PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. Maksud penerbitan ini. baik oleh para peneliti. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Dengan Buku ini. terutama di perguruan tinggi. seperti buku-buku sebelumnya. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). 14001175 . Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Sri NIP. Volume II (1989) dan Volume III (1991). Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan.

Institut Teknologi. FP UNHAS 20.FKUNPAD 8. Bogor 14. JF FMIPA USU 9. JF FMIPA UNAND 15. Universitas Padjadjaran. Universitas Indonesia. Bandung Fakultas Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. LIPI. FKH IPB 19. Institut Pertanian Bogor. Jakarta 111 . Universitas Brawijaya. FB UNSOED 5. Purwokerto Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Padjadjaran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Jenderal Soedirman. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. 2. Universitas Gadjah Mada. Bandung 4. Universitas Gadjah Mada. Universitas Sumatera Utara. Universitas Andalas.FKUI Fakultas Pertanian. JB FMIPA UNPAD 7. Malang Fakultas Pertanian. JF FMIPA ITB 3. Institut Teknologi Bandung. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Universitas Gadjah Mada. FP UNBRA 18.DAFTAR SINGKATAN 1. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung Jurusan Biologi. FKH UGM 12. Bandung Fakultas Kedokteran. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. PPPS ITB Jurusan Farmasi. Universitas Hasanuddin. Bogor 17. Universitas Padjadjaran. Bandung.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. P3 Biol 16. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Yogyakarta 11. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Medan Fakultas Farmasi. FF UGM 10. Universitas Brawijaya.FK UGM 13. Yogyakarta Jurusan Farmasi.JKFMIPAUNPAD 6. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Fakultas Biologi. FTP UGM Jurusan Farmasi.

JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. di laboratorium 88 5. Cianjur dan Garut Isnaini . terhadap kesuburan pada mencit 3. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Jeruk maja. 88 79 13.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. Aneilema vaginatum R.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. Ageratum conyzoides L. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1.) Achras zapota L. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. Pengaruh pinang (Areca catechu L. Allium sativum L.(4recfl cafcc/w L. ^4/mo/wz squatnosa L. .) Pengaruh ekstrak: 1. Br. Srikaya. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11.) Corr. 86 (Ageratum conyzoides L.* 2. Srikaya. Kemlegi.* ocddentale L. Kemlegi. 3. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. o* Isolasi. Jeruk maja. yang tumbuh di Sukabumi.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. Antidesma tetrandrum Bl. 8.NO. 3. 2. ^rtfl/ww cotnosus L. 2. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4.) pada tikus putlh galur Wistar 6. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. Artemisia annua L. martnelos (L.Br. 90 herba Artemisia annua L. Suroso dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1.) terhadap Ascaris lumbricoides var.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. Antidesma Suroso dkk. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L.

' 24. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. Juss. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. Artemisia vulgaris L. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23.NO. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. Berg. Bmgtnansia suaveolens B.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Azadirachta indica A. Calophyllum inophyllum L. klasifikasi. Takbir Siregar FFUGM 86 . 21.* Isolasi.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L./4/temM/fl vulgaris L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. 25.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. 17. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L.* Baeckea frutescens L. 27.' 26. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . 20.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L.Br. Baeckea frutescens L. yang tumbuh di Indonesia 16.' klon teh (Camellia sinensis L. Juss.

I. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk..) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29.J.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Cassia siamea Lamk.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. varietas Tinnevelley Yolanda P. dari Tangerang dan Bandung 33.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37.) 86 Purba A. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L.) G.) G. Cassia angustifolia Vahl. Centella asiatica (L.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L.* 36. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.NO.) Osbeck. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.* Coleus atropurpureus Benth. Citrus grandis (L. Don.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. JF FMIPA ITB 90 40. (jeruk keprok) 86 38.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. Cocos nucifera L. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl. Andy Zul Izwar 90 32. Citrus nobilis Lour. Catharanthus roseus (L. Don. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 . PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. Budi Utama 39.

zedoaria (Berg. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49.) 45.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. & Zyp. 42.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val. J. Curcuma heyneana Val. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia . Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L. *. H.) dan rimpang kunyit (Curcuma M. & Zyp. Curcuma domestica Val. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41. Badjongga HTS. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val.* Curcuma mangga Val." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.W.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim.) Sangat Roemantyo. 50.* Roxb. trigliserida.NO." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.) M. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.) terhadap kolesterol total. domestica Val. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44. dan HDL- Pramadhia B. P3 Biol 89 46. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47.

SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.NO.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol ." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.) terhadap kadar SGOT. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.) terhadap kadar SGOT.) terhadap kadar SCOT.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.

Daucus carota L. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L. Datura stramonium L. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Sondang Komariah S. UNPAD 88 (Daucus carota L. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P.) Roscoe Askadi Reeky Charles P.* Durio zibethinus Murr. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61. 67.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Escherichia coli.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65.NO. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 . 70.) Roscoe zedoaria (Berg. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst.) 69. Deiist. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val.

.* T.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. Eka Susanti H. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71. mangostana L. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour. H.) Griff.* 79 79. Karakterisasi komponen kimia minyak 78.* 80. Eleusine indica Gaertn. Gelidiwn sp. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour.) Aty Widya Warayanti N. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. 76.) Griff.) Griff.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. longan (Lour.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. Badjongga HTS. 77. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn.* Elephantopus scaber L. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. FMIPA 81 prunifolia Jack.) (GraptophyUum pictum (L. Gardenia augusta Merr. (Gardenia florida L. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. dan Gracilaria sp. dkk. Isolasi agar dari Gelidium sp.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. ITB dkk.W. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum.) WahyuArdi ITB . yang RukmiatiK.) Stend.NO.) Griff. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. C.* 84. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72.* 74. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. Retno Damayanti Ngatijan & R. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L.

Hyptis pectinata (L.* Imperata cylindrica (L.) Merr.* Languas galanga (L. JF FMIPA ITB 86 94. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. Kaempferia pandurata Roxb.) Stuntz.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89.) Beauv. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85.) Merr. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 . Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) 86. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) Beauv. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93. Udju Sugondho dkk. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. 91.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Arg.).) Poit.) Merr. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L. galanga L. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.NO. 90. (Kleinhovia hospita L.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Hevea brasiliensis Muell. 88. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95.

* 102. Nandini JF FMIPA ITB 87 .) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110. B.) Pers. B.) Pers. Leucacena glauca (L. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.* 107. var.) muda. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. Hesti accedentoides K.) Benth. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. B. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106. & V.an mindi (Melia azedarach L.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. P. Rob. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L.* 104. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105.) C. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl. Manihot utilissima Pohl. kulit batang dan buah tumbuh.) C. A." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S. 103. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. 90 90 108.&V.)Pers.) Benth.* Litsea glutinosa (Lour.G.) C. Melastoma malabathri cum 109. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.* Litsea monopetala (Roxb. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.NO. Melia azedarach L. var. 98. littoralis Blume. diversifolia Bl. Rob. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99.* Litsea accedentoides K. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100.) I.

) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.NO. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L. C.) harja N.* Myristica fragrans Houtt. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. 122. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L.) etythrophylla 116. 113. Musaenda Schum.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. 117. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119.) Enny Ratnanlngsih 87 .) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. Momordica charantia L.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114.) Horan 120. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.* Ocimum sanctum L.* Pachyrrhizus erosus Spreng. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl. H.* Morinda citrifoiia L. 80 Sugiarso dkk.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo.* Oldenlandia corymbosa L. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L.) 89 ITB Aryetti 118.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. 124.) 89 84 oleifera Lamk. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L.) N. 123. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. Nicolaia speciosa (Bl. 115. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121..

& Magn. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. Parkia biglobosa Auct.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L.) 136.* Physalis angulata L. Piper belle L.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct. Rahayu Nurohman 86 131. 130.Np.* A.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127.) Haojahan.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc.' 129. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L. Piper cubeba L. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L.* Pithecellobium lobatum Benth. Phaseolus vulgaris L. Benth.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135. 133. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.* Picrasma javanica Blume 134.) Bei & Cav. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126. Benth.

Brown. 143. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S.) Morr. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137.* Sapium baccatttm Roxb. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. 147. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb.* Polygonium perfoliatum L. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W. Clarke 12 87 Nining . 140.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. 141.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L. 142.* Pleomele angustifolia N. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.* Psophocarpus tetragonolobus DC. E. Christ Natanel Zulfadly N. 139.) terhadap bobot badan. E. Ridley 149. Ait.* Pluchea indica L.* Ricinus communis L. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB. 87 Samanca saman (Jacq. 78 148. Zuariah Yusuf dkk. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138.) Morr. Ait. Rhodomyrtus tomentosa W.* Polypodium feei Mett. Mohamad Istari Lianuta. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. FPUNHAS 81 145.NO.* Psidium guajava L. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk.

suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. Solanum tuberosum L. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 .* Stephania corymbosa Bl. Samekto Wibowo dkk.* Pengaruh ekstrak: 1. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. 156. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. 3. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. Harmaini MJD. var. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. var. Tectona grandis L. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L.* 158.* Stevia rebaudiana Bertonii 157.* Solanum melongena L. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. 2. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. 154. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. Kemlegi.* Symphytum officinale L. Jeruk maja.* Solanum laciniatum Ait. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L. 162.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. terhadap ovarium tikus.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. Srikaya.NO.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl.

166.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164.) K. Schum. Tinospora crispa (L. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171.) K. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali.) Miers ex Hook f. & Thems.* brotowali. 170.) Miers ex Hook f.I) K.* Trigonella foenumgraecum L. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.* Tinospora crispa (L.) K.) in vitro Z. & Thems. Schum. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165.* Tristania swnatrana Miq. 86 169.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb. Schum.) Miers ex Hook f.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. 172. Tinospora crispa (L. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. Schum.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.NO.* Voacanga foetida (Bl. 173. Rusjdi Djamal dkk. & Thems.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. Thevetia neriifolia Juss. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .

Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.* Zingiber ottensii Val.* Zingiber aromaticum Val. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. Schum.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays).* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. 181. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177.) 182.* FK UI 78 dkk. 179. Schum. 180.* Zingiber officinale Roxb. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L. 183.* 176.* Lain-lain 186.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. Soekeni Soedigdo Suharti K. 81 Woodfordia floribunda Salisb. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. JFFMIPA ITB 87 N. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175. 178. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L.NO. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. 184.) K. 15 .* Woodfordia floribunda Salisb. Suherman 185.) K.

H. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. 197. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. 84 85 201. 88 192. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo.* 88 16 . JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199.NO.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk.* 198. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. Sangat P3 Biol Roemantyo. 196. 86 195. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. H. Jawa Barat Lain-lain 87 190. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk.* 200. Jamu in the past. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. H.

79 90 ' 202. S . obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. H. Kartolo S. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Central Kalimantan. H. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. H. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Indonesia" Lain-lain 204. 214. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. H. Sangat P3Biol Roemantyo.* 212. H. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. 90 17 . Sri Hertati Burhanud- 208. Wulangi dkk. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. P3Bioi Sangat Roemantyo. Riswan S. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. H. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. Sutanti BRN dkk.NO. Sangat 205. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. Sutanti BRN dkk. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Sangat 89 207.* 203. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Javanese medicinal plants. Indonesia 211. H. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. P3Biol Sangat Roemantyo. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215.

NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 .*. Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo.NO. yang terdapat dalam kuning (param).

ABSTRAK PENELITIAN .

Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. 20 mL. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. JO mL. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. Hasil percobaan menunjukan. conyzoides.78). (A. 30 mL. (No.) dengan metode kromatografl kolom. Setelah diuapkan. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Tingkat larva A. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . conyzoides 0 mL. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. 30 mL. eter dan etilasetat. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen.28%. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. Banyaknya larval.69%. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. 1987. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. P (No.) TUTUK BUDIATI. 1988. di laboratorium SUNOTO.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. Pemberian suspensi ekstrak A. menunjukkan adanya tiga komponen utama. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. bahwa larva A. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini.33 mL dan LC95 sebesar 47. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. Isolasi. Diperoleh cairan kental kekuningan. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. 50 mL dengan LCso sebesar 19. 40 mL. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. eugenol 5% dan sianida (HCN). Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. Ageratum conyzoides L^ (A.) HARLIA DJUHARDI. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. Kematian larval. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. 1990. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. aegypti instar II.0669 atau 6. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L.6528 atau 65. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L.

2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. 4 (empat). FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari.0038%.2 mL. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. (No. 1988. bentuk jarum. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. (No. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir.asal. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. MACHMOED AZHAR dkk. yaitu: alkaloida T. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. . sterol. terutama jenis alkaloidanya. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. suhu lebur 225°C. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida.01%.) muda MULYOTO. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. 1979. berupa kristal putih. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida.. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. alkaloida. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. sebanyak 0. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. jarak lebur 258-259°C. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). berupa pohon atau semak. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. hasilnya tidak berbeda nyata. dan senyawa peptida bukan alkaloida. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. 9*) ANANAS COMOSUS L. (No. glikosida. flavonoida. sekitar 5%. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. 1986. 6 (enam) hari. sedangkan komponen tambahan. jarak lebur 271-271.5°C. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL.001%.

tidak mengandung senyawa saponin. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad.) YETTY SUPATMIJATI. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. flavonoida maupun glikosida. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. Kepada tikus kelompok I-V. Jakarta Timur. Isolasi. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. WAHYONO. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. fenol. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. Tikus kelompok VI-X. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. SIDIK. Informasi tentang kandungan kimia. (No. (No. IMONO ARGO DONATUS. 21 . Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 1981. 2.. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. alkaloida. klasifikasi. tanin. kromatografi lapis tipis. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak..25 mL/kg bb. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). 1981. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. tidak berasa. yaitu sitosterin. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. berwarna putih. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. yaitu sitosterin. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. 72 jam (kelompok III). Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. kloroform dan metanol.). Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. Jakarta Selatan. 48 jam (kelompok II). berwarna kuning. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. tidak berbau. dibiarkan 24 jam (kelompok I). secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. senyawa triterpenoida asam dan tanin. (No.Contoh dari Jakarta Barat. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. klasifikasi. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. 1981. berbau khas. kromatografi lapis preparatif.

tangkai muda. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. bilangan asam 0. daun pertama. (No.. daun ketiga. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. semua tikus diberi CCLj 1.4762. 24*) CAMELLIA SINENSIS L.25 mL/kg bb. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L.83 cP. bilangan penyabunan 200. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. Kelompok XI XIV. tokoferol. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan. stearat. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. karotenoida dan sitosterol.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. daun kedua. 72. daun indung dan daun tua.). kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII.62. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. nm25=66. (No. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan.) JOHANSYAH. bilangan penyabunan.47%. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. biarkan selama 24 jam.hijau dan teh hitam. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb.71. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. biarkan 24 jam. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. senyawa tak tersabunkan 1. XII. 22 .) EVA SARIFAH HAYATI. (2) klon TRI2025. natrium. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. oleat dan linoleat. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. yaitu: (1) klon TRI 2024. antara lain klon. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. n<j 25 = 1. Indonesia Timur. FiHphia dan daerah sekitarnya. d30 = 0.56. 1988. dan 96 jam untuk kelompok XI.006%. daun pemeliharaan. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L.9265. atau untuk penerangan. yaitu: bilangan yodium 99. 48. membuat sabun.. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. 1988. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. bilangan ester 199. kalsium dan besi.. diperlambat oleh vitamin E. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.94. ternyata mengandung tanin. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. kadar 40% b/v. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. selalu berdaun hijau. kadar abu 4. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. biarkan lagi berturut-turut: 24. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. viskositas dan bqbot jenis.

20%. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1. Kemudian direfluks selama 2 jam.38%. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. daun pemeliharaan: 1. daun indung: 1. daun indung: 1. daun kedua: 2. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula.92%. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. daun ketiga: 2.37. daun ketiga: 2. (No.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan.30 sampai 0.68%. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L.51%. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.18%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar.57%. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm.88%.16%.35.33%.86%.50%. b) daun pertama: 3.30 sampai 0. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0.5 nm dan 295.81%. daun ketiga: 2. daun tua: 1. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. daun pemeliharaan: 1.0 nm dan 290. tangkai muda: 2. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var.67%. tangkai muda: 1.9748 bagian per juta.95%. longum S. (No.73%. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.307.5 nm.22%. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum).. daun tua: 1. daun pemelihara: 1.06% dan 24. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.0 nm dan 280.0 nm. 26*) CARICA PAPAYA L. daun pertama: 4.63%. 1987. L.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975). yaitu dengan bobot molekul 293.84%. daun indung: 1.0 nm. tangkai muda: 2.49%. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan.31%. daun pertama: 4. tidak mengandung tanin dan enzim papain.). daun kedua: 3. b) daun pertama: 4.0 nm. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia.50%. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis. daun pemeliharaan: 1. 23 . sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.70%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var.74%. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. 247.5 nm.) PRITA KRESNA.61%.13%. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. 321.48%}. daun kedua: 4.23%. daun kedua: 3. tangkai muda: 2.91%. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). daun indung: 1. daun tua: 1. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. daun ketiga: 2. abbreviatum F.). Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk. 1980. daun tua: 1. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform. 247.49%. yaitu masing-masing adalah 23.48%. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut.02%.

Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet.41%. (No. inframerah.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. salep scrap. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. 1986. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. 1987. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C.70%. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. bahan diduga gramina. rasa pedas getar. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. DlAN NURYANl. Diperoleh kristal jarum. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. 29*) CASSIA ALATA L. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL.Untuk bahan makanan. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. dengan viskositas 0. serta bobot molekul 174.) Osbeck.26%. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan.) OSBECK. yaitu terutama kulitnya. 1987. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom.8904 cP. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain.) Osbeck. memberikan reaksi positif alkaloida. Citrus grandis (L. (No. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. 36*) CITRUS GRANDIS (L. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. Dari kulit buah Citrus grandis (L.82% berat basah. dan kadar protein rendah. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. yaitu 2. 1 gugus metilen. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. segar diperoleh pektin sebesar 0. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L.) Osbeck. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. (No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. dengan metode 24 .

917 kg. 1986. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0.5 mL/kg bb. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. dengan metode pektase: 2. Data spektrum ultraviolet. umur kira-kira 6 bulan. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. adalah hesperidin flavonon. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth.1). 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%.1 kg.1987. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. luka-luka kecil. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. Dua belas ekor domba betina. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. (No.047%. SUWARJlHERYANA. (No. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.829 kg. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. fiavonoida.32 ± 0. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. diambil secara random. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. Kelompok I sebagai kontrol.72 ± 0.penyabunan diper.7%. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb.oleh 4. tiap minggu sekali.5% dan dosis 5 mg/kg bb. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba.4 ± 0. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2.15 kg. kelompok IV = 2. dibagi menjadi 4 kelompok.. 1981. (No. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. saponm dan minyak atsiri. kelompok II = 1. tiap 4 minggu sekali. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0.5%. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu.. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR.1 ± 0.5 mL/kg bb. wasir... jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. Ke25 . JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat.05)..) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. cacingan. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. kelompok HI = 1.2%. di samping sebagai pencuci mata. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba.

Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. isotasi zat berkhasiat. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. SEMANGAT KATAREN. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. Gunster Honvad dan Rao (1964). JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2.5 mL/kg bb. serta gugus aromatik. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val.1933). Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid.) P TETI SURYETi. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. 1988. (No. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. CH2.6%. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. 1988. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan.005%).) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. 1986. dan kromatografi gas. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. CH3. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. (No. Wmkler antara lain Kaiser (1932. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. & Zyp. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. C = C . menimbulkan pertambahan bobot badan domba.38%. tetapi juga tidak nyata (P < 0. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. (No. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. 26 .

kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. kromatografi gas dan kolom. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. b) refluks dengan aseton. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. 3% kolesterol. eter minyak tanah-aseton. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. 20 mg kurkuminoid + tween + air. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. masing-masing: tween 80. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. Basil menunjukkan bahwa. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. monoterpen-0. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. eter minyak tanah-etanol. (No. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.kolesterol. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg.) terhadap kolesterol total. 27 . Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1988. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. eter minyak tanah-heksan-aseton. (No.. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. 1987. etanol. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. AMIR HAMZAH MAUZY. heksan. dan kadar kurkuminoid isolat. seskuiterpen dan seskuiterpen-0.

) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak.. 1987. Bottger. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie.05 mL/kg bb. 15 mg dan 20 mg. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R.. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. yang 28 . ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. N.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. 1988. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. 1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. N. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). 10 mL ekstrak air temulawak. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. masing-masing: 3% kolesterol. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. Kelompok V. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. (No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak.05 mL/kg bb.

Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. 10 mg. 1987. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. berbau khas. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. 2. Kelompok I adalah kelompok kontrol. magnesium stearat). Dengan menentukan kadar bilirubin total. 29 . 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 15 mg. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. 10 mg. Kelompok IV. (No. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. berasa pahit pedas. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. amilum. (No. perlu dilakukan. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. 1988. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. b) pada suhu sampai 60°C. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. 15. asam stearat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SGOT. masing-masing 6 mL. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok.) terhadap kadar SGOT. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 8 mL dan 10 mL secara oral. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total.

Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. waktu panen dan pengolahan. (No. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. 7) Tasikmalaya. 1986. kloroform dan metanol. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. yaitu: 31. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. yaitu: a) metode cakram kertas. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. kloroform dan metanol. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. yaitu: 5. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.12%. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 1987. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis.84 ± 0. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI.80%. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. 5) Bumiayu. kloroform dan metanol. menggunakan pelarut eter minyak tanah. 4) Yogyakarta. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. 8) Garut. dan terkectl dari daerah Purwodadi. 1986.(No. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues.44 ± 1. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. 6) Cirebon. Di antara ketiga metode pengujian. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. (No. 2) Surakarta. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . 9) Sragen. 3) Tawangmangu. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl.

FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi.). (No. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. terbukti mengandung senyawa diosgenin. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. yang banyakadalah untuk Indonesia. Turn. bobot badan antara 10-12 kg. 1979. siang dan sore. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar.30 atau sekitar 14 jam. ACHMAD MUSTAFA FATAH. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. 1979. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting.(No. (No. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. tanpa memandang spesies. 31 . senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. yang menurut penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. semua mengandung senyawa diosgenin. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. Selain itu juga buah. 1988. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. daun. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera).00 sampai jam 8.

Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut.18 mg. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin).18 mg.4 mg dan 5. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. Dengan cara penentuan seperti di atas. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi.) ATY WiDYAWARUYANTI. kloroform dan metanol. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC.. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. (No. Bacillus subtilis. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. Temanggung. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. 32 . 1986.4 mg. sensitif sedang pada dosis 3. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. 1987. COKRONEGORO 1981. Ambarawa. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. tumbuh liar sebagai gulma. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI.) STEND. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Dengan melakukan ini. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. dan sensitif sedang pada dosis 5. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. cacingan dan diare. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis.(No. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn.6 mg ekstrak. tanin. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin.5%. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ .6 rag dan 3. (No. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K.cara infundasi. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12.) Stend. demam. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR.) suku Graminae. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. Wonosobo. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji.

JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. HERMANSYAH AMIR. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. R.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. buah tersebar di daerah tropis. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi.) pada "rat" NGATIJAN. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. ( No. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). H. C-H.. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. etilasetat dan n-butanol. YUDONO. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. Turner dan Andrew Wilson. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. (manggis. (No. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. 1979. C = C. kadar dan gugus fungsi yang ada. CHC13:etilasetat (1:1).dapat dimakan. C = O. dengan Spektrum pe33 . FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. CHC13 dan CeHe. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. 1990. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. keluarga Guttiferae. benzen dan metanol. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L.

yang dikenal dengan nama alang-alang. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. Miquel (1850). belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. lurido-sanguineum. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. (No. (No. album. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. benzil asetat. flavo-rubrum. kromatografi gas. 34 . Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto.) Griff. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). var. viride. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. seperti pada xanthone standar. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. (Gardenia florida L. yaitu var.) BEAUV. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. Hal ini disebabkan. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L.) Griff.1400-1200. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. dan BIndonesia.d Brink Jr. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. 1987. tidak dapat dipakai lagi.. dan 750-60 cm'T. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. var.) GRIFF.1650-1450. var. GC-MS. SUTJIPTO HALIM. dan diduga adalah mangostin. etil benzoat. linalol. yaitu pada: 1750-1650. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. 1986. pembuatan diskripsi. linalil asetat dan stirolil asetat. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. beta-mangostin dan gamma-mangostin. GC-MS serta spektroskopi inframerah. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. pictum. var. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. di Malesia WIWIK HERAWATI. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. album dan lurido-sanguinem. N. pemeriksaan spesimen herbarium. Griffith (1854).) Beauv. 1989. Indonesia. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. rubrum dan var.) Beauv.

terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4).. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. penyakit kumng dan hepatitis. Eclipta alba Haask. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. jamur Microsporum gypseum. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. antara lain: Curcuma domestica Val. 1\imbuh-tumbuhan itu. asam benzoat.. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. (No. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. termasuk Indonesia.. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati.. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. Silybiwn marianum L. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat.. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . 1981. Curcuma xanthorrhiza Roxb.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. N. 60% dalam dasar salep hidrokarbon.Katimaha (Kleinhovia hospita L. 30%. STUNTZ. dengan dan tanpa penambahan asam cuka. N. emulsi ah. parutan dan air perasan. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. 1989. asam vanilat dan vamlin. diberi CCLi dan air suling 2 mL. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. 1979. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. 400 mg dan 600 mg/kg bb. Kumarin tidak ditemukan.dalam minyak (A/M). tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. Phyllanthus niruri L. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ..

Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. obat kanker dan sebagainya. inframerah dan NMR menunjukkan. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. yang pada umumnya jenis apomorfin. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. & V. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. Salah satu genus Dalam percobaan ini. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. isolasi alkaloida. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. 1989. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. No. HESTI BUDIATI. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. Laos yang dikeringkan.O diasetil aktinodafnin. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . 9 dan 10. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. baik jenis merah dan putih. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. & V. Data spektroskopi ultraviolet. 1989. (No. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. 2. Selanjutnya. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.Microsporum gypseum. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin.

var. var. littoralis Blume. VITA SOPHIATA. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. bahwa alkaloida 1-N. 1989. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. inframerah dan GC-MS. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. 0. B.69 dan 0.dan Rob. HELMI. (No. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia.51. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. (No. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0.) C. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. JK FMIPA ITB (Lour.19.diperoleh dari aktinodafnin. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. var.) B. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. 1990.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. NMR dan GC-MS. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. belum diteliti lebih lanjut. (No. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet.35. Jika zat ini benar.) C. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. benzen dan metanol sebagai fase gerak. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. ADEL ZAMRI. littoralis Blume. B. Rob. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. 0. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. 0. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. Dari kelima bercak tersebut. littoralis Blume. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. ROB. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. Rob. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. Bercak kedua dengan Rp 0.82. B. B.) C. B. var. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. inframerah. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. ROB. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. Rob.kandungan alkaloidanya. 1989.C.) C. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. Dengan spektroskopi. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren.) C. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. 37 .74.

1989. 0.) Pers. 9. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. 0. Dari sini didapatkan tiga fraksi. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. kromatografi kolom. 0. var. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. asam lemak dan arabinoksilan.5-177°C. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. ASEP ADI SUPRIHATNA. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . 2.(No.) PERS. 0. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. 1989. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. inframerah. yaitu penghilangan lemak.01%. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. B. Rob. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.) PERS. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. Pemisahan. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.32. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 9 dan 10.34. 0. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. NMR dan GC-MS. Ddafnin. SRI WlDARTI. 1990.53. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala.) C. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff.) Pers. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1.) C. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya.75. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. aporfin dan morfinandienon.41. 2. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. B. Senya. Pemisahan.57 dan 0. kadar 0. S FERI HERLINA ANWAR. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik.) Pers. isolasi alkaloida. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. Dari ketujuh bercak tersebut.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. (No. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin.28. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C.

1250. 2300.014). Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan.1053.2778.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu.000-0. YUN MEDIA HANDAYANI. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. 2850. kalium. fosfor (0. 3250. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. 1212.1389.1550-1515. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. nitrogen. 39 .611-3.1724. protein. 2857. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. c) dalam NaOH 2N: 236 nm.1020. fosfor. natrium (0. 235 nm dan 315 nm. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0.327).950.006).(No.257). 3250. 1445.623).1031. magnesium (0.1449. protein (7. minyak (35. nitrogen (2. 1323. b) dalam HC1 2N: 217 nm. asam oleat (10. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. Fraksi II: a) 216 nm. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit.251-0. 1366. c) pada NaOH2N: 240 nm.081-0.1408. 3125. 1362. 1706.1689-1639. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff.571). 1608. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni. 235 nm dan 315 nm.1253-1117. kalium (0.1053. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda.1303. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. 1235. Mayer dan Bouchardat.1497. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. 2778. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. 1689-1639.806-10. 1497. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk.0810.314-0. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. 1548-1515.430). seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. 1979. natrium. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium.112). 1163-1149. magnesium. (No. 1989.1101.76136. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah.714).021-42. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). Fraksi II: 3750. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan.

3%. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama).64. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. indeks bias (20°C): 1. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.5379.4572. ayan. sisa penguapan. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. 40 . indeks bias pada 20°C. betafelandren. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Bacillus subtilis. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. 1989. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. bilangan asam dan bilangan penyabunan.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya.). Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. bilangan asam 5.5 volume alkohol 90%. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. putaran optik. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui.6. beta-pinen. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. Hasil uji dapat disimpulkan. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.(No. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. p-simen.24%. 1984. bilangan penyabunan 31. sisa penguapan 2. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas.844. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. (No. kamfen. (No. SUDARSINI.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. kelarutan dalam alkohol 20%. putaran optik: + 10.8254. Tetapi selain dalam bentuk biji. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri.24. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. diekspor juga dalam bentuk minyak. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. larut dalam 2. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI.4255. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa.

merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. 122*) OENANTHE JAVANICA DC.2 dengan jarak lembur 41 . termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. C = O. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. 1987. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. (No. sedrol. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. (No. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. suku bahan campuran makanan. C = C. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. Isolasi. 2. Dilakukan percobaan isolasi. dari suatu alkohol. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. Ocimum L. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. 3. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Unalol. 1987. inframerah. kromatografi gas dan kolom. 121*) OCIMUM SANCTUM L.). yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L.FF UGM ldenlandia corymbosa L. Senyawa OL. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. C = C. dan GC-MS. 1981. OLs. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. serta C = O dari karboksilat. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. CH dari metil dan metan. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. C-H alkana dan senyawa aroma I ik.(No. SUDARSONO. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan.2. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. sering tumbuh secara liar. geranial dan karyofilen. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. OL. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. C-O. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet.

skrining fitokimia. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. A. flavonoida dan glikosida. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. 4. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. aluminium dan silikon dalam abu total. Data spektroskopi ultraviolet. Salah satu bercak (Rf = 0. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. (No. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Beberapa pustaka menunjukkan. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. Stfat-sifat fisik. triterpenoida dan steroida. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. JK FMIPA ITB Pdarah. (No. flavonoida. 1986.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. nikel. 1986. sedang yang beracun adalah fraksi lain. ENNY RATNANINGSIH.). Kadar yang diperoleh adalah 0. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . inframerah. besi. yakni suhu lebur. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya.84). 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. bentuk kristal. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. menunjukkan lima bercak. Terdapat juga mineral: kalsium.115-118°C. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. ekstraksi. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini.) P DEDISOFYAN. saponin. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. ekstraksi pelarut-pelarut. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. RAHAYU NUROCHMAN. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. kromatografi kolom dan rekristah'sasi.07%. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. 1987. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. (No.

1540. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. di samping mengandung senyawa tanin. yaitu ordo Leguminosae. (No. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. 1770. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.harga Rn = 0. (No.57 menunjukkan satu bercak jingga.) termasuk suku Mimosaceae.1400. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H).) HERMAN PUSPITA. 1986. 1250 cm"1 (regang C = C-O). Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. kalium. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). (No. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. magnesium dan besi. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. 1050 cm"1 (regang C-O-C). JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15.63% b/b.1680. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin).83% b/b. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. 132*) PHYSALIS ANGULATA L.57. kadar sari yang larut dalam air: 34. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. D ZUHARINA. 1989.780 dan 610 cm'1. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm.07 dan Rf2 = 0. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. 1100. kalsium. 2340. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. Dalam penelitian ini. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. 2920 cm'1 (C-C-H). 1988. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.

Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. Pada dosis yang dicoba. 1987.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. (luntas/behmtas) GLORIA S. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. diare alau diminum sebagai leh. perubahan serapan.. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. diabetes. pH. bau. jumlah dan warna bercak.83 memang positif saponin. Di Eropa. SETIAWATI YUSUF. 1980. (No.Polygonaceae.. PPPSITB lygonum perfoliatum L. serapan. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. dan 75 g/kg bb. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH..18%. E.91 serta satu bercak yang lidak naik. juga terjadi endapan. 50 g/kg bb. 44 . sedangkan bercak dengan Rf: 0. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. stilben. 138*) PLUCHEA INDICA L. yaitu sekitar 13. (No. Polygonum dari suku K. sedangkan bau tetap. Pada penyimpanan. ada tidaknya endapan. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin.83 dan 0.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. (No. 3. alkaloida. 2. (Pleomele angustifolia N. yaitu 237 nm.91 meragukan. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. 1989. Jenis bermacam-macam senyawa. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. satu kelompok tidak diberi obat. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. WANANDA.83 menunjukkan hasil yang positif. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. dengan dosis: 25 g/kg bb. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. pH. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. FKHIPB Inched indica L. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna.

JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. SUHARDI. antihepatotoksik. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. kloroform. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. tekanan darahfeeitinggi. menggunakan metanol:air (8:2). Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. 1981. (2). 1987. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. (3). tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. tidak berbau dan berasa pahit. kemudian dikeringkan. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. presipitasi protein. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. 140*) POLYPODIUM FEEI METT.31%. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. (No. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. Potypodium Mett. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0.. 1986. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . hipoglikemik. kecamatan Dau Malang. analgetik dan antasid. antihipertensi. (No. etilasetat dan metanol-kloroform-air. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. NMR dan GC-MS. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. eter minyak tanah. (No. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)... sakit pinggang bahanlain-lain.

Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. kadar HCN: 0%. berat dan gambaran histologik lien.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. Kelompok I adalah kelompok kontrol.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah.468%. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. dan 20%. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. Kelompok II. Yogyakarta. jumlah limfosit dalam darah. (No. 1981.075% . yaitu membandingkan akseptabilitas. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. ransum yang diberikan tanpa campuran. Tahap pertama. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. III. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. nilai formal. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. 15%. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit.264%. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. semir. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Dalam percobaan ini. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. 1987. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. jumlah limfosit dalam darah. Penetapan komposisi 46 . Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. Tahap kedua. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. bahan untuk polimer icinus communis L. bahan pelapis pelindung. (No. waxes. kosmetik. sebanyak 5%. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut.. nitrogen terlarut dan kadar air. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. nitrogen terlarut: 5. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. bahan dapat larut: 26. MOHAMAD ISTARI. kadar air: 60. 10%. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida.885%. 146*) RICINUS COMMUNIS L. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. jika dibandingkan dengan kontrol. khususnya untuk kenaikan bobot badan. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. berat lien dan struktur lien. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan.

1987. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. ekstraksi. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. Dari hasil yang diperoleh. varietas duri banyak: 10. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. Sapium baccatum (Roxb. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. varietas duri banyak: 36. 1120 cm"1 (C-O). identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. ketebalan 250 um).dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. daur glioksilat dan glikolisis. 2860 cm"1 (C-H). Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). 1460 cm"1 (lehtur C-H). yang meliputi penetapan kadar air. Untuk mengidentifikasi solasodin.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. terpenoida dan fenol. 1450 cm . Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. (No. (No. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. Pada periode setelah awal perkecambahan. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. 2950 cm".77 %. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. 1030 cm"1 (C-O). terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. 875 cm"1 (C-H)..lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. Clarke. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. 3010 cm"1 (C-H olefinik). CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. 1988.04%.) Ridley ZULFADLY N. 1640 cm"1 (C = C). bereaksi positif terhadap alkaloida. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi.79%.93%. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. 2960 cm"1. Liebermann-Burchard. 2860 cm"1 (C-H). ketebalan 250 urn). Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. 1370 cm"1 (lentur C-H).) Ridley. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding.

Solanum khasianum CB.05).01). CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB.33. berasal dari Balai Penelitian Gizi. Gambaran histologik menunjukkan. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. bahan kering = 0. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0.00 pagi sebelum diberi makan. pengembang klorofornrmetanol (9:1).01%. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9.ekstrak daun Solanum Ait.10 ~3%).011%. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. Clarke LALA NURLAELA. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. maka dikembangkan penggunaan solasodin.468 ± 0. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. 1978. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya. Digunakan dua macam kelompok kontrol. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut.Burchard. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. yaitu. Clarke. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB.76 ± 1. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. No. walaupun tidak terjadi seluruhnya.010%. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan.59 ± 3. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin.542 ± 0. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. Departemen Kesehatan RI. dibandingkan dengan kontrol (P<0.402 ± 0. 1987. penampak bercak Carr-Price. varietas duri jarang yang sudah masak. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun.07. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. Liebermann. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB. terhadap ovarium tikus. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0.01). Uji kadar asam sitrat dalam 48 .. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. (No. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. bahan kering = 0.59 ± 0. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol.panjang gelombang 400 nm. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0.009%.

PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. bahkan berkhasiat hipoglikemik. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . inframerah. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. 1989. dari hasil penelitian Takeda (1950). serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g.. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. isolasi alkaloida. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. (No. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. 153*) SOLANUM MELONGENA L. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl.plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin.. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida.. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. diteliti kandungan alkaloida.. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. (No. Hasil penelitian menunjukkan. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. (No. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). 1978. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. Data spektroskopi ultraviolet. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. 1986.

13-C. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen.28%. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. 1986. (No. (No. Hasil penelitian dari infus stevia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol.02 g/L dan 8. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. makin tinggi konsentrasi infus stevia. . yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet.6%. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair.CH2-CH2. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. C = O. 18-COH.04 g/L. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. 50 . -CH3. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI.dan gugus metij pada 10-C. serta O-H dalam strukturnya. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. Tentu saja. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. NMR. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh.39% dan 10. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. C-O. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. maka kadar gula darah turun 53. inframerah. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O.

ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. Jawa Tengah EMING SUDIANA. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. Karena itu. Jeruk maja.. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan.16. Srikaya (Anona squamosa L. 2 dan 5% dari bahan no. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. Sebagai pembanding digunakan akuades. dan 3. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. Kemlegi. maupun obat-obatan. 2. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol.5 mg/kg bb. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. 1981.(No. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. 1985. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C..) suku Rutaceae. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. 1981. (No. AEGLE MARMELOS CORK. Srikaya. yaitu 6. yaitu: 1. Pengaruh ekstrak: 1. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi.25 dan 40 mL/kg bb. dari bulan September sampai 51 .0%. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis.. ester dan = CH2. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. Tanaman Symphytum officinale L.) suku Compositae. ANONA SQUAMOSA L. Stevlosida. dan 3. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. 1988. AMRISAL. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22.) dengan pemberian klorpropamida. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. (No. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum.M. 1 dan no. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. baik dalam industri makanan dan minuman. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. 3 tersebut di atas). suku Anonaceae.. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas.). (No. 2. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. Dari akar Voacangafoetida (Bl. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol.72% dengan variasi dosis: 0. maka struktur belum dapat ditentukan. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. pemurnian secara rekristalisasi. kloroform dan metanol. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. Alkaloida 62 dan 63.58. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. 1. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl.94. adaPENELITIAN yang telah analgesia. dan 2.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. 0. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb.58. Schum. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. Schum. 0. 1988.) K.) K.. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. Schum. NMR. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. (No. Sari eter minyak tanah. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. (No. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. BASTIAM.) K. karena data Spektroskopi belum lengkap. suku Lythraceae.) K. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. Digunakan ekstrak 4.94. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. 1989.) K. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG.67 mL per kg bb. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. .Schum. 1. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . dan 2. SCHUM.) K. Woodfordia floribunda Salisb. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . Alkaloida utama BJ. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. inframerah.) K.33. kolom.) K. Schum. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton. (No.67 mL per kg bb. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi.56. SCHUM. dari buah ditemukan 2 alkaloida. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum.

(9:1). Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. cacingan dan influenza. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. (No. alpinetin. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL.5 mg. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val.0185 X. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. 199.35+0. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. 181. (No.8 mg dan 218. 163. khususnya tanaman yang tanaman ini. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. kurang nafsu makan. Beberapa jenis yang lain. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. Alpinia 56 . Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val.3 mg. yaitu flavokawin B. yaitu: 145. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. 1986. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. IDA HARIATI. minyak atsiri dan oleoresin. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah.8 mg/kg dan 218. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb.0 mg/kg bb.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit.7 mg. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae.) pada mencit LATIFAH. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. (No. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. Misalnya. HENNY SETIATIN. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. cardamonin dan 2'.0 mg/kg bb. pinosimbrin. Makin besar dosis yang diberikan. 1987. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. (lempuyang wangi). 1987. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida.

Dari 1. 1978. sedang sakit. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya.7% ingin anak lagi. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. hematokrit.. serta flavonol. 13. Zingiber ottensii Val. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). dan 45 hari. Untuk sementara dapat dikatakan. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. SUHERMAN dkk.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk. 46 Cap Potret Nyonya Meneer.. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. Survai berlangsung 10 bulan. masih dalam batas harga normal. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. tidak bersuami lagi. sisanya karena menyusui. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P.225 responden.30. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut"..9% menopause. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. sisanya 30 % tidak ber-KB. (No.225 kuesioner. 1978. 1978. Jakarta. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. dan terkumpul 1. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. (No. Beberapa jenis yang lain. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah).3% sedang hamil. dan Zingiber officinale. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw.30 dan 45 hari. Mengingat hal tersebut. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. (No.officinantm Ham. klinik KB jauh. T. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. 8. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik.

Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Kira-kira 80% responden beragama Islam. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. 10. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. Hal ini disebabkan masyarakat. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. SMA atau perguruan tinggi. Hanya 4. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. (No. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. atau hanya dengan 1-2 anak saja. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. 30. jamu gendong dan ramuan sendiri. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. desa Bobosan dan desa Pabuwaran.46%. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut.21% dan 28. (No. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. 1987. Ternyata. desa Grendeng.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. kolagogum dan antihepatotoksik. antibakteri. tidak mengganggu kesehatan. yaitu: desa Bancar kembar.subur baik). desa Purwanegara. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. Penggunaannya secara oral. Cap Jago.). 58 . 15 dan 20 menit.). darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. 29.56%. 1984. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. kedua adalah IUD. 20% beragama bukan Islam. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). yaitu fraksi minyak atsiri. menurunkan kadar kolesterol. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. makanan minuman dan kosmetik. desa Karang bangkal. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. desa Sumampir. mudah didapat.62%. Cap Air Mancur. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. adalah: 18. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. (No. (No. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. 1988.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. 1980. 1979. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. Selama percobaan. Smith.21%). Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. yang 59 . sumber plasma nuftah. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. baik secara langsung manpun tidak langsung. Oplismemts burmani. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. c) Globba marantina L. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. b) Costus spedosus (Koen) J. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. (No.. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. rekreasi. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. Alpinia malaccencis. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. dkk . kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. pengaturan tata air.) Holt. WULANGI dkk. Pfygonum chinense. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. SUTANTIBRN. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. pendidikan. F. olah raga dan lain-lain. E. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah..

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali.) Tiegh. baik secara mekanis maupun kimiawi. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. 1981. satu kali ke perkebunan teh P. sudah tentu akan diberantas. Scurrula phitippensis (Cham.. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. 2. terutama di pedesaan. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan.. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. Obat yang merupakan ramuan. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. Don. meneliti.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. 3. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. 60 . Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. (No. Pagilarang.38 mmHg. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. genggam. yaitu rebusan atau seduhan.) Miq. T. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. dan tekanan diastol rata-rata: 23. SUTANTI BRN dkk. & Schlecht. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. Dari koleksi yang diperoleh. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. (No. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. Tumbuhan sebagai obat.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. yaitu berupa jumlah daun. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. 1981. 4. Dendrophthoe pentandra (L.) G. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.40 mmHg. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan.20 mmHg. Macrosolen cochinchinensis (Lour. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. T. yaitu: 1.

11. 12. 14 Eming Sudiana. 57 Aziz Genisa. 28 Burhanuddin Gumay.37 Hendra Yuliansyah. 9.. 5 Enny Ratnaningsih.38 Ganthina Sugihartin. 9 Ida Hariati. 9. 13. 11. 9. Nandini. 15.45 Dedi Sofyan. 2. P.INDEKS NAMA PENULIS A. 9 Bastiam. 6 Halim Zaini.3 A. 1 Dian Nuryani.. 7. 12. 6. 9.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 3 Gustini Sy.49 Helmi. 11. 7 Arsyadi.51 Euis Holisotan Hakim.55 Binsar Johanes.22 Andy Soelistyanto. 10. 9 Ika Iskandar. J. 13..43 Hermansyah Amir. 15 Henny Setiatin.36 Hilwan Yuda Teruna.43 Feri Herlina Anwar. 8 Gede Swasta.36 Euis Nining. 16 Gunawan Yohanda. 16 Amir Hamzah Mauzy. 50 61 .. 4. G.45 Akmal.38 Fitri Yunita..51 Dadang Adam Alamsyah. 7. 12.52 Hisran H.31 Agus Djamhuri dkk. 2. Budi Utama.40 Asep Adi Suprihatna.. 1. 11. 2 Azinar. 9. 14 Adel Zamri.. 13.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 15. 3 AbdulNaser. 16 Agus Djamhurl.19 Harmaini M J D.26 Ariyono Wahyu Ardi. 16 Elly Panglepuringtiyas. 3 Eka Susanti H. 13.42 Diah Sugiartini. 3.47 Eva Sarifah Hayati.8 Budi Herawan.49 Askadi. 14.33 Hesti Budiati. 10. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. 12.. 4. 7.56 lie THsada S. 5. 9 Aryetti. 1.54 Bahruddin. 17 Chairil Anwar. 10 Gloria S. 14.56 Herman Puspita. 18 Ambar Supeni.. 15. 6. 13. 10.42 Aris Gumilar. 13 Andy Zul Izwar. 1 Eti KurniatJ. 6 Athena Anwar.51 Endah Primawati. 11 Harlia Djuhardi. 4. 7 Eli Halimah.. 9.54 Alimin Harahap. 15. 24 Husein Hemandi Bakti. A.42 Erwin Afandi.31 Achyar Koesnadi.32 Azalia Sinto dkk.27 Amrizal M. 5.41 Aty Widya Warayanti. Wananda. 14.16.6 Agus Iman N. Rahayu Nurohman.37 Adriansyah Azhari. 15 Ella Noorlaela. 8 I.28 Efi Darliana X. 7 Evi Noviarsyah Latif. 14. 10 Bogo Suntoro Murti.

38 Sri Woelaningsih.Tambunan..35 Sutjipto Halim.. 12.31 Sri Anggrahini & Suhardi. Nur Asiah. 13 Irfandi.. 59 Sumarno. 1 Oentoeng Soeradi dkk..15.32 Rusjdt Djamal. 6 Snelly Faurhesia.29 Rochyadi. 10. 53 Indrawati. 18.44 Ngatijan & R. 4. 16 Siti Kardinah P.56 Lianuta Christ Natanel.21 N. 10 Mohamad Istari. 14. 1.46 Sunoto. 16.40 Samekto Wibowo dkk.. 15.60 Sudarsini.. 6 Retno Damayanti. 17 Moriana Hutabarat. 14.25 Sri VWdarti. 4. 8.7 Johansyah.48 Latifah. 11 Reeky Charles P.19 Suroso dkk. 2 Nurlaili Isnaini. 1. 7. 4. 27 Prita Kresna. 14.23 Sondang Komariah S. 1 Nurhidayat.16. 3 Miza Nemara.24 Sri Herliani. Imono Argo Donatus.55 Sulistyani dkk. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. 23 Rahmanudin. 2.... 15.( 6.48 Pramadhia Budhidjaya. Wulangidkk. I Ine Srikandi. 13.17. 12.46 Robert Edward Aritonang.10. 11 Soekeni Soedigdo. 4.60 Rusjdi Djamal dkk.40 Sudarsono.Imtihanah. 5 Kartolo S. 2. 12. 13. 14. 8 Muchtadi.35 Sri Herjati Setiodihardjo. 8.17 Semangat Kataren. H.33 Nining Yuaningsih. 15. 5.. 1 S. 8. 3. dkk. 15 Mulyono. 1. 20 Murti Raehani.20 Malidin Maibaho. Badjongga HTS.44 Sidik dkk. 11 Mulyoto. 2.25 Suhandra. T.59 Lala Nurlaela. 4. 2 J.54 Riswan S... 16 Sri Hertati.13. 2.. 6.. 8.. C. 10. Yudono. 3.53 Saifulah. 7.57 Sulisti. 1.58 Rida Ernola. 12 Linda R. 3.32 Riche Hariyati.. 10. 11 Marliyani..20 Metti Siti Hastuti.57 Soetijoso Soemitro. 17. 16. Sugiarso dkk. 16.. 8 .10 Neneng Mupidah. 16 62 Sumiati Yuningsih.51 Susi Lahtiani.30 Mindarwati. 7.26 Setiawati Yusuf.. Suherman dkk. 13 Suharti K. 13.29 Sumiyati Sunaryo dkk. 12. 2 .. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk.34 Suwarji Heryana. 2. 5. Sutanti BRN dkk.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 5 Rukmiati K. 15 Martoni. 9. 25 Takbir Siregar. 17 Sri Ulina Purba..22 Karta.. 11.35 Machmoed Azhar dkk. W. 7.45 Sri Ardani Soelarto dkk.49 Sangat Roemantyo H.

8 Utari Dewi. I. 11 Tubagus Agus N. 12 Zuharina. 14. 11..43 Vita Sophiata. 3. 2. 1. 3 Yulianti. 5.47 63 .52 Z. 7 Yam Sutiyani.... 7.39 Titin Suprihatin.. 21 Wiwiek Herawati.21 Yolanda P.12.30 Wahyono. 9.34 Teti Suryeti.55 Yutiardy Rivai.28 Taufik Rahman.39 Yuniarti Siregar.26 Titi Wiraharja N. 7 Udju Sugondho dkk.30 Yarnelly Gani dkk.37 ZulfadIyN. 10. 2.16..Tavip Budiawan. 5. 24 Yun Media Handayani.41 Tjioe Thio Bwee. 10. Evelyn. 9 Yusi Fudiesta. Tati Hurustiati. 59 Trisnasari. 13.19 Udju Sugondho. 15. 10. 3 Tutuk Budiati.53 Yetty Supatmijati. 4. 14.52 ZuariahYusufdkk. 14. 50 Veronica Bajang. Sidik. 11 Tri Saptini. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful