Anda di halaman 1dari 6

5.3.

5 Konsep Fundamental
Konsep-konsep fundamental meliputi baik karakteristik kualitatif informasi akuntansi maupun definisi elemen-elemen laporan keuangan. Karakteristik kualitatif informasi akuntansi FASB menerbitkan Statement of Financial Accounting Concepts No 2, Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi, yang menyediakan kriteria untuk memilih antara: 1. metode akuntansi alternatif dan pelaporan; atau 2. permintaan akan pengungkapan. Dalam kaitannya dengan isi informasi, relevansi dan reliabilitas merupakan dua kualitas primer. Komparabilitas dan konsistensi disajikan sebagai kualitas sekunder dan interaktif. Terakhir, konsep pertimbangan cost-benefit dan materialitas diakui, secara berturut-turut, sebagai batasan pervasif dan batas untuk pengakuan.

Kualitas Primer
Relevansi secara longgar didefinisikan sebagai berikut: Agar informasi memenuhi standar relevan, informasi harus terkait dengan atau berguna dalam kaitannya dengan tindakan yang didesain untuk memfasilitasi atau menghasilkan informasi yang ingin dihasilkan. Ini mensyaratkan informasi atau tindakan pengkomunikasian yang mempunyai pengaruh ... pada bakal tindakan. Jadi, relevansi merujuk pada kemampuan informasi untuk mempengaruhi keputusan manajer dengan mengubah atau mengkonfirmasi harapan mereka tentang hasil atau konsekuensi suatu tindakan atau kejadian. Dalam konsep kerangka kerja konseptual, informasi yang relevan, membantu investor, kreditor dan pemakai lainnya untuk mengevaluasi kejadian masa lalu, sekarang dan masa mendatang (nilai prediksi) atau mengkonfirmasi atau mengkoreksi harapan sebelumnya (nilal umpan balik). Untuk menjadi relevan, suatu informasi juga harus tersedia untuk pembuat keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya dalam mempengaruhi keputusan (tepat waktu). Secara singkat, untuk menjadi relevan, informasi harus memiliki nilai prediksi dan umpan balik, dan pada saat yang sama harus disampaikan dengan tepat waktu. Reliabilitas merujuk pada kualitas yang memungkinkan pengguna data bergantung padanya dengan penuh keyakinan sebagai penyajian apa yang seharusnya disajikan. Jadi, reliabilitas informasi tergantung pada tingkat kejujuran dalam penyajian suatu kejadian.

Dalam konteks kerangka konseptual, agar dapat dipercaya, informasi harus dapat diverifikasi, netral dan disajikan secara jujur. o Dapat diverifikasi adalah atribut.... yang memungkinkan individu berkualitas yang bekerja secara independen satu sama lain mengembangkan ukuran yang secara mendasar sama atau menyimpulkan suatu pengujian dari bukti, data atau catatan yang sama . Ini menimbulkan konsensus dan tidak adanya ukuran yang bias. Informasi yang dapat diverifikasi secara substansial dapat dihasilkan oleh pengukur independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama. o Penyajian yang jujur dan kelengkapan merujuk pada hubungan antara data akuntansi dan kejadian yang menyebabkan data tersebut disajikan. Jika ukuran menggambarkan apa yang seharusnya disajikan, maka infornasi tersebut bebas dari bias pengukuran dan pengukur. o Netralitas merujuk pada tidak adanya bias dalam penyajian laporan atau informasi akuntansi. Jadi informasi yang netral adalah informasi yang bebas dari bias menuju pencapaian hasil yang diinginkan, atau menyebabkan bentuk perilaku tertentu.

Kualitas Sekunder
Komparabilitas dan konsistensi merupakan kualitas kedua yang dsarankan oleh FASB dalam SFAC No. 2. Komparabilitas menjelaskan penggunaan metode yang sama sepanjang waktu oleh satu perusahaan. Kondisi lingkungan mungkin mendorong perubahan dalam kebijakan atau teknik akuntansi yang diinginkan jika memang dapat dibenarkan. APB Opinion No.2 tentang perubahan akuntansi menyatakan bahwa: Praanggapan bahwa entitas seharusnya tidak mengubah prinsip akuntansi dapat diatasi hanya jika perusahaan menjustifikasi penggunaan prinsip akuntansi alternatif yang dapat diterima dengan dasar hal tersebut lebih baik. Sifat dan justifikasi untuk perubahan prinsip akuntansi dan dampaknya terhadap income seharusnya diungkapkan Justifikasi untuk perubahan tersebut seharusnya menjelaskan mengapa pengadopsian prinsip akuntansi baru lebih diinginkan.

Batasan Pervasif
Pertimbangan manfaat-biaya diakui sebagai batasan pervasif. Informasi akuntansi keuangan akan dicari jika manfaat yang diperoleh dari informasi tersebut melebihi biayanya. FASB menekankan pentingnya pertimbangan manfaat-biaya: Sebelum keputusan dibuat untuk mengembangkan standar, dewan perlu memuaskan dirinya sendiri bahwa permasalahan yang harus diatur adalah

problem yang signifikan, dan bahwa standar yang diumumkan tidak akan menimbulkan biaya yang besar dengan manfaat yang sedikit. Jika proposal lulus pada pengujian pertama, pengujian kedua mungkin berguna. Biasanya terdapat cara alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Apakah satu dari mereka kurang mahal dan kurang efektif? Bahkan jika besar absolut tidak dapat diberikan oleh biaya dan manfaat, perbandingan antar alternatif masih dimungkinkan dan berguna.

Batas Pengakuan
Materialitas terkait dengan batas pengakuan. Materialitas adalah pernyataan atas kepentingan relatif. Secara mendasar, pertimbangan harus diberikan untuk melihat apakah informasi mempunyai dampak signifikan atau material terhadap keputusan atau tidak. FASB terhadap hal ini diilutrasikan oleh pernyataan berikut: Posisi Dewan sekarang adalah bahwa tidak ada standar umum materialitas dapat diformulasikan untuk memasukkan semua pertimbangan dalam pembuatan kebijakan oleh orang yang berpengalaman. Posisi tersebut tidak dimaksudkan bahwa dewan tidak akan melakukan peninjauan di masa mendatang atau bahwa petunjuk kuantitatif tentang materialitas item tertentu tidak secata tepat ditulis dalam standar dari waktu ke waktu. Hal ini telah dilakukan pada kesempatan belakangan ini (sebagai contoh dalam pernyataan tentang pelaporan keuangan oleh lini bisnis perusahaan), dan Dewan mengakui bahwa petunjuk materialitas kuantitatif kadang-kadang dibutuhkan. Namun, kapanpun Dewan atau badan otoritatif lainnya memunculkan aturan materialitas, ini akan menggantikan pertimbangan kolektif yang tergeneralisasi untuk pertimbangan individu tertentu, dan tidak ada alasan untuk mendukung bahwa pertimbangan kolektif selalu superior.

Elemen-elemen dasar laporan keuangan perusahaan bisnis


Statement of Financial Accounting Concepts No.3, Elemen-elemen Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis, mendefinisikan sepuluh elemen yang terkait dengan pengukuran kinerja dan status perusahaan: aset, utang, ekuitas, investasi oleh pemilik, distribusi pada pemilik, comprehensive income, revenue, expenses, gains, dan losses. Elemen-elemen tersebut didefinisi sebagai berikut: 1. Aset adalah manfaat ekonomik di masa mendatang yang cukup pasti, yang diperoleh atau dikuasai oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu. 2. Utang adalah pengorbanan manfaat ekonomi di masa mendatang yang cukup pasti, yang timbul dari kewajiban sekarang suatu entitas tertentu untuk

menyerahkan aset atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa masa lampau. 3. Ekuitas adalah hak residu dalam aset suatu entitas yang masih tersisa setelah dikurangi utangnya. Dalam perusahaan bisnis, ekuitas adalah hak kepemilikan. 4. Investasi oleh pemilik adalah kenaikan dalam aset bersih suatu perusahaan tertentu yang berasal dari pemindahan sesuatu yang bernilai ke perusahaan tersebut dari entitas lain untuk memperoleh atau menaikkan hak kepemilikan (atau ekuitas) dalam perusahaan tersebut. Aset kebanyakan secara umum diterima sebagai investasi oleh pemilik, tetapi mungkin juga meliputi jasa atau kepuasan atau konversi utang perusahaan. 5. Distribusi kepada pemilik adalah penurunan dalam aset bersih suatu perusahaan tertentu yang berasal dari pemindahan aset, pemberian jasa, atau timbulnya kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada pemilik menurunkan hak kepemilikan (atau ekuitas) dalam perusahaan tersebut. 6. Comprehensive Income adalah perubahan dalam ekuitas suatu perusahaan tertentu selama satu periode yang berasal dari transaksi dan kejadian lainnya serta keadaan-keadaan lain dari sumber selain pemilik. Income komprehensif meliputi seluruh perubahan dalam ekuitas selama satu periode, kecuali perubahanperubahan yang berasal dari investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik. 7. Revenue adalah aliran masuk atau peningkatan lain aset sebuah entitas atau pelunasan utangnya (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode tertentu yang berasal dari pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lainnya yang merupakan kegiatan utama yang masih berlangsung dari entitas tersebut. 8. Expenses adalah aliran keluar atau penggunaan lain aset atau timbulnya utang (atau kombinasi dan keduanya) selama satu periode tertentu yang berasal dari pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lainnya yang merupakan kegiatan utama yang masih berlangsung dari entitas tersebut. 9. Gains adalah kenaikan dalam ekuitas (aset bersih) dari transaksi-transaksi tambahan atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi lainnya atau kejadian-kejadian serta keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut selama satu periode, kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. 10. Losses adalah penurunan dalam ekuitas (aset bersih) dari transaksi-transaksi tambahan atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi lainnya atau kejadian-kejadian serta keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut selama satu periode, kecuali yang berasal dari biaya atau distribusi kepada oleh pemilik. Definisi tersebut menyediakan metode penyaringan pertama untuk menentukan isi laporan keuangan. Pernyataan tersebut menjelaskan karakteristik penting yang harus dipenuhi sebelum kejadian-kejadian atau keadaan-keadaan dipertimbangkan sebagai elemen laporan keuangan. Ada tiga hal yang menjadi catatan penting:

Pertama, konsep income komprehensif lebih terbuka daripada konsep income akuntansi tradisional. Income komprehensif dapat dimasukkan dalam laporan yang mencangkup perubahan dalam aset bersih perusahaan untuk satu periode dari semua sumber kecuali transaksi dengan pemilik. Ini adalah istilah yang all-inclusive yang dapat membantu pemakai mencari angka income sesungguhnya yang sulit dipahami dengan (a) menyediakan sifat angka yang kompleks secara detail, dan memungkinkan pemakai membuat penilaian; dan (b) menggambarkan kinenja perusahaan sebagai kontinum dengan transaksi dan kejadian yang terjadi baik yang utama (normal) maupun luar biasa pada keberadaan perusahaan secara keseluruhan. Kedua, definisi aset, utang dan ekuitas terkait dengan jumlah sumber daya dan klaim atas sumber daya pada waktu tertentu, sementara definisi revenue, expenses, gains, dan losses terkait dengan dampak transaksi, kejadian, dan keadaan selama satu periode. Ketiga, nilai aset, utang dan ekuitas dianggap akan berubah sebagai hasil dari revenue, expenses, gains, dan losses, yang memiliki implikasi artikulasi. Dengan kata lain, laporan keuangan dianggap berinteraksi dan berhubungan. Statement of Financial Accounting Concepts No.3 kemudian .digantikan oleh Statement of Financial Accounting Concepts No.6. Definisi elemen-elemen tersebut identik dengan definisi elemen-elemen dalam pernyataan no.3, kecuali bahwa definisi tersebut dapat diterapkan juga pada organisasi non-binis.

5.3.6 Pengakuan dan Pengukuran


Statement of Financial Accounting Concepts No.5 ditujukan untuk menangani masalah pengakuan dan pengukuran. Pernyataan ini membuat pembedaan yang berguna antara income, earnings, dan comprehensive income. Secara mendasar earnings berbeda dari income dengan keluarnya penyesuaian akuntansi periode sebelumnya yang tidak diakui pada periode sekarang, seperti efek kumulatif atas perubahan prinsip akuntansi. Secara mendasar, comprehensiue income mengakui dua kelas item yang dikeluarkan dari earnings yaitu efek penyesuaian akuntansi tertentu periode sebelumnya yang tidak diakui pada periode berjalan, dan perubahan lain dalam aset bersih (terutama holding gains dan losses) yang diakui dalam periode ini tetapi dikeluarkan dari earnings, seperti perubahan nilai pasar investasi pada surat berharga yang diklasifikasikan sebagai aset jangka panjang, perubahan nilai pasar dalam industri yang mempunyai praktik akuntansi untuk surat berharga, dan penyesuaian untuk nilai tukar mata uang asing. Kriteria pengakuan meliputi: Definisi: item memenuhi definisi elemen-elemen laporan keuangan

Dapat Diukur: item mempunyai atribut relevan yang dapat diukur dengan kereliabelan yang memadai. Relevansi: informasi tentang item tersebut dapat membuat keputusan pemakai menjadi berbeda. Realibilitas: informasi mewakili keadaan sebenarnya, jujur, dapat diuji kebenarannya dan netral. Terkait dengan pengukuran, pernyataan mengakui lima atribut yang berbeda tentang aset dan utang yang disajikan dalam memorandum diskusi, yaitu: 1. kos hitoris (historical cost); 2. kos pengganti sekarang (current replacement cost); 3. nilai pasar sekarang (current market value); 4. nilai realisasi (pelepasan) bersih (net realizable (settlement) value); 5. nilai sekarar (diskontoan) aliran kas masa depan.