Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Puskesmas memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak

pelayanan kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.1 Untuk mewujudkan upaya pelayanan kesehatan yang berkualitas, maka setiap puskesmas perlu ditunjang oleh adanya perlengkapan dan peralatan yang jumlah dan kondisinya memadai sesuai kebutuhan puskesmas. Puskesmas Pakis Aji memiliki perlengkapan dan peralatan yang berasal dari dropping maupun swadaya dari pihak Puskesmas sendiri. Untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pencatatan, pendaftaran dan pembukuan, serta pelaporan perlengkapan dan peralatan yang dimiliki puskesmas. Dasar hukum pengelolaan perlengkapan dan peralatan baik medis maupun non medis di puskesmas tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 51/Menkes/SK/I/1990 tanggal 22 Januari 1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penatausahaan
2

Barang

Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Kesehatan RI.

Inventarisasi barang di Puskesmas Pakis Aji dilakukan setiap 1 tahun sekali, dimana kegiatan inventarisir terakhir merupakan rekapitulasi barang sampai dengan tanggal 31 Desember 2010. Kegiatan tersebut meliputi pendataan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) di setiap ruangan, pendataan jumlah dan kondisi barang, mendata apakah kode barang sesuai dengan KIR dan sudah tercantum di seluruh barang, mencocokan data dari puskesmas dengan barang yang ada, serta mendata apakah barang-barang tersebut sudah diletakan di tempat yang sesuai dengan fungsinya. Sampai bulan Maret 2011 belum pernah dilakukan

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pendataan Data Dasar Puskesmas. 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan 2007. 2 Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Administrasi di Puskesmas. 1991. Jakarta: Departemen Kesehatan 1991.

inventarisasi kembali di Puskesmas Pakis Aji, oleh sebab itu dilakukanlah studi kasus ini.

I.2

Batasan Judul Laporan dengan judul Inventarisasi Barang di Puskesmas Pakis Aji

Periode Maret 2011 mempunyai batasan-batasan sebagai berikut: 1. Inventarisasi2 Kegiatan yang meliputi pencatatan, pendaftaran dan pembukuan, serta pelaporan barang, baik kode, jumlah, maupun kondisi barang. 2. Barang Perlengkapan maupun peralatan (bergerak atau tidak bergerak) baik yang berhubungan/tidak berhubungan dengan medis. 3. Puskesmas Pakis Aji Puskesmas induk yang terletak di desa Lebak kecamatan Pakis Aji yang mempunyai wilayah kerja desa Lebak, Tanjung, Plajan, Kawak, Mambak, Slagi, Suwawal Timur, dan Bulungan. 4. Periode Maret 2011 Waktu pelaksanaan pencatatan, pendaftaran dan pembukuan, serta pelaporan barang.

I.3

Batasan Operasional Batasan operasional dalam laporan ini adalah semua barang yang terdapat

di Puskesmas Pakis Aji baik yang berasal dari dropping maupun swadaya puskesmas sendiri, dengan penjabaran sebagai berikut: 1. Barang: Peralatan yang berhubungan dengan medis (tensimeter, stetoskop, thermometer, jarum suntik, dental unit, minor set) dan peralatan yang tidak berhubungan dengan medis (alat kantor seperti meja, kursi, komputer, almari). 2.  Kriteria keadaan barang: Baik: barang dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan.

   3.

Rusak ringan: barang masih bisa dipakai dan kerusakan tidak berpengaruh dalam pelayanan kesehatan. Rusak sedang: barang masih bisa dipakai, tetapi harus diperbaiki kerusakannya karena berpengaruh dalam pelayanan kesehatan. Rusak berat: barang yang sudah tidak dapat dipakai dalam pelayanan kesehatan. Kode Barang Nomor kode sesuai buku Klasifikasi dan Pengkodean Barang Departemen

Kesehatan RI. 4. Kartu Inventaris Ruangan (KIR) Kartu yang digunakan untuk mencatat barang-barang inventaris yang berada dalam setiap ruangan kerja puskesmas, baik berupa peralatan medis maupun non medis.

I.4

Ruang Lingkup Ruang lingkup laporan ini meliputi:

 Lingkup lokasi  Lingkup waktu

: Puskesmas Pakis Aji : Tanggal 17 - 26 Maret 2011

 Lingkup sasaran : Kepala Puskesmas Pakis Aji: dr. Ratno Budi Prasodjo Bendahara Barang Puskesmas Pakis Aji: Bapak Arif Aminudin  Lingkup materi : Inventarisasi barang

 Lingkup metode : Wawancara, pengamatan terlibat I.5 a. Tujuan Tujuan Umum Melakukan inventarisasi atau kegiatan pencatatan, pendaftaran dan pembukuan, serta pelaporan barang yang terdapat di Puskesmas Pakis Aji. b. Tujuan Khusus Mendapatkan seluruh ruangan kerja di Puskesmas Pakis Aji sudah memiliki Kartu Inventaris Ruangan (KIR).

Mendapatkan data jumlah dan seluruh barang di Puskesmas Pakis Aji dalam kondisi baik.

Mendapatkan seluruh barang di Puskesmas Pakis Aji sudah tertempel kode barang.

Mendapatkan kesesuaian data puskesmas dengan barang yang ada di Puskesmas Pakis Aji.

Mendapatkan seluruh barang di Puskesmas Pakis Aji diletakkan di tempat yang sesuai dengan fungsinya.

I.6

Tinjauan Pustaka Inventarisasi adalah kegiatan pencatatan, pendaftaran dan pembukuan,

serta pelaporan barang. Inventarisasi bertujuan agar tercipta pengawasan yang baik dari pimpinan puskesmas terhadap staf pengelola barang inventaris akan tertibnya pengolaan barang. Sasaran inventarisasi adalah semua barang milik negara yang dibeli, didapat, dihasilkan baik secara sebagian maupun keseluruhan melalui APBN atau diperoleh di luar APBN sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dari kegiatan inventarisasi, disusun Buku Inventaris yang memuat data meliputi lokasi, jenis/merk type, jumlah, ukuran, harga, tahun pembelian, asal barang, dan keadaan barang. Adanya buku inventarisasi yang lengkap, teratur, dan berkelanjutan mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam rangka:3 1. 2. Pengendalian, pemanfaatan, pengamanan, dan pengawasan setiap barang. Usaha untuk menggunakan dan memanfaatkan setiap barang secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing-masing 3. Menunjang pelaksanaan tugas pemerintah. Dalam istilah inventarisasi, barang dapat dikelompokkan menjadi:


Barang tidak bergerak: menurut sifat dan penggunaannya tidak dapat dipindah-pindahkan

Barang bergerak: menurut sifat dan penggunaannya dapat dipindahkan.

Tim Penyusun. Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. 2008. Jakarta: CV. Eko Jaya

Barang habis pakai: menurut sifatnya dipakai habis untuk keperluan dinas atau jangka waktu pemakaiannya kurang dari satu tahun.

Barang persediaan: barang yang masih disimpan dalam gudang dan belum digunakan dalam proses kegiatan dinas. Klasifikasi dan pengkodean barang milik negara termasuk di lingkungan

Departemen Kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010. Sedangkan untuk pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah mengacu pada Peraturan Mendagri RI No.17/Mendagri/III/2007 yang dikeluarkan tanggal 21 Maret 2007.4 Manajemen aset terdiri dari:
 

Penerimaan barang: dicatat dalam buku penerimaan barang. Pengeluaran barang: dicatat dalam buku pengeluaran barang, berisi tentang pendistribusian barang.

Pencatatan KIR: barang yang sudah didistribusikan dimasukkan KIR pada setiap ruangan. KIR ditempel di dinding tiap ruangan.

Penghapusan barang: barang yang rusak harus dibuatkan berita acara dan dikembalikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk diperbaiki atau diusulkan dalam anggaran pengadaan barang tahun berikutnya. Kodefikasi adalah pemberian kode barang pada setiap barang inventaris

milik Pemerintah Daerah yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Tujuan pemberian kodefikasi adalah untuk mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing- masing pengguna. Kodefikasi kepemilikan untuk masing- masing tingkatan pemerintahan sebagai berikut : 1. Barang Milik Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan nomor kode 12. 2. Barang Milik Pemerintah Daerah Provinsi dengan nomor kode 11. 3. Barang Milik Pemerintah Pusat dengan nomor kode 00. 4. Barang Milik Desa dengan nomor kode 22.

Tim Penyusun. Penatausahaan dan Kodefikasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. 2010. Jepara.

BAB II METODOLOGI

II.1

Kerangka Acuan Penyusunan laporan ini menggunakan metode pendekatan sistem yang

dapat dilihat dari skema berikut: INPUT 1. Man - Perencana - Pelaksana - Sasaran 2. Money 3. Material - Buku Pedoman Penyelenggaraan Administrasi di Puskesmas, Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, dan Klasifikasi dan Pengkodean Barang Departemen Kesehatan RI - Buku catatan barang Puskesmas Pakis Aji - Data/informasi yang didapat dari Kepala Puskesmas Pakis Aji dan Bendahara Barang Puskesmas Pakis Aji 4. Machine Sarana transportasi Alat tulis, laptop, printer : Mahasiswa, Kepala Puskesmas Pakis Aji : Mahasiswa : Bendahara Barang Puskesmas Pakis Aji

: Swadaya mahasiswa

5. Methode Wawancara Pengamatan terlibat

PROSES 1. P1 (Perencanaan) : a. Menyusun rencana kerja mahasiswa b. Menemui kepala Puskesmas Pakis Aji untuk ijin melakukan PBL di Puskesmas Pakis Aji 2. P2 Penggerakan a. Pengorganisasian melalui pertemuan dengan pembimbing Puskesmas Pakis Aji b. Pengorganisasian melalui kerja sama dengan bendahara barang Puskesmas Pakis Aji

Pelaksanaan a. Melakukan pengecekan keberadaan KIR di setiap ruangan di Puskesmas Pakis Aji b. Melakukan pengamatan langsung semua barang yang ada di Puskesmas Pakis Aji c. Mendata jumlah dan kondisi barang di setiap ruangan kerja di Puskesmas Pakis Aji d. Mendata kesesuaian kode barang dengan KIR serta mendata apakah kode sudah terdapat pada seluruh barang e. Memeriksa dan menghitung dengan cara cross check antara data yang didapat dengan data di puskesmas f. Mendata apakah barang-barang tersebut sudah diletakkan di tempat yang sesuai dengan fungsinya g. Wawancara dengan bendahara barang Puskesmas mengenai: 1. data yang ada di puskesmas dengan hasil pengamatan langsung 2. pengkodean barang

h. Wawancara dengan kepala puskesmas untuk mengkonfirmasi masalah i. Wawancara dengan bendahara barang DKK mengenai cara pengkodean barang

3. P3 (Pengawasan, Penilaian) a. Mengawasi pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana ditetapkan, baik sasaran, waktu, maupun hasil yang dicapai b. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan apabila didapatkan hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana c. Menilai pelaksanaan kegiatan yang

OUTPUT 1. Masing- masing ruang mempunyai 1 (satu) KIR 2. Data unit/ruang, nama barang, nomor kode, jumlah dan keadaan barang saat diperiksa di masing-masing ruangan. 3. Barang yang diperiksa dan dihitung 100% tercantum nomor kodenya dan sesuai dengan KIR. 4. Data puskesmas sesuai dengan hasil pendataan langsung 5. Barang- barang ditempatkan sesuai fungsinya masing- masing dalam pelayanan kesehatan

II.2

Metode Pengamatan Terlibat Metode pengamatan terlibat yang akan dilakukan dalam rangka

mendapatkan data inventarisasi barang Puskesmas Pakis Aji adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap barang yang ada disesuaikan dengan data yang terdapat di bendahara barang.

II.3 1.

Cara Kerja Berdasarkan judul yang didapat, dilakukan identifikasi istilah: Inventarisasi, barang, Puskesmas Pakis Aji, Periode Maret 2011

2.

Kemudian dilakukan klarifikasi istilah: a. Inventarisasi : Kegiatan yang meliputi pencatatan, pendaftaran dan pembukuan, serta pelaporan barang, baik jumlah, kode, maupun kondisi barang. b. Barang : Perlengkapan maupun peralatan (bergerak atau tidak bergerak) baik yang berhubungan/tidak berhubungan dengan medis. c. Puskesmas Pakis Aji : Puskesmas induk yang terletak di desa Lebak kecamatan Pakis Aji yang mempunyai wilayah kerja desa Lebak, Tanjung, Plajan, Kawak, Mambak, Slagi, Suwawal Timur, dan Bulungan. d. Periode Maret 2011 Waktu pelaksanaan pencatatan, pendaftaran dan pembukuan, serta pelaporan barang.

3.

Mendaftar masalah: a. Mengapa perlu dilakukan inventarisasi barang di Puskesmas Pakis Aji? b. Apakah terdapat kesesuaian antara data barang hasil pengamatan langsung dengan data barang yang terdapat di bendahara barang Pakis Aji? c. Apakah semua barang sudah ditempatkan sesuai fungsinya ? d. Apa saja yang harus tercantum dalam KIR ? e. Bagaimana cara pengkodean barang ?

4.

Pengumpulan data Pengumpulan data primer didapatkan dengan pencatatan hasil wawancara dengan Bendahara Barang dan Kepala Puskesmas Pakis Aji. Sedangkan data sekunder didapatkan dari data yang ada di Puskesmas Pakis Aji.

5.

Pengolahan data Data yang berupa fakta dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel.

6.

Perumusan masalah Masalah ditentukan dari adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang diinginkan yang menimbulkan rasa tidak puas dan rasa tanggung jawab untuk mencari alternatif pemecahan masalah pada kegiatan inventarisasi barang di Puskesmas Pakis Aji.

7.

Pemecahan masalah Masalah yang ada kemudian dicari alternatif pemecahan masalah yang sesuai dengan sasaran dan sumber daya yang tersedia.

10

BAB III HASIL PENGAMATAN

III.1 1.

Input Kegiatan : Pertemuan dan perkenalan dengan kepala puskesmas Pakis Aji yaitu dr. Ratno Budi Prasodjo Waktu Tempat Hasil : Kamis, 17 Maret 2011, 08.00-09.00 : Puskesmas Pakis Aji : - Mengetahui aturan yang berlaku di Puskesmas:  Jam kerja: Senin-Kamis pukul 07.30-13.00 WIB Jumat pukul 07.30-11.00 WIB Sabtu pukul 07.30-12.00 WIB  Apel pagi setiap hari kerja pukul 07.30 WIB  SKJ setiap hari Jumat pukul 07.00 WIB - Mendapatkan topik kasus: Inventarisasi barang di Puskesmas Pakis Aji - Mendapatkan arahan untuk berkoordinasi dengan pembimbing mahasiswa yaitu Bapak Arif Aminudin (Bendahara Barang Puskesmas Pakis Aji)

2.

Kegiatan

: Pertemuan dengan pembimbing mahasiswa yaitu Bapak Arif Aminudin

Waktu Tempat Hasil

: Jumat, 18 Maret 2011, 08.00-10.00 : Puskesmas Pakis Aji : - Diperoleh informasi tentang tugas yang akan

diberikan yaitu berupa latar belakang penugasan: Inventarisasi barang di Puskesmas Pakis Aji

dilakukan setiap 1 tahun sekali dan terakhir dilakukan pada tahun 2010. Sampai bulan Maret 2011 belum pernah dilakukan inventarisasi kembali di Puskesmas Pakis Aji.

11

- Didapatkan informasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan, yaitu berupa: pendataan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) di setiap ruangan, pendataan jumlah dan kondisi barang, mendata apakah kode barang sesuai dengan KIR dan sudah tercantum di seluruh barang, mencocokan data dari puskesmas dengan barang yang ada, serta mendata apakah barang-barang tersebut sudah diletakan di tempat yang sesuai dengan fungsinya. - Didapatkan data barang yang harus diinventarisir 3. Kegiatan Waktu Tempat Hasil : Mencari referensi tentang inventarisasi : Senin, 21 Maret 2011, 11.00-12.30 : Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara : Mendapatkan Penyelenggaraan pinjaman Administrasi buku di Pedoman Puskesmas,

Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta soft data tentang Klasifikasi dan Pengkodean Barang Departemen Kesehatan RI.

III.2

Proses

P1 (Perencanaan) 1. Kegiatan : Pertemuan dengan pembimbing mahasiswa yaitu Bapak Arif Aminudin (Bendahara Barang Puskesmas Pakis Aji) Waktu Tempat Hasil 2. Kegiatan Waktu Tempat Hasil : Jumat, 18 Maret 2011, 08.00-09.30 : Puskesmas Pakis Aji : Mendapatkan rencana kerja pendamping : Pembuatan rencana kerja : Jumat, 18 Maret 2011 : P2UKM : Tersusun rencana kerja sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik

12

3.

Kegiatan Waktu Tempat Hasil

: Pertemuan dengan Kepala Puskesmas Pakis Aji : Kamis, 17 Maret 2011, 08.00-09.00 : Puskesmas Pakis Aji : Kepala puskesmas memberikan ijin untuk melakukan kegiatan inventarisasi di Puskesmas Pakis Aji dan bersedia membantu memberikan segala informasi yang dibutuhkan

P2 (Penggerakan) 1. Kegiatan : Koordinasi dengan Bendahara Barang Puskesmas Pakis Aji Waktu Tempat Hasil : Jumat, 18 Maret 2011, 08.00-09.30 : Puskesmas Pakis Aji : - Bendahara melakukan membantu dibutuhkan P2 (Pelaksanaan) 1. Kegiatan Waktu Tempat Hasil : Melakukan inventarisasi barang di Puskesmas Pakis Aji : Sabtu, 19 Maret 2011 sampai Rabu, 23 Maret 2011 : Puskesmas Pakis Aji : Mendapatkan data barang di Puskesmas Pakis Aji mengenai Kartu Inventaris Ruangan (KIR) di setiap ruangan, jumlah, kode dan kondisi barang, serta mendata apakah barang-barang tersebut sudah diletakan di tempat yang sesuai dengan fungsinya 2. Kegiatan : Melakukan cross check antara data yang didapat dengan data yang terdapat di buku catatan bendahara barang Waktu Tempat Hasil 3. Kegiatan : Rabu, 23 Maret 2011, 11.00-12.00 : Puskesmas Pakis Aji : Mendapatkan data hasil cross check barang : Konsultasi dengan pembimbing kasus barang kegiatan puskesmas memberikan dan ijin

inventarisasi segala

bersedia yang

memberikan

informasi

13

Waktu Tempat Hasil

: Kamis, 24 Maret 2011, 08.00-09.00 : Puskesmas Pakis Aji : - Konfirmasi mengenai ada tidaknya Kartu Inventaris Ruangan (KIR) - Konfirmasi mengenai kesesuaian kode dengan KIR dan kode yang belum tercantum pada barang - Konfirmasi mengenai barang-barang yang rusak - Konfirmasi hasil cross check barang - Konfirmasi mengenai barang yang tidak ada di tempatnya

P3 (Pengawasan dan Penilaian) Pengawasan Kegiatan : Mengawasi pelaksanaan kegiatan sesuai rencana Pengawasan berlangsung Hasil Pengendalian Kegiatan : Mengendalikan pelaksanaan kegiatan dengan cara : Kegiatan inventarisasi berjalan sesuai rencana dilakukan selama pelaksanaan kegiatan

mengendalikan penyimpangan pelaksanaan kegiatan Hasil : Kegiatan pemecahan masalah tidak berjalan sesuai rencana kerja karena pembuatan kode barang dan Kartu Inventaris Ruangan memerlukan waktu cukup banyak untuk

konsultasi dengan pembimbing. Penilaian Kegiatan : Menilai penilaian kegiatan yaitu penilaian tentang hasil kegiatan Hasil : Pelaksanaan inventarisasi barang di Puskesmas Pakis Aji tidak menemui kendala yang berarti

14

III.3

Output Dari hasil pengumpulan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai

berikut: 1. Kartu Inventaris Ruangan (KIR) (data terlampir) 2. Data unit/ruang, nama barang, nomor kode, jumlah, dan keadaan barang saat diperiksa di masing-masing ruangan. (data terlampir)

15

BAB IV PEMBAHASAN FAKTA

IV.1

Kartu Inventaris Ruangan (KIR) Kartu Inventaris Ruangan adalah kartu yang berisi data unit/ruangan, nama

barang, model/merk, ukuran barang, bahan, tahun penyerahan, nomor kode barang, jumlah barang, keadaan barang, dan keterangan yang ditempelkan pada dinding setiap ruangan. KIR berfungsi untuk mempermudah pendataan saat dilakukan pemeriksaan dan perhitungan ulang barang, dimana data di KIR dicocokkan dengan barang yang ada di ruangan. Selain itu, KIR juga berfungsi sebagai pedoman pengawasan keberadaan barang, sehingga perlu dilakukan pembuatan KIR sesuai hasil inventarisasi terbaru di setiap ruangan. Jumlah seluruh ruangan di Puskesmas Pakis Aji adalah 16 ruangan, dimana 6 ruangan (37,5%) belum memiliki KIR dan 10 ruangan (62,5%) sudah memiliki KIR. Hal tersebut menunjukan bahwa KIR belum terdapat pada seluruh ruangan. Sedangkan pada 10 ruangan lain yang sudah memiliki KIR, terdapat ketidaksesuaian antara data barang yang ada di ruangan dengan yang tercantum dalam Kartu Inventaris Ruangan. Hal ini menimbulkan kesulitan dalam pengawasan semua barang tersebut, sehingga perlu dilakukan pembuatan pembuatan KIR baru yang ditempel di masing-masing ruangan.

IV.2

Jumlah, Kode dan Keadaan Barang di Puskesmas Pakis Aji Pada saat dilakukan cross check data hasil pengamatan dengan data

puskesmas, terdapat beberapa barang yang belum diberi kode. Berdasarkan Peraturan Mendagri No.17/ Mendagri/ III/ 2007 tanggal 21 Maret tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Barang Milik Daerah setiap barang inventaris harus dicantumkan nomer kodenya. Apabila belum dicantumkan, dapat mempersulit pengawasan dan saat dilakukan pemeriksaan dan perhitungan barang inventaris. Hasil konfirmasi didapatkan bahwa barang-barang tersebut sebagian besar merupakan barang-barang baru yang diperoleh tahun 2010. Dari 209 barang yang diamati, terdapat 72 barang (34,4%) yang belum memiliki kode. 16

Barang-barang yang ada di Puskesmas Pakis Aji merupakan barangbarang yang berfungsi untuk menunjang upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Barang yang tidak ada di tempat semestinya (karena hilang atau dalam keadaan rusak) dapat mengganggu kelancaran pelayanan kesehatan apabila tidak ada barang pengganti. Dari 209 barang yang diamati, 203 barang (97,12%) dalam kondisi baik, 1 barang (0,49%) dalam kondisi rusak ringan, 2 barang (0,98%) dalam kondisi rusak sedang, dan 4 barang (1,91%) dalam kondisi rusak berat. Kerusakan barang-barang tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan di Puskesmas Pakis Aji, karena puskesmas tersebut memiliki barang pengganti. No. Nama Barang Jumlah Baik 1 2 3 4 5 6 Kursi anyaman Kursi biasa Timbangan dewasa Bed obsgyn Dental unit Timbangan dewasa dengan tinggi badan 1 2 1 1 1 1 Keadaan Barang Rusak Rusak ringan sedang 1 2 Rusak berat 1 1 1 1

IV.3

Penempatan dan Penggunaan Barang di Puskesmas Pakis Aji Penempatan barang di Puskesmas Puskesmas Pakis Aji hampir seluruhnya

sesuai dengan fungsinya, sehingga tidak mengganggu kelancaran upaya pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.

17

BAB V MASALAH

Masalah adalah kesenjangan antara keadaan yang diharapkan dengan keadaan yang sebenarnya/kenyataan, yang menimbulkan rasa tidak puas sehingga timbul keinginan untuk menanggulanginya.5 Berdasarkan pembahasan laporan ini, didapatkan masalah sebagai berikut: 1. Terdapat 6 ruangan (37,5%) yang belum memiliki Kartu Inventaris Ruangan. 2. Kartu Inventaris Ruangan yang terdapat pada 10 ruangan (62,5%) tidak sesuai dengan barang yang ada. 3. Terdapat 72 barang (34,4%) yang belum tercantum kodenya.

Tim Penyusun. Pedoman Praktis Pelaksanaan Kerja di Puskesmas. 2005. Magelang: Bapelkes Salaman.

18

BAB VI PEMECAHAN MASALAH

Berdasarkan masalah yang ada dan dengan mempertimbangkan sumber daya, waktu, tenaga, dan kemungkinan untuk dilaksanakan, maka ditemukan alternatif pemecahan masalah berikut: 1. Pembuatan Kartu Inventaris Ruangan pada 6 ruangan yang belum memiliki KIR. 2. Perbaikan Kartu Inventaris Ruangan pada 10 ruangan yang memiliki ketidaksesuaian data KIR dengan barang yang ada. 3. Pemberian kode pada 72 barang dengan menempelkan label sesuai dengan kode masing- masing barang.

19

BAB VII PELAKSANAAN PROGRAM PEMECAHAN MASALAH

Untuk memecahkan masalah yang timbul, maka disusun program pemecahan masalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Sasaran : pembuatan Kartu Inventaris Ruangan : ruang tunggu, ruang rawat inap Cempaka, ruang rawat inap Bougenville, ruang rawat inap Anggrek, ruang rawat inap Flamboyan A, aula. Pelaksana Dana Waktu Tempat Hasil : mahasiswa : swadaya mahasiswa : Sabtu, 26 Maret 2011 : Puskesmas Pakis Aji : semua ruangan tersebut sudah memiliki Kartu Inventaris Ruangan. 2. Kegiatan Sasaran : perbaikan Kartu Inventaris Ruangan : ruang pendaftaran, ruang UGD, ruang periksa umum, ruang periksa gigi, ruang KIA-KB, ruang apotek, ruang perawat, ruang tata usaha, ruang laboratorium, ruang rawat inap Flamboyan B. Pelaksana Dana Waktu Tempat Hasil : mahasiswa : swadaya mahasiswa : Sabtu, 26 Maret 2011 : Puskesmas Pakis Aji : semua ruangan tersebut sudah memiliki Kartu Inventaris Ruangan yang telah diperbaharui 3. Kegiatan Sasaran Pelaksana Dana : konsultasi dan pengesahan Kartu Inventaris Ruangan : Kepala Puskesmas Pakis Aji dan Bendahara Barang : mahasiswa : swadaya mahasiswa

20

Waktu Tempat Hasil 4. Kegiatan Sasaran Pelaksana Dana Waktu Tempat Hasil 5. Kegiatan Sasaran Pelaksana Dana Waktu Tempat Hasil

: Senin, 28 Maret 2011 : Puskesmas Pakis Aji : Kartu Inventaris Ruangan disetujui dan ditandatangani : penempelan Kartu Inventaris Ruangan : semua ruangan Puskesmas Pakis Aji : mahasiswa : swadaya mahasiswa : Senin, 28 Maret 2011 : Puskesmas Pakis Aji : KIR telah ditempel di masing- masing ruangan : pemasangan label dan pemberian kode barang : barang Puskesmas Pakis Aji yang belum memiliki kode : mahasiswa : swadaya mahasiswa : Senin, 28 Maret 2011 : Puskesmas Pakis Aji : semua barang di Puskesmas Pakis Aji sudah tertempel label kecuali barang- barang tertentu (klem, pinset, dll). Barang-barang tersebut tidak ditempeli label tetapi dicantumkan pada kartu inventarisasi ruangan.

21

BAB VIII SIMPULAN DAN SARAN

VIII.1 Simpulan Dari data dan hasil pengamatan yang dilakukan mahasiswa dalam studi kasus Inventarisasi Barang di Puskesmas Pakis Aji Periode Maret 2011 didapatkan bahwa 6 ruangan di puskesmas tersebut belum memiliki KIR dan 72 barang juga belum tercantum kode barang. Selain itu, terdapat 6 barang yang rusak, namun barang yang rusak tersebut tidak mengganggu upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas Pakis Aji. Terdapat KIR pada 10 ruangan yang memiliki ketidaksesuaian data antara yang tercantum dalam KIR dengan barang yang ada. Untuk memecahkan masalah tersebut, penulis melakukan kegiatan berupa pembuatan KIR untuk setiap ruangan, perbaikan KIR, dan pemberian kode pada barang dengan cara menempel stiker/label yang berisi kode barang.

VIII.2 Saran 1. Perlu diadakan pengawasan terhadap label barang, jika ada label yang lepas/hilang/rusak segera diganti dengan label baru. 2. Perlu dilakukan pembaharuan KIR yang sesuai dengan keadaan barang di masing-masing ruangan.

22

DAFTAR PUSTAKA
1. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pendataan Data Dasar Puskesmas. 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan 2007. 2. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Administrasi di Puskesmas. 1991. Jakarta: Departemen Kesehatan 1991. 3. Tim Penyusun. Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. 2008. Jakarta: CV. Eko Jaya. 4. Tim Penyusun. Penatausahaan dan Kodefikasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. 2010. Jepara. 5. Tim Penyusun. Pedoman Praktis Pelaksanaan Kerja di Puskesmas. 2005. Magelang: Bapelkes Salaman.

23

Anda mungkin juga menyukai