Anda di halaman 1dari 10

DIALOG IBLIS DENGAN NABI MUHAMMAD

Wahai saudaraku, sehati, seiman dan seperjalanan.. Pahami dan kenalilah stategi iblis dan setan agar kita bisa selamat dari perangkap dan tipu dayanya. Sebab, mereka adalah musuh kita yang nyata dan penyebab banyak orang menjadi penghuni neraka.

Dialog Rasulullah saw dengan iblis terjadi ketika iblis diperintahkan oleh Allah, melalui malaikat Jibril, untuk menemui Rasulullah saw. Agar membeberkan strategi mereka dalam menyesatkan bani Adam. Penulis mengutip materi ini dari hadits Rasulullah saw. Yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal dari Ibnu Abbas, Kami (Ibnu Abbas dan sahabat Rasulullah yang lain) bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami ada di tengah-tengah jamaah, tiba-tiba ada suara orang dari luar rumah,Wahai penghuni rumah, apakah kalian mengizinkan aku untuk masuk? Sementara kalian membutuhkan aku. Rasulullah saw. bertanya kepada jamaah,Apakah kalian tahu siapa yang memanggil dari luar itu? Tentu Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui,jawab jamaah. Rasulullah menjelaskan,Itu adalah iblis yang terkutuk. Semoga Allah senantiasa melaknatnya. Umar bin Khaththab berkata,Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku untuk membunuhnya? Rasulullah menjawab, Bersabarlah, hai Umar. Apakah engkau tidak tahu bahwa iblis adalah makhluk yang kematiannya tertunda sampai batas waktu yang telah ditentukan (hari kiamat)? Lalu Rasulullah memerintahkan,Bukakanlah pintu untuknya karena kedatangan mereka kesini atas perintah Allah. Ketika pintu dibuka iblis pun masuk menjelma seorang laki-laki tua yang buta sebelah. Ia berjenggot panjang sebanyak tujuh helai rambut seperti rambut kuda. Kelopak matanya membusur ke atas, kepalanya seperti gajah yang sangat besar, gigi taringnya panjang mencuat keluar seperti taring babi, kedua bibirnya tebal seperti bibir kerbau. Ia datang dengan mengucapkan, Assalamualaika ya Muhammad, assalamualaikum, ya jamaah!

Rasulullah menjawab,Assalamulillah, ya lain (keselamatan hanyalah milik Allah, ya makhluk terkutuk). Saya dengar engkau memiliki keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai iblis? Kata iblis,Wahai Muhammad. Aku datang kesini bukan kemauanku sendiri, tapi aku datang ke sini karena terpaksa. Seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan yang Maha Agung telah datang kepadaku. Utusan itu berkata kepadaku,Sesungguhnya Allah swt. memerintahkanmu untuk datang kepada Muhammad saw. sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberitahu kepadanya tentang hal-hal berikut ini. Bagaimana engkau menggoda dan memperdaya anak cucu Adam as. Bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur atas setiap pertanyaan Muhammad saw. Demi Kebesaran dan Keagungan Allah swt, jika engkau menjawab dengan bohong, meskipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah swt. jadikan debu yang dihempas oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu dengan membawa beban yang diperintahkan kepadaku, karena itu tanyakanlah apa saja yang engkau inginkan. Jika aku sampai menjawab dengan tidak jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang akan aku terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat dariku daripada bersenang-senangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku,kata iblis. Rasulullah berkata, Siapakah orang yang paling engkau benci? Engkau wahai Muhammad,jawab iblis. Lalu siapa lagi? (1) Pemuda muslim yang bertakwa dan mencurahkan waktu dan perhatiannya hanya untuk Allah swt;

(2) Orang alim yang wara dan bersabar; (3) orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran hadas besar, kecil, dan najis; (4) orang fakir yang seantiasa bersabar, yaitu mereka tidak mengeluhkan kefakiran dan penderitaannya kepada makhluk (sesamanya) dalam waktu tiga hari;

(5)

orang kaya yang bersyukur, yaitu orang yang mengambil kekayaan dari apa yang dihalalkan Allah, dan dibelanjakan dan disalurkan sesuai ketentuan-ketentuan syariat-Nya. Bagaimana keadaanmu jika umatku melaksanakan shalat? Aku langsung merasa gelisah dan gemetar. Mengapa begitu? Sungguh,

(1)

jika seorang hamba sujud kepada Allah satu kali, sungguh maka Allah yang Maha Agung akan menaikkan derajatnya satu tingkat;

(2) jika mereka berpuasa, maka aku terikat (terbelenggu) hingga mereka berbuka puasa; (3) jika mereka melakukan manasik (ibadah) haji, maka aku menjadi gila; (4) jika mereka membaca Al Quran maka aku meleleh (mencair) seperti timah ketika dipanaskan; dan jika mereka bersedekah, maka dengan sedekah itu mereka mengambil kampak dan membelah diriku dengan kampak itu menjadi dua bagian. Mengapa begitu, wahai Abu Murrah (julukan iblis)? Ketahuilah wahai Muhammad! Sedekah itu memiliki empat hikmah bagi orang yang bersedekah: (1) Allah menurunkan keberkahan dalam hartanya; (2) Allah menjadikannya orang disenangi diantara makhluk-Nya; (3) Allah menjadikan penghalang dirinya dari api neraka; dan (4) Allah akan menjadikan penghalang dari bencana dan penyakit. Bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar ash-Shidiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib? Sejak masa jahiliah saja, Abu Bakar ash-Shidiq tidak pernah taat padaku, apalagi setelah ia mengikutimu. Muhammad, demi Allah, setiap aku bertemu dengan Umar bin Khaththab, aku pasti lari. Aku merasa malu kepada orang yang malaikat malu kepadanya, seperti Utsman bin Affan karena Utsman bin affan adalah orang yang

(5)

sangat dermawan. Andaikan aku dapat selamat dari Ali bin Abu Thalib, dan tidak pernah berjumpa dengannya, hal itu akan lebih baik bagiku. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan mencelakakanmu hingga waktu yang ditentukan. Muhammad, tidak dan tidak mungkin umatmu bahagia. Sebab, (1) aku akan tetap hidup hingga waktu yang ditentukan (kiamat) sedangkan umkatmu meninggal; aku bisa masuk ke tubuh mereka melalui aliran darah dan dagingnya sementara mereka tidak dapat melihatku; dan umatku bahagia dan

(2)

(3) demi Tuhan yang telah menciptakanku dan menunda kematianku! Sungguh aku akan menyesatkan seluruh manusia, yang bodoh dan yang alim (pandai), yang awam dan yang bisa membaca Al Quran, yang nakal dan yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah swt. yang mukhlis. Siapa hamba Allah swt. yang mukhlis? Orang-orang yang tidak mencintai dirham dan dinar (baca : kekayaan duniawi), tidak suka dipuji oleh sesamanya, dan hatinya tidak terkekang oleh kesenangan duniawi. Mereka itu adalah orang-orang yang ikhlas karena Allah, dan mereka itulah yang akan aku tinggalkan. Hati orang yang mencintai dirham dan dinar selalu tertaut pada kesenangan dunia (harta duniawi), maka mereka akan lebih mendengarkanku dan taat kepadaku, daripada kepadamu. Ketahuilah, wahai Muhammad, mencintai dunia dan kedudukan adalah dosa besar. Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa aku memiliki 70.000 anak. Setiap anakku akan memiliki 70.000 setan, dan setiap cucuku itu akan melahirkan 70.000 setan. Begitulah seterusnya, selalu berkelipatan 70.000. Di antara mereka ada yang aku tugaskan untuk menggoda ulama, para pemuda, dan orang tua. Sementara bagi kami, menyesatkan anak-anak muda sangatlah mudah. Begitu pula mempermainkan anak-anak kecil. Di antara mereka ada yang kami tugaskan untuk menggoda orang yang tekun beribadah, ada juga yang kami tugaskan untuk menggoda orang zuhud. Mereka keluar masuk dari berbagai kondisi, keluar masuk dari berbagai pintu dengan bebagai cara

sehingga mereka berhasil menyesatkan para ahli ibadah. Aku mengambil keikhlasan para ahli ibadah dari hatinya sehingga mereka beribadah kepada Allah mengikuti hawa nafsunya, menghitung-hitung pahala untuk dirinya sehingga tanpa mereka sadari, mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas. Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu tentang Barshisha-seorang rahib yang telah beribadah dengan ikhlas selama 70 tahun sehingga dengan doanya dapat menyembuhkan orang-orang sakit-aku tidak pernah berhenti menggodanya hingga ia melakukan perbuatan zina dengan pasiennya lalu ia membunuhnya, dan akhirnya Barshisa mati dalam keadaan kafir. Kisah itulah yang disebutkan Allah dalam firman-Nya, (Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia,Kafirlah kamu! kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.(al-Hasyr [59]: 16) Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa setiap kebohongan itu datang dariku, dan akulah yang pertama-tama berbuat bohong sehingga orang-orang yang berbohong adalah temanku, sedangkan orang-orang yang bersumpah atas nama Allah padahal ia berbohong, maka ia itu adalah kekasihku. Wahai Muhammad, apa egkau tidak tahu bahwa aku pernah bersumpah atas nama Allah untuk menipu Adam dan Hawa. Setiap mereka bersumpah atas nama Allah padahal mereka berbohong, maka perbuatan itu sangat menyenangkan hatiku. Sementara setiap perbuatan mengadu domba dan menggunjing itu adalah santapan dan kesukaanku. Setiap kesaksian dusta adalah kesenanganku dan kesejukan mataku. Jika seorang bersumpah atas nama Allah untuk menceraikan istrinya (talak), maka mereka hampir tidak bisa selamat, meskipun mereka hanya mengucapkan satu kali. Seandainya ucapannya itu menghasilkan perceraian, maka hal itu akan menjadikan lidahnya senang untuk mengucapkan sumpah talak sehingga istrinya haram untuk digauli. Tetapi, kenyataannya mereka tetap , menggaulinya sehingga anak yang dilahirkannya sampai merupakan anak dari hasil zina. Akibatnya seluruh keturunannya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan (sumpah talak) yang mereka lakukan. Wahai Muhammad, diantara umatmu ada orang-orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Setiap mereka hendak shalat, aku bersamanya, dan mengganggu mereka, dan aku katakana kepada mereka, Masih ada waktu, teruskan kesibukanmu! Lalu mereka menunda-nunda shalatnya sehingga mereka mendirikan shalat bukan pada waktunya. Akibatnya kepala mereka akan dipukul oleh shalat yang disia-siakan itu.

Jika aku gagal menggoda mereka, dan orang itu tidak menunda shalatnya, maka aku akan mengutus setan-setan dari manusia untuk mendatangi mereka ketika waktu shalat tiba, dan berusaha menyibukkannnya hingga mereka menunda-nunda shalatnya. Apabila strategiku ini gagal, maka aku akan tinggalkan mereka hingga mereka melakukan shalat. Ketika mereka melakukan shalat aku bisikkan kepadanya, Tengoklah ke kanan dan ke kiri. Maka ketika aku usap wajahnya dengan tanganku, kemudian aku menghadap di depan matanya, dan berkata kepada mereka, Engkau telah mlakukan sesuatu yang akan membuat shalatmu tidak baik untuk selamanya. Sementara mereka tidak menyadarinya. Wahai Muhammad, engkau mengetahui bahwa orang-orang yang melakukan shalat, sedangkan mereka banyak menengok ke kanan dan ke kiri, maka Allah akan memukul mukanya dengan shalat itu. Jika aku gagal membuat mereka sering menengok ke kanan dan ke kiri ketika shalat, maka aku biarkan mereka shalat, dan aku akan datang ketika mereka shalat sendiri. Ketika itu akan aku perintahkan untuk tergesagesa sehingga shalatnya seperti ayam yang mematok benih-benih makanan, dan mereka segera meninggalkan shalatnya. Ketika mereka melakukan shalat berjamaah, maka aku akan kalungkan rantai di lehernya, ketika rukuk dan sujud aku tarik kepalanya ke atas sehingga mereka akan bangun mendahului imam, dan aku turunkan mereka mendahului imam. Orang yang melakukan shalat seperti itu, maka shalatnya batal, dan pada hari kiamat Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai. Jika usahaku itu gagal, aku akan memerintahkan mereka meremas-remas jarinya hingga bersuara, padahal mereka sedang shalat. Dalam kondisi seperti itu berarti mereka bertasbih kepadaku. Jika usahaku itu masih gagal, maka akan aku tiup hidungnya hingga mereka menguap. Jika ketika mereka menguap tidak menutupi mulutnya dengan tangannya, maka aku masuk ke dalam perutnya hingga orang itu makin rakus terhadap dunia dengan berbagai perangkapnya. Maka mereka itu akan selalu mendengarkan dan taat kepada perintahku. Wahai Muhammad, bagaimana umatmu akan merasa bahagia? Sementara aku telah memerintahkan orang-orang miskin untuk tidak melakukan shalat, aku bisikkan kepadanya,Shalat hanya diwajibkan bagi orang-orang yang diberikan nikmat (kekayaan) oleh Allah. Aku bisikkan kepada orang-orang yang sakit untuk meninggalkan shalat, aku katakana kepadanya,Shalat bukan kewajiban bagi orang sakit. Shalat hanyalah kewajiban bagi orang-orang yang diberi nikmat kesehatan oleh Allah.

Jika engkau telah sembuh maka barulah engkau melaksanakan shala! Jika mereka mati, maka mereka mati dalam keadaan kafir. Mereka akan menghadap Allah dengan mendapatkan murka-Nya. Wahai Muhammad, jika aku menyimpang dan berdusta kepadamu, hendaklah engkau memohon kepada Allah agar aku dijadikan debu yang lembut. Wahai makhluk terkutuk, siapakah teman dudukmu? tanya Rasulullah. Orang-orang yang suka makan riba, jawab iblis. Siapa teman dekatmu? Orang-orang yang berzina. Siapa teman tidurmu? Orang-orang yang mabuk. Siapa tamumu? Para pencuri. Siapa utusanmu? Para tukang sihir. Apa yang menyenangkan pandangan matamu? Orang yang bersumpah dengan talak. Siapa kekasihmu? Orang yang meninggalkan shalat jumat. Wahai makhluk terkutuk, apa yang menyebabkan tulang punggungmu patah? Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah. Apa yang membuat hatimu panas? Banyak beristighfar kepada Allah, pada malam dan siang hari. Apa yang membuatmu merasa malu dan hina. Sedekah dengan rahasia.

Apa yang bisa membuat matamu buta? Shalat pada waktu sahur (sepertiga malam terakhir). Apa yang dapat mengendalikan kepalamu? Orang yang rajin melaksanakan shalat berjamaah. Siapa orang yang paling membahagiakanmu. Orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat. Menurutmu, siapa yang paling celaka? Orang-orang kafir. Apa yang menyita pekerjaanmu? Majelis orang-orang alim (majelis zikir). Bagaimana caramu makan? Dengan tangan dan jari-jemari kiriku. Di mana kamu berteduh dengan anak cucumu ketika panas? Di bawah kuku-kuku manusia. Berapa kebutuhan yang pernah kamu minta kepada Tuhanmu? Sepuluh macam kebutuhan, yaitu (1) aku minta bisa berserikat (bergabung) dengan anak cucu adam, dalam kekayaan dan anak-anak mereka. Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka aku ikut memakannya; aku juga ikut memakan harta riba, haram dan harta yang tidak dimintakan perlindungan kepada Allah; (2) aku ikut bersetubuh dengan orang-orang yang bersetubuh dengan tidak meminta perlindungan Allah, kemudian mereka melahirkan anak-anak yang lebih mendengarkan perintahku dan lebih taat kepadaku;

(3) aku menemani orang yang naik kendaraan untuk mencari harta yang tidak halal; (4) aku meminta rumah, maka kamar mandi adalah rumahku;

(5) aku meminta masjid, maka pasar adalah masjidku; (6) aku meminta al-Quran, maka syair-syair adalah Quranku; (7) aku meminta azan, maka suara terompet adalah azanku; (8) aku meminta tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku; (9) aku memita teman yang menolongku, maka golongan Qadariyah (Ego Centris) adalah teman penolongku; dan (10) aku meminta sahabat karib, maka orang yang menginfakkan hartanya dalam kemaksiatan adalah sahabat karibku.

Wahai Muhammad, aku memiliki anak yang bermacam-macam, yaitu (1) Atamah, ia bertugas untuk berkencing di telinga orang yang tidur meninggalkan shalat Isya; (2) Mutaqadhi, ia bertugas untuk menjadikan umatmu selalu pamer dalam beramal. Karena itu, Allah menghapuskan 99% nilai amalnya sehingga nilai amalnya tinggal 1 %;

(3) Kuhyal, ia bertugas untuk mengusap kelopak mata setiap orang yang berada di majlis taklim dan shalat Jumat sehingga mereka terkantuk dan tertidur. Karena itu, Allah tidak akan memberikan kebaikan pada ibadahnya sedikit pun untuk selamanya; dan (4) dua anakku selalu duduk di pinggul dan jari-jemari setiap wanita ketika mereka keluar rumah shingga menarik perhatian laki-laki yang melihatnya.

Wahai Muhammad, sesungguhnya aku tidak memiliki hak sedikit pun untuk menyesatkan manusia. Aku sekadar mengganggu dan membujuknya. Sekiranya aku memiliki hak, maka tak akan aku biarkan segelintir manusia pun untuk bersyahadat di muka bumi. Tidak ada lagi orang shalat dan puasa. Aku hanyalah menjadi sebab celakanya seseorang, yang telah ditakdirkan celaka oleh Allah. Begitu pula Engkau, Muhammad. Engkau tidak memiliki hak untuk memberi hidayah. Jika engkau memiliki hak untuk memberi hidayah, maka tidak ada segelintir orang kafir pun di muka bumi. Engkau hanya utusan dan menyampaikan kalam Allah kepada makhluk-Nya. Seseorang yang mulia dan celaka merupakan kepastian dari Allah, yang telah ditetapkan sejak ia ada dalam kandungan ibunya.

Wahai Abu Murrah (iblis)! Mungkinkah engkau bertobat kepada Allah, sementara aku menjamin engkau untuk masuk surga? Wahai Muhammad, ketentuan Allah telah ditetapkan, dan tinta kalam-Nya pun telah kering. Maha suci Allah yang telah menetapkan aku sebagai penghulu orang-orang yang celaka, dan khatib seluruh penghuni neraka. Di sisi lain Allah telah menetapkan engkau sebagai penghulu para nabi, dan khatib seluruh penghulu surga. Begitulah dialog Rasulullah saw. dengan iblis. Strategi iblis tersebut menjadi dasar perilaku setan dalam menyesatkan manusia. Semoga Allah menolong kita dalam menghadapi musuh kita semua. Tanpa perlindungan dari Allah, mustahil kita dapat selamat dari jeratan iblis dan seluruh keturunannya. Sebab, Allah telah menetapkan seluruh bani Adam untuk memiliki pendamping setan.