Anda di halaman 1dari 19

BAB III ANALlSIS LINGKUNGAN STRATEGI DAN RENCANA KERJA

A. Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Untuk memperoleh faktor kunci keberhasilan yang dapat dijadikan penentu dalam mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal organisasi. Faktor internal dalam organisasi dapat berupa Kekuatan (Strenghts) atau Kelemahan (Weaknesses), sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi organisasi dapat berupa Peluang (Opportunities) ataupun Ancaman (Threats). Berkenaan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh penulis, maka faktor-faktor internal dan ekternal yang mempengaruhi kinerja organisasi dapat diidentifikasi sebagai berikut : a. Faktor Internal 1) Strenghts a) Adanya komitmen bersama dan idealisme untuk pemenuhan daging sapi Dalam mengoptimalkan dan kinerja organisasi dan perlu idealisme.

dikembangkan Komitmen dan Timur

dipupuk

komitmen

idealism dinas Peternakan Provinsi Jawa rangka sapi pengembangan untuk menuju Pemenuhan Jawa Timur 24

dalam

ketersediaan

daging

25

Mengeksport daging sapi adalah merupakan kekuatan, sebagimana telah dituangkan dalam renstra, renja dar program / kegiatan. b) Tersedianya UPT-UPT untuk peningkatan produksi peternakan Dalam rangka pencapaian tujuan pengembangan UPT teknis yang menggunakan Teknologi tepat Guna dapat mendukung berkelanjutanya produktivitas sapi di Provinsi Jawa Timur sehingga mampu berdaya saing dlam menghadapi pasar global terutama sapi-sapi import. c) Tersedianya peraturan perundang-undangan Adanya regulasi dibidang peternakan seperti UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian Pusat, urusan Provinsi,

pemerintahan

antara

Pemerintah

Kabupaten / KotaPerda Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 tentang Orgnisasi Tata Kerja Dinas Daerah merupakan dasar hukum dan kekuatan bagi pelaksanaan pembangunan daerah khusus pembangunan bidang peternakan di Provinsi Jawa Timur.

2) Weaknessess a) Kuantitas SDM aparatur teknis bidang peternakan

26

belum mencukupi Bahwa dari luasnya jangkauan wilayah kerja diperlukan,

sumber daya aparatur yang memadai, baik untuk tenaga teknis maupun tenaga administrasi di bidang peternakan. Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang

mengembangkan Kawasan pembibitan dan budidaya sapi.. b) Belum optimalnya kualitas sumber daya aparatur

penyuluh peternakan Dengan banyaknya kelompok-kelompok tani peternakan dan kuantitas penyuluh yang belum mencukupi, sangat

diperlukan sumber daya penyuluh yang menguasai teknis peternakan. c) Belum optimalnya dukungan anggaran Ketersediaan anggaran merupakan salah satu kunci utama keberhasilan suatu kegiatan. Tanpa anggaran, program dan kegiatan sulit untuk dilaksanakan, pada akhirnya berimplikasi pada tidak tercapainya sasaran. Belum optimalnya dukungan anggaran sangat berdapak pada pengembangan komoditas sapi berlian, madrasin dan pencapaian lima juta ekor sapi dalam lima tahun.

b. Faktor Eksternal 1) Opportunities

27

a)

Terbentuknya Pusat Peternakan Petani Perdesaan

Swadaya ( P4S) Sapi.. Dengan adanya lembaga yang dibentuk oleh kelompok tani ini menunjukkan tingginya animo kelompok-kelompok tani untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas petani. b) Adanya koordinasi antara Pemerintah Pusat dan

instansi terkait, maupun kemitraan inti plasma. Dengan adanya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan instansi terkait mendorong

pengembangan swasembada daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. c) Tingginya permintaan produk peternakan ( sapi ) dari

luar Provinsi Jawa Timur Peluang permintaan produk sapi yang besar menyebabkan Pemerintah Propinsi Jawa Timur perlu mengembangkn insiminasi buatan, fasilitasi sapi berlian dan pengolahan produk derivat pakan ternak. .

2) Threats a) Tingginya pelaksanaan Mutasi pegawai

28

Pelaksanaan mutasi pegawai yang

kurang tepat

berpengaruh pada kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur apalagi penempatan aparatur tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi. b) Berkembangnya inovasi untuk produk-produk

peternakan Trend penggunaan teknologi tepat guna terhadap peningkatan kualitas produksi komunitas peternakan dan pengamanan ternak sumber daya peternak. c) Adanya program nasional yang menetapkan dapat menjadi ancaman bagi

Provinsi Jawa Timur sebagai produksi dan reproduksi sapi Dengan adanya program nasional yang menetapkan Propinsi Jawa Timur sebagai penyangga ketersediaan produksi dan reproduksi sapi, dapat juga menjadi ancaman bagi Propinsi Jawa Timur dalam

pengembangan program prioritas, . Untuk lebih memudahkan dalam mengidentifikasikan faktorfaktor Internal dan Eksternal, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

29

Tabel 7 Identifikasi Faktor Internal Dan Eksternal


FAKTOR INTERNAL Strengths S1 S2 S3
Adanya komitmen bersama dan idealisme untuk pemenuhan dagingW1 sapi Tersedianya UPT-UPT untuk W2 peningkatan produksi peternakan Tersedianya peraturan perundangW3 undangan

Weaknesses
Kuantitas SDM Aparatur teknis bidang peternakan belum mencukupi Belum optimalnya kualitas Sumberdaya Aparatur penyuluh peternakan Belum optimalnya dukungan anggaran

FAKTOR EKSTERNAL Opportunities 01 02


Terbentuknya pusat peternakan petani perdesaan swadaya (P4S)T1 sapi Adanya koordinasi antara Pemerintah Pusat dan instansi terkait maupun kemitraan intiT2 plasma Tingginya permintaan produk peternakan (sapi) dari luar provinsiT3 Jawa Timur

Threaths
Tingginya pelaksanaan mutasi pegawai Berkembangnya inovasi untuk produkproduk peternakan Adanya program nasional yang mendorong Prov. Jatim utk menghasilkan rumpun ternak yg bermutu baik & segi produksi & reproduksi

03

Untuk menentukan faktor yang menjadi kebutuhan pencapaian tujuan, dan sasaran perlu mengkondisikan faktor-faktor terhadap setiap faktor yang teridentifikasi, suatu faktor dianggap penting terhadap pencapaian tujuan, sasaran apabila memiliki nilai lebih dari faktor yang lain. Sejauh mana pentingnya faktor yang teridentifikasi secara internal dan eksternal, ditindaklanjuti dengan melakukan komparasi antar faktor sesuai dengan tabel berikut ini.

Tabel 8

30

Matrik Urgensi Faktor Internal Dan Eksternal


NO FAKTOR FAKTOR FAKTOR INTERNAL KEKUATAN a b c Adanya komitmen bersama dan idealisme untuk pemenuhan daging sapi Tersedianya UPT-UPT untuk peningkatan produksi peternakan Tersedianya peraturan perundangundangan KELEMAHAN d e f Kuantitas SDM Aparatur teknis bidang peternakan belum mencukupi Belum optimalnya kualitas Sumberdaya Aparatur penyuluh peternakan Belum optimalnya dukungan anggaran JUMLAH d e a d e f d e c e d e e D E 4 5 1 15 26.67 33.33 6.67 100 a a b a a b d d d e e e A F C 3 1 1 20.0 0 6.67 6.67 a TINGKAT KOMPARASI URGENSI FAKTOR NU b c d e F BF

NO

FAKTOR FAKTOR FAKTOR EKSTERNAL PELUANG Terbentuknya pusat pelatihan peternakan perdesaan swadaya (P4S) sapi Adanya koordinasi antara Pemerintah Pusat dan instansi terkait maupun kemitraan inti plasma Tingginya permintaan produk peternakan (sapi) dari luar provinsi Jawa Timur ANCAMAN Tingginya pelaksanaan mutasi pegawai Berkembangnya inovasi untuk produkproduk peternakan Adanya program nasional yang mendorong Prov. Jatim utk menghasilkan rumpun ternak yg bermutu baik & segi produksi & reproduksi JUMLAH a

TINGKAT KOMPARASI URGENSI FAKTOR NU b a c a c a 2 d a c 3 d a e e F F f 3 15 20.00 100 20.00 c C 13.33 d d d e a b F F 3 B 20.00 BF

a b c

d e

d b b

d c c

3 1

20.00 6.67

Komparasi antar faktor ini menunjukkan seberapa penting atau

31

menjadi kebutuhan untuk pencapaian tujuan dan sasaran. Faktor yang telah dilakukan komparasi antar faktor mempunyai nilai tertinggi adalah 5 (NF5), sehingga dikatakan bahwa faktor tersebut sangat besar/tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan dan sasaran. Sedangkan komparasi yang dilakukan mempunyai NF terkecil = 1, sehingga dikatakan bahwa faktor tersebut sangat kecil/rendah dalam mencapai tujuan dan sasaran.

B. Memilih dan Menetapkan Faktor Kunci Keberhasilan Setelah faktor internal dan eksternal terindentifikasi, maka selanjutnya perlu dilakukan penilaian terhadap setiap faktor, guna menemukan faktor kunci keberhasilan. Adapun aspek yang dinilai dari setiap faktor tersebut diatas adalah : a. Urgensi faktor terhadap misi, meliputi nilai urgen (NU) dan bobot faktor (BF). b. Dukungan faktor terhadap misi, meliputi nilai dukungan (ND) dan nilai bobot dukungan (NBD). c. Keterkaitan antara faktor terhadap misi, meliputi nilai keterkaitan (NK). Nilai rata-rata keterkaitan (NRK). Kemungkinan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan organisasi terhadap misi seperti tertuang dalam tabel 3 diatas, dinilai secara kualitatif yang dikuantifikasi. Artinya nilai yang

32

diberikan pada suatu faktor secara kualitatif seperti sangat baik, baik, cukup, kurang dan buruk atau jelek, dikonversi ke dalam angka, yakni : - Sangat baik : 5 Baik Cukup Kurang :4 :3 :2

atau: 1 - Buruk (Prinsip Seale rating dari Rensis Likert). jelek a) Menentukan Bobot Faktor (BF) Bobot faktor internal harus 100%, begitu juga bobot faktor eksternal harus berjumlah 100%. Rumus menentukan BF NU BF = --------- x 100% NU NU = Nilai Urgensi

NU = Jumlah NU faktor internal/eksternal b) Menentukan Nilai Bobot Dukungan (NBD) Rumus Nilai Bobot Dukungan (NBD) NBD = ND X BF c) Menentukan Nilai Rata-Rata Keterkaitan (NRK) Rumus Nilai rata-rata keterkaitan (NRK) TNK NRK = ----------- N-1 TNK = Total nilai Keterkaitan faktor

33

N = Jumlah faktor internal dan eksternalyang dinilai. d) Menentukan Nilai Bobot Keterkaitan (NBK) Rumus Nilai bobot keterkaitan (NBK) NBK = NRK X BF

e) Menentukan Total Nilai Bobot (TNB) TNB tiap faktor dapat dihitung dengan rumus TNB = NBD + NBK Hasil penilaian NU, BF, ND, NBK, NK, NRK, NBK danTNB tiap faktor dapat dilihat pada tabel Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal dan tabel Penentu Faktor Kunci Keberhasilan berikut :

Tabel 9 Evaluasi Keterkaitan Faktor Internal Dan Eksternal


N O FAKTOR FAKTOR FAKTOR INTERNAL KEKUATAN Adanya komitmen bersama dan idealisme untuk pemenuhan daging sapi Tersedianya UPT-UPT untuk peningkatan produksi peternakan Tersedianya peraturan perundang-undangan KELEMAHAN Kuantitas SDM Aparatur teknis bidang peternakan belum mencukupi Belum optimalnya kualitas Sumberdaya Aparatur penyuluh peternakan Belum optimalnya dukungan anggaran FAKTOR EKSTERNAL PELUANG Terbentuknya pusat pelatihan perpetani perdesaan swadaya (P4S) sapi Adanya koordinasi antara Pemerintah Pusat dan instansi terkait maupun kemitraan inti plasma Tingginya permintaan produk peternakan (sapi) dari luar provinsi Jawa Timur N U 3 1 1 BF (%) 20.0 0 6.67 6.67 N D NB D 1.0 0 0.2 7 0.2 0 NILAI KETERKAITAN 1 2 5 5 5 1 3 5 1 4 3 3 2 5 4 4 2 6 3 3 4 7 1 3 1 8 3 2 4 9 2 4 2 1 0 3 2 2 1 1 2 4 3 1 2 4 2 4 NR K 3.1 8 3.0 0 2.7 3 NB K 0.6 4 0.2 0 0.1 8 TN B 3. 82 3. 20 2. 91 9. 93 3. 57 3. 27 2. 62 9. 46 FK K 1 2 3

S1 S2 S3

5 4 3

JUMLAH W 4 W 5 W 6 4 5 1 26. 67 33. 33 6.6 7 1.0 7 1.6 7 0.2 7 2.8 2 2.4 5 2.4 5 0.7 5 0.8 2 0.1 6

4 5 4

3 4 3

3 4 3

2 2 4 5 2

2 1

2 1 3

4 1 1

4 2 4

3 4 2

2 2 3

1 1 1

1 2 3

JUMLAH

O 7 O 8 O 9

3 1 1

20. 00 6.6 7 6.6 7

5 4 5

1.0 0 0.2 7 0.3 3

1 3 2

3 2 4

1 4 2

2 4 4

1 1 2

3 1 4 2 5

5 2

2 2 2

4 3 4

4 4 4

2.5 5 2.5 5 3.1 8

0.5 1 0.1 7 0.2 1

3. 05 2. 72 3. 39 9. 16

2 3 1

JUMLAH ANCAMAN

34

35

T1 0 T1 1 T1 2

Tingginya pelaksanaan mutasi pegawai Berkembangnya inovasi untuk produk-produk peternakan Adanya program nasional yang mendorong Prov. Jatim utk menghasilkan rumpun ternak yg bermutu baik & segi produksi & reproduksi

4 5 1

26. 67 33. 33 6.6 7

5 3 3

1.3 3 1.0 0 0.2 0

3 2 4

2 4 2

2 3 4

3 2 1

4 2 1

2 3 1

2 4 4

2 3 4

2 4 4 1 1

1 2

2.1 8 2.7 3 2.5 5

0.5 8 0.9 1 0.1 7

2. 76 3. 64 2. 72 9. 12

2 1 3

JUMLAH

Berdasarkan hasil Evaluasi Keterkaitan Faktor Internal Dan Eksternal, selanjutnya ditetapkan Kunci Keberhasilan Faktor Internal Dan Ekternal sebagai berikut:

Tabel 10 Kunci Keberhasilan Faktor Internal Dan Ekternal


FAKTOR INTERNAL Strengths Adanya komitmen bersama dan idealisme untuk pemenuhan daging sapi Tersedianya UPT-UPT untuk peningkatan produksi peternakan Weaknesses Kuantitas SDM Aparatur teknis bidang peternakan belum mencukupi Belum optimalnya kualitas Sumberdaya Aparatur penyuluh peternakan

W1

S1 S2

W2

FAKTOR EKSTERNAL Opportunities Tingginya permintaan produk peternakan (sapi) dari luar provinsi Jawa Timur Terbentuknya pusat pelatihan pertanian perdesaan swadaya (P4S) sapi T1 Threaths Berkembangnya inovasi produk-produk peternakan Tingginya pegawai pelaksanaan untuk

O1 O2

T2

mutasi

Hasil penilaian faktor internal dan eksternal. pada tabel di atas dapat digunakan sebagai acuan dasar pengambilan serangkaian keputusan yaitu penentuan atau pemikiran faktor kunci keberhasilan peta posisi kekuatan organisasi. penentuan tujuan. sasaran dan strategi.

35

36

Berdasarkan besarnya TNB tiap faktor dapat dipilih faktor yang memiliki TNB paling besar sebagai faktor kunci keberhasilan (FKK) organisasi atau unit kerja dalam mencapai misi, FKK itu menempatkan faktor strategi. Hasil penilaian faktor internal dan eksternal pada tabel 3 diatas dapat digunakan sebagai acuan dasar pengambilan serangkaian keputusan yaitu penentuan atau pemilihan faktor kunci keberhasilan peta posisi kekuatan organisasi, penentuan tujuan, sasaran dan strategi. Berdasarkan besarnya TNB tiap faktor dapat dipilih faktor yang memiliki TNB paling besar sebagai faktor kunci keberhasilan (FKK) organisasi atau unit kerja dalam mencapai misi, FKK itu menempatkan faktor strategi, maka dapat dipetakan posisi kekuatan organisasi seperti gambar berikut: Gambar 1 Peta Kekuatan Organisasi S = 9,93 Kw II 0,05 T = 9,12 4,77 Kw I

O = 9,16

Kw IV W = 9,46

Kw III

37

Pemetaan interaksi antara lingkungan internal dan lingkungan eksternal akan menghasilkan sejumlah issue strategis, dengan cara memadukan faktor-faktor internal dengan faktor-faktor eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya, yaitu sebagai berikut : a. Interaksi antara Kekuatan dengan Peluang ( S - O ), yaitu dengan Strategi Agresif, yang dapat menghasilkan keunggulan komparatif (Comparative Advantage),. Hasil dari interaksi S-O ini adalah menjadi issue strategis, yaitu : Menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan peluang yang ada. b. Interaksi antara Kekuatan dengan Ancaman ( S - T ): disebut dengan Strategi Diversifikasi, yang dapat menghasilkan upaya mobilisasi. Hasil dari interaksi S - T ini adalah menjadi issue strategis, yaitu : Menggunakan kekuatan dengan mengatasi ancaman. c. Interaksi antara Kelemahan dengan Peluang ( W - O ): disebut dengan Strategi Stabilisasi. Hasilnya adalah melakukan sesuatu (untuk berbenah diri). Hasil dari interaksi W - O ini adalah menjadi issue strategis, yaitu : Mengurangi kelemahan dengan

memanfaatkan peluang. d. Interaksi antara Kelemahan dengan Ancaman ( W - T ): disebut Strategi Defensif atau Survival, strategi ini dilakukan dalam rangka mempertahankan Status Quo. Hasil dari interaksi W - T ini

38

adalah menjadi issue strategis, yaitu : Mengurangi kelemahan dengan menghindari ancaman. Gambar di atas menunjukkan peta posisi kekuatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat berdasar pada kwadran I (SO) artinya mengoptimalkan kekuatan untuk meraih peluang atau sasaran yang ingin dicapai. C. Alternatif Pemecahan Masalah 1. Strategi Setelah diketahui peta kekuatan organisasi tersebut

berdasarkan Total Nilai Bobot (TNB) masing-masing faktor internal dan eksternal, maka selanjutnya dilakukan penyusunan strategi berdasarkan matrik SWOT yang disusun dalam suatu formasi dengan mengintegrasikan faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi faktor kunci sukses pada diagram formula SWOT dengan cara : Strategi SO Strategi ST Strategi WO : : : Memanfaatkan peluang. Menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman . Memperbaiki potensial kelemahan yang masih meraih mendukung kekuatan kekuatan untuk meraih

peluang atau sasaran yang ingin dicapai. Meminimalkan kelemahan atau perbaikan Strategi WT : suatu kekurangan agar ancaman tidak menjadi hambatan untuk meraih peluang. Untuk mengetahui strategi tersebut secara lebih jelas dapat

39

dilihat pada diagram berikut : Diagram 1 Formulasi Strategi SWOT


Strengths (Kekuatan) Weakness (Kelemahan) 1. Kuantitas SD Aparatur teknis bidang peternakan belum mencukupi 2. Belum optimalnya kualitas Sumberdaya Aparatur penyuluh peternakan Srategi W 0 (Memperbaiki kelemahan untuk meraih peluang) 1. Tingktkan kuantitas SD aparatur teknis untuk melayani permintaan produk peternakan (sapi ) dari luar prov. Jatim 2. Optimalkan kualitas SD aparatur penyuluh melalui kerjasama dengan P4S ( sapi ) Strategi W T (Meminimalkan kelemahan untuk mereduksi ancaman)

FKK INTERNAL

1. Adanya komitmen bersama dan idealisme untuk pemenuhan daging sapi 2. Tersedianya UPT-UPT untuk peningkatan produksi peternakan Strategi S 0 (Memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang) 1. Optimalkan komitmen bersama dan idealisme untuk memenuhi permintaan produk peternakan dari luar prov. Jatim

FKK EKSTERNAL

Opportunities (Peluang) 1. Tingginya permintaan produk peternakan (sapi) dari luar provinsi Jawa Timur 2. Terbentuknya pusat pelatihan pertanian perdesaan swadaya (P4S) sapi

2. Optimalkan UPT-UPT untuk peningkatan produksi peternakan ( Sapi ) melalui kerjasama dengan P4S
Strategi S T (Menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman)

Treaths (Ancaman) 1. Berkembangnya inovasi untuk produkproduk peternakan 2. Tingginya pelaksanaan mutasi pegawai

1. Manfaatkan

komitmen bersama dan idealisme untuk mengimbangi berkembangnya inovasi produk-produk peternakan 2. Optimalkan peran UPT-UPT untuk mengatasi tingginya mutasi pegawai

1. manfaatkn kuantitas SD aparatur teknis yang ada untuk menghadapi perkembangan inovasi produk-produk peternakan 2. dengan kualitas sumber daya yang ada dengan meningktkan pengetahuan untuk mengatasi tingginya mutasi pegawai dengan membentuk jabatan fungsional penyuluh ini menggunakan

Pemilihan

strategi

dalam

rencana

kerja

40

pendekatan strategi fokus, artinya alternatif yang dipilih berada pada kwadran I (SO) yang sama dengan fokus tujuan yang akan di capai yakni pada peta kekuatan organisasi. Untuk menentukan lebih lanjut strategi dalam rencana kerja ini, digunakan Teori Tapisan, yaitu berdasarkan tiga kriteria sebagai berikut. a. b. c. Efektifitasnya dalam mencapai sasaran (efektifitas). Sumber daya yang digunakan paling efisien (biaya). Kepraktisan dalam melaksanakannya (kemudahan). Adapun proses pemilihan alternatif strategi sebagaimana tabel berikut ini. Tabel 11 Teori Tapisan
NO 1 1. ALTERNATIF EFK STRATEGI 2 3 Optimalkan komitmen bersama dan idealisme untuk memenuhi 5 permintaan produk peternakan dari luar prov. Jatim KEMDHN BIAYA 4 3 5 4 TOTAL 6 12 KET 7

Optimalkan UPT-UPT untuk peningkatan produksi peternakan ( Sapi ) melalui kerjasama dengan P4S

14 Alternatif yang dipilih

41

Berdasarkan penilaian seperti dalam tabel di atas, maka alternatif yang menjadi strategi prioritas adalah Optimalkan UPTUPT untuk peningkatan produksi peternakan kerjasama dengan P4S ( Sapi ) melalui