Anda di halaman 1dari 6

Nama kelompok : 1. Andika Eka Setiawati 2. Anggrayni Putri 3. Eno Purwalis 4.

Vilda Harisandi Kelas : XII IS 1 Tugas kelompok Sosiologi

Konflik antarwarga di Desa Sidomulyo


A. Latar Belakang

Ketertarikan tema permasalahan ini, bermula ketika kami merasa prihatin melihat terjadinya konflik antarwarga desa, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, yaitu antarwarga desa Sidowaluyo dan desa Kotadalam, yang menghanguskan beberapa rumah dan beberapa orang luka parah. Konflik ini terjadi antarkelompok yang berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Diduga konflik ini berawal dari seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor sambil menarik gasnya dengan kuat. Lalu seorang tukang parkir bernama Ridwan (40), warga Desa Kotadalam, menghampiri ke pemuda itu. Tidak terima ditegur, pemuda tersebut memukul dada Ridwan. Mendengar Informasi ini warga desa Kotadalam marah karena mereka tidak terima atas perlakuan warga desa Napal terhadap warganya sendiri. Akhirnya mereka mendatangi tempat kejadian dan pertikaian antarwarga itupun terjadi. Konflik ini muncul akibat adanya unsur emosi dari antarwarga yang tak terbendung lagi. Sehingga warga langsung mengamuk, tanpa berpikir apakah akibat yang akan terjadi pada diri mereka sendiri. Konflik antarwarga tersebut terus terjadi, tidak hanya berhenti disitu pihak warga desa Napal dan desa Kotadalam terus bertikai, sehingga masalah

ini menjadi masalah yang besar dan sulit diselesaikan. Pihak pemerintah merasa kesulitan karena amuk masa yang sulit diredakan pada saat itu. Namun pihak pemerintah mencoba untuk mengatasi konflik ini, sehingga warga tersebut bisa berdamai. Konflik ini akan terus menjadi suatu masalah besar bagi masyarakat jika tidak diatasi atau tidak dicegah, karena masyarakat akan terus menerus mengamuk dan bisa merugikan diri mereka sendiri dan pihak lainnya. Untuk itu maka perlu dicari solusi bagaimana konflik itu tidak terus terjadi dan bisa diatasi dengan jalan damai bukan dengan jalan kekerasan atau paksaan tetapi hendaknya atas kesadaran sendiri. Agar tidak adanya dendam ketika masalah tersebut telah diselesaikan dan bisa hidup rukun kembali. Salah satu cara yang bisa digunakan yaitu akomodasi suatu Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan pihak cermin lain yang tanpa memberikan ada usaha keseluruhannya penyelesaian pada

memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian. Karena itulah kami tertarik sekali dengan tema konflik Sidomulyo ini , harapannya semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kehidupan kita.

B. Permasalahan
1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya konflik tersebut ? 2. Dampak apa yang timbul akibat konflik tersebut ? 3. Apa upaya pemerintah dan masyarakat setempat dalam mengatasi konflik tersebut ?

c. Analisis
Adanya konflik tersebut berawal dari sikap Dicky (18) sikap seseorang pemuda uang bernama Dicky (18), warga Desa Napal yang menggeber sepeda motornya disekitar areal parkir pasar Sidomulyo. Perbutannya mendapat teguran dari petugas parkir pasar. Karena Kurang senang mendapatkan teguran tersebut, Dicky pun memukul dada Ridwansyah. Mendapatkan perlakuan itu, Ridwansyah langsung melarikan diri. Sebenarnya dia ingin membalas perbuatan Dicky tersebut, karena ia merasa takut melihat Dicky bersama dengan empat temannya. Dia lebih memilih untuk memberitahukan perlakuan tersebut kepada waraga Desa Kotadalam. Setelah mengetahui berita ini, warga yang mendengar isu tersebut langsung mengamuk, karena mereka tidak terima atas perlakuan warga desa Napal terhadap warganya sendiri, merekapun langsung bergegas menuju tempat kejadian yaitu di pasar Sidomulyo. Kebetulan pada saat itu, pemuda tadi masih ada, pertikaian antarwarga atau antarsuku itupun terjadi. Tidak hanya disitu, Pertikaian antara dua kelompok massa yang terjadi sejak Minggu (22/1) lalu memuncak kemarin (24/1). Ribuan massa menyerang Desa Napal, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, pukul 12.30 WIB kemarin. Meski aparat kepolisian dan TNI telah berusaha melerai, amuk massa tak dapat terelakkan. Sampai di sana, massa langsung mengamuk dengan melempari rumah warga Desa Napal baik dengan batu maupun bom molotov hingga rusak dan terbakar. Beruntung, pada saat itu rumah warga sudah dalam keadaan kosong. Sebab, mereka telah mengungsi karena mengetahui desanya akan diserang. Beberapa rumah hangus diperkirakan ada 60 rumah dan 23 rumah rusak berat. Ketika itu Massa yang mengamuk juga membakar 8 unit sepeda motor dan 4 unit traktor milik warga Desa Napal.

Belum puas mehanguskan desa Napal, massa terus bertikai ke Desa Kotadalam. Di sana, sebanyak 5 rumah dan 10-an warung dirusak. Kedua desa tersebut mayoritas dihuni warga asal Bali. Dari informasi yang dihimpun, sebelum menyerang Desa Sidowaluyo, massa yang membawa berbagai jenis senjata tajam seperti pedang, celurit, dan tombak menghampiri Desa Kotadalam sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga tidak ada korban jiwa akibat pertikaian ini, tetapi Hanya Ismail (55) dan Erik (27), keduanya warga Desa Kotadalam, Sidomulyo, mengalami luka parah. Ismail menderita luka bacok di kepala depan bagian kanan dan tangan kanannya nyaris putus. Sedangkan Erik mengalami luka sabetan senjata tajam di betis kiri. Tadi malam, keduanya dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung untuk mendapatkan perawatan intensif. Ada juga yang mengatakan pertikaian antarwarga Desa Napl dan desa Kotadalam ini terjadi karena adanya permasalahan mengenai agama dan suku mereka yang berbeda, tetapi konflik ini bermula bukan karena hal tersebut. Konflik ini hanya dipicu karena hal yang sepele saja. Tetapi konflik ini murni akibat dari konflik yang terjadi di parkiran pasar Sidomulyo. Dampak yang terjadi akibat pertikaian tersebut yaitu banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka hangus terbakar dan beberapa rumah lainnya hanya rusak parah, beberapa benda yang dimiliki warga desa Napal juga rusak. Beberapa warga harus luka parah dan harus dirawat di rumah sakit, seseorang nenek harus terbaring lemah karena keluarganya yang mengungsi meninggalkannya begitu saja, beruntung warga yang bertikai tidak melukai nenek tersebut. selain itu pertikaian tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan di Bakauheni, pemerintah Lampung harus mengeluarkan dana yang besar untuk memperbaiki rumah warga yang rusak dan pihak pemerintah Lampung juga harus membatalakan niatnya untuk meningkatkan pembangunan daerah Lampung demi kesejahteraan rakyatnya . Kerusuhan Sidomulyo

Hambat Distribusi Barang ke Lampung mengakibatkan semakin terhambatnya distribusi barang dari Pulau Jawa ke wilayah Provinsi Lampung. Kondisi serupa juga terjadi sebaliknya dari berbagai daerah di Sumatera ke Pulau Jawa, setelah terjadi kemacetan di Merak, Banten hingga Rabu 25 Januari 2012. Di sisi lain, kerusuhan yang terjadi di Sidomulyo itu berdampak pada perekonomian di kecamatan tersebut. Sebab Pasar Sidomulyo yang berisi ratusan kios dan los tutup. Tak ada transaksi perdagangan sama sekali. Termasuk juga minimarket dan retail serta tempat usaha di sana juga ditutup. Karena warga khawatir menjadi sasaran amuk massa. Bahkan anak-anak sekolah di kecamatan itu, mulai tingkat PAUD hingga SMA sederajat, juga diliburkan. Hingga situasi benar-benar kondusif. Upaya yang dilakukan pihak pemerintah Guna mengantisipasi terjadinya konflik lanjutan mengerahkan 1.600 personel dengan dibantu unsur TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP).(antara). Terkait dengan insiden itu, sejumlah personil dikerahkan untuk mengamankan lokasi, di antaranya adalah personil Dalmas 200, Brimob 100, Sabara 60, Polresta BL 30, Polsek Sidomulyo 20, Polda Banten 60, TNI AD 100. Kepolisian Negara RI juga sudah memeriksa delapan orang terkait bentrok antarwarga di Desa Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung untuk diminta keterangan. Diantaranya Tiga orang dari warga Bali di Desa Sidomulyo dan lima orang dari Desa Kota Dalam," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Saud Usman Nasution di Jakarta, Rabu (25/1). Kadiv Humas menambahkan, saat ini 400 personel kepolisian masih berjaga di kawasan terjadinya konflik. Selain itu para tokoh masyarakat juga membantu polisi dengan melakukan tindakan persuasif. Polisi juga menginginkan bantuan dari tokoh dan sepakat tidak membawa permasalahan dengan membawa suku dan agama dalam kasus ini, dimana dalam pertemuan tersebut sepakat bahwa tindakan pidana harus dilakukan tindakan melalui jalur hukum.

Kadiv Humas juga mengharapkan supaya masyarakat jangan terpancing, karena hubungan kedua desa tersebut selama ini cukup bagus. Masyarakat diminta jangan ada yang mau diadu domba, apalagi kasus ini hanya awalnya masalah ringan. Jangan sampai hanya sebuah permasalahan yang sepele bisa membuat kita bermusuhan, alangkah baiknya kalau diselesaikan dengan kekeluargaan. Sekarang masalah pertikaian pun sudah bisa diselesaikan dengan jalan damai. Tetapi masih dikhawatirkan pihak warga Desa Napal dan Desa Kotadalam akan kembali bertikai.

Solusi
Sebaiknya masyarakat warga Desa Napal dan desa Kotadalam tidak terus mempermasalahkan hal ini dan harusnya bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan. Sebaiknya masyarakat jangan mudah emosi dalam menghadapi masalah, agar masalah tersebut tidak menjadi masalah yang besar. Jangan main hakim sendiri, lebih baik laporkan kepada pihak yang berwenang menangani konflik tersebut. Sebaiknya pemerintah bisa mengawasi dan bisa membimbing warganya dengan baik sehingga warga bisa hidup rukun. Selama warga mengungsi pemerintah harus memberikan bantuan baik berupa dana maupun prasarana yang cukup agar masyarakat bisa hidup sejahtera dan pastinya gizi mereka tetap terpenuhi. Berikan sanksi kepada warga yang masih bertikai,agar konflik bisa teratasi