Anda di halaman 1dari 1

Mengenang Kembali Tragedi Bhopal

HMINEWS Kebocoran katup amonia PT PIM Lhokseumawe (22/9/2011) sekitar pukul 19.30 WIB yang memakan 90-an korban harus dilarikan ke rumah sakit mengingatkan kita pada Tragedi Bhopal puluhan tahun yang lalu. Peristiwa kebocoran gas kimis perusahaan milik AS yang beroperasi di India tersebut memakan korban ribuan orang meninggal. Tragedi Bhopal merujuk pada sebuah peristiwa pada tanggal 3 Desember 1984, terjadi ledakan besar di pabrik pestisida Union Carbide milik Amerika yang terletak di kota Bhopal, di negara bagian Madhya Pradesh di India. Ledakan terjadi akibat kebocoran 40 ton gas methyl isocyanate (MIC) dan gas-gas kimia lainnya itu telah membunuh 4,000 orang hanya dalam beberapa jam. Hingga kini, angka korban yang tewas telah meningkat sampai 20.000 orang. Ratusan ribu lainnya yang masih hidup dengan menderita dampak gas berbahaya itu. Para korban tregedi Bhopal ini masih mendapat kesulitan dalam mengklaim ganti rugi dari perusahaan AS itu. Hingga kini, pabrik Union Carbide terus berdiri meskipun kepemilikannya sudah beralih tangan. Pemilik baru dari perusahaan itu (Dow chemical) menolak bertanggung jawab atas kehidupan para korban tragedi Bhopal. Union Carbide sepakat membayar ganti rugi 470 juta dollar tahun 1989; tapi para korban mengatakan hanya mendapat sebagian kecil saja dari ganti-rugi itu. Pabrik Union Carbide ini dibuka pada 1969 dan diperluas untuk menghasilkan karbaril pada 1979. Methyl Isocyanate (MIC) merupakan produk perantara untuk memproduksi karbaril. Pabrik ini awalnya dimiliki oleh Union Carbide India, Limited (UCIL). Pada tahun 1994, kepemilikan saham UCIL beralih ke MacLeod Russell (India) Limited of Calcutta, dan UCIL pun mengalami perubahan nama menjadi Eveready Industries India, Limited (Eveready Industries). Penyebab terjadinya ledakan adalah dimasukkannya air ke dalam tangki-tangki berisi MIC. Reaksi yang kemudian terjadi menghasilkan banyak gas beracun dan memaksa pengeluaran tekanan secara darurat. Gasnya keluar sementara penggosok kimia yang seharusnya menetralisir gas tersebut sedang dimatikan untuk perbaikan. Penyelidikan yang dilakukan menyatakan bahwa beberapa langkah keselamatan lainnya tidak dijalankan dan standar operasi di pabrik tersebut tidak sesuai dengan standar di pabrik Union Carbide lainnya. Selain itu, ada kemungkinan langkah-langkah keselamatan tersebut dibiarkan sebagai bagian dari prosedur penghematan yang dilakukan perusahaan tersebut di pabrik itu.