Anda di halaman 1dari 15

http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.

php/akutansi/article/view/16599

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP, Klasifikasi Industri, dan Laba atau Rugi Perusahaan Terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan yang termasuk 50 Most Active Stocks by Trading Value tahun 2007-2009)
GALUH MUTIARA RIZKIAH

Abstrak

ABSTRAK

Rizkiah, Galuh Mutiara. 2011. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP, Klasifikasi Industri, dan Laba atau Rugi Perusahaan Terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan yang termasuk 50 Most Active Stocks by Trading Value tahun 2007-2009). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ika Putri Larasati, S.E, M.Com, (II) Cipto Wardoyo, Drs., S.E. Ak, M.Pd, M.Si.

Kata Kunci : Audit Delay, Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP, Klasifikasi Industri, Laba atau Rugi Perusahaan, Regresi Berganda. Audit delay adalah perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan yang mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dibutuhkan oleh auditor. Lama waktu penyelesaian audit dapat dipengaruhi oleh ukuran perusahaan yang dilihat dari besar atau kecil total asset perusahaan (Boynton dan Kell 2003:210). Audit delay juga dapat dipengaruhi oleh ukuran KAP yang dilihat dari kategori KAP yaitu termasuk KAP the big four atau KAP lokal (Ashton 1987:602 dalam Hossain: 1998), indikator yang lain juga dapat dilihat dari klasifikasi industri suatu perusahaan (Ashton: 1987 dalam Ahmad dan Abidin: 2008). Selain itu, audit delay juga dapat dipengaruhi oleh perusahaan yang memperoleh laba atau perusahaan yang mengalami rugi (Carslaw dan Kaplan: 1991 dalam Rachmawati 2008:3). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh ukuran perusahaan, ukuran KAP, klasifikasi industri, dan laba atau rugi perusahaan terhadap audit delay. Pemilihan sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling method dan menggunakan pool time series, sehingga diperoleh sebanyak 63 perusahaan manufaktur dan finansial yang termasuk dalam 50 Most Active Stocks by Trading Value tahun 2007-2009. Pada penelitian ini ukuran perusahaan diproksikan dengan total asset, ukuran KAP

diproksikan dengan KAP the big four dan KAP lokal, klasifikasi industri diproksikan dengan perusahaan manufaktur dan perusahaan finansial, dan laba atau rugi perusahaan diproksikan dengan perusahaan yang memperoleh laba dan perusahaan yang mengalami rugi. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel klasifikasi industri memiliki nilai sig < 0,05 sehingga berpengaruh terhadap audit delay, Hal ini dikarenakan aktiva perusahaan finansial lebih banyak berbentuk moneter sehingga lebih mudah diukur dan mempercepat proses audit. Sedangkan ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan laba atau rugi perusahaan memiliki nilai sig. > 0,05 sehingga tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan sistem pengendalian intern perusahaan, kemahiran profesional seorang auditor, dan ketentuan Bapepam yang ketat sehingga berdampak pada lama penyelesaian audit suatu perusahaan.

Analisi Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Real Estate dan Property tahun 2008- 2009)
Ranny Kartika Sari

Abstrak

ABSTRAK

Sari, Ranny Kartika. 2011. Analisi Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Real Estate dan Property tahun 20082009). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. (II) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak.

Kata kunci: audit delay, ukuran perusahaan, lama menjadi klien KAP,laba atau rugi, ukuran KAP

Ketepatan waktu merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan nilai laporan keuangan dan merupakan salah satu indikator yang digunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan.Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, lamanya menjadi klien KAP, laba/rugi, dan ukuran KAP secara parsial terhadap audit delay . Populasi yang digunakan dalam penelitian ini ada 102 perusahaan berasal dari perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI tahun 2008 dan 2009 . Total sampel yang ada pada penelitian ini berjumlah 19 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder,

berupa laporan keuangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling,Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa faktor ukuran perusahaan dengan nilai 0.040 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. ukuran KAP sebesar 0.047 berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan lama menjadi klien KAP dengan nilai 0.323 tidak berpengaruh terhadap audit delay, dan laba/rugi sebesar 0.565 juga tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dari hasil analisis ukuran perusahaan dan ukuran KAP merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan faktor lamanya menjadi klien KAP dan laba/rugi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Secara berurutan, faktor yang paling dominan hingga yang tidak dominan adalah ukuran perusahaan, ukuran KAP, lamanya menjadi klien KAP, dan laba/rugi. Dianjurkan untuk penelitian selanjutnya bisa menambah faktor lain yang mempengaruhi audit delay , menambahkan perusahaan, dan tahun yang akan diteliti agar terlihat komparabilitas antara perusahaan satu dengan yang lain dengan industri yang sama atau yang berbeda.

