SURAT KETERANGAN ASAL (CERTIFICATE OF ORIGIN

)

Ekspor : adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Daerah Pabean : Wilayah RI yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat2 tertentu di ZEE dan landas kontinen. (UU No.10/1995 No.17/2006)
Ekspor : Kegiatan memasarkan suatu komoditi kepada orang asing, dengan menggunakan pembayaran dlm valuta asing dan berkomunikasi dgn bahasa asing

TAHAPAN PROSES EKSPOR
1.

2.

3.

4.

PROSES TERJADINYA KONTRAK DAGANG (SALES CONTRACT) PROSES PEMBUKAAN L/C (L/C OPENING) PROSES PENGAPALAN BARANG (CARGO SHIPMENT) PROSES PENGUANGAN DOKUMEN PENGAPALAN

PROSES TERJADINYA KONTRAK DAGANG
1. 2.

3.

4.

5.

6.

EKSPORTIR mempromosikan komoditas yang akan diekspor IMPORTIR yang berminat mengirim surat permintaan harga (LETTER OF INQUIRY) KEPADA EKSPORTIR – berisikan permintaan harga, mutu barang, jumlah, waktu pengiriman, nama pelabuhan tujuan. EKSPORTIR memenuhi permintaan IMPORTIR dengan mengirim surat penawaran harga (offersheet) - berisikan keterangan sesuai permintaan importir : uraian barang, mutu, jumlah, waktu penyerahan, harga, tempat penyerahan barang, waktu pengapalan, cara pengepakan, brosur/contoh barang yang ditawarkan, IMPORTIR setelah mempelajari offersheet menempatkan surat pesanan dalam bentuk ORDERSHEET atau PURCHASE ORDER kepada eksportir EKSPORTIR menyiapkan kontrak jual beli (sales contract) sesuai dengan data order/offersheet ditambah – forcemajor, claims, syarat pengapalan (partial shipment/transhipment dll) IMPORTIR mempelajari dgn seksama bila acc satu copy dipegang importir (sales confirmation) satu dipegang oleh eksportir

SURAT KETERANGAN ASAL (CERTIFICATE OF ORIGIN ) .

dihasilkan dan atau diolah di Indonesia. . multilateral. regional. wajib disertakan pada waktu barang ekspor Indonesia akan memasuki wilayah negara tertentu yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal. unilateral atau karena ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu. PENGERTIAN SKA Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin). selanjutnya disingkat SKA. adalah dokumen yang berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian bilateral.1.

regional. bilateral atau unilateral. SKA = Selisih antara tarif normal dan tarif preferensi . PREFERENSI Preferensi adalah fasilitas yang diberikan oleh suatu atau sekelompok negara kepada produkproduk tertentu yang memenuhi syarat berasal dari suatu negara dalam bentuk penurunan atau pembebasan tarif bea masuk yang merupakan kesepakatan multilateral.2.

7. . 4. Common Effective Preferential Tariff – ASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA)/ FORM D. ASEAN – China Free Trade Area (ACFTA)/FORM E. 2. Generalized System of Preferences (GSP)/FORM A. Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). 6.1. 3. ASEAN – KOREA Free Trade Area (AKFTA). 5. Handicraft Preferences. Global System of Trade Preferences (GSTP).

SUBJEK HUKUM Pemerintah dengan Pemerintah Pemerintah dengan beberapa pemerintah NASIONAL Keppres Nomor 58 Tahun 1971 Peraturan Mendag Nomor 17/M-DAG/PER/9/2005 Peraturan Dirjen Daglu Nomor 03/DAGLU/PER/10/2005 Peraturan Dirjen Daglu Nomor 04/DAGLU/PER/10/2005 Peraturan Dirjen Daglu Nomor 05/DAGLU/PER/06/2006 . Regional.INTERNASIONAL Multilateral. Bilateral atau Unilateral.

Diwajibkan oleh pemerintah Indonesia. Diwajibkan oleh pembeli.Diwajibkan oleh pemerintah negara tujuan ekspor. .

Untuk memenuhi persyaratan pencairan L/C terhadap pembiayaan ekspor yang menggunakan L/C. Data Statistik. Penetapan bea masuk anti dumping. . Untuk menetapkan Negara Asal Barang (Country of Origin) suatu barang ekspor. 2. Korea Selatan dan Timur Tengah.1. Sebagai tiket masuk komoditi ekspor Indonesia ke beberapa negara : Hongkong. Taiwan. 4. subsidi dan safeguards. Untuk mendapatkan preferensi. 3. 5. 6.

Portugal. CERTIFICATE IN REGARD TO TRADITIONAL HANDICRAFT BATIK FABRICS OF COTTON. Malta. 1. Estonia. Uni Eropa . 5. UK. 6. Lithuania. Luxembourg. Bulgaria. 4. Untuk ekspor barang kerajinan tangan TPT yang terbuat dari bahan sutera atau kapas yang termasuk dalam cakupan skema barang-barang kerajinan Masyarakat Eropa. Sweden. Slovenia. Latvia. 9. Romania. 5. 3. Denmark. JENIS SKA PREFERENSI GENERALIZED SYSTEM OF PREFERENCES CERTIFICATE OF ORIGIN FORM “A”. Jepang Untuk ekspor hasil kerajinan batik tradisional yang terbuat dari kain kapas. 4. France. 7. Ireland. 3. Vietnam Laos Myanmar Kamboja KEGUNAAN Untuk memperoleh preferensi keringanan bea masuk . Hungary. Spain. Italy. 5. Kanada Jepang Selandia Baru Norwegia Swiss Amerika Serikat Federasi Rusia Belarus 9. Uni Eropa Untuk ekspor barang-barang kerajinan tangan non tekstil. NEGARA TUJUAN 1. Netherlands. 8. 4. Poland. Slovakia. Singapura Malaysia Thailand Philipina Brunei Darussalam Untuk preferensi antara negara ASEAN. Czech Rep. 2.. Belgium. Cyprus. CERTIFICATE RELATING TO SILK COTTON HANDLOOMS PRODUCTS. CERTIFICATE IN REGARD TO CERTAIN HANDICRAFT PRODUCTS. ASEAN COMMON EFFECTIVE PREFERENTIAL TARIFF SCHEME CERTIFICATE OF ORIGIN FORM “D”. 6. 3. 7. Finland. 1. 2. Uni Eropa (European Union):Austria. 2.No. Germany. Greece. 8.

19. 37. 21. Algeria Argentina Bangladesh Benin Bolivia Brazil Camerun Chile Colombia Cuba DPR. Korea Ecuador Egypt Ghana Guinea Guyana 17. 29. Australia 7. 13. 34. 32. GLOBAL SYSTEM OF TRADE PREFERENCE CERTIFICATE OF ORIGIN. Zimbabwe 8. 10. 38. ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA PREFERENTIAL TARIFF CERTIFICATE OF ORIGIN “FORM E“. 26. 6. 16. CERTIFICATE OF HANDICRAFT GOODS. 4. Vietnam 42. 27. Kanada Uni Eropa Untuk ekspor barang kerajinan Untuk ekspor tembakau jenis tertentu.No. 31. 23. 25. 2. 3. 35. China . 15. 1. 5. 7. India Iran Iraq Libya Malaysia Mexsico Marocco Mozambique Miyanmar Nicaragua Nigeria Pakistan Peru Philippines Rep. Preferensi negaranegara ASEAN dan China 10. 24. 39. Korea Romania 33. 9. NEGARA TUJUAN KEGUNAAN Untuk ekspor barang yang termasuk “Industrial Crafts Merchandise”. Tanzania 40. JENIS SKA PREFERENSI INDUSTRIAL CRAFT CERTIFICATION (ICC). 20. 18. CERTIFICATE OF AUTHENTICITY TOBACCO. 11. Venezuela 41. 36. 28. 14. 12. 6. Singapore Sri Lanka Sudan Thailand Trinidad & Tobago Tunisia United Rep. 8. 30. 9. 22.

Luksemburg. termasuk Indonesia. Jerman. Australia.   . Swiss. Slowakia. Belanda. dan 27 negara anggota Uni Eropa (Swedia. Bentuk preferensi adalah penurunan/pembebasan bea masuk. UNTAD Negara penerima preferensi 160’an negara berkembang. Belgia. Portugal.GENERALIZED SYSTEM OF PREFERENCES (GSP)  Mulai diperkenalkan sejak tahun 1971. Inggris. Austria. Finlandia. Latvia. Norwegia. Siprus. Polandia. Federasi Rusia.  Negara pemberi preferensi (donor countries) saat ini berjumlah 36 negara maju {Kanada. Bulgaria dan Rumania)}. Denmark. Estonia. Belarus. Lituania. Malta. Spanyol. Amerika Serikat. Jepang. Irlandia. Yunani. Italia. Hongaria. Perancis. Republik Ceko. Slovenia. Selandia Baru.

. termasuk negara maju. Bentuk preferensi adalah penurunan/pembebasan bea masuk. Penerima preferensi adalah semua produk kerajinan yang berasal dari semua negara.HANDICRAFT PREFERENCES     Mulai diperkenalkan sejak tahun 1971. Negara pemberi preferensi: semua negara maju pemberi fasilitas GSP.

Democratic People’s Rep. Mozambique. Singapore. Tunisia. Cuba. Vietnam dan Zimbabwe). Philippines. Pakistan. Indonesia. Iran. Bangladesh. Peru. Sudan. Egypt. . Tahun 2007 diselenggarakan Negosiasi Putaran Ketiga di Sao Paulo. Brazil untuk membahas Market Access dan Rules of Origin. Myanmar. Guyana. Colombia. India.GLOBAL SYSTEM OF TRADE PREFERENCES (GSTP)    Mulai berlaku bulan April 1989. Romania. Peserta saat ini 43 Negara (Algeria. Ghana. Benin. Brazil. Rep. Nicaragua. Chile. Malaysia. Thailand. of Korea. Morocco. Iraq. Trinidad and Tobago. Ecuador. Argentina. Guinea. United Rep. Mexico. Bolivia. Nigeria. Sri Lanka. of Korea. Cameroon. of Tanzania. Venezuela. Libya.

Tahun 2006: Vietnam. Malaysia. . Tahun 2008: Laos dan Myanmar.COMMON EFFECTIVE PREFERENTIAL TARIFF /ASEAN TRADE IN GOODS (CEPT/ATIGA) Mulai berlaku sejak tahun 1993 dengan penurunan tarif sebesar 0 – 5%:     Tahun 2003: Indonesia. Singapore. Thailand dan Philippines. Tahun 2010: Cambodia. Brunei Darussalam.

ASEAN CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) Tahun 2012: untuk 11 negara anggota (10 negara anggota ASEAN + China). gula . Brng sensitif item /really = mis beras.

ASEAN KOREA FREE TRADE AREA (AKFTA) Tahun 2024: untuk 11 negara anggota (10 negara anggota ASEAN + Korea). .

.INDONESIA JAPAN ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IJ-EPA) Negosiasi telah dilaksanakan 6 putaran dan kedua Kepala negara (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Shinzo Abe) telah menandatangani Persetujuan IJ-EPA pada tanggal 20 Agustus 2007 di Jakarta serta disepakati untuk mengimplementasikannya sejak 1 Juli 2008.

CERTIFICATE IN REGARD TO HANDLOOMS TEXTILE HANDICRAFT AND TRADITIONAL TEXTILE PRODUCTS OF THE COTTAGE INDUSTRY. Semua negara. CERTIFICATE OF ORIGIN FOR IMPORTS OF AGRICULTURAL PRODUCTS INTO THE EUROPEAN ECONOMIC COMMUNITY. FISHERIES CERTIFICATE OF ORIGIN. CERTIFICATE OF ORIGIN (TEXTILE PRODUCTS). Kanada Norwegia Untuk ekspor terkena kuota. Sebagai dokumen penyerta ekspor hasil perikanan dari jenis tertentu. 5. NEGARA TUJUAN Semua negara tujuan ekspor. apabila mewajibkan Untuk ekspor barang ke semua negara. Uni Eropa Untuk ekspor kain tenunan. Untuk ekspor produk pertanian tertentu 4. tekstil dan produk tekstil yang Untuk ekspor barang kerajinan tangan dari tekstil industri pedesaan. 2. 6. 1. 2.No. dengan ketentuan sebagai berikut : 1 Ekspor barang-barang yang ditujukan ke negara bukan pemberi preferensi. Untuk ekspor produk tekstil. CERTIFICATE OF ORIGIN FORM “K” CERTIFICATE IN REGARD TO HANDLOOMS TEXTILE HANDICRAFT TRADITIONAL INDONESIANS HANDICRAFT BATIK AND TRADITIONAL TEXTILE PRODUCTS OF THE COTTAGE INDUSTRY. Amerika Serikat Uni Eropa KEGUNAAN Untuk ekspor kopi ke semua negara tujuan anggota ICO maupun bukan anggota ICO. Ekspor barang-barang yang ditujukan ke negara pemberi preferensi. REPUBLIC OF INDONESIA DEPARTMENT OF TRADE CERTIFICATE OF ORIGIN FORM “B”. Meksiko . Uni Eropa Untuk ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. 3. 7. kerajinan dari tekstil. 8. pakaian jadi dan alas kaki. CERTIFICADO DE PAIS DE ORIGEN. 9. tetapi barangnya tidak termasuk dalam cakupan produk yang mendapatkan preferensi atau bentuk SKA-nya diatur tersendiri. kecuali yang bentuk SKA-nya diatur tersendiri. JENIS SKA NON PREFERENSI ICO CERTIFICATE OF ORIGIN.

2. . atau copy Cargo Receipt jika pelaksanaan ekspornya melalui pelabuhan darat.UNTUK BARANG YANG WAJIB MEMENUHI KETENTUAN UMUM DI BIDANG EKSPOR 1. Photocopy PEB yang telah difiatmuat oleh petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di pelabuhan muat atau print out PEB yang dibuat secara PDE dengan dilampiri PE.Tindasan asli (original copy) Bill of Lading (B/L) atau copy Airway Bill (AWB).

Tindasan asli Non Negotiable Bill of Lading (B/L) atau copy Air Way Bill (AWB). atau copy Cargo Receipt jika pelaksanaan ekspornya melalui pelabuhan darat.UNTUK BARANG TERTENTU YANG WAJIB DISERTAI DENGAN SKA FORM B 1. . 2. Photocopy PEB yang telah difiatmuat oleh petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di pelabuhan muat atau print out PEB yang dibuat secara PDE dengan dilampiri PE.

SKA negara asal barang .◊ Surat Pernyataan Pemohon SKA ◊ Melampirkan Data pendukung sumber bahan baku berupa :  Data produksi perusahaan  Data pembelian lokal : .Invoice lokal  Data pembelian impor : .Faktur pembelian .Bill of Lading .Invoice .

3. 7. 7. Dinas Perindag Propinsi Sumatera Utara Dinas Perindag Propinsi Sumatera Selatan Dinas Perindag Propinsi Lampung Dinas Perindag Propinsi DKI Jakarta Dinas Perindag Propinsi Jawa Barat Dinas Perindag Propinsi Jawa Timur Dinas Perindag Propinsi Jawa Tengah Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Selatan Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Selatan Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Timur Dinas Perindag Kota Tarakan Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Tenggara Dinas Perindag Kabupaten Cirebon Dinas Perindag Propinsi Bali . 1. 5. 6. 12. 4. 13. 2. 11. 12. 9. 8. 2. Yogyakarta Kota Surakarta Kabupaten Kepulauan Riau BADAN/LEMBAGA NON DINAS : Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam Kawasan Berikat Nusantara Unit Usaha Cakung Kawasan Berikat Nusantara Unit Usaha Tj. Propinsi Sumatera Utara Propinsi Riau Propinsi DKI Jakarta Propinsi Jawa Barat Propinsi Jawa Timur Propinsi Jawa Tengah Propinsi Bali Propinsi D. 10. 3.I. 13. 10. 9. 4. 14. 8.TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL UNTUK TUJUAN EKSPOR AMERIKA SERIKAT DAN UNI EROPA DINAS YANG MENANGANI PERDAGANGAN DI : UDANG DINAS YANG MENANGANI PERDAGANGAN DI : 1. 14. 5. Priok Kawasan Berikat Nusantara Unit Usaha Marunda 11. 6.

10. 14. 9. 8.I. 12. 3. 13. 6. Yogyakarta Propinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Tangerang Kabupaten Bogor Kabupaten Bekasi Kabupaten Cirebon Kotamadya Jakarta Barat Kotamadya Jakarta Pusat Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam Catatan: Mulai berlaku tanggal 30 Juli 2006 . 11.ALAS KAKI DINAS YANG MENANGANI PERDAGANGAN DI : 1. Propinsi Sumatera Utara Propinsi Jawa Barat Propinsi Jawa Timur Propinsi Jawa Tengah Propinsi Bali Propinsi D. 7. 5. 4. 2.

Photocopy KTP bagi penduduk Indonesia atau Paspor bagi penduduk warganegara asing/ wisatawan atau Surat Kuasa dari pemilik barang apabila pelaksanaannya menggunakan Perusahaan Jasa Titipan . Kwitansi pembelian bagi dimintakan SKA-nya. dan barang yang 2.UNTUK BARANG YANG TIDAK WAJIB MEMENUHI KETENTUAN UMUM DI BIDANG EKSPOR 1.

3) Tidak boleh ada tanda bekas hapusan/tip-ex atau coretan. 4) Setiap angka yang menyatakan jumlah harus disebutkan dengan huruf dalam tanda kurung. pernyataan eksportir dan pengesahan pejabat pada Instansi Penerbit SKA. 2) Diisi dengan lengkap. setelah akhir kalimat diberi garis penutup berbentuk huruf “ Z”. 7) Pengisian pada kolom uraian barang jika tidak cukup. . jelas dan benar serta diketik dalam bahasa Inggris. pada akhir kalimat diberi tanda bintang ( * ) sampai pada batas akhir baris tersebut.PENGISIAN Form SKA 1) Diisi oleh eksportir atau pihak lain yang membutuhkan. 6) Pada kolom uraian barang. 5) Setiap akhir kalimat pada kolom uraian barang jika tidak penuh satu baris. dengan pengisian hanya pada kolom uraian barang. dapat menggunakan Form SKA tambahan. jika kalimat yang diisi tidak penuh satu baris.

.

Terdapat pelabuhan ekspor (darat. laut. . Terdapat bank devisa . Terdapat kawasan industri yang berorientasi ekspor.DASAR PENUNJUKAN Instansi/Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota 1. dan atau 4. udara yang terbuka untuk perdagangan luar negeri/ internasional. Terdapat kegiatan ekspor yang memadai. 2. dan 3.

Lembaga Tembakau Cabang Surakarta dan Medan. Otorita Pengembangan Daerah Industri (OPDI) Pulau Batam. PT. b. d. e. c. Instansi atau Dinas yang membidangi perdagangan pada Pemerintah Propinsi/Kabupaten/ Kota. (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Unit Usaha di Jakarta. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) dan Lembaga Tembakau Surabaya dan Jember. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).INSTANSI/DINAS/LEMBAGA YANG DAPAT DITETAPKAN SEBAGAI INSTANSI PENERBIT a. .

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN NOMOR 618/MPP/Kep/10/2004 PERATURAN MENDAG NOMOR 17/M-DAG/PER/9/2005 193 IPSKA 85 IPSKA .

INSTANSI/DINAS/LEMBAGA YANG BERWENANG UNTUK MENERBITKAN SKA ADALAH INSTANSI/ DINAS/LEMBAGA YANG DITETAPKAN OLEH DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI .

00 yaitu : 00 menyatakan Daerah Propinsi.1 1. .2 2.STEMPEL ATAU CAP KHUSUS SKA Contoh : Stempel atau Cap Khusus SKA dan Nomor Kode Daerah Ukuran Pembuatan :  Lambang Garuda Tinggi  Lebar Sayap kiri kanan  Diameter lingkaran dalam  Diameter lingkaran luar  Huruf  Nomor Kode Daerah KETERANGAN : Penulisan Nomor Kode Daerah dibawah Lambang Garuda terdiri dari 4 digit.1 2. misalnya : 00.NTB 19 00 menyatakan Daerah Kabupten/Kota. : : : : : : 1.00 .8 2 4 Cm Cm Cm Cm mm mm 00.

MASA BERLAKU SKA    SECARA UMUM SEJAK DITERBITKAN HINGGA BARANG DITERIMA SKA FORM A TUJUAN : UNI EROPA DAN AUSTRALIA = 10 BULAN JEPANG = 12 BULAN KANADA = 24 BULAN SKA FORM D = 4 BULAN (PENGIRIMAN LANGSUNG) KECUALI PENGIRIMAN MELALUI SATU ATAU LEBIH PELABUHAN DILUAR ASEAN DAPAT DIPERPANJANG 6 BULAN .

.PENGERTIAN VERIFIKASI SKA Verifikasi SKA adalah proses penyelidikan mengenai keabsahan dokumen dan atau kebenaran pengisian SKA yang dilakukan atas permintaan pemerintah di negara tujuan ekspor barang kepada Instansi Penerbit SKA.

Kebenaran terhadap tata cara pengisian dokumen SKA : . Keabsahan Dokumen SKA . .Keraguan terhadap Tanda Tangan Pejabat Penanda Tangan SKA. .ALASAN ADANYA VERIFIKASI SKA a. b.Keraguan terhadap kriteria barang.Keraguan terhadap Cap SKA. .Kesalahan pengisian Formulir SKA.Keaslian Dokumen SKA. .

Penyelesaian diverifikasi. Menyampaikan jawaban bahwa surat verifikasi sudah diterima.PENYELESAIAN VERIFIKASI SKA a. . masalah yang b.

PENYELESAIAN VERIFIKASI        Pihak pabeab negara tujuan akan menyampaikan surat permintaan verifikasi baik langsung kepada dinas/instansi/lembaga maupun melalui ditjen daglu Apabila verifikasi menyangkut SKA yg diterbitkan oleh dins/instansi/lembaga maka Direktorat Fasilitasi Eksp-Imp ------ke dinas/instansi/lembaga Permintaan verifikasi menyangkut keabsahan formulir atau tanda tangan PPSKA. stempel. proses pengerjaan dll Jawaban verifikasi dikirim langsung ke pihak pabean importir Apabila jawaban verifkasi dianggap belum memenuhi permintaan pabean importir maka dimungkinkan pihak pabean importir melakukan investigasi ke IPSKA dan eksportir . pengadaan bahan baku.Fasilitasi Berkaitan dengan kebenaran data/informasi dalam SKA maka Dinas/instansi wajib menjawab berdasarkan klarifikasi eksportir Dalam hal data dari eksportir diragukan maka IPSKA harus melakukan penelitian dokumen pendukung. maka dinas/instansi wajib memberikan jawaban dengan tembusan ke Dirjen cq Dir.

DAMPAK VERIFIKASI SKA a. Verifikasi menimbulkan beban biaya tambahan dan waktu penyelesaiannya. c. d. Mengurangi peluang ekspor karena importir merasa dirugikan sehingga impornya mungkin akan dialihkan ke negara lain. b. Mengurangi kredibilitas pemerintah Indonesia sebagai penerbit SKA. Pencabutan fasilitas preferensi. .

1.5.BIAYA RETRIBUSI PENGELUARAN FORM SKA KEPMENDAG NO 155/KPT/IV/80 = Rp./2009 = Rp.000.KEPMENDAG NO.000..- .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful