Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr. wb.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas dan hidayahNya lah kami dapat menyelesaikan laporan Biologi Pupuk Cair ini dengan baik. Keberhasilan ini tidak luput dari bantuan-bantuan berbagai pihak yang tidak hanya mengarahkan tapi juga memberi dukungan, baik moral maupun material. Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Chusnul selaku guru mata pelajaran biologi yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan dalam penulisan laporan Disamping itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman teman yang bersedia memberikan informasi tambahan untuk mendukung penulisan laporan ini. Kami menyadari, laporan ini masih jauh dari sempurna karena masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, mengingat kami masih dalam proses belajar. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sekiranya membangun senantiasa kami nantikan, agar laporan berikutnya lebih baik lagi. Kami kira sekian, semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan kami mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung hati anda sekalian. Terimakasih Wassalamualiakumwr.wb.

Malang,

Agustus 2011

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul i ..

Kata Pengantar.... 1 Daftar Isi BAB I .. Pendahuluan 2

1.1 Latar Belakang .. 3 1.2 Rumusan Masalah .. 4 1.3 Tujuan .. 4 1.4 Manfaat .. 4 1.5 Hipotesis ..... 4 BAB II Kajian Pustaka .. 5 BAB III Metode Penelitian 3.1 Alat dan Bahan .. 8 3.2 Cara Kerja .. 8 3.3 Rancangan Penelitian .. 9 3.4 Pengumpulan Data .... 3.5 Analisa Data ....
2

9 9

BAB IV Pembahasan .. 11

..

BAB V Kesimpulan dan saran. ... 12 Daftar Pustaka 13 Lampiran 14 ... ..

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Tanah sangat penting artinya bagi usaha pertanian kartena kehidupan dan kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan dan segala makhluk di dunia ini sangat membutuhkan tanah. Unsur hara merupakan salah satu faktor yang menunjang pertumbuhan dan perkemangan tanaman sayuran yang optimal. Penggunaan pupuk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produksi sayuran sudah sangat membudidaya dan para petani telah menganggap bahwa pupuk dan cara pemupukan sebagai salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan usaha taninya Sekarang ini para petani banyak yang memanfaatkan teknologi modern seperti pupuk kimia, obat-obatan perlindungan dari hama dan bibit unggul. Dalam kenyataannya penggunaan pupuk kimia dalam jangka yang relatif lama umumnya berakibat buruk pada kondisi tanah. Bagi tanaman :
3

gangguan keseimbangan unsur hara bagi tanah, tanaman rawan terhadap hama meskipun produktivitasnya tinggi. Tanah menjadi cepat mengeras, kurang mampu menyimpan air dan cepat menjadi asam yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas sayuran. Penggunaan pupuk kimia dapat mengkontaminasi sayuran sehingga mengurangi nilai gizi sayuran tersebut. Sayuran yang seharusnya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan justru menimbulkan berbagai penyakit. Selain itu, nilai ekonomis dari sayuran juga berkurang. Hal ini menyebabkan para petani harus menjual sayuran dengan harga yang lebih murah dari sayuran organic. Sedangkan harga pupuk kimia sangat mahal dibandingkan dengan harga pupuk dari limbah cair ternak. Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus dari sampah organik yaitu bahan organik basah yang mempunyai kandun gan air yang cukup tinggi seperti limbah sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain mudah terkomposisi, bahan ini juga kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tanaman

1.1 Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah cara yang efektif untuk membuat pupuk cair? 2. Apa manfaat dan kelebihan pupuk cair bila dibandingkan dengan pupuk organik lain? 1.2 Tujuan 1. Untuk mengetahui alat dan bahan serta prosedur pembuatan pupuk cair 2. Untuk mengetahui manfaat dan kelebihan pupuk cair dibandingkan dengan pupuk organik lain 1.3 Manfaat 1. Untuk memaksimalkan pemanfaatan limbah sayur dan buah sebagai pupuk cair 2. Untuk meminimalisir resiko kerusakan tanah yang disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia 3. Memberitahukan kepada siswa mengenai pupuk cair dan cara penggunaannya 1.4 Hipotesis Hipotesis alternatif : pupuk cair dapat dihasilkan secara efektif apabila menggunakan berupa sayur-sayuran dan buah-buahan. Hipotesis nol : pupuk cair tidak dapat dihasilkan secara efektif apabila menggunakan sayur-sayuran dan buah-buahan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA


Pupuk organik merupakan pupuk yang bahannya berasal dari bahan organik seperti: tanaman, hewan ataupun limbah organik. Pemberian pupuk organik pada tanah akan memperbaiki struktur tanah dan menyebabkan tanah mampu mengikat air lebih banyak. Pupuk organik memiliki ciri-ciri umum memiliki kandungan hara rendah, namun kandungan hara bervaraiasi tergantung bahan yang digunakan; ketersediaan unsur hara lambat, hara tidak dapat langsung diserap oleh tanaman, memerlukan perobakan atau dikomposisi baru dapat terserap oleh tanaman; jumlah hara tersedia dalam jumlah yang terbatas. Pada dasarnya, sampah organik tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat, tetapi bisa juga dibuat sebagai pupuk cair . Untuk memudahkan unsur hara dapat diserap tanah dan tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan

nitrogen dan unsur mineral lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, seperti halnya pupuk nitrogen kimia. Limbah cair banyak mengandung unsur hara (N.P.K). Pupuk organik (kompos) cair adalah pupuk yang berbentuk cair, yang dihasilkan dari pengolahan sampah. Kompos cair adalah Exstrak dari pembusukan sampah organik.dan dengan meng Exstrak sampah organik tersebut kita bisa mengambil seluruh Nutriens yang terkandung pada sampah organik tersebut. Selain Nutriens kita juga sekaligus menyerap Mikroorganisme, bakteri, fungi,dan Protozoa dan Nematodoa. Pupuk cair merupakan. Pupuk cair mudah disiapkan dan sangat berguna untuk banyak hal, termasuk pem benihan, tumbuhan kecil, tanaman buah buahan dan tanaman besar lainnya. Pupuk cair lebih mudah terserap oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai. Tanaman menyerap hara terutama melalui akar, namun daun juga punya kemampuan menyerap hara. Sehingga ada manfaatnya apabila pupuk cair tidak hanya diberikan di sekitar tanaman, tapi juga di atas daun-daun. Penggunaan pupuk cair lebih memudahkan pekerjaan, dan penggunaan pupuk cair berarti kita melakukan tiga macam proses dalam sekali pekerjaan, yaitu: memupuk tanaman, menyiram tanaman dan mengobati tanaman. Pupuk cair dibuat dalam konsentrasi yang sangat kuat sehingga perlu ditambahkan air dalam penggunaannya. Pupuk dapat disimpan dan bertahan lama dan bisa digunakan untuk area yang lebih luas.

BAB III METODE PENELITIAN


Alat dan Bahan Alat Baskom Ember Blender Sarung tangan plastik Kresek hitam Karet Botol aqua
8

Bahan Air Sayur dan buah

Pisau

Cara kerja
1. Sediakan 2 buah botol aqua 1,5 liter , potong botol pada bagian bawah

menggunakan cutter. 2. Siapkan beberapa sayuran dan buah-buahan. 3. Potong sayur-sayuran mupun buah-buahan tersebut hingga kecil-kecil.
4. Masukkan campuran sayur dan buah tersebut ke dalam baskom 5. Aduk campuran hingga merata 6. Ambil botol aqua yang bagian bawahnya sudah dipotong , kemudian

masukkan campuran ke dalam botol aqua, jangan sampai terlalu penuh.


7. Bentangkan kresek hitam lalu menutup sisi botol yang terpotong

dengan kresek hitam sampai rapat.


8. Ikat kresek dengan karet pada sekeliling botol. 9. Masukkan botol tersebut ke dalam kresek hitam dan harus diletakkan

di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Mendiamkannya selama 1 minggu hingga timbul bau seperti tape. Rancangan Penelitian Pembuatan pupuk cair ini dilaksanakan pada: Tempat Waktu : Jl.Sumberwuni Indah A-40 : Senin, 25 Juli 2011 pukul 10.00
9

Pengumpulan Data Setelah 1 minggu, campuran sayur dan buah mengeluarkan aroma tape. Setelah melalui proses penyaringan, diperoleh data sebagai berikut. Waktu 1 minggu (25 Juli 1 Agustus) Volume 1,1 liter Warna Hijau kecoklatan Aroma Beraroma tape Kejernihan Cukup jernih

Analisa Data Pada proses pembuatan pupuk cair, selama 2 hari, campuran sayursayuran dan buah-buahan sudah menimbulkan aroma tape. Untuk memanen pupuk cair tersebut, peneliti memerlukan waktu sekitar 7 hari. Proses pembuatan pupuk cair organik dengan cara fermentasi tanpa bantuan sinar matahari atau berlangsung secara anaerob ( kondisi yang tidak membutuhkan oksigen ) Warna pupuk cair kuning kecoklatan karena merupakan campuran dari sayur sayuran hijau dan kotoran sapi. Tingkat kejernihan cukup jernih, tetapi mungkin membutuhkan waktu lebih lama lagi supaya padatan yang tidak ikut tersaring dapat mengendap.

10

BAB IV PEMBAHASAN
Pupuk organik (kompos) cair adalah pupuk yang berbentuk cair yang dapat kita buat dari vahan-bahan organik seperti buah, sayur, maupun kotoran hewan. Pupuk ini juga mampu menggantikan fungsi dari pupuk kimia (anorganik) serta sangat efisien Proses pembuatan pupuk cair organik menggunakan cara fermentasi anaerob atau fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen dalam prosesnya. Oleh karena itu diperlukan tempat yang gelap dan lembab agar proses fermentasi berlangsung baik. Hasil yang didapat setelah fermentasi anaerob ini adalah adanya bercak-bercak jamur putih pada permukaan cairan yang berwarna kuning kecoklatan dengan aroma khas yang menyengat. Hal tersebut menandakan bahwa proses fermentasi pupuk cair organik telah selesai.

11

Prinsip kerja pupuk cair organik untuk membantu proses pertumbuhan tanaman yang dimulai dari meningkatkan prokdutifitas tanah secara keseluruhan dilihat. Pupuk cair organik mempunyai banyak manfaat dari sisi kimia, fisika dan biologi, diantaranya adalah Dapat menggemburkan tanah. Meningkatkan daya olah tanah. Meningkatkan kestersediaan unsur hara. Meningkatkan proses pelapukan bahan mineral. Menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tanah sehingga perkembangannya menjadi lebih cepat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan Setelah melakukakan penelitian tentang pemanfaatan sayur dan buah sebagai pupuk cair organik, dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1. Sayur dan buah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik dan

dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. 2. Proses pembuatan pupuk cair merupakan proses fermentasi anarob yang tidak membutuhkan oksigen dalam prosesnya. 3. Dibutuhkan kurang lebih waktu satu minggu untuk proses fermentasi campuran ini.
12

4. Hasil yang diperoleh setelah penyaringan pupuk cair adalah berupa cairan hijau kecoklatan, beraroma tape dan jernih. 5. Pupuk cair organik mempunyai banyak manfaat dari sisi kimia, fisika dan biologi. Saran Sebaiknya diadakan penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan limbah sayur dan buah.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2010. PEMBUATAN PUPUK ORGANIK (http://lestarimandiri.org/id/pupukorganik/pembuatan-pupuk-organik/46-pembuatan-pupuk-organik/10-pupuk-organik-sebagaiinovasi-teknologi-petani.html diakses tanggal 14 Juli 2011). Anonim. 2010. PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (http://jakarta.litbang.deptan.go.id/ind/index.php? option=com_content&view=article&id=131:teknologi-pembuatan-pupuk-organikberkualitas&catid=4:info-aktual&Itemid diakses tanggal 14 Juli 2011) Sukamto Hadisuwito, 2007, Membuat Pupuk Kompos Cair, Agro Media, Jakarta.Setyo, Nurhidayat.2010. Mengolah Sampah untuk Pupuk & Pestisida Organik. Jakarta: Penebar Swadaya.
13

Subandi.2006.Membuat Pupuk Cair (http://subandi.blogsome.com/2006/12/07/membuat-pupuk-cair-perangsangtumbuh-dan-berbuah/trackback/ diakses tanggal 14 Juli 2011) Syariffauzi.2010. PUPUK ORGANIK (http://syariffauzi.wordpress.com/2010/03/02/pupukorganik/ diakses tanggal 14 Juli 2011)

LAMPIRAN

14

15

16