Anda di halaman 1dari 27

Di

ital Selamat datang di teknologi Digital Intelligent, sistem terapan teknologi masa depan. g
Salam Biker !!!

Dunia otomotif tidak terlepas dari kemajuan elektronik yang maju dengan pesat, mulai dari analog sampai sistem cerdas buatan (Artificial Intelligent). Microprosessor Digital membuat segalanya menjadi mungkin diwujudkan dengan penerapan yang mudah dan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu kami menyebut sistem teknologi kami, adalah : INTELLIGENT TEKNOLOGI dengan HASIL MAXIMUM

Teknologi i-MAX menggunakan microprosessor generasi masa depan hingga tahun 2015 dari NXP founded by Phillips Semiconductor, dengan akses memori super cepat yaitu FLASH memory. Bintang Racing Team (BRT) dan Team Research and Development, telah berhasil mengembangkan sistem pengapian (Ignition System) terbaru dan sangat mudah diaplikasikan yaitu : i-MAX Intelligent Programmable Remote CDI dan Smart Click 16 Digital Preprogrammed Maps Konsep pengembangan : Kami mengerti yang Anda butuhkan ,. Team kami, terus mengembangkan sistem pengapian Digital super canggih dan mudah diaplikasikan oleh para tuner pemula atau senior dengan harga yang bersaing. Inovasi terdepan Kerjasama dengan beberapa pabrikan semikonduktor terbesar di dunia menjadikan kami selalu menjadi terdepan untuk penerapan semikonduktor canggih di Indonesia. Intelligent SERVICE Dengan tekad yang kuat untuk memberikan pelayanan yang baik, maka kami selalu menjaga kualitas produk dan pelayanan terhadap pelanggan. Intelligent CUSTOMER Dengan mutu terjamin dan harga yang bersaing, maka anda adalah pelanggan kami yang Intelligent.

(BUKU CERDAS)

Intelligent RACING PERFORMANCE Team kami selalu mengembangkan part-part racing dengan performa tinggi yang teruji secara laboratorium.

Akhir kata, terimakasih atas dukungan teman-teman biker. Salam, Tomy Huang dan Team

ital CIBINONG Dig

PT.TRIMENTARI NIAGA

Mesin 4T terdiri dari 4 langkah proses yaitu : 1. Isap (Intake) 2. Kompresi (Compression) 3. Usaha (Power/Ignition) 4. Buang (Exaust)

CARA PEMAHAMAN :

Kurva pengapian pada 0 sampai 2000 rpm adalah 15 (Langsam/Stasioner) Kurva pengapian pada 2001 sampai 3000 rpm adalah pergeseran linier (transisi)
Kurva pengapian pada 3001 sampai 10.000 rpm adalah 30 KESIMPULAN : Proses mesin bagaimana? 15- 30

Kurva pengapian di atas adalah 2 steps saja ---- yaitu : 15-30

PROSES
TMA 15

Terjadi pada saat langkah kompresi Di bawah 2000 rpm, busi menyala pada 15 sebelum TMA
Jika lebih besar dari 15, maka: 1. Langsam mesin akan pinjang dan tidak normal 2. Stater kaki (Kick Stater) akan menendang balik. Jika lebih kecil dari 15, maka: 1. Langsam mesin akan lamban. 2. Tarikan mesin akan menjadi berat.

1. 2. 3. 4. 5.

Saluran Isap dan Buang Noken As / Cam Shaft Perbandingan Kompresi Timing Pengapian Transmisi

(Flow Head Cylinder) (Valve Timing) (Compresition Ratio) (Ignition Timing/CDI)

Di atas 3000 rpm, busi menyala pada 30 sebelum TMA Istilah teknik : 1. Kurva Pengapian (Ignition Curve) 2. Map/Mapping 3. Ignition Timing (Waktu Pengapian)

SAMA
TMA 30

PERHATIAN !!! Pada saat busi menyala, diruang bakar belum terjadi ledakan Ledakan terjadi beberapa saat setelah piston melewati TMA

Kurva pengapian adalah program kurva yang menggambarkan karakteristik waktu pengapian yang dilakukan oleh CDI. Seorang mekanik harus mengerti membaca ilustrasi sebuah grafik Kurva Pengapian, agar dapat menyeting kurva yang tepat untuk sebuah mesin yang sedang dikembangkan. CONTOH :
BTDC KURVA PENGAPIAN

Kurva pengapian dipengaruhi oleh : Perbandingan Kompresi Durasi Noken As (Cam Shaft)

30

CATATAN : IDLE TRANSISI ADVANCE BTDC TMA TMB

: Langsam/Stasioner : Pergeseran timing : Kurva Maju : Sebelum TMA : Titik Mati Atas : Titik Mati Bawah

15 IDLE TRANSISI 3000 ADVANCE 10000 RPM

2000

- Foto ledakan yang terjadi di ruang bakar mulai 5, setelah piston melewati TMA. - Ledakan terjadi penuh berkisar 10 s/d 20 setelah piston melewati TMA. - Jika kompresi rasio besar, maka ledakkan akan terjadi lebih awal dan lebih cepat.

3. GENERASI KETIGA 1. GENERASI PERTAMA


BTDC BTDC

KURVA PENGAPIAN

KURVA PENGAPIAN

RPM RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : AC : Fixed Ignition Timing : Standar Harian (OEM)

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : DC : Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance) : Standar Harian (OEM)


Low Voltage Protection AUTOMATIC

2. GENERASI KEDUA
BTDC

4. GENERASI KEEMPAT
KURVA PENGAPIAN
BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 1 E1

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : AC : Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : AC : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

RPM

5. GENERASI KELIMA
BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

Tipe
RPM

Teknologi Fitur *) Versi pengembangan oleh PT.Trimentari Niaga Aplikasi

: Digital : AC HYPERBAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Racing

6. GENERASI KEENAM
BTDC

8. GENERASI KEDELAPAN
KURVA PENGAPIAN
BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

E2 E1 MAP-1 MAP-2

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

RPM

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC DUAL BAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Tune Up/Racing/Kompetisi

Low Voltage Protection AUTOMATIC Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band

7. GENERASI KETUJUH
BTDC

KURVA PENGAPIAN

9. GENERASI KESEMBILAN

E2 E1

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi


Low Voltage Protection AUTOMATIC

: Digital : DC HYPERBAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Racing

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC MASTER CHIP : Advance Ignition Timing 8 Chip Maps : Tune Up/Racing/Kompetisi

Low Voltage Protection AUTOMATIC

10. GENERASI KESEPULUH (INTELLIGENT TECHNOLOGY)

11. GENERASI KESEBELAS (INTELLIGENT TECHNOLOGY)

16 Preprogrammed Maps Digital CDI

Intelligent Programmable Remote CDI

31 29 27 41 39 37 33 35 10 17 11

12 13 14 15 16

BTDC (Sebelum TMA)

x 1000 rpm

Teknologi Tipe Fitur

Aplikasi

: Digital : DC SMART CLICK : Advance Ignition Timing 16 Map Selektor 16 Step Limiter selektor : Tune Up/Racing/Kompetisi

Teknologi Tipe Fitur

: Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE (DUAL BAND) : i-MAX Programmable Remote 8 Steps Kurva Pengapian Limiter program

16 Digital Preprogramming Maps


MAP LIMITER

16 Digital Preprogramming Limiter

Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band Teknologi Tipe Fitur : Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE (SINGLE BAND) : i-MAX Programmable Remote 8 Steps Kurva Pengapian Limiter program

Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band

I. ELEKTRONIK 1. Tegangan Kerja 2. Ignition Control 3. Microprocessor 4. 5. 6. 7. 8. Konsumsi Arus Tegangan Out (Max) Temperatur Lingkungan Memori Mapping

: 9 s/d 18 Volt : Digital MCU 8 Bit Flash : LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips. : : : : : 0.1 s/d 0.75 A 270 Volt -15 C s/d 80 C Programmable by Remote (i-MAX Series) Switch Selector ( Smart Click Series)

Soket Utama CDI


Digubungkan langsung ke kabel bodi

Indikator Aki
Tanda arus listrik mengalir ke CDI

Soket Dualband

CLICK Limiter
12 11 13 14 15 16

CLICK Kurva Pengapian


31 29 27 41 39 37 33 35

II. MEKANIKAL 1. 2. 3. 4. 5. 6. Logo Dimensi (PxLxT)mm Casing Material Bonding Shock test Berat : : : : : : i-MAX / Smart Click xxx ABS with Cubic Printing by Japan Tech. Black Water Proof 10 Gravitasi xxx Gram

10 17

x 1000 rpm 16 Click Pilihan Limiter

BTDC (Sebelum TMA) 16 Click Pilihan Kurva Pengapian

DUAL BAND
Jika ON, maka kurva naik 2 derajat

SPESIFIKASI REMOTE PROGRAMER


I. ELEKTRONIK 1. Tegangan Kerja 2. Display 3. Microprocessor 4. 5. Konsumsi Arus Function key
KURVA PENGAPIAN
BTDC CLICK Kurva Pengapian

: 12 Volt : 5 Digit 7 Segment : LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips. : 0.1 A : Menu, Edit, Enter (Read), Up, Down

42

42

27 15

27

II. MEKANIKAL
2000 3000

: : : : i-MAX BRT (Bintang Racing team) xxx ABS with Cubic Printing by Japan Tech. xxx Gram
10000 11000 12000 13000 14000 15000 16000 17000 RPM

1. 2. 3. 4.

Logo Dimensi (PxLxT)mm Casing Material Berat

CLICK LIMITER

CONTOH APLIKASI
- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT) YAMAHA JUPITER Z

HONDA REVO
31 29 27 41 33 35 37 11 10 17 16 12 13 14 15

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 33 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

31 29 27 41 39 33 35 37 11 10 17

12 13 14 15

39

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = CLICK LIMITER = 36 Sebelum TMA 10.000 RPM
BTDC

KURVA PENGAPIAN

33

16


10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER

BTDC

KURVA PENGAPIAN

15

36


10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER

15

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

KOMPRESI

USAHA
TMA TMB

BUANG
33 TMA

33

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

KOMPRESI

USAHA
TMA TMB

BUANG
36 TMA

HASIL DYNOTEST

36

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

Mesin : Standar Pengapian : DC Pick Up : 38mm (Modifikasi)

HONDA SUPRA X 125


31 29 27 41 39 33 35 37 11 10 17 16 12 13 14 15

YAMAHA JUPITER MX
31 12 33 35 37 11 10 17 16 13 14 15

PENYESUAIAN

29

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 34 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

CLICK Kurva Pengapian =


CLICK LIMITER =

35 Sebelum TMA
10.000 RPM

27 41 39

BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

35


10.000 3000 2000 RPM

34


10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER
15

REV LIMITER

15

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

PROSES MESIN KOMPRESI USAHA


TMA TMB

BUANG
35 TMA TMA

ISAP
TMB

35

KOMPRESI

USAHA
TMA TMB

BUANG
34 TMA

34

HASIL DYNOTEST HASIL DYNOTEST

SUZUKI SATRIA 150 F


31 29 27 41 39 33 35 37 11 10 17 16 12 13 14 15

SUZUKI SHOGUN 125


31 12 33 35 37 11 10 17 16 13 14 15

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 42 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 12.000 RPM

29 27 41 39

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 33 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

42


12.000 3000 2000 RPM

33


10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER
15

REV LIMITER

15

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

PROSES MESIN KOMPRESI USAHA


TMA TMB

BUANG
42 TMA TMA

ISAP
TMB

KOMPRESI

USAHA
TMA TMB

BUANG
33 TMA

42

33

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

YAMAHA NEW VEGA R


31 29 27 41 39 33 35 37 11 10 17 16 12 13 14 15

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 36 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

BTDC

KURVA PENGAPIAN

36


10.000 2000 3000 RPM

REV LIMITER

15

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

KOMPRESI

USAHA
TMA TMB

BUANG
36 TMA

36

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

8 STEPS /POINTS CURVE


Terdiri dari 8 Steps kurva yang bebas di program sesuai kebutuhan mesin.

Intelligent Maximum

Generasi Masa Depan

Intelligent Programmable

BTDC

5 3 2 4

6 7 8

Single Band

Dual Band
2000 RPM

No LAPTOP Pemograman dilakukan tanpa menggunakan LAPTOP, hanya dengan REMOTE programmer. Lebih simple dan cepat.

Dual Band
CDI terdiri dari 2 memori yang dapat diprogram secara terpisah dan dapat diaktifkan dengan memakai saklar ON/OFF

REMOTE Programmer Media untuk memprogram kurva pengapian CDI terdiri dari 5 tombol operasional dan sangat mudah dioperasikan
3 4

BTDC

DIGITAL DOUBLE SPARK (DDS) DDS yang dibangkitkan oleh prosessor, sangat bagus untuk meningkatkan torsi diputaran bawah mulai 3000 s/d 7000 rpm. Diputaran atas, membuat pembakaran lebih sempurna.

2 3 1 2 4

6 7 5 6 8

MAP 1

MAP 2

Dual Band
Terdiri dari 2 memori yang dapat diisi dengan kurva pengapian yang berbeda.

2000

RPM

CARA MEMBUAT KURVA PENGAPIAN AUTOMATIC LOW VOLTAGE PROTECTION


Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dirancang untuk memproteksi kerusakan CDI yang diakibatkan kekurangan (tekor) dan kelebihan tegangan aki.

CONTOH 1 : 1. Gambar kurva pengapian yang diinginkan

BTDC V Batere (Volt) 18 17 16 15 14 13 12 11 10 9 6500 7500 8000 10000 6000 8 7 6 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 RPM x 1000 2000 3000 10500 12000 13000 RPM 15 Tegangan Kerja Batere yang direkomendasikan 40 38 30 27 1 2 3 4 5 6 7 8

12 s/d 18 Volt

2. Buat Table Kurva Pengapian STEP No. STEP 1 RPM 3000 6000 6500 7500 8000 10000 10500 12000 BTDC 30 30 27 27 40 40 38 38

3. Limiter di tentukan 13.000 rpm 4. Lakukan program kurva pengapian

FUNGSI TOMBOL
TOMBOL MENU FUNGSI Menampilkan isi menu it-1 : Ignition Timing 1 it-2 : Ignition Timing 2 Limit : Limiter Mengubah isi menu Mengeksekusi perintah Membaca memori CDI Menambah nilai Mengurangi nilai RISET (EDIT+MENU) Menghapus memori

STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

CATATAN : BTDC : Before Top Dead Centre (Sebelum Titik Mati Atas /TMA)

Ayo memprogram kurva pengapian !!!

EDIT ENTER READ

Selalu Tekan : ENTER(READ)

Saat Proses pemograman dimulai, untuk membaca Map yang ada didalam CDI

CARA MEMPROGRAM
Langkah 1 : Matikan kunci kontak
Langkah 2 : Pasang kabel remote ke CDI Langkah 19 : TekanENTER Langkah 20 : TekanEDIT Langkah 21 : TekanEDIT Langkah 22 : TekanENTER Langkah 3 : Langkah 4 : Langkah 5 : Langkah 6 : Langkah 7 : Langkah 8 : Hidupkan kunci kontak Tekan ENTER Tekan MENU 2X Tekan ENTER Tekan LED Merah ON Membaca memori Set Limiter Mengubah Limiter Mengubah Limiter Menyimpan Siap Langkah 9 : TekanMENU Set Kurva Pengapian Step 1 Mengubah RPM Langkah 23 : TekanEDIT Langkah 24 : TekanEDIT Langkah 25 : TekanENTER Step 4 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 5 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 6 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 7 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 8 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Menyimpan data

Langkah 26- : TekanEDIT


Langkah 27 : TekanEDIT Langkah 28 : TekanENTER Langkah 29 : TekanEDIT Langkah 30 : TekanEDIT Langkah 31 : TekanENTER Langkah 32 : TekanEDIT Langkah 33 : TekanEDIT Langkah 34 : TekanENTER

TekanENTER

Langkah 10 : TekanENTER Langkah 11 : TekanEDIT Langkah 12 : TekanEDIT Langkah 13 : TekanENTER Langkah 14 : TekanEDIT Langkah 15 : TekanEDIT Langkah 16 : TekanENTER Langkah 17 : TekanEDIT Langkah 18 : TekanEDIT

Mengubah Ignition Timing Step 2 Mengubah RPM

Langkah 35 : Matikan Kunci Kontak Langkah 36 : Cabut kabel remote dan pemograman selesai.

Mengubah Ignition Timing

Step 3 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing

CONTOH APLIKASI
- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT) HONDA SUPRA X 125
BTDC

YAMAHA JUPITER MX
BTDC

36 32 26 1 2

3 5 4 6 7

34 30 27 1 2 3

15 RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

15 RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 26 STEP 2 4000 32 STEP 3 5000 36 STEP 4 STEP 5 6000 32 7000 35 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 35 11000 35 12000 35

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 27 STEP 2 4000 30 STEP 3 6000 30 STEP 4 STEP 5 7000 34 8000 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 34 12000 34

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

Mesin Head Cylinder Perbandingan Kompresi

: Standar : Porting : 11 : 1

HONDA VARIO
BTDC

YAMAHA MIO
BTDC
34 4 5 6 7 3 1 2

34 33

2 3 4

6 7

33

32 31

15 RPM 2000 3700 7000 7100 7000 8000 10000 11000 12000

15 RPM 2000 3000 6000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3700 34 STEP 2 7000 34 STEP 3 7100 33 STEP 4 STEP 5 8000 33 8500 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 33 12000 33

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 31 STEP 2 6000 31 STEP 3 6500 32 STEP 4 STEP 5 7000 34 8000 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 33 12000 33

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

YAMAHA JUPITER Z
BTDC
36 35 34 33 30 15 RPM 2000 3000 4000 7100 7000 8000 10000 11000 12000 1 2 3 4 5 6 7

YAMAHA F1ZR
BTDC
29 1 2 4 3 5 6 7

25 24 23 22 15

RPM 2000 3000 5000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 30 STEP 2 4000 33 STEP 3 7000 34 STEP 4 STEP 5 8000 36 8500 36 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 36 11000 35 12000 35

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 29 STEP 2 5000 29 STEP 3 6500 24 STEP 4 STEP 5 7000 25 8500 25 STEP 6 STEP 7 STEP 8 9000 24 10000 23 12000 21

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SUZUKI SHOGUN 125


BTDC
34 33 2 3 4 5 6 7

YAMAHA JUPITER MX

BTDC

36 32 2 1

3 5 4 6 7

30

26

15 RPM 2000 3000 4000 6000 8000 8500 10000 11000 12000

15 RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 30 STEP 2 4000 33 STEP 3 6000 33 STEP 4 STEP 5 8000 34 8500 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 33 12000 33

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 26 STEP 2 4000 32 STEP 3 5000 36 STEP 4 STEP 5 6000 32 7000 35 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 35 11000 35 12000 35

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SUZUKI SATRIA 150F

YAMAHA VEGA R NEW


BTDC

BTDC
36 43 42 38 35 1 2 33 30 15 15 RPM RPM 2000 3000 4000 5000 6000 6500 10000 10500 12000 2000 3000 4000 7100 7000 8000 10000 11000 12000 1 2 3 4 5 6 7 4 5 6 7 3

35 34

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 35 STEP 2 4000 38 STEP 3 5000 42 STEP 4 STEP 5 6000 42 6500 43 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 43 10500 42 12000 42

TABLE KURVA PENGAPIAN


STEP 1 RPM BTDC 3000 30 STEP 2 4000 33 STEP 3 7000 34 STEP 4 STEP 5 8000 36 8500 36 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 36 11000 35 12000 35

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

MATRIK
BTDC

CONTOH
BAWAH 3000-6000 6500-10500 TENGAH G NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG G NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG

ATAS 11000-13000

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

NG G NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

3000 35 40
STEP 2 STEP 3 STEP 4

4000 40 40 40

7000

8000

9000

10500 11000 40 39

13000 39

IT-2
STEP 1 RPM BTDC

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

YAMAHA F-1ZR (AC)

1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Hitam/Merah 4. Hitam/Putih 5. Hijau/Putih 6. Putih/Biru 7. Putih/Merah

= Massa = Input Spul = Kunci Kontak = Massa = Pulser = Massa

1 6

2 5

3 4

1 6

2 5

3 4

1 6

2 5

3 4

1 6

2 5

3 4

1 6

2 5

3 4 YAMAHA RX-KING (AC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Hitam/Merah 4. Hitam/Putih 5. Putih/Hijau = Massa = Input Spul = Kunci Kontak = Pulser

Yamaha Jupiter Z / Mio 1. Koil (Orange) 2. Massa (Hitam) 3. 12Volt (Coklat) 4. Massa (Merah) 5. Pulser (Putih) 6. Nol

Suzuki Satria 150F 1. Koil (Putih/Biru) 2. Massa (Hitam/Putih) 3. Pulser (Biru/Kuning) 4. 12Volt (Hijau/putih) 5. Tachometer 6. Massa (Orange)

Suzuki Satria 120R 1. 12 Volt (Hijau/Putih) 2. Nol 3. Pulser (Biru/Kuning) 4. Massa (Hitam/Putih) 5. Massa (Orange) 6. Koil (Putih/Biru)

Suzuki Smash 1. Koil 2. Massa 3. Pulser 4. 12 Volt 5. Nol 6. Massa

Suzuki Spin 125 1. 2. 3. 4. 5. 6.

YAMAHA F-1ZR (DC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Coklat 4. Putih/Biru 5. Putih/Merah = Massa = 12Volt = Pulser = Massa

1 4

2 3

Shogun 110 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

1 4

2 3

Shogun 125 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

1 4

2 3

Honda Tiger 2000 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Massa 5. Spul Input 6. Kunci Kontak

1 4

2 3

Mega PRO 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

YAMAHA RX-KING (DC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Coklat 4. Putih/Hijau = Massa = 12 Volt = Pulser

1 3 4

2 5

Supra Series 1. Massa 2. Pulser 3. Kunci Kontak 4. Spul Input 5. Koil

1 3 4

Karisma 125 1. Koil 2. Massa 3. 12 Volt 4. Pulser

1 3 4

2 5

CBR 150 1. 12 Volt 2. Pulser 3. Tachometer 4. Massa 5. Koil

1 3

2 4

Sonic/Kirana 1. 12 Volt 2. Pulser 3. Massa 4. Koil

1 1 8 2 7 3 6 4 5 9 11 10 12 8

2 7

3 6

4 5

1 8

2 7

3 6

4 5

Jupiter MX 1. Massa 2. Nol 3. Massa 4. 12 Volt 5. Massa 6. Temp

7. Pulser 8. Koil 9. Nol 10. Indikator 11. Nol 12. Fan

Thunder 250 1. Massa 2. Nol 3. 12 Volt 4. Koil

5. Nol 6. Nol 7. Massa 8. Pulser

Kaze X 130 1. Massa 2. Koil 3. Pulser 4. Nol

MODIFIKASI TONJOLAN PULSER


5. Nol 6. Nol 7.Tacho 8.12 Volt

Bagian yang ditambah dan dibuang (Depan/kiri)

9 18

8 17

7 16

6 15

3 12

14 13

11 10

CATATAN : Sesuaikan panjang tonjolan pulser berdasarkan Table Pick Up Pulser

Honda Vario 110/ Click 1. 12 Volt 10. Koil 2. Starter 11. Nol 3. Pulser 12. Nol 4. Nol 13. Nol 5. Massa Temp 14. Temp 6. Massa F/S 15. Nol 7. Relay 16. Nol 8. Cooke 17. Foot Switch 9. Nol 18. Temp Indikator

Langkah 1: Buatlah Lempengan Fly Wheel seperi gambar di samping. Langkah 2: Diameter Lempengan = 112 mm Langkah 3: Panjang Tonjolan = 38mm atau sesuai CDI yang hendak digunakan.

CDI RACING DIGITAL HYPERBAND

CATATAN : Piston berada pada Titik Mati Atas (TMA) Jika diameter 112 mm, maka 1.024mm = 1
KESIMPULAN Mesin Langsam pada 15 sebelum TMA Maksimum sudut pengapian = 52.1 sebelum TMA APLIKASI Jika anda memakai CDI BRT Hyperband model Karisma dengan kode 15-35, artinya : - Langsam = 15 - Advance = 35

TMA

CDI RACING DIGITAL DUAL BAND

BTDC

KURVA PENGAPIAN

52.1 (Maksimum Advance)

PANJANG TONJOLAN

37.1

15 15

CDI RACING DIGITAL MASTER CHIP

RPM

CDI RACING DIGITAL SMART CLICK

RACING KIT

CDI RACING i-MAX PROGRAMMABLE (SINGLE BAND) KAMPAS KOPLING RACING

CDI RACING i-MAX PROGRAMMABLE (DUALBAND) PER KOPLING RACING

REMOTE PROGRAMMER

CAS AKI CERDAS VELG RACING

SUPER PAD RACING

MAGNESIUM ALLOY

CDI STANDART (OEM)

SUPER CALIPER RACING