quiz, gameshow, music, variety show,magazine ,dll). Rundown merupakan susunan isi cerita dari sebuah program acara yang dibatasi oleh durasi (panjangnya item acara), segmentasi dan deskripsi atau bahasa naskah. Untuk acara berdurasi 30 menit biasanya dibagi menjadi empat segment, namun beberapa acara berdurasi setengah jam ini juga kadang terbagi menjadi 3 segment. Sedangkan acara berdurasi 60 menit biasanya terbagi atas 5 atau 6 segment. Salah satu fungsi pembuatan segmentasi ini adalah untuk keperluan penempatan commercial break atau iklan. Misalnya, total konten program acara berdurasi 30 menit adalah 24 menit,sisanya yang 6 menit untuk iklan. Selain kolom Segment, hal penting lainnya adalah Description. Di kolom ini dijelaskan tentang apa saja isi dari setiap segment. Sedangkan jika ada catatan penting lainnya, bisa dimasukan ke dalam kolom Note atau Remark 4.FLOOR DIRECTOR / PENGARAH LAPANGAN Bertugas sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan- pesan Pengarah Acara kepada kerabat kerja dan para artis pendukung dalam produksi suatu acara. 5.LIGHTING DIRECTOR / PENATA CAHAYA bertugas sebagai seseorang yang bertanggung jawab terhadap Keberhasilan penataan cahaya di studio baik secara artistik maupun yang mampu menyentuh perasaan yang sesuai dengan tuntutan naskahnya. [b]6.AUDIOMAN[/b] Audioman adalah petugas yang mengatur perimbangan suara dari berbagai sumber,antara lain melakukan set up mikrofon, musik / backsound dan lain sebagainya.