Anda di halaman 1dari 12

1.

SEJARAH PT.PN XIII PT.Perkebunan Nusantara XIII (Persero) disingkat PTPN XIII adalah perusahaan

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didirikan pada tgl. 11 Maret 1996 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 1996 dan akte notaris Harun Kamil, SH No.46 tanggal 11 Maret 1996 Dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman R.I melalui keputusan No. C2-8341.IIT.01.01.TII.96 tahun 1996 serta tambahan berita negara RI No. 81,Pada awal operasinya (Maret s/d Juli 1996) Kantor Direksi PTPN 13 menempati Kantor Eks. LO PTP 7. Karena gedung tersebut akan direhab maka Kantor Direksi berpindah sementara waktu ke Kantor PT. POS Indonesia selama tahun 1996 s/d 1998. Kemudian setelah pembangunan gedung Kantor Direksi yang baru selesai maka hingga saat ini Kantor Direksi PTPN 13 pindah ke Jalan Sultan Abdurrachman No. 11 Pontianak, Kalimantan Barat. PTPN 13 merupakan penggabungan dari Proyek Pengembangan 8 (delapan) Eks PTP yaitu PTP VI, VII, XII, XIII, XVIII, XXIV-V, XXVI DAN XXIX yang semuanya berlokasi di Kalimantan. PTPN 13 bergerak pada bidang usaha agroindustri. Komoditas utama yang dikelola PTPN 13 yaitu Kelapa Sawit dan Karet. Arah pengembangan Kelapa Sawit dilakukan melalui usaha horisontal dan vertikal. Pengembangan horisontal melalui perluasan areal terutama Kebun Plasma mengingat luas wilayah Kalimantan dengan iklim tropis sepanjang tahun masih terbuka untuk memperluas areal perkebunan. Sedang pengembangan yang bersifat vertikal merupakan strategi membangun Down Stream Industry, di mana di dalamnya terdapat Industri Fraksinasi, Refinery, Oleo Kimia, dan Industri Pemanfaatan Sisa Olahan. Dari sisi manajemen, dalam upaya mewujudkan visinya PTPN 13 melakukan Program Transformasi Bisnis (PTB) yang dicanangkan sejak Mei 2001. Salah satu produk dari PTB adalah Manajemen telah menetapkan Strategic Initiatives (SI) yang merupakan terobosan fundamental dalam upaya meningkatkan pola kerja konvensional (Business as Usual) menjadi perusahaan berbasis ilmu pengetahuan standar kelas dunia. Dalam proses Transformasi Bisnis, Strategic Initiatives menjadi penting karena menjadi pijakan untuk melakukan lompatan bisnis dalam keseluruhan operasional perusahaan.PTPN 13 berkantor

pusat di Pontianak, Kalimantan Barat, sampai dengan akhir tahun ini mempekerjakan karyawan tetap dan honorer sebanyak 13 ribuan orang. Dengan dukungan ribuan karyawan tersebut, PTPN 13 telah menunjukkan pertumbuhan kinerja yang konsisten. Konsisten pertumbuhan kinerja manajemen PTPN 13 bagi seluruh karyawan merupakan bekal dalam menyambut masa depan PTPN 13. Masa depan tersebut dapat diungkapkan dalam dua kata: sehat dan kelas dunia. PTPN13 mempunyai lokasi unit kerja yang tersebar di Pulau Kalimantan (4 propinsi), yang terdiri 4 distrik, 23 unit usaha, 2 kantor penghubung dan 1 kantor perwakilan. Salah satu nama dan lokasi unit kerja di kebun Tabara dan pabrik minyak sawit adalah di Jl. Negara KM 95, Semuntai, Kec. Long Ikis, Kab. Pasir, KALTIM 76282, Tel : 0543 - 22110, Fax: 0543 22110, Email: tabara@semuntai.ptpn13.com.
2.

PROSES PEMBIBITAN DAN PENANAMAN BUAH KELAPA SAWIT

2.1. Kultur Umum Pembibitan A. Kemasan - Kecambah dikemas dalam kantong palstik (250 kecambah/kantong) kemudian dimasukkan dalam peti isolasi yang kokoh dalam berbagai ukuran - Kecambah dalam kantong plastic berlogo dilengkapi dengan label identitas dan diikat dengan segel pengaman B. Kecambah - Kecambah harus dalam keadaan sejuk, lembab, dan terhindar dari matahari langsung sampai saat penanaman - Kecambah harus ditanam sesegera mungki setelh pengambilan dari PPKS dan tidak disimpan lebih dari 5 hari
- Kecambah dapat disimpn dalam ruangan dengan suhu 22-240C

- Periksa jumlah dan jenis persilanagn yang terdapat pada D. persil dengn label. C. Polibeg - Polibeg berwrna hitam dan tahan lapuk

- Ukuran polibeg pembibitan awal : 22x14 cm, tebal 0,07 mm, hitam/putih, berlubang 0,3cm sebanyak 24 buah - Ukuran polibeg pembibitan utama : 50x40cm, tebal 0,2mm hitam, berlubang 0,5 cm, sebanyak 60 buah. - Tanah lapisan atas menggunakan top soil - Polibeg harus diisi tanah sampai 2 cm dari ujung tepi polibeg dan disiram setiap hari No 1 Masalah Ukuran kecambah kecil Solusi Semua kecambah DP unggul PPKS mempunyai potensi yang sama walau memiliki ukurn yang 2 3 Akar kecamabh terlalu panjang Anthraconase dan curvularia* beragam Dapat dipotong hingga 5 cm dari pangkalnya Aplikasikan fungisida berbhan aktif propineb atau siprokonazol atau klorotalonil atau biertanol dengan 4 5 6 7 Belalang Kumbang malam Kutu Jangkrik konsentrasi 0.15-0.20% setiap 7-10 hari Aplikasikan insektisida berbahan aktif betasifflutrin atau deltametrin Aplikasikan insektisid berbahan aktif krbofuran dengan konsentrasi 0.2%, rotasi 1-2 minggu Aplikasikn insektisida berbahan aktif profenofos atau deltametrin Aplikasikan insektisida berbahan aktif betasifflutrin atau deltametrin. Segah dengan pembuatn pagar 8 Bibit kembar dengan tinggi minimal 1,5 m Pisahkan dengan hati-htai saat bibit berumur 10-12 minggu di PN dan tanam kembali ke polibeg PN pada lokasi tersendiri untuk pemeliharaan intensif

D.

Tanah - Media tanam adalah tanah top soil gembur, tanah yang kurang gembur dapat dicampur dengan pasir (3:1), bebas dari OPT

- Tanah diayak dengan ayakan 2 cm


- Campurkan p (500g SP36/10 liter air) pada setiap 1m3 tanah isisn sebelum

diisi kepolibeg kemudian dimkan selama 1 bulan sebelum ditanam kecambah E. Penanaman Kecambah
- Kantong kecambah secara cermat dikeluarkan dan ditempatkan dalam baki

dangkal berisi air agar kecambah tetap dingin (kecambah daam kntong harus tidak terkena air) - Kantong dibuka dan dipercik air untuk memberi kelembaban pada setiap kali penanaman bila cuaca panas - Membuat lubang tanam kedalaman 2 cm - Kecambah harus ditanam dalam polibeg dengan akar (radikula ) menghadap kebawah pada kedalaman sekitar 2 cm sehingga daun (plumula) berada 1 cm dibawah permukaan setelah ditutup dengan tanah
- Kecambah dengan radikula dan plumula yang sukar dibedakan sebaiknya

ditinggalkan dalam kantong dan disimpan dengan suhu 250C selama 5-6 hari - Kecambah abnormal, patah busuk atau berpenyakit jangan ditanam - Menutup dan meratakan tanah disekeliling kecambah (jangan menekan terlalu kuat) - Kecambah harus disiram segera setelah tanam - Setelah tanam, lakkan pemetaan pembibitan 2.2. Persiapan dan pemeliharaan di Prenursery (PN)
A.

Persiapan Lokasi Prenursery (PN) Bedengan - Bedengan dengan ukuran 1,2mx10m dapat memuat 1000 bibit PN - Bgaian dasar bedengan dibuat lebih tinggi drai permukaan - Tambahan papan sebagai pemisah persilangan atau kelompok pertumbuhan - Bedengan harus dipagar.

B.

Pemeliharaan Pre-Nursery - Pre-nursery : 3 bulan di polibeg kecil - Kecambah dipelihara didalam bedengn yang dinaungi dan dipagar

- Penyiraman Rotasi 2 kali sehari Setiapa penyiraman bibit memerlukan 0,1-0,25 liter air - Pengendalian gulma Penyiangan manual untuk rumput atau gulma lain (2 minggu sekali) Herbisida jangan digunakan di PN - Pengendalian penyakit Helminthosporium , Anthrachnosa, Blast, Corticum, busuk pucuk. Penyemprotan preventif mengunakan fungisida dimulai pada stadia 6 daun. Penyemprotan curative menggunakan fungisida dilakukan ketika gejala penyakit sudah muncul pada bibit, diikuti dengan identifikasi penyakit. Penyiraman tidak boleh dilakukan selama 12 jam setelah penyemprotan Jangan ada sumebr penyakit disekitar pembibitan - Penegndalian hama Pengendalian dengan bahan kimia pestisida harus ekstra hti-hati - Pemupukan Pupuk urea 2 gram/liter air untuk 100 bibit, frekuensi seminggu sekali Pupuk majemuk 2,5 gr/polibeg Jangan mengaplikasikan pupuk daun pada saat kondisi udara panas atau kering, dan pada bibit yang mengalami stress air - Seleksi bibit 5-10% Menghindari terangkatnya bibit abnormal ke tahap selanjutny Bibit normal umur 3 bula = 3-4 daun
2.3. Persiapan Lokasi Main Nursery (MN)

A.

Persiapan Areal - Areal yang telah dibuka dibersihkan dan dirtakan kemudian dipagar - Pembuatan drainase mengikuti pipa sekunder dari jaringan penyiraman - Pemancangan - Pemancangan dilakukan bila instalasi penyiraman telah selesai dibuat

- Jarak tanam 90x90x90 cm - Setiap petak disusun 5 baris, 40 atau 50 pokok/baris, baris ke enam dikosongkan untuk jalan B. Pemindahan Bibit Ke MN - Sehari sebelum dipindah, tanah pada polibeg MN harus disiram sampai jenuh - Tanah pada perakaran harus lembab dan tidak terganggu selama pemindahan - Bibitan harus segera disiram setelah pemindahan selesai - Lubang tanam MN dibuat sesuai ukuran polibeg kecil dan diberi NPKMg 15-15-6-4 sebanyak 5 g - Main nursery : 9-12 bulan sampai bibit siap tanam - Penyiraman 2 kali sehari = 2 lite/hari/polibeg - Pengendalian gulma Penyiangan dalam polibeg dan membersihkan lapisan kedap air Pengendalian disekitar polibeg dapat menggunakan herbisida dengan ekstra hati-hati Nozzle harus diatur sehingga tidak mengenai bibit, jika ada bahaya tetesan karena angina penyemprotan harus segera dihentikan - Pengendalian hama dan penyakit Dapat mengaplikasikan fungisida dan pestisida seperti di PN Gunakan fungisida dan pestisida secara bertnggung jawab dan hanya untuk pengendalian hama dan penyakit yang menjadi sasaran - Pemupukan Pupuk ditaburkan merata dalamlingkaran sekeliling bibit kira-kira 5 cm dari pangkal batang bibit Pupuk tidak boleh mengenai bibit Pemupukan seharusnya dihentikan satu bulan sebelum penanaman lapanagn Aplikasi pemupukan dosisi kecil tapi frekuensi sering lebih baik dibanding aplikasi pemupukan dosis besar tapi frekuensi jarang

- Seleksi bibit Menghindari terangkatnya bibit abnormal ke lapangan 2.4. Persiapan Penanaman Lapangan A. Persiapan Penanaman - Bibit yang telah berumur 10-12 bulan siap untuk dipindahkan - 3 atau 4 minggu sebelum penanaman dilakukan pemutaran polibeg - Pastikan bibit telah disiram dengan baik sebelum dibawa ke lapangan - Sebaiknya apliksi pemupukan dihentikan sebulan sebelum penanaman - Bibit yang lebih tinggi dari 1,5 m dipangkas sampai 1,2 m. B. Lokasi Pembibitan
- Sebaiknya lokasi dekat dengan areal penanaman atau kebun

- Topogrfi rata/kemiringan < 15 derajat - Dekat dengan sumber air dan sumber tanah pengisis polibeg - Memiliki akses jalan yang baik daalm segala cuaca
- Terhindar dari banjir, kondisi kedap air, dan angin kencang

- Aman dari gangguan hama, ternak, dan manusia 2.5. Perkebunan Pohon kelapa sawit akan menghsilkan buah setelah 3 tahun. Akan tetapi yang paling optimal pohon kelapa sawit berproduksi adalah 10 tahun. Dan hanya akan berproduksi sampai 25-26 tahun. Diatas 26 tahun buah sudah tidak bagus dan tidak efektif lagi. Alat yang diguanakan untuk mengambil buah kelapa sawit adalah egrek. setelah di ambil buah kelapa sawit dari pohonnya natinya tangkai buah kelapa sawit akan dipotong dahulu sebelum diantar kepabrik manfaat dipotongnya tangkai kelpaa sawit ini untuk mengurangi losis sehingga limbah dari CPO kecil. Berat buah kelapa sawit dalam 1 tandan mencapai 18 kg. dalam 1 tahun 1 pohon kelapa sawit akan menghasilkan 9 tandan buah segar kelapa sawit. 5 bulan- 6 bulan kelapa sawit akan berbentuk bunga.

3. PABRIK PT.PN XIII Tandan buah segar yang telah dipanen di kebun diangkut ke lokasi pabrik minyak sawit dengan menggunakan truk. Sebelum dimasukan ke loading ramp, tandan buah segar ditimbang dulu pada jembatan penimbang (weighing Brigae). Secara garis besar diagram alir dari proses pengolaahan kelapa sawit adalah sebagai berikut: A. Penimbangan
B. Penyimpanan sementara (loding Ramp)

C. Diturunkan di lori (Kereta) D. Dilakukan perebusan Perebusan menggunakn tekanan uap (kondensasi) tekanan 3 kg/ cm2, Proses perebusan ini dimaksudkan untuk mematikan enzim-enzim yang dapat menurunkan kualitas minyak. Selain itu, dimaksudkan agar buah mudah lepas dari tandannya dan memudahkan pemisahan cangkang dan inti dengan keluarnya air dan biji. Waktu 1,5 jam waktu yang paling ideal pemasakan Tandan buah Segar. Minyak maksimum 1%. Setelah dari perebusan dipishakan antara borndolan dan tandan buah kosong. Buah yang masih melekat pada tandan akan di pisahkan dengan cara bantingan agar lepas. Buah yang sudah lepas ditampung dan dibawa oleh Fit Conveyor ke Digester. Tujuan untuk memisahkan (fruilet) dari tangki tandan. Alat yang digunakan adalah thresher dengan drum berputar (Rotary Drum Thresher). Brondolan yang dihasilkan dari kegiatan ini sebesar 65% dari buah segar dan Tandasn kosong sebesar 23%. E. Pengolahan Minyak Dari Daging Buah Brondolan buah (buah lepas) yang dibawa oleh Fruit Conveyor dimasukkan ke dalam Digester atau peralatan pengaduk. Dalam proses pengadukan ini diguanakn uap air yang temperaturnya selalu dijaga agar stabil antara 800-900C. setelah buah dari proses pengadukan selesai kemudian dimasukkan kedalam alat pengepresan (scew press) agar minyak keluar dari biji dan fibre. Untuk proses pengepresan ini ditambhakan panas 10% sd 15% terhadap kapasitas pengepresaan. Dari pengepresan diperoleh minyak biji kasar dan ampas serat biji.

Sebelum minyak kasar tersebut ditampung dalam Crude Oil Tank, harus dilakukan pemisahan pasirnya pada sand trap yang kemudian dialkukan penyaringan (Vibrating secreen). Sedangkan ampas dan biji yang masih mengandung minyak (oil sludge) dikirim kepemisahan ampas dan biji (Depericarper). Minyak kasar (Crude Oil) kemudian dipompakan kedalam Decenter guna memisahkan solid dan liquid. Pada fase cair yang berupa minyak, air dan masa jenis ringan ditampung pada countnuous settling tank, minyak dialirkan ke oil tank dan pada fase berat (sludge) yang terdiri dari air dan padatan terlarut ditampung kedalam sludge tank yang kemudian dialirkan ke sludge separator untuk memisahkan minyaknya. Sedangkan serabutnya/fibre akan di serap keatas untuk bahan bakar boiler. Sedangkan pada bijinya masih terdapat kernelnya. Krenel ini akan menghasilkan CPKO, ethanol, kosmetik, oli kima dll. Sedangkan cangkang dari biji untuk bahan bakar boiler. Berdasarkan hasil pengujian Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, Indonesia, mutu produksi harian CPO yang keluar dari pabrik (PKS), sebagai berikut : Produk Free Fatty Acids, % Iodine value, mg/gr Moisture, % Carotene, ppm Tocopherol, ppm Cu Fe Dobi (Deterioration of Bleachibility Index) Persentase 2.5-4,2% 52-54 mg/gr 0.10 % 297-313 ppm 386-794 ppm Trace Trace 2.3-2.4

Dari data diatas menunjukan bahwa CPO tidak hanya cocok untuk industri makanan seperti minyak goreng, margarine, dsb, tapi juga untuk industri oleokimia seperti sabun, gliserin, asam laurat, asam palmitat, asam lemak lain, fatty alkohol, dsb. Logam-logam seperti tembaga dan besi tidak terdapat dalam CPO.

Secara ilmiah, tanpa adanya logam dalam CPO menunjukkan bahwa CPO tidak mempunyai senyawa pro-oksidasi. Hal ini membuktikan bahwa tidak terjadi percepatan oksidasi dari minyak esensil yang terdapat dalam CPO. CPO mengandung karoten sebagai sumber Vitamin A, tokoperol sebagai sumber Vitamin E dan minyak esensil seperti asam oleat, dsb. Nilai Dobi lebih tinggi dari 2 menunjukkan bahwa minyak esensil dan karotein dalam CPO masih segar atau berada dalam bentuk asli. Produk utama PT. PN XIII adalah CPO= 22-24 % Kernel = 5 % dari produk yang diolah. F. Proses Pemurnian Minyak Minyak dari oil tank kemudian dialirkan ke dalam oil purifier untuk memisahkan kotoran atau solid yang mengandung kadar air. Yang selanjutnya dialirkan ke Vaccum Drier untuk memisahkan air pada batas strandar. Kemudian melalui sarvo balance, maka minyak sawit dipompakan ke tangki timbun (oil storege tank). G. Proses Pengolahan Inti Swit Ampas kempa yang terdiri dari biji dan serabut diamsukkan kedalam Depericaper melalui Cake Brake Conveyor yang dipanaskan dengan uap air sebagian kandungan air dapat diperkecil, sehingga Press Ckae terurai dan memudahkan proses pemisahan. Pada depericeper terjadi proses pemisahan Fibre dan biji. Biji tertampung pada Nut Silo yang dialiri dengan udara panas antara 600-800C selama 18-24 jam agar kadar air turun dari sekitar 21% sampai 4%. Sebelum biji masuk kedalam Nut Craker terlebih dahulu diproses di dalam Nut Grading drum untuk dapat dipisahkan besar kecilnya biji yang disesuaikan dengan fraksi yang telah ditentukan. Nut kemudian dialirkan melaui Nut Craker sebagai alat pemecah. Masa biji pecah dimasukkan kedalam Dry Separator (proses pemisahan debu dan cangkang halus) untuk memisahkan cangkang halus, biji utuh dengan cangkang/inti. Masa cangkang bercampur inti dialirkan masuk kealam Hydro Cyclone untuk memisahkan antara inti dengan cangkang. Inti dialirkan kedalam kernel Drier untuk proses pengeringan sampai kadar airnya 7% dengan tingkat pengeringan 500C, 600C dan 700C dalam waktu 14-16 jam. Selanjutnya untuk memisahkan kotoran

menggunakan Winnowing Kernel (kernel storage), sebelum diangkut dengan truk kepabrik pemproses berikutnya. H. Ketel Uap Pembakaran Cangkang Biji Untuk Menghasilkan Uap Air Untuk Proses Kondensasi
I.

Pengelolaan Limbah Di Pabrik PT.PN XIII 1. Kolam biolingpound Pada kolam ini masih terdapat minyuak 1%, sehingga pada saat tertentu nantinya minyak yang ada di kola mini akan di pompa kembali ke daam pabrik dan minyak nya akan diolah dan dijadikan CPO. Kemudian setelah dari kolam Biolingpound limbah airnya dialirkan ke dalam kolam-kolam
1.

a. Pengolahan limbah cair dari pabrik kelapa sawit

Kolam anaerobic satu, waktu tinggal 90-120 hari. Sistemnya pound-

pound saja karena limbahnya bisa di degradasi oleh mikroorganisme yang ada dalam kolam.
2.

Kolam anaerobic dua, prinsip sama dangan kolam anaerobic satu.

Sistemnya pound-pound saja karena limbahnya bisa di degradasi oleh mikroorganisme yang ada dalam kolam.
3.

Kolam anerobik tiga, prinsip sama dengan kolam anaerobic satu,

dua. Sistemnya pound-pound saja karena limbahnya bisa di degradasi oleh mikroorganisme yang ada dalam kolam.
4.

Kolam anerobik empat, prinsip sama dengan kolam anaerobic satu,

dua dan tiga. Sistemnya pound-pound saja karena limbahnya bisa di degradasi oleh mikroorganisme yang ada dalam kolam.
5.

Aeration tank, prinsip sama hanya di diamkan saja karena bisa Final pound, prinsip sama. Sistemnya pound-pound saja karena

didegradasi oleh mikroorganisme yang ada dalam kolam.


6.

limbahnya bisa di degradasi oleh mikroorganisme yang ada dalam kolam.

Parameter yang di ukur dalam libah cair adalah pH, TSS, BOD, COD, Nitrogen, Minyak dan Lemak. b. Pengolahan limbah padat dari pabrik kelapa sawit Sedangkan limbah padatnya yang berupa Tandan kosong di jadikan untuk pupuk di kebun kelap sawit dan Cangkang yang sudah di bakar dijadikan untuk pelapis jalan. 4. TANGGAPAN DARI PABRIK KELAPA SAWIT PT.PN XII Menurut saya pabrik ini tidak bagus, karena system pengolahan limbahnya belum s

Skema pemanfaatan limbah kelapa sawit