Anda di halaman 1dari 4

The Da Vinci Code

Sinopsis:
Klaim alur cerita The Da Vinci Code mengatakan bahwa Gereja Katolik telah terlibat dalam konspirasi untuk menutupi cerita Yesus yang sebenarnya. Ini menyiratkan bahwa Vatikan dengan sadar mengetahui sedang hidup dalam suatu kepalsuan, tetapi mengerjakan sesuatu demi menjaga kekuasaannya. Buku dan film The Da Vinci Code diawali dengan pembunuhan terhadap Jacques Sauniere, kurator Museum Louvre, di Paris, oleh Sillas seorang biarawan berkulit albino yang mengakui dirinya sebagai malaikat utusan Tuhan yang mengemban tugas penting. Nyatanya Sillas adalah utusan Dewan Opus Dei demi mendapat merebut rahasia batu kunci Priory of Sion, karena di situ termuat informasi tentang letak Cawan Suci (Holy Grail), yaitu cawan yang digunakan oleh Yesus dalam perjamuan kudus terakhir bersama para murid-Nya. Ketika berada di Paris dalam rangka urusan bisnis, ahli ilmu simbol Universitas Harvard bernama Robert Langdon menerima telepon penting saat larut malam yang mengabarkan terbunuhnya seorang kurator museum terkenal Louvre. Didekat tubuh Sauniere, polisi menemukan sejumlah simbol yang tidak bisa dijelaskan. Mayat Sauniere ditemukan telanjang di dalam Louvre dan posisi seperti gambar terkenal Leonardo da Vinci, Vitruvian Man, dengan suatu pesan acak (cryptic) yang tertulis di samping tubuhnya dan sebuah Pentagram tergambar di perutnya dengan darahnya sendiri.

Robert Langdon lalu bekerjasama dengan Sophie Neveu, ahli ilmu bahasa kuno pemerintah Prancis, yang juga cucu perempuan Jacques Sauniere untuk memecahkan teka-taki dan petunjuk yang diberikan oleh Sauniere sebelum dirinya meninggal. Pada mulanya Langdon dan Sophie tidak mengerti tentang apa yang sedang mereka hadapi sebenarnya. Bahkan Sophie sendiri mengakui sendiri jika dia tidak percaya akan adanya Tuhan, berbeda dengan Langdon yang dibesarkan oleh keluarga Katholik taat. Semuanya berubah ketika Langdon berhasil memecahkan kode-kode yang ditinggalkan oleh Sauniere. Mereka menemukan rahasia dibalik lukisan-lukisan Leonardo Da Vinci. Bahkan mereka akhirnya menemukan kunci yang diburu oleh Sillas. Dalam upaya ini, Langdon dan Sophie menjadi buruan internasional. Keduanya terus diburu oleh Kapten Bezu Fache, anggota reserse kriminal Prancis yang juga simpatisan Opus Dei, dan Sillas. Kapten Fache ingin mengungkap kasus pembunuhan, sedangkan Sillas ditugasi pemimpin Opus Dei, sebuah organisasi rahasia Gereja Katolik, demi menyelamatkan Gereja Katolik. Satu-satunya harapan Langdon dan Sophie adalah membuka rahasia dibalik rahasia semua misteri tersebut dan memecahkan labirin tekateki itu. Jika gagal, seluruh kebenaran kuno yang dapat mengguncang dunia, yaitu rahasia dibalik Priory dan lukisan Da Vinci akan musnah selamanya. Di dalam pelariannya, Robert Langdon dan Sophie Neveu menemui kenalan Langdon, Sir Leigh Teabing, ilmuwan yang mendalami rahasia Cawan Suci. Teabing memaparkan berbagai "rahasia gereja", di antaranya: Yesus hanyalah manusia biasa yang menikah dengan Maria Magdalena. Sehingga demi kepentingan politiknya Kaisar Romawi Konstantin menetapkan Yesus sebagai Tuhan.

Melalui sebuah konsili (sidang gereja) di kota Nicea pada tahun 325. Dalam konsili tersebut diputuskan semua "kitab suci yang benar", yang menyatakan Yesus manusia biasa, dilarang dan dibakar. Sedangkan para "pengikut Yesus yang asli", yaitu mereka yang tak mempercayai ketuhanan Yesus ditetapkan sebagai kaum bidat, dan harus dimusnahkan. Lebih jauh Teabing menjelaskan Leonardo Da Vinci, yang adalah anggota serikat rahasia Priory of Sion, --organisasi rahasia berumur ratusan tahun yang sejumlah anggota terkenalnya adalah ilmuwan terkenal dunia seperti Sir Isaac Newton, Botticelli, Victor Hugo--, mengetahui rahasia pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena, sehingga tugas serikat ini menjaga rahasia itu. Namun Leonardo Da Vinci membocorkannya melalui lukisannya yang sangat terkenal, The Last Supper (Perjamuan Malam yang Terakhir) yang melukiskan suasana perjamuan Paskah sebelum Yesus ditangkap. Lukisan tersebut menyembunyikan

beberapa kode yang menunjukkan Maria Magdalena adalah istri Yesus. Kode-kode tersebut diantaranya: tidak adanya gambar Cawan Suci pada lukisan tersebut. Orang yang duduk di sebelah kanan Yesus, sesungguhnya adalah gambar Maria Magdalena, bukan rasul Yohanes. Posisi tubuh Yesus dengan Maria Magdalena di dalam lukisan tersebut membentuk huruf V, supaya orang yang mencari-cari gambar Cawan Suci akan menangkap kode huruf V ini, mendapati sesungguhnya Maria Magdalenalah Sang Cawan Suci yang mereka cari. Huruf V merupakan simbol dari cawan yang juga simbol seorang perempuan, Dan Leonardo memakai Cawan Suci sebagai kode untuk memberitahukan Yesus menikah dengan orang yang duduk di sebelah kanan-Nya, yaitu Maria Magdalena. Lukisan itu

juga ingin memberitahukan betapa bencinya rasul Petrus kepada Maria Magdalena, sebab Maria Magdalena telah dipercaya Yesus untuk memimpin gereja. Di situ dilukiskan wajah Petrus penuh amarah dengan jari telunjuknya diarahkan ke leher Maria Magdalena. Teabing juga menjelaskan Gereja Katolik telah berkonspirasi menutupi fakta Yesus hanya manusia biasa, dan Vatikan mengetahui kebohongan ajaran kalau Yesus adalah Tuhan. Rahasia ini dijaga demi mempertahankan kekuasaan gereja. Klimaks kisah ini terjadi ketika terungkap bahwa ternyata Teabing-lah tokoh kunci dalang pencarian kunci batu Priory of Sion, dan bahwa Sophie Neveu adalah keturunan Maria Magdalena dari perkawinannya dengan Yesus.

Tokoh Utama :
Robert Langdon (diperankan oleh Tom Hanks), pakar pemecah simbol religius dari Universitas Harvard, seorang yang memiliki karakter yang tulus tapi pasif dengan sedikit keruwetan. Berbekal otaknya yang cerdas menjadikan dia ahli simbolis hebat. Atas bantuan rekannya pula, Sophie Neveu, mereka dapat memecahkan suatu teka-teki dan petunjuk yang berujung pada sebuah kebenaran dunia yang selama ini ditutup-tutupi.