P. 1
Buku Panduan Penyusunan Okober 2011

Buku Panduan Penyusunan Okober 2011

|Views: 160|Likes:
Dipublikasikan oleh Rahmat Fuadi
Panduan Penyusunan Reset Ilmiah SMA Plus Al-Ma'arif Cikande
Panduan Penyusunan Reset Ilmiah SMA Plus Al-Ma'arif Cikande

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rahmat Fuadi on Feb 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2012

pdf

text

original

Jadwal Kegiatan Reserch Ilmiah Siswa Kelas XII SMA Plus Al-Ma arif Tahun Pelajaran 2011-2012

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 JENIS KEGIATAN
Informasi Agenda Pelaksanaan Research Ilmiah (Berkenaan Dengan Biaya) Pembagian Surat Pemberitahuan Ke Wali Murid Kelas XII SMA Photo Perindividu Kelas XII SMA Photo Bersama Wali Kelas, Dewan Guru Dan Pimpinan Yayaysan Batas Akhir Pengumpulan biodata Survai Tempat oleh Panitia Pembagian Kelompok dan Pembimbing Sekaligus Pengarahan Dari Pimpinan Yayasan Pembagian Buku Panduan Sekaligus Pelatihan Cara Membuat Proposal Hasil Penelitian Mempersiapkan Materi Pertanyaan Penyerahan Materi Pertanyaan Batas Akhir Pembayaran Research Ilmiah Pelaksanaan Research Ilmiah Pembuatan Proposal Hasil Penelitian Sekaligus Bimbingan Masing-Masing Kelompok Penandatangan proposal hasil penelitian masing masing Kelompok Ke Pembimbing, Wali Kelas Kepala Sekolah Dan Kepala Yayasan Batas Akhir penyerahan proposal Penelitian

PANDUAN
PENYUSUNAN PENULISAN KARYA TULIS SISWA
KETERANGAN
Siang Hari Siang Hari Siang Pagi Siang Hari Pagi Hari-Sore Siang Hari

WAKTU PELAKSANAAN
September 14 Sept 2011 September 15 Sept 2011 Sabtu 17 September 2011 Senin, 19 September 2011 Rabu, 21 September 2011 Jum·at 23 September 2011 Selasa, 4 Oktober 2011

TEMPAT
Di Kantorr SMA Di Kantor SMA Dikantor SMA Di Depan Halaman Masjid Dikantor SMA Kemusium Fatahilah Jakarta Dimasjid

Disusun Dalam Upaya Penulisan Karya Tulis Ilmiyah

Kamis, 6 Oktober 2011 Kamis, 06-09 Oktober 2011 Minggu, 09 0ktober 2011 Senin, 10 Oktober 2011 Kamis,13 Oktober 2011 Jum·at, 14 - Kamis 20 Oktober 2011

Dimasjid Umum Di Sekolah Di Kantor SMA Kemusium Fatahilah Jakarta Umum

Siang Hari Masing-Masing Kelompok Ke Pembimbing Masing-masing Siang Hari Observasi Lapangan 7 Hari Semua Proposal Kelompok Harus Dalam Keadaan Selesai 1 Hari Semua Proposal Kelompok Harus Tertandatangani 1 Hari Semua Proposal Kelompok Harus Terkumpul

14

Kamis 20 Oktober 2011

Di Sekolah

PROGRAM IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) SMA PLUS AL-MA ARIF CIKANDE

15

Jum·at 21 Oktober 2011

Kantor SMA

Cikande , 14 September 2011 M Kepala Sekolah SMA Plus ³Al-Ma¶arif´

PONDOK PESANTREN ´AL-MA·ARIFµ
Rahmat Fuadi S.Pd.I.

Jl. Cikande-Carenang KM 3 Songgom Jaya, Cikande Serang Banten 42186 E-mail almaarif_@ yahoo. co

Pertama
Gambar gedung Museum Fatahillah saat masih merupakan Balai Kota Batavia, tahun 1770

: Memberikan Buku Panduan Penyusunan Karya Tulis Siswa, Menyangkut Persiapan Penulisan Karya Tulis Siswa Rancangan dan Bimbingan Kaya Tulis, Pengetikan Karya Tulis, Pembimbing, Pengkoreksian dan Perbaikan Kaya Tulis Siswa

Kedua

: Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan tanggal ditetapkan, dengan ketentuan bahwa segala sesuatu akan diubah dan di perbaiki kembali sebagaimannya mestinya, jika terdapat kekeliruan dalam penetapan ini.

Ditatapkan di : Cikande Pada Tanggal : Jum at 09 September 2011 Kepala Yayasan Al-Ma arif

Gambar gedung Museum Fatahillah saat ini

DRS. H. EDI SUMARDI

( I )

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR Segala Puji Bagi Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan tiada tara pada hamba-nya yang mau berfikir dan produktif dalam hidupnya Panduan Penyusunan Penulisan Karya Tulis Siswa sebagai sebuah kewajiban siswa siswi SMA Plus ´Al-Ma·arif ´ Songgom Jaya Cikande, Serang Banten adalah sebuah kemestian yang mesti karena merupkan salah satu syarat Mengikuti Ujian Sekolah ( US ) Dan Ujian Nasional ( UN ) Juga Untuk Melatih Serta Mengembangkan Bakat Dan Kemampuan Dalam Menyusun Karya Tulis Siswa. Oleh Karena itu, sudah menjadi kewajiban lembaga untuk menyiapkan fasilitas penulisan laporan penelitian yang dapat membantu siswa siswi dalam menyelesaikan hasil laporan penelitian yang telah diobservasi demi kewajiban program lembaga ini. Mudah mudahan panduan Penyusunan penulisan karya tulis siswa ini dapat menjadi sarana yang memudahkan siswa siswi SMA Plus ´Al-Ma·arifµ dalam proses penulisan tersebut Cikande, Jum·at 09 September 2011

y y y y y y y y y

y y

y y

(FFJ Schouten,PengantarDidaktik Museum,Jakarta,Proyek Pembinaan Permuseuman, : Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta (1994) Ditjen Kebudayaaan, 1992: 3). id.shvoong.com Seni & Humaniora Sejarah id.wikipedia.org/wiki/Museum - Cekal semua hasil dari id.wikipedia.org mus_1981.tripod.com/definisi_sejarah.htm proboyekso.blogspot.com/2009/03/definisi-museum.html Sadjana. Metode Statistika. Bandung : Tarsito (2005) Singarimbun, Masri. Efendi dan Sofyan . 1987, :µ Metode Penelitian Survei LP3SES, Jakarta Dirjen Vulkanologi , Direktorat Geologi, Buku Pedoman Bandung Wikimedia Commons Museum Fatahillah (1987)Sugiono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Afabeta (1994) Suharsimi. Arikunto Untuk Peneltian Suatu Pendekatan. Jakarta : Rineka Cipta (1998) Sumber: PANDUAN PENYUSUNAN KARYA TULIS SISWA | SMP 2 PEGANDON ONLINE http://smp2pegandon.net/2011/06/15/panduan-penyusunan-karyatulis-siswa/#ixzz1UXyppckh Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alikel Sutrisno Hadi. Metodologi Reseach I. Yogyakarta : Andi Offset (1980) syadiashare.com/definisi-sejarah-dan-keterangannya.html

TIM Penulis

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 8 )

( I )

BAB IV PROSEDUR PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian karya tulis di museum fatahillah Jakarta di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat µ waktu penelitian hari rabu tanggal 12 Oktober 2011 sampai dengan selesai pembuatan Proposal Jum·at 21 Oktober 2011 2. Metode Penelitian Dalam pembuatan penelitian kami menggunakan metode yaitu ; a. Study Ilmiah, yaitu penelitian terhadap tempat atau lapangan yang ber

DAFTAR ISI
Cover ««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««. Sampul Halaman Depan «««««««««««««««««««««««««««««. SK Yayasan ´Al-Ma·arifµ «.«««««««««««««««««««««««««««. Lampiran 1 ««««.«««««««««««««««««««««««««««««««« Kata Pengatar «..««««««««««««««««««««««««««««««««« Daftar Isi «««««««««««.«««««««««««««««««««««««««« Bab I Pendahuluan 1. Latar Belakang «««««««««««.«««««««««««««««««. 2. Maksud Dan Tujuan ««««««««.«««««««««««««««««« 3. Manfaat «««««««««««««««««««««««««««««««««. 4. Bentuk Karya Tulis ««««««««««««««««««««««««««« Bab II Panduan Penyusunan Laporan Penelitian 1. Mekanisme Penyusunan Laporan Penelitian «««««««««««« 2. Penjelasan Sistematika Penyusunan Laporan Penelitian «««« Bab III Tehnik Penyusunan Laporan Penelitian 1. Ukuran «««««««««««««««««««««««««««««««««« 2. Pengetikan Naskah «««««««««««««««««««««««««« 3. Anotasi Ilmiah ««««««««««««««««««««««««««««« Bab IV Penutup 1. Kesimpulan «««««««««««««««««««.««.««««««««« 2. Saran «««««««««««««««««««««««.«««««««««««. Daftar Pustaka ««««««««««««««««««««««««««««««.«««« Lampiran-Lampiran 1. Contoh Penyusunan Laporan Penelitian 2. Jadwal Penelitian
I II III IV

hubungan dengan Sejarah museum Fatahillah Jakarta b. Study Pustaka, yaitu penelitian terhadap buku-buku yang ada hubungannya dengan Sejarah Museum Fatahillah Jakarta
3. Analisa Data Dan Pembahasan Untuk lebih jelasnya lagi mengenai isi laporan penelitian ini, kami akan menguraikan laporan penelitian yang berjudul ´ SEJARAH MUSEUM FATAHILLAH JAKARTA ´ ini dalam 4 Bab antara lain : a. Bab I Pendahuluan Pada bab ini berisikan latar belakang masalah, perumusan masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan Masalah dan Manfaat Penelitian b. Bab II Kajian Pustaka Pengertian Sejarah, Museum, Sejarah Singkat, Fungsi, dan pentingnya Sejarah Museum Fatahillah Sebagai Warisan Budaya Wisata c. Bab III Prosedur Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian, Metode Penelitian, Analisa Data Dan Pembahasan d. Bab IV Penutup Kesimpulan Dan Saran e. Daftar Pustaka f. Lampiran-Lampiran Dokumentasi (Photo-photo/Bukti Yang Lain)

1 2 2 3

4-5 6-7

8 9 10-14 15 15 16

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 6 )

( IV )

4. Sejarah Berdirinya Museum Fatahillah

2. Maksud dan Tujuan
Pada masa itu Museum Jakarta dalam sejarahnya merupakan salah satu gedung peninggalan VOC. Gedung ini dibangun pada tahun 1620-1707 atas perintah Gubernur Jendral J.P Coen semasa VOC berkuasa dengan luas bangunan 13 ribu meter persegi. abad ke-17 Bangunan ini peletakan batu pertamanya dilakukan 25 Januari 1707 oleh Petronella Wilhelmina van Hoorn (8) putri Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu van Hoorn. gedung ini berfungsi sebagai Gedung Balaikota (Staadhuis) pertama di kota Batavia yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1627 M. Pada tahun 1937, Yayasan Oud Batavia mengajukan rencana untuk mendirikan sebuah museum mengenai sejarah Batavia, yayasan tersebut kemudian membeli gudang perusahaan Geo Wehry & Co yang terletak di sebelah timur Kali Besar tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 (kini museum Wayang) dan membangunnya kembali sebagai Museum Oud Batavia. Museum Batavia Lama ini dibuka untuk umum pada tahun 1939. Pada masa kemerdekaan tahun 1970, gedung ini kemudian dipugar. Pada tahun 1972, diadakan penggalian terhadap lapangan tersebut dan ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya. Maka dengan bukti sejarah itu dapat dibangun kembali sesuai gambar Johannes Rach, lalu terciptalah air mancur di tengah Taman Fatahillah. Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali taman tersebut dengan memberi nama baru yaitu ¶'·Taman Fatahillahµ· untuk mengenang panglima Fatahillah pendiri kota Jakarta Pada tanggal 4 April 1974 museum ini berubah menjadi Museum Djakarta Lama di bawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan selanjutnya pada tahun 1968 ¶·Museum Djakarta Lama'· diserahkan kepada PEMDA DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, kemudian meresmikan gedung ini menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974. Sampai Sekarang Museum Fatahillah dipelihara dan dijaga dengan penyajian yang bernuansa budaya juga dikemas secara artistik dimana terlihat terjadinya proses interaksi budaya antar suku bangsa. Penataannya disesuaikan dencan cara yang seefektif mungkin untuk menghayati budayabudaya yang ada sehingga dapat mengundang partisipasi masyarakat. Penataan tata pamer tetap Museum Sejarah Jakarta dilakukan secara terencana, bertahap, skematis dan artistik, sehingga menimbulkan kenyamanan serta menambah wawasan bagi pengunjungnya. a. Membudayakan aktivitas menulis di kalangan siswa. b. Membudayakan siswa agar mampu berpikir secara ilmiah sehingga mampu menyusun karya tulis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara keilmuan. c. Memperkenalkan dan mendekatkan siswa pada aset wisata dan karya budaya bangsa. d. Memberikan bekal penulisan karya tulis kepada siswa agar dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau terjun ke tengah-tengah masyarakat. e. Menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa, yakni jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung-jawab. f. Melatih siswa untuk bekerja sama dan berkolaborasi secara kooperatif dengan dengan sesama teman dan pihak-pihak terkait. g. Memenuhi ketentuan dan tata tertib sekolah agar siswa mampu menyusun karya tulis sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian akhir sekolah

3. Manfaat
a. Karya tulis yang disusun siswa dapat dimanfaatkan oleh sekolah sebagai dokumen portofolio kreativitas siswa dari tahun ke tahun. b. Karya tulis yang disusun siswa dapat dimanfaatkan untuk memperkaya khazanah pustaka dan perkembangan dunia akademik di kalangan siswa. c. Proses dan teknik penyusunan karya tulis dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau terjun ke tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 4 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

(

2 )

2.

Perumusan Masalah Mengingat perumusaN Macam-Macam Prasasti Di Museum Fatahillah ini sangat banyak, maka kami hanya menguraikan pokok-pokok masalahnya saja yakni sebagai berikut : 1. Bagaimana proses berdirinya Sejarah Museum Fatahillah? 2. Kapan berdirinya Sejarah Museum Fatahillah ? 3. Bagaimana Peranan Sejarah Museum Fatahillah ?

BAB II PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN

1. Mekanisme Penyusunan Karya Tulis
Karya tulis disusun secara berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa dengan mekanisme sebagai berikut: 1. Pembentukan kelompok penyusunan karya tulis dan rencana pemberangkatan menuju ke objek yang telah disepakati. 2. Kelompok melakukan observasi (pengamatan) terhadap satu objek wisata/budaya yang dikunjungi berdasarkan kesepakatan kelompoknya masingmasing sebagai bahan penyusunan karya tulis. Pada tahap ini, setiap kelompok mengumpulkan data berdasarkan objek yang hendak dilaporkan melalui observasi, wawancara kepada pihak-pihak terkait (pengelola objek), dan bukubuku sumber yang relevan. 3. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, setiap kelompok menyusun proposal karya tulis yang memuat hal-hal sebagai berikut: a. Judul karya tulis. b. Nama kelompok (ketua dan anggota). c. Bab I Pendahuluan, meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Latar belakang Tujuan Manfaat Waktu pelaksanaan Objek wisata/budaya yang dikunjungi Metode pengumpulan data 7) Analisis data

3.

Pembatasan Masalah Dalam penyusunan laporan penelitian ini kami hanya membatasi masalah pada sejarah museum Fatahillah dengan sejarah berdirinya sebagai salah satu pembahasan yang telah ditentukan

4.

Tujuan Masalah a. Untuk mengetahui Sejarah Museum Fatahillah b. Untuk mengetahui kapan berdrinya Sejarah Museum Fatahillah c. Untuk mengetahui Peranan Museum Fatahillah

5.

Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, sbb : a. Bagi kelompok kami adalah merupakan wujud nyata kepala sekolah dalam memecahkan berbagai masalah disekolah melalui kegiatan penelitian. b. Bagi kelompok kami mengharapkan dapat menjadi motivasi guru dalam meningkatkan kedisiplinan dalam kehadiran. c. Bagi sekolah bisa dijadikan sumbangan dalam mewujudkan budaya sekolah yang dapat mendorong keberhasilan dan peningkatan mutu pembelajaran.

4. Bab II Isi: memaparkan secara singkat objek yang dikunjungi. 5. Bab III Penutup: simpulan singkat terhadap objek yang dikunjungi. 6. Lembar persetujuan guru pembimbing: berisi nama dan tanda tangan sebagai bukti bahwa proposal karya tulis telah disetujui.

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 2 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 4 )

DAFTAR ISI Lembar Pengesahan ««««««««««««««««««««««. Kata Pengantar ««««««««««««««««««««««««... Daftar Isi «««««««««««««««««««««««««««« Bab I Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. Latar Belakang Masalah «««««««««««««««««. Perumusan Masalah ««««««««««««««««««« Pembatasan Masalah ««««««««««««««««««.. Tujuan Masalah ««««««««««««««««««««« Manfaat Penelitian «««««««««««««««««««... 1 2 2 2 2 I II III

2. Penjelasan Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian
A. Bagian Awal 1. Halaman Judul/Sampul Halaman sampul : Merupakan halan untuk menuliskan judul dan identitas penyusunan serta lembaga pendidikannya. Urutan penulisan sebagai berikut: 1. Kata : ´LAPORAN PENELITIANµ 2. Judul Laporan C/ MUSIUM SEJARAH JAKARTA 3. Kalimat ´Laporan Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Program Pendidikan ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Di SMA Plus ´Al-Ma·arifµ Songgom Jaya Cikande Serang Banten 4. Lambang Yayasan ´AL-Ma·arifµ 5. Kata ´Di Susun Oleh : C/ Kelompok : 1
Ketua Anggota : DIDI SUKARDI : ARIS SUKARDI ROSID RAMDAN SAEFUL ANWAR (9930229681) (9941121315) (9930229714) (9941121292) (9930229704)

Bab II Kajian Pustaka 1. 2. .3. 4. 5. 6. Definisi Sejarah ««««««««««««««««««««« Definisi Museum ««««««««««««««««««««.. Definisi Fatahillah «««««««««««««««««««« Sejarah Berdirinya Museum Fatahillah ««««««««««« Fungsi Museum Fatahillah «««««««««««««.««« Pentingnya Museum Fatahillah Sebagai Warisan Budaya ..«« 3 3 3 4 5 5

6. Nama Sekolah : C/
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) PLUS ´AL-MA·ARIFµ

Bab III Prosedur Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian ««««««««««««««« 2. Metode Penelitian ««««««««««««««««««««. 3. Analisa Data Dan Pembahasan ««««««««««««««. Bab IV Penutup 1. Kesimpulan ««««««««««««««««««««««« 2. Saran «««««««««««««««««««««««««.. Daftar Pustaka Lampiran - Lampiran 7 7 8 6 6 6

7. Alamat Sekolah : C/ Jl. Cikande ²Carenang KM 3 Songgom Jaya, Cikande Serang Banten 42186 8. Tahun Pelajaran : C/ Tahun Pelajaran 2011-2012 2. Halaman Pengesahan/Legalisasi

Pada Halaman Pengesahan ini berisi Tanda Tangan dari Pembimbing, diketahui Wali Kelas, Kepala Sekolah, yang terakhir disetujui oleh Kepala Yayasan

( III )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 6 )

LEMBAR PENGESAHAN
RESEARCH ILMIAH ³SEJARAH MUSEUM FATAHILLAH´ Laporan Research Ilmiah ini disyahkan dan ditetapkan pada hari Senin Tanggal 13 Bulan Oktober Tahun 2011

BAB III TEHNIK PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN 1. Ukuran
Dalam pengetikan laporan ada beberapa standar ukuran yang harus diperhatikan, yaitu : 1. Ukuran Kertas; Kertas HVS Ukuran Kwarto (Letter) putih dengan ukuran 21,59 x27, 94 cm, dengan berat 80 Gram. Jika kertas khusus kertas millimeter blok untuk grafik, kertas kalkir untuk bagab/gambar dan sejenisnya. 2. Margin; margin adaalah batas dari tepi kertas hingga mulai pengetikan. Batas pengetikan (Margin) Proposal adalah sebagai berikut : a. Margin Kiri : 4 cm b. Margin Kanan : 3 cm c. Margin Atas : 4 cm d. Margin Bawah : 3 cm 3. Spasi; Spasi itu adalah jarak antara baris yang satu dengan baris yang lainnya. Dalam pengetikan bagian pokok dari proposal ada tiga jenis spasi yang digunakan : a. Satu Spasi, dipakai untuk mengetik : 1. Kutipan langsung yang terdiri dari lima baris atau lebih. Diketik lima ketukan dari garis sebelah kiri 2. Daftar pustaka apabila dalam satu daftar pustaka tidak cukup dengan satu baris 3. Pengetikan judul table dan judul gambar yang lebih dari satu baris berjarak satu spasi b. Dua Spasi, Spasi ini dugunakan untuk pengetikan : 1. Bagian Teks Pokok LAPORAN Untuk pengaturan jarak antar judul anak bab dengan judul bagian dari anak bab (Kalau langsung) 2. Serta awal pengetikan isi dari anak bab atau bagian dari anak bab 3. Jarak antar daftar pustaka yang satu dengan yang alinnya c. Tiga Spasi, Spasi ini digunakan : 1. Jarak antara judul bab dengan sub bab 2. Jarak antara baris terakhir dengan judul anak bab berikutnya

Pembimbing

(H. SUNARDI, S.Pd.I.) Mengetahui, WALI KELAS SMA Plus Al-Ma arif KEPALA SEKOLAH SMA Plus Al-Ma arif

(SITI BADRIYAH, S.Pd.I.) Menyetujui,

(RAHMAT FUADI, S.Pd.I.)

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ma arif

(Drs. H. Edi Sumardi) ( I )

3. Paragraf;

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 8 )

3.

Kata Pengantar

Kata penghatar berisi tentang suatu rangkaian kalimat yang pada pokoknya ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
a. Pernyataan rasa syukur trhadap Allah SWT atas terselesainya laporan penelitian ilmiah b. Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam

pelaksanaan penelitian dan penulisan karya tulis (Pihak Keluarga, Pimpinan Yayasan, Kepala Sekolah, Pembimbing, Wali Kelas Guru-Guru Teman-Teman dll) c. Harapan-Harapan dari penyusunan laporan dan pada akhir kata pengantar disebutkan kota penyusun, tanggal, bulan dan tahun serta kata Tim Penyusun tanpa ditambah nama penyusun
4. Daftar Isi Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

b. Bagian Tengah
Bagian pokok dalam proposal penelitian model Kuantitatif; bagian pokok memuat hal-hal sebagai berikut : 1) Latar Belakang Masalah 2) Perumusan Masalah 3) Pembatasan Masalah 4) Tujuan Penelitian 5) Manfaat Penelitian 6) Kaijian Pustaka 7) Prosedur Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Metode Penelitian 3. Analisis Data dan Pembahasan 8) Penutup 1. Kesimpulan 2. Saran-Saran C. Bagian Akhir Daftar Pustaka; memuat sumber-sumber bacaan yang dipergunakan oleh penulis dalam laporan penelitian atau. Sedangkan yang dapat disusun atau dicantumkan dalam sebagai daftar kepustakaan adalah buku-buku, karangan ilmiah, majalah, surat kabar, makalah, brosur, info dari internet, dan karya ilmiah yang lain yang dipublikasikan atau didokumentasikan. Penyusunan daftar kepustakaan harus disusun berdasarkan aturan-aturan yang berlaku. (Pembahasan lebih lengkap pada bab selanjutnya)

5) Nama pengarang disebut secara bersama dengan tahun terbit dan nomor halaman ditulis diakhir teks kutipan. Contoh : Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ´terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap pelajaran fisika dengan hasil belajar fisika.µ (Zirmansyah, 1993 : 146) 6) Jika didalam kutipan terdapat tanda kutip, maka digunakan tanda kutip tunggal (¶«.·). Contoh : Kesimpulan dari penelitian tersebut ´terdapat pengaruh kesehatan ¶sosial ekonomi· keluarga terhadap tingkat kesehatan anakµ. (Yoga, 1992 : 211) 7) Kutipan yang sama atau lebih dari lima baris ditulis tanpa tanda kutip, ditulis secara terpisah dari teks yang mendahuluiya, dimulai setelah ketukan ke-5 dari margin kiri dan diketik dengan 1 spasi. Contoh : Marwan Asri, (1986 : 49) mengatakan bahwa promosi merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pemasaran suatu barang. Kegiatan promosi adalah segala usaha yang dilakukan penjual untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen dan membujuk mereka agar membeli, serta mengingatkan kembali konsumen lama agar melakukan pembelian ulang. Promosi yang merupakan kegiatan untuk menyebarluaskan informasi tentang barang dan jasa yang dijual dengan maksud untuk merubah pola prilaku konsumen. b. Penulisan Daftar Kepustakaan Semua buku atau sumber referensi lain yang digunakan sebagai sumber penyusunan skripsi hanya disebutkan dalam daftar pustaka. a. Aturan Umum Penulisan Daftar Pustaka Penulisan nama-nama pengarang dalam daftar pustaka disusun menurut abjad huruf pertama dari nama pengarang/penulis. Bila ada kesamaan huruf pertama, maka dibandingkan huruf kedua kalau masih sama maka kita lihat huruf ketiga, dan seterusnya.

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 7 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 10 )

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Contoh Penyusunan Proposal Penelitian Jadwal Penelitian

2) Nama pengarang disebut secara bersama dengan tahun terbit dan nomor halaman ditulis diakhir teks kutipan. Contoh : Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ´terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap pelajaran fisika dengan hasil belajar fisika.µ (Zirmansyah, 1993 : 146) 3) Jika didalam kutipan terdapat tanda kutip, maka digunakan tanda kutip tunggal (¶«.·). Contoh : Kesimpulan dari penelitian tersebut ´terdapat pengaruh kesehatan ¶sosial ekonomi· keluarga terhadap tingkat kesehatan anakµ. (Yoga, 1992 : 211) 4) Kutipan yang sama atau lebih dari lima baris ditulis tanpa tanda kutip, ditulis secara terpisah dari teks yang mendahuluiya, dimulai setelah ketukan ke-5 dari margin kiri dan diketik dengan 1 spasi. Contoh : Marwan Asri, (1986 : 49) mengatakan bahwa promosi merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pemasaran suatu barang. Kegiatan promosi adalah segala usaha yang dilakukan penjual untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen dan membujuk mereka agar membeli, serta mengingatkan kembali konsumen lama agar melakukan pembelian ulang. Promosi yang merupakan kegiatan untuk menyebarluaskan informasi tentang barang dan jasa yang dijual dengan maksud untuk merubah pola prilaku konsumen. b. Penulisan Daftar Kepustakaan Semua buku atau sumber referensi lain yang digunakan sebagai sumber penyusunan skripsi hanya disebutkan dalam daftar pustaka. a. Aturan Umum Penulisan Daftar Pustaka Penulisan nama-nama pengarang dalam daftar pustaka disusun menurut abjad huruf pertama dari nama pengarang/penulis. Bila ada kesamaan huruf pertama, maka dibandingkan huruf kedua kalau masih sama maka kita lihat huruf ketiga, dan seterusnya. Copy Right SMA Plus Al-Ma arif ( 10 )

BAB IV PENUTUP 1. Kesimpulan
Demikian panduan penyusanan karya tulis siswa yang sederhana ini disusun dengan harapan semoga dapat dijadikan sebagai acuan bagi pihak-pihak terkait (khususnya siswa) agar dapat menghasilkan karya tulis yang dapat

a. Buku sumber yang ditulis lebih dari tiga orang. 1) Nama pengarang utama (yang paling atas) dan diikuti singkatan d.k.k. (dan kawan-kawan) (titik) 2) Tehun penerbitan buku (titik) 3) Judul termasuk sub judul ´jika adaµ ditulis miring atau digaris bawahi (titik) 4) Tempat penelitian (titik dua) dan 5) Nama penerbit (titik) Contoh :
Adisaputra, Gunawan, d.k.k. 1982. Kumpulan Peristiwa Perusahaan. Yogyakarta : BPFE.

dipertanggungjawabkan secara keilmuan, baik sistematika, isi, maupun, bahasa.

b. Lembaga sebagai penulis karya ilmiah; Kadangkala sumner bacaan yang diambil atau digunakan sebagai sumber kepustakaan adalah data-data yang dikeluarkan oleh sesuatu lembaga tanpa penulis. Dalam hal ini maka penulisan daftar kepustakaannya adalah :
1) Nama Lembaga (titik) 2) Tahun penerbitan buku (titik) 3) Judul termasuk sub judul ´jika adaµ ditulis miring atau digaris bawahi (titik) 4) Tempat penelitian (titik) Contoh : Biro Pusat Statistik. 1971. Sensus Penduduk. Jakarta. c. Editor dianggap sebagai penulis. Ini terjadi apabila ada sesuatu karya ilmiah yang diterbitkan dengan proses sditing dan editor sangat dominan dalam karya ilmiah tersebut dalam pembenahan dan editingnya, maka editor dianggap sebagai penulis. Sehingga penulisan dalam daftar kepustakaannya adalah : 1) Nama editor (koma) dan belakang nama diberi singkatan Ed = Editor dalam kurung (titik) 2) Tahun penerbitan buku (titik) 3) Judul termasuk sub judul ´jika adaµ ditulis miring atau digaris bawahi (titik) 4) Edisi/Jilid jika ada (titik) 5) Tempat penelitian (titik dua) dan 6) Nama penerbit (titik) Contoh : Alfian, (Ed). 1977. Segi-segi Sosial Budaya Masyarakat Aceh. Hasil-hasil Penelitian dengan Metode ´Grounded Researchµ. Jakarta : LP3ES.

2. Saran ² saran a. Setelah membaca buku panduan penyusunan karya tulis siswa ini hendaknya dipraktekkan sesuai dengan ketentuan dan aturan cara membuat Laporan tersebut agar dijadikan sebagai panduan pembelajaran yang bermanfaat b. Dengan panduan penyusunan penulisan karya tulis siswa ini , semoga laporan yang dibuat semakin dimengerti dan mau melaksanakan sesuai ketentuan yang ada

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 15 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 12 )

SURAT KEPUTUSAN KETUA YAYASAN AL-MA ARIF NOMOR 83/c2/SMA-AM/IX/2011 Tentang Buku Panduan Karya Tulis Siswa PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMA) PLUS AL-MA ARIF SONGGOM JAYA, CIKANDE, SERANG BANTEN

Plang Peringatan Pembangunan Museum Fatahillah yang dahulunya adalah Balai Kota

Menimbang

: a. Bahwa Dalam Rangka Mengikuti Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian Sekolah (US ) dan Ujian Nasional ( UN ) Juga Untuk Melatih Serta Mengembangkan Bakat Dan Kemampuan Dalam Menyusun Karya Tulis Siswa b. Bahwa Perlunya Buku Panduan Karya Tulis Siswa SMA Plus AlMa arif Program IPS Songgom Jaya, Cikande, Serang, Banten dengan mempermudah pelaksanaan penulisan karya tulis ilmiah

Mengingat

:
a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 4 ayat 1 dan 6, pasal 35 ayat 1 dan 2, dan pasal 45 ayat 1 b. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Dasar c. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan d. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2004

Salah satu koleksi meriam di Museum Fatahillah

tentang otonomi daerah bahwa pemerintah daerah diberi otonom dan kewenangan penuh untuk mengembangkan potensi daerahnya termasuk dalam bidang pendidikan Memperhatikan

: Hasil Rapat SMA Plus ³Al-Ma¶arif´ Songgom Jaya, Cikande
Serang Banten Tanggal 11 September 2011
MEMUTUSKAN

Menetapkan

: BUKU PANDUAN PENYUSUNAN KARYA TULIS SISWA PROGRAM IPS SMA
PLUS ³AL-MA¶ARIF´ SONGGOM JAYA, CIKANDE, SERANG BANTEN

( I

)

Lampiran 1

: Surat Keputusan Tentang Buku Panduan Penyusunan Karya Tulis Siswa pada Sekolah SMA Plus ´Al-Ma·arifµ Songgom Jaya Cikande Serang Banten

NOMOR Tanggal

: 83/c2/SMA-AM/IX/2011 : Jum at 09 September 2011

TIM PENYUSUN BUKU PANDUAN PENYUSUNAN KARYA TULIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) PLUS AL-MA ARIF SONGGOM JAYA, CIKANDE, SERANG BANTEN

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Penanggung Jawab Kepala Sekolah Ketua Pelaksana Sektretaris Bendahara Anggota

: Drs. H. Edi Sumardi (Pimpinan Yayasan ´Al-Ma·arifµ) : Rahmat Fuadi, S.Pd.I. : Siti Badriyah, S.Pd.I. : Ade Minhajul Abidin : Muhillah, S.Ag. : a. H. Sunardi, S.Pd.I b. Muhtadi, S.H. c. Muhammad Hilmi, S.Pd.I. d. Yugo Setiono, S.Pd.I. e. Nuryadi, S.Th. I.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

( Ii

)

BAB IV PROSEDUR PENELITIAN 1. Kesimpulan y Gedung Museum Sejarah Jakarta mulai dibangun pada tahun 1620 oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen sebagai gedung balai kota kedua pada tahun 1626 (balai kota pertama dibangun pada tahun 1620 di dekat Kalibesar Timur). y Pada tanggal 4 April 1974 museum ini berubah menjadi Museum Djakarta Lama di bawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan selanjutnya pada tahun 1968 ¶·Museum Djakarta Lama'· diserahkan kepada PEMDA DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, kemudian meresmikan gedung ini menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974. yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi Museum. y Banyak menyimpan hal yang bisa diceritakan dari masa lalu. Mulai dari perjalanan sejarah Jakarta, hasil penggalian arkeologi di kawasan Jakarta, mebel antik dari abad ke-18, keramik, gerabah, hingga batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin. Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. 2. Saran

:
Kita Sebagai pelajar harus mengetahui dan mengenal berbagai museum sejarah yang ada di Indonesia khususnya sejarah museum fatahillah, banyak sekali koleksi peninggalanpeninggalan yang tersimpan dengan jumlah yang dipamerkan

lebih dari 500 buah, yang lainnya disimpan di storage (ruang penyimpanan). Umur koleksi ada yang mencapai lebih 1.500 tahun khususnya koleksi peralatan hidup masyarakat prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Dengan demikian bagaimana pun peningalan sejarahnya kita bisa menambah wawasan ilmu kita tentang sejarah bangsa ini.
Copy Right SMA Plus Al-Ma arif ( 7 )

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Fungsi Museum Fatahillah Fungsi Museum Fatahillah sebagai Balaikota, gedung ini dahulu juga digunakan sebagai tempat oleh Dewan Kotapraja (College van Schepen) untuk menangani masalah hukum yang terjadi di masyarakat. Fungsi museum saat ini digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai macam peninggalan tentang kebudayaan Betawi, numismatik, becak koleksi koleksi antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu juga replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta.
Di museum ini juga difungsikan untuk kegiatan pertemuan, diskusi, seminar dan pameran dengan daya tampung lebih dari 150 orang. Dan dimanfaatkan untuk resepsi pernikahan.

Rendahnya keterampilan menulis di kalangan siswa SMA Plus ´Al-Ma·arifµ Cikande sudah lama terdengar. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Selain tidak disajikan secara mendalam dalam materi ajar selama kegiatan belajarmengajar berlangsung, siswa juga belum memiliki tradisi dan budaya untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya ke dalam bentuk tulisan. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan ketika mendapatkan tugas untuk menyusun karya tulis. Hal itu diperparah dengan masih jarangnya panduan sederhana yang bisa dijadikan sebagai acuan siswa ketika menyusun karya tulis. Karyawisata merupakan program rutin sekolah yang dilakukan oleh siswa kelas XII SMA Plus ´Al-Ma·arifµ Cikande setiap tahun pelajaran. Selain untuk memperkenalkan aset wisata dan karya budaya bangsa.karyawisata juga dimaksudkan sebagai sarana bagi siswa agar mampu menyusun karya tulis dalam bentuk laporan dengan baik berdasarkan objek-objek wisata dan budaya yang dikunjungi. Dengan cara demikian, para siswa bisa melihat dan melakukan observasi secara langsung terhadap objek-objek yang dikunjungi, untuk selanjutnya didokumentasikan dan dikumpulkan sebagai bahan penyusunan laporan. Karya tulis dalam bentuk laporan tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya sekolah untuk membudayakan cara berpikir ilmiah di kalangan siswa berdasarkan konsep-konsep keilmuan, sehingga karya tulis yang disusun dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara keilmuan sekaligus dijadikan sebagai prasyarat bagi siswa untuk mengikuti Ujian Sekolah (US) dan Ujian Akhir Sekolah (UN) setelah siswa yang bersangkutan duduk di bangku kelas Meskipun demikian, panduan sederhana yang bisa dijadikan oleh siswa ketika menyusun karya tulis masih jarang ditemukan. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu disusun sebuah panduan penyusunan karya tulis sederhana agar dapat dijadikan sebagai acuan para siswa sehingga mereka mampu menyusun karya tulis sesuai dengan sistematika, isi, bahasa, dan ketentuan lain yang berlaku. Copy Right SMA Plus Al-Ma arif ( 1 )

6. Pentingnya Museum Fatahillah Sebagai Warisan Budaya Museum Sejarah Jakarta sejak tahun 1999 bertekad menjadikan museum ini bukan sekedar tempat untuk merawat, memamerkan benda yang berasal dari periode Batavia, tetapi juga harus bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa Indonesia maupun asing, anak-anak, orang dewasa bahkan bagi penyandang cacat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi. Untuk itu Museum Sejarah Jakarta berusaha menyediakan informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih rekreatif. Selain itu, melalui tata pamernya Museum Sejarah Jakarta berusaha menggambarkan ´Jakarta Sebagai Pusat Pertemuan Budayaµ dari berbagai kelompok suku baik dari dalam maupun dari luar Indonesia dan sejarah kota Jakarta seutuhnya. Museum Sejarah Jakarta juga selalu berusaha menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif sehingga dapat merangasang pengunjung untuk tertarik kepada Jakarta dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya.

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 5 )

4. Bentuk Karya Tulis
Karya tulis yang disusun oleh siswa SMA Plus ´Al-Ma·arifµ termasuk jenis laporan observasi (pengamatan). Laporan pada hakikatnya merupakan segala sesuatu yang disampaikan atau diinformasikan kepada pihak lain, baik secara lisan maupun tertulis, setelah seseorang/kelompok orang melaksanakan/mengikuti suatu kegiatan/penelitian. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah, menyampaikan informasi, mengambil keputusan, mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah, melakukan pengawasan atau perbaikan, dan untuk menemukan suatu cara atau teknik tertentu yang baru. Jenis laporan kegiatan, di antaranya: laporan laboratorium, laporan keuangan, laporan administrasi, laporan penelitian, dan laporan pengamatan. Hasil laporan kegiatan tersebut dapat berbentuk surat, buku, artikel, makalah, ataupun karya tulis. Agar laporan hasil kegiatan dapat mencapai sasaran atau keinginan pembaca, diperlukan sistematika yang jelas dan runtut dengan menggunakan bahasa yang jelas, baku, efektif, dan sistematis penyampaiannya. Sistematika laporan yang dimaksud mencakupi bagian pendahuluan (nama kegiatan, tempat, waktu kegiatan, tujuan, dan peserta), isi (hasil kegiatan selama melakukan pengamatan/penelitian), dan penutup (kesimpulan dan saran). Laporan observasi dalam bentuk karya tulis yang disusun siswa dilakukan secara berkelompok setelah melakukan kegiatan karyawisata. Laporan tersebut akan berguna sebagi bukti tertulis (dokumentasi), sebagai bahan informasi kepada orang lain/instansi lain, sebagai bahan pertanggungjawaban kepada pimpinan, sebagai bahan pengawasan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, dan sebagai bahan evaluasi untuk melaksanakan kegiatan berikutnya. 1. Definisi Sejarah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu syajarotun yang berarti pohon. Dalam bahsa Arab, menurut buku-buku pelajaran di SMA, sejarah sama artinya dengan sebuah pohon yang terus berkembang dari tingkat yang sangat sederhana ke tingkat yang lebih kompleks atau ke tingkat yang lebih maju. Kata sejarah dalam bahasa inggris diterjemahkan sebagai ´historyµ. History sendiri berarti masa lampau umat manusia. Dan dalam bahasa jerman, kata sejarah diterjemahkan sebagai ´geschichtµ yang artinya sesuatu yang telah terjadi. Kedua definisi sejarah baik dalam bahasa inggris maupun dalam bahasa jerman memberikan arti secara lugas bahwa sejarah adalah sesuatu yang telah terjadi di masa lampau. Atau jika kita membagi terjadinya waktu dalam 3 hal, yakni dahulu, sekarang dan yang akan datang, sejarah menempati urutan yang pertama sebelum yang lainnya. 2.

Definisi Museum
Museum, berdasarkan definisi yang diberikan International Council of Museums disingkat ICOM, adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif di masa depan dan sejak tahun 1977 tiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai hari Hari Museum Internasional

3.

Definisi Fatahillah
Fatahillah adalah tokoh seorang Panglima Pasai, bernama Fadhlulah Khan yang dikenal mengusir Portugis dari pelabuhan perdagangan Sunda Kelapa dan memberi nama "Jayakarta" yang berarti Kota Kemenangan, yang kini menjadi kota Jakarta. Ia dikenal juga dengan nama Falatehan. Ada pun nama Sunan Gunung Jati dan Syarif Hidayatullah, yang sering dianggap orang sama dengan Fatahillah, kemungkinan besar adalah mertua dari Fatahillah.

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 3 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 3 )

7. Konsultasi dan revisi kepada guru pembimbing: ketua kelompok dan/anggota mengajukan proposal yang telah disusun dan melakukan konsultasi kepada guru pembimbing. Setiap kelompok wajib merevisi laporan berdasarkan masukan dan saran dari guru pembimbing. Jika laporan sudah disetujui, guru pembimbing membubuhkan tanda tangan pada lembar persetujuan. 8. Penyusunan karya tulis berdasarkan laporan yang telah disetujui guru pembimbing oleh setiap kelompok. laporan yang telah disetujui guru pembimbing dikembangkan lebih lanjut menjadi karya tulis dengan sistematika sebagai berikut: A. Bagian Awal. Bagian Awal ini terdiri dari: 1) Halaman Judul/Sampul 2) Halaman Pengesahan/Legalisasi 3) Kata Pengantar 4) Daftar Isi B. Bagian Tengah. Bagian tengah ini terdiri dari: 1) Bab I Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah 2. Perumusan Masalah 3. Pembatasan Masalah 4. Tujuan Penelitian 5. Manfaat Penelitian 2) Bab II Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka 3) Bab III Prosedur Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Metode Penelitian 3. Analisis Data dan Pembahasan 4) Bab IV Penutup 1. Kesimpulan 2. Saran

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini, banyak sekali generasi muda yang lupa akan sejarah dan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya di daerahnya sendiri. Akibatnya banyak sekali kebudayaan-kebudayaan yang ada di daerah kita sendiri. Untuk itu kami mengingatkan kepada para pelajar khususnya dan pada masyarkat umumnya agar mengetahui sejarah bangsa Indonesia. Salah satu sejarah Indonesia yaitu Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi Museum.

Museum Fatahillah hanyalah salah satu di antara makin langkanya bangunan tua dan bersejarah di Ibu Kota, yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia terhadap pemerintah Belanda saat itu. Museum Sejarah Jakarta dalam sejarahnya
merupakan salah satu gedung peninggalan VOC. Gedung ini berfungsi sebagai Gedung Balaikota (Staadhuis) pertama di kota Batavia yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1627 M. Namun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1970, gedung ini kemudian dipugar dan pada tanggal 4 April 1974 diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta Yang

mana Bangunan Museum Fatahillah ini, menorehkan banyak kenangan bagi mereka yang pernah tinggal, maupun yang hanya singgah di Jakarta tempo doeloe. Hingga kini museum ini masih dikunjungi. Tak hanya oleh wisatawan lokal, namun juga oleh wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan Eropa.
Banyak menyimpan hal yang bisa diceritakan dari masa lalu. Mulai dari perjalanan sejarah Jakarta, hasil penggalian arkeologi di kawasan Jakarta, mebel antik dari abad ke18, keramik, gerabah, hingga batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin. Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes(menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis.

C. Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari: 1) Daftar Pustaka Lampiran

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 5 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 1 )

5. Kata Pengantar

KATA PENGATAR Bismillahirrahmannirrahim Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taupik dan hidayahnya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik, sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat dan pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman. Dan berkat rahmat dan Inayah-Nya kami dapat menyusun dan menyelesaikan laporan penelitian ini yang berjudul ´ SEJARAH MUSEUM FATAHILLAHµ dimana penyusun laporan penelitian ini tidak luput dari berbagai kesulitan yang dihadapi, namun berkat tekad dan bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak akhirnya penyusun laporan penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu kami sampaikan ucapan banyak terimakasih kepada yang terhormat : 1. 2. 3. 4. Bpk. Drs. H. Edi Sumardi, Selaku pimpinan Pon- Pes ´Al-Ma·arifµ Bpk. Rahmat Fuadi, S.Pd.I. Selaku Kepala Sekolah SMA Plus ´Al-Ma·arifµ Bpk. H. Sunardi, S.Pd.I. Selaku Pembimbing Ibu Siti Badriah, S.Pd.I. Selaku Wali Kelas XII SMA dan Seluruh Dewan Guru yang dengan Ikhlasnya mendidik, membina serta memberi ilmu pengetahuan kepada kami 5. Kepada Ayahanda dan Ibunda yang telah memberikan bantuannya, baik berupa moral maupun materi. 6. Kepada rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu terselesainya laporan penelitian ini dengan baik

Kata penghatar berisi tentang suatu rangkaian kalimat yang pada pokoknya ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
d. Pernyataan rasa syukur trhadap Allah SWT atas terselesainya laporan penelitian ilmiah e. Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam

pelaksanaan penelitian dan penulisan karya tulis (Pihak Keluarga, Pimpinan Yayasan, Kepala Sekolah, Pembimbing, Wali Kelas Guru-Guru Teman-Teman dll) f. Harapan-Harapan dari penyusunan laporan dan pada akhir kata pengantar disebutkan kota penyusun, tanggal, bulan dan tahun serta kata Tim Penyusun tanpa ditambah nama penyusun
6. Daftar Isi Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

b. Bagian Tengah
Bagian pokok dalam proposal penelitian model Kuantitatif; bagian pokok memuat hal-hal sebagai berikut : 9) Latar Belakang Masalah 10) Perumusan Masalah 11) Pembatasan Masalah 12) Tujuan Penelitian 13) Manfaat Penelitian 14) Kaijian Pustaka 15) Prosedur Penelitian 4. Tempat dan Waktu Penelitian 5. Metode Penelitian 6. Analisis Data dan Pembahasan 16) Penutup 1. Kesimpulan 2. Saran-Saran C. Bagian Akhir Daftar Pustaka; memuat sumber-sumber bacaan yang dipergunakan oleh penulis dalam laporan penelitian atau. Sedangkan yang dapat disusun atau dicantumkan dalam sebagai daftar kepustakaan adalah buku-buku, karangan ilmiah, majalah, surat kabar, makalah, brosur, info dari internet, dan karya ilmiah yang lain yang dipublikasikan atau didokumentasikan. Penyusunan daftar kepustakaan harus disusun berdasarkan aturan-aturan yang berlaku. (Pembahasan lebih lengkap pada bab selanjutnya)

Kami menyadari masih banyak sekali kekurangannya dalam pembuatan laporan penelitian ini, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saranya yang kontruktif demi perbaikan dan peningkatan mutu laporan penelitian ini Akhirnya, hanya kepada Allah SWT kami memohon ampun dan berdo·a semoga kehadiran laporan penelitian ini mendatangkan manfaat bagi kami kususnya,dan bagi pembaca pada umunya Amin Ya Robbal Alamin Cikande, «««««2011 Penyusun

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 7 )

( II

)

4. Huruf; Naskah diketik dengan computer/Laptop dengan menggunakan huruf (Font) yang standar, Time New Roman atau Arial dengan ukuran (Font Size) 12 pt pada paket MS Word, atau roman 10 pada Program WS atau setara keduanya
5. Ketebalan;jumlah halaman proposal inti minimal 50 halaman diluar lampiran-lampiran

SEJARAH MUSEUM FATAHILLAH
LAPORAN PENELITIAN RESEARCH ILMIAH KE MUSEUM FATAHILLAH JAKARTA

2. Pengetikan Naskah
Pengetikan Naskah Proposal berpedoman pada ketentuan sebagai berikut : a. Bab, Sub Bab dan anak Sub Bab : Nomor dan nama bab ditempatkan ditengah margin atas. Nomor urut sub bab dan anak sub bab ditulis dengan angka arab (1.2.3, dst). Judul bab ditulis dengan huruf besar dan tebal semua sedangkan sub bab dan sub-sub bab dutulis dengan huruf pertama setiap kata pakai huruf besar kecuali sambung, dan dibatalkan. b. Penomoran halaman; nomor halaman

Diajukan Untuk Memenuhi Peryaratan Menyelesaikan Program Pendidikan
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Di SMA PLUS AL-MA ARIF

3. Anotasi Ilmiah
Laporan Ilmiah Merupakan tulisan sehingga harus mengikuti aturan tulisan ilmiah. Anotasi adalah catatan, komentar atau kritik baik yang dibuat oleh penulis maupun oleh orang lain
a. Penulisan Kutipan

Di Susun Oleh :
Kelompok Ketua Sekretaris Bendahara Anggota : 1 (Satu) : Asep Nurdiyansyah : Ramdan : Jumriah : Lutfiah Masru¶ah Muffaidah (9941121258) (9941121292) (9930240178) (9941121314) (9930229715) (9941121341)

Dalam penulisan proposal, memasukan kutipan-kutipan dapat dibenarkan. Dengan kutipan disini dimaksudkan penulis skripsi mengutip kembali suatu pendapat, gagasan, pendirian, buah pikiran atau kesimpulan penelitian dari penulis lain atau milik sendiri yang telah dituliskan dalam sebuah buku untuk dibahas, ditelaah, diperkuat atau sebaliknya dikritik. Kutipan akan dijumpai paling banyak bagian isi proposal . Penulisan kutipan diatur sebagai berikut : 1) Teks kutipan langsung yang kurang dari lima baris ditulis diantara tanda kutip (´«.µ) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dimana nama pengarang, tahun terbit buku, dan nomor halaman harus ditulis secara terpadu didepan kalimat yang dikutip dalam teks. Contoh : Zirmansyah, (1993:146) menyimpulkan ´terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap pelajaran fisika dengan hasil belajar fisikaµ.

PONDOK PESANTREN ´AL-MA·ARIFµ
Jl. Cikande-Carenang KM 3 Songgom Jaya, Cikande Serang Banten 42186 E-mail almaarif_@ yahoo. co

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 9 )

Nama pengarang dalam penulisan daftar kepustakaan ditulis sama dengan nama yang tercantum dalam pustaka sumber. Baris pertama dari setiap penulisan daftar pustaka dimulai dari margin sebelah kiri, sedangkan baris berikutnya dalam satu daftar pustaka ditulis empat sampai delapan ketukan ke dalam dari margin kiri. Pengetikan daftar pustaka berspasi satu. Kecuali jarak antar kepustakaan yang satu dengan yang lain adalah 2 spasi. Jika ada dua karangan atau lebih dari pengarang yang sama, maka penulisannya, yang pertama nama ditulis lengkap dan berikutnya tidak usah ditulis lagi, sebagai pengganti, nama pengarang tersebut cukup diganti dengan garis sepanjang empat sampai delapan ketukan. Gelar keserjanaan atai title dalam penulisan daftar kepustakaan tidak boleh dicantumkan.
c. Aturan Khusus Penulisan Daftar Kepustakaan Penulisan daftar pustaka antara jenis referensi yang satu dengan yang lain perlu dibedakan. Adapun cara penulisan masing-masing jenis referensi tersebut adalah : 1. Penulisan daftar kepustakaan sumber dari buku. a. Buku sumber yang ditulis oleh seorang penulis saja. 1) Nama pengarang 2) Tahun penerbitan buku (titik) 3) Judul termasuk sub judul ´jika adaµ ditulis miring atau digaris bawahi (titik) 4) Tempat penelitian (titik dua) dan 5) Nama penerbit (titik) Contoh : Pringgodisurjo, luwarsih. 1982. Pedoman Tertib Menulis dan Menerbitkan. Jakarta : Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional LIPI. b. Buku sumber yang ditulis lebih dari satu orang dan maksimum tiga. 1) Nama pengarang (semua ditulis), lihat aturan umum poin 2. 2) Tehun penerbitan buku (titik)
3) Judul termasuk sub judul ´jika adaµ ditulis miring atau digaris bawahi (titik)

DAFTAR PUSTAKA

y _______ : Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta (1994) y Sadjana. Metode Statistika. Bandung : Tarsito (2005) y Singarimbun, Masri. Efendi dan Sofyan . 1987, :µ Metode Penelitian Survei LP3SES, Jakarta Direktorat Geologi , 1996 . Buku Tentang Ilmu Pengetahuan Alam , No. 7 /XI/Th. 1996 Subang Jawa Barat Dirjen Vulkanologi , Direktorat Geologi, Buku Pedoman Bandung Wikimedia Commons Museum Fatahillah Sudirman. Dkk. Ilmu Pendidikan Bandung : CV Remaja Karya (1987)Sugiono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Afabeta (1994) y Suharsimi. Arikunto Untuk Peneltian Suatu Pendekatan. Jakarta : Rineka Cipta (1998) y Sumber: PANDUAN PENYUSUNAN KARYA TULIS SISWA | SMP 2 PEGANDON ONLINE http://smp2pegandon.net/2011/06/15/panduan-penyusunan-karyatulis-siswa/#ixzz1UXyppckh Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alikel y Sutrisno Hadi. Metodologi Reseach I. Yogyakarta : Andi Offset (1980)

4) Tempat penelitian (titik dua) dan 5) Nama penerbit (titik) Contoh : Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002/ metodologi Penelitian Bisnis

Untuk Manajemen dan Akuntansi. Yogyakarta : BPFE.

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 11 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 16 )

1. Penulisan daftar kepustakaan sumber dari buku terjemahan; Dalam hal ini ada nama pengarang atau penulis asli dan nama penerjemah. Selengkapnya adalah : 1) Nama pengarang (titik) 2) Tahun penerbitan buku terjemahan (titik) 3) Judul buku dalam bahasa terjemah (titik) 4) Kata ´terj = terjemahanµ (titik) 5) Nama penerjemah (titik) 6) Tehun penerbitan buku asli (titik) 7) Kota penerbit penerjemah (titik dua) 8) Nama penerbit penerjemah (titik) Contoh : Ary, D.L.C. JAKOBS, DAN a. RAZAVIEH. 1998. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terj. Arief Furqon. 1982. Surabaya : Usaha. 4. Penulisan daftar kepustakaan sumber dari artikel pada majalah; Urutan penulisannya adalah sbb : a. Nama penulis/pengarang (titik) b. Tahun penerbitan artikel/majalah (titik) c. Judul tulisan (titik) d. Nama majalah (koma) e. Volume penerbitan (koma) f. Nomor penerbitan (titik) g. Nomor halaman (titik) Contoh : Djoemadi. 1984. Komparasi Dua Metode Demonstrasi dalam Pembentukan. Jurnal Kependidikan, Thn XXIV, NO. 1. : 99-110.

2. Penulisan daftar kepustakaan sumber dari berita atau artikel yang dimuat di surat kabar; Penulisannya adalah sbb : a. Nama penulis/pengarang surat kabar (titik) b. Tahun penerbitan surat kabar (koma) c. Tanggal dan bulan penerbitan (titik) d. Judul Berita/artikel (titik) e. Nama surat kabar (koma) f. Nomor halaman dengan terlebih dahulu mengetik huruf ´h. = halamanµ (titik) Contoh : Alfian, M. alfan. 2001, 7 Februari. Makna maneuver Politik TNI. Republic, h. 6. 3. Penulisan daftar pustaka internet; Referensi internet ditulis dengan urutan sbb : a. Nama penulis titik (kalau tak ada diganti dengan 7 ketukan) b. Tahun titik tanggal koma bulan titik (pada waktu mengkopi atau mendownload) c. Judul tulisan titik d. Nama internet Dan masih banyak lagi variasi bentuk karya ilmiah yang lain sebagai sumber kepustakaan, maka berdasarkan aturan umum dan khusus perkasus di atas dapat dibuatkan modifikasi terhadap bentuk-bentuk karya ilmiah yang lain.

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 13 )

Copy Right SMA Plus Al-Ma arif

( 14 )

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->