Anda di halaman 1dari 5

TUGAS ANALISA JURNAL GAGAL GINJAL AKUT PADA NEONATUS

Ninik Soemyarso, M Sjaifullah Noer, Divisi Neonatologi Lab/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/ RSU Dr Soetomo Disusun untuk memenuhi tugas modul eliminasi

Disusun oleh : Cut Oktaviana (G2B008016) Dewi Ratna Puspitasari (G2B008018) Elda Yogiana (G2B008021)

PROGAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

ANALISA DARI JURNAL GAGAL GINJAL AKUT PADA NEONATUS Ninik Soemyarso, M Sjaifullah Noer, Divisi Neonatologi Lab/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/ RSU Dr Soetomo

Dari analisa kelompok kami, Gagal ginjal akut merupakan gangguan yang bersifat multifaktor meliputi gangguan hemodinamik renal, obstruksi intratubular, gangguan sel serta metabolik dan gangguan suseptibel nefron yang spesifik. Vasokontriksi renal diduga memegang peranan utama terjadinya GGA. Selain itu juga dapat disebabkan berbagai factor antara lain : Pada neonatus dan bayi penyebab gagal ginjal akut yang sering dijumpai adalah:  Prerenal yaitu: y Perdarahan perinatal, twin twin tranfusion, komplikasi amniosintesis, abruption plasenta, troma kelahiran, dehidrasi, hipoalbumin, NEC y y y Perdarahan neonatal, perdarahan intra ventrikel, perdarahan adrenal. Asfeksi perinatal, hipoksia, hyalin membrane disease Peningkatan tahanan pembuluh darah ginjal yaitu pada polisitemia, NSAID

 Interinsik/renal y Tubular nekrosis akut dapat terjadi akibat asfeksi perinatal, pemakainan obat obatan aminoglikosida, NSAID yang diberikan saat hamil. y Angiotensin converting enzym (ACE) inhibitor, dapat menembus plasenta sehingga dapat mengganggu hemodinamik dan dapat mengakibatkan terjadinya gagal ginjal akut y Glomerulonefritis akut (jarang terjadi), merupakan akibat antibodi dari ibu yang dapat menembus plasenta dan menimbulkaan reaksi dengan glomerulus. Juga transfer penyakit penyakit kronik yaitu syfilis, sitomegalo virus dapat menyebabkan gagal ginjal akut.  Post renal Kelainan kongenital pada saluran kencing merupakan penyebab post renal yang sering ditemukan.

 Asfeksi dan sepsis merupakan penyebab GGA tersering pada bayi. Pada kasus kasus di perawatan intensif, kombinasi dehidrasi, sepsis, renjatan atau syok dan pemakaian obat nefrotoksik sering ditemukan sebagai penyebab GGA pada neonatus. Namun keadaan ini sering reversibel bila diketahui dan ditangani dengan tepat dan segera.

Dari jurnal ini dijelaskan beberapa penanganan yang tepat pada neonatus yang didiagnosa mengalami GGA agar dapat ditangani dengan segera dan tepat antara lain yaitu terapi cairan dengan memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan jumlah cairan yang diperlukan serta kondisi perkembangan neonates sendiri. Setelah terapi cairan Peritoneal dialysis lebih banyak dipakai pada neonatus. Dialisis dilakukan bila dengan penanganan diatas tidak ada perbaikan. Terakhir hemodialisis yang jarang digunakan karena pelaksanaannya sulit oleh karena itu jarang dilakukan. Hemodialysis hanya dilakukan disenter yang telah berpengalaman dan terpercaya. 1. Terapi Penanganan awal penderita dengan GGA pada neonatus adalah koreksi cairan, keseimbangan elektrolit, disamping mencari penyebab dari GGA neonatus. Kekurangan cairan pada bayi dapat diatasi dengan pemberian cairan. Namun demikian harus diingat bahwa pada bayi terutama bayi prematur, severe prematur, terutama bayi dengan berat badan < 1250 gram, kemampuan ginjal masih terbatas. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:  Keterbatasan untuk mengkonsentrasikan urin maksimum berat jenis 1.021 sampai 1.025  Terbatasnya kemampuan untuk absosbsi dan ekskresi air.  Keterbatasan regulasi dari glukose  Keterbatasan untuk mengekskresi kelebihan natrium  Rendahnya nilai ambang terhadap kadar bikarbonat di proximal tubulus Serta keterbatasan memproduksi amonia di tubulus distal  Keterbatasan ginjal mengekskresi obat obatan yang dipakai sehingga pemakaian harus disesuaikan dengan kemampuan ginjal agar tidak terjadi efek toksik dari obat.  Ekses pengeluaran air melalui kulit serta kondisi patologi misalnya syok akan memperberat keadaan pada bayi.

Fluid challenge dilakukan bila ada dugaan hipovolemia. Cairan ringer lactat diberikan 10-20 ml/kg BB dalam waktu lebih dari 1-2 jam. Jenis cairan yang dapat dipergunakan: 1. Keadaan euglycemia, diberi cairan 10-20% dextrose 2. Keadaan isonatremia, terutama bayi dengan pretem cenderung terjadi hiponatremia, dapat ditambahkan larutan salin hipertonik atau sodium bikarbonat pada larutan dextrosa. 3. Hindari terjadinya hiperkalemia. Jangan memberi koreksi kalium sampai produksi urin cukup adekuat. 2. Dialisis Dialisis dilakukan bila dengan penanganan diatas tidak ada perbaikan. Terutama bila K+ >8mmol/L, asidosis berat dan overload cairan. Namun sebelum melakukan dialysis harus mempertimbangkan hal hal sebagai berikut: 1. Apakah kelainan di ginjal bersifat reversibel 2. Berapa lama kira-kira dialysis akan dilakukan 3. Problem medik yang lain apakah bersifat reversibel 4. Pendapat dari orang tua 3. Peritoneal dialysis: Peritoneal dialysis lebih banyak dipakai pada neonatus. Pada umumnya mempergunakan 2030 ml cairan dialysa secara kontinyu selama 24-48 jam. Bila dalam 2-3 hari GGA menetap, dialysis dapat dilakukan intermiten. Peritoneal dialysis dengan mempergunakan volume kecil lebih mudah diterima oleh bayi dengan GGA. Kateter yang dipergunakan stiff peritoneal dialysis kateter atau Tenchoff kateter bila dialysis diduga akan berlangsung dalam waktu lebih lama.

4. Hemodialysis: Pelaksanaannya sulit oleh karena itu jarang dilakukan. Hemodialysis hanya dilakukan disenter yang telah berpengalaman. Dari pemaparan di atas diharapkan kita sebagai perawat dapat melakukan intervensi yang tepat pada neonates yang mengalami GGA yaitu dengan : y Melakukan monitor ketat pada bayi dengan GGA meliputi: 1. Menimbang berat badan tiap 8 jam 2. Mengukur produksi urin tiap jam 3. Observasi lingkaran abdomen atau tanda tanda ekses cairan 4. Instruksi terapi perlu dievaluasi dan ditulis kembali tiap 8 jam y Kolaborasi dengan tim lain seperti tim medis dan tim lab untuk memantau perkembangan dan bias menetukan tindakan keperawatan yang tepat pada neonates yang mangalami GGA. y Memberikan penjelaskan dan mengkomunikasikan kondisi neonatus pada kedua orang tua agar tidak terjadi kepanikan dan dapat memberikan persetujuan untuk segala tindakan yang akan dilakukan oleh perawat.