PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Maksud penerbitan ini. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. baik oleh para peneliti. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. Dengan Buku ini. seperti buku-buku sebelumnya. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. 14001175 . terutama di perguruan tinggi. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). Volume II (1989) dan Volume III (1991). Sri NIP. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini.

FP UNBRA 18.JKFMIPAUNPAD 6. JF FMIPA UNAND 15. Institut Teknologi Bandung. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. JF FMIPA USU 9. Institut Teknologi.FK UGM 13. Institut Pertanian Bogor. FF UGM 10. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Gadjah Mada. Universitas Jenderal Soedirman. Universitas Padjadjaran. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Universitas Padjadjaran. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Bogor 14.FKUI Fakultas Pertanian. JB FMIPA UNPAD 7. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara. Universitas Brawijaya. P3 Biol 16. Universitas Hasanuddin. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Universitas Gadjah Mada. Medan Fakultas Farmasi. FB UNSOED 5. Bandung Fakultas Kedokteran.FKUNPAD 8.DAFTAR SINGKATAN 1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2. PPPS ITB Jurusan Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung Fakultas Biologi. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Fakultas Biologi. Bandung Jurusan Biologi. Bandung 4. Malang Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Bandung. FKH UGM 12. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Padjadjaran. Yogyakarta 11. FP UNHAS 20. Purwokerto Jurusan Kimia. FTP UGM Jurusan Farmasi. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta 111 . FKH IPB 19. Universitas Gadjah Mada. LIPI. Universitas Indonesia. JF FMIPA ITB 3. Universitas Brawijaya. Bogor 17.FKUNBRA Fakultas Kedokteran.

Cianjur dan Garut Isnaini . Ageratum conyzoides L.) pada tikus putlh galur Wistar 6. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Jeruk maja. ^rtfl/ww cotnosus L. Srikaya. .) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L.* 2. ^4/mo/wz squatnosa L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. o* Isolasi. Antidesma Suroso dkk. martnelos (L.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. yang tumbuh di Sukabumi. 3. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. Artemisia annua L. Jeruk maja. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L.) Pengaruh ekstrak: 1.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. 8. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. Kemlegi. 86 (Ageratum conyzoides L. Suroso dkk.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl.) Achras zapota L. 3.) Corr. Aneilema vaginatum R. 2. Antidesma tetrandrum Bl. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L.NO.* ocddentale L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1.) terhadap Ascaris lumbricoides var.(4recfl cafcc/w L.Br. 88 79 13. 2. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. Srikaya. di laboratorium 88 5. Pengaruh pinang (Areca catechu L. terhadap kesuburan pada mencit 3. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. 90 herba Artemisia annua L. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. Br. Kemlegi. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Allium sativum L.

) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. 25. yang tumbuh di Indonesia 16. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18.' 24.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. Artemisia vulgaris L. Juss. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. 17. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. klasifikasi. 27. Takbir Siregar FFUGM 86 .' 26. 21. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Azadirachta indica A.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono ./4/temM/fl vulgaris L. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L.' klon teh (Camellia sinensis L.* Isolasi.* Baeckea frutescens L. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L. Berg.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. Baeckea frutescens L. Bmgtnansia suaveolens B. Juss. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. 20.NO. Calophyllum inophyllum L.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L.Br.

Don. Don. Citrus grandis (L. varietas Tinnevelley Yolanda P. Cassia angustifolia Vahl. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. Cassia siamea Lamk. Andy Zul Izwar 90 32. dari Tangerang dan Bandung 33.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T.* 36. Citrus nobilis Lour. Cocos nucifera L.. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28.J. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 .) Urban Cephaelis stipulacea Bl. Budi Utama 39. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.) 86 Purba A. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. (jeruk keprok) 86 38.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. I. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N.* Coleus atropurpureus Benth. Centella asiatica (L.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl.) G.) G. Catharanthus roseus (L.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth.) Osbeck. JF FMIPA ITB 90 40.NO.

) dan rimpang kunyit (Curcuma M." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.) 45.W." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Curcuma xanthorrhiza Roxb. H. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43. 50. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.NO.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44. J. Curcuma domestica Val.* Curcuma mangga Val.) Sangat Roemantyo.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. zedoaria (Berg.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. dan HDL- Pramadhia B. *. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val. Badjongga HTS. 42." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. & Zyp.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. Curcuma heyneana Val. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia .) terhadap kolesterol total. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma. trigliserida. & Zyp. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb.* Roxb. domestica Val. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb.) M. P3 Biol 89 46.

SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.NO. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SCOT.) terhadap kadar SGOT. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.) terhadap kadar SGOT.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60. kloroform dan metanol . kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. Daucus carota L.) Roscoe Askadi Reeky Charles P.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi.) 69. 67. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg. Sondang Komariah S. UNPAD 88 (Daucus carota L. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 . Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Escherichia coli. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus.NO. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L. 70.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. Deiist. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.) Roscoe zedoaria (Berg.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah.* Durio zibethinus Murr. Datura stramonium L.

(Gardenia florida L.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81.* 74. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L.) Stend.) Griff. ITB dkk. 76.* 79 79.) (GraptophyUum pictum (L. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. 77.* T. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L.) Griff. H. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. mangostana L.) Griff. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. Gardenia augusta Merr. Karakterisasi komponen kimia minyak 78.NO. Badjongga HTS. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. longan (Lour..* 84. FMIPA 81 prunifolia Jack. yang RukmiatiK. dan Gracilaria sp. Gelidiwn sp.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. Isolasi agar dari Gelidium sp. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. dkk. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. Eka Susanti H. C.* Elephantopus scaber L. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. JF FMIPA ITB 89 87 80 73.* 80.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. Retno Damayanti Ngatijan & R. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Eleusine indica Gaertn.) WahyuArdi ITB .) Aty Widya Warayanti N.W.) Griff. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L.

Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95. 91. galanga L. 90. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93.) Merr.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L. 88. (Kleinhovia hospita L.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.) Poit. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L.NO.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. Kaempferia pandurata Roxb. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.) Beauv.* Languas galanga (L.). Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) 86. Hyptis pectinata (L. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk.* Imperata cylindrica (L.) Beauv. Udju Sugondho dkk. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 .) Stuntz. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour.) Merr. JF FMIPA ITB 86 94. Arg. Hevea brasiliensis Muell.

&V. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97.NO.* 107.)Pers.) C.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. Nandini JF FMIPA ITB 87 . Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. Rob.* 104. kulit batang dan buah tumbuh. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour.) Pers. P.* Litsea accedentoides K. B. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. 98. var. Hesti accedentoides K.* Litsea glutinosa (Lour. diversifolia Bl. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106.) I. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. littoralis Blume. 90 90 108.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110.) C. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. & V.G. B. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. Melia azedarach L. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.) Benth. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.* 102.an mindi (Melia azedarach L. 103. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. Leucacena glauca (L.) C.) muda.) Benth." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. B. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.) Pers. Melastoma malabathri cum 109. var. A. Manihot utilissima Pohl. Rob. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L.* Litsea monopetala (Roxb.

Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L.) N.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl.* Ocimum sanctum L. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119.) 89 84 oleifera Lamk.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. 115. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.) 89 ITB Aryetti 118.) harja N. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng. 113. Musaenda Schum. H. C. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl.) Enny Ratnanlngsih 87 . 123. 80 Sugiarso dkk. 124. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112. Momordica charantia L. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L.* Morinda citrifoiia L.) etythrophylla 116. 122.* Myristica fragrans Houtt. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Nicolaia speciosa (Bl.* Pachyrrhizus erosus Spreng.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo.NO. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. 117..* Oldenlandia corymbosa L. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.) Horan 120.

Piper cubeba L.Np. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126. 130. Benth. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) Haojahan.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. Benth.* Pithecellobium lobatum Benth. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L.) Bei & Cav.* Picrasma javanica Blume 134. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127.' 129.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct. Rahayu Nurohman 86 131. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125.* A.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. Piper belle L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. 133.) 136. Parkia biglobosa Auct.* Physalis angulata L. Phaseolus vulgaris L. & Magn.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L.

* Polypodium feei Mett.* Ricinus communis L.) Morr. Zuariah Yusuf dkk. Ait. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.NO.* Psidium guajava L.* Sapium baccatttm Roxb. 140.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. 141. 139. Rhodomyrtus tomentosa W. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. 147. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S. Clarke 12 87 Nining . Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W. E. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N.* Psophocarpus tetragonolobus DC. 78 148.* Polygonium perfoliatum L. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146. Ridley 149. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138. Ait.* Pleomele angustifolia N.) terhadap bobot badan. 142. Brown.* Pluchea indica L. 87 Samanca saman (Jacq. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq. E. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. 143. FPUNHAS 81 145. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. Mohamad Istari Lianuta. Christ Natanel Zulfadly N.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk.) Morr.

* Stevia rebaudiana Bertonii 157. 3. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. Samekto Wibowo dkk. Jeruk maja. Harmaini MJD.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. var. 156. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy.* Solanum laciniatum Ait.* Symphytum officinale L. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155.* Stephania corymbosa Bl. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153.* Solanum melongena L.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. terhadap ovarium tikus.* Pengaruh ekstrak: 1. 2. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. var. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. 154.* 158.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. Kemlegi. Srikaya. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. 162. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. Solanum tuberosum L.NO. Tectona grandis L. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.

Tinospora crispa (L. Schum.* Trigonella foenumgraecum L. & Thems.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. 86 169. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. & Thems. 173. Schum.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. Thevetia neriifolia Juss. Schum. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 . Tinospora crispa (L.* Tristania swnatrana Miq.) K. 172.) K. Rusjdi Djamal dkk.) Miers ex Hook f. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali. 170. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L.) Miers ex Hook f.* Tinospora crispa (L. & Thems. 166.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165.* Voacanga foetida (Bl.* brotowali. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) Miers ex Hook f. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163. Schum.) K.NO.) in vitro Z.I) K.

* Zingiber aromaticum Val.) K. Suherman 185. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L. 81 Woodfordia floribunda Salisb. JFFMIPA ITB 87 N. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays).* FK UI 78 dkk. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. 178. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.* Zingiber ottensii Val.* Lain-lain 186.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. 15 . Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177.) 182.* 176. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl.NO.* Zingiber officinale Roxb. 183. 184. Soekeni Soedigdo Suharti K.) K. 179. Schum. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.* Woodfordia floribunda Salisb. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. Schum. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. 180. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. 181.

Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. H. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. H.* 198. Jawa Barat Lain-lain 87 190. H. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk.NO. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. 86 195. 84 85 201. 88 192. 196. Jamu in the past. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199.* 200. 197. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo.* 88 16 . Sangat P3 Biol Roemantyo.

Central Kalimantan. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Riswan S. H. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. Sangat 89 207. Sutanti BRN dkk. Javanese medicinal plants. H. H.NO. Kartolo S. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Indonesia" Lain-lain 204. Wulangi dkk.* 203. P3Biol Sangat Roemantyo. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. H. H. Sutanti BRN dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH .* 212. H. 214. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Sangat 205. Indonesia 211. Sri Hertati Burhanud- 208. S . P3Bioi Sangat Roemantyo. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Sangat P3Biol Roemantyo. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. 90 17 . 79 90 ' 202. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. H.

NO. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216.*. yang terdapat dalam kuning (param).

ABSTRAK PENELITIAN .

Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida.78). asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. aegypti instar II. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2.) TUTUK BUDIATI. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.28%.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. 1987. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. 1988. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. 40 mL. Ageratum conyzoides L^ (A. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL.0669 atau 6. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. (A. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. conyzoides 0 mL. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. Pemberian suspensi ekstrak A. Isolasi. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. P (No. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.) HARLIA DJUHARDI. eugenol 5% dan sianida (HCN). bahwa larva A. Tingkat larva A. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Kematian larval. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. 30 mL. 30 mL. (No. 1990. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. di laboratorium SUNOTO. eter dan etilasetat. Banyaknya larval.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. Hasil percobaan menunjukan. menunjukkan adanya tiga komponen utama. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. Diperoleh cairan kental kekuningan. conyzoides. Setelah diuapkan. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L.6528 atau 65. 20 mL. 50 mL dengan LCso sebesar 19. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L.) dengan metode kromatografl kolom.69%.33 mL dan LC95 sebesar 47. JO mL. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen.

Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. berupa pohon atau semak.asal.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. 4 (empat). 16*) AVERRHOA BILIMBI L. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). 1988.2 mL. berupa kristal putih.. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. 6 (enam) hari. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. (No. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). flavonoida. 9*) ANANAS COMOSUS L. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. 1979. bentuk jarum. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. yaitu: alkaloida T. glikosida. hasilnya tidak berbeda nyata. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. sedangkan komponen tambahan. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. 1986. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. jarak lebur 258-259°C. alkaloida.01%.0038%.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. (No. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. MACHMOED AZHAR dkk. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. dan senyawa peptida bukan alkaloida. jarak lebur 271-271. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. sekitar 5%. suhu lebur 225°C. terutama jenis alkaloidanya. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0.001%. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir.) muda MULYOTO. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida.5°C. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. sebanyak 0. sterol. (No. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. . Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida.

vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. WAHYONO. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. yaitu sitosterin. tidak berasa. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. dibiarkan 24 jam (kelompok I). kromatografi lapis tipis. senyawa triterpenoida asam dan tanin. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. alkaloida. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. SIDIK. berwarna kuning.) YETTY SUPATMIJATI. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. 1981. 1981. Kepada tikus kelompok I-V. 48 jam (kelompok II). yaitu sitosterin. 21 . IMONO ARGO DONATUS. klasifikasi. klasifikasi.. Jakarta Timur. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya.. kloroform dan metanol.25 mL/kg bb. (No. Tikus kelompok VI-X. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. fenol. berwarna putih. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456.Contoh dari Jakarta Barat. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. tidak berbau. (No. tidak mengandung senyawa saponin. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . 2. 1981. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. Isolasi. flavonoida maupun glikosida. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. kromatografi lapis preparatif. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. berbau khas. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. Jakarta Selatan.). Informasi tentang kandungan kimia. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. tanin. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. (No. 72 jam (kelompok III).

.62. semua tikus diberi CCLj 1.4762. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.47%. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. membuat sabun. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. XII. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. bilangan penyabunan. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan.56. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. nm25=66. kadar abu 4. daun pemeliharaan. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb.) EVA SARIFAH HAYATI.83 cP. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. n<j 25 = 1. biarkan 24 jam. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. karotenoida dan sitosterol. daun ketiga. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. selalu berdaun hijau. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. dan 96 jam untuk kelompok XI. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. yaitu: bilangan yodium 99. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. (No.25 mL/kg bb. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. FiHphia dan daerah sekitarnya. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. Indonesia Timur. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. atau untuk penerangan.) JOHANSYAH.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. daun indung dan daun tua. oleat dan linoleat. daun kedua. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. 1988.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. stearat. 48. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. kadar 40% b/v. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. senyawa tak tersabunkan 1. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. biarkan lagi berturut-turut: 24. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. (No. tangkai muda. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. Kelompok XI XIV. yaitu: (1) klon TRI 2024. 1988. bilangan asam 0. tokoferol.). XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%.9265. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas.71. 72.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. antara lain klon. ternyata mengandung tanin. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. kalsium dan besi. natrium. bilangan ester 199. diperlambat oleh vitamin E. (2) klon TRI2025. biarkan selama 24 jam. viskositas dan bqbot jenis. d30 = 0. 22 . (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. bilangan penyabunan 200. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.006%. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium.. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri.hijau dan teh hitam.94. daun pertama.

di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.23%. 247.20%.48%}. daun kedua: 3. 1980. daun indung: 1. daun pertama: 4.92%.86%. daun indung: 1. yaitu masing-masing adalah 23. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan.30 sampai 0. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut.38%. L.31%. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). daun kedua: 4. longum S. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4.0 nm.0 nm dan 290. (No. daun ketiga: 2. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.).51%. 25*) CAPSICUM ANNUUM L.16%. 247. 26*) CARICA PAPAYA L.84%.81%. daun ketiga: 2.61%. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.63%.0 nm. yaitu dengan bobot molekul 293. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0. daun kedua: 2.73%.33%. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia.57%. daun ketiga: 2.88%.49%. abbreviatum F.0 nm. tangkai muda: 2.50%.91%. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm.18%.37. daun pertama: 4.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975).74%. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. daun indung: 1. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform. 321.307. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis.). • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%.68%.02%. b) daun pertama: 3.95%.67%. daun pemeliharaan: 1. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var.13%.5 nm. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.35. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. daun ketiga: 2.49%. b) daun pertama: 4. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. daun tua: 1.50%. daun tua: 1. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin. daun pemelihara: 1. daun pemeliharaan: 1. 1987.70%.22%. daun kedua: 3. daun pemeliharaan: 1.) PRITA KRESNA.5 nm dan 295. 23 . bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025.48%. daun tua: 1. tangkai muda: 2. daun tua: 1. daun indung: 1.0 nm dan 280. (No.30 sampai 0. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235.06% dan 24.. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. Kemudian direfluks selama 2 jam. tangkai muda: 2. tangkai muda: 1. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.9748 bagian per juta. tidak mengandung tanin dan enzim papain.5 nm. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.

serta bobot molekul 174. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. yaitu terutama kulitnya. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. segar diperoleh pektin sebesar 0.26%. salep scrap. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. 29*) CASSIA ALATA L. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. rasa pedas getar.) Osbeck. bahan diduga gramina. Dari kulit buah Citrus grandis (L. dan kadar protein rendah. yaitu 2. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. (No. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. (No. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. memberikan reaksi positif alkaloida. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L.8904 cP. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. 1986. DlAN NURYANl. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom.) OSBECK.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar.Untuk bahan makanan. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. 36*) CITRUS GRANDIS (L. dengan metode 24 . Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. 1987.70%. 1987. Citrus grandis (L. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang.82% berat basah. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC.41%. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1.) Osbeck. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. dengan viskositas 0. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. 1 gugus metilen. Diperoleh kristal jarum. inframerah. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS.) Osbeck. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. (No.

kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2.72 ± 0.penyabunan diper. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. 1981.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. Dua belas ekor domba betina.15 kg. di samping sebagai pencuci mata.7%. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB.. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. SUWARJlHERYANA. dengan metode pektase: 2. Kelompok I sebagai kontrol.917 kg. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. Data spektrum ultraviolet. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. cacingan. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. diambil secara random..829 kg. kelompok HI = 1.oleh 4. (No.5%. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. adalah hesperidin flavonon. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan.5 mL/kg bb. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. (No. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler.1).. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba.1 ± 0. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. wasir. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. dibagi menjadi 4 kelompok.05).05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba.. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour. (No. Ke25 . saponm dan minyak atsiri.5% dan dosis 5 mg/kg bb. 1986. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk.4 ± 0.047%.1987. umur kira-kira 6 bulan. tiap minggu sekali. kelompok II = 1.2%. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. kelompok IV = 2. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb. tiap 4 minggu sekali. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat.. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu.5 mL/kg bb. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. fiavonoida.1 kg.32 ± 0. luka-luka kecil.

lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. (No. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. SEMANGAT KATAREN. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). Wmkler antara lain Kaiser (1932. CH2. Gunster Honvad dan Rao (1964). Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. CH3. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb.6%. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak.005%).) P TETI SURYETi. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. dilanjutkan dengan analisis kualitatif.1933). 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. (No. serta gugus aromatik.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. C = C . Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. 1988. & Zyp. 26 .38%. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. 1988. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. (No. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. 1986. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. dan kromatografi gas. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. tetapi juga tidak nyata (P < 0. isotasi zat berkhasiat.5 mL/kg bb.

Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. masing-masing: tween 80. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. monoterpen-0. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. dan kadar kurkuminoid isolat. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. etanol. heksan. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. AMIR HAMZAH MAUZY. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. kromatografi gas dan kolom. 1988. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. eter minyak tanah-aseton. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. (No. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. 20 mg kurkuminoid + tween + air. (No. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. eter minyak tanah-etanol. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. eter minyak tanah-heksan-aseton. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. 1987.kolesterol. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). 27 . Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. b) refluks dengan aseton.) terhadap kolesterol total. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. Basil menunjukkan bahwa. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok.. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. 3% kolesterol.

N. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. yang 28 . kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. 1987. 10 mL ekstrak air temulawak. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. masing-masing: 3% kolesterol.) terhadap HDL-kolesterol. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut.05 mL/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80.05 mL/kg bb. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol).) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. 1987. Bottger. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. Kelompok V.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). 1988. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. 15 mg dan 20 mg. N.. (No. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal.

Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. perlu dilakukan. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. berasa pahit pedas. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. 10 mg. 2. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. 8 mL dan 10 mL secara oral.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. magnesium stearat). 1987. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. Kelompok I adalah kelompok kontrol. b) pada suhu sampai 60°C. (No. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies.) terhadap kadar SGOT. Kelompok IV. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. asam stearat. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. 10 mg. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. 15. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning.) terhadap kadar SGOT. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. 15 mg. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. 29 . Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. masing-masing 6 mL. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. amilum. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. (No. Dengan menentukan kadar bilirubin total. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. 1988. berbau khas. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL.

3) Tawangmangu. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. 1986. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. kloroform dan metanol. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. yaitu: 31. 7) Tasikmalaya. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air.80%. 1987. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. atsiri dan komponennya serta kadar 30 .84 ± 0. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai.44 ± 1. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. menggunakan pelarut eter minyak tanah. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kloroform dan metanol. 6) Cirebon. Di antara ketiga metode pengujian. yaitu: 5. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. 2) Surakarta. 4) Yogyakarta. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 8) Garut. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI.12%. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. (No. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. kloroform dan metanol. 9) Sragen. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. yaitu: a) metode cakram kertas. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. 1986. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. 5) Bumiayu. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. waktu panen dan pengolahan. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. b) metode perforasi dan c) metode kontak.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. (No.(No. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. dan terkectl dari daerah Purwodadi. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli.

yang menurut penelitian ini.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. siang dan sore. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi.(No. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. Selain itu juga buah. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah.). 1979. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. Turn. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST.30 atau sekitar 14 jam. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. 1979. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. semua mengandung senyawa diosgenin. tanpa memandang spesies. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. 1988. (No.00 sampai jam 8. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. 31 . terbukti mengandung senyawa diosgenin. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. ACHMAD MUSTAFA FATAH. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. bobot badan antara 10-12 kg. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. (No. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. daun. yang banyakadalah untuk Indonesia.

18 mg. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. 1987.(No. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. Temanggung. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. demam.18 mg.6 mg ekstrak.) suku Graminae. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin). Wonosobo. Bacillus subtilis. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour.4 mg dan 5. cacingan dan diare. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah.4 mg. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. (No. 1986. Dengan cara penentuan seperti di atas. sensitif sedang pada dosis 3. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida.) ATY WiDYAWARUYANTI. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ .) Stend. Ambarawa. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12.cara infundasi. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. 32 . Dengan melakukan ini.) STEND. tumbuh liar sebagai gulma. (No. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K.6 rag dan 3. tanin. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. kloroform dan metanol.5%. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. dan sensitif sedang pada dosis 5.. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. COKRONEGORO 1981. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn.

pohonnya tinggi dan berdaun lebat.) pada "rat" NGATIJAN. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. ( No. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. YUDONO. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ.. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. R. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. dengan Spektrum pe33 . hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. buah tersebar di daerah tropis. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. CHC13:etilasetat (1:1). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. benzen dan metanol. HERMANSYAH AMIR. (manggis. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. C = O. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. keluarga Guttiferae. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. H. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. 1990. C-H. (No. C = C. Turner dan Andrew Wilson. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik.dapat dimakan. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. CHC13 dan CeHe. kadar dan gugus fungsi yang ada. 1979. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. etilasetat dan n-butanol. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah.

belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. (No.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. tidak dapat dipakai lagi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. pictum. (Gardenia florida L. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. var. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. etil benzoat. Miquel (1850). tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. flavo-rubrum.) Griff. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering.) Beauv. 1987. album. var. GC-MS serta spektroskopi inframerah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. di Malesia WIWIK HERAWATI. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L.) Beauv. dan diduga adalah mangostin. GC-MS. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. viride. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. SUTJIPTO HALIM.) GRIFF. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Hal ini disebabkan. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. rubrum dan var. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. linalil asetat dan stirolil asetat.) Griff. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. yaitu pada: 1750-1650. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. pembuatan diskripsi. beta-mangostin dan gamma-mangostin. Griffith (1854). Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. (No. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. Indonesia. var. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. yaitu var. N. yang dikenal dengan nama alang-alang. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. pemeriksaan spesimen herbarium.) BEAUV.d Brink Jr. var. dan BIndonesia. 34 . benzil asetat. kromatografi gas. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. seperti pada xanthone standar.1650-1450. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. 1989. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. 1986. dan 750-60 cm'T. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang.. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. linalol. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. lurido-sanguineum. album dan lurido-sanguinem. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol.1400-1200.

asam vanilat dan vamlin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. parutan dan air perasan.. 400 mg dan 600 mg/kg bb. Phyllanthus niruri L.. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb.. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. emulsi ah. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ.. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. 1989. STUNTZ. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. Curcuma xanthorrhiza Roxb. 30%. 1981. penyakit kumng dan hepatitis. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. termasuk Indonesia. asam benzoat. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 .dalam minyak (A/M). terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). (No.. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. jamur Microsporum gypseum. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum.. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. dengan dan tanpa penambahan asam cuka. N. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Kumarin tidak ditemukan. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. Silybiwn marianum L. 60% dalam dasar salep hidrokarbon. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. N. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. antara lain: Curcuma domestica Val. Eclipta alba Haask. 1\imbuh-tumbuhan itu.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO.Katimaha (Kleinhovia hospita L. 1979. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . diberi CCLi dan air suling 2 mL.

Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. baik jenis merah dan putih. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. & V. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. 2. isolasi alkaloida. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. Laos yang dikeringkan. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . 1989. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. obat kanker dan sebagainya. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. (No.Microsporum gypseum. 9 dan 10. inframerah dan NMR menunjukkan. No. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan.O diasetil aktinodafnin. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. 1989. HESTI BUDIATI. Selanjutnya. Salah satu genus Dalam percobaan ini. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. Data spektroskopi ultraviolet. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. yang pada umumnya jenis apomorfin. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. & V. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea.

benzen dan metanol sebagai fase gerak. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C.kandungan alkaloidanya.82. var. B. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. Dengan spektroskopi. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. ADEL ZAMRI. littoralis Blume.51. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. var. Rob. (No. bahwa alkaloida 1-N. JK FMIPA ITB (Lour. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. B.) C. HELMI.dan Rob. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. (No. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. littoralis Blume. B. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. belum diteliti lebih lanjut. Jika zat ini benar. Rob. Rob.35. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. var.) C. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. 37 .74. ROB.69 dan 0. 1990. 0. (No. ROB. Dari kelima bercak tersebut. B. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin.) B. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. VITA SOPHIATA. inframerah dan GC-MS. B. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya.diperoleh dari aktinodafnin.19. var. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. littoralis Blume. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. 0. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. 1989. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya.) C. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.) C. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis.) C. Bercak kedua dengan Rp 0. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. NMR dan GC-MS.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. inframerah. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. 1989. 0. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet.C.

0. yaitu penghilangan lemak.) C. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. aporfin dan morfinandienon. var. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi.01%. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. Rob. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB.28.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. 1990. 2. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff.) Pers. 1989.) PERS. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10.41. SRI WlDARTI.53. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya.34. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. 2. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1.32. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 0. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. isolasi alkaloida. B. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0.) Pers. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.75.) C. Pemisahan. kadar 0. inframerah. kromatografi kolom. Dari ketujuh bercak tersebut. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. B. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb.) PERS. 0. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. asam lemak dan arabinoksilan. 9 dan 10.5-177°C. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. 1989. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. Pemisahan. Senya. ASEP ADI SUPRIHATNA. (No. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. Ddafnin. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.(No. NMR dan GC-MS.) Pers. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1.57 dan 0. 0. S FERI HERLINA ANWAR. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. 9. Dari sini didapatkan tiga fraksi. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik. 0. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama.

(No.2778. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor.1101. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. kalium. 1548-1515. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff.1020. 39 .314-0. 2778. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. 2850. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. 1445. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni. minyak (35. 3125.1550-1515.021-42. 1689-1639. protein. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium.611-3. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L.1389.1689-1639. Fraksi II: 3750. 1608. 1497. YUN MEDIA HANDAYANI.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS. 3250.257).1031. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. 1989. 1323. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan.0810. 235 nm dan 315 nm.000-0. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. 2857. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk.081-0. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L.1053. 1362. Fraksi II: a) 216 nm.006). fosfor. 1366.112). nitrogen. 1235. asam oleat (10. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor.1497. c) pada NaOH2N: 240 nm.806-10. kalium (0.714). 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK.014). c) dalam NaOH 2N: 236 nm. b) dalam HC1 2N: 217 nm.327).1053. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. magnesium. 1163-1149. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). nitrogen (2. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu.623).430).1724.1408.76136. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul.571). 235 nm dan 315 nm. 1706. natrium (0. fosfor (0. Mayer dan Bouchardat.251-0.1303. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. 1212. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. (No. 1250. 3250. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. magnesium (0. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. 2300. 1979.950. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit.1253-1117. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral.1449. protein (7. natrium.

di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. betafelandren. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap.6.(No. ayan. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18.). 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. indeks bias pada 20°C.4572. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. beta-pinen. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt.8254.64. SUDARSINI. kamfen. (No.3%. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. kelarutan dalam alkohol 20%. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. putaran optik. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. bilangan penyabunan 31.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. putaran optik: + 10.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. Hasil uji dapat disimpulkan.5379. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. 1984. larut dalam 2. indeks bias (20°C): 1.4255. Bacillus subtilis. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. sisa penguapan.844. 1989. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.24%.5 volume alkohol 90%. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. Tetapi selain dalam bentuk biji. bilangan asam 5. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. (No. p-simen. bilangan asam dan bilangan penyabunan. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. 40 .24. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. diekspor juga dalam bentuk minyak. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. sisa penguapan 2.

kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. sedrol. SUDARSONO. inframerah. 121*) OCIMUM SANCTUM L. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L.). klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Unalol. CH dari metil dan metan. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. 3. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. 1987. C = C.FF UGM ldenlandia corymbosa L. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren.2. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. serta C = O dari karboksilat. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. OLs. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. suku bahan campuran makanan.(No. 2. geranial dan karyofilen. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. 1981. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. (No.2 dengan jarak lembur 41 . dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. dari suatu alkohol. (No. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. C = C. kromatografi gas dan kolom. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. OL. Ocimum L. Isolasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. sering tumbuh secara liar. Dilakukan percobaan isolasi.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. C = O. Senyawa OL. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. dan GC-MS. C-O. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. 1987.

Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. RAHAYU NUROCHMAN. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. ENNY RATNANINGSIH. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia.). (No. 1986. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. A. skrining fitokimia.115-118°C. bentuk kristal.07%. Kadar yang diperoleh adalah 0. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L.84). Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. aluminium dan silikon dalam abu total. ekstraksi pelarut-pelarut. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. flavonoida. tanin. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. flavonoida dan glikosida. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. triterpenoida dan steroida. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. 1986. Salah satu bercak (Rf = 0. yakni suhu lebur. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. JK FMIPA ITB Pdarah. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . saponin. inframerah. ekstraksi. nikel. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. menunjukkan lima bercak. Data spektroskopi ultraviolet. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. Stfat-sifat fisik. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. (No. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. 4. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida.) P DEDISOFYAN. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. sedang yang beracun adalah fraksi lain. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. 1987. (No. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. Terdapat juga mineral: kalsium. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. Beberapa pustaka menunjukkan.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. besi. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L.

