Anda di halaman 1dari 7

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN A. aNALISA Embargo Minyak Iran Membuat 70 Kilang Eropa Tutup Minggu, 29 Januari 2012 14:03 WIB REPUBLIKA.CO.ID, ROMA - Direktur Badan Industri Minyak Italia, (Unione Petrolifera), Piero De Simone mengatakan embargo Uni Eropa terhadap sektor minyak Iran akan mengakibatkan penutupan lebih cepat sekitar 70 kilang Eropa."Italia sudah menghadapi risiko penutupan lima kilang minyak dan pada tingkat Eropa, kita berbicara tentang kemungkinan liburnya sekitar 70 kilang," ujar Piero De Simone kepada Bloomberg yang dilansir irib, Ahad (29/1).Simone menyatakan keprihatinannya atas sanksi sepihak Barat terhadap Republik Islam. Ia menuturkan, embargo akan membantu importir minyak Asia untuk menjadi lebih kuat dalam melemahkan pesaing mereka di Eropa."Negara-negara Asia yang tidak menerapkan embargo bisa membeli minyak Iran dengan harga diskon dan menjual murah produk olahan kepada kami," jelas Simone. Sekarang, tambah dia, Iran harus membongkar produksinya di suatu tempat dengan pembeli baru. Dalam pertemuan terbaru di Brussels pada 23 Januari, menteri luar negeri Uni Eropa menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang mencakup larangan pembelian minyak, pembekuan aset Bank Sentral Iran di Uni Eropa, dan larangan penjualan berlian, emas dan logam berharga lainnya ke Iran. Sumber. http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/01/29/lyjsylembargo-minyak-iran-membuat-70-kilang-eropa-tutup. Rabu, 9 Rabiul Awwal 1433 / 01 Pebruari 2012 | 10:25

Jika Iran tak Bisa Jual Minyak, yang Lain Juga' Jumat, 27 Januari 2012 09:48 WIB REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Teheran tidak akan mengizinkan suatu kondisi di mana muncul orang lain diizinkan untuk menjual minyak dan Iran tidak."Dengan tidak adanya pasokan minyak dari Iran, harga minyak akan naik dan mereka (negara-negara Barat) tahu itu. Namun, Iran tidak akan pernah membiarkan dirinya berada dalam situasi di mana ia tidak bisa menjual minyak, namun negara-negara regional lain bisa," kata Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pada Press TV, Kamis (26/1).Keputusan Eropa untuk mengembargo minyak Iran bukan untuk kepentingan mereka. "Kebijakan Barat mengenai tujuan sanksinya sebenarnya adalah untuk manuver politik," tambahnya. "Iran tidak membutuhkan bantuan apapun dari negara manapun untuk menjual minyak, karena permintaan global selalu ada," kata Velayati lagi.Pada Malam Tahun Baru, Presiden AS Barack Obama menandatangani undang-undang sanksi baru ekonomi sepihak terhadap Bank Sentral Iran dalam sebuah upaya nyata untuk menghukum perusahaan-perusahaan asing dan bank yang melakukan bisnis dengan lembaga keuangan Iran. RUU ini akhirnya bertujuan untuk mengurangi pendapatan minyak Iran. Uni Eropa mengikutinya dengan menampar sanksi baru terhadap Iran dalam pertemuan para menteri luar negeri blok itu pada 23 Januari lalu.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/01/27/lyfrs0-jikairan-tak-bisa-jual-minyak-yang-lain-juga Rabu, 9 Rabiul Awwal 1433 / 01 Pebruari 2012 | 10:27 Negara anggota Uni Eropa membeli pasokan sekitar 500 ribu barel per hari minyak dari Iran, yang menempatkan blok itu sebagai pasar terbesar minyak mentah Tehran. AS dan Uni Eropa menuduh Iran mengejar program nuklir militer, dan menggunakan tudingan tersebut sebagai alasan untuk menekan Dewan Keamanan PBB supaya menerapkan sanksi putaran empat terhadap negara itu. Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/01/21/ly4qwvberniat-beri-sanksi-embargo-iran-uni-eropa-justru-bingung-sendiri, Rabu, 9 Rabiul Awwal 1433 / 01 Pebruari 2012 | 10:33

Kamis, 05 Januari 2012 06:50 WIB: penutupan sebelumnya ke puncak sesi hampir 114 dolar AS, menyusul berita bahwa Eropa telah setuju pada prinsipnya untuk melarang minyak mentah Iran. Iran memasok total sekitar 450.000 barel per hari untuk negara anggota UE, membuat blok kolektif ini sebagai pasar kedua terbesar untuk minyak Iran setelah China. Sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/01/05/lxaswa-uni embargo-minyak-iran. Rabu, 9 Rabiul Awwal 1433 / 01 Pebruari 2012 | 10:37 Uni Eropa Embargo Iran, Harga Minyak Melambung Selasa, 24 Januari 2012 06:02 WIB REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak naik moderat pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah Uni Eropa menjatuhkan embargo pada ekspor minyak mentah Iran sebagai bagian dari sanksi baru keras ditujukan untuk menghentikan Teheran dari pendanaan program nuklirnya yang kontroversial. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret naik 1,25 dolar AS menjadi 99,58 dolar AS per barel, setelah embargo yang diperkirakan secara luas diumumkan. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Maret naik 72 sen menjadi 110,58 dolar AS per barel. Setelah pembicaraan berminggu-minggu, Uni Eropa pada Senin sepakat untuk melarang impor minyak dari Iran sebagai bagian dari upaya bersama dengan Amerika Serikat untuk menekan Teheran menghentikan program senjata nuklirnya yang dituduhkan. Teheran membantah sedang mengembangkan senjata nuklir. Uni Eropa juga membekukan aset bank sentral negara itu "sambil memastikan bahwa perdagangan yang sah dapat terus di bawah persyaratan yang ketat."Dampak pada pasar dari sanksi tersebut terbatas. Sementara mereka menetapkan larangan segera pada impor minyak baru dari Iran, kontrak yang ada akan dihapuskan sampai 1 Juli, sebuah langkah yang dirancang untuk membatasi dampak pada negara seperti Yunani, yang sangat bergantung pada minyak Iran."Larangan impor ... akan dilaksanakan secara bertahap selama periode beberapa bulan, yang akan meredam dampak inflasi terhadap harga minyak," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch. Iran telah menjual sekitar seperlima minyak mentah ke negara-negara Uni Eropa, dengan Yunani, Spanyol dan Italia pembeli utama. "Dengan volume impor harian sebesar 450 ribu barel atau hampir 20 persen dari total ekspor minyak Iran, Uni Eropa adalah pelanggan kedua terbesar minyak Iran," kata Fritsch. eropa-

Andy Lipow dari Lipow Oil Associates mengatakan: "Harapan bagi Uni Eropa adalah bahwa Iran akan menjual lebih sedikit minyak mentah miliknya, sehingga mempengaruhi pendapatan." "Sementara itu, negara-negara Uni Eropa yang membeli minyak mentah Iran akan perlu untuk menemukan sumber-sumber alternatif," katanya, menunjuk ke Arab Saudi, yang telah meningkatkan produksinya, dan Kuwait. Sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/01/24/ly9xcf-uni-eropaembargo-iran-harga-minyak-melambung. Rabu, 9 Rabiul Awwal 1433 / 01 Pebruari 2012 | 10:39 Mostafa Mohammad mengejek aksi embargo minyak Uni Eropa terhadap Iran yang diberlakukan di tengah krisis parah zona euro. Pernyataannya mengacu pada krisis ekonomi di Barat dan ketidakstabilan euro di pasar internasional. "Sanksi ini akan menyebabkan kenaikan harga minyak dunia di pasar internasional dan Eropa,'' katanya. ''Karena itu, sanksi minyak Iran akan menyebabkan biaya produksi yang besar bagi negara-negara Eropa.'' Sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/01/25/lyc32r-sanksiminyak-iran-jadi-bumerang-ekonomi-eropa. Rabu, 9 Rabiul Awwal 1433 / 01 Pebruari 2012 | 11:24 Minyak Iran Tembus USD150 per Barel Senin, 30 Januari 2012 07:03 WIB REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN--Direktur Manajemen Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC), Ahmad Qalebani mengatakan harga minyak mentah pekan ini mencapai USD150 per barel, pasca sanksi Uni Eropa terhadap ekspor minyak Iran. Dia mengatakan blok ekonomi dan bisnis global akan mengalami guncangan yang luar biasa, karena embargo terhadap Teheran. Serta barat akan paling menderita dan paling merugi. Semantara itu Menteri Minyak Iran, Rostam Qasemi mengatakan Republik Islam Iran akan segera menghentikan ekspor minyak mentah ke negara-negara tertentu, akibat dari keputusan Uni Eropa untuk melarang impor minyak dari Iran. Qasemi mengatakan, "Kurang dari 20 persen dari minyak mentah Iran saat ini sedang diekspor ke Eropa dan bahwa Iran tidak memiliki masalah dalam menjual minyak ke pasar selain Uni Eropa," katanya, Ahad (29/1). Sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/01/30/lyl46b-minyak-irantembus-usd150-per-barel, Rabu, 9 Rabiul Awwal 1433 / 01 Pebruari 2012 | 11:29 Wednesday, Jan 25, 2012 , mengirim minyak mereka ke luar negeri. Selat itu merupakan jalur perairan bagi delapan negara di kawasan Teluk Persia seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kesultanan Oman, Kuwait, Irak, dan Iran. Di Indonesia, lanjut Kurtubi, dampak akan terasa salah satunya di kilang minyak Unit IV Pertamina di Cilacap.Kilang itu mendapat suplai minyak mentah dari negaranegara Teluk yang pengirimannya harus melewati Selat Hormuz. Kilang tersebut yang terbesar di Indonesia dan mampu menghasilkan BBM 230 ribu bph. Penutupan Selat Hormuz bisa memengaruhi produktivitas kilang Cilacap. Kilang Cilacap itu menyuplai sepertiga BBM nasional. Kalau memang terjadi seperti itu, akan terjadi antrean BBM di mana-mana, tukas Kurtubi. Oleh karena itu, Kurtubi mengapresiasi gagasan PT Pertamina untuk membeli mi nyak mentah produksi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Kita menyambut gembira usaha Pertamina agar perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia minyaknya tidak dijual ke luar, melainkan ke dalam negeri, kata Kurtubi.

`Embargo UE mungkin tidak akan berdampak secara aktual terhadap suplai hingga sekitar pertengahan 2012', tulis IEA menanggapi kesepakatan UE mengembargo minyak Iran untuk menekan program nuklir negeri Persia tersebut. Hal tersebut, ujar IEA, harus dijadikan kesempatan bagi negara-negara yang selama ini bergantung pada minyak Iran untuk mencari sumber minyak mentah alternatif. Sebelumnya, negara-negara UE mengimpor 20% produksi minyak Iran. Yunani ada lah negara UE pengonsumsi terbesar minyak Iran, hingga sepertiga dari kebutuhan minyak dalam negerinya. Berbeda dengan negaranegara Eropa, negara-negara Asia, yang termasuk salah satu konsumen terbesar minyak Iran, menyatakan akan tetap menjalankan kebijakan impor dari Teheran. Menteri Perminyakan India Jaipal Reddy, misalnya, mengatakan negaranya telah menyepakati perjanjian perdagangan minyak dengan Iran sebesar US$12 miliar. India mengimpor 16% produksi minyak Iran. India ingin membeli minyak Iran sebanyak itu karena penawaran yang menguntungkan, ujar Reddy, awal pekan ini, di New Delhi, India. Sumber:http://www.bakrie-brothers.com/mediarelation/detail/1591/indonesia-bisa-terkenadampaknya. Wednesday, Jan 25, 2012 Pada akhir 2011, pemberitaan seputar krisis utang Eropa dan melambatnya ekonomi AS mulai bergeser dengan kemarahan AS terhadap Iran. Iran dituding tengah mengembangkan program nuklir sebagai senjata pemusnah masal. AS dan sekutunya di Eropa berang terhadap Iran menyusul laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada November lalu perihal program nuklir Teheran. Tim pengawas nuklir PBB (IAEA) mengungkapkan Iran sengaja mengembangkan program senjata nuklir. Di sisi lain, Iran menampik tudingan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklir untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi warganya. Guru besar teknik perminyakan Institute Teknologi Bandung, Rudi Rubiandini, menilai jika embargo minyak AS terhadap Iran jadi dijatuhkan dan Iran memblok Selat Hormuz, maka seluruh negara di dunia akan merasakan dampaknya, termasuk Indonesia. Dampak secara internasional jika ancaman itu diberlakukan adalah pasokan minyak mentah dunia akan terganggu. Selain itu, harga minyak dipastikan bakal naik tajam. Bagi Indonesia, embargo minyak Iran oleh AS bisa membuat Indonesia kesulitan memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. Bahan bakar akan sangat langka. Antrean kendaraan di SPBU akan berderet. Dikatakan Rudi, impor minyak mentah Indonesia hampir 100 persen berasal dari kawasan Timur Tengah. Posisi ini sangat sulit bagi Indonesia. Jika embargo minyak Iran jadi dijatuhkan, maka sepertiga kebutuhan dalam negeri akan hilang. "Kalau untuk kemungkinan akan sejauh mana harga minyak naik, masih sulit ditebak sebab perdagangan minyak itu perlu waktu," kata Rudi, Jumat (20/1). Rudi juga berkomentar usulan AS agar negara-negara pengekspor minyak menaikkan produksi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Produksi minyak tidak sesederhana sumur air. Sekarang ini, produksi minyak mentah dunia yang melalui Selat Hormuz sebanyak 83 juta barrel per hari. Jika pasokan minyak dari Iran terhenti, itu berarti 20 juta barrel minyak per hari akan hilang. "Untuk tiba-tiba menghasilkan minyak 20 juta barrel per hari, bukan perkara mudah. Mudahmudahan ini hanya gertakan AS saja," kata Rudi. Kekhawatiran serupa juga diungkapkan Agusman Efendi, Dewan Energi Nasional. Selama ini, suplai minyak mentah Indonesia terbanyak dari wilayah Timur Tengah. Dengan begitu, dengan disetopnya minyak Iran, Indonesia harus menghadapi ancaman kenaikan anggaran lantaran harga minyak naik. "

"Sebanyak 35 persen minyak kita dari Timur Tengah. Harga minyak sampai menyentuh 145 dollar AS per barrel, bisa terulang lagi," kata Agusman, Jumat (20/1).

Upaya AS yang terus mendekati negara-negara Arab agar memberikan dukungan, dinilai Agusman, semakin memberikan tekanan pada Iran. Namun begitu, dia berharap embargo AS terhadap Iran dan ancaman Iran memblokade Selat Hormuz urung dilakukan demi kebaikan dunia. uci/E-12 Sumber : http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/81621, Selasa, 24 Januari 2012 | 01:17:58 WIB