Anda di halaman 1dari 18

TUGAS MATA KULIAH KEUANGAN INTERNASIONAL Dosen Pengampu: Zainul M.

, SE, MM

HEDGING (LINDUNG NILAI)

Oleh: KELOMPOK 5 Dewi Istianatul Hidayah Irwan Setiawan Soehari Neni Nur Indah Sari Rendy Dian Erwanda Daniel Luther Wokas 08101101 08101093 08101057 08101064 09101081

S E K O L A H T IN G G I IL M U E K O N O M I A S IA M A L A N G JU R U S AN M AN AJE M E N NOVEM BER 2011

Keuangan Internasional

DAFTAR ISI

BAB I

ARTIKEL............................................................................................ 1 BBJ Akan Rilis Kontrak Batu Bara ...................................................... 1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 2

Pengertian Hedging ............................................................................. 2 Hedging Konsep dan Strategi pada Pasar Komoditas ........................... 2 Manfaat Hedging ................................................................................. 4 Yang Perlu Dipertimbangkan ............................................................... 5 Strategi dan Penerapan Hedging .......................................................... 5 Jenis-jenis Hedging .............................................................................. 6 Teknik-Teknik Hedging Jangka Pendek ............................................... 7 Teknik-Teknik Hedging Jangka Panjang .............................................. 8 Pasar Forward Mata Uang ................................................................... 9 Bagaimana MNC Menggunakan Kontrak Forward ............................ 10 Pasar Futures Mata Uang ................................................................... 11 Bagaimana Perusahaan Menggunakan Kontrak Futures ..................... 11 Membandingkan Kontrak Forward dan Kontrak Futures Mata Uang . 11 Perbandingan Pasar Forward dan Pasar Futures ................................ 12 BAB III PEMBAHASAN................................................................................ 14 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 16

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

BAB I ARTIKEL

BBJ Akan Rilis Kontrak Batu Bara Bisnis Indonesia Jum'at, 11 November 2011 Bursa Berjangka Jakarta segera akan merilis kontrak berjangka batu bara pada kuartal 1/2012. Direktur Pengembangan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Bihar Sakti Wibowo mengatakan telah melakukan pertemuan intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) untuk membahas mekanisme pasar batu bara berjangka. Produk terbaru batu bara ini mungkin akan diawali dengan transaksi domestic market obligation (DMO), selanjutnya kontrak berjangka dan pasar fisik. Pemerintah ingin DMO batu bara ditransaksikan melalui mekanisme bursa berjangka. Selama ini harga DMO belum terkontrol mekanisme transaksi dan fluktuasi harganya. Kalau ditaruh di bursa berjangka akan lebih transparan. Pemerintah juga akan bisa melakukan pengawasan. Prosesnya, jika kajian produk baru telah rampung, pihak bursa akan segera mengajukan proposal kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) bulan depan. Setelah itu tinggal tunggu izin BAPPEBTI, Peraturan Tata Tertib (PTT) dan diluncurkan. Terkait dengan mekanisme acuan harga, penentuan harga merupakan kolaborasi Indonesia Coal Index (ICI) dan acuan harga batu bara dari bursa luar negeri. Yang diharapkan nantinya bursa berjangka bisa saja dipakai sebagai Harga Batu Bara Acuan (HBA) bagi pemerintah. Selama ini, ICI yang dikeluarkan PT Coalindo Energy bersama Argusmedia merupakan salah satu pertimbangan pemerintah untuk menetapkan HBA. Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis BBJ Andam Dewi menambahkan tujuan utama pembuatan kontrak berjangka batu bara ialah sebagai lindung nilai (hedging) dan investasi alternatif. Kontrak berjangka ini juga bisa untuk memproteksi harga dari volatilitas dan bisa mendapatkan harga yang tepat dalam jangka panjang. Selain batu bara, BBJ berencana menggarap kontrak berjangka timah pada 2012. Sepekan lalu BBJ telah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Belitung-wilayah penghasil timah terbesar Indonesia. Sumber: Yani. 2011. BBJ akan Rilis Kontrak batu Bara, (online) .http://ptkbi.com/info/berita-terkini.html, diakses 23 November 2011

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Hedging Menurut Madura (2000:275) hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi nilai tukar adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Menurut Shapiro (1999:144) hedging particular currency exposure means estabilishing an offseting such whatever is lost or gained on the original currency exposure is exactly offset by corresponding foreign exchange gain on loss on the currency hedge. Hedging dalam definisi di atas merupakan sebuah bagian dari currency exposure yang berarti menentukan sebuah pengganti kerugian kurs mata uang, misalnya kerugian atau keuntungan pada nilai asal currency exposure sebenarnya dapat disamakan dengan keuntungan atau kerugian nilai tukar mata uang pada currency hedge. Menurut Eiteman (2003:171-174) hedge is the purchase of contract (including forward foreign exchange) or tangible good that will rise in value and offset a drop in value of another contract or tabgible good. Hedgers are undertaken to reduce risk by protecting an owner from loss. Hedge merupakan pembelian suatu kontrak (termasuk forward valuta asing) atau barang nyata yang nilainya akan meningkat dan menutup kerugian dari jatuhnya nilai kontrak atau barang nyata yang lain. Pelaku hedging berusaha mengurangi risiko dengan melindungi dirinya dari kerugian.

Hedging Konsep dan Strategi pada Pasar Komoditas Para produsen dan mereka yang memilki komoditi, umumnya sangat

khawatir terhadap penurunan harga komoditi yang diperdagangkannya. Apabila, harga komoditi yang mereka perdagangkan mengalami penurunan, maka mereka akan menderita kerugian. Demikian pula sebaliknya, para konsumen komoditi

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

seperti prosesor, eksportir sangat khawatir terhadap kenaikan harga komoditi. Bila harga komoditi yang akan mereka beli mengalami kenaikan, maka mereka sudah tentu mengalami kesulitan menghadapi kenaikan harga tersebut. Di samping itu, perubahan nilai tukar mata uang yang mereka pergunakan dalam perdagangan internasional dapat pula menimbulkan resiko bagi para pengusaha itu. Untuk mengatasi atau mengurangi risiko yang timbul akibat adanya fluktuasi harga, dan nilai tukar mata uang, maka diperlukan alat pengendalian risiko harga. Salah satu alat pengendali risiko adalah hedging atau lindung nilai. Hedging adalah suatu proses pengambilan posisi di pasar berjangka, yang berlawanan dengan posisi yang dimiliki di pasar fisik. Dengan melaksanakan hedging di pasar berjangka, maka risiko yang timbul dari fluktuasi harga dapat dikurangi. Sehingga hal tersebut dapat memberikan kepastian usaha bagi para pengusaha. Untuk melakukan hedging, para pengusaha perlu pengetahuan tentang hedging agar mereka dapat melaksanakan hedging secara baik dan tepat. Keadaan dimana harga di pasar berjangka lebih tinggi dari pada harga di pasar fisik disebut normal market. Akan tetapi, kadang-kadang harga fisik lebih tinggi dari pada harga berjangka. Tingginya harga fisik tersebut disebabkan oleh minimnya jumlah persediaan komoditi, sedangkan permintaan mengalami kenaikan yang tajam. Kenaikan permintaan tersebut disebabkan adanya kenaikan permintaan dari mereka yang memiliki posisi jual di pasar berjangka yang telah jatuh tempo. Keadaan dimana harga di pasar fisik lebih tinggi dari pada harga di pasar berjangka disebut inverted market. Harga kontrak berjangka untuk bulan penyerahan terdekat biasanya lebih rendah dari harga bulan penyerahan berikutnya. Keadaan ini disebabkan oleh biaya-biaya bawaan (carrying charges) dalam penanganan komoditi. Biaya-biaya tersebut meliputi biaya penyimpanan, asuransi dan bunga (interest). Sebelum membahas mengenai konsep hedging, sebaiknya terlebih dahulu mengerti apa yang dimaksud dengan basis. Basis sangat penting bagi seorang hedger. Hal ini disebabkan agar mereka mampu menterjemahkan harga-harga di pasar berjangka pada saat tertentu dan komoditi tertentu. Perbedaan harga suatu

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

komoditi di pasar fisik di daerah tertentu, dengan harga di pasar berjangka untuk bulan penyerahan terdekat itulah yang disebut basis. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor. Basis di suatu tempat berbeda dengan basis di tempat lainnya. Sebagai contoh, faktor-faktor yang mempengaruhi basis lokal untuk komoditi pertanian, meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Penawaran dan permintaan lokal dari suatu komoditi. Keseluruhan penawaran dan permintaan komoditi pengganti. Tersedianya transportasi dan alat angkut lainnya. Struktur penetapan ongkos transportasi. Tersedianya ruang penyimpanan. Faktor-faktor mutu. Harapan-harapan harga di masa yang akan datang. Tingkat bunga. Harga di pasar fisik dan di pasar berjangka biasanya bergerak secara pararel. Namun dalam jumlah yang tidak sama besarnya. Kadang-kadang, harga di pasar fisik naiknya lebih besar daripada kenaikan harga di pasar berjangka, atau sebaliknya. Dengan adanya perbedaan kenaikan harga di pasar fisik dan di pasar berjangka, maka basis pada waktu-waktu tertentu dapat membesar atau mengecil. Apabila basis mengalami pembesaran, maka disebut weak basis. Dan, bila mengalami pengecilan disebut strong basis. Manfaat Hedging Hedging memberikan manfaat bagi hedger, yaitu: 1. 2. 3. Hedging merupakan sarana mengurangi atau menghilangkan resiko kerugian yang terjadi dari fluktuasi harga. Hedging memberikan kepastian berusaha, serta pengendalian persedian bahan baku dan komoditi (misalnya pertanian). Hedging memberikan penyediaan dana yang lebih besar serta lebih aman (pada umumnya komoditi yang tidak di-hedging akan mendapat pinjaman dana/kredit dari bank sebesar 50% dari nilai komoditi tersebut, sedangkan untuk komoditi yang telah di-hedge akan mendapat pinjaman dana sebesar 90% dari nilai komoditi yang bersangkutan).

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

Yang Perlu Dipertimbangkan Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah: 1. Risiko basis, hal ini disebabkan perbedaan harga di pasar fisik dan harga di pasar berjangka pada waktu tertentu tidak ada korelasinya sehingga kerugian tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. 2. Harga di pasar berjangka sudah meliputi biaya angkut, bunga bank, sewa gudang dan asuransi. Di samping biaya-biaya tersebut, ada lagi biaya perizinan dan biaya transaksi. Para hedger harus mempertimbangkan biayabiaya ini sebelum melaksanakan hedging. 3. Ketidaksesuaian antara kondisi komoditi fisik dan berjangka. Biasanya mutu dan jumlah komoditi yang di-hedging kemungkinan tidak sama dengan mutu dan jumlah dari kontrak berjangka untuk komoditi yang bersangkutan. 4. Adanya perbedaan proses penerapan hedging. Penerapan hedging agak rumit, untuk itu para hedger perlu menganalisa sarana hedging sebelum menggunakan. Strategi dan Penerapan Hedging 1. Strategi Hedging Secara umum dapat dikemukakan langkah-langkah yang sangat diperlukan para pengusaha untuk menyusun strategi dalam pasar berjangka komoditi antara lain sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. Meneliti dan menghitung perkembangan harga komoditi yang bersangkutan baik pada pasar fisik maupun pasar berjangka. Menghitung biaya operasi yang termasuk di dalamnya, biaya penyimpanan, biaya asuransi, beban bunga, dan lain-lain. Menghitung kemungkinan pergerakan harga yang terjadi dengan menganalisa pasar, baik secara fundamental maupun teknikal. Menghitung basis yang terjadi antara pasar fisik dan berjangka. Menelaah sumber-sumber informasi lain yang diterima. Segera melikuidir setiap posisi pada saat harga mulai bergerak ke arah yang tidak diharapkan, sehingga kerugian yang harus ditanggung tidak terlalu besar.

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

2.

Aplikasi Hedging bagi Produsen Hedging dilakukan oleh produsen dengan mengambil posisi jual di pasar berjangka sebagai usaha untuk melindungi turunnya nilai persediaan bahan baku atau komoditi sebagai akibat dari gejolak harga. Atau sering juga disebut dengan selling hedge. Bagi seorang produsen (misalnya petani) sebelum memproduksi (menanam) perlu mengkalkulasi seluruh biaya produksi untuk menentukan harga pokok seperti sewa tanah, biaya untuk pengolahan tanah, harga bibit, biaya pemeliharaan, biaya panen, prosesing, bunga modal dan sebagainya. Berdasarkan kalkulasi perhitungan harga pokok, petani produsen akan menghitung harga jualnya dengan target mendapatkan suatu keuntungan. Namun untuk menjaga apabila terjadi kegagalan panennya, sebaiknya seorang produsen (petani) menjual sebanyak 80% dari total hasil panennya.

3.

Aplikasi Hedging bagi Konsumen Hedging yang dilakukan konsumen (para industriawan) di pasar berjangka adalah sebagai usaha untuk mengurangi risiko, yang timbul akibat naiknya harga. Atau, sering disebut buying hedge. Buying hedge biasanya dilakukan oleh pihak-pihak pemakai atau yang memerlukan bahan baku kontinyu sepanjang tahun. Karena pihak-pihak ini secara teratur membeli komoditi/bahan baku di pasar fisik. Mereka sangat khawatir terhadap adanya kemungkinan fluktuasi harga dari bahan baku yang diperlukannya, dalam rangka menjamin agar barang jadi atau produk yang dihasilkan tersebut bisa bersaing. Jadi, langkah yang diambil oleh konsumen adalah mengusahakan memperkecil fluktuasi harga bahan baku (komoditi) yang merupakan salah satu faktor dominan dalam proses produksi.

Jenis-jenis Hedging Hedging dapat dikelompokkan dalam 2 kelompok besar, yaitu: 1. Selling hedge Selling hedge atau disebut juga short hedge, adalah suatu tindakan yang dilakukan para hedger dengan mengambil posisi jual di pasar berjangka

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

dalam rangka melindungi nilai persediaan bahan baku mereka dari fluktuasi harga. Disebut selling hedge, karena mereka pertama-tama melakukan penjualan di pasar berjangka. Apabila mereka menderita kerugian yang diakibatkan oleh penurunan harga di pasar fisik, maka kerugian tersebut akan ditutup oleh keuntungan yang mereka peroleh di pasar berjangka, atau sebaliknya. Skema 1: Pasar Fisik Beli Jual Pasar Berjangka Jual Beli

2.

Buying hedge Buying hedge atau disebut juga long hedge, adalah suatu tindakan yang dilakukan para hedger dengan mengambil posisi beli di pasar berjangka dalam rangka melindungi usaha mereka dari fluktuasi harga komoditi yang mereka beli di pasar fisik. Disebut buying hedge, karena pertama-tama mereka melakukan pembelian di pasar berjangka. Apabila mereka menderita kerugian yang diakibatkan oleh kenaikan harga di pasar fisik, maka kerugian tersebut akan ditutup oleh keuntungan yang mereka peroleh di pasar berjangka, atau sebaliknya. Skema 2: Pasar Fisik Jual Beli Pasar Berjangka Beli Jual

Teknik-Teknik Hedging Jangka Pendek Teknik-teknik yang biasanya dapat digunakan dalam meng-hedge sebagian atau seluruh transaksinya dalam jangka pendek, dijelaskan oleh Madura (2000:322-333) antara lain: 1. Hedging memakai kontrak futures Kontrak futures adalah kontrak yang menetapkan penukaran suatu

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

valuta dalam volume tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu. 2. Hedging memakai kontrak forward Suatu kontrak antara nasabah dan bank untuk melakukan sejumlah penjualan atau pembelian valuta terhadap valuta lainnya di masa yang akan datang dengan rate yang telah ditentukan pada saat kontrak dibuat. Keuntungan forward antara lain: a) Menghindari dan memperkecil resiko kurs. b) Dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Tujuan dari forward adalah: a) Forward kontrak digunakan untuk mengkover resiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta di masa mendatang. b) Jika ada suatu transaksi bisnis, forward kontrak dapat menghilangkan currency exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan datang telah ditetapkan. c) Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti. d) Untuk tujuan spekulasi. 3. Hedging memakai instrumen pasar uang Hedging memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan. 4. Hedging memakai opsi (option) valuta Opsi menyediakan hak untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga tertentu selama periode waktu tertentu. Tujuan dari option ini untuk hedging.

Teknik-Teknik Hedging Jangka Panjang Menurut Madura (2000:342-345) ada 3 teknik yang sering dipakai untuk meng-hedge exposure jangka panjang yaitu: 1. Kontrak forward jangka panjang (Long forward) Long Forward adalah kontrak forward jangka panjang. Sama seperti kontrak forward jangka pendek, dapat dirancang untuk mengakomodasi

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

kebutuhan-kebutuhan khusus dari perusahaan. Long forward sangat menarik bagi perusahaan yang telah menandatangani kontrak ekspor atau impor bernilai tetap jangka panjang dan melindungi arus kas mereka jangka panjang. 2. Currency Swap Currency swap adalah kesempatan untuk mempertukarkan satu valuta dengan valuta lain pada kurs dan tanggal tertentu dengan menggunakan bank sebagai perantara antara dua belah pihak yang ingin melakukan currency swap. Tujuan dari swap antara lain: 1. 2. Mengkover resiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta. Transaksi swap akan menghilangkan currency exposure karena pertukaran kurs pada masa yang akan datang telah ditetapkan. 3. 4. 5. Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti. Untuk tujuan spekulasi. Strategi gapping.

Keuntungan swap: 1. 2. 3. Menghindari resiko pertukaran uang. Tidak menganggu pos-pos di balance sheet. Parallel Loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel Loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal tertentu di masa depan.

Parallel Loan

Pasar Forward Mata Uang Pasar Forward memfasilitasi perdagangan kontrak forward atas mata uang. Kontrak forward adalah perjanjian antara sebuah perusahaan dengan sebuah bank komersial untuk menukar sejumlah mata uang tertentu dengan kurs nilai

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

10

tukar tertentu (yang disebut kurs forward) pada tanggal tertentu di masa depan. Kontrak forward ini melayani perusahaan multinasional (MNC) dan perusahaanperusahaan yang besar, transaksi forward seringkali bernilai $1 juta atau lebih. Kontrak forward umumnya tidak digunakan oleh konsumen atau perusahaan kecil. Kontrak forward yang paling umum berjangka waktu 30, 60, 90, 180, dan 360 hari. Meskipun tersedia juga untuk jangka waktu lainnya (termasuk jangka waktu yang lebih panjang). Kurs forward atas suatu mata uang tertentu umumnya berbeda sesuai dengan lamanya (jumlah hari) periode forward.

Bagaimana MNC Menggunakan Kontrak Forward Bagaimana MNC menggunakan kontrak forward sebagai lindung nilai atas impornya? MNC dapat menetapkan kurs untuk membeli mata uang yang diperlukan guna membayar impor. Contoh Kasus: Turz, Inc., MNC yang berlokasi di Chicago, akan memerlukan 1.000.000 dollar Singapura dalam jangka waktu 90 hari untuk membayar impornya. Perusahaan ini dapat membeli dollar Singapura yang dapat diperoleh segera dengan kurs spot sebesar $0.50/dollar Singapura (S$). Pada kurs spot ini perusahaan akan memerlukan $500.000 (dihitung dari S$1.000.000 x $0.50/dollar Singapura). Namun, saat ini perusahaan tidak memiliki dana untuk dikonversi menjadi dollar Singapura. Perusahaan dapat menunggu selama 90 hari lalu menukar dollar dengan dollar Singapura dengan kurs yang berlaku pada saat itu. Namun Turz tidak mengetahui berapa tingkat kurs pada saat itu. Jika kurs saat itu naik menjadi $0.60, Turz akan memerlukan $600.000 (dihitung dari S$ 1.000.000 x $0.60/dollar Singapura), dengan pengeluaran tambahan sebesar $100.000 karena apresiasi dollar Singapura. Untuk menghindari eksposur terhadap resiko nilai tukar, Turz dapat menetapkan kurs atas dollar Singapura yang akan dibayar 90 hari mendatang tanpa harus menukar dollar Singapura saat ini. Khususnya, Turz dapat melakukan negosiasi untuk kontrak forward dengan bank untuk membeli S$1.000.000 untuk 90 hari mendatang.

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

11

Pasar Futures Mata Uang Kontrak futures mata uang merupakan kontrak yang menyatakan volume standar suatu mata uang tertentu untuk ditukar pada tanggal jatuh tempo tertentu. Karenanya, kontrak futures mata uang serupa dengan kontrak forward dari sisi kewajibannya, tetapi berbeda dengan forward dari sisi bentuk perdagangannya. Futures kontrak umumnya digunakan oleh MNC untuk lindung nilai posisi valuta asingnya. Selain itu, futures kontrak diperdagangkan oleh spekulator yang berharap memperoleh manfaat dari prediksinya mengenai pergerakan kurs masa depan. Pembeli kontrak futures menetapkan kurs nilai tukar untuk dibayarkan atas suatu valuta asing pada suatu waktu tertentu di masa depan. Secara alternatif, seorang penjual kontrak futures menetapkan kurs nilai tukar dimana suatu valuta asing akan ditukar untuk mata uang setempat. Di AS, kontrak futures dibeli untuk menetapkan jumlah dollar yang diperlukan untuk memperoleh jumlah valuta asing tertentu dalam jumlah tertentu, kontrak itu dijual untuk menetapkan jumlah dollar yang akan diterima dari penjualan valuta asing tertentu dalam jumlah tertentu.

Bagaimana Perusahaan Menggunakan Kontrak Futures Perusahaan mempertimbangkan yang membuka atau posisi menjual atas valuta asing futures dapat untuk membeli kontrak

mengkompensasi posisinya. Membeli futures kontrak dapat memungkinkan perusahaan membeli valuta asing pada kurs tetap tertentu. Contoh Kasus: Teton Co. Memesan produk Kanada dan saat produk diserahkan harus mengirim C$500.000 untuk eksportir Kanada. Karenanya, saat ini Teton membeli kontrak futures atas dollar Kanada, dan dengan demikian menetapkan harga yang akan dibayar untuk dollar Kanada pada tanggal jatuh tempo di masa depan. Dengan memiliki kontrak futures, Teton tidak perlu merisaukan perubahan kurs spot dollar Kanada.

Membandingkan Kontrak Forward dan Kontrak Futures Mata Uang Kontrak futures mata uang serupa dengan kontrak forward dalam hal

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

12

kontrak tersebut memungkinkan seorang pembeli untuk menetapkan kurs nilai tukar atas suatu mata uang tertentu yang dibeli atau dijual pada suatu tanggal tertentu di masa depan. Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan antara kontrak futures dengan kontrak forward. Kontrak futures mata uang dijual di bursa, sementara tiap kontrak forward diperoleh melalui negosiasi antara suatu perusahaan dan suatu bank komersial melalui jaringan telekomunikasi. Karenanya, kontrak forward dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, sementara kontrak futures mata uang telah distandarisasi. Perusahaan yang membangun hubungan dengan bank besar cenderung untuk menggunakan kontrak forward dibanding kontrak futures karena jumlah mata uang dalam kontrak forward dapat disesuaikan dengan jumlah yang akan dibeli atau dijual di masa depan dan tanggal jatuh tempo kontrak forward juga dapat disesuaikan dengan keinginan mereka. Sebaliknya, perusahaan kecil dan individu yang tidak meiliki hubungan dengan bank besar atau lebih suka memperdagangkan jumlah kecil cenderung untuk menggunakan kontrak futures.

Perbandingan Pasar Forward dan Pasar Futures 1. Ukuran Kontrak Forward: disesuaikan dengan kebutuhan. Futures: standar. 2. Tanggal Penyerahan Forward: disesuaikan dengan kebutuhan. Futures: standar. 3. Partisipan Forward: bank, pialang, dan perusahaan multinasional. Tidak mendukung adanya spekulasi publik. Futures: bank, pialang, dan perusahaan multinasional. Spekulasi publik yang berkualitas dapat dilakukan. 4. Deposit Sekuritas Forward: tidak diperlukan, tetapi diwajibkan memiliki saldo kompensasi di bank atau kini kredit.

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

13

Futures: diwajibkan menyerahkan sekuritas dalam jumlah kecil. 5. Kegiatan Kliring Forward: menangani kontingensi antar bank dan pialang individu. Tidak ada fungsi badan kliring yang terpisah. Futures: ditangani melalui pertukaran badan kliring. Penyelesaian harian sesuai harga pasar. 6. Lokasi Pasar Forward: melalui jaringan telepon dunia. Futures: bursa perdagangan sentral dengan komunikasi seluruh dunia. 7. Peraturan Forward: peraturan mandiri. Futures: komisi perdagangan futures komoditas dan asosiasi futures nasional. 8. Likuidasi Forward: sebagian besar diselesaikan melalui penyerahan. Beberapa diselesaikan melalui kompensasi (offset) dengan biaya tertentu. Futures: sebagian besar diselesaikan melalui kompensasi (offset), hanya sedikit yang melalui penyerahan. 9. Biaya Transaksi Forward: ditetapkan berdasarkan selisih (spread) antara kurs beli dan jual bank. Futures: biaya pialang dengan jumlah sesuai negosiasi.

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

14

BAB III PEMBAHASAN

Hedging merupakan cara bagi pelaku keuangan internasional untuk mengurangi risiko kerugian yang akan ditanggung akibat adanya fluktuasi nilai tukar/kurs mata uang yang digunakan sebagai alat tukar, dan kenaikan harga komoditas akibat kelangkaan yang terjadi di spot market. Fluktuasi nilai tukar seringkali diakibatkan oleh permintaan akan mata uang di masa yang akan datang, sedangkan kelangkaan akan komoditas terjadi akibat kelangkaan komoditas pada periode waktu tertentu. Hedging juga merupakan sarana bagi produsen untuk menghindari kerugian di masa yang akan datang dengan menjual komoditasnya sesuai dengan nilai kontrak dan waktu yang telah disetujui, untuk menghindari kemungkinan terjadinya penurunan harga akibat depresiasi nilai tukar maupun banyaknya penawaran akan komoditas. Hal ini berlaku pula untuk komoditas batu bara yang saat ini sedang mengalami kenaikan permintaan dan juga kenaikan dalam jumlah produksi dalam negeri. Sampai bulan Juni 2011 saja, nilai ekspor dari batu bara Indonesia sangatlah fantastis, yakni mencapai USD 12,18 Milyar. Nilai ekspor batu bara Indonesia ke Negara Jepang saja berpontensi naik 10 juta ton, dari 125 juta ton menjadi 135 juta ton. Prospek lain yang sangat menjanjikan dari ranah batu bara adalah realisasi produksinya yang telah menjacapai 100,6 juta ton pada bulan Januari-Mei 2011. Pemerintah bahkan sampai mendapatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak sampai Rp. 260,6 Trilliun dari tahun sebelumnya Rp. 250,9 Trilliun. Fenomena yang ada di pasar seringkali adalah kenaikan atau penurunan harga yang diakibatkan oleh kenaikan dan penurunan permintaan akan barang tambang. Hedging adalah solusi bagi produsen dan konsumen yang mengadakan perdangan internasional karena dari sini mereka akan mengamankan posisi keuangan mereka. Apa yang dilakukan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan membuat suatu fasilitas hedging bagi komoditas tambang terutama batu bara dan timah merupakan langkah yang tepat

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

15

menghindari kerugian. Di sisi lain langkah ini merupakan tindakan yang tepat untuk mendapatkan harga yang tepat pada jangka panjang. Bagi para konsumen sendiri penerapan pasar berjangka pada komoditas batu bara dan timah ini akan sangat membantu mereka untuk menghindari potensi kerugian yang akan ditimbulkan akibat kenaikan harga di spot market saat permintaan akan komoditas batu bara mengalami peningkatan kembali atau mengalami penurunan dalam produksi. Hedging memang merupakan solusi untuk menghindari kerugian di masa yang akan datang, namun kita juga harus pandai-pandai dalam memperkirakan kondisi yang akan terjadi di masa yang akan datang, mengingat tindakan hedging akan berakhir dengan kerugian akibat kesalahan dalam forecasting. Semakin forecast kita mendekati kenyataan yang terjadi di masa yang akan datang, kemungkinan kerugian yang akan terjadi akibat tindakan hedging yang kita lakukan akan dapat dihindarkan, bahkan kita mendapatkan keuntungan akibat nilai yang kita sepakati lebih rendah daripada nilai yang terjadi di spot market.

.: Hedging (Lindung Nilai) :.

Keuangan Internasional

16

DAFTAR PUSTAKA

_____, 2011. Info Sektor Tambang Bakal Sumbang 16,5 trilliun di 2011. (Online). http://www.kimeng.co.id/readnews.php?id=2429, diakses 15 Agustus 2011 _____. 2009. Hedging: Konsep dan Strategi. Buletin Kontrak Berjangka Departemen Perdagangan Nasional No. 104 Edisi November 2009 (hal 1820). Jakarta: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. _____. 2010. Prospek sector Pertambangan di 2011 Akan Semakin Cerah. (Online). http://www.financeindonesia.org/archive/index.php/t-2020.html, diakses 15 Agustus 2011 _____.2009. Hedging.(online). http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009_06_01 archive.html, Diakses 20 November 2011 Astutik, Yuni. 2011. Produksi batu Bara RI Capai 100,6 Juta Ton. (Online). http://economy.okezone.com/read/2011/07/14/320/479911/produksi-batubara-ri-capai-100-6-juta-ton, diakses 15 Agustus 2011 Madura, Jeff, 2000, International Financial Management. (6th ed). United States Of America: McGraw Hill Inc. Yani. 2011. BBJ akan Rilis Kontrak batu Bara, (online) .http://ptkbi.com/info/berita-terkini.html, diakses 23 November 2011

.: Hedging (Lindung Nilai) :.