T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan.83% b/b. 1250 cm"1 (regang C = C-O). (No.1680.07 dan Rf2 = 0. (No. di samping mengandung senyawa tanin.) termasuk suku Mimosaceae. kadar sari yang larut dalam air: 34. Penelitian dilakukan secara mikroskopis.harga Rn = 0. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. (No. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. kalsium.57. Dalam penelitian ini. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. 1050 cm"1 (regang C-O-C). serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. 1100. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. kalium. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. 132*) PHYSALIS ANGULATA L. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). D ZUHARINA. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. 1540. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. 2920 cm'1 (C-C-H). Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar.) HERMAN PUSPITA. 1989. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. yaitu ordo Leguminosae. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.57 menunjukkan satu bercak jingga. 2340. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman.1400. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. magnesium dan besi.780 dan 610 cm'1.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. 1988. 1986.63% b/b. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. 1770. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik).

Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida.. yaitu sekitar 13. bau. Pada dosis yang dicoba. Di Eropa. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. pH. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0.. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. ada tidaknya endapan. WANANDA. jumlah dan warna bercak.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. yaitu 237 nm.83 memang positif saponin. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. 44 . 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna.91 meragukan. sedangkan bau tetap.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. diare alau diminum sebagai leh. (luntas/behmtas) GLORIA S. stilben. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. alkaloida. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. 138*) PLUCHEA INDICA L..83 menunjukkan hasil yang positif.Polygonaceae. pH. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. (No. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. sedangkan bercak dengan Rf: 0. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi.83 dan 0. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. 1980. 2. 1989. 1987. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. Pada penyimpanan. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. (Pleomele angustifolia N. satu kelompok tidak diberi obat. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. perubahan serapan. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari.18%. (No. SETIAWATI YUSUF. 50 g/kg bb. Jenis bermacam-macam senyawa. dengan dosis: 25 g/kg bb. E. serapan. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. juga terjadi endapan. (No. PPPSITB lygonum perfoliatum L. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. 3. FKHIPB Inched indica L. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. Polygonum dari suku K. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No.91 serta satu bercak yang lidak naik. dan 75 g/kg bb. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. diabetes.

tidak berbau dan berasa pahit. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. etilasetat dan metanol-kloroform-air. tekanan darahfeeitinggi.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. (No. (3). (No. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. antihepatotoksik. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. kecamatan Dau Malang. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. presipitasi protein. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH.. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. eter minyak tanah. 1987. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. 1986. (2). (No. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). antihipertensi. SUHARDI. sakit pinggang bahanlain-lain. NMR dan GC-MS..) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. Potypodium Mett. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. kloroform. analgetik dan antasid. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik.31%. 1981. menggunakan metanol:air (8:2). kemudian dikeringkan. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon.. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. hipoglikemik. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare.

dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. berat lien dan struktur lien. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. dan 20%. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif.264%. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. 1987. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. (No. sebanyak 5%. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. yaitu membandingkan akseptabilitas.. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. kadar air: 60. kosmetik. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. jumlah limfosit dalam darah. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. berat dan gambaran histologik lien. 15%. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah.075% . Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. Yogyakarta. Kelompok I adalah kelompok kontrol. nilai formal. 146*) RICINUS COMMUNIS L. III. MOHAMAD ISTARI. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. nitrogen terlarut dan kadar air. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. Penetapan komposisi 46 . Tahap pertama. Dalam percobaan ini. waxes. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. ransum yang diberikan tanpa campuran. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Tahap kedua. bahan dapat larut: 26. semir. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. khususnya untuk kenaikan bobot badan. bahan pelapis pelindung. bahan untuk polimer icinus communis L. kadar HCN: 0%. jika dibandingkan dengan kontrol. (No. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. 10%. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. jumlah limfosit dalam darah. Kelompok II. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. nitrogen terlarut: 5. 1981. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit.468%.885%. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari.

Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. Liebermann-Burchard.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. (No. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. Untuk mengidentifikasi solasodin. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi.) Ridley. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37.. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. 2860 cm"1 (C-H). Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. daur glioksilat dan glikolisis. ekstraksi. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price.79%. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. 1450 cm . dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. 1120 cm"1 (C-O). ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Clarke. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform.) Ridley ZULFADLY N.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. Clarke secara densitometri EUIS NiNING.77 %. 3010 cm"1 (C-H olefinik). setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. 875 cm"1 (C-H). Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. bereaksi positif terhadap alkaloida. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. Pada periode setelah awal perkecambahan.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB.93%. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. Sapium baccatum (Roxb. 2860 cm"1 (C-H). sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. 1987. 1988. 2950 cm". (No. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). varietas duri banyak: 10. Dari hasil yang diperoleh. ketebalan 250 um). Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. 1370 cm"1 (lentur C-H). terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. varietas duri banyak: 36. 1030 cm"1 (C-O). 1460 cm"1 (lehtur C-H). 1640 cm"1 (C = C).masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. yang meliputi penetapan kadar air. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. ketebalan 250 urn).04%. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. 2960 cm"1. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. terpenoida dan fenol. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik.

maka dikembangkan penggunaan solasodin. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum.011%. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. Gambaran histologik menunjukkan.10 ~3%).76 ± 1. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder.402 ± 0. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. penampak bercak Carr-Price. 1978.468 ± 0. varietas duri jarang yang sudah masak. Clarke LALA NURLAELA.01). Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. berasal dari Balai Penelitian Gizi. bahan kering = 0. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. yaitu. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0.Burchard. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. Clarke. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI.59 ± 0.ekstrak daun Solanum Ait. walaupun tidak terjadi seluruhnya.07. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait.00 pagi sebelum diberi makan.01). Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. Digunakan dua macam kelompok kontrol. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin.05). menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. 1987. terhadap ovarium tikus. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya.009%. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0.panjang gelombang 400 nm. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. Solanum khasianum CB.010%. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan.542 ± 0. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait.59 ± 3. (No. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan.33.01%. bahan kering = 0. No. Liebermann. pengembang klorofornrmetanol (9:1). FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. dibandingkan dengan kontrol (P<0. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB. Departemen Kesehatan RI. Uji kadar asam sitrat dalam 48 ..

bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. 1986. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). isolasi alkaloida. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae.. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. (No. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. (No. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik.. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. Data spektroskopi ultraviolet. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk.. 1978. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. 1989. (No. diteliti kandungan alkaloida. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. inframerah. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. bahkan berkhasiat hipoglikemik. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. dari hasil penelitian Takeda (1950).plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. 153*) SOLANUM MELONGENA L. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g.. Hasil penelitian menunjukkan. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers.

50 . . 13-C. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. 1986. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. (No. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. inframerah. 18-COH. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. C-O. C = O. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. Hasil penelitian dari infus stevia.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa.28%. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. Tentu saja. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli.6%. makin tinggi konsentrasi infus stevia. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. serta O-H dalam strukturnya. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). -CH3. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri.04 g/L. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. (No. maka kadar gula darah turun 53.39% dan 10. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman.dan gugus metij pada 10-C. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan.02 g/L dan 8. NMR. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii.CH2-CH2. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah.

1985. Pengaruh ekstrak: 1. Srikaya.. suku Anonaceae.) suku Rutaceae.. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII..5 mg/kg bb. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. 1981. yaitu 6. Stevlosida. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan.0%. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. maupun obat-obatan. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. 2.M. 2 dan 5% dari bahan no. dan 3. AMRISAL. dari bulan September sampai 51 . (No. Tanaman Symphytum officinale L. baik dalam industri makanan dan minuman.) dengan pemberian klorpropamida. Srikaya (Anona squamosa L. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22.(No. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. 1981. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. Karena itu. Jeruk maja.) suku Compositae. 1 dan no.25 dan 40 mL/kg bb. 1988.. ANONA SQUAMOSA L. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. (No.16. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. Sebagai pembanding digunakan akuades. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog.). telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. (No. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. Kemlegi. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. Jawa Tengah EMING SUDIANA. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. AEGLE MARMELOS CORK. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. 2. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. ester dan = CH2. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. 3 tersebut di atas). Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. yaitu: 1. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. dan 3.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl.94. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. Alkaloida utama BJ.67 mL per kg bb. Sari eter minyak tanah. (No. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton.58.) K.58. karena data Spektroskopi belum lengkap. 1989. SCHUM.67 mL per kg bb. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol.94. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat.33. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard.. dan 2. suku Lythraceae. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0.) K. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif.) K. pemurnian secara rekristalisasi. SCHUM. kolom.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. 1. BASTIAM. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. (No. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. adaPENELITIAN yang telah analgesia. 1988. Schum. (No. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum.) K. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. dan 2. Digunakan ekstrak 4. Schum. NMR. kloroform dan metanol.72% dengan variasi dosis: 0.) K. 0. inframerah.) K. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. 1. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . dari buah ditemukan 2 alkaloida. Dari akar Voacangafoetida (Bl.) K. .56. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. Schum.Schum. Woodfordia floribunda Salisb. 0. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. Schum. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. Alkaloida 62 dan 63. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian.) K. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. maka struktur belum dapat ditentukan.

180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. IDA HARIATI. alpinetin. 1987. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. khususnya tanaman yang tanaman ini. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. 1987. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. cardamonin dan 2'. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. yaitu flavokawin B.) pada mencit LATIFAH.8 mg/kg dan 218. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan.5 mg. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. 1986.0185 X. (lempuyang wangi). dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan.8 mg dan 218. 181. cacingan dan influenza. (No. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. (No. 199. minyak atsiri dan oleoresin.35+0. Alpinia 56 . JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi.7 mg. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. (No. Beberapa jenis yang lain. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Makin besar dosis yang diberikan. HENNY SETIATIN. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. Misalnya. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.3 mg.0 mg/kg bb. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. kurang nafsu makan. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. pinosimbrin. 163. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB.0 mg/kg bb.(9:1). yaitu etil-p-metoksi-sinamat. yaitu: 145. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb.

Jakarta. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". (No. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. dan Zingiber officinale. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. (No.30. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. 13. masih dalam batas harga normal. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. (No. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. Dari 1.9% menopause. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56.officinantm Ham. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. sedang sakit.. dan 45 hari. Zingiber ottensii Val. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. serta flavonol.3% sedang hamil. T. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. hematokrit. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK.. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. 1978. klinik KB jauh. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. Untuk sementara dapat dikatakan. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. Beberapa jenis yang lain. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik).(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. 8.30 dan 45 hari. Survai berlangsung 10 bulan.225 responden. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . sisanya 30 % tidak ber-KB. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. tidak bersuami lagi. 1978. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. dan terkumpul 1.225 kuesioner. sisanya karena menyusui. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah).7% ingin anak lagi.. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. Mengingat hal tersebut. SUHERMAN dkk. 1978. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya.

29. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. tidak mengganggu kesehatan. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. yaitu fraksi minyak atsiri. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. Ternyata. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hanya 4. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. adalah: 18. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. 58 .). 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. desa Grendeng. desa Karang bangkal. 15 dan 20 menit. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. yaitu: desa Bancar kembar. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. 1984. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. 30. Cap Air Mancur. Penggunaannya secara oral.subur baik). (No. SMA atau perguruan tinggi. 20% beragama bukan Islam. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD.62%. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. antibakteri. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. atau hanya dengan 1-2 anak saja. Hal ini disebabkan masyarakat. jamu gendong dan ramuan sendiri. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. makanan minuman dan kosmetik. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. kolagogum dan antihepatotoksik. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. Kira-kira 80% responden beragama Islam.56%.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. mudah didapat. kedua adalah IUD. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa.).46%. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. desa Purwanegara. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut.21% dan 28.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. 10. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. (No. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. Cap Jago. 1987. desa Sumampir. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. menurunkan kadar kolesterol.

Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. Pfygonum chinense. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri.) Holt. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. pengaturan tata air. Oplismemts burmani. c) Globba marantina L. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. dkk . 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. (No. yang 59 .. WULANGI dkk. Selama percobaan. E. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. 1980. Smith. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. (No.. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar.21%). Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. b) Costus spedosus (Koen) J. sumber plasma nuftah. 1979. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. rekreasi. pendidikan. (No. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. olah raga dan lain-lain. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. baik secara langsung manpun tidak langsung. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. Alpinia malaccencis. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. 1988. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. F. SUTANTIBRN.

disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. 3. T. genggam. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat.40 mmHg. SUTANTI BRN dkk. (No. satu kali ke perkebunan teh P. Tumbuhan sebagai obat. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.) Tiegh. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. Don. dan tekanan diastol rata-rata: 23.. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. 2. (No.20 mmHg. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. 4. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. Macrosolen cochinchinensis (Lour. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional.) G. Obat yang merupakan ramuan.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat.. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. yaitu berupa jumlah daun. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. Pagilarang. 1981. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). & Schlecht. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. sudah tentu akan diberantas. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. yaitu rebusan atau seduhan. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. baik secara mekanis maupun kimiawi.38 mmHg. Dari koleksi yang diperoleh. meneliti. yaitu: 1. terutama di pedesaan. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali.) Miq. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. 60 . T. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. 1981. Dendrophthoe pentandra (L. Scurrula phitippensis (Cham.

6 Athena Anwar..54 Bahruddin. 6. 13. 11. 5 Enny Ratnaningsih. 15. 15 Henny Setiatin.36 Hilwan Yuda Teruna. 1 Eti KurniatJ. 2.42 Diah Sugiartini. 16 Elly Panglepuringtiyas.55 Binsar Johanes. 2 Azinar. Budi Utama. 7 Evi Noviarsyah Latif. 7.19 Harmaini M J D. 14. 10 Gloria S. 9 Ika Iskandar.8 Budi Herawan. 3 AbdulNaser. 1. 7. 7 Eli Halimah. 14 Eming Sudiana. 15.31 Agus Djamhuri dkk.. 13.26 Ariyono Wahyu Ardi.51 Euis Holisotan Hakim. 4. 8 I.. 2. 5. 1.. Nandini.54 Alimin Harahap.. 9. 12. 9 Aryetti. 13.3 A. 14. 6. 14. 10.43 Feri Herlina Anwar.51 Endah Primawati..42 Aris Gumilar. 3. 50 61 . 10. 3 Gustini Sy. 17 Chairil Anwar. 9. 12.33 Hesti Budiati.56 Herman Puspita.49 Helmi.. 9.52 Hisran H. G.49 Askadi.42 Erwin Afandi.56 lie THsada S.51 Dadang Adam Alamsyah. 11.28 Efi Darliana X. 1 Dian Nuryani. J. Wananda. 28 Burhanuddin Gumay. 12. 15.38 Fitri Yunita. 10 Bogo Suntoro Murti.36 Euis Nining. 13. 7. 12. 57 Aziz Genisa.6 Agus Iman N. 6 Halim Zaini. 16 Agus Djamhurl.45 Akmal. P. 9. 11 Harlia Djuhardi. 11. 4... Rahayu Nurohman.22 Andy Soelistyanto.40 Asep Adi Suprihatna.37 Adriansyah Azhari. 15 Ella Noorlaela. 13. 16 Gunawan Yohanda. 11.27 Amrizal M. 5. 13 Andy Zul Izwar.38 Ganthina Sugihartin. 9.INDEKS NAMA PENULIS A.34 Haojahan Tfcnggul Manullang.16.31 Achyar Koesnadi.41 Aty Widya Warayanti. 9.43 Hermansyah Amir. 3 Eka Susanti H. 16 Amir Hamzah Mauzy. 18 Ambar Supeni. 14 Adel Zamri. 4.45 Dedi Sofyan. 10.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 7 Arsyadi.. 8 Gede Swasta.47 Eva Sarifah Hayati. 9 Ida Hariati. A. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. 14. 15. 24 Husein Hemandi Bakti.32 Azalia Sinto dkk. 9 Bastiam.37 Hendra Yuliansyah.

13.55 Sulistyani dkk. 5. 10. 10 Mohamad Istari. 14. 15 Mulyono.. 11 Marliyani. 16 62 Sumiati Yuningsih. 8.19 Suroso dkk.45 Sri Ardani Soelarto dkk. Wulangidkk. 1 Oentoeng Soeradi dkk.58 Rida Ernola. 4. 2.31 Sri Anggrahini & Suhardi.. Nur Asiah.44 Sidik dkk. dkk. 4. 2. 13 Suharti K. 20 Murti Raehani.40 Samekto Wibowo dkk. 17 Sri Ulina Purba.Tambunan.60 Rusjdi Djamal dkk.46 Sunoto.. 13 Irfandi. 11 Soekeni Soedigdo.59 Lala Nurlaela. 25 Takbir Siregar.. 10.32 Riche Hariyati. 16. 11. 7. 27 Prita Kresna. 2..38 Sri Woelaningsih. 3 Miza Nemara. 16 Siti Kardinah P.. 3.54 Riswan S. 5.56 Lianuta Christ Natanel. I Ine Srikandi.20 Malidin Maibaho.48 Pramadhia Budhidjaya. 12. 3.35 Sutjipto Halim. 5 Kartolo S.. 14.. 8.25 Suhandra... 5 Rukmiati K.33 Nining Yuaningsih. 10. 3. 4.40 Sudarsono.51 Susi Lahtiani. 8. 6.17.35 Machmoed Azhar dkk.29 Sumiyati Sunaryo dkk. 13.24 Sri Herliani. 4. 12. 14.22 Karta. 9.10 Neneng Mupidah. 8 Muchtadi. 23 Rahmanudin. 18.10. 15 Martoni. C. 1 S.. 17 Moriana Hutabarat. 15. 14. W. 8 . 17.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 16 Sri Hertati.. 2. Sugiarso dkk. 15.32 Rusjdt Djamal. 8.57 Soetijoso Soemitro..26 Setiawati Yusuf.21 N. 59 Sumarno.17 Semangat Kataren... 11 Mulyoto. 2 J.15.30 Mindarwati.44 Ngatijan & R.. 12. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. Badjongga HTS. T.Imtihanah. 2 Nurlaili Isnaini. 12 Linda R. 13. 1 Nurhidayat.7 Johansyah. Sutanti BRN dkk..48 Latifah.35 Sri Herjati Setiodihardjo.60 Sudarsini. Suherman dkk. 15. 16.53 Saifulah.. 53 Indrawati. H. 2. 7..13. 1. 1.23 Sondang Komariah S.46 Robert Edward Aritonang.20 Metti Siti Hastuti.( 6. 2 . 7. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 12.29 Rochyadi.34 Suwarji Heryana..25 Sri VWdarti.49 Sangat Roemantyo H. 6 Retno Damayanti. 6 Snelly Faurhesia...57 Sulisti.16. 4. 1. 11 Reeky Charles P. 1. Imono Argo Donatus. 16. Yudono. 7.

3 Yulianti. 10.34 Teti Suryeti.Tavip Budiawan.52 Z. 6. 24 Yun Media Handayani. 9.47 63 .26 Titi Wiraharja N.. 10. 11.52 ZuariahYusufdkk. 7 Udju Sugondho dkk..30 Wahyono. 7. 11 Tubagus Agus N. I.53 Yetty Supatmijati.16. 15. Tati Hurustiati. 9 Yusi Fudiesta.12. 12 Zuharina.39 Yuniarti Siregar. 13. 8 Utari Dewi. 14.37 ZulfadIyN. 14. 21 Wiwiek Herawati.39 Titin Suprihatin. 14.19 Udju Sugondho. 11 Tri Saptini. 2. 59 Trisnasari. 5. Evelyn. 3 Tutuk Budiati. 4. 10.55 Yutiardy Rivai. 7 Yam Sutiyani..28 Taufik Rahman.21 Yolanda P. Sidik.41 Tjioe Thio Bwee. 50 Veronica Bajang... 2..43 Vita Sophiata.30 Yarnelly Gani dkk. 1. 3. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful