Anda di halaman 1dari 13

HOME INFO PASKIBRAKA SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PPI JAKARTA

PUSAT SEJARAH PEMBENTUKAN PASKIBRAKA

Sambutan Ketua PPI JP Sekretariat PPI JP Main Menu


Username Password

Home Info Paskibraka Jadwal Kegiatan Galery Foto Profile Pengurus Data Anggota Webmail Web Links Buku Tamu

Login Anggota

Remember Me Lost Password? No Account Yet? Create an account SALE !! Dijual sepatu PDH untuk putra dan putri dengan dimensi 38-43. Produk terbuat dari kulit sapi. Harga belum termasuk ongkos kirim. Berminat dapat menghubungi, Darwin 085691821144

Bidang Wirausaha

Sepatu Pantofel

Anggota Online
None

Sejarah Pembentukan Paskibraka


Written by Administrator Saturday, 18 October 2008 08:36

BENDERA PUSAKA

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jumat, 17 Agustus 19 di Jln. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia, untuk resmi, bendera kebangsaan merah putih dikibarkan oleh dua orang muda-mudi yang dipimp Hendraningrat. Bendera ini dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Bendera inilah yan "Bendera Pusaka". Bendera Pusaka berkibar siang dan malam di tengah hujan tembakan, sam Indonesia dipindah ke Yogyakarta. Pada tanggal 4 Januari 1946, aksi teror yang dilakuka meningkat maka Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia meninggalkan Jakarta dengan menggunakan kereta api. Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dan dimasu pribadi Presiden Soekarno. Selanjutnya, Ibukota Republik Indonesia dipindakan ke Yogyak

Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan, agresinya yang ke dua. Pada saa Gedung Agung Yogyakarta dikepung oleh Belanda, Bapak Husein Mutahar dipanggil oieh dan ditugaskan untuk menyelamatkan Bendera Pusaka. Penyelamatan Bendera Pusaka in satu bagian dari sejarah untuk menegakkan berkibarnya Sang Merah Putih di persad Untuk menyelamatkan Bendera Pusaka itu. Agar dapat diselamatkan, Bapak Husein harus memisahkan antara bagian merah dan putihnya.

Pada saat penyelamatan Bendera Pusaka, terjadi percakapan antara Presiden Soekarno

Mutahar. Percakapan tersebut dapat dilihat dalam buku "Bung Karno Penyambung Lidah Cindy Adams. Berikut petikannya: `Tindakanku yang terakhir adalah memanggil Mu (Presiden Soekarno, pen.). "Apa yang terjadi terhadap diriku, aku sendiri tidak tahu "Dengan ini, aku memberikan tugas kepadamu pribadi.

Dengan ini, memberikan tugas kepadamu untuk menjaga Bendera kita dengan nyawa jatuh ke tangan musuh. Di satu waktu, jika Tuhan mengizinkannya engkau mengemba sendiri dan tidak kepada siapa pun kecuali kepada orang yang menggantikanku sekiran Andaikata engkau gugur dalam menyelamatkan Bendera Pusaka ini, percayakanlah tuga lain dan dia harus menyerahkannya ke tanganku sendiri sebagaimana engkau mengerj terdiam. Ia memejamkan matanya dan berdoa. Di sekeliling kami, born berjatuhan. Ten mengalir melalui setiap jalanan kota. Tanggung jawabnya sungguh be rat. Akhirny kesulitan ini dengan mencabut benang jahitan yang memisahkan kedua belahan bendera

Akhirnya dengan bantuan Ibu Perna Dinata, benang jahitan di antara Bendera Pusaka yang tela Ibu Fatmawati berhasil dipisahkan. Setelah bendera menjadi dua, masing-masing bagiannya it dimasukkan pada dasar dua tas milik Bapak Husein Mutahar, Selanjutnya pada kedua tas te seluruh pakaian dan kelengkapan miliknya. Bendera Pusaka dipisah menjadi dua karena Bap bahwa apabila Bendera Pusaka merah putih dipisahkan, tidak dapat disebut Bendera, karena carikkain merah dan putih. Hal ini untuk menghindari penyitaan dari pihak Belanda.

Setelah Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta ditangkap dan diasingka Husein Mutahar dan beberapa staf kepresidenan ditangkap dan diangkut dengan pesawat dako dibawa ke Semarang dan ditahan di sana. Pada saat menjadi tahanan kota, Bapak Huse melarikan diri dengan naik kapal laut menuju Jakarta.

Di Jakarta, beliau menginap di rumah Sutan Syahrir Selanjutnya, beliau kost di Jln. Pegangsa rumah Bapak R. Said Sukanto Tjokrodiatmodjo (Kapolri I). Selama di Jakarta, Bapak Husein Mu informasi bagaimana caranya agar dapat segera menyerahkan Bendera Pusaka kepada Preside

Sekitar pertengahan bulan Juni 1948, pada pagi hari, Bapak Husein Mutahar menerima pembe Soedjono yang tinggal di Oranye Boulevard (sekarang J1n. Diponegoro) Jakarta. Isi pemberitahu ada surat pribadi dari Presiden Soekarno yang ditujukan kepada Bapak Husein Mutahar. Pada so diambil oleh beliau dan ternyata memang benar berasal dari Presiden Soekarno pribadi yang perintah Presiden Soekarno kepada Bapak Husein Mutahar supaya menyerahkan Bendera Pus kepada Bapak Soedjono agar Bendera Pusaka tersebut dapat dibawa dan diserahkan kepada P Bangka (Muntok).

Presiden Soekarno tidak memerintahkan Bapak Husen. Mutahar datang ke Bangka untuk m Bendera Pusaka itu langsung kepada Presiden Soekarno tetapi menggunakan Bapak Soedjono Tujuannya adalah untuk menjaga kerahasiaan perjalanan Bendera Pusaka dari Jakarta ke orang-orang Republik Indonesia dari Jakarta yang diperbolehkan mengunjungi tempat pe Soekarno pada waktu itu hanyalah warga-warga Delegasi Republik Indonesia, antara lai sedangkan Bapak Husein Mutahar bukan sebagai warga Delegasi Republik Indonesia.

Setelah mengetahui tanggal keberangkatan Bapak Soedjono, dengan meminjam mesin jahit Dokter, Bendera Pusaka yang terpisah menjadi dua dijahit kembali oleh Bapak Husein Muta bekas jahitan aslinya. Akan tetapi, sekitar 2 cm dari ujung bendera ada sedikit kesalahan Bendera Pusaka ini dibungkus dengan kertas koran dan diserahkan kepada Bapak Soedjon kepada Presiden Soekarno. Hal ini sesuai dengan perjanjian Presiden Soekarno dengan Bap dijelaskan di atas. Dengan diserahkannya Bendera Pusaka kepada orang yang diperintahkan Bu tugas penyelamatan Bendera Pusaka oleh Bapak Husein Mutahar. Setelah berhasil meny Pusaka, beliau tidak lagi menangani masalah pengibaran Bendera Pusaka. Sebagai pen menyelamatkan Bendera Pusaka yang dilakukan oleh Bapak Husein Mutahar, Pemerintah Repu

menganugerah-kan Bintang Mahaputera pada tahun 1961 yang disematkan sendiri oleh Preside PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH DI GEDUNG AGUNG YOGYAKARTA

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Soekar seorang ajudan beliau, yaitu Mayor (L) Husein Mutahar. Selanjutnya, Presiden Soekarno me Mayor (L) Husein Mutahar untuk mempersiapkan dan memimpin upacara peringatan Prold Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1946, di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogya

Bapak Husein Mutahar berpikir bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, pengiba sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se-Indonesia. Kemudian, beliau menunjuk 5 orang pemu 3 orang putri dan 2 orang putra perwakilan daerah yang berada di Yogyakarta untuk melaks orang tersebut merupakan simbol dari Pancasila. Salah seorang dari pengibar bendera terseb pelajar SMA yang berasal dari Sumatera Barat dan tinggal di Yogyakarta.

Pengibaran Bendera Pusaka ini kemudian dilaksanakan lagi pada peringatan Hari Proklamasi Ke Indonesia, tanggal 17 Agustus 1947 dan tangga 17 Agustus 1948 dengan petugas pengibar b dari perwakilan daerah lain yang ada di Yogyakarta.

Pada tanggal 6 Juli 1949, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta Republik Indonesia lainnya, tiba kembali di Yogyakarta dari Bangka dengan membawa serta Be tanggal 17 Agustus 1949, Bendera Pusaka kembali dikibarkan pada upacara peringatan de Kemerdekaan Republik Indonesia di depan Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Tanggal dilakukan penandatanganan. naskah pengakuan kedaulatan di negeri Belanda dan penye Jakarta. Sementara itu Di Yogyakarta, dilakukan penyerahan kedaulatan dari Republik Indone Indonesia Serikat. Tanggal 28 Desember 1949, Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat.

Setelah empat tahun ditinggalkan, Jakarta kembali menjadi Ibukota Republik Indonesia. Pad Pusaka Sang Merah Putih dibawa ke Jakarta. Untuk pertama kali, peringatan Hari Proklamasi Ke Indonesia, tanggal 17 Agustus 1950, diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta. Bendera Pusa berkibar dengan megahnya di tiang 17 m dan disambut dengan penuh kegembiraan o Indonesia. Regu-regupengibar dari tahun 1950-1966 dibentuk dan diatur oleh Rumah Tangga Ke

BERDIRINYA DIREKTORAT JENDERAL URUSAN PEMUDA DAN PRAMUKA (DITJEN UDA PANDU INDONESIA BERPANCASILA

Pada saat memperingati ulang tahun ke-49, tanggal 5 Agustus 1966, Bapak Husein Mutahar m pemerintah: beliau diangkat menjadi Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka, Departe Kebudayaan. Setelah berpindah-pindah tempat/kantor kerja dari Stadion Utama Senayan (Ge bekas Gedung Dep. PTIP di Jalan Pegangsaan Barat. Ditjen UDAKA akhirnya menempati gedung Jalan Merdeka Timur No.14. Suatu kegiatan yang diadakan Ditjen UDAKA ada kaitannya deng adalah Latihan Pandu Indonesia ber-Pancasila. Latihan ini sempat diujicobakan 2 kali pada tah 1967, kemudian dimasukkan kurikulum ujicoba Pasukan Pengerek Bendera Pusaka tahun 196 terdiri atas para Pramuka Penegak dan Gugus depan-Gugus depan di DKI Jakarta.

PERCOBAAN PEMBENTUKAN PASUKAN PENGEREK BENDERA PUSAKA TAHUN 196 PERTAMA TAHUN 1968

Tahun 1967, Bapak Husein Mutahar dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk menangani lagi Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dan pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudi lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu :

Kelompok 17- PENGIRING/PEMANDU Kelompok 8 - PEMBAWA/INT1 Kelompok 45- PENGAWAL

Ini merupakan simbol/gambaran dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia: 17 45). Pada waktu itu, dengan situasi dan kondisi yang ada, beliau melibatkan putra daerah yan menjadi anggota Pandu/ Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka. Sem untukkelompokpengawal 45 akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (generasi muda ABRI s libur perkuliahan dan transportasi Magelang - Jakarta menjadi kendala, sehingga sulit dilaksana menggunakan anggota Pasukan Khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, MARINIR. dan BRIMOB) Akhirnya, kelompok pengawal 45 diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yan dan sekaligus mereka bertugas di istana, Jakarta.

Pada tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda ut tetapi, propinsi - propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusan, sehingga masih harus dit anggota pasukan tahun 1967. Tahun 1969 karena Bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu mungkin lagi untuk dikibarkan, dibuatlah duplikat Bendera Pusaka. Untuk dikibarkan di tiang 1 telah tersedia bendera merah putih dan bahan bendera (wol) yang dijahit 3 potong memanjan potong memanjang kain putih kekuning-kuningan.

Bendera Merah Putih Duplikat Bendera Pusaka yang akan dibagikan ke daerah terbuat dari tenun asli Indonesia, yang warna merah dan putih langsung ditenun menjadi satu tanpa d jahitan dan warna merahnya cat celup asli Indonesia. Pembuatan Duplikat Bendera Pusaka in Balai Penelitian Tekstil Bandung dibantu PT Ratna di Ciawi Bogor. Dalam praktik pembuata Pusaka, sukar untuk memenuhi syarat yang ditentukan Bapak Husein Mutahar karena cat memiliki warna merah bendera yang standar dan pembuatan dengan alat tenun bukan mesin yang lama.

Tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta, berlangsung upacara penyerahan Dupli Merah Putih dan Reproduksi Naskah Proklamasi oleh Presidcn Soeharto kepada Gubernur selur dimaksudkan agar di seluruh Ibukota Propinsi dapat dikibarkan Duplikat Bendera Pusaka dan d naskah Proklamasi bersamaan dengan upacara peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus di Ista Selanjutnya, Duplikat Bendera Pusaka dan Reproduksi Naskah Proklamasi juga diserahkan kep dan perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Bendera duplikat (yang dibuat dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusa Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik indonesia, tanggal 17 Agustus 1969, Pusaka terlipat dalam kotak bertugas mengantar dan menjemput Bendera Duplikat yang dikiba

Pada tahun 1967 s.d. tahun 1972, anggota Pasukan Pengibar Bendera adalah para rema Indonesia, yang merupakan utusan dari 26 propinsi di Indonesia. Setiap propinsi, diwakili ol yang, dinamakan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Pada tahun 1973, Bapak Idik Sulaeman nama untuk anggota pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. Pas berasal da berasal dari pengibar, ra berasal dari bendera dan ka dari pusaka. Mulai saat itu, singkata Bendera Pusaka adalah Paskibraka. (dikutip dari Buku Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Paskibraka 2010 oleh Kemenpora RI )

Last Updated ( Wednesday, 2

Valid XHTML and CSS.

Purna Paskibraka Indonesia Jakarta Pusat

Sejarah Purna Paskibraka Indonesia


Written by Administrator Saturday, 18 October 2008 08:41

PURNA PASKIBRAKA INDONESIA Dari Dulu Hingga Kini

Cikal bakal berdirinya organisasi alumni Paskibraka sebenarnya dimulai secara nyata di Yog 1975, sejumlah alumni (Purna) Paskibraka tingkat Nasional yang ada di Yogya, berkeingina organisasi alumni, lalu mereka menyampaikan keinginan itu kepada para pembina di Jakarta menawarkan sebuah nama, yakni REKA PURNA PASKIBRAKA yang berarti ikatan persah Paskibraka. Tapi, di Yogya nama itu kemudian digodok lagi dan akhirnya disepakati me PASKIBRAKA (PEP) Yogyakarta, yang artinya wadah berhimpun dan pengabdian para alumn Yogya resmi dikukuhkan pada 28 Oktober 1976. Seiring dengan itu, para alumni Paskibraka meneruskan gagasan pendirian organisasi REKA PURNA PASKIBRAKA (RPP). Sementara pula EKA PURNA PASKIBRAKA (EPP). Namun, dalam perkembangannya, ketiga organisa melakukan koordinasi secara langsung untuk membentuk semacam forum komunikasi di tingk itu, di daerah lain belum ada keinginan untuk membentuk organisasi, karena jumlah alumnin berbeda dengan Jakarta, Bandung dan Yogya yang menjadi kota tujuan para alumni Paskibrak sekolah. Sampai awal 80-an, alumni Paskibraka di daerah lain hanya dibina melalui Bid Depdikbud. Mereka selalu dipanggil sebagai perangkat dalam pelaksanaan berbagai upacara d dilibatkan dalam kegiatan pembinaan generasi muda, karena dianggap potensial sesuai predika

Tahun 1980, Direktorat Pembinaan Generasi Muda (PGM) berinisiatif untuk mendayaguna berbagai program yang telah dilaksanakan, termasuk program pertukaran pemuda Indonesia (saat itu baru CWY atau Indonesia-Kanada dan SSEAYP atau Kapal Pemuda ASEAN-Jepang). nama PURNA CARAKA MUDA INDONESIA (PCMI). Maka, selain di Jakarta, Bandung dan Y Paskibraka di daerah lainnya digabungkan dalam PCMI. Hal itu berlangsung sampai tahun 198 PGM menyadari bahwa penggabungan Purna Paskibraka dengan alumni pertukaran pemud pilihan yang tepat. Karena itu, sebagai hasil dari Lokakarya Pembinaan Purna Program Binmud yang dihadiri oleh para Kabid Binmud seluruh Indonesia serta para alumni Paskibraka dan p dikeluarkan SK Dirjen Diklusepora No. Kep.091/ E/O/1985 tanggal 10 Juli 1985 yang memi dalam dua organisasi, masing-masing PCMI untuk alumni pertukaran pemuda dan PU

INDONESIA (PPI) untuk alumni Paskibraka. Dengan alasan untuk menjaga agar keputusan it hati para Purna Paskibraka yang telah lebih dulu mendirikan PEP, RPP dan EPP, maka ditet adalah organisasi binaan Depdikbud yang bersifat regionalprovinsial. Artinya, organisasi itu namun tidak mempunyai Pengurus di tingkat pusat. Itu, sebenarnya sebuah pilihan yang sul Bagaimana sebuah organisasi bernama sama dan ada di tiap provinsi tapi tidak mempunyai fo koordinasi di tingkat pusat. Ternyata, hal itu dipicu oleh kekhawatiran organisasi kepemudaa pemerintah yang melihat PPI adalah sebuah ancaman. Namun, dengan kegigihan para Purna P di Jakarta, akhirnya kebekuan itu dapat dicairkan. Empat tahun harus menunggu dan bekerj menghadirkan Pengurus PPI daerah dalam sebuah Musyawarah Nasional (Munas). Tanggal melalui Munas I di Cipayung, Bogor, terbentuklah secara resmi PPI Pusat, lengkap dengan Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Sumber : Bulletin Paskibraka 78, Edisi Oktober 2007 Penulis : PP 78

Cikal bakal Purna Paskibraka Indonesia Kotamadya Jakarta Pusat


Written by Administrator Saturday, 18 October 2008 08:53

Tanah Abang - Tahun 1992, dimana keempat wilayah kotamadya lain di DKI Jakarta tela Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dinaungi oleh organisasi Purna Paskibraka Indone baru untuk pertama kalinya Kotamadya Jakarta Pusat mengadakan seleksi pemilihan Calon Pa agak terlambat memang, namun Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali mungkin mengilhami para pendahulu kami waktu itu. Ya, memang benar, untuk kegiatan yang baik, kita segera memulainya, walaupun terlambat daripada tidak melakukan apapun dan akhirny terbukti pada awal pembentukan Paskibraka dan merintis organisasi PPI di wilayah Kotamadya

Setelah terpilih melalui seleksi yang dilakukan di Sport Club Arsisi Rawamangun dan diumum Depdikbud Jakarta Pusat (sekarang SUDIN DIKMENTI Jakarta Pusat) di Salemba. Mereka, para p yang telah lolos seleksi Capaska Jakarta Pusat tahun 1992, berbekal tekad yang kuat, memu dapat mengibarkan duplikat sang saka di wilayah Kotamadya Jakarta Pusat. Hari demi hari l senang hati, dan sampailah akhirnya pada seleksi Capaska untuk Provinsi DKI Jakarta. Ini ada pertama kali diikuti oleh Jakarta Pusat, pada seleksi itu, dikirimlah para calon dari Jakarta Pus dan dipersiapkan, setelah melewati tahapan seleksi, saat pengumuman pun tiba, muncullah Jakarta Pusat yang dinyatakan lolos dan dapat mewakili wilayah Jakarta Pusat di tingkat prov Budi Anto Wibowo, Doni Petra , Yusuf Tripradityo dan Hario Kartiko. Lolosnya 4 wakil itu adalah besar untuk Jakarta Pusat yang terbilang baru memiliki Capaska untuk wilayahnya, bahkan or menaungi para Capaska itu pun belum terbentuk.

Setelah seleksi DKI usai, para Capaska yang tersisa, kembali menjalani latihan di wilayah. N latihan semakin sepi, karena para Capaska Jakarta Pusat mulai berguguran satu persatu. M berkemauan kuat dan yang benar-benar nekad sajalah yang masih bertahan, hal ini s organisasi yang dapat menjadi wadah bagi mereka saja belum ada, apalagi pengurus, waktu it terpikir untuk ada pengurus di wilayah Jakarta Pusat. Jadilah kami seperti hanya menggerakka yang tak berbentuk atau yang akhirnya kami sebut dengan Organisasi Tanpa Bentuk atau OT

Last Updated ( Sunday, 25 D

Makna Lambang dan KORPS Paskibraka


12:15 PASKIBRA SMK NEGERI 1 SLAWI NO COMMENTS

Lambang Paskibraka

Pada tahun 1973 Bapak Idik Sulaeman menciptakan lambang anggota, yang dimiliki sampai sekarang. Berikut penjelasan dari lambang Paskibraka. 1. Bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas air. Hal ini bermakna bahwa anggota PASKIBRAKA adalah pemuda yang tumbuh dari bawah (orang biasa) dari tanah air yang sedang berkembang (mekar) dan membangun. 2. Bunga teratai berdaun bunga 3 helai tumbuh ke atas dan 3 helai tumbuh mendatar. 3 helai pertama bermakna: belajar, bekerja dan berbakti, 3 helai lain bermakna: aktif, disiplin dan gembira. 3. Mata rantai berkaitan. Melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada diberbagai pelosok penjuru (16 penjuru mata angin) tanah air. Rantai persaudaraan tanpa memandang asal suku, agama, status sosial dan golongan akan membentuk jalinan mata rantai persaudaraan sebangsa yang kokoh dan kuat. Sehingga mampu menangkal bentuk pengaruh dari luar dan memperkuat pertahanan

nasional, melalui jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah tertanam dalam dada setiap anggota PASKIBRAKA.

KORPS Paskibraka

Lambang Korps Paskibraka sejak tahun 1973 di tetapkan seperti pada gambar yang disetiap gambar memiliki makna yang berbeda-beda. Bentuk perisai bermakna Siap bela negara termasuk bangsa dan tanah air Indonesia, warna hitam bermakna teguh dan percaya diri. Sepasang anggota Paskibraka bermakna bahwa Paskibraka terdiri dari anggota putra dan anggota putri yang dengan keteguhan hati bertekad untuk mengabdi dan berkarya bagi pembangunan Indonesia. Bendera Merah Putih yang sedang berkibar adalah bendera kebangsaan dan utama Indonesia yang harus dijunjung tinggi seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi mudanya, termasuk Paskibraka. Garis berwarna kuning atau 3 (tiga) garis menunjukan ada Paskibraka di 3 (tiga) tingkat, yaitu Nasional, provinsi, dan Kabupaten / Kotamadya. Warna kuning berarti kebanggaan, keteladanan dalam hal perilaku dan sikap setiap anggota Paskibraka.