PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

Maksud penerbitan ini. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Dengan Buku ini. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Volume II (1989) dan Volume III (1991). Sri NIP. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. 14001175 . maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). baik oleh para peneliti. seperti buku-buku sebelumnya. terutama di perguruan tinggi.

Bandung 4. Universitas Gadjah Mada. Universitas Brawijaya.FKUNPAD 8. PPPS ITB Jurusan Farmasi. FB UNSOED 5. 2. JB FMIPA UNPAD 7. Bandung Fakultas Kedokteran. Yogyakarta 11. Universitas Andalas. FP UNBRA 18. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Malang Fakultas Pertanian. FKH IPB 19.FK UGM 13. P3 Biol 16. Universitas Gadjah Mada. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Bogor 14. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Bogor 17. Bandung Jurusan Biologi. Universitas Padjadjaran. Universitas Indonesia. JF FMIPA ITB 3. Universitas Jenderal Soedirman. LIPI. JF FMIPA USU 9.DAFTAR SINGKATAN 1. Institut Teknologi. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Universitas Padjadjaran.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. Yogyakarta Fakultas Biologi. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. FF UGM 10. Universitas Hasanuddin. Purwokerto Jurusan Kimia. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. FTP UGM Jurusan Farmasi.FKUI Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. JF FMIPA UNAND 15. Institut Pertanian Bogor. Universitas Brawijaya. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung. Medan Fakultas Farmasi. Bandung Fakultas Biologi. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Institut Teknologi Bandung. Universitas Padjadjaran.JKFMIPAUNPAD 6. FP UNHAS 20. Jakarta 111 . FKH UGM 12. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

di laboratorium 88 5. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. o* Isolasi. 8. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Antidesma tetrandrum Bl.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. 3. 2. Br.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. martnelos (L. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12.) terhadap Ascaris lumbricoides var.* ocddentale L. Suroso dkk.) pada tikus putlh galur Wistar 6. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. 90 herba Artemisia annua L. 3. ^4/mo/wz squatnosa L. 2. Jeruk maja.Br. 86 (Ageratum conyzoides L. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. ^rtfl/ww cotnosus L. yang tumbuh di Sukabumi. 88 79 13. Antidesma Suroso dkk. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. Allium sativum L.) Achras zapota L.) Corr. Cianjur dan Garut Isnaini . Ageratum conyzoides L. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. Srikaya. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. Kemlegi. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. . Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H.) Pengaruh ekstrak: 1.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. Kemlegi. Aneilema vaginatum R.NO.(4recfl cafcc/w L. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L.* 2. terhadap kesuburan pada mencit 3. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. Srikaya. Jeruk maja. Artemisia annua L. Pengaruh pinang (Areca catechu L.

JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L. yang tumbuh di Indonesia 16. Juss.* Baeckea frutescens L. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22.* Isolasi.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. 27. 21. Berg. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. 20./4/temM/fl vulgaris L.NO. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab.Br. Calophyllum inophyllum L. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L.' 24. 25.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. 17. Bmgtnansia suaveolens B. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. Juss.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Baeckea frutescens L.' 26.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. klasifikasi. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15.' klon teh (Camellia sinensis L. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. Takbir Siregar FFUGM 86 . Azadirachta indica A. Artemisia vulgaris L.

) G. Andy Zul Izwar 90 32.) G. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28.) 86 Purba A.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.J.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl.* 36. varietas Tinnevelley Yolanda P. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. Budi Utama 39. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. Citrus nobilis Lour. Don.NO. Citrus grandis (L. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. JF FMIPA ITB 90 40.) Osbeck. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Don. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 .) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37. I. Catharanthus roseus (L.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T.* Coleus atropurpureus Benth.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. (jeruk keprok) 86 38. Cassia siamea Lamk. Centella asiatica (L. dari Tangerang dan Bandung 33. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Cocos nucifera L. Cassia angustifolia Vahl.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31..

50.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48.) M. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val. domestica Val.* Curcuma mangga Val. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb.W.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. *. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val.NO.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. & Zyp. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43. H.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val.) terhadap kolesterol total. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia . 42. & Zyp. trigliserida.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. zedoaria (Berg. Badjongga HTS. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47.) Sangat Roemantyo. J.) dan rimpang kunyit (Curcuma M. Curcuma domestica Val. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Curcuma xanthorrhiza Roxb. dan HDL- Pramadhia B. Curcuma heyneana Val. P3 Biol 89 46. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.* Roxb. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb.) 45." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59. kloroform dan metanol . SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60.) terhadap HDL-kolesterol. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.) terhadap kadar SGOT.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.) terhadap kadar SGOT. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.) terhadap kadar SCOT. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.NO.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.

) 69.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Datura stramonium L.) Roscoe zedoaria (Berg. Pengaruh fraksi eter minyak bumi. Daucus carota L. Sondang Komariah S.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. Escherichia coli. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 . kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. 70.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi.) Roscoe Askadi Reeky Charles P. UNPAD 88 (Daucus carota L.* Durio zibethinus Murr. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. 67. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.NO. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Deiist.

(Gardenia florida L.* 74. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. C.) Griff.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. Karakterisasi komponen kimia minyak 78.) (GraptophyUum pictum (L.* T. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. yang RukmiatiK. Eka Susanti H. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71.NO.. dkk. mangostana L.) Griff. H. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. 77. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. Isolasi agar dari Gelidium sp.W.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. 76. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. Eleusine indica Gaertn. JF FMIPA ITB 89 87 80 73.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. Gelidiwn sp. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. FMIPA 81 prunifolia Jack. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend.) Griff. longan (Lour. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L.* 84. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Gardenia augusta Merr.) Stend. ITB dkk. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. dan Gracilaria sp.* 79 79. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82.) WahyuArdi ITB . Badjongga HTS.* Elephantopus scaber L.) Aty Widya Warayanti N.) Griff. Retno Damayanti Ngatijan & R.* 80.

) Beauv. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. galanga L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) Beauv.* Languas galanga (L. JF FMIPA ITB 86 94.) Merr. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.) Merr.) 86. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour. 91. Kaempferia pandurata Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85.). 90. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L.) 88 Raehani Husein Hemandi 87.NO. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H.) Poit. Udju Sugondho dkk. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. Hevea brasiliensis Muell.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.) Merr.* Imperata cylindrica (L. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 . (Kleinhovia hospita L. 88. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour. Hyptis pectinata (L.) Stuntz. Arg. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L.

) I. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.* Litsea accedentoides K.G.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101.* 102." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.) muda.) Pers. littoralis Blume. var.) C. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S. Hesti accedentoides K.an mindi (Melia azedarach L. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl. var.) C.&V.) C. Manihot utilissima Pohl. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. diversifolia Bl. B. 90 90 108.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour.* Litsea monopetala (Roxb.* 107.NO. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99.* 104.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110. & V. P.) Benth. B. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. Nandini JF FMIPA ITB 87 . A. kulit batang dan buah tumbuh. Rob. B. 103. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.* Litsea glutinosa (Lour.) Pers.)Pers. Melia azedarach L. Melastoma malabathri cum 109. Leucacena glauca (L. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. 98. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.) Benth. Rob. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L.

klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.) 89 84 oleifera Lamk. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl. 124.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. 123. Momordica charantia L. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.* Morinda citrifoiia L.) Horan 120. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. 113. Musaenda Schum.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl. Nicolaia speciosa (Bl. 115. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.) etythrophylla 116.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111. 117.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour. C. 80 Sugiarso dkk.NO. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L.) harja N.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk.* Pachyrrhizus erosus Spreng.) Enny Ratnanlngsih 87 .* Oldenlandia corymbosa L.* Myristica fragrans Houtt. H. 122.* Ocimum sanctum L.) 89 ITB Aryetti 118..) N.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L.

& Magn.* Physalis angulata L.Np. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L.* A. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L.* Pithecellobium lobatum Benth. Rahayu Nurohman 86 131. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126.) Bei & Cav. Piper belle L.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127. 130. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L. Phaseolus vulgaris L. Parkia biglobosa Auct. Piper cubeba L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L.' 129. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.* Picrasma javanica Blume 134. 133.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. Benth. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132.) 136. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L. Benth.) Haojahan.

139.* Polypodium feei Mett. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N.* Polygonium perfoliatum L. Clarke 12 87 Nining . Ait. Zuariah Yusuf dkk. 147. 140. 141.* Pluchea indica L. Christ Natanel Zulfadly N. E.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Ridley 149. E.) terhadap bobot badan.* Psophocarpus tetragonolobus DC. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. 87 Samanca saman (Jacq. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq. 78 148. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB.) Morr. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. Mohamad Istari Lianuta. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. 143.* Ricinus communis L.* Pleomele angustifolia N. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. Brown. Ait. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138. 142. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.NO.* Psidium guajava L.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L.* Sapium baccatttm Roxb. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. FPUNHAS 81 145. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.) Morr. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W. Rhodomyrtus tomentosa W.

162. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152.* Symphytum officinale L. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Jeruk maja.* Stephania corymbosa Bl. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155.* Solanum melongena L. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. terhadap ovarium tikus. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. var. 3.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. Solanum tuberosum L.* Pengaruh ekstrak: 1. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. 154. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M.* Solanum laciniatum Ait. 156. Srikaya. Kemlegi. var.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.* 158. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. 2.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Tectona grandis L.* Stevia rebaudiana Bertonii 157.NO. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. Harmaini MJD. Samekto Wibowo dkk.

pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali.) K.* Trigonella foenumgraecum L. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .I) K. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. Schum. Schum. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168.) in vitro Z.) Miers ex Hook f. & Thems. 172.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. & Thems. Thevetia neriifolia Juss.) Miers ex Hook f.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L.* brotowali. 166.) Miers ex Hook f.* Tinospora crispa (L.* Tristania swnatrana Miq. Tinospora crispa (L. 86 169. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164. Rusjdi Djamal dkk. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165.) K.* Voacanga foetida (Bl. & Thems. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb. Schum. 170. Tinospora crispa (L. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl. Schum. 173. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163.NO.) K.

180. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. 178. 181.* 176. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. 184. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177.) 182.* Zingiber officinale Roxb. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays). 179. 183. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175. JFFMIPA ITB 87 N. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl.* Zingiber ottensii Val.* Lain-lain 186.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.) K. Soekeni Soedigdo Suharti K.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. Schum. Suherman 185.* Woodfordia floribunda Salisb. 81 Woodfordia floribunda Salisb. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. Schum.) K.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk.* FK UI 78 dkk.NO. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L.* Zingiber aromaticum Val. 15 .

H. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191.NO. 196. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. 197.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk. Sangat P3 Biol Roemantyo. 88 192.* 198. Jawa Barat Lain-lain 87 190. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. 86 195. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. H. 84 85 201. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. H.* 88 16 . Jamu in the past. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193.* 200. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188.

NO. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. H. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. 90 17 . Kartolo S.* 212. P3Bioi Sangat Roemantyo. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Indonesia 211. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Sangat 205.* 203. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. S . 214. Sri Hertati Burhanud- 208. P3Biol Sangat Roemantyo. Sutanti BRN dkk. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. Wulangi dkk. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Sutanti BRN dkk. 79 90 ' 202. Central Kalimantan. Indonesia" Lain-lain 204. H. H. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. H. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. Riswan S. H. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . H. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Sangat P3Biol Roemantyo. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. H. Sangat 89 207. Javanese medicinal plants.

Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo.*. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. yang terdapat dalam kuning (param). Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 .NO.

ABSTRAK PENELITIAN .

sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. (A. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. 1987. aegypti instar II.33 mL dan LC95 sebesar 47. 20 mL.0669 atau 6. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. instar HI dan instar IV merupakan faktor A.) HARLIA DJUHARDI. Diperoleh cairan kental kekuningan. 50 mL dengan LCso sebesar 19. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. Kematian larval. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam.) dengan metode kromatografl kolom.28%. Tingkat larva A. Banyaknya larval.78). menunjukkan adanya tiga komponen utama. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. 40 mL. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. Setelah diuapkan. 30 mL. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya.6528 atau 65. (No. conyzoides 0 mL. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. 30 mL. conyzoides. Ageratum conyzoides L^ (A. 1988. Pemberian suspensi ekstrak A.85%) dengan jarak lebur 84-85°C.69%. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. eter dan etilasetat. 1990. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 .) TUTUK BUDIATI. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. P (No. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. JO mL. eugenol 5% dan sianida (HCN). terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. di laboratorium SUNOTO. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. bahwa larva A. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. Isolasi. Hasil percobaan menunjukan. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2.

kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. (No. 1988. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. jarak lebur 258-259°C. suhu lebur 225°C. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. sterol. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. hasilnya tidak berbeda nyata. bentuk jarum. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. 9*) ANANAS COMOSUS L.01%.2 mL. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. glikosida. 6 (enam) hari. . Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. MACHMOED AZHAR dkk. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat.) muda MULYOTO. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. 16*) AVERRHOA BILIMBI L.001%. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. (No. 1979. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. yaitu: alkaloida T.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. dan senyawa peptida bukan alkaloida. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. terutama jenis alkaloidanya. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. flavonoida. 4 (empat). Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. jarak lebur 271-271. sebanyak 0. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI..asal. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. 1986.0038%. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. berupa pohon atau semak. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. berupa kristal putih. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. sekitar 5%. alkaloida.5°C. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. sedangkan komponen tambahan. (No.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit.

setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. 72 jam (kelompok III). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1.Contoh dari Jakarta Barat. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. Isolasi. kromatografi lapis tipis. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD.25 mL/kg bb. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. fenol. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. IMONO ARGO DONATUS. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. 1981. yaitu sitosterin.. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. 2.. (No. 1981. Informasi tentang kandungan kimia. klasifikasi. Jakarta Selatan. kloroform dan metanol. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab.). (No. berwarna kuning. senyawa triterpenoida asam dan tanin. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. berwarna putih. kromatografi lapis preparatif. Kepada tikus kelompok I-V. tidak mengandung senyawa saponin. (No. yaitu sitosterin. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 21 . Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. berbau khas. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. tidak berbau. SIDIK. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. Tikus kelompok VI-X. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. dibiarkan 24 jam (kelompok I). 1981. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. alkaloida. flavonoida maupun glikosida. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. tidak berasa. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 48 jam (kelompok II). 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). klasifikasi. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Jakarta Timur.) YETTY SUPATMIJATI. WAHYONO. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. tanin.

Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.4762. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. n<j 25 = 1. viskositas dan bqbot jenis. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. senyawa tak tersabunkan 1. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. atau untuk penerangan. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko.006%.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. daun pemeliharaan. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat.25 mL/kg bb. karotenoida dan sitosterol.. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. selalu berdaun hijau. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. tokoferol. (No. nm25=66. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya.. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas.62. kadar 40% b/v. 22 . bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. biarkan lagi berturut-turut: 24. XII. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. bilangan ester 199. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. biarkan 24 jam.hijau dan teh hitam. ternyata mengandung tanin.). Indonesia Timur.. membuat sabun. natrium. stearat. daun ketiga. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. daun pertama. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. bilangan penyabunan. bilangan asam 0. oleat dan linoleat. yaitu: bilangan yodium 99. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. dan 96 jam untuk kelompok XI.56. antara lain klon. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. d30 = 0. bilangan penyabunan 200. kadar abu 4.47%. 1988. yaitu: (1) klon TRI 2024. (No. (2) klon TRI2025. 1988. biarkan selama 24 jam. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%.9265. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan.83 cP. daun indung dan daun tua. Kelompok XI XIV. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium.71. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. semua tikus diberi CCLj 1. 72. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. kalsium dan besi.94. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. daun kedua. diperlambat oleh vitamin E. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.) JOHANSYAH.) EVA SARIFAH HAYATI. tangkai muda. 48. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. FiHphia dan daerah sekitarnya.

Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm.73%. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1. daun ketiga: 2. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform..33%.0 nm dan 290. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. tangkai muda: 2.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975). daun ketiga: 2.86%.0 nm. daun ketiga: 2. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. tangkai muda: 1.37.0 nm dan 280.5 nm dan 295. (No. yaitu masing-masing adalah 23. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.49%. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula.49%.18%. tangkai muda: 2. daun kedua: 2.9748 bagian per juta.50%.61%. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin. daun pemeliharaan: 1. daun pemeliharaan: 1. daun pemelihara: 1. 23 .16%. longum S. tangkai muda: 2.06% dan 24. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. tidak mengandung tanin dan enzim papain.95%. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.92%. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L.23%. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. daun kedua: 4.67%. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235.51%. daun tua: 1. 26*) CARICA PAPAYA L.22%.30 sampai 0.5 nm. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0.13%.0 nm. abbreviatum F. daun tua: 1. daun kedua: 3. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan. (No. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.20%. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).307. 1987. daun indung: 1.88%. daun tua: 1.57%. 247.).48%}. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). daun ketiga: 2. daun kedua: 3. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.35. daun indung: 1. 1980.5 nm. yaitu dengan bobot molekul 293. b) daun pertama: 4.70%. daun pertama: 4.84%.02%. b) daun pertama: 3.91%.0 nm. daun tua: 1.74%. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. daun indung: 1.30 sampai 0. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.38%. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. L. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. Kemudian direfluks selama 2 jam. daun pemeliharaan: 1. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.31%.48%. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan.) PRITA KRESNA. daun pertama: 4. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. 247.50%. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. 321. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. daun indung: 1.63%. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4.68%.).81%.

inframerah. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS.70%. dengan viskositas 0.) Osbeck.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. bahan diduga gramina. rasa pedas getar. serta bobot molekul 174. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae.41%.82% berat basah. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. Dari kulit buah Citrus grandis (L. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. 36*) CITRUS GRANDIS (L. segar diperoleh pektin sebesar 0. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. 1987. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. 1987. Diperoleh kristal jarum. 1986. dan kadar protein rendah. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L.) Osbeck. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. salep scrap. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum.Untuk bahan makanan. dengan metode 24 . JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. Citrus grandis (L. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. (No.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. DlAN NURYANl. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. (No. 29*) CASSIA ALATA L. yaitu terutama kulitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang.) Osbeck. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1.8904 cP.26%. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. memberikan reaksi positif alkaloida. (No. 1 gugus metilen. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi.) OSBECK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. yaitu 2. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin.

terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk.4 ± 0. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. 1986. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. SUWARJlHERYANA. diambil secara random. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi.5 mL/kg bb. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda.05). JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba. (No. Data spektrum ultraviolet. tiap 4 minggu sekali.5 mL/kg bb. Kelompok I sebagai kontrol.. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour.penyabunan diper. Dua belas ekor domba betina. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. saponm dan minyak atsiri. 1981.829 kg. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan.32 ± 0. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth.917 kg.2%. umur kira-kira 6 bulan. dengan metode pektase: 2.5%.oleh 4. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. cacingan. dibagi menjadi 4 kelompok. adalah hesperidin flavonon. (No. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0.. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0.1).72 ± 0. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. di samping sebagai pencuci mata. (No. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum.7%...1 kg. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. kelompok HI = 1.047%. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida.15 kg.1987. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB. wasir. fiavonoida. kelompok IV = 2. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. Ke25 . Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck.5% dan dosis 5 mg/kg bb. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. kelompok II = 1. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0.1 ± 0. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. luka-luka kecil..) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. tiap minggu sekali. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat.

) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. (No. Wmkler antara lain Kaiser (1932. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. CH3. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. 26 . 1988. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. Gunster Honvad dan Rao (1964).005%). namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama.6%. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. C = C . (No. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. 47*) CURCUMA MANGGA VAL.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak.) P TETI SURYETi. CH2. isotasi zat berkhasiat. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. 1986.5 mL/kg bb. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia.1933). dan kromatografi gas. (No. tetapi juga tidak nyata (P < 0. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. SEMANGAT KATAREN. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. serta gugus aromatik. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan.38%. & Zyp. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. 1988.

masing-masing: tween 80. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. Basil menunjukkan bahwa. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. 1987. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP.. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg.) terhadap kolesterol total. eter minyak tanah-etanol. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. eter minyak tanah-heksan-aseton. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. dan kadar kurkuminoid isolat. 1988. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. eter minyak tanah-aseton. AMIR HAMZAH MAUZY. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. kromatografi gas dan kolom.kolesterol. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. b) refluks dengan aseton. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. monoterpen-0. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. 27 . (No. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. heksan. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). (No. 3% kolesterol. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. 20 mg kurkuminoid + tween + air. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. etanol. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). N. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. masing-masing: 3% kolesterol. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci.05 mL/kg bb. N. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. 1987.) terhadap HDL-kolesterol. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. Bottger. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. 1988. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. yang 28 . 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1987. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT.05 mL/kg bb. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80.. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 10 mL ekstrak air temulawak. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. Kelompok V. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol).. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. (No. 15 mg dan 20 mg.

sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. magnesium stearat). V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. berbau khas. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. Dengan menentukan kadar bilirubin total. amilum.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya.) terhadap kadar SGOT. Kelompok IV. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. 15. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. masing-masing 6 mL. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. 29 . Kelompok I adalah kelompok kontrol. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. berasa pahit pedas. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. 10 mg. b) pada suhu sampai 60°C. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. 1987. 2.) terhadap kadar SGOT. 15 mg. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. (No. 1988. perlu dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. asam stearat. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. (No. 10 mg. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. 8 mL dan 10 mL secara oral. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B.

JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. 6) Cirebon. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. 1986. yaitu: 5. 5) Bumiayu. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb.84 ± 0. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. dan terkectl dari daerah Purwodadi. 8) Garut. 2) Surakarta. kloroform dan metanol. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. 1986. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis.12%. (No. kloroform dan metanol. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. 3) Tawangmangu. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. yaitu: 31. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.(No. 1987. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. yaitu: a) metode cakram kertas. Di antara ketiga metode pengujian. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. menggunakan pelarut eter minyak tanah. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. (No. kloroform dan metanol. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri.44 ± 1. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. waktu panen dan pengolahan. 9) Sragen. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.80%. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 7) Tasikmalaya. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. 4) Yogyakarta.

(No. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. 1979. semua mengandung senyawa diosgenin. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. daun. terbukti mengandung senyawa diosgenin. Turn.). 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. bobot badan antara 10-12 kg. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae.(No. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST.30 atau sekitar 14 jam. siang dan sore. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. 1988. Selain itu juga buah. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. yang menurut penelitian ini. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. ACHMAD MUSTAFA FATAH. 31 .gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat.00 sampai jam 8. yang banyakadalah untuk Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. (No. khususnya pada tahap akhir pengerjaan.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. 1979. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. tanpa memandang spesies. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda.

Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq.18 mg. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. tanin. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. kloroform dan metanol. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin). dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. 32 .(No. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. Temanggung.6 rag dan 3. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. (No. demam. dan sensitif sedang pada dosis 5. Dengan cara penentuan seperti di atas. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. Ambarawa. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae.18 mg. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin.) ATY WiDYAWARUYANTI. cacingan dan diare. tumbuh liar sebagai gulma. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai. COKRONEGORO 1981.5%. 1986.) STEND. (No. sensitif sedang pada dosis 3. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Dengan melakukan ini. 1987. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN.4 mg.4 mg dan 5. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom.) suku Graminae. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut.cara infundasi. Bacillus subtilis. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI..6 mg ekstrak. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. Wonosobo. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis.) Stend. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida.

) pada "rat" NGATIJAN. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. 1979. H. CHC13 dan CeHe. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. C = O. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. kadar dan gugus fungsi yang ada. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. CHC13:etilasetat (1:1). benzen dan metanol.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. R. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. C = C. YUDONO. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. 1990. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). ( No. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. keluarga Guttiferae. etilasetat dan n-butanol. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%.dapat dimakan. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. dengan Spektrum pe33 . Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. (manggis. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. Turner dan Andrew Wilson.. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. buah tersebar di daerah tropis. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. (No. C-H. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. HERMANSYAH AMIR.

( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. album dan lurido-sanguinem. etil benzoat. kromatografi gas. 1987. yaitu var. viride.1400-1200. 1986.. tidak dapat dipakai lagi.d Brink Jr. (No. Griffith (1854).) Beauv. (No. var. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. var. Miquel (1850). Hal ini disebabkan. dan BIndonesia. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar.) Griff. beta-mangostin dan gamma-mangostin. rubrum dan var. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar.1650-1450. benzil asetat. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. pemeriksaan spesimen herbarium. var. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. N. pembuatan diskripsi. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut.) BEAUV. 1989. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. (Gardenia florida L.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. yaitu pada: 1750-1650. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. album. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. lurido-sanguineum. GC-MS serta spektroskopi inframerah. pictum. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol.) Griff. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. di Malesia WIWIK HERAWATI. 34 . Indonesia.) GRIFF. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. flavo-rubrum. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. GC-MS. dan 750-60 cm'T. seperti pada xanthone standar.) Beauv. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. var. SUTJIPTO HALIM. yang dikenal dengan nama alang-alang. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. dan diduga adalah mangostin. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. linalol. linalil asetat dan stirolil asetat.

Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak).. parutan dan air perasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. 30%. antara lain: Curcuma domestica Val..Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. 1979. dengan dan tanpa penambahan asam cuka. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. (No. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). asam benzoat. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat.. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. 1989. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. Eclipta alba Haask. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. emulsi ah. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. N. STUNTZ. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. diberi CCLi dan air suling 2 mL. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN.. asam vanilat dan vamlin.dalam minyak (A/M). kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ.. Kumarin tidak ditemukan. 60% dalam dasar salep hidrokarbon.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus.. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. Silybiwn marianum L. N. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. 400 mg dan 600 mg/kg bb. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. jamur Microsporum gypseum.Katimaha (Kleinhovia hospita L. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. Phyllanthus niruri L. 1981. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. 1\imbuh-tumbuhan itu. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. Curcuma xanthorrhiza Roxb. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. penyakit kumng dan hepatitis. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. termasuk Indonesia. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg.

Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. Data spektroskopi ultraviolet. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Laos yang dikeringkan. No. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. & V.Microsporum gypseum. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. HESTI BUDIATI. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. Selanjutnya. isolasi alkaloida. 1989. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . Salah satu genus Dalam percobaan ini. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. obat kanker dan sebagainya. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1.O diasetil aktinodafnin. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. 9 dan 10. & V. yang pada umumnya jenis apomorfin. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. 1989. inframerah dan NMR menunjukkan. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. (No. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. baik jenis merah dan putih. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. 2. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih.

dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total.) C. var. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. inframerah. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. 37 . JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. inframerah dan GC-MS. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak. 1989. HELMI. 0. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. (No. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. 1989. Rob. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. 0. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.69 dan 0. B. JK FMIPA ITB (Lour. littoralis Blume. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. Bercak kedua dengan Rp 0. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. belum diteliti lebih lanjut.) C.) C. B. B.kandungan alkaloidanya. B. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. Jika zat ini benar. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. B. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. Rob. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. (No.diperoleh dari aktinodafnin. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. littoralis Blume. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. 1990.) C.82.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. Dengan spektroskopi. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. (No. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. Dari kelima bercak tersebut. 0.C. VITA SOPHIATA. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. NMR dan GC-MS. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya.dan Rob.19. ADEL ZAMRI.35. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis.51. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.) C. var. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren.) B. ROB. bahwa alkaloida 1-N. Rob. littoralis Blume. var. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9.74. ROB. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. var. benzen dan metanol sebagai fase gerak.

setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. 1989. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff.28. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. Ddafnin. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. 0. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. Senya. S FERI HERLINA ANWAR. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . Pemisahan. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. Dari ketujuh bercak tersebut. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. 2. Pemisahan.34. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama.01%. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1.57 dan 0. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. inframerah. yaitu penghilangan lemak. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya.) Pers. (No. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. ASEP ADI SUPRIHATNA. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik. 9. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1.) Pers.) C.) C.53. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0.) PERS.(No. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. 0. 9 dan 10. SRI WlDARTI. NMR dan GC-MS. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. kadar 0. asam lemak dan arabinoksilan.) Pers.41. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. B. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. 1989. Rob. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. B. aporfin dan morfinandienon. Dari sini didapatkan tiga fraksi. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. 2.5-177°C. 1990. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. 0. 0. 0. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala.75. kromatografi kolom.) PERS. var. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin.32. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. isolasi alkaloida.

Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul. 39 . 1366. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor. fosfor.430).) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS. 1548-1515. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. nitrogen.1449.623). Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff.950. 235 nm dan 315 nm. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi.1031. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu.1303. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni. 1608. 1362. c) dalam NaOH 2N: 236 nm.611-3. protein. YUN MEDIA HANDAYANI. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium.257).1550-1515. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. 2857.1020. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. 1689-1639. natrium (0. 1497. 1979. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya.327). 3250. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. 2300.0810. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. minyak (35.1101. 235 nm dan 315 nm. (No.1053. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan. b) dalam HC1 2N: 217 nm.2778.806-10. 1445. 1250. 1212. Mayer dan Bouchardat. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda.000-0. natrium. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. 3250. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides).081-0. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif.714). dengan karakteristik fisik sebagai berikut.251-0. fosfor (0. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk. asam oleat (10.1389. kalium.1724.021-42. 2778.1497.006). 1706.76136. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. protein (7. 1235.314-0. kalium (0. Fraksi II: a) 216 nm.1689-1639.1253-1117. 1989. magnesium. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui.112). magnesium (0. 2850. 3125. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu.571). nitrogen (2. 1323. c) pada NaOH2N: 240 nm.(No. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. 1163-1149.014). Fraksi II: 3750.1408. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor.1053.

844. diekspor juga dalam bentuk minyak. betafelandren. Tetapi selain dalam bentuk biji. kamfen. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. putaran optik.).4572.3%. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. 1984.5 volume alkohol 90%. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. antara lain untuk mengobati penyakit kulit.(No. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. sisa penguapan. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. kelarutan dalam alkohol 20%. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. (No. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. indeks bias pada 20°C.24%. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. ayan. p-simen. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. (No. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.24. larut dalam 2.8254. sisa penguapan 2. 1989. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji.5379. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia.6. bilangan asam dan bilangan penyabunan. Bacillus subtilis. SUDARSINI. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. bilangan penyabunan 31.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.4255. indeks bias (20°C): 1.64. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. bilangan asam 5. putaran optik: + 10. Hasil uji dapat disimpulkan. beta-pinen. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. 40 .

122*) OENANTHE JAVANICA DC. inframerah. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. sedrol. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. Ocimum L. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. dari suatu alkohol. Dilakukan percobaan isolasi. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. (No.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. OL. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. 2.FF UGM ldenlandia corymbosa L. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. sering tumbuh secara liar. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. Isolasi. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. C-O. 1981. Unalol. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika.2. kromatografi gas dan kolom. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. Senyawa OL. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. OLs. 1987. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. (No. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. 1987. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. dan GC-MS. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid.2 dengan jarak lembur 41 . Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. serta C = O dari karboksilat. 121*) OCIMUM SANCTUM L. geranial dan karyofilen. C = C. suku bahan campuran makanan. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. C = O. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik.(No. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. C = C.). Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. CH dari metil dan metan. 3. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. SUDARSONO. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. Tanaman Oldenlandia corymbosa L.

115-118°C. A. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. aluminium dan silikon dalam abu total. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban.). kromatografi kolom dan rekristah'sasi. 1986. ENNY RATNANINGSIH. saponin. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I .) P DEDISOFYAN. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. ekstraksi pelarut-pelarut. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida.84). 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. Kadar yang diperoleh adalah 0. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. triterpenoida dan steroida. besi. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. Terdapat juga mineral: kalsium. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. tanin. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. ekstraksi. nikel. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. 1986. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. inframerah. flavonoida. sedang yang beracun adalah fraksi lain. menunjukkan lima bercak. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. RAHAYU NUROCHMAN. Data spektroskopi ultraviolet. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. 1987. (No.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Stfat-sifat fisik. Salah satu bercak (Rf = 0.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. 4. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. bentuk kristal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. (No. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. Beberapa pustaka menunjukkan.07%. skrining fitokimia. JK FMIPA ITB Pdarah. (No. yakni suhu lebur. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. flavonoida dan glikosida.

1770. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). 1250 cm"1 (regang C = C-O).57. 1986. kadar sari yang larut dalam air: 34.07 dan Rf2 = 0. D ZUHARINA. 1988. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. 2340. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . 1540. di samping mengandung senyawa tanin. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. Dalam penelitian ini. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. 1050 cm"1 (regang C-O-C). Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.1680. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. 2920 cm'1 (C-C-H).) HERMAN PUSPITA.57 menunjukkan satu bercak jingga. (No. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik).) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. kalium.harga Rn = 0. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. 132*) PHYSALIS ANGULATA L.1400. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). magnesium dan besi. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida.780 dan 610 cm'1. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. (No. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar.63% b/b. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. Penelitian dilakukan secara mikroskopis.83% b/b. T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. yaitu ordo Leguminosae. 1989. kalsium. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. (No. 1100. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm.) termasuk suku Mimosaceae. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700.

bau. pH. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. diare alau diminum sebagai leh. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. 1987. Pada penyimpanan. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. PPPSITB lygonum perfoliatum L. WANANDA. sedangkan bercak dengan Rf: 0. 3. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari.18%.. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan.. 1980. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. SETIAWATI YUSUF. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan.91 meragukan. perubahan serapan. (luntas/behmtas) GLORIA S.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L.. Pada dosis yang dicoba. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. FKHIPB Inched indica L. (Pleomele angustifolia N. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. juga terjadi endapan. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. (No. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. stilben.83 memang positif saponin. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. ada tidaknya endapan. satu kelompok tidak diberi obat. dan 75 g/kg bb. jumlah dan warna bercak. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. dengan dosis: 25 g/kg bb. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. 50 g/kg bb. (No. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. Polygonum dari suku K. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. serapan. 44 . yaitu 237 nm.91 serta satu bercak yang lidak naik. 1989.83 dan 0. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. E. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. 2. alkaloida. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. 138*) PLUCHEA INDICA L. sedangkan bau tetap. yaitu sekitar 13. (No.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. pH. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar.Polygonaceae.83 menunjukkan hasil yang positif. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. Di Eropa. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. diabetes. Jenis bermacam-macam senyawa.

Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. SUHARDI. (3). tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. Potypodium Mett. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. analgetik dan antasid. (No. hipoglikemik. kloroform. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. menggunakan metanol:air (8:2). kemudian dikeringkan. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur.. tekanan darahfeeitinggi. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele.31%. 1987. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. (2).) terhadap polos usus dan dan tikus putih. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. 1981. NMR dan GC-MS. antihepatotoksik. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. presipitasi protein. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. sakit pinggang bahanlain-lain. tidak berbau dan berasa pahit. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. (No. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. (No. kecamatan Dau Malang. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. etilasetat dan metanol-kloroform-air. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. antihipertensi. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . 1986. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut.. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. eter minyak tanah. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L.. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben.

sebanyak 5%. bahan dapat larut: 26. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu.. Dalam percobaan ini. jika dibandingkan dengan kontrol.885%. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. semir. jumlah limfosit dalam darah. jumlah limfosit dalam darah. 1987.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. berat lien dan struktur lien. (No. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol.075% . khususnya untuk kenaikan bobot badan. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. III.264%. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. dan 20%. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. bahan pelapis pelindung. nitrogen terlarut dan kadar air. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. 15%. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. ransum yang diberikan tanpa campuran. 1981. waxes.468%. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. Tahap kedua. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. 10%. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. nilai formal. Tahap pertama. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. Yogyakarta. bahan untuk polimer icinus communis L. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. (No. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. Kelompok II. Penetapan komposisi 46 . kadar air: 60. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. nitrogen terlarut: 5. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. 146*) RICINUS COMMUNIS L. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. yaitu membandingkan akseptabilitas. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. kadar HCN: 0%. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. MOHAMAD ISTARI. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. kosmetik. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. berat dan gambaran histologik lien. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. Kelompok I adalah kelompok kontrol.

Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. 1640 cm"1 (C = C). Liebermann-Burchard. 1120 cm"1 (C-O). Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. 1460 cm"1 (lehtur C-H). Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. 1988. Clarke. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. Sapium baccatum (Roxb. 2860 cm"1 (C-H). CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. yang meliputi penetapan kadar air. 1370 cm"1 (lentur C-H). bereaksi positif terhadap alkaloida. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm.) Ridley ZULFADLY N. (No. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida.79%. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan.. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. (No. 1987. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. Untuk mengidentifikasi solasodin.04%. 3010 cm"1 (C-H olefinik). Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). terpenoida dan fenol. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. Dari hasil yang diperoleh.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. ekstraksi. setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v.) Ridley. ketebalan 250 um). Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. ketebalan 250 urn). varietas duri banyak: 10. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. daur glioksilat dan glikolisis. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. 2960 cm"1. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. Pada periode setelah awal perkecambahan. varietas duri banyak: 36.77 %. 875 cm"1 (C-H). Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 2950 cm". 2860 cm"1 (C-H). diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 .93%. 1030 cm"1 (C-O). Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. 1450 cm .

Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan.010%. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi.76 ± 1. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. Gambaran histologik menunjukkan. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode..009%. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. varietas duri jarang yang sudah masak. walaupun tidak terjadi seluruhnya. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0.59 ± 3. No. 1978.01).05). dibandingkan dengan kontrol (P<0.011%. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram.Burchard. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait.59 ± 0. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. bahan kering = 0. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait.10 ~3%). sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam.01). Departemen Kesehatan RI. (No. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. bahan kering = 0. Digunakan dua macam kelompok kontrol. pengembang klorofornrmetanol (9:1). Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. terhadap ovarium tikus.33. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. Clarke. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. maka dikembangkan penggunaan solasodin. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . berasal dari Balai Penelitian Gizi. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0.07.panjang gelombang 400 nm.ekstrak daun Solanum Ait. penampak bercak Carr-Price.00 pagi sebelum diberi makan. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT.402 ± 0. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. 1987. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu.468 ± 0. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB. yaitu. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Solanum khasianum CB. Clarke LALA NURLAELA. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum.01%. Liebermann.542 ± 0.

Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. bahkan berkhasiat hipoglikemik. diteliti kandungan alkaloida.. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. 1978. (No. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Hasil penelitian menunjukkan. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. dari hasil penelitian Takeda (1950). Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. (No. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. 1989. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. Data spektroskopi ultraviolet. isolasi alkaloida. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin.. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L.. inframerah.. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi.plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). (No. 1986. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. 153*) SOLANUM MELONGENA L. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci).

CH2-CH2. . makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan.39% dan 10. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. 18-COH. (No. serta O-H dalam strukturnya. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. 13-C. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. -CH3.04 g/L. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. inframerah. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung.02 g/L dan 8. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. (No. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida.dan gugus metij pada 10-C. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. makin tinggi konsentrasi infus stevia. 1986. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. C-O. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. Hasil penelitian dari infus stevia. NMR. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. Tentu saja. 50 .6%. maka kadar gula darah turun 53. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. C = O. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah.28%. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa.

1 dan no. Kemlegi. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. (No.25 dan 40 mL/kg bb. maupun obat-obatan.. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. suku Anonaceae. Jawa Tengah EMING SUDIANA. dari bulan September sampai 51 . dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. Stevlosida. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. AEGLE MARMELOS CORK. 1988. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. AMRISAL. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan.16.. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. 1985.. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. 1981. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas.0%. dan 3. Pengaruh ekstrak: 1. ester dan = CH2. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. 2. 3 tersebut di atas). yaitu 6. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. (No. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus.). Tanaman Symphytum officinale L. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. ANONA SQUAMOSA L. 2. 2 dan 5% dari bahan no. baik dalam industri makanan dan minuman. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. Jeruk maja. 1981.) dengan pemberian klorpropamida.(No.5 mg/kg bb.M. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. Srikaya. Karena itu. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi.) suku Rutaceae. Sebagai pembanding digunakan akuades.) suku Compositae. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. (No. dan 3.. Srikaya (Anona squamosa L. yaitu: 1.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

dari buah ditemukan 2 alkaloida.) K.) K.) K. NMR. Alkaloida utama BJ. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. Woodfordia floribunda Salisb. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. dapat diisolasi 3jenis alkaloida.. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. SCHUM. Schum. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. adaPENELITIAN yang telah analgesia.72% dengan variasi dosis: 0. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . (No.) K. karena data Spektroskopi belum lengkap. maka struktur belum dapat ditentukan. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. 0. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. suku Lythraceae. 0. Sari eter minyak tanah.58. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I).Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG.Schum. kloroform dan metanol. Digunakan ekstrak 4. . Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4.67 mL per kg bb. dan 2. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. inframerah. Schum. Dari akar Voacangafoetida (Bl. Schum.56. Schum.) K. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. BASTIAM.) K. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. Alkaloida 62 dan 63.) K.) K. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. (No. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton.58. 1989.94. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. dan 2. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. 1.94. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb.33. pemurnian secara rekristalisasi. 1988. (No. 1. kolom. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL.67 mL per kg bb. SCHUM. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB.

Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. 181. minyak atsiri dan oleoresin. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. 199. Misalnya. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. cardamonin dan 2'. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan.) pada mencit LATIFAH. (No. 163. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. IDA HARIATI. (No. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik.8 mg/kg dan 218. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas.5 mg. Beberapa jenis yang lain.0 mg/kg bb. pinosimbrin.0185 X. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. 1987. kurang nafsu makan. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. (No.3 mg.7 mg. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. 1987. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. Alpinia 56 . dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. 1986. HENNY SETIATIN. yaitu flavokawin B. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi.(9:1). 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. alpinetin. cacingan dan influenza. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. (lempuyang wangi).) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. khususnya tanaman yang tanaman ini. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. yaitu: 145. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen.8 mg dan 218. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. Makin besar dosis yang diberikan. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida.35+0. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon.0 mg/kg bb. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional.

dan 45 hari. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. (No. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. 1978. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan.7% ingin anak lagi. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. SUHERMAN dkk. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. sisanya 30 % tidak ber-KB. 8. Jakarta. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. tidak bersuami lagi. (No. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. T. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. serta flavonol. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). Mengingat hal tersebut.officinantm Ham. sisanya karena menyusui. masih dalam batas harga normal. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". 1978. (No. dan Zingiber officinale. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. 1978. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. dan terkumpul 1. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik).30 dan 45 hari. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. Dari 1. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya.30. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. Untuk sementara dapat dikatakan. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. hematokrit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw.3% sedang hamil. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. Beberapa jenis yang lain.. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk. Survai berlangsung 10 bulan. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). sedang sakit. Zingiber ottensii Val. klinik KB jauh. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit.225 responden.. 13. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO.225 kuesioner. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras.9% menopause.. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P.

) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. yaitu: desa Bancar kembar.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. 20% beragama bukan Islam. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. Ternyata. kolagogum dan antihepatotoksik. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati.subur baik). (No.). tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. adalah: 18. desa Grendeng. 58 . Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. makanan minuman dan kosmetik. antibakteri. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. (No. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. Hal ini disebabkan masyarakat. 15 dan 20 menit. Hanya 4. Cap Jago. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. SMA atau perguruan tinggi. yaitu fraksi minyak atsiri. kedua adalah IUD. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. Kira-kira 80% responden beragama Islam. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral.21% dan 28. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. Penggunaannya secara oral. desa Karang bangkal. desa Sumampir. atau hanya dengan 1-2 anak saja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. tidak mengganggu kesehatan. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda.). desa Purwanegara. 29. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. mudah didapat. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Cap Air Mancur. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. 1987.56%. 30. 1984.46%. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. 10. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat.62%. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. jamu gendong dan ramuan sendiri. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. menurunkan kadar kolesterol. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah.

21%).) Holt. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. F. 1988. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. sumber plasma nuftah. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. (No.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. (No. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. E. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. 1980. (No. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. Smith. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. pendidikan. WULANGI dkk. olah raga dan lain-lain. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. Oplismemts burmani. yang 59 . Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. Alpinia malaccencis. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. 1979. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. SUTANTIBRN. dkk . 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. rekreasi.. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Selama percobaan. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. b) Costus spedosus (Koen) J. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih.. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. baik secara langsung manpun tidak langsung. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. c) Globba marantina L. Pfygonum chinense. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. pengaturan tata air. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik.

40 mmHg. terutama di pedesaan. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P.. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. jumlah tangkai serta ukuran lainnya.) Miq. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). Tumbuhan sebagai obat.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana.. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat).) G.) Tiegh.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. T. Macrosolen cochinchinensis (Lour. dan tekanan diastol rata-rata: 23. & Schlecht. yaitu rebusan atau seduhan.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. Don. yaitu berupa jumlah daun. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. (No.20 mmHg. 1981. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. meneliti. SUTANTI BRN dkk. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. 4.38 mmHg. 60 . 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. 2. 1981. baik secara mekanis maupun kimiawi. Pagilarang. Dari koleksi yang diperoleh. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Obat yang merupakan ramuan. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. satu kali ke perkebunan teh P. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. T. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. (No. Scurrula phitippensis (Cham. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. 3. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. yaitu: 1. sudah tentu akan diberantas. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. Dendrophthoe pentandra (L. genggam. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.

11.. 10 Bogo Suntoro Murti. 12. 9 Ida Hariati. 10.40 Asep Adi Suprihatna.47 Eva Sarifah Hayati. 9.19 Harmaini M J D. 7 Eli Halimah. 13...28 Efi Darliana X.6 Agus Iman N. 13 Andy Zul Izwar.42 Erwin Afandi.33 Hesti Budiati. 14. 4.56 Herman Puspita. Wananda.42 Aris Gumilar. 9 Ika Iskandar.3 A. 1 Eti KurniatJ. 15. 14 Adel Zamri.54 Alimin Harahap. 28 Burhanuddin Gumay.52 Hisran H.37 Hendra Yuliansyah.43 Hermansyah Amir. 3 Gustini Sy. 7.36 Hilwan Yuda Teruna.51 Dadang Adam Alamsyah. 4. 6. 5. 13. 5 Enny Ratnaningsih.. 50 61 .. Rahayu Nurohman. 8 I.26 Ariyono Wahyu Ardi. 9. 24 Husein Hemandi Bakti. 7 Evi Noviarsyah Latif.INDEKS NAMA PENULIS A.. 13.32 Azalia Sinto dkk. 11.49 Helmi. 10 Gloria S. 16 Agus Djamhurl.38 Fitri Yunita.56 lie THsada S.43 Feri Herlina Anwar. 57 Aziz Genisa. 9. 5. 3. 14.16.54 Bahruddin.42 Diah Sugiartini. 3 AbdulNaser. 9. 12. Nandini. 17 Chairil Anwar. A. 12.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 16 Gunawan Yohanda.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 7. 9 Aryetti. 11 Harlia Djuhardi. 13.8 Budi Herawan. 9.45 Dedi Sofyan.37 Adriansyah Azhari. 7. 9 Bastiam. 2. 18 Ambar Supeni. 2. 3 Eka Susanti H. 13. 10. Budi Utama. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. 1.45 Akmal.41 Aty Widya Warayanti. 16 Elly Panglepuringtiyas. 4. G. 16 Amir Hamzah Mauzy. 1.. 15. 12.38 Ganthina Sugihartin. 15. 2 Azinar. 10. J.51 Endah Primawati. 6 Athena Anwar. P. 6 Halim Zaini..27 Amrizal M.31 Agus Djamhuri dkk.. 1 Dian Nuryani.55 Binsar Johanes. 6. 14 Eming Sudiana. 14..51 Euis Holisotan Hakim. 11. 11.31 Achyar Koesnadi. 15 Ella Noorlaela.22 Andy Soelistyanto. 14.36 Euis Nining.49 Askadi. 8 Gede Swasta. 9. 15. 15 Henny Setiatin. 7 Arsyadi.

25 Suhandra.. 5.44 Sidik dkk.17 Semangat Kataren. 6. 14.23 Sondang Komariah S. 8 Muchtadi. 4. 13 Suharti K. H. 17 Sri Ulina Purba. 4. 27 Prita Kresna. 2 . 12. Sugiarso dkk. 8. dkk.20 Malidin Maibaho. 1 Nurhidayat. 4. 11 Mulyoto.40 Sudarsono. Badjongga HTS.60 Rusjdi Djamal dkk.15.. 3. 2 Nurlaili Isnaini. 16 Siti Kardinah P.46 Robert Edward Aritonang. 3. 14.10...17.56 Lianuta Christ Natanel. 14. 8.. 8.29 Sumiyati Sunaryo dkk. 10 Mohamad Istari. 2. Yudono. 5.31 Sri Anggrahini & Suhardi. 20 Murti Raehani..45 Sri Ardani Soelarto dkk. 15.51 Susi Lahtiani. 7.54 Riswan S.48 Pramadhia Budhidjaya. 13.44 Ngatijan & R.( 6. 1 S.33 Nining Yuaningsih. 16. 2.. 12. Sutanti BRN dkk. 11 Marliyani.21 N. Nur Asiah. 2.57 Soetijoso Soemitro.53 Saifulah. 2. 8 . 10. 15 Mulyono. 10. 25 Takbir Siregar.59 Lala Nurlaela. 12. 11. 16. 1. 3 Miza Nemara.46 Sunoto. 12 Linda R.32 Riche Hariyati. 5 Rukmiati K.26 Setiawati Yusuf. 5 Kartolo S.Tambunan. 2.. 11 Reeky Charles P.. 13. 16 62 Sumiati Yuningsih.22 Karta. Suherman dkk.. Imono Argo Donatus.. 1.7 Johansyah.25 Sri VWdarti.38 Sri Woelaningsih.49 Sangat Roemantyo H.32 Rusjdt Djamal.55 Sulistyani dkk.60 Sudarsini. 13 Irfandi.. 16 Sri Hertati. 12. 4.30 Mindarwati.. 13. 7. 7. 11 Soekeni Soedigdo.58 Rida Ernola. 15...29 Rochyadi.20 Metti Siti Hastuti. 8.48 Latifah. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. 1 Oentoeng Soeradi dkk. 10..57 Sulisti. 53 Indrawati..16..35 Machmoed Azhar dkk.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 16.. 15 Martoni. I Ine Srikandi. 3. 6 Retno Damayanti. 17 Moriana Hutabarat.34 Suwarji Heryana.13. 1.. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. Wulangidkk. 2 J.35 Sri Herjati Setiodihardjo.Imtihanah. 14.10 Neneng Mupidah. 7.40 Samekto Wibowo dkk. 23 Rahmanudin..19 Suroso dkk.. 15. 1. 4.35 Sutjipto Halim. C. 18. 9. W. 6 Snelly Faurhesia.24 Sri Herliani. 59 Sumarno. T. 17.

. Tati Hurustiati. 9 Yusi Fudiesta.43 Vita Sophiata.53 Yetty Supatmijati. 11.30 Wahyono.21 Yolanda P.30 Yarnelly Gani dkk. 59 Trisnasari. 14.47 63 . Sidik.26 Titi Wiraharja N. 5. 50 Veronica Bajang. 8 Utari Dewi. Evelyn. 14. 3 Yulianti. 1.Tavip Budiawan. 10. 13. 3..37 ZulfadIyN. 7. 14. 24 Yun Media Handayani. 15. 7 Yam Sutiyani.55 Yutiardy Rivai.34 Teti Suryeti..39 Yuniarti Siregar. 11 Tri Saptini. 2.12.16.19 Udju Sugondho.52 Z.28 Taufik Rahman. 2.. 11 Tubagus Agus N. 3 Tutuk Budiati. 5. 4.41 Tjioe Thio Bwee.. 6. 12 Zuharina.. I. 10. 9. 7 Udju Sugondho dkk. 21 Wiwiek Herawati.39 Titin Suprihatin. 10.52 ZuariahYusufdkk.