Anda di halaman 1dari 9

PENILAIAN

DUA JENIS UTAMA TEKNIK PENILAIAN TES, UJIAN NON-TES

TES - UJIAN BERDASARKAN FUNGSINYA: Tes dalam rangka seleksi Tes kemampuan awal Tes kemampuan akhir Tes diagnostik Tes formatif Tes sumatif

BERDASARKAN ASPEK YG DIUNGKAP


Tes inteligensi (intellegency) Tes bakat (aptitute) Tes sikap (attitude) Tes kepribadian (personality) Tes hasil belajar (achievement)

LAIN-LAIN Power test (waktu tidak dibatasi) Speed test Tes verbal Tes nonverbal Tes tertulis (pencil and paper test)

Tes lisan

ANALISIS BUTIR TES TIGA ASPEK ANALISIS YG BIASA DIGUNAKAN


Tingkat Kesulitan Difficulty Index Daya Beda Discriminatory Power Fungsi Distraktor

TINGKAT KESULITAN (TINGKAT KEMUDAHAN?) SEBERAPA SULIT SEBUAH BUTIR TES BAGI TESTEE/PESERTA TES
Indeks Kesulitan: 0,00 1,00 0,00 : butir tes sangat sulit tidak satupun peserta mampu menjawab dg benar 1,00 : butir tes sangat mudah semua peserta mampu menjawab dg benar MAKIN TINGGI INDEKS, MAKIN MUDAH BUTIR TES YBS

BUTIR YG BAIK: MEMILIKI TK KESULITAN SEDANG. aBERAPA BESARANNYA? Menurut Witherington: 0.25 0.75 Menurut Thorndike & Hagen: 0.30 0.70

CARA MENGHITUNG INDEKS KESULITAN Np P = ------

N P = Proporsi = indeks kesulitan Np = Jumlah peserta yg menjawab benar N = Jumlah peserta tes CARA MENGHITUNG INDEKS KESULITAN

MENGHITUNG INDEKS KESULITAN BUTIR 1 : 4/7 = .58 SEDANG BUTIR 2 : 1/7 = .15 TERLALU SULIT BUTIR 3 : 5/7 = .71 TERLALU MUDAH BUTIR 4 : 4/7 = .58 SEDANG BUTIR 5 : 6/7 = .86 TERLALU MUDAH BUTIR 6 : 2/7 = .29 TERLALU SULIT BUTIR 7 : 4/7 = .58 SEDANG BUTIR 8 : 5/7 = .71 TERLALU MUDAH

BUTIR 9 : 5/7 = .71 TERLALU MUDAH BUTIR 10: 3/7 = .43 SEDANG PERLAKUAN THD BUTIR EKSTREM Didrop/Dibuang Dikaji faktor penyebab kesulitan/ kemudahannya dimodifikasi Butir yg ekstrem sulit, digunakan untuk tujuan tertentu, misal seleksi dg tingkat keketatan tinggi sedangkan butir yg ekstrem mudah, digunakan untuk seleksi dg tingkat keketatan longgar.

DAYA BEDA KEMAMPUAN BUTIR MEMBEDAKAN PESERTA YG BERKEMAMPUAN TINGGI DAN RENDAH, ATAU: APAKAH PESERTA YG DIANGGAP MEMILIKI KEMAMPUAN TINGGI UMUMNYA MENJAWAB BENAR DAN PESERTA YG DIANGGAP MEMILIKI KEMAMPUAN RENDAH UMUMNYA MENJAWAB SALAH

Rentang indeks diskriminasi (D): -1.00 sd +1,00 Kriteria/pemaknaan daya beda butir: Negatif : sangat jelek 0.0<0.2 : jelek 0.2<0.4 : sedang 0.4<0.7 : baik 0.71.0 : sangat baik

Bagaimana Menghitung Daya Beda ? D = PA - PB D = Discriminatory power (daya beda) PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar

PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

BA PA = ---JA BA = Jumlah peserta kelompok atas yg menjawab benar butir ybs JA = Jumlah peserta yg masuk kelompok atas

BB PB = ---JB BB = Jumlah peserta kelompok bawah yg menjawab benar butir ybs JB = Jumlah peserta yg masuk kelompok bawah

ANALISIS FUNGSI DISTRAKTOR ANALISIS DISTRAKTOR = ANALISIS POLA PENYEBARAN OPSI JAWABAN DISTRAKTOR BAIK = DIPILIH MINIMAL 5% PESERTA TES POLA KEBERFUNGSIAN DISTRAKTOR DAPAT PULA BERFUNGSI UTK MENDETEKSI TINGKAT KESULITAN BUTIR SOAL

PENLAIAN DG TEKNIK NON TES PENGUKURAN RANAH AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR UMUMNYA MENGGUNAKAN TEKNIK BERIKUT: PENGAMATAN WAWANCARA ANGKET KAJIAN DOKUMEN

PENGAMATAN (OBSERVASI) Pengamatan dan pencatatan secara sistematis thd fenomena yg dinilai Digunakan untuk menilai proses dan hasil belajar Dapat dilakukan secara partisipasi dan non partisipasi Dapat digunakan utk menilai fenomena asli/wajar maupun artifisial (eksperimen)

Perlu dirancang dan dipersiapkan pedoman serta instrumen pengamatan yg sesuai Isi, cakupan,kuantitas, dan kualitas fenomena yg diobservasi harus ditentukan dengan jelas Fenomena yg diobservasi dapat bersifat individual (misal keterampilan mengajar) atau klasikal (misal proses diskusi kelas) Bentuk pedoman observasi berupa form dg kolom dan baris yg sesuai

KELEBIHAN PENGAMATAN Data diperoleh langsung objektif, apa adanya Data relatif mudah diolah karena terpola Data relatif lengkap krn panduan sudah disiapkan

KEKURANGAN PENGAMATAN Memerlukan kemampuan & keterampilan khusus sbg observer Subjektivitas observer seringkali muncul Fenomena yg teramati seringkali bungkusnya saja

WAWANCARA (INTERVIEW) Cara mengumpulkan bahan keterangan dg berdialog, tanya jawab, tatap muka langsung maupun dengan media Ada dua jenis: terpimpin, terstruktur (guided interview) dan bebas, sederhana (un-guided, simple interview) Diperlukan pedoman wawancara (interview guide) yg memadai

KELEBIHAN Keterangan yg diperoleh lengkap, mendalam Pertanyaan yg kurang jelas dapat langsung diperjelas Dapat dibantu dgn media rekam shg dapat diputar ulang bila perlu KELEMAHAN Diperlukan kemampuan khusus terkait dengan bahasa dan budaya Sulit menentukan kesepakatan (waktu, tempat, situasi) antara pewawancara dan responden Diperlukan teknik pencatatan yg tepat shg wawancara berjalan wajar Data sulit diolah terutama yg diperoleh dari wawancara bebas

ANGKET/KUESIONER Cara pengumpulan keterangan dengan menyebarkan daftar pertanyaan/ pernyataan untuk direspon Karena diisi responden, sering disebut self-report Angket dapat digunakan untuk mengukur ranah afektif (sering disebut inventori)

KELEBIHAN Cepat: dalam waktu singkat dapat diperoleh informasi dalam jumlah besar Praktis: relatif mudah dalam menentukan waktu pengumpulan data Jawaban responden otentik dan dapat dibaca ulang Dapat mengunkap informasi yg sulit diungkap dengan teknik lain Data mudah diolah karena terpola KEKURANGAN Objektivitas jawaban responden sering diragukaan Penyusunan butir angket tidak mudah

KAJIAN DOKUMEN KAJIAN DOKUMEN = PORTFOLIO Peserta didik Orang tua Lingkungan FUNGSI: PELENGKAP PENILAIAN HASIL BELAJAR

FUNGSI DOSEN/GURU DLM PROSES PEMBELAJARAN DEPDIKNAS (EMASLIM) EVALUATOR MANAGER ADMINISTRATOR SUPERVISOR LEADER INOVATOR MOTIVATOR