Anda di halaman 1dari 8

KETUBAN PECAH DINI

Fusarina Mumpuni Dimas Ryan Desetyaputra Kishern Mathavan Rizqi Amalia Paramitha Trianggono Bagus Arianto

MASALAH

Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu Dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan Dapat terjadi preterm maupun aterm

PENANGANAN UMUM
Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG y Lakukan pemeriksaan inspekulo (dengan spekulum DTT) untuk melihat cairan yang keluar (jumlah, warna, bau) dan membedakannya dengan urin y Jika ibu mengeluh perdarahan pada akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital y Tentukan ada tidaknya infeksi y Tentukan tanda-tanda inpartu
y

DIAGNOSIS
Gejala dan tanda selalu ada Gejala dan tanda kadangkadang ada Ketuban pecah tiba-tiba Cairan tampak di introitus Tidak ada his dalam 1 jam Riwayat keluarnya cairan Uterus nyeri Denyut jantung janin cepat Perdarahan pervaginam sedikit Gatal Keputihan Nyeri perut Disuria Diagnosis kemungkinan Keluar cairan ketuban Ketuban pecah dini

Cairan vagina berbau Demam/menggigil Nyeri perut

Amnionitis

Cairan vagina berbau Tidak ada riwayat ketuban pecah Cairan vagina berdarah

Vaginitis / servisitis

Nyeri perut Gerak janin berkurang Perdarahan banyak Pembukaan dan pendataran serviks Ada his

Perdarahan antepartum

Cairan berupa darah lendir

Awal persalinan aterm

PENANGANAN KHUSUS
 Konfirmasi

diagnosis - Bau cairan ketuban yang khas - Jika keluar cairan, tampung dan nilai 1 jam kemudian - Pemeriksaan inspekulo dengan spekulum DTT, nilai apakah cairan melalui ostium uteri atau terkumpul di forniks posterior - Tes lakmus (tes nitrazin) - Tes pakis Jangan lakukan pemeriksaan dalam dengan jari, karena tidak membantu diagnosis dan dapat mengundang infeksi

PENANGANAN
y y y y

y y

Rawat di rumah sakit Jika ada perdarahan per vaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta Jika ada tanda-tanda infeksi berikan antibiotika Jika tidak ada infeksi dan kehamilan < 37 minggu berikan antibiotika dan kortikosteroid dan lakukan persalinan pada kehamilan 37 minggu Jika terdapat his dan darah lendir kemungkinan terjadi persalinan preterm Jika tidak ada infeksi dan kehamilan > 37 minggu :
- Jika ketuban pecah > 18 jam berikan antibiotika profilaksis - Nilai serviks, jika sudah matang lakukan induksi persalinan. Jika belum matang berikan prostaglandin dan infus oksitosin atau lahirkan dengan seksio sesarea

AMNIONITIS


Beri antibiotik kombinasi sampai persalinan Ampisilin 2 g i.v setiap 6 jam, ditambah gentamisin 5 mg/kgBB i.v setiap 24 jam Jika persalinan pervaginam hentikan antibiotika pascapersalinan Jika persalinan seksio sesarea lanjutkan antibiotika dan berikan metronidazole 500 mg i.v setiap 8 jam sampai bebas demam selama 48 jam Nilai servik (matang atau belum matang) Jika serviks matang lakukan induksi persalinan dengan oksitosin Jika serviks belum matang berikan prostaglandin dan infus oksitosin atau lakukan seksio sesarea Jika terdapat metritis (demam, cairan vaginan berbau), berikan antibiotik Jika terdapat sepsis pada bayi baru lahir, lakukan kultur dan beri antibiotik