P. 1
Materi Sosialisasi UU 2/2012

Materi Sosialisasi UU 2/2012

5.0

|Views: 2,611|Likes:
Dipublikasikan oleh Sigit Aribowo

More info:

Published by: Sigit Aribowo on Feb 03, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

UU No.

2 2012
ASAS DAN TUJUAN POKOKPOKOK-POKOK PENGADAAN TANAH PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH TAHAPAN PENGADAAN TANAH
1. 2. 3. 4. PERENCANAAN PERSIAPAN PELAKSANAAN PELAKSANAAN PENYERAHAN HASIL

PEMANTAUAN DAN EVALUASI SUMBER DANA PENGADAAN TANAH HAK, KEWAJIBAN DAN PERAN SERTA MASYARAKAT Selesai KETENTUAN PERALIHAN

ASAS PENGADAAN TANAH
a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. KEMANUSIAAN; KEADILAN; KEMANFAATAN; KEPASTIAN; KETERBUKAAN; KESEPAKATAN; KEIKUTSERTAAN; KESEJAHTERAAN; KEBERLANJUTAN; DAN KESELARASAN.

TUJUAN PENGADAAN TANAH
MENYEDIAKAN TANAH BAGI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN KEMAKMURAN BANGSA, NEGARA DAN MASYARAKAT DENGAN TETAP MENJAMIN KEPENTINGAN HUKUM PIHAK YANG BERHAK
Kembali Pasal 2

POKOKPOKOK-POKOK PENGADAAN TANAH
1. PEMERINTAH DAN ATAU PEMERINTAH DAERAH MENJAMIN:
a. b. TANAH DANA

2. PIHAK YANG BERHAP WAJIB MELEPAS TANAHNYA SETELAH MENERIMA GANTI KERUGIAN 3. PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH
Lanjut Pasal 4 s/d 6

POKOKPOKOK-POKOK PENGADAAN TANAH
4. PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DISELENGGARAKAN SESUAI DENGAN:
a. b. c. d. RENCANA TATA RUANG WILAYAH RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL/DAERAH RENCANA STRATEGIS; DAN RENCANA KERJA SETIAP INSTANSI YANG MEMERLUKAN TANAH

5.

KHUSUS PENGADAAN TANAH UNTUK INFRASTRUKTUR MINYAK, GAS DAN PANAS BUMI, DISELENGGARAKAN SESUAI DENGAN
a. b. RENCANA STRATEGIS RENCANA KERJA INSTANSI

6.

PENGADAAN TANAH DISELENGGARAKAN MELALUI PERENCANAAN DENGAN MELIBATKAN SEMUA PENGAMPU* DAN PEMANGKU** KEPENTINGAN

*Yang

**Yang dimaksud

dimaksud dengan pengampu kepentingan antara lain adalah pemuka adat dan tokoh agama. dengan pemangku kepentingan adalah orang atau pihak yang memiliki kepentingan terhadap objek pelepasan tanah, seperti Pihak yang Berhak, pemerintah, dan masyarakat.

Pasal 7

Lanjut

POKOKPOKOK-POKOK PENGADAAN TANAH
7. PIHAK YANG BERHAK DAN PIHAK YANG MENGUASAI OBYEK PENGADAAN TANAH WAJIB MEMATUHI KETENTUAN DALAM UNDANG-UNDANG INI. UNDANG8. PENYELANGGARAAN PENGADAAN TANAH MEMPERHATIKAN KESEIMBANGAN PEMBANGUNAN DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT 9. PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DILAKSANAKAN DENGAN PEMBERIAN GANTI KERUGIAN YANG LAYAK DAN ADIL

Kembali Pasal 8 dan 9

PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH
1. KEPENTINGAN UMUM
a. PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL; NASIONAL; b. JALAN UMUM, JALAN TOL, TEROWONGAN, JALUR KERETA API, STASIUN KERETA API, DAN FASILITAS OPERASI KERETA API; API; c. WADUK, BENDUNGAN, BENDUNG, IRIGASI, SALURAN AIR MINUM, SALURAN PEMBUANGAN AIR DAN SANITASI, DAN BANGUNAN PENGAIRAN LAINNYA; LAINNYA; d. PELABUHAN, BANDAR UDARA, DAN TERMINAL; TERMINAL; e. INFRASTRUKTUR MINYAK, GAS, DAN PANAS BUMI; BUMI; f. PEMBANGKIT, TRANSMISI, GARDU, JARINGAN, DAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK; LISTRIK; g. JARINGAN TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PEMERINTAH; PEMERINTAH; h. TEMPAT PEMBUANGAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH; SAMPAH; i. RUMAH SAKIT PEMERINTAH/PEMERINTAH DAERAH; DAERAH;
Pasal 10

j. FASILITAS KESELAMATAN UMUM; UMUM; k. TEMPAT PEMAKAMAN UMUM PEMERINTAH/PEMERINTAH DAERAH; DAERAH; l. FASILITAS SOSIAL, FASILITAS UMUM, DAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK; PUBLIK; m. CAGAR ALAM DAN CAGAR BUDAYA; BUDAYA; n. KANTOR PEMERINTAH/PEMERINTAH DAERAH/DESA; DAERAH/DESA; o. PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN DAN/ATAU KONSOLIDASI TANAH, SERTA PERUMAHAN UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DENGAN STATUS SEWA; SEWA; p. PRASARANA PENDIDIKAN ATAU SEKOLAH PEMERINTAH/PEMERINTAH DAERAH; DAERAH; q. PRASARANA OLAH RAGA PEMERINTAH /PEMERINTAH DAERAH; DAN DAERAH; r. PASAR UMUM DAN LAPANGAN PARKIR UMUM. UMUM.
Lanjut

PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH
2. PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM WAJIB DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH DAN SELANJUTNYA TANAHNYA DIMILIKI PEMERINTAH ATAU PEMERINTAH DAERAH DALAM HAL INSTANSI YANG MEMERLUKAN PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM ADALAH BADAN USAHA MILIK NEGARA, TANAHNYA MENJADI MILIK BADAN USAHA MILIK NEGARA PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM WAJIB DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH DAN DAPAT BEKERJA SAMA DENGAN BUMN, BUMD ATAU BADAN USAHA SWASTA DALAM HAL PEMBANGUNAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL, DISELENGGARAKAN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN. PERUNDANG-

3.

4.

5.

Kembali Pasal 11

PERENCANAAN PENGADAAN TANAH
TATA RUANG RENKER INSTANSI

INSTANSI

RENSTRA

STUDI KELAYAKAN

PRIORITAS PEMBANGUNAN (RPJM)

PEMERINTAH PROVINSI PENGADAAN TANAH DLM MENDESAK?
T

INFRASTRUKTUR MIGAS & PANAS BUMI ?

T

PERENCANAAN

PENETAPAN RENCANA OLEH INSTANSI

Y

Y

PERENCANAAN PENGADAAN KEPENTINGAN UMUM MENDESAK

DOKUMEN RANCANA

PERSIAPAN

RENKER INSTANSI

STUDI KELAYAKAN

RENSTRA

Kembali Pasal 14 dan 15

PERSIAPAN PENGADAAN TANAH
KONSULTASI PUBLIK (Max. 60 HK) ADA PIHAK YANG KEBERATAN ? T BA. KESEPAKAN LOKASI PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN OLEH GUBERNUR (Max. 14 HK) SIDANG PENGADILAN (Max. 30 HK)

Y PENGUMUMAN PENETAPAN LOKASI T T INSTANSI MENGAJUKAN PERMOHONAN PENETAPAN LOKASI PUTUSAN PENGADILAN

PENDATAAN AWAL (Max. 30 HK Sejak Pemberitahuan)

MASIH ADA PIHAK KEBERATAN ?

Y

PIHAK YG. BERHAK GUGAT DALAM 30 HK ?

Y

T

ADA KASASI DARI PIHAK YG. KEBERATAN DALAM 14 HK?

PERSIAPAN

PEMBERITAHUAN RENCANA PENGADAAN TANAH KEPADA MASYARAKAT

KONSULTASI PUBLIK ULANG (Max. 30 HK)

MASIH ADA PIHAK KEBERATAN ? Y

T

Y MA MEMBERIKAN PUTUSAN DALAM 30 HK

GUBERNUR DAN INSTANSI MENGUMUMKAN LOKASI PEMBANGUNAN

PUTUSAN KASASI PENGKAJIAN KEBERATAN (Max. 14 HK) PEMBENTUKAN TIM KAJI KEBERATAN OLEH GUBERNUR LAPORAN INSTANSI KEPADA GUBERNUR Y PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH T LOKASI HARUS PINDAH ?

REKOMENDASI TIM MENERIMA / MENOLAK KEBERATAN

SK. GUBERNUR MENOLAK / MENERIMA KEBERATAN

KEBERATAN DITOLAK ?

T

INSTANSI MENGAJUKAN LOKASI DI TEMPAT LAIN

Y

PERENCANAAN

Kembali

Pasal 16 s/d 26

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH
PENGUMUMAN PENILAI TANAH PENILAIAN OBYEK PENGADAAN TANAH HASIL PENILAIAN OBYEK PENGADAAN TANAH PENYERAHAN HASIL PENILAIAN KEPADA LEMBAGA PERTANAHAN SERTIPIKAT AN. INSTANSI KEPENTINGAN UMUM + SERTIPIKAT INSTANSI DAPAT MULAI MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN

BPN PROVINSI MENETAPKAN PENILAI

MUSYAWARAH TENTANG BENTUK DAN BESAR GANTI RUGI (Max. 30 HK)

PIHAK YG. BERHAK GUGAT DALAM 14 HK ? Y

T

INSTANSI WAJIB MENDAFTARKAN HAT SESUAI KETENTUAN

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH

INSTANSI MENGAJUKAN PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH KEPADA KANWIL BPN PROVINSI

PENYERAHAN HASIL PENGADAAN TANAH OLEH LEMBAGA PERTANAHAN BA. KESEPAKAN BENTUK DAN BESAR GANTI RUGI PELEPASAN HAK

PENETAPAN YANG BERHAK DAN OBYEK PENGADAAN TANAH

SIDANG PENGADILAN NEGERI (Max. 30 HK)

INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI P4T(Max. 30 HK)

T

PN MENGABULKAN GUGATAN ? Y

T PEMBERIAN GANTI RUGI SECARA LANGSUNG KEPADA YANG BERHAK

ADA KEBERATAN DARI YG. BERHAK? HASIL INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI T
OBYEK PENGADAAN TANAH INSTANSI ?

Y ADA KASASI DARI PIHAK YG. KEBERATAN DALAM 14 HK ?

Y

T

BENTUK DAN BESAR GANTI RUGI DITERIMA?

T

GANTI RUGI DITITIPKAN DI PN

Y PENGUMUMAN HASIL INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI (Max. 14 HK) TANAH INSTANSI PEMERINTAH VERIFIKASI DAN PERBAIKAN (Max. 14 HK) Y

Y MA MEMERIKAN PUTUSAN DALAM 30 HK

PUTUSAN MA: BENTUK & BESAR GR = KESEPAKATAN?

T

INSTANSI MELAKSANAKAN PUTUSAN MA

Kembali

Pasal 27 s/d 50

PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM KARENA KEADAAN MENDESAK

Kembali Pasal 49

GANTI RUGI DAN PELEPASAN TANAH INSTANSI PEMERINTAH

PENILAIAN

PELEPASAN SESUAI PERATURAN PERUNDANGAN BMN/BMD

Y Y
HASIL INVENTARISASI OBYEK PENGADAAN TANAH INSTANSI PEMERINTAH

DIMILIKI/ DIKUASAI BUMN/D ATAU KAS DESA ?

PEMBERIAN GANTI KERUGIAN

TANAH BMN/D?

PENYERAHAN HASIL

Y T
ADA BANGUNAN YG. DIGUNAKAN SECARA AKTIF

T

T

PELEPASAN BERDASARKAN UU-2-2012

Kembali Pasal 45 s/d 47

INSTANSI
a. LEMBAGA NEGARA b. KEMENTRIAN DAN LEMBAGA PEMERINTAH NONNONKEMENTRIAN c. PEMERINTAH PROVINSI d. PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA e. BADAN HUKUM MILIK NEGARA/BADAN USAHA MILIK NEGARA YANG MENDAPAT PENUGASAN KHUSUS DARI PEMERINTAH

Kembali Pasal 1

PERENCANAAN PENGADAAN TANAH
1. INSTANSI MEMBUAT PERENCANAAN PENGADAAN TANAH 2. PERENCANAAN PENGADAAN TANAH DIDASARKAN KEPADA:
a. RENCANA TATA RUANG WILAYAH b. PRIORITAS PEMBANGUNAN YANG TERCANTUM DALAM RPJM c. RENCANA STRATEGIS d. RENCANA KERJA PEMERINTAH INSTANSI

Kembali Pasal 14

PERENCANAAN PENGADAAN TANAH 
DISUSUN DALAM BENTUK DOKUMEN* PERENCANAAN  ISI DOKUMEN PERENCANAAN
a. MAKSUD DAN TUJUAN RENCANA PEMBANGUNAN; b. KESESUAIAN DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL DAN DAERAH; c. LETAK TANAH; d. LUAS TANAH YANG DIBUTUHKAN; e. GAMBARAN UMUM STATUS TANAH; f. PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH; g. PERKIRAAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN; h. PERKIRAAN NILAI TANAH; DAN i. RENCANA PENGANGGARAN. 

DOKUMEN PERENCANAAN DISUSUN BERDASARKAN STUDI KELAYAKAN**  DOKUMEN PERENCANAAN DITETAPKAN OLEH INSTANSI
*Penyusunan

dokumen perencanaan Pengadaan Tanah dapat dilakukan secara bersama-sama oleh Instansi yang memerlukan tanah bersama dengan instansi teknis terkait atau dapat dibantu oleh lembaga profesional yang ditunjuk oleh Instansi yang memerlukan tanah. **Studi kelayakan mencakup: survei sosial ekonomi; kelayakan lokasi; analisis biaya dan manfaat pembangunan bagi wilayah dan masyarakat; perkiraan nilai tanah; dampak lingkungan dan dampak sosial yang mungkin timbul akibat dari Pengadaan Tanah dan pembangunan; dan studi lain yang diperlukan. Kembali Pasal 15

PERSIAPAN PENGADAAN TANAH
a. PEMBERITAHUAN RENCANA PEMBANGUNAN ; b. PENDATAAN AWAL LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN; DAN c. KONSULTASI PUBLIK RENCANA PEMBANGUNAN.

Kembali Pasal 16

PEMBERITAHUAN RENCANA PEMBANGUNAN DIBERITAHUKAN KEPADA MASYARAKAT PADA LOKASI PEMBANGUNAN SECARA LANGSUNG* DAN TIDAK LANGSUNG**

*Pemberitahuan

secara langsung antara lain melalui sosialisasi, tatap muka, atau surat pemberitahuan. **Pemberitahuan secara tidak langsung antara lain melalui media cetak atau media elektronik.

Kembali Pasal 17

PENDATAAN AWAL
1. PENGUMPULAN DATA AWAL PIHAK YANG BERHAK DAN OBJEK PENGADAAN TANAH. 2. PIHAK YANG BERHAK ADALAH PIHAK YANG MENGUASAI ATAU MEMILIKI OBYEK PENGADAAN TANAH 3. OBYEK PENGADAAN TANAH:
a. b. c. d. e. f. TANAH, RUANG ATAS TANAH DAN BAWAH TANAH BANGUNAN TANAMAN BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH LAINNYA YANG DAPAT DINILAI

4. DILAKSANAKAN PALING LAMA 30 HARI KERJA 5. HASIL PENDATAAN WAL DIGUNAKAN SEBAGAI DATA UNTUK PELAKSANAAN KONSULTASI PUBLIK
Kembali Pasal 18 dan Pasal 1 angka 2 dan angka 3

KONSULTASI PUBLIK 
PROSES KOMUNIKASI DIALOGIS ATAU MUSYAWARAH ANTAR PIHAK YANG

BERKEPENTINGAN GUNA MENCAPAI KESEPAHAMAN DAN KESEPAKATAN DALAM PERENCANAAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM  PIHAK YANG BERKEPENTINGAN ADALAH PIHAK YANG BERHAK (DAPAT DILAKUKAN MELALUI PERWAKILAN DENGAN SURAT KUASA* DARI DAN OLEH PIHAK YANG BERHAK**) DAN MASYARAKAT YANG TERKENA DAMPAK***  DILAKSANAKAN DI TEMPAT RENCANA PEMBANGUNAN ATAU DI TEMPAT YANG DISEPAKATI  KONSULTASI PUBLIK**** DILAKSANAKAN PALING LAMA 60 HK  APABILA SAMPAI JANGKA WAKTU 60 HK MASIH ADA YANG KEBERATAN, DILAKUKAN KONSULTASI PUBLIK ULANG PALING LAMA 30 HK  KESEPAKATAN DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA SEBAGAI DASAR PENGAJUAN PENETAPAN LOKASI
*Yang

dimaksud dengan surat kuasa adalah surat kuasa untuk mewakili konsultasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dengan dari dan oleh Pihak yang Berhak adalah penerima kuasa dan pemberi kuasa sama-sama berasal dari Pihak yang Berhak. ***Yang dimaksud dengan masyarakat yang terkena dampak misalnya masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi Pengadaan Tanah. ****Dalam Konsultasi Publik, Instansi yang memerlukan tanah menjelaskan antara lain mengenai rencana pembangunan dan cara penghitungan Ganti Kerugian yang akan dilakukan oleh Penilai.
**Yang dimaksud

Pasal 1 angka 8, Pasal 19 dan 20

Kembali

MEKANISME KEBERATAN THD RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN PIHAK YANG KEBERATAN MENGAJUKAN KEBERATAN * KEPADA INSTANSI

*Pihak

yang keberatan mengenai rencana lokasi pembangunan menyampaikannya secara tertulis dengan disertai alasan keberatannya.

Pasal 20

Kembali

PENGKAJIAN ATAS KEBERATAN RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN SUSUNAN TIM:
a. SEKRETARIS DAERAH PROVINSI ATAU PEJABAT YANG DITUNJUK SEBAGAI KETUA MERANGKAP ANGGOTA; b. KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL SEBAGAI SEKRETARIS MERANGKAP ANGGOTA; c. INSTANSI YANG MENANGANI URUSAN DI BIDANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH; d. KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEBAGAI ANGGOTA; e. BUPATI/WALI KOTA ATAU PEJABAT YANG DITUNJUK SEBAGAI ANGGOTA; DAN f. AKADEMISI SEBAGAI ANGGOTA.

TUGAS TIM:
a. MENGIVENTARISASI MASALAH YANG MENJADI ALASAN KEBERATAN b. MELAKUKAN PERTEMUAN ATAU KLARIFIKASI DENGAN PIHAK YANG BERKEBERATAN c. MEMBUAT REKOMENDASI DITERIMA ATAU DITOLAKNYA KEBERATAN, PALING LAMA 14 HK SEJAK DITERIMANYA LAPORAN INSTANSI TENTANG ADANYA KEBERATAN

HASIL KEGIATAN TIM DAN TINDAK-LANJUT
a. REKOMENDASI DITERIMA ATAU DITOLAKNYA KEBERATAN b. GUBERNUR MENGELUARKAN SURAT DITERIMA ATAU DITOLAKNYA KEBERATAN
Pasal 21 Kembali

PENETAPAN LOKASI
GUBERNUR MENETAPKAN LOKASI:
PALING LAMA 14 HK SEJAK DITERIMANYA PERMOHONAN PENETAPAN LOKASI DARI INSTANSI, ATAU b. DITOLAKNYA KEBERATAN ATAS RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN OLEH GUBERNUR ATAS REKOMENDASI TIM PENGKAJIAN KEBERATAN c. WAKTU: 2 TAHUN, DAPAT DIPERPANJANG PALING LAMA 1 TAHUN WAKTU: d. APABILA DALAM JANGKA WAKTU PENETAPAN LOKASI, PENGADAAN TANAHNYA TIDAK TERPENUHI, SISA TANAH* YANG BELUM SELESAI DILAKUKAN PROSES ULANG PENETAPAN LOKASI e. GUBERNUR BERSAMA INSTANSI MENGUMUMKAN PENETAPAN LOKASI
a.

*Yang

dimaksud dengan sisa tanah adalah tanah yang belum dilepaskan haknya dari Pihak yang Berhak sampai jangka waktu penetapan lokasi berakhir. Terhadap sisa tanah, apabila Instansi yang memerlukan tanah tetap membutuhkan tanah tersebut, proses Pengadaan Tanah harus diajukan dari awal. Hal itu dimaksudkan untuk menjamin keabsahan Pengadaan Tanah sisa. Kembali

Pasal 19, 22 dan 24 s/d 26

MEKANISME KEBERATAN ATAS PENETAPAN LOKASI
1. PIHAK YANG BERHAK DAPAT MENGAJUKAN GUGATAN KE PENGADILAN TUN PALING LAMA 30 HK SEJAK DIKELUARKANNYA PENETAPAN LOKASI 2. PANGADILAN TUN MEMUTUS DITERIMA ATAU DITOLAKNYA GUGATAN DALAM WAKTU PALING LAMA 30 HK SEJAK DITERIMANYA GUGATAN 3. PIHAK YANG KEBERATAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN TUN, DALAM WAKTU PALING LAMA 14 HK DAPAT MENGAJUKAN KASASI KEPADA MAHKAMAH AGUNG 4. MAHKAMAH AGUNG WAJIB MEMBERIKAN PUTUSAN DALAM WAKTU 30 HK, SEJAK PERMOHONAN KASASI DITERIMA 5. PUTUSAN PENGADILAN YANG TELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP MENJADI DASAR DITERUSKAN ATAU TIDAKNYA PENGADAAN TANAH
Pasal 23 Kembali

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH 
BERDASARKAN PENETAPAN LOKASI, INSTANSI MENGAJUKAN PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH KEPADA LEMBAGA PERTANAHAN*  PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH MELIPUTI: MELIPUTI: a. INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PENGUASAAN, PEMILIKAN, PENGGUNAAN, DAN PEMANFAATAN TANAH; TANAH; b. PENILAIAN GANTI KERUGIAN; KERUGIAN; c. MUSYAWARAH PENETAPAN GANTI KERUGIAN; DAN KERUGIAN; d. PEMBERIAN GANTI KERUGIAN. KERUGIAN. e. PELEPASAN TANAH INSTANSI; INSTANSI;  SETELAH PENETAPAN LOKASI, PIHAK YANG BERHAK HANYA DAPAT MENGALIHKAN HAK ATAS TANAHNYA KEPADA INSTANSI MELALUI LEMBAGA PERTANAHAN  PERALIHAN HAK DILAKUKAN DENGAN MEMBERIKAN GANTI KERUGIAN YANG NILAINYA DITETAPKAN SAAT NILAI PENGUMUMAN PENETAPAN LOKASI**
*Pengadaan

tanah pada prinsipnya dilaksanakan oleh Lembaga Pertanahan, yang dalam pelaksanaanya dapat mengikutsertakan atau berkoordinasi dengan pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota. **Yang dimaksud dengan nilai pengumuman penetapan lokasi adalah bahwa Penilai dalam menentukan Ganti Kerugian didasarkan nilai Objek Pengadaan Tanah pada tanggal pengumuman penetapan lokasi.

Pasal 27

Kembali

INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI P4T*  KEGIATAN MENCAKUP:
a.PENGUKURAN DAN PEMETAAN BIDANG PER BIDANG TANAH; DAN b.PENGUMPULAN DATA PIHAK YANG BERHAK DAN OBJEK PENGADAAN TANAH c. KEGIATAN a dan b DILAKSANAKAN PALING LAMA 30 HK

*Inventarisasi

dan identifikasi dilaksanakan untuk mengetahui Pihak yang Berhak dan Objek Pengadaan Tanah. Hasil inventarisasi dan identifikasi tersebut memuat daftar nominasi Pihak yang Berhak dan Objek Pengadaan Tanah. Pihak yang Berhak meliputi nama, alamat, dan pekerjaan pihak yang menguasai/memiliki tanah. Objek Pengadaan Tanah meliputi letak, luas, status, serta jenis penggunaan dan pemanfaatan tanah.

Pasal 28

Kembali

PENGUMUMAN HASIL INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI P4T
HASIL INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI WAJIB DIUMUMKAN DALAM WAKTU 14 HK SECARA BERTAHAP, PARSIAL ATAU KESELURUHAN DI: 
KANTOR DESA/KELURAHAN  KANTOR KECAMATAN  TEMPAT PENGADAAN TANAH DILAKUKAN

Pasal 29

Kembali

MEKANISME KEBERATAN 
PIHAK YANG BERHAK YANG TIDAK MENERIMA HASIL INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI, DAPAT MENGAJUKAN KEBERATAN KEPADA LEMBAGA PERTANAHAN PALING LAMA 14 HK SEJAK PENGUMUMAN  KEBERATAN DARI PIHAK YANG BERHAK DILAKUKAN VERIFIKASI DAN PERBAIKAN PALING LAMA 14 HK SEJAK DITERIMANYA KEBERATAN

Pasal 28, 29 dan 30

Kembali

PENENTUAN PIHAK YANG BERHAK
HASIL YANG TELAH DIUMUMKAN ATAU DIVERIFIKASI DAN DIPERBAIKI DITETAPKAN OLEH LEMBAGA PERTANAHAN, MENJADI DASAR PENETUAN PIHAK YANG BERHAK DALAM PEMBERIAN GANTI KERUGIAN

Pasal 30

Kembali

PENETAPAN PENILAI 
LEMBAGA PERTANAHAN MENETAPKAN PENILAI* SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN**

*Penilai

adalah orang perorangan yang melakukan penilaian secara independen dan profesional yang telah mendapat izin praktik penilaian dari menteri keuangan dan telah mendapat lisensi dari lembaga pertanahan untuk menghitung nilai/harga obyek pengadaan tanah **Ketentuan peraturan perundang-undangan yang dimaksud adalah ketentuan mengenai pengadaan barang/jasa instansi pemerintah.

Pasal 1 angka 11

Kembali

PENILAI YANG TELAH DITETAPKAN 
WAJIB BERTANGGUNG-JAWAB TERHADAP PENILAIAN YANG TELAH DILAKSANAKAN  PELANGGARAN TERHADAP KEWAJIBAN PENILAI DIKENAKAN SANKSI ADMINISTRATIF DAN ATAU PIDANA SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Pasal 32

Kembali

PENILAIAN OBYEK PENGADAAN TANAH 
PENILAIAN BESARNYA NILAI GANTI KERUGIAN OLEH PENILAI DILAKUKAN BIDANG PER BIDANG TANAH, MELIPUTI:
a. b. c. d. e. f.

TANAH; RUANG ATAS TANAH DAN BAWAH TANAH; BANGUNAN; TANAMAN; BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH; DAN/ATAU KERUGIAN LAIN YANG DAPAT DINILAI* NILAI GANTI

KERUGIAN ADALAH NILAI PADA SAAT PENGUMUMAN PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN

*Kerugian

non-fisik yang dapat disetarakan dengan uang misal: kerugian karena kehilangan usaha atau pekerjaan, biaya pemindahan tempat, biaya alih profesi, dan nilai atas properti sisa

Pasal 33 dan 34

Kembali

HASIL PENILAIAN 
HASIL PENILAIAN PENILAI DISAMPAIKAN KEPADA LEMBAGA PERTANAHAN DENGAN BERITA ACARA  NILAI GANTI KERUGIAN BERDASARKAN HASIL PENILAIAN PENILAI MENJADI DASAR MUSYAWARAH PENETAPAN GANTI KERUGIAN  SISA DARI BIDANG TANAH YANG TERKENA PENGADAAN TANAH YANG TIDAK LAGI DAPAT DIFUNGSIKAN* SESUAI DENGAN PERUNTUKAN DAN PENGGUNAANNYA, PIHAK YANG BERHAK DAPAT MEMINTA PENGGANTIAN SECARA UTUH ATAS BIDANG TANAHNYA
* Adalah

bidang tanah yang tidak lagi dapat digunakan sesuai dengan peruntukan dan penggunaan semula, misalnya rumah hunian yang terbagi sehingga sebagian lagi dapat digunakan sebagai rumah hunian. Sehubungan dengan hal tersebut, pihak yang menguasai/memiliki tanah dapat meminta ganti kerugian atas seluruh tanahnya. Pasal 34 dan 35 Kembali

BENTUK GANTI KERUGIAN
a. UANG; b. TANAH PENGGANTI; c. PERMUKIMAN KEMBALI*; d. KEPEMILIKAN SAHAM**; ATAU e. BENTUK LAIN YANG DISETUJUI OLEH KEDUA BELAH PIHAK***;

*Yang

dimaksud dengan permukiman kembali adalah proses kegiatan penyediaan tanah pengganti kepada Pihak yang Berhak ke lokasi lain sesuai dengan kesepakatan dalam proses Pengadaan Tanah. **Yang dimaksud dengan bentuk Ganti Kerugian melalui kepemilikan saham adalah penyertaan saham dalam kegiatan pembangunan untuk Kepentingan Umum terkait dan/atau pengelolaannya yang didasari kesepakatan antar pihak. ***Bentuk lain yang disetujui oleh kedua belah pihak misalnya gabungan dari 2 (dua) atau lebih bentuk Ganti Kerugian uang, tanah pengganti, permukiman kembali, kepemilikan saham Pasal 36 Kembali

GUGATAN DI PN THD. HASIL MUSYAWARAH
1. PIHAK YANG BERHAK DAPAT MENGAJUKAN KEBERATAN* KEPADA PN SETEMPAT DALAM WAKTU PALING LAMA 14 HK SETELAH MUSYAWARAH 2. PN MEMUTUS BENTUK DAN ATAU BESAR GANTI KERUGIAN DALAM WAKTU PALING LAMA 30 HK SEJAK DITERIMANYA PENGAJUAN KEBERATAN

*Sebagai

pertimbangan dalam memutus putusan atas besaran Ganti Kerugian, pihak yang berkepentingan dapat menghadirkan saksi ahli di bidang penilaian untuk didengar pendapatnya sebagai pembanding atas penilaian Ganti Kerugian. Kembali

Pasal 38 dan 39

KASASI THD PUTUSAN PN
1. PIHAK YANG KEBERATAN TERHADAP PUTUSAN PN, DALAM WAKTU PALING LAMA 14 HK DAPAT MENGAJUKAN KASASI KEPADA MAHKAMAH AGUNG 2. MAHKAMAH AGUNG WAJIB MEMBERIKAN PUTUSAN DALAM WAKTU PALING LAMA 30 HK SEJAK PERMOHONAN KASASI DITERIMA 3. PUTUSAN YANG TELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP MENJADI DASAR PEMBERIAN GANTI KERUGIAN KEPADA PIHAK YANG MENGAJUKAN KEBERATAN 4. DALAM HAL PIHAK YANG BERHAK MENOLAK BENTUK DAN ATAU BESAR GANTI KERUGIAN, TIDAK MENGAJUKAN KEBERATAN, KARENA HUKUM PIHAK YANG BERHAK DIANGGAP MENERIMA BENTUK DAN ATAU BESAR GANTI KERUGIAN

Pasal 38 dan 39

Kembali

GANTI KERUGIAN 
GANTI KERUGIAN DIBERIKAN LANGSUNG KEPADA PIHAK YANG BERHAK
a. b. PIHAK YANG MENGUASAI OBYEK PENGADAAN TANAH, ATAU PIHAK YANG MEMILIKI OBYEK PENGADAAN TANAH 

GANTI KERUGIAN DIBERIKAN BERDASARKAN:
1. HASIL PENILAIAN YANG DITETAPKAN DALAM MUSYAWARAH, DAN ATAU 2. PUTUSAN PENGADILAN NEGERI
*Pemberian Ganti

Kerugian pada prinsipnya harus diserahkan langsung kepada Pihak yang Berhak atas Ganti Kerugian. Apabila berhalangan, Pihak yang Berhak karena hukum dapat memberikan kuasa kepada pihak lain atau ahli waris. Penerima kuasa hanya dapat menerima kuasa dari satu orang yang berhak atas Ganti Kerugian. Yang berhak antara lain: pemegang hak atas tanah; pemegang hak pengelolaan; nadzir, untuk tanah wakaf; pemilik tanah milik adat; masyarakat hukum adat; pihak yang menguasai tanah negara dengan iktikad baik; pemegang dasar penguasaan atas tanah; dan/atau pemilik bangunan, tanaman atau benda lain yang berkaitan dengan tanah. Pada ketentuannya, Ganti Kerugian diberikan kepada pemegang Hak atas Tanah. Untuk hak guna bangunan atau hak pakai yang berada di atas tanah yang bukan miliknya, Ganti Kerugian diberikan kepada pemegang hak guna bangunan atau hak pakai atas bangunan, tanaman, atau benda lain yang berkaitan dengan tanah yang dimiliki atau dipunyainya, sedangkan Ganti Kerugian atas tanahnya diberikan kepada pemegang hak milik atau hak pengelolaan. Ganti Kerugian atas tanah hak ulayat diberikan dalam bentuk tanah pengganti, permukiman kembali, atau bentuk lain yang disepakati oleh masyarakat hukum adat yang bersangkutan. Pihak yang menguasai tanah negara yang dapat diberikan Ganti Kerugian adalah pemakai tanah negara yang sesuai dengan atau tidak melanggar ketentuan peraturan perundangundangan. Misalnya, bekas pemegang hak yang telah habis jangka waktunya yang masih menggunakan atau memanfaatkan tanah yang bersangkutan, pihak yang menguasai tanah negara berdasarkan sewa-menyewa, atau pihak lain yang menggunakan atau memanfaatkan tanah negara bebas dengan tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud dengan pemegang dasar penguasaan atas tanah adalah pihak yang memiliki alat bukti yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang yang membuktikan adanya penguasaan yang bersangkutan atas tanah yang bersangkutan, misalnya pemegang akta jual beli atas Hak atas Tanah yang belum dibalik nama, pemegang akta jual beli atas hak milik adat yang belum diterbitkan sertifikat, dan pemegang surat izin menghuni. Bangunan, tanaman, atau benda lain yang berkaitan dengan tanah yang belum atau tidak dipunyai dengan Hak atas Tanah, Ganti Kerugian diberikan kepada pemilik bangunan, tanaman, atau benda lain yang berkaitan dengan tanah.

Pasal 40 DAN 41

Kembali

PELEPASAN HAK DAN ALAT BUKTI PENGUASAAN ATAU PEMILIKAN 
SETELAH MENERIMA GANTI KERUGIAN, PIHAK YANG BERHAK WAJIB:
a. MELAKUKAN PELEPASAN HAK b. MENYERAHKAN BUKTI PENGUASAAN ATAU KEPEMILIKAN OBYEK PENGADAAN TANAH KEPADA INSTANSI YANG MEMERLUKAN TANAH MELALUI LEMBAGA PERTANAHAN c. BUKTI YANG DISERAHKAN MERUPAKAN SATU-SATUNYA ALAT BUKTI SATUYANG SYAH MENURUT HUKUM DAN TIDAK DAPAT DIGANGGU-GUGAT DIGANGGUDI KEMUDIAN HARIPIHAK YANG BERHAK MENERIMA GANTI HARIPIHAK KERUGIAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBENARAN DAN KEABSAHANKEABSAHAN-NYA (YANG MELANGGAR DIKENAI SANKSI PIDANA) d. TUTUTAN ATAS OBYEK PENGADAAN TANAH YANG TELAH DISERAHKAN, MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK YANG BERHAK MENERIMA GANTI KERUGIAN
Pasal 41 Kembali

GANTI KERUGIAN YANG DITITIPKAN DI PN
a. GANTI KERUGIAN HASIL MUSYAWARAH ATAU PUTUSAN PENGADIALN NEGERI / MAHKAMAH AGUNG YANG DITOLAK PIHAK YANG BERHAK, b. PIHAK YANG BERHAK MENERIMA GANTI KERUGIAN TIDAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA c. OBYEK PENGADAAN TANAH SEDANG MENJADI OBYEK PERKARA DI PENGADILAN d. OBYEK PENGADAAN TANAH MASIH DIPERSENGKETAKAN KEPEMILIKANNYA e. OBYEK PENGADAAN TANAH DILETAKKAN SITA OLEH PEJABAT YANG BERWENANG f. OBYEK PENGADAAN TANAH MENJADI JAMINAN DI BANK
Pasal 42 Kembali

STATUS TANAH DAN ALAT BUKTI HAK PASCA PEMBERIAN GANTI KERUGIAN DAN PELEPASAN HAK

a. KEPEMILIKAN ATAU HAK ATAS TANAH DARI PIHAK YANG BERHAK MENJADI HAPUS b. ALAT BUKTI HAKNYA DINYATAKAN TIDAK BERLAKU c. TANAHNYA MENJADI TANAH YANG DIKUASAI LANGSUNG OLEH NEGARA

Pasal 43

Kembali

PENGADAAN TANAH KEADAAN MENDESAK 
KEADAAN MENDESAK
a. AKIBAT BENCANA ALAM b. AKIBAT PERANG c. AKIBAT KONFLIK SOSIAL YANG MELUAS d. AKIBAT WABAH PENYAKIT 

TAHAPAN:
1. PEMBERITAHUAN KEPADA YANG BERHAK 2. PENETAPAN LOKASI 3. INSTANSI DAPAT LANGSUNG MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN 4. INSTANSI TETAP DAPAT MELAKUKAN PEMBANGUNAN WALAUPUN ADA KEBERATAN ATAU GUGATAN ATAS PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH
Lanjut Pasal 49

GANTI KERUGIAN OBYEK PENGADAAN TANAH INSTANSI PEMERINTAH 
OBYEK PENGADAAN TANAH:
1. OBYEK BMN/BMD 2. OBYEK YANG DIKUASAI PEMERINTAH 3. DIMILIKI/DIKUASAI BUMN/BUMD 

PELEPASAN OBYEK PENGADAAN TANAH INSTANSI PEMERINTAH TIDAK DIBERIKAN GANTI KERUGIAN, KECUALI:
a. OBYEK BMN/BMD ATAU OBYEK YANG DIKUASAI PEMERINTAH YANG TELAH BERDIRI BANGUNAN YANG DIPERGUNAKAN SECARA AKTIF UNTUK PENYELENGGARAAN TUGAS PEMERINTAHAN; b. OBYEK BUMN/BUMD, DAN ATAU c. OBYEK TANAH KAS DESA 

BENTUK GANTI KERUGIAN:
a. TANAH DAN ATAU BANGUNAN ATAU RELOKASI BAGI OBYEK BMN/D DAN KAS DESA b. DAPAT DALAM BENTUK UANG, TANAH PENGGANTI, PERMUKIMAN KEMBALI, KEPEMILIKAN SAHAM, ATAU BENTUK LAIN YANG DISETUJUI OLEH KEDUA BELAH PIHAK BAGI OBYEK BUMN/BUMD 

BESAR GANTI KERUGIAN BERDASARKAN HASIL PENILAIAN GANTI KERUGIAN OLEH PENILAI
Pasal 46 Kembali

PELEPASAN OBYEK PENGADAAN TANAH INSTANSI PEMERINTAH
1. PELEPASAN OBYEK PENGADAAN TANAH YANG DIMILIK PEMERINTAH (BMN/D) DILAKUKAN BERDASAHKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG PERUNDANGMENGATUR PENGELOLAAN BMN/D PELEPASAN OBYEK PENGADAAN TANAH YANG DIKUASAI PEMERINTAH ATAU DIKUASAI/DIMILIKI OLEH BUMN/BUMD DILAKUKAN BERDASARKAN UU 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM. UMUM. PELEPASANNYA DILAKUKAN OLEH PEJABAT YANG BERWENANG ATAU PEJABAT YANG DIBERI PELIMPAHAN KEWENANGAN UNTUK ITU PELEPASAN OBYEK PENGADAAN TANAH INSTANSI PEMERINTAH DILAKSANAKAN PALING LAMA 60 HARI KERJA SEJAK PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM APABILA PELEPASAN BELUM SELESAI DALAM WAKTU 60 HARI KERJA, TANAHNYA DINYATAKAN TELAH DILEPAS DAN MENJADI TANAH NEGARA DAN DAPAT LANGSUNG DIGUNAKAN UNTUK PEMBANGUNAN BAGI KEPENTINGAN UMUM PEJABAT YANG TIDAK BERHASIL MELEPASKAN OBYEK PENGADAAN TANAH DALAM 60 HARI KERJA SEJAK PENETAPAN LOKASI, DIKENAKAN SANKSI ADMINISTRATIF

2.

3.

4.

5.

Pasal 45

Kembali

PENYERAHAN HASIL PENGADAAN TANAH 
LEMBAGA PERTANAHAN MENYERAHKAN HASIL PENGADAAN TANAH KEPADA INSTANSI SETELAH:
a. PEMBERIAN GANTI KERUGIAN KEPADA PIHAK YANG BERHAK DAN PELEPASAN HAK b. PEMBERIAN GANTI KERUGIAN TELAH DITITIPKAN DI PENGADILAN NEGERI (bagi yang menoloak hasil musyawarah atau putusan Pengadilan Negeri / Mahkamah Agung) 

INSTANSI DAPAT MULAI MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SETELAH DILAKUKAN SERAH TERIMA HASIL PENGADAAN TANAH
Kembali Pasal 48

PEMANTAUAN DAN EVALUASI 
PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH  PEMANTAUAN DAN EVALUASI HASIL PENYERAHAN PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DILAKUKAN OLEH LEMBAGA PERTANAHAN

Kembali Pasal 51

SUMBER DANA PENGADAAN TANAH 
SUMBER PENDANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM:
1. APBN, dan/atau 2. APBD 

DALAM HAL INSTANSI YANG MEMBUTUHKAN TANAH BHMN/BUMN* YANNG MENDAPAT PENUGASAN KHUSUS (sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan), PerundangSUMBER PENDANAAN:
1. INTERNAL PERUSAHAAN, atau 2. SUMBER LAIN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANGANPERUNDANGAN-UNDANGAN
*Yang

dimaksud dengan Badan Hukum Milik Negara misalnya Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS). Yang dimaksud dengan Badan Usaha Milik Negara misalnya Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pasal 52 s/d 54

Lanjut

SUMBER DANA PENGADAAN TANAH 
ALOKASI DANA PENGADAAN TANAH
a. b. c. d. e. f. PERENCANAAN PERSIAPAN PELAKSANAAN PENYERAHAN HASIL ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN; dan SOSIALISASI 

PENDANAAN PENGADAAN TANAH DILAKUKAN OLEH INSTANSI DAN DITUANGKAN DALAM DUKUMEN PENGANGGARAN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERUNDANG MEKANISME PELAKSANAAN PENDANAAN DIATUR DENGAN PERPRES.  JAMINAN KETERSEDIAAN PENDANAAN DIALOKASIKAN OLEH INSTANSI SESUAI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN. PERUNDANGKembali Pasal 52 s/d 54

HAK, KEWAJIBAN DAN PERAN SERTA MASYARAKAT 
PIHAK YANG BERHAK MEMPUNYAI HAK:
a. MENGETAHUI RENCANA PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH; dan b. MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI PENGADAAN TANAH 

DALAM PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH, SETIAP ORANG WAJIB MEMATUHI KETENTUAN PENGADAAN TANAH  PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH, ANTARA LAIN:
a. MEMBERIKAN MASUKAN SECARA LISAN ATAU TERTULIS MENGENAI PENGADAAN TANAH; dan b. MEMBERIKAN DUKUNGAN* DALAM PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH
*Yang

dimaksud dengan dukungan adalah menyetujui program dan memperlancar proses Pengadaan Tanah.

Kembali Pasal 55 s/d 57

KETENTUAN PERALIHAN 
PADA SAAT UNDANG-UNDANG INI MULAI BERLAKU: UNDANGa. PROSES PENGADAAN TANAH YANG SEDANG DILAKSANAKAN SEBELUM BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG INI DISELESAIKAN BERDASARKAN KETENTUAN SEBELUM BERLAKUNYA UNDANGUNDANG INI; b. SISA TANAH YANG BELUM SELESAI PENGADAANNYA DALAM PROSES PENGADAAN TANAH SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM HURUF A, PENGADAANNYA DISELESAIKAN BERDASARKAN KETENTUAN YANG DIATUR DALAM UNDANG-UNDANG INI; DAN c. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI TATA CARA PENGADAAN TANAH DINYATAKAN TETAP BERLAKU SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN ATAU BELUM DIGANTI DENGAN YANG BARU BERDASARKAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG INI.
Kembali Pasal 58

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->