Pengertian Jembatan

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transfortasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai saluran irigasi dan pembuang . Jalan ini yang melintang yang tidak sebidang dan lain-lain. Sejarah jembatan sudah cukup tua bersamaan dengan terjadinya hubungan komunikasi / transportasi antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam lingkungannya. Macam dan bentuk serta bahan yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang mutakhir. Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua ruas jalan yang dilalui rintangan, maka jembatan dapat dikatakan merupakan bagian dari suatu jalan, baik jalan raya atau jalan kereta api. Berikut beberapa jenis jembatan : 1.Jembatan diatas sungai 2.Jembatan diatas saluran sungai irigasi/ drainase 3.Jembatan diatas lembah 4.Jembatan diatas jalan yang ada / viaduct Bagian-bagian Konstruksi Jembatan terdiri dari : 1. Konstruksi Bangunan Atas (Superstructures) Konstruksi bagian atas jembatan meliputi : ‡Trotoir : - Sandaran + tiang sandaran -Peninggian trotoir / kerb -Konstruksi trotoir ‡Lantai kendaraan + perkerasan ‡Balok diafragma / ikatan melintang ‡Balok gelagar ‡Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan rem,ikatan tumbukan) ‡Perletakan (rol dan sendi) Sesuai dengan istilahnya, bangunan atas berada pada bagian atas suatu jembatan, berfungsi menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh suatu lintasan orang, kendaraan, dll, kemudian menyalurkan pada bangunan bawah. 2. Konstruksi Bangunan Bawah (Substructures) Konstruksi bagian bawah jembatan meliuputi : 1Pangkal jembatan / abutment + pondasi 2 Pilar / pier + pondasi Bangunan bawah pada umumnya terletak disebelah bawah bangunan atas. Fungsinya untuk menerima beban-beban yang diberikan bengunan atas dan kemudian menyalurkan kepondasi, beban tersebut selanjutnya oleh pondasi disalurkan ke tanah. Pada umumnya suatu bangunan jembatan terdiri dari enam bagian pokok, yaitu : 1.Bangunan atas 2.Landasan 3.Bangunan bawah 4.Pondasi

3) Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge). Berdasarkan fungsinya. 2) Jembatan beton (concrete bridge). jembatan dapat dibedakan sebagai berikut. Berdasarkan lokasinya. 1) Jembatan jalan raya (highway bridge). 1) Jembatan di atas sungai atau danau. saluran irigasi. Jenis jembatan berdasarkan fungsi. 4) Jembatan baja (steel bridge). jalan raya yang melintang tidak sebidang dan lain-lain. lokasi. Berdasarkan bahan konstruksinya. 3) Jembatan pejalan kaki atau penyeberangan (pedestrian bridge).5. jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam. antara lain : 1) Jembatan kayu (log bridge). mulai dari yang sederhana sampai pada konstruksi yang mutakhir.Oprit 6. 2) Jembatan jalan kereta api (railway bridge). alur sungai. jembatan dapat dibedakan sebagai berikut. danau. 5) Jembatan di dermaga (jetty). 2) Jembatan di atas lembah. jalan kereta api.Bangunan pengaman jembatan. bahan konstruksi dan tipe struktur sekarang ini telah mengalami perkembangan pesat sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi. 4) Jembatan di atas saluran irigasi/drainase (culvert). . kali. 5) Jembatan komposit (compossite bridge). JENIS JEMBATAN Pengertian jembatan secara umum adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam. 3) Jembatan di atas jalan yang ada (fly over).

5) Jembatan pelengkung (arch bridge). o Peninggian trotoar (Kerb). beban mati tambahan. STRUKTUR JEMBATAN Secara umum struktur jembatan dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu struktur atas dan struktur bawah. c) Gelagar (Girder). b) Slab lantai kendaraan. gaya rem. 4) Jembatan rangka (truss bridge). jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam. 2) Jembatan plat berongga (voided slab bridge). beban pejalan kaki. 3) Jembatan gelagar (girder bridge). . beban mati. 6) Jembatan gantung (suspension bridge). Struktur atas jembatan umumnya meliputi : a) Trotoar : o Sandaran dan tiang sandaran. o Slab lantai trotoar. dll. d) Balok diafragma.Berdasarkan tipe strukturnya. 8) Jembatan cantilever (cantilever bridge). antara lain : 1) Jembatan plat (slab bridge). beban lalu-lintas kendaraan. 1) Struktur Atas (Superstructures) Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban langsung yang meliputi berat sendiri. 7) Jembatan kabel (cable stayed bridge).

yg berupa dinding. atau portal. gesekan pada tumpuan dsb. o Konsol pendek untuk jacking (Corbel). o Dinding penahan (Breast wall). o Dinding belakang (Back wall). o Tumpuan (Bearing). antara lain : a) Fondasi telapak (spread footing) b) Fondasi sumuran (caisson) c) Fondasi tiang (pile foundation) . o Oprit. Selanjutnya beban-beban tersebut disalurkan oleh fondasi ke tanah dasar. 2) Struktur Bawah (Substructures) Struktur bawah jembatan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas dan beban lain yang ditumbulkan oleh tekanan tanah. fondasi abutment atau pier jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam jenis. o Kepala pilar (Pier Head). f) Tumpuan (Bearing).e) Ikatan pengaku (ikatan angin. kolom. Berdasarkan sistimnya. untuk kemudian disalurkan ke fondasi. o Tumpuan (Bearing). aliran air dan hanyutan. o Pilar (Pier). 3) Fondasi Fondasi jembatan berfungsi meneruskan seluruh beban jembatan ke tanah dasar. Struktur bawah jembatan umumnya meliuputi : a) Pangkal jembatan (Abutment). ikatan melintang). b) Pilar jembatan (Pier). tumbukan. o Dinding sayap (Wing wall). plat injak (Approach slab) o Konsol pendek untuk jacking (Corbel).

hidrologi serta kondisi sungai dan perilakunya. 2) Ketersediaan material.Analisis Data . borepile. 4) Pemilihan jenis konstruksi jembatan yang sesuai dengan kondisi topografi. KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN 1. 4) Survei hidrologi. o Tiang pancang baja (Steel Pile). o Tiang pancang beton prategang pracetak (Precast Prestressed Concrete Pile). o Tiang pancang komposit (Compossite Pile). 5) Penyelidikan tanah. 2) Survei lalu-lintas. baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada. 3) Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas. Hasil survei dan investigasi digunakan sebagai dasar untuk membuat rancangan teknis yang menyangkut beberapa hal antara lain : 1) Kondisi tata guna lahan. geologi. o Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile). struktur tanah. o Tiang beton cetak di tempat (Concrete Cast in Place).Survei dan Investigasi Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan survei dan investigasi yang meliputi : 1) Survei tata guna lahan. 2. 3) Survei topografi.o Tiang pancang kayu (Log Pile). 7) Survei bahan dan tenaga kerja setempat. anggaran dan sumberdaya manusia. 6) Penyelidikan geologi. franky pile. spun pile.

dan diusahakan mengikuti as jalan existing. Data hasil pengujian tanah di laboratorium maupun di lapangan yang berupa pengujian sondir. 4) Analisis geometri. 2) Analisis data hidrologi. antara lain : 1) Analisis data lalu-lintas. jembatan secara keseluruhan harus .Sebelum membuat rancangan teknis jembatan perlu dilakukan analisis data hasil survei dan investigasi yang meliputi. 3. boring. kecepatan aliran. sependek. 2) Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya. Analisis data lalu-lintas digunakan untuk menentukan klas jembatan yang erat hubungannya dengan penentuan lebar jembatan dan beban lalu-lintas yang direncanakan. digunakan untuk mengetahui parameter tanah dasar hubungannya dengan pemilihan jenis konstruksi fondasi jembatan. juga harus mempertimbangkan masalah ekonomis serta keamanan bagi konstruksi dan pemakai jalan. dsb.Bahan Konstruksi Jembatan Dalam memilih jenis bahan konstruksi mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : 1) Biaya konstruksi. Analisis ini dimaksudkan untuk menentukan elevasi jembatan yang erat hubungannya dengan alinemen vertikal dan panjang jalan pendekat (oprit). 4. SPT. sepraktis dan sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan. dan gerusan (scouring) pada sungai dimana jembatan akan dibangun.Pemilihan Lokasi Jembatan Dasar utama penempatan jembatan sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui. 3) Analisis data tanah. Beberapa ketentuan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan ketersediaan lahan adalah sebagai berikut : 1) Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan kebutuhan lahan yang besar sekali. 3) Pemilihan lokasi jembatan selain harus mempertimbangkan masalah teknis yang menyangkut kondisi tanah dan karakter sungai yang bersangkutan. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya debit banjir rancangan.

00 ± 50.00 10.00 ± 100. Tabel 1.00 6.00 Concrete Arch Bridge Suspension Bridge 245. 4) Flexibilitas (konstruksi dapat dikembangkan atau dilaksanakan secara bertahap).00 150. Bentang maksimum jembatan standar untuk berbagai jenis dan bahan BAHAN Beton JENIS Culvert Slab bridge T-Girder.00 6.00 . Tabel 2.(M) 4.00 270.00 15. berikut menyajikan rangkuman jenis konstruksi.00 ± 8. 5) Kemudahan pelaksanaan konstruksi. 3) Ketersediaan material.00 60. I-Girder PCI-Girder Prestressed Box Girder Truss bridge Compossite bridge BENTANG MAX. bahan konstruksi dan bentang maksimum jembatan standar Bina Marga yang ekonomis dalam keadaan normal yang sering digunakan.00 40. Tabel 1.00-35.00 ± 6. dapat dilihat pada Tabel 2.00 ± 40.2) Biaya perawatan. 6) Kemudahan mobilisasi peralatan. Contoh jembatan non-standar di Indonesia NAMA JEMBATAN Jembatan Serayu Kesugihan. Galang Batam Jembatan Mahakam 2 JENIS JEMBATAN Prestressed Concrete Cantilever Box Girder Balance Cantilever Concrete Box Girder Steel Arch Bridge BENTANG (M) 128.00 Beton Prategang Baja Komposit Contoh jembatan non-standar yang telah dibangun di Indonesia. Jateng Jembatan Tonton.00 ± 25.00 160. Nipah Batam Jembatan Kahayan Kalteng Jembatan Rempang.

perlu dilakukan evaluasi dengan memberi penilaian pada masing-masing bahan dan jenis konstruksi jembatan tersebut seperti contoh yang disajikan pada Tabel 3. merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diupayakan. Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut beberapa hal antara lain : . Tabel 3. Tonton Batam Cable Stayed Bridge 350. PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN Perencanaan struktur jembatan yang ekonomis dan memenuhi syarat teknis ditinjau dari segi keamanan serta rencana penggunaannya. 3 = menguntungkan.Kaltim Jembatan Batam. 1 = kurang menguntungkan.00 Untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan dan jenis konstruksi jembatan yang akan dibangun di suatu daerah. 2 = cukup menguntungkan. Contoh perbandingan bahan dan jenis konstruksi jembatan Perbandingan Beton Beton prestress 2 2 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 2 4 39 Baja Komposit Ketersediaan bhn Fabrikasi Waktu perakitan Tenaga kerja Ancaman korosi Erection Mobilisasi Umur konstruksi Expandable Perawatan Bentang tersedia Perancah Bekisting lantai Kontrol elemen Total nilai Keterangan nilai : 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 2 4 2 4 46 4 4 1 4 1 4 4 4 1 1 4 1 2 2 37 2 3 2 4 2 3 3 4 2 1 3 2 2 2 35 4 = sangat menguntungkan.

Kebumen. ketersediaan material dan sumber daya manusia yang ada. LRFD) dan Metode perencanaan tegangan ijin (Allowable Stress Design. Metode perencanaan struktur jembatan yang digunakan ada dua macam. material/ bahan mutlak dibutuhkan dalam perencanaanjembatan. Untuk tipe jembatan simple girder. perhitungan dapat dilakukan secara manual dengan Excel. Program komputer yang digunakan untuk analisis adalah SAP2000. peralatan.I. angin. 3) Struktur tanah. Kulon Progo). Dalam blog ini diberikan beberapa contoh perhitungan struktur jembatan beton prategang mulai dari struktur atas yang terdiri dari slab lantai jembatan dan girder prategang (prestressed concrete I girder) sampai struktur bawah yang berupa abutment dan pier tipe dinding termasuk fondasinya. D. beban lalu-lintas kendaraan (beban lajur. yaitu Metode perencanaan ultimit (Load Resistant Factor Design. 2) Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas. ASD). Perhitungan PCI-girder ini digunakan untuk perencanaan struktur Jembatan Srandakan II. Kulon Progo. Perhitungan struktur atas jembatan umumnya dilakukan dengan metode ultimit dengan pemilihan faktor beban ultimit sesuai peraturan yang berlaku. Gunung Kidul). y Concrete T ± Girder (Jembatan Brantan. geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya. gempa) dengan pemodelan struktur 3-D (space-frame). beban mati tambahan. pedestrian). Untuk tipe jembatan yang berupa rangka. y Concrete I ± Girder (Jembatan Ngawen. Jateng) . metode pelaksanaan. rem. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier metode matriks kekakuan langsung (direct stiffness matriks) dengan deformasi struktur kecil dan material isotropic. Kalsel. 5) Penguasaan tentang teknologi perencanaan. perhitungan struktur dilakukan dengan komputer berbasis elemen hingga (finite element) untuk berbagai kombinasi pembebanan yg meliputi berat sendiri. 6) Analisis Struktur yang akurat dengan metode analisis yang tepat agar diperoleh hasil perencanaan jembatan yang optimal. Selain itu diberikan juga beberapa contoh perhitungan struktur atas sebagai berikut : y Prestressed Concrete Box Girder (Gejayan Fly Over. dan beban pengaruh lingkungan (temperatur. 4) Pemilihan jenis struktur dan bahan konstruksi jembatan yang sesuai dengan kondisi medan.1) Kondisi tata guna lahan. Metode perencanaan tegangan ijin dengan beban kerja umumnya digunakan untuk perhitungan struktur bawah jembatan (fondasi). baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada. Yogyakarta dan Jembatan Tebing Rumbih. Yogyakarta). Dalam program tersebut berat sendiri struktur dan massa struktur dihitung secara otomatis. y Compossite Girder (Jembatan Bonjok.

Jembatan yang merupakan bagian dari sistem jaringan transportasi darat mempunyai peranan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. LATAR BELAKANG Peningkatan sarana transportasi sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Yogyakarta) y Pier Tipe Portal (Jembatan Boro. juga diberikan contoh perhitungan Pier tipe yang lain seperti : y Pier Tipe Kolom Tunggal (Gejayan Fly Over. Sesuai dengan perkembangan daerah yang bersangkutan. Yogyakarta) y Jembatan Rangka Lengkung (Jembatan Sarjito II. pembangunan dan rehablillasi serta fabrikasi konstruksi jembatan perlu diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. Purworejo. Oleh pembangunan jembatan baik kualitas maupun kuantitasnya mempunyai arti penting untuk guna menunjang tercapainya program merupakan hal yang sangat penting jembatan. Oleh sebab itu perencanaan. Yogyakarta) Selain perhitungan Pier tipe dinding. Contoh perhitungan struktur jembatan tipe plat untuk bentang pendek meliputi : y Underpass (Jombor Fly Over. Yogyakarta). jembatan merupakan salah satu sarana prasarana transportasi yang sangat menentukan dalam upaya menunjang kelancaran lalu lintas dan meningkatkan aktifitas perekonomian di daerah yang mulai berkembang. Jateng) MANAJEMEN DAN STRATEGI PENCAPAIAN MUTU JEMBATAN A.Untuk jembatan beton tipe busur (Concrete Arch Bridge) diberikan contoh perhitungan yang meliputi : y Jembatan Plat Lengkung (Jembatan Wanagama.I. D. sehingga pembangunan jembatan dapat mencapai . Yogyakarta) y Box Culvert (Jembatan Kalibayem.

kemudian menyalurkan pada bangunan bawah. C. danau. Konsultan Perencana dan Pengawas. Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua ruas jalan yang dilalui rintangan. Jembatan diatas sungai Jembatan diatas saluran irigasi/ drainase Jembatan diatas lembah Jembatan diatas jalan yang ada (fly over) Bagian-bagian Konstruksi Jembatan terdiri dari : Konstruksi Bangunan Atas (Superstructures) Sesuai dengan istilahnya. Manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan harus dilakukan untuk menghindari terjadinya rekonstruksi yang harus dilakukan apabila ada bagian yang tidak memenuhi stándar mutu yang diharapkan. 2. 3. Akademisi. berfungsi menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh suatu lintasan orang. maka jembatan dapat dikatakan merupakan bagian dari suatu jalan. Para pemerhati Jembatan Indonesia yang terdiri dari Kalangan Pemerintahan. kali. 4. Sejarah jembatan sudah cukup tua bersamaan dengan terjadinya hubungan komunikasi dan transportasi antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam lingkungannya. . Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mendapatkan cara penanganan yang efisien dan efektif dalam pencapaian mutu jembatan yang memenuhi stándar. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud kegiatan manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan adalah untuk dapat memberikan arahan dan pedoman terhadap pembangunan prasarana transportasi yang berupa jembatan yang memenuhi stándar mutu dan berdaya guna sehingga dapat menunjang strategi Pembangunan Wilayah di Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Propinsi. Jalan ini yang melintang yang tidak sebidang dan lain-lain. baik jalan raya atau jalan kereta api. kendaraan. bangunan atas berada pada bagian atas suatu jembatan.sasaran mutu jembatan yang direncanakan. dll. jalan raya. mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang mutakhir. B. jalan kereta api dan lain-lain. alur sungai saluran irigasi dan pembuang . efisien dan berdaya guna sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan teknologi. Kontraktor atau Pelaksana Fabrikasi dan Supplier turut terlibat dan bertanggung jawab atas pembangunan jembatan yang efektif. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam. Berikut beberapa jenis jembatan : 1. PENGERTIAN JEMBATAN Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transportasi melalui sungai. Macam dan bentuk serta bahan yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi.

Konstruksi bagian atas jembatan meliputi : 1. Bahan Konstruksi Jembatan Bagian Bahan Jenis . 4. geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya. 2. Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas. 6. Bahan Konstruksi Jembatan Ditinjau dari klasifikasi bangunan penyeberangan secara umum. KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut beberapa hal antara lain : Kondisi tata guna lahan. Pilar jembatan (pier) dan pondasi D. beban tersebut selanjutnya oleh pondasi disalurkan ke tanah. Tabel 1. 3. 8. Fungsinya untuk menerima beban-beban yang diberikan bangunan atas dan kemudian menyalurkan ke pondasi. Beberapa ketentuan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan ketersediaan lahan adalah sebagai berikut : Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan kebutuhan lahan yang besar sekali. bahan konstruksi jembatan dapat dikelompokkan seperti yang tercantum pada tabel 1. 9. ikatan rem. baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada. 1. dan diusahakan mengikuti as jalan existing. Konstruksi bagian bawah jembatan meliuputi : 1. sepraktis dan sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan. Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya. Struktur tanah. 5. 7. 2. Trotoir Sandaran dan tiang sandaran Peninggian trotoir (kerb) Konstruksi trotoir Lantai kendaraan dan perkerasan Balok gelagar Balok diafragma / ikatan melintang Ikatan pengaku (ikatan angin. Pangkal jembatan (abutment) dan pondasi 2. sependek. Pemilihan Lokasi Jembatan Dasar utama penempatan jembatan sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui.ikatan tumbukan) Perletakan (tumpuan) Konstruksi Bangunan Bawah (Substructures) Bangunan bawah pada umumnya terletak disebelah bawah bangunan atas.

Pemeriksaan rencana tahanan lateral ultimit geser maupun tahanan tekanan pasif pada fondasi. 3. 2. Pemilihan Konstruksi Atas Jembatan Pemilihan konstruksi atas jembatan ditetapkan dengan mempertimbangkan konstruksi yang kuat. 2. 4. 4. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis konstruksi atas antara lain : 1.Struktur atas Beton bertulang Beton prategang Baja Komposit Slab Girder Girder Truss Girder Suspension Abutment Pier Footplat Sumuran Tiang pancang Bore-pile Struktur bawah Beton bertulang Beton bertulang Fondasi 3. dan ekonomis. 5. 3. aman. serta kemudahan dalam pelaksanaan. Konstruksi ditetapkan berdasarkan pertimbangan kekuatan. biaya. 6. Penurunan (settlement) pada fondasi. Mudah pelaksanaannya Biaya pelaksanaan murah Pengadaan bahan relatif mudah Biaya perawatan relatif rendah Cukup kuat dengan biaya relatif murah Bentang sungai 4. . Stabilitas terhadap geser dan guling. Kapasitas daya dukung ultimit. Tahapan yang harus dilakukan dalam perencanaan fondasi jembatan antara lain : 1. Pemilihan Konstruksi Bawah Jembatan Pemilihan konstruksi bawah jembatan harus memperhatikan kondisi tanah setempat dan pola aliran sungai.

DATA JEMBATAN SRANDAKAN II Tipe Jembatan : Beton Prategang Kelas Jembatan : I (Bina Marga) Jumlah bentang : 3 bentang Panjang tiap bentang : 40.8 m Lebar jembatan : 19 m Fondasi Jembatan : borepile .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful