P. 1
buku04

buku04

|Views: 466|Likes:
Dipublikasikan oleh Frank Leonard S Paluja

More info:

Published by: Frank Leonard S Paluja on Feb 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Dengan Buku ini. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. Volume II (1989) dan Volume III (1991). seperti buku-buku sebelumnya. Sri NIP. 14001175 . Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). terutama di perguruan tinggi. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. Maksud penerbitan ini. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. baik oleh para peneliti.

Jakarta 111 . Universitas Padjadjaran. Universitas Gadjah Mada. Bogor 17.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran.FKUI Fakultas Pertanian. Institut Teknologi Bandung. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung.JKFMIPAUNPAD 6. Universitas Padjadjaran. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Universitas Brawijaya. 2. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. FKH UGM 12. Universitas Andalas. Bandung Jurusan Biologi.FKUNPAD 8. P3 Biol 16. Malang Fakultas Pertanian. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Institut Teknologi. Institut Pertanian Bogor. Bandung Fakultas Biologi. LIPI. PPPS ITB Jurusan Farmasi. FB UNSOED 5. Yogyakarta 11. Universitas Hasanuddin. FTP UGM Jurusan Farmasi. Bandung Fakultas Kedokteran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. FP UNBRA 18. Yogyakarta Fakultas Biologi. Universitas Indonesia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Padjadjaran. Bandung 4. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bogor 14. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. FF UGM 10. FKH IPB 19. JF FMIPA UNAND 15. JF FMIPA ITB 3. Bandung. JF FMIPA USU 9. FP UNHAS 20. Universitas Sumatera Utara. Yogyakarta Jurusan Farmasi.FK UGM 13. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Medan Fakultas Farmasi. Universitas Jenderal Soedirman.DAFTAR SINGKATAN 1. Universitas Brawijaya. Universitas Gadjah Mada. Purwokerto Jurusan Kimia. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. JB FMIPA UNPAD 7.

Srikaya. terhadap kesuburan pada mencit 3. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1.(4recfl cafcc/w L. . 3. ^4/mo/wz squatnosa L. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L.Br. yang tumbuh di Sukabumi. Allium sativum L. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. Jeruk maja. 3. 86 (Ageratum conyzoides L. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. ^rtfl/ww cotnosus L. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. Suroso dkk. 2.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. Ageratum conyzoides L. di laboratorium 88 5. Jeruk maja. Antidesma tetrandrum Bl. Srikaya.) Corr.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. 90 herba Artemisia annua L. Kemlegi.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7.) terhadap Ascaris lumbricoides var.) Achras zapota L.* 2. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. Aneilema vaginatum R. Artemisia annua L. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L.* ocddentale L. Kemlegi. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. Pengaruh pinang (Areca catechu L. Antidesma Suroso dkk.) pada tikus putlh galur Wistar 6. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. 8. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. Cianjur dan Garut Isnaini .NO.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) Pengaruh ekstrak: 1. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. martnelos (L. 2. o* Isolasi. Br. 88 79 13.

/4/temM/fl vulgaris L. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L. Berg. Calophyllum inophyllum L. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. 21. Bmgtnansia suaveolens B. Azadirachta indica A. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H.* Isolasi. Artemisia vulgaris L. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. 20.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. 17. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.' klon teh (Camellia sinensis L.* Baeckea frutescens L. klasifikasi. Juss. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab.' 24. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19.NO. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. 25.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L.Br. Takbir Siregar FFUGM 86 .) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. Juss. 27. Baeckea frutescens L.' 26. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. yang tumbuh di Indonesia 16.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.

Don. Cassia angustifolia Vahl.) Osbeck.NO.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour.) Urban Cephaelis stipulacea Bl.) G.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37. Catharanthus roseus (L. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 . (jeruk keprok) 86 38.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29. JF FMIPA ITB 90 40. Citrus grandis (L. Andy Zul Izwar 90 32. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk. Cocos nucifera L. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl.) 86 Purba A. dari Tangerang dan Bandung 33. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.* Coleus atropurpureus Benth. I. Don.. Cassia siamea Lamk. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. varietas Tinnevelley Yolanda P. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L.J. Centella asiatica (L.* 36. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31. Citrus nobilis Lour.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. Budi Utama 39. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N.) G.

pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia .) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. trigliserida. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val.) 45.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. H. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44.* Roxb.NO.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. *. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41. Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma. dan HDL- Pramadhia B.) dan rimpang kunyit (Curcuma M." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.* Curcuma mangga Val.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49.) terhadap kolesterol total. & Zyp. 42. Badjongga HTS. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43. Curcuma domestica Val. 50. Curcuma heyneana Val.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48.W. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.) Sangat Roemantyo.) M.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. J. & Zyp. zedoaria (Berg. P3 Biol 89 46. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. domestica Val.

kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54.) terhadap kadar SGOT. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol .) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SCOT. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.NO.) terhadap kadar SGOT. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. Deiist. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. Daucus carota L. Datura stramonium L.) Roscoe zedoaria (Berg.) Roscoe Askadi Reeky Charles P. 67.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. Escherichia coli.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. 70. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.* Durio zibethinus Murr. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.) 69. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61.NO. Sondang Komariah S. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 . UNPAD 88 (Daucus carota L.

Badjongga HTS.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. 76. H.* Elephantopus scaber L. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L.) (GraptophyUum pictum (L. FMIPA 81 prunifolia Jack. mangostana L. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. Retno Damayanti Ngatijan & R.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. (Gardenia florida L. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. 77.) Aty Widya Warayanti N. dkk. Gelidiwn sp. C. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L.W. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Gardenia augusta Merr. dan Gracilaria sp.* 80.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. Eka Susanti H.) Griff. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71.* 79 79.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend.) Griff. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. ITB dkk.. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. Eleusine indica Gaertn.) Griff.* 84.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L.) Stend. longan (Lour. yang RukmiatiK.* T. Isolasi agar dari Gelidium sp.* 74.) Griff. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L.) WahyuArdi ITB . Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.NO.

obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H. 90.) Stuntz.) Beauv. Arg.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.) Merr. 88. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L.* Imperata cylindrica (L.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95.) Poit. Kaempferia pandurata Roxb. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Hyptis pectinata (L.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour. Hevea brasiliensis Muell. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk. (Kleinhovia hospita L. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour.NO.). PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L.* Languas galanga (L. JF FMIPA ITB 86 94. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 . Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) 86.) Merr. Udju Sugondho dkk.) Beauv. 91. galanga L.

kulit batang dan buah tumbuh. A. Nandini JF FMIPA ITB 87 .) Benth. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.) C. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. 98. 90 90 108.) C. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100.* Litsea glutinosa (Lour. diversifolia Bl.) I.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110. B. P.) Pers. var.* 104. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. littoralis Blume.) muda.&V. & V." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl.* 102.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106.* Litsea accedentoides K.NO. Leucacena glauca (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. Manihot utilissima Pohl. Rob. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. 103. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. Melia azedarach L.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. Hesti accedentoides K. Melastoma malabathri cum 109.) Benth. B.* 107. B.an mindi (Melia azedarach L. Rob.) Pers.)Pers. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. var. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl.) C.* Litsea monopetala (Roxb. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.G. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105.

dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.* Oldenlandia corymbosa L. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112. 113.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L. 80 Sugiarso dkk. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng.* Ocimum sanctum L.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.) 89 ITB Aryetti 118.* Myristica fragrans Houtt.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour.NO. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt. Momordica charantia L. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.) Enny Ratnanlngsih 87 . 123. Nicolaia speciosa (Bl. C. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121.. 115.) etythrophylla 116. 122.) 89 84 oleifera Lamk.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119.* Morinda citrifoiia L. H.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo. 117. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.) N. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114.* Pachyrrhizus erosus Spreng.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl. 124. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi.) harja N.) Horan 120. Musaenda Schum.

Piper belle L. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 . JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L.) Haojahan. Piper cubeba L. Benth.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc.) 136. Benth.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128.Np. Parkia biglobosa Auct.* A.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. 130.* Pithecellobium lobatum Benth.' 129. 133. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126. Phaseolus vulgaris L. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. Rahayu Nurohman 86 131.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. & Magn.* Physalis angulata L.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.) Bei & Cav.* Picrasma javanica Blume 134. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L.

147. Ridley 149.* Polygonium perfoliatum L. 143. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk. 142. Christ Natanel Zulfadly N.) terhadap bobot badan. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S. Ait. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett.) Morr.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W.* Psidium guajava L. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. 141.* Ricinus communis L.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L. E. Zuariah Yusuf dkk. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq. Mohamad Istari Lianuta. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Ait.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. 87 Samanca saman (Jacq.* Pluchea indica L. Rhodomyrtus tomentosa W. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. 139.* Psophocarpus tetragonolobus DC. 140.* Pleomele angustifolia N.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.* Polypodium feei Mett. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB.) Morr. FPUNHAS 81 145. E.* Sapium baccatttm Roxb. 78 148. Brown. Clarke 12 87 Nining . Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB.NO.

Samekto Wibowo dkk. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. Srikaya. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L.* 158. Jeruk maja. 154. 156.* Pengaruh ekstrak: 1. Harmaini MJD. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. var. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160.* Symphytum officinale L. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. 2.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159.* Stevia rebaudiana Bertonii 157.* Solanum melongena L. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L.* Stephania corymbosa Bl. Tectona grandis L. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. terhadap ovarium tikus. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. var. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. 162.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl.* Solanum laciniatum Ait. Kemlegi. Solanum tuberosum L.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. 3.NO. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 .

) Miers ex Hook f.I) K.) Miers ex Hook f. & Thems. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .) Miers ex Hook f.NO.) K. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.* Trigonella foenumgraecum L. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. Rusjdi Djamal dkk. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174.* brotowali.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb.) K. Thevetia neriifolia Juss. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali. & Thems. Schum.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. 86 169. Schum.* Tinospora crispa (L.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. 173.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss.* Voacanga foetida (Bl. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L. Schum. 166. Schum.* Tristania swnatrana Miq. Tinospora crispa (L.) K. 172. Tinospora crispa (L. 170. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165. & Thems.) in vitro Z.

Suherman 185. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175. 178.* Zingiber officinale Roxb. Schum. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. Schum.) 182. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. 15 .* Zingiber aromaticum Val. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. 179.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Soekeni Soedigdo Suharti K. 181.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. 81 Woodfordia floribunda Salisb.) K. 180.* Woodfordia floribunda Salisb. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays). dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm.* FK UI 78 dkk.* Lain-lain 186.* 176. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.NO. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. 183. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. 184. JFFMIPA ITB 87 N.* Zingiber ottensii Val.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk.) K. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.

NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. 84 85 201.* 200.* 198. 88 192. 197. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. Sangat P3 Biol Roemantyo.* 88 16 . H. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. 196. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. H. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. Jamu in the past.NO. 86 195. H. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. Jawa Barat Lain-lain 87 190.

H. Kartolo S. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. H. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. P3Biol Sangat Roemantyo. Sri Hertati Burhanud- 208. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. 214. H. Wulangi dkk. S . P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. Indonesia 211. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. H. Javanese medicinal plants. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. H. P3Bioi Sangat Roemantyo. 90 17 . 79 90 ' 202. Riswan S. Sangat P3Biol Roemantyo. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Central Kalimantan. H.NO. Sutanti BRN dkk. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram.* 203. Indonesia" Lain-lain 204. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang.* 212. Sangat 89 207. H. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Sutanti BRN dkk. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Sangat 205.

sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216.NO. Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217.*. yang terdapat dalam kuning (param). Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo.

ABSTRAK PENELITIAN .

yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. Kematian larval. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini.33 mL dan LC95 sebesar 47. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L.) TUTUK BUDIATI. Banyaknya larval. (No. 1990.69%.28%. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya.) dengan metode kromatografl kolom. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. bahwa larva A.0669 atau 6. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. 30 mL. Hasil percobaan menunjukan. 30 mL.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. Tingkat larva A. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. aegypti instar II. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. di laboratorium SUNOTO. 1987. 40 mL. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. P (No. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. Setelah diuapkan. 50 mL dengan LCso sebesar 19. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. 1988. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. (A. JO mL. conyzoides 0 mL. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.) HARLIA DJUHARDI. Pemberian suspensi ekstrak A. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam.78). dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. eter dan etilasetat.6528 atau 65. menunjukkan adanya tiga komponen utama. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. eugenol 5% dan sianida (HCN). Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Ageratum conyzoides L^ (A. Diperoleh cairan kental kekuningan. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. Isolasi. conyzoides. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . 20 mL.

antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. 1979. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). (No. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. yaitu: alkaloida T.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari.0038%. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. (No.01%. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida.. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. jarak lebur 271-271. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. MACHMOED AZHAR dkk. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. jarak lebur 258-259°C. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. alkaloida. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. 9*) ANANAS COMOSUS L. terutama jenis alkaloidanya.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. sekitar 5%. 1986. dan senyawa peptida bukan alkaloida. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. berupa kristal putih. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. hasilnya tidak berbeda nyata. (No. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. sterol. berupa pohon atau semak.5°C.asal. sedangkan komponen tambahan.) muda MULYOTO. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. suhu lebur 225°C.2 mL. flavonoida. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. glikosida. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. 6 (enam) hari. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. 1988. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. bentuk jarum. sebanyak 0.001%. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. 4 (empat). Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). 16*) AVERRHOA BILIMBI L. .2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari.

IMONO ARGO DONATUS. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi.). lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. berbau khas. kromatografi lapis tipis. tidak berasa. tanin.Contoh dari Jakarta Barat. (No. SIDIK. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. yaitu sitosterin. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. fenol.) YETTY SUPATMIJATI. tidak berbau. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. klasifikasi. WAHYONO. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. senyawa triterpenoida asam dan tanin. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 21 . 1981. (No.25 mL/kg bb. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Kepada tikus kelompok I-V.. yaitu sitosterin. kloroform dan metanol. berwarna kuning. berwarna putih. Tikus kelompok VI-X. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. klasifikasi. Jakarta Timur. Isolasi.. kromatografi lapis preparatif. Jakarta Selatan. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. 1981. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. alkaloida. Informasi tentang kandungan kimia. 72 jam (kelompok III). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. 48 jam (kelompok II). vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. 2. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. flavonoida maupun glikosida. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. (No. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. dibiarkan 24 jam (kelompok I). Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. tidak mengandung senyawa saponin. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. 1981.

daun kedua. daun indung dan daun tua.83 cP. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. selalu berdaun hijau.. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. natrium. nm25=66. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias.9265. yaitu: (1) klon TRI 2024. tokoferol. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. bilangan penyabunan. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E.25 mL/kg bb. XII. bilangan asam 0.56.. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. biarkan 24 jam. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. 1988.) JOHANSYAH. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. semua tikus diberi CCLj 1. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. karotenoida dan sitosterol. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. n<j 25 = 1. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. bilangan ester 199. antara lain klon. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. daun pemeliharaan. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. atau untuk penerangan. (No.. (2) klon TRI2025.hijau dan teh hitam.94. d30 = 0. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko.) EVA SARIFAH HAYATI. dan 96 jam untuk kelompok XI. Kelompok XI XIV. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. senyawa tak tersabunkan 1. daun pertama. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. yaitu: bilangan yodium 99. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia.71. (No. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. 1988. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. diperlambat oleh vitamin E. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. kadar abu 4. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. membuat sabun.62. FiHphia dan daerah sekitarnya. 72.). kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. stearat. biarkan selama 24 jam. 48. tangkai muda. 22 . daun ketiga. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. biarkan lagi berturut-turut: 24. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. kadar 40% b/v. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung.4762. viskositas dan bqbot jenis. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. Indonesia Timur. bilangan penyabunan 200. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. kalsium dan besi. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. oleat dan linoleat. ternyata mengandung tanin.47%.006%.

tangkai muda: 2.5 nm dan 295. (No.81%. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1. 25*) CAPSICUM ANNUUM L..).06% dan 24.33%. b) daun pertama: 4. daun indung: 1. daun pemeliharaan: 1.30 sampai 0.92%.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. 1987. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.02%. daun ketiga: 2.35. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.86%. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.88%. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis.50%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform.16%. yaitu dengan bobot molekul 293.49%.49%.48%.63%.61%.51%. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. daun indung: 1. daun pemelihara: 1.37. yaitu masing-masing adalah 23.0 nm dan 290.0 nm.50%. 26*) CARICA PAPAYA L. daun kedua: 4. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.67%. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan. b) daun pertama: 3.84%.5 nm. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025. tidak mengandung tanin dan enzim papain. daun tua: 1. daun ketiga: 2.74%.23%.) PRITA KRESNA. daun kedua: 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var.31%. daun tua: 1. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. daun kedua: 3. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. daun indung: 1. daun tua: 1.0 nm. daun tua: 1. tangkai muda: 2.5 nm.0 nm dan 280. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975).307. 247.30 sampai 0. (No. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. daun pemeliharaan: 1.73%. abbreviatum F.9748 bagian per juta.48%}. tangkai muda: 1.18%.95%. 247. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.20%.57%. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.91%. daun ketiga: 2. daun pertama: 4. daun pertama: 4. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). daun pemeliharaan: 1. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. tangkai muda: 2.22%. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%.70%. daun ketiga: 2. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. Kemudian direfluks selama 2 jam.0 nm. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. 321.).38%. 23 . 1980. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya.13%. daun indung: 1. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. L. daun kedua: 3.68%. longum S. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

(jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. 29*) CASSIA ALATA L.41%. 1987. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. (No. salep scrap. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. 1986.82% berat basah. yaitu 2. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. memberikan reaksi positif alkaloida. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. 1987. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. dengan viskositas 0. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. dan kadar protein rendah. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. bahan diduga gramina. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. dengan metode 24 .) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan.70%. rasa pedas getar. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. Citrus grandis (L. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl.) Osbeck. DlAN NURYANl.) Osbeck. (No. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. yaitu terutama kulitnya.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. serta bobot molekul 174. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi.8904 cP. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara.) Osbeck.Untuk bahan makanan. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. Dari kulit buah Citrus grandis (L. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. segar diperoleh pektin sebesar 0. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. 36*) CITRUS GRANDIS (L. inframerah.26%.) OSBECK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. Diperoleh kristal jarum. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. 1 gugus metilen. (No.

Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. kelompok II = 1. adalah hesperidin flavonon.oleh 4. Dua belas ekor domba betina. cacingan. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. kelompok HI = 1. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu.72 ± 0. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB.4 ± 0.05). Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2.1987.829 kg. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. tiap minggu sekali.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0. fiavonoida.. SUWARJlHERYANA. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba.917 kg. (No. diambil secara random. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. dibagi menjadi 4 kelompok. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. luka-luka kecil..penyabunan diper. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0.15 kg. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. 1981. di samping sebagai pencuci mata. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat.5 mL/kg bb.5 mL/kg bb. kelompok IV = 2.1 kg. wasir. 1986. tiap 4 minggu sekali.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb.7%. saponm dan minyak atsiri.2%.5%. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. Ke25 .. Data spektrum ultraviolet.5% dan dosis 5 mg/kg bb. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck.047%. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida.. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi.1 ± 0. (No. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. (No. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. dengan metode pektase: 2.1).32 ± 0. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. umur kira-kira 6 bulan. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. Kelompok I sebagai kontrol. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour.. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0.

) P TETI SURYETi. C = C . CH3.5 mL/kg bb. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. 1988. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis.38%. Gunster Honvad dan Rao (1964). yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Wmkler antara lain Kaiser (1932. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. (No. 26 .) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. & Zyp. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. tetapi juga tidak nyata (P < 0.1933). Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. 1988. (No. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda.6%. SEMANGAT KATAREN. serta gugus aromatik. isotasi zat berkhasiat. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. dan kromatografi gas.005%). Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. 1986. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. (No. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. CH2. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak.

Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. 27 . heksan. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. b) refluks dengan aseton. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. kromatografi gas dan kolom.kolesterol. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP.. 20 mg kurkuminoid + tween + air. AMIR HAMZAH MAUZY. eter minyak tanah-heksan-aseton. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. eter minyak tanah-aseton. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. monoterpen-0.) terhadap kolesterol total. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. 1987. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. etanol. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. eter minyak tanah-etanol. 1988. (No. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. masing-masing: tween 80. dan kadar kurkuminoid isolat. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. 3% kolesterol. (No. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Basil menunjukkan bahwa. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL.

diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. 15 mg dan 20 mg. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. 1987.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN.05 mL/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. N. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. Kelompok V. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia.05 mL/kg bb. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. yang 28 .) terhadap HDL-kolesterol. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. (No. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. 1988. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. 10 mL ekstrak air temulawak. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol).. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. N. 1987.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP.. masing-masing: 3% kolesterol. Bottger. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci.

10 mg. masing-masing 6 mL. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. perlu dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. amilum. 15 mg. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. (No. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. Hasil dari penelitian ini adalah: 1.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 8 mL dan 10 mL secara oral. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. Dengan menentukan kadar bilirubin total. 1987. magnesium stearat). Kelompok IV. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. 15. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. berasa pahit pedas. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. Kelompok I adalah kelompok kontrol. berbau khas. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie.) terhadap kadar SGOT. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. b) pada suhu sampai 60°C. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. 10 mg. asam stearat. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb.) terhadap kadar SGOT. 29 . SGPT darah kelinci pada hepatitis B. (No. 1988. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. 2. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B.

pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis.80%. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air.(No. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. 6) Cirebon. 2) Surakarta. dan terkectl dari daerah Purwodadi. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. yaitu: 31. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. kloroform dan metanol. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. 9) Sragen. kloroform dan metanol. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. b) metode perforasi dan c) metode kontak. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. 8) Garut. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. menggunakan pelarut eter minyak tanah. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. yaitu: 5. 1986. waktu panen dan pengolahan. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. 1986. (No. 4) Yogyakarta.84 ± 0. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. 7) Tasikmalaya. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif.12%. (No. 3) Tawangmangu. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Di antara ketiga metode pengujian. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. 5) Bumiayu. kloroform dan metanol. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. yaitu: a) metode cakram kertas.44 ± 1. 1987.

jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. Selain itu juga buah. siang dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST.(No. 1979. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. ACHMAD MUSTAFA FATAH. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst.00 sampai jam 8. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). semua mengandung senyawa diosgenin. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. 1979. yang menurut penelitian ini. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. terbukti mengandung senyawa diosgenin. yang banyakadalah untuk Indonesia.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. bobot badan antara 10-12 kg. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. 1988. (No.). daun. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. tanpa memandang spesies. Turn. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. (No.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. 31 .30 atau sekitar 14 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing.

5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. Ambarawa. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. Dengan cara penentuan seperti di atas.4 mg. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin). (No. cacingan dan diare. Bacillus subtilis. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. 1987. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin.4 mg dan 5. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. demam.6 mg ekstrak. 32 . Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. kloroform dan metanol.) ATY WiDYAWARUYANTI. (No.(No.) STEND.) Stend.) suku Graminae.5%. COKRONEGORO 1981. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya.6 rag dan 3.18 mg. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. Dengan melakukan ini. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37.18 mg. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. dan sensitif sedang pada dosis 5. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. Wonosobo.cara infundasi. sensitif sedang pada dosis 3.. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. 1986. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis. tanin. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. tumbuh liar sebagai gulma. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . Temanggung. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar.

Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. C = C. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. H. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. C = O.dapat dimakan. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. benzen dan metanol. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . dengan Spektrum pe33 . Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3).. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. YUDONO. 1990. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. etilasetat dan n-butanol. kadar dan gugus fungsi yang ada.) pada "rat" NGATIJAN. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. keluarga Guttiferae. ( No. R. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. (manggis. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Turner dan Andrew Wilson. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. 1979. HERMANSYAH AMIR. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. CHC13 dan CeHe. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. C-H. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. (No. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. CHC13:etilasetat (1:1). buah tersebar di daerah tropis.

(1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). yaitu var. 1986. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. linalil asetat dan stirolil asetat. 34 .nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. (No. flavo-rubrum. GC-MS. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. benzil asetat. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. etil benzoat. viride. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. dan 750-60 cm'T.d Brink Jr.. (Gardenia florida L. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. di Malesia WIWIK HERAWATI. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya.) Griff. dan BIndonesia. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan.1400-1200.) BEAUV. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. 1989. 1987. (No.) Griff. pictum. beta-mangostin dan gamma-mangostin. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L.) Beauv.1650-1450. dan diduga adalah mangostin. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. Griffith (1854). album. seperti pada xanthone standar. var. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. Miquel (1850). SUTJIPTO HALIM. tidak dapat dipakai lagi. linalol. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. var. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. Indonesia. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. kromatografi gas. pemeriksaan spesimen herbarium. album dan lurido-sanguinem. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. GC-MS serta spektroskopi inframerah. pembuatan diskripsi.) GRIFF. var. lurido-sanguineum. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. yang dikenal dengan nama alang-alang. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. yaitu pada: 1750-1650. var. rubrum dan var.) Beauv. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. N. Hal ini disebabkan. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol.

diberi CCLi dan air suling 2 mL. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. STUNTZ. 1981. jamur Microsporum gypseum. termasuk Indonesia. (No..) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . dengan dan tanpa penambahan asam cuka. Curcuma xanthorrhiza Roxb. parutan dan air perasan. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. emulsi ah... Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L.Katimaha (Kleinhovia hospita L. asam vanilat dan vamlin.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat.. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. Kumarin tidak ditemukan.dalam minyak (A/M). Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. 30%. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. asam benzoat. N. 1\imbuh-tumbuhan itu. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. 60% dalam dasar salep hidrokarbon. Eclipta alba Haask. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. 1979. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. Silybiwn marianum L. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). penyakit kumng dan hepatitis. 400 mg dan 600 mg/kg bb. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb.. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). Phyllanthus niruri L. N. antara lain: Curcuma domestica Val. 1989. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok..

tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik.Microsporum gypseum. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. 2. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. 9 dan 10.O diasetil aktinodafnin. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. Selanjutnya. (No. baik jenis merah dan putih. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. 1989. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. yang pada umumnya jenis apomorfin. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Data spektroskopi ultraviolet. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. isolasi alkaloida. No. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. & V. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. 1989. obat kanker dan sebagainya. inframerah dan NMR menunjukkan. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. & V. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. HESTI BUDIATI. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. Laos yang dikeringkan. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Salah satu genus Dalam percobaan ini. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan.

merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. 1990. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. HELMI. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. NMR dan GC-MS. Rob. littoralis Blume. littoralis Blume.diperoleh dari aktinodafnin. bahwa alkaloida 1-N. VITA SOPHIATA.69 dan 0. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya.) C. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia.82. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya.51. 37 . Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. JK FMIPA ITB (Lour. 0. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform.) C.35. (No. Rob. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. 1989. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. var. belum diteliti lebih lanjut. 1989. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. (No. B. inframerah. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet.19. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. var. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. B.) C. Dari kelima bercak tersebut. ROB. littoralis Blume. ADEL ZAMRI. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. B. Dengan spektroskopi. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. B. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa.) B. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.kandungan alkaloidanya.) C. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL.74. 0.C. ROB. Rob. 0. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. (No. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak.) C.dan Rob. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. Bercak kedua dengan Rp 0. var. B. Jika zat ini benar. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. inframerah dan GC-MS. benzen dan metanol sebagai fase gerak. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. var.

ASEP ADI SUPRIHATNA. kromatografi kolom. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. aporfin dan morfinandienon. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C.32. isolasi alkaloida. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. kadar 0. 2. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . Senya. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. 2. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet.) C. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama.) C. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. SRI WlDARTI. inframerah.34. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1.01%. Pemisahan. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin.) Pers. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. 0. B. 1990. 0. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik.57 dan 0.5-177°C.53. 1989. yaitu penghilangan lemak.41.75. var. 0. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya.) PERS. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. 1989. Ddafnin.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. S FERI HERLINA ANWAR. NMR dan GC-MS. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. B. 9. 0. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama.) PERS. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. Dari sini didapatkan tiga fraksi. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin.) Pers.28. asam lemak dan arabinoksilan.(No. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. Pemisahan. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. 9 dan 10. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa.) Pers. Dari ketujuh bercak tersebut. 0. (No. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. Rob. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9.

Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul.1303. 1548-1515.1689-1639. kalium. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. 2778. fosfor (0. minyak (35. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. fosfor. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. 1445. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. 1362. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. c) pada NaOH2N: 240 nm.1389.1053. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan.(No. 1689-1639. 3125. b) dalam HC1 2N: 217 nm.014).257).950.806-10. 39 . FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium.1724. Mayer dan Bouchardat.76136. nitrogen.1020. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). 1608. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu.006). 1989. protein (7. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni. 1979. kalium (0.2778. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. 1212.314-0. magnesium (0.0810. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor.327). 2850. 1706. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda.1550-1515. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk.1449. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. natrium (0.1253-1117. natrium. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. 235 nm dan 315 nm.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS.021-42.081-0.000-0. 3250.251-0. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral.1497.1101. 1366. nitrogen (2. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk.1408. magnesium. (No. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. YUN MEDIA HANDAYANI. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. 1323. 2857. 1163-1149.571). 1250. 3250.611-3. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. 235 nm dan 315 nm. 1235.623). Fraksi II: 3750. protein.1053. asam oleat (10.1031. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah.714). 1497. Fraksi II: a) 216 nm.112). Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. 2300.430).

). 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. putaran optik: + 10. Hasil uji dapat disimpulkan. betafelandren. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. bilangan penyabunan 31.64.24%. sisa penguapan 2. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. (No. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. larut dalam 2.4572. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. 40 . indeks bias pada 20°C. kamfen. bilangan asam 5. SUDARSINI. ayan.(No. beta-pinen.6.5 volume alkohol 90%. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. Bacillus subtilis. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.5379. kelarutan dalam alkohol 20%. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. p-simen.4255.3%.844. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. (No.24. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. 1984. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. putaran optik. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. sisa penguapan. 1989. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama).8254. Tetapi selain dalam bentuk biji. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. bilangan asam dan bilangan penyabunan. diekspor juga dalam bentuk minyak. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. indeks bias (20°C): 1.

mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. Unalol. kromatografi gas dan kolom. C-O. inframerah.2. 1987. (No. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. sedrol. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Dilakukan percobaan isolasi. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. dari suatu alkohol. Ocimum L. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. SUDARSONO. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum.(No. CH dari metil dan metan. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. sering tumbuh secara liar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. Isolasi. 1987. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. C = C. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. suku bahan campuran makanan. geranial dan karyofilen. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. dan GC-MS.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. OLs. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H.2 dengan jarak lembur 41 . kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. 3. C = O. OL. 2. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN.). C-H alkana dan senyawa aroma I ik. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. serta C = O dari karboksilat. 1981. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. 121*) OCIMUM SANCTUM L. C = C.FF UGM ldenlandia corymbosa L. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. Senyawa OL. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. (No.

spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. 1986. flavonoida dan glikosida. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. tanin. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. nikel. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin.115-118°C. (No. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. Terdapat juga mineral: kalsium. besi. Beberapa pustaka menunjukkan. ekstraksi. RAHAYU NUROCHMAN.84).07%. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. (No. Kadar yang diperoleh adalah 0. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini.). menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. A. triterpenoida dan steroida. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. 1987. Data spektroskopi ultraviolet. ekstraksi pelarut-pelarut. flavonoida. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. yakni suhu lebur. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. skrining fitokimia. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. Salah satu bercak (Rf = 0.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. aluminium dan silikon dalam abu total. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. 4. ENNY RATNANINGSIH. JK FMIPA ITB Pdarah. Stfat-sifat fisik. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. bentuk kristal.) P DEDISOFYAN. (No. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. saponin. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. sedang yang beracun adalah fraksi lain. menunjukkan lima bercak. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. 1986. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. inframerah. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban.

Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. 1770. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes.harga Rn = 0. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. 1250 cm"1 (regang C = C-O). 1540.07 dan Rf2 = 0.83% b/b. (No. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF.57 menunjukkan satu bercak jingga. magnesium dan besi. 1989.) termasuk suku Mimosaceae. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. kalium. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik).) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin.780 dan 610 cm'1. 1988. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. 2340. 1050 cm"1 (regang C-O-C). kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. 132*) PHYSALIS ANGULATA L.57. Dalam penelitian ini. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. 1100. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H).) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. (No. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan.1680. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . 2920 cm'1 (C-C-H).) HERMAN PUSPITA. 1986. kadar sari yang larut dalam air: 34. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya.1400. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L.63% b/b. kalsium. di samping mengandung senyawa tanin. yaitu ordo Leguminosae. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. D ZUHARINA. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). (No. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar.

CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. 1980. Pada dosis yang dicoba. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. 138*) PLUCHEA INDICA L. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. jumlah dan warna bercak.. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. 50 g/kg bb. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. E.91 meragukan. dan 75 g/kg bb.83 menunjukkan hasil yang positif. Jenis bermacam-macam senyawa. 2. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. yaitu sekitar 13.83 memang positif saponin. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. Polygonum dari suku K. perubahan serapan. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. WANANDA. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. Di Eropa. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. serapan. pH. (Pleomele angustifolia N. dengan dosis: 25 g/kg bb. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. sedangkan bercak dengan Rf: 0. SETIAWATI YUSUF. 1989. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna.. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. Pada penyimpanan.91 serta satu bercak yang lidak naik. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. satu kelompok tidak diberi obat. 1987.. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. FKHIPB Inched indica L. (luntas/behmtas) GLORIA S. alkaloida.18%. diabetes. sedangkan bau tetap. (No. PPPSITB lygonum perfoliatum L. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L.Polygonaceae. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. (No.83 dan 0. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. ada tidaknya endapan. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. pH. 3. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. diare alau diminum sebagai leh. yaitu 237 nm. juga terjadi endapan. bau. (No. 44 . stilben.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar.

142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. 1987. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. antihipertensi. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. menggunakan metanol:air (8:2). 1981. eter minyak tanah.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. SUHARDI. hipoglikemik. kecamatan Dau Malang. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus.. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. kemudian dikeringkan. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. sakit pinggang bahanlain-lain.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. kloroform. (2). FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. antihepatotoksik. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. presipitasi protein. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. (No. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. etilasetat dan metanol-kloroform-air. tidak berbau dan berasa pahit. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC.. (No.31%. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. 1986. Potypodium Mett. (No. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. NMR dan GC-MS. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. analgetik dan antasid. tekanan darahfeeitinggi. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. (3).

nilai formal. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. Tahap pertama. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. bahan pelapis pelindung. jumlah limfosit dalam darah. berat lien dan struktur lien. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. nitrogen terlarut dan kadar air. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. semir. ransum yang diberikan tanpa campuran. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. dan 20%. jika dibandingkan dengan kontrol. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. berat dan gambaran histologik lien. 10%. 146*) RICINUS COMMUNIS L. bahan dapat larut: 26. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir.075% . Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. Tahap kedua. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. Penetapan komposisi 46 . Kelompok II. kadar HCN: 0%. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. 15%. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. jumlah limfosit dalam darah. Kelompok I adalah kelompok kontrol.468%. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. 1981.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap.885%. 1987. kosmetik. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. kadar air: 60. (No. waxes. MOHAMAD ISTARI. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. sebanyak 5%. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk.264%. bahan untuk polimer icinus communis L. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. Yogyakarta. nitrogen terlarut: 5. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit.. yaitu membandingkan akseptabilitas. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. (No. Dalam percobaan ini. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. III. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. khususnya untuk kenaikan bobot badan. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan.

875 cm"1 (C-H). sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Sapium baccatum (Roxb. 3010 cm"1 (C-H olefinik). 1030 cm"1 (C-O). Pada periode setelah awal perkecambahan. ketebalan 250 urn). Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. Clarke. 2960 cm"1. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. (No. 1987.04%.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. bereaksi positif terhadap alkaloida. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. Liebermann-Burchard. (No. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. 1460 cm"1 (lehtur C-H). 1450 cm . setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. varietas duri banyak: 36. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. 2860 cm"1 (C-H).) Ridley ZULFADLY N. Untuk mengidentifikasi solasodin. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. daur glioksilat dan glikolisis. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). 1120 cm"1 (C-O). 1988. 2950 cm".93%.. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. 1640 cm"1 (C = C). 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 2860 cm"1 (C-H). 1370 cm"1 (lentur C-H). yang meliputi penetapan kadar air. terpenoida dan fenol. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm.79%. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. ketebalan 250 um). Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. varietas duri banyak: 10. ekstraksi.77 %. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. Dari hasil yang diperoleh. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 .) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB.) Ridley.

009%.010%. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. (No. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254.05). Liebermann. Clarke LALA NURLAELA. walaupun tidak terjadi seluruhnya. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. Solanum khasianum CB. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. 1978. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu.542 ± 0. varietas duri jarang yang sudah masak.01). 1987.402 ± 0. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin.76 ± 1. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI.Burchard. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. No. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. dibandingkan dengan kontrol (P<0.468 ± 0. Gambaran histologik menunjukkan. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. maka dikembangkan penggunaan solasodin. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum.01%. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. bahan kering = 0. Clarke.10 ~3%). lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. bahan kering = 0.33. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. terhadap ovarium tikus.panjang gelombang 400 nm. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait.07. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. pengembang klorofornrmetanol (9:1). Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm.011%. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. penampak bercak Carr-Price. berasal dari Balai Penelitian Gizi.01). 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB.. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. yaitu. Departemen Kesehatan RI. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya. Digunakan dua macam kelompok kontrol.00 pagi sebelum diberi makan. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam.ekstrak daun Solanum Ait.59 ± 0. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB.59 ± 3. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan.

Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. Hasil penelitian menunjukkan. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. 1989. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. (No. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam.plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi.. 1978. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. isolasi alkaloida. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom.. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. inframerah. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). (No. dari hasil penelitian Takeda (1950). bahkan berkhasiat hipoglikemik. Data spektroskopi ultraviolet. 153*) SOLANUM MELONGENA L.. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl.. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. diteliti kandungan alkaloida. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. (No. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. 1986. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes.

Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian dari infus stevia. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. 1986.dan gugus metij pada 10-C. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O.CH2-CH2. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. (No. -CH3. NMR. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. 50 . Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya.6%. serta O-H dalam strukturnya. makin tinggi konsentrasi infus stevia. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. . maka kadar gula darah turun 53. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. inframerah. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. (No. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif.04 g/L. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. Tentu saja.02 g/L dan 8. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). C = O. 18-COH. C-O.28%. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. 13-C.39% dan 10.

M. AMRISAL. ANONA SQUAMOSA L. 1981. Srikaya. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. 2. 1 dan no. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr..) suku Rutaceae. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. 1981. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog.. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert.) suku Compositae. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. baik dalam industri makanan dan minuman. (No.. dan 3. Pengaruh ekstrak: 1. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi.. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. Stevlosida. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. suku Anonaceae. Jeruk maja. 1985. maupun obat-obatan. dan 3. Srikaya (Anona squamosa L. 1988.5 mg/kg bb. dari bulan September sampai 51 . Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. Tanaman Symphytum officinale L. Sebagai pembanding digunakan akuades. yaitu 6. Jawa Tengah EMING SUDIANA.0%. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. yaitu: 1. AEGLE MARMELOS CORK.) dengan pemberian klorpropamida. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. Kemlegi. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas.16. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. (No.25 dan 40 mL/kg bb. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. 2 dan 5% dari bahan no. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. 2.(No. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. Karena itu. (No. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. ester dan = CH2.). Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. 3 tersebut di atas).

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Dari akar Voacangafoetida (Bl.58. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. kolom. Digunakan ekstrak 4. adaPENELITIAN yang telah analgesia.) K. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. (No. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton.94. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. (No.56. 1989. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur.94.) K. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl.) K. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. 1. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. NMR. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. BASTIAM.58. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. dan 2. . dari buah ditemukan 2 alkaloida. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. kloroform dan metanol.) K.67 mL per kg bb. (No. karena data Spektroskopi belum lengkap. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional.72% dengan variasi dosis: 0. SCHUM.33. Schum.) K. 1988. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl.67 mL per kg bb. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. Schum. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol.Schum. pemurnian secara rekristalisasi. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. Sari eter minyak tanah. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. suku Lythraceae. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . maka struktur belum dapat ditentukan.) K.. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb.) K. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. dan 2. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. inframerah. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. Alkaloida 62 dan 63. Schum.) K. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. 0. Schum. Woodfordia floribunda Salisb. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. 1. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . SCHUM. 0. Alkaloida utama BJ. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff.

Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. (No. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. IDA HARIATI. kurang nafsu makan. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. (No. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). HENNY SETIATIN.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. Makin besar dosis yang diberikan.0185 X. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. 1986. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val.8 mg/kg dan 218. (No. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. 1987. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. 163. pinosimbrin. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.3 mg. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. (lempuyang wangi).5 mg.) pada mencit LATIFAH. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. khususnya tanaman yang tanaman ini. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL.0 mg/kg bb. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. cardamonin dan 2'.(9:1). minyak atsiri dan oleoresin. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. Misalnya. yaitu: 145. 199. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. Beberapa jenis yang lain. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat.35+0.0 mg/kg bb. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Alpinia 56 . 1987. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. yaitu flavokawin B. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan.7 mg. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. 181. alpinetin. cacingan dan influenza. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur.8 mg dan 218. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah.

sisanya karena menyusui. dan 45 hari. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'.9% menopause. klinik KB jauh. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. serta flavonol. 1978. 1978..officinantm Ham. Survai berlangsung 10 bulan.. (No. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK.7% ingin anak lagi. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. Mengingat hal tersebut. 8. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. 1978. Beberapa jenis yang lain. 13. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/.3% sedang hamil. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik).(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. T. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida.225 responden. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan.30 dan 45 hari. hematokrit. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. Zingiber ottensii Val.30. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. (No. Untuk sementara dapat dikatakan. tidak bersuami lagi. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. dan terkumpul 1. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. sisanya 30 % tidak ber-KB. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. Jakarta. sedang sakit. masih dalam batas harga normal. SUHERMAN dkk. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. (No. dan Zingiber officinale. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk.. Dari 1. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. 46 Cap Potret Nyonya Meneer.225 kuesioner.

kedua adalah IUD. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. SMA atau perguruan tinggi. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. 29. antibakteri.62%. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku.21% dan 28. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. 58 . kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. Hanya 4. desa Karang bangkal. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5.46%. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. 1987. desa Sumampir. desa Grendeng. yaitu fraksi minyak atsiri. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun).56%. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. 20% beragama bukan Islam. adalah: 18. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. atau hanya dengan 1-2 anak saja. Kira-kira 80% responden beragama Islam. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L.). 15 dan 20 menit. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. (No. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. 1984. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. yaitu: desa Bancar kembar. tidak mengganggu kesehatan. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. Ternyata. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. menurunkan kadar kolesterol. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut.subur baik). jamu gendong dan ramuan sendiri. Cap Air Mancur. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. Hal ini disebabkan masyarakat. 30. Cap Jago.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. kolagogum dan antihepatotoksik. (No. 10. Penggunaannya secara oral. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah.). desa Purwanegara. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. makanan minuman dan kosmetik. mudah didapat.

F. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai.21%). (No. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. E. c) Globba marantina L. pendidikan. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. Pfygonum chinense. WULANGI dkk.. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut.. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. (No. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. (No. 1980. rekreasi. olah raga dan lain-lain. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. b) Costus spedosus (Koen) J. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Selama percobaan.) Holt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. baik secara langsung manpun tidak langsung. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. yang 59 . Smith. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. 1979. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. sumber plasma nuftah. pengaturan tata air. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. 1988. Oplismemts burmani. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. SUTANTIBRN. Alpinia malaccencis. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. dkk . Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial.

Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. Scurrula phitippensis (Cham. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. SUTANTI BRN dkk. T. & Schlecht. dan tekanan diastol rata-rata: 23. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. 2. terutama di pedesaan. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. Pagilarang. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. meneliti. (No. genggam.40 mmHg.) Miq. 60 .) Tiegh. yaitu rebusan atau seduhan.. Dari koleksi yang diperoleh. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. 3. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. 4. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati).20 mmHg. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. yaitu: 1. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat).. Obat yang merupakan ramuan. T.38 mmHg. Don. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. Tumbuhan sebagai obat. 1981. baik secara mekanis maupun kimiawi.) G. sudah tentu akan diberantas. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. yaitu berupa jumlah daun. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. (No. 1981. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. satu kali ke perkebunan teh P. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. Macrosolen cochinchinensis (Lour. Dendrophthoe pentandra (L.

15 Henny Setiatin.51 Euis Holisotan Hakim. 24 Husein Hemandi Bakti.. 12. 3 Gustini Sy.. 18 Ambar Supeni. J.36 Euis Nining. Budi Utama. 3 AbdulNaser.22 Andy Soelistyanto. 12.31 Agus Djamhuri dkk. 7. 1. 8 I. 7 Evi Noviarsyah Latif.47 Eva Sarifah Hayati. 5.8 Budi Herawan.43 Feri Herlina Anwar. 10.40 Asep Adi Suprihatna.37 Hendra Yuliansyah. 50 61 . 28 Burhanuddin Gumay. 3. 11 Harlia Djuhardi. A. 13.37 Adriansyah Azhari.42 Aris Gumilar. 15. 9. 9. 9.56 lie THsada S. 1 Dian Nuryani.52 Hisran H.42 Diah Sugiartini.6 Agus Iman N..49 Helmi. 6 Athena Anwar. Rahayu Nurohman. 14. 7. 11.3 A. 13.51 Dadang Adam Alamsyah. 9.36 Hilwan Yuda Teruna. 10.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 14.38 Ganthina Sugihartin. 11.49 Askadi. 57 Aziz Genisa. 9 Bastiam.54 Bahruddin. 14 Adel Zamri. P.54 Alimin Harahap. 16 Amir Hamzah Mauzy. 10 Gloria S. 16 Gunawan Yohanda. 15 Ella Noorlaela. 9. 15. 5.34 Haojahan Tfcnggul Manullang.INDEKS NAMA PENULIS A.33 Hesti Budiati.45 Akmal.. 16 Agus Djamhurl.45 Dedi Sofyan. 7 Eli Halimah. 2 Azinar. 8 Gede Swasta. 10. 16 Elly Panglepuringtiyas. G. 4.42 Erwin Afandi.56 Herman Puspita.26 Ariyono Wahyu Ardi. 4.31 Achyar Koesnadi. 15. 13. 13.. 9 Ida Hariati. 1 Eti KurniatJ. 4.. 12. 10 Bogo Suntoro Murti. 15. 13..41 Aty Widya Warayanti. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk.19 Harmaini M J D... 12.55 Binsar Johanes. 2.27 Amrizal M. 6. 14. 11.38 Fitri Yunita. Wananda. 9 Ika Iskandar. 17 Chairil Anwar.32 Azalia Sinto dkk. 11. 7 Arsyadi. Nandini. 14. 1.28 Efi Darliana X.43 Hermansyah Amir. 9 Aryetti. 2.16. 14 Eming Sudiana..51 Endah Primawati. 9. 6. 7. 6 Halim Zaini. 13 Andy Zul Izwar. 5 Enny Ratnaningsih. 3 Eka Susanti H.

25 Suhandra. 25 Takbir Siregar. 5 Rukmiati K. 18.46 Sunoto.46 Robert Edward Aritonang. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 8 . 2. 12. 4. 3. 4. 16. 5. Sutanti BRN dkk.30 Mindarwati.57 Soetijoso Soemitro. 5 Kartolo S. Suherman dkk. 1. 8. 13. 15 Martoni. 8. 3 Miza Nemara. 4. 16.40 Samekto Wibowo dkk. 1.( 6.35 Machmoed Azhar dkk. 6 Snelly Faurhesia. 2. 13. 13 Irfandi. 16.26 Setiawati Yusuf.56 Lianuta Christ Natanel..10.58 Rida Ernola. 53 Indrawati.. 11 Soekeni Soedigdo.13.54 Riswan S..24 Sri Herliani. 9..Tambunan..17 Semangat Kataren.Imtihanah. 17. 20 Murti Raehani. Nur Asiah. dkk.40 Sudarsono.44 Sidik dkk. 7.60 Sudarsini. 8. 11 Marliyani.48 Latifah. 12. 16 Sri Hertati.35 Sri Herjati Setiodihardjo.51 Susi Lahtiani. Yudono. 10... 59 Sumarno.. 7.53 Saifulah. 14. 15.. H. Sugiarso dkk.32 Riche Hariyati. 12. 4. 16 62 Sumiati Yuningsih. 6. 1.. 2 Nurlaili Isnaini. 8.57 Sulisti. 13 Suharti K. 1. 16 Siti Kardinah P.16. Imono Argo Donatus.7 Johansyah.60 Rusjdi Djamal dkk.48 Pramadhia Budhidjaya.. 14. 15. 7. C.33 Nining Yuaningsih. 11 Reeky Charles P. I Ine Srikandi. 13. 15.34 Suwarji Heryana.29 Sumiyati Sunaryo dkk.44 Ngatijan & R. 17 Moriana Hutabarat.59 Lala Nurlaela. Badjongga HTS. 3. 7..55 Sulistyani dkk.32 Rusjdt Djamal. 2 J..31 Sri Anggrahini & Suhardi. 1 Nurhidayat. 15 Mulyono.25 Sri VWdarti. 3. 11 Mulyoto. T. 2.. 1 S. 2..20 Metti Siti Hastuti. 2. 17 Sri Ulina Purba.. 5.29 Rochyadi. 2 .23 Sondang Komariah S.. Wulangidkk. 10.10 Neneng Mupidah.. 12 Linda R.45 Sri Ardani Soelarto dkk. 8 Muchtadi.35 Sutjipto Halim. 10. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin.15. 23 Rahmanudin. 10 Mohamad Istari.. W. 14.20 Malidin Maibaho. 1 Oentoeng Soeradi dkk.49 Sangat Roemantyo H.21 N... 12.38 Sri Woelaningsih..17. 11.19 Suroso dkk. 27 Prita Kresna. 6 Retno Damayanti.22 Karta. 4. 14.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk.

Evelyn.30 Wahyono.26 Titi Wiraharja N. 8 Utari Dewi. 3. Tati Hurustiati. 14. 24 Yun Media Handayani. 12 Zuharina. 3 Tutuk Budiati.16.41 Tjioe Thio Bwee. 2. 2. 7 Yam Sutiyani.. I. 10. 4..30 Yarnelly Gani dkk.47 63 . 11 Tri Saptini.Tavip Budiawan. 7 Udju Sugondho dkk.53 Yetty Supatmijati. 50 Veronica Bajang. 7.55 Yutiardy Rivai. 5. 21 Wiwiek Herawati..19 Udju Sugondho.52 Z. 1. 5.52 ZuariahYusufdkk.. 3 Yulianti.43 Vita Sophiata. 10. 11 Tubagus Agus N.39 Titin Suprihatin. 10. Sidik. 11. 14. 9. 9 Yusi Fudiesta. 13. 14.39 Yuniarti Siregar. 6.21 Yolanda P.34 Teti Suryeti.28 Taufik Rahman.12.. 59 Trisnasari.37 ZulfadIyN.. 15.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->