Anda di halaman 1dari 80

MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK KEWIRAUSAHAAN A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN 1.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara pembuatan produk baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. 2. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian. 3. Wirausahawan disebut juga wiraswasta, wira = perwira tangguh kuat, kuat tauladan,. Swasta = mandiri, berdiri sendiri . Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. 4. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan : a. b. c. d. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia

Manfaat Tenaga Wirausaha: 1. Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2. Pelaksana Pembangunan 3. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. Menghormati tertib hokum 6. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7. Jujur 8. Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9. Membayar pajak yang teratur 10. SDM yang ideal 11. Hidup Sederhana Ciri-ciri Seorang Wirausaha 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi, imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat,sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada

Fungsi seorang Wirausaha: 1. 2. 3. 4. 5. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru

Sumber Wirausaha: 1. 2. 3. 4. Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah

Syarat-syarat wirausaha : 1. Tujuh K (Kemauan, Kemampua, Kesempatan, Keteraturan, Keberanian, Kesadaran dan Keuangan ) 2. Tujuh P (Pendidikan, Pengajaran, Penerangan, Pengelolaan, Pendekatan, Penghayatan dan Perbankan A. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. Unsur sikap (mandiri, indenpenden, percaya diri,dipercayai, jujur, kreatif dan inovatif, ingin tahu,disiplin, bekerja keras, tekun) b. Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif, memimpin membaca dan menciptakan peluang baru , manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi, teknis) c. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat, tingkat social dan pendidikan, mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social) Kelompok wirausaha ada 3 : 1. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. b. c. d. e. f. g. h. Percaya diri Mencari dan menangkap peluang f. Trampil negosiasi Bekerja keras g. Aktualisasi diri Perencanaan yang matang Mencintai profesi Trampil negosiasi Aktualisasi diri Mampu memasarkan hasil

2. Wirausaha Tangguh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas, inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. b. c. d. Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) e. Kreatif dan inovatif

3. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas, perubahan antisipatif, berani. Ciri-ciri wirausaha unggul ; 1. 2. 3. 4. 5. Selalu berkreasi dan berinovatif Mampu menciptakan peluang besar Berani mengambil resiko Mampu mencermati perubahan Meningkatkan keunggulan

Ikrar wirausaha : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. wirausaha sebagai tugas tertinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. Dream yaitu memiliki visi 2. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain Memahami Karakteristik wirausahawan Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. 2. 3. 4.
y

Sikap kerja keras 5.Kreatif Prilaku disiplin 6. Inovatif Komitmen tinggi 7. mandiri Jujur 8. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan ;

1. Sifat dan watak kepribadian 4. Ketahan fisik dan mental 2. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Berkemauan keras 3. Ketahanan fisik dan mental 6. Kesabaran dan Ketahanan
y

Menurut H. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah :

1. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar


y

Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah; 8. Ingin memperoleh balikan segera 9. Sangat energik

1. Komitmen tinggi terhadap tugas 2. Mau bertanggung jawab

3. 4. 5. 6. 7.
y

Ada minat Ada peluang Toleransi menghadapi risiko Yakin pada dirinya Kreatif dan fleksibel

10. Motivasi 11. Berorientasi kemasa depan 12. Belajar dari kegagalan 13. Berkemauan tinggi dalam memimpin

Seorang wirausaha adalah pemimpin ; yang harus dilakukannya: a. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. Prilaku pemimpin : 1. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. Orientasi Orang (People Oriented)

MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut; a. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. Yakin pada diri sendiri e. Pandai membuat keputusan f. Mau menambah ilmu pengetahuan g. Berambisi untuk maju h. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah

MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1. Kepribadian yang bersifat negative 2. perasaan takut disaingi orang lain 3. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. b. c. d. e. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran

Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. Kurang ulet dan lekas putus asa 2. Kurang tekun dan kurang teliti 3. Kurang kreatif dan kurang inisiatif 4. tidak Jujur 5. Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan 6. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7. Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8. Mengambil kredit tanpa perhitungan 9. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Pelayanan kurang baik 11. banyaknya piutang ragu-ragu 12. Pemborosan 13. Kekeliruan manghitung harga pokok 14. Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a. Berkaitan dengan produkdan pasar b. Berkaitan dengan masalah keuangan c. Berkaitan dengan manajemen SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF A. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya first thing first ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. 2. 3. 4. Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat

B. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju; 1. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko , melihat peluang yang ada 4. Kerja keras 5. Kerja Tuntas C. Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill). Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. Ada 5 cara meningkatkan soft skill; 1. 2. 3. 4. 5. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal

MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. MASALAH USAHA Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah, langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat

B. SUMBER-SUMBER INFORMASI 1. Macam-macam informasi a. Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung, seperti berat, jumlah tekanan, temperature dan lain-lain. b. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk, kecepatan, panas dan lain-lian c. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2. Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. Informasi atas orang, termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi, harta kelompok dan sebagainya c. Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas, pembayaranpembayaran dalam usaha, neraca labadan rugi. d. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan . 3. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen, dari pedagang perantara, dan para penjual sendiri) b. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan, pemerintah, Biro statistic Perkumpulan dagang, KADIN dan Media massa) 4. Manfaat Sumber informasi usaha a. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. Memilih dan membuat produk yang bermutu, laku dijual dan harga bersaing c. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi

e. Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah C. PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA 1. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan faktafakta c. Keberania dan antusiasme d. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Kuran dan kompleksitas bisnis b. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Jumlah transaksi yang harus diproses f. Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Faktor Membuat Keputusan : 1. Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2. Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3. Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Faktor sasaran 5. Faktor waktu

6. Faktor Pelaksanaan b. Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya, Pelaksanaannya, Orangorangnya) 2. Tindakan-tindakan ( Menilai data-data, memilih data-dta, konsekuensi pilihan, tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan, lay out perusahaan, lokasi, metode produksi, pembayaran gaji, riset pemasaran dan teknik, praktek pembelian dan penjualan, inspeksi supervis, jumlah inventaris) b. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan, riset pemasaran, saluransaluran pemasaran, jenis dan luasnya reklame, metode bidang penjualan, pengepakan produk, penggunaan merk dagang, penetapan harga produk, promosi dan distribusi) c. Keputusan permodalan ( Struktur modal, Usaha modal baru, syarat-syarat kredit, rencana permodalan kembali, likuidasi, pembayaran deviden, jumlah tenaga kerja dan jam kerja , penetapan biaya eksploitasi, prosedur kantor dan perluasan usaha) d. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja, teknik seleksi dan wawancara, analisis pekerjaan dan evaluasi, jenis latihan dan pendidikan, keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan, hubungan perusahaan dengan ekstrnal, perundingan dengan karyawan, rencana mengenai pension, sugesti dan saransaran, absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat, dapat diutamakan yang plaling penting, dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya.. b. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaikbaiknya, diselidiki dengan teliti, dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. c. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai, pengalaman berupa pengetahuan, dan keterampilan d. Keterampilan , Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. Mengenali diri sendiri 2. Melatih kemauan 3. Melatih disiplin

4. Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU, Peraturan, Hak Milik, dan Status PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA A. PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual . Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan ; a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. Membuat produk dengan penuh inovatif c. Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif , ada lima mitos : a. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. b. Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c. Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d. Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1. Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya, penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a. b. c. d. Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis

Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. b. c. d. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif

2. Sumber penerapan inovatif a. Kejadian yang tidak diharapkan

b. c. d. e. f. g.

Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar Perubahan demografi Perubahan persepsi Konsep pengetahuan dasar

3. Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . 4. Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada, baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. Dimensi Inovatif , tahapan-tahapan inovatif ; a. Inovatif produk, merupakan hasil organisasi perusahaan b. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c. Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen, serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. 6. Tahap-tahap inovatif a. Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b. Adopsi Inovatif, adalah akuisisi atau implementasi inovati. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2. Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. b. c. d. Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan, ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan.

B. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS

1. Pengertian Kreativitas Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Roe ; a. Keterbukaan pada pengalaman b. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Keingintahuan d. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Dapat menerima perbedaan f. Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g. Membutuhkan dan menerima otonomi h. Percaya pada diri sendiri i. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Tekun 2. Cara Menerapkan Kreativitas a. Menggunakan akal b. Hapus perasaan ragu-ragu c. Mengenali Lingkungan d. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2. Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Pemikiran lain 4. Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c. Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan

Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut: 1. Rileks dengan cara menditasi, mendengarkan aluanan music, humor, rekreasi, dan lain-lain 2. Melatih Otak 3. Menentukan keinginan 4. Cara mengatasi masalah 5. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif ; 1. Kelancaran (fluency), yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacammacam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4. Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN A. Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. Konsisten, tegas, dan fair b. Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. Kosentrasi pada manusia 1. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. Tepat waktu adalah organisasi, artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b. Tepat waktu adalah Kekuasaan, artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. Tepat waktu adalah nilai uang, artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. Tepat waktu adalah ukuran, artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian

Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang

2. Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah 2. Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur 3. Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri 4. Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya 5. Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga 3. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen, seb agai berikut : a. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan, bukan untuk mengawasi orang b. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e. Kolaborasi,sinergi, bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. Rasa keadilan harus diterapkan 4. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a. b. c. d. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh, kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama

B. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs. Busra Elgeri di 19:29

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut

Arsip Blog
y

2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN ...  TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW... o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK...

2010 (9) September (1) o  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 ... Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X - PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X - MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA...  KLS XI - MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII - PROPOSAL USAHA

Mengenai Saya

Drs. Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal. Didukung oleh Blogger.

KWU_DRS. BUSRA ELGERI


Senin, 28 Maret 2011

MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK

KEWIRAUSAHAAN
A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
1. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara pembuatan produk baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. 2. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian. 3. Wirausahawan disebut juga wiraswasta, wira = perwira tangguh kuat, kuat tauladan,. Swasta = mandiri, berdiri sendiri . Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. 4. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan.

Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan :


a. b. c. d. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia

Manfaat Tenaga Wirausaha:


1. Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2. Pelaksana Pembangunan 3. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. Menghormati tertib hokum 6. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7. Jujur 8. Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9. Membayar pajak yang teratur 10. SDM yang ideal 11. Hidup Sederhana

Ciri-ciri Seorang Wirausaha


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi, imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat,sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada

Fungsi seorang Wirausaha:


1. 2. 3. 4. 5. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru

Sumber Wirausaha:

1. 2. 3. 4.

Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah

Syarat-syarat wirausaha :
1. Tujuh K (Kemauan, Kemampua, Kesempatan, Keteraturan, Keberanian, Kesadaran dan Keuangan ) 2. Tujuh P (Pendidikan, Pengajaran, Penerangan, Pengelolaan, Pendekatan, Penghayatan dan Perbankan

A. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA


Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. Unsur sikap (mandiri, indenpenden, percaya diri,dipercayai, jujur, kreatif dan inovatif, ingin tahu,disiplin, bekerja keras, tekun) b. Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif, memimpin membaca dan menciptakan peluang baru , manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi, teknis) c. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat, tingkat social dan pendidikan, mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social)

y Kelompok wirausaha ada 3 :


1. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. b. c. d. Percaya diri e. Mencintai profesi Mencari dan menangkap peluang f. Trampil negosiasi Bekerja keras g. Aktualisasi diri Perencanaan yang matang h. Mampu memasarkan hasil

2. Wirausaha Tanggunh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas, inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. b. c. d. Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) e. Kreatif dan inovatif

3. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas, perubahan antisipatif, berani. Ciri-ciri wirausaha unggul ; 1. Selalu berkreasi dan berinovatif 2. Mampu menciptakan peluang besar 3. Berani mengambil resiko

4. Mampu mencermati perubahan 5. Meningkatkan keunggulan Ikrar wirausaha : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. wirausaha sebagai tugas tetinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir kummel negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa

KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN
Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. Dream yaitu memiliki visi 2. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain

y Memahami Karakteristik wirausahawan


Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. 2. 3. 4.
y

Sikap kerja keras 5.Kreatif Prilaku disiplin 6. Inovatif Komitmen tinggi 7. mandiri Jujur 8. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan ;

1. Sifat dan watak kepribadian 4. Ketahan fisik dan mental 2. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Berkemauan keras 3. Ketahanan fisik dan mental 6. Kesabaran dan Ketahanan
y

Menurut H. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah :

1. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar


y

Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah; Komitmen tinggi terhadap tugas 8. Ingin memperoleh balikan segera Mau bertanggung jawab 9. Sangat energik Ada minat 10. Motivasi Ada peluang 11. Berorientasi kemasa depan Toleransi menghadapi risiko 12. Belajar dari kegagalan Yakin pada dirinya 13. Berkemauan tinggi dalam memimpin Kreatif dan fleksibel Seorang wirausaha adalah pemimpin ; yang harus dilakukannya:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
y

a. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. Prilaku pemimpin : 1. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. Orientasi Orang (People Oriented) MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut; a. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. Yakin pada diri sendiri e. Pandai membuat keputusan f. Mau menambah ilmu pengetahuan g. Berambisi untuk maju h. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah

MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1. Kepribadian yang bersifat negative 2. perasaan takut disaingi orang lain 3. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. b. c. d. e. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran

Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. 2. 3. 4. 5. Kurang ulet dan lekas putus asa Kurang tekun dan kurang teliti Kurang kreatif dan kurang inisiatif tidak Jujur Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan

6. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7. Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8. Mengambil kredit tanpa perhitungan 9. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Pelayanan kurang baik 11. banyaknya piutang ragu-ragu 12. Pemborosan 13. Kekeliruan manghitung harga pokok 14. Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a. Berkaitan dengan produkdan pasar b. Berkaitan dengan masalah keuangan c. Berkaitan dengan manajemen

SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF


A. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya first thing first ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. 2. 3. 4. Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat

B. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju; 1. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko , melihat peluang yang ada 4. Kerja keras 5. Kerja Tuntas C. Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill). Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. Ada 5 cara meningkatkan soft skill; 1. 2. 3. 4. 5. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal

MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. MASALAH USAHA

Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah, langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat

B. SUMBER-SUMBER INFORMASI
1. Macam-macam informasi a. Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung, seperti berat, jumlah tekanan, temperature dan lain-lain. b. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk, kecepatan, panas dan lain-lian c. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2. Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. Informasi atas orang, termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi, harta kelompok dan sebagainya c. Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas, pembayaran-pembayaran dalam usaha, neraca labadan rugi. d. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan . 3. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen, dari pedagang perantara, dan para penual sendiri) b. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan, pemerintah, Biro statistic Perkumpulan dagang, KADIN dan Media massa) 4. Manfaat Sumber informasi usaha a. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. Memilih dan membuat produk yang bermutu, laku dijual dan harga bersaing c. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi e. Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah

C. PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA


1. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta c. Keberania dan antusiasme d. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Kuran dan kompleksitas bisnis b. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Jumlah transaksi yang harus diproses f. Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Faktor Membuat Keputusan : 1. Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2. Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3. Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Faktor sasaran 5. Faktor waktu 6. Faktor Pelaksanaan

b. Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya, Pelaksanaannya, Orang-orangnya) 2. Tindakan-tindakan ( Menilai data-data, memilih data-dta, konsekuensi pilihan, tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan, lay out perusahaan, lokasi, metode produksi, pembayaran gaji, riset pemasaran dan teknik, praktek pembelian dan penjualan, inspeksi supervis, jumlah inventaris) b. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan, riset pemasaran, saluran-saluran pemasaran, jenis dan luasnya reklame, metode bidang penjualan, pengepakan produk, penggunaan merk dagang, penetapan harga produk, promosi dan distribusi) c. Keputusan permodalan ( Struktur modal, Usaha modal baru, syarat-syarat kredit, rencana permodalan kembali, likuidasi, pembayaran deviden, jumlah tenaga kerja dan jam kerja , penetapan biaya eksploitasi, prosedur kantor dan perluasan usaha) d. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja, teknik seleksi dan wawancara, analisis pekerjaan dan evaluasi, jenis latihan dan pendidikan, keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan, hubungan perusahaan dengan ekstrnal, perundingan dengan karyawan, rencana mengenai pension, sugesti dan saran-saran, absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat, dapat diutamakan yang plaling penting, dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya.. b. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaik-baiknya, diselidiki dengan teliti, dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. c. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai, pengalaman berupa pengetahuan, dan keterampilan d. Keterampilan , Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. Mengenali diri sendiri 2. Melatih kemauan 3. Melatih disiplin 4. Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU, Peraturan, Hak Milik, dan Status

PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA

A. PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF


Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ideide yang dapat dijual . Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan ; a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. Membuat produk dengan penuh inovatif c. Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif , ada lima mitos : a. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. b. Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c. Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d. Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1. Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya, penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a. b. c. d. Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis

Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. b. c. d. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif

2. Sumber penerapan inovatif a. b. c. d. Kejadian yang tidak diharapkan Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar

e. Perubahan demografi f. Perubahan persepsi g. Konsep pengetahuan dasar 3. Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . 4. Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada, baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. Dimensi Inovatif , tahapan-tahapan inovatif ; a. Inovatif produk, merupakan hasil organisasi perusahaan b. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c. Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen, serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. 6. Tahap-tahap inovatif a. Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b. Adopsi Inovatif, adalah akuisisi atau implementasi inovati. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2. Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. b. c. d. Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan, ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan.

B. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS


1. Pengertian Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Roe ; a. Keterbukaan pada pengalaman b. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Keingintahuan d. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Dapat menerima perbedaan f. Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g. Membutuhkan dan menerima otonomi h. Percaya pada diri sendiri i. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Tekun 2. Cara Menerapkan Kreativitas a. Menggunakan akal b. Hapus perasaan ragu-ragu c. Mengenali Lingkungan d. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2. Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Pemikiran lain 4. Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c. Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut:

1. Rileks dengan cara menditasi, mendengarkan aluanan music, humor, rekreasi, dan lainlain 2. Melatih Otak 3. Menentukan keinginan 4. Cara mengatasi masalah 5. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif ; 1. Kelancaran (fluency), yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4. Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain

MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN


A. Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. Konsisten, tegas, dan fair b. Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. Kosentrasi pada manusia 1. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. Tepat waktu adalah organisasi, artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b. Tepat waktu adalah Kekuasaan, artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. Tepat waktu adalah nilai uang, artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. Tepat waktu adalah ukuran, artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang

2. Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga

3. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen, seb agai berikut : a. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan, bukan untuk mengawasi orang b. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e. Kolaborasi,sinergi, bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. Rasa keadilan harus diterapkan 4. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a. b. c. d. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh, kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama

B. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs. Busra Elgeri di 19:29 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar:

Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut

Arsip Blog
y o

2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN ...  TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW... o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK...

2010 (9) September (1)  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 ... Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X - PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X - MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA...  KLS XI - MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII - PROPOSAL USAHA
o

Mengenai Saya

Drs. Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal. Didukung oleh Blogger.

Standar Kompetensi: Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausahawan Tujuan Kegiatan Pembelajaran : Setelah mempelajari Modul ini diharapkan siswa mampu : 1. Memahami pengertian kewirausahaan 2. Memahami karakteristik wirausahawan 3. Mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan 4. Mengidentifikasi perilaku wirausahawan A. Pengertian Kewirausahaan Telah kita ketahui bersama bahwa pemerintah sampai saat ini masih sangat terbatas dalam penyediaan lapangan kerja baru. Potensi penunjang pembangunan bangsa masih terbuka lebar asalkan para wirausahawan mampu menciptakan dan membuka lapangan kerja baru menjadi pelopor pembangunan. Mengingat perannya sangat penting, pemerintah telah mengeluarkan itruksi presiden No. 4 tahun 1995 untuk menumbuhkan semangat kepeloporan dikalangan generasi muda agar mampu menjadi wirausahawan. Dalam lampirannya tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK) kewirausahaan adalah :semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. Berikut ini diuraikan pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha :  Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (ZIMMERER, 1996)  Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan  Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumberdaya yang mereka kendalikan (ROBEN, 1996)  Kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain Sedangkan Wirausaha adalah : Seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan, mengelola, mengendalikan semua usahanya. 1. Tujuan Kewirausahaan Kewirausahaan memiliki tujuan sebagai berukut :

a. Menumbuh kembangkan jumlah wirausahawan yang berkualitas b. Meningkatkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat c. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat d. Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan dikalangan masyarakat 2. Sasaran Kewirausahaan a. Instansi pemerintah dengan kegiatan usaha (BUMN) organisasi profesi dan kelompok masyarakat b. Pelaku ekonomi yang terdiri dari pengusaha kecil dan koperasi c. Generasi muda, anak-anak putus sekolah dan calon wirausahawan 3. Asas Kewirausahaan a. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis, termasuk keberanian mengambil resiko b. Kemampuan bekerja secara tekun, teliti dan produktif c. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian d. Kemampuan berkarya dalam kebersamaan dengan etika bisnis yang sehat Kesempatan merupakan sesuatu yang ideal bagi para wirausaha. Jika kesempatan untuk menjadi wirausaha itu datang maka ada beberapa keuntungan yang dapat diraih antara lain : 1) Menjadi Bos didalam perusahaan 2) Mencapai tujuan yang dikehendaki 3) Memperoleh manfaat dan keuntungan 4) Membantu masyarakat dengan usaha konkrit 5) Mendemonstrasikan potensi secara penuh Agar bisa mengelola aktivitas usahanya dengan baik maka para wirausahawan harus membuat perencanaan yang tepat dan matang. Mereka juga harus mampu mengelola waktu dengan efektif dan efisien. Efektif berarti suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien adalah perbandinagn yang terbaik antara input dan output, antara daya usaha dengan hasil usaha, atau antara pengeluaran dan pendapatan. Dengan kata lain efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan tepat, cepat, hemat dan selamat. 4. Manfaat Kewirausahaan Berikut adalah manfaat kewirausahaan ; a. Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.

b. Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan dan kesejahtraan. c. Memberi contoh bagaimana harus bekerja keras, tekun dan memiliki pribadi unggul yang patut diteladani. d. Berusaha mendidik para karyawannya menjadi orang yang mandiri, disiplin, tekun dan jujur dalam menghadapi pekerjaan. e. Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros. 5.Sikap dan perilaku wirausahawan a. Sikap wirausahawan 1). Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif 2). Mampu bekerja tekun, teliti dan produktif 3). Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat 4). Mampu berkarya dengan semangat kemandirian 5). Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sisitematis dan berani mengambil resiko b. Perilaku wirausahawan 1) Memiliki rasa percaya diri a) Teguh pendiriannya b) Tidak tergantung pada orang lain c) Berkepribadian yang baik d) Optimis terhadap pekerjaannya 2) Berorientasi pada tugas dan hasil a) Haus akan prestasi b) Berorientasi pada laba / hasil c) Ketekunan dan ketabahan d) Mempunyai dorongan kuat, motivasi tinggi dan kerja keras 3) Pengambil resiko a) Enerjik dan berinisiatif b) Kemampuan mengambil resiko c) Suka pada tantangan 4) Kepemimpinan a) Bertingkah laku sebagai pemimpin b) Dapat menanggapi saran-saran dan kritik

c) Dapat bergaul dengan orang lain 5) Keorisinilan a) Inovatif, kreatif dan fleksibel b) Serba bisa dan mengetahui berbagai hal c) Mempunyai banyak sumber kemampuan 6) Berorientasi ke masa depan a) Memiliki pandangan ke masa depan b) Optimis memandang masa depan Disamping harus memiliki sikap dan perilaku tersebut diatas, seorang wirausahawan juga dituntut memiliki ketrampilan-ketrampilan yang dapat menunjang keberhasilan. Adapun ketrampilan tersebut adalah sebagai berikut : 1.Ketrampilan dasar a. Memiliki sikap mental dan spiritual yang tinggi b. Memiliki kepribadian yang unggul c. Pandai berinisiatif d. Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha 2.Ketrampilan khusus a. Ketrampilan konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya b. Ketrampilan teknis ( technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha c. Human skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahannya, dan sesame wirausahawan 6.Ruang lingkup kewirausahaan a.Lapangan agraris 1) Pertanian a) Tanaman berumur pendek b) Tanaman berumur panjang 2) Perkebunan dan kehutanan b.Lapangan perikanan 1) Pemeliharaan ikan 2) Penetasan ikan 3) Makanan ikan

4) Pengangkutan ikan c. Lapangan peternakan 1) Bangsa burung atau unggas 2) Bangsa binatang menyusui d. Lapangan perindustrian dan kerajinan 1) Industri besar 2) Industri menengah 3) Industri kecil 4) Pengrajin a) Pengelolaan hasil pertanian b) Pengelolaan hasil perkebunan c) Pengelolaan hsil perikanan d) Pengelolaan hasil peternakan e) Pengelolaan hasil kehutanan e. Lapangan pertambangan dan energi f. Lapangan perdagangan 1) Sebagai pedagang besar 2) Sebagai pedagang menengah 3) Sebagai pedagang kecil g.Lapangan pemberi jasa 1) Sebagai pedagang perantara 2) Sebagai pemberi kredit / perbankan 3) Sebagai pengusaha angkutan 4) Sebagai pengusaha hotel dan restaurant 5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata 6) Sebagai pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana dan sebagainya Dari keterangan diatas kita ketahui bahwa lapangan kerja wirausahawan itu begitu luas ruang lingkupnya dan perlu mendapat perhatian kita bersama untuk diisi. Karena dengan terisinya lapangan kerja tersebut maka tingkat sosial ekonomi masyarakat, bangsa dan negara akan meningkat. 7.Falsafah dan kebiasaan wirausaha Dalam rangka memasyarakatkan kewirausahaan, penting sekali kita belajar dari falsafah dan kebiasaan wirausaha untuk mendapat gambaran bahwa menciptakan lapangan kerja

bukan hal yang mustahil untuk dilaksanakan. Sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk menekuni lapangan kerja baru dalam ruang lingkup kewirausahaan. Adapun hal-hal penting yang merupakan falsafah wirausaha adalah sebagai berikut : a.Keberhasilan seorang wirausaha tergantung pada kesediaannya untuk bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri. Untuk itu harus belajar tentang diri sendiri baik menyangkut keunggulan maupun kelemahan yang dimiliki. Kekuatan dan kelemahan itu dapat digunakan sebagai modal dasar untuk mencapai tujuan hidup. b.Kekuatan mengambil resiko sebagai tanggung jawab atas tindakan sendiri. c. Kegagalan diterima sebagai pengalaman belajar dan keberhasilan sebagai buah dari usaha-usaha yang tidak kenal lelah. d. Kejarlah tujuan-tujuan yang relevan dengan kemampuan dan ketrampilan e. Terimalah diri sendiri seperti adanya, berusahalah menekankan kekuatan diri sendiri dan kurangi kelemahan yang ada dan lakukanlah hal-hal yang penting dan terbaik. f. Hasil yang diterima lebih penting daripada hasil-hasil yang sempurna karena dorongan untuk mengejar kesempurnaan justru dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan pribadi ( akan menimbulkan perasaan selalu gagal ). Sedangkan kebiasaan wirausaha adalah sebagai berikut ; a. Bangun lebih awal (menggunakan waktu lebih dini ) sebagai cara menjadi produktif b.Buat rencana kegiatan untuk hari esok c. Evaluasi kebiasaan, hubungan dengan tujuan-tujuan masa depan B. Karakteristik Wirausahawan Karakteristik adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seseorang. Jadi karaketristik wirausahawan adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seorang wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain. Agar lebih jelas di bawah ini dikemukakan beberapa karakteristik wirausahawan menurut pendapat beberapa ahli. 1. By Grave Karakteristik wirausahawan menurut BY Grave dikenal dengan istilah 10D, sebagai berikut: a. Dream Seorang wirausahawan mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya b. Decisiveness Seorang wirausahawan adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah factor kunci dalam kesuksesan bisnisnya c. Doers Seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjutinya. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. Seorang wirausahawan tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya

d. Determination Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi e. Dedication Dedikasi seeorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi, kadang-kadang mengorbankan kepentingan kerluarga f. Devotion Wirausahawan di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya g. Details Seorang wirausaha sangat memperhatikan factor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya h. Destiny Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain i. Dollars Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan. Motivasinya bukan karena uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba, bonus atau hadiah j. Distribute Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya, yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnis 2. Fadel Muhammad Menurut fadel Muhammad, ada tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausahawan, yaitu : a. kepemimpinan b. Inovasi c. Cara pengambilan keputusan d. Sikap tanggung jawab terhadap perubahan e. Bekerja ekonomis dan efisien f. Visi masa depan g. Sikap terhadap risiko 3. Drs. Wasty Soemanto, M.Pd

Menurut Drs. Wasty Soemanto, M.Pd tanda manusia wiraswasta adalah kepribadian kuat dengan ciri-ciri sebagai berikut : a. memiliki moral yang tinggi b. Sikap mental wiraswasta c. Kepekaan terhadap arti lingkungan d. Ketrampilan wirausaha 4. Mc. Celland Menurut Mc. Celland, wirausahawan memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Keinginan untuk berprestasi b. Keinginan untuk bertanggung jawab c. Preferensi kepada resiko-resiko menengah d. Persepsi kepada kemungkinan hasil e. Rangsangan oleh umpan balik f. Aktivitas energik g. Orientasi ke masa depan h. Ketrampilan dalam pengorganisasian i. Sikap tentang uang Dari penjelasan diatas, karakteristik wirausahawan yang perlu dimiliki dan dikembangkan adalah : 1. Disiplin Menurut S. Nasution, disiplin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan, dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai, dilarang, atau diharuskan. Disiplin merupakan modal dasar keberhasilan seseorang. Disiplin yang baik harus tumbuh sendiri dalam diri seseorang dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan berbagai macam peraturan dan tindakan. 2. Mandiri Sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan kemampuan sendiri-sendiri sekaligus berani mengambil risiko dalam bisnis merupakan bentuk kemandirian dari seorang wirausahawan. Pembentukan sikap mandiri memiliki 6 kekuatan mental yang dapat membangun kepribadian yang kuat, antara lain : a. Berkemauan keras b. Berkeyakinan kuat atas kekuatan pribadi, untuk itu diperlukan : d Kemauan keras

e Kepercayaan pada diri sendiri f Pemahaman tujuan dan kebutuhan c. Kejujuran dan tanggung jawab untuk itu diperlukan : d Moral yang tinggi e Disiplin diri d. Ketahanan fisik dan mental yang berupa : d Kesehatan jasmani dan rohani e Kesabaran f Ketabahan e. Ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras f. Pemikiran yang konstruktif 3. Ralistis Realistis berarti kenyataan. Berpikir secara realistis merupakan cara berpikir yang sesuai dengan akal sehat. Dengan melihat kenyataan yang ada, seseorang akan berpikir lebih maju, baik untuk memecahkan seuatu masalah, berusaha untuk lebih baik, introspeksi diri untuk menutupi kekurangan sehingga menimbulkan sikap optimis dan kemandirian. Dengan pola pikir realistis seseorang dapat menerima kekurangan, kelemahan dan kekalahan sehingga dapat menyelaraskan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Seorang yang realistis dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebutuhan sehingga menimbulkan inisiatif dan kreativitas. 4. Komitmen tinggi Komitmen tinggi berarti fokus pikiran diarahkan kepada tugas dan usahanya dengan selalu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seorang wirausahawan yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang entaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya, sampai berhasil sekaligus mempertahankan dan menciptakan kepercayaan dari orang lain baik itu konsumen maupun mitra bisnisnya. Faktor-faktor yang terkait dengan komitmen tinggi adalah : a. Konsisten, tegas dan adil b. Suri tauladan c. Konsentrasi pada manusia Komitmen tinggi yang diharapkan seorang wirausahawan harus dipercaya dan didukung oleh seluruh pihak terkait. Komitmen tinggi dibarengi perilaku tepat waktu, tepat janji, peduli terhadap kualitas, memiliki motivasi, disiplin, tabah, sabar, tekun dan ulet serta selalu berjuang untuk berprestasi akan cenderung mempengaruhi produktivitas dan kinerja seorang wirausaha. 5. Jujur Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Kejujuran dapat disamakan dengan amanah. Amanah adalah bila diberi

kepercayaan tidak khianat, kalau berkata selalu benar dan bila berjanji selalu ditepati Kita harus yakin bahwa kebenaran dan kejujuran adalah suatu jaminan yang paling tepat untuk mencapai kemajuan di dalam berwirausaha. Dengan kata lain berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran karena sifat ini dapat mendatangkan kepercayaan dari masyarakat konsumen. Apabila seorang wirausaha jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga dari mana datangnya. 6. Kreatif dan inovatif Secara umum kreativitas dapat diartikan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Berdasarkan penelitian kreativitas dapat diidentifikasikan menjadi tiga tipe-tipe kreativitas yang berbeda yaitu menciptakan, memodifikasi sesuatu dan mengkombinasikan. Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk mengubah peluang usaha menjadi gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Inovatif merupakan suatu terobosan baru. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi. Kreatif merupakan proses pemikiran yang membantu dalam mencetuskan gagasangagasan, sedangkan inovasi adalah penerapan praktis dari gagasan-gagasan tersebut. Kreativitas merupakan bahan bakunya sedangkan gagasan-gagasan merupakan hasil yang komersial. Sesuatu yang baru belum tentu inovatif apabila yang dihasilkan tidak merupakan sesuatu yang lebih baik. Sementara itu By Grave menggambarkan proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan sebagai berikut : a. Innovation (inovasi) b. Triggering Event (pemicu) c. mplementation (pelaksanaan) d. Growth (pertumbuhan) Keterangan : a. Proses inovasi (innovation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya inovasi adalah : 1) Adanya keinginan untuk berprestasi 2) Adanya factor pengalaman dalam berwirausaha 3) Adanya keinginan dalam menanggung resiko 4) Adanya sifat penasaran pribadi 5) Adanya factor pendidikan b. Proses pemicu (triggering event) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya triggering event (pemicu) untuk terjun ke dunia wirausaha adalah : 1) Adanya komitmen atau minat yang tinggi di dalam berwirausaha

2) Adanya keberanian menanggung resiko 3) Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan sekarang 4) Adanya pemutusan hubungan kerja dan tidak ada pekerjaan lain] 5) Adanya dorongan berwirausaha karena faktor usia c. Proses pelaksanaan (implementation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya pelaksanaan berwirausaha adalah: 1) Adanya komitmen yang tinggi di dalam berwirausaha 2) Adanya visi dan misi, yang pandangannya jauh kedepan guna mencapai keberhasilan di dalam berwirausaha 3) Adanya seorang wirausahawan yang berpengalaman dan siap mental secara total 4) Adanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan dan pembantu utama di dalam berwirausaha d. Proses pertumbuhan (growth) Proses pertumbuhan di dalam kewirausahaan didorong oleh faktor adanya organisasi diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Adanya tim yang kompak di dalam menjalankan usaha, sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan operasionalnya berjalan produktif. 2) Adanya struktur organisasi dan berbudaya yang mantap di dalam berwirausaha 3) Adanya strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak di dalam berwirausaha. 4) Adanya produk yang dibanggakan, seperti kualitas produk, model produk, manfaat produk, lokasi usaha, manajemen usaha dan sebagainya. C. Kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki kepribadian yang produktif. Produktif dalam hal ini adalah kegiatan yang menimbulkan atau meningkatkan kegunaan (utility) di dalam usaha. Gilmore menyatakan bahwa seorang wirausaha yang produktif adalah wirausaha yang menghasilkan kontribusi bermanfaat bagi lingkungan, antara lain menampung tenaga kerja, memberi sumbangan social, dan bergaul dengan sesamanya. Seorang wirausahawan akan selalu meningkatkan produktivitas dengan berbagai cara, tidak mudah putus asa dalam mengahdapi hambatan meski terkadang mengalami kegagalan. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang wirausahawan berhasil maupun gagal. Keberhasilan seorang wirausahawan erat kaitannya dengan hal-hal sebagai berikut: 1. Jujur a. Jujur terhadap diri sendiri b. Jujur terhadap orang lain c. Jujur terhadap tujuan yang akan dicapai 2. Disiplin dan berani a. berani dan disiplin berbuat karena bakat, pengalaman dan pengetahuannya

b. Berani dan disiplin berbuat karena adanya keyakinan dan fasilitas 3. Dapat melaksanakan prinsip manajemen dengan baik Disamping keberhasilan dalam wirausaha, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan, diantaranya : 1. Tidak adanya perencanaan yang matang 2. Bakat yang tidak cocok 3. Kurang pengalaman 4. Tidak mempunyai semangat berwirausaha 5. Kurangnya modal 6. Lemahnya pemasaran 7. Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi Keberhasilan dan kegagalan dalam usaha atau menjalankan pekerjaannya tidak hanya dialami oleh para wirausahawan, tetapi juga oleh profesi lainnya seperti atlit, artis, petani, pejabat, guru, dan lain-lain. Kegagalan akan terjadi kalau mereka tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya. D. Perilaku Wirausahawaan Dari berbagai sumber yang membicarakan tentang perilaku wirausaha yang berhasil. Imam Santoso Sukardi (1991) secara umum menetapkan sembilan perilaku wirausaha sebagaimana tertera di bawah ini. 1. Perilaku Instrumental Wirausaha selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada dilingkungannya untuk membantu dirinya mencapai tujuannya dalam berusaha. Dia selalu mencari segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kerjanya. Dengan kata lain segala sesuatu yang ada dilingkungannya dipandang sebagai instrument (alat) pencapaian tujuan pribadi. 2. Perilaku Prestatif Perilaku prestatif menunjukkan bahwa wirausaha dalam berbagai situasi selalu tampil lebih baik, lebih efektif dibandingkan dengan hasil yang dicapai sebelumnya. Tidak puas dengan hasil yang dicapai sekarang dan selalu membuat sasaran yang lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya. Bagian yang penting adalah tahapan dan proses pencapaian prestasi itu sendiri, sedangkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian prestasi dianggap sebagai balikan (feedback). 3. Perilaku keluwesan bergaul Wirausaha akan selalu berusaha untuk cepat menyesuaikan diri dalam berbagai situasi hubungan antar manusia. Dia selalu aktif bergaul, selain menampilkan wajah ramah, akomodatif terhadap berbagai ajakan untuk berdialog. Pengendalian emosinya baik terutama bila situasi pergaulan tidak mengena dengan situasi hatinya. 4. Perilaku kerja keras

Wirausaha selalu terlibat dalam situasi kerja, tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Dia mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada dengan perbuatan nyata untuk mencapai tujuan. 5. Perilaku keyakinan diri Wirausaha selalu percaya pada kemampuan diri, tidak ragu-ragu dalam bertindak bahkan kecenderungannya dia akan melibatkan diri secara langsung dalam berbagai situasi dan ada semacam optimisme dalam kegiatannya. Optimisme berarti ada keyakinan bahwa tindakannya akan membawa keberhasilan. 6. Perilaku pengambilan resiko Dengan keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan wairausaha tidak takut menghadapi situasi yang tidak menentu dimana tidak ada jaminan untuk keberhasilan. Segala tindakannya diperhitungkan dengan cermat, selalu mencoba membuat antisipasi adanya hambatan-hambatan yang dapat menggagalkan usahanya. 7. Perilaku swa kendali (personal control) Personal control merujuk pada pribadi wirausaha yang memutuskan kapan dia harus bekerja lebih keras, kapan dia harus meminta bantuan pada orang lain, dan kapan dia harus merubah strategi dalam bekerja, dalam menghadapi hambatan. Personal control mencakup pengertian swa-daya dan swa-kendali. 8. Perilaku Inovatif Seorang wirausaha selalu berpandangan ke depan untuk mencari cara-cara baru untuk memperbaiki cara-cara yang biasa dilakukan orang lain untuk peningkatan kerja. Cenderung untuk melakukan sesuatu dengan cara yang khas, unik dari hasil pemikirannya. Termasuk dalam perilaku inovatif ini adalah kecenderungan untuk selalu meniru tetapi melalui penyempurnaan-penyempurnaan tertentu (imitative innovative) 9. Perilaku Kemandirian Perilaku kemandirian menunjukkan bahwa wirauasaha selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab pribadi. Dia mementingkan otonomi dalam bertindak, pengambilan keputusan dan pemilihan berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan. Ketergantungan pada orang lain merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatinya. Dia lebih senang bekerja sendiri, menentukan dan memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya. Dia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak pengambilan keputusan, ini berarti dia lebih senang memegang kendali kelompok kerja, menentukan tujuan kelompok serta memilih alternative perilaku. Apabila masyarakat dengan sikap mental kewirausahaan telah terbentuk, maka setiap orang minimal akan dapat menghidupi dirinya dan keluarganya, kemudian msayarakat sekitarnya dan pada akhirnya menolong bangsa dan umat manusia. Untuk itulah sikap mental wirausaha diperlukan untuk dapat menghadapi tantangan dunia yang semakin penuh persaingan. Agar menjadi wirausahawan yang berhasil diperlukan suatu tekad yang kuat dan mampu membaca peluang pasar. Kita bisa belajar dari tokoh wirausahawan yang sukses dibidangnya seperti Bill Gates, Henry Ford, Ducan Symne, Sosro, Tirto Utomo dan lain-lain. Pada awalnya mereka adalah wirausahawan kecil yang kemudian berhasil dalam usahanya berkat kemampuannya memilih dan mengelola bidang usaha yang digelutinya. Keberhasilan itu dapat diraih karena karakteristik wirausaha yang melekat pada dirinya. Untuk lebih jelasnya di bawah ini diberikan contoh orang-orang yang sukses dalam berwirausaha. 1. Thomas A. Edison

Thomas A. Edison adalah orang yang memiliki mental dan ketekunan tinggi yang berhasil dalam ilmu fisika, kimia, matematika, elektro, bola lampu dan sebagainya. Ia merupalkan wirausahawan yang berhasil pada zamannya. 2. Bill Gates Bill Gates, pendiri dan bos Microsoft Corporation yang melahirkan system operasi computer terbesar, Microsoft Windows dan MS Office. Gates adalah seorang wirausahawan yang mengawali usaha dari kecil dengan tekad mantap serta mampu membaca peluang. 3. Charles E. Wilson Charles E. Wilson adalah seorang pekerja rendah pada suatu perusahaan. Karena tekun dan percaya kepada dirinya serta kemampuan dalam menentukan tujuan maka ia diangkat menjadi presiden perusahaan General Motor Corporation (GMC). 4. Andrew Carnegie Meskipun Andrew Carnegie tidak banyak mendapat atau memperoleh pendidikan di sekolah, tapi berkat kemudahan, ketekunan, keuletan yang tinggi ia dapat mengantarkan bangsa dan Negara Amerika menjadi negara industri baja yang terkenal diseluruh dunia. 5. Stave Jobs Stave Jobs adalah wirausahawan Amerika kecil-kecilan yang ulet dan nekad dari awal mulanya. Ia bukan seorang insinyur atau ahli teknik computer tetapi ia adalah orang yang menghargai kreditivitas, ia penemu Apple Computer. Stave Jobs bukan orang kaya pada awalnya, tetapi dengan keberanian dan perhitungan dagangnya berhasil meyakinkan pemilik modal. Ia adalah seorang ahli strategis bisnis yang tidak tanggung-tanggung. Ia memandang produk kreativitas itu sebagai komoditi yang dapat dijual. Dari penjelasan diatas kita bisa menarik kesimpulan. Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan wirausahawan tersebut, diantaranya : 1.Tipe orang-orang yang ulet dan pekerja keras, serta mempunyai tujuan dan dedikasi yang tinggi. 2.Tipe orang-orang yang mempunyai komitmen tinggi untuk mencapai tujuan dan berprestasi bagi perkembangan usahanya. 3.Adanya dukungan faktor eksternal berupa permintaan akan barang dan jasa. Bercermin dari pengalaman tokoh-tokoh wirausahawan di atas kita bisa memetik pengetahuan yang sangat berharga guna memotivasi diri dan meningkatkan kesuksesan di dalam berwirausaha.

BAHAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI: 1. MENGAKTUALISASIKAN SIKAP DAN PERILAKU WIRA USAHA KOMPETENSI DASAR : 1.2. MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF
Tujuan Pembelajaran 1. 2. 3. 4. Memahami pengertian kerja prestatif Ciri dan sifat kerja prestatif Pembinaan perilaku kerja prestatif melalui latihan Menerapkan sikap bekerja prestaif

1. Pengertian Perilaku Kerja Prestatif Berbuat dan bekerja prestatif adalah merupakan modal dasar untuk keberhasilan seorang wirausahawan. Prestatif dalam hal ini berarti seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju di segala bidang. Memasuki millenium ketiga yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Persaingan bebas 2. Perubahan yang semakin cepat 3. Derasnya arus infomasi yang makin mengglobal yanpa mengenal batas Negara. Hakekat persaingan bebas adalah persaingan disegala bidang, ada tiga kemungkinan ialah menang, bertahan atau tergilas. Bila bangsa kita tidak siap menghadapinya maka akan menjadi budak di Negara kita sendiri. Orang yang mempunyai daya juang tinggi akan berpeluang dalam persaingan dan merupakan modal utama untuk dapat menang dalam persaingan atau setidaktidaknya bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Perubahan yang semakin cepat disegala bidang terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan semakin derasnya arus informasi menuntut sikap dan perilaku kerja prestatif. Menurut Stephen Covey dalam bukunya First Things First ada empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju yaitu: 1. Self awareness atau sikap mawas diri 2. Conscience atau mempertajam suara hati 3. Independent Will atau pandangan independent untuk bekal bertindak. 4. Creative Imagination atau berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat

Menurut Zimmerer, karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif adalah sebagai berikut: 1. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya atau pekerjaannya. 2. Mau bertanggung jawab. 3. Mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi tinggi dan bisa diciptakannya. 4. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian. 5. Yakin pada dirinya. 6. Kreatif dan fleksibel. 7. Ingin memperoleh balikan dengan segera. Dia mempunyai keinginan yang kuat untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman guna memperbaiki penampilannya. 8. Enerjik seorang wirausahawan lebih baik dibandingkan rata-rata orang lain. 9. Motivasi untuk lebih unggul. 10. Berorientasi ke masa depan. 11. Mau belajar dari kegagalan. 12. Mempunyai kemampuan memimpin. 2. Ciri dan Sifat Kerja Prestatif Dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya, wirausahawan akan berhasil di dalam usahanya. Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil harus memiliki cirriciri karakteristik prestatif sebagai berikut. Ciri-ciri Prestatif Percaya diri Sifat-sifat Profil Wirausahawan y Keyakinan y Ketidaktergantungan y Individualistik y Optimisme  Kebutuhan akan prestasi  Berorientasi pada laba  Ketekunan dan ketabahan  Kerja keras  Mempunyai dorongan kuat  Energi dan inisiatif  Kemampuan mengambil resiko  Suka pada tantangan

Berorientasi pada hasil

Pengambilan resiko

Kepemimpinan

 Betingkah laku sebagai pemimpin  Dapat bergaul dengan orang lain  Menanggapi saran-saran dan kritik  Inovatif  Punya banyak sumber  Mengetahui banyak y Pandangan kemasa depan y Perseptif

Keorisinilan

Berorientasi ke masa depan

Perilaku kerja yang prestaif dapat di lihat dalam sikap sebagai berikut: 1. Kerja ikhlas 2. Kerja mawas diri dari rasa emosional 3. Kerja cerdas 4. Kerja keras 5. Kerja tuntas A. Kerja Ikhlas Arti kerja iklas adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. Penerapan kerja ikhlas adalah sebagai berikut: Seorang buruh pabrik yang bekerja dengangaji yang pas-pasan meskipun sudah diatas sedikit dari UMR, buruh tersebut tetap bekerja dengan baik, di dalam melaksanakan pekerjaan dengan tulus, semata-mata merupakan pengabdian terhadap pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarganyadengan harapan semoga rezeki yang diterimanya selalu mendapatkan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa. B. Kerja Mawas Terhadap Emosional Arti kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan / kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Penerapan kerja dengan mawas terhadap emosional adalah sebagai berikut: Seorang pemimpin perusahaan di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarganya yang mengakibatkan hatinya resah sering marahdengan tidak terkendali, kemudian ditempat kerja anak buahnya juga membuat masalah yang merugikan perusahaan, maka pimpinan perusahaan tersebut harus dapat membedakan urusan pribadi dengan urusan perusahaan, jangan sampai kemarahan yang dibawa dari rumah mempengaruhi kinerja di perusahaan. C. Kerja Cerdas Arti kerja cerdas ialah bahwa dalam bekerja pandai memeprhitungkan resiko, mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan.

Penerapan kerja cerdas adalah sebagai berikut: Perilaku/sikap pekerja cerdas biasanya dalam bekerja menggunakan konsep keilmuan, misalnya penggunaan teknologi yang tepat, menggunakan konsep hitung menghitung (matematika), memakai/menggunakan bahasa global, pandai bernegosiasi, berkomunikasi dan pandai pula mengelola informasi. D. Kerja Keras Arti kerja keras ialah bahwa di dalam bekerja mempunyai sifat mabuk kerja untuk dapat mencapai sasaran yang ingin dicapai. Dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak dan kesulitan yang dihadapi. Penerapan perilaku/sikap kerja keras: Seorang penjual kayu baker yang rumahnya dipegunungan setiap hari mereka berangkat petang (malam). Meskipun malam hari cuaca gelap mereka membawa obor penerang jalan, sampai di kota/pasar dengan sabar menawarkan dagangannya sampai laku, kadangkala sampai siang dagangannya baru laku. E. Kerja Tuntas Arti kerja tuntas yaitu bahwa di dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usahanya secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilakn usahanya secara maksimal. Penerapan kerja tuntas adalah sebagai berikut: Seorang pengusaha warung apung yang dapat mengorganisasikan usahanya dengan baik mulai dari membuat sarana warung, alat yang dibutuhkan, proses pembuatan/menu makanan, kemungkinan kerugian, sampai mendapatkan hasil akhir ialah laba atau untung. 3. Pembinaan Perilaku Kerja Prestatif Melalui Latihan Membekali karyawan dengan latihan akan sangat bermanfaat bagi perusahaan karena karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih prestatif. Karyawan akan ahli dan trampil dalam melaksanakan tugasnya serta dapat mempergunakan pikirannya secara perstatif, efektif dan efisien. Beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan manfaat latihan yaitu: 1. D. Yoder a. Untuk stabilitas pegawai b. Untuk memperbaiki cara bekerja 2. D. Latenier Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan dan lebih baik. 3. J. Tiffen a. Pegawai akan melaksanakan tugas dengan baik b. Cara bekeja lebih baik

4. F.W. Taylor a. Memilih karyawan terbaik b. Melaksanakan pekerjaan lebih baik Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Untuk meningkatkan kemampuan bekreja secara prestatif, efektif dan efisien. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan Untuk mengembangkan rasa kesetiakawanan Untuk mengembangkan sikap para pegawai positif Untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan berprakarsa Untuk mengembangkan segala daya kreativitas Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi

Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1. Apprentice Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan mengerjakan semua tugas dengan sebaikbaiknya. 2. On The Job Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu jabatan Latihan kewirausahaan merupakan salah satu aspek yang perlu ditangani secara berencana dan berkelanjutan. Dengan adanya latihan dalam berwirausha, diharapkandapat meningkatkan kepribadian, pengetahuan dan kemampuan, sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan baik. 4. Menerapkan Sikap Bekerja Prestatif A. Penerapan Kesempatan Bekerja Penerapan kesempatan bekerja merupakan kebutuhan yang tetap mendesak. Oleh karenanya diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh seperti pendidikan ketrampilan, pendidikan kegiatan kerja, pembangunan industri, pembangunan prasarana, pemilihan teknologi dsb. Disamping itu usaha-usaha untuk memperluas kesempatan bekerja, perlu dituangkan dalam programprogram kerja khusus secara efektif dan efisien. Ketrampilan dan keahlian para wirausahawan perlu ditingkatkan, sehingga pengalihan usaha atau bisnis swasta asing dapat beralih ke tangan para wirausahawan swasta Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat diperlukan semangat kerja yang tinggi prestatif, efektif dan efisien. Agar dpat mencapai tujuan sikap bekerja prestatif, efektif dan efisien para wirausahawan diharapkan: a. Aktif dan kreatif daripada berfikir keras. Disini harus menciptakan sikap bekerja prestatif, efektif dan efisien serta mengembangkan daya cipta yang positif.

b. Kebiasaan mencari kerja harus diubah dengan menciptakan pekerjaan yang selalu sibuk dan menerapkan perilaku bekerja prestatif, efektif dan efisien dalam setiap kesempatan yang ada. B. Kepercayaan dan Keberanian Bekerja Menerapkan perilaku bekerja prestatif, perlu dikembangkan dalam berbagai bidang atau vak tertentu yang mengurus pada efektifitas usaha atau bisnis. Menanamkan perilaku bekerja prestatif perlu diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. Pembinaan dan pengembangan bekerja. b. Bimbingan penyuluhan dan pengawasan bekerja. c. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif, kreatif dan inovatif. Untuk menerapkan pekerjaan tersebut, para wirausahawan harus memiliki kepercayaan, kesempatan, keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri, diantaranya: a. Percaya dan yakin pada kecerdasan sendiri. b. Percaya dan yakin pada kecakapan yang diperoleh dari hasil pendidikan, kursus, latihan dan pengalaman dalam bekerja. c. Percaya dan yakin akan bisa bekerja secara kreatif, aktif dan inovatif. d. Percaya dan yakin pada kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Menerapkan sikap bekerja prestatif harus dijalankan dengan terarah dan baik yaitu: a. Bekerja merupakan kebiasaan dan pengalaman dari vak bakat sendiri. b. Bekerja harus luwes dan menyenangkan dalam pergaulan. Ciri-ciri sikap bekerja baik adalah sebagai berikut: 1. Dilligence ( kerajinan, kerja keras ) 2. Dedication ( pengabdian) 3. Integrity ( keutuhan, watak ) 4. Responsiblenness ( rasa tanggungjawab ) 5. Carefullness ( kehati-hatian ) 6. Versatility ( keserbabisaan ) 7. Innovativeness ( daya pembaharuan ) 8. Cooperativeness ( semangat kerjasama ) 9. Eageerness to learn besides skill fullness ( hasrat besar untuk belajar dan kemahiran )

C. Motivasi dalam Bekerja Menumbuhkan dan menerapkan motivasi adalah suatu tindakan yang penting. Sebab motivasi merupakan kunci untuk menerapkan bekerja prestatif kepada karyawannya. Untuk memperdalam tentang motivasi di dalam bekerja, hendaknya seorang wirausahawan memahami hal-hal yang berkait dengan masalah kebutuhan hidup. Abraham H Maslow (1954) dalam teori herarki kebutuhannya mengatakan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari: a. Kebutuhan fisiologis Misalnya makan, minum, istirahat, dsb. b. Kebutuhan rasa aman, bebas dan ancaman fisik dan psikis c. Kebutuhan akan penghargaan kompetensi dan percaya diri) (penghargaan akan kemampuan,

d. Kebutuhan untuk aktualisasi diri (mengembangkan potensi-potensinya semaksimal mungkin) Menurut Herberg, orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan. Dengan adanya motivasi akan mendorong orang untuk lebih prestatif, efektif, efisien dan produktif.

DAFTAR PUSTAKA
Dr. Ating Tedjasutisna, MBA, 2004, Kewirausahaan SMK Tingkat I Semua Bidang Keahlian, Bandung: Armico. Tim LP2IP, 2005, Kewirausahaan Untuk SMK, Yogyakarta: LP2IP. Dra. Kusmini Adiputro, M.M, 2001, Kewirausahaan Untuk Tingkat I SMK, Jakarta: Yudistira. Suyamti, 2004, LKS Mentari Kewirausahaan XI SMK, Jakarta: Graha Pustaka.

EVALUASI
!. Berilah tanda silang (x) huruf a,b,c, atau d pada jawaban yang paling benar! 1. Yang bukan merupakan ciri milenium ketiga adalah a. Persaingan bebas. b. Perubahan yang semakin cepat. c. Derasnya arus informasi yang semakin mengglobal tanpa mengenal batas negara. d. Ada larangan menjual produk dari negara satu ke negara lain. 2. Selalu berambisi ingin aju adalah pengertian dari a. prestatif

b. efektif c. efisien d. komitmen tinggi 3. Pengarang buku First Think First yang di dalamnya mengupas mengenai empat (4) sisi potensial manusia untuk maju adalah a. Stephen Covey b. F.W. Taylor c. Bygrave d. Savary 4. Yang dimaksud dengan Self awareness adalah a. Mempertajam suara hati. b. Sikap mawas diri. c. Pandangan independen untuk bakal bertindak. d. Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. 5. Yang dimaksud dengan independent will adalah a. Mempertajam suara hati. b. Sikap mawas diri. c. Pandangan independen untuk bakal bertindak. d. Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. 6. Berikut ini karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif , kecuali a. Komitmen tinggi. b. Bertanggung jawab. c. Yakin pada diri sendiri. d. Posesif. 7. Percaya diri adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa a. kerja keras b. energik dan inisiatif c. suka pada tantangan

d. ketidaktergantungan 8. Berorientasi pada hasil adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa a. berorientasi pada laba b. kerja keras c. energik dan inisiatif d. suka pada tantangan 9. Kepemimpinan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa a. kerja keras b. menanggapi saran dan kritik c. suka pada tantangan d. keyakinan 10. Keorisinilan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa a. mengetahui banyak b. prestatif c. pandangan ke masa depan d. kebutuhan akan prestatif 11. Bekerja sungguh-sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus adalah pengertian dari a. kerja iklas b. kerja mawas dari rasa emosional c. kerja cerdas d. kerja tuntas 12. Thomas Alfa Edison telah berhasil menemukan bola lampu. Hal itu merupakan perwujudan perilaku kerja prestatif, yaitu kerja a. kerja iklas b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja keras 13. Bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan/ kemarahan yang sedang melanda jiwa adalah pengertian dari

a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 14. penjual soto, mempersiapkan dagangannya mulai dari meracik bumbu, memasak dan menghidangkan dagangan, melayani pelanggan dilakukan dari petang hingga warungnya tutup pada malam hari. Dan ia memulai aktivitasnya lagi pada petang berikutnya, begitu terus-menerus tanpa pantang meyerah. Ilustrasi di atas Ilustrasi di atas adalah gambaran seorang wirausahawan yang prestatif, tercermin dalam perilaku kerja a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 15. Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan dan lebih baik adalah manfaat latihan menurut a. D. Yoder b. D. Latenier c. J. Tiffen d. F.W. Taylor 16. Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut, kecuali a. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja b. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan c. Untuk mengembangkan segala daya kreativitas d. Untuk memberi kesempatan plagiator bekerja 17. Mengerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, adalah cara melatih karyawan, yaitu a. Apprentice training b. On the job training c. Learning by doing d. Latihan induksi

18. Siwi seorang siswi SMK jurusan Tata Busana, mengerjakan tugas yang diberikan gurunya dengan tekun dan rapi, membuat pola, menggunting kain, menjahit sampai dengan tahap penyelesaian. Hal ini merupakan cerminan kerja prestatif yaitu kerja a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 19. Para relawan bersama penduduk Jetis Bantul bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat gempa bumi tektonik 27 Mei 2006 lalu dengan sepenuh tenaga dan setulus hati. Merupakan cerminan kerja a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 20. Teori herarki kebutuhan dikemukakan oleh a. F.W. Taylor b. Abraham H. Maslow c. Savary d. J. Tiffen II. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1. Sebutkan tiga (3) hal yang harus dilakukan untuk menerapkan dan meningkatkan prilaku kerja prestatif! 2. Sebutkan tiga (3) ciri bekerja yang baik! 3. Sebutkan isi dari teori herarki kebutuhan Maslow! 4. Orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri, sebaiknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi kepuasan. Pernyataan diatas merupakan pendapat dari 5. Mengapa memberi motivasi kepada karyawan perlu dilakukan oleh wirausahawan? KUNCI JAWABAN I. 1.d 6.d 11.a 16.d 2.a 7.d 12.c 17. a 3.a 8.a 13.b 18.d 4.b 9.b 14.a 19.a

5.c 10.a 15.b 20.b II. 1. Penanaman perilaku kerja prestatif diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. Pembinaan dan pengembangan bekerja. b. Bimbingan, penyuluhan dan pengawasan. c. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif, kreatif dan inovatif. 2. Ciri-ciri bekerja yang baik: a. b. c. d. e. f. g. h. i. diligence (kerajinan,kerja keras) dedication (pengabdian) Integriti (keutuhan, watak) Responsibleness (rasa tanggungjawab) Carefullness (kehati-hatian) Versatility (keserbabisaan) Innovativeness (daya pembaruan) Cooperativeness (semangat kerjasama) Eageerness to learn besides skill fullness (hasrat besar untuk belajar dan kemahiran)

3. Teori hirarki kebutuhan Maslow: a. b. c. d. Kebutuhan fisiologis Kebutuhan akan rasa aman, bebas dari ancaman fisik dan psikis Kebutuhan akan penghargaan Kebutuhan untuk aktualisasi diri

4. Herzberg 5. Wirausahawan perlu memberikan motivasi kepada karyawan/pegawai karena dengan diberi motivasi pekerja/karyawanakan merasa terdorong dan tertantang untuk bekerja dengan kreatif, inovatif, bersemangat, bergairah untuk mencapai prestasi.

Pengertian Motivasi Keberhasilan belajar peserta didik ditentukan oleh motivasi belajar yang dimiliki, demikian pula keberhasilan berwirausaha juga ditentukan oleh motivasi berwirausaha. Hal ini disebabkan oleh pengaruh motivasi yang merupakan penggerak atau pendorong untuk melakukan tindakan tertentu. Dalam proses pembelajaran di sekolah, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Istilah motivasi berasal kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu. Dalam bahasa latin motivation berasal dari kata movere, yang berarti to move(Richard,1991:5). Hamzah B Uno (2009:3) mengemukakan bahwa motif dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu (1) motif biogenetis, yaitu motifmotif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, (2) motif sosiogenetis, yaitu motif-motif yang berkembang berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada, dan (3) motif teologis, dalam motif ini

manusia adalah makluk yang berkeTuhan-an, sehingga ada interaksi antara manusia dan Tuhan-Nya. Woodwort (WinaSanjaya,2009:250) mendefinisikan motif sebagai a motive is a set predisposes the individual of certain activities and for seeking certain goals yang berarti suatu motive adalah set yang dapat membuat individu-individu melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Houston (1985:5) menyebutkan Motives usually involve statements such as something that causes a person to act yang intinya Dari beberapa pengertian motif tersebut, motif dapat didefinisikan sebagai daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Perilaku seseorang melakukan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu dapat disebabkan oleh suatu dorongan yang bersumber dalam dirinya, dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, motif demikian ini disebut sebagian motif instrinsik. Sedangkan perilaku individu yang hanya muncul karena dipengaruhi oleh lingkungan atau faktor luar dalam dirinya, motif semacam itu disebut sebagai motif ekstrinsik. Dari kedua macam motif tersebut yang paling kuat mendorong keberhasilan seseorang melakukan kegiatannya adalah motif instrinsik. (Hamzah Uno,2009:33). Sedangkan pengertian Motivasi menurut Fred luthans (2005:230) adalah motivation is a process that starts with physiological or psychological deficiency or need that activates a behavior or a drive that is aimed at a goal or incentive. Motivasi menurut Sondang Siagian (2004:138) adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan, tenaga, dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi menurut Mc.Donald (Sardiman,2010:73) adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Husaini Usman (2010:250) mengartikan motivasi sebagai keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Memberikan motivasi kepada seseorang peserta didik, berarti menggerakkan peserta didik untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Hal ini karena motivasi memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu:

1) Mendorong manusia untuk berbuat, berarti sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi untuk mencapai tujuan, dengan mengabaikan perbuatan yang tidak bermanfaat baginya. (Sardiman,2010:85).
Dari pembahasan di atas dapat diambil pengertian motivasi yakni dorongan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan secara sukarela untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Dari pengertian ini didapatkan 3 (tiga) hal yang amat penting yaitu : (1) pemberian motivasi berkaitan dengan pencapaian tujuan, (2) adanya keterkaitan antara usaha dan pemuas kebutuhan, dan (3) kebutuhan yaitu keadaan internal seseorang yang membuat hasil usaha tertentu menjadi menarik.

Mata Pelajaran : KewiraUsahaan Kelas / Semester : XI /Genap Standar Kompetensi : Merencanakan Usaha Kecil/ Mikro Kompetensi Dasar : 3.2. Menganalisis Aspek Aspek Perencanaan Usaha Alokasi Waktu : 12 Jam pelajaran @ 45 menit

URAIAN MATERI
A. ORGANISASI USAHA 1. Pengertian Organisasi Usaha Organisasi usaha sederhana adalah organisasi usaha yang kegiatan usahanya berskala kecil, dilakukan oleh masyarakat dengan modal relatif kecil dan dikelola dengan manajemen yang sederhana, bergerak dalam lapangan bisnis baik perdagangan barang dan jasa maupun industri. Peranan organisasi penting dalam kegiatan perekonomian karena ikut memberikan sumbangan berupa upaya memproduksi atau mendekatkan barang dan jasa kepada masyarakat. Oleh karena itu pemerintahan merasa perlu untuk meningkatkan peranan usaha kecil meliputi : a. Pembentukan dan peningkatan produk nasional. b. Perluasan kesempatan kerja dan berusaha. c. Peningkatan ekspor. d. Produk barang dan jasa daerah. e. Pemerataan pendapatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. 2. Tujuan dan Sasaran Usaha Tujuan perusahaan merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh perusahaan. Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pendapatan target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Adapun penetapan tujuan perusahaan adalah : a. Untuk mencapai keberhasilan usaha b. Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan lain c. Untuk melakukan merger dengan perusahaan lain d. Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk bekerjasama. e. Menjamin adanya fokus dari berbagai personal yang ada dalam perusahaan. Oleh karena itu wirausahawan harus dapat memudahkan tujuan utama perusahaannya menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil yang disebut sasaran. Penentuan sasaran anda strategi yang dilakukan wirausahawan selalu memperhatikan kebutuhan fungsional, kemampuan, kesempatan atau secara konvensional didahului adanya analisis SWOT. Untuk memudahkan dalam menentukan sasaran usaha, sebaiknya perusahaan memiliki hal-hal sebagai berikut : a. Kesempatan menghasilkan laba b. Kedudukan pasar c. Sumber daya manusia d. Pengembangan usaha e. Sumber daya keuangan

f. Sarana kerja g. Tanggung jawab sosial. 3. Bentuk-bentuk badan usaha Dalam memilih bentuk badan usaha harus mempertimbangkan antara lain : Jenis usaha apa yang akan dipilih, berapa modal yang tersedia, bagaimana rencana pertambahan modal, bagaimana cara pembagian laba, bagaimana penentuan tanggung jawab perusahaan dan berapa jangka waktu berdirinya perusahaan. Badan usaha adalah kesatuan yuridis ekonomis yang bertujuan mencari keuntungan, sedangkan perusahaan adalah satuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa. Badan usaha mempunyai fungsi sebagai badan tertinggi yang mengurusi perusahaan, sementara perusahaan merupakan alat bagi badan usaha dalam mencari keuntungan a. Badan usaha menurut lapangan usahanya :

1) Badan usaha agraris 2) Badan usaha ekstraktif 3) Badan usaha industri 4) Badan udaha perdagangan 5) Badan usaha jasa
b. Badan usaha menurut kepemilikan modalnya : 1) Badan usaha milik negara, yaitu a) Perusahaan jawabatan (Perjan) b) Perusahaan umum (perum) c) Perusahaan perseroan (Persero) 2) Badan usaha swasta, dibedakan a) Swasta asing b) Swasta nasional 3) Badan usaha milik campuran (swasta dan negara) c. Badan usaha berdasarkan perbandingan penggunaan tenaga kerja dan mesin : 1) Badan usaha padat modal 2) Badan usaha padat karya d. Badan usaha berdasarkan bentuk hukumnya. 1) Perusahaan Perorangan Bentuk usaha ini paling sederhana dan paling mudah mengorganisasikannya, dan pemiliknya hanya satu orang. Pengelolaannya dipegang pemilik sendiri, dan keuntungan atau kerugiannya ditanggung sendiri pula. Orang lain boleh saja mengikut sertakan hartanya dengan mendapatkan imbalan tetap atau laba tertentu sesuai dengan perjanjian, tetapi pengelolaannya tetap di tangan pemilik. Di samping itu, pemiliknya juga bebas untuk mendirikan atau menutup usahanya. Biasanya usaha semacam ini akan berhenti segera, setelah pemilik meninggal dunia. Perusahaan perorangan dapat dimintakan izin secara resmi dengan membayar biaya perizinan. Dengan demikian perusahaan akan mendapat hak-hak keringanan pajak yang berbeda dengan pajak pendapatan atau pajak kekayaan pribadi. Unsur kebaikan perusahaan perorangan adalah sebagai berikut:

a) Cara mendirikan mudah dan mudah, organisasinya sangat sederhana dan luwes, rahasia perusahaan terjamin, dan pajaknya ringan. b) Putusan-putusan dapat segera diambil sesuai keadaan. c) Seluruh keuntungan dapat dimiliki sendiri oleh pemilik. Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Sulit mendapatkan pinjaman untuk menambah modal dan perluasan usaha, terutama jika jumlahnya besar. b) Tidak ada batas antar amilik pribadi dengan milik perusahaan sehingga jika utang perusahaan tidak dapat dipenuhi, maka kekayaan pribadi ikut menjadi tanggungan. Sebaliknya, kekayaan perusahaan ikut menjadi tanggungan utang-utang pribadi. 2) Perusahaan Firma Bila dua orang atau lebih bersedia mengumpulkan kekayaannya (uang, tenaga, sarana, keahlian, dll) dan ingin melakukan usaha yang disepakati, maka mereka dapat membentuk firma. Setiap anggota firma dapat melakukan sendiri usahanya. Atas nama firma dan semua keuntungan maupun kerugian menjadi tanggungan semua anggota firma. Untuk mendirikan firma biasanya harus membuat buku akta autentik, yaitu surat yang dibuat dimuka pejabat umum yang berwenang atau oleh pejabat umum yang berwenang misalnya notaris. Kemudian akta itu didaftarkan ke Panitera Pengadilan negeri dan dimuat dalam Berita Negara. Dalam akta pendiriannya yang juga merupakan Anggaran Dasar (AD)nya biasanya dicantumkan cara pembagian laba. Jika tidak, maka pembagian laba dilakukan menurut perbandingan besarnya modal. Unsur kebaikan bentuk usaha firma adalah sebagai berikut : a) Lebih mudah mendapatkan pinjaman modal tanaman karena semua kekayaan pribadi seluruh anggota dijadikan tanggungan. b) Anggota-anggotanya biasanya lebih saling mengenal dan mempercayai. Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Tidak ada batas antara harta pribadi dengan harta firma. b) Kesalahan salah seorang anggota menjadi tanggungjawab seluruh anggota firma. d) Jika terjadi perselisihan akan menyulitkan dan sering berakhir dengan pembubaran firma. 3) Perusahaan Komanditer (CV) Comandditaire Vennootschap (CV) adalah perusahaan yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. Dalam CV ada dua anggota yaitu : a) Anggota aktif Adalah anggota yang mengurus perusahaan dan melibatkan seluruh harta pribadinya. b) Anggota pasif Adalah anggota yang hanya menyerahkan modal saja tetapi tidak melibatkan harta pribadinya hingga tidak berhak mencampuri mengelolaan perusahaan. Untuk mendirikan CV, diharuskan membuat suatu akta resmi di muka pejabat negara (akta notaris). Dalam akta ini dicantumkan nama-nama anggota aktif dan nama-nama anggota pasifnya. Unsur kebaikan CV adalah sebagai berikut : a) Tambahan modal agak mudah diperoleh karena semua kekayaan pribadi anggota aktif dapat dijadikan tanggungan.

b) Kemungkinan bagi seseorang untuk menjadi anggota CV tanpa melibatkan seluruh kekayaan pribadinya, yaitu menjadi anggota pasif. Unsur kelemahan bentuk usaha ini adalah sebagai berikut : a) Bagi anggita pasif tidak diperbolehkan mencampuri kebijaksanaan perusahaan dan pengelolaannya. b) Bagi anggota aktif harta pribadinya ikut menjadi tanggungan atas utang-utang perusahaan. e) Ada kemungkinan terjadinya ketidak jujuran anggota aktif terhadap anggota pasif. 4) Perseroan Terbatas (PT) Merupakan bentuk usaha yang anggotanya terdiri atas dua orang atau lebih dan secara formal diatur undang-undang, ruang lingkup dan kegiatannya telah ditentukan dalam piagam yang diresmikan dalam Lembaran Negara. Untuk mendirikannya dibutuhkan akta notaris dan izin dari Mentri Kehakiman setelah diterima, diumumkan dalam berita negara. Untuk pajaknya ada perhitungan tersendiri yang akan dibicarakan dalam bab berakhir. Unsur kebaikan PT adalah sebagai berikut : a) Para pemegang saham tidak ikut menanggung utang-utang dagang dan pajak, jika perusahaan jatuh. Kerugiannya hanya terbatas pada apa yang telah ditanam dalam perusahaan. b) Saham dapat diperjualbelikan. c) Peluang untuk mendapatkan pinjaman tambahan modal lebih besar dan kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin. d) Tambahan modal dapat juga diperoleh dengan menjual saham yang masih berada di tangan perusahaan kepada umum. Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Prosedur pendiriannya cukup rumit dan memerlukan biaya cukup tinggi, bahkan harus membayar pajak lebih dulu. b) Pemegang saham kurang memperhatikan perusahaan. c) Harus diadakan pertemuan-pertemuan untuk menyusun Anggaran Rumah Tangga (ART), Anggran Dasar (AD), garis-garis kebijaksanaan dan lain-lain. d) Jika operasi usaha (PT) akan pindah atau diperluas ke bidang operasi yang tidak tercantum dalam akta, maka harus dimintakan izin pejabat hukum negara. 5) Perkumpulan Koperasi Koperasi bukanlah perkumpulan modal tetapi perkumpulan orang-orang yang bertujuan untuk memajukan kepentingan material anggotanya. Ada tiga bentuk koperasi, yaitu koperasi konsumsi, koperasi kredit, dan koperasi produktif. Untuk mendirikan koperasi, harus dibuat akta yang berisi AD koperasi, kemudian disahkan pejabat koperasi atas kuasa Menteri Koperasi. Selanjutnya akta didaftarkan di kantor pejabat koperasi, dan tanggal pendaftaran adalah tanggal resmi berdirinya. Berdasarkan koperasi ini oleh pejabat koperasi diumumkan dalam berita negara. Salah satu keuntungan penting dalam koperasi adalah adanya fasilitas-fasilitas tertentu dari pemerintah, seperti misalnya bebas dari beberapa macam pajak dan sebagainya. Sedangkan kelemahannya yaitu jalannya koperasi lebih bergantung pada kejujuran dan kreatifitas pengurusnya, dan keanggotaan-anggotanya tidak dapat diperjual belikan. 4. Struktur Organisasi Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas, wewenang serta tanggungjawab maka bentukbentuk organisasi dibedakan sebagai berikut : 1) Organisasi garis/lini Organisasi ini diciptakan oleh HENRY FAYOL. Pada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan, pertanggung jawaban dari bawahan secara langsung ditujukan kepada atasan yang memberi perintah. Organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang kecil, jumlah karyawannya sedikit, spedialisasi kerja masih sederhana.

Ciri-ciri :
(1) kesatuan perintah terjamin, (2) pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan, (3) organisasi tergantung pada satu pimpinan Strukturorganisasi fungsional 2) Struktur Organisasi Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W. Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya beberapa pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berbeda-beda.

Ciri-ciri struktur organisasi fungsional :


(1) Tidak menjamin adanya kesatuan perintah, (2) Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spedialisasi, (3) Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama. 3) Struktur organisasi garis dan staf Struktur organisasi ini merugikan struktur organisasi gabungan yang dikembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya. digunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang usaha yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf. Staf adalah orang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut. 4) Struktur organisasi fungsional dan staf Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi. Dengan memakai sistem gabungan ini dimungkinkan memilih. Yang menguntungkan dipakai yang merugikan ditinggalkan. Struktur organisasi dibuat dengan maksud : (1) Memperlihatkan pola hubungan antar anggota organisasi dan sarana yang dimiliki, (2) Agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas, kewajiban, hak dan, tanggung jawab. B. PRODUKSI 1. Pengertian a. Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru (faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat). b. Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berupa barang dan jasa. c. Produsen adalah orang, badan atau lembaga-lembaga yang menghasilkan produk. d. Produktifitas adalah suatu perbandingan dari kegiatan yang seharusnya. 2. Seluk Beluk Proses Produksi Proses produksi adalah rangkaian kegiatan pembentukan, mengubah dan menciptakan untuk meningkatkan nilai suatu barang. Proses produksi merupakan kegiatan yang dominan dilakukan oleh perusahaan industri. Proses ini diawali dengan penyediaan bahan baku. Bahan baku yang telah dipersiapkan, kemudian diolah dengan menggunakan tenaga manusia serta mesin dan ditambah bahan-bahan pembantu. Kegiatan ini berlanjut sampai akhirnya terbentuk barang jadi yang siap dipasarkan. Dalam melakukan proses produksi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain sebagai berikut : a. Sifat proses produksi

1) Proses produksi yang terputus-putus : Proses produksi yang dilakukan atas dasar jumlah pesanan yang diterima oleh perusahaan. Di sini proses produksi tidak dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan jumlah produk yang dibuat perusahaan, biasanya sedikit tergantung pada pesanan yang masuk ke perusahaan. 2) Proses produksi yang terus-menerus Proses produksi yang dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan bukan berdasarkan jumlah pesanan yang masuk. Proses produksi yang terus-menerus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga jumlah produk yang dibuat pada umumnya banyak. b. Jenis dan mutu produk yang akan diproduksi : Untuk menentukan jenis dan mutu produk, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu : 1) Produk termasuk produk tahan lama atau tidak, 2) Bagaimana mutu produk, 3) Bagaimana sifat permintaan konsumen terhadap produk yang akan dibuat, 4) Produk yang akan diproduksi termasuk consumers goods atau produciens goods. c. Jenis produk (baru atau lama) Seorang wirausahawan perlu mempertimbangkan dan memperhatikan jenis produk. yang disertai pencertian tentang: 1) lokasi, apakah perusahaan perlu berdekatan dengan sumber bahan baku atau dekat dengan pasar. 2) Berapa jumlah produk yang akan diproduksi, 3) Bagaimana sifat permintaan terhadap produk, apakah musiman atau sepanjang masa. d. Pengendalian proses produksi Pengendalian proses produksi menyangkut beberapa masalah tentang perencanaan dan pengawasan proses produksi di dalam perusahaan. Wirausahawan harus menetapkan produk apa dan berapa jumlah yang akan diproduksi pada suatu periode yang akan datang, bagaimana penyelesaian proses produksi, kapan proses produksi akan dimulai dan kapan akan selesai. Untuk kelancaran proses produksi. hendaknya semua itu direncanakan, dikoordinir dan dikendalikan dengan baik oleh wirausahawan. Adapun tahapan-tahapan yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut : 1) Routing Menetapkan dan menentukan urutan-urutan proses produksi, dari bahan mentah sampai menjadi akhir, termasuk di dalamnya mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan. 2) Schedulling Menetapkan dan menentukan jadwal kegiatan proses produksi yang disinergikan sebagai suatu kesatuan. Dari schedulling akan diketahui penggunaan waktu pada setiap pemrosesan produksi. 3) Dispatching Menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah untuk melaksanakan operasi proses produksi yang sudah direncanakan dalam routing dan sehedulling. 4) Follow up Menetapkan dan menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorong terkoordinasinya seluruh perencanaan proses produksi. 3. Jenis dan Kualitas Produk/Jasa a. Jenis produk/Jasa

Pada umumnya, setiap perusahaan menghasilkan dan memasarkan bermacam-macam jenis produk, sehingga setiap perusahaan sebelum memulai usahanya sudah mengambil keputusan berkaitan dengan penentuan macam dan jenis produk apa saja yang akan diproduksi. Pertimbangan perusahaan sebelum menentukan produk yang dihasilkan itu dikarenakan meningkatnya perkembangan teknologi dan pengetahuan konsumen. Suatu jenis produk tertentu biasanya mempunyai ciri-ciri spesifik ukuran, harga, dan atribut lainnya. Penentuan macam dan jenis produk yang akan diproduksi didasarkan atas pertimbangan pengaruh adanya kombinasi produk terhadap keuntungan, penguasaan pasar, posisi pasar, selera, dan keinginan konsumen terhadap jenis produk. Tanpa melihat itu, bisa dipastikan produk kita menjadi produk yang tersisih di pasar. Demikian juga bagi perusahaan yang menghasilkan produk berupa jasa. Perusahaan harus mempertimbangkan keuntungan yang didapat dari jasa yang diberikan, selera dan keinginan, serta permintaan konsumen terhadap jasa yang kita tawarkan. Untuk itu, perusahaan penghasil produk jasa harus selalu berusaha melakukan inovasi terhadap jenis jasa yang benar-benar dibutuhkan konsumen. 1) Jenis produk, berupa barang dapat dibedakan sebagai berikut : a) Jenis produk barang yang diperdagangkan b) Barang-barang consumers goods. c) Barang-barang industri goods. 2) Jenis produk berdasarkan tujuan pemakainya terdiri atas berikut ini : a) Shopping goods Barang yang memerlukan pertimbangan kualitas, harga, gaya kemasan, dan jenis, contohnya TV, jam tangan, kulkas, permata, dan sebagainya. b) Conviniencegoods Barang konsumsi yang sifatnya mudah dicari bila diperlukan setiap saat dan tersedia di toko/warung terdekat, contohnya es krim, rokok, sabun, gula, permen, dan sebagainya. c) Specialitygoods Barang kebutuhan konsumen, tetapi memerlukan pelayanan khusus dan terdapat di toko/tempat tertentu, contohnya mobil mewah, jam tangan mewah, permata, dan sebagainya. d) Unsought goods Barang yang tidak dicari dan pemasarannya dengan mendatangi konsumen, misalnya ensilopedia. 3) Kualitas produk/jasa Setiap produk yang dihasilkan tentu tidak bisa dipisahkan dengan manfaatnya sebagai pemenuh kebutuhan konsumen. Manfaat suatu produk umumnya diukur dengan kegunaan optimal dan keputusan konsumen, yang merupakan refleksi kualitas dari produk tersebut. 4. Merancang Proses Produksi Proses produksi merupakan suatu cara, metode maupun teknik penciptaan faedah baru dari suatu produk. Seorang wirausahawan di dalam melaksanakan proses produksi sebelumnya harus menentukan dengan jelas ciri-ciri, syarat-syarat dan faktor perencanaan operasi produksi. Hal ini sangat penting agar proses produksi bisa berjalan dengan lancar dan tujuan perusahaan untuk mendapatkan laba pun berhasil. a. Ciri-ciri perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus mengarah pada kegiatan pada masa-masa mendatang. 2) Perencanaan proses produksi harus mempunyai jangka waktu tertentu. 3) Perencanaan proses produksi harus mempersiapkan tenaga kerja, mesin-mesin, bahan baku, metode pengerjaan, modal, dan sebagainya. 4) Perencanaan proses produksi harus dapat mengkoordinir kegiatan produksi dengan kegiatan bagian lain.

5) Perencanaan proses produksi harus dapat menentukan jumlah produk, jenis produk, kualitas produk, warna produk, ukuran produk, bentuk produk, dan sebagainya. b. Syarat-syarat perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan. 2) Perencanaan proses produksi harus sederhana, mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan. 3) Perencanaan proses produksi harus memberikan analisis dan klasifikasi kegiatan. c. Persiapan perencanaan proses produksi Adapun persiapan perencanaan operasi produksi meliputi hal-hal sebagai berikut : 1) Prosedur persiapan Sebelum wirausahawan menentukan produk apa yang akan dibuat, terlebih dahulu wirausahawan perlu menimba gagasan dari para konsumen dan mengajak karyawan untuk berpartisipasi memikirkan produk yang akan diproduksi. 2) Penyaringan gagasan Setelah banyak menemukan gagasan yang bagus dari konsumen ditambah sumbangan pikiran dari para karyawan, maka wirausahawan harus menyaring dan memilih gagasan yang baik. 3) Analisis gagasan Selanjutnya, wirausahawan mengadakan analisis terhadap gagasan proses produksi dari berbagai macam usaha. Analisis gagasan itu dilakukan untuk mengetahui a) potensi permintaan terhadap produk, b) jumlah omset penjualan, c) kemampuan produk yang mendatangkan laba. 4) Percobaan produk Tahap selanjutnya adalah, wirausahawan mewujudkan gagasan ke dalam tindakan kongkret, yaitu menciptakan produk sesuai gagasan. Produk itu harus bisa dipertanggung jawabkan, baik secara teknis maupun komersial. 5) Uji coba produk Produk yang telah dibuat, kemudian diteliti dan diuji mengenai kelemahan produk, kesalahan dalam pembuatan (bila ada), cacat tidaknya dan bermanfaat tidaknya produk yang dibuat. Setelah diuji, diharapkan produk benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kepada konsurnen. 6) Komersialisasi Merupakan tahap memperkenalkan produk yang telah diproduksi kepada para konsumen. Di dalam tahap ini, wirausahawan berusaha agar produknya benar-benar bisa diterima oleh konsumen, diantaranya dengan cara melaksanakan pemberian merek produk, membuat kemasan produk semenarik mungkin, menentukan harga sebijaksana mungkin, melakukan promosi dan pendistribusian. Agar kegiatan proses produksi dapat dilaksanakan dengan baik, maka dalam proeses produksi perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian. 5. PengelolaanPersediaan Kelancaran bisnis perlu ditunjang dengan adanya persediaan barang dagangan. Untuk menjaga tingkat persediaan barang, dapat ditempuh oleh setiap perusahaan dengan cara pengelolaan dan pengendalian persediaan sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Jadi, pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agar persediaan tetap stabil sesuai rencana. Adapun tujuan dikelolanya persediaan barang adalah : a. untuk menjaga jangan sampai persediaan habis, b. untuk menjaga jangan sampai mengecewakan konsumen,

c. untuk menjaga agar jangan sampai jumlah persediaan barang dagangan berlebihan. Dalam melakukan pengelolaan persediaan barang dagangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu : a. sistem pencatatan yang paling tepat, b. metode pencatatan yang tepat untuk menentukan persediaan, c. menghitung persediaan barang dagangan, d. menyusun laporan persediaan. Mengenai sistem pencatatan, ada dua sistem yang bisa dikemukakan di sini. a. Pencatatan secara terus-menerus (perpectual system) Cara pencatatan yang dilakukan secara terus menerus. Dasar dari sistem ini adalah mencatat semua penambahan dan pengurangan dengan cara yang sama seperti pencatatan kas, yaitu masing-masing jenis barang dibuat perkiraan sendiri-sendiri dan untuk transaksi yang berkaitan dengan pengembalian dan pengurangan harga dibukukan dalam buku pembantu (subsidiary ledger). b. Pencatatan secara periodik (periodiec system) Cara pencatatan yang dilakukan pada waktu atau periode tertentu, misalnya mingguan, bulanan atau semester. Mengenai metode pencatatan persediaan barang dapat digunakan cara berikut : a. First-in, First-out (FIFO) Barang yang pertama masuk, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. b. Last-in, First-out (LIFO) Barang yang paling akhir, barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. c. Average Cost (AC) Barang-barang yang dikeluarkan dicatat berdasarkan harga rata-ratanya. Dengan mengetahui dan memahami sistem pencatatan dan metode pencatatan, akan dapat dihitung persediaan barang dagangan dengan tepat sehingga dapat mengatur pengadaan persediaan barang dagangan dengan tingkat persediaan yang menguntungkan. Setelah menghitung dan mencatat persediaan barang, selanjutnya perlu disusun laporan persediaan barang dagangan. Penyusunan laporan persediaan perlu dibuat dalam rangka pelaksanaan administrasi. Laporan persediaan barang dagangan dibuat secara periodik. Data yang diperlukan untuk menyusun laporan ini diperoleh dari : a. buku pembelian (tunai/kredit), b. buku penjualan (tunai/kredit), c. kartu persediaan gudang, d. kartu persediaan di toko, e. kartu retur pembelian, dan f. kartu retur penjualan. Buku pembelian, buku penjualan serta kartu retur pembelian dan penjualan digunakan sebagai alat penguji kebenaran keluar masuk barang di gudang sesuai dengan salinan surat kiriman barang, surat penerimaan, faktir penjualan, dan sebagainya. Sedangkan kartu persediaan barang digudang dan di toko digunakan untuk melihat kenyataan barang yang tersedia dan meneliti antara catatan di kartu persediaan dengan jumlah barang sebenarnya secara fisik. Setelah penyusunan laporan persediaan selesai, selanjutnya laporan tersebut disampaikan ke bagian keuangan, yang kemudian akan dijadikan sebagai data untuk menyusun laporan keuangan, yaitu laporan rugi laba dan neraca. Laporan persediaan harus akurat, karena penetapan nilai persediaan dagangan sangat mempengaruhi keseimbangan antara biaya-biaya yang dikeluarka dengan pendapatan di dalam

satu periode. Ketidakakuratan dari suatu laporan persediaan memungkinkan timbulnya kesalahan penetapan nilai persediaan akhir, yang kemudian mengakibatkan kesalahan dalam penetapan laba kotor maupun laba bersih, sehingga akhirnya akan mengakihatkan terjadinya kesalahan dalam pelaporan aktiva/harta dan modal di dalam neraca. Oleh karena akhir suatu periode merupakan persediaan awal untuk periode berikunya, maka jika persediaan akhir ditetapkan salah, akan mengakibatkan berlanjutnya kesalahan yang tidak dapat dihindarkan. 6. MenghitungKebutuhan dan Persediaan Bahan Baku a. Pengertian bahan Baku Bahan baku adalah bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dari produk jadi dan merupakan biaya utama dalam proses pembuatan produk. Bahan baku merupakan dasar yang sangat penting bagi perusahaan. Bisa dibayangkan, jika dalam perusahaan tidak tersedia bahan baku, bisa dipastikan kegiatan proses produksi akan terhenti. Sebaliknya, jika persediaan bahan baku terlalu banyak, bukan berarti akan menguntungkan bagi perusahaan, sebab akan semakin menambah biaya-biaya persediaan yang harus ditanggung perusahaan. Untuk menghindari kelebihan atau kekurangan bahan baku, perusahaan perlu melakukan pengendalian bahan baku, sehingga setiap saat perusahaan mengetahui berapa persediaan bahan baku yang ada, berapa harus membeli bahan baku, dan berapa bahan baku yang siap untuk diproses. b. Penghitungan biaya bahan baku Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada dasarnya adalah basil kuantitas dengan harga satuan bahan baku. Penentuan kuantitas bahan baku bergantung pada sistem pencatatannya, sedangkan penentuan harga satuannya bergantung pada metode penilaian persediaan yang digunakan. Ada beberapa metode penilaian persediaan yang digunakan dalam penghitungan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi, yaitu seperti berikut ini. 1) Metode FIFO ( irst-in First-out) Bahan baku yang masuk pertama dianggap bahan baku yang lebih dulu dipakai dalam proses produksi. Contoh : data mengenai bahan baku PT. Sinar Surya selama dua minggu pertama bulan Mei 2004 adalah : 01 Mei, persediaan 8.000 kg @ Rp. 1.000,00 09 Mei, pembelian 12.000 kg @ Rp. 1.200,00 17 Mei, masuk proses produksi 15.000 kg Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada tanggal 17 Mei sebanyak 15.000 kg. Dihitung sebagai berikut : 8.000 kg @ Rp. 1.000,00 : Rp. 8.000.000,00 7.000 kg @ Rp. 1.200,00 : Rp. 8.400.000,00 15.000 kg : Rp. 16.400.000,00 Berdasarkan perhitungan di atas, bahan baku yang dipakai dalam proses produksi yang harus dicatat sebesar Rp. 16.400.000,00 2) Metode LIFO (Last-in First-out) Bahan baku yang terakhir masuk dianggap yang lebih dahulu dipakai dalam proses produksi. Contoh : 12.000 kg @ Rp. 1.200,00 :Rp. 14.400.000,00 3.000 kg @ Rp. 1.000.00 : Rp. 3.000.000,00 15.000 kg : Rp. 17.400.000,00

Dengan demikian, menurut metode LIFO, bahan baku yang harus dicatat sebesar Rp. 17.400.000,00 3) Metode Rata-rata Tertimbang (Average Cost Method) Biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi adalah hasil kuantitas bahan baku yang dipakai dan harga pokok rata-rata per satuan. Contoh : 8.000 kg @ Rp. 1.000,00 : Rp. 8.000.000,00 12.000 kg @ Rp. 1.200,00 : Rp. 14.400.000.00 20.000 kg : Rp. 22.400.000,00 Harga pokok rata-rata tiap kg : Rp 22.400.000,00 : 20.000,00 = Rp. 1. 120,00 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi (15.000 kg) = 15.000 x Rp 1.120,00 = Rp 16.800.000,00 Dengan demikian, bahan baku yang harus dicatat adalah Rp 16.800.000,00 c. Pencatatan bahan baku Pencatatan bahan baku pada dasarnya meliputi pencatatan pembelian dan pemakaian bahan baku dalam proses produksi. Sistem pencatatan bahan baku menggunakan cara-cara berikut ini. 1) Pencatatan sistem fisik (periodik) Dalam sistem ini, harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dihitung dan dicatat pada setiap akhir periode, setelah lebih dahulu dihitung harga pokok persediaan bahan baku pada akhir periode. Dengan demikian, selama periode berjalan, tidak ada pencatatan mengenai harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi. 2) Pencatatan sistem perpectual Dalam sistem ini, harga pokok bahan baku yang dibeli dan harga pokok bahan baku yang diproses dalam produksi dicatat dalam perkiraan persediaan bahan baku. Harga pokok bahan baku yang diproses, dicatat debet perkiraan barangdalam proses dan kredit pada perkiraan persediaan bahan baku. Dengan demikian, metode penilaian persediaan diterapkan untuk menghitung harga pokok bahan baku yang keluar (diproses).

Tips Berwirausaha bagi Pemula Jangan takut gagal ketika baru saja memulai usaha. Yang penting pede, dan teruslah bermimpi! Mengapa kini banyak orang mulai memilih membuka usaha sendiri? Tentu banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya. Salah satunya faktor kebutuhan yang makin meningkat, seiring kenaikan harga di segala bidang. Kendati demikian, menurut Fauziah Arsiyanti, SE. MM. Dip IFP, Adviser Personal Financial Services dari FirstPrincipal Fiancial, keinginan berwirausaha ini tak hanya dilatarbelakangi faktor ekonomi saja. "Mereka yang hidup berkecukupan pun mau berwirausaha karena ingin mengaktualisasikan diri, tanpa perlu meninggalkan keluarga dengan bekerja di luar rumah," ujar perempuan yang kerap disapa Zizi ini. Misalnya, seorang perempuan yang sudah lama bekerja kantoran, merasa kariernya tak berkembang, dan ia pun bosan jika tinggal di rumah hanya mengurus anak saja. Nah, dengan berwirausaha, "Ia jadi makin terbuka, pintar mengatur uang, bisa mencari target pasar, tahu cara berpromosi, bahkan membuat produknya sendiri.Ia jadi lebih berkembang dari sebelumnya." DARI HOBI JADI BISNIS Akan tetapi, Zizi menambahkan, bisa saja seseorang berkarier bagus, namun ia membutuhkan tantangan lain di luar rutinitasnya, lalu memutuskan berwirausaha. "Dengan bekerja kantoran, ia memiliki net working yang baik. Hal ini bisa menjadi modal ketika memutuskan berwirausaha, sehingga ia punya banyak klien." Faktor lain yang juga kerap dijadikan alasan berwirausaha, yaitu hobi. "Banyak orang merasa menemukan kepuasan batin dengan berwirausaha yang didasari hobinya." Di samping itu, faktor anak pun biasanya menjadi alasan para perempuan memutuskan berwirausaha. Namun, Zizi mengingatkan, meski anak dapat diasuh sendiri, tetap harus fokus dengan usahanya agar semua dapat berjalan lancar. Lalu, usaha apa saja yang dapat dilakukan di rumah? Menurut Zizi, berbagai usaha dapat dilakukan. Membuka les privat, salon, spa, pijat dan aromaterapi, menerima jahitan, membuka butik, kantin, katering, dan membuat kue, bahkan membuat website atau blog. Berikut tips dari Zizi, yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula: 1. Miliki Mimpi! Bermimpilah jadi pengusaha sukses, punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri dan tempattempat eksoktis, atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang. Lalu bayangkan, dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening Anda, atau dari usaha apa agar bisa sukses. Apakah akan jadi pengusaha restoran, garmen, atau lainnya? Bayangkan secara jelas, dan sedetail mungkin. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. Jadi, jangan takut berkhayal atau bermimpi. 2. Obesi dan Hobi Apa, sih, hobi Anda? Memasak, menjahit, atau mengajar anak-anak? Nah, Anda harus bisa menjalankannya dengan hati. Jadi, yang Anda lakukan memiliki jiwa, nyawa, dan nilai. Semua yang dilakukan dengan hati, pasti akan lebih lancar dijalankan. 3. Lihat Kenyataan Setelah berkhayal, kembalilah ke realita. Kepala boleh di langit, tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. Mulailah dari yang Anda punya, dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah, Anda berbakat membuka katering. Atau, sabar melatih anak, mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing. 4. Buat Rencana Bertahap Mulailah membuat rencana bertahap. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat, selalu melihat ke depan. Misalnya, tak punya uang tapi punya modal kemampuan. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak, apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Lakukan bertahap, perlahan, sesuai kemampuan. Jika dilakukan dengan benar, lambat laun keuntungan akan mengikuti Anda.

5. Susun Berbagai Rencana Ketika usaha mulai berjalan, jangan hanya memiliki satu rencana saja. Buat juga rencana B, C, atau D. Misalnya, setelah membuka warung tapi sepi pengunjung, mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. Jangan menunggu orang datang, tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan lain. Misalnya, memberi pelayanan delivery service. Jika rencana B ternyata belum berhasil, jalankan rencana C, dan seterusnya. 6. Buat Anggaran Jika usaha sudah berjalan, buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari, dengan hasil usaha. Sebaiknya, uang dipecah ke dalam dua rekening bank, dan jangan masuk ke dompet, agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat. Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam, Anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. Yang ada, Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. Dengan membuat anggaran yang tepat, kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya, dan dapat segera diperbaiki. Sumber :Noverita K. Waldan

Bagaimana Menjadi Guru Ideal ? Seperti apakah guru ideal itu? Setiap orang bisa menyodorkan daftar panjang berisi kriteriakriteria untuk menjawab pertanyaan ini. Daftar tadi bisa jadi merujuk pada berbagai referensi kesiapan materi, cara memperlakukan anak didik, tingkah laku, dan lain-lainyang bisa jadi berbeda-beda bagi setiap orang.

Tapi, daripada pusing menyusun berbagai macam kriteria, mengapa tidak kita tanya saja anakanak tentang guru yang baik menurut mereka? EENET Asia menurunkan sebuah laporan tentang guru ideal dalam pandangan anak-anak di China dan Pakistan, tetapi agaknya berlaku pula universal. Simaklah beberapa komentar anak-anak di China. Ibu guru Gao seperti ibu bagiku. Dia mendengar semua masalah dan keluh kesah kami serta membantu kami menyelesaikan masalah. Guru Shan selalu melucu dalam kelas menulis kami dan membuat kami sangat tertarik dalam pelajaran itu. Tanpa saya sadari, saya jadi sangat suka menulis dan secara bertahap, saya mempelajari beberapa trik untuk menulis dengan baik. Dia memperlakukan tiap siswa dengan setara. Dalam kebaikan hatinya, dia tidak pernah memihak. Sebagai murid, ini adalah hal yang paling berharga tentang guru Dalam kelas guru Chen, kami merasa santai dan hidup (bersemangat). Dia selalu tanpa sengaja mengajukan pertanyaan atau membuat kesalahan agar kami dapat membetulkannya. Jika kami mengatakan sesuatu yang salah, tidak menyalahkan kami. Dia bahkan akan berkata sambil tersenyum: Kesalahan Bagus! Kesalahan membantu kami menemukan masalah-masalah. Tidak seberapa lama kemudian, bahkan siswa yang paling pemalu mau mengangkat tangan dan menjawab pertanyaannya. Anak-anak di Pakistan berpendapat tentang guru yang baik: Guru kami tahu nama tiap anak. Dia menjelaskan pelajaran di papan tulis. Jika seseorang tidak paham, dia akan mendudukan anak itu disebelahnya dan menjelaskan lagi pelajaran itu. Dia menghormati anak-anak, dia selalu memanggil mereka aap. (aap adalah bentuk sopan kamu di Pakistan) Guru kami selalu memperhatikan tiap anak ketika mengajar. Paragraf terakhir pada tulisan tersebut agaknya mengena dan menggambarkan secara jelas bagaimana seharusnya seorang guru ideal: Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Mereka memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas, luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum, tetapi pada anak! Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar, perbedaan antar anakanak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah.

17 Maret 2011 | Laporan oleh aline

Depok - Pendidikan karakter yang baik adalah pendidikan yang dimulai sedini mungkin dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terj

adi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua "Anak-anak menyerap semua hal pada saat berusia empat tahun, dan itu adalah periode emas otaknya," kata Ratna Megawangi, pembicara tamu pada Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011, Rabu (16/03/2011), di Sawangan Depok, Jawa Barat. Ratna menyebutkan, ada sembilan pilar karakter. Pilar tersebut adalah cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, kejujuran, amanah dan diplomatis, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. Lalu, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai dan persatuan. Kemudian, ada pula K4 (kesehatan, kebersihan, kerapian dan keamanan). Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam kesempatan yang sama mengatakan, ada tiga pendekatan yang digunakan dalam pendidikan karakter. Pertama, menyempurnakan melalui kebijakan nasional. Kedua, dengan melihat kembali kurikulum, pengayaan yang bisa ditambahkan. Dan ketiga, monitoring. Semua mata pelajaran adalah pintu masuk pada pendidikan karakter. "Nilai ini tidak bisa diajarkan, tapi dikembangkan melalui pembelajaran," katanya. Kemdiknas siap merevitalisasi pendidikan karakter tahun ini yang ditandai dengan akan diluncurkannya gerakan nasional PAUDNI-sasi. (aline)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Ketika kita membicarakan tentang pendidikan, kita merasa bahwa kita sedang membicarakan permasalahan yang kompleks dan sangat luas. Mulai dari masalah peserta didik, pendidik/guru , manajemen pendidikan, kuriku-lum, fasilitas, proses belajar mengajar, dan lain sebagainya. Salah satu masalah yang banyak dihadapi dalam dunia pendidikan kita adalah lemahnya kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di sekolah. Dalam proses pembelajaran di dalam kelas hanya diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi; otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya banyak peserta didik yang ketika lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi mereka miskin aplikasi. Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dijelaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ( UU Sisdiknas , 2003). Sesuai fungsi pendidikan nasional tersebut terletak juga tanggung jawab guru untuk mampu mewujudkannya melalui pelaksanaan proses pembelajaran yang mampu bermutu dan berkualitas. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan guru untuk memperbaiki mutu dan kualitas proses pembelajaran adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning ( CTL ). Perumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran Kontekstual (CTL) ? 2. Apa perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional ? 3. Bagaimana pola dan tahapan pembelajaran CTL di sekolah ? 4. Bagaimana aplikasi pembelajaran CTL pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS ) di Sekolah Dasar. Tujuan Penulisan Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL) pada pelajaran IPS

Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1. Teoritis : memberikan tambahan pengetahuan kepada pembaca tentang strategi pembelajaran kontekstual ( CTL ) 2. Praktis : pembaca dapat menerapkan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) pada mata pelajaran IPS. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pembelajaran Kontekstual (CTL) Pada beberapa tahun terakhir ini pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang banyak dibicarakan orang. Berbeda dengan strategi pembelajaran lainnya Contextual Teaching and Learning (CTL) yang selanjutnya oleh penulis dalam makalah ini disingkat CTL merupakan strategi yang melibatkan peserta didik secara penuh dalam proses pembelajaran. Peserta didik didorong untuk beraktivitas mempelajari materi pembelajaran sesuai dengan topik yang akan dipelajarinya. Menurut Elaine B Johnson (2002) Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah : ......an educational process that aims to help students see meaning in academic material they are studying by connecting academic subjects with the context of their daily lives, that is, with context of their personal, social, and cultural circumstance. To achieve this aims, the system encompasses the following eight component: making meaningful connections, doing significant work, self-regulated learning, collaborating, critical and creative thinking, nurturing the individual, reaching high standards, using authentic assesment. Kutipan pengertian di atas menegaskan hakikat CTL yang dapat diringkas dalam 3 (tiga) kata yaitu makna, bermakna, dan dibermaknakan. Dengan merujuk pada 4 (empat) konsep kunci yang saling terkait, yaitu teaching (refleksi sistem kepribadian sang guru yang bertindak secara profesional), learning (refleksi sistem kepribadian peserta didik yang menunjukkan perilaku yang terkait dengan tugas yang diberikan, instruction (sistem sosial tempat berlangsungnya mengajar dan belajar ), dan curriculum (sistem sosial yang berujung pada rencana untuk pengajaran ) maka dalam CTL guru berperan sebagai fasilitator tanpa henti (reinforcing), yakni membantu peserta didik menemukan makna (pengetahuan). Dalam penerapan CTL ada sejumlah strategi yang mesti ditempuh yaitu: Pertama, pengajaran berbasis problem. Dengan memuculkan problem yang dihadapi bersama, peserta didik ditantang untuk berfikir kritis untuk memecahkannya. Problem seperti ini membawa makna personal dan sosial bagi peserta didik. Kedua, menggunakan konteks yang beragam. Makna itu ada di mana-mana dalam konteks fisikal dan sosial. Guru membermaknakan pusparagam konteks (sekolah, masyarakat, tempat

kerja, dan sebagainya), sehingga makna (pengetahuan) yang diperoleh peserta didik menjadi semakin berkualitas. Ketiga, mempertimbangkan keberagaman peserta didik baik perbedaan individual dan sosial. Guru mengayomi peserta didik dan meyakini bahwa keberagaman dibermaknakan sebagai mesin penggerak untuk belajar saling menghormati dan membangun toleransi. Keempat, memberdayakan peserta didik untuk belajar sendiri. Peserta didik dilatih untuk kritis dan kreatif dalam mencari dan menganalisis informasi dengan sedikit bantuan atau malah secara mandiri. Kelima, belajar melalui kolaborasi, Peserta didik dibiasakan saling belajar dari dan dalam kelompok untuk berbagi pengetahuan dan menentukan fokus belajar. Keenam, menggunakan penilaian autentik. Hal ini menunjukkan bahwa belajar telah berlangsung secara terpadu dan kontekstual, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk maju terus sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Ketujuh, mengejar standar tinggi. Standar unggul sering dipersepsikan sebagai jaminan, baik jaminan lulus, jaminan kerja, jaminan kepercayaan diri, jaminan menentukan masa depan. Hal ini perlu didengungkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang kompetitif pada abad persaingan dewas ini (Elaine B Johnson : 2002) Hampir serupa dengan pengertian CTL di atas. Wina Sanjaya (2006) mengemukakan bahwa Contextual Teaching and Learning adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari konsep tersebut ada 3 (tiga) hal yang harus difahami. Pertama, CTL akan menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar peserta didik hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Kedua, CTL mendorong agar peserta didik dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya peserta didik dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting agar materi yang dipelajari peserta didik tertanam erat dalam memori peserta didik, sehingga tidak akan mudah dilupakan. Ketiga, CTL mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan peserta didik memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. Adapun 7 (tujuh) asas tersebut adalah : 1. Konstruktivisme, adalah proses membangun atau menyusun penge-tahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. 2. Inkuiri, adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. 3. Bertanya (Questioning), adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dipandang sebagai refleksi keingintahuan setiap individu; sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. 4. Masyarakat Belajar ( Learning Community) adalah proses kerjasama saling memberi dan menerima. Penerapannya dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. Dalam hal tertentu guru bisa mendatangkan orang-orang yang dianggap memiliki keahlian khusus untuk memberikan atau membahas masalah tertentu sesuai dengan materi pembelajaran. 5. Permodelan ( Modelling ), adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Misalnya guru memberikan contoh kepada siswa, atau siswa yang telah menguasai kemampuan tertentu memberikan contoh kepada temannya di depan kelas. 6. Refleksi (reflection), adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. 7. Penilaian nyata ( authentic assessment ) adalah proses yang dilakukan dengan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Penilaian diperlukan untuk mengetahui apakah peserta didik benar-benar belajar atau tidak, apakah pengalaman belajar peserta didik memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. B. Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional Terdapat beberapa perbedaan pokok antara CTL dengan pembelajaran konvensional yang berlaku selama ini. Perbedaan tersebut antara lain : 1. CTL menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar, artinya siswa berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik ditempatkan sebagai obyek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. 2. Dalam pembelajaran CTL, peserta didik belajar melalui kegiatan kelompok seperti kerja kelompok, berdiskusi, saling menerima dan memberi. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik lebih banyak belajar secara individual dengan menerima, mencatat, dan menghafal materi pelajaran.

3. Dalam CTL, pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil; sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. 4. Dalam CTL, kemampuan didasarkan atas pengalaman; sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. 5. Tujuan akhir proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri; sedangkan dalam pembelajaran konvensional, tujuan akhir adalah nilai atau angka. 6. Dalam CTL, tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri, misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena menyadari perilaku itu merugikan atau tidak bermanfaat; sedangkan dalam pembelajaran konvensional, tindakan atau perilaku individu di dasarkan oleh faktor dari luar dirinya, misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman atau sekedar memperoleh nilai dari guru. 7. Dalam CTL, pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya, sehingga setiap peserta didik bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. Dalam pembelajaran konvensional hal ini tidak terjadi, karena kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final, oleh karena pengetahuan di konstruksi oleh orang lain. 8. Dalam pembelajaran CTL, siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing; sedangkan dalam

pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. 9. Dalam pembelajaran CTL, pembelajaran bisa terjadi dimana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan; sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. 10. Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa, maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara, misalnya dengan evaluasi proses, hasil karya siswa, penampilan, rekaman, observasi, wawancara, dan lain sebagainya; sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan hanya diukur dari tes. C. Pola dan Tahapan Pembelajaran CTL di Sekolah Untuk lebih memahami bagaimana mengaplikasikan CTL dalam proses pembelajaran di sekolah, maka terlebih dahulu penyusun menyam-paikan Pola pembelajaran CTL di sekolah. Untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan guru dapat melakukan langkah pembelajaran sebagai berikut :

1. Pendahuluan a. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. b. Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya :

1) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik; 2) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi, misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek A, sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek B, dan seterusnya. 3) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut. c. Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. 2. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) a. Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. b. Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas a. Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing. b. Peserta didik melaporkan hasil diskusi c. Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 3. Penutup a. Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. b. Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. D. Aplikasi CTL Pada Mata Pelajaran IPS Pada makalah ini penyusun mencoba menjelaskan juga tentang contoh aplikasi CTL pada mata pelajaran IPS untuk tingkat pendidikan SD kelas IV semester 2 dan tingkat pendidikan SMP/MTs kelas VII semester 1 sebagai berikut : 1. Kelas IV , semester 1 Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Dasar 2.1. Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi di daerahnya. 2.2. Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 2.3. Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta pengalaman

menggunakannya. 2.4. Mengenal permasalahan sosial di daerahnya Contoh langkah pembelajarannya adalah : a. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan standar kompetensi yang harus dicapai yaitu Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kab/kota dam prov. dan manfaat mempelajari dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. 2) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik; misalnya siswa 36 dibagi dalam 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 orang. b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi, misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek aktivitas ekonomi di sekitar sekolah, sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek sumber daya alam dan potensi ekonomi di sekitar sekolah, kelompok 5 dan 6 melakukan observasi ke obyek koperasi di sekitar sekolah ( KUD, Koperasi Pegawai, atau Koperasi Sekolah ) c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi yang telah ditentukan dengan mengisikannya pada format panduan yang telah disediakan guru. 3) Guru menyediakan /memberikan format panduan pengamatan sesuai dengan materi pengamatan kelompok siswa. 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas dan kegiatan observasi yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik di lingkungan obyek pengamatan tersebut. b. Inti Kegiatan di Lokasi (Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. 2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Guru mengamati kinerja masing-masing kelompok dan membimbing apabila ada kelompok yang mengalami kesulitan. 4) Guru membimbing siswa kembali ke kelas dengan tertib sesuai waktu yang ditentukan. Kegiatan di dalam Kelas ( setelah pengamatan selesai dilakukan ) 1) Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing (dikusi kelompok). 2) Guru memimpin pembukaan diskusi kelas dan menyampaikan peraturan dan tata tertib diskusi agar kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib.

3) Guru mengatur jadwal waktu dan pembagian kelompok yang melaksanakan tugas presentasi hasil pengamatan. 4) Peserta didik melaporkan hasil diskusi di depan kelas 5) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain c. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. 2. Kelas VII , semester 1 Standar Kompetensi 3. Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan Kompetensi Dasar 3.1. Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan. 3.2. Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari

a. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan kompetensi Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. 2) Guru menjelaskan pengertian manusia sebagai makhlug sosial (homo socius) dan makhlug ekonomi ( berusaha mencukupi kebutuhannya) 3) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik; b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi di lingkungan sekitar sekolah, misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhluk sosial, sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhlug ekonomi, kelompok 5 dan 6 mengobservai tentang motif ekonomi manusia. c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut. 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. 5) Guru mengamati kinerja siswa dalam kegiatan observasi untuk memastikan keberlangsungan proses pembelajaran dengan baik. b. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok tersebut.

2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Peserta dapat berkonsultasi dengan guru apabila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas observasi. Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas 1) Peserta didik berkumpul dalam kelompok kecil dan mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan tugas masing-masing. 2) Peserta didik melaporkan hasil diskusi (kelompok besar) dalam kelas 3) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 4) Apabila mengalami kesulitan guru dapat menjembatani dan membantu agar terjadi interaksi antar peserta didik secara baik dan diskusi berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. 5) Guru menilai interaksi tanya jawab dan kerjasama antar kelompok untuk menilai secara kognisi maupun afeksi siswa dalam pembelajaran. c. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat laporan hasil pengamatan dengan sistematika laporan yang baku. Dengan 2 (dua) contoh tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa CTL adalah pembelajaran tepat dan dapat diterapkan pada pelajaran IPS baik di SD maupun SMP/MTs dengan didukung kreatifitas dan kemauan guru dalam meningkatkan mutu pembelajarannya. Karena CTL menekankan pembelajaran dengan anak mengalami langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat. Kelas bukanlah tempat untuk mencatat atau menerima informasi dari guru, akan tetapi kelas digunakan untuk saling membelajarkan. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari penjabaran mengenai Contextual Teaching and Learning (CTL) di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi nyata sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka. 2. CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal, akan tetapi proses berpengalaman dalam kehidupan nyata.

3. Kelas dalam pembelajaran CTL bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan peserta didik di lapangan. 4. Ada beberapa perbedaan antara strategi pembelajaran CTL dan konvensional yang membuktikan bahwa CTL lebih efektif dan mampu menjadi alternatif pilihan strategi pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah. 5. Diperlukan pola dan langkah pembelajaran CTL di kelas agar strategi CTL dapat diterapkan secara efektif dan sesuai materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). 6. Strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diaplikasikan pada mata pelajaran IPS baik di tingkat pendidikan SD maupun SMP/MTs. B. Saran Dengan pemahaman tentang Contextual Teaching and Learning (CTL) ini diharapkan guru mata pelajaran IPS dapat menerapkan strategi ini dalam melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah dan dapat lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas penguasaan materi pelajaran IPS siswa di sekolah yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagaimana tujuan dan fungsi pendidikan nasional.