P. 1
makalahRevolusihijau

makalahRevolusihijau

|Views: 82|Likes:
Dipublikasikan oleh Dika Pratiwi Budianto

More info:

Published by: Dika Pratiwi Budianto on Feb 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2012

pdf

text

original

Dampak positif Revolusi Hijau di Indonesia : a. Meningkatkan produktivitas tanaman pangan. b.

Peningkatan produksi pangan menyebabkan kebutuhan primer masyarakat industri menjadi terpenuhi. c. Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. d. Kualitas tanaman pangan semakin meningkat. Sedangkan dampak negatif Revolusi Hijau di Indonesia antara lain : a. Penggunaan pupuk buatan dan pwstisida secara berlebihan akan mengakibatkan lahan pertanian menjadi tidak subur lagi. b. Berkurangnya keanekaragaman genetic jenis tanaman tertentu yang disebabkan oleh penyeragaman jenis tanaman tertentu yang dikembangkan. c. Adanya mekanisme pertanian mengakibatkan cara bertani tradisional menjadi terpinggirkan. d. Rasa kegotongroyongan semakin menurun. e. Hasil panen dari beberapa kawasan Revolusi Hijau mengalami penurunan. PERKEMBANGAN REVOLUSI HIJAU, TEKNOLOGI dan INDUSTRIALISASI Kebijakan modernisasi pertanian pada masa Orde baru dikenal dengan sebutan Revolusi Hijau. Revolusi Hijau merupakan perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional ke cara modern. Revolusi Hijau (Green Revolution) merupakan suatu revolusi produksi bijibijian dari hasil penemuan-penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari berbagai varietas, gandum, padi, dan jagung yang mengakibatkan tingginya hasil panen komoditas tersebut. Tujuan Revolusi hijau adalah mengubah petani-petani gaya lama (peasant) menjadi petani-petani gaya baru (farmers), memodernisasikan pertanian gaya lama guna memenuhi industrialisasi ekonomi nasional. Revolusi hijau ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan para petani pada cuaca dan alam karena peningkatan peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam peningkatan produksi bahan makanan. Latar belakang munculnya revolusi Hijau adalah karena munculnya masalah kemiskinan yang disebabkan karena pertumbuhan jumlah penduduk

yang sangat pesat tidak sebanding dengan peningkatan produksi pangan. Sehingga dilakukan pengontrolan jumlah kelahiran dan meningkatkan usaha pencarian dan penelitian binit unggul dalam bidang Pertanian. Upaya ini terjadi didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Thomas Robert Malthus. Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menggalakan revolusi hijau ditempuh dengan cara : 1. Intensifikasi Pertanian Intensifikasi Pertanian di Indonesia dikenal dengan nama Panca Usaha Tani yang meliputi : a. Pemilihan Bibit Unggul b. Pengolahan Tanah yang baik c. Pemupukan d. Irigasi e. Pemberantasan Hama 2. Ekstensifikasi Pertanian Ekstensifikasi pertanian, yaitu Memperluas lahan tanah yang dapat ditanami dengan pembukaan lahanlahan baru (misal mengubah lahan tandus menjadi lahan yang dapat ditanami, membuka hutan, dsb). 3. Diversifikasi Pertanian Usaha penganekaragaman jenis tanaman pada suatu lahan pertanian melalui sistem tumpang sari. Usaha ini menguntungkan karena dapat mencegah kegagalan panen pokok, memperluas sumber devisa, mencegah penurunan pendapatan para petani. 4. Rehabilitasi Pertanian Merupakan usaha pemulihan produktivitas sumber daya pertanian yang kritis, yang membahayakan kondisi lingkungan, serta daerah rawan dengan maksud untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah tersebut. Usaha pertanian tersebut akan menghasilkan bahan makanan dan sekaligus sebagai stabilisator lingkungan. Pelaksanaan Penerapan Revolusi Hijau: Pemerintah  memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada petani. Kegiatan  pemasaran hasil produksi pertanian berjalan lancar sering perkembangan teknologi dan komunikasi. Tumbuhan  yang ditanam terspesialisasi atau yang dikenal

Pengembangan teknik kultur  jaringan untuk memperoleh bibit unggul yang diharapkan yang tahan terhadap serangan penyakit dan hanya cocok ditanam di lahan tertentu. Sebab jika unsur nitrat maupun fosfat yang terkandung dalam pupuk dalam jumlah banyak masuk ke sungai akan menyebabkan pertumbuhan ganggang biru serta tanaman air lainnya yang menyebabkan pengeringan sungai karena banyaknya tumbuhan air (eutrofikasi). Dampak Positif Revolusi Hijau : Memberikan lapangan kerja bagi  para petani maupun buruh pertanian. Memudarnya sistem kekerabatan  dalam masyarakat yang awalnya menjadi pengikat hubungan antar lapisan. Daerah yang tadinya hanya dapat  memproduksi secara terbatas dan hanya untuk memenuhi kebutuhan minimal masyarakatnya dapat menikmati hasil yang lebih baik karena revolusi hijau. Bahkan dari unsur-unsur yang terkandung dalam pestisida . serangga pemakan hama.dengan monokultur. Pemerintah  mendirikan koperasi-koperasi yang dikenal dengan KUD (Koperasi Unit Desa). Muncul kesenjangan sosial karena  kepemilikan tanah yanmg berbeda menyebabkan tingkat pendapatanpun akan berbeda. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Perkembangan teknologi memberikan pengaruh positif bagi Indonesia khususnya bagi peningkatan industri pangan: Digunakannya  pupuk buatan dan zat-zat kimia untuk memberantas hama penyakit sehingga produksi pertanianpun meningkat. Muncul  kesenjangan ekonomi karena pengalihan hak milik atas tanah melalui jual beli. ikan dan hewan lainnya. Pola pertanian berubah dari  pola subsistensi menjadi pola kapital dan komersialisasi. Proses  pengolahan lahanpun menjadi cepat dengan digunakan traktor Proses pengolahan hasil  menjadi cepat dengan adanya alat penggiling padi Adapun dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut adalah Timbulnya  pencemaran pada air maupun tanah akibat penggunaan pestisida (pupuk kimia) yang berlebih. Harga tanah yang tinggi tidak  terjangkau oleh kemampuan ekonomi petani lapisan bawah sehingga petani kaya mempunyai peluang sangat besar untuk menambah luas tanah. yaitu menanami lahan dengan satu jenis tumbuhan saja. bibit padi unggul tersebut lebih dikenal dengan bibit IR. Muncul kesenjangan yang terlihat  dari perbedaan gaya bangunan maupun gaya berpakaian penduduk yang menjadi lambang identitas suatu lapisan sosial. Negara membuka investasi  melalui pembangunan irigasi modern dan pembagunan industri pupuk nasional. Dampak Negatif Revolusi Hijau : Muncullah komersialisasi produksi  pertanian Muncul sikap individualis dalam  hal penguasaan tanah Terjadi perubahan struktur sosial  di pedesaan dan pola hubungan antarlapisan petani di desa dimana hubungan antar lapisan terpisah dan menjadi satuan sosial yang berlawanan kepentingan. Sektor pertanian mampu menjadi  pilar penyangga perekonomian Indonesia terutama terlihat ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi sehingga orang beralih usaha ke sektor agrobisnis. Petani menggunakan bibit padi  hasil pengembagan Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI=International Rice Research Institute) yang bekerjasama dengan pemerintah. Mulai ada upaya para petani  untuk beralih pekerjaan ke jenis yang lain seiring perkembagan teknologi. Kekurangan bahan pangan dapat  teratasi. burung. Penggunaan pestisida dapat membunuh hama tanaman.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan industrialisasi adalah : Meningkatkan perkembangan jaringan informasi. Dirgantara Indonesia. Pembangunan Industri Pesawat Terbang Nusantara(IPTN) yang kemudian berubah menjadi PT. Pembangunan kawasan industri di daerah Jakarta. pertambangan liar yang kurang memperhatikan kondisi lingkungan. Semakin  sempit lahan pertanian karena diubah menjadi wilayah pemukiman dan industri. Meningkatnya  kegitan penggalian sumber alam. transportasi untuk memperlancar arus komunikasi antarwilayah di Nusantara. Adanya sistem peladangan  berpindah atau penebangan pohon dalam jumlah besar yang dilakukan oleh pihak pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) guna dibuat pemukiman baru menyebabkan kerusakan lingkungan kususnya pada ekosistem tanah. Berdampak pada munculnya pengangguran. Industrialisasi di Indonesia ditandai oleh : Tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja. Pelaksanaan  monokultur menyebabkan hubungan yang tidak seimbang antara tanah. Dampak positif industrialisasi adalah tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja. komunikasi. Dampak negatif dari industrialisasi adalah Munculnya kesenjangan sosial dan ekonomi yang ditandai oleh kemiskinan serta Munculnya patologi sosial (penyakit sosial) seperti kenakalan remaja dan kriminalitas. Menigkatnya kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan hasil-hasil industri baik pangan. Mengembangkan industri pertanian - - - - Mengembangkan industri non pertanian terutama minyak dan gas bumi yang mengalami kemajuan pesat. Sejak tahun 1985 pemerintah mengeluarkan kebijakan deregulasi di bidang industri dan investasi. INDUSTRIALISASI DI INDONESIA Revolusi Hijau ini menyebabkan upaya untuk melakukan modernisasi yang berdampak pada perkembangan industrialisasi yang ditandai dengan adanya pemikiran ekonomi rasional. dan Batam. Pemikiran tersebut akan mengarah pada kapitalisme. Cilacap. maupun alat-alat untuk mendukung pertanian dan sebagainya. dan tumbuh-tumbuhan sehingga kesimbangan alam akan terganggu yang menyebabkan berjangkitnya hama dan penyakit.PAL Indonesia. Surabaya. Meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat di berbagai daerah khususnya di kawasan industri.dapat berubah menjadi senyawa yang membahayakan kehidupan. Perkembangan industri tidak lepas dari proses perjalanan panjang penemuan di bidang teknologi yang mendorong berbagai perubahan dalam masyarakat. Pengurangan jumlah tenaga  kerja manusia yang terlibat dalam proses produksi karena telah tergantikan oleh mesin-mesin sehingga bersifat padat modal dan hemat tenaga kerja. Perkembangan industri perkapalan dengan dibangun galangan kapal di Surabaya yang dikelola olrh PT. sandang. Dengan industrialisasi juga merupakan proses budaya dimana dibagun masyarakat dari suatu pola hidup atau berbudaya agraris tradisional menuju masyarakat berpola hidup dan berbudaya masyarakat industri. Medan. Banyaknya tenaga kerja terserap ke dalam sektor-sektor industri. Terjadinya perubahan pola-pola perilaku yang lama menuju pola-pola perilaku yang baru yang bercirikan masyarakat industri modern diantaranya rasionalisasi. hewan. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->