Anda di halaman 1dari 13

DISKUSI KELOMPOK OTALGIA

Kelompok A:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Adnan Hasyim Malahela Bonita Asyigah Masayu Mutiara Puspasari Ayu Ratnasari Nurul Sakinah binti Ismail Rashidah binti M. Jalil Prasaad Arjunan

PERMASALAHAN
y Bagaimana cara mendiagnosanya? y Apa saja diagnosis bandingnya? y Bagaimana penatalaksanaannya?

Definisi
y Otalgia y suatu keluhan yang timbul berupa rasa

sakit di telinga oleh karena penyakit yang ada di telinga atau penjalaran rasa sakit akibat suatu penyakit di daerah lain di luar telinga dengan karakteristik yang sesuai dengan berat penyakit yang dialami seseorang.

Gejala klinis yang dapat timbul


Bayi dan anak-anak: y rewel y sering menggaruk-garuk telinga atau menarik-narik telinga y gangguan pendengaran y Pada keadaan infeksi dapat disertai demam dan keluar cairan dari telinga, demam tinggi, kadang-kadang sampai kejang dan muntah. Biasanya sebelumnya didahului oleh batuk dan pilek.

Gejala klinis yang dapat timbul


Pada anak yang agak besar, remaja dan dewasa, Gejala yang sering dialami selain nyeri adalah y adanya perasaan penuh atau tekanan pada telinga, y gangguan pendengaran, y pusing dan y pada infeksi terdapat cairan yang keluar dari telinga y demam. y Sakit telinga akibat infeksi telinga yang sudah menyebar kedaerah mastoid atau daerah dibelakang telinga (mastoiditis), biasanya disertai dengan nyeri kepala. y Pada infeksi liang telinga (otitis eksterna) sering disertai nyeri ketika membuka mulut atau menelan.

Bagaimana mendiagnosis otalgia?


y riwayat sakit batuk, pilek dan demam, riwayat mengorek telinga

sebelumnya, riwayat naik pesawat.


y A. Tes fungsi

Tes Toynbee/Valsava adalah untuk mengetahui masih tidaknya fungsi eusthacius


y B. Tes pendengaran

Tujuan dari tes pendengaran adalah : Menentukan apakah pendengaran seseorang normal atau tidak. Menentukan derajat kekurangan pendengaran. Menentukan lokalisasi penyebab gangguan pendengaran.

Tes Suara
Tes Bisik : Normalnya tes bisik dapat didengar 10 15 meter.Syarat melakukan tes Bisik : 1. Pemeriksa berdiri di belakang pasien supaya pasien tidak dapat membaca gerakan bibir pemeriksa. 2. Perintahkan pasien untuk meletakkan satu jari pada tragus telinga yang tidak diperiksa untuk mencegah agar pasien tidap dapat mendengar suara dari telinga itu. 3. Bisikkan kata pada telinga pasien yang akan diperiksa. Kata harus dimengerti oleh pasien, kata dibagi atas : yang mengandung huruf lunak ( m, n, l, d, h, g ) dan yang mengandung huruf desis ( s, c, f, j, v, z ). 4. Suruh pasien untuk mengulang kata kata tersebut. 5. Sebut 10 kata ( normal 80 % ), yaitu 8 dari 10 kata atau 4 dari 5 kata.
1. Apabila penderita tidak / kurang mendengar huruf desis 2. Apabila penderita tidak / kurang mendengar huruf lunak

tuli persepsi. tuli konduksi

Tes Konversasi : Caranya sama dengan tes bisik, tetapi tes ini menggunakan percakapan biasa.

Tes GarpuTala.
Tes Swabach Tes Rinne TesWebber

Pemeriksaan Keseimbangan
y Berdiri normal y Berdiri kaki rapat y Berdiri tandem y Berdiri satu kaki y Berbagai posisi lengan pada tes di y y y y

y Berjalan sepanjang garis atau tanda y y y y

atas y Berbagai ggn keseimbangan pada y tes di atas Berdiri fleksi neutral ekstensi y trunk Berdiri side fleksi Berjalan memposisikan kaki tandem

tertentu Berjalan ke samping, berjalan mundur Berjalan di tempat Berjalan dgn berbagai kecepatan Berjalan dan berhenti dengan mendadak Berjalan membentuk lingkaran Berjalan pada tumit atau jari-jari kaki Berdiri mata terbuka mata tertutup (Romberg test)

Otalgia: Differential diagnosis


y Otalgia Primer
y Otitis media y Otitis eksterna y Mastoiditis supuratif akut y MT perforation y Foreign body y Polikondritis y Barotrauma y Miringitis bulosa

y Otalgia sekunder/

y Angina y Temporal arteritis y Zoster

Referred y Dental
y TMJ y Dental abscess y Poorly-fitting denture

y Oral cavity
y Tongue

y Sinuses y Throat
y Tonsillitis/pharyngitis y Eustachian dysfunction

y Neck
y Musculoskeletal

y Other
y Neuralgias y Tumors

Terima Kasih ***