Anda di halaman 1dari 2

Menjamur : Lembaga Keuangan Mikro di Aceh Banda Aceh Lembaga keuangan mikro (LKM) seperti Baitul Qiradh (BQ)

mengalami pertumbuhan pesat di Aceh. Pada tahun 1998, jumlahnya pernah mencapai 73 unit. Namun, seiring dengan seleksi alam, hanya tersisa sekitar 50 BQ yang umumnya berbadan hukum koperasi syariah. Mereka terhimpun dalam dalam jaringan Pinbuk, Asosiasi LKM dan Induk Koperasi Syariah (Ikopsyah). Momentum pengembangan LKM di Aceh diawali oleh Menristek Prof DR BJ Habibie dengan meresmikan 50 BQ seluruh Aceh di Masjid Raya Baiturrahman pada 8 Juli 1995. Waktu itu, Habbie menyerahkan modal usaha Rp 1 juta tiap BQ. Peresmian itu bertepatan dengan berlangsungnya Muktamar Muhammadiyah Ke 43 di Banda Aceh. Salah satu BQ yang sukses adalah BQ Baiturrahman (BQB). Pada tahun 2010, BQB membukukan laba sebesar Rp80 juta. Laba ini meningkat Rp 10 juta dari laba tahun lalu Rp 70 juta. Dengan modal hanya Rp2 juta, BQ Baiturrahman mulai beroperasi pada 2 Oktober 1995. Bulan pertama operasional mereka hanya memasarkan produk simpanan, baru pada bulan kedua menyalurkan pembiayaan. Ketua BQB, Ir HM Zardan Araby, MBA, mengatakan bahwa kegiatan BQB sempat terhenti akibat gempa dan tsunami 2004. Hanya tersisa dana Rp 40 juta. Namun berkat penyertaan modal dari BAZNAS sebesar Rp 555 juta, BQB dapat kembali beroperasi pada pertengahan tahun 2005. Saat ini BQ Baiturrahman telah membukukan asset Rp 10,9 milyar, karyawan dan pengurus sebanyak 20 orang dan satu kantor pusat di Masjid Raya Baiturrahman serta tiga kantor cabang masing-masing di Meuraxa, Ulee Kareng dan Jeulingke. Total penabung ada 3.770 orang dengan jumlah dana Rp 4,5 milyar dan jumlah pembiayaan 423 orang senilai Rp4,9 milyar. Alhamdulillah, sejak tahun lalu kita miliki kantor operasional baru atas dukungan BNI Syariah, katanya. Pasca tsunami banyak NGO dan lembaga internasional ikut membina LKB BQ ini seperti Pinbuk, AMF BRR, PT Bisma, PNM, ILO, Fakultas Ekonomi Unsyiah, GTZ dan Mercy Corp. Ada kecenderungan, Dinas Koperasi juga mulai melirik pola BQ dalam pengembangan koperasi simpan pinjam. Sebab banyak temuan lapangan, BQ lebih sukses dibandingkan koperasi simpan pinjam. [Rahmi Atika]

Foto.ANTARA/Ampelsa/ama/10