Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Analisis Situasi Setiap negara terdiri dari bangsa, dan bangsa itu adalah masyarakat.

Masyarakat sebagai kumpulan individu yang majemuk yang mempunyai tatanan peraturan atas dasar asas dan adat yang sedang berlaku di lingkungan tersebut, maka masyarakat didefinisikan sebagai kumpulan individu yang menempati lingkungan atau daerah tertentu dengan mempunyai sistem pemerintahan tertentu, juga tujuan dan maksud tertentu pula baik yang dijabarkan secara khusus maupun secara umum. Adapun pencapaian tujuan dan maksud yang dilakukan oleh masyarakat dikerjakan dalam bentuk berbagai kegiatan dan usaha baik secara individu maupun kelompok. Penganalisaan yang dilakukan terhadap situasi masyarakat Desa

Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya menggambarkan hubungan yang tercipta di antara individu masyarakat masih terjalin dalam hubungan kekeluargaan yang erat baik antar golongan, dusun maupun masyarakat pada umumnya. Hal ini menandakan untuk sistem kemasyarakatannya tidak ada permasalahan yang cukup serius sehingga tidak perlu dikaji lagi lebih mendalam karena paguyuban ini masih mencerminkan suatu paguyuban masyarakat yang masih tersentuh oleh adat kebiasaan masyarakat dahulu, namun sedikitnya sudah mulai tersentuh pula teknologi-teknologi modern, meskipun keadaan daerah pada umumnya masih terdapat hambatan-hambatan. Setelah melakukan penganalisisan terhadap kondisi perekonomian di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna ternyata bidang usaha mikro kecil dan

Laporan Kelompok KKN XIV | 1

menengah (UMKM) merupakan salah satu penunjang terbesar untuk tingkat perekonomian dan pendapatan masyarakat Desa Singaparna. Desa Singaparna memiliki 4 Kedusunan dan kesemua kedusunan tersebut memiliki ciri khas dalam melakukan usahanya / jenis usahanya, diantarnya Dusun Babakan Karang merupakan daerah Industri rumahan seperti: dodol, kue kering, Pabrik Tahu, tempe,dll. Dusun Panyingkiran merupakan daerah yang mayoritas home industri juga, Dusun Kebon Salak merupakan daerah Budi daya Ikan, Pabrik tahu, Los Kayu, Pabrik heuleur,& Industri rumahan lainnya , Dusun Cikiray merupakan daerah yang terdiri dari Meubel, Pabrik tahu,& ternak ayam. Melihat berbagai jenis usaha di atas tentunya kita merasa bangga dan berharap besar terhadap perkembangan UMKM yang berada di Desa Singaparna menjadi sektor pendukung dan penyokong perekonomian masyarakat Desa Singaparna, tetapi dalam perkembangannya terdapat beberapa permasalahan yang menyangkut perkembangan UMKM tersebut diantaranya , permasalahan manajemen usaha yang masih banyak menganut sistem tradasional (tanpa pencatatan), permasalahan pengetahuan pemilik UMKM mengenai informasi program bantuan pemerintah mengenai pembinaan UMKM,Permodalan dalam UMKM tersebut terhadap lembaga keuangan (bank atau Lembaga Bukan Bank)

1.2

Perumusan masalah Menyikapi permasalahan dalam analasis situasi penulis mencoba untuk

membuat suatu rumusan masalah mengenai permasalahan yang menyangkut UMKM yang berada di Desa Singaparna dengan pertimbangan tema / program kerja yang di usung Kuliah Kerja Nyata ( K K N ) Universitas Siliwangi Tahun

Laporan Kelompok KKN XIV | 2

Akademik 2009 Implementasi Kewirausahaan Mahasiswa dalam Upaya Mendukung Pengembangan UMKM Dengan pertimbangan di atas akhirnya terbentuk sebuah rumusan masalah yaitu : 1. Apa yang menjadi kendala bagi pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil menengah) dalam mendapatkan modal usaha, baik itu berupa financial maupun pengetahuan yang lebih terarah? 2. Bagaimanakah pola manajemen yang baik dan layak bagi UMKM (Usaha Miro Kecil Menengah) di Desa Singaparna? 3. Bagaimanakah pembukuan yang layak digunakan untuk melakukan pencatatan (laporan keuangan) bagi pelaku usaha UMKM (Usaha Miro Kecil Menengah)?

1.3

Tujuan dan Kegunaan Adapun tujuan dari penulisan laporan pelaksanaan kuliah kerja nyata

(KKN) Universitas Siliwangi, kelompok XIV Desa Singaparna adalah : 1. Mengetahui Jumlah dan jenis UMKM yang berada di Desa Singaparna. 2. Melakukan observasi lapangan dalam mengumpulkan / mendata permasalahan yang menghambat perkembangan UMKM di Desa Singaparna. 3. Melakukan perumusan masalah sehingga terbentuk solusi untuk mengatasi permasalahan UMKM tersebut.

Laporan Kelompok KKN XIV | 3

4. Menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa / kami sebelum terjun langsung kelapangan pada masa / waktu yang akan datang Adapun kegunaannya adalah sebagai berikut : 1. Bagi Mahasiswa Sebagai awal pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat membuka wawasan, meningkatkan daya nalar serta pola pikir yang mengarah kepada pendewasaan sikap dan tingkah laku sehingga memudahkan memecahkan segala permasalahan di masa yang akan datang. 2. Bagi Masyarakat Diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat pedesaan yang bersangkutan sebagai manifestasi yang dinamis atas kunjungan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) baik sebagai koreksi maupun saran selama pengabdian. 3. Pemerintah Kabupaten a. Mendapatkan umpan balik yang berharga guna mengevaluasi pelaksanaan program/proyek pembangunan di wilayah yang dijadikan lokasi KKN yang sedang atau telah dilaksanakan serta dapat menyusun perencanaan pembinaan dan pembangunan wilayah untuk masa yang akan datang. b. Membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan mempersiapkan kader-kader pembangunan wilayahnya. c. Mendapatkan dua data dan informasi baru untuk memperbaiki pembinaan dan pengembangan masyarakat. 4. Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Laporan Kelompok KKN XIV | 4

a. Mendapatkan masukan untuk pembinaan pendidikan, menyusun kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan institusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan pembangunan. b. Meningkatkan partisipasi dan peranan Universitas Siliwangi Tasikmalaya dalam pelaksanaan pembangunan daerah. c. Meningkatkan kerjasama UNSIL dengan pemerintah daerah serta institusi/organisasi/lembaga lainnya yang terkait.

1.4

Penentuan khalayak Sasaran Berdasarkan hasil musyawarah anggota dan aparatur Desa Singaparna

akhirnya terbentuk suatu keputusan mengenai penentuan sasaran yang ditik beratkan kepada sektor UMKM yang berada di wilayah Desa Singaparna pada umumnya dan khusunya di masing masing Kadusunan ( 4 kadusunan ). Yang pada intinya Khalayak Sasaran yang kami titik beratkan adalah Pelaku-pelaku UMKM yang berada di Desa Singaparana.

1.5

Metode yang digunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

sebab penelitian ini bersifat aktual dan benar-benar terjadi dimasa sekarang. Adapun teknik pengumpulan data yang dipakai adalah sebagai berikut : a. Teknik Observasi

Laporan Kelompok KKN XIV | 5

Adalah metode atau cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. b. Teknik Interview Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang gambaran umum masyarakat desa khususnya pelaku UMKM dalam mencari keterangan masalah-masalah dalam wawancara yang ditujukan kepada aparat desa dan masyarakat pelaku UMKM .

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI

2.1 Data Umum Potensi Desa/Kelurahan 2.1.1 LUAS TANAH a. Pemukiman b. Pertanian c. Kolam d. Gunung e. Lapangan f. Sungai g. Jalan Provinsi h. Jalan kabupaten i. Jalan Desa Beraspal : 47,5 Ha : : : : 4,6 Ha - Ha - Ha 2 Ha

: 0,6 Ha : 0.1 Ha : 0,04 Ha : 0,18 Ha : - Ha

j. Jalan Desa Berbatu

Laporan Kelompok KKN XIV | 6

k. Ladang dan Tegalan l. Lain-lain

- Ha

: 31,2 Ha M M

Panjang 1.000 M, Lebar 12 Panjang 400 M, Lebar 4

Panjang 1.800 M, Lebar Panjang M, Lebar

2,5 M - M

LUAS WILAYAH / TANAH : 86,22 Ha 2.1.2 PENDUDUK a. b. Penduduk Laki-laki : 4243 Orang

Penduduk Perempuan : 4349 Orang : 8592 Orang : 2044 KK : 397 KK : 3875 Umpi

JUMLAH PENDUDUK c. d. e. 2.1.3 Jumlah KK Jumlah KK Miskin Jumlah Umpi

PERANGKAT DESA a. Jumlah Aparat Desa b. Jumlah Rukun Tetangga c. Jumlah Rukun Warga d. Jumlah Kedusunan : 9 Orang : 50 Orang : 17 Orang : 4 Orang

2.1.4 LEMBAGA PEREKONOMIAN a. Jumlah Pasar b. Jumlah Koperasi c. Jumlah Perbankan 2.1.5 : 2 Buah : 2 Buah : 2 Buah

UMKM DAN KELOMPOK LAINNYA a. UMKM Anyaman b. UMKM Makan : - Buah : 15 Buah Laporan Kelompok KKN XIV | 7

c. Jumlah Kelompok Tani 2.1.6

: 1 Buah

DERAJAT KEHIDUPAN MASYARAKAT a. Rumah Sudah Berlistrik b. Rumah Belum Berlistrik c. Rumah Bertelepon : 3425 Rumah : 450 Rumah

: 1127 Rumah

d. Rumah Tidak Bertelepon : 2748 Rumah e. Rumah Punya TV : 1536 Rumah

f. Rumah Belum Punya TV : 2339 Rumah g. Kendaraan Roda Empat h. Kendaraan Roda Dua i. j. 2.1.7 Kendaraan Delman Kendaraan Becak : : : : 45 Buah 225 Buah 9 Buah 47 Buah

MATA PENCAHARIAN PENDUDUK a. Petani b. Pedagang c. Peternak d. Pengusaha e. Buruh f. PNS g. TNI Dan POLRI h. Pensiunan i. j. Pegawai Swasta Bidang Jasa : : : : 261 Orang 732 Orang 5 Orang 5 Orang

: 3180 Orang : : : : 393 Orang 21 Orang 277 Orang 255 Orang

: 3463 Orang

2.1.8

PERUSAHAAN a. b. c. d. e. f. g. Industri / Pabrik Heuleur Pengrajin Kayu Penginapan Rumah Makan Toko Warung : - Buah : 1 Buah : 1 Buah : - Buah : 2 Buah : 85 Buah : 68 Buah Laporan Kelompok KKN XIV | 8

h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u.

Bengkel Mobil Bengkel Motor Deler Mobil Deler Motor SPBU Agen Minyak Tanah Pangkalan Minyak Tanah Moubulair Bordir Kerajinan Tangan Pengrajin Makanan Olahan Wartel Counter HP Galian C

: 2 Buah : 6 Buah : - Buah : - Buah : - Buah : - Buah : 3 Buah : 4 Buah : 3 Buah : - Buah : 5 Buah : 2 Buah : 12 Buah : - Buah

2.2 Gambaran Umum Desa Singaparna 2.2.1 Dasar Hukum a. Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. b. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. c. Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya, No. 20 Tahun 2000 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa. d. Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya, No. 12 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Pengangkatan Pejabat Kepala Desa. e. Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya, No.13 Tahun 2006 tentang Badan Permusyawaratan Desa. f. Petikan Keputusan Bupati Tasikmalaya No. 141.1 / SK. 376 / Pemdes / 2007 tentang Pengangkatan Kepala Desa Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya hasil Pemilihan Tahun 2007. g. Peraturan Bupati Tasikmalaya No. 1 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya No. 12 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan,

Laporan Kelompok KKN XIV | 9

Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Pengangkatan Pejabat Kepala Desa.

2.2.2 Keadaan Umum A. Letak Geografis Wilayah Administratif Pemerintahan Desa Singaparna pernah menjadi Pusat Pemerintahan Kecamatan, juga Pusat Pemerintahan Pembantu Bupati Wilayah Singaparna yang meliputi : Kec. Singaparna, Kec. Cigalontang dan Kec. Leuwisari, namun pada tahun 1988 Desa Singaparna dimekarkan menjadi 2 Desa, yakni : Desa Singaparna dan Desa Singasari.

Desa Singaparna merupakan Desa kota yang masuk pada Wilayah Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, terletak di sebelah Utara Ibukota Kecamatan dengan jarak tempuh ke Kantor Kecamatan Km. 1,5

Berdasarkan catatan di Bapeda Kabupaten Tasikmalaya tahun 2006, luas wilayah Desa Singaparna adalah wilayah sebagai berikut : 86,22 Ha. Dengan batas-batas

Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat

: Desa arjasari ( Kec. Leuwisari ) : Desa Sukamulya-Desa Cipakat ( Kec. Singaparna ) : Desa Singasari ( Kec. Singaparna ) : Desa Singasari-Desa Arjasari.

B. Tata Guna Tanah Karena Desa Singaparna merupakan Desa Pusat Perekonomian dan Perdagangan di Kecamatan Singaparna, sehingga Luas Wilayah Desa 68,22 Ha, lebih terdominasi oleh pemukiman dan kantor / jasa. Secara

Laporan Kelompok KKN XIV | 10

Umum mengenai Tata Guna Tanah di Desa Singaparna Adalah sebagai berikut : a. Pemukiman dan perkarangan : 20,30 Ha b. Bangunan kantor dan jasa c. Pertanian / sawah d. Perikanan / kolam e. Lainnya 2.2.3 KEADAAN PENDUDUK Jumlah Penduduk Desa Singaparna sampai dengan Juli 2007 sebanyak: 8.589 Orang terdiri dari laki-laki sebanyak 4.238 Orang dan perempuan sebanyak 4.351 Orang dari jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2.046 KK.Adapun perkiraan kepadatan Penduduk / Ha. Mencapai 100 Orang / Ha. : 11,00 Ha : : : 7,00 Ha 7,50 Ha 0,42 Ha

A. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kelompok Umur 0 4 Tahun 5 9 Tahun 10 14 Tahun 15 19 Tahun 20 24 Tahun 25 29 Tahun 30 34 Tahun 35 39 Tahun 40 44 Tahun 45 49 Tahun 50 54 Tahun 55 59 Tahun 60 Ke atas Jumlah 1.977 Orang 1.019 Orang 907 Orang 934 Orang 402 Orang 399 Orang 447 Orang 476 Orang 497 Orang 511 Orang 309 Orang 319 Orang 393 Orang

B. Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan / Sekolah No 1 2 3 4 Tingkat Pendidikan SD SLTP SMA PERGURUAN TINGGI JUMLAH Jumlah 857 Orang 465 Orang 947 Orang 652 Orang 2.936 Orang

Laporan Kelompok KKN XIV | 11

C. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Mata Pencaharian Petani Pedagang Peternak Buruh PNS TNI / POLRI Pensiunan Jasa JUMLAH Jumlah 261 Orang 732 Orang 5 Orang 3.180 Orang 393 Orang 21 Orang 277 Orang 260 Orang 3.478 Orang 8.587 Orang

2.3 KEADAAN PEMERINTAH DESA 2.3.1. KELEMBAGAAN Lembaga yang ada di Desa Singaparna yang bergerak di bidang Pemerintahan dan merupakan mitra kerja Pemerintah Desa adalah : 1. BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) Jumlah anggota sebanyak 11 orang, dan telah dilantik pada tanggal 26 Desember 2006, yakni :
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama M. SUTARMAN, S.PD.I AEP SUHERMAN, S.Pd IR. IYUS YUSUF DRS. AHMAD FARHAN AEP SAEFUL ANWAR H. MEMED A R H. ROMLI SOEPRIADINATA Jabatan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Masa Bakti 2006 - 2013

2. LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM)


No. 1. Nama Rd.DK. GANDASASMITA Jabatan Ketua Ket. Masa Bakti

Laporan Kelompok KKN XIV | 12

2. 3. 4. 5.

Drs. IRI SAHRI AEP SUHERMAN M. SUTARMAN Drs.Abd.Hobir,Tedi BR. Drs.Rasyid. Apang Agus R. Ny. Cucu S.

Wakil ketua Sekretaris Bendahara Anggota

2003 2008

3. MUI DESA, Ketua : Drs. SUFYAN 4. TP. PKK Desa, Ketua : Ny. CUCU SUMARNA 5. Karang Taruna, Ketua : Aban Rifandi 6. Rukun warga sebanyak : 17 ke-RW-an. 7. Rukun Tetangga sebanyak : 50 ke RT an.

2.3.2 ORGANISASI PEMERINTAH DESA Sturuktur Organisasi Pemerintah Desa Singaparna telah mengacu terhadap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya No. 20 tahun 2000 tentang struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa. Adapun Susunan Organisasi Pemerintah Desa Singaparna adalah sbb :
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama UTEP Y. SUDRAJAT U. DJUDJU A. AHMAD HIDAYAT IIM IMRON A. ABAN AEP HASYIM NASEH HADIS Jabatan KEPALA DESA SEKRT. DESA KAUR PEM KAUR EKBANG KAUR UMUM POLISI DESA AMIL ULU-ULU
No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004 No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004 No. 141.1/01/Ds/10/2007 Tgl. 29-07-2007 No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004 No. 141.1/01/Ds/10/2007 Tgl. 29-07-2007 No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004 No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004

No. dan Tgl Pengangkatan

Laporan Kelompok KKN XIV | 13

9. 10. 11. 12. 13.

SURYADI WAWAN DADANG A. MAHFUD APIP

PAMONG TANI No. 141.1/01/Ds/10/2007


Tgl. 29-07-2007

PUNDUH I PUNDUH II PUNDUH III PUNDUH IV

No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004 No. 141.1/01/Ds/10/2008 Tgl. 10-02-2008 No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004 No. 141.1/01/Ds/10/2004 Tgl. 15-04-2004

2.3.3 INVENTARIS PEMERINTAH DESA Data inventaris milik Desa Singaparna (Terlampir).

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, pemerintah desa yang terdiri dari Pemerintah Desa dan BPD, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat desa menurut hak asal-usul desa, azas otonomi dan tugas pembantuan. Penyelenggaraan pemerintah diarahkan pada percepatan terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Dengan memperhatikan prinsipprinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan. Dengan memperhatikan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan

pemerintah, dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dalam urusan pemerintah yang menjadi wewenang desa, antara lain : urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hal asal-usul desa; urusan pemerintahan yang menjadi wewenang kabupaten yang pengaturannya diserahkan kepada desa; tugas pembantuan dari pemerintah propinsi atau kabupaten, serta urusan pemerintah lainnya. Susunan pemerintah desa merujuk kepada pasal 202 Undang-Undang No. 32 Tahun 2004

Laporan Kelompok KKN XIV | 14

tentang Pemerintah Desa, bahwa pemerintah desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa. Perangkat desa meliputi sekretaris dan perangkat desa lainnya. Struktur organisasi di Desa Singaparna yaitu terdiri dari : a. Kepala Desa b. Sekretaris Desa y y y Kepala Urusan Pemerintahan Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan Kepala Urusan Umum : Utep Y Sudrajat : U. Djudju : Ayi Ahmad Hidayat : Iim Imron Anshori : Aban

c. Pelaksana Teknis Lapangan y y y y Polisi Desa Ulu-ulu Pamong Tani Desa Amil : Hadis : Suryadi : Naseh, Deden : Aep Hasym

d. Kepala Dusun y y y y Kepala Dusun I Kepala Dusun II Kepala Dusun III Kepala Dusun IV : Wawan : Dadang : Apud Mahpud :Apip

Dalam hal memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat yang berdasarkan gotong royong dan kekeluargaan, dan menjadi mitra pemerintahan desa dalam memberdayakan, di Desa Singaparna dibentuk lembaga kemasyarakatan dan organisasi masyarakat yang diakui pemerintah yaitu : a. b. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Rukun Warga

Laporan Kelompok KKN XIV | 15

c.

Rukun Tetangga

Hubungan seluruh komponen penyelenggara pemerintah ini diatur berdasarkan Undang-undang, sehingga tercipta suatu iklim yang memungkinkan terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Tabel 2.3.2 Kelembagaan Ekonomi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Unit Usaha/Kelembagaan Ekonomi Industri Kerajinan Industri Makanan Industri Alat Rumah Tangga Industri Bahan Bangunan Industri Alat Pertanian Toko/Swalayan Warung Kelontong Jasa Angkutan Pedagang Tengkulak Usaha Peternakan Usaha Perikanan Kelompok Simpan Pinjam Jumlah Unit Usaha 115 5 3 3 5 3 27 10 12 2 2 Jumlah Anggota 313 15 7 14 20 6 54 20 20 30 6 303

2.4

Karakteristik Pengusaha Dalam penelitian ini terdapat enam kriteria penilaian untuk menilai

karakteristik pengusaha, yaitu: a b c Sudah terdapat kelompok usaha Sudah memperoleh pembinaan manajemen Sudah memperoleh bantuan / pinjaman modal (dari pemerintah, BUMN, Bank, dan institusi lainnya. d e f Sudah terdapat koperasi kelompok usaha. Sudah memproleh izin usaha. Sudah memperoleh sertifikat HAKI

Laporan Kelompok KKN XIV | 16

Berikut diuraikan kriteria pengusaha yang terdapat di Desa Singaparna KecamatanSingaparna Kabupaten Tasikmalaya : Data yang terkumpul setelah dilaksanakannya observasi lapangan dan hasil wawancara dengan para pelaku Usaha mikro kecil dan menengah di Desa Singaparna diperoleh data sebagai berikut : Pelaku UMKM yang berada di DesaSingaparna berdasarkan hasil observasi dan wawancara sebanyak pelaku usaha tersebut dengan berbagai jenis usaha diantaranya, usaha pengrajin golok , penggergajian , pengrajin kendang , vulkanisir ban, pengrajin tikar mendong , budi daya jamur, pengrajin seeng , industri makanan olahan wajit , sale , dan keripik . Pelaku UMKM tersebut tersebar di kedusunan kedusunan , dengan tiap kedusunan memiliki ciri khas atau UMKM tertentu sebagai komoditinya, dan usaha- usaha tersebut rata-rata sudah berjalan cukup lama dengan memiliki karakteristik yang beragam dari mulai usaha yang cukup maju sampai dengan usaha yang baru berjalan, dari usaha yang memiliki izin resmi usaha serta yang belum memiliki. Selanjutnya data tersebut dituangkan dalam sebuah tabel untuk lebih jelasnya dan mempermudah dalam penyusunan dan pengumpulan masalah yang terdapat dalam UMKM UMKM tersebut.

Laporan Kelompok KKN XIV | 17