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lamanya Penyelesaian Audit (Audit Delay) Studi Empiris 50 Leading Companies in Market Capitalization Periode 2006-2008
Ni Nengah putri Adhy

Abstrak

ABSTRAK Adhy, Ni Nengah P.2006. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lamanya Penyelesaian Audit (Audit Delay) Studi Empiris 50 Leading Companies in Market Capitalization Periode 2006-2008. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (1) Dr. Nurika Restuningdyah S.E, M.si., Dosen Pembimbing (2) Dr. Tuhardjo S.E.Ak, M.Si.

Kata kunci : audit delay, ketepatan waktu pelaporan, faktor-faktor yang berpengaruh, waktu penyelesaian audit.

Salah satu kriteria profesionalisme dari auditor adalah ketepatan waktu penyampaian laporan auditnya. Ketepatan waktu ini terkait dengan manfaat dari laporan keuangan itu sendiri. Jika terjadi penundaan yang tidak semestinya dalam pelaporan keuangan, maka

informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya. Lamanya waktu penyelesaian audit ini dapat mempengaruhi ketepatan waktu informasi tersebut dipublikasikan. Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay dan rata-rata audit delay tahun 2006 s/d 2008. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay yaitu ukuran perusahaan, jenis industri, tingkat profitabilitas, laba/rugi usaha, ukuran KAP, serta rasio hutang. Populasi dalam penelitian adalah perusahaan manufaktur dan finansial yang listing di BEJ tahun 2006 s/d 2008. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 15 perusahaan (3 tahun), yang terdiri dari 9 perusahaan manufaktur dan 6 perusahaan finansial. Metode pangambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan metode analisa data menggunakan analisis regresi berganda. Untuk memenuhi model regresi yang bisa mewakili maka digunakan uji asumsi klasik. Hasil analisis menunjukkan audit delay secara signifikan dipengaruhi oleh (1) ukuran perusahaan, (2) jenis industri, (3) ukuran KAP. Dari hasil analisa multivariate menunjukkan bahwa keenam variabel serentak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Saran yang diberikan, bagi auditor diharapkan mampu untuk mengendalikan faktorfaktor yang dominan mempengaruhi lamanya audit delay tersebut, dengan cara merencanakan pekerjaan audit dengan sebaik-baiknya agar audit delay dapat ditekan seminimal mungkin. Merekrut tenaga kerja yang profesional juga dapat membantu menyelesaikan audit tepat waktu. Bagi perusahaan publik, diharapkan dapat bekerja sama dengan auditor dengan cara memberikan data dan informasi yang dibutuhkan oleh auditor secara benar dan akurat. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambah faktor-faktor itu antara lain jenis pendapat auditor, status perusahaan publik dan bukan publik, kualitas sistem pengendalian internal, kompleksitas EDP dan masih banyak faktor-faktor lain yang dapat diujikan terhadap audit delay.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Publik Di Indonesia (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur dan Finansial yang Listed di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2005-2008
Dyah Puspasari

Abstrak

ABSTRAKSI

Puspasari, Dyah. 2009. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Publik Di Indonesia (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur dan Finansial yang Listed di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2005-2008). Skripsi, Jurusan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuli Widi Astuti,

S.E., M.Si, Ak, (II) Triadi Agung Sudarto, S.E.,M.Si, Ak, (III) Drs. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak

Kata kunci: ketepatan waktu pelaporan, audit delay, faktor-faktor yang berpengaruh, waktu penyelesaian audit.

Ketepatan waktu sebagai salah satu unsur dari kenadalan dan relevansi laporan keuangan perusahaan menarik untuk diinvestigasi. Karena keterlambatan penerbitannya akan dapat mengurangi manfaat dari isi laporan keuangan itu sendiri terutama bagi pihak yang membutuhkan khususnya investor. Salah satu hal penting yang mempengaruhi ketepatan waktu atas pengumuman laba atau penerbitan laporan keuangan adalah lamanya audit yang dilakukan. Umumnya lamanya penyelesaian audit diukur dari berakhirnya tahun buku sampai ditandatanganinya laporan auditor independen, yaitu selesainya pekerjaan lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay tahun 2005-2008. Faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap audit delay yaitu ukuran perusahaan, jenis industri, laba/rugi operasional, tingkat profitabilitas, jenis pendapat auditor, ukuran KAP, dan tanggal penutupan tahun buku. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dan finansial yang terdaftar di BEI yang terdiri dari 30 perusahaan manufaktur dan 20 perusahaan finansial. Pengambilan sampel menggunkana metode purposive sampling. Untuk metode analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Untuk memenuhi model regresi yang bisa mewakili digunakan uji asumsi klasik. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis alternatif dapat diterima yaitu bahwa ketujuh variabel ukuran perusahaan, jenis industri, laba/rugi operasional, tingkat profitabilitas, jenis pendapat auditor, ukuran KAP, dan tanggal penutupan tahun buku. berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun secara serentak (simultan). Hubungan antara variabel dependen dan variabel independen cukup kuat (tinggi) dilihat dari nilai R (parsial) yaitu 0,958 yang berada diatas 0,5. Hal ini disarankan untuk auditor agar dapat mengendalikan faktor-faktor dominan yang berpengaruh dan terciptanya kerjasama yang baik antara auditor dengan pihak manajemen dengan memberikan informasi yang dibutuhkan sehingga dapat memperpendek waktu audit delay.

Audit Delay
Definisi audit (auditing) menurut Messier (2006) adalah suatu proses sistematis mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti secara objektif sehubungan dengan asersi atas tindakan dan peristiwa ekonomi untuk memastikan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi

tersebut dan menetapkan kriteria serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Sedangkan menurut Arens (2006), Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria.

Berdasarkan definisi-definisi diatas, audit atas laporan keuangan dilaksanakan untuk menentukan apakah penyajian laporan keuangan perusahaan telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. Dalam menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum, auditor harus melakukan ujian yang tepat untuk menentukan apakah terdapat salah saji atau pernyataan salah lainnya. Auditor juga mempertimbangkan strategi bisnis klien serta memproses dan membuat indikator ukuran untuk faktor keberhasilan kritis yang berhubungan dengan strategi tersebut.

Selain itu juga, pelaksanakan audit adalah proses yang sistematis dan logis serta berlaku untuk semua bentuk sistem informasi. Suatu audit dapat diminta untuk dilakukan sebagai syarat atas persetujuan pinjaman atau penerimaan pembiayaan.

Kebutuhan akan audit atas laporan keuangan diakibatkan oleh empat faktor yang mendasarinya, yaitu: kompleksitas, jarak, bias dan motif penyaji, serta konsekuensi (Guy, Alderman, dan Winters, 2002). Volume aktivitas ekonomi dalam dunia bisnis dan entitas lainnya, bersamaan dengan kompleksitas pertukaran ekonomi tersebut, seringkali

mempersulit pencatatan transaksi dan alokasi biaya serta pendapatan dengan benar. Keputusan yang sulit berkaitan dengan perlakuan akuntansi dan pengungkapannya membutuhkan jasa akuntan. Berkaitan dengan jarak, dalam lingkungan saat ini pengambil

keputusan biasanya terpisah dari organisasi. Jarak dapat meningkatkan permintaan akan pihak independen untuk memeriksa catatan keuangan.

Dalam hal bias dan motif penyaji, apabila informasi keuangan disajikan dari sumber yang kurang independen, maka pengguna informasi keuangan mungkin menyangsikan bias dan motif penyaji. Penyaji informasi keuangan mungkin akan menghadapi conflict of interest baik yang disengaja maupun tidak sengaja dengan pengguna informasi keuangan tersebut. Bias dan potensi pertentangan kepentingan dapat menciptakan kebutuhan akan pihak independen untuk meningkatkan kredibilitas informasi keuangan entitas dengan mengaudit laporan keuangan. Jadi, independensi auditor merupakan suatu keharusan bagi para pengguna untuk mempercayai bahwa audit adalah bernilai. Faktor yang terakhir adalah kosekuensi, dalam lingkungan ekonomi saat ini, keputusan ekonomi seringkali melibatkan pengeluaran yang sangat besar dan mempengaruhi banyak orang. Keputusan penting ini membutuhkan informasi keuangan yang relevan dan handal. Itulah kenapa peranan audit sangat penting dalam dunia bisnis.

Walaupun peranan audit sangat penting, suatu audit atas laporan keuangan juga memiliki keterbatasan yang melekat. Salah satunya adalah auditor bekerja dalam suatu batasan ekonomi yang wajar (Boynton dan Kell, 2002:56). Berikut ini adalah dua batasan ekonomi penting yang dimaksud:

1. Biaya yang memadai (reasonable cost). Pembatasan biaya audit dapat menimbulkan terbatasnya pengujian, atau penarikan sampel dan catatan akuntansi atau data pendukung yang dilakukan secara selektif.

2. Jumlah waktu yang memadai (reasonable length of time). Biasanya laporan auditor atas perusahaan akan terbit dalam waktu tiga sampai lima minggu setelah tanggal neraca.

Hambatan waktu ini dapat mempengaruhi jumlah bukti yang diperoleh tentang peristiwa dan transaksi setelah tanggal neraca yang berdampak pada laporan keuangan.

Berkaitan dengan hal diatas, Anggit Wasis Sejati (2007) berpendapat bahwa dalam pelaksanaan audit perlu adanya penyusunan anggaran waktu (time budget) yang secara sederhana menetapkan pedoman mengenai jumlah waktu dari masing-masing bagian audit. Anggaran waktu apabila digunakan secara tepat dapat memiliki sejumlah manfaat. Anggaran tersebut dapat memberikan metode yang efisien untuk menjadual staf, memberikan pedoman tentang berbagi bidang audit memberikan insentif kepada staf audit untuk bekerja secara efisien, dan bertindak sebagai alat untuk menentukan honor audit. Akan tetapi anggaran waktu apabila tidak digunakan dengan tepat dapat merugikan, anggaran waktu merupakan suatu pedoman tetapi tidak absolut. Jika auditor menyimpang dari program audit apabila terjadi perubahan kondisi, auditor mungkin juga terpaksa menyimpang dari anggaran waktu. Auditor tekadang merasa mendapat tekanan untuk memenuhi anggaran waktu guna menunjukkan efisiensinya sebagai auditor dan membantu mengevaluasi kinerjanya.

Selain itu, internal control pada suatu entitas dapat menyebabkan auditor menyimpang dari anggaran waktu tersebut. Menurut standar audit seksi 319, pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi operasi, dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Pengendalian yang relevan dengan suatu audit adalah berkaitan dengan tujuan entitas dalam membuat laporan keuangan bagi pihak luar yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (SA seksi 319). Pengendalian intern yang

baik dapat meningkatkan keandalan laporan keuangan. Pengaruh ini akan berdampak pada kinerja auditor dalam menyelesaikan laporan auditnya. Keandalan laporan keuangan merupakan kesesuaian penyajian laporan keuangan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Sehingga bila keandalan laporan keuangan dapat dicapai oleh manajemen, maka tujuan dari pelaksanaan audit akan dapat dicapai pula oleh auditor.

Oleh karena itu, untuk dapat melaksanakan audit dengan baik, auditor harus mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai klien, jenis usahanya, dan industrinya. Auditor harus memahami risiko yang dihadapi klien, bagaimana mereka menghadapi dengan risikonya, dan sisa risiko apa yang kemungkinan menghasilkan salah saji material dalam laporan keuangan.

Dibekali dengan pemahaman ini, auditor merencanakan prosedur yang akan menghasilkan bukti yang berguna dalam mengembangkan dan mendukung suatu pendapat atas laporan keuangan. Adapun delapan tahap dalam audit (phases of an audit):

1. Menerima/melanjutkan klien.

Standar profesional mensyaratkan kantor akuntan publik untuk menetapkan kebijakan dan prosedur untuk menentukan apakah akan menerima klien baru dan mempertahankan klien yang telah ada. Standar pengendalian mutu menyediakan petunjuk profesional bekenaan dengan keputusan untuk menerima dan melanjutkan klien dan perikatan. Menerima dan melanjutkan klien audit melibatkan elemenelemen penting mengenai pemahaman bisnis dan industri, materialitas, risiko audit, dan pertimbangan jasa bernilai tambah.

2. Praperencanaan

Secara umum terdapat tiga aktivitas praperencanaan, yaitu:

a. Pemutakhiran pemahaman tentang klien atau mendapatkan pemahaman yang mendalan tentang klien baru dan lingkungannya.

b. Menentukan kebutuhan tim audit.

c. Memastikan indepedensi tim audit dan kantor akuntan.

Karena pemahaman terhadap klien dan lingkungannya digunakan untuk menentukan risiko kesalahan saji material dan untuk menetapkan lingkup audit, maka auditor harus melakukan prosedur penentuan risiko untuk mendukung pemahaman tersebut.

3. Menetapkan materialitas dan menentukan risiko

Tim audit harus membuat penentuan awal mengenai risiko bisnis klien dan menentukan materialitas. Tim audit tergantung pada pertimbangan ini sehingga kemudian menentukan risiko yang berhubungan dengan kemungkinan adanya kesalahan saji material dalam laporan keuangan.

4. Merencanakan audit

Perencanaan yang tepat adalah penting untuk memastikan bahwa audit dilaksanakan dengan cara yang efektif dan efisien.

5. Mempertimbangkan dan mengaudit pengendalian internal

Pada saat memperoleh pemahaman mengenai entitas dan lingkungannya, auditor seharusnya memperoleh pemahaman mengenai pengendalian internal.

6. Audit proses bisnis dan akun terkait

Auditor biasanya menentukan risiko salah saji materi dengan memeriksa proses bisnis entitas atau siklus akuntansi. Auditor kemudian menentukan prosedur audit yang diperlukan untuk mengurangi risiko salah saji material ke tingkat yang lebih rendah bagi akun-akun laporan keuangan yang terpengaruh oleh proses bisnis tertentu.

7. Menyelesaikan audit

Setelah auditor selesai menguji saldo akun, kecukupan bukti yang dikumpulkan perlu dievaluasi. Auditor harus mendapatkan bukti kompeten yang cukup untuk mencapai dan membenarkan kesimpulan mengenai kewajaran laporan keuangan.

8. Mengevaluasi hasil dan menerbitkan laporan

Fase akhir dari proses audit adalah memilih laporan audit yang tepat unutk diterbitkan. Tujuan auditor pada saat menyelesaikan audit adalah memastikan bahwa risiko salah saji material dikurangi sampai tingkat yang dapat diterima sehingga laporan keuangan secara keseluruhan kemungkinan besar telah disajikan secara wajar. Pada standar pelaporan keempat mengharuskan laporan audit berisi suatu petunjuk yang jelas tentang sifat pekerjaan auditor serta tingkat tanggung jawab yang ditanggungnya atas laporan keuangan. Laporan audit merupakan hal yang penting dalam penugasan audit, karena laporan audit berfungsi sebagai alat komunikasi antara auditor dengan pengguna. Opini yang dikeluarkan oleh auditor atas pemeriksaan laporan keuangan perusahaan, merupakan suatu pertimbangan penting bagi para investor dalam mengambil keputusan. Terdapat lima opini yang diberikan oleh auditor berdasarkan hasil pengauditan atas laporan keuangan kliennya yaitu unqualified opinion, unqualified opinion with explanation language, qualified opinion, adverse opinion, and disclaimer opinion.

Dengan adanya tahapan-tahapan audit (phases of an audit) yang sesuai dengan standar pekerjaan lapangan pertama dan ketiga yang menyatakan bahwa audit harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan pengumpulan alat-alat pembuktian yang cukup memadai, maka penyelesaian audit pada suatu perusahaan akan membutuhkan waktu yang relatif lama, akibatnya akuntan publik dapat menunda untuk mempublikasikan laporan audit atau laporan keuangan auditannya.. Dalam banyak penelitian hal tersebut dinamakan audit delay / audit report lag.

Untuk itu, maka perlu pemahaman yang mendalam tentang audit delay. Menurut Wah Lai dan Cheuk (2005), An audit report lag or audit delay is a period from a companys year-end date to the audit report date. Definisi tersebut selaras dengan Hossain dan Taylor (1998) yang berpendapat audit delay has been considered as the time from a companys accounting year end to the date of the auditors report. Sedangkan menurut Knechel dan Payne (2001) dalam Hamzah Ahmad, M.Nizarul Alim, dan Imam Subekti (2005), audit report lag / audit delay adalah periode waktu antara akhir tahun fiskal dan tanggal laporan audit perusahaan. Oleh karena itu, semakin lama auditor dalam meyelesaikan pekerjaan auditnya maka semakin panjang audit delay.

Berdasarkan pemaparan diatas, salah satu yang dapat menyebabkan adanya audit delay adalah standar pekerjaan lapangan yang menyatakan bahwa audit harus dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang. Standar tersebut merupakan standar pertama pekerjaan lapangan yang diatur dalam SPAP. Perencanaan tersebut meliputi tiga alasan utama, yaitu:

1. Agar auditor memperoleh bukti yang cukup kompeten untuk kondisi yang ada.

2. Membantu menjaga agar biaya audit yang dikeluarkan tetap wajar.

3. Menghindari kesalahpahaman dengan klien.

Perencanaan audit yang memadai ini akan mempengaruhi kinerja dari auditor. Pemenuhan standar audit dapat menyebabkan lamanya penyelesaian laporan audit, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hasil audit tersebut. Pendapat Ashton, Willingham dan Elliot (1987) dalam (Novita, 2004) menagatakan bahwa proses audit sangat memerlukan waktu yang berakibat adanya audit delay yang nantinya akan sangat berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan.

Dengan adanya audit delay yang salah satunya dapat disebabkan oleh perencanaan audit yang dilakukan auditor, maka penyampaian laporan keuangan entitas dapat tertunda. Padahal manfaat suatu laporan keuangan akan berkurang jika laporan tersebut tidak tersedia tepat pada waktunya. Sesuai dengan pendapat yang menyatakan,

Suggested that the shorter the time between the end of the accounting year and the publication date, the greater the benefits that can be derived from the financial statement. The delay in releasing the financial statement is most likely to boost uncertainty associated with the decisions made based on the information contained in the financial statements. Thus, the decision may not be of superlative quality.[1] Suatu perusahaan sebaiknya mengeluarkan laporan keuangannya paling lama 4 bulan setelah tenggal neraca (PSAK No.1). Faktor-faktor seperti kompleksitas operasi perusahaan tidak cukup menjadi pembenaran atas ketidak mampuan perusahaan menyediakan laporan keuangan tepat waktu.

[1] Raja Adzrin Raja Ahmad dan Khairul Anuar Kamarudin, 2001. Audit delay and the timeliness of corporate reporting: Malaysian evidence. Published by Fauzi Alvaro Hertianto pada 1/19/2011 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook http://ojialvaro.blogspot.com/2011/01/audit-delay.html ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY: STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ

Elsa Imelda
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara

Heri
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara

The purpose of this research is to examine whether company size, reporting net income or net loss, debt to asset ratio, auditor reputation, change in auditor, and profitability impact audit delay significantly. Audit delay is generally auditors report. The total sample was 35 manufacture companies listed in Jakarta Stock Exchange in 2002 and 2003. The results of the research indicated that debt to asset ratio and auditor reputation impact audit delay significantly. The larger debt to asset ratio, the longer audit delay. While, the companies audited by the Big Four Public Accountant Firm will have shorter audit delay than companies audited by non Big Four Public Accountant Firm. Key words: Audit delay, timeliness

Jurnal Akuntansi, Vol 11, No 2 (2007) http://journal.tarumanagara.ac.id/index.php/ea/article/vie w/614

Jurnal Akuntansi, Vol 11, No 3 (2007)


y y y y y y y y

Home About Log In Register Search Current Archives www.tarumanagara.ac.id

Home > Vol 11, No 3 (2007) > Aryati Font Size:

PREDIKSI PROBABILITAS AUDIT DELAY DAN FAKTOR DETERMINANNYA DENGAN PENDEKATAN REGRESI LOGISTIK
Titik Aryati, Venny Lindasari

Abstract

The purpose of this research is to analyze the audit delay factors of the firms listed on Jakarta Stock Exchange. The dependent variable that used in this research is audit delay and variable independent are companys size, accountant public firm size, audit opinion, debt to equity ratio, company ownership structure, and profitability. The researchs object based on companies that listed in Jakarta Stock Exchange (JSX) in the year 2003, 2004 and 2005 and were selected with purposive random sampling method. The analysis of data method in this research is regression logistic with 5%. The result of this research shows that audit opinion_1, audit opinion_2 and company ownership are significantly affect the audit delay. And companys size, accountant public firm size, debt to equity ratio, profitability, are not significantly affect the audit delay. Key words:
Full Text: DOC