PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

seperti buku-buku sebelumnya. baik oleh para peneliti. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. Sri NIP. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. 14001175 . Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Volume II (1989) dan Volume III (1991). Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. Dengan Buku ini. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Maksud penerbitan ini. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. terutama di perguruan tinggi.

Medan Fakultas Farmasi. Universitas Padjadjaran. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hasanuddin. Bogor 17. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung.FK UGM 13. Yogyakarta Fakultas Biologi.DAFTAR SINGKATAN 1. Institut Pertanian Bogor. JF FMIPA USU 9. FB UNSOED 5. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Universitas Brawijaya. LIPI. FP UNBRA 18. 2. Universitas Brawijaya. JF FMIPA ITB 3. FTP UGM Jurusan Farmasi. P3 Biol 16. Universitas Indonesia. Malang Fakultas Pertanian.FKUI Fakultas Pertanian. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Purwokerto Jurusan Kimia. Universitas Andalas. Bandung 4. Institut Teknologi. Universitas Padjadjaran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. FKH IPB 19. JB FMIPA UNPAD 7. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Padjadjaran. Bandung Jurusan Biologi. FKH UGM 12. Universitas Sumatera Utara. JF FMIPA UNAND 15. Jakarta 111 . Bogor 14. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Institut Teknologi Bandung. Universitas Gadjah Mada. Bandung Fakultas Kedokteran. FF UGM 10. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. PPPS ITB Jurusan Farmasi. Bandung Fakultas Biologi. Yogyakarta 11. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Universitas Gadjah Mada.FKUNPAD 8. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Jenderal Soedirman. Bandung.JKFMIPAUNPAD 6. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. FP UNHAS 20.FKUNBRA Fakultas Kedokteran.

) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. 2. Pengaruh pinang (Areca catechu L.(4recfl cafcc/w L. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. Srikaya. 2. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L.) Achras zapota L. Ageratum conyzoides L. . Aneilema vaginatum R. martnelos (L. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. di laboratorium 88 5.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R.* 2. 3.* ocddentale L. 90 herba Artemisia annua L. 8. o* Isolasi.NO. yang tumbuh di Sukabumi. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Jeruk maja. ^rtfl/ww cotnosus L.Br. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H.) Pengaruh ekstrak: 1. 88 79 13. terhadap kesuburan pada mencit 3. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. 86 (Ageratum conyzoides L. Kemlegi. Antidesma tetrandrum Bl. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. Srikaya.) Corr. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. 3.) pada tikus putlh galur Wistar 6. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. Jeruk maja. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7.) terhadap Ascaris lumbricoides var. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Antidesma Suroso dkk. ^4/mo/wz squatnosa L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. Allium sativum L. Cianjur dan Garut Isnaini . Br. Artemisia annua L. Suroso dkk. Kemlegi.

Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L.' 24. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. 27.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Calophyllum inophyllum L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. 17. 20. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L.' klon teh (Camellia sinensis L. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. Artemisia vulgaris L. 25.Br./4/temM/fl vulgaris L.* Isolasi. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. Berg. Bmgtnansia suaveolens B. Juss. klasifikasi. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L.' 26. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.* Baeckea frutescens L. 21. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. Takbir Siregar FFUGM 86 .) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. Azadirachta indica A. Juss. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Baeckea frutescens L. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. yang tumbuh di Indonesia 16.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad.NO.

) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 . jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Catharanthus roseus (L.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Citrus grandis (L.* 36.* Coleus atropurpureus Benth. Don. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk. Cassia siamea Lamk. dari Tangerang dan Bandung 33.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. Don. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. Cocos nucifera L.) Osbeck. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.J. Citrus nobilis Lour. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N. (jeruk keprok) 86 38. varietas Tinnevelley Yolanda P.) G. Centella asiatica (L. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl.. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L.NO. Andy Zul Izwar 90 32. I. JF FMIPA ITB 90 40.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.) G. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Cassia angustifolia Vahl. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31.) 86 Purba A.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37. Budi Utama 39.

* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44. Badjongga HTS. & Zyp.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. zedoaria (Berg.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41. trigliserida. dan HDL- Pramadhia B. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. & Zyp. *.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma.* Roxb.) Sangat Roemantyo. domestica Val." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia .W. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L. Curcuma heyneana Val." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. J." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kolesterol total. 42. 50.) 45.NO. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk. H. Curcuma domestica Val. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val. Curcuma xanthorrhiza Roxb. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val.) M.) dan rimpang kunyit (Curcuma M. P3 Biol 89 46.* Curcuma mangga Val.

' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.) terhadap kadar SGOT. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.) terhadap kadar SGOT. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.NO.) terhadap kadar SCOT. kloroform dan metanol .

* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg. 67. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Daucus carota L. Sondang Komariah S.* Durio zibethinus Murr. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.) 69. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 .) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.NO.) Roscoe zedoaria (Berg. Datura stramonium L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61. 70.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. Escherichia coli. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. UNPAD 88 (Daucus carota L. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val.) Roscoe Askadi Reeky Charles P. Deiist. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.

) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. Isolasi agar dari Gelidium sp. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. Badjongga HTS. ITB dkk. 77..* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. Eleusine indica Gaertn.) Griff.* 80. H. (Gardenia florida L.W. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq.* Elephantopus scaber L. 76.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. dkk. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75.) Griff. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. JF FMIPA ITB 89 87 80 73.* 84. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L.) Griff. C. FMIPA 81 prunifolia Jack. Retno Damayanti Ngatijan & R.) Aty Widya Warayanti N. dan Gracilaria sp.) Griff.) (GraptophyUum pictum (L. mangostana L. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour.* T. Gelidiwn sp. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val.NO. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.) Stend. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Karakterisasi komponen kimia minyak 78.* 79 79. longan (Lour.) WahyuArdi ITB .) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. Gardenia augusta Merr. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. Eka Susanti H.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr.* 74. yang RukmiatiK.

Hevea brasiliensis Muell.) Poit.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.) Beauv.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95. 91. 88.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. (Kleinhovia hospita L. Hyptis pectinata (L. JF FMIPA ITB 86 94.) Stuntz. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 .) 86. Kaempferia pandurata Roxb. galanga L.) Merr. Udju Sugondho dkk. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96.* Languas galanga (L.) Merr. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.NO.) Merr. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L.* Imperata cylindrica (L. Arg.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. 90. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk.) Beauv. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85.). Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.

terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99.G. Rob.* 104.an mindi (Melia azedarach L. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S. var. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.NO. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. Leucacena glauca (L. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. Rob.) Benth.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var.) Pers.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. 103. A. var. & V. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106. B.) C.) Pers.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110.* 107. B.) Benth.) I.* 102. diversifolia Bl. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105.* Litsea glutinosa (Lour. B. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97.&V.* Litsea accedentoides K.)Pers. 98. littoralis Blume. Melastoma malabathri cum 109. Manihot utilissima Pohl. P. Melia azedarach L.* Litsea monopetala (Roxb. 90 90 108.) C. Hesti accedentoides K. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.) C. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. kulit batang dan buah tumbuh. Nandini JF FMIPA ITB 87 .) muda.

113.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo.NO.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.) 89 ITB Aryetti 118. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl. 123. 115.) N. 124. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L.) Horan 120. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng.) 89 84 oleifera Lamk.* Ocimum sanctum L. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour.) etythrophylla 116.* Oldenlandia corymbosa L. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L.* Pachyrrhizus erosus Spreng. 80 Sugiarso dkk.* Myristica fragrans Houtt. Nicolaia speciosa (Bl. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. Musaenda Schum.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114. C. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L. 122.* Morinda citrifoiia L.) harja N.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. 117.. H. Momordica charantia L.) Enny Ratnanlngsih 87 .

) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc.) Haojahan. Parkia biglobosa Auct. & Magn. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct. Phaseolus vulgaris L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. Rahayu Nurohman 86 131. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) Bei & Cav. Piper cubeba L. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L. 130.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L.* Pithecellobium lobatum Benth.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L.* Picrasma javanica Blume 134. 133. Piper belle L. Benth.) 136. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.' 129. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. Benth.Np.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L.* A. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L.* Physalis angulata L. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.

78 148.* Polypodium feei Mett. 139. Brown.* Pluchea indica L. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.* Polygonium perfoliatum L. 140.) terhadap bobot badan. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk. Rhodomyrtus tomentosa W.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Ait. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB.) Morr. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. Clarke 12 87 Nining . PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138.* Psophocarpus tetragonolobus DC. 87 Samanca saman (Jacq.* Pleomele angustifolia N. Ait. 142. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.NO. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. Zuariah Yusuf dkk.) Morr. Ridley 149. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq. 147. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S. 143. Mohamad Istari Lianuta. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. E. 141. Christ Natanel Zulfadly N. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. E. FPUNHAS 81 145.* Sapium baccatttm Roxb.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb.* Psidium guajava L.* Ricinus communis L. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W.

* Stevia rebaudiana Bertonii 157. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. 156.* Stephania corymbosa Bl.NO. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161.* Solanum melongena L.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. var. 2. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Srikaya. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L. Solanum tuberosum L. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. Kemlegi. Samekto Wibowo dkk.* Solanum laciniatum Ait. terhadap ovarium tikus. Harmaini MJD.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. 154. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. Jeruk maja. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. Tectona grandis L. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. 162.* Pengaruh ekstrak: 1. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L.* 158. 3. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. var.* Symphytum officinale L.

) K.* Voacanga foetida (Bl.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174. & Thems. Rusjdi Djamal dkk. 173. & Thems.) Miers ex Hook f.* brotowali.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167.* Trigonella foenumgraecum L.* Tristania swnatrana Miq.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B.) K. 86 169. Tinospora crispa (L. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171.) K. Schum. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164.) in vitro Z. Thevetia neriifolia Juss. 172.) Miers ex Hook f. Schum.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .* Tinospora crispa (L. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.I) K. & Thems. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165. Schum. Tinospora crispa (L.NO. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali. Schum. 170. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L. 166.) Miers ex Hook f.

Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. Soekeni Soedigdo Suharti K. 180. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. Schum. JFFMIPA ITB 87 N. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L. 178.) K. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah.) 182.* Lain-lain 186. 181. 179. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. 184.* Woodfordia floribunda Salisb.* Zingiber officinale Roxb. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175.* 176. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. 183. Suherman 185. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays).) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk.) K.NO.* FK UI 78 dkk. Schum.* Zingiber ottensii Val. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L.* Zingiber aromaticum Val. 81 Woodfordia floribunda Salisb. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. 15 .* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val.

88 192. Jawa Barat Lain-lain 87 190. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. Sangat P3 Biol Roemantyo. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. 84 85 201. 197.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk.* 88 16 . 86 195.* 200. H. Jamu in the past. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188.* 198. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. H. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. 196.NO. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. H.

P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. Indonesia 211. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. H. H. H. 214.* 212. P3Bioi Sangat Roemantyo. Sutanti BRN dkk. Sri Hertati Burhanud- 208. H. Sangat 205. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Riswan S. Wulangi dkk. Sangat P3Biol Roemantyo. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . Javanese medicinal plants. H. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. S .* 203. Sangat 89 207. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. 90 17 . H. Central Kalimantan. P3Biol Sangat Roemantyo. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Indonesia" Lain-lain 204. Sutanti BRN dkk. Kartolo S. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. H. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S.NO. 79 90 ' 202.

sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . yang terdapat dalam kuning (param). NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo.NO.*.

ABSTRAK PENELITIAN .

Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. 30 mL. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. 30 mL. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. 50 mL dengan LCso sebesar 19. 1987. di laboratorium SUNOTO. 40 mL. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. menunjukkan adanya tiga komponen utama. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. Isolasi. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. (A. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. (No. Setelah diuapkan.69%. P (No. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. Tingkat larva A. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. bahwa larva A.) dengan metode kromatografl kolom. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. Diperoleh cairan kental kekuningan. 1988. Banyaknya larval. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L.33 mL dan LC95 sebesar 47.28%. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. Ageratum conyzoides L^ (A. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. conyzoides 0 mL. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. eugenol 5% dan sianida (HCN). Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama.) TUTUK BUDIATI. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan.) HARLIA DJUHARDI. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. Kematian larval. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. Hasil percobaan menunjukan. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15.0669 atau 6. 1990. 20 mL. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B.78). aegypti instar II. eter dan etilasetat. conyzoides.6528 atau 65. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. JO mL. Pemberian suspensi ekstrak A. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata.

. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir.asal. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. (No. bentuk jarum. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. sterol. suhu lebur 225°C. alkaloida. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).01%. 1979. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. berupa pohon atau semak. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. hasilnya tidak berbeda nyata. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. sebanyak 0. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. sedangkan komponen tambahan. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0.001%. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. 1986. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). terutama jenis alkaloidanya.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. flavonoida. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. . jarak lebur 271-271. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. jarak lebur 258-259°C. yaitu: alkaloida T.) muda MULYOTO. 1988. (No. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0.2 mL. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. (No. berupa kristal putih.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0.5°C. 9*) ANANAS COMOSUS L.0038%. sekitar 5%. 6 (enam) hari. MACHMOED AZHAR dkk.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. dan senyawa peptida bukan alkaloida. glikosida. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. 4 (empat).

Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida.Contoh dari Jakarta Barat. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. 2. Informasi tentang kandungan kimia. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. (No. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. dibiarkan 24 jam (kelompok I). vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok.). Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. SIDIK. 72 jam (kelompok III). Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Isolasi. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. kromatografi lapis preparatif. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. tidak mengandung senyawa saponin. Kepada tikus kelompok I-V. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. fenol. IMONO ARGO DONATUS. berbau khas. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. senyawa triterpenoida asam dan tanin. kloroform dan metanol. berwarna putih. klasifikasi. 21 . Tikus kelompok VI-X. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. berwarna kuning. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. Jakarta Timur. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. tidak berbau. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. alkaloida. yaitu sitosterin.25 mL/kg bb. tidak berasa. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Jakarta Selatan. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. yaitu sitosterin. 1981. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. flavonoida maupun glikosida. (No.. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). 48 jam (kelompok II). 1981. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. klasifikasi. kromatografi lapis tipis. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad.. tanin. Teridentifikasi adanya minyak atsiri.) YETTY SUPATMIJATI. 1981. WAHYONO. (No.

. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. bilangan penyabunan 200.83 cP. Indonesia Timur.62. bilangan ester 199. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko. nm25=66. semua tikus diberi CCLj 1.47%. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.) EVA SARIFAH HAYATI. oleat dan linoleat. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. karotenoida dan sitosterol. 1988.25 mL/kg bb. kadar abu 4. natrium. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. stearat. XII. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. yaitu: bilangan yodium 99. 1988. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. kalsium dan besi.71. biarkan lagi berturut-turut: 24. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. dan 96 jam untuk kelompok XI. Kelompok XI XIV.56. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. daun pemeliharaan. ternyata mengandung tanin. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. 22 . dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. daun indung dan daun tua.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung.94. (No. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. biarkan 24 jam. bilangan asam 0.. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. daun pertama. (2) klon TRI2025. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. biarkan selama 24 jam. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. tokoferol. daun kedua. 48..). kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. membuat sabun. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. diperlambat oleh vitamin E. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. d30 = 0. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. kadar 40% b/v. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. selalu berdaun hijau. n<j 25 = 1. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri.9265. FiHphia dan daerah sekitarnya. atau untuk penerangan. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta.) JOHANSYAH.4762. yaitu: (1) klon TRI 2024. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti.006%.hijau dan teh hitam.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. bilangan penyabunan. daun ketiga. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. senyawa tak tersabunkan 1. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. antara lain klon. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. tangkai muda. (No. viskositas dan bqbot jenis. 72. 24*) CAMELLIA SINENSIS L.

23 .68%.67%.02%. tidak mengandung tanin dan enzim papain.5 nm dan 295.0 nm. tangkai muda: 1. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.33%. daun indung: 1. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula.307.5 nm. tangkai muda: 2. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. daun tua: 1. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. daun pemeliharaan: 1. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.18%. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L.91%.30 sampai 0. daun pertama: 4. daun tua: 1.06% dan 24. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.35. daun tua: 1. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235.92%. abbreviatum F.49%.61%. daun indung: 1. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025.73%.88%.13%. daun kedua: 4.84%. daun ketiga: 2. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan.9748 bagian per juta.50%. tangkai muda: 2.) PRITA KRESNA. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. daun ketiga: 2.81%. b) daun pertama: 4.23%. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.). Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. (No.20%.50%. daun kedua: 3.38%. (No. 247. 1987. 1980.48%. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform.30 sampai 0. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L. 321.22%.49%. daun ketiga: 2. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4. 26*) CARICA PAPAYA L. daun pemeliharaan: 1.. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.0 nm dan 280. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. yaitu masing-masing adalah 23.57%.0 nm. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975).0 nm dan 290.63%.51%. b) daun pertama: 3.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. tangkai muda: 2. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. daun pemeliharaan: 1.48%}. daun kedua: 2. Kemudian direfluks selama 2 jam.31%.0 nm.16%. L.5 nm. 247.74%. daun indung: 1. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. daun kedua: 3. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var. daun indung: 1. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar.86%. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. daun pertama: 4.70%. yaitu dengan bobot molekul 293.37. daun tua: 1. longum S.). dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. daun pemelihara: 1. daun ketiga: 2.

41%. 29*) CASSIA ALATA L. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. inframerah. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. (No. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. 1987.8904 cP. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L.Untuk bahan makanan. 1986. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. 1 gugus metilen. yaitu 2. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl.) Osbeck. Diperoleh kristal jarum. Dari kulit buah Citrus grandis (L.) Osbeck.70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang.82% berat basah. memberikan reaksi positif alkaloida. DlAN NURYANl. segar diperoleh pektin sebesar 0. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. 36*) CITRUS GRANDIS (L.) Osbeck. (No. serta bobot molekul 174. bahan diduga gramina. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. dan kadar protein rendah.26%. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. salep scrap. dengan viskositas 0. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. dengan metode 24 . 1987.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik.) OSBECK. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. yaitu terutama kulitnya. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. rasa pedas getar. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. Citrus grandis (L. (No. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar.

jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. dibagi menjadi 4 kelompok. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu.15 kg.1).1 ± 0.4 ± 0.1 kg. Data spektrum ultraviolet. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba. Kelompok I sebagai kontrol. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. (No.7%. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis.. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk.5% dan dosis 5 mg/kg bb. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. kelompok II = 1.917 kg. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. 1986. umur kira-kira 6 bulan. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. 1981. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. (No. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0.5%.2%. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi.oleh 4.. kelompok HI = 1.72 ± 0.5 mL/kg bb.5 mL/kg bb. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. SUWARJlHERYANA. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0.829 kg.32 ± 0. cacingan. di samping sebagai pencuci mata. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda.. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. (No. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0.1987. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. saponm dan minyak atsiri. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb. fiavonoida. tiap 4 minggu sekali.penyabunan diper. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH.. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. diambil secara random. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour. tiap minggu sekali. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. dengan metode pektase: 2. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. Ke25 ..047%. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. luka-luka kecil. kelompok IV = 2. wasir. Dua belas ekor domba betina. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. adalah hesperidin flavonon.05).

Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. CH2. Gunster Honvad dan Rao (1964). Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin.38%. CH3. 26 . Wmkler antara lain Kaiser (1932. isotasi zat berkhasiat. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. (No. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. dan kromatografi gas.5 mL/kg bb. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val.005%). terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid.) P TETI SURYETi. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. (No. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. C = C .) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL.6%. menimbulkan pertambahan bobot badan domba.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. tetapi juga tidak nyata (P < 0. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. 1988. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. SEMANGAT KATAREN. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. (No. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. 1988. 1986.1933). yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. serta gugus aromatik. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. & Zyp.

trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. 20 mg kurkuminoid + tween + air. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. eter minyak tanah-heksan-aseton. masing-masing: tween 80. kromatografi gas dan kolom. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. Basil menunjukkan bahwa. 27 .Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. eter minyak tanah-aseton. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid.) terhadap kolesterol total. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. 1988. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. b) refluks dengan aseton. dan kadar kurkuminoid isolat. eter minyak tanah-etanol. etanol. AMIR HAMZAH MAUZY. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. (No. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. 1987. 3% kolesterol. (No. monoterpen-0. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. heksan. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah.kolesterol. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama..

Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter.05 mL/kg bb. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 15 mg dan 20 mg. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. Bottger. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). 1987. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. yang 28 . yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. (No. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. N. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. N. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. Kelompok V. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. 10 mL ekstrak air temulawak. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. 1987. masing-masing: 3% kolesterol.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. 1988.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER.. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok.) terhadap HDL-kolesterol. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0.. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg.05 mL/kg bb. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb.

Hasil dari penelitian ini adalah: 1. (No. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. amilum. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. 1988. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. Kelompok IV. asam stearat. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. 10 mg. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 1987. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. berbau khas. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. perlu dilakukan. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci.) terhadap kadar SGOT.) terhadap kadar SGOT. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. 8 mL dan 10 mL secara oral. Kelompok I adalah kelompok kontrol. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. magnesium stearat). setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. 2. 10 mg. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. b) pada suhu sampai 60°C. Dengan menentukan kadar bilirubin total. 15. (No. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. 15 mg. masing-masing 6 mL. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. 29 . JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. berasa pahit pedas.

yaitu: 5. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis.84 ± 0. (No. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. 8) Garut. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. 2) Surakarta. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. waktu panen dan pengolahan. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. kloroform dan metanol. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. 4) Yogyakarta. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. dan terkectl dari daerah Purwodadi. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. (No. yaitu: a) metode cakram kertas. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. 3) Tawangmangu.(No. 5) Bumiayu. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. 1986.44 ± 1. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri.80%. menggunakan pelarut eter minyak tanah. b) metode perforasi dan c) metode kontak. 6) Cirebon. 1987. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. yaitu: 31. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. 1986. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. 9) Sragen. kloroform dan metanol. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl.12%. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. 7) Tasikmalaya. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. kloroform dan metanol. Di antara ketiga metode pengujian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. 1979.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. 1988.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. ACHMAD MUSTAFA FATAH.(No. (No. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. semua mengandung senyawa diosgenin. bobot badan antara 10-12 kg. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. daun. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian.). sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. terbukti mengandung senyawa diosgenin.30 atau sekitar 14 jam. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. 1979. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. (No. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. siang dan sore. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr.00 sampai jam 8. yang banyakadalah untuk Indonesia. Turn. 31 . agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. tanpa memandang spesies. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. yang menurut penelitian ini. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Selain itu juga buah. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul.

(No. demam. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis.18 mg. 32 . FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. Wonosobo. 1987. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. Dengan melakukan ini. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. cacingan dan diare. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida.) ATY WiDYAWARUYANTI. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. Ambarawa. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai. sensitif sedang pada dosis 3. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn.) STEND.6 rag dan 3.(No. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin).6 mg ekstrak. Bacillus subtilis. COKRONEGORO 1981. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. Temanggung. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. tumbuh liar sebagai gulma. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN.18 mg. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour.4 mg dan 5. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.4 mg. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis.. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. dan sensitif sedang pada dosis 5.) Stend. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. (No. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. 1986. kloroform dan metanol. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K.cara infundasi.5%.) suku Graminae. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. tanin. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. Dengan cara penentuan seperti di atas. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang.

C = O. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. benzen dan metanol. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. H. 1979. buah tersebar di daerah tropis.dapat dimakan. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Turner dan Andrew Wilson. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. dengan Spektrum pe33 . C-H. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. etilasetat dan n-butanol. R. CHC13:etilasetat (1:1). lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. C = C.. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. kadar dan gugus fungsi yang ada.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. keluarga Guttiferae. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. 1990. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat.) pada "rat" NGATIJAN. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. HERMANSYAH AMIR. (manggis. ( No. (No. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. YUDONO. CHC13 dan CeHe.

etil benzoat. dan 750-60 cm'T. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. dan diduga adalah mangostin.. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. SUTJIPTO HALIM. yaitu var.) Beauv. viride. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762).) Beauv. pictum. Indonesia.d Brink Jr. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. GC-MS serta spektroskopi inframerah. pembuatan diskripsi. 34 . JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. var. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian.) BEAUV. Hal ini disebabkan.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. Griffith (1854). di Malesia WIWIK HERAWATI. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. lurido-sanguineum. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. tidak dapat dipakai lagi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang.) Griff. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. 1986.1400-1200. (No. album dan lurido-sanguinem.) GRIFF. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. linalol. flavo-rubrum. var. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. benzil asetat. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. var. 1989. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. N. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut.1650-1450. Miquel (1850). Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. var. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. pemeriksaan spesimen herbarium. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. seperti pada xanthone standar. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. (No. yaitu pada: 1750-1650. album. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. kromatografi gas. (Gardenia florida L. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. rubrum dan var. dan BIndonesia. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. yang dikenal dengan nama alang-alang. beta-mangostin dan gamma-mangostin.) Griff. linalil asetat dan stirolil asetat. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. 1987. GC-MS. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut.

Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. (No. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. Kumarin tidak ditemukan.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. 1989.. Silybiwn marianum L. termasuk Indonesia. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. Curcuma xanthorrhiza Roxb. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. 60% dalam dasar salep hidrokarbon.. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak).Katimaha (Kleinhovia hospita L. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. asam vanilat dan vamlin. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. 1\imbuh-tumbuhan itu. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. STUNTZ. emulsi ah. parutan dan air perasan. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. 1981. 400 mg dan 600 mg/kg bb. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4).. asam benzoat. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg.. N. dengan dan tanpa penambahan asam cuka.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. Phyllanthus niruri L. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. penyakit kumng dan hepatitis. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. Eclipta alba Haask. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb.dalam minyak (A/M). Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. antara lain: Curcuma domestica Val. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. 1979... sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . diberi CCLi dan air suling 2 mL. N. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. 30%.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. jamur Microsporum gypseum.

dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. No.Microsporum gypseum. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. HESTI BUDIATI. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. 1989. 2. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Data spektroskopi ultraviolet. Salah satu genus Dalam percobaan ini.O diasetil aktinodafnin. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. inframerah dan NMR menunjukkan. 9 dan 10. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. yang pada umumnya jenis apomorfin. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. Laos yang dikeringkan. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. & V. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. 1989. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. & V. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. (No. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. baik jenis merah dan putih. Selanjutnya. obat kanker dan sebagainya. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. isolasi alkaloida. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides.

Rob.) C. ROB. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. var. 0.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. B. ADEL ZAMRI. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. B. Rob. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. littoralis Blume. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. 37 . salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL.) C. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren.74. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis.C. 0. B. Rob.69 dan 0. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. JK FMIPA ITB (Lour. littoralis Blume. ROB.dan Rob. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C.19. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya.) B. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. (No. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour.) C. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. 1989.35. var. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. bahwa alkaloida 1-N. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. var. Dengan spektroskopi. Bercak kedua dengan Rp 0. NMR dan GC-MS. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. B. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. inframerah. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis.) C. 1989. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. inframerah dan GC-MS. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. (No. littoralis Blume. HELMI. (No.) C. benzen dan metanol sebagai fase gerak. VITA SOPHIATA.diperoleh dari aktinodafnin. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak.kandungan alkaloidanya. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. Dari kelima bercak tersebut. 0. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. 1990.51. B. var. Jika zat ini benar. belum diteliti lebih lanjut.82. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia.

Pemisahan. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. 0.) C.28. Ddafnin. 0. 9 dan 10. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi.) PERS. yaitu penghilangan lemak. (No. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. 9. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. 0. Senya. B. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. 0. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. Rob.(No.53. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 2.) Pers. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. B. NMR dan GC-MS. Dari sini didapatkan tiga fraksi. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. Dari ketujuh bercak tersebut. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10.41. S FERI HERLINA ANWAR. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. SRI WlDARTI. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. ASEP ADI SUPRIHATNA.5-177°C.34. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin.32. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. var. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan.) Pers. kadar 0. aporfin dan morfinandienon. 0. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB.) PERS. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama.) C. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. kromatografi kolom. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. Pemisahan. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour.01%. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. isolasi alkaloida. asam lemak dan arabinoksilan.75. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. 2. inframerah. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. 1990. 1989.) Pers. 1989. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174.57 dan 0. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik.

1550-1515. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. b) dalam HC1 2N: 217 nm. 1366. 1445. 1548-1515.1724. 1212.257). Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen.1408. natrium.1497.76136. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. dengan karakteristik fisik sebagai berikut.611-3. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. 1689-1639. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. 3125. 1250. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. 3250.251-0. protein. 1323. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.314-0. Fraksi II: a) 216 nm. fosfor (0. nitrogen (2.000-0. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. 2778.1303. 2857. 235 nm dan 315 nm. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan.806-10. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. 1608. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan.2778.112).1053. 2850. 3250. minyak (35. kalium (0. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK.327). (No. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff.1449. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral.(No.0810.1053.714).006).021-42. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk. 1979. magnesium.014). protein (7.950. YUN MEDIA HANDAYANI.571). 2300. 1163-1149. 39 . Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya.1389.1253-1117. 1235. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. asam oleat (10. 1989.1020. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm.1031. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. 1706. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. magnesium (0. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. 1362. nitrogen.623). fosfor.430). minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor.1101. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS. natrium (0. Mayer dan Bouchardat. 1497. 235 nm dan 315 nm.081-0. c) pada NaOH2N: 240 nm. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides).1689-1639. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. kalium. Fraksi II: 3750.

putaran optik.6. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. (No. bilangan asam 5. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. Bacillus subtilis. betafelandren. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989.4572. kelarutan dalam alkohol 20%. SUDARSINI. bilangan asam dan bilangan penyabunan. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus.24. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. indeks bias (20°C): 1. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. diekspor juga dalam bentuk minyak. indeks bias pada 20°C.8254. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. bilangan penyabunan 31. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan.844. Hasil uji dapat disimpulkan. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt.64. 1989.). Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). (No. p-simen. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. beta-pinen. putaran optik: + 10. larut dalam 2. 1984. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. ayan. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK.24%. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis. Tetapi selain dalam bentuk biji.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt.5 volume alkohol 90%. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri.4255. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0.5379. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. sisa penguapan 2. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. sisa penguapan.3%. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. kamfen.(No. 40 . antara lain untuk mengobati penyakit kulit. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.

Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. Isolasi. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. 2. geranial dan karyofilen. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. OL. CH dari metil dan metan. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. 3. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. OLs. (No. C = O. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. Ocimum L. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. suku bahan campuran makanan.). 121*) OCIMUM SANCTUM L. (No. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. serta C = O dari karboksilat. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik.2. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. inframerah.FF UGM ldenlandia corymbosa L. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. sedrol. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum.2 dengan jarak lembur 41 . Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. 1981. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. C-O. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. sering tumbuh secara liar. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. C = C. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. 1987. dari suatu alkohol. Senyawa OL. SUDARSONO. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. C = C. 1987. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. kromatografi gas dan kolom. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Dilakukan percobaan isolasi.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya.(No. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. dan GC-MS. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. Unalol.

di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. (No. Terdapat juga mineral: kalsium. besi. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. yang diduga mengandung saponin atau rotenon.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Salah satu bercak (Rf = 0. inframerah. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. 4. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. 1986.115-118°C. aluminium dan silikon dalam abu total. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. bentuk kristal. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. 1987. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. skrining fitokimia. yakni suhu lebur. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. triterpenoida dan steroida. Beberapa pustaka menunjukkan. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. ENNY RATNANINGSIH. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. Kadar yang diperoleh adalah 0. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. ekstraksi. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. RAHAYU NUROCHMAN.07%. tanin. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . 1986. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. flavonoida dan glikosida. saponin. A. (No. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. sedang yang beracun adalah fraksi lain. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. ekstraksi pelarut-pelarut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya.84). spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. (No. Stfat-sifat fisik. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. Data spektroskopi ultraviolet. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. menunjukkan lima bercak.). 128*) PHASEOLUS VULGARIS L.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. flavonoida. JK FMIPA ITB Pdarah. nikel. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida.) P DEDISOFYAN.

(No. 1250 cm"1 (regang C = C-O). kalsium. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. masih satu ordo dengan tanaman ginseng.57 menunjukkan satu bercak jingga. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). 132*) PHYSALIS ANGULATA L. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. (No. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. 1989.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. 1770. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. 2920 cm'1 (C-C-H). 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). 1540. di samping mengandung senyawa tanin. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. (No. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya.63% b/b.83% b/b. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). kalium. Dalam penelitian ini. 1986. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 .1400. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.1680.) HERMAN PUSPITA. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. 2340. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. 1050 cm"1 (regang C-O-C). kadar sari yang larut dalam air: 34. yaitu ordo Leguminosae.) termasuk suku Mimosaceae. magnesium dan besi. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). 1988. D ZUHARINA. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF.harga Rn = 0.780 dan 610 cm'1. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton).57. 1100. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm.07 dan Rf2 = 0.

83 menunjukkan hasil yang positif. 138*) PLUCHEA INDICA L. alkaloida. diabetes. SETIAWATI YUSUF. perubahan serapan. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. dan 75 g/kg bb. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. FKHIPB Inched indica L. (No. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. E. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna.83 dan 0. yaitu sekitar 13. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan.83 memang positif saponin. Pada dosis yang dicoba. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. yaitu 237 nm. (luntas/behmtas) GLORIA S. 44 . khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. Di Eropa. sedangkan bercak dengan Rf: 0.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. serapan. (Pleomele angustifolia N. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. jumlah dan warna bercak. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida.91 meragukan. bau. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. diare alau diminum sebagai leh. 1989. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. Jenis bermacam-macam senyawa. pH..Polygonaceae. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. WANANDA. Pada penyimpanan. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker.. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi.91 serta satu bercak yang lidak naik. 2. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. (No. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. sedangkan bau tetap. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. Polygonum dari suku K. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. dengan dosis: 25 g/kg bb. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. stilben. pH. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. 1980. 50 g/kg bb. (No. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. 1987.. PPPSITB lygonum perfoliatum L. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. juga terjadi endapan. satu kelompok tidak diberi obat. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. 3. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. ada tidaknya endapan. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna.18%. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna.

Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. SUHARDI. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). menggunakan metanol:air (8:2). (2). etilasetat dan metanol-kloroform-air. antihipertensi. (No. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. hipoglikemik.. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. presipitasi protein. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat.. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. 1987. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. Potypodium Mett. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. (No. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. eter minyak tanah. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. antihepatotoksik. sakit pinggang bahanlain-lain. tidak berbau dan berasa pahit. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk.31%. kloroform. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. tekanan darahfeeitinggi.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L.. (No. NMR dan GC-MS. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. (3). analgetik dan antasid. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. 1986. kemudian dikeringkan. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. kecamatan Dau Malang. 1981. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia.

waxes.468%. jika dibandingkan dengan kontrol. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. Dalam percobaan ini. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. 10%. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. nilai formal. dan 20%. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. semir. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. (No. 146*) RICINUS COMMUNIS L. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. bahan untuk polimer icinus communis L. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele.075% . Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. nitrogen terlarut: 5. (No. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. berat dan gambaran histologik lien. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. ransum yang diberikan tanpa campuran. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. berat lien dan struktur lien. Yogyakarta. Tahap kedua. yaitu membandingkan akseptabilitas. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. kadar air: 60. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Kelompok I adalah kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. jumlah limfosit dalam darah. khususnya untuk kenaikan bobot badan. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. kosmetik. sebanyak 5%. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. Tahap pertama. jumlah limfosit dalam darah. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. bahan pelapis pelindung. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. kadar HCN: 0%.. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. MOHAMAD ISTARI. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. 1987. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan.885%. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. Penetapan komposisi 46 . 1981.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain.264%. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Kelompok II. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. III. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. bahan dapat larut: 26. nitrogen terlarut dan kadar air. 15%.

daur glioksilat dan glikolisis. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. 2860 cm"1 (C-H). (No. Untuk mengidentifikasi solasodin. Clarke. 1120 cm"1 (C-O). 1987. bereaksi positif terhadap alkaloida. (No. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. varietas duri banyak: 36.) Ridley ZULFADLY N. fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. Dari hasil yang diperoleh.) Ridley. 1640 cm"1 (C = C). Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). 1030 cm"1 (C-O). 2950 cm". CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. Sapium baccatum (Roxb. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. ekstraksi. setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. 875 cm"1 (C-H). Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol.93%. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. ketebalan 250 um). Liebermann-Burchard. 1370 cm"1 (lentur C-H). tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. 1450 cm . 1460 cm"1 (lehtur C-H). sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37.79%. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik.. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. 1988. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. varietas duri banyak: 10. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. yang meliputi penetapan kadar air. 3010 cm"1 (C-H olefinik). Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. ketebalan 250 urn). 2960 cm"1. terpenoida dan fenol.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding.04%.77 %. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. Pada periode setelah awal perkecambahan. 2860 cm"1 (C-H).

76 ± 1. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT.010%. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun.panjang gelombang 400 nm. maka dikembangkan penggunaan solasodin. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0.00 pagi sebelum diberi makan. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. terhadap ovarium tikus. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. (No. 1987.07. varietas duri jarang yang sudah masak.542 ± 0. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. bahan kering = 0. Departemen Kesehatan RI. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. pengembang klorofornrmetanol (9:1). Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya.33. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. Clarke LALA NURLAELA. berasal dari Balai Penelitian Gizi. bahan kering = 0. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. Gambaran histologik menunjukkan. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB.009%. Solanum khasianum CB. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna.59 ± 0. yaitu. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin.402 ± 0. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. dibandingkan dengan kontrol (P<0. Clarke. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode.59 ± 3. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram.10 ~3%). JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi.011%. 1978. No. penampak bercak Carr-Price. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron.Burchard. Digunakan dua macam kelompok kontrol. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB.468 ± 0. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Liebermann. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0.01). walaupun tidak terjadi seluruhnya.01%.01).ekstrak daun Solanum Ait. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9.05). Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut..

1986. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). 153*) SOLANUM MELONGENA L.. inframerah. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. isolasi alkaloida. Hasil penelitian menunjukkan. bahkan berkhasiat hipoglikemik.. Data spektroskopi ultraviolet. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. 1989. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. (No. dari hasil penelitian Takeda (1950). Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl.. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. diteliti kandungan alkaloida. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. (No. 1978. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. (No. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin..plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan.

Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah.6%. inframerah. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O.dan gugus metij pada 10-C. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. (No. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. (No. . perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. NMR.04 g/L. 18-COH. maka kadar gula darah turun 53. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. Hasil penelitian dari infus stevia.CH2-CH2. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. -CH3. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh.39% dan 10. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara.02 g/L dan 8. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. Tentu saja. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. 50 . serta O-H dalam strukturnya. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. C-O. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. 13-C. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. makin tinggi konsentrasi infus stevia. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. C = O. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. 1986.28%.

malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. AMRISAL.). 1 dan no. yaitu: 1. ester dan = CH2. 2 dan 5% dari bahan no. 1985. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. baik dalam industri makanan dan minuman. dari bulan September sampai 51 . dan 3. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. AEGLE MARMELOS CORK. Srikaya. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. maupun obat-obatan. 2. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog.) dengan pemberian klorpropamida.. Jeruk maja. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol.(No. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. Pengaruh ekstrak: 1.. yaitu 6. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. suku Anonaceae. Kemlegi. dan 3.16. Sebagai pembanding digunakan akuades. Stevlosida.M. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur.0%. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. (No. (No. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L..) suku Compositae. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi.) suku Rutaceae. 2. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. (No. 1988. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan.. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. 1981. 3 tersebut di atas). 1981. Karena itu. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk.5 mg/kg bb. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Tanaman Symphytum officinale L.25 dan 40 mL/kg bb. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. Jawa Tengah EMING SUDIANA. Srikaya (Anona squamosa L. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. ANONA SQUAMOSA L. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional.) K. Sari eter minyak tanah. 1. Schum. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. Schum. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff.33.94. karena data Spektroskopi belum lengkap.94.) K. Alkaloida 62 dan 63. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 ..72% dengan variasi dosis: 0. (No. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. NMR. (No. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton. 1. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. Woodfordia floribunda Salisb. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl.58. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl.) K. SCHUM. 1988. inframerah. 0. SCHUM. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. 1989. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. 0. Dari akar Voacangafoetida (Bl. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. dan 2.67 mL per kg bb. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. BASTIAM. adaPENELITIAN yang telah analgesia. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol.) K. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis.) K.56. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. kloroform dan metanol. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. . 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. Alkaloida utama BJ. dari buah ditemukan 2 alkaloida.) K.) K. maka struktur belum dapat ditentukan. dan 2. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl.Schum.58. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G.) K. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. kolom. Schum. suku Lythraceae. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah.67 mL per kg bb. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. Schum. Digunakan ekstrak 4. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. (No. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. pemurnian secara rekristalisasi. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I).

Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae.0 mg/kg bb. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. cardamonin dan 2'. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. Misalnya. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. pinosimbrin. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur.) pada mencit LATIFAH. 1987. (No. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon.0 mg/kg bb.8 mg dan 218. 199. yaitu flavokawin B. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. Alpinia 56 . mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. (No.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. HENNY SETIATIN.35+0. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). minyak atsiri dan oleoresin. 1986. (lempuyang wangi).5 mg. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. khususnya tanaman yang tanaman ini. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. 1987. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. (No. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. IDA HARIATI. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. kurang nafsu makan. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. 163. Beberapa jenis yang lain. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. cacingan dan influenza. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. alpinetin. yaitu: 145.8 mg/kg dan 218. Makin besar dosis yang diberikan. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida.(9:1). MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal.3 mg.0185 X. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. 181. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas.7 mg. yaitu etil-p-metoksi-sinamat.

(6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. sedang sakit. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. (No. Zingiber ottensii Val. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit.. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik).(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. T. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. dan terkumpul 1. Dari 1. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. sisanya 30 % tidak ber-KB. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan.30 dan 45 hari. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. hematokrit. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/.officinantm Ham. Survai berlangsung 10 bulan. Mengingat hal tersebut. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. 8. (No. tidak bersuami lagi. (No. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw.225 responden. klinik KB jauh. Beberapa jenis yang lain. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15.9% menopause. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik.. masih dalam batas harga normal. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. dan Zingiber officinale.225 kuesioner. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. 1978. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. Jakarta. serta flavonol.. 13. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk.30. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. SUHERMAN dkk. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. sisanya karena menyusui. 1978. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. Untuk sementara dapat dikatakan.3% sedang hamil.7% ingin anak lagi. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. dan 45 hari. 1978. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya.

Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. 29. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. desa Purwanegara. desa Bobosan dan desa Pabuwaran.). telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. Kira-kira 80% responden beragama Islam. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. makanan minuman dan kosmetik. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. Ternyata. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. 30. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. antibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. Penggunaannya secara oral. 1984. Cap Air Mancur. (No. kedua adalah IUD.56%. tidak mengganggu kesehatan. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. SMA atau perguruan tinggi. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. Hal ini disebabkan masyarakat. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. atau hanya dengan 1-2 anak saja.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. Cap Jago. mudah didapat. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. kolagogum dan antihepatotoksik. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. 15 dan 20 menit.). 58 . (No. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. Hanya 4. 10. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun).21% dan 28. adalah: 18. 1987.46%. 20% beragama bukan Islam. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. yaitu fraksi minyak atsiri. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. menurunkan kadar kolesterol. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. desa Karang bangkal. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. desa Sumampir. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak.62%. yaitu: desa Bancar kembar. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. jamu gendong dan ramuan sendiri. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral.subur baik). Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. desa Grendeng.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama.

tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. (No. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia.) Holt.. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. dkk . Selama percobaan. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. E. SUTANTIBRN. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. (No. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. 1988. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Smith. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. Oplismemts burmani. Pfygonum chinense. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. 1979. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. Alpinia malaccencis. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. rekreasi. baik secara langsung manpun tidak langsung. olah raga dan lain-lain. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. pengaturan tata air. WULANGI dkk. sumber plasma nuftah. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java.. yang 59 . kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. pendidikan. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. (No. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. 1980. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. b) Costus spedosus (Koen) J. c) Globba marantina L. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. F. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat.21%).

mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan.20 mmHg. Macrosolen cochinchinensis (Lour.. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. terutama di pedesaan. (No. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Dari koleksi yang diperoleh. yaitu rebusan atau seduhan. Dendrophthoe pentandra (L. jumlah tangkai serta ukuran lainnya.. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. Don. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. T. 1981. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P.) Miq. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). Tumbuhan sebagai obat. & Schlecht. 4. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. Pagilarang. Scurrula phitippensis (Cham. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. 3. yaitu: 1. yaitu berupa jumlah daun. 2. T. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. baik secara mekanis maupun kimiawi. satu kali ke perkebunan teh P. dan tekanan diastol rata-rata: 23.38 mmHg. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu.) Tiegh. sudah tentu akan diberantas. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. meneliti. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis.40 mmHg.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. Obat yang merupakan ramuan. 1981. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan. 60 . Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. genggam. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. (No. SUTANTI BRN dkk.) G.

51 Dadang Adam Alamsyah. 50 61 .44 Gratiana Ekaningsih dkk.38 Ganthina Sugihartin. 28 Burhanuddin Gumay.54 Alimin Harahap. 8 I. J.8 Budi Herawan. 9. 13.55 Binsar Johanes.34 Haojahan Tfcnggul Manullang.31 Agus Djamhuri dkk. 3 Gustini Sy. Rahayu Nurohman. 3 Eka Susanti H. 2 Azinar. 6 Athena Anwar. 13.28 Efi Darliana X. 14 Adel Zamri. 1.26 Ariyono Wahyu Ardi. 15 Henny Setiatin.56 lie THsada S. 7 Arsyadi.51 Endah Primawati. 15 Ella Noorlaela. 16 Gunawan Yohanda. 4.45 Dedi Sofyan.47 Eva Sarifah Hayati..16. 13.27 Amrizal M. 2. 4. 3.6 Agus Iman N. 11 Harlia Djuhardi. 13. 9 Ida Hariati.37 Hendra Yuliansyah. 24 Husein Hemandi Bakti.42 Erwin Afandi. 16 Amir Hamzah Mauzy.43 Feri Herlina Anwar.. 10 Bogo Suntoro Murti.41 Aty Widya Warayanti. 15. 3 AbdulNaser.42 Aris Gumilar. 14. 6. 14. 2..38 Fitri Yunita. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. Wananda.22 Andy Soelistyanto. 18 Ambar Supeni. Nandini. 7.40 Asep Adi Suprihatna.56 Herman Puspita. Budi Utama. 5.3 A. 16 Agus Djamhurl. 15. 9 Aryetti. 11. G.. 11. 5. 57 Aziz Genisa. 6 Halim Zaini.. 1 Dian Nuryani. 11.49 Askadi. A..INDEKS NAMA PENULIS A. 7 Eli Halimah. 10. 7 Evi Noviarsyah Latif. 6.51 Euis Holisotan Hakim. 7. 14 Eming Sudiana. 7.45 Akmal. 9. 8 Gede Swasta.54 Bahruddin. 10 Gloria S.. 9 Ika Iskandar. 12.. 1. 10. 16 Elly Panglepuringtiyas.32 Azalia Sinto dkk.49 Helmi.52 Hisran H..43 Hermansyah Amir. P. 9. 9 Bastiam.31 Achyar Koesnadi. 5 Enny Ratnaningsih. 14. 15. 17 Chairil Anwar. 12. 14. 9. 10.37 Adriansyah Azhari.33 Hesti Budiati.. 9. 11.36 Hilwan Yuda Teruna.19 Harmaini M J D. 13. 13 Andy Zul Izwar.36 Euis Nining. 15. 9. 4. 1 Eti KurniatJ. 12.42 Diah Sugiartini. 12.

16 62 Sumiati Yuningsih.20 Malidin Maibaho.40 Samekto Wibowo dkk.. 53 Indrawati.. 2 Nurlaili Isnaini.32 Riche Hariyati.56 Lianuta Christ Natanel.45 Sri Ardani Soelarto dkk. 17 Sri Ulina Purba.35 Sri Herjati Setiodihardjo.. 1.60 Sudarsini. 14.. H.17. 7. 13 Irfandi. 8. 2. 10.23 Sondang Komariah S. 16 Sri Hertati. 25 Takbir Siregar.38 Sri Woelaningsih.48 Latifah.46 Robert Edward Aritonang. 3. 15 Mulyono. 4.26 Setiawati Yusuf. 13 Suharti K. 7.. 12. 1. 15.25 Sri VWdarti. 6. 13.35 Machmoed Azhar dkk. 7. 15.19 Suroso dkk.53 Saifulah. 11 Reeky Charles P.. 10. 1 Oentoeng Soeradi dkk. 9. 4.51 Susi Lahtiani. 3 Miza Nemara. 3. 20 Murti Raehani...Imtihanah. 2. 16 Siti Kardinah P. 27 Prita Kresna. 11 Marliyani.. 13. Sutanti BRN dkk. 2 .58 Rida Ernola.29 Rochyadi.44 Sidik dkk. 5. Badjongga HTS. 2. 10 Mohamad Istari. 11 Mulyoto. 10. 11 Soekeni Soedigdo. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 7.31 Sri Anggrahini & Suhardi. 15.30 Mindarwati.( 6.. 4.32 Rusjdt Djamal. 12..16.20 Metti Siti Hastuti.34 Suwarji Heryana.10. 6 Retno Damayanti.. 8 . 5.57 Soetijoso Soemitro. 14.54 Riswan S.21 N.. 14. 5 Kartolo S. 2 J. C. 8.60 Rusjdi Djamal dkk. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. 17..59 Lala Nurlaela.22 Karta.49 Sangat Roemantyo H. T. 12.7 Johansyah. 16. W. 1.33 Nining Yuaningsih.44 Ngatijan & R.. dkk. 1 Nurhidayat. Sugiarso dkk. 16. Suherman dkk. 2.24 Sri Herliani. 8 Muchtadi. 11..Tambunan. 6 Snelly Faurhesia.17 Semangat Kataren. 5 Rukmiati K.15. 12.55 Sulistyani dkk. Yudono. Wulangidkk.. I Ine Srikandi. 1 S. 4.46 Sunoto. 12 Linda R. 8. 16. 13.29 Sumiyati Sunaryo dkk.. 8. 14. 18.48 Pramadhia Budhidjaya. 3. 17 Moriana Hutabarat. 2.35 Sutjipto Halim..57 Sulisti.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 15 Martoni. 1. 59 Sumarno. 4. Imono Argo Donatus.13.40 Sudarsono.10 Neneng Mupidah.25 Suhandra. Nur Asiah... 23 Rahmanudin..

7. 24 Yun Media Handayani. 7 Udju Sugondho dkk. 8 Utari Dewi. 21 Wiwiek Herawati.16.30 Yarnelly Gani dkk..21 Yolanda P.. 10.55 Yutiardy Rivai. 10. I.Tavip Budiawan. 59 Trisnasari.. Tati Hurustiati.39 Yuniarti Siregar.52 Z. 2. Sidik..53 Yetty Supatmijati. 12 Zuharina. Evelyn..34 Teti Suryeti.37 ZulfadIyN. 13. 4.12.39 Titin Suprihatin.47 63 . 7 Yam Sutiyani.19 Udju Sugondho. 15.52 ZuariahYusufdkk.41 Tjioe Thio Bwee. 2.28 Taufik Rahman. 5. 3. 5. 10. 9 Yusi Fudiesta. 3 Tutuk Budiati. 11 Tri Saptini.30 Wahyono. 14. 1.. 11 Tubagus Agus N. 9. 14.26 Titi Wiraharja N. 3 Yulianti. 11. 14. 6.43 Vita Sophiata. 50 Veronica Bajang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful