Anda di halaman 1dari 14

Seksualitas Manusia BAB VII SEKSUALITAS MANUSIA

Karikatur Otak laki-laki dan Perempuan

Pernahkah anda mengalami hal ini?


Alkisah Bambang dan Fenny sedang siap-siap untuk pergi ke pesta. Fenny baru aja beli baju baru dan ingin sekali terlihat cantik. Dia memegang 2 pasang sepatu, sepasang warna biru, sepasang warna emas. Lalu dia bertanya ke Bambang, dengan pertanyaan yang paling ditakutin cowok, Mas, yang mana yang harus Fenny pakai dengan baju ini ya?" Keringat dingin Bambang mulai keluar. Dia sadar sebentar lagi bisa muncul masalah. "Ahh...umm...yang mana aja yang kamu suka, sayang," jawab Bambang. "Ayo donk mas," kata Fenny lagi, sudah tidak sabar, "Yang mana yang keliatan lebih bagus.....yang biru atau yang emas?" "Kayaknya yang emas deh!" jawab Bambang dengan gugup. "Emangnya yang biru kenapa?" tuntut Fenny.

KatolikAgama Katolik-UMB

Seksualitas Manusia
"Kamu emang dari dulu nggak pernah suka sama yang Biru! Aku beli mahal-mahal dan kamu nggak suka, kan?" Bambang dalam hatinya mungkin sudah gemas, "Kalo nggak mau denger pendapatku, kok tadi nanya!" Bambang pikir tadi dia disuruh menyelesaikan suatu masalah, tapi ketika masalahnya sudah ia selesaikan, Fenny malah kesel. Fenny sebenarnya sedang menggunakan bahasa yang tipikal cewek alias cuman cewek yang ngerti: bahasa tidak langsung atau kerennya indirect speech. Fenny sebenernya udah mutusin mo pake sepatu yang mana dan tidak sedang minta pendapat; yang dia inginkan adalah konfirmasi dari Bambang bahwa ia terlihat cantik.

Tidak perlu dijawab, namun paling tidak saya mau mengantar teman-teman untuk membahas seksualitas manusia. Ya, cerita di atas adalah seksualitas kita. Teman-teman yang terkasih, setelah kita melihat dasar-dasar kehidupan

menggereja sebagai orang Katolik dan melihat kodrat manusia sebagai makhluk religius, sekarang kita akan berbicara tentang seksualitas manusia. Di sini berarti kita akan melihat kodrat kita sebagai makhluk seksual. Kehidupan seksual manusia bukan hanya menyentuh sisi biologis dan psikologis, tetapi juga menyentuh sisi moralitas manusia. Oleh karena itulah, pada bagian ini kita akan sedikit melihat seksualitas manusia dalam empat sudut pandang yaitu: biologis, psikologis, moral, dan moral kristiani.

A. Pengertian Seksualitas Sekarang ini, sudah terjadi pergeseran makna dalam berbagai bahasa bahwa seks dan seksualitas manusia selalu identik dengan hubungan seks. Padahal, yang namanya hubungan seks itu hanya sebagian kecil dari seksualitas manusia. Dalam bahasa Inggris mungkin masih menampakkan makna aslinya. Seks itu berarti semacam gender. Tapi, gender itu juga sebagian dari seksualitas. Gender lebih menunjuk pada unsur budaya dan pola pikir berdasarkan jenis kelamin. Berbicara tentang seks dalam bahasa inggris masih diartikan sebagai jenis kelamin. Sedangkan, hubungan seks memiliki istilah yang lebih indah yaitu make a love, atau dalam bahasa biologi intercouse. Pengertian seksualitas, selain mengacu pada jenis kelamin sebenarnya berarti juga kelaki-lakian atau keperempuanan manusia. Kedua hal tersebut memiliki makna identitas manusia sebagai laki-laki dan perempuan. Maka, manusia sebagai

Seks adalah jenis kelamin. Gender lebih menunjuk pada unsur budaya dan pola pikir berdasarkan jenis kelamin.

KatolikAgama Katolik-UMB

Seksualitas Manusia makhluk seksual seharusnya berbicara tentang pribadinya menurut jenis kelamin. Kelamin hanya menunjuk pada alat genital seseorang. Sebagai makhluk seksual, manusia memiliki kesamaan dengan makhluk lainnya yang juga berjenis kelamin. Namun demikian, manusia memiliki kekhasannya sendiri yang nantinya akan membedakan dirinya dari binatang. Masalahnya sekarang adalah apakah seksualitas manusia hanya menunjuk pada kelaki-lakian dan keperempuanan. Banyak ahli berpendapat bahwa pandangan semacam itu tidak benar. Ada ranah irisan antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, seharusnya ada jenis kelamin ketiga yang sekaligus laki-laki dan sekaligus perempuan. Diskusi akan menjadi menarik apabila kemudian ada yang mengklaim bahwa tidak semua manusia berjenis kelamin. Sampai di sini, manusia seolah-olah ada yang aseksual sehingga kodrat manusia sebagai makhluk seksual mendapatkan pengecualian. Sebagai argumentasi sementara (karena nanti dalam berbagai perspektif akan muncul argumentasi lain), kita harus melihat seksualitas manusia sesuai dengan kodratnya. Sebagai sebuah kodrat, apa yang dimiliki manusia akan muncul dalam berbagai makhluk lainnya yang serupa. Artinya, pada binatang yang heteroseksual (jantan dan betina) tidak ditemukan adanya wilayah irisan yang sekaligus jantan dan betina. Itulah kodrat. Pilihannya selalu hanya satu atau jantan atau betina. Mungkin kita bisa mengajukan, Loh kan ada juga makhluk yang hermaprodhit? Mengapa manusia tidak kemungkinan untuk hermaprodhit? Justru di sinilah yang namanya hukum kodrat. Ada jenis makhluk hidup yang hermaprodhit dan ada yang tidak. Tidak ada yang hermaprodhit sekaligus bukan. Manusia, tidak termasuk makhluk yang hermaprodhit. Bahwa kemudian ada kelainan genetis, itu bukan kodrat manusia. Itu adalah kelainan. Bukankah tidak mungkin kita mengatakan kalau ada manusia itu makhluk berkanker hanya karena ada manusia yang menderita kanker? Demikian halnya kita tidak bisa mengatakan bahwa manusia itu makhluk yang hermaprodhit karena seakan-akan ada orang yang berkelamin ganda. Oleh karena itulah, manusia sebagai makhluk seksual harus dilihat pada pribadinya sebagai seorang laki-laki atau perempuan. Bukan hanya biologi dan dan psikologinya, tetapi juga menyangkut pola pikirnya, tanggung jawabnya, fungsinya, dll.

KatolikAgama Katolik-UMB

Seksualitas Manusia B. Seksualitas manusia secara biologis 1. Awal seksualitas manusia Untuk melihat bagaimana seksualitas manusia terbentuk, pertama-tama kita melihat proses biologi terbentuknya manusia.awalnya, sel telur yang

matang tiba di tuba fallopi, kemudian sperma masuk menembus dinding sel telur. Perpaduan dua sel itu menyebabkan timbulnya makhluk baru yang disebut zigot. Calon manusia atau zigot itu membelah diri terus menerus dan berangsur-angsur membentuk bayi di dalam rahim ibu. Manusia memiliki 23 pasang kromosom atau pembawa sifat dalam dirinya. Sel telur maupun sperma hanya memiliki separuh kromosom atau 23 kromosom tanpa pasangan. Ketika keduanya bersatu menjadi zigot, masing-masing kromosom akan bersatu lagi sehingga membentuk 23 pasang kromosom. Artinya, separuh kromosom anak dari ayah dan separuh lagi dari ibu. (Lihat pelajaran biologi waktu SMU). Kromosom pembawa sifat seksual adalah kromosom nomor 23. Pada perempuan, kromosomnya adalah XX. Sel telurnya berkromosom X (separuh dari XX). Laki-laki memiliki kromosom XY, maka spermanya bisa hanya memiliki kromosom X atau hanya kromosom Y (ingat, hanya separuh kromosom yang ada dalam sperma). Jika sel telur bertemu sperma dengan kromosom X, maka menjadi zigot berkromosom XX dan lahirlah anak perempuan. Jika sel telur bertemu sperma dengan kromosom Y, maka menjadi zigot berkromosom XY dan lahirlah anak lakilaki. Jadi sangat jelas di sini bahwa manusia pasti berkelamin. Minimal ia berkromosom X. Kromosom dari ayah menentukan jenis kelamin anak.

2. Anatomi seksual laki-laki

Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari sepasang testis (buah pelir), saluran vas deferens, kelenjar dan penis. Buah pelir atau testis adalah bagian menggantung di bawah penis sebagai tempat di mana sperma dan beberapa hormon seks diproduksi (hormon testoreon dan estrogen, androsterone, dan lainnya). Hal ini membuat testis lebih dingin. Jika di dalam tubuh, testis akan dalam kondisi lebih panas sehingga KatolikAgama Katolik-UMB 4

Seksualitas Manusia sperma yang dihasilkan akan rusak. Kelenjar seksual (yang paling dikenal adalah kelenjar prostat) adalah tempat diproduksinya semen, yakni cairan-cairan yang membungkus sperma. Cairan putih yang dikeluarkan laki-laki saat ejakulasi adalah cairan semen. Sekitar 1% di antaranya adalah sperma. Jumlahnya kira-kira antara 200-400 juta sperma setiap kali ejakulasi. Saluran vas deferens adalah saluran semen keluar menuju uretra di dalam penis. Uretra menjadi saluran terakhir semen keluar dari tubuh. Uretra sendiri berfungsi ganda. Tidak hanya semen yang dikeluarkan, tapi juga air kencing (urine). Salah satu kelenjar yang memiliki peran penting adalah kelenjar cowsper. Kelenjar ini menghasilkan zat untuk membersihkan saluran uretra dari air kencing. Kadang kala dalam jumlah yang sedikit, ada juga spermanya. Pada saat laki-laki terangsang, penis mengalami ereksi atau membesar dan mengeras sehingga memungkinkan penetrasi ke dalam vagina perempuan. Tanpa adanya ereksi, tidak mungkin penis bisa melakukan penetrasi ke dalam vagina. Ereksi penis dimungkinkan karena penis terdiri dari 2 silinder, yakni korpus kavernosus (corpora carvenosa) dan korpus spongiosus. Di antara sel dalam korpus kavernosus terdapat rongga, di mana tatkala terangsang rongga itu dialiri darah sehingga penis membesar. Setelah ejakulasi atau keluarnya semen, darah akan keluar dari penis sehingga penis akan kembali mengecil dan lemas seperti sedia kala.

3. Anatomi seksual perempuan Hal yang paling mudah untuk membedakan laki-laki dan perempuan adalah bahwa perempuan memiliki vagina dan payudara. Vagina merupakan bagian dari sistem reproduksi perempuan. Payudara meskipun ciri khas perempuan tapi tidak termasuk dalam bagian utama sistem reproduksi perempuan. Keberadaan payudara hanya diperlukan untuk menyusui anak setelah anak lahir (sehingga subur tidaknya seorang perempuan tidak diukur dari besar kecilnya payudara). Sistem reproduksi perempuan terdiri atas sepasang ovarium, dua tuba fallopi, sebuah uterus, mulut rahim (serviks), vagina dan vulva (mulut vagina). Ovarium adalah testis bagi perempuan. Sel telur dihasilkan perempuan dalam ovarium. Pada saat lahir, ovarium memiliki sekitar 230 ribu sampai 400 ribu bakal calon sel telur. Namun, hanya sekitar 400 sampai 500 sel telur yang menjadi matang dan siap di buahi. Ukuran sel telur antara 0,132 mm sampai 0,135 mm. Dari KatolikAgama Katolik-UMB 5

Seksualitas Manusia ovarium, sel telur akan dibawa ke tuba fallopi. Di dalam tuba fallopi, sel telur matang itu siap untuk dibuahi. Pada saat tersebut, dinding uterus akan menebal sebagai persiapan jika sel telur dibuahi. Jika tidak dibuahi, sel telur dan dinding uterus akan luruh. Hal tersebut dikenal sebagai menstruasi atau haid. Mulut rahim atau serviks adalah pintu uterus (rahim). Serviks membatasi uterus dengan vagina. Di dalam serviks terdapat kelenjar yang menghasilkan mucus yang berfungsi melawan sperma untuk masuk ke uterus saat menstruasi. Itu sebabnya tidak akan terjadi kehamilan jika melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi. Vagina merupakan saluran berdinding tipis dan elastis. Dinding vagina memiliki pembuluh darah yang akan membesar saat mengalami kenikmatan seksual atau selama melahirkan. Pada saat terangsang, pembuluh darah menekan dinding vagina, yang lantas menghasilkan cairan yang membasahi dinding vagina sehingga pada saat ada penetrasi penis, vagina tidak merasakan sakit. Berbeda dengan vagina, vulva adalah istilah untuk organ eksternal perempuan. Banyak yang menyebutnya sebagai mulut vagina. Vulva terdiri dari pubis, bibir dalam (labia), klitoris, pintu masuk ke vagina dan saluran keluar kencing. Pubis adalah bagian yang menutupi tulang pubik, dan biasanya ditutupi oleh rambut. Pada bagian pubis ini terdapat sejumlah besar saraf perasa. Oleh sebab itu perempuan gampang terangsang jika disentuh daerah pubisnya. Labia adalah bibir vagina. Bentuknya mirip kantong buah pelir (skortum) bagi laki-laki. Pada orang yang melakukan operasi dari laki-laki menjadi perempuan, kantong buah pelir digunakan untuk membentuk labia. Perannya menutupi vulva. Klitoris juga ditutupi oleh labia. Organ yang satu ini mirip ujung penis. Di dalamnya terdapat ratusan saraf erotik. Inilah salah satu bagian dari tubuh perempuan yang paling sensitif menghasilkan sensasi erotik dan orgasme.

C. Seksualitas manusia Secara Psikologis Kelebihan manusia dibanding makhluk lainnya adalah unsur psikologismenya. Manusia memiliki sifat-sifat tertentu yang mudah untuk dibedakan dengan manusia lainnya. Lelaki dan perempuan tidak hanya berbeda secara fisik, melainkan juga dalam cara memandang hidup, mengolah emosi, berpikir dan masih banyak lagi. Sebuah buku psikologi populer berjudul Men Are From Mars, Woman are from venus (lelaki dari Mars, perempuan dari Venus) karangan Dr John Gray begitu KatolikAgama Katolik-UMB 6

Seksualitas Manusia populer. Buku tersebut berhasil menjelaskan dengan sederhana mengenai berbagai perbedaan antara perempuan dan lelaki. Dari sekian banyak perbedaan, ada lima jenis perbedaan yang menonjol1.

1. Lelaki senang berbagi fakta, perempuan senang mengungkapkan perasaan. Dalam persahabatan yang erat sekalipun, lelaki cenderung lebih banyak mengungkapkan dan mengumpulkan fakta. Sedangkan perempuan cenderung tertarik

berbagi rasa. Misalnya jika membicarakan tentang sesuatu, lelaki akan langsung bertanya ke pokok pembahasan, sebaliknya perempuan ingin mengetahui perasaan orang yang akan diajak bicara.

2. Lelaki cenderung mandiri, perempuan cenderung bergantung. Kecenderungan ini sudah nampak dari cara anak laki-laki dan perempuan bermain. Jika anak laki-laki bisa bermain sendiri dalam kelompoknya, maka anak perempuan akan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk saling berbagi. Dengan kata lain, anak perempuan memilih bermasyarakat.

3. Lelaki bertukar pikiran dengan melakukan kegiatan bersama, perempuan dengan bicara. Menurut beberapa penelitian, bagi seorang laki-laki keakraban diukur dari seringnya melakukan kegiatan bersama, apakah itu dalam olah raga ataupun berdebat dalam forum diskusi. Sedangkan perempuan mendefinisikan keakraban untuk berbicara dari hati ke hati.

4. Lelaki cenderung bersaing, perempuan cenderung bekerjasama. Seorang laki-laki bisa saja tiba-tiba marah pada istrinya mengenai sesuatu yang tidak disadari oleh istrinya. Mungkin saja ada yang diucapkan si istri yang membangkitkan
1

persaingan

dalam

pekerjaan

ataupun

status

sosial.

Rasa

Perbedaan ini merupakan kecenderungan umum. Jadi tidak mutlak. Ada berbagai teori lain yang menunjukkan perbedaan laki-laki dan perempuan. Sebagian besar berpendapat bahwa laki-laki dan wanita berbeda karena susunan otaknya memang berbeda. Pengaruh hormone sangat kuat di sini.

KatolikAgama Katolik-UMB

Seksualitas Manusia persaingan lelaki mencakup hampir seluruh bisang kehidupan terutama pekerjaan. Ia butuh merasa sukses, kalau tidak ia bisa menjadi patah semangat dan kehilangan semangat hidup. Mungkin karena itulah banyak lelaki yang tidak bisa menikmati masa pensiun.

5. Lelaki cenderung mengendalikan, perempuan cenderung menyenangkan hati orang. Umumnya, lelaki cenderung merasa lebih hebat dari perempuan. Menurut penelitian jika lelaki dan perempuan berbicara maka percakapan itu cenderung mengikuti gaya laki-laki. Biasanya perempuan yang menginginkan komunikasi verbal untuk menciptakan keakraban, membiarkan lelaki memimpin.

D. Seksualitas Manusia dalam perspetif Moral Segala sesuatu dibuat dengan tujuan tertentu. Dalam kacamata moral dikatakan bahwa segala sesuatu yang tercipta atau dibuat memiliki apa yang diistilahkan dengan finalitas. Kalau meja dibuat mendatar, pasti ada maksudnya. Hampir tidak mungkin sesuatu disebut meja kalau ia dibuat menggunung sejak dari ujung. Pasti ada bagian yang mendatar. Sesuatu dibuat oleh seseorang begini pasti punya tujuan yang begitu, meskipun tidak tertutup bahwa akan terjadi tujuan tersebut tidak menjadi kenyataan. Demikian halnya, manusia yang diciptakan dengan identitas seksualitasnya tentu ada tujuannya. Kalau dicermati dengan sedemikian rupa, secara natural lakilaki dan perempuan memiliki perbedaan sedemikian rupa. Tentu masih ada banyak kesamaan karena satu makhluk. Tetapi lihat, metabolisme tubuhnya dan kecenderungan psikologisnya laki-laki dan perempuan begitu berbeda. Perbedaan itu bukan untuk menyerang satu dengan yang lain. Perbedaan itu pertama-tama justru untuk saling melengkapi. Di sinilah tampak kebesaran Tuhan. Berkat seksualitas manusia yang berbeda sedemikian rupa ini kita bisa mengambil beberapa makna yang bisa dipetik. Tujuan untuk saling melengkapi itu rasanya masih terlalu abstrak. Mungkin kita perlu membahasnya lebih lanjut, mengapa manusia harus saling melengkapi secara mendasar. Yang pertama: manusia dengan dibedakan antara laki-laki dan perempuan diharapkan bisa berbagi tanggung jawab. Tanggung jawab seksual terlalu berta KatolikAgama Katolik-UMB 8

Seksualitas Manusia kalau hanya dilimpahkan pada seseorang secara sendirian. Sulit juga rasanya membaangkan keperkasaan dan kelembutan ada dalam satu orang. Kalau kemudian ada yang tampak memiliki dua sifat tersebut, itu bukan dari kodrat, tetapi terbentuk sedemikian rupa. Hanya Allah yang sekaligus bersifat Maha Kuasa dan Maharahim. Oleh karena itulah, dalam perspektif gender, laki-laki dan perempuan umumnya memiliki fungsi yang berbeda. Yang kedua: dengan perbedaan seksual yang mendasar, manusia secara kodrati tidak bisa hidup sendirian. Di sanalah manusia secara hakiki masuk dalam kelompok sosial yang paling kecil sekalipun. Bayangkan, seandainya manusia bisa menjadi makhluk hermaprodit, bisa rusak pranata sosial manusia! Dengan daya tarik yang ada sedemikian rupa, manusia pasti membutuhkan orang lain terutama yang berbeda jenis kelamin. Yang ketiga: memberi dinamika kehidupan yang lebih indah. Bayangkan seandainya dunia ini hanya diisi oleh kaum laki-laki saja! Atau sebaliknya, dunia hanya diisi oleh kaum perempuan saja! Dunia justru tidak menjadi indah, seindah apapun pemandangan alam di sekitarnya. Daya tarik seksual semacam ini, membuat segala sesuatunya lebih indah. Maka tidak heran kalau kisah abadi yang paling menarik sepanjang jaman adalah kisah percintaan manusia. Dan yang keempat: tanggung jawab reproduksi. Ini jelas, bahwa dengan aktivitas seksualnya, manusia memiliki tanggung jawab reproduksi. Persis inilah tameng terakhir tujuan seksualitas manusia. Semuanya terarah ke sana. Atau dengan kata lain, dalam bahasa anak muda, ya ujung-ujungnya untuk meneruskan keturunan! hukum semacam ini disebut sebagai hukum kodrat. Dalam moral seksual, hubungan manusia dianggap sebagai ungkapan cinta kasih manusia yang paling total. Di lain sisi, hubungan seksual manusia merupakan sebuah tindakan yang dirancang oleh Tuhan sedemikian rupa sebagai sarana untuk mempertemukan sel telur dengan sel sperma. Bandingkan misalnya kalau tutup botol dipasangkan dengan botolnya pasti tujuan utamanya adalah untuk menutup botol itu. bahwa kemudian ada hiasan-hiasan tertentu, tapi itu adalah tujuan skunder. Oleh karena itulah, hubungan seksual harus senantiasa terbuka pada pertemuan sel telur dan sel sperma. Berbagai permasalahan tentang seksualitas manusia: 1. Masturbasi

KatolikAgama Katolik-UMB

Seksualitas Manusia Masturbasi atau onani adalah salah satu penyimpangan seksual yang paling umum. Masturbasi adalah perbuatan secara disengaja untuk memuaskan dorongan seksual seseorang. Penyimpangan ini bisa dilakukan oleh wanita ataupun pria. Dahulu hal ini dianggap berdosa. Namun, dalam penemuan lebih lanjut bahwa secara psikologis seorang remaja akan melakukan masturbasi bukan sebagai sarana pelampiasan nafsu, tetapi sebagai sebuah ekspresi dirinya banyak moralis yang melihat bahwa masturbasi tidak secara kodrati berdosa. Hanya saja, kalau aktivitas ini berlangsung terus menerus sebagai pelampiasan nafsu, baru hal ini dianggap sebagai sebuah dosa. Kita tidak bisa kemudian sekedar mengatakan bahwa masturbasi itu berdosa. Semua tindakan dikatakan baik dan buruk selalu ada alasannya. Masturbasi dianggap berdosa karena tindakan itu membuang secara sengaja sesuatu yang berfungsi secara biologis. Hal yang sama misalnya seseorang membuang tangan yang masih berfungsi dengan baik juga merupakan sebuah dosa. Termasuk dalam hal pengebirian. Selain itu, masturbasi juga mendrong orang untuk bertindak secara egois.

2. Seks pranikah Laki-laki dan perempuan baru bisa mengungkapkan diri secara total dalam pernikahan. Karena pernikahan memang bertujuan untukmelembagakan hubungan seksual. Oleh karena itulah, hubungan seksual pranikah merupakan tindakan yang dianggap berdosa. Hampir semua lembaga normatif mewajibkan hubungan seksual di dalam perkawinan (agama, negara, dan masyarakat). Masalahnya menjadi berbeda ketika salah satu dari ketiga lembaga ini tidak memiliki kesepahaman. Di beberapa tempat, hubungan seksual hanya dianggap semacam olah raga saja. Pertanyaannya adalah, mengapa hubungan seksual itu harus dilembagakan dalam perkawinan? Jawabannya adalah karena hubungan seksual harus

membentuk satu keluarga secara sosial. Ada anak, ada ibu, dan ada ayah. Tanpa pelembagaan semacam ini, tidak akan terbentuk pranata sosial sebagaimana mestinya (ingat bahwa hubungan seksual harus selalu terbuka pada pertemuan sel telur dan sperma, dengan demikian terbuka pada kehamilan).

3. penyempurnaan jenis kelamin

KatolikAgama Katolik-UMB

10

Seksualitas Manusia Dalam banyak kasus, orang seperti memiliki jenis kelamin ganda. Artinya, ketika dilahirkan dia memiliki alat kelamin yang tidak begitu jelas. Mau dikatakan vagina kok ada kepala penisnya. Mau dikatakan penis kok ada vabianya (penutup vagina). Namun sekali lagi, ini hanya kesan. Karena tidak mungkin orang secara keseluruhan berjenis kelamin ganda. Hormon-hormon seksual manusia tidak mungkin bisa saling mendukung. Nah, dalam kasus semacam ini, mereka berhak untuk menyempurnakan alat kelaminnya. Jelas bukan sebuah pilihan, tetapi menyempurnakannya. Oleh karena itulah, penyempurnaan jenis kelamin bisa diterima secara moral.

4. Transeksual Transeksual adalah sebuah usaha untuk mengubah jenis kelaminnya. Namun, hal ini sangat tidak memungkinkan secara penuh karena manusia tidak mungkin membenahi kromosomnya. Hal yang bisa dilakukan adalah membuat seseorang seolah-olah berganti jenis kelamin. Biasanya, yang bisa dilakukan hanya mengubah organ genital seseorang. Hal ini dianggap berdosa karena transeksual adalah usaha penolakan atas kodrat naturalnya. Kodrat natural adalah sesuatu yang baik. Kebaikan kodrati berbeda dengan kebaikan yang diinginkan seseorang.

5. Homoseksual Homoseksualitas adalah kecendurangan psikologis untuk tertarik secara seksual dengan orang-orang sejenis. Hal ini dapat diterima secara psikologis karena dalam diri manusia selalu ada kecenderungan itu. Ada beberapa tingkat ketertarikan itu. sebagaimana kita ketahui dalam psikologi seseorang terdapat unsur animus dan anima. Hanya saja, kalau kecenderungan itu terlalu kuat dan termanipulasi sedemikian rupa, hal ini baru menjadi kelainan seksual. Oleh karena itu, homoseksual dianggap sebagai berdosa. Di mana dosanya? Karena

homoseksualitas memiliki anak kesamaan dengan masturbasi. Kalau masturbasi dilakukan secara sendirian, homoseksual dilakukan secara bersama-sama. Selain itu, homoseksual berpotensi merusak pranata sosial yang ada2.

Ada dua diskusi yang sangat sengir dewasa ini berkaitan dengan homoseksualitas. Intinya adalah ketertarikan sesame jenis ini merupakan suatu kodrat genetic, atau penyimpangan psikologis. Sampai sekarang, Gereja masih meyakini bahwa seksualitas manusia hanya laki-laki atau perempuan.

KatolikAgama Katolik-UMB

11

Seksualitas Manusia 6. Kontrasepsi Masalah kontrasepsi merupakan permasalahan yang dilematis sekaligus menjadi diskusi hangat sepanjang waktu. Sementara ini, saya ingin melihat bahwa kontrasepsi merupakan sebuah permasalahan seksual karena dengan kontrasepsi, orang berusaha menghalangi terjadinya pertemuan sel telur dan sel sperma. Persis inilah yang menjadi alasan mengapa kontrasepsi dianggap sebagai sesuatu yang berdosa. Manusia menolak tujuan langsung dari hubungan seksual3. Masalah kontrasepsi menjadi lebih dilematis ketika orang tahu bahwa tidak semua alat kontrasepsi sebenarnya bersifat menghalangi pertemuan sel telur dan sel sperma. Ada juga kontrasepsi yang sifatnya menghentikan kehamilan atau abortif seperti pil progesteron-only (pil mini) dan IUD. Beberapa moralis melihat bahwa penggunaan kontrasepsi yang sekedar mencegah kehamilan bisa diterima seperti kondom dan pil kombinasi.

E. Seksualitas manusia dalam pandangan Gereja Saya akan mengajak kita semua melihat bagaimana seksualitas manusia direfleksikan oleh Gereja. Paus Yohanes Paulus II membentuk suatu tim yang kemudian merumuskan seksualitas manusia terutama berkaitan

dengan kodrat awali manusia. Manusia dengan jenis kelaminnya, diajak untuk menyadari benar fungsi

seksualitasnya ini. Artinya, manusia diciptakan antara Adam dan hawa mereka laki-laki dan perempuan sesungguhnya memiliki satu makna tertentu dan tujuan tertentu.

1. Original Solitude Original Solitude adalah sebuah pengalaman awali manusia. Pengalaman awali ini dikisahkan dalam kisah penciptaan yang kedua (dalam kisah pertama hal ini tidak ditunjukkan)4. Kisah kedua ini bercorak antropomorfistis di mana Tuhan membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (Kej. 2:7). Keadaan kesendirian (solitude) ini adalah keadaan kesunyian
3

Metode kerja kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dekat dengan kisah Onan yang tidak mau punya anak dari kakaknya, lalu membuangnya di luar. Karena perbuatannya ini, Allah kemudian menghukum Onan. 4 Dalam Kitab Kejadian terdapat dua macam penciptaan.

KatolikAgama Katolik-UMB

12

Seksualitas Manusia seorang manusia (man), bukan kesunyian seorang laki-laki (male) karena tidak adanya seorang perempuan (female). Kalau dari situ, sebenarnya kita dapat melihat bahwa Allah sebenarnya menciptakan manusia dulu, belum berseksual. Baru kemudian, ketika Allah menjadikan seorang wanita, dibedakanlah ia dari laki-laki. Di sinilah letak seksualitas manusia.

2. Original Unity Sekarang kita justru diajak untuk memaknai seksualitas manusia pada kesatuan awali. Original unity dimulai saat Allah melihat bahwa tidak baik manusia itu hidup sendirian, maka Ia menciptakan penolong yang sepadan untuknya (Kej. 2:18). Sekarang Adam tidak lagi sendiri dengan Allah. Ia memiliki teman yang sama dengannya, untuk bersama sendiri dengan Allah. Kesatuan ini tampak ketika laki-laki berkata, Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Lalu, laki-laki itu memutuskan untuk bersatu dengan perempuan dan menjadi satu daging. Demikianlah manusia dicipta untuk berelasi dan bersatu. Mereka bukan lagi dua melainkan satu karena mereka telah bersatu dan menjadi satu daging (one flesh). Mereka telah berbagi dalam kemanusiaan dan martabat yang sama.

3. Original Nakedness Pada bagian berikutnya, kita diajak untuk merefleksikan bahwa seksualitas manusia pada awalnya adalah tanpa dosa (immaculata). Ketelanjangan mereka justru menjadi sebuah berkat untuk saling melengkapi. Kitab Kejadian mengisahkan dua kisah mengenai ketelanjangan awali manusia. Yang pertama adalah Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu (Kej. 2:25). Yang kedua adalah Kemudian terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat (Kej. 3:7). Dua pengalaman ketelanjangan ini memiliki makna yang sangat berbeda. Ketelanjangan ini menjadi simbol kebebasan dalam komunikasi, di mana manusia yang dipanggil untuk bersatu ini mau dengan bebas dan total saling memberi dan menerima. Ketelanjangan ini juga bermakna bahwa yang satu menjadi KatolikAgama Katolik-UMB 13

Seksualitas Manusia bagian dari yang lain. Laki-laki juga memiliki dimensi feminitas dan perempuan juga memiliki dimensi maskulinitas. Mereka memang berbeda dan sungguh berbeda, tetapi perbedaan ini justru menjadi saat bagi mereka untuk saling melengkapi satu sama lain. Mereka mampu mencintai satu sama lain secara utuh.

4. Original Sin Ketiga keadaan awali di atas menjadi hancur akibat dari dosa asal, sebagaimana diceritakan dalam Kej. 3:1-14. Di sinilah terletak perbedaan yang dahsyat (the time bomb) mengenal dua keadaan kodrati manusia yang berbeda. Keadaan pertama disebut the state of integral natural, di mana manusia belum memiliki pengetahuan akan yang baik dan buruk, di mana manusia hidup sesuai dengan keadaan awali yang dikehendaki Allah. Keadaan kedua disebut the state of fallen nature di mana manusia jatuh dalam dosa.

F. Penutup Manusia, adalah makhluk seksual. Mereka diciptakan oleh Allah untuk saling melengkapi. Penciptaan tersebut, dalam dimensi moral pasti memiliki tujuan tertentu. Dengan segala macam perbedaan antara pria dan wanita, mereka sesungguhnya dipanggil untuk dapat berpartisipasi dalam karya penciptaan Allah. Namun demikian, kelemahan manusiawi seringkali menggoda manusia untuk jatuh dalam keadaan berdosa. Semuanya adalah pilihan, yang jelas, kita sebagai orang Kristen harus bisa dan berani membawa suara kenabian, untuk menjelaskan, mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Catatan: buatlah ringkasan dalam bentuk bagan. Dikumpulkan (copy-paste) pada halaman atas quiz.

Pertanyaan latihan 1. Apa artinya seksualitas manusia? 2. Mengapa kontrasepsi melawan hukum kodrat? 3. Apa yang membuat para ahli moral berpendapat bahwa tak selamanya masturbasi itu adalah sebuah dosa?

KatolikAgama Katolik-UMB

14