Tiraikasih Website http://kangzusi.

com/

Oleh : Tjan ID sumber : dimhad scan djvu oleh LYF (dimhad) convert & edit doc/txt :jilid 1 oleh aaa, jilid 2-dst Abu Keisel Ebook pdf oleh : Dewi KZ http://kangzusi.com/ atau http://dewi.0fees.net/ Jilid 1 : Jago pedang yang dikhianati kekasih Di SUATU JALAN bukit yang sepi nun jauh di sana, dibawah rembulan yang redup, lamat-lamat tampak dua sosok manusia sedang berlarian dengan langkah tergesa-gesa. Menanti mereka semakin mendekat, tampaklah kalau dua orang itu adalah seorang nenek berambut putih yang sedang menggandeng tangan seorang bocah cilik. Sambil berlari kencang, tiada hentinya nenek berambut putih itu berpaling kebelakang memandang kearah belakang dengan sinar mata gugup, panik dan ketakutan. Sekilas pandangan saja, dapat diketahui kalau mereka sedang menghindarkan diri dari suatu persoalan atau pengejaran dari sementara orang. Tapi bila dilihat dari langkahnya yang lamban serta perawakan tubuhnya yang telah menua, bisa diketahui pula jika dia bukan seorang manusia persilatan, melainkan seorang nenek biasa yang berhati baik. Didepan sana terbentang

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

sebuah hutan bambu yang amat lebat, melihat itu bagaikan sipenjelajah gurun pasir yang bertemu dengan tanah hijau, wajah nenek itu segera berseri, dengan cepat dibopongnya bocah itu kemudian sambil mengerahkan sisa tenaga yang dimilikinya, dia kabur masuk ke dalam hutan dengan napas tersengal. Setelah berada didalam hutan, nenek itu kembali berpaling dan celingukan beberapa waktu lamanya ke tempat luaran sana, kemudian itu baru ia hembuskan napas panjang dan meletakkan sibocah ketanah. Sambil duduk kelelahan. ia berkata: "Aaaaiii. masih untung Thian melindungi kita dan lolos dari mulut harimau, mari kita beristirahat sebentar!" Baru selesai sinenek bergumam, mendadak dari belakang tubuhnya berkumandang suara seram yang kedengarannya mendirikan bulu roma orang. mendengar suara itu si nenek segera berpaling... Mendadak ia menjerit tertahan saking kaget dan takutnya. "Aaaah..." Entah sejak kapan, ternyata dibelakang tubuhnya telah berdiri berjajar tiga orang bersenjata golok yang mengenakan kain kerudung hitam diatas wajahnya. Ditengah jeritan kaget sinenek, dari balik hutan secara beruntun muncul lagi empat lima orang berkerudung hitam. Ia tak berani berayal lagi, buru-buru dibopongnya tubuh bocah itu ingin menerjang ke luar dari kepungan, siapa tahu baru saja ia bangkit berdiri, dua orang manusia telah muncul dihadapannya dan menghadang jalan pergi nya.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Tergetar keras perasaan sinenek setelah menjumpai empat penjuru penuh dengan musuh. hatinya menjadi dingin separuh, buru-buru ia menjatuhkan diri berlutut, lalu sambil menangis pintanya: "Kumohon kepada hohan sekalian agar mengampuni selembar jiwa bocah ini, keluarga Suma tinggal seorang sauya ini saja, dia masih kecil dan tak tahu urusan, kumohon kepada kalian kasihanilah selembar jiwanya." Sambil berkata, air mata nenek itu jatuh bercucuran dengan amat derasnya.. sungguh mengenaskan sekali keadaannya. Siapa tahu yang diperoleh sebagai penggantinya adalah gelak tertawa licik yang mendekati kalap. Terdengar salah seorang diantaranya berkata; "Toaya sekalian bertugas disini memang bertujuan untuk melenyapkan keturunan Suma Tiong Ko, kau sinenek jelek yang sudah hampir mampus. untuk menyelamatkan diri saja belum tentu sanggup, masih berani benar memikirkan keselamatan orang lain, lebih tak usah banyak ngebacot lagi!" Mendengar perkataan itu, sinenek bertambah gelisah, sambil menangis tersedu-sedu kembali pintanya, "Ooohhh... hohan sekalian, kalau mau membunuh, aku saja! Kumohon kepada kalian agar suka mengampuni selembar jiwanya, berbuatlah sedikit kebajikan!" "Mengampuni jiwanya? Berbuat kebajikan? Hmmn Toaya tak pernah memikirkan soal tetek bengek semacam itu, toaya hanya tahu setia pada tugas tidak tahu apa artinya memberi

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

pengampunan dan apa artinya berbuat kebaikan, enyah kau dari sini! Kalau tidak, terhitung kau sendiripun kujagal sekalian!" Sehabis mendengar kata kata yang sama sekali tiada harapan itu, si nenek berambut putih itu menangis semakin menjadi, tampal ia memeluk bocah itu makin kencang, isak tangisnya juga makin nyaring menggema di dalam hutan itu. Si bocah yang berada dalam pelukannya itu melototkan sepasang matanya yang jeli, dia mengawasi terus lelaki bersenjata golok disekeliling tempat itu dengan penuh kebencian, dan balik sorot matanya yang masih polos, jelas terlihat tiada perasaan jeri atau ketakutan yang terpancar keluar. Mendadak terdengar salah seorang lelaki itu membentak keras, tubuhnya bergerak ke muka menghampiri nenek itu, kemudian sambil mendorong tubuh nenek itu kebelakang, makinya kalang kabut. Kasihan si nenek yang telah lanjut usia itu, kena didorong oleh lelaki tadi, bagaikan mabuk arak saja tubuhnya segera mundur beberapa langkah dengan sempoyongan, begitu terjatuh ketanah, dia mengaduh tiada hentinya.. Kemudian sambil mengayunkan goloknya ke bocah itu, lelaki berkerudung itu tertawa seram. "Heeh .. . heeh ...bocah keparat, kau jangan salahkan kalau Toayamu berhati kejam!" Selesai berkata dia lantas mengayunkan goloknya membacok tubuh bocah tersebut. Melihat majikan mudanya terancam bahaya disaat yang kritis inilah mendadak ia menubruk ke atas bocah itu dan melindunginya dengan menggunakan tubuh sendiri.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang dari mulut nenek itu, percikan darah segar segera berhamburan mengotori sekujur badan lelaki itu. Ketika semua orang berpaling ketempat kejadian maka tampaklah ayunan golok dari lelaki itu sudah menembusi perut si nenek sehingga ususnya pada keluar semua... Kasihan si nenek yang setia membela majikannya sampai mati, demi keselamatan majikan mudanya dia rela mengorbankan nyawanya. Lelaki berkerundung itu segera mendengus dingin, sambil membersihkan goloknya dan noda darah, dia mencaci maki kalang kalut: "Nenek jelek, nenek sialan, tampaknya kau memang sudah bosan hidup, pingin mati saja" Seraya berkata dengan gemas dia lantas menendang mayat si nenek yang masih menindih diatas tubuh bocah itu sehingga mencelat ke tempat jauh sekali dari sana. Betul betul perbuatan orang pembunuh keji yang membunuh orang tak berkedip, kekejaman, kebuasan dan kebrutalannya sukar dilukiskan dengan kata kata. Bocah itu melirik sekejap kearah mayat si nenek yang mati demi menyelamatkan jiwanya itu, kemudian menangis tersedu sedu, Melihat itu dengan gusar lelaki berkerundung tersebut membentak keras : "Menangis, menangis terus! Hm, hayolah menangis sampai puas. beritahu pada raja akhirat nanti, akulah yang telah mengirimmu Pulang ke sana . !" Begitu selesai berkata, goloknya kembali diayunkan kedepan untuk membacok batok kepala bocah itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Disaat yang amat kritis inilah, dari tengah udara berkumandang suara pekikan yang nyaring memekikkan telinga. Tampak sesosok bayangan manusia dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat telah meluncur masuk ketengah arena, kemudian tampak cahaya putih berkelebat lewat, serentetan jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang memecahkan keheningan. Dengan perasaan terkesiap kawanan jago berkerundung yang berada disekeliling tempat tu berpaling, entah sejak kapan tahu tahu di tengah arena telah bertambah dengan seorang busu setengah umur yang memegang sebilah pedang. Sementara itu, si lelaki berkerundung yang telah menyiapkan bacokan mautnya terhadap bocah tadi, kini sudah tewas ditanah. Seketika itu juga suasana dalam hutan itu menjadi gempar, serentak semua orang menyebarkan diri ke empat penjuru dan bersiap siaga mengurung busu setengah umur itu rapat rapat. busu berusia setengah umur itu kira-kira telah berusia empat puluh tahun, matanya tajam dengan wajah yang tampan, dibawah janggutnya memelihara segumpal jenggot kambing, pakaiannya ringkas dan nampak sangat gagah sekali. Dengan sorot matanya yang tajam dia memandang sekejap sekeliling tempat itu, kemudian dengan dingin ujarnya: "Kawanan tikus! Apakah kalian ingin membunuh orang sampai keakar-akarnya?" Tak seorang manusiapun yang menjawab, semua orang bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Sampai lama kemudian, salah seorang diantaranya baru berkata. "Orang she Wan, lebih baik kau jangan mencampuri urusan orang lain, apakah kau berani menanggung peristiwa yang berlangsung pada hari ini?" Lelaki setengah umur itu menatap tajam pembicaraan tersebut lekat lekat, lalu sahutnya : "Iya,aku Wan Liang akan menanggungnya seorang diri. jika kalian tidak puas, silahkan maju bersama-sama, kalau tidak, cepat sipat ekor dan pergi dari sini!" Suaranya nyaring dan bertenaga penuh, selesai berkata ia lantas mengawasi orang-orang disekitar tempat itu dengan sinis. Mendadak terdengar beberapa kali bentakan nyaring berkumandang memecahkan keheningan, lelaki berkerudung yang berada disekeliling tempat itu serentak maju bersama dan mengayunkan golok mereka untuk membacok tubuh Wan Liang. Sungguh hebat manusia yang bernama Wan liang itu. melihat sergapan dari kawan lelaki berkerudung itu. dia tertawa dingin lalu berpekik keras, suara nyaring menjulang tinggi sampai keangkasa. Mendadak sepasang bahunya digetarkan sambil melejit keudara dengan menggunakan suatu gerakan tubuh yang cepat bagaikan sambaran kilat dia meluncur mengitari sekeliling tempat itu .... Seketika itu juga timbul di arena pertarungan tampak serentetan cahaya putih berkelebat lewat, bagaikan kupu kupu yang terbang diantara bebungaan, dia meluncur kesana kemari dengan lincahnya. Dalam waktu singkat jeritan ngeri yang memilukan hati berkumandang memecahkan keheningan, bayangan manusia berkelebat, cahaya putih

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

menyambar, jeritan ngeri segera bergema memecah keheningan. Tahu tahu ditengah arena telah bertambah dengan enam sosok mayat yang membujur di tanahSisanya yang dua orang segera melarikan diri terbirit-birit meninggalkan tempat kejadian. Busu setengah umur yang mengaku bernama "Wan Liang" itu tetap berdiri tenang ditempat semula seakan akan tak pernah terjadi suatu peristiwa apapun, dengan napas tenang, wajah tidak berubah, dia berdiri tertawa disitu. Akhirnya ia menatap bocah tersebut dan menegur sambil tertawa: "Nah, kau merasa terkejut sekali dengan peristiwa ini?" Sampai sebesar itu, belum pernah bocah tersebut menyaksikan mayat mnnusia yang bergelimpangan serta pertarungan yang begitu sengit sejak tadi ia sudah berdiri tertegun disitu dengan tubuh kaku. Menanti Wan Liang menegur, dia baru tersadar kembali dari lamunan, dengan cepat ia menjatuhkan diri berlutut sambil berkata: "Oooh . Pousat yaya terima kasih atas pertolonganmu itu sehingga membuat aku..." Menyaksikan kejadian itu, Busu setengah umur itu segera memegang perutnya sambil tertawa terbahak-bahak, suara tertawanya yang keras segera menelan ucapan bocah itu berikutnya. Selesai tertawa, ia baru berkata: "Hayo bangun, tak usah mengucapkan kata kata yang tak berguna lagi..." Sembari berkata dia lantas membangunkan bocah itu dan diperhatikan sejenak. Tampak bocah itu berwajah tampan dengan bibir yang merah serta dua baris gigi yang putih. pada hakekatnya dia merupakan seorang

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

bocah yang amat menarik. Wan Liang segera menepuk nepuk bahu bocah itu kemudian menghela napa panjang, pikirnya. "Bocah ini benar benar amat kasihan dan menyenangkan. aku bisa menolongnya, hal ini merupakan suatu kemujuran. Kalau dilihat dari potongan badannya, jelas dia merupakan bahan bagus unutk berlatih silat... tapi apa mungkin aku bisa membawanya pergi?" berpikir sampai disitu. dia telah bersiap siap membalikkan badannya untuk pergi, tapi ketika dilihatnya bocah itu menangis dengan begini sedihnya ia lantas menghela napas panjang. pikirnya dihati: "Wan Liang wahai Wan Liang . . menolong orang lain merupakan kewajiban bagi setiap umat manusia, apakah kau tega membiarkan bocah yang tak tahu urusan ini mesti berdiam di sini dihembus angin dingin?" Berpikir sampai disini, tanpa terasa busu berusia pertengahan itu mundur beberapa langkah lagi, mendesak ia mendongakkan kepalanya berpekik nyaring, lalu membalikkan badan berlalu dari sana. Dalam waktu singkat tampak bayangan tubuhnya berkelebat lewat dan lenyap dibalik hutan sana. Sinar rembulan yang redup kini telah menembusi hutan menyoroti si bocah yang berada disana seorang diri. ia sedang mendekan diatas tubuh nenek tersebut sambil menangis tersedu-sedu. "Thio popo... Thio popo... " gugamnya terus menerus. -ooo)(00000)(000BUKIT CIAT THIAN Hong menjulang tinggi keangkasa dan berdiri angker diantara bukit-bukit yang lain. Waktu itu matahari sudah tenggelam kelangit barat mendatangkan sinar yang kemerah-merahan, kemudian awan

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

gelappun mendekati tanah perbukitan itu dan menyelimuti seluruh jagad. Tebing Goan Gwat Peng berbentuk sebuah topi yang datar menutupi puncak Ciat Thian Hong. Diatas tanah datar tersebut duduk berkerumun beberapa orang, ada yg berdiri, ada yang berbincang bincang, ada pula yang sedang memandang ketempat kejauhan. Tiba tiba dari tanah datar dipuncak bukit itu berkumandang datang dua kali pekikan nyaring, menyusul kemudian tampak dua sosok bayangan manusia dengan kecepatan seperti angin puyuh melayang turun di atas tanah datar itu, gerakannya cepat dan mengagumkan sekali. Bayangan manusia itu seperti dari seorang pria dan seorang wanita, usia mereka diantara tiga empat puluh tahunan Begitu tiba ditempat tujuan, mereka mengawasi sekejap sekeliling tempat itu. kemudian si pria berkata sambil tertawa terbahak-bahak: "Haaahhh. . . haaahhh. . Haaabbh.... rupanya kalian sudah berdatangan lebih awal, aaiii ... tiga orang saudara dari bukit Tiang pek san-pun telah jauh-jauh berangkat kemari, sungguh tak kusangka, oooh .... masih ada Kang pangcu dari sungai kuning juga telah datang.... selamat berjumpa, selamat bejumpa. rasanya tidak sia-sia perjalanan aku orang she Siau hari ini" Selesai berkata dia lantas menyalami setiap orang yang hadir disana dan mengajaknya berbincang-bincang sebentar. Sementara itu, seorang kakek berambut putih telah datang menghampiri kedua orang itu, lalu sambil menjura katanya. "Siau tayhiap berdua telah datang terlambat, membuat kami harus menunggu dengan cemas, sewaktu datang tadi apakah kalian berdua telah melihat dia?"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Orang yang berbicara tadi adalah Pangcu dari perkumpulan Tiang Ciau Pang disungai kuning Kang Hong Siang adanya. dia berusia tujuh puluh tahun dan mempunyai anak buah sebanyak ribuan orang lebih. boleh dibilang perkumpulannya merupakan perkumpulan paling besar, paling tangguh dan paling berpengaruh didalam dunia persilatan dewasa ini. Lelaki she Siau itu segera tertawa ter-bahak2, "Haaaahh haaah haaah .. tampaknya Kang tangkeh seorang yang terburu napsu, kalau waktunya belum sampai, mana mungkin dia akan datang lebih awal? Lagi pula malam ini kita telah menanti kedatangannya disini, apakah kita mesti kuatir dia lagi kelangit?" Ternyata sepasang suami istri ini adalah Bi Kun Lun (Kun lun indah) Sian Wie Goan dan Siau Hu Yong(Hu Yong Tertawa) Chin lan eng dua orang jago yang dianggap sebagai pemimpin dunia persilatan dewasa ini. Dalam pada itu, rembulan sudah berada di angkasa membuat suasana diatas tanah datar dipuncak bukit itu nampak agak terang, semua orang segera berkumpul ke tengah lapangan tersebut. Bi Kunlun Siau Wie Goan mendongakkan kepalanya memandang waktu, kemudian ujarnya dengan wajah berseri: "Waktunya sudah tiba, murgkin orang She Wan akan mengingkari janjinya.." Belum selesai dia berkata, mendadak dari tengah udara telah berkumandang datang suara pekikan panjang yang amat nyaring.... Mendengar pekikan tersebut, semua orang menjadi tertegun, pada saat itulah tampak sesosok bayangan hitam secepat kilat telah meluncur ditengah udara lalu melayang turun ke tanah.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Serta merta semua orang mundur beberapa langkah dengan terperanjat. Dengan manisnya orang itu segera melayang turun ke atas permukaan tanah. "Haaahhh... haaahhh . .. haaahhh . . . aku orang she Wan sudah datang terlambat, bila kalian harus menunggu agak lama, harap suka dimaafkan" katanya lantang. Rupanya orang yang baru datang itu adalah si busu berusia pertengahan Wan Liang. Tampak sekulum senyum, menghiasi bibirnya. Dia berdiri ditengah arena dengan angkuh dan mengawasi setiap orang disekitar arena dengan pandangan tajam, akhirnya sorot mata tersebut berhenti diatas tubuh Bi Kun-lun Siauw Wie Goan. Mendadak paras mukanya berubah menjadi amat serius, katanya sambil tertawa dingin : "Hmm. ...hmm.....sudah kuduga kalau permainan ini merupakan sandiwara hasil ciptaanmu, Siau Wie Goan, kuberitahu kepadamu, aku Wan Liang bersikap cukup baik kepadamu, menganggap kau sebagai saudara sendiri siapa tahu kau si manusia munafik berwajah manusia berhati binatang, apa maksudmu merusak nama baikku? Bahkan pada hari ini telah mengundang jago-jago dari golongan putih dan golongan hitam untuk menungguku disini, masa kau anggap aku tidak tahu kalau tujuanmu adalah menginginkan batok kepalaku ini....? Hm, sekarang aku orang she Wan sudah datang memenuhi janji, akan kulihat permainan setan macam apa lagi yang bisa kau tunjukkan kepadaku?" Sekulum senyuman manis selalu saja menghiasi ujung bibir Bi Kun Lun Siau Wie Goan, katanya dengan santai : "Saudara Wan, kau salah paham, berbicara dari hubungan persahabatan kita ini, masa aku tega melakukan perbuatan semacam ini kepadamu? Tindak tandukmu itu hanya dalam hati kecilmu yang tahu, sekalipun aku Siau Wie Goan ingin melindungi dirimu juga tidak mungkin bisa mewujudkan keinginanku tersebut ..."

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Mendengar perkataan itu, Wan Liang menjadi gusar sekali sehingga dari balik matanya memancar cahaya berapi api yang penuh diliputi kegusaran, sambil menggigit bibir serunya "Siau Wie Goan, kau merampas cinta dan menjebak temanmu itu ketempat yang memalukan, bahkan secara diam diam menghubungi kawanan jago dari golongan hitam dan putih untuk bersama sama menyerang diriku, sekarang masih bisanya mengucapkan kata kata yang sok gagah, hmm ... kau anggap aku orang she Wan adalah seorang bocah berusia tiga tahun yang bisa kau tipu mentah mentah .. .. " Belum habis dia berkata. Bi Kun Lun Siau Wie-Goan telah menimbrung lagi: "Sekarang sudah bukan saatnya berdebat mempersoalkan masalah itu lagi, malam ini begitu banyak teman yang telah berada disini, mereka sudah menunggu dengan tak sabar. sedangkan aku orang she Siau cuma kebetulan saja ikut menghadiri pertemuan ini, bila kau merasa ada persoalan, sampaikan saja kepada mereka!" Setelah berhenti sebentar, dengan wajah penuh senyuman dia melanjutkan: "Wan heng, mari ku perkenalkan beberapa orang teman kepadamu, dia adalah Kang pangcu, ketiga orang bersaudara itu datang dari Tiang Pek San, dan dia ini adalah ketua Go Bi Pay..." "Aku orang she Wan sudah tahu.terima kasih banyak atas perkenalanmu, aku she Wan sudah lama mengenal mereka, buat apa kita mesti banyak berbicara lagi." Lotoa dari Tiang Pek Sam Sat(Tiga Malaikat bengis dari Tiang Pek San) Li Gi segera tertawa dingin tiada hentinya, lalu berkata: "Bagus, bagus... tampaknya ucapan dari jago pedang angin puyuh memang cukup cepat dan tegas. nama besarmu bukan cuma nama kosong belaka. jauh-jauh kami datang kemari

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

tentu saja bukan dikarenakan ingin bersilat lidah belaka. mari biar aku orang she Li yang mencoba kepandaian silatmu lebih dulu." Selesai berkata ia lantas meloloskan sebilah golok dan bersiap siap untuk melancarkan serangan. Kit Hong Kiam Khek Wan Li cukup sadar akan keadaan yang dihadapinya, selesai itu diapun telah bertekad untuk menghadapi masalah tersebut dengan pertaruhan selembar jiwanya. maka begitu dilihatnya Lotoa dari Tiang Pek Sam Sat, si bintang berkepala sembilan Li Gi telah meloloskan senjatanya tanpa sungkan sungkan lagi diapun segera mencabut keluar pedang Kit Hong Kiam yang tersoren dibelakang punggungnya. Terdengar suara dentingan yang amat nyaring menggema memecahkan keheningan menyusul kemudian terlihat cahaya biru memancar ke empat penjuru. Si Bintang berkepala sembilan logi segera meloloskan pedangnya daridalam sarung kemudia serunya tertawa: "Pedang bagus!" Setelah memegang senjatanya, Kit Hong Kiam khek Wan Liang segera menggetar pelan senjata mestikanya itu, ditengah udara segera muncul tiga kuntum bunga pedang yang menyilaukan mata. Demonstrasi jurus Bwe Hoa Sam Long (Tiga Kuntum Bunga Bwee melompat) tersebut dengan cepat memancing pujian semua orang. Sebenarnya tujuan dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang bukan untuk memamerkan kepandaiannya, tapi kejadian ini justru telah membangkitkan amarah dari bintang berkepala sembilan Li Gi. Tampak sepasang matanya melotot besar dengan memancarkan cahaya kebuasan. ditatapnya wajah Kit Hong

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Kiam Khek Wan Liang dengan penuh kegusaran, kemudian sambil tertawa seram katanya, "Orang she Wan, lebih baik jangan menjual lagak lagi disini. mari kita tentukan kemampuan kita diujung senjata!" Begitu selesai berkata, goloknya segera diputar kencang, lalu membacok ketubuh Kit Hong Kiam Khek Wan Liang dengan mempergunakan jurus Soat Kay Hoan-San (salju menyelimut Hoa san). Kit Hong Kiam Khek Wan Liang merupakan seorang tokoh sakti dalam dunia persilatan dewasa ini, ilmu pedangnya sangat lihay sekali, meski belum sampai setahun dia terjun kedalam dunia persilatan, akan tetapi nama besarnya telah menggetarkan seluruh kolong langit. Ilmu pedangnya yang telah mencapai puncak kesempurnaan itu boleh dibilang merupakan seorang jago pedang paling tangguh selama seratus tahun belakangan ini. Ketika dilihatnya golok Kiu Tau Siu Li Gi membacok datang, sambil mendengus dingin dia miringkan kepalanya kesamping dan mengegos dari ancaman tersebut, kemudian dengan cekatan dia mundur sejauh satu kaki lebih dari tempat semula. "Li tangkeh!" ujarnya dengan lantang, "kalau hanya mengandalkan kemampuanmu seorang masih ketinggalan jauh sekali, mengapa kalian bertiga tidak maju bersama sama saja?" Cemoohan yang bernada mengejek ini kontan saja membuat paras muka Kiu tau siu Li Gi menjadi merah padam. kegusarannya makin membara, bentaknya keras : "Keparat she Wan, serahkan selembar jiwa anjingmu!" Seusai bekata bagaikan anjing gila dia menubruk kedepan. goloknya diayun ke udara dan membacok batok kepala Kit Hong Kiam Khek Wan Liang secara keji.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Pada saat itulah dari dalam arena kembali melompat keluar dua sosok bayangan manusia sambil mengayun golok masing masing. mereka menyerang Kit Hong Kiam Khek secara ganas. Tak bisa disangkal lagi, kedua orang itu bukan lain adalah loji dan losam dari Tiang Pek Sam Sat, Pia Mia Siu(Binatang beradu jiwa )Li Khing, dan Liat hwe Siu(binatang berangasan) Li Hiong. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang menjadi girang. setelah dilihatnya ketiga orang itu turun tangan bersama, tanpa terasa ia mendongakan kepalanya dan berpekik nyaring, menyusul kemudian sambil menerjang kemuka, dia mengembangkan permainan ilmu pedang Kit Hong Kiam Hoatnya untuk melancarkan serangan balasan. Tiang Pek Sam Sat bukan manusia sembarangan. mereka sudah terkenal dalam dunia persilatan, sudah banyak kejahatan yang mereka lakukan, kekejamannya bukan kepalang, tak sedikit manusia yang tewas ditangan mereka. Dalam kalangan Liok lim, mereka dikenal sebagai jago kelas satu yang disegani banyak orang, Akan tetapi bila dibandingkan dengan kehebatan Kit Hong Kiam khek, maka kemampuan mereka itu boleh dibilang masih selisih jauh sekali. Tak selang berapa saat kemudian, empat orang yang berada diarena pertarungan itu sudah saling bergebrak sebanyak sepuluh gebrakan lebih. Mendadak Tiang Pek Sam Sat berpekik aneh, tubuh mereka melejit setinggi satu kaki lebih, kemudian dengan membentuk satu garis, tiga bilah golok mereka dengan posisi segitiga, terbagi menjadi atas, kiri dan kanan bagaikan sebuah jalan mengurung tubuh Kit Hong Kiam Khek. Menghadapi ancaman tersebut, Kit Hong Kiam khek Wan Liang mendengus dingin, dengan jurus Ki-hwee liau-thian (mengangkat obor membakar langit) pedangnya diangkat

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

diatas kepala.sepasang matanya mengawasi ketiga kuntum bunga golok yang meluncur tiba dari tengah angkasa itu dengan seksama .... Dengan kecepatan bagaikan sambaran petir ketiga kuntum bunga golok yang meluncur datang dari tengah angkasa itu telah tiba dalam sekejap mata . ... Traaaang benturan senjata yang amat nyaring berkumandang memecahkan keheningan, menyusul kemudian terdengar suara jeritan ngeri yang memilukan hati bergema, bayangan manusia segera berpisah, loji dari Tiang Pek Sam Sat, si binatang beradu jiwa Li Kheng telah terkapar ditanah dalam keadaan tak bernyawa lagi. Dan sebaliknya si binatang berkepala sembilan Li Gi dan si binatang berangan Li Hong segera melejit kesamping untuk menghindarkan diri, kemudian tanpa berpaling lagi mereka kabur menyematkan diri dari tempat tersebut. Sehabis melukai ketiga orang lawannya Itu, Kit Hong Kiam Khek Wan Liang berdiri tenang seakan-akan tak pernah terjadi sesuatu apapun, ia berdiri ditempat dengan senyum dikulum, lalu sambil tersenyum tegurnya : "Sekarang, tiba giliran siapa" Bi Kun lun Siau Wie Goan maju dua langkah kedepan, lalu sahutnya sambil tertawa seram : "Atas kesudian beberapa orang sahabat yang hadir di arena malam ini untuk mempercayai diriku, aku telah diangkat menjadi pemimpin mereka sesungguhnya tujuan kami mengundang kehadiran saudara Wan kemari, tak lain adalah berharap kau suka meluluskan satu permintaan kami." "Apakah permintaan kalian itu?" tanya Kit Hong Kiam Khek Wan Liong sambil tertawa dingin. "Minta kepadamu untuk selamanya mengundurkan diri dari dunia persilatan..." jawab Bi Kun Lun Siau Wie Goan tegas. "Kalau tidak . . ?" Wan Liang balik bertanya

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Terpaksa aku harus berbuat kasar kepadamu" Baru selesai Bi Kun Lun Siau Wie-Goan mengutarakan kata katanya, Siau Hu Yong Cian Lan Eng yong berada disampingnya telah menukas dengan wajah sedingin es "Wie-Goan buat apa banyak bicara dengannya, waktu sudah tidak pagi lagi." Begitu mendengar ucapan tersebut, seketika itu juga Kit Hong Kiam Khek merasakan sorot matanya memancarkan cahaya berapi, dia tak menyangka kalau kekasih yang dicintainya, kini telah berubah menjadi seorang manusia sekeji ini. Tak tahan lagi, akhirnya dia mencaci maki dengan penuh kegusaran : "Perempuan rendah, . sekalipun sudah menjadi setan, aku orang she Wan ingin mendahar darah dan dagingmu!" Siau Hu yong Chin Lan Eng segera tertawa terkekeh-kekeh dengan jalangnya : "Heehh... . heeehhh. ,.. Wan tayhiap yang sok suci dan sok gagah, memangnya kau anggap bisa menelan aku Lan eng dengan begitu saja ? Malam ini, bila kau bisa meninggalkan tempat ini dalam keadaan selamatpun sudah merupakan suatu kemujuran bagimu" Saking marahnya Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sempat tertawa nyaring, suaranya ibarat monyet monyet di selat Wi sia yang berpekik bersama, suaranya penuh kepedihan. kesedihan, seperti menjerit, seperti menangis, mengerikan sekali kedengarannya. Begitu selesai tertawa, mendadak ia melotot besar, mencorong sinar tajam dari balik matanya, sambil menggertak gigi bentaknya. "Aku orang she Wan tidak percaya kalau kau si perempuan rendah bisa memiliki kemampuan untuk menahanku disini, malam ini aku orang she Wan datang dengan membawa tekad

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

untuk beradu jiwa, tapi setelah mendengar perkataan itu, aku orang she Wan justru tak akan mati, ingin kulihat apa yang bisa kau lakukan terhadap diriku?" Baru selesai Kit Hong Kiam Khek Wan Liang berkata, mendadak terdengar suara seseorang yang tua tapi nyaring bergema datang. "Omitohud!" Dari sudut tanah lapang itu pelan pelan berjalan mendekat seorang pendeta tua. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang segera berpaling sekejap ke arahnya, ternyata orang itu adalah Leng Kong taysu, ciangbujin dari partai Go bi .. .. Dengan langkah pelan Leng kHong toysu berjalan ketengah arena, kemudian tegurnya: "Wan tayhiap, sejak berpisah baik baikkah kau? Mengingat hubungan persahabatan kita selama beberapa tahun, pinceng ingin menasehatimu dengan sepatah kata: Turutilah anjuran dari Siau tayhiap, sejak detik ini mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan dan jangAn muncul kembali dalam keramaian dunia!" "Mengapa? Persoalan dari aku orang she Wan hanya aku sendiri yang bisa memutuskan. Hari ini, mengapa taysu malah berkomplot dengan kaum munafik untuk menghadapi aku?" Malam ini, Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sudah cukup menyadari akan situasi yang dihadapinya, diapun tahu kesalahan pahaman umat persilatan kepadanya tak mungkin bisa dijelaskan dalam sepatah kata saja, oleh karena itu sikap maupun caranya berbicara pun turut berubah menjadi agak keras dan ketus. Tapi dengan demikian. hal ini justru telah telah membangkitkan kemarahan umum dari semua jago lihay yang berkumpul diarena hari ini.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Belum sempat Leng KHong taysu menjawab pertanyaan itu, ketua Tiang Ciu Pang dari sungai kuning Kang Hong Siang telah membentak dengan penuh kegusaran: "Orang she Wan, yakinkah kau dapat mengundurkan diri dengan selamat..?" "Soal ini tidak perlu kau risaukan!" jawab Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sinis. "Bagus sekali!" ketua Tiang ciau pang Kang-Hong Siang tertawa lebar, "rupanya kau orang she Wan, seorang manusia tak tahu diri, hm... kau anggap kepandaian yang kau miliki sudah terhitung sangat liehay? Siapa tahu lohu dapat memenuhi harapanmu itu". Begitu selesai berkata dia segera menggerakkan sepasang bahunya dan bergerak kedepan dengan kecepatan luar biasa, belum tiba pada sasarannya, sebuah pukulan dahsyat yang disertai desingan angin tajam telah di lontarkan keatas tubuh Kit Hong Kiam Khek. Sebelum peristiwa ini, antara Kang Hong Siang dan Wan Liang memang sudah pernah terikat oleh suatu perselisihan, kin begitu musuh besar saling bertemu,tanpa terasa lagi Padam seluruh wajahnya, tanpa banyak berbicara lagi pertarungan sengit segera berkobar. Padahal keadaan seperti ini justru merupakan apa yang dihadapkan oleh Kit Hong Kiam Khek Wan Liang, sebab berbicara soal kemampuan. dia masih sanggup untuk mengungguli setiap orang yang hadir diarena bila pertarungan dilangsungkan satu lawan satu. Tapi orang kuno pernah berkata. Sepasang tangan susah menghadapi empat tangan, hohan sukar menahan kerubutan orang banyak Andai kata belasan orang jago lihay yang hadir sekarang menyerang bersama sama, betapapun lihaynya ilmu silat yang dimiiki Kit Hong Kiam Khek Wan Lang, toh lebih banyak ancaman bahayanya daripada keuntungan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Maka diapun segera menggunakan sistim memecah belah kekuatan lawan untuk mengobarkan kemarahan mereka satu demi satu, kemudian membereskan pula mereka satu demi satu, sehingga dengan demikian, akan makin melemah kekuatan lawannya. Tatkala serangan dari Kang Hong Siang di lancarkan datang, Kit Hong Kiam Khek Wan Liang juga tak sungkan sungkan lagi, pedang mustikanya segera diayunkan ke udara membentuk serentetan bianglala yang amat menyilaukan mata, lalu dengan Jurus Khong Ciok Say "burung merak mementangkan sayap" pedangnya membuat selapis kabut pedang yang tebal untuk membendung lebih dulu ancaman dahsyat lawan, setelah itu sambil berpekik nyaring tubuh berikut pedangnya melebur menjadi satu mulai mengembangkan permainan ilmu pedang Kit Hong Kiam hoat yang telah didalaminya selama dua puluh tahunan itu. "Sreeet, sreseet, sreeet....." tiga buah serangan berantai di lancarkan secara beruntun memaksa Kang pangcu yang menjagoi sungai Huang Ho ini terdesak mundur sejauh satu kakiBelum lagi dirinya berdiri tegak, suatu pekikan nyaring kembali berkumandang, pedangnya dengan menciptakan selapis cahaya tajam langsung membabat batok kepala Kang Hong Siang dengan 'Liu tian ciau ka' "kilat dan guntur menjadi satu". Pada hakekatnya serangan tersebut dilancarkan dengan kecePatan yang amat sukar diikuti dengan pandangan mata, mimpipun Kang Hong Siang tidak mengira kalau ilmu pedang Kit Hong Kiam yang amat termashur itu mengandung jurus ampuh yang mematikan. Menanti ia menyadari tibanya cahaya biru didepan mata, keadaan sudah terlambat, tanap terasa ia menjerit kaget: "Habislah riwayat ku kali ini!"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

dengan cepat ia memejamkan matanya menantikan datangnya kematian. Di saat yang kritis itu. mendadak dari tengah arena meluncur dua sosok bayangan hitam kemudian menyusul dari arena itu berkumandanglah suara bentrokan senjata yang amat nyaring... Tiba tiba saja Kang Hong Siang merasakan munculnya segulung angin pukulan yang dahsyat itu menghantarnya keluar dari arena dan jatuh terkapar ditanah. Menanti dia dapat kembali, tampaklah Leng Khong toysu dan Bi Kun Lun Siau Wie Goan telah menyelamatkan selembar jiwanya barusan. sementara itu, Bi Kun Lun Siau Wie Goan telah menjadi naik pitam, dia itu lantas membentak dengan nyaring: "Saudara sekalian malam ini dia tak boleh dibiarkan pergi lagi dalam keadaan hidup.: Selesai berkata dia segera meloloskan pedang nya lebih dulu. Kawanan jago lainnya juga meloloskan senjata masing masing, hanya Leng kong taysu, ketua dari Go bi pay saja yang menggulung bajunya sehingga kelihatan lengannya yang kekar, ia tidak mempergunakan senjata tajam,. Menyaksikan situasi yang terbentang ada di depan mata itu, seketika itu juga Kit Hong Kiam Khek Wan Liang merasakan hatinya turut menjadi tegang, dia cukup tahu kalau kawanan jago yang hadir di arena sekarang terdiri dari jago jago golongan putih maupun hitam, sebagian besar jago jago itu merupakan kelas satu dalam dunia persilatan, bukan berarti suatu pekerjaan gampang untuk melarikan diri dari kepungan dengan selamat.

It ci hoa kim (pedang satu huruf) Yu liang gi dari Thian cong pay tak dapat menahan sabarnya lagi.com/ Tampak sorot matanya itu terakhir berhenti diatas tubuh Bi Kun Lun Siau Wie Goan. mendadak ia membentak keras.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Apalagi yang mesti dinantikan?" Begitu selesai berkata (bunga kuncup baru mekar). . persis seperti seekor harimau yang sedang mengincar mangsanya. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sudah termashur dipersilatan sebagai seorang jagoan yang amat dahsyat. Selama ini Bi Kun Lun Siau Wie Goan hanya tertawa dingin tiada hentinya. Begitu It Ci hoa Kiam Yu liang gi mempelopori serangan tersebut. Benar juga. dia memandang ke kiri kanan dengan garangnya. dibalik sorot matanya itu terpancar keluar rasa benci dan dendam yang amat tebal. Kit Hong Kiam Khek segera masuk perangkap. namun tak seorangpun diantara mereka yang maju untuk melancarkan serangan Tapi hal inipun tak bisa disalahkan. dengan sorot mata yang berapi-api seperti binatang buas. kemudian dengan membawa sambaran angin tajam membacok tubuh Wan Liang. sedang istrinya Siau Hu Yong Chi Lan Eng tertawa jalang. Anehnya. To gan sinkun (malaikat sakti bermata tunggal) Cong Eng hui yang berada disebelah kanannya segera menggerakkan senjata andalannya Siang coa kou (sepasang kaitan ular) untuk menyerang Kit Hong Kiam Khek. tampaknya mereka sengaja berbuat demikian untuk membangkitkan kemarahan dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang agar lebih cepat turun tangan untuk menentukan mati hidup mereka. bagaimanapun banyaknya kawanan jago yang mengurungnya. sekalipun kawan jago tersebut sudah begitu lama melakukan pengepungan. tak urung mereka dibikin tercekat juga oleh kegagahan lawannya.

serentak puluhan orang jago lihay lainnya turut melepaskan pula serangan-serangan. Dipihak lain To Gan sinkun Cong Eng hui mimpipun tak pernah menduga kalau Kit Hong Kiam Khek bakal mempergunakan taktik suara ditimur menyerang kebara unutk memperdaya dirinya. nendadak dia marubah jurus serangannnya menjadi Thian ho ta sia (sungai langit tumpah kebawah) dengan kecepatan tinggi ia berganti menususk pergelangan tangan dari To Gan sinkun Cong Eng hui. tapi sampai ditengah jalan. untuk menghindar tak sempat lagi. dia segera membentak gusar: "Bedebah. It-ci hoa-Kiam Yu Liang gi. Jurus serangan ini sekilas pandangan seperti terdiri dari dua gerakan. sementara dia mundur dengan gugup.com/ Begitu dua orang itu sudah melibatkan diri dalam pertempuran. si jagoan pedang dari Thiamcong-pay itu segera merasakan pandangan matanya menjadi kabur. secepat kilat dia menerjang It ci hoa Kiam Yu Liang Gi. pedang sakti dari Kit Hong Kiam Khek telah berganti arah mengancam To gan-sinkun. Mendadak terdengar To gan sinkun Cong Eng hui menjerit keras. tubuhnya mundur beberapa langkah dengan . Walaupun Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sudah bertekad untuk melangsungkan pertarungan sengit. setelah menyaksikan kejadian itu. tak urung naik pitam juga dibuatnya. padahal diantara maju mundurnya terbentuk selapis cahaya tajam yang bersambungan. menanti desingan angin pedang sudah tiba didepan badan. kalian benar-benar tak tahu malu !" Pedang Kit Hong Kiamnya segera berubah dengan jurus Ban Hong jut ciau (selaksa lebah keluar sarang). Tahu tahu ujung pedang Wan Liang secepat kilat sudah menyambar diatas pergelangan tangannya secara telak.Tiraikasih Website http://kangzusi.

jurus serangan demi jurus serangan semuanya dibacokkan ketubuh Bi kun lun. padahal kecepatannya ibarat sambaran cahaya berkilat saja. maka diapun khusus mencari Siau Wie Goan sebagai sasarannya. sikap tersebut seakan-akan hendak memberi kesempatan bagi Kit Hong Kiam Khek untuk mengatur naps. Ternyata Bi Kun Lun siau Wie Goan cukup licik. darah segar telah membasahi seluruh badannya. tapi mungkinkah dia untuk menghadapi kerubutuan puluhan orang sekaligus. walaupun ia sudah mengerahkan segenap kepandaian yang dimilikinya untuk melawan. Dalam sekejap mata. . seakanakan dia merasa tidak puas sebelum menyaksikan Wan Liang mati kelelahan dan kehabisan tenaga. Tak selang setengah perminum teh kemudian sekujur badan Kit Hong Kiam Khek sudah penuh dengan luka bacokan . setiap kali melancarkan serangan dia selalu meninggalkan beberapa bagian tenaga murninya. namun setiap saat dia mesti menghadapi rintangan yang cukup berat. Dalam waktu singkat seluruh arena telah diliputi kilatan golok dan pedang serta suara teriakan yang memekakan telinga. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang cukup memahami keadaan tersebut. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang telah dikepung musuh dari empat penjuru.com/ sempoyongan. meski panjang untuk diceritakan. Beberapa macam gerakan itu dilakukan dalam waktu singkat. tapi bagi pandangan orang yang pintar maka tindakan semacam ini justru menunjukkan kelicikan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Betul dia tangguh dan berilmu tinggi. diantaranya terdengar beberapa kali jeritan ngeri serta teriakan kesakitan. sambil memegangi pergelangan tangannya yang terluka dia mengundurkan diri dari arena pertarungan. namun dia masih tetap melawan dengan gagah beraninya. semua musuh yang dihadapinya rata rata merupakan jagoan kelas satu.

Begitulah disamping harus melakukan perlawanan matimatian terhadap ancaman yang datang dari kawanan jago lihay. bagaimanapun juga aku harus tetap hidup lebih lanjut !" Begitu ingatan mana melintas lewat. ia selalu melontarkan kata kata cemoohan dengan kata yang kotor dan cabul untuk merangsang kegusaran Wan Liang. batinnya mengalami penderitaan. pedang menciptakan berkuntum bunga pedang yang bagaikan hujan gerimis menyelimuti tubuh semua orang. kemudian berjumpalitan. tiba-tiba ia mendongakkan kepalanya sambil berpekik nyaring. Tapi baru saja ingatan untuk mati melintas didalam benaknya. Perempuan jalang yang tak tahu malu ini sembari melancarkan serangan. dengan mennjejakkan kakinya ketanah. siksaan yang amat sangat ini membuat jago tua ini teringat untuk mati. dengan cepat ingatan mana melintas dalam benaknya. segenap sisa tenaga dalam yang di milikinya dihimpan menjadi satu. .com/ Siau Hu Yong Chin Lan Eng katanya saja turut ambil bagian dalam kerubutan tersebut. diam-diam dia pun berpikir : "Aku tak boleh mati. tapi dia lebih tepat kalau dibilang membantu mencaci maki. napsu untuk hidup serta bara api dendam yang membara dalam bati semakin berkobar. membuat ia merasa amat menderita. Dia melambung tinggi dua kaki lebih ke tengah udara.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang juga harus menaan sakit hatinya akibat cemoohan orang. Bahkan boleh dibilang setiap kata yang diucapkan olehnya terasa bagiakan sebilah pisau yang menembusi perasan Wan Liang.

Kit liong-Kiam-kek Wan Liang memang cukup lihay. rasanya sulit juga untuk menghindarkan diri dari ancaman tersebut. lalu dengan ilmunya Sia Khong Teng sin (Menghentikan badan ditengah udara) dia menahan gerakan tubuhnya. Kasihan Leng khong taysu yang terlalu memandang enteng lawannya itu. kemudian pedanga yang sebenarnya hendak membacok kebawah itu diangkat keatas secara tiba-tiba. "Omitohud" seru Leng Khong taysu dari Go Bi Pay menyusul dibelakang tubuh Wan Liang. tubuhnya melejit keudara. kaki Leng Hong taysu tahu-tahu .Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa berpikir panjang lagi pedangnya dengan manggunakan jurus Thian khong lui hee (guntur menggelegar dari tengah angkasa) langsung membabat sepasang kaki Leng Kong taysu. bagaimanapun lihaynya ilmu silat yang kau miliki. Bila digencet dari atas dan bawah. saat itulah dia bertemu dengan sergapan yang dilepaskan Leng Khong taysu dari atas kebawah. dia melejit pula ketengah udara sambil melancarkan sebuah pukulan. tubuhnya yang baru melesat sejauh satu kaki dari permukaan tanah itu mendadak menghentikan gerakan badannya. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sangat membenci kawanan jago silat yang menganggap dirinya pendekar tapi kenyataannya berbuat sewewenang wenang. Jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang memecahkan keheningan. tubuhnya sudah tak sanggup lagi untuk melejit keudara. Dengan meringankan tubuh Liu Im ti (Tangga awan berjalan) yang amat liehay itu. serentak semua orang mengangkat goloknya ke atas pula.com/ Waktu itu para jago bertarung dengan penuh napsu. menyaksikan ia melambung keudara. tatkala menyaksikan pedang saktinya menyambar kebawah.

angin berhembus kencang menggugurkan dedaunan yang mengering. . Bi Kun Lun Siau Wie Goan yang pertama menemukan peristiwa ini. -Bagian PertamaSENJA TELAH menjelang tiba. dari balik tikungan bukit muncul seekor kuda kurus yang bernafas memburu dan tubuh penuh dengan pasir. enam tahun yang berwajah tampan dengan bibir yang merah serta dua baris gigi berwarna putih. Tak lama kemudian. . Dalam suasana beginilah. ketika lelaki setengah umur itu mendongakkan kepalanya tampaklah seekor burung gagak sedang bertengger diatas dahan sambil berbunyi tiada hentinya.com/ sudah terpapas kutung menjadi dua bagian. Dengan termangu dia duduk diatas pelana sambil membawa sinar mata ke tempat sana. Kuda itu. lamat lamat terdengar suara derap kaki kuda yang lemah diiringi suara gemerisik berkumandang datang diri bawah bukit sana . orangnya pun segera ribih terkapar keatas tanah dan jatuh tak sadarkan diri. sambil membentak gusar tubuh berikut pedangnya segera melebur menjadi satu. Dalam pangkuannya sebelah depan duduk pula bocah berumur lima. tapi wajahnya murung dan sedih.Tiraikasih Website http://kangzusi.. sebilah pedang antik tersoren dipinggangnya. kemudian meluncur kearah mana Kit Hong Kiam Khek terjatuh tadi.. di-atas kuda tadi duduk seorang lelaki setengah umur yang berpakaian dengan warna luntur. tubuh Kit Hong Kiam Khek telah lenyap dibawah tebing Goan Gwat Peng tersebut. Mendadak terdengar bunyi burung yang ber-kaok kaok. Sayang keadaan sudah terlambat. dengan susah payah berjalan maju ke depan.. matahari sore dengan membawa sisa cahayanya telah bersembunyi dibalik bukit.

" "Aaai. tampak bayangan abu abu berkelebat lewat. sementara tangan yang lain mengelus bulu surai kuda tersebut sambil ujarnya dengan penuh perhatian : "Siau hek.. dia meringkik tiada hentinya seperti lagi menghela nafas. lalu sambil duduk di sampingnya... Sungguh cepat gerakan tubuhnya... Hanya setahun. dengan penuh kasih sayang dia membelai bulu surai kuda itu seraya katanya"Kau bertambah kurus Siau hek. dalam setahun yang singkat. kapankah kita pernah . menanti kesehatan tubuhmu sudah pulih kembali kita baru lanjutkan perjalanan ini. coba bayangkan. gumamnya: "Binatang sialan. mari kita istirahat sebentar. lelaki setengah umur itu sudah melayang turun ke atas tanah." Kuda kurus yang bernama "Siau hek" itu seakan akan mengerti dengan perkataan dari majikannya. bukankah begitu? Siau hek. padahal aku sendiri pun merasa murung dan sedih.. kita masih termasyur sampai dimana-mana.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau dan aku telah berubah . kau pasti akan menggerutu kepada ku sebagai majikan yang tak pernah memikirkan tentang dirimu.com/ Dengan rasa segan lelaki setengah umur itu menarik kembali sinar matanya yang sayu.. untung kau dan aku tak usah menempuh badai lagi." Tiba tiba kuda kurus itu terkulai lemas dan roboh terkapar keatas tanah ... . Dengan tubuh terkejut lelaki setengah umur itu menyambut tubuh si bocah dan melompat turun dari atas pelana. kau terlalu lelah. Tangannya yang satu menahan tali lesnya.. teringat tahun berselang. . kemudian tertawa dingin.. Lelaki berusia pertengahan itu segers menepuk nepuk leher si kuda menitahkan kepadanya untuk beristirahat. kaupun dapat mewartakan suasana murung bagi diriku ..

Waktu itu sudah bulan sembilan. Yaa. tiap air mata berarti setetes darah. tiada sesuatu kenangan yang bisa diingat kembali" Ucapan semacam itu entah sudah diulang beberapa kali.. tak heran kalau dia jadi sedih dan melelehkan air mata. angin musim gugur berhembus kencang menggugurkan dedaunan dan . Yang lebih mengenaskan lagi adalah ia lari ke dalam pelukan seorang lelaki yang sebetulnya merupakan sobat karib yang dianggap bagaikan saudara kandung sendiri.. suatu persoalan. Mula mula lelaki itu membimbing bocah itu terlebih dulu. kemudian ia baru naik keatas punggung kudanya dan melanjutkan perjalanannya menelusuri jalan.. dia separti merasakan tekanan batin yang amat hebat tapi tak sanggup untuk mengutarakannya keluar. dan sslalu diucapkan dalam keadaan kecewa dan sedih Siau hek segera menggerakkan lehernya sambil meringkik panjang.Tiraikasih Website http://kangzusi. bahkan kekasih yang di cintai bagaikan nyawa sendiripun telah meninggalkan pelukannya berpindah ke pelukan orang-lain. Air mata yang panas meleleh keluar membasahi pipinya dan menembusi pakaiannya. selesai berkata ternyata dia mendekam diatas tengkuk si Siau hek dan menangis tersedu sedu . menanamkan kebaikan dan kebajikan bagi manusia tapi hasil yang diperolehnya hanya cemoohan dan dendam kesumat.com/ menjadi anjinga yang dikejar kejar orang? Apakah inilah balas jasa yang harus kita terima bagi perjuangan kita selama sepuluh tahun?" Gumamam tersebut segera menyentuh perasaan sedih yang mencekam perasaan lelaki setengah umur itu. "Hayo bangun Siau hek! Kita sudah hidup miskin dan terdesak. selama sepuluh tahun berjuang. tiba tiba ia bangkit berdiri.

membalas sakit hati. bertekad hendak mencari kecepatan uniuk membalas dendam. Tapi sekarang. akhirnya selembar jiwanya ditolong pula oleh bocah kecil itu. Orang bilang: Siapa menanam kebaikan dia akan mendapat kebaikan Kit Hong Kiam Khek Wan Liang pernah menolong nyawa seorang bocah didalam sebuah hutan yang lebat. Ketika Kit Hong Kiam Khek Wan Liang tersadar kembali dari pingsannya dan melihat si bocah kecil yang duduk disampingnya. apa sebabnya dia bisa berubah menjadi begitu mengenaskan dan menyedihkan? Dia sesungguhnya lagi menghindarkan diri dari apa? Sedang menantikan apa? Waktu itu. seketika itu juga keinginan untuk hidup segera tumbuh dalam hatinya. suasana semacam ini membuat pendekar itu merasa dirinya makin kesepian. Ditengah keheningan yang mencekam hanya ada derap kaki kuda serta deruan angin kencang yang membelah bumi. Apakah dia benar benar telah mengundurkan diri dari keramaian dania persilatan? Berapa tahun berselang.. membuat suasana jadi bertambah suram dan gelap . makin terasing dari keramaian dunia.. setelah dari tebing Koan jit peng Kit Hong Kiam Khek telah jatuh tak sadarkan diri.Tiraikasih Website http://kangzusi. Ternyata lelaki setengah umur itu tak lain adalah Kit Hong Kiam Khek Wan Liang yang pernah menggetarkan seluruh dunia. ..com/ menggoyangkan dahan serta ranting. baik jago dari golongan putih maupun golongan hitam segera akan mengacungkan jempolnya bila menyinggung tentang Kit Hong Kiam Khek Wan Liang. dia bertekad hendak hidup lebih jauh.

Ternyata setelah sehat kembali. sering merasakan tersentuh hatinya dan sedih.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kit-Hong-Kiam-kek Wan Liang merasa marah karena difitnah orang dan dikucilkan dari dunia persilatan. . selain cerdik juga berbakat bagus. sambil berusaha menghindarkan diri dari pengejaran Bi Kun Lun Siau Wie Goan. oleh karena itu ia dapat melaksanakan perawatan yang baik untuk menyembuhkan luka dari lelaki tersebut. diapun berusaha menyembuhkan luka nya. Suma Thian yu pernah bermaksud untuk belajar silat dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang namun permintaan itu ditolak olehnya. Setelah beristirahat selama beberapa hari dibawah bukit Ciat thian Hong.com/ Maka sambil memaksakan diri dia mengambil obat dari sakunya. padahal penderitaan yang dialaminya masih jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan apa yang diderita bocah kecil itu. sebaliknya Suma Thian-yu. Maka dari itu. Berhubung kedua orang itu sama sama hidup sebatang kara maka timbul perasaan simpatik diantara kedua belah pihak. si bocah itu telah kehilangan kedua orang tua nya dan tak punya tempat tinggal lagi. seorang pembesar setia dari Pemerintah asa itu. Bocah itu adalah putra dari Suma Tiong-yu. Kit Hong kiam Khek Wan Liang merasakan pukulan batin yang amat berat membuatnya berusaha untuk menghindarkan diri dari kenyataan. lalu menitahkan kepada bocah itu untuk mengobatinya. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang segera mengambil keputusan untuk mengajaknya melakukan perjalanan bersama.

cinta kasihnya yang dalam serasa masih menyelimuti dadanya. terbuai oleh lamunan nya yang indah. didepan sanalah bukit Gi Im Hong masih ingatkah kau? Enam tahun berselang aku pernah memberitahukan kepadamu dikemudian hari aku akan mengajaknya berdiam dibukit ini tak kusangka enam tahun kemudian.com/ Perlu diketahui. selama hidupnya Kit Hong Kiam khek Wan Liang selalu terbenam dalam ilmu silat. tanpa terasa Wan Liang menjadi melamun. akhirnya dia bergumam lagi kepada si kuda Siau-hek "Sudah sampai siau Hek. . Tanpa terasa bayangan tubuh Siau Hu yong Chin Lan eng melintas kembali dalam benaknya. Waktu malam sudah kelam. Sumpah setianya masih mendengung dalam telinganya. sini dia merasa muak terhadap Segala macam perselisihan dau pembunuhan dalam dunia persilatan Mengingat apa yang telah dialaminya selama ini. dan suaranya yang begitu merdu. tapi di." Dengan sedih dia menghela napas panjang. didepan muncul sebuah bukit kecil yang diliputi kabut tebal. tak heran kalau permintaan bocah itu di tolak tegas-tegas. sudah tentu dia tak ingin menyaksikan bocah itu mengalami nasib yang sama seperti diri nya. senyumnya yang manis. kami benar-benar telah kembali kesini. bukit Gi im hong masih tetap seperti dulu.lama sekali Kit Hong Kiam khek Wan Liang memperhatikan bukit tersebut. maka masa depannya menjadi hancur tak karuan. .Tiraikasih Website http://kangzusi. . angin berhembus kencang membuat suasana amat mengerikan. semua kemurungan yang memenuhi dadanya selama inipun buyar mengikuti helaan napas tersebut. wajahnya yang menawan. Setelah melewati sebuah gunung yang tinggi.

tentu indah sekali suasananya ketika itu. semua benda yang berada disana hanya akan membangkitkan kenangan dan kesedihan di dalam hatinya saja. Gua itu ditemukan Kit Hong Kiam Khek Wan Liang pada enam tahun berselang. ketika ia sedang menemani Siau hu yong Chin San eng berpesiar ketempat itu. . "Rumah" dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang terletak dipunggung bukit terjal tersebut. . yaitu didalam sebuah gua kuno yang dikelilingi oleh semak belukar. ternyata ia tak berani masuk kedalam. . puncak itu menjulang tinggi ke angkasa dikelilingi banyak bukit lainnya. andaikata yang masuk kedalam rumah.Tiraikasih Website http://kangzusi. yang datang kembali ke gua hanya seorang pendekar pedang yang murung dan sedih.com/ Hingga burung gagak berbunyi memecahkan kesunyian. waktu itu mereka telah bekerja keras hampir sebulan lamanya untuk mendandani gua itu. bahkan menyiapkan pula alat perlengkapan rumah tangga sebagai tempat mereka berdiam dikemudian hari. lamat lamat Wan Liang mengendus bau harum tubuh dari kekasihnya. perubahan manusia sukar diduga siapa sangka enam tahun kemudian. tanpa terasa dengan gigi beradu pintanya kepada Wan Liang. siapakah yang dapat menduga perubahan nasib yang bakal menimpa dirinya ? Kit Hong Kiam Khek Wan Liang dengan mengajak Yu Ji dan kuda kurus menuju kedepan gua. ia baru tersadar dari lamunannya Puncak Gi Im Hong terletak dalam propinsi Oulam dalam deretan pegunungan Kil ih san. Tapi.Angin gunung berhembus kencang membuat Yu ji merasa kedinginan setengah mati. Tiba didepan gua.mereka sekarang adalah mereka berdua. Yaa.

dia cepat memburu kedalam ruangan dan mengintip dengan rasa ingin tahu Tampak Kit Hong Kiam Khek sedang berdiri termangu memegang sebuah kotak kayu yang berukir indah. mereka melewati sebuah lorong yang panjang satu kaki. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang baru tersentak bangun dari lamunannya. benar juga ia telah mengkerut menjadi satu dan gemetar tiada hentinya. dengan cepat ia menemukan tombol rahasia pembuka pintu. aku kedinginan. mendadak ia menjerit tertahan dengan penuh lain kaget: "Haaaah?" Seperti orang kalap ia menerjang masuk keruang dalam. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang segera menurunkan Suma Thian yu keatas tanah. dia membopong bocah itu masuk kedalam gua. matanya mendelong sementara tangannya yang memegang kotak tersebut gemetar tiada hentinya. Dengan perasaan hati yang kecut Wan Liang segera membawanya melompat turun dari atas kuda.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ "Paman. setelah mengikat kudanya didahan pohon. bagaimana kalau kita imasuk untuk beristirahat ?" Mendengar perkataan itu.ia melirik sekejap kearah Yu ji. Baru saja melangkah maju setengah tindak. Ruangan gua itu sangat luas. Suma Thian yu dibikin tertegun oleh tindak tanduknya yang aneh itu. pada langit-langit gua itu penuh terdapat mutiara yang digunakan sebagai alat penerang. . setelah melalui gerbang. didalam terdapat ruangan-ruangan gua yang terang benderang. kemudian melangkah masuk kedalam pintu sebelah kanan.

haa ha ha haa. Dalam waktu singkat seluruh cahaya dalam gua itu bagaikan bergoncang keras.. . tangan kakinya gemetar keras. bukan cuma menyia nyiakanku... Jilid 2. . lama sekali Kit Hong kiam khek Wan Liang tertegun.. . Yu-ji. suaranya mengerikan sekali. watakmu memang watak lonte.. Hmm! Kau perempuan berhati busuk seperti ular beracun. seperti sebuah bola yang kehabisan udara tiba-tiba dia menjatuhkan diri diatas meja dan menangis tersedu sedu. . lihat saja nanti. akhirnya dia merobek robek kertas itu." Dalam gelak tawa yang amat keras itulah segenap amarah dan rasa bencinya dilampiaskan keluar... membanting kotak kayu itu ketanah dan menyumpah dengan penuh kegusaran: "Perempuan lonte..Tiraikasih Website http://kangzusi. ternyata didalamnya berisi secarik kertas. melihat orang lain lantas tertarik. seperti ada gempa bumi yang tiba tiba melanda tempat itu. ia baru membuka kotak itu. kau anggap perbuatanmu itu akan membuatku marah dan mampus? Haaahhh . seperti orang tertawa dan juga bagai orang menangis seperti berteriak. lalu seperti monyet yang berpekik. bulu kuduknya pada bangun berdiri.com/ Lama kemudian.. Pewaris muda Bu Tong Pay DAN tiba-tiba suara tertawanya berhenti. membuat Yu ji yang berada didepan pintu pun merasakan sukmanya serasa melayang meninggalkan tubuh. bibir gemetar keras dan mata melotot besar. Dengan wajah pucat. kaupun memaki aku . kamu benar benar perempuan lonte yang tidak tahu malu. .aku justru tak akan mampus. membuat tiap orang yang sempat mendengarkan suara tertawanya itu menjadi bergidik.

jangan pungut benda itu!" Suma Thian yu amat terkejut. waktu dapat mengobati luka paman yang sudah parah ini. Sampai lama kemudian Wan Liang baru menghentikan tangisnya dan mendongakkan kepala. sekalipun ku utarakan hal yang sesungguhnya belum tentu kau akan mengerti. bawalah. pelan-pelan dia berkata lagi: "Yu ji. dari sini dapat diketahui betapa rumitnya pertentangan batin yang sedang melanda didalam hati. Hawa amarah yang selama ini mencekam perasaannya mendadak saja meledak dengan suara menggelegar bentaknya keras-keras: "Yu ji. Dalam pada itu.com/ Dalam waktu singkat rasa gusar yang membara kini berubah menjadi keheningan dan kesedihan. kebetulan ia saksikan Suma Thian yu sedang berjongkok hendak memungut giok bei retak yang melompat keluar dalam kotak kayu itu. namun tidak mengurangi kecemerlanganannya yang asli. untuk sesaat dia tak tahu harus memungut benda itu atau jangan. aku percaya. Yu ji. kembali dia menghela napas. biarkan waktu yang menjelaskan kesemuanya ini kepadamu!” Seusai berkata. merah padam wajahnya karena jengah. dengan cepat ia letakkan kembali giok bei yang dipunggutnya ketempat semula.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau masih muda. Berapa banyak yang diketahui Suma thian yu? Dalam benaknya yang . Biarpun diatasnya telah bertambah dengan sebuah bekas retakan. ambil benda itu! Ia menandakan hati paman telah retak. sekarang tak akan kau pahami keadaan tersebut. kemudian Siap meninggalkan tempat itu. kemarahan kit hong kiam kek Wan Liang telah mereda. Wan Liang segera berseru kembali: "Apa yang kau sangsikan lagi." Suma Thian-yu benar benar dibikin pusing dan tak habis mengerti oleh sikap pamannya yang luar biasa itu. Melihat kejadian itu.

tanpa terasa keningnya berkerut dan agak lama dia ragu untuk memakannya. meski diatasnya telah bertambah dengan sebuah celah yang cukup dalam. dari dalam kantung kulitnya ia mengeluarkan sebungkus rangsum kering. ternyata yang dimaksudkan sebagai rangsum kering adalah kerak nasi yang mengeras bagai batu.!” Suma Thian yu mengiakan. sambil di angsurkan ke tangan Suma Thian yu katanya: “Untuk sementara waktu makanlah rangsum kering ini untuk menahan lapar. ." Suma Thian yu segera membuka bungkusan kertas itu. padahal dia tak tahu apa yang disebut rangsum kering. tentu saja ia tak tahu kalau dibalik mainan giok bei itu sebenarnya tersimpan suatu kenangan yang indah juga memedihkan hati. jangankan melihat bentuknya. maka tanpa berpikir panjang lagi ia segera menggigitnya. mendengar namanya pun belum pernah. ditatapnya Suma Thian yu sekejap. diatas dinding yang dibelakang tubuhmu terdapat mata air yang agak dingin airnya. dengan sangat berhati-hati ia memungut benda itu dari atas tanah lalu menyimpannya kedalam saku. kemudian baru ditelan kalau tidak. Sebab kalau dia ragu. kemudian tegurnya: 'Kau sudah lapar? Apakah ter biasa makan rangsum kering?" "Ehmm. berarti memberitahukan kepada paman itu kalau dia bukan seorang anak yang tahan uji. jangan diminum sekaligus. lebih baik kumurkan dulu dimulut. Pelan-pelan kit hong kiam kek berjalan keluar. ketika ia teringat disampingnya berdiri si paman berwatak aneh yang sedang mengawasi gerak geriknya.Tiraikasih Website http://kangzusi. sekalipun diatasnya diliputi kesedihan dan awan gelap namun cahaya aslinya masih tetap bersinar terang. badanmu bisa tak tahan. Wan Liang berjalan kesamping Siau Hek. Tapi..com/ masih polos dia merasa bahwa mainan giok bei yang terletak ditanah itu sangat indah. kalau menginginkan air. Suma Thian yu tidak sangsi lagi. Yu ji amar menyukainya.

. dengan usiamu begitu muda.. katanya kemudian dengan suara parau. setelah menggigit sepotong dia memakanrnya dengan lagak seakan-akan enak. kau memang hebat sekali. kau . bersediakah kau untuk mempelajarinya. Eeehmm. lama sekali..enak sekali rasanya. sambil membelai tubah Yu ji.com/ Begitulah. "Yu ji. melihat keuletan sibocah tersebut. ternyata kau begitu ulet.” Kit hong kiam kek Wan Liang memeluk tubuh suma Thian yu erat erat. malah sambil makan dia berkata... Semenjak berkenalan dengan pamannya.? Sejak permulaan hingga sekarang. tanpa terasa ia lantas menubruk kedalam pelukan Kit hong kiam kek Wan Liang sambil berseru: "Paman..?" . baru pertama kali ini dia menyaksikan orang itu tertawa. saking terharunya air matanya jatuh bercucuran. kau masih kedinginan?” "Masih sedikit. paman akan mengajarkan semacam sim hoat tenaga dalam untuk mengusir hawa dingin. saking terharunya dia sampai tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.” Sewaktu mengucapkan perkataan itu.. sekulum senyuman segar menghiasi wajahnya. paman" "Selewatnya berapa hari..Tiraikasih Website http://kangzusi. kit hong kiam kek Wan Liang mengawasi terus gera-gerik bocah itu. paman.. “Nak. mengapa kau tidak turut makan. Ketika Yu ji mendongakkan kepalanya dan menemukan senyuman menghiasi wajah paman nya. sampai lama. dia menjadi tertegun. segera pikirnya: "Ternyata paman bukan orang yang menakutkan! senyuman itu begitu ramah dan menawan hati" Berpikir sampai disitu. tahan uji dan mempunyai semangat besar untuk mengendalikan diri. masa depan mu pasti cemerlang. dia bergumam lirih..

Aaaai. maka betapa kecewanya dia setelah mengetahui kalau pamannya tidak berhasrat untuk mewariskan kepandaian tersebut bepadanya. bukan begitu. untuk menyesalpun sudah tak sempat lagi buat paman. Buru-buru dia berseru lagi: “Yu ji ingin terbang. waktu itu kalau paman tidak belajar silat. paman. diamatinya Yu ji beberapa saat. aku hanya akan mengajarkan tenaga dalam saja untuk mengusir hawa dingin" "Mengapa?” Sejak mengetahui kalau pamannya dapat terbang.. sambil tertawa getir ujarnya: “Bukan. “Tapi. lalu berguman.. Suma Thian yu merasa kagum sekali... mengapa pula aku harus menyia-nyiakan bakat yang begini baiknya untuk berlatih silat?” Tapi setelah termenung beberapa saat. dengan wajah berseri segera sahutnya: "Sungguh paman? Ohh.com/ Mendengar kabar itu. terbang ke angkasa dengan bebas. kalau kuterangkan sekarang mungkin kau belum dapat memahaminya. mengapa pula aku harus menyeret mu untuk terjun pula kedunia seperti ini?” Berbicara sampai disitu. kembali dia menggelengkan kepalanya berulang kali sambil melanjutkan: .Tiraikasih Website http://kangzusi. hidup bahagia. kau betul-betul sangat baik kepadaku. "aku tidak ber¬harap kaupun mengikut jejak hidup dari paman.. mengapa paman tidak bersedia mengajarkannya kepadaku?" "Anak baik" kata Kit hong kiam kek wan Liang sambil menghela napas. tak kusangka kalau paman bersedia mengajarkan kepandaian ilmu silat kepadaku" Kit hong kiam kek wan Liang mengelengkan kepalanya berulang kali. Suma Thian yu menjadi girang setengah mati. bagaimana mungkin kualami nasib yang tragis seperti apa yang kualami sekarang. dirabanya tulang badan sekujur badannya.

com/ "Tidak. tidak. dan apa pula yang dimaksudkan dengan ilmu silat.... lebih baik pergi-beristirahat lebih dulu" . andaikata paman bersedia melepaskan ilmu silat untuk mengejar bidang sastra. dengan perasaan apa boleh buat dia melanjutakan. hanya saja Yu ji merasa malas untuk mempelajarinya. kemudian tanyanya dengan tercengang: Paman. "aku rasa lebih baik pu satkan saja semua pikiianmu untuk memperoleh kesuksesan dibidang satra. sebab kehidupan semacam itu terlampau terikat..Tiraikasih Website http://kangzusi. Kembali Kit hong kiam kek Wan Liang berkata: "Jangan banyak curiga. malam ini kau boleh berada bersama paman. Yu ji bukan berpendapat demikian. kau anggap paman tidak mengeri akan Su siu ngo keng?" "Tidak. sejak dahulu aku telah merebut gelar Congkoan. waktu sudah tidak pagi. tak tahu apa yang meski dijawab.. bagaimana mungkin dia bisa menentukan pilihannya untuk menjawab. dalam keadaan begitu.. menjadi pembesar yang berpangkat tinggi. perasaan yang bersembunyi didalam hatinya berbicara bahwa dia enggan menjadi pembesar. tidak bebas. bayangkan saja. padahal dia sendiri pun tidak begitu mengerti apa yang dimaksudkan dengan sastra.tidak" Kit hong kiam kek Wan liang menyambut. aku tak bisa berbuat demikian hal ini harus disalahkan apa sebabnya aku bisa menerima nasib setragis ini" Dengan kebingungan Suma thian yu memandang tingkah laku Wan Liang yang sangat aneh. aku lihat kaupun sudah cukup lelah." "Sekarang. apa yang sedang kau katakan?” "Ahh. Walau demikian. dikemudian hari kau bisa menyamai ayahmu. sukakah kau akan pangkat tinggi?" Suma Thian yu segera menggelengkan kepalanya berulang kali.

lalu membuka pintu gua yang lain. ia tidak menemukan pamannya berada dalam kamar." apakah setiap hari kau tentu akan bangun tidur sepagi ini?" "Ehmm. paman. pagi benar kau sudah bangun. Tempat ini adalah rumah kita. dia saksikan Kit hong klam kek wan Liang sedang berjalan masuk sambil menenteng pedang. daripada membiarkan orang jahat berha¬sil memasuki tempat ini” "Bagaimana cara memperbaikinya?" "Sederhana sekali.com/ Keesokan harinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan suara keras Yu ji segera berteriak. asal kita sumbat pintu gua yang pertama. benar”. Wan Liang berkata dengan penuh rasa percaya pada diri sendiri: "Siau wi goan. udara pagi membantu manusia untuk menyehatkan badan. wahai Siau wi goan. mana paman akan meninggalkan dirimu seorang diri? Di sini adalah rumah ku. “Anak bodoh. Sambil menepuk-nepuk bajunya membersihkan dari debu. sekali pun kau lebih licikpun tak akan berhasil menemukan aku Wan Liang!" . cepat-cepat bocah itu bangun sambil lari keluar. "Paman. setiap pagi harus bangun iebih awal lagi" Setelah berhenti sejenak. mengapa tanpa sebab aku harus pergi meninggalkan tempat ini?" “Yaa. hal ini akan beres" Dengan kecerdasan dan ilmu silat yang dimiliki Kit hong kiam kek. sekarang merupakan ruman kita. Yu ji mengira kau sudah pergi meninggalkan tempat ini!" Kit hong kiam kek wan Liang segera tersenyum. dia melanjutkan. dikemudian hari kaupun tak boleh malas tidur terus. ketika Suma Thian yu terbangun dari tidurnya. Baru tiba dimulut gua. "Mari kita perbaiki sedikit pintu luar gua ini. tak selang beberapa lama kemudian pekerjaan mereka untuk memindahkan pintu gua tersebut dapat berjalan dengan lancar.

tiga tahun sudah berlalu tanpa terasa.com/ Kemudian kepada Yu ji yang berada disampingnya dia berpesan. Yu ji hanya pandai ilmu sastra dan ilmu sejarah. pagi hari kalau kau suka bermain. karena selain . sekali salah bertanya bisa jadi akan mengakibatkan datangnya dampratan atau teguran marah. mengerti?” Suma Thian yu masih tidak habis mengerti tapi dia tak berani bertanya lebih jauh. selanjutnya kau pun tak boleh bermain-main disini. bermainlah disitu. didepan gua adalah hutan bambu yang amat luas. aku harus bermain dimana?" “Masuk keluar lewat pintu belakang. bahkan membantunya pula untuk menembusi jalan darah penting dalam tubuhnya. "kalau tidak bermain di sini. disitu merupakan gua bagian belakang. Oleh karena itu. terutama sekali udara disitu memang berjalan lancar.Tiraikasih Website http://kangzusi. boleh dibilang tempat itu tidak cocok untuk dihuni manusia maupun binatang. bukan saja Kit hong kiam kek Wan Liang telah mewariskan tenaga dalamnya kepada Yu ji. “Yu ji. terutama sekali ditempat ketinggian puncak Gi im hong di bukit Kiu ih san. tubuh Suma Thian yu yang lemah kini menjadi kekar dan kuat. jangan membiarkan jejak kita diketahui orang. kecuali mempunyai dasar tenaga dalam yang kuat. sebab dia cukup menyadari bahwa watak pamannya ini aneh sekali. tapi kau harus ingat dengan pesan paman. Dalam waktu singkat. Setelah lewat beberapa bulan lamanya. Malam musim gugur adalah malam yang dingin. mengerti?" "Mengapa?" dengan perasaan tak mengerti dia membelalakan matanya lebar-lebar dan bertanya keheranan. lagi pula diapun mengeluarkan empat butir pil Ku goan cing wan yang selama ini dianggapnya sebagai mestika yang melebihi nyawa sendiri untuk Yu ji telan.

suma Thian yu selalu mengintip secara diam-diam dan menyerap kepandaian tersebut sedikit demi sedikit. bila takdir menghendaki demikian. kemudia dia akan lari kebelakang sebuah batu besar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kit hong kiam kek Wan Liang tidak mengajarkan ilmu pedang kepadanya. seluruh jurus pedang Kit hong kiam hoat yang paling diandalkan oleh Kit hong kiam kek Wan Liang telah ber hasil dicuri semua oleh Suma Thian yu. bila tidak menemukan manusia yang mencurigakan. Suma Thian yu selalu berpaling dengan curiga untuk memperhatikan apakah pamannya Wan Liang membuntuti atau tidak.com/ kepandaian itu. . Dalam dua tahun saja. mengambil sebuah pedang yang terbuat dari bambu dan melatih diri dengan amat tekun. siapakah yang bisa membantahnya lagi? Suatu hari Suma Thian yu bermain main seorang diri ke dalam hutan bambu diluar gua. Pada dasarnya Suma Thian yu adalah seorang bocah yang cerdik dan mempunyai bakat bagus untuk belajar silat. dia pun mempunyai ingatan yang luar biasa. Meski begitu. tiap kali berhasil menyadap suatu jurus pedang pada malam harinya. Padahal didalam kenyataannya usaha Kit hong kiam kek Wan Liang hanya sia-sia belaka sebab setiap kau dia keluar untuk berlatih pedangnya. Mungkin inilah yang dinamakan takdir. maka dipagi harinya kemudian ia mencoba untuk melatih diri. Bagaikan pencuri saja. setiap kali keluar dari guanya. ia harus kabur keluar dari gua secepat cepatnya menuju kehutan bambu. dalam kenyataanya Kit hong kiam kek sendiri sama sekali tidak memahami akan rahasia tersebut. dia selalu menuruti pesan dari Wan Liang untuk mgmeriksa dahulu sekeliling tempat itu.

sebentar menyerang sebentar bertahan sebentar meninggi sebentar merendah. mendadak dari belakang tubuhnya terdengar suara seseorang yang serak tua sedang memuji: “Ilmu pedang bagus! Ilmu pedang bagus! Betul-betul luar biasa sekali. setelah itu garis..garis itu akan dihapus dengan kaki dan mulai berlatih lagi agak awal.Tiraikasih Website http://kangzusi.." Mendengar teguran itu. ada kalanya dia membuat garis-garis ditanah untuk memecahkan perubahan jurus serangannya.. dengan cepat dia berpaling kebelakang. . semua jurus serangan dirangkaikan menjadi satu dan menyerangnya dengan kecepatan tinggi. seandainya dia tidak berbakat bagus. Tatkala dia selesai berlatih dan baru saja akan kembali kedalam gua.. Hari ini Suma thian yu keluar dari guanya itu jauh lebih itu. dalam gua tak ada persoalan yang harus dikerjakan. Suma Thian yu menjadi tertegun.com/ Setelah pedang bambu ada ditangan. Seorang bocah cilik yang berusia delapan tahun ternyata sanggup membawakan ilmu Pedang kit hong kiam hoat yang pernah mengemparkan dunia persilatan itu dengan begitu hafal dan matang. mana mungkin hal ini dapat dilakukan? Setiap kali melatih diri. ketika mencapai pada puncaknya. Suma Thian yu selalu akan termenung sampai lama sekali. dia mengira jejaknya ketahuan pamannya. hampir saja seluruh bayangan tubuhnya lenyap dari pandangan mata.. Semangat dan keuletan semacam ini betul-betul sesuatu yang luar biasa sekali. muka diapun menggunakan waktu yang paling baik untuk melakukan penyelidikan kemudian melatih ilmu pedang curiaannya itu bersungguh-sungguh. Suma thian yu mulai melatih ilmu pedang Kit hong kiam hoatnya dari awal sampai akhir.

kemarilah. dengan cepat Suma Thian yu berpaling tapi dengan cepat dia menjerit kaget: "Aahh!” Ternyata diatas batu cadas raksasa itu. ketika berkibar terhembus angin kelihatan menambah kewibawaannya. kau tak usah takut bocah!” Seakan akan mempunyai suatu daya pengaruh yang besar tak terbantahkan. Siapakah kau orang tua?" Dengan ramah kakek itu mengape kearahnya lalu ujarnya sambil tersenyum manis: “Mari. hawa dingin pun segera menyerang ke dalam ulu hatinya. tapi dia masih tetap berdiri termangu disitu sambil mengawasi dengan mulut melongo...aaah. . tapi sepasang matanya masih menampikkan sorot mata takut. "Bocah. aku berada disini!” suara yang parau tua itu kembali berkumandang datang. Sampai lama sekali. tak nampak sesosok bayangan manusia pun berada disana.. dia baru bisa menegur. jangan-jangan di sini ada setannya. entah sejak kapan telah duduk seorang kakek yang amat gagah. “Mungkinkah aku telah salah mendengar? Aaaaah. Suma Thian yu segera tertarik oleh kelihaian yang mengagumkan itu.. Tampak kakek itu memakai baju pendeta yang berwarna abu-abu.com/ Tapi dengan cepat dia merasa terkejut.. meski dia merasa kakek itu ramah dan amat simpatik.. tidak mungkin aku salah mendengar. tanpa terasa bulu kuduknya pada bangun berdiri. tidak mungkin. ternyata hutan itu sepi dan kosong.Tiraikasih Website http://kangzusi.. tak sadar Suma Thian yu berjalan mendekatinya." Teringat akan setan. jenggotnya sepanjang dada. kalau tidak. Mendengar seruan tersebut.

haahhh. dengan usiamu yang begitu muda. tanpa terasa dia menundukkan kepalanya rendah-rendah. ilmu pedang ini..... Suma Thian yu merasakan hatinya bergetar keras. juga menunjukkan hasratmu untuk maju” Mendengar perkatan itu. Tiba-tiba dia merasa rikuh untuk mengatakanya keluar. haaahhh. kakek berambut putih itu segera tertawa terbahak-bahak. Kembali kakek berambut putih itu berkata: “Bocah. dengan usiamu yang begitu muda tapi tekun melatih diri. kau tahu sudah berapa lama aku datang kemari? Ketika di tunggunya sebentar dan tidak melihat.. Yu ji menjawab. tiada sesuatu yang perlu dijengahkan. dikemudian hari kau pasti akan berhasil dengan sukses" . bagaimanapun juga kepandaian tersebut diperoleh dengan jalan mencuri.. yaa. dia menyambung kata–katanya lebih jauh: "Aku sudah semenjak tiga hari berselang memperhatikan gerak gerikmu. siapakah namamu? Darimana kau pelajari ilmu pedang tersebut?" Dengan hormat sekali Suma Thian yu menjawab. “Aku bernama Suma Thian yu...com/ Dengan cepat kakek berambut putih menjulurkan tangannya untuk membelai rambut Suma Thian yu. “Bocah. "Haaahhh.tak usah malu.. lalu sambil tertawa katanya. semua persoalanmu cukup kupahami. segera pikirnya: Darimana dia bisa tahu kalau aku belajar dengan mencuri? Jangan-jangan dia adalah dewa?” Berpikir sampai disitu. tanpa terasa merah padam selembar wajahnya karena jengah. kau bisa mencuri belajar demi kepentingan pribadi. hal mana boleh dibilang sesuatu yang luar biasa.Tiraikasih Website http://kangzusi... bagaimana mungkin dia dapat berterus terang kepada orang lain? Melihat bocah itu ragu-ragu untuk menjawab.

. tak mau menjawab tak apalah” kakek berambut putih itu tertwa terbahak-bahak dan mengganguk memuji. "jangan takut... "Bagus sekali!. "bocah. aku bu kan orang jahat. "Bocah. pada hakekatnya seperti dewa dalam dongeng. “Dapat.. Tampak kakek itu bisa memahami maksud hati diri Yu ji. aku dapat." “.. "Ingin. siapakah orang yang berdiam bersamamu didalam gua itu!” tanya si kakek lebih jauh.... bagus sekali.com/ Dengan mulut membungkam Suma Thian yu mendengar perkataan itu tanpa berbicara. dia hanya merasakan kakek ini terlampau misterius. aku cukup memahami maksud hatimu itu. Yu ji segera mendongakkan kepalanya memandang ke arah kakek itu dengan pandang menyesal." dengan cepat Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali tanpa menjawab.. "Bocah. apa yang kau lakukan memang benar.. Suma Thian yu merasa semakin rikuh sehing¬ga selembar wajahnya berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus. apakah kau orang tua bersedia memberi pelajaran ilmu silat padaku?” Kakek berambut putih itu segera tertawa terbahak-bahak. beritahu kepadaku. kau tak usah berbicara lagi.” “Dapatkah kau hidup menderita?" tanya si kakek lebih jauh.. tanpa terasa timbul rasa hormatnya kepada kakek itu. sambil tertawa dia lantas manggut-manggut.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku tak dapat menyalahkan dirimu" Setelah mendengar perkataan dari kakek itu.. tak sepatah katapun yang diutarakan keluar dari mulutnya. sorot mata itu seakanakan sedang memberi-tahukan kepada si kakek bahwa dia tak dapat menjawab sejujurnya. . inginkah kau untuk mempelajari ilmu silat yang luar biasa?" mendadak kakek itu mengalihkan pokok pembicaraannya ke soal lain.

. sementara benaknya masih dipenuhi oleh semua gerak-gerik. lalu dengan keheranan dia bertanya. Dalam hati kecilnya mulai diliputi perasaan curiga. kakek berambut putih itu sudah menukas kembali: "Besok pagi kau boleh datanglagi kesini. "Kalau begitu.. Dengan termangu-mangu Suma Thian yu memandang ketempat kejauhan sana. terutama sekali kata sikakek menjelang kepergiannya tadi. sedemikian cepat gerakan tubuh nya sehingga sukar rasanya untuk di percayai. lagipula akupun tak tahu harus menggunakan kepandaian apa saja untuk memberi pelajaran Kepadamu!" Mendengar jawaban tersebut. Tampaknya dikala dia menganggukan ke¬palanya tadi... dia tak tahu kakek berambut putih tadi seorang kawan atau lawan. tingkah laku. Rupanya sikakek berambut putih yang semula berada didepan matanya itu kini sydah lenyap tak berbekas.com/ "Haah. Siapa tahu ketika mendongakkan kepalanya lagi. Tanpa terasa Suma Thian yu menjadi agak takut.. bocah itu segera menjerit kaget. . serta setiap patah kata yang dilakukan kakek itu.tulang belulang lohu sudah hampir mengering. mana mungkin aku bisa memberi pelajaran Kepadamu.Tiraikasih Website http://kangzusi. termasuk orang dalam gua itu. Yu ji menjadi tertegun.... kakek itu sudah pergi meninggalkan tempat itu.haah." Belum habis dia berkata. tapi ingat jangan kau ceritakan pertemuan kita pada hari ini kepada siapun.. seakan-akan si kakek itu sudah tahu kalau orang yang menghuni didalam gua itu adalah Kit hong kiam kek Wan Liang. mengerti?" “Yu ji turut perintah" dengan hormat sekali Suma Thian yu segera membungkukan badannya memberi hormat.

Cahaya tersebut dipancarkan dari pedang Suma Thian yu setiap kali dia melatih kepandal silatnya. mengapa suhu belum juga datang? Aahh benar. sambil menarik kembali pedang bambunya dia lantas bergumam: “Heran. selalu muncul segulung cahaya pedang yang menyambar-nyambar. Bagian Kedua MUSIM panas kembali telah menjelang tiba. lewat secara kebetulan saja? Atau mungkin dia memang benar-benar ada niat untuk memberi pelajaran ilmu silat kepadanya? Pelbagai ingatan yang berkecamuk dalam benaknya itu. Cuma sekarang dia sudah bukan Yu ji yang dulu. kini Suma Thian yu telah berubah jadi seorang pemuda tampan.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia orangtua telah berkata kalau hari ini kedatangannya akan sedikit terlambat” . Yaa. Tatkala dia telah selesai melatih ilmu pedang Kit hong kiam hoat nya. Setiap pagi. siapakah dia? Siapakah kakek yang aneh itu? Mungkinkah dia adalah orang yang bermaksud jahat terhadap Kit hong kiam kek Wan Liang? Mungkinkah dia adalah seorang musuh paman nya yang sedang mengincar keselamatannya? Atau orang ia. delapan tahun sudah lewat tanpa terasa. membuat Yu ji jadi termangu-mangu. dan kepergiannya juga terlampau misterius. dari seorang bocah yang manis. waktu terasa berlalu dengan begitu cepat.com/ Dia hanya merasa bahwa kemunculan kakek berambut putih itu kelewat aneh. "Siapakah dia?" tanpa terasa Suma Thian yu bergumam seorang diri. dari dalam hutan bambu disebelah barat puncak Gi im hong di bukit Kiu ih san.

mendadak. pikirnya dengan geli. tanpa memikirkan tentang ancaman mara bahaya lagi. tapi baru pertama kali ini dia saksikan ular kecil seindah ini. Tatkala baru tiba ditepi hutan... sambil menekuk kaki kirinya dan menarik kebelakang secara tiba-tiba tubuhnya melesat ke belakang dengan gerakan datar. pelanpelan dia berjalan keluar dari hutan bambu itu. tanpa terasa timbul sifat kekanak-kanakannya. orang pasti akan mengiranya sekeping emas. benda kecil ini hanya mengagetkan hati ku saja. . Delapan tahun melatih diri dengan tekun. "Aaaah. panjangnya kurang lebih satu depa dan seluruh badannya memancarkan cahaya emas seandainya ular itu tak bergerak di tanah. tatkala ular emas itu menyaksikan Suma thian yu dapat menggegos seranggannya dengan gampang dan sedikitpun tidak gugup. dengan cepat dia sadar kalau telah berjumpa dengan musuh tangguh. Walaupun Suma Thian yu dibesarkan diatas gunung. "Sreeett” setitikk cahaya emas menyambar kearahnya dari depan sana. dia segera melakukan pengejaran dari belakang.. apa lagi mendapat petunjuk dari guru yang pandai.Tiraikasih Website http://kangzusi. cepat-cepat ia melarikan diri keluar hutan.. ilmu meringankan tubuh yang dimiliki Suma Thian yu sekarang boleh dibilang sudah mencapai tingkatan yang luar biasa sekali.com/ Sambil berkata dengan menentang pedang bambu.. aku masih mengira ada senjata rahasia yang di sambit datang" Ternyata benda kuning tersebut adalah ekor ular kecil yang berwarna kuning emas. kemudian setelah melihat kearah benda itu. Tampak tubuhnya melejit ketengah udara lalu mengejar dari belakang tubuh ular emas tersebut.. Suma thian yu menjadi amat terperanjat.

Maka kakinya lantas menjejak tanah. Sebenarnya asal dia sambit binatang itu dengan batu. . secepat kilat ular tadi menyusup kedalam semak belukar disamping gua tersebut. maka ketika ia menyadari akan hal ini. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu menjadi amat gelisah. Tindakannya ini sama sekali diluar dugaan Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian seluruh tubuhnya melambung ketengah udara bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dia menerjang kearah mana ular emas itu melarikan diri. Maka selangkah demi selangkah dia mengejar terus dengan ketat. kemudian menggelinding sejauh dua kaki lebih dari tempat semula dengan suatu gerakan yang amat cekatan.com/ Bagaikan dibelakang tubuhnya ada matanya. timbul perasaan ingin tahu dan gembira nya didalam hati dia merasa semakin tertarik dengan binatang tersebut. Tatkala Suma Thian yu menyaksikan mahluk kecil itu pandai sekali berkelit dan melarikan diri. Akhirnya ular berwarna emas itu telah lari menuju kedepan sebuah gua. niscaya ular emas itu akan terbunuh. ternyata ia melejitkan tubuhnya lalu sambil membabatkan ekornya ketanah. mendadak dia melingkarkan tubuhnya menjadi satu hingga berbentuk gelang. ular emas tadi telah menyusup masuK kebalik semak belukar. ia merasa kalau bisa ditangkap hidup-hidup. sudah pasti makhluk kecil itu merupakan kawan bermain yang menyenangkan. ternyata ular emas itupun merasa kalau Suma Thian yu sedang mengejar dirinya. keadaan sudah terlambat. tapi dia tak tega berbuat begitu. Si ular emas itupun cukup licik. kuatir ular emas itu lari kedalam gua sehingga lebih sukar untuk menangkapnya.

com/ Buru-buru Suma Thian yu melayang turun keatas tanah dan memeriksa sekeliling semak tersebut. Mendadak satu ingatan melintas didalam benaknya. Semak yang lebat telah tumbuh diluar gua itu sehingga hampir saja menutupi seluruh gua tadi. lalu gumamnya. "Benar-benar seekor binatang yang licik. namun bayangan tubuh dari ular emat tadi sudah lenyap tak berbekas. sebenarnya saya hanya ingin mengajakmu bermain. tak urung hatinya agak keder juga. Akhirnya dengan gemas bercampur dongkol didepakdepakan kakinya keatas tanah sambil menghela napas.. pasti tak akan kuampuni dirimu. bila kena kutemukan lagi dikemudian hari. akhirnya dengan hati mendongkol dia mema tahkan ranting pohon tersebut sembari menyumpah. keadaan dalam gua itu gelap gulita dan terasa menyiarkan bau amis yang menusuk hidung. niscaya dia akan kabur keluar. “Ingat saja”.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Siapa tahu walapun sudah dibongkar sekian lama ternyata tiada hasilnya barang sedikitpun. Suma Thian yu segera memandang sekejap kedalam gua. tapi melihat keadaan gua tersebut ia menjadi tertegun." Tapi pemuda itu enggan menyerah dengan begitu saja. Jangan-jangan dia kabur kedalam gua? Berpikir sampai disitu. dia menjadi . siapa tahu kau ketakutan. betapapun besarnya nyali Suma Thian yu. Dalam keadaan demikian. dalam anggapannya asal ular emas kecil itu masih bersembunyi disana. dengan cepat dia mengambil sebatang ranting pohon dan menghantam kesana kemari di sekeliling semak tersebut. menengok dari luar. tanpa ragu-ragu lagi dia berjalan menuju ke depan gua.

hal ini membuktikan kalau didalam gua itu memang tidak terdapat makhluk beracun atau binatang buas.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mendadak dia seperti teringat akan sesuatu. seketika itu juga semua rumput dan ilalang sudah terpapas bersih. kali ini kau simakhluk kecil jangan harap bisa lolos lagi!" Tampak pedang bambunya diayunkan keatas semak didepan gua itu dengan sepenuh tenaga. tak selang berapa saat kemudian. setelah terjadinya kegaduhan barusan. suara tersebut . ternyata didalam gua tenang-tenang saja tanpa terjadinya suatu peristiwa. niscaya binatang-binatang itu sudah kabur keluar. untuk menang¬kapnya kembali pun bukan suatu pekerjaan yang mudah. ada akal.com/ sangsi untuk me lanjutkan perjalanannya memasuki gua tersebut. Tindakannya ini bukan khusus untuk membuat terangnya suasana dalam gua saja. dengan putus asa dia lantas memandang sekejap ke arah depan gua. Tapi sudah sekian lama ia menunggu. depan gua itu menjadi rata dan suasana didalam gua itupun menjadi lebih terang. andaikata didalam gua tersembunyi binatang buas atau ular beracun. apalagi kalau ular emas itu sudah terlanjur kabur. dengan girang serunya kemudian: "Aaah. Dengan memberanikan diri Suma Thian yu lantas melangkah masuk kedalam gua itu. bukankah tindakannya memasuki gua tersebut akan sangat membahayakan keselamatan jiwanya. apalagi setelah di injak-injak. Seandainya dalam gua itu berdiam binatang buas atau ular beracun. Berpikir demikian. Mendadak ia menangkap suara rintihan yang sangat lemah berkumandang datang dari dalam gua itu.

Maka dari dalam sakunya dia mengeluarkan korek api dan membuat alat penerangan yang diangkat keatas. darimana datangnya suara aneh itu? Tanpa terasa peristiwa ini membuat Suma Thian yu tidak habis mengerti. kemudian atas dorongan rasa ingin tahu yang tebal. hatinya semakin keheranan ternyata di tempat itu tidak dijumpai apa-apa. tiada makhluk. Mendadak Suma Thian yu menemukan dinding gua yang datar dan licin itu penuh didapati tonjolan-tonjolan serta lekukan-lekukan yang sangat aneh. Jika tiada benda. Cahaya api yang berada ditangannya membuat suasana dalam gua itu menjadi terang.com/ bagaikan rintihan kesakitan dari sejenis binatang. gua itu kosong melompong. kini dia sudah memperhatikan keadaan dalam gua. Anehnya. tapi darimana datangnya suara rintihan tersebut. Bau apek didalam gua tersebut amat tebal. dia melanjutkan kembali perjalanannya memasuki gua itu. ketika ia mencoba memeriksa sekitar tempat itu. namun tiada sesuatupun yang berhasil ditemukan. sudah jelas suara tersebut bukan suara manusia. semen-tara suara aneh tadi masih saja berkumandang tiada hentinya. Delapan tahun melatih diri dengan tekun tenaga dalam yang dimiliki Suma Thian yu sekarang telah membuat pemuda tersebut bisa memandang ditempat kegelapan. suara yang sangat aneh itu masih saja berkumandang datang dari dalam gua itu. tapi menurut dugaannya. hal ini merupakan bukti kalau tempat itu sudah lama tak pernah dijamah manusia sehingga udaranya lembab. tapi oleh karena sudah ber¬usia lama hingga diatasnya sudah dilampiri oleh debu dan . untuk sesaat lamanya dia berdiri termangu disitu sambil termenung.Tiraikasih Website http://kangzusi.

setelah pasiur dan debu itu hilang. buru-buru dia membersihkan dinding yang lain dari debu dan pasir. sudah pasti disinilah seorang tokoh silat jaman dahulu kala meninggalkan ilmu silatnya. seperti juga bau buah yang matang. dan mungkin dia pun tak akan terpancing sampai di dalam gua kuno ini. Suma thian yu tahu kalau ukiran manusiadibuat oleh kepandaian silat yang maha sakti. Dalam sekejap mata pula bau busuk yang semula menyelimuti gua itu tersapu lenyap hingga tak berbekas.. tapi yang pasti bau harum tersebut membuat sekujur badannya segera segar kembali. Kejadian ini boleh dibilang merupakan suatu penemuan yang tak terduga. Buru-buru Suma Thian yu menggosoknya dengan tangan. Bentuk ukiran dari manusia-manusia itu ada yang berbentuk duduk atau berukir secara hidup dan indah. seandainya tidak diperiksa dengan seksama sulit rasanya uniuk menemukan rahasia tersebut. sampai matipun dia tak akan berani untuk mengejarnya. mendadak terendus bau harum yang menyegarkan muncul dari balik gua itu.com/ pasir. andaikata dia juga tahu kalau ular kecil berwarna emas itu merupakan raja ular yang paling beracun di didunia ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. . diatas dinding tersebut segera muncul sebuah ukiran berbentuk manusia. dia seringkali mendengar suhu serta paman Wan nya membicarakan kejadian semacam ini. Sementara dia sedang berdiri sambil memperhatikan bentuk gaya dari ukiran tersebut. Selama delapan tahun terakhir ini. setiap kali dia selesai membersih¬kan sebuah tonjolan maka muncul pula sebuah ukiran berbentuk manusia. seperti bunga anggrek. Penemuan ini segera saja membuat pemuda itu kegirangan sampai lupa daratan. bau itu harum sekali.

com/ Tapi suara aneh tadi bergema semakin nyaring daripada tadi. janganjangan bau harum tadi berasal dari rumput liar ini?". untuk sesaat lamanya Su¬ma Thian yu menjadi lupa dengan ukiran di atas dinding yang baru saja ditemukannya itu. walaupun Yu ji telah menggeledah seluruh isi gua itu. pada saat itulah suatu peristiwa aneh kembali terjadi di depan matanya. sewaktu dia membungkukkkan badannya mendekati rumput liar tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tampak olehnya rumput liar itu terbagi menjadi tiga daun. Siapa tahu. tiba-tiba saja ia temukan disudut dinding gua itu tumbuh sebatang rumput liar yang kecil dan pendek. Tapi. bentuk daunnya seperti pedang dengan panjang sejari tangan. Ternyata dugaannya memang benar. sebaliknya suara eneh yang kedengaran tadipun makin lama semakin bertambah nyaring. tanpa terasa ia teringat kembali dengan bau harum semerbak yang diendusnya tadi. alhasil dia tidak berhasil menemukan sesuatu apapun yang mencuri-gakan. warnanya merah darah. bau harum semerbak yang terendus makin menebal. Sejak kecil Suma Thian yu memang dipelajari nama dan bentuk pelbagai rumput dan tumbuhan aneh dari kit hong . Dalam pada itu bahan penerangan yang di bawanya sudah hampir habis. hal ini membuatnya semakin tertegun dan keheranan. Tatkala sisa obor itu dibuang ke atas tanah. dia lantas membuang sisa obornya ke tanah dengan harapan akan pergunakan sisa waktu yang amat sedikit itu untuk mengingat ingat gerakan aneh yang tertera diatas dinding. Dengan langkah lebar dia lantas berjalan masuk kedalam gua menghampiri sumber dari suara aneh tersebut.

com/ kiam kek Wan Liong. ternyata dia tidak mengetahui nama dari rumput aneh dijumpainya sekarang. begitu daun tadi tersentuh oleh tangan Suma Thian yu. tiba-tiba saja daun tadi menjadi layu dan bau harumnya pun seketika itu juga lenyap tak berbekas. menyianyiakan selembar daun yang di lakukannya barusan sudah merupakan pantangan yane besar. Bukankah daun itu masih segar sewaktu dipetik? Mengapa begitu tersentuh dengan tangannya lantas layu dan mati? Setelah mengalami pengalaman tersebut. Kenyataan ini membuat Suma Thian yu semakin tercengang. dia tak berani bertindak gegabah lagi.. ia tahu tumbuhan aneh semacam ini merupakan suatu tumbuhan yang amat langka. pemuda itu segera merasakan tubuhnya seakan-akan terjerumus ke dalam gudang es yang dingin sekali. mendadak. Maka diapun membungkukkan badan dan menjilat daun berbentuk pedang itu dengan lidahnya. Tak terlukiskan rasa kaget yang dialami Suma Thian yu. apalagi ketika cairan tadi masuk ke dalam perutnya. hal ini benar benar merupakan suatu tindakan yang patut disesalkan. Baru saja ujung lidahnya menyentuh daun tersebut. meski begitu. ternyata Suma Thian yu memetik selembar daun pedang tersebut dari tangkainya dan dien-dus dekat lubang hidungnya. . Siapa tahu.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Weees!" diiringi suara yang pelan. Seketika itu juga sekujur badannya gemetar keras. ilmu Ciong . segulung cairan segar segera meleleh keluar lewat lidahnya masuk ke dalam perut. rongga badannya terasa merekah besar. jika sisa yang tinggal dua lembar itu harus disia-siakan belaka. buru-buru dia duduk bersila sambil bersemadi.. Dasar sifat kanak-kanakanya belum hilang.

seketika itu juga terjadi suatu reaksi yang sangat hebat. Dengan cepat pemuda itu tahu kalau ilmu Ciong goan sim hoat ajaran paman Wannya masih belum mampu untuk . segulung cairan panas secepat kilat menerjang masuk melalui rongga mulut dan mengalir ke dalam perutnya. Kemudian setelah berhenti cukup lama didalam jalan darah Tham tiong hiat. Kian it. aliran hawa panas itupun dengan melewati pusar bergerak naik keatas menuju Khi hay hiat. maka dengan kilat ia membungkukkan badannya lagi dan menempelkan lidahnya keatas daun terakhir yang masih tersisa. ki ciau dan Thim liong ki hiat. Tak lama kemudian hawa dingin tadi lenyap tak berbekas. lalu seperti seekor tikus yang terjang kesana terjang kemari secara beruntun menembusi jalan darah Im ciau.Tiraikasih Website http://kangzusi. rasa sakit yang melilit perutnya tak terlukiskan dengan kata-kata. dengan cepat ia sadar kalau benda yang dihisapnya adalah suatu benda yang amat langka. dia segera merasakan sekujur badannya menjadi lebih enteng dan segar. bukan saja membuat badannya saja bergetar keras.com/ goan sim hoat ajaran Kit hong kiam kek Wan Liang segera dikerahkan untuk mengelilingi seluruh badannya. lagipula memang berbakat alam. seluruh lidahnya kontan menjadi kaku bercampur gatal. buru-buru dia memejamkan matanya untuk mengatur pernapasan. Tak lama kemudian. Dasar pemuda yang pintar. Kali ini. tatkala caiian tersebut masuk kedalam tubuhnya. Begitu hawa panas tadi berjumpa dengan hawa dingin yang berada dalam perutnya. Yu ji merasakan hawa panas menyengat sekujur badannya membuat peluh jatuh bercucuran menbasahi sekujur tubuhnya. seketika itu juga Yu ji merasakan perutnya seperti mau meledak. Hun sui. semua penderitaan yang dialaminya itu telah hilang tak berbekas.

com/ mengusir hawa panas dalam tubuhnya itu untuk bergerak lebih ke atas. dia merasakan tubuhnya sangat enteng sekali seperti tak berbobot lagi. ternyata ilmu gabungan ini luar biasa sekali. Maka dengan cepat dia mencoba untuk menggabungkan ilmu Hu siang sin kang ajaran dari kakek berambut putih itu dengan kepandaian ajaran paman Wannya. mendadak dari atas langit langit gua berkumandang suara batuan yang retak. Kebetulan pada waktu itu api obor sudah. Suma Thian yu meng hembuskan napas panjang. Bagaikan baru lolos dari beban berat. kemudian setelah mengitari tubuhnya sekali lagi hawa panas tadi mengalir kembali ke dalam pusar. . Tanpa terasa pemuda itu segera menjerit kaget: "Aaah. apa yang terlihat membuat ia terkejut sehingga peluh dingin bercucuran. hal ini membuat Thian yu semakin keheranan. ketika angin berhembus lewat. akhirnya hawa panas yang menyengat badan itu berhasil menembusi jalan darah Tham tiong hiatnya mencapai jalan darah Hoa kay hiat diatas ubunubun. tinggal sisa cahaya kuning yang redup tapi suasana dalam gua itu justru terasa makin terang benderang. darimana dia bisa tahu kalau hal tersebut justru merupakan kasiat dari ke dua lembar daun berbentuk pedang itu? Sementara dia masih kebingungan. Dengan cepat Suma Thian yu berpaling. baru saja tubuhnya mencapai pintu gua. dan sambil menyeka keringat.Tiraikasih Website http://kangzusi. diikuti permukaan tanah di mana ia berpijak bergoncang keras. Padahal. dari belakang tubuhnya berkumandang suara gemuruh yang amat memekakan telinga. padam. gempa bumi!" Bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dia lantas melejit keluar dari dalam gua.

ternyata gempa bumi telah berhenti. diamdiam ia berpekik dalam hati kecilnya: "Aduh celaka. Kalau takdir telah berkata demikian siapa yang bisa membantah? Coba kalau Suma Thian yu sehari lebih awal menemukan gua itu. siapa pula yang bisa membantah? Kini.jika takdir telah mengatur segala sesuatunya. Ya. Suma Thian yu menghela napas panjang gumamnya: "Sayang sekali. lalu secepat kilat dia meluncur kedepan menembusi hutan bambu yang lebat. . Menyaksikan bencana alam yang sedang berlangsung itu. cepat-cepat dia melejit ketengah udara. mendadak Suma Thian yu teringat dengan gurunya. pohon bertum bangau. bagaikan hari kiamat sudah hampir tiba... sedang diatas batu cadas besar itupun tampak seorang kakek berambut pulih sedang duduk dengan tenang disana.." Berpikir demikian. andaikata sehari lebih awal dia temukan gua itu. Memandang reruntuhan batu gunung yang menimpa gua itu.com/ "Sungguh berbahaya!" pekiknya dalam hati. seluruh jagad seakan berubah menjadi mengerikan.. gua kuno tersebut sudah rata dengan tanah.Tiraikasih Website http://kangzusi. batu cadas bergulingan. Tapi begitu sampai didalam hutan bambu. namun goncangan diluar masih berlangsung terus dengan dahsyatnya. kepandaian sakti yang tertera dalam gua itu akan punah dengan begitu saja. bukankah ilmu silat maha sakti yang tertera diatas dinding akan berhasil dipelajarinya? Tapi. Ternyata gua itu tak sanggup menahan getaran gempa yang amat dahsyat itu sehingga runtuh kebawah. suhu pasti sedang menanti dengan hati yang amat gelisah. belum tentu dia akan menjumpai rumput mestika tersebut.

Yu ji. aku. mendadak terdengar kakek berambut putih menegur: "Kau telah pergi kemana? Sudah hampir setengah jam lamanya aku menantikan kedatanganmu" Dengan cepat Suma Thian yu menghampiri gurunya. " Belum habis pemuda itu menyelesaikan kata-katanya. si kakek berambut putih itu telah menjerit tertahan.com/ Menghadapi serangkaian peristiwa yang beruntun itu. asal kau bersedia melatih diri beberapa saat lagi. tenaga dalammu telah mencapai puncak kesempurnaan. suatu peristiwa yang besar sekaii.Tiraikasih Website http://kangzusi.. menanti anak muda itu telah menyelesaikan kata-katanya.. penemuan aneh seperti ini bukan setiap orang dapat mengalaminya. bagaimana masuk ke dalam gua dan bagaimana dia salah makan daun liar. tak sulit untuk membawamu mencapai puncak kesem-purnaan yang tak terhingga" . ini baru cerita besar. Suma Thian yu benar-benar dibuat kebingungan tak karuan. pikirnya: "Jangan-jangan aku berada impian? Atau mungkin gempa bumi itu hanya tipuan?” Sementara dia diliputi oleh perasaan curiga dan tidak habis mengerti. Mulai sekarang. lalu sambil berlutut jawabnya dengan agak gagap: ""Tecu tahu salah. dia lantas membeberkan bagaimana ia menemukan ular beracun. lalu tanyanya dengan keheranan: “Apa yang telah kau jumpai? Cepat katakan kepadaku dengan berterus teriang... akupun tak usah menguatirkan keselamatanmu lagi.. Kakek berambut putih itu mendengarkan semua penuturan dengan seksama." Tentu saja Suma Thian yu tak berani berbohong.. urat Jin meh dan tok meh dalam tubuhmu sudah tembus. sambil tertawa kakek itu baru berkata: "Suatu penemuan aneh. betul-betul suatu penemuan aneh..

. meskipun kau hanya berhasil makan dua lembar saja. kemudian dia berkata lebih lanjut. hal sudah merupakan suatu kejadian yang luar biasa. Suma Thian yu yang mendengar ucapan tersebut menjadi amat keheranan. sedang dua lembar lainnya. itulah sebabnya daun itu dengan cepat menjadi layu. sedang yang lainnya berkhasiat kebal racun. "Nak. tanpa terasa dia bertanya dengan wajah keheranan: "Mengapa suhu!" Kakek berambut putih itu segera tersenyum. namun kakek rambut putih itu tidak ambil perduli. "Tahukah kau. tapi justru karena itu. Mengetahui kalau lengan kirinya kebal terhadap segala macam racun.Tiraikasih Website http://kangzusi. yang satu bisa membuat orang melihat dalam kegelapan seperti ditempat terang. yakni tangan kirimu sudah kebal terhadap segala macam serangan beracun. apakah kau lupa bahwa daun itu kau petik dengan tangan kirimu? Tatkala tanganmu menyentuh daun kebal racun tersebut. telapak tangan kirimu menjadi menyerap sari daun tersebut yang menyebabkan lengan itu menjadi kebal terhadap racun. rumput Jiar apakah yang telah kau makan itu?" “Tecu tidak tahu. sari racun tersebut telah menyusup masuk kedalam kulit badanmu. daun yang tengah membantumu untuk menembusi nadi Jin meh dan tok-meh dalam dada.” "Rumput itu dimakan Jin sian kiam lan. tapi ada satu hal tak usah kau kuatir. sudan barang tentu rasa girangnya tak terlukiskan dengan kata-kata. tampaknya daun yang terbuang sia-sia itu adalah rumput kebal racun.com/ Suma Thian yu hanya termanggu seperti tidak memahami perkataan tersebut.

" "Hal ini tak menyalahkan dirimu” kata kakek berambut putih itu sambil mengelus jenggotnya dan tertawa. “Tecu yang tak berbakti sama sekali tak tahu siapa nama suhu. sudah delapan tahun” kakek berambut putih itu meng-angguk. sedikitpun tidak mempunyai sifat angkuh. andaikata aku menghasilkan seorang murid yang tak becus bukankah hal ni hanya akan menambah dosa bagi umat persilatan?” Setelah berhenti sebentar.com/ Sampai lama kemudian.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat. kau memang tidak memalukan menjadi muridku" . mendidik murid sukar.. Suma Thian yu segera menundukkan kepalanya dan tak berani menjawab. kakek berambut putih itu menyambung lebih jauh. "Selama delapan tahun ini aku selalu dan tiap saat mengamati tabiat serta gerak gerikmu. Si kakek berambut putih itu cukup tahu akan tabiat bocah itu yang suka merendah dan sedikupun tidak angkuh. sudah berapa tahun kau mengikuti diriku?” “Sudah delapan tahun suhu!” “Betul.. maka sambil tertawa ramah katanya lagi: "Yu ji. "aku tak pernah menyinggung soal ini kepadamu. kuketahui kemudian bahwa kau adalah seorang yang polos. tahukah kau siapa nama gurumu?” Suma thian yu memandangi gurunya dengan termangu. apa saja yang telah kau pelajari?” Mendengar pertanyaan itu. tahukah kau mengapa aku tidak memberitahukan hal ini kepadamu?” “Yu ji tak tahu!" "Menerima murid mudah. selama delapan tahun ini. jujur dan setia. kakek berambut putih itu baru bertanya lagi: "Yuji.

"Hari ini aku baru secara resmi menerima sebagai murid." Ketika mengetahui kalau gurunya adalah ketua pendekar besar yang nama besarnya telah menggetarkan dunia persilatan pada enam puluh tahun berselang.Tiraikasih Website http://kangzusi. ingatlah selalu bahwa manusia itu adalah sederajat. ingatlah selalu dengan ajaran Nabi. harap kau bersikap jujur dan tulus hati kepadanya. katanya lagi: "Tahun ini aku telah berusia sembilan puluh tahun. Perlu dimengerti. sejak berusia delapan belas tahun ia terjun dalam . kau harus tahu tingkat kedudukkanmu dalam dunia persilatan sekarang adalah sangat tinggi. kemudian melanjutkan. jangan takabur. artinya belum bisa menyadari ajaran agama To yang sebenarnya. berbicara soal ilmu silat dia terhitung jago nomor satu dunia persilatan. mengerti?”. bila kau telah berjumpa dengannya nanti. orang persilatan menyebutku Put Go cu. dikemudian hari jika kau sudah berpisah dariku untuk turun kegunung dan be kelana dalam dunia persilatan. hatinya merasa gembira sekali sehingga untuk sesaat lamanya hanya menjadi ternganga dan tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Perguruanku bersumber dari Bu tong pay. jangan anggkuh. bersikaplah jujur kepada orang. sahutnya dengan hormat: "Tecu menerima perintah" Kakek berembut putih itu segera tertawa lebar. sekarang Hian cing tojin adalah keponakan muridku atau juga kakak seperguruanmu.com/ Kembali dia berhenti menarik napas panjang. jadi orang jujur dan bijaksana. Dengan hati yang tulus Suma Thian yu menerima nasehat itu. Put Go cu adalah seorang pendekar besar yang paling kosen dari partai Bu tong semenjak perguruan ini didirikan. dengan begitu kau baru bisa mengamalkan baktimu untuk umat manusia.

meski hanya delapan tahun. Put Go cu menemukan puncak Gi im hong sebagai tempat pertapaannya. Suma Thian yu juga melatih ilmu pukulan Tay cing to liong ciang. siapa tahu selama berkelana dia tak menerima murid. akhirnya ia berhasil menemukan rahasianya. disamping harus berlatih Bu siang sin kang. Selama delapan tahun. Kiranya sewaktu Kit hong kiam kek Wan liang mengajak Suma Thian yu datang ke bukit itu. maka dia pun segera memunculkan diri dan menerimanya menjadi murid. tak lain adalah hasil ciptaan dari kakek itu. Lama kelamaan. maka ia tak berani bertindak secara gegabah.Tiraikasih Website http://kangzusi. secara kebetulan kedatangan mereka diketahui Put Go cu yang meneliti bentuk badan Suma thian yu segera berkesimpulan kalau bocah ini amat berbakat untuk belajar silat. Kenyataan ini justru amat cocok dengan keinginan Put go cu. dia tahu kalau Kit hong kiam kek Wan Liang tak lebih hanya memeliharanya tanpa bermaksud untuk menerimanya menjadi murid.bersama dengan Tan Pak cu mereka berdua disebut Tionggoan ji cu. ia telah berhasil . Hanya saja pada waktu itu dia mengira Suma thian yu sebagai murid Kit hong kiam kek. setiap hari Put Go Cu selalu datang disekitar tempat itu untuk mengawasi keadaan dari bocah itu. dengan mengandalkan sebatang hud tim (kebutan) dia malang melintang dalam dunia persilatan tanpa tandingan.com/ dunia persilatan. kemudian ia telah menemukan seorang ahli waris yang kesetiannya bisa diandalkan. Ilmu pukulan Tay cing to liong ciang yang amat termashur dalam partai Bu tong sekarang. Kendatipun demikian. Semenjak mengundurkan diri dari dunia persilatan.

.. kau harus tahu.." Setiap patah kata dari Put Go cu merupakan nasehat yang tiada tara harganya. dengan hati yang tulus Suma Thian yu mendengarkan dengan seksama. aku selalu percaya dengan watakmu." . diatas gunung masih ada gunung.. Lama sekali Put Go cu memperhatikan wajah Yu ji. dengan kepandaian yang kau miliki sekarang.. siapa tak akan mengira kalau jago tua tersebut tinggal dibukit Gi im hong.. tapi kalau tidak baik-baik melatih diri.." "Bagus sekali. mulai besok kau tak usah datang kemari lagi. jodoh semacam ini boleh dibilang merupakan kemujuran Yu ji. kau orang tua... diatas manusia pandai masih ada manusia pandai yang lain. meski cukup tangguh kemampuanmu. satu-satunya harapanku sekarang melihat kau menjadi tenar. "Yu ji pasti akan melaksanakan pesan kau orang tua dengan bersungguh hati. yang kurang sekarang tinggal kematangannya. kemudian ia baru berkata lagi: "Yu ji. tak akan lama kau bisa tenar dalam dunia persilatan. lebih tak menyangka kalau dia bakal menerima seorang murid yang begitu muda. memberi bantuan kepada umat manusia dan berbakti untuk dunia persilatan.. diam-diam dia mengingat semua perkataan itu didalam hati. pasti akan kuhadapi orang de¬ngan cinta kasih dan menyelamatkan umat manusia dari penindasan. jangan menggunakan pedang untuk menaklukkan orang.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Sudah barang tentu.. gunakanlah kebenaran untuk menundukkan orang. dunia persilatan merupakan gudang orang pintar. sekarang aku sudah tak mempunyai kepandaian apa-apa lagi untuk diajarkan kepadamu.com/ mendapatkan semua kepandaian dari Put Go cu. "In su!" ujarnya kemudian. "In su..

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

“Tak usah banyak bicara lagi” tukas Put go cu hambar "aku cukup mengetahui maksud hatimu, kau berharap agar aku jangan meninggal kan dirimu bukan!” "Betul!" Suma Thian yu manggut-manggut, wajahnya penuh dengan air mata membuat pandangan matanya menjadi kabur. Dengan cepat Put Go cu menghibur: “Di dunia ini tiada perjamuan yang tak buyar, asal dalam hatimu selalu teringat dengan perkataanku, meski terpisah oleh samudra yang luas, sesungguhnya aku tak berbisah dari hati mu. Anak bodoh, kau sudah bukan anak kecil lagi, setelah belajar silat kaupun harus terjun ke dunia persilatan untuk melatih diri, asal kau bersedia melakukan perbuatanperbuatan yang bermanfaat bagi umat manusia, membantu kaum lemah dan menegakkan keadilan, aku sudah merasa puas sekali." Setelah berhenti sebentar, ia menambahkan: "Kalau ilmu silat hanya dipendam terus di atas pegunungan yang sepi, maka kepandaian tersebut tersebut ibarat barang yang tak berguna, apalagi kau toh masih ada dendam keluarga yang harus dituntut balas” Menyinggung kembali soal “dendam keluarga”, Suma Thian yu segera merasakan darah yang beredar dalam tubuhnya bergolak keras, tadi dia masih merasa berat hati untuk meninggalkan gurunya, tapi sekarang keadaannya menjadi berbeda, api dendam telah membara dalam dadanya, pada saat ini dia malah berharap bisa terbanh meninggalkan tempat itu. Memandang hawa amarah yang mulai menyelimuti wajah Suma Thian yu, Put Go cu menggelengkan kepalanya secara diam-diam sambil menghela napas panjang. Jilid 3. Kitab pusaka yang tidak ada tulisannya

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Dunia persilatan yang banyak urusan dan banyak kesulitan, kini telah ber¬tambah lagi dengan seorang bintang pembuluh, napsu mem- bunuh yang berkobar didada orang ini kelewat besar!" Berpikir sampai disitu, dia lantas bertanya, "Siapakah musuh besarmu ?" Sebenarnya Suma Thian-yu sudah terjerumus dalam pengaruh api dendam yang membara, mendengar perkataan itu dia menjadi tertegun lalu menghela napas panjang, dan sahutnya : “Hingga kini tecu masih belum tahu siapa musuh besarku” Tampaknya Pu Go cu juga merasa agak tercengang oleh kejadian tersebut, masa siapakah musuh besar pembunuh ayahnya juga tidak di Ketahui? Dengan cepat dia mendesak lebih jauh: Dunia luas, kemana kau hendak mencari musuhmu?" Apakah sedikit jejakpun tidak kau temukan?” "Tidak" Suma Thian yu menghela napas Panjang. Ketika peristiwa itu terjadi, tecu baru berusia lima tahun, akupun dibopong oleh Thio popo untuk melarikan diri, oleh karena itu siapakah pembunuh ayahku belum kuketahui" "Hm, apa yang pernah dikatakan Thio popo" “Dia hanya pernah berkata pada tecu bahwa musuh besarku adalah seorang penjahat pemetik bunga (Jai hoa cat) yang berhasil buron dari penjara, namanya kurang jelas, suhu, apakan kau tahu siapakah penjahat pemetik bunga tersebut?” Put Go cu termenung dan berpikir sebentar, kemudian sahutnya: "Aaahh jumlahnya terlalu banyak, sulit bagiku untuk mengingat ingat begitu banyak orang, untung saja masih ada setitik cahaya terang ini, cepat atau lambat pasti akan berhasil kau temukan orangnya"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Selesai berkata, dia memandang sebentar keadaan cuaca, kemudian katanya lagi kepada Suma Thian yu: "Waktu sudah tidak pagi lagi, kaupun harus pulang, tapi sebelum perpisahan ini aku inun sekali menyaksikan hasil latihanmu selama de lapan tahun ini, ilmu pedang Kit hong kiam hoat telah berhasil kau ketahui inti sarimu pukulan Tay cing to liong pat si ajaranku itu satu kali" Mendengar perkataan itu, Suma Tian yu se¬gera merasakan semangatnya bangkit kembali, sahutnya. "Tecu terima perintah!" Menyusul kemudian dia melompat ke tengah lapangan dan memberi hormat dulu kepada Put Go cu, kemudian tenaga dalamnya dihimpun kedalam telapak tangan dan sejurus demi sejurus dimainkan depan penuh semangat. Dalam waktu singkat seluruh arena telah di liputi oleh deruan angin pukulan yang memekikkan telinga, demikian dahsyatnya permainan tersebut sehingga bayangan tubuhnya hampir saja tidak terlihat lagi. put Go cu yang menyaksikan kejadian itu merasa gembira sekali, apalagi setelah mengetahui betapa pesatnya kemajuan yang telah dicapai muridnya itu, tanpa terasa ia lantas men¬dongakkan kepalanya sambil tertawa terbahak-bahak. Tu ji, berhenti!" mendadak Put Go cu mera bentak keras. "Suhu, apakah tecu salah ?" Put Go cu segera menggelengkan kepalanya berulang kali. “Tidak, tidak salah, aku merasa gembira sekali setelah menyaksikan hasil yang berhasil kau capai itu" Suma Thian yu tidak memahami apa yang dimaksudkan gurunya, mendengar perkataan itu, dia lantas bertanya. Cepatlah pulang pulang, dalam gua telah terjadi peristiwa" tukas Put Go cu cepat. "Apa?" Suma Thian-yu menjerit keras saking kagetnya.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Put Gho cu tidak menjawab pertanyaan itu, dia segera menarik tangan Suma Thian-yu sambil serunya dengan gelisah: "Cepat, hayo cepat berangkat, kalau terlambat kau tak akan sempat melihat pamanmu lagi" Sementara pembicaraan berlangsung, kedua orang itu sudah melayang sejauh satu kaki le¬bih, kemudian dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat meluncur ke arah gua kuno tersebut. Hingga detik itu, Suma Thian yu masih tertegun dan tidak habis mengerti, dia tak tahu apa gerangan yang sebenarnya telah terjadi. Selama sepuluh tahun berdiam disitu, puncak Gi im hong selalu berada dalam keadaan tenang, bayangan musuh yang selalu dikuatirkan Kit hong kiam kek Wan Liang tak pernah muncul disana, dia yakin hal ini mungkin disebabkan perubahan pintu guanya, atau mungkin juga dia sudah dilupakan oleh umat persilatan. "Tapi, siapa tahu.....” Ketika Put Go cu dan Suma Thian-yu berdua tiba didepan gua, pemandangan yang terbentang dihadapan mereka membuat kedua orang itu merasakan tubuhnya bergetar keras. Ternyata dalam mulut gua itu penuh dengan tanda darah yang mem basahi hampir semua lapangan yang berada disitu, rumput-rumput telah berubah menjadi merah, tiga sosok mayat yang bermandikan darah terkapar kaku disitu. Dengan cemas Put Go cu segera berseru: "Kau cepat masuk ke dalam gua!” Waktu itu Suma Thian-yu sudah kehilangan pegangan, mendengar perkataan itu dengan cepat dia menyelinap masuk kedalam gua.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Namun baru saja masuk ke gua, mendadak kakinya terikat oleh sesuatu benda sehingga hampir saja kakinya jatuh terjungkal ke atas tanah, ketika ia mengamati benda itu, ternyata dia adalah bangkai Siau-hek, si kuda kurus yang setia kepada majikannya. Sementara itu Put Go cu jaga telah masuk ke dalam gua, menyaksikan pemandangan yang terbentang didepan mata itu, ujarnya dengan sedih: "Jangan gugup, jangan panik, anak Yu! Yang penting sekarang adalah mencari pamanmu.” Selesai berkata, mereka berdua segera melakukan pemeriksaan keseluruh gua, namun tak dijumpai bayangan tubuh dari Kit hong kiam kek. Suma Thian yu semakin gugup bercampur gelisah, gumamnya berulang kali. "Aduh celaka, aduh celaka...." "Tampaknya Put Go cu pun merasakan kalau gelagat tidak menguntungkan, buru-buru dia menarik tangan suma thian yu dan mengajak nya keluar, seluruh bukit telah diperiksa namun bayangan tubuh dari Kit hong kiam kek Wan Liang belun juga ditemukan. Perasaan hati mereka dewasa ini berat bagaikan dibanduli barang seberat ribuan kati, terutama Suma Thian-yu, dia merasakan jantung nya berdebar debar keras, seakan-akan hendak melompat keluar dari rongga dadanya saja.... Pemuda itu sudah mendapat firasat jelek, sudah pasti paman Wan nya mengalami nasib tragis, sejak kematian Siauw hek dan ditemu¬kannya tiga sosok mayat didepan gua, tak bisa disangkal lagi suatu pertarungan sengit pasti telah berlangsung disana, dan besar kemungkinannya paman Wan telah mengalami musibah dalam pertarungan itu. Berpikir sampai disini, Suma Thian yu sema kin gugup dan panik, kalau bisa dia ingin ce¬pat cepat menemukan paman Wan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Bagaikan orang kalap saja dia segera melepaskan diri dan cekalan tangan Put Gho cu, kemudian sambil lari ke depan, teriaknya ber ulang kali: "Paman, paman, kau berada di mana....” "Paman! Paman....." Dia berteriak dengan sekuat tenaga, sambil berteriak sembari berlari, semua jalan di telusuri tanpa tujuan. Tapi tiada jejak apapun yang berhasil ditemukan, tidak terdengar pula suara jawaban. “Habis sudah, habis sudah sekarang, paman lelah lenyap tak berbekas... habis sudah sekarang!" "Paman, Yu ji berada disini, paman...kau berada dimana....?" Put Go cu yang menyaksikan kejadian itu turut merasakan hatinya menjadi kecut, dia kuatir kesedihan yang memuncak akan berakhir dengan isi perut yang terluka, buru buru serunya: “Yuji, Yu ji,.. hati-hati dengan kesehatan badanmu, pamanmu tak bakal tertimpa kejadian apa apa." Ucapan tersebut tentu saja terbatas pada menghibur saja, sebab bahkan Put Go cu pribadipun tidak berani menjamin kalau kit hong kiam kek tak tertimpa kejadian apa apa. Mendadak terdengar Suma Thian-yu menjerit kaget, dengan kecepatan tinggi dia melesat kedalam hutan sebelah depan sana dan meluncur kebawah sebatang pohon. Ketika Put Go cu turut menyusul ke situ tampaklah Suma Thian yu sedang memeluk seorang kakek yang berpelepotan darah, orang itu tak lain adalah Kit-bong-kiam kek Wan Liang. Put Go cu tak berani berayal lagi, buru-buru dia berjongkok sambil menguruti dada Wan Liang, kemudian mengambil keluar buli-buli kecil dari sakunya dan mengeluarkan sebutir pil berwarna kuning.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Dengan cekatan dia membuka mulut Kit hong kiam kek dan menjejalkan obat itu keda lam mulutnya, kemudian diapun membantunya untuk menguruti kembali dadanya. Tak lama kemudian put Go cu menghentikan usahanya, sambil menghela napas dia mengelengkan kepalanya berulang kali. "Aaaai......lukanya kelewat parah, bajingan itupan amat kejam, tak dengan cara se¬keji ini dia melukai dirinya, sekalipun ada obat mestika, paling-paling hanya akan memperpanjang kehidupannya beberapa waktu saja" Mendengar perkataan itu, Suma thian yu merasakan hatinya dingin separuh, dengan sedih dia menundukkan kepalanya, lalu sambil me-meluk tubuh paman Wan nya ia menangis tersedu-sedu. "Paman...ooh paman... dengarkah kau suara panggilanku? Paman...aku adalah Yuji...Yuji yang paling kau sayang, dengarkah kau... paman" "Jangan berteriak lagi" cegah Put Go cu dengan cepat, "sebentar dia akan mendusin, kalau bisa jangan membuat hatinya sedih" Benar juga, tak lama Put Go cu menyelesaikan katakatanya, Kit hong kiam kek Wan liang segera menggerakkan badannya dan membuka matanya lebar-lebar, tapi kemudian menutup kembali. Setelah lewat beberapa saat lagi dia baru membuka matanya yang telah pudar dan memandang sekejap kearah Yu ji, sambil menahan rasa sakit katanya: "Aku sudah tak sanggup lagi, nak, paman sudah tua ... aaai, dia kelewat kejam....dia.....” "Paman, jangan banyak berbicara lagi," buru-buru suma Thian yu berseru, "kau pasti akan sembuh kembali, beristirahatlah dengan tenang, kau pasti akan sembuh kembali."

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Kit hong kiam kek Wan Liang mengerutkan dahinya menahan rasa sakit yang luar biasa, pelan-pelan suma Thian yu membaringkannya ke tanah, tapi dengan susah payah Kit hong kiam kek berusaha menahan tubuhnya dan meronta bangun, ujarnya sambil menggelengkan kenapanya berulang kali : "Nak, aku salah.... aku.... aku tidak baik....baik... memelihara dirimu.... semua urusanmu telah ku.... kuketahui.... aduh, aduuh... apakah Locianpwe ini adalah gurumu....?” Suma Thian yu segera mengangguk, sahutnya dengan jujur. “Benar paman, Yu ji, paman, tahukah kau bahwa Yu ji tak seharusnya mengelabuhimu" Pelan-pelan Kit hong-kiam-kek Wan Liang mengangguk, sahutnya sambil tertawa getir. "Nak, paman tak akan menyalahkan dirimu, tidak seharusnya paman me......melarang kau untuk...untuk belajar ilmu silat" Ketika secara tiba-tiba dia menyaksikan Put Go cu berjalan masuk dari tepi hutan, tanpa terasa bisiknya dengan lirih. "Siapa dia?” Tak heran kalau Kit hong-kiam-kek wan Liang tidak kenal dengan Put Go cu, sebab ke¬tika Kit hong kiam kek wan Liang terjun kedalam dunia persilatan, Put Go cu telah mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan Dengan suara rendah dan hormat Suma Thian yu menjawab: "Dia orang tua adalah Put Go cu, nama yang sesungguhnya tidak Yu-ji ketahui" Begitu mengetahui kalau guru dari Suma Thian yu adalah Put Go cu, salah seorang dari Tionggoan Jicu yang amat termasyhur itu, Kit hong kiam kek Win Liang merasa tertegun, kemudian dengan perasaan lega bisiknya lirih :

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Inilah rejekimu nak, paman terlalu gembira, sangat gembira sekali.........” Berkata sampai disitu, mendadak tubuhnya mengejang keras dan muntah darah segar. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu menjadi terperanjat sekali, buru-buru teriak nya: "Suhu cepat kemari, pamanku sudah parah keadaannya....." Baru habis dia berkata, Put Go cu yang sedang meronda ditepi hutan itu telah melayang datang, sambil membangunkan kepala Kit hong kiam kek dan menekan nadinya, diam-diam me¬nghela napas sambil menggelegnkan kepalanya. "Aaai, tampaknya ia sudah tak bisa bertahan lagi" Sembari berkata dia lantas mengerahkan tenaga dalamnya untuk menguruti nadinya, tak lama Kemudian Kit hong kiam kek Wan Liang membuka kembali matanya. Setelah memandang sekejap kearah Suma thian yu dan Put Go cu, katanya sambil tertawa getir. "Locianpwee, boanpwe sudah tak sanggup lagi untuk bertahan, tidak kusangka akhirnya aku harus tewas di tangan perempuan rendah itu, mati bukan sesuatu yang menakutkan, tapi jika dendam sakit hati ini belum terbalas......penasaran rasanya hatiku Ia lantas berpaling kearah Suma thian yu, kemudian lanjutnya. "Yu ji, paman mati penasaran, setelah... setelah sampai dalam dunia persilatan, jangan... jangan kau sebut naa... nama dari paman tak akan ada orang yang bi... bisa mengam¬puni dii.... dirimu” Berbicara sampai disitu. dia seperti teringat akan sesuatu, sekujur badannya gemetar keras, mukanya berubah menjadi merah, sambil mi¬ringkan badannya dan menuding ke arah

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

pedangnya yang tergelecak empat kaki dihadapannya, dia berkata. "Sebenarnya pedang itu ingin kuhadiahkan kepadamu, tapi jika kau membawa pedang tersebut malah justru akan mendatangkan ketidak beruntungan saja.....' Tatkala Suma Thian yu menyaksikan kesegaran Kit hong kiam kek Wan Liang tiba-tiba pulih kembali, ucapan yang diutarakan juga ti dak terputus-putus lagi, dia mengira lukanya sudah membaik, hatinya, menjadi girang sekali. Paman kau pasti akan menjadi baik, teri¬aknya dengan gembira "bukankah kau sudah merasa agak baikan sekarang?" Kit hong kiam kek segera menggelengkan kepalanya berulangkali, sahutnya sambil tertawa rawan. "Anak bodoh, terlampau sedikit yang kau ketahui, ingat... ingat de.. dengan ke.. kelicikan kebusukan dunia persilatan... Ketika berbicara sampai disitu, tiba-tiba ha¬tinya terasa amat sakit, dengan memaksakan diri ia berusaha untuk mengendalikan rasa sakit tadi lalu berkata lebih jauh. Bila bertemu de...dengannya.... Siauhu yong .... kau... kau mesti.... Belum habis dia berkata, mendadak sekujur badannya mengejang keras, sepasang matanya dipejamkan rapat-rapat dan seorang jago pe¬dang yang amat termashyur dalam dunia persilatan pun telah mengakhiri hidupnya. Dia sebenarnya masih ingin meninggalkan pesan-pesannya, banyak persoalan yang harus ditinggalkan, tapi mampukah dia mengutara¬kan semua isi hatinya itu? Seorang pendekar besar telah mengakhi hidupnya disebuah bukit yang terpencil, jauh dari keramaian dunia. Apa yang berhasil diperolehnya? Susah payah hidup didunia, mengandalkan kepandaian silatnya menumpas kaum penjahat, tapi apakah yang berhasil diraihnya atas jerih payahnya?

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Menyaksikan paman Wannya berpulang ke alam baka, Suma thian yu merasa sedih sekali, dia segera memeluk jenasahnya dan menangis tersedu-sedu. Put Go cu adalah seorang jago yang sudah lama mengasingkan diri dari keramaian dunia, terhadap segala persoalan dia memandang ham bar, soal mati hiduppun bukan masalah besar baginya, tapi sekarang toh menundukkan juga kepalanya dengan wajah sedih. "Bu liang siu hud" bisiknya lirih. Perasaan hatinya yang tenang kini mulai bergejolak lagi, entah ia sedih karena kematian pendekar besar itu? Ataukah merasa terharu menyaksikan nasib Suma thian yu yang mengenaskan? Sampai lama, kemudian, Put Go cu baru berkata lagi: "Anak Yu, tak usah menangis, ia tak akan mendengar suara isak tangismu lagi, orang yang sudah matipun tak akan bisa hidup kem bali, apa gunanya meui menangis? Kau harus teguhkan hatimu dan melakukan suatu pekerjaan besar yang menggemparkan dunia persilat an sehingga tak sampai menyia-nyiakan harapannya." Ketika mendengar ucapan tersebut, Suma thian yu bukannya berhenti menangis, dia makin sedih. Ia terkenang kembali kejadian dimasa lalu, yakni pada sepuluh tahun berselang, waktu itu ada suatu ketika dia takut kepada pamannya yang berwatak aneh ini, dia membencinya, karena dia tidak mengerti. Teringat Wan Liang pernah berkata begini kepadanya: "Kau masih muda, bagaimanapun juga yang kau pahami masih terlampau sedikit." Yaa, benar, dia memang mengetahui sedikit tentang pamannya itu, mengetahui secara sepintas saja.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Siapa tahu ketika Suma thian yu sudah mulai merasa betapa kasih dan ramahnya paman Wan, ternyata paman Wan telah pergi mening galkannya untuk selamanya, padahal Thian yu masih membutuhkan banyak petunjuk tentang kehidupan didunia ini tapi siapa yang akan memberi petunjuk kepadanya? Berpikir sampai disini, tanpa terasa air matanya kembali jatuh berlinang. Dia tahu, mulai sekarang dia akan menjadi anak tanpa sanak tanpa keluarga dan tanpa rumah. Sewaktu Thio Popo membawanya meninggalkan rumah dulu, dia masih belum tahu apa menderitanya "tak punya rumah", kini nasib jelek menimpa dirinya tanpa terasa, bagaimana mungkin kejadian ini tidak membuat sedih dan mencucurkan air mata.? Bagian KETIGA "BANGUNLAH Thian-yu" tiba tiba Put Gho cu memecahkan kesunyian, "cepat kubur jenasah pamanmu, karena suatu persoalan aku tak dapat tinggal kelewat lama disini" Dengan air mata bercucuran Suma thian yu bangkit berdiri dari atas tanah, lalu memandang sedih ke arah Put Gho cu, sepasang mata nya yang merah telah basah oleh air mata. Put Gho cu tak tega menyaksikan kajadian itu, segera hiburnya: "Kesempatan dimasa datang masih amat panjang, suatu ketika kita murid dan guru pasti akan berjumpa lagi, sepeninggal aku nanti, cepatlah kebumikan jenasah pamanmu, tinggalkan tempat ini dan ingat baik baik pesan terakhir dari pamanmu, dunia persilatan penuh de ngan mara bahaya, lebih baik kau jangan kelewat menonjolkan diri, dalam menghadapi semua persoalan pun harus berhati-hati"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Sembari berkata dia membelai rambut pemuda itu dengan lembut, setelah memperhatikannya beberapa lama, ia baru berkata: "Nah, aku pergi dulu!” Selesai berkata, tampak sepasang bahunya bergerak, tahutahu dengan kecepatan luar biasa dia lenyap dari pandangan mata Yu ji. Bagaikan baru bangun dari impian, buru-buru Suma thian yu berlutut dan menyembah tiga kali, katanya: "Suhu diatas, tecu tak akan menyia-nyiakan harapanmu" Ketika ucapan tersebut diucapkan, Put Gho cu mungkin sudah berada setengah li jauhnya dari tempat tersebut. Setelah Put Gho cu pergi, Suma Thian yu gera memungut pedang Kit hong kiam milik paman Wan yang tergeletak di tanah, lalu sambi1 memandang ujung pedang, itu gumannya: "Paman, kau orang tua tak akan pernah mati, Thian yu pasti akan mempergunakan pedang ini untuk membangun kembali nama besar serta kegagahan kau orang tua seperti dimasa lalu. "Paman, sekalipun dunia persilatan amat berbahaya dan penuh dengan siasat, Thian yu juga akan menelusurinya demi membalaskan dendam bagi sakit hatimu. "Beristirahatlah dengan tenang paman, berbaringlah disini dengan segala kedamaian, tak usah kuatir, tiada sesuatu yang ber harga untuk kau orang tua pikirkan, tak lama kemudian di dalam dunia persilatan akan muncul kembali seorang Kit hong kiam kek (jago pedang angin puyuh), dialah Thian yu, juga merupakan duplikat dari kau orang tua!" Sambil berkata dia mendongakkan kepala¬nya memandang awan tebal di angkasa, awan yang melayang jauh di udara dan tak mungkin bisa diraba seperti juga meraba impian. Suasana disekeliling tempat itu serasa begitu, seakan-akan keadaan pun turut berduka ci¬ta atas meninggalnya pendekar besar itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Mungkin gempa bumi yang terjadi tadi merupakan pertanda datangnya nasib buruk paman? Kalau memang begitu, ooh... betapa agungnya paman" "Yaa, paman memang seorang yang agung” gumam Suma thian yu dengan suara lirih. Kemudian ia mempergunakan pedangnya untuk menggali liang dan membaringkan jerazah Kit hong kiam kek kedalam liang tersebut, tak selang beberapa saat kemudian disitu telah ber¬tambah dengan sebuah kuburan baru, seorang pendekar besarpun beristirahat untuk selamanya disana, yaa untuk selama-lamanya... Dengan termangu Suma thian yu memperhatikan kuburan tersebut, tanpa bicara, sorot matanya kaku dan tak bersinar, tanpa berkedip memandang keatas pusara, sementara titik air mata jatuh berlinang membasahi pipinya. Ia tak perlu berkat apa-apa lagi, tiada orang yang mendengarkan suaranya lagi. Dia berdoa, diam-diam dan secara bersungguh-sungguh... Pikirannya amat kalut seakan dia jauh dari dunia ini, jauh dari mmasyarakat tanpa sanak, tanpa keluarga, yang ada hanya keheningan bukit yang mencekam seluruh jagad. Lama...lama sekali...akhirnya dia bangkit berdiri, baru saja akan membalikan badan, tiba-tiba.... Dua sosok bayangan manusia entah sendiri kapan telah berdiri dibelakangnya, mereka datang tanpa suara berdiri disitu tanpa bergerak membuat Suma thian yu benar-benar merasa terperanjat sekali. Padahal dengan kepandaian silat yang miliki sekarang, secarik daun yang jatuh dari jarak sepuluh kakipun dapat didengar olehnya dengan jelas, tapi mengapa dia tak mendengar apa-apa akan kehadiran kedua orang itu?

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Setelah menenangkan hatinya, Suma thian yu baru memperhatikan kedua orang itu dengan seksama, mereka berdua adalah kakek berusia kira-kira lima puluh tahun yang berwajah serupa, kedua-duanya mengenakan jubah panjang hitam. Waktu itu, kedua orang kakek tersebutpun sedang mengawasi Suma Thian-yu tanpa berkedip, mereka hanya berdiri mematung disana tanpa bergerak barang sedikitpun juga. Satu-satunya perbedaan yang terdapat pada kedua orana kakek itu adalah diatas pipi sebelah kiridari kakek yang ada disebelah kanan terdapat sebuah tahi lalat sebesar kacang kedelai. Bila dilihat dari raut wajah kedua orang ini, tampaknya bukan termasuk orang jahat, agak lega juga Suma Thian yu menjumpai hal ini. Buru buru dia menjura seraya menegur: "Entah ada urusan apa cianpwee berdua datang kemari?" Kedua orang Kakek itu tidak menjawab, ha¬nya senyuman hambar menghiasi bibirnya', mereka tidak bersuara pun tidak bergerak. Suma Thian yu lantas mengira kedua orang itu kalau bukan bisu tentu tuli, maka dengan suara yang lebih keras serunya: "Entah ada urusan apa cianpwe berdua....” Belum habis dia berkata, tiba-tiba terdengar kakek bertahi lalat hitam disebelah kanani itu menukas dengan suara lembut. "Kau tak usah bertanya lagi, aku sudah tahu kuburan siapakah itu.... " Sambil berkata ia lautas menuding ke arah gundukan tanah baru di belakang Suma Thian yu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Suma Thian yu tidak kenal dengan kedua, orang kakek itu, mendengar mereka berdua langsung menanyakan soal kuburan pamannya begitu bertemu, dikiranya kedua orang ini ada sangkut pautnya dengan orang jahat pembunuh pamannya, kontan saja amarahnya berkobar. "Ada kepentingan apa kau menanyakan tentang persoalan ini?" bentaknya kemudian. Dua orang kakek itu tidak menjadi gusar lantaran peristiwa tersebut, malah justru tertawa bodoh. Dengan suara yang tenang dan halus kakek bertahi lalat itu segera bertanya lagi: “Yang berada didalam sana tentunya orang mati bukan? Siapakah orang mati itu?” Geli dan mendongkol Suma thian yu dihadapkan pertanyaan bloon semacam itu, dengan cepat dia berpikir: "Aaah, jangan-jangan kedua orang ini cuma orang bodoh? karena berpendapat demikian maka tanpa terasa anmarahnya menjadi reda, dengan suara lembut ia menyahut: “Orang mati siapakah yang berada disitu, tak usah kalian urus, aku rasa andaikata kalian mempunyai urusan penting lainnya, lebih baik cepatlah tinggalkan tempat ini" Mendengar ucapan mana, kedu orang kakek itu segera mendongakkan kepalanya dan terta¬wa terbahak-bahak, suaranya keras hingga memantul diseluruh hutan. Sedemikian kerasnya suara tertawa tersebut akhirnya Suma thian yu merasa tak tahan, dengan suara keras jeritnya: "Hey, apa yang kau tawakan? Menjemukan" Dua orang kakek itu menghentikan suara tertawanya kemudian memandang bodoh ke arah Suma Thia yu, setelah itu katanya: "Bocah muda, masih kecil sudah berangasan sekali, lain kali pasti sukar mendapat bini!” Selesai berkata, lagi lagi mereka tertawa terbahak-bahak.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Pada hakekatnya Suma Thian yu dibikin ke¬bingungan setengah mati oleh tingkah lakunya kedua orang itu. coba kalau Kedua orang itu tidak bermaksud jahat kepadanya, niscaya dia sudah memburu kedepan untuk menghajar me¬reka berdua. “Hmm, rupanya kaliau berdua ada maksud un¬tuk memperolok orang? Apa yang lucu? Kalau ada orang mati seharusnya turut berduka cita. masa kalian malah tertawa tergeletak di depan kuburan seseorang yang baru saja mati..." Teguran dari Suma Thian yu ini amat keras tapi tidak pantas untuk dipakai menegur orang yang berusia lanjut, semestinya, dua orang Kakek itu akan mencak-mencak kegusaran setelah mendengar teguran itu, siapa tahu apa yang kemudian terjadi justru merupakan kebalikannya. Terdengar kakek bertahi lalat disebelah kanan itu segera berkata: “Perkataan bocah ini benar juga, kita me¬mang seharusnya bersedih hati, hei hiante, mari kita bersedih hati!" Begitu selesai berkata, ternyata ia benar-benar menangis tersedu sedu, disusul kemudian oleh kakek yang ada disebelah kirinya. Dalam waktu singkat, isak tangis mereda telah menyelimuti seluruh angkasa. Menyaksikan dua orang kakek sinting yang sebentar tertawa sebentar menangis ini, suma thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela nafas panjang: “Cukup, cukup.. . tangisan kalian berdua su¬dah cukup, asal..." cegahnya dengan cepat. Dua orang kakek itu segera berhenti menangis, seperti merasa sayang sekali dengan butiran air matanya, begitu berhenti menangis, air mata merekapun berhenti mengalir.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

“Nah bocah cilik" kata kakek bertahi lalat itu kemudian, "permintaanmu telah kulakukan dengan baik, sekarang gantian kami bersaudara yang ingin memohon kepadamu" Tingkah laku yang kocak dan tata bahasa kedua orang kakek yang halus segera mendatangkan perasaan simpatik dalam hati Suma Thian yu, maka diapun segera mengangguk. "Baiklah, asal bisa kulakukan pasti akan ku lakukan, katakanlah terus terang" "Nah begitu baru anak pintar, kakek bertahi lalat itu tertawa, "sekarang aku hendak bertanya dulu, kau tinggal dimana?" "Buat apa kau menanyakan tentang soal ini!” "Tak usah kaugubris, jawab saja pertanyaan ku itu!” "Maaf, sebelum kuketahui asal usul kalian berdua yang sebenarnya, jangan harap bisa mendapat jawaban dariku" "Wah, itu tak benar namanya" desak kakek bertahi lalat dengan cepat, "bukankah kau sendiri yang telah berjanji akan melakukan permintaanku, jangan kuatir, kami berdua bukan penjahat" Suma thian yu segera menggelengkan kepalanya berulang kali. "Siapa yang akan mempercayai ucapanmu? Kalau di lihat dari cara kalian yang datang secara sembunyi-sembunyi saja sudah diketahui kalau kamu berdua agak tidak beres, masa aku tidak boleh curiga?" Mendengar perkataan itu, si kakek bertahi lalat tersebut segera manggut-manggut memuji, sambungnya cepat: "Baiklah, kubatalkan pertanyaanku ini dan sekarang jawab saja kepada kami siapakah orang yang telah tiada ini?" "Maaf, pertanyaan inipun tak dapat kujawab" "Waah... aneh betul kau ini. kalau tidak ingin berterus terang katakan saja secara blak-blakan. Hei, bocah cilik, sebenarnya apakah maksudmu?”

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Tidak karena apa apa, hanya sepatah kata bisa kujawab, aku tidak memahami maksud tujuan kalian berdua.” Kakek bertahi lalat itu segera garuk-garuk kepala yang tak gatal, lalu sambil berpaling ke arah kakek yang lain, dia berseru: "Hiante, lebih baik kita jangan mencampuri urusan lagi, mari kita pulang saja dan tidur" Kakek kedua ini macam orang bisu saja, se¬jak muncul sampai sekarang ia tak berbicara sepatah katapun, kakaknya menangis, diapun menangis, kakaknya tertawa, diapun tertawa, sekarang kakaknya hendak pergi ternyata dia pun benar-benar membalikkan badan dan pergi semua tingkah lakunya sungguh tidak habis di-mengerti. Yaa, manusia aneh! Kedua orang itu betul-betul aneh, meski dalam dunia terdapat banyak urusan aneh, namun belum pernah di jumpai manusia seaneh kedua orang ini. Sebelum pergi, kakek bertani lalat ini sempat berpaling dan tertawa bodoh kepada Suma Thian yu seraya berkata: "Hei bocah, sekalipun kau tidak bilang aku juga tahu, kami berbuat begini tak lain Cuma ingin mengetahui apakah kau bisa tutup mulut memegang rahasia atau tidak, padahal suhumu itu sudah memberitahukan semuanya ini kepadaku, setelah berjumpa hari ini, hah ... haah.... ternyata apa yang dikatakan memang tidak bohong!” Berbicara sampai disini, dia lantas bersama adiknya berjalan seenaknya menuju ke hutan. Waktu itu suma thian yu tak sempat berpikir untuk memberitahu asal usul kedua kakek tersebut karena pertama dia sedang sedih, ke¬dua diapun sudah dibikin pusing oleh ulah ke¬dua kakek kembar itu. Tapi setelah mendengar perkataan terakhir si kakek bertahi lalat, hatinya kontan berge¬tar keras, pikirnya cepat. “Heran, darimana ia bisa kenal dengan su¬huku?"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Baru saja ingatan tersebut meiintas dalam benaknya, satu ingatan lain secepat kilat telah melintas dalam benaknya, dengan suara lan¬tang segera bentaknya. "Cianpwee berdua, harap tunggu sebentar" Waktu itu, kedua orang kakek kembar tersebut telah tiba ditepi hutan, mendadak mereka berhenti, kemudian sambil membalikkan ba-dan, satu dari kiri yang lain dari kanan mereka bersama-sama berjalan balik, sementara senyuman bloon masih menghiasi bibirnya. Dengan seksama Suma Thian yu segera mengamati wajah kedua orang kakek itu begitu merasa dugaannya tak meleset dan tahu kalau mereka adalah tokoh persilatan yang pernah disingung suhunya, diam-diam ia menyesali dirinya yang bermata tak berbiji hingga hampir saja menyia nyiakan suatu kesempatan ba¬gus. Buru-buru dia berlutut ketanah, lalu berseru. "Locianpwee berdua, harap kalian suka memaafkan Thian yu yang punya mata tak berbiji sehingga berbuat kurang ajar kepada kalian, atas kesalahanku tadi, mohon cianpwee berdua sudi memaafkan" Hiiii hiiii hiiii... kau hilang apa bocah cilik?" kakek hertahi lalat itu tertawa terkekeh-kekeh, apa itu cianpwe? Aku tidak mengerti, siapa sih cianpwe mu itu?” Suma Thian yu tahu kalau manusia aneh semacam mereka adalah manusia manusia yang tak suka akan segala adat istiadat dan tata cara yang menjemukan, meski demikian, sebagai se¬arang angkatan muda, ia tidak ingin bersikap kurang hormat, maka ia bertanya dengan hormat: “Benarkah Locianpwe berdua adalah... " Kakek bertahi lalat itu segera menggoyangkan tangannya berulang kali mencegah dia berbicara lebih jauh, ujarnya:

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Bukan, bukan, apakah hanya di karenakan persoalan ini saja kau undang kami kemari?" Belum habis dia berkata, si kakek disebelah kiri yang bersikap macam orang bisu itu sudah menepuk bahu rekannya, kemudian menuding ke luar hutan, anehnya dia tetap membungkam dalam seribu bahasa. Si Kakek bertahi lalat itu segera berpaling dan tertawa, sahutnya tak sabar: "Sudah tahu adikku, kawanan anjing cilik itu belum pergi bukan? baik, mari kita pergi!" Kepada Suma Thian yu lanjutnya: “Hei bocah, kita jumpa lagi malam nanti!" Nadanya amat terburu-buru seperti sudah tidak sabar untuk menunggu suatu persoalan sehingga begitu selesai berkata, buru-buru dia sudah membalikkan badan dan berlalu dari situ. Tapi kasihan sekali, langkahnya justeru se¬demikian lambannya hingga selangkah demi selangkah persis seperti langkah seorang nenek berusia delapan puluh tahunan. Tapi anehnya, gerakan tubuh yang nampak sangat lamban itu justru cepat sekali bagaikan sambaran kilat, hanya didalam sekejap mata saja ia sudah lenyap dari pandangan sianak muda itu. Memandang arah lenyapnya bayangan tubuh kedua orang itu, Suma Thiau yu menggelengkankepalanya berulang kali sambil bergumam: "Manusia aneh, benar-benar manusia aneh!” Malam kembali menyelimuti seluruh angkasa dan meninggalkan keheningan yang luar biasa, terutama sekali ditengah pegunungan yang jauh dari keramaian manusia. Bukit Kiu gi san kembali diliputi oleh keheringan yang mati, seram dan menggidikkan hati.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Suma Thian yu masih ingat dengan ucapan yang diutarakan kedua orang manusia aneh itu menjelang kepergiannya tadi, maka dia telah menelusuri seluruh bukit, semak belukar, sejak kentongan pertama sampai tengah malam, tapi ia gagal menemukan jejak dari kedua orang manusia aneh tersebut. Ia sangat gelisah, tapi tak bisa menyalahkan kepada pemuda ini, bagaimana tidak? Sewaktu akan pergi meninggalkannya tadi kedua orang manusia aneh itu hanya mengatakan "kita jumpa lagi malam nanti”, tanpa menerang kan waktunya, maupun tempat pertemuan, pada hal bukit Kiu gi san begitu besar, kemana dia harus pergi mencarinya? Manusia aneh memang selalu berwatak aneh, bila ia tak ingin berjumpa denganmu, meski kau jelajahi seluruh bukit juga tak akan menemukan nya, sebaliknya bila ia ingin bertemu dengan dirimu, sekalipun kau kabur keujung langit, dia tetap akan muncul juga dihadapanmu. Justru karena alasan inilah, akibatnya Suma Ghian yu mesti lari semalaman suntuk tanpa hasil, meski badan sudah basah kuyup namun hasilnya tetap nihil. Akhirnya dengan kecewa dia duduk dibawah sebatang pohon siong sambil bergumam: “Aaii, tampaknya aku tertipu, tahu begini aku tak akan kemari untuk dihembus angin barat laut sambil menahan kedinginannya." Sambil mengomel dia mengambil sebutir batu kecil dari atas tanah, lalu ditimpuk secara gemas kedalam hutan sana. "Sialan, aku tak akan mencari lagi, anggap saja aku sedang sial!" omelnya lagi. Batu yang ditimpuk kedalam hutan bagaikan tenggelam ke dasar samudera saja, hilang lenyap dengan begitu saja, kemudian disusul suara seorang bergema dari balik hutan:

Dan begitu mengetahui siapakah kedua kakek itu. ia tersipu-sipu hingga tak bisa menjawab. ketemu orang memanggil cian pwe. "Entah ada persoalan apakah cianpwee menyuruh Thian yu datang kemari?” "Siapa yang suruh kau kemari?" bentak kakek bertahi lalat itu. sialan.. Dari situ ia saksikan ada dua orang kakek sedang keluar bersama dari balik pepohonan. Lama kemudian ia baru berkata agak tergagap. buru-buru dia melejit ke udara dan melesat ke dalam hutan. dengan pandangan kebodoh-bodohan mereka sedang mengawasi wajah Suma Thian yu tanpa berkedip. justru senang berbohong.com/ "Aduuuh . rupanya kau sudah tak sabar untuk menanti sejenak lagi? Anak muda sudah tak bisa bersabar. apakah tidak tahu kalau dalam hutan ada orangnya? Aduuh biyung . rupanya kau?" Dari balik hutan berjalan keluar sepasang kakek berbaju hitam. Suma Tnian yu bersorak kegirangan : “Ohh cianpwee.... sungguh menyesal hatinya. sakit betul kepalaku!" Suma Thian yu terperanjat sekali setelah mendengar perkataan itu. aku toh hanya mengatakan akan bertemu lagi entar malam. sungguh menjemukan" Tertebak jitu isi hatinya. siapa yang menyuruh kau kemari?" Sekali lagi paras muka Suma Thian yu berubah jadi merah padam sesudah mendengar teguran itu. "anak muda tidak belajar baik. sedangkan didalam hati pikirnya: . cianpwe melulu. kemudian terdengar kakek bertahi lalat itu mengomel: "Hei bocah.. manusia kurang ajar darimana yang tak punya mata.Tiraikasih Website http://kangzusi. merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah.

mengapa ia dapat menebak suara hatiku secara jitu?" Berpikir sampai disitu.. buru-buru dia maju beberapa tindak kedepan menghadang dihadapan kedua kakek tersebut. coba kalau suhu tidak berpesan agar menahan sabar terhadap manusia semacam ini. buru-buru dia berkata: “Boanpwe tidak berani. jangan jangan diatas mukaku tertera tulisan besar? Kalau tidak. kalau bicara tidak sejujurnya. boanpwe masih ada urusan hendak dilaporkan” Kakek bertahi lalat itu segera membalikan badannya sambil melototkan matanya besar-besar. mendadak kakek bertahi lalat itu telah membentak gusar: "Bocah. si bocah tidak bisa diajar... hiante mari kita pergi saja!" Selesai berkata kedua orang itu segera membalikkan badan siap pergi meninggalkan tempat itu. aku benar-benar segan untuk berurusan dengan mereka!" Baru saja dia berpikir sampai disitu. kemudian sambil menjatuhkan diri berlutut katanya: "Locianpwe.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau jangan memikirkan akal busuk dalam hatimu. jangan pergi dulu." Menyaksikan tampang pemuda yang macam monyet kepanasan itu.haaah. segera pikirnya: "Sungguh lihay.. "Haah. lebih baik cepatlah tinggalkan tempat ini!” Suma Thian yu merasa amat terperanjat. kesabaran dapat menghindari segala malapetaka. kakek bertahi lalat tersebut segera tertawa lebar.com/ "Wu san sian gi siu (Sepasang kakek tolol dari bukit Wu san) betul-betul terhitung manusia paling aneh didunia ini. kau tahu hal ini bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan! Bila kau tak memiliki kesabaran tersebut. serunya dengan gusar.. Suma Thian yu menjadi amat gelisah setelah menyaksikan peristiwa tersebut. .

benar! Karena apakah aku memohon kepadanya?" “Tiada suatu permintaan bukan?” kakek bertahi lalat itu tersenyum.. tampak kakek itu pun turut manggut-manggut . Maka dia telah bersiap-siap.Tiraikasih Website http://kangzusi. Diam-diam kakek bertahi lalat itu mangut-manggutlalu berpaling dan memandang adiknya yang berada disamping. Seorang lelaki sejati tak akan sembarangan berlutut!” Mendengar ucapan tersebut. pasti akan kulaksanakan dengan sebaik-baiknya” Dia mengira kakek itu hendak menanyakan kembali persoalan yang menyangkut diri paman Wan.. dasar bertulang lunak. ia lantas berpendapat bahwa tiada pentingnya untuk merahasiakan hal tersebut. .. dulu ia belum memahami asal usul kakek ini.com/ "Huuh. Hmm. Kakek bertahi lalat itu segera berseri wajahnya. "Yaa. maka rahasia tidak dibocorkan. setelah tahu kalau kakek ini adalah seorang pendekar sejati yang berilmu tinggi. “bagus sekali! Tapi lohu menyuruh kau menghadap justru karena aku hendak memohon sesuatu kepadamu” “Selama boanpwe sanggup untuk melaksanakannya.. tapi sekarang. maunya belajar merangkak macam anjing budukan. jika seandainya kakek itu bertanya kembali tentang paman Wan maka diapun akan menjawab dengan sejujur nya. kemudian dengan wajah serius. Seolah-olah telah mendapat ijin.. tidak menunggu lebih lama lagi Suma Thian yu segera melompat bangun. apa tujuanmu memohon sesuatu kepada lohu?" Agak tertegun Suma Thian yu mendapat pertanyaan tersebut untuk sesaat lamarya dia tak sanggup menjawab. kakek itu berpaling kembali kearah Suma thian yu sambil katanya: "Hei bocah.

. . "Dalam tiga hari. dia merasa kakek ini terlalu berlagak. “Boanpwe bersedia untuk mencoba.. aku tahu dengan bakat serta kecerdasanmu. maka sekarang kuberitahukan kepada mu agar dalam tiga hari harus bisa menyelesaikan apa yang lohu perintahkan. sayang lohu tak becus dan tak sanggup memahami rahasia dari kepandaian silat tersebut. beranikah kau untuk mencobanya?" Setelah termenung sejenak.Tiraikasih Website http://kangzusi. “tanpa suatu keyakinan. mengerti?” Ucapan tersebut dengan cepat menimbulkan perasaan anti pati dalam hati Suma thian yu. pokoknya kau tak boleh putus asa. bukankah kau gila silat?Kertas ini kutemukan beberapa hari berselang diatas bukit ini." Suma Thian yu menerima kertas kuning itu dan memperhatikannya sekejap. tidak bisa juga mesti dilakukan. kau mesti memahami isi tulisan yang tertera diatas kertas ini. kalau tidak jangan harap bisa meninggalkan bukit kiu gi san barang setengah langkahpun. mendadak ia berseru dengan wajah tercengang. memaksa orang lain untuk menuruti kemauannya sehingga menimbulkan perasaan jemu bagi yang mendengarkan." “Kertas ini berisikan ranasia ilmu silat yang maha sakti. “Kertas ini. kalau begitu tak salah lagi pilihanku.. bisa juga mesti dkerjakan. pekerjaan apapun tidak akan berhasil dilaksanakan. tapi aku tidak mempunyai keyakinan untuk pasti berhasil” “Tidak bisa!” teriak kakek bertahi lalat ini dengan gusar. akhirnya dia berkata. sudah pasti tak akan muncul persoalan apa-apa" Dari dalam sakunya dia lantas mengeluarkan secarik kertas yang telah berwarna kuning lantas diserahkan kepada Suma thian yu sambil katanya berseru menjawab. . tak boleh berhenti ditengah jalan.com/ Sungguh?" dia berseru.. "ahaa .

. bila aku tidak merobek-robek kertas itu di hadapan mereka. kemudian dibalik dan diteliti bagian yang lain. dasar orang aneh tetap orang aneh. aaai.. Dengan gemas dia lantas menyumpah: "Sialan.. tapi terlambat. baik! Tiga hari kemudian.. Wu san siang gi memang manusia manusia yang gemar menggoda orang.. . Dia segera melemparkan kertas itu kehadapan Suma Thian yu. apa pula yang bisa kau lakukan?" “Tidak mau harus mau. kemudian sambil membalikkan badannya bagaikan hembusan angin melun. tiga hari kemudian kita berdua akan kembali” sahut si kakek bertahi lalat sambil menarik wajahnya.. aku tak akan bernama Suma Thian yu!" Sambil berkata diapun masukkan kertas itu ke dalam sakunya.com/ Setelah termenung sejenak. Kitab pusaka apakah itu? Ternyata kertas itu kosong melompong sama sekali tak ada isinya baik cuma satu huruf maupun sebuah garispun..masa memaksa orang untuk melakukan pekerjaan yang tak ingin dilakukan olehnya?" Diambilnya kertas itu dan diperiksnya dengan seksama.cur masuk ke dalam hitan. "Aaaai.. sekejap kemudian bayangan tubuh kedua orang itu sudah lenyap dari pandangan. namun itu segera berdiri tertegun. dia ingin menangis. tidak bisa harus bisa.Tiraikasih Website http://kangzusi. akhirnya sambil gelengkan kepalanya dia menghela napas panjang. ingin menggunakan kesempatan itu untuk melampiaskan keluar semua kekesalan yang mencekam perasaannya. akhirnya ia berkata: "Pentingkah kertas ini bagimu? Seandainya boanpwe tidak bersedia atau tidak bisa. Suma Thian yu ingin menghalangi kepergian mereka. suatu perasaan sedih karena dipermainkan orang segera menyelimuti perasaannya. lagi-lagi aku tertipu..

dia ingin menuntut suatu keadilan dari orang yang telah mempermainkan dirinya. ia tak ingin mengingkar janji. "Aku harus pergi!" Lama kemudian ia baru mengucapkan kata-kata tersebut. pemuda itu merasa ia tak boleh tinggal dalam bukit terus menerus. janji tetap janji. bahkan lagaknya macam orang bloon. Tapi dengan cepat ia teringat kembali kalau janji pertemuannya tiga hari mendatang belum dipenuni. sebagai seorang lelaki. Sejak terjun ke arena persilatan. ia harus berkelana ke mana-mana. Kakek bertahi lalat adalah kakaknya Ma Khong Sian dengan julukan Tay gi siu (kakek bodoh pertama).com/ Ia mendongakkan kepalanya memandang bintang yang bertaburan di angkasa. menolong kaum yang lemah dan membabat kaum alim. Usia Wa san siang gi telah mencapai enam puluh tahun... sepanjang hidupnya mereka selalu berjiwa pendekar. Wu san sian gi. sakit hati paman Wan juga belum di tuntut. Sepasang manusia bodoh dari bukit Wu san merupakan sepasang pendekar yang bernama besar dalam dunia persilatan. jangan dilihat dia seperti orang bisu. mereka berdua adalah saudara sekandung. Apalagi dendam orang tuanya yang belum dibalas. padahal Toa gi siu Khong Sian yang berlagak bodoh adalah seorang yang amat cerdas.Tiraikasih Website http://kangzusi. harus mencari pengaman dan memperjuangkan suatu karya yang besar bagi sejarah hidupnya. kedua orang ini selalu muncul bersama. sedangkan adiknya ji gi siu (kakek bodoh kedua) Khoug Bong. sesungguhnya kakek ini merupakan seorang jago pendebat yang pandai sekali bersilat lidah. sedang Ji gi siu Khong Bong yang .. lalu memandang sungai dan daratan rendah dibawah bukit. entah baeaimana pun. nama besarnya sudah termasyur diseluruh dunia persilatan.

barang mestika juga boleh. Dengan watak Wu san siang gi yang tawar terhadap nama serta keuntungan meterial. Sekalipun demikian. tanpa sengaja mereka telah menemukan kertas kulit itu. dalam sekilas pandangan saja mereka sudah tahu kalau ker¬tas kulit ini bukan benda sembarangan. maka kertas itupun segera disimpan kedalam saku. bukan bertujuan untuk mencari nama atau kedudukan. bahkan sewaktu berada di hadapan Suma Thian yu. mereka gemar berlagak seperti orang bloon.com/ berlagak macam orang bisu adalah seorang pendebat yang pandai bersilat lidah. mereka berdua berhasrat untuk mencari seseorang yang dapat dipercaya dan menghadiahkan kertas kulit yang ditemukan itu kepadanya. Berapa hari berselang. mereka berdua sama-sama merasa tidak tertarik. dari pada membiarkanya hingga terjatuh ketangan kaum sesat dan menimbulkan kerugian bagi umat persilatan. gerak gerik mereka macam orang yang terkena oleh sebuah penyakit ingatan. ketika kedua orang kakek itu sedang berpesiar di lembah Ong im kok di bukit Kiu gi san. tentulah secarik peta rahasia yang berisikan harta karun. harta kekayaan pun dipakai untuk menolong kaum miskin. Oleh karena itu. Mereka tahu kalau kertas kulit itu bukan berisikan ilmu silat maha sakti peninggalan dari seorang tokoh silat dimasa lampau.Tiraikasih Website http://kangzusi. bukan uniuk mencari keuntungan bagi kepentingan sendiri. sebagai manusia yang berpengalaman luas. Mereka berpendapat tujuan belajar silat adalah untuk menyehatkan badan dan menjauhkan diri dari segala macam penyakit. pe¬nemuan tersebut tidak dianggap kelewat serius. mau ilmu silat juga boleh. .

Suma thian yu merasa amat terkejut cepat-cepat dipungutnya kertas itu dan diperiksa isinya. itu berarti kemurungan serta kegelisahan yang mencekam perasaanya semalam diketahui semua oleh kedua orang kakek tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. batas waktu tiga hari akan berlalu dengan singkat. harap pergunakan setiap detik sebaik-baiknya. Dengan tanpa tujuan Suma thian yu berjalan kesana kemari diatas bukit Kui gi san. kemanakah dia harus pergi sekarang? Mendadak terdengar suara benturan nyaring. Bagaimanapun juga dia adalah seorang bocah yang berusia enam belas tahun. Pikiran yang jernih dapat menemukan kesimpulan.com/ Karena itulah mereka lantas mencari Suma thian yu yang jujur dan dapat dipercaya dan menyerahkan kertas itu kepadanya untuk dise lidiki. lagi pula tak pernah terjun kedunia persilatan. Suma thian yu mengetahui kalau surat itu ditulis oleh Wu san siang gi. Berpikir sampai disitu.” Dibawah surat itu tidak dicantumkan tangan. karena ngeri buru-buru teriaknya: . ternyata dengan tepat menghantam diatas kakinya. pelbagai ingatan berkecamuk dalam benaknya sampai pikirannya belum dapat juga menjadi tenang kembali. tapi dalam sekilas pandang saja. kedua orang kakek itu tentu berada disekeliling sana sambil mengawasi gerak-geriknya setiap saat. Atau dengan perkataan lain. “Plaak” entah dari mana datangnya segulung kertas. Terbaca diatas kertas itu terasa beberapa huruf yang berbunyi demikian: “Hati yang tenteram dapat menjernihkan pikiran. padahal begitu luas. peluh dingin segera membasahi badannya.

Suma Thian yu yang cerdas tiba-tiba saja teringat dengan perkataan dari gurunya Put Gho cu: "Bu khek menimbulkan unsur panas dan dingin. jit seng dan akhir nya menjadi pat kwa. Jangan kau lihat kertas itu tidak berhuruf. buru buru dia mengeluarkan kertas itu dan diperiksanya dengan seksama. harap segera menampilkan diri .” Pembicaran tersebut dilakukan orang kakek tersebut dari berapa li jauhnya dari tempat itu." Maka bila mendengar kata Bu khek yang di ucapkan kakek itu.. satu ingatan segera terlintas dalam benaknya. selang berapa saat. dengan begitu masalah besar baru dapat tercapai. .. benarkah kamu begitu bodoh. rasa percaya pada diri sendiripun muncul kembali.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia menggelengkan kepala berulang kali sambil menghela napas panjang. kau harus tahu tinggi persoalan yang sukar didunia ini. jangan-jangan diatas kertas tanpa kata ini sesungguhnya tersimpan suatu rahasia yang amat besar? Memikir sampai disini. tak punya kemampuan?" . sesungguhnya adalah Bu Khek... yang penting asal kau ada kemauan dan dan bersedia untuk berjuang. tak becus. demonstrasi ilmu menyampaikan suara yang amat sempurna ini segera membuat Suma Thian yu merasa kagum sekali. akan menimbulkan Sam cay lalu menjadi Bu siu. gumamnya: "Wahai Thian yu. Mendengar kata "Bu khek" yang diutarakan Wu san siang gi. yang penting adalah kemauan. lak hap. “Tiada pekerjaan yang sukar didunia. lalu dari Bu siu menjadi ngo heng.com/ “Locianpwe. Maksud hatimu dapat lohu mengerti. tiba-tiba terdengar suara yang amat lirih berkumandang disisi telinganya. Unsur panas dan dingin atau Tay khek akan menimbulkan Ji gi. boanpwe hendak berbicara dengan mu” Baru selesai dia berkata.

berwajah persegi dengan mata seperti mata elang. bermata garang bermulut lebar. tampaklah dua sosok bayangan hi¬tam dengan kecepatan bagai hembusan angin bergerak mendekat. Baru berjalan sepuluh langkah. mendadak dari arah bawah bukit sana berkumandanglah suara pekikkan nyaring yang amat memekikkan telinga. tapi rambutnya yang panjang dibiarkan terurai panjang.Tiraikasih Website http://kangzusi. hidung membengkak besar. Menyaksikan kejadian itu. diam-diam Suma Thian yu menggerutu dalam hatinya. kedua orang iut dengan keempat buah mata bajingannya mengawasi Suma thian yu sekejap lalu mendengus dan segera melanjutkan kembali perjalanannya ke depan. sehingga tampangnya amat tak sedap dilihat. berpakaian ringkas dan membawa senjata sepasang martil besar.com/ Dengan gemas di cengkeramnya kertas itu lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu. dia memakai jubah pendeta dengan sebilah pedang tergantung dipunggungnya. sipendatang tadi telah melayang turun dihadapan mukanya. bertelinga tikus dan memelihara jenggot hitam yang panjang. “Sungguh cepat gerakan tubuh orang ini!“ Ingatan tersebut baru lewat. mendengar pekikan itu Suma Thian yu tertegun. Begitu sampai disitu. . tampangnya sangat garang. Sekejap mata berkumandang kembali suara keras bergema tinggi ke angkasa. tahu-tahu dua sosok bayangan manusia telah muncul dihadapannya. ia tertegun dan segera berpaling kearah sana. Orang yang disebelah kiri adalah seorang kakek berusia lima puluh tahunan. Orang kedua adalah seorang lelaki berusia empat puluh tahunan. mulut model paruh. cepat ia mendongakkan kepalanya.

Dengan perasaan terkejut Suma Thian yu berpaling. sementara keempat biji matanya mengawasi terus pedang dipunggung pemuda itu tanpa berkedip. ia tak habis mengerti mengapa kedua orang itu muncul secara tergesa-gesa.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa terasa ia duduk ditepi sungai dan mengawasi air yang mengalir dengan termangu. Pikiran yang kusut selama beberapa hari belakangan ini serta badannya yang penat. pemuda itu melanjutkan kembali perjalanannya menuruni bukit itu. kedua orang manusia buas itu melangkah kedepan menghampiri Suma Thian yu. Setelah termanggu-manggu berapa saat lamanya. sembari berjalan benaknya berputar terus memikirkan kertas tanpa kata yang konon berisi ilmu silat lihay itu. Entah berapa lama sudah lewat. akhirnya keheningan itu dipecahkan oleh berkumandangnya suara pekikan keras dikejauhan sana. berhenti sebentar dihadapan nya.com/ Suma Thian yu menjadi melongo menyaksikan tingkah laku kedua orang yang tak dikenalnya itu. selama dua hari belakangan ini hampir semua orang yang dijumpainya adalah manusiamanusia persilatan yang serba aneh dan mencengangkan. mereka baru berhenti setibanya satu kaki di depan pemuda tersebut. dari kejauhan sana ia saksikan dua sosok bayangan manusia sedang meluncur da¬tang dengan kecepatan tinggi. membuat pemuda itu murung. lalu setelah mendengus berlalu pula dengan tergesa-gesa? Yang lebih aneh lagi. amat kusut dan sedih. Tak terasa sampailah anak muda itu ditepi sebuah selokan dengan air yang jernih dan deras. . Begitu sampai disitu. Tak usah diamati lebih jauh pun ia dapat mengenalinya sebagai dua orang manusia kejam yang pernah dijumpainya tadi.

benarbenartak tahu diri” . dia malah tertawa terbahak-bahak dengan seramnya.. heehh. bocah cilik. hawa napsu membunuhpun menyelimuti seluruh wajahnya.. bocah cilik! Apa hubunganmu dengan she Wan tersebut?" Suma thian yu mambalikan badannya dan melirik sekejap kearah orang itu dengan pandangan dingin.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu sahutnya: "Tak usah kau urus!” Jawaban ini bukan menggusarkan lelaki setengah umur itu...hardiknya kembali. orang she Wan itu pun tak berani bersikap kurang ajar dihadapanku. Lelaki setengah umur itu segera menarik kembali senyumannya dan berhenti tertawa.. ternyata dia berani bersikap kurang ajar kepada kaum tua. dengan cepat ia melompat bangun kemudian bentaknya: "Hei. heehh." Suma thian yu merasa gusar sekali menyaksikan sikap hina lawannya. heehh. dengan menyeramkan dia membentak: "Hei bocah. "Sauya justru tak mau menjawab.. mau apa kau?” dengan nada yang lebih ketus Suma thian yu menyahut. “Hmm. sambil menuding kearah Suma thian yu katanya kepada tosu tua itu: "Coba kau lihat! Bocah keparat ini benar-benar tak tahu tingginya langit dan tebalnya bumi. apa Hubunganmu dengan orang she Wan? Cepat katakan.. Ucapan tersebut segera menggusarkan lelaki setengah umur itu.com/ Jilid 4 TIBA-TIBA lelaki setengah umur itu mem¬bentak keras: "Hei. apa yang kau tertawakan? jangan cengar-cengir dihadapanku. sorot matanya memancarkan kebuasan. kau sibocah kunyuk yang masih berbau air tetek berani kurang ajar kepadaku? Hmm.

. lalu tertawa nyaring. lohu tak tega membunuhmu. kau segera akau kulepaskan.. Si anak nuda itu berilmu tinggi dan bernyali besar. katanya lagi sam bil tertawa dingin: "Pedang ini sudah berada ditangan sauya sekarang. “Bocah muda lihat serangan. Denean cepat gerakan tubuhnya dirubah..com/ Bukannya takut.. Suma Thian yu mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak. “Haaah. Tindakannya yang tenang dalam menghadapi bahaya dan serangannya yang cepat daLam perubahan." Tiba-tiba terdengar seseorang membentak nyaring. segera katanya pula: “Hei bocah muda. He. rupanya pedang inilah yang kau incar. haaahh.” Tosu tua itu mengayunkan pedangnya dari bawah keatas dengan jurus Sit gou huang gwat (badak sakti menengok rembulan) dan menu suk tenggorokan Suma Thian yu... roareka berdua saling m?n* ..Tiraikasih Website http://kangzusi.. Suma Thian yu malah selangkah demi selangkah maju kedepan menghampiri kedua orang itu.. asal pedang yang kau gembol diserahkan kepadaku. dia miringkan kepalanya sambil membuang bahunya kesamping.. nih ambillah sendiri. tidak sopan namanya!" dia berseru... apa susahnya?” Sembari berkata dia lantas meloloskan pedang Kit hong kiam peninggalan paman Wan nya dan disodorkan kedepan. mau tak mau membuat lelaki setengah umur yang menyaksikan jalannya pertarungan itu diam-diam bersorak memuji. pedang Kit hong kiam kek menusuk balik ketenggorokan tosu tua tersebut dengan jurus Ciong liong ji hay (naga sakti masuk samudera). "Kalau diberi tanpa membalas." Mendengar itu. Kagum sekali sitosu tua itu menyaksikan keberanian orang... tarungan segera berlangsung d* nya. ketika menyaksikan pedang lawan menusuk ke arah dadanya.

Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi oleh karena latihannya teratur dan tekun. sikapnya sangat tenang seakanakan tak per¬nah terjadi sesuatu apapun. Bagi Suma Thian yu. aku tak boleh membiarkan ia hidup terus!” Berpikir begitu. kalau dibiarkan hidup nis¬caya dia akan merupakan ancaman besar dikemudian hari. malahan semua ancaman di lakukan secara tepat dan sempurna. jubah sebelah kirinya telah robek sebagian oleh sambaran pedang Kit hong kiam. Lambat laun Suma Thian yu kena dikurung kembali oleh gerakan ilmu pedang lawan yang amat dahsyat itu. Mendadak Suma Thian yu berpekik. Suma Thim yu telah bendiri kembali ditempatnya semula dengan wajah tidak berubah. Dalam waktu singkat tiga puluh gebrakan sudah lewat. pedang Kit hong kiamnya di rubah menjadi gerakan Kian hou in liang (harimau muncul naga ber. dengan cepat menak¬lukkan cepat. tampak bayangan orang saling memisah dan mundur kebelakang. semua ancaman dilakukan dengan cepat lawan cepat. pedangnya di iringi kilauan cahaya tajam langsung meluncur ke tubuh tosu tua itu.sembunyi). serangan yang dilancarkanpun makin lama semakin dahsyat. telapak tangan kirinya di ayunkan kemuka cepat. namun kemampuannya sudah mencapai taraf yang begitu hebat. gerakan tubuhnya tiba-tiba berubah. maka sewaktu di praktekkan ia sama sekali tidak gugup atau tegang. Di tengah jeritan mana. mereka berdua saling menyerang dan saling mendesak. Sebaliknya keadaan dari tosu tua itu mengerikan. ternyata kekuatan mereka berdua seimbang. meski pertarungan kali ini adalah penarungannya yang pertama.com/ Pertarungan segera berlangsung dengan serunya. dibawah ketiak kirinya telah bertambah dengan . Tosu tua itu makin bertarung semakin kaget pikirnya kemudian: "Sewaktu orang she Wan itu masih hidup.

bulu kuduknya pasti pada bangun berdiri Karena ngeri Si Mayat hidup Ciu Jit hwe mempunyai tiga orang murid. murid yang pertama adalah Hek hong hou (Harimau angin hitam) Sim kong murid kedua bernama Cing bin kui (setan muka hijau) kang Tham. selain b banyak sudah kejahatan yang telan dilakukan. Asal orang mendengar nama Hoat Kang-si (si mayat hidup) Ciu Jit hwe. Suma thian yu tidak melakukan pengejaran lebih jauh. Walaupun berhasil dengan serangannya. dari sini dapat diketahui betapa mulia dan bajiknya pemuda ini. merekapun memiliki segenap kepandaian silat dari Si Mayat hidup Ciu Jit hwe. Perlu diketahui. suhu dan si Harimau angin malam Sim Kong adalah seorang gembong iblis kelas satu dari golongan Liok.lim dewasa ini. ja¬ngan biarkan dia hidup" Ternyata lelaki setengah umur itu bersama Hek hong hou (harimau angin hitam) It im kong sedangkan tosu tua itu adalah It tim tootiang dari partai Hoa san. tak kusangka bocah keparat itu sangat lihay. Sim kong! Bereskan dia. Lelaki setengah umur yang menonton jalannya pertarungan itu dari samping arena maju memayang tosu tua itu buru-buru tegurnya: "Tidak pernah menduga bukan It tim totiang?" "Tidak mengapa. mereka menyebutnya Yan tho hoo (Gadis cantik bunga tho) Hoo hong.com/ sebuah jalur luka yang memanjang. dia tidak ingin mencari keuntungan disaat orang sedang tak siap atau berada diposisi lemah. sedang murid yang ketiga adalah seorang perempuan. dia merupakan seorang manusia yang paling disegani baik oleh golongan putih maupun golongan hitam. Waktu itu dia sedang mundur dengan sempo¬yongan. 000O000 .Tiraikasih Website http://kangzusi. darah segar bercucuran amat deras.

katanya: “Bocah keparat. Hek hong hou Sim kong telah selesai membalut luka yang diderita It tim tojin. ia tangkis datannya serangan pedang itu dengan tangan telanjang. dengan sorot mata yang memancarkan sinar kebuasan. “Taak!” ketika pedang dan lengan saling beradu ternyata lengan si harimau angin hitan Sim Kong sama sekali tidak menderita cedera apa-apa. ia sudah mempunyai pengalaman selama puluhan tahun dalam permainan ilmu pedang. mimpipun dia tak menyangka kalau lelaki se tengah umur itu tak lain adalah Hek hong hou yang termasyur itu. toaya akan menggunakan tangan telanjang untuk mencoba kelihayan Kit hong kiam hoat yang tersohor itu. dengan alis berkernyit. Tak heran kalau Suma Thian yu menjadi tertegun sesudah mendengar pembicaraan mereka.com/ IT TIM TOJIN termasuk jago pedang nomor satu pula didalam partai Hoa san pay. orang ini pun merupakan seorang tosu Siluman yang sukar dihadapi. “Serangan yang bagus!” seru Hek hong hou Sim kong sambil tertawa dingin. Seperminuman teh kemudian. Suma thian yu tak menyangka kalau musuhnya bakal menghadapi serangan tersebut dengan tangan kosong belaka. Sepasang tangannya segera direntangkan dengan juris Hiong ciau kian sui (ular ganas mengunting air). Tiba-tiba dia tertawa seram.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia selalu menyinggung pula tentang kebuaasan serta keganasan Sim Kong. bahkan selalu berpesan kepadanya agar berhati hati bila bila suatu hari bertemu dengannya. selangkah demi selangkah dia maju mendekati Suma thian yu dan berhenti satu kaki dihadapannya. nah lancarkan seranganmu!” Suma thian yu tidak sungkan-sungkan lagi. sebaliknya lengan kanan Suma . ia jadi terperanjat. dia tusuk jalan darah Kiu wi hiat diatas dada Hek hong hou Sim kong dengan jurus Im liong tham jiu (naga mega merentangkan cakar). Setiap kali paman Wan membicarakan soal dunia persilatan dengannya.

Nah. sedihnya bukan kepalang ia tak menyangka sudah sepuluh tahun belajar ilmu dan akhirnya nyaris terluka ditangan orang pada gebrakan yang pertama. Suma thian yu segera membentak keras: “Bajingan busuk. dengan amat mudah sekali dia telah meloloskan diri dari serangan itu. ayolah!” Bagi seorang laki-laki. di lihatnya si harimau angin hitam Sim Kong sedang memandangnya sambil tertawa dingin. dengan menggertak gigi. hari ini toaya akan menyuruh kau menyerah dengan hasil takluk. seakan-akan serangan ini dianggap enteng saja. “lebih baik berlatihlah sepuluh tahun lagi. toaya akan menyuruh kau minum air” . hampir saja pedangnya terlepas dari genggaman. telapak tangan menjadi panas. tampak tubuhnya berkelit kekiri menggegos kekanan. Ketika matanya dialihkan kewajah lawan. serahkan nyawa anjingmu!” “Sreet! sreet! sreet! Secara beruntun ia lepaskan tiga buah serangan berantai yang amat dahsyat. kepala boleh dipenggal namun harga diri tak boleh digadaikan. saat itu boleh datang lagi untuk bertarung melawanku.com/ Tihan yu yang menggenggam pedang tergetar keras sampai kesemutan. Suma Thian yu menjadi sedih sekali. ejeknya: “Bocah keparat. “Bocah keparat” ejeknya dengan tertawa dingin. rasa malu dan menyesal bercampur aduk menjadi satu. hatinya terasa sakit bagaikan diiris-iris dengan pisau.Tiraikasih Website http://kangzusi. cepat-cepat dia menarik kembali pedangnya sambil melompat mundur. aku akan beradu jiwa denganmu. Namun si harimau angin hitam sim kong masih tetap berlagak pilon. Si Harimau angin hitam Sim kong segera tertawa seram. wa jahnya diliputi oleh sikap sinis dan menghina. hati-hati. Kejadian ini semakin mengejutkan hati Suma Thian yu.

. dengan tanah dekat sungai yang gembur tanpa disadari keadaan tersebut melemahkan posisi kekuatan yang dimiliki pemuda itu sebesar tiga bagian lebih. sepanjang hidupnya entah sudah berapa banyak pertarungan sengit dialaminya. sedangkan It tim tojin yang terlukapun sekarang ikut tertawa tergelak.Tiraikasih Website http://kangzusi. segulung angin pukulan yang dahsyat telah mendorong tubuhnya hingga terjengkal kebelakang. tahu-tahu kakiknya terasa dingin dan. tiba-tiba dadanya terasa menjadi kencang. Suma Thian yu merasa sedih sekali tanna terasa air matanya jatuh bercucuran membasahi pipinya. ketika ia merasakan ada suatu ancaman bahaya. Ia memandang searahnya dengan wajah mengejek.. karena itu baik dibidang pengalaman maupun taktik. sayang keadaan sudah terlambat. Tapi ingatan lain segera melintas dalam benaknya. dia mengira ilmu silat sendiri yang tak becus.”Byuuur” seluruh badannya tercebut ke danau. ia saksikan Hek hong hou Kim Kong sedang tertawa terpingkalpingkal. Baru saja ia menjejakkan kakinya untuk melompat kedepan..com/ Mendadak bayangan tubuh Hek hong hou lenyap tak berbekas. Padahal ilmu silat yang dimiliki Suma thian yu terhitung tangguh. Kasihan Suma Thian yu yang tak tahu keadaan yang sebenarnya. sambil menggigit bibir dia bersiap sedia naik kembah ke daratan untuk beradu jiwa dengan lawan. Suma Thian yu segera menjejakkan kakinya dan muncul kembali dipermukaan air. Tak heran kalau begitu pertarungan berlangsung. dia lantas memilih posisi yang lebih menguntungkan dengan memaksa Suma thian yu membelakangi sungai. sedang Hek hong hou Sim kong adalah seorang jago yang tangguh. Begitu tercebur ke dalam air. ia sepuluh kali lipat lebih hebat dari Suma thian yu. dia merasa kemampuannya masih seli¬sih jauh bila dibandingkan . sementara Suma thian yu masih tertegun. cuma sayang pengalamannya masih cetek.

Dengan amat tenang kedua orang manusia bengis itu menunggu ditepi sungai. dia merasa sukar untuk menelan penghinaan tersebut dengan begitu saja. karena dia tak ingin mampus dengan begitu saja. .Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika bayangan tubuh dari Suma Thian yu tidak ditemukan. sekalipun kau kabur keujung langit. Mari berangkat. Sambil membimbing It tim tojin. Pelbagai ingatan sagera berkecamuk didalam benaknya. sekarang dia tidak sangsi lagi. keenakan buat keparat itu. sialan kau! Hmm. sekali¬pun dianggap sebagai pengecut dia juga harus pergi. mereka segera berseru tertahan: “Kita tertipu!" Hek hong-hou Sim Kong yang melongok ke air lebih dulu. mungkin keparat itu sudah berenang menuju kearah sana. Seorang lelaki yang ingin membalas dendam tiga tahun pun belum terlambat.. untuk sementara waktu pedang Kit hong kiam itu biar disimpan olehnya. tapi setelah tunggu punya tunggu Suma Thian yu belum juga menampakkan diri. dia segera men. sialnya pedang mustika itupun di bawa kabur keparat tersebut.. baiklah. kita menuju kehilir. tampaknya hari ini kedatangan kita sia-sia belaka.com/ dengan musuhnya. tapi kalau tidak naik ke daratan.depak-depakkan kakinya sambil menyumpah: "Bocah keparat. dia segera melakukan pengejaran menuju kearah hilir. bagaimana pertanggung jawabku nanti kepada guruku?” "Hmm. asal bukit nan hijau. waah.? Maka sekali lagi ia menyelam kedalam air dan tak muncul kembali. dia harus pergi meninggalkan tempat itu.kenapa dia kuatir kekurangan kayu bakar. naik ke atas daratan untuk melanjutkan perta¬rungan berarti hanya mencari penyakit buat diri sendiri. suatu ketika kau pasti akan terjatuh kembali ke tangan toaya!" It tim tojin yang terluka ikut memburu ke tepi sungai memandang air sungai yang tenang. ia berkata: “Tampaknya bocah keparat itu pandai ilmu berenang.. tapi cepat atau lam bat pedang itu pasti terjatuh kembali ketangan kami.

didikan gurunya selama delapan tahun. hanya saja membunyikan diri dibalik tumbuhan gelaga yang amat lebat. Saking gelisahnya dia menangis tersedu-sedu.. bagaimana mungkin dia dapat memberikan pertanggungan jawabnya kepadi Wu san Siang gi nanti? . bahkan kertasnya menjadi kumal.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia baru menampakkan diri dari tempat persembunyiannya dan naik keatas daratan.. habis sudah.com/ Benarkah Suma Thian yu menuju kehilir? Ternyata pemuda itu belum pergi jauh. Sekarang dia sudah basah kuyup. ternyata semua yang diharapkan gagal total. baru tejun kearena untuk pertama kalinya. tapi bukan saja ia tak dapat membongkar rahasia dibalik kertas tanpa kata itu. dia masih berada dalam air didekat tempat kejadian. dia harus menderita kekalahan secara mengenaskan. kemudian dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dia kabur meninggalkan tempat itu... Makin dipikir hatinya makin sedih.” Sambil berkata dia memandang gulungan kertas yang berada dalam genggamannya. “aahh. dengan sedih tubuhnya berbaring diatas tanah membayangkan kembali pendidikan paman Wan nya selama sepuluh tahun. Mendadak ia teringat kembali pada kertas tanpa kata yang masih berada dalam sakunya. tubuhnya segera mengigil karena kedinginan. habis sudah. kini batas waktu yang ditentukan tiga hari tinggal dua hari. dengan menahan napas dia bersembunyi terus disana sampai kedua orang itu pergi meninggalkan tempat itu. terhembus angin gunung yang dingin. Ketika kedua orang manusia bengis itu pergi.. sudah pasti kertas kulit itu sudah basah kuyup.. karena binggung dia sampai tak mempunyai keberanian untuk membuka kertas itu dan diperiksa isinya.. wajahnya menjadi amat murung dan kesal.

ternyata kertas itu sudah melekat menjadi satu karena terendam dalam air. kini sudahmuncul beberapa buah garis hitam. "Aaaaah. Dengan sangat berhati-hati Sama Thian yu segera memisahkan kertas yang melekat itu satu persatu. biar aku menerima semua penderitaan tersebut" Sambil berkata dia lantas membuka genggaman tangannya dengan sangat berhati hati. dia bersorak sorai kegirangan.. sementara kemurungan yang mencekam pikirannya tadi seketika lenyap tak berbekas. bagaimana mungkin rahasia dari kertas tanpa kata itu dapat diketahui olehnya? "Aku telah menemukannya.. Penemuan ini segera menggirangkan hati Suma thian yu.." seperti orang gila Suma Thian yu berteriak-teriak keras. Rupanya diantara kertas yang kosong tadi. bagaikan menemukan harta pusaka saja. "Hei bocah. mendadak ia menjerit kaget... Jantung Suma thian yu pun ikut berdebar keras mengikuti munculnya sebarisan tulisan itu.com/ “Thian yu wahai Thian yu. kini sudah lenyap tak berbekas. apa yang telah kau temukan?” suara seorang kakek menegur secara tiba-tiba. betapa tidak? seandainya ia tidak mendorongnya sehingga tercebur kedalam air. dia berterima kasih kepada Hek hong hou sekarang.. kenapa nasibmu seburuk itu? Aaai.!” Sepasang matanya segera memancarkan cahaya tajam. Akhirnya dia melompat bangun dan berjingkak-jingkrak seperti orang gila. Lambat laun garis garis hitam tadi kini telah berubah menjadi sebaris tulisan.. sudahlah. Buru-buru dia menggunakan kukunya untuk mengorek lapisan lilin yang melekat diatas kertas tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. semua kemurungan yang semula mencekam perasaannya. aku telah mene¬mukannya. .

siapakah namaamu?” Suma Thian yu menyaksikan pengemis tua itu berwajah gagah dan berwibawa. .. tidak apa-apa.. kau tak usah membohongi aku. "Hei bocah. mengapa begitu banyak orang yang datang menanyakan dirinya dan mencari jejaknya? "Ada urusan apa kau bertanya tentang dirinya? Dia orang tua sudah tiada. dia adalah pamanku” “Ooh..Tiraikasih Website http://kangzusi.. tidak ada apa-apa" Pengemis tua itu segera memejamkan matanya.. lalu tertawa tarbahak-bahak. selama beberapa hari belakangan ini. dengan cepat dia menduga kalau pengemis tua inipun seorang pendekar lihay. mungkinkah paman Wan telah menyalahi begitu banyak orang? Kalau tidak.com/ Mendengar teguran tersebut. namun tidak menutupi kegagahannya.. Suma Thian yu merasa keheranan. aku cuma main-main. oleh karena aku sipengemis tua menyaksikan pedang yang kau bawa itu adalah miliknya maka aku menjadi teringat akan dirinya dan bertanya kepadamu" Setelah berhenti sebentar. tapi de¬ngan copat dia berdiri tertegun. dibelakang tubuhnya berdiri seorang pengemis tua yang berambut ku¬sut dan pakaian compangcamping tak karuan. kemudian menyahut: “Aaah. "Ha ha ha ha. tapi sekarang telah kutemukan kembali” Oooh kau adalah anaknya Wan Liang? kembali pengemis tua itu bertanya.bocah. Cepat-cepat Suma thian yu masukan kertas itu ke dalam sakunya. meski memakai pakaian yang kotor dan penuh tambalan. tadi rfcu telah kehilangan sebuah surat. dengan terperanjat Suma Thian yu segera berpaling. kertas apa yang berada dalam genggamanmu itu ?" "Oooh. Entah sedari kapan. setiap orang yang dijumpainya selalu menanyakan soal paman Wan padanya. dia bertanya lagi.

. . Sementara itu Suma thian yu berusa untuk mengingat-ingat siapakah gerangan pengemis tua itu.. lalu ujarnya. kalau kau tak segera meluruskan punggungmu.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa terasa Suma Thian yu menjadi amat sedih sekali hampir saja air matanya jatuh bercucuran. buru-buru dia membungkukkan badanya untuk memberi hormat.. huuh.... apakah kau she wi. sahutnya: "Boanpwe she Suma bernama Thian yu "Oooh. sungguh aku si pengemis tua jadi jemu. akhirnya dia teringat dengan seseorang.. kejadian seperti ini merupakan suatu kemujuran bagiku” “Ciiss. aku si pengemis tua sudah melupakan nama serta julukan kusendiri” Dari sini bisa diketahui kalau pengemis ini tak lain adalah she “wi” yang dimaksudkan Suma thian yu tadi.com/ Maka dengan suara yang tulus dan hormat. “Maafkan kalau boanpwe punya mata tapi tidak berbiji.. pemuda itupun bertanya: “Locianpwe. dari mulut suhiku boanpwe tahu kalau locianpwe adalah seorang pendekar gagah dan besar. dia hanya mengawasi Suma Thian yu dari atas kepala sampai kakinya dengan seksama. “Apa hubunganmu dengan Suma Tiong ko?" "Dia adalah mendiang ayahku. dengan sikap lebih menghormat...locianpwe. tentu saja Suma thian yu mengetahui akan hal itu. mengapa lo cianpwee menanyakan soal ini?" Pengemis tua itu tidak menjawab. Sebahgai seorang yang cerdas. maka diingatnya kembali wajah serta ciri khasnya setiap jago persilatan yang pernah didengar dari paman Wan nya itu.?” “Aahh sudah lupa.. sungguh beruntung hari ini boanpwe bisa bertemu muka. kaupun suka akan segala macam adat istiadat. apa itu locianpwe . dimanakah rumahmu?" "Aku tak punya rumah!" Teringat rumah. sekulum senyuman segera tersungging diujung bibirnya.

setiap penjahat yanp terjatuh ketangannya. kepandaian tersebut amat lihay dan disegani banyak orang. jarang sekali ada yang bisa lolos dalam keadaan hidup. dihari-nari biasanyadiapun menciptakan Siau yau pang hong yand dikombinasikan dengan ilmu toya penggebuk anjingnya. Siau yau kuy Wi Kian amat membenci segala macam kejahatan. Suma Thian yu lantas mengingat-ingat siapa gerangan tokoh persilatan ini. kertas ini memang bukan sepucuk surat melainkan selembar kitap pusaka yang berisikan ilmu silat maha sakti. .” Rupanya ternyata pengemis tua ini adalah Siau yau kuy atau penge mis yang hidup senang Wi Kian.. sedang dimulut dia bertanya: "Bocah.com/ jangan salahkan kalau aku si pengemis tua akan menggebuk orang. akhirnya dia dapat menginggat juga akan diri Siau yau kay ini.. maka diambilnya kertas tanpa kata itu dan disodorkan kehadapan Sian yau kay seraya berkata: “Yaa. Semenjak Sian yau kay menampakkan diri.” Seraya berkata dia lantas menceritakan secara ringkas bagaimana berhasil menjumpai Wu san siang gi siu. Kepandaian yang paling diandalkan adalah. dia tahu kalau hal ini tak bisa dirahasiakan lagi. bagaima tercebur keair dan lantaran bencana jadi untung dengan ditemukannya rahasia kitab tanpa kata itu. barang apa yang berada dalam saku mu? Basanya bukan hanya sepucuk surat biasa. silahkan locian pwe periksa. ia merupakan seorang lawan paling tangguh dari kawanan iblis dari golongan hitam. Sementara itu. umurnya sudah tua tapi masih suka berkelana kesana kemari tanpa aturan. Tan ci kang dan Kui goan khi kang.Tiraikasih Website http://kangzusi. bukan? Hayo cepat jawab. kalau tidak aku si pengemis segera akan membereskan dirimu!” Suma Thian yu menjadi tertegun setelah mendengar perkataan itu. Siau yau kay sedang mengangkat tongkat Ta kau pangnya sambil berlagak mau memukul.

ini berarti kau punya jodoh. "Locianpwee. ujarnya: "Nak.com/ Setelah mendengar penuturan tersebut. jangankan aku sipengemis tidak mampu mengalahkan dia. setelah mendengar perkataan itu. dengan cepat serunya. apakah dalam du¬nia persilatan sudah tidak terdapat lagi seorang lelaki sejati yang mau menjunjung . kecuali kalah dengan berapa orang gembong iblis. aku menjadi keheranan. ilmu silat mereka boleh dibilang sudah terhitung tangguh” Berbicara sampai disini. aku sipengemis bukan bermaksud untuk mendapatkan nya. dikemudian hari hasil yang kau peroleh tentu hebat. simpan baik-baik benda itu. gembong iblis ini cukup pusingnya banyak orang. hawa sesat dan dan hawa iblis sudah merajai dunia persilatan. sekarang kau berhasil mendapatkannya. Siau yau kay Wi Kian segara tertawa. sementara kawanan pendekar yang mengaku di¬rinya orang putihpun sudah berbondong-bon¬dong menyeberang ke golongen sesat. lanjutnya lebih jauh.” “Locianpwe.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sebab benda mustika semacam ini biasanya hanyaakan diperoleh oleh mereka yang berjodoh. simpanlah baik-baik dan jangan diperlihatkan kepada orang lain. coba bayangkan sendiri suasana begini pantas untuk disedihkan atau tidak?” Suma Thian yu segera merasa hatinya terdengar keras sesudah mendengar perkataan itu. mengapa ilmu silat si lelaki she Sim itu begitu lihaynya?” “Hek hong hou atau harimau angin hitam Sim kiong atau setan muka hijau Sam Tham serta Yan too hoa atau perempuan cantik bunga too ho Hong adalah jago-jago lihay dari golongan Liok lim yang sangat iihay.dalam dunia persilatan dewasa ini timbul suasana yang memedihkan yang tragis. Terutama si Mayat hidup. aai. Siau yau kay berhenti sebentar untuk menelan air liur kemudian sesudah berhenti sejenak.. melainkan hanya ingin tahu saja. biar empek bodohmu berdua juga hanya mampu bertarung seimbang..

kepandaian silatmu masih ketinggalan jauh sekali.. kepandaianmu akau mengejutkan setiap orang.. tapi.com/ tinggi keadilan dan kebenaran dalam dunia persilatan serta melenyapkan kaum durjana serta kaum iblis dari muka bumi?" "Siapa? Siapa yang bersedia memikul tang¬gung jawab yang amat berat ini? Sekalipun ada... meski kau terhitung juga seorang jago pilihan dari golongan muda tapi kalau ingin di bandingkan dengan angkatan yang lebih tua. tapi dia . dia berkata lebih jauh. betul melatih diri di gunung yang sepi dapat mendidik disiplin yang tinggi baginya. aai. ia me¬rasa sudah tak dapat berdiam lebih lama lagi disitu.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi tiada orang yang mau memahami citacitanyaitu." Setelah berhenti sesaat. bukanya aku si pengemis tua ini hendak menghinamu.aaii. tanpa terasa ia memperhatikan pemuda itu beberapa kejap lagi.siapakah yang sudi mengorbankan diri lagi meneruskan cita-cita luhurnya itu?” “Aku Suma Thian yu pasti akun berusaha keras untuk melanjurkan cita-cita luhur paman Wan yang belum terselesaikan itu. aku pasti akan lenyapkan kaum durjana dari muka bumi dan menegakkan kembali keadilan serta kebenaran dalam dunia persilatan!" Siau yau kay memuji tiada hentinya sehabis mendengar perkataan itu. sekalipun harus terjun ke lautan api atau menyerempet bahaya. “Dengan usia kamu yang begitu muda sudah sepantasnya bila kau mencari guru yang pandai lari serta belajar ilmu silat yang lebih hebat. mereka juga tak tahu bagaimana mesti turun tangan. setelah ada contoh yang nyata. dengan kepandaian silat yang kau miliki sekarang. kegagahanmu sungguh mengangumkan. sehingga begitu munculkan diri. Misalnya saja seserti paman Wan mu itu. dia terasing dalam dunia persilatan karena menjunjung kebenaran dan keadilan. aku tak akan menolak." Suma Thian yu merasa sangat tidak puas setelah mendengar perkataan itu. kemudian katanya: “Nak.

mendadak dia . bila kau bersike¬ras ingin turun gunung. Siau yau kay segera tersenyum begitu dilihatnya Suma Thian yu melancarkan serangan balasan. Siau yau kay yang berpengalaman luas..!" bahu kanan Suma Thian yu sudah terhajar telak. buru buru dia mengembangkan permainan jurus silat Tay cing To liong pat si untuk menghadapi serangan lawan.?" Karena tanpa sebab dirinya dihajar orang. aku si pengemis juga mempunyai watak seperti kau. "Hayo balas!” teriak Siau yau kay dengan lantang.Tiraikasih Website http://kangzusi. sewaktu muda dulu. sementara diluarnya dia berkata dengan wajah tak berubah. mustahil dia tak mampu menyentuh ujung baju lawan.com/ harus segera melaksanakan cita-citanya serta tugas yang di bebankan kepadanya. “hei bocah apakah kau hanya akan berdiri melulu disitu untuk menantikan kema-tianmu. sekali pandang ia dapat menebak isi hatinya. "Boanpwee tak berani" "Kau tak berani? Hmm. maka sambil tertawa katanya. Ia memang tidak sangsi terhadap perkataan dari Siau yau kay. sebab apa yang dialami barusan dimana tubuhnya simpai tercebur dalam air sudah merupakan suatu bukti yang nyata. tentu saja Suma Thian yu mandah menyerah. Maka dengan cepat dia memutar otaknya mencari jalan.. itulah sebabnya penderitaan yang baru kualami amat banyak. itulah seperti kau. "plaak. tapi kau harus mampu menyentuh ujung bajuku didalam sepuluh gebrakan" Ucapan tersebut segera dirasakan oleh Suma Thian yu sebagai suatu penghinaan terhadap kemampuannya. Aku si pengemis tua tak akan membiarkan kau menganggur dengan seenaknya" Selesai berkata tampak bayangan manusia berkelebat lewat. dia merasa dengan mengandal kan ilmu Kit hong kiam hoat seria Lay cing to liong pat si yang telah dipelajarinya selama belasan tahun. "Nak. tentu saja aku si pengemis tua tak akan menghalangi mu.

dia selalu tak mampu mengapa-ngapakan lawannya. sebentar kekekiri sebentar ke kanan. "Haaa. Namun anehnya. tiada hentinya ia berPUtar mengelilingi tubuh Suma Thian yu. tiba-tiba saja bayangan tubuh lawan hilang tak berbe kas. bahkan diepaskan secara beruntun tanpa henti. Siau ya kau segera tertawa terbahak bahak. dia masih hidup?” seru Siau yau kay tercengang. aku si pengamis tua ingin bertanya kepadamu. akan tetapi bila dia membalikkan badan untuk menyerang. bahkan sebagai balasannya dia seringkali merasa dijawil orang dari belakang punggungnya atau ditiup tengkuknya.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Dalam waktu singkat. serangan demi serangan yg dilancarkan dengan ilmu Tay cing to liong pai si dikembangkan semakin gencar dan kuat. melainkan mirip joged kera saja. hal mana sudah merupakan sesuatu yang luar biasa. kemudian gumamnya lagi. setelah itu diapun mengambangkan ilmu meringgankan tubuhnya yang sempurna menerobos kesana kemari bagaikan kupu kupu yang terbang diantara aneka bunga." "Ilmu itu diajarkan oleh guru boanpwee.com/ memutar badannya kencang sambil berkelit kesamping. setiap kali serangannya sudah hampir menyentuh tubuh lawan. dia mengendorkan kembali tangannya dan menundukkan kepala dengan air mata bercucuran. “tak heran kalau kau lebih tangguh .haaa. sepuluh jurus sudah lewat.. de ngan usiamu yang begitu muda ternyata sudah memiliki kemapuansetaraf ini.” tak usah bersedih hati bocah muda. Menyaksikan kejadian itu. Put Gu cu!" “Aaah.. tahu-tahu bayangan tubuh lawan hiiang lagi. Suma Thian yu merasa semakin bersemangat. siapa gerangan yang telah mewariskan ilmu pukulan Tay cing to liong ciang tersebut kepadamu. bagaimanapun Suma thian yu mengerahkan segenap tenaga dan kemampuannya untuk melancarkan serangan. dengan wajah sedih Suma Thian yu segera menghela napas. Pertarungan semacam ini pada hakekatnya tidak mirip lagi sebagai suatu pertarungan. Semakin bertarung. haaa.

bahkan bayangan tubuhnya pun tak sempat ku lihat. jangan toh setahun. seharusnya kau sudah memiliki tenaga dalam sebesar enam puluh tahun hasil latihan. tahu-tahu aku sudah tercebur ke dalam air.Tiraikasih Website http://kangzusi. sepantasnya tak mungkin bisa kalah di tangan Sim Kong.. aku benar benar tak berani sesumbar dengan mengatakan akan melayanimu sebanyak sepuluh jurus. ketidakbecusan dirimu. mohon kau orang tua sudilah kiranya mewariskan sedikit kepandaian kepadaku agar memperbaiki kemampuan boanpwee yang amat minim ini. "Haaah . aku lihat.. ditambah pula aku orangnya suka lari kesana kesini.. Thian yu tidak ingin turun gunung lagi. . seharipun aku bisa mampus kekeringan... aku si pengemis memang berwatak malas.” "Tapi "Aku tahu. apalagi ilmu pedang Kithong kiam hoat dan Tay cing lo liong pat si merupakan ilmu sakti didalam dunia persilatan.com/ dari Wan liong. sebab menurut penilaianku. kalau menyuruh aku tinggal disisni untuk mengajar murid. seandainya aku sipengemis tua tahu kalau kau sudah menguasahi ilmu Tay cing lo liong pat si.. jangankan mengalahkan.!" . rupanya orang itulah yang telah mewariskan kepandaian silatnya kepadamu” "Locianpwee... mungkin hal ini disebabkan kurang tahu dalam menghadapi lawan.. aku curiga dengan peristiwa terceburnya engkau kedalam air. salah saja diantara kepandaian tersebut sudah cukup untuk menjagoi dunia peralatan.haaah .haaah." pinta Suma Thian yu kemudian dengan wajah murung. selamanya tak pernah mengajar orang lain. . semestinya kalian bisa bertarung seimbang!” "Tidak !” Aku tak mampu mengalahkan dia. semestinya tak bakal kalah ditangan si harimau angin hitam Sim kong. kau merasa putus asa bukan? Padahal dengan kepandaian silat yang kamu miliki sekarang. berbicara seimbang saja tak mungkin" "Kau keliru anak muda" ucap Siau yau kay cepat "dilihat dari sinnar matamu.

buru-buru dia menceritakan kembali apa yang dialaminya. “Boanpwe bodoh. tak heran kalau dikalahkan. tanpa terasa rasa percaya pada diri sendiri muncul kembali dalam benak Suma Thian yu. terasa bayangan manusia berkelebat lewat. sahutnya tergagap. Mendengarkan penuturan itu. anggap saja tanda mata atas penemuan kita ini" Sembari bcrkata. namun gerakkan tersebut tak pernah lebih dari wilayah seluas lima langkah. Tiba tiba nampaklah Siau yau kay Wi Kian menggerakkan tubuhnya dengan cepat. tanyanya: "Bagaimana? Sudah kau lihat jelas?” Dengan perasaan menyesal Suma thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali.com/ Setelah mendengar penjelasan dari Siau yau kay. aku sipengemis tua akan berbuat baik kepadamu untuk mengajarkan ilmu langkah Ciok tiong luan poh tersebut untukmu. Baiklah. tahu-tahu dia sudah berkelebat kian kemari dengan ke¬cepatan bagai sambaran petir. tak berhasil kusaksikan rahasia dari ilmu langkah tersebut" "Anak bodoh. dengan wajah merah padam seperti kepiting rebus. Dalam waktu singkat Siau yau kay itu telah selesai melakukan ilmu langkah Ciok tiong luan poh tersebut dan balik kehadapan Suma Thian yu. sebab ia sama sekali tidak berhasil menyaksikan rahasia dari ilmu langkah tersebut. dan melihat pengemis itu tidak bermaksud mencemooh dirinya. Suma Thian yu segera memusatkan segenap pikiran dan perhatiannya untuk mengikuti ge¬rakan tadi. setelah itu katanya: "Nah itulah dia. dia lantas merentangkan sepasang lengannya dan mundur sejauh satu kaki. Hal ini membuat pemuda itu diam-diam menyumpahi kebodohan dirinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. masa karena soal itu saja harus bersedih hati? Bila sekilas pandangan saa kau sudah dapat menangkap . namun dia menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas. Siau yau kay mengelus jenggotnya sambil tersenyum.

Sampai lama kemudian.com/ rahasia ilmu langkah tersebut. bagaimana mungkin bisa dilatih? Sekalipun dewa juga tak mungkin bisa memahami ilmu langkah sema¬cam itu bila Cuma memandang dalam sekejap mata saja!” Berpikir demikian. aku si pengemis tua hendak pergi mencari empek bodohmu itu" Selesai berkata. pelan-pelan dia berjalan turun gunung. Tampak diatas permukaan tanah telah muncul enam belas buah bekas telapak kaki yang amat dalam. "nak.. Penemuan mana tentu saja membuat Suma thian yu merasa amat berterima kasih.. dia baru bergumam: "Untuk memahami saja tak bisa.. Kejadian ini sekali lagi membuat sepasang mata anak muda itu terbelalak lebar-lebar dengan mulut melongo. tapi sewaktu melewati tempat dimana Siau yau kay mendemonstrasikan ilmu serakan tubuhnya itu. "Padahal aku bisa berbuat demikian karena mengandalkan ilmu langkah tersebut" kata Sian yau kay menerangkan. buru-buru dia berpaling kearah mana Siau yu kay melenyapkan diri dan menjura dalam. tampak bayangan manusia berkelebat lewat. bagaikan sedang mengejar angin menangkap bayangan saja" puji Suma Thian yu tanpa berpikir panjang lagi. "Aaaah!" dia menjerit kaget.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau harus baik-baik melatih diri. mendadak. lantas apa artinya ilmu rahasia tersebut? bagaimana perasaanmu ketika berhadapan dengan aku si pengemis tua tadi?" "Benar-benar sukar diraba gerakannya.. bila ada jodoh kita akan bersua lagi dikemudian hari. tahu-tahu bayangan tubuh dari Siau yau kay sudah lenyap tak berbekas. setiap telapak kaki itu mendesak dalam tanah sedalam setengah depa. Sekarang. katanya: . tak dapat ditangkap bayangannya. rumput yang semula tumbuh diatas bekas telapak kaki itu. kini sudah melayu dan dan mati membuat Suma Thian yumerasa terkejut sekaligus keheranan.

gagal lagi dicoba lagi. mana mungkin bisa merasakan nikmatnya kesuksesan? Sang surya telah terbit diufuk timur. dan akhirnya tenggelam dilangit barat. penuh rasa percaya pada diri sendiri. kalau tidak pernah merasakan getirnya kegagalan.. dia tahu suatu pekerjaan yang makin sukar dicapai. .. kontan saja terjerumus dalam suasana bingung yang amat tebal.. semakin mengobarkan rasa ingin tahu dari Suma Thian yu.. Maka dengan seksama dia lantas mulai menyelidiki kepandaian tersebut dengan sabar. biasanya semakin hebat bila telah diketahui. Anak muda itu tak tahu bagaimana mesti bergerak mengikuti bekas telapak kaki itu. selangkah demi salangkah dia mulai melatih diri dengan mengikuti bekas telapak kaki yang sudah ada. Kegagalan memang merupakan guru yang baik dan pangkal dari kesuksesan. kadangkala justru semakin sukar untuk dipelajari. apalagi waktu yang tersedia baginya tak terbatas. ia menjadi kebingungan. Seringkali kejadian yang ada di dunia ini memang aneh sekali.. Maka kegelapan malampun menyelimuti kembali bukit Kiu gi san. pada mulanya dia mengira asal dilatih maka kepandaian itu mudah untuk dikuasahi... Sekali gagal dicoba untuk kedua kalinya. lambat laun bergeser ketengah angkasa. juga mirip "langkah terakhir". sebab keenam belas buah bekas telapak kaki itu semuanya mirip "langkah pertama". sesuatu pekerjaan yang mungkin sederhana nampaknya. angin gunung yang dingin berhembus kencang. Tapi. sekali demi sekali dia berusaha terus menerus pantang menyerah. siapa tahu begitu kakinya mulai menginjak diatas bekas telapak kaki tersebut. tanpa kegagalan darimana mungkin datangnya kesuksesan. Ketika Suma thian tu menyaksikan keenas belas bekas telapak kaki yang tertera diiatas tanah itu. Suma Thian yu yang cerdik.. semakin sukar persoalan yang dihadapi.com/ "Terima kasih banyak locianpwc atas petunjukmu!” Kemudian dengan perasaan gembira.Tiraikasih Website http://kangzusi.

katanya: "Boanpwe tak tahu akan kedatangan cianpwe berdua. sekulum senyum manis masih sempat menghiasi ujung bibirnya. Begitu ia membuka matanya. “Locianpwe. Ternyata yang datang tak lain adalah Siang gi siu (sepasang kakek bodoh) dari bukit wu san. harap cianpwe berdua sudi memaafkan keteledoran boanpwe yang molor terus. buru-buru Suma Thian yu menjura dan memberi hormat.” . “Aku telah berhasil.com/ Mendadak diantara hembusan angin kencang terdengar suara Suma Thian yu yang sedang bersorak sorai. tapi dia sendiri telah kelelahan..Tiraikasih Website http://kangzusi.. hari itu merupakan hari yang amat indah. Namun Suma Thian yu masih tertidur nyenyak dibalik rerumputan. Sekalipun lelah. Disaat ia sedang tidur dengan nyenyak inilabh tampak dua sosok bayangan manusia berwarna hitam muncul ditempat itu dan berhenti dihadapannya. ha ha ha ha. Mendadak terlihat sebatang buluh dmasukan kedalam lubang hidung Suma Thian yu dan menkilik-kiliknya berulang kali.” Lembah Cing im kok ditengah fajar yang menjelang tiba. maka tampaknya dua orang kakek telah berdiri dihadapannya. munculkan diri diufuk timur dan memancarkan sinar ke emas-emasan menyoroti seluruh jagad. Thian! Aku telah berhasil..ooh. sehingga walaupun sedang tidur nyenyak. meski pada langkah kelima ia berhasil menemukan kunci rahasia dari ilmu langkah tersebut. semalam dia kelewat gembira. diliputi kabut yans amat tebal.. kontan saja sianak muda itu bersin dan melompat bangun dari tidurnya.. kelewat lelah. namun perasaan yang mendekam didalam hatinya adalah perasaan yang manis dan hangat. Sang surya bagaikan panglima perang yang ampuh menaklukan iblis kegelapan. rupanya kalian!" serunya keras. sudah seharian penuh dia melatih ilmu tersebut.

kau tak usah banyak adat” Kemudian setelah menggelengkan kepalanya berulang kali. "Ya.. tapi sekarang kau menghilangkannya.... peluh dingin bercucuran deras. hayo cepat cari sampai ketemu.. semalam dia masih memeriksanya sekali lagi.. kini sudah lenyap tak berbekas. lalu berkata: "Heeeeehh. serunya lagi: "Aduh celaka. paras mukanya berubah hebat. apakah kau anggap masih bisa hidup segar bugar? “... "Kemana larinya kertas tanpa kata itu? Apakah kau telah berhasil memecahkan rahasianya?" tanya Toa gi siu Khong Sian dengan wajah serius. wajahnya memucat bagaikan mayat.com/ Toa gi siu (sikakek bodoh pertama) Khong sian tertawa terkekeh kekeh. kalau tidak ku penggal batok kepalamu!" Dengan kemarahan yang meluap-luap...Tiraikasih Website http://kangzusi. "Hayo ganti! Kau harus mengganti! Suusah payah kutemukan mestika yang tak ternilai harganya itu. "Seandainya disini muncul seekor ular beracun. . ke mana larinya kertas itu?" Rupanya kertas yang semula berada dalam sakunya itu. dia melanjutkan. Cepat-cepat dia merogoh ke dalam sakunya untuk mencari kitab itu. Suma Thian yu menjadi gelisah setengah mati bagaikan semut diatas kuali panas.. mengapa bisa hilang? Hayo cepat jawab... sudah berhasil kupecahkan rahasianya Suma Thian yu bersorak gembira.Dengan cepat Suma Thian yu menundukkan kepalanya rendah-rendah. atau muncul seorang malaikat bengis.siapa tak tahu dia tak bersalah.heeeeehh.. cepat cari sampai ketemu!" lagi-lagi Toa gi siu Khong Sian berteriak dengan marah... tapi sesaat kemudian dengan perasaan terkejut.heeeeehh. hari ini kenapa bisa lenyap tak berbekas?" "Bocah keparat. Toa gi siu Khong Sian berteriak-teriak.

Ketahuilah dunia persilatan itu amat berbahaya dengan manusia yang licik dan keji.com/ Berada dalam keadaan seperti ini.. kemana ia mesti mengejarnya? Berpikir sampai disitu. nyawamu pasti akan terbang ke akherat. begitu melihat kertas tersebut adalah kertas miliknya yang hilang. buru-buru sahutnya: "Benar! benar! Benar.Tiraikasih Website http://kangzusi.. apakah milikmu?” Suma Thian yu segera berpaling. Pada saat itulah... dia menjadi tertegun. dia lantas berhenti. bencana paling kecil adalah rusak nama badan terluka. betul juga perkataan ini!" pikir Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu. Kemana ia mesti mencari kini? Kalau dicuri orang selagi dia tidur nyenyak. kau harus selalu waspada dan berhati-hati dalam menghadapi setiap persoalan. kalau bencana besar.. Tiba tiba si Kakek bodoh kedua Khong Bong mengayunkan tangan kanannya seraya berkata: "Disini terdapat selembar. apa lagi dapat diucapkan Suma Thian yu? Terpaksa dia mengiakan berulang kali dan beranjak untuk pergi. Wu san siang gi segera memegangi perut sendiri sambil tertawa terpingkal pingkal. Toa gi siu Khong Sicu baru berkata: "Inilah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagimu. lalu dengan wajah tersipu ia menundukkan kepalanya rendah-rendah." Melihat tingkah laku sang pemuda itu. berseru dengan cepat: "Tunggu sebentar!" Kau hendak mencarinya ke mana?" "Yaa. tertawa sampai air matapan turut jatuh bercucuran Selesai tertawa.. seandainya disitu ada lubang maka ia pasti sudah menerobos masuk untuk menyembunyikan diri. pencuri itu pasti sudah kabur meninggalkan tempat itu. ingatlah baik baik! . sedikit saja lengah maka akibatnya bencana besar akan tiba. Ji gi siu (kakek bodoh ke dua) Khong Bong yang selama ini membung¬kam terus. ingatlah baik-baik pelajaran ini.

boanpwee telan memahami rahasia dari kertas tanpa kata ini. lalu tanyanya. dia tak mengira kalau hanya dalam sehari saja sudah memperoleh petunjuk yang sangat berharga dari seorang tokoh persilatan yang amat lihay. sebetulnya mempunyai arti yang mendalam. dengan wajah serius Toa gi siu Khong Sian berkata: “Aku sudah mengetahui semua kejadian itu. tapi isi kertas itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. paling tidak kau masih sanggup untuk menghindarkan diri dari setiap ancaman“ Suma Thian yu merasa gembira sekali. Mendengar kisah tersebut. kepandaian itu merupakan kepandaian yang paling diandalkan sipengemis untuk ber kelana dalam dunia persilatan.." Secara ringkas dia lantas bercerita tentang pengalaman yang dijumpainya semalam. kalau tidak begitu. Tanpa terasa dia menjadi terharu sekali dan menerima nasehat tersebut dengan perasaan yang tulus.. pengemis tua itu sudah menceritakan segala sesuatunya kepadaku.. Ji gi siu Khong Bong segera menyerahkan kertas tersebut ketangan Suma Thian yu. sekalipun berjumpa dengan iblis tua dari dunia persilatan. Ketahuilah. tapi tak terkirakan manfaatnya.com/ Suma Thian yu segera mengiakan berulang kali. dimana ia berjumpa dengan Siau yau kay Wi kian. sekarang dia baru mengerti kalau tindakan Wu san gi siu mempermainkan dirinya.. semangat semacam ini memang pantas dihargai. kejadian ini . apalagi mewariskan kepandaian rahasianya. bagaimana menerima warisan ilmu langkah dan sebagainya. kendatipun tak sanggup mengalahkannya... darimana aku bisa tahu kalau kau sedang bersembunti disini dan molor? Kau bisa lupa makan lupa tidur dan berusaha terus untuk mempelajari dan menekuninya. asal kau dapat memahaminya. "Apakah berbasil kau pahami?" “Ya. ilmu langka Ciok tiong luan poh cap lak tui (enam belas langkah kacau pembingung sukma) meski tak sedap kedengarannya.

Kemudian setelah berhenti sejenak. “Entahlah. kertas ini hanya selembar kertas rongsok yang tak yang tak berguna” "Apa? Cianpwee bilang kertas ini palsu? Aah. kata nya. tahukah kau apa yang tercantum didalam kitab tersebut?" Terdengar Tay gi siu Khong Sian bertanya. meskipun boanp telah berhasil membongkar rahasia ker tas tanpa kata itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. mengapa orang lain bersedia mewariskan kepandaian andalannya itu kepada dia? Apa sebenarnya tujuan orang itu? Mung¬kinkah hal ini hanya dikarenakan dia menarik perhatiannya? Tanggung jawab yang di bebankan diatas pundaknya dari hari kehari semakin bertam¬bah berat. mana mungkin?” "Sebenarnya aku pun berpendapat demikian kata Toa gi siu Khong Sian. dunia persilatan yang penuh pembunuhan. lebih baik kau saja yang menerangkan” suma Thian yu segeras mengalihkan sorot matanya keewajah Ji gi siu Khong Bong. dia harus bertanggung jawab untuk meredakan badai pembunuhan yang sedang melanda dunia persilatan. kemudian sambil berpaling kearah Ji gi siu Khong Bong. ia melanjutkan: . Akan tetapi dia tidak pernah berpikir lebih mendalam lagi. menegakkan keadilan dan kebenaran dalam masyarakat. bayangkan saja betapa berat dan pentingnya tugas serta tanggung jawabnya. namun belum sempat untuk membaca apalagi mempelajari isi kitab tersebut "Tak usah dibaca lagi. dunia yang penuh noda sedang menggapai kearahnya. "Nak.com/ betul-betul merupakan suatu perkah yang sangat besar bagi dirinya. dia buru-buru ingin tahu rahasia yang kerada dibalik kertas tanpa kata tersebut. “Hiante. namun ia masih belum merasakan nya. "Apalagi yang mesti dibicarakan? palsu ya palsu apa lagi yang musti dijelaskan? sahut Ji gi siu Khong Bong cepat.

seorang pendeta lihay yang hidup pada empat ratus tahun berselang. dia sengaja ber¬henti sebentar. kemudian sambungnya: "Locianpwee. ditatapnya wajah si kakek bodoh kedua Khong Bong. Si Kakek bodoh kedua Khong Bong manggut-manggut. Suma Thian yu dibuat semakin kebingungan setengah mati. kalau tidak. kembali ada sebuah tugas yang hendak kuserahkan kepadamu.. dan kau tak boleh me nolak tugas tersebut. kitab itu berna¬ma Kun tun kan kun huan siu cinkeng dan me¬rupakan sebuah kitab pusaka yang sudah pasti merupakan sejenis kepandaian yang luar biasa akan tetapi. tulisan yang tercantum didalam kertas ini adalah tulisan bahasa Han. boanpwee akan melaksanakannya dengan baik. tapi dengan cepat Ji gi siu Khong Bong telah berkata lebih dahulu: "Tapi kenyataannya jauh berbeda sekali." “Haai. "Baik. Ketika itu pemuda tersebut sedang mende¬ngarkan dengan seksama. dapatkah kau memberi penjelasan lebih jauh?" "Boleh saja. dunia persilatan tak pernah akan menjadi tenang kembali!" Setelah mendengar perkataan itu.com/ "Semoga saja lembaran yang asli jangan sampai terjatuh ketangan iblis..Tiraikasih Website http://kangzusi. Namun diluarnya dengan cepat dia menjawab. seakan akan hendak menggoda Suma Thian yu. kebenaran dan keadilan pasti akan diinjak-injak. Cuma selesai lohu berbicara nanti. dapat dikelahui bahwa isinya adalah sejenis kitab maha sakti peninggalan Ku hay siansu. ujarnya kemudian: "Ditinjau dari apa yang tercantum dalam kitab ini. . lagi-lagi sebuah tugas. segera dia membuka mulut hendak bertanya. ketika orang tua itu berhenti berbicara." Ia tak pernah mempertimbangkan akibatnya karena sekarang dia hanya ingin mengetahui rahasia di balik kitab tanpa kata tersebut." pikir Suma Thian yu didalam hati kecilnya. " Berbicara sampai disitu.

mendadak dengan wajah serius Ji gi siu Khong Bongberpaling kearah Suma thian yu. menurut dugaanmuu. mengapa harus membuat yang palsu? Bukankah ibarat melukis ular di beri kaki?" "Benar! Inilah sebabnya orang itu boleh dibilang seseorang yang paling pintar.Tiraikasih Website http://kangzusi. mengerti?" . tanyanya lagi: "Hiante. Ketika selesai mengucapkan perkataan tersebut. tetapi juga seseorang yang paling bodoh. kemudian katanya: "Bocah. maka kau harus berusaha dengan sepenuh tenaga untuk melindungi kitab pusaka itu agar tidak sampai terjatuh kembali ketangan orang-orang laknat." Ji gi siu Khong Bong menyatakan setujunya pula dengan pernyataan tersebut. tentu saja cerdik!” "Tapi aku anggap orang itu merupakan seorang yang 'paling bodoh. “Ya. bahkan telah diambil orang.com/ padahal Ku hay siansu adalah seorang Tibet. maka kaupun harus segera melaksanakan sebuah tugas yang amar sulit. Sudah pasti orang itupun seorang yang licik. sementara Tay gi siu Khong Sian manggut-manggut de ngan perasaan puas. yakni setelah turun gunung nanti. mungkinkah Cinkeng tersebut sudah keluar dari tanah?" "Tentu saja sudah keluar dari tanah. tak mungkin dia menirukan Cinkeng asli untuk membuat sebuah yang palsu!” "Kalau begitu orang itu pintar sewaktu bodoh sesaat?” tanya Toa gi siu Khong sian. kalau tidak. Dan sini dapat diketahui kalau kertas ini adalah barang palsu" Dengan wajah termangu-mangu Suma Thian yu mendengarkan penje-lasan tersebut. "Setelah ia berhasil mendapatkan kitab yang asli. sekalipun sudah berkelana cukup lama didaratan Tionggoan. sekarang kau telah mendengar habis semua perkataanku. bila kau berhasil mendengar kalau kitab pusaka tersebut telah muncul." ucap Toa gi siu Kong Sian sambil menggelengkan kepalanya berulang kali. namun sepatah kata tulisan Han pun tidak dipahami olehnya.

hatimu penuh welas kasih dan mulia. sebagai seorang anak yang berbakti. aku tahu kau polos dan jujur.com/ "Baik. bila kau bisa berbakti kepada orang tua maka seluruh penjuru dunia dapat kau lewati. menciptakan suatu pekerjaan . besok boanpwe hendak meninggalkan bukit Kiu gi san untuk melacaki jejak musuh besarku. lalu berkata: "Lebih baik kitab palsu itu dirobek saja. sesungguh nya dia hendak merobeknya seketika itu juga. timbul perasaan yang sangat berat didalam hatinya. kalau belum dilihat isinya sudah dirobek. sakit hati paman Wan dan kini ditambah lagi tugas berat tersebut. boanpwe merasa berkewajiban untuk membalaskan dendam bagi sakit hati orang tuaku. "Cianpwe berdua. Toa hi siu Khong Sian manggut-manggut. dikemudian hari pasti berhasil. boanpwee akan turut perintah!" jawab Suma Thian yu dengan wajah bersungguh-sungguh. kemudian baru berkata kepada sepasang kakek bodoh dari bukit Wu san itu. toh disimpan juga tak ada gunanya” Suma Thian yu memperhatikan sekejap kertas tersebut. entah cianpwe berdua masih ada petunjuk apa yang hendak disampaikan?" Sambil tertawa. Tiba-tiba Ji gi siu Khong Bong menuding kearah kitab pusaka palsu ditangan Suma Thian yu. Jilid 5 Maka dia menyimpan kitab tersebut kedalam sakunya.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi ingatan lain seakan melintas dalam benaknya. bagaimanapun juga ia telah bersusah payah sebelum berhasil menemukan rahasia kitab itu. Tapi ketika ia teringat akan dendam keluarga. rasanya hal ini amat disayangkan. sahutnya: "Bakti kepada orang tua memang merupakan soal utama yang paling penting.

dalam waktu singkat bayangan tubuh mereka berdua sudah lenyap tak berbekas. tapi perbuatanmu tidak menyalahi hukum alam dan suara hati. "Benar-benar terlalu agung. Sekali lagi ia hidup menyendiri dialam semesta yang begini luas. walaupun harus menembusi sarang naga dan gua harimau. maka berhatihatilah dalam mencari kawan. Sepasang kakek bodoh dari bukit Wu san sama sekali tidak menantikan jawaban nya. menyeberangi samudera api.Tiraikasih Website http://kangzusi. hingga kini dia baru me ngetahui sejelas-jelasnya watak dari sepasang kakek bodoh tersebut. kau akan mati sebagai seorang pahlawan" Dengan perasaan yang tulus Suma Thian yu menerima semua nasehat itu dengan hati yang bersungguh-sungguh. majulah pantang mundur. ia berpikir. suasana macam ini tak akan bisa bertahan lama. orang yang benar-benar cerdas memang mirip bodoh. mengapa aku tidak mempergunakan ucapan mereka sebagai pedoman hidupku?" Setelah menyampaikan nasehatnya kepada Suma Thian yu. Berbuatlah kebajikan dan kemuliaan bagi umat manusia. suatu ketika mereka pasti akan tertumpas habis. bagaimana pun brutalnya perbuatan kaum iblis dan manusia laknat. se jak dulu sampai sekarang. tapi dunia persilatan amat berbahaya. kejahatan tak pernah bisa menenangkan kebenaran. mereka segera membalikkan badan dan berlalu dari situ. sampai kapan keadaan seperti ini baru akan berakhir? . Baru selesai Toa gi siu Khong Sian berkata. Ji gi siu Khong Bong telah menyambung: “Walaupun dewasa ini dunia persilatan diliputì oleh tabir iblis dan hawa sesat. Memandang bayangan punggung kedua orang kakek itu. Suma Thian yu merasa seakan-akan kehilangan buah mutiara yang tak ternilai harganya dan merasa murung dan sedih. kendatipun akhirnya harus mati demi membela kebenaran. Diam-diam timbul perasaan kagum didalam hatinya. mesti harus mendaki bukit golok.com/ besar.

mendadak dari kejauhan sana terdengar suara pekikan nyaring berkumandang memecahkan kesunyian. Tiba-tiba terdengar suara bentakan keras: "Hei bocah muda. apalagi orang itu pun bermuka bengis dan menyeramkan. dia lantas merogoh ke dalam sakunya dan mengeluarkan kertas tersebut dan dipegang dalam tangan. bahkan jumlahnya tidak hanya satu. mungkinkah dibukit ini telah ditemukan suatu benda mestika ?" Sementara dia masih termenung. Orang itu ber tampang menyeramkan sekali. rombongan lain menyusul datang. Suma Thian yu merasa amat terperanjat setelah mendengar suara pekikan tersebut. dia acuh tak acuh.Tiraikasih Website http://kangzusi. bercambang. bermata besar. mengapa selama beberapa hari ini bukit kiu gi san jadi begini ramai? Satu rombongan baru lewat. ketika dilihatnya tak ada orang lain selain kakek itu. maka timbul satu ingatan dalam benaknya untuk . Suma Thian yu sudah terbiasa mendengar suara pekikan tersebut. bahkan sambil berpaling dia memejamkan matanya seperti orang hendak tidur. berperawakan tinggi besar. benda apakah yang sedang kau pegang itu?" Sungguh tak disangka suara pekikan yang kedengarannya masih jauh tadi. dengan perasaan tertegun pikirnya: "Heran. beralis tebal dan bermulut lebar. tahu-tahu dihadapan mukanya telah melayang turun seorang kakek berusia tujuh puluh tahun. mengapa tidak mempergunakan kesempatan itu untuk memeriksa isi kitab pusaka palsu itu? Berpikir demikian.com/ Sementara dia masih termenung. Tiba-tiba terlintas satu ingatan didalam benaknya. Suma Thian yu mencoba untuk memeriksa sekeliling tempat itu. suara pekikan tersebut sudah semakin mendekat.

Heeh. Dengan suara nyaring dia lantas berkata.. padahal dalan hati kecilnya dia geli sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. Selama hidup belum pernah dia permainkan orang iain seperti apa yang dilakukannya saat ini.dari maka kau bisa tahu?" Suma Thian yu purapura merasa terkejut. Setelah itu dengan senyuman aneh menghiasi diujung bibir.. Seandainya Suma Thian yu tahu kalau kakek yang berada dihadapannya sekarang adalah salah seorang dari Ci san su mo (empat iblis dari bukit Ci san). "Aduuh .com/ mempermainkannya dengan menggunakan kitab pusaka palsu tersebut. sebab benda ini adalah sebuah mestika yang tak ternilai harganya!" Sambil berkata dengan wajah tersenyum mengejek dia melirik sekejap kearah kakek itu. heeh. kertas ini isinya adalah ilmu silat peninggalan dari Ku hay Siansu!” Mendengar perkataan itu. paras muka kakek tersebut berubah hebat. dia sepera membentak "Kau tidak membohongi aku? Bawa kemari!" Nadanya keras dan bersifat memerintah.apa yang kau andalkan untuk memerintahku berbuat demikian? kitab ini toh aku yang menemukan. kenapa harus kuserahkan lagi kepada orang lain. dia berkata lebih jauh: "Padahal sekalipun kuberitahukan kepadamu juga tak mengapa. heh sungguh menggelikan!" "Lohu ingin bertanya kepadamu. seakan-akan pemuda itu sudah sepantasnya untu menyerahkan kitab pusaka itu kepadanya. apakah kitab tersebut adalah kitab pusaka Kun tun kan kun huan siu Cinkeng?" nada suara dari kakek tersebut menjadi jauh lebih lembut.. “Huh. mencorong sinar buas dari balik matanya. kemudian sengaja menyimpan kertas tadi ke dalam saku. Jit ci to (pencoleng berjari . ia merasa apa yang telah dilakukannya benar-benar amat memuaskan hatinya.. "Aku tak dapat memberitahukan kepadamu.

cepat serahkan kitab tersebut kepadaku!" Suma Thian yu sudah menduga akan sikap dari kakek tersebut....Tiraikasih Website http://kangzusi.haah. “Haah. tak heran kalau kau berani bersikap kurangajar kepadaku..com/ tujuh) Tam Yu yang pernah menderita kekalahan ditangan gurunya Put Gbo cu dimasa lalu.. kemudaan berkata lagi. pelanpelan dia menarik ke luar kitab itu hirgga muncul separuh dari balik sakunya. arak hukuman kau pilih.haah... tapi setelah mengetahui siapa gerangan dirimu itu.haah." Suma Thian yu tertawa tergelak lagi setelah mendengar nama tersebut. jangan lagi berkaok minta ampun" Suma Thian Yu kembali tertawa keras.. oleh karena kitab pusaka itu berhasil kau temukan. nampaknya saat lohu untuk unjuk gigi sudah tiba.bocah keparat.. "bocah keparat. tampaknya arak kehormatan kau tak mau. mungkin aku masih akan menyerahkan kitab tersebut kepadamu.haah.. niscaya dia tak akan berani mempermainkan kakek itu. akrhirnya berhasil kutemukan tanpa susah payah.. Nah bocah muda. Coba nilailah apakah aku pantas untuk mendapatkan kitab pusaka yang berada ditanganmu itu?” Haah. "Haah.. Sebentar jika kau sudah merasakan kelihayanku...haah. si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu tertawa seram. saya ingin tahu cukup pantaskah kau menerima pusaka ini" Mendengar perkataan itu. Terdengar pencoleng berjari tujuh Tam yu tertawa terbahak-bahak dengan bangganya. "Tidak ada pekerjaan yang semudah itu di kolong langit. maka dia tidak marah atau pun merasa kaget.Hmm.. maka lohu bersedia mengampuni selembar jiwamu... sauya tak sudi untuk menyerahkan kepadamu" "Kenapa?" teriak si Pencoleng berjari tujuh dengan gusar.. rupanya kau belum tahu siapakah diri ku ini? Lohu she Tam bernama Yu..bersusah payah aku mencari kesana kemari.... bila kau tidak menyebutkan namamu itu. tinggalkan dulu nama besarmu. .

apa hubunganmu dengan siluman tosu itu?" Apa hubunganku dengannya lebih baik tak usah kau campuri. sekali menjadi bajingan selamanya tetap bajingan. Maaf." "Heeeh.. Namun tiba-tiba terdengar suara bentakan keras menggelegar di udara.com/ "Aku tak dapat menyerahkan kepadamu karena kau adalah bekas panglima yang kalah di tangan Put Gu cu locianpwe. terhadap seorang pemuda pun menggunakan cara kekerasan. dan kaupun tidak berhak untuk mengetahuinya. lohu memang ingin berbuat demikian” "Hmm! Bagaimanapun juga pencoleng memang berjiwa kerdil dan tak becus.....heeeh. bocah keparat.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan langkah lebar dia lantas berlalu dari tempat itu." Selesai berkata.." "Huuuh.. lebih baik jangan semba rangan berpikir. serunya: "Bocah keparat..heeeh. mana ada hak bagimu untuk mendapatkan kitab pushka tersebut?" Mendengar ucapan tersebut. "Berhenti !" Tampak sesosok bayangan manusia dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat berlelebat lewat dari atas kepala Suma Thian yu dan menghadang perginya. apakah kau tidak malu? Hmm... kau belum berhak!” . kemudian dari malu dia menjadi gusar. si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu menjadi tertegun. Suma Thian yu segera memicingkan mata dan membentak dengan nada sinis: "Bagaimana? Ingin merebut dengan kekerasan ?" "Betul. kalau nyawamu saja berhasil ditemukan secara untunguntungan.. sauya tak dapat menemani lebih lama lagi. selamanya lohu tak doyan dengan permainan semacam ini lebih baik segera serahkan kitab tersebut ke padaku. tak kusangka kau memiliki selembar bibir yang pandai bersilat lidah..

baru saja lengannya mencapai setengah jalan. Tapi sifat rakusnya dan keinginannya untuk mendapat mestika membuat dia lupa akan keselamatan akan jiwanya diri . kemudian tangan dan kakinya hampir bersamaan waktunya me nendang ke tubuh Suma Thian yu keras-keras.com/ Begitu ucapan terakhir diutarakan. Suma Thian yu lebih cepat lagi. Paras muka si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu berubah hebat. menanti sepasang kepalan lawan sudah berada setengah depa dihadapan nya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan perasaan terkejut buru-buru dia memutar badannya secepat kilat. dengan suara yang meng geledek bentaknya keras-keras. mendadak dia menyelinap kesamping. panas dan perih. kemudian mengembangkan ilmu langkah Ciok tiong tuan poh cap lak sui yang dipelajari dari Sisu yau kay wi Kian semalam. sementara ia masih tertegun. dia sadar bahwa pada hari ini telah bertemu dengan musuh tangguh. Sayang dia cepat. Baru saja sepasang lengan si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu mengayun kedepan. Dengan terjadinya peristiwa itu. mendadak serasa bayangan manusia berkelebat lewat. mendadak tengkuknya seperti dihembus orang. mengerikan sekali keadaannya. kau ingin mampus?" Sepasang lengannya diayunkan kedepan melancarkan bacokan semen-tara tubuhnya ikut menubruk kemuka bagaikan harimau lapar menerkam domba. kembali tengkuknya dihajar orang sehingga terasa linu. semangat si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu menjadi dingin separuh. tampak bayangan manusia berkelebat lewat dan “Plok” sebuah tempelengan keras telah bersarang di atas pipi kakek tersebut. tak ampun peluh dingin segera bercucuran keluar membasahi tubuhnya. "Bocah keparat. mukanya merah padam seperti babi ppnggang. ia tidak gugup ataupun panik. Suma Thian yu sudah mempunyai perhitungan yang cukup matang dalam menghadapi keadaan tersebut.

mukanya pucat pias. pada hakekatnya ia seperti telah berubah menjadi seseorang yang lain. Tak selang berapa saat kemudian. mencubit seluruh badan kakek tersebut. napasnya ngos-ngosan seperti kerbau. lain kali aku harap kau jangan menganiaya kaum muda lagi dengan semaunya sendiri" seru Suma Thian yu. pasang kakinya segera menjejak permukaan tanah dan tubuhnya melambung keudara. entah serangan dahsyat macam apapun yang telah digunakan si Pencoleng berjari tujuh Tam yu untuk mendesak musuhnya. ia selalu gagal untuk mendesak lawannya. keadaan si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu sudah lemas seperti seekor ayam jago yang kalah bertarung. Suma Thian yu segera mengejek sambil tertawa: "Bagaimana? Terbukti bukan kalau kau masih belum cukup mampu untuk mendapatkan kitab ini?" Berbicara sampai disitu. seluruh badannya basah kuyup oleh keringat. kemudian tangannya mencongkel ke muka. Semenjak mempelajari ilmu langkah Ciok tiang luan poh. setiap ada kesempatan dia selalu menowel.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan mata gelap si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu mengeluarkan ilmu Thian sai ciang andalannya untuk melancarkan serangan pukulan dahsyat untuk menggurungseluruh badan Suma thian yu. "Kali ini aku hanya mencongkel sebelah matamu saja sebagai peringatan.com/ sendiri. Sedangkan Suma Thian yu justru berputar kian kemari bagaikan kupu kupu yang menari ditengah bebungahan. mendadak ia menerobos masuk ke dalam. meraba.. rasa percaya diri Suma Thian yu terbadap kemampuan sendiri semakin bertambah.. Selesai berkata. . Jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang dari mulut si pencoleng berjari tujuh Tam Yu. mengenaskan sekali keadaannya Sambil berputar terus kian kemari. mencakar. mendadak gerakan tubuhnya berubah.

kau tak boleh bertindak gegabah.. suhu. bocah keparat itu sudah pergi. heehh. pekikan itu masih saja bergema ditengah hutan. Heehh. seorang diantaranya segera memeluk tubuh si pencoleng berjari tujuh Tam Yu sambil berteriak: "Suhu.. lalu sahutnya dengan sedih: "Sudah pergi. ternyata tanpa memperdulikan Si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu yang sedang terluka.com/ kemudian diringi suara pekikan panjang yang penuh nada gembira. muridku. baik.. Sampai lama kemudian.. dari atas bukit melayang turun tiga sosok bayangan hitam yang langsung menghampiri si pencoleng berjari tujuh Tam yu yang terluka. kau bukan tandingan bocah keparat tersebut" Ketika dua orang kakek lainnya mendengar ucapan tersebut. dia telah mendapatkan kitab pusaka Kun tun dan kun huan siu cinkeng dari Ku hau sian siau. kedua orang itu segera melejit ketengah udara dan meluncur ke arah dimana Suma Thian yu melenyapkan diri dengan kecepatan luar biasa. secepat kilat dia turun dari bukit tersebut. tak akan kulepaskan kalian berdua.Tiraikasih Website http://kangzusi. Si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu yang terluka dan menyaksikan kepergian kedua orang itu segera berseru dengan penuh kebencian: "Tak berperasaan tak memperdulikan kesetiaan antar persaudaraan. mereka segera berseru cepat: "Tam Yu. maaf!” Begitu selesai berkata. Bersamaan waktunya dengan lenyapnya bayangan tubuh Suma Thian yu di ujung jalan sana. kalian berani kesitu tak lebih hanya akan menghantar kematian . kenapa kau orang tua? Siapa yang telah turun tangan sekeji ini kepadamu?" Pencoleng berjari tujuh Tam Yu membuka matanya yang tinggal sebelah dan mengawasi pendatang tersebut. selama aku orang she Tam masih hidup. Dalam waktu singkat ketiga orang itu sudah berada ditempat kejadian.

. Suma Thian yu mengira si pencoleng berjari tujuh yang melakukan pengejaran. . Dengan perasaan terkejut Suma Thian yu segera berpikir: “Heran. maka tegurnya dengan cepat: Ada urusan apa kalian berdua datang kemari?" Salah seorang diantaranya adalah seorang kakek berusia tujuh puluh tahun.com/ dengan percuma.. mungkin juga disebabkan kitab pusaka palsu tersebut. tampak olehnya dua orang kakek berdandan aneh sedang menyusul tiba dengan kecepatan luar biasa. jadi sebenarnya adalah saudara angkat sipencoleng berjari tujuh Tam yu sendiri. Suma Thian Yu melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan luar biasa. dari arah belakang terdengar suara ujung baju tersampokangin bergema tiba. tetapi memang paling baik jika kalian bisa segera melaporkan diri kepada raja akhirat. kedua orang ini pun termasuk anggota Ci san su mo." Ternyata kedua orang itu adalah Sam yap koan mo serta Coa tau jin mo.. menggunakan pakaian dengan tiga warna yang berbeda dan berwajah seram. maka sengaja ia perlambat larinya. mendadak dari arah belakang terdengar suara pekikkan aneh bergema tiada hentinya. sepeninggal dari lembah Cing im kok. tapi dia tahu pendatang pendatang tersebut tidak bermaksud baik. mendadak dari arah belakang terdengar seseorang membentak keras: "Hei bocah muda. Kehadiran kedua orang kakek yang tak dikenal itu amat mencengangkan hatinya. Tapi tak berapa jauh dia berjalan. Dalam sekejap mata.Tiraikasih Website http://kangzusi. kenapa bukan cuma seorang!” Baru saja ingatan tersebut melintas lewat didalam benaknya. berhenti kau!" Suma Thian yu segera menghentikan tubuhnya dan berpaling. dilihat dari dandanannya dapat diketahui kalau orang itu adalah Sam yap koay mo (Iblis aneh tiga daun) pentolan dari Ci san su mo. Dalam pada itu.

... kamipun tak akan mengingkari janji" "Ciiss. Dengan suara sedingin es.sayang Put Gho cu locianpwe tidak membereskan kalian dimasa lalu...... kumis melintang dan kepala berbentuk segitiga.. setelah melukai adik angkatku.. tak disangkal lagi dia adalah manusia paling buas dari Ci san su mo.kalau kitab pusska ttu tidak kuserahkan. sepasang matanya berubah menjadi merah membara. kau tak usah berlagak bodoh lagi. hidung pesek.. sikapnya yang memandang rendah musuhnya seakan-akan tak akan pandang sebelah matapun terhadap kemampuan musuhnya itu.com/ Disampingnya adalah seorang kakek berusia enam puluh tahunan. "bersa habat dengan manusia macam kau. tibatiba ia membentak keras: . ia memandang hina terhadap watak orang yang rendah. apakah kau masih ingin mungkir? Hmm.tiada lain.. tapi kalau tidak...heech." "Haaah. "Betul! Ucapanku selamanya kupegang teguh asal kau mau serahkan kepada kami. manusia tak tahu malu” dengus Suma Thisn yu dengan wajah sinis. apakah kalian hendak membalas dendam bagi sakit hati adik angkatmu itu? kata Suma Thian yu sambil tertawa terbahak-bahak. asalkau serahkan kitab itu yang disakumu itu kepada kami. tak kusangka seorang bocah busuk yang masih berbau tetek berani bertindak sekejam itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. memakai baju panjang model orang desa. sayang sungguh amat sayang!" Seraya berkata dia segera menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang. segala sesuatunya akan kuanggap impas dan tidak dipermasalahkan lagi. Sam Yap Koay mo menjadi naik darah setelah mendengar perkataan itu. Sam yap koay mo segera menegur: "Bocah keparat.haahh.. Coa tou jin mo atau manuusia iblis berkepala ular Sim moay him adanya... heeeh.haahh.. sungguh mengenaskan sekali rasanya... tulang belu langnya bergemerutukan nyaring. bermata tikus.heeeh.

"Criiing!" pedang Kit hong kiam sudah dihunus dari sarungnya. pemuda itu mendengus dingin... segulung angin pukulan yang maha dahsyat dengan cepatnya menggulung tubuh Suma Thian yu.. kitab tersebut akan kupersembahkan kepadamu... “Heeeh.” Mendengar perkataan itu. Anak nuda itu tertawa panjang.... pedangnya segera didorong sejajar dada. baik... Sam yap Kuay mo tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya.heeeh.kemudian sambil tertawa seram katanya. Melihat datangnya ancaman tersebt.. "Setan tua yang tak tahu malu" teriaknya lantang.heeeh. ini lebih bagus lagi.. sepasang bahunya bergerak dan mundur sejauh satu kaki lebih. kemudian pedangnya di loloskan dan. tanpa gugup barang sedititpun juga pedang itu diputar dite ngah jalan menusuk keatas dan mengancam dada Sam yap koay mo dengan jurus Tan hong tian yang (burung hong menghadap matahari). "tampaknya kau belum mengetahui akan kelihayan sauya? Tidak sukar bila kau mengi nginkan kitab pusaka itu.. lohu akan membekukmu hidup-hidup untuk menerima pahala sehingga tidak sia-sia perjalananku kali ini" . lohu akan memenuhi pengharapanmu itu" Selesai berkata dia lantas bergerak maja ke depan dengan jurus Gi san tiam hay (menggeser bukit membendung samudera) dia bacok tu buh bagian bawah dari Suma Thian yu.dengan mengandalkan kepandaian mu juga berani berbicara sesumbar? Betul-betul manusia tak tahu diri.... Sam yap koay mo nampak agak tertegun.com/ "Bocah keparat.... serahkan nyawamu!" Telapak tangannya segera diayunkan kedepan. asal bisa menangkan satu jurus saja ditangan sauya. “Rupanya kau adalah ahli waris dari bajingan anjing budukan she Wan terebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Menghadapi ancaman tersebut.

. dengan gerakan tubuh yang cepat ia berlalu dari sana. haaah.. Dalam waktu singkat seluruh arena sudah dipenuhi oleh bayangan manusia yang berkelebat kesana kemari menerjang keluar dari ke pungan kedua orang itu.. . Suma Thian yu dihadapkan dua orang gembong iblis sekaligus bukannya merasa heran malah sebaliknya tertawa panjang. dengan perasaan terkejut mereka segera berpaling ke samping..tidak sulit bila kalian ingin mendapatkan kitab pusaka itu asal kamu berdua bisa menangkan satu jurus atau setengah gerakan saja dalam seratus jurus gebrakan. Suma Thian yu termenung sebentar.com/ Berbicara sampai disitu. sekarang maaf kalau sauya tak akan melayani lebih lama lagi" demikian ia berseru... Selesai berkata. dasar memang bermuka tebal...haaah. si Manusia iblis berkepala ular segera melompat maju kedepan. dia lantas menggapai kesamping. tanpa banyak berbicara kitab tersebut akan segera kuserahkan kepada kalian. melihat kejadian itu mereka berpekik ke ras lalu melakukan pengejaran. kemudian secara tibatiba menghentikan gerakan tubuhnya. Tampaklah Suma Thian yu sudah berdiri di luar arena dengan sekulum senyuman dingin menghiasi ujung bibirnya. tahu-tahu mereka sudah kehilangan bayangan tubuh lawan.. sambil membalikkan badan ia berseru dengan tertawa terbahak-bahak: "Haaah.... ternyata gembong iblis dari Liok lim ini telah bekerja sama untuk mengerubuti pemuda berusia enam belas tahun itu... Sam yat koay mo serta Coa tau jin mo hanya merasakan manusia berkelebat lewat.. cuma. "Aku lihat lebih baik kalian berdua melatih diri selama sepuluh tahun lagi sebelum datang mencoba sauya mu lagi.... menyusul kemudian gerakan tubuhnya berubah dan dia segera mengembangkan ilmu langkah Ciat tiong luan poh cap lak tui untuk melayani musuhnya.Tiraikasih Website http://kangzusi... Tentu saja kedua orang iblis tersebut tidak bersedia melepaskan musuhnya dengan begitu saja.

lohu tidak mau kitab pusaka itu tapi pedangmu itu akan kurampas. sementara jari tangan kirinya bagaikan tombak menotok tubuh Sam yap koay mo. dia berhenti sebentar. Sambil bertarung melayani serangan-serangan dari kedua orang iblis tersebut. Agak tertegun juga kedua orang iblis tersebut ketika dilihatnya Suma Thian yu berani melawan mereka berdua bersama-sama. bagaimana cara kalian berdua untuk membaginya secara adil?" Si Manusia iblis berkepala ular Sim Moay him mendengus dingin. Dalam waktu singkat. mau turun tangan lebih baik cepatlah turun tangan!" Begitu selesai berkata. Maka diapun lantas berseru.. diam-diam Suma Thian yu merasa gembira. pedang Kit hong kiamnya segera menyapu tubuh Coa toa jin mo dengan jurus Lip sau ngo gak (menyapu rata lima bukit). bila pertarungan semacam ini dilangsungkan lebih jauh maka sampai besokpun kedua orang iblis tersebut tak akan mampu berbuat apa-apa kepadanya.. lebih baik aku mengaku kalah saja!" ." Suma Thian yu menunjukkan wajah sinis. kau lak usah mencoba untuk mengadu domba kekuatan kami berdua. padahal siapa tahu dalam hati kecilnya? Lebih baik tak usah banyak bicara lagi. segenap kepandaian silat yang dimilikinya segera dikeluarkan untuk mendesak musunnya. aku orang she Sim bukan manusia sebangsa itu.com/ Berbicara sampai disita. "Hmm. lalu sambil melirik sekejap ke arah dua orang iblis tersebut. bocah keparat.aku sudah tak mampu lagi.. “Aduuh.Tiraikasih Website http://kangzusi. dimulut saja berbicara soal kegagahan dan kebenaran. lanjutnya: "Kitab pusaka itu cuma ada selembar. ternyata ilmu langkah Ciok tion luan pah cap lak tui yang diwariskan Siau yau kay kepadanya memang terbukti lihay sekali. ketiga orang itu sudah bertarung sebanyak dua puluh gebrakan. menang kalah masih belum bisa ditentukan sedang kekuatan mereka nampak seimbang. "Hmm.

"Nah. cuma ada syaratnya. diapun tidak sungkansungkan segera menuding tangan kiri Suma Thian yu sambil berseru. "Tangan kiri!" Suma Thian yu pura-pura menghela napas panjang. bagaimana?" Kedua orang itu segera menyatakan akur. kemudian katanya: "Apa yang sauya ucapkan selama kupegang teguh. Suma Thian yu tersenyum. siapa yang akan menebak lebih dulu?” "Toako. disini terdapat sebiji mata uang. "Agar adil. Suma Thian yu segera merogoh kedalam sakunya dan mengeluarkan kertas kuning itu. "Setelah berhasil mendapatkan kitab pusaka nanti. sambil membuka tangannya dia berseru: . Sam yap Koay mo tertawa seram. sekarang terbukti aku tak mampu untuk mengalahkan kalian berdua. kemudian ujarnya. maka Suma Thian yu memperlihatkan mata uang tersebut. sauya akan menguji secara jujur. kau saja yang menebak lebin dulu kata si Manusia iblis berkepala ular Sim Moay. tangan mana dipisahkan kekiri dan kekanan kemudian di sodorkan kedepan dua orang iblis tersebut seraya berkata. maka kitab pusaka itu akan menjadi milik siapa. bila kalian bisa menebak secara jitu ditangan sebelah manakah mata uang itu kugenggam.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Mendengar seruan tersebut. setelah digoyangkan berulang kali dia melemparkannya ke udara. setelah di sambut dengan kedua belah tangan. kedua orang iblis itu segera menghentikan serangannya. maka terpaksa kitab pusaka ini harus kuserahkan kepada kalian. Suma Thian yu segera berlagak hendak merobek kertas tersebut. Apa syaratnya!” teriak kedua orang ituham pir berbareng. dia lantas merogoh kedalam sakunya dan mengeluarkan kitab tadii. kalau tidak kitab ini akan sauya robek seketika ini juga" Sambil berkata. kalian dilarang mengejar sauya lagi.

Tiraikasih Website http://kangzusi. kionghi atas keberhasilanmu. sayang. kemudian kau boleh pergi dan sini. tertawa puas. meski berlatih sepulun tahun lagipun. .. lohu tak akan berbelas kasihan lagi kepada dirimu" Suma Thian yu segera berpikir: "Huuh. sepeninggalnya dari tempat itu. terpaksa kitab ini harus kuserahkan kepada adik angkatmu!" Betapa mendendamnya Sam yap koay mo sewaktu dilihatnya kitab pusaka tersebut diperoleh adik angkatnya. Tak bisa disangkal lagi. pasti akan terjadi perang urat syaraf antara kedua orang iblis tersebut. jangan mencoba bermaksud jahat. sekali lagi dia telah mempermainkan manusia bengis dan meninggalkan bibit bencana untuk mereka.. Entah berapa banyak bukit tinggi dan tebing curam yang telah dilewati. membayangkan apa bakal terjadi antara mereka berdua. Manusia iblis berkepala ular. pemuda itu melanjutkan kembali perjalanannya ke depan. bagaikan persoalan itu tak pernah dipikirkan didalam hati.. serahkan cepat. sauya tak akan merasa kuatir. namun wajahnya sama sekali tak berubah. Sambil berkelebat pergi kembali Suma Tian yu berpekik nyaring. sekalipun satu ingatan keji segera melintas dalam benaknya. yang betul ada ditangan kanan. Tapi ingat. kemudian sambil melejit keudara dia berlalu dari situ dengan kecepatan luar biasa. hati-hati kalau sampai bertemu dikemudian hari. ia berkata sam bil tertawa: “Lote.. siapa yang takut kepadamu? Dengan mengandalanmu kepandaianmu itu. pemuda itu tertawa sendiri. Dengan membawa sekulum senyuman yang cerah karena sehabis mempermainkan iblis keji.com/ "Aaah. loko turut merasa gembira" Kemudian sambil menarik muka katanya kepada Suma Thian yu: “Bocah keparat. asal tak sampai jatuh ketangan orang lain.” Pelan-pelan dia letakkan kertas itu kebawah kakinya. tebakanmu salah.

ia segera mendusin kembali dan lamunannya. Setelah masuk kedalam hutan dan menyaksikan pemandangan di sekitar lempat itu. kenapa secara tiba-tiba bisa lenyap tak berbekas? Zungkinkah aku telah salah mendengar?" Mustahil kalau dia salah mendengar. rasa lelahnya pelan pelan hilang dan badan terasa segar kembali. dengan suatu gerakan kilat dia melompat bangun lalu memperhatikan dengan seksama. Mendadak Suma Thian yu menggerakkan tubuhnya dan melesat kedalam hutan disisi tebing sebelah sana dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat. darah panas yang menggelora dalam tubuhnya merasa mendidih. ketajaman pendengarannya amat diandalkan. telah mencekam seluruh jagad. Mendadak ditengah keheningan malam yang mencekam sekeliling tempat itu dia seperti mendengar suara rintihan lirih bergema dari kejauhan sana. "sudah terang kudengar suara rintihan.Tiraikasih Website http://kangzusi. karena dengan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang. "Aneh" dia segere bergumam. Setelah melalui suatu perjalanan yang amat panjang. apa yang terpapar didepan matanya sekarang benar-benar merupakan suatu pemandangan yang mengerikan sekali. Suma Thian yu mulai merasakan juga badannya letih. Selesai bersemedi mengatur pernapasan. Malam itu adalah sebuah malam yang gelap gulita. . mendadak terdengar suara rintihan tersebut kembali berkumandang datang. bunga yang jatuh berapa puluh kaki dari situpun dapat ia dengar dengan jelas. amarahnya memuncak. Sementara dia masih termenung. diapun duduk diatas sebuah batu besar untuk melepaskan lelahnya.com/ Malam. Tapi suasana disekitar itu menjadi sepi. tiada rembulan diangksa kecuali beberapa bintang yang mengerdipkan sinarnya seperti lirikan anak nakal. Suma Thian yu merasakan sekujur badannya bergetar keras.

bahkan disitupun penuh dengan kutungan kaki atau potongan lengan. apa yang di harapkan ternyata tidak sia-sia. darah kental masih mengotori bibirnya. Menolong orang brgaikan menolong api. tapi ia masih bernapas meski berada dalam keadaan tak sadar. tapi setelah menyaksikan pe mandangan yang terpapar didepan matanya. hanya angin gunung yang meaehembus menderu-deru. . penemuan tersebut membuat Suma Thian yu buru-buru berjalan mendekati korban tersebut. benci segala kejahatan dan bernyali besar. Dia berdoa semoga berhasil menemukan salah seorang korban kekejian itu dalam keadaan hidup. Agaknya Yang Maha Kuasa telah mengaturkan segala sesuatu bagi umatnya. mayat manusia. kemudian selangkah demi selangkah menelusuri mayat yang bergelemparan di tanah dan berusaha menemukan sumber dari suara rintihan tersebut. gugup dan seramnya.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Suma Thian yu adalah seorang pemuda yang berjiwa pendekar.com/ Ternyata ditengah tanah lapang dalam hutan tersebut.. Rupanya dia adalah seorang lelaki setengah umur yang berperawakan tinggi besar dan bermuka cambang. tak urung bergidik juga hatinya. Namun dia masih tetap berusaha untuk menenangkan hatinya. Suasana disekeliling tempat itu sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun. darah kental telah menggenangi seluruh permukaan tanah.. ia berusaha untuk menekan perasaan kaget.. mengerikan dan mendirikan balu roma orang. agar perbuatan biadab tersebut terkubur bersama jasad. nampak mayat bergelimpangan disana. Akhirnya Suma Thian yu berhasil menemukan sesosok tubuh manusia sedang menggeliat diantara tumpukan mayat yang hancur dengan darah kental yang berceceran ditanah. membuat suasana menjadi seram. Bangkai kuda.

Menyaksikan keadaan itu. Sejak makan buah mestika Jin sian kiam lan jalan darah penting Jiu meh dan tok meh yang berada dalam tubuh Suma Thian yu telah tem bus. kemudian sambil menempelkan telapak tangannya keatas jalan darah Mia bun hiat di tubuh lelaki itu. ia memejamkan kembali matanya dan memperdengarkan suara rintihan. sorot mata itu penuh dengan pancaran rasa terima kasih yang amat tebal. ia salurkan hawa sakti Bu siang sinkang untuk membantu lelaki itu. "Untung saja masih bisa tertolong!” Buru-buru dia membopong tubuh lelaki setengah umur. . Dengan mengikuti air liur. pil tersebut segera hancur dan mengalir masuk kedalam perut. nyawanya amat krins dan tak mungkinbisa disempuhkan hanya mrngandalkan khasiat obat. terasa hawa hangat masih ada sedang debarang jantungnya lemah sekali. Dan tak selang beberapa saat kemudian. kesempurnaan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang sudah tidak bisa ditandingi oleh umat persilatan lainnya. Namun sejenak kemudian. Maka diapun bersila dan mengerahkan tenaga dalamnya. kemudian dari dalam sakunya mengeluarkan sebuah pil Ku goan cing wan peninggalan dari Kit hong kiam kek Wan Liang semasa hidupnya dan dijejalkan kedalam mulut lelaki tersebut. laki-laki setengah umur itu sudah menggerakkan badannya. diatas wajahnya yang pucat terlintas warna merah dadu. Segulung hawa panas yang menghangatkan badan segera mengalir lewat jalan darah Mia bun hiat dan menyusup kedalam tubuh lelaki itu.com/ Suma Thian yu segera meraba dada lelaki setengah umur tersebut. Suma Thian yu segera menyadari kalau lelaki »setengah umur itu sudah menderita luka dalam parah.Tiraikasih Website http://kangzusi. membangunkannya. pelan-pelan dia membuka madanya yang sayu dan memandang sekejap kearah Suma Tnian yu.

kemudian sambil menyembah didepan anak muda itu seruny: "Tio Ci bui dari Sin liong piau kiok mengucapkan banyak terima kasih atas budi pertolongan siauhiap. lalu katanys tersipu sipu. orang itu sadar kembali dari pingsan Tampak orang itu segera melompat bangun. paras laki-laki setengah umur itu dari pucat pasi kini berubah menjadi merah padam kembali. buat apa mesti ucapkan terima kasih?” Perkataan Tio cianpwe terlalu berlebihan" "Boleh saya tahu siapakah nama siauhiap?” "Boanpwe Suma Thian yu!" Ternyata Tio Ci hui yang terluka ini adalah saudara angkat dari cong piautau perusshaan ekspedisi Si liong-piaukiok di kota Heng-ciu yang disebut orang Mo im sin-liong (naga sakti penggosok awan) dalam masa berkelananya dalam dunia persilatan. betul juga. Terdengar orang itu merintih dan memuntahkan darah yang berwarna hitam. kebetulan saja aku lewat disini. diam-diam timbul perasaan malu dan menyesal dalam hati kecilnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. kenyataannya mana membuat hatinya makin kagum lagi." Buru-buru Suma Thian yu menyingkir kesamping untuk menghindarkan diri. orang persilatan menjulukinya sebagai Si Berewok berpena baja. saling menolong di kala orang sedang mengalami kesulitan sudah merupakan kewajiban dari setiap umat persilatan. dengan dua puluh empat jurus ilmu pena pembetot sukmanya sudah amat tersohor dalam dunia persilatan. rasa menderita pun segera lenyap. seluruh wajahnya telah basah oleh keringat hawa panas mengguap dari atas ubun-ubunnya. Buru-buru dia berseru kembali: .com/ Tak sampai seperminum teh. "Aaah. ketika dilihatnya orang itu mana usianya muda juga tak bersikap sombong atau tinggi hati. enghiong kebanyakan muncul dan kaum muda. Katanya. begitu darah hitam tersebut keluar. Si Berewok berpena baja Tio Ci-hui yang menyaksikan tuan penolongnya masih begitu muda.

saking gelisahnya. rasanya hal itupun tidak terlalu berlebihan. iapun tak sungkan lagi. bila kau menghendaki demikian. thian yu akan menuruti perintah. terimalah sebuah persembahanku lagi. serunya cepat: "Tio cianpwe. sahutnya kemudian: "Saudara Tio.” <ooOoo> TATKALA si Berewok berpena baja menyaksikan sikap menghormat kepadanya. Ketika Suma Thian yu menyaksikan Berewok berpena baja Tio Ci hui hanya mengawasinya dengan termanggu. Apalagi dia menyaksikan suma Thian berwajah tampan dan menawan hati. apalah artinya sedikit bantuan yang kuberikan?” Dengan sikap yang menaruh hormat sahut si Berewok berpena baja: "suma siauhiap berkali kali menyebutku sebagai cianpwe. dia tahu bila ia sendiri selalu bersikap hormat. dengan cepat dia menegur: .Tiraikasih Website http://kangzusi." Seraya berkata. akupun merasa tak berani untuk menerimanya. Suma Thian yu pun tidak bersikeras lagi. asal budi kebaikan tersebut dibalas pada suatu saat. Andaikata kau tiak menampik keinginanku. sekali lagi dia menjatuhkan diri berlutut. kau kelewat sungkan. kegagahanmu benar benar amat mengagumkan. hal mana semakin menimbulkan perasaan simpatik didalam hatinya.com/ "Suma siauhiap masih muda tapi berjiwa be sar. hal mana justeru membuat suasana akan bertambah canggung. baik. sambil membangunkan si Brewok berpena baja. tolong janganlah memanggil cianpwe lagi kepadaku. Tindakkan tersebut kontan saja membuat Suma Thian yu menjadi amat gelisah. selembar wajahnya berubah menjadi merah padam lantaran tersipu-sipu. bagaimana sebut saja aku sebagai saudara Tio? Menyaksikan ketulusan dan kesungguhan hati orang.

. Selama ini dia selalu cekatan dan pandai bekerja dalam dunia persilatan. silahkan beristirahat sebentar. hatinya merasa sedih sekali. air matanya bercucuran dan seluruh badannya gemetar keras. coba kalau bukan ditolong oleh pemuda yang berada didepan mata sekarang. diamdiam ikut merasa berduka..Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tak tahu bagaimana harus mempertanggung jawabkan diri terhadap kakak angkatnya Mo im-sin liong. Teringat akan hal-hal yang memedihkan hatinya. bahkan dia pun kena dipecun-dangi secara mengenaskan sekali." .. aku berte kad akan membantu Sin liong piau kiok untuk menemukan kembali barang kawalan yang di begal orang. si Berewok berpena baja Tio Ci hui merasa tertegun. bukan cuma barang kawalannya kena dibegal. si Berewok berpena baja Tio Ci hui menghela napas panjang Setelah mengalami peristiwa berdarah ini. tak nyana sewaktu berjalan sampai di wilayah Kiu gi san telah terjadi peristiwa tragis.. Maka sengaja dia mengundang si Berewok berpena baja Tio Ci hui dengan memimpin sejumlah jagoan kelas satu untuk berangkat me lindungi mestika yang tak ternilai harganya. pikirnya: "Selama aku masih hidup. Suma Thian yu yang turut menyaksikan kejadian itu.. kali ini dia mendapat tugas lagi untuk mengawal barang penting menuju ke Kwang-say kota Kiongshia. Memandang mayat-mayat yang tergelepar memenuhi seluruh tanah. mungkin diapun akan kehilangan selembar jiwanya ditengah bukit yang terpencil ini. kemudian kita harus membereskan mereka yang telah tewas” Mendengar ucapan tersebut..com/ "Saudara Tio. sebab berhasil atau tidak sangat mempengaruhi nama baik perusahaan mereka. dia segera mera-sakan hatinya bergejolak keras. Sepanjang jalan menuju keselatan. sebelum berangkat kakak angkatnya Mo im sin liong telah berpesan bahwa barang kawalan mereka kali ini amat penting artinya.

. mengapa kau tidak menmbangkitkan semangatmu untuk melakukan sesuatu usaha yang lebih bersemangat.. Suma Thian yu adalah seorang yang cerdas... disedihkan juga tak ada gunanya.. siapa tahu ada hubungannya dengan ke matian paman Wannya yang mengenaskan. asal kita bisa menemukan sebuah titik terang saja. kejadian toh sudah berlangsung. kalau dibilang sungguh memalukan. aku Tio Ci hui betul-betul tak berdaya dan tak berkemampuan untuk menahan salah seorang saja diantara mereka" Sambil berkata wajahnya menunjukkan perasaan menyesal. biar pembegal-pembegal itu kabur keujung langitpun. lirihnya: "Aku hendak membalas dendam . ketika secara tiba tiba dilihatnya pemuda di hadapannya menunjukkan wajah gusar dengan hawa pembunuhan .. begitu mendengar pembegal-pembegal tersebut berkerudung. dia tidak dapat mengendalikan rasa pedih dalam hatinya lagi.. Si Berewok berpena baja Tio Ciu hui segera manggutmanggut. sedih dan menyalahkan diri.. raut wajah penuh kasih sayang yang telah memelihara dan mendidiknya selama sepuluh tahun segera muncul kembali dalam benaknya. sambil mengepal tinju dan mendongak ke angkasa. hatinya merasa sedih sekali.Sekarang keadaan ma sih belum terlambat. dia tahu peristiwa ini pasti luar biasa.com/ Berpikir sampai disitu. lagipula terjadi dibukit Kiu gi san.. kecewa." Waktu itu si Berewok berpena baja Tio Ci hui sedang tercekam dalam kesedihan. orangnya banyak lagi. mereka semua rata-rata berilmu tinggi. Teringat akan paman Wan. sahutnya kemudian: "Apa yang Suma siauhiap katakan memang benar.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia lantas menghibur si Berewok berpena baja Tio Ci bui dengan suara lembut... cuma pembegal pembegal itu hampir semuanya mengenakan kain kerudung hitam serta tidak meninggalkan jejak apapun. "Saudara Tio. satu ingatan dengan cepat muncul dalam benaknya. aku percaya duduknya perkara pasti akan terbongkar juga..

kalau dilihat dari keadaannya. lalu ujarnya kepada siberewok berpena baja: "Saudara Tio. malam sudah semakin kelam.com/ menyelimuti wajahnya. Manusia adalah mahkluk berperasaan. dalam waktu-waktu biasa dia tak pernah membedakan hubungan tingkat kedudukan. diam diam pikirnya dengan perasaan bergidik: "Betul betul amat tebal hawa pembunuhan yang menyelimuti wajahnya. Sambil membopong mayat-mayat rekannya yang telah kaku.. mari kita harus selesaikan pekerjaan yang paling penting" Maka kedua orang itupun menggunakan pedang masingmasing membuat liang lahat. dia mempunyai asal usul yang amat mengenaskan atau suatu pengalaman hidup yang memedihkan hatinya. jikalau tidak. mereka telah menyiapkan tiga belas buah liang lahat. dia tak dapat membendung rasa sedihnya lagi sehingga menangis tersedu-sedu. pergaulannya dengan para piausu itu amat akrab. sehingga bukan saja ia dicintai juga dihormati oleh semua orang. dalam keadaan demikian.. terkejutlah dia. Suma Thian yu memperhatikan suasana malam yang mencekam sekeliling tempat sekejap. . Kedua orang itu segera tersentak kembali dari lamunan masing masing. Tak selang berapa lama kemudian.Tiraikasih Website http://kangzusi. angka tiga belas.. satu persatu siberewok berpena baja memasukkan jenasah-jenasah tersebut ke dalam liang lahat. walaupun kedudukan si Berewok berpena baja dalam perusahaan Sik liong piaukiok amat tinggi. bahkan menggumam hendak membalas dendam. Yaa. namun dia adalah seorang yang berjiwa terbuka. suatu angka yang di anggap membawa sia. mana mungkin dia menunjukkan emosi yang be gitu besar dan mengerikan?" Tiba-tiba terdengar burung gagak berkaok.

Tak heran kalau dia menangis semakin sedih setelah menyaksikan rekan-rekan senasib sependeritaanya seperi harus berpisah untuk selamanya. Siapa bilang enhiong tidak melelehkan air mata? Mesti mereka baru akan mengucurkan air mata bila keadaan sudah amat memedihkan. kabut telah menyelimuti permukaan.. untuk selama-lamanya. lalu hiburnya dengan lembut: "Saudara Tio... mereka telah meninggalkan dunia ini. harap kau tak usah bersedih hati lagi. buru-buru dia berjalan mendekati si Berewok berpena baja. Orang yang sedih selamanya memang paling gampang menaruh simpatik dan memahami kesedihan orang lain.. Waktu itu si Berewok berpena baja berdiri termangu-mangu didepan kuburan sambil menahan rasa sedih yang luar biasa. sekalipun peristiwa ini terjadi diluat dugaan.Tiraikasih Website http://kangzusi.. dalam lapangan yang luas. Suma Thian yu menepuk bahu siberewok berpena baja pelan. kini telah bertambah dengan tiga belas buah kuburan baru. Suma Thian yu mendongakkan kepalanya memandang kegelapan malam yang semakin mencekam. pakaian merekapun telah basah.com/ Kini. akan beristirahat untuk selamanya ditengah bukit yang terpencil dan jauh dari keramaian manusia. Pekerjaan akhirnya diselesaikan dalam suasana yang penuh kesedihan dan kedukaan. disanalah tiga belas orang piau su yang setia sampai mati beristirahat untuk selamanya.. Asal kita bisa melacak peristiwa ini sehingga duduknya perkara menjadi . Ditengah bukit. Suma Thian yu mulai terpengaruh juga oleh suasana yang mengharu itu sehingga tanpa terasa titik air mata pun turut jatuh berlinang. ia tahu fajar tak lama lagi akan menyingsing. Kesedihan yang muncul dari dalam hati sanubari pun merupakan kesedihan yang paping mencekam perasaan. janganlah kau bawa kesedihan menuju ke hal-hal yang negatip.

saudara Tio terlalu sungkan.com/ jelas. dia bersyukur karena dalam usahanya membalas dendam dan merebut kembali barang kawalan yang dibegal. selama Tio Ci hui masih hidup. dia tak menyangka kalau pemuda tersebut bukan saja amat membenci kejahatan juga suka membantu orang. “Terima kasih banyak atas bantuan siauhiap. aku yakin arwah sahabat-sahabat ini dialam baka pasti akan terhibur juga" Setelah mendengar kata-kata hiburan dari Suma Thian yu tersebut. selumnya aku Tio Ci hui atas nama seluruh anggota perusahaan Sin liong piaukiok mengu capkan banyak-banyak terima kasih kepadamu” Aaah. Nadanya selain tulus wajahnyapun serius. lanjutnya lebij jauh: "Mari kita pergi! Fajar sudah hampir menyingsing. si Berewok berpena baja Tio Ci hiu menghentikan isak tangisnya. aku Sama Thian yu pasti akan membantu dengan segala kemampuan yang kumiliki" Janji sianak muda itu dengan bersungguh sungguh. sambil menjura serunya. dan kita pun bisa membalas kan dendam untuk mereka. sa hutnya kemudian dengan suara parau: “Baik. sama sekali tidak bersikap pura-pura. SiBerewok berpena baja Tio Ci hui merasa terharu sekali. kau harus mendapat banyak waktu untuk beristirahat” . Sehingga hal mana membuat hatinya yang sedih merasa agak terhibur juga. bagikmu persoalan semacam ini sudah merupakan suatu kewajiban" Kemudian setelah berhenti sejenak. ia telah memperoleh bantuan dari seorang tokoh yang gagah dan lihay. luka dalam yang saudara Tio derita baru baru sembuh. aku pasti akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk membunuh kawanan pembegal berkerudung itu untuk membalaskan dendan bagi ketiga belas saudara ini” Sekalipun harus naik kebukit golok atau meyeberangi lautan minyak mendidih.Tiraikasih Website http://kangzusi.

tak lama kemudian merekapun tertidur nyenyak sekali. suasana ditempat penjuru tampak gelap gulita. Angin dingin menghembus lewat mengibar ujung baju. pasti aian membalaskan dendam untuk kalian!” Selesai bergumam. tiba-tiba dari luar gua terdengar seseorang menegus sambil menyeringai menyeramkan... badan harus hancur remuk. sinar matahari sudah memancar masuk kedalam gua. tapi tinggalkan dulu pedang Kit hong kiam tersebut!” Mendengar perkataan tersebut. Terdengar Suma Thian yu berkata: “Saudara Tio. akhirnya dia bergumam: "Saudara-saudaraku. karena tubuh memang sudah penat.. bersama Suma Thian yu berangkatlah dia meninggalkan tempat itu.. buru-buru mereka berdua mengisi perut dengan rangsum sambil bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan lagi. heehh. Bila fajar hampir menyingsing. .. Suma Thian yu maupun si Berewok berpena baja merasa tertegun.heehh. dia mengambil kembali pena bajanya lalu memandang sekejap kearah tiga belas buah kuburan itu dengan termangu. beristirahatlah dengan tenang disini!" Sekalipun aku Tio Ci hui harus mengorbankan jiwa. mari kita berangkat!” Baru saja ucapan terakhir diutarakan. mereka heran kenapa kehadiran orang itu sama sekali tidak diketahui oleh mereka? Itu berarti orang tersebut tentu mempunyai aeal usul yang luar biasa. "Heehh. Tanpa terasa kedua orang itu bersama-sama berpaling kearah mana berasalnya suara tersebut..tidak sukar kalau ingin pergi.. Inilah saat-saat menjelang rintangnya fajar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bangun dari tidurnya. kadangkala saat-saat terakhir itulah merupakan saat yang paling gelap.. Mereka berdua segera mencari sebuah gua untuk beristirahat.com/ Si Berewok berpena baja Tio Ci hui manggut-manggut.

Pada saat yang bersamaan pula Suma Thian yu melompat keluar juga dari dalam gua. dia seakan akan tak memandang sebelah matapun terhadap si Bere wok berpena baja. sepasang matanya yang nampak dari luar memancarkan cahaya tajam yang menggidikkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian sepasang telapak tangannya didorong kedepan.com/ Didepan depan gua tampak berdiri seorang manusia aneh berbaju hitam yang mengenakan kain kerudung. Si Berewok berpena baja Tio Ci hui yang menjumpai kehadiran manusia berkerudung itu. Serangan tersebut dilancarkan dengan mempergunakan segenap tenaga dalam yang dimiliki si Berewok berpena baja Tio Ci hui. Waktu itu si Berewok berpena baja Tio Ci hui baru sembuh dari luka parahnya. diam-diam ia menghimpun tenaga dalamnya lalu dengan gaya harimau lapar menerkam domba. manusia aneh berkerudung hitam itu tertawa dingin. tiba-tiba ia menerjang kedepan manusia aneh berkerudung itu. sikap memandang rendah yang diperlihatkan manusia aneh berkerudung itu membuat amarahnya semakin membara. kalau dilihat dari sikapnya itu. bagaikan seekor burung raksasa dia keluar dari gua tersebut. tampak rambutnya pada berdiri. amarahnya kontan saja membara. sepasang tangannya masih lurus kebawah dan sama sekali tidak menggubris atau pun berkelit kesamping. tanpa mengucapkan sepatah katapun segera bertindak lebih dulu. maksudnya ingin membunuh. Begitu serangan pertama belum berhasil. Si Berewok berpena baja Tio Ci hui belum mengalami keadaan seperti ini. sekali lagi tampak segulung angin pukulan . api untuk membalas dendam membangkitkan suatu kekuatan besar dalam tubuhnya. sebuah pukulan dahsyat yang di sertai tenaga penuh langsung di ayunkan ke tubuh manusia aneh berkerudung itu. melihat sikap lawannya yang begitu memandang hina.

. Menyaksikan datangnya ancaman. rasa ingin menangnya membara amat dahsyat dalam dadanya. ujung bajunya berkibar kencang. manusia aneh berkerudung itu pun mengayunkan pula telapak tanganya untuk menyambut datangnya serangan tersebut. segenap perhatian maupun tenaganya tertuju kedepan. ketika dua gulung angin pukulan dahsyat saling bertemu satu sama lainnya. dia bertekad hendak mengalahkan . tangan ka nannya diayunkan kedepan. dia bersusah payah sebelum berhasil berdiri tegak. dia tahu ilmu silat yang dimiliki manusia aneh berkerudung itu masih setingkat lebih lihay dibandingkan dengan kepandaian silat yang dimiliki Tio Ci hui. pena dengan hembusan angin dahsyat segera meluncur kedepan menotok tubuh manusia aneh berkerudung tersebut. tiba tiba si Berewok berpena baja meloloskan senjata andalannya dari belakang punggung.Tiraikasih Website http://kangzusi.. maka sekarang dia lantas mengembangkan ilmu pena Ji cap si si Thi pit hoat (dua puluh empat jurus ilmu pena baja) yang amat termashur itu dengan harapan bisa merobohkan musuhnya itu. serahkan nyawa anjingmu! Sejak kedua buah pukulannya gagal menimbulkan sesuatu kerugian bagi musuhnya. Sepasang bahu manusia aneh berkerudung itu tampak bergetar sedikit. Begitu berhasil berdiri tegak...com/ yang termaha dahsyat menghantam atas tubuh manusia aneh berkerudung itu. sebaliknya si Berewok berpena baja Tio Ci hui kena terhantam mundur sejauh tiga langkah dengan sempoyongan."Blaaamm” suatu benturan dahsyat menimbulkan hembusan angin puyuh yang menerbangkan batu serta pasir. amarah dalam dada si Berewok berpena baja sudah berkobar. diam-diam dia merasa gelisah. bentaknya dengan penuh kegusaran: "Pembegal yang tak tahu malu. Suma Thian yu yang menyaksikan jalannya pertarungan itu dari sisi arena dapat melihat keadaan tersebut dengan lebih jelas lagi. Dalam suasana ini. tiba-tiba saja.

sudah belasan tahun lamanya dia melatih diri dalam permain baja tersebut. Mencorong sinar tajam dari balik mata manusia aneh berkerudung hitam itu. baik ilmu tenaga maupun dalam Ilmu tenaga luar telah berhasil mencapai puncak kesempurnaan. kemudian dari udara sebuah pukulan dilancarkan keatas kepala Si Berewok berpena baja dengan jurus Hu im sip gwat (awan tebal menutupi rembulan). yang menjadi faktor utama adalah mengendalikan musuhnya. tampaknya dia sudah dapat menebak maksud hati siBerewok berpena baja tersebut. maka setelah melayang turun kebawah. setelah tertawa seram tubuhnya melejit keudara untuk menghindarkan dari ancaman tersebut. si Berewok berpena baja memutar pena ditangan kanannya membentuk lapisan bayangan senjata yang sangat tebal.com/ musuhnya. si berewok berpena bajaTio ci hui memang tak malu disebut jagoan lihay didalam dunia persilatan. Jilid 6 . manusia aneh berkerundung hitam itu segera mengayunkan kembali tangannya berusaha untuk merebut posisi yang lebih menguntungkan. Bagaimanapun juga. sekali lagi dia menerjang kearah manusia aneh ber kerundung hitam tersebut. Maka begitu dilihatnya manusia aneh berkerudung hitam itu menerkam kebawah sambil melancarkan serangan. Dalam teori ilmu silat.Tiraikasih Website http://kangzusi. buru-buru dia pergunakan jurus To yu cian hui (membalikkan sayap terbang ke depan) buru-buru melayang tiga kaki ke depan---Begitu berhasil mendesak lawan. buruburu dia melompat keatas sambil melepaskan tusukan dengan pena bajanya. Berada ditengah udara. itulah sebabnya tenaga serangan yang dipergunakan pun amat besar. kekuatan manusia aneh berkerudung hitam itu sangat berkurang banyak.

Begitu senjata pena baja itu digetarkan kembali ditengah udara. Si Berewok berpena baja dengan mengandalkan pena bajanya memainkan serangkaian serangan berantai untuk mendesak lawannya. si berewok berpena baja segera mundur tiga langkah dan kemudian ia menarik napas panjang-panjang danmenghimpun segenap tenaga dalam yang dilatihnya selama puluhan tahun ini keujung senjatanya. bayangan pena yang berlapis-lapis hampir seluruhnya mengurung tubuh manusia aneh berkerudung hitam itu rapat-rapat. dalam waktu singkat dia sudah melepaskan tiga buah serangan dahsyat yang kesemuanya menggunakan jurus jurus mematikan. maka dia akan membantu setiap saat. Mendadak terdengar manusia aneh berkerudung hitam itu meraung gusar. Dalam waktn singkat. kontan saja si Berewok berpena baja kena di desak sampai mundur sejauh satu kaki lebih dari tempat semula.com/ suma thian yu yang menyaksikan jalannya pertarungan dari sisi arenapun tak berani bersikap santai waktu itu. pertarungan tersebut benar-benar merupakan suatu pertarung an yang jarang sekali dijumpai kehebatannya. pertempuran yang berlangsung ditengah arena sudah mencapai puncak keseruanya. seluruh arena telah dipenuhi oleh bayangan manusia serta angin pukulan yang menderu deru. sedangkan manusia aneh berkerudung hitam pun memainkan sepasang telapak tangan kosongnya untuk menahan datangnya serangan pena lawan. dalam dalam waktu seluruh angkasa seraya dilipati oleh angin puyuh yang dahsyat. Dalam pada itu. . Mempergunakan kesempatan itu. dia mengawasi terus jalannya pertarungan dengan harapan andaikan siberewok berpena baja tak sanggup mempertahankan diri. dengan sorot mata yang tajam.Tiraikasih Website http://kangzusi. sepasang telapak tangannya melancarkan serangkaian yang berantai. lima kaki di sekitar arena diliputi oleh debu dan pasir yang berterbangan memenuhi angkasa.

) Segulung kekuatan yang maha dahsyat bagai hancurnya bendungan. Si berewok berpena baja Tio Ci-hui menjadi amat terperanjat. sementara tenaga pukulan lawan yang maha dahsyat itu sudah menyambar lwat sisi tubuhnya. Si berewok berpena baja Tio Ci-hui hampir tidak percaya dengan apa yang dilihat. tanpa terasa dia menjerit kaget: "Habis sudah riwayatku kali ini!" Sepasang telapak tangannya segera didorong kedepan. Si berewok berpena baja hanya merasakan pandangan matanya menjadi kabur. segulung angin pukulan teah menyambar kedepan. ternyata orang yang mendorong tubuhnya kesamping dan menyelamatkan jiwanya tak lain adalah Suma Thian yu. “Blaam” terdengar benturan suara keras menggelegar memecahkan kesunyian. matanya terbelalak lebar dan mulutnya terngangga. seluruh badannya tahu-tahu sudah didorong oleh segulung tenaga lembut yang halus hingga tergeser lima depa kesamping.Tiraikasih Website http://kangzusi. untuk menghindar sudah tak sempat lagi. kemarahan manusia aneh itu semakin membara. langsung saja meluncur kedepan dengan kekuatan yang mengerikan. sebatang pohon siong yang berada dibelakangnya sudah tumbang keatas tanah.tahu sudah berada dihadapnnya. tiba-tiba dengan suatu gerakan cepat tangannya menghantam kedepan dadanya si Berewok berpena baja dengan jurus Lip pei thay san (mencabut keluar bukit Thay san. Menanti si Berewok berpena baja menyaksikan datangnya ancaman tersebut.com/ Merasakan tenaga kurungan yang semakin besar menggencet tubuhnya. lalu seorang pemuda tampan tahu. . sambil memejamkan mata dia menanti saat kematianrya tiba. mukanya pias seperti mayat. Siapa tahu disaat yang keritis itulah tiba-tiba terdengar suara bentakan keras menggema yang pecahkan keheningan. tubuhnya segera melompat kedepan.

.. "Seorang bocah muda berusia enam tujuh belas tahun.. inilah saat-saat terakhir menjelang berlangsungnya suatu badai yang amat dahsyat.. dia percaya serangan yang dilancarkannya ba rusan sudah pasti dapat berhasil mengalahkan Tio Ci hui. "Bocah busuk.Tiraikasih Website http://kangzusi..” "Haaaa.haaah. buat apa mesti menggunakan cara main sergap?" Ucapan yang amat takabur ini kontan saja membuat si Berewok berpena baja menjadi terkesiap. hawa pembunuhan dengan cepat menyelimuti wajahnya. berapa besarkah kemampuan yang bisa dimilikinya?" demikian dia berpikir. namun sebelum menyaksikan kelihayan dari anak muda tersebut dengan mata kepala sendiri..... . kau pandai sekali menyergap orang. sementara sepasang matanya yang dingin bagaikan es mengawasi pedang Kit hong kiam yang tersoren dipunggung Suma Thian yu tanpa berkedip. Kontan saja seluruh hawa amarahnya dilampiaskan keatas tubuh Suma Thian yu.. untuk menjegal dirimu. Seketika itu juga suasana dalam arena berubah menjadi luar biasa heningnya. masih bisanya berkata begitu.. Selama ini manusia aneh berkerudung hitam itu cuma membungkam diri dalam seribu bahasa. bukan saja usahanya sia-sia belaka. menyergap orang. dengan wajah penuh kegusaran teriaknya. matanya terbelalak lebar dan mengawasi Suma thian yu tanpa berkedip. Tapi seringkali kenyataan bisa berbeda jauh dengan apa yang diduga dalam harinya.. Hmm.. siapa tahu dari tengah jalan telah muncul seorang Thia Kau kiai. dia sendiri malah kena tergetar mundur... dia tak percaya kalau bocah tersebut memiliki kemampuan yang amat lihay.haaah. dia kuatir sianak muda itu akan menderita kerugianbesar.com/ Tapi yang paling terperanjat bukan dia melainkan manusia aneh berkerudung hitam itu. Walaupun sudah dua kali nyawa si berewok berpena baja ditolong oleh Suma Thian yu.

Menyinggung soal pedang Kit hong kiam. asal kau sanggup menangkan satu jurus dari sauya. kemudian pedangnya di putar dengan jurus sin liong jut im (naga sakti keluar dari mega) tampak selapis bunga pedang yang amat menyilaukan . cuma harus dilihat dulu apakah kau memiliki kemampuan tersebut. hari ini sauya ingin merenggut pula selembar nyawamu. pelan-pelan pedangnya pun diloloskan keluar. Melihat itu. tanpa terasa manusia aneh berkerudung itu berseru memuji: "Betul-betul sebilah pedang bagus" Berdiri dibawah sinar fajar dengan pedang terhumus. Tampaknya manusia aneh berkerudung hitam pun tahu kalau musuhnya bukan sembarangan musuh. dia berpekik gusar. Suma Thian yu nampak sangat gagah dan penuh memancarkan sinar kewibawaan. Suma Thian yu yang muda dan berjiwa panas tak dapat menahan diri lebih dulu.Tiraikasih Website http://kangzusi. pedang ini tanpa syarat akan kupersembahkan kepadamu. Suatu pertarungan yang amat seru pun segera akan berlangsung didepan mata. tanpa terasa arak muda itu terbayang kembali paman Wan nya yang dikasihi. tidak sulit jika kau menginginkan pedangku ini. ia tak sanggup mengendalikan dirinya lagi. kalau tidak.com/ Menyaksikan keadaan tersebut. Si Berewok berpena baja dapat menyaksikan raut wajah Suma Thian yu penuh diliputi hawa pemenuhan yang sangat tebal. tenaga dalamnya disalurkan ke dalam lengan kanan. serentetan cahaya tajam kehijau-hijauan memancar ke empat penjuru. tahukah dia kalau pemuda itusedang diliputi oleh amarah yang membara?. Mendadak hawa amarah berkobar didalam dadanya. Suma Thian yu segera memecahkan kesunyian itu lebih dulu. katanya: "Pencoleng berkerudung. dia tak berani memandang enteng lawannya. dengan mata melotot besar dia segera mencabut keluar pedang Kit hong kiamnya lalu diiringi suara gemerinciug nyaring.

Rasa kagetnya tak terlukiskan dengan kata.. ia tak berani berayal. disusul terdengar pihak lawan tertawa dingin dari belakang. Belum kagi serangan itu tiba. Tangan kanannya dengan memainkan jurus Hek coa jut tong (ular hitam keluar dari guaj menyergap jalan darah Sian ki niat didalam tubuh Suma Thian yu. tahu-tahu dia sudah kehilangan bayangan dari Suma Thian yu. Khi koan tian hong (bianglala memancar diangkasa). pedangnya dengan jurus Ya wan heng tok (sampan kecil menyeberang sungai) membabat pinggang Suma Thian yu. .com/ mata langsung menusuk kearah tenggorokan manusia berkerudung tersebut. denga ilmu langkah Ciok yiong koan poh ia menyelinap kesamping. Po im kian jit (menyingkap awan melihat matahati). memakai jurus Hoa sui hong siau (Bunga berterbangan mengikuti angin) ia menyelinap kebelakang tubuh manusia aneh berkerudung hitam itu sambil tertawa dingin.. Tampak bayangan manusia berkelebat lewat. "Serangan bagus!" seru manusia berkerudung itu sambil berkelit kesamping. Sementara dia masih tertegun. sambil berpekik nyaring tubuhnya berputar arah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Padahal manusia aneh berkerudung hitam itu sudah merasa kalau serangannya dilancarkan dengan cepat dan tepat. buru-buru pedangnya dimainkan dengan gencar. Suma thian yu sudah merasakan desingan angin tajam yang menyambar tiba. pedangnya dilancarkan bersamaan dengan gerakan tubuhnya. Sreet! Sreeet! Sreeet! Secara beruntun dia melancarkan tiga buah serangan kilat dengan jurus-jurus Kan kun to cuan (dua berputar balik). "Sauya berada distni!” Betapa gusarnya manusia aneh berkerudung hitam itu karena merasa dipermainkan. tahu-tahu bayangan tubuhnya lenyap tak berbekas... baru saja ujung pedangnya hampir menusuk ditubuh lawan. mendadak dari sisi badannya terdengar seseorang tertawa nyaring.

sekarang dia sudah tak bisa membedakan lagi mana yang Suma thian yu dan mana si manusia berkerudung. Yang seorang adalah manusia aneh berkerudung hitam. sedang yang lain adalah seorang pemuda berwajah tampan. seluruh badannya melejit ketengah udara. Bagaikan bayangan iblis yang menempeli lawan. dengan cepatnya lapisan cahaya itu mengurung seluruh badan manusia berkerudung itu. Kecuali dua sosok bayangan manusia yang saling menyambar dibalik kabut pedang yang tebal. bunga pedang menyusul kemana-mana. Akan tetapi setelah menyaksikan kelihayan yang dimiliki pendekar cilik ini. disertai cahaya pedang yang berkilauan dengan cepat mengurung Suma thian yu dalam kepungan kabut pedang. rasa ingin menang hampir menyelimuti seluruh benaknya. pedang Kit hong kiamnya menciptakan selapis cahaya tajam yang amat menyilaukan mata. . selapis bunga pedang diciptakan memenuhi angkasa. manusia berkerudung hitam itu selalu berputar kesana kemari. Setika itu juga tampaklah dua belah menari-nari diangkasa. Mendadak dia berpekik nyaring. pertarungan yang sedang berlangsung benar-benar merupakan suatupertarungan yang amat sengit. Sekarang. Makin bertarung Surna Thian yu merasa makin perkasa.com/ Tampak selapis cahaya bintang yang menyilaukan mata. buru buru ia salurkan ilmu Bu siang sia kang dari perguruannya kedalam permainan pedang. dia baru merasa terkejut bercampur girang. ia hampir boleh dibilang tidak melihat apapun.Tiraikasih Website http://kangzusi. cahaya tajam berkilauan memenuhi angkasa. Suma Thian yu baru merasakan kelihayan lawannya. selama ini dia amat menguatir kan keselamatan jiwa Suma Thian yu. Selama ini si Berewok berpena baja Tio Ci hui hanya menyaksikan jalannya pertarungan dari sisi arena. bahkan mengucurkan peluh dingin baginya. kekiri kekanan mengikuti gerakan dari Suma Thian yu. lalu disertai desingan angin tajam langsung menyapu kedepan.

bukankah kejadian ini sangat aneh? Hari ini. selapis cahaya pedang memancar keempat penjuru. sudah jelas dia merupakan murid dari Wan Liang.. Peristiwa ini sama sekali diluar dugaan. dalam beberapa lompatan . bibit bencana tidak ada habisnya”. kemudian sepasang bahunya bergerak dan lalu ia melejit ketengah-tengah udara. Dengan pedang Kit hong kiamnya digetarkan keras. buru-buru dia melancarkan sebuah bacokan kilat.. Hal mana segera memberikan peluang baik sekali bagi Suma Thian yu. Makin bertarung manusia aneh berkerudung hitam itu semakin ter peranjat. ia tidak nyangka kalau kepandaian silat yang dimiliki pemuda itu begitu dahsyat. permainan pedangnya menjadi lamban.com/ saat itu mereka berdua sudah bertarung sampai titik keadaan yang paling kritis. dia lantas berpendapat bahwa "menghajar ular tidak mati. menanti manusia aneh berkerudung hitam itu sudah kena disambar lepas oleh cukilan pedang Suma Thian yu. pada hakekat merupakan musuh paling tangguh yang pernah dijumpainya.Tiraikasih Website http://kangzusi. sudah pasti dikemudian hari akan jadi bibit bencana bagi diriku sendiri. siapa tahu kkarena pikirannya harus bercabang. tubuhnya melompat kedepan sambil melakukan sebuah sapuan kilat.. Diam-diam dia lantas berpikir.. kalau ia tidak kubunuh. seketika itu juga mencorong sinar keraguan dari balik matanya. Kalau dilihat usianya yang muda. terlihat lapisan cahaya perak berkilauan dan amat menusuk pandangan. ternyata ilmu silatnya sepuluh kali lipat lebih hebat dari pada Kit hong kiam Wan Liang. Dengan cepat terlihatlah selembar wajah yang amat tampan sekali muncul dari balik kain tersebut. mimpipun manusia aneh berkerudung hitam itu tak menyangka kalau gerakan lawan bisa secepat itu. “Bocah keparat ini bertarung hanya mengandalkan pedang Kit hong kiam yang memainkan ilmu pedaog Kit hong kiam hoat." Berpikir sampai disitu.

Ditengah pegunungan sepi. bagaikan kuda liar dia berlarian tiada hentinya. semuanya dilakukan dalam waktu singkat. Panjang untuk diceritakan. Begitu berhasil menyingkap kain kerukdung lawan. Si Berewok berpena baja yang menyaksikan rekannya melakukan pengejaran. buru-buru dia miringkan kesamping untuk menghindarkan diri. dia langsung melejit ke depan. Tindakan yang sangat tiba-tiba ini diluar dugaan siapapun. Makin kabur manusia berkerudung itu semakin cepat. . "Kejar!” Dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. melainkan justru karena kain kerudungnya kena disambar hingga terbuka. mereka meluncur cepat ke muka. ternyata manusia aneh berkerudung hitam itu bukan kabur lantaran kalah. sejak terjadinya peristiwa kain kerudung yang tersingkap sampai tindak melarkan diri. sehingga si Berewok berpena baja Tio Ci hui yang berdiri disisi arena tak sempat melihat jelas paras muka yang sebetulnya dari manusia berkerudung itu. buru-buru Suma Thian yu berseru keras. angin pukulan itu sedemikian dahsyatnya se hingga sebatang pohon yang berada dibelakang Suma Thian yu terhajar sampai patah dan roboh ke tanah. Tampak serangan tersebut dilancarkan manusia berkerudung itu dalam keadaan gusar. Melihat kesempatan untuk membalas dendam segera akan berakhir. diapun dengan perasaan bingung ikut melakukan penge jaran pula dari belakang. tiba-tiba Suma Thian yu merasakan ada segulung tenaga pukulan yang menyergap tubuhnya. cepat didalam kenyataaan. bagaikan tiga gulung asap hitam. terlihatlah tiga sosok bayangan manusia secepat sambaran kilat melakukan kejar mengejar.com/ saja dia sudah mencapai puluhan kaki dan lenyap dari pandangan mata.

Tiraikasih Website http://kangzusi. satu kaki. . mendadak dia merentangkan sepasang tangannya.!" serunya kaget. menanti dia sadar akan datangnya bahaya. Orang persilatan mempunyai pantangan yang besar. Suma thian yu adalah seorang anak mada yang belum berpengalaman. yakni bila bertemu hutan jangan. dengan kecepatan luar biasa menerebos masuk kedalam hutan. tiga kaki. “Sreet! Sreet! Sreet! tiga batang pian terbang telah meluncur lewat dari sisi tubuhnya dan menghajar diatas dahan pohon disebelah kanan. dia segera kehilangan jejak dan dari manusia aneh berkerudung hitamitu.com/ Sambil menggigit bibir.. "Aaah. Suma Thian yu segera mengejardari belakangnya dengan ketat. Lima kaki. Tampaknya Suma Thian yuskan berhasil menyusul dibelakang tubuh manusia aneh berkerudung hitam itu. Begitu masuk kedalam hutan. Namun Suma thian yu sama sekali tidak memperdulikan tantangan tersebut. tiga titik cahaya disertai dengan angin tajam. Suma Thian yu segera ber tindak cepat. untuk sesaat Suma Thian yu menjadi sangsi.. Tiba-tiba terdengar suara bentakan keras bergema dari dalam hutan.. dengan berpen car dalam posisi segitiga langsung meluncur ke arah Suma Thian yu. mimpipun dia tak menyangka kalau manusia berkerudung hitam itu bakal melancarkan serangan mematikan seperti ini. dengan gerakan Gi kiong ciu pon (menggeser posisi maju berlangkah) badannya melejit lima depa ke samping.. seakan akan mempunyai mata dipunggungnya. Tanpa berpikir panjang lagi Suma Thian yu segera melejit ketengah udara dengan jurus Cing cian tui hong (Comberet hijau mengejar angin) diapun ikut mengejar kedalam hutan.. tiga batang pian beracun telah muncul didepan mata... Dalam keadaan yang amat berbahaya. kemudian bagaikan seekor burung elang raksasa.

mereka adalah manusia-manusia laknat yang berhati busuk. belum pernah ia alami kejadian seperti ini. si Berewok berpena baja Tio Ci-hui telah sampai pula ditempat tujuan. "Suma Hiante. sementara bayangan tubuh dari manusia aneh berkerudung hitam itu sudah lenyap.hitung-hitung nasibmu memang lagi mujur!" Pada saat itulah. “Sudah kabur!" dia bergumam sambil menghela napas. suasana didalam hutan tersebut masih tetap senyap tak kedengaran sedikit suarapun. rasa kecewa terlintas di atas wajahnya. Sambil mendepak-depakkan kakinya keatas tanah dengan gemas. Tapi. perbuatan keji seperti apa saja dapat mereka lakukan. Dengan cepat ia melejit keudara sambil menerjang kearan mana datangnya sergapan tersebut. kehebatannya benar-benar mengerikan sekali. kontan saja amarahnya berkobar. berada ditengah udara dia berpekik pan jang... lalu beberapa batang pohon siong bertumbangan ke atas tanah. Serangan yang dilancarkan Suma Thian yu dalam keadaan gusar ini telah disertakan tenaga Bu siang sin kang yang maha dahsyat. tindakanmu melakukan pengejaran tadi sungguh mencemaskan hatiku! Tahukah kau. keadaan yang dihadapinya saat itu benar-benar berbayaha sekali.. sedikit saja meleset bisa mengakibat kan pisau beracun menembusi ulu hatinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu bergumam: "Bajingan licik yang berotak anjing. berbicara . Suma Thian yu segera teringat kembali dengan tindakan yang baru saja dilakukan.. sejak dilahirkan dari rahim ibunya. Kepada rekannya yang baru tiba itu. kau harus berhati-hati lagi" Mendengar perkataan itu. Seketika itu juga terdengarlah suara gemuruh yang amat memekikkan telinga dalam hutan tersebut. Peluh dingin bercucuran membasahi seluruh badan Suma Thian yu..com/ Kalau dibilang berbahaya.. sepasang telapak tangannya didorong ke depan melepaskan sebuah pukulan dahsyat. lain kali jika bertemu lagi dengan peristiwa semacam ini. Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali..

“ buru-buru Suma Thian yu bertanya. sungguh tampan wajah orang itu” “Apa? Kau berhasil melihat jalan raut wajah orang itu? seru si Berewok berpena baja cepat. seorang lelaki sejati" "Siapakah dia Tio toako? Siapa yang kau maksudkan?" melihat si Berewok berpena baja bergumam tiada hentinya. “Siapakah dia? Tio toako. aku hanya salah bicara saja..com/ yang sesungguh nya andaikata didalam hutan tadi benarbenar sudah disiapkan musuh dalam jumlah banyak.. "Hiante. beralis mata lenting.. segera serunya: “Tio toako.Tiraikasih Website http://kangzusi. bisa jadi dia menderita kerugian yang amat besat. namun aku dapat melihat jelas raut wajah orang itu. beralis mata lentik. kau tak usah bertanya. "Aaaah. hidung mancung dan mulut lebar. mustahil bisa dia. walaupun hanya sikejap mata. timbullah perasaan ingin tahu di dalam hati Suma Thian yu..." "Bermata jeli. dia adalah seorang pemimpin dunia persilatan yang paling dihormati orang selama sepuluh tahun terakhir ini. Maka dengan perasaan menyesal katanya: "Tadi aku hanya dibikin jengkel oleh keadaan hingga mata gelap.. yaa dia adalah seorang Kuncu.. hidung mancung dan mulut lebar.." Siapakah dia?" "Bi ku lun (Kun lun indah) Siau wi goan!" . "Yaaa. lain kali aku pasti akan bertindak lebih hati-hati lagi" Ketika berbicara sampai disitu. tak mungkin" kembali si Berewok berpena baja Tio Ci hui menggelengkan kepalanya berulang kali. "Berapa besar usianya?” "Antara empat puluh tahunan” "Bagaimanakah tampangnya?" "Bermata jeli. mendadak ia teringat akan sesuatu. Orang itu bernama besar dan berkedudukan terhormat di dalam dunia persilatan.. mungkinkah dia? Si Berewok berpena baja Tio Cihui segera bergumam pelan.

. Tetapi selang beberapa saat kemudian.. cepat-cepat ia menjawab: "Aaaah. ia berusaha keras untuk menemukan siapa gerangan dia. dia segera ber tanya dengan wajah tercengang. iapun merasa menyesal. dia berkata lebih jauh: "Raut wajah Siau Tayhiap mirip sekali dengan orang kau jumpai itu. benar! Paman Wan malah pernah berkata begini: "Siau Wi goan wahai Siau Wi goan! Bagaimanapun licikmu.. tidak apa-apa!" “ Masih sedih?" "Yaa. Suma Thianyu sedang termenung sambil mutar otaknya keras-keras. tak mungkin kau akan berhasil menemukan aku orang she Wan" Kejadian itu sudah berlangsung lama sekali. bukankah semua kecurigaan tersebut dapat dipecahkan? "Suma hiante. andaikata waktu itu dia berhasil membekuknya.Tiraikasih Website http://kangzusi.” sehabis mendengar perkataan dari si Berewok berpena baja.. maka aku telah salah menduga akan dirinya. darah panas segera mendidih dalam dadanya. mengapa kau?" Ketika si Berewok berpena baja menyaksikan paras muka Suma Tbian yu berubah aneh.” “Siau Wi goan? Suatu nama yang amat dikenal. Suma Thian yu ber pikir terus tiada hentinya. Dia merasa seperti pernah mendengar nama itu. terpaksa si Berewok berpena baja ini harus menyebut juga nama tersebut. Ia menyesal mengapa membiarkan manusia aneh berkerudung hitam itu lolos dari pengejarannya. Akhirnya dia teringat.com/ Oleh karena anak muda itu mendesak terus menerus. benar” . bukankah nama tersebut adalah nama yang seringkali di sumpahi dan dimaki-maki paman Wan? Yaa.. Maka selapis hawa pembunuhan yang menakutkan dengan cepat menyelimuti wajah Suma Thian yu. waktu itu ia dan paman Wan baru selesai membenahi gua mereka.

terutama sekali rahasia antara paman Wan dengan Siau Wi-aoan. bahkan akan mempersulit usahanya untuk membongkar perbuatan jahat yang dilakukan Siau Wi goan. Si Berewok berpena baja Tio Ci bui belum lama berkenalan dengan Suma Thian yu. lain kali bila kitasampai menemukannya kembali. tentu saja dia tak dapat meraba jalan pikiran dari sianak muda itu. Setiap orang orang persilatan yang datang di kota Heng ciu. bangunannya menempati areal tanah seluas puluhan hektar. . mari kita pergi sekarang” Suma thian yu segera menyarungkan kembali pedangnya kedalam sarung. Tentu saja alasan yang terutama adalah karena dia belum memahami secara keseluruhan akan rahasia tersebut. kemudian ia memetik sekuntum bunga. disisi pintu gerbang berdiri sepasang patung singa batu yang berat nya mencapai puluhan ribu kati. jangan kita biarkan mereka lolos. Apa lagi kalau didengar dari ucapan si Berewok berpena baja Tio Cu hui terhadap Siau Wi goan mendekati rasa hormat yang berlebihan. ia kuatir tindakannya yang kelewat terburu-buru justru akan ditertawakan orang. biarkan saja pencoleng itu kabur. Dengan nada menghibur. dia merasa antipatik yang diperlihatkan bisa mencurigai orang itu.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dia tak ingin membocorkan rahasia tersebut. mengendusnya pelan-pelan dan jalan mengikuti si berewok berpena baja. dia lantas berkata: "Adikku. dinding pekarangannya terbuat dari batu hijau. Bagian Ketujuh Perusahaan Sin Liong piaukiok terletak diujung jalan Heng yang dalam kota Heng ciu. kebanyakan akan berkunjung keperusahan Sin liong piaukiok untuk menyambangi cong piauiaunya "Mo im sin liong” (naga sakti penggosok awan) Wan Kiam Cu.

dia datang hanya ditemani orang pemuda. sampaikan padanya setelah menyelesaikan urusan. oh yaa. dengan terkejut Mo im sin liong Wan Kiamciu melompat bangun. Begitu sampai didepan pintu.. Ia segera memeluk saudara angkatnya dengan air mata berlinang. Hari itu. Mendengar perkataan itu. maka sekeluarnya dari sana maka kedudukkannya akan terasa lebih tinggi dan terhormat. tak sepatah katapun yang bisa diucapkan. Buru-buru dia menegur: "Hiante. Karena itulah mereka bersama sama ikut memburu keluar pintu gerbang. Tio piautau pulang sendirian.Tiraikasih Website http://kangzusi. si Berewok berpena baja merasa bagaikan bertemu sanak sendiri. beritahu kepadanya sepanjang jalan dia tentu amat lelah.. Mo im sin liong Wan Kiamcu saksikan adik angkatnya si Berewok berpena baja Tio Ci hui berdiri didepan pintu dengan wajah sedih dan murung. segera serunya: "Ehmm. ketika cong piautau Mo im sin liong Wan kiam ciu sedang berancang-bincang dengan seorang tetamu yang datang ber kunjung. . suruh datang kemari. dibelakangnya mengi kuti seorang pemuda berwajah tampan.. Para ramunya yang menjumpai kejadian itu segera tahu kalau disana telah terjadi suatu peristiwa. Tio piautau telah kembali!” Mendengar si adik angkatnya telah pulang.. tiba-tiba dari luar pintu muncul anak buahnya yang segera memberi laporan: "Cong piautau. buru-buru dia lari keluar. rasa sedih yang tibatiba mendekam perasaannya membuat ia tak bisa mngendalikan diri lagi. sebenarnya apa yang telah terjadi?" Berjumpa kakak angkatnya. tak sempat minta maaf kepada tamunya lagi..com/ Seakan-akan siapa saja yang bisa berkunjung ketempat itu. benar.. Ko im sin liong Wan Kiam ciu merasa girang sekali. buru-buru orang itu berseru lagi: “Lapor cong piautau.” "Apa?" mendengar 'aporan itu.

“Toako. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera berkata lagi: "Hiante. Selesai mendengar laporan tersebut. "Tidak mengapa" hibur Wan Kiam ciu cepat.Tiraikasih Website http://kangzusi. cepatlah rawat lukamu. Kemudian sambil menjura ke arah Suma Thian yu. Wan Kiam ciu baru berkata. "sebagai seorang lelaki kita harus dapat menghadapi setiap perubahan. tapi dia masih berusaha keras untuk menahannya agar jangan meleleh keluar. butiran air mata tampak mengembang dalam kelopak matanya. bisa diambil bisa pula dilepas. beristirahatlah dulu. lanjutnya: . “Hiante.. kau sudah lelah. ketika berbicara tentang ketiga belas saudara yang tewas. siaute tak becus. kemudian baru pelan-pelan menceritakan kisah tersebut kepadaku” Cong piautau dari perusahaan Sin liong piau kiok memang seorang lelaki yang hebat dan berjiwa besar. Pelan-pelan Si Berewok berpena baja mendongakkan kepalanya. Suma Thian yu yang berdiri dibelakang Si Berewok berpena baja Tio Ci hui diam-diam merasa kagum sekali. mereka telah gugur semua ditangan musuh” Dia lantas menceritakan semua kisah kejadian itu dengan jelas. Tio Ci hui tak dapat membendung air matanya lagi. yang lebih tak beruntung lagi. lalu dengan mata merah katanya sedih. aku telah membuatmu susah selama ini. aku sudah tahu.. ternyata tak mampu melindungi barang kawalan tersebut.. Mo im sin liong wan Kiam cie menunjukkan pula rasa sedih yang tebal. Sampai lama kemudian. apakah barang kawalanmu dibegal orang?" Si Berewok berpena baja manggut-manggut tanpa menjawab.com/ Melihat itu. kau harus lebih mengutamakan kesehatan badanmu.

Baru saja dia akan melangkah keluar dari kamar. sambil mengulapkan tangannya dia berseru: . seorang pegawainya telah lari mendekat sambil berteriak: “Aduuh celaka. titik air mata jatuh bercucuran membasahi seluruh wajahnya.. tentu saja dia rikuh untuk pergi beristirahat.. setelah cong piautau memerintahkan orang untuk mengatur para tamu untuk tidur. Wan kiam ciu segera tersadar kembali dari tidurnya. dengan membawa perasaan sedih dia berjalan masuk keruang da lam. sebelum berlalu. pesannya kepada kasir. setiap kali ada yang jatuh korban dalam setiap perjalanan. sepasukan kereta barang telah hilang. Mo im sin liong Wan Kiam ciu tidak menghalanginya untuk menangis.. siauhiap tentu merasa lelah bukan.. mendadak ia mendengar suara hiruk pikuk dari luar. naikkan bendera berduka cita!” Bendera berduka cita merupakan bendera yang dinaikkan untuk mengenang para piaucu yang tewas. Tiga belas saudara telah gugur.. Diam-diam Mo im sin liong Wan Kiam merasa tertegun. tapi dia masih berusahau untuk mempertahankan ketenangannya.. Cong.. "Turunkan bendera perusahaan. ketika Mo im sin liong Wan Kiam ciu sedang berada dalam lamat-lamat tidur.. cong piautau pasti akan memerintahkan sang kasir untuk mengganti bendera perusahaan dengan bendera segitiga pertanda duka cita Malam itu seluruh perusahaan berada dalam suasana hening. Cong piautau panji duka cita dicuri orang. terima kasih banyak atas bantuanmu. dia mengurung diri dalam kamar baca dan berjalan mondar mandir semalaman suntuk dengan perasaan sedih.com/ “Suma Siauhiap.Tiraikasih Website http://kangzusi. Keesokan harinya. silahkan mengikuti Tio hiante masuk kedalam untuk beristirahat!" Saking terharunya si Berewok berpena baja melelehkan air mata dengan deras..akhirnya ia tertunduk dengan sedih...

di pucuk tiang bendera itu telah sebatang anak panah. pagi tadi ketika Hui lam keluar hendak menaikkan bendera. Tatkala semua orang menyaksikan cong piautaunya munculkan diri. Saat itulah. seorang kakek munculkan diri dari kerumunan orang banyak dan berjalan menuju kehadapan Wan Kiam ciu. setelah memberi hormat katanya: "Lapor cong piautau. kemudian baru berkata dengau suara lantang: "Saudara sekalian. pelbagai pikiran serasa berkecamuk didalam benaknya. sementara diujung tiang bendera telah ditemukan sebatang panah. benar juga. Mo im sin liong wan Kian ciu melakukan perondaan ke seluruh lapangan. sorot mata semua orang ditujukan kearahnya dan setiap orang membungkam diri dalam seribu bahasa. berkat . tiba-tiba dijumpai panji duka cita itu sudah hilang. katanya sambil tersenyum: “Sim suhu. Mo im sin liong Wan kiam ciu pelan-pelan berjalan ketengah arena dan manggut-manggut kepada setiap orang yang dijumpainya. Mo im sin liong Wan Kiam ciu mendongakkan kepalanya dan menghela napas panjang. sejak didirikan hingga kini perusahaan kita sudah bercokol selama dua puluh tahun lamanya. mundurlah dulu” Menanti piausu yang bernama Sim Hui lam mundur. diantaranya terdapat pula jago-jago persilatan yang kebetulan berkunjung kesana. suasana menjadi hening.com/ "Pergilah kau! Aku akan segera menyusul. Mo im sin liong wan Kiam ciu mendongakkan kepalanya. silahkan congpiau memeriksanya" Mendengar laporan itu. ia tidak habis mengerti siapa gerangan manusia aneh berkerudung hitam itu? Mengapa pula mereka bermusuhan dengannya? Tatkala Mo im sin liong Wan Kiam ciu tiba ditengah lapangan. ditengah lapangan sudah penuh kerumunan ratusan orang pegawai dan puluhan orang piausu. Melihat itu..Tiraikasih Website http://kangzusi.." Sepeninggal pegawainya. Dengan senyuman getir menghiasi wajahnya.

Pelan-pelan Mo im sin liong wan Kian ciu mengangguk. “Kalau begitu pembegal itu berkerudung?”. ada yang setuju gegasan pertama ada pula yang menyetujui gagasan kedua. untuk sesaat suasana menjadi kacau balau tak karuan. kemarin panji duka cita juga dicuri orang. setelah itu sambungnya lebih jauh: "Pertama kita tutup pintu perusahaan untuk mencari jejak pencoleng. Ditengah suasana yang hiruk pikuk. mana mungkin kita bisa turun tangan untuk melacaki jajaknya? Setelah lohu berpikir keras semalaman suntuk. yang patut disesalkan hingga kini. sambungnya lebih jauh: "Benar! Mereka adalah sekawanan pencoleng berkerudung hitam. mendadak terdengar seorang pemuda berseru dengan lantang: . siapa tahu berapa hari berselang barang kawalan kita dibegal orang. masing masing saling berbisik membicarakan persoalan itu. dia berhenti sejenak untuk memandang orang-orang yang berada dihadapannya. kita masih belum mengetahui dengan jelas siapa gerangan musuh kita tersebut. rejeki tidak tiba berbareng. Mo im sin liong sama sekali tidak melakukan tindak pencegahan apa-apa. bencana tidak jalan sendiri. kedua melanjutkan usaha ini sambil menantikan perubahan selanjutnya" begitu ucapan tersebut diutarakan. akhirnya aku berhasil menarik dua kesimpulan" Berbicara sampai disini. sebab ia sendiripun tidak tahu harus memilih yang manakah diantara kedua macam gagasan tersebut. mendadak terdengar seseorang berseru keras. suasana menjadi gempar. tanpa kita ketahui siap mereka.com/ bantuan dari saudara sekalian.Tiraikasih Website http://kangzusi. lohu yakin tak pernah menyalahi sobat sobat dari dunia persilatan. jelas hal ini merupakan suatu pembicaraan dan suatu tantangan buat kita. perusahaan kita baru berhasil mencapai sedikit kemajuan seperti hari ini." Ketika berbicara sampai disitu.

Mo im sin liong Wan Kiam ciu memperhatikan Suma Thian yu sekejap. Suma Thian yu segera berpaling. kulit tubuhnya putih halus. lalu tanyanya dengan suara lembut: "Siauhiap. usianya enam belas tahun. Mendadak dari tengah arena berkumandang suara teguran yang amat merdu: "Siauhiap. mukanya bulat telur dengan hidung yang mancung. bibir yang kecil dan mata yang jeli. serentak semua orang berpaling kearah pemuda itu. rasanya tidak sulit untuk mengetahui siapakah musuh kita itu" Mendengar perkataan itu. kemudian sambil menuding kearah tiang bendera itu katanya: “Asal panah tersebut dapat kita ambil. Perlu diketahui tiang bendera itu tingginya paling tidak mencapai dua puluhan kaki bukan suatu pekerjaan yang sudah untuk memanjat naik ke puncak tiang setinggi itu. Tiba-tiba terdengar Mo im sin liong Wan Kiam ciu menegur keras: . Boleh dibilang dia adalah seorane gadis yang cantik rupawan. apakah kau berniat untuk menggajak kami bergurau? Atau mentertawakan kami yang tak mampu naik ke atas?" Mendengar ucapan tersehat. Ternyata pemuda itu tak lain adalah Suma Thian yu yang diajak datang bersama si Berewok berpena baja Tio Cihui kemarin. ia mendongakkan kepalanya lalu membungkam dalam seribu bahasa. apakah kau mempunyai suatu pendapat?" Suma Thian yu segera menjura. Mo im sin liong wan Kiam ciu menjadi tertegun.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ "Harap saudara sekalian sedikit tenang!" Suara yang menggeledek itu kontan saja membuat suasana dalam arena berubah menjadi tenang kembali. membuat Suma Thian yu menjadi tertegun dan lupa untuk menjawab. Ternyata dari tepi arena berjalan keluar seorang gadis berbaju hijau yang cantik rupawan. tapi dengan cepat ia menjadi tertegun.

"Haaahh... aku hnya bermaksud baik saja" "Hmmm! Maksud baik?” nona itu menggigit bibirnya kencang kencang. lupakan saja persoalan hari ini.. semua orang tidak tahu rencana apakah yang terselip di balik kesemuanya itu? Setiap orang dengan wajah keheranan bersama-sama menunggu ia melanjutkan kembali kata-katanya.haahh apakah kalian keheranan?” “Kalian pasti mengira lohu sedang mencari gara-gara dalam suasana seperti ini bukan?” jangan curiga. mengapa kita tidak manfaatkan kesempatan ini untuk menyelenggarakan suatu perlombaan untuk memperebutkan panah? Selain sebagai hiburan juga untuk mengendorkan pikiran yang sudah penat dan lelah! ...Tiraikasih Website http://kangzusi.. Menyaksikan semua orang merasa keheranan. Belum habis dia berkata. ilmu silat memang melupakan suatu kepandaian yang harus dipacu untuk maju.. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera tertawa terbahak-bahak. Kontan saja semua orang dibikin kebingungan setengah mati. dari mana kau bisa tahu kalau dengan mengambil panah tesebut maka kita akan mengetahui siapakah musuh kita itu?” “Aku hanya berpendapat demikian..haahh.. jangan kurangajar!" Dengan cepat Suma Thian yu menjadi tersadar kembali. segera pikirnya: “Ternyata dia adalah putri kesayangan dari Wan cong piautau... apalagi kesempatan sebaik ini juga sukar ditemukan. "tolong tanya. terdengar Mo im sin-Iiong telah menukas sambil tertawa. tak heran kalau kecantikannya bagaikan bidadari dari kahyangan" Maka dia lantas menjura kepada nona itu sembari berkata: "Nona telah salah paham...com/ "Anak Lan. "Saudara sekalian. mengapa tidak kita gunakan kesempatan ini untuk menggunakan suatu perlombaan?” Secara tiba-tiba Mo im sin-Iiong Wan Kiam cui mengucapkan perkataan itu apalagi dalam suasana seperti ini. karena.

dia cukup mengetahui watak dari kakak angkatnya ini.. Hanya siberewok berpena baja Tio Gi-hui seorang yang memandang Wan Kiam ciu sambil termangu-mangu. karena dia sendiripun tidak mengerti apa maksud yang sebenarnya dari kakak angkatnya itu. sekeliling lapangan sudah dipenuhi oleh meja kursi. mustahil dia bisa melakukan perbuatan semacam ini dalam suasana dan keadaan semacam ini. ternyata apa yang dipikirkan Mo im sin liong Wan Kiam ciu telah memerintahkan pegawai pegawainya untuk membereskan lapangan. Suma Thian yu duduk bersama dengan si berewok berpena baja Tio Ci hui. dengan suara lirih si Berewok berpena baja Tio Ci hui segera berbisik kepada Suma Thian yu: "Hiante. Tak selang berapa saat kemudian. kelewat menunjukkan kelihayanmu hanya akan menuncing rasa dengki orang lain" Si Berewok berpena baja Tio Ci hui hanya bisa berkata demikian. menyiapkan meja per jamuan dan memerintahkan koki untuk menyiapkan hidangan dan arak. selama berada disini. Buru-buru Mo im sin liong mempersilahkan para tamu untuk duduk. mungkin ia sudah mengetahui kalau ada musuh yang telah menyelundup dibalik kawanan manusia yang hadir sekarang?” Si Berewok berpena baja Tio Gi-hui memang tak malu disebut sebagai seorang jago kawakan dalam dunia persilatan. "Kau harus tahu..com/ "Bagus sekali!” mendengar usul itu. berhati-hatilah dalam pembicaraan maupun gerak gerik” "Kenapa?" tanya pemuda itu keheranan. sedangkan dia bersama putri kesayangannya duduk di meja utama disebelah timur. Setelah duduk.. yang tersisa hanyalah tanah lapang seluas lima kaki dengan tiang bendera itu sebagai pusatnya. maka dalam hati kecilnya dia lantas berpikir: "Jangan jangan dia mencurigai Suma siaute? Kalau tidak.Tiraikasih Website http://kangzusi. . semua orang segera bersorak sorai dengan gembira.

adapun didalam peryelenggaran pertemuan ini. sebab itu banyak orang yang tak senang kepadanya. kemudian kepada semua orang serunya. mari kita keringkan secawan arak. dari meja sebelah barat telah berdiri seseorang. sambil menjura orang itu berseru: Cong piauiau. . Sudah banyak tahun dia bekerja dalam perusahaan. siauloji akan turun kearena paling dulu. Dalam waktu singkat. setelah memberi hormat katanya: "Sobat darimanakah yang ingin memberi petunjuk kepadaku?" Sim Hui lam merupakan seorang piausu yang paling sombong dan tinggi hati dalam perusahaan tersebut. maka begitu ada kesempatan untuk memamerkan kepandaiannya. lohu selain ingin menyelenggaraan permaian perebutan anak panah. beberapa orang diantara mereka yang berperasaan tajam segera dapat menangkap maksud lain dibalik ucapan tersebut. “Saudara sekalian. namun dihari-hari biasa dia sering membentak-bentak anak buahnya atau mendamprat anak buahnya dengan kata kasar. Ternyata orang itu adalah piausu Sim Hui lam." Ucapan tersebut mempunyai arti yang mendalam. tetapi belum pernah naik pangkat. perusahaan kami tak pernah menerima kunjungan kunjungan yang begitu banyak dari tamu-tamu agung seperti hari ini. masingmasing lantas membicarakannya dengan suara berbisik-bisik. kemudian memandang sekeliling tempat itu sambil menantikan reaksi. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera mengangkat cawannya sambil bangkit ber diri.com/ Setelah semua orang duduk dan hidangan di keluarkan. akupun ingin sekali menyaksikkan saudara sekalian bisa memberikan pertunjukan yang menarik. Mo im sim liong segera meneguk habis isi cawannya. walaupun dia cuma seorang jagoan dari kelas dua.Tiraikasih Website http://kangzusi. Selesai berkata. tentu saja dia tak akan melepaskan kesempatan tersebut dengan begitu saja. Sambil menggulung bajunya dia menuju ketengah arena.

Bagaimanapun juga kalau orang orang dari kelas dua yang sedang melakukan pertunjukan. dia menjadi rikuh sendiri. Aku she Kang bernama Pun san. biar aku saja yang menemanimu bermain beberapa gebrakan.." kata Sim Hui lam sambil menjura. lalu sahutnya. "Tolong tanya siapakah nama saudara? Kalau kau bersedia untuk bermain beberapa geb rakan.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan cepat dia memutar badannya menghindar. Kang Pun san tertawa nyaring. dan akhirnya sambil menjura kepada Cong piautaunya dia berkata. Dengan jurus Hek hou tou sim (harimau hitam mencuri hati) mendadak kepalan kanannya disodokkan ke perut si Tikus bersayap Kang Pun san." Sim Hui lam segera berpaling. semua orang segera berbisik membicarakan persoalan itu. hal ini lebih baik lagi" Lelaki setengah umur itu menjura untuk membalas hormat. kemudian dengan jurus Hay see sian sian (membunuh ular didasar laut) ia balas menumbuk jalan darah Tay yang hiat ditubuh Sim Hui lam. padahal bagi orang yang ahli.. orang persilatan menyebutku sebagai Cha gi sui (tikus bersayap). sayang tak seorangpun yang menampakan diri. “Cong piautau. silahkan Sim suhu memberi petunjuk" “Kalau begitu maaf.. sesorang telah melayang turun ketengah arena... sekilas pandangan saja dapat diketahui kalau dia adalah tamu yang berkunjung semalam. bagaimana kalau Hui lam mainkan serangkai ilmu pukulan saja untuk menghibur para tamu?" “Belum sempat Mo im sin liong menjawab. pertarungan mereka meski nampaknya tegang dan seru. ternyata orang itu adalah seorang lelaki setengah umur yang berbaju perlente. buru buru dia menjura sambil bertanya. . kemudian sahutnya: "Tidak perlu. pertarungan itu ibaratnya perkelahian anak kecil sedikitpun tidak menarik hati..com/ Begitu sampai ditengah arena. Melihat tiada orang yang menanggapi tantangannya itu.

Si tikus bersayap Kang Pun san tertawa tergelak-gelak seraya bsrseru: "Maaf. jangan membuat perusahaan kita betul-betul sampai kehilangan muka... kemudian bagaikan burung merak membentangkan bulu-bulunya.. mendadak terdengar Sim Hui lam yang berada ditengah arena menjerit kesaki tan: "Aduuuuh. mukanya pucat dan peluh dingin jatuh bercucuran dengan derasnya...pada hekekatnya seperti tombak melawan tombak mainan. tubuhnya roboh ketanah. serunya.?” "Baik!" sahut Mo im sin liong Wan Kiam ciu sambil mengangguk.. “Huuh." Wan Pek lan bersorak gembira. tampaknya seperti lagi menunggu orang kedua terjun kearena... ayah! Cepat suruh mereka berhenti.. pertarungan ini hanya terbatas sampai saling menutul. dia berdiri ditengah arena dengan kepala di angkat dada dibusungkan.. Sikap kekanak-kanakan semacam itu sungguh menggelikan sekali. jangan sampai membuat kesalahan dengan tamu.com/ Wan Pek lan. putri kesayangan Mo im sin liong wan Kiam ciu yang berada disamping ayahnya segera tertawa.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Agak mendongkol juga Wan Pek lan menjumpai sikap orang tua itu.. ." Baru saja ucapan gadis tersebut selesai diucapkan." Kemudian sambil memegangi perut sendiri. bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dia melesat ketengah udara. buru-buru serunya kepada ayahnya: “Ayah.. . bagaimana kalau Lan ji yang turun kearena untuk membereskan dia. "cuma ingat.!" "Bagaikan seorang pemenang yang hebat... sama sekali tak ada gunanya. dia melayang turun ditengah arena. maaf.

segera disambut oleh para jago dengan tempik sorak yang gegap gempita. Dengan gerakan Kim ki tok lip (ayam emas berdiri disatu kaki)." Sembari berkata. bagaimanapun juga. kemudian sambil tertawa dia berkata kepada si Tikus bersayap Kang Pun san: "Kang tayhiap.. dalam hatinya merasa girang sekali. lama sekali mulutnya yang tertawa belum juga dirapatkan. kejadian ini benar-benar merupakan suatu keberuntungan buat aku orang she Kang. dia harus menghadapi kenyataan tersebut sambil menggertak gigi. agaknya dia sudah bersiap siaga menghadapi lawan. takabur dan berlagak sok tentu saja tak mungkin baginya untuk mengundurkan diri dengan ketakutan.. "Silahkan!" . harap tayhiap suka banyak mencari petunjuk" Semenjak menyaksikan ilmu meringankan tubuh nona Wan yang lincah dan cepat tadi. sepasang matanya sampai menyipit karena senyuman yang kelewat tebal diwajahnya. Sesungguhnya nona Wan merasa muak sekali terhadap kawanan manusia yang sok berjual lagak seperti ini. Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang menyaksikan gerakan tubuh puterinya amat indah sehingga mendapat pujian dan tepuk tangan orang banyak. terutama setelah mendapat tantangan. dengan watak Kang Pun san yang sombong.Tiraikasih Website http://kangzusi. diam-diam si Tikus bersayap Kang Pun san telah merasa gelisah sekali. “Aku orang she Kang beruntung dapat berkenalan dengan nona.. Wan Pek lan berdiri dingin arena. diapun memasang kuda-kuda yang rendah dengan sepasang kepalan disiapkan didepan dada. diam diam dia mengeluh didalam hati. dia sengaja berdiri seenaknya sambil berkata dengan suara dingin. Tapi. dia menyambut dengan suara agak tergagap. boanpwee ingin sekali memohon petunjuk beberapa jurus darimu. melihat sikap lawan. Maka setelah balas memberi hormat.com/ Gerakan tubuhnya indah dan lincah.

. mendadak terdengar suara panjang yang menyakitkan telinga menggema dari meja sebelah barat. Tapi kawanan jago berpengalaman yang menyaksikan kejadian itu.. Pada dasarnya Kang Pun snn cuma seorang manusia kelas tiga. seluruh badannya mencelat sejauh satu setengah kaki lalu. lalu mengulumkamkan senyuman manis dan merayu. nona Wan menjura ke empat penjuru. lagi pula jarang sekali berkelana didalam duuia persilatan. sementara tangan kanan mem babat payudaranya.. ditengah sorak sorai tersebut. Tempik sorak yang gegap gempita kembali berkumandang diseluruh angkasa. dengan perasaan marah yang berkabar dia berseru pula. Terlebih-lebih nona Wan sendiri. kontan saja si tikus bersayap seakan-akan benar-benar be tumbuh sayapnya..Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada saat itulah. Bertarung melawan orang. kemudian meayang . “Maaf aku orang she Kang akan menyerang dulu" Dengam jurus Ji yan jut ciau (burung walet keluar sarang). maka menyerang payudara anak gadis merupakan suatu pantangan yang besar. kepalan tangan kiri menekan kedada lawan. kemarahannya kontan memuncak.. sepasang matanya mengawasi ancaman tersebut lekat-lekat. Bagaikan anjing budukan yang baru terserang penyakit parah. dalam gelisahnya ia sudah melupakan pantangan tersebut. sampai lama sekali ia belum juga bisa merangkak bangun. kontan saja menjadi marah-marah sambil menyumpah.com/ Si Tikus bersayap Kang Pun san pun merasa amat mendongkol menyaksikan sikap menghina dari nona Wan. kemudian secara tiba-tiba ia membentak keras: “Roboh kau!” Tampak sepasang lengannya diayunkan kemuka secepat sambaran petir."Buk!" badan nya terjatuh keras keras diatas tanah.... menyusul kemudian tampak seseorang menampakkan diri dengan berjumpalitan ditengah udara. terutama seorang pria berhadapan dengan wanita..

Nona Wan mencoba untuk memperhatikan pendatang itu. dia segera meujura sambil memperkenalkan namanya: "Aku adalah Ban Hoan kiam (pedang selaksa bunga) Tan Sim dari Thiam cong pay. oleh karena itu boanpwe berharap bisa meminta petunjuk dalam ilmu pedangnya saja. aku lihat lebih baik kita beradu tangan saja" Mendengar ucapan tersebut nona Wan termenung sejenak. lama sudah boanpwe mengagumi hal itu. apalagi kesempatan macam ini jarang kita jumpai. rasa mendongkolnya seketika hilang separuh. sengaja datang untuk memohon petunjuk dari nona.Tiraikasih Website http://kangzusi." Ketika Nona Wan menyaksikan potongan wajah orang ini tidak memuakkan. . ternyata dia adalah seorang lelaki berusia tiga puluh tahun. dan baru berkata: "Sudah lama kudengar pihak Thiam cong pay termashur di dunia persilatan karena ilmu pedangnya. sebiiah pedang tersoren dipunggungnya.com/ turun tepat lima enam langkah dihadapan nona Wan. seketika itu juga hatinya jadi tak senang kembali. memelihara jenggot hitam dan berdandan sebagai Busu. Begitu turun ke arena. harap Tan tayhiap sudi memberi muka padaku" Ban hoa kiam Tan Sim adalah adik seperguruan dari It ci hoa kiam (pedang satu huruf bunga) Yu Liang Gi. berperawakan setinggi enam depa. "toh tujuan dari pertandingan silat yang di selenggarakan ayahmu hari ini hanya bertujuan untuk menghibur hati. tapi begitu mendengar orang itu menggunakan nama Thiam cong pay untuk menakut nakuti orang. wataknya memang tidak menentu terutama sifat ingin menang. segera tanyanya dengan cepat: "Kau hendak beradu senjata? Ataukah beradu tangan kosong belaka?" "Kedua duanya sama saja" sahut Ban hoa kiam Tan Sim dari Thiam cong pay sambii tersenyum.

seandainya nona terjadi apa apa. hal itu merupakan kesalahanku sendiri yang belajar silat tak becus. Wan cong piautau seperti meminta persetujuannya." Tidak menunggu dia menyelesaikan kata-katanya... karena sehabis mendengar ucapan tersebut. pelan-pelan Ban hoa kiam Tan Sim meloloskan pedang nya dari sarung. mana mungkin aku bakal menyalahkan Tan tayhiap? Harap kau jangan menampik keinginanku ini. paras mukanya ikut pula berubah-ubah.. serentak semua orang berteriak memuji. tampak cahaya putih memancar Keempat penjuru dan amat menyilaukan mata. "Sebilah pedang bagus!” Ban hoa kiam Tan Sim makin gembira hatinya karena dipuji orang banyak.. Sekali lagi para jago yang menyaksikan demonstrasi itu bersorak sorai memberikan tepuk tangan yang ramai. Melihat itu. segera sahutnya: "Senjata tak bermata. Ban hoa kiam Tan Sim segera berpaling kearah Mo im sin liong Wan Kian ciu.." Ucapan dari nona Wan itu amat tepat dan beralasan sekali.com/ Mendengar sanjungan dari nona Wan.. Tentu saja Wan Kiam ciu segera manggut-manggut sambil tersenyum tanda setuju. Melihat Mo im sin liong telah memberikan persetujuannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. kesemuanya ini membuat Ban hoa kiam Tan Sim merasa senang sekali. hatinya menjadi gembira. "Criiing!" berbareng dengan dilolosnya senjata tersebut. jika boanpwee sampai menderita cidera. tak urung kedua belah pihak mungkin akan menderita luka. dengan cepat nona Wan berseru kembali: "Dalam suatu pertarungan. kemudian sambil . Nono Wan sendiri hanya meloloskan pedangnya dengan suatu gerakan yang sederhana. pedangnya segera digetarkan ketengah udara menciptakan selapis cahaya pedang yang amat tebal. tapi sekejap mata kemudian kabut pedang itu tahu-tahu lenyap tak berbekas.

Si pena baja bercambang Tio Ci hui melirik sekejap kearah sipemuda itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Oleh karena itu. Suma Thian ya yang duduk disamping Si pena baja bercambang Tio Ci hui bertanya dengan suara lirih: “Tio toako. Suma Thian yu segera menarik kesimpulan kalau adik seperguruan dari Yu Liang gi ini pastilah seorang jago yang cu kup lihay pula. padahal nona Wan begitu lemah gemulai. . Kontan saja Suma Thian yu merasakan wajahnya berubah menjadi merah padam dan panas sekali. hiante mengapa kau mesti terburu napsu?" sahut sipena baja bercambang Tio Ci hui dengan suara lirih. bagai manakah kepandaian ilmu pedang yang dimiliki nona Wan. buru-buru dia mengalihkan kembali perhatiannya ketengah arena. terutama beberapa puluh tahun belakangan ini. partai Thiam cong pay ketika itu amat termashur karena ilmu pedangnya yang lihay.com/ menggenggam pedangnya ia turut menikmati demonstrasi Ban hoa kiam Tam Sim yang sedang kegirangan itu.?” "Pertunjukan bagus segera akan berlangsung.. mungkinkah secara diam-diam sianak muda itu telah jatuh cinta kepada sinona? Tidak! Perlu diketahui. mungkinkah dia sanggup menghadapi kelihayan dari seorang jago pedang kenamaan? Sementara itu pertarungan ditengah arena sudah mulai berkobar. Tindakan Suma Thian yu yg begitu menaruh perhatian terhadap nona Wan kelihatan amat menyolok. boleh dibilang banyak sekali jago lihay dari pihak Thiam cong pay yang bermunculan. nona Wan dengan menggunakan jurus Cay hong tian ci (burung hong mementang sayap) melepaskan sebuah tusukan mendatar keatas jalan daran Hoa kay hoat di tubuh Ban hoa kiam Tan Sim. Dalam nada itu. kemudian tertawa: Orang bilang: Cinta yang mendalam. membuat perhatian semakin menebal. diantaranya nama It ci hoa kiam Yu Liang gi paling termashur.

ia segera tertawa dingin.. tibatiba ujung pedangnya berputar memainkan jurus Ji lay ciang tiau (Ji lay menaklukkan rajawali) untuk menusuk ketubuh lawan secepat kilat. kemudian sambil menarik perutnya sambil melompat bangun pedangnya menggunakan jurus Seng kay tu jin (putik bunga baru me kar) secara beruntun melepaskan tiga buah serangan berantai. nona Wan jauh lebih cepat lagi. ternyata nona Wan lebih lincah dia cepat.Tiraikasih Website http://kangzusi... Sreeeet! Sreeeeet! Sreeeet!" angin serangan yang tajam bagaikan amukan ombak samudra serentak menggulung ke atas tubuh nona Wan. Perlu dlketahui.” tahu-tahu ujung pedang itu sudah menusuk ke arah tenggorokan Tan Sim.. Sungguh hebat manusia yang bernama Tan Sim ini. maka sewaktu musuhnya beikelit. "Weeesss. Melihat datangnya ancaman tersebut. . mau tak mau Ban hoa Kiam Tan Sim bermandi peluh dingin juga karena terperanjat.... Dia lincah. buruburu dia menggunakan gerakan jembatan gantung untuk menjatuhkan diri ke belakang.com/ Ban hoa kiam Tan Sim sebagai seorang jagoan dari Thiam cong pay. melihat datangnya ancaman tersebut.. jurus serangan pertama dilancarkan nona Wan tersebut pada hakekatnya merupakan suatu pancingan terhadap mu suhnya. Jilid 7 : Dewi burung hong Wan Pek lan “SUATU SERANGAN yang amat baik!" Mendadak kaki kanannya mundur kebelakang lalu menyelinap kesamping meloloskan diri dari tusukan lawan.. kemudian pedangnya dengan jurus Bei lui cut hong (bunga mawar baru mekar) pedangnya secepat sambaran petir menusuk jalan darah Ki kiat dan Kian li hiat ditubuh nona Wan. tentu saja bukannya manusia sembarangan.

cepat-cepat dia mundur sejauh empat langkah ke belakang untuk meloloskan diri dari ancaman tersebut. Dalam keadaan begini. toh dia merasa tak tahan juga menghadapi serangan lawan yang beruntun. serta merta dia melompat mundur kebelakang untuk berusaha menghindarkan diri dengan. waktu sudah terlambat. lalu pedangnya menggunakan gerakan Po hong pat ta (angin puyuh meryapu delapan penjuru) dan tubuhnya menggunakan gerakan Hwesio hong luo liu (angin puyuh menggoyangkan liu) segera meneroros masuk kedalam pertahanan lawan. secepat kilat pedangnya menusuk ke tubuh lawan. maka dia bertekad untuk merebut kembali keadaan tersebut dari lawannya. menanti dia sadar kalau nana Wan sedang menerjang tiba. Sebagai putri kesayangan cong piautau. setelah itu secara beruntun dia lancarkan empat buah serangan berantai. jurus demi jurus dilancarkan secara gencar dan amat dahsyat. mendadak terdengar nona Wan berpekik nyaring. Terdengar gadis itu berpekik nyaring. serangan demi serangan. untuk sesaat dia menjadi gugup dan tak sempat melihat jelas ancaman lawan.com/ Sekalipun nona Wan merupakan seorang ahli silat. maka hal tersebut segera membangkitkan pula perasaan ingin menang didalam hati nona Wan. ujung bajunya berkibar terhembus angin. tindakannya itu dia justeru terjebak kedalam perangkap nona Wan. Ban hoa kiam Tan Sim hanya merasakan cahaya pedang yang berada didepan matanya amat menyilaukan mata dan desingan angin dingin menyayat badan. "Mampus aku kali ini!" . dia segera terpekik nyaring. tentu saja nona itu merasa kejadian yang baru di alaminya merupakan suatu kejadian yang amat memalukan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tapi dengan terjadinya peristiwa ini. Selama hidup belum pernah Ban hoa kiam Tan Sim menyaksikan gerakan tubuh secepat ini.

. sungguh mengenaskan sekali keadaannya. Sementara itu. Kepergian Ban hoa kiam Tan Sim dalam ke adaan gusar sekarang. terpaksa sambil menjura katatanya : "Ilmu pedang yang nona miliki sungguh hebat sekali. tentu saja rasa malunya bukan alang kepalang. dia segera membalikkan badan dan berlalu dari sana. Ban hoa kiam Tan Sim baru tahu kalau baju bagian dadanya sudah robek. pada akhirnya akan menimbulkan banyak sekali halhal yang tak di inginkan.. baru saja dia akan meng gunakan kesempatan itu untuk mundur kembali ke tempat semula. dikemudian hari bila ada kesempatan lagi aku pasti akan memohon petunjuk lebih jauh. mendadak ia mendengar ayahnya sedang berbisik dengan menggunakan ilmu menyampaikan suaranya: "Lan-ji. maaf!" katanya. diapun merasa rikuh untuk tinggal disitu lebih lama lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dalam keadaan begini. nona Wan baru teringat kembali dengan tujuan yang terutama dari ayahnya sewaktu menyelenggarakan pertemuan ini.. . Ban hoa kiam Tan Sim masih saja berdiri dengan wajah kebingungan. sampai-sampai pakaian bagian dadanya yang robek memanjangpun sama sekali tidak dirasakan olehnya. aku orang she Tan benar-benar merasa kagum sekali. setebal tebalnya muka. cuma kesemuanya itu terjadi dikemudian hari. aku mohon diri lebih dulu!” Tanpa memberi hormat lagi kepada semua orang. maaf. terdengar suara baju yang robek kemudian sirapnya cahanya pedang Nona Win telah berdiri ditengah arena dengan senyum dikulum. Nona Wan merasa girang sekali setelah secara beruntun berhasil menangkan dua orang jago.com/ Belum habis teriakan itu bergema. sekarang kau boleh mengumumkan permainan lain yang lebih bermutu!" Setelah mendengar peringatan dari ayahnya lewat ilmu menyampaikan suara. Menanti semua jago mentertawakannya. "Maaf.

hal ini tak bakal salah lagi.. Nona Wan merasa girang sekali. mari kita lihat siapa yang dapat me¬ngambil turun anak panah tersebut. buru-buru serunya de¬ngan lantang. si Pena baja bercambang Tio Ci hui berbisik lirih kesisi Suma thian yu. "Hiante. jangan keras keras" buru-buru Tio Ci hui mencegahnya berbicara lebih jauh. kau akan segera mengetahui dengan jelas” "Apakah Wan cong piautau mempunyai suatu rencana?" "Sett. dan sebagai pemenang tentu saja ada hadiahnya" Selesai berkaca dia memandang sekejap lagi sekeliling arena. "Pokoknya asal kau turuti perkataanku." Melihat tiada orang yang maju. Padahal berbicara sebenarnya. seandainya se¬seorang tidak memiliki ilmu meringankan tu¬buh yang tiada taranya di dunia ini. Pada saat itulah. kemudian melanjurkan. untuk mencapai tiang bendera setinggi ini. bagaimanakah hasil dari peristiwa ini.Tiraikasih Website http://kangzusi.. tentu saja dia pula pemenangnya. "Cianpwe manakah yang hendak mendemonstrasikan ilmu meringankan tubuhnya paling dulu?" Seraya berkata dia lantas mengundurkan diri ke samping. agaknya semua orang tidak berani menunjukkan keje¬lekannya. hingga kini masih belum nampak ada seorang manusiapun yang menempakkan diri. lebih baik dapat mempertahankan ketenanganmu sambil menunggu terjadinya se¬gala perubahan" “Mengapa?" tanya Suma Thian yu keheranan. tadi ada seorang tamu yang menemukan diatas tiang bendera terdapat se¬batang anak panah tersebut sebagai bahan permainan. "Kalian kelewat sungkan dan terlalu memandang luar biasa persoalan begini saja! Biar boanpwe mendemontrasikan .com/ Maka dia lantas menuju kembali ketengah arena dan menjura keempat penjuru. setelah itu katanya: "Cianpwee sekalian.. mustahil hal tersebut dapat dilakukan olehnya. Semenjak nona Wan mengemukakan usulnya.

Sejak kecil nona Wan sudah amat gemar mempelajari ilmu merinuankan tubuh.com/ kejelekan lebih dulu seandainya gagal. sejak kecil nona Wan sudah mendapat didikan dari ilmu ayahnya Mo im-sin liong untuk mendalami ilmu silat maupun ilmu meringankan tubuh. ditambah lagi ramainya bakatnya bagus dan otaknya memang encer. Kata orang begitu ayahnya begitu pula anak nya. Itulah sebabnya orang menghormatinya sebagai Bi hong siancu (Dewi burung hong cantik) Tampaknya gadis itu meloloskan pedangnya dan mengencangkan ikatan tali pinggangnya kemudian setelah bersiap menghimpun tenaga dia menjejakan kakinya keatas tanuh dan meluncur bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dengrn gerakan Ii hong cong thian (burung bangau menerjang angkasa). tubuhnya telah mencapai belasan kaki tinggi nya. kini tinggal lima kaki lagi untuk mencapai puncak tiang bendera tersebut. . barulah mohon cianpwe se¬kalian sudi mewakiliku” Seraya berkata dia lantas membetulkan pa¬kaiannya sambil bersiap sedia melakukan lompatan. Selama ini Mo im sio liong wan kiam ciu memang termashur didalam dunia persilatan ilmu pukulan Hu mo ciang hoat serta ilmu meringankan tubuh Mo im sin hoat yang luar biasa. kemudian dengan meminjam tenaga pantulan tersebut badannya melayang dua kaki lagi. kepandaian yang di¬milikinya waktu itu boleh dibilang sudah mencapai ke tingkatan yang amat sempurna. Sementara itu tempik sorak dan sorak-sorai yang gegap gempita telah berkumandang dari bawah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Perlu diketahui. ketika gerakannya sudah hampir berhenti. bahkan adapula hadirin yang sudah bangkit dari tempat duduknya sambil memuji. Sekali lompatan. mendadak sepasang kakinya menyambar tiang bendera tersebut. maka kemajuan yang diperolehnya boleh dibilang cepat sekali.

. Beratus-ratus pasang mata para jago yang berada dibawah tiang bendera segera berdebar keras. kemudian mengundurkan diri ke tempat duduknya semula. Meski tugasnya tak terselesaikan. kemudian berjalan menuju ke tengah arena..!” Siapa tahu baru saja jeritan itu dilontarkan nona Wan telah berjumpalitan kembali dengan kaki dibawah kepala diatas. maka seluruh perhatian orang tertuju kepadanya. semua orang merasa tegang dan bersama sama mengikuti gerak gerik si nona itu Sayang nona Wan tidak melakukan hal itu. karena semua orang mengira Mo ini sin liong wan Kiam ciu hendak turun tangan sendiri. kecuali sepasang tangan nya segera menyambar tiang bendera itu dan melanjutkan dengan jalan merangkak.Tiraikasih Website http://kangzusi. berbahaya.com/ Dibawah tempik sorak yang gegap gempita. Setelah menghibur putrinya. namun perbuatannya itu mendapatkan pujian dan tepuk tangan yang ramai. "Oooooh. Beberapa orang diantara jago yang bernyali kecil segera berteriak kaget. Ada diantara mereka yang belum pernah menyaksikan kelihayan ilmu silat Wan congpiau tau. mendadak dia berjumpalitan dan meluncur lagi kebawah dengan kepala dibawah kaki diatas. pelan-pelan Mo im sin liong wan Kiam ciu bangkit meninggalkan tempat duduk. tiada cara lain lagi bagi nona itu untuk melanjutkan usahanya untuk mencapai puncak tiang bendera dan mengambil turun panah tersebut. segera timbul harapan dapat menyaksikan kelihayan jagoan tersebut . tubuh nona Wan melompat naik satu kaki lagi. dengan selamat melayang turun kembali ke tanah tanpa menimbulkan sedikit suarapun. Bi hong siancu Wan Pek lan segera menju kepada para hadirin dengan wajah tersipu-sipu. Seketika itu juga suasana dalam arena menjadi hening dan sepi. Sayang pada saat itulah hawa murni dalam pusarnya habis terpakai.

dia memandang kearah Suma thian yu lalu berkata: "Kumohon Suma siauhiap sedia memberi petunjuk! Kau adalah orang pertama yang menemukan anak panah dipuncak tiang. dua peristiwa yang memalukan ini boleh dibilang baru pertama kali ini dialami oleh perusahaan kami.Tiraikasih Website http://kangzusi. kalau tidak siapa pula yang berani menyusahkan aku orang she Wan? Untung saja setiap persoalan pasti ada waktunya untuk terbongkar secara tuntas. Berapa hari berselang. dari arena segera terdengar suara teriakkan orang yang menyatakan persetujuannya. bila saudara sekalian enggan untuk menunjukkan kejelekan. "Saudara sekalian. Mo im sin liong Wan kiam ciu segera tersenyum. sudah beberapa kali aku memutar otak untuk mencari tahu sebab kesalahanku ini tak aku yakin menyalahi sahabat dari manapun. karena itu mohon Suma siauhiap sudi menunjukkan pula kebolehanmu. karena itu lebih baik akupun berbicara secara terus terang. “Sekarang. lalu dengan suara dalam dan berat ujarnya. marilah kita lanjutkan permainan tadi. kamu semua adalah saha¬bat karib aku Wan Kiam ciu. bagaimana kalau aku orang she Wan saja yang menunjuk orangnya? Baru saja Mo im sin liong Wan kiam ciu menyaksikan perkataannya. saudara sekalian mari kita bertepuk tangan untuk siauhiap kita ini!" . semalam kantor kamipun kemasukan orang. kemudian kemudian sambungnya: Aku rasa orang yang melakukan pembegalan itu sudah pasti teman baru dari dunia persilatan. Nah. barang barang kawalan dari perusahaan kami telah dibegal orang. pelan-pelan serot matanya dialihkan kepada wajah Suma thian yu. karenanya aku mohon bantuan dari sobat sekalian untuk bersama-samaku menyelidiki persoalan ini disamping mohon petunjuk.com/ Mo im sin hong wan Kiam ciu memperhatikan sekejap sekeliling arena. oleh karena itu kurasa dibalik kesemuanya ini tentu ada hal-hal yang tak beres” Berbicara sampai disitu dia berhenti sebentar.

jang Tio Ci hui.benar. dia menyahut cepat: "Andaikata aku tidak memiliki kepandaian apa-apa. setelah meman dang sekejap dingan sorot mata dingin. serunya: . sewaktu berbicara tadi. satu ingatan dengan cepat melintas dalam benaknya: "Jangan-jangan dia mencurigai aku sebagai orang yang membegal barang dan meningga1kan tanda panah dipuncak tiang? Yaa. apakah dia kurang memberi pelayanan kepadamu?” Ucapan lo piasu ini agak emosi dan bernada keras. tak berani menunjukkan kejelekanku dihadapan orang” "Aaah. seorang lo piasu segera bangkit berdiri seraya berkata: “Apakah Suma sauhiap tidak memandang sebelah mata kepada kami? Bagaimana watak Wan cong piautau bukankah kau ketahui. Suma Thian yu sepera mengalihkan sorot matanya kewajah si piausu itu.” Meski dalam hati ia berpikir demikian.. tapi karena wataknya yang beranggasan.. "pertemuan semacam ini jarang bisa di jumpai. sama sekali tidak mirip sikap seorang tuan rumah kepada tamu. tanpa terasa pemuda itu berdiri juga..com/ Diam-diam Suma Thian yu agak tertegun juga ketika dilihatnya Mo im sin liong Wan Kiam cu menunjuk kearahnya. Boan thian hui Ya Nu kontan saja tertawa dingin setelah mendengar perkataan dari Suma thian yu. maka orang menyebutnya sebagai Boan thian hui (terbang memenuhi angkasa) Ya Nu. mengapa siauhiap narus menampik?" Begitu Mo im sin liong Wan Kiam ciu selesai berbicara. bukankah hal ini sama artinya dengan memberi kesulitan kepada orang lain?” Piasu tua itu mempunyai kedudukan setingkat dibawah Sipena baja bercambang Tio ci hui. pandangannya yang sempit.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma sauhiap terlalu sungkan" seru Mo im sin liong Wan Kiam ciu sambil tertawa. ujarnya sambil menjura: “Aku hanya mengerti sedikit kepandaian kasar saja. dia selalu memandang kearahku.

Suma Thian yu segera tertawa terbahak-bahak.. dia lantas berkata: “Wan cong piutau mempunyai maksud yang mendalam sekali. ""Hahahaha.com/ "Suma siauhiap. sayang aku tidak memahami maksud ucapan Wan cong piautau yang sebenarnya. kalau toh kau bersikap begitu kasar kepadaku. tapi seiain kabut tipis ternyata mereka tidak berhasil menyaksikan apa-apa.. yang .. kau bisa menemukan anak anah dipuncak tiang. semua orang segera mengalihkan sorot matanya kepuncak tiang benderu itu. masa kau tidak memiliki kemampuan untuk mencapai puncak tiang tersebut?” Mendengar perkataan itu." Sudah jelas kalau ucapan itu mengandung suatu nada ejekan dan suatu peringatan. kalau toh semua orang memaksa aku untuk mempamerkan kejelekan. suasana dalam arena menjadi gaduh. Hatinya makin mendongkol lagi.apa susahnya kalau hanya soal itu?” Aku masih dapat melihat kalau diujung anak panah itu terikat secarik kertas!” Begitu ucapan tersebut diutarakan. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera tertawa dingin. Suma siau biap pasti dapat melihat pula isi surat tersebut. Sementara itu beratus pasang mata para jago telah ditujukan kepadanya. dihadapan orang lebih baik jangan berbohong. hal ini menunjukkan kalau kau memiliki ketajaman mata yang melebihi orang lain.. Baiklah.Tiraikasih Website http://kangzusi. tibatiba sindirnya: "Bila dugaan lohu tidak meleset.. dengan cepat dia berpikir: "Aku Suma Thian yu bukan seorang manusia yang takut urusan. aku menurut saja" Sembari berkata pelan-pelan dia berjalan menuju ketengah arena. tentu saja Suma Thian yu dapat menangkap pula arti lain dari perkataan itu. di antara sekian banyak orang. mengapa pula aku harus bersikap sungkan terhadap dirimu?" Berpikir demikian.

Di tengah sorak para jago yang gegap gempita. Suma Thian yu sudah berputar satu ling¬karan dipuncak tiang bendera itu lalu melayang turun kembali ketanah. napas tak memburu. dia benar-benar dibuat terkesiap oleh kelihayan lawannya. . Suma Thian yu tiba ditengah arena.com/ paling merasa kuatir adalah si Pena baja bercambang Tio Ci hui. Tapi bagaimana pun kuatirnya dia. bahkan sekarang tak langsung menyangkut pula dirinya sendiri. tapi di tangannya telah bertambah dengan sebatang anak panah.Tiraikasih Website http://kangzusi. sewaktu tenaganya sudah hampir mengendor. mendadak nampak Suma Thian yu melompat ketengah udara setinggi dua puluh kaki lebih. Ditengah suara pekikken nyaring yang mekikkan telinga. Dengan gerakan tubuh seperti inilah tubuhnya melambung ketengah udara dan ter¬nyata mampu melampaui puncak tiang bendera. Ketika mencapai tanah. kenyataan kini sudah mulai terbentang didepan mata. tak lama setelah pemuda itu berhasil mencapai tanah. Dia cukup mengetahui jelas watak dari Suma Thian yu. Suasana di arena yang tiba-tiba hening ba¬gaikan mati dengan cepat menjadi gaduh kembali oleh suara suara sorak sorai yang mem memekikkan telinga. sambil menatap tiang bendera itu ia berpekik keras memekikkan telinga yang mendengar. tiba tiba sepasang kakinya saling bertumpukan satu sama lainnya. bahkan Wan kiam ciu sendiri pun terbelalak dengan mara melotot besar. Demonstrasi kepandian silat yang dilaku kau Suma thian yu ini selain membuat semua orang tertegun. wajahnya tidak berubah. dia berdiri sambil membusungkan dada dan tidak menunjukan perasaan takut. Ternyata dia telah mengeluarkan ilmu Liu im ti (tangga menuju awan) yang sudah lama punah.

benar-benar suatu ucapan yang tekebur. waktu membayar tiada batasnya” Dibawah tulisan itu terlukiskan sebuah topeng muka setan. setelah itu sambil tertawa seram katanya : “Waktu membayar tiada batasnya!. dengan gemas Mo im sin liong menggumpal kertas sebut menjadi satu kemudian membantingnya ketanah. apakah siauhiap dapat mengisahkan kembali apa yang telah kau jumpai waktu itu?” Sejak semula Suma Thian yu sudah menaruh perasaan tak puas terhadap Wan Kiam ciu ta pi setelah dia membayangkan kembali seandai nya dia yang menjadi Mo im sin liong dan menghadapi keadaan seperti itu. asal aku Wan Kiam ciu masih bisa hidup. . benar juga diujungnya terikat segulung kertas. ternyata diapun turut menatap wajah Sama Thian yu lekat-lekat. dengan sorot mata yang tajam dia mengawasi wajah Suma Thian yu lekat-lekat. Dengan cepat kertas itu. apakah dia tak akan bersikap semacam itu pula? Cuma saja. kemudian ujarnya dingin : "Siauhiap. Tapi. Suma Thian yu segera mempersembahkan anak panah iadi kehadapan Mo im sin liong Wan Kiam ciu.com/ Sepasang mata Wan Pek hong yang jeli dan lembut seakan-akan terhisap oleh suatu kekuatan besar. katanya kemudian: "Untung saja aku tidak membuatmu kecewa” Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera menerima anak panah tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. merepotkan dirimu saja. Hmm. Tentu saja perbuatannya dengan pandangan yang begitu mesrah tak diketahui oleh siapapun. Selesai membaca tulisan itu. uang terbegal pasti akan kucari sampai ketemu” Berbicara sampai disitu. Sambil membawa anak panah itu. dia merasa amat penasaran kalau dirinya dianggap mempunyai hubungan dengan para pembegal barang kawalan tersebut. ternyata isinya berbunyi demikian: "Uang kawalan sudah diterima.

Untuk melanjutkan rasa curiga tersebut. ia segera mendesak lebih jauh: "Tolong tanya pedang apakah yang siauhiap gembol itu?" Suma Thian yu merasa semakin tak senang hati. diam-diam Mo im sin liong Wann Kiam ciu mengawasi terus perubahan wajah dari Suma Thian yu. Suma Thian yu terpaksa harus membuka rahasia diri nya dengan berkata: "Manusia berkerudung itu munculkan diri karena hendak merampas pedangku ini!" Setelah ucapan tersebut diutarakan. Sambil mendengarkan dengan seksama. maaf maaf. namun wajah Wan Kiam ciu sudah diliputi hawa amarah. "rupanya kau adalah ahli waris dari Kit hong kiam kek Wan Liang.. dia baru menarik kembali sorot matanya seraya berkata: "Siauhiap... .com/ Suma Thian yu segera mendongakkan kepa lanya memandang wajah Mo im sin liong kemudian secara ringkas dia menceritakan kembali apa yang telah dijumpainya waktu itu. tapi sahutnya juga dingin: "Kit hong kiam" "Kit hong kiam? Mo im sin liong Wan Kiam ciau menjerit kaget.. tolong tanya apa sebabnya manusia berkerudung itu munculkan diri lagi didepan mulut gua? Apakah setelah membegal barang kawalan kami." Walaupun dimulut dia berkata begitu. benarkah ceritamu itu?" "Tentu saja sebenarbenarnya "Ooooh . diam-diam Suma Thian yu menjadi amat terperanjat.. diapun tak mau melepaskan nyawa Tio hiante?" Pertanyaan hu diajukan amat lihay. semua orang baru mulai memperhatikan pedang yang digembolnya itu.. karena Suma Thian yu sama sekali tak mampu untuk menemukan alasan si manusia berkerudung itu mencari dirinya.... Tampaknya Mo im sin liong Wan kiam ciu ingin mengetahui persoalannya sampai jelas. maka setelah ditanya balik oleh Wan Kiam ciu.Tiraikasih Website http://kangzusi. me nanti pemuda itu menyelesaikan ceritanya.

kau harus tahu kalau menfitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan! Dalam hal apa aku Suma Thian yu mirip pembegal? Aku harap kau bisa memberi keterangan yang jelas kepadaku!" Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang merasa dirinya ditegur seorang pemuda ingusan didepan orang banyak. kemarahan Mo im sin liong Wan Kiam ciu tak terkendalikan lagi. dengan sorot mata tajam dia melotot gusar kearah Wan Kiam ciu. dia kuatir kalau sampai Suma Thian yu menjadi naik pitam oleh kesalahpahaman tersebut. dia segara berpaling dan melotot sekejap kearah Pena baja bercambang Tio Cihui dengan penuh kegusaran. kalau berbicara harap sedikit tahu diri. terpaksa sambil menggerttk gigi keras dia bangkit berdiri sambil menyahut: "Aku tahu!" Mendengar itu. kau anggap dirimu bisa baik sampai seberapa jauh?" Benar-benar suatu peristiwa yang tak disangka seorang pimpinan umat persilatan yang dianggap orang sebagai lelaki . tahu kalau urusan telah berkembang ma kin runyam. segera bentaknya keras-keras. jangan menfitnah orang semaunya sendiri. te riaknya kemudian . menjadi turut naik darah. baru saja dia akan membantah. kaum pencoleng yang rendah martabatnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian serunya: "Wan tayhiap. Maka ia makin terkesiap lagi setelah ditegur oleh kakak angkatnya dengan gusar. mendadak terde ngar Suma Thian yu berpekik keras. dengan mata melotot besar bentaknya keras: "Kit hong kiam kek Wan liang merupakan musuh umat persilatan. "Mengapa kau berkenalan dengan kaum pembegal?" Si Pena baja bercambang Tio Ci hui sendiripun dibuat naik pitam setelah mendengar tuduhan kakak angkatnya yang tanpa dasar.com/ Begitu selesai berkata. apakah kau sudah mengerti?" Sejak melihat Suma Thian yu terjun kearena tadi. "Hiante. si Pena baja bercambang Tio Ci hui su dah merasa amat panik seperti duduk dikursi beracun saja.

. Dengan suara menggeledek ia segera membentak keras: "Bajingan tua. Menanti pasir dan debu sudah sirap dan semua orang dapat melihat jelas pemandangan disekeliling tempat itu. semua orang membelalakkan mata nya lebar-lebar dengan mulutnya melongo.com/ sejati ternyata mencaci maki seorang bocah yang baru terjun kedalam dunia persilatan dihadapan umum. tutup bacot anjingmu!" Telapak tangan yang penuh berisikan tenaga dalam segera diayunkan ke tubuh Mo im sinliong Wan kiam ciu dengan kekuatan yang sangat mengerikan hati.Tiraikasih Website http://kangzusi. jeritan kaget sekali lagi bergema memecahkan keheningan. apalagi orang menghina paman Wan yang dihormatinya. Debu dan pasir segera beterbangan memenu hi angkasa. sa king kagetnya semua orang sampai melompat bangun dari tempat duduknya. . Berada dalam keadaan seperti ini. Betul Mo im sin Iiong Wan Kiam ciu merupakan seorang pendekar besar dari utara dan sejalan sungai besar yang berilmu tinggi namun setelah menyaksikan datangnya angin pukulan yang begitu dahyat. dia tak cepat mempertimbangkan lagi apakah disekeliling tempat itu penuh dengan anak buah Mo in sin liong Serangan yang dilancarkan Suma Thian yu dengan kekuatan penuh ini segera meluncur ke depan dengan amat dahsyatnya. "Blaaaamm. darah panas didalam dadanya serasa mendidh. hatinya terkesiap juga dibuatnya. Agaknya Wan kiam ciu sudah tidak dapat mengendalikan perasaan gusarnya lagi: Suma thian yu bukan seorang pemuda yang suka dimaki orang.. cepat-cepat ia menyingkir kesamping untuk meloloskan diri. hal ini membuatnya semakin tak tahan.. Apalagi bila membayangkan saat kematian paman Wan nya dalam keadaan mengenaskan.!" terdengar suara benturan keras yang memekakkan telinga menggelegar memecahkan keheningan..

Pada saat itulah. mau tak mau semua orang harus memperbaharui kembali penilaian mereka terhacap kemrmpuan Suma thian yu ini. kini mulai berkobar kembali dalam dadanya. dengan amat takabur serunya: . Setelah melancarkan serangan dengan kekuatan dahsyat tadi. lebih baik lohan saja yang mewakilinya!" Mo im siu liong Wan kiam ciu sebagai seorang pimpinan. dihadapsnnya telah bertambah dengan seorang piausu tua.Tiraikasih Website http://kangzusi. suatu daya pukulan yang menggidikan hati. tentu saja merasa kurang leluasa untuk bertarung pada babak pertama. Suma Thian yu merasa sedikit agak menyesal. Begitu munculkan diri. tiba tiba dari tengah udara melayang sesosok tubuh manusia. dia tak lain adalah Boan thian hui Ya Nu. maka dia segera menangguk tanda setuju dan mengundurkan diri kebelakang. setelah itu katanya. tak usah kau turun tangan sendiri. membunuh ayam buat apa menggunakan golok kerbau? Untuk membereskan seorang bocah ingusan. Tindakan tersebut sedikit banyak menunjuk kan pula kelemahan dalam hatinya serta perasaan takutnya tapi orang lain tak akan mengetahui akan hal ini.com/ Ternyata permukaan tanah dimana Mo im sin liong Wan kiam cui berdiri telah muncul sebuah liang sedalam satu depa dengan luas lima depa. api kegusaran yang telah padam. Dengan adanya kenyataan ini. karena pena baja berecambang Tio ci-hui barangkali telah menasehati nya agar bersabar dan jangan kelewat memper lihatan kehebatannya. "Cong piautau. Menanti Suma Thian yu melihat jelas paras muka orang itu. dia segera menjura kepada Wan Piautau. Akan tetapi setelah menyaksikan sikap Boan thian hui Ya Nu yang begitu takabur dan sombong. Boan thian hui Ya Nu memang benar-benar sombong sekali.

tentu saja kedudukan tersebut bukan diraih secara untung-untungan. bagaimana kalau kumohon petunjuk darimu dengan menggunakan tangan kosong saja?" Boan thian hui Ya Nu adalah seorang manusia yang sombong dan takabur. tapi dia tak mengira kalau lawannya lebih takabur dari pada dirinya.com/ "Bocah keparat.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau sudah bosan hidup rupanya? Atau mungkin kau memandang rendah diriku? Bentaknya keraskeras. “Bocah keparat. tak mungkin mereka akan menghadapi lawannya yang masih muda apalagi yang bertangan kosong itu dengan menggunakan senjata. kontak hawa amarahnya memuncak. Boan thian hui Ya Nu bisa menduduki kursi ketiga dalam perusahaan Sin liong piaukiok. Pertama-tama Boan thian hui Ya Nu tak bias menahan diri dulu. Seandainya berganti dengan seseorang berjiwa gagah. aku ingin tahu apakah murid ajaran dari Wan Liang adalah seorang manusia tiga kepala enam langkah?" Sembari berkata ia sembari melepaskan senjata sam ciat kun (petungan beruas tiga) nya sambil mempersiapkan diri. cabut keluar pedang Kit hong kiam mu. . sambil maju kedepan. Ucapan tersebut tak ayal lagi merupakan sebuah bom atom yang segera mengubah suasana tegang menjadi makin panas. Biasanya orang yang dapat memainkan sanjata sam ciat kun merupakan seorang jagoan silat yang berilmu tinggi. buat apa kita muski saling bertarung dengan menggunakan kekerasan? Maaf aku sedikit jual mahal. ”Kedua-duanya bukan!” Jawaban dari Suma thian yu yang dingin dan angkuh. dia lantas berkata: "Dengan dirimu aku tak pernah punya dendam dan sakit hati. setelah memandang sekejap kearahnya. tongkatnya dengan jurus pau lui ki ciau (guntur dahsyat menyerang ular) langsung menghantang tulang leng kay kut ditubuh Suma thian yu. Suma thian yu memandang sinis sikap Boan thian hui.

kemudian sindirnya: “Orang she Ya. dengan susah payah ia baru dapat berdiri tegak. dia baru merendahkan tubuhnya kesamping. dia sama sekali tidak ambil peduli akan hal itu. Ketika memandang lagi kearah Suma thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Ilmu gerakan tubuh patah tulang yang didemontrasikan oleh Suma Thian-yu ini benar-benar tepat sekali. dengan jurus Im hong huang sau(angin dingin menyapu hebat) dia langsung menyapu pinggang Suma thian yu. badannya mundur beberapa langkah dengan sempoyongan. maka ditunggunya toya itu hamper mengenai tubuhnya. seakan-akan tak pernah terjadi suatu peristiwa apapun. dalam tiga jurus aku akan menyuruhmu melepaskan senjata Sam ciat kun!” “Kentut busuk!” teriak Boan thian hui Ya Nu dengan sekujur badan bergetar keras. coba kau rasakan serangan ku ini lagi! Sembari berkata. tampat pemuda itu masih berdiri diarena dengan senyum dikulum. tiba-tiba tampak sesosok bayangan manusia berkelbat lewat. tampak Boan thian hui Ya Nu sedang mengaduh kesakitan. . Dengan cekatan Suma thian yu berkelit kesamping untuk menghindarkan diri. ayunan tongkat Boan thian hui Ya Nu persis menyambar lewat dua inci diatas batok kepala pemuda itu. baginya yang penting serangan tersebut akan mengenai sasarannya secara telak. Ditengah sorak-sorai yang gegap gempita. sedangkan senjata Sam ciat kun milik Ya Nu kini sudah berpindah ketangannya. Sianak muda ini sudah merasa kalau persoalan yang dihadapi hari ini tak bias diselesaikan dengan begitu saja. lalu terdengar seseorang membentak amat nyaring: "Lepas tangan!" Ketika semua orang berpaling. selain indah juga mendatangkan tempik sorak dari segenap jago lainnya.com/ Dasar Boan thian hui Ya Nu memang seorang yang bermuka tebal. sedangkan senjata Sam ciat kun-nya telah terbuang entah kemana.

buru-buru dia mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang tak di inginkan.. diam-diam Suma thian yu pun merasa terkesiap.com/ Perubahan itu berlangsung terlalu cepat. tapi keindahan gerakan tubuhnya membuat orang bersorak sorai tanpa terasa. sepasang matanya berubah menjadi merah padam penuh rasa benci. sedemikian cepatnya membuat semua orang tak sempat melihat jelas bagaimana caranya Sam ciat kun itu bisa berpindah tangan. besar kemungkinan dia akan beradu jiwa dengannya.. "Ya Nu. Dengan jelas Boan thian hui Ya Nu mendengar kalau teriakan itu berasal dari congpiautau nya.. Dalam pada itu.. Bagaikan seekor harimau buas yang sedang mementangkan cakar dan gigi taringnya siap menerkam mangsa. walaupun Suma thian yu dianggap sebagai pembegal.. ia tahu Ya Nu merasa amat gusar hingga kehilangan sifat kemanusiaannya. mundur!" tiba-tiba dari tengah arena berkumandang suara bentakan nyaring. Jelas dia sudah merasa gusar sekali. Padahal kalau dibicarakan kagi. Boan thian hui Ya Nu benar-benar merasa malu sekali. kejadian ini bukanlah suatu kejadian yang aneh. ia sudah diliputi oleh hawa amarah sehingga tak dapat mengendalikan diri lagi. .. daya kemapuannya didalam melakukan serangan menjadi satu kali lipat lebih dahsyat daripada dalam keadaan biasa. suara tepuk tangan kembali berkumandang gegap gempita dalam arena.Tiraikasih Website http://kangzusi.. sejak Suma thian yu berhasil mempelajari ilmu Ciat tiong puan poh cap lak tui dari Siau yau kay Wi kian. setelah melotot sekejap kearah pemuda itu dengan gusar. karena mendapat malu dihadapan orang banyak. tapi dia berlagak seakan-akan tidak mendengar. mereka tak percaya bahkan Ya Nu sendiripun tak habis mengerti. selangkah demi selangkah dia maju kedepan dan menghampirinya. Melihat wajah orang yang menyeringaiseram.

Mo im sin liong Wan kiam ciu yang berada dimeja utama tadi tahu-tahu sudah melayang turun diantara kedua orang itu. Suatu pertarungan sengit dengan cepat akan berkobar. sementara puluhanorang lainnya juga merasakan hatinya berdebar keras.com/ Makin lama semakin bertambah dekat.. bila sampai meledak bisa dibayangkan keadaannya pasti mengerikan sekali." Suma Thian yu tidak menanggapi ucapan tersebut. Disaat yang amat kritis itulah. Suma thian yu merasakan jantungnya berdebar keras. bentaknya dengan suara ketus: "Suma siauhiap.. Paras muka Mo im sin liong Wan Kiam ciu berubah menjadi dingin seperti es.. lohu tidak pernah kenal de ngan dirimu. terpaksa Boan thian hui Ya Nu mengundurkan diri dengan membawa rasa benci yang mendalam. mundurlah kau. kepada Boan thian hui Ya Nu katanya dengan nada menghibur: "Adik Ya.. berjumpa pun baru kali ini. ten tu saja tak bisa dibilang mempunyai ikatan dendam atau sakit hati.... dengan perasaan tidak terima katanya kepada Suma Thian yu: "Bocah keparat. sementara senyuman dingin yang menghiasi ujung bibirnya semakin menebal.. Sebelum meninggalkan tempat itu.Tiraikasih Website http://kangzusi... selama gunung nan hijau.. biar aku yang mengatur tempat ini!" Menyaksikan Mo im sin liong telah menampilkan diri. menyaksikan sikap lawan yang menyeringai seram. kini Ya Nu sudah dua tiga langkah dihadapan mukanya. Mendadak sesosok bayangan manusia berkelbat lewat.. air tetap mengalir suatu ketika pasti akan tiba saatnya bagi kita untuk melakukan perhitungan ini.. tolong tanya mengapa kau berbuat demikian?" .. dia hanya memandang sekejap ke arah Ya Nu dengan pandangan sinis.

tolong tanya dimanakah letak ke tidak beresan diriku. Kalau ber tanya soal ketidak beresanmu. apa yang kau maksud?" "Asal dalam hati kau mengerti akupun tak usah mengumumkannya lagi secara blak-blakan" Tentu saja Suma Thian yu tahu kalau yang dimaksudkan adalah soal pembegalan barang kawalan.Tiraikasih Website http://kangzusi..haah..com/ Mo im sin liong Wan Kiam ciu mengutarakan ucapan tersebut tanpa ujung pangkal yang jelas. "Hah. pertama asal usul siauhiap tidak jelek..?" Untuk sesaat Mo im sin liong Wan Kiam ciu tak dapat menjawab penanyaan itu. aku toh muridnya Kit hong kiam Seng. setelah ter menung sesaat dia pun lantas berkata: "Kalau toh Siauhiap enggan untuk mengaku secara berterus terang.. kaupun menyusup kedalam perusahaan kami dan setelah barang kawalan kami dibegal... dia segera bertanya: "Wan tayhiap. jangan salahkan kalau LOHU terpaksa harus bertindak kasar. berdasarkan dua hal ini terbukti sudah kalau siauhiap terlibat dalam perisimatiwa ini" Mendengar perkataan itu. siapa bilang kalau asal usulku tidak jelas? Menolong orang yang di begal orang juga merupakan suatu kejadian yang wajar. Suma Thian yu segera mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak. dengan suara dingin dia segera me nyambut: "Sudah lama kudengar Wan tayhiap pandai membedakan mana yang benar dan mana yang salah. keterangan yang dikatakan Wan tayhiap selain memaksakan sesuatu alasan tanpa dasar. setiap persoalan dihadapi dengan otak yang dingin. tak lahunya apa yang kujumpai hari ini berbeda sekali dengan keadaan yang sebetulnya. haah. juga menggelikan sekali. apa yang dicurigakan? Kalau dibilang mengapa aku bisa menyaksikan kertas surat yang berada dipanah dipuncak tiang . kedua darimana siauhiap bisa tahu kalau diujung anak parah yang menancap dipuncak tiang bendera ada surat nya. kontan saja Suma Thian yu dibikin kehe ranan...

bukan saja dia tidak menerima tantangan Suma thian yu. dia berkata lebih jauh: "Bilamana Wan tayhiap ingin mengecek ketajaman mataku. katakan saja terus terang. asal Wan tayhiap ingin bertarung. Siapa tahu Wan kiam cui sudah mempunyai perhitungan sendiri. malah sebaliknya membentak keras: "Lohu tak punya banyak waktu untuk melayani dirimu. maka kenyataan ini benar-benar menggelikan sekali" Setelah berhenti sebentar. sudah. Mimpipun Suma thian yu tidak menyangka kalau Sin liong piaukiok yang terkenal sebagai suatu perubahan orang-orang . beberapa orang piausu telah bermunculan diri pula ke dalam arena dan mengepung Suma thian yu rapat-rapat. sepantasnya kalu dia mempercayai perkataan lawan. Dalam waktu singkat. Tapi dengan begitu pula. sesungguhnya juga bukan merupakan sesuatu yang aneh. dengan senang hati aku akan melayani keinginanmu itu" Semua tuduhan Mo im sin liong Wan kiam cui kena ditangkis semua hingga ludes. aku bukanlah seorang manusia yang takut urusan. kalau atas dasar hal hal diatas maka kau lantas menuduh aku sebagai pencoleng.com/ bendera. maka sambil tertawa dingin ujarnya: "Mengakunya saja seorang congpiautau.Tiraikasih Website http://kangzusi. hal ini berdasarkan ketajaman mata seseorang. maka dari malunya dia menjadi marah. aku akan melayani semua tantanganmu itu" Sampai kini. tak usah banyak bacot lagi" Setelah kenyataan berubah menjadi begini. suasana yang semula tenang segera diliputi kembali oleh kobaran api peperangan. mau terjun ke kuali berisi minyak atau naik ke bukit golok. Suma thian yu baru menanggapi ucapan musuhnya dengan suara yang kasar. ke nyataannya apa yang dikatakan tak lebih hanya ucapan anak berusia tiga tahun. sadarlah Suma thian yu kalau pihak lawan memang berniat mencari garagara.

"Toako. Mo im sin liong Wan Kiong cui juga meloloskan pedang mestikanya." Selapis hawa nafsu membunuh dengan cepat menyelimuti wajah Mo im sin liang Wan Kian ciu. dia orang tua memang tidak bersalah.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Si Pena baja bercambang Tio Ci hui yang selama ini menonton saja dari sisi arena segera menampilkan diri ke tengah lapangan setelah menyaksikan keadaan bertambah runyam.com/ kaum lurus bisa bertindak memalukan seperti ini. Suma Thian yu telah berkata lebih dulu.. Mendadak dia mencabut keluar pedangnya. dengarkanlah perkataanku!" Walaupun kedudukan Si Pena baja bercambang Tio Ci hui dalam perusahaan setingkat dibawah Wan kiam ciu. tapi berhubung dia adalah seorang yang jujur dan setia kawan. apalagi diapun me naruh budi kepadaku. hampir semua orang mundur beberapa langkah dan memberi jalan lewat baginya. kecuali Wan Kiam ciu seorang. Setibanya didepan Wan Kiam ciu. Si Pena baja bercambang Tio Ci hui menjura dalam-dalam. Seruannya itu segera ditanggapi semua orang."Criiiing!" cahaya biru memancar amat menyilaukan mata.. kemudian katanya. Dalam marahnya. Belum sempat si Pena baja bercambang Tio Ci bui sempat mengucapkan sesuatu. "Benar. Suma siauhiap tidak bersalah. tanpa terasa dia mendonggaakkan kepalanya sambil berpekik nyaring. maka dia orang tua baru mati penasaran. maka semua orang menaruh hormat kepadanya. tahu-tahu dia sudah meloloskan pedang Kit hong kiam yang amat tajam itu... "Cuuuh. justru karena dalam dunia persilatan penuh dengan manusiamanusia yang tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. apakah gurunya Wan Liang tidak ber salah?" jengek Mo im sin liong wan Kiam ciu sambil meludah.. si Pena baja bercambang Tio Ci hui menyaksikan . kau telah memfitnah orang baik. jangan bertarung dulu. sambil berlarian teriaknya keras-keras: "Saudara sekalian.

toh dengan dua tiga patah kata mustahil bagiku untuk menyadarka kembali bajingan tua yang keras kepala ini" Walaupun dia ingin pergi. Tindakan ini sama sekali diluar dugaan semua orang. bila siauhiap tak memberikan suatu pertanggungan jawab kepadaku hari ini. tempat inipun bukan tempat yang bisa di datangi dan ditinggalkan orang dengan semaunya sendiri. biarkanlah urusan selesai dulu sampai disini!" Dengan sorot mata penuh amarah Mo im sin liong Wan Kiam ciu melotot sekejap kearah Tio Ci hui. bersabarlah dulu. jangan harap kau bisa pergi meninggalkan tempat ini barang selangkahpun. aku bersedia menanggung se mua barang kawalan yang hilang. Sambil tertawa dingin Mo im sin liong wan Kiam ciu berkata: "Sekalipun perusahaan Sin liong piaukiok bukan sarang naga gua harimau. ternyata orang lain tidak membiarkannya pergi. sekalipun tidak memberi muka ke pada pendeta. buru-buru serunya lagi kepada Wan Kiam Ciu: "Toako. . buru-buru dia memberi tanda kepada Suma Thian yu seraya berkata: "Suma Hiantit.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ keadaan makin kritis. paling tidak aku harus menghargai Sang Buddha. pikirnya: "Meninggalkan tempat inipun ada baiknya juga. lalu dia membalikkan badan dan tanpa mengucapkan sepatah katapun masuk ke ruang dalam. hal ini membuat Suma Thian yu merasa amat terharu. memandang diatas wajahku. sehingga se mua orang segera berbisik-bisik lirih." Si Pena baja bercambang Tio Ci cui jadi gelisah sekali. tinggalkanlah tempat ini! Tak ada gunanya memperebutkan persoalan yang sama sekali tak ada gunanya ini" Ketika mengucapkan perkataan tersebut na danya setengah merengek. siapapun tak tahu permainan busuk apakah yang sedang di persiapkan. hanya saja kumohon kalian jangan berkeras kepala terus.

Dia tahu.Tiraikasih Website http://kangzusi. karena dia lah yang sering bermain dengan nona itu sejak si nona masih kecil. walaupun sekarang kau di tuduh orang. dia berkata lebih jauh: "Di kemudian hari. asalkan kau bersedia mempercayai diriku. ternyata bayangan tubuh nona wan sudah lenyap dari pandangan. lapangkan dadamu. Si Pena baja bercambang Tio Ci hui cukup mengetahui watak dari Wan Peklan. begitu dilihatnya nona Wan tak ada di tempat. Dengan mata berkaca-kaca. cepat kamu tinggalkan tempat ini. bayangan tubuhnya sudah lenyap dari pandangan mata. dia lantas menduga kalau gadis itu sudah menyusul Suma Thian yu. tak terlukiskan rasa gelisah hatinya setelah mengetahui akan hal itu. setelah menjura dalam-dalam ka¬tanya: "Tio toako. mengerti?" Dengan mata berkaca-kaca. kemudian dia baru menyeka air matanya mem bentur dengan tempat duduk Bi hong siancu Wan Pek lan. si Pena baja ber cambang Tio Ci cui memperhatikan bayangan punggungnya hingga lenyap dari pandangan. dia berseru tertahan. Suma Thian yu mengangguk. budi kebaikkanmu tak akan aku lupakan untuk selamanya. Dalam sekejap mata saja.com/ Dengan cepat si pena baja bercambang Tio-Ci cui berpaling lagi kearah Suma Thian yu seraya berkata: "Hiante. sebenarnya dia hendak masuk kedalam untuk melaporkan kejadian ini kepada Wan kiam cui. cepat atau lambat persoalan ini pasti akan menjadi terang kembali. Wan peklan tentu tidak terima akan persoalan tadi sehingga kepergiannya niscaya akan menimbulkan keonaran baru. budi kebaikan ini pasti akan kubalas. ia merasa bila hal ini dilaporkannya ." Setelah menyarungkan kembali pedangnya." Kemudian dia menjejakkan kakinya ke atas tanah dan secepat kilat melompat keluar dari pagar pekarangan rumah. aku percaya orang lain tak akan mampu untuk melukai diriku. tapi tak usah putus asa. tapi teringat kalau Wan kiam cui sedang marah.

com/ kepada Wan kiam cui. yang lebih mengherankan lagi. pikirnya diam-diam: "Besar kemungkinan paman Wan yang kusayangi dan mengalami nasib seperti apa yang ku alami sekarang. tampak sesosok bayangan hitam dengan kecepatan luar biasa sedang meluncur ke arahnya. buru-buru disambutnya bayangan hitam tersebut dengan sepasang tangannya.. maka sambil melanjutkan perjalanan dengan kepala tertunduk. Suma thian yu berjalan terus tanpa berhenti." Setelah meninggalkan kota. bagaimana dia akan melanjutkan hidupnya dikemudian hari? Sementara dia masih murung.. pakaian dan uang yang dimilikinya masih tertinggal dikantor Sinl liong piaukok.. besar kemungkinan kalau hal ini akan menimbulkan amarahnya. mendadak dari belakang tubuhnya berkumandang suara tertawa merdu yang amat .Tiraikasih Website http://kangzusi... buntalan tersebut ternyata miliknya.. sekarang sepeser uang pun tak dimiliki. Sementara itu.. Mendadak terasa segulung angin berhembus lewat. dia segera duduk disana sambil memejamkan matanya rapat-rapat. sebab itu diapun menahan diri. Sementara dia masih tertegun. aaii. Suma Thian yu telah meninggalkan kantor perusahaan Sin liong piaukiok dengan perasaan berat. Dalam keadaan gugup. sungguh mengenaskan sekali nasibnya. kalau memang begitu. sampailah pemuda itu dibawah sebatang pohon besar. waktu itu matahari sedang bersinar dengan teriknya. dia tidak memikirkan lebih jauh lagi.. ternyata benda itu adalah sebuah bungkusan besar.. murung dan kesal. didepan mata terbentang sebuah tanah perbukitan.. karena salah paham akhirnya dia menjadi dibenci orang. Orang bilang: Siapa yang berbaik hati dia akan memperoleh yang baik pula. dengan perasaan terkejut dia segera membuka matanya. Tapi apa yang dialami justru merupakan kebalikanya.

aku sudah lama mendengar orang bilang tentang kelihayan ilmu pedang Kit hong kiam hoat. Suma thian yu memandang sekejap kearah Wan Pek lan. "ada sesuatu persoalan kumohon petunjukmu" "Persoalan apa?" tanya Suma thian yu. lalu berkata: "Aku ingin memohon beberapa petunjuk ilmu silatmu!" Dengan wajah berkerut bercampur keheranan. si dewi burung hong berkata dengan wajah bersungguh-sungguh: "Bawalah serta buntalanmu itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sambil menarik kembali senyumannya. kemudian tanyanya keheranan: "Nona Wan. dia mengurungkan niatnya untuk beristirahat. yakni si Dewi burung hong Wan Pek lan. mendadak terdengar nona Wan membentak lagi: "Suma siauhiap. harap tunggu sebentar!" "Ada apa nona Wan? Dengan perasaan terperanjat Suma thian yu berpaling seraya bertanya. apa maksudmu? apakah ayahmu yang memerintahkan kepadamu untuk menahan aku disini?" "Soal ini tak usah kau urusi. terima kasih nona Wan" Seraya berkata dia lantas mengambil buntalan tersebut dan siap meninggalkan tempat itu. karena itu aku ingin sekali memohon petunjukmu" . Tampaknya ia sudah merasa penasaran sekali terhadap keluarga Wan. rupanya kau!" "Siapakah orang itu?" Ternyata dia tak lain adalah putri kesayangan dari Mo im sin liong Wan kiam cui. maka setelah bertemu dengan gadis itu. Belum lagi berapa langkah. Si Dewi burung hong berjalan mendekat dengan wajah kemalu-maluan.com/ sedap didengar. dengan cepat Suma thian yu membalikkan badannya kemudian menjerit kaget: "Aaaaah. aku memang khusus datang kemari untuk mengirimkannya bagimu" "Oooh.

aku toh hanya bermaksud untuk meminta petunjuk saja kepadamu tanpa mengandung maksud lain" Mendengar perkataan itu. kumohon kepadamu. tak pernah bersalah pada manusia. tak perduli apapun yang dikatakan Suma thian yu. Sambil menarik muka dan melototkan sepasang matanya. tekadnya itu sudah bulat. ia membentak nyaring: "Sekalipun tak mau juga harus mau. sungguh tak kusangka kalian mengejarku terus-menerus. dia lantas tahu kalau pihak lawan memang datang dengan sesuatu maksud tertentu. tujuannya tak lain adalah untuk memnta petunjuk ilmu silat dari anak muda tersebut. kalau tidak. serunya sambil tertawa dingin: "Siauhiap. maka setelah menghela napas panjang. katanya dengan marah: "Kalau dilihat dari tampangmu yang mengenaskan. dia sama sekali tidak ambil peduli. dengan keheranan Suma thian yu segera bertanya: "Mengapa harus bertarung dengan ku?" . apakah kau tidak memandangsebelah matapun terhadap diriku?" "Tidak. sukalah melepaskan sebuah jalan bagiku" Menyaksikan wajah Suma thian yu yang mengenaskan dan perkataan yang memilukan.Tiraikasih Website http://kangzusi. seakanakan telah dianiaya orang saja. buat apa kau mendesak orang terus-menerus? Aku sedang merasa kesal. lebih baik kau urungkan saja niatmu itu!" Jauh-jauh si dewi burung hong Wan Pek lan menyusul kesana. katanya: "Aku Suma thian yu merasa tak pernah bersalah pada langit. aku tidak berniat bertarung melawan dirimu. jangan harap kau bisa meninggalkan tempat ini" Suma thian yu yang melihat si nona menghadang jalan perginya. lebih baik urungkan saja niatmu itu" Sepasang alis mata si Dewi burung hong Wan Pek lan segera berkenyit sesudah mendengar perkataan ittu. nona. Bi hong siancu Wan Pek lan segera tertawa geli.com/ "Nona Wan.

terpaksa dia harus mundur selangkah lagi ke belakang. ia sama sekali tidak memberi kesempatan kepada lawannya untuk berganti nafas. maka aku baru memohon petunjuk darimu. "Kau benar benar. aku benar-benar hendak mengajakmu bertarung!" Sembari berkata dia mendesak maju ke muka sambil melancarkan bacokan. dia didesak terus sampai mundur berulang ka li. Waktu itu Suma Thian yu tidak bersenjata.. akan kulihat apakah kau akan turun tangan atau tidak!" Pedangnya diputar suatu lingkaran busur. Si nona Wan segera meloloskan pedangnya sambil membentak: "Baik. kemudian dengan jurus Long li cian ciau (membunuh naga ditengah ombak) langsung memba¬cok batok kepala Suma Thian yu. kau ini benar-benar... .. dalam waktu singkat pemuda itu sudah ter jerumus dalam posisi yang berbahaya sekali... mengapa kau berusaha menampik dengan pelbagai alasan?" "Permohonan? Aku tidak mengenal segala macam hal seperti itu" "Jadi maksudmu.Tiraikasih Website http://kangzusi.. setelah itu teriaknya kaget: "Kau. bacoka pedang dari Bi hong siancu Wan Pek lan telah menyambar tiba. gadis itu berkata lebih lanjut: Karena kau tangguh.com/ "Aai.." "Ya.. kau tak ingin bertarung melawan diriku?" "Benar nona Wan!" jawaban dari Suma thian yu itu tegas dan bersungguh-sungguh.. hal ini hanya suatu permohonan saja. Ternyata Suma Thian yu mengatakan tidak bertarung tetap tidak bertarung." Belum sempat dia melanjutkan kata-katanya. buru-buru dia miringkan kepalanya sambil menghindar ke samping. bahkan secara beruntun melancarkan tiga buah serangan berantai yang semuanya ditujukan ke jalan darah kematian di tubuh Suma Thian yu.." Setelah berhenti sejenak.

tak terlukiskan rasa girang dalam hatinya ketika menyaksikan Suma Thian yu menghunus pedangnya sambil melancarkan serangan balasan. bentaknya dingin. tanpa berpikir panjang lagi dia berpekik nyaring kemudian tubuhnya melejit setinggi satu kaki ke tengah udara. dia telah bersiap siaga untuk menyambut datangnya ancaman tersebut dengan keras lawan keras guna mencoba sampai dimanakah ketangguhan lawannya. . Bi hong siancu Wan Pek lan kuatir kalau ia menyimpan kembali pedangnya kedalam sa rung. kau kelewat mendesak orang" Menyaksikan pemuda itu menarik kembali serangannya sambil melayang turun ke tanah. dia tak dapat menahan diri lagi menghadapi ancaman maut. mendadak dia merubah jurus serangan ditengah jalan. maka terhadap perkataan dari Suma Thian yu dia tak ambil peduli. Mendadak gadis itu membentak nyaring. Ditengah jalan pedangnya ditarik kembali dan secara tibatiba mengeluarkan gerakan tubuh Yau cu huan sin (burung belibis membalikkan badan) pedangnya berubah menjadi beratus-ratus kuntuk bunga pedang dan mengurung bersama ketubuh Bi hong Siancu dengan jurus Ciang liong ji hay (naga sakti masuk ke laut). buru-buru pedangnya berputar membentuk selapis kabut senjata yang menyelimuti kepalanya. Waktu itu Bi hong Siancu sedang risau kare na lawannya belum juga meloloskan pedangnya. Inilah salah satu jurus penolong yang ampuh dari ilmu pedang Kit hong kiam hoat. teriaknya dengan segera: "Akan kulihat kau bisa berkeras kepala sampai kapan!" Sembari berkata. pedangnya memapas ringgung lawan dengan jurus Thian li hui ko atau malaikat perempuan memutar tombak.com/ Dalam keadaan begini. "Nona Wan. kemudian melayang turun kembali ke tanah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siapa tahu Suma thian yu tidak bertindak seperti apa yang diharapkan.

akhirnya apa yang di harapkan terwujud karena pancingannya berhasil menjebak lawan. Lama-kelamaan kedua orang ada kalanya mereka berdua sempat bertanya-tanya sendiri. Suma Thian yu selalu mengalah dan berbelas kasihan dalam serang-serangannya. tanpa terasa semangatnya berkobar dia pun mengembangkan pelajaran silat dari ayahnya untuk melepaskan serangan keji.Tiraikasih Website http://kangzusi. pertarungan mereka berlangsung amat santai dan tidak saling membahayakan jiwa masing-masing. anehnya Bi hong siancu pun seakan-akan mempunyai pandangan yang sama. Sekilas pandangan pertarungan yang berlangsung antara kedua orang itu tampaknya amat seru. pedang mestikanya diputar kencang menciptakan selapis hujan pedang yang tebal dan langsung mengancam jalan darah Tiong teng hiat dan Tham tiong kiat ditubuh lawan. tanpa terasa pergelangan tangannya digetarkan lalu mengayunkan pedangnya dengan jurus yang diandalkan ialah Im liong tham jiau (naga mega mementangkan sayap) ujung pedangnya seperti cakar naga yang di ayunkan kedepan langsung menotak jalan darah Cian Keng hiat dibahu lawan. padahal dalam hati masing-masing sudah ada perhitungannya. kedua orang itu sudah saling bertarung sepuluh gebrakan lebih. Bi hong siancu Wan Pek lan merasa amat gembira. sepanjang pertarungan itu berlangsung. dia pun selalu berbelas kasihan didalam melancarkan serangannya.com/ Suma Thian yu benar-benar mendongkol luar biasa. buat apa mereka berdua harus saling bertarung? Akhirnya Bi hong siancu Wan Pek-lan yang tertawa merdu lebih dulu. . Jilid 8 : Tuduhan keji Tak selang beberapa saat kemudian.

Suma Thian yu makin cemas setelah menyaksikan kejadian ini dengan perasaan bingung. tak terlukiskan rasa kagetnya melihat ujung pedang lawan tahu-tahu sudah berada didepan dada.com/ Ditengah pekikan nyaring gadis itu. menggunakan kesempatan itu ia menerobos masuk kedepan dan menusuk jalan darah Tham tiong hiat dan tiong teng hiat si nona tersebut. nona Wan.. Suma Thian yu amat terkejut. Suma Thian yu tersadar pula dari lamunannya.. . buru-buru serunya: "Nona Wan. sepasang matanya terpejam rapat-rapat. dia tak dapat mengindahkan ucapan yang mengatakan "antara lelaki dan perempuan ada batas-batasnya lagi”. matanya terpejam rapat dan mukanya merah segar. tidak dijumpai gejala-gejala aneh dibalik denyutan nadi lawan. napasnya memburu dan kelihatan menderita sekali.!" serunya. Pedang Kit hong kiamnya diputar untuk menangkis pedang lawan dengan jurus Sik poh thian keng (batu hancur langit terkejut). walaupun sudah diperiksa sekian lama. "Tidak sopan kalau suatu pemberian tidak dibalas dengan pemberian lain... Tampak napasnya teratur. dengan cepat dia melakukan pemeriksaan. Berbareng dengan seruan itu.. xx X xx SIANAk MUDA itu membentak nyaring. apakah kau terluka?" Bi hong siancu Wan Pek lan berdiam kaku seperti patung.'" Melihat Wan Pek lan belum juga membuka matanya. buru-buru dia menyimpan pedangnya dan lari kesisi Bi hong siancu sambil tanyanya dengan gelisah: "Nona Wan.Tiraikasih Website http://kangzusi. terdengar Bi hong siancu menjerit keras lalu mundur beberapa langkah dengan sempoyongan dan akhirnya roboh terkapar diatas tanah.. Menyaksikan kejadian itu.

Berbicara yang sesungguhnya. diam-diam dia melirik dan mengikuti gerak-gerik Suma thian yu dengan seksama dari pagi hingga sekarang. tanpa terasa pikirnya dalam hati: "Aaah. Pada waktu itulah dia merasa telapak tangan Suma Thian yu yang panas dan hangat telah ditempelkan diatas dadanya padahal sejak dewasa selain ibunya hampir tak pernah ada orang yang pernah menyentuh badanrya. jantungnya serasa berdebar amat keras. apalagi merupakan orang yang dicintainya. orang yang meraba payudaranya adalah seorang lelaki. apa yang dilakukan sekarang tak lebih hanya berpurapura belaka. Melihat tampangnya yang gagah dan ganteng. seorang pemuda tampan yang gagah dan mempunyai daya tarik. Tapi sekarang. diapun ingin mencari tahu sampai dimanakah watak dan perangai dari Suma thian yu.com/ kesemuanya ini segera menimbulkan perasaan curiga dalam hatinya. Dengan sepasang mata setengah terpejam. kini ia baru berkesempatan untuk menyaksikan wajah Suma Thian yu dengan jelas. mustahil dia tersangkut dalam peristiwa pembegalan barang kawalan. maksud tujuan dan tindakan yang dilakukannya ini amat dalam selain hendak menyelesaikan pertarungan yang sama sekali tak berguna itu. bayangkan saja bagaimana mungkin hatinya tidak menjadi mabuk? . ooh Thian! Hal ini mustahil bisa terjadi! Ayah pasti telah salah menuduh orang baik!" Berpikir sampai disitu.Tiraikasih Website http://kangzusi. apalagi meraba diatas sepasang payudaranya. Padahal Bi hong siancu Wan Pek lan sama sekali tidak terluka. makin dilihat dia merasa makin tertarik.

rasa girangnya melebihi sekeluarga miskin yang secara tiba-tiba menemukan sebuntalan emas murni. "Nona Wan.. mabuk seperti terbang di angkasa... kecuali merasa gelisah..hampir saja aku dibikin kaget setengah mati. Bi hong siancu Wan Pek lan sengaja menegur dengan suara keras.. Suma Thian yu yang melihat gadis itu mendusin kembali. juga amat manis dan mesra. dengan cepat dia bersorak gembira.. bagaimanapun cintanya kepada pemuda itu toh sepasang matanya segera membuka kembali. ia tidak membiarkan pihak lawan meraih keuntungan kelewat lama. "Huuh. masa kau merasa kuatir? Hmm. ia pasti akan merasa perkataan mana kelewat mesra. keadan semacam ini amat mengenaskan. kau tidak terluka apa-apa!" Sebetulnya perkataan semacam itu tak pantas diutarakan keluar.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia sama sekali tak dapat menekan kobaran emosi dalam hatinya. tak terlukiskan rasa girangnya ia menghembuskan napas panjang lalu berkata: "Waah. dia ingin menampik namun tak tega untuk melepaskan kenikmatan seperti itu. mungkin kau bertambah gembira bila menyaksikan aku mati!" . terutama sekali gadis remaja yang mulai mengenal arti kata cinta. Tapi perempuan tetap perempuan. perasaan semacam ini belum pernah dialaminya sepanjang hidup. terima kasih banyak. jika ada pihak ketiga hadir disitu. Pada dasarnya Suma Thian yu adalah seorang pemuda paling bodoh didunia ini. Begitu melihat Bi hong siancu mendusin.com/ Dia menjadi mabuk. kau tidak apa-apa bukan?" Bi hong siancu Wan Pek lan menutup mulutnya rapat-rapat dan menggelengkan kepalanya berulang kali. padahal tindakan dari Suma Thian yu ini tak lebih merupakan suatu perbuatan yang mendekati ketolol-tololan.

maaf jika aku membuatmu terjatuh. Kau berani mengatakan dialam semesta ini tiada sesuatu kekuatan besar yang mengatur segala-galanya? Sesungguhnya Malaikat cinta mengatur bagi mereka berdua segala sesuatunya.... memang banyak kejadian yang berlangsung secara wajar... Suma thian yu mengira gadis itu masih masih marah. cepat ia menyahut: "Kesemuanya ini gara-gara aku mencoba unjuk kepandaian. yang pasti. dengan wajah minta maaf dia berkata: "Aku sama sekali tidak bermaksud demikian. apakah kau menyalahkan aku?" "Aah. setelah saling ribut sekian lama. lagi pula hati mereka lebih lembek.Tiraikasih Website http://kangzusi. mana. karena.. "Aku tahu kau tak punya alasan bukan?" "Ehmmm. "asal kau tidak terluka. bukankah begitu?" .com/ Perkataan semacam inipun tidak seharusaya diutarakan." Pada dasarnya anak gadis memang lebih perasa dari pada kaum lelaki. tapi pada dasarnya kedua orang itu memang berwatak aneh. Bi hong siancu Wan Pek lan tak jadi curiga. mana. apakah kau ingin membantah? Kecuali kalau kau mempunyai kekuatan lainnya itu lain cerita.!" "Ya. sehingga akibatnya kau dibikin terperanjat. "Karena. aku rasa sesuatu yang nyata di dunia ini selamanya tak beralasan. tiada suatu bentuk alasan. Melihat wajah Suma Thian yu yang mengenaskan itu. aku merasa girang sekali " "Mengapa sih kau begitu menaruh perhatian kepadaku?" Bi hong siancu balik bertanya." Suma Thian yu mengulangi perkataan tersebut sampai beberapa kali tanpa berhasil untuk melanjutkannya..." buru buru Suma Thian yu menyahut. akhirnya mereka malah merasakan kemesraannya. harap kau sudi memaafkan.

com/ "Maaf nona. . tolong tanya siapakah nama nona?" buru-buru sianak muda itu bertanya. aku toh bukan tak punya nama. dalam suasana yang santai karena berbincang dan bergurau. ketika masih kecil orang memanggilku Lan ji. Waktu berlalu dengan cepatnya.. tapi kalau ditanya menpapa. Ada orang bilang: Hubungan manusia antara manusia terdapat semacam daya tarik menarik. tanpa terasa matahari telah bergeser kearah barat. tapi kata selanjutnya dia tak sanggup untuk melanjutkan. Kadangkala perasaan semacam itu baru bisa tumbuh dan meningkat mencapai pada puncaknya bila manusia yang berlawanan jenis bertemu. Waktu itu. kemudian suaranya dengan terkejut. nona melulu. Bi hong siancu Wan Pek lan mendongakkan kepalanya dan memandang keadaan cuaca sekejap. langit diliputi oleh cahaya keemasemasan. manusia adalah mahkluk yang berperasaan. nadanya tersipu-sipu." Suma Thian yu segera memanggil. mengapa kau selalu memanggil dengan nama tersebut?" ketika mengucapkan perkataan tersebut. "Ahh betul. "Aku bernama Pek lan. dia sendiripun tak mampu untuk mengucapkan sesuatu. Itulah sebabnya manusia dinamakan mahkluk yang berperasaan.. hal ini tak lain adalah perasaan. Suma Thian yu merasa amat gembira sekali selama bergaul dengan Wan PeK lan. aku merasa kagum sekali kepadamu yang melebihi orang lain" "Jangan nona.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau boleh memanggil aku sebagai adik Lan!" "Adik Lan. yang terpenting manusia bukan rumput atau binatang.

dia pasti dapat memahami kesulitanmu. menanti sampai fitnahan terhadap diriku sudah jadi jelas sekali. Suma Thian yu segera merasa hatinya kosong dan kecut. buru-buru dia bertanya: "Engkoh Yu.?" . bukankah hal itu sama dengan mengantar diriku kembali ke mulut harimau?" "Tak mungkin. "Ke rumahku!" sahut Bi hong siancu. aku akan membujuk ayahku. kemana aku sampai. Entah mengapa. sewaktu mendengar gadis itu hendak pergi. disitulah aku akan berada" "Apakah kau akan kembali lagi kemari?" "Tentu akan kembali. sayang aku masih ada urusan penting yang tak dapat ditunda lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. Berbicara sampai disitu dia lantas bangkit berdiri dan sekali lagi memandang sekejap kearah Bi hong siancu.. bagaimana kalau kita kembali?" "Kembali? Kembali kemana?" tanyanya. matahari sudah condong kebarat.com/ "Aaah. namun akhirnya niat itu diurungkan. Padahal Bi hong siancu sendiripun tak ingin berpisah dengan pemuda tersebut. "Engkoh Yu. "Terima kasih atas maksud baikmu. kau bermaksud hendak pergi ke mana?" kata Bi hong siancu sedih. ditatapnya nona Wan dengan wajah termangu. Bi hong siancu yang melihat dia hendak pergi." "kalau selamanya tak pernah menjadi jelas kembali. lebih baik kita berpisah dulu sampai disini. cita-citanya berada di empat penjuru. moga-moga kita akan bersua kembali dimasa mendatang" kata Suma Thian yu. aku harus segera pergi dari sini. hatinya menjadi amat gelisah. "Ah. "Bagi seorang lelaki. dia seperti hendak mengucapkan sesuatu.. seluruh jagad bisa dijadikan rumahnya. buru buru ia mengusulkan. oleh karena itu.

setelah menghembuskan napas hiburnya. untuk sesaat dia tak berhasil menemukan kata-kata yang cocok untuk menghibur hati gadis she Wan tersebut. tanpa terasa jantungnya berdebar keras. "Aku pasti akan kembali untuk menengokmu. asal hatimu tak akan berubah untuk selamanya" .com/ "Itu berarti selama hidup aku tak akan menginjakkan kakiku kembali ke perusahaan Sin liong piaukiok. air mata juga merupakan semacam taktik untuk mencapai pada tujuannya. siapa tahu makin dilihat dia merasa hal itu makin benar. kau tak mungkin akan kembali lagi." Berpikir sampai disitu. "Aku pasti kembali untuk menengokmu. Sementara itu.. tanpa terasa dia memandang sekejap kearahnya. kau bohong! Aku tahu kau sedang menghiburku. menyusul kemudian dua baris air mata jatuh berderai membasahi pipinya. seperti juga Suma Thian yu sekarang. Menangis semacam senjata yang ampuh bagi kaum wanita. sepasang matanya telah basah oleh air mata." Berbicara sampai disitu ternyata dia menangis terisak dengan amat sedihnya.Tiraikasih Website http://kangzusi." jawab Suma Thian yu. karena itu dengan mata terbelalak dia hanya bisa memandang dengan wajah kebingungan. Buru-buru dia maju kedepan dan memegang bahu si nona. lalu hiburnya dengan suara lembut. Seketika itu juga sang pemuda tersebut menjadi gelagapan sendiri dengan perasaan panik. dia dibikin melumer juga hatinya oleh isak tangis dan air mata yang jatuh bercucuran.. satu ingatan tiba tiba melintas dalam benaknya: "Jangan-jangan nona Wan jatuh hati padaku. "Sungguh?" selesai mengucapkan perkataan itu. asalkan kau benarbenar menyukai aku kembali kemari" "Tidak. Suma Thian yu merasakan hatinya menjadi kecut.

kemudian dengan wajah tersipu-sipu menundukkan kepalanya rendah-rendah. demi kau. Dari arah jalan raya sana terdengar suara derap kaki kuda yang amat ramai berkumandang dari kejauhan sana yang makin lama semakin mendekat. "Cepat lari.Tiraikasih Website http://kangzusi. kumohon kepadamu sudilah kiranya untuk menghindarkan diri lebih dahulu.. pelan-pelan Bi hong siancu mendongakkan ke palanya dan memandang sekejap kearahnya dengan pandangan mata yang merah. Aku Suma Thian yu adalah seorang manusia yang tak akan mencari gara-gara bila tiada urusan. buru buru pintanya dengan nada setengah merengek: "Engkoh Yu. Suma Thian yu segera terta wa terbahakbahak. mereka sudah datang. bukankah hal ini akan di tertawakan orang?" . Agak tertegun Bi hong siancu mendengar suara itu. kalau keburu terkurung. dan tidak takut menghadapi setiap kejadian bila menjumpai urusan. memangnya bisa menelanku hidup-hidup?" Terkesiap jnga Bi hong Siancu setelah mendengar perkataan itu. ayahku telah menyusul kemari" "Dari mana kau bisa tahu?" "Apa kau tak mendengar suara bel itu? suara yang berasal dari kuda tunggangan milik ayah" Kemudian dengan cepat serunya kepada Suma Thian yu. cepatlah pergi meninggalkan tempat ini!" "Kalau aku pergi. juga karena aku. mendadak serunya tertahan: "Aduh celaka.. dia segera memasang telinga baik-baik. ayahku bukan seorang manusia yang bisa diusik dengan begitu saja. "Haah haah haah. Sementara mereka berdua merasa berat hati untuk saling berpisah.. bisa berabe juga akhirnya!" Mendengar itu. kalau toh mereka sudah datang.com/ Perkataan itu benar benar sangat manjur.

tanpa terasa tanyanya. mari. huuh sunggah tak tahu malu" Ternyata Boan thian hui Ya Nu tidak menjadi marah sebaliknya malahan tertawa. dia adalah Sang tayhiap" Suma Thian yu mencoba untuk mengamati orang iyu. Suma Thian yu mencoba untuk mengawasi orang itu dengan seksama. prajurit yang pernah kalah. . kau masih punya muka untuk datang mencariku. buru-buru Bi hong siancu memberi hormat seraya berkata: "Paman Ya. tampak wajahnya hijau membesi seperti baru saja sembuh dari suatu penyakit yang sangat parah. Tampak dua bayangan manusia dengan kecepatan luar biasa meluncur turun dihadapan kedua orang itu. hatinya kontan menjadi panas kembali. mengapa kaupun datang kemari?" "Hmm. bukankah semuanya ini gara-gara kau?" Eeh. dengan cepat dia berseru: "Hmm. kita berjum pa lagi. mendadak dia teringat akan seseorang. Anjing cilik. mendengar itu kedua orang tersebut menjadi terkesiap dan segera berpaling. mungkin inilah yang dikatakan dalam pepatah sebagai: "Dua orang musuh besar saling berjumpa. mari. kuperkenalkan kau dengan sahabatku ini. keparat terkutuk. sepasang matapun ikut memerah" Suma Thian yu tentu saja tidak mau menunjukan kelemahannya.com/ "Darimana mereka bisa tahu kalau kau berada bersamasamaku?" Baru saja Bi hong siancu menyelesaikan kata-katanya. Begitu berjumpa dengan kedua orang itu. mendadak dari tengah udara berkumandang suara gelak tertawa yang menyeramkan. ternyata dia tak lain adalah Boan thian hui Ya Nu bersama seorang manusia berusia empat puluh tahun. kenapa kau bisa berada bersama anjing lelaki ini?" Begitu Boan thian hui Ya Nu menyaksikan Suma Thia yu.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Sambil menggerakkan tubuhnya dia segera menerjang kehadapan Wan Kiam ciu. paras muka Bi hong siancu Wan Pek lan berubah menadi pucat pias. Suma Thian yu sengaja berkata demikian de¬ngan maksud untuk menyindir lawannya. dia amat membenci watak Mo im sin liong Wan Kiam ciu. dari tengah udara telah berkumandang lagi tiga kali suara pekikan panjang.com/ "Apakah orang ini yang disebut Cing bin kui (setan muka hijau) Seng Tham?" "Setan muka hijau adalah suatu kata makian. bocah keparat. dari hadapan mereka segera muncul tiga sosok bayangan manusia. .Tiraikasih Website http://kangzusi. kau berani pagar makan tanaman. kontan saja Bi hong siancu menangis tersedu-sedu. tindakanmu itu sungguh lebih rendah daripada binatang. kemudian serunya sambil menuding: "Wan tay hiap. orang yang berada di tengah itu sudah membentak dengan penuh kegusaran sebelum kakinya mencapai tanah: "Perempuan rendah. diam-diam bersekongkol dengan. tampaknya kau cukup tahu akan diriku. aku benar-benar merasa malu untukmu. Siapa tahu manusia bermuka hijau itu tertawa seram setelah mendengar seruan tersebut. Suma Thian Yu adalah seorang lelaki yang berjiwa kesatria. aku memang bernama setan muka hijau. dalam sekejap mata bayangan tersebut sudah tiba di depan Suma Thian yu. kaum laknat!" Mendengar ayahnya melontarkan makian yang keji dan amat tak sedap didengar itu. Mendengar suara pekikan tersebut. sahutnya: "Benar. segera serunya: "Ayahku datang " Betul juga. sedang kau sebentar lagi akan berubah menjadi setan muka putih" Belum sempat Suma Thian yu menjawab.

"Haahhh. . si setan muka hijau Sang tham maju kedepan sembari melancarkan sebuah pukulan lahi. Wan tayhiap... Melihat datangnya bacokan tersebut. Suma thian yu segera merasakan datangnya hembusan angin dingin yang mencekam perasaannya. hal ini merupakan suatu fakta!" bentak Mo im sin liong Wan Kiam ciu dengan gusar... Boan thian hui ya Nu menimbrung dari samping. Suma Thian yu miringkan badannya lalu berkelit ke samping. Toaya akan melengkapi keinginanmu itu!" Seraya berkata dia lantas mengayunkan telapak tangannya menghantam dada Suma Thian yu. Mendengar ucapan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku orang she Suma akan menerimanya satu persatu ... hahh. kau pingin mampus rupanya?" Tenaga pukulan yang amat dahsyat segera dilontarkan kedepan sehingga menimbulkan deruan angin tajam yang amat memekikkan telinga. di depan orang yang jujur tak usah berbicara bohong... apa maksud kedatanganmu sudah aku pahami. tiba-tiba ia menyerobot maju ke lalu sambil tertawa dingin serunya: "Anjing keparat. begitu si setan muka hijau Sang tham mengayunkan telapak tangannya. "Cong piautau.." Dalam pada itu.haahh. Jarak kedua dua belah pihak cuma lima langkah. buat apa mesti ribut dengannya? Lebih baik dibunuh saja habis perkara" Si manusia berbaju hijau yang berada disampingnya seperti takut tidak kebagian kesempatan saja. Suma Thian yu segera tertawa terbahak bahak. dampratnya dengan penuh kegusaran: "Bangsat.. katanya sambil tertawa: "Selamanya sianya enggan membunuh prajurit tak bernama" Gagal dalam serangannya yang pertama.com/ darimana kau bisa tahu kalau putriku bertindak pagar makan tanaman? "Dia membelai dirimu.

kemarahannya segera berkobar.. ingat baik-baik namaku agar kalau sudah mampus mengetahui siapa pembunuhmu. mendengar perkataan itu bukannya menjadi gusar malah tertawa tergelak. Selesai tertawa. cepat lolosan pedangmu!" Sebetulnya Suma Thian yu memang tidak mempunyai kesan baik terhadapnya. dengan mempergunakan ilmu Ciok tiong luan poh sin hoat ajaran si pengemis yang suka berpelancong cong Wi Kian. tampak ujung bajunya terhembus angin dan tahu-tahu dia sudah berdiri satu kaki dari posisi semula . Tampak pemuda itu segera mengejek si setan muka hijau: "Sauya tak akan bersedia untuk bertarung melawan setan tanpa nama. suaranya menusuk pendengaran dan tak sedap didengar. Sengaja ejeknya dengan suara yang sinis: Sang Tham? Sayang seribu kali sayang. Bi hong siancu segera bersorak memuji. si setan muka hijau Sang tham adalah seorang manusia yang liar dan membunuh orang tanpa berkedip.com/ Dengan perasaan terkesiap dia lantas melayang kesamping untuk menghindarkan diri. seolah-olah dia sama sekali tak pandang sebelah matapun ternadap si setan muka hijau Sang Tham. mendadak sepasang mata nya yang buas dan tajam bagaikan sembilu itu yang menembusi hati. ia ..Tiraikasih Website http://kangzusi.. mengerti?" "Anjing keparat" kontan saja setan muka hijau Sang tham mencaci maki kalang kabut. Begitu Suma Thian yu mendemontrasikan ge rakan tubuh yang amat indah. Perlu di ketahui.. sauya belum pernah dengar nama Sang Tham berkumandang dalam dunia persilatan" Berbicara sampai disitu dia lantas sedekap tangan dan tertawa terkekeh-kekeh. apalagi setelah mendengar kalau dia adalah murid kedua dari si mayat hidup Ciu Jit hwee atau adik seperguruan dari si macan angin hitam Sim Kong. "Toaya bernama Sang Tham.

Dengan sepasang mata yang tajam dia mengawasi pedang kaitan tersebut lekat lekat kemudian setelah tertawa dingin ejeknya: "Setan tua. pedang kaitan berbentuk bulan sabit direntangkan kedepan.Tiraikasih Website http://kangzusi. namun usianya jauh diatas usia kakak sepergu ruan si harimau angin Sim Kong. pikirnya: "Amat luar biasa tenaga dalam orang ini!" Walau Sang Tham menduduki urutan kedua dalam perguruan si mayat hidup Ciu Jit hwee.com/ mengawasi wajahnya Suma Thian yu tanpa berkedip. kemudian sambil bergerak maju kedepan. si setan muka hijau Sang tham telah meloloskan sebilah pedang lengkungberbentuk kaitan dari punggung nya. Suma Thian yu memang berniat untuk mempermainkan setan muka hijau. menghadapi ancaman tersebut ternyata ia tidak meloloskan pedang Kit hong kiamnya. kekalahannya yang dideritanya tempo hari hanya terbatas pada soal pengalaman dan pengetahuan. kau toh akan mengenali diriku?" Seraya berkata. Dalam pada itu. namun kekalahan tersebut diterimanya dengan hati yang tulus. . tampaknya beberapa inci lagi segera akan menyentuh ujung baju Suma Thian yu.. kemudian serunya setelah tertawa seram: "Hehehehe. sudah pernah dirasakan oleh Suma thian yu dan terbukti memang luar biasa. Sampai di manakah kepandaian silat dari harimau angin hitam Sim Kong.. sewaktu be-ada di lembah Cing im kok yang lalu.bila toaya telah membegalmu. sebab mayat hidup Ciu Jit hwee mengutamakan urutan dalam penerimaan muridnya tanpa mempersoalkan perbedaan usia diantara mereka. pedang kaitan dari Setan muka hijau Sang Tham telah menusuk tiba. dalam sepuluh gebrakan aku akan menyuruh kau memperlihatkan wujud sebenarnya!" Baru selesai dia berkata. Benar... membuat anak muda itu bergidik. dia membacok tubuh Suma thian yu dengan jurus Hek coa jui tong (ular hitam keluar dari gua).

sekarang sudah lewat tiga jurus. serangan yang dilancarkan kali ini pasti akan berhasil telak. setan muka hijau Sang Tham bertindak lebih cerdik. tahu-tahu dia sudah kehilangan lagi bayangan tubuh dari Suma Thian yu. "sauya toh berada disini." ejeknya sambil tertawa tergelak. kenapa angin tak berdosa yang di hajar? Nah.com/ Pada saat itulah mendadak Suma Thian yu mendengus dingin. se¬kalipun Suma Thian yu licik juga tidak akan lolos dari serangan pedangnya yang aneh tapi sakti itu.. Siapa tahu selicik-liciknya dia. "Hooree. seketika itu juga terasa hawa dingin menembusi tulang belakangnya. masih ada tujuh jurus lagi untuk memaksamu menunjuk wujud aslimu!" . ternyata Suma Thian yu sudah menyelinap kebelakang punggungnya. Maka itu. Siapa tahu baru saja sepasang bahunya bergerak. dalam hati kecilnya dia tertawa dingin tiada hentinya.. menyusul bayangan tubuh nya berkelebat lewat dan tahu-tahu sudah lenyap dari pandangan mata. Di dalam anggapannya. tiba-tiba tubuhnya berputar kencang dan membacok kebelakang punggung. ketika senjatanya menca¬pai setengah jalan. mendadak setan muka hijau Sang Tham merasakan datangnya dengusan dingin yang bergema dari belakang tubuh. tampak ada bayangan hitam berkelebat lewat. orang lain tidak lebih bodoh. Gagal dari serangannya yang pertama. bersamaan dengan berputarnya sang badan. Kontan saja sifat buas dari setan muka hijau berkobar dalam dadanya. pedang kaitan berbentuk sabitnya dengan jurus Heng Sau gian kun (menyapu rata selaksa prajurit)segera menyapu kedepan mengikuti berputaran badan-nya kemudian pedang itu ditusuk kemuka de ngan kecepatan bagaikan sambaran kilat. Kali ini. rupanya kau sedang menghantam si angin busuk. Suma Thian yu tahu-tahu sudah berdiri disisinya sambil bertepuk tangan dan bersorak sorai.Tiraikasih Website http://kangzusi. buru-buru dia membalikkan badannya.

ia menjadi amat gelisah. serahkan nyawamu!" Menyusul teriakan itu tubuhnya bergerak kedepan bagaikan orang kalap. "Oooh Thian. . Oleh sebab itu menang kalah Sang tham boleh dibilang tiada sangkut pautnya pula dengan dia. dia segera berpekik dengan suara yang amat nyaring. melihat kawanan musuhnya menyerang bersama. disusul kemudian oleh dua orang piausu dan Boan thian hui ya Nu. dengan suatu kecepatan luar biasa dia mencabut keluar pedang Kit hong kiam yang tiada tandingannya dikolong langit itu. nisciya hal mana akan sangat memalukan dan merosotkan pamornya di depan mata umum. sungguh memalukan sekali perbuatan kalian!" Yang dimaksudkan sebagai orang yang memalukan tentu saja perbuatan dari ayahnya yang main kerubut serta menyerang kaum muda. kontan saja berteriak dengan penuh kegusaran: "Bocah keparat.com/ Selama hidup belum pernah setan muka hijau Sang Tham di perlakukan orang dengan cara macam ini. berdiri disitu dia lantas berteriak penuh kegelisahan. maju bersama!" Selesai berkata ternyata dia menerjang lebih dahulu kedalam arena. sebagai seorang cong piautau ternyata dia menggunakan sistem pertarungan roda berputar untuk meng-giliri seorang bocah cilik. bila kabar ini tersiar keluar. sambil menciptakan selapis cahaya pedang dia menyerang secara membabi buta. Bi hong siancu Wan Pek lan menjadi gelisah sekali setelah menyaksikan kejadian tersebut. Waktu itu Suma Thian yu sedang merasa gembira karena berhasil menangkan San Tham.Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi setelah menyaksikan Sang thsm mulsi nekad dan siap beradu jiwa. teriaknya tanpa sadar: "Saudara sekalian. Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang selama ini hanya melihat jalannya pertempuran dari tepi arena. sesungguhnya tak pandang sebelah matapun terhadap si setan muka hijau.

dia berpekik nyaring. Tak lama kemudian Suma Thian yu telah tiba ditepi hutan. kakinya menjejak tanah dan segera mengejar dengan kecepatan tinggi. Tentu saja Mo im sin liong tak rela melepakan mangsanya dengan begitu saja. Waktu itu kemarahannya telah berkobar. jangan kabur! Tinggalkan dahulu selembar nyawamu!" Belum habis dia berkata. kemudian bentaknya pada Wan Kiam cu dengan kobaran emosi: "Wan tayhiap. suatu ketika aku orang she Suma pasti akan berkunjung lagi ke Sin liong piauliok untuk menentukan mati hidup bersamamu!" Selesai berkata. Mendadak dari balik hutan brkumandang suara pekikan areh yang amat nyaring. Dalam repotnya Suma Thian yu segera mengeluarkan jurus Ya can pat hong atau berta rung malam delapan penjuru untuk memunahkan ancaman lawan dengan kekerasan.. dari empat penjuru sudah menyambar tiba lima macam senjata tajam. sambil membentak pendek.Tiraikasih Website http://kangzusi.. . Suma Thian yu telah menembusi hutan dan menyelinap dibalik dedaunan. secara beruntun dia lepaskan dua kali serangan berantai untuk mendesak mundur lima orang yang mengerubutinya sampai beberapa langkah. serentak mereka melakukan pengejaran dengan kecepatan tinggi.com/ Begitu pedang Kit hong kiam diloloskan. dendam ini akan kuingat selalu dihati. tentu saja Mo im sin liong enggan untuk melepaskan dengan begitu saja. Melihat pemuda itu melarikan diri. buru-buru dia menghimpun tenaga dalamnya sambil memutar pedang.. Keempat orang lainnya tak mau ketinggalan. Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang berada dibelakangnya segera membentak keras: "Bocah keparat. dia segera memberi tanda kepada rekanrekannya agar melanjutkan pengejaran tersebut. sepasang kakinya menjejak tanah dan melambung ke tengah udara kemudian dengan kecepatan luar biasa melesat ke dalam hutan lewat dibelakang tebing.

"Siapakah kau?" "Orang yang telah membegal barang kawalan perusahaan kalian" jawab orang itu dingin. soal itu mah lebih baik tak usah di campuri Wan piautau. segera bentaknya keras-keras: "Siapa yang berada didepan sana? Mengapa menghadang jalan pergi kami?" "Toayamu hendak menghalangi jalan pergi mu.com/ Mendengar pekikan tersebut. "Wan piautau. pencoleng berkerudung!" Betul. "Aaah. kalau punya kemampuan minta sajalah kepadaku!" Selama hidupnya Mo im sin liong Wan Kiam ciu hidup diujung golok. bocah itu sudah kubawa pergi. ketika ia mendongakkan kepalanya. persis menghadang jalan pergi orang-orang itu. tampak tiga sosok bayangan manusia sedang melesat keluar dari dalam hutan dan melayang turun dihadapan mereka. disitu telah muncul tiga orang manusia berkerudung. mengapa kau mesti melakukan pembunuhan terhadap seorang bocah cilik?" "Apa sangkut pahutnya antara bocah keparat dengan kalian?" "Ooh.! Melihat siapa yang datang Boan thian hui Ya Nu segera menjerit kaget. Begitu berjumpa dengan manusia berkerudung itu. membunuh adalah suatu perbuatan yang dilakukan hanya dengan mengangkat tangan. mau apa kau?" sahut manusia berkerudung yang ada ditengah dengan dingin.Tiraikasih Website http://kangzusi. boleh dibilang tak terlihat bagaimanakah mimik wajahnya ketika itu. tanpa bertanya merah atau hijau lagi. begitu rnenrtengar ke tiga orang itu mengaku sebagai pembegal barang kawalannya dan mereka pula yang . selain sepasang matanya yang berkilauan tajam. ketiga orang itu menutupi wajahnya dengan kain berwarna hitam dengan jubah berwarna hitam pula. Mo im sin liong Wan Kiam ciu menjadi tertegun. kemarahan Mo im sin liong Wan kiam ciu semakin memuncak.

tapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya untuk menyangkal kembali jalan pemikiran tersebut... ssgera dia menerjang ke muka dan melepaskan sebuah bacokan ke tubuh orang itu. "Haaah. "Bekuk mereka semua!" . Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang sedang memasang gaya untuk melancarkan serangan menjadi agak terhenti... mendadak Mo im sin liong Wan Kiam ciu teringat akan seseorang..com/ telah menyelamatkan Suma Thian yu. jangan harap kalian bisa keluar dari sini dengan keadaan hidup!" Berbicara sampai disitu.. matikan saja keinginanmu itu...haaah. dia lantas memberi perintah kepada para piausunya. Bila kalian bertiga tidak segera menyerahkan barang kawalan kami yang dibegal.haaah. "Kiam ciu!" terdengar orang berkerudung itu membentak keras.sungguh beruntung kita bisa saling bersua muka pada hari ini.. sebenarnya siapakah dia?" demikian ia berpikir. "masih ingin hidupkah kau?" Ketika mendengar teguran tersebut.. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera mendongakkan kepalanya dan tertawa panjang. lebih baik pulang saja ke rumah. tanyanya sambil mendongakkan. kontan saja marah.Tiraikasih Website http://kangzusi. kepala "Siapakah kau? Dapatkah aku mengetahuinya?" "Sesaat sebelum ajalmu tiba. Sementara dia masih termenung... kemudian ia berdiri termangu-mangu ditempat semula dengan perasaan terkesiap. aku pasti akan menyingkap kain kerudung ini untuk memperlihatkan wajah asliku kepadamu!" Mendengar perkataan tersebut. terdengar orang itu berkata lagi: "Kiam ciu... "Suara orang ini sangat kukenal. paras mukanya segera berubah hebat." Mendengar perkataan itu.. bersusah susah aku mencari jejakmu akhirnya berhasil ditemukan tanpa bersusah payah.

diam-diam ia menghela napas panjang." Ternyata Boan thian hui Ya Nu telah bersekongkol dengan kawanan penyamun berkerudung itu. sambil megang senjata." Belum habis dia berkata. dengan perasaan kaget segera jeritnya: "Aaaah" Ternyata ke empat orang pembantu yang dibawanya telah berdiri mengintari dibelakang tubuhnya dengan berjajar. siapa tahu kau adalah seorang manusia yang berpakaian binatang. akhirnya setelah mengambil keputusan didalam hati. cuma bila kan bersedia menyerahkan perusahaan Sin liong piaukiok kepadaku.. Pepatah kuno memang berkata benar: Tahu orangnya.. melihat masa jayanya sudah lewat..com/ Siapa tahu belum selesai dia berkata.. tentu saja si Setan muka hijau Sang Tham pun diundang datang secara khusus untuk membantu pihak mereka.. tidak sulit bila kau menginginkan . kau terkejut? Siapa suruh kau pikun dan tolol. Boan thian hui Ya Nu telah menyela sambil tertawa licik. Ketika Wan Kiam ciu mendongakkan kepalanya.heeeh.. Wan congpiautau. Ternyata lohu sudah salah menilai dirimu. jangan salahkan jika kamipun bertindak pagar makan tanaman. Mo im sin liong segera bertanya: "Kalian. mendadak terdengar ke tiga orang manusia berkerudung itu tertawa tergelak bersama.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mimpipun Mo im sin liong Wan Kiam ciu tidak menyangka kalau mata-matanya berada dalam tubuh perguruan sendiri. katanya sambil tertawa sedih: "Ya Nu! Lohu bersikap sangat baik kepada mu. Merasakan gelagat tidak beres.. tahu mukanya belum tentu tahu hatinya. hari ini adalah hari kematianmu.. meraka mengawasi kearahnya dengan senyuman licik menghiasi bibirnya. heeh. tentu orang she Ya pun bisa berbelas kasihan dengan mengampuni selembar jiwamu. dengan perasaan terkesiap..

jika dia setuju." Setan muka hijau Sang Tham tertawa seram.. buat apa mesti banyak ber bicara lagi? Toaya akan segera mengirim dirimu lebih dulu untuk pulang kerumah kakek moyangmu" selesai berkata. Boan thian hui Ya Na paling mengetahui kemampuan yang sebetulnya dari Wan Kiam cui.. meski sekarang diharuskan berhadapan langsung dengan dua orang musuh tangguh. suatu pertarungan sengit dengan cepat berkobar. "Heehh. Mo im sin liong wan Kiam ciu dengan megandalkan ilmu pedang Hu mo kiam hoat serta Mo im sin hoatnya yang lihay pernah menjagoi utara dan selatan sungai besar. pedang kaitan berbentuk bulan sabitnya diayunkan ke muka menusuk tenggorokan wan Kiam ciu... Mo .. dengan cepat membentak keras dan bersama-sama terjun ke arena pertarungan. pedangnya dengan jurus Sau soat hee ciat (Membersinkan salju dibawah rumah) menangkis datangnya ancaman pedang kaitan tersebut. Tiga orang manusia berkerudung yang berada disamping arena dan melihat gelagat tidak menguntungkan..... dengan demikian situasinya segera berubah.. maka sambil memutar senjata Sam ciat kunnya ia terjun pula ke arena pertarungan. dia kuatir dikerubuti orang banyak. dia kuatir setan hijau Sang Tham terkecoh. menyusul kemudian dengan jurus Sin liong ji hay (naga sakti masuk samudra) secepat kilat dia menusuk ke ulu hati setan muka hijau Sang Tham. dia masih dapat memberikan perlawanan-nya dengan gigih. Mo im sin-liong wan Kiam ciu tertawa seram. Benar juga... maka begitu turun tangan dia lantas melancarkan ancaman dengan jurusjurus dahsyat dan mematikan. kematian sudah berada didepan mata. cuma kau mau mesti bertanya dulu kepada pedangku ini. tentu saja lohu akan menyerahkan de ngan sepasang tangan terbuka.heeehh.heehh. tak lama kemudian si setan muka hijau Sang Tham keok lebih dulu. menyusul kemudian Boan thian hui Ya ikut terpapas kutung sebuah jari tangan-nya.com/ perusahaan ini.Tiraikasih Website http://kangzusi.

. Tampak giginya saling bergemerutukan keras.. sambil memberi tanda kepada semua orang. Sepasang tangan sulit melawan empat tangan. sepasang matanya merah berapi-api. tapi lama-kelamaan akhirnya makin keteter dan tak sanggup menahan diri lebih lanjut. mendadak ia berjongkok lalu sambil membentak nyaring. seorang gagah sukar melayani gerombolan monyet..... Tujuh macam senjata bagaikan titik air hujan berbareng membacok kearah tubuh lawan. Disaat yang amat kritis itulah mendadak dari tengah udara berkumandang suara pekikan nyaring yang memekikkan telinga. Tampaknya Mo im sin liong Wan Kiam akan terjerumus kedalam bahaya maut dan tak mungkin jiwanya bisa tertolong lagi. menyusul kemudian terlihat sesosok bayangan manusia berwarna hitam masuk ke dalam arena dengan kecepatan luar biasa. sepasang lengan-nya diluruskan kemuka dan tubumenerjang keudara dan berusaha untuk melompat keluar dari arena dengan mengerahkan sisa kekuatan yang dimilikinya.. pakaian yang dikenakan olennya kini telah bertambah dengan beberapa buah lubang.com/ im sin liong kena terdesak sehingga mundur kebelakang berulang kali. setelah bertarung sekian lama ia makin tak kuasa menahan diri. Pada mulanya dia masih dapat memutar senjatanya dengan leluasa. tentu saja tak akan membiarkan dia melarikan diri dengan begitu saja. Paras muka Mo im sin liong berubah menjadi merah padam bagaikan darah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Boan thian hui Ya Nu yang mendendam karena jarinya dipapas kutung.. apalagi usia Mo im sin liong San Kiam ciu telah mencapai enam puluh tahunan.. serentak mereka melompat ke muka dan menubruk bersama ketubuh Mo im sin liong Wan kiam cui. hingga detik ini dia benar-benar kehabisan tenaga dan berada diambang kematian..

com/ Seketika itu juga terdengar suara benturan senjata yang amat ramai disusul jeritan kesakitan bergema memenuhi angkasa. Waktu itu sebenarnya Mo im sin liong sudah memejamkan matanya siap mati. Mo im sin liong Wan kiam cui merasa gelisah sekali. lebih baik segera pulang keperusahaan Piaukiok untuk menyelamatKan bencana" kembali kakek itu tegsenyum! Mo im sin liong Wan Kiam ciau tidak bertanya lebih jauh. tujuh delapan sosok bayangan manusia tahu-tahu sudah roboh rerkapar diatas tanah sambil mengaduh kesakitan. satu ingatan dengan cepat melintas dalam benaknya. Ditengah arena pertarungan. jangan-jangan aku sudah terkena siasat memancing harimau turun gunung?" Kakek itu mengangguk dan tersenyum. Mo im sin liong merasa amat terkejut. ditangannya menggenggam sebuah senjata kebutan dan berdiri disitu sambil tersenyum. kuatirnya kalau terjadi sesuatu peristiwa yang diluar dugaan!" Mendengar perkataan itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. kini telah berdiri seorang kakek berwajah segar yang sangat berwibawa. lalu ia tidak bicara lagi. kemudian jeritnya kaget: "Aah. kemudian dengan hormat dia menjura seraya berkata: "Berkat bantuan dari saudara. ia merasa terkejut sekali. ketika tiba-tiba muncul seorang bintang penolong dari atas langit. buruburu tanyanya lebih jauh: "Tolong tanya siapakah namamu agar budi kebaikan ini bisa kubalas dikemudian hari!" "Cepatlah pergi! Tak ada gunanya menanyakan soal itu kepadaku. diantara ba yangan manusia berkelebat lewat. dalam beberapa langkah saja dia sudah lenyap dari pandangan mata. . kuucapkan banyak terima kasih atas pertolonganmu!" "Cepat-cepatlah pulang. buru-buru melompat bangun. dia segera menjura kemudian melompat pergi meninggalkan tempat itu.

dikemudian hari pasti akan kubalas pemberianmu pada hari ini" Kembali kakek itu tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan tersebut. mereka bersama-sama mengawasi tubuh kakek tersebut. kemudian bentaknya lebih lanjut.Tiraikasih Website http://kangzusi. kakek itu baru mengalihkan sorot matanya dan mengawasi ketujuh orang pencoleng yang tergeletak ditanah lalu sambil mengibaskan senjata kebutannya. sebetulnya tak seorangpun tak boleh dibiarkan hidup. berbicara dari perbuatan yang kalian lakukan. ia berkata : "Semuanya cepat bangun! Sudah tak becus macam gentong nasi. "Lohu paling benci dengan segala macam permainan rendah dan busuk seperti ini. ketujuh orang pencoleng yang sedang merintih diatas tanah itu segera merangkak bangun kemudian dengan empat belas matanya yang memancarkan sinar takut bercampur merengek. maka sengaja kuampuni jiwa mu sekali ini saja. tinggal seorang manusia berkerudung yang masih tetap tinggal disitu sambil mengancam: "Toaya tak akan melupakan peristiwa yang berlangsung hari ini dengan begitu saja. masih berani berlagak sok pendekar" Seakan-akan memiliki kewibawaan yang luar biasa. Hoan thian hui Ya Nu berangkat duluan disusul lima orang lainnya. ditatapnya ketujuh orang itu dengan pandangan tajam. .com/ Sepeninggal Mo im sin liong. katanya. tak akan seenteng ini yang bakal kuberikan" Berbicara sampai disitu. tinggalkan namamu. bila lain kali sampai terjatuh kembali ketangan lohu. Si kakek segera tersenyum. Mengapa tidak segara enyah dari sini? Apakah ingin menunggu sampai lohu yang menghantar keberangkatan kalian?" Meski suaranya halus namun memancarkan semacam kewibawaan yang membuat orang tak berani melanggarnya. tapi mengingat kalian belum melakukan kejahatan besar.

katanya agak tercengang. punya semangat. haaah. siapakah gurumu?" "Guruku adalah Put gho chu. maaf bila boanpwee punya mata tak berbiji. Memandang bayangan hitam yang semakin menjauh dari pandangan mata itu. Heng see Ciajin tertawa terbahak-bahak. baik! Jika kau ingin membalas peristiwa hari ini.Tiraikasih Website http://kangzusi." Mengetahui kalau guru Suma Thian yu adalah Put Gho cu yang angkat nama bersamanya tak terasa Heng see Cinjin tertawa bergelak. haaah. silahkan saja datang ke telaga Tong ting yu untuk mencari Heng see Cinjin. sekarang kau sudah boleh keluar. manusia berkerudung itu tak berani banyak berbicara lagi. "Bocah.. Begitu mencapai permukaan tanah Suma Thian yu segera berkata dengan hormat: "Rupanya cianpwee." Heng see Cinjin segera tertawa terbahak-bahak”. Ternyata orang itu tak lain adalah si pendekar cilik Suma Thian yu.. kemudian selesai tertawa bentaknya dengan suara rendah. kemudian setelah melirik sekejap kearah pedang yang tersoreng dipunggung Suma Thian yu. "Haaah. punya keberanian. dengan entengnya dia melayang turun di muka Heng see Cinjin. dari dalam hutan terdengar sesorang menyahut lantang: "Aku telah datang!" Sesosok bayangan manusia melayang keluar dari balik pepohonan. dia segera membalikkan badan dan segera melarikan diri terbiritbirit meninggalkan tempat itu.com/ "Bagus. Dari mana kau dapatkan pedang itu?" . lohu paling suka dengan manusia semacam kau. sudah kau dengar namaku. Tapi secara tiba-tiba dia menghentikan kembali gelak tertawanya." Baru selesai dia berkata. Bocah." Mengetahui kalau kakek yang berada dihapannya kali ini adalah Heng see Cinjin yang nama besarnya sudah termashur dalam dunia persilatan sejak puluhan tahun berselang. setelah berputar satu lingkaran diudara.

.. kau duduklah dulu. "apa yang menyebabkannya kema tian-nya?" Begitu teringat dengan kematian paman Wan nya yang mengenaskan... "Nak. sepasang mata Suma thian yu berubah menjadi merah padam. kalau persoalan ini saja tidak kau pahami.Tiraikasih Website http://kangzusi. titik air mata jatuh bercucuran membasahi pipinya. akan kujelaskan semua perangai yang sebenarnya dan Siau Wi goan" . bagaimana mungkin fitnahan yang menimpa Wan Liang bisa terselesaikan dengan baik. bagaimana dengan dia? Sekarang dia berada dimana?" "Dia seorang tua telah tiada. Heng see Cinjin segera duduk bersila dan mempersilahkan pula kepada Suma Thian yu untuk duduk.." "Sudah mati?" paras muka Heng see Cinjin berubah hebat. tiada saat untuk membuktikan kebersihan diri lagi" "Sungguhkah dugaan dari locianpwee itu? "Ehhmm . BoanPwee kurang jelas. kemudian secara ringkas mengisahkan pula apa yang telah dialaminya di perusahaan Sin liong piaukiok. mohon kau sudi memberi penjelasan" "Aaai. kemudian sambil mengdongakkan kepalanya dia menghela napas panjang. Kemudian secara ringkas dia menceritakan kisah kematian Wan Liang yang mengenaskan itu kepada Heng see Cinjin....siancay. sakit hati tenggelam ke dasar samudra. kemudian katanya." "Ehmm. "Aaai.kau tahu manusia macam apakah Bi kun lun Siau Wi goan yang menjadi musuh bebuyutannya paman Wan?" Suma Thian-yu menggelengkan kepalanya berulang kali.. Kit hong kiam Wan Liang.?" Selesai berkata. Heng see Cinjiu mendengarkan dengan seksama.com/ "Hadiah dari paman boanpwee. sampai lama kemudian ia baru berusaha untuk menekan kesedihan yang mencekam dalam dadanya.

apa sangkut pautnya persoalan ini dengan dirimu? Mereka amat membencimu sehingga kalau bisa makan dagingmu dan menghirup darahmu. toh perasaannya agak tenang banyak. Suma Thian yu segera berpikir lagi didalam hati: "Menunggu kau menyelesaikan kata katanya. dengarkan dulu perkataanku. andaikata dia adalah musuh umum dari dunia persilatan saat ini. Pada saat itulah mendadak ia teringat kembali dengan bencana yang menimpa perusahaan Sin liong piau kiok. diam-diam Heng see Cinjin memuji atas kebesaran hati dan sifat kependekaran dari pemuda itu. mungkin Sin liong piaukiok sudah hancur menjadi puing-puing yang berserakan?" Walaupun dia berpikir demikian. sudah pasti ia telah mengatur suatu rencana yang ma¬tang. buru-buru katanya: "Locianpwee. Sudah pasti wan Kiam ciu si manusia tolol itu dapat dibantu" Mendengar ucapan mana. bagaimana dengan keadaan di Sin liong piaukiok?" "Anak bodoh.. bila kau berani mencarinya. orang yang hendak kau cari adalah pemimpin kalangan putih dari dunia persilatan dewasa ini. lalu berkata. seorang enghiong hohan dari dunia persilatan..com/ Suma Thian-yu segera duduk. Sementara itu Heng see Cinjin telah memandang sekejap ke arah Suma Thian yu. Melihat sikap Suma Thian yu yang murung dan penuh perasaan cemas. "Nak. katanya sambil tertawa: "Bencana bisa dihindari. tak usah kau pikirkan tentang masalah itu. lohu yakin usahamu itu pasti akan segera berhasil. karena setelah Heng see Cinjin berkata demikian. sa yang Bi kun lun Siau Wi goan adalah seorang yang dianggap sebagai seorang Kuncu. buat apa kau mesti memper¬hatikan dirinya? " "Tapi.Tiraikasih Website http://kangzusi.. berarti kau sedang menantang seluruh . bagaimana dengan kekesalan? Nak...

. kebenaran pasti akan ditegakkan. harapan dari boauwe ini tak mungkin bisa terwujud. serunya lagi dengan cemas. Mendengar sampai disitu.com/ umat persilatan untuk berduel. tentu saja hal ini akan mempermudah dirimu untuk mempermudah dirimu untuk melaksanakan tugas tersebut" "Jadi locianpwee menganggap dia adalah seorang yang baik?" "Hanya bisa mengatakan demikian. kemudian melanjutkan : "Cuma.?" "Aku rasa demikian. asal kau dapat menemukan suatu bukti dari kejahatan yang telah dilakukan Siau Wi goan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kecuali kalau kau memiliki suatu kepandaian yang luar biasa" Berbicara sampai disitu. Heng see Cinjin berhenti sejenak.. Hal 57 dan 58 hilang . hal mana tak dapat diper caya dengan begitu saja" Suma Thian yu menjadi sangat gelisah. "tapi kalau sesuatu kejadian belum dibuktikan dengan mata kepala sendiri. Suma Thian yu segera bertanya dengan perasaan gugup: "Kalau begitu. manusia tak akan menangkan takdir. akibatnya tak bisa dibayangkan dengan kata-kata. karena dia tidak mempunyai bukti yang menunjukkan kalau telah melakukan kejahatan" Suma Thian-yu merasakan hatinya sakit sekali. katanya kemudian dengan cepat: "Dia adalah orang jahat! Dia adalah pemimpin dari rombongan penyamun berkerudung itu!" "Aku memang pernah mendengar berita tersebut" kata Heng see Cinjin hambar..

mari kita duduk dan menanti sejenak!" "Siapa mereka?" tanya Suma Thian yu dengan rasa keheranan.mereka sudah datang." "Terima kasih atas petunjuk dari cianpwee. untuk sesaat dia menjadi kebingungan setengah mati dan cuma bisa mengawasi kakek itu dengan wajah termangu. sepatah katapun tak sanggup diucapkan karena haru..haah.. haah.... persoalanmu kali ini hanya ada rasa kejut tiada bahaya.haah. haah. lalu tertawa terbahak-bahak. semoga kau dapat maju dengan gagah berani. dan katanya lagi: "Mereka segera akan datang..com/ Suma thian yu seorang yang cerdas. Heng see cinjin mengulapkan tangannya menyuruh dia duduk.. dengan perasaan terima kasih.. dia awasi Heng See cinjin tak berkedip.. Heng see Cinjin segera menuding keatas tebing.Tiraikasih Website http://kangzusi.. "Haah.... kemurungan dan kekesalan yang semula menyelimuti wajahnya pun lenyap. seru Suma Thian yu sambil bangkit dan mengucapkan rasa terima kasihnya. bukankah mereka telah datang?" .coba lihat.. "Haah.. kecurigaan-nya lenyap. mendengar perkataan itu. buat apa mesti terburu napsu?" Berbicara sampai disitu. Heng see cinjin segera memasang telinga dan mendengarkan dengan seksama. "Sebentar kau akan mengerti. Melihat itu Heng see Cinjin segera berkata sambil tersenyum: "Orang yang baik selalu dilindungi Thian.. cara kerja kedua orang setan cillk ini benar-benar cepat sekali!" Suma Thian yu tidak tahu permainan macam apakah yang hendak dilakukan Heng see cinjin ini. kemudian ia segera tertawa terbahak-bahak.

mereka adalah saudara sekandung. cuma sayang kami gagal untuk melindungi Mo im sin liong Wan Kiam ciu Wan cong piautau" "Apa? Wan congpiautau telah tertimpa suatu musibah?" Setelah menjerit kaget. yang perempuan Thia Yong..Tiraikasih Website http://kangzusi. Begitu mencapai diatas permukaan tanah. mengikuti arah yang ditunjuk Heng see Cinjin. yang lelaki bernama Thia Cian. Cukup dilihat dari gerakan tubuh mereka. Dalam waktu singkat. oleh Heng see Cinjin mereka pun di bawa pulang kebukit Kun san dipelihara disana. .. Oleh karena kedua orang itu mempunyai bakat yarg baik untuk berlatih silat. dengan gusar Heng see Cinjin segera menegur sepasang muda mudi itu: "Bodoh! Bagaimana pesanku pada kalian? Masa urusan sekecil inipun tidak bisa dibereskan secara tepat? Begitu masih ingin membicarakan masalah besar lainnya? Ternyata sepasang muda mudi ini adalah murid kesayangan dari Heng see cinjin. sejak kecil kepandaian silatnya telah diberikan kepada mereka berdua. timbul perasaan sayang Heng see Cinjin kepada mereka. muda mudi itu segera melayang turun ke tanah dan menyembah kepada Heng see Cinjin sembari melapor: "In su. dapat diketahui kalau kedua orang itu adalan jago-jago persilatan nomor wahid dari kolong langit. kedua orang itu sudah melayang turun disamping mereka. tugas yang dibebankan kepada kami telah diselesaikan. ternyata ke dua orang itu adalah muda mudi yang berusia antara tujuh delapan belas tahun. Sejak kecil dua saudara ini hidup sengsara karena di tinggal mati kedua orangnya. tampak ada dua sosok bayangan manusia sedang meluncur mendekat dengan kecepatan luar biasa.com/ Suma Thian yu segera berpaling.

maka Sin Liong piauklok baru selamat dari jurang kehancuran" Suma Thian yu menjadi gelisah sekali setelah mendengar kalau Wan cong piantau menderita luka parah. seringkali kedua orang bersaudara perguruan ini bentrok berselisih paham. ilmu silatnya lihay sekali. selain mengasingkan diri diapun memusatkan segenap perhatiannya untuk mendidik anak muridnya. dua bersaudara Thia segera menjadi tenar dan menggemparkan dunia persilatan. tecu berdua memang tidak berkemampuan. dengan cepat dia telah bertanya: "Apakah jiwanya terancam bahaya?" Jilid 9 : Mengusut pencoleng berkerudung Dengan cepat Thi pit suseng Thia Cian menggelengkan kepalanya berulang kali. semua orang menyebut mereka sebagai Thi pit suseng (sastrawan berpena baja) dan Toan im siancu. . akhirnya diapun menyerahkan kedudukan ciangbun jin tersebut kepada Leng gho Cinjin.Tiraikasih Website http://kangzusi. Berhubung adik perguruannya Leng gho Cin jin sombong dan kemaruk akan nama dan kedudukan. baru saja Thi pit suseng Thian Cian menyelesaikan kata-katanya. justru karena kami datang tepat pada waktunya.com/ Perlu di ketahui Heng see Cinjin adalah kakak seperguruan Leng gho Cinjin ketua partai Kun lun dewasa ini. dalam melindungi keselamatan jiwa Wan congpiautau. Sedangkan dia sendiripun berkelana dalam dunia persilatan. begitu terjun kedalam dunia persilatan. sedangkan dia hambar akan nama dan kedudukan. Sementara itu Thi pit suseng Tnia Cian sedang berkata dengan nada menyesal: "In su. Oleh karena itu.

katanya kemudian: "Bajingan yang menggemaskan. siapakah yang telah melakukan pembantaian terhadap perusahaan pengawal barang itu?" "Tecu tidak tahu..com/ "Sukar untuk diramalkan. aku pasti akan menghadapi mereka sampai titik darah yang peng habisan" Setelah berhenti sejenak. kalau tidak demikian. lagi-lagi gerombolan penyamun kerudung!" gumam Suma Thian-yu seorang diri. lama-kelamaan Sin liong piaukiok bakal dikuasahi pula oleh mereka." Dalam pada itu. kemarahan-nya makin membara. Toam im siancu Thio Yong yang berada disamping. selama lohu masih hidup didunia ini. konon mereka adalah segerombolan penyamun berkerudung" "Aaaah. terusnya. Paras muka Heng see cinjin segera berubah menjadi amat serius.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia berkata kemudian: "Sudah kuduga sejak semula. tapi nampaknya memang terancam jiwanya" "Si tua bangka tolol dan bodoh itu sudah sepantasnya merasakan sedikit penderitaan. "Benar Insu. tecu pun ikut mendengar ancaman tarsebut" sambung Thi pit suseng Thia Cian dengan cepat. "Cian ji. mana mungkin ia dapat membedakan yang baik dan yang buruk" Kemudian kepada Thi pit suseng Thia Cian kembali bertanya. Tampaknya Heng see cinjin sudah mempunyai perhitungan dalam hatinya. begitupun lebih baik. kalau tidak... bencana yang menimpa perusahaan Sin liong piaukiok tak akan berakhir sampai disini saja!" "Kenapa?" "Tecu mendengar ada seorang pencoleng berkerudung yang mengancam akan datang lagi sesaat sebelum meninggalkan tempat itu" "Sungguhkah perkataanmu itu?" tanya Heng see cinjin dengan perasaan terperanjat. . telah menimbrung: "In su.

Maka kepada Heng see cinjin katanya. kemudian sambil membalikkan badan dia balik ketempat semula. nak.com/ "Anak Cian. entah bolehkah aku kesitu?" Heng see cinjin segera berpaling dan memandang sekejap ke arah Suma Thian yu dengan ramah. sekalipun mereka menaruh kesalahan paham terhadap boanpwee. setelah terjadinya peristiwa yang menimpa mereka ini. ketahuilah kesalahan paham Mo Im sin liong Wan Kiam ciu terhadap dirimu sudah kelewat mendalam. asal dia masih memiliki kemampuan maka dia bertekad hendak menyelamatkan bencana tersebut. bila kau kembali kesitu maka hal mana hanya akan menambah kesulitan saja bagimu. memangnya mereka masih bisa membenci aku? Atau berbuat sesuatu yang tak menguntungkan bagiku?" "Soal ini sukar untuk dikatakan. bagaimana sikap Mo im sin liong Wan Kiam cui terhadapnya." Mendengar perkataan itu. apakah orang-orang dari perusahaan piaukiok itu pada mengetahui kejadian ini?" "Yaa. terpaksa Heng see cinjin harus mengangguk untuk menyetujuinya. hal mana juga tak menjadi soal" Melihat pemuda itu bersikeras hendak pergi juga. asal aku merasa tak pernah melakukan suatu perbuatan yang melanggar kebenaran. Suma Thian yu segera tertawa dengan penuh rasa percaya pada diri sendiri. lalu ia balik bertanya: "Kau berani kesana?" "Berani saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. . mereka semua mengetahui" "Kalau begitu aku bisa berlega hati. tentu mereka akan bertindak lebih seksama dan waspada" gumam Heng see cinjin kemudian. "Aah. "Locianpwe. sahutnya. hatinya merasa semakin gelisah. aku ingin sekali pergi ke Sin liong piaukiok untuk melihat keadaan. Setelah Suma Thian yu mendengar pembicaraan mereka. Suma Thian yu segera berpamitan kepada Heng see cinjin bertiga. tidak mungkin.

mengapa kau? Kalau kulihat wajahmu yang murung dan suram. "Setan cilik. setelan menempuh perjalanan sekian waktu. lelaki kekar itu telah muncul kembali diiringi oleh Pena baja bercambang Tio Ci hui.. gumamnya kemudian. ketika menyaksikan Suma Thian yu muncul dintu.com/ Waktu itu senja telah tiba.. dia menanyakan spakah Wan Kiam ciu telah tewas karena luka dalam yang dideritanya. mau apa kau balik lagi kemari?" Suma Thian yu semakin tercengang menyaksikan paras muka si Pena baja bsrcambang Tio Ci hui yang sangat aneh itu. seolah-olah dia menyimpan suatu kedukaan yang amat besar. enam orang lelaki bersenjata golok dan tombak berdiri didepan pintu. tapi si . mau apa kau datang kemari?" Suma Thian yu menjura dan tertawa.. Begitu melihat kemunculan si Pena baja bercambang Tio Ci hui. buru-buru tanyanya lagi dengan keheranan. ke mudian sambil berjalan balik kedalam ruangan. dengan langkah cepat Suma Thian yu menyongsong kedatangannya." Tampak paras muka Pena baja bercambang Tio Ci hui suram tak bersinar. "Harap toako suka melapor ke dalam.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Tio toako. akhirnya sampailah Suma Thian yu di depan perusahaan Sin liong piaukiok. "Hiante. serentak mereka berteriak keras. sahutnya. Waktu itu pintu masih terbuka le¬bar." Tak lama setelah masuk ke dalam. "Tio toako.. katakan kalau ada seorang manusia yang bernama Suma Thian yu ingin berbicara dengan Tio piautau" Salah seorang lelaki kekar itu melotot sekejap ke arah Suma Thian yu dengan gusar. tegurnya dengan nada hambar. lalu beireru denean gembira. kota Hong ciu telah dipenuhi oleh cahaya lentera yang berwar na warni. jangan-jangan telah terjadi sesuatu ditempat ini?" Maksud Suma Thian yu.. "Akan kulihat apakah kau masih punya nyawa untuk pulang kerumah nanti..

dihadapan orang jujur tak usahlah berlagak. kau bisa saja membohongi semua orang yang ada didunia ini. . Dengan penuh keheranan Suma Thian yu segera mengikuti pula di belakangnya masuk ke dalam perusahaan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kontan saja paras mukanya berubah hebat. "Hiante. rasa ingin tahu sudah timbul dalam hati kecilnya. Dalam pada itu. Sementara itu. "Mengapa kau tidak masuk dan melihat sendiri?" Selesai berkata dia lantas membalikkan badan dan berjalan masuk ke dalam. si Pena baja bercambang Tio Ci hui yang barjalan didepan masih tetap membungkam dalam seribu bahasa. serunya penuh kegusaran. tampak olehnya mayat-mayat berserakan diatas tanah. sekelompok penolong sedang mengobati kaum terluka yang tergeletak ditanah pula. tak seharusnya membohongi aku Tio Ci hui!" Suma Thian yu tertegun mendengar ucapan itu. Sesudah melewati tanah lapang. dia melewati sebuah tanah lapangan. tapi sekarang mengapa dia malahan menghindarkan diri? Mungkinkah sampai sekarang mereka masih menaruh kecurigaan terhadap dirinya? Berpikir sampai disitu. pemandangannya mengenaskan sekali. Pena baja bercambang membuka pintu pagar dan membawa Suma Thian yu masuk ke dalam. didalam anggapannya Bi hong siancu Wan Pek lan sepantasnya keluar untuk menyambut kedatangannya begitu mendengar akan kehadirannya. didepannya terbentang sebuah pagar bambu. dalam keadaan seperti ini mau tak mau timbul juga kecurigaan di dalam hati Suma Thian yu. buru-buru dia bertanya lagi: "Toako apa maksudmu?" Si Pena bajo bercambang Tio Ci hui melotot dengan penuh kegusaran.com/ Pena baja bercambang Tio Ci hui telah salah mengartikan sebagai kepura puraan anak muda itu dalam peristiwa penyerbuan musuh tangguh terhadap perusahaan mereka. serunya dingin.

sakitnya bukan kepalang. Menyaksikan paras muka Suma Thian yu berubah menjadi hebat." Bi hong siancu Wan Pek lan segera menempelkan jari tangannya didepan bibir memberi tanda agar berbicara jangan keras-keras. "Mau apa kau balik lagi kemari? Cepatlah pergi!" Ucapan tersebut bagaikan sebaskom air dingin yang diguyurkan keatas kepala Thian yu. pintu kamar terbuka. Dara manis tersebut tak lain adalah kekasih hati Suma Thian yu sendiri Bi hong sian cu (Dewi burung hong) Wan Pek lan. Suma Thian yu segera berseru tertahan. Tak selang berapa saat kemudian. Begitu berjumpa gadis itu. noda air mata masih menghiasi wajahnya. kobaran api cintanya yang membara kontan berubah menjadi dingin dan mem beku. Bi hong siancu Wan Pek lan tertawa dingin lagi. sedang dia sendiri masuk kedalam. sungguh mengibakan hati keadaannya. Pena baja bercambang Tio Ci hui berpaling dan memerintahkan Suma Thian yu agar menunggu sebentar diluar. katanya lebih jauh. terbentang sebuah bangunan rumah yangmungil dan indah. .Tiraikasih Website http://kangzusi. Sepasang mata dara itu sudah berubah menjadi merah membengkak. membuat orang yang meman dang makin lama semakin kasihan. Suma Thian yu terpaksa harus mengikuti di belakangnya dengan mulut membungkam Tak lama kemudian. seorang gadis cantik memunculkan diri. hatinya seperti ditusuk tusuk dengan pisau tajam..com/ Disitu merupakan sebuah kebun bunga setelah melewati sebuah jalanan kecil. sampailah mereka didalam sebuah kamar tidur yang cukup besar dan luas. kemudian ujarnya dengan sedih. "Adik Lan.. Degan wajah serius Pena beja bercambang Tio Ci hui melanjutkaa perjalanannya masuk ke dalam.

apa maksudmu berkata demikian? Kau. "Apa.. apa maksudku memangnya tidak kau pahami? Kau angap aku Wan Pek lan merupakan seorang bocah yang buru berusia tiga tahun?" "Baik. mau apa datang ke mari? Cepat enyah dari hadapanku!" Paras muka Suma Thian yu berubah membesi oleh ucapan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu memberi tanda kepada Suma Thian yu dan Bi Hong siancu Wan Pek Lan agar keluar dari sana. Begitu membuka pintu lebar. paras mukanya segera berubah hebat. ternyata di atas pemba ringan berbaring seorang kakek yang bertubuh penuh luka.. sebelum kau berbicara... benarkah kau tidak memahami perasaan hatiku?" "Hmm. Pena baja bercambang Tio Ci hui baru berkata dengan suara dalam: "Thian yu.anjing geladak berwajah manusia berhati binatang.com/ "Kau. akupun tidak akan pergi! Akan kulihat bagaimana cara untuk mengusirku!" kata Suma Thian ya pula dengan wajah penuh kegusaran.kau. katakan kepadaku berterus terang apa hubunganmu dengan manusia berkerudung itu?" "Tio toako.. segera teriaknya. . dari dalam ruangan telah berjalan keluar Pena baja bercambang Tio Cu hui. Setibanya ditengah tanah lapang. napasnya amat lemah dan keadaannya mengerikan sekali.. Baru saja Wan Pek lan hendak membantah.. Suma Thian yu segera memejamkan matanya rapat-rapat.. adik Lan.... paras mukanya pucat pias. kau anggap aku Suma Thian yu adalah seorang pencoleng?" Suma Thian yu balik bertanya dengan melotot. kau telah berubah. dia lanas berteriak ke arab Suma Thian yu penuh ke gusaran: "Coba kau lihat! Perbuatan siapakah ini?" Suma Thian yu berpaling. dia merasa tak tega menyaksikan adegan semacam itu.lebar. Dengan cepat Pena baja bercambang Tio Ci hui telah merapatkan kembali pintu kamarnya.

tapi soal mau percaya atau tidak . perbuatanmu memang bagus sekali sengaja bertarung melawan manusia berkerudung. mengapa kau datang untuk melakukan penyelidikan lagi?" "Melakukan penyelidikan?" Suma Thian yu membentak semakin gusar.bukankah mereka adalah tiga orang penjahat berkerudung? Bagus. siapa yang telah menolong dirimu?" tanya Pena baja bercambang Tio Ci hui lagi penuh kegusaran. ketika kau dikerubut dan melarikan diri.Tiraikasih Website http://kangzusi. sepasang matanya melotot amat besar.. hari ini aku datang demi keselamatan perusahaanmu. kepada Pena baja bercambang Tio Ci hui katanya: Tio toako. aku Suma Thian yu berani bersumpah kepada langit ba¬wa aku bukan manusia rendah yang terkutuk semacam itu.com/ "Kalau bukan begitu. Apa lacur. hawa pembunuhan yang amat tebal telah menyelimuti seluruh wajahnya. Menyaksikan kesemuanya itu. dia ingin mencari tahu perasaan hatinya lewat wajah gadis itu. dari apa yang telah diucapkan ia dapat menarik kesimpulan kalau Pena baja bercambang Tio Ci hui pun menaruh kesalahan paham kepadanya. tampaknya semua peristiwa tersebut telah kau atur secara sempurna sekali!" Tak terlukiskan pedihnya hati Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu.. lalu purapura berkelahi melawan Boan Thian hui dan akhirnya merayu nona Wan. seolah-olah. Tanpa terasa dengan kepedihan yang amat tebal dia mengalihkan sorot matanya ke wajah Bi hong siancu Wan Pek lan. "Thio toako. paras muka Bi hong siancu Wan Pek lan pun berubah amat serius. dengan ucapan toako tersebut. malammalam meninggalkan surat diatas tiang bendera. bukankah sama artinya dengan kau menilai orang mengguna kan hati picik seorang siaujin" "Thian yu. Suma Thian yu menghela nafas panjang. "Seorang tokoh silat yang lihay" "Hmm. kalian salah paham.

mengapa? "Mengapa? Hmm.com/ terserah kepadamu. Mendengar perkataan tersebut. bila ingin merenggut nyawaku. Suma Thian yu segera menengadah dan tertawa terbahak bahak. "Tunggu sebentar!" tiba-tiba Bi hong siancu Wan Pek lan membentak dengan nyaring. dengan kening berkerut dan tertawa dingin tiada hentinya dia berseru: "Boleh saja kalau ingin pergi.. silahkan saja turun tangan" Kemarahan Bi hong siancu Wan Pek lan benar-benar telah memuncak. "Ada urusan apa? Nona Wan?" Suma Thian yu segera berpaling. mencorong sinar tajam yang menggidikan hati dari balik matanya.. setelah memandang sekejap kedua orang itu. suaranya pilu dan memedihkan hati.!" "Tinggalkan selembar jiwamu?" Suma Thian yu balik bertanya dengan keheranan. kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun . seakan-akan dia hendak mengeluarkan semua ke sedihan. tanpa berpir panjang lagi dia meloloskan pedangnya. bayar dulu selembar wajah ayahku!" bentak si nona gusar. dendam sakit hati ini lebih dalam dari samudra. tapi tinggalkan dulu selembar jiwamu. kemurungan dan kekesalan yang mencekam dalam dadanya. dia berkata: Thian yu sudah lama tidak memikirkan soal mati hidupku lagi. Ketika Bi hong siancu Wan Pek lan mendengar Suma Tbian yu merubah panggilan kepadanya sebagai "nona Wan" perasaan yang tak puas itu semakin memuncak hawa amarahnya berkobar. Selesai tertawa dia melotot besar. lebih baik Thian yu mohon diri saja lebih dahulu" Selesai menjura dalam-dalam. membunuh ayah merupakan suatu peristiwa yang besar.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia membalikan badan dan siap meninggalkan tempat itu.

perasaan hatinya waktu itu sangat kalut.com/ dia melepaskan sebuah tusukan kilat keulu hati anak muda tersebut. aku akan menggunakan waktu untuk membuktikan kebersihanku!" Kemudian tanpa menggubris diri Pena baja bercambang Tio Ciu hui lagi. dia pun membalikkan badan menuju kepintu gerbang. emas murni tidak takut dibakar. lalu membuang pedang itu ketanah. Oleh karena itu. kemudian tanpa berbicara apa-apa. tanpa memungut kembali pedangnya. pergilah kau! Mulai detik ini Sin liong piauktok tidak mengharapkan kehadiranmu disini!" Seusai berkata.. Dengan sepasang mata berkaca-kaca Suma Thian yu memperhatikan bayangan punggung Bi hong siancu Wan Pek lan hingga lenyap dari pandangan mata. apalagi kalau bisa mati di ujung pedang kekasihnya.. dia lantas membalikkan tubuhny dan berjalan pergi dari sana. dengan wajah murung dan sedih dia berkata.. "Engkoh Yu. dengan air mata bercucuran membasahi pipinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. . hal ini dirasakan lebih memenuhi harapannya.. ia ingin mati saja daripada dituduh melakukan perbuatan yang tak benar. dia memejamkan matanya menantikan saat kematiannya tiba. Suma Thian yu berdiri tegak dengan wajah tenang. harap tunggu sebentar!" Suma Thian yu berpaling dan menyahut pelan "Toako. dia lantas membalikan badan dan berlalu dari situ. Disaat yang amat kritis itulah mendadak Bi hong siancu Wan Pek lan menarik kembali serangannya. Pada saat itulah. Tampaknya ujung pedang Bi hong Siancu Wan Pek lan segera akan menyentuh dada Suma Thian yu. Pena baja bercambang Tio Ci berkata sedih: "Hiante. Sesudah menghela napas panjang. Pena baja bercambang Tio Ci hui juga telah bersiap untuk berteriak. terhadap datangnya ancaman tersebut dia bersikap seakanakan tidak melihat.

tiba-tiba ia menghembuskan napas panjang. dia teringat akan rumah. Sudah barang tentu tak terkecuali pula bagi Suma Thian yu.com/ Melihat bayangan punggung Suma Thian yu yang semakin menjauh... hening.. dia membayangkan pula tragedi yang menimpanya hari ini. suasana amat sepi. aku Tio Ciu hui masih tetap mempercayaimu sepanjang masa" Sayang Suma Thian yu sudah tidak mendengar perkataan itu lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. pelan-pelan Suma Thian yu berjalan meninggalkan perusahaan Sin liong piaukiok.. Tatkala bayangan punggung Suma Thian yu telah lenyap dari pandangan-nya. Suma Thian yu bagaikan seorang pelancong yang sedang menikmati keindahan malam tapi siapa pula yang bisa menduga bagaimana kah perasaan hatinya waktu itu. Dengan membawa perasaan kesal. Berjalan seorang diri di tengah keheningan malam. Pena baja bercambang Tio Ci hui mmerasakan suatu kekosongan dan kesedihan yang mencekam perasaan-nya. ada kalanya ingin mengakhiri hi¬dupnya... meninggalkan kota Heng Ciu.? Manusia paling gampang berkhayal bisa berada seorang diri.. Makin di pikir rasa sedihnya makin memuncak. meski demikian dia boleh cukup berbangga hati Sebab yang paling berharga dan paling mulia bagi seseorang yang hidup didunia ini adalah dipercayai orang dengan perasaan yang tulus. apa lagi kalau baru saja mengalami suatu percobaan hidup yang berat.. tapi bila teringat sakit ... Ada kalanya dia ingin sekali menangis sepuas-puasnya. tak kedengaran sedikit suarapun. sampai akhirnya sambil berjalan dia me nangis tiada hentinya. lalu berguman: "Entah orang lain menganggap kau sebagai penjahat. teringat orang tua sendiri. kala itu rembulan telah bersinar ditengah awang-awang. Ia merasa sedih sekali. asal usulnya serta paman Wan. karena hingga kini dia masih belum dapat membuktikan manusia macam apakah Suma Thian yu itu. masgul dan murung.

com/ hati pamannya Wan nya yang belum terbalas. lambat laun diufuk timur pun secerca cahaya. mendadak kaki depannya menjadi lemas. langkahnyapun makin lama makin cepat. Ketika tiba dihadapan Suma Thian yu. semua kesedihan segera berubah menjadi amarah. dengan langkah tegap dia berjalan kemuka.. Seekor anjing berwarna kuning lari keluar dari dusun dan pelan-pelan menghampiri Suma thian yu. Bi kun lun (kun lun indah) Siau wi goan. tubuhnya segera berguling ke atas tanah. Suma Thian yu amat terperanjat. Kokokan ayam bergema dikejauhan sana. Suma thian yu telah menuruni bukit. Ternyata anjing itu sudah memuntahkan darah hitam yang kental dan bau busuk. Akhirnya sinar matahari yang berwarna keemas-emasan pun memandar keempat penjuru dan menyinari seluruh jagad.Tiraikasih Website http://kangzusi. berjalan melalui sawah dan menuju ke sebuah dusun yang jelek dan miskin. dia segera memeriksa dengan seksama. berarti dapat menghilangkan kecurigaan yang mencekam hatinya. tapi sesaat yang paling gelap. ia sudah mati dalam keadaan yang mengerikan. Maka. diapun teringat akan manusia berhati binatang.. dia melanjutkan per jalanannya kedepan. Berhasil menemukan orang itu. Ujung dari kegelapan adalah terbitnya fajar. . tapi apa yang kemudian terlihat membuatnya tertegun. membelah kegelapan malam yang mencekam. dapat pula membalaskan sakit hati paman Waa nya. Suma Thian yu segera merasakan semangatnya kembali berkobar. Suma Thian yu berjalan menghampiri. lalu setelah menghela napas dan menggelengkan kepalanya berulang kali. Begitu teringat akan Bi kun lun Siau wi goan. dendam keluarga belum terbalas.

tapi apa yang kemudian terlibat membuatnya menjerit kaget. suasananya begitu mengerikan membuat bulu kuduk orang pada bangun berdiri saja. Waktu itu. Suma Thian yu tertegun dan segera menyingkir ke samping jalan sambil mengawasi anjing itu lekat-lekat. kejadian yang pertama mungkin saja merupakan suatu kebetulan. Siapa tahu. jelas kejadian mana bukan terjadi tanpa sebab. ternyata anjing buas itu sudah mati dengan darah me ngalir keluar dari ke tujuh lubang indranya. Rasa tegang yang semula mencekam Suma Thian yu segera lenyap tak berbekas. belum lagi berapa latakah. kembali tampak olehnya seekor anjing buas menerjang keluar dari balik pintu sebuah gedung. Suma Thian yu melangkah lebih jauh ke dalam gedung itu. "Aaaaah!" "Apa yang telah dilihatnya?" Seluruh gedung dalam keadaan sepi. tapi bila terjadi untuk kedua kalinya. tenaga dalamnya disalurkan dan bilamana perlu dia hendak membunuh anjing tersebut. dia men coba untuk mengawasi lebih seksama. Dengan cepat Suma Thian yu menerjang masuk kedalam gedung Itu. keadaannya persis anjing pertama. anjing buas itu sudah meraung keras kemudian roboh tergeletak keatas tanah. belum lagi mencapai berapa kaki. Bila terjadi suatu peristiwa aneh. Berada dalam keaadaan seperti ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi disini tak nampak sesosok bayangan manusiapun. seakan-akan disitu sudah tidak berpenghuni lagi. di tepi jalan ditemui sesosok mayat . mau tak mau Suma Thian yu harus bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diingin kan. seharusnya merupakan saat orang bangun tidur. hening seperti kuburan. Tampak anjing buas itu memantangkan mulutnya lebarlebar dan menerjang ke depan Suma Thian yu dengan ganasnya.com/ Belum lagi berjalan empat langkah.

bisa dibayangkan bagaimanakah pe rasaan Suma Thian yu sekarang. dia merasa seakan-akan muncul segulung hawa dingin yang merembas melalui punggungnya dan terus naik keatas..Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi bisa diduga olehnya bahwa semua anggota perkampungan telah dibantai orang secara keji. tapi begitu dibuka.berhenti!. belum pernah Suma Thian yu mengalami kejadian yang begitu mengenaskan. ada yang muda. keadaannya mengeri kan sekali. Menyusul kemudian seseorang berseru dari belakang: "Kau.!" Suma Thian yu tercekat sesudah mendengar seruan itu. ia betul-betul tak tega untuk mendongakkan kepala. Tanpa berpikir panjang lagi. . "Aaaah!" Buru-buru dia mengundurkan diri dengan wajah memucat. sekali lagi ia menjerit kaget.com/ membusuk yang terkapar disitu. ada yang tua. Sebagai pemuda yang cerdas. berhentilah kau. dia sepera membalikan badan dan lari keluar dari situ. entah bagaimanapun dia tak tega untuk memandang lebih jauh. buru-buru dia menghampiri kamar yang terdekat. Siapakah orang-orang itu? Siapa pula pembunuhnya? Apa sebabnya orang-orang itu terbunuh? Mengapa pembunuhnya begitu kejam dan tak berperi kemanusiaan? Setelah menjumpai persoalan sebelumnya. keadaannya sangat mengerikan. Di alam semestakah? Atau di nerakakah tempat pembantaian yang kejam dan tak berperi kemasiaan? Sejak dilahirkan di dunia ini. Mendadak terdengar suara orang terbatuk-batuk. suma Thian yu segera dapat merasakan gejala yang tak beres disitu.. ada pula yang perempuan. tangannya dipakai untuk menutupi wajahnya. Ternyata apa yang dilihat didalam ruangan itu hanya penuh dengan mayat yang bergelimpangan dimana-mana.. kini dihadapkan pula dengan adegan seram seperti itu.. ada yang laki. usus dan isi perutnya telah berhamburan keluar.

..anggota perkampungan ii.. kesegaran kakek sekarat itu su dah berubah membaik.. Begitu rasa kagetnya berhasil dikuasahi. cepat beritahu kepadaku..... air mata darah jatuh berlinang membasahi pipinya. tak sepotong suarapun yang sempat dilontarkan. tampak dia berpaling dan memperhatikan Suma Tbian yu sekejap. buru-buru Suma Thian yu membimbing kakek itu dan menempelkan telapak tangannya dipunggungnya...Tiraikasih Website http://kangzusi.ini. apa yang sebenarnya telah terjadi?" Kakek sekarat itu menggerakan kelopak matanya. sorot matanya yang sayu dan tak jauh dari kematian memandang lurus tewajah Suma Thian yu tanpa berkedip. lalu menyalurkan hawa murni untuk menunjang hidup kakak itu.. mulutnya ternganga lebar.telah . tapi. ." Ketika berbicara sampai disitu. "Sungguh menggemaskan..sekelompak manusia.com/ Dengan cepat dia membalikan badannya.. pelan-pelan Suma Thian yu berjalan kedepan.membunuh seluruh ang. "See.. seolah-olah napasnya hampir putus. hanya gara-gara sebutir mutiara....memm. Setelah mendapat bantuan tenaga dari sianak muda itu.. lalu sambil memayang kakek itu tanyanya: "Lotiang. waktu itu dia sedang menggape dengan lemas. sungguh menggemaskan.. mereka telah pergunakan cara yang keji dan ter kutuk ini untuk membunuhi kami rakyat jelata yang tak pandai bersilat." Ketika berbicara sampai disitu. dengan suara parau dia berbisik.. sekujur badannya gemetar keras. sekujur badan kakek itu bergoncang keras lalu menjerit.. kobarkan sedikit semangatmu..manusia berkerudung tee. Ternyata didepan pintu kamar kedua telah berdiri seorang kakek berjubah hitam yang berambut panjang dan berwajah penuh darah. sekalipun mereka berbutat demikian. kemudian katanya. kontan bulu kuduknya pada bangun berdiri lantaran kaget.

kemudian membalikkan badan dan beranjak pergi. Untuk kesekian kalinya Suma Thian yu menyaksikan sesosok nyawa meninggalkan raga nya. manusia yang berlalu lalang ditengah jalan bagaikan ikan yang berenang dalam sungai. buru-buru dia berusaha untuk memayangnya kembali. mengapa orang-orang itu membantai rakyat tak bersalah yang tinggal dalam perkampungan tersebut hanya gara gara sebutir mutiara saja? Sampai dimanakah pentingnya mutiara itu? Serentetan pertanyaan yang penuh kecurigaan dan tanda tanya itu membentuk sebuah simpul mati didalam benaknya. ia berusaha untuk mencari tahu siapa otak yang mendalangi organisasi perampok berkerudung tersebut. Ia merasa teka-teki ini baru bisa dipecahkan bila dia berkunjung sendiri kekota Tiang an dan menjumpai Siau Wi goan. aku amat kesakitan!" Agak tertegun Suma Thian ya selelah mendengar ucapan tersebut. sekarang ia lebih bertekad lagi untuk mencari Bi kun lun Siau Wi goan dan membalas dendam. tapi kakek itu sudah roboh. tak terlukiskan perasaan pedih yang men cekam perasaannya ketika itu. lalu memuntahkan segumpal riak kental bercampur darah.. Suma Thian yu merasakan hatinya bertambah berat. . Ketika meninggalkan dusun kecil itu. Ia pun tak habis mengerti.Tiraikasih Website http://kangzusi. waktu itu tengah hari baru saja lewat. Sesudah menanyakan alamat Bi kun lun Siau wi goan dari orang jalan. nyawanya sudah me layang meninggalkan raganya. Dia membaca doa dengan hormat.com/ "Lepaskan tanganku. dia segera melepaskan cekalannya. Kakek itu berseru terahan.. Suatu hari. dengan cepat Suma Thian yu berhasil menemukan alamat yang di cari tersebut. Suma Thian yu amat terperanjat. sampailah Suma Thian yu di kota Tiang an.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Pendekar besar yang memimpin dunia persilatan baik untuk golongan putih maupun golo ngan hitam ini berdiam diujung gang Li gi keng, dikedua belah sisi pintu gerbang terbentang dinding pekarangan raksasa yang sangat tinggi dan kekar, sepasang singa batu besar berada ditepi pintu, bangunannya mentereng, gayanya penuh wibawa. Setelah lama berdiri di depan pintu gerbang seorang lelaki kekar baru munculkan diri dan merghampiri Suma Thian yu sambil menegur. "Engkoh cilik, apakah kau sedang mencari orang?" "Betul, aku hendak menyambangi Siau tayhiap" jawab Suma Thian yu dengan sopan. Mengetahui kalau Suma Thian yu hendak me nyambangi majikannya,tanpa terasa lelaki itu memperhatikan tamunya sekejap lagi, ia mera sa pemuda ini gagah perkasa, tampan dan kekar, ia lantas tahu kalau orang itu bukan manusia sembarangan. Maka sambil tersenyum katanya lagi. "Engkoh cilik, ada urusan apa kau mencari Siau tayhtap?" "Tolong saudara sudi melaporkan, katakan saja aja seorang dari luar desa she Suma yang ingin menyambangi" Lelaki berpakaian ringkas itu segera mengiakan dengan sopan, lalu masuk ke dalam. Sementara itu, Suma Thian yau sedang berpikir didalam hati: "Kalau dilihat dari sikap centengnya yang sopan santun dan tahu peraturan, orang tidak akan mengira kalau Siau wi goan adalah seorang manusia bengis yang berhati buas, lebih baik aku menggunakan tata kesopanan lebih dulu sebelum menggunakan kekerasan, kemudian baru me mutuskan menurut situasi" Sementara dia masih termenung, lelaki berpakaian ringkas itu sudah munculkan diri, setelah menjura dalam-dalam kepada Suma Thian yu, katanya: "Majikan kami mempersilahkan engkoh cilik masuk!"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Kemudian dengan sikap yang amat menghormat, dia mempersilahkan tamu untuk masuk. Setelah mengucapkan beberapa patah kata merendah, Suma Thian yu baru mengikuti lelaki itu masuk keruang dalam. Sepanjang jalan, yang di jumpainya hanya jago-jago persilatan saja, ketika orang- orang itu menjumpai kehadiran Suma Thian yu, hampir rata-rata menunjukkan wajah tertegun. Menanti Suma Thian yu sudah lewat, mereka baru berbisik bisik membicarakan peristiwa tersebut. Suma Thian yu berlagak seolah olah tidak merasa, bahkan dihati kecilnya sempat memuji Bi kun lun Siau Wi goan yang pandai menjamu tamunya. Lelaki kekar itu mengajak Suma Thian yu menusuki ruangan tengah, tepat di muka ruangan tergantung sebuah papan nama terbuat dari kayu yang bertuliskan: "JIN HONG LIU WAN" Artinya: Perbuatan bajik sampai di mana-mana. Selain hurufnya terbuat dari emas, gaya tu lisan-nya yang juga kuat bertenaga, tampaknya di tulis oleh seorang kenamaan. Suma Thian yu mendongakkan kepalanya memandang sekejap, kemudian baru mengikuti lelaki itu menuju ke ruang dalam. Sesaat sebelum melangkah masuk ke ruang tengahv mendadak sorot matanya melintas di atas wajah lelaki setengah umur yang duduk di kursi utama itu, hatinya kontan tertegun, Pe kiknya kemudian di hati. Kenal amat wajah orang ini! Bukankah dia adalah... ehmm, betul! Yaa dialah orangnya! Benar benar memang dia" Rupanya setelah melihat wajah lelaki setengah umur yang duduk dikursi utama itu tiba-tiba saja dia teringat dengan manusia berkeru dung yang kain kerudungnya kena disingkap itu, kedua-duanya berparas tampan dan gagah, sekarang Suma Thian yu merasa teka-teki mana betul-betul sudah terbongkar.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Dalam pada itu, lelaki setengah umur tadi sudah meninggalkan tempat duduknya seraya menjura, kemudian sambil tertawa terbahak-bahak dia berkata. "Haaahhh...haaahhh...haaahhh keda tangan Suma siauhiap di rumahku benar-benar merupakan suatu kehormatan, silahkan duduk! Silahkan duduk !" Seorang pelayan segera datang menghidangkan air teh dan dipersembahkan kehadapan Suma Thian yu. Sedang anak muda itu diam-diam berpikir. "Sesudah datang kemari, aku harus bersikap sewajar mungkin coba kulihat permainan busuk apakah yang hendak mereka gunakan" Maka tanpa sungkan diapun duduk, lalu setelah menerima cawan air teh, katanya kepada lelaki setengah umur itu sambil tersenyum. "Secara kebetulan aku lewat sini, sudah lama ku dengar akan kebajikan Siau tayhiap, itulah sebabnya sengaja aku berkunjung kemari" "Aaah, mana, mana" Bi kun lun Siau Wi goan tersenyum, "siauhiap terlalu memuji, Wi goan tak lebih cuma seorang kuli silat yang kasar, aku tidak memiliki kebajikan apa-apa, un tuk pandangan siauhiap tersebut, Wi goan mengucapkan terima kasih lebih dulu" Kemudian setelah berhenti sejenak dan memandang sekejap sekeliling arena, katanya le¬bih jauh. "Kunjungan Suma siauhiap benar-benar merupakan suatu kejadian yang luar biasa, marilah kuperkenalkan dengan saudara-saudara lain yang berada disini" Mula-mula dia perkenalkan kepada Suma Thian yu lebih dahulu, setiap ucapan maupun sikapnya amat menyanjung dan menghormati Suma siauhiap, walaupun Suma Thian yu juga tahu kalau lawan adalah seorang yang pandai bicaramanis, tetapi manusia memang seorang makhluk yang aneh. Meski Suma Thian yu tahu kalau dia sengaja disepak, namun dalam hati kecilnya justru merasa puas sekali.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Selesai memperkenalkan Suma Thian yu kepada rekanrekannya, kemudian Siau Wi goan pun memperkenalkan empat orang tamu yanfcg berada di sekeliling tempat itu. Orang pertama adalah seorang tosu tua berjenggot merah yang berusia tujuh puluh tahunan, dia adalah guru Bi Kun un Siau Wi qoan yang disebut Leng gho Cinjin, menjabat pula sebagai ciang bunjin partai Kun lun. Orang kedua adslah seorang perempusn muda berusia dua puluh lebih, tiga puluh kurang. Bi kun lun Siau Wi toan hanya mengatakan dia she Ho bernama Hong, tanpa memperkenalkan gelarnya. Namun Suma Thian yu cukup mengenali perempuan itu sebagai murid ketiga dari mayat hidup Ciu Jit bwee yang berjulukan Yan tho hoa(Bunga tho indah). Orang ke tiga berwajah tampan dan gagah, dia bernama Cun gan siu cau (sastrawan berparas ganteng) Si Kok seng. Suma Thian yu merasa amat menaruh hati terhadap pemuda ini sejak pandangan yang pertama, diapun paling menaruh kesan baik kepadanya. Orang yang diperkenalkan paling akhir adalah seorang kakek berbaju sastrawan, ternyata dia seorang ahli ilmu pedang yang paling top dari partai Tiam cong yang disebut orang It ci hoa kiam (pedang bunga satu huruf) Yu-Liang gi. Setelah mengucapkan kata-kata sungkan, suasana dalam ruangan pun bertambah luwes, karena diantara ke empat orang itu Suma Thian yu hanya menaruh kesan baik terhadap Cun gan siucay Si Kok seng, maka dia pun lantas bertanya kepadanya. "Saudara Si, boleh aku tahu nama gurumu?" Melihat pertanyaan dari Suma Thian yu amat kasar, mulamula Cun gan siucay Si Kok seng agak tertegun, kemudian sahutnya: "Sejak kecil aku gemar belajar ilmu silat, tiap sampai di suatu tempat akupun mempela jari semacam kepandaian, itulah sebabnya se tiap orang yang pernah memberi pelajaran

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

ke padaku kuanggap sebagai guruku, Suma siuahiap coba bayangkan saja, bagaimana caraku untuk menjawab pertanyaanmu itu?" Suma Thiauyu terpaksa mengiakan dan tidak bertanya lebih jauh. Pada saat itulah, Bi kun lun Siau Wi goan baru bertanya kepada Suma Thian yu: "Siauhiap, tolong tanya ada urusan apakah kau berkunjung kemari?" Tanpa berpikir panjang, Suma Thian yu segera menjawab: "Aku memang mempunyai beberapa persoalan yang ingin ditanyakan kepada Siau tayhiap, hanya tak kuketahui apakah Siau tayhiap bersedia untuk membertahukan kepadaku atau tidak?" Diam-diam Bilun lun Siau Wi goan agak terkejut setelah mendengar perkataan itu, kemudian iapun tertawa terbahakbahak. "Ha ha ha ha ha......boleh, tentu saja boleh, kita toh bukan orang luar, apapun yang ingin siauhiap tanyakan, harap ditanyakan secara blak-blakan. "Siau tayhiap, tahukah kau kalau barang kawalan dari perusahaan Sin liong piaukiok telah dibegal orang?" Siau Wi goan pura pura terkejut, sambil menggeleng tanyanya: "Aaaah...... Wi goan tak tahu akan berita ini, tolong tanya kapan dibegalnya?" Meskipun orang tak mau mengaku, Suma Thian yu juga tak sampai mengumbar amarahnya, dia berkata lebih jauh: "Kalau begitu, tentu saja Siau tayhiap juga tak tahu bukan jika Wan cong piautau telah menderita luka parah dan jiwanya terancam mara bahaya: Sebelum Bi kun lun Siau Wi goan sempat menjawab, It ci hoa kiam Yu Liang gi dari Tiam cong pay yang berada disisinya telah menimbrung:

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Hei, ucapan siauhiap tersebut seakan-akan membawa nada teguran, apakah kau menaruh curiga kalau Siau tayhiap tersangkut dalam pe ristiwa ini?" Bi kun lun Siau Wi goan segera tertawa terbahak-bahak. "Ha ha ha ha ha......ucapan saudara Yu kelewat berat, selama ini Wi goan tak pernah menuduh orang dengan kata yang bukan-bukan apalagi siauhiap toh bertujuan baik!" Sampai disitu dia lantas berpaling kearah Suma Thian yu sambil bertanya. "Benarkah Wan congpiautau telah terluka parah dan jiwanya terancam? Aaai....siapakah telah turun tangan sekeji itu terhdapnya?" "Konon segerombolan perampok berkerudung jawab Suma Thian yu langsung dan tanpa berusaha untuk merahasiakan. Paras muka Bi kun lun Siau Wi goan berubah amat serius setelah mendengar perkataan itu, katanya kemudian: "Oooh, rupanya perbuatan dari perampok berkerudung! Ehmm, Wi goan memang sudah lama mendengar orang bilang kalau dalam du nia persilatan telah muncul suatu organisasi besar semacam ini, selain jejaknya sukar di buntuti, cara kerjanya pun bersih tanpa me ninggalkan jejak, sayang Wi goan tak berhasil menyelidiki sarang mereka." Berbicara sampai disini, ia sengaja bertanya kepada gurunya Leng gho Cinjin: "Suhu, pernahkah kau mendengar hal ini?" Leng gho Cinjin segera manggut-manggut. "Yaa, dengar sih pernah dengar, hanya tak pernah kujumpai saja orangnya." Rasa curiga timbul kembali dalam hati Suma Thian yu, bila berbicara soal tampang Bi kun lun Siau Wi goan, dia jujur dan gagah, caranya berbicara sopan dan tahu tata cara, tidak gampang marah, pada hakekatnya boleh di bilang berhati bajik. Tapi, kenyataan sudah terbentang didepan mata, pesan paman Wan sebelum ajalnya serta peringatan dari Heng si

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Cinjin, semuanya mengatakan Siau Wi goan sebagai pentolan perampok. Dengan kejadian tersebut, Suma Thian yu menjadi serba salah dan tak tahu apa yang mesti dilakukan. Mendadak satu ingatan melintas didalam benaknya, ia teringat pula akan pembantaian brutal yang terjadi dalam dusun kecil gara-gara sebutir mutiara itu, ia bertekad untuk mencari kesimpulan dari persoalan mana melalui jejak mutiara itu. Maka diapun mengalihkan pokok pembicaraan ke soal lain, pertanyaan tersebut tak pernah diajukan lagi, justru hal mana sangat ber kenan dihati Bi kun lan, semua pertanyaan segera dijawab bahkan sikapnya bertambah luwes dan halus. Malam itu, Suma Thian yu diminta oleh Siau goan untuk tetap tinggal disana seusai per jamuan, Siau Wi goan menitahkan kepada Cun pan siucay Si Kok seng untuk menemani Suma Thian yu berjalan-jalan menikmati keindahan alam. Diam-diam Suma Thian yu merasa amat girang, sebab dia menganggap hanya dengan ber buat demikianlah ia bisa mempelajari situasi gedung keluarga Siau sambil sekalian mencari tahu kabar berita tentang mutiara tersebut. Kedua orang itu berjalan, menuju kelapangan, tiba-tiba Suma Thian yu bertanya: "Saudara Si, apakah kau dengar kalau ada semacam benda mesttka yang telah munculkan diri?" "Apakah kitab pusaka? Kitab pusaka tanpa kata?" Cun gan siucay Si Kok seng balik ber tanya. "Bukan, bukan benda itu, tapi mestika lain-nya?" "Aku belam pernah mendengarnya, Suma siauhiap, dapatkah kau memberitahukan kepadaku?" "Konon didalam dunia persilatan telah muncul sebutir mutiara Ya beng cu yang tak ternilai harganya" "Mutiara Ya beng cu?" ulang Si Kok seng dengan terperanjat", kapan munculnya?"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Sudah muncul, dan kini sudah dirampok oleh perampok berkerudung!" sambil berkata Suma Thian yu melirik sekejap kearah Si Kok seng dengan ujung matanya. Tampak paras muka Si Kok seng berseri, kontan ia mendamprat: "Perampok sialan, tampaknya gerak gerik mereka sudah makin merajalela." Dan pembicaran tersebut, Suma Tbian yu tahu kalau lagilagi dia kebentur dinding alias gagal total, sekalipun ditanyakan lebih jauh juga tak akan menghasilkan apa- apa, maka ia pun mengurungkan niatnya semula. Mereka berdua segera melanjutkan perjalanannya, mengajaknya pergi ketempat itu. Dilihat dari sini, dapat ditarik kesimpulan kalau Bi kun lun Siau Wi goan benar-benar se orang manusia yang sangat licik dengan tipu muslihat yang berbahaya, itu berarti dia harus selalu berwaspada terhadap dirinya. Tapi, justru karena soal ini pula Suma Thian yu jadi lebih bertekad untuk membongkar teka teki itu sehingga tuntas dan terungkap seluruhnya. Begitulah, sambil berbincang bincang sambil berjalan-jalan, makin berbicara makin cocok rasanya, sehingga hampir boleh dibilang masing-masing pihak merasa sayang karena baru berjumpa sekarang. Suatu ketika, Si Kok seng mohon diri lebih dulu untuk kembali kekamarnya. kini tinggal Suma Thian yu seorang. Kesempatan semacam ini boleh dibilang merupakan sebuah peluang yang baik sekali, ketika Suma Thian yu menyaksikan didepan sana terdapat cahaya yang memancar keluar dari sebuah ruangan, tanpa sadar ia berjalan meng hampiri ruangan itu. Tapi, ketika ia baru melangkah naik keatas anak tangga, mendadak dari balik ruangan, terdengar seorang perempuan sedang berteriak minta tolong: "Tolong, tolong! Oooh.....tolooong"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Suma Thian yu amat terperanjat sesudah mendengar teriakan itu, sifat pendekarnya seperi timbul, dengan cepat dia lari menghampiri mulut jendela. Tapi pada saat yang bersamaan, dari belakang tubuhnya berkumandang suara tertawa di ngin, lalu seseorang menegur: "Bocah keparat, rupanya kau adalah pencoleng yang bekerja diwaktu malam." Agak tertegun Suma Thian yu mendengar seruan itu, cepat dia membalikkan badan, entah sedari kapan dua orang kakek telah ber diri dibelakang tubuhnya sedang mengawasi kearahnya penuh kegusaran. Suma Thian yu sangat gelisah, ia tahu kalau pihak lawan salah paham, maka ujarnya: "Kalian berdua salah paham, cepat! Pencolengnya masih berada didalam, mari kita tengok bersama-sama!" "Heeh...heeh...heeh...bocah keparat, kau tak usah berlagak pilon lagi" jengek kedua orang kakek itu sambil tertawa seram, dengan mata kepala sendiri lohu melihat kau berbuat terkutuk, sekarang masih ingin mungkir lagi? Hayo jalan! Segera menjumpai majikan!" Seraya berkata dua orang itu satu dari kiri yang lain dari kanan segera bertindak hendak menggusur dengan kekerasan. Suma Thian yu merasa tak pernah melakukan perbuatan salah, diapun tak takut mengha dapi tuan rumah, maka serunya dengan dingin. "Tak usah merepotkan kalian, aku masih mempunyai kaki untuk berjalan sendiri" Mendengar itu, dua orang kakak tersebut segera berjalan satu di muka yang lain dibelakang dan menggusur Suma Thian yu menuju ke ruang tengah. Diluar dugaan, ruangan tengah sudah hadir banyak orang, tapi tidak kelihatan Bi kun lun dan Cun gan siucay dua orang. Begitu Suma Thian yu muncul dalam ruangan depan, dari balik ruangan segera muncul Leng gho Cinjin. Jenggot merahnya yang panjang tampak bergerak tanpa hembusan angin, mukanya diliputi hawa pembunuhan, begitu

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

berjumpa dengan Suma Thian yu, ia segera menggebrak meja sambil memaki: "Anjing keparat, tak nyana tampangmu ganteng tapi nyatanya seorang Cay hoa cai (pen jahat pemetik bunga), padahal tuan rumah bersikap cukup baik terhadapmu" Begitu dilihatnya situasi, tidak beres, buru-buru Suma Thian yu memantah. "Locianpwee, kau telah menaruh kesalahan paham terhadapku, aku Suma Thian yu bukanlah manusia rendah seperti apa yang kau tu-duhkan, harap lakukan pemeriksaan lebih dulu dengan seksama" Leng gho Cinjin sama sekali tidak menggubris ucapan itu, begitu Suma Thian yu selesai bicara, kontan dia membentak dengan gusar. "Kentut anjing! Semua fakta sudah ada didepan mata, kau anggap pinto menuduh tanpa dasar?" Berbicara sampai disitu, dia lantas menitahkan orang untuk mengundang Bi kun lun Siau Wi goan dihalaman belakang. Setelah itu makinya lebih jauh. "Bocah keparat, apa yang hendak kau katakan lagi? Peraturan rumah tangga yang berla ku disini amat ketat, dengan dosa yang kau lakukan tiada ampun lagi bagimu. Sekarang cepat kau kutunggi lengan kananmu sendiri kalau tidak, jangan harap kau bisa tinggalkan rumah keluarga Siau pada hari ini barang setengah langkah pun" Setelah menyaksikan keadaan yang terbentang didepan mata, terutama sikap lawan yang tidak mencari tahu lebih dulu siapa salah siapa benar, Suma Thian yu segera sadar, dia mengerti kalau dirinya sudah terjebak ke dalam perangkap musuh yang licik. Maka sambil membusungkan dada, ujarnya dengan wajah bersungguh sungguh. "Locianpwee, berulang kali kau menuduh Thian yu sebagai manusia berdosa, bahkan pe nyesalanpun tak diberi, tampaknya hal ini me rupakan sebagian dari rencana keji yang telah kalian persiapkan. Hmm! Dihadapan orang jujur lebih

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

baik tak usah berbohong, bila ingin beradu kepandaian, Suma Thian yu tak akan berkerut kening" "Haah...haah...haah... punya semangat punya keberanian, pinto paling suka dengan pemuda semacam ini" Dia sepera memberi tanda, It ci hoa kiam (pedang bunga satu huruf) Yu Liang gi dari partai Tiam cong segera melompat ke hadapan Suma Thian yu, lalu berkata. "Lohu ingin mencoba sampai dimanakah kehebatan ilmu pedangmu!" Sementara berbicara, pedang yang digembolnya segera diloloskan dari sarung. Suma Thian yu mendengus dingin, tiba-tiba dia mencabut keluar pedang Kit hong kiamnya dari sarung, cahaya biru yang menyilaukan mata segera memancar keempat penjuru. Begitu melihat pedang mestika yang berada ditangan anak muda itu, kontan saja It ci hoa kiam Yu Liang gi menjerit kaget. "Haah....? Kit hong kiam....?" Jeritan tersebut segera memancing perhatian segenap orang yang hadir didalam ruangan itu, serentak semua orang mengalihkan sorot mata nya keatas pedang mestika ditangan Suma Thian yu. Leng gho Cinjin turut tertawa seram sesudah menyaksikan kemunculan pedang Kit hong kiam tersebut, segera jengeknya. "Heeh...heeh...heeh...rupanya kau adalah murid pencoleng, tak heran kalau kaupun manusia bajingan, kawan-kawan, ringkus bangsat kecil ini!" Bagaikan segerombol kawanan lebah, kawanan jago yang berada dalam ruangan segera mengurung Suma Thian yu ditengah arena. Tapi, pada saat itulah It ci hoa kiam Yu Liang gi membentak dengan suara lantang. "Harap tunggu sebentar saudara sekalian, berilah kesempatan buat aku orang she Yu untuk mencoba sampai

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

dimanakah kelihayan dari ilmu pedang Kit hong kiam hoat yang menggetarkan dunia persilatan itu!" Oleh bentakan mana, serentak semua jago mundur satu langkah ke belakang, namun mereka tidak mengendorkan posisi pengepunggannya. Kemarahan yang berkobar didalam dada Suma thian yu waktu itu ibaratnya gunung berapi yang meletus, sekarang ia sudah mengerti kenapa paman Wan nya sampai dituduh yang bukan-bukan oleh orang lain, hal mana menambah berkobarnya api kemarahan dalam dadanya. Dengan jurus Tui huang wang gwat (mendorong jendela melihat rembulan), pedang kit hong kiamnya melepaskan sebuah tusukan ketubuh It ci hoa kiam, tapi baru sampai di tengah jalan mendadak berganti jurus menjadi gerakan Gwat gi seng sia (rembulan bergeser bintang berpindah), kali ini dia tusuk tenggorokan orang dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busur. Walaupun dua jurus serangan yang berbeda namun bergabung menjadi satu, dibalik serangan-nya terdapat perubahan kosong yang merupakan tipuan yang tak terduga sebelumnya. Dalam partai Tiam cong, It ci hoa kiam Yu liang gi terhitung juga pedang paling top, selain lihay dalam limu pedang, orangnya juga licik dan pintar. Sekarang, ia harus tercekat perasaannya se telah menyaksikan dua serangan Suma Thian yu yang dilancarkan dalam satu gerakan bersama, buru-buru kaki kirinya bergeser, pedang nya diputar mengikati gerakan badan. Kali ini secara hebat ia berhasil membendung jurus serangan pertama dari Suma Thian yu, lalu mengikuti gerakan mana dengan jurus Hong Ki im yong (angin berhembus awan meng gulung) dia ciptatan pelbagai lapis bunga pe dang untuk mengurung sekujur tubuh lawan. Tiba-tiba Suma Thian yu berpekik panjang, pedangnya berubah menjadi Lui tian ciau kat(guntur dan petir

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

bersusulan), secepat sambaran kilat, dia tembusi lapisan pedang Yu liang gi dan langsung menusuk ke ulu hatinya. Kekuatan mereka berdua boleh dibilang seimbang, sulit untuk membedakan mana yang ampuh dan mana yang lemah, sebab disatu pihak merupakan jagoan kenamaan dari partai Tiam cong, dilain pihak merupakan ahli waris dari Wan tayhiap. "Taaang ...! mendadak terdengar suara senjata tajam yang saling beradu, cahaya pedang ditengah arena segera lenyap tak membekas, lalu bayangan manusia melintas, Suma Thian yu telah melompat keluar dari arena pertarungan. Maai, maaf.....ujarnya sambil menjura dan senyuman menghiasi ujung bibirnya. Pada mulanya It ci boa kiam Yu Liang gi masih merasa kebingungan dan tidak habis mengerti menunggu ia menggerakan lengannya dan sepotong kain bajunya tahu-tahu terlepas dari lengan dan jatuh ketanah, ia baru tahu apa yang telah terjadi. Dengan wajah merah padam karena jengah, It ci hoa kiam Yu Lianeg gi menundukan kepalanya rendah-rendah dan segera mengundurkan diri dari arena pertarungan. Leng gho Cinjin tidak menyangka kalau Yu Liang gi sebagai seorang jago pedang kenamaan bisa menderita kalah di tangan seorang pemuda ingusan yang baru terjun kedunia persilatan. Rasa malu bercampur gusar segera berkecamuk menjadi satu dalam benaknya, kepada kawanan jago yang lain, dia berseru. "Saudara-saudara sekalian, hayo turun tangan dan bekuk bajingan muda itu...!" Pada saat itulah, mendadak dari sudut berkumandang suara pekikan panjang yang nyaring, ketika,semua orang berpaling tampaklah Bi kun lun dengan membawa Cun gan siu cay melangkah masuk kedalam arena. Suasana diarena segera menjadi gempar, mereka seolah-olah sudah lupa dengan perintah yang diturunkan Leng gho Cinjin semula. "Setelah

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

melangkah masuk kedalam arena, Bi kun lun Siau wi goan segera menghardik semua orang agar jangan ribut, kemudian dengan senyum dikulum dia menjura kearah Suma Thian yu sambil memohon maaf: "Suma Siauhiap, semua kesalahan Wi goan, tidak sepantasnya kuterbitkan begini banyak kesulitan bagimu, salah paham-salah paham se muanya ini hanya suatu kesalahan paham belaka. Kemudian setelah tertawa nyaring, katanya lebih jauh. "Harap kau sudi memaklumi, andaikata sihian le tidak pergi memberi kabar kepadaku, mung kin bencana yang bakal terjadi akan besar sekali. haaa...haah...haaahh...." Rasa benci Suma thian yu benar-benar sudah merasuk ketulang sum-sum, bagaimanapun penjelasan dari Bi kun lun, tak mungkin bisa meredakan rasa rasa ketidak puasannya. Tampak dia menarik kembali pedangnya, lalu berpamitan pada Bi kun lun Siau Wi goan. "Atas pelayananmu yang baik, aku tak akan melupakan untuk selamanya. Biarlah aku mohon diri lebih dulu, untung masa mendatang masih panjang, biarlah kebaikanmu itu kubayar dikemudian hari saja." Kemudian setelah mengucapkan pula beberapa parah kata perpisahan dengan Cun gan siu cay Si Kok seng, dia membalikkan badan siap meninggalkan tempat itu. Siapa tahu kawanan jago liehay yang mengepung di sekeliling tempat itu masih menghadang jalan pergi Suma Tbian yu, mereka dengan sorot mata yang merah membara karena amarah menatap anak muda itu lekat-lekat, seakanakan mereka adalah sekelompok ular berbisa yang siap memagut..... Melihat hal itu, Suma Thian yu tertawa dingan sambil mendongakan kepalanya dia menerjang maju terus kedepan. Tiba-tiba dari muka sana muncul seorang kakek kurus ceking bermata tikus berhidung elang yang menghadang jalan perginya dengan golok dilentangkan didepan dada, lalu menegur.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Bocah keparat, tempat ini bukan tempat yang bisa diganggu seenaknya, boleh saja bila kau ingin meninggalkan tempat ini, tapi ditinggalkan dulu sedikit tanda mata, congkel lebih dulu kedua biji matamu, kemudian baru pergi" "Haaahh...haaaha...haaaha...kau ingin mencongkel mataku...? Huuuh, jangan mimpi" Suma Thian yu tertawa tergelak. Kakek ceking itu semakin melotot dengan buas, goloknya diangkat siap membacok. Tapi saat itulah kembali Bi kun lun Siau wi goan membentak keras. "Saudara Cian, jangan bertindak gegabah, biarkan saja dia pergi!" Buru-buru kakek ceking she Ciang itu menarik kembali goloknya, setelah melotot sekejap kearah suma Thian yu dengan angkuh, dia mundur selangkah seraya berkata. "Hmm, enakan keparat ini!" Suma Thian yu berjalan kehadapannya, lalu tertawa angkuh pula. "Maaf!" katanya. Seusai beikata dia lantas melangkah pergi dari situ, Suma Tbian yu memang bernasib jelek, berulang kali dia harus dituduh orang ka rena salah paham, rasa pedih yang mencekam perasaannya betul-betul tak terlukiskan dengan kata-kata. Sekarang ia sudah menaruh perasaan muak yang amat sangat terhadap dunia yang sangat indah ini. Belum jauh meninggalkan kota Tiang an, bintang sudah bertaburan diangkasa, kegelapan malam telah menyelimuti seluruh jagad, orang yang berlalu lalang dijalan semakin sedikit. Dalam keadaan seperti inilah mendadak dari arah belakang ber kumandang suara derap kaki kuda yang ramai, suara tersebut kedengarannya janggal sekali dalam suasana begini. Lambat laun suara derap kaki kuda itu semakin mendekat, Suma Thian yu tahu kalau dibalik kesemuanya itu pasti ada

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

sesuatu yang tak beres. Diam-diam dia menghimpun tenaganya sambil bersiap-siap siaga menghadapi se gala kemungkinan yang tak di inginkan. Pada saat itulah, suara bentakan nyaring telah berkumandang lagi dari belakang. Suma Thian yu mengira Bi kun lnn Sian Wi goan telah melakukan pengejaran dari belakang, hawa pembunuhan segera menyelimuti seluruh wajahnya, dengan cekatan dia meloloskan pedang Kit hong kiam yang tersoren di-punggung seraya membalikkan badan, kemudian menghadang jalan pergi pendatang tersebut ditengah jalan. Tak berapa saat kemudian, dari depan sana muncul lima ekor kuda jempolan yang di larikan kencang kencang, penunggangnya adalah perampok perampok berkerudung hitam. Kalau tidak melihat masih mendingan, begitu menyaksikan kemunculan kawanan pencoleng tersebut, kontan saja amarahnya berkobar, dia berpekik panjang, suaranya menggaung jauh ketengah udara dan menggetarkan seluruh pepohonan yang tumbuh di sekeliling tempat itu. Tampak tubuhnya melejit ketengah, pedang Kit hong kiamnya menciptakan segulung kabut pedang berwarna putih, lalu menyergap kelima orang penunggang kuda berkerudung itu. Tindakan gegabah semacam ini sebetulnya merupakan pantangan yang paling besar bagi umat persilatan, sesunguhnya Suma Thian yu pun memahami akan hal ini, tapi... bagaimaaa mungkin dia bisa membendung rasa mangkel dan kobaran amarah yang telah dipendamnya selama banyak tahun? Tindakan mana rupanya diluar dugaan kelima orang penunggang kuda berkerudung itu, meski tugas mereka kali ini adalah menyergap Suma Thian yu, namun mereka tidak berharap terjadinya pembunuhan yang tak berarti. Tapi sekarang, setelah menyaksikan Suma Thian yu muncul bagaikan malaikat yang datang dari kahyangan, serentak lima

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

orang itu membentak pendek, kemudian bagaikan ledakan mercon, mereka menyusup keempat penjuru untuk menyelamatkan diri. Terdengar suara ringkikan kuda yang meloloskan senjata tajam masing-masing. Sebenarnya Suma Thian yu mengharapkan suatu hasil yang baik dalam gebrakan yang pertama, tapi begitu gagal dengan serangan yang pertama, tubuhnya ikut melayang turun keatas tanah, dengan cepat dia dikepung kelima orang pencoleng berkerudung itu dari empat penjuru. 0ooo0 Jilid 10 Terdengar dia mendengus dingin, dengan sorot mata memancarkan cahaya tajam, bentaknya sembari menggertak gigi: "Apakah kedatangan kalian berlima untuk merenggut nyawa sauya? Turutilah nasehatku, sipat ekor dan pulang saja kerumah dengan tenang, laporkan kepada Siauw Wi goan, begitu aku orang she Suma berhasil menemukan bukti yang nyata, pasti akan kubasmi keluarga Siau dengan darah" Baru selesai dia berkata, terdengar orang yang berada di paling depan telah tertawa dingin tiada hentinya. "Hehehehe....bocah keparat, tinggalkan pedang mestika milikmu, kalau tidak hari ini ditahun depan adalah hari ulang tahun kematian mu yang pertama!" Suma Thian yu segera menyodorkan pedang Kit hong kiamnya kedepan setelah mendengar perkataaa itu, katanya sambil tertawa angkuh: "Nih, sauya persembahkan dengan kedua belah tanganku, ambillah sendiri!" Ketika manusia berkerubung tersebut menyaksikan perbuatan lawannya, dia masih mengira Suma Thian yu benarbenar berhasrat untuk menyerahkan pedang itu kepadanya, ia lantas maju beberapa langkah kedepan siap menerima sodoran mana.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Tiba-tiba Suma Thian yu membentak nyaring: Sambutlah!" Pedangnya meluncur kedepan seperuti anak panah yang terlepas dari busurnya, pedang Kit hong kiam tersebut langsung menyambar kewajah penjahat berkerudung itu. Meryusul gerakan mana seluruh tubuh Suma Thian yu ikut pula menerjang maju kemuka. Tampaknya pedang itu segera akan menyambar ditubuh lawan, manusia berkerudung itu menjerit kaget, buru-buru dia berkelit kesamping. Disaat yang amat singkat inilah Suma Thian yu menggerakkan tangannya untuk membacok pergelangan tangan lawan sambil membentak. "Tinggalkan dahulu lenganmu!" Menyusul jeritan ngeri yang memilukan hati, seperti burung yang kena bidikan saja, manusia berkerudung itu melejit kebelakang. Sayang tubuhnya sempoyongan beberapa langkah, setelah itu roboh terjengkang ke tanah dan tak sanggup berdiri lagi. Diatas tanah tinggal sebuah lengan yang terpaksa, darah kental membanjiri permukaan tanah dan menyusup ke dalam. Setelah berhasil meraih kemenangan dalam pertarungan pertama, kemarahan Suma Thian yu agak mereda, dia memandang sekejap manusia berkerudung yang terpapas lengannya itu, kepada keempat orang rekan-nya ia berseru sambil tertawa dingin. "Siapa lagi yang ingin maju untuk mengantar kematian?" Ketika mendengar tantangan tersebut, keempat orang manusia berkerudung itu serentak mengayunkan goloknya dan maju menerjang dari empat penjuru, dilihat dari gerakan tubuh mereka, jelas kalau orang-orang itu adalah jagoan kelas satu dalam dunia persilatan. Kendatipun demikian, Suma Thian yu yang bernyali besar sama sekali tak memandang sebelah matapun terhadap mereka.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Dia berdiri dengan segenap perhatiannya dihimpun menjadi satu, ditunggunya sehingga senjata tajam ke empat orang itu hampir mengenai tubuhnya.... Disaat yang amat kritis itulah tiba-tiba dari balik keheningan berkumandang suara bentakan gusar yang amat nyaring: "Mundur!" Menyusul kemudian, terlihat sesosok bayangan hitam meluncur datang secepat sambaran kilat dan langsung menyerbu ke dalam arena pertarungan. Mendengar bentakan tersebut, keempat manusia berkerudung itu segera mengundurkan diri dan memberi sebuah jalan lewat. Pendatang itu menancapkan kakinya ditanah setelah pencoleng-pencoleng berkerudung itu mengundurkan diri, begitu sampai dia lantas menegur: "Suma siaubiap, Wi goan telah datang terlambat, kau tidak terluka bukan?" Ketika Suma Thian yu mendongakkan kepalanya, dia segera mengenali orang itu sebagai Bi kun lun Siauw Wi goan, maka dengan perasaan mendongkol sahutnya: "Terima kasih atas bantuan yang datang tepat pada waktunya, Siau tayhiap, mengapa ke datanganmu begitu kebetulan?" Ucapan mana mengandung maksud ganda, dia menuduh Bi kun lun lah yang telah bermain gila secara diam-diam. Bi kun lun Siau Wi goan berlagak seolah-olah tidak mendengar, bukan saja tidak gusar, malahan tertawa seram. "Suma siauhiap, tampaknya kesalah pahamku terhadap Wi goan sudab kelewat mendalam! Ketahuilah semua persoalan yang ada didunia ini tak akan terungkap sebelum peti mati di buka, aku Wi goan betul-betul bermaksud baik kepadamu, tapi nyatanya malah mendapatkan kesalahan paham belaka, padahal orang-orang ini sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan Wi goan!"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Padahal penjelasan dari Bi kun lun Siau Wi goan tersebut berlebih-lebihan sehingga tak ubahnya seperti menampar mulut sendiri. Suma Thian yu merasa geram sekali setelah mendengar perkataan itu, tapi justeru karena demikian, dia semakin merasa yakin kalau Bi kun lun Siau Wi goan adalah seorang pentolan pencoleng yang licik dan sangat berbahaya. Menghadapi manusia semacam ini, jalan yang terbaik adalah menjauhi dan jangan sampai terkena pelet, kalau tidak maka akibatnya sukar dibayangkan mulai sekarang, Suma Thian yu adalah seorang manusia yang cerdas dengan bakat yang luar biasaa, sekilas pandangan saja dia sudah dapat menduga sampai kesitu, maka sambil tertawa dingin katanya: "Kalau mememang begitu, akulah yang kelewat curiga, terima kasih atas bantuanmu, biarlah kubayar dikemudian hari saja" Selesai berkata dia lantas ber berjalan melalui sisi Bi Kun lun Siau Wi gon dan berlalu dari situ.. Belum lagi dua langkah, mendadak dari belakang punggungnya berkumandang datang suara desingan angin pukulan yang sangat kuat langsung menyergap jalan darah Pek hwee hiat di punggungnya. Sebenarnya Suma Thian yu berprinsip sebelum berhasil memegang bukti yang nyata tentang kejahatan yang telah dilakukan Bi kun lun Siau Wi goan, dia enggan untuk ribut atau bentrok dengan manusia tersebut, apa lagi kalau sampai terjadi bentrokan secara kekerasan. Orang bilang: Cocok atau tidaknya seserang dalam pergaulan ditentukan dalam sepa tah kata, dia tahu banyak berbicara dengan manusia licik hanya akan mendatangkan kesulitan dan kerugian bagi dirinya sendiri, oleh sebab itu dia berusaha menjauhi. Maka sambil menahan rasa mangkel dalam hatinya, dia siap berlalu meninggalkan tempat itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Siapa sangka disaat dia membalikkan badan siap meninggalkan tempat itu, tiba-tiba dari belakang punggungnya mendesing datang segulung hawa pukulan yang langsung menyergap jalan darah Pek hwee hiat di belakang benaknya... Dalam perkiraan Suma Thian yu, serangan terkutuk yang rendah dan tak tahu malu itu dilakukan Bi kun lun Siau Wi goan, saking gemasnya sepasang gigi sampai saling bergerutukan keras. Cepat-cepat ia menghimpun tenaga dalam ajaran pamannya Kit hong kiam kek Wan Liang yakni ilmu Jiong goan sim hoat untuk me lindungi seluruh badan, setelah itu telapak tangannya didorong keatas menyongsong datangnya serangan pembokong itu. Dan begitu merasa kalau serangannya sudah dihadapi, Suma Thian yu segera bergeser kekiri lalu berputar dengan ujung kaki sebagai as untuk berganti arah, himpunan tenaga dalam yang telah dipersiapkan ditangan kanan itu secepat kilat dibabat kebelakang menghantan tubuh musuhnya, sementara tubuhnya turut berputar pula menangkis, berputar dan menyerang yang dilakukan Suma Thian yu meski panjang untuk diceritakan, padahal ketiga macam gerakan itu dilakukan hampir pada saat yang bersamaan. Menanti dia sempat melihat jelas paras muka lawannya, orang itu sudah kena terhajar oleh serangan dahsyatnya itu sampai mencelat sejauh satu kaki lebih dan jatuh tak sadarkan diri dengan sikap terlentang. Diluar dugaan ternyata orang itu bukan Bi kun lun Siau Wi goan seperti apa yang diduga semula melainkan seorang pencoleng berkeru dung kain hitam. Selama hidup Suma Thian yu paling benci dengan perbuatan menyergap yang dilakukan dari belakang, kemarahannya segera berkobar, sambil membentak tubuhnya menerjang kearah pencoleng berkerudung yang sudah tergeletak itu siap melakukan pukulan yang mematikan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Bi kun lun Siau Wi goan sendiri berdiri termangu-mangu disitu tak tahu apa yang meski dilakukan. Dalam situasi seperti ini, keadaannya yang paling mengenaskan, mau turut campur tak bisa, tidak turut campur bagaimana? Dalam pada iiu, tiga orang manusia berkendung lainnya jaga tak berani bertindak secara sembarangan karena kehadiran Siau Wi goan disitu, terpaksa mereka harus mengorbankan jiwa rekannya tanpa bisa berbuat banyak. )o(X)o( TAMPAKNYA kepalan sakti dari Suma thian yu segera akan menghantam diatas kepala pencoleng berkerudung itu, serentak semua orang memejamkan matanya rapat-rapat karena tak tega menyaksikan peristiwa yang amat mengerikan itu. Pada dasarnya Suma Thian yu memang berhati welas kasih, begitu muncul keinginan-nya untuk mengampuni jiwa orang, ia lantas tak tega untuk melanjutkan niatnya semula untuk melakukan pembunuhan. Dari serangan memukul segera diubah menjadi serangan mencakar.... Kraaas!" terdengar suara kain yang robek, akhirnya kain kerudung hitam orang yang terluka itu terbakar dan muncullah raut wajah aslinya. Manusia berkerudung yang terobek kain kerudungnya adalah seorang kakek kurus ceking bermata tikus berhidung elang, dia tak lain adalah kakek ceking yaug telah menghadang jalan pergi Suma Thian yu ketika berada di tanah lapang gedung keluarga Siau tadi. Setelah mengetahui siapa gerangan orang yang dihadapi, Suma Thian yu segera tertawa seram "Haaah...haah....haaah, nampaknya aku Suma Thian yu memang tidak salah melihat orang" Kemudian sambil mengangkat tangan kakek ceking itu, ujarnya lagi kepada Bi kun lun Siau Wi goan dengan lantang:

Bi kun lun Siauw Wi goan telah berjalan menuju ke hadapan Suma Thian yu. berarti jaraknya dengan kematian pun tidak jauh. benar-benar tak sedap perasaannya ketika itu. bukankah orang ini adalah anak buahmu?" Dikala Suma Thiar yu merobek kain kerudung orang itu itu tadi. mukanya pucat pasi seperti mayat. dalam sekilas pandangan saja dapat diketahui bahwa luka dalam yang dideritanya cukup parah. Dia gelisah karena jejaknya ketahuan dan kuatir Suma Thian yu membocorkan rahasia tersebut keluar sehingga mempengaruhi nama baiknya dikemudian hari. Tanpa terasa timbul niat jahat didalam hatinya. sementara sinar matanya memancarkan cahaya kebuasan yang membuat anak muda itu terkesiap dan segera menghimpun tenaganya bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan Kasihan kakek bertubuh kurus berhidung elang itu. "Kalau dilihat keadannya yang begitu lemah. lebih baik dibunuh saja!" Sudah barang tentu Suma Thian yu tak ingin memberi kesempatan kepada Bi kun lun untuk menghilangkan saksi . Apalagi sesudah mendengar pertanyaan dari Suma Thian yu ibaratnya orang yang langsung mengorek luka dalam tubuhnya. keparat tua ini adalah tamu yang datang menyambangi Wi goan kemarin. harap Suma sauhiap jangan marah. sambil menghindarkan diri dari tanggung jawab sahutnya: "Tentu saja kenal. akan tetapi memandang keadaan si kakek kurus yang kempas-kempis dengan lemah.Tiraikasih Website http://kangzusi. sungguh tak kusangka dia adalah seorang manusia berhati keji. kuperiksa orang ini dengan seteliti mungkin" Sembari berkata dia berjalan mendekati Suma thian yu. seorang komplotan dari perampok berkerudung yang kejam itu.com/ "Siau tayhiap. dia sudah jatuh tak sadarkan diri. Bi kun lun Siau Wi goan sudah meraia gelisah bercampur gusar. dia segera berseru sambil menggelengkan kepalanya berulang kali. agaknya tidak enteng luka yang diderita olehnya. Dia marah karena kakek itu sudah merusak rencana yang telah disusunnya dengan susah payah.

Atas peristiwa ini. "Craaap! Menanti Thian yu memeriksa kembali. Bi kun lun Siau Wi goan telah menyusul pula ke situ.Tiraikasih Website http://kangzusi. tak sempat memberi kabar kepada Bi kun lun lagi. ia sama sekali tidak terpengaruh oleh ucapan mana." Namun Suma Thian yu berlagak seolah olah tidak mendengar. baru saja dia berusaha untuk mencegah perbuatnya itu. saat itu ketiga orang perampok berkerudung tadi telah menggotong rekannya yang terluka dan melarikan diri menuju kehutan. musuh yang kabur jangan dikejar. buruburu ia turut mengejar sambil berteriak: "Suma siauhiap.. Melihat itu. Suma Thian yu tidak rela membiarkan kawanan penjahat tersebut melarikan diri. Sementara itu. mendadak terasa cahaya perak berkelebat lewat lalu. terdengar ia berkata: "Suma Siauhiap. bagai anak panah yang terlepas dari busurnya. malah dia mempercepat gerakan tubuhnya menyusul sampai di tepi hutan. Bi kun lan Siau Wi goan menjadi gelisah. dia segera menggerakan tubuhnya. ia lepaskan cekalannya terhadap kakek ceking itu kemudian membalikkan tubuhnya. pasti akan kukuliti tubuhnya kemudian kucincang badan nya" Pelan-pelan Suma thian yu membalikan badannya lalu menatap sekejap wajah Bi kun lun Siau Wi goan dengan wajah diliputi hawa pembunuhan. Tapi ke empat perampok berkerudung tadi sudah melarikan diri dan lenyap dari pandangan mata. bila mereka sampai terjatuh kembali ke tangan Wi goan dikemudian hari. "Hmmm. di atas dada kakek ceking itu sudah menancap sebatang peluru perak sepanjang empat inci yang menembusi tubuh tersebut. harap tunggu sebentar. Suma Thian yu menjadi teramat gusar.com/ hidup ini. terlalu keenakan kawanan . Ternyata perbuatan tersebut hasil perbuatan dari tiga orang perampok berkerudung yang lain. secepat kilat dia menyusul dibelakang kawanan perampok berkerudung tersebut.

sekarang memang tak perlu kau akui... bagaimana kalau dari ke lima kuda jempolan yang tertinggal ini Siauhiap hanya membawa pulang empat ekor dan tinggalkan seekor untukku?" Bi kun lun Siau Wi goan menjadi teramat gusar setelah mendengar perkataan itu. tindakanmu itu benar-benar tak bisa dimaafkan. niscaya semua rahasianya bakal terbongkar. "Heeehh... pokoknya selama Thian yu masih dapat bernafas.. asal dia bertarung melawan Suma thian yu. sindiran dan ejekan Suma thian yu yang dilontarkan berulang kali membuat seorang manusia yang tak berperasaan akan . "Siauhiap. kesabaran orang ada batas-batasnya.. dengan nada berat dia segera menegur: "Apa-apaan kau ini? Apakah kau mencurigai aku punya hubungan dengan kawanan perampok berkerudung itu? Bila siauhiap tetap tak bisa memahami kenyataan yang sebenarnya.Tiraikasih Website http://kangzusi." Suma thian yu berpaling dengan pandangan sinis lalu tertawa dingin. kontan saja membangkitkan rasa gusar yang membara didalam hati Bi kun lun Siau Wi goan..aku rasa dihati masing-masing sudah mempunyai pandangan sendiri. Tahukah apa sebabnya orang ini selalu bersabar dan berusaha keras untuk menghindari suatu bentrokan secara langsung dengan Suma Thian yu.? Sebab dia kuatir jejak dan rahasianya ter bongkar. Sikapnya yang sinis dan memandang hina terhadap orang lain ini..heeeh. Sekalipun demikian.... pasti akan kubasmi kawanan manusia laknat itu sampai akar-akarnya" Kemudian setelah memandang sekejap ke lima ekor kuda jempolan yang tertinggal disitu.com/ perampok tersebut gumamnya dingin. toh suatu saat akan tiba juga saatnya untuk membongkar semua rahasia ini" Selesai berkata dia membalikkan badan dan segera berlalu dari sana....heeeh..

apakah kau bermaksud untuk menyangkal lagi? Jika kau ingin mengetahui dengan jelas. "kenyataan telah tertera didepan mata. tak ada salahnya kuterangkan kepadamu. Yang jauh tak usah dibicarakan. Mendengar suara bentakan tersebut. Sambil menggertak gigi menahan diri Bi kun lun Siau Wi goan memaki dengan geramnya: "Bocah keparat. sorot matanya tajam bagaikan sembilu.Tiraikasih Website http://kangzusi. .com/ marah. kedua belah pihak dengan senjata terhunus berdiri saling berhadapan dalam jarak hanya sepuluh langkah belaka. kau kelewat menghina orang! Apakah kau anggap Siau Wi goan adalah seorang manusia yang dapat dihina dan dipermain kan seenak hatimu sendiri? Hari ini. apalagi orang itu adalah Bi kun lun Siau Wi goan seorang pemimpin dunia persilatan dewasa ini? Mendadak terdengar ia membentak penuh amarah: "Berhenti!" Tiba-tiba dia meloloskan pedangnya dari sarung. ketika pedang tersebut digelarkan maka tampaklah getaran cahaya pedang dari ujung senjata tersebut memancar keluar tiada hentinya. Suasana menjadi tegang dan seram. kemudian melanjutkan lebih jauh. ehmm. aku hanya ingin tahu hari ini kau sebagai pemimpin dunia persilat an. dia turut meloloskan pula pedang Kit hong kiamnya. menggunakan kesempatan dikala bukannya membalikkan diri. mengapa sewaktu sauya dikepung kepung bangsat berkerudung kau bisa muncul secara tiba-tiba untuk membantu?" Berbicara sampai disitu dia berhenti sebentar. Suma Thian yu segera berhenti. bila kau tidak memberi penjelasan yang terang. jangan harap bisa pergi meninggalkan tempat ini!" "Orang she Siau!" Suma Thian yu balas mengejek. apa lagi ketika mendengar suara lawan meloloskan pedang. apa lagi dalam gedungmu terkumpul begitu banyak jago lihay.

Seusai berteriak dia berkata sambil tertawa dingin: “Hanya berdasarkan beberapa persoalan yang tetek bengek ini kau ingin menfitnah aku Siau wi goan? Bocah keparat. bahkan terhadap perbuatan keji kawanan perampok berkerudung itu pun kau tidak memberikan reaksi apa-apa. bukankah kesemuanya ini semakin memperlihatkan jiwamu yang memang sudah busuk? Hmmm. teriaknya lagi: Selama ini lohu tidak menganggapmu sebagai kawanan percoleng. siapa sangka kau bocah keparat ternyata hanya manusia yang tak tahu diri. mengapa kau tidak renggut sekalian selembar nyawaku?" "Betul. lagi-lagi kau membunuh orang untuk menghilangkan saksi. Baik lah untuk memperpanjang umurku selama beberapa puluh tahun lagi. betul. apakah kau tidak merasa bahwa tindakanmu itu sangat mencurigakan? Kini setelah menyaksikan anak buahmu melakukan tindakan yang salah sehingga jejaknya ketahuan.Tiraikasih Website http://kangzusi. malahan membentak diriku agar berhenti. persoalannya sekarang adalah aku belum berhasil mendapatkan bukti yang nyata!" Bi kun Iun Siau wi goan semakin naik pitam sesudah mendengar jawaban mana. lohu akan mengalah sepuluh jurus untukmu. mendadak Bi kun lun Siau Wi goan mendongakkan kepalanya dan berteriak gusar..com/ Kalau toh. kau jangan menganggap aku sebagai seorang bocah yang baru berusia tiga tahun.. mengapa kau biarkan diriku disergap orang? Mengapa kau berpeluk tangan belaka membiarkan kawanan manusia laknat itu melarikan diri. begitu sepuluh . bersikap baik kepada mu. suara teriakan yang dipancarkan dengan disertai tenaga yang sempurna itu kontan saja menggetarkan seluruh penjuru dunia dan membuat daun serta ranting jatuh berguguran keatas tanah. jangan kau anggap semua perbuatanmu itu bisa mengelabuhi diriku dan membuatku bodoh selalu! Tatkala selesai mendengar perkataan tersebut. kau telah membalas kebaikanku dengan perbuatan keji. aku menerima dengan segelas kehormatan. bukan saja tidak mengejar..kau berniat untuk membantu.

ditatapnya Bi kun lun Siau Wi goan dengan sorot mata setajam sembilu.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Orang she Siau. begitu menyaksikan musuhnya berubah muka. tujuannya adalah memancing reaksi dari Bi kun lun Siau Wi goan. bisa jadi dia akan dianggap musuh umum oleh umat persilatan. dia masih membutuhkan suatu bukti yang nyata dan berada didepan mata sebelum anak muda tersebut dapat membunuh Siau Wi goan. Sekali pun demikian. Hanya saja. tiga tahun pun belum terhitung terlambat" kematian paman Wan yang begitu mengenaskan hingga kini belum dapat diungkap olehnya secara jelas. dia menjadi terang dan mengerti. sebab sedikit salah melangkah. kau betul-betul latah dan gila!" serunya dengan suara lantang. terpaksa harus dilihat bagaimanakah nasibmu nanti" Seandainya Suma Thian yu tidak mendengar perkataan itu. begitu mendengar ucapan mana. Orang bilang: "Seorang Kuncu membalas dendam. keadaannya masih mendingan. paras mukanya berbuat hebat.. Sebaliknya Bi kun lun Siau Wi goan sendiripun berperasaan serba bertentangan.com/ jurus sudah lewat. Suma thian yu dipaksa untuk membuka kartu. dia mendongakkan kepalanya dan berpekik nyaring. maka dia harus menahan diri dan bertindak sangat berhati-hati.. sewaktu berada diluar gua tempo hari. tapi sejenak kemudian telah pulih kembali seperti sediakala. Kontan saja ucapan mana membuat Bi kun lun Siau Wi goan menarik napas dingin. kau hendak mengalah sepuluh jurus untukku? Hmm kau anggap aku hanya seorang bocah cilik? Terus terang kuberitahukan kepadamu. apakah kau berhasil menangkan setengah jurus dariku?" Setelah keadaan berubah menjadi begini rupa. di samping dia ingin memperalat pemuda . tak terlukiskan rasa gembira dalam hatinya sekarang. kali ini selapis hawa napsu membunuh telah menyelimuti seluruh wajahnya. Sebetulnya Suma Thian yu berbicara demikian.

"Hmmm.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak ia bergerak dan melejit ke samping tambil berseru keras: "Jurus pertama!" Suma Thian yu menjadi amat gusar menyaksikan musuhnya hanya menghindar tidak membalas. Bi kun lun Siau Wi goan kelihatan agak tertegun tatkala menyaksikan lawannya menarik kembali serangannya. tetapi dipihak lain dia pun kuatir anak muda ini akan merusak dan menghancurkan semua rencana yang telah disusunnya selama ini. dengan perasaan tercengang bercampur gusar ia segera membentak. Selama ini Bi kun lun Siau Wi goan mengawasi terus ujung pedang lawannya. bila aku tidak meringkus kau pada hari ini. lalu ujarnya: "Bocah muda. . Mumpung kini berada ditengah alas yang sepi dan tiada manusia lain. tentunya kau anggap di dunia ini sudah tiada orang pan dai lagi!" Suma Thian yu tertawa sinis. begitu menyaksikan ujung pedang tersebut menusuk ke bawah teteknya. dengan jurus Ciong liong jiu hay (naga sakti masuk ke laut) pedangnya seperti seekor naga sakti menyodok jalan darah Ki kan hiat ditubuh Bi kun lun. dengan kemampuan yang kau miliki itu. setengah memaki teriaknya. apa salahnya kalau pemuda ini dibunuh saja agar tidak menmbulkan bibit bencana dikemudian hari? Berpikir sampai disitu. ia segera menarik kembali pedangnya dan tidak melancarkan serangan lagi. lohu sudah hidup setua ini. namun belum pernah dihina dan disindir orang dengan seenaknya seperti saat ini. "Kenapa kau? Bocah keparat. tampak dia maju ke depan berapa langkah. kau hendak membereskan aku?" Seraya berkata pedang Kit hong kiamnya diangkat sejajar bahu. sudah dibikin ketakutan?" Suma Thian yu mendengus dingin. napsu membunuh yang berkobar dalam dada Siau Wi goan makin menjadi. lalu tangan kananya bergerak ke atas.com/ ini.

sekalipun sedang berbicara namun ia telah bersiap siaga menghadapi se gala kemungkinan yang tak diinginkan. buktinya sementara pembicaraan masih berlangsung. ia sudah menyergap orang secara tiba-tiba. jika ingin bertarung. biasanya cara menyergap semacam ini akan menda-tangkan suatu hasil yang amat baik.. aku masih mengira kau takut menghadapi diriku! Beginipun ada baiknya juga. hmmm.. "Hehehehehe. Maka begitu pedang Siau Wi goan menusuk datang. Siau Wi goan telah menggerakkan pedang nya dan menyerang dengan jurus Ci kou thian bun (mengetuk langsung pintu langit). hayolah kita bertarung secara blak-blakan dan bertempur sampai titik darah penghabisan.. Ditinjau dari gerakan tubuhnya ini. Selama menghadapi manusia licik macam Bi kun lun Siau Wi goan. dia hanya maunya mencari keuntungan belaka." Ketika ucapan terakhir masih berada dibibir. orang memang selalu berprinsip "meski manusia tak berniat melukai harimau.. sauya tidak cocok denagn selera permainan seperti itu!" Bi kun lun Siau Wi goan kembali tertawa terkekeh-kekeh.com/ "Orang she Siau. kau tak usah sombong dan berlagak sok.. tidak sulit untuk diketahui betapa cepat dan sempitnya jalan pikiran Bi kun lun Siau Wi goan.. masih belum berhak bagimu untuk mengalah untukku. Kecuali berhadapan dengan seseorang yang berkepandaian silat sangat lihay. dia lantas berteriak lantang: "Sebuah serangan yang amat bagus!" Mendadak ia membalikan tangannya mainkan jurus Long kian sin ciau (ombak menggulung ular sakti). Untung saja kewaspadaan Suma Thian yu masih tetap tinggi. harimau justru ada niat melukai manusia". dengan mengandalkan kemampuan yang kau miliki itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. . kalu ingin bermain pura-pura mah. tampak serentetan cahaya hijau meluncur kedepan dan menusuk tubuh Suma Thian yu dengan kecepatan luar biasa. rupanya begitu. aku orang she Siau akan menyempurnakan keinginanmu itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Menyaksikan kejadian tersebut. Menyusul kemudian pedangnya berubah menjadi gerakan Im liong tham jiau (naga yang mementangkan cakar) langsung mencengkeram jalan darah kit hou hiat diatas tenggorokan Bi kun lun. Serangan Suma thian yu didalam menghadapi ancaman bahaya ini betul-betul amat hebat. ditambah pula Suma thian yu dengan serangan berantainya. pedang Kit hong kiamnya diputar menciptakan selapis bayangan pedang yang memenuhi angkasa. setelah itu teriaknya dengan perasaan terkejut! "Aaaah. ilmu pedang kit hong kiam hoat!" Sementara berseru.com/ Pedang Kit hong kiamnya seperti segulung ombak dahsyat langsung menyapu kedepan dan mengetarkan pedang Bi kun lun Siau Wi goan sehingga tergetar dari posisi semula. bukan setiap jago silat yang mempergunakannya dengan sempurna. ia kena di desak sampai mundur terus berulang kali. begitu serangan dilancarkan maka akan diketahui apakah musuhnya berisi atau tidak. tentu saja ia enggan menerima kerugian yang berada didepan mata. . tubuhnya telah melepaskan diri dari kurungan kabut pedang yang dipancarkan oleh Suma thian yu. Bi kun lun Siau Wi goan cukup mengetahui mutu suatu serangan. dengan amat dahsyatnya langsung mengurung ketubuh Siau Wi goan. hawa murninya yang terkumpul segera membuyar sebagian besar. Bi kun lun Siau Wi goan menjerit kaget. sebagai pemimpin dunia persilatan. siapa tahu Suma Thian yu memang berhasrat memberi pelajaran yang setimpal untuk Bi kun lun sehingga ia tahu diri. yang menjadi pantangan terbesar adalah memecahkan perhatian. Tiba-tiba ia berpekik nyaring. buru-buru dia menarik kembali pedangnya untuk mengutamakan keselamatan sendiri. bagaikan benduangan sungai Huang ho yang jebol. Bagi seorang jago silat. Bagi jago lihay yang bertarung.

. buru-buru dia me ngembangkan permainan ilmu pedang Kit hong kiam hoat ajaran paman Wan nya untuk melayani serangan musuh. semangat bertarungnya segera berkobar. dia menerjang lagi kedepan melakukan tubrukan.Tiraikasih Website http://kangzusi. . sebentar kedua orang itu bergu mul menjadi satu.. terdengarlah suatu benturan nyaring yang memekakkan telinga. dengan jurus Cuan im si gwat (menembusi awan mengejar rembulan) dengan membawa desingan angin serangan yang tajam ia langsung menusuk jalan darah Tham tiouw hiat di bagian tengah dada antara kedua tetek Suma Thian yu. Mendadak Bi kun lun Siau goan melejit ke udara dengan gerakan elang raksasa menentang sayap. padahal ia justru manfaatkan kesemppatan tersebut untuk menghimpun kembali hawa murninya disamping mencari titik kelemahan di tubuh Suma Thian yu sehingga dapat mempersiapkan serangan balasan yang mematikan" Begitu turun tangan Suma Thian yu berhasil mendesak mundur seorang jago silat yang memimpin dunia persilatan dewasa ini.. Bi kun lun Siau Wi goan yang lihay.com/ Sekilas pandangan ia seperti didesak mundur. sebentar lagi berpisah. keadaannya benar-benar sangat mengerikan. tidak menggubris apakah senjatanya cedera atau tidak. pedangnya berputar secepat kilat dengan jurus Ceng lui kan hong (guntur bergetar angin terbendung) dia lepaskan serangan balasan untuk menyongsong datangnya ancaman tersebut. "Traaang!" ketika sepasang pedang saling bertemu ditengah udara. Begitulah. Sudah barang tentu Suma Thian yu tak berani mengendorkan perhatiannya dalam menghadapi ancaman tersebut. akibatnya kedua orang itu sama-sama terdorong mundur sejauh satu langkah.. ia berpekik berulang kali lalu pedang Kit hong kiamnya dengan jurus Liong teng kiu siau (naga melom¬pat kelangit sembilan) ia langsung menggorok tengkuk Bi kun lun. situasi pertarungan yang berlangsung kian lama kian bertambah seru.

pertarungan yang kemudian berkobar sungguh menggetarkan sukma setiap orang.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tapi kini permainan pedang Kit hong kiam hoat dari Suma thian yu berbeda dengan permainan yang pernah dilakukan Wan liang dahulu.. Suma Thian yu memang sengaja membohonginya. mereka sering berkelana bersama sehingga kedua belah pihak sama-sama mengetahui keunggulan dan kelemahan lawan-nya. namun yang dia pelajari toh ilmu dari Kit hong kiam kek Wan Liang. dia pernah bersahabat karib dengan Bi kun lun Wi goan. dia cukup mengetahui akan kelihayan ilmu pedang kit hong kiam hoat tersebut. sambil bertarung ia pun bertanya: "Apa hubunganmu dengan Wan Liang? Cepat katakan!" "Guruku!" jawab Suma Thian yu singkat. Sementara itu Bi kun lun Wi goan makin bertempur makin terkejut. sekalipun dikatakan Wan Liang adalah gurunya juga tak salah.com/ Kedua orang ini.. Kejadian ini sama artinya dengan Wan Liang telah muncui kembali di dalam dunia persilatan. . Sementara ingatan mana melintas dalam benak Bi kun lun Siau Wi goan. sewaktu kit hong kiam kek Wan liang masih termashur dikolong langit dulu. tak heran kalau Siau WI goan dibikin terperanjat sekali. tapi yang berbeda adalah tenaga dalamnya justru setingkat masih diatas kemampuan Wan Liang pribadi.. Pertarungan sengit macam ini sulit dijumpai dalam dunia persilatan. kedua orang itu sama-sama mengeluarkan pelbagai jurus simpanan-nya untuk berusaha membunuh lawannya. memang ilmu pedang kit hong kiam hoat tersebut didapatkan dengan cara mencuri belajar. nampak kalau permainan itu ajaran dari Kit hong kiam kek Wan Liang. yang satu adalah pendekar besar dari golongan putih dan hitam sedangkan yang lain adalah seorang pendekar yang baru muncul di dunia persilatan. Kalau dilihat dari gerakan tubuh Suma Thian yu.

. dia merasa tak perlu berbicara sejujurnya menghadapi manusia licik seperti itu. sambil melompat keluar dari arena pertarungan. dikatakan kau adalah iblis pa¬ling keji yang ada didunia ini! Dikatakan pula binimu yang tak tahu malu itu adalah seorang perempuan jalang yang kebusukan hatinya melebihi ular berbisa!" Mimpipun Bi kun lun Siau Wi goan tidak menyangka kalau Suma Thian yu dapat mengucapkan kata-kata makian sekeji ini. melihat orang itu melompat keluar dari arena.. Beliau berada dalam keadaan sehat wal'afiat seperti sedia kala!" Bi kun lun Siau Wi goan segera memperlihatkan sikap seakan-akan merasa gembira sekali.. Terdengar Bi kun lun Siau Wi goan tertawa terbahakbahak.haaah....Tiraikasih Website http://kangzusi. ia lan tas menunjukkan sikap seakan-akan sangat ramah. "Apa yang dia katakan?" Siau Wi goan seperti ingin mengetahui sejelas-jelasnya. dengan mata melotot besar dan menggertak gigi menahan diri.. "Haah. apa gunanya?". tapi ingatan lain segera melintas dalam benaknya. Suma Thian yu segera berniat untuk menghadapi siasat lawan dengan siasat pula. " Suma Thian yu hanya mengiakan saja. kontan saja amarahnya memuncak.. serunya cepat: "Mengapa tidak kau terangkan semenjak tadi?" "Sekalipun kukatakann.com/ Siapa tahu Bi kun lun Siau Wi goan segera tertawa nyaring sesudah mendengar perkataan itu. bentaknya keraskeras: . "Ehmm. Maka sahutnya kemudian dengan lantang: "Berkat kemurahan Thian.haaah. jawabnya: "Setiap kali dia orang tua menyinggung tentang kau. Suma Thian yu berlagak serius. dia pasti akan mencaci maki dirimu kalang kabut.apakah gurumu berada dalam keadaan baik-baik?" Sebelumnya Suma Thian yu hendak mengatakan kalau gurunya telah meninggal dunia. "Apakah dia pernah menyinggung tentang aku?" tanyanya.

dia baru menjerit kaget. maksudnya adalah mencari kesempatan hidup ditengah keputus asaan. sementara pedang Kit Hong kiamnya bagaikan cahaya pelangi menusuk jalan darah Ki tong hiat di belakang punggung lawan. "Mati aku kali ini!" Dengan sedapat mungkin dia menerjang maju kemuka. tampak ujung baju terhembus angin.Tiraikasih Website http://kangzusi. apakah kau sudah bosan hidup?" Kembali dia menerjang ke muka. . gerakan tubuhnya menjadi bertambah cepat. langkah Ciok tiong luan poh ajaran Siau yau kay Wi Kian segera digunakan. menanti Bi kun lun Siau Wi goan menjumpai bayangan tubuh Suma Thian yu telah lenyap dari pandangan dan hawa dingin dari tusukan pedang sudah tiba dipunggungnya. Tapi Suma Thian yu mengikuti terus bagaikan bayangan. sungguh dahsyat dan mengeri kan sekali ancaman mana. dengan membawa segulung tenaga pukulan yang dahsyat bagaikan angin puyuh langsung membacok Giok seng kun dibelakang benak Suma Thian yu. Disaat yang amat kritis itulah. ujung pedangnya sudah menempel diatas bajunya. tahu-tahu dia sudah menyelinap ke belakang punggung Bi kun lun. tiba-tiba terdengar suara bentakan keras berkumandang memecahkan keheningan. Begitu Suma Thian yu gunakan ilmu gerakan tubuh Cok liong luan poh. sedikitlah tahu diri. dia membentak pendek. Sesosok bayangan tubuh yang bergerak cepat. Kemarahan Suma Thian yu telah memuncak dia merasa bukan cara yang tepat untuk mengulur waktu dengan manusia semacam ini karena itu serangan yang kemudian di lancarkan langung ditujukan kebagian mematikan ditubuh lawan. Mencorong sinar tajam dari balik mata anak muda itu. pedangnya diayunkan kedepan melepaskan serangan lagi dengan jurus Han Bwee tu luan (Bunga BWee mengeluarkan sari) dia tusuk dada Suma Thian yu.com/ "Bocah keparat! Kalau ingin berbicara.

Sambil tertawa Suma Thian yu berseru: "Oh. sungguh hebat tenaga pukulanmu. kepada Suma Thian yu katanya: "Tabiat orang itu memang sangat aneh. buat apa kau mesti ribut dengannya? . kemudian kakinya bergeser dan sekali berkelebat ia sudah melompat keluar dari arena pertempuran. rupanya saudara Si. ia berkata pula: "Kalian berdua adalah sama-sama orang sendiri mengapa harus saling bertarung?" Bi kun lun Siau Wi goan tidak mengucapkan barang sepalah katapun. ia saksikan ditengah arena bertambah dengan seorang pemuda berbaju hijau. Cepat-cepat pedangnya ditarik kembali. terpaksa dia harus mengutamakan keselamatan sendiri lebih dulu. Cun gan siucay Si Kok seng menggelengkan kepala sambil menghela napas panjang. Disaat Suma Thian yu berdiri tegak. Atas kejadian mana. ia tahu bila pedangnya dilanjutkan penusukan-nya kedepan. mendadak dia membalikan badan dan berlalu dari sana. akan tetapi sebagai resikonya diapun akan terhajar mati oleh serangan yang datangnya dari arah belakang itu. selembar jiwanya berhasil diseret keluar dari dalam neraka.Tiraikasih Website http://kangzusi. nyaris batang leherku kena kau tebas kutung!" Sambil tersenyum buru-buru Cun gan siacay Si Kok seng menjura dan meminta maaf. katanya: "Bilamana siaute telah bertindak ceroboh harap saudara Suma sudi memaafkan!" Kemudian sambil berpaling kearah Bi lun lun Sau Wi goan. saudara Suma. orang itu adalah Cun gan siu cay Si Kok seng. Berada dalam keadaan seperti ini.com/ Suma thian yu merasa terperanjat sekali. kemudian baru soal membalas dendam. Bi kun lun Siau Wi goan segera lolos dari lubang jarum kematian. niscaya Bi kun lun Siau Wi goan tewas diujung pedangnya. Memandang bayangan punggung Bi kun lun Siau Wi goan yang menjauh.

.. buru-bu sahutnya dengan nada minta maaf: "Tidak." "Saudara Suma. melihat wajah orang itu menunjukkan kejujuran. "Tolong tanya bagaimanakah hubungan saudara Si dengan Siau tayhiap. tidak. Cun gan siucay Si Kok seng termenung dan mempertimbangkannya sejenak. aku lihat belum tentu demikian. kali ini Suma thian yu memperhatikan perubahan wajah dan sikap Cun gan siaucay Si kok seng.. lalu dengan sikap yang menghormat tanyanya. ramah dan rendah diri. aku hanya bertanya sambil lalu saja. pada hakekatnya sama sekali taterdengar olehnya.. dia pun menyahut dengan suara hambar: "Ooh. kau masih marah kepadaku?" Suma Thian yu berseru tertahan. waktu itu dia sedang berdiri dengan pelba gai persoalan berkecamuk didalam benaknya. "Menurut hasil pengamatan siaute selama banyak waktu. setelah itu baru sahutnya.com/ Suma Thian yu tidak menggubris ucapan mana.. tanpa terasa Suma Thian yu melirik dan memperhatikan beberapa kejap Cun gan siau cay Si Kok seng. kau bertanya begini teliti tentang dirinya apakah kau menaruh curiga terhadap orang itu?" Ketika mendengar perkataan tersebut." "Persoalan apakah itu? Bolehkah diberitahukan kepadaku?" Si Kok seng bertanya lebih jauh. suka berteman...Tiraikasih Website http://kangzusi. buat apa kau menanyakan tentang soal ini?" "Bagaimana watak orang itu?" Sambil bertanya. satu satunya kejelekan yang dimiliki adalah wataknya yang berangasan.kami hanya pernah berjumpa beberapa kali saja.. periang. Apa yang barusan dikatakan Si kok seng. saudara Suma.. "Saudara Suma..? "Soal ini. tidak apa-apa. Pelan-pelan Cun gan siucay Si Kok Seng mendekati Suma Thian yu. aku rasa dia adalah se orang yang jujur. sesungguhnya .! Aku sedang memikirkan suatu persoalan . apakah kau mempunyai suatu rahasia yang sulit dibicarakan? Walaupun kita baru bersahabat beberapa hari..

empat samudra sebagai rumahku. yakni asal usul serta perguruannya. kau bermaksud hendak kemana?" "Aku mengembara tak menentu. tanyanya: "Saudara Suma. sekalipun ditanyakan lebih jauh juga tak bakal mendapatkan suatu hasilpun.. dia pasti menerangkan riwayat jago yang bercokol di sana serta keadaan daerah disekitarnya. Cun gan siucay Si Kok seng selalu menye lamurkan dengan masalah lain.. Setiap kali melalui suatu tempat." Cun gan siaucay Si Kok seng mengerti. bila kau mempunyai kesulitan. tidak apa-apa" Suma Thian yu menyangkal berulang kali. anggap saja diriku sebagai saudara sendiri. oleh karena itu Suma Thian yu sendiripun selalu menghindarkan diri bila berbicara soal . "terima kasih banyak atas perhatian saudara Si.Tiraikasih Website http://kangzusi. semua pembicaraannya amat santai dan persoalan apapun dibicarakan. Setiap kali Suma Thian yu menanyakan soal ini.. diantaranya dia pun membicarakan pula sedikit tentang sembilan partai besar dan beberapa orang jago yang menonjol dari golongan rimba hijau. bagaimana kalau kudampingi dirimu sepanjang perjalanan?" "Akan kusambut dengan senang hati" jawab Suma thian yu ringkas. kebaikanmu itu tak akan kulupakan untuk selamanya. bila ksu tak keberatan. akibatnya lama kelamaan hal ini menimbulkan kecurigaan di dalam hati Suma Thian yu.. Tapi ada satu hal yang tak pernah dibicira kan Cun gan siucay selama ini. dan kau. maka diapun mengalihkan pokok pembicaraan ke soal lain. asal siauje sanggup membantumu.com/ kita merasa saling mencocoki satu sama yang lainnya. utarakan kepada ku. Sepanjang jalan Cun gan Siucay Si Kok seng seperti ada maksud untuk membaiki anak muda tersebut. Maka berjalanlah kedua orang itu menuruni bukit.?" "Sama saja. sudah pasti akan kubantu dirinu dengan sekuat tenaga" "Aaah.

.." Secara ringkas dia lantas menceritakan apa saja yang telah disaksikan olehnya dalam per kampungan mana kepada Cun gan Siaucay Si Kok seng. Dengan perasaan ingin tahu. Dari kejahuan mereka berdua menyaksikan munculnya sebuah dusun dengan asap yang mengepul.Tiraikasih Website http://kangzusi. diantaranya dia sempat mencaci maki pula perbuatan biadab dari kawanan perampok berkerudung itu.. suasana remang mendatangkan perasaan murung bagi siapa pun. tanpa terasa Suma Thian yu teringat kembali akan pemandangan yang mengerikan dari perkampungan yang anggota keluarganya dibantai tempo hari.. lalu pelan-pelan berkata: . Mendengar penuturan mana. mengapa kau menghela napas? Kulihat sepanjang jalan kau selalu berkeluh kesah. "Peristiwa apa sih yang begitu kau risaukan?" Suma Thian yu menuding perkampungan di depan sana. parat muka Cun gan siaucay Si Kok seng berubah hebat. sehingga tanpa terasa dia menghembuskan napas panjang.. lalu menjawab: "Perkampungan itu telah memancing luapan perasaanku. karena disanalah kusaksikan suatu adegan pembunuhan yang mengerikan sekali. Hari itu mereka berdua tiba di kota Siau Kwan. terdengar Cun gan Siucay Si kok seng segera bertanya: "Saudara Suma. ia me mandang ke tempat kejauhan. apakah dalam hatimu terdapat ke murungan dan kesedihan yang tak terungkapkan?" "Tidak." jawab Suma Thian yu sambil menggeleng. hari sudah gelap dan burung terbang kembali ke sarangnya. aku hanya teringat akan suatu peristiwa berdarah yang mengerikan sekali..com/ riwayat hidupnya serta tanggung jawab serta tugas yang terbeban di atas bahunya.

. kemudian baru berkata: "Seandainya kalau perbuatan terkutuk ini dilakukan olehnya aku pasti akan membabalaskan dendam bagi sukma penasaran yang tewas dalam perampungan tersebut. bahkan menyesal telah mencurigai rekannya itu. setelah mengetahui perubahan dari orang itu. sebab tujuannya berkata demikian memang ingin mengetahui reaksi lawan. alis matanya berkenyit dan menggertak gigi menahan emosi.. ia dibuat terharu sampai tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. Cun gan Siucay Si Kok seng termenung beberapa saat lamanya. Semenjak kecil Suma Thian yu sudah hidup ditengah gunung yang jauh dari keramaian dunia. permainan caturnya telah berhasil menguasai posisi yang strategis. bila kau dapat memberitahukan keadaan waktu itu dengan lebih jelas.com/ "Ooooh. Dengan cepatnya pula segala macam kecurigaan yang semula dilimpahkan atas diri Si Kok seng. rupa nya kau mencurigai perbuatan tersebut dilaku kan oleh Siau tayhiap?" "Benar! Hingga kini aku masih mencurigai pembunuh keji itu adalah Siau Wi goan" Berbicara sampai disitu. tak heran kalau malam itu kau menanyakan soal mutiara. Cun gan siaucay Si Kok seng mengikuti terus perubahan sikap lawannya secara diam-diam.. maka setelah merasakan ucapan Si Kok seng yang gagah perkasa itu.rupanya begitu. hal mana akan lebih baik" Berbicara sampai disitu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma heng. Suma Thian yu segera memperhatikan wajah Si Kok seng lekat-lekat. itu berarti usahanya untuk mengendalikan Suma Thian yu dikemudian hari akan berjalan lebih mudah. diam-diam ia tertawa geli. hingga tugas yang dibebankan kepadanya pun bisa dilaksana kan dan tercapai pada apa yang diharapkan. seketika lenyap sebagian besar. dia lantas menunjuk kan wajah marah. segala macam kelicikan dan kebusukkan manunia masih asing baginya.. ia merasa menang.

. masing-masing mundur selangkah dengan ter peranjat. Tak terasa lagi dia segera berteriak gembira. Cun gan siucay Si Kok seng segera diperkenalkan kepada Thia bersaudara.. haaahh.rupanya saudara Thia. eeeh.... "Ooeh. "Duduk sebentar lagipun tak ada salahnya" Maka mereka berempat masuk kembali kedalam rumah makan. hidup manusia memang sering bertemu dilain tempat.. Ketika mendongakkan kepalanya Suma Thian yu segera mengenali orang itu sebagai Thi pit suseng (sastrawan berpena baja) Thi bersaudara. Baru saja melangkah masuk kedalam pintu. nampak dia manggut-manggut.haaahh. Sepanjang perjalanan kedua orang itu sudah merasa lapar. mereka berdua telah memasuki kota Siau kwan dan mencari sebuah rumah makan yang kecil ditepi jalan. dari balik ruangan berjalan keluar dua orang manusia.com/ Begitulah. meng apa kalian berdua bisa muncul disini?" Ketika Thi pit suseng Thia Cuau melihat orang itu adalah Suma Tbian yu. ketika empat orang saling bersua. bagaimana kalau kita duduk kembali sambil berbicara?" "Begitupun baik juga!" berbicara sampai disitu... maka tanpa dibilang mereka ber dua sama-sama membelok kedalam rumah makan tersebut... "Haaah.bukankah kau pergi keperusahaan Sin liong piaukiok? Mengapa bisa muncul dikota jelek dan sepi seperti ini?" "Tapi. Thi pit suseng Thia Cuan segera mengalihkan sorot matanya kearah adiknya. . Oleh Suma Thian yu..kami belum lama tiba disini. bila Thia toako tak ada urusan penting. panjang sekali untuk diceritakan" sahut Suma Thian yu sambil menghela napas..Tiraikasih Website http://kangzusi. Tuan im siancu Thia Yong tertawa manis hingga kelihatan dua baris giginya yang putih. "tempat ini bukan tempat yang cocok untuk ber bincang-bincang. diapun segera tertawa terbahak-bahak..

Cun gan Siucay Si Kok seng baru berpaling dan ujarnya kepada Toan im siancu Thia Yong sambil tertawa: "Nona Thia sudah terbiasa dengan hidangan disini?" "Bagus sekali" jawab Toan im siancu Thia Yong tersenyum hingga nampak sepasang lesung pipinya yang manis. Thit pit suseng Thia Cuan merasa sangat tak puas menyaksikan kejadian itu. boleh bawa kemari!" Pemilik warung itu mengiakan berulang kali dan segera berlalu dari situ. dia segera memaksakan diri untuk mentraktir. Tentu saja dalam rumah makan sederhana semacam ini.com/ Sedangkan Cu gan Siucay segera menaruh kesan yang baik begitu berjumpa Toan im sian cu dalam pandangan yang pertama. dia merasa pemuda ini licik dan tidak jujur. Padahal Cun gan siucay Si Kok seng berbuat demikian bukan bermaksud untuk memperli hatkan kedudukannya saja. . ia memanggil pelayan dan memesan sayur yang mahal harganya. segera selanya: "Sudahlah. hantar saja beberapa macam sayur seadanya!" Pemilik warung itu adalah seorang kakek berambut putih. Menyaksikan senyuman si nona. dia segera mengiakan berulang kali. kemudian tanyanya: "Apakah perlu arak?" "Tentu saja" sahut Cun gan siucay Si Kok seng lagi. "asal ada arak bagus yang berumur sepuluh tahun keatas. Untuk memperlihatkan sikapnya yang hangat. ia seperti merasa mendapat berkah yang tak ternilai harganya. akan tetapi berhubung orang itu adalah rekan seperjalanan Suma Thian yu maka iapun merasa sungkan untuk mengumbar amarahnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. tak mungkin bisa menyiapkan sayur yang mahal harganya itu. Menanti pemilik warung itu sudab berlalu. suka merayu dan tidak setia. Cun gan sisucay Si Kok seng segera merasakan jantung nya berdebar keras. Thi pit suseng Thia Cuan merasa tidak sabar menyaksikan kejadian tersebut.

. apa yang hendak di kerjakan selalu berusaha mencapai sukses. Itulah sebabnya. ia harus menyabar kan diri dan melayani pertanyaan Si Kok seng dengan sikap berpura-pura hangat. Dasar watak kaum gadis memang keras kepala dan ingin menang sendiri. ia tak . ditimbang jalan pikirannya sempit. Akan tetapi.. kendatipun Thia Yong merasa muak dan bosan berbincang-bincang de¬ngan Cun gan siaucay Si Kok seng. siapa tahu pe muda itu berlagak seakan. Padahal waktu itu Cun gan siaucay Si Kok seng sedang berbicara dengan asyik. tiga orang lain-nya merasa amat terperanjat.akan tidak melihatnya. Sedangkan Cun gun siaucay Si Kok seng dengan taktik merayunya berbicara tiada henti nya dengan Toan im siancu Thia Yong. bahkan berbincang-bincang dengan asyik nya. Menyaksikan rencana dan usahanya mengalami kegagalan total. mendadak ia menggebrak meja dan bangku berdiri. "Aku akan pergi dulu!" teriaknya keras-keras. Oleh tindakan yang amat mendadak dari si nona. kontan saja pemuda itu dibuat ter tegun dan memandang wajahnya kebingungan.com/ Perjamuan itu berlangsung sangat meriah... namun untuk memenuhi tuntutan pembalasan dendamnya terhadap Suma Thian yu. sepanjang perjamuan Suma Thian yu lebih ba nyak berbincang bincangdengan Thi pit su seng Thia Cuan daripada dengan lainnya. sekali..Tiraikasih Website http://kangzusi.. Di dalam perkiraannya semula. dia selalu dibuat sakit hati oleh jawaban sang pemuda yang amat tajam. tidak menyangka kalau gadis itu bakal bertindak seperti ini. kalau tidak maka dia akan berjalan sebaliknya meski tahu kalau jalan itu salah. setiap Kali Toan im siancu mencari kesempatan untuk mengajak Suma Thian yu berbicara.. cara terse but pasti akan memancing rasa cemburu dan perhatian dari Suma Thian yu. Toan im siatcu Thia Yong merasakan hatinya hancur lebur. dia bertanya ini itu tiada habisnya membuat si nona kadangkala merasa bosan dan muak..

.. dia memandang wajah Toan im siancu Thia Yong dengan sikap tertegun. Tampak dia turut bangkit berdiri. dia seperti telah menemukan teman yang mencocoki hatinya saja.. Sepanjang jalan." Berangkat. tanpa terasa dia pun memandang rendah diri Si Kok seng. Thi pit suseng Thia Cuan paling memahami tabiat dari adiknya ini. bagamanakah hubungan persahabatanmu dengan Si Kong seng?" xXx .. Cun gan siucay Si Kok seng ada niat untuk memperlihatkan kebolehannya dia selalu memimpin di paling muka bahkan kerap kali berpaling dan berseru kepada tiga orang rekannya agar berjalan lebih cepat. tindakan si nona yang amat tiba-tiba ini benarbenar tidak dipahami olehnya. diam-diam merasa geli.com/ habis mengerti didalam hal apakah dia telah melakukan kesalahan terhadap gadis itu. Padahai Suma Thian yu sendiripun berpendapat demikian. lalu ter tawa terbabakbahak.haah... sepanjang jalan selalu berada disampingnya bahkan berbincang dan bergurau dengan amat leluasa.Tiraikasih Website http://kangzusi.. maka semua tindak tanduknya Thia Cuan yang paling me mahami. baik. memang waktu sudah tidak pagi.. "Haaah... berangkat. Semenjak Thi pit suseng Thia Cuan berjumpa dengan Suma Thian yu. kita masih harus berangkat ke kota San tin untuk mencari penginapan" Keempat orang itu berangkat meninggalkan warung dan masing-masing mengerahkan ilmu meringankan tubuh yang sempurna berangkat menuju kekota San tin dengan cepat. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu. Pada saat itulah Thi pit suseng berbisik kepada Suma thian yu: "Suma hiante. apalagi sejak kecil dialah yang merawat adiknya ini.haah.

Tiraikasih Website http://kangzusi.Thi pit suseng Thia Cuan mengiakan. Sambil melanjutkan perjalanan.com/ "TAK BISA dibilang sangat akrab" jawab Suma Thian yu. "terutama sekali atas riwayat dan asal usulnya. sudah pasti bukan manusia baik-baik. lalu mempercepat langkahnya dan menyusul dibelakang Cun pan siaucay Si Kok seng dengan ketat. siapa yang sudah bosan hidup. pasti akan . bagaimana jika kita menembusi hutan lebat di depan sana?" Thi pit suseng Thia Cian buru-buru meng goyangkan tangannya mencegah: "Jangan. kau harus selalu waspada dan bersiap-siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan "Siaute pun berpendapat demikian" Suma Thian yu manggut-mauggut. "orang ini tidak jujur dan berjiwa munafik. "kami hanya bertemu secara kebetulan.. dialah yang akan menembusi hutan lebat itu". sampailah mereka di kota Han san tin.?" "Selama sepuluh tahun terakhir ini. Setelah melalui sebuah hutan yang lebat. jangan. hiante. Can gan siucay Si Kok seng yang berlarian kencang didepan mendadak menghentikan ge rakan tubuhnya. untuk mengurangi kesepian sepanjang jalan maka kami memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama "Ooooh.. lalu membisiknya. Mendengar perkataan tersebut.. lalu sambil berpaling kearah tiga orang dibelakangnya dia berkata: "Untuk menyingkat jalan. secara ring kas dia lantas mengisahkan perkenalannya dengan Si Kok seng. hingga kini ma sih menjadi sebuah tanda tanya besar". Suma Thian yu segera bertanya dengan wajah tercengang: "Apakah di dalam hutan itu terdapat ancaman bahaya yang amat besar. sorot matanya yang memandang kaku kedepan. setiap orang yang hendak pergi ke Kota Han san tin dari Siau kwan.. Thi pit suseng Thia Cuan hanya membungkam diri dalam seriba bahasa.

apa yang kemudian terlihat membuat kedua orang itu mundur selangkah dengan paras muka berubah hebat.. Toan im siancu Thia Yong ada maksud untuk memanasi hati Suma Thian yu... Thi pit suseng Thia Cuan dan Suma Thian yu merasa amat terperanjat setelah mendengar suara jeritan itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. segera tertawa terbahak-bahak sesudah mendengar ucapan itu. " Belum habis dia berseru.. Ternyata mereka menyaksikan sebuah tugu disisi hutan. segera teriaknya: "Adik Yong! Kembali... Melihat adiknya mengumbar napsu. serentak mereka meluncur ke depan dengan kecepatan tinggi. sebuah tugu peringatan yang terbuat dari tulang-tulang tengkorak manusia.. mendadak.com/ melingkari hutan lebat ini... Dari arah depan sana terdengar Cun gan siau cay Si Kok seng menjerit kaget dan melompat mundur kebelakang. disusul Toan im siancu Thia Yong menjerit kaget pula sambil menyingkir kesamping. Tiba dihadapan Cun gan siucay Si Kok seng. adik Yong. Thi pit suseng menjadi sangat gelisah.aku tak sudi menjadi pengecut macam kalian berdua!" Selesai berkata dia menyusul di belakang Cun gan siucay Si Kok seng dan lari menuju kearah hutan.. diatas tugu itu terlukiskan: ." Cu gan siucay Si Kok seng yang berada didepan.. mengenai apa sebabnya aku kurang begitu tahu... kemudian setelah mendengus dingin katanya: "Hmmm. ia segera mem buat muka setan kepada kakaknya dan anak muda itu. katanya: "Benarkah ada kejadian seperti ini? Aku orang she Si justeru tak percaya dengan segala tahayul!" Sambil berkata dia membalikkan badan dan meninggalkan jalan raya umuk lari ke arah hutan lebat itu.

di susul oleh Toan im siancu. teriaknya. segulung angin pukulan yang sangat dahsyat dengan cepat meluncur kedepan. dengan mendongkol Cun gan siucay Si Kok seng meludah. tak kuasa lagi dia menghela napas panjang.!" susunan tugu yang terbuat dari tulang belulang itu segera hancur berantakan dan berserakan diatas tanah.. namun suasana dalam hutan tetap sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun.. Kenyataan ini membuat Si Kok seng makin takabur. Thi pit suseng Thia Cuan merasa amat terperanjat setelah menyaksikan kejadian ini. baru saja ia hendak mencegah perbuatan mana.. buruburu serunya kepada tiga orang yang lain: "Serbu saja! Mari kita langsung menyerbu kedalam hutan tersebut!" Selesai berkata dia lantas berjalan paling depan memasuki hutan itu. "Manusia jadah dari manakah yang berani menggunakan benda-benda semacam itu untuk menakut-nakuti aku? Hmm. Baru saja ke empat orang itu memasuki hutan. Sesudah hilang rasa kagetnya. Begitu selesai berkata. aku Si Kok seng justru ingin mencobanya. tugu tulang belulang itu sudah hancur remuk. Selang beberapa saat mereka menanti. maka dia lantas mengajak Suma Thian yu menyusul dipaling belakang. disusul kemudian . mendadak terdengar suara tertawa dingin yang mengerikan berkumandang memecahkan keheningan. mendadak telapak tangannya diayunkan kedepan.. ia sadar bakal celaka. Thi pit suseng kuatir adiknya menjumpai mara bahaya. "Braaak." Nama Si Kok seng yang diucapkan terakhir sengaja diucapkan dengan sangat nyaring.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ "Kembali! Maju lebih kemuka berani mati" Ketujuh huruf itu amat besar dan semuanya tersusun oleh tulang manusia yang memutih.

dengan suatu gerakan yang cepat dia melayang turun diatas tubuh Si Kok seng. Suma Thian yu yang pertama-tama menerjang kedepan setelah mendengar seruan kaget itu. waktu itu api membara dengan terangnya menyinari sekitar tempat itu Ditengah hutan muncul sebuah tanah lapang... jangan bertindak gegabah.com/ suara pekikan aneh muncul dari empat penjuru dan menggema diseluruh hutan. ternyata didepannya terdapat sebuah tanah kosong seluas dua puluh kaki. Mendadak pandangan matanya terasa silau. apa lagi setelah mendengar suara pekik kan aneh itu. Jilid : 11 . tanpa sadar ke empat orang itu merasakan jantungnya berdebar keras. kau harus berhatihati. begi tu menyaksikan suasana gelap yang menyelimuti hutan tersebut.. ia sudah mendapat firasat jelek. apa lagi kalau tanah lapang itu terang benderang seperti disiang hari saja. suara kaget itu berasal dari lima kaki dihadapan mereka. Mendadak terdengar Cun gan siucay Si Kok seng menjerit kaget. hal ini lebih aneh lagi." Sembari berkata dia lantas melayang kesamping adiknya Toan im siancu dan diam-diam bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan. tanpa terasa bulu kuduknya bangun berdiri. kejadian ini sudah cukup mengherankan hati orang. Buru-buru teriaknya dengan suara keras: "Si siauhiap.Tiraikasih Website http://kangzusi. pengalamannya luas sekali. Thi pit suseng Thia Cuan sudah berpengalaman didalam menghadapi beratus-ratus kali pertarungan.

dia adalah Kang Pun san!" Thi pit suseng Thia Cuan berpaling. Ditengah jeritan kaget inilah. mendadak ia menjerit kaget: "Aaah.com/ TOAN-IM Siacu Thian Yong yang amat teliti. dia adalah Cha gi sut tikus bersayap) Kang Pun san.. . kemudian jengeknya sambil tertawa seram: "Hehehehehe. mendadak tampak empat sosok bayangan manusia melompat keluar dari kegelapan dari bergerak mendekat dari empat penjuru tanah lapang itu. bagaikan seilas cahaya kilat mengitari angkasa lalu lenyap.. lalu bertanya dengan nada tercengang: "Hiante kau kenal dia?" "Benar.. benda apakah itu?" Dengan perasaan terkesiap semua orang segera berpaling kearah mana yang ditunjuk nona Thia. "Aaah. Ternyata Toan im siancu Thia Yong telah menemukan sesosok mayat yang digantung di atas dahan sebatang pohon besar disudut sebelah barat. kemudian serentak mereka menjerit kaget. mendadak terdengar suara dengusan dingin yang lirih bergema memecahkan keheningan. aku orang she Si berada disini.gentong nasi seperti ini memang sudah sepantasnya mampus. Menyusul kemudian sesosok bayangan hitam meluncur keluar dari balik hutan. Sebenarnya kejadian apakah yang membuat keempat jago muda mudi itu menjerit kaget. ingin kulihat siapa yang berani mengusik diriku!" Baru selesai dia berkata. dengan menyapu sekejap sekeliling arena tersebut. waktu ia dikalahkan oleh nona Wan dalam perusahaan Sin liong piau kiok.Tiraikasih Website http://kangzusi... sungguh tak sangka ia telah tewas disini" Cun gan siucay Si Kok seng mendongakkan kepalanya dan memperhatikan jenazah si tikus bersayap Kang Pun san beberapa saat. Setelah keempat orang itu berjalan mendekat. Suma Thian yu lah yang pertama-tama menjerit kaget. kalian lihat.

segera serunya: "Aku mengira siapa yang datang.Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil tertawa tergelak. kearah dalam hutan bentaknya penuh keguiaran: "Setan alas. Dua orang diantaranya ternyata dikenal oleh Thi pit suseng Thia Cuan.com/ Semua orang merasakan pandangan matanya jadi silau. kalau beraninya hanya main sem bunyi dan menyergap orang secara diam-diam. tampaknya kalau orang sudah mendapat jodoh maka dimanapun selalu bertemu. orang yang berada disebelah kanan adalah lotoa dari Tiang pek sam sat (tiga malaikat bengis dari bukit Tiang pek) yang disebut Kiu tau siu (binatang berkepala sembilan) Li Gi. jalan darah Si Kok seng sudah tertotok dan jatuh tak sadarkan diri. ternyata kalian dua orang tangkeh dari Tiang-pek san. seluruh tubuhnya bergetar keras dan segera roboh terjengkang kearas tanah. kembali kita bersahabat lagi dengan mesrah" Diri ketiga orang kakek berbaju hitam itu... hal ini bukan perbuatan seorang enghiong hohan. terutama sekali ditengah kegelapan. Peristiwa itu terjadinya sangat mendadak. Ditengah suara pekikan yang aneh itulah mendadak terdengar tiga kali desingan angin tajam membelah angkasa. yang disebelah kiri ." Baru selesai Suma Thian yu memaki. darimanakah yang berada didalam hutan? Kalau punya keberanian hayolah munculkan diri. suaranya nyaring seperti lolongan srigala. mendadak terdengar tiga kali suara pekikan nyaring dikumandang dari tiga arah yang berbeda. Suma Thian yu menerjang maju kedepan.. se perti juga jeritan kuntilanak. menyaksikan kejadian itu ia merasa gusar sekali. suasananya terasa menggidikkan hati setiap orang yang mendengarnya. belum sempat mereka menyaksikan bayangan hitam itu. tiga orang lainnya tak sempat memberi bantuan. tibatiba Cun gan siucay Si Kok seng menjerit ngeri. ditengah arena tahu-tahu sudah bertambah dengan tiga orang kakek berbaju hitam..

hidung besar mulut besar dan bertampang seperti singa.com/ adalah kakek kurus bercambang. kau masih belum pantas untuk menanyakan nama sauyamu!" "Li lote" pada saat itulah terdengar Hui cha cun cu Kiong Lui berkata dengan suara dingin. Kiu tausiu Li Gi mengawasi Suma Thian yu dengan sorot mata setajam sembilu.Tiraikasih Website http://kangzusi. mukanya berubah menjadi merah padam. Thi pit suseng Thia Cuan melompat ke depan dan berdiri diantara Li Gi dengan Suma Thian yu. Garunya Sip hiap jin mo (Manusia iblis penghisap darah) Pi Ciang hay merupakan jago paling lihay dalam kalangan iblis. kemudian tanyanya penuh kegusaran: "Siapa kau? Apakah sudah bosan hidup?" "Hmm. Orang ini merupakan iblis paling keji dan paling ganas dalam dunia liok lim dewasa ini orang menyebutnya sebagai Hui cha cuncu (Rasul garpu terbang) Kiong Lui. dengan mengandalkan tampangmu semacam ini. sedangkan orang yang berdiri ditengah are na itu berambut sepanjang punggung. dia adalah losam Liat hwee siu (binatang berapi membara) Li Hiong. lalu sambil tertawa terbahak-bahak serunya: . lalu ujarnya: "Apakah kalian bertiga tidak kenal tulisan?" "Kalau kenal kenapa? Kalau tidak kenal kenapa pula?" Suma Thian yu balik bertanya. mata besar alias mata tebal. mukanya bengis dan menyeramkan. memakai gelang berbentuk rembulan diatas kepalanya. Waktu itu. "jagal saja dia kan beres? Buat apa mesti banyak bersilat lidah dengan dirinya? Kiu tau siu Li Gi tertawa seram. agaknya dia siap sedia melancarkan serangan. tulang belulang diseluruh tubuhnya bergemerutuk keras. dia membawa tongkat berbentuk rembulan. berusia enam puluh tahunan. bersama Hoat seng si (Mayat kaku hidup) Ciu Jit hwee mereka disebut Ih Lwe ji mo (sepasang iblis dari kolong langit). sepasang lengannya menjadi merah membara. binatang berkepala sembilan Li Gi menatap sekejap ketiga orang itu dengan sorot mata buas.

Melihat kemunculan Thi pit suseng. Kiu tausiu Li Gi tidak menyangka kalau tenaga dalam yang dimiliki lawan begitu sempurna. Terdesak oleh sisa angin pukulan itu. siapa tahu dari tengah jalan muncul seorang Tuia Kau kim.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu masih muda dan gampang diroboh kan. serahkan saja setan tua itu kepadaku. termakan oleh pukulan yang memaksa nya mundur. meledak hawa amarah dalam dada Thia Cuan. .com/ "Hiante. dengan jurus Ciang ing phu toh (Elang sakti menerjang kelinci) dia lansung mencengkeram batok kepala Thi pit suseng Thia Cuan. terkesiaplah hatinya. sepasang telapak tangannya melancarkan sekuah pukulan yang dahsyat menghantam tubuh Thi pit suseng.. Sambil membentak keras. Baru saja tubuhnya dapat berdiri tegak. kesepuluh jari tangannya dipentangkan lebar-lebar. baru saja dia akan memberi pelajaran kepada sang pemuda.. masing-masing pihak terdorong mundur selangkah ke belakang. tubuhnya seperti elang raksasa menerjang ke tengah udara. Dalam perkirarn Kiu tau siu Li Gi. dia terkejut bercampur mendongkol.!" terdengar suara ledakan keras menggema memecahkan keheningan. sementara telapak tangan yang lain digunakan untuk membacok ke atas. harap jangan marah. Melihat serangan yang begitu berbahaya dari lawannya. mendadak dia berpekik nyaring.. Tapi setelah berada dalam keadaan demikian terpaksa ia harus bulatkan tekad untuk meng hadapinya.. dengan jurus Siang hong tiau yang (sepasang burung hong menghadap mata hari) dia sambut datangnya ancaman lawan dengan sepasang tangannya berbareng. tiga dua gulung angin serangan itu saling ber tubrukan di tengah udara terjadilah pusingan angin yang menyebar ke empat penjuru. sepasang tangannya diluruskan ke depan. dia tahu kalau musuhnya yang ini sangat tangguh. telapak tangan yang satu digunakan untuk menyapu ke bawah. "Blaaammm.

Thi pit suseng Tia cuan sendiri. dihentikan jelas tak sempat lagi. dengan memperkuat posisi kuda-kudanya.com/ Sebagai murid kesayangan dari Heng si Cin jin. begitu menyaksikan Kiu tau siu Li Gi menerjang ke bawah dengan dahsyatnya. mukanya pucat pias seperti mayat. mendadak bentaknya keras-keras. Hui cha cun cu Kiong Lui yang menonton jalan-nya pertarungan dari sisi arena menjadi tetegun oleh kejadian itu. Kiong Lui mendeham beberapa kali. "Tahan!" Sepasang telapak tangan dua orang yang sedang bertarung sudah terlanjur di lancarkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. pelan-pelan dia bangkit berdiri kemudian ditatapnya Hai cha cun ca Kiong Lui tanpa berkedip. udara menja di gelap dan Kiu tau siu Li Gi mendengus ter tahan. walaupun terpengaruh juga oleh gelombang angin sera ngan itu. Menyusul kemudian tampak debu dan pasir beterbangan memenuhi angkasa. ia sama sekali tidak menjadi gugup. disaat Kiong Lui membentak keras itulah. melihat gerakan tubuhmu jelas semuanya merupakan kepandaian silat aliran Kun lun pay. kau berani mengelabuhi aku? Hmmm. ujung bibirnya basah oleh noda darah. Jurus serangan ini merupakan salah satu jurus yang dahsyat dari empat macam kepandaian Kun lun kim hoat. dengan jurus Kiau cong ki ku (memukul genta menghantam tambur) sepasang tangannya bersama-sama di sodok ke depan menghajar tubuh Li Gi. ditengah udara kembali terjadi suatu bentrokan keras yang menimbulkan suara ledakan dahsyat. padahal Bi kun lun Siau . kemudian dengan seorang tua yang berpengalaman dia bertanya: "Aoa hubunganmu dengan Bi kun lun Siau Wi goan?" "Aku sama sekali tidak kenal dengan orang ini" jawab Thia Cuan tegas. namun dia tetap sehat wal'afiat seperti sedia kala. Thia Cuan memiliki ilmu silat yang tinggi serta warisan langsung dari Kun lun-pay. "Bocah keparat. tubuhnya seperti bintang yang jatuh roboh ke tanah.

. kemudian sambil menuding keujung hidung sen diri serunya: Suma Thian yu paling benci dengan sikap latah dan takabur semacam ini mendengar. kalau mataku buta. serunya: "Bocah keparat. . per kataan tersebut ia mendengus dingin.belum pernah sauya dengar seorang manusia she Kiong dalam dunia persilatan.. maka sengaja kau pakai kata-kata yang mem buat untuk menggertak?" Padahal setelah mendengar lawannya she Kiong tadi. mendadak sepasang matanya melotot besar. masa kau tidak kenal dirinya?" Mendengar perkaraan tersebut. "Habahahahana. maksudnya adalah untuk memancing kemarahan musuhnya yang latah dan takabur ini. sinar buas me mancar keluar. ketua Kun lun pay sekarang. Hui cha cun cu Kiong Lui dapat menyaksikan sikap sinis anak muda tersebut. kemudian tertawa terbahak-bahak. Suma Thian yu sudah mengerti siapa gerangan orang yang dihadapinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. mungkin kau hanya seorang pra jurit tak bernama yang rendah kedudukannya. Tapi lantaran malu mengakui hal tersebut. setiap jago persilatan yang berkelana dalam dunia persilatan hampir semuanya kenal dengan lohu. mengingat usiamu masih muda dari tak tahu urusan.com/ Wi goan adalah murid kesayangan dari Leng-go cinjin. tapi dia sengaja mengejek. kau tidak puas?" Suma Thian yu memandang sekejap wajah Kiong Lui dengan pandangan sinis. matanya memandang sinis dan senyuman dingin menghiasi ujung bibirnya. aku enggan ribut denganmu.. sesudah tertawa seram.. masa kau tidak tahu?" Berbicara sampai disitu dia berkerut kening.. Thi Pit suseng segera memperhatikan Hui cha cun cu se kejap kemudian balik bertanya: "Maaf. tolong tanya siapakah nama besarmu?" "Bocah keparat.

ia maju selangkah mendekati anak muda itu. membawa tubuhnya melayang turun kebawah. kemudian toya berbentuk bulan sabitnya diayun ke pinggang lawan dengan jurus Heng sau jian kun (menyapu rata seribu prajurit). Setelah itu dia mempertinggi serangannya satu depa lebih ke atas. kali ini yang diancam adalah pinggang lawan. telapak tangannya segera diayunkan ke depan melancarkan sebuah bacokan. Gembong iblis kenamaan memang berbeda dengan kawanan jago lainnya. Liat bwee siu Li Hiong sudah melompat kehadapan Toan im siancu Thia Yang.com/ Betul juga. senjata Hou to pang berbentuk bulan sabitnya menyapu bagian bawah tubuh dengan membawa desingan angin tajam. lohu akaa memenuhi keinginanmu itu!" makinya sambil menahan geram.Tiraikasih Website http://kangzusi. selapis hawa pembunuhan yang amat tebal dengan cepat menyelimuti seluruh wajahnya. Berhubung tenaga serangannya begitu dahsyat. sekali pun terdiri dari baja aslipun tak sanggup menahan pukulan mana. . Tatkala Suma Thian yu menyaksikan ayunan senjata Hou tou pang berbentuk bulan sabit itu amat gencar dan cepat. Hui cha cun cu Kiong Lui kontan dibuat mencakmencak karena kegusaran. Hui cha cun cu Kiong Lui segera menahan tubuhnya dan menarik kembali senja ta Hou topang berbentuk bulan sabit yang di ayunkan ke muka tadi. "Weess! diiringi desingan angin tajam yang kuat. Dalam pada itu. dimana serangannya menyambar lewat secara lamat-lamat Suma Thian yu merasakan kulit badannya amat sakit. jangankan tubuh Suma Thian yu terdiri dari darah dan daging. Begitu serangan toyanya mengenai sasaran yang kosong. senjata toya Hou topang berbentuk bulan sabit itu menyambar lewat hanya beberapa inci dibawah kaki anak muda tersebut. buru-buru dia melejit ke tengah udara. ayunan toya tersebut paling tidak mempunyai kekuatan sebesar lima ratus kati. "Bila kau ingin mampus. Suma Thian yu tahu lihay terpaksa dia gunakan ilmu bobot seribu.

Sejak terjun ke dunia persilatan. Toan im siancu Thin Yong meloloskan sembilan pedang mestika dari pinggangnya lalu sebelum Lian hWee siu li hiong menyerang lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. belum mencapai sepuluh gebrakan. tanpa terasa ia memusatkan seluruh per¬hatiannya mengikuti jalannya pertarunan. gadis itu tak berani menyambut ancaman mana dengan kekerasan. Suma Thian yu yang bertarung dengan tangan kosong menghadapi toya Hou to pang berbentuk bulan sabit sudah mulai tak sanggup menahan diri. "Budak rendah! loya akan menemanimu bergembira!" Toan im siancu Thio Yong menduga sampai disitu. Tatkala Thi pit suseng Thia Cun menyaksikan adiknya sudah terjun ke arena pertarungan. ia sudah mengembangkan jurus-jurus mautnya sambi1 menerjang kedepan. Beraba dalam situasi yang kritis dan tegang seperti ini. Begitu lolos dari ancaman. ia sudan keteter hebat dan hanya sangaup menangkis belaka. belum pernah Suma Thian yu menghadapi mu suh setangguh ini. tu-buhnya melejit lima kaki ke tengah udara dengan gaya burung bangau terbang ke angkasa. pedangnya segera dicabut keluar dari sarung. gerakgeriknya juga enteng. bayangkan saja Hui cha cun cu sebagai tokoh kelas satu dalam dunia Liok lim dewasa ini. baik lwekang maupun gwakangnya boleh dibilang sudah mencapai tingkat yang sempurna. melihat serangan yang datang begitu dahsyat ibarat bukit Thay san yang menindih kepala. selain serangannya berat. tangannya meraba diatas gagang pedang dan siap memberi penolongan bilamana perlu.com/ Menanti lengannya diayunkan kedepan itulah dia baru membentak. toya Hou to pang seberat berapa ratus kati yang berada dalam permainannya ringan bagaikan toya kayu. gesit dan cekatan. dengan perasaan terperanjat ia menyingkir kesamping. mendadak ia berpekik nyaring. untuk sesaat dia dibikin geleng kepalanya oleh gerakan tubuh orang yang aneh dan cekatan. Dipihak lain. .

Selama ini Thi pit suseng hanya berpeluk belaka sambil menonton jalannya petrarungan massal. Hui cha cun cu Kiong Lui terhitung seorang gembong iblis yang sukar dihadapi. diantara perputaran yang kencang itulah pelan-pelan dia menyongsong bayangan pedang yang diciptakan Kit hong kiam tersebut. Dengan mengandalkan serangan tersebut. dia mendongakkan kepalanya memperhatikan sekejan ancaman lawan.com/ Serentetan cahaya biru memancar keempat penjuru dan amat menusuk pandangan mata.. sebaliknya Hui cha cun cu Kiong Lui kena tertekan oleh kekuatan lawan hingga kakinya amblas tiga inci kadalam tanah. kiranya kau adalah ahli waris dari orang she Wan" Sambil berkata tongkat Hou to pang nya di angkat keatas dan diputar bagaikan sebuah roda kereta. dengan cepat tubuh Hui cha cun cu dikurung rapat.. bagaikan sebuah jala perangkap ikan yang besar dan datang dari langit.. maka dia sendiripun tak kelewat terbaru napsu untuk turun tangan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu memainkan selapis kabut pe dang berwarna biru untuk melindungi badan. pedangnya segera berputar sambil melancarkan serangan gencar. Suma Thian yu segera mengembalikan posisi nya yang terdesak menjadi lebih mantap.. namun ia tetap berdiri tak bergerak. dengan Kiong Lui segera ber lempur sengit. dia tidak berani membantu karena kuatir menimbulkan suatu pertarungan massal. kemudian setelah tertawa dingin jengeknya: "Hehehehenehe. Dalam waktu singkat terdengar dua kali ben turan keras ditengah udara. dia pun mengerti menang kalah tidak bisa di temukan dalam waktu singkat. dia dapat melihat bahha kepandaian silat yang dimiliki kedua belah pihak berada dalam keadaan seimbang. pedang dan tongkat Hou to pang telah saling membentur keras hingga menimbulkan percikan bunga api. Menggunakan kesempatan dikala pedangnya bentrok dengan toya lawan. Suma Thian yu segera melayang turun keatas tanah.. .

keenakan kau si setan tua!" Dihak lain. Di pihak lain keadaan pertarungan antara Suma Thian yu melawan Hui cha cun cu justru merupakan ke balikannya. kini anak muda tersebut hanya memiliki sisa kekuatan untuk mempertahankan diri belaka. sambil menarik kembali pedangnya ia membentak: "Hmmm. ia tak memiliki tenaga untuk melancarkan serangan balasan. serangan demi serangan dilancarkan se cara gencar dan semuanya membawa deruan angin tajam yang memekikkan telinga. Liat bwee siu Li Hiong segera melepaskan dua buah serangan berantai dan melompat mundur lebih duluan. . Sedangkan Kiong Lui sendiri justru makin bertarung semakin perkasa. dengan suara dalam ia lantas memrmembentak: "Tahan!" Suaranya keras bagaikan guntur yang membelah bumi disiang hari bolong. semua ini membuat suasana dalam arena pepertarungan berubah lebih mengerikan.com/ Kurang lebih seperminuman teh kemudian empat orang yang sedang bertarung sengit di tengah arena teiah berhasil menentukan siapa menang siapa kalah. Thi pit suseng Thia Cian yang menyaksikan peristiwa ini menjadi sangat gelisah. ia tak memiliki tenaga lagi untuk mempertahanan diri. Toan im siam cu yang melancarkan serangan berantai mendesak musuhnya habishabisan.Tiraikasih Website http://kangzusi. senjata pentungan Hou to pangnya tak pernah mengendor sedikit pun. senjata Hou to pang nya dengan membawa deruan angin tajam membacok seluruh tubuh Suma Thian yu secara bertubi-tubi. tampaknya tiga jurus kemudian ia tentu keok. kalau di lihat dari keadaan si Liat hwee sin Li hiong sekalian. Tentu saja Toan im siancu tak ingin membangkang perintah kakaknya. Hui cha kun cu Kiong Lui seakan tak mendengar suara bentakan itu. bukan nya berhenti dia malah melancarkan serangan-nya makin gencar.

Thi pit su seng Thia Cuan segera berkerut kening. kepalanya terasa pening dan badannya lemas tak bertenaga. lebih baik ambillah dengan mengandalkan pandaian silatmu sendiri. dia menggetar pergi senjata Hou to pang lawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau anggap nyawamu masih bisa dipertahankan hingga sekarang? Hmm... sesungguhnya Suma Thian yu sudah kehilangan banyak tenaga. Menyaksikan peristiwa tersebut. terima kasih banyak atas kebaikanmu.haah. selain itu akupun tidak saling mengenal dengannya..haaah.. Hai cha cun cu Kiong Lui tak rela melepas kan usaha yang berhasil dicapainya selama ini. senjatanya kembali diputar membelah angkasa dengan jurus kay san to liu (membuka bukit air mengalir). secara keras lawan keras. mung-kia sedari tadi sudah berpulang ke alam baka" Thi pit suseng Thia Cuan tertawa terbahak-bahak. Tampak ujung bajunya berkibar terhembus angin kemudian tubuhnya menerjang kedepan secepat kilat. sepasang telapak tangannya dilontarkan kedepan. Hui cha cun cu Kiong Lui menghimpun tenaga dalamnya sambil membentak keras: "Orang sbe Thia.. cepat dia mengembankaan gerakan tubuhnya dan meloloskan diri dari kepungan lawan.. Suara bentakan dari Thi pit suseng barusan baginya ibarat sebaskom air dingin yang diguyurkan keatas kepalanya. kali ini dia membacok jalan darah Pek bwee hiat dibelakang kepala Suma Thian yu. kemudian menghadang jalan pergi Kiong Lui. bila kau menginginkan nyawaku." .. segera membuatnya sadar kembali. cuma sayang toaya sama se kali tidak ada sangkut pautnya dengan Siau Wi goan. hmm! Seandainya lohu tidak teringat kalau kau masih punya hubungan dengan Bi kun lun (Kun lun indah). Bagus sekali.. menda dak ia berpekik nyaring.. jadi kau ingin mencari keuntungan dalam air keruh. Melihat itu.com/ Setelah melalui pertarungan yang seru. "Haaah...

maka kau boleh pergi dari sini.. kau tidak menyaksikan jenasah diatas pohon itu? Inilah contoh yang paling baik bagi mereka yang bersikeras ingin melanggar peraturanku. maka dia mengusulkan untuk ber tarung sebanyak seratus gebrakan dalam permainan ilmu pukulan. tapi bocah keparat yang menggemaskan ini tak boleh meninggalkan tempat ini barang setengah langkah pun. Akan tetapi berhubung lohu mempunyai sumpah yang mengatakan bahwa setiap sahabat Bi kun lun akan kulepas.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian aku akan menggantungmu hidup-hidup diatas pohon agar ditonton semua orang!" . sebetulnya hanya ada satu jalan kematian saja... tidak tidak meninggikan kepala merendahkan derajat sendiri dibalik kelembutan terdapat nada keras.heeeh..com/ Suaranya datar. katanya: "Dengan mengandalkan kepandaianmu itu kau hendak menahan aku disini? Lebih baik gerakkan lagi senjata rongsokanmu itu. Tapi justeru karena hal tersebut.heeeh. dia segera tertawa dingin tiada hentinya: "Heeeh.. hari ini aku akan suruh kau menderita kekalahan secara puas lahir batin. berbicara dan cara tindak tanduk kalian semua.memang hal itu paling bagus. dari malu nya si gembong iblis itu menjadi naik darah. Pada dasarnya Suma Thlan yu adalah seorang bocah yang berjiwa keras dan tinggi hati. Suma Thian yu rugi didalam tenaga dalam yang tak berhasil melampaui kesempurnaan Kiong Lui. ucapan mana sege ra membungkamkan mulut gembong iblis itu.. bocah keparat. sauya akan melayanimu untuk bertarung seratus gebrakan.. Siapa tahu Hui cha cun cu Kiong Lui malah tertawa terbahak-bahak dengan seramnya "Hehehebebehe... mendadak dia membalikkan tubuhnya sambil tertawa mengejek. barang siapa berani masuk hutan harus mampus. Yang di maksudkan sebagai bocah keparat tak lain adalah Suma Thian yu.

tapi kalau tiga orang bekerja sama. "Perkataan seorang lelaki sejati berat bagaikan bukit karang".com/ Dengan lemah gemulai Toan im siancu dihadapan Hui cha cun cu. dalam sepuluh gebrakan bila aku gagal meng hancur lumatkan kalian. Mencorong sinar bengis dari balik mata Kiong Lui. mengganggu seujung ram butnya. Dalam sekilas pandangan saja Hui cha cun cu Kiong Lui sudah dapat menembusi jalan pemikiran ke tiga orang lawannya. Bayangkan saja ke tiga orang muda mudi itu adalah jagojago pilihan dari kaum muda. lalu serunya: "Jika kau berani. dalam sepuluh gebrakan kemudian kalian pasti akan mampus diatas genangan darah segar! . Thia Yong yang pertama-tama akan beradu jiwa paling dulu denganmu. berbulu dan berotot besar itu. ia bersiap sedia melancarkan serangan. Thia si hengte (dua bersaudara Thia) telah memperoleh warisan langsung dari Heng si cinjun.Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil mementangkan mulutnya yang lebar dia membentak: "Lebih baik kalian bertiga maju bersama. kemudian sambil menggulung bajunya hingga nampak lengan yang kekar. Diatas wajah mereka bertiga serentak terlintas perasaan memandang rendah yang amat sinis. dengan tangan terbuka lohu akan menghantar kalian pergi dari sini!" Benar-benar suatu ucapan yang amat sesumbar. Untuk bertarung satu lawan satu. mendadak ia melemparkan senjata Hou to pang nya ke depan kaki Liat hwee siu Li Hiong. kesempurnaan mereka terhitung jagoan nomor wahid dikolong langit. mungkin saja mereka masih belum sanggup. belum tentu ia sanggup merobohkan mereka dalam sepuluh gebrakan saja. sedangkan Suma Thian yu mendapat warisan keluarganya. sampai wak tunya jangan salahkan lagi kalau nona tidak mengenal ampun!" Sambil berkata dia lantas menggeserkan ba dannya dan berdiri disamping Suma Tbiau yu.

com/ Suma Thian yu tidak banyak bicara. jurus serangannya ganas dan mengerikan. dari samping ia menyerang dengan jurus Im liong tham jiau (naga sakti mementang cakar). dia masih menanti serangan balasan dari Hui cha cun cu dengan tenang. untuk kemudian melancarkan serangan dahsyat bila kesempatan baik telah tiba. Hanya Thi pit suseng seorang yang tidak berkutik. dia membacok tubuh Kiong Lai dengan jurus Ci kou thian bun (mengetuk pintu langit selatan). serangan yang berkelebat secepat sambaran kilat. Mendadak Thi pit suseng membentak nyaring. menghadapi ancaman tersebut ia tidak menjadi gugup atau panik. Ditunggunya serangan lawan hampir menca pai tubuhnya ketika secara tiba-tiba dia memutar tubuhnya melancarkan serangan balasan. seakan-akan dia bermaksud memanah dua ekor burung dalam sekali bidikan. sesunguhnya dibalik ancaman mana tersembunyi dua gerakan lain yang dipersiapkan untuk mundur.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika sampai ditengah jalan. dia mengubah serangan pu kulannya menjadi cengkraman dan mencengkeram belakang kepala lawan. tahutahu sudah tiba di depan Thia Yong. segera menghimpun segenap tenaga dalamnya kedalam lengan. . Toan im siancu tidak ambil diam. sekilas pandangan serangan mana kelihatannya cepat seperti sambaran kilat. Benar-benar lihay Hui cha cun cu ini. tubuhnya menerobos masuk kedalam arena kemudian telapak tangannya diayunkan ke muka membabat jalan darah Leng tay hiat di punggung Hui cha cun cu. Serangan yang dilancarkan Suma Thian yu maupun Thia Yong sesungguhnya cuma serang an tipuan belaka. agaknya ia telah berhasil menebak jitu suara hati kedua orang lawannya. lalu sambil menggunakan ilmu pukulan Tay cing to liong ciang ajaran gurunya Put gho cu.

com/ Waktu itu sesungguhnya Hui cha cun cu Kiong Lui sedang bersyukur karena serangannya akan segera berhasil mencapai sasaran. Toan im siancu mengalami nasib seperti kakaknya. tenaga dalam yang disertakan benar-benar luar biasa dahsyatnya. kini didalam arena tinggal Suma Thian yu serta Toan im siancu yang sudah lelah karena kehabisan tenaga. tak selang dua gebrakan ke¬mudian. Masih untung Hui cha cun cu Kiong Lui masih teringat akan sumber perguruannya serta hubungan-nya dengan Siau Wi goan. diam-diam ia mengertak giginya keras-keras. Serangan ini dilepaskan dalam keadaan gusar. ia membalikkan badan dan melepaskan serangan balasan. coba kalau tidak begitu. dadanya terasa sakit sekali. Begitu Thi pit suseng mundur kebelakang. Ketika Thi pit suseng Thia Cuan termakan oleh sapuan tangan pukulan itu. mendadak dia merasakan tibanya desingan angin tajam dari arah belakang.Tiraikasih Website http://kangzusi. semuanya merupakan jurus penolong dari ilmu pukulan Tay cing to liong ciang. Betapa hebatnya serangan itu bisa dilihat dari Hui cha cun cu Kiong Lui yang tak berani menyongsong serangan itu . secara beruntun dia melepaskan tiga buah serangan berantai masing-masing dengan jurus Kun kun to coan ( Dunia diputar balik) Kui seng ti to (Bintang kejora jatuh jumpalitan) dan Sian hong sau soat ( Angin berpusing menyapu salju). badannya sege ra mundur beberapa langkah dengan sempoyongan. Berada dalam keadaan begini harus mengesampingkan dulu kedua orang musuhnya yang berada didepan. sadarlah dia bahwa isi perutnya telah terbakar. asal dia menambah tenaga serang annya dengan dua bagian tenaga saja. niscaya Thi pit suseng sudah tewas seketika. kenyataan tersebut kontan membuatnya menjadi tertegun. Dengan demikian tinggal Suma Thian yu seorang yang harus berjuang mempertahankan diri. isi perutnya menderita luka dan roboh terduduk diatas tanah.

petikan nyaring ter sebut seketika itu juga menawarkan suara gemuruh guntur yang mengelegar diangkasa. Ketika memandang lagi kearah Hui cha cun cu. "Hiante. sambil berpekik nyaring degan membawa luka dia menerjang ke arah Suma Thian yu. dia sudah me lesat kesamping untuk menghindarkan diri.com/ dengan kekerasan. Semua orang yang semula tertegun oleh suara guntur. tak sempat memandang sekejap lagi. lalu seperti sekilas cahaya yang membuyarkan awan hitam. dengan cepat merasakan hatinya menjadi tenang kembali. bagaikan seekor naga bengis meninggalkan samudra. cepat mundur! Dia telah menggunakan Pek lek si hun ciang (Pukulan geledek pembetot sukma)!" Baru selesai Thi pit suseng berseru. Tampaknya dari sepuluh gebrakan yang di janjikan kini tinggal dua gebrakan lagi. Ketika Suma Thian yu mendongakkan kepala. di tengah angkasa telah bergema suara geledek yang menggelegar dengan nyaringnya. ditengah udara berkumandang pekikan nyaris yang memekakkan telinga. Disaat yang amat kritis inilah. bila Hui cha can cu Kiong Sui gagal merobohkan musuhnya. secars beruntun dia mengegos sebanyak tiga kali.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan membawa deruan angin puyuh dia menyambar keatas kepala Suma Thian yu. seketika itu dia sedang mengayunkan sepasang telapak tangannya dan . wajah berubah pucat. terpaksa dia harus menghantar lawan-lawannya ini untuk berlalu dari daerah terlarang itu. tubuhnya melejit setinggi tiga kaki ketengah udara. Mendadak Hui cha cun cu Kiong lui berpekik nyaring. dia jadi terperanjat. kemudian melompat sejauh satu kaki lebih. untuk sesaat mereka seperti melupakan tragedi yang sedang terjadi didepan mata. Thi pit suseng Thia Cuan yang menyaksikan peristiwa itu segera melupakan tenaga dalam yang dideritanya.

com/ secepat kilat meng hantam tubuh Suma Thian yu. hal ini mana mungkin bisa terjadi? Seorang bocah lelaki yang masih berusia sebelas dua belas tahunan.. kembali ada jiwa yang akan mela. Sementara semua orang masih tertegun.Tiraikasih Website http://kangzusi. keadaannya berubah seperti tikus berjumpa kucing. masih bersifat kekanakkanakkan.. lagi-lagi kau membuat kejahat an disini". maka setelah berjumpa dengan bocah lelaki itu.. dengan entengnya dia melayang turun kembali kepermukaan tanah. hanya sekejap kemudian. lalu sepasang telapak tangannya segera ditarik kembali.?" Sungguh menggelikan sekali keadaan Hui cha cun cu Kiong Lui yang telah berusia enam puluh tahunan itu. Tampaknya suara pekikkan nyaring yang membetot sukma itu telah mengacaukan pikiran Hui cha chun cu. dia sedang berdiri ber tolak pinggang sambil mencaci maki: "Kiong Lui. kalau tadi sikapnya garang angkuh dan jumawa sekali. sikapnya menghormat dan tunduk sekali. tahu-tahu ditengah arena telah berdiri seorang bocah lelaki berusia sebelas dua belas tahunan. seperti barung yang hinggap dia atas tanah. Heran! Mungkinkah suara pekikan tadi berasal dari bocah lelaki yang masih ingusan ini? Kalau memang begitu. yang disini.. siapa tahu pada saat itulah suatu kejadian aneh telah berlangsung. bagaimana mungkin bisa memiliki ilmu silat yang begitu lihaynya? Tapi cahaya kilat yang terlibat tadi sudah jelas merupakan bayangan tubuh dari bocah ini selain dia siapa lagi? Tampak sepasang kening bocah lelaki itu menonjol tinggi sekali. sesosok bayangan manusia nampak berkelebat lewat dari balik hutan. hmmm. bukankah bocah lelaki ini adalah seorang bocah ajaib didunia ini? Tapi rasanya hal ini mustahil. tak bisa ma¬suk akal. seandainya aku tidak datang tepat waktunya. . tampak tubuhnya buru-buru berjumpalitan di tengah udara.! Apakah kau sudah melu pakan dengan kata-katamu tempo hari.

rambutnya di gulung menjadi satu. "Benar-benar lihay sekali tenaga dalam orang ini. ambil dan bacalah sendiri!" Suma Thian yu makin terperanjat lagi sete lah mendegar perkataan itu. kecuali itu tidak terlihat sesuatu gejala lain yang istimewa. buru-buru dia menyambut surat itu dan dibuka lalu dibaca isi-nya.Tiraikasih Website http://kangzusi. diatas surat itu hanya tercantum beberapa huruf yang berbunyi: "Datanglah segera selesai membaca surat ini" . ia melarangku bermain denganmu" sahut bocah lelaki itu terus terang. tampak dia mengena kan baju berwarna putih bersih.com/ Semua orang lantas mengalihkan perhatian nya kewajah bocah itu. siapa yarng kesudian bermain disini?" Ibuku bilang kau adalah telur busuk terbesar didunia ini. matanya besar lagi bulat. Akan tetapi sikap Hui cha cun cu Kiong Lui bagaikan sedang menghormati dewa pujaannya saja. Sementara itu sibocah telah memperlihatkan dua baris giginya yang putih bersih sambil menegur: "Siapa yang bernama Suma Thian yu?" Agak tertegun Suma Thian yu mendengar pertanyaan itu. setelah termangu sesaat buru-buru sahutnya: "Akulah orangnya" Bocah lelaki itu segera mengamati Suma Thian yu sekejap. sepasang matanya melotot besar dan memancarkan sinar berkilauan. Mendadak bocah lelaki itu berpaling. dengan sikap yang amat menghormati dia berkata: "Sobat kecil. kemudian katanya: "Tak heran kalau ibuku mencarimu. nih! Disini ada sepucuk surat untukmu. Suma Thian yu yang mendengar perkataan itu menjadi amat geli sekali sehingga tak tahan ia tertawa terkekeh. wajahnya menarik dan menyenangkan. entah bagaimana cara berlatih?" anak muda itu segera berpikir. kenapa sudah lama kau tidak bermain kemari? Lohu sangat rindu kepadamu!" "Huuuuh.

asal sobat kecil telah mengambil alih hutang tersebut. Siapakah bocah ini? Siapa pula ibunya? Ada urusan apa dia khusus datang kesitu untuk mencarinya? Siapa musuh besanya? Apa sangkut pautnya dengan dirinya? Serentetan pertanyaan tersebut membuat Suma Thian yu menjadi sangat murung dan tak tahu apa yang mesti dilakukan. tentu saja lohu tak bisa berkata apa-apa lagi. kita akan kemana?" Suma Thian yu segera bertanya: "Tentu saja ke rumahku!" Sambil menyahut bocah itu segera menarik tangan Suma Thian yu dan siap berlalu dari situ. sekembalinya kerumah nanti. sampaikan salamku untuk ibumu! . tidak. Dengan wajah termangu Suma Tnian yu mengawasi wajah si bocah itu lekat-lekat. setelah menatap sekejap wajah Kiang Lui dengan gusar.. serunya kembali: "Kau kuatir tidak bisa menagih kembali? Hutang apa sih? Biar aku saja yang membayarkan baginya" "Oooh. untuk sesaat dia menjadi gelagapan hingga tak sepatah katapun sanggup diutarakan. Sambil tertawa cekikikan bocah lelaki itu segera menegur: "Bila kau selesai membaca. pelbagai ingatan segera berkecamuk didalam be naknya membuat dia terasa pusing umuk memikirkannya. mari kita segera berangkat!" "Tolong tanya sobat kecil. mencorong sinar tajam dari matanya.. Mendadak terdengar Hui cha cun cu Kiong Lui membentak keras: "Tungqu sebentar! Sobat kecil. dia masih berhutang kepada lohu. tidak!" Hui cha cun cu segera menampik..!" Bocah lelaki itu segera berpaling.com/ Dibawahnya tidak nampak tanda tangan atau kode tertentu dari penulis surat itu.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Begitu bocah lelaki itu selesai berkata. tampaknya kau mencari penyakit!" Sambil berkata dia lantas mengayunkan telapak tangannya menghantam wajah bocah lelaki itu.com/ Bocah lelaki itu mendengus dingin. Tiba-tiba dua bersaudara Thia berpekik nysring.. ia segera berlalu meninggalkan hutan tersebut.. bukan aku yang berhak menjadi mak comblang.. dua bulan kemudian dia pasti akan mengunjungi kalian berdua di bukit Kun san telaga Tong ting ou". siapa namamu dan dimana rumahmu?" Dengan tak sadar bocah lelaki itu menukas: "Kau takut aku akan melalapnya hidup-hidup? Paling cepat sebulan paling lambat dua bulan." Belum habis dia berkata.. Sambilmenjura Th i pit suseng Thia Cuan segera menegur: "Tolong tanya sobat cilik.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian ini segera berseru dengan amat gelisah: "Nona Thia. se lembar wajah Toan im-siancu Thia Yongpua turut berubah menjadi merah padam seperti apel yang masak. sehingga dua bersaudara Thia pun turut merasa keheranan. bocah lelaki itu telah membentak pula dengan suara keras: "Ayo berangkat! Tempat ini bukan tempat yang aman" Kalau dibicarakan sesungguhnya sukar masuk diakal. Dengan cepat Toan im-siancu Thia Yong bertanya: "Dimanakah rumah kediamanmu?" Kali ini si bocah lelaki itu tertawa cekikikan. namun caranya berbicara seperti orang dewasa. "Tak usah kuatir. kedua orang itu segera melompat ke depan dan menghadang jalan pergi bocah itu. tanggung dia dapat berjumpa lagi dengan kalian berdua" Walaupun usia bocah lelaki ini masih muda.. dia lantas mendesis dan berseru sambil melotot: "Hmmm. Suma Thian yu hanya melihat bocah kecil itu mengangkat .

dia memarik tangan suma thian yu dan menembusi hutan itu. diatas ma nusia masih ada manusia. kendatipun Toao im sian cu Thia Yong lebih bina1 dan wataknya lebih aneh pun. semua jalanan yang mereka lalui sebagian besar adalah jalan perbukitan yang sempit dan curam. Kali ini mereka tidak bergerak ke arah bukit Han-san melainkan justru berbalik ke jalan kecil. sudah pasti ada orang lain yang jauh lebih lihay daripadanya. tentu ada bukit lain yang jauh lebih tinggi. tampaknya soal ilmu silat memang tiada tara dalamnya" Apa yang di katakan orang kuno memang tidak salah. pikirnya: "Diluar langit masih ada langit. . Diam-diam Suma Thian yu menghela napas panjang. dengan begitu dia masih bisa membuntuti selalu lima langkah di belakang bocah lelaki itu. selihay-lihaynya kepandaian seseorang. Untung saja Suma Thian yu memiliki ilmu silat yang hebat. namun langkahnya enteng dan cepat hing ga kalau dilihat dari tempat kejauhan. Dengan demikian.Tiraikasih Website http://kangzusi. mau tak mau dia harus merasa kagum dan tunduk terhadap bocah itu. setinggi-tingginya sebuah bukit. tahu-tahu ia sudah dikirim ke sisi badan kakaknya.. sepa sang kakinya seakanakan tidak menempel di atas tanah.. Sekarang Suma Thian yu baru benar-benar dapat menyaksikan kesempurnaan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki bocah lelaki itu. Buru-buru dia memberi tanda kepada kakaknya dan berlalu dari situ. wajah bocah lelaki itu nampak berseri. jangan dilihat bocah itu bergerak dipaling de pan.com/ lengannya. tahu-tahu seluruh badan Toan im siancu sudah melayang ditengah udara seperti selembar daun yang ter hembus angin puyuh. Melihat kejadian tersebut. Ilmu meringankan tubuhnya pun amat sempurna.

mungkinkah bocah ini salah mencari orang? Malam itu udara gelap gulita. hal ini membuat hatinya diam-diam merasa amat gelisah. siapakah dia? Sambil berlarian menempuh perjalanan be nak Suma Thian yu dipenuhi oleh pelbagai per soalan yang memusingkan kepalanya. tapi saat itu dia tak sanggup melihat pemandangan yang berada satu kaki dihadapannya. bisa dibayangkan pula sampai dimanakah taraf kepandaian silat yang di miliki ibunya? Tapi dalam dunia persilatan belum pernah terdengar nama seorang jagoan perempuan semacam itu. tiada rembulan. Walaupun Suma Thian yu memiliki kepandaian untuk melihat dalam kegelapan. Sebenarnya dia ingin bertanya kepada bocah itu ke manakah mereka hendak pergi. tapi dia pun kuatir ditertawakan oleh pihak lawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. hanya bintang yang betebaran memenuhi angkasa. . kali ini dia menempuh perjalanan dengan meng gunakan ilmu meringankan tubuh Pat pah kan cian (delapan langkah mengejar comberet). terutama sekali dalam surat tersebut tidak dicantumkan nama maupun tanda tangan. baik ilmu lwekang.com/ Bayangkan saja berapa usia bocah lelaki yang masih bau kencur ini? Tapi dalam kenyataan-nya. tanpa menunggu persetujuan dari Suma Thian yu lagi dia lantas menghimpun tenaga dalamnya dan berganti gerakan tubuh. padahal kalau tidak ditanyakan hatinya terasa amat kesal dan gugup. Bila ditinjau dari kepandaian silat yang di miliki bocah ini. bagaimana kalau kita mempercepat sedikit perjalanan kita?" Selesai berkata. Mendadak bocah lelaki yang sedang berlarian di muka berpaling seraya berseru: "Sudah hampir sampai. belum tentu kepandaian silatnya bisa mencapai tingkatan demikian hebatnya. sekalipun sejak berada dalam kandungan ibunya dia sudah mulai melatih diri. gwakang maupun ginkang semuanya telah mencapai puncak kesem purnaan.

buruburu dia menghimpun tenaga murnuinya dan mengembangkan ilmu meringankan tubuh Leng kong siu tok yang sangat lihay itu. menembusi beberapa bukit. Sedemikian jengahnya pemuda itu. padahal waktu kedatangan kita masih terlambat setengah kentongan daripada waktu telah kutetupkan sebelumnya!" Ucapan tersebut tak ubahnya menyindir ketidak becusan Suma Thian yu dalam melakukan perjalanan. Tiada hentinya bocah lelaki didepan itu ber paling dan melihat apakah Suma Thian yu ber hasil menyusulnya atau tidak. entah oerapa jauh sudah mereka berjalan akhirnya terdengar bocah lelaki itu bersorak gembira: "Sudah sampai. si bocah lelaki itu segera berkata sambil tertawa cekikikan: "Tampaknya aku telah membuatmu kepayahan. namun sepanjang jalan dia tak pernah berbicara lagi walau se patah kata pun. bagaikan peluru yang melejit kedepan. hijau sebentar. dengan badan lemas. Dengan cepat dia berpaling ke arah puncak bukit didepan sana. panas sebentar. membuatnya untuk sesaat tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. kontan saja paras muka anak mu da itu berubah menjidi merah sebentar.com/ Tentu saja Suma Thian yu tak berani berayal pula. didepan sana adalah rumahku" 000O000 WAKTU ITU Suma Thian yu sudah kehabisan tenaga. seluruh badannya basah kuyup oleh keringat. Setelah menempuh suatu perjalanan yang cukup panjang. Menyaksikan keadaan itu. napas tersengkal-sengkal.Tiraikasih Website http://kangzusi. sehingga seandainya disana terdapat sebuah lubang gua. niscaya dia sudah menerobos masuk ke dalam untuk menyembunyikan diri. dingin sebentar. mendadak ia tidak men¬jumpai rumah seperti yang . hal mana semakin menambah misteriusnya suasana. rasanya tak terlukiskan dengan kata kata. ia mengejar lawannya dengan ketat.

atau bila dia bersayap dan sanggup terbang melampauinya. "Ing ji memang cukup binal. akan tetapi sewaktu tidak menjum pai jalan tembus disitu. dibelakang bukit sana" jawab si bocah sambil menunjuk kedepan sana. dia semakin keheranan. bukankah dia sudah menjadi dewa bukan manusia lagi.?" Sementara itu terdengar sibocah sedang ber gumam seorang diri. dia tak mau menunggu aku sebentar lagi. jangankan manusia. Orang hanya mungkin mencapai puncak seberang bila dia menuruni lembah jurang itu le bih dulu. hmmm. sekalipun binatang juga belum tentu bisa melampauinya. Diam-diam Suma Thian yu berpikir lagi: "Kau punya cara apa? Memangnya bisa ter bang menyeberangi jurang ini? Kalau memang demikian. Ternyata antara tempat dimana mereka ber ada sekarang dengan bukit yang berada dise berang sana dipisahkan oleh sebuah jurang yang lebarnya kurang lebih tiga puluh kaki. "Tentu saja ada caranya. hatinya lantas menjadi lega. sambil meman dang wajah si bocah itu tanyanya agak terdengung: "Sobat cilik. dimana rumahmu?" "Itu dia. "Bagaimana cara kita menyeberang kesana?" dengan perasaan tercengang akhirnya Suma Thian yu berseru.. tahu kalau aku bakal datang terlambat.. segera pikirnya lagi: "Mungkinkah bocah lelaki ini masih mempunyai seorang adik perempuan yang lebih kecil?" . sebentar aku harus menghukum dia" Ketika Suma Thian yu mendengar dikebut kannya nama "Ing ji". keningnya lantas ber kerut dan wajahnya memperlihatkan rasa ke sulitan. Suma Thian yu melihat tempat yang ditunjuk adalah bukit didepan sana. kecurigaan segera timbul. harap kau kau jangan kelewat terburu napsu" sahut si bocah cepat.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ dikatakan bocah uu.

keras dan mengagumkan. jangan harap ia bisa berbuat demikian. burung tersebutlah sebagai sarana angkutan untuk menyeberangi jurang itu. Diam-diam Suma Thian yu menghela napas panjang. tampaknya ia seperti ada maksud untuk mempermainkan si lelaki tersebut. Dengan cepat Suma Thian yu menjadi mengerti. kemudian tampak seekor burung raksasa berwarna hijau terbang mendekat. nyaring. dia berkaok tiada hentinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil terbang merendah dan berputar beberapa kali. tampaknya ia makin sengaja tak mau melayang turun kebawah. dari seberang bukit sana berkumandang suara pekikan burung hong.. mengapa kau tidak segera turun? Apakah kau menunggu sampai kubekuk batang lehermu nanti?" Ing ji masih saja berkaok sambil putar kian kemari. seperti suara genta dari kuil yang menggaung diseluruh tanah perbukitan.com/ Sementara dia masih berada dalam keadaan bingung dan tidak habis mengerti. suara pekikannya amat nyaring memekikan telinga. Mendadak bocah kecil itu berpekik nyaring kearah bukit disebrang sana. Begitu suara pekikan tersebut sirap.. jika seseorang tidak memiliki tenaga dalam sebesar enam puluh tahun hasil latihan. rupanya yang dimaksudkan sebagai "Ing-ji" adalah burung yang sedang melintasi jurang sekarang. Menyaksikan kejadian itu. Dalam waktu singkat burung yang berwarna warni itu sudah melintasi dua buah puncak bukit. lihat saja nanti sekembalinya dari sini akan kulaporkan kepada ibu agar kau dihukum!" Menurut aturan. Cukup dilihat dari kemampuannya berpekik nyaring. waktu sudah siang. suatu perasaan rendah diri segera muncul dihati kecilnya. Ing ji pasti akan menuruti perkataan itu dan melayang . Akhirnya dengan marah bocah itu berteriak: "Jika kau tidak turun lagi. atau dengan perkataan lain. dengan perasaan geli bercampur mendongkol bocah itu membentak: "Ing-ji.

kepalanya berbentuk segitiga.com/ turun kebawah. melingkar seekor ular raksasa sebesar baskom. sepasang matanya seperti lampu lentera dan memancarkan cahaya bengis..Tiraikasih Website http://kangzusi. dia segera miringkan kepalanya menghindarkan dirinya dan menyusul kemudian sambil mementangkan mulutnya dia menyemburkan segumpal kabut tebal." Sambil berkata telapak tangan-nya segera diayunkan kedepan menghantam ular beracun itu. Siapa tahu ular beracun itu amat cekatan. "Hati-hati ada racunnya" Suma Thian y menjerit kaget. angin pukulan yang menderu-deru langsung menghajar tubuh binatang tadi. kalau dilihat dari sikap dan gayanya. dari atas dahan pohon itulah dia mengayunkan pedangnya membacok ekor ular rersebut. lalu sambil mencabut keluar pedangnya serunya lagi kepada bocah itu. tak aneh kalau Ing-ji tak berani turun kebawah. kemudian dia baru menjejak tanah melejit ke udara. tampaknya ular itu sudah bersiap sedia melancarkan sergapan kearah mereka berdua. apakah itu?" Mendengar seruan tersebut. akhirnya dia menjerit kaget: "Aaaah. ia segera merasakan ada sesuatu yang tak beres. . paling tidak ulahnya tak akan sampai menggusarkan majikan mudanya. seranglah dia agar menjadi marah. si bocah itu segera berpaling. Dengan marah bocah itu segera membentak: "Rupanya binatang keparat ini yang sedang mengacau. Suma Thian yu adalah seorang pemuda yang cerdas. paras mukanya kontan berubah. Ternyata diatis batang pohon raksasa dibelakang mereka berdua. tapi hatihati dengan semburan udara beracun-nya" Sambil berkata dia mengeluarkan dua butir pil anti racun dan menyerahkan sebutir kepada si bocah sebelum sebutir yang lain ditelan ke perut. sekalipun dia hendak berubah. sepasang matanya yang tajam dengan cepat menyapu sekejap sekitar sana.. coba lihat. "sobat kecil.

begitu terkena semburan kabut beracun tersebut. kendatipun ia sudah menelan pil anti racun. paling tidak binatang itu. niscaya pantatnya akan robek. ekornya dikibaskan keatas dan segera menggurung ke tubuh Suma Thian yu. ular beracun itu berpekik marah. Menghadapi ancaman tersebut. "Weesss" mendadak ia melejit ke depan dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busjrnya. Suma Thian yu telah menerjang kebawah berbareng dengan kebasan ekor ular beracun itu. Suma Thian yu berlagak seolah-olah tidak melihatnya. Mimpipun si bocah itu tak menyangga kalau ular beracun itu tidak takut dengan ancaman pukulannya. Menghadapi ancaman dari muka dan belakang. Lihay sekali ular beracun itu. tanpa perdulikan ancaman terhadap ekornya.Tiraikasih Website http://kangzusi. pedangnya langsung menembusi punggung binatang itu. Bocah lelaki itu menjerit kaget. namun kenyataannya bukan sajs tidak mati malahan justru menimbulkan sifat buas dan garang dari ular raksasa tersebut. lalu mementangkan mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan kabut beracun yang berbau busuk. kalau tidak. secepat angin ular beracun itu mener jsng ke depan. Sepantasnya dengan tertusuknya punggung si ular. Terdengar ular raksasa itu berpekik kesakitan. tubuhnya bergulingan diatas tanah. toh kepalanya terasa pusing juga. se¬cara berputar dia . dengan sempoyongan tubuhnya mundur ke belakang. Sementara itu.com/ Si bocah yang berada dibawah segera mele paskan pukulan dahsyat pula ke atas kepala ular beracun itu setelah menyaksikan Suma Thian yu turun tangan. lalu mundur ke belakang. "Blaaam!" bocah itu segera terbanting keras-keras diatas tanah. Disaat pikiran si bocah sedang bercabang inilah. akan terluka. matanya yang buas makin memancarkan sinar tajam. ekornya segera disapu kedepan dan mentalkan tubuh bocah itu. mssih untung tempat dimana ia terjatuh adalah tanah berumput.

secara beruntun dia melepaskan tujuh delapan buah serangan tubuh ular itu. niscaya ular beracun itu akan mati seketika. sifat buas si ular raksasa itu makin menjadi. menndadak dari tengah udara berkumandang suara pekikak burung hong yang amat nyaring. meluruh tubuhnya menjadi kaku dan akhir nya jatuh tak sadarkan diri.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan kejadian ini. si Ing-ji me nutup kembali sepasang sa yapnya dan secepat kilat menukik kebawah serta menotol bagian "tujuh inci" dari ular beracun itu.com/ melepaskan tiga buah tusu¬kan berantai yang semuanya di tujukan kebagian mematikan ditubuh sang binatang. Begitu dia roboh kebetulan tubuhnya jatuh vdiatas perut ular itu. seketika itu juga si ular beracun itu terbelah menjadi tiga bagian. mimpipun dia tak menyangka kalau "Belalang menubruk comberet. dia tidak mengerti rahasia tersebut. asal bagian "tujuh inci" dari ular yang mematikan itu kena di gencet. Suma Thian yu makin menggila. Padahal berada dalam keadaan seperti ini. burung nuri mengincar dari belakang" tiba-tiba saja bagian dari "tujuh inci" nya terasa amat sakit. Sayang Suma Thian yu merasa asing terhadap keadaan semacam itu. oleh sebab itu dia harus menggorbankan tenaganya untuk berjuang mati matian. Disaat yang amat kritis inilah. Sementara itu ular beracun itu sedang memusatkan perhatiannya untuk menelan Suma Thian yu. malah sebaliknya karena kelewat lama terkurung oleh kabut beracun si ular. tetapi ular itu belum mati juga. darah sege ra menyembur keluar dari . sambil mementangkan taringnya dia menyemburkan kabut beracun yang makin tebal mengurung seluruh tubuh anak muda tersebut. Akibatnya bukan saja dia gagal membinasakan ular beracun itu. Termakan oleh bscokan pedang Kit Hong kiam yang tajam. dengan cepat si ular raksa sa itu membalikkan badan sambil mementangkan mulutnya lebar-lebar siap menerkam tubuh anak muda tersebut.

dia segera roboh dan tertidur kembali. Dalam pada itu. Kemudian dia memanggil Ing ji. Dengan cepat dia melompat bangun. ternyata bocah lelaki itu adalah bocah yang membawanya ke sana. si bocah lelaki tersebut sudah mengatur napas dan mendesar keluar hawa beracun yang mengeram didalam tubuhnya. Ing-ji seperti pahlawan yang menang perang segera mentangkan sayapnya terbang keangkasa dan berpekik kegirangan. dia seperti mendengar pintu kamar dibuka orang. begitu jatuh menindih badan Suma Thian yu yang sedang pingsan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi kepalanya terasa pusing sekali. si anak muda itu segera muntah darah segar. dengan cepat dia memburu mendekat. bagaimanakah cara mereka menyeberangi jurang tersebut. Maka sambil memaksakan diri untuk duduk. Dalam keadaan setengah sadar setengah tidak. Ing-ji menye berangkanmereka kepuncak sebelah depan. lalu sete lah mengejang beberapa saat. segera tegurnya: "Tolong tanya dimanakah aku sekarang?" "Di rumahku!" sahut bocah itu sambil membelalakkan matanya lebar-lebar. Suma Thian yu segera mendongakkan kepalanya. Ular beracun itu paling tidak berbobot lima ratus kati lebih. lalu bocah lelaki itu berjalan ke dalam ruangan. boleh dibilang dia sama sekali tidak tahu. Tatkala pemuda itu sadar kembali dari pingsannya. tubuhnya roboh menindih diatas badan Suma Thian yu. membopong tubuh Suma Thian yu keatas punggung ular itu dan diiringi pekikan nyaring. dia merasakan tubuhnya sudah dibaringkandidalam sebuah rumah kecil yang rapat dan tak tembus angin. Selama ini Suma Thian yu berada dalam keadaan tidak sadar. melihat si ular raksasa tersebut menindih diatas badan Sumi Thian yu.com/ mulutnya. lalu bekerja keras menyingkirkan bangkai ular raksasa itu. "Sudah berapa lama aku tertidur?" kembali Suma Thian yu bertanya?"bagaimana caraku menyeberang ke mari?" .

. beralis lentik. Buru-buru bocah lelaki itu memayangnya lalu berseru dengan cemas: Hawa racun yang mengeram dalam tubuh mu belum hilang. Perempuan cantik itu tertawa hingga nampak sepasang lesung pipinya yang indah. seketika itu juga kepalanya terasa pusing sekali. bermata jeli. tak selang berapa saat kemudian dia sudah muncul kembali dalam ruangan dengan membawa se mangkuk kuah jinsom. bila ada persoalan lebih baik kita bicarakan nanti saja". Ternyata perempuan itu berusia tiga puluh tahunan. lebih baik berbaringlah dulu. ia menjadi sempoyongan dan hampir saja roboh ter jengkang keatas tanah. cepat ambil kuah jinsom itu dan bawa kemari". hidung mancung dan bibir yang kecil mungil. Kemudian kepada si bocah katanya pula: "Liong ji. tahu-tahu seorang perempuan cantik jelita telah berdiri dihadapannya. Dengan cepat dia menyadari kalau perempuan cantik jelita ini tak lain adalah 'ibu' yang dimaksudkan bocah lelaki itu.com/ Bocah lelaki itu tertawa cekikikan. ibuku segera akan tiba" Suma thian yu menurut dan membaringkan tubuhnya lagi. ia benar-benar cantik sekali. pada saat itulah tirai pintu ter singkap dan masuk seseorang. "Berkat pertolongan anda. dengan cepat dia amati perempuan itu lebih seksama. katanya: "Berbaringlah lebih dulu. "Ing-ji yang membopongmu kemari" "Oooh" sambil berkata Suma Thian yu beru saha untuk bangkit berdiri.Tiraikasih Website http://kangzusi. berwajah bulat telur. Suma Thian yu merasakan pandangan msta nya menjsdi silau. Siapa tahu begitu ia berdiri. aku merasa berterima kasih sekali". Buru-buru dia melompat bangun sambil menjura. Suma thian yu merasakan pandangan mata nya menjadi silau. Liong-ji segera berlalu dengan cepat.

terima kasih bumi akhirnya kau toh sembuh kembali. dari sini dapat ditarik kesimpulan kalau tenaga dalam yang dimiliki perempuan cantik ini benar-benar telah mencapai puncak kesempurnaannya. sadarlah dia kalau hawa racunnya telah punah. dia harus beristirahat be berapa hari lagi sebelum benar benar sembuh" Liong ji menjulurkan lidahnya sambil membuat muka setan. lalu. ayo bangun. . terutama kuah jinsom yang barusan diteguknya kini sudah mulai menyebar keseluruh hadan. segulung hawa murni lantas menyusup masuk ke dalam tubuhnya.com/ Perempuan cantik itu menerima mangkuk tersebut dan segera disuapkan kemulut Suma Thian yu. tangannya yang halus. Tak selang beberapa saat kemudian. kemudian mengalir ke sepasang kakinya sedang dari sepuluh jari kakinya terbuang keluar. serunya sambil menarik tangan anak muda itu: "Terima kasih langit. Dalam keadaan setengah sadar setengah tidak Suma thian yu merasakan ada segulung hawa panas mengalir melalui dada dan terus masuk ke pusar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu merasakan semangatnya berkobar kembali. lembut dan hangat itu ditempelkan diatas dadanya. hati-hati kalau lbu menghajarmu. secara diam-diam menyingkir kesamping perempuan cantik itu dan tak berani berbicara lagi. Mari kita bermain-main diluar sana" "Liong-ji!" perempuan cantik itu segera membentak. dia bersorak gembira dan lari menghampiri ke sisi Suma Thian yu. kemudian sambil menyuruh pemuda itu ber baring kembali. ia merasa sesar. Ketika Liong ji menyaksikan mukanya berubah menjadi merah dadu. tubuh yang semula lemahpun kini telah pulih kembali. Selama hidup belum pernah Suma Thian yu menjumpai cara penyembuhan semacam ini. "jika kau nakal lagi. kini kesehatan badan siauhiap baru saja pulih.

.Tiraikasih Website http://kangzusi. Gak Kun liong.. maka ujarnya lagi: Jilid : 12 Pernahkah kau mendengar nama Kau ih li (perempuan berbaju putih). "Boanpwe berpengetahuan cetek.. Dua puluh tahun berselang. Agaknya perempuan cantik itu dapat menebak suara hati orang. bocah ini mengikuti nama marga orang tuaku" Suma Thian yu hanya mendengarkan dengan tenang." sahut pe muda itu cepat. namun dia belum pernah menyinggung tentang alasannya mengundang ia kesitu. dia dapat menangkap kecurigan dalam hati kecil Suma Thian yu. "Tentu saja kau tak mengetahui. "Boanpwe tidak tahu. aku pernah melakukan pengembaraan didunia persi latan serta melakukan beberapa macam peker jaan yang menggemparkan masyarakat. perempuan cantik itu lantas menuding kearah Liong ji seraya berkata: "Dia adalah putraku.com/ Sambil tersenyum perempuan cantik itu berkata lagi kepada Suma Thian yu: "Tahukah kau apa sebabnya kuundang kemari?" Dengan cepat Suma Thian yu menggeleng. harap diberi petunjuk" "Kau merasa keheranan bukan? Apa sebab nya tanpa sebab tanpa musabab Liong ji mengundangmu berkunjung ke gua Hui liong tong?" Berbicara sampai dlsitu. tidak me ngetahui tentang nama tersebut. sedang dihati kecilnya merasa keheran sebab sudah setengah harian lamanya perempuan cantik itu berbicara. Kau ih li adalah julukanku ketika aku masih melakukan perjalanan dalam dunia persilatan dulu. orang per silatan pun jarang sekali mengetahui nama ter sebut... tapi akhirnya aku dibelenggu oleh suatu persoalan yang mana membuatku putus asa sehingga akhir nya balik kebukit ini".

com/ Setelah berhenti sejenak. dia pun sudah amat menguasai ilmu aga ma Buddha maupun ilmu silat. kini ilmu silat yang dimiliki Liong-ji sudah mencapai delapan sembilan bagian kepandaianku. aku ditugaskan untuk menahanmu lama berapa hari di sini... rupanya tokoh persilatan itu" Ternyata Cang liong lo sian jin adalah se orang pendekar aneh yang sudah termashur dan menggemparkan dunia persilatan sejak enam puluh tahun berselang. berbicara soal tingkatan kedudukannya dalam dunia persilatan serta soal tingkatan ilmu silatnya. Lo sianjin ini sudah berusia seratus tahun lebih.. kepandaian silat yang dimilikinya begitu sempurna hingga dalam sekali kebasan tangannya saja. kebetulan guruku berpesiar kemari. akhirnya dengan perasaan tercengang dia bertanya: "Tolong tanya cianpwe. siapakah nama guru mu itu?" Hui Hong tongcu( pemilik gua naga terbang) perempuan berbaju putih Gak Say bwee menyahut: "Dia bernama Cang liong.. sebab mendapat pukulan batin yang berganda datang nya ini. yang masih kurang baginya hanya pengalaman serta kesempurnaannya belaka" "Berapa hari berselang. dia telah meninggalkan beberapa tugas kepadaku yang mengatakan bahwa berapa hari lagi akan lewat seorang yang ber nama Suma Thian yu hendak pergi ke bukit Han san..Tiraikasih Website http://kangzusi. Sedang mengapa sebabnya dia orang tua datang kemari aku sendiripun kurang begitu jelas" Beberapa patah perkataan itu semakin membuat Suma Thian yu keheranan. perempuan itu berkata lebih jauh: "Sejak itu aku bersumpah tak akan turun gunung lagi. dia mampu . mungkin tiada orang yang bisa menandingi kelihayannya. suhuku pun memperingatkan kepadaku agar tidak meninggal gua ini lagi. seluruh pikiran dan perhatianku hana kucurahkan untuk mendidik Liong-ji. orang persilatan menyebutnya sebagai Cang Iiong lo sian jin" Begitu mendengar nama julukan tersebut kontan saja Suma Thian yu berseru tertahan: "Oooh..

tidak seorang manusiapun yang tahu. Suma Thian yu mendapat tahu kalau dalam dunia persilatan ter dapat seorang pendekar aneh . maka dia lantas mengundurkan diri dari keramaian dunia dan kembali kegua Hu liong tongnya ini. Selama hidupnya Cang liong Lo-Sianjin ha nya menerima seorang murid saja yakni Hui liong tongcu.Tiraikasih Website http://kangzusi. konon dia masih mempunyai hu bungan famili dengan Lo-sianjin tersebut. suaminya mati karena sakit. di tambah pula dia memang sudah bosan berkelana didalam dunia persilatan. kecuali beberapa orang tokoh silat dari angkat an tua. merekapun tahu kalau pendekar perempuan itu suka meno long orang tanpa pamrih. oleh umat persilatan dia di sebut sebagai dewa pedang nomor wahid dari dunia persilatan. Kau ih li Gak Say-bwe pernah terlibat dalam jaring percintaan. keadaannya ibarat 'naga sakti yang nampak kepalanya tak kelihatan ekornya'. Hui liong Tongcu Gak Say-bwee adalah se orang perempuan yang gemar akan ketenangan oleh sebab itu semua pekerjaan yang dia laku kan tak pernah disinggung kepada orang lain. semuanya dikerjakan secara diam-diam tanpa menimbulkan berita. Sewaktu dia berhasil membunuh Cuan San ji sat (dua malaikat bengis dari bukit Cuan san) dilembah Cui im kok bukit Lu san dengan pe dang terbangnya.com/ untuk membunuh orang dari jarak sepuluh kaki. karena mereka hanya tahu nama tak parnah melihat orangnya. Orang persilatan yang tahu kalau dalam dunia persilatan terdapat seorang Pendekar perempuan yang bernama Kau ih li. soal apakah hubungan mereka itu. pada hakekatnya tak seorangpun yang mengetahui asal usulnya yang sebenarnya. meniup patah ranting pohon dari jarak jauh. siapa tahu setelah melahir kan Liong-ji. Itulah sebabnya diantara orang persilatan. oleh sebab itu semua orang hanya menyebut nya sebadai Kau ih li. Dari gurunya Put Gho cu. menotok jalan darah diudara kosong dan melukai orang dengan pedang terbang.

ternyata ibunya adalah anak murid dari Cang liong lo sianjin demikian ia berpikir. tan pa terasa diapun mempunyai penilaian yang berbeda lagi terhadap perempuan cantik itu. Agaknya Gak Kun liong seperti amat terbu ru-buru.?" .com/ yang bernama Cong liong Lo sianjin. "Tak heran kalau Liong-ji dengan usianya yang masih begitu muda ternyata memiliki ke pandaian silat yang luar biasa. dari luar sana kedengaran suara serak se orang tua sedang berseru: "Tamu agung sudah datang. masih belum ada orang yang datang menyambut. Dengan cepat Hui liong tongcu Sak Say hwe berseru: "Liong ji... katanya: "Terima kasih banyak cianpwe atas pengobatanmu!" "Pergi.. bagaimana kalau kau ikut aku?" Hui liong Tongcu Gak Say hwee segera tertawa geli.Tiraikasih Website http://kangzusi. beginikah cara si hwesio gundul itu mengajarkan kalian menerima tamu. mendadak dari depan sana berkumandang beberapa kali suara pekikan burung hong. dia merasakan hatinya bergetar keras. oleh karena itu setelah mengetahui nama dari gurunya Hui liong Tong cu. kalau begitu ajaklah dia serta" Suma Thian yu segera melompat bangun. pergi. ada tamu agung tiba. rasa pening yang semula mendarat di kepalanya kini tersapu lenyap. orang sudah hampir tiba didepan gua!" desak Gak Say hwee cepat. Sementara Suma Thian yu masih berbincang-bincang dengan mereka ibu dan anak.. cepat ke¬luar dan menyambut kedatangannya" "Gak Kun liong segera menarik langan Su¬ma Thian yu sambil berseru: "Engkoh Thian yu.. Belum lagi mereka berdua sampai di mulut gua. setelah menjura kepada Hui liong tongcu. serunya: "Tampaknya kau sudah memperoleh rekan yang cocok. seperti segulung angin puyuh dia lari ke arah mulut gua. sambil menarik tangan Suma Thian yu.

" Sambil berkata. Siau yau Kay Wi Kian menjadi amat gelisah. Suma Thian yu turut berteriak keras: "Oooh... kenapa aku begitu pelupa?" "Waaah. Begitu melihat paras muka pendatang itu.. kemudian mencaci maki kalang kabut "Bocah cilik! Apa yang pernah aku si pengemis tua katakan kepadamu? Setelah mendengar suaraku. baiklah. rupanya Wi Lo-cianpwe yang datang". tidak bisa jadi. kembali dia berseru: "Bocoh cilik.. Siau yau kay Wi Kian segera melepaskan cengkeraman-nya dan bergumam sambil menepuk kening sendiri: "Aduh celaka. Gak Kun Hong segera berteriak: "Aai.Tiraikasih Website http://kangzusi. sudah setua ini. dia lantas membalikkan badan siap berlalu dari tempat itu. tanpa memandang sekejap pun kearah Suma Thian yu.. pasti akan kubawa hadiahnya bila datang lagi nanti. kau harus menunggu dengan sabar.. Begitu mendengar ucapan mana. pengemis itu langsung mencengkeram arah baju Gak Kun liong. aku tak akan memper kenankan kau masuk.. mengapa kau masih bersembunyi disini. Baru saja mereka berdua meninggalkan gua.com/ Begitu mendengar suara tersebut. kau membohong saja. kau jangan marah. hadiah yang kau janjikan untukku sudah kau bawah belum?" tegur Gak Kun liong sambil tertawa cengar cengir. Siapa sebenarnya yang telah datang? Dia memang tak lain adalah Siau yau kay (penge mis yang suka pelancongan) Wi Kian yang su dah menggetarkan seluruh dunia persilatan! Dengan wajah cemberut. tidak bisa jadi. apakah kau takut kulalap dirimu?" "Oooh. tahu-tahu seorang pengemis tua sudah muncul dihadapan mereka. tampak bayangan manusia depan mata.engkoh pengemis.. . aku si pengemis akan pergi dulu. rupanya si pengemis tua yang datang!" Sambil berseru dia lantas memburu kemulut gua.

Untuk sesaat Suma Thian yu dibuat tertegun oleh berbagai barang yang ada disana. ibu sedang menung gu kau di dalam.Tiraikasih Website http://kangzusi. sedang dalamnya mana lebar. Sekarang Suma Thian yu baru berkesempatan untuk memperhatikan keadaan di dalam gua Hui liong tong. Siau yau kay wi Kian membuat muka setan. sedangkan sebelah kanannya mungkin merupakan kamar tidur Gik Say hwe dengar putranya. pokoknya lain kali mesti kau ingat baik-baik. teri aknya keras: . ditengah ruangan terdapat selembar meja berkaki delapan yang terbuat dari batu dengan delapan buah kursi batu. Kedua sisi ruangan tengah adalah kamar tamu.com/ Menyaksikan kejadian ini. dengan gugup Gak Kun liong mencegah: "Tak usah. masuklah kedalam" Sambil mengangkat bahu. sedang Suma Thian yu dan Gak Kun liong mengikuti dibelakangnya. besar lagi. disebelah kiri adalah kamar tidur Suma Thian yu. kemudian katanya lagi sambil membalikkan badan: "Tak usah yaa tak usah. namanya saja sebuah gua. tiang besar yang penuh ukiran dengan dinding yang gemerlapan tak kalah indahnya dengan ruang besar keluarga kaya. diatasnya berjajar tempayan yang berisi buah-buah segar. tanpa terasa dia mulai berpikir bagaimana caranya barang-barang tersebut dipindah ke dalam sana dan siapa yang membuatnya? Rasa ingin tahu membuat dia terjerumus kedalam lamunan. pada hal mulut guanya saja mirip gua. bagai kan pulang ke rumah sendiri saja dia langsung menuju ke kursi utama dan duduk disana. lain kali aku si pengemis tua tentu akan mengintai baik-baik" Selesai berkata dia lantas berjalan menuju kedalam gua. Sementara itu Siau yau kay Wi Kian sudah masuk kedalam ruangan. tak usah. Didalam sana penuh bergelantungan lukisan-lukisan orang kenamaan.

harap Wi tayhiap sudi memakluminya" "Mana. Hui liong Tongcu Gak Say bwee berjalan ke depan Siau yau kay Wi Kian dan menjura dalam-dalam. mau apa kau? Tunggulah saja sampai hadiahnya diberikan kepadaku. hadiah dari aku si pengemis tua. Ditengah gelak tertawa itulah. lama kemudian dia baru berseru: "Terima kasih!" Dia segera lari ke ruangan dalam. pasti akan kubuatkan sepoci air teh wangi untukmu" Mendengar perkataan itu. Siau yau kay wi Kian tertawa terbahak-bahak. Gik Kun liong membelalakan mata lebar-lebar. lalu ujarnya amat lembut: "Putraku memang nakal sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. tampaknya setelah menerima hadiah. cepat kau buatkan air teh. sambil disodorkan kehadapan Liong-ji. Berbicara sampai disitu. mana. kalau seorang sudah jadi goblok. suaranya keras hingga menggetarkan seluruh ruangan tersebut. kalau seorang bocah tidak nakal. dia lantas mem buatkan air teh untuk tamunya. besar amat lagakmu. Memandang bayangan punggung Liong-ji yang lenyap di balik gua sana. Hui liong Tongcu menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas panjang. kau suruh dia nakal pun belum tentu ia bisa nakal. keberhasilannya dikemudian hari tentu amat terbatas. aku sengaja tak mau buatkan air teh untukmu. pintu kamar sebelah kiri terbuka dan muncullah seorang perempuan muda berparas cantik. katanya: . ayo buatkan air teh untukku!" Melihat hadiah tersebut.com/ "Hei bocah. Dengan wajah penuh senyuman. mengapa kau masih belum juga masuk kedalam?" Gak Kun liong segera mencibirkan bibirnya membuat muka setan. dia lantas merogoh ke dalam sakunya dan mengeluarkan sebuah bungkusan kecil. katanya: "Nih. sahutnya setengah meng ejek: "Aduh.

aku sungguh menguatirkan dia!" Siau yau kay Wi Kian terbahak-bahak. kemudian dengan gagahnya dia membantah: "Locianpwe. "mengapa kau berkomplot dengan orang membegal barang kawalan Sin Hong piauklok?" Rupanya Siau yau kay Wi Kian bersikap dingin terhadap Suma Thian yu karena dia salah paham terhadap anak muda itu. dia segera melompat bangun.. Agak tertegun Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu. akhirnya jadilah watak tidak takut langit tidak takut bumi. buat apa kau meski menguatirkan keselamatan jiwanya?" Mendengar perkataan itu. berhati mulia. Sejak datang sampai kini... ditambah lagi sudah terbiasa kumanja. . bocah ini berbakat baik. sekali hajar kubinasakan di rimu semenjak tadi" teriak Siau yau kay Wi Kian dengan ludah yang muncrat kesana-kemari. Dalam sekias pandangan saja.com/ "Semenjak kecil bocah ini kehilangan orang tuanya..Tiraikasih Website http://kangzusi.. hal ini membuat anak muda itu seperti tersingkirkan dan berdiri disamping dengan kepala tertunduk dan wajah tersipu-sipu.." "Aku tahu" tukas Siau yau kay Wi Kian dengan dingin. masa depannya pasti cemer lang. kepada Wi Kian segera ujarnya: "Sauhiap ini adalah. kau anggap Thian yu adalah seorang manusia rendah yang terkutuk dan tak tahu malu?" "Justru karena kau tidak mirip. dianggapnya dialah yang telah berkomplot dengan kawanan perampok berkerudung untuk membegal dan menyerbu Sin Hong pioukiok. kemudian kepada Suma Thian yu serunya. maka aku si pengemis tua baru dapat ber sabar hingga kini. Hui liong Tongcu Say bwee baru merasa sedikir agak tenang.. Hui liong tongcu Gak Say bwee dapat melihat akan hal itu.. Siau yau kay sama sekali tidak mengajak Suma Thian yu bicara barang sepatah katapun. "Haaah.haaah. coba kalau tidak.haaah.

Hui liong Tongcu Gak Say bwe tanpa ber paling tertawa tergelak. mendadak berkumandang suara tertawa dingin. dalam kemurculan mereka kali ini. suara itu meski rendah dan lemah akan tetapi setiap orang yang bera da dalam gua itu bisa mendengar dengan jelas sekali.com/ Secara ringkas Suma Thian yu menceritakan keadaan yang dialaminya ketika itu. entah sedari kapan. ternyata yang datang adalah Wu sao siang gi siu (sepasang kakek bodoh dari bukit Wu san) seperti juga tempo hari. semua orang segera berpaling ke arah mulut gua. lalu tegurnya: "Aaaah rupanya dua orang empek bodoh telah berkunjung kemari. persoalan yang lama memperlihatkan watak manusia. tidak berbi cara tidak tertawa. pelan-pelan bawa amarahnya mengendor. raut wajah ke dua orang itu tetap dingin kaku. Suma Thian yu segera bersorak kegirangan: "Aaah. harap sudi dimaafkan" Mendengar ucapan mana. bila tidak disambut dari kejauhan. locianpwe!" Benar juga. . sampai waktunya akan diketahui siapa benar siapa salah" Baru saja Siau yau kay Wi Kian menyelesaikan perkataannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan tenang Siau yau kay mendengarkan penuturan tersebut hingga selesai. Begitu melihat siapa yang datang. Pada saat itulah Gak Kun liong telah cul sambil menghidangkan air teh. kemudi an bercerita pula bagaimana dia berkunjung kerumah Sin kun lun Siau Wi goan hingga akhirnya lari kesana. Bagaimanakah ke adaan yang sebenarnya tak lama kemudian ba kal terbongkar. keadaan mereka ibaratnya dua sosok manusia yang terbuat dari kayu. Terdengar Siau yau-kay Wi Kian berkata: "perjalanan yang jauh akan memperlihatkan kekuatan kuda. dimulut gua sudah berdiri dua orang kakek.

Siau yau kay Wi Kian turut mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak..haah. rupanya kau sejalan.. selamanya aku si pengemis tua melakukan perjalanan seorang diri. maka ujarnya lagi sambil tersenyum.. biniku.haah. tak tahu malu!" Kemudian setelah tertawa terkekeh-kekeh.. setelah memperasilahkan ke dua orang tamunya duduk. kita kan melakukan perjalanan bersama. siapa yang sudi melakukan perjalanan bersama mereka berdua? Hmm. . "Ooh. Belum pernah ia mendengar tentang angin pengemis. aku si pengemis tua sama saja bisa menyelidiki persoalan ini sampai tuntas" Tay gi siu Khong Sian tertawa terbahak: "Haahh. hingga jari tangan Tay gisu menuding ke arah Siau yau kay. memangnya itu berarti melakukan perjalanan bersama? Hmm. "Tentu saja urusan Sin liong piau kiok" "Kapan sih kau serahkan urusan itu kepadaku?" "Hmmm..?" Merasa dirinya salah berbicara hingga ra¬hasianya terbongkar. tak tahu malu" sela Siau yau kay Wi Kiam cepat. mengapa Oi tay hiap sudah masuk begini lama namun ia tak pernah menyinggung tentang kalian berdua?" "Huu.com/ Hui liong Tongcu Gak Say bwee sebagai tuan rumah segera bangkit dan menyambut kedatangan mereka. ujarnya lagi kepada Tay gi siu Khong sian: "Bagaimana? Apakah urusan itu sudah diselesaikan?" "Urusan apa?" Tay gi su berlagak bodoh.. itu namanya tak usah di suruh mengaku sendiri. "Angin pengemis?" Hui liong Tongcu tertegun sesudah mendengar perkataan itu.Tiraikasih Website http://kangzusi.. sekalipun tanpa kalian berdua. ia baru memahami apa yang dimaksudkan.. baru sapanya sambil ter tawa: "Angin apakah yang membawa kalian berdua kemari?" "Angin pengemis!" jawab Tay gi siu Khong Sian sambil menuding Siau yau kay.. sedang kalian berjalan meng ikuti dibelakang pantat aku si pengemis tua.

mereka adalah perampok berkerudung!" Sambil mengepali sepasang tinjunya dan menggebrak meja. Dengan wajah bersungguh-sungguh Tay gi si Khong Sian berkata: "Semua perkataan dari bocah ini adalah benar dan nyata. kemudian dengan nada gusar tegurnya . "Aku percaya bukan dia yang melakukan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau yau Kay Wi Kian segera manggut-manggut. "Kau bocah keparat yang tak becus. katanya sambil menjura dalam dalam-dalam: "Boanpwe ucapkan banyak-banyak terima kasih atas kesudian cianpwe membersihkan namaku" Siapa tahu Tay gi siu Kiong Sian yang memandangi Suma Thian yu segera melototkan matanya lebar-lebar. peristiwa diperusahaan Sin liong piau kiok bukan dia yang melakukan. saudara Kiong. sipengemis tua akan menyelidiki peristiwa ini sampai tuntas!" Ketika kedua orang itu selesai berbicara Suma Thian yu segera manfaatkan kesempatan itu untuk bangkit berdiri. seketika itu juga membuat Suma Thian yu menjadi amat terperanjat. sebenarnya bajingan keparat manakah yang melakukan perbuatan ini?" Tay gi siu Khong Sian kembali mengelengkan kepalanya berulang kali. niscaya hati mereka akan berdebar karena kuatir.com/ Manusia-manusia berilmu tinggi ini memang kebanyakan berwatak aneh. Siau yau kay Wi Kian berseru lagi: "Aku. andaikata orang lain tidak memahami watak mereka yang sebenarnya. Dia tak menyangka kalau satu gelombang belum mereda. masih punya muka untuk berjumpa denganku?" Ucapan tersebut ibaratnya guntur yang mem belah bumi disiang bati bolong. mendengar ucapan mereka yang bernada panas serta saling menyindir itu. "Tahuku. bila berjumpa selalu di sertai dengan suara ribut atau cekcok. . gelombang lain telah muncul kembali.

tanggung seperangkat tulang badanku bakal rontok semua. lepaskan dia. Melihat Suma Thian yu membungkam. . Siau yau kay Wi Kian yang menyaksikan kejadian ini merasa tak tega.. Tampak Suma Thian yu berdiri termangu-mangu sambil memandang Tay gi siu dengan tercengang." Selesai berkata. ia tidak mengerti perbuatan salah apakah yang telah dilakukan olehnya. benda itulah baru benda yang asli!" teriak Tay gi siu Khong sian dengan mata mendelik. apa sih pentingnya sebuah kitab pusaka palsu" Suma Thian yu segera membantah.. lalu serunya dengan keras: "Tahukah kau betapa pentingnya benda itu?" "Aaah. manusia goblok semacam kau tak bisa diampuni dengan begitu saja." Dengan gemas dan mendongkol Tay gi siu Khong Sian membanting Suma Thian yu keras-keras ketanah. matanya berkunang-kunang dan wajahnya merah separuh.. cucu kura-kura..Tiraikasih Website http://kangzusi.. kalau ada urusan mari kita bicarakan secara pelan-pelan.. sambil mencengkeram baju pemuda itu. tangannya segera diayunkan kedepan dan. buat apa sih kau mesti berbuat macam monyet kena terasi saja. segera pikirnya: "Habis sudah riwayatku kali ini. membuat kepalanya pusing tujuh keliling. bentaknya lagi. "Telur busuk." Dengan gugup dia menyahut: "Telah kuhadiakan kepada Sam yap koay mo!" "Apa? Telah kau serahkan kepada iblis buas itu? Kau anak tolol.com/ Baru saja kecurigaan Siau yau kay terhadap Suma Thian yu dibikin terang. "Ke mana perginya kitab Cinkeng tersebut?" Mendengar soal Kitab pusaka tanpa tulisan paras muka Suma Thian-yu berubah hebat."Plok!" sebuah tamparan yang amat keras bersarang diatas pipi Suma thian yu. sekarang Tay gi siu Khong Sian telah mendamprat anak muda itu lagi dengan marah.. Tay gi siu Khong Sian makin naik darah. buru-buru cegahnya: "Tay gi pak..

kami tak tahu kalau locianpwe akan nadir. kembali Tan gi siu Khong Sian mengayunkan tangannya siap menampar wajan Suma Thian yu lagi. kami tidak menyambut dari terapat jauh harap sudi dimaafkan" buru-buru serunya dengan wajah serius. benda itu barang palsu" Beberapa orang tokoh persilatan yang hadir dalam gua sama-sama tertegun setelah mendengar perkataan itu. . kini menunjukkan pula sikap yang hormat dan serius setelah Berjumpa dengan tokoh tua tersebut. sucou datang!" Buru-buru dia mengikuti dibelakang ibunya memburu keluar dari gua tersebut. Siau yau kay Wi kian yang selamanya acuh tak acuh dan berbuat semuanya sendiri. Sambil menggelengkan kepalanya berulang kali. Sambil berkata. semua orang hanya merasakan pandangan manyanya menjadi silau tahu-tahu seorang kakek berkepala botak tapi berjenggot warna perak telah muncul dalam gua.Tiraikasih Website http://kangzusi. disusuli seseorang berseru dengan suaranya yang tua tapi amat nyaring: "Tak usah kuatir bocah. mukanya berubah menjadi hijau membesi untuk sesaat lamanya dia tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. Ketika para jago melihat Gak Kun liong ikut keluar. Tampak bayangan manusia berkelebatan lewat. "Aaah. kembali Tay gi siu Khong sian berkata: "Coba kau menuruti perkataanku dari merobek nya. Mendadak dan luar gua berkumandang suara gelak tertawa yang amat nyaring. sedangkan Hui im tongcu Gak say bwe segera melayang keluar lebih dahulu dari dalam gua. Gak Kun liong Juga turut bersorak dengan gembira: "Hore. mana mungkin terjadi peristiwa seper ti hari itu? Aku minta kau menggantinya.com/ "Haaah!" Suma Thian yu menjerit kaget. mereka baru berpaling kemulut gua.

kemudian ujarnya: "Silahkan duduk.. katanya manja: "Sucou hanya beraninya menganiaya anak kecil. gara-gara ini aku sampai gelisah selama beberapa hari. mengapa tidak kau kabarkan terlebih dulu kepada Liong Ji. kau hanya ingin cepat-cepat menerima hadiah dari sucou!" Merah padam selembar wajah Gak Kun liong sesudah mendengar perkataan itu. sambil menyembunyikan wajahnya dalam pelukan pendeta tua itu. ujarnya sambil tertawa ramah: "Lain kali aku pasti akan memberitahukan kepadamu lebih dulu. belum disuruh kau toh sudah mengaku sendiri" Kontan seluruh ruangan diramaikan oleh gelak tertawa yang ramai.. benarkah hal ini?" Pendeta tua itu tersenyum.. tadi kau mengatakan bahwa kitab cinkeng itu palsu. Gak Kun liong tak pernah melepas kan genggaman tangannya. jika kau orang tua ingin datang. semuanya tak usah banyak adat" Sejak kemunculan pendeta tua berjenggot perak itu. sucou jahat.haah. terpaksa hanya minta kepada sucou untuk mengajarkan kepandaian kepadaku?" Pendeta tua itu tertawa terbahak-bahak.. Ji gi siu Khong Bong telah bertanya kepada pendeta tua itu dengan hormat: "Locianpwe. . Pendeta tua berjenggot perak itu membelai rambut Gak Kun liong dengan penuh kasih sayang.haah. nah coba lihat. aku toh tidak minta hadiah kepadamu. sekalipun ingin minta.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Haah.. meski orangnya kecil bocah ini memang berotak setan. tapi aku lihat kau bukan buru-buru ingin berjumpa dengan sucou.com/ Pendeta tua berjenggot perak itu manggut-manggut kepada setiap orang yang berada dalam gua sambil tertawa. sehingga Gak Kun liong menjadi tersipu-sipu dan tak berani men dongakkan kepalanya lagi: Sementara itu. terdengar ia berseru! "Sucou..

saat itulah asli paltu nya baru diketahui" Semua orang dibuat kebingungan setengah mati oleh perkataan itu. tapi mereka mengerti kalau dibalik ucapan mana sesungguhnya tersimpan suatu rahasia yang amat sulit. Sebaliknya bila cinkeng itu palsu. sampai akhirnya tergantung pada siapa yang berjodoh dengan kitab pusaka itu. kitab pusaka yang palsu dan nyata selalu menggunakan yang palsu men jadi benar. bagi orang persilatan. nona Cong liong ceng sama halnya dengan nama Kwan-im.com/ "Sesungguhnya yang dimaksudkan sebagai Kitab pusaka tanpa kata adalah sejilid kitab yang palsu tapi nyata. tapi bila rahasia mana bisa dipahami.Tiraikasih Website http://kangzusi. hal ini berarti dia harus memikul tanggung jawab yang berat. yang asli menjadi palsu. padahal dia sendiri yang menyerahkan kepada manusia iblis berkepala ular Sim Moay hing. mendadak ia menemukan setitik noda darah yang melekat dipakaian bagian dada anak muda tersebut. suatu kesalahan bertindak bisa berakibat dia menyesal sepanjang masa. Sebagaimana diketahui. dibilang palsu dia palsu. Suma Thian yu merasakan hatinya bertambah berat setelah mendengar ucapan pendeta tua itu. Pusat bagi rakyat awam. Cong liong Losiansu telah mengalihkan sorot matanya ke wajah Suma Thian yu. pendeta berjenggot perak ini merupakan seorang tokoh silat yang berkedudukan sungguh amat tinggi didalam dunia persilatan. ketika noda darah itu terkena . dalam sekali artinya. maka dosanya ini sulit untuk ditebus lagi. dia pernah berjanji kepada sepasang kakek bodoh dari Wu san untuk menemukan kembali kitab pusaka itu dan melindunginya hingga tidak sampai terjatuh ke tangan musuh. berarti yang asli ada didunia ini. Beberapa orang jago lihay yang hadir di arena pun diamdiam sedang mencelah ucapan dari pendeta tua itu. seandainya kitab pusaka itu asli. baik jago dari golongan hitam maupun dari golongan putih semuanya menaruh hormat kepadanya. dibilang asli dia asli. Dalam pada itu.

Gak kun liong yang berada disisinya telah menjawab lebih dulu.. segera tegurnya: "Apakah kepala ular itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. . terdengar Hui im tongcu Gak say bwe berkata sambil tertawa: "Waah. dia segera beranjak lebih dulu meninggalkan gua. kita ambil mutiara dikepala ular itu" Sambil berkata. Siapa tahu paras muka Cong liong lo siansu berubah menjadi amat serius setelah mendengar perkataan itu. tangan yang lain mengepit Gak Kun liong. benar juga. kemudian serunya: "Hei bocah. segera tegurnya: "Apakah kepala ular itu sudah dipukul sampai hancur?" "Belum" Gak Kun long segera menggeleng. itulah kenangan yang diperoleh sewaktu membunuh ular beracun . "Socou..." Ketika semua orang mengalihkan perhatian-nya kedepan. sebelum sempat menjawab. tangan yang satu menyambar Suma thian yu. darimana datangnya noda darah diatas dadamu?" Suma Thian yu tertegun setelah mendengar pertanyaan itu. kembali dia berseru cemas: "Cepat. Sambil berkata Gak Kun liong lantas mengi sahkan kembali peristiwa pertarungan dengan ular beracun tadi. Cong liong Losiansu segera berseru tertahan. Paras muka Cong liong Lo siansu berubah aneh sekali. ternyata membiaskan setitik cahaya tajam yang menyilaukan mata. Tiba diluar gua.. Para jago lainnya baru sadar setelah mendengar perkataan dari pendeta tua itu. buru-buru mereka turut menyusul dari belakang. Selesai berkata sapasang matanya segera di alihkan kewajah sucounya seperti menunggu be berapa patah kata pujian darinya.com/ pantulan sinar matahari... kita tak bisa menyebrang kesana.

ketika di lihatnya kepala sang ular sudah hancur berantakan. dia segera berteriak: "Sucoa mutiara ularnya sudah dilarikan orang!" Ketika Cong liong Losiansu dan Suma Thian yu memburu pula kesitu. aaai. Sudah. "Locianpwe. mendadak ia menukik kebawah dan menyambar keatas puncak bukit dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat. Gak Kun liong yang paling gelisah.dari tempat kejauhan secara lamatlamat Suma Thian yu telah menyaksikan ada beberapa sosok bayangan manusia berada diatas puncak seberang.com/ tampak pendeta tua itu telah menyeberang ke lembah seberang dengan menumpang burung hong. Sebelum Ing ji berhenti. ujarnya kemudian sambil menggeleng. takdir. Sebelum dia mengucap sesuatu. kawanan penjahat telah mendahului kita. sayang kalau sampai mustika berharga itu terjatuh ketangan orang jahat.Tiraikasih Website http://kangzusi. Pendeta tua itu menghela napas panjang. takdir. ketiga orang penumpangnya sudah berlompatan sendiri keatas tanah. dia yang pertama-tama memburu kesisi bangkai ular beracun itu. apa yrng bisa kita lakukan? Mari kita kembali saja" Suma Thian yu segera maju sambil berseru. ternyata benar-benar sudah dicuri orang. bagaimanapun juga lolap sudah tahu siapa yang mencuri mutiara ular itu. betul juga. sudahlah. Cong liong lo siansu telah berseru dengan cemas: "Aduh celaka. mereka saksikan mutiara dalam kepala ular beracun itu sudah lenyap tak berbekas. masa kita takut ia bisa kabur ke langit?" . kalau takdir berkata demikian. Sementara itu. aaai. bagaimana kalau kami kejar penjahat itu?" "Tak usah dikejar lagi." Ing ji yang membawa mereka menyeberangi jurang agaknya mengerti perkataan manusia. penjahat itu sangat lihay tak mungkin ia bisa terkejar. Cong liong lo siancu yang baru saja menyeberangi jurang.

bahkan hanya menyerempet dikulit badan pun akan berakibat suatu pembengkakan seperti tersengat api sebelum akhirnya membusuk pula. barang siapa yang bertarung melawannya terkena sapuan ancin pukulannya. sebab ular itu pasti memiliki mutiara penolak racun yang berkhasiat bagi tubuhnya.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ "Siapa? Suocu siapa yang telah melarikan mutiara ular itu? Gak Kun liong rmendesak dengan perasaan mendongkol. pendeta tua itu melanjutkan: "Sampah masyarakat itu merupakan satu-satunya murid dari Sin hiat jin mo (Manusia iblis menghisap darah). berarti dia dapat bertarung lagi dengan si Mayat hidup Ciu jit hwe . akan terlihat mana yang lebih jelek dan mana yang lebih unggul" Gak Kun liong dan Suma Thian yu menja di tertarik sekali setelah mendengar cerita itu. maka seluruh badannya akan membusuk. ilmu silatnya sangat lihay. Setelah berhenti sebentar. keampuhannya ilmu pukulan ini boleh di bilang merupakan salah satu kepandaian ampuh dikalangan hitam. ketika dilihatnya pendeta itu berhenti sejenak. Maka Manusia iblis penghisap darah Pi-Ciang hay pun menitahkan anak muridnya untuk mencari ular beracun yang telah berusia seribu tahun. "Bila ditinjau dari bentuk badan bayangan hitam yang sedang melarikan diri tadi. asal mutiara penawar racun itu telah berhasil di dapatkan. oleh sebab itu dia menjadi satu-satunya orang yang bisa menandingu Hui cha Can cu. tapi kalau dibanding kan dengan ilmu pukulan Luan si im hong ciang (pukulan angin dingin bangkai busuk) dari Hoat si si (Mayat hidup) Ciu Jit hui. kepandaian andalannya adalah Pek lek si hun ciang (Pukulan geledek pembetot sukma). dengan cepat dia menyambung: "Kenapa? Cepat beri penjelasan” Cong liong lo siansu sengaja mendehem untuk membasahi kerongkongannya dengan air ludah kemudian pelan-pelan melanjutkan: Ilmu pukulan angin dingin bangkai busuk amat beracun sekali. sudah pasti dia adalah Hui cua Cung cu Kiong Lai.

mari kita pergi mencarinya untuk membuat perhitungan!" "Kau yakin dapat menangkan dia?" tanya Cong liong lo siancu dengan perasaan tak puas. "Tentu saja dapat menangkan dia dengan pasti. dia pasti mempunyai cara yang baik untuk mengatasi persoalan ini. Cong liong lo siansu tertawa panjang.. kontan saja membuat Gak kun liong yang pada dasarnya bersifat ingin menang merasa terbakar hatinya. buat apa dia menjadi seorang jago kelas wahid dalam kalangan rimba hijau?" Taktik memanasi hati orang yang digunakan Cong liong lo siansu ini ibaratnya api yang bertemu minyak. ini yang dinamakan si rase takut dengan keganasan harimau.. dia segera melompat bangun. seandainya kau benarbenar bisa mengalahkan dia.. bukankah hal inipun merupakan suatu takdir?" "Tidak bisa!" teriak Gak Kun liong dengan perasaan tidak puas. buat apa mesti tergesa-gesa macam orang takut tak kebagian makanan. engkoh Thian yu.. bukankah tempo hari dia hanya bisa membiarkan aku membawamu pergi dari sini. "aku pasti akan mencari nya sampai ketemu. lalu sambil menarik tangan Suma Thian yu siap melakukan pengejaran.. engkoh Thian yu.. coba lihat ibumu telah datang.?" "Benar" Suma Thian yu manggut-manggut sambil mengiakan..." . Cong liong lo siansu segera berseru: "Long ji. "Haaahh. lanjutnya dengan tertawa ramah: "Siapa tahu Hui cha cun cu Kiong Lui yang menjadi nelayan yang beruntung.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia berhenti sejenak. melainkan jeri terhadap kepandaian silat ibumu. dia bukan takut kepadamu.com/ tanpa kuatir keracunan lagi" Berbicara sampai disitu. haaah.haaah. Mendadak terdengar suara pekikan burung hong bergema memecahkan keheningan. maka dia baru mengalah tiga bagian kepadamu.

.. kau harus mencarikan akal bagiku" "Ada urusan apa Liong-ji?" Hui im Tongcu tidak mengerti akan peristiwa yang barusan terjadi. Siau yau kay Wi Kian yang berada disisinya dengan capat berseru penuh semangat: "Hiiih. Secara ringkas Cong liong lo siansu menceritakan apa yang telah terjadi.. kaupun boleh ikut. di kemudian hari entah siapa yang bisa mengurusi nya?" Cong liong lo siansu hanya tersenyum belaka tanpa menjawab. sementara Gak Kun liong juga telah melepaskan diri dari pelukan ibunya dan berlari menghampiri sipengemis sambil mere ngek agar cepat membawa mereka pergi. bagaimana kalau aku sipergemis tua yang menemanimu membuat keramaian?" Suma Thian yu merasa girang sekali setelah mendengar Siau yau kay menyanggupi untuk menemaninya.hiihh. kembali dia menambahkan: . Berapa saat kemudian dia baru berpaling kearah Suma Thian yu seraya berkata: "Anak Yu. perduli berhasil atau tidak. Gak kun liong segera menubruk kedalam pangkuannya sambil berseru manja: "Ibu. tanpa terasa Hui im Tongcu menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas...Tiraikasih Website http://kangzusi. kemiiian tampak Ing-ji dengan membawa Hui im tongcu dan Siau yau kay Wi Kian telah melayang turun ke atas tanah. Menyaksikan kemanjaan putranya.hiiih.biasanya kasus semacam ini paling cocok dengan seleraku.. ka tanya: "Aaai. kau harus kembali kesini!" Kemudian setelah berhenti sejenak. dari tengah udara telah kedengaran suara hembusan angin tajam. Begitu bertemu dengan ibunya.com/ Baru selesai dia berkata. kalau bocah sudah terbiasa dimanja. maka dia bertanya dengan perasaan tercengang.

kemudian baru meneruskan perjalanan menembusi hutan.com/ "Setelah kau kemari nanti. "tak heran kalau dia mendamprat ku habis-habisan begitu bersua muka denganku tadi. begitu berada dalam hutan.. rupanya mereka mempunyai hubungan yang begitu akrab!" Tatkala matahari sudah mulai tenggelam. masing-masing harus berjaga pada posnya masing-masing. tak boleh kemaruk akan pahala sehingga menggagalkan rencana kita ini" Seusai berkata. sepanjang jalan dengan tiada jemu-jemunya Siau yau kay wi kian menanyai Suma Thian yu terus-menerus tentang masalah perusahaan Sin liong piaukiok dan perselisihan-nya dengan congpiautau mereka Mo im si liong Wan Kiam ciau... Kemudian bersama Siau yau kay dan Gak Kun liong berangkat meninggalkan bukit tersebut. bagaikan memasuki daerah tak bertuan..Tiraikasih Website http://kangzusi. Ditengah kegelapan malam. Siau yau kay Wi Kian lantas memanggil kedua orang pemuda itu dan membisik kan sesuatu kepada mereka. mereka bertiga lantas memencarkan diri. sampailah ketiga orang itu didepan hutan yang amat lebat. Siau yau kay wi kian langsung membawa kedua orang pemuda itu menuju ke bukit Han san. Siau yau kay telah berseru: "Sudah beres! Kita boleh melaksanakan tugas seperti apa yang direncanakan Lo siang. tampak . ada tugas yang jauh lebih penting lagi hendak kuserahkan ke padamu" "Baik!" Suma Thian yu mengiakan. sebenarnya apa hubungan mu dengan Wan congpiautau?" "Aku si pengemis tua adalah susioknya" kini Siau yau kay baru mengutarakan indentitas yang sebenarnya. mereka bertiga segera sama-sama menyusup masuk kedalam hutan." dalam hatinya Suma Thian yu lantas berpikir. dan akhirnya diapun dengan perasaan jemu ia balik bertanya: Locianpwe. Ooh. Dan setelah keluar dari hutan. Untuk kesekian kalinya Suma thian yu mengulangi kembali kisah kejadian tersebut.

sambil berdiri ditengah lapangan tersebut. besok ada kesulitan besok baru murung. dia lantas berteriak teriak macam orang gila. dua macam senjata rahasia itu sudah muncul di depan mata. Tiba-tiba bergema suara gelak tertawa yang amat nyaring berkumandang memecahkan ke heningan. Siau yau kay segera berteriak kesakitan: "Aduuh mak. tahu-tahu senjata rahasia yang meluncur datang itu lenyap bagaikan batu yang tenggelam di tengah samudra. tampak dua sosok bayangan manusia bagaikan sambaran petir cepatnya telah mela yang turun didepan mata. "Hari ini ada arak hari ini mabuk.com/ tiga sosok bayangan manusia terbagi menjadi tengah kiri dan kanan bersama-sama menerjang masuk kedalam hutan. memangnya dianggap setiap orang boleh memasuki tempat ini sekehendak hati sendiri?" .. tapi pada saat yang bersamaan pula Siau yau kay telah rubuh terjungkal ke atas tanah. pikirnya: "Anjung keparat. lalu nampak dua titik cahaya tajam yang disertai dengan suara-suara desingan angin tajam langsung menyambar ke tubuh Siau yau kay wi kiam. tidak dilihat dulu tempat apakah ini." Belum habis dia bergumam.Tiraikasih Website http://kangzusi. Menyaksikan kejadian tersebut. Tiba ditepi tanah lapang ditengah hutan. angkat cawan minum bersama bidadari. masuk jebakan kalian!" Baru saja ingatan tersebut lewat. punah tak berbekas. habis sudah riwayat aku si pengemis tua!" Entah gerakan apa yang dipergunakan. hmm.. Terdengar salah seorang diantaranya segera mencaci maki kalang kabut. Siau yau kau Wi Kian tidak maju lagi. terdengar dua kali bentakan nyaring bergema memecahkan keheningan. diam-diam Siau yau kay merasa amat girang. "Pengemis busuk yang tak punya mata. Bila masuk istana iblis dianggap istana malaikat.

Di dalam kegelapan tadi. dia mengawasi wajah ke dua orang itu dengan lebih seksama.... tapi kini setelah mengetahui kalau pengemis tua yang mereka sergap tak lain adalah Siau yau kay yang disegani setiap orang.Tiraikasih Website http://kangzusi. tahu-tahu Wi kian mengebaskan ujung bahunya ke depan. mendadak terdengar pengemis itu tertawa dingin. berani melukai orang segera sembunyi.haah. berapa butir batok kepala aku si pengemis tua bisa ludas terpenggal nanti" Selesai berkata buru-buru dia melarikan diri ke luar hutan. Siau yau kay Wi kian juga melompat bangun.com/ Sambil berkata dia lantas membungkukkan badan sambil memeriksa apakah Siau yau kay Wi Kian sudah mati atau belum. kelewat besar keonaran yang ku buat kali ini. seperti mayat yang bangkit kembali. rupanya kalian berdua dari Tiang pek san. mendadak dari dalam hu tan bergema suara bentakan rendah: "Lihat serangan!" . Orang itu segera mendengus tertahan dan roboh terkapar ke atas tanah.. kontan sa ja mereka menghembuskan napas dingin... yang tergeletak diatas tanah sekarang adalah Liat hwee siu Li Hiong. Bersamaan waktunya.. Tampaknya Siau yau kay akan segera keluar dari hutan itu.. Kiu tau siu Li Gi tidak dapat melihat jelas pendatang tersebut. waduh. Tak heran kalau mereka tak berani melakukan pengejaran meski menyaksikan Siau yau kay melarikan diri. Siapa tahu. kemudian sambil menjerit kaget dia berteriak: "Aduuh mak. kalian memang pantas mampus!" Selesai berkata..haah. baru saja dia membungkukkan badannya. serunya sambil tertawa terbahak-bahak: "Haah... Rupanya orang yang melepaskan senjata rahasia tadi adalah Kiu tau siu (bintang berkepala semblan) Li Gi serta Liat hwee siu (bintang berapi) Li Hiong dua orang.

. menyaksikan datangnya sergapan senjata rahasia. "Bocah. pemuda bermuka manusia berhati binatang ini sesungguhnya hendak menghantar Suma Thian yu serta dua bersauda ra Thia kedalam hutan dan meminjam kekuatan Hui cha Cun cu hendak membasmi mereka bertiga. kalau dilihat tampangmu yang begitu tampan. dia memancing kehadiran Hui cha Cun cu. sungguh tak kusangka kalau hatimu kejam. sedang dia sendiri berlagak seakan-akan jalan darahnya tertotok dan roboh tak sadarkan diri ditanah. . dia membuang tubuhnya kebelakang dengan gerakan jembatan gantung. orang muda sudah belajar berbuat kalau sudah dewasa nanti mau jadi apa kau?" Siau yau kay berpura-pura mendamprat: Pemuda ganteng itu sesungguhnya tak lain adalah Cun gan siucay (sastrawan berparas tampan) Si Kok seng. Dengan tindakan mana. untung tidak sampai mampus!" Mendadak dari balik hutan melayang keluar sesosok bayangan manusia.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa gugup barang sedikitpun jua.com/ Beberapa titik cahaya tajam yang disertai desingan angin tajam segera meluncur kedepan dan menyergap tubuh Siau yau kay. meminjam cahaya bintang Siau yau kay segera mengamati wajah orang itu lebih seksama.. maka begitu sampai dalam hutan dia lantas melaporkan namanya dan memberi kabar kepada Hui cha Cun cu akan kehadiran-nya. Kemudian sambil berlagak menghancurkan tugu dan mencaci maki. sayang perhitungan manusia takkan menangkan takdir. akhirnya Suma Thian yu berhasil ditolong oleh Gak Kun liong sedang dua bersaudara Thia pun berhasil lolos pula dengan selamat. lalu setelah berhasil berdiri tegak segera ejeknya: "Waaah.. diapun dapat mencuci bersih kejahatannya. lalu menghimpun tenaga dalamnya kedalam dan melayang mundur dari situ dengan gerakan datar. selain bisa menghin darkan diri dari tugas. ternyata dia adalah orang pemuda yang berwajah amat tampan. Wi Kian memang sangat lihay.

Tapi rasa jerinya itu hanya disembunyikan dalam hati. kau tak boleh bersikap kelewat gegabah!" Sekarang Cun gan siaucay Si Kok seng baru terkesiap. dengan cepat ia menjadi sadar bahwa pengemis tua ini mustahil datang tanpa membawa suatu maksud tertentu. peluh dingin segera jatuh bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. mumpung ada kesempatan aku hendak memberi pelajaran kepadamu. Kiu tausiu Li Gi yang kuatir rekannya kelewat memandang enteng lawan segera memberi peringatan: "Si hiante. agar kau tahu bahwa diluar langit masih ada langit. Cun gan siuacay Si kek seng yang menyaksikan pengemis tua itu sanggup memunahkan sergapan-nya secara mudah.com/ dengan demikian rencana busuknya mengalami kegagalan total. Maka diapun tanpa sungkan. jalan ke neraka justru kau terjang. serunya dengan suara lantang: "Pengemis busuk. Dalam pada itu. sungguh beruntung sauya bisa bersua denganmu hari ini. diamdiam ia menarik napas dingin. kemudian sambil berdiri empat langkah dihadapan Siau yau kay Wi Kian. membuat Kiu tau siu Li Gi yang berdiri tenang disisinya turut bergidik hingga bulu kuduknya pada bangun berdiri. dia tidak mengira kalau pengemis tua yang sama sekali tidak punya keistimewaan apa-apa ini sesungguhnya adalah Siau yau kay Kian yang disegani dan ditakuti setiap orang. dia adalah Siau yau kay yang bernama besar. jalan ke sorga tidak kau tempuh. . diatas manusia masih ada manusia pandai lain-nya" Sedemikian jumawa dan takaburnya perkataan itu. nampaknya kau sudah bosan hidup sehingga sengaja datang kemari untuk menghantar nyawa mu" Baru selesai pemuda iblis itu berkata.Tiraikasih Website http://kangzusi. sedang diluaran ia lantas berseru sambil tertawa dingin: "Aku mengira siapa yang begitu bernyali berani membuat keonaran disini.sungkan meloloskan pedangnya. rupanya hanya pengemis busuk yang dibenci oleh setiap orang.

kali ini dia mengancam jalan darah Tiong teng hiat di depan dada Kiu tau siu Li Gi. se bentar keatas dan sebentar lagi kebawah. Sambil bertarung mempermainkan ke dua orang itu.. Dalam satu jurus mempunyai dua kegunaan yang berbeda. hari ini aku si pengemis tua memang ingin membuka mataku. sementara Kiu tau siu Li Gi mengangkat goloknya membacok dari sebelah kiri. Siau yau kay mulai merasa kuatir. Semhari berkata.com/ Siau yau kay Wi Kian menengadah dan tertawa tergelakgelak.haah. tapi sewaktu sampai ditengah jalan.haah. jadi sama sekali tiada maksud membunuh mereka. coba kalau tujuannya bukan untuk memancing kemunculan Hui cha Cun . Si kok seng telah mengayunkan pedangnya dengan jurus Lan kang to cay (Membendung sungai mengeringkan samudra).. lebih baik kalian berdua maju bersama saja. Tujuan Siau yau kay yang sebetulnya tak lain hanya ingin membelenggu kedua orang itu. dia menyerang dari sisi sebelah kanan. dia memutar gerakannya dan merubah pukulan menjadi serangan jari. kontan saja mendesak Si Kok seng dan Li Gi harus turun tangan memberikan perlawanan. sasa rannya adalah Can gan siucau Si Kong seng. bagus sekali. mari. sebentar kekiri.Tiraikasih Website http://kangzusi. hal mana membuat dua orang bajingan itu berkaok-kaok kegusaran. Maka diapun mengembangkan ilmu langkah Ciok tiong luan pon hoat untuk berputar-putar mengitari mereka berdua. Terdengar dua kali bentakan gusar bergema memecahkan keheningan. telapak tangannya segera diayunkan kedepan dengan jurus Liong su yu hay (naga berpesiar ke empat samudera). apa sebabnya hingga kini Hui cha Cun cu belum juga menampakkan diri. Dalam waktu singkat seluruh arena sudah dipenuhi dengan bayangan manusia yang sebentar bergerak kekanan.. "Haah.. dengan tangan kosong akan kulayani kalian berdua sebanyak tiga ratus gebrakan. mari. bagus...

com/ cu. Taktik suara ditimur menyerang dibarat ini bernama pula siasat memancing harimau turun gunung. Tanpa menjumpai hadangan apapun Gak Kun liong telah berhasil menyusup masuk ke dalam hutan. Tampak ia meludah. kedua orang bajingan ini tak akan mampu bertahan sebanyak sepuluh gebrakan. mendadak dari sisi jalan ia saksikan sesosok bayangan manusia menampakkan diri dan menghadang jalan perginya.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian serunya dingin: . pikirnya: "Heran. Gak Kun liong dan Suma Thian yu berdua. tampak sepuluh kaki selewatnya jalan kecil itu dia akan sampai dirumah kediaman Hui cha Cun cu. mengapa setan tua ini belum lari kesana?" Dengan suara lantang diapun menegur: "Kiong Lui. Gak Kun Hong mundur satu langkah kebelakang. Sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh Siau yau kay. hampir saja mengejutkan hati ku! Kenapa kau bersembunyi seorang diri ditepi jalan? Apakah menyambut kedatanganku?" Ternyata orang yang menghadang jalan pergi Gak Kun liong adalah Hui cha Cun cu Kiong Lui. satu dari kiri yang lain dari kanan secara terpisah telah menyelundup masuk kebelakang hutan. Dalam pada itu. tapi ia jadi tertegun setelah mengetahui siapa gerangan orang itu. sementara pengemis itu ber kaok-kaok memancing kemunculan musuh. Gak Kun liong segera angkat kepalanya. sebab tempat tinggal Hui cha Cun cu terletak dibelakang hutan tersebut. Disaat tubuhnya baru mencapai jalanan kecil inilah. Mendengar suara tertawa tersebut. kelihayannya luar biasa sekali. mendadak dari jalan berkumandang suara tertawa dingin yang amat mengerikan. Suma Thian yu dan Gak Kun liong berdua akan menyelundup kedalam rumah dan menyelesaikan tugas mereka.

Mau mungkir?" Setelah mendengar kalau gembong iblis tersebut hanya menyebut Siau yau kay seorang. kau ingin mengelabuhi ku? Tadi kau bilang hendak menyampaikan sebuah kabar untukku..heeeh. kemudian sambil mengejar. dia mencengkeram kerah baju Gak Kun liong. tak ingin bicara lagi. mencari aku hendak bermain? Masa membawa orang?" Hui cha Cun cu Kiong Lui mendengus dingin. jangan harap kau bisa meloloskan diri dari sini!" dampratnya.. "Aku hendak mencarimu untuk bermain..heeeh. mengapa kau malam-malam datang kemari? Apakah kaupnn sengaja datang dari gua Hui im tong untuk menyambut kedatangan ku?" Gak Kun liong melototkan sepatang matanya yang besar dan bulat itu sambil menyahut. kau ingin bertarung?" . "Sipengemis busuk itu. sekalian hendak memberitahukan satu hal kepadamu" "Hmm. aku tak ingin main.com/ "Jawab dulu.bocah.. "Coba lihat. kontan hatinya merasa lega. "Bocah keparat! Sebelum mengemukakan alasannya. cepat katakan" seru Hui cha Cun cu sambil tertawa licik. Gak Kun liong segera tahu kalau jejak Suma Thian yu belum ketahuan.. Menyaksikan hal itu Hui cha Cun cu segera membentak gusar. Gak Kun liong segera merendah sambil melejit kesamping. “Membawa siapa?" Gak Kun liong mencibir. galak amat kau ini! Ya sudahlah.Tiraikasih Website http://kangzusi. setiap kali ia tentu mengutus orang untuk mengikutiku. teriaknya: "Hei. katanya cepat: "Ibuku tak suka kalau aku pergi jauh. akhirnya dia berhasil menemukan suatu siasat bagus. lohu toh bukan anak berusia tiga tahun.. apa boleh buat" "Heeeh. selamat tinggal!" Selesai berkata dia lantas membalikkan badai dan kabur dari situ. Sambil menggigit bibir dia lantas berpikir sejenak. Merasakan datangnya desingan angin dingin dibelakang tubuhnya.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Hui cha Cun cu mencengkeram batok kepala Gik Kun liong lagi dengan jurus Cong eng phu toh (elang sakti menerkam kelinci). "apa sangkut pautnya antara ular beracun denganku? Kau ingin mempermainkan lohu?" . Sambil cengar-cengir segera sahutnya: "Aku toh sudah bilang. semua serangan yang dilancarkan boleh dibilang tidak menggunakan tenaga penuh. dalam sekalian pandangan saja Hui cha Cun cu sudah mengetahui kalau bocah ini mempunyai sesuatu maksud tertentu. dengan begitu ia justru termakan oleh siasat Gak kun Liong. Gik Kun liong sendiripun bukan manusia sembarargan. kalau tidak. cepat katakan rencana busukmu. tanpa terasa bentaknya dengan gusar: "Bocah keparat. baik dalam soal tenaga dalam. jangan salahkan kalau lohu akau bertindak keji kepadamu" Memukul anjingpun harus melihat pemiliknya. Gak Kun liong memang dasarnya cerdik. ke pandsian silatnya telah mendapat warisan langsung dari ibunya.com/ “Aku ingin memberi pelajaran kepada mu. suruh kau menebak dulu toh bukan persoalan? Padahal aku memang hendak memberitahu kepadamu. maupun soal ilmu meringankan tubuh. dari ucapan lawan dia tahu kalau musuh hanya gertak sambal belaka. kepandaiannya tidak kalah dari seorang jago kelas satu dalam dunia Persilatan. meski usianya masih muda. Sebagai manusia yang berpengalaman. mau apa kau?" Sambil berseru. hendak mencarimu untuk diajak main. Padahal Hui cha cun cu Kiong Lui sendiripun menaruh perasaan was-was terhadap Gak kun liong. Tampak bocah itu melompat kekiri mengegos kekanan. gerakan tubuhnya sangat aneh. dia selalu berputar mengitari sekeliling Hui cha cun cu sambil menggoda. diapun pandai menduga setiap persoalan yang bakal terjadi. aku telah mem bunuh seekor ular beracun" "Kentut!" Hui cha Cuncu membentak gusar.

kau harus ditempeleng atas kebohongan mu itu" Gak Kun liong tahu. mana mungkin ular beracun ditemukan secara gampang. lihat saja nanti. "Hei. buru-buru dia menerobos kedepan sambil mengayunkan telapak tangannya. kemudian dia menerobos kebelakang punggung musuhnya lewat bawah ketiak. hmm. Dalam marahnya Hui cha Cun cu segera men dorong pula sepasang lengannya kedepan dan melepaskan sebuah pukulan yang maha dahsyat. sebuah . aku tak doyan dengan permainan begitu. akan ku laporkan kepada ibuku agar kau diberi pelajaran yang setimpal" Mendengar ucapan mana. Gak Kun liong bukan anak bodoh. maka sengaja kusampaikan berita ini kepadamu. hukuman mati boleh dihindari tapi hukuman hidup jangan diharap bisa dihindari. dia merasa bocah itu jelas lagi membohonginya. sauya berada disini!" teriakannya sambil bersorak kegirangan. Hui cha Cun cu merasakan jantungnya berdebar keras. dari malu dia jadi naik darah sambil memutar badan. sepantasnya kau berterima kasih atas jerih payahku ini. kepalan-nya yang digenggam kencang lantas dihantamkan keras-keras. tapi setelah dipikir kembali. Secara beruntun Hui cha Cun cu harus menderita dua kali pukulan.. membuat dia berkaok-kaok kesakitan. bukan mundur ia justru menyerobot maju kemuka dan memotong dada Kiong Lui. kenapa sih kau galak amat?" Aku dengar kau sedang berusaha keras untuk mencari ular beracun berusia seribu tahun. bisa dibayangkan be tapa gusarnya orang itu. "Plaaaaakkkk!" sebuah tamparan keras menghajar telak diatas pipi Hui cha Cun cu. Sekarang kau malah galak amat kepadaku.? Kontan saja dia mencaci maki penuh kemarahan: "Keparat. dengan cepat dia berkelit kesamping.com/ "Aduuh mak. sewaktu berbicara penjagaan lawan pasti menendor.Tiraikasih Website http://kangzusi..

hawa murninya segera dihimpun ke dalam telapak tangan dan siap menyongsong datangnya ancaman lawan dengan keras lawas keras. sambil menggertak gigi menahan diri makinya: "Bocah keparat. tentu saja dia jeri menghadapi ancaman semacam itu. Atas kejadian tersebut. Hui cha Cun cu makin naik darah. dia malah menyusup masuk ketengah lapangan ditengah hutan dan persis menyongsong kedatangan Siau yau kay Wi Kian.com/ pukulan dengan tenaga sebesar lima bagian segera dilontarkan kemuka. Gak Kun liong sedang asyik bertarung. kedua belah pihak samasama tergetar keras badannya. bagus sekali! Rupanya kedua ekor anjing budukan itu sudah dibikin mampus" Selesai berkata dia lantas ngeloyor pergi meninggalkan tempat itu. Gak Kun liong segera tertawa terbahak-bahak. dibelakang ada srigala buas!" buru-buru ia berteriak minta tolong. Menyaksikan keadaan tersebut. Akibat dari bentrokan tersebut. Tolong.. Tiba-tiba dari tengah hutan sana berkumandang dua kali jeritan ngeri yang menyayatkan hati. "Blaaaamm!" suatu ledakan keras menggelegar diangkasa. bagus. tolong..Tiraikasih Website http://kangzusi... ejeknya: "Hahahahahaha. mu lai hari ini aku bukan she Kiong lagi". rupanya kau memang sengaja datang mencari gara-gara.. . bila kubiarkan kau lolos dari hutan ini sekarang. Hui cha Cun cu menjadi tertegun.ciau (naga sakti mementang cakar). Menghadapi kejaran tersebut. Hui cha Cun cu menjadi teramat gusar. tanpa terasa gerak serangannya menjadi terhenti. Gak Kun liong sama sekali tidak berpaling. Seraya berkata dia lantas mengejar sampai lima langkah dibelakang Gak Kun liong.. ia segera menerkam lagi kemuka dan membacok dada Gak Kun liong dengan jurus Im liong tham. tapi tidak sampai menimbulkan cedera apapun.

lalu tegurnya sambil tertawa terbahak-bahak: "Selamat bersua kembali saudara Kiong. tatkala dilihatnya Tiang pek siang tat dan Si Kok seng mendengkur semua dengan begitu nyenyak. namun bukan berarti tak boleh. Akan tetapi. kita harus bertarung sampai salah satu mampus" Seraya berkata. ia lantas melancarkan serangan dengan jurus Huang hong cian bong (angin puyuh . sekalipun cara bertarung semacam ini merupakan suatu pertarungan dengan cara bergilir.. bagus sekali perbuatanmu. mau apa kau malam-malam datang kemari?" "Aduuh. keadaan semacam ini dibiarkan berlangsung terlalu lama lagi. Sementara pembicaraan berlangsung. bagaimana pun juga Suma Thian yu sudah masuk ke dalam hutan. Hui cha Cun cu pun mengawasi anak buahnya yang tergeletak ditanah. tanpa banyak cincong dia lantas mendamprat: "Sudah pasti kau si pengemis busuk yang membuat rencana busuk ini. segera bentaknya: "Pengemis busuk. pada akhirnya ke dua belah pihak pasti akan jatuh korban.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku harap kau sehat sehat selalu selama ini.. dan Suma Tnian yu belum juga berhasil. amarahnya langsung saja berkobar lagi. mengapa sih galak amat? Saudara Kiong. Betul Kun liong sudah menahan lawan untuk sesaat lamanya dan kini berganti Siau yau kay yang menghadang. kejadian ini akhirnya membuat dia merasa membuat dia merasa kuatir sekali. hari ini kalau ada kau berarti tak ada aku. usia kita sudah tua.kita kan orang sendiri. kena pa kau bisa pindah ke tempat semacam ini?" Kemarahan Hui cha Cun cu makin membara setelah bertemu dengan Siau yau kay Wi Kian. ayo jawab. kenapa sifat berangasanmu belum juga berkurang?" Sambil berkata Siau yau kay menunggu berita Suma Thian yu dengan tenang. tapi hingga kini belum nampak juga munculkan diri.com/ Siau yau kay Wi Kian menyelinap melalui sisi Gak Kun Hong dan segera menghadang dihadapan Hui cha Cun cu.

Seketika itu jaga seluruh angkasa diliputi angin puyuh yang menderu-deru. kelihayannya benar-benar mengerikan. tunggu aku diluar hutan sana!" Sementara berbicara. akan tetapi lawannya Hui cha Cun cu Kiong Lui sendiri pun merupakan gembong iblis nomor satu dari golongan Liok lim. sebab itu dia selalu menghindari yang berat menghadapi yang ringan.Tiraikasih Website http://kangzusi. dan diantara deruan angin pukulan yang memekikkan telinga. mengembangkan ilmu pukulan Pek lek si hun ciang nya yang maha dahsyat dan satu jurus demi satu jurus meneter musuhnya secara pasti. Tujuan yang terutama dari Siau yau kay Wi Kian tak lain adalah memberi waktu yang cukup buat Suma Thian yu untuk melaksanakan tugasnya. Siau yau kay segera mengegos kesamping lalu berkelit dengan gerakkan amat cepat. kepada Gak Kun liong serunya: "Liong-ji. jilid : 13 Pengemis sakti yang pernah malang melintang dalam dunia persilatan karena ilmu langkah Ciok tiong luan poh cap lak tui nya ini benar-benar memiliki tenaga dalam yang amat lihay. segulung angin serangan dahsyat langsung me nerjang ketubuh Siau yau kay.com/ menggulung puncak). seperti ombak dahsyat yang menghantam tepian. kedua belah pihak sama sama mengeluarkan ilmu pukulan berat. dia merupakan raja iblis yang disebut Kay si siang mo (sepasang iblis sakti dari jagad) bersama mayat hidup. apalagi suhunya si Manusia iblis penghisap darah. dengan mengandalkan ilmu . tangan yang sebelah dilintang kan didepan dada sementara telapak tangan yang lain siap melancarkan serangan. menghindari kenyataan menyongsong yang kosong. Hui cha Cun cu. Siau yau kay yang diancam segera tertawa terkekeh-kekeh. angin pukulan lawan telah meluncur datang. Begitu bertarung.

Hui cha Cun cu pun seorang manusia yang amat lihay. mendadak terdengar su¬ara pekikan nyaring bergerai memecahkan ke¬heningan. Mendengar suara pekikan tersebut. diapun tidak berniat bertarung melawanku. tanpa terasa diapun turut berpekik nyaring. sebentar ke atas sebentar ke kiri dan sebentar lagi ke kanan. hal mana kontan saja membuat hatinya kesal bercampur men¬dongkol. sepasang tangannya diayunkan berulang kali melepaskan tiga buah pukulan berantai. Tapi.Tiraikasih Website http://kangzusi. mungkinkah kedatangan mereka mempunyai suatu rencana tertentu? Tidak. Seperti seekor kupu-kupu yang terbang di antara aneka bunga. Mendadak gerakkan tubuhnya berubah. serunya sambil tertawa keras "Maaf aku si pengemis tua harus mohon diri lebih dulu!" . tetapi tak bisa diduga apa tujuannya. sambil berkelit dia selalu mengejek dan mencemooh gu¬na mengacaukaa pikiran musuh. sedemikian cepatnya serangan yang dilancarkan memaksa Hui cha Cun cu terdesak mundur sejauh beberapa langkah. tanpa terasa pikirnya: "Kedatangan kedua orang ini tidak seperti mencari balas. sudah jelas tahu jika orang datang karena sesuatu tujuan. diam-diam ia girang karena Suma Thian yu telah berhasil hingga tidak siasia kedatangan mereka kali ini. Siapa tahu Siau yau kau segera menarik kembali serangannya begitu berhasil mendesak Kiong Lui. Siau yau kay merasakan semangatnya berkobar kembali. dalam sekilas pandangan saja ia sudah bisa menduga maksud tujuan Siau yau kay. Sementara pertarungan antara kedua orang itu masih berlangsung. aku tidak memiliki sesuatu yang bi¬sa di incar orang dengan siasat liciknya!" Semakin dipikir dia merasa makin bingung dan tak habis mengerti. meski suaranya tak keras tapi me¬ngalun tiada hentinya di tengah udara.com/ gerakan tubuhnya yang sakti dia berusaha memunahkan sebagian besar dari ancaman yang tiba. tak mungkin.

segera meninggalkan Hui cha Cun cu Kiong Lui dan melayang keluar dari hutan.com/ Begitu selesai berkata.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau yau kay tak berani berayal lagi. Siau yau kay Wi Kian yang mendengar suara pekikan nyaring dari Suma Tnian yu. mereka banya ditotok saja jalan darahnya. saat itulah merupakan saat ajalmu. dia tak tahu apa gerangan yang se¬dang dilakukan musuhnya itu. . Mendadak satu ingatan melintas dengan cepat dalam benaknya.. Dengan kejadian ini. kuperingatkan kepadamu.. tanpa terasa serunya sambil mendepakkan kakinya berulang kali: "Pengemis busuk. dalam waktu sing¬kat bayangan tubuhnya telah lenyap dibalik keeelapan. tubuhnya sudah me¬lompat keluar dari hutan. coba akan kulihat kau bisa berbuat gila sampai kapan!" Selesai berkata dia lantas kembali ketanah lapangan dan menyadarkan rekan-rekannya. akhirnya dia menjejakkan kakinya ke ta¬nah dan ikut mengejar keluar hutan. karena ingin tahu. Hui cha Cun cu semakin dibikin kebingungan dan tidak habis mengerti. dia segera mengerahkan ilmu meringankan tubuh Leng khong siu tok melakukan pengejaran secepat kilat dari belakang. jangan-jangan karena benda mestika itu!” )-)-)-)-)-)-) sementara itu. kemudian terdengar ia menjerit kaget: "Aduuuh. ternyata rekannya tiada yang cedera. Begitu tiba di hutan. Hui cha Cun cu yang dikacau orang masih berdiri termangu-mangu dengan perasaan tidak mengerti. Diri kejauhan sana dia menyaksikan ada dua sosok bayangan manusia yang kecil sedang menuju kedepan. bila kita bersua lagi dikemudian hari. suasana di keli¬ling sana masih tetap sepi tidak ada manusia siapapun. disitu tak nampak sesesok bayangan manusiapun.

aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepada kalian berdua!" Begitulah sambil berbicara sambil berjalan. dari mana datangnya dua butir?” seru Siau yau kay setengah girang setengah mendamprat. lalu katanya: "Aaah. tanpa terasa ketiga orang iitu sudah tiba di¬atas puncak bukit.com/ Hanya didalam beberapa kali lompatan saja. gembong iblis tersebut telah menyembunyikan mutiara tersebut dengan amat rahasia sekali. pokoknya tugas kita kali ini telah berhasil dengan lancar. Aah. "Setan cilik. Gak Kun liong segera bersuit nyaring ketebing seberang sana memberi tahu kepada si burung hong untuk menjemput mereka. cara kerjamu amat lamban. “Engkoh Thian yu. Siau yau kay segera berpikir sejenak. tidak mungkin. masa sedemikian cepatnya dia menyembunyikan benda itu? Kecuali kalau sebelumnya dia sudah tahu kalau kami bakal datang ke sana" Dengan wajah serius Suma Thian yu kem¬bali berkata: "Perduli amat.Tiraikasih Website http://kangzusi. masa hanya mengambil sebutir mutiara saja membutuhkan waktu sampai setengah hari? Hampir saja selembar nyawaku melayang" Sambil tertawa Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali. begitu sampai dia lantas menegur: "Bocah. Sambil berjalan Gak Kun liong pun mulai menggerutu. betul. sama sekali tak bisa cekatan. katanya: "Tahukah kau. mari kita memberi laporan. setelah memeras otak setengah harian lamanya. ia berhasil mendahului dua orang tersebut. . kau telah berhasil?” "Untung tidak gagal. aku baru berbasil mengorek-nya keluar dari atas dinding ruangannya" Mendengar perkataan itu. tentu saja hanya sebutir. cuma ada sebutir!" sahut Suma Thian yu dengan wajah berseri.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Gak Kun liong segera menari nari sambil berteriak: "Nah sudah datang. Siau yau kay segera mendengokkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak: .com/ Tak lama kemudian dari bukit seberang terdengar suara pekikan dari Ing ji. "paling baik lagi kalau dia berani me¬nyusul kemari. Gak Kun liong dengan perasaan makin geli¬sah mengawasi bukit seberang tanpa berkedip. dia berharap Ing ji bisa segera sampai disana. Ing ji sudah datang" Baru selesai dia berkata dari belakang punggung mereka telah berkumandang datang suara gelak tertawa yang amat mengerikan. men¬dadak terdengar tiga kali pekikan aneh berkumandang datang dari punggung bukit. aku seperti mendengar suara ujung baju terhembus angin. Dengan cepat Gak Kuu liong berpaling. tanpa terasa dia menjerit kaget: "Aaaah !" Apa yang diduga Siau yau kay memang tepat sekali.. Mendadak terdengar Siau yau kay Wi Kian berbisik lirih: "Sett! tenang sedikit. Hui cha Cun cu Kiong Lui dengan memimpin Kiu tau siu Li Gi dan Liat bwe siu Li Hiong telah muncul dihadapan mereka.?” “Apa yang kita takuti?" sahut Siau yau kay tenang. jangan-jangan gembong iblis itu merasa mutiaranya hilang dan menyusul kemari?" Suma Thian yu dan Gak Kun liong segera memasang telinga dan mendengar suara ujung baju terhembus angin berkumandang datang.. Dengan wajah gelisah Gak Kun liong lantas berseru: "Waah bagaimana baiknya? Ing ji masih belum juga datang kemari. aku si pengemis tua memang ingin memberi sedikit pelajaran kepadanya" Sementara pembicaraan berlangsung. Mendadak dari tengah udara berkumandang suara pekikan burung hong.

tanpa berkedip barang sekejappun dia menatap wajah Suma Thian yu lekat-lekat. hei orang she Kiong. sinar kebuasan dan rasa benci yang mencorong ke luar dari balik matanya makin menjadi.. kembali bentaknya: "Pasti kau. sebelum mampus kita tak usah buyar. buru-buru dia lari kesisi tubuh Suma Thian yu dan siap membantunya.com/ "Haah. teriaknya mendadak: "Kau anggap lohu tak berani?" .Tiraikasih Website http://kangzusi.. mendadak ia berhenti lalu sambil mengulurkan tangannya dia berseru: “Bawa kemari setan licik.. kemudian bentaknya gusar: “Bangsat sialan." jengek Suma Thian yu sambil tertawa sinis. Makin lama Hui cha Cun cu semakin mendekati mereka.kalau sudah bermusuhan... Hui cha Cuncu menjadi amat gusar. Tapi Liat hwe siu Li Hiong segera memburu kedepan dan menyerobot didepan Gak Kun liong dengan menghalangi jalan perginya. dunia kok rasanya amat sempit..haaah. Hui cha Cun cu melotot musuh-musuhnya dengan sorot mata penuh kebencian. Ayo jawab!" Sekulum senyum hambar menghiasi raut wajah Suma Thian yu. silahkan saja turun tangan sendiri. dimana saja kita selalu bersua kembali. ayo serahkan mutiara itu padaku!” "Kalau ingin turun tangan.. Gak Kun liong yang menyaksikan kejadian tersebut merasakan hatinya semakin gelisah. pengemis busuk. bagus. kita memang sudah ditakdirkan untuk berjumpa terus. kemudian selangkah demi selangkad berjalan mendekati anak muda tersebut.haaah.. Hui cha Cun cu yang berpengalaman tentu saja dapat menyaksikan sikap lawannya. dia tak sudi menjawab pertanyaan itu. siapa yang sudah melarikan mutiaraku?" Akhirnya sorot mata penuh kebencian itu berhenti diatas wajah Suma Thian yu. dia menggerakkan bahunya melayang kehadapan ke tiga orang itu.

Suma Thian yu manggutmanggut. jangan mundur lagi!" Mendengar peringatan tersebut. bulu kuduk pada bangun semua. biar lohu menyempurnakan keinginanmu itu!" Seraya berkata.Tiraikasih Website http://kangzusi.. dia malah mendongakkan kepalanya dan segera tertawa seram.heehh. lalu serunya: "Keparat busuk.. niscaya tubuhnya akan terjerumus kedalam jurang. kenapa mutiara itu tidak segera kau serahkan. sekalipun menggerakan tubuhpun bisa akan berakibat marabahaya yang mengancam. dengan mempergunakan sisa sorot matanya dia melirik kebelakang. "Hmm.. Siau yau kay Wi Kian yang menyaksikan kejadian ini menjadi amat kuatir. sauya akan gugur bersama mutiara ini" Sebenarnya Suma Thian yu hendak menggunakan ancaman tersebut sebagai gertak sambal. terkubur di dasar lembah. kini tubuhnya telah bera¬da di tepi jurang. bagus sekali.heehh. jangankan melancarkan serangan. apakah kau sudah bosan hidup?" Suma Thian yu mendengus dingin. bu¬ru-buru dia memperingatkan: "Yu ji.. siapa tahu Hui cha Cun cu tidak memakan gertakan tersebut.. jika kau berani maju selangkah lagi. dibelakang tubuhnya telah terbentang jurang yang tak nampak dasarnya. Suma Thian yu segera merasakan peluh dingin bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Waktu Itu Suma Thian yu sudah berdiri di tepi jurang. Tanpa disadari Suma Thian yu mundur dua langkah kebelakang. bila dia mundur selangkah lagi. peluh dingin bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. dia lantas mengayunkan telapak tangannya dan membacok tubuh Suma Thian yu. .com/ Seraya mengancam sekali lagi dia mende¬kati Suma Thian yu sampai dua langkah. Hui cha Cun cu Kiong Lui memperdengarkan suara tertawa liciknya yang mengerikan. Wouw! Sungguh mengerikan. "Heeh.

Oleh sebab itu. daripada berakibat seperti dalam peristiwa kitab tanpa kata dulu. Keadaan yang dihadapi Suma Thian yu waktu itu memang saat kritis dan berbahaya sekali. aki¬batnya belum lagi orang lain tertolong. Siapa tahu baru saja tubuhnya meninggalkan tebing. Siau yau kay dan Gak Kun liong yang me¬nyaksikan itu segera menjerit kaget.com/ Maka ketika menyaksikan datangnya ancaman dari Hui cha Cun cu. Hidup di dunia ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tapi. kendatipun ada malaikat yang berada di sana belum tentu bisa menyelamatkan jiwanya. tubuh Suma Thianyu yang sedang meluncur kebawah itu sudah disambar oleh suatu benda yang lunak. Bayangkan saja. mereka berdua pun segera memejamkan matanya rapat-rapat. mendadak dari belakang tubuhnya ber kumandang suara pekikan burung Hong yang keras sekali. Suma Thian yu meloncat mundur kebelakang. seandainya orang bermaksud untuk memberi bantuan. kadangkala memang bisa terjadi suatu peristiwa aneh yang sama sekali tak terduga. Menyusul kemudian terasa segulung angin kencang berembus lewat. kendatipun Siau yau kay memiliki kepandaian silat yang maha sakti. dia lantas menghela napas panjang dan sambil memejamkan matanya melompat turun kedalam jurang. ia bertekad untuk bunuh diri. sebab bagaimanapun jua mestika tersebut tak dapat dibiarkan terjatuh ketangan musuh. dia sendiri akan menjadi korban. "Ooooohh. bisa jadi pihak lawan akan melancarkan sergapan dengan mempergunakan peluang tersebut. pada akhirnya pada suatu peristiwa di luar dugaan telah terjadi. si anak muda itu sudah di desak hingga berada ditepi jurang. kemudian pelan-pelan dibawa terbang membumbung ke angkasa. . dia cuma dapat membiarkan Suma Thian yu terkubur di bawak jurang. Thian yu!" Karena tak tega.

lalu sepasang sayapnya dikembangkan dan dikibaskan berulang kali. rambut dan jenggotnya pada berdiri kaku saking marahnya. Hui cha Cun cu maupun Tiang pek siang sat tak kuasa menahan deruan angin pukulun yang amat kuat tadi. menyaksikan datangnya serangan dari Hui cba Cun cu.. masingmasing lantas menutup muka sambil menyembunyikan diri kesisi po¬hon.. Gak kun liang segera bertepuk tangan sam¬bil bersorak sorai. kuatir kalau tubuh mereka terseret oleh angin puyuh sehingga tercebur kedalam jurang. teriaknya kepada Siau yau-kay: . Gak Kun liong mendongakkan kepalanya.. lalu memeluk batang pohon erat-erat.. melepaskan sebuah pukulan dahsyat ke tubuh burung hong tersebut. segera pekiknya: "Aku tertolong..Tiraikasih Website http://kangzusi. bahkan tertolong. terima kasih langit. sambil berpekik nyaring telapak tangannya segera diayunkan ke udara.. aku sudah tertolong! Oooh. terima kasih bumi. apa yang kemudian terlihat membuatnya turut berpekik nyaring: "Horeee. Ing ji telah membawa Suma Thian yu terbang jauh melampaui puncak tebing dan berpekik gembira tiada hentinya.. dia lantas berpekik nyaring. Mendengar suara pekikan itu. Ing ji adalah seekor burung hong yang berperasaan tajam. dia memahami watak manusia. terima kasih Ing ji!” Ditengah jeritan kaget semua orang.com/ Suma Thian yu menjadi gembira sekali sesudah menyaksikan peristiwa tersebut.engkoh Yu sudah tertolong!" Dia segera menjejakan kakinya ketanah kemudian melambung keudara dan melompat naik ke atas punggung Ing ji.. Angin puyuh yang menderu-deru. daun dan ranting beterbangan membuat pemandangan terasa kabur. pasir dan batuan beterbangan memenuhi angkasa. Tak terlukiskan rasa gusar dan mendongkol Hui cha Cun cu setelah dilihatnya Suma Thian yu berhasil meloloskan diri dari mara bahaya.

"lohu akan menunggu terus disini. ternyata Kui cha Cun cu Kiong Lui menunggu terus disitu sampai kemunculan Suma Thian yu dikemudian hari. Hui cha Cung cu Kiong Lui kontan saja mencaci maki kalang kabut setelah menyaksikan ketiga orang itu melarikan diri. orang she Kiong itu menganiaya Liong-ji. "Bocah keparat. dia lantas menegur: "Sebenarnya apa yang telah terjadi. akan kulihat sampai kapan kau baru muncul kembali disini. maka dia lantas menjejakkan kakinya ketanah dan melompat naik ke atas pung¬gung Ing ji. Hui im Tangcu Gak Say hwe yang menyongsong paling dulu. aku si pengemis tua harus minum sampai mabuk. mengapa Ing ji pergi sekian lama baru kembali?" Siau yau kay Wi Kian tertawa panjang. ambil sepoci arak lebih dulu. sebentar pasti akan menjumpai banyak kesulitan.Li siansu juga turut munculkan diri." Sementara itu Ceng lion. Ketika Siau yau kay bertiga tiba kembali dalam gua. Menanti ketiga penumpangnya sudah duduk baik-baik. bila sekarang tidak pergi. melihat mereka bertiga pulang dengan selamat. Ing ji menutup kembali sayapnya dan meluncur ketengah udara. segera tegurnya sambil tertawa: "Bagaimana dengan hasil perjalanan kalian? Tentunya melalui suatu pertempuran yang amat sengit bukan!" Gik Kun liong segera menarik ujung baju Cong liong lo siansu sambil berseru manja: "Sucou. setelah lolos dari kematian. “Kalau dibicarakan panjang sekali ceritanya. jadi tak perlu dibicarakan sekarang.com/ "Cianpwe cepat naik!” Siau yau kay pun sadar. hanya ini kejadian dikemudian hari. suara pekikan panjang menggema diudara menyayat suasana. dibelakangnya mengikuti Sian gi siu dari Wu san." Benar juga.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau orang tua harus membalaskan sakit hatiku ini!" .

Setelah mengamati sejanak.. dan akhirnya dia .Ya kong cu!” pekik Lo siansu kaget. Secara ringkas Suma Thian yu lantas mengisahkan pengalaman yang baru saja dialaminya. “Haaah. lama kemudian ia baru bertanya kepada Suma Thian yu atas hasil perjalanannya.com/ Cong liong Lo siansu hanya tersenyum bela¬ka. betul juga. ternyata mutiara tersebut adalah sebutir Ya kong cu yang amat sukar ditemukan di dunia ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kiong Lui si setan tua ini memang tidak melarikan mutiara anti racun tersebut!" “Dari mana kau bisa tahu?” Cong liong lo-siansu seperti sengaja hendak mencari tahu. Cong liong Lo siansu menerima bungkusan kain hitam itu dan membuka pembungkusnya.. "Thian yu. Semua orang menjadi gembira sesudah mendengar pekikan itu dan sama-sama mengalihkan perhatiannya. Cong liong lo siansu berkata sambil menggeleng. akhirnya dia berseru: “Benar. tak kutemukan mestika lainnya" “Waaah. lalu dari sakunya mengeluarkan sebuah bungkusan kain hitam dan menyerahkan kepada lo siansu tersebut.. disitu hanya ada benda itu saja. "masa bukan dia yang mengambil mutiara anti racun dari ular beracun tersebut? Atau mungkin disembunyikan ditempat lain?" Gak Kun liong yang teliti lantas berpiki pula dengan seksama. seketika itu jua seluruh ruangan berubah menjadi terang benderang bermandikan cahaya. benda ini bukan Han kong cu anti racun yang dipero¬leh dari benak ular beracun" Seluruh tubuh Suma Thian yu mendingin setelah mendengar ucapan ini. buru-buru bantanya: "Thian yu telah menggeledah seluruh ruangan. kau sudah salah ambil. aneh sekali" gumam Cong liong lo siansu. Secara ringkas Gak Kun liong lantas mengisahkan pertarungannya melawan Hui cha Cun cu.

bocah. akhirnya semua orang berkesimpulan bahwa Kiong Lui memang tidak tahu menahu tentang mutiara anti racun itu. oleh sebab itu siapapun merasa kurang leluasa untuk menimbrung. kau berbicara jangan berbelit-belit. Mendengar ucapan ini.com/ pun mengisahkan pula ba gaimana Hui cha Cun cu menuntut kembali mutiaranya. “Tentu saja jangan dikembalikan kepadanya" teriak Suma Thian yu dengan perasaan mendongkol. Siau yau kay yang berangasan cepat menegur: "Hei. "Kenapa?” tanya Siang gi siu dari Wu san ketus. apakah kita ha¬rus menyerahkan kembali dengan begitu saja kepadanya?” Semua orang masih belum memahami ucapan Suma Thian yu. blak-blakan saja. Cong liong lo siansu segera bergumam: "Lantas. Gak Kun liong. orang lain tak akan bermanfaat men¬dapat mntiara anti racun itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan demikian soal mutiara anti racun pun menjadi sebuah teka teki bisu yang tak terjawab. semua orang tertegun dan menatap ke arth Suma Thian yu dengan keheranan. siapa yang melakukan hal ini? Selain dia. Setelah dianalisa dan diselidiki kembali secara seksama. siapapun tak tahu mutiara mana telah terjatuh ke tangan siapa. mungkinkah su¬dah dilarikan oleh si Mayat hidup?" Diantara sekian jago yang hadir sekarang. tak perlu di putar ba¬likkan" . kecuali Cong liong Lo siansu beserta Suma Thian yu. yang lain tak sem¬pat melihat bayangan pungung dari pencuri mutiara tersebut. "coba bayangkan sendiri Ya beng cu ini di dapatkan dengan mengorbankan seratus butir batok kepala manusia. Cong liong Lo siansu segera menyerahkan kembali mutiara Ya kong cu tersebut ke tangan Suma Thian yu kemudian katanya: "Bagaimana kalau kita kembalikan saja mutiara ini kepadanya?” "Jangan!” Suma Thian yu berseru keras.

com/ Merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah. membuat Tay gi siu jadi tergagap dan tak mampu menjawab. padahal apa yang dia katakan tadipun hanya merupakan suatu dugaan belaka. segera turut menimbrung: . Gak Kun liong turut tertarik.aku kurang begitu tahu" ""Benar! Perampok berkerudung itu sudah pasti bukan Hui cha Cun cu" desak Gak Kun liong. sama sekali tak kusangka kalau perbuatan ini ternyata hasil karya dari Kiong Lui.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Bantahan dan Gak Kun liong inipun tak lebih hanya suatu perumpamaan yang mendua-duga juga. "Thian yu tidak berani memastikan tapi b lum pernah kudengar dikolong langit terdapat dua macam Ya beng cu yang sama bentuknya" Jawaban dari Suma Thian yu ini sangat di¬plomatis. Hui im Tongcu Gak Say bwe yang selama ini hanya membungkam. dia segera me¬nimbrung pula: "Engkoh Yu.. secara diam-diam kuperhatikan hal ini. secara ringkas diapun me¬ngisahkan kembali kejadian yang dialaminya dalam dusun yang dilaluinya tempo hari. Kau yakin kalau mutiara ini adalah mutiara yang hilang dari dusun tersebut?" tanya Tay gi siu Kiong Sian pula dengan suara tegas. sebagai akhir kata dia menambahkan: "Pada mulanya Thian yu mengira perbuatan tersebut dilakukan oleh pencoleng berkerudung. atau pasti ada sangkut pautnya dengan Bi kun lun Siau Wi goan maka sewaktu tiba di keluarga Siau. apakah aku harus menyerah¬kannya dengan begitu saja?" "Benar!" Gan Kun liong yang pertama-tama menyatakan persetujuannya. akhirnya aku gagal menemukan sesuatu jawaban. bayangkan saja. tahukah kau kalau Hui cha Cun cu itu sejalan dengan Siau Wi goan?" "Soal ini. Didesak oleh beberapa patah kata tersebut Suma Thian yu dibikin terdesak sehingga tak sanggup menjawab.

bayangan tubuh mereka lenyap diluar gua sana. simpanlah dulu. membisikkan sesuatu disisi telinganya. kenapa mesti terburu.. kita pasti akan bersua kembali" Kemudian sambil berpaling kearah Suma Thian yu. mereka berdua lantas berlalu setelah menyampaikan pesannya. sedang mengenai Kiong Lui. perdebatan nya dengan Suma Thian yu pun dengan cepat diakhiri sampai disitu pula.com/ "Buat apa kita mesti memperdebatkan persoalan seperti ini? Thian yu. ucapnya sambil tertawa lebar: . Siau yau kay menggelengkan kepalanya berulang kali.buru. jadi tindakanmu menyerobot mutiara nya bukanlah suatu perbuatan yang salah. lanjutnya dengan wajah serius: "Thian yu. Siang gi siu dari Wu San lantas bangkit dan menghampiri Hui im Tongcu. aku paling jelas dengan tabiatnya. bila urusan telah selesai.. tapi Hui im Tongcu segera menahannya sambil berkata: “Kau toh tiada urusan penting apa-apa. Menyusul kemudian Tay gi siu menjura kepada semua orang seraya berkata: "Kami akan mohon diri lebih dulu. seperti sepulung hembusan angin. "Mengapa ibu?” tanya Gik Kun liong tidak habis mengerti. "antara Bi kun lun Siau Wi goan dengan Kiong Lui sesungguhnya mempunyai hubungan persaudaraan. tampak Gak Say bwe segera tersenyum sambil manggut-manggut. setiap saat mencari tahu jejak kitab Cin keng tersebut". "Cerewet!" tegur Hui im Tongcu Gak Say bwe cepat.. sekarang sudah jelas bukan?" Hingga disitu. nah.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian baru menerangkan. Siau yau kay Wi Kian segera memohon diri Pula ketika dilihatnya dua orang tokoh aneh itu sudah pergi. benda macam begini tak boleh sampai terjatuh ke tangan orang jahat. Begitulah. kau harus baik-baik mengingat perkataanku. semua orang baru memahami duduk persoalan yang sebenarnya.

. pergipun dengan begitu saja hingga seakan mereka hanya kebetulan lewat dan menyamangi tempat itu. Seorang bocah berusia sebelas. apalagi setelah berapa hari tidak mengemis. dua belas tahun dan seorang pemuda berusia delapan sembilan belas tahun sedang melangsungkan suatu pertarungan yang amat seru. Saat itulah. kemudian ujarnya sambil tertawa: “Selama satu bulan ini. kedua belah pihak sama-sama saling menyerang dan saling menyergap dengan gencarnya. padahal siapa yang menduga kalau dibalik kesemuanya itu sebetulnya terjalin suatu buhungan batin yang erat! Waktu berlalu dengan cepatnya." Selesai berkata. dia lantas beranjak meninggalkan gua tersebut. baik-baiklah memanfaatkan nya. berdiri pula seorang nyonya muda yang berparas amat cantik. Menyaksikan mereka semua berlalu dari situ. rasanya kantongku sudah mulai kosong" Kemudian setelah memberi hormat kepada Cong liong 1o siancu.. katanya kepada Suma Thian yu sambil tertawa mesteris: "kesempatan baik sukar ditemukan. dalam waktu singkat tiga puluh hari sudah lewat. Suma Thian yu segera merasakan satu hal dia merasa orang-orang itu seperti menyim pan suatu rahasia yang besar. Nyatanya mereka datang depan begitu saja. Di tepi lapangan. Suatu hari. kemajuan yang berhasil diraih kedua orang ini sungguh mengagumkan. pagi-pagi sekali Cong liong lo siansu sudah berada ditanah lapang dibelakang gua sana. Cong liong lo siansu berjalan ke sisi nyonya muda tersebut dengan langkah pelan.com/ "Kehadiranku disini hanya merupakan suatu beban yang berat. tidak sia-sia lolap membuang banyak tenaga untuk mereka berdua" .Tiraikasih Website http://kangzusi.

hibur Cong liong lo siansu. sambil membawa pedangnya dia berjalan menuju ke tengah lapangan. sesungguhnya hal ini sudah terhitung luar biasa" "Berhenti!" tiba-tiba Hui Im Tongcu berte¬riak keras. hanya sahutnya: "Liong ji jauh lebih bodoh dan bebal. mende¬ngar ucapan mana. Dua orang yang sedang bertarung segera melompat mundur setelah mendengar teriakan tersebut. biar engkoh yu mu berlatih lebih dulu” Kemudian perintahnya kepada Suma siauhiap: “Thian yu. bukankah Thian yu belum menggunakan segenap tenaga yang dimilikinya?" "Soal ini tak bisa disalahkan”. coba kau lihat. satu jarus demi satu jurus dia mulai melatih ilmu silatnya dari awal sampai akhir. ia tidak berpaling. kalau tidak kecewamu akan makin besar. cepat luwes dan bertenaga. Ilmu pukulan sian po hui hong ciang (pukulan angin berpusing) merupakan ilmu andalan yang paling dibanggakan Cong liong lo siansu sepanjang hidupnya. cepat kau latih kembali ilmu pukulan Sian po hwe hong ciang tersebut!” Suma Thian yu segera mengiakan. Anak kecil sudah dapat mencapai tingkatan sehebat ini. . kemudian setelah memberi hormat kepada kakek itu. kau harus beristirahat dulu.com/ Hui im tongcu hanya mengawasi terus Ke¬dua orang yang sedang bertarung itu. kali ini Suma Thian yu dapat melatihnya dengan enteng. ringan. sambil membawa pedang masing-masing mereka berjalan kehadapan Cong liong lo siansu kemudian sapanya sambil memberi hormat: "Selamat pagi!" Cong liong lo siansu membelai rambum Gak kun liong dan berkata sambil tertawa ramah: “Liong ji.Tiraikasih Website http://kangzusi. jurus demi jurus di lepaskan seperti air sungai huang ho yang mengalir tiada hentinya. liong ji baru berumur berapa? Janganlah mengharapkan terlalu tinggi.

banyak ja¬go persilatan yang terlibat dalam . kemudian selesaikan sebuah tugas yang akan kusampaikan padamu" Sejak disuruh berdiam dalam gua Hui im tong. Cong liong Lo siansu memanggilnya menghadap. sebentar kau boleh memberes kan buntalanmu untuk turun gunung. kini dia baru terceranjat sesudah mendengar perintah Cong liong lo siansu. sudah merupakan tak¬dir. dia tertawa terbahak-bahak tiada hentinya. dunia persilatan juga pernah dilandai badai pembunuhuhan berdarah. "Aku masih ingat ketika berusia delapan tahun dulu. Cong liong lo siansu sudah dapat menebak jalan pemiki¬ran pemuda itu. Ketika pemuda itu selesai berlatih. tiada orang yang sanggup menyelamatkan badai pembunuhan berdarah itu. Suma Thian yu belum pernah memahami maksud tujuan yang sebenarnya. bagaimana hasil latihannya itu? Asal bocah ini diberi waktu yang cukup untuk melatih diri. tapi ini. ujarnya: "Coba kau lihat. kemudian sambil berpaling kearab Gak Say bwe. Selesai melatih ilmu pukulan Sian po hui hong ciang. tanpa terasa wajahnya menunjukkan kesangsiannya. kembali Suma Thian yu melatih ilmu pedang Bu beng kiam hoat yang sekali lagi mendapat sambutan hangat. Dalam sekilas pandangan saja.com/ Betapa gembiranya Cong liong lo siansu menyaksikan kelihayan bocah tersebut berlatih. tak sampai berapa tahun kemudian. lalu berkata dengan gembira: "Tampaknya kau berlatih dengan tekun dan rajin sehingga dapat mencapai kesuksesan se¬perti hari ini. penuhi janjimu di bukit Kun san. sambil tersenyum dia segera berkata: "Dunia persilatan dewasa ini sudah berada diambang pintu badai pembunuhan yang paling mengerikan sepanjang seratus tahun belakang¬an ini. banjir darah sudah pasti akan melanda seluruh dunia persilatan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tak sulit untuk menjadi seorang jagoan nomor wahid dikolong langit" Hui im tongcu Gak Say bwee ikut merasa gembira sekali.

. kau harus seorang diri berangkat ke Lhasa ibu kota Tibet.. sebelum meninggalkan paman Wan telah berpesan kepadaku untuk . seandainya kitab itu belum sampai terbawa ke dara¬tan Tionggoan.com/ peristiwa tersebut dan tewas secara mengerikan. yaa.. dan seka¬rang badai pembunuhan itu kembali mengancam kita.Tiraikasih Website http://kangzusi.. " sahut Suma Thian yu tanpa berpikir panjang lagi "sekali pun boanpwe harus terjun ke lautan api pun. aku dipeliharanya sampai menginjak dewasa. berarti badai pembunuhan ini bisa ditolong. kalau tidak. kau harus tahu. kemudian berkat kebaikan hati paman Wan. sejak kecil Thian yu sudah kehilangan orang tuaku. kini seke¬jap mata seratus tahun sudah lewat. umat persi¬latan harus menghadapi situasi tersebut dengan lebih perihatin.. berdasarkan tafsiran inilah maka lolap lantas mengambil keputusan untuk mewariskan sege¬nap kepandaian silat yang kumiliki kepadamu agar kau bisa bertanggung jawab untuk menolong sesama umat manusia dari kehancuran" Berbicara sampai disitu. bisiknya lagi dengan suara rendah: "Setelah menghadiri pertemuan dibukit Kun san. dari situlah kau dapat mulai menyelidiki sumber mula dari kitab pusaka tersebut. disebelah utara kota Lhasa terdapat sebuah kuil yang bernama Phutara si. Cong liong lo siansu berhenti sejenak.. Cong liong lo siansu segera membentak gusar: "Jadi kau segan ke situ?" “Bukan. kemudian setelah memandang sekejap sekeliling tempat itu. aku rela melaksanakannya.. apalagi cuma melaku¬kan perjalanan jauh saja" "Kau bohong." Sampai disini. bukan begitu. tanpa terasa hatinya bertambah murung dan berat. kita" bahkan badai kali tampaknya timbul akibat dari munculnya kitab tanpa kata. perubahan wajahmu telah mem beritahukan segala sesuatunya itu kepadaku" "Locianpwe. Menyaksikan pembahan wajah anak mnda tersebut. den¬dam kesumat keluargaku belum terbalas. Suma Thian yu baru mengerti apa sebabnya Hui Im Tongcu mengundangnya kesitu.

ia segera menemukan kalau perkataan itu memang benar. serta merta perasaannya pun menjadi lebih terbuka. tampaknya persoalanmu se-muanya merupakan persoalan yang pelik. semua tugas tersebut kini sudah menjadi beban ku. kemudian hanya berputar-putar saja disekitar tempat itu tanpa ada maksud melayang turun. ke mudian dihantar oleh Gak Kun liong dengan menumpang Ing ji berangkatlah pemuda meninggalkan gua Hui im tong. maka. sebetulnya Suma Thian yu melarang dia menghantarnya ke puncak seberang. Ketika Ing ji terbang sampai ditengah jalan. Gak Kun liong selalu bergaul dengan Suma Thian yu. semuanya akan berubah menjadi soal sepele yang bisa diselesaikan secara gampang!" Mendengar ucapan tersebut. mendadak burung itu berpekik keras. tiap kali teringat akan hal ini aku menjadi amat sedih sekali.com/ membalaskan dendam baginya.. seperti apa yang kau ucapkan barusan. tapi bocah itu bersikeras hendak menghantarnya. hubungan mereka boleh bilang sudah amat akrab. baik siang atau malam.Tiraikasih Website http://kangzusi. Selama hampir sebulan penuh.. sekilas pandangan persoalan didunia ini beribu ribu macam corak. Tengah hari itu. pa¬dahal jika dianalisa kembali satu persatu. padahal keunggulannya hanya satu. ditambah lagi teka teki soal mutiara anti racun yang terjadi berapa waktu berselang." "Aku mengerti. apa yang terjadi? Apakah di depan sana ada ancaman mara bahaya?" . kemudian Wu san siang gi menyerahkan tugas kepadaku untuk melindungi kitab pusaka tanpa kata. dengan perasaan berat hati Suma Thian yu harus mohon diri kepada Cong liang lo siansu dan Hui im Tongcu. hanya sayang semua tugas mana tak satupun yang bisa kulaksanakan dengan baik. Gak Kun liong yang menyaksikan kejadian itu segera berteriak: "Ing ji. Suma Thian yu termenung beberapa saat lamanya.

Begitu ketiga orang itu munculkan diri. bila ada rejeki kita nikmati bersama. Suma Thian yu ingin menghibur dirinya dengan . menyusul kemudian tampak bayangan manusia berkelebat lewat. aku ingin mati hidup bersama kau. tak mengapa. "Tentu saja. buru buru ujarnya kepada Gak Kun liong: "Adik Liong. dia manggut berulang kali sambil berpekik nyaring. dalam waktu singkat dari belakang tubuh Suma Thian yu sudah muncul tiga orang kakek. Ing ji baru berpekik gembira.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Ing ji mengerti pertanyaan majikannya. jangan bohong". Dalam waktu singkat. cepat pergi. kami masih sanggup untuk menghadapi ancaman bahaya macam apapun” Setelah mendengar ucapan Suma Thian yu itu. pulanglah lebih dulu. katanya: "Ing ji. terbang saja terus. kini kau menemui kesulitan. kalau ada susah kita tanggulangi bersama. Menyaksikan Gak Kun liong begitu bersi¬keras dengan pendiriannya. biar aku seorang diri yang menghadapi mereka bertiga" "Tidak. mereka segera mengurung rapat-rapat Suma Thian dan Gak Kun liong. Suma Thian yu segera memuji kecerdasan burung itu. Sekilas pandangan saja Suma Thian yu segera mengenali mereka sebagai Hui cha Cun cu yang datang bersama Tiang pek ji sat. masa aku harus pergi se¬orang diri?" seru Gak kun liong cepat. banyak terima kasih atas pemberitahuanmu. sambil melompat turun ketanah. ia lantas mengembangkan sayapnya dan menukik kebawah. bila urusanku telah selesai pasti akan kembali lagi kemari untuk berkumpul lagi denganmu” "Janji yaa. mendadak terdengar tiga kali pekikan aneh berkumandang memecahkan keheningan. Suma Thian yu menjura kepada Gak Kun liong sambil berkata: “Adik Liong. Ing ji sudah hinggap dipuncak seberang. aku pasti akan memenuhi janji” Baru selesai dia berkata.

"keadaanmu sekarang memang mirip sekali dengan anjing penjaga pintu. bagamanapun juga kehadiran Gak Kun liong memang banyak membantu baginya menghadapi lawan.. ujarnya: Ing ji untuk sementara waktu beristirahat lah dulu diatas pohon. buruburu dia me¬ngeluarkan ilmu langkah Ciok tiong luan poh in hoat untuk mengegos ke samping. tetapi jangan Untuk lain kali.. tapi musuh uangguh keburu sudah dekat. tidak nampak bahunya bergerak. “Baiklah. tak kusangka kau memiliki kesabaran yang begitu besar." Hui cha Cun cu semakin naik darah lagi se¬telah menyaksikan sikap Suma Thian yu yang masih sempat tertawa dan bergurau kendati pun mereka sudah dikepung rapat." Gak Kun liong bersorak kegirangan.com/ beberapa pa¬tah kata. dia segera melompat turun dari punggung burungnya itu sambil menepuk kepala Ing ji. teriaknya de¬ngan gusar: "Bangsat. Maka sambil tersenyum dia mengangguk..Tiraikasih Website http://kangzusi. semangatmu yang tinggi sungguh membuat hatiku merasa amat kagum" Baru selesai dia berkata.. satu bulan penuh kau tetap mengeram terus disini. Tanpa banyak berbicara ladia maju sambil melepaskan sebuah pukulan.. aai. untuk kali ini kukabulkan. sikap semacam itu pada hakekatnya sama dengan tidak memandang sebelah mata pun terhadap mereka. “Setan tua" seru pemuda itu kemudian sambil tertawa. tahu-tahu orangnya sudah berpindah posisi. akan aku lihat kau bisa tertawa sampai kapan?" Suma Thian yu berdiri membelakangi Hui cha Cun cu ketika merasakan sambaran angin tajam dari balik punggung. Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk ti¬dak banyak berbicara lagi.. apa lagi mereka semua memandang kearahnya dengan penuh kegusaran. tiba-tiba terdengar lagi suara bentakan keras menggelegar diangkasa: . kau tidak boleh turut serta dalam keramaian ini lhoo.

. ingin merebut kem-bali mutiara itu? heh. Suma Thian yu telah . Dengan garangnya orang itu menerjang ke muka. lagipula kekejiannya mengerikan.com/ "Boocah keparat. Kendatipun Suma Thian yu memiliki tenaga yang amat sempurna. dia sampai mencak-mencak kegusaran Sambil berkaok-kaok dia melompat ke belakang sebatang pohon. ketika muncul kembali.hee.lebih baik urungkan saja niatmu itu" Seraya berkata. kemudian serunya sambit tertawa cekikikan: “Hai.Tiraikasih Website http://kangzusi. tangan kanannya segera memainkan jurus Hui so-sui hong (serat terbang terhembus angin) untuk mencubit pelan di ba¬wah ketiak Hui cha Cun cu. tampaknya kalian belum akan puas sebelum sampai di sungai Huang ho... ditambah kekuatan sewaktu membacok hingga total jenderal kekuatannya mencapai lima ratus kati lebih. Cubitan mana tentu saja membuat Kiong Lui kegelian. kemudian balas melancarkan sebuah sodokan untuk menotok jalan darah Hian ki hiat lawan.. tanpa pikir panjang dia membalikkan badan menerjang ke samping Hui cha Cun cu. toh ia tak berani menyambut datangnya ancaman tersebut dengan keras lawan keras. Buru-buru dia mengigos kesamping. anjing budukan penjaga pintuku. Meskipun Hui cha cun cu tidak menyangka kalau dalam waktu satu bulan yang singkat. kemudian sambil memutar senjata Hou to pangnya dia membacok batok kepala pemuda itu dengan jurus Sam yang kay tay (Sam yang membuka air). Toya Hou to pang tersebut paling tidak mencapai berat enam lujuh puluh kati. tangannya telah bertambah dengan sebatang senjata toya berbentuk bulan sabit. Raja akhirat sedang meng¬gapai tangannya kepadamu.. Suma Thian yu sudeh menduga kalau serangan yang dilancarkan itu paling tidak mengandung tenaga pukulan sebesar delapan bagian.

besar nyalinya menyaksikan kedua orang malaikat bengis itu maju bersama. bentaknya keras: "Ayo.Tiraikasih Website http://kangzusi. serentak mereka mempersiapkan senjata masing-masing dan maju mengerubuti Suma Thian yu. .. Hanya berpisah berapa hari. Kalau tak mendengar ucapan itu masih mendingan. Sambil membentak keras. sementara tangan kirinya membabat si mahkluk berkepala sembilan Li Gi. senjata Hou to pangnya diputar kencang menciptakan selapis bayangan tebal yang menyelimuti seluruh tubuhnya. serentak diapun meloloskan pedangnya. Hei orang she Kiong seru Suma Thian yu dengan suara lantang. lalu dengan jurus Kay san to hu (mebuka bukit mencari sumber air) tangan kananya menyerang Li hiong. jikalau sauyamu sampai marah hmmm. melihat kelihayan permainan tangan kosongnya. Gak Kun liong kecil orangnya. cepat-cepat dia menarik kembali senjatanya kemudian melompat mun¬dur sejauh setengah kaki lebih dari posisi se¬mula. maju semua!” Tiang pek ji sat tak ambil diam. jangan memikirkan soal mutiara ya kongcu lagi.com/ memperoleh kemajuan pesat dalam kepandaian silatnya.. Suma Tnian yu sudah merupakan se¬orang tokoh persilatan muda yang berilmu sangat tinggi. semuanya dilepaskan dengan kecepatan yang mengagumkan. dia benarbenar merasa terperanjat sekali. kau bisa menyesal sekali. “lebih baik dengarkan saja anjuranku. namun Suma Thian yu yang sekarang bukan lagi Suma Thian yu yang dulu. Kini. menyusul kemudian secepat kilat menyodok tubuh Suma Thian yu. berigu selesai mendengar ucapan mana kemarahan Hui cha Cun cu benar-benar tidak dilukiskan dengan kata-kata. sudah bareng tentu Hui cha Cun cu tak berani berayal. Menyaksikan datangnya sambaran tangan Suma Thian yu yang begitu cepat bagaikan sambaran petir. sebab hanya dengan cara itu saja selembar nyawamu baru dapat diselamatkan.

diiringi dengan jeritan ngeri. Ketika Kiu tau siu Li Gi mendengar adik nya menjerit ngeri. dengan cepat ia berpaling. kedua orang itu segera berpisah kekiri dan kekanan menghindarkan diri dari serangan Gak kun liong. seorang jago lihay dari kalangan Liok lim telah roboh binasa diatas tanah. tahu-tahu dia merasakan dadanya menjadi dingin sekali. begitu senjatanya diloloskan. pedang Kit hong kiamnya segera diloloskan dari sarungnya. dia jadi nekad. tahu-tahu dijumpainya Li Gi sudah terkapar tewas dengan tubuh bermandikan darah. orang ketiga dari Ting pek sam sat hanya merasakan cahaya biru berkelebat lewat didepan matanya. Dengan perasaan terkejut Gak Kunliong menjerit: . Siapa tahu baru saja pedangnya diloloskan dan satu ayunan ringan melintas. mereka tak sudi bertarung melawan Gak kun liong. dia menjadi lupa kalau disitu masih ada dua orang musuh tangguh yang harus dihadapi. sambil mundur dua langkah. tampaknya ujung golok Li Gi segera akan menembus pinggangnya. Semenjak mempelajari ilmu Bu beng kiam hoat. Marah juga Suma thian yu menyaksikan serangan dari kedua orang itu. dia membentak keras. kemudian goloknya segera diayunkan kedepan dan membacok kearah samping dengan jurus Hong toan lo siong (angin memotong pohon siong). Sementara itu Suma Thian yu masih berdiri bodoh ditempat tanpa berkutik. tubuhnya segera roboh terkapar ditanah bermandikan darah segar. Dengan mata merah membara. Kenyataan tersebut segera membuat Suma Thian yu berdiri tertegun ditempat. peristiwa ini segera membuat hatinya sakit.com/ Tiang pek ji sat bukan manusia sembarangan. baru pertama kali ini Suma Thian yu mempergunakannya untuk menghadapi lawan. kemudian maju lagi menyerang Suma thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. segera berkumandang pekikan nyaring yang menggerincing. Liat hwe siu Li hiong.

" Hui cha Cun cu adalah seorang manusia luar biasa kalau dia disuruh untuk mengaku kalah sebelum bertempur. sambil meng¬genggam senjata toya Hou lo pangnya. hari ini ku ampuni jiwamu karena aku telah mendapatkan mutiara mustika itu dari tanganmu. lupa melepaskan serangan lagi. Memandang semua pemandangan yang tertera didepan mata.com/ "Hati hati engkoh Yu!” Mendadak Suma Thian yu tersadar kembali dari lamunannya. dalam sekali gebrakan saja secara beruntun dia berhasil meroboh kan dua orang jago lihay dari kalangan Liok-lim.. cahaya biru kembali berkelebat lewat. sukar untuk dipercaya. tapi secara beruntun dia telah membunuh dua malaikat bengis. bergulingan diatas tanah sambil merintih tiada hentinya. segulung hawa dingin segera menyusup lewat punggungnya membuat ia merasa bergidik. hanya dalam satu bulan ilmu pedangnya telah menperoleh kemajuan yang pesat. "suatu ketika. Terdengar Kiu tau siu Li Gi menjerit kesakitan kemudian tu buhnya roboh terjengkang ke tanah. ingat. Pulang saja kau!” kata Sama Thian yu kemudian hambar. setelah itu perge langan tangannya membalik ke bawah. Ketika berpaling kembali. Suma Thian yu merasa seakan-akan berada dalam impian saja. Pada hakekatnya Suma Thian yu tidak sempat melihat jelas apa yang terjadi.. Hal ini serasa dalam impian saja. aku akan membalaskan dendam bagi seratus jiwa yang melayang dalam dusun tersebut. tampaknya olehnya Kiu tau siu Li Gi seperti babi yang baru disembelih. dia cuma berdiri kaku ditempat. Tak jauh dari sisi tubuhnya tertinggal sebuah lengan kanan yang menggenggam golok. hal ini membuatnya tertegun. serta merta dia memutar pedangnya untuk menangkis.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bahkan Hui cha Cun cu pun merasa terkesiap setelah menyaksikan peristiwa ini. maka lebih baik mampus saja dalam pertarungan. . maka aku tak tega untak membunuhmu.

Suma Thian yu merentangkan sepasang tangannya dipisahkan kesebelah samping. sekalipun seorang keroco yang tak bernama pun tak akan sudi melakukan perbuatan yang memalukan itu. kemudian setelah melotot sekejap kearah Suma Thian yu. selang beberapa saat kemudian Hui cha Cun cu baru membentak keras. dengan jurus Sin jut kui meh (malaikat muncul setan menghilang) yang disertai dengan tenaga sebesar enam bagian. baik. dia segera membuang senjata tongkat Hou tong pang nya ketanah. mari kita tentukan kelibayan masing-masing dalam permainan tangan kosong!" Begitu selesai berkata. Hui cha Cun cu segera mementangkan sepasang matanya yang tajam dan penuh pancaran sinar kebencian itu. lalu membentak dengan marah: "Kau benar-benar keras kepala dan tak tahu diri. dengan jurus Po im kiam jit (menyingkap awan melihat matahari) dia punahkan serangan musuh.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kedua belah pihak saling berhadapan tanpa bergerak. katanya dingin: "Bocah keparat. tapi jika . Hui cha Cun cu memang tak malu disebut seorang gembong iblis yang licik dan berbahaya. mengingat dihari-hari biasa supaya tak punya dendam maupun sakit hati dengan mu hari ini aku masih akan memberi satu kesempatan kepadamu untuk hidup. Suma Thian yu segera menyarungkan kembali pedangnya ke dalam sarung sambil bersiap menghadapi serangan lawan. tapi kalau dia disuruh lari terbiritbirit hanya berdasarkan sepatah katalawan. kau tak usah takabur lebih dulu. dia menghajar pemuda tersebut. tanpa bertanding pun sudah diketahui siapa lebih tangguh siapa lebih lemah. dia ingin mengandalkan kesempurnaan tenaga dalamnya yang mencapai enam puluh tahun hasil latihan untuk mengejar Suma Thiat yu yang masih ingusan. jangankan dia terhitung gembong iblis termashur dalam kalangan liok lim.com/ Betul dia sudah tahu kalau ilmu pedang Suma Thian yu sangat lihay.

daripada harus mampus dengan tubuh tercincang!" Sambil mengerahkan tenaga dalamnya dia melakukan tangkisan.hmm. Siapa tahu setelah terjadi penangkisan itu kiong Lui merasakan tubuhnya bergetar keras. namun cepatnya tak terlukiskan dengan kata-kata. terutama sekali kesanggupan anak muda itu menutup diri dari sergapannya. dia hantam tenggorokan pemuda itu. Suma thian yu mendegus dingin. "Bocah keparat. menyusul kemudian sebuah pukulan balasan dihantamkan ke tubuh kiong lui keras-keras. 00o00 00o00 Lagi-lagi Hui cha cun cu dibikin terperanjat oleh kelincahan gerak tubuh Suma thian yu... dia mengegos kesamping dengan cepat. tampaknya kau sudah terjepit sekarang.com/ kau belum juga mau mengerti. hmmm kalau begitu jangan salahkan lagi sepasang telapak tangan ku tak kenal ampun lagi. "Sungguh lihay!" pekiknya dalam hati. Serangan itu sekilas pandangan tampak lembuk lagi lunak.... kemudian melancarkan serangan balasan. lalu dengan jurus Ban hong jut cau (selaksa lebah keluar dari sarang).Tiraikasih Website http://kangzusi. telapak tangan kirinya segera melakukan tangkisan keatas. Berbicara sampai disitu. Menyaksikan kejadian tersebut. . namun keadaannya benar-benar amat mengenaskan.. sementara telapak tangan kananya seperti anak panah yang terlepas dari busurnya langsung menyodok jalan darah Hian ki hiat didada Hui cha cun cu dengan kecepatan luar biasa. Secara beruntun dia mundur tiga langkah. Kiong Lui segera tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya. cepat-cepat dia mundur kebelakang untuk menyelamatkan diri. Walaupun dia berhasil meloloskan diri dari ancaman lawan.. lebih baik menyerah saja untuk menerima kematian.

di tengah udara sudah berkumandang suara gemuruhnya guntur memekikkan telinga. Suma Thian yu pernah merasakan kelihayan dari Pek lek si hun ciang lawan. tiba-tiba saja dia merubah gerakan tubuhnya. Telapak tangan kanannya kembali diayunkan kemuka menciptakan berlapis-lapis bayangan tangan yang segera menyelimuti seluruh angkasa dan mengurung tubuh lawan. bersamaan waktunya dia melejit pula ke tengah udara. apalagi menyaksikan keangkuhan pemuda itu. Rupanya Hui cha Cun cu iah mengeluarkan ilmu pukulan andalannya yakni Pek lei si hun ciang untuk menghadapi lawan. Hui cha cun cu sudah dibikin gusar sekali. dia bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan. Cepat-cepat dia pusatkan seluruh perhatiannya kesatu titik. Berulang kali dipaksa dibawah angin. sambut lagi sebuah pukulan ku ini!" seru Suma thian yu sambil tertawa dingin. Baru selesai Suma Thian yu melakukan persiapan. terlihat dua kilasan cahaya kilat yang disertai desingan angin tajam menghantam kearah kepala lawan. dia cukup mengetahui kelihayan musuhnya. kali ini dia gunakan dua jurus penolong dari ilmu Po to pak an(ombak dahsyat memecah ditepian) dan Hu kong keng im (cahaya kilat lintasan bayangan) untuk melepaskan bacokan maut. hawa Kui goan sim hoat pun disalurkan ke seluruh bagian badan. bulu dan rambutnya sampai berdiri semua bagaikan kawat.com/ "Ayo. . biasanya gerakan itu pasti akan dilanjutkan dengan serangan maut lainnya. berbareng dengan menggemanya geledek. terutama sekali sesudah pihak musuh melambung ke angkasa. Suma thian yu tak berani memandang enteng musuhnya setelah pihak lawan mengeluarkan jurus mautnya. Sambil membentak keras. kemarahannya menjadi-jadi.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu dengan menghimpun tenaga pukulan Bu siang sinkang dalam telapak tangan.

"Blaaamm. dia lantas melarikan diri terbirit-birit meninggalkan tempat itu. sampai jumpa lagi lain kesempatan!" Tanpa berpaling lagi.. masih untung Suma Thian yu berbaik hati dengan mengampuni jiwanya. tubuh Hui cha cun cu terpental sejauh beberapa kaki dan terbanting keras-keras diatas tanah.. Paras muka Hui cha Cun cu pucat pias seperti mayat. serunya dengan nada penuh kebencian" "Bocah keparat. Akan tetapi. tenaga Bu siang sinkangnya dilontarkan melalui telapak tangan dan menyongsong datangnya ancaman lawan.. rasa kaget dan tercengang menghiasi wajahnya. Tapi justeru karena kewelas kasihannya ini. sudah pasti dia akan mampus sedari tadi. mungkin ia sudah tewas sedari dulu. Menyelamatkan diri dalam keadaan yang mengenaskan boleh dibilang baru pertama kali dilakukan Kiong Liu selama hidupnya. semangatnya berkobar lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. coba kalau tidak. namun rasa percayanya pada diri sendiri meningkat. semenjak dia mempelajari ilmu Sian po hui hong ciang hoat ajaran Cong liong lo siansu. Akibat dari benturan itu.com/ coba kalau tempo hari tidak ditolong Gak Kun liong. dikemudian hari gembong iblis tersebut justru mengakibatkan banyak ." ketika dua gulung angina pukulan yang menderu-deru bagaikan angin pukulan yang berbenturan satu sama lainnya. ledakan dahsyat menggelegar disusul beterbangan-nya pasir dan debu. selama gunung nan hijau. Sambil tertawa hambar. air tetap mengalir. Akhirnya sambil merangkak bangun dari atas tanah. untuk sesaat ia jadi tertegun. hutang ini tak akan kulupakan untuk selamanya. Suma Thian yu sendiri pun mundur beberapa langkah dengan sempoyongan sebelum akhirnya dia berhasil berdiri tegak. walaupun ia belum pernah mencoba sampai dimana kekuatan pukulan tersebut.

com/ kematian yang mengenaskan bagi umat persilatan lainnya. asal adik Liong senang. dia adalah guruku" "Tak heran kalau begitu lihay. aku pernah mendengar ibu bercerita. apa sih namanya?" Suma Thian yu sendiri pun tidak habis mengerti mengapa dia berhasil mengalahkan gembong iblis tersebut dalam sekali pukulan. tentu saja hal ini sama sekali diluar dugaaan anak muda tersebut. diakah yang mengajarkan ilmu tersebut kepadamu?" "Yaa. Melihat Kiong Liu sudah melarikan diri. katanya kemudian sambil menghela napas: "Bu beng kiam hoat benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa. mereka kan orang jahat yang senang berbuat bejat. Gak Kun liong segera bersorak kegirangan. lain kali kau mesti mengajarkan ilmu tersebut kepadaku. sekalipun hatiku yang kau maui juga akan kuberikan" "Ooeh engkoh Thian yu. konon dalam dunia persilatan terdapat seorang pendekar yang bernama Put Gho cu. mau bukan?" "Tentu. sungguh hebat pukulanmu tadi. sambil lari ke sisi Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku menyesal serang anku tadi telah mengakibatkan mereka berdua satu mati satu terluka parah" "Aah. mendapat pertanyaan tersebut segera sahutnya sambil tertawa hambar: "Bu siang sinkang!" "Bu siang sinkang? Aaaah. betul. serunya dengan wajah berseri: "Engkoh Thian yu. kau memang sangat baik. selama hidup Liong ji akan berterima kasih terus kepadamu" Suma Thian yu mengalihkan pandangannya keatas langit. betul. matipun masih untung" "Tapi mereka toh tak ada dendam kesumat apapun dengan diriku?" . setelah melihat waktu dia memandang pula dua sosok jenasah yang tergeletak ditanah.

. Melihat hujan deras segera turun. Memandang bayangan punggung nya hingga lenyap dari pandangan. dia menikmati pemandangan alam yang indah disepanjang jalan. maka memanfaatkan kesempatan itu.com/ "Aiai. tiba-tiba awan gelap menyelimuti seluruh angkasa membuat udara menjadi gelap gulita. Keledai tak bisa lari cepat. tempat yang dilalui melulu tanah perbukitan yang tinggi. Dari situ menuju Tong ting ou paling tidak membutuhkan waktu dua puluh hari jika perjalanan ditembuh dengan cara begini. semoga sepanjang jalan selamat dan sukses selalu" Gak kun liong segera memanggil Ing ji dan menunggang burungnya dia balik kembali kepuncak seberang. sudahlah. akhirnya Suma thian yu membeli keledai untuk melanjutkan perjalanan. Gak kun liong mungkin sudah sampai di gua Hui im tong. dia segera larikan keledainya cepat-cepat untuk menuju kesebuah hutan didekatnya. Suatu pagi. Suma thian yu menjadi amat gelisah. dia meninggalkan Lu teng berangkat kekota Tong sia. agaknya membuat keledai itu ketakutan sambil berpekik nyaring tahu-tahu binatang itu lari kencang menuju keatas gunung.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau harus berangkat. Suma thian yu baru berbisik pelan: "Adik liong. pemuda itupun tidak terburuburu melanjutkan perjalanan. Hujan turun begitu deras dan keras. Perjalan yang ditempuh amat jauh. Mendadak terdengar bunyi guntur menggelegar disusul sambaran kilat yang tajam. seorang diri Suma thian yu berangkat meninggalkan bukit Han san menuju ke kota tong sia. lalu hujan pun turun amat deras. tak usah dibicarakan lagi. tapi justru dia akan sampai ketempat tujuan persis sebelum waktu yang ditetapkan oleh dua bersaudara Thia. Setelah berpisah dengan Gak kun liong. kaupun harus baik-baik menjaga diri" Ketika ucapan tersebut diutarakan. engkoh Thian yu.

. cepat-cepat dia menarik tali lesnya kuat-kuat. . cepat-cepat dia memeluk leher keledai kencang-kencang dan membiarkan binatang tersebut berlarian tanpa tujuan. Kini Suma Thian yu telah basah kuyup oleh derasnya air hujan. tiba-tiba dia melihat ada sebuah rumah kayu muncul dibalik bukit sana. Sambil meringkik panjang. mendadak dari balik rumah terdengar suara bentakan nyaring menggelegar memecahkan keheningan: "Lihat serangan!" Menyusul kemudian muncul tiga titik cahaya bintang yang menembusi kabut hujan dan menyambar tiba. mendadak keledai itu berpekik nyaring sambil menyambar kepuncak bukit. Suma Thian yu sangat terkejut. "Wahai keledai. Bersamaan waktunya.com/ Suma Thian ya ikut merasa terkejut. menyambar lewat persis disisi telinga Suma Thian yu dan melesat kedepan. Suma Thian yu sendiri kena digoncang pula oleh lejitan keledai tersebut hingga terjatuh ketanah. Sambil menepuk kepala keledainya dia memuji berulang kali. secepat terbang dia lari kearah rumah kayu tersebut. keledai itu segera mengangkat kakinya keatas dan bergeser setengah kaki dari posisi semula. kepalanya.. Suma Thian yu menjadi amat kegirangan. Hujan turuu semakin deras.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak pintu rumah dibuka dan muncul kepala seorang gadis muda. dengan perasaan terkejut Suma Thian yu mendongakan. Suatu ketika. mari kesana untuk berteduh dari hujan keparat ini" Keledai itu berpekik nyaring. Rupanya kesanalah keledai itu berlarian.. kau memang pintar.. Tiga titik cahaya tajam itu dengan membawa desingan angin tajam. Baru sampai didepan rumah kayu itu..

lebih baik aku berteduh lebih dulu disini. Ho Hong sedang mengeringkan tubuhnya. Waktu itu si Bunga tho indah Ho Hong hanya mengenakan seperangkat baju yang amat tipis. Begitu mengetahui siapakah perempuan itu. saudara cilik. Suma Thian yu segera melompat naik lagi keatas punggung keledainya dan siap berlalu dari tempat tersebut. coba kau lihat hujan begitu deras. namun Suma Thian yu dapat mengenali perempuan itu sebagai Yan tho hoa (bunga tho indah) Ho Hong yang pernah dijumpainya di rumah Bi kun lun Siau Wi goan tempo hari. apa lagi setelah mendengar kata-kata yang genit itu. "aah. dengan begitu terlihat amat jelas seluruh anggota tubuhnya yang terlarang. perduli amat. toh ia tak bakal bisa melahap diriku!" Berpikir sampai disitu. Terkesiap hati Suma Thian yu setelah menyaksikan kejadian tersebut. disusul perempuan itu berseru: "Hei. dia lantas membalikkan keledainya dan pelan pelan berjalan mendekati rumah kayu tersebut. di dalam ruangan keliahatan api membara dengan hangatnya. Jilid : 14 Mendadak dari arah belakangnya berkumandang suara tertawa cekikikan yang amat genit.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Walaupun hujan masih turun dengan derasnya. Sambil keledainya Suma Thian yu berteduh dibawah emper rumah. apakah kau tak ingin berteduh sebentar sebelum pergi?" Waktu itu Suma Thian yu sudah basah kuyup ketimpa air hujan. dia merasa tubuhnya seperti tersambar . kontan saja ia menjadi merinding dan berdiri semua bulu kuduknya. terutama payudaranya yang montok dengan putingnya yang memerah. selain itu didalamnya tidak memakai apa-apa. "Hujan ini pasti turun terus tiada hentinya" demikian dia berpikir. kau lagi marah rupanya? Kemarilah.

lalu mulai memejamkan mata dan mengatur napas. . mata pun tak pernah memandang ke arah perempuan tersebut. dia hanya memusatkan terus perhatiannya ke satu titik dan mengatur nafas. kau memang perjaka yang masih suci. tak heran kalau tak berani memandang kearahku. kalau tidak. “Aduh . Menyaksikan sikap dingin anak muda itu.. Dalam waktu singkat hawa dingin yan semula mencekam tubuhnya. terima kasih" tampik Suma Thian yu dengan nada dingin dan kaku. setelah kering nanti baru kau kenakan lagi. dalam waktu singkat dia sudah muncul kembali dengan pakaian yang rapi. kemudian berseru tertahan: “Aaah. rupanya dia kegelian. kenapa.com/ aliran listrik bertegangan tinggi saja. Buru-buru ia duduk bersila sambil memusatkan seluruh perhatian nya kesatu titik. Si Bunga tho indah Ho Hong segera memutar otaknya. Jangankan beranjak. kontan saja lenyap hingga tak berbekas. kau bisa masuk angin” "Tidak usah. Kontan saja perbuatannya itu disambut gelak tertawa cekikikan dari si Bunga tho indah Ho Hong. aku lupa kalau belum mengenakan pakaian.Tiraikasih Website http://kangzusi.. kemudian sambil tertawa genit katanya: "Lepaskan pakaianmu yang basah. biar ku keringkan sebentar. kontan membuat semua anggota badannya kaku. Tiba-tiba Bunga tho indah Ho Hong berjalan mendekati pemuda itu dengan langkah yang lemah gemulai. kenapa sih? Memangnya seluruh tubuhku tumbuh duri beracunnya?” Suma Thian yu tidak menghiraukan ucapan lawan. kau jangan mentertawakanku” Selesai berkata ia lantas bersembunyi dibelakang pintu dan mengenakan kembali pakaiannya yang telah kering. saudara cilik. benar.

Si Bunga tho indah Ho Hong memang dilahirkan dengan selembar mulut yang pandai merayu. bagaimana bisa menjaga nama baiknya? Orang tak ada yang percaya kalau gadis ini masih suci bersih.. Selama ini. murid yang di didik Si Mayat Hidup Hoat Si si.. Dibawah didikannya. akan tetapi .com/ Suma thian yu benar-benar merasa muak menyaksikan tingkah lakunya yang tengik.Tiraikasih Website http://kangzusi. genit dan menjemukan itu. ilmu silatnya amat lihay dan sakti. Si Bunga tho indah Ho Hong hanya satu diantara sekian banyak kejadian lainnya. kedua. Si Bunga tho indah Ho Hong adalah seorang gadis yang baik. ia bisa mempunyai nama buruk semua hari ini. Dikolong langit ini memang terdapat banyak kejadian yang tragis. Padahal watak Si Bung tho indah Ho Hong sendiri tidak termasuk jahat. Bayangan saja. dua diantaranya adalah Hek hong hou (harimau angin hitam) Lim Kang dan Kim bin kui (setan muka hijau) Siang tham. Sangat banyak jago termashur yang terpikat oleh kegenitannya itu sehingga tunduk seratus persen dibawah telapak kakinya. dia selalu berusaha untuk maju selalu berusaha untuk kembali kejalan yang bersih dan lurus.. boleh dibilang hampir sebagian besar umat persilatan mengenalinya. Bunga tho indah Ho Hong sudah amat mashur dalam dunia persilatan sebagai seorang perempuan genit berwajah cantik. hingga kini dia masih tetap suci bersih tanpa noda. Kedua orang itu merupakan jago-jago lihay dulu dalam kalangan Liok lim. Hal ini disebabkan pertama. itulah sebabnya banyak sekali pemudapemuda yang terpikat olehnya. bagaimana mungkin bisa menjadi baik? Si Mayat Hidup Ciu jit hwe merupakan pentolan iblis dalam golongan iblis. mereka sudah banyak melakukan kejahatan dan membunuh orang tak terhitung jumlahnya. ilmu silat yang dimilikinya boleh dibilang tiada taranya didalam dunia persilatan. dia mempunyai tiga murid. semuanya tak lain adalah hasil didikan gurunya. hanya sayang sekali sekuntum bunga teratai yang tumbuh diatas lumpur.

Ia seringkali bergumam begini: "Burung gagak di dunia ini semuanya hitam.... Sampai pada akhirnya dia sendiripun menjadi buta.com/ ucapan manusia dan lingkungan hidup bagaikan benteng baja yang kuat. “Kau benar-benar tak takut dingin?” Bunga tho indah Ho Hong menegur sambil tertawa. hatinya setenang air. mereka hanya tahu memuaskan napsu. Siapa tahu Suma Thian yu adalah lelaki sejati yang tahan uji. hmmm bila aku Ho Hong manfaatkan kelebihanku. “ooohh. lelaki. tak heran kalau dia pun mencoba merayu dan menggaet hati Suma Thian yu. apa pula yang bisa dia perbuat? Bertarung melawan lingkingan? Menghadapi ucapanucapan cabul dengan kasar? Atau dia harus berjuang untuk mencapai kedudukan tinggi. mulai berbuat sewenang-wenang dan kian terjerumus. Maka dia selalu putus asa.... Ada kalanya dia berjalan kearah yang benar. buta untuk membedakan mana yang benar. diam-diam dia menyumpai pemuda itu sebagai lelaki palsu. tapi ada pula saatnya dia berjalan kearah yang salah. tidak mungkin seorang perempuan bisa berbuat demikian. apa sulitnya untuk menaklukkan mereka dibawah telapak kakiku?" Akhirnya ucapan tersebut menjadi prinsip hidupnya selama ini.. di tambah lagi ia tidak gemar bermain perempuan. Menyaksikan pemuda itu sama sekali tak terpikat oleh bujuk rayunya. mulai kecewa. mengerti aku . tapi iapun segera menyusun rencana untuk menyiapkan sebuah perangkap. mereka tak tahu bagaimana perasaan seorang wanita. selalu saja menghalangi jalan perginya. perempuan hanya tahu bagaimana mencintai dan dicintai.? Tidak.. Bagi seorang perempuan. setelah dia bertemu dengannya. Bunga tho indah Ho Hong semakin penasaran.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia tak kan mengerti tentang bagaimana cara melanjutkan hidup...

mengeringkan pakaiannya dengan pancaran hawa murninya.. Tapi dia lantas berpikir kembali.Tiraikasih Website http://kangzusi. maka dia segera memejamkan matanya rapat-rapat. Siapa pula yang menduga jikalau saat itu Suma thian yu sedang melakukan suatu percobaan. ia sudah memejamkan mata sambil mengatur napas bahkan tak selang beberapa saat kemudian dia sudah berada dalam semedinya. Suma Thian yu masih tetap duduk kaku ditempat tanpa berkutik. siapa tahu semakin dipandang makin tertarik. kepergian Ho Hong pada hakekatnya tidak memancing perhatiannya. mula-mula Suma thian yu mengira si Bunga tho indah Ho Hong telah kembali. dia ingin sekali menjatuhkan diri kedalam pelukannya dan merasakan kehanggatan tubuhnya. disaat Ho Hong sedang mengoceh tiada hentinya tadi. adik Hong. Tak selang beberapa saat kemudian. Mendadak tampak bayangan manusia berkelebat lewat diluar jendela. tindakan yang terlampau tergesa-gesa bisa mengakibatkan kegagalan total. maka kembali ujarnya sambil tertawa: “Duduklah dulu disini. walau hanya sebentar saja. tapi dia hanya membuka matanya sambil memandang keluar jendela saja. lantaran aku ada disini maka kau enggan melepaskan pakaianmu bukan?” Sambil berkata ia melirik sekejap kewajah pemuda itu. pakaiannya telah mengering. tubuhnya makin lama makin mengering. sepatah katapun tidak berbicara. Ketika Ho hong berlalu." .. aku akan mengambilkan kayu bakar diluar sana” Ia melompat keluar dan lenyap dibalik pintu itu.com/ sekarang. Siapa tahu segera terdengar lagi suara panggilan yang lirih: “Adik hong. penemuan ini tentu saja amat menggirangkan hati Suma thian yu.. ia sedang berpikir sampai kapan hujan tersebut baru akan berhenti.

Dia bermuka hijau bertaring panjang.. Ketika masuk kedalam ruangan.. dalam sekilas pandangan saja dapat dikenalinya sebagai si setan muka hijau Siang Tham." "Plaaaak!" belum habis dia berkata. dengan gusar segera menegur: “Mau apa kau datang kemari? Siapa suruh kau kemari? Mana dia?” Rupanya dia tidak melihat Suma Thian yu berada disitu. "enyah kau. pipi kanannya sudah ditampar Ho Hong keras-keras.. apakah aku sebagai kakakmu tak boleh datang kemari mencarimu? Apa lagi kita toh masih. cepat enyah dari sini!" Dampratan itu membuat si Setan muka hijau Siang Tham tertegun. siapa kesudian denganmu?” damprat Ho Hong marah. aku sudah mencarimu dengan susah payah. bajunya panjang berkembang-kembang.. Melihat Ho Hong munculkan diri. ujarnya seram: "Adik Hong. Tak lama kemudian terlihat seseorang berjalan masuk kedalam ruangan itu. dia hanya berseru tertahan sambil berguman: “Heran. Setan muka hijau Siang Tham segera tertawa terkekeh-kekeh. tak ussh banyak ngebacot lagi disini” . Sumoay telah pergi kemana?” Pada saat itulah Ho Hong masuk dari pintu depan.com/ Merasakan keadaan tak beres.. lalu sambil menarik muka ia berkata: "Apa maksudmu? Kau telah berubah. berubah sekali. " "Uuuh. Siang Tham tidak melihat Suma Thian yu.. maka pertanyaan tersebut lantas ditujukan kepada kakak seperguruannya. ketika gadis itu menyaksikan ji-suhengnya berada disana.. kemudian terdengar gadis itu berteriak: "Tutup mulutmu. buru-buru Sum thian yu melompat bangun dan menyembunyikan diri dibalik tempat kegelapan.Tiraikasih Website http://kangzusi.

mendadak ia menyaksikan bayangan manusia bergerak di sudut ruangan. kau tak usah takabur.com/ Lima jari tangan yang merah membengkak segera tertera diatas wajah Setan muka hijau Siang Tham.heeh.. jika tak ada urusan kau dilarang kemari. masih belum mengerti kau?" "Perempuan rendah. hmm! Bagus.. karena kesakitan dia berkaok kaok keras: "Perempuan rendah. dengan cepat dia seperti menyadari akan sesuatu.. "Heeh. dia berlalu dari situ.. "dahulu aku toh sudah memberitahukan kepadamu. bagus sekali... hari ini ada kau tiada diriku” Dia lantas merogoh ke dalam sakunya dan membalikkan tubuh sambil mengayunkan tangan. seandainya aku orang she Siang tidak teringat kalau kau adalah saudara seperguruanku. kuberitahukan kepadamu.. rupanya lagi menyembunyikan lelaki.aku heran. akan kulihat kau bisa bertahan sampai kapan. tanpa banyak membuang waktu. heeh. apa sebabnya kau berubah menjadi begitu dingin dan tak berperasaan kepadaku. sudah sejak tadi tubuhmu kuhancurkan menjadi berkeping-keping!" Hmm. tapi Ho Hong tidak memandang sebelah mata pun kepadamu. Bunga tho indah Ho Hong menjerit kaget setelah menyaksikan . sambil tertawa seram ia membalikan tubuhnya lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi..” seru setan muka hijau Siang Tham dengan seram. "Mau apa kau datang kemari?" teriak Ho Hong sambil menuding kearah hidungnya. mulai hari ini hubungan kita putus sampai disini” Perempuan rendah. kau berontak? Kau berani melawanku?" teriaknya amat gusar. Tapi belum lagi dua langkah. Dua titik cahaya tajam dengan kecepatan luar biasa langsung meluncur ketubuh Suma thian yu yang berada di sudut ruangan.. orang lain mungkin takut kepadamu.

" Kemudian sambil melotot ke arah Ho Hong dengan sorot mata buas. jika tidak kuberi pelajaran hari ini. rupanya kau si bocah keparat. Tampaknya dua batang senjata rahasia tersebut akan menghajar tubuh Suma Thian yu. ilmu silatnya justru hanya dibawah si harimau angin hitam Lim kang. Walaupun bunga tho indah Ho Hong menempati urutan ketiga. Si Setan muka hijau Siang Tham cukup mengetahui akan tabiat dari sumoaya-nya ini. Sambil maju kemuka.Tiraikasih Website http://kangzusi. dampratnya lagi amat kasar: “Perempuan rendah. teriaknya penuh amarah: “Bocah keparat. kini lenyap tak berbekas bagaikan batu yang tenggelam ditengah samudra. tapi ia segera tertawa licik: “Oooh. kau berani menyeleweng dengan pria ini? Bagus. kendatipun begitu. buru-buru tubuhnya mengegos ke samping. mulai sekarang aku tidak memakai nama marga Siang lagi” Selesai berkata. semua amarahnya kontan saja dilampiaskan ke tubuh Suma Thian yu. Setelah mengetahui kalau pemuda yang menampakkan diri adalah Suma Thian yu. sebuah pukulan dahsyat segera dilontarkan ketubuh Ho Hong. . maka begitu melihat datangnya serangan. mendadak pemuda itu mengebaskan ujung bajunya. kemudian sambil tertawa tertawa terbahak-bahak munculkan diri dari tempat persembunyian. pagar makan tanaman. Dua batang senjata rahasia yang dilepaskanSiang tham tadi. gagal dengan serangan pertama.com/ kejadian tersebut. mau tak mau si Setan muka hijau Siang Tham merasa terkesiap. dia tak berani menyerang untuk kedua kalinya. serahkan selembar nyawamu!” Dengan jurus Kay san to liu (membuka bukit mencari air) dia bacok tubuh Suma Thian yu. dia mau menolong sayang keadaan terlambat. diapun tak ingin menyalahi Siang tham lagi.

Suma thian yu segera mengebaskan bajunya kedepan. kejadian mana segera menimbulkan perasaan girang dan murung baginya. Ketika Suma Thian yu menyaksikan disitu telah terjadi keributan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kasihan setan muka hijau Siang Tham. sekarang justru dia yang datang membuat gara-gara. keadaan masih mendingan. tubuhnya sudah terpental ke belakang seperti layang-layang yang putus talinya. ia roboh terkapar di tanah. kemudian melompat naik ke punggung keledainya dan berlalu dari situ. Bu siang sinkang dengan berubah menjadi hawa sakti tanpa wujud langsung meluncur ke muka. dia merasa kalau tidak pergi sekarang. sedang hujan diluar rumahpun telah berhenti. “Blaaammm!” setelah membentur diatas dinding ruangan. sekilas pandangan nampaknya enteng. pemuda itu sudah menyelinap keluar lewat jendela. begitu sempat tenaganya menjawil ujung baju lawan. tapi diapun murung karena musuhnya kian bertambah banyak.com/ Sejak dikerubuti Siang Tham tempo hari. Dalam suatu gerakan yang ringan. ternyata Suma Thian yu berhasil merobohkan murid ke dua dari si Mayat hidup Ciu Jit hwee. Jika Suma Thian yu tak membuat perhitungan dengannya. tak heran kalau matanya berubah menjadi merah membara. sudah pasti kejadian mana akan menimbulkan bencana dikemudian hari. boleh dibilang iblis ini sedang mencari penyakit untuk dirinya sendiri. padahal dibalik semuanya itu justru tersembunyi suatu kekuatan yang luar biasa. . Suma thian yu sudah menaruh dendam kepadanya. itu berarti harapannya untuk membalas dendam menjadi besar. dan dendam itu belum pernah lampiaskan. mau menunggu sampai kapan lagi? Dia segera menggerakkan tubuhnya dan bagaikan segulung asap ringan. maka setelah bersua kembali kini. Ia girang karena ilmu silat yang dimiliki nya sekarang sudah mencapai tingkat yang luar biasa.

sok alim.. buru-buru tanyanya: ”Kemana perginya anjing cilik itu?" “Hmmm. dari dalam hutan bermunculan belasan orang perampok berkerudung.. hmm! Selama aku Ho Hong masih hidup. Sambil menahan geramnya.com/ Menanti Bunga tho indah Ho Hong hendak menghalanginya. dia menyumpahinya pula dengan geram: “Hmmm.. Suma Thian yu melarikan keledainya beberapa waktu sebelum memperlambat perjalanannya. Setan muka hijau Siang Tham segera meluncur keluar dari ruangan dengan kecepatan tinggi. sumpahnya: “Lelaki sialan. Setelah meninggalkan rumah kayu itu. Setan muka hijau Siang Tham menjerit kesakitan dan sambil melompat bangun. Bunga Tho indah Ho Hong juga menutup rumahnya dan berlalu dari situ. Suma Thian yu sudah lenyap dibalik bukit sana. "Sasaran kita telah kabur. semuanya ini gara-gara si setan mampus. mau apa kau?” Mendengar pemuda itu melarikan diri. orang itu sudah kabur. Tak lama sepeninggal rombongan perampok itu. .Tiraikasih Website http://kangzusi. manusia macam kau juga ingin di sebut seorang hohan. Tak selang berapa saat kemudian. Diiringi oleh gerombolan perampok berkerudungnya serentak mereka menuruni bukit itu dan melakukan pengejaran. kemudian bersuit keras-keras. gadis itu mendepak-depakkan kakinya berulang kali keatas tanah. tak akan pernah kulepaskan dirimu!" Kemudian sambil berpaling kearah Setan muka hijau yang tergeletak semaput ditanah. tapi ketika tak menjumpai Suma thian yu berada disitu. ia tak berniat lagi untuk menikmati pemandangan alam disepanjang jalan.” Dengan geramnya dia menghampiri orang itu kemudian ditendang keras-keras untuk melampiaskan rasa dongkolnya. mari kita kejar!" teriak Siang Tham kemudian keras-keras. Pe ristiwa yang baru saja dialaminya membuyarkan kegembiraan dalam hatinya.

seorang anak buahnya segera datang berbisik: "Bocah keparat itu tidak berada dalam kota". setan muka hijau Siang Tham memperhatikan sekejap sekeliling tempat itu. Sama Thian yu baru menjalankan kembali keledai menyusul dibelakang orang-orang tadi. Menati rombongan orang-orang itu sudah lewat.com/ Mendadak dari arah belakang berkumandang suara derap kaki kuda yang ramai. penunggangnya adalah manusia-manusia berpakaian ringkas warna hitam yang menggembol senjata berbentuk aneh. tak mungkin keledai miliknya sanggup menggunguli mereka. bertaring panjang dan mengenakan jubah panjang berkembang-kembang.t ditengah jalanan kota Tong sia muncul serombongan penunggang kuda. Tapi Suma thian yu cukup menyadari bahwa kuda-kuda yang muncul dari belakang merupakan kuda jempolan yang dapat berlari kencang. cepat-cepat dia membelokkan arah lari keledainya kesisi jalan dan menyembunyikan diri dibelakang sebatang pohon besar! Tak selang berapa saat kemudian. mereka adalah gerombolan perampok bertopeng yang dipimpin setan muka hijau Siang Tham. Setelah turun dari kudanya. meskipun agak terpencil namun kotanya sangat ramai. Kota Tong sia dibangun dikaki bukit Tay piat san. Keledainya segera mengikik panjang dan turut berlariang kencang ke depan. Ketika matahari baru tenggelam dilangit barat. di tengah muncul sebelas ekor kuda jempolan yang dilarikan secepat angin. . satu ingatan segere melintas dalam benaknya. tampaknya dia merupakan pemimpin rombongan tersebut. ia memberi tanda agar berhenti. Tak salah lagi. Sebagai pemimpinnya adalah seorang lelaki bermuka hijau.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika tiba didepan rumah makan Kun eng lo. tempat itu merupakan tempat pertemuan untuk jago-jago silat yang bermukim disekitar sana.

“asal kau dapat mengerjakan dengan baik. Ketika tidak di jumpai seraut wajahpun yang dikenal. Mendadak dari sisi tubuhnya terasa berhembus lewat angin tajam. toaya pasti memberi hadiah untukmu. .Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tak lain adalah Suma thian yu. sesosok bayangan manusia sudah lenyap dibalik kegelapan sana. dua pukuh li didepan sana merupakan bukit yang sunyi. Setan muka hijau kembali tertawa. belum pernah kami jumpai orang yang dimaksudkan” Setan muka hijau Siang tham berpikir sejenak. kemudian terlihat ada seseorang yang menumbuk bahunya dengan sempoyongan. Sementara Setan muka hijau Siang Tham sendiri dengan mengajak keenam sisa perampok memasuki loteng kun eng lo. Diatas keledai duduk seorang pemuda. hatinya merasa agak bergetar keras. bila ada kabar segera laporkan kepadaku” Lelaki itu nampak ragu sejenak. menanti Suma Thian yu mundur dengan terkejut. diujung jalan sana muncul seekor keledai yang berjalan pelan-pelan menuju kearah rumah makan Kun eng lo pula. tanpa terasa berhenti sejenak dan mengintai ke dalam ruangan. kemudian katanya lagi: “Mungkinkah dia sudah berada jauh didepan?” “Tidak mungkin. jago muda kit. disana tidak ada rumah penduduk” “Bagus. pemuda itu baru turun dari keledainya dan mendekati rumah makan itu. bagus sekali.com/ "Dari mana kau bisa tahu?" “Sejak masuk kota hingga sekarang. Ketika Suma Thian yu tiba didepan pintu ruakan Kun eng lo dan melihat begitu banyak kuda jempolan di tambat disana. Tak lama setelah Siang Tham naik loteng. tapi akhirnya dengan perasaan apa boleh buat dia mengajak tiga orang rekannya untuk berangkat melaksanakan tugas tersebut. sekarang bawalah tiga orang saudara dan lakukan pemeriksaan didepan sana.

Suma thian yu segera termenung beberapa saat lamanya. dengan perasaan terkejut diambilnya kertas itu cepat-cepat. hati-hatilah dengannya!” Dibawahnya tidak nampak tanda tangan penulis surat itu. Ternyata diatas kertas itu hanya dicantumkan beberapa huruf yang berbuntu demikian: “Siang Tham ada didalam.. “Aaah tidak mengapa. . ia tak habis mengerti siapa gerangan yang yang memberi peringatan tersebut kepadanya. silahkan mencari ditempat lain saja. tempat kami sudah penuh. tiba-tiba pemuda itu menemukan secarik kertas putih dibawah kakinya. seketika itu juga niatnya bersantap menjadi hilang. disitu sudah tiada tempat kosong. Suma thian yu membuka gulungan kertas itu dan segera dibacanya. Keliru bila anda beranggapan demikian. maaf tuan. kemudian dengan membusungkan dada dia berjalan masuk ke dalam rumah makan tersebut. kemudian sambil terbungkuk-bungkuk katanya sambil tertawa: “Tuan. Mungkinkah Suma Thian yu merasa takut terhadap gembong iblis itu sehingga dia memutuskan untuk mengundurkan diri saja dari situ...? Terpaksa surat itu dimasukkan kedalam sakunya. mendadak sorot matanya bertemu dengan Setan muka hijau Siang Tham yang sedang duduk disudut sebelah kiri. baru akan menambat tali les keledainya ditempat parkir.Tiraikasih Website http://kangzusi.. dia tak akan berbuat demikian. Seorang pelayan munculkan diri menyambut kedatanggannya. Suma Thian-yu memandang sekejap kesekeliling ruangan. tapi gaya tulisannya sangat kuat dan bertenaga. Suma Thian yu bukan seorang pengecut. biar aku mencari tempat dilain tempat saja sahutnya cepat. Meminjam sinar lentera yang memancar dari balik rumah makan. memang benar.com/ Suma thian yu menggelengkan kepalanya sambil mengrerutu..

"Haah. bagaimana sih kau ini. harap kau sudi memaafkan.. dia memang sudah berprinsip "Tiada urusan tak akan mencari urusan. Baru saja dia hendak membalikkan badan meninggalkan tempat itu..haaah. sambil menggapai kearah Suma Thian yu. tapi sejak terjun ke dalam dunia persilatan. Si setan muka ujau Siang Tham baru berbisik lagi: . karenanya bila keadaan tidak terlalu memaksa. dia segera menurun keledainya dan berlalu. dia segan mencari urusan dengan orang lain." Setelah tiba ditempat duduk.. Suma Thian yu tidak akan memandang sebelah mata pun terhadap kawanan perampok itu. serunya: ""Maaf tuan. mendadak terdengai Siang Tham berteriak keras: “Hei.. Maka sambil tertawa tawa katanya. sudah kami siapkan sebuah tempat untukmu. silahkan!" “Aku tidak kenal dengan orang itu” tampik sang pemuda sambil menggeleng.. cepat tahan orang itu!" Cepat pelayan itu lari keluar dan menarik tangan Suma Thian-yu. Setelah berpikir sejenak. katanya: “Lote.haa.com/ Berbicara soal silat atau soal sastra... silahkan duduk didalam. pelayan.. hamba tak tahu kalau tuan adalah tamu terhormat dari toaya tersebut. Sementara itu. bagus sekali. jika begitu siaute akan meneguk secawan arak dulu sebelum berangkat.rupanya saudara Siang juga berada disini. si setan muka hijau Siang tham sudah muncul didepan pintu. ada urusan tak akan takut menghadapi kematian". ia tidak habis mengerti permainan setan apakah yang sedang di persiapkan iblis itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia memutuskan untuk masuk dulu melihat keadaan sebelum mengambil tindakan selanjutnya. mengapa kau malah pergi dengan begitu saja?" Kalau di dengar dari nada suaranya sudah jelas adalah nada suara seorang teman yang akrab. silahkan..

dia mengambil dua cawan arak dan menyodorkan secawan untuk Suma Thian yu.. ternyata pakaian tersebut telah berubah menjadi hijau kebiru biruan. pemilik rumah makan ini bukan manusia yang gampang dihadapi” Suma thian yu tertawa hambar. Suma Thian yu tidak sungkan-sungkan lagi. jelas didalam arak tersebut ada racunnya.”praaang”.. kemudian . bukan saja dapat dipakai untuk memeriksa apakah sesuatu benda ada racun nya atau tidak. tapi begitu menyentuh ke atas pakaiannya.com/ “Selesai bersantap. sauya memang kuatir jika kau mencari gara-gara disini” Ketika selesai menyelesaikan kata-kata tadi. tapi sebagian bajunya sudah keburu basah oleh tumpahan arak. kita keringkan cawan arak!” katanya kemudian. lagi pula dapat dipakai untuk menghadapi serangan racun. selama disini lebih baik bersabar dulu. dia tidak berusaha untuk melakukan pencegahan. ia menggangkat cawan araknya dan meneguknya. terasa ada cahaya tajam berkelebat lewat. kita berjumpa jagi diluar kota.. kembali wajahnya berubah hebat. Pada mulanya ia tidak menaruh curiga kalau setan muka hijau Siang Tham bakal meracuninya. Sambil menjerit kaget Suma Thiin yu melompat mundur beberapa langkah. Perlu diketahui... kemudian katanya lagi sambil tertawa: “Tak disangka kita bisa minum arak bersama pada hari ini. hal ini akan lebih baik lagi. pikirnya geli: “Kalau memang begitu. telapak tangan kiri Suma Thian yu pernah mengisap sari daun anti racun Jiu sian kiam lan. mari. . sebab itu meski berhadapan sebagai musuh. Baru saja cawan itu akan menempel dibibirnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan perasaan kaget pemuda itu meraba bajunya yang basah.cawan arak yang berada digenggamannya sudah tersambar oleh senjata rahasia tersebut. sekulum senyuman licik kembali menghiasi bibir si Setan muka hijau.

.haah. ia telah memerintahkan anak buahnya mencampuri arak tersebut dengan racun.com/ Siapa tahu ketika Siang Tham keluar ruangan menyambut kedatangan Suma Thian yu tadi.. rupanya karena alasan inilah kau jadi ternama dalam dunia persilatan? Hmm. Suma Thian yu sama sekali tidak menyangka kalau Si setan muka hijau Siang Tham sebagai seorang jagoan lihay dalam golongan Liok lim bisa berbuat curang dengan tindakan yang begitu pengecut dan memalukan..Tiraikasih Website http://kangzusi. bila ada urusan.. Hari ini aku Thian yu baru benar-benar mengenali manusia macam kau. kemudian dengan wajah serius serunya: "Apakah kau yang meracuni saudara cilik ini?" . belum lagi orangnya sampai. anak murid didikan mayat hidup Ciu Jit-hwee pandainya cuma mencampuri arak orang dengan racun!. bagus sekali.heeeh.heeeh. Mendadak dari depan tubuhnya muncul seorang kakak berbaju biru. tanpa pikir pan jang segera serunya sambil tertawa dingin: "Heeehh.engkoh cilik.. dia berpaling dan menatap wajah Setan bermuka hijau Siang Ttam lekat-lekat. mari kita bicarakan lagi dihalaman belakang sana" Suma Thian yu agak tertegun. Baik. jadi kelau begitu kaulah yang meracuni arakku tadi? Tolong tanya siapa namamu?" Ucapan ini sebaliknya malah membuat kakek berbaju biru itu tertegun. gelak tertawanya sudah bergema diruangan.. “Haah.bagus.. ayoh kita bereskan persoalan ini diluar kota saja!" Selesai berkata dia lantas membalikkan badan berlalu dari situ. ia tidak habis mengerti terhadap ucapan orang yang sama sekali tak dikenalnya itu. bila dirumah makan kami terjadi persoalan maka peristiwa itu menjadi tanggung jawab kami.. hawa amarahnya kontan berkobar... benar-benar tidak kusangka. Bila kau memang orang gagah.haahh... dengan mata melotot bentaknya keras-keras: "Siang Tham.

tahu-tahu seorang lelaki setengah umur berwajah bengis telah melompat bangun..Tiraikasih Website http://kangzusi. kaukah yang telah meracuni arak saudara cilik itu? kembali kakek berbaju biru itu membentak dengan wajah marah.heeeh. terpaksa lohu harus berbuat kurang sopan terhadap Kiang tayhiap” Baru saja kakek berbaju biru itu menyelesaikan perkataannya. sambil tertawa licik sahutnya: “Aaahh. Agaknya wajah setan muka hijau Siang Tham tahu kalau dia tidak bisa menghindar kagi. semua ini gara-gara perbuatan beberapa orang saudaraku. heeh. cepat kau tunjukkan orang itu untuk diberi hukuman yang setimpal. kalau tidak.. lalu katanya sambil tertawa: “Locianpwe. kini dia menjura dalam-dalam. kau undang untuk menjumpai diriku” Setan muka hijau Siang Tham segera mendehem beberapa kali. harap saudara yang meracuni saudara ini.. ketika aku tak ada disitu. apakah kau orang tua. “Siang tayhiap. “Buu. sikap setan muka hijau Siang Tham telah berubah menjadi munduk-munduk. mungkin mereka kelewat memandang tinggi Suma siauhiap sehingga timbul niatnya untuk mengajak saudara ini bergurau” Suma thian yu melotot gusar. rumah makan Kun eng lo bukan suatu tempat yang bisa dikacau ketenanggannya oleh siapapun.. . seorang lelaki berani berbuat berani bertanggung jawab..” “Tak usah banyak bicara. apalagi hubunganmu dengannya.sudah banyak tahun kita tidak berjumpa.. tampak suatu bayangan manusia berkelebat lewat.com/ Sejak menyaksikan kemunculan kakek berbaju biru itu. sikakek berbaju biru itu sudah berkata lagi sambil tertawa dingin tiada hentinya.. baru saja dia hendak mengucapkan sesuatu. rupanya mereka telah mencampuri arak dengan obat pemabuk.... “Tak usah banyak biacar. dengan Tangkeng kami toh sudah saling mengenal...buat apa kau mesti bertindak serius? Chin locianpwe.

.. memangnya kau mampu untuk membunuh toaya mu?” Baru saja lelaki buas tersebut berbicara demikian.Tiraikasih Website http://kangzusi. menyusul kemudian seluruh badan sakit sekali sehingga tak kuasa lagi dia menjerit dengan suara menggidikan hati: “Aduuuh. lalu menjawab: “Toayalah yang telah meracuni racun itu. Tapi untuk membela anak buahnya. aku tak ingin sampai salah membunuh orang tak salah!” “Omong kosong! Dengan andalkan sekerat tulangmu itu. pikirnya: "Entah dengan cara apa kakek itu turun tangan? Ilmu silat apa yang dia pergunakan? Mengapa lelaki buas ini bisa mampus menyerupai orang yang terserang penyakit parah? Dari atas sampai bawah tubuhnya sama sekali tidak ditemukan cedera apapun?" Sementara itu.. mau apa kau? memangnya kau bisa melahap toayamu bulat-bulat?” “Kau tidak bohong? bentak kakek berbaju biru itu dengan gusar. Menyaksikan hal ini.com/ Dengan senyuman angkuh menghiasi wajahnya. Si setan muka hijau Siang Tham juga merasa terperanjat sekali setelah menyaksikan anak buahnya tewas dalam sekali ayunan tangan kakek berbaju biru itu. aku percaya kau tak akan mampu untuk memikulnya” . terpaksa dia menegur dengan suara dingin: “Chin locianpwe..” Menanti Suma Thian yu dan Si setan muka hijau Siang Tham dapat melihat jelas apa yang terjadi. apakah tindakanmu tak terlampau kelewat batas?? Bila peristiwa hari ini sampai terdengar Tongkeh kami. “jangan menanggung dosa buat orang lain. segera tampak olehnya bayangan manusia berkelebat lewat. yang lohu cari sekarang adalah kenyataan. lelaki buas itu sudah tewas dengan mata melotot keluar dan mulut mengeluarkan busa. diam-diam Suma Thian yu menghembuskan napas dingin. sinar matanya bersinar tajam. kau menghukum mati orang ini. lelaki itu menuding keujung hidung sendiri.

asal kau dapat memperlihatkan beberapa jurus kepandaian yatg bisa membangkitkan rasa kagum lohu. tempat ini untuk berdagang. “Blaamm. hingga menggema diseluruh ruangan dan mendengung tiada hentinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. sekalipun Suma Thian yu sudah memeras otaknya habis-habisan. sementara dia masih berpikir dengan perasaan tak mengerti. Suma Thian yu belum juga berhasil menduga siapa gerangan kakek itu. Kakek berbajubiru itu Cuma tertawa dingin tiada hentinya. kau sudah tak punya kesempatan lagi untuk pulang kerumah dan menyampaikan laporan.. dia segera menghantam meja keras-keras. Suma Thian yu cuma menonton dari sisi arena..!” diiringi suara nyaring. tongkehmu juga tak akan bisa berbuat apa-apa kepada lohu.. tidak cocok untuk bertarung. persoalan hari ini . mari kita bertemu dihalaman belakang saja.. meskipun suara pembicaraannya juga tidak terlalu besar. Walaupun demikian. selama ini. Sayang sekali. meja itu kena terhajar sampai pecah menjadi dua bagian. namun setiap patah kata dapat kedengaran sekali. Setan muka hijau Siang Tham menjadi gusar gekaii sampai mencak mencak seperti monyet terbakar jenggotnya. kakek berbaju biru itu telah berkata: “Siang Tham.com/ Kakek berbaju biru itu swgera tertawa panjang: “Orang she Siang. dengan cepat dia dapat menyimpulkan kalau antara si kakek dengan setan muka hijau sebetulnya merupakan musuh yang tak mungkin bisa hidup damai. pada mulanya dia mengira kakek itu satu komplotan dengan setan muka hijau Siang Tham.. dia toh belum berhasil juga untuk menduga siapa gerangan kakek berbaju biru itu. tapi yang pasti bukan manusia sembarangan dapat memiliki ilmu silat dengan tenaga dalam yang demikian sempurna. cawan dan mangkuk yang berada diatasnya pun ikut hancur berantakan. tapi setelah menyaksikan lelaki buas tersebut terbunuh. kemudian menyaksikan pula sikap permusuhan kakek itu terhadap setan muka hijau.. dia tak menjadi gusar.

orang she Chin.. ayoh berangkat. tanpa banyak berbicara lagi dia segera membalikkan badan dan berlalu sari situ.. untuk menghadapi kau. namun setiap patah katanya membawa kewibawaan yang mengerikan. seolah-olah sesuatu kekuatan yang membuat setiap orang tak sanggup melawan.haah.. kau boleh memimpin jalan buat kami. Mendengar ucapan tersebut. kakek berbaju biru itu tertawa tergelak karena gusar. pikirnya: “Siapakah putri si kakek ini? mengapa dia bisa ditakuti oleh penjahat-penjahat keji macam Siang tham? kalau didengar dari nada pembicaraan setan muka hijau. toaya tak usah turun tangan sendiri. kau harus membayar semua kerugian yang kuderita!” Suara pembicaraan kakek berbaju biru itu masih tetap diutarakan dengan suara rendah.. kau tak usah berlagak besar dengan menggandalkan pengaruh putrimu untuk menggertak aku. sementara segenap anak buahnya turut beranjak kebelakang setelah rombongan itu lewat semua.!” Sehabis mendengar perkataan setan muka hijau Siang tham yang sama sekali tidak memberi muka kepada orang itu. Ternyata dihalaman belakang sana terdapat sebuah tanah lapang untuk berlatih silat yang luasnya mencapai dua puluh kaki. toaya pun tak akan bersikap demikian sungkan kepadamu apabila tidak memandang diatas wajah putrimu.. mengapa Siang tham bersikap begitu menghormat terhadap kakek itu?” Sambil berpikir Suma thian yu beranjak dan melangkah kehalaman belakang rumah makan Kun eng lo tersebut. Setan muka hijauSiang tham tak ketinggalan... dia ikut pula dibelakangnya.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Setan muka hijau Siang tham segera tertwa tergelak: “Haah. Jika tidak. kalau tidak.com/ akan kubikin selesai sampai disini saja. . suara tertawanya keras dan meyeramkan membikin orang lain bergidik.haah. tampaknya putri kakek inipun seorang pendekar perempuan..

hal ini merupakan keinginan lohu dalam hidup ku ini. kemudian jenis panah. silahkan saja melancarkan serangan" "Sekilas perasaan bangga sempat menghiasi wajah si setan muka hijau siang tham. tombak api. si kakek sedang berkata sambil tertawa: “Siang Tham. kalau tidak. "Sudah pasti orang ini merupakan seorang yang gemar berteman orang persilatan. tapi jenisnya teratur rapi sekali. diatas rak senjata sudah tersedia berbagai macam senjata. golok bergerigi. Diam-diam Suma thian yu menghela naps panjang setelah menyaksikan kesemuanya itu. Siang tayhiap. mustahil dengan kemampuan seorang....... suasana dalam arena sudah menjadi tegang.dapat merasakan sampai dimanakah kelihayan Hu si im hong ciang yang pernah menggetarkan dunia Liok lim. tombak ular.Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada rak nomor tiga tersedia jenis toya. si Setan muka hijau dengan diiringi lima orang lelaki kekar berdiri disisi kanan arena. kakek berbaju biru itu segera tertawa nyaring: “Hahahahahaha. sedangkan kakek berbaju biru itu berdiri seorang diri dihadapannya. jenis pedang serta berbagai macam jenis senjata lain yang aneh-aneh bentuknya.com/ Empat penjuru tanah lapang tersedia sederat rak senjata yang diatasnya terletak pelbagai macam senjata berbentuk aneh. Waktu itu. golok besar. Sebentar aku harus memperhatikan gerakan tubuhnya agar kesempatan baik ini jangan sampai kulewatkan dengan begitu saja" Dalam pada itu. dia segera berseru: “Toaya tak akan sungkan-sungkan lagi” .” sahut sisetan muka hijau dengan wajah bengis. Pada jenis yang terdepan terdapat tombak panjang. terserah kau ingin memilih yang mana saja!” “Toaya ingin mencoba kelihayanmu dalam permainan ilmu telapak tangan. dia bisa mengumpulkan senjata begini banyak. Diatas rak nomor dua terletak jenis golok diantaranya terdapat jenis golok bulat sabit. tombak lengkung.

dengan mengembangkan ilmu pukulan yang maha dahsyat dia melepaskan serangkaian pukulan secara gencar. lalu lengannya yang sudah terlanjur disodok keluar menyelinap secepat kilat dengan suatu gerakan yang luar biasa. Serangan mana meski di lancarkan dengan dua kekuatan yang berbeda dan waktu yang berbeda pula. dia lepaskan sebuah cengkeraman maut ketubuh kakek berbaju biru itu. segenap tenaganya disalur ke tangan. Mendapat ancaman semacam itu. Suma Thian yu yang menonton jalannya pertarungan dari sisi arena dan menyaksikan jalannya gerakan tubuh dan jurus pukulan dari kakek berbaju biru itu. tubuhnya bergoyang sedikit saja ke samping lalu melompat mundur dua langkah. diamenyerang kakek yang berbaju biru itu. “Serangan bagus!" Setan muka hijau Siang Tham berseru keras. Bagaikan sebatang pohon liu yang lemas. namun bisa sampai disasaran-nya pada waktu yang hampir bersamaan. kakek berbaju biru itu tak berani berayal. . secepat kilat dia membabat tubuh kakek berbaju biru itu. kemudian dengan jurus To thian hoan jit atau mencuri langit berganti hari.Tiraikasih Website http://kangzusi. buru-buru ia menangkis dengan tangan kirinya. hingga sekilas pandangan seakan-akan berasal dari satu jurus saja. Dua gerakan tersebut dipergunakan hampir bersamaan waktunya. dengan jurus kim pa liok jiau (macan kumbang emas mementang cakar). Ketika sampai di tengah jalan. dia segera menjerit kaget. sedemikian cepatnya sehingga sukar dibayangkan dengan kata-kata. sementara tangan kanannya langsung menghantam ke perut lawan dengan jurus Sin liong ji hay atau Naga sakti masuk ke laut. Ternyata kakek yang berbaju biru itu cukup tahu keadaan. dia agak berhenti sejenak. gerakan tubuhnya tiba-tiba berubah. tidak tampak bagaimana dia turun tangan.buru dia membentak keras.com/ Selesai berkata. buru. kemudian tubuhnya berputar setengah lingkaran.

sehari-hari kerjanya hanya mendidk dan memelihara putrinyasehingga menanjak dewasa. pikirnya kemudian: “Kenapa dia mempergunakan ilmu pukulan Bu tong pau? Mungkinkah kakek mempunyai hubungan yang erat dengan pihak bu tong pay." Tetapi sampai ditengah jalan. pada usia empat belas tahun putri kesayangannya telah hilang lenyap tak berbekas. banyak manusia yang menjadi keder dan ketakutan hanya mendengar namanya saja. sebagai ibu yang baik dan sebagai guru yang disiplin.. Siapa tahu..com/ “Aaah. istrinya sendiri berpulang ke dalam baka setelah melahirkan putrinya. dia pernah menggetarkan sungai utara maupun selatan daratan Tionggoan. Itulah sebabnya orang lantas menyebutnya Tay hoa kitsu (pertapa dari bukit Tay hoa san). dia membawa tugas rangkap. Chin Leng hui hanya mempunyai seorang putri. Dulu. dalam keadaan demikian terpaksa Chin Leng hui melepaskan niatnya untuk mengasingkan diri. setelah . dalam kecewanya dia lantas mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan dan hidup mengasingkan diri dibukit Tay-hoa san. dengan mengandaikan serangkaian ilmu pedang Bu tong kiam hoat dan dua belah bilah pisau terbang. seruan mana segera ditarik kembali cepat-cepat.. kakek berbaju biru ini memang merupakan jagoan lihay dari Bu tong pay. dia muncul kembali dalam dunia persilatan untuk mencari putri kesayangannya...?” Apa yang diduga Sama Thian yu memang benar.. dia hendak mendidik putrinya Chin lan eng menjadi seorang pendekar perempuan yang perkasa dan disegani banyak orang. Tampak kematian istrinya itu merupakan pukulan batin yang sangat berat bagi pendekat tersebut. Dihari-hari biasa.. sejak empat puluh tahun berselang dia sudah termashur dalam dunia persilatan sebagai Bu tong tay hiap Chin Lenghui. dengan hati berdebar keras.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Kenyataan itu hampir saja membuat Chin Leng bui mati karena kegusaran. kemudian ia baru dapat mengasingkan diri dengan tenang. karena putrinya telah menjadi istri Bi kun lun (Kun lun indah) Siau Wi goan. tapi putrinya Chin Lan eng tak pernah pulang kerumah walau hanya sekalipun. Perasaan orang tua itu pada anaknya memang mulia. . tapi waktu itu purtinya sudah bukan menjadi miliknya lagi. Sungguh tidak beruntung...com/ bersusah payah mencari kian kemari.. juga kejam. bagaimanapun kesalahan yang dilakukan putrinya. mereka diminta untuk menasehati putrinya itu agar pulang kerumah. delapan tahun sudah lewat. beberapa kali dia berniat membuyarkan usahanya itu dan hidup mengasingkan diri di tempat terpencil untuk menghindarkan diri dari segala kenyataan yang pahit itu. padahal dia sangat berharap bisa bersua muka dengan putrinya itu. jalang. memutuskan hubungan kekeluargaan. mencaci makinya habis-habisan. Namun sejak dia mendirikan rumah makan Kun eng lo hingga kini. di samping secara diam-diam menyelidiki tingkah laku puterinya Chin Lan eng. bila bersua dengan putrinya.. dia pasti akan memaafkannya bila mulai pada saat itu ia bisa bertobat dan mau kembali kejalan yang benar. dari mulut banyak sahabat serta jago jago persilatan yang sering kali melewati tempat itu. bila di kala senggang diapun melatih ilmu tenaga dalam dan tenaga luarnya secara tekun. Dalam sedihnya. dia mendapat tahu kalau putrinya adalah seorang perempuan siluman yang selalu cabul. Tapi. Chin Leng hui lantas membuka rumah makan Kun eng lo disitu. Kadangkala dia berpesan kepada sobat lamanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. diapun berharap bisa bertemu lagi dengan putrinya. akhirnya Chin leng hui berhasil juga menemukan putrinya.

dia merupakan seorang jagoan pedang yang terhitung paling menonjol dalam perguruannya. dengan akalnya yang licik Siang Tham bermaksud hendak meraih keuntungan dari tindakannya itu. tentu saja ia tak dapat berpeluk tangan belaka menbiarkan kaum durjana berbuat sewenang-wenang dalam rumah makanannya.com/ Dalam suasana yang serba salah dan serba bertentangan batin inilah. Maka dia segera menampilkan diri untuk menghadapi anak murid gembong iblis nomor wahid dikolong langit itu. sebetulnya dia ingin menitip pesan kepada Siang tham untuk putrinya. Siang tham sudah melakukan perbuatan terkutuk dan memalukan lebih dulu dalam rumah makannya. hal tersebut tak pernah akan dipikirkan olehnya. Hari ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sebab seandainya berita ini sampai terdengar oleh Hoat si si (mayat hidup) Ciu Jit hwee. lagi sebagai Bu tong tay hiap yang selalu menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran. siapa sangka sebelum niatnya terkabul. Tay hoa Kitsu Chin Leng hui merupakan adik perguruan dari Hiang ciang totiang Bu tong pay saat ini. terhitung pula sebagai keponakan murid Put Gho cu. Itulah sebabnya Setan muka hijau Siang Tham tak berani menantangnya untuk bertarung deagan ilmu pedang. . sekalipun tindakan mana akan menimbulkan bencana besar. Tapi. secara tiba-tiba setan muka hijau Siang tham muncul dirumah makannya. Sebagai pemilik rumah makan yang bijaksana. orang persilatan mengutamakan kebenaran dan keadilan. guru Siang Tham. Tay hoa kit cu Chin leng hui melanjutkan hidupnya sampai delapan tahaun lebih. sudah pasti rumah makan Kun eng lo tak bakal akan melewati kehidupan yang lebih tenang lagi. baginya tindakan tersebut boleh di bilang merupakan suatu kerugian yang besar sekali. sebaliknya menantangnya beradu tanpan kosong.

seharusnya setelah ilmu pukulan angin dingin bangkai membusuknya digunakan. maaf Siang tayhiap. apalagi menyalurkan bawa dinginnya ke ujung tangan.com/ Tenaga dalam yang dimiliki kedua orang itu tak selisih banyak. asal tersentuh oleh angin dinginnya itu. Kalau tidak. maka angin pukulan yang terpancar keluar semestinya dingin menggidikkan hati. tidak heran kalau pertarungan pun bisa berlangsung dengan keadaan seimbang dan seru sekali.... maaf” Ketika Suma thian yu mengalihkan sorot matanya ketengah arena. nampak kakek berbaju biru itu dengan wajah tidak berubah dan napas tidak tersengal telah keluar arena dengan senyum dikulum.. Suma Thian yu sebagai seorang jagoan lihay. Sebaiknya paras muka setan muka hijau Siang tham berubah pucat pias. rasa kagum dan hormatnya terhadap kakek ini makin bertambah. meski tubuh yang terdiri dari baja pun akan membusuk juga. “Haaah. Sekarang Setan muka hijau Siang Tham telah mengeluarkan ilmu silat andalannya.. Berbicara tentang setan muka hijau Siang Tham. sejak dia mengetahui kalau ilmu silat yang digunakan kakek berbaju biru adalah ilmu pukulan Bu tong pay.haahh. tentu saja dapat menyaksikan kejadian tersebut dengan jelas.. apalagi tubuh yang terdiri dan darah daging? Tuy hoa Kitsu sendiri pun tidak menggunakan segenap kekuatan yang dimilikinya. dia berdiri kaku seperti orang bodoh..haah.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tetap menggunakan tenaga sebesar berapa bagian saja untuk menghadapi musuhnya... Di atas pakaian yang dikenanakan kini sudah muncul dua lobang sebesar jari tangan. namun saat ini dia tak sampai mengerahkan tenaga dalamnya. Mendadak terdengar suara tertawa dari tengah arena. ilmu Hu si im hiong ciang untuk menghadapi ilmu pukulan Bu tong pay yang termashur karena keganasan-nya.. tak bisa disangkal itulah pertanda dari keberhasilan kakek berbaju biru itu menyarangkan .

heeeh.heeeh. lohu tahu bila pertarungan ini dilangsungkan lebih jauh. terasa berat hatiku untuk berlalu dengan begitu saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu dengan sepasang mata merah membara dan gigi saling gemerutukan..hhaaah. "Siang tayhiap buat apa pertarungan kita mesti diakhiri dengan jatuhnya korban? Dilihat dari sikapmu yang tidak mengeluarkan ilmu angin dingin bangkai busuk. suatu ketika aku orang she Siang pasti akan datang lagi untuk menantangmu bertarung lima puluh gebrakan” Tay hoa kitsu Chin Leng hui tersenyum ramah.toaya memang mempunyai watak yang selalu sangat aneh. mungkin jiwanya sudah direnggut sedari tadi. tapi sebelum aku merasakannya.. kebaikan budimu akan selalu ku ingat dalam hati.. Tay hoa Kitsu Chin Leng hui tahu kalau musuhnya berniat untuk mencari garagara lebih jauh... Oleh sebab itu aku berharap Chin tayhiap sudi memandang diatas wajah guruku untuk memenuhi keinginan hati ku ini” Dari ucapan lawan yang sama sekali tak mau menyudahi persoalan tersebut sampai di situ saja. coba kalau ia tak berbelas kasihan.. bila ada yang baik pasti akan kukejar terus hingga dapat. dia berseru sambil tertawa seram: “Orang she Chin. misalkan saja aku sudah tahu kalau ilmu Tay cing to liong ciang milik Chin tayhiap telah menggetarkan seluruh kolong langit...com/ serangannya.. tentu saja aku tidak bisa menampik keinginanmu itu. lohu sudah pasti menderita kalah” Setan muka hijau Siang Tham kembali tertawa seram. terpaksa lohu akan mampertatuhkan selembar jiwaku untuk memenuhi keinginan Siang tayhiap” . "Heeeh.. Siang tham menundukkan kepalanya memandang sekejap keatas lubang diatas pakaiannya.. "Haaah.. hal tersebut menunjukkan kalau hatimu tidak begitu jahat. dia segera tertawa terbahak bahak. jikalau kau memang menghendaki demikian. terima kasih atas pengampunanmu itu.

dengan penuh rasa terima kasih Suma Thian yu memandang sekejap kearah Tay hoa Kitsu. “Kalian segera mundur keluar arena. sambil tersenyum ujarnya: "Sobat cilik.com/ Selapis hawa licik dan keji segera menghiasi wajah setan muka hijau Siang tham. tiada tumbuhan yang bisa hidup dan tiada makhluk yang dapat bernyawa. kemudian sahut nya dengan amat hormat: "Aku akan menurut” Tay hoa Kitsu Chin Leng hui tersenyum dan manggutmanggut. sewaktu dilihatnya Suma Thian yu masih berdiri didalam arena. sambil tersenyum dia berkata lembut: "Silahkan!" Siang Tham melirik sekejap kearah Chin Leng hui dengan senyum angkuh menghiasi bibirnya. Dimana angin dingin menyambar. aku harap sobat cilik bisa bertindak lebih berhati-hati lagi Mendengar pertanyaan itu. ilmu pukulan bawa dingin mayat membusuk merupakan pukulan yang amat beracun. serunya sambil tertawa dingin: “Aku orang she Siang mengucapkan banyak terima kasih kepadamu” Dia lantas menitahkan kepada anak buahnya agar mengundurkan diri dari situ. desingan angin tajam segera menderu-deru di angkasa. daerah seluas dua kaki disekitar arena dengan cepat diliputi hawa dingin yang . Sementrara itu Tay hoa Kitsu Chin Leng hui telah melangkah masuk pula kedalam arena. setelah menghimpun tenaganya. dia lantas berjalan kedalam arena dan berhenti enam kaki didepan setan muka hijau Siang Tham. siapapun dilarang memasuki arena ini". harap kaupun mengundurkan diri tepi arena.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak ia menerjang kemuka sambil membentak nyaring: "Rasakan pukulanku ini!” Tangannya segera diayunkan kemuka. sebelum mendapat perintahku.

Tiraikasih Website http://kangzusi. sungguh mengerikan sekali keadaannya. Tay hoa Kitsu merupakan pendekar besar yang amat menonjol dalam perguruan Bu tong pay. dua orang yang berada diarena itu masih tetap berdiri tegak sekokoh batu karang.. menggunakan tenaga sebesar enam bagian dia sambar datangnya ancaman tersebut dengan keras lawan keras. mendadak tubuhnya bergerak lagi. cepat dia mendorong telapak tangan-nya kemuka seperti jurus Soat hong wu sou (salju melapis kabut menggulung).. Tay hoa Kitsu Chin Leng hui tak berani berayal. buru-buru ia mengembangkan ilmu pukulan Tay cing to liong pat si ciptaan Put Gho cu untuk menyambut datangnya ancaman tersebut. . cedera sedikitpun tidak. Angin tajam menderu-deru mengikuti setiap gerakan dan setiap jurus yang dipancarkan hawa dingin seperti musim salju yang mencekam menderu-deru diudara dengan membawa desingan angin yang memekikkan telinga. segera mendengus dingin. begitu dirasakan datangnya serangan hawa dingin musuh. dia lepaskan serangkaian serangan berantai untuk meneter Chin leng hui habis-habisan. membuat orang merasa sesak napas dan tak tahan. dengan mengembangkan ilmu pukulan hawa dingin mayat hidup. Setan muka hijau yang menyaksikan kejadian tersebut. Akan tetapi..!" suatu ledakan keras yang memekakkan telinga segera berkumandang memecahkan keheningan. “Blaaamm. hawa panas dan hawa dingin itu segera menimbulkan putaran angin puyuh yang memancar keempat penjuru.com/ menggidikkan. Para penonton yang berada ditepi arena dan kebetulan tersambar sisa angin itu segera merasakan tubuhnya menjadi sakit dan pakaiannya berkibar kencang. Ketika dua gulungan tenaga yang berlawanan jenis itu saling membentur diangkasa. Bu siang sinkang miliknya juga telah mencapai kesempurnaan.

Mendadak terdengar suara pekikan nyaring dari tengah arena pertarangan. namun kedelapan gerakan tersebut justru digunakan secara beruntun tiada hentinya. Sekalipun Tay cing to liong pat si cuma terdiri dari delapan gerakan. tanpa terasa dia ikut menggerak-gerakan tangannya pula dari sisi arena. hal ini justru memberi kesempatan kepada Suma Thian yu untuk mencoba kemampuan sendiri. Sekarang Chin Leng hui telah mengeluarkan kepandaian tersebut. semua inti sari dari Tay Cing to liong pat si dipergunakan secara beruntun. mereka berdua saling menyerang dengan amat gencarnta.com/ Suma Thian yu yang menyaksikan Chin leng hui mulai memper-gunakan ilmu pukulan cing to liong ciang untuk menghadapi musuh nya. sehingga sejak dimulai sampai kini seakan-akan dia tak pernah mempergunakan jurus yang sama. Suma Thian yn yang menyaksikan pertarungan itu ikut pula merasakan pandangan matanya jadi kabur. dia bergerak secepat kelinci.Tiraikasih Website http://kangzusi. Begitulah. semenjak ia mempelajari ilmu sakti tersebut. sampai kini belum pernah dia saksikan orang lain menggunakan ilmu pukulan semacam itu untuk menyerang musuh yang tangguh. menghantam. membacok mengembangkan seluruh jurusjurus ampuhnya. mencengkeram. keadaan masih tetap berimbang dan kekuatan mereka tak ada yang lebih unggul daripada musuhnya. Sambil menonton jalannya pertempuran. tiga puluh gebrakan kemudian. kini pukulan hawa . Dengan terkejut Suma Thian yu menghentikan gerakan tangannya dan berpaling. dia segera menaruh perhatian lebih besar. Sebagaimana diketahui. Tampak Leng hui dengan gerakan menotok. bertahan sekokoh batu karang. ternyata Setan muka hijau Siang Tham sudah dibikin berkobar amarahnya. Suma Thian yu mulai mencocokan dengan berhati-hati semua jurus yang digunakan kakek itu dengan apa yang telah dipelajarinya.

Tiraikasih Website http://kangzusi.. selewat nya tiga gebrakan lagi. Suma Thian yu amat terkesiap setelah menyaksikan kejadian itu. Dengan demikian. kemudian serunya sambil tertawa seram: Jilid : 15 "Jurus pertama!" Walaupun Tay hoa Kitsu Chin Leng-hui memiliki ilmu silat yang amat lihay. dia mulai menyindir dengan sinis: “Orang she Chin. setelah melepaskan serangkaian serangan lagi. Ternyata Chin Leng hui sudah kena terkurung dibawah serangan musuh yang menderu-deru seperti angin puyuh. posisinya kini diantara mati dan hidup. dengan jurus Po hong cuan tin (angin puyuh menggulung pohon) dia lepaskan sebuah pukulan ke muka. . serangan demi serangan yang dilancarkan Tay hoa kitsu Chin leng hui seolah-olah tersumbat.. bahkan posisinya kian lama kian bertambah lemah. Begitu berhasil dengan serangan balasannya. terus terang kuberitahukan kepadamu. namun sulit juga baginya untuk menghadapi serangan angin dingin yang menusuk tulang itu. dengan perasaan kuatir dia maju beberapa langkah. dia cuma bisa menangkis belaka tanpa sanggup melancarkan serangan balasan. sekarang kau dapat merasakan kelihayan toayamu bukan. jika kau belum mau menyerah maka toaya akan suruh kau mampus diatas genangan darah!" Seusai berkata. apalagi sejak pertarungan berlangsung. ia sudah menderita kerugian yang amat besar dalam tenaga dalamnya.com/ dingin bangkai busuknya telah dikerahkan hingga mencapai delapan bagian. Bahkan sampai akhirnya. mukanya menyeringai amat seram.? Hmm.. sikapnya amat sombong. Setan muka hijau Siang Tham segera tertawa seram.

begitu serangan tersebut dilancarkan. segulung angin puyuh seperti sebuah jaring yang terpentang lebar langsung mengurung ke atas batok kepalanya. Chin Leng-hui terkesiap. Siapa tahu. tanpa terasa sambil menarik napas dingin dia memejamkan mata siap menerima kematian. Kui seng ti to (bintang kejora menendang bintang)!" . ditengah udara telah bergema lagi suara deruan tajam yang memekikkan telinga. Sementara Chin Leng hui masih terkejut bercampur keheranan.com/ Tak heran kalau ia menjadi terperanjat setelah merasakan datangnya angin dingin yang dilepaskan musuh. Untung disaat yang paling kritis.Tiraikasih Website http://kangzusi. si Setan muka hijau Siang Tham sudah membentak lagi: "Jurus kedua!” Baru saja seruan itu bergema. mendadak Suma Thian yu berteriak lagi: "Sian hong sau soat (angin puyuh menyapu salju). cepat-cepat dia menghimpun segenap tenaga dalamnya siap sedia melakukan serangan nekad untuk beradu jiwa. sewaktu mendongakkan kepalanya. baru saja dia menggerakan bahunya. Suma Thian yu telah membentak keras: "Kan kun to coan (memutar balik jagad)!” Mendengor itu Tay hoa kitsu tertegun. meski menyaksikan datangnya ancaman yang hebat. dia tak mampu berbuat apa-apa lagi. sama sekali tidak menyebabkan cedera. ditengah jaian ia merubah gerakannya menjadi jurus Kan kun to coan Kalau dibicarakan memang aneh sekali. Chin Leng hui sudah kehabisan tenaga dan lelah sekali. Waktu itu. ternyata angin pukulan musuh yang menyergap tiba menyambar dari samping. tak sempat berpikir panjang lagi dia membalikkan badan sambil memutar kepalan.

Suma Thian yu melompat masuk pula ketengah arena. Apa lagi Tay hoa kitsu sudah puluhan tahun lamanya mendalami ilmu Tay cing to liong ciang. Sambil bergendong tangan dan tertawa.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia baru terperanjat dan buru-buru membalikkan tubuhnya untuk menghindarkan diri. Mula-mula dia menggunakan jurus Sian hong sau soat untuk menampik lenyap hawa dingin musuh yang menyambar datang dari atas. Seteleh menyadari kalau ujung kaki musuh telah berada didepan tenggorokannya. Msmpipun si setan muka hijau Siang Thau-'Bk menyangka kalau beberapa patah kata oari uma Thiin yu itu dapat merubah Chin Lerg hui yarj berada diposisi kalah menjadi menang. menyusul kemudian tangan dan kakinya digunakan bersama menggunakan jurus Kai seng ti to untuk menyerang Si Setan muka hijau. tapi diluarnya dia tetap mempertahankan wajahnya yang menyeringai seram. tidak terlalu kemuka tidak pula terlalu kebelakang. dia segera mempergunakannya dengan lancar. persis berada diantara Chin Leng hui dan Siang Tham berdua. sungguh hebat pertarungan kalian. apakah tanggung jawab ini hendak kau pikul seorang diri?" . Pada saat yang bersamaan pula. tapi keadaan pada waktu itu berlangsung dalam sekejap mata. Sementara itu Setan muka hijau Siang Tham agak gelisah juga melihat Suma Thian yu tampilkan diri. kau berani mengacau pertarungan kami. dan dengan begitu diberi petunjuk. dia berubah seperti seorang boneka saja. serunya: "Bocah keparat. tanpa berpikir panjang dia segera turun tangan melakukan apa yang didengarnya itu.com/ Kasihan Chin Leng hui. seakan-akan dua ge rakan digunakan bersama-sama. pemuda itu lantas berseru: "Kalian berdua memang seimbang dan sebanding. Untuk diceritakan kembali memang sangat panjang. benar-benar hebat sekali.

Suma Thian yu sama sekali tidak menghalangi kepergian mereka.. tentu saja tak bisa dikatakan dendam atau sakit hati. masa si setan muka hijau sudah tahu kalau aku hendak pergi kemana sekarang?" ...Tiraikasih Website http://kangzusi. apakah dia bisa kabur ke langit? Tapi setelah kepergian Setan muka hijau. kita bersua lagi setengah bulan kemudian di telaga Tong ting oh!" Selesi berkata. ia tak ingin menerima tantangan dari seseorang yang berkepandaian silat jauh lebih tinggi darinya. bagaimanapun jua orang itu adalah tuan rumah yang memperingatkan kita. Wahai orang she Siang. serunya: "Saat sekarang bukan saat yang tepat untuk bertarung. Kontan saja dia tertawa dingin. apalagi toaya masih ada urusan lain. jika kau ingin memperlihatkan kekuatanmu.haaaah. sebagai orang yang cerdas.. dengan cepat dia teringat pula akan satu hal. dia merasa sepantasnya untuk mengalah sedikit kepada pihak yang lebih lemah. Setan muka hijau yang berpengalaman tentu saja dapat mendengarnya.. sudah sepantasnya kalau persoalan inipun diselesaikan juga oleh kita berdua. dia lantas memberi tanda kepada anak buahnya dan buru-buru melarikan diri.com/ Suma Thian yu segera tertawa terbahak–bahak: "Haaaaah. waktu itu adalah saat janjiku dengan dua bersaudara Thia. apalagi musuh sudah berjanji akan bertemu lagi ditelaga Tong ting oh setengah bulan lagi. sudah jelas anak tersebut sedang menantang untuk bertarung. "Mengapa Siang Tam menjanjikan pertemuan ditelaga Tong ting oh setengah bulan kemudian? Padahal. perlihatkan saja kepada sauya. tak bakal sauyamu akan berkerut kening atau bersikap sungkan kepadamu!” Dengan ucapan mana.haaahh pertarungan ini bisa berkobar gara-gara urusan kita berdua.. diam-diam pikirnya kemudian dengan wajah tertegun. Tapi dia memang seorang manusia yang licik dan banyak tipu muslihatnya.

apa maksud siauhiap menanyakan persoalan ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan wajah terperanjat dan keheranan ditatapnya pemuda itu lekat-lekat. selama ini suisiok tak pernah menerima murid." “Suheng!" ketika dua patah kata itu meluncur masuk ke dalam telinga Chin Leng hui. mendadak dari belakang tubuhnya berkumandang suara dari Chin Leng Hui. dia merasa terperanjat sekali. banyak terima kasih untuk petunjukanmu." Chin Leng hui segera berseru tertahan. "Sauhiap. tolong tanya apa sebutan suheng terhadap Put Gho cu?” “Dia adalah susiokku. kebetulan waktu itu Chin Leng hui sedang menjura dalam-dalam. . bahkan semenjak empat puluh tahun berselang sudah lenyap dari dunia persilatan bagaimana caranya sehingga siauhiap bisa berkenalan dengannya?” Suma Thian yu tertawa." Sesudah berhenti sejenak. bisa membuat siaute merasa malu. kemudian tanyanya: "Mungkinkah Siauhiap telah salah melihat orang?" Sauma Thian yu tersenyum.. cepat dia berpaling kebelakang.. tidak heran kalau siauhiap bisa menyebutkan jurusjurus ampuh dari Tay cing to liong ciang. "Tak heran kalau suheng tak tahu. Sambil menjerit kaget Suma Thian yu menyingkir ke samping. “Dia orang tua adalah guruku" "Aaah.?” sahut Chin Leng hui. jangan bersikap demikian. dengan wajah berubah dia mengawasi Suma Thian yu beberapa kejap. rupanya begitu.com/ Sementara dia masih melamun. terimalah salam hormat dari lohu” Ucapan mana telah memotong lamunan Suma thian yu.. lalu bertanya denpan nada tercangang: "Maaf bila lohu akan mengajukan suatu pertanyaan yang tak layak kepadamu.. kemudian sambil menggoyangkan tangannya berulang kali dia berseru: "Suheng.

Suma Thian yu segera berseru dengan keheranan: . turun kau!" bentaknya keras-keras. kendati pun usianya terpaut jauh namun mereka merasa soal umur bukan suatu halangan. ia orang tua masih hidup di dunia ini. dia segera menyambar sebatang sumpit dan langsung diayunkan ke atas. benar-benar suatu pertemuan yang sangat menggembirakan kedua belah pihak." Secara ringkas dia lantas menceritakan kisahnya sewaktu bertemu dengan Put Gho cu dan bagaimana diangkat menjadi murid. maafkan suheng yang berpandang cupat. Tay hoa Kitsu mempersilahkan Suma Thian yu mengunjungi kamar bacanya. Suma Thian yu tidak tinggal diam. harap kau jangan mentertawakan kebodohanku ini. Selesai mendengar penuturan tersebut. namun diapun tidak tinggal diam. bagaikan segulung hembusan angin tubuhnya meluncur keluar jendela. kemudian memerintahkan orang menghidangkan sayur. pertama-tama Suma Thian yu yang merasakan hal tersebut paling dulu. dia turut melejit pula dengan kecepatan tinesi. mereka berdua segera merasakan kecocokan satu dengan lainnya. tolong tanya siapa nama hiante?" Suma Thian yu segera menyebutkan nama nya. Sementara mereka berdua sedang terbincang-bincang. kemudian sambii menggenggam tangan Suma Thian yu kuat kuat dan berseru hangat: “Hiante. Tay hoa Kitsu merasa sedikit agak lambat daripada Suma Thian yu. Sumpit itu meluncur ke udara dengan kecepatan tinggi dan langsung menembusi jendela.com/ “Pertanyaan suheng memang benar. Tay hoa Kitsu tertawa panjang. sedangkan Chin Leng hui juga memperkenalkan diri. Berdua berbincang dengan amat cocok.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak dari luar jendela berkumandang yang amat lirih. bahkan sama cepatnya dengan daya luncur sumpit itu. "Bajingan laknat. Tapi setibanya diluar situ.

meskipun Chin Leng hui merasakan hati tersebut penuh tanda tanya. Sekembalinya dalam ruangan dan baru saja akan duduk. padahal dia sama sekali tidak mendengar apa-apa. sambil menggeleng katanya kemudian: “Mungkin ada orang yang kebetulan melewati tempat ini. atas dasar apa ia berkata demikian? Suma Thian yu mencoba untuk memeriksa sekejap sekeliling tempat itu. kalau dilihat dari mimik wajah Suma Thian yu. namun tak nampak hasilnya. sudah jelas kudengar orang berjalan malam sedang lewat diatas atap rumah. diam-diam ia menarik nafas dingin. sudah pasti gembong iblis yang lebih lihay darinya yang telah datang berkunjung" Ketika Tay hoa Kitsu Chin Leng hui mendengar ucapan tersebut. sembari menuding ke tiang dalam ruangan. jelas dia bukan berbohong tapi jejak musuh tak nampak. tiba-tiba Suma Thian yu menjerit kaget lagi. mengapa tak nampak sesosok bayangan manusiapun? jangan-jangan aku telah salah dengar?” Chin Leng hui hanya membungkam dalam seribu bahasa. coba lihat.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Hiante!” ujarnya kemudian. serunya tertahan: "Suheng. tapi berhubung Suma Thian yu adalah seorang yang berjiwa lurus. "mungkinkah Siang tham si keparat itu masih belum puas dan dia balik lagi kemari?” Dengan cepat Suma Thian yu menggeleng. “Ilmu meringankan tubuh yang di miliki oirang itu tidak sedemikian hebatnya. tentu saja sulit baginya untuk turut mengemukakan pendapat. dia pasti akan mengajukan setumpuk pertanyaan. Coba kalau berganti orang lain. lebih baik kita kembali kekamar saja!" Mereka berdua melayang masuk lagi kedalam kamar baca lewat jendela. ilmu silatnya tinggi dan tidak mirip manusia yang suka mengunggulkan diri maka peristiwa mana tak sampai menimbulkan kecurigaan Chin Leng hui.com/ "Aneh. benda apakah itu?” .

" ooOoo 00o00 TERNYATA diatas tiang ruangan tertancap sebatang peluru perak. paras mukanya berubah untuk sesaat dia hanya memandang benda itu dengan termangu.. Tingkah laku Chin Leng hui yang sangat aneh itu mengandung rasa tercengang bagi Suma Thian yu. sambil memandang kedepan dengan termangu. sedang diujungnya menancap selembar kertas. oleh pemuda itu dipungutnya surat mana ialu dibaca isinya: "Ayah.. jantungnya terasa berdebar keras. persis didepan kaki Suma Thian yu. air matanya jatuh bercucuran membasahi wajahnya. pada ujung senjata peluru itu terikat pita berwarna merah dan biru. perempuan terkutuk!” Dengan gemas dia meremas kertas itu kemudian dibuang ke atas tanah. . tiada hentinya dia awasi perutahan mimik wajahnya itu. air mata justru meleleh membasahi wajahnya. Tay hoa Kitsu hanya menyambut surat itu tanpa mencoba untuk memeriksanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. sementara tangannya yang menggenggam kertas itupun gemetar tiada hentinya. kemudian setelah melepaskan kertas itu dari ujung peluru perak dia serahkan kertas tadi ke tangan Chin Leng hui. Kasihan Tay hoa Kitsu. dia baru membuka kertas tersebut untuk diperiksa isinya. tapi diapun segera menjerit kaget: "Aaaah. setelah menghembuskan napas panjang.com/ Mengikui arah yang ditunjuk. Sewaktu Tay hoa kitsu Chin Leng hui menjumpai senjata peluru perak itu. buru-buru dia melompat ke depan dan mencabutnya keluar. mendadak terdengar kakek itu mencaci maki dengan gusar: “Perempuan rendah. Akhirnya dia membuka kertas itu dan membaca isinya. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu turut merasa tertegun. Chin Leng hui berpaling. seakan akan lupa untuk mengambilnya.

kemudian pelan-pean berkata: “Dia telah pergi. bila kau berani mencampuri berarti kau ingin mengundang bencana kematian bagimu sendiri. pergi meninggalkan tempat ini!” . tiba-tiba dari atap rumah berkumandang suara tertawa licik yang amat sinis. dendam sudah berada di ambang pintu. bagaimana mungkim aku bisa menghiburarwah paman Wan dialam baka!” Mendadak terasa desingan angin berkumandang dari belakang. Dengan gemas dia lantas mendepak-depakkan kakinya diatas tanah sambil menyumpah: “Perempuan rendah. ia pasti akan mengundang gurunya untuk menuntut balas. tak akan kuampuni jiwamu dengan begitu saja!" Baru selesai anak muda itu berkata. Tertanda: Lan-eng" Selagi membaca surat itu. bila aku tak dapat memenggal batok kepalamu. Suma Thian yu mengerling sekejap ke arahnya. Ketika Suma Thian yu memburu keluar. suasana telah menjadi hening dan di sekirar sana tak tampak sesosok manusia pun.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan marah Suma Thian yu merobek surat itu sampai hancur kemudian makinya dengan gusar: "Perempuan rendah yang lebih memalukan daripada binatang.com/ Mulai detik ini. ternyata Tay hoa Kitsu sudah melompat naik keatas atap rumah. dibawah cahaya rembulan tamoak wajahnya yang penuh keriput itu sudah dinodai oleh air mata yang belum mengering. sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan mu. lebih baik pindah saja untuk menyelamatkan diri. selama aku suma Thian yu masih hidup didunia ini. hubungan kita sebagai anak dan ayah putus sampai disini. Siang Tham pergi dengan membawa dendam. suara tersebut kian lama kian bertambah jauh meninggalkan tempat itu. segala perbuatanku adalah tanggung jawabku sendiri.

Dengan tubuh lemas Tay hoa Kitsu berkata: . Pelan-pelan Suma Thian yu melompat turun kebawah. karena dia masih mempunyai ha rapan. selamanya tak akan kembali lagi. ketika ia meninggalkan bukit Tay hoa san untuk terjun kembali kedalam dunia persilatan. Tapi. perasaan semacam itu memang amat menyiksa batin. aaaai. Chin Leng hui baru berbisik pelan. aaai! Dengan susah payah kudidik. kemudian mereka bersama-sama masuk kekamar baca.hui yang telah tercabikcabik haacur itu? Dengan menahan siksaan dan penderitaan hidup. Setelah menghela napas panjang. kupelihara dirinya. untuk sesaat dia tak dapat menemukan perkataan yang cocok untuk menghi bur hatinya... tapi adakah obat yang mujarab bisa menyembuhkan luka hati Chin Leng. pukulan batin tersebut ibarat sebuah kapak besar yang membacok hatinya yang membuat dia akhirnya putus asa.. air mata kembali jatuh berlinang. dari matanya yang memerah. dia baru berguman lagi: “Sia sia saja jerih payah lohu selama ini.." Tay hoa Kisu menghela napas sedih. tak ingat budi buat apa aku mesti tinggal disini terus! Buat apa aku mesti tetap hidup didunia yang penuh kenangan ini. tapi dia tak tahu perasaan. apa yang menjadi tumpuan harapannya? Tidak lain dia berharap bisa jumpa muka dengan purtinya.com/ “Yaa. Selang berapa saat kemudian.." “Mari kita turun!" lama kemudian. disusul oleh Chin Leng hui.Tiraikasih Website http://kangzusi. harapan itulah yang merupakan tenaga dorong baginya untuk melanjutkan hidup.... Kini harapannya telah pudar. dia melanjutkan perjuangan hidupnya didunia ini. ketika harapannya telah pudar dan hancur tak berwujud. Suma Thian yu hanya membungkam dalam seribu bahasa. apa artinya lagi baginya untuk melanjutkan hidup? Tay hoa Kitsu Chin Leng hui hidup dalam harapan...

dia telah memahami apa hubungan antara Chin Leng bui dengan Chin Leng eng." Seusai berkata dia lantas masuk ke ruang tidurnya. pikirannya seakan-akan terkalutkan terus oleh masalah Chin Lan eng. Begitu mengetahui siapa yang muncul. kemudian segera berangkat meninggaikan tempat itu menuju kebalik kegelapan sana. Angin malam berhembus sepoi membangkitkan kesegaran ditubuh orang. buru-buru badan-nya berkelit empat langkah ke samping lalu mencabut pedangnya. Dari bilik kegelapan tiba-tiba muncu. dia mengambil pena dan meninggalkan beberapa pesan dimeja. mendadak terdengar suara bentakan nyaring berkumndang memecahkan keheningan: "Berhenti!” Dengan terkesiap Suma Thian yu menghentikan langkahnya. Ditinjau dari isi surat serta pembicaraan antara Setan muka hijau dengan Tay h0a kitsu. dia adalah seorang perempuan. malam ini kau boleh beristirahat saja di tempat ini. Sementara perjalanan masih dilangsungkan. Suma Thian yu merasakan pikirannya menjadi jernih. sesosok bayangan manusia. Suma Thian yu segera menegur dengan dingin: “Ooh.com/ "Aku lelah sekali. rupanya kau. sambil bersiap sedia menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan. maka sepanjang jalan dia mengejar secara ketat. Selang sesaat kemudian. tibatiba dia merasakan timbulnya suatu perasaan gusar yang sangat aneh didalam hatinya. Sepeninggal kakek itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu merasakan pikirannya sangat sukar untuk tidur. dia mengira Siau bu yong Chin Lan eng yang telah munculkan diri. ada urusan apa kau mencariku?" . sama sekali tidak berhenti sejenakpun. Dia tahu Chin Lin eng tak bakal pergi kelewat jauh. maaf kalau suheng tak bisa menemani kau lebih jauh.

bisanya cuma membentak orang. dengan sumpit menghancurkan awan arak beracun. lalu berktata pelan: “Ditengah malam buta begini kau telah menghalangi jalan pergi sauya mu..?” Sambil berkata. sebenanarnya apa maksud dan tujuanmu?" “Hmm. kemudian katanya sambil tertawa genit.. dalam ha1 apakah Thian yu pernah berhutang budi kepadamu?" Si bunga to indah Ho Hong segera melotot besar.. maka dengan perasaan was was dia berkata: "Apa sebenarnya maksud berbuat demikian?” "Apakah setiap orang yang menolong mesti mempunyai sesuatu maksud tertentu?” . lelahi bodoh lelaki tak punya otak. "Kau ini memang galak sekali. masa kau kasar kepadaku? Hmmm!" “Kita tak pernah mempunyai hubungan apa-apa. orang baik disangka jahat. mengapa tidak segera kau simpan kembali pedangmu itu. baru berjumpa sudah marah-marah. kau memang manusia tak punya perasaan.Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi teringat kalau setiap orang yang berbuat tentu mempunyai suatu tujuan.. kesalahan apa sih yang telah kulakukan terhadap dirimu. serunya dengan amat gusar: “Dimuka loteng Kun eng lo meninggalkan surat peringatan.com/ Rupanya yang munculkan diri adalah si bunga tho indah Ho Hong. masa begitu dingin sikapmu kepadaku. aku toh bersikap baik sekali kepadamu. dengan amat rikuh dia kembali menyimpan pedangnya. tanpa terasa dia memandang wajah Ho Hong beberapa kejap lagi. Terdengar dia tertawa. apakah semuanya ini kurang? Tergerak hati Suma Thian yu setelah mendengar ucapan tersebut. dengaa lemah gemulai dia berjalan menghampiri Suma Thian yu. sekarang memberi petunjuk lagi padamu.. siapa sih yang akan bertarung melawanmu?" Merah padam selembar wajah Suma Thian yu oleh perkataan tersebut. kemudian serunya: "Oooh.

dan terlalu dari tempat itu. “apalagl kau kini munculkan diri untuk memberi peringatan lagi kepadaku.com/ "Soal itu mah harus ditentukan menurut jenis manusianya” sahut Suma Thian yu. bukan membantu orang sendiri mengapa kau malah membantu orang lain? Aku benar-benar tidak memahami maksud hatimu itu” “Orang bodoh!" Si bunga tho indah Ho Hong mendamprat. "berbicara dengan manusia patung macam kau. diam diam ia menyumpah: “Setan alas. lain kali budi kebaikanmu itu pasti akan kubalas” Selesai berkata dia lantas membalikkan badan. apakah hatimu memang terbuat dari baja?" Suma Thian yu sama sekali tidak terpengaruh hatinya oleh ucapan mana. saking gemasnya si bunga tho indah sampai menggertak giginya keras-keras. benar-benar aku merasa sial delapan turunan. buru-buru ia menjura seraya berkata: "Terima kasih banyak atas peringatan itu. siapa yang kesudian dengan balas budimu? Manusia patung. Melihat pemuda itu berlalu dengan begitu saja. Suma Thian yu menjadi tak tega. dengan maksud baik ku peringatkan dirimu. malah sebaliknya dia bertanya: "Itu aneh namanya. coba katakan apa sebab nya?" "Orang lain hendak memenggal batok kepalamu mengerti? Terus terang kuberitahukan kepadamu. siapa tahu sebagai penggantinya aku malah dituduh yang bukan-bukan. akan kulihat kepalamu bergelinding diatas panggung pemenggalan kepala" Melihat gadis itu marah. goblok. tak punya perasaan" Kemudian sambil memandang bayangan punggung Suma Thian yu yang pergi jauh dia bergumam lagi: . biar kesemuanya itu kuterima dalam hati.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau hu yong Chin Lang eng telah mempersiapkan jaring langit untuk membekukmu dalam keadaan hidup dan mengirimmu kedalam kuil berminyak. kau mau pergi bergegaslah pergi.

Tiraikasih Website http://kangzusi. terhadap orang yang dicintainya mereka selalu bersikap mengalah. lalu sambil menperlambat langkahnya dia berpikir: "Mungkinkah apa yang dikatakan memang benar?" Sementara dia masih berpikir.com/ "Betul-betul orang itu tolol. dia segera berpikir: "Apa yang di ucapkan si bunga tho indah ternyata sudah terwujud menjadi kenyataan. mendadak didepan jalan sana ditemukan sebuah obor yang ditancapkan ditengah jalan. segera katanya: . ketika ia melirik sekejap ketempatnya berdiri tadi. mereka seakan-akan bisa memakluminya. tiba-tiba berkumandang suara keleningan ditengah udara yang bergema memecahkan keheningan. Suma Thian yu malah merasakan hatinya menjadi tenang kembali. Sementara itu Suma Thian yu. menyusul kemudian sekilas cahaya perak berkelebat lewat secepat angin dan meluncur kedepan kaki Surra Thian yu. tampaknya perempuan rendah she Chin itu sedang menunggu disekitar tempat ini” Tak lama setelah panah bersuara itu muncul tanpa menimbulkan sedikit suara pun dari sekeliling arena bermunculan kembali sepuluh orang perampok bertopeng yang segera mengurung pemuda itu rapat-rapat. Baru melewati sebuah tikungan. Serta merta Suma Thian yu melompat mundur dua langkah. aku tak percaya kalau kau tidak mengerti soal cinta. hmm!” Perempuan memang makhluk yang aneh. Melihat hal tersebut Suma Thian yu menjadi tertegun. telah meninggalkan si bunga tho indah Ho Hong dengan perasaan jauh lebih ringan. dengan mempercepat langkanya dia bergerak menyelusuri sebuah jalan kecil ditengah kedelapan. sekalipun pihak lawan melakukan tindakan yang paling berdosa. Setelah menyaksikan panah bersuara itu. Begitu tahu siapa yang muncul. Suma Thian yu segera tertawa panjang. ternyata disitu menan cap sebatang anak panah bersuara.

toaya tahu kalau kau rudin tidak punya uang sepeser pun.... cepat tanyanya: "Mana pemimpin kalian? Mengapa tak kalian suruh dia muncul guna menjawab pertanyaanku?" Baru selesai dia berkata. dari belakang tubuhnya telah berkumandang suara tertawa yang amat menygeramkan: "Heeeh. dia segera menyadari akan sesuatu.com/ "Kalian ingin merampok aku. berwajah kukoy. tangannya membawa sebilah golok besar. mereka hanya melototkan matanya yang buas tanpa mengucap seaarah kata.Tiraikasih Website http://kangzusi. malam ini aku meski mendemonstrasikan beberapa jurus lebih dulu sebelum dapat pergi dari sini" “Hmm. sewaktu berpaling kembali di hadapannya telah muncul seorang kakek. Tiba-tiba terdengar kakek itu berkata dengan suara dingin: "Sudah lama kudengar orang bilang Kit hong kiam hoat merupakan ilmu pedang yang sudah termashur dalam dunia persilatan. desingan angin tajam telah menyambar keatas kepalanya. ataukah khusus untuk mencari gara-jaia dengan Suma Thian yu?” Lelaki-lelaki bertopeng itu seakan-akan bisu semua. usianya antara lima puluh tahun. Suma Thian yu bukan orang bodoh. tampak orang tadi berpakaian ringkas warna hitam. "mengapa kau . oleh karena itu aku khusus datang untuk memenggal batok kepalamu ini!" Suma Thian yu segera tertawa panjang. Suma Thian yu segera merendahkan sebagian tubuhnya. sekilas pandangan dapat diduga kalau dia adalah seorang sampah masyarakat..bocah keparat. aku pikir bukan hanya persoalan itu saja bukan?" Suma Thian yu balas mengejek dengan sinis. tanpa berpaling dia mengejek sinis: "Berapa sih harga batok kepalaku ini?" Baru selesai dia betkata. kebetulan lohu pun sudah lama ingin menjaja1 kelihayannya. Dengan seksama Suma Thian yu mengawasi orang itu.heee.

lidahku boleh kau cabut setiap saat. lohu akan memotong lidahmu..” Suma Thian yu sudah tahu kalau kakek yang berada dihadapannya merupakan manusia yang berhati keji. Sementara kakek itu masih terkejut bercampur tertegun. kalau tidak. Diantara kibaran ujung bajunya bayangan manusia tampak berkelebat lewat.. Suma Thian yu sama sekali tidak gugup. dia segera menggunakan ilmu langkah Ciok tiong luan poh sin hoat untuk berkelit. "Dengan dasar apa kau ingin mengetahui namaku?” bentaknya sangar gusar.. dan segera tertawa menghina: “Hmm.. sambil meraung gusar. tahu-tahu dia sudah lenyap dari hadapan kakek tersebut. cepat sebutkan namamu untuk menerima kematian!” Kakek itu menarik napas dingin.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ tak menyuruh pe rempuan rendah she Chin itu untuk maju sekalian?” Mendengar perkataan itu. ketika ujung golok tersebut tinggal setengah depa dari tubuhnya. paras muka kakek itu berubah hebat hawa napsu membunuh dengan cepat menyelimuti wajahnya. goloknya langsung ditusukkan ke ulu hati Suma Thian yu dengan jurus Hek ho to sim (harimau hitam mencuri hati). sambil membalikkan tubuh dia lepaskan sebuah bacokan golok kearah pinggang Suma Thian yu dengan jurus Cian hee sau soat (menyapu salju dibawah atap). begitu mendengar. asal kau sanggup memetik batok kepala sauya. dia segera membentak amat gusar: "Tutup mulutmu bocah keparat. amarah segera membara dalam benak kakek ini. . Suma Thian yu kembali berseru dari belakang tubuhnya: "Diujung pedang sauya tak pernah membunuh manusia yang tak punya nama. buat apa mesti risau?” Kalau tidak mendengar ucapan tersebut keadaan masih mendingan.

kau punya mata tak berbiji. lalu membentak keras-keras: "Bocah keparat. mengembangkan ilmu langkah Ciok tiong luan poh sin hoat nya dia mulai berkelabatr kesana kemari diantara kilauan cahaya golok. “Kalau toh memang begitu. rupanya hanya bajingan tua yang tak punya nama” Sebelum habis ucapan tersebut diutarakan.?" Goloknya segera diayunkan kebawah dengsn membawa deruan angin tajam. seperti apa yang diduga Suma Thian yu.. sama sekali tidak memandang sebelah matapun terhadap si kakek.. Dengan geramnya kakek itu menerjang kemuka.Tiraikasih Website http://kangzusi. buat apa kau berkelana didalam dunia persilatan. sambil berkaok-kaok dia mengayunkan goloknya menciptakan selapis bayangan tajam yang menyelimuti angkasa. bacokan golok lawan sudah diayunkan kebawah. dalam keadaan begini mau tak mau jago muda tersebut harus berkelit kesamping. keadaan mana mirip sekali dengan kanak-kanak yang sedang bermain.com/ Kembali Suma Thian yu melompat kesamping untuk menghindarkan diri. lalu mengurung seluruh badan Suma Thian yu. dia memang seorang manusia yang tak punya nama dalam dunia persilatan. amarah Yap Cu kim semakin menjadi. sampai Yap Cu kim toaya dari Hun san pun tidak kenal. . Setelah beberapa kali serangannya tidak mendatangkan hasil yang diinginkan. Menghadapi kekalapan orang. aku masih mengira kau adalah seorang manusia berkepala tiga berlengan enam macam apa. sauya segan untuk menemani kua lebih jauh.” Kemudian dengan suatu gerakan yang ssngat manis dia mengundurkan diri kesamping tanpa menggubris kakek itu lagi.. Suma Thian yu masih tetap melayani dengan tangan kosong belaka. langsung membacok batok kepala Suma Thian yu.. Ternyata kakek ini adalah seorang caycu dari bukit Hu san. “Hmm.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ tubuhnya bergerak begitu indah tak kalah indahnya dengan kupu-kupu yang berterbangan diantara aneka bunga. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian ini kontan saja tertawa terbahak-bahak.. goloknya juga dibacokan secara membabi buta. manusia semacam kau itu.. Tidak selang berapa saat kemudian. wajahnya pucat dan ia betul-betul lemas sekali. kini Yap Cu kim disindir dan dihina didepan puluhan oring anak buahnya. napas Yap Cu kim sudah ngos ngosan seperti napas kerbau.orang she Yap. diiringi bentakan nyaring.heehh.. lebih baik pulang saja ke sarangmu dan tidak usah muncul-muncul lagi ke sini. lohu akan beradu jiwa denganmu!" Suma Thian yu tertawa seram: "Heehh. peluh dingin bercucuran deras.haah. setiap kali ayunan goloknya hampir mengena ditubuh sasarannya... .. bagaimana mungkin dia bisa menahan diri? Saking gusarnya semua rambutnya pada berdiri kaku. Kasihan Yap Cu kim.. sekalipun Yap Cu kim telah membuang segenap tenaga dan pikirannya. namun usahanya tetap sia sia belaka.heehh. tahu-tahu bayangan lawan lenyap tak berbekas. siapa sih yang kesudian beradu jiwa denganmu? Kau masih belum pantas untuk mengajakku berbuat demikian!” Sambil berkata sekali lagi dia berpekik nyaring. seperti mengambil rembulan dari air... tubuh berikut goloknya langsung menerjang kemuka seperti orang kalap.. “Haaah... Teriaknya sambil menggigit bibir kencang-kencang: “Bocah keparat. ditengah pekikan tubuhnya berkelebatan secepat kilat menerobos lewat dari bawah ketiak Yap Cu kim. Seperti hendak menangkap kelinci yang licik atau menangkap ikan leihi yang lincah. meskipun kau sudah belajar sepuluh tahun lagi juga tak usah berharap bisa menjawil seujung baju sauyamu" Orang persilatan kebanyakan lebih mengutamakan soal harga diri dari pada soal lain.haah.

Belum pernah Suma Thian yu bertemu dengan perempuan semacam itu. tubuhnya roboh seperti batang pohon yang tumbang ke tanah. mendadak matanya terasa silau. kemudian tegurnya: “Cepat gotong dia pergi!”' Baru selesai ucapan ilu diutarakan. sauya orangnya" jawab pemuda itu. baru saja dia akan berpaling. dia tahu kalau orang baru saja munculkan diri ini adalah perempuan paling jahat dalam dunia persilatan Siau bu yong (Bunga bu-yong cantik) Chin Lan eng adanya. terima kasih banyak. masingmasing mundur beberapa langkah kebelakang. Dua puluh sinar mata ketakutan bersama-sama dialihkan kewajah Suma Thian yu dan mengawasi gerak gerik pemuda itu tanpa berkedip. tapi dalam hatinya ia punya perhitungan sendiri. mendadak suara tertawa merdu berkumandang dari dalam hutan dan memancar masuk kedalam telinga Suma Thian yu: "Tak usah. orang yang baru saja munculkan diri itu adalah perempuan paling cabul di dunia Chin Lan eng. Begitu Yan Cu kim roboh. Apa yang diduga Suma Thian yu memang benar. nyonya mudamu bisa menyelesaikan sendiri persoalan tersebut!" Suma Thian yu tertegun. tanpa sempat bersuara lagi dia roboh terkapar ditanah. setelah diamati lama sekali. dihadapannya telah muncul seorang wanita yang cantik jelita. Dengan tajam Suma Thian yu memandang sekejap keseluruh arena. kawanan perampok bertopeng yang berada disekitar tempat itu menjadi panik. “Kau yang membunuh orang ini?" . ia baru menegur: “Tadi kau yang bernama Suma Thian yu?" "Ya.com/ Mendadak terdengar Yap Cu kim mendengus.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika diamati kembali. Sementara itu dengan sorot mata yang jeli dia sedang menatap wajah Suma Thian yu.

“Oooh rupanya begitu. dengan kepandaian kucing kaki tiga yang kau miliki sekarang sudah pingin melayani nyonya mudamu? Terus terang kuberitahukan kepadamu.. termasuk mayatmu nanti. sambil memutar biji matanya..haahh. . kalau ingin mengambil batok kepalaku..haahh. lalu kataNya lagi: “Jika harus ditambah denGan kau. kalau tidak. kau merasa mampu untuk mengungguli dia? Kembali Suma Thian yu mendengus sinis. mungkin tiada orang yang akan mengurusi jenasah” "Bocah keparat tajam amat lidahmu.. dia bisa mampus Karena kehabisan tenaga. nyonya muda datang kemari bukan untnk mencabut nyawamu. bentaknya kemudian: Kau benar-benar seorang marusia yang tak tahu diri. "Haaah. tapi suruh dia berisitrahat dahulu. sekarang masih kelewat pagi untuk dibicarakan” "Asal kau menyanggupi. setelah itu diliriknya Chin Lan eng sekejap denGan Pandangan sinis dan menghina.. melainkan ingin mengundangmu untuk iurut serta dalam gerakan kami dan bersama-sama mencari kekayaan dan kegembiraan hidup. bila sampai begitu kaulah yang bakal kerepotan” Chin Lan eng segera menggigit bibirnya. Tak usah banyak berbicara lagi.. lagipula kau juga belum tentu bisa melindunginya. sekali tepuk dua lalat.Tiraikasih Website http://kangzusi. silahkan saja mencabut pedang mu dengan segera!" Paras muka Chin Lan eng segera berubah menjadi serius sekali.com/ “Dia tidak kubunuh. coba bayangkan saja. aku memang bakal dibikin kerepotan sekali" Ucapan yang tiada ujung pangkalnya tersebut disambut tertawa oleh Suma Thian yu. apa kau tak ingin? Pikirkan tiga kali sebelum diputuskan. selain nyawamu selamat. Wan Liang adalah contoh terbaik untukmu. kalau begitu bicarakan saja setelah siauya mati nanti. kaupun dapat hidup gembira. kemudian kembali dia berkata: “Betul. Suma Thian yu tertawa panjang.nyawa sauya tak usah pakai jaminan.

. sauya percaya masih sanggup untuk menangkan perempuan rendah macam kau.. sakit sekali terasa di badan. segera tampak angin puyuh menderu-deru dan langsung menyambar ke tubuh pendekar muda tersebut. kemudian terdengar suara gemerincingan nyaring. cahaya biru berkilauan di angkasa. Suma Thian yu tak berani berayal. buru-buru dia berkelit kesamping sambil membentak keras: "Perempuan rendah. bayangan tubuh dari Kit hong kiam kek Wan Liang segera muncul kembali didepan mata. mukanya dingin seperti es. malam ini sauya akan merenggut selembar nyawamu. sesungguhnya kekuatan yang disertakan hebat sekali. dia seakan-akan telah menganggap Suma Thianyu sebagai Wan liang.Tiraikasih Website http://kangzusi. . Suma Thian yu telah merasakan datangnya hawa panas yang menghantam tubuhnya. tiba-tiba saja pedang Ching kong kiam dicabut ke luar. Begitu senjata telah berada ditangan. rupanya ia loloskan pedang Kit hong kiam. ter paksa aku harus maju selangkah demi selangkah" Chin Lan eng menggertak gigi keras-keras untuk menahan rasa gusarna yang tak alang kepalang." Mendadak dia mencabut pedangnya.com/ "Soal ini kaupun tak usah kuatir. dia lantas mengayunkan tangannya. soal yang lain. Tiba-tiba hawa amarah menggelora di dalam dada Chin Lan eng. Chin lan eng merasakan hatinya tertegun setelah menyaksikan Suma Thian yu meloloskan pedangnya. katanya dengan menahan geram: “Bocah keparat. Jangan dilihat ayunan tersebut sangat ringan. belam lagi serangannya tiba. tanpa berpikir panjang lagi dia menusuk tenggorokan Suma Thian yu dengan jurus Liong yu su hay (naga sakti di empat samudra). nyonya muda akan memenuhi harapanmn itu!" Selesai berkata.

Terdengar Suma Thian yu tertawa ringan kemudian ujarnya: "Suatu permainan pedang yang bagus. Suma Thian yu terkesiap. Begitu tahu kalau perempuan itu menyerang dengan ilmu pedang aliran Bu tong pay. Sayang sekali musuh yang dihadapinya sekarang tak lain adalah Suma Thian yu yang berilmu silat sangat tinggi.com/ “Membiarkan kau tinggal didunia hanya akan menimbulkan bibit bencana saja. orang bilang: Seorang jagoan berisi atau tidak. Semua orang hanya merasakan cahaya biru amat menyilaukan mata. Suma Thian yu membenci atas kesadisan dan kekejaman Chin Lang eng terutama kecabulan serta kebejatan moralnya. Benar juga. dengan satu jurus dua gerakan yang merupakan jurus ampuh dan ilmu pedang Kit hong kiam hoat. sayang sekali kau telah salah sasaran" Ujung pedangnya segera dicukil keatas menyusul gerakan mendatar kemuka. Kalau Chin Lan eng bergerak cepat maka dia bergerak lebih cepat lagi. akan diketahui dalam sekilas pandangan. di babat pertahanan musuh. bila Chin Lai eng ganas. oleh sebab itu begitu turun tangan dia telah mempegunakan ilmu pedang Kit hong kiam hoat ajaran paman Wan nya. dia lebih ganas lagi. sudah jelas dia bermaksud untuk membangkitkan amarah lawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tahu-tahu dia sudah mengancam jalan darah Cian keng hiat diatas bahu Chin Lan eng. Kenyataannya Chin Lan eng bisa mencabut pedang dan menyerang dengan kecepatan luar biasa. lebih baik kau mampus saja!" bentaknya keras-keras. pada hakekatnya kawanan perampok berkerudung yang menonton jalannya pertarungan dari sekitar arena tak dapat melihat dengan jelas bagaimana kedua orang itu bergebrak dan beberapa jurus sudah lewat. paras muka Chin Lan eng segera berubah hebat. buru buru dia mengembangkan permainan jurus .

Bayangkan saja. namur dalam permainan-nya jauh lebih tangguh daripada permaiman ayahnya sendiri. Tay hoa kitsu Chin Leng hui yang teliti dan seksama. pada hakekatnya merupakan suatu kelebihan yang boleh dibanggakan. boleh dibilang Chin Lan eng telah memperoleh inti sari dari ilmu pedang tersebut apa lagi setelah mendapat petunjuk dari seorang gembong iblis. pertarungannya melawan Chin Lan eng pada hakekatnya seperti bermain dengan kanak-kanak saja... Sayang sekali perempuan ini berjiwa bejad dan bermoral jelek. coba kalau tidak. Padahal. pertarungan berlangsung selama seperminum teh lamanya. Bu Tong pey bisa memiliki seorang jago perempuan yang begini tangguh. mimpipun dia tak menyangka kalau pemuda lemah lembut dan masih berbau tetek ini sesungguhnya sudah msncapai ke tingkatan yang begitu lihay. Selama itu partai Bu tong termasyur dalam dunia persilatan karena pedangnya Tay cing kiam hoat pun termasuk ilmu simpanan dari perguruan terebut. Begitulah. sudah barang tentu dengan bekal ilmu silat aliran Bu tong pay yang benar-benar dikuasai olehnya itu. pihak lawan sudah memahami . ilmu silatnya telah memperoleh ilmu pelajaran yang amat pesat. Tapi yang paling membuatnya terkejut bercampur keheranan adalah kemampuan ilmu silatnya yang jauh berlipat-lipat kali 1ebih hebat bila dibandingkan deagan keampuhan Kit hong kiam kek Wan Liang dimasa lampau.com/ pedang Tay cing kiam hoat aliran Bu tong pay untuk menyongsong datangnya ancaman lawan. bisa diketahui betapa sempurna dan hebatnya jurus jurus serangan itu. dibawah bimbingan ayahnya. dia mana mengerti kalau berbicara soal tingkat kedudukan maka Suma Thian yu masih terhitung susioknya. Sejak kecil. belum lagi perempuan tersebut melancarkan serangannya. makin bertarung Chin Lang eng merasa semakin terkejut..Tiraikasih Website http://kangzusi. Walaupun mempergunakan serangkaian ilmu pedang yang sama.

Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika Chin Lan eng benar-benar sudah tak sanggup menahan diri. hati-hati! Aku akan mencomot rambutmu!" Sambil berkata. dengan kening berkerut umpatnya sembari melancarkan serangan balasan: "Perempnsn rendah.inilah pembalasan bagi usahamu untuk membunuh Wan Liang. kalau sampai begini keadaannya. di susul kemudian berkumandangnya suara jeritan kesakitan dari tengah arena.com/ jurus serangan apakah yang bakal dipergunakan. pada hakekatnya dia tak perlu berpikir lagi dengan otaknya. tahu-tahu Suma Thian yu sudah berdiri di belakang Chin Lan eng sambil tertawa terbahak-bahak. hati-hati! Sekarang aku hendak memotong telinga mu yang sebelah kiri!” Mendadak bayangan tubuh Suma thian yu lenyap tak berbekas. justru karena kesadisanmu maka Wan Liang mati penasaran. hatimu kejam seperti ular beracun. maka perta-rungan apa lagi yang harus diselenggarakan? Pepatah kuno bilang: Tahu diri tahu lawan setiap pertarungan pasti menang.. tahu-tahu cahaya biru berkelebat di susul menyambarnya bayangan manusia. tak tampak gerakan apa yung dipergunakan olehnya. sambil menggenggam segumpal rambut ditangan kirinya. aku hendak membuat malu dirimu agar rasa marahku bisa terlampiaskan. hari ini sauya aksn membalaskan dendam baginya. bahkan Suma Thian yu bisa menyebutkan nama-nama setiap jurus serangan yang dipergunakan perempuan itu. apalagi yang perlu dia kuatirkan lagi?" Oleh karena itu dia bertarung dengan amat santainya.. setiap gerakan dihadapi dengan gerakan. Sekarang Suma Thian yu sudah menguasai penuh jurusjurus serangan lawannya. serunya: "Perempuan rendah... Atau bila menggunakan kata-kata yeng lebih latah lagi. . Suma Thian yu baru berubah pikiran. setiap jurus dibalas dengan jurus. Sampai pada akhirnya.

..Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil memutur pedangnya menciptakan serentetan pedang berwarna hijau. inilah hukuman bagi penghiatanmu terhadap ayah kandungmu sendiri!" Sambil berkata. Mendadak. amat memekikkan telinga.com/ Chin Lan eng dengan memegangi telinga sebelah kirinya dengan tangan kiri. kemudian sambil tertawa dingin serunya: “Perhatikan baik-baik! Kali ini.. dia mengawasi Chin Lan eng tanpa berkedip. "Tunggu sebentar!" suatu bentakan keras berkumandang memecahkan keheningan. Menyaksikan kesemuanya itu. Sungguh menggelikan sekali. darah kental tampak meleleh keluar melalui sela-sela jari tangannya. sekarang berubah bagaikan seekor domba yang menunggu untuk dijagal. dengan sepasang mata yang mencorongkan sinar tajam. Sementara ditangan Suma Tbian yu telah bertambah dengan sepotong telinga yang penuh berpelopotan darah. dia sudah kehilangan sama sekali kemampuannya untuk memberi perlawanan. Chin Lan eng yang dihair-hari biasa selalu angkuh dan tinggi hati.. mundur beberapa langkah dengan sempoyongan. Suara bentakan itu ibarat guntur yang membelah bumi disiang hari bolong. ia bersiap sedia untuk menebus aib yang di terimanya itu dengan kematian. katanya sambil tertawa: "Perempuan rendah. Tampaknya ujung pedang Suma Thian yu sudah hampir mengenai ujung hidung Chin Lan eng. dia sambut datangnyu ancaman tersebut. aku he dak menebas hidungmu!" Sembari berkata dia menerjang maju sambil memutar pedangnya. sekali lagi dia menusuk kearah tubuh Chin Lan eng. hancur leburlah perasaan hatinya.

toaya mengira kau sudah menjadi isi perut ikan dalam dasar sungai .. darah yang mengalir dalam tubuhnya serasa mendidih..!" Siapa yang telah munculkan diri ? Ternyata dia bukan lain adalah gembong iblis yang bernama besar dalam kalangan Liok lim. tanpa terasa dia lantas mendongakkan kepalanya dan tertawa seram. . serunya dengan penuh kegusaran: ”Ooooh. Sebaliknya si Harimau angin hitam Lim Kong yang menjumpai Suma Tian yu munculkan diri dihapannya. amarah Suma Thian yu segera berkobar kembali.. Hadiah pukulan darimu tempo hari... heeebh . Kemudian sambil memicingkan sepasang mata sehingga berubah menjadi satu garis.. dia menggertarkan pedangnya siap ditusukkan ke depan. serunya sambil tertawa dingin: "Bocah cilik. Begitu mengetahui siapa yang datang.. sebab kejadian tempo hari merupakan pelajaran pahit baginya. Sesosok bayangan manusia dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat segera melayang turun ke tengah arena. . dia tak ingin membuat kesalahan lagi. tidak heran kalau Suma Thian yu menjadi naik pitam. Hek bong hon (Harimau angin hitam) Lim Kong adanya. rupanya kau! Inilah yang dinamakan: Dicari sampai sepatu jebol tidak ketemu. jadi kau belum mati tenggelam? Heeehhh. akhirnya dijumpai tanpa membuang tenaga. sampai sekarang sauya masih belum melupakannya.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dengan perasaan terkesiap Suma thian yu segera melompat mundur selangkah sambil menarik kembali serangannya. dia tak ingin bertindak secara gegabah. untuk menghadapi manusia licik seperti ini. Suma Thian yu semakin naik pitam..!" Ucapan yang sinis dan menghina itu pada hakekatnya seperti tak memandang sebelah mata pun terhadap anak muda tersebut. tapi ingatan lain segera melintas.

. daripada sauya mesti repot-repot turun tangan. tapi kali ini. .heeeh. jsngan harap kau bisa lolos lagi dalam keadaan selamat. menanti pihak musuh sudah berada lima langkah deri hadapannya.... Sekuat tenaga Suma Thian yu mencoba untuk menekan hawa amarah yang berkobar didalam dadanya dan mengulumkan sekulum senyuman diujung bibirnya. sambil menurunkan kembali pedangnya di berkata: "Orang she Lim. buru-buru dia menekan hawa amarah yang membara didalam dadanya. hmm! Perempuan rendah itu merupakan contoh yang paling baik!" Harimau angin hitam Lim Koag tertawa seram dengan kerasnya. dengan sorot mata berkilat dia tertawa hambar.. lebih baik gorok saja lehermu sendiri.!” Sembari berkata..Tiraikasih Website http://kangzusi. pelan-pelan dia berjalan menghampiri Suma Thian yu. anggap saja tempo hari kau bernasib baik. “Heeeh. dia menatap wajah sihanmru angin hitam itu tanpa berkedip.. tampaknya malaikat elmaut lah yang menghantar kau kemari. kalau tidak.. dengan tangan kosongpun loaya masih tetap mampu untuk mengirimmu pulang kelangit!" Mendengar perkataan mana. kalau tidak. sorot matanya memancarkan sinar kelicikan dan kebuasan. umpatlah sampai puas.heeehh..bocah keparat.. pedangnya disarungkan kembali... kau tak akan memperopeh kesempatan lagi untuk bersuara.untuk menghadapi seorang bocah keparat macam kau. Suma Thian yu segera mendongakkan kepalanya dsn berpekik nyaring.. dia baru berkata: Cabut keluar senjatamu? Apakah kau ingin menyerah saja uutuk menerima kematian?” Harimau angin hitam Lim Kong tertawa seram: “Heeehh..heeeh. kalau ingin mengumpat.com/ Berpikir demikian. sehingga membunt siapa pun akan bergidik bila melihatnya. tidak perlu bagiku untuk mencabut keluar senjatja tajamku.

apa lagi sebagai seorang perampok ulung.com/ "Baiklah" katanya kemudian.. mendadak Lim Kong berubah jurus. terhadap harimau angin hitam Lim Kong yang kenamaan. sikapnya amat santai dan berdiri seenaknya sendiri. seperti guntur menghajar . kesempurnaan ilmu silat maupuun tenaga dalam yang dimiliki Lim Kong tentu saja sudah luar biasa sekali.!” Telapak tangan kirinya membentuk gerakan busur ditengah udara lalu dibacokkan ke bawah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sebagai murid pertama dari si Mayat hidup Ciu Jit hwee. maka rasa gusar dan mendongkol yang mencekam perasaannya semakin menghimpit dadanya. dia sama sekali tidak terpengaruh oleh ejekan. Siapa tahu ketika kepalan tersebut sampai ditengah jalan. dia hendak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melampiaskan rasa mangkelnya itu keluar. Dengan cekatan Suma Thian yu menekuk pinggangnya kesamping. "akan sauya layani dirimu itu dengan tangan kosong belaka!” Selesai berkata. tiba-tiba lengan kirinya berputar kencang dengan jurus Tot mang jut tong (ular be racun keluar gua). dalam menghadapi musuhnya. Sikap acuh seperti ini biasanya hanya bisa membangkitkan amarah bagi pemuda yang baru terjun kedalam dunia persilatan dan bersifat berangasan. tapi kalau dia tidak berbuat demikian. cemoohan maupun umpatan lawan.. seakanakan dia tak memandang sebelah matapun terhadap lawannya ini. dia lantas menggulung ujung bajunya sehingga kelihatan lengannya yang putih dan berotot. Suma Thian yu yang cerdik tentu saja dapat memahami akan hal ini. dengan pandangan yang tajam dia mengawasi datangnya lawan itu tanpa gugup. Sekali lagi Lim Kong maju selangkah kedepan. lalu bentaknya keraskeras: “Roboh kau. kemudian dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat menyodok ke dada pemuda itu. tentu saja hal mana tak akan menimbulkan reaksi apapun.

hatinya sakit bagaikan diiris-iris. mendadak ia berputar setengah lingkaran kaki kanannya melepaskan tendangan dengan jurus Kui seng ti to (binatang kejora menantang bintang) langsung menyodok ketubuh anak muda tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ tambur. Siau hu yong (Hu yong indah) Chin Lan eng yang terluka dan berdiri disisi arena. dia menghantam tulang leng kay kut pada ubun-ubun Suma Thian yu. Untung si Harimau angin hitam Lim Kong bukan manusia sembarangan..!" desingan angin tajam membelah angkasa. Suma Thian yu sama sekali tidak gugup. dengau menghimpun tenaga dalamnya dia tangkis datangnya ancaman mana sambil menyahut: ""Belum tentu!" Telapak tangan kirinya diangkat keatas untuk melakukan tangkisan. “Sreeet. hatinya merasa remuk rendam karena amat sedih. saking sedihnya ingin sekali dia mati seketika. begitu dilihatnya angin pukulan lawan hampir menyentuh tubuhnya. dalam waktu singkat bayangan kepala dan angin tendangan menyelimuti seluruh angkasa Dalam pertarungan yang amat seru itu hanya nampak dua sosok bayangan manusia yang bergabung menjadi satu hingga untuk sesaat sukar untuk membedakan mana Lim Kong dan mana Suma Thian yu. hampir saja bacokan itu menyentuh pakaian didepan dada Lim Kong. apalagi dia adalah seorang perempuan cantik. Manusia memang makhluk yang suka akan keindahan. Memghadapi ancaman maut itu. sementara telapak tangan kanannya bagaikan sebilah pisau langsung menebas kedepan dengan kecepatan luar biasa.. Dalam pada itu. Mereka berdua sama-sama merupakan jagoan kelas satu didalam dunia persilatan dewasa ini. apalagi setelah teringat bahwa rambutnya putus separuh. . telinga kirinya terpapas dan wajahnya menjadi jelek.

bayangan manusia nampak saling berpisah. begitu sepasang kakinya menempel permukaan tanah. Lompatannya ini paling tidak mencapai ketinggian lima kaki lebih.com/ Buat Siau hu yong Chin Lan eng. kini berubah menjadi perempuan yang kehilangan telinga sebelah. kekejaman dan kesediaannya tercermin jelas diatas wajahnya. bayangkan saja bila seorang perempuan yang cantik jelita. dia bersiap sedia menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan. Sejenak kemudian. ia segera menjadi terkesiap.Tiraikasih Website http://kangzusi. diiringi suara geledek yarg . ia segera melejit kembali ke tengah udara. kemudian bagaikan burung elang yang menembusi langit ia meluncur tinggi ke udara. dia lebih suka tewas diujung pedang lawan daripada kehilangan panca inderanya. bagaikan angin puyuh yang muncul dari langit. Lim Kong muadur sejauh dua langkah kebelakang. tubuhnya berputar dengan kepala di bawah kaki diatas. namun sepasang mata Chin Lan eng telah berubah menjadi mengerikan sekali. sewakiu Suma Thian yu mengalihkan pandangannya ke depan. mendadak dari tengah arena berkumandang dua kali bentakan nyaring. dia mengawasi terus wajah Suma Thian yu tanpa berkedip. sepasang lengannya mendadak direntangkan kesamping. Buru-buru hawa murni ysug berada dalam tangan disalurkan ke dalam sepasang telapak tangannya. Pada ssat itulah. penderitaan dan aib yang dialaminya itu mana mungkin bisa ditahan dengan begitu saja? Luka ditelinga kirinya telah dibubuhi obat dan kini darah sudah tidak mengucur lagi. diam-diam Chin Lan eng merogoh kedalam sakunya mengambil sesuatu dengan cepat dipersiapkan dalam genggaman. Harimau angin hitam Lim Kong membentak nyaring. Awan gelap yang amat tebal diiringi udara yang dingin merasuk tulang segera menyelimuti angkasa. Sementara pertempuran sengit ditengah arena masih berlangsung dengan hebatnya.

. Suma Thian yu merasakan hatinya bergidik. yang menghantam tepian pesisir. angin puyuh menderu-deru. dengan cepat ia menjatuhkan diri kebelakang dan mengelinding kesamping dengan gerakan Lan jui ta kun (keledai malas berguling guling)..com/ memekikkan telinga langsung menghantam batok kepala Suma Thian yu dengan dahsyat. dia harus mengbadipi dua musuh sekaligus dua dipaksa berada dalam keadaan bagaikan menunggang dipunggung harimau. Dalam keadaan terancam. Inilah ilmu pukulan Hu si im hong ciang (pukulan angin dingin mayat membusuk) yang amat termashur dalam dunia persilatan.. keadaannya menjadi bertambah kritis.. ditambah.. tiba-tiba muncul sebuah akal cerdik dalam benaknya.. disaat dia sedang memusatkan seluruh perhatiannya untuk menghadapi harimau angin hitam Lim Kong. Suma Thian yu menjadi terjepit dipesisi yang tidak menguntungkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Untuk menghindari pukulan telapak tangan saja sudah payahnya setengah mati. mendadak terdengar suara bentakan nyaring bergema memecahkan keheningan. lagi harus menghadapi serangan senjata rahasia. Suma Thian yu merasa amat terkejut. lalu terlihat tua titik cahaya bintang yang berkilauan dengan membentuk posisi segitiga langsung menyambar ke arah pinggangnya. Dengan begitu. diiringi bentakan nyaring. menghimpun tenaga dalamnya sebesar sepuluh bagian kedalam sepasang lengan. Siapa tahu. rupanya serangan angin pukulan hawa dingin mayat busuk dari Harimau angin hitam Lim Kong sudah menyambar datang seperti ombak dahsyat. segulung hawa dingin segera muncul dari punggungnya dan menembus sampai keatas. dia sambut datangnya ancaman tersebut. dengan.

dia menggerakkan tubuhnya. pada saat inilah mendadak Suma thian yu merasakan sisi lambungnya seperti terpagut oleh sengatan lebah beracun. ingat saja budak rendah. Dengan cepat dia mengerahkan tenaga dalam nya untuk melindungi jalan darah. 00o00 Tapi. Mewndadak terdengarSiau hu yong Chin Lan eng membentak sambil terawa: “Lim toako. Tentu saja si harimau angin hitam Lim Kong tak akan melepaskan Suma thian yu dengan begitu saja. senjata rahasia yang dipergunakan juga pasti dibubuhi racun yang jahat. bajingan yang rudin tak usah dikejar anjing budukan tak perlu diusir. kakinya sakit bukan kepalang. kemudian sambil melompat mundur serunya: “Sakit hati ini pasti kubalas. seperti segulung angin puyuh saja. lalu bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya melakukan pengejaran dari belakang. biar kan saja dia pergi!” Harimau angin hitam Lim Kong segera menghentikan gerakan tubuhnya. sadarlah pemuda ini bahwa dia telah kerkena senjata rahasia. Suma thian yu pasti akan menguliti tubuhmu hidup-hidup!” Seraya berkata.com/ Seketika itu juga terdengar suara benturan keras menggelegar di angkasa.Tiraikasih Website http://kangzusi. gara-gara kewelasan hatimu saat ini. bisa jadi dikemudian hari akan memancing datangnya banyak bibit bencana buat kita semua!” . ia segera berlalu dari situ. angin pukulan dari Lim Kong sudah menghajar secara telak diatas permukaan tanah. Suma hian yu cukup mengetahu bahwa Siau hu yang Chin lan eng adalah seorang perempuan kejam yang berhati buas. kemudian bertanya dengan wajah tercengang: “Apakah hal ini tidak terlalu keenakan buat keparat itu? Siau hujin.

sambungnya lebih jauh: "Seandainya senjata rahasia ku tidak berhasil melukainya.haah. bila keparat itu bisa hidup melewati fajar nanti.. lalu menggenggam mulut lukanya dengan tangan kiri agar darah jangan sampai mengalir ke luar terus.... Harimau angin hitam Lim Kong lalu tertawa terbahak-bahak...heeeh.heeeh.. menang kalah masih sukar di tentukan.com/ Chin Lan eng tertawa terkekeh-kekeh dengan liciknya: “Heeeh. selain daripada itu.Tiraikasih Website http://kangzusi... "Haahh. sahutnya: “Senjata rahasia yang berhasil bersarang ditubuh bocah keparat itu sama sekali tidak di beri Hok leng ang melainkan cuma selaksa racun yang umum!” "Heeeh. kembali Lim Kong tertawa terbahak bahak dengan seramnya. hal mana sudah merupakan kemujuran baginya" Kemudian setelah berhenti sejenak.heeeh.haahh. rupanya raja akhirat sudah mulai menggapaikan tangan kearahnya?” Siau hu yong Chin Lao eng segera menggelengkan kepalanya berulang kali. aku rasa hal inipun sudah cukup membuat bocah keparat tersebut untuk terbang kembali keneraka" Beracara sampai disitu..... bagaimana mungkin aku dapat melampiaskan rasa malu dan kerugian yang kualami malam ini?" Mendengar ucapan tersebut. kalau dia sudah keracunan. kau terlalu memikirkan hal yang bukan-bukan.sudah lama aku dengar akan kelihayan jarum beracun Hok teng ang tok ciam milik Siau hujin. konon begitu mengenai orangnya lantas keracunan hebat dan modar. dia mencabut keluar jarum yang lembut bagaikan rambut itu. sekalipun begitu.Lim toako.. ooOoo SUMA THIAN YU SADAR.. maka sambil berlari kencang meninggalkan tempat ini.heeeh. ..

tanpa terasa kembali gumamnya: . dia sama sekali tak merasakan sesuatu gejala yang aneh.. Suma Thian yu segera terbayang kembali peristiwa yang berlangsung belum lama berselang.com/ Setelah melakui perjalanan yang cukup jauh mendadak ia merasa luka pada lambungnya sudah tidak terasa sakit lagi. Dengan cepat Suma Thian yu menjadi sadar kembali apa gerangan yang telah terjadi. kau gagal untuk mencelakai diriku. Memandang kegegapan yang mencekam sekeliling tempat itu.. tak mungkin dia akan melarikan diri dari arena pertarungan. Coba kalau Suma Thian yu mengetahui akan kelebihan yang dimilikinya ini. tibatiba saja dijumpai segumpal darah kental menempel diatas telapak tangan kirinya itu. tanpa tersa serunya: “Ooohh. rupanya aku telah ditolong oleh telapak tangan kiriku ini. Dengan cepat dia melompat bangun dan balik kembali ketempat semula. pelanpelan hatinya pun mulai merasa amat lega dan tentram.. Chin Lan eng. telapak tangan kiri Suma Thian yu ini tidak mempan terhadap berbagai macam racun.. busuknya bukan main. rupanya disaat itulah semua racun keji yang mengeram didalam tubuhnya telah terhisap oleh daun Jin sian kiam lan sehingga bersih sama sekali. dia telah memegang mulut lukanya dengan telapak tangan kirinya. ia bermaksud untuK mencari Chin Lan eng dan membuat perhitungan dengannya... Ketika pakaiannya di lepas dan mulut luka nya diperiksa. dia pun mencari sebuah batu untuk duduk dan beristirahat. Sebagaimana diketahui. ketika diendus segera tercium bau busuk yang amat menusuk hidung. hai Cbin Lan eng. maka segera dijumpainya selain titik merah kecil seperti bekas tertusuk jarum yang masih tersisa diatas lambungnya itu. Akan tetapi sewaktu dia mengangkat tangan kirinya. Menanti dia sudah sampai kembali ketempat bekas pertarungan tak sesosok bayangan manusia pun yang nampak.. ketika perutnya terluka tadi.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Rumah penginapan itu bernama Gwat kek can. pelayanannya sangat baik. banyak pelancong dan saudagar yang pulang ke penginapan untuk beristirahat. membuat orang merasa kerasan sekali tinggal disitu. Suma Thian yu mendapat sebuah kamar yang terletak dipaling ujung ruang sebelah timur. Selama aku Thian yu masih bisa hidup. Sampai setengah harian lamanya dia melakukan pencarian di atas tanah. Tapi baru sampai ditengah jalan.Tiraikasih Website http://kangzusi. menurut perhitungan Suma Thian yu masih ada berapa hari lagi menjelang tanggal lima belas. lingkungan¬nya amat sepi dan indah. kemudian dia balik kembali menuju ke tempat bekas pertarungan. akhirnya ditemukan juga dua batang jarum lebah beracun yang digunakan oleh Chin Lan eng tadi dan dengan sangat berhati-hati sekali disimpan kedalam sakunya. tak heran kalau hanya saudagar yang berdiam dikota tersebut. dia segera berangkat menuju ke arah telaga Tong ting ou. Jilid 16 Suatu hari sampailah Suma Thian yu dikota Tiang-an-gi di dalam propinsi Ou lam. dia lantas balik kembali menuju kearah loteng Kun eng lo. maka dia pun menginap dalam sebuah rumah penginapan di kota Tian an gi tersebut. hanya Suma Thian yu seorang yang tak ada . kemudian mengurungkan niatnya kembali ke rumah makan Kun eng lo. mendadak ia seperti teringat akan sesuatu dan segera berhenti. Sementara itu senja sudah menjelang tiba. pasti akan kubunuh bajingan tersebut dengan telapak tanganku sendiri" Dengan langkah yang ringan dan cepat. tak heran kalau paman Wan tewas ditanganmu.com/ "Perempuan berhati busuk. Tiang an gi terletak hanya dua hari perjalanan dari telaga Tong tin ou.

Mendadak dari luar pintu penginapan sana terjadi kegaduhan. siapa tahu pengemis tua itu hendak menggunakan akal muslihat apa lagi untuk mengatasi persoalannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. harap kau mencari kamar penginapan yang lain saja!” Siau yau kay Wi Kian segera menggelengkan kepalanya berulang kali sambil berseru! “Tidak bisa. mengapa tak boleh menginap disini?” Suma Thian yu segera merasa suara itu sangat dikenal olehnya. buru-buru dia membuka pintu dan melongok keluar. penginapan kami benar-benar sudah penuh dan tiada kamar lain. sudah jelas di dalam sana masih ada tiga buah kamar kosong. Dalam pada itu. Dan terlihatlah segerombolan manusia sedang mengurung seorang pengemis tua yang berpakaian compang-camping. pertama-tama Suma Thian yu tidak begitu menaruh perhatian. tapi setelah berpikir sejenak dia urungkan niatnya itu. kau mau apa?" Tangannya segera merogoh kedalam saku dan meraba beberapa saat kemudian dengan berhati-hati sekali dia mengeluarkan seuntai mata uang tembaga dan diperlihatkan kepada pelayan itu kemudian serunya: . siapa tahu suara gaduh tadi makin lama terdengar semakin ramai. kalian semua adalah kawanan anjing yang punya mata bila melibat uang. asal aku si pengemis tua punya uang. "Kalian buka penginapan toh bermaksud mencari uang. seorang pelayan sedang berdiri sambil tertawa paksa: “Tuan cin sin ya. Sebetulnya ia Ingin maju melerai. masa kau hendak membohongi aku si pengemis tua? Kalau aku tak mau pergi. Dalam sekilas pandangan saja Suma Thian yu dapat mengetahui orang itu sebagai Siau yau kay Wi Kian adanya.com/ urusan dan duduk dekat jendela sambil memandang kolam di luar kamarnya.

seakan akan kuatir kalau ada orang hendak merampas uangnya saja. pelayan itu tak ingin terjadinya keributan di rumah penginapannya. dengan cepat ia te1ah menyimpannya kembali sementara sepasang matanya segera mengawasi wajah semua orang dengsn sikap was-was dan curiga. tentu saja masih kurang kalau hendak dipakai untuk membayar penginapan. kami bersedia memberi sedikit sangu untukmu" Kembali Siau yau kay Wi Kian berteriak teriak keras: . Salah seorang diantaranya dengan cepat berseru dengan suara dingin seperti es: "Hei engkoh tua. janganlah mengacau lagi di sini.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ “Coba keu lihat. apa kau cuma mempunyai uang sebanyak itu?” Siau yau kay manggut-manggut. serunya dengan wajah serius: "Kenapa? Uang sebanyak. bila kau ribut terus disini. dewa hartaku yang baik. bukankah aku si pengemis tua mempunyai uang?" Selesai berkata. seuntai mata uang tembaga hanya bisa dipakai untuk makan satu kali. Untuk masa itu. kata¬kan saja berterus terang. maka sambil tertawa paksa dan menjura ber¬ulang kali. harap kau sudi berbuat kebaikan. tampaknya pengemis ini memang sengaja hendak mencari gara-gara!” Bagaimanapnu jua. katanya: "Oooh. seseorang kembali berseru dari sisi arena: “Pelayan. enyahkan saja pengemis edan itu dari situ. inipun masih cukup untuk menginap selama delapan atau sepuluh hari disini" sekali lagi semua orang tertawa terbahak-bahak sesudah mendengar perkataan itu. Oleh sebab itu para pelancong dan saudagar yang mengerumuni tempat itu segera tertawa terbahak-bahak karena geli. usaha kami bisa bubar! Bila kau ingin sangu.

sekarang lagi waktunya para tamu berdatangan. bila ditambah dengan seorang anak angkatnya lagi. Pelayan itu segera menepuk dahi sendiri sambil berteriak keras: "Oh Thian! seorang pengemis tua saja sudah cukup membuatku pusing. semua orang lain mengira pengemis tua . sudah datang. dia pasti akan membayar rekeningku" Ketika semua orang mendengar kalau dia mempunyai anak angkat disitu. kembali dia berteriak gembira: “Bagus sekali! Aku si pengemis tua sudah hampir setengah harian lamanya mencarimu. tak kuasa lagi segera tertawa terbahak bahak. kumohon kepadamu pergilah dari sini. bisa berabe jadinya” Kemudian sambil menjura lagi katanya: “Oooh lo yaya. Tak usah kuatir. rupanya kau sedang tidur enak disini. anak angkatku segera akan keluar. Padahal sejak tadi ia sudah melibat kalau Suma Thian yu memasuki rumah penginapan tersebut. Suma Thian yu melanjutkan langkahnya menuju kemuka penginapan. waah. Terdengar ia berseru sambil bertepuk tangan: “Nah. sudah datang! Anak angkat aku si pengemis tua telah datang untuk membayar rekening" Ketika semua orang mendengar perkataan itu.. begitu Siau yau kay melihat pemuda itu sudah munculkan diri..com/ "Huuh. tapi disana tak nampak bayangan pengemis. aku si pengemis tua tidak butuh uang. kau si anjing budukan jangan kelewat menghina. dia menyaksikan Suma Thian yu sedang berjalan keluar.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika dilihat pengemis tua itu sedang berbicara dengan seorang pemuda tampan berpakaian perlente. aku hanya ingin menginap disini. maka dia segera datang kemari mencarinya. lihat saja aku akan menghajarmu atau tidak!" Semua orang turut berpaling. serentak mereka berpaling keerah pintu. kemarilah lagi nanti saja" Baru saja Siau yau kay akan menjawab.

thian yu membeberkan kejadian yang dialaminya selama beberapa hari ini. harap kau sudi memaafkan" Begitu ucapan tersebut diutarakan semua orang semakin dibikin kebingungan dan tidak habis mengerti. Sementara mereka yang menonton keramaian pun segera pada bubar tapi dari dalam rumah penginapan itu mulai terdengar suara kasak kusuk orang membicarakan kejadian ini Setelah Siau yau kay duduk. “Yaa. . harap siapkan hidangan dan arak berusiasepuluh tahun. Pelayan itupun mengalihkan sorot matanya yang keheranan kearah Suma Thian yu. Suma thian yu baru bertanya dengan sikap hormat” “Cianpwe. pelayan itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela napas.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu diperhatikan dari atas hingga ke bawah dengan seksama. katanya dengan sopan: "Bila aku tidak menyambut kedatangan lo-cianpwe dari jauh. “Rahasia langit tak boleh bocor. mereka malah menganggap Suma Thian yu ikut gila. dia segera masuk kedalam untuk mempersiapkan hidangan. rekeningnya akan ku bayar sekalian nanti” Melihat Suma thian yu bersedia untuk membayar.com/ itu indah tak beres otaknya sehingga kerjanya hanya menggoda orang. mari kita minum arak dulu sebelum kuceritakan keadaan yang sebenarnya” Suma thian yu pun tidak bertanya lebih jauh. mereka berdua segera bersantap sambil berbincang-bincang. kenal. Suma Thian yu segera mendorong orang-orang yang berada disekitar situ agar minggur kemudian sambil menjura kepada pengemis tua itu. Buru-buru pelayan itu berkata kepada Suma Thian yu dengan ramah dan sopan: “Apakah kek-koan kenal dengan dia?” Sambil bersenyum suma Thian yu manggut-manggut. mempergunakan kesempatan itu. aku hendak menjamu sahabatku ini. mengapa kau pun sampai disini?” Siau yau kay segera tertawa cekikikan.

kemudian katanya: "Tali jodoh seribu li hanya tergantung disatu titik.. hampir semua orang mengalihkan sorot matanya kearah mereka. Siau yau kay tertawa cekikikan. sulit juga menjadi seorang mak comblang.” Setelah arak dihidangkan. benar-benar sudah tak ada orang yang bisa menolongnya lagi.. aaai. dengan gembira ia segera mengebrak meja sembari berseru: "Suatu tindakan yang amat bagus! Kita memang wajib menegakkan keadilan serta kebenaran bagi umat persilatan!” Gebrakan meja itu segera mengagetkan semua tamu yang kebetulan sedang bersantap..Tiraikasih Website http://kangzusi. hal ini membuat Suma Thian yu menjadi kebingungan setengah mati." Ucapan itu bagaikan orang yang sedang bergumam. Sebagai pemuda yang berjiwa mulia. dengan misterius dia melirik sekejap ke arah Suma Thian yu. karena orang lain tidak mengungkapkan hal tersebut.. . bahkan ada pula yang menggelengkan kepalanya sembari menyumpah kalang kabut: “Orang gila. maka dia pun tidak mendesak lebih jauh. dia tak ingin mendesak orang untuk mengungkapkan semua rahasianya. dia merasa perkataan dari pengemis tua itu ngawur seakanakan dibalik kesemuanya itu masih ter¬simpan semacam rahasia. dan beberapa cawan sudah masuk ke dalam perut Siau yau kay Wi kian segera meletakkan cawan araknya ke meja sambil bergumam: "Aneh.. dia meneguk seorang diri.com/ Ketika Siau yau kay Wi kian mendengar Suma thian yu berhasil memapas rambut Chin lan eng dan memapas sebuah telinganya.. Maka sambil mengangkat cawan araknya. mengapa dia belum juga datang?” "Siapa? Siapa yang kau maksudkan?” tanya Suma Thian yu dengan wajah tercengang.

tiba-tiba saja dalam hati semua orang timbul suatu ingatan yang aneh. Menghadapi kemunculan gadis centik itu. hidungnya yang mancung dan bibirnya yang mungil membuat gadis itu nam¬pak begitu cantik dan amar mejawan hati. terlihatlah sepasang le¬sung pipinya yang indah dan mempesona hati. kemudian dengan lemah gemulai berjalan menuju ke meja yang ditempati pengemis tua itu. pada hakekatnya kejadian ini merupakan suatu peristiwa yang sangat aneh. Ketika tersenyum. Tapi gadis itu hanya memindang sekejap sesekeliling ruangan. sorot mata mereka pun sama-sama dialihkan kearah pintu. mereka berharap gadis itu berjalan menuju kedepan meja mereka. maka suara helaan napas dan seruan keheranan sekali lagi kerkumandang dalam ruangan itu. Ia memberi hormat kepada pengemis tua itu. tanpa berkedip barang sekejap pun mereka semua mengawasinya lekat-lekat. memakai baju berwarna kuning dengan ikat pinggang berwarna hijau mata yang jeli. mendadak pandangan matanya terasa kagum lalu sarunya tertahan: "Aaaaah!" Bukan cuma dia saja yang merasa terkejut bercampur keheranan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tak heran kalau semua orang yang hadir disitu sama sama merasa terkejut dan mengira ada bidadari yang turun dari kahyangan. Rupanya dari depan pintu berjalan masuk seorang gadis yang wajah cantik jelita bak bidadari dari kahyangan. lalu katanya: “Harap dimaafkan bila kau orang tua harus menunggu terlalu lama" Kemudian ia mengambil tempat duduk didekat pengemis tua itu. Dengan kejadian ini.com/ Suatu ketika dia mengalihkan sorot matanya ke depan pintu. seorang pe¬ngemis tua ternyata . hampir semua tamu yang berada dalam ruangan sama-sama merasa ka get dan menghela napas tiada hentinya. dia berusia enam tujuh belas tahunan.

kalau tidak berjodoh bagaimana bisa berjumpa? Kalian berdua tak usah berlagak malu lagi. bisa bertemu dengan nona ditempat ini. setelah itu baru ujarnya: “Rupanya kau pun berada disini? Kapan datangnya?” "Hari ini baru sampai" jawab Suma Thian yu dengan wajah tersipu-sipu pula.. sahutnya dengan suara tergagap: “Aaahhh.. Susiok Coa telah memberi penjelasan dan kami tahu kalau siauhiap bersih!” “Siapakah Susiok Coa mu itu?” tanya Suma thian yu dengan wajah tercengang. sungguh merupakan kejadian yang menyenangkan. merah padam selembar wajah Wan pek lan karena malu. pada hakekatnya peristiwa ini merupakan suatu kejadian yang aneh dan hampir saja membuat semua orang merasa bagaikan sedang bermimpi di siang hari bolong.haah.. apakah kau masih marah padaku?" tanya Suma Thian yu kemudian. gadis itu menundukkan kepalanya rendahrendah lalu melirik sekejap kearah Suma Thian yu dengan wajah tersipu-sipu.Tiraikasih Website http://kangzusi. mari! Kita keringkan dulu secawan arak!” "Nona Wan. Siau yau kay Wi kian yang menyaksikan kejadian tersebut segera tertawa terbahak-bahak.haah.. Ketika mendengar pertanyaan dari Suma thian yu itu. betul-betul suatu perpaduan yang amat tak sedap. Tiga manusia yang berbeda duduk di meja yang sama.. congpiautau dari perusahaan Sin liong piaukiok di kota Heng ciu Bi hong siancu (Dewi burung hong) Wan Pek lan adanya. itu mah hanya suatu kesalahan paham belaka. “haah. Setelah duduk. Bi hong siancu Wan pek lan segera berpaling kearah Siau yau kay Wi kian lalu sahutnya: “Dia orang tualah adanya!” ..com/ menantikan kedatangan seorang gadis cantik jelita bak bidadari dari kahyangan. Gadis itu tak lain adalah putri kesayangan dari Mo im sin liong (naga sakti dari mega) Wan kiam ciu.

? buru-buru Suma thian yu bertanya. “Ia sudah pergi meninggalkan perusahaan” “Apa?” seru Suma thian yu terkejut. dia telah telah bentrok dengan ayahku sehingga kedua belah pihak merasa sama-sama tidak senang” “bagaimana sekarang. tentunya kau tidak menjadi gusar bukan?” Suma thian yu tertawa getir. dengan perasaan tak tentram tenteram Bi hong siancu Wan Pek lan memandang sekejap kearah Suma thian yu dengan pancaran sinar cinta yang mendalam. . tanpa terasa ia berseru: “Tak heran kalau locianpwe marah-marah pada waktu itu.Tiraikasih Website http://kangzusi.. katanya: “Semuanya ini gara-gara kejelekanku. gara-gara peristiea tersebut. rupanya diantara kalian mempunyai hubungan yang sangat akrab” “Bpcah. dari seluruh piasu yang ada dalam perusahaan..com/ Sekarang Suma thian yu mengerti. secara ringkas Suma Thian yu segera menceritakan semua peristiwa yang dialaminya termasuk Siau yau kay mengejarnya ke gua Hui im tong dan menuntut pertanggungan jawab darinya. “ketajaman mata paman tio memang sungguh mengagumkan. hampir saja aku menuduh orang baik. kau jangan keburu bersenang hati!“ damprat Siau yau kay Wi kian dengan gusar.. masa aku si pengemis tua akan melepaskan dirimu dengan begitu saja?” Ketika Bi hong siancu Wan Pek lun menanyakan kaadaan yang sebenarnya kepada pe¬muda itu. selama ini aku masih merasa kuatir kalau Tio toako masih marah terus kepadaku!” Wan pek lan tersenyum. “seandainya terbukti kalau kau adalah pembunuhnya. kemudian ujarnya dengan nada bersungguh-sungguh: “Berbicara menurut keadaan pada waktu itu. siapapun akan menaruh curiga kepadaku. Cuma dia seorang yang memahami perasaanmu. Selesai mendengar cerita mana.

Sewaktu Bi hong siancu menjumpai Siau yau kay sudah pergi.com/ Siau yau kay Wi kiam yang berada disamping segera menukas dengan nada dingin: “Biarkan saja dia pergi. ketika Suma Thian yu bangun dari tidurnya. ia menyaksikan Siau yau kay Wi Kian sudah pergi entah kemana. . hingga dibilang. Malam itu Suma thian yu minta dua kamar lagi untuk beristirahat kedua orang itu. sepanjang hidupnya dia selalu berkelana dalam dunia persilatan. Wan Pek lan memang cerdik. pada hakekatnya seperti orang berbakat yang dipendam. dengan cepat dia mengetahui kaku Wi locianpwe ada niat untuk menjodohkan mereka berdua. Siau yau kay Wi kian dengan susah payah mengajak Wan Pek lan datang kesitu kemudian menyerahkannya kepada Suma Thian yu. cita-cita seorang lelaki berada diempat penjuru. urusannya banyak dan repot sekali. “Perempuan memang mahkluk yang amat tajam perasaannya. ucapan Siau yau kay tersebut mengandung suatu makna yang amt mendalam. Bisa dibayngkan pula betapa berterima ka¬sihnya Wan Pek lan setelah menyaksikan kesemuanya itu. dia pergi tanpa pamit. pasti dikarenakan suatu pertimbangan maka hatinya pun menjadi lega. Keesokan harinya. sebenarnya hal ini merupakan suatu tindakan yang luar biasa. sekulum senyuman tersungging diujung bibirnya. bila ia mau mengembara ketempat luaran. hatinya jadi merasa amat berterima kasih. kemungkinan besar malah akan dijumpai suatu kemukjijatan” Suma thian yu tahu. rupanya segala sesuatu yang hendak dilakukannya itu telah diatur dengan rapi sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia bisa berkata demikian. kalau harus mengendon terus dalam perusahaan. bagaimanapun juga tak bisa menonjol dan menjadi besar. kamarnya ditinggilkan dalam keadaan kosong. kenyataannya dalam kesibukan tersebut dia masih sempat mengurusi cinta muda mudi. Kalau dibicarakan memang sungguh mengangumkan sekali.

seringkali ia memperhatikan ketampanan wajah kekasih hatinya. Cuma kita tak tahu di manakah dua saudara berdiam. bayangkan sendiri. sehingga kalau harus dicari. Tampakk gadis itu memandang ketempat kejauhan sana. kita masih membutuhkan banyak waktu” Rupanya sepasang muda mudi ini tak lain Suma Thian yu dan Bi hong siancu Wan pek lan yang sedang datang memenuhi janji. lalu katanya: “Engkoh thian yu.. Setelah kesalapahaman diantara mereka dapat diatasi. didampingi seorang gadis yang cantik seperti Bi hong siancu. dimana mereka bermesraan dengan hangatnya. diatas loteng berdiri sepasang muda mudi yang sedang menikmati keindahan alam disekelilingnya.. suatu perasaan gembira yang belum pernah dialaminya sebelumnya selalu menyelimuti perasaannya. apakah perbuatannya ini tidak menggelikan. pesis ditepi telaga Tong ting cu... masih berapa jauhkah dari tempat ini sampai dibukit Kui san?” “Kalau sekarang juga berangkat maka senja nanti sudah sampai. . dia berusaha keras untuk menemukan jejak pengemis tua itu. dia masih sedikit kebingungan oleh hilangnya Siau yau kay. sedikit banyak Suma thian yu jauh merasa lebih riang dan gembira. Padahal Wan pek lan sendiripun berperasaan sama. Waktu itu. hubungan muda mudi ini semakin akrab.. berangkatlah kedua orang itu meninggalkan kota Tiang an gi menuju ke kota Gak ciu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Gak yang lo terletak diluar kota Gak ciu.? Setelah membayar rekening. dalam hati kecilnya selalu timbul pertanyaan kapankah keadaan seperti ini bisa berulang kembali. Sepanjang jalan mereka selalu berpesiar dan menikmati keindahan alam.com/ Berbeda dengan Suma Thian yu. setiap kali Suma thian yu terbayang kembali peristiwa mesranya dengan Wan pek lan tempo hari..

com/ Memandang air telaga nan hijau dan dihembus angin yang semilir semilir." Belum habis berkata. Semenjak kecil Wan Pek lan selalu dikurung dalam kamar dan tak pernah keluar dari rumah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mendadak dia menyaksikan ada sebuah perahu sekang bergerak mendekati perahu mereka dari belakang. hatinya terasa berdebar keras. Wan Pek lan menarik napas panjang-panjang. ooh.. segera bisiknya: Engkoh Thian yu. tanpa terasa katanya: "Kalau bisa menumpang angin seribu li. Makin lama mereka meninggalkan Gak yang lo semakin jauh. dari belakang sana ada sebuah kapal sedang mengejar kita.. paras mukanya segera berubah hebat. mari kita beradu kecepatan dengan mereka. coba dilihat siapa yang bergerak lebih cepat" Suma thian yu berhenti mendayung sambil berpaling. dia merasa gembira sekali. memandang burung manyar yang terbang diatas telaga serta kapal layar yang bersimpang siur di kejauhan sana... Sekulum senyuman manis menghiasi ujung bibir Wan Pek lan. segera serunya: “Siapa bilang kalau mereka sedang menga¬jak kita beradu kecepatan? Mereka datang untuk menangkap orang" “Menangkap siapa? Apakah perahu peme¬rintah?” . memecahkan ombak selaksa pal. betapa asyiknya waktu itu!” Apakah adik Lan ingin menumpang sampan untuk menyelusuri telaga kenamaan ini?" “Ehmmm. memandang ti ik bayangan putih dikejauhan sana.. karena keadaan mereka sekarang bagaikan sepasang kekasih yang sedang berpacaran ditengah telaga. Suma Thian yu sudah menarik tangan Wan Pek lan yang putih dan diajak turun dari loteng. kepergiannya kali ini boleh dibilang merupakan perjalanan jauh pertama kali yang dilakukan olehnya. kemudian menuju ke tepi telaga dan menyewa sebuah sampan untuk berpesiar ke tengah telaga.

. kepada Suma Thian yu dia segera berseru keras: ... dari atas perahu itu berkumandang suara keleningan yang sangat ramai.. kalau bukan tentunya sama dari suatu partai atau suatu perkumpulan. sementara sepasang matanya masih saja mengawasi perahu yang mendekat itu tanpa berkedip.” Dengan cepat Suma Thian yu berpaling. mereka datang mencari kita" "Mencari kita.. Suma Tnian yu segera tertawa terbahak-bahak.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Haaaahh.. Pada saat itulah.. pelbagai pikiran serasa berkecamuk didalam benaknya.. Pada ujung tiang perahu itu tergantung sebuah panji segi empat yang bertuliskan huruf “Tong” amat besar. dari ujung geladak perahu itu muncul seorang kakek berjubah panjang.haaah. Dalam waktu singkat. dengan cepat ia saksikan ada dua orang lelaki kekar yang memegang golok berdiri diujung geladak. tanpa terasa ia menjerit kaget: "Aaah.. rupanya dari atas geladak perahu¬ itu sudah penuh berisi lelaki-lelaki bersenjata lengkap yang sedang mengawasi Suma thian yu berdua tanpa berkedip.com/ Menyaksikan kepolosan Wan Pek lan yang menyenangkan itu.?" "Benar adik lan!" Dengan perasaan tercengang Wan Pek lan berpaling dan memperhatikan sekejap perahu yang sedang melakukan pengejaran itu.” “Ehhmm" Wan Pek lan mengiakan. Mendadak. perahu itu sudah semakin mendekati sampan kecil yang ditumpangi oleh Suma thian yu itu. kemudian sahutnya cepat: "Penyamun dari telaga Tong ting ou. Ketika Wan Pek lan mendongakkan kepalanya... Dengan perasaan tercengang Wan pek lan segera berseru: "Perlambang apa sih huruf ‘Tong’ itu?” Suma Thian yu berpaling dan melihat sekejap lagi.haaaahh. hatinya segera terasa terkesiap. tapi gelombang yang besar dengan cepat memisahkan kembali kedua perahu itu sejauh setengah kaki lebih..

haahh. aku rasa tidak usah. tanggung kau ntak akan menderita kerugian barang seujung rambutpun” Suma Thian yu segera meletakkan dayungnya dan bangkit berdiri kemudian sahutnya: “Sayang sekali aku masih ada urusan hendak pergi dari sini. siapa bilang kalau aku tidak mengetahui akan nama besarnya?" “Kalau memang begitu. Perahu itu segera menurunkan jangkar..kemudian terdengar kakek berjubah panjang itu membentak lagi: "Lohu mendapat perintah untuk menangkap siauhiap. “Haah... Tenaga dalam yang sengaja dipancarkan untuk menembusi suara angin dan gelombang dengan cepat membawa suara tersebut hingga kesisi telinga lawan.nama besar Kang pangcu sudah termashur di seantero jagad. "Yah.. tolong sampaikan saja kepada Pangcu kalian. bagaimana kalau siauhiap silahkan naik ke atas perahu?” “Terima kasih. meski angin berhembus kencang namun suara pembicaraannya masih kedengaran jelas sekali dalam pendengaran Suma Thian yu. memang akulah orangnya!” jawab Suma Thian yu cepat.haaahh. setelah urusan dibukit Kun san selesai.. biarlah maksud baikmu itu kuterima didalam hati saja" .com/ "Hei. kakek itu nampak tertegun. kemudian tanyanya dengan perasaan tercengang: “Apakah Sianuhiap kenal dengan pangcu kami?” Suma Thian yu tertawa terbahak bahak. dari sini dapat disimpulkan kalau tenaga dalam yang dimiliki kakek itu sudah mencapai puncak kesempurnaan. apakah kau she Suma?” Suaranya nyaring sekali. aku pasti akan mengunjungi markas kalian” Ketika mendengar suara jawaban tersebut. harap kau sudi memberi muka agar mengikuti lohu pergi dari sini..Tiraikasih Website http://kangzusi.

. bila kau berbicara tidak senonoh lagi. Selesai tertawa.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau masih berani bersikap liar.heeeh. tetapi setelah mengetahui apa yang terjadi. Mula-mula Suma Thian yu mengira kalau kakek itu bermaksud hendak menangkapnya hidup-hidup.com/ Seusai berkata.." Bi hong siancu Wan Pek lan serentak melompat bangun sesudah mendengar perkataan itu... baik. perahu itu segera meluncur kembali sejauh satu kaki lebih ke depan.. kemudian bentaknya dengan suara nyaring: "Anjing keparat. apakah kau ingin kabur dengan begitu saja? Hmmm... dengan suara dingin dia melanjutkan: Orang yang bisa terkubur didasar telaga ini bukan manusia sembarangan apalagi disisimu didampingi oleh seorang bocah perempuan yang begitu cantik” heeehh.. diam-diam dia semakin terkejut lagi. Suara petikan yang amat nyaring berkumandang datang dari arah perahu besar itu.. suara tertawanya seperti tangisan monyet diselat Wushia.bocah keparat. toaya akan suruh kau merasakan sedikit pelajaran lebih dulu!" . dia lantas membentak de¬ngan gusar: "Kematian sudah berada diambang pintu...heeehbh. Mendadak. setan muka hijau Siang Tham menjadi tertawa sehabis mendengar perkataan itu. sepasang matanya melotot besar.. maka dia segera berpaling. “Heeh. telaga Tong ting ou akan menjadi tempat untuk mengubur jenazahmu!" Setelah tertawa seram lagi dengan kerasnya. Ternyata diatas geladak perahu tersebut telah berdiri si Setan bermuka hijau Siang tham..heeeh... jangan salahkan bila nona akan memotong lidahmu!" Bukan gusar.. membua tsiapapun yang mendengarnya merasakan bulu kuduknya pada ba¬ngun berdiri. Suma Thian yu segera mengambil dayungnya dan mendayung sekuat tenaga.. Terdengar Setan bermuka hijau Siang Tham tertawa keras dengan seramnya.

Ketika lapisan anak panah tersebut tiba didepan sampan tersebut. Buru-buru Suma thian yu mengebaskan ujung bajunya kedepan. anak . dapatkah kau mendayung? Biar aku yang menghadapi serangan mereka” Sembari berkata dia lantas menyerahkan dayung tersebut kepada Wan pek lan. seakan akan membentur pada selapis dinding baja yang sangat kuat saja. Menyaksikan datangnya ancaman tersebut.. sekali lagi sampan itu meluncur satu kaki lagi kedepan.com/ Kemudian sambil mengulapkan tangannya dia membentak: "Lepaskan panah!" Seketika itu hujan panah memenuhi seluruh angkasa dan bersama-sama menyambar tubuh Suma thian yu berdua. Akan tetapi perahu besar itupun segera mengangkat jangkarnya dan melakukan pengejaran dengan kecepatan luar biasa.Tiraikasih Website http://kangzusi.. tapi setiap kali tiba didepan pemuda tersebut. kini jaraknya dengan perahu besar itu menjadi enam kaki lebih. cepat-cepat dia mendayung perahunya lagi sehingga meluncur satu kaki kedepan. Suma Thian yu menjadi terperanjat sekali. Menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah Wan Pek lan segera mendayung sampan-nya dan mundur kembali dari situ. anak panah itu pada rontok dan jatuh semua ke dalam air. segulung angin pukulan yang amat dahsyat dengan cepat menyambar kedepan. serunya kemudian kepada Wan pek lan: “Adik Lan. hujan panah sekali lagi meluncur kedepan menembusi angkasa. Mendadak terdengar suara keleningan berkumandang lagi dari atas perahu besar itu. Sekuat tenaga Wan pek lan mendayung. Hujan anak panah masih saja meluncur datang tiada hentinya.. tak sebatangpun yang mencapai pada sasarannya. Sementara itu bidikan anak panah yang pertama sudah terjatuh semua kedalam air.

com/ panah tersebut semuanya rontok ke dalam air dan sama sekali tidek berfungsi lagi. . apabila keadaan seperti ini harus dilangsungkan lebih jauh. Sesudah bersusah payah sekian waktu. disusul kemudian setan muka hijau Siang Tham menampakkan diri dari balik ruang perahu. sampan itupun seperti ikan terbang saja segera meluncur kedepan dan menyongsong kedatangan perahu besar tersebut. dayung perahu itu dan sambut kedatangan mereka!” Dengan sepenuh tenaga Wan pek lan mendayung sampan itu kuat-kuat. Wan pek lan mengetahui kalau cara tersebut bukan suatu cara yang baik. paling tidakpun akan mati kelelahan. Suma thian yu merasa apa yang diucapkan itu memang benar. lama kelamaan dia kehabisan tenaga juga. mari kita menyerbu keatas saja. sekalipun tidak terpanah. maka dia segera berseru: “Adik lan. Namun Suma Thian yu sendiripun bukan manusia yang terdiri dari kawat tulang besi. kemudian baru menangkap kita dalam keadaan hidup-hidup!” Ucapan tersebut dengan cepat menyadarkan pemuda itu dari impian-nya. akhirnya berhasil juga mereka menembusi pertahanan lawan dan mencapai tepi perahu besar itu. rupanya mereka hendak membuat kau letih lebih dulu. Hujan panah semakin bertambah gencar sedangka Suma thian yu harus memutar telapak tangan tiada hentinya. 000O000 Mendadak dari atas perahu berkumandang suara bentakan yang amat nyaring: “Berhenti!" Hujan panah segera berhenti. maka ia segera berkata: “Engkoh thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Kebetulan sekali dibelakang tubuhnya sendiri adaseorang kakek. tentu saja dia tidak pernah menyangka kalau Suma ThiaO yu akan bertindak demikian.Tiraikasih Website http://kangzusi. cahaya perak itu segera menyebar lewat dari sisi telinganya.!”dengan membawa desingan angin tajam. sambil men erit kaget. “Weeesss.. Sementara itu setan muka hijau Siang Tham sudah berhasil berdiri tegak kembali. memandang diatas wajah bocah perempuan itu.com/ Sesudah menggelengkan kepalanya berulang kali sambil mengawasi sekeliling tempat itu. lalu serunya: “Bocah keparat apakah kau sudah merasa takluk? Baik! Menyerah saja tanpa memberikan perlawanan. setelah dilihatnya kakek tua itu tewas . dia menyeringai seram. Tanpa mengucapkan sepatah katapun.. dia merogoh kedalam sakunya dan mengambil sesuatu benda. Waktu itu setan muka hijau Siang Tham sedang gembira atas keberhasilannya. tahu-tahu ancaman sudah berada didepan mata. Baru saja dia menyaksikan datangnya sambaran cahaya perak kearahnya.. tak ampun lagi cahaya pe¬rak tadi segera menghajar diatas jalan darah oian keng hiat dari kakek itu. terutama akan kekejian dan kelicikan manusia itu. kemudian dengan sepenuh tenaga di sentilkan kearah depan.. tubuhnya segera roboh kebelakang dan tewas seketika itu juga. Terdengar jeritan yang menyayatkan hati segera berkumandang memecahkan keheningan. buru-buru dia melompat mundur ke belakang. padahal Suma Thian yu sudah membenci setan muka hijau Siang tham itu sehingga merasuk kedalam tulang sum-sumnya. toaya bersedia mengampuni selembar jiwa anjingmu itu!” Rupanya setan muka hijau Siang Tham mengira kedua orang itu hendak menyerahkan diri keatas perahu. Seketika itu juga nampaklah serentetan ca¬haya perak yang kecil dan lembut langsung menyambar kearah tenggorokan setan muka hijau Siang Tham tersebut.

dengan suatu gerakan yang indah dia bergerak diantara ayunan berpuluh bilah golok mestika tersebut. bagaikan bidadari yang baru turun dari kahyangan. kemudian dimana jari tangan nya menyambar.com/ dalam keadaan mengenaskan. orang itu bukan lain adalah Suma Thian yu. Pada saat itulah di tengah udara kembali berkumandang suara bentakan nyaring. puluhan orang lelaki kekar yang berada diatas perahu tersebut tanpa menanti perintah lagi masingmasing menggerakkan goloknya membacok tubuh Wan Pek lan. dengan amat kalapnya dia langsung menerjang ke anak muda tersebut. Dalam pada itu. timbul rasa mendongkol bercampur dendam dihati kecilnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tampak bayangan manusia itu berkelebatan lewat dan tahu-tahu sudah berdiri tegak diatas geladak tepat dihadapannya. tampak sesosek bayangan manusia secepat sambaran kilat menerjang ke atas perahu. Sebagai seorang gadis yang berilmu tinggi. serahkan nyawa anjing mu!” Setan muka hijau Siang Tham segera membentak gusar. mendadak dari sampan kecil teraebut sudah berkumandang suara prkikan nyaring yang memekikan telinga. sudan barang tentu Wan Pek lan tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban bacokan lawan. Dalam keadaan demikian. "Bocah keparat. suara . si Setan muka hijau Siang Tham tidak sempat untuk mengubris Wan Pek lan lagi. Belum sempat dia menurunkan perintah untuk melancarkan serangan dengan anak panah lagi. segulung angin puyuh dengan cepat menyambar dan menggulung ke tubuh lawan. tahu-tahu Bi hong siancu Wan Pek lan sudah turun pula diatas geladak perahu tersebut. Serangan yang amat dahsyat segera dilontarkan ke depen. Suma Thian yu mendengus dingin tubuhnya seperti segulung angin lembut segera menyapu ke depan. Berbareng dengan berkumandangnya suara pekikan nyaring tersebut.

Oleh sebab itu begitu turun tangan dia lansungg mengeluarkan jurus serangan mematikan untuk meneter lawannya. pertarungan segera berkobar dengan serunya. “Siang tham!’ bentaknya dengan penuh kegusaran. setelah itu sambil melancarkan serangan dengan ilmu Sian po hui hong ciang ajaran Cong liong lo siansu.com/ jeritan ngeri yang menyayatkan hati pun berkumandang saling susul menyusul. Begitulah. Seran muka hijau Shiang Tham merasa membenci sekali terhadap Suma Thian yu karena tanpa mengeluarkan suara peringatan apa pun si anak muda itu telah melancarkan sergapan dengan senjata rahasia untuk melukai orangnya. Wan Pek lan yang menghadapi kawanan lelaki bermuka bengis itu sudah bertempur hingga mencapai pada puncaknya. karena pertama. kedua belah pihak saling menyerang dan saling bertahan dengan sepenuh tenaga. dia sangat membenci atas diri setan muka hijau Siang tham. tapi begitu waktu semakin berlarut. sekalipun pada mulanya dia masih perkasa. dia segera menggertak gigi kencang kencang. kedua ia pun ingin memecahkan perhatian musuh. lalu me nyalurkan tenaga dalamnya ke dalam telapak tangan. siapapun tidak berhasil menemukan titik kelemahan yang bisa di manfaatkan. agar dia mempunyai kesempatan untuk merebut naik keatas perahu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tadi. pertahanan nya pun ikut menjadi goyah pula. dia melepaskan suatu sergapan maut. angin pukulan mayat busuk yang maha dahsyat pun digunakan hingga mencapai pada puncaknya. “sauya akan segera menghantar kau untuk pulang kealam baka!” . diam-diam Suma Thian yu merasa amat gelisah. Suma thian yu melakukan sergapan dengan senjata rahasia tanpa memberi pemberitahuan terlebih dahulu. Pertarungan antara Suma Thian yu dengan setan muka hijau Shian Tham pun berlangsung dengan seimbang. Menyaksikan kejadian tersebur.

sesosok bayangan manusia secepai sambaran petir segera meluncur tiba dan me¬layang turun di atas geladak perahu. bagaikan munculnya segulung angin puyuh berbentuk naga sakti.Tiraikasih Website http://kangzusi... Walaupun tak sampai menemui ajalnya.. Betapa terperanjatnya setan muka hijau Siang tham menghadapi ancaman itu.com/ Tampak suara guntur dan kilatan cahaya menderu-deru ditengah angkasa. Mendadak kedua orang itu saling berpisah kesamping. Suma thian yu turut berpaling. keringat dingin segera jatuh bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. namun akibat dari peristiwa tersebut. Dengan sorot mata yang tajam. maka secara otomatis Setan muka hijau Siang tham terhindar lolos dari bahaya maut.. serangan tadi langsung menggulung ke tubuh si setan muka hijau Siang Tham. si setan muka hijau Siang tham menjadi gugup dan gelagapan setengah mati... tapi dia segera mundur dua langkah dengan perasaan terkejut. Ketika mendengar suara pekikak nyaring tadi.. Menyaksikan kesemuanya itu.. .. setelah mendengar pekikan itu. setan muka hijau Siang tham bermandikan keringat dingin juga sangking kagetnya. tapi berhubung munculnya suara pekikan secara tiba-tiba dan Suma thian yu mundur beberapa langkah dengan sigap. angin puyuh menyapu seluruh jagad. Mendadak terdengar lagi suara pekikan nyaring amat keras berkumandang memecahkan keheningan. Suma Thian yu segera mengawasi wajah orang itu lekat lekat. akhirnya dia menghela napas panjang dan memejamkan matanya sambil menantikan datangannya saat kematian. Disaat yang amat kritis inilah. wilayah seluas sepuluh kaki disekeliling tempat iu pun segera terkurung dalam pengaruh angin serangan dari Suma thian yu. Sebenarnya posisi si setan muka hijau Siang tham pada saat itu sudah amat kritis sekali. untuk meloloskan diri sudah tentu tidak sempat lagi.

berhidung bajing.com/ Ternya orang ini adalah seorang lelaki berusia empat puluh tahunan. rasa curiga segera berkecamuk dalam benaknya. kejadian ini sungguh membuat orang lain tidak mempercayai dengan begitu saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. Wajah setan muka hijau Siang Tham segera berseri karena gembira setelah mengetahui siapa yang datang. pendatang itu segera menatap wajah Suma Thian yu. dilihat dari kelicikan dan kesadisan yang menghiasi wajahnya. memangnya dia mempunyai kepala tiga lengan enam? Atau bisa terbang kelangit menerobos ke dalam tanah?" Mendengar perkataan tersebut buru-buru Setan muka hijau Siang Tham menjawab: . siapapun akan mengetahui bahwa dia bukan manusia baik-baik. kepala botak tak berambut dan memakai pakaian ringkas yang mahal harganya. dia pikir usia orang ini paling banter baru empat puluh tahunan. sehingga tanpa terasa lagi dia mendengus dingin. dengan cepat pikirannya berubah. musuh ku ini agak kelewat atos!” ketika mendengar perkataan tersebut. Suma Thian yu memperhatikan orang itu beberapa saat. dia merasa ucapan dari si Setan muka hijau Siang Tbam itu kelewat dibesar-besarkan dari keadaan yang sesungguhnya. maka hal ini tak bakal salah lagi. bermata tikus. kebetulan sekali kedatanganmu. sammbil tertwa terbahak-bahak segera serunya: "Saudara Bian. Akan tetapi setelah meneliti wajah Sama Thun yu yang dianggap nya masih ingusan tersebut. "Himm. tapi mengapa bisa memiliki kesempurnaan tenaga dalam diatas enam puluh tahun hasil latihan. dia tahu kalau si setan muka hijau Siang tham adalah seorang manusia yang termasyur punya nama besar dalam kalangan hitam kalau toh dia mengatakan kalau musuhnya ter lampau tangguh.

tatkala serangan dari Wan Pek lan sudab ham¬pir mengenai tubuhnya dan nyaris orang itu teriuka parah.. lalu tidak nampak gerakan apa yang digunakan olehnya. karenanya dia tidak begitu memperhatikan terhadap apa yang diucapkan pendatang tersebut barusan. nona akan memberi pelajaran kepadamu!" Seusai berkata dia lantas melancarkan sebuah bacokan dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat. tentu saja" sehutnya kemudian sambil tertawa licik. Bentakan gusar dari Bi hong siancu Wan Pek lan tadi segera menyadarkan kembali Suma Thian yu dari lamunannya. Orang itu nampak tertegun." Berbicara sampai disitu. babi bertamparg jelek! Kalau berbicara sedikitlah tahu diri. "Tentu saja. Berbeda dengan Wan Pek lan yang semenjak tadi sudah kehabisan sabarnya. kontan saja dia membuka mulutnya lebar-lebar sehingga air liur pun turut menetes keluar. lagi pula. dia melompat kedepan dan menuding hidung orang tersebut sembari mengumpat: “Hey bajingan keparat. hmm. harap Bian heng jangan melepaskannya dengan begitu saja.. Suma Thian yu telah memutar otak untuk memikirkan siapa gerangan orang tersebut. pendatang she Bian itu baru memperhatikan kalau diatas perahu terdapat seorang gadis yang cantik jelita bak bidadari dari kahyangan. "masa aku akan membiarkan si bocah perempuan ini terlepas dengan begitu saja?" Sementara kedua orang gembong iblis itu masih bercakapcakap.com/ “Musuh kita ini adalah duri bagi kelompok mata kita. tanpa terasa serunya keras: . lihat. Sesudah mendengar ucapan tersebut. dia tertegun juga setelah menyaksikan gerakan tubuh lawan yang begitu aneh. tahu-tahu bayangan manusia berkelebat lewat dan lenyap dari pandangan mata. si setan muka hijau yang licik segera mengereling sekejap kearah Bi hong siaucu Wan Pek lan.Tiraikasih Website http://kangzusi.

buru-buru dia menjatuhkan diri ke belakang.com/ "Adik Lan. niscaya Wan Pek lan akan terjatuh ke tangan musuh. terdengar dia membentak nyaring. biasanya perempuan paling suka menjaga nama baik.. kemudian sepasang lengannya dikem bangkan dan menggunakan jurus Hui yan keng hong (Burung walet naga sakti) tubuhnya meluncur ke depan dan menerjang musuhnya. Sumu Thian yu mengerti. namun mereka akan nekad juga mencari gara-gara. tak urung dia bermandi peluh karena tegang dan paniknya. apabila dia tidak segera menampakkan diri. dia sengaja memancing musuhnya untuk mendekat. Orang itu benar-benar licik dan cabul. tahu-tahu Wan Pek lan menyaksikan pukulan musuh sudah berada didepan mata. Dalam terkesiapnya. apabila kau melarangnya atau memberi peringatan kepadanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dalam keadaan demikian. sementara telapak tangannya pada saat yang bersamaan membabat ke buah dada Wan Pek-lan dengan kecepatan luar biasa. Sebagaimana diketahui. maka dia akan menganggap kau sedang menghinanya atau memandang rendah dirinya.!" Maksud baik Suma thian yu itu tidak memperoleh tanggapan yang selayaknya dari Wan pek lan bahkan gadis tersebut sama sekali tidak menggubrinya barang sekejap. begitu kepalan dari Wan Pek lan sudah hampir mengenai dadanya. cepat mundur. orang tak bisa di hadapi dengan begitu. kendatipun serangan maut musuhnya berhasil dihindari. perempuan adalah mahluk yang aneh. kemudian mundur dari posisi semula. mendadak dia merendahkan tubuhnya untuk menghindarkan diri dari serangan lawan. Begitulah dalam keadaan Bi hong siancu Wan Pek 1an sekarang. Gagal dengan serangannya. ... walaupun dia tahu kalau bukan tandingan dari musuhnya.

siapa namamu? Orang itu tak sudi menatap lawannya. rupanya Bian tayhiap. bukan diperkosa saja bahkan semuanya dibuinuh secara keji. Apa mau dikata. kemudian sambil tertawa hambar dan melirik sekejap wajah orang itu tegurnya: "Hebat amat kepandaian silatmu. seorang sampah masyarakat dari lembah hijau. itulah sebabnya setiap pendekar yang merasa memiliki ilmu silat tangguh. bahkan mengandung berbagai bisa yang amat keji.com/ Maka sambil menggerakkan badannya dia berdiri diantara Wan Pek lan dengan orang itu. bukan cuma sakti dan aneh. banyak anak gadis atau istri orang yang dinodai olehnya. pasti akan beru¬saha untuk membunuh dan membasmi kaum durjana yang melakukan kejahatan tersebut. "perempuan” merupakan pantangan yang paling besar. Biang Pun ci adalah seorang lelaki yang paling suka merusak kehormatan kaum wanita. . Perlu diketahui. Suma thian yu segera terperanjat. ilmu silat yang dimiliki Siang wi coa3 Bian Pun ci sangat lihay. “Memperkosa" adalah kejahatan nomor satu didunia bagi orang yang belajar silat. segera serunya: “Oohh. aku benar-benar tak mengira kalau kau dari bukit Ci san” Rupanya gembong iblis bermata tikus berhidung barongsay dan bertam[ang jelek ini tak lain adalah sian Wi coa (Ular berekor bersuara) Biang Pun ci. dia hanya mengerling sekejap kearah Suma thian yu kemudian menyahut: “Selamanya toaya mu tak pernah berganti nama. aku adalah Bian Pun Ci dari bukit Ci san!” Mendengar nama ‘Bian pun ci’.Tiraikasih Website http://kangzusi. kepandaian silat yang dimiliki. Setiap orang persilatan yang menyinggung nama sian Wi coa Biang Pun ci hampir semuanya mengutuk dan menyumpahinya.

kemudian jengeknya dengan sinis: . sahutnya kemudian dengan dingin seperti es: “Apabila kusebutkan nama guruku. mungkin kau akan jatuh semamput karena kaget. begitu mendengar ucapan yang amat takabur itu kontan saja dia terttawa terbahak babak. kejahatan yang dilakukan juga semakin brutal. kemudian de¬ngan jurus Siang liong ciong cu (sepasang naga berebut mutiara) dia mencongkel sepasang mata lawan. tak usah mempergunakan sepasang tangan pun toaya sanggup untuk bermain-main dengan dirimu!” Suma thian yu sendiri pun merupakan seorang pemuda yang tinggi hati. Siang wi coa Bian Pun ci tertawa ringan. kalau tidak mendengar masih mendingin. atas dasar apa kau berani berkata begitu takabur? Bukan toayamu sengaja omong besar. tapi selalu saja berhasil lolos dengan mengandaikan ilmu beracunnya. siapa nama gurumu?” Agak mendongkol juga Suma Thian yu menghadapi ucapan lawan yang begitu sombong dan tak tahu adat itu. Kesemuanya itu membuat bajingan besar ini bertambah sombong dan takabur. diapun berseru dengan suara keras: “Biasanya orang yang mengetahui nama toayamu bukan manusia sembarangan.com/ Ituulah sebabnya walaupun berulang kali dia kena dikepung. pasti akan kusebutkan nama guruku" Siang wi coa Bian Pun ci meludah dengan gemas lalu dengan wajah penuh amarah serunya: “Bocah keparat. dengan cepat dia melompat kehadapan Bian Pun ci. sebagi manusia yang tinggi. dengan cekatan dia berkelit kesamping. Setelah tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. bahkan berpuluh kali lipat lebih menggila. Siang Wi coa Bian Pun ci menjadi amat bergembira setelah menegar kata-kata sanjungan dari Suma thian yu itu. asalkan mampu menangkan satu jurus atau setengah gerakan dariku. Begitulah. kalau harus bertempur dengan bocah ingusan macam kau.

ayo kita bertempur mati-matian. toaya akan mengalah sepuluh jurus untukmu!” Suma Thian yu menjadi naik darah. Sambil tertawa dingin dia lantas berseru: “Orang she Bian tak usah banyak berbicara lagi. orang she Bian.. tampaknya takdir sudah menentukan kalau usiamu harus berakhir sampai hari ini... hutang piutang kita ditahun tahun yang lalu pun harus diperhitungkan sekarang.. heee.. kenapa? Menjadi ketakutan?” Mencolong sinar tajam dari balik mata Siang wi coa Bian Pun ci sesudah mendengar ucapan tersebut. ayo kita tentukan saja siapa saja lebih kuat melalui pertarungan!" "Bagus tepat sekali! Udulmu itu memang cocok dengan selera toaya!" Jawaban dari Siang wi coa Bian Put ci ini diucapkan dengan sombong dan amat jumawa.. heeeeh. .Tiraikasih Website http://kangzusi. dia lantas menvabut keluar sebuah senjata tajam dari pinggangnya. sauya mu dari keluarga Suma.haaah. sehingga Thian mengirimmu ke hadapan toaya. ia tahu kalau musuhnya tidak bermaksud baik tapi tidak memahami maksud dari per¬kataan musuhnya itu. sebelum ada yang mampus jangan berhenti!” Begitu mendengar disebutkannya nama ‘Suma’. waktu yang kita punyai sudah tidak ba¬nyak lagi." Thian yu menjadi kebingungan setengah mati setelah mendengar perkataan lawannya. Siang wi coa Bian Pun ci menjadi amat terkesiap. mendadak ia tertawa terbahak-bahak dengan kerasnya: "Haaah. kalau kau memang seorang lelaki sejati. tegurnya keras-keras: "Benar. Tidak banyak berbicara lagi....com/ "Dengarkan baik-baik bocah keparat.haahh. mendadak sepasang matanya melotot besar lalu sambil menatap wajah si anak muda dengan gusar.. teriaknya kemudian: "Aku orang she Suma belum pernah sudi menerima kebaikan dari orang lain meski satu jurus pun.bocah keparat.

Suma Thian yu telah membalikkan tangannya menggenggam gagang pedang.. segera terdengar suara dentingan yang amat nyaring.haaahh.. Apabila berada ditangan orang biasa. mungkin hanya Siang wi coa Bian Pun ci seorang yang menggunakan senjata tajam macam ini didalam dunia persilatan dewasa ini!" Jangan dilihat senjata lembek itu seperti tali. seperti tali tapi seperti ruyung. maka bukan saja dapat digunakan sebagai ruyung yang bersifat lembek. Menjumpai si anak muda itu terperanjat dengan mata yang terbelalak lebar. Rupanya senjata tajam yang digengam oleh Siang wi coa Bian Pun ci pada saat ini berbentuk golok bukan golok pedang bukan pedang.. tahu-tahu pedarg Kit hong kiam yang amat tajam itu sudah diloloskan keluar.. Seluruh bagian dari senjata ini terbuat dari baja asli. Siang wi coa Bian pun ci menjadi bangga sekali. jangan harap bisa mempergunakan senjata itu. bisa pula digunakan sebagai pedang yang bersifat keras.. Boan liong to tersebut hanya berupa sebuah tali baja belaka...Tiraikasih Website http://kangzusi. senjata itu bernama Boan liong to. ia segera mendongakkan kepalanya dan tertawa: "Haaah. ... maka begitu Bian Pun ci selesai berkata.bocah keparat. Tak heran kalau Suma Thian yu menjadi terkejut bercampur keheranan setelah melihat senjata tersebut.com/ Terkesiap juga Suma Thian yu setelah menyaksikan bentuk dari senjata tajam itu.. akan tetapi apabila sudah berada di tangan seorang jagoan Liok lim yang amat lihay seperti Bian Pun ci.. padahal merupakan sebuah senjata sakti yang luar biasa setali... seandainya seseorang tidak memiliki tenaga dalam dan tenaga luar yang sempurna.haaah. diam-diam segera pikirnya: “Aneh betul senjata tajam yang digunakan oleh orang ini. cabut keluar pedangmu!” Di saat Siang wi coa mencabut keluar senjata Boan liong to nya tadi.

Tiba-tiba saja paras mukanya berubah menjadi hijau besi. sambil menggeserkan badan nya. setelah tertegun beberapa saat lamanya. mengapa Wan liang bisa dimusuhi oleh semua jago dari dunia persilalatan? Tetapi menurut analisanya selama sepuluh tahun belakangan ini. si gembong iblis cabul itu. harap kau suka bersiap-siap untuk membayar kepadaku!" Sudah seringkali Suma Thian yu bertemu dengan jago-jago persilatan dan mendapat tahu sedikit tentang peristiwa lama yang menyang¬kut paman Wan Liang nya. apalagi setelah bertemu dengan musuh-musuh seperti Siang wi coa Bian pun ci dan sebangsanya. pedang Kit hong kiam tersebut dengan disertai angin tajam secerat kilat meluncur kedepan memmbabat tubuh Bian Pun Ci. Menyaksikan datangnya cahaya tajam yang muncul didepan mata. inilah yang dinamakan sudah dicari kemanamana sampai sepatu pun jebol masih belum ketemu. dan lagi ilmu silat yang dimilikinya memang sangat lihay. sehingga hal mana semakin membangkitkan amarah dan perasaan penasarannya. bahkan adakalanya bertanya kepada diri sendiri. Bian Pun ci cukup cekatan dan licik jadi orang. dia sama sekali tidak gugup atau panik.hee.. sambil membalikkan pergelangan tangannya.hee. hari ini toaya akan menagih hutang lama berikut rentennya. terbukti kalau Wan Liang sama sekali tidak punya salah...Tiraikasih Website http://kangzusi.. dia mundur dua langkah ke ..com/ Berkilat sepasang mata Siang wi coa Bian Pun ci sesudah menjumpai pedang mestika yang berada ditangan sianak muda itu. dia sering merasa sedih. mencorong sinar gusar dari balik matanya.. diam-diam dia memuji: "Pedang bagus!” Kemudian.rupanya kau adalah ahli waris dari orang she Wan itu. dia lagi-lagi tertawa sambil berseru: “Hee. akhirnya berhasil ditemukan tanpa membuang tenaga.

lengannya segera berputar sambil menyodok ke depan. Golok mautnya dengan jurus Hou leng cay bun (harimau muncul dimulut gudang) menyambar kedepan tapi ketika tiba ditengah jalan. . menang kalah juga sukar untuk di tentukan. untuk beberapa saat penarungan berlangsung amat ketat. dalam sekali gebrakan sudah diketahui ada atau tidak. masing-masing pihak segera me¬ngembangkan segenap kepandaian silat yang dimilikinya untuk bertarung dengan sengit. selapis bayangan pedang yang menyelimuti seluruh angkasa langsung mengurung tubuh Bian Put ci. dahulu Siang wi coa Bian Pun ci nyaris pernah termakan oleh ilmu pedang tersebut. Se menjak Suma Thian yu memperoleh petunjuk dari Cong liong lo sianjin. Sejak awal sampai akhir. ditinjau dari sini bisa diketahui kalau nama besar yang dimiliki oleh Siang wi coa dalam kalangan Liok lim selama ini bukan berhasil diraih karena untung-untungan saja. menyusul bentakan pendek. mendadak dia memutar pergelangan tangannya lagi. ilmu pedang ini sudah menggetarkan dunia persilatan semenjak puluhan tahun berselang. diapun tidak berani berayal lagi. pedang Kit hong kiamnya segera menyapu dihadapan wajahnya. Suma Thian yu hanya mempergunakan ilmu pedang Kit hong kiam hoat yang berhasil disadapnya dari pa an Wan nya dulu. dengan jarus Huan lay kun thian (membalik guntur menggulung langit) membacok tubuh Suma Thian yu. Bagi seorang ahli.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dalam satu jurus dengan dua gerakan dan yang dipergunakan bersama sama. Begitulah.com/ samping. ilmu silat maupun ilmu pedang yang dimilikinya sudah memperoleh kemajuan yang amat besar. Ketika dilihatnya Bian pun ci telah mengeluarkan ilmu simpanannya. penampilan ilmu sakti oleh Siang wi coa Bian Pun ci kontan saja membuat para jago yang berada disekeliling tempat itu menjerit kaget.

.com/ Waktu itu. setelah Bian Pun ci menderita kekalahan diujung pedang lawan. Padahal musuh yang sedang dihadapinya sekarang baru berusia tujuh delapan belas tahun apabila pemuda ingusan seperti inipun tak mampu diringkus. sekalipun selama ini sudah banyak musuh tangguh yang pernah dihadapinya. Untuk beberapa saat lamanya cahaya golok bayangan pedang menyelimut seluruh angkasa. diam-diam Siang wi-coa Bian Pun ci merasa terkejut oleh kenyataan yang terbentang dihadapan matanya sekarang. bukan saja tak berhasil membalas dendam atas aib yang pernah diterimanya dulu. tapi belum pernah ia jumpai musuh muda yang begini ganas seperti hari ini. tanpa sengaja dia telah berjumpa dengrn ahli waris dari Win Liang ditelaga Tong-ting ou ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. sudah puluhan tahun lamanya dia mendalami ilmu golok terebut. siapapun tak bisa menentukan siapa yang lebih tangguh dan siapa yang lemah. Siapa tahu kembalinya ke daratan Tionggoan kali ini. bagaimana mungkin dia bisa menancapkan kakinya lagi didalam dunia persilatan? Selain itu. kedua orang itu sudah bergebrak sebanyak tiga puluh jurus lebih. kontan saja dia memaksa Suma Thian yu harus berputar-putar dengan repot. bagaimana mungkin Siang wi coa Bian Pun ci akan melepaskan kesempatan yang sangat baik untuk membalas dendam ituu dengan begitu saja? Tampak dia memainkan golok Boan liong to nya dengan mengerahkan seluruh kepandaian silat yang dimilikinya. bahkan musuh besar Wan liang sudah berpulang ke alam baka. bayangkan saja. Sementara dia merasa murung dan kesal karena sakit hatinya tak terbalas. tapi kedua belah pihak tetap bertahan secara gigih. Tak selang beberapa saat kemudian. dengan membawa rasa dendam ia jauh meninggalkan daratan Tionggoan untuk mencari guru pandai. Sembari melakukan pertarungan yang sengit.

Akhirnya dia menjadi nekad. ketika golok Boan liong to itu dilontarkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian secara tidak sengaja salah makan Jiu siam kiam lan yang langka sehingga tenaga dalamnya sudah mencapai puncak kesempurnaan. Setelah itu sambil tertawa dingin dengan suara yang menyeramka. ternyata bagaikan seutas tali saja senjata tersebut menari-nari ditengah udara. baru saja dia mengangkat pedangnya untuk mencongkel. mana mungkin Siang wi coa Bian Put ci dapat menaklukannya? Jilid 17 DlTENGAH pertarungan sengit yang berlangsung. pergelangan tangannya bergetar dan dia melemparkan golok Boan liong to tersebut keluar.com/ Bahkan dia berpendapat kalau kehebatan Kit hong kiam Wan Liong dimasa lalu pun belum mampu melampaui kelihayan pemuda tersebut sekarang. Tidak heran kalau Siang wi coa Bian Put ci merasa terkejut bercampur tidak percaya. Siang wi coa Bian Pun ci merasa makin terkejut. serahkan selembar nyawa mu!" bentaknya keras-keras. mendadak golok Boan liong to yang meliuk-liuk itu sudah berada dihadapannya. goloknya di tangan kanan segera diangkat sambil melancar¬kan bacokan tipuan. se hingga dia memiliki beberapa macam aliran ilmu silat yang berbeda beda. Suma Thian yu menjadi tertegun. Dengan bekal ilmu silat yang begitu hebatnya. Yaa siapa yang menduga kalau Suma Thian yu sudah mendapat petunjuk dari beberapa orang tokoh persilatan yang amat lihay. kedua belah pihak kembali bertarung sepuluh gebrakan lebih. kemudian tubuhnya mundur beberapa langkah dan merogoh kedalam sakunya. bahkan mengembang menjadi besar sekali. Aneh memang kalau dibicarakan. semakin pertarungan berlangsung. . "Bocah keparat.

ketika goloknya disambit ke arah musuh tadi.. Rupanya Siang wi coa Bian Put ci memang licik dan berhati keji. Baru saja Suma Thian yu berhasil meloloskan diri dari serangan maut tersebut. sebenarnya dia hanya bermaksud untuk memecahkan perhatian lawan padahal senjata maut yang dipersiapkan untuk merenggut nyawa Suma Thian yu menyambar dari arah berlawanan. Menanti Setan muka hijau Siang Tham berpaling. Termakan oleh tangkisan Suma Thian yu yang begitu rapat. golok Boan liong to itu melejit keudara dan langsung menyambar ke tubuh Setan muka hijau Siang Tham yang sedang menonton jalannya pertarungan dari sisi areaa. Siasat yang keji. golok Boan liong to terssbut sudah meluncur datang “Blaam.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Menghadapi keadaan seperti ini. mendadak dia merasakan pandangan matanya menjadi silau dan tiga titik cahaya bintang sudah menyambar ke hadapan wajahnya. dia saksikan seorang lelaki kekar sudah mampus ditembusi golok Boan liong to itu sehiagga ususnya berhamburan ketanah. licik dan berbahaya ini sungguh menggidikkan hati orang. Setan muka hijau Siang Tham sama sekali tidak menduga akan datangnya ancaman itu.com/ Ujung golok tersebut dengan kecepatan luar biasa menyambar keaepan wajah Suma Thian yu.!" suara ledakan keras yang memekikkan telinga bergema meme¬cahkan kebeningan. baru saja pedang tersebut membentuk jaring pedang yang kuat..... Semua peristiwa ini berlangsung dalam waktu singkat. cepat pedang Kit hong kiam itu diputar kencang menciptakan selapis jaring pedang yang tebal dihadapannya Dalam pada itulah.. coba kalau jago kelas dua yang . Pada saat itulah. Suma Thian yu menjerit kaget. blaaaamm. terdengar jeritan ngeri yang menyayatkan hati berkumanding dari belakang tubuhnya. buru-buru dia menjatuhkan diri dengan gerak kan keledai malas menggelinding untuk meloloskan diri dari ancaman bahaya maut.

saat itulah baru diketahui kalau lencana itu adalah miliknya sendiri. "Bajingan cabul. tahu-tahu dadanya sudah terasa dingin dan perih. siang wi coa Bian Pun Ci baru saja berhasil berdiri tegak. menjadak ia mendengar suara gemerincing di atas geladak. niscaya dia sudah mampus termakan oleh si¬asat busuk tersebut. ternyata disitu terdapat sebuah lencana emas yang gemerlapan tajam. melihat lencana emas yang berada di lantai. Kemudian sepasang bahunya bergerak dan menggunakan ilmu langkah Ciong tiong luan poh untuk menembusi serangan senjata raha sia tersebut untuk menerjang makin ke depan. . serahkan batok kepalamu!" bentaknya. maka simbil berpekik nyaring. Sayang sekali musuh yang dihadapinya adalah Suma Thian yu yang tangguh. Dalam pada itu. pedangnya diputar menggunakan jurus Po hong pat ta (angin puyuh menyambar ke delapan penjuru). dia sudah merasakan hal tersebut. Suma Thian ya ingin maju kedepan untuk melepaskan tusukan. bukan saja dia telah mengawasi sekeliling tempat itu dengan seksama.com/ menghadapi keadaan ini. Tak ampun lagi dia menjerit kaget. baru saja ia mendeagar suara bentakan lawan. Dengan jurus Liu seng kan gwat (bintang kejora mengejar rembulan) secepat petir menyapu ke muka. telinganya juga menangkap semua suara yang datang dari delapan penjuru. dia segera meraba dada sendiri. Ketika ia memeriksa dadanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. cepat-cepat dia melayang mundur sejauh satu kaki lebih dengan gerakan mendatar. peluh dingin jatuh bercucuran membasahi seluruh rubuhnya. Baru saja Siang wi coa Bian Pun ci mengayunkan tangannya. darah kental masih bercucuran dengan amat derasnya. ketika me nengok. ternyata di situ telah bertambah dengan luka yang memanjang. Mimpipun Siang wi coa Bian Pun ci tidak menyangka kalau gerakan tubuh dari Suma Thian yu begitu cepat dan lincah.

kabur terbirit-birit. sepasang kakinya segera menjejak tanah dan melejit ketengah udara. ia tak sempat untuk mengambilnya lagi. mereka mendekam dengan tu¬buh menggigil. kawanan lelaki kekar bersenjata yang masih tertinggal diatas perahu. air tetap mengalir. tanpa diperiksa lebih seksama lagi. dia masukkan ke dalam saku dan dianggapnya sebagai tanda mata atas kemenangannya terhadap Siang wi coa Bian Pun ci. Setan muka hijau Siang Tham yang menyaksikan pembantu utama nya sudah melarikan diri dari sana. serunya: "Bocah keparat! Selama bukit nan hijau. selamanya tak sudi mengejar musuh yang telah melarikan diri. maka sambil menuding ke arah bukit Kun san. Suma Thian yu yang berjiwa besar. Sewaktu melewati disamping lelakiyang mati penasaran tadi. Siang wi coa Bian Pun ci sudah melompat turun ke sampan kecil dibawah perahu besar itu. Sementara itu. Mendadak dia mengundurkan diri ke ujung buritan perahu. boleh dibilang nyalinya sudah dibikin rontok. kemudian dengan gerakan yau cu huan sin (burung belibis membalikkan badan) cepat-cepat dia menceburkan diri ke air dan melarikan diri. apalagi setelah Suma Thian yu mendemonstrasikan ilmu saktinya barusan. setelah itu sambil berpaling dan melotot gusar kearah Suma thian yu. dia cabut keluar golok Boan liong to.com/ Namun berada dalam keadaan demikian. bahkan bernapas keras keraspun tak berani. tentu saja dia tak berani berdiam diri lebih lama lagi disana. sudah dibikin ketakutan setengah mati oleh ke¬hebatan Suma Thian yu yang ibarat malaikat dari langit itu. mulut membungkam. pe-rintahnya kepada orang-orang itu: .Tiraikasih Website http://kangzusi. maka dia balik ke tempat semu¬la den membungkukkan badannya untuk mengambil kembali lencana emas tersebut. Menyaksikan kesemuanya itu Suma thian yu merasa geli didalam hati kecilnya. lihat saja pembalasanku nanti!” Ucapan terakhir baru diutarakan.

matahari sudah tenggelam ke langit barat. sejak kecil Bi hong siancu Wan Pek lan sudah dipingit didalam rumah. berbicara yang sesungguhnya. belum pernah kusaksikan pertarungan yang begitu serunya seperti apa yang berlangsung tadi" Hal ini tak bisa menyalahkan gadis itu. yang men¬jadi 1awan latihan juga hanya suhu-suhu dalam perusahaan. sampai sekarang jantungnya masih saja berdebar dengan kerasnya. jangan mencoba untuk membangkang!" "Baik!" jawab para lelaki itu hampir bersamaan. Selembar wajah Bi hong siancu Wan Pek lan segera berubah menjadi merah padam karena jengah. Suma Thian yu memerintahkan kepada orang-orang itu untuk pergi. saat orang memasang lampu penerangan. mereka bersama-sama berang¬kat menuju ke bukit Kun san. . aku benar-benar merasa kagum sekali kepadamu" lama kemudian Bi hong siarcu baru dapat mengutarakan kata-kata yang sudah lama terpendam dalam hati nya itu. wa¬laupun saban hari berlatih silat. “Engkoh Thian yu. Jangkarpun di naikan dan perahu melanjut¬kan perjalanannya menuju ke arah bukit Kun san. Sejak kecil sampai seusia dewasa sekarang belum pernah Bi hong siancu Wan Pek lan menyaksikan pertarungan sesengit hari ini. Karena tertunda oleh pertarungan sengit itu ketika perahu tiba dibukit Kun san.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu jawabnya agak terrsipu-sipu: "Kepandaian silatmu amat hebat. kemudian sambil menggandeng tangan Bi hong siancu Wan Pek lan yang halus dan lembut.com/ “Cepat jalankan perahu menuju ke bukit Kun san. Suma Thian yu segera tersenyum. Setelah meninggalkan perahu besar itu. "Apa yang kau kagumi?” tanya Suma Thian ya keheranan. dia segera melengos ke arah lain. tak sekali pun dia melangkah keluar dari halaman rumahnya. tentu saja berbeda sekali dengan pertarungan sungguhan yang berlangsung hari ini.

com/ "Kau terlalu memuji. Mendongakkan kepalanya sambil memandang bukit Kun san dihadapan matanya.. Perjalanan berlangsurg terus tanpa berhenti sementara malam sudah menjelang tiba.. sambil menuding ke arah punggung bukit.Tiraikasih Website http://kangzusi. ke mana kita harus menemukan dua bersaudara Thia?” “Yaa. mungkin saat ini kita sudah sampai di tempat tujuan dua bersaudara Thia pun pasti akan menunggu disini aku pikir mereka pasti akan menyumpahi aku karena mengingkar janji. Suma Thian yu menghela napas panjang. katanya lagi: "Adik Lan. dia menyaksikan ada setitik cahaya api sedang bergerak gerak di depan sana. sejak tadi aku memang ingin menanyakan soal ini kepadamu" Sekali lagi Suma Thian yu menghembuskan napas panjang. lantas ke manakah mereka harus mencari dua saudara itu di tengah bukit Kun san yang begini luasnya. kini seluruh bukit Kun san sudah diliputi kegelapan yang luar biasa. karenanya pergi karena mendongkol" Agaknya Bi hong siancu juga berpendapat demikian. coba kau lihat apakah itu?” Ketika Suma Thian yu menengok ke depan. tak heran kalau dia merasakan kuatir sekali menyaksikan kekasih hatinya sedang mempertaruhkan nyawa. seandainya dua bersaudara Thia memang sudah mendongkol. dilain waktu peristiwa semacam ini masih akan banyak kau jumpai” Bi hong siancu hanya membungkam dalam seribu bahasa. Mendadak Bi hong siancu menjerit kaget. padahal dalam hati kecilnya sudah lama timbul benih cintanya terhadap Suma Thian yu. "Seandainya tidak berjumpa dengan setan muka hijau tadi. serunya kepada Suma Thian yu dengan perasaan cemas: “Engkoh Thian yu. Anak muda tersebut lantas berpikir: .

kemudian gumamnya: Aneh. bukankah cahaya api itu selalu berkedip kedip?" “Ya. kita mengejar kemari sepanjang jalan. benar!" Hal ini membuktikan kalau cahaya api tersebut bukan api setan. sambil menggandeng tangan Bi hong siancu. mari kita kejar!" Dengan mengerahkan ilmu meringankan tu buh yang sempurna. adik Lan. segera serunya: “Adik Lan. ke dua orang itu sudah tiba di punggung bukit. Dengan cepat Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali. disamping itu api setan hanya berkedip tak menentu. berada disana!” Menanti Bi hong siancu menengok kedepan sana.Tiraikasih Website http://kangzusi." “Lantas benda apakah itu?" tanya Bi hong siancu dengan perasaan tak habis mengerti. . apa lagi mela¬yang kesana kemari. Bagaikan segalung hembusan angin. Suma Thian yu segera menjerit kaget: "Adik Lan. segera bisiknya” “Jangan-jangan cahaya api setan?" “Cahaya api setan?” gumam pemuda itu. Dengan perasaan tercengang Suma Thian yu segera celingukan memandang sekejap kesekeliling tempat itu. kenapa cahaya api itu bisa lenyap tak berbekas?” Agaknya Bi hong siancu juga merasakan sesuatu yang tak beres. tapi cahaya api yang terlihat tadi kini sudah lenyap tak berbekas.com/ Jangan-jangan orang yang sedang melakukan perjalanan di depan sana adalah dua saudara Thia!" Berpikir sampai di situ dia meajadi girang sekali. tidak mungkin. aku sendiri pun tak tahu" Baru selesai dia berkata. "Entahlah. mendadak dari lembah depan sana terlihat ada cahaya api yang berkedip lalu lenyap. lembah tersebut sudah gelap kembali. ke dua orang itu segera meleset ke depan dengan cepatnya.

Semakin berjalan ke depan. . Wan Pek lan merasa semakin terkejut dan ketakutan. Mska dia lantas menggendeng tangan Bi hong siancu dan selangkah demi selangkah berjalan menuju ke dalam lembah situ. sekalipun pertanyaan yang diajukan tanpa maksud tertentu. suasana ditempat itu gelap gulita sehingga untuk melihat ke lima jari tangan sendiripun tak bisa. ayolah ikuti aku!" Bi hong siancu Wan Pek lan membuntuti dengan kencang di belakang pemuda tersebut menuju ke dasar lembah. apakah kau menyaksikan bintang cahaya tadi muncul disini?” “Benar dan tak bakal salah lagi!" “Kalau begitu. apakah dua bersaudara Thia berdiam di dasar lembah ini?" SFekali lagi perkataan tersebut menyadarkan kembali Suma Thian yu. Suma Thian yu segera bergerak lebih dahulu menuju ke dalam lembah sana. tapi justru hal mana mendatangkan peringatan dan kewaspadaan bagi sang pemuda.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tiba didasar lembab. Suma Thian yu baru sadar dan segera menyumpahi kecerobohan sendiri sehingga hanya dia yang dipikirkan tanpa menggubris keadaan dari gadis tersebut. Terpaksa dia menarik tangan Suma Thian yu sambil berkata: "Engkoh Thian yu. “Tidak mungkin" sembari berkata.com/ "Mana engkoh Yu? Tidak ada apa-apa di situ. apakah kau membawa korek api?" Setelah mendengar ucapan tersebut. aku takut. serunya kemudian dengan perasaan ragu. mungkin engkoh Thian yu salah melihat. Suma Thian yu yang pernah makan Jin sian kiam lan masih bisa melihat keadaan dalam kegelapan seperti ditengah hari saja berbeda sekali dengan Bi hong siancu. "Adik Lan. akhirnya tak tahan lagi dia bertanya dengan nada tercenganh: "Engkoh thian yu.

punggungnya terasa menjadi dingin dan bulu kuduknya pada bangun berdiri.com/ Yaa." . Akhirnya Suma Thian yu bersuara juga. Suma Thian yu pun segera merasakan bulu kuduknya pada berdiri semua. paling banter kalau tak mampu me lawan bisa kabur.. bagaimana kalau makhluk itu setan atau iblis? bisa banyak bahayanya daripada rejeki. yang sudah pasti yang dihadapinya se¬karang merupakan serangkaian persoalan yang sangat mencurigakan hati. kata nya: "Adik Lan. mungkin semacam binatang liar atau ular beracun atau mungkin juga binatang buas?" "Aku pikir sudah pasti ada setan atau siluman nya disini" seru Bi hong siancu tiba-tiba. Mengapa mereka justru mempertahankan mereka? Apakah dua bersaudara Thia ada maksud untuk mempermainkan Suma Thian yu? Tidak! Sudah pasti dibalik kesemuanya ini terdapat hal-hal yang mencurigakan. mungkin masih gampang untuk dihadapinya. mana mungkin dua bersaudara Thia bisa berdiam di dasar lembah yang begini gelap gulita? Apalagi sekalipun cahaya api yang terlihat itu adalah sebuah cahaya api dari dua bersaudara Thia.. Suma Thian yu termenung beberapa saat lamanya. Tak mungkin cahaya bintang yang terlihat tadi adalah cahaya obor yang dibawa oleh dua bersaudara Thia.... setelah dikejar sekian waktu oleh Suma Thian yu dan Wan Pek lan.Tiraikasih Website http://kangzusi. seharusnya dua bersaudara Thia mengetahui akan hal ini. akhirnya dia memutuskan suatu kesimpulan. Ketika mengucapkan begitu.. tapi lantaran Suma Thian yu tidak melakukan satu gerakan terpaksa dia pun hanya membungkam diri dalam seribu bahasa... Bi hong siancu merasa amat gelisah dan tak tenang. pikirnya: "Seandainya manusia yang kujumpai atau binatang buas.

. Malam yang gelap semakin gelap. gadis itu merasa seperti mempunyai tulang punggung. "Haah. hanya saja berhubung sedang berada didepan kekasihnya Wan Pek lan. kalau berani datang.. biarkan saja kalau ada setan atau siluman.adik Lan nyalimu kelewat kecil..!" Bi hong siancu Wan Pek Tan yang berada dibelakangnya kontan saja menjadi merinding. akan kugunakan pedang Kit hong kiam untuk meringkus mereka semua" Kaum lelaki yang seringkali mempunyai keberanian dan kekuatan nya didepan kekasih hatinya... maka rasa seram itu tak sampai di ungkapkan. lebih baik kita pulang saja!" Mendengar perkataan itu.. ditambah lagi dengan ca haya tajam yang muncul dan lenyap secara aneh tadi.. mendadak Suma Thian yu menjerit kaget: "Aaah. Akhirnya ucapan yang gagah perkasa dari Suma Thian yu itu berhasil merontokan rasa takut Wan Pek lan.haah. hawa se¬ram yang mendirikan bulu roma berhembus lewat tiada hentinya. buru-buru tanyanya: "Ada urusan apa.. tak urung harus menunjukkan pula perasaan sangsi dan was was. membuat suasana disitu terasa ber¬tambah mengerikan. engkoh Thian yu?” . setelah melalui sebuah tikungan dan berjalan kurang le¬bih dua kaki lagi. Kembali mereka berdua meneruskan perjalanannya menuju kedalam lembah. ada orang bilang: Pria adalah mahkluk yang paling suka menonjolkan diri didepan lawan jenisnya. Suma Thian yu segera tertawa terbahak bahak. asal aku berada disampingmu.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Sementara dia masih berpikir. terdergar Bi bong siancu Wan Pek lan berkata lagi: “Engkoh Thian yu. maka rasa ngeri yang semula mencekam perasaannya pun kini tarsapa lenyap. ma¬sih agak baikan kalau mereka tidak muncul.haaah. Sekalipun Suna Thian yu memiliki ilmu silat yang lihay.

Wan Pek lan dapat menyaksikan keadaan disekitar sana dengan jelas. sekalipun dia pernah melatih ilmu memandang dalam kegelapan. dia mengira Suma Thian yu sudah tertim¬pa bencana.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Engkoh Thian yu. dalam kagetnya dia lantas menarik tubuh anak muda tersebut semakin kencang. hatinya kontan tercekat dan air mukanya berubah hebat. kita sudah salah memasuki daerah terlarang!" Dengan meminjam cahaya yang memantul keluar dan mutiara Ya-beng cu tersebut. Begitu Ya beng cu tadi dikeluarkan. (Yang benar berhasil diperoleh dengan mencurinya di rumah Hui cha cun cu). Ketika mendengar si anak muda itu menjerit. maka empat penjuru sekeliling tempat itu pun menjadi terang benderang bermandikan cahaya. sayang sekali lembah tersebut terlampau gelap sehingga benda apapun tidak terlihat olehnya. mengapa tidak kau ke¬luarkan mutiara ini sedari tadi!" Bikin aku seperti orang buta yang sedang berjalan saja! Suma Thian yu segera menyerahkan mutiara Ya beng cu tersebut ke tangan Bi hong siancu kemudian sambil menuding tugu peringatan-depan sana: “Adik Lan.com/ Keadaan Wan Pek lan saat ini ibaratnya orang buta yang sedang berjalan. kemudian dengan gembira dia segera bersorak. Pada mulanya Bi hong siancu merasa tertegun. . Ternyata dihadapan mereka berdaa terpancang sebuah kayu besar yang tertera beberapa huruf dengan besarnya. Dengan suara lembut Suma Thian yu lantas berkata: "Adik Lan apakah kau dapat melihat batu peringatan di depan sana?” “Di mana?" Dari dalam sakunya Suma Thian yu segera mengeluarkan mutiara Ya beng cu pemberian dari Cong liong lo siangjin tersebut. tulisan ini berbunyi demikian: "SIAPA YANG MEMASUKI LENBAH INI MATI".

Oleh sebab itu dia hanya bisa melihat kalau tempat itu merupakan sebuah lembah yang di tengahnya terdapat sebuah jalan kecil beralas batu dengan semak belukar dikedua belah sisi¬nya. Dilihat dari hal ini. tapi sorot matanya hanya mampu menangkap peman¬dangan yaag berada sekitar dua kaki dari ha dapannya. lebih baik kita balik saja!" . tampak olahnya jalan dalam selat itu amat sempit. bagaimana sekarang? Apakah kita sudah memasuki lembah tersebut?” Suma Thian yu berjalan kedepan sambil menengok jauh kemuka sana. paras mukanya segera berubah menjadi pucat pias seperti mayat. namun nada suaranya sama. cepat-cepat dia membenakan kepalanya diatas dada Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bi hong siancu Wan Pek lan yang menyaksikan kejadian saat ini. orang itu tentu merupakan seorang gembong iblis! ooo0ooo SELESAI memeriksa keadaan di depan sana Suma Thian yu segera berkata kepada Wan Pek lan: "Adik Lan.com/ Kayu peringatan ini berbeda bentuknya dengan batu peringatan yang pernah dijumpai pemuda tertebut diluar hutan bukit Han san. barulah dianggap memasuki lembah! Dengan wajah yang pucat dan diliputi rasa takut yang tebal. sekalipun dia sudah pernah makan Jin sian kiam lan. Bi hong siancu Wan Pek lan berseru lagi: "Engkoh Thian yu. atau kalau tidak. jangan takut. bisa diketahui kalau di ujung lembah tersebut berdiam seorang tokoh persilatan yang berwatak aneh. sekarang kita belum memasuki lembah terlarang itu!" Kemudian sambil menuding ke depan sana. sedang pemandangan selewatnya itu hanya bisa di lihat secara lamatlamat saja. kemudian katanya penuh ketakutan: "Engkoh Thian yu.

lebih baik kita masuk ke dalam sana sembari menengok jagoan darimana kah yang berdiam disini" Sambil berkata. Suma Thian yu segera menarik tangan Wan Pek lan dan diajak menyerbu kedalam lembah tersebut. adik Lan. padahal hatinya berdebar keras sekali. apa yang kau takuti. masa ada orang hendak melalap dirimu?” Wan Pek lan sendiri pun merasa keberanian sendiri kelewat lemah. “Haaaah. wan Pek lan bertindak sangat berhati-hati sekali. tanpa terasa lagi ia menjerit kaget: "Aduh celaka!” .. dengan membawa perasaan hati yang tak tenang. ba¬gaimana mungkin bisa berkelana dalam dunia persilaitan dan peroleh nama besar? Orang kuno bilang: “Kalau sudah datang. Akhirnya dia harus menelan air liur semba¬ri memberanikan diri untuk melanjutkan perjalanannya ke depan. tapi sekalipun dia berusaha untuk tidak merasa takut apa mau di kata hatinya semakiu bertambah tegang.. kalau tidak memasuki sarang harimau.. Mendadak Suma Thian yu menghentikan langkahnya dan tidak meneruskan perjalanannya lagi. ketika Wan Pek lan mengangkat mutiara Ya beng cu nya tinggi-tinggi sembari menengok ke depan.adik Lan. " seru Wan pek lan sambil menggelengkan kepala berulang kali. jikalau keadaanmu begini terus. mengapa tak dilihat? Apa sebabnya kalau kita menerjang kedalam sana untuk melihat keadaan?" "Jangan! Aku takut!. selangkah demi selangkah dia me¬ngikuti anak muda tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Menyaksikan wajah si nona yang diliputi perasaan seram dan ketakutan itu Suma Thian yu segera tertawa lebar...haaahh. “Adik Lan..haaahh. kalau nyalimu begitu kecil... bagaimana mungkin bisa mendapatkan anak macan? Aku pikir.com/ Suma Thian yu tersenyum. "Hes. terpaksa aku harus balik kembali.

wa¬laupun ditengah hari bolong . Wan Pek lan menuding ke arah depan. Dari belakang tubuh mereka berkumandang suara tertawa seram yaug amat mengerikan hati. apalagi setelah membalikkan badan dan menyaksikan apa yang tertera dihadapannya. "Aaaah. entah sejak kapan lelah berdiri seorang kakek berambut panjang yang berwajah bengis dan mengerikan... serunya: "Coba kau lihat. lalu katanya: “Adik Lan.. tulisan itu berbunyi: BEGINILAH CONTOHNYA. apabila berani maju sengkah lagi maka tumpukan tengkorak itu adalah contoh yang paling baik untuk kita" Wan pek lan segera menarik baju Suma Thian yu sambil merengek untuk kembali. Suma Thian yu berdua segera merasakan punggungnya dialiri hawa dingin.. seluruh tubuh mereka bergetar keras... Mendadak. masa kau menjadi ketakutan seperti ini? Ayo berangkat!” Dengan mengangkat tangannya yang gemetar. dia sedang mementangkan mulutnya yang lebar sambil tertawa dingin tiada hentinya. Artinya tempat ini merupakan peringatan yang terakhir..... bukan.!" Ternyata pada tujuh delapan langkah dihadapan mereka sekarang...com/ Suma Thian yu terkesiap... Jangankan ditengah bukit yang gelap men¬dadak muncul manusia aneh semacam itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. apa yang perlu ditakuti? Itu mah cuma setumpuk tengkorak manusia. dia segera menggenggam pergelangan tangan Wan Pek lau kencang-kencang. ?" "Benar.. kedua orsng itu kem¬bali menjerit kaget. bukankah diatas sana ada tulisannya. berada dalam keadaan demikian terpaksa dengan perasaan apa boleh buat Suma Thian yu menghela napas panjang dan membalikkan badan untuk mengundurkan diri dari situ.

” .. sekalipun dalam duania persilatan juga tidak terdapat manusia seperti ini. serunya sambil tertawa geram: "Heeeh.. orang menyebutku sebagai Si jin ong (Raja pemakan manusia).haaahh.. lain bentaknya keras-keras” "Siapa kau?" Makhluk tua itu melotot besar dengan mulut yang melebar.haaah. jangankan Suma thian yu berdua belum pernah mendengarnya. Menghadapi keadaan seperti ini. heeeh.. Si jin ong? Suatu nama yang terasa asing. Suma Thian-yu merasa agak lega hatinya. berdiri bulu kuduknya. heeeh.maaf kalau aku tak dapat mengenali mu.. ditatapnya wajah Suma Thian yu lekat-lekat. maaf. Suma Thian yu segera tertawa tebahak-bahak.. bagaimana mungkin aku dapat menjawab pertanyaanmu itu?” Seluruh wajah makhluk tua itu berbulu panjang. ternyata kau adalah Si jin mo (iblis pemakan manusia). makhluk tua itu baru berkata dengan suara yang menggidikkan hati: Lohu hidup dengan makan daging manusia. mendadak dari balik matanya yang buas mencorong keluar sinar setajam sembilu.. Dengan perasaan kaget Suma Thiaa yu segera mundur dua langkah. Suma Thian yu menjadi bergidik. se¬perti lidah ular berbisa yang sedang mencari mangsanya. Lama sekali.com/ pun orang akan merasa bergidik sesudah bertemu dengan ma¬nusia seperti ini. siapakah kau bocah muda?” Setelah mendengar kakek aneh itu dapat berbicara. sehingga nama tersebut menjadi terlupakan sama sekali.... maka dia berseru lagi: "Berbicara pun ada yang duluan ada yang belakangan. pertanyaan ini seharusnya lohu lah yang mengajukan. kau belum menjawab pertanyaan ku.Tiraikasih Website http://kangzusi.. "Haaah. sedang nama yang sebenarnya sudah lama sudah tidak dipakai lagi. maaf.

Tiraikasih Website http://kangzusi. nah! Sekarang katakan. Setelah mengawasi kedua orang itu secara bergantian. mutiara Ya beng cu tersebut masih terangkat tinggi-tinggi tapi wajahnya tertegun. jadi kedatangan kami bukan disengaja apa lagi mencari diri cianpwe!". bahkan seluruh tubuhnya seakan tertotok jalan darahnya. itulah sebabnya kami pun muncul disini. juga ada yang diandalkan. akhirnya kami menyaksikan ada setitik cahaya muncul disini. Pada saat itulah. orang yang kami janjikan itu tidak di temukan. Dengan memicingkan matanya makhluk tua itu mendengarkan Suma Thian yu menyelesaikan perkataannya. Menggelikan sekali keadaan Wan pek lan. setelah itu katanya: "Kalau toh kedatangan kalian tanpa sengaja setelah membaca peringatan di kayu itu seharusnya berhenti. dia seperti berdiri bodoh disana. dan sudah pasti kedatangan kalian disertai maksud tertentu.com/ Mendadak makhluk tua itu membalikan sepasang matanya sehingga biji matanya lebih banyak putihnya daripada hitamnya keadaannya waktu itu tak berbeda dengan setan gantung hidup. tapi karena ditengah jalan terjadi musibah sehingga kedatangan kami terlambat. sungguh menggidikkan hati orang yang melihatnya. matanya terbelalak dan mulutnya melongo. sahutnya: "Malam ini boanowee mempunyai janji de¬ngan seseorang untuk bertemu di bukit ini. pada hakekatnya dia sudah dibikin pusing tujuh keliling karena kagetnya. mahluk tua itu mementangkan mulutnya lebar lebar. dan menatapnya tanpa berkedip. ada urusan apa kalian datang mencari lohu?" Setelah berhasil menenangkan hatinya yang bergolak. akhirnya sorot mata tersebut berhenti diwajah Bi hong siancu Wan pek lan. secara beruntun kalian berdua sudah menembusi dua buah tempatku. apa lagi . Suma Thian yu menjura. sudah pasti kedatangan kalian diser¬tai maksud tertentu. kemudian setelah tertawa seram katanya: "Ditengah malam buta begini.

..haaah..com/ setelah melihat tulang tengkorak. tapi sebelumnya harus memperlihatkan dahulu beberapa jurus . tanpa terasa dia mendongakkan keepalanya sambil tertawa nyaring.... Suma Thian yu segera memahami maksud hatinya itu.. sepasang matanya segera mengawasi mutiara Ya beng cu yang berada di tangan Wan Pek lan itu.haaah.. kemu¬dian sambil menyeringai seram katanya: “Kecuali kalau aku bersedia menghadiahkan sebuah mustika untukku.. “Haaah. dia ter¬bungkam dalam seribu bahasa.!" Sembari berkata. karena munculnya sinar ter¬sebut kelewat aneh. jangan ka¬lian berdua dapat meninggalkan tempat ini kecuali. Hari ini. tapi dia ada maksud untuk mencari gara-gara. dia segera menimbrung: Pada mulanya kami hanya terdororg oleh rasa ingin tahu....heeh.. tidak sepantasnya kalau mundur secara pengecut. bocah.. kemudian setelah melihat tengkorak yang berserakkan disini... Sementara itu Bi hong siancu wan Pek lan yang berada disisinya telah berhasil juga mengatasi rasa takut dalam hatinya. Makhluk tua itu tertawa secara licik. kami baru bermaksud untuk balik toh sampai sekarang belum lagi menginjak daerah terlarangmu?” Dengan sorot mata yang tajam makhluk tua itu mengawasi kembali wajah wan Pek lan tanpa berkedip. kalau toh sudah berani berbuat.Tiraikasih Website http://kangzusi." "Kecuali kenapa?" buru-buru Bi hong siancu bertanya.heehh. dia baru tertawa.. seharusnya kembali mengapa kau jutru memasuki daerah terlarang secara sengaja?” Suma Thian yu segera dipojokkan sehingga tak mampu memberikan jawaban lagi.. “Heeh. menanti gadis itu sudah me nyelesaikan perkataannya. rupanya kau tak lebih seorang pencoleng yang ingin membegal harta milik orang? Tidak sulit bila kau menginginkan mutiara Ya beng cu ini. kau memang memasuki tempat ini tanpa sengaja..

menubruk ke depan!” Sembari berseru.com/ seranganmu. hal ini justru memberi kesempatan yang sangat baik bagi makhluk tua itu untuk melancarkan serangan lebih lanjut. Terdengar Bi hong siancu menjerit kaget. dia turut menerjang pula ke depan. asal aku merasa puas tentu saja akan ku serahkan dengan begitu saja.. Waktu itu. pikirnya: "Aduh celaka!" Menyusul kemudian. Sums Thian yu menjadi terperanjat sekali setelah menyaksikan peristiwa itu.. dia lantas membentak kerss: "Adik Lan. . serta merta dia mundur kebelakang. mendadak jago muda kita berjongkok. makhluk tua itu segera membentak dengan suara gusar: “Bocah keparat..?" Tidak nampak gerakan apa yang digunakan tahu-tahu makhljuk tua itu sudah melejit ke tengah udara.. sepuluh gulung desingan angin tajam pun segera mengurung tubuh Bi hong siancu dengan kaitanya. kemudian dengan tangan sebelah memainkan ju¬rus Pah ong tou to (raja lain menyinggih pagoda) dia lepaskan sebuah pukulan dengan Bu siang sin kang untuk menyongsong datangnya ancaman lawan. sebuah pukulan yang dahsyat segera di tolak ke depan dan mengirim tubuh Bi hong siancu sampai sejauh satu kaki lebih.hmm! Jangan mimpi!" Mendengar ucapan tersebut. lalu sepasang tangannya di rentangkan lebar-lebar. Suma Thian yu telah mengerahkan Bu siang sin kang yang dimilikinya untuk menyambut serangan musuh. kalau tidak. sedang dia menggantikan kedudukan Wan Pek lan tadi dan menyambut kedatangnya kesepuluh desingan angin jari tadi. tatkala ancaman lawan sudah hampir mengenai batok kepala¬nya.Tiraikasih Website http://kangzusi. rupanya kau masih belum tahu siapakah diriku ini. Siapa tahu justeru karena dia mundur.

lama kemudian baru pelan-pelan ujarnya: "Bocah keparat.. hatinya terasa amat sedih. sekarang dia sedang tertunduk di tanah dengan wajah memucat.. Selesai tertawa. kemudian bentaknya gusar: Bocah keparat. Suma Thian yu sendiripun menderita kerugian akibat dari benturan mana. dia mengawasi wajah Suma Thian yu lekat-lekat.. seperti gembira seperti sedih. makhluk tua itu tak menyangka kalau anak muda tersebut memiliki ilmu silat yang amat tinggi.!" Suatu benturan nyaring yang amat memekikkan telinga segera berkumandang mencekam keheningan.” “Kau pun hebat juga!" sahut Suma Thian yu sembari melompat bangun dari atas tanah. Dua gulung tenaga yang maha dahsyat itu segera saling bertemu di tengah udara. seperyi tertawa seperti juga menangis. "Blaaammmmmmm. tahukah kau sudah berapa tahun lohcu berdiam ditempat ini?" .. tidak kusangka kalau kau memiliki kepandaian silat yang begitu tangguh jauh di luar dugaan semula..Tiraikasih Website http://kangzusi. mukanya hijau membesi dan sama sekali tiada warna darah. dengan sepasang mata yang dingin bagaikan es.com/ Berhubung peristiwa itu berlangsung amat mendadak. Tubuh si makhluk tua yang sedang melancarkan serangan ke bawah itu segera dikirim sejauh lima langkah lebih dari posisi semula oleh sisa benturan ke dua gulung tenaga raksasa itu. maka menghadapi kejadian tersebut. Begitu berhasil berdiri tegak. suaranya amat tak sedap didengar. tubuhnya segera mundur dengan sempoyongan. mahkluk tua itu segera mengawasi anak muda tersebut tanpa berkedip. Makhluk tua itu mendonggakkan kepala dan kembali tertawa seram. makhluk tua itu sama sekali tidak berganti jurus. akhirnya dengan perasaan tak percaya dia mengawasi musuhnya dengan mata terbelalak.

apa kau anggap kesemuanya itu bisa menggertak aku sehingga membuat aiu jadi ketakutan?" Waktu itu si makhluk tua tersebut sedang bercerita dengan asyik. hawa pukulan Bu siang sin kang pun turut mengalir keluar kerika dua gulung kekuatan besar itu sekali lagi saling membentur di tengan udara. "paling tidak ada empat ribu orang yang sudah terkubur disini.. Waktu itu Suma Thian yu sudah membuat persiapan yang matang." kembali makhluk tua itu bercerita dengan asyik nya. terjadilah ledakan dahsyat yang mengerikan sekali. segulung angin puyuh yang amat hebat lang¬sung saja mengurung tubuh anak muda itu. diantaranya entah berapa banyak yang merupakan jago-jago berilmu tinggi" Ketika mendengar ucapan tersebut. selama ini entah berapa banyak manusia yang telah mampus dalam lembah pemakan manusia ini" "Aku toh tidak mengawasimu sepanjang tahun. dari mana bisa tahu?" "Betul. kontan saja amarahnya memuncak. dia sama sekali tidak gugup atau gelagapan menghadapi lawan.com/ "Aku toh bukan apa-apa mu. dia segera menga¬yunkan telapak tangannya melepaskan sebuah pukulan dahsyat.. makanya aku hendak memberitahu¬kan kepadamu..Tiraikasih Website http://kangzusi. Terasa desingan angin tajam menderu-deru. segera tanyanya dengan ragu ragu: "Buat apa kau memberitahukan segala sesuatunya itu kepadaku? Hmm. Suma Thian yu menjadi tercengang dan tidak habis mengerti. Dengan sinar mata yang buas dan wajah yang menyeramkan. . darimana mungkin bisa mengetahui se¬gala tetek bengek urusanmu itu?” “Ehmmm. ketika kena disemprot oleh Suma Thian yu. sengaja membual dan sok gagah. sudah tiga puluh tahun lamanya aku berdiam disini. Sepasang ujung bajunya segera dikebaskan keluar.

Mendengar kalau ke dua orang itu hendak bertarung. tubuh kedua orang itu bergoncang keras sekali. maka dengan cepat dia bertanya lagi: "Dan mulai sekarang tak akan makan daging manusia lagi?” "Ehmmmm!" Suma Thian yu menjadi amat gembira. mau tak mau makhluk tua itu harus memeriksa pemuda ingusan yang terada dihadapannya sekali lagi. keadaannya mengerikan sekali. lohu pun akan menghadiahkan sebuah mestika untuk kalian. asalkan kau tak sampai kena kurobohkan dalam jangka waktu seratus gebrakan saja kalian berdua dapat pergi dari sini de¬ngan selamat. selapis hawa kegirangannya segera menghiasi wajah makhluk tua itu. tapi setelah dipikir kembali. segera serunya: "Baik. Bi hong siancu merasa jantungnya berdebar keras. batu berguguran dan pasir beterbangan. bisa disimpulkan kalau dia adalah seorang iblis yang kecanduan ilmu silat. apalagi setelah ditinjau dari adu kekuatan yang barusan .. Dari sini. aku akan berusaha dengan segala kemampuan" Mendengar Suma Thian yu mengartikan permintaannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil tertawa seram dia baru berseru lantang: "Bocah keparat. mari kita mencoba sekali lagi.. kau merupakan satu-satunya musuh tangguh yang pernah kujumpai selama puluhan tahun ini. bahkan sejak kini akan kuhapus larangan yang terpasang di depan lembah sana" Suma Thian yu memahami maksud ucapan lawannya. inilah senyuman pertama yang disaksikan Suma Thian yu sejak mereka berdua memasuki lembah tersebut .com/ Bukan saja bumi turut bergoncang. Dua kali gagal merobohkan lawannya.. Terseret oleh sisa kekuatan yang memancar ke empat penjuru. dia ingin mencegah pertarungan itu. Selang beberapa saat kemudiau. aku akan melempar batu-batu untuk memancing datangnya batu kemala. kesempatan yang baik sukar ditemukan. ujung bajunya sampai berkibar terhembus angin.

. dia dapat menyimpulkan kalau kekasihnya sama sekali tidak kalah de¬ngan lawan. seluruh tu¬buhnya melejit ke udara dengan jurus It hok cong thian (bangau sakti menembusi langit) ketika berada satu kaki dari permukaan tanah sepasang lengannya membuat gerakan saling menyilang ditengah udara. Makhluk tua itu tertawa seram. sebaliknya malah maju. kemudian sambil menyeringai seram. Menghadapi ancaman yang datangnya secara tiba-tiba itu. kemudian setelah masing-masing membentuk gerakan setengah lingkaran. itulah sebabnya serangan yang dilancarkan kini semuanya ganas dan tak mengenal ampun! Jangan.com/ berlangsung.. Mengikuti datangnya gerakan tersebut. dia paling benci kalau ada jagoan persilatan yang mampu menandinginya. Makhluk tua itu memang bersifat buas. rasa irinya amat besar. dililat jurus serangan yang digunakannya jurusjurus biasa. kita membatasi hanya seratus jurus saja!” Selesai berkata dia segeri menyerbu kedepan Suma Thian yu dan menyerang tubuh bagian bawah pemuda itu dengan jurus Tui san tian-hay (mendorong bukit membendung samudra). dengan penyerangan menggantikan pertahanan dia memunahkan datangnya ancaman tersebut dengan jurus Si gou wang gwat (radak memandang rembulan) “Jurus pertama!” Bi hong siancu segera berteriak keras. namun kedahsyatannya tak bisa dipandang enteng.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan jurus Cong eng poh toh (elang ganas menubruk kelinci) dia terkam tu¬buh Suma Thian yu secara ganas. Suma Thian yu tidak mundur. Makhluk tua itu segera menyingkirkan rambutnya yang panjang kesamping sehingga nampak wajahnya yang penuh bulu. serunya: "Hei bocah. kemudian dengan jurus . kau yang menghitung. Suma Thian yu segera melayang mundur kebelakang. Maka dari itu ucapan yang sudah berada diujung bibirnya itu segera ditelan kembali.

dia merasa semua persoalan yang menyangkut jiwa orang banyak merupakan masalah penting Yng harus diutamakan. makhluk tua itu segera memperingat kan dengan lantang: “Hei bocah. untuk sementara waktu dia lupa untuk menghitung. mungkin didengar pun belum pernah. untuk sesaat matanya men¬jadi terbelalak dan mulutnya melongo. jurus disusul dengan jurus. sudah jurus ke tiga!" Dia seperti mengutirkan Wan Pek lan lupa untuk menghitung jurus serangan yang dipakai maka setiap kali melepaskan satu serangan. sedikit pun tak berani mempunyai ingatan untuk meman¬dang enteng lawannya. makhluk tua itu segera memberi peringatan.com/ Khong ciok kay tian atau burung merak mementang sayap dia tangkis datangnya serangan tersebut. Sistim pertarungan yang begini aneh ini bukan saja tak pernah dijumpai. Dari sini dapat disimpulkan kalau Suma Thian yu adalah seorang pendekar muda yang berjiwa besar dan berwatak mulia. semuanya menggunakan ilmu Tay kim to liong pat ciang ajaran Put Gho cu. Sambil melancarkan serangan. Mendadak terdengar Bi hong siancu berseru keras: "Jurus kelima puluh!” .Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tahu hasil pertarungan malam ini bukan cuma menyangkut keselamatan bagi dia dan Wan pek lan saja. Semua pukulan dilepaskan secara mantap dengan perhitungan yang matang. bahkan menyangkut pula entah berapa ribu jiwa manusia yang tanpa sengaja tersesat dalam lembah terlarang ini. Oleh sebab itu semua serangan dilancarkan dengan mantap dan berhati-hati sekali. Bi hong siancu amat menguatirkan keselamatan kekasihnya. Suma thian yu telah memusatkan segenap perhatiannya untuk menghadapi musuh.

com/ Merdengar itu. belum juga ketahuan hasilnya. heeeeh. kali ini dia mengembangkan gerakan langkah Cok liong luan ka cap lak poh untuk bergerak kian kemari...haaaahh.. hal ini membuatnya cepat-cepat menghindar dengan tergopoh-gopoh. makhluk tersebut segera berpekik keras berulang kali... aku nasehati kepadamu lebih baik jangan bermimpi disiang hari bolonglagi!” Suma Thian yu tertawa keras.. ujung bajunya berkibar kian kemari. tahu-tahu pihak lawan sudah menerobos masuk dari sisi tubuhnya.. kauadalah orang ke empat yang bisa melawanku melebihi lima puluh jurus. sudah lima puluh gebrakan kita bertarung. begitu musuh mundur. segulung angin ruyuh dengan kekuatan dua ratus kati langsung menyapu tubuh Suma Thian yu. gerakan tubuh segera berubah. selama puluhan tahun baru bertemu tiga orang yang lain. "bocah keparat!" teriaknya sambil menahan geram.Tiraikasih Website http://kangzusi.. . Si Makhluk tua tersebut hanya merasakan pandangan matanya menjadi kabur... mendadak gerakan tubuhnya ikut berubah. lalu dengan jurus To thian huan jie (mencuri berganti waktu) untuk mengancam jalan darah Ki bun hiat ditubuh mahkluk tua itu. kemungkinan besat kau akan bertemu dengan satu satunya orang yeng bisa mengalahkan kau selama tiga puluh tahun terakhir ini pada hari ini" "Mengalahkan aku?" Heeehh.. disusul kemudian segulung angin pukulan yang tajam dengan membawa suara desingan tajam langsung menggulung tubuh si makhluk tua tersebut. "Haaahh.. Siapa tahu Suma Tian yu berbuat demikian dengan maksud memancing musuhnya untuk perangkap...masih terlampau awal untuk berkata demikian jengek makhluk tua itu dengan nada mencemooh. tiba-tiba saja dia membentak kerat: “Lihat serangan!” Dengan jurus Seng gi im pian (bintang bergeser awan berubah).” Suma Thian yu turut tertawa panjang. ditengah udara segera berkumandang suara guntur menggelegar dengan kerasnya. "kau benar benar hebat...

tanpa terasa ia memuji: “Sebuah ilmu pukulan yang amat dahsyat. setelah terdengarnya suara gemerutukan nyaring itu. jurus yang keenam puluh enam!” Saking girangnya sampai dia menyebutkan jurus serangannya lebih banyak dari keadaan yang seharusnya. setelah debu berterbangen dan suara menjadi sirap mendadak terdengar suara gemerutuknya tulang belulang yang amat nyaring. Sejak dulu hingga sekerang. Bi hong siancu menjadi termangu menyaksikan kedahsyatan kekasihnya... dimana angin pukulan itu menyambar. Diam-dian Suma Thian yu merasa girang.Tiraikasih Website http://kangzusi. belum pernah makhluk tua tersebut menyaksikan ilmu pukulan seindah ini. tentu saja diapun tidak mengajukan protesnya atas kesalah mana. dia tak berani menyambut dengan kekerasan.. Tampaknya makhluk tua tersebut telah menghimpun hawa sesatnya secara diam-diam dan berencana untuk melancarkan sebuah serangan maut untuk merebut kemenangan. seluruh permukaan bergoncarg keras. pasir dan debu ikut berhamburan ke mana-mana. "Blaaaammmmm!” Ketika angin pukulan yang dilancarkan Suma Thian yu menghantam di atas batu karang pada bukit tersebut. Betul juga. kedahsyatannya luar biasa. keadaannya seperti dilanda oleh gempa bumi saja. kontan saja batu dan pa sir berguguran.com/ Jurus serangan ini tak lain adalah satu jurus dari ilmu pukulan Sian Po hong cian ajaran Cong liong lo sianjin. mendadak terdengar mahkluk tua itu membentak dsngan keras: . sehingga ia tidak merasakan hal ter¬sebut. Siapa tahu. cepat tubuhnya melompat mundur sejauh dua kaki lebih dari posisi semula. tapi waktu itu si mahkluk tua pun sedang dibikin terperana oleh kedahsyatan lawannya. dia makhluk tua tersebut sudah dibikin ketakutan hingga pecah nyali dan sejak kini tak akan berani untuk melakukan serangan lagi.

Rupanya batuan cadas yang berada dibelakang tubuhnya itu. Baru saja tubuhnyta meluncur ketengah udara. Buru-buru dia menghimpun segenap tenaga dalam yang dimilikinya dan mengeluarkan ilmu bobot seribu untuk menahan gerakan ba-dannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada saat intulah terasa ada segulung angin pukulan yang lembut dan halus menyambar kedepan menyambar kehadapan tubuhnya. ejeknya: . Suma Thian yu segera merasakan nafasnya menjadi sesak. kesemuanya ini kontan saja membuat hatinya terkesiap. Bi hoig siancu sendiripun merasakan jantungnya berdebar keras. kini sudah kena tersapu hingga rata dengan tanah. Begitu ucapann tersebut selasai diutarakan. dengan cepat ia menjulurkan lidahnya karena kagum. sungguh berbahaya!" Kemudian teriaknya dengan lantang sekali: "Jurus ke enam puluh tujuh!" Makhluk tua iiu kelihatan gembira sekali setelah menyaksikan Suma Thian yu sama sekali tak mempunyai kepandaian sakti untuk membendung serangan mautnya tadi. Dengan cepat Suma Thian yu membalikkan badannya. Suma Thian yu amat terperanjat. tubuhnya yang bergerak ke depan pun seakan-akan dihisap oleh sesuatu kekuatan yang maha dahsyat. dengan gerakan Yau cu huan sin (burung belibis membalikan badan) seluruh tubuhnya melejit ke samping untuk menghindarkan diri dan ternyata ia tak mampu untuk melancarkan perlawanan. sambil mengulumkan senyuman yang angkub dan bangga.com/ “Kaupun boleh merasakan sebuah pukulan ku ini!” katanya kemudian. segulung hawa dingin telah menyambar lewat dan suara gemuruh yang keras dan memekikkan telinga pun menggelegar dari arah belakang.. tak sebutir batupun yang kelihatan. pekiknya didalam hati: “Ooohh.

?” Suma Thian yu segera mendengus dingin..!” Makhluk tua tersebut selamanya sombong. hari ini kalau ada kau tak akan ada aku!” Berbicara sampai disitu. lebih baik kau jangan mencobah untuk ngomong besar lagi. bagaimana kalau kita berganti acara saja?” “Tidak bisa.....?” Kembali mahkluk itu itu melancarkan beberapa gerakan untuk memunahkan ancaman lawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. begitu mendengar Suma thian yu memakinya sebagai ilmu silat kucing kaki tiga saja. kemudian.. kontan saja dari malu ia menjadi marah. Suma Thian yu segera berseru dengan suara lantang: “Sisanya bagaimana kalau kita selesaikan dengan menggunakan senjata tajam saja?” “Senjata tajam? Selama hidup belum pernah lohu mempergunakan senjata tajam untuk bertarung!” . kemudian melepaskan pula dua buah jurus serangan untuk meneter musuhnya. dia lantas melomp[at kehadapan pemuda tersebut.. seratus juruspun belum habis..com/ "Bagaimana? Apakah nyalimu sudah dibikin pecah karena ketakutan. teriaknya keraskeras: Bagus sekali bocah keparat.. Dengan mengeluarkan ilmu langkah Ciok liong luan poh ajaran dari Siau yau kay Wi kian secara mudah sekali Suma thian yu berhasil memunahkan ancaman tersebut satu per satu. sambil berkaok-kaokpenuh kegusaran. mana boleh berganti acara. kalau permainan kucing kaki tiga sih tak akan bikin keder orang lain.. "Hmmmm. tinggi hati dan tak pernah memandang sebelah matapun terhadap orang lain..weeeass! weeesss! weeess! secara beruntun ia lancarkan tiga buah serangan berantai yang semuanya dahsyat dan luar biasa. kau kelewat menghina orang. kemudian teriaknya dengan suara lantang: “Sekarang sudah tujuh puluh gebrakan! Jika pertarungan macam begini dilangsungkan terus... seratus juruspun belum tentu akan ketahuan siapa yang unggul dan siapa yang kalah.

. jangankan masih sisa dua puluh jurus. dia melancarkan pula serangan sergapan balasan secara nekad. umpatnya: “Bocah perempuan sinting. kedua orang itu kembali terlibat dalam pertempuran yang sengit. sambil berkaok-kaok karena kegusaran. mahkluk tua ini sudah mempunyai hitungan. dan masingmasing sudah bertarung tiga gebrakan lagi. kau jangan ngawur. Mendengar itu. dia segera membantah pula: “Tadi. kemudian dengan jurus Peng lui san lian (guntur menggelegar petir menyambar) secepat kilat membacok tubuh mahkluk tua tersebut. kakinya dengan jurus Kui seng ti to(Bintang timurmenentang bintang kejora) dia tendang tubuh bagian bawah mahkluk tua tersebut. Bi hong siancu yang menyaksikan batas seratus jurus sudah hampir berakhir menjadi kegirangan. Serangan berantai yang maha dahyat tersebut kontan saja membuat si mahkluk tua itu kerepotan setengah mati. sekalipun masih ada seratus jurus pun belum tentu dapat mengungguli lawannya. terpaksa ia menghimpun hawa murninya dari Tan tiam kedepan dada. sebab selama ini Suma thian yu tidak pernah memperlihatkan gejala akan kalah.. mahkluk itu itu segera memprotes. nyalinya bertambah besar. bila pertarungan tersebut dilangsungkan lebih jauh. maka Wan pek lan buru-buru berteriak dengan suara lantang: “Jurus kedelapan puluh!” Sekarang. sekarang baru jurus ketujuh puluh lima!” Wan pek lan yang merasa bahwa kekasihnya pasti akan berhasil memenangkan pertarungan ini. didalam pukulan tendangan dipakai dua jurus serangan.com/ Suma Thian yu benar-benar didesak sehingga apa boleh buat. . dia tahu. Menyusul kemudian. kenapa? Apa tidak benar?” Sementara pembicaraan berlangsung. hatinya makin mantap dan rasa percaya diri pun tumbuh. “Jurus ke tujuh puluh enam!” teriaknya keras-keras.Tiraikasih Website http://kangzusi..

segenap kepandaian silat yang lohu miliki akan dipergunakan dalam lima jurus yans terakhir ini aku akan membuat hatimu takluk seratus persen!” “Haaahh.?” seru Suma Thian yu sambil tertawa terbahak-bahak. disaat kedua gulung angin pu¬kulan itu saling membentur satu sama lainnya. telapak tangan kirinya segera diayunkan kemuka. ting¬gal lima jurus saja.haaah. segulung angin pukulan berhawa lembut segera meluncur kedepan. segera bentaknya dengan penuh kegusaran: "Bocah keparat. Suma Thian yu pun segera melontarkan pula sebuah pukulan dengan ilmu pukulan Sian po hwee hong ciang yang maha dahsyat itu. tidak ku sangka kalau kau bisa melewati delapan puluh gebrakan dengan lancar.. lima jurus serangan dahsyatmu akan kusambut semuanya!” Makhlus tua tersebut tidak berbicara lagi.. Menghadapi ancaman bahaya yang berada didepan mata. lalu ditolak kedepan. Segulung hawa pukulan yang dingin merasuk tulang langsung saja mengurung seluruh badan Suma thian yu. Suma Thian yu sama sekali tidak gugup. haahh.Tiraikasih Website http://kangzusi. tiba-tiba terdengar makhluk tua itu tertawa terbahak bahak sambil menjengek: "Pukulan yang inilah baru merupakan seranganku yang sesungguhnya. betulkah kau merasa beruntung atau tidak?” Kembali Suma Thian yu tertawa ringan.. mari.. lebih baik aku akan menurut saja.. dalam bahaya dia . Siapa tahu.." Seusai berkata.. mari! Lohu akan melanggar kebiasaan dengan menganggap delapan puluh jurus sebagai sembilan puluh lima jurus. "bukankah hal ini akan menguntungkan diriku?" "Menguntungkan memang cuma kau akan segera membuktikan sendiri. mari. “Baiklah.. telapak tangan kanannya membentuk gerakan satu lingkaran ditengah udara.com/ Cemas dan mendongkol membuatnya makin naik darah. daripada membangkang.

disamping itu bisa pula membuat isi perut musuh hancur berantakan termakan serangan maut itu hingga akhirnya tewas. sebab pertarungan seperti ini selamanya mempertaruhkan jiwa raga mereka sendiri. Pertarungan adu kekerasan seperti ini hanya akan berlangsung jika orang yang terlibat dalam pertrungan adalah jago-jago berilmu tinggi. Tapi hanya dengan jalan ini pula orang baru bisa mengetahui sempurna atau tidaknya tenaga dalam seseorang.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bi hong siancu yang sebenarnya sudah merasa makin kuatir lagi. Namun pertarungan semacam inipun merupakan pertarungan yang sangat menghamburkan tenaga. orang luar tak pernah akan berhasil mencegah berlangsungnya pertarungan tersebut kecuali secara kebetulan datang seorang jago lihay yang berilmu jauh lebih tinggi dari mereka berdua. terpaksa dia menggunakan telapak tangan kanannya untuk menahan serangan. empat telapak tangan yang saling menempel membuat empat gulung aliran listrik yang saling membentur pada jarak tiga langkah. sementara telapak tangan kirinya dengan menghimpun tenaga sebesar delapan bagian sudah melancarkan bacokan secepat kilat. Dalam waktu singkat seluruh angkasa sudah dipenuhi oleh desingan angin tajam. dia tahu kalau pertarungan sudah meningkat dari posisi yang sangat gawat. memandang dua orang yang saling berhadapan dengan mata terpejam dan peluh membasahi tubuh mereka itu. Dengan begitu. kalau tidak. mereka berdua baru dapat dilerai apabila salah satu diantara mereka sudah tewas. mereka berdua saling mengerahkan tenaga dalam untuk melakukan perlawanan. .com/ mencari selamat lantaran telapak tangan kanannya sudah keburu di dorong kedepan dan tak leluasa untuk menarik kembali. kedua orang tersebut jadi saling melontarkan serangan dengan mempergu¬nakan sepasang telapak tangan.

. apabila salah satu pihak berpikiran bercabang sehingga serangan hawa murninya mengendor.com/ Dalam keadaan demikian. hatinya semakin gelisah lagi. butiran keringat sebesar kacang kedelai telah membasahi jidatnya dan mengucur kebawah. Sedangkan keadaan dari si makhluk tua itu pun tak jauh berbeda. jangan bertarung lagi. hal tersebut tak akan mempengaruhi keadaan dalam arena.” Tapi ketika dilihatnya kedua belah pihak tetap berdiam diri. seakan-akan tidak mengubris perkataannya... akhirnya sudah pasti ada salah satu pihak yang akan tewas. bahkan dari ubun-ubun mereka memanancar keluar kabut berwarna putih. Sebab pertarungan yang sekarang sedang meningkat pada keadaan paling gawat dan setiap saat bisa mengakibatkan kematian yang fatal bagi mereka yang lengah. segra teriaknya keras-keras: "Hei. ayo cepat hentikan serangan kalian.. Waktu itu. dengan perasaaa kuatir teriaknya tiba-tiba: “Hei. sudah pasti tenaga dalam musuh akan segera menyusul masuk ke dalam isi perutnya dan berakibat kematian baginya. seluruh tubuhnya basah kuyup oleh keringat.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bi hong siancu benar-benar merasakan hatinya berdebar keras. Kau suruh aku menghitung dengan cara bagaimana? Bukankah lima jurua terakhir sudah lewat?" Sekalipun dia sudah berteriak sekeras-kerasnya. Dengan cepat satu ingatan melintas dalam benaknya. makhluk tua. bila pertarungan semacam ini dilangsungkan lebih jauh. . bibirnya terkatup kencang-kencang dsan wajahnya menunjukan penderitaan. paras muka Sama Thian yu dari hijau membesi telah berubah menjadi pucat pias. Apabila keadaan seperti berlangsung lebih lanjut maka kedua belah pihak akan sama-sama terluka dsn bahkan bisa jadi akan berakibat kematian untuk mereka berdua. atau mungkin sampai putus lidahnya sekalipun.

tapi berhubung sejak kecil sudah memperoleh guru pan dai dan sejak kecil pula melatih ilmu Kui goan sim hoat. Di dalam dunia persilatan. meski usia Suma Thian yu baru tujuh delapan belas tahunan. tak mungkin akan terdapat dua orang manusia yang mempunya ilmu silat seimbang. tenaga dalamnya telah bertambah dengan pesat.. . kemudian minum obat Ku ciang sin yok. disaat itulah yang tangguh bakal muncul sebagai pemenangnya. tapi apa pula yang bisa dilakukan olehnya dalam keadaan seperti ini? Jangankan dia tidak berkemampuan untuk memisahkan kedua orang ini.. maka dasar tenaga dalam yang dimiliki nya boleh dibilang kuat sekali. Ketika berada dalam gua dan salah makan daun Jin sian kiam lan.com/ Bi hong siancu Wan Pek lan nampak gelisah sekali bagaikan semut dalam kuali panas. terutama sekali dalam tenaga dalam.. tak mungkin hasil yang dicapai orang yang satu akan sama dengan orang yang lain. sehingga mencapai enam puluh tahun hasil latihan lebih. Jilid 18 Tahun ini. sedangkan yang lemah akan menemui ajalnya. Walaupun demikian. Pepatah kuno mengatakan: Bila ada dua harimau yang bertarung.Tiraikasih Website http://kangzusi. kekuatan mereka tetap berimbang satu sama lainnya. Sebaliknya. bahkan bila ia bertindak secara gegabah pun bisa jadi akan menimbulkan bencana kematian bagi dirinya.. akhirnya toh akan muncul juga saat untuk menentukan siapa yang lebih tangguh dan siapa yang lebih lemah. sebab itulah meski beradu tenaga-tenaga dalam dengan si makhluk tua sekarang. Mendadak. makhluk tua tersebut sudah berusia tujuh puluh tahun lebih. salah satu diantaranyaa akan terluka. kesempurnaan tenaga dalam yang dimiliki sekarang pun paling tidak masih diatas enam puluh tahun hasil latihan.

Ternyata aneh sekali. bersamaan dengan munculnya tosu tua itu pun suara seruling tadi menjadi sirap dan hilang.Tiraikasih Website http://kangzusi. seruling bambu ditangannya segera ditutul pelan ketengah-tengah orang yang sedang bertempur itu... Tak sempat lagi bagi Bi hong siancu untuk menegur. Tampak tosu tua itu memperhatikan sekejap kearah Bi hong siancu. kemudian sambil tertawa terbahak-bahak serunya: "Haaaah. Suara seruling yang mengalun diudara pun menyusul bayangan hitam yang meluncur tiba itu bergema makin keras. Kedua orang itu segera merasakan udara di sekeliling tubuhnya membuyar dan tubuh mere ka yang sempoyongan pun segera melompat mundur kebelakang. suara yang mengalun menembusi lembah bergema pula ke dalam telinga kedua orang tersebut. dari arah punggung bukit sana muncul setitik bayangan hitam yang secapat sambaran petir meluncur masuk kedalam lembah Si jin kok. tampak olehnya setitik cahaya hitam secepat kilat meluncur kedalam lembah. Bi hong siancu Wan Pek lan segera mengangkat kepalanya sambil memandang ke depan.haaaa. dari balik sorot matanya itu terpancar keluar perasaan bingung dan tidak habis mengerti. tahutahu dihadapan mukanya telah berdiri seorang kakek berdandan seorang tosu. kalian berdua harus segera menghentikan permainan yang tak bermanfaat ini!" Sembari berkata. kedua orang itu segera merasakan semangatnya menjadi segar kem bali dan kekuatannya seperti beratus kali lipat lebih besar keadaan semula..com/ Dari atas bukit Kun san berkumandang suara seruling yang mengalun tiba mengikati hembusan angin. "Criiitt..!" dari mulut seruling menyem¬bur kelur segulung hawa pukulan berwarna putih dan menyambar ketubuh dua orang yang sedang bertarung tadi. Tak selang berapa saat kemudian.. . Pelan-pelan makhluk tua itu membuka sepasang matanya...haaaa..

. "Haah. tapi segera jawabnya dengan marah: "Urusan ini merupakan persoalan pribadi lohu sendiri.. baik-baik menjadi ciangbunjin partai Mao san buat apa kau lari ketempat seperti ini untuk memakan daging menusia? Sebenarnya apa mak sud dan tujuanmu yang sebenarnya?" Begitu berjumpa dengan Heng si Cinjin. "Haah.. boanpwee hanya berilmu cetek" Setelah berbasa-basi sebentar.Hu hok.. "Aaah. Heng si Cinjin segera tertawa terbahak-bahak. Sambil mengelus jenggotnya.haaah. . mungkin kau telah memperoleh suatu penemuan aneh bukan?" Merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah. orang lain tak usah mencampurinya" Heng si Cinjin segera tertawa terbahak-bahak.com/ Menanti si makhluk tua itu dapat berdiri tegak.Tiraikasih Website http://kangzusi. sorot matanya segera dialihkan kewajah tosu tua yang baru muncul itu dan menatapnya lekat-lekat. cepat-cepat dia mengangguk. kedatanganmu tepat sekali..baru berapa hari tidak bersua.haaah.haah.. setiap umat persilatan yang menyinggung soal bukit Kun san di telaga Tong tin.haah... cianpwee terlalu memuji. dengan gusar dia menegur: "Rupanya kaulah yang berbuat ulah disini.. tenaga sinkang yang dimiliki Suma siauhiap sudah memperoleh kemajuan yang amat pesat.. mahkluk tua itupun nampak terperanjat.. sampai lama sekali dia tak mengucapkan sepatah kata pun.. sungguh mengagumkan. untung saja selembar jiwa boanpwe masih bisa diselamatkan!" Ternyata orang yang barusan munculkan diri itu adalah Heng si Cinjin. gurunya dua bersaudara Thia yang mempunyai janji dengan anak muda tersebut. sungguh menggembirakan. Sedangkan Suma Thian yu segera menjura sembari berseru: "Cianpwe. Heng si Cinjin pun mengalihkan kembali sorot matannya ke wajah manusia aneh tersebut.

bukan . Siapa sangka. sementara dia sendiri mengembara didalam dunia persilatan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi baru setahun menjabat sebagai ketua. sekarang kau makan daging manusia disini. padahal yang benar Hu Hok cu memrunyai maksud tujuan yang lain. dia telah menyerahkan jabatan sebagai ketua tersebut kepada sutenya Hu Yan cu. mereka masih mengira pintolah yang membuat ulah dengan mencelakai sesama umat manusia" Ternyata makhluk tua itu merupakan ciangbunjin angkatan ke sembilan belas dari partai Mao san yang bernama Hu Huk cu. entah berapa banyak sudah manusia yang menemui aja1nya disini. berhubung didalam kitab pusaka yang diperolehnya untuk melatih semacam ilmu sesat dibutuhkan kekuatan dari sari manusia. dia pun mendirikan batu peringatan dan menjadikan daerah tersebut sebagai daerah terlarang. bila orang lain mengetahui akan persoalan ini. secara rahasia sekali dia memasuki bukit Kun san dan menyembunyikan diri disitu untuk berlatih ilmu silat. dia segera meninggalkan kedudukannya sebagai Ciangbujin dan menyembunyikan diri disitu. bukan saja suasana diseputar sana dibikin menyeramkan. Selama tiga puluh tahun ini. disanalah korbannya dibunuh dan daging mereka disantap. namun ilmu silat yang dimiliki pun tidak memperoleh kemajuan yang pesat sekali.com/ mereka akan segera teringat pula dengan nama Pinto. dia pun akan muncul dari daerah terlarangnya untuk memancing saudagar atau orang orang persilatan guna memasuki lembah Si jin kok. Banyak orang mengira Hu Hok cu sudah bosan dengan kehidupan keduniawian dan mengggundurkan diri hidup menyendiri. Apabila malam hari sudah tiba. Hu Hok cu yang memperoleh kitab pusaka mana menjadi kegirangan setengah mati. maka untuk meyakinkan ilmu tersebut orang yang bersangkutan harus memakan daging manusia setiap harinya. malam ini dia telah bertemu dengan lawan tandingnya.

haaaaa. setiap kali pula pinto pasti muncul untuk melakukan penyelidikan. Ha Hak cu merasa gusar sekali setelah mendengar umpatan dari Heng si Cinjin tersebut. sambil tertawa seram segera teriaknya keras-keras: "Tosu. kutemukan kehadiranmu disini. Hu Hok ca menggelengkan kepalanya berulang kali. tentu saja aku tak pernah menyangka kalau Si jin ong (raja pemakan manusia) yang paling ditakuti orang dalam dunia persilaian bukan lain adalah dirimu" Tatkala Hu Hok cu mengetahui bahwa orang persilatan merasa ketakutan karena dia pemakan manusia.. sebaliknya dia malah menari-nari dengan girangnya. akhirnya setelah melakukan pengintaian berulang kali.com/ saja dipecundangi.. selama ini pinto mengira apa yang tersiar dalam dunia persilatan sebagai berita bohong yang ada maksud untuk merusak nama pinto beberapa tahun yang berselang itu. Lama kemudian. katanya kemudian: "Malam ini mengapa pula bisa muncul disini?" "Ditengah kegelapan malam aku sering kali mendengar suara gemuruh dan suara ledakan keras. "Haaaaa.. bahkan nyaris nyawanya akan turut melayang. . Sementara itu. bahkan sambil tertawa terbahak-bahak berteriak sekeras-kerasnya: "Aku telah berhasil! Aku telah berhsil!” Tentu saja sikap macam orang gila ini membuat Heng si Cinjin dan Suma Thian yu menjadi kebingungan setengah mati.Tiraikasih Website http://kangzusi. namun tidak berhasil menemukan gua ini" Sambil tertawa. bukan saja berita mana tidak membuat merasa malu atau rendah diri.haaaa. selama tiga puluh tahun ini. pinto pun pernah melakukan pemeriksaan disini.. mengapa kau tak pernah melangkah masuk kedalam lembahku ini?" Heng si Cinjin tertawa bergelak. mereka tidak habis mengerti apa sebabnya orang itu jadi sinting. Hu Hok cu baru menghetikan tariannya macam orang gila itu dan menunjukkan wajah berseri-seri.

kesadaran jalan pikiran maupun gerak-geriknya sudah berbeda sekali dengan manusia biasa. disaat seseorang sedang kecanduan sesuatu. bukankah hal ini kedengarannya lucu dan menggelikan? Tatkala Heng si Ciniin mendengar ucapan nya yang membual itu seketika itu juga dia menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas.haahh.com/ "Toyu!” katanya kemudian. .Tiraikasih Website http://kangzusi. sekarang nama lohu seba¬gai Si jin ong (raja pemakan manusia) sudah termashuur diseluruh koloog langit... bahkan yang lebih sinting lagi. dia ingin mengandalkan ilmu si¬lat yang tercantum dalam kitab pusakanya untuk merajai kolong langit..haahh. bisa jadi dia akan lupa makan dan tidur hingga sikap maupun gerak geriknya menjadi berubah seperti orang gila. haahh. dipandangnya Hu hok cu sekejap dengan sorot mata penuh welas kasih. Padahal dia seperti lupa kalau Suma Thian yu yang dihadapinya malam ini belum lagi bisa dkalahkan. se¬akan-akan orang lain sudah dibikin ketakutan oleh nama besarnya itu. Orang lain mengumpatnya sebagai Si jin ong sebaliknya dia malah nampak kegirangan.. Demikian pula halnya dengan Hu Hok cu yang memusatkan segenap perhatiannya itu untuk mempelajari Mo Kang. lohu akan menjadi raja dan pemimpin dari seluruh dunia persilatan baik diutara maupun selatan” "Ada kalanya. bahkan disana telah muncul se¬orang jago lihay yang berilmu silat beberapa kali lipat lebih hebat daripada kepandaiannya yakni Heng si Cinjin. kemudian ujarnya: “Hu hok. tidak lama kemudian. apakah kau tidak merasa jalan pemikiranmu itu menggelikan? Terlampau lucu dan kenak-kanakan?” “Kekanak-kanakan? Hmmm! Siapa yang bilang kalau aku si bodoh?” Hu hok cu balik bertanya. tapi dia sudah melamun ingin menjadi seorang pemimpin dunia persilatan.. Dua orang manusia ini saja tak mampu dihadapi.. "lohu tidak akan tinggal disini lagi.

mari lohu akan membuktikan dahulu apakah kau mampu atau tidak!” Selesai berkata. masih ketinggalan jauh!” Dicemooh orang. Seperti juga yang pertama tadi. tapi keadaanmu sekarang malah justru bertambah parah!” Heng si cinjin sengaja berkata demikian karena dia mempuryai tujuan yang baik. Heng si Cinjin seakan-akan tak sudi memandangnya barang sekejap pun. tiga puluh tahun berselang kau sudah begini. yakni berharap agar Hu hok cu . Hu hok cu segera melotot gusar. diantara berkibarnya ujung baju. bahkan selama inipun dia sama sekali tidak melancarkan serangan balasan. Menghadapi ancaman tersebut.com/ Hmmm. dengan jurus Im yang jut tong(Im yang mulia bergerak) dia langsung membacok tubuh Heng si cinjin. "Ha Hok!" kembali dia mengejek. kembali Heng si Cinjin mempergunakan kelincahan tubuhnya untuk berkelebat kian kemari ditengah pukulan-pukulan musuhnya. rupanya kau sudah pernah mencicipi empedu macam hati singa sehingga berani menantang lohu? Mari.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia telah mengelirkan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk secara beruntun mele¬paskan empat lima buah pukulan. “Bagus sekali. tahu-tahu dia sudah melayang ke samping untuk menghindarkan diri. setelah itu jengeknya: "Huuuh. sepasang telapak tangannya diayunkan kian kemari bagaikan orang gila. ingin meninggalkan lembah Si Jin kok dengan begitu saja? Apakah kau tidak merasa kalu tindakanmu ini kelewat awal? bentak Heng si cianjin lagi. “makan daging manusia tidak akau mambuat ilmu silat mu memperoleh kemajuan pesat. amarah Hu Hok cu sema¬kin memuncak. menurut pendapat pinto. dengan penuh rasa penasaran bentaknya juga: “Kau berani memandang hina lohu?” “Betul!” Jawaban dari Heng si cinjin ini diutarakan dengan suara tegas dan keras.

. Benarkah ilmu siht yang dimiliki Hu Hok cu saat ini jauh lebih payah ketimbang tiga pulah tahun berselang? Tentu saja tidak. yang telah diketahui tadi. Mau tak mau Heng si Cinjin harus merasa terkesiap juga. membuat hatinya terasa begitu sakit sehingga sukar dilukiskan dengan kata kata. dengan demikian mengurangi bahayanya mati secara mengenaskan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tatkala Heng si Cinjm muncul disana tadi. bahkan boleh dibilang merupakan salah satu gembong iblis yang patut disegani oleh setiap orang. Tapi apa sebabnya kemampuan yang hebat ini seolah-olah tak mampu berkembang. Tampak sepasang mata orang itu melotot be¬sar. inilah yang menjadi penyebab uta rna mengapa serangannya seperti tak berfungsi lagi. Hu Hok cu sedang beradu tenaga dalam melawan Suma Thian yu. kepandaian silat yang dia miliki sebarangsudah mencapai tingkatan yang luar biasa..com/ mau bertobat dari kejahatannya itu. Terutama sekali untuk melepaskan ilmu sesat nya dengan mempelajari ilmu lurus. bahkan tak berhasil meraih keuntungan apa-apa? Sesungguhnya kejadian ini tiada sesuatu yang aneh seperti. Tapi perkataan dari Heng si Cinjin terse¬but ibaratnva sebilah pisau tajam yang lang¬sung menembusi ulu hati Hu Hok-cu. sebaliknya. melepaskan jalan sesat dan kembali kejalan yang benar. sepasang telapak tangannya segera dilontarkan ke muka melepaskan pukulan yang maha dahsyat. Sekalipun hanya mempergunakan sisa kekuatan yang dimiliki. akibat dari pertarungan itu. hawa murninya telah menderita kerugian yang be¬sar sekali. dengan menghimpun sisa kekuatan yang dimilikinya untuk melindungi badan. kenyataannya serangan mana masih merupakan satu ancaman yang serius. dia tahu apabila kesempatan yang sangat baik ini tidak segera dimanfaatkan untuk melumatkan ambisi dan kesombongan .

“Akhhhh.. Mendadak. Baru saja anak muda itu melayang turun ke atas tanah.. tubuhnya melejit ke tengah udara dan langsung menyambar ke arah mana bayangan hitam itu jatuh.. sudah pasti orang ini akan menjadijadi kesombongan dan kesadisannya dikemudian hari. Suma Thian yu segera mementangkan lengan-nya untuk memeluk tubuh berbobot seratus kati lebih itu dengan suatu tangkapan. Seketika itu juga ke dua gulung tenaga pukulan tersebut saling membentur satu sama lainnya ditengah udara..Tiraikasih Website http://kangzusi. keadaannya tak jauh berbeda dengan sesosok mayat saja. dari tengah arena bergema suara jeritan ngeri yang amat menggidikan hati. Orang itu memang Ha Hok cu.. Pelan pelan Suma Thian yu meletakkan tu¬buh Hu Hok cu ke atas tanah dan membiarkaa dia duduk. bayangan hitam tadi sudah meluncur jatuh dari atas dengan kecepatan yang luar biasa.. dengan sebuah kebasan yang mengerahkan tenaga sebesar tujuh bagian..!” Sesosok bayangan manusia bagaikan kayang-layang yang putus talinya segera terlempar ke tengah udara.. Buru-buru dia menghimpun hawa murninya secara diamdiam. sesungguhnya Heng si Cinjin merasa menyesal..... ia sambut datangnya ancaman lawan.. sekarang paras mukanya nampak pucat pias seperti mayat. sementara wajahnya masih menunjukan sikap yang halus dan lembut. “Blaaammm.! Suatu benturan keras yang mamt memekikkan telinga berkumandang memecahkan kesunyian” Menyusul kemudian. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian tersebut segera berpekik nyaring... Setelah berhasil menghajar tubuh Ha Hok cu tadi. setelah dijumpai Suma thian yu .. kemudian ia baru mengundurkan diri ke hadapan Heng si Cinjin dan berdiri serius disana.com/ gembong iblis tersebut..

. tak heran kalau ketiga orang itu menjadi tertegun dan melongo. membuat suasana serasa menggidikkan hati. . Mendadak dari arah dalam lembah itu berkumandang suara isak tangis yang memilukan hati. masih muda sudah menyayangi sesamanya.com/ menolong jiwa Hu hok cu. Tampaknya Hu Hok cu ingin menggunakan kesempatan menangis itu untuk melampiaskan keluar semua kesedihan.suatu perbuatan yang tepat sekali. lalu tegurnya: “Toyu. suatu perbuatan yang tepat sekali. kekesalan dan kemu-rungan yang mengganjal dadanya selama ini. Seorang kakek yang sudah lanjut usia ter¬nyata menangis tersedu sedu macam anak ke¬cil yang mau menetek saja.. pelan-pelan dia berjalan kehadapan Hu Hok cu. Kontan saja kejadian ini membuat ke tiga orang itu tertegun-tegun karena keheranan. Siapa tahu tangis Hu Hok cu semakin lama semakin menjadi-jadi. apa yang membuatmu menangis tersedu-sedu?" “Enyah kau! Enyah kau dari sini. ternyata yang menangis adalah Hu Hok cu.... kau tak usah menggubris diriku lagi. Dengan cepat Heng si Cinjin berpaling. Heng ci Cinjin menjadi tak tega juga akhirnya. bahkan akhirnya dia malah menangis sambil berteriak teriak. dia tak mampu mengucapkan sepatah katapun." Merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah.!" Seperti anak kecil saja. Suara isak tangis itu mengalun dan menggema diseluruh lembah. “Haaaaa.. tak kuasa lagi sambil mengelus jenggot ia tertawa..haaaaa.Tiraikasih Website http://kangzusi. air mata dan ingus bercampur aduk membuat tubuhnya kelihatan bertambah mengenaskan. Hal ini menuajukkan kalau jiwamu mulia dan arif bijaksana. betul-betul suatu penampilan yang mengagumkan.haaaaa. gerak geriknya nampak lucu dan menggelikan. memang jarang sekali dijumpai peristiwa yang luar biasa seperti ini..

enyah! Cepat enyah semua dari hadapanku!" Selagi berkata kembali dia memeluk tanah sambil menangis lagi dengan teramat sedih. sehingga tiada yang luar biasa. orang bisa tertawa geli. sambil menangis tersedu. dalam beberapa lompatan saja ia sudah menerobos ke dalam gua tersebut. Sementara itu Suma Thian yu sudah menerobos kedalam gua. Hu hok cu merasa semakin sedih hingga air matanya jatuh berderai seperti sungai huang bo yang jebol tang gulnya. Pertama. Heng si Cinjin segera bertanya: “Hu hok apakah kau merasa perjuangan selama tiga puluh tahun ini cuma sia sia belaka?" Di korek luka hatinya. diapun kuatir membangkitkan kemarahan . Tatkala Heng si Cinjin menyaksikan si anak muda itu menerobos masuk kedalam gua sebenarnya dia berniat untuk menghalangi ke inginannya itu. umpatnya: "Kau anjing gila. berhubung waktunya singkat dan kuatir Hu Hok cu yang sudah keburu menangis dan menyadari kalau dia masuk kedalam gua. kedua. maka ia bertindak dengan kecepatan luar biasa. Coba kalau peristiwa ini berlangsung ditengah jalan.com/ masih untung ke jadian aneh sudah sering kali di jumpai kawanan jago silat. maka tanpa berpikir panjang lagi dengan mengandalkan kemampuannya untuk melihat dalam kegelapan. sayang terlambat. oleh sebab itu terpaksa dia hanya berdiri dihadapan Ha Hok cu sambil bersiap siaga memberi bantuan kepada Suma Thian yu apabila diperlukan. dia tak ingin terjadinya kesulitan yang tak diinginkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bi hong siancu yang menyaksikan keadaan tersebut segera berbisik kesisi telinga Suma thian yu: "Mengapa kau tak memanfaatkan kesempatan ini untuk memasuii gua dan coba memeriksa dari mana datangnya beberapa titik cahaya bintang yang terlihat tadi?” Suma thian yu merasa usul tersebutada benarnya juga.

tahukalau tiada hasil apapun. coba kalau tidak merasakan datangnya desiran angin tadi. Suma Thian yu benar benar dibikin gemas bercampur penasaran. Kalau dibicarakankan memang aneh sekali. dengan sigap Suma Thian yu melompat tiga langkah kebelakang. ternyata srigala raksasa itu tidak melolong pun tidak mengeluarkan suara apaapa... Dalam Perkiraan SUma Thian yu. tanpa menimbukan sedikit suarapun menyusup ke samping tubuh¬nya siap melakukan terkaman. mendadak dari sisi tubuhnya terasaada desingan angin berhembus lewat. dia bersiap-siap untuk mengundurkan diri dari dalam gua tersebut. hampir saja si anak muda itu tertawa terbahak-bahak.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kemudian dia pun menemukan setumpuk buku diatas meja batu itu. disisi tubuhnya telah bertambah dengan seekor srigala rak¬sasa yang tinggi tubuhnya hampir separuh manusia. siapapun tentu akan mengira srigala tersebut sebagai sebuah patung srigala saja.com/ makhluk tua sehingga melakukan perbuatan jahat yang lebih banyak.. benda ini sudah pasti mutiara Ya beng cu atau sebangsanya. maka dengan cepat dia menuju ke ruang dalam untuk memeriksa lebih seksama. Sambil meaggelengkan kepalanya berulang kali. Siapa bilang kalau cahaya berkilauan itu merupskan Ya beng cu atau sebangssnya? Ternyata benda itu tak lebih hanya sebuah botol yang berisikan kunang-kunang dalam jumlah banyak. . Rupanya entah sedari kapan. ketika berpaling pemuda itu segera menarik napas dingin. namun disana tiada sesuatu apapun yang perlu diperiksa.. Baru saja akan melompat keluar dari mulut gua. Tampaknya serigala itu sudah memperoleh pendidikan yang sangat ketat meski melotot gusar kearah Suma Thian yu. Begitu merasakan datangnya desingan angin tersebut. Sepasang mata serigala raksasa tersebut memancarkan cahaya aneh. Tapi begitu mengetahui apa yang terlihat.

Apalagi setelah dilihatnya srigala raksasa yang melotot penuh kebuasan itu tidak melakukan tubrukan. Dilihat dari sikapnya mana. srigala raksasa itu akan tertarik oleh kerak nati tersebut dan keluar dan gua. mau turunpun tak bisa. behkan memandang sekejap pun tidak. Dia mencoba untuk merogoh kedalam saku¬nya dan mencari sesuatu benda yang bisa di¬gunakan untuk menimpuk. akhirnya Suma Thian yu merogoh kedalam sakunya dan me¬ngeluarkan kerak nasi yang tidak habis termakan dan dilemparkan keluar gua melalui samping srigala raksasa tersebut. maka dia harus membunuh srigala raksasa itu lebih dulu sebelum berhasil menyerbu keluar. Kejadian semacam ini benar-benar merupakan suatu peristiwa yang memusingkan kepala. srigala raksasa itu sama sekali1 tidak menggubris. dan akhirnya tak akan terlukiskan lagi. Sekarang keadaan dari Suma Thian yu ibaratnya menunggang dipunggung harimau.. . akhirnya setelah mencari sekian lama dia berhasil menemukan sebuah benda yang keras sekali. sudah pasti tindakannya itu akan mengejutkan Hu Hok cu yang berada diluar gua. Dia berharap. ia Cuma berjalan kearah depan gua dan menghadang jalan perginya.com/ namun sama sekalai tidak melancarkan tubrukan. sebaliknya justru berjongkok didepan gua sambil menjulurkan lidahnya yang panjang dan berwarna merah itu. Siapa tahu. tapi dengan demikian. tetap duduk sudah.Tiraikasih Website http://kangzusi.? Setelah berpikir sekian lama. tidak pula mengundurkan diri. Apabila Suma thian yu ingin keluar dari gua tersebut. apabila dia mela kukan suatu tindakan. Suma Thian yu menjadi gelisah sekali.. sudah jelas dia sedang menunggu sampai Suma thian yu beranjak lebih dahulu. dengan begitu. tak bisa disangkal lagi. sudah pasti srigala raksasa itu tidak akan melepaskan dia dengan begitu saja. tapi andaikata harus bertahan lebih jauh. sampai kapan urusan itu baru selesai.

Ditengah-tengah lingkaran yang dikitari lukisan tadi.. paras mukanya berubah hebat dan segulung hawa panas muncul dari pusarnya dan menerjang ke atas tenggorokan.Tiraikasih Website http://kangzusi.... aaah! Dia... srigala raksasa itu segera mengangkat tubuhnya dan mempergunakan cakar depannya yang tajam bagaikan pisau untuk mencengkeram dada Suma Thian yu. ternyata tak lain adalah lencana miling Siang wi coa Bian pun ci yang diperolehnya sewaktu bertarung diperahu besar dalam telaga Tong ting ou belum lama berselang.. Begitu Suma Thian yu menggerakan tubuhnya. menggunakan kesempatan inilah Suma thian yu mengamati benda tersebut dengan lebih seksama. Begitu lencana emas dikeluarkan. Menyaksikan hal tersebut Suma thian yu merasakan hatinya terkesiap.. Suma Thian yu merasakan darah panas dalam tubuhnya bergolak keras." Bergumam sampat disltu. dia segera bergumam: "Bu. bukankah benda ini milikku. hatinya semakin terkesiap. dia... terukir dua huruf besar yang berbunyu SUMA. buru-buru dia membalik pada lempengan lencana yang lain.. cahaya keemas-emasan segera memancar keempat penjuru.dia . mendadak saja dia menerjang keluar dari situ.... ... Tampak olehnya diatas lampengan lencana emas itu terukir seekor naga hijau yang sedang mementangkan sayapnya. dia. dia seolah-olah lupa kalau didepan gua menunggu srigala raksasa yang siap menerkamnya.. Rupanya permukaan lencana tadi berukir beberapa huruf yang berbunyi demikian: Kenang-kenangan untuk Thian yu pada usia satu tahun: LIONG SIANG HONG WU Ayahmu: Tiong-ko" Menyaksikan kesemuanya itu..dia adalah musuh besarku.com/ Ketika benda itu diambil keluar.

Hu hok cu telah berhenti menangis. Srigala raksasa itu memang hebat. kemudian dilihatnya pula Suma thian yu berdiri tak jauh dari gua tersebut. . kemudian sambil membalikkan badan melepaskan pukulan. sebuah pukulan dahsyat segera dilontarkan diatas kepala srigala raksasa itu. dari arah belakang kembali terasa munculnya dua gulung angin serangan yang menekan arah punggungnya.. dengan penuh amarah bentaknya: "Siau hek! Jangan biarkan dia kabur!” "Siau hek" mungkin merupakan nama dari serigala raksasa tersebut. dia mengira pemuda itu hendak berusaha untuk memasuki gua itu.. setelah itu sekali lagi melakukan tubrukan. Begitu melangkah keluar dri gua tersebut. Suma Thian yu tidak mau membuang waktu lagi. Dengan cekatan Suma thian yu maju selangkah. kemudian tubuhnya menggelinding kesamping untuk meloloskan diri. ketika ia mengangkat kepalanya menyaksikan serigala kesayangannya sedang menerkam orang. Kontan amarahnya berkobar dan membara didalam benaknya.Tiraikasih Website http://kangzusi. gaya tubuhnya yang semula berdiri tegak seperti mnausia itu mendadak menggelinding kesamping. terdengar suara desingan yang memekikkan telinga menggulung kemuka. Memanfaatkan kesempatan yang sangat baik itulah. angin serangan mana menyambar kearah belakang batok kepala serta tengkuknya.. seketika itu juga terasa segulung angin pukulan yang maha dashyat menggulung kearah srigalaraksasa tersebut.. Serta merta srigala raksasa itu miringkan kepalanya untuk menghindar.com/ Dalam keadaan begini. Dimana angin pukulannya meluncur. tanpa membuang waktu lagi Suma thian yu segera menerjang keluar dari gua tersebut. Dalam pada itu..

itu melompat ke udara semakin tajam. jeritnya: “Siau Hek!” Seperti orang kalap saja dia melompat kemana si serigala raksasa tersebut jatuh. dia segera menyambar salah satu cakarnya tersebut dan mencengkeramnya erat-erat. Suma thian yu merasa perlu untuk bertindak lebih jauh. dia mengangkat tubuh srigala raksasa itu kemudian dilemparkan kedepan. Tahu kalau tindak tanduknya ketahuan banyak orang. cakarnya yang tajam seolah olah sudah siap sedia digunakan untuk mencabik-cabik tubuhnya. Bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya. tatkala ia tiba disitu. serangan demi serangan yang dilancarkan secara bertubi-tubi pun dilepaskan makin dahsyat. serigala raksasa tersebut sudah menumbuk di atas dinding gua dengan menimbulkan suara keras. dengan suara penuh kegusaran dia membentak: “Pingin mampus rupanya kau!” Sambil menahan rasa sakit. dia berusaha untuk menghindarkan diri. Hu Hok cu yang menyaksikan peristiwa tersebut menjadi terperanjat sekali. tak ampun tangannya segera bertambah dengan jalur luka yang segera mengeluarkan darah. kali ini dia tak berkelit lagi. srigala raksasa itu segera meluncur kedepan menumbuk dinding gua. Amarah tak bisa dibendung lagi dalam dada Suma thian yu. tapi berhubing tangannya yang sebelah masih menggenggam cakar srigala tersebut. dia tak sempat untuk menghindarkan diri lagi. yang penting sekarang adalah membunuh srigala raksasa tersebut lebih dahulu. sayang sekali kedatangannya terlambat setengah langkah. serigala raksasa. tapi pada saat yang bersamaan cakar yang lain menyambar datang pula. Maka menghadapi serangan srigala raksasa. begitu sepasang cakar srigala tersebut meluncur tiba. . Si anak pumada itu menjadi amat terperanjat.com/ Mendengar seruan mana.Tiraikasih Website http://kangzusi.

kemudian sepasang telapak tangannya dengan jurus Siang hong tiau yang (sepasang hong menghadap matahari) dengan memisah kekiri dan kekanan langsung menghantam kepala Suma thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. dua gulung angin pukulan itu saling membentur lalu menyebar keempat penjuru. setelah itu jatuh tertunduk diatas tanah dan memuntah kan darah kental. Hu Hok cu kembali naik darah. Dengan disertai suara deruan angin pukulan yang memeakkan telinga.. Mendadak terdengar suara benturan keras yang mememikkan telinga menggema memecahkan keheningan. Melihat serigala kesayangannya mati.com/ Tidak ampun lagi. akan tetapi diua tak berani memandang enteng. buruburu sepasang telapak tangannya dirangkap didepan dada dan dilontarkan kedepan. Serangan yang dilancarkan dalam keadaan gusar dan nekad ini benar-benar disertai dengan kukuatan yang luar biasa sekali. Ha hok cu mendengus tertahan dan mundur beberapa lagkah dengan sempoyongan.!” Sembari berseru dia menerjang kehadapan Suma thian yu. pecahlah batok kepala srigala raktasa itu. angin serangan tersebut segera meluncur kearah depan. sepasang matanya merah membara seperti kobaran api dengan muka memerah dan menyeringai seram. kali ini dia menyerang dengan sembilan bagian dari ilmu Bu siang sinkang yang dikombinasikan dengan Kui goan sim hoat.. bayar kembali selembar nyawa dari Siau Hek untukku. . isi benaknya berhamburan kemana mana dan mampas seketika itu. dia membentak keras. untuk beberapa saat dia tak mampu untuk bangkit berdiri lagi. Kendatipun Suma thian yu memiliki ilmu silat yang amat lihay. "Bocah keparat..

Untung saja sikap Bi hong siancu jauh lebih tenang. cepat kita kejar dia!" "Mengejar siapa?" tanya Bi hong siancu Wan Pek lan dengan wajah tercengang.. sebab takutnya dia sudah keburu menghilang sehingga su¬lit untuk di temukan kembali!” . pemuda itu seolah-olah lupa kalau disisinya masih berdiri seorang Bu lim cianpwe yang merupakan juga tuan penolongnya. yakni Heng si Ciajin. dia segera menggandeng tangan Suma Than yu dan memberi kerliogan mata kepadanya antuk memberitahu kepadanya bahwa Heng si cinjin masih berada disitu. segera ditariknya tangan Bi hong saiancu Wan pek lan sambil berseru: "Adik Lan. boanpwe telah mengetahui siapakah musuh besar pembunuh ayahku.com/ Begitu berhasil merobohkan Hu Hok cu. kita tak boleh memandangnya lagi. ditengah jalan nanti akan kuceritakan kesemuanya ini kepadamu. dengan wa¬jah menyesal dia lantas menjura kepada Heng si injin sembari berkata: "Locianpwe sekarang boanpwe masih ada suaut urusan penting yang harus segera di selesaikan dan apabila sikapku kurang sopan harap kau sudi memaafkan" Sambil mengelus jenggotnya.. bukankah kau mempunyai janji dengan kedua orang muridku? Mengapa kau buru-buru ingin memohon diri? Sebenarnya apa yang telah terjadi? Buru-buru Suma Thian yu membungkukan badannya. Suma Thian yu baru mendusin dan sadar kembali akan kekilafannya.. sambil menyahut: "Sekarang. Heng si Cinjin tertawa. katanya kemudian: Haaaaahhh. "Sekarang waktunya sudah tak banyak lagi.!” Saking marah dan membaranya api dendam dalam dadanya. maka seandainya mereka hendak pergi pun harus minta ijin dahulu kepadanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu tidak ambil perduli apakah dia sudah tewas atau belum. maka aku harus mencarinya dengan segera. Sekarang.

kemudian membungkukkan badab dan memeriksa keadaan lukanya..haa. kejahatan yang dilakukan olehnya pun sudah kelewat banyak. biarkan dia merasakan siksaan dan penderitaan tersebut selama sisa hidupnya didunia ini” Waktu itu Suma Thian yu hanya memikirkan bagaimana caranya untuk membalas dendam terhadap Siang wi coa Bian Pun ci. dia tersenyum dan tidak berbicara lagi. terlalu keenakan buat bajingan tua ini" Berbicara sampai disitu...hiantit tak usah kelewat terburu napsu. orang ini membunuh orang tanpa berkedip. "Biarkan saja dia merasakan penderitaan akibat dari ulah sendiri. Pelan-pelan dia berjalan menghampiri Hu Hok cu. "Haaa. mari kita pulang dulu!" Sebenarnya Suma Thian yu masih merasa agak keberatan.com/ “Siapakah musuhmu itu?" "Siang wi coa Bian pun ci! Bajingan cabul!" Heng si Cinjin segera tertawa lebar... besok pun masih ada waktu untuk mencarinya? Mencari dia pada hari ini.haa... kalau dia sampai mati. tapi untuk memberi muka kepada cianpwee tersebut diapun merasa kurang baik uutuk menolak kebaikannya.haa. terhadap mati hidup Ha Hok cu boleh di bilang sama . setiap persoalan janganlah dilakukan dengan tergesa-gesa. atau mencarinya besok toh sama saja?” Aku kuatir kalau bajingan cabul itu sudah keburu melarikan diri!” Sekali lagi Heng si Cinjin tertawa tawa. dia berjalan kem¬bali ke samping Suma Thian yu dan berkata lebih jauh.Lohu jamin kalian pasti dapat saling bersua muka.. bisa dibayangkan betapa kalut dan gelisahnya perasaan pemuda tersebut sekareng.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Haaa. "Masih untung keadaannya tidak terlampau parah sehingga selembar jiwa tuanya masih bisa diselamatkan.. setelah itu berguman seorang diri.. Agaknya Heng si Cinjin dapat menduga apa yang sedang dipikirkan dalam hati kecil pemuda itu.

dengan mengerahkanilmu meringankan tubuh Heng im lin sui (berjalan di mega air mengalir). segala sesuatunya sudah diatur oleh Yang kuasa. betul juga.. ternyata mereka tak . tanggung besok pagi kau akan berhasil menemukan dirinya. mereka bergerak lebih duluan. Heng si cinjin berjalan di paling depan sebagai penunjuk jalan. dia pun hanya mengiakan dengan begitu saja. pepatah kuno pernah bilang: Ada niat menanam bunga. tiada maksud menanam poaon liu. pohon liu menganak rimba. Suma Thian yu tahu kalau Heng si Cinjin tak mungkin akan sembarargan berbicara tanpa sesuatu dasar yang kuat. Suma Thian yu serta Bi hong siancu segera mengikuti terus dibelahkangnya seperti bayangan. namun secara lamat-lamat mengandung suatu makna yang mendalam. Mereka bertiga segera berangkat meninggalkan lembah Si jin kok tersebut. bila kau hendak mencarinya. Didalam sekejap mata saja kedua sosok bayangan manusia itu sudah tiba didepan mere¬ka bertiga. be¬lum tentu orang itu ditemukan. Heng si Cinjin tahu kalau pikirannya wak¬tu itu sedang kalut. Sambil menghentikan perjalanannya. jarak mereka hanya selisih empat langkah dan bersama-sama bergerak kearah bukit Kun san. maka sambil tersenyum katanya lagi: "Hiantit.. maka tanpa terasa hatinya menjadi jauh lebih lega..Tiraikasih Website http://kangzusi. tampak dua sosok bayangan manusia secepat sambaran kilat sedang meluncur kearah mereka berada.com/ sekali tak menggubris. Heng si cinjin berpaling seraya berkata: “Rupanya arak Cuan telah menantikan kedatangan kita!” Suma Thian yu menengok kedepan. Walaupun ucapan tersebut tidak mengartikan sesuatu secara tegas. maka ketika Heng si Cinjin menyelesaikan perkataannya. Bila kau bersedia mengikuti lohu. bu¬nga tak mau tumbuh.

perasaan anak gadis memang jauh lebih halus dan cermat.com/ lain adalah Thi Pit suseng (sastrawan pena baja). Ketika Suma thian yu tiba ditanah lapangan tersebut. sehingga akhirnya timbul perasaan malu terhadap diri sendiri. makin dilihat terasa semakin cantik. tak heran kalau Suma thian yu tidak begitu tertarik kepada dirinya selama ini. apabila aku pun bisa mengundurkan diri dari . Tak lama kemudian.Tiraikasih Website http://kangzusi. dibelakang menjulang tebing karang yang tinggi. dia segera bersorak sorai kegi¬rangan: "Suma Hianti. dia segera menghela napas sambil memuji: “Benar-benar sebuah tempat pertapan yang amat indah dan tenang. mari kita kembali dulu ke rumahh gubuk” Buru-buru Suma Thian yu mengenalkan mereka dengan Bi hong siancu dan susana pun menjadi ramai. gampang dipermainkan oleh emosi. Ternyata tempat itu merupakan tiga buah rumah kecil yang terbuat dari kayu. mengapa baru muncul pada saat ini?" Kemudian kepada gurunya. dan menyaksikan pemandangan alam yang terbentang depan matanya. Thia Cuan dan adiknya. Yaa. Ketika Toan im siancu menyaksikan Suma thian yu membawa serta Wan pek lan. hatinya segera menjadi kecut dan sedih. ditatapnya gaids itu dari atas sampai bawah. Menyaksikan gurunya datang membawa Su¬ma Thian yu. kebetulan saja! Panjang untuk diceritakan. dari mana kau orang tua bisa tahu kalau mereka akan berkunjung kemari?" “Kebetulan saja. sedangkan di depan rumah serbentang sebuah tanah lapangan yang luasnya sepuluh kaki. aku bersusah payah mencari mu kemanamana. Heng si Cinjin kembali tanyanya dengan hormat: “Insu. sampailah mereka berlima ditengpat kediaman Heng si cinjin. tapi untung hanya sebentar saja dan kemudian menjadi tenang lagi. Sementara itu Toan im siancu dengan penuh seksama.

maka kedamaian dan ketenangan akan muncul dan menyelimuti kembali hati kita semua" "Ya. tahukah kau baru saja siauhiap lolos dari ancaman bahaya? Sekalipun kau ingin berbincang-bincang dengannya. Heng si cinjin segera mendongakkan kepalanya memandang cuaca. tidak sia sia hidupku selama ini" Heng si Cinjin mengelus jenggotnya dan tertawa nyaring. semuanya menimbulkan kesan yang mendalam bagi yang memandangnya. mereka dapat berbincang-bincang sampai puas... maka sambil tertawa katanya kemudian: “Cuan ji. segera tanyanya: “Kenapa? Apakah Thian yu telah berjumpa dengan si setan tua tersebut. hiantit..Tiraikasih Website http://kangzusi. Heng si cinjin yang berpandangan tajam.?” . maka diujung langit situ akan muncul sebuah ikat pinggang langit yang memancarkan sinar keemasan. lalu katanya lagi: “Masih ada seperempat jam sebelum tibanya saat matahari akan terbit. mari kita duduk bersila disini. setelah berjuang semalaman suntuk.com/ dunia persilatan dan mengasingkan diri disini. kau harus beristirahat lebih dahulu!” Sementara itu Thi pit Suseng Thia Cuan sangat berharap didalam perjumpaan ini. Thi pit suseng menjadi terkejut sekali. semua pikiran keduniawian serasa hilang lenyap dengan begitu saja dikala matahari tenggelam dilangit barat sana. maka dia merasa kurang setuju dengan usul gurunya itu. kehidupan manusia didunia ini memang bagaikan sebuah impian yang aneh!” kata Suma Thian yu. "Menyaksikan terbitnya matahari disini akan menimbulkan suatu kedamaian dihati. jika malam sudah tiba dan keheningan malam mencekam seluruh jagad. toh tidak usah dilakukan pada saat ini juga” Mendengar perkataan tersebut.. sekilas pandangan saja ia dapat menebak jalan pikirannya.

betapa indahnya pemandangan alam disini. "Hianit. dari kejahuan sana terdengar suara ayam berkokok tanda fajar telah menyingsing. mereka pun turut membuka mata masingmasing. ketika fajar mulai menyingsing. kemudian ujarnya sembari tertawa. Toan im siancu yang ketanggor batunya menjadi terbungkam dan segera duduk bersila untuk mengatur napas. Diatas puncak bukit Kun san. tanpa terasa ia menarik napas panjang-panjang sambil bergumam: “Ooh. Suma Thian yu segera manfaatkan pula kesempatan tersebut untuk mengaturnapas. lebih baik jangan ditanyakan dahulu" tukasnya.com/ "Bukan. betapa agungnya alam semesta ini” . Heng si Cinjin tersenyum. Matahari pun seakan-akan baru bangun dan tidurnya dan memancarkan cahaya keemas-emasannya keseluruh jagad. Akhirnya. Waktu pun berlalu dengan begitu saja tanpa meninggalkan bekas. mereka berlima segera duduk bersila untuk bersemedi menurut ajaran perguruan masing-masing.Tiraikasih Website http://kangzusi. tidak selang berapa saat kemudian dia sudah berada dalam keadaan lupa akan segala galanya. Hengsi si Cinjin mengangkat kepalanya sambil memandang cahaya keemas-emasan yang murcul diballk bukit sana. ditengah sebuah tanah lapang yang luas duduk bersila lima orang. “Sekarang. matahari telah terbit!" Benar juga. Suma thian yu berjalan kesisi tanah lapang. matahari telah terbit dan memancarkan sinarnya keempat penjuru dunia. Begitulah. yang dia jumpai adalah gembong iblis yang jauh lebih ganas dan lebih dahsyat daripada si setan tua tersebut" "Siapakah orang itu Insu?" sela Toan im siancu Thia Yong dari samping. memandang keindahan alam yang terbentang dihadapannya.

menjadi menyesal sekali. Suma thian yu menggeleng. tidak menunggu lebih lama lagi dia segera berjalan lebih dulu.. kau pergilah sendiri. aku hendak menikmati keindahan alam dari disini.. bagaimana kalau kita menangkap beberapa ekor diantaranya?” Mendengar kalau ditempat tersebut amat menarik hati. ya. Perempuan. Thia Yong yang menjumpai kepolosan dan kesucian Wan Pek-lan. “Tidak.com/ Sementara itu. bagaimana kalau kita bermain main dibelakang bukit sana!" Agaknya Toan im siancu bermaksud untuk mengajak Bi hong siancu pergi.Tiraikasih Website http://kangzusi. sehingga dengan demikian akan mengurangi perkembangan hubungan diantara mereka berdua. Wan Pek-lan menjadi girang sekali. “Indahkah pemandangan alam dibelakang bukit sana?” “Ditempat itu tumbuh berbagai bunga yang indah dan harum. mendengar ajakan tersebut. tapi gampang cemburu.?” Memandang bukit yarg menjulang dikejahuan sana. katanya kemudian: “Adik Lan. Bi hong siancu segera menarik tangan Toan im ciancu dan berkata sambil tertawa manis. . perempuan! Perempuan memang makhluk yang cantik. adik Lan. disitu pun terdapat kelinci dan kijang. ia merasa jiwa serta pandangan sendiri ke lewat sempit. Bi hong siancu Wan Pek lan sama sekali tidak mempunyai sesuatu maksud apapun. apakah kau akan ikut bersama kami. Bi hong siancu Wan Pek lan telah berjalan kesisinya dan bersandar diatas lengannya dengan penuh kemesraan. Toan im siancu Thia Yong yang menyaksikan kejadian itu merasakan hatinya menjadi kecut dan sedih sekali.. dia segera menyambuti dengan gembira: “Bagus sekali! Engkoh Thian yu.

Tatkala Thia pit Suseng Thia Cuan menanyakan peristiwa yang telah menimpanya semalam. salah memasuki lembah Si jin kok dan bertemu dengan Hu hok cu. sudah tentu ikut merasa gem bira. dia bertanya lagi: “Suhumu berkata. aku pasti akan mengasingkan diri ditempai yang sangat indah ini” Sembari berkata dia lantas menggenggam tangan Thia Cuan erat-erat. bagaimana bertemu dengan setan muka hijau.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Menyukai alam disini?" “Oooh. pemandangan disini amatlah indah. Kemudian sebagai akhir kata. Thi pit Suseng memang sudah tahu kalau anak muda ini adalah seorang yang amat perasa dan mudah emosi. betul. Siapakah yang dapat melupakan kein¬dahan seperti ini?” "Bila kau tidak merasa tempat ini terlalu jelek. sahutnya: “Panjang sekali untuk diceritaka. apa kau menyukainya?” "Apa. sungguhkah perkataan ini?” Thi pit suseng segera manggut-manggut. tentu saja dia tak tahu kalau Thia Yong justsu menggunakan tipu muslihat untuk mengajak Wan Pek lan berlalu dari situ.com/ Maka setelah dilihatnya Wan Pek-lan berlalu lebih dulu. buru-buru dia menyusul dari be¬lakang. Hiante. tanpa mengucapkan sepatah katapun kami segera . kemarin Thi heng pun bertemu dengan setan muka hijau dan Siang wi coa berdua. kau terlalu baik. Thi pit suseng Thia Coan baru berjalan mendekat Suma Thian yu sambil bertanya: “Hiante. Sepeninggal mereka berdua. menyukai siapa?” tanya Suma Thian yu sambil tersentak kaget dari lamunannya. tanpa merahasiakan sesuatu apapun Suma thian yu segera menceritakan bagaimana dia datang memenuhi janji. selanjutnya kita boleh hidup bersama-sama disini?" "Thia heng. hari ini kalau bisa berjumpa muka dengan Siang wi coa. Thi pit suseng Thia Coan yang menyaksikan adiknya Thia Yong dapat bergaul akrab dengan nona Wan.

Untung saja Heng si cinjin segera mengetahui adanya pertarungan dalam lembah itu dan menyusul kesana. akhirnya kami berjanji akan berduel lagi hari ini. Menanti dua bersaudara Thia lembali kesana. Rupanya. dari belakang rumah terdengar suara orang tertawa . dalam perjumpaan yang tak ter duga. darah panas serasa mendidih dalam tubuhnya seolah-olah Siang wi coa Bian pun ci telah berdiri dihadapan mukanya sembari menyeringai. Suma thian yu sudah sampai lebih dahulu dan memasuki lemba Si jin kok. Ketika dua bersaudara Thia yang lama menunggu belum juga melihat kedatangan Suma thian yu. itulah sebabnya mereka sudah pasti akan datang kemari untuk memenuhi janji” Mendengar ucapan mana. coba kalau bukan demikian. ketika kemarin ketika dua bersaudara turun gunung untuk menyambut kedatangannya Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. mungkin Suma thian yu tak pernah akan pernah tiba disana selamanya. merasa kuatir apabila Suma Thian yu mengetahui rahasai sebenarnya dan menyerang kesitu. dia tidak berniat untuk melangsungkan pertarungan tersebut dan berjanji dengan dua bersaudara Thia untuk melanjutkan pertarungan pada hari ini. mereka segera melangsungkan pertarungan saru. Suma Thian yu menjadi paham akan duduknya persoalan.com/ bertarung. Sementara kedua orang itu masih bercakap-cakap dengan gembira. mereka pun segera berjalan jalan di sekitar telaga sambil menikmati keindahan alam. kemudian si anak muda tersebut sedang bertarung diatas perahu. dia segera mohon maaf berulang kali. Pada saat itulah sepasang manasia bengis yang sedang melarikan diri itu kabur pula sampai disana. Suma Thian yu segeral mengepalkan tinjunva kencang-kencang. sehingga terjadi pertarungan sengit tersebut. Siang wi coa yang kehilangan lencana emasnya. Begitulah setelah mendengar penuturan tersebut.

tidak menimbulkan suara lagi. Thi pit suseng Thia Cuan segera berkata: “Hiante. enteng. kesempurnaan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki orangorang itu menunjukan kalau ilmu silat mereka meraka tidak lemah.. untuk sementara waktu kau dan nona Wan silahkan masuk dulu kedalam ruangan" "Mengapa?" tanya Suma Thian yu dengan perasaan tidak habis mengerti.. Dari bawah bukit sana bergema beberapa kali suara pekikan yang nyaring. tak selang beberapa kemudian Toan im siancu dan Wan pek lan telah muncul dengan membawa seekor kelinci.. Suara pekikan nyaring segera bergema dari mulut bukit sana. tampaklah tiga sosok bayangan manusia bagaikan tiga batang anak panah yang terlepas dari busurnya menembusi angkasa dari ujung langit sana dan meluncur ketengah arena dengan gerakan Peng sah lok eng (burung manyar melayang dipasir)." Apa yang dikatakan Thia Cuan ini memang betul dan Suma Thian yu merasa tepat sekali.. Mendadak. katanya: .. Mendengar suara pekikan tersebut. Menyaksikan kehadiran ke tiga orang itu. maka dia lantas mengajak Bi hong siancu bersembunyi dahulu di dalam rumah. "Seandainya Siang wi coa menyaksikan kau hadir disini dan sebelum dia bertarung sudah melarikan diri.. Bersamaan dengan berkumandangnya suara pekikan nyaring yang membelah angkasa itu.com/ cekikikan. Mana cepat. Hng si Cinjin segera tertawa nyaring. Heng si Cinjin juga pelan-pelan bangkit berdiri dan berjalan menuju ke ujung lapangan sana.Tiraikasih Website http://kangzusi.. bukankah kesempatan yang sangat baik ini akan terbuang sia-sia? Bila ingin mengejarnya lagi mungkin akan jauh lebih sukar daripada ke langit.

bila tidak menyambut kedatangan kalian dari kejauhan harap sudi dimaafkan.. ini berarti bukan orang luar lagi. si Harimau angin hitam Lim Kong segera tertawa seram.. kalian bertiga tak usah pergi lagi. mana. rupanya kalian bertiga menganggap asing diriku.haah. “kalau toh mereka adalah murid cianpwee. wah.. Mendapat teguran tersebut. “Ahhh. tampaknya aku sudah mengusik ketenanganmu! Kalau begitu.. menjajal kepandaian hanya bertujuan untuk mengejar kemajuan. katanya: “Waaah. “Oooh..haah. apa salahnya untuk diselenggarakan? Apalagi yang menantang kalian adalah muridku..betul.. asalkan pertandingan terbalas saling menutul belaka. sudah bersusah payah datang kemari. Seusai berkata. mari. mana. kalian memang sepantasnya untuk berhubungan lebih akrab. mana kalian harus pulang dengan tangan hampa? Bagi orang persilatan. dia lantas memberi tanda kepada si Setan muka hijau dan ular berekor nyaring setelah itu membalikkan badan dan siap berlalu dari situ.. baiklah kami mohon diri saja. Mendadak Heng si cinjin tertawa tergelak lagi.haaah.com/ “Haaah. dua orang pemuda tersebut adalah anak muridmu?" “Haah. mari. entah ada petunjuk apakah kalian bertiga datang kemari?” Ketiga orang itu tak lain adalah Siang wi coa (ular berekor nyaring) Bian pun ci. Kim bin kui (setan muka hijau) Siang Tham serta toa suhengnya Hek hong hou (harimau angin hitam) Lim Kong.sepagi ini kalian bertiga telah mengunjungi bukit kami.. biar pinto bertindak sebagai saksinya saja” .. rupanya cianpwae yang sedang ber¬tapa disini.Tiraikasih Website http://kangzusi.. kita hanya salah pa¬ham saja" Harimau angin hitam Lim Kong tertawa dingin.. pertama-tama dia yang buka suara lebih dahulu.haah. tentu saja Pinto tak leluasa untuk turut campur. Mari. harap sudi di maafkan" ucap Heng si Cinjin sambil tertawa nyaring.. bila perbuatan mereka kemarin telah menuugeu kalian... mereka adalah murid-muridku.

masa orang lain dapat disalahkan?” Walaupun sudah mandengar ucapan tersebut. biarlah kami turut perintah saja” “Cuma. bila hal ini terjadi maka hanya bisa disalahkan kepandaian sendiri yang kurang becus. Thi pit suseng (sastrawan berpana baja) Thia Cuan menjadi habis sudah kesabarannya. diapun bisa memberikan pertanggungan jawabnya.. tampaknya dia masih curiga kalau perkataan dari Heng si Cinjin tersebut bukan timbul dari hati yang jujur. kau begitu menguatirkan tentang masalah tersebut bahkan berpikir yang teliti. Mendengar ucapan mana. bagaimana jadinya?" Bajingan ini memang licik... haaaahhh.. memanga ya kau kuatir kalau sampai guruku turun tangan mencampuri urusan ini bila kalian sampai melukai aku orang she Thia?” . kemudian sambil membalikkan badan dan tertawa dingin serunya: “Jika cianpwe memang berniat begituh. kecurigaan yang terpampang diwajah si harimau angin hitam Lim kong belum juga hilang. sehingga bila Thia bersaudara menderita cedera nanti. sebelum pertandingan dimulai harus dijanjikan dulu..Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Sungguh gembira hati si harimau hitam Lim Kong setelah mendengar janji Heng si Cinjin yang tak akan mencampuri urusan tersebut. dengan kening berkerut dan mata melotot karena gusar. andaikata salah satu pihak sampai salah turun tangan hingga menyebabkan pihak yang lain cedera. berhati busuk dan berbahaya sekali. serunya dingin: “Lim tayhiap. ia memandang sekejap ke arah kedua orang itu. kemudian ia mendongak an kepalanya dan tertawa panjang: "Haaaahhhh. bermaksud tak baik. memang tak urung akan menjadikan salah satu pihak ce rera. diam-diam Heng si cinjin mendengus. haaaahhh bila pertarungan mulai terjadi.. rupanya dia ingin mencari posisi yang lebih menguntungkan dalam pembicaraan mana.

dia segera membentak: "Lonte busuk. lihat serangan.. "Lim toako. Ditengah udara segera berkumandang deruan angin puyuh yang menyambar-nyambar. sebuah serangan dahsyat segera dilontarkan. sudah barang Thi pit suseng dapat mengetahui akan hal ini. ucapan seorang lelaki sejati lebih berat daripadabukit karang.Tiraikasih Website http://kangzusi. apa sih maksud kedatangan kita kemari? Memangnya hanya untuk bersilat lidah belaka?" “Betul. daripada bersilat lidah lebih baik bersilat tangan" sanbung Toan im siancu ce¬pat. padahal menang begitulah maksud hati yang sesungguhnya.com/ Diluarnya si Harimau angin hitam Lim Kong menggoyangkan tangannya berulang kali menyatakan tidak. dia menerobos ke hadapan Thi pit suseng lalu mem bentak nyaring: . angin yang menderu membuat pasir dan debu beterbangan diangkasa dan langsung menyambar tubuh bagian bawah Toan im siancu. "dalam santapan siang hari ini memang paling baik kalau dihidangkan sop tulang ular" Ucapan mana berarti ganda dan kontan sa¬ja mendamprat si ular berekor nyaring hingga berkaok-kaok kegusarannya. toaya akan mencoba kekuatan mu lebih dulu. kami bukan bangsa manusia yang berbicara mencla-mencle dan suka menjilat ludah sendiri” Banyak berbicara yang tak berguna tak ada gunanya" sela si ular berekor nyaring Bian pun ci dari samping. Dalam amarahnya. Di pihak lain. serangan telapak tangannya berubah menjadi serangan jari dan secepat kilat balas menotok tubuh si ular berekor nyaring. Sebagai pemuda yang berpengalaman... tanpa terasa dia berseru lagi sambil tertawa dingin: “Soal itu mah tak asah ku kuatirkan.. si Sitan muka hijau Siang Tham juga habis sudah kesabarannya. Thia yong segera melejit ke tengah udara lalu meluncur datar ke depan.” Berbareng dengan selesainya perkataan itu.

dia lantas berdiri seenaknya sendiri sambil membuka seluruh pertahanannya. tanpa terasa serunya kaget: “Sungguh ilmu gerakan tubuh yang indah!” Tubuhnya segera berputar seperti roda kereta. mendadak dia maju selangkah ke depan. mendadak ia menyak sikan tangan kiri si Setan muka hijan Siang Tham menghantam ke arah dadanya. dia bersiap sedia menghadapi serangan dahsyat dari musuhnya itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Merasakan datangnya desingan angin tajam dibelakang punggungnya. Siang Tham amat terperanjat. dia menyelinap kebelakang punggung Thia Cuan lalu dengan jurus Si ting si eng (Si Ting memanah rajawal) dia bacok punggung anak muda tersebut. Melotot besar sepasang mata si setan muka hijau Siang Tham. kelihayannya bukan alang kepalang. kitapun bermain beberapa gebrakan untuk mengisi waktu senggang. Dalam repotnya Thia Cuan melakukan tangkisan ke atas sambil melepaskan sebuah tendangan mengarah tenggorokan musuh... apun tak usah menyimpan kepandaian mu lagi. entah dengan gerakan apakah dia melancarkan serangan tahu tahu orangnya sudah menerobos ke hadapan Thia Cuan dan mencengkeram alat kelamin orang.com/ "Mari. lalu dengan . silahkan memberi petunjuk dengan segenap kemampuan yang kau miliki" Sambil berkata. sambil menyeringai seram katanya: “Maaf aku orang she Siang!” Selesai berkata. Gerakan tubuhnya amat cepat bagaikan sambaran angin. serangan yang digunakan juga merupakan ilmu simpanan dari Heng si Cinjin. Dengan jurus Lik pit mong hou (membacok keras harimau buas) Thi pit suseng mengunci tubuh bagian bawahnya. harap Thia tayhiap melancarkan serangannya” "Sungguh bangga hatiku bisa mencoba kepandaian silat Siang tayhiap yang termashur dan cukup menggetarkan dunia persilan itu.. Thi pit suseng Thia Cuan tak berani bertindak ayal.

perasaannya waktu itu sungguh kesal dan masgul. dalam waktu singkat angin pukulan bayangan kaki saling menggulung de¬ngan dahsyatnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. ditengah arena hanya nampak dua gulung bayangan putih yang sebentar kekiri sebentar kekanan. dia tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi keadaan mana. Heng si Cinjin menjadi sangat kuatir hingga mengucurkan keringat dingin setelah menyaksikan peristiwa tersebut. Tanpa sadar Heng si Cinjin maju beberapa langkah kedepan. pengalamannya meski luas toh sulit untuk bertarung lebih lama. mau turun tangan membantu lebih tak mungkin. sebentar meninggi sebentar merendah. Begitu pertarungan berkobar. Mendadak terdengar Toan im sianeu menjerit kaget. saling bertarung dengan serunya. rambutnya kusut dan tubuhnya agak menggigil. namun bagaimanapun juga kesempurnaan Toan im siancu masih jauh dari sasaran. Mau mercampuii urusan itu tak bisa.com/ jurus Tah ong kay kiong (raja lalim mementang gendawa) melepaskan sebuah serangan balasan kearah depan. kepandaian . apa mau dikata. lambat laun dia mulai keteter dan berada dalam posisi yang amat berbahaya. tapi dengan cepat dia berhenti kembali. sekalipun muridnya bakal te¬was dalam pertarungan itupun. namun dia sudah terlanjur berbicara. Pertarungan yang berkobar antara Toan im siancu melawan si ular berekor nyaring Bian pun ci juga berlangsung seimbang. tubuhnya melompat mundur bebera¬pa langkah dengan wajah pucat pias. Memang berat untuk melaksanakan "pegang janji" semacam itu. apa yang telah diucapkan lebih berat dari bukit karang. Sebagai seorang angkatan tua dari dunia persilatan. sehingga sulit baginya untuk terjun lagi kedalam arena guna mengatasi kesulitan mana. sebab kadang kala pengorbanannya lebih parah daripada nyawa. kedua belah pihak menggunakan segenap kepandaian silat yang dimilikinya.

disusul kemudian nampak dua sosok bayangan manusia melesat keluar lewat jendela seperti anak panah yang terlepas dari busurnya. dia langsung menerobos ke tengah tengah antara si Uarr berekor nyaring Bian Pun ci dengan Toan im siancu berdua. Jilid 19 MENDADAK terdengar Si ular berekor nyaring berpekik nyaring. Nampaknya keadaan Toan im siancu jadi amat kritis dan keselamatan jiwanya terancam. seluruh tubuhnya melejit ke tengah udara. dia langsung saja menerjang ke atas tubuh Toan im siancu. sementara bayangan yang lain mengikuti dibe lakangnya dengan gerakan yang tak kalah ce patnya. ibarat burung elang meaerkam kelinci.. Heng si Cinjin tahbu kalau bintang penolongnya telah muncul. Begitu menyaksikan kemunculan orang ter-sebut. Tampak bayangan manusia yang muncul di tengah arena terlebih dahulu tadi sama sekali tidak merubah gerakan badannya. semua perasaan risau dan masgul yang semula menyelimuti perasa annya. Bayangan manusia yang pertama muncul kedepan dengan kecepatan yang luar biasa... dengan sepuluh jari tangan yang dipeatangkan lebar-lebar. mendadak berkumandang suara pekikan nyaring dari dalam rumah kayu itu. kini tersapu lenyap hingga tak berbekas. "Blaammm. sepasang telapak tangannya berubah menjadi serangan cakar.Tiraikasih Website http://kangzusi. .com/ silat dari murid kesayangannya masih setengah tingkat dibawah ke¬mampuan lawannya. Di saat yang sangat gawat itulah. hal tersebut membuatnya jadi amat mengenaskan sekali dan tak tahu bagaimana caranya untuk mengatasi keadaan tersebut.!" suatu benturan keras berkumandang memecahkan keheningan.

Suma Thian yu dengan sorot mata yang tajam bagaikan sembilu memandang sekejap ke arah si Ular berekor nyaring. dia menjadi amat terkesiap. diam-diam dia mengeluh. Kebetulan sekali kita saling bersua kembali. 00O00 00O00 MENGGUNAKAN kesempatan yang sangat baik itulah Toan im siancu segera menjatuh kan diri berguling ke samping tubuh gurunya.. "Heeehh. ketika ia mendongak kan kepalanya dan mengetahui kalau orang yang menyelamatkan Thia Yong barusan tak lain adalah musuh bebuyutannya... Waktu itu. sebelum pada akhirnya berhasil mengendalikan tubuhnya secara dipaksakan. kemudian sapanya: "Bian tayhiap. Dengan bersusah payah dia harus menjaga keseimbangan tubuhnya. serta merta . sebenarnya si ular berekor nyaring Bias Pun ci masih diliputi perasaan ter kejut barcampur kaget.Tiraikasih Website http://kangzusi. mungkin dia sudah tewas semenjak tadi." Dipihak lain. angin pukulan-nya segera mental balik dan mendorong tubuhnya hingga tergetar mundur sejauh beberap langkah dengan sempoyongan. ketika si Harimau angin hitam Lim Kong menyaksikan kemunculan Suma Thian yu disitu...com/ Angin pukulan yang dilepaskan si Ular ber ekor nyaring seolah-olah membentur diatas sebuah dindiig yang tebal saja.. heeeh.. aku memang sedang risau karena tak bisa menemukan jejakmu didunia ini. aku mengira siapakah yang bernyali harimau sehingga berani mengginggu pekerjaan toaya. rupanya kau si bocah keparat. jantung serasa berdebar keras. kalau bukan jodoh tak akan bertemu. tak nyana kalau kau malah menghantar diri sendiri kehadapanku. andaikata Suma Thian yu tidak muncul pada saatnya untuk me nyelamatkan selembar jiwanya. kau kaget? Tidak menyangka kalau aku yang datang bukan?" Si Ular berekor nyaring Bian Pun ci tertawa seram.

Bi hong siancu Wan Pek lan pun segera turut munculkan diri pula disisi arena..benda itu merupakan benda milik toanya. ditinjau dari munculnya benda tersebut ditanganmu. kau lah yang telah membakar rumahku. Melotot gusar sepasang mata Suma Thian yu setelah mendengar ucapan itu. kau tak usah mengurus darimana kuperoleh benda terebut.Tiraikasih Website http://kangzusi.. tapi sesat kemudian telah menjidi tenang kembali.... kembali dia berseru dengan lantang: "Bajingan keparat! Kau anggap anak muda gampang diiipu? Terus terang kuberitahukan kepadamu.. darimana kau dapatkan lencana emas tersebut?" Paras muka si ular berekor nyaring Bian Pun ci berubah hebat begitu menyaksikan lencana emas tersebut. sebab kau tidak berhak untuk menyelidiki aku" Suma Thian yu segera membalikkan telapak tangannya memperlihatkan tulisan yang terukir diatas lencana emas mana.heeehh. benda ini milik sauya. mau apa kau? Memangnya kau sanggup melalap diriku bulatbulat?" ... kemudian tanyanya dengan gusar: "Bian tayhiap. Dari dalam sakunya Suma Thian yu mengeluarkan lencana emas tersebut. ber arti kaulah yang membunuh orang tua ku. heeeehh.heeehh.. "Heeehh. ayo mengaku!" Si Ular berekor nyaring Bian Pun ci tertawa seram...com/ dia meninggalkan lawannya Thi pit suseng dan bergeser ke arah Suma Thian yu.." Betul-betul orang iblis yang berakal licik Bian Pun ci masih pandai berlagak pilon lagi.....kalau memang toaya yang melakukan. dengan wajah memerah bentaknya lagi: "Memangnya benda itu milikmu pribadi?" "Soal itu tak usah kau tanyakan. dia tertawa dingin lalu serunya dengan nada yang menyeramkan: "Heehhh..

paling pantang kalau keadaan dikuasai lawan. sambil tertawa panjang dia menubruk kemuka dengan jurus Oh hou pu yo (harimau lapar menerkam domba). lamat-lamat tera sa sakit. serangan cakarnya berubah menJadi pukulan telapak tangan dan langsung membacok tubuh musuh. selama hidup ngeri dengan tali. dia langsung mencengkeram wajah si Ular berekor nyaring Bian Pun ci. Keadaan mana tak ubahnya seperti semacam permainan dia selalu berusaha keras untuk menghindari bentrokan langsung dengan anak muda tersebut. cakar maut tersebut sudah muncul dihadapannya. Dengan gugup Biaan Pun ci menyingkir kesamping. Dengan begitu. tentu saja Suma Thian yu tak sudi melepaskan musuhnya dengan begitu saja. baru saja Suma Thian yu melepaskan pukulannya. Begitu pula keadaannya dengan si ular berekor nysring Bian Pun ci sekarang. apalagi Suma Thian yu memiliki kepandaian silat yang luar biasa. sekalipun berhasil meloloskan diri dari cengkeraman itu toh dadanya yang kena tersambar. dia telah menderita kerugian yang cukup parah. Pertarungan antara jago lihay. Serangan yang dilancarkan oleh Suma Thian yu dalam keadaan gusar ini dilakukan dengan kecepatan luar biasa dan jurus serangan yang amat dahsyat sekali. dia maju ke de pan. Ketika berlangsungnya pertarungan sengit diatas perahu besar ditengah telaga Tong ting ou kemarin.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bian Pun ci sudah melompat mundur dengan terbirit birit karena ketakutan.com/ Hawa amarah Suma Thian yu sudah tidak terbendung lagi. dia segera mengembangkan ilmu Tay kim to liong ciang yang . Orang kuno bilang: Sekali terpagut ular. Suma Thian yu malah berhasil menduduki posisi diatas angin dan berada dipihak yang memotori serangan. Gagal dengan serangannya yang pertama. Begitu berhasil merebut posisi yang menggun tungkan. menanti Bian Pun ci menyadari akan bahaya.

serta merta semua amarahnya dilimpahkan ke atas tubuh orang ini. Dalam waktu singkat angin pukulan menderu deru. bayangan tangan berlapis-lapis. bentaknya keras-keras: "Tahan!" Waktu itu. si ular berekor nyaring Bian Punci yang terjerumus dalam kepungan sedang gelisah dan berusaha untuk melepaskan diri dari kepungan lawan.com/ amat lihay itu serta melepaskan serangkaian serangan berantai yang meluncur bagaikan gulungan ombak di sungai Tiangkang. Dengan mempergunakan ilmu Heng toan wu san (awan memotong bukit Wu) dia bacok tubuh Lim Kong keras-keras: "Pingin mampus!" bentak si harimau angin hitam Lim Kong dengan penuh amarah. dengan cepat menyadari betapa berbahayanya keadaan rekannya itu diam diam dia menghimpun hawa murninya. maka begitu menyaksikan si Harimau angin hitam Lim Kong menyerbu ke tengah arena. sepasang lengannya memainkan dua kuntum bayangan kepalan yang menerobos diantara tubuh kedua orang itu. kemudian sambil mendesak kehadapan Suma Thian yu serunya: . Suma Thian yu naik darah apalagi setelah menyaksikan Harimau angin hitam Lim Kong mencampuri pertarungan mereka. lalu dengan jurus Yu ma hun tiong (kuda liar membelah hulu) dia tahan serangan musuh dengan kekerasan.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu sambil berpekik nyaring dia menerjang masuk ke arena pertarungan. dia segera manfaat-kan kesempatan tersebut untuk meloloskan diri dari kepungan lawan yang dahsyat. Sepasang lengannya yang menerobos ke depan dipisahkan ditengan jalan. si ular berekor nyaring Bian Pun ci segera terjerumus dalam kepungan musuh. seperti gulungan awan hitam yang menyelimuti seluruh angkasa. Si Harimau angin hitam Lim Kong yang menonton jalannya pertarungan dari sisi arena. Begitu orangnya tiba.

com/ "Sebelum urusan menjadi jelas. sekalian boleh maju bersama-sama untuk menghadapi ku" Si Harimau angin hitam Lim Kong adalah manusia cerdik yang amat 1icik. sebenarnya apa maksudmu?" Mendengar perkataan tersebut Suma Thian ya tidak melancarkan serangan lagi. berbicara soal jumlah orang maupun kekuatan nyata. masa kalian hendak mungkir? Orang she Lim apabila kau hedak mencampuri urusan ini. disitu pun berdiri seorang tokoh dunia persilatan yang lihay. dia berdiri tegak disana dan menyahut dengan suara sedingin salju. heeh. kau tak usah menggunakan siasat untuk kabur. Bagi seorang lelaki sejati. asal masih bisa bernapas setiap saat masih ada kesempatan untuk membalas dendam. maka dengan wajah yang aneh dan tertawa licik. mengerti?" . Begitulah. kau jangan memfitnah orang semaunya sendiri. heeh. sau ya mu bukan seorang bocah berusia tiga tahun yang gampang ditipu dengan semaunya sendiri. Maka dia pun lantas mengambil keputusan untuk angkat kaki dan kabur saja dari situ. kecuali pihak lawan masih terdapat dua bersaudara Thia. masa dapat salah lagi? Orang she Lim. mereka masih bukan tandingan orang. setelah mengambil pertimbangan dalam hatinya. tak usah kuatir kehabisan kayu bakar. Sebaliknya bila mereka harus maju bertiga. omong kosong! Bukti yang nyata sudah berada di depan mata..Tiraikasih Website http://kangzusi. "Bukti sudah berada disini.. maksudku apakah kau tidak salah mencari sasaran?" "Heeh.. sauya akan sekalian memperhitungkan dirimu... dan dia cukup menyadari bahwa pertarungan satu lawan satu tak mungkin bisa mereka ungguli.. sudah beberapa kali dia mencoba kepandaian silat dari Su ma Thian yu. Pepatah bilang: Selama gunung masih hijau. Lim Kong si harimau angin angin hitam itu segera berkata: "Siauhiap. lebih baik jangan menyerang secara mem babi buta.

apakah kau akan mempercayainya?" Mendengar perkataan tersebut.haaah. kau anggap dia yang telah membantai keluarga Suma. seandainya Bian Pun ci bersedia menjawab.. "Jelas hal ini tidak mungkin!" "Seandainya aku dapat menyebutkan nama orang itu? Apa yang hendak kau lakukan?" harimau angin hitam Lim Kong mendesak terus lebih jauh.com/ Paras muka si Harimau anngin hitam Lim Kong tampak amat tenang." Sementara dia masih termenung. bagaimana mungkin bisa mengetahui akan hal ini? Seandainya masih ada orang lain.. coba lihat dulu apa yang dia katakan sebelum mengambil keputusan lebih jauh. cara kerjamu terlalu kaku. tak usah kau banyak ngebacot lagi. kau adalah orang diluar garis..tukas suma Thian yu...?" "Bukti sudah berada didepan mata. Suma Thian yu segera berpikir di dalam hatinya: "Perkataan ini memang masuk diakal juga. "Haah. mengapa orang she Bian itu jadi gelagapan dan tak mampu menjawab?" Si Harimau angin hitam Lim Kong tertawa seram pula. haah.. "Seandainya masih ada orang lain?" jengek Si harimau angin hitam Lim Kong sambil tertawa dingin. Sip hiat jin mo lah yang telah menolong selembar jiwanya" ... katanya segera sambil tertawa seram: "Siauhiap. si harimau angin hitam Lim Kong telah berkata lebih jauh: Orang yang melakukan pembantaian terhakan orang tuamu dan membakar perkampungan Suma keh ceng tempo hari adalah Sip hiat jin mu (manusia iblis penghisap darah) Pi Ciang hay.. bodoh dilain waktu... Suma Thian yu segera mendongakkan kepa lanya dan tertawa terbahak bahak. kalau menuduh orang pun sekehendak hatinya sendi ri. waktu itu Bian Pun ci sedang terjebak dalam keadaan bahaya.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Siauhiap hanya pintar sesaat.

meski hukuman mati bisa dihindari.. ayolah dikeluarkan semua!" Suma Thian yu tidak banyak berbicara lagi dia segera membalikkan tangannya mencabut pedang yang tersoren di punggung..Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil menahan rasa geram sepera benraknya keras-keras: Bajingan keparat. sauya pasti akan menyelidiki persoalan ini sampai tuntas untuk membuktikan kebenaran dari pengakuan mu hari ini. kalau memang ada kepandaian.com/ Berdebar keras jantung Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu.... heehh...kenangan" Mendengar ucapan mana. kalau toh dendammu berhasil di balas. menurut pengakuanmu Sip hiat jin mo adalah dalangnya. heehh. paras mukanya segera berubah hebat. kau anggasp toaya benar-benar jeri kepadamu?? Aku orang she Bian adalah seorang lelaki jantan.. "Heeh. heeh.. bocah keparat.. cepat bantahnya: "Mengapa lencana emas tersebut bisa terjatuh ketangan orang she Bian tersebut?" Toaya yang kena ditawan merasa peristiwa tersebut sebagai suatu aib besar" sambung si Ular berekor nyaring Bian Pun ci dengan cepat. perkataanmu yang pertama sangat bertentangan dengan ucapanmu yang terakhir. tapi... sepasang matanya segera melotot besar.. heeehh. "lencana emas itu ku minta dari Sip hiat jit mo sebagai kenang. "Heeh. mengapa pula harus meninggalkan lencana emas tersebut sebagai kenangan? Apakah tindakan seperti ini tidak melanggar suatu kebijaktanaan?" Berbicara sampai di situ. jangan harap kau bisa lolos dari hukuman hidup!" Si Ular berekor nyaring Bian Pan ci segera mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.. orang she Bian. sekali lagi Suma thian yu tertawa terkekeh kekeh. . mencorong sinar tajam dari balik matanya. kau mengatakan bahwa tertawanmu merupakan aib.

mari kita berduel lebih dulu!" Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi geli. hmmm! Memangnya orang she Wan tersebut bisa menggertak aku?" Sementara dia menggerutu dihati. Paras muka si ular berekor nyaring Bian Pun ci berubah amat serius setelah menyaksikan pedang Kit hong sin kiam tersebut. bocah busuk.Tiraikasih Website http://kangzusi. Begitu golok mestika sudah berada dalam genggaman. tahu-tahu dalam genggamannya telah ber tambah dengan sebilah pedang sepanjang tiga depa. apabila sauya telah berhasil menemukan Sip hiat jin mo dan mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. itulah pedang mestika Kit hong sin kiam. dari dalam sakunya dia mencabut keluar pedang Boan liong to andalannya.!" diiringi suara dentingan nya ring. tak heran kalau dia begitu sombong dan takabur.. golok Boan liong to nya menciptakan selapis cahaya tajam yang langsung membacok ke tubuh Suma Thian yu. bila tahu diri cepat cokel keluar sebuah biji matamu. tampaknya nyali si ular berekor nyaring Bian pun ci pun turut menjadi lebih besar. sikap sombongnya yang semula tak nampak kini menghiasi kembali paras mukanya.com/ "Criiing. senyuman dingin menghiasi ujung bibirnya. siapa yang bakal hidup siapa yang bakal mati masih sukar untuk diduga. sekalipun kau hendak bersembunyi sampai diujung langitpun jangan harap bisa lolos dari pengejaranku!" "Hmm. Mendadak dia tertawa aneh. hari ini sauya akan membuka jaring dan untuk sementara waktu tak akan membunuhmu. dengan perasaan bergetar keras pikirnya: "Rupanya kau adalah ahli waris dari orang she Wan. hmm. bentaknya dengan suara aneh: "kalau bukan kau tentu aku. kau anggap dengan mengandalkan ucapan tersebut lantas bisa menggertak toaya?" Selesai berkata. mendadak terdengar Suma Thian yu membentak keras: "Bajingan busuk. pikirnya diam-diam: ..

Ketika berpaling kearah si ular berekor nyaring Bian Pon ci. menanti cahaya berkilat dari ujung golok itu. hmmmm.. Bian pun ci memang seorang yang hebat. mendadak dia membentak dengan suara keras: "Lepas golok!" Berbareng dengan suara bentakan itu. tampak sepassng tangannya menutupi wajahnya rapat-rapat sementara da-rah segar bercucuran dengan deras. Si Uiar berekor nyaring Bian Pun ci merasakan sekujur tubuhnya bergetar keras.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu tidak mendesak lebih jauh. sambil tertawa panjang serunya dengan lantang: "Kena!" Tampak cahaya pedang Kit hong kiam berkelebat lewat. Tentu saja Suma Thian yu tak akan melepaskan kesempatan yang sangat baik itu dengan begitu saja.com/ "Aku tidak meringkus nyawamu pun sudah merupakan suatu kemujuran bagimu.. ia segera mundur kembali keposisinya semula dengan sekulum senyuman kemenangan menghiasi ujung bibirnya. menyusul kemudian terdengar suara dengusan tertahan bergema memecahkan kebeningan. dia tidak mengeluh atau merintih. bayangan manusia lenyap dari pandangan. Golok Boan liong to yang semula berada di tangan si ular berekor nyanns Bian Put ci. serangan ujung golok lawan sudah menusuk datang. sambil me nutupi matanya dengan . tahu-tahu sudah terlepas dari genggaman dan mencelat ke udara. rupanya dia sudah kehilangan sebuah biji mata sebelah kirinya... bedebah yang tak tahu diri!" Sementara dia masih termenung. buru-buru dia melompat ke samping. dengan perasaan terkejut bercampur tercengang.. Begitu berhasil dengan serangannya. Suma Thian yu segera mengawasi mata golok tersebut lekat-lekat. menyusul kemudian terdengar si ular berekor nyaring Bian Pun ci menjerit kesakitan.. sekarang masih berani berlagak sok buas dihadapanku.

apabila selama ini aku mengganggu ketenangan mu. Heng si Cinjin adalah seorang pendekar be sar pada generasi yang lalu. dia melotot sekejap kearah Suma Thian yu dengan gusar. lalu tanpa menyapa si Harimau angin hitam Lim Kong dan si setan muka hijau Siang Tham lagi. kontan hatinya menjadi terkesiap. dia segera membalikkan badan dan berlalu dari situ dengan kecepatan luar biasa. dalam keadaan demikian dia tak berani berdiam disana lebih lama lagi. si Harimau angin hitam Lim Kong yang menyaksikan Suma Thian yu berhasil melukai Bian Pun ci hanya didalam sekali gebrakan saja. maka kali ini tiba gilirannya yang kabur terbirit-birit seperti anjing kena digebuk. Si Harimau angin hitam Lim Kong adalah seorang jagoan yang terhitung tokoh kelas satu dalam dunia persilatan. nama besarnya sudah termasyur sampai di . dengan mata tunggalnya yang mencorongkan sinar ke bencian ibarat ular beracun sedang mencari mangsa. Kemudian sambil membalikan mata.com/ tangan sebelah. pohon punya bayangan. harap sudi dimaafkan" Selesai berkata.Tiraikasih Website http://kangzusi. Padahal dalam kenyataannya dia amat jeri terhadap Heng si Cinjin. kemudian katanya: "Aku akan mohon diri lebih dulu. ia ber jalan ketempat golok Boan liong to nya jatuh dan memungutnya. ke jadian ini tentu saja tak pernah diduga oleh Suma Thian yu. Sementara itu. kalau dimasa lalu dia pernah mendorong Suma Thian yu hingga tercebur ke dalam selokan. Kepergian si ular berekor nyaring Bian Pun ci yang membawa perasaan dendam ternyata menimbulkan badai pembunuhan berdarah da lam dunia persilatan di masa mendatang. Buru-buru dia menjura kepada Heng si Cin jin. orang bilang: manusia punya nama. dia lantas menarik tangan adik seperguruannya si Setan muka hijau dan segera berlalu dari situ.

Si harimau angin hitam Lim Kong mempuryai janji dengan Thia si kakak ber adik. In heng MERASA tak mampu untuk mengejar ke lihayanmu itu" . setelah dilihatnya keadaan tidak menguntungkan. Thi pit suseng Thia Cuan segera berjalan ke sisi Suma Thian yu dan menepuk bahunya sambil memuji: "Hiante.com/ mana-mana dan menggetarkan dunia persilatan. baik dalam dalam ilmu pukulan ataupun dida lam ilmu pedang. sama sekali tak menyangka kalau kedua orang muda mudi itu murid Heng si Cinjin. boleh dibilang cukup membuatnya terbelalak dengan jantung berdebar keras. Maka dari itulah. apabila sekarang tidak angkat kaki untuk menyelamatkan diri. sudah dapat di pastikan Suma Thian yu akan mendapat malu dan kehilangan muka. terutama sekali kepandaiannya dalam menangkis golok mestika Bian pun ci dan gerakannya mencongkel biji mata rekannya. seandainya dia tak memiliki dasar tenaga dalam yang sempurna dan ilmu silat yang tinggi. sungguh hebat gerakan tubuhmu. dia segera angkat kaki dan melarikan diri terbirit birit. penampilan ilmu gerakan tubuh yang dilakukan Suma Thian yu tadi amat hebat dan melebihi keampuhannya dimasa lampau. Dia segera sadar. sulit untuk mencapai tingkatan tan seperti itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. semua orang tertawa terbahak-bahak. hampir semuanya dapat menjagoi dunia persilatan. Begitulah. boleh dibilang setiap umat persilatan yang berada di dunia ini mengetahui tentang kelihayannya. sambil memandang ke tiga orang iblis bengis itu pergi jauh. Andaikata ilmu silat yang dimiliki si ular berekor nyaring Bian Pun ci lebih hebat setingkat lagi. bisa jadi nanti akan menemui kesulitan besar Padahal kemenangan yang berhasil diraih Suma Thian yu tadi hanya merupakan semacam pertaruhan saja. Disamping itu.

kontan saja keningnya berkerut dan sorot matanya berlilat. Suma Thian yu menjadi sadar kembali. bahkan selalu saja saling bermusuhan? Sudah jelas Lim Kong sengaja melimpahkan bibit bencana tersebut kepada orang lain agar kau menghadapi Sip hiat jin mo dengan sepenuh tenaga. asal aku berkunjung ketempat tinggal Sip hiat jin mo dan menanyakan persoalan ini kepadanya. bu kankah masalahnya akan menjadi jelas?" Heng si Cinjin segera tertawa terbahak-bahak: "Haaaaaa. mendadak terdengar Heng si Cinjin berseru. apakah tidak pernah kau bayangkan bahwa gurunya si harimau angin hitam Lim Kong dengan Sip hiat jin mo selama ini tidak akur hubungannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sementara semua orang sedang berbincang-bincang dengan gembira. boleh dibilang kemenangan yang diperoleh dengan menyerempet bahaya" sahut Suma Thian yu sambil tetap merendah.. "Apakab hiantit percaya dengan apa yang diucapkan oleh Bian Pun ci dengan Lim Kong tadi?" "Setengah percaya setengah tidak. haaaaah.... "Hiantit.com/ "Aaah. kau tertipu!" Suma Thian yu segera berpaling. Suma Thian yu segera mengucapkan beberapa patah kata merendah. segera berkata lagi sambil tertawa: . Toan im siancu juga segera maju ke depsn sambil mengucapkan rasa terima kasihnya atas pertolongan yang telah diberikan pemuda tersebut kepadanya. seakan-akan ia hendak mengejar musuhnya pada saat itu juga. lalu tanyanya dengan wajah tercengang dan tidak habis mengerti: "Sungguh? Dalam hal apa aku tertipu?" Heng si Cinjin tersenyum. Heng si Cinjin yang menyaksikan kejadian itu. kemenangan tersebut kuraih secara uamaguntungan saja.. haaaaaa. sementara mereka akan menjadi nelayan beruntung yang tinggal memungut hasil nya?" Mendengar keterangan mana..

Demikianlah Suma Thian yu berdiam selama bebarapa hari dipuncak bukit Kun san. akhirnya dia memohon diri kepada Heng si Cinjin untuk melanjutkan perjalanannya mennju ke Tibet. jangan sampai menimbulkan kemarahan orang banyak. Ucapan tersebut diutarakan dengan kata-kata yang tegas. sebab kalau sampai demikian maKA kau akan terjerumus dalam posisi seorang diri. Sampai pada waktunya. membuat Suma Thian yu merasa terharu sekali. Makanya dalam menghadapi persoalan apapun. bahkan kadangkala melakukasn pekerjaan semaunya sen diri tanpa berpikir panjang. kau akan mengalami nasib seperti pamanmu Wan Liang. dia akan berangkat ke bukit Soat-san untuk men cari Sip hiat jin mo. maka dari itu didalam mengimbil segala tindakan terutama untuk melenyapkannya. asal kau sudah mempunyai buku yang jelas. kemudian melaksanakan rencananya untuk membalas dendam. dia berhenti sejenak. masa bagi orang muda. selamanya terburu napsu dan tidak sabaran. kau harus mencari bukti yang jelas lebih dahulu sebelum melakukan tindakan lebih jauh" Berbicara sampai disitu. lagi-lagi kau mengidap penyakit yang anEH. yeng terpenting adalah "kesetiaan kawan". tidak sedikit pula yang menentangnya dan berusaha untuk melenyap kannya dari muka bumi. meski orang persilatan yang menyanjungnya dan membela dia amat banyak..Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ "Hiantit. tapi berhubung dia sangat memikirkan perjalanannya ke Tibet sehingga makan tak enak tidur tak nyenyak. akhirnya sering kali akan menyesal sepanjang masa. maka jangan kuatir kalau tiada orang yang bersimpatik kepadamu. orang-orang pasti akan membayar usahamu itu dan harapanmu untuk membalas dendam pasti akan terwujud. . kau harus bertindak ber hati-HATI. Dalam hati kecilnya dia mengambil keputusan bila urusan di Tibet telah beres. Ambil misalnya seperti Bi kun lun Siau wi goan. dimana akhirnya harus mati dalam keadaan mengenaskan. kemudian sambungnya lebih jauh: Bagi orang persilatan.

Akibatnya Toan im siancu harus menahan kekecutan hatinya menyaksikan adegan mana.Tiraikasih Website http://kangzusi. Hari ini. ia merasa sedih dan perasaannya serasa saling bertentangan satu sama lainnya.. Dikala Bi hong siancu Wan pek lan harus berpisah dengan Suma Thian yu. Setiap kali berjalan beberapa langkah. orang yang terlalu banyak malah lebih mudah menimbulkan hal-hal diluar dugaan. seakan-akan harus bersusah payah untuk mempertahankan langkahnya saja. berpisah dengan kekasih memang merupakan suatu peristiwa yang berat hati. tentu saja merasa berat hati dan sedih sekali. tampak beberapa orang saudagar sedang duduk melepaskan lelah. Thi pit suseng Thia Cuan segera berjanji berapa waktu kemudian akan meng ajek mereka berdua untuk menantikan kepulangan Suma Thian yu. berhubung urusan itu menyangkut rahasia langit. tubuhnya seakanakan terperosok kemuka dengan sempoyongan. sebab bagi manusia. diatas dadanya seakan akan digantungi dengan batu cadas seberat ribuan kati. matahari bersinar terik seperti hendak menyengat badan. . Atas dasar alasan itulah.. bahwa perjalanannya menuju ke Tibet hanya boleb dilakukan oleh dia seorang diri dan tidak diperkenankan mengajak orang lain. Saat itulah dari kejauhan sana nampak sese orang berjalan mendekat dengan langkah yang gontai. udara yang menyelimuti jalan raya menuju ke kota Siang yang amat panas. orang yang berlalu lalang pun amat sedikit.com/ Bi hong siancu Wan Pek lan tak dapat melawan bujukan dari Toan im siancu sehingga akhirnya mengambil keputusan untuk tetap tinggal disana. Di depan pintu sebuah warung ditepi jalan Ku khing. Suma Thian yu tak berani memaksa Bi hong siancu untuk mendampinginya. Padahal Cong liong Lo sian jin telah ber pesan kepada Suma Thian yu ketika hendak meninggalkan gua Hui im tong tempo hari. mereka seakan-akan merasa tak tahan dengan udara panas yang amat menyengat badan itu.

seru Lim loji dengan perasaan mendongkol. kalau setiap orang yang berada dikolong langit mempunyai mental seperti kau semua. Tempo hari. "kau tidak tahu apa lihat kau memang tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh. me rasa tidak terima kalau menyaksikan hal-hal yang tak adil. aku turun tangan menolong seorang nyonya yang sedang terluka parah." "Mengapa?" orang she Kang itu ikut menimbrung dengan perasaan amat amat tertarik.Tiraikasih Website http://kangzusi. akibatnya terjadi suatu peristiwa yang hampir saja mengorbankan selembar nyawa tuaku. kemudian diiringi suara nyaring dia terjatuh ke tanah dan merintih tiada hentinya. tampaklah orang yang berada di tengah jalan itu sudah sampai didepan mereka dengan keadaan lemah dan napas tersengal-sengal. Semua orang yang menyaksikan keadaan orang itu. ketahuilah berkelana dalam dunia persi latan bukan suatu pekerjaan yang gampang. Baru saja kakek Lim hendak menjawab. suka mencampuri urusan orang lain.com/ Beberapa orang saudagar yang sedang duduk didepan warung itu serentak berpaling menyaksikan keadaain orang itu. bagaimana kalau kita kesana untuk memayang tubuhnya?" Yang disebut "Lim loji" adalah seorang kakek yang berusia lima puluh tahunan. nyaris nasi mereka muntah keluar. hal mana lebih baik lagi" Orang yang menujukan usul tadi segera mendengus: "Hmm. . tampak dia mengangkat cawan air tehnya dan menghirup setegukkan lalau sahutnya sambil menggeleng: "Lebih baik masing-masing orang mengurusi persoalan sendiri dan tak usah mencampari urusan oranglai. bagi kita yang sering melakukan perjalanan jauh. lohu pun seperti juga kau seka rang. kalau bisa tidak mencampuri urusan orang. salah seorang diantaranya berkata: "Orang itu sudah hampir roboh. jadi apakah dunia kita ini?" "Lo kang". hai Lim loji.

Beberapa orang saudagar itu sudah terbiasa melakukan perjalanan ke utara maupun selatan sungai besar. sepatunya nya terbuat dari kain dengan beberapa ekor lalat menempel disekitarnya. Kalau kau mengatakan dia sebagai pengemis. apabila jika kau adalah seorang sastra wan yang menguasahi seni dan sastra. apakah kau menganggap perkataanku tadi sebagai angin yang berlalu? Kalau kau sudah tak ingin hidup lagi. kakek Lim segera menggoyangkan tangannya berulang kali sambil mencegah: "Jangan. Kalau dibilang dia adalah seorang sastrawan. sesungguhnya tidak mirip sebab seorang pengemis tidak akan mengenakan pakaian ber dandan seorang sastrawan. Mendengar perkataan tersebut. kalau diiihat dari tampangnya entah sudah berapa hari dia menderita kelaparan. ini menandakan kalau sepatunya berbau busuk sekali. Perlu diketahui. Dengan suara lirih saudagar she Kang itu membisik kepada ketiga orang rekan lainnya: "Orang ini sudah hampir mati. mari kita membuat keba jikan dengan memberikan makanan padanya. bisa jadi setiap orang akan menyanjungmu setinggi langit. namun belum pernah mereka menyak sikan manusia seaneh kakek tersebut. rasanya hal ini seperti suatu penghinaan buat kaum sastrawan lainnya. mengenakan pakaian compang camping dengan kepala mengenakan ikat kepala sebagai seorang sastrawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tubuhnya penuh dengan salep obat dan bau busuk menyebar kemana-mana. berikanlah hidangan tersebut kepadanya!" .com/ Ternyata dia berusaha enam puluh tahunan. pengalaman mereka amat luas dan banyak kejadian aneh yang pernah dijumpainya. pada masa itu orang lebih memandang tinggi mereka yang tahu tentang sastra daripada ilmu silat asalkan kau mengetahui dua huruf saja maka kau akan disanjung orang. jangan bertindak sembarangan.

meski kaya namun jadi orang sosial dan suka membantu kaum lemah." Kemudian sambil berpaling ke arah lelaki setengah umur she Kang itu dan berkata lebih jauah: "Bagaimana? Lo Kang.Tiraikasih Website http://kangzusi. Selesai bersantap. namun dia sama sekali tidak ambil perduli. si kakek lim segera tertawa terbahak-bahak.. diberi berapa macam sayur dan dihantar kedepan sastrawan rudin itu sembari berseru: "Lotiang. kemudian dilahapnya dengan amat rakus. hatinya merasa sangat tak puas sesudah mendengar perkataan dari kakek Lim. Saudagar she Kang itu Jin hoo.. Sambil menggebrak meja. daripada mencari kesulitan bagi diri sendiri" Seusai berkata.. dia lantas menunjukkan sikap yang gembira menyaksikan kesusahan orang. segera jengeknya: "Sudah diberi nasi. Tak selang berapa saaat kemudian. kemudian dengan perasaan berterima kasih diterimanya nasi tersebut dengan tangan gemetar.. kendatipun kakek Lim memberi peringatan berulang kali. makanlah nasi ini untuk menanggal perutmu yang sedang lapar. masih minta arak. orang ini benar benar kebangetan sekali. rupanya semua harta kekayaannya dibikin ludas oleh arak. dengan susah payah dia merangkak bangun dari tanah dan meletakan mengkuk dan sumpit itu kemeja. Diambilnya semangkuk nasi. silahkan duduk.. minumlah arak sebelum pergi!" Sastrawan rudin itu tidak sungkan-sungkan.com/ Orang she Kang itu berusia empat puluh tahunan. hidangan tersebut sudah tersapu lenyap hingga tak berbekas. dia segera duduk. kemudian serunya dengan parau: "Arak." Sastrawan tua itu berhenti merintih dan mengawasi orang she Kang itu sekejap. aku minta arak!" Menyaksikan kejadian itu. mengangkat poci arak ter . dia memang seorang yang sosial dan berhati mulia. lebih baik jangan mencampuri urusan orang lain. dia memesan sepoci arak dan segera ujarnya kepada sastrawan rudin itu: "Botiang.

untung kau menjamuku bersantap pada hari ini. Kalau dari raut muka lote. "Mau percaya atau tidak terserah kepadamu sendiri.. Berbeda dengan kakek Lim. umpatuya: "Telur busuk tua! Tahun ini lohu berusia empat puluh sembilan tahun.Tiraikasih Website http://kangzusi. bila kau berani sembarangan berbicara lagi. kau tak akan bisa hidup melebihi umur empat puluh sembilan tahun!" Kontan saja kakek Lim menggebrak meja sambil melompat bangun.. diam-diam dia mengomeli Kang jin hoo yang dianggapnya mencari penyakit buat diri sendiri... jangan salahkan bila kupencet dirimu sampai mampus. dia segera menyindir lagi: "Sialan-sialan. maka umurnya ." Kang Jin hoo menjadi antipatik sesudah men dengar ucapan si sastrawan tua yang dianggapnya perkataan orang gila itu namun dia tidak sampai mengumbar hawa amarahnya. sastrawan tua itu sudah membalikkan kepalanya dan melotot sekejap kearah kakek Lim. Sehabis meneguk arak. hmm. aku bisa membaca nasib orang secara tepat sekali. bila ada orang menganiaya orang lain dengan mengandalkan harta kekayaannya.. itu berarti bencana sudah berada didepan mata. tapi sejak dulu hingga kini. Dalam waktu singkat seluruh isi poci tersebut telah berpindah ke dalam perut.. kemudian serunya dengan lantang: "Lote.. Kakek Lim yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela napas. selamany