Anda di halaman 1dari 5

ANAMNESIS

y Keluhan utama. Pasien harus didorong untuk mengekspresikan tujuan dari kunjungannya dengan menggunakan kata-katanya sendiri. y Penyakit yang diderita saat ini. Wawancana harus bersifat menyeluruh, tetapi tetap disesuaikan dengan keluhan utama pasien. y Riwayat medis dan pembedahan di masa lalu. Pasien harus diminta untuk menyebutkan semua masalah kesehatan yang penting. Obat-obatan yang di gunakan saat ini dan di masa lalu harus disebutkan. Semua reaksi alergi harus di catat. y Riwayat ginekologis. Aspek-aspek yang terkait dengan riwayat ginekologis pasien mencakup riwayat menstruasi secara rinci (usia menarke/menopause, lama siklus, dan lama menstruasi terakhir), riwayat pemakaian kontrasepsi, infeksi vagina dan panggul sebelumnya, riwayat seksual, dan prosedur pembedahan ginekologis

sebelumnya(termasuk biopsy dan operasi kecil lain). y Riwayat obstetrik. Semua kehamilan harus di rinci termasuk usia gestasi, komplikasi terkait kehamilan, dan hasil akhir kehamilan. y Riwayat keluarga. Riwayat keluarga secara rinci harus diperoleh. Penyakit-penyakit serius (diabetes, kardiovaskular, hipertensi) atau penyebab kematian untuk setiap individu harus dicatat dengan perhatian khusus terhadap anggota keluarga generasi pertama y Riwayat social. Pasien harus ditanya mengenai pekerjaannya dan dimana serta dengan siapa ia tinggal. Ia harus ditanya pula mengenai kebiasaan merokok, pemakaian obat terlarang, dan konsumsi minuman beralkohol. y Pengkajian system tubuh. Sebuah kajian yang diarahkan kepada gejala- gejala umum sangat berharga untuk mengungkapkan aspek-aspek kesehatan yang kelihatannya tidak berkaitan (menurut pasien). Hal-hal yang penting mencakup hal-hal yang bersifat konstitusional (penuruan/kenaikan berat badan, aliran panas yang tiba-tiba terasa), kardiovaskuler (nyeri dada, napas pendek), gastrointestinal (sindrom iritasi usus, hepatitis), genital dan saluran kemih (inkontinensia, hematuria), neurologis (mati rasa, penurunan sensasi), psikiatrik (depresi, kecenderungan bunuh diri), dan systemtubuh Lainnya.

pemeriksaan fisik 1.Pemeriksaan umum y Pemeriksaan fisik lengkap harus dilakukan pada kunjungan pertama dengan dihadiri oleh pendamping pasien. y Pasien harus diminta untuk membuka seluruh pakaiannya kemudian tubuhnya ditutupi dengan baju rumah sakit yang sesuai. 2. pemeriksaan abdomen y Abdomen harus diinfeksi dengan seksama untuk melihat kesimetrisan, luka parut, distensi, dan pola rambut tumbuh. Lalu dilakukan palpasi untuk melihat adanya organomegali atau massa, dan auskultasi untuk mendengarkan bising usus. 3. pemeriksaan panggul y Pemeriksaan panggul harus dilakukan dengan pasien berada dalam posisi terlentang di atas meja pemeriksaan dengan kaki diposisikan pada penahan kaki. y Pasien harus dalam keadaan santai mungkin. Anda dapat mendukung pasien mencapai kondisi ini dengan menjelaskan secara tepat apa yang akan anda lakukan sebelum anda melakukannya dan dengan melakukan gerakan yang halus. y Inspeksi perinuim mencapun penilaian pola rambut pada kulit, penilaian kulit, keberadaan lesi (gelembung, kutil, neviterpigmentasi), bukti trauma, hemoroid, dan abnormalitas pada badan perineum. Prolaps genital dapat pula dinilai dengan membuka labia secara perlahan dan memeriksa vagina sementara pasien mengedan (manuver valsalva). y Palpasi labia dapat mengidentifikasi kelenjar bartholin atau skene yang bengkak atau mengalami infeksi.

Pemeriksaa speculum dimulai dengan memilih jenis dan ukuran speculum yang tepat dan memestikan bahwa speculum telah dihangatkan terlebih dahulu, sentuhkan ujung speculum pada kaki pasien untuk membuat pasien waspada. Buka labia dengan hati-hati, pemberian tekanan kearah bawah mungkin akan membantu. Speculum kemudian diinsersikan dengan menempatkan bilanya melewati introitus dan mengarahkan ujung speculum dengan gerakan ke arah bawah menuju rectum. Bila speculum diinsersikan hingga seluruh panjangnya lalu dibuka untuk memeriksa servik. Saluran vagina harus diperiksa untuk melihat keberadaan eritema, lesi, atau secret, serviks harus berwarna merah muda, mengkilat, dan jernih.

Papanicolaou (pap) smear dirancang untuk mengambil sampel dari zona transformasi pada servik (pertemuan antara lapisan sel skuamosa vagina dengan lapisan sel kolumnar di saluran endiservikal). Bahan yang diperoleh kemudian diusapkan tipis-tipis pada slide microskop dan segera difiksasi dengan menggunakan spray. Alternative lain adalah dengan mengerokkan spatula untuk melepas sel-sel dan memasukkannya kedalam tabung sitologi berbasis cairan dan disiapkan untuk interprestasi sitologis.

Pemerksaan bimanual memungkinkan dokter untuk melakukan palpasi pada uterus dan adneksa. Dalam keadaan normal dan tidak hamil, uterus memiliki ukuran sekitar 6x4 cm (seukuran kepalan tangan). Ovarium normal berukuran sekitar 3x2 cm tetapi seringkali tidak dapat teraba pada wanita yang mengalami obesitas atau yang telah mengalami menopause.

Pemeriksaan rektovaginal dapat mengungkapkan informasi tambahan, terutama ketika organ panggul diposisikan di daerah buntuh posterior. Secara terpisah, pemeriksaan rectum yang dilakukan secara melingkar dengan jari yang digunakan untuk memeriksa dapat menyingkirkan kemungkinan adanya kanker kolorektal yang berlokasi di daerah distal. Dokter dapat pula mencatat tonus sfingter ani, (hemoroid, fisura, massa), dan memeriksa sampel tinja untuk melihat darah samar.

Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan Darah Lengkap : Hb: turun, Albumin : turun, Lekosit : turun / meningkat, Eritrosit : turun. 2. USG : terlihat massa pada daerah uterus. 3. Vaginal Toucher : didapatkan perdarahan pervaginam, teraba massa, konsistensi dan ukurannya. 4. Sitologi : menentukan tingkat keganasan dari sel-sel neoplasma tersebut. 5. Rontgen : untuk mengetahui kelainan yang mungkin ada yang dapat menghambat tindakan operasi. 6. ECG : Mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi, yang dapat mempengaruhi tindakan operasi. Tes-Tes Diagnostik Yang Digunakan Untuk Mengevaluasi Perdarahan Vagina Yang Abnormal
y

Seorang wanita yang mempunyai periode-peiode menstruasi yang tidak teratur memerlukan pemeriksaan fisik dengan penekanan khusus pada tiroid, payudara, dan area pelvis. Sewaktu pemeriksaan pelvis, dokter mencoba untuk mendeteksi polip-polip leher rahim atau massa-massa yang tidak biasa apa saja pada kandungan (uterus) atau indungindung telur (ovaries).

Pap smear juga dilakukan untuk mengesampingkan kanker leher rahim. Ketika Pap smear sedang diperoleh, sample-sample mungkin diambil dari leher rahim untuk menguji kehadiran dari infeksi-infeksi seperti chlamydia atau gonorrhea.

y y

Tes kehamilan adalah rutin jika wanitanya adalah premenopause. Perhitungan darah mungkin dilakukan untuk mengesampingkan jumlah darah yang rendah (anemia) yang berakibat dari kehilangan darah yang berlebihan.

Jika sesuatu pada latar belakang medis atau pemeriksaan fisik seorang pasien (atau keluarganya) menaikan kecurigaan seorang dokter, tes-tes untuk mengesampingkan kelainan-kelainan pembekuan darah tertentu mungkin dilakukan.

Adakalanya, contoh darah akan diuji untuk mengevaluasi kelainan-kelainan fungsi tiroid, fungsi hati, atau ginjal.

Tes darah untuk tingkat-tingkat progesterone atau pemetaan temperatur tubuh harian mungkin direkomendaikan untuk membuktikan bahwa wanitanya berovulasi .

Jika dokter mencurigai bahwa indung-indung telur gagal, seperti dengan menopause, tingkat-tingkat darah dari follicle-stimulating hormone (FSH) mungkin diuji.

Tes-tes darah hormon tambahan dilakukan jika dokter mencurigai polycystic ovary, atau jika pertumbuhan rambut yang berlebihan hadir.

Ultrasound pelvis seringkali dilakukan berdasarkan pada sejarah medis dan pemeriksaan pelvis seorang wanita.

Jika seorang wanita tidak merespon secara cukup pada perawatan medis, jika ia berumur lebih dari 40 tahun, atau jika ia mempunyai perdarahan vagina yang gigih diantara periode-periodenya, sebuah contoh dari lapisan kandungannya (diistilahkan endometrial sampling atau endometrial biopsy) seringakali dianalisa. Endometrial sampling membantu mengesampingkan kanker atau prakanker pada kandungan, atau ia dapat mengkonfirmasikan kecurigaan bahwa seorang wanita tidak berovulasi.

DAFTAR PUSTAKA: http://www.totalkesehatananda.com/vaginalbleeding6.html