INTUBASI ENDOTRAKEAL

dr. Olivia

TUJUAN Aspirasi asam lambung dicegah Bebaskan jalan nafas Cara mekanik (respirator) .

obstruksi jalan nafas mis obstruksi laring berat Pasien memerlukan bantuan nafas dengan respirator Pemberian anestesi seperti pada operasi kepala. operasi abdominal dengan relaksasi penuh dan operasi thoracotomy .INDIKASI ETT A. tenggorokan. B. hidung. mulut. leher. Menjaga jalan nafas tetap bebas mis terdapat banyak sputum (pasien tidak dapat mengeluarkan sendiri). C.

PERSIAPAN ALAT Alat-alat untuk suction (yakinkan berfungsi dengan baik) Bag valve mask + slang O2 dan O2 Kateter suction Laringoscope lengkap dengan blade sesuai ukuran pasien dan lampu harus menyala dengan terang Xyllocain jelly / xyllocain spray dan Ky jelly Konektor yang cocok dengan tracheal tube yang disiapkan Stilet / mandrin Magyll forcep Oropharingeal tube (mayo tube) .

Perempuan dewasa 6.5. 7.Anak-anak: usia (dalam tahun ) + 4 dibagi 4 .5. 7.5 . 7. 8 .Laki-laki dewasa no 7.Stetoscope Spuit 10 cc atau 20 cc untuk mengisi cuff Plester untuk fiksasi Gunting Bantal kecil setinggi 12 cm Sarung tangan steril dan masker Naso / orotracheal tube sesuai ukuran pasien .

Tracrium 0.Epedrine .1 mg/kgbb Obat-obatan emergency (troley emergency) .Succynilcholin 20 mg / cc dosis 1-2 mg/kgbb .6 mg/kgbb .Sulfas Atropine .Lidocain 2% .Dormicum 1 mg / cc dosis 0.6 mg/kgbb .Adrenalin / Epinephrin .Pentothal 25 mg / cc dosis 4-5 mg/kgbb .Pavulon 0.5-0.15 mg/kgbb .Norcuron 0.OBAT-OBATAN UNTUK INTUBASI ‡ ‡ ‡ Sedasi .Diprivan 10 mg/cc 1-2 mg/kgbb Muscle relaksan .

sampai dengan cardiac arrest. b. Serius : Laringeal edema. memar. laserasi akan terjadi dysfonia dan dysphagia. obstruksi jalan napas. aspirasi.KOMPLIKASI a. . bradikardia. kerusakan pharyng. gigi copot/ rusak. ruptur trachea perdarahan hidung. Ringan : Tenggorokan serak. aritmia. fistula tracheoesofagal granuloma. muntah.

f.PENYULIT a. e. Ada masa di pharing dan laring . d. b. Leher pendek Fraktur servical Rahang bawah kecil Osteoarthritis temporo mandibula joint Trismus. c.

PERSIAPAN PASIEN Beritahukan pasien tentang tindakan yang akan dilakukan Mintakan persetujuan keluarga / informed consent Berikan support mental Hisap cairan / sisa makanan dari nasogastric tube Yakinkan pasien terpasang IV line dan infus menetes dengan lancar .

Pantau tekanan balon h. Humidifikasi yang adekuat g. Observasi tanda-tanda vital dan suara paruparu . Jaga patensi jalan napas f. d.PERAWATAN INTUBASI a. Fiksasi harus baik b. Jaga kebersihan mulut dan hidung e. Gunakan oropharing air way (guedel) pada pasien yang tidak kooperatif c. Hati-hati pada waktu mengganti posisi pasien.

. Cek blood gas untuk mengetahui perkembangan. n. j. Lakukan fisioterapi napas tiap 4 jam. Pipa endotracheal tube ditandai diujung mulut / hidung.PERAWATAN INTUBASI i. Lakukan suction setiap fisioterapi napas dan sewaktu-waktu bila ada suara lendir k. Lakukan foto thorax segera setelah intubasi dan dalam waktu-waktu tertentu. Air dalam water trap harus sering terbuang p. Yakinkan bahwa posisi konektor dalam kondisi baik l. m. Observasi terjadinya empisema kutis o.

. Obat-obat yang diberikan f. Rumus { (umur dlm tahun + 4) / 4 } c. Nomor OTT / ETT. Batas masuknya NTT / OTT e. Respon pasien / kesulitan yang terjadi. Tanggal pemasangan.DOKUMENTASI a. Jumlah udara yang dimasukkan pada balon d. siapa yang memasang b.

hentikan perdarahan.Life support A B C DA B C D Quick Diagnosis ±Quick Treatment A= Airway. beri bantuan nafas. bebaskan jalan nafas. Lindungi Cspine B= Breathing. beri infusD= Disability/SSP. cegah TIK Pasien obstruksi (A) atau apneu (B) akan mati dalam 3-5menit Pasien shock berat (C) akan mati dalam 1-2 jam Pasien coma (D) akan mati dalam 1 minggu . tambah oksigenC= Circulation.