Anda di halaman 1dari 1

AGUS SUPRIADI/K2E008004

IKAN PARI
Taksonomi dan morfologi ikan pari Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous (Last and Stevens,1994). Ikan pari mempunyai bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval. Ikan pari umumnya mempunyai ekor yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut 'sting-rays', mata ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping. Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat predator. Ikan ini bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral). Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut "clasper" letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor. Sebaran dan kemelimpahan ikan pari Daerah sebaran ikan pari adalah perairan pantai dan kadang masuk ke daerah pasang surut. Ikan pari biasa ditemukan di perairan laut tropis (Tam et al., 2003). Di perairan tropis Asia Tenggara (Thailand; Indonesia; Papua Nugini) dan Amerika Selatan (Sungai Amazon), sejumlah spesies ikan pari bermigrasi dari perairan laut ke perairan tawar (Yuen et al., 2003). Di perairan laut, ikan pari mempunyai peran ekologis yang sangat penting, terutama sebagai predator bentos (Gray et al., 1997). Namun beberapa aspek biologi (misalnya: reproduksi, diet dan fisiologi) ikan pari belum dikaji secara menyeluruh (Snelson et al., 1988; Gilliam and Sullivan, 1993; Sisneros and Tricas, 2000). Jenis-jenis ikan pari Di Indonesia dikenal beberapa jenis ikan pari, diantaranya dalah Pari Burung (Rhinoptera javanica), Pari Kelapa (Trygon sephen), Pari Kembang (Amphostistius kuhlii), Pari Kampret (Gymnura micrura), Pari Totol (Himantura varnak), Pari Kekeh (Rhinobatus djiddensis), dan Pari Ayam (Dasyatis sephen). Referensi
Last, P. R. & J. D. Stevens. 1994. Sharks and Rays of Australia. Fisheries Research and Development Corporation. Gray A, Mulligan T, Hannah R (1997) Food habits, occurrence, and population structure of the bat ray, Myliobatis californica, in Humboldt Bay, California. Environ Biol Fish 49:227238 Snelson, F Jr, Williams-Hooper S, Schmid T. 1988. Reproduction and ecology of the Atlantic stingray, Dasyatis sabina, in Florida coastal lagoons. Copeia 1988:729739 Gilliam D, Sullivan K (1993) Diet and feeding habits of the southern stingray, Dasyatis americana, in the central Bahamas. Bull Mar Sci 52:10071013 Sisneros J, Tricas T. 2000. Androgen-induced changes in the response dynamics of ampullary electrosensory primary afferent neurons. J Neurosci 20:85868595 http://mukhtar-api.blogspot.com/2008/10/mengenal-jenis-jenis-ikan-pari-rays_20.html http://biologikini.wordpress.com/2009/04/15/ikan-pari-dasyatis-sp/