Anda di halaman 1dari 25

Membuat Localhost Menggunakan XAMPP

Posted by Dedi Nestoriko Sinaga on 4/10/2009 26 komentar This item was filled under Articles

elalui postingan yang lalu kita sudah mengenal apa itulocalhost dan localserver serta fungsi

dari localhost tersebut. Sekarang saya akan memaparkan bagaimana cara membuat komputer menjadi localhost (setting localhost) sehingga bisa digunakan untuk membuat web dengan CMS tanpa harus online ke internet. Seperti yang pernah saya katakan bahwa agar web yang menggunakan pemrograman PHP dan berbasisdatabase MySQL bisa terlihat pada browser, diperlukan server yang mampu menjalankan pemrograman PHP-MySQL yang digunakan untuk membuat webtersebut. Server tersebut harus mempunyai beberapa aplikasi yang terintegrasi, yaitu:

1. Aplikasi PHP. Aplikasi ini mutlak digunakan karena CMS yang kita gunakan menggunakan PHPsebagai bahasa
pemrogramannnya.

2. Web Server Apache. Aplikasi inilah yang digunakan untuk menjalankan PHP yang digunakan pada CMS. 3. Database MySQL. CMS yang akan kita gunakan yang salah satunya adalah wordpress CMS yang pernah kita
bahas sebelumnya merupakan web dinamis yang menggunakan database yang dibangun dengan MySQL. Oleh karena itu, aplikasi Database MySQL yang bisa menjalankan database tersebut mutlak diperlukan.

Aplikasi-aplikasi tersebut jugalah yang harus ada di dalam komputer kita agar bisa dijadikan sebagai localhost. Untuk itu, kita perlu menginstal satu persatu aplikasi tersebut. Kita bisa mendapatkan programnya dari situs resminya. Untuk aplikasi PHP bisa kita download diwww.php.net, aplikasi Web Server Apache bisa kita download di www.apache.org.Sedangkan program/aplikasi database MySQL bisa kita download di www.mysql.com. Namun, ada cara yang lebih simpel tanpa harus menginstal satu persatu aplikasi-aplikasi tersebut. Caranya adalah dengan menggunakan XAMPP. XAMPP merupakan sebuah program atau software yang didalamnya sudah terinclude (terintegrasi) aplikasi web server Apache dan database MySQL. Artinya, cukup dengan menginstal software XAMPP, maka kedua aplikasi tersebut langsung ada di dalam komputer kita sehingga komputer kita sudah bisa dijadikan sebagai LOCALHOST. Sama seperti aplikasi-aplikasi diatas, XAMPP juga bisa kita download secara gratis. Pembaca bisa mendownloadnya di www.apachefriends.org. Itulah nikmatnya jika menggunakan CMS. Semua serba opensource dan bisa kita dapatkan secara gratis serta boleh dikembangkan sendiri. Bagaimana, sudah didownloadkan? Sebenarnya pembaca yang mungkin menggunakan OS Windows, di dalamnya sudah terdapat sebuah sistem server yang bisa kita gunakan. Untuk Windows 98, sistem server tersebut dinamakan PWS (personal web server), sedangkan untuk Windows XP dinamakan IIS(internet information services). Sistem server tersebut bisa kita gunakan dengan menginstal komponennya yang biasanya sudah terdapat pada CD instaler windows yang Anda gunakan. Sebenarnya adakah perbedaan lain antara IIS/PWS dengan localhost XAMPP? BiasanyaIIS/PWS digunakan untuk menjalankan web yang membutuhkan aplikasi dari Microsoft.Sedangkan Apache server (yang bisa kita dapatkan dari XAMPP) biasanya digunakan untuk web yang tidak digunakan untuk menjalankan aplikasi dari Microsoft. Pertimbangan lain menggunakan Apache server adalah sifatnya yang opensource sehingga bisa didapatkan secara gratis. Sistem serupa biasanya digunakan untuk

server yang menggunakan linuxsebagai OS-nya. Nah, ada lagi nih pertimbangan pribadi dari saya. Saya tidak memiliki CD instaler Windowsyang asli, sebab OS yang saya gunakan sekarang adalah hasil pabrikan alias sudah terinstal ketika pertama kali membeli laptop yang saya gunakan ini. Pasti pembaca sempat berpikir saya menggunakan bajakan yang ada cracknya ya?ha3x.

CARA MEMBUAT MULTI DOMAIN DI LOCALHOST MENGGUNAKAN XAMPP


6Share

Kali ini saya akan memberikan panduan bagaimana cara untuk membuat nama domain [ Multi Domain] pada komputer localhostmenggunakan aplikasi XAMPP. Secara default jika aplikasi XAMPP telah tertanam di komputer kita, maka kita dapat menjalankan web lokal dengan alamat 127.0.0.1 yang diwakilkan "localhost" [ http://localhost ]. Begitu juga jika kita memiliki multi domain, maka tinggal menambahkan folder setelahalamat localhost tersebut, semisal http://localhost/domain1 atau http://localhost/domain2, dsb.

Sekedar mengingatkan saja bahwa pada aplikasi XAMPP, jika kita mengetikan http://localhost/ maka secara otomatis akan direct ke alamat http://localhost/xampp, namun ini semua bisa kita ubah sesuai judul artikel ini. Ok, sebelum melakukan bagaimana membuat Multi Domain di localhost sebisa mungkinservice Apache dan service mysql dimatikan dulu, dan dapat dilihat pada XAMPPControl Panel di tray icon kanan bawah.

Asumsi :

Aplikasi XAMPP terinstall pada C:\xampp\htdocs ( Download XAMPP ) Multi Domain yang akan dibuat adalah corexp1.local dan corexp2.local Domain corexp1.local terletak pada C:\xampp\htdocs\corexp1 Domain corexp2.local terletak pada C:\xampp\htdocs\corexp2 Tahap berikutnya adalah :

1. Klik Start Run.. lalu ketik notepad C:\Windows\system32\drivers\etc\hosts.icslalu OK, 2. Maka file hosts.ics akan terbuka melalui notepad, tambahkan "127.0.0.1 corexp1.local" dan
"127.0.0.1 corexp2.local" tanpa tanda kutip dua lalu SAVE.

3. Berikutnya

buka

file httpd.conf yang

ada

di C:\xampp\apache\conf\ editmenggunakan

notepad lalu tambahkan baris berikut, bisa terlihat pada gambar dibawah ini :

4. Selanjutnya, edit juga

file httpd-vhosts.conf yang

ada

diC:\xampp\apache\conf\extra\ edit menggunakan notepad lalu tambahkan baris berikut, bisa terlihat pada gambar dibawah ini :

5.

Sampai disini, silahkan start Service Apache maupun Service Mysql. http://corexp2.local, maka kita dapat melihat kedua-duanya dapat berjalan bersama-sama dengan masing-masing alamat domain. Enjoy!

6. Sekarang jalankan browser anda dengan mengetik alamat http://corexp1.local ataupun

7.

Membuat domain di localhost dengan XAMPP


Saat ini saya akan coba menulis tentang bagaimana cara membuat domain di dalam localhost. Biasanya localhost ini dibuat dari software server seperti xampp, wamp, mySql server, dan lain-lain. Dan pada browser bisa diakses dengan alamathttp://localhost atau IP 127.0.0.1 sehingga akan tampil tayangan website local server sesuai dengan software yang digunakan. Dan jika menggunakan XAMPP biasanya langsung didirect ke http://localhost/xampp Dan jika kita menginstall website offline tinggal membuat folder didalam folderhtdocs (jika menggunakan XAMPP lho... ) Contohnya jika kita menginstal joomla dalam (C:\xampplite\htdocs\wahyu ) dengan folder wahyu, maka bisa diakses dihttp://localhost/wahyu dan tampilah website yang kita bangun. Jadi sebelum kita mulai, matikan dulu Apache dan MySql dengan cara tekan stop di XAMPP Control Panel seperti berikut ini:

Kita akan membuat domain : http://wahyu.local Langkah-langkahnya : 1. Domain yang akan kita akses adalah http://localhost/wahyu maka harus terletak pada C:\xampp\htdocs\wahyu

2. 3. 4.

Kemudian klik Start, Run ketikC:\Windows\system32\drivers\etc\

Logo

Window

dikeyboard

R)

dan

Setelah terbuka explorernya maka buka file hosts dengan notepad.

Setelah terbuka file hosts.ics (jika eks tidak dihide) , tambahkan lagi IP "127.0.0.1 wahyu.local" (ingat harus ada spasi antara IP dan domain dan tanpa kutip) dibawah localhost atau boleh juga dihapus. (coba2 aja deh... )

5. Selanjutnya buka file httpd.conf yang ada di C:\xampp\apache\conf\ edit menggunakan notepad lalu tambahkan baris berikut, bisa terlihat pada gambar dibawah ini :

6. Selanjutnya, edit juga file httpd-vhosts.conf yang ada diC:\xampp\apache\conf\extra\ edit menggunakan notepad lalu tambahkan baris berikut, bisa terlihat pada gambar dibawah ini :

7. Sampai disini, silahkan start Service Apache maupun Service Mysql. 8. Sekarang jalankan browser anda dengan mengetik alamat http://wahyu.localataupun dengan localhost maka kedua-duanya dapat berjalan bersama-sama dengan masing-masing alamat domain.

Konfigurasi Apache

Install PHP, MY SQL Dan APACHE


PHP dan MySQL biasanya berhubungan dengan LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP). PHP developer umumnya menggunakan platform Windows untuk membangun apliksi PHP. Sama seperti LAMP, WAMP ( Windows, Apache, MySQL, PHP ) juga membungkus Apache, MySQL, PHP dalam satu bundle. Tipikal dengan LAMP dan WAMP, ada juga XAMP dan Dongkrak. Penjelasan mengenai LAMP, WAMP, XAMP, Dongkrak akan saya tulis secara terpisah. Di artikel ini, anda akan belajar cara menginstall Apache, PHP, dan MySQL dilingkungan Windows. Download paket-paket berikut :

Apache : www.apache.org PHP : www.php.net MySQL : www.mysql.com

Pastikan Anda mendapatkan update terbaru dari masing-masing paket. Sekarang kita akan memulai instalasi satu persatu.

Install Apache Install PHP Modifikasi Konfigurasi Apache Install MySQL Modifikasi Konfigurasi PHP.ini

Install Apache
Menginstall Apache akan lebih mudah jika Anda mendownload paket dalam bentuk Microsoft Installer ( .msi). Double click icon dan ikuti installation wizard yang ada. Klik next hingga Anda melihat window Server Information. Anda bisa mengisi dengan localhost untuk Network Domain dan Server Name. Untuk email Administrator Anda bisa mengisi dengan sembarang nilai. Dalam artikel ini saya menggunakan Windows XP dengan Apache terinstall sebagai Service sehingga setiap Windows start maka Apache juga start secara otomatis.

Klik tombol Next dan pilih Typical installation. Klik Next sekali lagi dan pilih dimana Anda ingin menginstall Apache (Default lokasinya C:\Program Files\Apache Group). Klik tombol Next dan Install untuk mulai proses instalasi. Ketik di browser http://localhost di address bar. Jika instalasi Anda sukses, Anda akan melihat seperti ini :

Secara default, document root pada Apache adalah direktori htdocs. Document root adalah tempat Anda meletakkan semua file PHP atau HTML untuk diproses oleh Apache ( sehingga bisa dilihat oleh web browser ). Tentu saja Anda bisa meletakkan di direktori lain yang Anda inginkan. File konfigurasi Apache disimpan di C:\Program Files\Apache Group\Apache2\conf\httpd.conf (kita asumsikan Anda menginstall Apache di C:\Program Files\Apache Group ). File ini berbentuk plain text sehingga Anda bisa menggunakan Notepad atau Text Editor yang lain untuk mengedi Contoh, jika Anda meletakkan file PHP atau HTML di C:\www cukup edit bagian berikut di httpd.conf : DocumentRoot C:/Program Files/Apache Group/Apache2/htdocs dan rubah menjadi : DocumentRoot C:/www

Jangan lupa untuk merestart Apache setiap melakukan perubahan ( Start > Programs > Apache HTTP Server 2.0.50 > Control Apache Server > Restart ) untuk mengetahui hasilnya. Konfigurasi yang lain yang perlu dirubah adalahdirectory index. Ini adalah file yang akan di load oleh Apache jika Anda melakukan request pada directory. Contoh jika Anda mengetikhttp://www.kopionline.com/ tanpa diikuti file lain, maka index.php otomatis akan ditunjukkan. Anggaplah Anda ingin Apache menggunakan index.html, index.php atau main.php sebagai directory index maka Anda cukup merubah nilai DirectoryIndex seperti ini : DirectoryIndex index.html index.php main.php Sekarang, setiap kali Anda request directory seperti http://localhost/ Apache akan mencoba menemukan file index.html , jika tidak ada, Apache akan menggunakan index.php. Dan jika Apache tidak menemukan index.php maka main.php akan digunakan, dan begitu seterusnya.

Install PHP
Pertama, extract paket PHP Anda. Saya lebih suka mengextrac dalam satu direktori yang sama dengan paket Apache yang sudah terinstall ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2 ). Buat direktori php. Copy file php.ini-dist di direktori PHP ke direktori windows ( C:\Windows atau C:\Winnt tergantung jenis Windows ) dan rename file menjadi php.ini. Ini adalah file konfigurasi PHP yang nantinya akan kita modifikasi. Selanjutnya, pindah file php4ts.dll dari direktori PHP ke subdirektori sapi. Anda juga bisa menempatkan php4ts.dll ketempat lain seperti :

Direktori dimana apache.exe berada, yaitu ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2 \bin) Atau pada %SYSTEMROOT%\System32, %SYSTEMROOT%\system dan %SYSTEMROOT% directory.Note: %SYSTEMROOT%\System32 hanya pada Windows NT/2000/XP) Atau pada semua %PATH%

Modifikasi Konfigurasi Apache


Apache belum mengenali instalasi PHP Anda. Anda harus menambahkan PHP pada konfigurasi Apache pada C:\Program Files\Apache Group\Apache2\conf\httpd.conf dan tambahkan barisbaris berikut : LoadModule php4_module php/sapi/php4apache2.dll AddType application/x-httpd-php .php AddType application/x-httpd-php-source .phps Baris pertama memberitahu Apache dimana me load dll yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP dan baris kedua menunjukkan bahwa setiap file berekstensi .php akan diproses sebagai file PHP. Anda sebenarnya juga bisa mengubahnya ke apa saja yang Anda inginkan seperti .html atau bahkan .asp!. Baris ketiga ditambahkan agar Anda bisa melihat source code file PHP Anda di browser window(tentunya file dengan ekstensi .phps).

Sekarang restart Apache untuk melihat hasil perubahan yang Anda lakukan ( Start > Programs > Apache HTTP Server 2.0.50 > Control Apache Server > Restart ) . Untuk mengetahui apakah konfigurasi Anda sudah benar buat file baru, beri nama test.php dan letakkan di direktori document root ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs ). Isi file tersebut seperti dibawah ini. <?phpphpinfo(); ?> phpinfo() adalah fungsi PHP yang akan memberitahu Anda tentang segala hal mengenai PHP dan konfigurasi server yang telah Anda install. Ketik http://localhost/test.php pada browser address bar dan jika semunya benar, maka Anda akan melihat seperti ini :

Install MySQL
Pertama extract paket Anda (misalnya mysql-4.0.18-win.zip ) ke temporary directory, kemudian jalankan setup.exe. Klik tombol next hingga proses instalasi selesai. Secara default MySQL akan diisntall di C:\mysql. Buka DOS window dan pindah ke direktori C:\mysql\bin dan ketik mysqld-nt console , Anda akan melihat pesan sebagai berikut : C:\mysql\bin>mysqld-nt consoleInnoDB: The first specified data file .\ibdata1 did not exist: InnoDB: a new database to be created! 040807 10:54:09 InnoDB: Setting file .\ibdata1 size to 10 MB InnoDB: Database physically writes the file full: wait 040807 10:54:11 InnoDB: Log file .\ib_logfile0 did not exist: new to be created InnoDB: Setting log file .\ib_logfile0 size to 5 MB InnoDB: Database physically writes the file full: wait 040807 10:54:12 InnoDB: Log file .\ib_logfile1 did not exist: new to be created InnoDB: Setting log file .\ib_logfile1 size to 5 MB

InnoDB: Database physically writes the file full: wait InnoDB: Doublewrite buffer not found: creating new InnoDB: Doublewrite buffer created InnoDB: Creating foreign key constraint system tables InnoDB: Foreign key constraint system tables created 040807 10:54:31 InnoDB: Started mysqld-nt: ready for connections. Version: 4.0.18-nt socket: port: 3306 Sekarang coba buka DOS window lain dan ketik C:\mysql\bin\mysql jika instalasi Anda sukses, Anda akan melihat MySQL client sedang running : C:\mysql\bin>mysqlWelcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g. Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.0.18-nt Type help; or \h for help. Type \c to clear the buffer. mysql> Ketik exit pada console mysql> untuk keluar dari MySQL client. Bagaimana install MySQL sebagai Service Windows?Prosesnya sederhana, cukup ketik mysqld-nt install dan net start mysql untuk menjalankan service. Sebelumnya shutdown MySQL server dulu menggunakan mysqladmin -u root shutdown C:\mysql\bin>mysqladmin -u root shutdown C:\mysql\bin>mysqld-nt install Service successfully installed. C:\mysql\bin>net start mysql The MySQL service was started successfully. C:\mysql\bin>mysql Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g. Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.0.18-nt Type help; or \h for help. Type \c to clear the buffer. mysql>

Modifikasi file komfigurasi PHP ( php.ini )


PHP menyimpan semua konfigurasi dalam satu file yang disebut php.ini.Anda bisa mencari file ini pada direktori tempat PHP Anda diinstall. Beberapa perubahan kdang diperlukan misalnya untuk menggunakan PHP extension. Beberapa perubahan yang diperlukan antara lain : 1. register_globals 2. error_reporting and display_errors 3. extension and extension_path

4. session.save_path 5. max_execution_time

register_globals
Sebelum PHP 4.2.0 default value untuk register_globals adalah On dan setelah 4.2.0 menjadiOff. Alasan utamanya tentu adalah source code yang aman apabila register_globals bernilai Off pada php.ini.

error_reporting and display_errors


Set value nya menjadi error_reporting = E_ALL selama pross development. Cuman saya lebih sering menggunakan E_ERROR, jadi hanya error yang krusial saja yang akan ditampilkan :p Alasan menggunakan E_ALL selama pengambangan agar Anda bisa melihat semua Bugs(kesalahan)dalam code Anda. PHP akan mengeluarkan pesan error setiap code Anda salah dan pesan peringatan ( misalnya jika Anda mencoba menggunakan variable yang tidak diinisialisasi dulu). Catatan, Anda bisa mengubah value nya menjadi E_NONE setelah development. Jangan lupa untuk memberi nilai On pada bagian display_erros agar setting error_reporting = E_ALL juga berfungsi

extension dan extension_path


PHP4 punya sekitar 51 extensions seperti GD library ( untuk membuat dan memanipulasi grafik), CURL, PostgreSQL support dll. Extensions ini tidak secara otomatis berfungsi. Jika Anda membutuhkan extension tententu maka Anda juga harus menspesifikasi dimana extension tersebut dan menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP. Nilai extension_path harus diset sesuai dengan direktori dimana extension diinstal yang biasanya PHP_INSTALL_DIR/extensions, PHP_INSTALL_DIR adalah direktori instalasi PHP Anda. Contoh jika Anda menginstall PHP di C:\Program Files\Apache Group\Apache2\php maka extensions path adalah : extension_path = C:/Program Files/Apache Group/Apache2/php/extensions/ Jangan lupa menambahakan slash agar berfungsi dengan benar Setelah Anda menspesifikasi extension_path Anda juga harus menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP pada extension yang digunakan. Comment diawalai dengan tanda semicolon (;). Contoh jika Anda ingin menggunakan GD library hiangkan tanda semicolon pada awal ;extension=php_gd2.dll menjadi extension=php_gd2.dll

session.save_path
Konfigurasi ini akan memberitahu PHP dimana menyimpan session data. Ubahlah sesuai keinginan Anda. Di Windows Anda bisa mengubah nilainya menjadi session.save_path = c:/windows/temp/

max_execution_time
Nilai default max_execution_time adalah 30 ( dalam detik ).

Jika script Anda butuh waktu lebih untuk proses maka Anda bisa merubah nilai max_execution_time lebih tinggi sesuai kebutuhan Anda PHP memiliki fungsi untuk memodifikasi konfigurasi pada runtime,yaitu ini_set(). Setting file konfigurasi PHP menggunakan fungsi ini tidak permanent, ketika sebuah script selesai dieksekusi, maka setting ini juga hilang.

abu, 30 Maret 2011


BELAJAR MEMBUAT WEBSITE LOCALHOST DENGAN PHP DAN MySQL LEARN TO MAKE A WEBSITE WITH PHP AND MySQL localhost

Untuk membuat sebuah website local host dibutuhkan beberapa software antara lain : 1. Web Server Localhost Apache Web server adalah sebuah bentuk server yang khusus digunakan untuk menyimpan halaman website atau home page. Komputer dapat dikatakan sebagai web serverjika komputer tersebut memiliki suatu program server yang disebut Personal Web Server (PWS). PWS ini difungsikan agar halaman web yang ada di dalam sebuah komputer server dapat dipanggil oleh komputer klien. Adapun beberapa contoh dariweb server antara lain : Apache, Xitami, IIS, PWS. (Bunafit Nugroho, 2003:6). 2. Editing Web / Desain Web Macromedia Dreamweaver 8 merupakan software web design yang terlengkap untuk saat ini yang berguna untuk merancang, membuat, dan mendesain website dari pada software perancang website lainnya. Mulai dari untuk memasukkan atau memainkan file animasi, video, dan file multimedia lainnya, Dreamweaver 8 sangat cocok untuk keperluan tersebut yang mengungkapkan semua cara pembuatanWeb, teknik membuat situs web, berbagai penyiapan untuk bekerja dengan teks,bekerja dengan tabel, gambar, berbagai objek multimedia, pembuatan link dan navigasi, hingga bekerja dengan berbagai lapisan atau layer dan frame. 3. Browser ( Mozilla, Internet Exsplorer, Opera dll ) 4. PHP dan SQL PHP adalah bahasa program yang berbentuk script yang diletakkan didalam server web dan hanya dapat berjalan pada server yang hasilnya dapat ditampilkan pada klien SQL adalah kependekan dari Structured Query Language ( bahasa query yang terstruktur)

To create a website hosted locally needed some software such as: 1. Apache Web Server Localhost Web server is a specialized form of servers used to store web pages or home page.Computers can be said as a web server if the computer has a server program called Personal Web Server (PWS). PWS is enabled for a web page that is in a computer server can be invoked by the client computer. As for some examples of web servers include: Apache, Xitami, IIS, PWS. (Bunafit Nugroho, 2003:6). 2. Editing Web / Web Design Macromedia Dreamweaver 8 is the most comprehensive web design software for now which is useful for designing, manufacturing, and design a website from other websites on the software designer. Ranging from to enter or play animation files, video and other multimedia files, Dreamweaver 8 is very suitable for this purpose that expresses all the way Web-making, techniques to create a website, a variety of preparation for working with text, working with tables, images, various objectsmultimedia, making links and navigation, to work with different layers or layers and frame.

3. Browsers (Mozilla, Internet Exsplorer, Opera etc) 4. PHP and SQL PHP is a programming language that shaped the script is placed inside the web server and can only be run on the server that results can be displayed on the client SQL stands for Structured Query Language (structured query language)

NEXT >>>
Diposkan oleh Nanang Sutondo di 18:35 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
1 komentar:

agus and aris mengatakan... terima kasihh 17 Januari 2012 23:54


Poskan Komentar

1. "Blog ini Do Follow, silakan post untuk mendapatkan Backlink" 2. "Anda Follow, pasti saya Followback" 3. "Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini" 4. "Terima Kasih Lagi . . . !!!"

Cara Membuat Website CMS Drupal


Drupal adalah Content Management System ( CMS ) yang terbaik saat ini. Drupal ngetop karena termasuk salah satu CMS yang sangat Search Engine Friendly , kita bisa membuat website yang bervariasi bentuk dan fasilitasnya karena banyaknya module dan theme yang tersedia.

Drupal website bisa anda buat sebagai blog , portal , forum dan lainnya tergantungdari anda memilih module yang anda sukai sesuai kebutuhan anda.

Nah, bagaimana cara membuat website dengan drupal ?. Sebagian hosting sudah menyediakan fantatisco installer. Dengan fasilitas ini anda tinggal klik dan jadi web site anda drupal. Tapi kadang hosting tidak menyediakan drupal versi terbaru sehingga ada baiknya jika kita tau cara install drupal tersebut.

Anda bisa install drupal di komputer kita sendiri untuk test. Syaratnya kita harus sudah menginstall web server dengan PHP & MySQL di komputer kita. Cara install web server lokal klik disini aja.

Kita juga bisa install langsung drupal di hosting berbayar atau yang gratis. Caranya kurang lebih sama. Kalau di lokal server root foldernya untuk XAMPP adalah htdocssedangkan di hosting biasanya di folder public_html .

Berikut cara install drupal :

Download drupal versi terbaru dari www.drupal.org

Baut folder baru di root web server anda. biasanya setelah htdocs ataupublic_html . Misalnya kita buat nama folder kita adalah MyDrupal

Extract file yang sudah anda download ke folder yang baru dibuat (MyDrupal ) . Anda bisa gunakan FTP untuk install di hosting.

Buka phpMyAdmin dari browser anda. Buat database baru, misal namanyadrupal_db . Buat user baru atau user lama yang bisa access drupal_dbtersebut. Misal nama usernya adalah drupal_user dengan password adalahdrupal_pwd

Buka folder MyDrupal \sites\default .Disana ada file yang bernamadefault.settings.php. Copy file tersebut dan paste di folder itu juga. Ubah namanya menjadi settings.php. Buka file tersebut. Di local

web server bisa kuka langsung dengan notepad , sedang di FTP pilih edit atau downloaddulu baru diedit pake notepad di komputer anda.

Cari tulisan $db_url = 'mysql://username:password@localhost/databasename'; ubah username dengan user nae yang anda buat tadi , password dengan password , localhost dengan lokasi MySQL server , databasename dengan nama database. Jika kita buat di lokal host (web server di komputer kita) dan foldernya seperti step sebelumnya maka tulisan tersebut diganti menjadi $db_url = 'mysql://drupal_user:drupal_pwd@localhost/drupal_db';

Buka website anda dengan browser. Pada contoh ini bukahttp://localhost/mydrupal dan anda akan langsung dibawa ke prosesinstall drupal.

Pilih bahasa dengan klik pada Install Drupal in english

Jika database dan setting folder sudah benar maka anda akan diminta isi data berikut

Site name: diisi dengan nama website anda

Site e-mail address: Alamat email anda , bisa juga isi sembarang

Username: Nama user yang pertama anda buat dengan status sebagai administrator

E-mail address: diisi dengan email address dari si Username

Password: password untuk username

Pilih time zone ( +0700 untuk Waktu Indonesia Barat)

Klik pada clean url agar website drupal anda search engine friendly ( mudah di index

search engine )

Klik Save and Continue

Selesai install website drupal anda.

Buka link your new site atau ketikkan alamat website anda di browser. Dan anda dibawa ke halaman awal website drupal anda. Anda bisa mulai membuat content dengan klik pada Create Content atau menyeting website anda dengan klik padaAdminister . Anda bisa download module dan theme dari www.drupal.org untuk mempercantik website anda jika belum puas dengan bawaan installer drupal.

CARA MENGINSTALL CMS DRUPAL


Posted by Masanton Shodagar on Tuesday, January 19, 2010 Under: tutorial

Beberapa teman memberitahu saya untuk berbagi pengalaman tentang drupal. Mereka berpikir drupal itu sulit tidak seperti CMS (Content Management System) lainnya. Apakah drupal sesulit dan serumit itu? Saya akan mencoba menulis tutorial sederhana tentang drupal, semoga bisa membantu anda semua dalam mempelajari drupal. Jika anda membaca handbook drupal mungkin anda akan sedikit bingung, begitu banyak istilah dan kata-kata yang kita tidak mengerti. Iya itulah drupal. Awalnya terlihat sulit dan akan butuh perhatian ekstra dari kita untuk mempelajarinya tapi nanti akhirnya anda pun akan tahu kenapa anda memilih untuk menggunakan drupal. 1. Installasi Kita dapat menggunakan instalasi drupal otomatis menggunakan Fantastico dan ini cocok bagi pemula karena akan lebih mudah.

Instalasi Drupal menggunakan Fantastico Atau kita dapat menggunakan cara lain dengan mendownloadnya lalu menginstallnya secara manual. Karena file hasil download itu dalam format *.tar.gz, maka kita akan memerlukan program semacam WinRAR untuk mengekstraknya nanti. WinRAR dapat diperoleh disini. Pilih direktori tujuan di komputer lokal kita dan ekstrak file drupal tersebut.

Sekarang kita perlu untuk mengupload semua file instalasi drupal ke webserver. Masuk ke server dengan menggunakan program FTP, seperti Filezilla atau WinSCP dan upload semua file instalasi drupal ke direktori root web server kita (Untuk saya itu adanya di direktori public_html/). Kemudian kita perlu mengkonfigurasikan terlebih dahulu database kita (contoh menggunakan mysql), buat database dan user dari database lengkap dengan password dan semua privilege bagi user tersebut. Kita dapat dengan mudah melakukannya lewat menu yang ada di cPanel. Lalu coba masuk ke homepage kita melalui browser, www.contoh.com/index.php.index.php mendeteksi bahwa Drupal belum terinstall dan secara otomatis akan mengalihkan kita ke halaman : www.contoh.com/install.php?profile=default

Setup Drupal Dalam instalasi drupal ini kita akan memilih menggunakan bahasa Inggris dan setelah itu kita akan berlanjut ke proses berikutnya yaitu konfigurasi database.

Setup Drupal (Konfigurasi Database) Dari checklist seperti gambar dibawah ini kita tahu bahwa kita telah melalui beberapa langkah dengan sukses, mulai dari langkah pertama memilih bahasa sampai langkah yang ketiga, Drupal memberitahukan bahwa server MySQL berjalan, up-to-date dan kompetibel dengan Drupal 6.2. Masukkan nilai yang diminta sesuai dengan konfigurasi database kita. Sesuaikan nama database, username dan password. Untuk link advanced options dihiraukan saja (karena kita membutuhkannya hanya dalam kondisi tertentu saja).

Setup Drupal (Memproses) Ketika instalasi selesai maka kita akan diminta untuk mengkonfigurasi situs kita.

Setup Drupal (Konfigurasi Situs) Contoh : Site name : ubuntudoctor <<< isi dengan nama domain kita E-mail address : webmaster@ubuntudoctor.com <<< hati-hati, site email addressadalah alamat email yang nanti akan digunakan untuk mengirim pesan adiminstratif secara otomatis misal konfirmasi pendaftran user. Jadi sebaiknya gunakan email sesuai dengan nama domain kita contoh : webmaster@ubuntudoctor.com Lalu dibawahnya isi dengan nama, alamat email dan password untuk akun anda.

Halaman Muka Website Anda Sekarang kita sudah menyelesaikan instalasi, pesan selamat datang memberitahukan bahwa anda login sebagai seorang administrator. Sebagai seorang administrator kita dapat membuat perubahan konfigurasi lebih jauh; dapat menambah fungsionalitas melalui penambahan module; kustomisasi desain situs melalui themes dan menambah konten.