Pengertian Jembatan

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transfortasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai saluran irigasi dan pembuang . Jalan ini yang melintang yang tidak sebidang dan lain-lain. Sejarah jembatan sudah cukup tua bersamaan dengan terjadinya hubungan komunikasi / transportasi antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam lingkungannya. Macam dan bentuk serta bahan yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang mutakhir. Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua ruas jalan yang dilalui rintangan, maka jembatan dapat dikatakan merupakan bagian dari suatu jalan, baik jalan raya atau jalan kereta api. Berikut beberapa jenis jembatan : 1.Jembatan diatas sungai 2.Jembatan diatas saluran sungai irigasi/ drainase 3.Jembatan diatas lembah 4.Jembatan diatas jalan yang ada / viaduct Bagian-bagian Konstruksi Jembatan terdiri dari : 1. Konstruksi Bangunan Atas (Superstructures) Konstruksi bagian atas jembatan meliputi : ‡Trotoir : - Sandaran + tiang sandaran -Peninggian trotoir / kerb -Konstruksi trotoir ‡Lantai kendaraan + perkerasan ‡Balok diafragma / ikatan melintang ‡Balok gelagar ‡Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan rem,ikatan tumbukan) ‡Perletakan (rol dan sendi) Sesuai dengan istilahnya, bangunan atas berada pada bagian atas suatu jembatan, berfungsi menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh suatu lintasan orang, kendaraan, dll, kemudian menyalurkan pada bangunan bawah. 2. Konstruksi Bangunan Bawah (Substructures) Konstruksi bagian bawah jembatan meliuputi : 1Pangkal jembatan / abutment + pondasi 2 Pilar / pier + pondasi Bangunan bawah pada umumnya terletak disebelah bawah bangunan atas. Fungsinya untuk menerima beban-beban yang diberikan bengunan atas dan kemudian menyalurkan kepondasi, beban tersebut selanjutnya oleh pondasi disalurkan ke tanah. Pada umumnya suatu bangunan jembatan terdiri dari enam bagian pokok, yaitu : 1.Bangunan atas 2.Landasan 3.Bangunan bawah 4.Pondasi

jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam. saluran irigasi.Oprit 6. 5) Jembatan komposit (compossite bridge). 3) Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge). Berdasarkan fungsinya. antara lain : 1) Jembatan kayu (log bridge). Berdasarkan lokasinya. Berdasarkan bahan konstruksinya. 3) Jembatan pejalan kaki atau penyeberangan (pedestrian bridge). 1) Jembatan di atas sungai atau danau. jalan raya yang melintang tidak sebidang dan lain-lain. 2) Jembatan jalan kereta api (railway bridge).5. 5) Jembatan di dermaga (jetty). jembatan dapat dibedakan sebagai berikut. lokasi. Jenis jembatan berdasarkan fungsi. JENIS JEMBATAN Pengertian jembatan secara umum adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam.Bangunan pengaman jembatan. mulai dari yang sederhana sampai pada konstruksi yang mutakhir. bahan konstruksi dan tipe struktur sekarang ini telah mengalami perkembangan pesat sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi. 4) Jembatan di atas saluran irigasi/drainase (culvert). jembatan dapat dibedakan sebagai berikut. jalan kereta api. 3) Jembatan di atas jalan yang ada (fly over). alur sungai. 1) Jembatan jalan raya (highway bridge). . 2) Jembatan di atas lembah. 4) Jembatan baja (steel bridge). kali. danau. 2) Jembatan beton (concrete bridge).

4) Jembatan rangka (truss bridge).Berdasarkan tipe strukturnya. 3) Jembatan gelagar (girder bridge). antara lain : 1) Jembatan plat (slab bridge). 8) Jembatan cantilever (cantilever bridge). 7) Jembatan kabel (cable stayed bridge). dll. Struktur atas jembatan umumnya meliputi : a) Trotoar : o Sandaran dan tiang sandaran. o Peninggian trotoar (Kerb). 5) Jembatan pelengkung (arch bridge). . b) Slab lantai kendaraan. 2) Jembatan plat berongga (voided slab bridge). beban mati. STRUKTUR JEMBATAN Secara umum struktur jembatan dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu struktur atas dan struktur bawah. gaya rem. jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam. c) Gelagar (Girder). 1) Struktur Atas (Superstructures) Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban langsung yang meliputi berat sendiri. beban lalu-lintas kendaraan. beban pejalan kaki. beban mati tambahan. d) Balok diafragma. o Slab lantai trotoar. 6) Jembatan gantung (suspension bridge).

tumbukan. o Pilar (Pier). atau portal. Struktur bawah jembatan umumnya meliuputi : a) Pangkal jembatan (Abutment). gesekan pada tumpuan dsb. antara lain : a) Fondasi telapak (spread footing) b) Fondasi sumuran (caisson) c) Fondasi tiang (pile foundation) . o Dinding penahan (Breast wall). 2) Struktur Bawah (Substructures) Struktur bawah jembatan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas dan beban lain yang ditumbulkan oleh tekanan tanah. b) Pilar jembatan (Pier). plat injak (Approach slab) o Konsol pendek untuk jacking (Corbel). o Konsol pendek untuk jacking (Corbel). o Oprit. o Tumpuan (Bearing). fondasi abutment atau pier jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam jenis. aliran air dan hanyutan.e) Ikatan pengaku (ikatan angin. o Kepala pilar (Pier Head). yg berupa dinding. o Tumpuan (Bearing). o Dinding belakang (Back wall). kolom. 3) Fondasi Fondasi jembatan berfungsi meneruskan seluruh beban jembatan ke tanah dasar. untuk kemudian disalurkan ke fondasi. Selanjutnya beban-beban tersebut disalurkan oleh fondasi ke tanah dasar. Berdasarkan sistimnya. ikatan melintang). f) Tumpuan (Bearing). o Dinding sayap (Wing wall).

franky pile. 2) Survei lalu-lintas. borepile. anggaran dan sumberdaya manusia. 6) Penyelidikan geologi. 2. 2) Ketersediaan material. spun pile. o Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile). 3) Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas. 4) Survei hidrologi. 4) Pemilihan jenis konstruksi jembatan yang sesuai dengan kondisi topografi. 3) Survei topografi.Survei dan Investigasi Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan survei dan investigasi yang meliputi : 1) Survei tata guna lahan.o Tiang pancang kayu (Log Pile).Analisis Data . o Tiang pancang baja (Steel Pile). baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada. o Tiang pancang komposit (Compossite Pile). KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN 1. Hasil survei dan investigasi digunakan sebagai dasar untuk membuat rancangan teknis yang menyangkut beberapa hal antara lain : 1) Kondisi tata guna lahan. geologi. hidrologi serta kondisi sungai dan perilakunya. 7) Survei bahan dan tenaga kerja setempat. 5) Penyelidikan tanah. o Tiang pancang beton prategang pracetak (Precast Prestressed Concrete Pile). struktur tanah. o Tiang beton cetak di tempat (Concrete Cast in Place).

Analisis ini dimaksudkan untuk menentukan elevasi jembatan yang erat hubungannya dengan alinemen vertikal dan panjang jalan pendekat (oprit). 3) Analisis data tanah. SPT.Bahan Konstruksi Jembatan Dalam memilih jenis bahan konstruksi mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : 1) Biaya konstruksi. juga harus mempertimbangkan masalah ekonomis serta keamanan bagi konstruksi dan pemakai jalan. 3) Pemilihan lokasi jembatan selain harus mempertimbangkan masalah teknis yang menyangkut kondisi tanah dan karakter sungai yang bersangkutan. dan gerusan (scouring) pada sungai dimana jembatan akan dibangun.Sebelum membuat rancangan teknis jembatan perlu dilakukan analisis data hasil survei dan investigasi yang meliputi. sependek.Pemilihan Lokasi Jembatan Dasar utama penempatan jembatan sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui. digunakan untuk mengetahui parameter tanah dasar hubungannya dengan pemilihan jenis konstruksi fondasi jembatan. jembatan secara keseluruhan harus . 2) Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya. kecepatan aliran. sepraktis dan sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan. Analisis data lalu-lintas digunakan untuk menentukan klas jembatan yang erat hubungannya dengan penentuan lebar jembatan dan beban lalu-lintas yang direncanakan. dan diusahakan mengikuti as jalan existing. 2) Analisis data hidrologi. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya debit banjir rancangan. boring. 3. 4) Analisis geometri. 4. Data hasil pengujian tanah di laboratorium maupun di lapangan yang berupa pengujian sondir. Beberapa ketentuan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan ketersediaan lahan adalah sebagai berikut : 1) Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan kebutuhan lahan yang besar sekali. antara lain : 1) Analisis data lalu-lintas. dsb.

bahan konstruksi dan bentang maksimum jembatan standar Bina Marga yang ekonomis dalam keadaan normal yang sering digunakan.00 160. Nipah Batam Jembatan Kahayan Kalteng Jembatan Rempang.00 ± 100.00 15. Galang Batam Jembatan Mahakam 2 JENIS JEMBATAN Prestressed Concrete Cantilever Box Girder Balance Cantilever Concrete Box Girder Steel Arch Bridge BENTANG (M) 128. Tabel 1.00 6.00-35.00 Concrete Arch Bridge Suspension Bridge 245.00 ± 25. Jateng Jembatan Tonton.00 40. Bentang maksimum jembatan standar untuk berbagai jenis dan bahan BAHAN Beton JENIS Culvert Slab bridge T-Girder.00 10.00 270. 5) Kemudahan pelaksanaan konstruksi. Tabel 2. dapat dilihat pada Tabel 2.00 60.00 ± 8.00 .00 Beton Prategang Baja Komposit Contoh jembatan non-standar yang telah dibangun di Indonesia.00 150. Tabel 1. berikut menyajikan rangkuman jenis konstruksi.00 ± 50. 3) Ketersediaan material. 4) Flexibilitas (konstruksi dapat dikembangkan atau dilaksanakan secara bertahap).00 ± 6. Contoh jembatan non-standar di Indonesia NAMA JEMBATAN Jembatan Serayu Kesugihan.(M) 4.2) Biaya perawatan. I-Girder PCI-Girder Prestressed Box Girder Truss bridge Compossite bridge BENTANG MAX. 6) Kemudahan mobilisasi peralatan.00 ± 40.00 6.

Kaltim Jembatan Batam.00 Untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan dan jenis konstruksi jembatan yang akan dibangun di suatu daerah. Tabel 3. 3 = menguntungkan. merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diupayakan. perlu dilakukan evaluasi dengan memberi penilaian pada masing-masing bahan dan jenis konstruksi jembatan tersebut seperti contoh yang disajikan pada Tabel 3. Contoh perbandingan bahan dan jenis konstruksi jembatan Perbandingan Beton Beton prestress 2 2 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 2 4 39 Baja Komposit Ketersediaan bhn Fabrikasi Waktu perakitan Tenaga kerja Ancaman korosi Erection Mobilisasi Umur konstruksi Expandable Perawatan Bentang tersedia Perancah Bekisting lantai Kontrol elemen Total nilai Keterangan nilai : 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 2 4 2 4 46 4 4 1 4 1 4 4 4 1 1 4 1 2 2 37 2 3 2 4 2 3 3 4 2 1 3 2 2 2 35 4 = sangat menguntungkan. Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut beberapa hal antara lain : . 2 = cukup menguntungkan. PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN Perencanaan struktur jembatan yang ekonomis dan memenuhi syarat teknis ditinjau dari segi keamanan serta rencana penggunaannya. 1 = kurang menguntungkan. Tonton Batam Cable Stayed Bridge 350.

1) Kondisi tata guna lahan. perhitungan struktur dilakukan dengan komputer berbasis elemen hingga (finite element) untuk berbagai kombinasi pembebanan yg meliputi berat sendiri. y Concrete T ± Girder (Jembatan Brantan. Yogyakarta dan Jembatan Tebing Rumbih. ketersediaan material dan sumber daya manusia yang ada. angin. Dalam blog ini diberikan beberapa contoh perhitungan struktur jembatan beton prategang mulai dari struktur atas yang terdiri dari slab lantai jembatan dan girder prategang (prestressed concrete I girder) sampai struktur bawah yang berupa abutment dan pier tipe dinding termasuk fondasinya. Untuk tipe jembatan yang berupa rangka. gempa) dengan pemodelan struktur 3-D (space-frame). metode pelaksanaan. yaitu Metode perencanaan ultimit (Load Resistant Factor Design. y Compossite Girder (Jembatan Bonjok. beban mati tambahan. baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada. Dalam program tersebut berat sendiri struktur dan massa struktur dihitung secara otomatis. Yogyakarta). pedestrian). y Concrete I ± Girder (Jembatan Ngawen.I. Metode perencanaan struktur jembatan yang digunakan ada dua macam. 3) Struktur tanah. material/ bahan mutlak dibutuhkan dalam perencanaanjembatan. Kalsel. Gunung Kidul). beban lalu-lintas kendaraan (beban lajur. Metode perencanaan tegangan ijin dengan beban kerja umumnya digunakan untuk perhitungan struktur bawah jembatan (fondasi). Program komputer yang digunakan untuk analisis adalah SAP2000. perhitungan dapat dilakukan secara manual dengan Excel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier metode matriks kekakuan langsung (direct stiffness matriks) dengan deformasi struktur kecil dan material isotropic. 5) Penguasaan tentang teknologi perencanaan. Perhitungan struktur atas jembatan umumnya dilakukan dengan metode ultimit dengan pemilihan faktor beban ultimit sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu diberikan juga beberapa contoh perhitungan struktur atas sebagai berikut : y Prestressed Concrete Box Girder (Gejayan Fly Over. Jateng) . Kulon Progo. LRFD) dan Metode perencanaan tegangan ijin (Allowable Stress Design. ASD). Kebumen. Kulon Progo). Perhitungan PCI-girder ini digunakan untuk perencanaan struktur Jembatan Srandakan II. peralatan. Untuk tipe jembatan simple girder. dan beban pengaruh lingkungan (temperatur. 4) Pemilihan jenis struktur dan bahan konstruksi jembatan yang sesuai dengan kondisi medan. geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya. rem. D. 2) Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas. 6) Analisis Struktur yang akurat dengan metode analisis yang tepat agar diperoleh hasil perencanaan jembatan yang optimal.

Purworejo. Jateng) MANAJEMEN DAN STRATEGI PENCAPAIAN MUTU JEMBATAN A. sehingga pembangunan jembatan dapat mencapai . jembatan merupakan salah satu sarana prasarana transportasi yang sangat menentukan dalam upaya menunjang kelancaran lalu lintas dan meningkatkan aktifitas perekonomian di daerah yang mulai berkembang. pembangunan dan rehablillasi serta fabrikasi konstruksi jembatan perlu diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. juga diberikan contoh perhitungan Pier tipe yang lain seperti : y Pier Tipe Kolom Tunggal (Gejayan Fly Over.I. D. Contoh perhitungan struktur jembatan tipe plat untuk bentang pendek meliputi : y Underpass (Jombor Fly Over. Oleh pembangunan jembatan baik kualitas maupun kuantitasnya mempunyai arti penting untuk guna menunjang tercapainya program merupakan hal yang sangat penting jembatan.Untuk jembatan beton tipe busur (Concrete Arch Bridge) diberikan contoh perhitungan yang meliputi : y Jembatan Plat Lengkung (Jembatan Wanagama. Yogyakarta) y Box Culvert (Jembatan Kalibayem. Sesuai dengan perkembangan daerah yang bersangkutan. Jembatan yang merupakan bagian dari sistem jaringan transportasi darat mempunyai peranan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Yogyakarta) Selain perhitungan Pier tipe dinding. Oleh sebab itu perencanaan. Yogyakarta). LATAR BELAKANG Peningkatan sarana transportasi sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Yogyakarta) y Pier Tipe Portal (Jembatan Boro. Yogyakarta) y Jembatan Rangka Lengkung (Jembatan Sarjito II.

MAKSUD DAN TUJUAN Maksud kegiatan manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan adalah untuk dapat memberikan arahan dan pedoman terhadap pembangunan prasarana transportasi yang berupa jembatan yang memenuhi stándar mutu dan berdaya guna sehingga dapat menunjang strategi Pembangunan Wilayah di Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Propinsi. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mendapatkan cara penanganan yang efisien dan efektif dalam pencapaian mutu jembatan yang memenuhi stándar.sasaran mutu jembatan yang direncanakan. jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan diatas sungai Jembatan diatas saluran irigasi/ drainase Jembatan diatas lembah Jembatan diatas jalan yang ada (fly over) Bagian-bagian Konstruksi Jembatan terdiri dari : Konstruksi Bangunan Atas (Superstructures) Sesuai dengan istilahnya. Manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan harus dilakukan untuk menghindari terjadinya rekonstruksi yang harus dilakukan apabila ada bagian yang tidak memenuhi stándar mutu yang diharapkan. jalan raya. Konsultan Perencana dan Pengawas. Kontraktor atau Pelaksana Fabrikasi dan Supplier turut terlibat dan bertanggung jawab atas pembangunan jembatan yang efektif. baik jalan raya atau jalan kereta api. kemudian menyalurkan pada bangunan bawah. PENGERTIAN JEMBATAN Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transportasi melalui sungai. maka jembatan dapat dikatakan merupakan bagian dari suatu jalan. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam. B. mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang mutakhir. 4. dll. kali. 3. efisien dan berdaya guna sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan teknologi. . C. Sejarah jembatan sudah cukup tua bersamaan dengan terjadinya hubungan komunikasi dan transportasi antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam lingkungannya. Berikut beberapa jenis jembatan : 1. Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua ruas jalan yang dilalui rintangan. Jalan ini yang melintang yang tidak sebidang dan lain-lain. bangunan atas berada pada bagian atas suatu jembatan. 2. Macam dan bentuk serta bahan yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi. Akademisi. alur sungai saluran irigasi dan pembuang . danau. berfungsi menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh suatu lintasan orang. Para pemerhati Jembatan Indonesia yang terdiri dari Kalangan Pemerintahan. kendaraan.

Bahan Konstruksi Jembatan Bagian Bahan Jenis . 2. 1.ikatan tumbukan) Perletakan (tumpuan) Konstruksi Bangunan Bawah (Substructures) Bangunan bawah pada umumnya terletak disebelah bawah bangunan atas. 2. dan diusahakan mengikuti as jalan existing. 9. Bahan Konstruksi Jembatan Ditinjau dari klasifikasi bangunan penyeberangan secara umum. 8. 4. 3. ikatan rem. Struktur tanah. Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas. Pemilihan Lokasi Jembatan Dasar utama penempatan jembatan sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui. Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya. Tabel 1. Pilar jembatan (pier) dan pondasi D. Pangkal jembatan (abutment) dan pondasi 2. Trotoir Sandaran dan tiang sandaran Peninggian trotoir (kerb) Konstruksi trotoir Lantai kendaraan dan perkerasan Balok gelagar Balok diafragma / ikatan melintang Ikatan pengaku (ikatan angin. 5.Konstruksi bagian atas jembatan meliputi : 1. geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya. KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut beberapa hal antara lain : Kondisi tata guna lahan. sependek. Konstruksi bagian bawah jembatan meliuputi : 1. 7. sepraktis dan sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan. Fungsinya untuk menerima beban-beban yang diberikan bangunan atas dan kemudian menyalurkan ke pondasi. Beberapa ketentuan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan ketersediaan lahan adalah sebagai berikut : Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan kebutuhan lahan yang besar sekali. bahan konstruksi jembatan dapat dikelompokkan seperti yang tercantum pada tabel 1. beban tersebut selanjutnya oleh pondasi disalurkan ke tanah. 6. baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada.

Pemilihan Konstruksi Atas Jembatan Pemilihan konstruksi atas jembatan ditetapkan dengan mempertimbangkan konstruksi yang kuat. . 2.Struktur atas Beton bertulang Beton prategang Baja Komposit Slab Girder Girder Truss Girder Suspension Abutment Pier Footplat Sumuran Tiang pancang Bore-pile Struktur bawah Beton bertulang Beton bertulang Fondasi 3. aman. 2. Penurunan (settlement) pada fondasi. Konstruksi ditetapkan berdasarkan pertimbangan kekuatan. dan ekonomis. 4. 4. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis konstruksi atas antara lain : 1. Stabilitas terhadap geser dan guling. 3. Mudah pelaksanaannya Biaya pelaksanaan murah Pengadaan bahan relatif mudah Biaya perawatan relatif rendah Cukup kuat dengan biaya relatif murah Bentang sungai 4. biaya. 3. serta kemudahan dalam pelaksanaan. 5. Pemilihan Konstruksi Bawah Jembatan Pemilihan konstruksi bawah jembatan harus memperhatikan kondisi tanah setempat dan pola aliran sungai. Tahapan yang harus dilakukan dalam perencanaan fondasi jembatan antara lain : 1. Kapasitas daya dukung ultimit. Pemeriksaan rencana tahanan lateral ultimit geser maupun tahanan tekanan pasif pada fondasi. 6.

DATA JEMBATAN SRANDAKAN II Tipe Jembatan : Beton Prategang Kelas Jembatan : I (Bina Marga) Jumlah bentang : 3 bentang Panjang tiap bentang : 40.8 m Lebar jembatan : 19 m Fondasi Jembatan : borepile .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful