Sabtu, 07 Agustus 2010

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA

Pengertian : Heperbilirubinemia adalah : peningkatan konsentrasi bilirubin tak terkonjugasi yang ditunjukan dengan ikterik .. Etiologi : Beberapa penyebabb hiperbilirubin pada bayi BBL adalah : 1. Faktor fisiologik / prematuritas 2. Berhubungan dengan air susu ibu 3. Meningkatnya produksi bilirubin / hemolitik, 4. Ketidak mampuan hepar liver untuk mensekresi bilirubin conjugata/ deficiensi ensim dan obstruksi duktus biliaris 5. Campuran antara meningkatnya produksi dan menurunnya ekskresi / sepsis 6. Adanya penyalit / hipothiroidism, galaktosemia, bayi dengan ibu DM. 7. Predisposisi Genetik untuk meningkatkan produksi.

Pathofisiologi : Bilirubin adalah produk pemecahan hemoglobin yang berasal dari pengrusakan sel darah merah /RBCs. Ketika RBCs rusak maka produknya kan masuk sirkulasi, diimana hemoglobin pecah menjadi heme dan globin. Gloobin { protein } digunaka kembali oleh tubuh sedangkan heme akan diruah menjadi bilirubin unkonjugata dan berikatan dengan albumin. Didalam liver bilirubin berikatan dengan protein plasma dan dengan bantuan ensim glukoronil transferase dirubah menjadi bilirubin konjugata yang akan ddikeluarkan lewat saluran empedu ke saluran intestinal. Di Intestinal dengan bantuan bakteri saluran intestinal akan ddirubah menjadi urobilinogen dan starcobilin yang akan memberi warna pada faeces. Umumnya bilirubin akan diekskresi lewat faeces dalam bentuk stakobilin dan sedikit melalui urine dalam bentuk urobilinogen. Red Blood Cell Hemoglobin

Heme globin

Iron unconjugated bilirubin Glucoronil acid Aksi dari glucoronil

mekonium illeus. galaktosemia 6. dan akan hilang pada hari ke-14. 4. Penyakit hemolitik 2. 7. Bilirubin Derek lebih dari mg/dl. atau kenaikan bilirubin serum mg/dl/jam atau 5 mg/dl/hari. BB naik biasa. Ikterus yang muncul dalam 24 jam kehidupan . perdarahan karena trauma jalan lahir. Peningkatan bilirubin 5 mg persen atau lebih dalam 24 jam c. stenosis pylorus. Gangguan uptake dan konjugasi hepar karena imaturasi hepar. hirschsprung. d. Ikterus fisiologi Ikterus muncul pada hari ke 2 atau ke 3. serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl. Ikterus pada neonatorum dapat dibagi dua : 1. Hemolisis : hematoma. f. ensim glukoronil transferase yang cukup jumlahnya. Ikterus menetap setelah bayi berumur 10 hari pada bayi aterm dan 14 hari pada BBLR. sodium bensoat. Infeksi 5. karena kelainan bawaan/infeksi atau kerusakan hepar karena penyakit lain. Ikterus yang disertai proses hemolisis e. Faktor produksi yng berlebihan melampaui pengeluaran : hemolitik yang meningkat 2. 3. defiiensi albumin menyebabkan semakin banyak bilirubin bebas ddalam darah yang mudah melewati sawar otak sehingga terjadi kernicterus 4. Ikterus Patologis a.transferase Conjugated bilirubin Glucoronil Exkresi lewat faeces dan urine Pada BBL bbilirubin direk dapat dirubah menjadi bilirubin indirek didalam usus karena terdapat beta ±glukoronidase yang berperan penting terhadap perubahan tersebut. Polisitemia. Kelainan sel darah merah 3. b.. Bayi tampak biasa . Keadaan yang mnyebabkan ikterus patologis adalah 1. minum baik . . Obat²obatan yang menggantikan ikatan bbilirubin dengan albumin seperti : sulfonaamida. dan tampak jjelas pada hari 5-6 dan menghilang hari ke 10. Gangguan transportasi ikatan bilirubin + albumin menuju hepar . Bilirubin inddirek diserap lagi oleh usus kemudian masuk kembali ke hati . Penyebab ikterus fisiologik diantaranya karena kekurang protein Y dan . Kadar bilirubin pada bayi aterm tidak lebih dari 12 mg /dl. Kelainan metabolic : hipoglikemia. gentamisin. pada BBLR 10 mg/dl. salisilat. Pirau enterohepatik yang meninggi : obstruksi usus letak tinggi. Keadaan ikterus di pengaruhi oleh : 1. Konsentrasi bilirubin serum melebihi 10 mg/dl pada bayi premature atau 12 mg/dl pada bayi aterm. Gangguan ekskresi akibat sumbatan ddalam hepar atau diluar hepar. 2.

tremor. Pemeriksaan penunjang : 1. Genitalia : tidak ada masalah 7. Mulut : mukosa mulut dan bibir tampak ikterik d. serologi darah tali pusat. distensi -. indirek dan indirek : peningkatan bilirubin diatas 10 mg/dl pada bayi aterm atau 12 mg/dl padda BBLR 2. Golongan darah ibu dan bayi. Hidung : tidak ada kelainan c. Ekstremitas : tampak ikterik pada seluruh ektermitas atau hanya sebagian . palpasi supel . Endokrin : tidak gangguan pada system endokrin. 8. kejang. Bilirubin serum . tampak ikterik pada seluruh dada atau tidak tergantung kadar bilirubin. Bila bayi hidup pada umur lebih lanjut dapat terjadi spasme otot. comb test [ indirek dan direk ] . Kejang 3. Mata : sclera tampak ikterik. epistotonus. tidak ada kelainan bentuk tulang belakang. Protein total. Aspiksia dan pulmonary effusi pada hidrops fetalis b. Kepala : tampak ikterik a. konjungtiva anemis bila ikterus patologik karena hemmolisis. 9. BJ urine 7. diminished reflek tendon. 5. Neurologi : hipotonia. 4. Ginjal : warna urine gelap dengan meningkatnya konsentrasi bilirubin. Telinga tidak ada kelainan 2. 3. 10. Pengkajian Keperawatan : 1. dapat tuli. Paru-paru : apne. cyanosis. Letargi/lemas 2. 6. dapat ditemukan hepatospleno megali. Leher : tampak ikterik . 3. tonus otot meninggi. Punggung : tampak ikterik. retardasi mental. Leukosit darah untuk memantau adanya infeksi 6. letargi. 5. Hb dari tali pusat kurang dari 12 g/dl indikasi diperlukaannya transfusi tukar. gangguan bicara. Rektum : anus +. 11. dispnea pada keadaan kernikterus. Jantung : Edema umum atau berkurangnya volume darah gagal jjantung pada kondisi hidrops fetalis 4. kejang 6. a. Hb dan HCT : Hb kurang dari 14 gr persen dan HCT kurang dari 42 persen menandakan adanya proses hemolitik. leher kaku dan akhirnya epistotonus pada kernicterus. Dada : simetris. tonus otot meninggi. tak mau menghisap 4. b. reflek moro dan menghisap tidak ada.Komplikasi Terjadi kernicterus yaitu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak dengan gambaran klinik : 1. Abdomen : tampak ikterik. leher kaku dan akhirnya opistotonus 5.

Monittor kadar Hb. Adanya factor resiko membimbing perawat untuk waspada terhadap kemung kinan munculnya hiperbilirubinemia .Inspeksi mata dengan lampu sedikit nya 8 jam sekali .5 dderajat celsius 8.delayed ord clamping . efek dari phototerapi.Monitoe vital sign selama dan setelah transfusi tukar . Berikan phototerapi : .Periksa darah yang keluar dan masuk 1. Resiko tinggi cedera : MR. Tujuan : Klien tidak menunjukan gejala sisa neurologis ddan berlanjutnya komplikasi phototerapi.Pertahankan suhu axial 36. Identifikasi adanya factor resiko : .Rh. transfusi tukar 6. ABO antagonis . Lakukan transfusi tukar kolaborasi medis . Monitor kadar bilirubin dan kolaborasi bila ada peningkatan kadar 5. Resiko tinggi injuri : side efek pengobatan terhadap kehidupan b.ibu dengan DM . Hct ata adanya penurunan 6. Rencana keperawatan : 1. pemisahan 7. Resiko tinggi kekurangan volume cairan b. 4.d.d. 3..d. kolaborasi bila ada peningkatan 7.sepsis .bruising .Pletora . meningkatnya kadar bilirubin toksik dan komplikasi berkenaan phototerapi. Resiko tinggi perubahan peran orang tua b. Resiko tinggi cedera b. meningkatnya kadar bilirubin 2. Kerusakan integritas kulit b. Perhatikan dan dokumentasikan warna kulit dari kepala.Pertahankan teraapi cairan parenteral untuk hidrasi kolabborasi medis .Monitor kadar bilirubin setia 6 ± 12 jam under therapy . Kurangnya pengetahuan tentang kondisi anak dam perawatan di rumah. hindari tekanan pada hidung .Tutup mata dengan tameng mata . sclera dan tubuh secara progresif terhadap ikterik setiap pergantian shift 4. phototerapi. .d. prosedur.sesuai protocol untu waktu.d. kematian b. Resiko terjadi gangguan regulasi suhu tubuh b d efek prototerapi 5. Kaji BBL terhadap adanya hiperbilirubinemia setia 2-4 jam lima hari pertama kehidupan 3. Monitor retikulosit.Diagnosa Keperawatan : 1.Ganti bantalan mata sedikitnya 2 kali sehhari .d. Kriteria hasil : Rencana Rational 1. dan durasi.SGA 2.

Berikan intake extra peroral atau per IV jika ada kehilangan BB progresif. Peningkatan kadar bilirubin tang tinggi 5. 8. Resiko tinggi kekurangan volume cairan b.kaji jumlah. 2.Inspeksi membran mukosa dan pontanel 1. phototerapi berfungsi mendekomposisi kan bilirubin dengan photoisomernya. Kaji Hidrasi : .Timbang BB perhari . 2.Diare yang berlebihan 3.d. Transfusi tukar dilakukan bila terjadi hiperbilirubinemia pathologis karena terjadinya proses hemoliitik berlebihan yang disebabkan oleh ABO antagonis.Hct menunjukan adanya hemolitik 7. Intake cairan yang adekuat metabolisme bilirubin akan berlangsung sempurna dan terjadii keseimbangan dengan caairan yang keluar selama photo terapi karena penguapan . onsentrasi urine. 2. Selama photooterapi perlu diperhatikan adanya komplikasi seperti : hipertermi. pertahankan intake cairan : .Monitor suhu tubuh tiap 4 jam . Mengetahui addanya hiperbilirubinemi secara dini sehingga dapat dilakukan tindakan penanganan segera.Adanya penurunan Hb.Ukur intake output . warna urine setiap 4 jam . phototerapi. Konjungtivitis.2. dehidrasi. Tujuan : Klien tiidak menunjjukan tanda-tanda kekurangan volume cairan Rencana Rasional 1. meningkatnya suhu. diare. Kaji Output : . 3.Kaji . BBL sangat rentan terhadap hiperbilirubinemia.

Maternal Infant Health Care Planning.. 3. 3.Springhouse. Diagnosis.5 derajat Celsius 4. Proses Keperawatan. Monitor adanya kerusakan integritas kulit 2. Kerusakan integritas kulit b. Bersihkan kulit bayi dari kotoran setelah BAB. Jakarta. Suhu yang tinggi menyebabkan kulit kering sehingga kulit mudah pecah 4. .1999. Jakarta. efek dari phototerapi. 1997..d. BAK 3. edisi kedua. Hidrasi yang adekuat menunjukan keseimbangna cairan tubuh baik yang ditunjukan dengan suhu tubuh 36-37 derajat Celsius dan membran mukosa mulut lembab dan fontaanela datar.2. Deteksi dini kerusakjan integritas kulit 2. EGC. dan evaluasi. Tucker Susan Martin. 3.Output yang berlebihan atau tidak seimbang dengan intake akan menyebabkan gangguan keseimbangan cairan. Melson Kathryn A. Faeces dan urine yang bersifat asam dapat mengiritasi kulit 3. at al.1999. Tujuan : Klien tidak menunjukan gangguan integritas kulit 1. Perubahab posisi mempertahankan sirkulasi yang adekuat dan mencegah penekanan yang berlebihan pada satu sisi DAFTAR PUSTAKA : 1. EGC. Perawatan Anak Sakit. Ngastiyah. Pertahankan suhu lingkungan netral dan suhu axial 36. Pennsylvania 2. Lakukan perubahan posisi setiap 2 jam. Berikan istirahat setelah 24 jam phototerapi 1. 5. Standar Perawatan Pasien .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful