Anda di halaman 1dari 14

makalah Hukum Administrasi Negara II Sistem Perencanaan Pembangunan NasionalAug 4 Posted by helianakomalasari

16 Votes

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang permasalahan Sejarah administrasi pembangunan melihat suatu keadaan dimana saat ini administrasi pembangunan belum diakui sebagai suatu disiplin ilmu sendiri yang telah berkembang. Administrasi pembangunan yang berkembang tersebut berasal dari disiplin ilmu yang mendahuluinya, yaitu administrasi negara. Administrasi negara merupakan suatu studi mengenai bagaimana badan-badan pemerintahan diorganisir, beserta aparaturnya, pembiayaannya, serta faktor kepemimpinannya. Administrasi negara merupakan kombinasi tata pemerintahan,ctata usaha negara, administrasi serta administrasi pembangunan, dan pengendalian lingkungan. Administrasi pembangunan yang merupakan bagian dari administrasi negara tersebut, kemudian mengalami penyempurnaan yang diawali oleh peristiwa pemberian bantuan PBB tahun 1950 kepada negara-negara berkembang yang ternyata kurang mencapai sasaran dan kurang mendapatkan hasil sesuai tujuannya. Dalam pelaksanaan administrasi pembangunan, pemerintah memiliki peranan yang harus dilaksanakan, salah satunya adalah peran sebagai administrator yang berhubungan erat dengan usaha pembangunan berencana suatu negara. Perencanaan yang merupakan suatu pernyataan pemerintah, melahirkan tugas pemerintah diantaranya adalah pembangunan nasional. Pembangunan nasional mencakup multi dimensional, didalamnya pembangunan nasional tersebutlah pemerintah berperan dan berfungsi, baik sebagai stabilisator, inovator, modernisator, pelopor, hingga pelaksana sendiri.

1.2 Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. Apa pengertian dari administrasi pembangunan ? Apa pengertian dari pembangunan dan pembangunan nasional ? Bagaimana peranan pemerintah dalam pembangunan nasional ? Bagaimana kaitannya pemerintah dengan perencanaan serta pembangunan nasional ? BAB II Pembahasan dan Analisis II.1 Administrasi Pembangunan

II.1.1 Pengertian Pengertian administrasi pembangunan berdasarkan pendapar para ahli, yaitu : 1. Fred W. Riggs Administrasi pembangunan berkaitan dengan proses adminstrasi dari suatu program pembangunan, dengan metode yang digunakan terutama oleh pemerintah untuk melaksanakan kebijakan dan kegiatannya yang telah direncanakan guna menemukan sasaran pembangunan (pembangunan admistrasi). Administrasi pembangunan dikaitkan dengan implikasinya, sehingga apabila suatu program pembangunan berhasil dilaksanakan, dengan sendirinya akan mendorong perubahan-perubahan dalam berbagai bidang (administrasi pembangunan). 1. Prajudi Atmosudirdjo Hukum administrasi pembangunan adalah Hukum Administrasi Negara yang diarahkan untuk mendukung proses pembangunan dalam keperluan keberhasilan pembangunan, yang melipuri hukum untuk perencanaan, pembiayaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi Merupakan Hukum Administrasi Negara yang diarahkan untuk penyempurnaan administrasi negara agar berkemampuan mendukung proses pembangunan[1]. 1. Bintoro Tjokoamidjojo Pendekatan administrasi pembangunan diartikan sebagai proses pengendalian usaha administrasi oleh pemerintah untuk merealisasikan pertumbuhan kearah lebih baik dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa, untuk mendorong perubahan suatu masyarakat kearah lebih baik, yang pada umumnya tujuannya adalah pembinaan bangsa (nation building) dan atau perkembangan sosial ekonomi (disebut sebagai proses modernisasi). Dengan demikian, tujuan dikembangkannya hukum administrasi pembangunan adalah untuk kebutuhan pengembangan model dan konsep hukum administrasi yang cocok untuk pembangunan serta pengembangan administrasi bagi pembangunan[2].

II.1.2 Ruang lingkup administrasi pembangunan 1. Ruang lingkup administrasi pembangunan mempunyai dua fungsi, yaitu : Penyusunan kebijakan penyempurnaan administrasi negara, yang meliputi penyempurnaan organisasi, pembinaan lembaga yang diperlukan, kepegawaian, tata kerja dan penyusunan sarana-sarana administrasi lannya (disebut development of administration). Merumuskan kebijakan dan program pembangunan di berbagai bidang serta pelaksanaan nya secara efektif (disebut sebagai administration of development). 1. Administrasi pembangunan dapat dibagi dalam dua subfungsi, yaitu Perumusan atau formulasi kebijakan pembangunan oleh pemerintah (public policies) dilakukan dalam proses administrasi dan tingkat tertentu dalam proses politik. Pelaksanaan kebijakan secara efektif, dimana yang perlu mendapat perhatian adalah masalah kepemimpinan, koordinasi, pengawasan dan fungsi administrator sebagai unsur pembaharu. Jadi pada dasarnya administrasi pembangunan bertujuan untuk memperlancar proses pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat[3]. II.1.3 Ciri-ciri administrasi pembangunan Administrasi pembangunan masih mendasarkan diri pada prinsip administrasi negara sebab peralatan analisa administrasi pembangunan masih memakai peralatan analisa administrasi negara. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut : Ciri-ciri administrasi negara Lebih banyak terkait dengan lingkungan masyarakat negara maju Ciri-ciri administrasi pembangunan Lebih memberikan perhatian terhadap lingkungan masyarakat yang berbeda-beda terutama bagi negara berkembang Terdapat kelompok yang cenderung Administrasi pembangunan mempunyai peran berpendapat turut berperannya administrasi aktif dan berkepentingan terhadap tujuannegara dalam proses perumusan tujuan pembangunan, baik dalam perumusan kebijaksanaan, tapi peranan itu masih kurang kebijaksanaannya maupun alam ditekankan. Bahkan ada yang menyebutkan pelaksanaannya yang efektif, bahkan administrasi negara bersifat netral terhadap administrasi ikut serta mempengaruhi tujuan tujuan-tujuan pembangunan pembangunan masyarakat dan menunjang pencapaian tujuan nasional, ekonomi, dan lain-lain yang dirumuskan kebijaksanaannya melalui proses politik. Lebih menekankan kepada pelaksanaan yang Berorientasi kepada usaha-usaha yang tertib/efisien dari unit-unit kegiatan mendorong perubahan kearah lebih baik untuk pemerintahan pada waktu ini. Jadi berorientasi suatu masyarakat di masa depan. Jadi pada masa kini. berorientasi pada masa depan. Lebih menekankan pada tugas-tugas umum Berorientasi pada tugas-tugas pembangunan,

(rutin) dalam rangka pelayanan masyarakat yaitu kemampuan untuk merumuskan dan tertib pemerintahan. Administrasi negara kebijakan-kebijakan pembangunan dan lebih bersikap sebagai balancing agent pelaksanaan yang efektif. Administrasi pembangunan lebih bersikap sebagai development agent Administrasi negara lebih menengok pada Administrasi pembangunan harus mengaitkan kerapian aparatur administrasi itu sendiri diri dengan substansi perumusan kebijakan dan pelaksanaan tujuan pembangunan di berbagai bidang Dalam administrasi negara seakan-akan ada dalam administrasi pembangunan, kesan menempatkan administrator dalam administrator dalam aparatur pemerintah juga aparatur pemerintah sekedar sebagai bisa merupakan penggerak perubahan (agent pelaksana of change) Lebih berpendekatan legalistik Lebih berpendekatan lingkungan, berorientasi pada kegiatan dan bersifat pemecahan masalah. II.1.4 Kegiatan dan pelaksanaan administrasi pembangunan Kegiatan-kegiatan dalam pembangunan dapat dikelompokkan menjadi : 1. Goverment Activities (Kegiatan Pemerintahan) 2. Development Activities (Kegiatan Pembangunan) 3. Public Relation Activities (Kegiatan Kehumasan) Peran dan fungsi pemerintah sebagai administrator berhubungan erat dengan usaha pembangunan berencana suatu negara. Perencanaan merupakan suatu pernyataan pemerintah dalam kegiatan sosial ekonomi. Tugas pemerintah diantaranya adalah tugas dalam rangka pemerintahan umum, pemeliharaan ketertiban, keamanan, dan pelaksanaan hukum. Tugas tersebut diperluas dengan tugas-tugas pelayanan umum yang dilakukan melalui penyelenggaraan sendiri atau melalui pelaksanaan fungsi pengaturan. Menurut Prajudi Atmosudirdjo, pemerintah sebagai administrator memiliki tugas [4]: 1. Menguasai dan menghayati tujuan-tujuan utama yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. 2. Merumuskan lebih lanjut ke dalam bentuk yang dapat dipahami secara konkret oleh bawahan dan dapat diselenggarakan secara nyata. 3. Memelihara dan mengambangkan organisasi negara yang dipercayakan kepadanya setepat-tepatnya. 4. Memelihara dan mengembangkan sistem informasi setepat-tepatnya. 5. Memelihara dan mengembangkan sistem menejemen setepat-tepatnya. 6. Membuat semua tujuan yang telah ditetapkan tercapai dengan sebaik-baiknya. II.2 Pembangunan

Pembangunan biasanya didefinisikan sebagai rangkaian usaha mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara terencana dan sadar yang ditempuh oleh suatu negara bangsa menuju

modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)[5]. Terdapat tujuh ide pokok, yaitu: 1. Pembangunan merupakan suatu proses, yaitu rangkaian kegiatan yang berlangsung secara berkelanjutan dan terdiri dari tahap-tahapyang satu pihak bersifat independen dan yang lain bersifat tiada akhir. 2. Pembangunan merupakan upaya secara sadar ditetapkan sebagai sesuatu untuk dilaksanakan 3. Pembangunan dilakukan secara terencana, baik dalam arti jangka panjang, jangka sedang, dan jangka pendek[6] 4. Rencana pembangunan mengandung makna pertumbuhan dan perubahan 5. Pertumbuhan mengarah pada modernitas, yaitu cara hidup yang lebih baru dan lebih baik daripada sebelumnya. 6. Modernitas yang ingin dicapai melalui berbagai kegiatan pembangunan tiap definisi diatas bersifat multidimensional, yaitu mencakup segala segi kehidupan berbangsa dan bernegara. 7. Semuanya ditujukan kepada usaha pembinaan bangsa sehingga negara yang bersangkutan semakin kukuh fondasinya dan semakin mantap keberadaannya agar sejajar dengan bangsa lain karena mampu menciptakan situasi yang seimbang dengan bangsa lain tersebut. II.3 Pembangunan Nasional

Suatu sistem pembanguan nasional berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan, sehingga suatu sistem pembangunan nasional berkaitan erat dengan kebijakan yang ditempuh dan strategi yang dipilih. Tujuan pembangunan nasional setiap negara berbeda satu sama lain. Indonesia, menurut GBHN RI, 1988:43, menyatakan bahwa Pembangunan nasional Indonesia bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan pancasila di dalam wadah NKRI yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang sama, tenteram, tertib, dan dinamis, serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai. II.3.1 Dimensi pembangunan nasional 1. Dimensi inti dan kerangka pokok Pembangunan hanya berjalan dengan memuaskan apabila masyarakat sadar akan faedah pembangunan serta keharusan dari proses dinamisasi. Kesadaran tersebut membawa masyarakat dari keadaan statis kearah perkembangan dinamis. Proses dinamisasi mengandung kehendak untuk merubah cara kehidupan, cara berpikir, dan cara menghadapi masalah-masalah untuk menempuh jalan baru yang membawa kemajuan. 1. Dimensi majemuk dan kompleks. Michel todaro menyimpulkan bahwa pembangunan adalah proses multidimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam struktur sosial, sikap rakyat, dan lembagalembaga nasional, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, pemberantasan kemiskinan absolut (Bryant,1987:3)[7].

II.3.2 Kebijaksanaan pembangunan nasional 1. Kebijaksanaan sektoral dan partial Kebijaksanaan pembangunan nasional menyangkut seua ketentuan formal dan informal untuk mewujudkan tercapainya tujuan nasional, yaitu kebijaksanaan ekonomi (moneter dan fiskal), kebijaksanaan ekspor impor, perdagangan, dan sebagainya. Sebagai contoh, kebijaksanaan ekonomi merupakan kebijaksanaan partial karena menyangkur satu bidang, yaitu ekonomi. Kebijaksanaan perdagangan sebagai bagian dari ebijaksanaan ekonomi, merupakan kebijaksanaan sektoral. Keduanya harus saling melengkapi sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuannya. Demikian pula dengan bidang pembangunan nasional lainnya, keterkaitan dan saling mempengaruhi antar sektor dalam bidang sangat erat. Misalnya kebijaksanaan ekspor impor berkaitan erat dengan kebijaksanaan perdagangan luar negeri, dan seterusnya. 1. Kebijaksanaan terpadu Pemimpin harus mengambil atau memutuskan suatu kebijaksanaan (pengambilan keputusan) yang mempunyai implikasi yang luas sehingga memerlukan analisis dan pertimbangan berdasarkan informasi yang cukup. Proses tersebut ada yang formal dan ada informal,dapat dibagi dalam tahap-tahap: Penyusunan konsep (policy germination) Rekomendasi kebijaksanaan (policy recomendation) Analisis kebijaksanaan (policy formulation) Perumusan kebijaksanaan (policy formulation) Pengambilan keputusan (policy decision) Pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation) Evaluasi pelaksanaan kebijaksanaan (policy evaluation)

Untuk memudahkan analisis dan pembentukan kebijaksanaan, Bintoro Tjokroamidjojo (1978:115) membagi substansi kebijaksanaan nasional ke dalam lima kelompok :[8] Analisis dan pembentukan kebijaksanaan tujuan-tujuan pembangunan nasional jangka jauh. Analisis dan pembentukan kebijaksanaan tujuan-tujuan pembangunan nasional jangka menengah Analisis dan pembentukan kebijaksanaan pembangunan atau program tahunan

Analisis dan pembentukan kebijaksanaan nasional dalam rangka melaksanakan pemerintahan

Analisis dan pembentukan kebijaksanaan dalam rangka pelaksanaan pembangunan, terutama masalah-masalah jangka pendek. Dengan melihat tahap-tahap serta substansi analisis pembentukan kebijaksanaan, kemudian dapat dicari pola arus, hubungan antar lembaga, serta koordinasinya. Dengan cara ini pula dapat dilihat lembaga atau orang mana yang menjadi strategis dalam proses analisis dan pembentukan kebijaksanaan, sebab kebijaksanaan terpadu tidak hanya memperhitungkan sektor dan bidang pembangunan, tetapi juga waktu serta faktor lainnya. II.3.3 Strategi pembangunan nasional Strategi pembangunan nasional menyangkut pemilihan alternatif tindakan yang harus dilakukan. Dalam setiap bidang, pilihan yang dibuat harus optimal. Untuk merubah keadaan bangsa akibat kurang optimalnya strategi pembangunan nasional yang terdahulu, perlu diadakan pendobrakan besar-besaran terhadap segi-segi strategis kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Salah satu segi strategis tersebut adalah sektor pertanian. Pembangunan sektor pertanian adalah langkah pertama menuju peningkatan pemakmuran dan harus dibarengi dengan pembangunan sektor lainnya. II.4 Pembangunan Nasional yang Multidimensional

Agar suatu bangsa mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam upaya pencapaian tujuan negara bangsa yang bersangkutan, seluruh segi kehidupan dan penghidupan, mesti dibangun. II.4.1 Pembangunan bidang politik Pengamatan para pakar menunjukkan tiga tahap penting yang perlu dilalui, yaitu : 1. Pertama, menciptakan stabilitas politik sebagai titik tolak yang mutlak diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. 2. Kedua, penyusunan kembali organisasi-organisasi (restrukturisasi) politik. Pertama dengan melakukan penyederhanaan jumlah organisasi politik, dapat dengan gabungan atau fusi partai karena adanya kesamaan ideologi politik, aspirasi politik, atau orientasi politik para tokohnya. Kedua restrukturisasi dapat pula berarti mendorong tumbuhnya partai-partai politik guna mencegah adanya satu kekuatan politik yang mendominasi. 3. Ketiga, political take-off, yaitu dimulainya usaha-usaha oleh partai-partai politik yang telah mengalami restrukturisasi untuk secara aktif dan proaktif turut berpartisipasi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan. Terdapat empat aspek kehidupan politik dimana partai-partai politik dapat dan harus memainkan peranan penting[9], yaitu : 1. Sebagai kekuatan yang tangguh untuk mengembangkan dan menerapkan prinsipprinsip demokrasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa dan kepentingan negara yang bersangkutan. 2. Partai-partai politik perlu dan harus memainkan perannya sebagai pembela hak demokrasi, bukan hanya anggotanya, tetapi juga warga negara secara kseluruhan.

3. Partai-partai politik memainkan peran yang amat penting dalam turut serta membina berbagai sarana demokrasi yang telah diakui keberadaannya oleh bangsa dan negara yang bersangkutan 4. Perannan penting lainnya adalah menyelenggarakan pendidikan politik. II.4.2 Pembangunan bidang ekonomi Tuntutan dalam penentuan prioritas pembangunan bagi negara-negara yang sedang membangun pada umumnya menunjuk pada pembangunan di bidang ekonomi, sebab kenyataan menunjukkan bahwa keterbelakangan negara-negara tersebut paling terlihat dalam bidang ekonomi. Dengan keterbelakangan ekonomi,berakibat pada pendapatan perkapita rendah, yang berakibat pada ketidakmampuan menabung sehingga berakibat pada tidak terjadinya pembentukan modal yang menyebabkan tidak adanya investasi. Tidak adanya investasi berakibat tidak terjadinya perluasa usaha sehingga makin sempitnya kesempatan kerja yang dapat menyebabkan pengangguran. Adanya pengangguran berarti tidak adanya penghasilan, yang akhirnya berakibat pada tidak bergesernya posisi seseorang dari bawah garis kemiskinan. Strategi pembangunan yang biasa ditempuh negara-negara berkembang adalah modernisasi pertanian dan industrialisasi. Modernisasi pertanian dipandang dari dua sisi, yaitu sisi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sendiri, terutama bahan pangan, dan sisi menyangkut penumbuhan dan pengembangan argobisnis yang menghasilkan berbagai komoditi untuk ekspor. Dalam industrialisasi sebagai alternatif, pemerintah dapat melakukan orientasi industrialisasi. Orientasi industrialisasi dapat mencakup dua segi, yaitu segi orientasi produksi berbagai barang dan jasa untuk konsumsi dalam negeri, dan segi untuk orientsi ekspor. Pembangunan ekonomi menempati skala teratas dalam keseluruhan kebijaksanaan dan penyelenggaraan pembangunan nasional. Pembangunan ekonomi harus berhasil, karena dapat mengentaskan kemiskinan, menghilangkan kesenjangan sosial, menghasilkan ketersediaan dana untuk pembangunan bidang-bidang lainnya, dan berakibat pada terpeliharanya ketertiban umum. II.4.3 Pembangunan bidang sosial budaya Aspek sosial budaya yang relevan mendapat perhatian dalam upaya memilih strategi pembangunan adalah aspek bahasa, adat istiadat dan tradisi, persepsi tentang kekuasaan, hubungan dengan alam, locus of control, pandangan tentang peranan wanita, dan sistem kekeluargaan besar (extended family system) Pembangunan bidang sosial budaya merupakan hal yang tidak mudah karena menyangkut antara lain filsafat hidup, pandangan hidup, persepsi, cara berpikir, sistem nilai, dan orientasi pada warga masyarakat[10].Di dalam masyarakat terdapat kategorisasi golongan, yaitu golongan tradisionalis, golongan modernis, dan golongan ambivalen. II.4.4 Pembangunan bidang pertahanan dan keamanan Pembangunan bidang pertahanan dan keamanan dimaksudkan untuk menjamin bahwa kemerdekaan nasional dalam semua bidang kehidupan, seperti di bidang politik, ekonomi,

dan sosial budaya, dijunjung tinggi oleh semua warga negara dan mendapat pengakuan de jure oleh dunia internasional. Ketahanan nasional adalah suatu kondisi yang perlu diciptakan dan dipelihara secara terus-menerus. Variabel yang harus diperhitungkan dalam menumbuhkan, memelihara, dan mengembangkan ketahanan nasional yang tangguh, yaitu faktor geografis, penduduk, kekayaan alam, ideologi nasional, politik, ekonomi, sosial budaya, dan kekuatan militer. II.5 Peranan serta Fungsi Pemerintah dalam Pembangunan Nasional

II.5.1 Fungsi-fungsi pemerintah terhadap warganya 1. Negara sebagai negara politik (political state) Negara memiliki rakyat dan pemerintah, sehingga disebut sebagai suatu kesatuan politik merdeka dan berdaulat, atau negara politik. Dengan demikian, negara menyelenggarakan empat fungsi pokok, yaitu : Memelihara ketertiban dan keamanan (maintenance of peace and order) Fungsi pertahanan dan keamanan Fungsi diplomatik Fungsi perpajakan 1. Negara sebagai negara hukum (legal state) Banyak jenis hak yang ingin diperoleh masyarakat, salah satunya adalah tidak diperlakukan semena-mena oleh siapapun juga, termasuk oleh pemerintah atau penguasa. Tidak jarang dalam berbagai negara diterapkan rule of man, dimana keinginan dan kepentingan penguasa lah yang didahulukan dan mengabaikan kepentingan umum. Untuk mencegah hal tersebut, berkembanglah konsep bahwa negara harus berdasarkan rule of law dan melihat negara sebagai negara hukum. Menurut konsep ini, supremasi hukum harus diakui oleh semua pihak dan tidak ada pihak manapun yang tidak terikat kepada semua perangkat hukum yang berlaku sepanjang ketentuan-ketentuan normatif tersebut bertujuan demi kepentingan seluruh masyarakat. 1. Negara sebagai negara kesejahteraan (welfare state) Negara didirikan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan seluruh warga negara, tidak hanya dalam arti materil, tetapi juga dalam semua bidang kehidupan karena menyangkut harkat dan martabat manusia. Meskipun demikian, peningkatan kesejahteraan rakyat tidak semata-mata menjadi beban pemerintah,tetapi juga beban para pengusahawan. II.5.2 Peran pemerintah dalam pembangunan nasional 1. Peran selaku stabilisator stabilisator di bidang politik

ialah menjamin bahwa dalam kehidupan politik bangsa tidak terjadi rongrongan, baik yang datang dari kekuatan politik dalam negeri, maupun luar negeri[11]. Stabilisator ekonomi

Ialah iklim yang memungkinkan perekonomian nasional dapat terpelihara sedemikian rupa sehingga ekonomi tumbuh secara wajar, suku bungan yang tidak tinggi, rendahnya inflasi, kesempatan berusaha semakin luas, proses industrialisasi berlangsung dengan baik, kebijakan moneter dan fiskal yang menguntungkan bagi kepentingan nasional, dan lain sebagainya. Stabilisator sosial budaya

Yaitu dalam hal mewujudkan perubahan tidak berubah menjadi gejolak sosial, apalagi yang dapat merupakan ancaman bagi keutuhan nasional serta kesatuan dan persatuan bangsa. Caranya yaitu dengan menggunakan kemampuan selektif yang tinggi, proses sosialisasi yang elegan tetapi efektif, melalui pendidikan, pendekatan yang persuasif, dan melakukan pendekatan bertahap tetapi berkesinambungan 1. Peran selaku inovator Yaitu pemerintah sebagai keseluruhan harus menjadi sumber temuan baru, metode baru, sistem baru, serta cara berpikir baru suatu perubahan yang membawa bangsa kearah yang lebih baik. 1. Peran selaku modernisator Pemerintah bertugas untuk menggiring masyarakat kearah kehidupan modern, yaitu kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan dan kemahiran menejerial, kemampuan mengolah kekayaan alam, memiliki sistem pendidikan nasional yang andal sehingga mampu menghasilkan SDM yang produktif, memiliki landasan kehidupan polotik yang kukuh dan demokratis, memiliki visi yang jelas tentang masa depan, rakyat mampu mengambil keputusan yang rasional tentang nasibnya, bersedia mengambil resiko dan orientasi masa depan, serta bersedia menerima perubahan. 1. Peran selaku pelopor Pemerintah harus menjadi panutan (role model) bagi seluruh masyarakat. 1. Peran selaku pelaksana sendiri Meskipun benar bahwa pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan merupakan tanggung jawab nasional dan bukan menjadi beban pemerintah semata, karena berbagai pertimbangan, seperti keselamatan negara, modal yang terbatas, kemampuan yang masih belum memadai, karena tidak diminati oleh masyarakat dan karena secara konstitusional memang merupakan tugas pemerintah, sangat mungkin terdapat kegiatan yang tidak bisa dialihkan kepada pihak swasta, melainkan harus diselenggarakan sendiri oleh pemerintah[12]. II.6 Pembangunan Administrasi dalam Rangka Administrasi Pembangunan

Ciri-ciri kegiatan pembangunan ialah dilaksanakan secara sadar, komprehensif, terencana,bertahap, dan berkesinambungan, serta diarahkan pada pencapaian tujuan akhir bangsa yang ditujukan pada peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat. Penyelenggaraannya memerlukan langkah-langkah, yaitu sebagai berikut : 1. Penumbuhan motivasi Antara lain melalui proses sosialisasi kebijakan nasional, penyebaran informasi, perluasan wawasan, dan peningkatan kecerdasan 1. Perumusan dan pengambilan kebijakan publik Keterlibatan pemerintah dalam perumusan dan pengambilan keputusan pblik sangat diperlukan bukan saja karena perumusan dan pengambilan keputusan politik tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaannya, tetapi juga karena pertimbangan lain seperti pemerintah memiliki berbagai jenis informasi sebagai salah satu bahan masukan yang sangat mungkin tidak dimiliki pihak manapun, hanya pemerintahlah yang memiliki aparat yang menjangkau seluruh pelosok wilayah kekuasaan negara, dan pada akhirnya pemerintah harus mempertanggungjawabkan tindakan operasional yang dilakukannya kepada pemegang tertinggi kedaulatan negara, yaitu rakyat. 1. Peletakkan dasar hukum Langkah ini sangat penting untuk kepentingan pemerintah sendiri maupun dalam melibatkan komponen masyarakat, misalnya untuk kepentingan pemerintah diperlukan hukum untuk: Menentukan, menggarapa, dan mobilisasi dana

Peruntukan lahan, misalnya untuk daerah pemukiman, industri, pertanian, maupun kawasan yang dilindungi Perlakuan terhadap investor asing

Berbagai peraturan perundang-undangan lainnya yang kesemuanya diarahkan guna menjamin bahwa tidak ada kegiatan penyelenggaraan pembangunan yang tidak ada dasar hukumnya [13] 1. Perumusan rencana pembangunan nasional Merencanakan berarti mengambil keputusan sekarang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan. Instrumen yang biasanya digunakan adalah analisis SWOT, yaitu memahami kekuatan yang dimiliki negara (Strengths), mengenali kelemahan yang mungkin ada (Weakness), mampu memanfaatkan peluan (Opportunities), dan siap menghadapi ancaman (Threats) baik dari dalam maupun luar negeri. Kemudia, rencana yang telah disusun dan ditetapkan perlu disebarluaskan kepada seluruh komponen masyarakat sehingga semua pihak mengetahui hal-hal seperti aspek rencana yang menjadi tanggungjawabnya,kegiatan yang harus dilakukannya, hak yang akan diperolehnya, serta kewajiban yang harus ditunaikannya. 1. Penentuan dan perumusan progam kerja

Perumusan program kerja adalah upaya untuk lebih memahami situasi, kondisi, jenis, dan bentuk masa depan yang diperkirakan akan dihadapi sehingga faktor ketidakpastian berkurang, perubahan dapat diantisipasi dan diberikan respon, skala prioritas makin tajam, sasaran makin konkret, kurun waktu makin pendek, serta alokasi dana dan daya makin tepat, sehingga memungkinkan pelaksanaan rencana secara efisien dan efektif. 1. Penentuan berbagai proyek pembangunan Penentuan proyek pembangunan perlu mendapat perhatian karena pertimbangan : Menurut pengamatan, sering terdapat kecenderungan birokrasi pemerintahan untuk memproyekkan sesuatu kegiatan yang sesungguhnya merupakan kegiatan rutin Berbagai proyek pembangunan dilaksanakan sendiri oleh pemerintah dengan berbagai alasan. Dengan demikian, segala langkah yang diperlukan tertanganinya berbagai proyek dengan tingkat efisiensi dan efektifitas setinggi mungkin,harus diambil. Tidak sedikit proyek pembangunan yang diserahkan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. 1. Implementasi rencana dan program kerja Harus ditentukan juga instrumen pengukur efisiensi, efektifitas, dan produktifitas kerja, dimana instrumen tersebut perlu diketahui, dipahami, dan diterima oleh para pelaksana karena dengan demikian merekapun dapat turut serta melakukan pemantauan (self monitoring) suatu hal yang sangat penting dalam rangka pemberdayaan para pelaksana. 1. Pentingnya sistem penilaian Sistem penilaian memungkinkan menejemen membandingkan hasil yang seharusnya dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu dengan hasil yang nyatanya dicapai. 1. Pentingnya mekanisme umpan balik Berarti bahwa satu tahap yang sudah dilalui dinilai. Hasil penilaian akan sangat bermanfaat dan digunakan sebagai umpan balikkalau perlu, mengkaji ulang seluruh proses sebelumnya, termasuk urusan misi, rumusan strategi, rencana, program kerja, maupun kegiatan-kegiatan operasional. II.7 Efektivitas Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan, dan Pengawasan

Suatu pengelolaan pembangunan nasional harus efektif menyediakan pribadi sebagai satu kelompok selaku alat organisasi untuk mencapai tujuannya dengan konsekuaensi yang tidak dicari-cari atau dengan biaya minimun. Tujuan mengelola pembangunan nasional sulit dan rumit yang mungkin disebabkan oleh pengelolaan yang salah, atau masalah dasar yang terletak pada desai keorganisasian. Efektivitas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan (mewakili fungsifungsi pengelolaan) sangatlah menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pembangunan

nasional. Efektivitas tersebut sangat ditentukan oleh disain keorganisasian yang diformulasikan pengelolaan pembangunan nasional. Bab III Penutup III.1 kesimpulan Saat ini administrasi pembangunan merupakan bagian administrasi negara yang berkaitan dengan proses adminstrasi dari suatu program pembangunan, dengan metode yang digunakan terutama oleh pemerintah untuk melaksanakan kebijakan dan kegiatannya yang telah direncanakan guna menemukan sasaran pembangunan. Pembangunan nasional memiliki dua dimensi, yaitu dimensi inti dan kerangka pokok serta Dimensi majemuk dan kompleks. Didalam pembangunan nasional terdapat kebijaksanaan berupa Kebijaksanaan sektoral dan partial serta kebijaksanaan terpadu. Pembangunan nasional merupakan salah satu perencanaan pemerintah yang berkaitan erat dengan kebijakan dan strategi pembangunan nasional yang menyangkut pemilihan alternatif tindakan yang dipilih pemerintah untuk mencapai tujuannya dan berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan (multidimensional, mencakup berbagai bidang yaitu politik, ekonomi,sosial budaya,pertahanan dan keamanan). Fungsi pemerintah berkaitan erat dengan kedudukan negara terhadap warganya, dan peran pemerintah dalam pembangunan nasional adalah selaku stabilisator, modernisator, inovator, pelopor, dan pelaksana sendiri. Hubungan pembangunan nasional dengan administrasi pembangunan adalah bahwa Pembangunan Administrasi dalam rangka Administrasi Pembangunan dilaksanakan secara sadar, komprehensif, terencana,bertahap, dan berkesinambungan, serta diarahkan pada pencapaian tujuan akhir bangsa yang ditujukan pada peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat yang merupakan tujuan pemerintah dalam perencanaan pembangunan nasional dan harus berjalan efektif untuk menentukan arah perubahan bangsa. III.2 Saran

Dengan penjelasan diatas, bahwa perencanaan pembangunan nasional berdampak secara multidimensional, menunjukkan bahwa arah bangsa ini bergantung pada perencanaannya. Sehingga disarankan kepada pemerintah sebagai administrator untuk serius dalam perencanaan pembangunan nasional sebab saat ini Indonesia merupakan negara berkembang sehingga rentan akan krisis pada setiap segi dalam multidimensional tersebut. Daftar Pustaka Djajasumarga, kasum , Prinsip-prinsip pengelolaan pembangunan nasional, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit IKIP Semarang Press, 1992) Nugraha, Safri. et al, Hukum Administrasi Negara, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2007)

Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003)

[1] Nugraha, Safri. et al, Hukum Administrasi Negara, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2007) hal. 375 [2] Nugraha, Safri. et al, Hukum Administrasi Negara, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2007) hal. 376 [3] Nugraha, Safri. et al, Hukum Administrasi Negara, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2007) Hal. 379 [4] Nugraha, Safri. et al, Hukum Administrasi Negara, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2007) hal. 383 [5] Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003) Hal.4 [6] Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003) Hal.5 [7] Djajasumarga, kasum , Prinsip-prinsip pengelolaan pembangunan nasional, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit IKIP Semarang Press, 1992) Hal 47 [8] Djajasumarga, kasum , Prinsip-prinsip pengelolaan pembangunan nasional, cet. Kesatu (Jakarta:Penerbit IKIP Semarang Press, 1992) hal.53 [9] Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003) hal 64 [10] Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003) hal.101 [11] Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003) hal.143 [12] Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003) hal.149 [13] Siagian, Sondang P, Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi, dan strateginya), cet. Ketiga (Jakarta:Penerbit PT Bumi Aksara, 2003) hal.153