Anda di halaman 1dari 27
(BUKU CERDAS) DigitalDigital PT.TRIMENTARI NIAGA CIBINONG
(BUKU CERDAS) DigitalDigital PT.TRIMENTARI NIAGA CIBINONG

(BUKU CERDAS)

DigitalDigital
DigitalDigital

PT.TRIMENTARI NIAGA

CIBINONG

DigitalDigital
DigitalDigital
PT.TRIMENTARI NIAGA CIBINONG DigitalDigital Salam Biker !!! Selamat datang di teknologi Digital

Salam Biker !!! Selamat datang di teknologi Digital Intelligent, sistem terapan teknologi masa depan.

Dunia otomotif tidak terlepas dari kemajuan elektronik yang maju dengan pesat, mulai dari analog sampai sistem cerdas buatan (Artificial Intelligent). Microprosessor Digital membuat segalanya menjadi mungkin diwujudkan dengan penerapan yang mudah dan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu kami menyebut sistem teknologi kami, adalah :

Oleh sebab itu kami menyebut sistem teknologi kami, adalah : INTELLIGENT TEKNOLOGI dengan HASIL MAXIMUM Teknologi

INTELLIGENT TEKNOLOGI dengan HASIL MAXIMUM

Teknologi i-MAX menggunakan microprosessor generasi masa depan hingga tahun 2015 dari NXP founded by Phillips Semiconductor, dengan akses memori super cepat yaitu FLASH memory.

Bintang Racing Team (BRT) dan Team Research and Development, telah berhasil mengembangkan sistem pengapian (Ignition System) terbaru dan sangat mudah diaplikasikan yaitu :

i-MAX Intelligent Programmable Remote CDI dan Smart Click 16 Digital Preprogrammed Maps Konsep pengembangan : “ Kami mengerti yang Anda butuhkan ,….”

Team kami, terus mengembangkan sistem pengapian Digital super canggih dan mudah diaplikasikan oleh para tuner pemula atau senior dengan harga yang bersaing.

Inovasi terdepan

Kerjasama dengan beberapa pabrikan semikonduktor terbesar di dunia menjadikan kami selalu menjadi

terdepan untuk penerapan semikonduktor canggih di Indonesia.

Intelligent SERVICE

Dengan tekad yang kuat untuk memberikan pelayanan yang baik, maka kami selalu menjaga kualitas produk dan pelayanan terhadap pelanggan.

Intelligent CUSTOMER

Dengan mutu terjamin dan harga yang bersaing, maka anda adalah pelanggan kami yang Intelligent.

Intelligent RACING PERFORMANCE

Team kami selalu mengembangkan part-part racing dengan performa tinggi yang teruji secara laboratorium.

Akhir kata, terimakasih atas dukungan teman-teman biker.

Salam,

Tomy Huang dan Team

Mesin 4T terdiri dari 4 langkah proses yaitu : 1. Isap (Intake) 2. Kompresi (Compression)
Mesin 4T terdiri dari 4 langkah proses yaitu : 1. Isap (Intake) 2. Kompresi (Compression)
Mesin 4T terdiri dari 4 langkah proses yaitu : 1. Isap (Intake) 2. Kompresi (Compression)

Mesin 4T terdiri dari 4 langkah proses yaitu :

1. Isap

(Intake)

2. Kompresi

(Compression)

3. Usaha

(Power/Ignition)

4. Buang

(Exaust)

1. Saluran Isap dan Buang (Flow Head Cylinder) 2. Noken As / Cam Shaft (Valve
1. Saluran Isap dan Buang
(Flow Head Cylinder)
2. Noken As / Cam Shaft
(Valve Timing)
3. Perbandingan Kompresi
(Compresition Ratio)
4. Timing Pengapian
(Ignition Timing/CDI)
5. Transmisi
Istilah teknik :
1. Kurva Pengapian (Ignition Curve)
2. Map/Mapping
SAMA
3. Ignition Timing (Waktu Pengapian)

Kurva pengapian adalah program kurva yang menggambarkan karakteristik waktu pengapian yang dilakukan oleh CDI.

Seorang mekanik harus mengerti membaca ilustrasi sebuah grafik Kurva Pengapian, agar dapat menyeting kurva yang tepat untuk sebuah mesin yang sedang dikembangkan.

CONTOH :

BTDC KURVA PENGAPIAN 30º 15º IDLE TRANSISI ADVANCE 2000 3000 10000 RPM
BTDC
KURVA PENGAPIAN
30º
15º
IDLE
TRANSISI
ADVANCE
2000
3000
10000
RPM

CATATAN :

IDLE

: Langsam/Stasioner

TRANSISI

: Pergeseran timing

ADVANCE

: Kurva Maju

BTDC

: Sebelum TMA

TMA

: Titik Mati Atas

TMB

: Titik Mati Bawah

TMA : Titik Mati Atas • TMB : Titik Mati Bawah CARA PEMAHAMAN : • Kurva

CARA PEMAHAMAN :

Kurva pengapian pada 0 sampai 2000 rpm adalah 15º (Langsam/Stasioner)

Kurva pengapian pada 2001 sampai 3000 rpm adalah pergeseran linier (transisi)

Kurva pengapian pada 3001 sampai 10.000 rpm adalah 30º

Proses mesin bagaimana? 15º- 30º
Proses
mesin
bagaimana?
15º- 30º

KESIMPULAN :

Kurva pengapian di atas adalah 2 steps saja ----yaitu : 15º-30º

di atas adalah 2 steps saja ----  yaitu : 15º-30º TMA TMA 15º PROSES •
TMA TMA
TMA
TMA

15º

PROSES

Terjadi pada saat langkah kompresi

Di bawah 2000 rpm, busi menyala pada 15º sebelum TMA

Jika lebih besar dari 15º, maka:

1. Langsam mesin akan pinjang dan tidak normal

2. Stater kaki (Kick Stater) akan menendang balik.

Jika lebih kecil dari 15º, maka:

1. Langsam mesin akan lamban.

2. Tarikan mesin akan menjadi berat.

Di atas 3000 rpm, busi menyala pada 30º sebelum TMA

30º

PERHATIAN !!! • Pada saat busi menyala, diruang bakar belum terjadi ledakan • Ledakan terjadi
PERHATIAN !!!
• Pada saat busi menyala, diruang bakar belum terjadi ledakan
• Ledakan terjadi beberapa saat setelah piston melewati TMA
Kurva pengapian dipengaruhi oleh : • Perbandingan Kompresi • Durasi Noken As (Cam Shaft)
Kurva pengapian dipengaruhi oleh :
• Perbandingan Kompresi
• Durasi Noken As (Cam Shaft)
• Perbandingan Kompresi • Durasi Noken As (Cam Shaft) - Foto ledakan yang terjadi di ruang

- Foto ledakan yang terjadi di ruang bakar mulai 5º, setelah piston melewati TMA.

- Ledakan terjadi penuh berkisar 10º s/d 20º setelah piston melewati TMA.

- Jika kompresi rasio besar, maka ledakkan akan terjadi lebih awal dan lebih cepat.

1. GENERASI PERTAMA Teknologi Tipe Fitur A p l i k a s i :

1. GENERASI PERTAMA

1. GENERASI PERTAMA Teknologi Tipe Fitur A p l i k a s i : Analog

Teknologi

Tipe

Fitur

Aplikasi

:

Analog

:

AC

:

Fixed Ignition Timing

:

Standar Harian (OEM)

KURVA PENGAPIAN BTDC 1º RPM
KURVA PENGAPIAN
BTDC
RPM

2. GENERASI KEDUA

(OEM) KURVA PENGAPIAN BTDC 1º RPM 2. GENERASI KEDUA Teknologi Tipe Fitur A p l i

Teknologi

Tipe

Fitur

Aplikasi

BTDC KURVA PENGAPIAN E 1º F
BTDC KURVA PENGAPIAN
E
F

RPM

: Analog

: AC

: Advance Ignition Timing

( 2 Steps Advance) Standar Harian (OEM)

:

: AC : Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance) Standar Harian (OEM) : *) Versi

*) Versi pengembangan oleh PT.Trimentari Niaga

3. GENERASI KETIGA

3. GENERASI KETIGA BTDC KURVA PENGAPIAN E 1º F RPM Teknologi Tipe Fitur A p l
3. GENERASI KETIGA BTDC KURVA PENGAPIAN E 1º F RPM Teknologi Tipe Fitur A p l
BTDC KURVA PENGAPIAN E 1º F
BTDC KURVA PENGAPIAN
E
F

RPM

Teknologi

Tipe

Fitur

Aplikasi

:

Analog

:

DC

:

Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance)

:

Standar Harian (OEM)

4. GENERASI KEEMPAT

Low Voltage Protection AUTOMATIC
Low Voltage Protection
AUTOMATIC
(OEM) 4. GENERASI KEEMPAT Low Voltage Protection AUTOMATIC Teknologi Tipe Fitur A p l i k

Teknologi

Tipe

Fitur

Aplikasi

BTDC KURVA PENGAPIAN E2 E1 F RPM
BTDC KURVA PENGAPIAN
E2
E1
F
RPM

: Digital

: AC

: Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) Standar Harian (OEM)

:

5. GENERASI KELIMA

Tipe
Tipe

Teknologi

Fitur

Aplikasi

BTDC KURVA PENGAPIAN E2 E1 F RPM
BTDC KURVA PENGAPIAN
E2
E1
F
RPM

: Digital

: AC HYPERBAND

: Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) Racing

:

6. GENERASI KEENAM

6. GENERASI KEENAM Teknologi : Tipe : Fitur : Aplikasi : Low Voltage Protection AUTOMATIC BTDC
6. GENERASI KEENAM Teknologi : Tipe : Fitur : Aplikasi : Low Voltage Protection AUTOMATIC BTDC
Teknologi : Tipe : Fitur : Aplikasi : Low Voltage Protection AUTOMATIC
Teknologi
:
Tipe
:
Fitur
:
Aplikasi
:
Low Voltage Protection
AUTOMATIC
BTDC KURVA PENGAPIAN E2 E1 F RPM
BTDC KURVA PENGAPIAN
E2
E1
F
RPM
Protection AUTOMATIC BTDC KURVA PENGAPIAN E2 E1 F RPM Digital DC Advance Ignition Timing (Multi Steps
Protection AUTOMATIC BTDC KURVA PENGAPIAN E2 E1 F RPM Digital DC Advance Ignition Timing (Multi Steps

Digital

DC

Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance)

Standar Harian (OEM)

7. GENERASI KETUJUH

Steps Advance) Standar Harian (OEM) 7. GENERASI KETUJUH Teknologi Tipe Fitur Aplikasi R a c i

Teknologi

Tipe

Fitur

Aplikasi

Racing

BTDC KURVA PENGAPIAN E2 E1 F RPM
BTDC KURVA PENGAPIAN
E2
E1
F
RPM
R a c i n g BTDC KURVA PENGAPIAN E2 E1 F RPM : Digital :

: Digital

: DC HYPERBAND

: Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance)

:

Low Voltage Protection AUTOMATIC
Low Voltage Protection
AUTOMATIC

8. GENERASI KEDELAPAN

8. GENERASI KEDELAPAN BTDC KURVA PENGAPIAN E2 MAP-1 E1 MAP-2 F RPM Teknologi : Digital Tipe
8. GENERASI KEDELAPAN BTDC KURVA PENGAPIAN E2 MAP-1 E1 MAP-2 F RPM Teknologi : Digital Tipe
BTDC KURVA PENGAPIAN E2 MAP-1 E1 MAP-2 F RPM
BTDC KURVA PENGAPIAN
E2
MAP-1
E1
MAP-2
F
RPM
Teknologi : Digital Tipe : DC DUAL BAND Fitur : Advance Ignition Timing (Multi Steps
Teknologi
:
Digital
Tipe
:
DC
DUAL BAND
Fitur
:
Advance Ignition Timing
(Multi Steps Advance)
:
Tune Up/Racing/Kompetisi
Aplikasi
Low Voltage Protection
AUTOMATIC
Dual Band
9. GENERASI KESEMBILAN
Protection AUTOMATIC Dual Band 9. GENERASI KESEMBILAN Teknologi Tipe Fitur A p l i k a

Teknologi

Tipe

Fitur

Aplikasi

:

Digital

:

DC

MASTER CHIP

:

Advance Ignition Timing

8 Chip Maps

:

Tune Up/Racing/Kompetisi

Low Voltage Protection AUTOMATIC
Low Voltage Protection
AUTOMATIC
10. GENERASI KESEPULUH (INTELLIGENT TECHNOLOGY) 16 Preprogrammed Maps Digital CDI 12 31º 11 29º 13
10. GENERASI KESEPULUH (INTELLIGENT TECHNOLOGY)
16 Preprogrammed Maps Digital CDI
12
31º
11
29º
13
33º
10
14
27º
35º
15
37º
17
41º
16
39º
x 1000 rpm
BTDC
(Sebelum TMA)
Teknologi
:
Digital
Tipe
:
DC SMART CLICK
• Advance Ignition Timing
Fitur
:
• 16 Map Selektor
• 16 Step Limiter selektor
:
Tune Up/Racing/Kompetisi
Aplikasi
16 Digital
Preprogramming Maps
16 Digital
Preprogramming Limiter
MAP
LIMITER
Low Voltage Protection
AUTOMATIC
Dual Band

11. GENERASI KESEBELAS (INTELLIGENT TECHNOLOGY)

11. GENERASI KESEBELAS (INTELLIGENT TECHNOLOGY) Intelligent Programmable Remote CDI Teknologi Tipe Fitur : Digital : DC
Intelligent Programmable Remote CDI
Intelligent Programmable Remote CDI

Intelligent Programmable Remote CDI

(INTELLIGENT TECHNOLOGY) Intelligent Programmable Remote CDI Teknologi Tipe Fitur : Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE
(INTELLIGENT TECHNOLOGY) Intelligent Programmable Remote CDI Teknologi Tipe Fitur : Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE

Teknologi

Tipe

Fitur

: Digital

: DC PROGRAMMABLE REMOTE (DUAL BAND)

: i-MAX Programmable Remote

8 Steps Kurva Pengapian

Limiter program

• 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Teknologi Tipe Fitur : Digital : DC PROGRAMMABLE

Teknologi

Tipe

Fitur

: Digital

: DC PROGRAMMABLE REMOTE (SINGLE BAND)

: i-MAX Programmable Remote

8 Steps Kurva Pengapian

Limiter program

i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Dual Band Low Voltage Protection
i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Dual Band Low Voltage Protection
i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Dual Band Low Voltage Protection
i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Dual Band Low Voltage Protection
i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Dual Band Low Voltage Protection

Dual Band

i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Dual Band Low Voltage Protection
i-MAX Programmable Remote • 8 Steps Kurva Pengapian • Limiter program Dual Band Low Voltage Protection

Low Voltage Protection AUTOMATIC

I. ELEKTRONIK 1. Tegangan Kerja : 9 s/d 18 Volt   2. Ignition Control :

I. ELEKTRONIK

1.

Tegangan Kerja

:

9 s/d 18 Volt

 

2.

Ignition Control

: Digital MCU 8 Bit Flash

3.

Microprocessor

: LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips.

4.

Konsumsi Arus

: 0.1 s/d 0.75 A

 

5.

Tegangan Out (Max)

: 270 Volt

6.

Temperatur Lingkungan

: -15 C s/d 80 C

: -15 C s/d 80 C

6. Temperatur Lingkungan : -15 C s/d 80 C

7.

Memori

: Programmable by Remote (i-MAX Series)

8.

Mapping

: Switch Selector ( Smart Click Series)

II.

MEKANIKAL

1.

Logo

: i-MAX / Smart Click

2.

Dimensi (PxLxT)mm

: xxx

3.

Casing Material

: ABS with Cubic Printing by Japan Tech.

4.

Bonding

: Black Water Proof

5.

Shock test

: 10 Gravitasi

 

6.

Berat

: xxx Gram

SPESIFIKASI REMOTE PROGRAMER

I. ELEKTRONIK

1.

Tegangan Kerja

:

12 Volt

2.

Display

: 5 Digit 7 Segment

3.

Microprocessor

 

: LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips.

4.

Konsumsi Arus

:

0.1 A

5.

Function key

: Menu, Edit, Enter (Read), Up, Down

II.

MEKANIKAL

1.

Logo

: i-MAX BRT (Bintang Racing team)

2.

Dimensi (PxLxT)mm

 

: xxx

3.

Casing Material

: ABS with Cubic Printing by Japan Tech.

4.

Berat

: xxx Gram

Soket Utama CDI Digubungkan langsung ke kabel bodi Indikator Aki CLICK Kurva Pengapian 31º 29º

Soket Utama CDI

Digubungkan langsung ke kabel bodi

Indikator Aki

Utama CDI Digubungkan langsung ke kabel bodi Indikator Aki CLICK Kurva Pengapian 31º 29º 33º 27º
CLICK Kurva Pengapian 31º 29º 33º 27º 35º 37º 41º
CLICK Kurva Pengapian
31º
29º
33º
27º
35º
37º
41º

Tanda arus listrik mengalir ke CDI

Soket Dualband

CLICK Limiter

12

11 13 10 14 15 17
11
13
10
14
15
17

16

x 1000 rpm

39º

BTDC

(Sebelum TMA)

16 Click Pilihan Limiter

16 Click Pilihan Kurva Pengapian

Click Pilihan Limiter • 16 Click Pilihan Kurva Pengapian DUAL BAND • Jika ON, maka kurva

DUAL BAND

Jika ON, maka kurva naik 2 derajat

KURVA PENGAPIAN

BTDC

42 42 27 27 15  RPM CLICK LIMITER 2000 3000 10000 11000 12000 13000
42
42
27
27
15
RPM
CLICK LIMITER
2000
3000
10000
11000
12000
13000
14000
15000
16000
17000
CLICK
Kurva Pengapian

CONTOH APLIKASI

CONTOH APLIKASI - Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda

- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT)

YAMAHA JUPITER Z 31º
YAMAHA JUPITER Z
31º

12

29º 33º 11 13 27º 35º 10 14 41º 17 37º 15 39º 16 KURVA
29º
33º
11
13
27º
35º
10
14
41º
17
37º
15
39º
16
KURVA PENGAPIAN
BTDC
36º
15º
RPM
2000
3000
10.000

PENYESUAIAN

CLICK Kurva Pengapian

CLICK LIMITER = 10.000 RPM

=

36º Sebelum TMA

Pengapian • CLICK LIMITER = 10.000 RPM = 36º Sebelum TMA  REV LIMITER PROSES MESIN
Pengapian • CLICK LIMITER = 10.000 RPM = 36º Sebelum TMA  REV LIMITER PROSES MESIN

REV LIMITER

PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   36º 36º TMA TMB TMA TMB TMA
PROSES MESIN
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
36º
36º
TMA
TMB
TMA
TMB
TMA

HASIL DYNOTEST

 REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   36º 36º TMA TMB TMA
HONDA REVO 31º
HONDA REVO
31º

12

TMB TMA TMB TMA HASIL DYNOTEST HONDA REVO 31º 12 29º PENYESUAIAN 33º 11 13 •
29º PENYESUAIAN 33º 11 13 • CLICK Kurva Pengapian = 33º Sebelum TMA 27º 35º
29º
PENYESUAIAN
33º
11
13
• CLICK Kurva Pengapian
= 33º Sebelum TMA
27º
35º
10
14
• CLICK
LIMITER
= 10.000 RPM
41º
17
37º
15
39º
16
KURVA PENGAPIAN
BTDC
33º
REV LIMITER
15º
RPM
PROSES MESIN
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
33º
33º
TMA
TMB
TMA
TMB
TMA
2000
3000
10.000

HASIL DYNOTEST

TMA TMB TMA TMB TMA 2000 3000 10.000 HASIL DYNOTEST SPESIFIKASI : • • • Mesin

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

Pengapian : DC

Pick Up

: 38mm (Modifikasi)

HONDA SUPRA X 125
HONDA SUPRA X 125
31º 29º 33º 27º 35º 41º 37º 39º
31º
29º
33º
27º
35º
41º
37º
39º
12 11 13 10 14 17 15
12
11
13
10
14
17
15

16

PENYESUAIAN

CLICK Kurva Pengapian

=

35º Sebelum TMA

CLICK

LIMITER

=

10.000 RPM

KURVA PENGAPIAN BTDC 35º  15º RPM 2000 3000 10.000
KURVA PENGAPIAN
BTDC
35º
15º
RPM
2000
3000
10.000
PENGAPIAN BTDC 35º  15º RPM 2000 3000 10.000  REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI

REV LIMITER

PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   35º 35º TMA TMB TMA TMB TMA
PROSES MESIN
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
35º
35º
TMA
TMB
TMA
TMB
TMA

HASIL DYNOTEST

  35º 35º TMA TMB TMA TMB TMA HASIL DYNOTEST YAMAHA JUPITER MX 31º 29º
YAMAHA JUPITER MX
YAMAHA JUPITER MX
31º 29º 33º 27º 35º 41º 37º 39º
31º
29º
33º
27º
35º
41º
37º
39º

12

11 13 17 15
11
13
17
15

10

14

PENYESUAIAN

CLICK Kurva Pengapian

= 34º Sebelum TMA

CLICK LIMITER

= 10.000 RPM

16

KURVA PENGAPIAN BTDC 34º  15º RPM 2000 3000 10.000
KURVA PENGAPIAN
BTDC
34º
15º
RPM
2000
3000
10.000
PENGAPIAN BTDC 34º  15º RPM 2000 3000 10.000  REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI

REV LIMITER

PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   34º 34º TMA TMB TMA TMB TMA
PROSES MESIN
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
34º
34º
TMA
TMB
TMA
TMB
TMA

HASIL DYNOTEST

 REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   34º 34º TMA TMB TMA
SUZUKI SATRIA 150 F SUZUKI SHOGUN 125
SUZUKI SATRIA 150 F
SUZUKI SHOGUN 125

31º

12

29º 33º 11 13 27º 35º 10 14 41º 17 37º 15 39º 16 KURVA
29º
33º
11
13
27º
35º
10
14
41º
17
37º
15
39º
16
KURVA PENGAPIAN
BTDC
42º
15º
RPM
2000
3000
12.000

PENYESUAIAN

CLICK Kurva Pengapian =

42º Sebelum TMA

CLICK LIMITER

=

12.000 RPM

42º Sebelum TMA • CLICK LIMITER = 12.000 RPM  REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI
42º Sebelum TMA • CLICK LIMITER = 12.000 RPM  REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI

REV LIMITER

PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   42º 42º TMA TMB TMA TMB TMA
PROSES MESIN
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
42º
42º
TMA
TMB
TMA
TMB
TMA

HASIL DYNOTEST

  42º 42º TMA TMB TMA TMB TMA HASIL DYNOTEST 31º 29º 33º 27º 35º
31º 29º 33º 27º 35º 41º 37º 39º
31º
29º
33º
27º
35º
41º
37º
39º

12

11 13 17 15
11
13
17
15

10

14

PENYESUAIAN

CLICK Kurva Pengapian =

33º Sebelum TMA

CLICK LIMITER

=

10.000 RPM

16

KURVA PENGAPIAN BTDC 33º  15º RPM 2000 3000 10.000
KURVA PENGAPIAN
BTDC
33º
15º
RPM
2000
3000
10.000
PENGAPIAN BTDC 33º  15º RPM 2000 3000 10.000  REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI

REV LIMITER

PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   33º 33º TMA TMB TMA TMB TMA
PROSES MESIN
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
33º
33º
TMA
TMB
TMA
TMB
TMA

HASIL DYNOTEST

 REV LIMITER PROSES MESIN ISAP KOMPRESI USAHA BUANG   33º 33º TMA TMB TMA
YAMAHA NEW VEGA R 31º 12 PENYESUAIAN 29º 33º 11 13 • CLICK Kurva Pengapian
YAMAHA NEW VEGA R
31º
12
PENYESUAIAN
29º
33º
11
13
• CLICK Kurva Pengapian =
36º Sebelum TMA
27º
35º
10
14
• CLICK LIMITER
=
10.000 RPM
41º
17
37º
15
39º
16
KURVA PENGAPIAN
BTDC
36º
REV LIMITER
15º
RPM
PROSES MESIN
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
36º
36º
TMA
TMB
TMA
TMB
TMA
2000
3000
10.000

HASIL DYNOTEST

BUANG   36º 36º TMA TMB TMA TMB TMA 2000 3000 10.000 HASIL DYNOTEST SPESIFIKASI

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

Generasi Masa Depan I n t e l l i g e n t M
Generasi
Masa Depan
I n t e
l
l
i g e
n t
M a x i m u m
Intelligent Programmable
e l l i g e n t M a x i m u m Intelligent

Single Bande l l i g e n t M a x i m u m Intelligent

e n t M a x i m u m Intelligent Programmable Single Band Dual Band
e n t M a x i m u m Intelligent Programmable Single Band Dual Band

Dual Band

a x i m u m Intelligent Programmable Single Band Dual Band 8 STEPS /POINTS CURVE

8 STEPS /POINTS CURVE

Terdiri dari 8 Steps kurva yang bebas di program sesuai kebutuhan mesin.

5 6 3 4 7 8 2 1 2000 RPM BTDC
5
6
3
4
7
8
2
1
2000
RPM
BTDC
kebutuhan mesin. 5 6 3 4 7 8 2 1 2000 RPM BTDC Dual Band CDI

Dual Band

CDI terdiri dari 2 memori yang dapat diprogram secara terpisah dan dapat diaktifkan dengan memakai saklar ON/OFF

Pemograman dilakukan tanpa menggunakan LAPTOP, hanya dengan REMOTE programmer. Lebih simple dan cepat.terpisah dan dapat diaktifkan dengan memakai saklar ON/OFF No LAPTOP Media untuk memprogram kurva pengapian CDI

No LAPTOP

Media untuk memprogram kurva pengapian CDI terdiri dari 5 tombol operasional dan sangat mudah dioperasikandengan REMOTE programmer. Lebih simple dan cepat. No LAPTOP REMOTE Programmer DIGITAL DOUBLE SPARK (DDS) •

REMOTE Programmer

operasional dan sangat mudah dioperasikan REMOTE Programmer DIGITAL DOUBLE SPARK (DDS) • DDS yang dibangkitkan oleh

DIGITAL DOUBLE SPARK (DDS)

DDS yang dibangkitkan oleh prosessor, sangat bagus untuk meningkatkan torsi diputaran bawah mulai 3000 s/d 7000 rpm. Diputaran atas, membuat pembakaran lebih sempurna.

Dual Band

Terdiri dari 2 memori yang dapat diisi dengan kurva pengapian yang berbeda.

3 4 2 5 6 3 4 MAP 1 7 8 1 2 5 6
3
4
2
5
6
3
4
MAP 1
7
8
1
2
5
6
MAP 2
7
1
8
2000
RPM
BTDC

Low Voltage Protection AUTOMATIC
Low Voltage Protection
AUTOMATIC
 Low Voltage Protection AUTOMATIC AUTOMATIC LOW VOLTAGE PROTECTION Dirancang untuk memproteksi kerusakan CDI yang

AUTOMATIC LOW VOLTAGE PROTECTION

Dirancang untuk memproteksi kerusakan CDI yang diakibatkan kekurangan (tekor) dan kelebihan tegangan aki.

V Batere (Volt) 18 17 16 Tegangan Kerja Batere 15 yang direkomendasikan 12 s/d 18
V Batere (Volt)
18
17
16
Tegangan Kerja Batere
15
yang direkomendasikan
12 s/d 18 Volt
14
13
12
11
10
9
8
7
6
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
RPM x 1000

FUNGSI TOMBOL

12 13 14 15 16 17 18 19 20 RPM x 1000 FUNGSI TOMBOL TOMBOL FUNGSI

TOMBOL

FUNGSI

MENU

Menampilkan isi menu

it-1 : Ignition Timing 1

it-2 : Ignition Timing 2

Limit : Limiter

EDIT

Mengubah isi menu

ENTER

Mengeksekusi perintah

READ

Membaca memori CDI

 

Menambah nilai 

 

Mengurangi nilai 

RISET

(EDIT+MENU)

Menghapus memori

CARA MEMBUAT KURVA PENGAPIAN

CONTOH 1 :

1. Gambar kurva pengapian yang diinginkan

CONTOH 1 : 1. Gambar kurva pengapian yang diinginkan BTDC 40º 5 6 38º 7 8
BTDC 40º 5 6 38º 7 8  30º 1 2 27º 3 4 15º
BTDC
40º
5
6
38º
7
8
30º
1
2
27º
3
4
15º
2000
3000
6000
6500
7500
8000
10000
10500
12000
13000

RPM

2. Buat Table Kurva Pengapian

STEP No.

RPM

BTDC

STEP 1

3000

30º

STEP 2

6000

30º

STEP 3

6500

27º

STEP 4

7500

27º

STEP 5

8000

40º

STEP 6

10000

40º

STEP 7

10500

38º

STEP 8

12000

38º

3. Limiter di tentukan 13.000 rpm

4. Lakukan program kurva pengapian

CATATAN :

BTDC :

Before Top Dead Centre

(Sebelum Titik Mati Atas /TMA)

Ayo… memprogram kurva pengapian !!!

Selalu Tekan : ‘’ ENTER(READ)’’

 Selalu Tekan : ‘’ ENTER(READ)’’ Saat Proses pemograman dimulai, untuk membaca Map yang ada didalam

Saat Proses pemograman dimulai, untuk membaca Map yang ada didalam CDI

CARA MEMPROGRAM

Langkah 1 :

Matikan kunci kontak

 

Langkah 2 :

Pasang kabel remote ke CDI

 
 
 

Langkah 3 :

Hidupkan kunci kontak

LED Merah ON

Langkah 4 :

Tekan ‘’ ENTER’’

Membaca memori

Langkah 5 :

Tekan ‘’ MENU 2X’’

Set Limiter

Langkah 6 :

Tekan ‘’ ENTER’’

Mengubah Limiter

Langkah 7 :

Tekan

‘’’’

Mengubah Limiter

Langkah 8 :

Tekan‘’ENTER’’

Menyimpan

 

Siap

Langkah 9 :

Tekan‘’MENU’’

Set Kurva Pengapian

Langkah 10 : Tekan‘’ENTER’’

Step 1

Langkah 11 : Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 12 : Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

Langkah 13 : Tekan‘’ENTER’’

Step 2

Langkah 14 : Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 15 : Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

Langkah 16 : Tekan‘’ENTER’’

Step 3

Langkah 17 : Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 18 : Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

: Tekan ‘’EDIT’’  Mengubah Ignition Timing       































Langkah 19 :

Tekan‘’ENTER’’

Step 4

Langkah 20 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 21 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

Langkah 22 :

Tekan‘’ENTER’’

Step 5

Langkah 23 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 24 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

Langkah 25 :

Tekan‘’ENTER’’

Step 6

Langkah 26- : Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 27 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

Langkah 28 :

Tekan‘’ENTER’’

Step 7

Langkah 29 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 30 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

Langkah 31 :

Tekan‘’ENTER’’

Step 8

Langkah 32 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah RPM

Langkah 33 :

Tekan‘’EDIT’’

Mengubah Ignition Timing

Langkah 34 :

Tekan‘’ENTER’’

Menyimpan data

Langkah 35 :

Matikan Kunci Kontak

Langkah 36 :

Cabut kabel remote dan pemograman selesai.

Langkah 36 : Cabut kabel remote dan pemograman selesai.       






























               

CONTOH APLIKASI

CONTOH APLIKASI - Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda

- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT)

HONDA SUPRA X 125
HONDA SUPRA X 125
BTDC 34º  4 5 6 7 8 30º 2 3 27º 1 15º 2000
BTDC
34º
4
5
6
7
8
30º
2
3
27º
1
15º
2000
3000
4000
6000
7000
8000
10000
11000
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

4000

6000

7000

8000

10000

11000

12000

BTDC

27º

30º

30º

34º

34º

34º

34º

34º

HASIL DYNOTEST

8000 10000 11000 12000 BTDC 27º 30º 30º 34º 34º 34º 34º 34º HASIL DYNOTEST
YAMAHA JUPITER MX BTDC 36º 3 5  6 7 8 32º 2 4 26º
YAMAHA JUPITER MX
BTDC
36º
3
5
6
7
8
32º
2
4
26º
1
15º
RPM
2000
3000
4000
6000
7000
8000
10000
11000
12000
RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000 TABLE KURVA PENGAPIAN   STEP 1

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

4000

5000

6000

7000

10000

11000

12000

BTDC

26º

32º

36º

32º

35º

35º

35º

35º

HASIL DYNOTEST

36º 32º 35º 35º 35º 35º HASIL DYNOTEST SPESIFIKASI : • Mesin : Standar • Head

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

Head Cylinder

: Porting

Perbandingan Kompresi

: 11

:

1

DYNOTEST SPESIFIKASI : • Mesin : Standar • Head Cylinder : Porting • Perbandingan Kompresi :
HONDA VARIO YAMAHA MIO
HONDA VARIO
YAMAHA MIO
BTDC 34º 1 2 5 6 33º 3 4  7 8 15º 2000 3700
BTDC
34º
1
2
5
6
33º
3
4
7
8
15º
2000
3700
7000
7100
7000
8000
10000
11000
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3700

7000

7100

8000

8500

10000

11000

12000

BTDC

34º

34º

33º

33º

34º

34º

33º

33º

HASIL DYNOTEST

33º 33º 34º 34º 33º 33º HASIL DYNOTEST BTDC 34º 4 5 6 33º 7 
BTDC 34º 4 5 6 33º 7  8 32º 3 31º 1 2 15º
BTDC
34º
4
5
6
33º
7
8
32º
3
31º
1
2
15º
2000
3000
6000
6000
7000
8000
10000
11000
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

6000

6500

7000

8000

10000

11000

12000

BTDC

31º

31º

32º

34º

34º

34º

33º

33º

HASIL DYNOTEST

8000 10000 11000 12000 BTDC 31º 31º 32º 34º 34º 34º 33º 33º HASIL DYNOTEST
YAMAHA F1ZR YAMAHA JUPITER Z
YAMAHA F1ZR
YAMAHA JUPITER Z
BTDC 36º 4 5 6 35º  7 8 34º 3 33º 2 30º 1
BTDC
36º
4
5
6
35º
7
8
34º
3
33º
2
30º
1
15º
2000
3000
4000
7100
7000
8000
10000
11000
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

4000

7000

8000

8500

10000

11000

12000

BTDC

30º

33º

34º

36º

36º

36º

35º

35º

HASIL DYNOTEST

34º 36º 36º 36º 35º 35º HASIL DYNOTEST BTDC 29º 1 2 25º 4 5 24º
BTDC 29º 1 2 25º 4 5 24º 3 6 23º 7  22º 8
BTDC
29º
1
2
25º
4
5
24º
3
6
23º
7
22º
8
15º
2000
3000
5000
6000
7000
8000
10000
11000
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

5000

6500

7000

8500

9000

10000

12000

BTDC

29º

29º

24º

25º

25º

24º

23º

21º

HASIL DYNOTEST

8500 9000 10000 12000 BTDC 29º 29º 24º 25º 25º 24º 23º 21º HASIL DYNOTEST
SUZUKI SHOGUN 125
SUZUKI SHOGUN 125
BTDC 34º 4 5 6 33º 2 3  7 8 30º 1 15º 2000
BTDC
34º
4
5
6
33º
2
3
7
8
30º
1
15º
2000
3000
4000
6000
8000
8500
10000
11000
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

4000

6000

8000

8500

10000

11000

12000

BTDC

30º

33º

33º

34º

34º

34º

33º

33º

HASIL DYNOTEST

33º 34º 34º 34º 33º 33º HASIL DYNOTEST YAMAHA JUPITER MX BTDC 36º 3 5 
YAMAHA JUPITER MX BTDC 36º 3 5  6 7 8 32º 2 4 26º
YAMAHA JUPITER MX
BTDC
36º
3
5
6
7
8
32º
2
4
26º
1
15º
RPM
2000
3000
4000
6000
7000
8000
10000
11000
12000
RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000 TABLE KURVA PENGAPIAN   STEP 1

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

4000

5000

6000

7000

10000

11000

12000

BTDC

26º

32º

36º

32º

35º

35º

35º

35º

HASIL DYNOTEST

7000 10000 11000 12000 BTDC 26º 32º 36º 32º 35º 35º 35º 35º HASIL DYNOTEST
SUZUKI SATRIA 150F YAMAHA VEGA R NEW
SUZUKI SATRIA 150F
YAMAHA VEGA R NEW
BTDC 43º 5 6 7  8 42º 3 4 38º 2 35º 1 15º
BTDC
43º
5
6
7
8
42º
3
4
38º
2
35º
1
15º
2000
3000
4000
5000
6000
6500
10000
10500
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

4000

5000

6000

6500

10000

10500

12000

BTDC

35º

38º

42º

42º

43º

43º

42º

42º

HASIL DYNOTEST

42º 42º 43º 43º 42º 42º HASIL DYNOTEST BTDC 36º 4 5 6 35º  7
BTDC 36º 4 5 6 35º  7 8 34º 3 33º 2 30º 1
BTDC
36º
4
5
6
35º
7
8
34º
3
33º
2
30º
1
15º
2000
3000
4000
7100
7000
8000
10000
11000
12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN

 

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

RPM

3000

4000

7000

8000

8500

10000

11000

12000

BTDC

30º

33º

34º

36º

36º

36º

35º

35º

HASIL DYNOTEST

8500 10000 11000 12000 BTDC 30º 33º 34º 36º 36º 36º 35º 35º HASIL DYNOTEST
MATRIK BTDC CONTOH TENGAH ATASBAWAH 3000-6000 6500-10500 11000-13000 43º 42º 41º 40º G G NG
MATRIK
BTDC
CONTOH
TENGAH ATASBAWAH
3000-6000
6500-10500
11000-13000
43º
42º
41º
40º
G
G
NG
NG
NG
G
39º
38º
NG
NG
NG
37º
NG
NG
NG
36º
NG
NG
NG
35º
NG
NG
NG
34º
NG
NG
NG
33º
NG
NG
NG
NG
NG
NG
32º
31º
NG
NG
NG
30º
NG
NG
NG
29º
NG
NG
NG
28º
NG
NG
NG
27º
NG
NG
NG
15º
CATATAN :
G
= GOOD
NG = NO GOOD
2000
RPM
TIME =
IT-1
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
3000
4000
7000
8000
9000
10500
11000
13000
BTDC
35
40
40
40
40
40
39
39
IT-2
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
MATRIK ATASBAWAH TENGAH BTDC 43º 42º 41º 40º 39º 38º 37º 36º 35º 34º 33º
MATRIK
ATASBAWAH
TENGAH
BTDC
43º
42º
41º
40º
39º
38º
37º
36º
35º
34º
33º
32º
31º
30º
29º
28º
27º
15º
CATATAN :
G
= GOOD
NG = NO GOOD
2000
RPM
TIME =
IT-1
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
IT-2
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
MATRIK TENGAH ATASBAWAH BTDC 43º 42º 41º 40º 39º 38º 37º 36º 35º 34º 33º
MATRIK
TENGAH ATASBAWAH
BTDC
43º
42º
41º
40º
39º
38º
37º
36º
35º
34º
33º
32º
31º
30º
29º
28º
27º
15º
CATATAN :
G
= GOOD
NG = NO GOOD
2000
RPM
TIME =
IT-1
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
IT-2
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
MATRIK ATASBAWAH TENGAH BTDC 43º 42º 41º 40º 39º 38º 37º 36º 35º 34º 33º
MATRIK
ATASBAWAH
TENGAH
BTDC
43º
42º
41º
40º
39º
38º
37º
36º
35º
34º
33º
32º
31º
30º
29º
28º
27º
15º
CATATAN :
G
= GOOD
NG = NO GOOD
2000
RPM
TIME =
IT-1
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
IT-2
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
MATRIK TENGAH ATASBAWAH BTDC 43º 42º 41º 40º 39º 38º 37º 36º 35º 34º 33º
MATRIK
TENGAH ATASBAWAH
BTDC
43º
42º
41º
40º
39º
38º
37º
36º
35º
34º
33º
32º
31º
30º
29º
28º
27º
15º
CATATAN :
G
= GOOD
NG = NO GOOD
2000
RPM
TIME =
IT-1
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
IT-2
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
MATRIK ATASBAWAH TENGAH BTDC 43º 42º 41º 40º 39º 38º 37º 36º 35º 34º 33º
MATRIK
ATASBAWAH
TENGAH
BTDC
43º
42º
41º
40º
39º
38º
37º
36º
35º
34º
33º
32º
31º
30º
29º
28º
27º
15º
CATATAN :
G
= GOOD
NG = NO GOOD
2000
RPM
TIME =
IT-1
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
IT-2
STEP 1
3STEP
2
4STEP
STEP 5STEP
STEP 7STEP
6
STEP 8
RPM
BTDC
1 2 3 1 2 3 1 2 3 6 5 4 6 5 4
1 2 3 1 2 3 1 2 3 6 5 4 6 5 4
1
2
3
1
2
3
1
2
3
6
5
4
6
5
4
6
5
4

Yamaha Jupiter Z / Mio

Suzuki Satria 150F

Suzuki Satria 120R

1. Koil

(Orange)

1. Koil

(Putih/Biru)

1. 12 Volt (Hijau/Putih)

2. Massa (Hitam)

2. Massa (Hitam/Putih)

2. Nol

3. 12Volt (Coklat)

3. Pulser (Biru/Kuning)

3. Pulser (Biru/Kuning)

4. Massa (Merah)

4. 12Volt (Hijau/putih)

4. Massa (Hitam/Putih)

5. Pulser (Putih)

5. Tachometer

5. Massa (Orange)

6. Nol

6. Massa (Orange)

1 2 4 3
1
2
4
3
5 6
5
6
6. Koil (Putih/Biru) Shogun 125 1 2 1. Massa 2. Pulser 4 3 3. Koil
6. Koil (Putih/Biru)
Shogun 125
1
2
1. Massa
2. Pulser
4
3
3. Koil
4. Nol
5. 12 Volt
6. Nol
5
6
1 2 4 3
1
2
4
3
5 6
5
6

Shogun 110

1. Massa

2. Pulser

3. Koil

4. Nol

5. 12 Volt

6. Nol

Supra Series 1. Massa 1 2 1 2 2. Pulser 3 3. Kunci Kontak 3
Supra Series
1. Massa
1
2
1
2
2. Pulser
3
3. Kunci Kontak
3
4
4. Spul Input
5
4
5. Koil
1
2
3
4
9
10
11
12
8
7
6
5
Karisma 125 1. Koil 1 2 2. Massa 3 3. 12 Volt 4. Pulser 4
Karisma 125
1. Koil
1
2
2. Massa
3
3. 12 Volt
4. Pulser
4
5
1
2
3
4
8
7
6
5
1 2 3 6 5 4
1
2
3
6
5
4
1 2 3 6 5 4
1
2
3
6
5
4

Suzuki Smash

Suzuki Spin 125

1. Koil

1.

2. Massa

2.

3. Pulser

3.

4. 12 Volt

4.

5. Nol

5.

6. Massa

6.

Mega PRO
1.
2.
3. 4. Mega PRO 1. 2.

Honda Tiger 2000

Massa

Pulser

Koil

Massa

1. Massa

2. Pulser

3. Koil

4. Nol 5. 12 Volt Nol 6. Sonic/Kirana 1. 12 Volt 1 2 2. Pulser
4.
Nol
5.
12 Volt
Nol
6.
Sonic/Kirana
1. 12 Volt
1
2
2. Pulser
3. Massa
3
4. Koil
4
1
2
3
4
8
7
6
5

5. Spul Input

6. Kunci Kontak

CBR 150

1. 12 Volt

2. Pulser

3. Tachometer

4. Massa

5. Koil

Jupiter MX

1. Massa

7. Pulser

Thunder 250

Kaze X 130

2. Nol

8. Koil

1. Massa

5. Nol

1. Massa

5. Nol

3. Massa

9. Nol

2. Nol

6. Nol

2. Koil

6. Nol

4. 12 Volt

10. Indikator

3. 12 Volt

7. Massa

3. Pulser

7.Tacho

5. Massa

11. Nol

4. Koil

8. Pulser

4. Nol

8.12 Volt

6. Temp

12. Fan

9 8 7 6 5 4 3 2 1 18 17 16 15 14 13
9
8
7
6
5
4
3
2
1
18
17
16
15
14
13
12
11
10
Honda Vario 110/ Click
1. 12 Volt
10. Koil
2. Starter
11. Nol
3. Pulser
12. Nol
4. Nol
13. Nol
5. Massa Temp
14. Temp
6. Massa F/S
15. Nol
7. Relay
16. Nol
8. 17. Foot Switch
Cooke
9. 18.
Nol
Temp Indikator

YAMAHA F-1ZR (AC)

Switch Cooke 9. 18. Nol Temp Indikator YAMAHA F-1ZR (AC) 1 . O r a n
Switch Cooke 9. 18. Nol Temp Indikator YAMAHA F-1ZR (AC) 1 . O r a n

1. Orange = Koil

2. Hitam

3. Hitam/Merah

4. Hitam/Putih

5. Hijau/Putih

6. Putih/Biru

7. Putih/Merah

= Massa

= Input Spul

= Kunci Kontak

= Massa

= Pulser

= Massa

YAMAHA RX-KING (AC)

= Kunci Kontak = Massa = Pulser = Massa YAMAHA RX-KING (AC) = Pulser 1. Orange

= Pulser= Kunci Kontak = Massa = Pulser = Massa YAMAHA RX-KING (AC) 1. Orange = Koil

1. Orange = Koil

2. Hitam

3. Hitam/Merah

4. Hitam/Putih

5. Putih/Hijau

= Massa

= Input Spul

= Kunci Kontak

YAMAHA F-1ZR (DC)

= Massa = Input Spul = Kunci Kontak YAMAHA F-1ZR (DC) = Massa 3. Coklat =

= Massa= Massa = Input Spul = Kunci Kontak YAMAHA F-1ZR (DC) 3. Coklat = Pulser =

3. Coklat

= Pulser

= Massa

= 12Volt

1. Orange = Koil

2. Hitam

4. Putih/Biru

5. Putih/Merah

YAMAHA RX-KING (DC)

1. Orange = Koil = Massa 2. Hitam 3. Coklat = 12 Volt 4. Putih/Hijau
1. Orange = Koil
= Massa
2. Hitam
3. Coklat
= 12 Volt
4. Putih/Hijau
= Pulser
2. Hitam 3. Coklat = 12 Volt 4. Putih/Hijau = Pulser MODIFIKASI TONJOLAN PULSER Bagian yang

MODIFIKASI TONJOLAN PULSER

Bagian yang

ditambah

dan

dibuang

(Depan/kiri)

PULSER Bagian yang ditambah dan dibuang (Depan/kiri) CATATAN : Sesuaikan panjang tonjolan pulser berdasarkan
PULSER Bagian yang ditambah dan dibuang (Depan/kiri) CATATAN : Sesuaikan panjang tonjolan pulser berdasarkan

CATATAN :

Sesuaikan panjang tonjolan pulser berdasarkan Table Pick Up Pulser

TMA Langkah 1: Buatlah Lempengan Fly Wheel seperi gambar di samping. Langkah 2: Diameter Lempengan
TMA Langkah 1: Buatlah Lempengan Fly Wheel seperi gambar di samping. Langkah 2: Diameter Lempengan
TMA Langkah 1: Buatlah Lempengan Fly Wheel seperi gambar di samping. Langkah 2: Diameter Lempengan
TMA
TMA

Langkah 1:

Buatlah Lempengan Fly Wheel seperi gambar di samping.

Langkah 2:

Diameter Lempengan = 112 mm

Langkah 3:

Panjang Tonjolan = 38mm atau sesuai CDI yang hendak digunakan.

CATATAN :

Piston berada pada Titik Mati Atas (TMA) Jika diameter 112 mm, maka 1.024mm = 1º

Atas (TMA) • Jika diameter 112 mm, maka 1.024mm = 1º KESIMPULAN • Mesin Langsam pada

KESIMPULAN

Mesin Langsam pada 15º sebelum TMA

Maksimum sudut pengapian = 52.1º sebelum TMA

APLIKASI

Jika anda memakai CDI BRT Hyperband model Karisma dengan kode 15-35, artinya :

- Langsam

= 15º

- Advance

= 35º

BTDC KURVA PENGAPIAN 52.1º 15º RPM PANJANG TONJOLAN 15º 37.1º (Maksimum Advance)
BTDC
KURVA PENGAPIAN
52.1º
15º
RPM
PANJANG TONJOLAN
15º
37.1º
(Maksimum Advance)
RPM PANJANG TONJOLAN 15º 37.1º (Maksimum Advance) CDI RACING DIGITAL HYPERBAND CDI RACING DIGITAL DUAL BAND
RPM PANJANG TONJOLAN 15º 37.1º (Maksimum Advance) CDI RACING DIGITAL HYPERBAND CDI RACING DIGITAL DUAL BAND

CDI RACING

DIGITAL HYPERBAND

CDI RACING

DIGITAL DUAL BAND

15º 37.1º (Maksimum Advance) CDI RACING DIGITAL HYPERBAND CDI RACING DIGITAL DUAL BAND CDI RACING DIGITAL

CDI RACING DIGITAL MASTER CHIP

RACING KIT KAMPAS KOPLING RACING PER KOPLING RACING CDI RACING DIGITAL SMART CLICK CDI RACING
RACING KIT KAMPAS KOPLING RACING PER KOPLING RACING CDI RACING DIGITAL SMART CLICK CDI RACING
RACING KIT KAMPAS KOPLING RACING PER KOPLING RACING CDI RACING DIGITAL SMART CLICK CDI RACING
RACING KIT KAMPAS KOPLING RACING PER KOPLING RACING CDI RACING DIGITAL SMART CLICK CDI RACING

RACING KIT

KAMPAS KOPLING RACING

PER KOPLING

RACING

RACING KIT KAMPAS KOPLING RACING PER KOPLING RACING CDI RACING DIGITAL SMART CLICK CDI RACING i-MAX
RACING KIT KAMPAS KOPLING RACING PER KOPLING RACING CDI RACING DIGITAL SMART CLICK CDI RACING i-MAX

CDI RACING

DIGITAL SMART CLICK

CDI RACING

i-MAX PROGRAMMABLE (SINGLE BAND)

DIGITAL SMART CLICK CDI RACING i-MAX PROGRAMMABLE (SINGLE BAND) CDI RACING i-MAX PROGRAMMABLE (DUALBAND) REMOTE PROGRAMMER

CDI RACING

i-MAX PROGRAMMABLE (DUALBAND)

DIGITAL SMART CLICK CDI RACING i-MAX PROGRAMMABLE (SINGLE BAND) CDI RACING i-MAX PROGRAMMABLE (DUALBAND) REMOTE PROGRAMMER

REMOTE PROGRAMMER

CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG
CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG
CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG
CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG

CAS AKI CERDAS

SUPER PAD

RACING

SUPER CALIPER

RACING

CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG RACING

MAGNESIUM ALLOY

CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG RACING
CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG RACING
CAS AKI CERDAS SUPER PAD RACING SUPER CALIPER RACING MAGNESIUM ALLOY CDI STANDART (OEM) VELG RACING

CDI STANDART (OEM)

VELG

RACING