PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

Dengan Buku ini. Sri NIP.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). baik oleh para peneliti. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Maksud penerbitan ini. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. terutama di perguruan tinggi. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. seperti buku-buku sebelumnya. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. 14001175 . para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. Volume II (1989) dan Volume III (1991). Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra.

Universitas Jenderal Soedirman. Universitas Padjadjaran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia. FF UGM 10.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. FKH IPB 19. Universitas Gadjah Mada. Bandung. LIPI. Purwokerto Jurusan Kimia. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. FKH UGM 12. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. JF FMIPA UNAND 15. PPPS ITB Jurusan Farmasi. JF FMIPA USU 9. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Universitas Brawijaya. Jakarta 111 .JKFMIPAUNPAD 6. P3 Biol 16. JB FMIPA UNPAD 7. Yogyakarta Fakultas Biologi. Universitas Gadjah Mada.FKUI Fakultas Pertanian. Yogyakarta 11. Bandung 4. FP UNBRA 18. Universitas Padjadjaran. FP UNHAS 20. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Bandung Fakultas Biologi. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. FB UNSOED 5. Universitas Padjadjaran. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Malang Fakultas Pertanian. Bogor 14. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Universitas Sumatera Utara. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Universitas Brawijaya. Universitas Hasanuddin. Medan Fakultas Farmasi. JF FMIPA ITB 3. FTP UGM Jurusan Farmasi. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. 2. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.FKUNPAD 8.DAFTAR SINGKATAN 1. Institut Teknologi. Bandung Jurusan Biologi. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Teknologi Bandung. Bogor 17.FK UGM 13. Universitas Andalas. Bandung Fakultas Kedokteran.

Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. Srikaya. ^4/mo/wz squatnosa L. 3.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. ^rtfl/ww cotnosus L. Br. Kemlegi. yang tumbuh di Sukabumi. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. o* Isolasi. 86 (Ageratum conyzoides L. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. 8.* 2. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. Ageratum conyzoides L. Srikaya.) terhadap Ascaris lumbricoides var. Antidesma Suroso dkk. Suroso dkk.(4recfl cafcc/w L. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. Aneilema vaginatum R. terhadap kesuburan pada mencit 3. Cianjur dan Garut Isnaini . JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10.) Achras zapota L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. 2.) Corr. . Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. 2. martnelos (L.) Pengaruh ekstrak: 1. Jeruk maja. Artemisia annua L.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. Antidesma tetrandrum Bl. Allium sativum L.NO. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L.Br. 90 herba Artemisia annua L. Pengaruh pinang (Areca catechu L. Kemlegi. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. 3. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4.) pada tikus putlh galur Wistar 6. di laboratorium 88 5.* ocddentale L. 88 79 13. Jeruk maja.

Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. yang tumbuh di Indonesia 16. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . Azadirachta indica A. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.NO. 20.* Baeckea frutescens L.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Juss. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. 21. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. Takbir Siregar FFUGM 86 .) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab.Br. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L./4/temM/fl vulgaris L. 27. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad.' 26. 25. Juss. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. Berg. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Calophyllum inophyllum L. klasifikasi. Artemisia vulgaris L. Bmgtnansia suaveolens B.* Isolasi. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari.' 24.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. 17. Baeckea frutescens L.' klon teh (Camellia sinensis L.

Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. I. varietas Tinnevelley Yolanda P.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl.) 86 Purba A. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk.J. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 . Citrus grandis (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Don. Cocos nucifera L. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L.NO.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. JF FMIPA ITB 90 40. (jeruk keprok) 86 38. Centella asiatica (L. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. dari Tangerang dan Bandung 33.) G. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. Budi Utama 39.* 36.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N. Catharanthus roseus (L. Citrus nobilis Lour. Cassia siamea Lamk.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour.) Osbeck.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37.) G. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Don.* Coleus atropurpureus Benth. Andy Zul Izwar 90 32. Cassia angustifolia Vahl.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl.

* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. P3 Biol 89 46. & Zyp.) terhadap kolesterol total.) M. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk. J. Curcuma domestica Val.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41.NO. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.W.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47. domestica Val.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. 50. 42. trigliserida. *. dan HDL- Pramadhia B. H." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sangat Roemantyo. & Zyp. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val. zedoaria (Berg. Curcuma heyneana Val.* Curcuma mangga Val.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. Badjongga HTS. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L. Curcuma xanthorrhiza Roxb.) 45.* Roxb.) dan rimpang kunyit (Curcuma M.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia .

Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.) terhadap kadar SGOT.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60.) terhadap kadar SGOT. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.NO. kloroform dan metanol .) terhadap kadar SCOT.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.

) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Datura stramonium L.* Durio zibethinus Murr. Pengaruh fraksi eter minyak bumi. 67.) Roscoe Askadi Reeky Charles P. 70. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Escherichia coli.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 . Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg. UNPAD 88 (Daucus carota L.NO.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. Deiist. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus.) 69.) Roscoe zedoaria (Berg. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Sondang Komariah S.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. Daucus carota L. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk.

Eleusine indica Gaertn.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. dan Gracilaria sp. mangostana L.* 79 79.* 84.NO.) Aty Widya Warayanti N.) Griff. C.) WahyuArdi ITB .) Griff. JF FMIPA ITB 89 87 80 73.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Eka Susanti H. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum.) (GraptophyUum pictum (L.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L.) Griff. Badjongga HTS. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq.* 80. 76. 77.. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71.) Griff. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq.* Elephantopus scaber L. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. Retno Damayanti Ngatijan & R. H. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. ITB dkk. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L.* T. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. Gelidiwn sp. Gardenia augusta Merr. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. Isolasi agar dari Gelidium sp.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour.) Stend. (Gardenia florida L. longan (Lour. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. dkk.W. yang RukmiatiK.* 74. FMIPA 81 prunifolia Jack.

91.) Beauv. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. 90.NO. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. 88. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. JF FMIPA ITB 86 94. Kaempferia pandurata Roxb. galanga L.).* Imperata cylindrica (L.) Poit. Hyptis pectinata (L.) Merr.) Stuntz. (Kleinhovia hospita L.) Merr. Udju Sugondho dkk. Arg.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.) 86. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L.) Merr.) Beauv.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H.* Languas galanga (L. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 .) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Hevea brasiliensis Muell. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L.

Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100.) C.G.NO. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. Rob.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var.) Benth. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S.) muda. 98. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. kulit batang dan buah tumbuh.* Litsea accedentoides K. B. var. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. B. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. P. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L.) Pers. diversifolia Bl.* 102. Leucacena glauca (L. Hesti accedentoides K. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.* Litsea glutinosa (Lour.* 107. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. A. littoralis Blume.&V.) Benth.) C. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.) Pers. Manihot utilissima Pohl. & V. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106. Melia azedarach L.* Litsea monopetala (Roxb. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. B. Rob.* 104. Melastoma malabathri cum 109.) C.)Pers. var. 90 90 108.) I.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. Nandini JF FMIPA ITB 87 .an mindi (Melia azedarach L. 103. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110.

) Horan 120.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112.NO. C.* Oldenlandia corymbosa L.) etythrophylla 116. 117.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L. 115.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl.) N.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo. 113. 80 Sugiarso dkk. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt. Nicolaia speciosa (Bl.* Morinda citrifoiia L. 123.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.) harja N. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.) 89 84 oleifera Lamk. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L.) 89 ITB Aryetti 118. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC. 122.) Enny Ratnanlngsih 87 .) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. 124..* Ocimum sanctum L. Musaenda Schum.* Pachyrrhizus erosus Spreng. H. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl.* Myristica fragrans Houtt.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng. Momordica charantia L.

Phaseolus vulgaris L.* A.* Pithecellobium lobatum Benth.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135.) 136.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct.* Picrasma javanica Blume 134. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L. 133.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L.) Bei & Cav. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L. & Magn. Benth. Parkia biglobosa Auct. Benth. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. Rahayu Nurohman 86 131.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125.* Physalis angulata L. Piper belle L. 130. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126.) Haojahan. Piper cubeba L. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128.' 129.Np. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L.

E. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. 87 Samanca saman (Jacq. Zuariah Yusuf dkk. Ait. Ridley 149.* Polygonium perfoliatum L. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W.* Sapium baccatttm Roxb.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L.* Psophocarpus tetragonolobus DC. 142.NO. Mohamad Istari Lianuta. Brown. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138.* Pluchea indica L. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S. 78 148. FPUNHAS 81 145. Clarke 12 87 Nining .* Polypodium feei Mett. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB.) Morr.* Psidium guajava L. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146. 147. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.* Pleomele angustifolia N. Christ Natanel Zulfadly N. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk.) Morr. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. Rhodomyrtus tomentosa W. 140.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. 143.) terhadap bobot badan. E. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. Ait. 139. 141.* Ricinus communis L.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett.

Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. var. 2. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. 3. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk.* Stevia rebaudiana Bertonii 157.* Solanum laciniatum Ait. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 .* 158. Samekto Wibowo dkk. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L. Harmaini MJD. 154.* Pengaruh ekstrak: 1. 162.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161.* Solanum melongena L.* Symphytum officinale L. Srikaya.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M.NO.* Stephania corymbosa Bl. var. Tectona grandis L. terhadap ovarium tikus. Solanum tuberosum L. Kemlegi. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. 156. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. Jeruk maja. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152.

* Trigonella foenumgraecum L. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) Miers ex Hook f.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. Schum. 173.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) K.NO. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171. Tinospora crispa (L. Rusjdi Djamal dkk. Schum. 86 169. & Thems. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174.I) K.) in vitro Z.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb. & Thems. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L.) K. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. Schum. 166.* Tinospora crispa (L. 170.) Miers ex Hook f.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog.* brotowali. 172.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L.* Tristania swnatrana Miq.) K. Thevetia neriifolia Juss. & Thems.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali.) Miers ex Hook f. Tinospora crispa (L. Schum.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164.* Voacanga foetida (Bl. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .

Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177.* Lain-lain 186. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val.* 176.) K.NO. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. JFFMIPA ITB 87 N.* Zingiber aromaticum Val. 184. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175.) K.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. 178. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. Schum. 183. 15 .) 182. 180. 179. Soekeni Soedigdo Suharti K.* FK UI 78 dkk.* Woodfordia floribunda Salisb.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. Suherman 185. 181.* Zingiber officinale Roxb. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays).* Zingiber ottensii Val. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Schum. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. 81 Woodfordia floribunda Salisb.

Sangat P3 Biol Roemantyo. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. 196. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. Jawa Barat Lain-lain 87 190. 86 195. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. 84 85 201. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194.* 88 16 . H. Jamu in the past. H. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199.* 200. 88 192.NO. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. H. 197. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk.* 198.

Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Sutanti BRN dkk. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. H. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. H. Javanese medicinal plants. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. Wulangi dkk. Sangat 205. P3Bioi Sangat Roemantyo. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Sangat P3Biol Roemantyo. 90 17 . H. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram.NO. H. 79 90 ' 202.* 203. Indonesia 211. H. H. Kartolo S.* 212. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. H. 214. S . Sri Hertati Burhanud- 208. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Sutanti BRN dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . Indonesia" Lain-lain 204. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. P3Biol Sangat Roemantyo. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. Central Kalimantan. Riswan S. Sangat 89 207.

Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217.NO.*. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . yang terdapat dalam kuning (param). NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216.

ABSTRAK PENELITIAN .

Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. 1988. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida.) HARLIA DJUHARDI. instar HI dan instar IV merupakan faktor A.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. JO mL. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. conyzoides. Kematian larval. Hasil percobaan menunjukan. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. aegypti instar II.) TUTUK BUDIATI. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama.6528 atau 65. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. Banyaknya larval. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun.69%. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. Tingkat larva A. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. 30 mL. 1990. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. 1987. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti.33 mL dan LC95 sebesar 47.) dengan metode kromatografl kolom. P (No. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. Diperoleh cairan kental kekuningan. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. Isolasi. (No. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. bahwa larva A. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. di laboratorium SUNOTO. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. eter dan etilasetat.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . Setelah diuapkan. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. 50 mL dengan LCso sebesar 19. Pemberian suspensi ekstrak A.28%. (A. menunjukkan adanya tiga komponen utama. eugenol 5% dan sianida (HCN). Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida.0669 atau 6. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. 30 mL. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. conyzoides 0 mL. Ageratum conyzoides L^ (A. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. 20 mL. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. 40 mL. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya.78). JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan.

terutama jenis alkaloidanya. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. glikosida. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik.asal. 1988. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. flavonoida. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). MACHMOED AZHAR dkk. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin.0038%. suhu lebur 225°C. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. (No.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. dan senyawa peptida bukan alkaloida. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. (No. hasilnya tidak berbeda nyata. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi.) muda MULYOTO. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. 6 (enam) hari. berupa kristal putih. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0.5°C. 1986. 9*) ANANAS COMOSUS L. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. sedangkan komponen tambahan. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. . FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. jarak lebur 258-259°C.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya.2 mL. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. sebanyak 0. yaitu: alkaloida T. bentuk jarum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). sterol. alkaloida. berupa pohon atau semak.01%. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. 1979. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. jarak lebur 271-271. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak.001%. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. 4 (empat). (No. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0.. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. sekitar 5%.

tidak berasa. Tikus kelompok VI-X. Kepada tikus kelompok I-V. WAHYONO. klasifikasi. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. dibiarkan 24 jam (kelompok I). JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. tanin.) YETTY SUPATMIJATI. Informasi tentang kandungan kimia. berwarna putih. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. (No. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. flavonoida maupun glikosida. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. Jakarta Selatan. berbau khas. (No.. alkaloida. Isolasi. 1981. Jakarta Timur. senyawa triterpenoida asam dan tanin. 1981. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.). 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 1981.Contoh dari Jakarta Barat. (No. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. 48 jam (kelompok II). kloroform dan metanol. berwarna kuning. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. yaitu sitosterin. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. tidak mengandung senyawa saponin. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . kromatografi lapis tipis. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad.. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. yaitu sitosterin. 2. tidak berbau. klasifikasi. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. 72 jam (kelompok III). SIDIK. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. IMONO ARGO DONATUS. 21 . terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan.25 mL/kg bb. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. kromatografi lapis preparatif. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. fenol. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida.

daun indung dan daun tua.62. kadar abu 4. antara lain klon. 1988. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. tangkai muda. atau untuk penerangan. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas.. 22 . 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. yaitu: bilangan yodium 99. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. (2) klon TRI2025. bilangan penyabunan. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. daun kedua. dan 96 jam untuk kelompok XI. (No. biarkan lagi berturut-turut: 24. d30 = 0. senyawa tak tersabunkan 1.. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. semua tikus diberi CCLj 1. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. bilangan asam 0.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. yaitu: (1) klon TRI 2024.71. XII. FiHphia dan daerah sekitarnya. karotenoida dan sitosterol. 48. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. n<j 25 = 1. bersama-sama dengan pemberian vitamin E.56. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas.) JOHANSYAH. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. nm25=66. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. bilangan penyabunan 200.25 mL/kg bb.006%. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. stearat. ternyata mengandung tanin. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. kalsium dan besi. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. biarkan selama 24 jam. 1988. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia.47%.).Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. 72. selalu berdaun hijau.. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko. daun ketiga. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. bilangan ester 199. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. Indonesia Timur. natrium. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. viskositas dan bqbot jenis. (No. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. daun pemeliharaan. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk.4762. kadar 40% b/v.) EVA SARIFAH HAYATI. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. biarkan 24 jam. daun pertama. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. oleat dan linoleat. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L.9265.83 cP. tokoferol.hijau dan teh hitam. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan.94. Kelompok XI XIV. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. diperlambat oleh vitamin E. membuat sabun.

0 nm. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. daun tua: 1.5 nm dan 295.95%. 247.68%. 1987.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L. daun pertama: 4. daun tua: 1. b) daun pertama: 3. daun ketiga: 2.0 nm dan 290.70%.). daun tua: 1. daun pemelihara: 1.16%. daun tua: 1.92%.37.06% dan 24.33%.49%. abbreviatum F.84%. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan. longum S. yaitu masing-masing adalah 23. daun ketiga: 2.48%. daun ketiga: 2. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. tangkai muda: 2. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. (No.18%.. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.23%. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. 1980. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. daun pertama: 4.67%. daun kedua: 3. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.0 nm dan 280.).5 nm.48%}. tangkai muda: 2. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.88%. daun pemeliharaan: 1. daun kedua: 2.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975).73%. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).13%. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L.30 sampai 0.50%.50%. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar.31%. daun kedua: 3.57%.30 sampai 0.61%.74%. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025.49%. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm. daun indung: 1. daun indung: 1. Kemudian direfluks selama 2 jam. daun pemeliharaan: 1.0 nm. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin. b) daun pertama: 4. 26*) CARICA PAPAYA L.63%. daun indung: 1.38%.22%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform. 247.5 nm. tidak mengandung tanin dan enzim papain. daun pemeliharaan: 1. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.86%.20%. daun indung: 1. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.51%. tangkai muda: 2.81%.91%.35. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. 23 . • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama. yaitu dengan bobot molekul 293.307. (No.) PRITA KRESNA. daun kedua: 4.02%. L. daun ketiga: 2. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. tangkai muda: 1. 321. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var.9748 bagian per juta.0 nm.

Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling.) Osbeck. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. salep scrap.26%. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet.) OSBECK. memberikan reaksi positif alkaloida. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. 1 gugus metilen. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi.8904 cP. (No. rasa pedas getar. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. Diperoleh kristal jarum. bahan diduga gramina.70%. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. serta bobot molekul 174. yaitu terutama kulitnya. DlAN NURYANl. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. yaitu 2. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. Dari kulit buah Citrus grandis (L. 29*) CASSIA ALATA L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. dan kadar protein rendah.82% berat basah. 1987. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. Citrus grandis (L. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. dengan viskositas 0. (No. 1986. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11.Untuk bahan makanan. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. inframerah.41%. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. (No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. 1987.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C.) Osbeck. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. segar diperoleh pektin sebesar 0. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. 36*) CITRUS GRANDIS (L. dengan metode 24 .) Osbeck.

sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. SUWARJlHERYANA. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. diambil secara random.32 ± 0. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. wasir. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk.1). Ke25 .5 mL/kg bb.. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba..5%.. Kelompok I sebagai kontrol. luka-luka kecil.829 kg. (No. di samping sebagai pencuci mata. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. dengan metode pektase: 2. tiap 4 minggu sekali. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat.5 mL/kg bb. kelompok HI = 1. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. Dua belas ekor domba betina. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. kelompok II = 1. saponm dan minyak atsiri.4 ± 0.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk.1 kg.047%. (No.1987. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. fiavonoida.1 ± 0.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. 1981. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler.. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba.72 ± 0. Data spektrum ultraviolet. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. (No. tiap minggu sekali.5% dan dosis 5 mg/kg bb.917 kg. cacingan. kelompok IV = 2. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. dibagi menjadi 4 kelompok. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth.7%. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB.15 kg.. umur kira-kira 6 bulan. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. 1986. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba.penyabunan diper. adalah hesperidin flavonon.oleh 4.2%.05). Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida.

(No. (No. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. CH3. SEMANGAT KATAREN. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. dan kromatografi gas. tetapi juga tidak nyata (P < 0. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. 1988. Gunster Honvad dan Rao (1964).1933). Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. CH2. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan.) P TETI SURYETi. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. isotasi zat berkhasiat. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda.5 mL/kg bb. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). & Zyp. 26 .38%. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. (No.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. 1986. Wmkler antara lain Kaiser (1932. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. serta gugus aromatik. 1988.005%). C = C . jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas.6%. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar.

sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. dan kadar kurkuminoid isolat. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. monoterpen-0. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. (No. 1988. heksan.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam.kolesterol. (No. b) refluks dengan aseton. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas.) terhadap kolesterol total. masing-masing: tween 80. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. eter minyak tanah-aseton. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. 20 mg kurkuminoid + tween + air. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci.. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. kromatografi gas dan kolom. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. etanol. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). eter minyak tanah-heksan-aseton. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. AMIR HAMZAH MAUZY. Basil menunjukkan bahwa. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. 1987. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. 27 . 3% kolesterol. eter minyak tanah-etanol.

walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. 10 mL ekstrak air temulawak. (No. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. Bottger. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional.05 mL/kg bb. 1987. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80.05 mL/kg bb. yang 28 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. masing-masing: 3% kolesterol. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg... 15 mg dan 20 mg.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). 1988. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. N. N. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal.) terhadap HDL-kolesterol. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Kelompok V. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. 1987. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia.

Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. 10 mg. perlu dilakukan. berasa pahit pedas. asam stearat. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total.) terhadap kadar SGOT. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. masing-masing 6 mL. amilum. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. Kelompok IV. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. 8 mL dan 10 mL secara oral. magnesium stearat). 10 mg. Dengan menentukan kadar bilirubin total. b) pada suhu sampai 60°C. 29 . Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. 15. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. 15 mg. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. Kelompok I adalah kelompok kontrol. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. berbau khas. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. 1988. 1987. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. (No. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. (No.) terhadap kadar SGOT. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. 2.

62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. 3) Tawangmangu. 1986. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. 4) Yogyakarta.12%. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter.(No. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. dan terkectl dari daerah Purwodadi. (No. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14.84 ± 0. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. (No. yaitu: 31. Di antara ketiga metode pengujian. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.44 ± 1. 5) Bumiayu. kloroform dan metanol. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. kloroform dan metanol. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 1987. 7) Tasikmalaya. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. 2) Surakarta. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. kloroform dan metanol. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. menggunakan pelarut eter minyak tanah. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang.80%. 8) Garut. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. waktu panen dan pengolahan. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. 6) Cirebon. yaitu: a) metode cakram kertas. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. 1986. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. yaitu: 5.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. 9) Sragen.

anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. terbukti mengandung senyawa diosgenin. (No. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. (No. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. 1979. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. 1988. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. ACHMAD MUSTAFA FATAH. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. Selain itu juga buah. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. yang menurut penelitian ini. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST.00 sampai jam 8. daun. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. tanpa memandang spesies.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul.30 atau sekitar 14 jam. yang banyakadalah untuk Indonesia. siang dan sore.(No. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. semua mengandung senyawa diosgenin. 31 . FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst.).sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera).) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. 1979. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. Turn. bobot badan antara 10-12 kg.

(No. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. kloroform dan metanol.4 mg. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. demam. cacingan dan diare. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. 32 . dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. COKRONEGORO 1981. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. Dengan cara penentuan seperti di atas. tanin.) suku Graminae. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. sistempelarut yang cocok dan lain-lain.6 mg ekstrak.cara infundasi. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . alkaloida dan golongan sterol atau terpen. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut.18 mg. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. 1987. Dengan melakukan ini. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. tumbuh liar sebagai gulma. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Ambarawa. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN.) Stend. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis. Temanggung. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq.(No. (No. Bacillus subtilis. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K.6 rag dan 3. Wonosobo.4 mg dan 5. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. 1986. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah.) STEND.. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin).18 mg. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida.5%. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. sensitif sedang pada dosis 3.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai.) ATY WiDYAWARUYANTI. dan sensitif sedang pada dosis 5.

pohonnya tinggi dan berdaun lebat. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. buah tersebar di daerah tropis. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. kadar dan gugus fungsi yang ada. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. (No. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. YUDONO. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" .Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. keluarga Guttiferae. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. R.dapat dimakan. C-H. dengan Spektrum pe33 . (manggis. C = O. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. benzen dan metanol. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. H. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. CHC13:etilasetat (1:1).. CHC13 dan CeHe. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. ( No. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram.) pada "rat" NGATIJAN. 1990. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. HERMANSYAH AMIR. Turner dan Andrew Wilson. 1979. etilasetat dan n-butanol. C = C.

Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum.) Beauv. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. viride. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol.1400-1200.) Griff. GC-MS. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. (Gardenia florida L. tidak dapat dipakai lagi. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. rubrum dan var. 1987. yaitu pada: 1750-1650. seperti pada xanthone standar. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. GC-MS serta spektroskopi inframerah. yaitu var. dan BIndonesia. Hal ini disebabkan.1650-1450. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. beta-mangostin dan gamma-mangostin. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. pemeriksaan spesimen herbarium. linalol. (No. Indonesia.) Griff. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. var. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. Miquel (1850). Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. benzil asetat. etil benzoat. flavo-rubrum. lurido-sanguineum. var. linalil asetat dan stirolil asetat. album. album dan lurido-sanguinem. SUTJIPTO HALIM. yang dikenal dengan nama alang-alang. var.. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. dan 750-60 cm'T. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. 1989. N. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. 1986. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia.d Brink Jr. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. (No.) Beauv.) BEAUV. 34 . pictum. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. di Malesia WIWIK HERAWATI. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. pembuatan diskripsi. Griffith (1854). var. kromatografi gas. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. dan diduga adalah mangostin.) GRIFF. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya.

(No. Kumarin tidak ditemukan. N.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. asam benzoat. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Katimaha (Kleinhovia hospita L. penyakit kumng dan hepatitis. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. parutan dan air perasan. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. asam vanilat dan vamlin.. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). 400 mg dan 600 mg/kg bb. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Curcuma xanthorrhiza Roxb.. termasuk Indonesia. jamur Microsporum gypseum. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. dengan dan tanpa penambahan asam cuka. 1\imbuh-tumbuhan itu. STUNTZ. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. Silybiwn marianum L. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . 30%. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. Eclipta alba Haask. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT.. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. N. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. 1989. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. 60% dalam dasar salep hidrokarbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. emulsi ah. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). 1981. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat.dalam minyak (A/M). Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan.. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg.. diberi CCLi dan air suling 2 mL.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. antara lain: Curcuma domestica Val. 1979.. Phyllanthus niruri L. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok.

Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. baik jenis merah dan putih. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. Selanjutnya. inframerah dan NMR menunjukkan. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. & V.Microsporum gypseum. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. isolasi alkaloida. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. 2. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. Salah satu genus Dalam percobaan ini. 1989. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. yang pada umumnya jenis apomorfin. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL.O diasetil aktinodafnin. Data spektroskopi ultraviolet. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. (No. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. obat kanker dan sebagainya. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . & V. Laos yang dikeringkan. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. 9 dan 10. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. No. HESTI BUDIATI. 1989.

menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. 0. B. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. bahwa alkaloida 1-N. inframerah. 0. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. ROB. 1990. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. var. B. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. (No. var. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI.) C.) B. HELMI. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff.) C. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut.) C.35.dan Rob. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. Rob. (No.C. Dari kelima bercak tersebut. ROB. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin.74. littoralis Blume. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. JK FMIPA ITB (Lour.82. var. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. var.51. Dengan spektroskopi. Rob. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis.19. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. Rob. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. NMR dan GC-MS. B. belum diteliti lebih lanjut.kandungan alkaloidanya.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. 0. 1989. benzen dan metanol sebagai fase gerak. Jika zat ini benar. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. B. 37 .) C.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. VITA SOPHIATA. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. Bercak kedua dengan Rp 0. ADEL ZAMRI. (No. inframerah dan GC-MS. 1989. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. B. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia.) C. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. littoralis Blume. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.69 dan 0. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.diperoleh dari aktinodafnin. littoralis Blume. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak.

Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. inframerah. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.34. Pemisahan. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10.) PERS. B. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi.) Pers. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. 9 dan 10.(No. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. isolasi alkaloida. Pemisahan. 2.75. SRI WlDARTI. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan.) C. ASEP ADI SUPRIHATNA.) Pers. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 1989. 0. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. Senya. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. 0.) C. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.5-177°C.32. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. 1989.57 dan 0. (No. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174.) PERS. B.01%. 0.53. NMR dan GC-MS.28. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. kromatografi kolom. yaitu penghilangan lemak. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. 0. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik. S FERI HERLINA ANWAR. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. var. Dari ketujuh bercak tersebut. asam lemak dan arabinoksilan. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. Rob. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. kadar 0. Ddafnin. 9. 0.41.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. Dari sini didapatkan tiga fraksi. aporfin dan morfinandienon. 2.) Pers. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. 1990. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No.

1163-1149. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.2778.081-0. 1706. 39 . mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). 2300. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral.611-3. fosfor (0. 235 nm dan 315 nm. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor.1497.1689-1639. Mayer dan Bouchardat.1408. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda.806-10. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. 1366. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. 2857.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS.1253-1117.1303. 2850. minyak (35.(No.1550-1515.1449. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. c) pada NaOH2N: 240 nm. fosfor. magnesium (0. 1362. protein. b) dalam HC1 2N: 217 nm.76136. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. 3125. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. 3250. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. 1497. nitrogen.0810. kalium (0. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor.1031.000-0.950. YUN MEDIA HANDAYANI. 1689-1639.251-0. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul.1020. kalium. 2778. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah. 1323.257).021-42.1101. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. 1979. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk.1724. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. (No. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff.006). Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. 1548-1515.1053. dengan karakteristik fisik sebagai berikut.430). 1212. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. Fraksi II: a) 216 nm. Fraksi II: 3750. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan. magnesium. natrium. 1608. protein (7.014). 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. 1445.1389. natrium (0. 1250. 235 nm dan 315 nm.314-0.112).714). kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda.1053. 1235.571). nitrogen (2. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. asam oleat (10.327).623). 3250. 1989.

bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis. SUDARSINI.24. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. betafelandren. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). antara lain untuk mengobati penyakit kulit.8254.3%. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. larut dalam 2. bilangan asam dan bilangan penyabunan. putaran optik.4255. diekspor juga dalam bentuk minyak. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. p-simen. 1984. beta-pinen. indeks bias pada 20°C. 40 . Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala.5379. kelarutan dalam alkohol 20%. ayan. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. 1989. indeks bias (20°C): 1.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus.844. sisa penguapan 2.(No.64.24%. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. bilangan asam 5.). 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. Tetapi selain dalam bentuk biji. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. (No. Hasil uji dapat disimpulkan. putaran optik: + 10. kamfen. bilangan penyabunan 31.6. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. (No. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. sisa penguapan. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Bacillus subtilis. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak.4572. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen.5 volume alkohol 90%.

JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. Isolasi. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. suku bahan campuran makanan. SUDARSONO. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. 1981.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. OL. C-O. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. kromatografi gas dan kolom. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. dari suatu alkohol. Unalol. 1987. C = O. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. (No. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. Senyawa OL. C = C. dan GC-MS. 121*) OCIMUM SANCTUM L. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. 2. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi.2 dengan jarak lembur 41 . sedrol.2. (No. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik.FF UGM ldenlandia corymbosa L. sering tumbuh secara liar. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. geranial dan karyofilen. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. dengan GC-MS ATHENA ANWAR.).(No. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. 3. CH dari metil dan metan. Ocimum L. OLs. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. inframerah. Dilakukan percobaan isolasi. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. serta C = O dari karboksilat. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. C = C. 1987.

bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. ENNY RATNANINGSIH. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban.84). tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. Salah satu bercak (Rf = 0. Beberapa pustaka menunjukkan. saponin. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . tanin. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. 1987. Stfat-sifat fisik. bentuk kristal. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. ekstraksi. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. menunjukkan lima bercak. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Data spektroskopi ultraviolet. inframerah. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. (No. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini.). Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. Kadar yang diperoleh adalah 0.) P DEDISOFYAN. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. ekstraksi pelarut-pelarut. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. sedang yang beracun adalah fraksi lain. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. JK FMIPA ITB Pdarah. Terdapat juga mineral: kalsium. flavonoida. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. skrining fitokimia. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. nikel. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. 1986. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. A. (No. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. aluminium dan silikon dalam abu total. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. (No. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida.07%. yakni suhu lebur. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. triterpenoida dan steroida. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. 1986. besi.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. RAHAYU NUROCHMAN. flavonoida dan glikosida. 4.115-118°C.

Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0.780 dan 610 cm'1.63% b/b.07 dan Rf2 = 0. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin.83% b/b.1400. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. 1050 cm"1 (regang C-O-C). Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. 1770. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. 1988. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium.) HERMAN PUSPITA. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. 2920 cm'1 (C-C-H). 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). magnesium dan besi. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan.57. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. 1540. yaitu ordo Leguminosae. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. (No. di samping mengandung senyawa tanin. T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. 132*) PHYSALIS ANGULATA L. 1250 cm"1 (regang C = C-O). kalium. 1989. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. kalsium. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 .harga Rn = 0. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). 1100. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. 2340. (No. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. kadar sari yang larut dalam air: 34. 1986. Dalam penelitian ini.57 menunjukkan satu bercak jingga. D ZUHARINA.1680. (No.) termasuk suku Mimosaceae.

Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. Di Eropa. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. 2.83 dan 0. 1980. Polygonum dari suku K. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. SETIAWATI YUSUF. diare alau diminum sebagai leh. sedangkan bercak dengan Rf: 0. 3. WANANDA. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. (No.91 serta satu bercak yang lidak naik.. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. Jenis bermacam-macam senyawa. pH. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. diabetes. ada tidaknya endapan. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. (luntas/behmtas) GLORIA S.18%. E. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. pH. 138*) PLUCHEA INDICA L. Pada penyimpanan. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N.Polygonaceae. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman.83 memang positif saponin. PPPSITB lygonum perfoliatum L. 44 . Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. bau. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. dan 75 g/kg bb. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. juga terjadi endapan. perubahan serapan. FKHIPB Inched indica L. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. 1987. yaitu 237 nm. jumlah dan warna bercak. Pada dosis yang dicoba. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L.91 meragukan. 1989. yaitu sekitar 13. dengan dosis: 25 g/kg bb. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. 50 g/kg bb. sedangkan bau tetap.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No.. (No. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. serapan. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur.83 menunjukkan hasil yang positif. (Pleomele angustifolia N.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. stilben. (No. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. alkaloida.. satu kelompok tidak diberi obat.

sakit pinggang bahanlain-lain. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. etilasetat dan metanol-kloroform-air. 1986.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. eter minyak tanah. (No. tidak berbau dan berasa pahit. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. presipitasi protein. 1981. tekanan darahfeeitinggi. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. (2). Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . antihipertensi.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). kloroform. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. NMR dan GC-MS. SUHARDI. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L.. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. kecamatan Dau Malang. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. (No. antihepatotoksik. kemudian dikeringkan.. hipoglikemik.. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. (No. Potypodium Mett. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. (3). Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. menggunakan metanol:air (8:2). inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. 1987. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L.31%. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. analgetik dan antasid.

Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. Kelompok II. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. yaitu membandingkan akseptabilitas. Tahap kedua.075% . dan 20%. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. ransum yang diberikan tanpa campuran. MOHAMAD ISTARI. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. waxes. kadar air: 60. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. berat dan gambaran histologik lien. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. Tahap pertama. nitrogen terlarut: 5. jika dibandingkan dengan kontrol. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. (No. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. 1981. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. kosmetik.885%. bahan pelapis pelindung. jumlah limfosit dalam darah. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. jumlah limfosit dalam darah. nitrogen terlarut dan kadar air. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut.264%. kadar HCN: 0%. Dalam percobaan ini. Penetapan komposisi 46 . 146*) RICINUS COMMUNIS L. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. 1987. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. (No. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. Kelompok I adalah kelompok kontrol. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. nilai formal. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. berat lien dan struktur lien.468%. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. bahan dapat larut: 26. 15%. Yogyakarta. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L.. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. sebanyak 5%. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. 10%. bahan untuk polimer icinus communis L. III. khususnya untuk kenaikan bobot badan. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. semir. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan.

setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C.) Ridley. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. daur glioksilat dan glikolisis. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. ekstraksi. Sapium baccatum (Roxb.77 %. Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB.04%. 3010 cm"1 (C-H olefinik). Untuk mengidentifikasi solasodin. 2960 cm"1. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). 2860 cm"1 (C-H). fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. 2860 cm"1 (C-H). 1987. yang meliputi penetapan kadar air.93%. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 1450 cm . ketebalan 250 urn). Clarke secara densitometri EUIS NiNING. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. 1640 cm"1 (C = C). sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform.) Ridley ZULFADLY N. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. 1988. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. Pada periode setelah awal perkecambahan.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. (No. 1030 cm"1 (C-O). ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. Clarke. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. Liebermann-Burchard.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. 1370 cm"1 (lentur C-H). sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. bereaksi positif terhadap alkaloida. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. Dari hasil yang diperoleh. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. 1460 cm"1 (lehtur C-H). ketebalan 250 um). varietas duri banyak: 36. terpenoida dan fenol.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H).. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. 2950 cm". tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. varietas duri banyak: 10.79%. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. 875 cm"1 (C-H). (No. 1120 cm"1 (C-O). dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm.

masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu.01).010%. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. No. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode.59 ± 0. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. yaitu.468 ± 0. Liebermann.00 pagi sebelum diberi makan. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB.542 ± 0. berasal dari Balai Penelitian Gizi. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. pengembang klorofornrmetanol (9:1).009%. Departemen Kesehatan RI.33. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya.07. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. 1987. Solanum khasianum CB. 1978. dibandingkan dengan kontrol (P<0.59 ± 3.05). maka dikembangkan penggunaan solasodin. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. Clarke LALA NURLAELA. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. bahan kering = 0.ekstrak daun Solanum Ait.Burchard.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram.01%.402 ± 0.. walaupun tidak terjadi seluruhnya. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. Gambaran histologik menunjukkan. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. terhadap ovarium tikus. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . penampak bercak Carr-Price. Digunakan dua macam kelompok kontrol. (No. bahan kering = 0. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. varietas duri jarang yang sudah masak. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm.011%. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB.panjang gelombang 400 nm. Clarke. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0.10 ~3%). Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium.76 ± 1.01). Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB.

FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah.. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . Data spektroskopi ultraviolet. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). (No. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. (No. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl.. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. isolasi alkaloida. diteliti kandungan alkaloida.. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida.. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. bahkan berkhasiat hipoglikemik. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. 1989. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D.plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). 1978. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. 1986. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. (No. Hasil penelitian menunjukkan. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. dari hasil penelitian Takeda (1950). PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. 153*) SOLANUM MELONGENA L. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. inframerah. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi.

hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. serta O-H dalam strukturnya. (No. maka kadar gula darah turun 53. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. 50 .tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri.39% dan 10. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. -CH3. C = O. (No. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia.dan gugus metij pada 10-C. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. Hasil penelitian dari infus stevia. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). Tentu saja.CH2-CH2. 13-C. makin tinggi konsentrasi infus stevia. inframerah. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif.02 g/L dan 8. 1986. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol.6%. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4.04 g/L.28%. NMR. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. 18-COH. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. C-O. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. .

ester dan = CH2. 1981. Jeruk maja. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. AEGLE MARMELOS CORK. 2. 2 dan 5% dari bahan no. Tanaman Symphytum officinale L. 3 tersebut di atas).M. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. 2.16. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi.) dengan pemberian klorpropamida. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no.). Pengaruh ekstrak: 1. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. Srikaya (Anona squamosa L. 1988. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. Jawa Tengah EMING SUDIANA. suku Anonaceae. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L.. 1 dan no. maupun obat-obatan. dari bulan September sampai 51 . malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus... Srikaya. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan..0%. yaitu: 1. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas.5 mg/kg bb.) suku Rutaceae. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Karena itu. (No. (No. yaitu 6. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen.(No. 1985. AMRISAL.25 dan 40 mL/kg bb. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur.) suku Compositae. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. dan 3. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. baik dalam industri makanan dan minuman. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. 1981. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. dan 3. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. Sebagai pembanding digunakan akuades. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. (No. Kemlegi. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. ANONA SQUAMOSA L. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. Stevlosida.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 .94. SCHUM. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. Schum. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna.Schum. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. 1988. adaPENELITIAN yang telah analgesia. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap .58. dan 2.) K. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin.33. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. (No. dan 2. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. 1. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. suku Lythraceae. 1. dari buah ditemukan 2 alkaloida. 1989. Schum. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif.58. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb.. Dari akar Voacangafoetida (Bl. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. (No. SCHUM. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. Digunakan ekstrak 4. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur.) K. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. pemurnian secara rekristalisasi. Woodfordia floribunda Salisb. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl.) K. (No. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis.72% dengan variasi dosis: 0.) K. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl.94. Alkaloida utama BJ.67 mL per kg bb. Schum.) K.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. karena data Spektroskopi belum lengkap. Alkaloida 62 dan 63. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. NMR.) K. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). maka struktur belum dapat ditentukan.) K.67 mL per kg bb. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. Schum. inframerah. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. Sari eter minyak tanah. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G.56. 0. BASTIAM. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. kloroform dan metanol. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. kolom. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar.) K. 0. .

Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. 199. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal.7 mg. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. (No. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. Alpinia 56 .0 mg/kg bb.0 mg/kg bb. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. 181. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. cacingan dan influenza.(9:1). Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. khususnya tanaman yang tanaman ini. (No. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin.3 mg. Makin besar dosis yang diberikan. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional.8 mg/kg dan 218. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). 163.) pada mencit LATIFAH. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. (No. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. alpinetin. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0.8 mg dan 218. 1987. pinosimbrin. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. 1987. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. Misalnya. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi.0185 X. yaitu flavokawin B.5 mg. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. yaitu: 145. minyak atsiri dan oleoresin. Beberapa jenis yang lain. cardamonin dan 2'. HENNY SETIATIN. 1986. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. (lempuyang wangi).35+0. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. kurang nafsu makan. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. IDA HARIATI. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis.

(3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya.officinantm Ham. masih dalam batas harga normal. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. sedang sakit. Jakarta. dan terkumpul 1. sisanya 30 % tidak ber-KB.225 kuesioner..225 responden. Untuk sementara dapat dikatakan. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. sisanya karena menyusui. 1978. dan Zingiber officinale.30. 13. 8. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat.3% sedang hamil. SUHERMAN dkk. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. Zingiber ottensii Val. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. hematokrit. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. T.9% menopause. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P.. klinik KB jauh. Survai berlangsung 10 bulan.. 1978. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. Beberapa jenis yang lain. tidak bersuami lagi. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. Dari 1. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. (No. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. 1978. (No. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. dan 45 hari.7% ingin anak lagi. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. serta flavonol. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. (No.30 dan 45 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. Mengingat hal tersebut.

Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. 10. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD.21% dan 28. yaitu fraksi minyak atsiri. kolagogum dan antihepatotoksik. Cap Air Mancur. adalah: 18. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. antibakteri. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. mudah didapat. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah.subur baik). Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). (No. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. (No.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. Kira-kira 80% responden beragama Islam. makanan minuman dan kosmetik.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. 20% beragama bukan Islam. 30.46%.62%. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. Ternyata. atau hanya dengan 1-2 anak saja. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. Cap Jago. 15 dan 20 menit. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. desa Grendeng. desa Purwanegara. menurunkan kadar kolesterol. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. SMA atau perguruan tinggi. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. 1984. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. Hanya 4. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. Penggunaannya secara oral. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. yaitu: desa Bancar kembar. 1987. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. tidak mengganggu kesehatan. 58 . jamu gendong dan ramuan sendiri.). desa Sumampir.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral.). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. desa Karang bangkal. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. Hal ini disebabkan masyarakat. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. 29. kedua adalah IUD. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa.56%. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut.

kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb.) Holt.21%). dkk . "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. sumber plasma nuftah. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. baik secara langsung manpun tidak langsung. Smith. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. SUTANTIBRN. rekreasi. pengaturan tata air. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. Selama percobaan. Alpinia malaccencis. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri.. c) Globba marantina L. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. olah raga dan lain-lain. 1980. Pfygonum chinense. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar.. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. (No. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. E. yang 59 . Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. pendidikan. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. 1979. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. Oplismemts burmani. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. F. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. (No. (No. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. b) Costus spedosus (Koen) J. WULANGI dkk. 1988.

3.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. yaitu rebusan atau seduhan. & Schlecht. 60 . (No. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda.38 mmHg. Dendrophthoe pentandra (L. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. Scurrula phitippensis (Cham. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. T. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. meneliti. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. (No. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. satu kali ke perkebunan teh P. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. baik secara mekanis maupun kimiawi. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. yaitu berupa jumlah daun. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. Dari koleksi yang diperoleh. SUTANTI BRN dkk. yaitu: 1.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. genggam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. terutama di pedesaan. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. 2. 4. sudah tentu akan diberantas. Don. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati).40 mmHg. 1981. 1981. dan tekanan diastol rata-rata: 23. T. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14..) Miq. Obat yang merupakan ramuan. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen.) Tiegh. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19.20 mmHg. Pagilarang. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. Macrosolen cochinchinensis (Lour.) G. Tumbuhan sebagai obat.

1 Dian Nuryani. 14.51 Endah Primawati. 16 Gunawan Yohanda.54 Alimin Harahap. 9 Ika Iskandar. 14 Adel Zamri.36 Euis Nining. 7. 10.28 Efi Darliana X. 9. 16 Agus Djamhurl. 3 Eka Susanti H. J.56 Herman Puspita.45 Dedi Sofyan.INDEKS NAMA PENULIS A. 10.26 Ariyono Wahyu Ardi. 11. 11.31 Agus Djamhuri dkk. 11 Harlia Djuhardi. 10 Gloria S.43 Hermansyah Amir. 12.6 Agus Iman N.. 14.45 Akmal.40 Asep Adi Suprihatna. 5. 4. 11.41 Aty Widya Warayanti. 8 I.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 9. 3. 14. 1.56 lie THsada S.51 Dadang Adam Alamsyah.36 Hilwan Yuda Teruna. 4.37 Adriansyah Azhari. Rahayu Nurohman. 6 Halim Zaini. 9. 6 Athena Anwar.51 Euis Holisotan Hakim. 13. 7. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. 3 AbdulNaser. 28 Burhanuddin Gumay. 13. 15. 13.19 Harmaini M J D..44 Gratiana Ekaningsih dkk. 17 Chairil Anwar. 6. 15 Ella Noorlaela..32 Azalia Sinto dkk. 13.54 Bahruddin. 15. 3 Gustini Sy. 24 Husein Hemandi Bakti.3 A. 5 Enny Ratnaningsih. 10 Bogo Suntoro Murti.49 Askadi.. 15. 6.38 Fitri Yunita. 8 Gede Swasta. 7 Arsyadi.55 Binsar Johanes. 2 Azinar.27 Amrizal M.49 Helmi.16. 12. 5. 13 Andy Zul Izwar. P. 18 Ambar Supeni. 1 Eti KurniatJ.38 Ganthina Sugihartin. 2.. 4. 14. 1. 16 Amir Hamzah Mauzy. 9. 2. A. 16 Elly Panglepuringtiyas..43 Feri Herlina Anwar.42 Erwin Afandi. 9 Ida Hariati.8 Budi Herawan. 9.42 Aris Gumilar.37 Hendra Yuliansyah. G. 12. 14 Eming Sudiana.52 Hisran H. Budi Utama..22 Andy Soelistyanto. 9 Aryetti.. 50 61 .31 Achyar Koesnadi. 15 Henny Setiatin. 9. 13. 7 Evi Noviarsyah Latif. Wananda. 7 Eli Halimah. 12. 10. 15. 9 Bastiam..42 Diah Sugiartini.33 Hesti Budiati. 11. Nandini.47 Eva Sarifah Hayati. 7. 57 Aziz Genisa..

3 Miza Nemara. 18.17 Semangat Kataren.. 2.10.10 Neneng Mupidah..55 Sulistyani dkk. 16 Sri Hertati.25 Sri VWdarti.Imtihanah. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. 1. 14.. 5. I Ine Srikandi. 13 Suharti K.44 Ngatijan & R. H. 15.25 Suhandra. 11. 12 Linda R. 2..45 Sri Ardani Soelarto dkk..21 N.60 Rusjdi Djamal dkk.20 Malidin Maibaho. 4.38 Sri Woelaningsih. 14. 16 62 Sumiati Yuningsih. 4.23 Sondang Komariah S. C. 14. 59 Sumarno. 6 Retno Damayanti. 12.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 10.44 Sidik dkk. 10 Mohamad Istari. 9. 13.35 Machmoed Azhar dkk. 16. 1..58 Rida Ernola.33 Nining Yuaningsih. dkk. 13. 15 Mulyono.40 Samekto Wibowo dkk.24 Sri Herliani.34 Suwarji Heryana.( 6. 11 Soekeni Soedigdo. Badjongga HTS. 7.46 Sunoto. 15 Martoni. 8. 11 Mulyoto.Tambunan.54 Riswan S..56 Lianuta Christ Natanel.. 2.32 Riche Hariyati. 15.. 12. 13 Irfandi.. 6.22 Karta.. 7.35 Sutjipto Halim.57 Soetijoso Soemitro. 2 J.48 Latifah. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 8. 8. Imono Argo Donatus..48 Pramadhia Budhidjaya.17.32 Rusjdt Djamal. 11 Marliyani.29 Sumiyati Sunaryo dkk. 2. 23 Rahmanudin. 8.13. 5 Rukmiati K. Wulangidkk.. Sugiarso dkk.29 Rochyadi.. Suherman dkk.46 Robert Edward Aritonang. 25 Takbir Siregar.. 27 Prita Kresna. 3. 12. 2 Nurlaili Isnaini. 4. 13.57 Sulisti. 15.49 Sangat Roemantyo H. 1 S. 4. 16. 3.16. Sutanti BRN dkk. 2.60 Sudarsini.26 Setiawati Yusuf. W. 10. T. 7. 8 Muchtadi. 11 Reeky Charles P.20 Metti Siti Hastuti. 6 Snelly Faurhesia. 14.. 20 Murti Raehani.. 16. 8 . 2 .. 17.59 Lala Nurlaela.. 53 Indrawati. 17 Sri Ulina Purba. 10.31 Sri Anggrahini & Suhardi. 1.53 Saifulah. 5.35 Sri Herjati Setiodihardjo.51 Susi Lahtiani. 17 Moriana Hutabarat. 16 Siti Kardinah P..30 Mindarwati. 1 Oentoeng Soeradi dkk. 1.15.. Yudono. 1 Nurhidayat.19 Suroso dkk. 5 Kartolo S.. 7.40 Sudarsono. 12. 4. 3. Nur Asiah.7 Johansyah.

7. 5.39 Yuniarti Siregar. 3 Yulianti. 3 Tutuk Budiati. 9 Yusi Fudiesta.37 ZulfadIyN.16.21 Yolanda P. 7 Yam Sutiyani.19 Udju Sugondho.. 14. 24 Yun Media Handayani. 4.Tavip Budiawan. 10.39 Titin Suprihatin. I.47 63 . 10.. 14. 13. 21 Wiwiek Herawati. 50 Veronica Bajang. Sidik. 11 Tubagus Agus N.43 Vita Sophiata. 1.55 Yutiardy Rivai. 2. 9. Evelyn..30 Wahyono. 10.41 Tjioe Thio Bwee.28 Taufik Rahman.12. 14.26 Titi Wiraharja N. 8 Utari Dewi. 5. Tati Hurustiati. 59 Trisnasari.. 12 Zuharina. 6..34 Teti Suryeti.. 11. 2.53 Yetty Supatmijati.52 ZuariahYusufdkk.52 Z.30 Yarnelly Gani dkk. 11 Tri Saptini. 7 Udju Sugondho dkk. 3. 15.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful