Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK PT.

Krakatau Wajatama CILEGON - BANTEN

Disusun Oleh : Harry Darmawan (3333081572)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN 2011

I. Latar Belakang
Masalah Keseimbangan Lintasan dalam aliran proses produksi masih sering diabaikan dalam perusahaan meskipun dalam kenyataannya masalah keseimbangan lintasan memegang peranan yang penting dalam pemenuhan target produksi yang telah direncanakan. Aliran proses produksi suatu departemen ke departeman yang lainnya membutuhkan wktu proses (waktu siklus) produk tersebut. Apabila terjadi hambatan/ketidakefisiensian dalam suatu departemen akan mengakibatkan tidak lancarnya material ke departemen berikutnya, sehingga terjadi waktu menunggu (delay time) dan penumpukan material Dalam upaya menyeimbangkan lini produksi maka tujuan utama yang ingin dicapai adalah mendapatkan tingkat efisiensi yang tinggi bagi setiap departemen dan berusaha memenuhi produksi yang telah ditetapkan, sehingga diupayakan untuk memenuhi perbedaan waktu kerja antar departemen dan memperkecil waktu tunggu. Konsep keseimbangan lini produksi sangat cocok diterapkan untuk perusahaan bertipe produksi missal. Pada produksi missal, penyeimbangan lintasan ini akan sangat bermanfaat. Pada produksi missal, penurunan sedikit waktu siklus produksi akan memberikan penghematan besar dalam biaya produksi. Lini produksi yang seimbang, berarti tidak ada operasi-operasi yang menganggur (idle), juga akan memberikan efisiensi yang bermuara pada optimalitas biaya produksi. Pada produksi missal, lini produksi yang seimbang juga akan memudahkan penyiapan fasilitas dan bahan-bahan pembantu. Beberapa perusahaan mengimlementasikan keseimbangn lintasan ini secara maksimal, disertai dengan pemasangan konveyor Line balancing merupakan metode penugasan sejumlah pekerjaan ke dalam stasiunstasiun kerja yang saling berkaitan/berhubungan dalam suatu lintasan atau lini produksi sehingga setiap stasiun kerja memiliki waktu yang tidak melebihi waktu siklus dari stasiun kerja tersebut. Menurut Gasperz (2000), line balancing merupakan penyeimbangan penugasan elemen-elemen tugas dari suatu assembly line ke work stations untuk meminimumkan banyaknya work station dan meminimumkan total harga idle time pada semua stasiun untuk tingkat output tertentu, yang dalam penyeimbangan tugas ini, kebutuhan waktu per unit produk yang di spesifikasikan untuk setiap tugas dan hubungan sekuensial harus dipertimbangkan Selain itu dapat pula dikatakan bahwa line balancing sebagai suatu teknik untuk menentukan product mix yang dapat dijalankan oleh suatu assembly line untuk memberikan fairly consistent flow of work melalui assembly line itu pada tingkat yang direncanakan.Assembly line itu sendiri adalah suatu pendekatan yang menempatkan fabricated parts secara bersama pada serangkaian workstations yang digunakan dalam lingkungan repetitive manufacturing atau dengan pengertian yang lain adalah sekelompok orang dan mesin yang melakukan tugas-tugas sekuensial dalam merakit suatu produk. Sedangkan idle time adalah waktu dimana operator/sumber-sumber

daya seperti mesin, tidak menghasilkan produk karena: setup, perawatan (maintenance), kekurangan material, kekurangan perawatan, atau tidak dijadwalkan.

II. Perumusan Masalah


Tujuan line balancing adalah untuk memperoleh suatu arus produksi yang lancar dalam rangka memperoleh utilisasi yang tinggi atas fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan melalui penyeimbangan waktu kerja antar work station, dimana setiap elemen tugas dalam suatu kegiatan produk dikelompokkan sedemikian rupa dalam beberapa stasiun kerja yang telah ditentukan sehingga diperoleh keseimbangan waktu kerja yang baik. Permulaan munculnya persoalan line balancing berasal dari ketidak seimbangan lintasan produksi yang berupa adanya work in process pada beberapa workstation. Persyaratan umum yang harus digunakan dalam suatu keseimbangan lintasan produksi adalah dengan meminimumkan waktu menganggur (idle time) dan meminimumkan pula keseimbangan waktu senggang (balance delay). Sedangkan tujuan dari lintasan produksi yang seimbang adalah sebagai berikut:

1. Menyeimbangkan beban kerja yang dialokasikan pada setiap workstation sehingga setiap workstation selesai pada waktu yang seimbang dan mencegah terjadinya bottle neck. Bottle neck adalah suatu operasi yang membatasi output dan frekuensi produksi. 2. Menjaga agar pelintasan perakitan tetap lancar. 3. Meningkatkan efisiensi atau produktifitas. Penyeimbangan lintasan memerlukan metode tertentu yang sistematis. Metode penyeimbngan lini rakit yang biasa digunakan antara lain: 1. Metode formulasi dengan program sistematis 2. Metode Kilbridge-Wester Heruistic\ 3. Metode Helgeson-Birnie 4. Metode Moodie Young 5. Metode Immediate Update First-Fit Heruistic 6. Metode Rank And Assign Heruistic Syarat dalam pengelompokan stasiun kerja: 1. Hubungan dengan proses terdahulu 2. Jumlah stasiun kerja tidak boleh melebihi jumlah elemn kerja 3. Waktu siklus lebih dari atau sama dengan waktu maksimum dari tiap waktu di stasiun kerja dari tiap elemn pengerjaan

Precedence diagram  Merupakan gambaran secara grafis dari urutan kerja operasi kerja, serta ketergantungan pada operasi kerja lainnya yang tujuannya untuk memudahkan pengontrolan dan perencanaan kegiatan yang terkait di dalamnya. Adapun tandatanda yang dipakai sebagai berikut:  Symbol lingkaran dengan huruf atau nomor di dalamnya untuk mempermudah identifikasi dari suatu proses operasi  Tanda panah menunjukkan ketergantungan dan urutan proses operasi. Dalam hal ini, operasi yang berada pada pangkal panah berarti mendahului operasi kerja yang ada pada ujung anak panah  Angka di atas symbol lingkaran adalah waktu standar yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap operasi Asssamble product Adalah produk yang melewati urutan work stasiun di mana tiap work stasiun (WS ) memberikan proses tertentu hingga selesai menjadi produk akhir pada perakitan akhir Work elemen Elemen operasi merupakan bagian dari seluruh proses perakitan yang dilakukan Waktu operasi (Ti) Adalah waktu standar untuk menyelesaikan suatu operasi Work stasiun (WS) Adalah tempat pada lini perakitan di mana proses perakitan dilakukan. Setelah menentukan interval waktu siklus, maka jumlah stasiun kerja efisien dapat ditetapkan dengan rumus berikut:

Di mana: Ti C N Kmin Cycle time (CT) Merupaka waktu yang diperlukan untuk membuat satu unit produk satu stasiun. Apabila waktu produksi dan target produksi telah ditentukan, maka waktu siklus dapat diketahui dari hasil bagi waktu produksi dan target produksi. Dalam mendesain keseimbangan lintasan produksi untuk sejumlah produksi tertentu, waktu siklus harus sama atau lebih besar dari waktu operasi terbesar yang merupakan penyebab terjadinya bottle neck (kemacetan) dan waktu siklus : waktu operasi/elemen ( I=1,2,3,,n) :waktu siklus stasiun kerja : jumlah elemen : jumlah stasiun kerja minimal

juga harus sama atau lebih kecil dari jam kerja efektif per hari dibagi dari jumlah produksi per hari, yang secara matematis dinyatakan sebagi berikut  Di mana: ti max : waktu operasi terbesar pada lintasan CT P Q Station time (ST) Jumlah waktu dari elemen kerja yang dilakukan pada suatu stasiun kerja yang sama Idle time (I) Merupakan selisih(perbedaan0 antara cycle time (CT) dan stasiun time (ST) atau CT dikurangi ST Balance delay (D) Sering disebut balancing loss, adalah ukuran dari ketidakefisiensinan lintasan yang dihasilkan dari waktu menganggur sebenarnya yang disebabkan karena pengalokasian yang kurang sempurna di antara stasiun-stasiun kerja. Balance delay ini dinyatakan dalam persentase. Balance delay dapat dirumuskan:         Di mana: n : jumlah stasiun kerja  : waktu siklus (cycle time) : jam kerja efektif per hari : jumlah produksi per hari 

C : waktu siklus terbesar dalam stasiun kerja : jumlah waktu operasi dari semua operasi : waktu operasi : balance delay (%) Line efficiency (LE) Adalah rasio dari total waktu di stasiun kerja dibagi dengan waktu siklus dikalikan jumlah stasiun kerja

Di mana: STi : waktu stasiun dari stasiun ke-1

K: jumlah(banyaknya) stasiun kerja CT Smoothes index (SI) : waktu siklus

Adalah suatu indeks yang menunjukkan kelancaran relative dari penyeimbangan lini perakitan tertentu SI= Di mana: St max Sti  : maksimum waktu di stasiun : waktu stasiun di stasiun kerja ke-i Output production (Q) 

Adalah jumlah waktu efektif yang tersedi dalam suatu periode dibagi dengan cycle time

Di mana: T : jam kerja efektif penyelesaiaan produk C : waktu siklus terbesar

III. Sistematika Penyelesaian


Mulai

Pendahuluan Observasi Perumusan Studi Literatur

Pengumpulan Data

Pengolahan Data

Analisa

Kesimpulan

Selesai
Gambar 1 Sistem Pemecahan Masalah

IV. Tujuan Kerja Praktek


1. Dapat mengetahui, memahami dan menerapkan aplikasi ilmu yang telah didapat selama di bangku kuliah. 2. Mahasiswa secara langsung menerapkan ilmu tentang line balancing dalam tempat kerja praktek ,dan memahami ilmu tentang line balancing secara nyata. 3. Memahami secara langsung sistem kerja pada dunia industri , dengan hal ini diharapkan akan meningkatkan hubungan yang baik antara dunia kerja industri dengan dunia pendidikan

V. Pelaksanaan
Tempat Alamat Waktu :PT. K ra kat a u Waj at a ma : Jl. Industri No.5 Cilegon : Nopember 2011

VI. Lingkup Materi


Selama melaksanakan kerja praktek di PT. SU RYA T OT O I N DO NE SIA, bila diperkenankan kami ingin mempelajari tentang hal-hal antara lain sebagai berikut: 1. mengamati keseimbangan lintasan dari aliran proses yang ada di prusahaan 2. menganalisa keseimbangan lintasan dari aliran proses yang ada di prusahaan Tentu saja hal tersebut atas persetujuan yang disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku di dalam PT. K ra kat au Waj at a ma .

VII. Bentuk Kegiatan


Teknik pengumpulan data yang akan kami ambil pada kerja praktek ini adalah sebagai berikut 1. Melakukan observasi awal di lingkungan pabrik 2. Wawancara terhadap narasumber terkait yang berhubungan dengan tema kerja praktek 3. Pengambilan data-data yang berkaitan dengan line balancing

VIII. Penutup
Demikian proposal kerja praktek ini kami susun dengan harapan dapat memberikan gambaran singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan diadakan kerja praktek. Demikian atas bantuan dan kerja sama semua pihak yang terkait kami sampaikan terima kasih.