Tiraikasih Website http://kangzusi.

com/

Oleh : Tjan ID sumber : dimhad scan djvu oleh LYF (dimhad) convert & edit doc/txt :jilid 1 oleh aaa, jilid 2-dst Abu Keisel Ebook pdf oleh : Dewi KZ http://kangzusi.com/ atau http://dewi.0fees.net/ Jilid 1 : Jago pedang yang dikhianati kekasih Di SUATU JALAN bukit yang sepi nun jauh di sana, dibawah rembulan yang redup, lamat-lamat tampak dua sosok manusia sedang berlarian dengan langkah tergesa-gesa. Menanti mereka semakin mendekat, tampaklah kalau dua orang itu adalah seorang nenek berambut putih yang sedang menggandeng tangan seorang bocah cilik. Sambil berlari kencang, tiada hentinya nenek berambut putih itu berpaling kebelakang memandang kearah belakang dengan sinar mata gugup, panik dan ketakutan. Sekilas pandangan saja, dapat diketahui kalau mereka sedang menghindarkan diri dari suatu persoalan atau pengejaran dari sementara orang. Tapi bila dilihat dari langkahnya yang lamban serta perawakan tubuhnya yang telah menua, bisa diketahui pula jika dia bukan seorang manusia persilatan, melainkan seorang nenek biasa yang berhati baik. Didepan sana terbentang

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

sebuah hutan bambu yang amat lebat, melihat itu bagaikan sipenjelajah gurun pasir yang bertemu dengan tanah hijau, wajah nenek itu segera berseri, dengan cepat dibopongnya bocah itu kemudian sambil mengerahkan sisa tenaga yang dimilikinya, dia kabur masuk ke dalam hutan dengan napas tersengal. Setelah berada didalam hutan, nenek itu kembali berpaling dan celingukan beberapa waktu lamanya ke tempat luaran sana, kemudian itu baru ia hembuskan napas panjang dan meletakkan sibocah ketanah. Sambil duduk kelelahan. ia berkata: "Aaaaiii. masih untung Thian melindungi kita dan lolos dari mulut harimau, mari kita beristirahat sebentar!" Baru selesai sinenek bergumam, mendadak dari belakang tubuhnya berkumandang suara seram yang kedengarannya mendirikan bulu roma orang. mendengar suara itu si nenek segera berpaling... Mendadak ia menjerit tertahan saking kaget dan takutnya. "Aaaah..." Entah sejak kapan, ternyata dibelakang tubuhnya telah berdiri berjajar tiga orang bersenjata golok yang mengenakan kain kerudung hitam diatas wajahnya. Ditengah jeritan kaget sinenek, dari balik hutan secara beruntun muncul lagi empat lima orang berkerudung hitam. Ia tak berani berayal lagi, buru-buru dibopongnya tubuh bocah itu ingin menerjang ke luar dari kepungan, siapa tahu baru saja ia bangkit berdiri, dua orang manusia telah muncul dihadapannya dan menghadang jalan pergi nya.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Tergetar keras perasaan sinenek setelah menjumpai empat penjuru penuh dengan musuh. hatinya menjadi dingin separuh, buru-buru ia menjatuhkan diri berlutut, lalu sambil menangis pintanya: "Kumohon kepada hohan sekalian agar mengampuni selembar jiwa bocah ini, keluarga Suma tinggal seorang sauya ini saja, dia masih kecil dan tak tahu urusan, kumohon kepada kalian kasihanilah selembar jiwanya." Sambil berkata, air mata nenek itu jatuh bercucuran dengan amat derasnya.. sungguh mengenaskan sekali keadaannya. Siapa tahu yang diperoleh sebagai penggantinya adalah gelak tertawa licik yang mendekati kalap. Terdengar salah seorang diantaranya berkata; "Toaya sekalian bertugas disini memang bertujuan untuk melenyapkan keturunan Suma Tiong Ko, kau sinenek jelek yang sudah hampir mampus. untuk menyelamatkan diri saja belum tentu sanggup, masih berani benar memikirkan keselamatan orang lain, lebih tak usah banyak ngebacot lagi!" Mendengar perkataan itu, sinenek bertambah gelisah, sambil menangis tersedu-sedu kembali pintanya, "Ooohhh... hohan sekalian, kalau mau membunuh, aku saja! Kumohon kepada kalian agar suka mengampuni selembar jiwanya, berbuatlah sedikit kebajikan!" "Mengampuni jiwanya? Berbuat kebajikan? Hmmn Toaya tak pernah memikirkan soal tetek bengek semacam itu, toaya hanya tahu setia pada tugas tidak tahu apa artinya memberi

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

pengampunan dan apa artinya berbuat kebaikan, enyah kau dari sini! Kalau tidak, terhitung kau sendiripun kujagal sekalian!" Sehabis mendengar kata kata yang sama sekali tiada harapan itu, si nenek berambut putih itu menangis semakin menjadi, tampal ia memeluk bocah itu makin kencang, isak tangisnya juga makin nyaring menggema di dalam hutan itu. Si bocah yang berada dalam pelukannya itu melototkan sepasang matanya yang jeli, dia mengawasi terus lelaki bersenjata golok disekeliling tempat itu dengan penuh kebencian, dan balik sorot matanya yang masih polos, jelas terlihat tiada perasaan jeri atau ketakutan yang terpancar keluar. Mendadak terdengar salah seorang lelaki itu membentak keras, tubuhnya bergerak ke muka menghampiri nenek itu, kemudian sambil mendorong tubuh nenek itu kebelakang, makinya kalang kabut. Kasihan si nenek yang telah lanjut usia itu, kena didorong oleh lelaki tadi, bagaikan mabuk arak saja tubuhnya segera mundur beberapa langkah dengan sempoyongan, begitu terjatuh ketanah, dia mengaduh tiada hentinya.. Kemudian sambil mengayunkan goloknya ke bocah itu, lelaki berkerudung itu tertawa seram. "Heeh .. . heeh ...bocah keparat, kau jangan salahkan kalau Toayamu berhati kejam!" Selesai berkata dia lantas mengayunkan goloknya membacok tubuh bocah tersebut. Melihat majikan mudanya terancam bahaya disaat yang kritis inilah mendadak ia menubruk ke atas bocah itu dan melindunginya dengan menggunakan tubuh sendiri.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang dari mulut nenek itu, percikan darah segar segera berhamburan mengotori sekujur badan lelaki itu. Ketika semua orang berpaling ketempat kejadian maka tampaklah ayunan golok dari lelaki itu sudah menembusi perut si nenek sehingga ususnya pada keluar semua... Kasihan si nenek yang setia membela majikannya sampai mati, demi keselamatan majikan mudanya dia rela mengorbankan nyawanya. Lelaki berkerundung itu segera mendengus dingin, sambil membersihkan goloknya dan noda darah, dia mencaci maki kalang kalut: "Nenek jelek, nenek sialan, tampaknya kau memang sudah bosan hidup, pingin mati saja" Seraya berkata dengan gemas dia lantas menendang mayat si nenek yang masih menindih diatas tubuh bocah itu sehingga mencelat ke tempat jauh sekali dari sana. Betul betul perbuatan orang pembunuh keji yang membunuh orang tak berkedip, kekejaman, kebuasan dan kebrutalannya sukar dilukiskan dengan kata kata. Bocah itu melirik sekejap kearah mayat si nenek yang mati demi menyelamatkan jiwanya itu, kemudian menangis tersedu sedu, Melihat itu dengan gusar lelaki berkerundung tersebut membentak keras : "Menangis, menangis terus! Hm, hayolah menangis sampai puas. beritahu pada raja akhirat nanti, akulah yang telah mengirimmu Pulang ke sana . !" Begitu selesai berkata, goloknya kembali diayunkan kedepan untuk membacok batok kepala bocah itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Disaat yang amat kritis inilah, dari tengah udara berkumandang suara pekikan yang nyaring memekikkan telinga. Tampak sesosok bayangan manusia dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat telah meluncur masuk ketengah arena, kemudian tampak cahaya putih berkelebat lewat, serentetan jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang memecahkan keheningan. Dengan perasaan terkesiap kawanan jago berkerundung yang berada disekeliling tempat tu berpaling, entah sejak kapan tahu tahu di tengah arena telah bertambah dengan seorang busu setengah umur yang memegang sebilah pedang. Sementara itu, si lelaki berkerundung yang telah menyiapkan bacokan mautnya terhadap bocah tadi, kini sudah tewas ditanah. Seketika itu juga suasana dalam hutan itu menjadi gempar, serentak semua orang menyebarkan diri ke empat penjuru dan bersiap siaga mengurung busu setengah umur itu rapat rapat. busu berusia setengah umur itu kira-kira telah berusia empat puluh tahun, matanya tajam dengan wajah yang tampan, dibawah janggutnya memelihara segumpal jenggot kambing, pakaiannya ringkas dan nampak sangat gagah sekali. Dengan sorot matanya yang tajam dia memandang sekejap sekeliling tempat itu, kemudian dengan dingin ujarnya: "Kawanan tikus! Apakah kalian ingin membunuh orang sampai keakar-akarnya?" Tak seorang manusiapun yang menjawab, semua orang bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Sampai lama kemudian, salah seorang diantaranya baru berkata. "Orang she Wan, lebih baik kau jangan mencampuri urusan orang lain, apakah kau berani menanggung peristiwa yang berlangsung pada hari ini?" Lelaki setengah umur itu menatap tajam pembicaraan tersebut lekat lekat, lalu sahutnya : "Iya,aku Wan Liang akan menanggungnya seorang diri. jika kalian tidak puas, silahkan maju bersama-sama, kalau tidak, cepat sipat ekor dan pergi dari sini!" Suaranya nyaring dan bertenaga penuh, selesai berkata ia lantas mengawasi orang-orang disekitar tempat itu dengan sinis. Mendadak terdengar beberapa kali bentakan nyaring berkumandang memecahkan keheningan, lelaki berkerudung yang berada disekeliling tempat itu serentak maju bersama dan mengayunkan golok mereka untuk membacok tubuh Wan Liang. Sungguh hebat manusia yang bernama Wan liang itu. melihat sergapan dari kawan lelaki berkerudung itu. dia tertawa dingin lalu berpekik keras, suara nyaring menjulang tinggi sampai keangkasa. Mendadak sepasang bahunya digetarkan sambil melejit keudara dengan menggunakan suatu gerakan tubuh yang cepat bagaikan sambaran kilat dia meluncur mengitari sekeliling tempat itu .... Seketika itu juga timbul di arena pertarungan tampak serentetan cahaya putih berkelebat lewat, bagaikan kupu kupu yang terbang diantara bebungaan, dia meluncur kesana kemari dengan lincahnya. Dalam waktu singkat jeritan ngeri yang memilukan hati berkumandang memecahkan keheningan, bayangan manusia berkelebat, cahaya putih

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

menyambar, jeritan ngeri segera bergema memecah keheningan. Tahu tahu ditengah arena telah bertambah dengan enam sosok mayat yang membujur di tanahSisanya yang dua orang segera melarikan diri terbirit-birit meninggalkan tempat kejadian. Busu setengah umur yang mengaku bernama "Wan Liang" itu tetap berdiri tenang ditempat semula seakan akan tak pernah terjadi suatu peristiwa apapun, dengan napas tenang, wajah tidak berubah, dia berdiri tertawa disitu. Akhirnya ia menatap bocah tersebut dan menegur sambil tertawa: "Nah, kau merasa terkejut sekali dengan peristiwa ini?" Sampai sebesar itu, belum pernah bocah tersebut menyaksikan mayat mnnusia yang bergelimpangan serta pertarungan yang begitu sengit sejak tadi ia sudah berdiri tertegun disitu dengan tubuh kaku. Menanti Wan Liang menegur, dia baru tersadar kembali dari lamunan, dengan cepat ia menjatuhkan diri berlutut sambil berkata: "Oooh . Pousat yaya terima kasih atas pertolonganmu itu sehingga membuat aku..." Menyaksikan kejadian itu, Busu setengah umur itu segera memegang perutnya sambil tertawa terbahak-bahak, suara tertawanya yang keras segera menelan ucapan bocah itu berikutnya. Selesai tertawa, ia baru berkata: "Hayo bangun, tak usah mengucapkan kata kata yang tak berguna lagi..." Sembari berkata dia lantas membangunkan bocah itu dan diperhatikan sejenak. Tampak bocah itu berwajah tampan dengan bibir yang merah serta dua baris gigi yang putih. pada hakekatnya dia merupakan seorang

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

bocah yang amat menarik. Wan Liang segera menepuk nepuk bahu bocah itu kemudian menghela napa panjang, pikirnya. "Bocah ini benar benar amat kasihan dan menyenangkan. aku bisa menolongnya, hal ini merupakan suatu kemujuran. Kalau dilihat dari potongan badannya, jelas dia merupakan bahan bagus unutk berlatih silat... tapi apa mungkin aku bisa membawanya pergi?" berpikir sampai disitu. dia telah bersiap siap membalikkan badannya untuk pergi, tapi ketika dilihatnya bocah itu menangis dengan begini sedihnya ia lantas menghela napas panjang. pikirnya dihati: "Wan Liang wahai Wan Liang . . menolong orang lain merupakan kewajiban bagi setiap umat manusia, apakah kau tega membiarkan bocah yang tak tahu urusan ini mesti berdiam di sini dihembus angin dingin?" Berpikir sampai disini, tanpa terasa busu berusia pertengahan itu mundur beberapa langkah lagi, mendesak ia mendongakkan kepalanya berpekik nyaring, lalu membalikkan badan berlalu dari sana. Dalam waktu singkat tampak bayangan tubuhnya berkelebat lewat dan lenyap dibalik hutan sana. Sinar rembulan yang redup kini telah menembusi hutan menyoroti si bocah yang berada disana seorang diri. ia sedang mendekan diatas tubuh nenek tersebut sambil menangis tersedu-sedu. "Thio popo... Thio popo... " gugamnya terus menerus. -ooo)(00000)(000BUKIT CIAT THIAN Hong menjulang tinggi keangkasa dan berdiri angker diantara bukit-bukit yang lain. Waktu itu matahari sudah tenggelam kelangit barat mendatangkan sinar yang kemerah-merahan, kemudian awan

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

gelappun mendekati tanah perbukitan itu dan menyelimuti seluruh jagad. Tebing Goan Gwat Peng berbentuk sebuah topi yang datar menutupi puncak Ciat Thian Hong. Diatas tanah datar tersebut duduk berkerumun beberapa orang, ada yg berdiri, ada yang berbincang bincang, ada pula yang sedang memandang ketempat kejauhan. Tiba tiba dari tanah datar dipuncak bukit itu berkumandang datang dua kali pekikan nyaring, menyusul kemudian tampak dua sosok bayangan manusia dengan kecepatan seperti angin puyuh melayang turun di atas tanah datar itu, gerakannya cepat dan mengagumkan sekali. Bayangan manusia itu seperti dari seorang pria dan seorang wanita, usia mereka diantara tiga empat puluh tahunan Begitu tiba ditempat tujuan, mereka mengawasi sekejap sekeliling tempat itu. kemudian si pria berkata sambil tertawa terbahak-bahak: "Haaahhh. . . haaahhh. . Haaabbh.... rupanya kalian sudah berdatangan lebih awal, aaiii ... tiga orang saudara dari bukit Tiang pek san-pun telah jauh-jauh berangkat kemari, sungguh tak kusangka, oooh .... masih ada Kang pangcu dari sungai kuning juga telah datang.... selamat berjumpa, selamat bejumpa. rasanya tidak sia-sia perjalanan aku orang she Siau hari ini" Selesai berkata dia lantas menyalami setiap orang yang hadir disana dan mengajaknya berbincang-bincang sebentar. Sementara itu, seorang kakek berambut putih telah datang menghampiri kedua orang itu, lalu sambil menjura katanya. "Siau tayhiap berdua telah datang terlambat, membuat kami harus menunggu dengan cemas, sewaktu datang tadi apakah kalian berdua telah melihat dia?"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Orang yang berbicara tadi adalah Pangcu dari perkumpulan Tiang Ciau Pang disungai kuning Kang Hong Siang adanya. dia berusia tujuh puluh tahun dan mempunyai anak buah sebanyak ribuan orang lebih. boleh dibilang perkumpulannya merupakan perkumpulan paling besar, paling tangguh dan paling berpengaruh didalam dunia persilatan dewasa ini. Lelaki she Siau itu segera tertawa ter-bahak2, "Haaaahh haaah haaah .. tampaknya Kang tangkeh seorang yang terburu napsu, kalau waktunya belum sampai, mana mungkin dia akan datang lebih awal? Lagi pula malam ini kita telah menanti kedatangannya disini, apakah kita mesti kuatir dia lagi kelangit?" Ternyata sepasang suami istri ini adalah Bi Kun Lun (Kun lun indah) Sian Wie Goan dan Siau Hu Yong(Hu Yong Tertawa) Chin lan eng dua orang jago yang dianggap sebagai pemimpin dunia persilatan dewasa ini. Dalam pada itu, rembulan sudah berada di angkasa membuat suasana diatas tanah datar dipuncak bukit itu nampak agak terang, semua orang segera berkumpul ke tengah lapangan tersebut. Bi Kunlun Siau Wie Goan mendongakkan kepalanya memandang waktu, kemudian ujarnya dengan wajah berseri: "Waktunya sudah tiba, murgkin orang She Wan akan mengingkari janjinya.." Belum selesai dia berkata, mendadak dari tengah udara telah berkumandang datang suara pekikan panjang yang amat nyaring.... Mendengar pekikan tersebut, semua orang menjadi tertegun, pada saat itulah tampak sesosok bayangan hitam secepat kilat telah meluncur ditengah udara lalu melayang turun ke tanah.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Serta merta semua orang mundur beberapa langkah dengan terperanjat. Dengan manisnya orang itu segera melayang turun ke atas permukaan tanah. "Haaahhh... haaahhh . .. haaahhh . . . aku orang she Wan sudah datang terlambat, bila kalian harus menunggu agak lama, harap suka dimaafkan" katanya lantang. Rupanya orang yang baru datang itu adalah si busu berusia pertengahan Wan Liang. Tampak sekulum senyum, menghiasi bibirnya. Dia berdiri ditengah arena dengan angkuh dan mengawasi setiap orang disekitar arena dengan pandangan tajam, akhirnya sorot mata tersebut berhenti diatas tubuh Bi Kun-lun Siauw Wie Goan. Mendadak paras mukanya berubah menjadi amat serius, katanya sambil tertawa dingin : "Hmm. ...hmm.....sudah kuduga kalau permainan ini merupakan sandiwara hasil ciptaanmu, Siau Wie Goan, kuberitahu kepadamu, aku Wan Liang bersikap cukup baik kepadamu, menganggap kau sebagai saudara sendiri siapa tahu kau si manusia munafik berwajah manusia berhati binatang, apa maksudmu merusak nama baikku? Bahkan pada hari ini telah mengundang jago-jago dari golongan putih dan golongan hitam untuk menungguku disini, masa kau anggap aku tidak tahu kalau tujuanmu adalah menginginkan batok kepalaku ini....? Hm, sekarang aku orang she Wan sudah datang memenuhi janji, akan kulihat permainan setan macam apa lagi yang bisa kau tunjukkan kepadaku?" Sekulum senyuman manis selalu saja menghiasi ujung bibir Bi Kun Lun Siau Wie Goan, katanya dengan santai : "Saudara Wan, kau salah paham, berbicara dari hubungan persahabatan kita ini, masa aku tega melakukan perbuatan semacam ini kepadamu? Tindak tandukmu itu hanya dalam hati kecilmu yang tahu, sekalipun aku Siau Wie Goan ingin melindungi dirimu juga tidak mungkin bisa mewujudkan keinginanku tersebut ..."

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Mendengar perkataan itu, Wan Liang menjadi gusar sekali sehingga dari balik matanya memancar cahaya berapi api yang penuh diliputi kegusaran, sambil menggigit bibir serunya "Siau Wie Goan, kau merampas cinta dan menjebak temanmu itu ketempat yang memalukan, bahkan secara diam diam menghubungi kawanan jago dari golongan hitam dan putih untuk bersama sama menyerang diriku, sekarang masih bisanya mengucapkan kata kata yang sok gagah, hmm ... kau anggap aku orang she Wan adalah seorang bocah berusia tiga tahun yang bisa kau tipu mentah mentah .. .. " Belum habis dia berkata. Bi Kun Lun Siau Wie-Goan telah menimbrung lagi: "Sekarang sudah bukan saatnya berdebat mempersoalkan masalah itu lagi, malam ini begitu banyak teman yang telah berada disini, mereka sudah menunggu dengan tak sabar. sedangkan aku orang she Siau cuma kebetulan saja ikut menghadiri pertemuan ini, bila kau merasa ada persoalan, sampaikan saja kepada mereka!" Setelah berhenti sebentar, dengan wajah penuh senyuman dia melanjutkan: "Wan heng, mari ku perkenalkan beberapa orang teman kepadamu, dia adalah Kang pangcu, ketiga orang bersaudara itu datang dari Tiang Pek San, dan dia ini adalah ketua Go Bi Pay..." "Aku orang she Wan sudah tahu.terima kasih banyak atas perkenalanmu, aku she Wan sudah lama mengenal mereka, buat apa kita mesti banyak berbicara lagi." Lotoa dari Tiang Pek Sam Sat(Tiga Malaikat bengis dari Tiang Pek San) Li Gi segera tertawa dingin tiada hentinya, lalu berkata: "Bagus, bagus... tampaknya ucapan dari jago pedang angin puyuh memang cukup cepat dan tegas. nama besarmu bukan cuma nama kosong belaka. jauh-jauh kami datang kemari

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

tentu saja bukan dikarenakan ingin bersilat lidah belaka. mari biar aku orang she Li yang mencoba kepandaian silatmu lebih dulu." Selesai berkata ia lantas meloloskan sebilah golok dan bersiap siap untuk melancarkan serangan. Kit Hong Kiam Khek Wan Li cukup sadar akan keadaan yang dihadapinya, selesai itu diapun telah bertekad untuk menghadapi masalah tersebut dengan pertaruhan selembar jiwanya. maka begitu dilihatnya Lotoa dari Tiang Pek Sam Sat, si bintang berkepala sembilan Li Gi telah meloloskan senjatanya tanpa sungkan sungkan lagi diapun segera mencabut keluar pedang Kit Hong Kiam yang tersoren dibelakang punggungnya. Terdengar suara dentingan yang amat nyaring menggema memecahkan keheningan menyusul kemudian terlihat cahaya biru memancar ke empat penjuru. Si Bintang berkepala sembilan logi segera meloloskan pedangnya daridalam sarung kemudia serunya tertawa: "Pedang bagus!" Setelah memegang senjatanya, Kit Hong Kiam khek Wan Liang segera menggetar pelan senjata mestikanya itu, ditengah udara segera muncul tiga kuntum bunga pedang yang menyilaukan mata. Demonstrasi jurus Bwe Hoa Sam Long (Tiga Kuntum Bunga Bwee melompat) tersebut dengan cepat memancing pujian semua orang. Sebenarnya tujuan dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang bukan untuk memamerkan kepandaiannya, tapi kejadian ini justru telah membangkitkan amarah dari bintang berkepala sembilan Li Gi. Tampak sepasang matanya melotot besar dengan memancarkan cahaya kebuasan. ditatapnya wajah Kit Hong

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Kiam Khek Wan Liang dengan penuh kegusaran, kemudian sambil tertawa seram katanya, "Orang she Wan, lebih baik jangan menjual lagak lagi disini. mari kita tentukan kemampuan kita diujung senjata!" Begitu selesai berkata, goloknya segera diputar kencang, lalu membacok ketubuh Kit Hong Kiam Khek Wan Liang dengan mempergunakan jurus Soat Kay Hoan-San (salju menyelimut Hoa san). Kit Hong Kiam Khek Wan Liang merupakan seorang tokoh sakti dalam dunia persilatan dewasa ini, ilmu pedangnya sangat lihay sekali, meski belum sampai setahun dia terjun kedalam dunia persilatan, akan tetapi nama besarnya telah menggetarkan seluruh kolong langit. Ilmu pedangnya yang telah mencapai puncak kesempurnaan itu boleh dibilang merupakan seorang jago pedang paling tangguh selama seratus tahun belakangan ini. Ketika dilihatnya golok Kiu Tau Siu Li Gi membacok datang, sambil mendengus dingin dia miringkan kepalanya kesamping dan mengegos dari ancaman tersebut, kemudian dengan cekatan dia mundur sejauh satu kaki lebih dari tempat semula. "Li tangkeh!" ujarnya dengan lantang, "kalau hanya mengandalkan kemampuanmu seorang masih ketinggalan jauh sekali, mengapa kalian bertiga tidak maju bersama sama saja?" Cemoohan yang bernada mengejek ini kontan saja membuat paras muka Kiu tau siu Li Gi menjadi merah padam. kegusarannya makin membara, bentaknya keras : "Keparat she Wan, serahkan selembar jiwa anjingmu!" Seusai bekata bagaikan anjing gila dia menubruk kedepan. goloknya diayun ke udara dan membacok batok kepala Kit Hong Kiam Khek Wan Liang secara keji.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Pada saat itulah dari dalam arena kembali melompat keluar dua sosok bayangan manusia sambil mengayun golok masing masing. mereka menyerang Kit Hong Kiam Khek secara ganas. Tak bisa disangkal lagi, kedua orang itu bukan lain adalah loji dan losam dari Tiang Pek Sam Sat, Pia Mia Siu(Binatang beradu jiwa )Li Khing, dan Liat hwe Siu(binatang berangasan) Li Hiong. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang menjadi girang. setelah dilihatnya ketiga orang itu turun tangan bersama, tanpa terasa ia mendongakan kepalanya dan berpekik nyaring, menyusul kemudian sambil menerjang kemuka, dia mengembangkan permainan ilmu pedang Kit Hong Kiam Hoatnya untuk melancarkan serangan balasan. Tiang Pek Sam Sat bukan manusia sembarangan. mereka sudah terkenal dalam dunia persilatan, sudah banyak kejahatan yang mereka lakukan, kekejamannya bukan kepalang, tak sedikit manusia yang tewas ditangan mereka. Dalam kalangan Liok lim, mereka dikenal sebagai jago kelas satu yang disegani banyak orang, Akan tetapi bila dibandingkan dengan kehebatan Kit Hong Kiam khek, maka kemampuan mereka itu boleh dibilang masih selisih jauh sekali. Tak selang berapa saat kemudian, empat orang yang berada diarena pertarungan itu sudah saling bergebrak sebanyak sepuluh gebrakan lebih. Mendadak Tiang Pek Sam Sat berpekik aneh, tubuh mereka melejit setinggi satu kaki lebih, kemudian dengan membentuk satu garis, tiga bilah golok mereka dengan posisi segitiga, terbagi menjadi atas, kiri dan kanan bagaikan sebuah jalan mengurung tubuh Kit Hong Kiam Khek. Menghadapi ancaman tersebut, Kit Hong Kiam khek Wan Liang mendengus dingin, dengan jurus Ki-hwee liau-thian (mengangkat obor membakar langit) pedangnya diangkat

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

diatas kepala.sepasang matanya mengawasi ketiga kuntum bunga golok yang meluncur tiba dari tengah angkasa itu dengan seksama .... Dengan kecepatan bagaikan sambaran petir ketiga kuntum bunga golok yang meluncur datang dari tengah angkasa itu telah tiba dalam sekejap mata . ... Traaaang benturan senjata yang amat nyaring berkumandang memecahkan keheningan, menyusul kemudian terdengar suara jeritan ngeri yang memilukan hati bergema, bayangan manusia segera berpisah, loji dari Tiang Pek Sam Sat, si binatang beradu jiwa Li Kheng telah terkapar ditanah dalam keadaan tak bernyawa lagi. Dan sebaliknya si binatang berkepala sembilan Li Gi dan si binatang berangan Li Hong segera melejit kesamping untuk menghindarkan diri, kemudian tanpa berpaling lagi mereka kabur menyematkan diri dari tempat tersebut. Sehabis melukai ketiga orang lawannya Itu, Kit Hong Kiam Khek Wan Liang berdiri tenang seakan-akan tak pernah terjadi sesuatu apapun, ia berdiri ditempat dengan senyum dikulum, lalu sambil tersenyum tegurnya : "Sekarang, tiba giliran siapa" Bi Kun lun Siau Wie Goan maju dua langkah kedepan, lalu sahutnya sambil tertawa seram : "Atas kesudian beberapa orang sahabat yang hadir di arena malam ini untuk mempercayai diriku, aku telah diangkat menjadi pemimpin mereka sesungguhnya tujuan kami mengundang kehadiran saudara Wan kemari, tak lain adalah berharap kau suka meluluskan satu permintaan kami." "Apakah permintaan kalian itu?" tanya Kit Hong Kiam Khek Wan Liong sambil tertawa dingin. "Minta kepadamu untuk selamanya mengundurkan diri dari dunia persilatan..." jawab Bi Kun Lun Siau Wie Goan tegas. "Kalau tidak . . ?" Wan Liang balik bertanya

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Terpaksa aku harus berbuat kasar kepadamu" Baru selesai Bi Kun Lun Siau Wie-Goan mengutarakan kata katanya, Siau Hu Yong Cian Lan Eng yong berada disampingnya telah menukas dengan wajah sedingin es "Wie-Goan buat apa banyak bicara dengannya, waktu sudah tidak pagi lagi." Begitu mendengar ucapan tersebut, seketika itu juga Kit Hong Kiam Khek merasakan sorot matanya memancarkan cahaya berapi, dia tak menyangka kalau kekasih yang dicintainya, kini telah berubah menjadi seorang manusia sekeji ini. Tak tahan lagi, akhirnya dia mencaci maki dengan penuh kegusaran : "Perempuan rendah, . sekalipun sudah menjadi setan, aku orang she Wan ingin mendahar darah dan dagingmu!" Siau Hu yong Chin Lan Eng segera tertawa terkekeh-kekeh dengan jalangnya : "Heehh... . heeehhh. ,.. Wan tayhiap yang sok suci dan sok gagah, memangnya kau anggap bisa menelan aku Lan eng dengan begitu saja ? Malam ini, bila kau bisa meninggalkan tempat ini dalam keadaan selamatpun sudah merupakan suatu kemujuran bagimu" Saking marahnya Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sempat tertawa nyaring, suaranya ibarat monyet monyet di selat Wi sia yang berpekik bersama, suaranya penuh kepedihan. kesedihan, seperti menjerit, seperti menangis, mengerikan sekali kedengarannya. Begitu selesai tertawa, mendadak ia melotot besar, mencorong sinar tajam dari balik matanya, sambil menggertak gigi bentaknya. "Aku orang she Wan tidak percaya kalau kau si perempuan rendah bisa memiliki kemampuan untuk menahanku disini, malam ini aku orang she Wan datang dengan membawa tekad

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

untuk beradu jiwa, tapi setelah mendengar perkataan itu, aku orang she Wan justru tak akan mati, ingin kulihat apa yang bisa kau lakukan terhadap diriku?" Baru selesai Kit Hong Kiam Khek Wan Liang berkata, mendadak terdengar suara seseorang yang tua tapi nyaring bergema datang. "Omitohud!" Dari sudut tanah lapang itu pelan pelan berjalan mendekat seorang pendeta tua. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang segera berpaling sekejap ke arahnya, ternyata orang itu adalah Leng Kong taysu, ciangbujin dari partai Go bi .. .. Dengan langkah pelan Leng kHong toysu berjalan ketengah arena, kemudian tegurnya: "Wan tayhiap, sejak berpisah baik baikkah kau? Mengingat hubungan persahabatan kita selama beberapa tahun, pinceng ingin menasehatimu dengan sepatah kata: Turutilah anjuran dari Siau tayhiap, sejak detik ini mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan dan jangAn muncul kembali dalam keramaian dunia!" "Mengapa? Persoalan dari aku orang she Wan hanya aku sendiri yang bisa memutuskan. Hari ini, mengapa taysu malah berkomplot dengan kaum munafik untuk menghadapi aku?" Malam ini, Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sudah cukup menyadari akan situasi yang dihadapinya, diapun tahu kesalahan pahaman umat persilatan kepadanya tak mungkin bisa dijelaskan dalam sepatah kata saja, oleh karena itu sikap maupun caranya berbicara pun turut berubah menjadi agak keras dan ketus. Tapi dengan demikian. hal ini justru telah telah membangkitkan kemarahan umum dari semua jago lihay yang berkumpul diarena hari ini.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Belum sempat Leng KHong taysu menjawab pertanyaan itu, ketua Tiang Ciu Pang dari sungai kuning Kang Hong Siang telah membentak dengan penuh kegusaran: "Orang she Wan, yakinkah kau dapat mengundurkan diri dengan selamat..?" "Soal ini tidak perlu kau risaukan!" jawab Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sinis. "Bagus sekali!" ketua Tiang ciau pang Kang-Hong Siang tertawa lebar, "rupanya kau orang she Wan, seorang manusia tak tahu diri, hm... kau anggap kepandaian yang kau miliki sudah terhitung sangat liehay? Siapa tahu lohu dapat memenuhi harapanmu itu". Begitu selesai berkata dia segera menggerakkan sepasang bahunya dan bergerak kedepan dengan kecepatan luar biasa, belum tiba pada sasarannya, sebuah pukulan dahsyat yang disertai desingan angin tajam telah di lontarkan keatas tubuh Kit Hong Kiam Khek. Sebelum peristiwa ini, antara Kang Hong Siang dan Wan Liang memang sudah pernah terikat oleh suatu perselisihan, kin begitu musuh besar saling bertemu,tanpa terasa lagi Padam seluruh wajahnya, tanpa banyak berbicara lagi pertarungan sengit segera berkobar. Padahal keadaan seperti ini justru merupakan apa yang dihadapkan oleh Kit Hong Kiam Khek Wan Liang, sebab berbicara soal kemampuan. dia masih sanggup untuk mengungguli setiap orang yang hadir diarena bila pertarungan dilangsungkan satu lawan satu. Tapi orang kuno pernah berkata. Sepasang tangan susah menghadapi empat tangan, hohan sukar menahan kerubutan orang banyak Andai kata belasan orang jago lihay yang hadir sekarang menyerang bersama sama, betapapun lihaynya ilmu silat yang dimiiki Kit Hong Kiam Khek Wan Lang, toh lebih banyak ancaman bahayanya daripada keuntungan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Maka diapun segera menggunakan sistim memecah belah kekuatan lawan untuk mengobarkan kemarahan mereka satu demi satu, kemudian membereskan pula mereka satu demi satu, sehingga dengan demikian, akan makin melemah kekuatan lawannya. Tatkala serangan dari Kang Hong Siang di lancarkan datang, Kit Hong Kiam Khek Wan Liang juga tak sungkan sungkan lagi, pedang mustikanya segera diayunkan ke udara membentuk serentetan bianglala yang amat menyilaukan mata, lalu dengan Jurus Khong Ciok Say "burung merak mementangkan sayap" pedangnya membuat selapis kabut pedang yang tebal untuk membendung lebih dulu ancaman dahsyat lawan, setelah itu sambil berpekik nyaring tubuh berikut pedangnya melebur menjadi satu mulai mengembangkan permainan ilmu pedang Kit Hong Kiam hoat yang telah didalaminya selama dua puluh tahunan itu. "Sreeet, sreseet, sreeet....." tiga buah serangan berantai di lancarkan secara beruntun memaksa Kang pangcu yang menjagoi sungai Huang Ho ini terdesak mundur sejauh satu kakiBelum lagi dirinya berdiri tegak, suatu pekikan nyaring kembali berkumandang, pedangnya dengan menciptakan selapis cahaya tajam langsung membabat batok kepala Kang Hong Siang dengan 'Liu tian ciau ka' "kilat dan guntur menjadi satu". Pada hakekatnya serangan tersebut dilancarkan dengan kecePatan yang amat sukar diikuti dengan pandangan mata, mimpipun Kang Hong Siang tidak mengira kalau ilmu pedang Kit Hong Kiam yang amat termashur itu mengandung jurus ampuh yang mematikan. Menanti ia menyadari tibanya cahaya biru didepan mata, keadaan sudah terlambat, tanap terasa ia menjerit kaget: "Habislah riwayat ku kali ini!"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

dengan cepat ia memejamkan matanya menantikan datangnya kematian. Di saat yang kritis itu. mendadak dari tengah arena meluncur dua sosok bayangan hitam kemudian menyusul dari arena itu berkumandanglah suara bentrokan senjata yang amat nyaring... Tiba tiba saja Kang Hong Siang merasakan munculnya segulung angin pukulan yang dahsyat itu menghantarnya keluar dari arena dan jatuh terkapar ditanah. Menanti dia dapat kembali, tampaklah Leng Khong toysu dan Bi Kun Lun Siau Wie Goan telah menyelamatkan selembar jiwanya barusan. sementara itu, Bi Kun Lun Siau Wie Goan telah menjadi naik pitam, dia itu lantas membentak dengan nyaring: "Saudara sekalian malam ini dia tak boleh dibiarkan pergi lagi dalam keadaan hidup.: Selesai berkata dia segera meloloskan pedang nya lebih dulu. Kawanan jago lainnya juga meloloskan senjata masing masing, hanya Leng kong taysu, ketua dari Go bi pay saja yang menggulung bajunya sehingga kelihatan lengannya yang kekar, ia tidak mempergunakan senjata tajam,. Menyaksikan situasi yang terbentang ada di depan mata itu, seketika itu juga Kit Hong Kiam Khek Wan Liang merasakan hatinya turut menjadi tegang, dia cukup tahu kalau kawanan jago yang hadir di arena sekarang terdiri dari jago jago golongan putih maupun hitam, sebagian besar jago jago itu merupakan kelas satu dalam dunia persilatan, bukan berarti suatu pekerjaan gampang untuk melarikan diri dari kepungan dengan selamat.

sekalipun kawan jago tersebut sudah begitu lama melakukan pengepungan. dengan sorot mata yang berapi-api seperti binatang buas. dibalik sorot matanya itu terpancar keluar rasa benci dan dendam yang amat tebal. Benar juga. mendadak ia membentak keras. kemudian dengan membawa sambaran angin tajam membacok tubuh Wan Liang. . Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sudah termashur dipersilatan sebagai seorang jagoan yang amat dahsyat. It ci hoa kim (pedang satu huruf) Yu liang gi dari Thian cong pay tak dapat menahan sabarnya lagi. dia memandang ke kiri kanan dengan garangnya. Kit Hong Kiam Khek segera masuk perangkap. Selama ini Bi Kun Lun Siau Wie Goan hanya tertawa dingin tiada hentinya. bagaimanapun banyaknya kawanan jago yang mengurungnya. sedang istrinya Siau Hu Yong Chi Lan Eng tertawa jalang. namun tak seorangpun diantara mereka yang maju untuk melancarkan serangan Tapi hal inipun tak bisa disalahkan. "Apalagi yang mesti dinantikan?" Begitu selesai berkata (bunga kuncup baru mekar).com/ Tampak sorot matanya itu terakhir berhenti diatas tubuh Bi Kun Lun Siau Wie Goan. Begitu It Ci hoa Kiam Yu liang gi mempelopori serangan tersebut. tak urung mereka dibikin tercekat juga oleh kegagahan lawannya. persis seperti seekor harimau yang sedang mengincar mangsanya. Anehnya. tampaknya mereka sengaja berbuat demikian untuk membangkitkan kemarahan dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang agar lebih cepat turun tangan untuk menentukan mati hidup mereka.Tiraikasih Website http://kangzusi. To gan sinkun (malaikat sakti bermata tunggal) Cong Eng hui yang berada disebelah kanannya segera menggerakkan senjata andalannya Siang coa kou (sepasang kaitan ular) untuk menyerang Kit Hong Kiam Khek.

Tahu tahu ujung pedang Wan Liang secepat kilat sudah menyambar diatas pergelangan tangannya secara telak.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mendadak terdengar To gan sinkun Cong Eng hui menjerit keras. It-ci hoa-Kiam Yu Liang gi. padahal diantara maju mundurnya terbentuk selapis cahaya tajam yang bersambungan. Walaupun Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sudah bertekad untuk melangsungkan pertarungan sengit. kalian benar-benar tak tahu malu !" Pedang Kit Hong Kiamnya segera berubah dengan jurus Ban Hong jut ciau (selaksa lebah keluar sarang).com/ Begitu dua orang itu sudah melibatkan diri dalam pertempuran. Jurus serangan ini sekilas pandangan seperti terdiri dari dua gerakan. tapi sampai ditengah jalan. untuk menghindar tak sempat lagi. Dipihak lain To Gan sinkun Cong Eng hui mimpipun tak pernah menduga kalau Kit Hong Kiam Khek bakal mempergunakan taktik suara ditimur menyerang kebara unutk memperdaya dirinya. dia segera membentak gusar: "Bedebah. serentak puluhan orang jago lihay lainnya turut melepaskan pula serangan-serangan. tak urung naik pitam juga dibuatnya. pedang sakti dari Kit Hong Kiam Khek telah berganti arah mengancam To gan-sinkun. sementara dia mundur dengan gugup. si jagoan pedang dari Thiamcong-pay itu segera merasakan pandangan matanya menjadi kabur. menanti desingan angin pedang sudah tiba didepan badan. tubuhnya mundur beberapa langkah dengan . setelah menyaksikan kejadian itu. nendadak dia marubah jurus serangannnya menjadi Thian ho ta sia (sungai langit tumpah kebawah) dengan kecepatan tinggi ia berganti menususk pergelangan tangan dari To Gan sinkun Cong Eng hui. secepat kilat dia menerjang It ci hoa Kiam Yu Liang Gi.

jurus serangan demi jurus serangan semuanya dibacokkan ketubuh Bi kun lun. Tak selang setengah perminum teh kemudian sekujur badan Kit Hong Kiam Khek sudah penuh dengan luka bacokan . Dalam waktu singkat seluruh arena telah diliputi kilatan golok dan pedang serta suara teriakan yang memekakan telinga. setiap kali melancarkan serangan dia selalu meninggalkan beberapa bagian tenaga murninya. sikap tersebut seakan-akan hendak memberi kesempatan bagi Kit Hong Kiam Khek untuk mengatur naps. maka diapun khusus mencari Siau Wie Goan sebagai sasarannya. seakanakan dia merasa tidak puas sebelum menyaksikan Wan Liang mati kelelahan dan kehabisan tenaga. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang telah dikepung musuh dari empat penjuru. diantaranya terdengar beberapa kali jeritan ngeri serta teriakan kesakitan. sambil memegangi pergelangan tangannya yang terluka dia mengundurkan diri dari arena pertarungan. namun setiap saat dia mesti menghadapi rintangan yang cukup berat. padahal kecepatannya ibarat sambaran cahaya berkilat saja. . walaupun ia sudah mengerahkan segenap kepandaian yang dimilikinya untuk melawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi bagi pandangan orang yang pintar maka tindakan semacam ini justru menunjukkan kelicikan. Betul dia tangguh dan berilmu tinggi. meski panjang untuk diceritakan. Dalam sekejap mata. namun dia masih tetap melawan dengan gagah beraninya. Beberapa macam gerakan itu dilakukan dalam waktu singkat. Ternyata Bi Kun Lun siau Wie Goan cukup licik. semua musuh yang dihadapinya rata rata merupakan jagoan kelas satu. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang cukup memahami keadaan tersebut.com/ sempoyongan. darah segar telah membasahi seluruh badannya. tapi mungkinkah dia untuk menghadapi kerubutuan puluhan orang sekaligus.

bagaimanapun juga aku harus tetap hidup lebih lanjut !" Begitu ingatan mana melintas lewat. napsu untuk hidup serta bara api dendam yang membara dalam bati semakin berkobar. pedang menciptakan berkuntum bunga pedang yang bagaikan hujan gerimis menyelimuti tubuh semua orang. dengan cepat ingatan mana melintas dalam benaknya. Dia melambung tinggi dua kaki lebih ke tengah udara. tapi dia lebih tepat kalau dibilang membantu mencaci maki. Bahkan boleh dibilang setiap kata yang diucapkan olehnya terasa bagiakan sebilah pisau yang menembusi perasan Wan Liang. dengan mennjejakkan kakinya ketanah. . Begitulah disamping harus melakukan perlawanan matimatian terhadap ancaman yang datang dari kawanan jago lihay. tiba-tiba ia mendongakkan kepalanya sambil berpekik nyaring. siksaan yang amat sangat ini membuat jago tua ini teringat untuk mati. kemudian berjumpalitan. membuat ia merasa amat menderita. Tapi baru saja ingatan untuk mati melintas didalam benaknya. batinnya mengalami penderitaan. Perempuan jalang yang tak tahu malu ini sembari melancarkan serangan. segenap sisa tenaga dalam yang di milikinya dihimpan menjadi satu. ia selalu melontarkan kata kata cemoohan dengan kata yang kotor dan cabul untuk merangsang kegusaran Wan Liang.com/ Siau Hu Yong Chin Lan Eng katanya saja turut ambil bagian dalam kerubutan tersebut. diam-diam dia pun berpikir : "Aku tak boleh mati. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang juga harus menaan sakit hatinya akibat cemoohan orang.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Kasihan Leng khong taysu yang terlalu memandang enteng lawannya itu. Dengan meringankan tubuh Liu Im ti (Tangga awan berjalan) yang amat liehay itu. tubuhnya melejit keudara. kaki Leng Hong taysu tahu-tahu . Kit Hong Kiam Khek Wan Liang sangat membenci kawanan jago silat yang menganggap dirinya pendekar tapi kenyataannya berbuat sewewenang wenang. lalu dengan ilmunya Sia Khong Teng sin (Menghentikan badan ditengah udara) dia menahan gerakan tubuhnya. rasanya sulit juga untuk menghindarkan diri dari ancaman tersebut. menyaksikan ia melambung keudara.com/ Waktu itu para jago bertarung dengan penuh napsu. tanpa berpikir panjang lagi pedangnya dengan manggunakan jurus Thian khong lui hee (guntur menggelegar dari tengah angkasa) langsung membabat sepasang kaki Leng Kong taysu. saat itulah dia bertemu dengan sergapan yang dilepaskan Leng Khong taysu dari atas kebawah. tatkala menyaksikan pedang saktinya menyambar kebawah. dia melejit pula ketengah udara sambil melancarkan sebuah pukulan. Kit liong-Kiam-kek Wan Liang memang cukup lihay. tubuhnya yang baru melesat sejauh satu kaki dari permukaan tanah itu mendadak menghentikan gerakan badannya. tubuhnya sudah tak sanggup lagi untuk melejit keudara.Tiraikasih Website http://kangzusi. serentak semua orang mengangkat goloknya ke atas pula. kemudian pedanga yang sebenarnya hendak membacok kebawah itu diangkat keatas secara tiba-tiba. Jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang memecahkan keheningan. "Omitohud" seru Leng Khong taysu dari Go Bi Pay menyusul dibelakang tubuh Wan Liang. bagaimanapun lihaynya ilmu silat yang kau miliki. Bila digencet dari atas dan bawah.

dengan susah payah berjalan maju ke depan. -Bagian PertamaSENJA TELAH menjelang tiba. . enam tahun yang berwajah tampan dengan bibir yang merah serta dua baris gigi berwarna putih. ketika lelaki setengah umur itu mendongakkan kepalanya tampaklah seekor burung gagak sedang bertengger diatas dahan sambil berbunyi tiada hentinya. Dalam pangkuannya sebelah depan duduk pula bocah berumur lima. lamat lamat terdengar suara derap kaki kuda yang lemah diiringi suara gemerisik berkumandang datang diri bawah bukit sana .. sebilah pedang antik tersoren dipinggangnya. matahari sore dengan membawa sisa cahayanya telah bersembunyi dibalik bukit. Mendadak terdengar bunyi burung yang ber-kaok kaok. Tak lama kemudian. Sayang keadaan sudah terlambat. orangnya pun segera ribih terkapar keatas tanah dan jatuh tak sadarkan diri. . tapi wajahnya murung dan sedih. Dalam suasana beginilah. tubuh Kit Hong Kiam Khek telah lenyap dibawah tebing Goan Gwat Peng tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi..com/ sudah terpapas kutung menjadi dua bagian. Kuda itu. kemudian meluncur kearah mana Kit Hong Kiam Khek terjatuh tadi. Dengan termangu dia duduk diatas pelana sambil membawa sinar mata ke tempat sana. di-atas kuda tadi duduk seorang lelaki setengah umur yang berpakaian dengan warna luntur. sambil membentak gusar tubuh berikut pedangnya segera melebur menjadi satu. dari balik tikungan bukit muncul seekor kuda kurus yang bernafas memburu dan tubuh penuh dengan pasir. angin berhembus kencang menggugurkan dedaunan yang mengering.. Bi Kun Lun Siau Wie Goan yang pertama menemukan peristiwa ini.

Hanya setahun. dengan penuh kasih sayang dia membelai bulu surai kuda itu seraya katanya"Kau bertambah kurus Siau hek. dia meringkik tiada hentinya seperti lagi menghela nafas. kau pasti akan menggerutu kepada ku sebagai majikan yang tak pernah memikirkan tentang dirimu. tampak bayangan abu abu berkelebat lewat. padahal aku sendiri pun merasa murung dan sedih. kau terlalu lelah. kapankah kita pernah .... dalam setahun yang singkat. Sungguh cepat gerakan tubuhnya.. menanti kesehatan tubuhmu sudah pulih kembali kita baru lanjutkan perjalanan ini. untung kau dan aku tak usah menempuh badai lagi....Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dengan rasa segan lelaki setengah umur itu menarik kembali sinar matanya yang sayu. lalu sambil duduk di sampingnya. kau dan aku telah berubah ." Tiba tiba kuda kurus itu terkulai lemas dan roboh terkapar keatas tanah ... Lelaki berusia pertengahan itu segers menepuk nepuk leher si kuda menitahkan kepadanya untuk beristirahat. . Tangannya yang satu menahan tali lesnya. . kemudian tertawa dingin. lelaki setengah umur itu sudah melayang turun ke atas tanah. gumamnya: "Binatang sialan. Dengan tubuh terkejut lelaki setengah umur itu menyambut tubuh si bocah dan melompat turun dari atas pelana.. kita masih termasyur sampai dimana-mana.. teringat tahun berselang. kaupun dapat mewartakan suasana murung bagi diriku . bukankah begitu? Siau hek. sementara tangan yang lain mengelus bulu surai kuda tersebut sambil ujarnya dengan penuh perhatian : "Siau hek. mari kita istirahat sebentar. " "Aaai." Kuda kurus yang bernama "Siau hek" itu seakan akan mengerti dengan perkataan dari majikannya. coba bayangkan..

suatu persoalan. Mula mula lelaki itu membimbing bocah itu terlebih dulu. menanamkan kebaikan dan kebajikan bagi manusia tapi hasil yang diperolehnya hanya cemoohan dan dendam kesumat.com/ menjadi anjinga yang dikejar kejar orang? Apakah inilah balas jasa yang harus kita terima bagi perjuangan kita selama sepuluh tahun?" Gumamam tersebut segera menyentuh perasaan sedih yang mencekam perasaan lelaki setengah umur itu. Waktu itu sudah bulan sembilan. angin musim gugur berhembus kencang menggugurkan dedaunan dan .. kemudian ia baru naik keatas punggung kudanya dan melanjutkan perjalanannya menelusuri jalan. dan sslalu diucapkan dalam keadaan kecewa dan sedih Siau hek segera menggerakkan lehernya sambil meringkik panjang. tiada sesuatu kenangan yang bisa diingat kembali" Ucapan semacam itu entah sudah diulang beberapa kali. "Hayo bangun Siau hek! Kita sudah hidup miskin dan terdesak.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Yang lebih mengenaskan lagi adalah ia lari ke dalam pelukan seorang lelaki yang sebetulnya merupakan sobat karib yang dianggap bagaikan saudara kandung sendiri.. tiap air mata berarti setetes darah. tak heran kalau dia jadi sedih dan melelehkan air mata. bahkan kekasih yang di cintai bagaikan nyawa sendiripun telah meninggalkan pelukannya berpindah ke pelukan orang-lain. selesai berkata ternyata dia mendekam diatas tengkuk si Siau hek dan menangis tersedu sedu . dia separti merasakan tekanan batin yang amat hebat tapi tak sanggup untuk mengutarakannya keluar. Yaa. tiba tiba ia bangkit berdiri. selama sepuluh tahun berjuang. Air mata yang panas meleleh keluar membasahi pipinya dan menembusi pakaiannya.

seketika itu juga keinginan untuk hidup segera tumbuh dalam hatinya. Ternyata lelaki setengah umur itu tak lain adalah Kit Hong Kiam Khek Wan Liang yang pernah menggetarkan seluruh dunia. Tapi sekarang. Orang bilang: Siapa menanam kebaikan dia akan mendapat kebaikan Kit Hong Kiam Khek Wan Liang pernah menolong nyawa seorang bocah didalam sebuah hutan yang lebat. makin terasing dari keramaian dunia. dia bertekad hendak hidup lebih jauh. baik jago dari golongan putih maupun golongan hitam segera akan mengacungkan jempolnya bila menyinggung tentang Kit Hong Kiam Khek Wan Liang.. apa sebabnya dia bisa berubah menjadi begitu mengenaskan dan menyedihkan? Dia sesungguhnya lagi menghindarkan diri dari apa? Sedang menantikan apa? Waktu itu. suasana semacam ini membuat pendekar itu merasa dirinya makin kesepian. Ketika Kit Hong Kiam Khek Wan Liang tersadar kembali dari pingsannya dan melihat si bocah kecil yang duduk disampingnya. membalas sakit hati. membuat suasana jadi bertambah suram dan gelap . Ditengah keheningan yang mencekam hanya ada derap kaki kuda serta deruan angin kencang yang membelah bumi..com/ menggoyangkan dahan serta ranting. setelah dari tebing Koan jit peng Kit Hong Kiam Khek telah jatuh tak sadarkan diri. akhirnya selembar jiwanya ditolong pula oleh bocah kecil itu. bertekad hendak mencari kecepatan uniuk membalas dendam. Apakah dia benar benar telah mengundurkan diri dari keramaian dania persilatan? Berapa tahun berselang.Tiraikasih Website http://kangzusi. ..

. diapun berusaha menyembuhkan luka nya. sering merasakan tersentuh hatinya dan sedih. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang segera mengambil keputusan untuk mengajaknya melakukan perjalanan bersama. sebaliknya Suma Thian-yu. Kit-Hong-Kiam-kek Wan Liang merasa marah karena difitnah orang dan dikucilkan dari dunia persilatan. si bocah itu telah kehilangan kedua orang tua nya dan tak punya tempat tinggal lagi. oleh karena itu ia dapat melaksanakan perawatan yang baik untuk menyembuhkan luka dari lelaki tersebut. selain cerdik juga berbakat bagus. Berhubung kedua orang itu sama sama hidup sebatang kara maka timbul perasaan simpatik diantara kedua belah pihak. seorang pembesar setia dari Pemerintah asa itu. Bocah itu adalah putra dari Suma Tiong-yu. Maka dari itu. sambil berusaha menghindarkan diri dari pengejaran Bi Kun Lun Siau Wie Goan. Suma Thian yu pernah bermaksud untuk belajar silat dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang namun permintaan itu ditolak olehnya. padahal penderitaan yang dialaminya masih jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan apa yang diderita bocah kecil itu. Setelah beristirahat selama beberapa hari dibawah bukit Ciat thian Hong.com/ Maka sambil memaksakan diri dia mengambil obat dari sakunya. Kit Hong kiam Khek Wan Liang merasakan pukulan batin yang amat berat membuatnya berusaha untuk menghindarkan diri dari kenyataan.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu menitahkan kepada bocah itu untuk mengobatinya. Ternyata setelah sehat kembali.

tanpa terasa Wan Liang menjadi melamun.Tiraikasih Website http://kangzusi. selama hidupnya Kit Hong Kiam khek Wan Liang selalu terbenam dalam ilmu silat. dan suaranya yang begitu merdu. wajahnya yang menawan. senyumnya yang manis. sudah tentu dia tak ingin menyaksikan bocah itu mengalami nasib yang sama seperti diri nya. sini dia merasa muak terhadap Segala macam perselisihan dau pembunuhan dalam dunia persilatan Mengingat apa yang telah dialaminya selama ini. tak heran kalau permintaan bocah itu di tolak tegas-tegas. terbuai oleh lamunan nya yang indah. cinta kasihnya yang dalam serasa masih menyelimuti dadanya. kami benar-benar telah kembali kesini. . maka masa depannya menjadi hancur tak karuan. Waktu malam sudah kelam. Setelah melewati sebuah gunung yang tinggi. .com/ Perlu diketahui.lama sekali Kit Hong Kiam khek Wan Liang memperhatikan bukit tersebut. angin berhembus kencang membuat suasana amat mengerikan. didepan muncul sebuah bukit kecil yang diliputi kabut tebal. Tanpa terasa bayangan tubuh Siau Hu yong Chin Lan eng melintas kembali dalam benaknya. tapi di. bukit Gi im hong masih tetap seperti dulu. akhirnya dia bergumam lagi kepada si kuda Siau-hek "Sudah sampai siau Hek. semua kemurungan yang memenuhi dadanya selama inipun buyar mengikuti helaan napas tersebut." Dengan sedih dia menghela napas panjang. Sumpah setianya masih mendengung dalam telinganya. . didepan sanalah bukit Gi Im Hong masih ingatkah kau? Enam tahun berselang aku pernah memberitahukan kepadamu dikemudian hari aku akan mengajaknya berdiam dibukit ini tak kusangka enam tahun kemudian.

perubahan manusia sukar diduga siapa sangka enam tahun kemudian. Gua itu ditemukan Kit Hong Kiam Khek Wan Liang pada enam tahun berselang. ia baru tersadar dari lamunannya Puncak Gi Im Hong terletak dalam propinsi Oulam dalam deretan pegunungan Kil ih san. yang datang kembali ke gua hanya seorang pendekar pedang yang murung dan sedih. lamat lamat Wan Liang mengendus bau harum tubuh dari kekasihnya. bahkan menyiapkan pula alat perlengkapan rumah tangga sebagai tempat mereka berdiam dikemudian hari. semua benda yang berada disana hanya akan membangkitkan kenangan dan kesedihan di dalam hatinya saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. . "Rumah" dari Kit Hong Kiam Khek Wan Liang terletak dipunggung bukit terjal tersebut. tanpa terasa dengan gigi beradu pintanya kepada Wan Liang. puncak itu menjulang tinggi ke angkasa dikelilingi banyak bukit lainnya.Angin gunung berhembus kencang membuat Yu ji merasa kedinginan setengah mati.mereka sekarang adalah mereka berdua.com/ Hingga burung gagak berbunyi memecahkan kesunyian. andaikata yang masuk kedalam rumah. Tapi. Yaa. waktu itu mereka telah bekerja keras hampir sebulan lamanya untuk mendandani gua itu. ketika ia sedang menemani Siau hu yong Chin San eng berpesiar ketempat itu. ternyata ia tak berani masuk kedalam. . tentu indah sekali suasananya ketika itu. . siapakah yang dapat menduga perubahan nasib yang bakal menimpa dirinya ? Kit Hong Kiam Khek Wan Liang dengan mengajak Yu Ji dan kuda kurus menuju kedepan gua. yaitu didalam sebuah gua kuno yang dikelilingi oleh semak belukar. Tiba didepan gua.

Dengan perasaan hati yang kecut Wan Liang segera membawanya melompat turun dari atas kuda. aku kedinginan. dengan cepat ia menemukan tombol rahasia pembuka pintu. dia cepat memburu kedalam ruangan dan mengintip dengan rasa ingin tahu Tampak Kit Hong Kiam Khek sedang berdiri termangu memegang sebuah kotak kayu yang berukir indah. Ruangan gua itu sangat luas. Baru saja melangkah maju setengah tindak. mereka melewati sebuah lorong yang panjang satu kaki.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang baru tersentak bangun dari lamunannya. setelah melalui gerbang. dia membopong bocah itu masuk kedalam gua. kemudian melangkah masuk kedalam pintu sebelah kanan. mendadak ia menjerit tertahan dengan penuh lain kaget: "Haaaah?" Seperti orang kalap ia menerjang masuk keruang dalam. Suma Thian yu dibikin tertegun oleh tindak tanduknya yang aneh itu. benar juga ia telah mengkerut menjadi satu dan gemetar tiada hentinya. matanya mendelong sementara tangannya yang memegang kotak tersebut gemetar tiada hentinya. pada langit-langit gua itu penuh terdapat mutiara yang digunakan sebagai alat penerang. bagaimana kalau kita imasuk untuk beristirahat ?" Mendengar perkataan itu. setelah mengikat kudanya didahan pohon. didalam terdapat ruangan-ruangan gua yang terang benderang.com/ "Paman.ia melirik sekejap kearah Yu ji. Kit Hong Kiam Khek Wan Liang segera menurunkan Suma Thian yu keatas tanah. .

tangan kakinya gemetar keras.. bukan cuma menyia nyiakanku. akhirnya dia merobek robek kertas itu. Pewaris muda Bu Tong Pay DAN tiba-tiba suara tertawanya berhenti. suaranya mengerikan sekali. Dengan wajah pucat.. membanting kotak kayu itu ketanah dan menyumpah dengan penuh kegusaran: "Perempuan lonte. bulu kuduknya pada bangun berdiri. melihat orang lain lantas tertarik.com/ Lama kemudian. ternyata didalamnya berisi secarik kertas. lama sekali Kit Hong kiam khek Wan Liang tertegun.Tiraikasih Website http://kangzusi. . seperti sebuah bola yang kehabisan udara tiba-tiba dia menjatuhkan diri diatas meja dan menangis tersedu sedu.. Yu-ji." Dalam gelak tawa yang amat keras itulah segenap amarah dan rasa bencinya dilampiaskan keluar. .. Dalam waktu singkat seluruh cahaya dalam gua itu bagaikan bergoncang keras. seperti orang tertawa dan juga bagai orang menangis seperti berteriak.. kamu benar benar perempuan lonte yang tidak tahu malu. .. kau anggap perbuatanmu itu akan membuatku marah dan mampus? Haaahhh . Jilid 2. ia baru membuka kotak itu.. bibir gemetar keras dan mata melotot besar. membuat tiap orang yang sempat mendengarkan suara tertawanya itu menjadi bergidik. . Hmm! Kau perempuan berhati busuk seperti ular beracun.haa ha ha haa. membuat Yu ji yang berada didepan pintu pun merasakan sukmanya serasa melayang meninggalkan tubuh..aku justru tak akan mampus. seperti ada gempa bumi yang tiba tiba melanda tempat itu. . lihat saja nanti. lalu seperti monyet yang berpekik.. kaupun memaki aku . watakmu memang watak lonte.

Wan Liang segera berseru kembali: "Apa yang kau sangsikan lagi. Dalam pada itu. Hawa amarah yang selama ini mencekam perasaannya mendadak saja meledak dengan suara menggelegar bentaknya keras-keras: "Yu ji. Yu ji.com/ Dalam waktu singkat rasa gusar yang membara kini berubah menjadi keheningan dan kesedihan. ambil benda itu! Ia menandakan hati paman telah retak. Biarpun diatasnya telah bertambah dengan sebuah bekas retakan. kau masih muda. sekarang tak akan kau pahami keadaan tersebut. kemudian Siap meninggalkan tempat itu. kembali dia menghela napas. sekalipun ku utarakan hal yang sesungguhnya belum tentu kau akan mengerti. Sampai lama kemudian Wan Liang baru menghentikan tangisnya dan mendongakkan kepala. aku percaya. Berapa banyak yang diketahui Suma thian yu? Dalam benaknya yang . waktu dapat mengobati luka paman yang sudah parah ini. dari sini dapat diketahui betapa rumitnya pertentangan batin yang sedang melanda didalam hati." Suma Thian-yu benar benar dibikin pusing dan tak habis mengerti oleh sikap pamannya yang luar biasa itu. Melihat kejadian itu. biarkan waktu yang menjelaskan kesemuanya ini kepadamu!” Seusai berkata. namun tidak mengurangi kecemerlanganannya yang asli.Tiraikasih Website http://kangzusi. merah padam wajahnya karena jengah. kemarahan kit hong kiam kek Wan Liang telah mereda. bawalah. dengan cepat ia letakkan kembali giok bei yang dipunggutnya ketempat semula. jangan pungut benda itu!" Suma Thian yu amat terkejut. kebetulan ia saksikan Suma Thian yu sedang berjongkok hendak memungut giok bei retak yang melompat keluar dalam kotak kayu itu. untuk sesaat dia tak tahu harus memungut benda itu atau jangan. pelan-pelan dia berkata lagi: "Yu ji.

mendengar namanya pun belum pernah. Pelan-pelan kit hong kiam kek berjalan keluar. jangankan melihat bentuknya. kalau menginginkan air. sambil di angsurkan ke tangan Suma Thian yu katanya: “Untuk sementara waktu makanlah rangsum kering ini untuk menahan lapar. sekalipun diatasnya diliputi kesedihan dan awan gelap namun cahaya aslinya masih tetap bersinar terang. meski diatasnya telah bertambah dengan sebuah celah yang cukup dalam. kemudian baru ditelan kalau tidak. ternyata yang dimaksudkan sebagai rangsum kering adalah kerak nasi yang mengeras bagai batu.!” Suma Thian yu mengiakan. dari dalam kantung kulitnya ia mengeluarkan sebungkus rangsum kering. dengan sangat berhati-hati ia memungut benda itu dari atas tanah lalu menyimpannya kedalam saku. badanmu bisa tak tahan. ditatapnya Suma Thian yu sekejap. padahal dia tak tahu apa yang disebut rangsum kering. lebih baik kumurkan dulu dimulut. berarti memberitahukan kepada paman itu kalau dia bukan seorang anak yang tahan uji.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa terasa keningnya berkerut dan agak lama dia ragu untuk memakannya. Wan Liang berjalan kesamping Siau Hek.. . Suma Thian yu tidak sangsi lagi. jangan diminum sekaligus. ketika ia teringat disampingnya berdiri si paman berwatak aneh yang sedang mengawasi gerak geriknya. kemudian tegurnya: 'Kau sudah lapar? Apakah ter biasa makan rangsum kering?" "Ehmm. tentu saja ia tak tahu kalau dibalik mainan giok bei itu sebenarnya tersimpan suatu kenangan yang indah juga memedihkan hati." Suma Thian yu segera membuka bungkusan kertas itu. Sebab kalau dia ragu.com/ masih polos dia merasa bahwa mainan giok bei yang terletak ditanah itu sangat indah. maka tanpa berpikir panjang lagi ia segera menggigitnya. diatas dinding yang dibelakang tubuhmu terdapat mata air yang agak dingin airnya. Yu ji amar menyukainya. Tapi.

. paman akan mengajarkan semacam sim hoat tenaga dalam untuk mengusir hawa dingin. saking terharunya air matanya jatuh bercucuran. kau masih kedinginan?” "Masih sedikit. Eeehmm. Ketika Yu ji mendongakkan kepalanya dan menemukan senyuman menghiasi wajah paman nya. paman. dia bergumam lirih.. setelah menggigit sepotong dia memakanrnya dengan lagak seakan-akan enak. “Nak. tanpa terasa ia lantas menubruk kedalam pelukan Kit hong kiam kek Wan Liang sambil berseru: "Paman. kau . saking terharunya dia sampai tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. sekulum senyuman segar menghiasi wajahnya.. kau memang hebat sekali.. dengan usiamu begitu muda. "Yu ji.com/ Begitulah. segera pikirnya: "Ternyata paman bukan orang yang menakutkan! senyuman itu begitu ramah dan menawan hati" Berpikir sampai disitu.. dia menjadi tertegun. tahan uji dan mempunyai semangat besar untuk mengendalikan diri. paman" "Selewatnya berapa hari. lama sekali. sampai lama.enak sekali rasanya. ternyata kau begitu ulet. masa depan mu pasti cemerlang. katanya kemudian dengan suara parau.” Sewaktu mengucapkan perkataan itu.” Kit hong kiam kek Wan Liang memeluk tubuh suma Thian yu erat erat. bersediakah kau untuk mempelajarinya. mengapa kau tidak turut makan. melihat keuletan sibocah tersebut.? Sejak permulaan hingga sekarang. baru pertama kali ini dia menyaksikan orang itu tertawa.Tiraikasih Website http://kangzusi.. malah sambil makan dia berkata.?" ... Semenjak berkenalan dengan pamannya. sambil membelai tubah Yu ji. kit hong kiam kek Wan Liang mengawasi terus gera-gerik bocah itu...

. diamatinya Yu ji beberapa saat. terbang ke angkasa dengan bebas. mengapa pula aku harus menyeret mu untuk terjun pula kedunia seperti ini?” Berbicara sampai disitu.. Aaaai. dengan wajah berseri segera sahutnya: "Sungguh paman? Ohh. waktu itu kalau paman tidak belajar silat.. untuk menyesalpun sudah tak sempat lagi buat paman. mengapa pula aku harus menyia-nyiakan bakat yang begini baiknya untuk berlatih silat?” Tapi setelah termenung beberapa saat. Suma Thian yu menjadi girang setengah mati. mengapa paman tidak bersedia mengajarkannya kepadaku?" "Anak baik" kata Kit hong kiam kek wan Liang sambil menghela napas. paman. maka betapa kecewanya dia setelah mengetahui kalau pamannya tidak berhasrat untuk mewariskan kepandaian tersebut bepadanya. kalau kuterangkan sekarang mungkin kau belum dapat memahaminya. aku hanya akan mengajarkan tenaga dalam saja untuk mengusir hawa dingin" "Mengapa?” Sejak mengetahui kalau pamannya dapat terbang. lalu berguman.Tiraikasih Website http://kangzusi. bukan begitu. tak kusangka kalau paman bersedia mengajarkan kepandaian ilmu silat kepadaku" Kit hong kiam kek wan Liang mengelengkan kepalanya berulang kali. “Tapi. Buru-buru dia berseru lagi: “Yu ji ingin terbang. kau betul-betul sangat baik kepadaku.com/ Mendengar kabar itu. dirabanya tulang badan sekujur badannya.. "aku tidak ber¬harap kaupun mengikut jejak hidup dari paman. hidup bahagia. kembali dia menggelengkan kepalanya berulang kali sambil melanjutkan: . bagaimana mungkin kualami nasib yang tragis seperti apa yang kualami sekarang. sambil tertawa getir ujarnya: “Bukan.. Suma Thian yu merasa kagum sekali.

bayangkan saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. bagaimana mungkin dia bisa menentukan pilihannya untuk menjawab. andaikata paman bersedia melepaskan ilmu silat untuk mengejar bidang sastra. malam ini kau boleh berada bersama paman.. perasaan yang bersembunyi didalam hatinya berbicara bahwa dia enggan menjadi pembesar..tidak" Kit hong kiam kek Wan liang menyambut... hanya saja Yu ji merasa malas untuk mempelajarinya." "Sekarang. aku lihat kaupun sudah cukup lelah.. menjadi pembesar yang berpangkat tinggi. kau anggap paman tidak mengeri akan Su siu ngo keng?" "Tidak. dikemudian hari kau bisa menyamai ayahmu. sebab kehidupan semacam itu terlampau terikat. tak tahu apa yang meski dijawab. Kembali Kit hong kiam kek Wan Liang berkata: "Jangan banyak curiga. waktu sudah tidak pagi. sejak dahulu aku telah merebut gelar Congkoan. tidak. Yu ji bukan berpendapat demikian. aku tak bisa berbuat demikian hal ini harus disalahkan apa sebabnya aku bisa menerima nasib setragis ini" Dengan kebingungan Suma thian yu memandang tingkah laku Wan Liang yang sangat aneh. lebih baik pergi-beristirahat lebih dulu" .com/ "Tidak. sukakah kau akan pangkat tinggi?" Suma Thian yu segera menggelengkan kepalanya berulang kali. apa yang sedang kau katakan?” "Ahh. dalam keadaan begitu. tidak bebas. Walau demikian. padahal dia sendiri pun tidak begitu mengerti apa yang dimaksudkan dengan sastra. kemudian tanyanya dengan tercengang: Paman. dengan perasaan apa boleh buat dia melanjutakan.. dan apa pula yang dimaksudkan dengan ilmu silat. "aku rasa lebih baik pu satkan saja semua pikiianmu untuk memperoleh kesuksesan dibidang satra.

benar”. Baru tiba dimulut gua. mana paman akan meninggalkan dirimu seorang diri? Di sini adalah rumah ku. pagi benar kau sudah bangun. mengapa tanpa sebab aku harus pergi meninggalkan tempat ini?" “Yaa. Wan Liang berkata dengan penuh rasa percaya pada diri sendiri: "Siau wi goan. dia saksikan Kit hong klam kek wan Liang sedang berjalan masuk sambil menenteng pedang. udara pagi membantu manusia untuk menyehatkan badan. Dengan suara keras Yu ji segera berteriak. “Anak bodoh. asal kita sumbat pintu gua yang pertama. sekarang merupakan ruman kita." apakah setiap hari kau tentu akan bangun tidur sepagi ini?" "Ehmm. ketika Suma Thian yu terbangun dari tidurnya. setiap pagi harus bangun iebih awal lagi" Setelah berhenti sejenak. dikemudian hari kaupun tak boleh malas tidur terus. dia melanjutkan. Sambil menepuk-nepuk bajunya membersihkan dari debu. hal ini akan beres" Dengan kecerdasan dan ilmu silat yang dimiliki Kit hong kiam kek. lalu membuka pintu gua yang lain. tak selang beberapa lama kemudian pekerjaan mereka untuk memindahkan pintu gua tersebut dapat berjalan dengan lancar. paman. sekali pun kau lebih licikpun tak akan berhasil menemukan aku Wan Liang!" . daripada membiarkan orang jahat berha¬sil memasuki tempat ini” "Bagaimana cara memperbaikinya?" "Sederhana sekali. ia tidak menemukan pamannya berada dalam kamar.com/ Keesokan harinya. cepat-cepat bocah itu bangun sambil lari keluar. "Paman. Tempat ini adalah rumah kita. wahai Siau wi goan. "Mari kita perbaiki sedikit pintu luar gua ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. Yu ji mengira kau sudah pergi meninggalkan tempat ini!" Kit hong kiam kek wan Liang segera tersenyum.

selanjutnya kau pun tak boleh bermain-main disini.Tiraikasih Website http://kangzusi. bahkan membantunya pula untuk menembusi jalan darah penting dalam tubuhnya. Setelah lewat beberapa bulan lamanya. disitu merupakan gua bagian belakang. terutama sekali ditempat ketinggian puncak Gi im hong di bukit Kiu ih san. "kalau tidak bermain di sini. jangan membiarkan jejak kita diketahui orang. Oleh karena itu. Malam musim gugur adalah malam yang dingin. Yu ji hanya pandai ilmu sastra dan ilmu sejarah. didepan gua adalah hutan bambu yang amat luas. mengerti?" "Mengapa?" dengan perasaan tak mengerti dia membelalakan matanya lebar-lebar dan bertanya keheranan. bermainlah disitu. sebab dia cukup menyadari bahwa watak pamannya ini aneh sekali. aku harus bermain dimana?" “Masuk keluar lewat pintu belakang. bukan saja Kit hong kiam kek Wan Liang telah mewariskan tenaga dalamnya kepada Yu ji. “Yu ji. lagi pula diapun mengeluarkan empat butir pil Ku goan cing wan yang selama ini dianggapnya sebagai mestika yang melebihi nyawa sendiri untuk Yu ji telan. kecuali mempunyai dasar tenaga dalam yang kuat. tapi kau harus ingat dengan pesan paman. sekali salah bertanya bisa jadi akan mengakibatkan datangnya dampratan atau teguran marah. pagi hari kalau kau suka bermain.com/ Kemudian kepada Yu ji yang berada disampingnya dia berpesan. tubuh Suma Thian yu yang lemah kini menjadi kekar dan kuat. boleh dibilang tempat itu tidak cocok untuk dihuni manusia maupun binatang. tiga tahun sudah berlalu tanpa terasa. Dalam waktu singkat. karena selain . mengerti?” Suma Thian yu masih tidak habis mengerti tapi dia tak berani bertanya lebih jauh. terutama sekali udara disitu memang berjalan lancar.

Padahal didalam kenyataannya usaha Kit hong kiam kek Wan Liang hanya sia-sia belaka sebab setiap kau dia keluar untuk berlatih pedangnya. Kit hong kiam kek Wan Liang tidak mengajarkan ilmu pedang kepadanya. siapakah yang bisa membantahnya lagi? Suatu hari Suma Thian yu bermain main seorang diri ke dalam hutan bambu diluar gua. Dalam dua tahun saja. ia harus kabur keluar dari gua secepat cepatnya menuju kehutan bambu. Bagaikan pencuri saja. seluruh jurus pedang Kit hong kiam hoat yang paling diandalkan oleh Kit hong kiam kek Wan Liang telah ber hasil dicuri semua oleh Suma Thian yu. . dalam kenyataanya Kit hong kiam kek sendiri sama sekali tidak memahami akan rahasia tersebut. dia selalu menuruti pesan dari Wan Liang untuk mgmeriksa dahulu sekeliling tempat itu.com/ kepandaian itu. kemudia dia akan lari kebelakang sebuah batu besar. Pada dasarnya Suma Thian yu adalah seorang bocah yang cerdik dan mempunyai bakat bagus untuk belajar silat. suma Thian yu selalu mengintip secara diam-diam dan menyerap kepandaian tersebut sedikit demi sedikit. Meski begitu. tiap kali berhasil menyadap suatu jurus pedang pada malam harinya. bila tidak menemukan manusia yang mencurigakan. Mungkin inilah yang dinamakan takdir. maka dipagi harinya kemudian ia mencoba untuk melatih diri. mengambil sebuah pedang yang terbuat dari bambu dan melatih diri dengan amat tekun. dia pun mempunyai ingatan yang luar biasa. Suma Thian yu selalu berpaling dengan curiga untuk memperhatikan apakah pamannya Wan Liang membuntuti atau tidak. bila takdir menghendaki demikian. setiap kali keluar dari guanya.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Suma Thian yu selalu akan termenung sampai lama sekali.. mendadak dari belakang tubuhnya terdengar suara seseorang yang serak tua sedang memuji: “Ilmu pedang bagus! Ilmu pedang bagus! Betul-betul luar biasa sekali.. Tatkala dia selesai berlatih dan baru saja akan kembali kedalam gua. Semangat dan keuletan semacam ini betul-betul sesuatu yang luar biasa sekali. sebentar menyerang sebentar bertahan sebentar meninggi sebentar merendah.Tiraikasih Website http://kangzusi. muka diapun menggunakan waktu yang paling baik untuk melakukan penyelidikan kemudian melatih ilmu pedang curiaannya itu bersungguh-sungguh. Suma thian yu mulai melatih ilmu pedang Kit hong kiam hoatnya dari awal sampai akhir. Suma Thian yu menjadi tertegun.com/ Setelah pedang bambu ada ditangan. hampir saja seluruh bayangan tubuhnya lenyap dari pandangan mata. .garis itu akan dihapus dengan kaki dan mulai berlatih lagi agak awal. mana mungkin hal ini dapat dilakukan? Setiap kali melatih diri.. dengan cepat dia berpaling kebelakang. ada kalanya dia membuat garis-garis ditanah untuk memecahkan perubahan jurus serangannya. ketika mencapai pada puncaknya." Mendengar teguran itu. setelah itu garis. Hari ini Suma thian yu keluar dari guanya itu jauh lebih itu. dia mengira jejaknya ketahuan pamannya. seandainya dia tidak berbakat bagus... semua jurus serangan dirangkaikan menjadi satu dan menyerangnya dengan kecepatan tinggi. dalam gua tak ada persoalan yang harus dikerjakan. Seorang bocah cilik yang berusia delapan tahun ternyata sanggup membawakan ilmu Pedang kit hong kiam hoat yang pernah mengemparkan dunia persilatan itu dengan begitu hafal dan matang.

.." Teringat akan setan... ketika berkibar terhembus angin kelihatan menambah kewibawaannya. Mendengar seruan tersebut. aku berada disini!” suara yang parau tua itu kembali berkumandang datang.aaah. meski dia merasa kakek itu ramah dan amat simpatik. "Bocah. kemarilah. tapi dia masih tetap berdiri termangu disitu sambil mengawasi dengan mulut melongo. tak nampak sesosok bayangan manusia pun berada disana... jangan-jangan di sini ada setannya. tidak mungkin aku salah mendengar. tak sadar Suma Thian yu berjalan mendekatinya. dia baru bisa menegur. tapi sepasang matanya masih menampikkan sorot mata takut. Sampai lama sekali. tanpa terasa bulu kuduknya pada bangun berdiri. “Mungkinkah aku telah salah mendengar? Aaaaah.. tidak mungkin. . kau tak usah takut bocah!” Seakan akan mempunyai suatu daya pengaruh yang besar tak terbantahkan. Suma Thian yu segera tertarik oleh kelihaian yang mengagumkan itu. ternyata hutan itu sepi dan kosong. hawa dingin pun segera menyerang ke dalam ulu hatinya. jenggotnya sepanjang dada. Tampak kakek itu memakai baju pendeta yang berwarna abu-abu. entah sejak kapan telah duduk seorang kakek yang amat gagah.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan cepat Suma Thian yu berpaling tapi dengan cepat dia menjerit kaget: "Aahh!” Ternyata diatas batu cadas raksasa itu.com/ Tapi dengan cepat dia merasa terkejut. kalau tidak. Siapakah kau orang tua?" Dengan ramah kakek itu mengape kearahnya lalu ujarnya sambil tersenyum manis: “Mari.

dikemudian hari kau pasti akan berhasil dengan sukses" .. kakek berambut putih itu segera tertawa terbahak-bahak.. bagaimana mungkin dia dapat berterus terang kepada orang lain? Melihat bocah itu ragu-ragu untuk menjawab. Tiba-tiba dia merasa rikuh untuk mengatakanya keluar. bagaimanapun juga kepandaian tersebut diperoleh dengan jalan mencuri. siapakah namamu? Darimana kau pelajari ilmu pedang tersebut?" Dengan hormat sekali Suma Thian yu menjawab. tanpa terasa merah padam selembar wajahnya karena jengah.. yaa. tanpa terasa dia menundukkan kepalanya rendah-rendah... haaahhh...tak usah malu.com/ Dengan cepat kakek berambut putih menjulurkan tangannya untuk membelai rambut Suma Thian yu. dengan usiamu yang begitu muda tapi tekun melatih diri. semua persoalanmu cukup kupahami. tiada sesuatu yang perlu dijengahkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kembali kakek berambut putih itu berkata: “Bocah. Suma Thian yu merasakan hatinya bergetar keras. haahhh. ilmu pedang ini. dengan usiamu yang begitu muda. hal mana boleh dibilang sesuatu yang luar biasa. kau tahu sudah berapa lama aku datang kemari? Ketika di tunggunya sebentar dan tidak melihat. kau bisa mencuri belajar demi kepentingan pribadi. dia menyambung kata–katanya lebih jauh: "Aku sudah semenjak tiga hari berselang memperhatikan gerak gerikmu. juga menunjukkan hasratmu untuk maju” Mendengar perkatan itu. Yu ji menjawab. “Aku bernama Suma Thian yu.... lalu sambil tertawa katanya. segera pikirnya: Darimana dia bisa tahu kalau aku belajar dengan mencuri? Jangan-jangan dia adalah dewa?” Berpikir sampai disitu. "Haaahhh.. “Bocah.

sorot mata itu seakanakan sedang memberi-tahukan kepada si kakek bahwa dia tak dapat menjawab sejujurnya...Tiraikasih Website http://kangzusi. dia hanya merasakan kakek ini terlampau misterius.. bagus sekali. "Bagus sekali!. “Dapat.. inginkah kau untuk mempelajari ilmu silat yang luar biasa?" mendadak kakek itu mengalihkan pokok pembicaraannya ke soal lain. aku cukup memahami maksud hatimu itu.. aku dapat. aku tak dapat menyalahkan dirimu" Setelah mendengar perkataan dari kakek itu. sambil tertawa dia lantas manggut-manggut. siapakah orang yang berdiam bersamamu didalam gua itu!” tanya si kakek lebih jauh. tanpa terasa timbul rasa hormatnya kepada kakek itu. "Bocah. kau tak usah berbicara lagi. tak sepatah katapun yang diutarakan keluar dari mulutnya. "bocah.. "jangan takut.. . apa yang kau lakukan memang benar.com/ Dengan mulut membungkam Suma Thian yu mendengar perkataan itu tanpa berbicara... Yu ji segera mendongakkan kepalanya memandang ke arah kakek itu dengan pandang menyesal. Suma Thian yu merasa semakin rikuh sehing¬ga selembar wajahnya berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus. apakah kau orang tua bersedia memberi pelajaran ilmu silat padaku?” Kakek berambut putih itu segera tertawa terbahak-bahak." dengan cepat Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali tanpa menjawab." “. Tampak kakek itu bisa memahami maksud hati diri Yu ji.. "Ingin.” “Dapatkah kau hidup menderita?" tanya si kakek lebih jauh. beritahu kepadaku.. "Bocah. aku bu kan orang jahat.. pada hakekatnya seperti dewa dalam dongeng. tak mau menjawab tak apalah” kakek berambut putih itu tertwa terbahak-bahak dan mengganguk memuji.

Tanpa terasa Suma Thian yu menjadi agak takut. mana mungkin aku bisa memberi pelajaran Kepadamu.. bocah itu segera menjerit kaget. Siapa tahu ketika mendongakkan kepalanya lagi. seakan-akan si kakek itu sudah tahu kalau orang yang menghuni didalam gua itu adalah Kit hong kiam kek Wan Liang.. lalu dengan keheranan dia bertanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. kakek berambut putih itu sudah menukas kembali: "Besok pagi kau boleh datanglagi kesini. Yu ji menjadi tertegun. mengerti?" “Yu ji turut perintah" dengan hormat sekali Suma Thian yu segera membungkukan badannya memberi hormat. Rupanya sikakek berambut putih yang semula berada didepan matanya itu kini sydah lenyap tak berbekas." Belum habis dia berkata. serta setiap patah kata yang dilakukan kakek itu.. Dalam hati kecilnya mulai diliputi perasaan curiga..tulang belulang lohu sudah hampir mengering. kakek itu sudah pergi meninggalkan tempat itu.. sedemikian cepat gerakan tubuh nya sehingga sukar rasanya untuk di percayai. "Kalau begitu. dia tak tahu kakek berambut putih tadi seorang kawan atau lawan. lagipula akupun tak tahu harus menggunakan kepandaian apa saja untuk memberi pelajaran Kepadamu!" Mendengar jawaban tersebut. tapi ingat jangan kau ceritakan pertemuan kita pada hari ini kepada siapun. sementara benaknya masih dipenuhi oleh semua gerak-gerik.. termasuk orang dalam gua itu. . terutama sekali kata sikakek menjelang kepergiannya tadi.. Tampaknya dikala dia menganggukan ke¬palanya tadi..com/ "Haah. Dengan termangu-mangu Suma Thian yu memandang ketempat kejauhan sana. tingkah laku.haah..

dari seorang bocah yang manis. waktu terasa berlalu dengan begitu cepat. Cahaya tersebut dipancarkan dari pedang Suma Thian yu setiap kali dia melatih kepandal silatnya. dari dalam hutan bambu disebelah barat puncak Gi im hong di bukit Kiu ih san. lewat secara kebetulan saja? Atau mungkin dia memang benar-benar ada niat untuk memberi pelajaran ilmu silat kepadanya? Pelbagai ingatan yang berkecamuk dalam benaknya itu. siapakah dia? Siapakah kakek yang aneh itu? Mungkinkah dia adalah orang yang bermaksud jahat terhadap Kit hong kiam kek Wan Liang? Mungkinkah dia adalah seorang musuh paman nya yang sedang mengincar keselamatannya? Atau orang ia. Bagian Kedua MUSIM panas kembali telah menjelang tiba. "Siapakah dia?" tanpa terasa Suma Thian yu bergumam seorang diri. kini Suma Thian yu telah berubah jadi seorang pemuda tampan. Cuma sekarang dia sudah bukan Yu ji yang dulu. dia orangtua telah berkata kalau hari ini kedatangannya akan sedikit terlambat” . selalu muncul segulung cahaya pedang yang menyambar-nyambar.com/ Dia hanya merasa bahwa kemunculan kakek berambut putih itu kelewat aneh. mengapa suhu belum juga datang? Aahh benar. dan kepergiannya juga terlampau misterius. Tatkala dia telah selesai melatih ilmu pedang Kit hong kiam hoat nya. membuat Yu ji jadi termangu-mangu. Setiap pagi. sambil menarik kembali pedang bambunya dia lantas bergumam: “Heran.Tiraikasih Website http://kangzusi. delapan tahun sudah lewat tanpa terasa. Yaa.

. Tampak tubuhnya melejit ketengah udara lalu mengejar dari belakang tubuh ular emas tersebut. "Aaaah. dengan cepat dia sadar kalau telah berjumpa dengan musuh tangguh. Tatkala baru tiba ditepi hutan. tapi baru pertama kali ini dia saksikan ular kecil seindah ini..com/ Sambil berkata dengan menentang pedang bambu. mendadak. tanpa memikirkan tentang ancaman mara bahaya lagi. ilmu meringankan tubuh yang dimiliki Suma Thian yu sekarang boleh dibilang sudah mencapai tingkatan yang luar biasa sekali... pelanpelan dia berjalan keluar dari hutan bambu itu. "Sreeett” setitikk cahaya emas menyambar kearahnya dari depan sana. sambil menekuk kaki kirinya dan menarik kebelakang secara tiba-tiba tubuhnya melesat ke belakang dengan gerakan datar. aku masih mengira ada senjata rahasia yang di sambit datang" Ternyata benda kuning tersebut adalah ekor ular kecil yang berwarna kuning emas. kemudian setelah melihat kearah benda itu. dia segera melakukan pengejaran dari belakang. Suma thian yu menjadi amat terperanjat.Tiraikasih Website http://kangzusi.. orang pasti akan mengiranya sekeping emas.. Delapan tahun melatih diri dengan tekun. . pikirnya dengan geli. apa lagi mendapat petunjuk dari guru yang pandai. panjangnya kurang lebih satu depa dan seluruh badannya memancarkan cahaya emas seandainya ular itu tak bergerak di tanah. benda kecil ini hanya mengagetkan hati ku saja. Walaupun Suma Thian yu dibesarkan diatas gunung. tanpa terasa timbul sifat kekanak-kanakannya. tatkala ular emas itu menyaksikan Suma thian yu dapat menggegos seranggannya dengan gampang dan sedikitpun tidak gugup. cepat-cepat ia melarikan diri keluar hutan.

Maka selangkah demi selangkah dia mengejar terus dengan ketat. kuatir ular emas itu lari kedalam gua sehingga lebih sukar untuk menangkapnya. Tindakannya ini sama sekali diluar dugaan Suma Thian yu. maka ketika ia menyadari akan hal ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. ternyata ia melejitkan tubuhnya lalu sambil membabatkan ekornya ketanah. ia merasa kalau bisa ditangkap hidup-hidup. ular emas tadi telah menyusup masuK kebalik semak belukar. Maka kakinya lantas menjejak tanah. sudah pasti makhluk kecil itu merupakan kawan bermain yang menyenangkan. keadaan sudah terlambat. secepat kilat ular tadi menyusup kedalam semak belukar disamping gua tersebut. Tatkala Suma Thian yu menyaksikan mahluk kecil itu pandai sekali berkelit dan melarikan diri. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu menjadi amat gelisah. . kemudian menggelinding sejauh dua kaki lebih dari tempat semula dengan suatu gerakan yang amat cekatan. Sebenarnya asal dia sambit binatang itu dengan batu. ternyata ular emas itupun merasa kalau Suma Thian yu sedang mengejar dirinya. niscaya ular emas itu akan terbunuh. Si ular emas itupun cukup licik.com/ Bagaikan dibelakang tubuhnya ada matanya. tapi dia tak tega berbuat begitu. kemudian seluruh tubuhnya melambung ketengah udara bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dia menerjang kearah mana ular emas itu melarikan diri. timbul perasaan ingin tahu dan gembira nya didalam hati dia merasa semakin tertarik dengan binatang tersebut. Akhirnya ular berwarna emas itu telah lari menuju kedepan sebuah gua. mendadak dia melingkarkan tubuhnya menjadi satu hingga berbentuk gelang.

Siapa tahu walapun sudah dibongkar sekian lama ternyata tiada hasilnya barang sedikitpun.com/ Buru-buru Suma Thian yu melayang turun keatas tanah dan memeriksa sekeliling semak tersebut. Semak yang lebat telah tumbuh diluar gua itu sehingga hampir saja menutupi seluruh gua tadi. tanpa ragu-ragu lagi dia berjalan menuju ke depan gua. Jangan-jangan dia kabur kedalam gua? Berpikir sampai disitu. “Ingat saja”. dengan cepat dia mengambil sebatang ranting pohon dan menghantam kesana kemari di sekeliling semak tersebut. keadaan dalam gua itu gelap gulita dan terasa menyiarkan bau amis yang menusuk hidung. bila kena kutemukan lagi dikemudian hari. Mendadak satu ingatan melintas didalam benaknya. niscaya dia akan kabur keluar. siapa tahu kau ketakutan..Tiraikasih Website http://kangzusi. sebenarnya saya hanya ingin mengajakmu bermain. akhirnya dengan hati mendongkol dia mema tahkan ranting pohon tersebut sembari menyumpah.. namun bayangan tubuh dari ular emat tadi sudah lenyap tak berbekas. dia menjadi . pasti tak akan kuampuni dirimu. tapi melihat keadaan gua tersebut ia menjadi tertegun. Dalam keadaan demikian. Suma Thian yu segera memandang sekejap kedalam gua. dalam anggapannya asal ular emas kecil itu masih bersembunyi disana. lalu gumamnya. "Benar-benar seekor binatang yang licik. menengok dari luar." Tapi pemuda itu enggan menyerah dengan begitu saja. tak urung hatinya agak keder juga. betapapun besarnya nyali Suma Thian yu. Akhirnya dengan gemas bercampur dongkol didepakdepakan kakinya keatas tanah sambil menghela napas.

Seandainya dalam gua itu berdiam binatang buas atau ular beracun. Dengan memberanikan diri Suma Thian yu lantas melangkah masuk kedalam gua itu. Mendadak ia menangkap suara rintihan yang sangat lemah berkumandang datang dari dalam gua itu.com/ sangsi untuk me lanjutkan perjalanannya memasuki gua tersebut. depan gua itu menjadi rata dan suasana didalam gua itupun menjadi lebih terang. Mendadak dia seperti teringat akan sesuatu. dengan girang serunya kemudian: "Aaah. tak selang berapa saat kemudian. apalagi kalau ular emas itu sudah terlanjur kabur. Tapi sudah sekian lama ia menunggu. niscaya binatang-binatang itu sudah kabur keluar. ada akal. kali ini kau simakhluk kecil jangan harap bisa lolos lagi!" Tampak pedang bambunya diayunkan keatas semak didepan gua itu dengan sepenuh tenaga.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan putus asa dia lantas memandang sekejap ke arah depan gua. suara tersebut . Tindakannya ini bukan khusus untuk membuat terangnya suasana dalam gua saja. Berpikir demikian. untuk menang¬kapnya kembali pun bukan suatu pekerjaan yang mudah. ternyata didalam gua tenang-tenang saja tanpa terjadinya suatu peristiwa. bukankah tindakannya memasuki gua tersebut akan sangat membahayakan keselamatan jiwanya. setelah terjadinya kegaduhan barusan. apalagi setelah di injak-injak. hal ini membuktikan kalau didalam gua itu memang tidak terdapat makhluk beracun atau binatang buas. seketika itu juga semua rumput dan ilalang sudah terpapas bersih. andaikata didalam gua tersembunyi binatang buas atau ular beracun.

tapi menurut dugaannya. Mendadak Suma Thian yu menemukan dinding gua yang datar dan licin itu penuh didapati tonjolan-tonjolan serta lekukan-lekukan yang sangat aneh. dia melanjutkan kembali perjalanannya memasuki gua itu. Bau apek didalam gua tersebut amat tebal. Maka dari dalam sakunya dia mengeluarkan korek api dan membuat alat penerangan yang diangkat keatas. untuk sesaat lamanya dia berdiri termangu disitu sambil termenung.com/ bagaikan rintihan kesakitan dari sejenis binatang. sudah jelas suara tersebut bukan suara manusia. Anehnya. namun tiada sesuatupun yang berhasil ditemukan. Jika tiada benda. hatinya semakin keheranan ternyata di tempat itu tidak dijumpai apa-apa. kini dia sudah memperhatikan keadaan dalam gua. darimana datangnya suara aneh itu? Tanpa terasa peristiwa ini membuat Suma Thian yu tidak habis mengerti. Cahaya api yang berada ditangannya membuat suasana dalam gua itu menjadi terang. hal ini merupakan bukti kalau tempat itu sudah lama tak pernah dijamah manusia sehingga udaranya lembab. suara yang sangat aneh itu masih saja berkumandang datang dari dalam gua itu. tapi darimana datangnya suara rintihan tersebut. semen-tara suara aneh tadi masih saja berkumandang tiada hentinya. gua itu kosong melompong. tapi oleh karena sudah ber¬usia lama hingga diatasnya sudah dilampiri oleh debu dan .Tiraikasih Website http://kangzusi. Delapan tahun melatih diri dengan tekun tenaga dalam yang dimiliki Suma Thian yu sekarang telah membuat pemuda tersebut bisa memandang ditempat kegelapan. kemudian atas dorongan rasa ingin tahu yang tebal. tiada makhluk. ketika ia mencoba memeriksa sekitar tempat itu.

Buru-buru Suma Thian yu menggosoknya dengan tangan. Suma thian yu tahu kalau ukiran manusiadibuat oleh kepandaian silat yang maha sakti. mendadak terendus bau harum yang menyegarkan muncul dari balik gua itu. setelah pasiur dan debu itu hilang.. sudah pasti disinilah seorang tokoh silat jaman dahulu kala meninggalkan ilmu silatnya. bau itu harum sekali. Selama delapan tahun terakhir ini. seperti juga bau buah yang matang. dia seringkali mendengar suhu serta paman Wan nya membicarakan kejadian semacam ini. Dalam sekejap mata pula bau busuk yang semula menyelimuti gua itu tersapu lenyap hingga tak berbekas.com/ pasir. Bentuk ukiran dari manusia-manusia itu ada yang berbentuk duduk atau berukir secara hidup dan indah. diatas dinding tersebut segera muncul sebuah ukiran berbentuk manusia. Sementara dia sedang berdiri sambil memperhatikan bentuk gaya dari ukiran tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. buru-buru dia membersihkan dinding yang lain dari debu dan pasir. seperti bunga anggrek. . Penemuan ini segera saja membuat pemuda itu kegirangan sampai lupa daratan. andaikata dia juga tahu kalau ular kecil berwarna emas itu merupakan raja ular yang paling beracun di didunia ini. dan mungkin dia pun tak akan terpancing sampai di dalam gua kuno ini. sampai matipun dia tak akan berani untuk mengejarnya. Kejadian ini boleh dibilang merupakan suatu penemuan yang tak terduga. setiap kali dia selesai membersih¬kan sebuah tonjolan maka muncul pula sebuah ukiran berbentuk manusia. tapi yang pasti bau harum tersebut membuat sekujur badannya segera segar kembali. seandainya tidak diperiksa dengan seksama sulit rasanya uniuk menemukan rahasia tersebut.

sewaktu dia membungkukkkan badannya mendekati rumput liar tersebut. pada saat itulah suatu peristiwa aneh kembali terjadi di depan matanya. Tampak olehnya rumput liar itu terbagi menjadi tiga daun.Tiraikasih Website http://kangzusi. bentuk daunnya seperti pedang dengan panjang sejari tangan. tiba-tiba saja ia temukan disudut dinding gua itu tumbuh sebatang rumput liar yang kecil dan pendek. alhasil dia tidak berhasil menemukan sesuatu apapun yang mencuri-gakan. Dalam pada itu bahan penerangan yang di bawanya sudah hampir habis. Dengan langkah lebar dia lantas berjalan masuk kedalam gua menghampiri sumber dari suara aneh tersebut. Sejak kecil Suma Thian yu memang dipelajari nama dan bentuk pelbagai rumput dan tumbuhan aneh dari kit hong . walaupun Yu ji telah menggeledah seluruh isi gua itu. warnanya merah darah. untuk sesaat lamanya Su¬ma Thian yu menjadi lupa dengan ukiran di atas dinding yang baru saja ditemukannya itu.com/ Tapi suara aneh tadi bergema semakin nyaring daripada tadi. tanpa terasa ia teringat kembali dengan bau harum semerbak yang diendusnya tadi. bau harum semerbak yang terendus makin menebal. Tapi. Tatkala sisa obor itu dibuang ke atas tanah. Siapa tahu. janganjangan bau harum tadi berasal dari rumput liar ini?". dia lantas membuang sisa obornya ke tanah dengan harapan akan pergunakan sisa waktu yang amat sedikit itu untuk mengingat ingat gerakan aneh yang tertera diatas dinding. Ternyata dugaannya memang benar. sebaliknya suara eneh yang kedengaran tadipun makin lama semakin bertambah nyaring. hal ini membuatnya semakin tertegun dan keheranan.

Seketika itu juga sekujur badannya gemetar keras.Tiraikasih Website http://kangzusi. . menyianyiakan selembar daun yang di lakukannya barusan sudah merupakan pantangan yane besar.. mendadak. hal ini benar benar merupakan suatu tindakan yang patut disesalkan. tiba-tiba saja daun tadi menjadi layu dan bau harumnya pun seketika itu juga lenyap tak berbekas. Dasar sifat kanak-kanakanya belum hilang.. Maka diapun membungkukkan badan dan menjilat daun berbentuk pedang itu dengan lidahnya. Baru saja ujung lidahnya menyentuh daun tersebut. ternyata Suma Thian yu memetik selembar daun pedang tersebut dari tangkainya dan dien-dus dekat lubang hidungnya.com/ kiam kek Wan Liong. jika sisa yang tinggal dua lembar itu harus disia-siakan belaka. Kenyataan ini membuat Suma Thian yu semakin tercengang. buru-buru dia duduk bersila sambil bersemadi. Siapa tahu. pemuda itu segera merasakan tubuhnya seakan-akan terjerumus ke dalam gudang es yang dingin sekali. ia tahu tumbuhan aneh semacam ini merupakan suatu tumbuhan yang amat langka. meski begitu. Bukankah daun itu masih segar sewaktu dipetik? Mengapa begitu tersentuh dengan tangannya lantas layu dan mati? Setelah mengalami pengalaman tersebut. rongga badannya terasa merekah besar. dia tak berani bertindak gegabah lagi. apalagi ketika cairan tadi masuk ke dalam perutnya. segulung cairan segar segera meleleh keluar lewat lidahnya masuk ke dalam perut. Tak terlukiskan rasa kaget yang dialami Suma Thian yu. begitu daun tadi tersentuh oleh tangan Suma Thian yu. ternyata dia tidak mengetahui nama dari rumput aneh dijumpainya sekarang. "Weees!" diiringi suara yang pelan. ilmu Ciong .

bukan saja membuat badannya saja bergetar keras. Dengan cepat pemuda itu tahu kalau ilmu Ciong goan sim hoat ajaran paman Wannya masih belum mampu untuk . Tak lama kemudian hawa dingin tadi lenyap tak berbekas. aliran hawa panas itupun dengan melewati pusar bergerak naik keatas menuju Khi hay hiat. Yu ji merasakan hawa panas menyengat sekujur badannya membuat peluh jatuh bercucuran menbasahi sekujur tubuhnya. maka dengan kilat ia membungkukkan badannya lagi dan menempelkan lidahnya keatas daun terakhir yang masih tersisa. semua penderitaan yang dialaminya itu telah hilang tak berbekas. dengan cepat ia sadar kalau benda yang dihisapnya adalah suatu benda yang amat langka. tatkala caiian tersebut masuk kedalam tubuhnya. seketika itu juga Yu ji merasakan perutnya seperti mau meledak. Begitu hawa panas tadi berjumpa dengan hawa dingin yang berada dalam perutnya. seketika itu juga terjadi suatu reaksi yang sangat hebat. lalu seperti seekor tikus yang terjang kesana terjang kemari secara beruntun menembusi jalan darah Im ciau.Tiraikasih Website http://kangzusi. lagipula memang berbakat alam. Dasar pemuda yang pintar. Kian it. buru-buru dia memejamkan matanya untuk mengatur pernapasan. dia segera merasakan sekujur badannya menjadi lebih enteng dan segar. ki ciau dan Thim liong ki hiat. rasa sakit yang melilit perutnya tak terlukiskan dengan kata-kata. seluruh lidahnya kontan menjadi kaku bercampur gatal. Tak lama kemudian. Hun sui. segulung cairan panas secepat kilat menerjang masuk melalui rongga mulut dan mengalir ke dalam perutnya.com/ goan sim hoat ajaran Kit hong kiam kek Wan Liang segera dikerahkan untuk mengelilingi seluruh badannya. Kemudian setelah berhenti cukup lama didalam jalan darah Tham tiong hiat. Kali ini.

gempa bumi!" Bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dia lantas melejit keluar dari dalam gua. Padahal. Maka dengan cepat dia mencoba untuk menggabungkan ilmu Hu siang sin kang ajaran dari kakek berambut putih itu dengan kepandaian ajaran paman Wannya. tinggal sisa cahaya kuning yang redup tapi suasana dalam gua itu justru terasa makin terang benderang. akhirnya hawa panas yang menyengat badan itu berhasil menembusi jalan darah Tham tiong hiatnya mencapai jalan darah Hoa kay hiat diatas ubunubun.Tiraikasih Website http://kangzusi. padam. baru saja tubuhnya mencapai pintu gua.com/ mengusir hawa panas dalam tubuhnya itu untuk bergerak lebih ke atas. Tanpa terasa pemuda itu segera menjerit kaget: "Aaah. dari belakang tubuhnya berkumandang suara gemuruh yang amat memekakan telinga. kemudian setelah mengitari tubuhnya sekali lagi hawa panas tadi mengalir kembali ke dalam pusar. ternyata ilmu gabungan ini luar biasa sekali. dia merasakan tubuhnya sangat enteng sekali seperti tak berbobot lagi. . diikuti permukaan tanah di mana ia berpijak bergoncang keras. darimana dia bisa tahu kalau hal tersebut justru merupakan kasiat dari ke dua lembar daun berbentuk pedang itu? Sementara dia masih kebingungan. apa yang terlihat membuat ia terkejut sehingga peluh dingin bercucuran. hal ini membuat Thian yu semakin keheranan. Bagaikan baru lolos dari beban berat. mendadak dari atas langit langit gua berkumandang suara batuan yang retak. ketika angin berhembus lewat. Kebetulan pada waktu itu api obor sudah. Dengan cepat Suma Thian yu berpaling. Suma Thian yu meng hembuskan napas panjang. dan sambil menyeka keringat.

com/ "Sungguh berbahaya!" pekiknya dalam hati. bagaikan hari kiamat sudah hampir tiba. Ya. kepandaian sakti yang tertera dalam gua itu akan punah dengan begitu saja. belum tentu dia akan menjumpai rumput mestika tersebut. bukankah ilmu silat maha sakti yang tertera diatas dinding akan berhasil dipelajarinya? Tapi. sedang diatas batu cadas besar itupun tampak seorang kakek berambut pulih sedang duduk dengan tenang disana. ." Berpikir demikian. namun goncangan diluar masih berlangsung terus dengan dahsyatnya. lalu secepat kilat dia meluncur kedepan menembusi hutan bambu yang lebat. suhu pasti sedang menanti dengan hati yang amat gelisah. diamdiam ia berpekik dalam hati kecilnya: "Aduh celaka. Tapi begitu sampai didalam hutan bambu. Ternyata gua itu tak sanggup menahan getaran gempa yang amat dahsyat itu sehingga runtuh kebawah.. seluruh jagad seakan berubah menjadi mengerikan. mendadak Suma Thian yu teringat dengan gurunya.Tiraikasih Website http://kangzusi..jika takdir telah mengatur segala sesuatunya. Kalau takdir telah berkata demikian siapa yang bisa membantah? Coba kalau Suma Thian yu sehari lebih awal menemukan gua itu.. siapa pula yang bisa membantah? Kini.. gua kuno tersebut sudah rata dengan tanah. batu cadas bergulingan. ternyata gempa bumi telah berhenti. pohon bertum bangau. cepat-cepat dia melejit ketengah udara. Memandang reruntuhan batu gunung yang menimpa gua itu. andaikata sehari lebih awal dia temukan gua itu. Suma Thian yu menghela napas panjang gumamnya: "Sayang sekali. Menyaksikan bencana alam yang sedang berlangsung itu.

ini baru cerita besar. Kakek berambut putih itu mendengarkan semua penuturan dengan seksama. dia lantas membeberkan bagaimana ia menemukan ular beracun. Yu ji. " Belum habis pemuda itu menyelesaikan kata-katanya.. tenaga dalammu telah mencapai puncak kesempurnaan.Tiraikasih Website http://kangzusi. si kakek berambut putih itu telah menjerit tertahan.. mendadak terdengar kakek berambut putih menegur: "Kau telah pergi kemana? Sudah hampir setengah jam lamanya aku menantikan kedatanganmu" Dengan cepat Suma Thian yu menghampiri gurunya. betul-betul suatu penemuan aneh. Mulai sekarang. lalu sambil berlutut jawabnya dengan agak gagap: ""Tecu tahu salah.. pikirnya: "Jangan-jangan aku berada impian? Atau mungkin gempa bumi itu hanya tipuan?” Sementara dia diliputi oleh perasaan curiga dan tidak habis mengerti. sambil tertawa kakek itu baru berkata: "Suatu penemuan aneh..." Tentu saja Suma Thian yu tak berani berbohong.. menanti anak muda itu telah menyelesaikan kata-katanya. Suma Thian yu benar-benar dibuat kebingungan tak karuan. tak sulit untuk membawamu mencapai puncak kesem-purnaan yang tak terhingga" . penemuan aneh seperti ini bukan setiap orang dapat mengalaminya. bagaimana masuk ke dalam gua dan bagaimana dia salah makan daun liar. asal kau bersedia melatih diri beberapa saat lagi. suatu peristiwa yang besar sekaii. akupun tak usah menguatirkan keselamatanmu lagi. urat Jin meh dan tok meh dalam tubuhmu sudah tembus. lalu tanyanya dengan keheranan: “Apa yang telah kau jumpai? Cepat katakan kepadaku dengan berterus teriang.com/ Menghadapi serangkaian peristiwa yang beruntun itu.. aku.

namun kakek rambut putih itu tidak ambil perduli. daun yang tengah membantumu untuk menembusi nadi Jin meh dan tok-meh dalam dada. yang satu bisa membuat orang melihat dalam kegelapan seperti ditempat terang.” "Rumput itu dimakan Jin sian kiam lan. apakah kau lupa bahwa daun itu kau petik dengan tangan kirimu? Tatkala tanganmu menyentuh daun kebal racun tersebut. "Tahukah kau. Suma Thian yu yang mendengar ucapan tersebut menjadi amat keheranan. yakni tangan kirimu sudah kebal terhadap segala macam serangan beracun. Mengetahui kalau lengan kirinya kebal terhadap segala macam racun. tampaknya daun yang terbuang sia-sia itu adalah rumput kebal racun. "Nak. meskipun kau hanya berhasil makan dua lembar saja. rumput Jiar apakah yang telah kau makan itu?" “Tecu tidak tahu. sudan barang tentu rasa girangnya tak terlukiskan dengan kata-kata. telapak tangan kirimu menjadi menyerap sari daun tersebut yang menyebabkan lengan itu menjadi kebal terhadap racun.com/ Suma Thian yu hanya termanggu seperti tidak memahami perkataan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. sedang dua lembar lainnya. tapi justru karena itu. sari racun tersebut telah menyusup masuk kedalam kulit badanmu. kemudian dia berkata lebih lanjut. sedang yang lainnya berkhasiat kebal racun. tapi ada satu hal tak usah kau kuatir. tanpa terasa dia bertanya dengan wajah keheranan: "Mengapa suhu!" Kakek berambut putih itu segera tersenyum. hal sudah merupakan suatu kejadian yang luar biasa. . itulah sebabnya daun itu dengan cepat menjadi layu.

" "Hal ini tak menyalahkan dirimu” kata kakek berambut putih itu sambil mengelus jenggotnya dan tertawa. selama delapan tahun ini.Tiraikasih Website http://kangzusi.. “Tecu yang tak berbakti sama sekali tak tahu siapa nama suhu. kakek berambut putih itu menyambung lebih jauh. sudah delapan tahun” kakek berambut putih itu meng-angguk. mendidik murid sukar.com/ Sampai lama kemudian. kuketahui kemudian bahwa kau adalah seorang yang polos. Suma Thian yu segera menundukkan kepalanya dan tak berani menjawab.. jujur dan setia. "aku tak pernah menyinggung soal ini kepadamu. maka sambil tertawa ramah katanya lagi: "Yu ji. kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat. kakek berambut putih itu baru bertanya lagi: "Yuji. kau memang tidak memalukan menjadi muridku" . "Selama delapan tahun ini aku selalu dan tiap saat mengamati tabiat serta gerak gerikmu. Si kakek berambut putih itu cukup tahu akan tabiat bocah itu yang suka merendah dan sedikupun tidak angkuh. tahukah kau mengapa aku tidak memberitahukan hal ini kepadamu?” “Yu ji tak tahu!" "Menerima murid mudah. sedikitpun tidak mempunyai sifat angkuh. andaikata aku menghasilkan seorang murid yang tak becus bukankah hal ni hanya akan menambah dosa bagi umat persilatan?” Setelah berhenti sebentar. sudah berapa tahun kau mengikuti diriku?” “Sudah delapan tahun suhu!” “Betul. tahukah kau siapa nama gurumu?” Suma thian yu memandangi gurunya dengan termangu. apa saja yang telah kau pelajari?” Mendengar pertanyaan itu.

jangan anggkuh." Ketika mengetahui kalau gurunya adalah ketua pendekar besar yang nama besarnya telah menggetarkan dunia persilatan pada enam puluh tahun berselang. ingatlah selalu dengan ajaran Nabi. ingatlah selalu bahwa manusia itu adalah sederajat. sekarang Hian cing tojin adalah keponakan muridku atau juga kakak seperguruanmu. Dengan hati yang tulus Suma Thian yu menerima nasehat itu. hatinya merasa gembira sekali sehingga untuk sesaat lamanya hanya menjadi ternganga dan tak mampu mengucapkan sepatah katapun. sahutnya dengan hormat: "Tecu menerima perintah" Kakek berembut putih itu segera tertawa lebar. sejak berusia delapan belas tahun ia terjun dalam . jadi orang jujur dan bijaksana. harap kau bersikap jujur dan tulus hati kepadanya. jangan takabur. kemudian melanjutkan. Perguruanku bersumber dari Bu tong pay.Tiraikasih Website http://kangzusi. bila kau telah berjumpa dengannya nanti. "Hari ini aku baru secara resmi menerima sebagai murid. kau harus tahu tingkat kedudukkanmu dalam dunia persilatan sekarang adalah sangat tinggi. Perlu dimengerti. artinya belum bisa menyadari ajaran agama To yang sebenarnya.com/ Kembali dia berhenti menarik napas panjang. Put Go cu adalah seorang pendekar besar yang paling kosen dari partai Bu tong semenjak perguruan ini didirikan. berbicara soal ilmu silat dia terhitung jago nomor satu dunia persilatan. orang persilatan menyebutku Put Go cu. bersikaplah jujur kepada orang. mengerti?”. dengan begitu kau baru bisa mengamalkan baktimu untuk umat manusia. katanya lagi: "Tahun ini aku telah berusia sembilan puluh tahun. dikemudian hari jika kau sudah berpisah dariku untuk turun kegunung dan be kelana dalam dunia persilatan.

ia telah berhasil . dengan mengandalkan sebatang hud tim (kebutan) dia malang melintang dalam dunia persilatan tanpa tandingan. Kendatipun demikian. maka dia pun segera memunculkan diri dan menerimanya menjadi murid. dia tahu kalau Kit hong kiam kek Wan Liang tak lebih hanya memeliharanya tanpa bermaksud untuk menerimanya menjadi murid. kemudian ia telah menemukan seorang ahli waris yang kesetiannya bisa diandalkan. tak lain adalah hasil ciptaan dari kakek itu. siapa tahu selama berkelana dia tak menerima murid. Lama kelamaan. Hanya saja pada waktu itu dia mengira Suma thian yu sebagai murid Kit hong kiam kek.bersama dengan Tan Pak cu mereka berdua disebut Tionggoan ji cu. secara kebetulan kedatangan mereka diketahui Put Go cu yang meneliti bentuk badan Suma thian yu segera berkesimpulan kalau bocah ini amat berbakat untuk belajar silat. Ilmu pukulan Tay cing to liong ciang yang amat termashur dalam partai Bu tong sekarang. Semenjak mengundurkan diri dari dunia persilatan.com/ dunia persilatan. Selama delapan tahun. Suma Thian yu juga melatih ilmu pukulan Tay cing to liong ciang. meski hanya delapan tahun. Kenyataan ini justru amat cocok dengan keinginan Put go cu. Put Go cu menemukan puncak Gi im hong sebagai tempat pertapaannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. akhirnya ia berhasil menemukan rahasianya. disamping harus berlatih Bu siang sin kang. Kiranya sewaktu Kit hong kiam kek Wan liang mengajak Suma Thian yu datang ke bukit itu. maka ia tak berani bertindak secara gegabah. setiap hari Put Go Cu selalu datang disekitar tempat itu untuk mengawasi keadaan dari bocah itu.

dunia persilatan merupakan gudang orang pintar.." . satu-satunya harapanku sekarang melihat kau menjadi tenar. diam-diam dia mengingat semua perkataan itu didalam hati.. kau harus tahu... jodoh semacam ini boleh dibilang merupakan kemujuran Yu ji. diatas gunung masih ada gunung. tapi kalau tidak baik-baik melatih diri. "In su. yang kurang sekarang tinggal kematangannya.com/ mendapatkan semua kepandaian dari Put Go cu. kemudian ia baru berkata lagi: "Yu ji.. aku selalu percaya dengan watakmu." Setiap patah kata dari Put Go cu merupakan nasehat yang tiada tara harganya.. Lama sekali Put Go cu memperhatikan wajah Yu ji.. lebih tak menyangka kalau dia bakal menerima seorang murid yang begitu muda. "In su!" ujarnya kemudian.. tak akan lama kau bisa tenar dalam dunia persilatan. mulai besok kau tak usah datang kemari lagi. siapa tak akan mengira kalau jago tua tersebut tinggal dibukit Gi im hong..Tiraikasih Website http://kangzusi.. "Yu ji pasti akan melaksanakan pesan kau orang tua dengan bersungguh hati." "Bagus sekali. dengan hati yang tulus Suma Thian yu mendengarkan dengan seksama. jangan menggunakan pedang untuk menaklukkan orang.. sekarang aku sudah tak mempunyai kepandaian apa-apa lagi untuk diajarkan kepadamu. dengan kepandaian yang kau miliki sekarang. diatas manusia pandai masih ada manusia pandai yang lain. meski cukup tangguh kemampuanmu.. memberi bantuan kepada umat manusia dan berbakti untuk dunia persilatan. gunakanlah kebenaran untuk menundukkan orang.. pasti akan kuhadapi orang de¬ngan cinta kasih dan menyelamatkan umat manusia dari penindasan. Sudah barang tentu. kau orang tua.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

“Tak usah banyak bicara lagi” tukas Put go cu hambar "aku cukup mengetahui maksud hatimu, kau berharap agar aku jangan meninggal kan dirimu bukan!” "Betul!" Suma Thian yu manggut-manggut, wajahnya penuh dengan air mata membuat pandangan matanya menjadi kabur. Dengan cepat Put Go cu menghibur: “Di dunia ini tiada perjamuan yang tak buyar, asal dalam hatimu selalu teringat dengan perkataanku, meski terpisah oleh samudra yang luas, sesungguhnya aku tak berbisah dari hati mu. Anak bodoh, kau sudah bukan anak kecil lagi, setelah belajar silat kaupun harus terjun ke dunia persilatan untuk melatih diri, asal kau bersedia melakukan perbuatanperbuatan yang bermanfaat bagi umat manusia, membantu kaum lemah dan menegakkan keadilan, aku sudah merasa puas sekali." Setelah berhenti sebentar, ia menambahkan: "Kalau ilmu silat hanya dipendam terus di atas pegunungan yang sepi, maka kepandaian tersebut tersebut ibarat barang yang tak berguna, apalagi kau toh masih ada dendam keluarga yang harus dituntut balas” Menyinggung kembali soal “dendam keluarga”, Suma Thian yu segera merasakan darah yang beredar dalam tubuhnya bergolak keras, tadi dia masih merasa berat hati untuk meninggalkan gurunya, tapi sekarang keadaannya menjadi berbeda, api dendam telah membara dalam dadanya, pada saat ini dia malah berharap bisa terbanh meninggalkan tempat itu. Memandang hawa amarah yang mulai menyelimuti wajah Suma Thian yu, Put Go cu menggelengkan kepalanya secara diam-diam sambil menghela napas panjang. Jilid 3. Kitab pusaka yang tidak ada tulisannya

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Dunia persilatan yang banyak urusan dan banyak kesulitan, kini telah ber¬tambah lagi dengan seorang bintang pembuluh, napsu mem- bunuh yang berkobar didada orang ini kelewat besar!" Berpikir sampai disitu, dia lantas bertanya, "Siapakah musuh besarmu ?" Sebenarnya Suma Thian-yu sudah terjerumus dalam pengaruh api dendam yang membara, mendengar perkataan itu dia menjadi tertegun lalu menghela napas panjang, dan sahutnya : “Hingga kini tecu masih belum tahu siapa musuh besarku” Tampaknya Pu Go cu juga merasa agak tercengang oleh kejadian tersebut, masa siapakah musuh besar pembunuh ayahnya juga tidak di Ketahui? Dengan cepat dia mendesak lebih jauh: Dunia luas, kemana kau hendak mencari musuhmu?" Apakah sedikit jejakpun tidak kau temukan?” "Tidak" Suma Thian yu menghela napas Panjang. Ketika peristiwa itu terjadi, tecu baru berusia lima tahun, akupun dibopong oleh Thio popo untuk melarikan diri, oleh karena itu siapakah pembunuh ayahku belum kuketahui" "Hm, apa yang pernah dikatakan Thio popo" “Dia hanya pernah berkata pada tecu bahwa musuh besarku adalah seorang penjahat pemetik bunga (Jai hoa cat) yang berhasil buron dari penjara, namanya kurang jelas, suhu, apakan kau tahu siapakah penjahat pemetik bunga tersebut?” Put Go cu termenung dan berpikir sebentar, kemudian sahutnya: "Aaahh jumlahnya terlalu banyak, sulit bagiku untuk mengingat ingat begitu banyak orang, untung saja masih ada setitik cahaya terang ini, cepat atau lambat pasti akan berhasil kau temukan orangnya"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Selesai berkata, dia memandang sebentar keadaan cuaca, kemudian katanya lagi kepada Suma Thian yu: "Waktu sudah tidak pagi lagi, kaupun harus pulang, tapi sebelum perpisahan ini aku inun sekali menyaksikan hasil latihanmu selama de lapan tahun ini, ilmu pedang Kit hong kiam hoat telah berhasil kau ketahui inti sarimu pukulan Tay cing to liong pat si ajaranku itu satu kali" Mendengar perkataan itu, Suma Tian yu se¬gera merasakan semangatnya bangkit kembali, sahutnya. "Tecu terima perintah!" Menyusul kemudian dia melompat ke tengah lapangan dan memberi hormat dulu kepada Put Go cu, kemudian tenaga dalamnya dihimpun kedalam telapak tangan dan sejurus demi sejurus dimainkan depan penuh semangat. Dalam waktu singkat seluruh arena telah di liputi oleh deruan angin pukulan yang memekikkan telinga, demikian dahsyatnya permainan tersebut sehingga bayangan tubuhnya hampir saja tidak terlihat lagi. put Go cu yang menyaksikan kejadian itu merasa gembira sekali, apalagi setelah mengetahui betapa pesatnya kemajuan yang telah dicapai muridnya itu, tanpa terasa ia lantas men¬dongakkan kepalanya sambil tertawa terbahak-bahak. Tu ji, berhenti!" mendadak Put Go cu mera bentak keras. "Suhu, apakah tecu salah ?" Put Go cu segera menggelengkan kepalanya berulang kali. “Tidak, tidak salah, aku merasa gembira sekali setelah menyaksikan hasil yang berhasil kau capai itu" Suma Thian yu tidak memahami apa yang dimaksudkan gurunya, mendengar perkataan itu, dia lantas bertanya. Cepatlah pulang pulang, dalam gua telah terjadi peristiwa" tukas Put Go cu cepat. "Apa?" Suma Thian-yu menjerit keras saking kagetnya.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Put Gho cu tidak menjawab pertanyaan itu, dia segera menarik tangan Suma Thian-yu sambil serunya dengan gelisah: "Cepat, hayo cepat berangkat, kalau terlambat kau tak akan sempat melihat pamanmu lagi" Sementara pembicaraan berlangsung, kedua orang itu sudah melayang sejauh satu kaki le¬bih, kemudian dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat meluncur ke arah gua kuno tersebut. Hingga detik itu, Suma Thian yu masih tertegun dan tidak habis mengerti, dia tak tahu apa gerangan yang sebenarnya telah terjadi. Selama sepuluh tahun berdiam disitu, puncak Gi im hong selalu berada dalam keadaan tenang, bayangan musuh yang selalu dikuatirkan Kit hong kiam kek Wan Liang tak pernah muncul disana, dia yakin hal ini mungkin disebabkan perubahan pintu guanya, atau mungkin juga dia sudah dilupakan oleh umat persilatan. "Tapi, siapa tahu.....” Ketika Put Go cu dan Suma Thian-yu berdua tiba didepan gua, pemandangan yang terbentang dihadapan mereka membuat kedua orang itu merasakan tubuhnya bergetar keras. Ternyata dalam mulut gua itu penuh dengan tanda darah yang mem basahi hampir semua lapangan yang berada disitu, rumput-rumput telah berubah menjadi merah, tiga sosok mayat yang bermandikan darah terkapar kaku disitu. Dengan cemas Put Go cu segera berseru: "Kau cepat masuk ke dalam gua!” Waktu itu Suma Thian-yu sudah kehilangan pegangan, mendengar perkataan itu dengan cepat dia menyelinap masuk kedalam gua.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Namun baru saja masuk ke gua, mendadak kakinya terikat oleh sesuatu benda sehingga hampir saja kakinya jatuh terjungkal ke atas tanah, ketika ia mengamati benda itu, ternyata dia adalah bangkai Siau-hek, si kuda kurus yang setia kepada majikannya. Sementara itu Put Go cu jaga telah masuk ke dalam gua, menyaksikan pemandangan yang terbentang didepan mata itu, ujarnya dengan sedih: "Jangan gugup, jangan panik, anak Yu! Yang penting sekarang adalah mencari pamanmu.” Selesai berkata, mereka berdua segera melakukan pemeriksaan keseluruh gua, namun tak dijumpai bayangan tubuh dari Kit hong kiam kek. Suma Thian yu semakin gugup bercampur gelisah, gumamnya berulang kali. "Aduh celaka, aduh celaka...." "Tampaknya Put Go cu pun merasakan kalau gelagat tidak menguntungkan, buru-buru dia menarik tangan suma thian yu dan mengajak nya keluar, seluruh bukit telah diperiksa namun bayangan tubuh dari Kit hong kiam kek Wan Liang belun juga ditemukan. Perasaan hati mereka dewasa ini berat bagaikan dibanduli barang seberat ribuan kati, terutama Suma Thian-yu, dia merasakan jantung nya berdebar debar keras, seakan-akan hendak melompat keluar dari rongga dadanya saja.... Pemuda itu sudah mendapat firasat jelek, sudah pasti paman Wan nya mengalami nasib tragis, sejak kematian Siauw hek dan ditemu¬kannya tiga sosok mayat didepan gua, tak bisa disangkal lagi suatu pertarungan sengit pasti telah berlangsung disana, dan besar kemungkinannya paman Wan telah mengalami musibah dalam pertarungan itu. Berpikir sampai disini, Suma Thian yu sema kin gugup dan panik, kalau bisa dia ingin ce¬pat cepat menemukan paman Wan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Bagaikan orang kalap saja dia segera melepaskan diri dan cekalan tangan Put Gho cu, kemudian sambil lari ke depan, teriaknya ber ulang kali: "Paman, paman, kau berada di mana....” "Paman! Paman....." Dia berteriak dengan sekuat tenaga, sambil berteriak sembari berlari, semua jalan di telusuri tanpa tujuan. Tapi tiada jejak apapun yang berhasil ditemukan, tidak terdengar pula suara jawaban. “Habis sudah, habis sudah sekarang, paman lelah lenyap tak berbekas... habis sudah sekarang!" "Paman, Yu ji berada disini, paman...kau berada dimana....?" Put Go cu yang menyaksikan kejadian itu turut merasakan hatinya menjadi kecut, dia kuatir kesedihan yang memuncak akan berakhir dengan isi perut yang terluka, buru buru serunya: “Yuji, Yu ji,.. hati-hati dengan kesehatan badanmu, pamanmu tak bakal tertimpa kejadian apa apa." Ucapan tersebut tentu saja terbatas pada menghibur saja, sebab bahkan Put Go cu pribadipun tidak berani menjamin kalau kit hong kiam kek tak tertimpa kejadian apa apa. Mendadak terdengar Suma Thian-yu menjerit kaget, dengan kecepatan tinggi dia melesat kedalam hutan sebelah depan sana dan meluncur kebawah sebatang pohon. Ketika Put Go cu turut menyusul ke situ tampaklah Suma Thian yu sedang memeluk seorang kakek yang berpelepotan darah, orang itu tak lain adalah Kit-bong-kiam kek Wan Liang. Put Go cu tak berani berayal lagi, buru-buru dia berjongkok sambil menguruti dada Wan Liang, kemudian mengambil keluar buli-buli kecil dari sakunya dan mengeluarkan sebutir pil berwarna kuning.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Dengan cekatan dia membuka mulut Kit hong kiam kek dan menjejalkan obat itu keda lam mulutnya, kemudian diapun membantunya untuk menguruti kembali dadanya. Tak lama kemudian put Go cu menghentikan usahanya, sambil menghela napas dia mengelengkan kepalanya berulang kali. "Aaaai......lukanya kelewat parah, bajingan itupan amat kejam, tak dengan cara se¬keji ini dia melukai dirinya, sekalipun ada obat mestika, paling-paling hanya akan memperpanjang kehidupannya beberapa waktu saja" Mendengar perkataan itu, Suma thian yu merasakan hatinya dingin separuh, dengan sedih dia menundukkan kepalanya, lalu sambil me-meluk tubuh paman Wan nya ia menangis tersedu-sedu. "Paman...ooh paman... dengarkah kau suara panggilanku? Paman...aku adalah Yuji...Yuji yang paling kau sayang, dengarkah kau... paman" "Jangan berteriak lagi" cegah Put Go cu dengan cepat, "sebentar dia akan mendusin, kalau bisa jangan membuat hatinya sedih" Benar juga, tak lama Put Go cu menyelesaikan katakatanya, Kit hong kiam kek Wan liang segera menggerakkan badannya dan membuka matanya lebar-lebar, tapi kemudian menutup kembali. Setelah lewat beberapa saat lagi dia baru membuka matanya yang telah pudar dan memandang sekejap kearah Yu ji, sambil menahan rasa sakit katanya: "Aku sudah tak sanggup lagi, nak, paman sudah tua ... aaai, dia kelewat kejam....dia.....” "Paman, jangan banyak berbicara lagi," buru-buru suma Thian yu berseru, "kau pasti akan sembuh kembali, beristirahatlah dengan tenang, kau pasti akan sembuh kembali."

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Kit hong kiam kek Wan Liang mengerutkan dahinya menahan rasa sakit yang luar biasa, pelan-pelan suma Thian yu membaringkannya ke tanah, tapi dengan susah payah Kit hong kiam kek berusaha menahan tubuhnya dan meronta bangun, ujarnya sambil menggelengkan kenapanya berulang kali : "Nak, aku salah.... aku.... aku tidak baik....baik... memelihara dirimu.... semua urusanmu telah ku.... kuketahui.... aduh, aduuh... apakah Locianpwe ini adalah gurumu....?” Suma Thian yu segera mengangguk, sahutnya dengan jujur. “Benar paman, Yu ji, paman, tahukah kau bahwa Yu ji tak seharusnya mengelabuhimu" Pelan-pelan Kit hong-kiam-kek Wan Liang mengangguk, sahutnya sambil tertawa getir. "Nak, paman tak akan menyalahkan dirimu, tidak seharusnya paman me......melarang kau untuk...untuk belajar ilmu silat" Ketika secara tiba-tiba dia menyaksikan Put Go cu berjalan masuk dari tepi hutan, tanpa terasa bisiknya dengan lirih. "Siapa dia?” Tak heran kalau Kit hong-kiam-kek wan Liang tidak kenal dengan Put Go cu, sebab ke¬tika Kit hong kiam kek wan Liang terjun kedalam dunia persilatan, Put Go cu telah mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan Dengan suara rendah dan hormat Suma Thian yu menjawab: "Dia orang tua adalah Put Go cu, nama yang sesungguhnya tidak Yu-ji ketahui" Begitu mengetahui kalau guru dari Suma Thian yu adalah Put Go cu, salah seorang dari Tionggoan Jicu yang amat termasyhur itu, Kit hong kiam kek Win Liang merasa tertegun, kemudian dengan perasaan lega bisiknya lirih :

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Inilah rejekimu nak, paman terlalu gembira, sangat gembira sekali.........” Berkata sampai disitu, mendadak tubuhnya mengejang keras dan muntah darah segar. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu menjadi terperanjat sekali, buru-buru teriak nya: "Suhu cepat kemari, pamanku sudah parah keadaannya....." Baru habis dia berkata, Put Go cu yang sedang meronda ditepi hutan itu telah melayang datang, sambil membangunkan kepala Kit hong kiam kek dan menekan nadinya, diam-diam me¬nghela napas sambil menggelegnkan kepalanya. "Aaai, tampaknya ia sudah tak bisa bertahan lagi" Sembari berkata dia lantas mengerahkan tenaga dalamnya untuk menguruti nadinya, tak lama Kemudian Kit hong kiam kek Wan Liang membuka kembali matanya. Setelah memandang sekejap kearah Suma thian yu dan Put Go cu, katanya sambil tertawa getir. "Locianpwee, boanpwe sudah tak sanggup lagi untuk bertahan, tidak kusangka akhirnya aku harus tewas di tangan perempuan rendah itu, mati bukan sesuatu yang menakutkan, tapi jika dendam sakit hati ini belum terbalas......penasaran rasanya hatiku Ia lantas berpaling kearah Suma thian yu, kemudian lanjutnya. "Yu ji, paman mati penasaran, setelah... setelah sampai dalam dunia persilatan, jangan... jangan kau sebut naa... nama dari paman tak akan ada orang yang bi... bisa mengam¬puni dii.... dirimu” Berbicara sampai disitu. dia seperti teringat akan sesuatu, sekujur badannya gemetar keras, mukanya berubah menjadi merah, sambil mi¬ringkan badannya dan menuding ke arah

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

pedangnya yang tergelecak empat kaki dihadapannya, dia berkata. "Sebenarnya pedang itu ingin kuhadiahkan kepadamu, tapi jika kau membawa pedang tersebut malah justru akan mendatangkan ketidak beruntungan saja.....' Tatkala Suma Thian yu menyaksikan kesegaran Kit hong kiam kek Wan Liang tiba-tiba pulih kembali, ucapan yang diutarakan juga ti dak terputus-putus lagi, dia mengira lukanya sudah membaik, hatinya, menjadi girang sekali. Paman kau pasti akan menjadi baik, teri¬aknya dengan gembira "bukankah kau sudah merasa agak baikan sekarang?" Kit hong kiam kek segera menggelengkan kepalanya berulangkali, sahutnya sambil tertawa rawan. "Anak bodoh, terlampau sedikit yang kau ketahui, ingat... ingat de.. dengan ke.. kelicikan kebusukan dunia persilatan... Ketika berbicara sampai disitu, tiba-tiba ha¬tinya terasa amat sakit, dengan memaksakan diri ia berusaha untuk mengendalikan rasa sakit tadi lalu berkata lebih jauh. Bila bertemu de...dengannya.... Siauhu yong .... kau... kau mesti.... Belum habis dia berkata, mendadak sekujur badannya mengejang keras, sepasang matanya dipejamkan rapat-rapat dan seorang jago pe¬dang yang amat termashyur dalam dunia persilatan pun telah mengakhiri hidupnya. Dia sebenarnya masih ingin meninggalkan pesan-pesannya, banyak persoalan yang harus ditinggalkan, tapi mampukah dia mengutara¬kan semua isi hatinya itu? Seorang pendekar besar telah mengakhi hidupnya disebuah bukit yang terpencil, jauh dari keramaian dunia. Apa yang berhasil diperolehnya? Susah payah hidup didunia, mengandalkan kepandaian silatnya menumpas kaum penjahat, tapi apakah yang berhasil diraihnya atas jerih payahnya?

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Menyaksikan paman Wannya berpulang ke alam baka, Suma thian yu merasa sedih sekali, dia segera memeluk jenasahnya dan menangis tersedu-sedu. Put Go cu adalah seorang jago yang sudah lama mengasingkan diri dari keramaian dunia, terhadap segala persoalan dia memandang ham bar, soal mati hiduppun bukan masalah besar baginya, tapi sekarang toh menundukkan juga kepalanya dengan wajah sedih. "Bu liang siu hud" bisiknya lirih. Perasaan hatinya yang tenang kini mulai bergejolak lagi, entah ia sedih karena kematian pendekar besar itu? Ataukah merasa terharu menyaksikan nasib Suma thian yu yang mengenaskan? Sampai lama, kemudian, Put Go cu baru berkata lagi: "Anak Yu, tak usah menangis, ia tak akan mendengar suara isak tangismu lagi, orang yang sudah matipun tak akan bisa hidup kem bali, apa gunanya meui menangis? Kau harus teguhkan hatimu dan melakukan suatu pekerjaan besar yang menggemparkan dunia persilat an sehingga tak sampai menyia-nyiakan harapannya." Ketika mendengar ucapan tersebut, Suma thian yu bukannya berhenti menangis, dia makin sedih. Ia terkenang kembali kejadian dimasa lalu, yakni pada sepuluh tahun berselang, waktu itu ada suatu ketika dia takut kepada pamannya yang berwatak aneh ini, dia membencinya, karena dia tidak mengerti. Teringat Wan Liang pernah berkata begini kepadanya: "Kau masih muda, bagaimanapun juga yang kau pahami masih terlampau sedikit." Yaa, benar, dia memang mengetahui sedikit tentang pamannya itu, mengetahui secara sepintas saja.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Siapa tahu ketika Suma thian yu sudah mulai merasa betapa kasih dan ramahnya paman Wan, ternyata paman Wan telah pergi mening galkannya untuk selamanya, padahal Thian yu masih membutuhkan banyak petunjuk tentang kehidupan didunia ini tapi siapa yang akan memberi petunjuk kepadanya? Berpikir sampai disini, tanpa terasa air matanya kembali jatuh berlinang. Dia tahu, mulai sekarang dia akan menjadi anak tanpa sanak tanpa keluarga dan tanpa rumah. Sewaktu Thio Popo membawanya meninggalkan rumah dulu, dia masih belum tahu apa menderitanya "tak punya rumah", kini nasib jelek menimpa dirinya tanpa terasa, bagaimana mungkin kejadian ini tidak membuat sedih dan mencucurkan air mata.? Bagian KETIGA "BANGUNLAH Thian-yu" tiba tiba Put Gho cu memecahkan kesunyian, "cepat kubur jenasah pamanmu, karena suatu persoalan aku tak dapat tinggal kelewat lama disini" Dengan air mata bercucuran Suma thian yu bangkit berdiri dari atas tanah, lalu memandang sedih ke arah Put Gho cu, sepasang mata nya yang merah telah basah oleh air mata. Put Gho cu tak tega menyaksikan kajadian itu, segera hiburnya: "Kesempatan dimasa datang masih amat panjang, suatu ketika kita murid dan guru pasti akan berjumpa lagi, sepeninggal aku nanti, cepatlah kebumikan jenasah pamanmu, tinggalkan tempat ini dan ingat baik baik pesan terakhir dari pamanmu, dunia persilatan penuh de ngan mara bahaya, lebih baik kau jangan kelewat menonjolkan diri, dalam menghadapi semua persoalan pun harus berhati-hati"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Sembari berkata dia membelai rambut pemuda itu dengan lembut, setelah memperhatikannya beberapa lama, ia baru berkata: "Nah, aku pergi dulu!” Selesai berkata, tampak sepasang bahunya bergerak, tahutahu dengan kecepatan luar biasa dia lenyap dari pandangan mata Yu ji. Bagaikan baru bangun dari impian, buru-buru Suma thian yu berlutut dan menyembah tiga kali, katanya: "Suhu diatas, tecu tak akan menyia-nyiakan harapanmu" Ketika ucapan tersebut diucapkan, Put Gho cu mungkin sudah berada setengah li jauhnya dari tempat tersebut. Setelah Put Gho cu pergi, Suma Thian yu gera memungut pedang Kit hong kiam milik paman Wan yang tergeletak di tanah, lalu sambi1 memandang ujung pedang, itu gumannya: "Paman, kau orang tua tak akan pernah mati, Thian yu pasti akan mempergunakan pedang ini untuk membangun kembali nama besar serta kegagahan kau orang tua seperti dimasa lalu. "Paman, sekalipun dunia persilatan amat berbahaya dan penuh dengan siasat, Thian yu juga akan menelusurinya demi membalaskan dendam bagi sakit hatimu. "Beristirahatlah dengan tenang paman, berbaringlah disini dengan segala kedamaian, tak usah kuatir, tiada sesuatu yang ber harga untuk kau orang tua pikirkan, tak lama kemudian di dalam dunia persilatan akan muncul kembali seorang Kit hong kiam kek (jago pedang angin puyuh), dialah Thian yu, juga merupakan duplikat dari kau orang tua!" Sambil berkata dia mendongakkan kepala¬nya memandang awan tebal di angkasa, awan yang melayang jauh di udara dan tak mungkin bisa diraba seperti juga meraba impian. Suasana disekeliling tempat itu serasa begitu, seakan-akan keadaan pun turut berduka ci¬ta atas meninggalnya pendekar besar itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Mungkin gempa bumi yang terjadi tadi merupakan pertanda datangnya nasib buruk paman? Kalau memang begitu, ooh... betapa agungnya paman" "Yaa, paman memang seorang yang agung” gumam Suma thian yu dengan suara lirih. Kemudian ia mempergunakan pedangnya untuk menggali liang dan membaringkan jerazah Kit hong kiam kek kedalam liang tersebut, tak selang beberapa saat kemudian disitu telah ber¬tambah dengan sebuah kuburan baru, seorang pendekar besarpun beristirahat untuk selamanya disana, yaa untuk selama-lamanya... Dengan termangu Suma thian yu memperhatikan kuburan tersebut, tanpa bicara, sorot matanya kaku dan tak bersinar, tanpa berkedip memandang keatas pusara, sementara titik air mata jatuh berlinang membasahi pipinya. Ia tak perlu berkat apa-apa lagi, tiada orang yang mendengarkan suaranya lagi. Dia berdoa, diam-diam dan secara bersungguh-sungguh... Pikirannya amat kalut seakan dia jauh dari dunia ini, jauh dari mmasyarakat tanpa sanak, tanpa keluarga, yang ada hanya keheningan bukit yang mencekam seluruh jagad. Lama...lama sekali...akhirnya dia bangkit berdiri, baru saja akan membalikan badan, tiba-tiba.... Dua sosok bayangan manusia entah sendiri kapan telah berdiri dibelakangnya, mereka datang tanpa suara berdiri disitu tanpa bergerak membuat Suma thian yu benar-benar merasa terperanjat sekali. Padahal dengan kepandaian silat yang miliki sekarang, secarik daun yang jatuh dari jarak sepuluh kakipun dapat didengar olehnya dengan jelas, tapi mengapa dia tak mendengar apa-apa akan kehadiran kedua orang itu?

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Setelah menenangkan hatinya, Suma thian yu baru memperhatikan kedua orang itu dengan seksama, mereka berdua adalah kakek berusia kira-kira lima puluh tahun yang berwajah serupa, kedua-duanya mengenakan jubah panjang hitam. Waktu itu, kedua orang kakek tersebutpun sedang mengawasi Suma Thian-yu tanpa berkedip, mereka hanya berdiri mematung disana tanpa bergerak barang sedikitpun juga. Satu-satunya perbedaan yang terdapat pada kedua orana kakek itu adalah diatas pipi sebelah kiridari kakek yang ada disebelah kanan terdapat sebuah tahi lalat sebesar kacang kedelai. Bila dilihat dari raut wajah kedua orang ini, tampaknya bukan termasuk orang jahat, agak lega juga Suma Thian yu menjumpai hal ini. Buru buru dia menjura seraya menegur: "Entah ada urusan apa cianpwee berdua datang kemari?" Kedua orang Kakek itu tidak menjawab, ha¬nya senyuman hambar menghiasi bibirnya', mereka tidak bersuara pun tidak bergerak. Suma Thian yu lantas mengira kedua orang itu kalau bukan bisu tentu tuli, maka dengan suara yang lebih keras serunya: "Entah ada urusan apa cianpwe berdua....” Belum habis dia berkata, tiba-tiba terdengar kakek bertahi lalat hitam disebelah kanani itu menukas dengan suara lembut. "Kau tak usah bertanya lagi, aku sudah tahu kuburan siapakah itu.... " Sambil berkata ia lautas menuding ke arah gundukan tanah baru di belakang Suma Thian yu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Suma Thian yu tidak kenal dengan kedua, orang kakek itu, mendengar mereka berdua langsung menanyakan soal kuburan pamannya begitu bertemu, dikiranya kedua orang ini ada sangkut pautnya dengan orang jahat pembunuh pamannya, kontan saja amarahnya berkobar. "Ada kepentingan apa kau menanyakan tentang persoalan ini?" bentaknya kemudian. Dua orang kakek itu tidak menjadi gusar lantaran peristiwa tersebut, malah justru tertawa bodoh. Dengan suara yang tenang dan halus kakek bertahi lalat itu segera bertanya lagi: “Yang berada didalam sana tentunya orang mati bukan? Siapakah orang mati itu?” Geli dan mendongkol Suma thian yu dihadapkan pertanyaan bloon semacam itu, dengan cepat dia berpikir: "Aaah, jangan-jangan kedua orang ini cuma orang bodoh? karena berpendapat demikian maka tanpa terasa anmarahnya menjadi reda, dengan suara lembut ia menyahut: “Orang mati siapakah yang berada disitu, tak usah kalian urus, aku rasa andaikata kalian mempunyai urusan penting lainnya, lebih baik cepatlah tinggalkan tempat ini" Mendengar ucapan mana, kedu orang kakek itu segera mendongakkan kepalanya dan terta¬wa terbahak-bahak, suaranya keras hingga memantul diseluruh hutan. Sedemikian kerasnya suara tertawa tersebut akhirnya Suma thian yu merasa tak tahan, dengan suara keras jeritnya: "Hey, apa yang kau tawakan? Menjemukan" Dua orang kakek itu menghentikan suara tertawanya kemudian memandang bodoh ke arah Suma Thia yu, setelah itu katanya: "Bocah muda, masih kecil sudah berangasan sekali, lain kali pasti sukar mendapat bini!” Selesai berkata, lagi lagi mereka tertawa terbahak-bahak.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Pada hakekatnya Suma Thian yu dibikin ke¬bingungan setengah mati oleh tingkah lakunya kedua orang itu. coba kalau Kedua orang itu tidak bermaksud jahat kepadanya, niscaya dia sudah memburu kedepan untuk menghajar me¬reka berdua. “Hmm, rupanya kaliau berdua ada maksud un¬tuk memperolok orang? Apa yang lucu? Kalau ada orang mati seharusnya turut berduka cita. masa kalian malah tertawa tergeletak di depan kuburan seseorang yang baru saja mati..." Teguran dari Suma Thian yu ini amat keras tapi tidak pantas untuk dipakai menegur orang yang berusia lanjut, semestinya, dua orang Kakek itu akan mencak-mencak kegusaran setelah mendengar teguran itu, siapa tahu apa yang kemudian terjadi justru merupakan kebalikannya. Terdengar kakek bertahi lalat disebelah kanan itu segera berkata: “Perkataan bocah ini benar juga, kita me¬mang seharusnya bersedih hati, hei hiante, mari kita bersedih hati!" Begitu selesai berkata, ternyata ia benar-benar menangis tersedu sedu, disusul kemudian oleh kakek yang ada disebelah kirinya. Dalam waktu singkat, isak tangis mereda telah menyelimuti seluruh angkasa. Menyaksikan dua orang kakek sinting yang sebentar tertawa sebentar menangis ini, suma thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela nafas panjang: “Cukup, cukup.. . tangisan kalian berdua su¬dah cukup, asal..." cegahnya dengan cepat. Dua orang kakek itu segera berhenti menangis, seperti merasa sayang sekali dengan butiran air matanya, begitu berhenti menangis, air mata merekapun berhenti mengalir.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

“Nah bocah cilik" kata kakek bertahi lalat itu kemudian, "permintaanmu telah kulakukan dengan baik, sekarang gantian kami bersaudara yang ingin memohon kepadamu" Tingkah laku yang kocak dan tata bahasa kedua orang kakek yang halus segera mendatangkan perasaan simpatik dalam hati Suma Thian yu, maka diapun segera mengangguk. "Baiklah, asal bisa kulakukan pasti akan ku lakukan, katakanlah terus terang" "Nah begitu baru anak pintar, kakek bertahi lalat itu tertawa, "sekarang aku hendak bertanya dulu, kau tinggal dimana?" "Buat apa kau menanyakan tentang soal ini!” "Tak usah kaugubris, jawab saja pertanyaan ku itu!” "Maaf, sebelum kuketahui asal usul kalian berdua yang sebenarnya, jangan harap bisa mendapat jawaban dariku" "Wah, itu tak benar namanya" desak kakek bertahi lalat dengan cepat, "bukankah kau sendiri yang telah berjanji akan melakukan permintaanku, jangan kuatir, kami berdua bukan penjahat" Suma thian yu segera menggelengkan kepalanya berulang kali. "Siapa yang akan mempercayai ucapanmu? Kalau di lihat dari cara kalian yang datang secara sembunyi-sembunyi saja sudah diketahui kalau kamu berdua agak tidak beres, masa aku tidak boleh curiga?" Mendengar perkataan itu, si kakek bertahi lalat tersebut segera manggut-manggut memuji, sambungnya cepat: "Baiklah, kubatalkan pertanyaanku ini dan sekarang jawab saja kepada kami siapakah orang yang telah tiada ini?" "Maaf, pertanyaan inipun tak dapat kujawab" "Waah... aneh betul kau ini. kalau tidak ingin berterus terang katakan saja secara blak-blakan. Hei, bocah cilik, sebenarnya apakah maksudmu?”

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Tidak karena apa apa, hanya sepatah kata bisa kujawab, aku tidak memahami maksud tujuan kalian berdua.” Kakek bertahi lalat itu segera garuk-garuk kepala yang tak gatal, lalu sambil berpaling ke arah kakek yang lain, dia berseru: "Hiante, lebih baik kita jangan mencampuri urusan lagi, mari kita pulang saja dan tidur" Kakek kedua ini macam orang bisu saja, se¬jak muncul sampai sekarang ia tak berbicara sepatah katapun, kakaknya menangis, diapun menangis, kakaknya tertawa, diapun tertawa, sekarang kakaknya hendak pergi ternyata dia pun benar-benar membalikkan badan dan pergi semua tingkah lakunya sungguh tidak habis di-mengerti. Yaa, manusia aneh! Kedua orang itu betul-betul aneh, meski dalam dunia terdapat banyak urusan aneh, namun belum pernah di jumpai manusia seaneh kedua orang ini. Sebelum pergi, kakek bertani lalat ini sempat berpaling dan tertawa bodoh kepada Suma Thian yu seraya berkata: "Hei bocah, sekalipun kau tidak bilang aku juga tahu, kami berbuat begini tak lain Cuma ingin mengetahui apakah kau bisa tutup mulut memegang rahasia atau tidak, padahal suhumu itu sudah memberitahukan semuanya ini kepadaku, setelah berjumpa hari ini, hah ... haah.... ternyata apa yang dikatakan memang tidak bohong!” Berbicara sampai disini, dia lantas bersama adiknya berjalan seenaknya menuju ke hutan. Waktu itu suma thian yu tak sempat berpikir untuk memberitahu asal usul kedua kakek tersebut karena pertama dia sedang sedih, ke¬dua diapun sudah dibikin pusing oleh ulah ke¬dua kakek kembar itu. Tapi setelah mendengar perkataan terakhir si kakek bertahi lalat, hatinya kontan berge¬tar keras, pikirnya cepat. “Heran, darimana ia bisa kenal dengan su¬huku?"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Baru saja ingatan tersebut meiintas dalam benaknya, satu ingatan lain secepat kilat telah melintas dalam benaknya, dengan suara lan¬tang segera bentaknya. "Cianpwee berdua, harap tunggu sebentar" Waktu itu, kedua orang kakek kembar tersebut telah tiba ditepi hutan, mendadak mereka berhenti, kemudian sambil membalikkan ba-dan, satu dari kiri yang lain dari kanan mereka bersama-sama berjalan balik, sementara senyuman bloon masih menghiasi bibirnya. Dengan seksama Suma Thian yu segera mengamati wajah kedua orang kakek itu begitu merasa dugaannya tak meleset dan tahu kalau mereka adalah tokoh persilatan yang pernah disingung suhunya, diam-diam ia menyesali dirinya yang bermata tak berbiji hingga hampir saja menyia nyiakan suatu kesempatan ba¬gus. Buru-buru dia berlutut ketanah, lalu berseru. "Locianpwee berdua, harap kalian suka memaafkan Thian yu yang punya mata tak berbiji sehingga berbuat kurang ajar kepada kalian, atas kesalahanku tadi, mohon cianpwee berdua sudi memaafkan" Hiiii hiiii hiiii... kau hilang apa bocah cilik?" kakek hertahi lalat itu tertawa terkekeh-kekeh, apa itu cianpwe? Aku tidak mengerti, siapa sih cianpwe mu itu?” Suma Thian yu tahu kalau manusia aneh semacam mereka adalah manusia manusia yang tak suka akan segala adat istiadat dan tata cara yang menjemukan, meski demikian, sebagai se¬arang angkatan muda, ia tidak ingin bersikap kurang hormat, maka ia bertanya dengan hormat: “Benarkah Locianpwe berdua adalah... " Kakek bertahi lalat itu segera menggoyangkan tangannya berulang kali mencegah dia berbicara lebih jauh, ujarnya:

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Bukan, bukan, apakah hanya di karenakan persoalan ini saja kau undang kami kemari?" Belum habis dia berkata, si kakek disebelah kiri yang bersikap macam orang bisu itu sudah menepuk bahu rekannya, kemudian menuding ke luar hutan, anehnya dia tetap membungkam dalam seribu bahasa. Si Kakek bertahi lalat itu segera berpaling dan tertawa, sahutnya tak sabar: "Sudah tahu adikku, kawanan anjing cilik itu belum pergi bukan? baik, mari kita pergi!" Kepada Suma Thian yu lanjutnya: “Hei bocah, kita jumpa lagi malam nanti!" Nadanya amat terburu-buru seperti sudah tidak sabar untuk menunggu suatu persoalan sehingga begitu selesai berkata, buru-buru dia sudah membalikkan badan dan berlalu dari situ. Tapi kasihan sekali, langkahnya justeru se¬demikian lambannya hingga selangkah demi selangkah persis seperti langkah seorang nenek berusia delapan puluh tahunan. Tapi anehnya, gerakan tubuh yang nampak sangat lamban itu justru cepat sekali bagaikan sambaran kilat, hanya didalam sekejap mata saja ia sudah lenyap dari pandangan sianak muda itu. Memandang arah lenyapnya bayangan tubuh kedua orang itu, Suma Thiau yu menggelengkankepalanya berulang kali sambil bergumam: "Manusia aneh, benar-benar manusia aneh!” Malam kembali menyelimuti seluruh angkasa dan meninggalkan keheningan yang luar biasa, terutama sekali ditengah pegunungan yang jauh dari keramaian manusia. Bukit Kiu gi san kembali diliputi oleh keheringan yang mati, seram dan menggidikkan hati.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Suma Thian yu masih ingat dengan ucapan yang diutarakan kedua orang manusia aneh itu menjelang kepergiannya tadi, maka dia telah menelusuri seluruh bukit, semak belukar, sejak kentongan pertama sampai tengah malam, tapi ia gagal menemukan jejak dari kedua orang manusia aneh tersebut. Ia sangat gelisah, tapi tak bisa menyalahkan kepada pemuda ini, bagaimana tidak? Sewaktu akan pergi meninggalkannya tadi kedua orang manusia aneh itu hanya mengatakan "kita jumpa lagi malam nanti”, tanpa menerang kan waktunya, maupun tempat pertemuan, pada hal bukit Kiu gi san begitu besar, kemana dia harus pergi mencarinya? Manusia aneh memang selalu berwatak aneh, bila ia tak ingin berjumpa denganmu, meski kau jelajahi seluruh bukit juga tak akan menemukan nya, sebaliknya bila ia ingin bertemu dengan dirimu, sekalipun kau kabur keujung langit, dia tetap akan muncul juga dihadapanmu. Justru karena alasan inilah, akibatnya Suma Ghian yu mesti lari semalaman suntuk tanpa hasil, meski badan sudah basah kuyup namun hasilnya tetap nihil. Akhirnya dengan kecewa dia duduk dibawah sebatang pohon siong sambil bergumam: “Aaii, tampaknya aku tertipu, tahu begini aku tak akan kemari untuk dihembus angin barat laut sambil menahan kedinginannya." Sambil mengomel dia mengambil sebutir batu kecil dari atas tanah, lalu ditimpuk secara gemas kedalam hutan sana. "Sialan, aku tak akan mencari lagi, anggap saja aku sedang sial!" omelnya lagi. Batu yang ditimpuk kedalam hutan bagaikan tenggelam ke dasar samudera saja, hilang lenyap dengan begitu saja, kemudian disusul suara seorang bergema dari balik hutan:

Suma Tnian yu bersorak kegirangan : “Ohh cianpwee.. sialan.. Dan begitu mengetahui siapakah kedua kakek itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketemu orang memanggil cian pwe. "anak muda tidak belajar baik.. sungguh menjemukan" Tertebak jitu isi hatinya. merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah. aku toh hanya mengatakan akan bertemu lagi entar malam. buru-buru dia melejit ke udara dan melesat ke dalam hutan. rupanya kau?" Dari balik hutan berjalan keluar sepasang kakek berbaju hitam. siapa yang menyuruh kau kemari?" Sekali lagi paras muka Suma Thian yu berubah jadi merah padam sesudah mendengar teguran itu.. sakit betul kepalaku!" Suma Thian yu terperanjat sekali setelah mendengar perkataan itu. Lama kemudian ia baru berkata agak tergagap. justru senang berbohong. rupanya kau sudah tak sabar untuk menanti sejenak lagi? Anak muda sudah tak bisa bersabar. sungguh menyesal hatinya.com/ "Aduuuh . kemudian terdengar kakek bertahi lalat itu mengomel: "Hei bocah. manusia kurang ajar darimana yang tak punya mata. apakah tidak tahu kalau dalam hutan ada orangnya? Aduuh biyung . cianpwe melulu. "Entah ada persoalan apakah cianpwee menyuruh Thian yu datang kemari?” "Siapa yang suruh kau kemari?" bentak kakek bertahi lalat itu. dengan pandangan kebodoh-bodohan mereka sedang mengawasi wajah Suma Thian yu tanpa berkedip. ia tersipu-sipu hingga tak bisa menjawab. sedangkan didalam hati pikirnya: .. Dari situ ia saksikan ada dua orang kakek sedang keluar bersama dari balik pepohonan.

.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak kakek bertahi lalat itu telah membentak gusar: "Bocah. boanpwe masih ada urusan hendak dilaporkan” Kakek bertahi lalat itu segera membalikan badannya sambil melototkan matanya besar-besar.haaah. kesabaran dapat menghindari segala malapetaka. jangan jangan diatas mukaku tertera tulisan besar? Kalau tidak. segera pikirnya: "Sungguh lihay. kalau bicara tidak sejujurnya. buru-buru dia maju beberapa tindak kedepan menghadang dihadapan kedua kakek tersebut. buru-buru dia berkata: “Boanpwe tidak berani. "Haah. kemudian sambil menjatuhkan diri berlutut katanya: "Locianpwe. kakek bertahi lalat tersebut segera tertawa lebar." Menyaksikan tampang pemuda yang macam monyet kepanasan itu. Suma Thian yu menjadi amat gelisah setelah menyaksikan peristiwa tersebut. coba kalau suhu tidak berpesan agar menahan sabar terhadap manusia semacam ini. kau tahu hal ini bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan! Bila kau tak memiliki kesabaran tersebut. lebih baik cepatlah tinggalkan tempat ini!” Suma Thian yu merasa amat terperanjat... . si bocah tidak bisa diajar.. serunya dengan gusar.. jangan pergi dulu. mengapa ia dapat menebak suara hatiku secara jitu?" Berpikir sampai disitu. hiante mari kita pergi saja!" Selesai berkata kedua orang itu segera membalikkan badan siap pergi meninggalkan tempat itu. kau jangan memikirkan akal busuk dalam hatimu. aku benar-benar segan untuk berurusan dengan mereka!" Baru saja dia berpikir sampai disitu.com/ "Wu san sian gi siu (Sepasang kakek tolol dari bukit Wu san) betul-betul terhitung manusia paling aneh didunia ini.

Tiraikasih Website http://kangzusi. dulu ia belum memahami asal usul kakek ini. apa tujuanmu memohon sesuatu kepada lohu?" Agak tertegun Suma Thian yu mendapat pertanyaan tersebut untuk sesaat lamarya dia tak sanggup menjawab. tapi sekarang. tampak kakek itu pun turut manggut-manggut . kemudian dengan wajah serius.com/ "Huuh. kakek itu berpaling kembali kearah Suma thian yu sambil katanya: "Hei bocah. Seorang lelaki sejati tak akan sembarangan berlutut!” Mendengar ucapan tersebut. "Yaa. Kakek bertahi lalat itu segera berseri wajahnya. Maka dia telah bersiap-siap.. benar! Karena apakah aku memohon kepadanya?" “Tiada suatu permintaan bukan?” kakek bertahi lalat itu tersenyum. ia lantas berpendapat bahwa tiada pentingnya untuk merahasiakan hal tersebut. dasar bertulang lunak.. Seolah-olah telah mendapat ijin. setelah tahu kalau kakek ini adalah seorang pendekar sejati yang berilmu tinggi.. pasti akan kulaksanakan dengan sebaik-baiknya” Dia mengira kakek itu hendak menanyakan kembali persoalan yang menyangkut diri paman Wan. Hmm.. “bagus sekali! Tapi lohu menyuruh kau menghadap justru karena aku hendak memohon sesuatu kepadamu” “Selama boanpwe sanggup untuk melaksanakannya. tidak menunggu lebih lama lagi Suma Thian yu segera melompat bangun. maunya belajar merangkak macam anjing budukan. jika seandainya kakek itu bertanya kembali tentang paman Wan maka diapun akan menjawab dengan sejujur nya. .. Diam-diam kakek bertahi lalat itu mangut-manggutlalu berpaling dan memandang adiknya yang berada disamping. maka rahasia tidak dibocorkan.

tapi aku tidak mempunyai keyakinan untuk pasti berhasil” “Tidak bisa!” teriak kakek bertahi lalat ini dengan gusar. "ahaa . maka sekarang kuberitahukan kepada mu agar dalam tiga hari harus bisa menyelesaikan apa yang lohu perintahkan.. dia merasa kakek ini terlalu berlagak. sudah pasti tak akan muncul persoalan apa-apa" Dari dalam sakunya dia lantas mengeluarkan secarik kertas yang telah berwarna kuning lantas diserahkan kepada Suma thian yu sambil katanya berseru menjawab. kalau tidak jangan harap bisa meninggalkan bukit kiu gi san barang setengah langkahpun.." Suma Thian yu menerima kertas kuning itu dan memperhatikannya sekejap. .. pokoknya kau tak boleh putus asa. tidak bisa juga mesti dilakukan.Tiraikasih Website http://kangzusi. “tanpa suatu keyakinan. “Boanpwe bersedia untuk mencoba. sayang lohu tak becus dan tak sanggup memahami rahasia dari kepandaian silat tersebut. mengerti?” Ucapan tersebut dengan cepat menimbulkan perasaan anti pati dalam hati Suma thian yu." “Kertas ini berisikan ranasia ilmu silat yang maha sakti. aku tahu dengan bakat serta kecerdasanmu. memaksa orang lain untuk menuruti kemauannya sehingga menimbulkan perasaan jemu bagi yang mendengarkan. tak boleh berhenti ditengah jalan.. . bukankah kau gila silat?Kertas ini kutemukan beberapa hari berselang diatas bukit ini. pekerjaan apapun tidak akan berhasil dilaksanakan. beranikah kau untuk mencobanya?" Setelah termenung sejenak. mendadak ia berseru dengan wajah tercengang. “Kertas ini.com/ Sungguh?" dia berseru. akhirnya dia berkata. kalau begitu tak salah lagi pilihanku. kau mesti memahami isi tulisan yang tertera diatas kertas ini. "Dalam tiga hari. bisa juga mesti dkerjakan.

.com/ Setelah termenung sejenak. aaai. "Aaaai.. suatu perasaan sedih karena dipermainkan orang segera menyelimuti perasaannya. sekejap kemudian bayangan tubuh kedua orang itu sudah lenyap dari pandangan. tapi terlambat... apa pula yang bisa kau lakukan?" “Tidak mau harus mau. Wu san siang gi memang manusia manusia yang gemar menggoda orang.masa memaksa orang untuk melakukan pekerjaan yang tak ingin dilakukan olehnya?" Diambilnya kertas itu dan diperiksnya dengan seksama. akhirnya ia berkata: "Pentingkah kertas ini bagimu? Seandainya boanpwe tidak bersedia atau tidak bisa. Dia segera melemparkan kertas itu kehadapan Suma Thian yu. tidak bisa harus bisa.. dasar orang aneh tetap orang aneh. lagi-lagi aku tertipu.. tiga hari kemudian kita berdua akan kembali” sahut si kakek bertahi lalat sambil menarik wajahnya. Dengan gemas dia lantas menyumpah: "Sialan. baik! Tiga hari kemudian. . ingin menggunakan kesempatan itu untuk melampiaskan keluar semua kekesalan yang mencekam perasaannya. akhirnya sambil gelengkan kepalanya dia menghela napas panjang.cur masuk ke dalam hitan. aku tak akan bernama Suma Thian yu!" Sambil berkata diapun masukkan kertas itu ke dalam sakunya. bila aku tidak merobek-robek kertas itu di hadapan mereka. dia ingin menangis..Tiraikasih Website http://kangzusi.. Kitab pusaka apakah itu? Ternyata kertas itu kosong melompong sama sekali tak ada isinya baik cuma satu huruf maupun sebuah garispun.. kemudian dibalik dan diteliti bagian yang lain. kemudian sambil membalikkan badannya bagaikan hembusan angin melun. Suma Thian yu ingin menghalangi kepergian mereka. namun itu segera berdiri tertegun.

nama besarnya sudah termasyur diseluruh dunia persilatan. janji tetap janji.. entah baeaimana pun. Apalagi dendam orang tuanya yang belum dibalas. sedang Ji gi siu Khong Bong yang . menolong kaum yang lemah dan membabat kaum alim.. mereka berdua adalah saudara sekandung. ia tak ingin mengingkar janji. pemuda itu merasa ia tak boleh tinggal dalam bukit terus menerus. Kakek bertahi lalat adalah kakaknya Ma Khong Sian dengan julukan Tay gi siu (kakek bodoh pertama). kedua orang ini selalu muncul bersama. lalu memandang sungai dan daratan rendah dibawah bukit. sesungguhnya kakek ini merupakan seorang jago pendebat yang pandai sekali bersilat lidah. dia ingin menuntut suatu keadilan dari orang yang telah mempermainkan dirinya. ia harus berkelana ke mana-mana. Usia Wa san siang gi telah mencapai enam puluh tahun. Wu san sian gi.Tiraikasih Website http://kangzusi. sebagai seorang lelaki. "Aku harus pergi!" Lama kemudian ia baru mengucapkan kata-kata tersebut. bahkan lagaknya macam orang bloon. sepanjang hidupnya mereka selalu berjiwa pendekar. Sejak terjun ke arena persilatan. jangan dilihat dia seperti orang bisu.. sedangkan adiknya ji gi siu (kakek bodoh kedua) Khoug Bong. padahal Toa gi siu Khong Sian yang berlagak bodoh adalah seorang yang amat cerdas.com/ Ia mendongakkan kepalanya memandang bintang yang bertaburan di angkasa. harus mencari pengaman dan memperjuangkan suatu karya yang besar bagi sejarah hidupnya. Sepasang manusia bodoh dari bukit Wu san merupakan sepasang pendekar yang bernama besar dalam dunia persilatan. Tapi dengan cepat ia teringat kembali kalau janji pertemuannya tiga hari mendatang belum dipenuni. sakit hati paman Wan juga belum di tuntut.

Sekalipun demikian. Oleh karena itu. ketika kedua orang kakek itu sedang berpesiar di lembah Ong im kok di bukit Kiu gi san.Tiraikasih Website http://kangzusi. bukan uniuk mencari keuntungan bagi kepentingan sendiri. bukan bertujuan untuk mencari nama atau kedudukan. mereka berdua sama-sama merasa tidak tertarik.com/ berlagak macam orang bisu adalah seorang pendebat yang pandai bersilat lidah. Berapa hari berselang. . dari pada membiarkanya hingga terjatuh ketangan kaum sesat dan menimbulkan kerugian bagi umat persilatan. mereka berdua berhasrat untuk mencari seseorang yang dapat dipercaya dan menghadiahkan kertas kulit yang ditemukan itu kepadanya. pe¬nemuan tersebut tidak dianggap kelewat serius. gerak gerik mereka macam orang yang terkena oleh sebuah penyakit ingatan. bahkan sewaktu berada di hadapan Suma Thian yu. sebagai manusia yang berpengalaman luas. mereka gemar berlagak seperti orang bloon. mau ilmu silat juga boleh. tanpa sengaja mereka telah menemukan kertas kulit itu. maka kertas itupun segera disimpan kedalam saku. Mereka tahu kalau kertas kulit itu bukan berisikan ilmu silat maha sakti peninggalan dari seorang tokoh silat dimasa lampau. Dengan watak Wu san siang gi yang tawar terhadap nama serta keuntungan meterial. Mereka berpendapat tujuan belajar silat adalah untuk menyehatkan badan dan menjauhkan diri dari segala macam penyakit. tentulah secarik peta rahasia yang berisikan harta karun. harta kekayaan pun dipakai untuk menolong kaum miskin. dalam sekilas pandangan saja mereka sudah tahu kalau ker¬tas kulit ini bukan benda sembarangan. barang mestika juga boleh.

Suma thian yu mengetahui kalau surat itu ditulis oleh Wu san siang gi. peluh dingin segera membasahi badannya.” Dibawah surat itu tidak dicantumkan tangan.Tiraikasih Website http://kangzusi. itu berarti kemurungan serta kegelisahan yang mencekam perasaanya semalam diketahui semua oleh kedua orang kakek tersebut. Atau dengan perkataan lain. ternyata dengan tepat menghantam diatas kakinya. kemanakah dia harus pergi sekarang? Mendadak terdengar suara benturan nyaring. Suma thian yu merasa amat terkejut cepat-cepat dipungutnya kertas itu dan diperiksa isinya. padahal begitu luas. tapi dalam sekilas pandang saja.com/ Karena itulah mereka lantas mencari Suma thian yu yang jujur dan dapat dipercaya dan menyerahkan kertas itu kepadanya untuk dise lidiki. Berpikir sampai disitu. Bagaimanapun juga dia adalah seorang bocah yang berusia enam belas tahun. kedua orang kakek itu tentu berada disekeliling sana sambil mengawasi gerak-geriknya setiap saat. karena ngeri buru-buru teriaknya: . Terbaca diatas kertas itu terasa beberapa huruf yang berbunyi demikian: “Hati yang tenteram dapat menjernihkan pikiran. “Plaak” entah dari mana datangnya segulung kertas. lagi pula tak pernah terjun kedunia persilatan. batas waktu tiga hari akan berlalu dengan singkat. Pikiran yang jernih dapat menemukan kesimpulan. pelbagai ingatan berkecamuk dalam benaknya sampai pikirannya belum dapat juga menjadi tenang kembali. harap pergunakan setiap detik sebaik-baiknya. Dengan tanpa tujuan Suma thian yu berjalan kesana kemari diatas bukit Kui gi san.

. tiba-tiba terdengar suara yang amat lirih berkumandang disisi telinganya. jangan-jangan diatas kertas tanpa kata ini sesungguhnya tersimpan suatu rahasia yang amat besar? Memikir sampai disini. ia menggelengkan kepala berulang kali sambil menghela napas panjang. yang penting adalah kemauan. Maksud hatimu dapat lohu mengerti. gumamnya: "Wahai Thian yu. buru buru dia mengeluarkan kertas itu dan diperiksanya dengan seksama.. ." Maka bila mendengar kata Bu khek yang di ucapkan kakek itu. harap segera menampilkan diri . lak hap. yang penting asal kau ada kemauan dan dan bersedia untuk berjuang. tak punya kemampuan?" . satu ingatan segera terlintas dalam benaknya. “Tiada pekerjaan yang sukar didunia. Unsur panas dan dingin atau Tay khek akan menimbulkan Ji gi.. rasa percaya pada diri sendiripun muncul kembali. Suma Thian yu yang cerdas tiba-tiba saja teringat dengan perkataan dari gurunya Put Gho cu: "Bu khek menimbulkan unsur panas dan dingin.com/ “Locianpwe. lalu dari Bu siu menjadi ngo heng. Jangan kau lihat kertas itu tidak berhuruf. sesungguhnya adalah Bu Khek. Mendengar kata "Bu khek" yang diutarakan Wu san siang gi. kau harus tahu tinggi persoalan yang sukar didunia ini. tak becus. akan menimbulkan Sam cay lalu menjadi Bu siu. dengan begitu masalah besar baru dapat tercapai. demonstrasi ilmu menyampaikan suara yang amat sempurna ini segera membuat Suma Thian yu merasa kagum sekali.” Pembicaran tersebut dilakukan orang kakek tersebut dari berapa li jauhnya dari tempat itu. jit seng dan akhir nya menjadi pat kwa. selang berapa saat. benarkah kamu begitu bodoh.Tiraikasih Website http://kangzusi.. boanpwe hendak berbicara dengan mu” Baru selesai dia berkata.

diam-diam Suma Thian yu menggerutu dalam hatinya. cepat ia mendongakkan kepalanya. Menyaksikan kejadian itu. mendengar pekikan itu Suma Thian yu tertegun. berpakaian ringkas dan membawa senjata sepasang martil besar. berwajah persegi dengan mata seperti mata elang. tampaklah dua sosok bayangan hi¬tam dengan kecepatan bagai hembusan angin bergerak mendekat. Baru berjalan sepuluh langkah. Begitu sampai disitu. ia tertegun dan segera berpaling kearah sana.com/ Dengan gemas di cengkeramnya kertas itu lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu. sehingga tampangnya amat tak sedap dilihat. tapi rambutnya yang panjang dibiarkan terurai panjang. bermata garang bermulut lebar. Orang yang disebelah kiri adalah seorang kakek berusia lima puluh tahunan. “Sungguh cepat gerakan tubuh orang ini!“ Ingatan tersebut baru lewat. mendadak dari arah bawah bukit sana berkumandanglah suara pekikkan nyaring yang amat memekikkan telinga. tahu-tahu dua sosok bayangan manusia telah muncul dihadapannya. Sekejap mata berkumandang kembali suara keras bergema tinggi ke angkasa. sipendatang tadi telah melayang turun dihadapan mukanya. mulut model paruh.Tiraikasih Website http://kangzusi. kedua orang iut dengan keempat buah mata bajingannya mengawasi Suma thian yu sekejap lalu mendengus dan segera melanjutkan kembali perjalanannya ke depan. hidung membengkak besar. . dia memakai jubah pendeta dengan sebilah pedang tergantung dipunggungnya. tampangnya sangat garang. bertelinga tikus dan memelihara jenggot hitam yang panjang. Orang kedua adalah seorang lelaki berusia empat puluh tahunan.

tanpa terasa ia duduk ditepi sungai dan mengawasi air yang mengalir dengan termangu. Setelah termanggu-manggu berapa saat lamanya. mereka baru berhenti setibanya satu kaki di depan pemuda tersebut. dari kejauhan sana ia saksikan dua sosok bayangan manusia sedang meluncur da¬tang dengan kecepatan tinggi. Tak usah diamati lebih jauh pun ia dapat mengenalinya sebagai dua orang manusia kejam yang pernah dijumpainya tadi. Entah berapa lama sudah lewat. kedua orang manusia buas itu melangkah kedepan menghampiri Suma Thian yu.com/ Suma Thian yu menjadi melongo menyaksikan tingkah laku kedua orang yang tak dikenalnya itu. pemuda itu melanjutkan kembali perjalanannya menuruni bukit itu. Begitu sampai disitu. sembari berjalan benaknya berputar terus memikirkan kertas tanpa kata yang konon berisi ilmu silat lihay itu. amat kusut dan sedih. sementara keempat biji matanya mengawasi terus pedang dipunggung pemuda itu tanpa berkedip. membuat pemuda itu murung. . lalu setelah mendengus berlalu pula dengan tergesa-gesa? Yang lebih aneh lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan perasaan terkejut Suma Thian yu berpaling. akhirnya keheningan itu dipecahkan oleh berkumandangnya suara pekikan keras dikejauhan sana. ia tak habis mengerti mengapa kedua orang itu muncul secara tergesa-gesa. berhenti sebentar dihadapan nya. Pikiran yang kusut selama beberapa hari belakangan ini serta badannya yang penat. selama dua hari belakangan ini hampir semua orang yang dijumpainya adalah manusiamanusia persilatan yang serba aneh dan mencengangkan. Tak terasa sampailah anak muda itu ditepi sebuah selokan dengan air yang jernih dan deras.

ternyata dia berani bersikap kurang ajar kepada kaum tua. orang she Wan itu pun tak berani bersikap kurang ajar dihadapanku. sorot matanya memancarkan kebuasan. heehh. heehh. lalu sahutnya: "Tak usah kau urus!” Jawaban ini bukan menggusarkan lelaki setengah umur itu. "Sauya justru tak mau menjawab. bocah cilik." Suma thian yu merasa gusar sekali menyaksikan sikap hina lawannya.. apa yang kau tertawakan? jangan cengar-cengir dihadapanku. sambil menuding kearah Suma thian yu katanya kepada tosu tua itu: "Coba kau lihat! Bocah keparat ini benar-benar tak tahu tingginya langit dan tebalnya bumi. dia malah tertawa terbahak-bahak dengan seramnya. kau sibocah kunyuk yang masih berbau air tetek berani kurang ajar kepadaku? Hmm.. dengan menyeramkan dia membentak: "Hei bocah.com/ Jilid 4 TIBA-TIBA lelaki setengah umur itu mem¬bentak keras: "Hei. Ucapan tersebut segera menggusarkan lelaki setengah umur itu.. benarbenartak tahu diri” ... apa Hubunganmu dengan orang she Wan? Cepat katakan. hawa napsu membunuhpun menyelimuti seluruh wajahnya..hardiknya kembali. heehh. bocah cilik! Apa hubunganmu dengan she Wan tersebut?" Suma thian yu mambalikan badannya dan melirik sekejap kearah orang itu dengan pandangan dingin.. dengan cepat ia melompat bangun kemudian bentaknya: "Hei. mau apa kau?” dengan nada yang lebih ketus Suma thian yu menyahut. Lelaki setengah umur itu segera menarik kembali senyumannya dan berhenti tertawa. “Hmm.Tiraikasih Website http://kangzusi.

.. nih ambillah sendiri. tarungan segera berlangsung d* nya. lalu tertawa nyaring." Mendengar itu.” Tosu tua itu mengayunkan pedangnya dari bawah keatas dengan jurus Sit gou huang gwat (badak sakti menengok rembulan) dan menu suk tenggorokan Suma Thian yu. kau segera akau kulepaskan. asal pedang yang kau gembol diserahkan kepadaku.. tidak sopan namanya!" dia berseru. Kagum sekali sitosu tua itu menyaksikan keberanian orang. rupanya pedang inilah yang kau incar." Tiba-tiba terdengar seseorang membentak nyaring.. dia miringkan kepalanya sambil membuang bahunya kesamping. He. Suma Thian yu mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.. roareka berdua saling m?n* .com/ Bukannya takut. apa susahnya?” Sembari berkata dia lantas meloloskan pedang Kit hong kiam peninggalan paman Wan nya dan disodorkan kedepan... Denean cepat gerakan tubuhnya dirubah... ketika menyaksikan pedang lawan menusuk ke arah dadanya.. Si anak nuda itu berilmu tinggi dan bernyali besar. “Haaah. mau tak mau membuat lelaki setengah umur yang menyaksikan jalannya pertarungan itu diam-diam bersorak memuji... katanya lagi sam bil tertawa dingin: "Pedang ini sudah berada ditangan sauya sekarang. pedang Kit hong kiam kek menusuk balik ketenggorokan tosu tua tersebut dengan jurus Ciong liong ji hay (naga sakti masuk samudera). lohu tak tega membunuhmu. segera katanya pula: “Hei bocah muda.Tiraikasih Website http://kangzusi.. "Kalau diberi tanpa membalas. haaahh.. Tindakannya yang tenang dalam menghadapi bahaya dan serangannya yang cepat daLam perubahan. “Bocah muda lihat serangan. Suma Thian yu malah selangkah demi selangkah maju kedepan menghampiri kedua orang itu.

namun kemampuannya sudah mencapai taraf yang begitu hebat. maka sewaktu di praktekkan ia sama sekali tidak gugup atau tegang. dibawah ketiak kirinya telah bertambah dengan . sikapnya sangat tenang seakanakan tak per¬nah terjadi sesuatu apapun. malahan semua ancaman di lakukan secara tepat dan sempurna. ternyata kekuatan mereka berdua seimbang. tampak bayangan orang saling memisah dan mundur kebelakang.sembunyi). pedangnya di iringi kilauan cahaya tajam langsung meluncur ke tubuh tosu tua itu. gerakan tubuhnya tiba-tiba berubah. dengan cepat menak¬lukkan cepat. jubah sebelah kirinya telah robek sebagian oleh sambaran pedang Kit hong kiam. semua ancaman dilakukan dengan cepat lawan cepat. kalau dibiarkan hidup nis¬caya dia akan merupakan ancaman besar dikemudian hari. Tosu tua itu makin bertarung semakin kaget pikirnya kemudian: "Sewaktu orang she Wan itu masih hidup. Sebaliknya keadaan dari tosu tua itu mengerikan. tapi oleh karena latihannya teratur dan tekun.com/ Pertarungan segera berlangsung dengan serunya. pedang Kit hong kiamnya di rubah menjadi gerakan Kian hou in liang (harimau muncul naga ber. meski pertarungan kali ini adalah penarungannya yang pertama. mereka berdua saling menyerang dan saling mendesak. Mendadak Suma Thian yu berpekik. Bagi Suma Thian yu. serangan yang dilancarkanpun makin lama semakin dahsyat. aku tak boleh membiarkan ia hidup terus!” Berpikir begitu. telapak tangan kirinya di ayunkan kemuka cepat. Di tengah jeritan mana. Lambat laun Suma Thian yu kena dikurung kembali oleh gerakan ilmu pedang lawan yang amat dahsyat itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thim yu telah bendiri kembali ditempatnya semula dengan wajah tidak berubah. Dalam waktu singkat tiga puluh gebrakan sudah lewat.

ja¬ngan biarkan dia hidup" Ternyata lelaki setengah umur itu bersama Hek hong hou (harimau angin hitam) It im kong sedangkan tosu tua itu adalah It tim tootiang dari partai Hoa san.com/ sebuah jalur luka yang memanjang. mereka menyebutnya Yan tho hoo (Gadis cantik bunga tho) Hoo hong. dia tidak ingin mencari keuntungan disaat orang sedang tak siap atau berada diposisi lemah. selain b banyak sudah kejahatan yang telan dilakukan. 000O000 . darah segar bercucuran amat deras.Tiraikasih Website http://kangzusi. dari sini dapat diketahui betapa mulia dan bajiknya pemuda ini.lim dewasa ini. murid yang pertama adalah Hek hong hou (Harimau angin hitam) Sim kong murid kedua bernama Cing bin kui (setan muka hijau) kang Tham. Asal orang mendengar nama Hoat Kang-si (si mayat hidup) Ciu Jit hwe. dia merupakan seorang manusia yang paling disegani baik oleh golongan putih maupun golongan hitam. Suma thian yu tidak melakukan pengejaran lebih jauh. tak kusangka bocah keparat itu sangat lihay. suhu dan si Harimau angin malam Sim Kong adalah seorang gembong iblis kelas satu dari golongan Liok. Lelaki setengah umur yang menonton jalannya pertarungan itu dari samping arena maju memayang tosu tua itu buru-buru tegurnya: "Tidak pernah menduga bukan It tim totiang?" "Tidak mengapa. Perlu diketahui. Walaupun berhasil dengan serangannya. Sim kong! Bereskan dia. bulu kuduknya pasti pada bangun berdiri Karena ngeri Si Mayat hidup Ciu Jit hwe mempunyai tiga orang murid. merekapun memiliki segenap kepandaian silat dari Si Mayat hidup Ciu Jit hwe. sedang murid yang ketiga adalah seorang perempuan. Waktu itu dia sedang mundur dengan sempo¬yongan.

dengan alis berkernyit. “Serangan yang bagus!” seru Hek hong hou Sim kong sambil tertawa dingin. selangkah demi selangkah dia maju mendekati Suma thian yu dan berhenti satu kaki dihadapannya. ia sudah mempunyai pengalaman selama puluhan tahun dalam permainan ilmu pedang. Suma thian yu tak menyangka kalau musuhnya bakal menghadapi serangan tersebut dengan tangan kosong belaka. Seperminuman teh kemudian. Tak heran kalau Suma Thian yu menjadi tertegun sesudah mendengar pembicaraan mereka. Tiba-tiba dia tertawa seram. dengan sorot mata yang memancarkan sinar kebuasan. Setiap kali paman Wan membicarakan soal dunia persilatan dengannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tusuk jalan darah Kiu wi hiat diatas dada Hek hong hou Sim kong dengan jurus Im liong tham jiu (naga mega merentangkan cakar). Sepasang tangannya segera direntangkan dengan juris Hiong ciau kian sui (ular ganas mengunting air). bahkan selalu berpesan kepadanya agar berhati hati bila bila suatu hari bertemu dengannya. dia selalu menyinggung pula tentang kebuaasan serta keganasan Sim Kong. “Taak!” ketika pedang dan lengan saling beradu ternyata lengan si harimau angin hitan Sim Kong sama sekali tidak menderita cedera apa-apa. katanya: “Bocah keparat. nah lancarkan seranganmu!” Suma thian yu tidak sungkan-sungkan lagi.com/ IT TIM TOJIN termasuk jago pedang nomor satu pula didalam partai Hoa san pay. sebaliknya lengan kanan Suma . ia tangkis datannya serangan pedang itu dengan tangan telanjang. mimpipun dia tak menyangka kalau lelaki se tengah umur itu tak lain adalah Hek hong hou yang termasyur itu. orang ini pun merupakan seorang tosu Siluman yang sukar dihadapi. toaya akan menggunakan tangan telanjang untuk mencoba kelihayan Kit hong kiam hoat yang tersohor itu. Hek hong hou Sim kong telah selesai membalut luka yang diderita It tim tojin. ia jadi terperanjat.

di lihatnya si harimau angin hitam Sim Kong sedang memandangnya sambil tertawa dingin. saat itu boleh datang lagi untuk bertarung melawanku. Suma thian yu segera membentak keras: “Bajingan busuk. dengan menggertak gigi. ejeknya: “Bocah keparat. aku akan beradu jiwa denganmu. toaya akan menyuruh kau minum air” . Namun si harimau angin hitam sim kong masih tetap berlagak pilon. seakan-akan serangan ini dianggap enteng saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. hari ini toaya akan menyuruh kau menyerah dengan hasil takluk. Kejadian ini semakin mengejutkan hati Suma Thian yu. telapak tangan menjadi panas. ayolah!” Bagi seorang laki-laki. kepala boleh dipenggal namun harga diri tak boleh digadaikan. “Bocah keparat” ejeknya dengan tertawa dingin. sedihnya bukan kepalang ia tak menyangka sudah sepuluh tahun belajar ilmu dan akhirnya nyaris terluka ditangan orang pada gebrakan yang pertama. dengan amat mudah sekali dia telah meloloskan diri dari serangan itu. hampir saja pedangnya terlepas dari genggaman. Suma Thian yu menjadi sedih sekali. “lebih baik berlatihlah sepuluh tahun lagi. Ketika matanya dialihkan kewajah lawan. Nah. wa jahnya diliputi oleh sikap sinis dan menghina. tampak tubuhnya berkelit kekiri menggegos kekanan. hatinya terasa sakit bagaikan diiris-iris dengan pisau. Si Harimau angin hitam Sim kong segera tertawa seram. cepat-cepat dia menarik kembali pedangnya sambil melompat mundur. rasa malu dan menyesal bercampur aduk menjadi satu.com/ Tihan yu yang menggenggam pedang tergetar keras sampai kesemutan. hati-hati. serahkan nyawa anjingmu!” “Sreet! sreet! sreet! Secara beruntun ia lepaskan tiga buah serangan berantai yang amat dahsyat.

dia lantas memilih posisi yang lebih menguntungkan dengan memaksa Suma thian yu membelakangi sungai.com/ Mendadak bayangan tubuh Hek hong hou lenyap tak berbekas. dia mengira ilmu silat sendiri yang tak becus. sepanjang hidupnya entah sudah berapa banyak pertarungan sengit dialaminya. Ia memandang searahnya dengan wajah mengejek.Tiraikasih Website http://kangzusi. karena itu baik dibidang pengalaman maupun taktik. sayang keadaan sudah terlambat.. segulung angin pukulan yang dahsyat telah mendorong tubuhnya hingga terjengkal kebelakang. ia sepuluh kali lipat lebih hebat dari Suma thian yu. sementara Suma thian yu masih tertegun. Suma Thian yu merasa sedih sekali tanna terasa air matanya jatuh bercucuran membasahi pipinya. ketika ia merasakan ada suatu ancaman bahaya. sedang Hek hong hou Sim kong adalah seorang jago yang tangguh. sambil menggigit bibir dia bersiap sedia naik kembah ke daratan untuk beradu jiwa dengan lawan. dengan tanah dekat sungai yang gembur tanpa disadari keadaan tersebut melemahkan posisi kekuatan yang dimiliki pemuda itu sebesar tiga bagian lebih. dia merasa kemampuannya masih seli¬sih jauh bila dibandingkan .”Byuuur” seluruh badannya tercebut ke danau. cuma sayang pengalamannya masih cetek. tahu-tahu kakiknya terasa dingin dan. ia saksikan Hek hong hou Kim Kong sedang tertawa terpingkalpingkal. Begitu tercebur ke dalam air. Tapi ingatan lain segera melintas dalam benaknya. tiba-tiba dadanya terasa menjadi kencang. Suma Thian yu segera menjejakkan kakinya dan muncul kembali dipermukaan air. Tak heran kalau begitu pertarungan berlangsung.. sedangkan It tim tojin yang terlukapun sekarang ikut tertawa tergelak. Padahal ilmu silat yang dimiliki Suma thian yu terhitung tangguh. Kasihan Suma Thian yu yang tak tahu keadaan yang sebenarnya.. Baru saja ia menjejakkan kakinya untuk melompat kedepan.

untuk sementara waktu pedang Kit hong kiam itu biar disimpan olehnya. tapi kalau tidak naik ke daratan. tapi setelah tunggu punya tunggu Suma Thian yu belum juga menampakkan diri. keenakan buat keparat itu. suatu ketika kau pasti akan terjatuh kembali ke tangan toaya!" It tim tojin yang terluka ikut memburu ke tepi sungai memandang air sungai yang tenang. waah. sekalipun kau kabur keujung langit. dia merasa sukar untuk menelan penghinaan tersebut dengan begitu saja. karena dia tak ingin mampus dengan begitu saja. sialnya pedang mustika itupun di bawa kabur keparat tersebut. Mari berangkat.depak-depakkan kakinya sambil menyumpah: "Bocah keparat. sekarang dia tidak sangsi lagi. bagaimana pertanggung jawabku nanti kepada guruku?” "Hmm. mungkin keparat itu sudah berenang menuju kearah sana. dia segera men. tapi cepat atau lam bat pedang itu pasti terjatuh kembali ketangan kami. sialan kau! Hmm. Seorang lelaki yang ingin membalas dendam tiga tahun pun belum terlambat.? Maka sekali lagi ia menyelam kedalam air dan tak muncul kembali. Sambil membimbing It tim tojin. ketika bayangan tubuh dari Suma Thian yu tidak ditemukan. naik ke atas daratan untuk melanjutkan perta¬rungan berarti hanya mencari penyakit buat diri sendiri. mereka segera berseru tertahan: “Kita tertipu!" Hek hong-hou Sim Kong yang melongok ke air lebih dulu. Dengan amat tenang kedua orang manusia bengis itu menunggu ditepi sungai. Pelbagai ingatan sagera berkecamuk didalam benaknya. baiklah.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ dengan musuhnya. .kenapa dia kuatir kekurangan kayu bakar.. dia segera melakukan pengejaran menuju kearah hilir.. tampaknya hari ini kedatangan kita sia-sia belaka. ia berkata: “Tampaknya bocah keparat itu pandai ilmu berenang. sekali¬pun dianggap sebagai pengecut dia juga harus pergi. dia harus pergi meninggalkan tempat itu. kita menuju kehilir.. asal bukit nan hijau.

. Makin dipikir hatinya makin sedih. sudah pasti kertas kulit itu sudah basah kuyup. bahkan kertasnya menjadi kumal.. dengan sedih tubuhnya berbaring diatas tanah membayangkan kembali pendidikan paman Wan nya selama sepuluh tahun.. tubuhnya segera mengigil karena kedinginan.com/ Benarkah Suma Thian yu menuju kehilir? Ternyata pemuda itu belum pergi jauh. terhembus angin gunung yang dingin..” Sambil berkata dia memandang gulungan kertas yang berada dalam genggamannya. dia masih berada dalam air didekat tempat kejadian. karena binggung dia sampai tak mempunyai keberanian untuk membuka kertas itu dan diperiksa isinya. habis sudah. dia harus menderita kekalahan secara mengenaskan. Saking gelisahnya dia menangis tersedu-sedu. dengan menahan napas dia bersembunyi terus disana sampai kedua orang itu pergi meninggalkan tempat itu. kini batas waktu yang ditentukan tiga hari tinggal dua hari. habis sudah. “aahh. Ketika kedua orang manusia bengis itu pergi. wajahnya menjadi amat murung dan kesal.. hanya saja membunyikan diri dibalik tumbuhan gelaga yang amat lebat. baru tejun kearena untuk pertama kalinya. bagaimana mungkin dia dapat memberikan pertanggungan jawabnya kepadi Wu san Siang gi nanti? . kemudian dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dia kabur meninggalkan tempat itu. didikan gurunya selama delapan tahun.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi bukan saja ia tak dapat membongkar rahasia dibalik kertas tanpa kata itu. dia baru menampakkan diri dari tempat persembunyiannya dan naik keatas daratan.. Sekarang dia sudah basah kuyup. Mendadak ia teringat kembali pada kertas tanpa kata yang masih berada dalam sakunya.. ternyata semua yang diharapkan gagal total.

betapa tidak? seandainya ia tidak mendorongnya sehingga tercebur kedalam air... sementara kemurungan yang mencekam pikirannya tadi seketika lenyap tak berbekas. Lambat laun garis garis hitam tadi kini telah berubah menjadi sebaris tulisan. semua kemurungan yang semula mencekam perasaannya. bagaikan menemukan harta pusaka saja. "Aaaaah. dia berterima kasih kepada Hek hong hou sekarang. Buru-buru dia menggunakan kukunya untuk mengorek lapisan lilin yang melekat diatas kertas tersebut. Penemuan ini segera menggirangkan hati Suma thian yu.com/ “Thian yu wahai Thian yu. ternyata kertas itu sudah melekat menjadi satu karena terendam dalam air.!” Sepasang matanya segera memancarkan cahaya tajam. aku telah mene¬mukannya. sudahlah.. ." seperti orang gila Suma Thian yu berteriak-teriak keras. Rupanya diantara kertas yang kosong tadi.. biar aku menerima semua penderitaan tersebut" Sambil berkata dia lantas membuka genggaman tangannya dengan sangat berhati hati. apa yang telah kau temukan?” suara seorang kakek menegur secara tiba-tiba. Jantung Suma thian yu pun ikut berdebar keras mengikuti munculnya sebarisan tulisan itu. Akhirnya dia melompat bangun dan berjingkak-jingkrak seperti orang gila... kini sudah lenyap tak berbekas. kenapa nasibmu seburuk itu? Aaai.. bagaimana mungkin rahasia dari kertas tanpa kata itu dapat diketahui olehnya? "Aku telah menemukannya. mendadak ia menjerit kaget. dia bersorak sorai kegirangan. kini sudahmuncul beberapa buah garis hitam. Dengan sangat berhati-hati Sama Thian yu segera memisahkan kertas yang melekat itu satu persatu. "Hei bocah.Tiraikasih Website http://kangzusi.

dengan cepat dia menduga kalau pengemis tua inipun seorang pendekar lihay. tapi sekarang telah kutemukan kembali” Oooh kau adalah anaknya Wan Liang? kembali pengemis tua itu bertanya... lalu tertawa tarbahak-bahak. dia bertanya lagi. "Ha ha ha ha. oleh karena aku sipengemis tua menyaksikan pedang yang kau bawa itu adalah miliknya maka aku menjadi teringat akan dirinya dan bertanya kepadamu" Setelah berhenti sebentar. tadi rfcu telah kehilangan sebuah surat. siapakah namaamu?” Suma Thian yu menyaksikan pengemis tua itu berwajah gagah dan berwibawa. kemudian menyahut: “Aaah. dibelakang tubuhnya berdiri seorang pengemis tua yang berambut ku¬sut dan pakaian compangcamping tak karuan. dengan terperanjat Suma Thian yu segera berpaling.. Entah sedari kapan. tapi de¬ngan copat dia berdiri tertegun. Cepat-cepat Suma thian yu masukan kertas itu ke dalam sakunya. kertas apa yang berada dalam genggamanmu itu ?" "Oooh. meski memakai pakaian yang kotor dan penuh tambalan. namun tidak menutupi kegagahannya. "Hei bocah. aku cuma main-main. .bocah. dia adalah pamanku” “Ooh.. setiap orang yang dijumpainya selalu menanyakan soal paman Wan padanya. tidak ada apa-apa" Pengemis tua itu segera memejamkan matanya..com/ Mendengar teguran tersebut. selama beberapa hari belakangan ini. mungkinkah paman Wan telah menyalahi begitu banyak orang? Kalau tidak. mengapa begitu banyak orang yang datang menanyakan dirinya dan mencari jejaknya? "Ada urusan apa kau bertanya tentang dirinya? Dia orang tua sudah tiada.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau tak usah membohongi aku. Suma Thian yu merasa keheranan. tidak apa-apa..

apakah kau she wi. lalu ujarnya... kalau kau tak segera meluruskan punggungmu. Sementara itu Suma thian yu berusa untuk mengingat-ingat siapakah gerangan pengemis tua itu... maka diingatnya kembali wajah serta ciri khasnya setiap jago persilatan yang pernah didengar dari paman Wan nya itu. dengan sikap lebih menghormat. tentu saja Suma thian yu mengetahui akan hal itu. dari mulut suhiku boanpwe tahu kalau locianpwe adalah seorang pendekar gagah dan besar.com/ Maka dengan suara yang tulus dan hormat. mengapa lo cianpwee menanyakan soal ini?" Pengemis tua itu tidak menjawab.. sungguh aku si pengemis tua jadi jemu. . pemuda itupun bertanya: “Locianpwe. “Maafkan kalau boanpwe punya mata tapi tidak berbiji.. “Apa hubunganmu dengan Suma Tiong ko?" "Dia adalah mendiang ayahku. aku si pengemis tua sudah melupakan nama serta julukan kusendiri” Dari sini bisa diketahui kalau pengemis ini tak lain adalah she “wi” yang dimaksudkan Suma thian yu tadi. dia hanya mengawasi Suma Thian yu dari atas kepala sampai kakinya dengan seksama. sungguh beruntung hari ini boanpwe bisa bertemu muka. akhirnya dia teringat dengan seseorang. dimanakah rumahmu?" "Aku tak punya rumah!" Teringat rumah... Sebahgai seorang yang cerdas.?” “Aahh sudah lupa. buru-buru dia membungkukkan badanya untuk memberi hormat.locianpwe. huuh. sekulum senyuman segera tersungging diujung bibirnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. kaupun suka akan segala macam adat istiadat. apa itu locianpwe . kejadian seperti ini merupakan suatu kemujuran bagiku” “Ciiss... tanpa terasa Suma Thian yu menjadi amat sedih sekali hampir saja air matanya jatuh bercucuran.. sahutnya: "Boanpwe she Suma bernama Thian yu "Oooh.

. kalau tidak aku si pengemis segera akan membereskan dirimu!” Suma Thian yu menjadi tertegun setelah mendengar perkataan itu. akhirnya dia dapat menginggat juga akan diri Siau yau kay ini. bukan? Hayo cepat jawab. bagaima tercebur keair dan lantaran bencana jadi untung dengan ditemukannya rahasia kitab tanpa kata itu. kertas ini memang bukan sepucuk surat melainkan selembar kitap pusaka yang berisikan ilmu silat maha sakti. Tan ci kang dan Kui goan khi kang. kepandaian tersebut amat lihay dan disegani banyak orang..com/ jangan salahkan kalau aku si pengemis tua akan menggebuk orang. Semenjak Sian yau kay menampakkan diri. dihari-nari biasanyadiapun menciptakan Siau yau pang hong yand dikombinasikan dengan ilmu toya penggebuk anjingnya. Siau yau kay sedang mengangkat tongkat Ta kau pangnya sambil berlagak mau memukul. jarang sekali ada yang bisa lolos dalam keadaan hidup. dia tahu kalau hal ini tak bisa dirahasiakan lagi. umurnya sudah tua tapi masih suka berkelana kesana kemari tanpa aturan. Suma Thian yu lantas mengingat-ingat siapa gerangan tokoh persilatan ini. Kepandaian yang paling diandalkan adalah. silahkan locian pwe periksa. Siau yau kuy Wi Kian amat membenci segala macam kejahatan.” Seraya berkata dia lantas menceritakan secara ringkas bagaimana berhasil menjumpai Wu san siang gi siu. barang apa yang berada dalam saku mu? Basanya bukan hanya sepucuk surat biasa.” Rupanya ternyata pengemis tua ini adalah Siau yau kuy atau penge mis yang hidup senang Wi Kian. setiap penjahat yanp terjatuh ketangannya. .Tiraikasih Website http://kangzusi. Sementara itu. maka diambilnya kertas tanpa kata itu dan disodorkan kehadapan Sian yau kay seraya berkata: “Yaa. sedang dimulut dia bertanya: "Bocah. ia merupakan seorang lawan paling tangguh dari kawanan iblis dari golongan hitam.

"Locianpwee. gembong iblis ini cukup pusingnya banyak orang. dikemudian hari hasil yang kau peroleh tentu hebat. Sebab benda mustika semacam ini biasanya hanyaakan diperoleh oleh mereka yang berjodoh. Siau yau kay berhenti sebentar untuk menelan air liur kemudian sesudah berhenti sejenak. lanjutnya lebih jauh. ini berarti kau punya jodoh. ilmu silat mereka boleh dibilang sudah terhitung tangguh” Berbicara sampai disini.. mengapa ilmu silat si lelaki she Sim itu begitu lihaynya?” “Hek hong hou atau harimau angin hitam Sim kiong atau setan muka hijau Sam Tham serta Yan too hoa atau perempuan cantik bunga too ho Hong adalah jago-jago lihay dari golongan Liok lim yang sangat iihay. biar empek bodohmu berdua juga hanya mampu bertarung seimbang. simpan baik-baik benda itu. sekarang kau berhasil mendapatkannya.” “Locianpwe. simpanlah baik-baik dan jangan diperlihatkan kepada orang lain. dengan cepat serunya. hawa sesat dan dan hawa iblis sudah merajai dunia persilatan.com/ Setelah mendengar penuturan tersebut. Siau yau kay Wi Kian segara tertawa. sementara kawanan pendekar yang mengaku di¬rinya orang putihpun sudah berbondong-bon¬dong menyeberang ke golongen sesat.dalam dunia persilatan dewasa ini timbul suasana yang memedihkan yang tragis. Terutama si Mayat hidup. jangankan aku sipengemis tidak mampu mengalahkan dia. aku menjadi keheranan. apakah dalam du¬nia persilatan sudah tidak terdapat lagi seorang lelaki sejati yang mau menjunjung . aai. melainkan hanya ingin tahu saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. ujarnya: "Nak. coba bayangkan sendiri suasana begini pantas untuk disedihkan atau tidak?” Suma Thian yu segera merasa hatinya terdengar keras sesudah mendengar perkataan itu.. aku sipengemis bukan bermaksud untuk mendapatkan nya. setelah mendengar perkataan itu. kecuali kalah dengan berapa orang gembong iblis.

.com/ tinggi keadilan dan kebenaran dalam dunia persilatan serta melenyapkan kaum durjana serta kaum iblis dari muka bumi?" "Siapa? Siapa yang bersedia memikul tang¬gung jawab yang amat berat ini? Sekalipun ada. “Dengan usia kamu yang begitu muda sudah sepantasnya bila kau mencari guru yang pandai lari serta belajar ilmu silat yang lebih hebat. betul melatih diri di gunung yang sepi dapat mendidik disiplin yang tinggi baginya.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa terasa ia memperhatikan pemuda itu beberapa kejap lagi. kepandaian silatmu masih ketinggalan jauh sekali. mereka juga tak tahu bagaimana mesti turun tangan. tapi dia . meski kau terhitung juga seorang jago pilihan dari golongan muda tapi kalau ingin di bandingkan dengan angkatan yang lebih tua.siapakah yang sudi mengorbankan diri lagi meneruskan cita-cita luhurnya itu?” “Aku Suma Thian yu pasti akun berusaha keras untuk melanjurkan cita-cita luhur paman Wan yang belum terselesaikan itu." Suma Thian yu merasa sangat tidak puas setelah mendengar perkataan itu. tapi. kegagahanmu sungguh mengangumkan. Misalnya saja seserti paman Wan mu itu. sekalipun harus terjun ke lautan api atau menyerempet bahaya. dia berkata lebih jauh. setelah ada contoh yang nyata. sehingga begitu munculkan diri." Setelah berhenti sesaat.. ia me¬rasa sudah tak dapat berdiam lebih lama lagi disitu. tapi tiada orang yang mau memahami citacitanyaitu. bukanya aku si pengemis tua ini hendak menghinamu.. aai. aku pasti akan lenyapkan kaum durjana dari muka bumi dan menegakkan kembali keadilan serta kebenaran dalam dunia persilatan!" Siau yau kay memuji tiada hentinya sehabis mendengar perkataan itu. dia terasing dalam dunia persilatan karena menjunjung kebenaran dan keadilan. kepandaianmu akau mengejutkan setiap orang. aku tak akan menolak. dengan kepandaian silat yang kau miliki sekarang..aaii. kemudian katanya: “Nak.

mendadak dia . Maka dengan cepat dia memutar otaknya mencari jalan. maka sambil tertawa katanya. dia merasa dengan mengandal kan ilmu Kit hong kiam hoat seria Lay cing to liong pat si yang telah dipelajarinya selama belasan tahun. sebab apa yang dialami barusan dimana tubuhnya simpai tercebur dalam air sudah merupakan suatu bukti yang nyata. itulah sebabnya penderitaan yang baru kualami amat banyak. sewaktu muda dulu.Tiraikasih Website http://kangzusi.. itulah seperti kau. tapi kau harus mampu menyentuh ujung bajuku didalam sepuluh gebrakan" Ucapan tersebut segera dirasakan oleh Suma Thian yu sebagai suatu penghinaan terhadap kemampuannya. aku si pengemis juga mempunyai watak seperti kau. “hei bocah apakah kau hanya akan berdiri melulu disitu untuk menantikan kema-tianmu. "Nak. Siau yau kay yang berpengalaman luas.?" Karena tanpa sebab dirinya dihajar orang. bila kau bersike¬ras ingin turun gunung.com/ harus segera melaksanakan cita-citanya serta tugas yang di bebankan kepadanya. sementara diluarnya dia berkata dengan wajah tak berubah. Siau yau kay segera tersenyum begitu dilihatnya Suma Thian yu melancarkan serangan balasan.. "Boanpwee tak berani" "Kau tak berani? Hmm. mustahil dia tak mampu menyentuh ujung baju lawan. "plaak. tentu saja aku si pengemis tua tak akan menghalangi mu. "Hayo balas!” teriak Siau yau kay dengan lantang. Ia memang tidak sangsi terhadap perkataan dari Siau yau kay. sekali pandang ia dapat menebak isi hatinya. tentu saja Suma Thian yu mandah menyerah. Aku si pengemis tua tak akan membiarkan kau menganggur dengan seenaknya" Selesai berkata tampak bayangan manusia berkelebat lewat. buru buru dia mengembangkan permainan jurus silat Tay cing To liong pat si untuk menghadapi serangan lawan.!" bahu kanan Suma Thian yu sudah terhajar telak.

dia selalu tak mampu mengapa-ngapakan lawannya. Suma Thian yu merasa semakin bersemangat. melainkan mirip joged kera saja. "Haaa. Pertarungan semacam ini pada hakekatnya tidak mirip lagi sebagai suatu pertarungan. setelah itu diapun mengambangkan ilmu meringgankan tubuhnya yang sempurna menerobos kesana kemari bagaikan kupu kupu yang terbang diantara aneka bunga. sebentar kekekiri sebentar ke kanan. tiada hentinya ia berPUtar mengelilingi tubuh Suma Thian yu. dia mengendorkan kembali tangannya dan menundukkan kepala dengan air mata bercucuran. siapa gerangan yang telah mewariskan ilmu pukulan Tay cing to liong ciang tersebut kepadamu. setiap kali serangannya sudah hampir menyentuh tubuh lawan. hal mana sudah merupakan sesuatu yang luar biasa. bahkan sebagai balasannya dia seringkali merasa dijawil orang dari belakang punggungnya atau ditiup tengkuknya. Namun anehnya. aku si pengamis tua ingin bertanya kepadamu. tiba-tiba saja bayangan tubuh lawan hilang tak berbe kas. kemudian gumamnya lagi....” tak usah bersedih hati bocah muda. Dalam waktu singkat.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia masih hidup?” seru Siau yau kay tercengang. “tak heran kalau kau lebih tangguh . de ngan usiamu yang begitu muda ternyata sudah memiliki kemapuansetaraf ini. haaa. sepuluh jurus sudah lewat. Menyaksikan kejadian itu.haaa. akan tetapi bila dia membalikkan badan untuk menyerang. tahu-tahu bayangan tubuh lawan hiiang lagi. Semakin bertarung.com/ memutar badannya kencang sambil berkelit kesamping." "Ilmu itu diajarkan oleh guru boanpwee. Put Gu cu!" “Aaah. bahkan diepaskan secara beruntun tanpa henti. serangan demi serangan yg dilancarkan dengan ilmu Tay cing to liong pai si dikembangkan semakin gencar dan kuat. Siau ya kau segera tertawa terbahak bahak. bagaimanapun Suma thian yu mengerahkan segenap tenaga dan kemampuannya untuk melancarkan serangan. dengan wajah sedih Suma Thian yu segera menghela napas.

. aku curiga dengan peristiwa terceburnya engkau kedalam air. salah saja diantara kepandaian tersebut sudah cukup untuk menjagoi dunia peralatan. . tahu-tahu aku sudah tercebur ke dalam air..Tiraikasih Website http://kangzusi. jangankan mengalahkan. selamanya tak pernah mengajar orang lain. bahkan bayangan tubuhnya pun tak sempat ku lihat. mohon kau orang tua sudilah kiranya mewariskan sedikit kepandaian kepadaku agar memperbaiki kemampuan boanpwee yang amat minim ini. rupanya orang itulah yang telah mewariskan kepandaian silatnya kepadamu” "Locianpwee. kau merasa putus asa bukan? Padahal dengan kepandaian silat yang kamu miliki sekarang.. aku si pengemis memang berwatak malas. sepantasnya tak mungkin bisa kalah di tangan Sim Kong. "Haaah . sebab menurut penilaianku.. aku benar benar tak berani sesumbar dengan mengatakan akan melayanimu sebanyak sepuluh jurus. semestinya tak bakal kalah ditangan si harimau angin hitam Sim kong... Thian yu tidak ingin turun gunung lagi. mungkin hal ini disebabkan kurang tahu dalam menghadapi lawan.” "Tapi "Aku tahu. seandainya aku sipengemis tua tahu kalau kau sudah menguasahi ilmu Tay cing lo liong pat si... berbicara seimbang saja tak mungkin" "Kau keliru anak muda" ucap Siau yau kay cepat "dilihat dari sinnar matamu.com/ dari Wan liong. semestinya kalian bisa bertarung seimbang!” "Tidak !” Aku tak mampu mengalahkan dia. . seharusnya kau sudah memiliki tenaga dalam sebesar enam puluh tahun hasil latihan.haaah . apalagi ilmu pedang Kithong kiam hoat dan Tay cing lo liong pat si merupakan ilmu sakti didalam dunia persilatan.. jangan toh setahun. ketidakbecusan dirimu. aku lihat.!" . ditambah pula aku orangnya suka lari kesana kesini.haaah. seharipun aku bisa mampus kekeringan. kalau menyuruh aku tinggal disisni untuk mengajar murid." pinta Suma Thian yu kemudian dengan wajah murung.

Tiba tiba nampaklah Siau yau kay Wi Kian menggerakkan tubuhnya dengan cepat. dengan wajah merah padam seperti kepiting rebus. tanpa terasa rasa percaya pada diri sendiri muncul kembali dalam benak Suma Thian yu. sahutnya tergagap. Hal ini membuat pemuda itu diam-diam menyumpahi kebodohan dirinya. tanyanya: "Bagaimana? Sudah kau lihat jelas?” Dengan perasaan menyesal Suma thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali. Dalam waktu singkat Siau yau kay itu telah selesai melakukan ilmu langkah Ciok tiong luan poh tersebut dan balik kehadapan Suma Thian yu. setelah itu katanya: "Nah itulah dia. “Boanpwe bodoh. tahu-tahu dia sudah berkelebat kian kemari dengan ke¬cepatan bagai sambaran petir. sebab ia sama sekali tidak berhasil menyaksikan rahasia dari ilmu langkah tersebut. terasa bayangan manusia berkelebat lewat. Suma Thian yu segera memusatkan segenap pikiran dan perhatiannya untuk mengikuti ge¬rakan tadi. tak heran kalau dikalahkan. tak berhasil kusaksikan rahasia dari ilmu langkah tersebut" "Anak bodoh.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia lantas merentangkan sepasang lengannya dan mundur sejauh satu kaki.com/ Setelah mendengar penjelasan dari Siau yau kay. Baiklah. buru-buru dia menceritakan kembali apa yang dialaminya. namun dia menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas. namun gerakkan tersebut tak pernah lebih dari wilayah seluas lima langkah. Siau yau kay mengelus jenggotnya sambil tersenyum. Mendengarkan penuturan itu. masa karena soal itu saja harus bersedih hati? Bila sekilas pandangan saa kau sudah dapat menangkap . dan melihat pengemis itu tidak bermaksud mencemooh dirinya. anggap saja tanda mata atas penemuan kita ini" Sembari bcrkata. aku sipengemis tua akan berbuat baik kepadamu untuk mengajarkan ilmu langkah Ciok tiong luan poh tersebut untukmu.

. tapi sewaktu melewati tempat dimana Siau yau kay mendemonstrasikan ilmu serakan tubuhnya itu. Sampai lama kemudian. bagaimana mungkin bisa dilatih? Sekalipun dewa juga tak mungkin bisa memahami ilmu langkah sema¬cam itu bila Cuma memandang dalam sekejap mata saja!” Berpikir demikian. aku si pengemis tua hendak pergi mencari empek bodohmu itu" Selesai berkata. buru-buru dia berpaling kearah mana Siau yu kay melenyapkan diri dan menjura dalam. rumput yang semula tumbuh diatas bekas telapak kaki itu. tampak bayangan manusia berkelebat lewat.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak. pelan-pelan dia berjalan turun gunung. Sekarang. "nak. dia baru bergumam: "Untuk memahami saja tak bisa.. setiap telapak kaki itu mendesak dalam tanah sedalam setengah depa. tak dapat ditangkap bayangannya. Kejadian ini sekali lagi membuat sepasang mata anak muda itu terbelalak lebar-lebar dengan mulut melongo.. bila ada jodoh kita akan bersua lagi dikemudian hari.. katanya: .com/ rahasia ilmu langkah tersebut. tahu-tahu bayangan tubuh dari Siau yau kay sudah lenyap tak berbekas. lantas apa artinya ilmu rahasia tersebut? bagaimana perasaanmu ketika berhadapan dengan aku si pengemis tua tadi?" "Benar-benar sukar diraba gerakannya. Tampak diatas permukaan tanah telah muncul enam belas buah bekas telapak kaki yang amat dalam. kau harus baik-baik melatih diri. "Padahal aku bisa berbuat demikian karena mengandalkan ilmu langkah tersebut" kata Sian yau kay menerangkan. Penemuan mana tentu saja membuat Suma thian yu merasa amat berterima kasih. kini sudah melayu dan dan mati membuat Suma Thian yumerasa terkejut sekaligus keheranan. bagaikan sedang mengejar angin menangkap bayangan saja" puji Suma Thian yu tanpa berpikir panjang lagi. "Aaaah!" dia menjerit kaget.

penuh rasa percaya pada diri sendiri.. pada mulanya dia mengira asal dilatih maka kepandaian itu mudah untuk dikuasahi. semakin sukar persoalan yang dihadapi. Suma Thian yu yang cerdik. Anak muda itu tak tahu bagaimana mesti bergerak mengikuti bekas telapak kaki itu. juga mirip "langkah terakhir". selangkah demi salangkah dia mulai melatih diri dengan mengikuti bekas telapak kaki yang sudah ada.Tiraikasih Website http://kangzusi. kadangkala justru semakin sukar untuk dipelajari. semakin mengobarkan rasa ingin tahu dari Suma Thian yu. biasanya semakin hebat bila telah diketahui. kalau tidak pernah merasakan getirnya kegagalan. Sekali gagal dicoba untuk kedua kalinya. siapa tahu begitu kakinya mulai menginjak diatas bekas telapak kaki tersebut. ia menjadi kebingungan. Ketika Suma thian tu menyaksikan keenas belas bekas telapak kaki yang tertera diiatas tanah itu. tanpa kegagalan darimana mungkin datangnya kesuksesan. Tapi... dan akhirnya tenggelam dilangit barat. sebab keenam belas buah bekas telapak kaki itu semuanya mirip "langkah pertama".. sekali demi sekali dia berusaha terus menerus pantang menyerah. mana mungkin bisa merasakan nikmatnya kesuksesan? Sang surya telah terbit diufuk timur. Seringkali kejadian yang ada di dunia ini memang aneh sekali. gagal lagi dicoba lagi...com/ "Terima kasih banyak locianpwc atas petunjukmu!” Kemudian dengan perasaan gembira. dia tahu suatu pekerjaan yang makin sukar dicapai. Kegagalan memang merupakan guru yang baik dan pangkal dari kesuksesan. Maka kegelapan malampun menyelimuti kembali bukit Kiu gi san. sesuatu pekerjaan yang mungkin sederhana nampaknya. kontan saja terjerumus dalam suasana bingung yang amat tebal. angin gunung yang dingin berhembus kencang... Maka dengan seksama dia lantas mulai menyelidiki kepandaian tersebut dengan sabar. apalagi waktu yang tersedia baginya tak terbatas. . lambat laun bergeser ketengah angkasa.

rupanya kalian!" serunya keras.com/ Mendadak diantara hembusan angin kencang terdengar suara Suma Thian yu yang sedang bersorak sorai. Thian! Aku telah berhasil.. “Aku telah berhasil. sekulum senyum manis masih sempat menghiasi ujung bibirnya.. semalam dia kelewat gembira. ha ha ha ha. Mendadak terlihat sebatang buluh dmasukan kedalam lubang hidung Suma Thian yu dan menkilik-kiliknya berulang kali. sehingga walaupun sedang tidur nyenyak. Sekalipun lelah. katanya: "Boanpwe tak tahu akan kedatangan cianpwe berdua. Sang surya bagaikan panglima perang yang ampuh menaklukan iblis kegelapan.” Lembah Cing im kok ditengah fajar yang menjelang tiba. namun perasaan yang mendekam didalam hatinya adalah perasaan yang manis dan hangat. Disaat ia sedang tidur dengan nyenyak inilabh tampak dua sosok bayangan manusia berwarna hitam muncul ditempat itu dan berhenti dihadapannya. munculkan diri diufuk timur dan memancarkan sinar ke emas-emasan menyoroti seluruh jagad. tapi dia sendiri telah kelelahan. diliputi kabut yans amat tebal.. kontan saja sianak muda itu bersin dan melompat bangun dari tidurnya.. “Locianpwe. sudah seharian penuh dia melatih ilmu tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi.” . maka tampaknya dua orang kakek telah berdiri dihadapannya. Namun Suma Thian yu masih tertidur nyenyak dibalik rerumputan. Begitu ia membuka matanya. meski pada langkah kelima ia berhasil menemukan kunci rahasia dari ilmu langkah tersebut. hari itu merupakan hari yang amat indah. buru-buru Suma Thian yu menjura dan memberi hormat. kelewat lelah. Ternyata yang datang tak lain adalah Siang gi siu (sepasang kakek bodoh) dari bukit wu san. harap cianpwe berdua sudi memaafkan keteledoran boanpwe yang molor terus..ooh.

tapi sesaat kemudian dengan perasaan terkejut.Dengan cepat Suma Thian yu menundukkan kepalanya rendah-rendah...com/ Toa gi siu (sikakek bodoh pertama) Khong sian tertawa terkekeh kekeh..heeeeehh. kau tak usah banyak adat” Kemudian setelah menggelengkan kepalanya berulang kali. "Seandainya disini muncul seekor ular beracun.heeeeehh. Toa gi siu Khong Sian berteriak-teriak. lalu berkata: "Heeeeehh. semalam dia masih memeriksanya sekali lagi.. tapi sekarang kau menghilangkannya.siapa tak tahu dia tak bersalah. serunya lagi: "Aduh celaka. "Hayo ganti! Kau harus mengganti! Suusah payah kutemukan mestika yang tak ternilai harganya itu. Suma Thian yu menjadi gelisah setengah mati bagaikan semut diatas kuali panas. hayo cepat cari sampai ketemu. atau muncul seorang malaikat bengis. Cepat-cepat dia merogoh ke dalam sakunya untuk mencari kitab itu.. kalau tidak ku penggal batok kepalamu!" Dengan kemarahan yang meluap-luap... paras mukanya berubah hebat.. cepat cari sampai ketemu!" lagi-lagi Toa gi siu Khong Sian berteriak dengan marah.... peluh dingin bercucuran deras.Tiraikasih Website http://kangzusi. mengapa bisa hilang? Hayo cepat jawab.. hari ini kenapa bisa lenyap tak berbekas?" "Bocah keparat. kini sudah lenyap tak berbekas. apakah kau anggap masih bisa hidup segar bugar? “.. dia melanjutkan. "Ya. ke mana larinya kertas itu?" Rupanya kertas yang semula berada dalam sakunya itu... wajahnya memucat bagaikan mayat. . "Kemana larinya kertas tanpa kata itu? Apakah kau telah berhasil memecahkan rahasianya?" tanya Toa gi siu Khong Sian dengan wajah serius.. sudah berhasil kupecahkan rahasianya Suma Thian yu bersorak gembira.

apa lagi dapat diucapkan Suma Thian yu? Terpaksa dia mengiakan berulang kali dan beranjak untuk pergi. Kemana ia mesti mencari kini? Kalau dicuri orang selagi dia tidur nyenyak.. pencuri itu pasti sudah kabur meninggalkan tempat itu. Toa gi siu Khong Sicu baru berkata: "Inilah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagimu. apakah milikmu?” Suma Thian yu segera berpaling.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu dengan wajah tersipu ia menundukkan kepalanya rendah-rendah. Tiba tiba si Kakek bodoh kedua Khong Bong mengayunkan tangan kanannya seraya berkata: "Disini terdapat selembar.... Ketahuilah dunia persilatan itu amat berbahaya dengan manusia yang licik dan keji.. berseru dengan cepat: "Tunggu sebentar!" Kau hendak mencarinya ke mana?" "Yaa. bencana paling kecil adalah rusak nama badan terluka. Wu san siang gi segera memegangi perut sendiri sambil tertawa terpingkal pingkal. begitu melihat kertas tersebut adalah kertas miliknya yang hilang. sedikit saja lengah maka akibatnya bencana besar akan tiba. Pada saat itulah. tertawa sampai air matapan turut jatuh bercucuran Selesai tertawa. kalau bencana besar. buru-buru sahutnya: "Benar! benar! Benar. ingatlah baik baik! . seandainya disitu ada lubang maka ia pasti sudah menerobos masuk untuk menyembunyikan diri. dia menjadi tertegun. betul juga perkataan ini!" pikir Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu. dia lantas berhenti.. ingatlah baik-baik pelajaran ini. kau harus selalu waspada dan berhati-hati dalam menghadapi setiap persoalan. nyawamu pasti akan terbang ke akherat.com/ Berada dalam keadaan seperti ini. Ji gi siu (kakek bodoh ke dua) Khong Bong yang selama ini membung¬kam terus. kemana ia mesti mengejarnya? Berpikir sampai disitu." Melihat tingkah laku sang pemuda itu.

Ketahuilah.. kalau tidak begitu. kejadian ini . dimana ia berjumpa dengan Siau yau kay Wi kian. kendatipun tak sanggup mengalahkannya.. dia tak mengira kalau hanya dalam sehari saja sudah memperoleh petunjuk yang sangat berharga dari seorang tokoh persilatan yang amat lihay. pengemis tua itu sudah menceritakan segala sesuatunya kepadaku.. apalagi mewariskan kepandaian rahasianya. sebetulnya mempunyai arti yang mendalam.Tiraikasih Website http://kangzusi. bagaimana menerima warisan ilmu langkah dan sebagainya. semangat semacam ini memang pantas dihargai. tapi isi kertas itu. asal kau dapat memahaminya. Mendengar kisah tersebut. Ji gi siu Khong Bong segera menyerahkan kertas tersebut ketangan Suma Thian yu. kepandaian itu merupakan kepandaian yang paling diandalkan sipengemis untuk ber kelana dalam dunia persilatan. boanpwee telan memahami rahasia dari kertas tanpa kata ini. dengan wajah serius Toa gi siu Khong Sian berkata: “Aku sudah mengetahui semua kejadian itu. sekarang dia baru mengerti kalau tindakan Wu san gi siu mempermainkan dirinya... tapi tak terkirakan manfaatnya. paling tidak kau masih sanggup untuk menghindarkan diri dari setiap ancaman“ Suma Thian yu merasa gembira sekali. lalu tanyanya.com/ Suma Thian yu segera mengiakan berulang kali." Secara ringkas dia lantas bercerita tentang pengalaman yang dijumpainya semalam. Tanpa terasa dia menjadi terharu sekali dan menerima nasehat tersebut dengan perasaan yang tulus. "Apakah berbasil kau pahami?" “Ya. darimana aku bisa tahu kalau kau sedang bersembunti disini dan molor? Kau bisa lupa makan lupa tidur dan berusaha terus untuk mempelajari dan menekuninya. ilmu langka Ciok tiong luan poh cap lak tui (enam belas langkah kacau pembingung sukma) meski tak sedap kedengarannya. sekalipun berjumpa dengan iblis tua dari dunia persilatan..

"Nak. dia buru-buru ingin tahu rahasia yang kerada dibalik kertas tanpa kata tersebut. tahukah kau apa yang tercantum didalam kitab tersebut?" Terdengar Tay gi siu Khong Sian bertanya. kemudian sambil berpaling kearah Ji gi siu Khong Bong. kata nya. kertas ini hanya selembar kertas rongsok yang tak yang tak berguna” "Apa? Cianpwee bilang kertas ini palsu? Aah. dia harus bertanggung jawab untuk meredakan badai pembunuhan yang sedang melanda dunia persilatan. mana mungkin?” "Sebenarnya aku pun berpendapat demikian kata Toa gi siu Khong Sian. lebih baik kau saja yang menerangkan” suma Thian yu segeras mengalihkan sorot matanya keewajah Ji gi siu Khong Bong. dunia yang penuh noda sedang menggapai kearahnya. Kemudian setelah berhenti sejenak.com/ betul-betul merupakan suatu perkah yang sangat besar bagi dirinya. meskipun boanp telah berhasil membongkar rahasia ker tas tanpa kata itu. “Hiante. “Entahlah. Akan tetapi dia tidak pernah berpikir lebih mendalam lagi. dunia persilatan yang penuh pembunuhan. mengapa orang lain bersedia mewariskan kepandaian andalannya itu kepada dia? Apa sebenarnya tujuan orang itu? Mung¬kinkah hal ini hanya dikarenakan dia menarik perhatiannya? Tanggung jawab yang di bebankan diatas pundaknya dari hari kehari semakin bertam¬bah berat. namun ia masih belum merasakan nya. "Apalagi yang mesti dibicarakan? palsu ya palsu apa lagi yang musti dijelaskan? sahut Ji gi siu Khong Bong cepat. menegakkan keadilan dan kebenaran dalam masyarakat.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia melanjutkan: . namun belum sempat untuk membaca apalagi mempelajari isi kitab tersebut "Tak usah dibaca lagi. bayangkan saja betapa berat dan pentingnya tugas serta tanggung jawabnya.

tulisan yang tercantum didalam kertas ini adalah tulisan bahasa Han. ketika orang tua itu berhenti berbicara." “Haai. dapatkah kau memberi penjelasan lebih jauh?" "Boleh saja.. " Berbicara sampai disitu. Namun diluarnya dengan cepat dia menjawab. lagi-lagi sebuah tugas." Ia tak pernah mempertimbangkan akibatnya karena sekarang dia hanya ingin mengetahui rahasia di balik kitab tanpa kata tersebut.. kalau tidak. Si Kakek bodoh kedua Khong Bong manggut-manggut. dunia persilatan tak pernah akan menjadi tenang kembali!" Setelah mendengar perkataan itu. ditatapnya wajah si kakek bodoh kedua Khong Bong. tapi dengan cepat Ji gi siu Khong Bong telah berkata lebih dahulu: "Tapi kenyataannya jauh berbeda sekali.com/ "Semoga saja lembaran yang asli jangan sampai terjatuh ketangan iblis. dia sengaja ber¬henti sebentar. kemudian sambungnya: "Locianpwee. dan kau tak boleh me nolak tugas tersebut. seakan akan hendak menggoda Suma Thian yu. kembali ada sebuah tugas yang hendak kuserahkan kepadamu. seorang pendeta lihay yang hidup pada empat ratus tahun berselang. kebenaran dan keadilan pasti akan diinjak-injak. dapat dikelahui bahwa isinya adalah sejenis kitab maha sakti peninggalan Ku hay siansu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu dibuat semakin kebingungan setengah mati." pikir Suma Thian yu didalam hati kecilnya. Cuma selesai lohu berbicara nanti. . Ketika itu pemuda tersebut sedang mende¬ngarkan dengan seksama. kitab itu berna¬ma Kun tun kan kun huan siu cinkeng dan me¬rupakan sebuah kitab pusaka yang sudah pasti merupakan sejenis kepandaian yang luar biasa akan tetapi. "Baik. ujarnya kemudian: "Ditinjau dari apa yang tercantum dalam kitab ini. segera dia membuka mulut hendak bertanya. boanpwee akan melaksanakannya dengan baik.

bila kau berhasil mendengar kalau kitab pusaka tersebut telah muncul. mengapa harus membuat yang palsu? Bukankah ibarat melukis ular di beri kaki?" "Benar! Inilah sebabnya orang itu boleh dibilang seseorang yang paling pintar. “Ya. maka kaupun harus segera melaksanakan sebuah tugas yang amar sulit. kemudian katanya: "Bocah. Sudah pasti orang itupun seorang yang licik. sekarang kau telah mendengar habis semua perkataanku. "Setelah ia berhasil mendapatkan kitab yang asli. bahkan telah diambil orang. tentu saja cerdik!” "Tapi aku anggap orang itu merupakan seorang yang 'paling bodoh. kalau tidak. maka kau harus berusaha dengan sepenuh tenaga untuk melindungi kitab pusaka itu agar tidak sampai terjatuh kembali ketangan orang-orang laknat. mengerti?" . yakni setelah turun gunung nanti. tanyanya lagi: "Hiante. mungkinkah Cinkeng tersebut sudah keluar dari tanah?" "Tentu saja sudah keluar dari tanah. Ketika selesai mengucapkan perkataan tersebut." ucap Toa gi siu Kong Sian sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.Tiraikasih Website http://kangzusi. tak mungkin dia menirukan Cinkeng asli untuk membuat sebuah yang palsu!” "Kalau begitu orang itu pintar sewaktu bodoh sesaat?” tanya Toa gi siu Khong sian. sementara Tay gi siu Khong Sian manggut-manggut de ngan perasaan puas. sekalipun sudah berkelana cukup lama didaratan Tionggoan. namun sepatah kata tulisan Han pun tidak dipahami olehnya." Ji gi siu Khong Bong menyatakan setujunya pula dengan pernyataan tersebut. menurut dugaanmuu. Dan sini dapat diketahui kalau kertas ini adalah barang palsu" Dengan wajah termangu-mangu Suma Thian yu mendengarkan penje-lasan tersebut. tetapi juga seseorang yang paling bodoh.com/ padahal Ku hay siansu adalah seorang Tibet. mendadak dengan wajah serius Ji gi siu Khong Bongberpaling kearah Suma thian yu.

aku tahu kau polos dan jujur. kalau belum dilihat isinya sudah dirobek. sesungguh nya dia hendak merobeknya seketika itu juga. hatimu penuh welas kasih dan mulia. "Cianpwe berdua. timbul perasaan yang sangat berat didalam hatinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu berkata: "Lebih baik kitab palsu itu dirobek saja. toh disimpan juga tak ada gunanya” Suma Thian yu memperhatikan sekejap kertas tersebut. bila kau bisa berbakti kepada orang tua maka seluruh penjuru dunia dapat kau lewati. bagaimanapun juga ia telah bersusah payah sebelum berhasil menemukan rahasia kitab itu. entah cianpwe berdua masih ada petunjuk apa yang hendak disampaikan?" Sambil tertawa. rasanya hal ini amat disayangkan. boanpwe merasa berkewajiban untuk membalaskan dendam bagi sakit hati orang tuaku. sakit hati paman Wan dan kini ditambah lagi tugas berat tersebut. Tapi ketika ia teringat akan dendam keluarga. sahutnya: "Bakti kepada orang tua memang merupakan soal utama yang paling penting. boanpwee akan turut perintah!" jawab Suma Thian yu dengan wajah bersungguh-sungguh. besok boanpwe hendak meninggalkan bukit Kiu gi san untuk melacaki jejak musuh besarku. Toa hi siu Khong Sian manggut-manggut. menciptakan suatu pekerjaan . dikemudian hari pasti berhasil. Tiba-tiba Ji gi siu Khong Bong menuding kearah kitab pusaka palsu ditangan Suma Thian yu. sebagai seorang anak yang berbakti. Jilid 5 Maka dia menyimpan kitab tersebut kedalam sakunya. kemudian baru berkata kepada sepasang kakek bodoh dari bukit Wu san itu. tapi ingatan lain seakan melintas dalam benaknya.com/ "Baik.

Sepasang kakek bodoh dari bukit Wu san sama sekali tidak menantikan jawaban nya. Memandang bayangan punggung kedua orang kakek itu. mereka segera membalikkan badan dan berlalu dari situ. kendatipun akhirnya harus mati demi membela kebenaran. maka berhatihatilah dalam mencari kawan. orang yang benar-benar cerdas memang mirip bodoh. Suma Thian yu merasa seakan-akan kehilangan buah mutiara yang tak ternilai harganya dan merasa murung dan sedih.com/ besar. kejahatan tak pernah bisa menenangkan kebenaran. kau akan mati sebagai seorang pahlawan" Dengan perasaan yang tulus Suma Thian yu menerima semua nasehat itu dengan hati yang bersungguh-sungguh. bagaimana pun brutalnya perbuatan kaum iblis dan manusia laknat. suatu ketika mereka pasti akan tertumpas habis. Sekali lagi ia hidup menyendiri dialam semesta yang begini luas. suasana macam ini tak akan bisa bertahan lama.Tiraikasih Website http://kangzusi. mesti harus mendaki bukit golok. hingga kini dia baru me ngetahui sejelas-jelasnya watak dari sepasang kakek bodoh tersebut. "Benar-benar terlalu agung. Baru selesai Toa gi siu Khong Sian berkata. menyeberangi samudera api. sampai kapan keadaan seperti ini baru akan berakhir? . se jak dulu sampai sekarang. Ji gi siu Khong Bong telah menyambung: “Walaupun dewasa ini dunia persilatan diliputì oleh tabir iblis dan hawa sesat. Berbuatlah kebajikan dan kemuliaan bagi umat manusia. mengapa aku tidak mempergunakan ucapan mereka sebagai pedoman hidupku?" Setelah menyampaikan nasehatnya kepada Suma Thian yu. ia berpikir. tapi dunia persilatan amat berbahaya. tapi perbuatanmu tidak menyalahi hukum alam dan suara hati. walaupun harus menembusi sarang naga dan gua harimau. Diam-diam timbul perasaan kagum didalam hatinya. majulah pantang mundur. dalam waktu singkat bayangan tubuh mereka berdua sudah lenyap tak berbekas.

ketika dilihatnya tak ada orang lain selain kakek itu. mendadak dari kejauhan sana terdengar suara pekikan nyaring berkumandang memecahkan kesunyian. mengapa selama beberapa hari ini bukit kiu gi san jadi begini ramai? Satu rombongan baru lewat. mengapa tidak mempergunakan kesempatan itu untuk memeriksa isi kitab pusaka palsu itu? Berpikir demikian. bahkan jumlahnya tidak hanya satu. bermata besar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tiba-tiba terdengar suara bentakan keras: "Hei bocah muda. Suma Thian yu merasa amat terperanjat setelah mendengar suara pekikan tersebut. dia acuh tak acuh. benda apakah yang sedang kau pegang itu?" Sungguh tak disangka suara pekikan yang kedengarannya masih jauh tadi. Suma Thian yu mencoba untuk memeriksa sekeliling tempat itu. Suma Thian yu sudah terbiasa mendengar suara pekikan tersebut.com/ Sementara dia masih termenung. berperawakan tinggi besar. beralis tebal dan bermulut lebar. suara pekikan tersebut sudah semakin mendekat. dia lantas merogoh ke dalam sakunya dan mengeluarkan kertas tersebut dan dipegang dalam tangan. Orang itu ber tampang menyeramkan sekali. mungkinkah dibukit ini telah ditemukan suatu benda mestika ?" Sementara dia masih termenung. tahu-tahu dihadapan mukanya telah melayang turun seorang kakek berusia tujuh puluh tahun. dengan perasaan tertegun pikirnya: "Heran. bahkan sambil berpaling dia memejamkan matanya seperti orang hendak tidur. bercambang. apalagi orang itu pun bermuka bengis dan menyeramkan. rombongan lain menyusul datang. maka timbul satu ingatan dalam benaknya untuk . Tiba-tiba terlintas satu ingatan didalam benaknya.

Seandainya Suma Thian yu tahu kalau kakek yang berada dihadapannya sekarang adalah salah seorang dari Ci san su mo (empat iblis dari bukit Ci san). padahal dalan hati kecilnya dia geli sekali. "Aduuh . Setelah itu dengan senyuman aneh menghiasi diujung bibir. ia merasa apa yang telah dilakukannya benar-benar amat memuaskan hatinya. apakah kitab tersebut adalah kitab pusaka Kun tun kan kun huan siu Cinkeng?" nada suara dari kakek tersebut menjadi jauh lebih lembut. “Huh. Heeh...dari maka kau bisa tahu?" Suma Thian yu purapura merasa terkejut. Dengan suara nyaring dia lantas berkata. dia sepera membentak "Kau tidak membohongi aku? Bawa kemari!" Nadanya keras dan bersifat memerintah. Selama hidup belum pernah dia permainkan orang iain seperti apa yang dilakukannya saat ini. "Aku tak dapat memberitahukan kepadamu. kemudian sengaja menyimpan kertas tadi ke dalam saku. heeh. sebab benda ini adalah sebuah mestika yang tak ternilai harganya!" Sambil berkata dengan wajah tersenyum mengejek dia melirik sekejap kearah kakek itu. mencorong sinar buas dari balik matanya. heh sungguh menggelikan!" "Lohu ingin bertanya kepadamu.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia berkata lebih jauh: "Padahal sekalipun kuberitahukan kepadamu juga tak mengapa. Jit ci to (pencoleng berjari ..com/ mempermainkannya dengan menggunakan kitab pusaka palsu tersebut. paras muka kakek tersebut berubah hebat.. kenapa harus kuserahkan lagi kepada orang lain.apa yang kau andalkan untuk memerintahku berbuat demikian? kitab ini toh aku yang menemukan. kertas ini isinya adalah ilmu silat peninggalan dari Ku hay Siansu!” Mendengar perkataan itu. seakan-akan pemuda itu sudah sepantasnya untu menyerahkan kitab pusaka itu kepadanya.

bocah keparat.. Terdengar pencoleng berjari tujuh Tam yu tertawa terbahak-bahak dengan bangganya.. kemudaan berkata lagi.. saya ingin tahu cukup pantaskah kau menerima pusaka ini" Mendengar perkataan itu.. nampaknya saat lohu untuk unjuk gigi sudah tiba. rupanya kau belum tahu siapakah diri ku ini? Lohu she Tam bernama Yu... tapi setelah mengetahui siapa gerangan dirimu itu..bersusah payah aku mencari kesana kemari. si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu tertawa seram. akrhirnya berhasil kutemukan tanpa susah payah. jangan lagi berkaok minta ampun" Suma Thian Yu kembali tertawa keras. Coba nilailah apakah aku pantas untuk mendapatkan kitab pusaka yang berada ditanganmu itu?” Haah. mungkin aku masih akan menyerahkan kitab tersebut kepadamu.haah. arak hukuman kau pilih. maka lohu bersedia mengampuni selembar jiwamu. cepat serahkan kitab tersebut kepadaku!" Suma Thian yu sudah menduga akan sikap dari kakek tersebut. tak heran kalau kau berani bersikap kurangajar kepadaku.. "bocah keparat. niscaya dia tak akan berani mempermainkan kakek itu. tinggalkan dulu nama besarmu. sauya tak sudi untuk menyerahkan kepadamu" "Kenapa?" teriak si Pencoleng berjari tujuh dengan gusar.." Suma Thian yu tertawa tergelak lagi setelah mendengar nama tersebut. .. maka dia tidak marah atau pun merasa kaget. “Haah. pelanpelan dia menarik ke luar kitab itu hirgga muncul separuh dari balik sakunya. "Haah.....Tiraikasih Website http://kangzusi....Hmm. Sebentar jika kau sudah merasakan kelihayanku.haah. bila kau tidak menyebutkan namamu itu. tampaknya arak kehormatan kau tak mau.. Nah bocah muda.haah...com/ tujuh) Tam Yu yang pernah menderita kekalahan ditangan gurunya Put Gbo cu dimasa lalu.. oleh karena kitab pusaka itu berhasil kau temukan.haah. "Tidak ada pekerjaan yang semudah itu di kolong langit..haah.

. kau belum berhak!” .. "Berhenti !" Tampak sesosok bayangan manusia dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat berlelebat lewat dari atas kepala Suma Thian yu dan menghadang perginya. sekali menjadi bajingan selamanya tetap bajingan. kalau nyawamu saja berhasil ditemukan secara untunguntungan. mana ada hak bagimu untuk mendapatkan kitab pushka tersebut?" Mendengar ucapan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi...heeeh... tak kusangka kau memiliki selembar bibir yang pandai bersilat lidah." Selesai berkata. bocah keparat. terhadap seorang pemuda pun menggunakan cara kekerasan. Maaf. apakah kau tidak malu? Hmm. dengan langkah lebar dia lantas berlalu dari tempat itu..heeeh.. lebih baik jangan semba rangan berpikir." "Heeeh." "Huuuh. Suma Thian yu segera memicingkan mata dan membentak dengan nada sinis: "Bagaimana? Ingin merebut dengan kekerasan ?" "Betul. dan kaupun tidak berhak untuk mengetahuinya.. sauya tak dapat menemani lebih lama lagi. kemudian dari malu dia menjadi gusar. serunya: "Bocah keparat. lohu memang ingin berbuat demikian” "Hmm! Bagaimanapun juga pencoleng memang berjiwa kerdil dan tak becus. selamanya lohu tak doyan dengan permainan semacam ini lebih baik segera serahkan kitab tersebut ke padaku.. si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu menjadi tertegun. apa hubunganmu dengan siluman tosu itu?" Apa hubunganku dengannya lebih baik tak usah kau campuri.. Namun tiba-tiba terdengar suara bentakan keras menggelegar di udara.com/ "Aku tak dapat menyerahkan kepadamu karena kau adalah bekas panglima yang kalah di tangan Put Gu cu locianpwe..

kemudian mengembangkan ilmu langkah Ciok tiong tuan poh cap lak sui yang dipelajari dari Sisu yau kay wi Kian semalam. Sayang dia cepat. Suma Thian yu lebih cepat lagi. dia sadar bahwa pada hari ini telah bertemu dengan musuh tangguh. ia tidak gugup ataupun panik. mengerikan sekali keadaannya. kembali tengkuknya dihajar orang sehingga terasa linu. sementara ia masih tertegun. kemudian tangan dan kakinya hampir bersamaan waktunya me nendang ke tubuh Suma Thian yu keras-keras. mendadak dia menyelinap kesamping. semangat si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu menjadi dingin separuh. dengan suara yang meng geledek bentaknya keras-keras. Suma Thian yu sudah mempunyai perhitungan yang cukup matang dalam menghadapi keadaan tersebut. Baru saja sepasang lengan si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu mengayun kedepan. tak ampun peluh dingin segera bercucuran keluar membasahi tubuhnya. tampak bayangan manusia berkelebat lewat dan “Plok” sebuah tempelengan keras telah bersarang di atas pipi kakek tersebut. Paras muka si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu berubah hebat. mukanya merah padam seperti babi ppnggang. mendadak tengkuknya seperti dihembus orang. Dengan terjadinya peristiwa itu. baru saja lengannya mencapai setengah jalan. mendadak serasa bayangan manusia berkelebat lewat. Dengan perasaan terkejut buru-buru dia memutar badannya secepat kilat. panas dan perih.com/ Begitu ucapan terakhir diutarakan.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Bocah keparat. kau ingin mampus?" Sepasang lengannya diayunkan kedepan melancarkan bacokan semen-tara tubuhnya ikut menubruk kemuka bagaikan harimau lapar menerkam domba. menanti sepasang kepalan lawan sudah berada setengah depa dihadapan nya. Tapi sifat rakusnya dan keinginannya untuk mendapat mestika membuat dia lupa akan keselamatan akan jiwanya diri .

Semenjak mempelajari ilmu langkah Ciok tiang luan poh.. Suma Thian yu segera mengejek sambil tertawa: "Bagaimana? Terbukti bukan kalau kau masih belum cukup mampu untuk mendapatkan kitab ini?" Berbicara sampai disitu. mencakar. mukanya pucat pias. Tak selang berapa saat kemudian. . Selesai berkata. mendadak gerakan tubuhnya berubah. rasa percaya diri Suma Thian yu terbadap kemampuan sendiri semakin bertambah. mengenaskan sekali keadaannya Sambil berputar terus kian kemari. Jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang dari mulut si pencoleng berjari tujuh Tam Yu. "Kali ini aku hanya mencongkel sebelah matamu saja sebagai peringatan. dengan mata gelap si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu mengeluarkan ilmu Thian sai ciang andalannya untuk melancarkan serangan pukulan dahsyat untuk menggurungseluruh badan Suma thian yu. ia selalu gagal untuk mendesak lawannya. entah serangan dahsyat macam apapun yang telah digunakan si Pencoleng berjari tujuh Tam yu untuk mendesak musuhnya. mendadak ia menerobos masuk ke dalam. seluruh badannya basah kuyup oleh keringat. mencubit seluruh badan kakek tersebut. pada hakekatnya ia seperti telah berubah menjadi seseorang yang lain.com/ sendiri. napasnya ngos-ngosan seperti kerbau. meraba. setiap ada kesempatan dia selalu menowel.. pasang kakinya segera menjejak permukaan tanah dan tubuhnya melambung keudara. Sedangkan Suma Thian yu justru berputar kian kemari bagaikan kupu kupu yang menari ditengah bebungahan. keadaan si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu sudah lemas seperti seekor ayam jago yang kalah bertarung. kemudian tangannya mencongkel ke muka. lain kali aku harap kau jangan menganiaya kaum muda lagi dengan semaunya sendiri" seru Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi.

dari atas bukit melayang turun tiga sosok bayangan hitam yang langsung menghampiri si pencoleng berjari tujuh Tam yu yang terluka. suhu. seorang diantaranya segera memeluk tubuh si pencoleng berjari tujuh Tam Yu sambil berteriak: "Suhu. kedua orang itu segera melejit ketengah udara dan meluncur ke arah dimana Suma Thian yu melenyapkan diri dengan kecepatan luar biasa. Sampai lama kemudian..Tiraikasih Website http://kangzusi. secepat kilat dia turun dari bukit tersebut. Dalam waktu singkat ketiga orang itu sudah berada ditempat kejadian.. dia telah mendapatkan kitab pusaka Kun tun dan kun huan siu cinkeng dari Ku hau sian siau. bocah keparat itu sudah pergi. kau bukan tandingan bocah keparat tersebut" Ketika dua orang kakek lainnya mendengar ucapan tersebut. kau tak boleh bertindak gegabah. lalu sahutnya dengan sedih: "Sudah pergi. Bersamaan waktunya dengan lenyapnya bayangan tubuh Suma Thian yu di ujung jalan sana. pekikan itu masih saja bergema ditengah hutan.com/ kemudian diringi suara pekikan panjang yang penuh nada gembira.. kenapa kau orang tua? Siapa yang telah turun tangan sekeji ini kepadamu?" Pencoleng berjari tujuh Tam Yu membuka matanya yang tinggal sebelah dan mengawasi pendatang tersebut. selama aku orang she Tam masih hidup. muridku. tak akan kulepaskan kalian berdua. Si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu yang terluka dan menyaksikan kepergian kedua orang itu segera berseru dengan penuh kebencian: "Tak berperasaan tak memperdulikan kesetiaan antar persaudaraan. ternyata tanpa memperdulikan Si Pencoleng berjari tujuh Tam Yu yang sedang terluka. kalian berani kesitu tak lebih hanya akan menghantar kematian . mereka segera berseru cepat: "Tam Yu. heehh. baik.. maaf!” Begitu selesai berkata. Heehh.

Tiraikasih Website http://kangzusi. dari arah belakang terdengar suara ujung baju tersampokangin bergema tiba. Dalam sekejap mata. . maka sengaja ia perlambat larinya. berhenti kau!" Suma Thian yu segera menghentikan tubuhnya dan berpaling. dilihat dari dandanannya dapat diketahui kalau orang itu adalah Sam yap koay mo (Iblis aneh tiga daun) pentolan dari Ci san su mo. tampak olehnya dua orang kakek berdandan aneh sedang menyusul tiba dengan kecepatan luar biasa. kenapa bukan cuma seorang!” Baru saja ingatan tersebut melintas lewat didalam benaknya.. Dengan perasaan terkejut Suma Thian yu segera berpikir: “Heran. Kehadiran kedua orang kakek yang tak dikenal itu amat mencengangkan hatinya.. tetapi memang paling baik jika kalian bisa segera melaporkan diri kepada raja akhirat. menggunakan pakaian dengan tiga warna yang berbeda dan berwajah seram. jadi sebenarnya adalah saudara angkat sipencoleng berjari tujuh Tam yu sendiri. Suma Thian Yu melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan luar biasa. mungkin juga disebabkan kitab pusaka palsu tersebut. Suma Thian yu mengira si pencoleng berjari tujuh yang melakukan pengejaran. tapi dia tahu pendatang pendatang tersebut tidak bermaksud baik. mendadak dari arah belakang terdengar suara pekikkan aneh bergema tiada hentinya.. Tapi tak berapa jauh dia berjalan. kedua orang ini pun termasuk anggota Ci san su mo.com/ dengan percuma." Ternyata kedua orang itu adalah Sam yap koan mo serta Coa tau jin mo. maka tegurnya dengan cepat: Ada urusan apa kalian berdua datang kemari?" Salah seorang diantaranya adalah seorang kakek berusia tujuh puluh tahun. mendadak dari arah belakang terdengar seseorang membentak keras: "Hei bocah muda. sepeninggal dari lembah Cing im kok. Dalam pada itu.

. tapi kalau tidak..tiada lain. sayang sungguh amat sayang!" Seraya berkata dia segera menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang. kamipun tak akan mengingkari janji" "Ciiss.haahh....heeeh. ia memandang hina terhadap watak orang yang rendah. manusia tak tahu malu” dengus Suma Thisn yu dengan wajah sinis.Tiraikasih Website http://kangzusi.. sungguh mengenaskan sekali rasanya.heech. tak disangkal lagi dia adalah manusia paling buas dari Ci san su mo. sepasang matanya berubah menjadi merah membara. asalkau serahkan kitab itu yang disakumu itu kepada kami.. apakah kau masih ingin mungkir? Hmm.. Sam yap koay mo segera menegur: "Bocah keparat....sayang Put Gho cu locianpwe tidak membereskan kalian dimasa lalu.haahh.. kumis melintang dan kepala berbentuk segitiga. tak kusangka seorang bocah busuk yang masih berbau tetek berani bertindak sekejam itu.. bermata tikus. Dengan suara sedingin es. kau tak usah berlagak bodoh lagi. Sam Yap Koay mo menjadi naik darah setelah mendengar perkataan itu. segala sesuatunya akan kuanggap impas dan tidak dipermasalahkan lagi... tibatiba ia membentak keras: . hidung pesek. "bersa habat dengan manusia macam kau. Coa tou jin mo atau manuusia iblis berkepala ular Sim moay him adanya. setelah melukai adik angkatku." "Haaah.... tulang belu langnya bergemerutukan nyaring...kalau kitab pusska ttu tidak kuserahkan. apakah kalian hendak membalas dendam bagi sakit hati adik angkatmu itu? kata Suma Thian yu sambil tertawa terbahak-bahak. sikapnya yang memandang rendah musuhnya seakan-akan tak akan pandang sebelah matapun terhadap kemampuan musuhnya itu.com/ Disampingnya adalah seorang kakek berusia enam puluh tahunan. memakai baju panjang model orang desa. heeeh. "Betul! Ucapanku selamanya kupegang teguh asal kau mau serahkan kepada kami.

.... pedangnya segera didorong sejajar dada.kemudian sambil tertawa seram katanya. Sam yap koay mo nampak agak tertegun...com/ "Bocah keparat.. pemuda itu mendengus dingin.” Mendengar perkataan itu..dengan mengandalkan kepandaian mu juga berani berbicara sesumbar? Betul-betul manusia tak tahu diri. Sam yap Kuay mo tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya. lohu akan memenuhi pengharapanmu itu" Selesai berkata dia lantas bergerak maja ke depan dengan jurus Gi san tiam hay (menggeser bukit membendung samudera) dia bacok tu buh bagian bawah dari Suma Thian yu. segulung angin pukulan yang maha dahsyat dengan cepatnya menggulung tubuh Suma Thian yu... ini lebih bagus lagi. Anak nuda itu tertawa panjang.heeeh.. “Heeeh. "tampaknya kau belum mengetahui akan kelihayan sauya? Tidak sukar bila kau mengi nginkan kitab pusaka itu.. baik.Tiraikasih Website http://kangzusi..heeeh. Menghadapi ancaman tersebut. asal bisa menangkan satu jurus saja ditangan sauya..."Criiing!" pedang Kit hong kiam sudah dihunus dari sarungnya. lohu akan membekukmu hidup-hidup untuk menerima pahala sehingga tidak sia-sia perjalananku kali ini" .... tanpa gugup barang sedititpun juga pedang itu diputar dite ngah jalan menusuk keatas dan mengancam dada Sam yap koay mo dengan jurus Tan hong tian yang (burung hong menghadap matahari). serahkan nyawamu!" Telapak tangannya segera diayunkan kedepan. "Setan tua yang tak tahu malu" teriaknya lantang. Melihat datangnya ancaman tersebt. kitab tersebut akan kupersembahkan kepadamu. sepasang bahunya bergerak dan mundur sejauh satu kaki lebih.. “Rupanya kau adalah ahli waris dari bajingan anjing budukan she Wan terebut. kemudian pedangnya di loloskan dan.

..Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan perasaan terkejut mereka segera berpaling ke samping. Suma Thian yu dihadapkan dua orang gembong iblis sekaligus bukannya merasa heran malah sebaliknya tertawa panjang.. Sam yat koay mo serta Coa tau jin mo hanya merasakan manusia berkelebat lewat.. ... ternyata gembong iblis dari Liok lim ini telah bekerja sama untuk mengerubuti pemuda berusia enam belas tahun itu. haaah. Tentu saja kedua orang iblis tersebut tidak bersedia melepaskan musuhnya dengan begitu saja... dasar memang bermuka tebal. Suma Thian yu termenung sebentar.... menyusul kemudian gerakan tubuhnya berubah dan dia segera mengembangkan ilmu langkah Ciat tiong luan poh cap lak tui untuk melayani musuhnya.haaah..tidak sulit bila kalian ingin mendapatkan kitab pusaka itu asal kamu berdua bisa menangkan satu jurus atau setengah gerakan saja dalam seratus jurus gebrakan. sambil membalikkan badan ia berseru dengan tertawa terbahak-bahak: "Haaah.. "Aku lihat lebih baik kalian berdua melatih diri selama sepuluh tahun lagi sebelum datang mencoba sauya mu lagi. dia lantas menggapai kesamping.. dengan gerakan tubuh yang cepat ia berlalu dari sana. Tampaklah Suma Thian yu sudah berdiri di luar arena dengan sekulum senyuman dingin menghiasi ujung bibirnya. sekarang maaf kalau sauya tak akan melayani lebih lama lagi" demikian ia berseru. si Manusia iblis berkepala ular segera melompat maju kedepan. Dalam waktu singkat seluruh arena sudah dipenuhi oleh bayangan manusia yang berkelebat kesana kemari menerjang keluar dari ke pungan kedua orang itu...com/ Berbicara sampai disitu... Selesai berkata. kemudian secara tibatiba menghentikan gerakan tubuhnya. tahu-tahu mereka sudah kehilangan bayangan tubuh lawan. cuma... tanpa banyak berbicara kitab tersebut akan segera kuserahkan kepada kalian. melihat kejadian itu mereka berpekik ke ras lalu melakukan pengejaran.

"Hmm. bocah keparat. lalu sambil melirik sekejap ke arah dua orang iblis tersebut. kau lak usah mencoba untuk mengadu domba kekuatan kami berdua. menang kalah masih belum bisa ditentukan sedang kekuatan mereka nampak seimbang. ternyata ilmu langkah Ciok tion luan pah cap lak tui yang diwariskan Siau yau kay kepadanya memang terbukti lihay sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketiga orang itu sudah bertarung sebanyak dua puluh gebrakan. sementara jari tangan kirinya bagaikan tombak menotok tubuh Sam yap koay mo. Agak tertegun juga kedua orang iblis tersebut ketika dilihatnya Suma Thian yu berani melawan mereka berdua bersama-sama.. aku orang she Sim bukan manusia sebangsa itu. bagaimana cara kalian berdua untuk membaginya secara adil?" Si Manusia iblis berkepala ular Sim Moay him mendengus dingin.. “Aduuh.com/ Berbicara sampai disita. lohu tidak mau kitab pusaka itu tapi pedangmu itu akan kurampas. lanjutnya: "Kitab pusaka itu cuma ada selembar. lebih baik aku mengaku kalah saja!" .. "Hmm. Sambil bertarung melayani serangan-serangan dari kedua orang iblis tersebut. mau turun tangan lebih baik cepatlah turun tangan!" Begitu selesai berkata. segenap kepandaian silat yang dimilikinya segera dikeluarkan untuk mendesak musunnya.aku sudah tak mampu lagi. Maka diapun lantas berseru. dia berhenti sebentar. padahal siapa tahu dalam hati kecilnya? Lebih baik tak usah banyak bicara lagi. diam-diam Suma Thian yu merasa gembira." Suma Thian yu menunjukkan wajah sinis. dimulut saja berbicara soal kegagahan dan kebenaran. pedang Kit hong kiamnya segera menyapu tubuh Coa toa jin mo dengan jurus Lip sau ngo gak (menyapu rata lima bukit). Dalam waktu singkat. bila pertarungan semacam ini dilangsungkan lebih jauh maka sampai besokpun kedua orang iblis tersebut tak akan mampu berbuat apa-apa kepadanya.

kemudian katanya: "Apa yang sauya ucapkan selama kupegang teguh. kalau tidak kitab ini akan sauya robek seketika ini juga" Sambil berkata. "Tangan kiri!" Suma Thian yu pura-pura menghela napas panjang. sekarang terbukti aku tak mampu untuk mengalahkan kalian berdua. Sam yap Koay mo tertawa seram. Suma Thian yu tersenyum. cuma ada syaratnya. Suma Thian yu segera merogoh kedalam sakunya dan mengeluarkan kertas kuning itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Nah. maka terpaksa kitab pusaka ini harus kuserahkan kepada kalian. setelah digoyangkan berulang kali dia melemparkannya ke udara. Apa syaratnya!” teriak kedua orang ituham pir berbareng. bila kalian bisa menebak secara jitu ditangan sebelah manakah mata uang itu kugenggam. sauya akan menguji secara jujur. maka kitab pusaka itu akan menjadi milik siapa. "Agar adil. setelah di sambut dengan kedua belah tangan. kalian dilarang mengejar sauya lagi. kau saja yang menebak lebin dulu kata si Manusia iblis berkepala ular Sim Moay. kedua orang iblis itu segera menghentikan serangannya. bagaimana?" Kedua orang itu segera menyatakan akur. dia lantas merogoh kedalam sakunya dan mengeluarkan kitab tadii. maka Suma Thian yu memperlihatkan mata uang tersebut. diapun tidak sungkansungkan segera menuding tangan kiri Suma Thian yu sambil berseru. kemudian ujarnya. siapa yang akan menebak lebih dulu?” "Toako. Suma Thian yu segera berlagak hendak merobek kertas tersebut. tangan mana dipisahkan kekiri dan kekanan kemudian di sodorkan kedepan dua orang iblis tersebut seraya berkata. sambil membuka tangannya dia berseru: .com/ Mendengar seruan tersebut. "Setelah berhasil mendapatkan kitab pusaka nanti. disini terdapat sebiji mata uang.

. Entah berapa banyak bukit tinggi dan tebing curam yang telah dilewati. Tapi ingat. Manusia iblis berkepala ular. kemudian kau boleh pergi dan sini. yang betul ada ditangan kanan.. tebakanmu salah. sekalipun satu ingatan keji segera melintas dalam benaknya. . sauya tak akan merasa kuatir.com/ "Aaah. membayangkan apa bakal terjadi antara mereka berdua. tertawa puas.Tiraikasih Website http://kangzusi.” Pelan-pelan dia letakkan kertas itu kebawah kakinya.. terpaksa kitab ini harus kuserahkan kepada adik angkatmu!" Betapa mendendamnya Sam yap koay mo sewaktu dilihatnya kitab pusaka tersebut diperoleh adik angkatnya. kionghi atas keberhasilanmu. pemuda itu melanjutkan kembali perjalanannya ke depan. pemuda itu tertawa sendiri. loko turut merasa gembira" Kemudian sambil menarik muka katanya kepada Suma Thian yu: “Bocah keparat. jangan mencoba bermaksud jahat. sekali lagi dia telah mempermainkan manusia bengis dan meninggalkan bibit bencana untuk mereka. meski berlatih sepulun tahun lagipun.. ia berkata sam bil tertawa: “Lote. sepeninggalnya dari tempat itu. siapa yang takut kepadamu? Dengan mengandalanmu kepandaianmu itu. asal tak sampai jatuh ketangan orang lain. namun wajahnya sama sekali tak berubah. Sambil berkelebat pergi kembali Suma Tian yu berpekik nyaring. lohu tak akan berbelas kasihan lagi kepada dirimu" Suma Thian yu segera berpikir: "Huuh. Tak bisa disangkal lagi. Dengan membawa sekulum senyuman yang cerah karena sehabis mempermainkan iblis keji. hati-hati kalau sampai bertemu dikemudian hari. serahkan cepat. kemudian sambil melejit keudara dia berlalu dari situ dengan kecepatan luar biasa. bagaikan persoalan itu tak pernah dipikirkan didalam hati. sayang. pasti akan terjadi perang urat syaraf antara kedua orang iblis tersebut.

Malam itu adalah sebuah malam yang gelap gulita. ia segera mendusin kembali dan lamunannya. Selesai bersemedi mengatur pernapasan.com/ Malam. Sementara dia masih termenung. . telah mencekam seluruh jagad. Suma Thian yu mulai merasakan juga badannya letih. ketajaman pendengarannya amat diandalkan. "sudah terang kudengar suara rintihan. rasa lelahnya pelan pelan hilang dan badan terasa segar kembali. tiada rembulan diangksa kecuali beberapa bintang yang mengerdipkan sinarnya seperti lirikan anak nakal. "Aneh" dia segere bergumam. diapun duduk diatas sebuah batu besar untuk melepaskan lelahnya. mendadak terdengar suara rintihan tersebut kembali berkumandang datang. Setelah melalui suatu perjalanan yang amat panjang. Setelah masuk kedalam hutan dan menyaksikan pemandangan di sekitar lempat itu. darah panas yang menggelora dalam tubuhnya merasa mendidih. bunga yang jatuh berapa puluh kaki dari situpun dapat ia dengar dengan jelas. Mendadak ditengah keheningan malam yang mencekam sekeliling tempat itu dia seperti mendengar suara rintihan lirih bergema dari kejauhan sana. Tapi suasana disekitar itu menjadi sepi.Tiraikasih Website http://kangzusi. karena dengan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang. dengan suatu gerakan kilat dia melompat bangun lalu memperhatikan dengan seksama. apa yang terpapar didepan matanya sekarang benar-benar merupakan suatu pemandangan yang mengerikan sekali. amarahnya memuncak. kenapa secara tiba-tiba bisa lenyap tak berbekas? Zungkinkah aku telah salah mendengar?" Mustahil kalau dia salah mendengar. Mendadak Suma Thian yu menggerakkan tubuhnya dan melesat kedalam hutan disisi tebing sebelah sana dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat. Suma Thian yu merasakan sekujur badannya bergetar keras.

Dia berdoa semoga berhasil menemukan salah seorang korban kekejian itu dalam keadaan hidup. penemuan tersebut membuat Suma Thian yu buru-buru berjalan mendekati korban tersebut. tak urung bergidik juga hatinya. tapi setelah menyaksikan pe mandangan yang terpapar didepan matanya. Akhirnya Suma Thian yu berhasil menemukan sesosok tubuh manusia sedang menggeliat diantara tumpukan mayat yang hancur dengan darah kental yang berceceran ditanah. darah kental masih mengotori bibirnya. Namun dia masih tetap berusaha untuk menenangkan hatinya. bahkan disitupun penuh dengan kutungan kaki atau potongan lengan. benci segala kejahatan dan bernyali besar. darah kental telah menggenangi seluruh permukaan tanah. mengerikan dan mendirikan balu roma orang. gugup dan seramnya. Menolong orang brgaikan menolong api.com/ Ternyata ditengah tanah lapang dalam hutan tersebut. hanya angin gunung yang meaehembus menderu-deru... . agar perbuatan biadab tersebut terkubur bersama jasad. tapi ia masih bernapas meski berada dalam keadaan tak sadar. membuat suasana menjadi seram. Suma Thian yu adalah seorang pemuda yang berjiwa pendekar. mayat manusia.. ia berusaha untuk menekan perasaan kaget. nampak mayat bergelimpangan disana.. Suasana disekeliling tempat itu sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bangkai kuda. Rupanya dia adalah seorang lelaki setengah umur yang berperawakan tinggi besar dan bermuka cambang. apa yang di harapkan ternyata tidak sia-sia. kemudian selangkah demi selangkah menelusuri mayat yang bergelemparan di tanah dan berusaha menemukan sumber dari suara rintihan tersebut. Agaknya Yang Maha Kuasa telah mengaturkan segala sesuatu bagi umatnya.

Tiraikasih Website http://kangzusi. ia salurkan hawa sakti Bu siang sinkang untuk membantu lelaki itu. terasa hawa hangat masih ada sedang debarang jantungnya lemah sekali. Maka diapun bersila dan mengerahkan tenaga dalamnya. Segulung hawa panas yang menghangatkan badan segera mengalir lewat jalan darah Mia bun hiat dan menyusup kedalam tubuh lelaki itu. pelan-pelan dia membuka madanya yang sayu dan memandang sekejap kearah Suma Tnian yu. Sejak makan buah mestika Jin sian kiam lan jalan darah penting Jiu meh dan tok meh yang berada dalam tubuh Suma Thian yu telah tem bus. Suma Thian yu segera menyadari kalau lelaki »setengah umur itu sudah menderita luka dalam parah. kemudian dari dalam sakunya mengeluarkan sebuah pil Ku goan cing wan peninggalan dari Kit hong kiam kek Wan Liang semasa hidupnya dan dijejalkan kedalam mulut lelaki tersebut. laki-laki setengah umur itu sudah menggerakkan badannya. membangunkannya. diatas wajahnya yang pucat terlintas warna merah dadu. kesempurnaan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang sudah tidak bisa ditandingi oleh umat persilatan lainnya. "Untung saja masih bisa tertolong!” Buru-buru dia membopong tubuh lelaki setengah umur. nyawanya amat krins dan tak mungkinbisa disempuhkan hanya mrngandalkan khasiat obat. pil tersebut segera hancur dan mengalir masuk kedalam perut. Namun sejenak kemudian. Dengan mengikuti air liur.com/ Suma Thian yu segera meraba dada lelaki setengah umur tersebut. kemudian sambil menempelkan telapak tangannya keatas jalan darah Mia bun hiat di tubuh lelaki itu. sorot mata itu penuh dengan pancaran rasa terima kasih yang amat tebal. ia memejamkan kembali matanya dan memperdengarkan suara rintihan. Dan tak selang beberapa saat kemudian. . Menyaksikan keadaan itu.

com/ Tak sampai seperminum teh. kemudian sambil menyembah didepan anak muda itu seruny: "Tio Ci bui dari Sin liong piau kiok mengucapkan banyak terima kasih atas budi pertolongan siauhiap. lalu katanys tersipu sipu. Katanya. betul juga." Buru-buru Suma Thian yu menyingkir kesamping untuk menghindarkan diri. paras laki-laki setengah umur itu dari pucat pasi kini berubah menjadi merah padam kembali. buat apa mesti ucapkan terima kasih?” Perkataan Tio cianpwe terlalu berlebihan" "Boleh saya tahu siapakah nama siauhiap?” "Boanpwe Suma Thian yu!" Ternyata Tio Ci hui yang terluka ini adalah saudara angkat dari cong piautau perusshaan ekspedisi Si liong-piaukiok di kota Heng-ciu yang disebut orang Mo im sin-liong (naga sakti penggosok awan) dalam masa berkelananya dalam dunia persilatan. Buru-buru dia berseru kembali: . rasa menderita pun segera lenyap. Si Berewok berpena baja Tio Ci-hui yang menyaksikan tuan penolongnya masih begitu muda. seluruh wajahnya telah basah oleh keringat hawa panas mengguap dari atas ubun-ubunnya. saling menolong di kala orang sedang mengalami kesulitan sudah merupakan kewajiban dari setiap umat persilatan. orang persilatan menjulukinya sebagai Si Berewok berpena baja. enghiong kebanyakan muncul dan kaum muda. kebetulan saja aku lewat disini. diam-diam timbul perasaan malu dan menyesal dalam hati kecilnya. dengan dua puluh empat jurus ilmu pena pembetot sukmanya sudah amat tersohor dalam dunia persilatan. begitu darah hitam tersebut keluar. "Aaah. orang itu sadar kembali dari pingsan Tampak orang itu segera melompat bangun.Tiraikasih Website http://kangzusi. kenyataannya mana membuat hatinya makin kagum lagi. Terdengar orang itu merintih dan memuntahkan darah yang berwarna hitam. ketika dilihatnya orang itu mana usianya muda juga tak bersikap sombong atau tinggi hati.

hal mana justeru membuat suasana akan bertambah canggung. kegagahanmu benar benar amat mengagumkan. Andaikata kau tiak menampik keinginanku. Ketika Suma Thian yu menyaksikan Berewok berpena baja Tio Ci hui hanya mengawasinya dengan termanggu. hal mana semakin menimbulkan perasaan simpatik didalam hatinya. baik. rasanya hal itupun tidak terlalu berlebihan. serunya cepat: "Tio cianpwe. terimalah sebuah persembahanku lagi. Suma Thian yu pun tidak bersikeras lagi. dengan cepat dia menegur: . bila kau menghendaki demikian. Tindakkan tersebut kontan saja membuat Suma Thian yu menjadi amat gelisah. Apalagi dia menyaksikan suma Thian berwajah tampan dan menawan hati.” <ooOoo> TATKALA si Berewok berpena baja menyaksikan sikap menghormat kepadanya. apalah artinya sedikit bantuan yang kuberikan?” Dengan sikap yang menaruh hormat sahut si Berewok berpena baja: "suma siauhiap berkali kali menyebutku sebagai cianpwe. bagaimana sebut saja aku sebagai saudara Tio? Menyaksikan ketulusan dan kesungguhan hati orang. sahutnya kemudian: "Saudara Tio. iapun tak sungkan lagi.com/ "Suma siauhiap masih muda tapi berjiwa be sar. thian yu akan menuruti perintah. sekali lagi dia menjatuhkan diri berlutut. sambil membangunkan si Brewok berpena baja. selembar wajahnya berubah menjadi merah padam lantaran tersipu-sipu. dia tahu bila ia sendiri selalu bersikap hormat. asal budi kebaikan tersebut dibalas pada suatu saat. kau kelewat sungkan. tolong janganlah memanggil cianpwe lagi kepadaku." Seraya berkata.Tiraikasih Website http://kangzusi. saking gelisahnya. akupun merasa tak berani untuk menerimanya.

.. bukan cuma barang kawalannya kena dibegal.Tiraikasih Website http://kangzusi. coba kalau bukan ditolong oleh pemuda yang berada didepan mata sekarang. si Berewok berpena baja Tio Ci hui menghela napas panjang Setelah mengalami peristiwa berdarah ini. tak nyana sewaktu berjalan sampai di wilayah Kiu gi san telah terjadi peristiwa tragis.. sebelum berangkat kakak angkatnya Mo im sin liong telah berpesan bahwa barang kawalan mereka kali ini amat penting artinya. Memandang mayat-mayat yang tergelepar memenuhi seluruh tanah. bahkan dia pun kena dipecun-dangi secara mengenaskan sekali. Selama ini dia selalu cekatan dan pandai bekerja dalam dunia persilatan. hatinya merasa sedih sekali." . mungkin diapun akan kehilangan selembar jiwanya ditengah bukit yang terpencil ini. si Berewok berpena baja Tio Ci hui merasa tertegun. Maka sengaja dia mengundang si Berewok berpena baja Tio Ci hui dengan memimpin sejumlah jagoan kelas satu untuk berangkat me lindungi mestika yang tak ternilai harganya. aku berte kad akan membantu Sin liong piau kiok untuk menemukan kembali barang kawalan yang di begal orang..com/ "Saudara Tio.. Teringat akan hal-hal yang memedihkan hatinya. kemudian kita harus membereskan mereka yang telah tewas” Mendengar ucapan tersebut. kali ini dia mendapat tugas lagi untuk mengawal barang penting menuju ke Kwang-say kota Kiongshia. pikirnya: "Selama aku masih hidup. silahkan beristirahat sebentar. air matanya bercucuran dan seluruh badannya gemetar keras. Suma Thian yu yang turut menyaksikan kejadian itu. Sepanjang jalan menuju keselatan.. dia segera mera-sakan hatinya bergejolak keras. sebab berhasil atau tidak sangat mempengaruhi nama baik perusahaan mereka. dia tak tahu bagaimana harus mempertanggung jawabkan diri terhadap kakak angkatnya Mo im-sin liong. diamdiam ikut merasa berduka.

kecewa. dia tidak dapat mengendalikan rasa pedih dalam hatinya lagi. ketika secara tiba tiba dilihatnya pemuda di hadapannya menunjukkan wajah gusar dengan hawa pembunuhan ." Waktu itu si Berewok berpena baja Tio Ci hui sedang tercekam dalam kesedihan. cuma pembegal pembegal itu hampir semuanya mengenakan kain kerudung hitam serta tidak meninggalkan jejak apapun. aku percaya duduknya perkara pasti akan terbongkar juga. asal kita bisa menemukan sebuah titik terang saja.Sekarang keadaan ma sih belum terlambat. begitu mendengar pembegal-pembegal tersebut berkerudung. sahutnya kemudian: "Apa yang Suma siauhiap katakan memang benar. kejadian toh sudah berlangsung..com/ Berpikir sampai disitu.. lagipula terjadi dibukit Kiu gi san.. dia lantas menghibur si Berewok berpena baja Tio Ci bui dengan suara lembut. mereka semua rata-rata berilmu tinggi... lirihnya: "Aku hendak membalas dendam . Si Berewok berpena baja Tio Ciu hui segera manggutmanggut. raut wajah penuh kasih sayang yang telah memelihara dan mendidiknya selama sepuluh tahun segera muncul kembali dalam benaknya... sedih dan menyalahkan diri.. kalau dibilang sungguh memalukan. disedihkan juga tak ada gunanya. sambil mengepal tinju dan mendongak ke angkasa. orangnya banyak lagi....Tiraikasih Website http://kangzusi. satu ingatan dengan cepat muncul dalam benaknya. Teringat akan paman Wan. biar pembegal-pembegal itu kabur keujung langitpun. hatinya merasa sedih sekali. mengapa kau tidak menmbangkitkan semangatmu untuk melakukan sesuatu usaha yang lebih bersemangat. Suma Thian yu adalah seorang yang cerdas. aku Tio Ci hui betul-betul tak berdaya dan tak berkemampuan untuk menahan salah seorang saja diantara mereka" Sambil berkata wajahnya menunjukkan perasaan menyesal. "Saudara Tio. siapa tahu ada hubungannya dengan ke matian paman Wannya yang mengenaskan. dia tahu peristiwa ini pasti luar biasa..

Suma Thian yu memperhatikan suasana malam yang mencekam sekeliling tempat sekejap. jikalau tidak. pergaulannya dengan para piausu itu amat akrab. . lalu ujarnya kepada siberewok berpena baja: "Saudara Tio. malam sudah semakin kelam. Tak selang berapa lama kemudian.. dalam keadaan demikian. walaupun kedudukan si Berewok berpena baja dalam perusahaan Sik liong piaukiok amat tinggi. Manusia adalah mahkluk berperasaan. Yaa. Kedua orang itu segera tersentak kembali dari lamunan masing masing. Sambil membopong mayat-mayat rekannya yang telah kaku. kalau dilihat dari keadaannya. mana mungkin dia menunjukkan emosi yang be gitu besar dan mengerikan?" Tiba-tiba terdengar burung gagak berkaok. mari kita harus selesaikan pekerjaan yang paling penting" Maka kedua orang itupun menggunakan pedang masingmasing membuat liang lahat.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ menyelimuti wajahnya. bahkan menggumam hendak membalas dendam. sehingga bukan saja ia dicintai juga dihormati oleh semua orang. terkejutlah dia. namun dia adalah seorang yang berjiwa terbuka. dia tak dapat membendung rasa sedihnya lagi sehingga menangis tersedu-sedu. satu persatu siberewok berpena baja memasukkan jenasah-jenasah tersebut ke dalam liang lahat. angka tiga belas. dia mempunyai asal usul yang amat mengenaskan atau suatu pengalaman hidup yang memedihkan hatinya. suatu angka yang di anggap membawa sia.. diam diam pikirnya dengan perasaan bergidik: "Betul betul amat tebal hawa pembunuhan yang menyelimuti wajahnya.. dalam waktu-waktu biasa dia tak pernah membedakan hubungan tingkat kedudukan. mereka telah menyiapkan tiga belas buah liang lahat.

. Ditengah bukit. buru-buru dia berjalan mendekati si Berewok berpena baja. janganlah kau bawa kesedihan menuju ke hal-hal yang negatip.. Suma Thian yu mendongakkan kepalanya memandang kegelapan malam yang semakin mencekam. lalu hiburnya dengan lembut: "Saudara Tio. Kesedihan yang muncul dari dalam hati sanubari pun merupakan kesedihan yang paping mencekam perasaan. untuk selama-lamanya. Suma Thian yu menepuk bahu siberewok berpena baja pelan. Orang yang sedih selamanya memang paling gampang menaruh simpatik dan memahami kesedihan orang lain.. kini telah bertambah dengan tiga belas buah kuburan baru. Pekerjaan akhirnya diselesaikan dalam suasana yang penuh kesedihan dan kedukaan. mereka telah meninggalkan dunia ini.. kabut telah menyelimuti permukaan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Asal kita bisa melacak peristiwa ini sehingga duduknya perkara menjadi . sekalipun peristiwa ini terjadi diluat dugaan. Waktu itu si Berewok berpena baja berdiri termangu-mangu didepan kuburan sambil menahan rasa sedih yang luar biasa.. Tak heran kalau dia menangis semakin sedih setelah menyaksikan rekan-rekan senasib sependeritaanya seperi harus berpisah untuk selamanya.com/ Kini. disanalah tiga belas orang piau su yang setia sampai mati beristirahat untuk selamanya. akan beristirahat untuk selamanya ditengah bukit yang terpencil dan jauh dari keramaian manusia. pakaian merekapun telah basah. ia tahu fajar tak lama lagi akan menyingsing. dalam lapangan yang luas.. harap kau tak usah bersedih hati lagi. Siapa bilang enhiong tidak melelehkan air mata? Mesti mereka baru akan mengucurkan air mata bila keadaan sudah amat memedihkan. Suma Thian yu mulai terpengaruh juga oleh suasana yang mengharu itu sehingga tanpa terasa titik air mata pun turut jatuh berlinang.

com/ jelas. bagikmu persoalan semacam ini sudah merupakan suatu kewajiban" Kemudian setelah berhenti sejenak. sambil menjura serunya. SiBerewok berpena baja Tio Ci hui merasa terharu sekali. Sehingga hal mana membuat hatinya yang sedih merasa agak terhibur juga. dia bersyukur karena dalam usahanya membalas dendam dan merebut kembali barang kawalan yang dibegal. lanjutnya lebij jauh: "Mari kita pergi! Fajar sudah hampir menyingsing. Nadanya selain tulus wajahnyapun serius. sama sekali tidak bersikap pura-pura. ia telah memperoleh bantuan dari seorang tokoh yang gagah dan lihay.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau harus mendapat banyak waktu untuk beristirahat” . aku pasti akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk membunuh kawanan pembegal berkerudung itu untuk membalaskan dendan bagi ketiga belas saudara ini” Sekalipun harus naik kebukit golok atau meyeberangi lautan minyak mendidih. aku Sama Thian yu pasti akan membantu dengan segala kemampuan yang kumiliki" Janji sianak muda itu dengan bersungguh sungguh. “Terima kasih banyak atas bantuan siauhiap. luka dalam yang saudara Tio derita baru baru sembuh. aku yakin arwah sahabat-sahabat ini dialam baka pasti akan terhibur juga" Setelah mendengar kata-kata hiburan dari Suma Thian yu tersebut. selama Tio Ci hui masih hidup. saudara Tio terlalu sungkan. selumnya aku Tio Ci hui atas nama seluruh anggota perusahaan Sin liong piaukiok mengu capkan banyak-banyak terima kasih kepadamu” Aaah. dia tak menyangka kalau pemuda tersebut bukan saja amat membenci kejahatan juga suka membantu orang. sa hutnya kemudian dengan suara parau: “Baik. dan kita pun bisa membalas kan dendam untuk mereka. si Berewok berpena baja Tio Ci hiu menghentikan isak tangisnya.

Mereka berdua segera mencari sebuah gua untuk beristirahat. sinar matahari sudah memancar masuk kedalam gua..com/ Si Berewok berpena baja Tio Ci hui manggut-manggut. dia mengambil kembali pena bajanya lalu memandang sekejap kearah tiga belas buah kuburan itu dengan termangu.. Inilah saat-saat menjelang rintangnya fajar. Terdengar Suma Thian yu berkata: “Saudara Tio. suasana ditempat penjuru tampak gelap gulita. . tapi tinggalkan dulu pedang Kit hong kiam tersebut!” Mendengar perkataan tersebut. Tanpa terasa kedua orang itu bersama-sama berpaling kearah mana berasalnya suara tersebut. "Heehh.heehh. Bila fajar hampir menyingsing.. badan harus hancur remuk.Tiraikasih Website http://kangzusi... beristirahatlah dengan tenang disini!" Sekalipun aku Tio Ci hui harus mengorbankan jiwa.. pasti aian membalaskan dendam untuk kalian!” Selesai bergumam.. mereka heran kenapa kehadiran orang itu sama sekali tidak diketahui oleh mereka? Itu berarti orang tersebut tentu mempunyai aeal usul yang luar biasa. tak lama kemudian merekapun tertidur nyenyak sekali. karena tubuh memang sudah penat. Bangun dari tidurnya. Suma Thian yu maupun si Berewok berpena baja merasa tertegun. kadangkala saat-saat terakhir itulah merupakan saat yang paling gelap. akhirnya dia bergumam: "Saudara-saudaraku.. bersama Suma Thian yu berangkatlah dia meninggalkan tempat itu. Angin dingin menghembus lewat mengibar ujung baju. tiba-tiba dari luar gua terdengar seseorang menegus sambil menyeringai menyeramkan. heehh.tidak sukar kalau ingin pergi. mari kita berangkat!” Baru saja ucapan terakhir diutarakan. buru-buru mereka berdua mengisi perut dengan rangsum sambil bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan lagi.

sekali lagi tampak segulung angin pukulan . Begitu serangan pertama belum berhasil.Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada saat yang bersamaan pula Suma Thian yu melompat keluar juga dari dalam gua. Si Berewok berpena baja Tio Ci hui yang menjumpai kehadiran manusia berkerudung itu. tiba-tiba ia menerjang kedepan manusia aneh berkerudung itu. api untuk membalas dendam membangkitkan suatu kekuatan besar dalam tubuhnya. manusia aneh berkerudung hitam itu tertawa dingin. maksudnya ingin membunuh. bagaikan seekor burung raksasa dia keluar dari gua tersebut. melihat sikap lawannya yang begitu memandang hina. Si Berewok berpena baja Tio Ci hui belum mengalami keadaan seperti ini. Waktu itu si Berewok berpena baja Tio Ci hui baru sembuh dari luka parahnya. sebuah pukulan dahsyat yang di sertai tenaga penuh langsung di ayunkan ke tubuh manusia aneh berkerudung itu. tampak rambutnya pada berdiri.com/ Didepan depan gua tampak berdiri seorang manusia aneh berbaju hitam yang mengenakan kain kerudung. diam-diam ia menghimpun tenaga dalamnya lalu dengan gaya harimau lapar menerkam domba. kalau dilihat dari sikapnya itu. sepasang tangannya masih lurus kebawah dan sama sekali tidak menggubris atau pun berkelit kesamping. amarahnya kontan saja membara. sikap memandang rendah yang diperlihatkan manusia aneh berkerudung itu membuat amarahnya semakin membara. sepasang matanya yang nampak dari luar memancarkan cahaya tajam yang menggidikkan. kemudian sepasang telapak tangannya didorong kedepan. dia seakan akan tak memandang sebelah matapun terhadap si Bere wok berpena baja. Serangan tersebut dilancarkan dengan mempergunakan segenap tenaga dalam yang dimiliki si Berewok berpena baja Tio Ci hui. tanpa mengucapkan sepatah katapun segera bertindak lebih dulu.

Menyaksikan datangnya ancaman."Blaaamm” suatu benturan dahsyat menimbulkan hembusan angin puyuh yang menerbangkan batu serta pasir.com/ yang termaha dahsyat menghantam atas tubuh manusia aneh berkerudung itu. bentaknya dengan penuh kegusaran: "Pembegal yang tak tahu malu.. dia bersusah payah sebelum berhasil berdiri tegak. amarah dalam dada si Berewok berpena baja sudah berkobar. segenap perhatian maupun tenaganya tertuju kedepan. Dalam suasana ini.. tiba-tiba saja. manusia aneh berkerudung itu pun mengayunkan pula telapak tanganya untuk menyambut datangnya serangan tersebut. ketika dua gulung angin pukulan dahsyat saling bertemu satu sama lainnya. maka sekarang dia lantas mengembangkan ilmu pena Ji cap si si Thi pit hoat (dua puluh empat jurus ilmu pena baja) yang amat termashur itu dengan harapan bisa merobohkan musuhnya itu. tiba tiba si Berewok berpena baja meloloskan senjata andalannya dari belakang punggung.. tangan ka nannya diayunkan kedepan. Begitu berhasil berdiri tegak. sebaliknya si Berewok berpena baja Tio Ci hui kena terhantam mundur sejauh tiga langkah dengan sempoyongan. serahkan nyawa anjingmu! Sejak kedua buah pukulannya gagal menimbulkan sesuatu kerugian bagi musuhnya. Sepasang bahu manusia aneh berkerudung itu tampak bergetar sedikit. ujung bajunya berkibar kencang. diam-diam dia merasa gelisah. pena dengan hembusan angin dahsyat segera meluncur kedepan menotok tubuh manusia aneh berkerudung tersebut. dia tahu ilmu silat yang dimiliki manusia aneh berkerudung itu masih setingkat lebih lihay dibandingkan dengan kepandaian silat yang dimiliki Tio Ci hui. rasa ingin menangnya membara amat dahsyat dalam dadanya. dia bertekad hendak mengalahkan .. Suma Thian yu yang menyaksikan jalannya pertarungan itu dari sisi arena dapat melihat keadaan tersebut dengan lebih jelas lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi.

tampaknya dia sudah dapat menebak maksud hati siBerewok berpena baja tersebut. Mencorong sinar tajam dari balik mata manusia aneh berkerudung hitam itu. itulah sebabnya tenaga serangan yang dipergunakan pun amat besar. maka setelah melayang turun kebawah. Dalam teori ilmu silat. setelah tertawa seram tubuhnya melejit keudara untuk menghindarkan dari ancaman tersebut. Bagaimanapun juga. buru-buru dia pergunakan jurus To yu cian hui (membalikkan sayap terbang ke depan) buru-buru melayang tiga kaki ke depan---Begitu berhasil mendesak lawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. buruburu dia melompat keatas sambil melepaskan tusukan dengan pena bajanya. kemudian dari udara sebuah pukulan dilancarkan keatas kepala Si Berewok berpena baja dengan jurus Hu im sip gwat (awan tebal menutupi rembulan). yang menjadi faktor utama adalah mengendalikan musuhnya. kekuatan manusia aneh berkerudung hitam itu sangat berkurang banyak. baik ilmu tenaga maupun dalam Ilmu tenaga luar telah berhasil mencapai puncak kesempurnaan. Jilid 6 . si berewok berpena bajaTio ci hui memang tak malu disebut jagoan lihay didalam dunia persilatan. Maka begitu dilihatnya manusia aneh berkerudung hitam itu menerkam kebawah sambil melancarkan serangan. sekali lagi dia menerjang kearah manusia aneh ber kerundung hitam tersebut. manusia aneh berkerundung hitam itu segera mengayunkan kembali tangannya berusaha untuk merebut posisi yang lebih menguntungkan. Berada ditengah udara.com/ musuhnya. sudah belasan tahun lamanya dia melatih diri dalam permain baja tersebut. si Berewok berpena baja memutar pena ditangan kanannya membentuk lapisan bayangan senjata yang sangat tebal.

. Si Berewok berpena baja dengan mengandalkan pena bajanya memainkan serangkaian serangan berantai untuk mendesak lawannya. lima kaki di sekitar arena diliputi oleh debu dan pasir yang berterbangan memenuhi angkasa. dalam dalam waktu seluruh angkasa seraya dilipati oleh angin puyuh yang dahsyat.Tiraikasih Website http://kangzusi. si berewok berpena baja segera mundur tiga langkah dan kemudian ia menarik napas panjang-panjang danmenghimpun segenap tenaga dalam yang dilatihnya selama puluhan tahun ini keujung senjatanya. Dalam waktn singkat. sepasang telapak tangannya melancarkan serangkaian yang berantai. dalam waktu singkat dia sudah melepaskan tiga buah serangan dahsyat yang kesemuanya menggunakan jurus jurus mematikan. pertarungan tersebut benar-benar merupakan suatu pertarung an yang jarang sekali dijumpai kehebatannya. pertempuran yang berlangsung ditengah arena sudah mencapai puncak keseruanya. Dalam pada itu. bayangan pena yang berlapis-lapis hampir seluruhnya mengurung tubuh manusia aneh berkerudung hitam itu rapat-rapat. Begitu senjata pena baja itu digetarkan kembali ditengah udara.com/ suma thian yu yang menyaksikan jalannya pertarungan dari sisi arenapun tak berani bersikap santai waktu itu. dengan sorot mata yang tajam. sedangkan manusia aneh berkerudung hitam pun memainkan sepasang telapak tangan kosongnya untuk menahan datangnya serangan pena lawan. seluruh arena telah dipenuhi oleh bayangan manusia serta angin pukulan yang menderu deru. kontan saja si Berewok berpena baja kena di desak sampai mundur sejauh satu kaki lebih dari tempat semula. Mendadak terdengar manusia aneh berkerudung hitam itu meraung gusar. Mempergunakan kesempatan itu. maka dia akan membantu setiap saat. dia mengawasi terus jalannya pertarungan dengan harapan andaikan siberewok berpena baja tak sanggup mempertahankan diri.

sebatang pohon siong yang berada dibelakangnya sudah tumbang keatas tanah. tiba-tiba dengan suatu gerakan cepat tangannya menghantam kedepan dadanya si Berewok berpena baja dengan jurus Lip pei thay san (mencabut keluar bukit Thay san. Menanti si Berewok berpena baja menyaksikan datangnya ancaman tersebut. matanya terbelalak lebar dan mulutnya terngangga. sementara tenaga pukulan lawan yang maha dahsyat itu sudah menyambar lwat sisi tubuhnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. ternyata orang yang mendorong tubuhnya kesamping dan menyelamatkan jiwanya tak lain adalah Suma Thian yu. Si berewok berpena baja Tio Ci-hui hampir tidak percaya dengan apa yang dilihat. segulung angin pukulan teah menyambar kedepan.tahu sudah berada dihadapnnya. . sambil memejamkan mata dia menanti saat kematianrya tiba. Siapa tahu disaat yang keritis itulah tiba-tiba terdengar suara bentakan keras menggema yang pecahkan keheningan. seluruh badannya tahu-tahu sudah didorong oleh segulung tenaga lembut yang halus hingga tergeser lima depa kesamping.) Segulung kekuatan yang maha dahsyat bagai hancurnya bendungan. tanpa terasa dia menjerit kaget: "Habis sudah riwayatku kali ini!" Sepasang telapak tangannya segera didorong kedepan. tubuhnya segera melompat kedepan.com/ Merasakan tenaga kurungan yang semakin besar menggencet tubuhnya. untuk menghindar sudah tak sempat lagi. kemarahan manusia aneh itu semakin membara. “Blaam” terdengar benturan suara keras menggelegar memecahkan kesunyian. langsung saja meluncur kedepan dengan kekuatan yang mengerikan. Si berewok berpena baja hanya merasakan pandangan matanya menjadi kabur. lalu seorang pemuda tampan tahu. Si berewok berpena baja Tio Ci-hui menjadi amat terperanjat. mukanya pias seperti mayat.

untuk menjegal dirimu. bukan saja usahanya sia-sia belaka.. dia sendiri malah kena tergetar mundur.Tiraikasih Website http://kangzusi. berapa besarkah kemampuan yang bisa dimilikinya?" demikian dia berpikir.. . menyergap orang.haaah. sementara sepasang matanya yang dingin bagaikan es mengawasi pedang Kit hong kiam yang tersoren dipunggung Suma Thian yu tanpa berkedip..” "Haaaa. buat apa mesti menggunakan cara main sergap?" Ucapan yang amat takabur ini kontan saja membuat si Berewok berpena baja menjadi terkesiap. "Bocah busuk. Seketika itu juga suasana dalam arena berubah menjadi luar biasa heningnya.. "Seorang bocah muda berusia enam tujuh belas tahun. kau pandai sekali menyergap orang... Walaupun sudah dua kali nyawa si berewok berpena baja ditolong oleh Suma Thian yu. hawa pembunuhan dengan cepat menyelimuti wajahnya.haaah. Hmm. inilah saat-saat terakhir menjelang berlangsungnya suatu badai yang amat dahsyat. matanya terbelalak lebar dan mengawasi Suma thian yu tanpa berkedip.... Selama ini manusia aneh berkerudung hitam itu cuma membungkam diri dalam seribu bahasa.com/ Tapi yang paling terperanjat bukan dia melainkan manusia aneh berkerudung hitam itu... Tapi seringkali kenyataan bisa berbeda jauh dengan apa yang diduga dalam harinya. Kontan saja seluruh hawa amarahnya dilampiaskan keatas tubuh Suma Thian yu... siapa tahu dari tengah jalan telah muncul seorang Thia Kau kiai. dengan wajah penuh kegusaran teriaknya. masih bisanya berkata begitu.. dia percaya serangan yang dilancarkannya ba rusan sudah pasti dapat berhasil mengalahkan Tio Ci hui. dia tak percaya kalau bocah tersebut memiliki kemampuan yang amat lihay.. namun sebelum menyaksikan kelihayan dari anak muda tersebut dengan mata kepala sendiri. dia kuatir sianak muda itu akan menderita kerugianbesar.

asal kau sanggup menangkan satu jurus dari sauya. kalau tidak. hari ini sauya ingin merenggut pula selembar nyawamu. tidak sulit jika kau menginginkan pedangku ini. Menyinggung soal pedang Kit hong kiam. dengan mata melotot besar dia segera mencabut keluar pedang Kit hong kiamnya lalu diiringi suara gemerinciug nyaring. tahukah dia kalau pemuda itusedang diliputi oleh amarah yang membara?. Suma Thian yu yang muda dan berjiwa panas tak dapat menahan diri lebih dulu. kemudian pedangnya di putar dengan jurus sin liong jut im (naga sakti keluar dari mega) tampak selapis bunga pedang yang amat menyilaukan . pelan-pelan pedangnya pun diloloskan keluar. Melihat itu. katanya: "Pencoleng berkerudung. Tampaknya manusia aneh berkerudung hitam pun tahu kalau musuhnya bukan sembarangan musuh.com/ Menyaksikan keadaan tersebut. tanpa terasa arak muda itu terbayang kembali paman Wan nya yang dikasihi.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suatu pertarungan yang amat seru pun segera akan berlangsung didepan mata. tenaga dalamnya disalurkan ke dalam lengan kanan. serentetan cahaya tajam kehijau-hijauan memancar ke empat penjuru. Si Berewok berpena baja dapat menyaksikan raut wajah Suma Thian yu penuh diliputi hawa pemenuhan yang sangat tebal. ia tak sanggup mengendalikan dirinya lagi. dia tak berani memandang enteng lawannya. pedang ini tanpa syarat akan kupersembahkan kepadamu. Suma Thian yu nampak sangat gagah dan penuh memancarkan sinar kewibawaan. dia berpekik gusar. cuma harus dilihat dulu apakah kau memiliki kemampuan tersebut. Suma Thian yu segera memecahkan kesunyian itu lebih dulu. Mendadak hawa amarah berkobar didalam dadanya. tanpa terasa manusia aneh berkerudung itu berseru memuji: "Betul-betul sebilah pedang bagus" Berdiri dibawah sinar fajar dengan pedang terhumus.

disusul terdengar pihak lawan tertawa dingin dari belakang. Rasa kagetnya tak terlukiskan dengan kata. Padahal manusia aneh berkerudung hitam itu sudah merasa kalau serangannya dilancarkan dengan cepat dan tepat. ia tak berani berayal.. Tangan kanannya dengan memainkan jurus Hek coa jut tong (ular hitam keluar dari guaj menyergap jalan darah Sian ki niat didalam tubuh Suma Thian yu. baru saja ujung pedangnya hampir menusuk ditubuh lawan. denga ilmu langkah Ciok yiong koan poh ia menyelinap kesamping. mendadak dari sisi badannya terdengar seseorang tertawa nyaring. memakai jurus Hoa sui hong siau (Bunga berterbangan mengikuti angin) ia menyelinap kebelakang tubuh manusia aneh berkerudung hitam itu sambil tertawa dingin.. Khi koan tian hong (bianglala memancar diangkasa).com/ mata langsung menusuk kearah tenggorokan manusia berkerudung tersebut. Sreet! Sreeet! Sreeet! Secara beruntun dia melancarkan tiga buah serangan kilat dengan jurus-jurus Kan kun to cuan (dua berputar balik). "Serangan bagus!" seru manusia berkerudung itu sambil berkelit kesamping. . buru-buru pedangnya dimainkan dengan gencar. tahu-tahu dia sudah kehilangan bayangan dari Suma Thian yu. sambil berpekik nyaring tubuhnya berputar arah. Suma thian yu sudah merasakan desingan angin tajam yang menyambar tiba. tahu-tahu bayangan tubuhnya lenyap tak berbekas. Belum kagi serangan itu tiba. "Sauya berada distni!” Betapa gusarnya manusia aneh berkerudung hitam itu karena merasa dipermainkan.. pedangnya dilancarkan bersamaan dengan gerakan tubuhnya. Tampak bayangan manusia berkelebat lewat.Tiraikasih Website http://kangzusi. pedangnya dengan jurus Ya wan heng tok (sampan kecil menyeberang sungai) membabat pinggang Suma Thian yu. Sementara dia masih tertegun.. Po im kian jit (menyingkap awan melihat matahati).

Bagaikan bayangan iblis yang menempeli lawan. disertai cahaya pedang yang berkilauan dengan cepat mengurung Suma thian yu dalam kepungan kabut pedang. seluruh badannya melejit ketengah udara. dia baru merasa terkejut bercampur girang. buru buru ia salurkan ilmu Bu siang sia kang dari perguruannya kedalam permainan pedang. selapis bunga pedang diciptakan memenuhi angkasa. Yang seorang adalah manusia aneh berkerudung hitam. Makin bertarung Surna Thian yu merasa makin perkasa. pertarungan yang sedang berlangsung benar-benar merupakan suatupertarungan yang amat sengit. Setika itu juga tampaklah dua belah menari-nari diangkasa. ia hampir boleh dibilang tidak melihat apapun. Mendadak dia berpekik nyaring. pedang Kit hong kiamnya menciptakan selapis cahaya tajam yang amat menyilaukan mata.com/ Tampak selapis cahaya bintang yang menyilaukan mata. bahkan mengucurkan peluh dingin baginya. sedang yang lain adalah seorang pemuda berwajah tampan. . selama ini dia amat menguatir kan keselamatan jiwa Suma Thian yu. lalu disertai desingan angin tajam langsung menyapu kedepan. Kecuali dua sosok bayangan manusia yang saling menyambar dibalik kabut pedang yang tebal. cahaya tajam berkilauan memenuhi angkasa. rasa ingin menang hampir menyelimuti seluruh benaknya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Selama ini si Berewok berpena baja Tio Ci hui hanya menyaksikan jalannya pertarungan dari sisi arena. Akan tetapi setelah menyaksikan kelihayan yang dimiliki pendekar cilik ini. dengan cepatnya lapisan cahaya itu mengurung seluruh badan manusia berkerudung itu. manusia berkerudung hitam itu selalu berputar kesana kemari. Sekarang. bunga pedang menyusul kemana-mana. kekiri kekanan mengikuti gerakan dari Suma Thian yu. Suma Thian yu baru merasakan kelihayan lawannya. sekarang dia sudah tak bisa membedakan lagi mana yang Suma thian yu dan mana si manusia berkerudung.

“Bocah keparat ini bertarung hanya mengandalkan pedang Kit hong kiam yang memainkan ilmu pedaog Kit hong kiam hoat. kemudian sepasang bahunya bergerak dan lalu ia melejit ketengah-tengah udara.com/ saat itu mereka berdua sudah bertarung sampai titik keadaan yang paling kritis. bibit bencana tidak ada habisnya”.. seketika itu juga mencorong sinar keraguan dari balik matanya. dia lantas berpendapat bahwa "menghajar ular tidak mati. Kalau dilihat usianya yang muda. kalau ia tidak kubunuh. menanti manusia aneh berkerudung hitam itu sudah kena disambar lepas oleh cukilan pedang Suma Thian yu. Peristiwa ini sama sekali diluar dugaan. ia tidak nyangka kalau kepandaian silat yang dimiliki pemuda itu begitu dahsyat. siapa tahu kkarena pikirannya harus bercabang.. mimpipun manusia aneh berkerudung hitam itu tak menyangka kalau gerakan lawan bisa secepat itu. sudah pasti dikemudian hari akan jadi bibit bencana bagi diriku sendiri. Hal mana segera memberikan peluang baik sekali bagi Suma Thian yu. buru-buru dia melancarkan sebuah bacokan kilat. permainan pedangnya menjadi lamban. Diam-diam dia lantas berpikir." Berpikir sampai disitu.. selapis cahaya pedang memancar keempat penjuru. dalam beberapa lompatan .Tiraikasih Website http://kangzusi. sudah jelas dia merupakan murid dari Wan Liang.. pada hakekat merupakan musuh paling tangguh yang pernah dijumpainya. terlihat lapisan cahaya perak berkilauan dan amat menusuk pandangan. bukankah kejadian ini sangat aneh? Hari ini. tubuhnya melompat kedepan sambil melakukan sebuah sapuan kilat. ternyata ilmu silatnya sepuluh kali lipat lebih hebat dari pada Kit hong kiam Wan Liang. Makin bertarung manusia aneh berkerudung hitam itu semakin ter peranjat. Dengan cepat terlihatlah selembar wajah yang amat tampan sekali muncul dari balik kain tersebut. Dengan pedang Kit hong kiamnya digetarkan keras.

angin pukulan itu sedemikian dahsyatnya se hingga sebatang pohon yang berada dibelakang Suma Thian yu terhajar sampai patah dan roboh ke tanah. semuanya dilakukan dalam waktu singkat. buru-buru Suma Thian yu berseru keras. Tampak serangan tersebut dilancarkan manusia berkerudung itu dalam keadaan gusar.com/ saja dia sudah mencapai puluhan kaki dan lenyap dari pandangan mata. Melihat kesempatan untuk membalas dendam segera akan berakhir. . terlihatlah tiga sosok bayangan manusia secepat sambaran kilat melakukan kejar mengejar. sehingga si Berewok berpena baja Tio Ci hui yang berdiri disisi arena tak sempat melihat jelas paras muka yang sebetulnya dari manusia berkerudung itu. Makin kabur manusia berkerudung itu semakin cepat. diapun dengan perasaan bingung ikut melakukan penge jaran pula dari belakang. melainkan justru karena kain kerudungnya kena disambar hingga terbuka. mereka meluncur cepat ke muka. "Kejar!” Dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya. bagaikan kuda liar dia berlarian tiada hentinya. tiba-tiba Suma Thian yu merasakan ada segulung tenaga pukulan yang menyergap tubuhnya. dia langsung melejit ke depan. ternyata manusia aneh berkerudung hitam itu bukan kabur lantaran kalah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Si Berewok berpena baja yang menyaksikan rekannya melakukan pengejaran. bagaikan tiga gulung asap hitam. Begitu berhasil menyingkap kain kerukdung lawan. Panjang untuk diceritakan. Ditengah pegunungan sepi. Tindakan yang sangat tiba-tiba ini diluar dugaan siapapun. cepat didalam kenyataaan. buru-buru dia miringkan kesamping untuk menghindarkan diri. sejak terjadinya peristiwa kain kerudung yang tersingkap sampai tindak melarkan diri.

dengan gerakan Gi kiong ciu pon (menggeser posisi maju berlangkah) badannya melejit lima depa ke samping. . Dalam keadaan yang amat berbahaya. Suma Thian yu segera ber tindak cepat.. Begitu masuk kedalam hutan. yakni bila bertemu hutan jangan. Suma Thian yu segera mengejardari belakangnya dengan ketat. tiga kaki.. tiga titik cahaya disertai dengan angin tajam. mimpipun dia tak menyangka kalau manusia berkerudung hitam itu bakal melancarkan serangan mematikan seperti ini. Tanpa berpikir panjang lagi Suma Thian yu segera melejit ketengah udara dengan jurus Cing cian tui hong (Comberet hijau mengejar angin) diapun ikut mengejar kedalam hutan. tiga batang pian beracun telah muncul didepan mata. mendadak dia merentangkan sepasang tangannya.. Tiba-tiba terdengar suara bentakan keras bergema dari dalam hutan. Lima kaki. untuk sesaat Suma Thian yu menjadi sangsi. satu kaki. "Aaah. kemudian bagaikan seekor burung elang raksasa. dia segera kehilangan jejak dan dari manusia aneh berkerudung hitamitu..!" serunya kaget.. dengan berpen car dalam posisi segitiga langsung meluncur ke arah Suma Thian yu.. Namun Suma thian yu sama sekali tidak memperdulikan tantangan tersebut. seakan akan mempunyai mata dipunggungnya. dengan kecepatan luar biasa menerebos masuk kedalam hutan. Tampaknya Suma Thian yuskan berhasil menyusul dibelakang tubuh manusia aneh berkerudung hitam itu. Suma thian yu adalah seorang anak mada yang belum berpengalaman. menanti dia sadar akan datangnya bahaya.com/ Sambil menggigit bibir..Tiraikasih Website http://kangzusi. Orang persilatan mempunyai pantangan yang besar. “Sreet! Sreet! Sreet! tiga batang pian terbang telah meluncur lewat dari sisi tubuhnya dan menghajar diatas dahan pohon disebelah kanan.

lalu beberapa batang pohon siong bertumbangan ke atas tanah. "Suma Hiante. suasana didalam hutan tersebut masih tetap senyap tak kedengaran sedikit suarapun. Sambil mendepak-depakkan kakinya keatas tanah dengan gemas.. sejak dilahirkan dari rahim ibunya. rasa kecewa terlintas di atas wajahnya. mereka adalah manusia-manusia laknat yang berhati busuk. Seketika itu juga terdengarlah suara gemuruh yang amat memekikkan telinga dalam hutan tersebut. Serangan yang dilancarkan Suma Thian yu dalam keadaan gusar ini telah disertakan tenaga Bu siang sin kang yang maha dahsyat.com/ Kalau dibilang berbahaya. kehebatannya benar-benar mengerikan sekali.. Dengan cepat ia melejit keudara sambil menerjang kearan mana datangnya sergapan tersebut. Peluh dingin bercucuran membasahi seluruh badan Suma Thian yu.. Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali. sedikit saja meleset bisa mengakibat kan pisau beracun menembusi ulu hatinya. si Berewok berpena baja Tio Ci-hui telah sampai pula ditempat tujuan. Kepada rekannya yang baru tiba itu. belum pernah ia alami kejadian seperti ini. sepasang telapak tangannya didorong ke depan melepaskan sebuah pukulan dahsyat. berbicara .. perbuatan keji seperti apa saja dapat mereka lakukan.. keadaan yang dihadapinya saat itu benar-benar berbayaha sekali. Suma Thian yu bergumam: "Bajingan licik yang berotak anjing. lain kali jika bertemu lagi dengan peristiwa semacam ini. “Sudah kabur!" dia bergumam sambil menghela napas.hitung-hitung nasibmu memang lagi mujur!" Pada saat itulah. Tapi. sementara bayangan tubuh dari manusia aneh berkerudung hitam itu sudah lenyap. tindakanmu melakukan pengejaran tadi sungguh mencemaskan hatiku! Tahukah kau. berada ditengah udara dia berpekik pan jang. Suma Thian yu segera teringat kembali dengan tindakan yang baru saja dilakukan..Tiraikasih Website http://kangzusi.. kontan saja amarahnya berkobar. kau harus berhati-hati lagi" Mendengar perkataan itu.

. "Aaaah.... walaupun hanya sikejap mata. mustahil bisa dia.. “ buru-buru Suma Thian yu bertanya. timbullah perasaan ingin tahu di dalam hati Suma Thian yu. beralis mata lentik. hidung mancung dan mulut lebar. "Berapa besar usianya?” "Antara empat puluh tahunan” "Bagaimanakah tampangnya?" "Bermata jeli. kau tak usah bertanya. Maka dengan perasaan menyesal katanya: "Tadi aku hanya dibikin jengkel oleh keadaan hingga mata gelap. seorang lelaki sejati" "Siapakah dia Tio toako? Siapa yang kau maksudkan?" melihat si Berewok berpena baja bergumam tiada hentinya. namun aku dapat melihat jelas raut wajah orang itu. hidung mancung dan mulut lebar.Tiraikasih Website http://kangzusi. beralis mata lenting. mendadak ia teringat akan sesuatu... sungguh tampan wajah orang itu” “Apa? Kau berhasil melihat jalan raut wajah orang itu? seru si Berewok berpena baja cepat. mungkinkah dia? Si Berewok berpena baja Tio Cihui segera bergumam pelan. segera serunya: “Tio toako. Orang itu bernama besar dan berkedudukan terhormat di dalam dunia persilatan... yaa dia adalah seorang Kuncu.com/ yang sesungguh nya andaikata didalam hutan tadi benarbenar sudah disiapkan musuh dalam jumlah banyak. "Hiante. “Siapakah dia? Tio toako. aku hanya salah bicara saja." "Bermata jeli. lain kali aku pasti akan bertindak lebih hati-hati lagi" Ketika berbicara sampai disitu. dia adalah seorang pemimpin dunia persilatan yang paling dihormati orang selama sepuluh tahun terakhir ini. "Yaaa. bisa jadi dia menderita kerugian yang amat besat." Siapakah dia?" "Bi ku lun (Kun lun indah) Siau wi goan!" . tak mungkin" kembali si Berewok berpena baja Tio Ci hui menggelengkan kepalanya berulang kali.

maka aku telah salah menduga akan dirinya.. Tetapi selang beberapa saat kemudian. dia segera ber tanya dengan wajah tercengang.. bukankah nama tersebut adalah nama yang seringkali di sumpahi dan dimaki-maki paman Wan? Yaa. dia berkata lebih jauh: "Raut wajah Siau Tayhiap mirip sekali dengan orang kau jumpai itu. cepat-cepat ia menjawab: "Aaaah.” sehabis mendengar perkataan dari si Berewok berpena baja. tak mungkin kau akan berhasil menemukan aku orang she Wan" Kejadian itu sudah berlangsung lama sekali. terpaksa si Berewok berpena baja ini harus menyebut juga nama tersebut. Dia merasa seperti pernah mendengar nama itu.Tiraikasih Website http://kangzusi.” “Siau Wi goan? Suatu nama yang amat dikenal. Akhirnya dia teringat. andaikata waktu itu dia berhasil membekuknya. benar” . Suma Thian yu ber pikir terus tiada hentinya.. Ia menyesal mengapa membiarkan manusia aneh berkerudung hitam itu lolos dari pengejarannya. ia berusaha keras untuk menemukan siapa gerangan dia.. bukankah semua kecurigaan tersebut dapat dipecahkan? "Suma hiante. mengapa kau?" Ketika si Berewok berpena baja menyaksikan paras muka Suma Tbian yu berubah aneh. waktu itu ia dan paman Wan baru selesai membenahi gua mereka. darah panas segera mendidih dalam dadanya. tidak apa-apa!" “ Masih sedih?" "Yaa. benar! Paman Wan malah pernah berkata begini: "Siau Wi goan wahai Siau Wi goan! Bagaimanapun licikmu. iapun merasa menyesal.. Maka selapis hawa pembunuhan yang menakutkan dengan cepat menyelimuti wajah Suma Thian yu. Suma Thianyu sedang termenung sambil mutar otaknya keras-keras.com/ Oleh karena anak muda itu mendesak terus menerus.

terutama sekali rahasia antara paman Wan dengan Siau Wi-aoan. tentu saja dia tak dapat meraba jalan pikiran dari sianak muda itu. Apa lagi kalau didengar dari ucapan si Berewok berpena baja Tio Cu hui terhadap Siau Wi goan mendekati rasa hormat yang berlebihan. jangan kita biarkan mereka lolos. lain kali bila kitasampai menemukannya kembali. Bagian Ketujuh Perusahaan Sin Liong piaukiok terletak diujung jalan Heng yang dalam kota Heng ciu. dia merasa antipatik yang diperlihatkan bisa mencurigai orang itu. ia kuatir tindakannya yang kelewat terburu-buru justru akan ditertawakan orang. disisi pintu gerbang berdiri sepasang patung singa batu yang berat nya mencapai puluhan ribu kati. Dengan nada menghibur. kebanyakan akan berkunjung keperusahan Sin liong piaukiok untuk menyambangi cong piauiaunya "Mo im sin liong” (naga sakti penggosok awan) Wan Kiam Cu. .com/ Dia tak ingin membocorkan rahasia tersebut. mengendusnya pelan-pelan dan jalan mengikuti si berewok berpena baja. dinding pekarangannya terbuat dari batu hijau. Setiap orang orang persilatan yang datang di kota Heng ciu. mari kita pergi sekarang” Suma thian yu segera menyarungkan kembali pedangnya kedalam sarung. dia lantas berkata: "Adikku. bahkan akan mempersulit usahanya untuk membongkar perbuatan jahat yang dilakukan Siau Wi goan. biarkan saja pencoleng itu kabur.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian ia memetik sekuntum bunga. bangunannya menempati areal tanah seluas puluhan hektar. Tentu saja alasan yang terutama adalah karena dia belum memahami secara keseluruhan akan rahasia tersebut. Si Berewok berpena baja Tio Ci bui belum lama berkenalan dengan Suma Thian yu.

Mo im sin liong Wan Kiamcu saksikan adik angkatnya si Berewok berpena baja Tio Ci hui berdiri didepan pintu dengan wajah sedih dan murung. suruh datang kemari.com/ Seakan-akan siapa saja yang bisa berkunjung ketempat itu. sampaikan padanya setelah menyelesaikan urusan. tak sempat minta maaf kepada tamunya lagi.. Ko im sin liong Wan Kiam ciu merasa girang sekali. Tio piautau telah kembali!” Mendengar si adik angkatnya telah pulang. dengan terkejut Mo im sin liong Wan Kiamciu melompat bangun.Tiraikasih Website http://kangzusi. benar.. Buru-buru dia menegur: "Hiante. Karena itulah mereka bersama sama ikut memburu keluar pintu gerbang. segera serunya: "Ehmm. . Mendengar perkataan itu. beritahu kepadanya sepanjang jalan dia tentu amat lelah. rasa sedih yang tibatiba mendekam perasaannya membuat ia tak bisa mngendalikan diri lagi. sebenarnya apa yang telah terjadi?" Berjumpa kakak angkatnya.. buru-buru dia lari keluar. dia datang hanya ditemani orang pemuda. Ia segera memeluk saudara angkatnya dengan air mata berlinang. tiba-tiba dari luar pintu muncul anak buahnya yang segera memberi laporan: "Cong piautau.” "Apa?" mendengar 'aporan itu. Para ramunya yang menjumpai kejadian itu segera tahu kalau disana telah terjadi suatu peristiwa. maka sekeluarnya dari sana maka kedudukkannya akan terasa lebih tinggi dan terhormat.. Hari itu... Tio piautau pulang sendirian. oh yaa. ketika cong piautau Mo im sin liong Wan kiam ciu sedang berancang-bincang dengan seorang tetamu yang datang ber kunjung. buru-buru orang itu berseru lagi: “Lapor cong piautau. dibelakangnya mengi kuti seorang pemuda berwajah tampan. tak sepatah katapun yang bisa diucapkan. Begitu sampai didepan pintu. si Berewok berpena baja merasa bagaikan bertemu sanak sendiri.

mereka telah gugur semua ditangan musuh” Dia lantas menceritakan semua kisah kejadian itu dengan jelas.com/ Melihat itu. apakah barang kawalanmu dibegal orang?" Si Berewok berpena baja manggut-manggut tanpa menjawab. Mo im sin liong wan Kiam cie menunjukkan pula rasa sedih yang tebal. kau sudah lelah. cepatlah rawat lukamu. Kemudian sambil menjura ke arah Suma Thian yu. yang lebih tak beruntung lagi. “Toako. Pelan-pelan Si Berewok berpena baja mendongakkan kepalanya. bisa diambil bisa pula dilepas. Suma Thian yu yang berdiri dibelakang Si Berewok berpena baja Tio Ci hui diam-diam merasa kagum sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. “Hiante. lanjutnya: .. ternyata tak mampu melindungi barang kawalan tersebut. Wan Kiam ciu baru berkata. lalu dengan mata merah katanya sedih. aku sudah tahu.. Sampai lama kemudian. kemudian baru pelan-pelan menceritakan kisah tersebut kepadaku” Cong piautau dari perusahaan Sin liong piau kiok memang seorang lelaki yang hebat dan berjiwa besar. butiran air mata tampak mengembang dalam kelopak matanya. aku telah membuatmu susah selama ini. Tio Ci hui tak dapat membendung air matanya lagi. "Tidak mengapa" hibur Wan Kiam ciu cepat. siaute tak becus.. "sebagai seorang lelaki kita harus dapat menghadapi setiap perubahan. Selesai mendengar laporan tersebut. tapi dia masih berusaha keras untuk menahannya agar jangan meleleh keluar. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera berkata lagi: "Hiante. ketika berbicara tentang ketiga belas saudara yang tewas. kau harus lebih mengutamakan kesehatan badanmu. beristirahatlah dulu.

.. Cong. seorang pegawainya telah lari mendekat sambil berteriak: “Aduuh celaka. mendadak ia mendengar suara hiruk pikuk dari luar... setelah cong piautau memerintahkan orang untuk mengatur para tamu untuk tidur. siauhiap tentu merasa lelah bukan. terima kasih banyak atas bantuanmu.. sepasukan kereta barang telah hilang. sambil mengulapkan tangannya dia berseru: . Keesokan harinya. Mo im sin liong Wan Kiam ciu tidak menghalanginya untuk menangis. Cong piautau panji duka cita dicuri orang. tapi dia masih berusahau untuk mempertahankan ketenangannya.... silahkan mengikuti Tio hiante masuk kedalam untuk beristirahat!" Saking terharunya si Berewok berpena baja melelehkan air mata dengan deras.. ketika Mo im sin liong Wan Kiam ciu sedang berada dalam lamat-lamat tidur. tentu saja dia rikuh untuk pergi beristirahat. Baru saja dia akan melangkah keluar dari kamar.akhirnya ia tertunduk dengan sedih. titik air mata jatuh bercucuran membasahi seluruh wajahnya. dengan membawa perasaan sedih dia berjalan masuk keruang da lam.Tiraikasih Website http://kangzusi. naikkan bendera berduka cita!” Bendera berduka cita merupakan bendera yang dinaikkan untuk mengenang para piaucu yang tewas.. Diam-diam Mo im sin liong Wan Kiam merasa tertegun.com/ “Suma Siauhiap. dia mengurung diri dalam kamar baca dan berjalan mondar mandir semalaman suntuk dengan perasaan sedih. sebelum berlalu. setiap kali ada yang jatuh korban dalam setiap perjalanan. Tiga belas saudara telah gugur.. Wan kiam ciu segera tersadar kembali dari tidurnya. "Turunkan bendera perusahaan. cong piautau pasti akan memerintahkan sang kasir untuk mengganti bendera perusahaan dengan bendera segitiga pertanda duka cita Malam itu seluruh perusahaan berada dalam suasana hening. pesannya kepada kasir.

Tatkala semua orang menyaksikan cong piautaunya munculkan diri. pelbagai pikiran serasa berkecamuk didalam benaknya. Saat itulah. sorot mata semua orang ditujukan kearahnya dan setiap orang membungkam diri dalam seribu bahasa. diantaranya terdapat pula jago-jago persilatan yang kebetulan berkunjung kesana. Mo im sin liong wan Kian ciu melakukan perondaan ke seluruh lapangan. di pucuk tiang bendera itu telah sebatang anak panah. mundurlah dulu” Menanti piausu yang bernama Sim Hui lam mundur. Mo im sin liong wan Kiam ciu mendongakkan kepalanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. katanya sambil tersenyum: “Sim suhu. benar juga. Melihat itu. Dengan senyuman getir menghiasi wajahnya." Sepeninggal pegawainya. seorang kakek munculkan diri dari kerumunan orang banyak dan berjalan menuju kehadapan Wan Kiam ciu. kemudian baru berkata dengau suara lantang: "Saudara sekalian. setelah memberi hormat katanya: "Lapor cong piautau. pagi tadi ketika Hui lam keluar hendak menaikkan bendera.com/ "Pergilah kau! Aku akan segera menyusul. berkat .. sementara diujung tiang bendera telah ditemukan sebatang panah. suasana menjadi hening. ia tidak habis mengerti siapa gerangan manusia aneh berkerudung hitam itu? Mengapa pula mereka bermusuhan dengannya? Tatkala Mo im sin liong Wan Kiam ciu tiba ditengah lapangan.. silahkan congpiau memeriksanya" Mendengar laporan itu. Mo im sin liong Wan kiam ciu pelan-pelan berjalan ketengah arena dan manggut-manggut kepada setiap orang yang dijumpainya. sejak didirikan hingga kini perusahaan kita sudah bercokol selama dua puluh tahun lamanya. ditengah lapangan sudah penuh kerumunan ratusan orang pegawai dan puluhan orang piausu. tiba-tiba dijumpai panji duka cita itu sudah hilang. Mo im sin liong Wan Kiam ciu mendongakkan kepalanya dan menghela napas panjang.

akhirnya aku berhasil menarik dua kesimpulan" Berbicara sampai disini. kedua melanjutkan usaha ini sambil menantikan perubahan selanjutnya" begitu ucapan tersebut diutarakan. mana mungkin kita bisa turun tangan untuk melacaki jajaknya? Setelah lohu berpikir keras semalaman suntuk. bencana tidak jalan sendiri. sambungnya lebih jauh: "Benar! Mereka adalah sekawanan pencoleng berkerudung hitam. kemarin panji duka cita juga dicuri orang. dia berhenti sejenak untuk memandang orang-orang yang berada dihadapannya.com/ bantuan dari saudara sekalian. mendadak terdengar seseorang berseru keras." Ketika berbicara sampai disitu. sebab ia sendiripun tidak tahu harus memilih yang manakah diantara kedua macam gagasan tersebut. ada yang setuju gegasan pertama ada pula yang menyetujui gagasan kedua. “Kalau begitu pembegal itu berkerudung?”. mendadak terdengar seorang pemuda berseru dengan lantang: . suasana menjadi gempar. perusahaan kita baru berhasil mencapai sedikit kemajuan seperti hari ini. untuk sesaat suasana menjadi kacau balau tak karuan. lohu yakin tak pernah menyalahi sobat sobat dari dunia persilatan. kita masih belum mengetahui dengan jelas siapa gerangan musuh kita tersebut. tanpa kita ketahui siap mereka. Mo im sin liong sama sekali tidak melakukan tindak pencegahan apa-apa. Pelan-pelan Mo im sin liong wan Kian ciu mengangguk. setelah itu sambungnya lebih jauh: "Pertama kita tutup pintu perusahaan untuk mencari jejak pencoleng. yang patut disesalkan hingga kini. siapa tahu berapa hari berselang barang kawalan kita dibegal orang. rejeki tidak tiba berbareng. masing masing saling berbisik membicarakan persoalan itu. Ditengah suasana yang hiruk pikuk.Tiraikasih Website http://kangzusi. jelas hal ini merupakan suatu pembicaraan dan suatu tantangan buat kita.

bibir yang kecil dan mata yang jeli. apakah kau berniat untuk menggajak kami bergurau? Atau mentertawakan kami yang tak mampu naik ke atas?" Mendengar ucapan tersehat. Suma Thian yu segera berpaling. ia mendongakkan kepalanya lalu membungkam dalam seribu bahasa. serentak semua orang berpaling kearah pemuda itu. Tiba-tiba terdengar Mo im sin liong Wan Kiam ciu menegur keras: . kulit tubuhnya putih halus. Ternyata dari tepi arena berjalan keluar seorang gadis berbaju hijau yang cantik rupawan. lalu tanyanya dengan suara lembut: "Siauhiap. Boleh dibilang dia adalah seorane gadis yang cantik rupawan. membuat Suma Thian yu menjadi tertegun dan lupa untuk menjawab.Tiraikasih Website http://kangzusi. usianya enam belas tahun. Mendadak dari tengah arena berkumandang suara teguran yang amat merdu: "Siauhiap. mukanya bulat telur dengan hidung yang mancung. Mo im sin liong wan Kiam ciu menjadi tertegun. rasanya tidak sulit untuk mengetahui siapakah musuh kita itu" Mendengar perkataan itu. tapi dengan cepat ia menjadi tertegun.com/ "Harap saudara sekalian sedikit tenang!" Suara yang menggeledek itu kontan saja membuat suasana dalam arena berubah menjadi tenang kembali. apakah kau mempunyai suatu pendapat?" Suma Thian yu segera menjura. Ternyata pemuda itu tak lain adalah Suma Thian yu yang diajak datang bersama si Berewok berpena baja Tio Cihui kemarin. Perlu diketahui tiang bendera itu tingginya paling tidak mencapai dua puluhan kaki bukan suatu pekerjaan yang sudah untuk memanjat naik ke puncak tiang setinggi itu. Mo im sin liong Wan Kiam ciu memperhatikan Suma Thian yu sekejap. kemudian sambil menuding kearah tiang bendera itu katanya: “Asal panah tersebut dapat kita ambil.

.. lupakan saja persoalan hari ini. "Haaahh.. terdengar Mo im sin-Iiong telah menukas sambil tertawa.... ilmu silat memang melupakan suatu kepandaian yang harus dipacu untuk maju. tak heran kalau kecantikannya bagaikan bidadari dari kahyangan" Maka dia lantas menjura kepada nona itu sembari berkata: "Nona telah salah paham... dari mana kau bisa tahu kalau dengan mengambil panah tesebut maka kita akan mengetahui siapakah musuh kita itu?” “Aku hanya berpendapat demikian. apalagi kesempatan sebaik ini juga sukar ditemukan. aku hnya bermaksud baik saja" "Hmmm! Maksud baik?” nona itu menggigit bibirnya kencang kencang... jangan kurangajar!" Dengan cepat Suma Thian yu menjadi tersadar kembali. Menyaksikan semua orang merasa keheranan. Belum habis dia berkata.Tiraikasih Website http://kangzusi. semua orang tidak tahu rencana apakah yang terselip di balik kesemuanya itu? Setiap orang dengan wajah keheranan bersama-sama menunggu ia melanjutkan kembali kata-katanya.. mengapa kita tidak manfaatkan kesempatan ini untuk menyelenggarakan suatu perlombaan untuk memperebutkan panah? Selain sebagai hiburan juga untuk mengendorkan pikiran yang sudah penat dan lelah! ..haahh.haahh apakah kalian keheranan?” “Kalian pasti mengira lohu sedang mencari gara-gara dalam suasana seperti ini bukan?” jangan curiga.. Kontan saja semua orang dibikin kebingungan setengah mati. karena.com/ "Anak Lan. "tolong tanya. "Saudara sekalian. segera pikirnya: “Ternyata dia adalah putri kesayangan dari Wan cong piautau. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera tertawa terbahak-bahak. mengapa tidak kita gunakan kesempatan ini untuk menggunakan suatu perlombaan?” Secara tiba-tiba Mo im sin-Iiong Wan Kiam cui mengucapkan perkataan itu apalagi dalam suasana seperti ini.

. Suma Thian yu duduk bersama dengan si berewok berpena baja Tio Ci hui. ternyata apa yang dipikirkan Mo im sin liong Wan Kiam ciu telah memerintahkan pegawai pegawainya untuk membereskan lapangan. semua orang segera bersorak sorai dengan gembira. maka dalam hati kecilnya dia lantas berpikir: "Jangan jangan dia mencurigai Suma siaute? Kalau tidak. dengan suara lirih si Berewok berpena baja Tio Ci hui segera berbisik kepada Suma Thian yu: "Hiante. mungkin ia sudah mengetahui kalau ada musuh yang telah menyelundup dibalik kawanan manusia yang hadir sekarang?” Si Berewok berpena baja Tio Gi-hui memang tak malu disebut sebagai seorang jago kawakan dalam dunia persilatan. kelewat menunjukkan kelihayanmu hanya akan menuncing rasa dengki orang lain" Si Berewok berpena baja Tio Ci hui hanya bisa berkata demikian. mustahil dia bisa melakukan perbuatan semacam ini dalam suasana dan keadaan semacam ini. Tak selang berapa saat kemudian. berhati-hatilah dalam pembicaraan maupun gerak gerik” "Kenapa?" tanya pemuda itu keheranan. Setelah duduk. selama berada disini. karena dia sendiripun tidak mengerti apa maksud yang sebenarnya dari kakak angkatnya itu. "Kau harus tahu.. dia cukup mengetahui watak dari kakak angkatnya ini. menyiapkan meja per jamuan dan memerintahkan koki untuk menyiapkan hidangan dan arak. sedangkan dia bersama putri kesayangannya duduk di meja utama disebelah timur. Buru-buru Mo im sin liong mempersilahkan para tamu untuk duduk. Hanya siberewok berpena baja Tio Gi-hui seorang yang memandang Wan Kiam ciu sambil termangu-mangu. .Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ "Bagus sekali!” mendengar usul itu. yang tersisa hanyalah tanah lapang seluas lima kaki dengan tiang bendera itu sebagai pusatnya. sekeliling lapangan sudah dipenuhi oleh meja kursi..

" Ucapan tersebut mempunyai arti yang mendalam. sambil menjura orang itu berseru: Cong piauiau. tetapi belum pernah naik pangkat. mari kita keringkan secawan arak. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera mengangkat cawannya sambil bangkit ber diri. setelah memberi hormat katanya: "Sobat darimanakah yang ingin memberi petunjuk kepadaku?" Sim Hui lam merupakan seorang piausu yang paling sombong dan tinggi hati dalam perusahaan tersebut. Sambil menggulung bajunya dia menuju ketengah arena. . maka begitu ada kesempatan untuk memamerkan kepandaiannya. beberapa orang diantara mereka yang berperasaan tajam segera dapat menangkap maksud lain dibalik ucapan tersebut. lohu selain ingin menyelenggaraan permaian perebutan anak panah. sebab itu banyak orang yang tak senang kepadanya.com/ Setelah semua orang duduk dan hidangan di keluarkan. namun dihari-hari biasa dia sering membentak-bentak anak buahnya atau mendamprat anak buahnya dengan kata kasar. perusahaan kami tak pernah menerima kunjungan kunjungan yang begitu banyak dari tamu-tamu agung seperti hari ini. Selesai berkata. kemudian kepada semua orang serunya. walaupun dia cuma seorang jagoan dari kelas dua. Sudah banyak tahun dia bekerja dalam perusahaan. tentu saja dia tak akan melepaskan kesempatan tersebut dengan begitu saja. akupun ingin sekali menyaksikkan saudara sekalian bisa memberikan pertunjukan yang menarik. masingmasing lantas membicarakannya dengan suara berbisik-bisik. siauloji akan turun kearena paling dulu. “Saudara sekalian. Mo im sim liong segera meneguk habis isi cawannya. Dalam waktu singkat.Tiraikasih Website http://kangzusi. Ternyata orang itu adalah piausu Sim Hui lam. adapun didalam peryelenggaran pertemuan ini. kemudian memandang sekeliling tempat itu sambil menantikan reaksi. dari meja sebelah barat telah berdiri seseorang.

semua orang segera berbisik membicarakan persoalan itu. Bagaimanapun juga kalau orang orang dari kelas dua yang sedang melakukan pertunjukan. Aku she Kang bernama Pun san. padahal bagi orang yang ahli." kata Sim Hui lam sambil menjura. sayang tak seorangpun yang menampakan diri. biar aku saja yang menemanimu bermain beberapa gebrakan. bagaimana kalau Hui lam mainkan serangkai ilmu pukulan saja untuk menghibur para tamu?" “Belum sempat Mo im sin liong menjawab..com/ Begitu sampai ditengah arena. silahkan Sim suhu memberi petunjuk" “Kalau begitu maaf... pertarungan mereka meski nampaknya tegang dan seru." Sim Hui lam segera berpaling.Tiraikasih Website http://kangzusi. hal ini lebih baik lagi" Lelaki setengah umur itu menjura untuk membalas hormat. sesorang telah melayang turun ketengah arena. dengan cepat dia memutar badannya menghindar.. ternyata orang itu adalah seorang lelaki setengah umur yang berbaju perlente. Dengan jurus Hek hou tou sim (harimau hitam mencuri hati) mendadak kepalan kanannya disodokkan ke perut si Tikus bersayap Kang Pun san.. Melihat tiada orang yang menanggapi tantangannya itu. pertarungan itu ibaratnya perkelahian anak kecil sedikitpun tidak menarik hati. kemudian dengan jurus Hay see sian sian (membunuh ular didasar laut) ia balas menumbuk jalan darah Tay yang hiat ditubuh Sim Hui lam. dia menjadi rikuh sendiri.. "Tolong tanya siapakah nama saudara? Kalau kau bersedia untuk bermain beberapa geb rakan. . lalu sahutnya. kemudian sahutnya: "Tidak perlu. sekilas pandangan saja dapat diketahui kalau dia adalah tamu yang berkunjung semalam. dan akhirnya sambil menjura kepada Cong piautaunya dia berkata. “Cong piautau. buru buru dia menjura sambil bertanya. Kang Pun san tertawa nyaring. orang persilatan menyebutku sebagai Cha gi sui (tikus bersayap).

tampaknya seperti lagi menunggu orang kedua terjun kearena. pertarungan ini hanya terbatas sampai saling menutul... ayah! Cepat suruh mereka berhenti. Agak mendongkol juga Wan Pek lan menjumpai sikap orang tua itu." Baru saja ucapan gadis tersebut selesai diucapkan. . sama sekali tak ada gunanya.. Si tikus bersayap Kang Pun san tertawa tergelak-gelak seraya bsrseru: "Maaf. tubuhnya roboh ketanah. buru-buru serunya kepada ayahnya: “Ayah. jangan sampai membuat kesalahan dengan tamu. Sikap kekanak-kanakan semacam itu sungguh menggelikan sekali...Tiraikasih Website http://kangzusi.?” "Baik!" sahut Mo im sin liong Wan Kiam ciu sambil mengangguk.. maaf. kemudian bagaikan burung merak membentangkan bulu-bulunya.. .." Wan Pek lan bersorak gembira. putri kesayangan Mo im sin liong wan Kiam ciu yang berada disamping ayahnya segera tertawa. dia berdiri ditengah arena dengan kepala di angkat dada dibusungkan. mukanya pucat dan peluh dingin jatuh bercucuran dengan derasnya.!" "Bagaikan seorang pemenang yang hebat. mendadak terdengar Sim Hui lam yang berada ditengah arena menjerit kesaki tan: "Aduuuuh.. “Huuh." Kemudian sambil memegangi perut sendiri. "cuma ingat.com/ Wan Pek lan.. dia melayang turun ditengah arena...pada hekekatnya seperti tombak melawan tombak mainan.. jangan membuat perusahaan kita betul-betul sampai kehilangan muka. bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dia melesat ketengah udara.. bagaimana kalau Lan ji yang turun kearena untuk membereskan dia.. serunya.

takabur dan berlagak sok tentu saja tak mungkin baginya untuk mengundurkan diri dengan ketakutan. agaknya dia sudah bersiap siaga menghadapi lawan. dengan watak Kang Pun san yang sombong.com/ Gerakan tubuhnya indah dan lincah. Wan Pek lan berdiri dingin arena.. lama sekali mulutnya yang tertawa belum juga dirapatkan. sepasang matanya sampai menyipit karena senyuman yang kelewat tebal diwajahnya. melihat sikap lawan. segera disambut oleh para jago dengan tempik sorak yang gegap gempita. Dengan gerakan Kim ki tok lip (ayam emas berdiri disatu kaki).. harap tayhiap suka banyak mencari petunjuk" Semenjak menyaksikan ilmu meringankan tubuh nona Wan yang lincah dan cepat tadi. diapun memasang kuda-kuda yang rendah dengan sepasang kepalan disiapkan didepan dada. dia menyambut dengan suara agak tergagap. diam-diam si Tikus bersayap Kang Pun san telah merasa gelisah sekali. "Silahkan!" . Sesungguhnya nona Wan merasa muak sekali terhadap kawanan manusia yang sok berjual lagak seperti ini. kemudian sambil tertawa dia berkata kepada si Tikus bersayap Kang Pun san: "Kang tayhiap. dalam hatinya merasa girang sekali." Sembari berkata. Tapi. dia sengaja berdiri seenaknya sambil berkata dengan suara dingin. kejadian ini benar-benar merupakan suatu keberuntungan buat aku orang she Kang. dia harus menghadapi kenyataan tersebut sambil menggertak gigi. diam diam dia mengeluh didalam hati. terutama setelah mendapat tantangan. Maka setelah balas memberi hormat. boanpwee ingin sekali memohon petunjuk beberapa jurus darimu.. “Aku orang she Kang beruntung dapat berkenalan dengan nona. Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang menyaksikan gerakan tubuh puterinya amat indah sehingga mendapat pujian dan tepuk tangan orang banyak. bagaimanapun juga.Tiraikasih Website http://kangzusi.

sementara tangan kanan mem babat payudaranya."Buk!" badan nya terjatuh keras keras diatas tanah. sampai lama sekali ia belum juga bisa merangkak bangun. “Maaf aku orang she Kang akan menyerang dulu" Dengam jurus Ji yan jut ciau (burung walet keluar sarang). Pada dasarnya Kang Pun snn cuma seorang manusia kelas tiga. kemudian secara tiba-tiba ia membentak keras: “Roboh kau!” Tampak sepasang lengannya diayunkan kemuka secepat sambaran petir. lagi pula jarang sekali berkelana didalam duuia persilatan. seluruh badannya mencelat sejauh satu setengah kaki lalu. maka menyerang payudara anak gadis merupakan suatu pantangan yang besar. nona Wan menjura ke empat penjuru... kontan saja menjadi marah-marah sambil menyumpah. Pada saat itulah. kemarahannya kontan memuncak. kontan saja si tikus bersayap seakan-akan benar-benar be tumbuh sayapnya. Tapi kawanan jago berpengalaman yang menyaksikan kejadian itu.. menyusul kemudian tampak seseorang menampakkan diri dengan berjumpalitan ditengah udara. lalu mengulumkamkan senyuman manis dan merayu. terutama seorang pria berhadapan dengan wanita. ditengah sorak sorai tersebut. dengan perasaan marah yang berkabar dia berseru pula.. Tempik sorak yang gegap gempita kembali berkumandang diseluruh angkasa.. Bagaikan anjing budukan yang baru terserang penyakit parah..Tiraikasih Website http://kangzusi. Bertarung melawan orang. kepalan tangan kiri menekan kedada lawan. sepasang matanya mengawasi ancaman tersebut lekat-lekat. kemudian meayang .. mendadak terdengar suara panjang yang menyakitkan telinga menggema dari meja sebelah barat. dalam gelisahnya ia sudah melupakan pantangan tersebut.com/ Si Tikus bersayap Kang Pun san pun merasa amat mendongkol menyaksikan sikap menghina dari nona Wan... Terlebih-lebih nona Wan sendiri.

apalagi kesempatan macam ini jarang kita jumpai. memelihara jenggot hitam dan berdandan sebagai Busu.com/ turun tepat lima enam langkah dihadapan nona Wan. sengaja datang untuk memohon petunjuk dari nona. . Begitu turun ke arena. harap Tan tayhiap sudi memberi muka padaku" Ban hoa kiam Tan Sim adalah adik seperguruan dari It ci hoa kiam (pedang satu huruf bunga) Yu Liang Gi. berperawakan setinggi enam depa. aku lihat lebih baik kita beradu tangan saja" Mendengar ucapan tersebut nona Wan termenung sejenak.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia segera meujura sambil memperkenalkan namanya: "Aku adalah Ban Hoan kiam (pedang selaksa bunga) Tan Sim dari Thiam cong pay. tapi begitu mendengar orang itu menggunakan nama Thiam cong pay untuk menakut nakuti orang. wataknya memang tidak menentu terutama sifat ingin menang. lama sudah boanpwe mengagumi hal itu. segera tanyanya dengan cepat: "Kau hendak beradu senjata? Ataukah beradu tangan kosong belaka?" "Kedua duanya sama saja" sahut Ban hoa kiam Tan Sim dari Thiam cong pay sambii tersenyum. ternyata dia adalah seorang lelaki berusia tiga puluh tahun. seketika itu juga hatinya jadi tak senang kembali. oleh karena itu boanpwe berharap bisa meminta petunjuk dalam ilmu pedangnya saja. sebiiah pedang tersoren dipunggungnya. dan baru berkata: "Sudah lama kudengar pihak Thiam cong pay termashur di dunia persilatan karena ilmu pedangnya. "toh tujuan dari pertandingan silat yang di selenggarakan ayahmu hari ini hanya bertujuan untuk menghibur hati. Nona Wan mencoba untuk memperhatikan pendatang itu." Ketika Nona Wan menyaksikan potongan wajah orang ini tidak memuakkan. rasa mendongkolnya seketika hilang separuh.

.. segera sahutnya: "Senjata tak bermata. seandainya nona terjadi apa apa. Melihat Mo im sin liong telah memberikan persetujuannya. jika boanpwee sampai menderita cidera.. hal itu merupakan kesalahanku sendiri yang belajar silat tak becus. mana mungkin aku bakal menyalahkan Tan tayhiap? Harap kau jangan menampik keinginanku ini." Tidak menunggu dia menyelesaikan kata-katanya. tampak cahaya putih memancar Keempat penjuru dan amat menyilaukan mata.. tak urung kedua belah pihak mungkin akan menderita luka. kemudian sambil . serentak semua orang berteriak memuji. karena sehabis mendengar ucapan tersebut. "Criiing!" berbareng dengan dilolosnya senjata tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Tentu saja Wan Kiam ciu segera manggut-manggut sambil tersenyum tanda setuju. paras mukanya ikut pula berubah-ubah. Wan cong piautau seperti meminta persetujuannya. kesemuanya ini membuat Ban hoa kiam Tan Sim merasa senang sekali. Ban hoa kiam Tan Sim segera berpaling kearah Mo im sin liong Wan Kian ciu." Ucapan dari nona Wan itu amat tepat dan beralasan sekali.com/ Mendengar sanjungan dari nona Wan. pelan-pelan Ban hoa kiam Tan Sim meloloskan pedang nya dari sarung.. Nono Wan sendiri hanya meloloskan pedangnya dengan suatu gerakan yang sederhana. tapi sekejap mata kemudian kabut pedang itu tahu-tahu lenyap tak berbekas. dengan cepat nona Wan berseru kembali: "Dalam suatu pertarungan. Sekali lagi para jago yang menyaksikan demonstrasi itu bersorak sorai memberikan tepuk tangan yang ramai. hatinya menjadi gembira. Melihat itu. pedangnya segera digetarkan ketengah udara menciptakan selapis cahaya pedang yang amat tebal. "Sebilah pedang bagus!” Ban hoa kiam Tan Sim makin gembira hatinya karena dipuji orang banyak.

Oleh karena itu. mungkinkah dia sanggup menghadapi kelihayan dari seorang jago pedang kenamaan? Sementara itu pertarungan ditengah arena sudah mulai berkobar. membuat perhatian semakin menebal. hiante mengapa kau mesti terburu napsu?" sahut sipena baja bercambang Tio Ci hui dengan suara lirih. Tindakan Suma Thian yu yg begitu menaruh perhatian terhadap nona Wan kelihatan amat menyolok. bagai manakah kepandaian ilmu pedang yang dimiliki nona Wan. . Si pena baja bercambang Tio Ci hui melirik sekejap kearah sipemuda itu. Suma Thian ya yang duduk disamping Si pena baja bercambang Tio Ci hui bertanya dengan suara lirih: “Tio toako.Tiraikasih Website http://kangzusi. nona Wan dengan menggunakan jurus Cay hong tian ci (burung hong mementang sayap) melepaskan sebuah tusukan mendatar keatas jalan daran Hoa kay hoat di tubuh Ban hoa kiam Tan Sim. terutama beberapa puluh tahun belakangan ini.. diantaranya nama It ci hoa kiam Yu Liang gi paling termashur.?” "Pertunjukan bagus segera akan berlangsung. Kontan saja Suma Thian yu merasakan wajahnya berubah menjadi merah padam dan panas sekali. mungkinkah secara diam-diam sianak muda itu telah jatuh cinta kepada sinona? Tidak! Perlu diketahui. Suma Thian yu segera menarik kesimpulan kalau adik seperguruan dari Yu Liang gi ini pastilah seorang jago yang cu kup lihay pula. buru-buru dia mengalihkan kembali perhatiannya ketengah arena. Dalam nada itu. kemudian tertawa: Orang bilang: Cinta yang mendalam. partai Thiam cong pay ketika itu amat termashur karena ilmu pedangnya yang lihay.com/ menggenggam pedangnya ia turut menikmati demonstrasi Ban hoa kiam Tam Sim yang sedang kegirangan itu. padahal nona Wan begitu lemah gemulai. boleh dibilang banyak sekali jago lihay dari pihak Thiam cong pay yang bermunculan.

.Tiraikasih Website http://kangzusi.. ia segera tertawa dingin. Jilid 7 : Dewi burung hong Wan Pek lan “SUATU SERANGAN yang amat baik!" Mendadak kaki kanannya mundur kebelakang lalu menyelinap kesamping meloloskan diri dari tusukan lawan... maka sewaktu musuhnya beikelit. jurus serangan pertama dilancarkan nona Wan tersebut pada hakekatnya merupakan suatu pancingan terhadap mu suhnya. kemudian pedangnya dengan jurus Bei lui cut hong (bunga mawar baru mekar) pedangnya secepat sambaran petir menusuk jalan darah Ki kiat dan Kian li hiat ditubuh nona Wan. Melihat datangnya ancaman tersebut. Sreeeet! Sreeeeet! Sreeeet!" angin serangan yang tajam bagaikan amukan ombak samudra serentak menggulung ke atas tubuh nona Wan. tentu saja bukannya manusia sembarangan. melihat datangnya ancaman tersebut. tibatiba ujung pedangnya berputar memainkan jurus Ji lay ciang tiau (Ji lay menaklukkan rajawali) untuk menusuk ketubuh lawan secepat kilat. nona Wan jauh lebih cepat lagi. Sungguh hebat manusia yang bernama Tan Sim ini. Dia lincah. mau tak mau Ban hoa Kiam Tan Sim bermandi peluh dingin juga karena terperanjat..com/ Ban hoa kiam Tan Sim sebagai seorang jagoan dari Thiam cong pay. Perlu dlketahui.” tahu-tahu ujung pedang itu sudah menusuk ke arah tenggorokan Tan Sim. buruburu dia menggunakan gerakan jembatan gantung untuk menjatuhkan diri ke belakang. "Weeesss... . kemudian sambil menarik perutnya sambil melompat bangun pedangnya menggunakan jurus Seng kay tu jin (putik bunga baru me kar) secara beruntun melepaskan tiga buah serangan berantai.. ternyata nona Wan lebih lincah dia cepat..

com/ Sekalipun nona Wan merupakan seorang ahli silat. menanti dia sadar kalau nana Wan sedang menerjang tiba. lalu pedangnya menggunakan gerakan Po hong pat ta (angin puyuh meryapu delapan penjuru) dan tubuhnya menggunakan gerakan Hwesio hong luo liu (angin puyuh menggoyangkan liu) segera meneroros masuk kedalam pertahanan lawan. Terdengar gadis itu berpekik nyaring. serangan demi serangan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Ban hoa kiam Tan Sim hanya merasakan cahaya pedang yang berada didepan matanya amat menyilaukan mata dan desingan angin dingin menyayat badan. Tapi dengan terjadinya peristiwa ini. jurus demi jurus dilancarkan secara gencar dan amat dahsyat. untuk sesaat dia menjadi gugup dan tak sempat melihat jelas ancaman lawan. secepat kilat pedangnya menusuk ke tubuh lawan. "Mampus aku kali ini!" . Sebagai putri kesayangan cong piautau. tentu saja nona itu merasa kejadian yang baru di alaminya merupakan suatu kejadian yang amat memalukan. Dalam keadaan begini. toh dia merasa tak tahan juga menghadapi serangan lawan yang beruntun. dia segera terpekik nyaring. waktu sudah terlambat. ujung bajunya berkibar terhembus angin. maka dia bertekad untuk merebut kembali keadaan tersebut dari lawannya. cepat-cepat dia mundur sejauh empat langkah ke belakang untuk meloloskan diri dari ancaman tersebut. Selama hidup belum pernah Ban hoa kiam Tan Sim menyaksikan gerakan tubuh secepat ini. maka hal tersebut segera membangkitkan pula perasaan ingin menang didalam hati nona Wan. tindakannya itu dia justeru terjebak kedalam perangkap nona Wan. setelah itu secara beruntun dia lancarkan empat buah serangan berantai. mendadak terdengar nona Wan berpekik nyaring. serta merta dia melompat mundur kebelakang untuk berusaha menghindarkan diri dengan.

Kepergian Ban hoa kiam Tan Sim dalam ke adaan gusar sekarang. Nona Wan merasa girang sekali setelah secara beruntun berhasil menangkan dua orang jago. aku mohon diri lebih dulu!” Tanpa memberi hormat lagi kepada semua orang. cuma kesemuanya itu terjadi dikemudian hari. maaf!" katanya. Dalam keadaan begini. diapun merasa rikuh untuk tinggal disitu lebih lama lagi. sekarang kau boleh mengumumkan permainan lain yang lebih bermutu!" Setelah mendengar peringatan dari ayahnya lewat ilmu menyampaikan suara. Ban hoa kiam Tan Sim baru tahu kalau baju bagian dadanya sudah robek. aku orang she Tan benar-benar merasa kagum sekali.com/ Belum habis teriakan itu bergema. nona Wan baru teringat kembali dengan tujuan yang terutama dari ayahnya sewaktu menyelenggarakan pertemuan ini. setebal tebalnya muka.. terdengar suara baju yang robek kemudian sirapnya cahanya pedang Nona Win telah berdiri ditengah arena dengan senyum dikulum.. sampai-sampai pakaian bagian dadanya yang robek memanjangpun sama sekali tidak dirasakan olehnya. pada akhirnya akan menimbulkan banyak sekali halhal yang tak di inginkan. maaf. sungguh mengenaskan sekali keadaannya. "Maaf. Ban hoa kiam Tan Sim masih saja berdiri dengan wajah kebingungan.Tiraikasih Website http://kangzusi. baru saja dia akan meng gunakan kesempatan itu untuk mundur kembali ke tempat semula. . tentu saja rasa malunya bukan alang kepalang. Menanti semua jago mentertawakannya. mendadak ia mendengar ayahnya sedang berbisik dengan menggunakan ilmu menyampaikan suaranya: "Lan-ji. dikemudian hari bila ada kesempatan lagi aku pasti akan memohon petunjuk lebih jauh. Sementara itu. dia segera membalikkan badan dan berlalu dari sana.. terpaksa sambil menjura katatanya : "Ilmu pedang yang nona miliki sungguh hebat sekali.

mari kita lihat siapa yang dapat me¬ngambil turun anak panah tersebut. kau akan segera mengetahui dengan jelas” "Apakah Wan cong piautau mempunyai suatu rencana?" "Sett. mustahil hal tersebut dapat dilakukan olehnya. seandainya se¬seorang tidak memiliki ilmu meringankan tu¬buh yang tiada taranya di dunia ini. "Cianpwe manakah yang hendak mendemonstrasikan ilmu meringankan tubuhnya paling dulu?" Seraya berkata dia lantas mengundurkan diri ke samping." Melihat tiada orang yang maju. "Pokoknya asal kau turuti perkataanku. si Pena baja bercambang Tio Ci hui berbisik lirih kesisi Suma thian yu. hingga kini masih belum nampak ada seorang manusiapun yang menempakkan diri.. jangan keras keras" buru-buru Tio Ci hui mencegahnya berbicara lebih jauh. bagaimanakah hasil dari peristiwa ini. "Hiante. dan sebagai pemenang tentu saja ada hadiahnya" Selesai berkaca dia memandang sekejap lagi sekeliling arena. buru-buru serunya de¬ngan lantang.. Pada saat itulah. untuk mencapai tiang bendera setinggi ini.com/ Maka dia lantas menuju kembali ketengah arena dan menjura keempat penjuru. lebih baik dapat mempertahankan ketenanganmu sambil menunggu terjadinya se¬gala perubahan" “Mengapa?" tanya Suma Thian yu keheranan. tentu saja dia pula pemenangnya. hal ini tak bakal salah lagi.. agaknya semua orang tidak berani menunjukkan keje¬lekannya. kemudian melanjurkan. Padahal berbicara sebenarnya. tadi ada seorang tamu yang menemukan diatas tiang bendera terdapat se¬batang anak panah tersebut sebagai bahan permainan. Nona Wan merasa girang sekali. setelah itu katanya: "Cianpwee sekalian. Semenjak nona Wan mengemukakan usulnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Kalian kelewat sungkan dan terlalu memandang luar biasa persoalan begini saja! Biar boanpwe mendemontrasikan .

kini tinggal lima kaki lagi untuk mencapai puncak tiang bendera tersebut. mendadak sepasang kakinya menyambar tiang bendera tersebut. barulah mohon cianpwe se¬kalian sudi mewakiliku” Seraya berkata dia lantas membetulkan pa¬kaiannya sambil bersiap sedia melakukan lompatan. Sementara itu tempik sorak dan sorak-sorai yang gegap gempita telah berkumandang dari bawah.Tiraikasih Website http://kangzusi. tubuhnya telah mencapai belasan kaki tinggi nya. Kata orang begitu ayahnya begitu pula anak nya. bahkan adapula hadirin yang sudah bangkit dari tempat duduknya sambil memuji. kepandaian yang di¬milikinya waktu itu boleh dibilang sudah mencapai ke tingkatan yang amat sempurna. sejak kecil nona Wan sudah mendapat didikan dari ilmu ayahnya Mo im-sin liong untuk mendalami ilmu silat maupun ilmu meringankan tubuh. Sejak kecil nona Wan sudah amat gemar mempelajari ilmu merinuankan tubuh. Perlu diketahui. Sekali lompatan. ditambah lagi ramainya bakatnya bagus dan otaknya memang encer.com/ kejelekan lebih dulu seandainya gagal. kemudian dengan meminjam tenaga pantulan tersebut badannya melayang dua kaki lagi. Selama ini Mo im sio liong wan kiam ciu memang termashur didalam dunia persilatan ilmu pukulan Hu mo ciang hoat serta ilmu meringankan tubuh Mo im sin hoat yang luar biasa. . Itulah sebabnya orang menghormatinya sebagai Bi hong siancu (Dewi burung hong cantik) Tampaknya gadis itu meloloskan pedangnya dan mengencangkan ikatan tali pinggangnya kemudian setelah bersiap menghimpun tenaga dia menjejakan kakinya keatas tanuh dan meluncur bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya dengrn gerakan Ii hong cong thian (burung bangau menerjang angkasa). maka kemajuan yang diperolehnya boleh dibilang cepat sekali. ketika gerakannya sudah hampir berhenti.

com/ Dibawah tempik sorak yang gegap gempita.. Bi hong siancu Wan Pek lan segera menju kepada para hadirin dengan wajah tersipu-sipu. Ada diantara mereka yang belum pernah menyaksikan kelihayan ilmu silat Wan congpiau tau.. Sayang pada saat itulah hawa murni dalam pusarnya habis terpakai. Setelah menghibur putrinya. kecuali sepasang tangan nya segera menyambar tiang bendera itu dan melanjutkan dengan jalan merangkak. kemudian mengundurkan diri ke tempat duduknya semula. Beberapa orang diantara jago yang bernyali kecil segera berteriak kaget. Beratus-ratus pasang mata para jago yang berada dibawah tiang bendera segera berdebar keras. tiada cara lain lagi bagi nona itu untuk melanjutkan usahanya untuk mencapai puncak tiang bendera dan mengambil turun panah tersebut. pelan-pelan Mo im sin liong wan Kiam ciu bangkit meninggalkan tempat duduk. Meski tugasnya tak terselesaikan. karena semua orang mengira Mo ini sin liong wan Kiam ciu hendak turun tangan sendiri. Seketika itu juga suasana dalam arena menjadi hening dan sepi.!” Siapa tahu baru saja jeritan itu dilontarkan nona Wan telah berjumpalitan kembali dengan kaki dibawah kepala diatas. namun perbuatannya itu mendapatkan pujian dan tepuk tangan yang ramai. segera timbul harapan dapat menyaksikan kelihayan jagoan tersebut . dengan selamat melayang turun kembali ke tanah tanpa menimbulkan sedikit suarapun.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak dia berjumpalitan dan meluncur lagi kebawah dengan kepala dibawah kaki diatas. semua orang merasa tegang dan bersama sama mengikuti gerak gerik si nona itu Sayang nona Wan tidak melakukan hal itu. tubuh nona Wan melompat naik satu kaki lagi. "Oooooh. berbahaya. maka seluruh perhatian orang tertuju kepadanya. kemudian berjalan menuju ke tengah arena.

kemudian kemudian sambungnya: Aku rasa orang yang melakukan pembegalan itu sudah pasti teman baru dari dunia persilatan. karenanya aku mohon bantuan dari sobat sekalian untuk bersama-samaku menyelidiki persoalan ini disamping mohon petunjuk. dari arena segera terdengar suara teriakkan orang yang menyatakan persetujuannya. saudara sekalian mari kita bertepuk tangan untuk siauhiap kita ini!" . “Sekarang.com/ Mo im sin hong wan Kiam ciu memperhatikan sekejap sekeliling arena. marilah kita lanjutkan permainan tadi. kalau tidak siapa pula yang berani menyusahkan aku orang she Wan? Untung saja setiap persoalan pasti ada waktunya untuk terbongkar secara tuntas.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia memandang kearah Suma thian yu lalu berkata: "Kumohon Suma siauhiap sedia memberi petunjuk! Kau adalah orang pertama yang menemukan anak panah dipuncak tiang. Nah. barang barang kawalan dari perusahaan kami telah dibegal orang. Mo im sin liong Wan kiam ciu segera tersenyum. bagaimana kalau aku orang she Wan saja yang menunjuk orangnya? Baru saja Mo im sin liong Wan kiam ciu menyaksikan perkataannya. oleh karena itu kurasa dibalik kesemuanya ini tentu ada hal-hal yang tak beres” Berbicara sampai disitu dia berhenti sebentar. semalam kantor kamipun kemasukan orang. pelan-pelan serot matanya dialihkan kepada wajah Suma thian yu. Berapa hari berselang. lalu dengan suara dalam dan berat ujarnya. sudah beberapa kali aku memutar otak untuk mencari tahu sebab kesalahanku ini tak aku yakin menyalahi sahabat dari manapun. bila saudara sekalian enggan untuk menunjukkan kejelekan. kamu semua adalah saha¬bat karib aku Wan Kiam ciu. dua peristiwa yang memalukan ini boleh dibilang baru pertama kali ini dialami oleh perusahaan kami. "Saudara sekalian. karena itu lebih baik akupun berbicara secara terus terang. karena itu mohon Suma siauhiap sudi menunjukkan pula kebolehanmu.

maka orang menyebutnya sebagai Boan thian hui (terbang memenuhi angkasa) Ya Nu.. apakah dia kurang memberi pelayanan kepadamu?” Ucapan lo piasu ini agak emosi dan bernada keras. sewaktu berbicara tadi. tanpa terasa pemuda itu berdiri juga.” Meski dalam hati ia berpikir demikian. serunya: . Boan thian hui Ya Nu kontan saja tertawa dingin setelah mendengar perkataan dari Suma thian yu. "pertemuan semacam ini jarang bisa di jumpai. dia selalu memandang kearahku. bukankah hal ini sama artinya dengan memberi kesulitan kepada orang lain?” Piasu tua itu mempunyai kedudukan setingkat dibawah Sipena baja bercambang Tio ci hui.benar. jang Tio Ci hui. sama sekali tidak mirip sikap seorang tuan rumah kepada tamu. pandangannya yang sempit. mengapa siauhiap narus menampik?" Begitu Mo im sin liong Wan Kiam ciu selesai berbicara.com/ Diam-diam Suma Thian yu agak tertegun juga ketika dilihatnya Mo im sin liong Wan Kiam cu menunjuk kearahnya. setelah meman dang sekejap dingan sorot mata dingin.Tiraikasih Website http://kangzusi. tak berani menunjukkan kejelekanku dihadapan orang” "Aaah.. Suma Thian yu sepera mengalihkan sorot matanya kewajah si piausu itu. Suma sauhiap terlalu sungkan" seru Mo im sin liong Wan Kiam ciu sambil tertawa. seorang lo piasu segera bangkit berdiri seraya berkata: “Apakah Suma sauhiap tidak memandang sebelah mata kepada kami? Bagaimana watak Wan cong piautau bukankah kau ketahui.. tapi karena wataknya yang beranggasan. satu ingatan dengan cepat melintas dalam benaknya: "Jangan-jangan dia mencurigai aku sebagai orang yang membegal barang dan meningga1kan tanda panah dipuncak tiang? Yaa. ujarnya sambil menjura: “Aku hanya mengerti sedikit kepandaian kasar saja. dia menyahut cepat: "Andaikata aku tidak memiliki kepandaian apa-apa.

apa susahnya kalau hanya soal itu?” Aku masih dapat melihat kalau diujung anak panah itu terikat secarik kertas!” Begitu ucapan tersebut diutarakan. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera tertawa dingin. Hatinya makin mendongkol lagi. dia lantas berkata: “Wan cong piutau mempunyai maksud yang mendalam sekali. semua orang segera mengalihkan sorot matanya kepuncak tiang benderu itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. di antara sekian banyak orang. Suma siau biap pasti dapat melihat pula isi surat tersebut. dengan cepat dia berpikir: "Aku Suma Thian yu bukan seorang manusia yang takut urusan.. yang . kau bisa menemukan anak anah dipuncak tiang. Suma Thian yu segera tertawa terbahak-bahak. tapi seiain kabut tipis ternyata mereka tidak berhasil menyaksikan apa-apa. tentu saja Suma Thian yu dapat menangkap pula arti lain dari perkataan itu. mengapa pula aku harus bersikap sungkan terhadap dirimu?" Berpikir demikian. Baiklah. dihadapan orang lebih baik jangan berbohong.com/ "Suma siauhiap. suasana dalam arena menjadi gaduh. kalau toh kau bersikap begitu kasar kepadaku. tibatiba sindirnya: "Bila dugaan lohu tidak meleset.... ""Hahahaha. masa kau tidak memiliki kemampuan untuk mencapai puncak tiang tersebut?” Mendengar perkataan itu. kalau toh semua orang memaksa aku untuk mempamerkan kejelekan. aku menurut saja" Sembari berkata pelan-pelan dia berjalan menuju ketengah arena. sayang aku tidak memahami maksud ucapan Wan cong piautau yang sebenarnya. Sementara itu beratus pasang mata para jago telah ditujukan kepadanya." Sudah jelas kalau ucapan itu mengandung suatu nada ejekan dan suatu peringatan. hal ini menunjukkan kalau kau memiliki ketajaman mata yang melebihi orang lain..

Ketika mencapai tanah. Suma Thian yu tiba ditengah arena. tak lama setelah pemuda itu berhasil mencapai tanah. tapi di tangannya telah bertambah dengan sebatang anak panah.Tiraikasih Website http://kangzusi. sewaktu tenaganya sudah hampir mengendor. Demonstrasi kepandian silat yang dilaku kau Suma thian yu ini selain membuat semua orang tertegun. Dengan gerakan tubuh seperti inilah tubuhnya melambung ketengah udara dan ter¬nyata mampu melampaui puncak tiang bendera. Suasana di arena yang tiba-tiba hening ba¬gaikan mati dengan cepat menjadi gaduh kembali oleh suara suara sorak sorai yang mem memekikkan telinga. Tapi bagaimana pun kuatirnya dia. wajahnya tidak berubah. Ternyata dia telah mengeluarkan ilmu Liu im ti (tangga menuju awan) yang sudah lama punah. napas tak memburu. sambil menatap tiang bendera itu ia berpekik keras memekikkan telinga yang mendengar. Suma Thian yu sudah berputar satu ling¬karan dipuncak tiang bendera itu lalu melayang turun kembali ketanah. bahkan Wan kiam ciu sendiri pun terbelalak dengan mara melotot besar. dia benar-benar dibuat terkesiap oleh kelihayan lawannya. kenyataan kini sudah mulai terbentang didepan mata. tiba tiba sepasang kakinya saling bertumpukan satu sama lainnya. Dia cukup mengetahui jelas watak dari Suma Thian yu. bahkan sekarang tak langsung menyangkut pula dirinya sendiri. mendadak nampak Suma Thian yu melompat ketengah udara setinggi dua puluh kaki lebih. Di tengah sorak para jago yang gegap gempita. Ditengah suara pekikken nyaring yang mekikkan telinga. dia berdiri sambil membusungkan dada dan tidak menunjukan perasaan takut.com/ paling merasa kuatir adalah si Pena baja bercambang Tio Ci hui. .

benar juga diujungnya terikat segulung kertas. merepotkan dirimu saja. uang terbegal pasti akan kucari sampai ketemu” Berbicara sampai disitu. Dengan cepat kertas itu. apakah dia tak akan bersikap semacam itu pula? Cuma saja. ternyata isinya berbunyi demikian: "Uang kawalan sudah diterima. Selesai membaca tulisan itu. waktu membayar tiada batasnya” Dibawah tulisan itu terlukiskan sebuah topeng muka setan. setelah itu sambil tertawa seram katanya : “Waktu membayar tiada batasnya!. apakah siauhiap dapat mengisahkan kembali apa yang telah kau jumpai waktu itu?” Sejak semula Suma Thian yu sudah menaruh perasaan tak puas terhadap Wan Kiam ciu ta pi setelah dia membayangkan kembali seandai nya dia yang menjadi Mo im sin liong dan menghadapi keadaan seperti itu. Hmm. katanya kemudian: "Untung saja aku tidak membuatmu kecewa” Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera menerima anak panah tersebut. . dia merasa amat penasaran kalau dirinya dianggap mempunyai hubungan dengan para pembegal barang kawalan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu segera mempersembahkan anak panah iadi kehadapan Mo im sin liong Wan Kiam ciu. Tapi. dengan sorot mata yang tajam dia mengawasi wajah Suma Thian yu lekat-lekat. benar-benar suatu ucapan yang tekebur. kemudian ujarnya dingin : "Siauhiap. ternyata diapun turut menatap wajah Sama Thian yu lekat-lekat. asal aku Wan Kiam ciu masih bisa hidup. Tentu saja perbuatannya dengan pandangan yang begitu mesrah tak diketahui oleh siapapun.com/ Sepasang mata Wan Pek hong yang jeli dan lembut seakan-akan terhisap oleh suatu kekuatan besar. Sambil membawa anak panah itu. dengan gemas Mo im sin liong menggumpal kertas sebut menjadi satu kemudian membantingnya ketanah.

" Walaupun dimulut dia berkata begitu. dia baru menarik kembali sorot matanya seraya berkata: "Siauhiap... tolong tanya apa sebabnya manusia berkerudung itu munculkan diri lagi didepan mulut gua? Apakah setelah membegal barang kawalan kami.. benarkah ceritamu itu?" "Tentu saja sebenarbenarnya "Ooooh . tapi sahutnya juga dingin: "Kit hong kiam" "Kit hong kiam? Mo im sin liong Wan Kiam ciau menjerit kaget. diam-diam Suma Thian yu menjadi amat terperanjat.Tiraikasih Website http://kangzusi. semua orang baru mulai memperhatikan pedang yang digembolnya itu. me nanti pemuda itu menyelesaikan ceritanya.. maaf maaf. namun wajah Wan Kiam ciu sudah diliputi hawa amarah..... maka setelah ditanya balik oleh Wan Kiam ciu. Tampaknya Mo im sin liong Wan kiam ciu ingin mengetahui persoalannya sampai jelas. Suma Thian yu terpaksa harus membuka rahasia diri nya dengan berkata: "Manusia berkerudung itu munculkan diri karena hendak merampas pedangku ini!" Setelah ucapan tersebut diutarakan.. karena Suma Thian yu sama sekali tak mampu untuk menemukan alasan si manusia berkerudung itu mencari dirinya. Untuk melanjutkan rasa curiga tersebut. . diam-diam Mo im sin liong Wann Kiam ciu mengawasi terus perubahan wajah dari Suma Thian yu. Sambil mendengarkan dengan seksama. ia segera mendesak lebih jauh: "Tolong tanya pedang apakah yang siauhiap gembol itu?" Suma Thian yu merasa semakin tak senang hati.com/ Suma Thian yu segera mendongakkan kepa lanya memandang wajah Mo im sin liong kemudian secara ringkas dia menceritakan kembali apa yang telah dijumpainya waktu itu. "rupanya kau adalah ahli waris dari Kit hong kiam kek Wan Liang. diapun tak mau melepaskan nyawa Tio hiante?" Pertanyaan hu diajukan amat lihay.

"Hiante. segera bentaknya keras-keras. si Pena baja bercambang Tio Ci hui su dah merasa amat panik seperti duduk dikursi beracun saja. kaum pencoleng yang rendah martabatnya. "Mengapa kau berkenalan dengan kaum pembegal?" Si Pena baja bercambang Tio Ci hui sendiripun dibuat naik pitam setelah mendengar tuduhan kakak angkatnya yang tanpa dasar. kemarahan Mo im sin liong Wan Kiam ciu tak terkendalikan lagi. dia kuatir kalau sampai Suma Thian yu menjadi naik pitam oleh kesalahpahaman tersebut. dengan sorot mata tajam dia melotot gusar kearah Wan Kiam ciu.Tiraikasih Website http://kangzusi. terpaksa sambil menggerttk gigi keras dia bangkit berdiri sambil menyahut: "Aku tahu!" Mendengar itu. kemudian serunya: "Wan tayhiap. apakah kau sudah mengerti?" Sejak melihat Suma Thian yu terjun kearena tadi. te riaknya kemudian . baru saja dia akan membantah. Maka ia makin terkesiap lagi setelah ditegur oleh kakak angkatnya dengan gusar. dengan mata melotot besar bentaknya keras: "Kit hong kiam kek Wan liang merupakan musuh umat persilatan. kalau berbicara harap sedikit tahu diri. kau anggap dirimu bisa baik sampai seberapa jauh?" Benar-benar suatu peristiwa yang tak disangka seorang pimpinan umat persilatan yang dianggap orang sebagai lelaki . jangan menfitnah orang semaunya sendiri. menjadi turut naik darah.com/ Begitu selesai berkata. tahu kalau urusan telah berkembang ma kin runyam. mendadak terde ngar Suma Thian yu berpekik keras. kau harus tahu kalau menfitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan! Dalam hal apa aku Suma Thian yu mirip pembegal? Aku harap kau bisa memberi keterangan yang jelas kepadaku!" Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang merasa dirinya ditegur seorang pemuda ingusan didepan orang banyak. dia segara berpaling dan melotot sekejap kearah Pena baja bercambang Tio Cihui dengan penuh kegusaran.

Menanti pasir dan debu sudah sirap dan semua orang dapat melihat jelas pemandangan disekeliling tempat itu. sa king kagetnya semua orang sampai melompat bangun dari tempat duduknya.!" terdengar suara benturan keras yang memekakkan telinga menggelegar memecahkan keheningan. Apalagi bila membayangkan saat kematian paman Wan nya dalam keadaan mengenaskan. tutup bacot anjingmu!" Telapak tangan yang penuh berisikan tenaga dalam segera diayunkan ke tubuh Mo im sinliong Wan kiam ciu dengan kekuatan yang sangat mengerikan hati. apalagi orang menghina paman Wan yang dihormatinya.. Dengan suara menggeledek ia segera membentak keras: "Bajingan tua. semua orang membelalakkan mata nya lebar-lebar dengan mulutnya melongo. cepat-cepat ia menyingkir kesamping untuk meloloskan diri. . jeritan kaget sekali lagi bergema memecahkan keheningan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Betul Mo im sin Iiong Wan Kiam ciu merupakan seorang pendekar besar dari utara dan sejalan sungai besar yang berilmu tinggi namun setelah menyaksikan datangnya angin pukulan yang begitu dahyat. Debu dan pasir segera beterbangan memenu hi angkasa. darah panas didalam dadanya serasa mendidh.. dia tak cepat mempertimbangkan lagi apakah disekeliling tempat itu penuh dengan anak buah Mo in sin liong Serangan yang dilancarkan Suma Thian yu dengan kekuatan penuh ini segera meluncur ke depan dengan amat dahsyatnya. hatinya terkesiap juga dibuatnya. Agaknya Wan kiam ciu sudah tidak dapat mengendalikan perasaan gusarnya lagi: Suma thian yu bukan seorang pemuda yang suka dimaki orang.com/ sejati ternyata mencaci maki seorang bocah yang baru terjun kedalam dunia persilatan dihadapan umum. Berada dalam keadaan seperti ini... hal ini membuatnya semakin tak tahan. "Blaaaamm.

dia segera menjura kepada Wan Piautau. tak usah kau turun tangan sendiri. karena pena baja berecambang Tio ci-hui barangkali telah menasehati nya agar bersabar dan jangan kelewat memper lihatan kehebatannya. Suma Thian yu merasa sedikit agak menyesal. dengan amat takabur serunya: . Boan thian hui Ya Nu memang benar-benar sombong sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. api kegusaran yang telah padam. Menanti Suma Thian yu melihat jelas paras muka orang itu. membunuh ayam buat apa menggunakan golok kerbau? Untuk membereskan seorang bocah ingusan. lebih baik lohan saja yang mewakilinya!" Mo im siu liong Wan kiam ciu sebagai seorang pimpinan. tentu saja merasa kurang leluasa untuk bertarung pada babak pertama. Begitu munculkan diri. Pada saat itulah. Tindakan tersebut sedikit banyak menunjuk kan pula kelemahan dalam hatinya serta perasaan takutnya tapi orang lain tak akan mengetahui akan hal ini. kini mulai berkobar kembali dalam dadanya.com/ Ternyata permukaan tanah dimana Mo im sin liong Wan kiam cui berdiri telah muncul sebuah liang sedalam satu depa dengan luas lima depa. dia tak lain adalah Boan thian hui Ya Nu. Akan tetapi setelah menyaksikan sikap Boan thian hui Ya Nu yang begitu takabur dan sombong. mau tak mau semua orang harus memperbaharui kembali penilaian mereka terhacap kemrmpuan Suma thian yu ini. Dengan adanya kenyataan ini. dihadapsnnya telah bertambah dengan seorang piausu tua. "Cong piautau. suatu daya pukulan yang menggidikan hati. maka dia segera menangguk tanda setuju dan mengundurkan diri kebelakang. Setelah melancarkan serangan dengan kekuatan dahsyat tadi. setelah itu katanya. tiba tiba dari tengah udara melayang sesosok tubuh manusia.

sambil maju kedepan.com/ "Bocah keparat. cabut keluar pedang Kit hong kiam mu. Boan thian hui Ya Nu bisa menduduki kursi ketiga dalam perusahaan Sin liong piaukiok. “Bocah keparat. Pertama-tama Boan thian hui Ya Nu tak bias menahan diri dulu. bagaimana kalau kumohon petunjuk darimu dengan menggunakan tangan kosong saja?" Boan thian hui Ya Nu adalah seorang manusia yang sombong dan takabur. ”Kedua-duanya bukan!” Jawaban dari Suma thian yu yang dingin dan angkuh. kontak hawa amarahnya memuncak. . Biasanya orang yang dapat memainkan sanjata sam ciat kun merupakan seorang jagoan silat yang berilmu tinggi. Ucapan tersebut tak ayal lagi merupakan sebuah bom atom yang segera mengubah suasana tegang menjadi makin panas. tapi dia tak mengira kalau lawannya lebih takabur dari pada dirinya. tentu saja kedudukan tersebut bukan diraih secara untung-untungan. kau sudah bosan hidup rupanya? Atau mungkin kau memandang rendah diriku? Bentaknya keraskeras. dia lantas berkata: "Dengan dirimu aku tak pernah punya dendam dan sakit hati. setelah memandang sekejap kearahnya. buat apa kita muski saling bertarung dengan menggunakan kekerasan? Maaf aku sedikit jual mahal. Suma thian yu memandang sinis sikap Boan thian hui. tak mungkin mereka akan menghadapi lawannya yang masih muda apalagi yang bertangan kosong itu dengan menggunakan senjata.Tiraikasih Website http://kangzusi. tongkatnya dengan jurus pau lui ki ciau (guntur dahsyat menyerang ular) langsung menghantang tulang leng kay kut ditubuh Suma thian yu. aku ingin tahu apakah murid ajaran dari Wan Liang adalah seorang manusia tiga kepala enam langkah?" Sembari berkata ia sembari melepaskan senjata sam ciat kun (petungan beruas tiga) nya sambil mempersiapkan diri. Seandainya berganti dengan seseorang berjiwa gagah.

dengan susah payah ia baru dapat berdiri tegak. sedangkan senjata Sam ciat kun milik Ya Nu kini sudah berpindah ketangannya. maka ditunggunya toya itu hamper mengenai tubuhnya. seakan-akan tak pernah terjadi suatu peristiwa apapun. Ditengah sorak-sorai yang gegap gempita. tampat pemuda itu masih berdiri diarena dengan senyum dikulum. kemudian sindirnya: “Orang she Ya. dia sama sekali tidak ambil peduli akan hal itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia baru merendahkan tubuhnya kesamping. badannya mundur beberapa langkah dengan sempoyongan. Dengan cekatan Suma thian yu berkelit kesamping untuk menghindarkan diri. sedangkan senjata Sam ciat kun-nya telah terbuang entah kemana. tampak Boan thian hui Ya Nu sedang mengaduh kesakitan. . Sianak muda ini sudah merasa kalau persoalan yang dihadapi hari ini tak bias diselesaikan dengan begitu saja. coba kau rasakan serangan ku ini lagi! Sembari berkata. Ketika memandang lagi kearah Suma thian yu. baginya yang penting serangan tersebut akan mengenai sasarannya secara telak.com/ Dasar Boan thian hui Ya Nu memang seorang yang bermuka tebal. tiba-tiba tampak sesosok bayangan manusia berkelbat lewat. dengan jurus Im hong huang sau(angin dingin menyapu hebat) dia langsung menyapu pinggang Suma thian yu. ayunan tongkat Boan thian hui Ya Nu persis menyambar lewat dua inci diatas batok kepala pemuda itu. Ilmu gerakan tubuh patah tulang yang didemontrasikan oleh Suma Thian-yu ini benar-benar tepat sekali. dalam tiga jurus aku akan menyuruhmu melepaskan senjata Sam ciat kun!” “Kentut busuk!” teriak Boan thian hui Ya Nu dengan sekujur badan bergetar keras. lalu terdengar seseorang membentak amat nyaring: "Lepas tangan!" Ketika semua orang berpaling. selain indah juga mendatangkan tempik sorak dari segenap jago lainnya.

mundur!" tiba-tiba dari tengah arena berkumandang suara bentakan nyaring.. tapi keindahan gerakan tubuhnya membuat orang bersorak sorai tanpa terasa.com/ Perubahan itu berlangsung terlalu cepat. setelah melotot sekejap kearah pemuda itu dengan gusar. buru-buru dia mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang tak di inginkan. Jelas dia sudah merasa gusar sekali. karena mendapat malu dihadapan orang banyak. besar kemungkinan dia akan beradu jiwa dengannya. selangkah demi selangkah dia maju kedepan dan menghampirinya. sejak Suma thian yu berhasil mempelajari ilmu Ciat tiong puan poh cap lak tui dari Siau yau kay Wi kian. kejadian ini bukanlah suatu kejadian yang aneh.. mereka tak percaya bahkan Ya Nu sendiripun tak habis mengerti... diam-diam Suma thian yu pun merasa terkesiap. sepasang matanya berubah menjadi merah padam penuh rasa benci. Padahal kalau dibicarakan kagi. Bagaikan seekor harimau buas yang sedang mementangkan cakar dan gigi taringnya siap menerkam mangsa..Tiraikasih Website http://kangzusi. walaupun Suma thian yu dianggap sebagai pembegal. ia sudah diliputi oleh hawa amarah sehingga tak dapat mengendalikan diri lagi. Melihat wajah orang yang menyeringaiseram. . Dalam pada itu. Dengan jelas Boan thian hui Ya Nu mendengar kalau teriakan itu berasal dari congpiautau nya. daya kemapuannya didalam melakukan serangan menjadi satu kali lipat lebih dahsyat daripada dalam keadaan biasa. tapi dia berlagak seakan-akan tidak mendengar.. suara tepuk tangan kembali berkumandang gegap gempita dalam arena.. ia tahu Ya Nu merasa amat gusar hingga kehilangan sifat kemanusiaannya. sedemikian cepatnya membuat semua orang tak sempat melihat jelas bagaimana caranya Sam ciat kun itu bisa berpindah tangan. Boan thian hui Ya Nu benar-benar merasa malu sekali. "Ya Nu.

tolong tanya mengapa kau berbuat demikian?" ." Suma Thian yu tidak menanggapi ucapan tersebut. terpaksa Boan thian hui Ya Nu mengundurkan diri dengan membawa rasa benci yang mendalam. dengan perasaan tidak terima katanya kepada Suma Thian yu: "Bocah keparat. bila sampai meledak bisa dibayangkan keadaannya pasti mengerikan sekali. kini Ya Nu sudah dua tiga langkah dihadapan mukanya.com/ Makin lama semakin bertambah dekat.. mundurlah kau... Mendadak sesosok bayangan manusia berkelbat lewat. biar aku yang mengatur tempat ini!" Menyaksikan Mo im sin liong telah menampilkan diri. dia hanya memandang sekejap ke arah Ya Nu dengan pandangan sinis. Suma thian yu merasakan jantungnya berdebar keras..Tiraikasih Website http://kangzusi. sementara senyuman dingin yang menghiasi ujung bibirnya semakin menebal.. ten tu saja tak bisa dibilang mempunyai ikatan dendam atau sakit hati.. Paras muka Mo im sin liong Wan Kiam ciu berubah menjadi dingin seperti es.. lohu tidak pernah kenal de ngan dirimu.. Mo im sin liong Wan kiam ciu yang berada dimeja utama tadi tahu-tahu sudah melayang turun diantara kedua orang itu. air tetap mengalir suatu ketika pasti akan tiba saatnya bagi kita untuk melakukan perhitungan ini. selama gunung nan hijau. menyaksikan sikap lawan yang menyeringai seram. Sebelum meninggalkan tempat itu.... Suatu pertarungan sengit dengan cepat akan berkobar. sementara puluhanorang lainnya juga merasakan hatinya berdebar keras.... kepada Boan thian hui Ya Nu katanya dengan nada menghibur: "Adik Ya. bentaknya dengan suara ketus: "Suma siauhiap. Disaat yang amat kritis itulah. berjumpa pun baru kali ini.

Suma Thian yu segera mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak. aku toh muridnya Kit hong kiam Seng. jangan salahkan kalau LOHU terpaksa harus bertindak kasar.. setelah ter menung sesaat dia pun lantas berkata: "Kalau toh Siauhiap enggan untuk mengaku secara berterus terang. Kalau ber tanya soal ketidak beresanmu. tolong tanya dimanakah letak ke tidak beresan diriku.. haah. apa yang dicurigakan? Kalau dibilang mengapa aku bisa menyaksikan kertas surat yang berada dipanah dipuncak tiang . siapa bilang kalau asal usulku tidak jelas? Menolong orang yang di begal orang juga merupakan suatu kejadian yang wajar. tak lahunya apa yang kujumpai hari ini berbeda sekali dengan keadaan yang sebetulnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. berdasarkan dua hal ini terbukti sudah kalau siauhiap terlibat dalam perisimatiwa ini" Mendengar perkataan itu. dengan suara dingin dia segera me nyambut: "Sudah lama kudengar Wan tayhiap pandai membedakan mana yang benar dan mana yang salah. kontan saja Suma Thian yu dibikin kehe ranan.. apa yang kau maksud?" "Asal dalam hati kau mengerti akupun tak usah mengumumkannya lagi secara blak-blakan" Tentu saja Suma Thian yu tahu kalau yang dimaksudkan adalah soal pembegalan barang kawalan. kaupun menyusup kedalam perusahaan kami dan setelah barang kawalan kami dibegal.. keterangan yang dikatakan Wan tayhiap selain memaksakan sesuatu alasan tanpa dasar.?" Untuk sesaat Mo im sin liong Wan Kiam ciu tak dapat menjawab penanyaan itu. "Hah.com/ Mo im sin liong Wan Kiam ciu mengutarakan ucapan tersebut tanpa ujung pangkal yang jelas. setiap persoalan dihadapi dengan otak yang dingin..haah.. pertama asal usul siauhiap tidak jelek. kedua darimana siauhiap bisa tahu kalau diujung anak parah yang menancap dipuncak tiang bendera ada surat nya. juga menggelikan sekali.. dia segera bertanya: "Wan tayhiap..

hal ini berdasarkan ketajaman mata seseorang. katakan saja terus terang. dia berkata lebih jauh: "Bilamana Wan tayhiap ingin mengecek ketajaman mataku. maka sambil tertawa dingin ujarnya: "Mengakunya saja seorang congpiautau. ke nyataannya apa yang dikatakan tak lebih hanya ucapan anak berusia tiga tahun. tak usah banyak bacot lagi" Setelah kenyataan berubah menjadi begini. kalau atas dasar hal hal diatas maka kau lantas menuduh aku sebagai pencoleng. sesungguhnya juga bukan merupakan sesuatu yang aneh. Tapi dengan begitu pula. asal Wan tayhiap ingin bertarung. maka kenyataan ini benar-benar menggelikan sekali" Setelah berhenti sebentar. Dalam waktu singkat. suasana yang semula tenang segera diliputi kembali oleh kobaran api peperangan.com/ bendera. aku bukanlah seorang manusia yang takut urusan. malah sebaliknya membentak keras: "Lohu tak punya banyak waktu untuk melayani dirimu. aku akan melayani semua tantanganmu itu" Sampai kini. sudah. dengan senang hati aku akan melayani keinginanmu itu" Semua tuduhan Mo im sin liong Wan kiam cui kena ditangkis semua hingga ludes. sadarlah Suma thian yu kalau pihak lawan memang berniat mencari garagara. Mimpipun Suma thian yu tidak menyangka kalau Sin liong piaukiok yang terkenal sebagai suatu perubahan orang-orang . beberapa orang piausu telah bermunculan diri pula ke dalam arena dan mengepung Suma thian yu rapat-rapat. Suma thian yu baru menanggapi ucapan musuhnya dengan suara yang kasar. Siapa tahu Wan kiam cui sudah mempunyai perhitungan sendiri. maka dari malunya dia menjadi marah. bukan saja dia tidak menerima tantangan Suma thian yu. sepantasnya kalu dia mempercayai perkataan lawan. mau terjun ke kuali berisi minyak atau naik ke bukit golok.Tiraikasih Website http://kangzusi.

"Toako. Dalam marahnya. Seruannya itu segera ditanggapi semua orang. justru karena dalam dunia persilatan penuh dengan manusiamanusia yang tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. maka dia orang tua baru mati penasaran. apakah gurunya Wan Liang tidak ber salah?" jengek Mo im sin liong wan Kiam ciu sambil meludah. si Pena baja bercambang Tio Ci hui menyaksikan . hampir semua orang mundur beberapa langkah dan memberi jalan lewat baginya.. Suma Thian yu telah berkata lebih dulu. Setibanya didepan Wan Kiam ciu.com/ kaum lurus bisa bertindak memalukan seperti ini. maka semua orang menaruh hormat kepadanya. jangan bertarung dulu. Si Pena baja bercambang Tio Ci hui yang selama ini menonton saja dari sisi arena segera menampilkan diri ke tengah lapangan setelah menyaksikan keadaan bertambah runyam.. Mendadak dia mencabut keluar pedangnya. tanpa terasa dia mendonggaakkan kepalanya sambil berpekik nyaring.. kemudian katanya.. tahu-tahu dia sudah meloloskan pedang Kit hong kiam yang amat tajam itu.. tapi berhubung dia adalah seorang yang jujur dan setia kawan. Suma siauhiap tidak bersalah."Criiiing!" cahaya biru memancar amat menyilaukan mata. apalagi diapun me naruh budi kepadaku.Tiraikasih Website http://kangzusi. Si Pena baja bercambang Tio Ci hui menjura dalam-dalam. "Cuuuh.. Mo im sin liong Wan Kiong cui juga meloloskan pedang mestikanya. kecuali Wan Kiam ciu seorang." Selapis hawa nafsu membunuh dengan cepat menyelimuti wajah Mo im sin liang Wan Kian ciu. kau telah memfitnah orang baik. Belum sempat si Pena baja bercambang Tio Ci bui sempat mengucapkan sesuatu. "Benar. dia orang tua memang tidak bersalah. sambil berlarian teriaknya keras-keras: "Saudara sekalian. dengarkanlah perkataanku!" Walaupun kedudukan Si Pena baja bercambang Tio Ci hui dalam perusahaan setingkat dibawah Wan kiam ciu.

Tindakan ini sama sekali diluar dugaan semua orang. paling tidak aku harus menghargai Sang Buddha. pikirnya: "Meninggalkan tempat inipun ada baiknya juga. ternyata orang lain tidak membiarkannya pergi.Tiraikasih Website http://kangzusi. bersabarlah dulu. buru-buru dia memberi tanda kepada Suma Thian yu seraya berkata: "Suma Hiantit. Sambil tertawa dingin Mo im sin liong wan Kiam ciu berkata: "Sekalipun perusahaan Sin liong piaukiok bukan sarang naga gua harimau. toh dengan dua tiga patah kata mustahil bagiku untuk menyadarka kembali bajingan tua yang keras kepala ini" Walaupun dia ingin pergi. memandang diatas wajahku. siapapun tak tahu permainan busuk apakah yang sedang di persiapkan. aku bersedia menanggung se mua barang kawalan yang hilang. hal ini membuat Suma Thian yu merasa amat terharu. tinggalkanlah tempat ini! Tak ada gunanya memperebutkan persoalan yang sama sekali tak ada gunanya ini" Ketika mengucapkan perkataan tersebut na danya setengah merengek. tempat inipun bukan tempat yang bisa di datangi dan ditinggalkan orang dengan semaunya sendiri. . sehingga se mua orang segera berbisik-bisik lirih." Si Pena baja bercambang Tio Ci cui jadi gelisah sekali. lalu dia membalikkan badan dan tanpa mengucapkan sepatah katapun masuk ke ruang dalam. jangan harap kau bisa pergi meninggalkan tempat ini barang selangkahpun. sekalipun tidak memberi muka ke pada pendeta. buru-buru serunya lagi kepada Wan Kiam Ciu: "Toako. hanya saja kumohon kalian jangan berkeras kepala terus. biarkanlah urusan selesai dulu sampai disini!" Dengan sorot mata penuh amarah Mo im sin liong Wan Kiam ciu melotot sekejap kearah Tio Ci hui. bila siauhiap tak memberikan suatu pertanggungan jawab kepadaku hari ini.com/ keadaan makin kritis.

walaupun sekarang kau di tuduh orang. cepat kamu tinggalkan tempat ini. asalkan kau bersedia mempercayai diriku. Dalam sekejap mata saja. dia lantas menduga kalau gadis itu sudah menyusul Suma Thian yu. ia merasa bila hal ini dilaporkannya .Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu mengangguk. budi kebaikan ini pasti akan kubalas. dia berkata lebih jauh: "Di kemudian hari. setelah menjura dalam-dalam ka¬tanya: "Tio toako." Kemudian dia menjejakkan kakinya ke atas tanah dan secepat kilat melompat keluar dari pagar pekarangan rumah. kemudian dia baru menyeka air matanya mem bentur dengan tempat duduk Bi hong siancu Wan Pek lan. karena dia lah yang sering bermain dengan nona itu sejak si nona masih kecil. mengerti?" Dengan mata berkaca-kaca. ternyata bayangan tubuh nona wan sudah lenyap dari pandangan. cepat atau lambat persoalan ini pasti akan menjadi terang kembali. tapi teringat kalau Wan kiam cui sedang marah. dia berseru tertahan. bayangan tubuhnya sudah lenyap dari pandangan mata. si Pena baja ber cambang Tio Ci cui memperhatikan bayangan punggungnya hingga lenyap dari pandangan. Dengan mata berkaca-kaca.com/ Dengan cepat si pena baja bercambang Tio-Ci cui berpaling lagi kearah Suma Thian yu seraya berkata: "Hiante. tak terlukiskan rasa gelisah hatinya setelah mengetahui akan hal itu. begitu dilihatnya nona Wan tak ada di tempat. tapi tak usah putus asa." Setelah menyarungkan kembali pedangnya. Wan peklan tentu tidak terima akan persoalan tadi sehingga kepergiannya niscaya akan menimbulkan keonaran baru. sebenarnya dia hendak masuk kedalam untuk melaporkan kejadian ini kepada Wan kiam cui. budi kebaikkanmu tak akan aku lupakan untuk selamanya. lapangkan dadamu. Dia tahu. Si Pena baja bercambang Tio Ci hui cukup mengetahui watak dari Wan Peklan. aku percaya orang lain tak akan mampu untuk melukai diriku.

dia tidak memikirkan lebih jauh lagi... sekarang sepeser uang pun tak dimiliki. murung dan kesal.. Tapi apa yang dialami justru merupakan kebalikanya. besar kemungkinan kalau hal ini akan menimbulkan amarahnya. maka sambil melanjutkan perjalanan dengan kepala tertunduk. Suma thian yu berjalan terus tanpa berhenti...Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak dari belakang tubuhnya berkumandang suara tertawa merdu yang amat . Dalam keadaan gugup. buntalan tersebut ternyata miliknya. karena salah paham akhirnya dia menjadi dibenci orang. Mendadak terasa segulung angin berhembus lewat. kalau memang begitu.. tampak sesosok bayangan hitam dengan kecepatan luar biasa sedang meluncur ke arahnya.. pakaian dan uang yang dimilikinya masih tertinggal dikantor Sinl liong piaukok. dia segera duduk disana sambil memejamkan matanya rapat-rapat. Suma Thian yu telah meninggalkan kantor perusahaan Sin liong piaukiok dengan perasaan berat. Orang bilang: Siapa yang berbaik hati dia akan memperoleh yang baik pula. sampailah pemuda itu dibawah sebatang pohon besar. sebab itu diapun menahan diri.. Sementara itu...com/ kepada Wan kiam cui. aaii. ternyata benda itu adalah sebuah bungkusan besar. yang lebih mengherankan lagi. didepan mata terbentang sebuah tanah perbukitan. buru-buru disambutnya bayangan hitam tersebut dengan sepasang tangannya. waktu itu matahari sedang bersinar dengan teriknya. pikirnya diam-diam: "Besar kemungkinan paman Wan yang kusayangi dan mengalami nasib seperti apa yang ku alami sekarang. sungguh mengenaskan sekali nasibnya. dengan perasaan terkejut dia segera membuka matanya." Setelah meninggalkan kota. Sementara dia masih tertegun. bagaimana dia akan melanjutkan hidupnya dikemudian hari? Sementara dia masih murung.

dia mengurungkan niatnya untuk beristirahat. rupanya kau!" "Siapakah orang itu?" Ternyata dia tak lain adalah putri kesayangan dari Mo im sin liong Wan kiam cui. apa maksudmu? apakah ayahmu yang memerintahkan kepadamu untuk menahan aku disini?" "Soal ini tak usah kau urusi. maka setelah bertemu dengan gadis itu. dengan cepat Suma thian yu membalikkan badannya kemudian menjerit kaget: "Aaaaah. harap tunggu sebentar!" "Ada apa nona Wan? Dengan perasaan terperanjat Suma thian yu berpaling seraya bertanya. aku memang khusus datang kemari untuk mengirimkannya bagimu" "Oooh. aku sudah lama mendengar orang bilang tentang kelihayan ilmu pedang Kit hong kiam hoat.com/ sedap didengar. Tampaknya ia sudah merasa penasaran sekali terhadap keluarga Wan. "ada sesuatu persoalan kumohon petunjukmu" "Persoalan apa?" tanya Suma thian yu. lalu berkata: "Aku ingin memohon beberapa petunjuk ilmu silatmu!" Dengan wajah berkerut bercampur keheranan. Sambil menarik kembali senyumannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Si Dewi burung hong berjalan mendekat dengan wajah kemalu-maluan. mendadak terdengar nona Wan membentak lagi: "Suma siauhiap. Belum lagi berapa langkah. si dewi burung hong berkata dengan wajah bersungguh-sungguh: "Bawalah serta buntalanmu itu. karena itu aku ingin sekali memohon petunjukmu" . terima kasih nona Wan" Seraya berkata dia lantas mengambil buntalan tersebut dan siap meninggalkan tempat itu. Suma thian yu memandang sekejap kearah Wan Pek lan. kemudian tanyanya keheranan: "Nona Wan. yakni si Dewi burung hong Wan Pek lan.

aku tidak berniat bertarung melawan dirimu. kalau tidak. serunya sambil tertawa dingin: "Siauhiap. seakanakan telah dianiaya orang saja. nona. tak perduli apapun yang dikatakan Suma thian yu. sungguh tak kusangka kalian mengejarku terus-menerus. kumohon kepadamu. ia membentak nyaring: "Sekalipun tak mau juga harus mau. jangan harap kau bisa meninggalkan tempat ini" Suma thian yu yang melihat si nona menghadang jalan perginya.Tiraikasih Website http://kangzusi. lebih baik urungkan saja niatmu itu" Sepasang alis mata si Dewi burung hong Wan Pek lan segera berkenyit sesudah mendengar perkataan ittu. dengan keheranan Suma thian yu segera bertanya: "Mengapa harus bertarung dengan ku?" . dia sama sekali tidak ambil peduli. tujuannya tak lain adalah untuk memnta petunjuk ilmu silat dari anak muda tersebut. aku toh hanya bermaksud untuk meminta petunjuk saja kepadamu tanpa mengandung maksud lain" Mendengar perkataan itu. katanya dengan marah: "Kalau dilihat dari tampangmu yang mengenaskan. buat apa kau mendesak orang terus-menerus? Aku sedang merasa kesal. maka setelah menghela napas panjang. sukalah melepaskan sebuah jalan bagiku" Menyaksikan wajah Suma thian yu yang mengenaskan dan perkataan yang memilukan. dia lantas tahu kalau pihak lawan memang datang dengan sesuatu maksud tertentu. tak pernah bersalah pada manusia.com/ "Nona Wan. lebih baik kau urungkan saja niatmu itu!" Jauh-jauh si dewi burung hong Wan Pek lan menyusul kesana. Sambil menarik muka dan melototkan sepasang matanya. katanya: "Aku Suma thian yu merasa tak pernah bersalah pada langit. apakah kau tidak memandangsebelah matapun terhadap diriku?" "Tidak. Bi hong siancu Wan Pek lan segera tertawa geli. tekadnya itu sudah bulat.

.. aku benar-benar hendak mengajakmu bertarung!" Sembari berkata dia mendesak maju ke muka sambil melancarkan bacokan.. kemudian dengan jurus Long li cian ciau (membunuh naga ditengah ombak) langsung memba¬cok batok kepala Suma Thian yu.com/ "Aai.. mengapa kau berusaha menampik dengan pelbagai alasan?" "Permohonan? Aku tidak mengenal segala macam hal seperti itu" "Jadi maksudmu.. Si nona Wan segera meloloskan pedangnya sambil membentak: "Baik. buru-buru dia miringkan kepalanya sambil menghindar ke samping. setelah itu teriaknya kaget: "Kau. Waktu itu Suma Thian yu tidak bersenjata. "Kau benar benar.. dia didesak terus sampai mundur berulang ka li. terpaksa dia harus mundur selangkah lagi ke belakang...Tiraikasih Website http://kangzusi.." Belum sempat dia melanjutkan kata-katanya. Ternyata Suma Thian yu mengatakan tidak bertarung tetap tidak bertarung. gadis itu berkata lebih lanjut: Karena kau tangguh. kau tak ingin bertarung melawan diriku?" "Benar nona Wan!" jawaban dari Suma thian yu itu tegas dan bersungguh-sungguh. hal ini hanya suatu permohonan saja. maka aku baru memohon petunjuk darimu. bacoka pedang dari Bi hong siancu Wan Pek lan telah menyambar tiba.. ia sama sekali tidak memberi kesempatan kepada lawannya untuk berganti nafas.." "Ya. kau ini benar-benar. dalam waktu singkat pemuda itu sudah ter jerumus dalam posisi yang berbahaya sekali. bahkan secara beruntun melancarkan tiga buah serangan berantai yang semuanya ditujukan ke jalan darah kematian di tubuh Suma Thian yu.." Setelah berhenti sejenak. akan kulihat apakah kau akan turun tangan atau tidak!" Pedangnya diputar suatu lingkaran busur.

dia tak dapat menahan diri lagi menghadapi ancaman maut. Waktu itu Bi hong Siancu sedang risau kare na lawannya belum juga meloloskan pedangnya. Bi hong siancu Wan Pek lan kuatir kalau ia menyimpan kembali pedangnya kedalam sa rung. maka terhadap perkataan dari Suma Thian yu dia tak ambil peduli. "Nona Wan. teriaknya dengan segera: "Akan kulihat kau bisa berkeras kepala sampai kapan!" Sembari berkata. tak terlukiskan rasa girang dalam hatinya ketika menyaksikan Suma Thian yu menghunus pedangnya sambil melancarkan serangan balasan. . bentaknya dingin.com/ Dalam keadaan begini. dia telah bersiap siaga untuk menyambut datangnya ancaman tersebut dengan keras lawan keras guna mencoba sampai dimanakah ketangguhan lawannya. pedangnya memapas ringgung lawan dengan jurus Thian li hui ko atau malaikat perempuan memutar tombak. tanpa berpikir panjang lagi dia berpekik nyaring kemudian tubuhnya melejit setinggi satu kaki ke tengah udara. mendadak dia merubah jurus serangan ditengah jalan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Inilah salah satu jurus penolong yang ampuh dari ilmu pedang Kit hong kiam hoat. Mendadak gadis itu membentak nyaring. kemudian melayang turun kembali ke tanah. kau kelewat mendesak orang" Menyaksikan pemuda itu menarik kembali serangannya sambil melayang turun ke tanah. buru-buru pedangnya berputar membentuk selapis kabut senjata yang menyelimuti kepalanya. Siapa tahu Suma thian yu tidak bertindak seperti apa yang diharapkan. Ditengah jalan pedangnya ditarik kembali dan secara tibatiba mengeluarkan gerakan tubuh Yau cu huan sin (burung belibis membalikkan badan) pedangnya berubah menjadi beratus-ratus kuntuk bunga pedang dan mengurung bersama ketubuh Bi hong Siancu dengan jurus Ciang liong ji hay (naga sakti masuk ke laut).

Bi hong siancu Wan Pek lan merasa amat gembira. dia pun selalu berbelas kasihan didalam melancarkan serangannya. pertarungan mereka berlangsung amat santai dan tidak saling membahayakan jiwa masing-masing. Suma Thian yu selalu mengalah dan berbelas kasihan dalam serang-serangannya. anehnya Bi hong siancu pun seakan-akan mempunyai pandangan yang sama. Lama-kelamaan kedua orang ada kalanya mereka berdua sempat bertanya-tanya sendiri. padahal dalam hati masing-masing sudah ada perhitungannya. Sekilas pandangan pertarungan yang berlangsung antara kedua orang itu tampaknya amat seru. buat apa mereka berdua harus saling bertarung? Akhirnya Bi hong siancu Wan Pek-lan yang tertawa merdu lebih dulu. .com/ Suma Thian yu benar-benar mendongkol luar biasa. sepanjang pertarungan itu berlangsung. pedang mestikanya diputar kencang menciptakan selapis hujan pedang yang tebal dan langsung mengancam jalan darah Tiong teng hiat dan Tham tiong kiat ditubuh lawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kedua orang itu sudah saling bertarung sepuluh gebrakan lebih. Jilid 8 : Tuduhan keji Tak selang beberapa saat kemudian. tanpa terasa semangatnya berkobar dia pun mengembangkan pelajaran silat dari ayahnya untuk melepaskan serangan keji. tanpa terasa pergelangan tangannya digetarkan lalu mengayunkan pedangnya dengan jurus yang diandalkan ialah Im liong tham jiau (naga mega mementangkan sayap) ujung pedangnya seperti cakar naga yang di ayunkan kedepan langsung menotak jalan darah Cian Keng hiat dibahu lawan. akhirnya apa yang di harapkan terwujud karena pancingannya berhasil menjebak lawan.

xx X xx SIANAk MUDA itu membentak nyaring. Suma Thian yu amat terkejut.!" serunya. . dia tak dapat mengindahkan ucapan yang mengatakan "antara lelaki dan perempuan ada batas-batasnya lagi”. tak terlukiskan rasa kagetnya melihat ujung pedang lawan tahu-tahu sudah berada didepan dada. Tampak napasnya teratur.. tidak dijumpai gejala-gejala aneh dibalik denyutan nadi lawan. buru-buru serunya: "Nona Wan. matanya terpejam rapat dan mukanya merah segar. Suma Thian yu tersadar pula dari lamunannya. Pedang Kit hong kiamnya diputar untuk menangkis pedang lawan dengan jurus Sik poh thian keng (batu hancur langit terkejut). menggunakan kesempatan itu ia menerobos masuk kedepan dan menusuk jalan darah Tham tiong hiat dan tiong teng hiat si nona tersebut. Suma Thian yu makin cemas setelah menyaksikan kejadian ini dengan perasaan bingung. nona Wan..com/ Ditengah pekikan nyaring gadis itu. apakah kau terluka?" Bi hong siancu Wan Pek lan berdiam kaku seperti patung. "Tidak sopan kalau suatu pemberian tidak dibalas dengan pemberian lain. buru-buru dia menyimpan pedangnya dan lari kesisi Bi hong siancu sambil tanyanya dengan gelisah: "Nona Wan. dengan cepat dia melakukan pemeriksaan. terdengar Bi hong siancu menjerit keras lalu mundur beberapa langkah dengan sempoyongan dan akhirnya roboh terkapar diatas tanah. Menyaksikan kejadian itu. walaupun sudah diperiksa sekian lama. Berbareng dengan seruan itu..'" Melihat Wan Pek lan belum juga membuka matanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. napasnya memburu dan kelihatan menderita sekali.... sepasang matanya terpejam rapat-rapat.

seorang pemuda tampan yang gagah dan mempunyai daya tarik.com/ kesemuanya ini segera menimbulkan perasaan curiga dalam hatinya. maksud tujuan dan tindakan yang dilakukannya ini amat dalam selain hendak menyelesaikan pertarungan yang sama sekali tak berguna itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada waktu itulah dia merasa telapak tangan Suma Thian yu yang panas dan hangat telah ditempelkan diatas dadanya padahal sejak dewasa selain ibunya hampir tak pernah ada orang yang pernah menyentuh badanrya. bayangkan saja bagaimana mungkin hatinya tidak menjadi mabuk? . ooh Thian! Hal ini mustahil bisa terjadi! Ayah pasti telah salah menuduh orang baik!" Berpikir sampai disitu. apa yang dilakukan sekarang tak lebih hanya berpurapura belaka. Dengan sepasang mata setengah terpejam. Melihat tampangnya yang gagah dan ganteng. Berbicara yang sesungguhnya. orang yang meraba payudaranya adalah seorang lelaki. kini ia baru berkesempatan untuk menyaksikan wajah Suma Thian yu dengan jelas. makin dilihat dia merasa makin tertarik. diapun ingin mencari tahu sampai dimanakah watak dan perangai dari Suma thian yu. apalagi meraba diatas sepasang payudaranya. Tapi sekarang. apalagi merupakan orang yang dicintainya. diam-diam dia melirik dan mengikuti gerak-gerik Suma thian yu dengan seksama dari pagi hingga sekarang. mustahil dia tersangkut dalam peristiwa pembegalan barang kawalan. tanpa terasa pikirnya dalam hati: "Aaah. Padahal Bi hong siancu Wan Pek lan sama sekali tidak terluka. jantungnya serasa berdebar amat keras.

Begitu melihat Bi hong siancu mendusin. "Huuh.. Bi hong siancu Wan Pek lan sengaja menegur dengan suara keras. Tapi perempuan tetap perempuan.. rasa girangnya melebihi sekeluarga miskin yang secara tiba-tiba menemukan sebuntalan emas murni. dia sama sekali tak dapat menekan kobaran emosi dalam hatinya. ia tidak membiarkan pihak lawan meraih keuntungan kelewat lama.hampir saja aku dibikin kaget setengah mati. mabuk seperti terbang di angkasa. jika ada pihak ketiga hadir disitu. Pada dasarnya Suma Thian yu adalah seorang pemuda paling bodoh didunia ini.. dia ingin menampik namun tak tega untuk melepaskan kenikmatan seperti itu. juga amat manis dan mesra. keadan semacam ini amat mengenaskan.com/ Dia menjadi mabuk. terutama sekali gadis remaja yang mulai mengenal arti kata cinta.. mungkin kau bertambah gembira bila menyaksikan aku mati!" . masa kau merasa kuatir? Hmm.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan cepat dia bersorak gembira. terima kasih banyak.. tak terlukiskan rasa girangnya ia menghembuskan napas panjang lalu berkata: "Waah. "Nona Wan. ia pasti akan merasa perkataan mana kelewat mesra. padahal tindakan dari Suma Thian yu ini tak lebih merupakan suatu perbuatan yang mendekati ketolol-tololan. Suma Thian yu yang melihat gadis itu mendusin kembali. kecuali merasa gelisah. kau tidak apa-apa bukan?" Bi hong siancu Wan Pek lan menutup mulutnya rapat-rapat dan menggelengkan kepalanya berulang kali. bagaimanapun cintanya kepada pemuda itu toh sepasang matanya segera membuka kembali. kau tidak terluka apa-apa!" Sebetulnya perkataan semacam itu tak pantas diutarakan keluar.. perasaan semacam ini belum pernah dialaminya sepanjang hidup.

"asal kau tidak terluka. aku merasa girang sekali " "Mengapa sih kau begitu menaruh perhatian kepadaku?" Bi hong siancu balik bertanya.!" "Ya.com/ Perkataan semacam inipun tidak seharusaya diutarakan.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku rasa sesuatu yang nyata di dunia ini selamanya tak beralasan. Melihat wajah Suma Thian yu yang mengenaskan itu.. akhirnya mereka malah merasakan kemesraannya. apakah kau menyalahkan aku?" "Aah... lagi pula hati mereka lebih lembek. bukankah begitu?" ." Suma Thian yu mengulangi perkataan tersebut sampai beberapa kali tanpa berhasil untuk melanjutkannya. setelah saling ribut sekian lama.." buru buru Suma Thian yu menyahut. "Karena. Suma thian yu mengira gadis itu masih masih marah. mana. memang banyak kejadian yang berlangsung secara wajar.. Kau berani mengatakan dialam semesta ini tiada sesuatu kekuatan besar yang mengatur segala-galanya? Sesungguhnya Malaikat cinta mengatur bagi mereka berdua segala sesuatunya. tiada suatu bentuk alasan. sehingga akibatnya kau dibikin terperanjat." Pada dasarnya anak gadis memang lebih perasa dari pada kaum lelaki. "Aku tahu kau tak punya alasan bukan?" "Ehmmm.. Bi hong siancu Wan Pek lan tak jadi curiga. apakah kau ingin membantah? Kecuali kalau kau mempunyai kekuatan lainnya itu lain cerita. karena. tapi pada dasarnya kedua orang itu memang berwatak aneh. dengan wajah minta maaf dia berkata: "Aku sama sekali tidak bermaksud demikian. harap kau sudi memaafkan. mana. cepat ia menyahut: "Kesemuanya ini gara-gara aku mencoba unjuk kepandaian. maaf jika aku membuatmu terjatuh.. yang pasti..

manusia adalah mahkluk yang berperasaan. tolong tanya siapakah nama nona?" buru-buru sianak muda itu bertanya. aku merasa kagum sekali kepadamu yang melebihi orang lain" "Jangan nona. "Aku bernama Pek lan. kau boleh memanggil aku sebagai adik Lan!" "Adik Lan. Kadangkala perasaan semacam itu baru bisa tumbuh dan meningkat mencapai pada puncaknya bila manusia yang berlawanan jenis bertemu. tapi kalau ditanya menpapa. nona melulu.. ketika masih kecil orang memanggilku Lan ji. hal ini tak lain adalah perasaan. . mengapa kau selalu memanggil dengan nama tersebut?" ketika mengucapkan perkataan tersebut. Itulah sebabnya manusia dinamakan mahkluk yang berperasaan. tapi kata selanjutnya dia tak sanggup untuk melanjutkan. "Ahh betul. nadanya tersipu-sipu. Suma Thian yu merasa amat gembira sekali selama bergaul dengan Wan PeK lan. aku toh bukan tak punya nama. kemudian suaranya dengan terkejut. Waktu berlalu dengan cepatnya. tanpa terasa matahari telah bergeser kearah barat. Bi hong siancu Wan Pek lan mendongakkan kepalanya dan memandang keadaan cuaca sekejap.Tiraikasih Website http://kangzusi. yang terpenting manusia bukan rumput atau binatang. langit diliputi oleh cahaya keemasemasan. Waktu itu.. Ada orang bilang: Hubungan manusia antara manusia terdapat semacam daya tarik menarik. dalam suasana yang santai karena berbincang dan bergurau." Suma Thian yu segera memanggil. dia sendiripun tak mampu untuk mengucapkan sesuatu.com/ "Maaf nona.

. matahari sudah condong kebarat. seluruh jagad bisa dijadikan rumahnya.?" . dia pasti dapat memahami kesulitanmu." "kalau selamanya tak pernah menjadi jelas kembali. sayang aku masih ada urusan penting yang tak dapat ditunda lagi. moga-moga kita akan bersua kembali dimasa mendatang" kata Suma Thian yu. Suma Thian yu segera merasa hatinya kosong dan kecut. "Engkoh Yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku harus segera pergi dari sini. "Bagi seorang lelaki. "Ke rumahku!" sahut Bi hong siancu. menanti sampai fitnahan terhadap diriku sudah jadi jelas sekali.. ditatapnya nona Wan dengan wajah termangu. "Ah. Entah mengapa. Bi hong siancu yang melihat dia hendak pergi. lebih baik kita berpisah dulu sampai disini. hatinya menjadi amat gelisah.com/ "Aaah. oleh karena itu. bagaimana kalau kita kembali?" "Kembali? Kembali kemana?" tanyanya. Berbicara sampai disitu dia lantas bangkit berdiri dan sekali lagi memandang sekejap kearah Bi hong siancu. Padahal Bi hong siancu sendiripun tak ingin berpisah dengan pemuda tersebut. aku akan membujuk ayahku. buru-buru dia bertanya: "Engkoh Yu. kau bermaksud hendak pergi ke mana?" kata Bi hong siancu sedih. sewaktu mendengar gadis itu hendak pergi. buru buru ia mengusulkan. kemana aku sampai. disitulah aku akan berada" "Apakah kau akan kembali lagi kemari?" "Tentu akan kembali. dia seperti hendak mengucapkan sesuatu. bukankah hal itu sama dengan mengantar diriku kembali ke mulut harimau?" "Tak mungkin. "Terima kasih atas maksud baikmu. cita-citanya berada di empat penjuru. namun akhirnya niat itu diurungkan.

setelah menghembuskan napas hiburnya. Menangis semacam senjata yang ampuh bagi kaum wanita. Sementara itu. Suma Thian yu merasakan hatinya menjadi kecut." Berbicara sampai disitu ternyata dia menangis terisak dengan amat sedihnya.com/ "Itu berarti selama hidup aku tak akan menginjakkan kakiku kembali ke perusahaan Sin liong piaukiok. lalu hiburnya dengan suara lembut. tanpa terasa jantungnya berdebar keras. dia dibikin melumer juga hatinya oleh isak tangis dan air mata yang jatuh bercucuran. "Aku pasti akan kembali untuk menengokmu. seperti juga Suma Thian yu sekarang. air mata juga merupakan semacam taktik untuk mencapai pada tujuannya. karena itu dengan mata terbelalak dia hanya bisa memandang dengan wajah kebingungan. Buru-buru dia maju kedepan dan memegang bahu si nona. untuk sesaat dia tak berhasil menemukan kata-kata yang cocok untuk menghibur hati gadis she Wan tersebut. Seketika itu juga sang pemuda tersebut menjadi gelagapan sendiri dengan perasaan panik. asalkan kau benarbenar menyukai aku kembali kemari" "Tidak. "Sungguh?" selesai mengucapkan perkataan itu. sepasang matanya telah basah oleh air mata.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau tak mungkin akan kembali lagi.. satu ingatan tiba tiba melintas dalam benaknya: "Jangan-jangan nona Wan jatuh hati padaku.. asal hatimu tak akan berubah untuk selamanya" . "Aku pasti kembali untuk menengokmu. siapa tahu makin dilihat dia merasa hal itu makin benar. tanpa terasa dia memandang sekejap kearahnya." Berpikir sampai disitu. kau bohong! Aku tahu kau sedang menghiburku." jawab Suma Thian yu. menyusul kemudian dua baris air mata jatuh berderai membasahi pipinya.

. buru buru pintanya dengan nada setengah merengek: "Engkoh Yu. memangnya bisa menelanku hidup-hidup?" Terkesiap jnga Bi hong Siancu setelah mendengar perkataan itu. pelan-pelan Bi hong siancu mendongakkan ke palanya dan memandang sekejap kearahnya dengan pandangan mata yang merah. bukankah hal ini akan di tertawakan orang?" . Sementara mereka berdua merasa berat hati untuk saling berpisah. dia segera memasang telinga baik-baik. Dari arah jalan raya sana terdengar suara derap kaki kuda yang amat ramai berkumandang dari kejauhan sana yang makin lama semakin mendekat. demi kau.Tiraikasih Website http://kangzusi. Aku Suma Thian yu adalah seorang manusia yang tak akan mencari gara-gara bila tiada urusan.com/ Perkataan itu benar benar sangat manjur. bisa berabe juga akhirnya!" Mendengar itu. juga karena aku. "Haah haah haah. kemudian dengan wajah tersipu-sipu menundukkan kepalanya rendah-rendah. cepatlah pergi meninggalkan tempat ini!" "Kalau aku pergi. mereka sudah datang. kalau keburu terkurung. kumohon kepadamu sudilah kiranya untuk menghindarkan diri lebih dahulu. Agak tertegun Bi hong siancu mendengar suara itu. mendadak serunya tertahan: "Aduh celaka. ayahku bukan seorang manusia yang bisa diusik dengan begitu saja. ayahku telah menyusul kemari" "Dari mana kau bisa tahu?" "Apa kau tak mendengar suara bel itu? suara yang berasal dari kuda tunggangan milik ayah" Kemudian dengan cepat serunya kepada Suma Thian yu.. dan tidak takut menghadapi setiap kejadian bila menjumpai urusan. kalau toh mereka sudah datang. "Cepat lari.. Suma Thian yu segera terta wa terbahakbahak.

com/ "Darimana mereka bisa tahu kalau kau berada bersamasamaku?" Baru saja Bi hong siancu menyelesaikan kata-katanya. dengan cepat dia berseru: "Hmm. mengapa kaupun datang kemari?" "Hmm. mari. huuh sunggah tak tahu malu" Ternyata Boan thian hui Ya Nu tidak menjadi marah sebaliknya malahan tertawa. sepasang matapun ikut memerah" Suma Thian yu tentu saja tidak mau menunjukan kelemahannya. kenapa kau bisa berada bersama anjing lelaki ini?" Begitu Boan thian hui Ya Nu menyaksikan Suma Thia yu. Begitu berjumpa dengan kedua orang itu. mendadak dari tengah udara berkumandang suara gelak tertawa yang menyeramkan. tampak wajahnya hijau membesi seperti baru saja sembuh dari suatu penyakit yang sangat parah. tanpa terasa tanyanya. Suma Thian yu mencoba untuk mengawasi orang itu dengan seksama. bukankah semuanya ini gara-gara kau?" Eeh. kau masih punya muka untuk datang mencariku. kita berjum pa lagi. mendadak dia teringat akan seseorang. keparat terkutuk. kuperkenalkan kau dengan sahabatku ini. Anjing cilik. mari. buru-buru Bi hong siancu memberi hormat seraya berkata: "Paman Ya. mungkin inilah yang dikatakan dalam pepatah sebagai: "Dua orang musuh besar saling berjumpa. dia adalah Sang tayhiap" Suma Thian yu mencoba untuk mengamati orang iyu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tampak dua bayangan manusia dengan kecepatan luar biasa meluncur turun dihadapan kedua orang itu. prajurit yang pernah kalah. hatinya kontan menjadi panas kembali. ternyata dia tak lain adalah Boan thian hui Ya Nu bersama seorang manusia berusia empat puluh tahun. mendengar itu kedua orang tersebut menjadi terkesiap dan segera berpaling. .

sahutnya: "Benar. Siapa tahu manusia bermuka hijau itu tertawa seram setelah mendengar seruan tersebut. Suma Thian Yu adalah seorang lelaki yang berjiwa kesatria. paras muka Bi hong siancu Wan Pek lan berubah menadi pucat pias. diam-diam bersekongkol dengan. orang yang berada di tengah itu sudah membentak dengan penuh kegusaran sebelum kakinya mencapai tanah: "Perempuan rendah. kaum laknat!" Mendengar ayahnya melontarkan makian yang keji dan amat tak sedap didengar itu. tindakanmu itu sungguh lebih rendah daripada binatang. dari tengah udara telah berkumandang lagi tiga kali suara pekikan panjang. kemudian serunya sambil menuding: "Wan tay hiap. . Suma Thian yu sengaja berkata demikian de¬ngan maksud untuk menyindir lawannya. sedang kau sebentar lagi akan berubah menjadi setan muka putih" Belum sempat Suma Thian yu menjawab. segera serunya: "Ayahku datang " Betul juga. Mendengar suara pekikan tersebut. bocah keparat. aku benar-benar merasa malu untukmu.com/ "Apakah orang ini yang disebut Cing bin kui (setan muka hijau) Seng Tham?" "Setan muka hijau adalah suatu kata makian. aku memang bernama setan muka hijau. kau berani pagar makan tanaman.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sambil menggerakkan tubuhnya dia segera menerjang kehadapan Wan Kiam ciu. tampaknya kau cukup tahu akan diriku. dalam sekejap mata bayangan tersebut sudah tiba di depan Suma Thian yu. dia amat membenci watak Mo im sin liong Wan Kiam ciu. dari hadapan mereka segera muncul tiga sosok bayangan manusia. kontan saja Bi hong siancu menangis tersedu-sedu.

Suma thian yu segera merasakan datangnya hembusan angin dingin yang mencekam perasaannya.. hahh. Boan thian hui ya Nu menimbrung dari samping. di depan orang yang jujur tak usah berbicara bohong.Tiraikasih Website http://kangzusi. Jarak kedua dua belah pihak cuma lima langkah. begitu si setan muka hijau Sang tham mengayunkan telapak tangannya.com/ darimana kau bisa tahu kalau putriku bertindak pagar makan tanaman? "Dia membelai dirimu. ... Suma Thian yu miringkan badannya lalu berkelit ke samping.. "Cong piautau. kau pingin mampus rupanya?" Tenaga pukulan yang amat dahsyat segera dilontarkan kedepan sehingga menimbulkan deruan angin tajam yang amat memekikkan telinga. Suma Thian yu segera tertawa terbahak bahak. Wan tayhiap.. buat apa mesti ribut dengannya? Lebih baik dibunuh saja habis perkara" Si manusia berbaju hijau yang berada disampingnya seperti takut tidak kebagian kesempatan saja. "Haahhh... tiba-tiba ia menyerobot maju ke lalu sambil tertawa dingin serunya: "Anjing keparat.. Melihat datangnya bacokan tersebut. Toaya akan melengkapi keinginanmu itu!" Seraya berkata dia lantas mengayunkan telapak tangannya menghantam dada Suma Thian yu." Dalam pada itu. katanya sambil tertawa: "Selamanya sianya enggan membunuh prajurit tak bernama" Gagal dalam serangannya yang pertama. si setan muka hijau Sang tham maju kedepan sembari melancarkan sebuah pukulan lahi. Mendengar ucapan tersebut. aku orang she Suma akan menerimanya satu persatu .. apa maksud kedatanganmu sudah aku pahami..haahh. hal ini merupakan suatu fakta!" bentak Mo im sin liong Wan Kiam ciu dengan gusar. dampratnya dengan penuh kegusaran: "Bangsat.

. seolah-olah dia sama sekali tak pandang sebelah matapun ternadap si setan muka hijau Sang Tham. apalagi setelah mendengar kalau dia adalah murid kedua dari si mayat hidup Ciu Jit hwee atau adik seperguruan dari si macan angin hitam Sim Kong. ia . mengerti?" "Anjing keparat" kontan saja setan muka hijau Sang tham mencaci maki kalang kabut. sauya belum pernah dengar nama Sang Tham berkumandang dalam dunia persilatan" Berbicara sampai disitu dia lantas sedekap tangan dan tertawa terkekeh-kekeh.com/ Dengan perasaan terkesiap dia lantas melayang kesamping untuk menghindarkan diri. Tampak pemuda itu segera mengejek si setan muka hijau: "Sauya tak akan bersedia untuk bertarung melawan setan tanpa nama. ingat baik-baik namaku agar kalau sudah mampus mengetahui siapa pembunuhmu. suaranya menusuk pendengaran dan tak sedap didengar. dengan mempergunakan ilmu Ciok tiong luan poh sin hoat ajaran si pengemis yang suka berpelancong cong Wi Kian. si setan muka hijau Sang tham adalah seorang manusia yang liar dan membunuh orang tanpa berkedip. cepat lolosan pedangmu!" Sebetulnya Suma Thian yu memang tidak mempunyai kesan baik terhadapnya.. mendadak sepasang mata nya yang buas dan tajam bagaikan sembilu itu yang menembusi hati. mendengar perkataan itu bukannya menjadi gusar malah tertawa tergelak. "Toaya bernama Sang Tham. Sengaja ejeknya dengan suara yang sinis: Sang Tham? Sayang seribu kali sayang. Begitu Suma Thian yu mendemontrasikan ge rakan tubuh yang amat indah. Selesai tertawa. Bi hong siancu segera bersorak memuji. Perlu di ketahui.. tampak ujung bajunya terhembus angin dan tahu-tahu dia sudah berdiri satu kaki dari posisi semula . kemarahannya segera berkobar.Tiraikasih Website http://kangzusi..

. sebab mayat hidup Ciu Jit hwee mengutamakan urutan dalam penerimaan muridnya tanpa mempersoalkan perbedaan usia diantara mereka. dia membacok tubuh Suma thian yu dengan jurus Hek coa jui tong (ular hitam keluar dari gua).. namun usianya jauh diatas usia kakak sepergu ruan si harimau angin Sim Kong. sudah pernah dirasakan oleh Suma thian yu dan terbukti memang luar biasa. kemudian sambil bergerak maju kedepan. si setan muka hijau Sang tham telah meloloskan sebilah pedang lengkungberbentuk kaitan dari punggung nya. membuat anak muda itu bergidik. pedang kaitan berbentuk bulan sabit direntangkan kedepan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kekalahannya yang dideritanya tempo hari hanya terbatas pada soal pengalaman dan pengetahuan.com/ mengawasi wajahnya Suma Thian yu tanpa berkedip. tampaknya beberapa inci lagi segera akan menyentuh ujung baju Suma Thian yu. namun kekalahan tersebut diterimanya dengan hati yang tulus. pikirnya: "Amat luar biasa tenaga dalam orang ini!" Walau Sang Tham menduduki urutan kedua dalam perguruan si mayat hidup Ciu Jit hwee. dalam sepuluh gebrakan aku akan menyuruh kau memperlihatkan wujud sebenarnya!" Baru selesai dia berkata.. Dalam pada itu.bila toaya telah membegalmu. Sampai di manakah kepandaian silat dari harimau angin hitam Sim Kong. Suma Thian yu memang berniat untuk mempermainkan setan muka hijau. sewaktu be-ada di lembah Cing im kok yang lalu. menghadapi ancaman tersebut ternyata ia tidak meloloskan pedang Kit hong kiamnya. kau toh akan mengenali diriku?" Seraya berkata.. Benar. Dengan sepasang mata yang tajam dia mengawasi pedang kaitan tersebut lekat lekat kemudian setelah tertawa dingin ejeknya: "Setan tua. . kemudian serunya setelah tertawa seram: "Hehehehe. pedang kaitan dari Setan muka hijau Sang Tham telah menusuk tiba.

rupanya kau sedang menghantam si angin busuk. serangan yang dilancarkan kali ini pasti akan berhasil telak.Tiraikasih Website http://kangzusi." ejeknya sambil tertawa tergelak. tiba-tiba tubuhnya berputar kencang dan membacok kebelakang punggung. "Hooree. dalam hati kecilnya dia tertawa dingin tiada hentinya. Siapa tahu selicik-liciknya dia. "sauya toh berada disini.com/ Pada saat itulah mendadak Suma Thian yu mendengus dingin. Kali ini. orang lain tidak lebih bodoh.. ternyata Suma Thian yu sudah menyelinap kebelakang punggungnya. ketika senjatanya menca¬pai setengah jalan. seketika itu juga terasa hawa dingin menembusi tulang belakangnya. pedang kaitan berbentuk sabitnya dengan jurus Heng Sau gian kun (menyapu rata selaksa prajurit)segera menyapu kedepan mengikuti berputaran badan-nya kemudian pedang itu ditusuk kemuka de ngan kecepatan bagaikan sambaran kilat. menyusul bayangan tubuh nya berkelebat lewat dan tahu-tahu sudah lenyap dari pandangan mata. tampak ada bayangan hitam berkelebat lewat. Siapa tahu baru saja sepasang bahunya bergerak. Kontan saja sifat buas dari setan muka hijau berkobar dalam dadanya. Maka itu. sekarang sudah lewat tiga jurus. Di dalam anggapannya. se¬kalipun Suma Thian yu licik juga tidak akan lolos dari serangan pedangnya yang aneh tapi sakti itu. bersamaan dengan berputarnya sang badan.. Suma Thian yu tahu-tahu sudah berdiri disisinya sambil bertepuk tangan dan bersorak sorai. kenapa angin tak berdosa yang di hajar? Nah. setan muka hijau Sang Tham bertindak lebih cerdik. tahu-tahu dia sudah kehilangan lagi bayangan tubuh dari Suma Thian yu. buru-buru dia membalikkan badannya. mendadak setan muka hijau Sang Tham merasakan datangnya dengusan dingin yang bergema dari belakang tubuh. masih ada tujuh jurus lagi untuk memaksamu menunjuk wujud aslimu!" . Gagal dari serangannya yang pertama.

berdiri disitu dia lantas berteriak penuh kegelisahan. bila kabar ini tersiar keluar. "Oooh Thian.Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil menciptakan selapis cahaya pedang dia menyerang secara membabi buta. serahkan nyawamu!" Menyusul teriakan itu tubuhnya bergerak kedepan bagaikan orang kalap. Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang selama ini hanya melihat jalannya pertempuran dari tepi arena. Waktu itu Suma Thian yu sedang merasa gembira karena berhasil menangkan San Tham. sesungguhnya tak pandang sebelah matapun terhadap si setan muka hijau. sungguh memalukan sekali perbuatan kalian!" Yang dimaksudkan sebagai orang yang memalukan tentu saja perbuatan dari ayahnya yang main kerubut serta menyerang kaum muda. Oleh sebab itu menang kalah Sang tham boleh dibilang tiada sangkut pautnya pula dengan dia. Bi hong siancu Wan Pek lan menjadi gelisah sekali setelah menyaksikan kejadian tersebut. dengan suatu kecepatan luar biasa dia mencabut keluar pedang Kit hong kiam yang tiada tandingannya dikolong langit itu. melihat kawanan musuhnya menyerang bersama. dia segera berpekik dengan suara yang amat nyaring. maju bersama!" Selesai berkata ternyata dia menerjang lebih dahulu kedalam arena.com/ Selama hidup belum pernah setan muka hijau Sang Tham di perlakukan orang dengan cara macam ini. nisciya hal mana akan sangat memalukan dan merosotkan pamornya di depan mata umum. sebagai seorang cong piautau ternyata dia menggunakan sistem pertarungan roda berputar untuk meng-giliri seorang bocah cilik. ia menjadi amat gelisah. . disusul kemudian oleh dua orang piausu dan Boan thian hui ya Nu. akan tetapi setelah menyaksikan Sang thsm mulsi nekad dan siap beradu jiwa. teriaknya tanpa sadar: "Saudara sekalian. kontan saja berteriak dengan penuh kegusaran: "Bocah keparat.

kemudian bentaknya pada Wan Kiam cu dengan kobaran emosi: "Wan tayhiap. kakinya menjejak tanah dan segera mengejar dengan kecepatan tinggi. tentu saja Mo im sin liong enggan untuk melepaskan dengan begitu saja. buru-buru dia menghimpun tenaga dalamnya sambil memutar pedang. suatu ketika aku orang she Suma pasti akan berkunjung lagi ke Sin liong piauliok untuk menentukan mati hidup bersamamu!" Selesai berkata. . Tak lama kemudian Suma Thian yu telah tiba ditepi hutan.. dari empat penjuru sudah menyambar tiba lima macam senjata tajam.Tiraikasih Website http://kangzusi. dendam ini akan kuingat selalu dihati.. sambil membentak pendek. dia segera memberi tanda kepada rekanrekannya agar melanjutkan pengejaran tersebut. jangan kabur! Tinggalkan dahulu selembar nyawamu!" Belum habis dia berkata. Melihat pemuda itu melarikan diri. secara beruntun dia lepaskan dua kali serangan berantai untuk mendesak mundur lima orang yang mengerubutinya sampai beberapa langkah.. Keempat orang lainnya tak mau ketinggalan. Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang berada dibelakangnya segera membentak keras: "Bocah keparat. sepasang kakinya menjejak tanah dan melambung ke tengah udara kemudian dengan kecepatan luar biasa melesat ke dalam hutan lewat dibelakang tebing.com/ Begitu pedang Kit hong kiam diloloskan. dia berpekik nyaring. Dalam repotnya Suma Thian yu segera mengeluarkan jurus Ya can pat hong atau berta rung malam delapan penjuru untuk memunahkan ancaman lawan dengan kekerasan. Tentu saja Mo im sin liong tak rela melepakan mangsanya dengan begitu saja. serentak mereka melakukan pengejaran dengan kecepatan tinggi. Mendadak dari balik hutan brkumandang suara pekikan areh yang amat nyaring. Suma Thian yu telah menembusi hutan dan menyelinap dibalik dedaunan. Waktu itu kemarahannya telah berkobar.

tampak tiga sosok bayangan manusia sedang melesat keluar dari dalam hutan dan melayang turun dihadapan mereka. ketika ia mendongakkan kepalanya. Begitu berjumpa dengan manusia berkerudung itu. "Aaah. kemarahan Mo im sin liong Wan kiam ciu semakin memuncak. bocah itu sudah kubawa pergi. mengapa kau mesti melakukan pembunuhan terhadap seorang bocah cilik?" "Apa sangkut pahutnya antara bocah keparat dengan kalian?" "Ooh. ketiga orang itu menutupi wajahnya dengan kain berwarna hitam dengan jubah berwarna hitam pula. soal itu mah lebih baik tak usah di campuri Wan piautau. boleh dibilang tak terlihat bagaimanakah mimik wajahnya ketika itu. begitu rnenrtengar ke tiga orang itu mengaku sebagai pembegal barang kawalannya dan mereka pula yang . disitu telah muncul tiga orang manusia berkerudung.com/ Mendengar pekikan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. segera bentaknya keras-keras: "Siapa yang berada didepan sana? Mengapa menghadang jalan pergi kami?" "Toayamu hendak menghalangi jalan pergi mu. "Wan piautau. Mo im sin liong Wan Kiam ciu menjadi tertegun.! Melihat siapa yang datang Boan thian hui Ya Nu segera menjerit kaget. mau apa kau?" sahut manusia berkerudung yang ada ditengah dengan dingin. membunuh adalah suatu perbuatan yang dilakukan hanya dengan mengangkat tangan. persis menghadang jalan pergi orang-orang itu. "Siapakah kau?" "Orang yang telah membegal barang kawalan perusahaan kalian" jawab orang itu dingin. tanpa bertanya merah atau hijau lagi. selain sepasang matanya yang berkilauan tajam. pencoleng berkerudung!" Betul. kalau punya kemampuan minta sajalah kepadaku!" Selama hidupnya Mo im sin liong Wan Kiam ciu hidup diujung golok.

Tiraikasih Website http://kangzusi..... paras mukanya segera berubah hebat.. Bila kalian bertiga tidak segera menyerahkan barang kawalan kami yang dibegal. "Suara orang ini sangat kukenal. terdengar orang itu berkata lagi: "Kiam ciu. mendadak Mo im sin liong Wan Kiam ciu teringat akan seseorang. aku pasti akan menyingkap kain kerudung ini untuk memperlihatkan wajah asliku kepadamu!" Mendengar perkataan tersebut. kemudian ia berdiri termangu-mangu ditempat semula dengan perasaan terkesiap... jangan harap kalian bisa keluar dari sini dengan keadaan hidup!" Berbicara sampai disitu.sungguh beruntung kita bisa saling bersua muka pada hari ini.. matikan saja keinginanmu itu. Sementara dia masih termenung.. kontan saja marah. ssgera dia menerjang ke muka dan melepaskan sebuah bacokan ke tubuh orang itu.com/ telah menyelamatkan Suma Thian yu." Mendengar perkataan itu.haaah.. "masih ingin hidupkah kau?" Ketika mendengar teguran tersebut. "Haaah. tapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya untuk menyangkal kembali jalan pemikiran tersebut.. sebenarnya siapakah dia?" demikian ia berpikir.. tanyanya sambil mendongakkan.. bersusah susah aku mencari jejakmu akhirnya berhasil ditemukan tanpa bersusah payah. Mo im sin liong Wan Kiam ciu yang sedang memasang gaya untuk melancarkan serangan menjadi agak terhenti.haaah. "Kiam ciu!" terdengar orang berkerudung itu membentak keras. lebih baik pulang saja ke rumah.. dia lantas memberi perintah kepada para piausunya. kepala "Siapakah kau? Dapatkah aku mengetahuinya?" "Sesaat sebelum ajalmu tiba. "Bekuk mereka semua!" .. Mo im sin liong Wan Kiam ciu segera mendongakkan kepalanya dan tertawa panjang.

mendadak terdengar ke tiga orang manusia berkerudung itu tertawa tergelak bersama. akhirnya setelah mengambil keputusan didalam hati. Wan congpiautau. Ketika Wan Kiam ciu mendongakkan kepalanya..heeeh. heeh.. dengan perasaan kaget segera jeritnya: "Aaaah" Ternyata ke empat orang pembantu yang dibawanya telah berdiri mengintari dibelakang tubuhnya dengan berjajar. jangan salahkan jika kamipun bertindak pagar makan tanaman. Boan thian hui Ya Nu telah menyela sambil tertawa licik.. Pepatah kuno memang berkata benar: Tahu orangnya. Mimpipun Mo im sin liong Wan Kiam ciu tidak menyangka kalau mata-matanya berada dalam tubuh perguruan sendiri. tidak sulit bila kau menginginkan . tahu mukanya belum tentu tahu hatinya..com/ Siapa tahu belum selesai dia berkata. katanya sambil tertawa sedih: "Ya Nu! Lohu bersikap sangat baik kepada mu. tentu saja si Setan muka hijau Sang Tham pun diundang datang secara khusus untuk membantu pihak mereka. melihat masa jayanya sudah lewat. diam-diam ia menghela napas panjang.. dengan perasaan terkesiap. cuma bila kan bersedia menyerahkan perusahaan Sin liong piaukiok kepadaku.. Ternyata lohu sudah salah menilai dirimu. siapa tahu kau adalah seorang manusia yang berpakaian binatang.Tiraikasih Website http://kangzusi. Merasakan gelagat tidak beres.. kau terkejut? Siapa suruh kau pikun dan tolol. tentu orang she Ya pun bisa berbelas kasihan dengan mengampuni selembar jiwamu." Ternyata Boan thian hui Ya Nu telah bersekongkol dengan kawanan penyamun berkerudung itu." Belum habis dia berkata. Mo im sin liong segera bertanya: "Kalian. meraka mengawasi kearahnya dengan senyuman licik menghiasi bibirnya. hari ini adalah hari kematianmu. sambil megang senjata...

tak lama kemudian si setan muka hijau Sang Tham keok lebih dulu.. tentu saja lohu akan menyerahkan de ngan sepasang tangan terbuka. dia kuatir setan hijau Sang Tham terkecoh.. Mo ... Benar juga. menyusul kemudian dengan jurus Sin liong ji hay (naga sakti masuk samudra) secepat kilat dia menusuk ke ulu hati setan muka hijau Sang Tham.. Mo im sin liong wan Kiam ciu dengan megandalkan ilmu pedang Hu mo kiam hoat serta Mo im sin hoatnya yang lihay pernah menjagoi utara dan selatan sungai besar. Tiga orang manusia berkerudung yang berada disamping arena dan melihat gelagat tidak menguntungkan. kematian sudah berada didepan mata.heeehh. pedangnya dengan jurus Sau soat hee ciat (Membersinkan salju dibawah rumah) menangkis datangnya ancaman pedang kaitan tersebut." Setan muka hijau Sang Tham tertawa seram.... dia kuatir dikerubuti orang banyak. Mo im sin-liong wan Kiam ciu tertawa seram. Boan thian hui Ya Na paling mengetahui kemampuan yang sebetulnya dari Wan Kiam cui.. jika dia setuju. cuma kau mau mesti bertanya dulu kepada pedangku ini.com/ perusahaan ini. dengan cepat membentak keras dan bersama-sama terjun ke arena pertarungan.heehh. buat apa mesti banyak ber bicara lagi? Toaya akan segera mengirim dirimu lebih dulu untuk pulang kerumah kakek moyangmu" selesai berkata. pedang kaitan berbentuk bulan sabitnya diayunkan ke muka menusuk tenggorokan wan Kiam ciu. dengan demikian situasinya segera berubah.. "Heehh.Tiraikasih Website http://kangzusi. suatu pertarungan sengit dengan cepat berkobar. maka begitu turun tangan dia lantas melancarkan ancaman dengan jurusjurus dahsyat dan mematikan.. dia masih dapat memberikan perlawanan-nya dengan gigih. meski sekarang diharuskan berhadapan langsung dengan dua orang musuh tangguh. menyusul kemudian Boan thian hui Ya ikut terpapas kutung sebuah jari tangan-nya.. maka sambil memutar senjata Sam ciat kunnya ia terjun pula ke arena pertarungan.

. Tampak giginya saling bergemerutukan keras. Pada mulanya dia masih dapat memutar senjatanya dengan leluasa. Tujuh macam senjata bagaikan titik air hujan berbareng membacok kearah tubuh lawan.. sepasang matanya merah berapi-api. setelah bertarung sekian lama ia makin tak kuasa menahan diri. tentu saja tak akan membiarkan dia melarikan diri dengan begitu saja..com/ im sin liong kena terdesak sehingga mundur kebelakang berulang kali.. hingga detik ini dia benar-benar kehabisan tenaga dan berada diambang kematian.. . seorang gagah sukar melayani gerombolan monyet... menyusul kemudian terlihat sesosok bayangan manusia berwarna hitam masuk ke dalam arena dengan kecepatan luar biasa. Boan thian hui Ya Nu yang mendendam karena jarinya dipapas kutung..Tiraikasih Website http://kangzusi. Disaat yang amat kritis itulah mendadak dari tengah udara berkumandang suara pekikan nyaring yang memekikkan telinga. apalagi usia Mo im sin liong San Kiam ciu telah mencapai enam puluh tahunan. tapi lama-kelamaan akhirnya makin keteter dan tak sanggup menahan diri lebih lanjut. sambil memberi tanda kepada semua orang. mendadak ia berjongkok lalu sambil membentak nyaring. serentak mereka melompat ke muka dan menubruk bersama ketubuh Mo im sin liong Wan kiam cui.. Paras muka Mo im sin liong berubah menjadi merah padam bagaikan darah. Sepasang tangan sulit melawan empat tangan. sepasang lengan-nya diluruskan kemuka dan tubumenerjang keudara dan berusaha untuk melompat keluar dari arena dengan mengerahkan sisa kekuatan yang dimilikinya. Tampaknya Mo im sin liong Wan Kiam akan terjerumus kedalam bahaya maut dan tak mungkin jiwanya bisa tertolong lagi. pakaian yang dikenakan olennya kini telah bertambah dengan beberapa buah lubang.

dalam beberapa langkah saja dia sudah lenyap dari pandangan mata. ketika tiba-tiba muncul seorang bintang penolong dari atas langit. tujuh delapan sosok bayangan manusia tahu-tahu sudah roboh rerkapar diatas tanah sambil mengaduh kesakitan. ditangannya menggenggam sebuah senjata kebutan dan berdiri disitu sambil tersenyum. kuucapkan banyak terima kasih atas pertolonganmu!" "Cepat-cepatlah pulang. kuatirnya kalau terjadi sesuatu peristiwa yang diluar dugaan!" Mendengar perkataan itu.com/ Seketika itu juga terdengar suara benturan senjata yang amat ramai disusul jeritan kesakitan bergema memenuhi angkasa. . kemudian jeritnya kaget: "Aah. dia segera menjura kemudian melompat pergi meninggalkan tempat itu. buru-buru melompat bangun. lebih baik segera pulang keperusahaan Piaukiok untuk menyelamatKan bencana" kembali kakek itu tegsenyum! Mo im sin liong Wan Kiam ciau tidak bertanya lebih jauh. Waktu itu sebenarnya Mo im sin liong sudah memejamkan matanya siap mati. lalu ia tidak bicara lagi. jangan-jangan aku sudah terkena siasat memancing harimau turun gunung?" Kakek itu mengangguk dan tersenyum.Tiraikasih Website http://kangzusi. buruburu tanyanya lebih jauh: "Tolong tanya siapakah namamu agar budi kebaikan ini bisa kubalas dikemudian hari!" "Cepatlah pergi! Tak ada gunanya menanyakan soal itu kepadaku. kini telah berdiri seorang kakek berwajah segar yang sangat berwibawa. diantara ba yangan manusia berkelebat lewat. Ditengah arena pertarungan. kemudian dengan hormat dia menjura seraya berkata: "Berkat bantuan dari saudara. Mo im sin liong merasa amat terkejut. satu ingatan dengan cepat melintas dalam benaknya. ia merasa terkejut sekali. Mo im sin liong Wan kiam cui merasa gelisah sekali.

bila lain kali sampai terjatuh kembali ketangan lohu. mereka bersama-sama mengawasi tubuh kakek tersebut. dikemudian hari pasti akan kubalas pemberianmu pada hari ini" Kembali kakek itu tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan tersebut. ditatapnya ketujuh orang itu dengan pandangan tajam. Mengapa tidak segara enyah dari sini? Apakah ingin menunggu sampai lohu yang menghantar keberangkatan kalian?" Meski suaranya halus namun memancarkan semacam kewibawaan yang membuat orang tak berani melanggarnya. tapi mengingat kalian belum melakukan kejahatan besar. tinggal seorang manusia berkerudung yang masih tetap tinggal disitu sambil mengancam: "Toaya tak akan melupakan peristiwa yang berlangsung hari ini dengan begitu saja. Hoan thian hui Ya Nu berangkat duluan disusul lima orang lainnya. Si kakek segera tersenyum. kemudian bentaknya lebih lanjut.com/ Sepeninggal Mo im sin liong. masih berani berlagak sok pendekar" Seakan-akan memiliki kewibawaan yang luar biasa. maka sengaja kuampuni jiwa mu sekali ini saja. berbicara dari perbuatan yang kalian lakukan. ketujuh orang pencoleng yang sedang merintih diatas tanah itu segera merangkak bangun kemudian dengan empat belas matanya yang memancarkan sinar takut bercampur merengek. katanya. tinggalkan namamu. sebetulnya tak seorangpun tak boleh dibiarkan hidup. kakek itu baru mengalihkan sorot matanya dan mengawasi ketujuh orang pencoleng yang tergeletak ditanah lalu sambil mengibaskan senjata kebutannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. . "Lohu paling benci dengan segala macam permainan rendah dan busuk seperti ini. tak akan seenteng ini yang bakal kuberikan" Berbicara sampai disitu. ia berkata : "Semuanya cepat bangun! Sudah tak becus macam gentong nasi.

"Bocah. maaf bila boanpwee punya mata tak berbiji.com/ "Bagus. Memandang bayangan hitam yang semakin menjauh dari pandangan mata itu. sekarang kau sudah boleh keluar. kemudian selesai tertawa bentaknya dengan suara rendah. kemudian setelah melirik sekejap kearah pedang yang tersoreng dipunggung Suma Thian yu. haaah. dari dalam hutan terdengar sesorang menyahut lantang: "Aku telah datang!" Sesosok bayangan manusia melayang keluar dari balik pepohonan. silahkan saja datang ke telaga Tong ting yu untuk mencari Heng see Cinjin. Begitu mencapai permukaan tanah Suma Thian yu segera berkata dengan hormat: "Rupanya cianpwee. Ternyata orang itu tak lain adalah si pendekar cilik Suma Thian yu." Heng see Cinjin segera tertawa terbahak-bahak”. haaah.. Dari mana kau dapatkan pedang itu?" . sudah kau dengar namaku. baik! Jika kau ingin membalas peristiwa hari ini. "Haaah. katanya agak tercengang. Heng see Ciajin tertawa terbahak-bahak. siapakah gurumu?" "Guruku adalah Put gho chu. lohu paling suka dengan manusia semacam kau. Tapi secara tiba-tiba dia menghentikan kembali gelak tertawanya.." Baru selesai dia berkata. manusia berkerudung itu tak berani banyak berbicara lagi. setelah berputar satu lingkaran diudara." Mengetahui kalau guru Suma Thian yu adalah Put Gho cu yang angkat nama bersamanya tak terasa Heng see Cinjin tertawa bergelak. punya semangat. dengan entengnya dia melayang turun di muka Heng see Cinjin. punya keberanian." Mengetahui kalau kakek yang berada dihapannya kali ini adalah Heng see Cinjin yang nama besarnya sudah termashur dalam dunia persilatan sejak puluhan tahun berselang. dia segera membalikkan badan dan segera melarikan diri terbiritbirit meninggalkan tempat itu. Bocah.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Tiraikasih Website http://kangzusi..com/ "Hadiah dari paman boanpwee. mohon kau sudi memberi penjelasan" "Aaai.siancay. akan kujelaskan semua perangai yang sebenarnya dan Siau Wi goan" . bagaimana mungkin fitnahan yang menimpa Wan Liang bisa terselesaikan dengan baik.. sepasang mata Suma thian yu berubah menjadi merah padam. titik air mata jatuh bercucuran membasahi pipinya. Kit hong kiam Wan Liang. sampai lama kemudian ia baru berusaha untuk menekan kesedihan yang mencekam dalam dadanya. "Nak." "Ehmm. "Aaai.. BoanPwee kurang jelas.. bagaimana dengan dia? Sekarang dia berada dimana?" "Dia seorang tua telah tiada. sakit hati tenggelam ke dasar samudra.kau tahu manusia macam apakah Bi kun lun Siau Wi goan yang menjadi musuh bebuyutannya paman Wan?" Suma Thian-yu menggelengkan kepalanya berulang kali." "Sudah mati?" paras muka Heng see Cinjin berubah hebat.?" Selesai berkata. Heng see Cinjin segera duduk bersila dan mempersilahkan pula kepada Suma Thian yu untuk duduk. "apa yang menyebabkannya kema tian-nya?" Begitu teringat dengan kematian paman Wan nya yang mengenaskan. kau duduklah dulu. Heng see Cinjiu mendengarkan dengan seksama... tiada saat untuk membuktikan kebersihan diri lagi" "Sungguhkah dugaan dari locianpwee itu? "Ehhmm ... kalau persoalan ini saja tidak kau pahami. kemudian secara ringkas mengisahkan pula apa yang telah dialaminya di perusahaan Sin liong piaukiok. kemudian sambil mengdongakkan kepalanya dia menghela napas panjang. Kemudian secara ringkas dia menceritakan kisah kematian Wan Liang yang mengenaskan itu kepada Heng see Cinjin. kemudian katanya..

. Sementara itu Heng see Cinjin telah memandang sekejap ke arah Suma Thian yu. lohu yakin usahamu itu pasti akan segera berhasil. sa yang Bi kun lun Siau Wi goan adalah seorang yang dianggap sebagai seorang Kuncu. diam-diam Heng see Cinjin memuji atas kebesaran hati dan sifat kependekaran dari pemuda itu. andaikata dia adalah musuh umum dari dunia persilatan saat ini. orang yang hendak kau cari adalah pemimpin kalangan putih dari dunia persilatan dewasa ini. Suma Thian yu segera berpikir lagi didalam hati: "Menunggu kau menyelesaikan kata katanya. mungkin Sin liong piaukiok sudah hancur menjadi puing-puing yang berserakan?" Walaupun dia berpikir demikian. buat apa kau mesti memper¬hatikan dirinya? " "Tapi. katanya sambil tertawa: "Bencana bisa dihindari. Sudah pasti wan Kiam ciu si manusia tolol itu dapat dibantu" Mendengar ucapan mana. tak usah kau pikirkan tentang masalah itu. Melihat sikap Suma Thian yu yang murung dan penuh perasaan cemas. berarti kau sedang menantang seluruh .. bagaimana dengan keadaan di Sin liong piaukiok?" "Anak bodoh. toh perasaannya agak tenang banyak.com/ Suma Thian-yu segera duduk. karena setelah Heng see Cinjin berkata demikian. sudah pasti ia telah mengatur suatu rencana yang ma¬tang. "Nak.. dengarkan dulu perkataanku.. seorang enghiong hohan dari dunia persilatan. buru-buru katanya: "Locianpwee.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu berkata. Pada saat itulah mendadak ia teringat kembali dengan bencana yang menimpa perusahaan Sin liong piau kiok.. apa sangkut pautnya persoalan ini dengan dirimu? Mereka amat membencimu sehingga kalau bisa makan dagingmu dan menghirup darahmu. bila kau berani mencarinya. bagaimana dengan kekesalan? Nak.

karena dia tidak mempunyai bukti yang menunjukkan kalau telah melakukan kejahatan" Suma Thian-yu merasakan hatinya sakit sekali. akibatnya tak bisa dibayangkan dengan kata-kata. Hal 57 dan 58 hilang .Tiraikasih Website http://kangzusi. "tapi kalau sesuatu kejadian belum dibuktikan dengan mata kepala sendiri. Suma Thian yu segera bertanya dengan perasaan gugup: "Kalau begitu. harapan dari boauwe ini tak mungkin bisa terwujud. tentu saja hal ini akan mempermudah dirimu untuk mempermudah dirimu untuk melaksanakan tugas tersebut" "Jadi locianpwee menganggap dia adalah seorang yang baik?" "Hanya bisa mengatakan demikian. kebenaran pasti akan ditegakkan. manusia tak akan menangkan takdir... kemudian melanjutkan : "Cuma. kecuali kalau kau memiliki suatu kepandaian yang luar biasa" Berbicara sampai disitu.com/ umat persilatan untuk berduel. Mendengar sampai disitu.?" "Aku rasa demikian. katanya kemudian dengan cepat: "Dia adalah orang jahat! Dia adalah pemimpin dari rombongan penyamun berkerudung itu!" "Aku memang pernah mendengar berita tersebut" kata Heng see Cinjin hambar. Heng see Cinjin berhenti sejenak. asal kau dapat menemukan suatu bukti dari kejahatan yang telah dilakukan Siau Wi goan. hal mana tak dapat diper caya dengan begitu saja" Suma Thian yu menjadi sangat gelisah. serunya lagi dengan cemas..

. haah.. Heng see cinjin mengulapkan tangannya menyuruh dia duduk. dan katanya lagi: "Mereka segera akan datang.. cara kerja kedua orang setan cillk ini benar-benar cepat sekali!" Suma Thian yu tidak tahu permainan macam apakah yang hendak dilakukan Heng see cinjin ini. buat apa mesti terburu napsu?" Berbicara sampai disitu.." "Terima kasih atas petunjuk dari cianpwee. persoalanmu kali ini hanya ada rasa kejut tiada bahaya. dia awasi Heng See cinjin tak berkedip. "Haah. kemurungan dan kekesalan yang semula menyelimuti wajahnya pun lenyap. seru Suma Thian yu sambil bangkit dan mengucapkan rasa terima kasihnya.com/ Suma thian yu seorang yang cerdas.Tiraikasih Website http://kangzusi. bukankah mereka telah datang?" . semoga kau dapat maju dengan gagah berani..... Heng see Cinjin segera menuding keatas tebing. dengan perasaan terima kasih. kemudian ia segera tertawa terbahak-bahak. "Sebentar kau akan mengerti.. kecurigaan-nya lenyap.. untuk sesaat dia menjadi kebingungan setengah mati dan cuma bisa mengawasi kakek itu dengan wajah termangu. mari kita duduk dan menanti sejenak!" "Siapa mereka?" tanya Suma Thian yu dengan rasa keheranan.haah..mereka sudah datang.. sepatah katapun tak sanggup diucapkan karena haru.haah.... "Haah. haah. Melihat itu Heng see Cinjin segera berkata sambil tersenyum: "Orang yang baik selalu dilindungi Thian. mendengar perkataan itu.coba lihat. Heng see cinjin segera memasang telinga dan mendengarkan dengan seksama.. lalu tertawa terbahak-bahak.

yang lelaki bernama Thia Cian. oleh Heng see Cinjin mereka pun di bawa pulang kebukit Kun san dipelihara disana. Dalam waktu singkat. ternyata ke dua orang itu adalah muda mudi yang berusia antara tujuh delapan belas tahun.com/ Suma Thian yu segera berpaling. sejak kecil kepandaian silatnya telah diberikan kepada mereka berdua. mereka adalah saudara sekandung. yang perempuan Thia Yong. timbul perasaan sayang Heng see Cinjin kepada mereka. muda mudi itu segera melayang turun ke tanah dan menyembah kepada Heng see Cinjin sembari melapor: "In su. Sejak kecil dua saudara ini hidup sengsara karena di tinggal mati kedua orangnya. kedua orang itu sudah melayang turun disamping mereka. mengikuti arah yang ditunjuk Heng see Cinjin. .Tiraikasih Website http://kangzusi. Begitu mencapai diatas permukaan tanah. dengan gusar Heng see Cinjin segera menegur sepasang muda mudi itu: "Bodoh! Bagaimana pesanku pada kalian? Masa urusan sekecil inipun tidak bisa dibereskan secara tepat? Begitu masih ingin membicarakan masalah besar lainnya? Ternyata sepasang muda mudi ini adalah murid kesayangan dari Heng see cinjin. Cukup dilihat dari gerakan tubuh mereka. Oleh karena kedua orang itu mempunyai bakat yarg baik untuk berlatih silat. cuma sayang kami gagal untuk melindungi Mo im sin liong Wan Kiam ciu Wan cong piautau" "Apa? Wan congpiautau telah tertimpa suatu musibah?" Setelah menjerit kaget.. dapat diketahui kalau kedua orang itu adalan jago-jago persilatan nomor wahid dari kolong langit. tampak ada dua sosok bayangan manusia sedang meluncur mendekat dengan kecepatan luar biasa. tugas yang dibebankan kepada kami telah diselesaikan..

semua orang menyebut mereka sebagai Thi pit suseng (sastrawan berpena baja) dan Toan im siancu. Oleh karena itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. akhirnya diapun menyerahkan kedudukan ciangbun jin tersebut kepada Leng gho Cinjin. begitu terjun kedalam dunia persilatan. tecu berdua memang tidak berkemampuan. . seringkali kedua orang bersaudara perguruan ini bentrok berselisih paham. baru saja Thi pit suseng Thian Cian menyelesaikan kata-katanya. maka Sin Liong piauklok baru selamat dari jurang kehancuran" Suma Thian yu menjadi gelisah sekali setelah mendengar kalau Wan cong piantau menderita luka parah. sedangkan dia hambar akan nama dan kedudukan. ilmu silatnya lihay sekali. justru karena kami datang tepat pada waktunya. selain mengasingkan diri diapun memusatkan segenap perhatiannya untuk mendidik anak muridnya. dalam melindungi keselamatan jiwa Wan congpiautau. Sementara itu Thi pit suseng Tnia Cian sedang berkata dengan nada menyesal: "In su. Berhubung adik perguruannya Leng gho Cin jin sombong dan kemaruk akan nama dan kedudukan. dengan cepat dia telah bertanya: "Apakah jiwanya terancam bahaya?" Jilid 9 : Mengusut pencoleng berkerudung Dengan cepat Thi pit suseng Thia Cian menggelengkan kepalanya berulang kali. dua bersaudara Thia segera menjadi tenar dan menggemparkan dunia persilatan. Sedangkan dia sendiripun berkelana dalam dunia persilatan.com/ Perlu di ketahui Heng see Cinjin adalah kakak seperguruan Leng gho Cinjin ketua partai Kun lun dewasa ini.

"Cian ji. selama lohu masih hidup didunia ini. Paras muka Heng see cinjin segera berubah menjadi amat serius. siapakah yang telah melakukan pembantaian terhadap perusahaan pengawal barang itu?" "Tecu tidak tahu.. kalau tidak. lama-kelamaan Sin liong piaukiok bakal dikuasahi pula oleh mereka.. lagi-lagi gerombolan penyamun kerudung!" gumam Suma Thian-yu seorang diri. tapi nampaknya memang terancam jiwanya" "Si tua bangka tolol dan bodoh itu sudah sepantasnya merasakan sedikit penderitaan. Toam im siancu Thio Yong yang berada disamping..com/ "Sukar untuk diramalkan. katanya kemudian: "Bajingan yang menggemaskan. begitupun lebih baik.Tiraikasih Website http://kangzusi. kalau tidak demikian. mana mungkin ia dapat membedakan yang baik dan yang buruk" Kemudian kepada Thi pit suseng Thia Cian kembali bertanya. terusnya. . Tampaknya Heng see cinjin sudah mempunyai perhitungan dalam hatinya. konon mereka adalah segerombolan penyamun berkerudung" "Aaaah. aku pasti akan menghadapi mereka sampai titik darah yang peng habisan" Setelah berhenti sejenak." Dalam pada itu. telah menimbrung: "In su. "Benar Insu. tecu pun ikut mendengar ancaman tarsebut" sambung Thi pit suseng Thia Cian dengan cepat. bencana yang menimpa perusahaan Sin liong piaukiok tak akan berakhir sampai disini saja!" "Kenapa?" "Tecu mendengar ada seorang pencoleng berkerudung yang mengancam akan datang lagi sesaat sebelum meninggalkan tempat itu" "Sungguhkah perkataanmu itu?" tanya Heng see cinjin dengan perasaan terperanjat. kemarahan-nya makin membara. ia berkata kemudian: "Sudah kuduga sejak semula.

tidak mungkin. asal aku merasa tak pernah melakukan suatu perbuatan yang melanggar kebenaran. "Locianpwe. entah bolehkah aku kesitu?" Heng see cinjin segera berpaling dan memandang sekejap ke arah Suma Thian yu dengan ramah.com/ "Anak Cian. asal dia masih memiliki kemampuan maka dia bertekad hendak menyelamatkan bencana tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku ingin sekali pergi ke Sin liong piaukiok untuk melihat keadaan. apakah orang-orang dari perusahaan piaukiok itu pada mengetahui kejadian ini?" "Yaa. mereka semua mengetahui" "Kalau begitu aku bisa berlega hati. Suma Thian yu segera berpamitan kepada Heng see cinjin bertiga. lalu ia balik bertanya: "Kau berani kesana?" "Berani saja. "Aah. hal mana juga tak menjadi soal" Melihat pemuda itu bersikeras hendak pergi juga. Setelah Suma Thian yu mendengar pembicaraan mereka. sahutnya. . bila kau kembali kesitu maka hal mana hanya akan menambah kesulitan saja bagimu. ketahuilah kesalahan paham Mo Im sin liong Wan Kiam ciu terhadap dirimu sudah kelewat mendalam. memangnya mereka masih bisa membenci aku? Atau berbuat sesuatu yang tak menguntungkan bagiku?" "Soal ini sukar untuk dikatakan. sekalipun mereka menaruh kesalahan paham terhadap boanpwee. Suma Thian yu segera tertawa dengan penuh rasa percaya pada diri sendiri. terpaksa Heng see cinjin harus mengangguk untuk menyetujuinya. kemudian sambil membalikkan badan dia balik ketempat semula. bagaimana sikap Mo im sin liong Wan Kiam cui terhadapnya." Mendengar perkataan itu. nak. Maka kepada Heng see cinjin katanya. setelah terjadinya peristiwa yang menimpa mereka ini. tentu mereka akan bertindak lebih seksama dan waspada" gumam Heng see cinjin kemudian. hatinya merasa semakin gelisah.

com/ Waktu itu senja telah tiba. "Hiante. "Akan kulihat apakah kau masih punya nyawa untuk pulang kerumah nanti. serentak mereka berteriak keras. lalu beireru denean gembira. lelaki kekar itu telah muncul kembali diiringi oleh Pena baja bercambang Tio Ci hui. jangan-jangan telah terjadi sesuatu ditempat ini?" Maksud Suma Thian yu.. "Tio toako.. katakan kalau ada seorang manusia yang bernama Suma Thian yu ingin berbicara dengan Tio piautau" Salah seorang lelaki kekar itu melotot sekejap ke arah Suma Thian yu dengan gusar. setelan menempuh perjalanan sekian waktu. seolah-olah dia menyimpan suatu kedukaan yang amat besar.. mengapa kau? Kalau kulihat wajahmu yang murung dan suram. enam orang lelaki bersenjata golok dan tombak berdiri didepan pintu." Tak lama setelah masuk ke dalam. tapi si . ketika menyaksikan Suma Thian yu muncul dintu. Begitu melihat kemunculan si Pena baja bercambang Tio Ci hui. akhirnya sampailah Suma Thian yu di depan perusahaan Sin liong piaukiok. kota Hong ciu telah dipenuhi oleh cahaya lentera yang berwar na warni. mau apa kau balik lagi kemari?" Suma Thian yu semakin tercengang menyaksikan paras muka si Pena baja bsrcambang Tio Ci hui yang sangat aneh itu. sahutnya. dengan langkah cepat Suma Thian yu menyongsong kedatangannya.. "Setan cilik. gumamnya kemudian. ke mudian sambil berjalan balik kedalam ruangan. "Tio toako. tegurnya dengan nada hambar. dia menanyakan spakah Wan Kiam ciu telah tewas karena luka dalam yang dideritanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Harap toako suka melapor ke dalam." Tampak paras muka Pena baja bercambang Tio Ci hui suram tak bersinar.. Waktu itu pintu masih terbuka le¬bar.. mau apa kau datang kemari?" Suma Thian yu menjura dan tertawa. buru-buru tanyanya lagi dengan keheranan.

dia melewati sebuah tanah lapangan. Dengan penuh keheranan Suma Thian yu segera mengikuti pula di belakangnya masuk ke dalam perusahaan tersebut. "Hiante. Dalam pada itu. si Pena baja bercambang Tio Ci hui yang barjalan didepan masih tetap membungkam dalam seribu bahasa. Kontan saja paras mukanya berubah hebat. buru-buru dia bertanya lagi: "Toako apa maksudmu?" Si Pena bajo bercambang Tio Ci hui melotot dengan penuh kegusaran. . didepannya terbentang sebuah pagar bambu. tapi sekarang mengapa dia malahan menghindarkan diri? Mungkinkah sampai sekarang mereka masih menaruh kecurigaan terhadap dirinya? Berpikir sampai disitu. pemandangannya mengenaskan sekali. dalam keadaan seperti ini mau tak mau timbul juga kecurigaan di dalam hati Suma Thian yu. tampak olehnya mayat-mayat berserakan diatas tanah. dihadapan orang jujur tak usahlah berlagak. rasa ingin tahu sudah timbul dalam hati kecilnya. serunya penuh kegusaran. sekelompok penolong sedang mengobati kaum terluka yang tergeletak ditanah pula.Tiraikasih Website http://kangzusi. didalam anggapannya Bi hong siancu Wan Pek lan sepantasnya keluar untuk menyambut kedatangannya begitu mendengar akan kehadirannya. "Mengapa kau tidak masuk dan melihat sendiri?" Selesai berkata dia lantas membalikkan badan dan berjalan masuk ke dalam. Sementara itu. tak seharusnya membohongi aku Tio Ci hui!" Suma Thian yu tertegun mendengar ucapan itu. Pena baja bercambang membuka pintu pagar dan membawa Suma Thian yu masuk ke dalam.com/ Pena baja bercambang Tio Ci hui telah salah mengartikan sebagai kepura puraan anak muda itu dalam peristiwa penyerbuan musuh tangguh terhadap perusahaan mereka. Sesudah melewati tanah lapang. kau bisa saja membohongi semua orang yang ada didunia ini. serunya dingin.

" Bi hong siancu Wan Pek lan segera menempelkan jari tangannya didepan bibir memberi tanda agar berbicara jangan keras-keras. kobaran api cintanya yang membara kontan berubah menjadi dingin dan mem beku. hatinya seperti ditusuk tusuk dengan pisau tajam.. Degan wajah serius Pena beja bercambang Tio Ci hui melanjutkaa perjalanannya masuk ke dalam.. Tak selang berapa saat kemudian. sedang dia sendiri masuk kedalam. Dara manis tersebut tak lain adalah kekasih hati Suma Thian yu sendiri Bi hong sian cu (Dewi burung hong) Wan Pek lan. sungguh mengibakan hati keadaannya. seorang gadis cantik memunculkan diri. Begitu berjumpa gadis itu. membuat orang yang meman dang makin lama semakin kasihan. Sepasang mata dara itu sudah berubah menjadi merah membengkak. "Mau apa kau balik lagi kemari? Cepatlah pergi!" Ucapan tersebut bagaikan sebaskom air dingin yang diguyurkan keatas kepala Thian yu. Suma Thian yu segera berseru tertahan. Pena baja bercambang Tio Ci hui berpaling dan memerintahkan Suma Thian yu agar menunggu sebentar diluar. "Adik Lan. Suma Thian yu terpaksa harus mengikuti di belakangnya dengan mulut membungkam Tak lama kemudian. kemudian ujarnya dengan sedih. sampailah mereka didalam sebuah kamar tidur yang cukup besar dan luas.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bi hong siancu Wan Pek lan tertawa dingin lagi.com/ Disitu merupakan sebuah kebun bunga setelah melewati sebuah jalanan kecil. noda air mata masih menghiasi wajahnya. pintu kamar terbuka. Menyaksikan paras muka Suma Thian yu berubah menjadi hebat. sakitnya bukan kepalang. . terbentang sebuah bangunan rumah yangmungil dan indah. katanya lebih jauh.

Dengan cepat Pena baja bercambang Tio Ci hui telah merapatkan kembali pintu kamarnya.. napasnya amat lemah dan keadaannya mengerikan sekali. . ternyata di atas pemba ringan berbaring seorang kakek yang bertubuh penuh luka. katakan kepadaku berterus terang apa hubunganmu dengan manusia berkerudung itu?" "Tio toako..kau.. paras mukanya pucat pias. mau apa datang ke mari? Cepat enyah dari hadapanku!" Paras muka Suma Thian yu berubah membesi oleh ucapan tersebut. dia merasa tak tega menyaksikan adegan semacam itu.. Pena baja bercambang Tio Ci hui baru berkata dengan suara dalam: "Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. paras mukanya segera berubah hebat. sebelum kau berbicara. akupun tidak akan pergi! Akan kulihat bagaimana cara untuk mengusirku!" kata Suma Thian ya pula dengan wajah penuh kegusaran. apa maksudku memangnya tidak kau pahami? Kau angap aku Wan Pek lan merupakan seorang bocah yang buru berusia tiga tahun?" "Baik.anjing geladak berwajah manusia berhati binatang. segera teriaknya.. Setibanya ditengah tanah lapang..apa maksudmu berkata demikian? Kau. kau anggap aku Suma Thian yu adalah seorang pencoleng?" Suma Thian yu balik bertanya dengan melotot.. adik Lan.. "Apa.com/ "Kau. Baru saja Wan Pek lan hendak membantah. kau telah berubah... Begitu membuka pintu lebar. dari dalam ruangan telah berjalan keluar Pena baja bercambang Tio Cu hui. lalu memberi tanda kepada Suma Thian yu dan Bi Hong siancu Wan Pek Lan agar keluar dari sana. Suma Thian yu segera memejamkan matanya rapat-rapat. benarkah kau tidak memahami perasaan hatiku?" "Hmm.lebar.. dia lanas berteriak ke arab Suma Thian yu penuh ke gusaran: "Coba kau lihat! Perbuatan siapakah ini?" Suma Thian yu berpaling.

mengapa kau datang untuk melakukan penyelidikan lagi?" "Melakukan penyelidikan?" Suma Thian yu membentak semakin gusar. Tanpa terasa dengan kepedihan yang amat tebal dia mengalihkan sorot matanya ke wajah Bi hong siancu Wan Pek lan. perbuatanmu memang bagus sekali sengaja bertarung melawan manusia berkerudung. sepasang matanya melotot amat besar. Suma Thian yu menghela nafas panjang. dari apa yang telah diucapkan ia dapat menarik kesimpulan kalau Pena baja bercambang Tio Ci hui pun menaruh kesalahan paham kepadanya. Menyaksikan kesemuanya itu.bukankah mereka adalah tiga orang penjahat berkerudung? Bagus. seolah-olah. tampaknya semua peristiwa tersebut telah kau atur secara sempurna sekali!" Tak terlukiskan pedihnya hati Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu. Apa lacur. ketika kau dikerubut dan melarikan diri. lalu purapura berkelahi melawan Boan Thian hui dan akhirnya merayu nona Wan. bukankah sama artinya dengan kau menilai orang mengguna kan hati picik seorang siaujin" "Thian yu. kepada Pena baja bercambang Tio Ci hui katanya: Tio toako. tapi soal mau percaya atau tidak . dia ingin mencari tahu perasaan hatinya lewat wajah gadis itu. kalian salah paham. aku Suma Thian yu berani bersumpah kepada langit ba¬wa aku bukan manusia rendah yang terkutuk semacam itu. "Seorang tokoh silat yang lihay" "Hmm. hawa pembunuhan yang amat tebal telah menyelimuti seluruh wajahnya. paras muka Bi hong siancu Wan Pek lan pun berubah amat serius. "Thio toako.Tiraikasih Website http://kangzusi. hari ini aku datang demi keselamatan perusahaanmu.com/ "Kalau bukan begitu.. dengan ucapan toako tersebut. malammalam meninggalkan surat diatas tiang bendera. siapa yang telah menolong dirimu?" tanya Pena baja bercambang Tio Ci hui lagi penuh kegusaran..

setelah memandang sekejap kedua orang itu. mencorong sinar tajam yang menggidikan hati dari balik matanya. seakan-akan dia hendak mengeluarkan semua ke sedihan. lebih baik Thian yu mohon diri saja lebih dahulu" Selesai menjura dalam-dalam. Selesai tertawa dia melotot besar.com/ terserah kepadamu. dia membalikan badan dan siap meninggalkan tempat itu. suaranya pilu dan memedihkan hati. membunuh ayah merupakan suatu peristiwa yang besar. Mendengar perkataan tersebut. kemurungan dan kekesalan yang mencekam dalam dadanya. dengan kening berkerut dan tertawa dingin tiada hentinya dia berseru: "Boleh saja kalau ingin pergi.Tiraikasih Website http://kangzusi.!" "Tinggalkan selembar jiwamu?" Suma Thian yu balik bertanya dengan keheranan. tapi tinggalkan dulu selembar jiwamu. bayar dulu selembar wajah ayahku!" bentak si nona gusar. mengapa? "Mengapa? Hmm. silahkan saja turun tangan" Kemarahan Bi hong siancu Wan Pek lan benar-benar telah memuncak. Ketika Bi hong siancu Wan Pek lan mendengar Suma Tbian yu merubah panggilan kepadanya sebagai "nona Wan" perasaan yang tak puas itu semakin memuncak hawa amarahnya berkobar. dia berkata: Thian yu sudah lama tidak memikirkan soal mati hidupku lagi... dendam sakit hati ini lebih dalam dari samudra. bila ingin merenggut nyawaku. "Ada urusan apa? Nona Wan?" Suma Thian yu segera berpaling. kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun . "Tunggu sebentar!" tiba-tiba Bi hong siancu Wan Pek lan membentak dengan nyaring. tanpa berpir panjang lagi dia meloloskan pedangnya. Suma Thian yu segera menengadah dan tertawa terbahak bahak.

perasaan hatinya waktu itu sangat kalut. dia memejamkan matanya menantikan saat kematiannya tiba. emas murni tidak takut dibakar. Sesudah menghela napas panjang. lalu membuang pedang itu ketanah. aku akan menggunakan waktu untuk membuktikan kebersihanku!" Kemudian tanpa menggubris diri Pena baja bercambang Tio Ciu hui lagi.. dengan wajah murung dan sedih dia berkata.. "Engkoh Yu. Dengan sepasang mata berkaca-kaca Suma Thian yu memperhatikan bayangan punggung Bi hong siancu Wan Pek lan hingga lenyap dari pandangan mata.com/ dia melepaskan sebuah tusukan kilat keulu hati anak muda tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian tanpa berbicara apa-apa. ia ingin mati saja daripada dituduh melakukan perbuatan yang tak benar. dia lantas membalikan badan dan berlalu dari situ. terhadap datangnya ancaman tersebut dia bersikap seakanakan tidak melihat. dengan air mata bercucuran membasahi pipinya. . apalagi kalau bisa mati di ujung pedang kekasihnya. dia pun membalikkan badan menuju kepintu gerbang. pergilah kau! Mulai detik ini Sin liong piauktok tidak mengharapkan kehadiranmu disini!" Seusai berkata.. Disaat yang amat kritis itulah mendadak Bi hong siancu Wan Pek lan menarik kembali serangannya. hal ini dirasakan lebih memenuhi harapannya. Oleh karena itu. Suma Thian yu berdiri tegak dengan wajah tenang. Pena baja bercambang Tio Ci berkata sedih: "Hiante.. Pena baja bercambang Tio Ci hui juga telah bersiap untuk berteriak. tanpa memungut kembali pedangnya. Tampaknya ujung pedang Bi hong Siancu Wan Pek lan segera akan menyentuh dada Suma Thian yu. Pada saat itulah. dia lantas membalikkan tubuhny dan berjalan pergi dari sana. harap tunggu sebentar!" Suma Thian yu berpaling dan menyahut pelan "Toako.

karena hingga kini dia masih belum dapat membuktikan manusia macam apakah Suma Thian yu itu..Tiraikasih Website http://kangzusi... Sudah barang tentu tak terkecuali pula bagi Suma Thian yu. Ia merasa sedih sekali. tapi bila teringat sakit . teringat orang tua sendiri. Pena baja bercambang Tio Ci hui mmerasakan suatu kekosongan dan kesedihan yang mencekam perasaan-nya. ada kalanya ingin mengakhiri hi¬dupnya.. sampai akhirnya sambil berjalan dia me nangis tiada hentinya. asal usulnya serta paman Wan.. suasana amat sepi..? Manusia paling gampang berkhayal bisa berada seorang diri. apa lagi kalau baru saja mengalami suatu percobaan hidup yang berat. tak kedengaran sedikit suarapun.. Suma Thian yu bagaikan seorang pelancong yang sedang menikmati keindahan malam tapi siapa pula yang bisa menduga bagaimana kah perasaan hatinya waktu itu. masgul dan murung. Berjalan seorang diri di tengah keheningan malam. hening. dia teringat akan rumah.com/ Melihat bayangan punggung Suma Thian yu yang semakin menjauh. lalu berguman: "Entah orang lain menganggap kau sebagai penjahat. Makin di pikir rasa sedihnya makin memuncak. Dengan membawa perasaan kesal. dia membayangkan pula tragedi yang menimpanya hari ini. meski demikian dia boleh cukup berbangga hati Sebab yang paling berharga dan paling mulia bagi seseorang yang hidup didunia ini adalah dipercayai orang dengan perasaan yang tulus. aku Tio Ciu hui masih tetap mempercayaimu sepanjang masa" Sayang Suma Thian yu sudah tidak mendengar perkataan itu lagi. tiba-tiba ia menghembuskan napas panjang. Ada kalanya dia ingin sekali menangis sepuas-puasnya... Tatkala bayangan punggung Suma Thian yu telah lenyap dari pandangan-nya. pelan-pelan Suma Thian yu berjalan meninggalkan perusahaan Sin liong piaukiok. kala itu rembulan telah bersinar ditengah awang-awang.. meninggalkan kota Heng Ciu.

Suma Thian yu amat terperanjat. Suma Thian yu segera merasakan semangatnya kembali berkobar. Begitu teringat akan Bi kun lun Siau wi goan. langkahnyapun makin lama makin cepat. Suma Thian yu berjalan menghampiri. Akhirnya sinar matahari yang berwarna keemas-emasan pun memandar keempat penjuru dan menyinari seluruh jagad.. semua kesedihan segera berubah menjadi amarah.com/ hati pamannya Wan nya yang belum terbalas. tapi apa yang kemudian terlihat membuatnya tertegun. dia melanjutkan per jalanannya kedepan. lalu setelah menghela napas dan menggelengkan kepalanya berulang kali.. Ternyata anjing itu sudah memuntahkan darah hitam yang kental dan bau busuk. mendadak kaki depannya menjadi lemas. ia sudah mati dalam keadaan yang mengerikan. dengan langkah tegap dia berjalan kemuka. dia segera memeriksa dengan seksama. berjalan melalui sawah dan menuju ke sebuah dusun yang jelek dan miskin. diapun teringat akan manusia berhati binatang. tapi sesaat yang paling gelap. Bi kun lun (kun lun indah) Siau wi goan. tubuhnya segera berguling ke atas tanah. Kokokan ayam bergema dikejauhan sana. lambat laun diufuk timur pun secerca cahaya. Seekor anjing berwarna kuning lari keluar dari dusun dan pelan-pelan menghampiri Suma thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Maka. Ujung dari kegelapan adalah terbitnya fajar. Berhasil menemukan orang itu. Ketika tiba dihadapan Suma Thian yu. dendam keluarga belum terbalas. dapat pula membalaskan sakit hati paman Waa nya. . Suma thian yu telah menuruni bukit. berarti dapat menghilangkan kecurigaan yang mencekam hatinya. membelah kegelapan malam yang mencekam.

belum lagi berapa latakah. Waktu itu. "Aaaaah!" "Apa yang telah dilihatnya?" Seluruh gedung dalam keadaan sepi. mau tak mau Suma Thian yu harus bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diingin kan. keadaannya persis anjing pertama. anjing buas itu sudah meraung keras kemudian roboh tergeletak keatas tanah. belum lagi mencapai berapa kaki. dia men coba untuk mengawasi lebih seksama. Rasa tegang yang semula mencekam Suma Thian yu segera lenyap tak berbekas. tenaga dalamnya disalurkan dan bilamana perlu dia hendak membunuh anjing tersebut. tapi disini tak nampak sesosok bayangan manusiapun. hening seperti kuburan. kembali tampak olehnya seekor anjing buas menerjang keluar dari balik pintu sebuah gedung.Tiraikasih Website http://kangzusi. jelas kejadian mana bukan terjadi tanpa sebab. tapi apa yang kemudian terlibat membuatnya menjerit kaget.com/ Belum lagi berjalan empat langkah. tapi bila terjadi untuk kedua kalinya. di tepi jalan ditemui sesosok mayat . Bila terjadi suatu peristiwa aneh. Berada dalam keaadaan seperti ini. suasananya begitu mengerikan membuat bulu kuduk orang pada bangun berdiri saja. seharusnya merupakan saat orang bangun tidur. ternyata anjing buas itu sudah mati dengan darah me ngalir keluar dari ke tujuh lubang indranya. seakan-akan disitu sudah tidak berpenghuni lagi. Suma Thian yu tertegun dan segera menyingkir ke samping jalan sambil mengawasi anjing itu lekat-lekat. Siapa tahu. Suma Thian yu melangkah lebih jauh ke dalam gedung itu. kejadian yang pertama mungkin saja merupakan suatu kebetulan. Tampak anjing buas itu memantangkan mulutnya lebarlebar dan menerjang ke depan Suma Thian yu dengan ganasnya. Dengan cepat Suma Thian yu menerjang masuk kedalam gedung Itu.

Tanpa berpikir panjang lagi.. suma Thian yu segera dapat merasakan gejala yang tak beres disitu. keadaannya sangat mengerikan. usus dan isi perutnya telah berhamburan keluar. dia merasa seakan-akan muncul segulung hawa dingin yang merembas melalui punggungnya dan terus naik keatas. "Aaaah!" Buru-buru dia mengundurkan diri dengan wajah memucat. Di alam semestakah? Atau di nerakakah tempat pembantaian yang kejam dan tak berperi kemasiaan? Sejak dilahirkan di dunia ini. Menyusul kemudian seseorang berseru dari belakang: "Kau. .. ada yang tua. Ternyata apa yang dilihat didalam ruangan itu hanya penuh dengan mayat yang bergelimpangan dimana-mana. ada yang laki. dia sepera membalikan badan dan lari keluar dari situ.. ia betul-betul tak tega untuk mendongakkan kepala. Siapakah orang-orang itu? Siapa pula pembunuhnya? Apa sebabnya orang-orang itu terbunuh? Mengapa pembunuhnya begitu kejam dan tak berperi kemanusiaan? Setelah menjumpai persoalan sebelumnya. tangannya dipakai untuk menutupi wajahnya. tapi begitu dibuka.. keadaannya mengeri kan sekali. sekali lagi ia menjerit kaget. ada yang muda. kini dihadapkan pula dengan adegan seram seperti itu.com/ membusuk yang terkapar disitu. entah bagaimanapun dia tak tega untuk memandang lebih jauh.!" Suma Thian yu tercekat sesudah mendengar seruan itu. ada pula yang perempuan. tapi bisa diduga olehnya bahwa semua anggota perkampungan telah dibantai orang secara keji. belum pernah Suma Thian yu mengalami kejadian yang begitu mengenaskan.berhenti!. buru-buru dia menghampiri kamar yang terdekat. Sebagai pemuda yang cerdas. berhentilah kau. bisa dibayangkan bagaimanakah pe rasaan Suma Thian yu sekarang.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mendadak terdengar suara orang terbatuk-batuk.

pelan-pelan Suma Thian yu berjalan kedepan. "See. kontan bulu kuduknya pada bangun berdiri lantaran kaget.. kobarkan sedikit semangatmu. apa yang sebenarnya telah terjadi?" Kakek sekarat itu menggerakan kelopak matanya. lalu sambil memayang kakek itu tanyanya: "Lotiang..memm. sekalipun mereka berbutat demikian... lalu menyalurkan hawa murni untuk menunjang hidup kakak itu... Ternyata didepan pintu kamar kedua telah berdiri seorang kakek berjubah hitam yang berambut panjang dan berwajah penuh darah.Tiraikasih Website http://kangzusi.telah . cepat beritahu kepadaku.anggota perkampungan ii.sekelompak manusia. kemudian katanya... tak sepotong suarapun yang sempat dilontarkan.. Begitu rasa kagetnya berhasil dikuasahi." Ketika berbicara sampai disitu... sorot matanya yang sayu dan tak jauh dari kematian memandang lurus tewajah Suma Thian yu tanpa berkedip. seolah-olah napasnya hampir putus.. mulutnya ternganga lebar.membunuh seluruh ang.." Ketika berbicara sampai disitu. kesegaran kakek sekarat itu su dah berubah membaik. dengan suara parau dia berbisik. buru-buru Suma Thian yu membimbing kakek itu dan menempelkan telapak tangannya dipunggungnya. air mata darah jatuh berlinang membasahi pipinya... tampak dia berpaling dan memperhatikan Suma Tbian yu sekejap. "Sungguh menggemaskan.ini.com/ Dengan cepat dia membalikan badannya. waktu itu dia sedang menggape dengan lemas. Setelah mendapat bantuan tenaga dari sianak muda itu... sekujur badan kakek itu bergoncang keras lalu menjerit. tapi.. . sekujur badannya gemetar keras.manusia berkerudung tee..... sungguh menggemaskan. hanya gara-gara sebutir mutiara. mereka telah pergunakan cara yang keji dan ter kutuk ini untuk membunuhi kami rakyat jelata yang tak pandai bersilat.

. Suatu hari. Suma Thian yu amat terperanjat. Dia membaca doa dengan hormat. kemudian membalikkan badan dan beranjak pergi.. sekarang ia lebih bertekad lagi untuk mencari Bi kun lun Siau Wi goan dan membalas dendam. Ketika meninggalkan dusun kecil itu. dia segera melepaskan cekalannya. Untuk kesekian kalinya Suma Thian yu menyaksikan sesosok nyawa meninggalkan raga nya. lalu memuntahkan segumpal riak kental bercampur darah. aku amat kesakitan!" Agak tertegun Suma Thian ya selelah mendengar ucapan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan cepat Suma Thian yu berhasil menemukan alamat yang di cari tersebut. buru-buru dia berusaha untuk memayangnya kembali. manusia yang berlalu lalang ditengah jalan bagaikan ikan yang berenang dalam sungai. Sesudah menanyakan alamat Bi kun lun Siau wi goan dari orang jalan.com/ "Lepaskan tanganku. mengapa orang-orang itu membantai rakyat tak bersalah yang tinggal dalam perkampungan tersebut hanya gara gara sebutir mutiara saja? Sampai dimanakah pentingnya mutiara itu? Serentetan pertanyaan yang penuh kecurigaan dan tanda tanya itu membentuk sebuah simpul mati didalam benaknya. sampailah Suma Thian yu di kota Tiang an. nyawanya sudah me layang meninggalkan raganya. Ia merasa teka-teki ini baru bisa dipecahkan bila dia berkunjung sendiri kekota Tiang an dan menjumpai Siau Wi goan. ia berusaha untuk mencari tahu siapa otak yang mendalangi organisasi perampok berkerudung tersebut.. Kakek itu berseru terahan. Suma Thian yu merasakan hatinya bertambah berat. tapi kakek itu sudah roboh. Ia pun tak habis mengerti. waktu itu tengah hari baru saja lewat. tak terlukiskan perasaan pedih yang men cekam perasaannya ketika itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Pendekar besar yang memimpin dunia persilatan baik untuk golongan putih maupun golo ngan hitam ini berdiam diujung gang Li gi keng, dikedua belah sisi pintu gerbang terbentang dinding pekarangan raksasa yang sangat tinggi dan kekar, sepasang singa batu besar berada ditepi pintu, bangunannya mentereng, gayanya penuh wibawa. Setelah lama berdiri di depan pintu gerbang seorang lelaki kekar baru munculkan diri dan merghampiri Suma Thian yu sambil menegur. "Engkoh cilik, apakah kau sedang mencari orang?" "Betul, aku hendak menyambangi Siau tayhiap" jawab Suma Thian yu dengan sopan. Mengetahui kalau Suma Thian yu hendak me nyambangi majikannya,tanpa terasa lelaki itu memperhatikan tamunya sekejap lagi, ia mera sa pemuda ini gagah perkasa, tampan dan kekar, ia lantas tahu kalau orang itu bukan manusia sembarangan. Maka sambil tersenyum katanya lagi. "Engkoh cilik, ada urusan apa kau mencari Siau tayhtap?" "Tolong saudara sudi melaporkan, katakan saja aja seorang dari luar desa she Suma yang ingin menyambangi" Lelaki berpakaian ringkas itu segera mengiakan dengan sopan, lalu masuk ke dalam. Sementara itu, Suma Thian yau sedang berpikir didalam hati: "Kalau dilihat dari sikap centengnya yang sopan santun dan tahu peraturan, orang tidak akan mengira kalau Siau wi goan adalah seorang manusia bengis yang berhati buas, lebih baik aku menggunakan tata kesopanan lebih dulu sebelum menggunakan kekerasan, kemudian baru me mutuskan menurut situasi" Sementara dia masih termenung, lelaki berpakaian ringkas itu sudah munculkan diri, setelah menjura dalam-dalam kepada Suma Thian yu, katanya: "Majikan kami mempersilahkan engkoh cilik masuk!"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Kemudian dengan sikap yang amat menghormat, dia mempersilahkan tamu untuk masuk. Setelah mengucapkan beberapa patah kata merendah, Suma Thian yu baru mengikuti lelaki itu masuk keruang dalam. Sepanjang jalan, yang di jumpainya hanya jago-jago persilatan saja, ketika orang- orang itu menjumpai kehadiran Suma Thian yu, hampir rata-rata menunjukkan wajah tertegun. Menanti Suma Thian yu sudah lewat, mereka baru berbisik bisik membicarakan peristiwa tersebut. Suma Thian yu berlagak seolah olah tidak merasa, bahkan dihati kecilnya sempat memuji Bi kun lun Siau Wi goan yang pandai menjamu tamunya. Lelaki kekar itu mengajak Suma Thian yu menusuki ruangan tengah, tepat di muka ruangan tergantung sebuah papan nama terbuat dari kayu yang bertuliskan: "JIN HONG LIU WAN" Artinya: Perbuatan bajik sampai di mana-mana. Selain hurufnya terbuat dari emas, gaya tu lisan-nya yang juga kuat bertenaga, tampaknya di tulis oleh seorang kenamaan. Suma Thian yu mendongakkan kepalanya memandang sekejap, kemudian baru mengikuti lelaki itu menuju ke ruang dalam. Sesaat sebelum melangkah masuk ke ruang tengahv mendadak sorot matanya melintas di atas wajah lelaki setengah umur yang duduk di kursi utama itu, hatinya kontan tertegun, Pe kiknya kemudian di hati. Kenal amat wajah orang ini! Bukankah dia adalah... ehmm, betul! Yaa dialah orangnya! Benar benar memang dia" Rupanya setelah melihat wajah lelaki setengah umur yang duduk dikursi utama itu tiba-tiba saja dia teringat dengan manusia berkeru dung yang kain kerudungnya kena disingkap itu, kedua-duanya berparas tampan dan gagah, sekarang Suma Thian yu merasa teka-teki mana betul-betul sudah terbongkar.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Dalam pada itu, lelaki setengah umur tadi sudah meninggalkan tempat duduknya seraya menjura, kemudian sambil tertawa terbahak-bahak dia berkata. "Haaahhh...haaahhh...haaahhh keda tangan Suma siauhiap di rumahku benar-benar merupakan suatu kehormatan, silahkan duduk! Silahkan duduk !" Seorang pelayan segera datang menghidangkan air teh dan dipersembahkan kehadapan Suma Thian yu. Sedang anak muda itu diam-diam berpikir. "Sesudah datang kemari, aku harus bersikap sewajar mungkin coba kulihat permainan busuk apakah yang hendak mereka gunakan" Maka tanpa sungkan diapun duduk, lalu setelah menerima cawan air teh, katanya kepada lelaki setengah umur itu sambil tersenyum. "Secara kebetulan aku lewat sini, sudah lama ku dengar akan kebajikan Siau tayhiap, itulah sebabnya sengaja aku berkunjung kemari" "Aaah, mana, mana" Bi kun lun Siau Wi goan tersenyum, "siauhiap terlalu memuji, Wi goan tak lebih cuma seorang kuli silat yang kasar, aku tidak memiliki kebajikan apa-apa, un tuk pandangan siauhiap tersebut, Wi goan mengucapkan terima kasih lebih dulu" Kemudian setelah berhenti sejenak dan memandang sekejap sekeliling arena, katanya le¬bih jauh. "Kunjungan Suma siauhiap benar-benar merupakan suatu kejadian yang luar biasa, marilah kuperkenalkan dengan saudara-saudara lain yang berada disini" Mula-mula dia perkenalkan kepada Suma Thian yu lebih dahulu, setiap ucapan maupun sikapnya amat menyanjung dan menghormati Suma siauhiap, walaupun Suma Thian yu juga tahu kalau lawan adalah seorang yang pandai bicaramanis, tetapi manusia memang seorang makhluk yang aneh. Meski Suma Thian yu tahu kalau dia sengaja disepak, namun dalam hati kecilnya justru merasa puas sekali.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Selesai memperkenalkan Suma Thian yu kepada rekanrekannya, kemudian Siau Wi goan pun memperkenalkan empat orang tamu yanfcg berada di sekeliling tempat itu. Orang pertama adalah seorang tosu tua berjenggot merah yang berusia tujuh puluh tahunan, dia adalah guru Bi Kun un Siau Wi qoan yang disebut Leng gho Cinjin, menjabat pula sebagai ciang bunjin partai Kun lun. Orang kedua adslah seorang perempusn muda berusia dua puluh lebih, tiga puluh kurang. Bi kun lun Siau Wi toan hanya mengatakan dia she Ho bernama Hong, tanpa memperkenalkan gelarnya. Namun Suma Thian yu cukup mengenali perempuan itu sebagai murid ketiga dari mayat hidup Ciu Jit bwee yang berjulukan Yan tho hoa(Bunga tho indah). Orang ke tiga berwajah tampan dan gagah, dia bernama Cun gan siu cau (sastrawan berparas ganteng) Si Kok seng. Suma Thian yu merasa amat menaruh hati terhadap pemuda ini sejak pandangan yang pertama, diapun paling menaruh kesan baik kepadanya. Orang yang diperkenalkan paling akhir adalah seorang kakek berbaju sastrawan, ternyata dia seorang ahli ilmu pedang yang paling top dari partai Tiam cong yang disebut orang It ci hoa kiam (pedang bunga satu huruf) Yu-Liang gi. Setelah mengucapkan kata-kata sungkan, suasana dalam ruangan pun bertambah luwes, karena diantara ke empat orang itu Suma Thian yu hanya menaruh kesan baik terhadap Cun gan siucay Si Kok seng, maka dia pun lantas bertanya kepadanya. "Saudara Si, boleh aku tahu nama gurumu?" Melihat pertanyaan dari Suma Thian yu amat kasar, mulamula Cun gan siucay Si Kok seng agak tertegun, kemudian sahutnya: "Sejak kecil aku gemar belajar ilmu silat, tiap sampai di suatu tempat akupun mempela jari semacam kepandaian, itulah sebabnya se tiap orang yang pernah memberi pelajaran

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

ke padaku kuanggap sebagai guruku, Suma siuahiap coba bayangkan saja, bagaimana caraku untuk menjawab pertanyaanmu itu?" Suma Thiauyu terpaksa mengiakan dan tidak bertanya lebih jauh. Pada saat itulah, Bi kun lun Siau Wi goan baru bertanya kepada Suma Thian yu: "Siauhiap, tolong tanya ada urusan apakah kau berkunjung kemari?" Tanpa berpikir panjang, Suma Thian yu segera menjawab: "Aku memang mempunyai beberapa persoalan yang ingin ditanyakan kepada Siau tayhiap, hanya tak kuketahui apakah Siau tayhiap bersedia untuk membertahukan kepadaku atau tidak?" Diam-diam Bilun lun Siau Wi goan agak terkejut setelah mendengar perkataan itu, kemudian iapun tertawa terbahakbahak. "Ha ha ha ha ha......boleh, tentu saja boleh, kita toh bukan orang luar, apapun yang ingin siauhiap tanyakan, harap ditanyakan secara blak-blakan. "Siau tayhiap, tahukah kau kalau barang kawalan dari perusahaan Sin liong piaukiok telah dibegal orang?" Siau Wi goan pura pura terkejut, sambil menggeleng tanyanya: "Aaaah...... Wi goan tak tahu akan berita ini, tolong tanya kapan dibegalnya?" Meskipun orang tak mau mengaku, Suma Thian yu juga tak sampai mengumbar amarahnya, dia berkata lebih jauh: "Kalau begitu, tentu saja Siau tayhiap juga tak tahu bukan jika Wan cong piautau telah menderita luka parah dan jiwanya terancam mara bahaya: Sebelum Bi kun lun Siau Wi goan sempat menjawab, It ci hoa kiam Yu Liang gi dari Tiam cong pay yang berada disisinya telah menimbrung:

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Hei, ucapan siauhiap tersebut seakan-akan membawa nada teguran, apakah kau menaruh curiga kalau Siau tayhiap tersangkut dalam pe ristiwa ini?" Bi kun lun Siau Wi goan segera tertawa terbahak-bahak. "Ha ha ha ha ha......ucapan saudara Yu kelewat berat, selama ini Wi goan tak pernah menuduh orang dengan kata yang bukan-bukan apalagi siauhiap toh bertujuan baik!" Sampai disitu dia lantas berpaling kearah Suma Thian yu sambil bertanya. "Benarkah Wan congpiautau telah terluka parah dan jiwanya terancam? Aaai....siapakah telah turun tangan sekeji itu terhdapnya?" "Konon segerombolan perampok berkerudung jawab Suma Thian yu langsung dan tanpa berusaha untuk merahasiakan. Paras muka Bi kun lun Siau Wi goan berubah amat serius setelah mendengar perkataan itu, katanya kemudian: "Oooh, rupanya perbuatan dari perampok berkerudung! Ehmm, Wi goan memang sudah lama mendengar orang bilang kalau dalam du nia persilatan telah muncul suatu organisasi besar semacam ini, selain jejaknya sukar di buntuti, cara kerjanya pun bersih tanpa me ninggalkan jejak, sayang Wi goan tak berhasil menyelidiki sarang mereka." Berbicara sampai disini, ia sengaja bertanya kepada gurunya Leng gho Cinjin: "Suhu, pernahkah kau mendengar hal ini?" Leng gho Cinjin segera manggut-manggut. "Yaa, dengar sih pernah dengar, hanya tak pernah kujumpai saja orangnya." Rasa curiga timbul kembali dalam hati Suma Thian yu, bila berbicara soal tampang Bi kun lun Siau Wi goan, dia jujur dan gagah, caranya berbicara sopan dan tahu tata cara, tidak gampang marah, pada hakekatnya boleh di bilang berhati bajik. Tapi, kenyataan sudah terbentang didepan mata, pesan paman Wan sebelum ajalnya serta peringatan dari Heng si

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Cinjin, semuanya mengatakan Siau Wi goan sebagai pentolan perampok. Dengan kejadian tersebut, Suma Thian yu menjadi serba salah dan tak tahu apa yang mesti dilakukan. Mendadak satu ingatan melintas didalam benaknya, ia teringat pula akan pembantaian brutal yang terjadi dalam dusun kecil gara-gara sebutir mutiara itu, ia bertekad untuk mencari kesimpulan dari persoalan mana melalui jejak mutiara itu. Maka diapun mengalihkan pokok pembicaraan ke soal lain, pertanyaan tersebut tak pernah diajukan lagi, justru hal mana sangat ber kenan dihati Bi kun lan, semua pertanyaan segera dijawab bahkan sikapnya bertambah luwes dan halus. Malam itu, Suma Thian yu diminta oleh Siau goan untuk tetap tinggal disana seusai per jamuan, Siau Wi goan menitahkan kepada Cun pan siucay Si Kok seng untuk menemani Suma Thian yu berjalan-jalan menikmati keindahan alam. Diam-diam Suma Thian yu merasa amat girang, sebab dia menganggap hanya dengan ber buat demikianlah ia bisa mempelajari situasi gedung keluarga Siau sambil sekalian mencari tahu kabar berita tentang mutiara tersebut. Kedua orang itu berjalan, menuju kelapangan, tiba-tiba Suma Thian yu bertanya: "Saudara Si, apakah kau dengar kalau ada semacam benda mesttka yang telah munculkan diri?" "Apakah kitab pusaka? Kitab pusaka tanpa kata?" Cun gan siucay Si Kok seng balik ber tanya. "Bukan, bukan benda itu, tapi mestika lain-nya?" "Aku belam pernah mendengarnya, Suma siauhiap, dapatkah kau memberitahukan kepadaku?" "Konon didalam dunia persilatan telah muncul sebutir mutiara Ya beng cu yang tak ternilai harganya" "Mutiara Ya beng cu?" ulang Si Kok seng dengan terperanjat", kapan munculnya?"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Sudah muncul, dan kini sudah dirampok oleh perampok berkerudung!" sambil berkata Suma Thian yu melirik sekejap kearah Si Kok seng dengan ujung matanya. Tampak paras muka Si Kok seng berseri, kontan ia mendamprat: "Perampok sialan, tampaknya gerak gerik mereka sudah makin merajalela." Dan pembicaran tersebut, Suma Tbian yu tahu kalau lagilagi dia kebentur dinding alias gagal total, sekalipun ditanyakan lebih jauh juga tak akan menghasilkan apa- apa, maka ia pun mengurungkan niatnya semula. Mereka berdua segera melanjutkan perjalanannya, mengajaknya pergi ketempat itu. Dilihat dari sini, dapat ditarik kesimpulan kalau Bi kun lun Siau Wi goan benar-benar se orang manusia yang sangat licik dengan tipu muslihat yang berbahaya, itu berarti dia harus selalu berwaspada terhadap dirinya. Tapi, justru karena soal ini pula Suma Thian yu jadi lebih bertekad untuk membongkar teka teki itu sehingga tuntas dan terungkap seluruhnya. Begitulah, sambil berbincang bincang sambil berjalan-jalan, makin berbicara makin cocok rasanya, sehingga hampir boleh dibilang masing-masing pihak merasa sayang karena baru berjumpa sekarang. Suatu ketika, Si Kok seng mohon diri lebih dulu untuk kembali kekamarnya. kini tinggal Suma Thian yu seorang. Kesempatan semacam ini boleh dibilang merupakan sebuah peluang yang baik sekali, ketika Suma Thian yu menyaksikan didepan sana terdapat cahaya yang memancar keluar dari sebuah ruangan, tanpa sadar ia berjalan meng hampiri ruangan itu. Tapi, ketika ia baru melangkah naik keatas anak tangga, mendadak dari balik ruangan, terdengar seorang perempuan sedang berteriak minta tolong: "Tolong, tolong! Oooh.....tolooong"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Suma Thian yu amat terperanjat sesudah mendengar teriakan itu, sifat pendekarnya seperi timbul, dengan cepat dia lari menghampiri mulut jendela. Tapi pada saat yang bersamaan, dari belakang tubuhnya berkumandang suara tertawa di ngin, lalu seseorang menegur: "Bocah keparat, rupanya kau adalah pencoleng yang bekerja diwaktu malam." Agak tertegun Suma Thian yu mendengar seruan itu, cepat dia membalikkan badan, entah sedari kapan dua orang kakek telah ber diri dibelakang tubuhnya sedang mengawasi kearahnya penuh kegusaran. Suma Thian yu sangat gelisah, ia tahu kalau pihak lawan salah paham, maka ujarnya: "Kalian berdua salah paham, cepat! Pencolengnya masih berada didalam, mari kita tengok bersama-sama!" "Heeh...heeh...heeh...bocah keparat, kau tak usah berlagak pilon lagi" jengek kedua orang kakek itu sambil tertawa seram, dengan mata kepala sendiri lohu melihat kau berbuat terkutuk, sekarang masih ingin mungkir lagi? Hayo jalan! Segera menjumpai majikan!" Seraya berkata dua orang itu satu dari kiri yang lain dari kanan segera bertindak hendak menggusur dengan kekerasan. Suma Thian yu merasa tak pernah melakukan perbuatan salah, diapun tak takut mengha dapi tuan rumah, maka serunya dengan dingin. "Tak usah merepotkan kalian, aku masih mempunyai kaki untuk berjalan sendiri" Mendengar itu, dua orang kakak tersebut segera berjalan satu di muka yang lain dibelakang dan menggusur Suma Thian yu menuju ke ruang tengah. Diluar dugaan, ruangan tengah sudah hadir banyak orang, tapi tidak kelihatan Bi kun lun dan Cun gan siucay dua orang. Begitu Suma Thian yu muncul dalam ruangan depan, dari balik ruangan segera muncul Leng gho Cinjin. Jenggot merahnya yang panjang tampak bergerak tanpa hembusan angin, mukanya diliputi hawa pembunuhan, begitu

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

berjumpa dengan Suma Thian yu, ia segera menggebrak meja sambil memaki: "Anjing keparat, tak nyana tampangmu ganteng tapi nyatanya seorang Cay hoa cai (pen jahat pemetik bunga), padahal tuan rumah bersikap cukup baik terhadapmu" Begitu dilihatnya situasi, tidak beres, buru-buru Suma Thian yu memantah. "Locianpwee, kau telah menaruh kesalahan paham terhadapku, aku Suma Thian yu bukanlah manusia rendah seperti apa yang kau tu-duhkan, harap lakukan pemeriksaan lebih dulu dengan seksama" Leng gho Cinjin sama sekali tidak menggubris ucapan itu, begitu Suma Thian yu selesai bicara, kontan dia membentak dengan gusar. "Kentut anjing! Semua fakta sudah ada didepan mata, kau anggap pinto menuduh tanpa dasar?" Berbicara sampai disitu, dia lantas menitahkan orang untuk mengundang Bi kun lun Siau Wi goan dihalaman belakang. Setelah itu makinya lebih jauh. "Bocah keparat, apa yang hendak kau katakan lagi? Peraturan rumah tangga yang berla ku disini amat ketat, dengan dosa yang kau lakukan tiada ampun lagi bagimu. Sekarang cepat kau kutunggi lengan kananmu sendiri kalau tidak, jangan harap kau bisa tinggalkan rumah keluarga Siau pada hari ini barang setengah langkah pun" Setelah menyaksikan keadaan yang terbentang didepan mata, terutama sikap lawan yang tidak mencari tahu lebih dulu siapa salah siapa benar, Suma Thian yu segera sadar, dia mengerti kalau dirinya sudah terjebak ke dalam perangkap musuh yang licik. Maka sambil membusungkan dada, ujarnya dengan wajah bersungguh sungguh. "Locianpwee, berulang kali kau menuduh Thian yu sebagai manusia berdosa, bahkan pe nyesalanpun tak diberi, tampaknya hal ini me rupakan sebagian dari rencana keji yang telah kalian persiapkan. Hmm! Dihadapan orang jujur lebih

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

baik tak usah berbohong, bila ingin beradu kepandaian, Suma Thian yu tak akan berkerut kening" "Haah...haah...haah... punya semangat punya keberanian, pinto paling suka dengan pemuda semacam ini" Dia sepera memberi tanda, It ci hoa kiam (pedang bunga satu huruf) Yu Liang gi dari partai Tiam cong segera melompat ke hadapan Suma Thian yu, lalu berkata. "Lohu ingin mencoba sampai dimanakah kehebatan ilmu pedangmu!" Sementara berbicara, pedang yang digembolnya segera diloloskan dari sarung. Suma Thian yu mendengus dingin, tiba-tiba dia mencabut keluar pedang Kit hong kiamnya dari sarung, cahaya biru yang menyilaukan mata segera memancar keempat penjuru. Begitu melihat pedang mestika yang berada ditangan anak muda itu, kontan saja It ci hoa kiam Yu Liang gi menjerit kaget. "Haah....? Kit hong kiam....?" Jeritan tersebut segera memancing perhatian segenap orang yang hadir didalam ruangan itu, serentak semua orang mengalihkan sorot mata nya keatas pedang mestika ditangan Suma Thian yu. Leng gho Cinjin turut tertawa seram sesudah menyaksikan kemunculan pedang Kit hong kiam tersebut, segera jengeknya. "Heeh...heeh...heeh...rupanya kau adalah murid pencoleng, tak heran kalau kaupun manusia bajingan, kawan-kawan, ringkus bangsat kecil ini!" Bagaikan segerombol kawanan lebah, kawanan jago yang berada dalam ruangan segera mengurung Suma Thian yu ditengah arena. Tapi, pada saat itulah It ci hoa kiam Yu Liang gi membentak dengan suara lantang. "Harap tunggu sebentar saudara sekalian, berilah kesempatan buat aku orang she Yu untuk mencoba sampai

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

dimanakah kelihayan dari ilmu pedang Kit hong kiam hoat yang menggetarkan dunia persilatan itu!" Oleh bentakan mana, serentak semua jago mundur satu langkah ke belakang, namun mereka tidak mengendorkan posisi pengepunggannya. Kemarahan yang berkobar didalam dada Suma thian yu waktu itu ibaratnya gunung berapi yang meletus, sekarang ia sudah mengerti kenapa paman Wan nya sampai dituduh yang bukan-bukan oleh orang lain, hal mana menambah berkobarnya api kemarahan dalam dadanya. Dengan jurus Tui huang wang gwat (mendorong jendela melihat rembulan), pedang kit hong kiamnya melepaskan sebuah tusukan ketubuh It ci hoa kiam, tapi baru sampai di tengah jalan mendadak berganti jurus menjadi gerakan Gwat gi seng sia (rembulan bergeser bintang berpindah), kali ini dia tusuk tenggorokan orang dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busur. Walaupun dua jurus serangan yang berbeda namun bergabung menjadi satu, dibalik serangan-nya terdapat perubahan kosong yang merupakan tipuan yang tak terduga sebelumnya. Dalam partai Tiam cong, It ci hoa kiam Yu liang gi terhitung juga pedang paling top, selain lihay dalam limu pedang, orangnya juga licik dan pintar. Sekarang, ia harus tercekat perasaannya se telah menyaksikan dua serangan Suma Thian yu yang dilancarkan dalam satu gerakan bersama, buru-buru kaki kirinya bergeser, pedang nya diputar mengikati gerakan badan. Kali ini secara hebat ia berhasil membendung jurus serangan pertama dari Suma Thian yu, lalu mengikuti gerakan mana dengan jurus Hong Ki im yong (angin berhembus awan meng gulung) dia ciptatan pelbagai lapis bunga pe dang untuk mengurung sekujur tubuh lawan. Tiba-tiba Suma Thian yu berpekik panjang, pedangnya berubah menjadi Lui tian ciau kat(guntur dan petir

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

bersusulan), secepat sambaran kilat, dia tembusi lapisan pedang Yu liang gi dan langsung menusuk ke ulu hatinya. Kekuatan mereka berdua boleh dibilang seimbang, sulit untuk membedakan mana yang ampuh dan mana yang lemah, sebab disatu pihak merupakan jagoan kenamaan dari partai Tiam cong, dilain pihak merupakan ahli waris dari Wan tayhiap. "Taaang ...! mendadak terdengar suara senjata tajam yang saling beradu, cahaya pedang ditengah arena segera lenyap tak membekas, lalu bayangan manusia melintas, Suma Thian yu telah melompat keluar dari arena pertarungan. Maai, maaf.....ujarnya sambil menjura dan senyuman menghiasi ujung bibirnya. Pada mulanya It ci boa kiam Yu Liang gi masih merasa kebingungan dan tidak habis mengerti menunggu ia menggerakan lengannya dan sepotong kain bajunya tahu-tahu terlepas dari lengan dan jatuh ketanah, ia baru tahu apa yang telah terjadi. Dengan wajah merah padam karena jengah, It ci hoa kiam Yu Lianeg gi menundukan kepalanya rendah-rendah dan segera mengundurkan diri dari arena pertarungan. Leng gho Cinjin tidak menyangka kalau Yu Liang gi sebagai seorang jago pedang kenamaan bisa menderita kalah di tangan seorang pemuda ingusan yang baru terjun kedunia persilatan. Rasa malu bercampur gusar segera berkecamuk menjadi satu dalam benaknya, kepada kawanan jago yang lain, dia berseru. "Saudara-saudara sekalian, hayo turun tangan dan bekuk bajingan muda itu...!" Pada saat itulah, mendadak dari sudut berkumandang suara pekikan panjang yang nyaring, ketika,semua orang berpaling tampaklah Bi kun lun dengan membawa Cun gan siu cay melangkah masuk kedalam arena. Suasana diarena segera menjadi gempar, mereka seolah-olah sudah lupa dengan perintah yang diturunkan Leng gho Cinjin semula. "Setelah

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

melangkah masuk kedalam arena, Bi kun lun Siau wi goan segera menghardik semua orang agar jangan ribut, kemudian dengan senyum dikulum dia menjura kearah Suma Thian yu sambil memohon maaf: "Suma Siauhiap, semua kesalahan Wi goan, tidak sepantasnya kuterbitkan begini banyak kesulitan bagimu, salah paham-salah paham se muanya ini hanya suatu kesalahan paham belaka. Kemudian setelah tertawa nyaring, katanya lebih jauh. "Harap kau sudi memaklumi, andaikata sihian le tidak pergi memberi kabar kepadaku, mung kin bencana yang bakal terjadi akan besar sekali. haaa...haah...haaahh...." Rasa benci Suma thian yu benar-benar sudah merasuk ketulang sum-sum, bagaimanapun penjelasan dari Bi kun lun, tak mungkin bisa meredakan rasa rasa ketidak puasannya. Tampak dia menarik kembali pedangnya, lalu berpamitan pada Bi kun lun Siau Wi goan. "Atas pelayananmu yang baik, aku tak akan melupakan untuk selamanya. Biarlah aku mohon diri lebih dulu, untung masa mendatang masih panjang, biarlah kebaikanmu itu kubayar dikemudian hari saja." Kemudian setelah mengucapkan pula beberapa parah kata perpisahan dengan Cun gan siu cay Si Kok seng, dia membalikkan badan siap meninggalkan tempat itu. Siapa tahu kawanan jago liehay yang mengepung di sekeliling tempat itu masih menghadang jalan pergi Suma Tbian yu, mereka dengan sorot mata yang merah membara karena amarah menatap anak muda itu lekat-lekat, seakanakan mereka adalah sekelompok ular berbisa yang siap memagut..... Melihat hal itu, Suma Thian yu tertawa dingan sambil mendongakan kepalanya dia menerjang maju terus kedepan. Tiba-tiba dari muka sana muncul seorang kakek kurus ceking bermata tikus berhidung elang yang menghadang jalan perginya dengan golok dilentangkan didepan dada, lalu menegur.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

"Bocah keparat, tempat ini bukan tempat yang bisa diganggu seenaknya, boleh saja bila kau ingin meninggalkan tempat ini, tapi ditinggalkan dulu sedikit tanda mata, congkel lebih dulu kedua biji matamu, kemudian baru pergi" "Haaahh...haaaha...haaaha...kau ingin mencongkel mataku...? Huuuh, jangan mimpi" Suma Thian yu tertawa tergelak. Kakek ceking itu semakin melotot dengan buas, goloknya diangkat siap membacok. Tapi saat itulah kembali Bi kun lun Siau wi goan membentak keras. "Saudara Cian, jangan bertindak gegabah, biarkan saja dia pergi!" Buru-buru kakek ceking she Ciang itu menarik kembali goloknya, setelah melotot sekejap kearah suma Thian yu dengan angkuh, dia mundur selangkah seraya berkata. "Hmm, enakan keparat ini!" Suma Thian yu berjalan kehadapannya, lalu tertawa angkuh pula. "Maaf!" katanya. Seusai beikata dia lantas melangkah pergi dari situ, Suma Tbian yu memang bernasib jelek, berulang kali dia harus dituduh orang ka rena salah paham, rasa pedih yang mencekam perasaannya betul-betul tak terlukiskan dengan kata-kata. Sekarang ia sudah menaruh perasaan muak yang amat sangat terhadap dunia yang sangat indah ini. Belum jauh meninggalkan kota Tiang an, bintang sudah bertaburan diangkasa, kegelapan malam telah menyelimuti seluruh jagad, orang yang berlalu lalang dijalan semakin sedikit. Dalam keadaan seperti inilah mendadak dari arah belakang ber kumandang suara derap kaki kuda yang ramai, suara tersebut kedengarannya janggal sekali dalam suasana begini. Lambat laun suara derap kaki kuda itu semakin mendekat, Suma Thian yu tahu kalau dibalik kesemuanya itu pasti ada

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

sesuatu yang tak beres. Diam-diam dia menghimpun tenaganya sambil bersiap-siap siaga menghadapi se gala kemungkinan yang tak di inginkan. Pada saat itulah, suara bentakan nyaring telah berkumandang lagi dari belakang. Suma Thian yu mengira Bi kun lnn Sian Wi goan telah melakukan pengejaran dari belakang, hawa pembunuhan segera menyelimuti seluruh wajahnya, dengan cekatan dia meloloskan pedang Kit hong kiam yang tersoren di-punggung seraya membalikkan badan, kemudian menghadang jalan pergi pendatang tersebut ditengah jalan. Tak berapa saat kemudian, dari depan sana muncul lima ekor kuda jempolan yang di larikan kencang kencang, penunggangnya adalah perampok perampok berkerudung hitam. Kalau tidak melihat masih mendingan, begitu menyaksikan kemunculan kawanan pencoleng tersebut, kontan saja amarahnya berkobar, dia berpekik panjang, suaranya menggaung jauh ketengah udara dan menggetarkan seluruh pepohonan yang tumbuh di sekeliling tempat itu. Tampak tubuhnya melejit ketengah, pedang Kit hong kiamnya menciptakan segulung kabut pedang berwarna putih, lalu menyergap kelima orang penunggang kuda berkerudung itu. Tindakan gegabah semacam ini sebetulnya merupakan pantangan yang paling besar bagi umat persilatan, sesunguhnya Suma Thian yu pun memahami akan hal ini, tapi... bagaimaaa mungkin dia bisa membendung rasa mangkel dan kobaran amarah yang telah dipendamnya selama banyak tahun? Tindakan mana rupanya diluar dugaan kelima orang penunggang kuda berkerudung itu, meski tugas mereka kali ini adalah menyergap Suma Thian yu, namun mereka tidak berharap terjadinya pembunuhan yang tak berarti. Tapi sekarang, setelah menyaksikan Suma Thian yu muncul bagaikan malaikat yang datang dari kahyangan, serentak lima

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

orang itu membentak pendek, kemudian bagaikan ledakan mercon, mereka menyusup keempat penjuru untuk menyelamatkan diri. Terdengar suara ringkikan kuda yang meloloskan senjata tajam masing-masing. Sebenarnya Suma Thian yu mengharapkan suatu hasil yang baik dalam gebrakan yang pertama, tapi begitu gagal dengan serangan yang pertama, tubuhnya ikut melayang turun keatas tanah, dengan cepat dia dikepung kelima orang pencoleng berkerudung itu dari empat penjuru. 0ooo0 Jilid 10 Terdengar dia mendengus dingin, dengan sorot mata memancarkan cahaya tajam, bentaknya sembari menggertak gigi: "Apakah kedatangan kalian berlima untuk merenggut nyawa sauya? Turutilah nasehatku, sipat ekor dan pulang saja kerumah dengan tenang, laporkan kepada Siauw Wi goan, begitu aku orang she Suma berhasil menemukan bukti yang nyata, pasti akan kubasmi keluarga Siau dengan darah" Baru selesai dia berkata, terdengar orang yang berada di paling depan telah tertawa dingin tiada hentinya. "Hehehehe....bocah keparat, tinggalkan pedang mestika milikmu, kalau tidak hari ini ditahun depan adalah hari ulang tahun kematian mu yang pertama!" Suma Thian yu segera menyodorkan pedang Kit hong kiamnya kedepan setelah mendengar perkataaa itu, katanya sambil tertawa angkuh: "Nih, sauya persembahkan dengan kedua belah tanganku, ambillah sendiri!" Ketika manusia berkerubung tersebut menyaksikan perbuatan lawannya, dia masih mengira Suma Thian yu benarbenar berhasrat untuk menyerahkan pedang itu kepadanya, ia lantas maju beberapa langkah kedepan siap menerima sodoran mana.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Tiba-tiba Suma Thian yu membentak nyaring: Sambutlah!" Pedangnya meluncur kedepan seperuti anak panah yang terlepas dari busurnya, pedang Kit hong kiam tersebut langsung menyambar kewajah penjahat berkerudung itu. Meryusul gerakan mana seluruh tubuh Suma Thian yu ikut pula menerjang maju kemuka. Tampaknya pedang itu segera akan menyambar ditubuh lawan, manusia berkerudung itu menjerit kaget, buru-buru dia berkelit kesamping. Disaat yang amat singkat inilah Suma Thian yu menggerakkan tangannya untuk membacok pergelangan tangan lawan sambil membentak. "Tinggalkan dahulu lenganmu!" Menyusul jeritan ngeri yang memilukan hati, seperti burung yang kena bidikan saja, manusia berkerudung itu melejit kebelakang. Sayang tubuhnya sempoyongan beberapa langkah, setelah itu roboh terjengkang ke tanah dan tak sanggup berdiri lagi. Diatas tanah tinggal sebuah lengan yang terpaksa, darah kental membanjiri permukaan tanah dan menyusup ke dalam. Setelah berhasil meraih kemenangan dalam pertarungan pertama, kemarahan Suma Thian yu agak mereda, dia memandang sekejap manusia berkerudung yang terpapas lengannya itu, kepada keempat orang rekan-nya ia berseru sambil tertawa dingin. "Siapa lagi yang ingin maju untuk mengantar kematian?" Ketika mendengar tantangan tersebut, keempat orang manusia berkerudung itu serentak mengayunkan goloknya dan maju menerjang dari empat penjuru, dilihat dari gerakan tubuh mereka, jelas kalau orang-orang itu adalah jagoan kelas satu dalam dunia persilatan. Kendatipun demikian, Suma Thian yu yang bernyali besar sama sekali tak memandang sebelah matapun terhadap mereka.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Dia berdiri dengan segenap perhatiannya dihimpun menjadi satu, ditunggunya sehingga senjata tajam ke empat orang itu hampir mengenai tubuhnya.... Disaat yang amat kritis itulah tiba-tiba dari balik keheningan berkumandang suara bentakan gusar yang amat nyaring: "Mundur!" Menyusul kemudian, terlihat sesosok bayangan hitam meluncur datang secepat sambaran kilat dan langsung menyerbu ke dalam arena pertarungan. Mendengar bentakan tersebut, keempat manusia berkerudung itu segera mengundurkan diri dan memberi sebuah jalan lewat. Pendatang itu menancapkan kakinya ditanah setelah pencoleng-pencoleng berkerudung itu mengundurkan diri, begitu sampai dia lantas menegur: "Suma siaubiap, Wi goan telah datang terlambat, kau tidak terluka bukan?" Ketika Suma Thian yu mendongakkan kepalanya, dia segera mengenali orang itu sebagai Bi kun lun Siauw Wi goan, maka dengan perasaan mendongkol sahutnya: "Terima kasih atas bantuan yang datang tepat pada waktunya, Siau tayhiap, mengapa ke datanganmu begitu kebetulan?" Ucapan mana mengandung maksud ganda, dia menuduh Bi kun lun lah yang telah bermain gila secara diam-diam. Bi kun lun Siau Wi goan berlagak seolah-olah tidak mendengar, bukan saja tidak gusar, malahan tertawa seram. "Suma siauhiap, tampaknya kesalah pahamku terhadap Wi goan sudab kelewat mendalam! Ketahuilah semua persoalan yang ada didunia ini tak akan terungkap sebelum peti mati di buka, aku Wi goan betul-betul bermaksud baik kepadamu, tapi nyatanya malah mendapatkan kesalahan paham belaka, padahal orang-orang ini sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan Wi goan!"

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Padahal penjelasan dari Bi kun lun Siau Wi goan tersebut berlebih-lebihan sehingga tak ubahnya seperti menampar mulut sendiri. Suma Thian yu merasa geram sekali setelah mendengar perkataan itu, tapi justeru karena demikian, dia semakin merasa yakin kalau Bi kun lun Siau Wi goan adalah seorang pentolan pencoleng yang licik dan sangat berbahaya. Menghadapi manusia semacam ini, jalan yang terbaik adalah menjauhi dan jangan sampai terkena pelet, kalau tidak maka akibatnya sukar dibayangkan mulai sekarang, Suma Thian yu adalah seorang manusia yang cerdas dengan bakat yang luar biasaa, sekilas pandangan saja dia sudah dapat menduga sampai kesitu, maka sambil tertawa dingin katanya: "Kalau mememang begitu, akulah yang kelewat curiga, terima kasih atas bantuanmu, biarlah kubayar dikemudian hari saja" Selesai berkata dia lantas ber berjalan melalui sisi Bi Kun lun Siau Wi gon dan berlalu dari situ.. Belum lagi dua langkah, mendadak dari belakang punggungnya berkumandang datang suara desingan angin pukulan yang sangat kuat langsung menyergap jalan darah Pek hwee hiat di punggungnya. Sebenarnya Suma Thian yu berprinsip sebelum berhasil memegang bukti yang nyata tentang kejahatan yang telah dilakukan Bi kun lun Siau Wi goan, dia enggan untuk ribut atau bentrok dengan manusia tersebut, apa lagi kalau sampai terjadi bentrokan secara kekerasan. Orang bilang: Cocok atau tidaknya seserang dalam pergaulan ditentukan dalam sepa tah kata, dia tahu banyak berbicara dengan manusia licik hanya akan mendatangkan kesulitan dan kerugian bagi dirinya sendiri, oleh sebab itu dia berusaha menjauhi. Maka sambil menahan rasa mangkel dalam hatinya, dia siap berlalu meninggalkan tempat itu.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Siapa sangka disaat dia membalikkan badan siap meninggalkan tempat itu, tiba-tiba dari belakang punggungnya mendesing datang segulung hawa pukulan yang langsung menyergap jalan darah Pek hwee hiat di belakang benaknya... Dalam perkiraan Suma Thian yu, serangan terkutuk yang rendah dan tak tahu malu itu dilakukan Bi kun lun Siau Wi goan, saking gemasnya sepasang gigi sampai saling bergerutukan keras. Cepat-cepat ia menghimpun tenaga dalam ajaran pamannya Kit hong kiam kek Wan Liang yakni ilmu Jiong goan sim hoat untuk me lindungi seluruh badan, setelah itu telapak tangannya didorong keatas menyongsong datangnya serangan pembokong itu. Dan begitu merasa kalau serangannya sudah dihadapi, Suma Thian yu segera bergeser kekiri lalu berputar dengan ujung kaki sebagai as untuk berganti arah, himpunan tenaga dalam yang telah dipersiapkan ditangan kanan itu secepat kilat dibabat kebelakang menghantan tubuh musuhnya, sementara tubuhnya turut berputar pula menangkis, berputar dan menyerang yang dilakukan Suma Thian yu meski panjang untuk diceritakan, padahal ketiga macam gerakan itu dilakukan hampir pada saat yang bersamaan. Menanti dia sempat melihat jelas paras muka lawannya, orang itu sudah kena terhajar oleh serangan dahsyatnya itu sampai mencelat sejauh satu kaki lebih dan jatuh tak sadarkan diri dengan sikap terlentang. Diluar dugaan ternyata orang itu bukan Bi kun lun Siau Wi goan seperti apa yang diduga semula melainkan seorang pencoleng berkeru dung kain hitam. Selama hidup Suma Thian yu paling benci dengan perbuatan menyergap yang dilakukan dari belakang, kemarahannya segera berkobar, sambil membentak tubuhnya menerjang kearah pencoleng berkerudung yang sudah tergeletak itu siap melakukan pukulan yang mematikan.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/

Bi kun lun Siau Wi goan sendiri berdiri termangu-mangu disitu tak tahu apa yang meski dilakukan. Dalam situasi seperti ini, keadaannya yang paling mengenaskan, mau turut campur tak bisa, tidak turut campur bagaimana? Dalam pada iiu, tiga orang manusia berkendung lainnya jaga tak berani bertindak secara sembarangan karena kehadiran Siau Wi goan disitu, terpaksa mereka harus mengorbankan jiwa rekannya tanpa bisa berbuat banyak. )o(X)o( TAMPAKNYA kepalan sakti dari Suma thian yu segera akan menghantam diatas kepala pencoleng berkerudung itu, serentak semua orang memejamkan matanya rapat-rapat karena tak tega menyaksikan peristiwa yang amat mengerikan itu. Pada dasarnya Suma Thian yu memang berhati welas kasih, begitu muncul keinginan-nya untuk mengampuni jiwa orang, ia lantas tak tega untuk melanjutkan niatnya semula untuk melakukan pembunuhan. Dari serangan memukul segera diubah menjadi serangan mencakar.... Kraaas!" terdengar suara kain yang robek, akhirnya kain kerudung hitam orang yang terluka itu terbakar dan muncullah raut wajah aslinya. Manusia berkerudung yang terobek kain kerudungnya adalah seorang kakek kurus ceking bermata tikus berhidung elang, dia tak lain adalah kakek ceking yaug telah menghadang jalan pergi Suma Thian yu ketika berada di tanah lapang gedung keluarga Siau tadi. Setelah mengetahui siapa gerangan orang yang dihadapi, Suma Thian yu segera tertawa seram "Haaah...haah....haaah, nampaknya aku Suma Thian yu memang tidak salah melihat orang" Kemudian sambil mengangkat tangan kakek ceking itu, ujarnya lagi kepada Bi kun lun Siau Wi goan dengan lantang:

sambil menghindarkan diri dari tanggung jawab sahutnya: "Tentu saja kenal. dia segera berseru sambil menggelengkan kepalanya berulang kali. Apalagi sesudah mendengar pertanyaan dari Suma Thian yu ibaratnya orang yang langsung mengorek luka dalam tubuhnya. akan tetapi memandang keadaan si kakek kurus yang kempas-kempis dengan lemah. mukanya pucat pasi seperti mayat. benar-benar tak sedap perasaannya ketika itu. "Kalau dilihat keadannya yang begitu lemah. harap Suma sauhiap jangan marah. berarti jaraknya dengan kematian pun tidak jauh. Bi kun lun Siauw Wi goan telah berjalan menuju ke hadapan Suma Thian yu. keparat tua ini adalah tamu yang datang menyambangi Wi goan kemarin. seorang komplotan dari perampok berkerudung yang kejam itu. sungguh tak kusangka dia adalah seorang manusia berhati keji. dia sudah jatuh tak sadarkan diri. Tanpa terasa timbul niat jahat didalam hatinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. bukankah orang ini adalah anak buahmu?" Dikala Suma Thiar yu merobek kain kerudung orang itu itu tadi. Dia marah karena kakek itu sudah merusak rencana yang telah disusunnya dengan susah payah. lebih baik dibunuh saja!" Sudah barang tentu Suma Thian yu tak ingin memberi kesempatan kepada Bi kun lun untuk menghilangkan saksi . Dia gelisah karena jejaknya ketahuan dan kuatir Suma Thian yu membocorkan rahasia tersebut keluar sehingga mempengaruhi nama baiknya dikemudian hari. agaknya tidak enteng luka yang diderita olehnya. kuperiksa orang ini dengan seteliti mungkin" Sembari berkata dia berjalan mendekati Suma thian yu. dalam sekilas pandangan saja dapat diketahui bahwa luka dalam yang dideritanya cukup parah.com/ "Siau tayhiap. Bi kun lun Siau Wi goan sudah meraia gelisah bercampur gusar. sementara sinar matanya memancarkan cahaya kebuasan yang membuat anak muda itu terkesiap dan segera menghimpun tenaganya bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan Kasihan kakek bertubuh kurus berhidung elang itu.

" Namun Suma Thian yu berlagak seolah olah tidak mendengar. Bi kun lun Siau Wi goan telah menyusul pula ke situ. buruburu ia turut mengejar sambil berteriak: "Suma siauhiap.Tiraikasih Website http://kangzusi. pasti akan kukuliti tubuhnya kemudian kucincang badan nya" Pelan-pelan Suma thian yu membalikan badannya lalu menatap sekejap wajah Bi kun lun Siau Wi goan dengan wajah diliputi hawa pembunuhan. "Craaap! Menanti Thian yu memeriksa kembali. terdengar ia berkata: "Suma Siauhiap. musuh yang kabur jangan dikejar. "Hmmm. saat itu ketiga orang perampok berkerudung tadi telah menggotong rekannya yang terluka dan melarikan diri menuju kehutan. di atas dada kakek ceking itu sudah menancap sebatang peluru perak sepanjang empat inci yang menembusi tubuh tersebut. Suma Thian yu menjadi teramat gusar. bila mereka sampai terjatuh kembali ke tangan Wi goan dikemudian hari. harap tunggu sebentar. Atas peristiwa ini. Ternyata perbuatan tersebut hasil perbuatan dari tiga orang perampok berkerudung yang lain. ia lepaskan cekalannya terhadap kakek ceking itu kemudian membalikkan tubuhnya. Suma Thian yu tidak rela membiarkan kawanan penjahat tersebut melarikan diri. ia sama sekali tidak terpengaruh oleh ucapan mana. Sementara itu. baru saja dia berusaha untuk mencegah perbuatnya itu. dia segera menggerakan tubuhnya. terlalu keenakan kawanan . malah dia mempercepat gerakan tubuhnya menyusul sampai di tepi hutan. tak sempat memberi kabar kepada Bi kun lun lagi. Tapi ke empat perampok berkerudung tadi sudah melarikan diri dan lenyap dari pandangan mata.. secepat kilat dia menyusul dibelakang kawanan perampok berkerudung tersebut. Bi kun lan Siau Wi goan menjadi gelisah. bagai anak panah yang terlepas dari busurnya. mendadak terasa cahaya perak berkelebat lewat lalu.com/ hidup ini. Melihat itu.

asal dia bertarung melawan Suma thian yu.heeeh.Tiraikasih Website http://kangzusi.. bagaimana kalau dari ke lima kuda jempolan yang tertinggal ini Siauhiap hanya membawa pulang empat ekor dan tinggalkan seekor untukku?" Bi kun lun Siau Wi goan menjadi teramat gusar setelah mendengar perkataan itu.heeeh... toh suatu saat akan tiba juga saatnya untuk membongkar semua rahasia ini" Selesai berkata dia membalikkan badan dan segera berlalu dari sana.. sindiran dan ejekan Suma thian yu yang dilontarkan berulang kali membuat seorang manusia yang tak berperasaan akan . Sikapnya yang sinis dan memandang hina terhadap orang lain ini. pasti akan kubasmi kawanan manusia laknat itu sampai akar-akarnya" Kemudian setelah memandang sekejap ke lima ekor kuda jempolan yang tertinggal disitu.com/ perampok tersebut gumamnya dingin.? Sebab dia kuatir jejak dan rahasianya ter bongkar. "Heeehh... niscaya semua rahasianya bakal terbongkar. dengan nada berat dia segera menegur: "Apa-apaan kau ini? Apakah kau mencurigai aku punya hubungan dengan kawanan perampok berkerudung itu? Bila siauhiap tetap tak bisa memahami kenyataan yang sebenarnya.. tindakanmu itu benar-benar tak bisa dimaafkan.. Sekalipun demikian.. Tahukah apa sebabnya orang ini selalu bersabar dan berusaha keras untuk menghindari suatu bentrokan secara langsung dengan Suma Thian yu.. sekarang memang tak perlu kau akui.." Suma thian yu berpaling dengan pandangan sinis lalu tertawa dingin. "Siauhiap.... kontan saja membangkitkan rasa gusar yang membara didalam hati Bi kun lun Siau Wi goan.. pokoknya selama Thian yu masih dapat bernafas.aku rasa dihati masing-masing sudah mempunyai pandangan sendiri. kesabaran orang ada batas-batasnya.

Sambil menggertak gigi menahan diri Bi kun lun Siau Wi goan memaki dengan geramnya: "Bocah keparat. sorot matanya tajam bagaikan sembilu. kemudian melanjutkan lebih jauh. "kenyataan telah tertera didepan mata. jangan harap bisa pergi meninggalkan tempat ini!" "Orang she Siau!" Suma Thian yu balas mengejek. tak ada salahnya kuterangkan kepadamu. Mendengar suara bentakan tersebut. menggunakan kesempatan dikala bukannya membalikkan diri. Suasana menjadi tegang dan seram. kau kelewat menghina orang! Apakah kau anggap Siau Wi goan adalah seorang manusia yang dapat dihina dan dipermain kan seenak hatimu sendiri? Hari ini. apalagi orang itu adalah Bi kun lun Siau Wi goan seorang pemimpin dunia persilatan dewasa ini? Mendadak terdengar ia membentak penuh amarah: "Berhenti!" Tiba-tiba dia meloloskan pedangnya dari sarung. ehmm. bila kau tidak memberi penjelasan yang terang. mengapa sewaktu sauya dikepung kepung bangsat berkerudung kau bisa muncul secara tiba-tiba untuk membantu?" Berbicara sampai disitu dia berhenti sebentar. apa lagi ketika mendengar suara lawan meloloskan pedang. Yang jauh tak usah dibicarakan. apakah kau bermaksud untuk menyangkal lagi? Jika kau ingin mengetahui dengan jelas. ketika pedang tersebut digelarkan maka tampaklah getaran cahaya pedang dari ujung senjata tersebut memancar keluar tiada hentinya. kedua belah pihak dengan senjata terhunus berdiri saling berhadapan dalam jarak hanya sepuluh langkah belaka.com/ marah. apa lagi dalam gedungmu terkumpul begitu banyak jago lihay. Suma Thian yu segera berhenti.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku hanya ingin tahu hari ini kau sebagai pemimpin dunia persilat an. . dia turut meloloskan pula pedang Kit hong kiamnya.

malahan membentak diriku agar berhenti. bukankah kesemuanya ini semakin memperlihatkan jiwamu yang memang sudah busuk? Hmmm. bahkan terhadap perbuatan keji kawanan perampok berkerudung itu pun kau tidak memberikan reaksi apa-apa. aku menerima dengan segelas kehormatan. betul.. jangan kau anggap semua perbuatanmu itu bisa mengelabuhi diriku dan membuatku bodoh selalu! Tatkala selesai mendengar perkataan tersebut. suara teriakan yang dipancarkan dengan disertai tenaga yang sempurna itu kontan saja menggetarkan seluruh penjuru dunia dan membuat daun serta ranting jatuh berguguran keatas tanah. teriaknya lagi: Selama ini lohu tidak menganggapmu sebagai kawanan percoleng. kau jangan menganggap aku sebagai seorang bocah yang baru berusia tiga tahun. mengapa kau tidak renggut sekalian selembar nyawaku?" "Betul. mendadak Bi kun lun Siau Wi goan mendongakkan kepalanya dan berteriak gusar. bersikap baik kepada mu.Tiraikasih Website http://kangzusi. siapa sangka kau bocah keparat ternyata hanya manusia yang tak tahu diri. lohu akan mengalah sepuluh jurus untukmu.. bukan saja tidak mengejar. Seusai berteriak dia berkata sambil tertawa dingin: “Hanya berdasarkan beberapa persoalan yang tetek bengek ini kau ingin menfitnah aku Siau wi goan? Bocah keparat.com/ Kalau toh. Baik lah untuk memperpanjang umurku selama beberapa puluh tahun lagi. begitu sepuluh .kau berniat untuk membantu. persoalannya sekarang adalah aku belum berhasil mendapatkan bukti yang nyata!" Bi kun Iun Siau wi goan semakin naik pitam sesudah mendengar jawaban mana.. kau telah membalas kebaikanku dengan perbuatan keji. apakah kau tidak merasa bahwa tindakanmu itu sangat mencurigakan? Kini setelah menyaksikan anak buahmu melakukan tindakan yang salah sehingga jejaknya ketahuan. lagi-lagi kau membunuh orang untuk menghilangkan saksi. mengapa kau biarkan diriku disergap orang? Mengapa kau berpeluk tangan belaka membiarkan kawanan manusia laknat itu melarikan diri.

Suma thian yu dipaksa untuk membuka kartu.. di samping dia ingin memperalat pemuda . ditatapnya Bi kun lun Siau Wi goan dengan sorot mata setajam sembilu. Kontan saja ucapan mana membuat Bi kun lun Siau Wi goan menarik napas dingin. keadaannya masih mendingan. paras mukanya berbuat hebat. Sekali pun demikian. kali ini selapis hawa napsu membunuh telah menyelimuti seluruh wajahnya. tak terlukiskan rasa gembira dalam hatinya sekarang. Sebaliknya Bi kun lun Siau Wi goan sendiripun berperasaan serba bertentangan. sebab sedikit salah melangkah. dia mendongakkan kepalanya dan berpekik nyaring. Orang bilang: "Seorang Kuncu membalas dendam. sewaktu berada diluar gua tempo hari. dia masih membutuhkan suatu bukti yang nyata dan berada didepan mata sebelum anak muda tersebut dapat membunuh Siau Wi goan.. dia menjadi terang dan mengerti. "Orang she Siau. maka dia harus menahan diri dan bertindak sangat berhati-hati. Sebetulnya Suma Thian yu berbicara demikian. terpaksa harus dilihat bagaimanakah nasibmu nanti" Seandainya Suma Thian yu tidak mendengar perkataan itu. begitu menyaksikan musuhnya berubah muka. kau betul-betul latah dan gila!" serunya dengan suara lantang. begitu mendengar ucapan mana. Hanya saja. apakah kau berhasil menangkan setengah jurus dariku?" Setelah keadaan berubah menjadi begini rupa.Tiraikasih Website http://kangzusi. bisa jadi dia akan dianggap musuh umum oleh umat persilatan. tiga tahun pun belum terhitung terlambat" kematian paman Wan yang begitu mengenaskan hingga kini belum dapat diungkap olehnya secara jelas. tujuannya adalah memancing reaksi dari Bi kun lun Siau Wi goan. tapi sejenak kemudian telah pulih kembali seperti sediakala. kau hendak mengalah sepuluh jurus untukku? Hmm kau anggap aku hanya seorang bocah cilik? Terus terang kuberitahukan kepadamu.com/ jurus sudah lewat.

com/ ini. dengan kemampuan yang kau miliki itu. namun belum pernah dihina dan disindir orang dengan seenaknya seperti saat ini. "Kenapa kau? Bocah keparat. begitu menyaksikan ujung pedang tersebut menusuk ke bawah teteknya. sudah dibikin ketakutan?" Suma Thian yu mendengus dingin. lohu sudah hidup setua ini. ia segera menarik kembali pedangnya dan tidak melancarkan serangan lagi. lalu tangan kananya bergerak ke atas. kau hendak membereskan aku?" Seraya berkata pedang Kit hong kiamnya diangkat sejajar bahu.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan jurus Ciong liong jiu hay (naga sakti masuk ke laut) pedangnya seperti seekor naga sakti menyodok jalan darah Ki kan hiat ditubuh Bi kun lun. tetapi dipihak lain dia pun kuatir anak muda ini akan merusak dan menghancurkan semua rencana yang telah disusunnya selama ini. dengan perasaan tercengang bercampur gusar ia segera membentak. Selama ini Bi kun lun Siau Wi goan mengawasi terus ujung pedang lawannya. setengah memaki teriaknya. mendadak ia bergerak dan melejit ke samping tambil berseru keras: "Jurus pertama!" Suma Thian yu menjadi amat gusar menyaksikan musuhnya hanya menghindar tidak membalas. lalu ujarnya: "Bocah muda. Bi kun lun Siau Wi goan kelihatan agak tertegun tatkala menyaksikan lawannya menarik kembali serangannya. Mumpung kini berada ditengah alas yang sepi dan tiada manusia lain. apa salahnya kalau pemuda ini dibunuh saja agar tidak menmbulkan bibit bencana dikemudian hari? Berpikir sampai disitu. tentunya kau anggap di dunia ini sudah tiada orang pan dai lagi!" Suma Thian yu tertawa sinis. napsu membunuh yang berkobar dalam dada Siau Wi goan makin menjadi. tampak dia maju ke depan berapa langkah. bila aku tidak meringkus kau pada hari ini. . "Hmmm.

. dia hanya maunya mencari keuntungan belaka. kalu ingin bermain pura-pura mah.. dia lantas berteriak lantang: "Sebuah serangan yang amat bagus!" Mendadak ia membalikan tangannya mainkan jurus Long kian sin ciau (ombak menggulung ular sakti). tidak sulit untuk diketahui betapa cepat dan sempitnya jalan pikiran Bi kun lun Siau Wi goan.. Untung saja kewaspadaan Suma Thian yu masih tetap tinggi. dengan mengandalkan kemampuan yang kau miliki itu.. Ditinjau dari gerakan tubuhnya ini. orang memang selalu berprinsip "meski manusia tak berniat melukai harimau. aku orang she Siau akan menyempurnakan keinginanmu itu. Kecuali berhadapan dengan seseorang yang berkepandaian silat sangat lihay. tampak serentetan cahaya hijau meluncur kedepan dan menusuk tubuh Suma Thian yu dengan kecepatan luar biasa. hmmm. . jika ingin bertarung.. hayolah kita bertarung secara blak-blakan dan bertempur sampai titik darah penghabisan. harimau justru ada niat melukai manusia". sauya tidak cocok denagn selera permainan seperti itu!" Bi kun lun Siau Wi goan kembali tertawa terkekeh-kekeh.. Selama menghadapi manusia licik macam Bi kun lun Siau Wi goan. buktinya sementara pembicaraan masih berlangsung. sekalipun sedang berbicara namun ia telah bersiap siaga menghadapi se gala kemungkinan yang tak diinginkan. masih belum berhak bagimu untuk mengalah untukku. Maka begitu pedang Siau Wi goan menusuk datang. biasanya cara menyergap semacam ini akan menda-tangkan suatu hasil yang amat baik. kau tak usah sombong dan berlagak sok.com/ "Orang she Siau. rupanya begitu. Siau Wi goan telah menggerakkan pedang nya dan menyerang dengan jurus Ci kou thian bun (mengetuk langsung pintu langit).Tiraikasih Website http://kangzusi. ia sudah menyergap orang secara tiba-tiba. aku masih mengira kau takut menghadapi diriku! Beginipun ada baiknya juga." Ketika ucapan terakhir masih berada dibibir. "Hehehehehe.

buru-buru dia menarik kembali pedangnya untuk mengutamakan keselamatan sendiri.com/ Pedang Kit hong kiamnya seperti segulung ombak dahsyat langsung menyapu kedepan dan mengetarkan pedang Bi kun lun Siau Wi goan sehingga tergetar dari posisi semula. Bi kun lun Siau Wi goan menjerit kaget. Serangan Suma thian yu didalam menghadapi ancaman bahaya ini betul-betul amat hebat. yang menjadi pantangan terbesar adalah memecahkan perhatian. ditambah pula Suma thian yu dengan serangan berantainya. Bagi seorang jago silat. setelah itu teriaknya dengan perasaan terkejut! "Aaaah. Tiba-tiba ia berpekik nyaring. Bi kun lun Siau Wi goan cukup mengetahui mutu suatu serangan. Menyusul kemudian pedangnya berubah menjadi gerakan Im liong tham jiau (naga yang mementangkan cakar) langsung mencengkeram jalan darah kit hou hiat diatas tenggorokan Bi kun lun. bagaikan benduangan sungai Huang ho yang jebol. . begitu serangan dilancarkan maka akan diketahui apakah musuhnya berisi atau tidak. Menyaksikan kejadian tersebut. ia kena di desak sampai mundur terus berulang kali. dengan amat dahsyatnya langsung mengurung ketubuh Siau Wi goan. pedang Kit hong kiamnya diputar menciptakan selapis bayangan pedang yang memenuhi angkasa. sebagai pemimpin dunia persilatan. tentu saja ia enggan menerima kerugian yang berada didepan mata. ilmu pedang kit hong kiam hoat!" Sementara berseru. bukan setiap jago silat yang mempergunakannya dengan sempurna. siapa tahu Suma Thian yu memang berhasrat memberi pelajaran yang setimpal untuk Bi kun lun sehingga ia tahu diri. hawa murninya yang terkumpul segera membuyar sebagian besar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bagi jago lihay yang bertarung. tubuhnya telah melepaskan diri dari kurungan kabut pedang yang dipancarkan oleh Suma thian yu.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Sudah barang tentu Suma Thian yu tak berani mengendorkan perhatiannya dalam menghadapi ancaman tersebut. semangat bertarungnya segera berkobar. padahal ia justru manfaatkan kesemppatan tersebut untuk menghimpun kembali hawa murninya disamping mencari titik kelemahan di tubuh Suma Thian yu sehingga dapat mempersiapkan serangan balasan yang mematikan" Begitu turun tangan Suma Thian yu berhasil mendesak mundur seorang jago silat yang memimpin dunia persilatan dewasa ini. sebentar lagi berpisah.com/ Sekilas pandangan ia seperti didesak mundur. terdengarlah suatu benturan nyaring yang memekakkan telinga. situasi pertarungan yang berlangsung kian lama kian bertambah seru. ia berpekik berulang kali lalu pedang Kit hong kiamnya dengan jurus Liong teng kiu siau (naga melom¬pat kelangit sembilan) ia langsung menggorok tengkuk Bi kun lun. "Traaang!" ketika sepasang pedang saling bertemu ditengah udara. Mendadak Bi kun lun Siau goan melejit ke udara dengan gerakan elang raksasa menentang sayap.. tidak menggubris apakah senjatanya cedera atau tidak. sebentar kedua orang itu bergu mul menjadi satu. buru-buru dia me ngembangkan permainan ilmu pedang Kit hong kiam hoat ajaran paman Wan nya untuk melayani serangan musuh. Bi kun lun Siau Wi goan yang lihay... . akibatnya kedua orang itu sama-sama terdorong mundur sejauh satu langkah. dengan jurus Cuan im si gwat (menembusi awan mengejar rembulan) dengan membawa desingan angin serangan yang tajam ia langsung menusuk jalan darah Tham tiouw hiat di bagian tengah dada antara kedua tetek Suma Thian yu. dia menerjang lagi kedepan melakukan tubrukan. pedangnya berputar secepat kilat dengan jurus Ceng lui kan hong (guntur bergetar angin terbendung) dia lepaskan serangan balasan untuk menyongsong datangnya ancaman tersebut. keadaannya benar-benar sangat mengerikan. Begitulah..

nampak kalau permainan itu ajaran dari Kit hong kiam kek Wan Liang. tapi yang berbeda adalah tenaga dalamnya justru setingkat masih diatas kemampuan Wan Liang pribadi. . sewaktu kit hong kiam kek Wan liang masih termashur dikolong langit dulu. Sementara ingatan mana melintas dalam benak Bi kun lun Siau Wi goan.com/ Kedua orang ini. sekalipun dikatakan Wan Liang adalah gurunya juga tak salah. Sementara itu Bi kun lun Wi goan makin bertempur makin terkejut. Tapi kini permainan pedang Kit hong kiam hoat dari Suma thian yu berbeda dengan permainan yang pernah dilakukan Wan liang dahulu. Suma Thian yu memang sengaja membohonginya.Tiraikasih Website http://kangzusi. memang ilmu pedang kit hong kiam hoat tersebut didapatkan dengan cara mencuri belajar. kedua orang itu sama-sama mengeluarkan pelbagai jurus simpanan-nya untuk berusaha membunuh lawannya. tak heran kalau Siau WI goan dibikin terperanjat sekali. Kejadian ini sama artinya dengan Wan Liang telah muncui kembali di dalam dunia persilatan. Kalau dilihat dari gerakan tubuh Suma Thian yu. pertarungan yang kemudian berkobar sungguh menggetarkan sukma setiap orang. sambil bertarung ia pun bertanya: "Apa hubunganmu dengan Wan Liang? Cepat katakan!" "Guruku!" jawab Suma Thian yu singkat. Pertarungan sengit macam ini sulit dijumpai dalam dunia persilatan.. yang satu adalah pendekar besar dari golongan putih dan hitam sedangkan yang lain adalah seorang pendekar yang baru muncul di dunia persilatan... dia pernah bersahabat karib dengan Bi kun lun Wi goan. mereka sering berkelana bersama sehingga kedua belah pihak sama-sama mengetahui keunggulan dan kelemahan lawan-nya. namun yang dia pelajari toh ilmu dari Kit hong kiam kek Wan Liang. dia cukup mengetahui akan kelihayan ilmu pedang kit hong kiam hoat tersebut.

. jawabnya: "Setiap kali dia orang tua menyinggung tentang kau.. "Apa yang dia katakan?" Siau Wi goan seperti ingin mengetahui sejelas-jelasnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. kontan saja amarahnya memuncak. " Suma Thian yu hanya mengiakan saja. sambil melompat keluar dari arena pertarungan... apa gunanya?". Beliau berada dalam keadaan sehat wal'afiat seperti sedia kala!" Bi kun lun Siau Wi goan segera memperlihatkan sikap seakan-akan merasa gembira sekali.apakah gurumu berada dalam keadaan baik-baik?" Sebelumnya Suma Thian yu hendak mengatakan kalau gurunya telah meninggal dunia..haaah. dia merasa tak perlu berbicara sejujurnya menghadapi manusia licik seperti itu. ia lan tas menunjukkan sikap seakan-akan sangat ramah.. bentaknya keraskeras: . serunya cepat: "Mengapa tidak kau terangkan semenjak tadi?" "Sekalipun kukatakann.. dengan mata melotot besar dan menggertak gigi menahan diri..haaah. Suma Thian yu segera berniat untuk menghadapi siasat lawan dengan siasat pula. "Apakah dia pernah menyinggung tentang aku?" tanyanya. "Ehmm. "Haah. dia pasti akan mencaci maki dirimu kalang kabut.com/ Siapa tahu Bi kun lun Siau Wi goan segera tertawa nyaring sesudah mendengar perkataan itu. Terdengar Bi kun lun Siau Wi goan tertawa terbahakbahak. dikatakan kau adalah iblis pa¬ling keji yang ada didunia ini! Dikatakan pula binimu yang tak tahu malu itu adalah seorang perempuan jalang yang kebusukan hatinya melebihi ular berbisa!" Mimpipun Bi kun lun Siau Wi goan tidak menyangka kalau Suma Thian yu dapat mengucapkan kata-kata makian sekeji ini. melihat orang itu melompat keluar dari arena. Maka sahutnya kemudian dengan lantang: "Berkat kemurahan Thian. Suma Thian yu berlagak serius. tapi ingatan lain segera melintas dalam benaknya.

Sesosok bayangan tubuh yang bergerak cepat. Disaat yang amat kritis itulah. maksudnya adalah mencari kesempatan hidup ditengah keputus asaan. "Mati aku kali ini!" Dengan sedapat mungkin dia menerjang maju kemuka.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kemarahan Suma Thian yu telah memuncak dia merasa bukan cara yang tepat untuk mengulur waktu dengan manusia semacam ini karena itu serangan yang kemudian di lancarkan langung ditujukan kebagian mematikan ditubuh lawan.com/ "Bocah keparat! Kalau ingin berbicara. tahu-tahu dia sudah menyelinap ke belakang punggung Bi kun lun. sedikitlah tahu diri. Mencorong sinar tajam dari balik mata anak muda itu. ujung pedangnya sudah menempel diatas bajunya. apakah kau sudah bosan hidup?" Kembali dia menerjang ke muka. Tapi Suma Thian yu mengikuti terus bagaikan bayangan. langkah Ciok tiong luan poh ajaran Siau yau kay Wi Kian segera digunakan. Begitu Suma Thian yu gunakan ilmu gerakan tubuh Cok liong luan poh. sungguh dahsyat dan mengeri kan sekali ancaman mana. dengan membawa segulung tenaga pukulan yang dahsyat bagaikan angin puyuh langsung membacok Giok seng kun dibelakang benak Suma Thian yu. dia membentak pendek. tampak ujung baju terhembus angin. dia baru menjerit kaget. sementara pedang Kit Hong kiamnya bagaikan cahaya pelangi menusuk jalan darah Ki tong hiat di belakang punggung lawan. . menanti Bi kun lun Siau Wi goan menjumpai bayangan tubuh Suma Thian yu telah lenyap dari pandangan dan hawa dingin dari tusukan pedang sudah tiba dipunggungnya. tiba-tiba terdengar suara bentakan keras berkumandang memecahkan keheningan. gerakan tubuhnya menjadi bertambah cepat. pedangnya diayunkan kedepan melepaskan serangan lagi dengan jurus Han Bwee tu luan (Bunga BWee mengeluarkan sari) dia tusuk dada Suma Thian yu.

rupanya saudara Si. buat apa kau mesti ribut dengannya? . Disaat Suma Thian yu berdiri tegak. Sambil tertawa Suma Thian yu berseru: "Oh. kemudian kakinya bergeser dan sekali berkelebat ia sudah melompat keluar dari arena pertempuran. ia berkata pula: "Kalian berdua adalah sama-sama orang sendiri mengapa harus saling bertarung?" Bi kun lun Siau Wi goan tidak mengucapkan barang sepalah katapun. akan tetapi sebagai resikonya diapun akan terhajar mati oleh serangan yang datangnya dari arah belakang itu. Memandang bayangan punggung Bi kun lun Siau Wi goan yang menjauh. terpaksa dia harus mengutamakan keselamatan sendiri lebih dulu. nyaris batang leherku kena kau tebas kutung!" Sambil tersenyum buru-buru Cun gan siacay Si Kok seng menjura dan meminta maaf. Bi kun lun Siau Wi goan segera lolos dari lubang jarum kematian. selembar jiwanya berhasil diseret keluar dari dalam neraka. mendadak dia membalikan badan dan berlalu dari sana.Tiraikasih Website http://kangzusi. Berada dalam keadaan seperti ini. Cepat-cepat pedangnya ditarik kembali. sungguh hebat tenaga pukulanmu. orang itu adalah Cun gan siu cay Si Kok seng. kemudian baru soal membalas dendam. niscaya Bi kun lun Siau Wi goan tewas diujung pedangnya.com/ Suma thian yu merasa terperanjat sekali. Cun gan siucay Si Kok seng menggelengkan kepala sambil menghela napas panjang. kepada Suma Thian yu katanya: "Tabiat orang itu memang sangat aneh. Atas kejadian mana. ia saksikan ditengah arena bertambah dengan seorang pemuda berbaju hijau. katanya: "Bilamana siaute telah bertindak ceroboh harap saudara Suma sudi memaafkan!" Kemudian sambil berpaling kearah Bi lun lun Sau Wi goan. ia tahu bila pedangnya dilanjutkan penusukan-nya kedepan. saudara Suma.

... kau masih marah kepadaku?" Suma Thian yu berseru tertahan.. kali ini Suma thian yu memperhatikan perubahan wajah dan sikap Cun gan siaucay Si kok seng.com/ Suma Thian yu tidak menggubris ucapan mana. tidak.. pada hakekatnya sama sekali taterdengar olehnya. aku hanya bertanya sambil lalu saja. Apa yang barusan dikatakan Si kok seng. aku lihat belum tentu demikian. setelah itu baru sahutnya. satu satunya kejelekan yang dimiliki adalah wataknya yang berangasan." "Saudara Suma. "Tolong tanya bagaimanakah hubungan saudara Si dengan Siau tayhiap." "Persoalan apakah itu? Bolehkah diberitahukan kepadaku?" Si Kok seng bertanya lebih jauh.! Aku sedang memikirkan suatu persoalan . lalu dengan sikap yang menghormat tanyanya. tanpa terasa Suma Thian yu melirik dan memperhatikan beberapa kejap Cun gan siau cay Si Kok seng. Cun gan siucay Si Kok seng termenung dan mempertimbangkannya sejenak..? "Soal ini. periang. melihat wajah orang itu menunjukkan kejujuran. Pelan-pelan Cun gan siucay Si Kok Seng mendekati Suma Thian yu. "Menurut hasil pengamatan siaute selama banyak waktu..kami hanya pernah berjumpa beberapa kali saja.. buat apa kau menanyakan tentang soal ini?" "Bagaimana watak orang itu?" Sambil bertanya. dia pun menyahut dengan suara hambar: "Ooh.Tiraikasih Website http://kangzusi. suka berteman. kau bertanya begini teliti tentang dirinya apakah kau menaruh curiga terhadap orang itu?" Ketika mendengar perkataan tersebut. "Saudara Suma. buru-bu sahutnya dengan nada minta maaf: "Tidak. tidak apa-apa. waktu itu dia sedang berdiri dengan pelba gai persoalan berkecamuk didalam benaknya.. sesungguhnya .. aku rasa dia adalah se orang yang jujur.. apakah kau mempunyai suatu rahasia yang sulit dibicarakan? Walaupun kita baru bersahabat beberapa hari. saudara Suma. ramah dan rendah diri.

tidak apa-apa" Suma Thian yu menyangkal berulang kali. dia pasti menerangkan riwayat jago yang bercokol di sana serta keadaan daerah disekitarnya. empat samudra sebagai rumahku. Setiap kali Suma Thian yu menanyakan soal ini. bagaimana kalau kudampingi dirimu sepanjang perjalanan?" "Akan kusambut dengan senang hati" jawab Suma thian yu ringkas. "terima kasih banyak atas perhatian saudara Si. kebaikanmu itu tak akan kulupakan untuk selamanya. kau bermaksud hendak kemana?" "Aku mengembara tak menentu. dan kau. sudah pasti akan kubantu dirinu dengan sekuat tenaga" "Aaah. sekalipun ditanyakan lebih jauh juga tak bakal mendapatkan suatu hasilpun." Cun gan siaucay Si Kok seng mengerti. akibatnya lama kelamaan hal ini menimbulkan kecurigaan di dalam hati Suma Thian yu. bila kau mempunyai kesulitan.. bila ksu tak keberatan. Maka berjalanlah kedua orang itu menuruni bukit.com/ kita merasa saling mencocoki satu sama yang lainnya. oleh karena itu Suma Thian yu sendiripun selalu menghindarkan diri bila berbicara soal . diantaranya dia pun membicarakan pula sedikit tentang sembilan partai besar dan beberapa orang jago yang menonjol dari golongan rimba hijau. Setiap kali melalui suatu tempat. semua pembicaraannya amat santai dan persoalan apapun dibicarakan. Cun gan siucay Si Kok seng selalu menye lamurkan dengan masalah lain.. maka diapun mengalihkan pokok pembicaraan ke soal lain. anggap saja diriku sebagai saudara sendiri..?" "Sama saja. Tapi ada satu hal yang tak pernah dibicira kan Cun gan siucay selama ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanyanya: "Saudara Suma. asal siauje sanggup membantumu. yakni asal usul serta perguruannya. Sepanjang jalan Cun gan Siucay Si Kok seng seperti ada maksud untuk membaiki anak muda tersebut. utarakan kepada ku..

tanpa terasa Suma Thian yu teringat kembali akan pemandangan yang mengerikan dari perkampungan yang anggota keluarganya dibantai tempo hari. "Peristiwa apa sih yang begitu kau risaukan?" Suma Thian yu menuding perkampungan di depan sana. parat muka Cun gan siaucay Si Kok seng berubah hebat. sehingga tanpa terasa dia menghembuskan napas panjang.. apakah dalam hatimu terdapat ke murungan dan kesedihan yang tak terungkapkan?" "Tidak. Dengan perasaan ingin tahu. karena disanalah kusaksikan suatu adegan pembunuhan yang mengerikan sekali. diantaranya dia sempat mencaci maki pula perbuatan biadab dari kawanan perampok berkerudung itu. Mendengar penuturan mana.. ia me mandang ke tempat kejauhan. Hari itu mereka berdua tiba di kota Siau Kwan.. mengapa kau menghela napas? Kulihat sepanjang jalan kau selalu berkeluh kesah. lalu pelan-pelan berkata: . Dari kejahuan mereka berdua menyaksikan munculnya sebuah dusun dengan asap yang mengepul..Tiraikasih Website http://kangzusi. hari sudah gelap dan burung terbang kembali ke sarangnya." jawab Suma Thian yu sambil menggeleng... lalu menjawab: "Perkampungan itu telah memancing luapan perasaanku." Secara ringkas dia lantas menceritakan apa saja yang telah disaksikan olehnya dalam per kampungan mana kepada Cun gan Siaucay Si Kok seng. suasana remang mendatangkan perasaan murung bagi siapa pun. terdengar Cun gan Siucay Si kok seng segera bertanya: "Saudara Suma. aku hanya teringat akan suatu peristiwa berdarah yang mengerikan sekali.com/ riwayat hidupnya serta tanggung jawab serta tugas yang terbeban di atas bahunya.

com/ "Ooooh.Tiraikasih Website http://kangzusi. Cun gan Siucay Si Kok seng termenung beberapa saat lamanya. setelah mengetahui perubahan dari orang itu. alis matanya berkenyit dan menggertak gigi menahan emosi. permainan caturnya telah berhasil menguasai posisi yang strategis. Suma heng.. hingga tugas yang dibebankan kepadanya pun bisa dilaksana kan dan tercapai pada apa yang diharapkan. diam-diam ia tertawa geli. rupa nya kau mencurigai perbuatan tersebut dilaku kan oleh Siau tayhiap?" "Benar! Hingga kini aku masih mencurigai pembunuh keji itu adalah Siau Wi goan" Berbicara sampai disitu. maka setelah merasakan ucapan Si Kok seng yang gagah perkasa itu. bahkan menyesal telah mencurigai rekannya itu. hal mana akan lebih baik" Berbicara sampai disitu. Suma Thian yu segera memperhatikan wajah Si Kok seng lekat-lekat. segala macam kelicikan dan kebusukkan manunia masih asing baginya.. sebab tujuannya berkata demikian memang ingin mengetahui reaksi lawan. tak heran kalau malam itu kau menanyakan soal mutiara. ia merasa menang. kemudian baru berkata: "Seandainya kalau perbuatan terkutuk ini dilakukan olehnya aku pasti akan membabalaskan dendam bagi sukma penasaran yang tewas dalam perampungan tersebut. seketika lenyap sebagian besar.. dia lantas menunjuk kan wajah marah. Semenjak kecil Suma Thian yu sudah hidup ditengah gunung yang jauh dari keramaian dunia.rupanya begitu. ia dibuat terharu sampai tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. itu berarti usahanya untuk mengendalikan Suma Thian yu dikemudian hari akan berjalan lebih mudah. Dengan cepatnya pula segala macam kecurigaan yang semula dilimpahkan atas diri Si Kok seng. Cun gan siaucay Si Kok seng mengikuti terus perubahan sikap lawannya secara diam-diam. . bila kau dapat memberitahukan keadaan waktu itu dengan lebih jelas.

com/ Begitulah.haaahh. "tempat ini bukan tempat yang cocok untuk ber bincang-bincang. nampak dia manggut-manggut.. Thi pit suseng Thia Cuan segera mengalihkan sorot matanya kearah adiknya.. mereka berdua telah memasuki kota Siau kwan dan mencari sebuah rumah makan yang kecil ditepi jalan. diapun segera tertawa terbahak-bahak. maka tanpa dibilang mereka ber dua sama-sama membelok kedalam rumah makan tersebut.kami belum lama tiba disini. Cun gan siucay Si Kok seng segera diperkenalkan kepada Thia bersaudara. Oleh Suma Thian yu. Tak terasa lagi dia segera berteriak gembira. dari balik ruangan berjalan keluar dua orang manusia.Tiraikasih Website http://kangzusi.. haaahh. meng apa kalian berdua bisa muncul disini?" Ketika Thi pit suseng Thia Cuau melihat orang itu adalah Suma Tbian yu. Tuan im siancu Thia Yong tertawa manis hingga kelihatan dua baris giginya yang putih..bukankah kau pergi keperusahaan Sin liong piaukiok? Mengapa bisa muncul dikota jelek dan sepi seperti ini?" "Tapi. "Duduk sebentar lagipun tak ada salahnya" Maka mereka berempat masuk kembali kedalam rumah makan. bagaimana kalau kita duduk kembali sambil berbicara?" "Begitupun baik juga!" berbicara sampai disitu. "Haaah. "Ooeh. masing-masing mundur selangkah dengan ter peranjat. ketika empat orang saling bersua.. Ketika mendongakkan kepalanya Suma Thian yu segera mengenali orang itu sebagai Thi pit suseng (sastrawan berpena baja) Thi bersaudara.. Sepanjang perjalanan kedua orang itu sudah merasa lapar..... hidup manusia memang sering bertemu dilain tempat. Baru saja melangkah masuk kedalam pintu. panjang sekali untuk diceritakan" sahut Suma Thian yu sambil menghela napas. eeeh.rupanya saudara Thia. .. bila Thia toako tak ada urusan penting...

boleh bawa kemari!" Pemilik warung itu mengiakan berulang kali dan segera berlalu dari situ. dia merasa pemuda ini licik dan tidak jujur. Menyaksikan senyuman si nona. ia seperti merasa mendapat berkah yang tak ternilai harganya. Untuk memperlihatkan sikapnya yang hangat.Tiraikasih Website http://kangzusi. . Padahal Cun gan siucay Si Kok seng berbuat demikian bukan bermaksud untuk memperli hatkan kedudukannya saja. segera selanya: "Sudahlah. Thi pit suseng Thia Cuan merasa tidak sabar menyaksikan kejadian tersebut. suka merayu dan tidak setia. Tentu saja dalam rumah makan sederhana semacam ini. ia memanggil pelayan dan memesan sayur yang mahal harganya. Thit pit suseng Thia Cuan merasa sangat tak puas menyaksikan kejadian itu. Cun gan sisucay Si Kok seng segera merasakan jantung nya berdebar keras. kemudian tanyanya: "Apakah perlu arak?" "Tentu saja" sahut Cun gan siucay Si Kok seng lagi. Menanti pemilik warung itu sudab berlalu. akan tetapi berhubung orang itu adalah rekan seperjalanan Suma Thian yu maka iapun merasa sungkan untuk mengumbar amarahnya. tak mungkin bisa menyiapkan sayur yang mahal harganya itu. dia segera mengiakan berulang kali. hantar saja beberapa macam sayur seadanya!" Pemilik warung itu adalah seorang kakek berambut putih.com/ Sedangkan Cu gan Siucay segera menaruh kesan yang baik begitu berjumpa Toan im sian cu dalam pandangan yang pertama. "asal ada arak bagus yang berumur sepuluh tahun keatas. dia segera memaksakan diri untuk mentraktir. Cun gan Siucay Si Kok seng baru berpaling dan ujarnya kepada Toan im siancu Thia Yong sambil tertawa: "Nona Thia sudah terbiasa dengan hidangan disini?" "Bagus sekali" jawab Toan im siancu Thia Yong tersenyum hingga nampak sepasang lesung pipinya yang manis.

apa yang hendak di kerjakan selalu berusaha mencapai sukses. kendatipun Thia Yong merasa muak dan bosan berbincang-bincang de¬ngan Cun gan siaucay Si Kok seng. Toan im siatcu Thia Yong merasakan hatinya hancur lebur.akan tidak melihatnya. tiga orang lain-nya merasa amat terperanjat. Akan tetapi. ia harus menyabar kan diri dan melayani pertanyaan Si Kok seng dengan sikap berpura-pura hangat. Itulah sebabnya. tidak menyangka kalau gadis itu bakal bertindak seperti ini. Sedangkan Cun gun siaucay Si Kok seng dengan taktik merayunya berbicara tiada henti nya dengan Toan im siancu Thia Yong. mendadak ia menggebrak meja dan bangku berdiri. sepanjang perjamuan Suma Thian yu lebih ba nyak berbincang bincangdengan Thi pit su seng Thia Cuan daripada dengan lainnya.com/ Perjamuan itu berlangsung sangat meriah. bahkan berbincang-bincang dengan asyik nya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Padahal waktu itu Cun gan siaucay Si Kok seng sedang berbicara dengan asyik. Menyaksikan rencana dan usahanya mengalami kegagalan total. Di dalam perkiraannya semula... dia selalu dibuat sakit hati oleh jawaban sang pemuda yang amat tajam. dia bertanya ini itu tiada habisnya membuat si nona kadangkala merasa bosan dan muak. ia tak . kontan saja pemuda itu dibuat ter tegun dan memandang wajahnya kebingungan. setiap Kali Toan im siancu mencari kesempatan untuk mengajak Suma Thian yu berbicara... siapa tahu pe muda itu berlagak seakan. sekali. ditimbang jalan pikirannya sempit.. namun untuk memenuhi tuntutan pembalasan dendamnya terhadap Suma Thian yu. "Aku akan pergi dulu!" teriaknya keras-keras.. Dasar watak kaum gadis memang keras kepala dan ingin menang sendiri. kalau tidak maka dia akan berjalan sebaliknya meski tahu kalau jalan itu salah. cara terse but pasti akan memancing rasa cemburu dan perhatian dari Suma Thian yu.. Oleh tindakan yang amat mendadak dari si nona..

. Cun gan siucay Si Kok seng ada niat untuk memperlihatkan kebolehannya dia selalu memimpin di paling muka bahkan kerap kali berpaling dan berseru kepada tiga orang rekannya agar berjalan lebih cepat.. Padahai Suma Thian yu sendiripun berpendapat demikian. dia memandang wajah Toan im siancu Thia Yong dengan sikap tertegun." Berangkat. Pada saat itulah Thi pit suseng berbisik kepada Suma thian yu: "Suma hiante.. Sepanjang jalan. baik.haah... maka semua tindak tanduknya Thia Cuan yang paling me mahami. Semenjak Thi pit suseng Thia Cuan berjumpa dengan Suma Thian yu. memang waktu sudah tidak pagi... tanpa terasa dia pun memandang rendah diri Si Kok seng..haah. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu. apalagi sejak kecil dialah yang merawat adiknya ini. Thi pit suseng Thia Cuan paling memahami tabiat dari adiknya ini. bagamanakah hubungan persahabatanmu dengan Si Kong seng?" xXx . Tampak dia turut bangkit berdiri.. tindakan si nona yang amat tiba-tiba ini benarbenar tidak dipahami olehnya.com/ habis mengerti didalam hal apakah dia telah melakukan kesalahan terhadap gadis itu. kita masih harus berangkat ke kota San tin untuk mencari penginapan" Keempat orang itu berangkat meninggalkan warung dan masing-masing mengerahkan ilmu meringankan tubuh yang sempurna berangkat menuju kekota San tin dengan cepat.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia seperti telah menemukan teman yang mencocoki hatinya saja. "Haaah.. lalu ter tawa terbabakbahak. berangkat. diam-diam merasa geli. sepanjang jalan selalu berada disampingnya bahkan berbincang dan bergurau dengan amat leluasa.

kau harus selalu waspada dan bersiap-siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan "Siaute pun berpendapat demikian" Suma Thian yu manggut-mauggut. "orang ini tidak jujur dan berjiwa munafik..com/ "TAK BISA dibilang sangat akrab" jawab Suma Thian yu. setiap orang yang hendak pergi ke Kota Han san tin dari Siau kwan. pasti akan . "kami hanya bertemu secara kebetulan. Can gan siucay Si Kok seng yang berlarian kencang didepan mendadak menghentikan ge rakan tubuhnya. Setelah melalui sebuah hutan yang lebat. sorot matanya yang memandang kaku kedepan. lalu membisiknya. hingga kini ma sih menjadi sebuah tanda tanya besar".Thi pit suseng Thia Cuan mengiakan. bagaimana jika kita menembusi hutan lebat di depan sana?" Thi pit suseng Thia Cian buru-buru meng goyangkan tangannya mencegah: "Jangan. Sambil melanjutkan perjalanan.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu mempercepat langkahnya dan menyusul dibelakang Cun pan siaucay Si Kok seng dengan ketat. lalu sambil berpaling kearah tiga orang dibelakangnya dia berkata: "Untuk menyingkat jalan. sudah pasti bukan manusia baik-baik. untuk mengurangi kesepian sepanjang jalan maka kami memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama "Ooooh. siapa yang sudah bosan hidup. hiante... Thi pit suseng Thia Cuan hanya membungkam diri dalam seriba bahasa. Suma Thian yu segera bertanya dengan wajah tercengang: "Apakah di dalam hutan itu terdapat ancaman bahaya yang amat besar. Mendengar perkataan tersebut. jangan. secara ring kas dia lantas mengisahkan perkenalannya dengan Si Kok seng.?" "Selama sepuluh tahun terakhir ini. sampailah mereka di kota Han san tin. "terutama sekali atas riwayat dan asal usulnya.. dialah yang akan menembusi hutan lebat itu".

kemudian setelah mendengus dingin katanya: "Hmmm.com/ melingkari hutan lebat ini. segera teriaknya: "Adik Yong! Kembali.... mengenai apa sebabnya aku kurang begitu tahu.. Toan im siancu Thia Yong ada maksud untuk memanasi hati Suma Thian yu... Thi pit suseng menjadi sangat gelisah. katanya: "Benarkah ada kejadian seperti ini? Aku orang she Si justeru tak percaya dengan segala tahayul!" Sambil berkata dia membalikkan badan dan meninggalkan jalan raya umuk lari ke arah hutan lebat itu.. " Belum habis dia berseru." Cu gan siucay Si Kok seng yang berada didepan.. adik Yong..Tiraikasih Website http://kangzusi.. disusul Toan im siancu Thia Yong menjerit kaget pula sambil menyingkir kesamping. ia segera mem buat muka setan kepada kakaknya dan anak muda itu. serentak mereka meluncur ke depan dengan kecepatan tinggi. Dari arah depan sana terdengar Cun gan siau cay Si Kok seng menjerit kaget dan melompat mundur kebelakang. Melihat adiknya mengumbar napsu.aku tak sudi menjadi pengecut macam kalian berdua!" Selesai berkata dia menyusul di belakang Cun gan siucay Si Kok seng dan lari menuju kearah hutan.. Tiba dihadapan Cun gan siucay Si Kok seng. apa yang kemudian terlihat membuat kedua orang itu mundur selangkah dengan paras muka berubah hebat. Thi pit suseng Thia Cuan dan Suma Thian yu merasa amat terperanjat setelah mendengar suara jeritan itu. segera tertawa terbahak-bahak sesudah mendengar ucapan itu.. sebuah tugu peringatan yang terbuat dari tulang-tulang tengkorak manusia.. mendadak. Ternyata mereka menyaksikan sebuah tugu disisi hutan. diatas tugu itu terlukiskan: .

maka dia lantas mengajak Suma Thian yu menyusul dipaling belakang..Tiraikasih Website http://kangzusi. disusul kemudian . namun suasana dalam hutan tetap sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun. Baru saja ke empat orang itu memasuki hutan. Selang beberapa saat mereka menanti. ia sadar bakal celaka. Sesudah hilang rasa kagetnya. Thi pit suseng kuatir adiknya menjumpai mara bahaya.. buruburu serunya kepada tiga orang yang lain: "Serbu saja! Mari kita langsung menyerbu kedalam hutan tersebut!" Selesai berkata dia lantas berjalan paling depan memasuki hutan itu. teriaknya." Nama Si Kok seng yang diucapkan terakhir sengaja diucapkan dengan sangat nyaring. dengan mendongkol Cun gan siucay Si Kok seng meludah. mendadak telapak tangannya diayunkan kedepan. Thi pit suseng Thia Cuan merasa amat terperanjat setelah menyaksikan kejadian ini. tak kuasa lagi dia menghela napas panjang.. segulung angin pukulan yang sangat dahsyat dengan cepat meluncur kedepan. "Manusia jadah dari manakah yang berani menggunakan benda-benda semacam itu untuk menakut-nakuti aku? Hmm. di susul oleh Toan im siancu. "Braaak.. baru saja ia hendak mencegah perbuatan mana. tugu tulang belulang itu sudah hancur remuk. Kenyataan ini membuat Si Kok seng makin takabur. aku Si Kok seng justru ingin mencobanya. mendadak terdengar suara tertawa dingin yang mengerikan berkumandang memecahkan keheningan.!" susunan tugu yang terbuat dari tulang belulang itu segera hancur berantakan dan berserakan diatas tanah. Begitu selesai berkata.com/ "Kembali! Maju lebih kemuka berani mati" Ketujuh huruf itu amat besar dan semuanya tersusun oleh tulang manusia yang memutih.

com/ suara pekikan aneh muncul dari empat penjuru dan menggema diseluruh hutan. suara kaget itu berasal dari lima kaki dihadapan mereka.." Sembari berkata dia lantas melayang kesamping adiknya Toan im siancu dan diam-diam bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan. apa lagi kalau tanah lapang itu terang benderang seperti disiang hari saja. Jilid : 11 . kau harus berhatihati. Mendadak pandangan matanya terasa silau. ternyata didepannya terdapat sebuah tanah kosong seluas dua puluh kaki.. begi tu menyaksikan suasana gelap yang menyelimuti hutan tersebut. Buru-buru teriaknya dengan suara keras: "Si siauhiap. jangan bertindak gegabah. pengalamannya luas sekali. Suma Thian yu yang pertama-tama menerjang kedepan setelah mendengar seruan kaget itu. apa lagi setelah mendengar suara pekik kan aneh itu. waktu itu api membara dengan terangnya menyinari sekitar tempat itu Ditengah hutan muncul sebuah tanah lapang. hal ini lebih aneh lagi. Thi pit suseng Thia Cuan sudah berpengalaman didalam menghadapi beratus-ratus kali pertarungan.. kejadian ini sudah cukup mengherankan hati orang. dengan suatu gerakan yang cepat dia melayang turun diatas tubuh Si Kok seng.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa terasa bulu kuduknya bangun berdiri. ia sudah mendapat firasat jelek. Mendadak terdengar Cun gan siucay Si Kok seng menjerit kaget. tanpa sadar ke empat orang itu merasakan jantungnya berdebar keras.

dia adalah Cha gi sut tikus bersayap) Kang Pun san. mendadak tampak empat sosok bayangan manusia melompat keluar dari kegelapan dari bergerak mendekat dari empat penjuru tanah lapang itu. kalian lihat. Suma Thian yu lah yang pertama-tama menjerit kaget. ingin kulihat siapa yang berani mengusik diriku!" Baru selesai dia berkata. aku orang she Si berada disini. dia adalah Kang Pun san!" Thi pit suseng Thia Cuan berpaling. waktu ia dikalahkan oleh nona Wan dalam perusahaan Sin liong piau kiok. dengan menyapu sekejap sekeliling arena tersebut. bagaikan seilas cahaya kilat mengitari angkasa lalu lenyap.. . sungguh tak sangka ia telah tewas disini" Cun gan siucay Si Kok seng mendongakkan kepalanya dan memperhatikan jenazah si tikus bersayap Kang Pun san beberapa saat... kemudian jengeknya sambil tertawa seram: "Hehehehehe. Ternyata Toan im siancu Thia Yong telah menemukan sesosok mayat yang digantung di atas dahan sebatang pohon besar disudut sebelah barat. "Aaah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Ditengah jeritan kaget inilah. mendadak ia menjerit kaget: "Aaah. Menyusul kemudian sesosok bayangan hitam meluncur keluar dari balik hutan. Sebenarnya kejadian apakah yang membuat keempat jago muda mudi itu menjerit kaget. benda apakah itu?" Dengan perasaan terkesiap semua orang segera berpaling kearah mana yang ditunjuk nona Thia. kemudian serentak mereka menjerit kaget..com/ TOAN-IM Siacu Thian Yong yang amat teliti. lalu bertanya dengan nada tercengang: "Hiante kau kenal dia?" "Benar.. Setelah keempat orang itu berjalan mendekat.gentong nasi seperti ini memang sudah sepantasnya mampus. mendadak terdengar suara dengusan dingin yang lirih bergema memecahkan keheningan.

" Baru selesai Suma Thian yu memaki. kalau beraninya hanya main sem bunyi dan menyergap orang secara diam-diam. sambil tertawa tergelak. Suma Thian yu menerjang maju kedepan.. tampaknya kalau orang sudah mendapat jodoh maka dimanapun selalu bertemu. hal ini bukan perbuatan seorang enghiong hohan. Dua orang diantaranya ternyata dikenal oleh Thi pit suseng Thia Cuan. menyaksikan kejadian itu ia merasa gusar sekali. belum sempat mereka menyaksikan bayangan hitam itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. tiga orang lainnya tak sempat memberi bantuan. terutama sekali ditengah kegelapan. segera serunya: "Aku mengira siapa yang datang. kearah dalam hutan bentaknya penuh keguiaran: "Setan alas. ditengah arena tahu-tahu sudah bertambah dengan tiga orang kakek berbaju hitam. darimanakah yang berada didalam hutan? Kalau punya keberanian hayolah munculkan diri. tibatiba Cun gan siucay Si Kok seng menjerit ngeri. Peristiwa itu terjadinya sangat mendadak. suaranya nyaring seperti lolongan srigala. ternyata kalian dua orang tangkeh dari Tiang-pek san.com/ Semua orang merasakan pandangan matanya jadi silau.. yang disebelah kiri . orang yang berada disebelah kanan adalah lotoa dari Tiang pek sam sat (tiga malaikat bengis dari bukit Tiang pek) yang disebut Kiu tau siu (binatang berkepala sembilan) Li Gi. mendadak terdengar tiga kali suara pekikan nyaring dikumandang dari tiga arah yang berbeda. jalan darah Si Kok seng sudah tertotok dan jatuh tak sadarkan diri. Ditengah suara pekikan yang aneh itulah mendadak terdengar tiga kali desingan angin tajam membelah angkasa. kembali kita bersahabat lagi dengan mesrah" Diri ketiga orang kakek berbaju hitam itu... suasananya terasa menggidikkan hati setiap orang yang mendengarnya. se perti juga jeritan kuntilanak. seluruh tubuhnya bergetar keras dan segera roboh terjengkang kearas tanah.

binatang berkepala sembilan Li Gi menatap sekejap ketiga orang itu dengan sorot mata buas. berusia enam puluh tahunan. agaknya dia siap sedia melancarkan serangan. mukanya bengis dan menyeramkan. lalu ujarnya: "Apakah kalian bertiga tidak kenal tulisan?" "Kalau kenal kenapa? Kalau tidak kenal kenapa pula?" Suma Thian yu balik bertanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kiu tausiu Li Gi mengawasi Suma Thian yu dengan sorot mata setajam sembilu. Garunya Sip hiap jin mo (Manusia iblis penghisap darah) Pi Ciang hay merupakan jago paling lihay dalam kalangan iblis. tulang belulang diseluruh tubuhnya bergemerutuk keras. memakai gelang berbentuk rembulan diatas kepalanya. kau masih belum pantas untuk menanyakan nama sauyamu!" "Li lote" pada saat itulah terdengar Hui cha cun cu Kiong Lui berkata dengan suara dingin. Thi pit suseng Thia Cuan melompat ke depan dan berdiri diantara Li Gi dengan Suma Thian yu. sepasang lengannya menjadi merah membara. bersama Hoat seng si (Mayat kaku hidup) Ciu Jit hwee mereka disebut Ih Lwe ji mo (sepasang iblis dari kolong langit). sedangkan orang yang berdiri ditengah are na itu berambut sepanjang punggung. mukanya berubah menjadi merah padam. Orang ini merupakan iblis paling keji dan paling ganas dalam dunia liok lim dewasa ini orang menyebutnya sebagai Hui cha cuncu (Rasul garpu terbang) Kiong Lui. dengan mengandalkan tampangmu semacam ini. hidung besar mulut besar dan bertampang seperti singa. dia adalah losam Liat hwee siu (binatang berapi membara) Li Hiong. dia membawa tongkat berbentuk rembulan.com/ adalah kakek kurus bercambang. lalu sambil tertawa terbahak-bahak serunya: . kemudian tanyanya penuh kegusaran: "Siapa kau? Apakah sudah bosan hidup?" "Hmm. mata besar alias mata tebal. "jagal saja dia kan beres? Buat apa mesti banyak bersilat lidah dengan dirinya? Kiu tau siu Li Gi tertawa seram. Waktu itu.

siapa tahu dari tengah jalan muncul seorang Tuia Kau kim.. masing-masing pihak terdorong mundur selangkah ke belakang.!" terdengar suara ledakan keras menggema memecahkan keheningan. dengan jurus Siang hong tiau yang (sepasang burung hong menghadap mata hari) dia sambut datangnya ancaman lawan dengan sepasang tangannya berbareng.. dengan jurus Ciang ing phu toh (Elang sakti menerjang kelinci) dia lansung mencengkeram batok kepala Thi pit suseng Thia Cuan. Tapi setelah berada dalam keadaan demikian terpaksa ia harus bulatkan tekad untuk meng hadapinya. terkesiaplah hatinya.com/ "Hiante. termakan oleh pukulan yang memaksa nya mundur. tiga dua gulung angin serangan itu saling ber tubrukan di tengah udara terjadilah pusingan angin yang menyebar ke empat penjuru.. Terdesak oleh sisa angin pukulan itu. harap jangan marah. mendadak dia berpekik nyaring. tubuhnya seperti elang raksasa menerjang ke tengah udara. dia tahu kalau musuhnya yang ini sangat tangguh.. Melihat kemunculan Thi pit suseng. kesepuluh jari tangannya dipentangkan lebar-lebar. Baru saja tubuhnya dapat berdiri tegak. Kiu tausiu Li Gi tidak menyangka kalau tenaga dalam yang dimiliki lawan begitu sempurna. sepasang tangannya diluruskan ke depan. serahkan saja setan tua itu kepadaku. Suma Thian yu masih muda dan gampang diroboh kan. Dalam perkirarn Kiu tau siu Li Gi. sementara telapak tangan yang lain digunakan untuk membacok ke atas. sepasang telapak tangannya melancarkan sekuah pukulan yang dahsyat menghantam tubuh Thi pit suseng. Melihat serangan yang begitu berbahaya dari lawannya. Sambil membentak keras. "Blaaammm.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia terkejut bercampur mendongkol. . telapak tangan yang satu digunakan untuk menyapu ke bawah. meledak hawa amarah dalam dada Thia Cuan. baru saja dia akan memberi pelajaran kepada sang pemuda.

mendadak bentaknya keras-keras. kemudian dengan seorang tua yang berpengalaman dia bertanya: "Aoa hubunganmu dengan Bi kun lun Siau Wi goan?" "Aku sama sekali tidak kenal dengan orang ini" jawab Thia Cuan tegas. dihentikan jelas tak sempat lagi.com/ Sebagai murid kesayangan dari Heng si Cin jin. ujung bibirnya basah oleh noda darah. walaupun terpengaruh juga oleh gelombang angin sera ngan itu. padahal Bi kun lun Siau . ditengah udara kembali terjadi suatu bentrokan keras yang menimbulkan suara ledakan dahsyat. Thi pit suseng Tia cuan sendiri. tubuhnya seperti bintang yang jatuh roboh ke tanah. "Tahan!" Sepasang telapak tangan dua orang yang sedang bertarung sudah terlanjur di lancarkan. Thia Cuan memiliki ilmu silat yang tinggi serta warisan langsung dari Kun lun-pay. Jurus serangan ini merupakan salah satu jurus yang dahsyat dari empat macam kepandaian Kun lun kim hoat.Tiraikasih Website http://kangzusi. mukanya pucat pias seperti mayat. Kiong Lui mendeham beberapa kali. Menyusul kemudian tampak debu dan pasir beterbangan memenuhi angkasa. Hui cha cun cu Kiong Lui yang menonton jalan-nya pertarungan dari sisi arena menjadi tetegun oleh kejadian itu. kau berani mengelabuhi aku? Hmmm. dengan jurus Kiau cong ki ku (memukul genta menghantam tambur) sepasang tangannya bersama-sama di sodok ke depan menghajar tubuh Li Gi. "Bocah keparat. udara menja di gelap dan Kiu tau siu Li Gi mendengus ter tahan. disaat Kiong Lui membentak keras itulah. begitu menyaksikan Kiu tau siu Li Gi menerjang ke bawah dengan dahsyatnya. pelan-pelan dia bangkit berdiri kemudian ditatapnya Hai cha cun ca Kiong Lui tanpa berkedip. namun dia tetap sehat wal'afiat seperti sedia kala. melihat gerakan tubuhmu jelas semuanya merupakan kepandaian silat aliran Kun lun pay. ia sama sekali tidak menjadi gugup. dengan memperkuat posisi kuda-kudanya.

Suma Thian yu sudah mengerti siapa gerangan orang yang dihadapinya...belum pernah sauya dengar seorang manusia she Kiong dalam dunia persilatan. serunya: "Bocah keparat. maksudnya adalah untuk memancing kemarahan musuhnya yang latah dan takabur ini. setiap jago persilatan yang berkelana dalam dunia persilatan hampir semuanya kenal dengan lohu. per kataan tersebut ia mendengus dingin.Tiraikasih Website http://kangzusi. mengingat usiamu masih muda dari tak tahu urusan. Hui cha cun cu Kiong Lui dapat menyaksikan sikap sinis anak muda tersebut. matanya memandang sinis dan senyuman dingin menghiasi ujung bibirnya. ketua Kun lun pay sekarang. "Habahahahana. masa kau tidak kenal dirinya?" Mendengar perkaraan tersebut. mendadak sepasang matanya melotot besar... masa kau tidak tahu?" Berbicara sampai disitu dia berkerut kening. kemudian tertawa terbahak-bahak. sinar buas me mancar keluar. aku enggan ribut denganmu. Thi Pit suseng segera memperhatikan Hui cha cun cu se kejap kemudian balik bertanya: "Maaf. kau tidak puas?" Suma Thian yu memandang sekejap wajah Kiong Lui dengan pandangan sinis. Tapi lantaran malu mengakui hal tersebut. maka sengaja kau pakai kata-kata yang mem buat untuk menggertak?" Padahal setelah mendengar lawannya she Kiong tadi.. tapi dia sengaja mengejek.com/ Wi goan adalah murid kesayangan dari Leng-go cinjin. kemudian sambil menuding keujung hidung sen diri serunya: Suma Thian yu paling benci dengan sikap latah dan takabur semacam ini mendengar. tolong tanya siapakah nama besarmu?" "Bocah keparat. sesudah tertawa seram. kalau mataku buta. mungkin kau hanya seorang pra jurit tak bernama yang rendah kedudukannya. .

jangankan tubuh Suma Thian yu terdiri dari darah dan daging. membawa tubuhnya melayang turun kebawah. "Bila kau ingin mampus. Setelah itu dia mempertinggi serangannya satu depa lebih ke atas. dimana serangannya menyambar lewat secara lamat-lamat Suma Thian yu merasakan kulit badannya amat sakit. kemudian toya berbentuk bulan sabitnya diayun ke pinggang lawan dengan jurus Heng sau jian kun (menyapu rata seribu prajurit). "Weess! diiringi desingan angin tajam yang kuat. senjata Hou to pang berbentuk bulan sabitnya menyapu bagian bawah tubuh dengan membawa desingan angin tajam. ia maju selangkah mendekati anak muda itu. ayunan toya tersebut paling tidak mempunyai kekuatan sebesar lima ratus kati. telapak tangannya segera diayunkan ke depan melancarkan sebuah bacokan. sekali pun terdiri dari baja aslipun tak sanggup menahan pukulan mana. Hui cha cun cu Kiong Lui segera menahan tubuhnya dan menarik kembali senja ta Hou topang berbentuk bulan sabit yang di ayunkan ke muka tadi. Gembong iblis kenamaan memang berbeda dengan kawanan jago lainnya. selapis hawa pembunuhan yang amat tebal dengan cepat menyelimuti seluruh wajahnya. Suma Thian yu tahu lihay terpaksa dia gunakan ilmu bobot seribu. Tatkala Suma Thian yu menyaksikan ayunan senjata Hou tou pang berbentuk bulan sabit itu amat gencar dan cepat.com/ Betul juga. buru-buru dia melejit ke tengah udara. kali ini yang diancam adalah pinggang lawan. Hui cha cun cu Kiong Lui kontan dibuat mencakmencak karena kegusaran.Tiraikasih Website http://kangzusi. lohu akaa memenuhi keinginanmu itu!" makinya sambil menahan geram. Liat bwee siu Li Hiong sudah melompat kehadapan Toan im siancu Thia Yang. Berhubung tenaga serangannya begitu dahsyat. Dalam pada itu. . Begitu serangan toyanya mengenai sasaran yang kosong. senjata toya Hou topang berbentuk bulan sabit itu menyambar lewat hanya beberapa inci dibawah kaki anak muda tersebut.

pedangnya segera dicabut keluar dari sarung. selain serangannya berat. tangannya meraba diatas gagang pedang dan siap memberi penolongan bilamana perlu. belum pernah Suma Thian yu menghadapi mu suh setangguh ini. Beraba dalam situasi yang kritis dan tegang seperti ini. dengan perasaan terperanjat ia menyingkir kesamping. Sejak terjun ke dunia persilatan. baik lwekang maupun gwakangnya boleh dibilang sudah mencapai tingkat yang sempurna. mendadak ia berpekik nyaring.com/ Menanti lengannya diayunkan kedepan itulah dia baru membentak. bayangkan saja Hui cha cun cu sebagai tokoh kelas satu dalam dunia Liok lim dewasa ini. Begitu lolos dari ancaman. gesit dan cekatan. untuk sesaat dia dibikin geleng kepalanya oleh gerakan tubuh orang yang aneh dan cekatan. melihat serangan yang datang begitu dahsyat ibarat bukit Thay san yang menindih kepala. Suma Thian yu yang bertarung dengan tangan kosong menghadapi toya Hou to pang berbentuk bulan sabit sudah mulai tak sanggup menahan diri. tanpa terasa ia memusatkan seluruh per¬hatiannya mengikuti jalannya pertarunan. . gerakgeriknya juga enteng. ia sudan keteter hebat dan hanya sangaup menangkis belaka. Dipihak lain. toya Hou to pang seberat berapa ratus kati yang berada dalam permainannya ringan bagaikan toya kayu.Tiraikasih Website http://kangzusi. belum mencapai sepuluh gebrakan. Tatkala Thi pit suseng Thia Cun menyaksikan adiknya sudah terjun ke arena pertarungan. Toan im siancu Thin Yong meloloskan sembilan pedang mestika dari pinggangnya lalu sebelum Lian hWee siu li hiong menyerang lagi. gadis itu tak berani menyambut ancaman mana dengan kekerasan. ia sudah mengembangkan jurus-jurus mautnya sambi1 menerjang kedepan. "Budak rendah! loya akan menemanimu bergembira!" Toan im siancu Thio Yong menduga sampai disitu. tu-buhnya melejit lima kaki ke tengah udara dengan gaya burung bangau terbang ke angkasa.

kemudian setelah tertawa dingin jengeknya: "Hehehehenehe. dia dapat melihat bahha kepandaian silat yang dimiliki kedua belah pihak berada dalam keadaan seimbang. Hui cha cun cu Kiong Lui terhitung seorang gembong iblis yang sukar dihadapi. dia pun mengerti menang kalah tidak bisa di temukan dalam waktu singkat. dia mendongakkan kepalanya memperhatikan sekejan ancaman lawan. . Dengan mengandalkan serangan tersebut. dengan cepat tubuh Hui cha cun cu dikurung rapat.com/ Serentetan cahaya biru memancar keempat penjuru dan amat menusuk pandangan mata. Menggunakan kesempatan dikala pedangnya bentrok dengan toya lawan. Selama ini Thi pit suseng hanya berpeluk belaka sambil menonton jalannya petrarungan massal. diantara perputaran yang kencang itulah pelan-pelan dia menyongsong bayangan pedang yang diciptakan Kit hong kiam tersebut. kiranya kau adalah ahli waris dari orang she Wan" Sambil berkata tongkat Hou to pang nya di angkat keatas dan diputar bagaikan sebuah roda kereta. dengan Kiong Lui segera ber lempur sengit.. Suma Thian yu segera mengembalikan posisi nya yang terdesak menjadi lebih mantap. pedang dan tongkat Hou to pang telah saling membentur keras hingga menimbulkan percikan bunga api.Tiraikasih Website http://kangzusi.. sebaliknya Hui cha cun cu Kiong Lui kena tertekan oleh kekuatan lawan hingga kakinya amblas tiga inci kadalam tanah. Suma Thian yu segera melayang turun keatas tanah. bagaikan sebuah jala perangkap ikan yang besar dan datang dari langit. Dalam waktu singkat terdengar dua kali ben turan keras ditengah udara.. namun ia tetap berdiri tak bergerak.. dia tidak berani membantu karena kuatir menimbulkan suatu pertarungan massal. pedangnya segera berputar sambil melancarkan serangan gencar. Suma Thian yu memainkan selapis kabut pe dang berwarna biru untuk melindungi badan. maka dia sendiripun tak kelewat terbaru napsu untuk turun tangan..

keenakan kau si setan tua!" Dihak lain. Di pihak lain keadaan pertarungan antara Suma Thian yu melawan Hui cha cun cu justru merupakan ke balikannya. Hui cha kun cu Kiong Lui seakan tak mendengar suara bentakan itu. tampaknya tiga jurus kemudian ia tentu keok.Tiraikasih Website http://kangzusi. kini anak muda tersebut hanya memiliki sisa kekuatan untuk mempertahankan diri belaka. Thi pit suseng Thia Cian yang menyaksikan peristiwa ini menjadi sangat gelisah. semua ini membuat suasana dalam arena pepertarungan berubah lebih mengerikan. senjata Hou to pang nya dengan membawa deruan angin tajam membacok seluruh tubuh Suma Thian yu secara bertubi-tubi. senjata pentungan Hou to pangnya tak pernah mengendor sedikit pun. ia tak memiliki tenaga untuk melancarkan serangan balasan. ia tak memiliki tenaga lagi untuk mempertahanan diri. Liat bwee siu Li Hiong segera melepaskan dua buah serangan berantai dan melompat mundur lebih duluan. Toan im siam cu yang melancarkan serangan berantai mendesak musuhnya habishabisan. . bukan nya berhenti dia malah melancarkan serangan-nya makin gencar. Tentu saja Toan im siancu tak ingin membangkang perintah kakaknya. Sedangkan Kiong Lui sendiri justru makin bertarung semakin perkasa. serangan demi serangan dilancarkan se cara gencar dan semuanya membawa deruan angin tajam yang memekikkan telinga. dengan suara dalam ia lantas memrmembentak: "Tahan!" Suaranya keras bagaikan guntur yang membelah bumi disiang hari bolong. kalau di lihat dari keadaan si Liat hwee sin Li hiong sekalian. sambil menarik kembali pedangnya ia membentak: "Hmmm.com/ Kurang lebih seperminuman teh kemudian empat orang yang sedang bertarung sengit di tengah arena teiah berhasil menentukan siapa menang siapa kalah.

. Menyaksikan peristiwa tersebut. kau anggap nyawamu masih bisa dipertahankan hingga sekarang? Hmm. Tampak ujung bajunya berkibar terhembus angin kemudian tubuhnya menerjang kedepan secepat kilat.. bila kau menginginkan nyawaku.. senjatanya kembali diputar membelah angkasa dengan jurus kay san to liu (membuka bukit air mengalir). Hai cha cun cu Kiong Lui tak rela melepas kan usaha yang berhasil dicapainya selama ini. lebih baik ambillah dengan mengandalkan pandaian silatmu sendiri.. kali ini dia membacok jalan darah Pek bwee hiat dibelakang kepala Suma Thian yu. Bagus sekali. hmm! Seandainya lohu tidak teringat kalau kau masih punya hubungan dengan Bi kun lun (Kun lun indah). terima kasih banyak atas kebaikanmu. Thi pit su seng Thia Cuan segera berkerut kening... jadi kau ingin mencari keuntungan dalam air keruh.Tiraikasih Website http://kangzusi..com/ Setelah melalui pertarungan yang seru. selain itu akupun tidak saling mengenal dengannya." . dia menggetar pergi senjata Hou to pang lawan. secara keras lawan keras. Suara bentakan dari Thi pit suseng barusan baginya ibarat sebaskom air dingin yang diguyurkan keatas kepalanya. Melihat itu.haaah.. Hui cha cun cu Kiong Lui menghimpun tenaga dalamnya sambil membentak keras: "Orang sbe Thia. "Haaah. cuma sayang toaya sama se kali tidak ada sangkut pautnya dengan Siau Wi goan.. kepalanya terasa pening dan badannya lemas tak bertenaga..haah. menda dak ia berpekik nyaring. sepasang telapak tangannya dilontarkan kedepan. sesungguhnya Suma Thian yu sudah kehilangan banyak tenaga.. segera membuatnya sadar kembali. mung-kia sedari tadi sudah berpulang ke alam baka" Thi pit suseng Thia Cuan tertawa terbahak-bahak. kemudian menghadang jalan pergi Kiong Lui. cepat dia mengembankaan gerakan tubuhnya dan meloloskan diri dari kepungan lawan.

Tapi justeru karena hal tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Akan tetapi berhubung lohu mempunyai sumpah yang mengatakan bahwa setiap sahabat Bi kun lun akan kulepas.. ucapan mana sege ra membungkamkan mulut gembong iblis itu.. mendadak dia membalikkan tubuhnya sambil tertawa mengejek. katanya: "Dengan mengandalkan kepandaianmu itu kau hendak menahan aku disini? Lebih baik gerakkan lagi senjata rongsokanmu itu. Yang di maksudkan sebagai bocah keparat tak lain adalah Suma Thian yu. tidak tidak meninggikan kepala merendahkan derajat sendiri dibalik kelembutan terdapat nada keras..heeeh. sauya akan melayanimu untuk bertarung seratus gebrakan.com/ Suaranya datar.. maka kau boleh pergi dari sini. bocah keparat. dia segera tertawa dingin tiada hentinya: "Heeeh. kau tidak menyaksikan jenasah diatas pohon itu? Inilah contoh yang paling baik bagi mereka yang bersikeras ingin melanggar peraturanku. sebetulnya hanya ada satu jalan kematian saja. dari malu nya si gembong iblis itu menjadi naik darah.. maka dia mengusulkan untuk ber tarung sebanyak seratus gebrakan dalam permainan ilmu pukulan. Suma Thian yu rugi didalam tenaga dalam yang tak berhasil melampaui kesempurnaan Kiong Lui. Siapa tahu Hui cha cun cu Kiong Lui malah tertawa terbahak-bahak dengan seramnya "Hehehebebehe.heeeh. Pada dasarnya Suma Thlan yu adalah seorang bocah yang berjiwa keras dan tinggi hati.memang hal itu paling bagus. kemudian aku akan menggantungmu hidup-hidup diatas pohon agar ditonton semua orang!" .. hari ini aku akan suruh kau menderita kekalahan secara puas lahir batin.. barang siapa berani masuk hutan harus mampus. tapi bocah keparat yang menggemaskan ini tak boleh meninggalkan tempat ini barang setengah langkah pun.. berbicara dan cara tindak tanduk kalian semua.

belum tentu ia sanggup merobohkan mereka dalam sepuluh gebrakan saja.com/ Dengan lemah gemulai Toan im siancu dihadapan Hui cha cun cu. mendadak ia melemparkan senjata Hou to pang nya ke depan kaki Liat hwee siu Li Hiong. kesempurnaan mereka terhitung jagoan nomor wahid dikolong langit. Mencorong sinar bengis dari balik mata Kiong Lui. Diatas wajah mereka bertiga serentak terlintas perasaan memandang rendah yang amat sinis. Thia Yong yang pertama-tama akan beradu jiwa paling dulu denganmu. "Perkataan seorang lelaki sejati berat bagaikan bukit karang". sedangkan Suma Thian yu mendapat warisan keluarganya. sampai wak tunya jangan salahkan lagi kalau nona tidak mengenal ampun!" Sambil berkata dia lantas menggeserkan ba dannya dan berdiri disamping Suma Tbiau yu. dengan tangan terbuka lohu akan menghantar kalian pergi dari sini!" Benar-benar suatu ucapan yang amat sesumbar. sambil mementangkan mulutnya yang lebar dia membentak: "Lebih baik kalian bertiga maju bersama. dalam sepuluh gebrakan bila aku gagal meng hancur lumatkan kalian. Untuk bertarung satu lawan satu. dalam sepuluh gebrakan kemudian kalian pasti akan mampus diatas genangan darah segar! . ia bersiap sedia melancarkan serangan. mengganggu seujung ram butnya. mungkin saja mereka masih belum sanggup.Tiraikasih Website http://kangzusi. Thia si hengte (dua bersaudara Thia) telah memperoleh warisan langsung dari Heng si cinjun. Dalam sekilas pandangan saja Hui cha cun cu Kiong Lui sudah dapat menembusi jalan pemikiran ke tiga orang lawannya. berbulu dan berotot besar itu. lalu serunya: "Jika kau berani. Bayangkan saja ke tiga orang muda mudi itu adalah jagojago pilihan dari kaum muda. kemudian sambil menggulung bajunya hingga nampak lengan yang kekar. tapi kalau tiga orang bekerja sama.

sesunguhnya dibalik ancaman mana tersembunyi dua gerakan lain yang dipersiapkan untuk mundur. dari samping ia menyerang dengan jurus Im liong tham jiau (naga sakti mementang cakar). Ditunggunya serangan lawan hampir menca pai tubuhnya ketika secara tiba-tiba dia memutar tubuhnya melancarkan serangan balasan. ketika sampai ditengah jalan. sekilas pandangan serangan mana kelihatannya cepat seperti sambaran kilat. tubuhnya menerobos masuk kedalam arena kemudian telapak tangannya diayunkan ke muka membabat jalan darah Leng tay hiat di punggung Hui cha cun cu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Serangan yang dilancarkan Suma Thian yu maupun Thia Yong sesungguhnya cuma serang an tipuan belaka. . dia mengubah serangan pu kulannya menjadi cengkraman dan mencengkeram belakang kepala lawan. Mendadak Thi pit suseng membentak nyaring. segera menghimpun segenap tenaga dalamnya kedalam lengan. seakan-akan dia bermaksud memanah dua ekor burung dalam sekali bidikan. jurus serangannya ganas dan mengerikan. agaknya ia telah berhasil menebak jitu suara hati kedua orang lawannya. serangan yang berkelebat secepat sambaran kilat. Benar-benar lihay Hui cha cun cu ini. Hanya Thi pit suseng seorang yang tidak berkutik. dia membacok tubuh Kiong Lai dengan jurus Ci kou thian bun (mengetuk pintu langit selatan). tahutahu sudah tiba di depan Thia Yong. lalu sambil menggunakan ilmu pukulan Tay cing to liong ciang ajaran gurunya Put gho cu. menghadapi ancaman tersebut ia tidak menjadi gugup atau panik. Toan im siancu tidak ambil diam. untuk kemudian melancarkan serangan dahsyat bila kesempatan baik telah tiba. dia masih menanti serangan balasan dari Hui cha cun cu dengan tenang.com/ Suma Thian yu tidak banyak bicara.

Begitu Thi pit suseng mundur kebelakang. semuanya merupakan jurus penolong dari ilmu pukulan Tay cing to liong ciang. badannya sege ra mundur beberapa langkah dengan sempoyongan. Serangan ini dilepaskan dalam keadaan gusar. Betapa hebatnya serangan itu bisa dilihat dari Hui cha cun cu Kiong Lui yang tak berani menyongsong serangan itu . Dengan demikian tinggal Suma Thian yu seorang yang harus berjuang mempertahankan diri. kenyataan tersebut kontan membuatnya menjadi tertegun. kini didalam arena tinggal Suma Thian yu serta Toan im siancu yang sudah lelah karena kehabisan tenaga. niscaya Thi pit suseng sudah tewas seketika.Tiraikasih Website http://kangzusi. diam-diam ia mengertak giginya keras-keras. Ketika Thi pit suseng Thia Cuan termakan oleh sapuan tangan pukulan itu. secara beruntun dia melepaskan tiga buah serangan berantai masing-masing dengan jurus Kun kun to coan ( Dunia diputar balik) Kui seng ti to (Bintang kejora jatuh jumpalitan) dan Sian hong sau soat ( Angin berpusing menyapu salju). ia membalikkan badan dan melepaskan serangan balasan. tenaga dalam yang disertakan benar-benar luar biasa dahsyatnya. isi perutnya menderita luka dan roboh terduduk diatas tanah. mendadak dia merasakan tibanya desingan angin tajam dari arah belakang. Masih untung Hui cha cun cu Kiong Lui masih teringat akan sumber perguruannya serta hubungan-nya dengan Siau Wi goan. dadanya terasa sakit sekali. Toan im siancu mengalami nasib seperti kakaknya.com/ Waktu itu sesungguhnya Hui cha cun cu Kiong Lui sedang bersyukur karena serangannya akan segera berhasil mencapai sasaran. asal dia menambah tenaga serang annya dengan dua bagian tenaga saja. Berada dalam keadaan begini harus mengesampingkan dulu kedua orang musuhnya yang berada didepan. sadarlah dia bahwa isi perutnya telah terbakar. tak selang dua gebrakan ke¬mudian. coba kalau tidak begitu.

dengan cepat merasakan hatinya menjadi tenang kembali. ditengah udara berkumandang pekikan nyaris yang memekakkan telinga. untuk sesaat mereka seperti melupakan tragedi yang sedang terjadi didepan mata. Ketika Suma Thian yu mendongakkan kepala. lalu seperti sekilas cahaya yang membuyarkan awan hitam. dia jadi terperanjat. terpaksa dia harus menghantar lawan-lawannya ini untuk berlalu dari daerah terlarang itu. sambil berpekik nyaring degan membawa luka dia menerjang ke arah Suma Thian yu. Ketika memandang lagi kearah Hui cha cun cu. dia sudah me lesat kesamping untuk menghindarkan diri. Thi pit suseng Thia Cuan yang menyaksikan peristiwa itu segera melupakan tenaga dalam yang dideritanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tampaknya dari sepuluh gebrakan yang di janjikan kini tinggal dua gebrakan lagi. di tengah angkasa telah bergema suara geledek yang menggelegar dengan nyaringnya. tubuhnya melejit setinggi tiga kaki ketengah udara. tak sempat memandang sekejap lagi. dengan membawa deruan angin puyuh dia menyambar keatas kepala Suma Thian yu. Semua orang yang semula tertegun oleh suara guntur. Disaat yang amat kritis inilah. Mendadak Hui cha cun cu Kiong lui berpekik nyaring. wajah berubah pucat.com/ dengan kekerasan. cepat mundur! Dia telah menggunakan Pek lek si hun ciang (Pukulan geledek pembetot sukma)!" Baru selesai Thi pit suseng berseru. kemudian melompat sejauh satu kaki lebih. petikan nyaring ter sebut seketika itu juga menawarkan suara gemuruh guntur yang mengelegar diangkasa. bila Hui cha can cu Kiong Sui gagal merobohkan musuhnya. secars beruntun dia mengegos sebanyak tiga kali. seketika itu dia sedang mengayunkan sepasang telapak tangannya dan . "Hiante. bagaikan seekor naga bengis meninggalkan samudra.

keadaannya berubah seperti tikus berjumpa kucing. yang disini. lalu sepasang telapak tangannya segera ditarik kembali. tampak tubuhnya buru-buru berjumpalitan di tengah udara.com/ secepat kilat meng hantam tubuh Suma Thian yu. Sementara semua orang masih tertegun. kalau tadi sikapnya garang angkuh dan jumawa sekali. hmmm.?" Sungguh menggelikan sekali keadaan Hui cha cun cu Kiong Lui yang telah berusia enam puluh tahunan itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. bagaimana mungkin bisa memiliki ilmu silat yang begitu lihaynya? Tapi cahaya kilat yang terlibat tadi sudah jelas merupakan bayangan tubuh dari bocah ini selain dia siapa lagi? Tampak sepasang kening bocah lelaki itu menonjol tinggi sekali. hal ini mana mungkin bisa terjadi? Seorang bocah lelaki yang masih berusia sebelas dua belas tahunan. tahu-tahu ditengah arena telah berdiri seorang bocah lelaki berusia sebelas dua belas tahunan. lagi-lagi kau membuat kejahat an disini".. seandainya aku tidak datang tepat waktunya. sikapnya menghormat dan tunduk sekali.. tak bisa ma¬suk akal.. bukankah bocah lelaki ini adalah seorang bocah ajaib didunia ini? Tapi rasanya hal ini mustahil.! Apakah kau sudah melu pakan dengan kata-katamu tempo hari. maka setelah berjumpa dengan bocah lelaki itu. . hanya sekejap kemudian.. Tampaknya suara pekikkan nyaring yang membetot sukma itu telah mengacaukan pikiran Hui cha chun cu. dengan entengnya dia melayang turun kembali kepermukaan tanah. siapa tahu pada saat itulah suatu kejadian aneh telah berlangsung. kembali ada jiwa yang akan mela. seperti barung yang hinggap dia atas tanah. masih bersifat kekanakkanakkan. sesosok bayangan manusia nampak berkelebat lewat dari balik hutan. dia sedang berdiri ber tolak pinggang sambil mencaci maki: "Kiong Lui. Heran! Mungkinkah suara pekikan tadi berasal dari bocah lelaki yang masih ingusan ini? Kalau memang begitu.

wajahnya menarik dan menyenangkan. kemudian katanya: "Tak heran kalau ibuku mencarimu. entah bagaimana cara berlatih?" anak muda itu segera berpikir. Suma Thian yu yang mendengar perkataan itu menjadi amat geli sekali sehingga tak tahan ia tertawa terkekeh. ambil dan bacalah sendiri!" Suma Thian yu makin terperanjat lagi sete lah mendegar perkataan itu. sepasang matanya melotot besar dan memancarkan sinar berkilauan. Akan tetapi sikap Hui cha cun cu Kiong Lui bagaikan sedang menghormati dewa pujaannya saja. ia melarangku bermain denganmu" sahut bocah lelaki itu terus terang. Mendadak bocah lelaki itu berpaling.Tiraikasih Website http://kangzusi. nih! Disini ada sepucuk surat untukmu. setelah termangu sesaat buru-buru sahutnya: "Akulah orangnya" Bocah lelaki itu segera mengamati Suma Thian yu sekejap. kecuali itu tidak terlihat sesuatu gejala lain yang istimewa. buru-buru dia menyambut surat itu dan dibuka lalu dibaca isi-nya. kenapa sudah lama kau tidak bermain kemari? Lohu sangat rindu kepadamu!" "Huuuuh.com/ Semua orang lantas mengalihkan perhatian nya kewajah bocah itu. diatas surat itu hanya tercantum beberapa huruf yang berbunyi: "Datanglah segera selesai membaca surat ini" . Sementara itu sibocah telah memperlihatkan dua baris giginya yang putih bersih sambil menegur: "Siapa yang bernama Suma Thian yu?" Agak tertegun Suma Thian yu mendengar pertanyaan itu. dengan sikap yang amat menghormati dia berkata: "Sobat kecil. tampak dia mengena kan baju berwarna putih bersih. "Benar-benar lihay sekali tenaga dalam orang ini. rambutnya di gulung menjadi satu. siapa yarng kesudian bermain disini?" Ibuku bilang kau adalah telur busuk terbesar didunia ini. matanya besar lagi bulat.

!" Bocah lelaki itu segera berpaling.com/ Dibawahnya tidak nampak tanda tangan atau kode tertentu dari penulis surat itu.. Siapakah bocah ini? Siapa pula ibunya? Ada urusan apa dia khusus datang kesitu untuk mencarinya? Siapa musuh besanya? Apa sangkut pautnya dengan dirinya? Serentetan pertanyaan tersebut membuat Suma Thian yu menjadi sangat murung dan tak tahu apa yang mesti dilakukan. mencorong sinar tajam dari matanya. dia masih berhutang kepada lohu. untuk sesaat dia menjadi gelagapan hingga tak sepatah katapun sanggup diutarakan. setelah menatap sekejap wajah Kiang Lui dengan gusar. tidak. kita akan kemana?" Suma Thian yu segera bertanya: "Tentu saja ke rumahku!" Sambil menyahut bocah itu segera menarik tangan Suma Thian yu dan siap berlalu dari situ. serunya kembali: "Kau kuatir tidak bisa menagih kembali? Hutang apa sih? Biar aku saja yang membayarkan baginya" "Oooh. asal sobat kecil telah mengambil alih hutang tersebut. sampaikan salamku untuk ibumu! . pelbagai ingatan segera berkecamuk didalam be naknya membuat dia terasa pusing umuk memikirkannya. Sambil tertawa cekikikan bocah lelaki itu segera menegur: "Bila kau selesai membaca. mari kita segera berangkat!" "Tolong tanya sobat kecil.. Mendadak terdengar Hui cha cun cu Kiong Lui membentak keras: "Tungqu sebentar! Sobat kecil. Dengan wajah termangu Suma Tnian yu mengawasi wajah si bocah itu lekat-lekat. tentu saja lohu tak bisa berkata apa-apa lagi. sekembalinya kerumah nanti.Tiraikasih Website http://kangzusi.. tidak!" Hui cha cun cu segera menampik.

siapa namamu dan dimana rumahmu?" Dengan tak sadar bocah lelaki itu menukas: "Kau takut aku akan melalapnya hidup-hidup? Paling cepat sebulan paling lambat dua bulan. "Tak usah kuatir.. Tiba-tiba dua bersaudara Thia berpekik nysring. sehingga dua bersaudara Thia pun turut merasa keheranan. Suma Thian yu hanya melihat bocah kecil itu mengangkat . tampaknya kau mencari penyakit!" Sambil berkata dia lantas mengayunkan telapak tangannya menghantam wajah bocah lelaki itu. kedua orang itu segera melompat ke depan dan menghadang jalan pergi bocah itu." Belum habis dia berkata.. Begitu bocah lelaki itu selesai berkata.. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian ini segera berseru dengan amat gelisah: "Nona Thia. Sambilmenjura Th i pit suseng Thia Cuan segera menegur: "Tolong tanya sobat cilik.Tiraikasih Website http://kangzusi. tanggung dia dapat berjumpa lagi dengan kalian berdua" Walaupun usia bocah lelaki ini masih muda.com/ Bocah lelaki itu mendengus dingin. dia lantas mendesis dan berseru sambil melotot: "Hmmm. bocah lelaki itu telah membentak pula dengan suara keras: "Ayo berangkat! Tempat ini bukan tempat yang aman" Kalau dibicarakan sesungguhnya sukar masuk diakal. se lembar wajah Toan im-siancu Thia Yongpua turut berubah menjadi merah padam seperti apel yang masak. dua bulan kemudian dia pasti akan mengunjungi kalian berdua di bukit Kun san telaga Tong ting ou". namun caranya berbicara seperti orang dewasa.. ia segera berlalu meninggalkan hutan tersebut. bukan aku yang berhak menjadi mak comblang.. Dengan cepat Toan im-siancu Thia Yong bertanya: "Dimanakah rumah kediamanmu?" Kali ini si bocah lelaki itu tertawa cekikikan.

Ilmu meringankan tubuhnya pun amat sempurna. tahu-tahu ia sudah dikirim ke sisi badan kakaknya. Diam-diam Suma Thian yu menghela napas panjang. setinggi-tingginya sebuah bukit. tentu ada bukit lain yang jauh lebih tinggi. Sekarang Suma Thian yu baru benar-benar dapat menyaksikan kesempurnaan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki bocah lelaki itu.. . dengan begitu dia masih bisa membuntuti selalu lima langkah di belakang bocah lelaki itu. Melihat kejadian tersebut. sudah pasti ada orang lain yang jauh lebih lihay daripadanya. dia memarik tangan suma thian yu dan menembusi hutan itu. tampaknya soal ilmu silat memang tiada tara dalamnya" Apa yang di katakan orang kuno memang tidak salah. jangan dilihat bocah itu bergerak dipaling de pan. mau tak mau dia harus merasa kagum dan tunduk terhadap bocah itu. diatas ma nusia masih ada manusia. Untung saja Suma Thian yu memiliki ilmu silat yang hebat.com/ lengannya. Buru-buru dia memberi tanda kepada kakaknya dan berlalu dari situ. Dengan demikian. semua jalanan yang mereka lalui sebagian besar adalah jalan perbukitan yang sempit dan curam.. kendatipun Toao im sian cu Thia Yong lebih bina1 dan wataknya lebih aneh pun. pikirnya: "Diluar langit masih ada langit. namun langkahnya enteng dan cepat hing ga kalau dilihat dari tempat kejauhan. Kali ini mereka tidak bergerak ke arah bukit Han-san melainkan justru berbalik ke jalan kecil. sepa sang kakinya seakanakan tidak menempel di atas tanah. tahu-tahu seluruh badan Toan im siancu sudah melayang ditengah udara seperti selembar daun yang ter hembus angin puyuh. selihay-lihaynya kepandaian seseorang.Tiraikasih Website http://kangzusi. wajah bocah lelaki itu nampak berseri.

gwakang maupun ginkang semuanya telah mencapai puncak kesem purnaan. bagaimana kalau kita mempercepat sedikit perjalanan kita?" Selesai berkata. tapi saat itu dia tak sanggup melihat pemandangan yang berada satu kaki dihadapannya. kali ini dia menempuh perjalanan dengan meng gunakan ilmu meringankan tubuh Pat pah kan cian (delapan langkah mengejar comberet). terutama sekali dalam surat tersebut tidak dicantumkan nama maupun tanda tangan. Sebenarnya dia ingin bertanya kepada bocah itu ke manakah mereka hendak pergi. Walaupun Suma Thian yu memiliki kepandaian untuk melihat dalam kegelapan. padahal kalau tidak ditanyakan hatinya terasa amat kesal dan gugup. tapi dia pun kuatir ditertawakan oleh pihak lawan. mungkinkah bocah ini salah mencari orang? Malam itu udara gelap gulita.Tiraikasih Website http://kangzusi. tiada rembulan. baik ilmu lwekang.com/ Bayangkan saja berapa usia bocah lelaki yang masih bau kencur ini? Tapi dalam kenyataan-nya. hanya bintang yang betebaran memenuhi angkasa. Bila ditinjau dari kepandaian silat yang di miliki bocah ini. hal ini membuat hatinya diam-diam merasa amat gelisah. sekalipun sejak berada dalam kandungan ibunya dia sudah mulai melatih diri. . belum tentu kepandaian silatnya bisa mencapai tingkatan demikian hebatnya. Mendadak bocah lelaki yang sedang berlarian di muka berpaling seraya berseru: "Sudah hampir sampai. bisa dibayangkan pula sampai dimanakah taraf kepandaian silat yang di miliki ibunya? Tapi dalam dunia persilatan belum pernah terdengar nama seorang jagoan perempuan semacam itu. tanpa menunggu persetujuan dari Suma Thian yu lagi dia lantas menghimpun tenaga dalamnya dan berganti gerakan tubuh. siapakah dia? Sambil berlarian menempuh perjalanan be nak Suma Thian yu dipenuhi oleh pelbagai per soalan yang memusingkan kepalanya.

si bocah lelaki itu segera berkata sambil tertawa cekikikan: "Tampaknya aku telah membuatmu kepayahan. sehingga seandainya disana terdapat sebuah lubang gua. namun sepanjang jalan dia tak pernah berbicara lagi walau se patah kata pun. menembusi beberapa bukit. bagaikan peluru yang melejit kedepan. panas sebentar. Tiada hentinya bocah lelaki didepan itu ber paling dan melihat apakah Suma Thian yu ber hasil menyusulnya atau tidak. membuatnya untuk sesaat tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. hal mana semakin menambah misteriusnya suasana. dengan badan lemas. Sedemikian jengahnya pemuda itu. hijau sebentar.com/ Tentu saja Suma Thian yu tak berani berayal pula. kontan saja paras muka anak mu da itu berubah menjidi merah sebentar. mendadak ia tidak men¬jumpai rumah seperti yang . Setelah menempuh suatu perjalanan yang cukup panjang. padahal waktu kedatangan kita masih terlambat setengah kentongan daripada waktu telah kutetupkan sebelumnya!" Ucapan tersebut tak ubahnya menyindir ketidak becusan Suma Thian yu dalam melakukan perjalanan. seluruh badannya basah kuyup oleh keringat. rasanya tak terlukiskan dengan kata kata. ia mengejar lawannya dengan ketat. napas tersengkal-sengkal. niscaya dia sudah menerobos masuk ke dalam untuk menyembunyikan diri. Dengan cepat dia berpaling ke arah puncak bukit didepan sana. entah oerapa jauh sudah mereka berjalan akhirnya terdengar bocah lelaki itu bersorak gembira: "Sudah sampai.Tiraikasih Website http://kangzusi. dingin sebentar. buruburu dia menghimpun tenaga murnuinya dan mengembangkan ilmu meringankan tubuh Leng kong siu tok yang sangat lihay itu. Menyaksikan keadaan itu. didepan sana adalah rumahku" 000O000 WAKTU ITU Suma Thian yu sudah kehabisan tenaga.

"Bagaimana cara kita menyeberang kesana?" dengan perasaan tercengang akhirnya Suma Thian yu berseru. Ternyata antara tempat dimana mereka ber ada sekarang dengan bukit yang berada dise berang sana dipisahkan oleh sebuah jurang yang lebarnya kurang lebih tiga puluh kaki.. akan tetapi sewaktu tidak menjum pai jalan tembus disitu. dimana rumahmu?" "Itu dia. sambil meman dang wajah si bocah itu tanyanya agak terdengung: "Sobat cilik. Suma Thian yu melihat tempat yang ditunjuk adalah bukit didepan sana. dia tak mau menunggu aku sebentar lagi.. kecurigaan segera timbul.com/ dikatakan bocah uu. "Tentu saja ada caranya. hatinya lantas menjadi lega. sekalipun binatang juga belum tentu bisa melampauinya. segera pikirnya lagi: "Mungkinkah bocah lelaki ini masih mempunyai seorang adik perempuan yang lebih kecil?" . Orang hanya mungkin mencapai puncak seberang bila dia menuruni lembah jurang itu le bih dulu. keningnya lantas ber kerut dan wajahnya memperlihatkan rasa ke sulitan.?" Sementara itu terdengar sibocah sedang ber gumam seorang diri. dia semakin keheranan. atau bila dia bersayap dan sanggup terbang melampauinya. bukankah dia sudah menjadi dewa bukan manusia lagi. dibelakang bukit sana" jawab si bocah sambil menunjuk kedepan sana. "Ing ji memang cukup binal. sebentar aku harus menghukum dia" Ketika Suma Thian yu mendengar dikebut kannya nama "Ing ji". jangankan manusia. hmmm. Diam-diam Suma Thian yu berpikir lagi: "Kau punya cara apa? Memangnya bisa ter bang menyeberangi jurang ini? Kalau memang demikian. harap kau kau jangan kelewat terburu napsu" sahut si bocah cepat. tahu kalau aku bakal datang terlambat.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Begitu suara pekikan tersebut sirap. atau dengan perkataan lain. seperti suara genta dari kuil yang menggaung diseluruh tanah perbukitan. Menyaksikan kejadian itu. dia berkaok tiada hentinya. jangan harap ia bisa berbuat demikian. sambil terbang merendah dan berputar beberapa kali. Cukup dilihat dari kemampuannya berpekik nyaring. Ing ji pasti akan menuruti perkataan itu dan melayang . kemudian tampak seekor burung raksasa berwarna hijau terbang mendekat. Diam-diam Suma Thian yu menghela napas panjang. suara pekikannya amat nyaring memekikan telinga. burung tersebutlah sebagai sarana angkutan untuk menyeberangi jurang itu. tampaknya ia makin sengaja tak mau melayang turun kebawah. rupanya yang dimaksudkan sebagai "Ing-ji" adalah burung yang sedang melintasi jurang sekarang. Akhirnya dengan marah bocah itu berteriak: "Jika kau tidak turun lagi. dari seberang bukit sana berkumandang suara pekikan burung hong. mengapa kau tidak segera turun? Apakah kau menunggu sampai kubekuk batang lehermu nanti?" Ing ji masih saja berkaok sambil putar kian kemari. jika seseorang tidak memiliki tenaga dalam sebesar enam puluh tahun hasil latihan.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan perasaan geli bercampur mendongkol bocah itu membentak: "Ing-ji. lihat saja nanti sekembalinya dari sini akan kulaporkan kepada ibu agar kau dihukum!" Menurut aturan. Dengan cepat Suma Thian yu menjadi mengerti. Dalam waktu singkat burung yang berwarna warni itu sudah melintasi dua buah puncak bukit. tampaknya ia seperti ada maksud untuk mempermainkan si lelaki tersebut. waktu sudah siang. nyaring. Mendadak bocah kecil itu berpekik nyaring kearah bukit disebrang sana. keras dan mengagumkan..com/ Sementara dia masih berada dalam keadaan bingung dan tidak habis mengerti.. suatu perasaan rendah diri segera muncul dihati kecilnya.

. dari atas dahan pohon itulah dia mengayunkan pedangnya membacok ekor ular rersebut. sekalipun dia hendak berubah. Siapa tahu ular beracun itu amat cekatan. tapi hatihati dengan semburan udara beracun-nya" Sambil berkata dia mengeluarkan dua butir pil anti racun dan menyerahkan sebutir kepada si bocah sebelum sebutir yang lain ditelan ke perut. melingkar seekor ular raksasa sebesar baskom. kepalanya berbentuk segitiga.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu sambil mencabut keluar pedangnya serunya lagi kepada bocah itu. Ternyata diatis batang pohon raksasa dibelakang mereka berdua. angin pukulan yang menderu-deru langsung menghajar tubuh binatang tadi. ia segera merasakan ada sesuatu yang tak beres.. tampaknya ular itu sudah bersiap sedia melancarkan sergapan kearah mereka berdua. . akhirnya dia menjerit kaget: "Aaaah. Dengan marah bocah itu segera membentak: "Rupanya binatang keparat ini yang sedang mengacau. sepasang matanya seperti lampu lentera dan memancarkan cahaya bengis." Sambil berkata telapak tangan-nya segera diayunkan kedepan menghantam ular beracun itu. coba lihat. paras mukanya kontan berubah. apakah itu?" Mendengar seruan tersebut. tak aneh kalau Ing-ji tak berani turun kebawah. kalau dilihat dari sikap dan gayanya. "Hati-hati ada racunnya" Suma Thian y menjerit kaget. kemudian dia baru menjejak tanah melejit ke udara. paling tidak ulahnya tak akan sampai menggusarkan majikan mudanya. si bocah itu segera berpaling. dia segera miringkan kepalanya menghindarkan dirinya dan menyusul kemudian sambil mementangkan mulutnya dia menyemburkan segumpal kabut tebal. "sobat kecil. seranglah dia agar menjadi marah. sepasang matanya yang tajam dengan cepat menyapu sekejap sekitar sana.com/ turun kebawah. Suma Thian yu adalah seorang pemuda yang cerdas.

paling tidak binatang itu. begitu terkena semburan kabut beracun tersebut. lalu mementangkan mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan kabut beracun yang berbau busuk. ular beracun itu berpekik marah. Menghadapi ancaman dari muka dan belakang. lalu mundur ke belakang. kendatipun ia sudah menelan pil anti racun. Bocah lelaki itu menjerit kaget. secepat angin ular beracun itu mener jsng ke depan. Suma Thian yu telah menerjang kebawah berbareng dengan kebasan ekor ular beracun itu. matanya yang buas makin memancarkan sinar tajam.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mimpipun si bocah itu tak menyangga kalau ular beracun itu tidak takut dengan ancaman pukulannya. Lihay sekali ular beracun itu. "Weesss" mendadak ia melejit ke depan dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busjrnya. niscaya pantatnya akan robek. "Blaaam!" bocah itu segera terbanting keras-keras diatas tanah. pedangnya langsung menembusi punggung binatang itu. dengan sempoyongan tubuhnya mundur ke belakang.com/ Si bocah yang berada dibawah segera mele paskan pukulan dahsyat pula ke atas kepala ular beracun itu setelah menyaksikan Suma Thian yu turun tangan. namun kenyataannya bukan sajs tidak mati malahan justru menimbulkan sifat buas dan garang dari ular raksasa tersebut. mssih untung tempat dimana ia terjatuh adalah tanah berumput. tanpa perdulikan ancaman terhadap ekornya. ekornya dikibaskan keatas dan segera menggurung ke tubuh Suma Thian yu. se¬cara berputar dia . toh kepalanya terasa pusing juga. Terdengar ular raksasa itu berpekik kesakitan. Disaat pikiran si bocah sedang bercabang inilah. Suma Thian yu berlagak seolah-olah tidak melihatnya. Sepantasnya dengan tertusuknya punggung si ular. Menghadapi ancaman tersebut. Sementara itu. akan terluka. kalau tidak. tubuhnya bergulingan diatas tanah. ekornya segera disapu kedepan dan mentalkan tubuh bocah itu.

oleh sebab itu dia harus menggorbankan tenaganya untuk berjuang mati matian. Sayang Suma Thian yu merasa asing terhadap keadaan semacam itu. Sementara itu ular beracun itu sedang memusatkan perhatiannya untuk menelan Suma Thian yu.com/ melepaskan tiga buah tusu¬kan berantai yang semuanya di tujukan kebagian mematikan ditubuh sang binatang. Begitu dia roboh kebetulan tubuhnya jatuh vdiatas perut ular itu. Akibatnya bukan saja dia gagal membinasakan ular beracun itu. asal bagian "tujuh inci" dari ular yang mematikan itu kena di gencet. menndadak dari tengah udara berkumandang suara pekikak burung hong yang amat nyaring. Padahal berada dalam keadaan seperti ini. Suma Thian yu makin menggila. malah sebaliknya karena kelewat lama terkurung oleh kabut beracun si ular. sifat buas si ular raksasa itu makin menjadi. tetapi ular itu belum mati juga. mimpipun dia tak menyangka kalau "Belalang menubruk comberet. meluruh tubuhnya menjadi kaku dan akhir nya jatuh tak sadarkan diri. Termakan oleh bscokan pedang Kit Hong kiam yang tajam. si Ing-ji me nutup kembali sepasang sa yapnya dan secepat kilat menukik kebawah serta menotol bagian "tujuh inci" dari ular beracun itu. darah sege ra menyembur keluar dari . niscaya ular beracun itu akan mati seketika. Disaat yang amat kritis inilah. secara beruntun dia melepaskan tujuh delapan buah serangan tubuh ular itu. dengan cepat si ular raksa sa itu membalikkan badan sambil mementangkan mulutnya lebar-lebar siap menerkam tubuh anak muda tersebut. burung nuri mengincar dari belakang" tiba-tiba saja bagian dari "tujuh inci" nya terasa amat sakit. Dengan kejadian ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tidak mengerti rahasia tersebut. sambil mementangkan taringnya dia menyemburkan kabut beracun yang makin tebal mengurung seluruh tubuh anak muda tersebut. seketika itu juga si ular beracun itu terbelah menjadi tiga bagian.

bagaimanakah cara mereka menyeberangi jurang tersebut. Tatkala pemuda itu sadar kembali dari pingsannya. boleh dibilang dia sama sekali tidak tahu. si anak muda itu segera muntah darah segar. lalu bekerja keras menyingkirkan bangkai ular raksasa itu. lalu bocah lelaki itu berjalan ke dalam ruangan. "Sudah berapa lama aku tertidur?" kembali Suma Thian yu bertanya?"bagaimana caraku menyeberang ke mari?" . Ular beracun itu paling tidak berbobot lima ratus kati lebih. Ing-ji seperti pahlawan yang menang perang segera mentangkan sayapnya terbang keangkasa dan berpekik kegirangan. Selama ini Suma Thian yu berada dalam keadaan tidak sadar. Dengan cepat dia melompat bangun. si bocah lelaki tersebut sudah mengatur napas dan mendesar keluar hawa beracun yang mengeram didalam tubuhnya. melihat si ular raksasa tersebut menindih diatas badan Sumi Thian yu. Maka sambil memaksakan diri untuk duduk. Dalam keadaan setengah sadar setengah tidak. dia segera roboh dan tertidur kembali. lalu sete lah mengejang beberapa saat. tubuhnya roboh menindih diatas badan Suma Thian yu.com/ mulutnya. Kemudian dia memanggil Ing ji. Dalam pada itu. dia merasakan tubuhnya sudah dibaringkandidalam sebuah rumah kecil yang rapat dan tak tembus angin. dia seperti mendengar pintu kamar dibuka orang. segera tegurnya: "Tolong tanya dimanakah aku sekarang?" "Di rumahku!" sahut bocah itu sambil membelalakkan matanya lebar-lebar. dengan cepat dia memburu mendekat. Suma Thian yu segera mendongakkan kepalanya. begitu jatuh menindih badan Suma Thian yu yang sedang pingsan. Ing-ji menye berangkanmereka kepuncak sebelah depan.Tiraikasih Website http://kangzusi. membopong tubuh Suma Thian yu keatas punggung ular itu dan diiringi pekikan nyaring. ternyata bocah lelaki itu adalah bocah yang membawanya ke sana. tapi kepalanya terasa pusing sekali.

ia benar-benar cantik sekali. hidung mancung dan bibir yang kecil mungil. Suma Thian yu merasakan pandangan msta nya menjsdi silau. beralis lentik. ia menjadi sempoyongan dan hampir saja roboh ter jengkang keatas tanah. berwajah bulat telur. aku merasa berterima kasih sekali". . cepat ambil kuah jinsom itu dan bawa kemari". Dengan cepat dia menyadari kalau perempuan cantik jelita ini tak lain adalah 'ibu' yang dimaksudkan bocah lelaki itu. bermata jeli. lebih baik berbaringlah dulu. Buru-buru bocah lelaki itu memayangnya lalu berseru dengan cemas: Hawa racun yang mengeram dalam tubuh mu belum hilang. Kemudian kepada si bocah katanya pula: "Liong ji. Suma thian yu merasakan pandangan mata nya menjadi silau. "Ing-ji yang membopongmu kemari" "Oooh" sambil berkata Suma Thian yu beru saha untuk bangkit berdiri. dengan cepat dia amati perempuan itu lebih seksama. tahu-tahu seorang perempuan cantik jelita telah berdiri dihadapannya. Perempuan cantik itu tertawa hingga nampak sepasang lesung pipinya yang indah. Ternyata perempuan itu berusia tiga puluh tahunan. Buru-buru dia melompat bangun sambil menjura. seketika itu juga kepalanya terasa pusing sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. ibuku segera akan tiba" Suma thian yu menurut dan membaringkan tubuhnya lagi.com/ Bocah lelaki itu tertawa cekikikan. tak selang berapa saat kemudian dia sudah muncul kembali dalam ruangan dengan membawa se mangkuk kuah jinsom. Liong-ji segera berlalu dengan cepat. Siapa tahu begitu ia berdiri. bila ada persoalan lebih baik kita bicarakan nanti saja". "Berkat pertolongan anda. katanya: "Berbaringlah lebih dulu. pada saat itulah tirai pintu ter singkap dan masuk seseorang.

sadarlah dia kalau hawa racunnya telah punah. lembut dan hangat itu ditempelkan diatas dadanya. terutama kuah jinsom yang barusan diteguknya kini sudah mulai menyebar keseluruh hadan. kemudian sambil menyuruh pemuda itu ber baring kembali.Tiraikasih Website http://kangzusi. tubuh yang semula lemahpun kini telah pulih kembali. hati-hati kalau lbu menghajarmu. Mari kita bermain-main diluar sana" "Liong-ji!" perempuan cantik itu segera membentak. serunya sambil menarik tangan anak muda itu: "Terima kasih langit. . Suma Thian yu merasakan semangatnya berkobar kembali. dia harus beristirahat be berapa hari lagi sebelum benar benar sembuh" Liong ji menjulurkan lidahnya sambil membuat muka setan. Dalam keadaan setengah sadar setengah tidak Suma thian yu merasakan ada segulung hawa panas mengalir melalui dada dan terus masuk ke pusar. terima kasih bumi akhirnya kau toh sembuh kembali. kini kesehatan badan siauhiap baru saja pulih. ia merasa sesar. dari sini dapat ditarik kesimpulan kalau tenaga dalam yang dimiliki perempuan cantik ini benar-benar telah mencapai puncak kesempurnaannya. kemudian mengalir ke sepasang kakinya sedang dari sepuluh jari kakinya terbuang keluar. ayo bangun. Tak selang beberapa saat kemudian.com/ Perempuan cantik itu menerima mangkuk tersebut dan segera disuapkan kemulut Suma Thian yu. tangannya yang halus. Ketika Liong ji menyaksikan mukanya berubah menjadi merah dadu. secara diam-diam menyingkir kesamping perempuan cantik itu dan tak berani berbicara lagi. segulung hawa murni lantas menyusup masuk ke dalam tubuhnya. lalu. Selama hidup belum pernah Suma Thian yu menjumpai cara penyembuhan semacam ini. "jika kau nakal lagi. dia bersorak gembira dan lari menghampiri ke sisi Suma Thian yu.

Agaknya perempuan cantik itu dapat menebak suara hati orang. Gak Kun liong. . bocah ini mengikuti nama marga orang tuaku" Suma Thian yu hanya mendengarkan dengan tenang.com/ Sambil tersenyum perempuan cantik itu berkata lagi kepada Suma Thian yu: "Tahukah kau apa sebabnya kuundang kemari?" Dengan cepat Suma Thian yu menggeleng.. sedang dihati kecilnya merasa keheran sebab sudah setengah harian lamanya perempuan cantik itu berbicara. orang per silatan pun jarang sekali mengetahui nama ter sebut. "Boanpwe tidak tahu." sahut pe muda itu cepat.. Kau ih li adalah julukanku ketika aku masih melakukan perjalanan dalam dunia persilatan dulu. dia dapat menangkap kecurigan dalam hati kecil Suma Thian yu. perempuan cantik itu lantas menuding kearah Liong ji seraya berkata: "Dia adalah putraku.. tapi akhirnya aku dibelenggu oleh suatu persoalan yang mana membuatku putus asa sehingga akhir nya balik kebukit ini". tidak me ngetahui tentang nama tersebut.. aku pernah melakukan pengembaraan didunia persi latan serta melakukan beberapa macam peker jaan yang menggemparkan masyarakat. harap diberi petunjuk" "Kau merasa keheranan bukan? Apa sebab nya tanpa sebab tanpa musabab Liong ji mengundangmu berkunjung ke gua Hui liong tong?" Berbicara sampai dlsitu. "Tentu saja kau tak mengetahui. "Boanpwe berpengetahuan cetek.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dua puluh tahun berselang. maka ujarnya lagi: Jilid : 12 Pernahkah kau mendengar nama Kau ih li (perempuan berbaju putih). namun dia belum pernah menyinggung tentang alasannya mengundang ia kesitu.

dia pun sudah amat menguasai ilmu aga ma Buddha maupun ilmu silat. sebab mendapat pukulan batin yang berganda datang nya ini. siapakah nama guru mu itu?" Hui Hong tongcu( pemilik gua naga terbang) perempuan berbaju putih Gak Say bwee menyahut: "Dia bernama Cang liong. berbicara soal tingkatan kedudukannya dalam dunia persilatan serta soal tingkatan ilmu silatnya. suhuku pun memperingatkan kepadaku agar tidak meninggal gua ini lagi.. Lo sianjin ini sudah berusia seratus tahun lebih. aku ditugaskan untuk menahanmu lama berapa hari di sini.com/ Setelah berhenti sejenak.Tiraikasih Website http://kangzusi.... mungkin tiada orang yang bisa menandingi kelihayannya. kini ilmu silat yang dimiliki Liong-ji sudah mencapai delapan sembilan bagian kepandaianku. orang persilatan menyebutnya sebagai Cang Iiong lo sian jin" Begitu mendengar nama julukan tersebut kontan saja Suma Thian yu berseru tertahan: "Oooh. perempuan itu berkata lebih jauh: "Sejak itu aku bersumpah tak akan turun gunung lagi. Sedang mengapa sebabnya dia orang tua datang kemari aku sendiripun kurang begitu jelas" Beberapa patah perkataan itu semakin membuat Suma Thian yu keheranan. dia mampu . yang masih kurang baginya hanya pengalaman serta kesempurnaannya belaka" "Berapa hari berselang. dia telah meninggalkan beberapa tugas kepadaku yang mengatakan bahwa berapa hari lagi akan lewat seorang yang ber nama Suma Thian yu hendak pergi ke bukit Han san. akhirnya dengan perasaan tercengang dia bertanya: "Tolong tanya cianpwe. kepandaian silat yang dimilikinya begitu sempurna hingga dalam sekali kebasan tangannya saja.. rupanya tokoh persilatan itu" Ternyata Cang liong lo sian jin adalah se orang pendekar aneh yang sudah termashur dan menggemparkan dunia persilatan sejak enam puluh tahun berselang. seluruh pikiran dan perhatianku hana kucurahkan untuk mendidik Liong-ji.. kebetulan guruku berpesiar kemari.

Selama hidupnya Cang liong Lo-Sianjin ha nya menerima seorang murid saja yakni Hui liong tongcu. Orang persilatan yang tahu kalau dalam dunia persilatan terdapat seorang Pendekar perempuan yang bernama Kau ih li. tidak seorang manusiapun yang tahu. suaminya mati karena sakit. soal apakah hubungan mereka itu. oleh sebab itu semua orang hanya menyebut nya sebadai Kau ih li. kecuali beberapa orang tokoh silat dari angkat an tua. siapa tahu setelah melahir kan Liong-ji. keadaannya ibarat 'naga sakti yang nampak kepalanya tak kelihatan ekornya'. merekapun tahu kalau pendekar perempuan itu suka meno long orang tanpa pamrih. Suma Thian yu mendapat tahu kalau dalam dunia persilatan ter dapat seorang pendekar aneh . Sewaktu dia berhasil membunuh Cuan San ji sat (dua malaikat bengis dari bukit Cuan san) dilembah Cui im kok bukit Lu san dengan pe dang terbangnya. pada hakekatnya tak seorangpun yang mengetahui asal usulnya yang sebenarnya. Kau ih li Gak Say-bwe pernah terlibat dalam jaring percintaan.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ untuk membunuh orang dari jarak sepuluh kaki. meniup patah ranting pohon dari jarak jauh. Hui liong Tongcu Gak Say-bwee adalah se orang perempuan yang gemar akan ketenangan oleh sebab itu semua pekerjaan yang dia laku kan tak pernah disinggung kepada orang lain. maka dia lantas mengundurkan diri dari keramaian dunia dan kembali kegua Hu liong tongnya ini. oleh umat persilatan dia di sebut sebagai dewa pedang nomor wahid dari dunia persilatan. konon dia masih mempunyai hu bungan famili dengan Lo-sianjin tersebut. Dari gurunya Put Gho cu. Itulah sebabnya diantara orang persilatan. menotok jalan darah diudara kosong dan melukai orang dengan pedang terbang. karena mereka hanya tahu nama tak parnah melihat orangnya. semuanya dikerjakan secara diam-diam tanpa menimbulkan berita. di tambah pula dia memang sudah bosan berkelana didalam dunia persilatan.

serunya: "Tampaknya kau sudah memperoleh rekan yang cocok. cepat ke¬luar dan menyambut kedatangannya" "Gak Kun liong segera menarik langan Su¬ma Thian yu sambil berseru: "Engkoh Thian yu. dari luar sana kedengaran suara serak se orang tua sedang berseru: "Tamu agung sudah datang. Dengan cepat Hui liong tongcu Sak Say hwe berseru: "Liong ji. mendadak dari depan sana berkumandang beberapa kali suara pekikan burung hong. masih belum ada orang yang datang menyambut. Sementara Suma Thian yu masih berbincang-bincang dengan mereka ibu dan anak. orang sudah hampir tiba didepan gua!" desak Gak Say hwee cepat. seperti segulung angin puyuh dia lari ke arah mulut gua.Tiraikasih Website http://kangzusi. ada tamu agung tiba.. bagaimana kalau kau ikut aku?" Hui liong Tongcu Gak Say hwee segera tertawa geli. setelah menjura kepada Hui liong tongcu. katanya: "Terima kasih banyak cianpwe atas pengobatanmu!" "Pergi. dia merasakan hatinya bergetar keras. pergi. oleh karena itu setelah mengetahui nama dari gurunya Hui liong Tong cu. rasa pening yang semula mendarat di kepalanya kini tersapu lenyap.com/ yang bernama Cong liong Lo sianjin. tan pa terasa diapun mempunyai penilaian yang berbeda lagi terhadap perempuan cantik itu. Agaknya Gak Kun liong seperti amat terbu ru-buru. sambil menarik tangan Suma Thian yu. beginikah cara si hwesio gundul itu mengajarkan kalian menerima tamu.?" . "Tak heran kalau Liong-ji dengan usianya yang masih begitu muda ternyata memiliki ke pandaian silat yang luar biasa.... kalau begitu ajaklah dia serta" Suma Thian yu segera melompat bangun.. ternyata ibunya adalah anak murid dari Cang liong lo sianjin demikian ia berpikir. Belum lagi mereka berdua sampai di mulut gua.

baiklah. rupanya Wi Lo-cianpwe yang datang". Suma Thian yu turut berteriak keras: "Oooh. aku si pengemis akan pergi dulu. Siau yau Kay Wi Kian menjadi amat gelisah.com/ Begitu mendengar suara tersebut.. tahu-tahu seorang pengemis tua sudah muncul dihadapan mereka. tampak bayangan manusia depan mata.. Siapa sebenarnya yang telah datang? Dia memang tak lain adalah Siau yau kay (penge mis yang suka pelancongan) Wi Kian yang su dah menggetarkan seluruh dunia persilatan! Dengan wajah cemberut. tidak bisa jadi. aku tak akan memper kenankan kau masuk. Gak Kun Hong segera berteriak: "Aai. rupanya si pengemis tua yang datang!" Sambil berseru dia lantas memburu kemulut gua. kenapa aku begitu pelupa?" "Waaah.. pengemis itu langsung mencengkeram arah baju Gak Kun liong. Begitu melihat paras muka pendatang itu. . sudah setua ini. kau membohong saja. kembali dia berseru: "Bocoh cilik. Siau yau kay Wi Kian segera melepaskan cengkeraman-nya dan bergumam sambil menepuk kening sendiri: "Aduh celaka.. Begitu mendengar ucapan mana. pasti akan kubawa hadiahnya bila datang lagi nanti. Baru saja mereka berdua meninggalkan gua.. hadiah yang kau janjikan untukku sudah kau bawah belum?" tegur Gak Kun liong sambil tertawa cengar cengir.. tidak bisa jadi.. kemudian mencaci maki kalang kabut "Bocah cilik! Apa yang pernah aku si pengemis tua katakan kepadamu? Setelah mendengar suaraku. kau jangan marah. kau harus menunggu dengan sabar.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia lantas membalikkan badan siap berlalu dari tempat itu.engkoh pengemis. mengapa kau masih bersembunyi disini." Sambil berkata. tanpa memandang sekejap pun kearah Suma Thian yu.. apakah kau takut kulalap dirimu?" "Oooh.

masuklah kedalam" Sambil mengangkat bahu.com/ Menyaksikan kejadian ini. tanpa terasa dia mulai berpikir bagaimana caranya barang-barang tersebut dipindah ke dalam sana dan siapa yang membuatnya? Rasa ingin tahu membuat dia terjerumus kedalam lamunan. ditengah ruangan terdapat selembar meja berkaki delapan yang terbuat dari batu dengan delapan buah kursi batu. pada hal mulut guanya saja mirip gua. tiang besar yang penuh ukiran dengan dinding yang gemerlapan tak kalah indahnya dengan ruang besar keluarga kaya. lain kali aku si pengemis tua tentu akan mengintai baik-baik" Selesai berkata dia lantas berjalan menuju kedalam gua. diatasnya berjajar tempayan yang berisi buah-buah segar. tak usah. besar lagi. Kedua sisi ruangan tengah adalah kamar tamu. Didalam sana penuh bergelantungan lukisan-lukisan orang kenamaan. teri aknya keras: . bagai kan pulang ke rumah sendiri saja dia langsung menuju ke kursi utama dan duduk disana. sedang dalamnya mana lebar. Sementara itu Siau yau kay Wi Kian sudah masuk kedalam ruangan. dengan gugup Gak Kun liong mencegah: "Tak usah. disebelah kiri adalah kamar tidur Suma Thian yu. Untuk sesaat Suma Thian yu dibuat tertegun oleh berbagai barang yang ada disana. ibu sedang menung gu kau di dalam. Siau yau kay wi Kian membuat muka setan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian katanya lagi sambil membalikkan badan: "Tak usah yaa tak usah. namanya saja sebuah gua. sedang Suma Thian yu dan Gak Kun liong mengikuti dibelakangnya. Sekarang Suma Thian yu baru berkesempatan untuk memperhatikan keadaan di dalam gua Hui liong tong. pokoknya lain kali mesti kau ingat baik-baik. sedangkan sebelah kanannya mungkin merupakan kamar tidur Gik Say hwe dengar putranya.

kau suruh dia nakal pun belum tentu ia bisa nakal. besar amat lagakmu. tampaknya setelah menerima hadiah. pasti akan kubuatkan sepoci air teh wangi untukmu" Mendengar perkataan itu. Berbicara sampai disitu. harap Wi tayhiap sudi memakluminya" "Mana. sambil disodorkan kehadapan Liong-ji. aku sengaja tak mau buatkan air teh untukmu. dia lantas mem buatkan air teh untuk tamunya. pintu kamar sebelah kiri terbuka dan muncullah seorang perempuan muda berparas cantik. keberhasilannya dikemudian hari tentu amat terbatas. hadiah dari aku si pengemis tua. Ditengah gelak tertawa itulah. Memandang bayangan punggung Liong-ji yang lenyap di balik gua sana. ayo buatkan air teh untukku!" Melihat hadiah tersebut. kalau seorang bocah tidak nakal. dia lantas merogoh ke dalam sakunya dan mengeluarkan sebuah bungkusan kecil. Gik Kun liong membelalakan mata lebar-lebar. Dengan wajah penuh senyuman. lalu ujarnya amat lembut: "Putraku memang nakal sekali. mau apa kau? Tunggulah saja sampai hadiahnya diberikan kepadaku.com/ "Hei bocah. Siau yau kay wi Kian tertawa terbahak-bahak. Hui liong Tongcu menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas panjang. katanya: . lama kemudian dia baru berseru: "Terima kasih!" Dia segera lari ke ruangan dalam.Tiraikasih Website http://kangzusi. kalau seorang sudah jadi goblok. cepat kau buatkan air teh. katanya: "Nih. sahutnya setengah meng ejek: "Aduh. mengapa kau masih belum juga masuk kedalam?" Gak Kun liong segera mencibirkan bibirnya membuat muka setan. Hui liong Tongcu Gak Say bwee berjalan ke depan Siau yau kay Wi Kian dan menjura dalam-dalam. mana. suaranya keras hingga menggetarkan seluruh ruangan tersebut.

masa depannya pasti cemer lang. berhati mulia. Agak tertegun Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu. dianggapnya dialah yang telah berkomplot dengan kawanan perampok berkerudung untuk membegal dan menyerbu Sin Hong pioukiok. Sejak datang sampai kini. ditambah lagi sudah terbiasa kumanja. kepada Wi Kian segera ujarnya: "Sauhiap ini adalah. Hui liong Tongcu Say bwee baru merasa sedikir agak tenang. hal ini membuat anak muda itu seperti tersingkirkan dan berdiri disamping dengan kepala tertunduk dan wajah tersipu-sipu..com/ "Semenjak kecil bocah ini kehilangan orang tuanya. Dalam sekias pandangan saja.haaah. dia segera melompat bangun. maka aku si pengemis tua baru dapat ber sabar hingga kini. Hui liong tongcu Gak Say bwee dapat melihat akan hal itu... "Haaah. akhirnya jadilah watak tidak takut langit tidak takut bumi. coba kalau tidak..haaah. kemudian kepada Suma Thian yu serunya. buat apa kau meski menguatirkan keselamatan jiwanya?" Mendengar perkataan itu.. sekali hajar kubinasakan di rimu semenjak tadi" teriak Siau yau kay Wi Kian dengan ludah yang muncrat kesana-kemari. aku sungguh menguatirkan dia!" Siau yau kay Wi Kian terbahak-bahak." "Aku tahu" tukas Siau yau kay Wi Kian dengan dingin. "mengapa kau berkomplot dengan orang membegal barang kawalan Sin Hong piauklok?" Rupanya Siau yau kay Wi Kian bersikap dingin terhadap Suma Thian yu karena dia salah paham terhadap anak muda itu. kemudian dengan gagahnya dia membantah: "Locianpwe. bocah ini berbakat baik. Siau yau kay sama sekali tidak mengajak Suma Thian yu bicara barang sepatah katapun.Tiraikasih Website http://kangzusi. .. kau anggap Thian yu adalah seorang manusia rendah yang terkutuk dan tak tahu malu?" "Justru karena kau tidak mirip...

Begitu melihat siapa yang datang. Bagaimanakah ke adaan yang sebenarnya tak lama kemudian ba kal terbongkar. Pada saat itulah Gak Kun liong telah cul sambil menghidangkan air teh. tidak berbi cara tidak tertawa. dimulut gua sudah berdiri dua orang kakek. semua orang segera berpaling ke arah mulut gua. pelan-pelan bawa amarahnya mengendor. . dalam kemurculan mereka kali ini. ternyata yang datang adalah Wu sao siang gi siu (sepasang kakek bodoh dari bukit Wu san) seperti juga tempo hari. Terdengar Siau yau-kay Wi Kian berkata: "perjalanan yang jauh akan memperlihatkan kekuatan kuda. kemudi an bercerita pula bagaimana dia berkunjung kerumah Sin kun lun Siau Wi goan hingga akhirnya lari kesana. locianpwe!" Benar juga.com/ Secara ringkas Suma Thian yu menceritakan keadaan yang dialaminya ketika itu. harap sudi dimaafkan" Mendengar ucapan mana. raut wajah ke dua orang itu tetap dingin kaku. sampai waktunya akan diketahui siapa benar siapa salah" Baru saja Siau yau kay Wi Kian menyelesaikan perkataannya. bila tidak disambut dari kejauhan. entah sedari kapan. Dengan tenang Siau yau kay mendengarkan penuturan tersebut hingga selesai. Hui liong Tongcu Gak Say bwe tanpa ber paling tertawa tergelak. lalu tegurnya: "Aaaah rupanya dua orang empek bodoh telah berkunjung kemari.Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak berkumandang suara tertawa dingin. suara itu meski rendah dan lemah akan tetapi setiap orang yang bera da dalam gua itu bisa mendengar dengan jelas sekali. persoalan yang lama memperlihatkan watak manusia. keadaan mereka ibaratnya dua sosok manusia yang terbuat dari kayu. Suma Thian yu segera bersorak kegirangan: "Aaah.

siapa yang sudi melakukan perjalanan bersama mereka berdua? Hmm. tak tahu malu!" Kemudian setelah tertawa terkekeh-kekeh.haah.. kita kan melakukan perjalanan bersama. maka ujarnya lagi sambil tersenyum.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau yau kay Wi Kian turut mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak. hingga jari tangan Tay gisu menuding ke arah Siau yau kay. aku si pengemis tua sama saja bisa menyelidiki persoalan ini sampai tuntas" Tay gi siu Khong Sian tertawa terbahak: "Haahh. "Ooh. biniku.. baru sapanya sambil ter tawa: "Angin apakah yang membawa kalian berdua kemari?" "Angin pengemis!" jawab Tay gi siu Khong Sian sambil menuding Siau yau kay. selamanya aku si pengemis tua melakukan perjalanan seorang diri.. itu namanya tak usah di suruh mengaku sendiri.haah. sekalipun tanpa kalian berdua.?" Merasa dirinya salah berbicara hingga ra¬hasianya terbongkar.. setelah memperasilahkan ke dua orang tamunya duduk. rupanya kau sejalan. ia baru memahami apa yang dimaksudkan. sedang kalian berjalan meng ikuti dibelakang pantat aku si pengemis tua.com/ Hui liong Tongcu Gak Say bwee sebagai tuan rumah segera bangkit dan menyambut kedatangan mereka. Belum pernah ia mendengar tentang angin pengemis.... ujarnya lagi kepada Tay gi siu Khong sian: "Bagaimana? Apakah urusan itu sudah diselesaikan?" "Urusan apa?" Tay gi su berlagak bodoh.. . tak tahu malu" sela Siau yau kay Wi Kiam cepat. "Angin pengemis?" Hui liong Tongcu tertegun sesudah mendengar perkataan itu. "Tentu saja urusan Sin liong piau kiok" "Kapan sih kau serahkan urusan itu kepadaku?" "Hmmm.. memangnya itu berarti melakukan perjalanan bersama? Hmm. mengapa Oi tay hiap sudah masuk begini lama namun ia tak pernah menyinggung tentang kalian berdua?" "Huu.

saudara Kiong. niscaya hati mereka akan berdebar karena kuatir. katanya sambil menjura dalam dalam-dalam: "Boanpwe ucapkan banyak-banyak terima kasih atas kesudian cianpwe membersihkan namaku" Siapa tahu Tay gi siu Kiong Sian yang memandangi Suma Thian yu segera melototkan matanya lebar-lebar. bila berjumpa selalu di sertai dengan suara ribut atau cekcok. mendengar ucapan mereka yang bernada panas serta saling menyindir itu. sebenarnya bajingan keparat manakah yang melakukan perbuatan ini?" Tay gi siu Khong Sian kembali mengelengkan kepalanya berulang kali. peristiwa diperusahaan Sin liong piau kiok bukan dia yang melakukan. seketika itu juga membuat Suma Thian yu menjadi amat terperanjat. "Tahuku. Siau yau Kay Wi Kian segera manggut-manggut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau yau kay Wi Kian berseru lagi: "Aku. kemudian dengan nada gusar tegurnya . . "Aku percaya bukan dia yang melakukan.com/ Manusia-manusia berilmu tinggi ini memang kebanyakan berwatak aneh. gelombang lain telah muncul kembali. masih punya muka untuk berjumpa denganku?" Ucapan tersebut ibaratnya guntur yang mem belah bumi disiang bati bolong. Dengan wajah bersungguh-sungguh Tay gi si Khong Sian berkata: "Semua perkataan dari bocah ini adalah benar dan nyata. Dia tak menyangka kalau satu gelombang belum mereda. sipengemis tua akan menyelidiki peristiwa ini sampai tuntas!" Ketika kedua orang itu selesai berbicara Suma Thian yu segera manfaatkan kesempatan itu untuk bangkit berdiri. "Kau bocah keparat yang tak becus. andaikata orang lain tidak memahami watak mereka yang sebenarnya. mereka adalah perampok berkerudung!" Sambil mengepali sepasang tinjunya dan menggebrak meja.

"Telur busuk.Tiraikasih Website http://kangzusi.. matanya berkunang-kunang dan wajahnya merah separuh. tangannya segera diayunkan kedepan dan. tanggung seperangkat tulang badanku bakal rontok semua. benda itulah baru benda yang asli!" teriak Tay gi siu Khong sian dengan mata mendelik.. buat apa sih kau mesti berbuat macam monyet kena terasi saja." Dengan gemas dan mendongkol Tay gi siu Khong Sian membanting Suma Thian yu keras-keras ketanah. manusia goblok semacam kau tak bisa diampuni dengan begitu saja.. segera pikirnya: "Habis sudah riwayatku kali ini. apa sih pentingnya sebuah kitab pusaka palsu" Suma Thian yu segera membantah..com/ Baru saja kecurigaan Siau yau kay terhadap Suma Thian yu dibikin terang.. sekarang Tay gi siu Khong Sian telah mendamprat anak muda itu lagi dengan marah." Selesai berkata. . buru-buru cegahnya: "Tay gi pak.. kalau ada urusan mari kita bicarakan secara pelan-pelan. Tay gi siu Khong Sian makin naik darah."Plok!" sebuah tamparan yang amat keras bersarang diatas pipi Suma thian yu. sambil mencengkeram baju pemuda itu. bentaknya lagi. lalu serunya dengan keras: "Tahukah kau betapa pentingnya benda itu?" "Aaah. "Ke mana perginya kitab Cinkeng tersebut?" Mendengar soal Kitab pusaka tanpa tulisan paras muka Suma Thian-yu berubah hebat. Melihat Suma Thian yu membungkam. lepaskan dia. cucu kura-kura. ia tidak mengerti perbuatan salah apakah yang telah dilakukan olehnya... membuat kepalanya pusing tujuh keliling. Siau yau kay Wi Kian yang menyaksikan kejadian ini merasa tak tega. Tampak Suma Thian yu berdiri termangu-mangu sambil memandang Tay gi siu dengan tercengang." Dengan gugup dia menyahut: "Telah kuhadiakan kepada Sam yap koay mo!" "Apa? Telah kau serahkan kepada iblis buas itu? Kau anak tolol.

sucou datang!" Buru-buru dia mengikuti dibelakang ibunya memburu keluar dari gua tersebut. Mendadak dan luar gua berkumandang suara gelak tertawa yang amat nyaring. Sambil berkata. benda itu barang palsu" Beberapa orang tokoh persilatan yang hadir dalam gua sama-sama tertegun setelah mendengar perkataan itu. kami tidak menyambut dari terapat jauh harap sudi dimaafkan" buru-buru serunya dengan wajah serius.com/ "Haaah!" Suma Thian yu menjerit kaget. disusuli seseorang berseru dengan suaranya yang tua tapi amat nyaring: "Tak usah kuatir bocah. kami tak tahu kalau locianpwe akan nadir.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Aaah. kembali Tay gi siu Khong sian berkata: "Coba kau menuruti perkataanku dari merobek nya. . Ketika para jago melihat Gak Kun liong ikut keluar. semua orang hanya merasakan pandangan manyanya menjadi silau tahu-tahu seorang kakek berkepala botak tapi berjenggot warna perak telah muncul dalam gua. mana mungkin terjadi peristiwa seper ti hari itu? Aku minta kau menggantinya. kini menunjukkan pula sikap yang hormat dan serius setelah Berjumpa dengan tokoh tua tersebut. Sambil menggelengkan kepalanya berulang kali. kembali Tan gi siu Khong Sian mengayunkan tangannya siap menampar wajan Suma Thian yu lagi. mukanya berubah menjadi hijau membesi untuk sesaat lamanya dia tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. Siau yau kay Wi kian yang selamanya acuh tak acuh dan berbuat semuanya sendiri. Gak Kun liong Juga turut bersorak dengan gembira: "Hore. sedangkan Hui im tongcu Gak say bwe segera melayang keluar lebih dahulu dari dalam gua. mereka baru berpaling kemulut gua. Tampak bayangan manusia berkelebatan lewat.

semuanya tak usah banyak adat" Sejak kemunculan pendeta tua berjenggot perak itu. nah coba lihat. benarkah hal ini?" Pendeta tua itu tersenyum.haah. sucou jahat. ujarnya sambil tertawa ramah: "Lain kali aku pasti akan memberitahukan kepadamu lebih dulu. tadi kau mengatakan bahwa kitab cinkeng itu palsu. sehingga Gak Kun liong menjadi tersipu-sipu dan tak berani men dongakkan kepalanya lagi: Sementara itu. kemudian ujarnya: "Silahkan duduk.com/ Pendeta tua berjenggot perak itu manggut-manggut kepada setiap orang yang berada dalam gua sambil tertawa. mengapa tidak kau kabarkan terlebih dulu kepada Liong Ji.haah. Ji gi siu Khong Bong telah bertanya kepada pendeta tua itu dengan hormat: "Locianpwe. . kau hanya ingin cepat-cepat menerima hadiah dari sucou!" Merah padam selembar wajah Gak Kun liong sesudah mendengar perkataan itu. aku toh tidak minta hadiah kepadamu. belum disuruh kau toh sudah mengaku sendiri" Kontan seluruh ruangan diramaikan oleh gelak tertawa yang ramai. sekalipun ingin minta.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Pendeta tua berjenggot perak itu membelai rambut Gak Kun liong dengan penuh kasih sayang.. tapi aku lihat kau bukan buru-buru ingin berjumpa dengan sucou. terdengar ia berseru! "Sucou. "Haah. gara-gara ini aku sampai gelisah selama beberapa hari.. terpaksa hanya minta kepada sucou untuk mengajarkan kepandaian kepadaku?" Pendeta tua itu tertawa terbahak-bahak. sambil menyembunyikan wajahnya dalam pelukan pendeta tua itu. Gak Kun liong tak pernah melepas kan genggaman tangannya. jika kau orang tua ingin datang.. katanya manja: "Sucou hanya beraninya menganiaya anak kecil. meski orangnya kecil bocah ini memang berotak setan...

dalam sekali artinya. Dalam pada itu. seandainya kitab pusaka itu asli. Suma Thian yu merasakan hatinya bertambah berat setelah mendengar ucapan pendeta tua itu. Cong liong Losiansu telah mengalihkan sorot matanya ke wajah Suma Thian yu. baik jago dari golongan hitam maupun dari golongan putih semuanya menaruh hormat kepadanya. tapi bila rahasia mana bisa dipahami. yang asli menjadi palsu. hal ini berarti dia harus memikul tanggung jawab yang berat. berarti yang asli ada didunia ini. saat itulah asli paltu nya baru diketahui" Semua orang dibuat kebingungan setengah mati oleh perkataan itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. suatu kesalahan bertindak bisa berakibat dia menyesal sepanjang masa. sampai akhirnya tergantung pada siapa yang berjodoh dengan kitab pusaka itu. Beberapa orang jago lihay yang hadir di arena pun diamdiam sedang mencelah ucapan dari pendeta tua itu. Sebagaimana diketahui. dibilang asli dia asli. tapi mereka mengerti kalau dibalik ucapan mana sesungguhnya tersimpan suatu rahasia yang amat sulit. padahal dia sendiri yang menyerahkan kepada manusia iblis berkepala ular Sim Moay hing. nona Cong liong ceng sama halnya dengan nama Kwan-im. dia pernah berjanji kepada sepasang kakek bodoh dari Wu san untuk menemukan kembali kitab pusaka itu dan melindunginya hingga tidak sampai terjatuh ke tangan musuh.com/ "Sesungguhnya yang dimaksudkan sebagai Kitab pusaka tanpa kata adalah sejilid kitab yang palsu tapi nyata. pendeta berjenggot perak ini merupakan seorang tokoh silat yang berkedudukan sungguh amat tinggi didalam dunia persilatan. dibilang palsu dia palsu. kitab pusaka yang palsu dan nyata selalu menggunakan yang palsu men jadi benar. Pusat bagi rakyat awam. mendadak ia menemukan setitik noda darah yang melekat dipakaian bagian dada anak muda tersebut. bagi orang persilatan. Sebaliknya bila cinkeng itu palsu. ketika noda darah itu terkena . maka dosanya ini sulit untuk ditebus lagi.

" Ketika semua orang mengalihkan perhatian-nya kedepan. dia segera beranjak lebih dulu meninggalkan gua. kemudian serunya: "Hei bocah. Cong liong Losiansu segera berseru tertahan.. Sambil berkata Gak Kun liong lantas mengi sahkan kembali peristiwa pertarungan dengan ular beracun tadi. kembali dia berseru cemas: "Cepat. buru-buru mereka turut menyusul dari belakang.com/ pantulan sinar matahari. kita ambil mutiara dikepala ular itu" Sambil berkata. Siapa tahu paras muka Cong liong lo siansu berubah menjadi amat serius setelah mendengar perkataan itu. Tiba diluar gua... Paras muka Cong liong Lo siansu berubah aneh sekali. . terdengar Hui im tongcu Gak say bwe berkata sambil tertawa: "Waah. darimana datangnya noda darah diatas dadamu?" Suma Thian yu tertegun setelah mendengar pertanyaan itu. Para jago lainnya baru sadar setelah mendengar perkataan dari pendeta tua itu. "Socou.. kita tak bisa menyebrang kesana. benar juga. tangan yang satu menyambar Suma thian yu. Selesai berkata sapasang matanya segera di alihkan kewajah sucounya seperti menunggu be berapa patah kata pujian darinya. ternyata membiaskan setitik cahaya tajam yang menyilaukan mata. Gak kun liong yang berada disisinya telah menjawab lebih dulu. segera tegurnya: "Apakah kepala ular itu. sebelum sempat menjawab... segera tegurnya: "Apakah kepala ular itu sudah dipukul sampai hancur?" "Belum" Gak Kun long segera menggeleng.Tiraikasih Website http://kangzusi. itulah kenangan yang diperoleh sewaktu membunuh ular beracun . tangan yang lain mengepit Gak Kun liong.

apa yrng bisa kita lakukan? Mari kita kembali saja" Suma Thian yu segera maju sambil berseru. Sebelum dia mengucap sesuatu. ketiga orang penumpangnya sudah berlompatan sendiri keatas tanah. takdir. dia segera berteriak: "Sucoa mutiara ularnya sudah dilarikan orang!" Ketika Cong liong Losiansu dan Suma Thian yu memburu pula kesitu." Ing ji yang membawa mereka menyeberangi jurang agaknya mengerti perkataan manusia. kalau takdir berkata demikian. dia yang pertama-tama memburu kesisi bangkai ular beracun itu. bagaimana kalau kami kejar penjahat itu?" "Tak usah dikejar lagi. Cong liong lo siansu telah berseru dengan cemas: "Aduh celaka. mereka saksikan mutiara dalam kepala ular beracun itu sudah lenyap tak berbekas. penjahat itu sangat lihay tak mungkin ia bisa terkejar. Sudah. ketika di lihatnya kepala sang ular sudah hancur berantakan. Cong liong lo siancu yang baru saja menyeberangi jurang.com/ tampak pendeta tua itu telah menyeberang ke lembah seberang dengan menumpang burung hong. Gak Kun liong yang paling gelisah. bagaimanapun juga lolap sudah tahu siapa yang mencuri mutiara ular itu. ujarnya kemudian sambil menggeleng.dari tempat kejauhan secara lamatlamat Suma Thian yu telah menyaksikan ada beberapa sosok bayangan manusia berada diatas puncak seberang. betul juga.Tiraikasih Website http://kangzusi. sudahlah. aaai. sayang kalau sampai mustika berharga itu terjatuh ketangan orang jahat. Sementara itu. mendadak ia menukik kebawah dan menyambar keatas puncak bukit dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat. masa kita takut ia bisa kabur ke langit?" . aaai. "Locianpwe. takdir. ternyata benar-benar sudah dicuri orang. kawanan penjahat telah mendahului kita. Sebelum Ing ji berhenti. Pendeta tua itu menghela napas panjang.

oleh sebab itu dia menjadi satu-satunya orang yang bisa menandingu Hui cha Can cu.com/ "Siapa? Suocu siapa yang telah melarikan mutiara ular itu? Gak Kun liong rmendesak dengan perasaan mendongkol. barang siapa yang bertarung melawannya terkena sapuan ancin pukulannya. sebab ular itu pasti memiliki mutiara penolak racun yang berkhasiat bagi tubuhnya. tapi kalau dibanding kan dengan ilmu pukulan Luan si im hong ciang (pukulan angin dingin bangkai busuk) dari Hoat si si (Mayat hidup) Ciu Jit hui. keampuhannya ilmu pukulan ini boleh di bilang merupakan salah satu kepandaian ampuh dikalangan hitam. ketika dilihatnya pendeta itu berhenti sejenak. dengan cepat dia menyambung: "Kenapa? Cepat beri penjelasan” Cong liong lo siansu sengaja mendehem untuk membasahi kerongkongannya dengan air ludah kemudian pelan-pelan melanjutkan: Ilmu pukulan angin dingin bangkai busuk amat beracun sekali. sudah pasti dia adalah Hui cua Cung cu Kiong Lai. kepandaian andalannya adalah Pek lek si hun ciang (Pukulan geledek pembetot sukma). bahkan hanya menyerempet dikulit badan pun akan berakibat suatu pembengkakan seperti tersengat api sebelum akhirnya membusuk pula. berarti dia dapat bertarung lagi dengan si Mayat hidup Ciu jit hwe . ilmu silatnya sangat lihay. asal mutiara penawar racun itu telah berhasil di dapatkan. maka seluruh badannya akan membusuk. Setelah berhenti sebentar.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Bila ditinjau dari bentuk badan bayangan hitam yang sedang melarikan diri tadi. Maka Manusia iblis penghisap darah Pi-Ciang hay pun menitahkan anak muridnya untuk mencari ular beracun yang telah berusia seribu tahun. pendeta tua itu melanjutkan: "Sampah masyarakat itu merupakan satu-satunya murid dari Sin hiat jin mo (Manusia iblis menghisap darah). akan terlihat mana yang lebih jelek dan mana yang lebih unggul" Gak Kun liong dan Suma Thian yu menja di tertarik sekali setelah mendengar cerita itu.

. haaah.?" "Benar" Suma Thian yu manggut-manggut sambil mengiakan..Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ tanpa kuatir keracunan lagi" Berbicara sampai disitu. dia bukan takut kepadamu..haaah. dia segera melompat bangun. engkoh Thian yu.. coba lihat ibumu telah datang. maka dia baru mengalah tiga bagian kepadamu. Cong liong lo siansu segera berseru: "Long ji. lalu sambil menarik tangan Suma Thian yu siap melakukan pengejaran. lanjutnya dengan tertawa ramah: "Siapa tahu Hui cha cun cu Kiong Lui yang menjadi nelayan yang beruntung. Cong liong lo siansu tertawa panjang. melainkan jeri terhadap kepandaian silat ibumu. dia pasti mempunyai cara yang baik untuk mengatasi persoalan ini. mari kita pergi mencarinya untuk membuat perhitungan!" "Kau yakin dapat menangkan dia?" tanya Cong liong lo siancu dengan perasaan tak puas. ini yang dinamakan si rase takut dengan keganasan harimau. bukankah hal inipun merupakan suatu takdir?" "Tidak bisa!" teriak Gak Kun liong dengan perasaan tidak puas.. kontan saja membuat Gak kun liong yang pada dasarnya bersifat ingin menang merasa terbakar hatinya.. buat apa dia menjadi seorang jago kelas wahid dalam kalangan rimba hijau?" Taktik memanasi hati orang yang digunakan Cong liong lo siansu ini ibaratnya api yang bertemu minyak." . engkoh Thian yu. "aku pasti akan mencari nya sampai ketemu.. dia berhenti sejenak. "Haaahh. buat apa mesti tergesa-gesa macam orang takut tak kebagian makanan. bukankah tempo hari dia hanya bisa membiarkan aku membawamu pergi dari sini. "Tentu saja dapat menangkan dia dengan pasti. Mendadak terdengar suara pekikan burung hong bergema memecahkan keheningan. seandainya kau benarbenar bisa mengalahkan dia..

dari tengah udara telah kedengaran suara hembusan angin tajam.com/ Baru selesai dia berkata.. Secara ringkas Cong liong lo siansu menceritakan apa yang telah terjadi. kembali dia menambahkan: .Tiraikasih Website http://kangzusi.. Menyaksikan kemanjaan putranya. di kemudian hari entah siapa yang bisa mengurusi nya?" Cong liong lo siansu hanya tersenyum belaka tanpa menjawab. sementara Gak Kun liong juga telah melepaskan diri dari pelukan ibunya dan berlari menghampiri sipengemis sambil mere ngek agar cepat membawa mereka pergi. Begitu bertemu dengan ibunya. Berapa saat kemudian dia baru berpaling kearah Suma Thian yu seraya berkata: "Anak Yu. kaupun boleh ikut. ka tanya: "Aaai. maka dia bertanya dengan perasaan tercengang. kemiiian tampak Ing-ji dengan membawa Hui im tongcu dan Siau yau kay Wi Kian telah melayang turun ke atas tanah. bagaimana kalau aku sipergemis tua yang menemanimu membuat keramaian?" Suma Thian yu merasa girang sekali setelah mendengar Siau yau kay menyanggupi untuk menemaninya.. Gak kun liong segera menubruk kedalam pangkuannya sambil berseru manja: "Ibu.... kalau bocah sudah terbiasa dimanja. tanpa terasa Hui im Tongcu menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas. perduli berhasil atau tidak. kau harus kembali kesini!" Kemudian setelah berhenti sejenak.hiihh. Siau yau kay Wi Kian yang berada disisinya dengan capat berseru penuh semangat: "Hiiih.hiiih.biasanya kasus semacam ini paling cocok dengan seleraku. kau harus mencarikan akal bagiku" "Ada urusan apa Liong-ji?" Hui im Tongcu tidak mengerti akan peristiwa yang barusan terjadi.

mereka bertiga lantas memencarkan diri. ada tugas yang jauh lebih penting lagi hendak kuserahkan ke padamu" "Baik!" Suma Thian yu mengiakan.Tiraikasih Website http://kangzusi.. sepanjang jalan dengan tiada jemu-jemunya Siau yau kay wi kian menanyai Suma Thian yu terus-menerus tentang masalah perusahaan Sin liong piaukiok dan perselisihan-nya dengan congpiautau mereka Mo im si liong Wan Kiam ciau. Siau yau kay Wi Kian lantas memanggil kedua orang pemuda itu dan membisik kan sesuatu kepada mereka. begitu berada dalam hutan. Ditengah kegelapan malam. Siau yau kay wi kian langsung membawa kedua orang pemuda itu menuju ke bukit Han san.. rupanya mereka mempunyai hubungan yang begitu akrab!" Tatkala matahari sudah mulai tenggelam. dan akhirnya diapun dengan perasaan jemu ia balik bertanya: Locianpwe. Ooh. masing-masing harus berjaga pada posnya masing-masing. mereka bertiga segera sama-sama menyusup masuk kedalam hutan. tampak . "tak heran kalau dia mendamprat ku habis-habisan begitu bersua muka denganku tadi. bagaikan memasuki daerah tak bertuan. Kemudian bersama Siau yau kay dan Gak Kun liong berangkat meninggalkan bukit tersebut. Dan setelah keluar dari hutan. tak boleh kemaruk akan pahala sehingga menggagalkan rencana kita ini" Seusai berkata. kemudian baru meneruskan perjalanan menembusi hutan. sampailah ketiga orang itu didepan hutan yang amat lebat. Untuk kesekian kalinya Suma thian yu mengulangi kembali kisah kejadian tersebut.com/ "Setelah kau kemari nanti. Siau yau kay telah berseru: "Sudah beres! Kita boleh melaksanakan tugas seperti apa yang direncanakan Lo siang." dalam hatinya Suma Thian yu lantas berpikir... sebenarnya apa hubungan mu dengan Wan congpiautau?" "Aku si pengemis tua adalah susioknya" kini Siau yau kay baru mengutarakan indentitas yang sebenarnya.

dua macam senjata rahasia itu sudah muncul di depan mata. sambil berdiri ditengah lapangan tersebut. "Hari ini ada arak hari ini mabuk." Belum habis dia bergumam. Bila masuk istana iblis dianggap istana malaikat. tampak dua sosok bayangan manusia bagaikan sambaran petir cepatnya telah mela yang turun didepan mata.com/ tiga sosok bayangan manusia terbagi menjadi tengah kiri dan kanan bersama-sama menerjang masuk kedalam hutan.Tiraikasih Website http://kangzusi. angkat cawan minum bersama bidadari. "Pengemis busuk yang tak punya mata. Siau yau kay segera berteriak kesakitan: "Aduuh mak. tidak dilihat dulu tempat apakah ini. Menyaksikan kejadian tersebut. diam-diam Siau yau kay merasa amat girang. tapi pada saat yang bersamaan pula Siau yau kay telah rubuh terjungkal ke atas tanah. hmm. punah tak berbekas. Tiba-tiba bergema suara gelak tertawa yang amat nyaring berkumandang memecahkan ke heningan. memangnya dianggap setiap orang boleh memasuki tempat ini sekehendak hati sendiri?" . Siau yau kau Wi Kian tidak maju lagi. lalu nampak dua titik cahaya tajam yang disertai dengan suara-suara desingan angin tajam langsung menyambar ke tubuh Siau yau kay wi kiam. Tiba ditepi tanah lapang ditengah hutan. masuk jebakan kalian!" Baru saja ingatan tersebut lewat.. Terdengar salah seorang diantaranya segera mencaci maki kalang kabut. habis sudah riwayat aku si pengemis tua!" Entah gerakan apa yang dipergunakan. terdengar dua kali bentakan nyaring bergema memecahkan keheningan. besok ada kesulitan besok baru murung. dia lantas berteriak teriak macam orang gila. tahu-tahu senjata rahasia yang meluncur datang itu lenyap bagaikan batu yang tenggelam di tengah samudra.. pikirnya: "Anjung keparat.

serunya sambil tertawa terbahak-bahak: "Haah. Tak heran kalau mereka tak berani melakukan pengejaran meski menyaksikan Siau yau kay melarikan diri.. Bersamaan waktunya.. Tampaknya Siau yau kay akan segera keluar dari hutan itu. Di dalam kegelapan tadi.com/ Sambil berkata dia lantas membungkukkan badan sambil memeriksa apakah Siau yau kay Wi Kian sudah mati atau belum.. Siapa tahu. rupanya kalian berdua dari Tiang pek san.. waduh. kemudian sambil menjerit kaget dia berteriak: "Aduuh mak.. kelewat besar keonaran yang ku buat kali ini. Siau yau kay Wi kian juga melompat bangun.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Orang itu segera mendengus tertahan dan roboh terkapar ke atas tanah. seperti mayat yang bangkit kembali. kalian memang pantas mampus!" Selesai berkata... baru saja dia membungkukkan badannya. mendadak terdengar pengemis itu tertawa dingin. berapa butir batok kepala aku si pengemis tua bisa ludas terpenggal nanti" Selesai berkata buru-buru dia melarikan diri ke luar hutan.haah.. mendadak dari dalam hu tan bergema suara bentakan rendah: "Lihat serangan!" . tapi kini setelah mengetahui kalau pengemis tua yang mereka sergap tak lain adalah Siau yau kay yang disegani setiap orang. Rupanya orang yang melepaskan senjata rahasia tadi adalah Kiu tau siu (bintang berkepala semblan) Li Gi serta Liat hwee siu (bintang berapi) Li Hiong dua orang. tahu-tahu Wi kian mengebaskan ujung bahunya ke depan. Kiu tau siu Li Gi tidak dapat melihat jelas pendatang tersebut. kontan sa ja mereka menghembuskan napas dingin.. yang tergeletak diatas tanah sekarang adalah Liat hwee siu Li Hiong.. berani melukai orang segera sembunyi.haah. dia mengawasi wajah ke dua orang itu dengan lebih seksama.

dia memancing kehadiran Hui cha Cun cu. pemuda bermuka manusia berhati binatang ini sesungguhnya hendak menghantar Suma Thian yu serta dua bersauda ra Thia kedalam hutan dan meminjam kekuatan Hui cha Cun cu hendak membasmi mereka bertiga..Tiraikasih Website http://kangzusi. untung tidak sampai mampus!" Mendadak dari balik hutan melayang keluar sesosok bayangan manusia. maka begitu sampai dalam hutan dia lantas melaporkan namanya dan memberi kabar kepada Hui cha Cun cu akan kehadiran-nya. sedang dia sendiri berlagak seakan-akan jalan darahnya tertotok dan roboh tak sadarkan diri ditanah. sayang perhitungan manusia takkan menangkan takdir.com/ Beberapa titik cahaya tajam yang disertai desingan angin tajam segera meluncur kedepan dan menyergap tubuh Siau yau kay. orang muda sudah belajar berbuat kalau sudah dewasa nanti mau jadi apa kau?" Siau yau kay berpura-pura mendamprat: Pemuda ganteng itu sesungguhnya tak lain adalah Cun gan siucay (sastrawan berparas tampan) Si Kok seng. Dengan tindakan mana. Wi Kian memang sangat lihay. selain bisa menghin darkan diri dari tugas. diapun dapat mencuci bersih kejahatannya.. kalau dilihat tampangmu yang begitu tampan. ternyata dia adalah orang pemuda yang berwajah amat tampan. menyaksikan datangnya sergapan senjata rahasia. dia membuang tubuhnya kebelakang dengan gerakan jembatan gantung.. lalu menghimpun tenaga dalamnya kedalam dan melayang mundur dari situ dengan gerakan datar. sungguh tak kusangka kalau hatimu kejam. lalu setelah berhasil berdiri tegak segera ejeknya: "Waaah. meminjam cahaya bintang Siau yau kay segera mengamati wajah orang itu lebih seksama. Kemudian sambil berlagak menghancurkan tugu dan mencaci maki. "Bocah. akhirnya Suma Thian yu berhasil ditolong oleh Gak Kun liong sedang dua bersaudara Thia pun berhasil lolos pula dengan selamat. . tanpa gugup barang sedikitpun jua.

Cun gan siuacay Si kek seng yang menyaksikan pengemis tua itu sanggup memunahkan sergapan-nya secara mudah.com/ dengan demikian rencana busuknya mengalami kegagalan total. diatas manusia masih ada manusia pandai lain-nya" Sedemikian jumawa dan takaburnya perkataan itu. Tapi rasa jerinya itu hanya disembunyikan dalam hati. nampaknya kau sudah bosan hidup sehingga sengaja datang kemari untuk menghantar nyawa mu" Baru selesai pemuda iblis itu berkata. Kiu tausiu Li Gi yang kuatir rekannya kelewat memandang enteng lawan segera memberi peringatan: "Si hiante. diamdiam ia menarik napas dingin. kemudian sambil berdiri empat langkah dihadapan Siau yau kay Wi Kian.sungkan meloloskan pedangnya. sungguh beruntung sauya bisa bersua denganmu hari ini. kau tak boleh bersikap kelewat gegabah!" Sekarang Cun gan siaucay Si Kok seng baru terkesiap. serunya dengan suara lantang: "Pengemis busuk. membuat Kiu tau siu Li Gi yang berdiri tenang disisinya turut bergidik hingga bulu kuduknya pada bangun berdiri. Maka diapun tanpa sungkan. jalan ke sorga tidak kau tempuh. rupanya hanya pengemis busuk yang dibenci oleh setiap orang. dia tidak mengira kalau pengemis tua yang sama sekali tidak punya keistimewaan apa-apa ini sesungguhnya adalah Siau yau kay Kian yang disegani dan ditakuti setiap orang. jalan ke neraka justru kau terjang. agar kau tahu bahwa diluar langit masih ada langit. mumpung ada kesempatan aku hendak memberi pelajaran kepadamu. . sedang diluaran ia lantas berseru sambil tertawa dingin: "Aku mengira siapa yang begitu bernyali berani membuat keonaran disini. peluh dingin segera jatuh bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Dalam pada itu. dengan cepat ia menjadi sadar bahwa pengemis tua ini mustahil datang tanpa membawa suatu maksud tertentu. dia adalah Siau yau kay yang bernama besar.Tiraikasih Website http://kangzusi.

telapak tangannya segera diayunkan kedepan dengan jurus Liong su yu hay (naga berpesiar ke empat samudera).. Maka diapun mengembangkan ilmu langkah Ciok tiong luan pon hoat untuk berputar-putar mengitari mereka berdua. lebih baik kalian berdua maju bersama saja.com/ Siau yau kay Wi Kian menengadah dan tertawa tergelakgelak. dia memutar gerakannya dan merubah pukulan menjadi serangan jari.. bagus. jadi sama sekali tiada maksud membunuh mereka. Dalam waktu singkat seluruh arena sudah dipenuhi dengan bayangan manusia yang sebentar bergerak kekanan.haah.. hari ini aku si pengemis tua memang ingin membuka mataku.. "Haah.. Terdengar dua kali bentakan gusar bergema memecahkan keheningan. mari. dengan tangan kosong akan kulayani kalian berdua sebanyak tiga ratus gebrakan. tapi sewaktu sampai ditengah jalan. Dalam satu jurus mempunyai dua kegunaan yang berbeda.. kontan saja mendesak Si Kok seng dan Li Gi harus turun tangan memberikan perlawanan. Semhari berkata. bagus sekali. Si kok seng telah mengayunkan pedangnya dengan jurus Lan kang to cay (Membendung sungai mengeringkan samudra). dia menyerang dari sisi sebelah kanan.haah. kali ini dia mengancam jalan darah Tiong teng hiat di depan dada Kiu tau siu Li Gi. hal mana membuat dua orang bajingan itu berkaok-kaok kegusaran. coba kalau tujuannya bukan untuk memancing kemunculan Hui cha Cun .Tiraikasih Website http://kangzusi. sasa rannya adalah Can gan siucau Si Kong seng. sebentar kekiri. Siau yau kay mulai merasa kuatir. mari. Tujuan Siau yau kay yang sebetulnya tak lain hanya ingin membelenggu kedua orang itu. se bentar keatas dan sebentar lagi kebawah. Sambil bertarung mempermainkan ke dua orang itu. sementara Kiu tau siu Li Gi mengangkat goloknya membacok dari sebelah kiri. apa sebabnya hingga kini Hui cha Cun cu belum juga menampakkan diri.

Tampak ia meludah. Tanpa menjumpai hadangan apapun Gak Kun liong telah berhasil menyusup masuk ke dalam hutan.Tiraikasih Website http://kangzusi. pikirnya: "Heran. mendadak dari sisi jalan ia saksikan sesosok bayangan manusia menampakkan diri dan menghadang jalan perginya. Gak Kun Hong mundur satu langkah kebelakang. Dalam pada itu. sebab tempat tinggal Hui cha Cun cu terletak dibelakang hutan tersebut. Gak Kun liong dan Suma Thian yu berdua. tapi ia jadi tertegun setelah mengetahui siapa gerangan orang itu. mendadak dari jalan berkumandang suara tertawa dingin yang amat mengerikan. mengapa setan tua ini belum lari kesana?" Dengan suara lantang diapun menegur: "Kiong Lui. sementara pengemis itu ber kaok-kaok memancing kemunculan musuh. kedua orang bajingan ini tak akan mampu bertahan sebanyak sepuluh gebrakan. kemudian serunya dingin: . tampak sepuluh kaki selewatnya jalan kecil itu dia akan sampai dirumah kediaman Hui cha Cun cu. kelihayannya luar biasa sekali. Sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh Siau yau kay. Taktik suara ditimur menyerang dibarat ini bernama pula siasat memancing harimau turun gunung. Suma Thian yu dan Gak Kun liong berdua akan menyelundup kedalam rumah dan menyelesaikan tugas mereka. Disaat tubuhnya baru mencapai jalanan kecil inilah. hampir saja mengejutkan hati ku! Kenapa kau bersembunyi seorang diri ditepi jalan? Apakah menyambut kedatanganku?" Ternyata orang yang menghadang jalan pergi Gak Kun liong adalah Hui cha Cun cu Kiong Lui. Mendengar suara tertawa tersebut.com/ cu. satu dari kiri yang lain dari kanan secara terpisah telah menyelundup masuk kebelakang hutan. Gak Kun liong segera angkat kepalanya.

.Tiraikasih Website http://kangzusi.heeeh.com/ "Jawab dulu. katanya cepat: "Ibuku tak suka kalau aku pergi jauh. “Membawa siapa?" Gak Kun liong mencibir. "Aku hendak mencarimu untuk bermain. "Coba lihat. sekalian hendak memberitahukan satu hal kepadamu" "Hmm. mengapa kau malam-malam datang kemari? Apakah kaupnn sengaja datang dari gua Hui im tong untuk menyambut kedatangan ku?" Gak Kun liong melototkan sepatang matanya yang besar dan bulat itu sambil menyahut. lohu toh bukan anak berusia tiga tahun.. tak ingin bicara lagi. kontan hatinya merasa lega. kau ingin mengelabuhi ku? Tadi kau bilang hendak menyampaikan sebuah kabar untukku. akhirnya dia berhasil menemukan suatu siasat bagus.. teriaknya: "Hei. selamat tinggal!" Selesai berkata dia lantas membalikkan badai dan kabur dari situ.heeeh.. jangan harap kau bisa meloloskan diri dari sini!" dampratnya. dia mencengkeram kerah baju Gak Kun liong. cepat katakan" seru Hui cha Cun cu sambil tertawa licik.. setiap kali ia tentu mengutus orang untuk mengikutiku. "Sipengemis busuk itu. apa boleh buat" "Heeeh. "Bocah keparat! Sebelum mengemukakan alasannya. Gak Kun liong segera tahu kalau jejak Suma Thian yu belum ketahuan. aku tak ingin main. Merasakan datangnya desingan angin dingin dibelakang tubuhnya. mencari aku hendak bermain? Masa membawa orang?" Hui cha Cun cu Kiong Lui mendengus dingin. Gak Kun liong segera merendah sambil melejit kesamping. Sambil menggigit bibir dia lantas berpikir sejenak. kau ingin bertarung?" . galak amat kau ini! Ya sudahlah. Mau mungkir?" Setelah mendengar kalau gembong iblis tersebut hanya menyebut Siau yau kay seorang. Menyaksikan hal itu Hui cha Cun cu segera membentak gusar.. kemudian sambil mengejar.bocah.

mau apa kau?" Sambil berseru. Hui cha Cun cu mencengkeram batok kepala Gik Kun liong lagi dengan jurus Cong eng phu toh (elang sakti menerkam kelinci). kepandaiannya tidak kalah dari seorang jago kelas satu dalam dunia Persilatan. dalam sekalian pandangan saja Hui cha Cun cu sudah mengetahui kalau bocah ini mempunyai sesuatu maksud tertentu. kalau tidak. ke pandsian silatnya telah mendapat warisan langsung dari ibunya. jangan salahkan kalau lohu akau bertindak keji kepadamu" Memukul anjingpun harus melihat pemiliknya. Padahal Hui cha cun cu Kiong Lui sendiripun menaruh perasaan was-was terhadap Gak kun liong. dengan begitu ia justru termakan oleh siasat Gak kun Liong. Sambil cengar-cengir segera sahutnya: "Aku toh sudah bilang. "apa sangkut pautnya antara ular beracun denganku? Kau ingin mempermainkan lohu?" . dia selalu berputar mengitari sekeliling Hui cha cun cu sambil menggoda.com/ “Aku ingin memberi pelajaran kepada mu. Tampak bocah itu melompat kekiri mengegos kekanan. semua serangan yang dilancarkan boleh dibilang tidak menggunakan tenaga penuh. meski usianya masih muda. tanpa terasa bentaknya dengan gusar: "Bocah keparat. Sebagai manusia yang berpengalaman. cepat katakan rencana busukmu. dari ucapan lawan dia tahu kalau musuh hanya gertak sambal belaka. diapun pandai menduga setiap persoalan yang bakal terjadi. aku telah mem bunuh seekor ular beracun" "Kentut!" Hui cha Cuncu membentak gusar. Gak Kun liong memang dasarnya cerdik. suruh kau menebak dulu toh bukan persoalan? Padahal aku memang hendak memberitahu kepadamu. maupun soal ilmu meringankan tubuh. baik dalam soal tenaga dalam.Tiraikasih Website http://kangzusi. Gik Kun liong sendiripun bukan manusia sembarargan. gerakan tubuhnya sangat aneh. hendak mencarimu untuk diajak main.

bukan mundur ia justru menyerobot maju kemuka dan memotong dada Kiong Lui. aku tak doyan dengan permainan begitu. sauya berada disini!" teriakannya sambil bersorak kegirangan. kau harus ditempeleng atas kebohongan mu itu" Gak Kun liong tahu.? Kontan saja dia mencaci maki penuh kemarahan: "Keparat..com/ "Aduuh mak. maka sengaja kusampaikan berita ini kepadamu. Secara beruntun Hui cha Cun cu harus menderita dua kali pukulan. dia merasa bocah itu jelas lagi membohonginya. dari malu dia jadi naik darah sambil memutar badan. mana mungkin ular beracun ditemukan secara gampang.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dalam marahnya Hui cha Cun cu segera men dorong pula sepasang lengannya kedepan dan melepaskan sebuah pukulan yang maha dahsyat. buru-buru dia menerobos kedepan sambil mengayunkan telapak tangannya. tapi setelah dipikir kembali. bisa dibayangkan be tapa gusarnya orang itu. sebuah . Sekarang kau malah galak amat kepadaku. kenapa sih kau galak amat?" Aku dengar kau sedang berusaha keras untuk mencari ular beracun berusia seribu tahun. membuat dia berkaok-kaok kesakitan. Gak Kun liong bukan anak bodoh. "Plaaaaakkkk!" sebuah tamparan keras menghajar telak diatas pipi Hui cha Cun cu. kepalan-nya yang digenggam kencang lantas dihantamkan keras-keras. "Hei. hmm. dengan cepat dia berkelit kesamping. akan ku laporkan kepada ibuku agar kau diberi pelajaran yang setimpal" Mendengar ucapan mana. hukuman mati boleh dihindari tapi hukuman hidup jangan diharap bisa dihindari.. kemudian dia menerobos kebelakang punggung musuhnya lewat bawah ketiak. Hui cha Cun cu merasakan jantungnya berdebar keras. lihat saja nanti. sewaktu berbicara penjagaan lawan pasti menendor. sepantasnya kau berterima kasih atas jerih payahku ini.

. tentu saja dia jeri menghadapi ancaman semacam itu. Hui cha Cun cu menjadi teramat gusar. dibelakang ada srigala buas!" buru-buru ia berteriak minta tolong.. kedua belah pihak samasama tergetar keras badannya. . Gak Kun liong sama sekali tidak berpaling.. bila kubiarkan kau lolos dari hutan ini sekarang. Atas kejadian tersebut. rupanya kau memang sengaja datang mencari gara-gara. bagus sekali! Rupanya kedua ekor anjing budukan itu sudah dibikin mampus" Selesai berkata dia lantas ngeloyor pergi meninggalkan tempat itu. bagus.ciau (naga sakti mementang cakar). hawa murninya segera dihimpun ke dalam telapak tangan dan siap menyongsong datangnya ancaman lawan dengan keras lawas keras. Menyaksikan keadaan tersebut. dia malah menyusup masuk ketengah lapangan ditengah hutan dan persis menyongsong kedatangan Siau yau kay Wi Kian. ia segera menerkam lagi kemuka dan membacok dada Gak Kun liong dengan jurus Im liong tham. tolong. sambil menggertak gigi menahan diri makinya: "Bocah keparat. tapi tidak sampai menimbulkan cedera apapun.com/ pukulan dengan tenaga sebesar lima bagian segera dilontarkan kemuka.. "Blaaaamm!" suatu ledakan keras menggelegar diangkasa.Tiraikasih Website http://kangzusi. Hui cha Cun cu menjadi tertegun. tanpa terasa gerak serangannya menjadi terhenti. Gak Kun liong sedang asyik bertarung. Menghadapi kejaran tersebut. Tolong. Akibat dari bentrokan tersebut. Tiba-tiba dari tengah hutan sana berkumandang dua kali jeritan ngeri yang menyayatkan hati. ejeknya: "Hahahahahaha. mu lai hari ini aku bukan she Kiong lagi".. Seraya berkata dia lantas mengejar sampai lima langkah dibelakang Gak Kun liong.. Gak Kun liong segera tertawa terbahak-bahak. Hui cha Cun cu makin naik darah.

tatkala dilihatnya Tiang pek siang tat dan Si Kok seng mendengkur semua dengan begitu nyenyak. Hui cha Cun cu pun mengawasi anak buahnya yang tergeletak ditanah. tapi hingga kini belum nampak juga munculkan diri. kita harus bertarung sampai salah satu mampus" Seraya berkata. kejadian ini akhirnya membuat dia merasa membuat dia merasa kuatir sekali. bagus sekali perbuatanmu. kena pa kau bisa pindah ke tempat semacam ini?" Kemarahan Hui cha Cun cu makin membara setelah bertemu dengan Siau yau kay Wi Kian.Tiraikasih Website http://kangzusi. sekalipun cara bertarung semacam ini merupakan suatu pertarungan dengan cara bergilir. Betul Kun liong sudah menahan lawan untuk sesaat lamanya dan kini berganti Siau yau kay yang menghadang. kenapa sifat berangasanmu belum juga berkurang?" Sambil berkata Siau yau kay menunggu berita Suma Thian yu dengan tenang. mau apa kau malam-malam datang kemari?" "Aduuh.kita kan orang sendiri. usia kita sudah tua. mengapa sih galak amat? Saudara Kiong. keadaan semacam ini dibiarkan berlangsung terlalu lama lagi. aku harap kau sehat sehat selalu selama ini. pada akhirnya ke dua belah pihak pasti akan jatuh korban. amarahnya langsung saja berkobar lagi. hari ini kalau ada kau berarti tak ada aku.. namun bukan berarti tak boleh. Sementara pembicaraan berlangsung. tanpa banyak cincong dia lantas mendamprat: "Sudah pasti kau si pengemis busuk yang membuat rencana busuk ini. bagaimana pun juga Suma Thian yu sudah masuk ke dalam hutan. segera bentaknya: "Pengemis busuk. lalu tegurnya sambil tertawa terbahak-bahak: "Selamat bersua kembali saudara Kiong.. dan Suma Tnian yu belum juga berhasil. Akan tetapi. ayo jawab. ia lantas melancarkan serangan dengan jurus Huang hong cian bong (angin puyuh .com/ Siau yau kay Wi Kian menyelinap melalui sisi Gak Kun Hong dan segera menghadang dihadapan Hui cha Cun cu.

Siau yau kay yang diancam segera tertawa terkekeh-kekeh. apalagi suhunya si Manusia iblis penghisap darah. tunggu aku diluar hutan sana!" Sementara berbicara. segulung angin serangan dahsyat langsung me nerjang ketubuh Siau yau kay. akan tetapi lawannya Hui cha Cun cu Kiong Lui sendiri pun merupakan gembong iblis nomor satu dari golongan Liok lim. dengan mengandalkan ilmu . dan diantara deruan angin pukulan yang memekikkan telinga. jilid : 13 Pengemis sakti yang pernah malang melintang dalam dunia persilatan karena ilmu langkah Ciok tiong luan poh cap lak tui nya ini benar-benar memiliki tenaga dalam yang amat lihay. kepada Gak Kun liong serunya: "Liong-ji. kelihayannya benar-benar mengerikan. sebab itu dia selalu menghindari yang berat menghadapi yang ringan. Tujuan yang terutama dari Siau yau kay Wi Kian tak lain adalah memberi waktu yang cukup buat Suma Thian yu untuk melaksanakan tugasnya. mengembangkan ilmu pukulan Pek lek si hun ciang nya yang maha dahsyat dan satu jurus demi satu jurus meneter musuhnya secara pasti. dia merupakan raja iblis yang disebut Kay si siang mo (sepasang iblis sakti dari jagad) bersama mayat hidup.com/ menggulung puncak). tangan yang sebelah dilintang kan didepan dada sementara telapak tangan yang lain siap melancarkan serangan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau yau kay segera mengegos kesamping lalu berkelit dengan gerakkan amat cepat. menghindari kenyataan menyongsong yang kosong. Hui cha Cun cu. Seketika itu jaga seluruh angkasa diliputi angin puyuh yang menderu-deru. kedua belah pihak sama sama mengeluarkan ilmu pukulan berat. seperti ombak dahsyat yang menghantam tepian. angin pukulan lawan telah meluncur datang. Begitu bertarung.

sudah jelas tahu jika orang datang karena sesuatu tujuan. diam-diam ia girang karena Suma Thian yu telah berhasil hingga tidak siasia kedatangan mereka kali ini. Siau yau kay merasakan semangatnya berkobar kembali. aku tidak memiliki sesuatu yang bi¬sa di incar orang dengan siasat liciknya!" Semakin dipikir dia merasa makin bingung dan tak habis mengerti. Tapi.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ gerakan tubuhnya yang sakti dia berusaha memunahkan sebagian besar dari ancaman yang tiba. mendadak terdengar su¬ara pekikan nyaring bergerai memecahkan ke¬heningan. hal mana kontan saja membuat hatinya kesal bercampur men¬dongkol. sepasang tangannya diayunkan berulang kali melepaskan tiga buah pukulan berantai. meski suaranya tak keras tapi me¬ngalun tiada hentinya di tengah udara. dalam sekilas pandangan saja ia sudah bisa menduga maksud tujuan Siau yau kay. Sementara pertarungan antara kedua orang itu masih berlangsung. tanpa terasa pikirnya: "Kedatangan kedua orang ini tidak seperti mencari balas. Seperti seekor kupu-kupu yang terbang di antara aneka bunga. sambil berkelit dia selalu mengejek dan mencemooh gu¬na mengacaukaa pikiran musuh. tetapi tak bisa diduga apa tujuannya. tak mungkin. serunya sambil tertawa keras "Maaf aku si pengemis tua harus mohon diri lebih dulu!" . sebentar ke atas sebentar ke kiri dan sebentar lagi ke kanan. mungkinkah kedatangan mereka mempunyai suatu rencana tertentu? Tidak. tanpa terasa diapun turut berpekik nyaring. Siapa tahu Siau yau kau segera menarik kembali serangannya begitu berhasil mendesak Kiong Lui. sedemikian cepatnya serangan yang dilancarkan memaksa Hui cha Cun cu terdesak mundur sejauh beberapa langkah. diapun tidak berniat bertarung melawanku. Mendadak gerakkan tubuhnya berubah. Hui cha Cun cu pun seorang manusia yang amat lihay. Mendengar suara pekikan tersebut.

. tubuhnya sudah me¬lompat keluar dari hutan.com/ Begitu selesai berkata. karena ingin tahu.. Begitu tiba di hutan. Hui cha Cun cu yang dikacau orang masih berdiri termangu-mangu dengan perasaan tidak mengerti. dia segera mengerahkan ilmu meringankan tubuh Leng khong siu tok melakukan pengejaran secepat kilat dari belakang. Siau yau kay Wi Kian yang mendengar suara pekikan nyaring dari Suma Tnian yu. akhirnya dia menjejakkan kakinya ke ta¬nah dan ikut mengejar keluar hutan.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tak tahu apa gerangan yang se¬dang dilakukan musuhnya itu. Dengan kejadian ini. disitu tak nampak sesesok bayangan manusiapun. saat itulah merupakan saat ajalmu. kemudian terdengar ia menjerit kaget: "Aduuuh. coba akan kulihat kau bisa berbuat gila sampai kapan!" Selesai berkata dia lantas kembali ketanah lapangan dan menyadarkan rekan-rekannya. bila kita bersua lagi dikemudian hari. Mendadak satu ingatan melintas dengan cepat dalam benaknya. Siau yau kay tak berani berayal lagi. tanpa terasa serunya sambil mendepakkan kakinya berulang kali: "Pengemis busuk. jangan-jangan karena benda mestika itu!” )-)-)-)-)-)-) sementara itu. kuperingatkan kepadamu. Diri kejauhan sana dia menyaksikan ada dua sosok bayangan manusia yang kecil sedang menuju kedepan. . Hui cha Cun cu semakin dibikin kebingungan dan tidak habis mengerti. suasana di keli¬ling sana masih tetap sepi tidak ada manusia siapapun. ternyata rekannya tiada yang cedera. dalam waktu sing¬kat bayangan tubuhnya telah lenyap dibalik keeelapan. segera meninggalkan Hui cha Cun cu Kiong Lui dan melayang keluar dari hutan. mereka banya ditotok saja jalan darahnya.

katanya: "Tahukah kau. pokoknya tugas kita kali ini telah berhasil dengan lancar. dari mana datangnya dua butir?” seru Siau yau kay setengah girang setengah mendamprat. ia berhasil mendahului dua orang tersebut. betul.com/ Hanya didalam beberapa kali lompatan saja. Sambil berjalan Gak Kun liong pun mulai menggerutu. kau telah berhasil?” "Untung tidak gagal. Gak Kun liong segera bersuit nyaring ketebing seberang sana memberi tahu kepada si burung hong untuk menjemput mereka. lalu katanya: "Aaah. Aah. . masa sedemikian cepatnya dia menyembunyikan benda itu? Kecuali kalau sebelumnya dia sudah tahu kalau kami bakal datang ke sana" Dengan wajah serius Suma Thian yu kem¬bali berkata: "Perduli amat. setelah memeras otak setengah harian lamanya. mari kita memberi laporan. aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepada kalian berdua!" Begitulah sambil berbicara sambil berjalan. gembong iblis tersebut telah menyembunyikan mutiara tersebut dengan amat rahasia sekali. masa hanya mengambil sebutir mutiara saja membutuhkan waktu sampai setengah hari? Hampir saja selembar nyawaku melayang" Sambil tertawa Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali. begitu sampai dia lantas menegur: "Bocah. cara kerjamu amat lamban. "Setan cilik. tidak mungkin. aku baru berbasil mengorek-nya keluar dari atas dinding ruangannya" Mendengar perkataan itu. “Engkoh Thian yu. cuma ada sebutir!" sahut Suma Thian yu dengan wajah berseri.Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau yau kay segera berpikir sejenak. sama sekali tak bisa cekatan. tanpa terasa ketiga orang iitu sudah tiba di¬atas puncak bukit. tentu saja hanya sebutir.

. Gak Kun liong dengan perasaan makin geli¬sah mengawasi bukit seberang tanpa berkedip. Mendadak dari tengah udara berkumandang suara pekikan burung hong. Dengan cepat Gak Kuu liong berpaling.?” “Apa yang kita takuti?" sahut Siau yau kay tenang.. Mendadak terdengar Siau yau kay Wi Kian berbisik lirih: "Sett! tenang sedikit. Ing ji sudah datang" Baru selesai dia berkata dari belakang punggung mereka telah berkumandang datang suara gelak tertawa yang amat mengerikan. dia berharap Ing ji bisa segera sampai disana. jangan-jangan gembong iblis itu merasa mutiaranya hilang dan menyusul kemari?" Suma Thian yu dan Gak Kun liong segera memasang telinga dan mendengar suara ujung baju terhembus angin berkumandang datang. aku seperti mendengar suara ujung baju terhembus angin.Tiraikasih Website http://kangzusi. Hui cha Cun cu Kiong Lui dengan memimpin Kiu tau siu Li Gi dan Liat bwe siu Li Hiong telah muncul dihadapan mereka.com/ Tak lama kemudian dari bukit seberang terdengar suara pekikan dari Ing ji. aku si pengemis tua memang ingin memberi sedikit pelajaran kepadanya" Sementara pembicaraan berlangsung. men¬dadak terdengar tiga kali pekikan aneh berkumandang datang dari punggung bukit. Gak Kun liong segera menari nari sambil berteriak: "Nah sudah datang. Siau yau kay segera mendengokkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak: . tanpa terasa dia menjerit kaget: "Aaaah !" Apa yang diduga Siau yau kay memang tepat sekali. "paling baik lagi kalau dia berani me¬nyusul kemari. Dengan wajah gelisah Gak Kun liong lantas berseru: "Waah bagaimana baiknya? Ing ji masih belum juga datang kemari.

haaah. Makin lama Hui cha Cun cu semakin mendekati mereka." jengek Suma Thian yu sambil tertawa sinis.. kemudian selangkah demi selangkad berjalan mendekati anak muda tersebut. Hui cha Cun cu melotot musuh-musuhnya dengan sorot mata penuh kebencian.com/ "Haah.Tiraikasih Website http://kangzusi. dunia kok rasanya amat sempit. hei orang she Kiong. Gak Kun liong yang menyaksikan kejadian tersebut merasakan hatinya semakin gelisah.haaah. dia tak sudi menjawab pertanyaan itu. Hui cha Cun cu yang berpengalaman tentu saja dapat menyaksikan sikap lawannya. dimana saja kita selalu bersua kembali.kalau sudah bermusuhan. ayo serahkan mutiara itu padaku!” "Kalau ingin turun tangan. mendadak ia berhenti lalu sambil mengulurkan tangannya dia berseru: “Bawa kemari setan licik. sinar kebuasan dan rasa benci yang mencorong ke luar dari balik matanya makin menjadi. buru-buru dia lari kesisi tubuh Suma Thian yu dan siap membantunya. Tapi Liat hwe siu Li Hiong segera memburu kedepan dan menyerobot didepan Gak Kun liong dengan menghalangi jalan perginya. dia menggerakkan bahunya melayang kehadapan ke tiga orang itu.. pengemis busuk. teriaknya mendadak: "Kau anggap lohu tak berani?" .. kemudian bentaknya gusar: “Bangsat sialan. sebelum mampus kita tak usah buyar.. kembali bentaknya: "Pasti kau.. tanpa berkedip barang sekejappun dia menatap wajah Suma Thian yu lekat-lekat. Ayo jawab!" Sekulum senyum hambar menghiasi raut wajah Suma Thian yu... Hui cha Cuncu menjadi amat gusar. silahkan saja turun tangan sendiri. kita memang sudah ditakdirkan untuk berjumpa terus.. siapa yang sudah melarikan mutiaraku?" Akhirnya sorot mata penuh kebencian itu berhenti diatas wajah Suma Thian yu. bagus.

Tiraikasih Website http://kangzusi. jika kau berani maju selangkah lagi.. dibelakang tubuhnya telah terbentang jurang yang tak nampak dasarnya. Suma Thian yu manggutmanggut. bu¬ru-buru dia memperingatkan: "Yu ji.com/ Seraya mengancam sekali lagi dia mende¬kati Suma Thian yu sampai dua langkah. kenapa mutiara itu tidak segera kau serahkan. biar lohu menyempurnakan keinginanmu itu!" Seraya berkata.. bila dia mundur selangkah lagi. Waktu Itu Suma Thian yu sudah berdiri di tepi jurang. dia malah mendongakkan kepalanya dan segera tertawa seram. peluh dingin bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Tanpa disadari Suma Thian yu mundur dua langkah kebelakang. terkubur di dasar lembah. siapa tahu Hui cha Cun cu tidak memakan gertakan tersebut. jangankan melancarkan serangan.. niscaya tubuhnya akan terjerumus kedalam jurang. sekalipun menggerakan tubuhpun bisa akan berakibat marabahaya yang mengancam. dia lantas mengayunkan telapak tangannya dan membacok tubuh Suma Thian yu. Suma Thian yu segera merasakan peluh dingin bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. dengan mempergunakan sisa sorot matanya dia melirik kebelakang. "Heeh. lalu serunya: "Keparat busuk. Wouw! Sungguh mengerikan. jangan mundur lagi!" Mendengar peringatan tersebut..heehh. bagus sekali. Hui cha Cun cu Kiong Lui memperdengarkan suara tertawa liciknya yang mengerikan.heehh. kini tubuhnya telah bera¬da di tepi jurang. sauya akan gugur bersama mutiara ini" Sebenarnya Suma Thian yu hendak menggunakan ancaman tersebut sebagai gertak sambal. . bulu kuduk pada bangun semua. Siau yau kay Wi Kian yang menyaksikan kejadian ini menjadi amat kuatir.. "Hmm. apakah kau sudah bosan hidup?" Suma Thian yu mendengus dingin.

com/ Maka ketika menyaksikan datangnya ancaman dari Hui cha Cun cu. seandainya orang bermaksud untuk memberi bantuan. kemudian pelan-pelan dibawa terbang membumbung ke angkasa. Suma Thian yu meloncat mundur kebelakang. Thian yu!" Karena tak tega. tubuh Suma Thianyu yang sedang meluncur kebawah itu sudah disambar oleh suatu benda yang lunak. aki¬batnya belum lagi orang lain tertolong. mendadak dari belakang tubuhnya ber kumandang suara pekikan burung Hong yang keras sekali. dia lantas menghela napas panjang dan sambil memejamkan matanya melompat turun kedalam jurang. Siau yau kay dan Gak Kun liong yang me¬nyaksikan itu segera menjerit kaget. Menyusul kemudian terasa segulung angin kencang berembus lewat. Siapa tahu baru saja tubuhnya meninggalkan tebing. dia sendiri akan menjadi korban. mereka berdua pun segera memejamkan matanya rapat-rapat.Tiraikasih Website http://kangzusi. bisa jadi pihak lawan akan melancarkan sergapan dengan mempergunakan peluang tersebut. "Ooooohh. daripada berakibat seperti dalam peristiwa kitab tanpa kata dulu. kadangkala memang bisa terjadi suatu peristiwa aneh yang sama sekali tak terduga. Bayangkan saja. dia cuma dapat membiarkan Suma Thian yu terkubur di bawak jurang. si anak muda itu sudah di desak hingga berada ditepi jurang. Oleh sebab itu. Hidup di dunia ini. ia bertekad untuk bunuh diri. Keadaan yang dihadapi Suma Thian yu waktu itu memang saat kritis dan berbahaya sekali. Tapi. kendatipun Siau yau kay memiliki kepandaian silat yang maha sakti. pada akhirnya pada suatu peristiwa di luar dugaan telah terjadi. . sebab bagaimanapun jua mestika tersebut tak dapat dibiarkan terjatuh ketangan musuh. kendatipun ada malaikat yang berada di sana belum tentu bisa menyelamatkan jiwanya.

. pasir dan batuan beterbangan memenuhi angkasa. dia lantas berpekik nyaring. Ing ji adalah seekor burung hong yang berperasaan tajam. lalu memeluk batang pohon erat-erat. terima kasih Ing ji!” Ditengah jeritan kaget semua orang. kuatir kalau tubuh mereka terseret oleh angin puyuh sehingga tercebur kedalam jurang... masingmasing lantas menutup muka sambil menyembunyikan diri kesisi po¬hon... teriaknya kepada Siau yau-kay: . Gak kun liang segera bertepuk tangan sam¬bil bersorak sorai. rambut dan jenggotnya pada berdiri kaku saking marahnya. aku sudah tertolong! Oooh...engkoh Yu sudah tertolong!" Dia segera menjejakan kakinya ketanah kemudian melambung keudara dan melompat naik ke atas punggung Ing ji. Tak terlukiskan rasa gusar dan mendongkol Hui cha Cun cu setelah dilihatnya Suma Thian yu berhasil meloloskan diri dari mara bahaya. daun dan ranting beterbangan membuat pemandangan terasa kabur. Angin puyuh yang menderu-deru. Gak Kun liong mendongakkan kepalanya. Ing ji telah membawa Suma Thian yu terbang jauh melampaui puncak tebing dan berpekik gembira tiada hentinya. sambil berpekik nyaring telapak tangannya segera diayunkan ke udara. terima kasih bumi. Mendengar suara pekikan itu. dia memahami watak manusia.Tiraikasih Website http://kangzusi. terima kasih langit. segera pekiknya: "Aku tertolong. lalu sepasang sayapnya dikembangkan dan dikibaskan berulang kali.com/ Suma Thian yu menjadi gembira sekali sesudah menyaksikan peristiwa tersebut. Hui cha Cun cu maupun Tiang pek siang sat tak kuasa menahan deruan angin pukulun yang amat kuat tadi. apa yang kemudian terlihat membuatnya turut berpekik nyaring: "Horeee. melepaskan sebuah pukulan dahsyat ke tubuh burung hong tersebut.. menyaksikan datangnya serangan dari Hui cba Cun cu. bahkan tertolong.

ternyata Kui cha Cun cu Kiong Lui menunggu terus disitu sampai kemunculan Suma Thian yu dikemudian hari. kau orang tua harus membalaskan sakit hatiku ini!" . jadi tak perlu dibicarakan sekarang. hanya ini kejadian dikemudian hari. melihat mereka bertiga pulang dengan selamat. suara pekikan panjang menggema diudara menyayat suasana. Ing ji menutup kembali sayapnya dan meluncur ketengah udara. "lohu akan menunggu terus disini.Li siansu juga turut munculkan diri.Tiraikasih Website http://kangzusi." Benar juga." Sementara itu Ceng lion. dibelakangnya mengikuti Sian gi siu dari Wu san. “Kalau dibicarakan panjang sekali ceritanya. sebentar pasti akan menjumpai banyak kesulitan. maka dia lantas menjejakkan kakinya ketanah dan melompat naik ke atas pung¬gung Ing ji. Ketika Siau yau kay bertiga tiba kembali dalam gua. akan kulihat sampai kapan kau baru muncul kembali disini. aku si pengemis tua harus minum sampai mabuk. bila sekarang tidak pergi. ambil sepoci arak lebih dulu. Hui cha Cung cu Kiong Lui kontan saja mencaci maki kalang kabut setelah menyaksikan ketiga orang itu melarikan diri. Menanti ketiga penumpangnya sudah duduk baik-baik. orang she Kiong itu menganiaya Liong-ji. Hui im Tangcu Gak Say hwe yang menyongsong paling dulu. dia lantas menegur: "Sebenarnya apa yang telah terjadi.com/ "Cianpwe cepat naik!” Siau yau kay pun sadar. mengapa Ing ji pergi sekian lama baru kembali?" Siau yau kay Wi Kian tertawa panjang. setelah lolos dari kematian. "Bocah keparat. segera tegurnya sambil tertawa: "Bagaimana dengan hasil perjalanan kalian? Tentunya melalui suatu pertempuran yang amat sengit bukan!" Gik Kun liong segera menarik ujung baju Cong liong lo siansu sambil berseru manja: "Sucou.

Ya kong cu!” pekik Lo siansu kaget. "masa bukan dia yang mengambil mutiara anti racun dari ular beracun tersebut? Atau mungkin disembunyikan ditempat lain?" Gak Kun liong yang teliti lantas berpiki pula dengan seksama. Secara ringkas Gak Kun liong lantas mengisahkan pertarungannya melawan Hui cha Cun cu. Cong liong lo siansu berkata sambil menggeleng. dan akhirnya dia . betul juga. lalu dari sakunya mengeluarkan sebuah bungkusan kain hitam dan menyerahkan kepada lo siansu tersebut. tak kutemukan mestika lainnya" “Waaah. lama kemudian ia baru bertanya kepada Suma Thian yu atas hasil perjalanannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Setelah mengamati sejanak. "Thian yu. Cong liong Lo siansu menerima bungkusan kain hitam itu dan membuka pembungkusnya. buru-buru bantanya: "Thian yu telah menggeledah seluruh ruangan.. benda ini bukan Han kong cu anti racun yang dipero¬leh dari benak ular beracun" Seluruh tubuh Suma Thian yu mendingin setelah mendengar ucapan ini. Secara ringkas Suma Thian yu lantas mengisahkan pengalaman yang baru saja dialaminya. ternyata mutiara tersebut adalah sebutir Ya kong cu yang amat sukar ditemukan di dunia ini. kau sudah salah ambil. aneh sekali" gumam Cong liong lo siansu.com/ Cong liong Lo siansu hanya tersenyum bela¬ka.. “Haaah. seketika itu jua seluruh ruangan berubah menjadi terang benderang bermandikan cahaya. Semua orang menjadi gembira sesudah mendengar pekikan itu dan sama-sama mengalihkan perhatiannya.. disitu hanya ada benda itu saja. Kiong Lui si setan tua ini memang tidak melarikan mutiara anti racun tersebut!" “Dari mana kau bisa tahu?” Cong liong lo-siansu seperti sengaja hendak mencari tahu. akhirnya dia berseru: “Benar.

Gak Kun liong. semua orang tertegun dan menatap ke arth Suma Thian yu dengan keheranan. siapa yang melakukan hal ini? Selain dia. siapapun tak tahu mutiara mana telah terjatuh ke tangan siapa. Setelah dianalisa dan diselidiki kembali secara seksama. oleh sebab itu siapapun merasa kurang leluasa untuk menimbrung. bocah. Cong liong lo siansu segera bergumam: "Lantas. tak perlu di putar ba¬likkan" . “Tentu saja jangan dikembalikan kepadanya" teriak Suma Thian yu dengan perasaan mendongkol. akhirnya semua orang berkesimpulan bahwa Kiong Lui memang tidak tahu menahu tentang mutiara anti racun itu. Dengan demikian soal mutiara anti racun pun menjadi sebuah teka teki bisu yang tak terjawab. Cong liong Lo siansu segera menyerahkan kembali mutiara Ya kong cu tersebut ke tangan Suma Thian yu kemudian katanya: "Bagaimana kalau kita kembalikan saja mutiara ini kepadanya?” "Jangan!” Suma Thian yu berseru keras. "coba bayangkan sendiri Ya beng cu ini di dapatkan dengan mengorbankan seratus butir batok kepala manusia. mungkinkah su¬dah dilarikan oleh si Mayat hidup?" Diantara sekian jago yang hadir sekarang. yang lain tak sem¬pat melihat bayangan pungung dari pencuri mutiara tersebut. apakah kita ha¬rus menyerahkan kembali dengan begitu saja kepadanya?” Semua orang masih belum memahami ucapan Suma Thian yu. Mendengar ucapan ini. kau berbicara jangan berbelit-belit. Siau yau kay yang berangasan cepat menegur: "Hei. orang lain tak akan bermanfaat men¬dapat mntiara anti racun itu.com/ pun mengisahkan pula ba gaimana Hui cha Cun cu menuntut kembali mutiaranya. "Kenapa?” tanya Siang gi siu dari Wu san ketus. kecuali Cong liong Lo siansu beserta Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. blak-blakan saja.

Tiraikasih Website http://kangzusi. secara diam-diam kuperhatikan hal ini.. Hui im Tongcu Gak Say bwe yang selama ini hanya membungkam. sama sekali tak kusangka kalau perbuatan ini ternyata hasil karya dari Kiong Lui. Didesak oleh beberapa patah kata tersebut Suma Thian yu dibikin terdesak sehingga tak sanggup menjawab. "Thian yu tidak berani memastikan tapi b lum pernah kudengar dikolong langit terdapat dua macam Ya beng cu yang sama bentuknya" Jawaban dari Suma Thian yu ini sangat di¬plomatis. apakah aku harus menyerah¬kannya dengan begitu saja?" "Benar!" Gan Kun liong yang pertama-tama menyatakan persetujuannya. dia segera me¬nimbrung pula: "Engkoh Yu. membuat Tay gi siu jadi tergagap dan tak mampu menjawab. atau pasti ada sangkut pautnya dengan Bi kun lun Siau Wi goan maka sewaktu tiba di keluarga Siau. akhirnya aku gagal menemukan sesuatu jawaban. Kau yakin kalau mutiara ini adalah mutiara yang hilang dari dusun tersebut?" tanya Tay gi siu Kiong Sian pula dengan suara tegas.aku kurang begitu tahu" ""Benar! Perampok berkerudung itu sudah pasti bukan Hui cha Cun cu" desak Gak Kun liong. Bantahan dan Gak Kun liong inipun tak lebih hanya suatu perumpamaan yang mendua-duga juga. bayangkan saja. tahukah kau kalau Hui cha Cun cu itu sejalan dengan Siau Wi goan?" "Soal ini. padahal apa yang dia katakan tadipun hanya merupakan suatu dugaan belaka. segera turut menimbrung: . secara ringkas diapun me¬ngisahkan kembali kejadian yang dialaminya dalam dusun yang dilaluinya tempo hari.. Gak Kun liong turut tertarik. sebagai akhir kata dia menambahkan: "Pada mulanya Thian yu mengira perbuatan tersebut dilakukan oleh pencoleng berkerudung.com/ Merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah.

setiap saat mencari tahu jejak kitab Cin keng tersebut". "antara Bi kun lun Siau Wi goan dengan Kiong Lui sesungguhnya mempunyai hubungan persaudaraan. tampak Gak Say bwe segera tersenyum sambil manggut-manggut. sekarang sudah jelas bukan?" Hingga disitu. tapi Hui im Tongcu segera menahannya sambil berkata: “Kau toh tiada urusan penting apa-apa. sedang mengenai Kiong Lui.. ucapnya sambil tertawa lebar: . jadi tindakanmu menyerobot mutiara nya bukanlah suatu perbuatan yang salah.com/ "Buat apa kita mesti memperdebatkan persoalan seperti ini? Thian yu. Menyusul kemudian Tay gi siu menjura kepada semua orang seraya berkata: "Kami akan mohon diri lebih dulu. membisikkan sesuatu disisi telinganya. kemudian baru menerangkan. "Mengapa ibu?” tanya Gik Kun liong tidak habis mengerti. bayangan tubuh mereka lenyap diluar gua sana. kita pasti akan bersua kembali" Kemudian sambil berpaling kearah Suma Thian yu. aku paling jelas dengan tabiatnya. simpanlah dulu. mereka berdua lantas berlalu setelah menyampaikan pesannya. perdebatan nya dengan Suma Thian yu pun dengan cepat diakhiri sampai disitu pula.buru. Siau yau kay menggelengkan kepalanya berulang kali. Siau yau kay Wi Kian segera memohon diri Pula ketika dilihatnya dua orang tokoh aneh itu sudah pergi. "Cerewet!" tegur Hui im Tongcu Gak Say bwe cepat. Begitulah. lanjutnya dengan wajah serius: "Thian yu. Siang gi siu dari Wu San lantas bangkit dan menghampiri Hui im Tongcu.Tiraikasih Website http://kangzusi.. kau harus baik-baik mengingat perkataanku. semua orang baru memahami duduk persoalan yang sebenarnya. seperti sepulung hembusan angin. nah. kenapa mesti terburu. bila urusan telah selesai. benda macam begini tak boleh sampai terjatuh ke tangan orang jahat..

padahal siapa yang menduga kalau dibalik kesemuanya itu sebetulnya terjalin suatu buhungan batin yang erat! Waktu berlalu dengan cepatnya. Saat itulah. rasanya kantongku sudah mulai kosong" Kemudian setelah memberi hormat kepada Cong liong 1o siancu. dua belas tahun dan seorang pemuda berusia delapan sembilan belas tahun sedang melangsungkan suatu pertarungan yang amat seru. kedua belah pihak sama-sama saling menyerang dan saling menyergap dengan gencarnya. baik-baiklah memanfaatkan nya. katanya kepada Suma Thian yu sambil tertawa mesteris: "kesempatan baik sukar ditemukan. pagi-pagi sekali Cong liong lo siansu sudah berada ditanah lapang dibelakang gua sana. Nyatanya mereka datang depan begitu saja. Di tepi lapangan. Menyaksikan mereka semua berlalu dari situ.com/ "Kehadiranku disini hanya merupakan suatu beban yang berat.. dia lantas beranjak meninggalkan gua tersebut. berdiri pula seorang nyonya muda yang berparas amat cantik. Suatu hari. tidak sia-sia lolap membuang banyak tenaga untuk mereka berdua" .. kemajuan yang berhasil diraih kedua orang ini sungguh mengagumkan. pergipun dengan begitu saja hingga seakan mereka hanya kebetulan lewat dan menyamangi tempat itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Seorang bocah berusia sebelas." Selesai berkata. Suma Thian yu segera merasakan satu hal dia merasa orang-orang itu seperti menyim pan suatu rahasia yang besar. Cong liong lo siansu berjalan ke sisi nyonya muda tersebut dengan langkah pelan. kemudian ujarnya sambil tertawa: “Selama satu bulan ini. apalagi setelah berapa hari tidak mengemis. dalam waktu singkat tiga puluh hari sudah lewat.

satu jarus demi satu jurus dia mulai melatih ilmu silatnya dari awal sampai akhir. sambil membawa pedang masing-masing mereka berjalan kehadapan Cong liong lo siansu kemudian sapanya sambil memberi hormat: "Selamat pagi!" Cong liong lo siansu membelai rambum Gak kun liong dan berkata sambil tertawa ramah: “Liong ji. sambil membawa pedangnya dia berjalan menuju ke tengah lapangan. biar engkoh yu mu berlatih lebih dulu” Kemudian perintahnya kepada Suma siauhiap: “Thian yu. kalau tidak kecewamu akan makin besar. bukankah Thian yu belum menggunakan segenap tenaga yang dimilikinya?" "Soal ini tak bisa disalahkan”. ia tidak berpaling.com/ Hui im tongcu hanya mengawasi terus Ke¬dua orang yang sedang bertarung itu. hibur Cong liong lo siansu. Ilmu pukulan sian po hui hong ciang (pukulan angin berpusing) merupakan ilmu andalan yang paling dibanggakan Cong liong lo siansu sepanjang hidupnya. cepat luwes dan bertenaga. cepat kau latih kembali ilmu pukulan Sian po hwe hong ciang tersebut!” Suma Thian yu segera mengiakan. jurus demi jurus di lepaskan seperti air sungai huang ho yang mengalir tiada hentinya. kau harus beristirahat dulu. kemudian setelah memberi hormat kepada kakek itu. ringan. . hanya sahutnya: "Liong ji jauh lebih bodoh dan bebal. kali ini Suma Thian yu dapat melatihnya dengan enteng. Dua orang yang sedang bertarung segera melompat mundur setelah mendengar teriakan tersebut. mende¬ngar ucapan mana.Tiraikasih Website http://kangzusi. sesungguhnya hal ini sudah terhitung luar biasa" "Berhenti!" tiba-tiba Hui Im Tongcu berte¬riak keras. liong ji baru berumur berapa? Janganlah mengharapkan terlalu tinggi. Anak kecil sudah dapat mencapai tingkatan sehebat ini. coba kau lihat.

sudah merupakan tak¬dir.com/ Betapa gembiranya Cong liong lo siansu menyaksikan kelihayan bocah tersebut berlatih. kembali Suma Thian yu melatih ilmu pedang Bu beng kiam hoat yang sekali lagi mendapat sambutan hangat.Tiraikasih Website http://kangzusi. dunia persilatan juga pernah dilandai badai pembunuhuhan berdarah. "Aku masih ingat ketika berusia delapan tahun dulu. Ketika pemuda itu selesai berlatih. bagaimana hasil latihannya itu? Asal bocah ini diberi waktu yang cukup untuk melatih diri. penuhi janjimu di bukit Kun san. Cong liong Lo siansu memanggilnya menghadap. kemudian sambil berpaling kearab Gak Say bwe. tanpa terasa wajahnya menunjukkan kesangsiannya. tak sulit untuk menjadi seorang jagoan nomor wahid dikolong langit" Hui im tongcu Gak Say bwee ikut merasa gembira sekali. dia tertawa terbahak-bahak tiada hentinya. tiada orang yang sanggup menyelamatkan badai pembunuhan berdarah itu. Selesai melatih ilmu pukulan Sian po hui hong ciang. sambil tersenyum dia segera berkata: "Dunia persilatan dewasa ini sudah berada diambang pintu badai pembunuhan yang paling mengerikan sepanjang seratus tahun belakang¬an ini. tak sampai berapa tahun kemudian. lalu berkata dengan gembira: "Tampaknya kau berlatih dengan tekun dan rajin sehingga dapat mencapai kesuksesan se¬perti hari ini. Cong liong lo siansu sudah dapat menebak jalan pemiki¬ran pemuda itu. Dalam sekilas pandangan saja. banyak ja¬go persilatan yang terlibat dalam . sebentar kau boleh memberes kan buntalanmu untuk turun gunung. ujarnya: "Coba kau lihat. banjir darah sudah pasti akan melanda seluruh dunia persilatan. kini dia baru terceranjat sesudah mendengar perintah Cong liong lo siansu. Suma Thian yu belum pernah memahami maksud tujuan yang sebenarnya. tapi ini. kemudian selesaikan sebuah tugas yang akan kusampaikan padamu" Sejak disuruh berdiam dalam gua Hui im tong.

yaa.. kau harus seorang diri berangkat ke Lhasa ibu kota Tibet.. Suma Thian yu baru mengerti apa sebabnya Hui Im Tongcu mengundangnya kesitu.. umat persi¬latan harus menghadapi situasi tersebut dengan lebih perihatin." Sampai disini. kemudian setelah memandang sekejap sekeliling tempat itu. dan seka¬rang badai pembunuhan itu kembali mengancam kita. Cong liong lo siansu segera membentak gusar: "Jadi kau segan ke situ?" “Bukan. berarti badai pembunuhan ini bisa ditolong. dari situlah kau dapat mulai menyelidiki sumber mula dari kitab pusaka tersebut. Menyaksikan pembahan wajah anak mnda tersebut. kemudian berkat kebaikan hati paman Wan. " sahut Suma Thian yu tanpa berpikir panjang lagi "sekali pun boanpwe harus terjun ke lautan api pun. bisiknya lagi dengan suara rendah: "Setelah menghadiri pertemuan dibukit Kun san. aku dipeliharanya sampai menginjak dewasa. bukan begitu. berdasarkan tafsiran inilah maka lolap lantas mengambil keputusan untuk mewariskan sege¬nap kepandaian silat yang kumiliki kepadamu agar kau bisa bertanggung jawab untuk menolong sesama umat manusia dari kehancuran" Berbicara sampai disitu. kita" bahkan badai kali tampaknya timbul akibat dari munculnya kitab tanpa kata. kau harus tahu.. disebelah utara kota Lhasa terdapat sebuah kuil yang bernama Phutara si.. sejak kecil Thian yu sudah kehilangan orang tuaku. sebelum meninggalkan paman Wan telah berpesan kepadaku untuk . apalagi cuma melaku¬kan perjalanan jauh saja" "Kau bohong.. aku rela melaksanakannya. seandainya kitab itu belum sampai terbawa ke dara¬tan Tionggoan. Cong liong lo siansu berhenti sejenak.Tiraikasih Website http://kangzusi. perubahan wajahmu telah mem beritahukan segala sesuatunya itu kepadaku" "Locianpwe.com/ peristiwa tersebut dan tewas secara mengerikan. tanpa terasa hatinya bertambah murung dan berat. kalau tidak. den¬dam kesumat keluargaku belum terbalas.. kini seke¬jap mata seratus tahun sudah lewat.

sekilas pandangan persoalan didunia ini beribu ribu macam corak. maka. ia segera menemukan kalau perkataan itu memang benar. apa yang terjadi? Apakah di depan sana ada ancaman mara bahaya?" . semua tugas tersebut kini sudah menjadi beban ku." "Aku mengerti. Suma Thian yu termenung beberapa saat lamanya. padahal keunggulannya hanya satu. kemudian Wu san siang gi menyerahkan tugas kepadaku untuk melindungi kitab pusaka tanpa kata. sebetulnya Suma Thian yu melarang dia menghantarnya ke puncak seberang. dengan perasaan berat hati Suma Thian yu harus mohon diri kepada Cong liang lo siansu dan Hui im Tongcu. Selama hampir sebulan penuh. ditambah lagi teka teki soal mutiara anti racun yang terjadi berapa waktu berselang. pa¬dahal jika dianalisa kembali satu persatu. tapi bocah itu bersikeras hendak menghantarnya. semuanya akan berubah menjadi soal sepele yang bisa diselesaikan secara gampang!" Mendengar ucapan tersebut.com/ membalaskan dendam baginya. Gak Kun liong selalu bergaul dengan Suma Thian yu. Ketika Ing ji terbang sampai ditengah jalan.. mendadak burung itu berpekik keras. seperti apa yang kau ucapkan barusan. hanya sayang semua tugas mana tak satupun yang bisa kulaksanakan dengan baik. Gak Kun liong yang menyaksikan kejadian itu segera berteriak: "Ing ji.. serta merta perasaannya pun menjadi lebih terbuka. ke mudian dihantar oleh Gak Kun liong dengan menumpang Ing ji berangkatlah pemuda meninggalkan gua Hui im tong. baik siang atau malam. hubungan mereka boleh bilang sudah amat akrab.Tiraikasih Website http://kangzusi. tiap kali teringat akan hal ini aku menjadi amat sedih sekali. kemudian hanya berputar-putar saja disekitar tempat itu tanpa ada maksud melayang turun. Tengah hari itu. tampaknya persoalanmu se-muanya merupakan persoalan yang pelik.

"Tentu saja. Dalam waktu singkat. bila ada rejeki kita nikmati bersama. Ing ji baru berpekik gembira. tak mengapa. pulanglah lebih dulu. jangan bohong". Sekilas pandangan saja Suma Thian yu segera mengenali mereka sebagai Hui cha Cun cu yang datang bersama Tiang pek ji sat. bila urusanku telah selesai pasti akan kembali lagi kemari untuk berkumpul lagi denganmu” "Janji yaa. dia manggut berulang kali sambil berpekik nyaring. kalau ada susah kita tanggulangi bersama. dalam waktu singkat dari belakang tubuh Suma Thian yu sudah muncul tiga orang kakek.com/ Ing ji mengerti pertanyaan majikannya. katanya: "Ing ji. Begitu ketiga orang itu munculkan diri. mendadak terdengar tiga kali pekikan aneh berkumandang memecahkan keheningan. biar aku seorang diri yang menghadapi mereka bertiga" "Tidak. aku ingin mati hidup bersama kau. ia lantas mengembangkan sayapnya dan menukik kebawah. Suma Thian yu segera memuji kecerdasan burung itu. aku pasti akan memenuhi janji” Baru selesai dia berkata. banyak terima kasih atas pemberitahuanmu. Suma Thian yu ingin menghibur dirinya dengan . buru buru ujarnya kepada Gak Kun liong: "Adik Liong. menyusul kemudian tampak bayangan manusia berkelebat lewat. Ing ji sudah hinggap dipuncak seberang. sambil melompat turun ketanah. Menyaksikan Gak Kun liong begitu bersi¬keras dengan pendiriannya. terbang saja terus.Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka segera mengurung rapat-rapat Suma Thian dan Gak Kun liong. cepat pergi. masa aku harus pergi se¬orang diri?" seru Gak kun liong cepat. kami masih sanggup untuk menghadapi ancaman bahaya macam apapun” Setelah mendengar ucapan Suma Thian yu itu. kini kau menemui kesulitan. Suma Thian yu menjura kepada Gak Kun liong sambil berkata: “Adik Liong.

. untuk kali ini kukabulkan. teriaknya de¬ngan gusar: "Bangsat.com/ beberapa pa¬tah kata... bagamanapun juga kehadiran Gak Kun liong memang banyak membantu baginya menghadapi lawan. kau tidak boleh turut serta dalam keramaian ini lhoo. tak kusangka kau memiliki kesabaran yang begitu besar.. “Baiklah. semangatmu yang tinggi sungguh membuat hatiku merasa amat kagum" Baru selesai dia berkata. aai. tetapi jangan Untuk lain kali. Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk ti¬dak banyak berbicara lagi. ujarnya: Ing ji untuk sementara waktu beristirahat lah dulu diatas pohon.Tiraikasih Website http://kangzusi.. akan aku lihat kau bisa tertawa sampai kapan?" Suma Thian yu berdiri membelakangi Hui cha Cun cu ketika merasakan sambaran angin tajam dari balik punggung. apa lagi mereka semua memandang kearahnya dengan penuh kegusaran. dia segera melompat turun dari punggung burungnya itu sambil menepuk kepala Ing ji. tahu-tahu orangnya sudah berpindah posisi. Maka sambil tersenyum dia mengangguk.. tiba-tiba terdengar lagi suara bentakan keras menggelegar diangkasa: . tidak nampak bahunya bergerak. buruburu dia me¬ngeluarkan ilmu langkah Ciok tiong luan poh in hoat untuk mengegos ke samping. sikap semacam itu pada hakekatnya sama dengan tidak memandang sebelah mata pun terhadap mereka." Hui cha Cun cu semakin naik darah lagi se¬telah menyaksikan sikap Suma Thian yu yang masih sempat tertawa dan bergurau kendati pun mereka sudah dikepung rapat. "keadaanmu sekarang memang mirip sekali dengan anjing penjaga pintu. tapi musuh uangguh keburu sudah dekat. satu bulan penuh kau tetap mengeram terus disini. “Setan tua" seru pemuda itu kemudian sambil tertawa." Gak Kun liong bersorak kegirangan. Tanpa banyak berbicara ladia maju sambil melepaskan sebuah pukulan.

Kendatipun Suma Thian yu memiliki tenaga yang amat sempurna.... Suma Thian yu telah . kemudian serunya sambit tertawa cekikikan: “Hai. anjing budukan penjaga pintuku.com/ "Boocah keparat.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Raja akhirat sedang meng¬gapai tangannya kepadamu. ditambah kekuatan sewaktu membacok hingga total jenderal kekuatannya mencapai lima ratus kati lebih.lebih baik urungkan saja niatmu itu" Seraya berkata. tanpa pikir panjang dia membalikkan badan menerjang ke samping Hui cha Cun cu. Buru-buru dia mengigos kesamping. kemudian sambil memutar senjata Hou to pangnya dia membacok batok kepala pemuda itu dengan jurus Sam yang kay tay (Sam yang membuka air). kemudian balas melancarkan sebuah sodokan untuk menotok jalan darah Hian ki hiat lawan. Cubitan mana tentu saja membuat Kiong Lui kegelian.. tangannya telah bertambah dengan sebatang senjata toya berbentuk bulan sabit. Dengan garangnya orang itu menerjang ke muka. tangan kanannya segera memainkan jurus Hui so-sui hong (serat terbang terhembus angin) untuk mencubit pelan di ba¬wah ketiak Hui cha Cun cu. toh ia tak berani menyambut datangnya ancaman tersebut dengan keras lawan keras. ketika muncul kembali. Meskipun Hui cha cun cu tidak menyangka kalau dalam waktu satu bulan yang singkat. dia sampai mencak-mencak kegusaran Sambil berkaok-kaok dia melompat ke belakang sebatang pohon. tampaknya kalian belum akan puas sebelum sampai di sungai Huang ho. lagipula kekejiannya mengerikan. Suma Thian yu sudeh menduga kalau serangan yang dilancarkan itu paling tidak mengandung tenaga pukulan sebesar delapan bagian. Toya Hou to pang tersebut paling tidak mencapai berat enam lujuh puluh kati. ingin merebut kem-bali mutiara itu? heh.hee.

sementara tangan kirinya membabat si mahkluk berkepala sembilan Li Gi. besar nyalinya menyaksikan kedua orang malaikat bengis itu maju bersama. dia benarbenar merasa terperanjat sekali.com/ memperoleh kemajuan pesat dalam kepandaian silatnya. melihat kelihayan permainan tangan kosongnya. kau bisa menyesal sekali.. maju semua!” Tiang pek ji sat tak ambil diam. namun Suma Thian yu yang sekarang bukan lagi Suma Thian yu yang dulu. menyusul kemudian secepat kilat menyodok tubuh Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu dengan jurus Kay san to hu (mebuka bukit mencari sumber air) tangan kananya menyerang Li hiong. . “lebih baik dengarkan saja anjuranku.. bentaknya keras: "Ayo. semuanya dilepaskan dengan kecepatan yang mengagumkan. senjata Hou to pangnya diputar kencang menciptakan selapis bayangan tebal yang menyelimuti seluruh tubuhnya. sebab hanya dengan cara itu saja selembar nyawamu baru dapat diselamatkan. cepat-cepat dia menarik kembali senjatanya kemudian melompat mun¬dur sejauh setengah kaki lebih dari posisi se¬mula. sudah bareng tentu Hui cha Cun cu tak berani berayal. serentak mereka mempersiapkan senjata masing-masing dan maju mengerubuti Suma Thian yu. Menyaksikan datangnya sambaran tangan Suma Thian yu yang begitu cepat bagaikan sambaran petir. serentak diapun meloloskan pedangnya. Kalau tak mendengar ucapan itu masih mendingan. Sambil membentak keras. Hanya berpisah berapa hari. berigu selesai mendengar ucapan mana kemarahan Hui cha Cun cu benar-benar tidak dilukiskan dengan kata-kata. Suma Tnian yu sudah merupakan se¬orang tokoh persilatan muda yang berilmu sangat tinggi. Gak Kun liong kecil orangnya. jangan memikirkan soal mutiara ya kongcu lagi. Hei orang she Kiong seru Suma Thian yu dengan suara lantang. jikalau sauyamu sampai marah hmmm. Kini.

Siapa tahu baru saja pedangnya diloloskan dan satu ayunan ringan melintas. peristiwa ini segera membuat hatinya sakit. dia membentak keras. tampaknya ujung golok Li Gi segera akan menembus pinggangnya. mereka tak sudi bertarung melawan Gak kun liong. Sementara itu Suma Thian yu masih berdiri bodoh ditempat tanpa berkutik.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan cepat ia berpaling. Ketika Kiu tau siu Li Gi mendengar adik nya menjerit ngeri. dia jadi nekad. seorang jago lihay dari kalangan Liok lim telah roboh binasa diatas tanah. begitu senjatanya diloloskan. diiringi dengan jeritan ngeri. baru pertama kali ini Suma Thian yu mempergunakannya untuk menghadapi lawan. Kenyataan tersebut segera membuat Suma Thian yu berdiri tertegun ditempat. kemudian goloknya segera diayunkan kedepan dan membacok kearah samping dengan jurus Hong toan lo siong (angin memotong pohon siong). tahu-tahu dia merasakan dadanya menjadi dingin sekali. Dengan mata merah membara. sambil mundur dua langkah. Liat hwe siu Li hiong. pedang Kit hong kiamnya segera diloloskan dari sarungnya. tahu-tahu dijumpainya Li Gi sudah terkapar tewas dengan tubuh bermandikan darah. kedua orang itu segera berpisah kekiri dan kekanan menghindarkan diri dari serangan Gak kun liong. segera berkumandang pekikan nyaring yang menggerincing. dia menjadi lupa kalau disitu masih ada dua orang musuh tangguh yang harus dihadapi.com/ Tiang pek ji sat bukan manusia sembarangan. Semenjak mempelajari ilmu Bu beng kiam hoat. orang ketiga dari Ting pek sam sat hanya merasakan cahaya biru berkelebat lewat didepan matanya. tubuhnya segera roboh terkapar ditanah bermandikan darah segar. Dengan perasaan terkejut Gak Kunliong menjerit: . Marah juga Suma thian yu menyaksikan serangan dari kedua orang itu. kemudian maju lagi menyerang Suma thian yu.

tampaknya olehnya Kiu tau siu Li Gi seperti babi yang baru disembelih. bergulingan diatas tanah sambil merintih tiada hentinya. aku akan membalaskan dendam bagi seratus jiwa yang melayang dalam dusun tersebut.. Terdengar Kiu tau siu Li Gi menjerit kesakitan kemudian tu buhnya roboh terjengkang ke tanah. serta merta dia memutar pedangnya untuk menangkis.com/ "Hati hati engkoh Yu!” Mendadak Suma Thian yu tersadar kembali dari lamunannya. hari ini ku ampuni jiwamu karena aku telah mendapatkan mutiara mustika itu dari tanganmu. hanya dalam satu bulan ilmu pedangnya telah menperoleh kemajuan yang pesat. dia cuma berdiri kaku ditempat. lupa melepaskan serangan lagi. segulung hawa dingin segera menyusup lewat punggungnya membuat ia merasa bergidik. Suma Thian yu merasa seakan-akan berada dalam impian saja. tapi secara beruntun dia telah membunuh dua malaikat bengis.Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada hakekatnya Suma Thian yu tidak sempat melihat jelas apa yang terjadi. Hal ini serasa dalam impian saja. ingat. Pulang saja kau!” kata Sama Thian yu kemudian hambar.. Ketika berpaling kembali. . cahaya biru kembali berkelebat lewat." Hui cha Cun cu adalah seorang manusia luar biasa kalau dia disuruh untuk mengaku kalah sebelum bertempur. Tak jauh dari sisi tubuhnya tertinggal sebuah lengan kanan yang menggenggam golok. sukar untuk dipercaya. sambil meng¬genggam senjata toya Hou lo pangnya. Bahkan Hui cha Cun cu pun merasa terkesiap setelah menyaksikan peristiwa ini. hal ini membuatnya tertegun. maka aku tak tega untak membunuhmu. dalam sekali gebrakan saja secara beruntun dia berhasil meroboh kan dua orang jago lihay dari kalangan Liok-lim. Memandang semua pemandangan yang tertera didepan mata. "suatu ketika. maka lebih baik mampus saja dalam pertarungan. setelah itu perge langan tangannya membalik ke bawah.

tapi jika . Suma Thian yu segera menyarungkan kembali pedangnya ke dalam sarung sambil bersiap menghadapi serangan lawan. dengan jurus Po im kiam jit (menyingkap awan melihat matahari) dia punahkan serangan musuh. kau tak usah takabur lebih dulu. baik. sekalipun seorang keroco yang tak bernama pun tak akan sudi melakukan perbuatan yang memalukan itu. tapi kalau dia disuruh lari terbiritbirit hanya berdasarkan sepatah katalawan. tanpa bertanding pun sudah diketahui siapa lebih tangguh siapa lebih lemah. dengan jurus Sin jut kui meh (malaikat muncul setan menghilang) yang disertai dengan tenaga sebesar enam bagian.com/ Betul dia sudah tahu kalau ilmu pedang Suma Thian yu sangat lihay. selang beberapa saat kemudian Hui cha Cun cu baru membentak keras.Tiraikasih Website http://kangzusi. mari kita tentukan kelibayan masing-masing dalam permainan tangan kosong!" Begitu selesai berkata. dia segera membuang senjata tongkat Hou tong pang nya ketanah. dia menghajar pemuda tersebut. kemudian setelah melotot sekejap kearah Suma Thian yu. katanya dingin: "Bocah keparat. Hui cha Cun cu memang tak malu disebut seorang gembong iblis yang licik dan berbahaya. Hui cha Cun cu segera mementangkan sepasang matanya yang tajam dan penuh pancaran sinar kebencian itu. jangankan dia terhitung gembong iblis termashur dalam kalangan liok lim. Suma Thian yu merentangkan sepasang tangannya dipisahkan kesebelah samping. Kedua belah pihak saling berhadapan tanpa bergerak. dia ingin mengandalkan kesempurnaan tenaga dalamnya yang mencapai enam puluh tahun hasil latihan untuk mengejar Suma Thiat yu yang masih ingusan. lalu membentak dengan marah: "Kau benar-benar keras kepala dan tak tahu diri. mengingat dihari-hari biasa supaya tak punya dendam maupun sakit hati dengan mu hari ini aku masih akan memberi satu kesempatan kepadamu untuk hidup.

lebih baik menyerah saja untuk menerima kematian.hmm. Siapa tahu setelah terjadi penangkisan itu kiong Lui merasakan tubuhnya bergetar keras. Menyaksikan kejadian tersebut.. dia mengegos kesamping dengan cepat. menyusul kemudian sebuah pukulan balasan dihantamkan ke tubuh kiong lui keras-keras. Walaupun dia berhasil meloloskan diri dari ancaman lawan. Berbicara sampai disitu. Secara beruntun dia mundur tiga langkah. sementara telapak tangan kananya seperti anak panah yang terlepas dari busurnya langsung menyodok jalan darah Hian ki hiat didada Hui cha cun cu dengan kecepatan luar biasa. kemudian melancarkan serangan balasan. hmmm kalau begitu jangan salahkan lagi sepasang telapak tangan ku tak kenal ampun lagi. . tampaknya kau sudah terjepit sekarang. telapak tangan kirinya segera melakukan tangkisan keatas. namun cepatnya tak terlukiskan dengan kata-kata. terutama sekali kesanggupan anak muda itu menutup diri dari sergapannya. namun keadaannya benar-benar amat mengenaskan. daripada harus mampus dengan tubuh tercincang!" Sambil mengerahkan tenaga dalamnya dia melakukan tangkisan.. "Sungguh lihay!" pekiknya dalam hati. cepat-cepat dia mundur kebelakang untuk menyelamatkan diri. dia hantam tenggorokan pemuda itu.. Kiong Lui segera tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya.. lalu dengan jurus Ban hong jut cau (selaksa lebah keluar dari sarang). Suma thian yu mendegus dingin.com/ kau belum juga mau mengerti. 00o00 00o00 Lagi-lagi Hui cha cun cu dibikin terperanjat oleh kelincahan gerak tubuh Suma thian yu.. "Bocah keparat...Tiraikasih Website http://kangzusi. Serangan itu sekilas pandangan tampak lembuk lagi lunak.

Sambil membentak keras. berbareng dengan menggemanya geledek.com/ "Ayo. Suma Thian yu pernah merasakan kelihayan dari Pek lek si hun ciang lawan.Tiraikasih Website http://kangzusi. . dia cukup mengetahui kelihayan musuhnya. kemarahannya menjadi-jadi. Rupanya Hui cha Cun cu iah mengeluarkan ilmu pukulan andalannya yakni Pek lei si hun ciang untuk menghadapi lawan. biasanya gerakan itu pasti akan dilanjutkan dengan serangan maut lainnya. Berulang kali dipaksa dibawah angin. lalu dengan menghimpun tenaga pukulan Bu siang sinkang dalam telapak tangan. Cepat-cepat dia pusatkan seluruh perhatiannya kesatu titik. kali ini dia gunakan dua jurus penolong dari ilmu Po to pak an(ombak dahsyat memecah ditepian) dan Hu kong keng im (cahaya kilat lintasan bayangan) untuk melepaskan bacokan maut. Hui cha cun cu sudah dibikin gusar sekali. Suma thian yu tak berani memandang enteng musuhnya setelah pihak lawan mengeluarkan jurus mautnya. dia bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan. bersamaan waktunya dia melejit pula ke tengah udara. terlihat dua kilasan cahaya kilat yang disertai desingan angin tajam menghantam kearah kepala lawan. bulu dan rambutnya sampai berdiri semua bagaikan kawat. di tengah udara sudah berkumandang suara gemuruhnya guntur memekikkan telinga. hawa Kui goan sim hoat pun disalurkan ke seluruh bagian badan. terutama sekali sesudah pihak musuh melambung ke angkasa. Telapak tangan kanannya kembali diayunkan kemuka menciptakan berlapis-lapis bayangan tangan yang segera menyelimuti seluruh angkasa dan mengurung tubuh lawan. sambut lagi sebuah pukulan ku ini!" seru Suma thian yu sambil tertawa dingin. tiba-tiba saja dia merubah gerakan tubuhnya. apalagi menyaksikan keangkuhan pemuda itu. Baru selesai Suma Thian yu melakukan persiapan.

"Blaaamm. serunya dengan nada penuh kebencian" "Bocah keparat.com/ coba kalau tempo hari tidak ditolong Gak Kun liong. masih untung Suma Thian yu berbaik hati dengan mengampuni jiwanya. Sambil tertawa hambar. selama gunung nan hijau. Akhirnya sambil merangkak bangun dari atas tanah.. dia lantas melarikan diri terbirit-birit meninggalkan tempat itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tapi justeru karena kewelas kasihannya ini. mungkin ia sudah tewas sedari dulu. Akibat dari benturan itu. Paras muka Hui cha Cun cu pucat pias seperti mayat. tubuh Hui cha cun cu terpental sejauh beberapa kaki dan terbanting keras-keras diatas tanah. untuk sesaat ia jadi tertegun. Akan tetapi. sudah pasti dia akan mampus sedari tadi.. hutang ini tak akan kulupakan untuk selamanya. dikemudian hari gembong iblis tersebut justru mengakibatkan banyak . sampai jumpa lagi lain kesempatan!" Tanpa berpaling lagi. ledakan dahsyat menggelegar disusul beterbangan-nya pasir dan debu. semenjak dia mempelajari ilmu Sian po hui hong ciang hoat ajaran Cong liong lo siansu. air tetap mengalir." ketika dua gulung angina pukulan yang menderu-deru bagaikan angin pukulan yang berbenturan satu sama lainnya. Suma Thian yu sendiri pun mundur beberapa langkah dengan sempoyongan sebelum akhirnya dia berhasil berdiri tegak. tenaga Bu siang sinkangnya dilontarkan melalui telapak tangan dan menyongsong datangnya ancaman lawan. coba kalau tidak.. rasa kaget dan tercengang menghiasi wajahnya. Menyelamatkan diri dalam keadaan yang mengenaskan boleh dibilang baru pertama kali dilakukan Kiong Liu selama hidupnya. semangatnya berkobar lagi. namun rasa percayanya pada diri sendiri meningkat. walaupun ia belum pernah mencoba sampai dimana kekuatan pukulan tersebut.

com/ kematian yang mengenaskan bagi umat persilatan lainnya. mereka kan orang jahat yang senang berbuat bejat. aku pernah mendengar ibu bercerita. asal adik Liong senang. apa sih namanya?" Suma Thian yu sendiri pun tidak habis mengerti mengapa dia berhasil mengalahkan gembong iblis tersebut dalam sekali pukulan. mendapat pertanyaan tersebut segera sahutnya sambil tertawa hambar: "Bu siang sinkang!" "Bu siang sinkang? Aaaah.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku menyesal serang anku tadi telah mengakibatkan mereka berdua satu mati satu terluka parah" "Aah. diakah yang mengajarkan ilmu tersebut kepadamu?" "Yaa. sekalipun hatiku yang kau maui juga akan kuberikan" "Ooeh engkoh Thian yu. betul. tentu saja hal ini sama sekali diluar dugaaan anak muda tersebut. Gak Kun liong segera bersorak kegirangan. mau bukan?" "Tentu. katanya kemudian sambil menghela napas: "Bu beng kiam hoat benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa. serunya dengan wajah berseri: "Engkoh Thian yu. betul. Melihat Kiong Liu sudah melarikan diri. setelah melihat waktu dia memandang pula dua sosok jenasah yang tergeletak ditanah. matipun masih untung" "Tapi mereka toh tak ada dendam kesumat apapun dengan diriku?" . kau memang sangat baik. lain kali kau mesti mengajarkan ilmu tersebut kepadaku. konon dalam dunia persilatan terdapat seorang pendekar yang bernama Put Gho cu. dia adalah guruku" "Tak heran kalau begitu lihay. sungguh hebat pukulanmu tadi. sambil lari ke sisi Suma Thian yu. selama hidup Liong ji akan berterima kasih terus kepadamu" Suma Thian yu mengalihkan pandangannya keatas langit.

agaknya membuat keledai itu ketakutan sambil berpekik nyaring tahu-tahu binatang itu lari kencang menuju keatas gunung. Setelah berpisah dengan Gak kun liong. Suma thian yu menjadi amat gelisah. semoga sepanjang jalan selamat dan sukses selalu" Gak kun liong segera memanggil Ing ji dan menunggang burungnya dia balik kembali kepuncak seberang. Keledai tak bisa lari cepat. . dia meninggalkan Lu teng berangkat kekota Tong sia.com/ "Aiai. lalu hujan pun turun amat deras. tak usah dibicarakan lagi. Dari situ menuju Tong ting ou paling tidak membutuhkan waktu dua puluh hari jika perjalanan ditembuh dengan cara begini. tempat yang dilalui melulu tanah perbukitan yang tinggi. Melihat hujan deras segera turun.Tiraikasih Website http://kangzusi. sudahlah. tapi justru dia akan sampai ketempat tujuan persis sebelum waktu yang ditetapkan oleh dua bersaudara Thia. maka memanfaatkan kesempatan itu. pemuda itupun tidak terburuburu melanjutkan perjalanan. kau harus berangkat. tiba-tiba awan gelap menyelimuti seluruh angkasa membuat udara menjadi gelap gulita. kaupun harus baik-baik menjaga diri" Ketika ucapan tersebut diutarakan. Gak kun liong mungkin sudah sampai di gua Hui im tong. seorang diri Suma thian yu berangkat meninggalkan bukit Han san menuju ke kota tong sia. Memandang bayangan punggung nya hingga lenyap dari pandangan. akhirnya Suma thian yu membeli keledai untuk melanjutkan perjalanan. engkoh Thian yu. Mendadak terdengar bunyi guntur menggelegar disusul sambaran kilat yang tajam. Suatu pagi. Perjalan yang ditempuh amat jauh. dia segera larikan keledainya cepat-cepat untuk menuju kesebuah hutan didekatnya. Suma thian yu baru berbisik pelan: "Adik liong. dia menikmati pemandangan alam yang indah disepanjang jalan. Hujan turun begitu deras dan keras.

Tiraikasih Website http://kangzusi. cepat-cepat dia menarik tali lesnya kuat-kuat. Suma Thian yu sangat terkejut. Bersamaan waktunya. tiba-tiba dia melihat ada sebuah rumah kayu muncul dibalik bukit sana. Sambil meringkik panjang.com/ Suma Thian ya ikut merasa terkejut. . Suma Thian yu menjadi amat kegirangan. mendadak dari balik rumah terdengar suara bentakan nyaring menggelegar memecahkan keheningan: "Lihat serangan!" Menyusul kemudian muncul tiga titik cahaya bintang yang menembusi kabut hujan dan menyambar tiba. secepat terbang dia lari kearah rumah kayu tersebut.. mari kesana untuk berteduh dari hujan keparat ini" Keledai itu berpekik nyaring. Sambil menepuk kepala keledainya dia memuji berulang kali. cepat-cepat dia memeluk leher keledai kencang-kencang dan membiarkan binatang tersebut berlarian tanpa tujuan. kepalanya. keledai itu segera mengangkat kakinya keatas dan bergeser setengah kaki dari posisi semula.. Suatu ketika.. menyambar lewat persis disisi telinga Suma Thian yu dan melesat kedepan. kau memang pintar. Baru sampai didepan rumah kayu itu. Suma Thian yu sendiri kena digoncang pula oleh lejitan keledai tersebut hingga terjatuh ketanah. Hujan turuu semakin deras. Tiga titik cahaya tajam itu dengan membawa desingan angin tajam. mendadak keledai itu berpekik nyaring sambil menyambar kepuncak bukit. mendadak pintu rumah dibuka dan muncul kepala seorang gadis muda. dengan perasaan terkejut Suma Thian yu mendongakan... Rupanya kesanalah keledai itu berlarian. "Wahai keledai. Kini Suma Thian yu telah basah kuyup oleh derasnya air hujan.

com/ Walaupun hujan masih turun dengan derasnya. kontan saja ia menjadi merinding dan berdiri semua bulu kuduknya. "aah. disusul perempuan itu berseru: "Hei. selain itu didalamnya tidak memakai apa-apa. coba kau lihat hujan begitu deras. dia lantas membalikkan keledainya dan pelan pelan berjalan mendekati rumah kayu tersebut. toh ia tak bakal bisa melahap diriku!" Berpikir sampai disitu. Jilid : 14 Mendadak dari arah belakangnya berkumandang suara tertawa cekikikan yang amat genit. di dalam ruangan keliahatan api membara dengan hangatnya. namun Suma Thian yu dapat mengenali perempuan itu sebagai Yan tho hoa (bunga tho indah) Ho Hong yang pernah dijumpainya di rumah Bi kun lun Siau Wi goan tempo hari. Waktu itu si Bunga tho indah Ho Hong hanya mengenakan seperangkat baju yang amat tipis. Sambil keledainya Suma Thian yu berteduh dibawah emper rumah. dengan begitu terlihat amat jelas seluruh anggota tubuhnya yang terlarang. Ho Hong sedang mengeringkan tubuhnya. Terkesiap hati Suma Thian yu setelah menyaksikan kejadian tersebut. "Hujan ini pasti turun terus tiada hentinya" demikian dia berpikir. Begitu mengetahui siapakah perempuan itu. kau lagi marah rupanya? Kemarilah. lebih baik aku berteduh lebih dulu disini. saudara cilik. dia merasa tubuhnya seperti tersambar . apa lagi setelah mendengar kata-kata yang genit itu. Suma Thian yu segera melompat naik lagi keatas punggung keledainya dan siap berlalu dari tempat tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. terutama payudaranya yang montok dengan putingnya yang memerah. perduli amat. apakah kau tak ingin berteduh sebentar sebelum pergi?" Waktu itu Suma Thian yu sudah basah kuyup ketimpa air hujan.

benar. Tiba-tiba Bunga tho indah Ho Hong berjalan mendekati pemuda itu dengan langkah yang lemah gemulai. kalau tidak..Tiraikasih Website http://kangzusi. kau memang perjaka yang masih suci. kenapa sih? Memangnya seluruh tubuhku tumbuh duri beracunnya?” Suma Thian yu tidak menghiraukan ucapan lawan. kontan saja lenyap hingga tak berbekas. setelah kering nanti baru kau kenakan lagi. kemudian berseru tertahan: “Aaah. Buru-buru ia duduk bersila sambil memusatkan seluruh perhatian nya kesatu titik. Kontan saja perbuatannya itu disambut gelak tertawa cekikikan dari si Bunga tho indah Ho Hong. aku lupa kalau belum mengenakan pakaian. kau jangan mentertawakanku” Selesai berkata ia lantas bersembunyi dibelakang pintu dan mengenakan kembali pakaiannya yang telah kering.com/ aliran listrik bertegangan tinggi saja. dalam waktu singkat dia sudah muncul kembali dengan pakaian yang rapi. tak heran kalau tak berani memandang kearahku. biar ku keringkan sebentar. Dalam waktu singkat hawa dingin yan semula mencekam tubuhnya. Jangankan beranjak. mata pun tak pernah memandang ke arah perempuan tersebut. Si Bunga tho indah Ho Hong segera memutar otaknya. rupanya dia kegelian. terima kasih" tampik Suma Thian yu dengan nada dingin dan kaku. Menyaksikan sikap dingin anak muda itu. dia hanya memusatkan terus perhatiannya ke satu titik dan mengatur nafas. “Aduh . . kenapa.. kontan membuat semua anggota badannya kaku. kau bisa masuk angin” "Tidak usah. lalu mulai memejamkan mata dan mengatur napas. kemudian sambil tertawa genit katanya: "Lepaskan pakaianmu yang basah. saudara cilik.

Dikolong langit ini memang terdapat banyak kejadian yang tragis. Selama ini. genit dan menjemukan itu. Si Bunga tho indah Ho Hong memang dilahirkan dengan selembar mulut yang pandai merayu. hanya sayang sekali sekuntum bunga teratai yang tumbuh diatas lumpur. ia bisa mempunyai nama buruk semua hari ini.com/ Suma thian yu benar-benar merasa muak menyaksikan tingkah lakunya yang tengik. Bayangan saja. Bunga tho indah Ho Hong sudah amat mashur dalam dunia persilatan sebagai seorang perempuan genit berwajah cantik. Kedua orang itu merupakan jago-jago lihay dulu dalam kalangan Liok lim. bagaimana mungkin bisa menjadi baik? Si Mayat Hidup Ciu jit hwe merupakan pentolan iblis dalam golongan iblis. murid yang di didik Si Mayat Hidup Hoat Si si. dua diantaranya adalah Hek hong hou (harimau angin hitam) Lim Kang dan Kim bin kui (setan muka hijau) Siang tham.. dia mempunyai tiga murid. Dibawah didikannya. dia selalu berusaha untuk maju selalu berusaha untuk kembali kejalan yang bersih dan lurus.. akan tetapi . itulah sebabnya banyak sekali pemudapemuda yang terpikat olehnya. ilmu silat yang dimilikinya boleh dibilang tiada taranya didalam dunia persilatan. kedua. hingga kini dia masih tetap suci bersih tanpa noda. semuanya tak lain adalah hasil didikan gurunya. Si Bunga tho indah Ho Hong hanya satu diantara sekian banyak kejadian lainnya. mereka sudah banyak melakukan kejahatan dan membunuh orang tak terhitung jumlahnya. Hal ini disebabkan pertama.Tiraikasih Website http://kangzusi.. bagaimana bisa menjaga nama baiknya? Orang tak ada yang percaya kalau gadis ini masih suci bersih. ilmu silatnya amat lihay dan sakti. Padahal watak Si Bung tho indah Ho Hong sendiri tidak termasuk jahat. boleh dibilang hampir sebagian besar umat persilatan mengenalinya. Sangat banyak jago termashur yang terpikat oleh kegenitannya itu sehingga tunduk seratus persen dibawah telapak kakinya. Si Bunga tho indah Ho Hong adalah seorang gadis yang baik.

mereka tak tahu bagaimana perasaan seorang wanita.com/ ucapan manusia dan lingkungan hidup bagaikan benteng baja yang kuat. apa pula yang bisa dia perbuat? Bertarung melawan lingkingan? Menghadapi ucapanucapan cabul dengan kasar? Atau dia harus berjuang untuk mencapai kedudukan tinggi.. hmmm bila aku Ho Hong manfaatkan kelebihanku.. Bunga tho indah Ho Hong semakin penasaran. tapi ada pula saatnya dia berjalan kearah yang salah. apa sulitnya untuk menaklukkan mereka dibawah telapak kakiku?" Akhirnya ucapan tersebut menjadi prinsip hidupnya selama ini. diam-diam dia menyumpai pemuda itu sebagai lelaki palsu. mulai berbuat sewenang-wenang dan kian terjerumus. Menyaksikan pemuda itu sama sekali tak terpikat oleh bujuk rayunya. Maka dia selalu putus asa. mengerti aku . tak heran kalau dia pun mencoba merayu dan menggaet hati Suma Thian yu... ia tak kan mengerti tentang bagaimana cara melanjutkan hidup. selalu saja menghalangi jalan perginya. perempuan hanya tahu bagaimana mencintai dan dicintai. lelaki.? Tidak. Ia seringkali bergumam begini: "Burung gagak di dunia ini semuanya hitam... mulai kecewa.. mereka hanya tahu memuaskan napsu.. Sampai pada akhirnya dia sendiripun menjadi buta. hatinya setenang air. di tambah lagi ia tidak gemar bermain perempuan.. tapi iapun segera menyusun rencana untuk menyiapkan sebuah perangkap. Ada kalanya dia berjalan kearah yang benar. “Kau benar-benar tak takut dingin?” Bunga tho indah Ho Hong menegur sambil tertawa..Tiraikasih Website http://kangzusi. Siapa tahu Suma Thian yu adalah lelaki sejati yang tahan uji. Bagi seorang perempuan. buta untuk membedakan mana yang benar. setelah dia bertemu dengannya. tidak mungkin seorang perempuan bisa berbuat demikian. “ooohh.

walau hanya sebentar saja. ia sedang berpikir sampai kapan hujan tersebut baru akan berhenti. tindakan yang terlampau tergesa-gesa bisa mengakibatkan kegagalan total. sepatah katapun tidak berbicara. penemuan ini tentu saja amat menggirangkan hati Suma thian yu. Mendadak tampak bayangan manusia berkelebat lewat diluar jendela. kepergian Ho Hong pada hakekatnya tidak memancing perhatiannya. siapa tahu semakin dipandang makin tertarik.Tiraikasih Website http://kangzusi. pakaiannya telah mengering.. dia ingin sekali menjatuhkan diri kedalam pelukannya dan merasakan kehanggatan tubuhnya. mengeringkan pakaiannya dengan pancaran hawa murninya. maka kembali ujarnya sambil tertawa: “Duduklah dulu disini..com/ sekarang. Tapi dia lantas berpikir kembali. Tak selang beberapa saat kemudian. Ketika Ho hong berlalu." . Siapa tahu segera terdengar lagi suara panggilan yang lirih: “Adik hong. adik Hong. aku akan mengambilkan kayu bakar diluar sana” Ia melompat keluar dan lenyap dibalik pintu itu. tapi dia hanya membuka matanya sambil memandang keluar jendela saja. Suma Thian yu masih tetap duduk kaku ditempat tanpa berkutik. lantaran aku ada disini maka kau enggan melepaskan pakaianmu bukan?” Sambil berkata ia melirik sekejap kewajah pemuda itu.. Siapa pula yang menduga jikalau saat itu Suma thian yu sedang melakukan suatu percobaan. disaat Ho Hong sedang mengoceh tiada hentinya tadi. ia sudah memejamkan mata sambil mengatur napas bahkan tak selang beberapa saat kemudian dia sudah berada dalam semedinya. tubuhnya makin lama makin mengering. mula-mula Suma thian yu mengira si Bunga tho indah Ho Hong telah kembali. maka dia segera memejamkan matanya rapat-rapat.

Sumoay telah pergi kemana?” Pada saat itulah Ho Hong masuk dari pintu depan. siapa kesudian denganmu?” damprat Ho Hong marah.. ketika gadis itu menyaksikan ji-suhengnya berada disana. Tak lama kemudian terlihat seseorang berjalan masuk kedalam ruangan itu." "Plaaaak!" belum habis dia berkata.Tiraikasih Website http://kangzusi. Setan muka hijau Siang Tham segera tertawa terkekeh-kekeh.com/ Merasakan keadaan tak beres. pipi kanannya sudah ditampar Ho Hong keras-keras. buru-buru Sum thian yu melompat bangun dan menyembunyikan diri dibalik tempat kegelapan. Dia bermuka hijau bertaring panjang. apakah aku sebagai kakakmu tak boleh datang kemari mencarimu? Apa lagi kita toh masih. Melihat Ho Hong munculkan diri.. maka pertanyaan tersebut lantas ditujukan kepada kakak seperguruannya. bajunya panjang berkembang-kembang. dalam sekilas pandangan saja dapat dikenalinya sebagai si setan muka hijau Siang Tham. lalu sambil menarik muka ia berkata: "Apa maksudmu? Kau telah berubah. Ketika masuk kedalam ruangan.. berubah sekali. " "Uuuh. dengan gusar segera menegur: “Mau apa kau datang kemari? Siapa suruh kau kemari? Mana dia?” Rupanya dia tidak melihat Suma Thian yu berada disitu. aku sudah mencarimu dengan susah payah. tak ussh banyak ngebacot lagi disini” .. ujarnya seram: "Adik Hong. "enyah kau. kemudian terdengar gadis itu berteriak: "Tutup mulutmu.. Siang Tham tidak melihat Suma Thian yu... dia hanya berseru tertahan sambil berguman: “Heran. cepat enyah dari sini!" Dampratan itu membuat si Setan muka hijau Siang Tham tertegun.

heeh. rupanya lagi menyembunyikan lelaki. hmm! Bagus. kau tak usah takabur. dia berlalu dari situ. kau berontak? Kau berani melawanku?" teriaknya amat gusar. Bunga tho indah Ho Hong menjerit kaget setelah menyaksikan .aku heran. karena kesakitan dia berkaok kaok keras: "Perempuan rendah... apa sebabnya kau berubah menjadi begitu dingin dan tak berperasaan kepadaku.. tanpa banyak membuang waktu. kuberitahukan kepadamu. sudah sejak tadi tubuhmu kuhancurkan menjadi berkeping-keping!" Hmm. jika tak ada urusan kau dilarang kemari.. masih belum mengerti kau?" "Perempuan rendah. sambil tertawa seram ia membalikan tubuhnya lagi. orang lain mungkin takut kepadamu. tapi Ho Hong tidak memandang sebelah mata pun kepadamu. dengan cepat dia seperti menyadari akan sesuatu.com/ Lima jari tangan yang merah membengkak segera tertera diatas wajah Setan muka hijau Siang Tham.. Dua titik cahaya tajam dengan kecepatan luar biasa langsung meluncur ketubuh Suma thian yu yang berada di sudut ruangan. hari ini ada kau tiada diriku” Dia lantas merogoh ke dalam sakunya dan membalikkan tubuh sambil mengayunkan tangan. bagus sekali. Tapi belum lagi dua langkah. mulai hari ini hubungan kita putus sampai disini” Perempuan rendah. akan kulihat kau bisa bertahan sampai kapan. "Heeh.Tiraikasih Website http://kangzusi.” seru setan muka hijau Siang Tham dengan seram.... heeh. seandainya aku orang she Siang tidak teringat kalau kau adalah saudara seperguruanku.. mendadak ia menyaksikan bayangan manusia bergerak di sudut ruangan. "dahulu aku toh sudah memberitahukan kepadamu. "Mau apa kau datang kemari?" teriak Ho Hong sambil menuding kearah hidungnya.

semua amarahnya kontan saja dilampiaskan ke tubuh Suma Thian yu. dampratnya lagi amat kasar: “Perempuan rendah. mendadak pemuda itu mengebaskan ujung bajunya. ilmu silatnya justru hanya dibawah si harimau angin hitam Lim kang. kau berani menyeleweng dengan pria ini? Bagus.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tampaknya dua batang senjata rahasia tersebut akan menghajar tubuh Suma Thian yu. kini lenyap tak berbekas bagaikan batu yang tenggelam ditengah samudra." Kemudian sambil melotot ke arah Ho Hong dengan sorot mata buas. gagal dengan serangan pertama. diapun tak ingin menyalahi Siang tham lagi. Dua batang senjata rahasia yang dilepaskanSiang tham tadi. Setelah mengetahui kalau pemuda yang menampakkan diri adalah Suma Thian yu. jika tidak kuberi pelajaran hari ini. rupanya kau si bocah keparat. tapi ia segera tertawa licik: “Oooh. kendatipun begitu. sebuah pukulan dahsyat segera dilontarkan ketubuh Ho Hong. maka begitu melihat datangnya serangan. dia mau menolong sayang keadaan terlambat. Si Setan muka hijau Siang Tham cukup mengetahui akan tabiat dari sumoaya-nya ini. buru-buru tubuhnya mengegos ke samping. mulai sekarang aku tidak memakai nama marga Siang lagi” Selesai berkata. teriaknya penuh amarah: “Bocah keparat.com/ kejadian tersebut. Walaupun bunga tho indah Ho Hong menempati urutan ketiga. pagar makan tanaman. kemudian sambil tertawa tertawa terbahak-bahak munculkan diri dari tempat persembunyian. serahkan selembar nyawamu!” Dengan jurus Kay san to liu (membuka bukit mencari air) dia bacok tubuh Suma Thian yu. dia tak berani menyerang untuk kedua kalinya. . mau tak mau si Setan muka hijau Siang Tham merasa terkesiap. Sambil maju kemuka.

dan dendam itu belum pernah lampiaskan. Dalam suatu gerakan yang ringan. maka setelah bersua kembali kini. sekilas pandangan nampaknya enteng. . kejadian mana segera menimbulkan perasaan girang dan murung baginya. “Blaaammm!” setelah membentur diatas dinding ruangan. itu berarti harapannya untuk membalas dendam menjadi besar. begitu sempat tenaganya menjawil ujung baju lawan. Suma thian yu sudah menaruh dendam kepadanya. ia roboh terkapar di tanah. Bu siang sinkang dengan berubah menjadi hawa sakti tanpa wujud langsung meluncur ke muka. tubuhnya sudah terpental ke belakang seperti layang-layang yang putus talinya. Ketika Suma Thian yu menyaksikan disitu telah terjadi keributan. tapi diapun murung karena musuhnya kian bertambah banyak.com/ Sejak dikerubuti Siang Tham tempo hari. ternyata Suma Thian yu berhasil merobohkan murid ke dua dari si Mayat hidup Ciu Jit hwee. sudah pasti kejadian mana akan menimbulkan bencana dikemudian hari. sedang hujan diluar rumahpun telah berhenti. tak heran kalau matanya berubah menjadi merah membara. Suma thian yu segera mengebaskan bajunya kedepan. dia merasa kalau tidak pergi sekarang. Ia girang karena ilmu silat yang dimiliki nya sekarang sudah mencapai tingkat yang luar biasa. padahal dibalik semuanya itu justru tersembunyi suatu kekuatan yang luar biasa. sekarang justru dia yang datang membuat gara-gara. keadaan masih mendingan. Kasihan setan muka hijau Siang Tham. boleh dibilang iblis ini sedang mencari penyakit untuk dirinya sendiri. Jika Suma Thian yu tak membuat perhitungan dengannya. pemuda itu sudah menyelinap keluar lewat jendela. mau menunggu sampai kapan lagi? Dia segera menggerakkan tubuhnya dan bagaikan segulung asap ringan.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian melompat naik ke punggung keledainya dan berlalu dari situ.

orang itu sudah kabur. sumpahnya: “Lelaki sialan. . mau apa kau?” Mendengar pemuda itu melarikan diri. "Sasaran kita telah kabur. mari kita kejar!" teriak Siang Tham kemudian keras-keras. gadis itu mendepak-depakkan kakinya berulang kali keatas tanah. buru-buru tanyanya: ”Kemana perginya anjing cilik itu?" “Hmmm. Pe ristiwa yang baru saja dialaminya membuyarkan kegembiraan dalam hatinya. hmm! Selama aku Ho Hong masih hidup... ia tak berniat lagi untuk menikmati pemandangan alam disepanjang jalan. dari dalam hutan bermunculan belasan orang perampok berkerudung. Tak lama sepeninggal rombongan perampok itu. Setelah meninggalkan rumah kayu itu. dia menyumpahinya pula dengan geram: “Hmmm. sok alim.Tiraikasih Website http://kangzusi. Bunga Tho indah Ho Hong juga menutup rumahnya dan berlalu dari situ. Tak selang berapa saat kemudian. tapi ketika tak menjumpai Suma thian yu berada disitu. Setan muka hijau Siang Tham menjerit kesakitan dan sambil melompat bangun. kemudian bersuit keras-keras. manusia macam kau juga ingin di sebut seorang hohan.” Dengan geramnya dia menghampiri orang itu kemudian ditendang keras-keras untuk melampiaskan rasa dongkolnya. Sambil menahan geramnya. tak akan pernah kulepaskan dirimu!" Kemudian sambil berpaling kearah Setan muka hijau yang tergeletak semaput ditanah. Suma Thian yu sudah lenyap dibalik bukit sana. Suma Thian yu melarikan keledainya beberapa waktu sebelum memperlambat perjalanannya.com/ Menanti Bunga tho indah Ho Hong hendak menghalanginya. semuanya ini gara-gara si setan mampus.. Diiringi oleh gerombolan perampok berkerudungnya serentak mereka menuruni bukit itu dan melakukan pengejaran. Setan muka hijau Siang Tham segera meluncur keluar dari ruangan dengan kecepatan tinggi.

bertaring panjang dan mengenakan jubah panjang berkembang-kembang. . Kota Tong sia dibangun dikaki bukit Tay piat san.t ditengah jalanan kota Tong sia muncul serombongan penunggang kuda. Tapi Suma thian yu cukup menyadari bahwa kuda-kuda yang muncul dari belakang merupakan kuda jempolan yang dapat berlari kencang. setan muka hijau Siang Tham memperhatikan sekejap sekeliling tempat itu. Ketika matahari baru tenggelam dilangit barat. satu ingatan segere melintas dalam benaknya. di tengah muncul sebelas ekor kuda jempolan yang dilarikan secepat angin.Tiraikasih Website http://kangzusi. penunggangnya adalah manusia-manusia berpakaian ringkas warna hitam yang menggembol senjata berbentuk aneh. Sebagai pemimpinnya adalah seorang lelaki bermuka hijau. Tak salah lagi. seorang anak buahnya segera datang berbisik: "Bocah keparat itu tidak berada dalam kota". Sama Thian yu baru menjalankan kembali keledai menyusul dibelakang orang-orang tadi. tampaknya dia merupakan pemimpin rombongan tersebut. cepat-cepat dia membelokkan arah lari keledainya kesisi jalan dan menyembunyikan diri dibelakang sebatang pohon besar! Tak selang berapa saat kemudian. tak mungkin keledai miliknya sanggup menggunguli mereka. mereka adalah gerombolan perampok bertopeng yang dipimpin setan muka hijau Siang Tham. tempat itu merupakan tempat pertemuan untuk jago-jago silat yang bermukim disekitar sana. Setelah turun dari kudanya. meskipun agak terpencil namun kotanya sangat ramai. ia memberi tanda agar berhenti. Menati rombongan orang-orang itu sudah lewat. ketika tiba didepan rumah makan Kun eng lo.com/ Mendadak dari arah belakang berkumandang suara derap kaki kuda yang ramai. Keledainya segera mengikik panjang dan turut berlariang kencang ke depan.

Tiraikasih Website http://kangzusi. pemuda itu baru turun dari keledainya dan mendekati rumah makan itu. Diatas keledai duduk seorang pemuda. Tak lama setelah Siang Tham naik loteng. tanpa terasa berhenti sejenak dan mengintai ke dalam ruangan. Ketika tidak di jumpai seraut wajahpun yang dikenal. “asal kau dapat mengerjakan dengan baik. belum pernah kami jumpai orang yang dimaksudkan” Setan muka hijau Siang tham berpikir sejenak. bagus sekali. hatinya merasa agak bergetar keras. dia tak lain adalah Suma thian yu. sesosok bayangan manusia sudah lenyap dibalik kegelapan sana. Ketika Suma Thian yu tiba didepan pintu ruakan Kun eng lo dan melihat begitu banyak kuda jempolan di tambat disana. Sementara Setan muka hijau Siang Tham sendiri dengan mengajak keenam sisa perampok memasuki loteng kun eng lo. dua pukuh li didepan sana merupakan bukit yang sunyi. Mendadak dari sisi tubuhnya terasa berhembus lewat angin tajam. Setan muka hijau kembali tertawa. bila ada kabar segera laporkan kepadaku” Lelaki itu nampak ragu sejenak. diujung jalan sana muncul seekor keledai yang berjalan pelan-pelan menuju kearah rumah makan Kun eng lo pula. kemudian katanya lagi: “Mungkinkah dia sudah berada jauh didepan?” “Tidak mungkin. . sekarang bawalah tiga orang saudara dan lakukan pemeriksaan didepan sana. jago muda kit. tapi akhirnya dengan perasaan apa boleh buat dia mengajak tiga orang rekannya untuk berangkat melaksanakan tugas tersebut. menanti Suma Thian yu mundur dengan terkejut. kemudian terlihat ada seseorang yang menumbuk bahunya dengan sempoyongan. disana tidak ada rumah penduduk” “Bagus.com/ "Dari mana kau bisa tahu?" “Sejak masuk kota hingga sekarang. toaya pasti memberi hadiah untukmu.

. memang benar.Tiraikasih Website http://kangzusi. hati-hatilah dengannya!” Dibawahnya tidak nampak tanda tangan penulis surat itu. dia tak akan berbuat demikian. baru akan menambat tali les keledainya ditempat parkir.. kemudian sambil terbungkuk-bungkuk katanya sambil tertawa: “Tuan. Keliru bila anda beranggapan demikian. Suma thian yu membuka gulungan kertas itu dan segera dibacanya. Ternyata diatas kertas itu hanya dicantumkan beberapa huruf yang berbuntu demikian: “Siang Tham ada didalam. Suma thian yu segera termenung beberapa saat lamanya. Seorang pelayan munculkan diri menyambut kedatanggannya. “Aaah tidak mengapa.com/ Suma thian yu menggelengkan kepalanya sambil mengrerutu. Mungkinkah Suma Thian yu merasa takut terhadap gembong iblis itu sehingga dia memutuskan untuk mengundurkan diri saja dari situ. ia tak habis mengerti siapa gerangan yang yang memberi peringatan tersebut kepadanya. dengan perasaan terkejut diambilnya kertas itu cepat-cepat. . mendadak sorot matanya bertemu dengan Setan muka hijau Siang Tham yang sedang duduk disudut sebelah kiri. seketika itu juga niatnya bersantap menjadi hilang.. kemudian dengan membusungkan dada dia berjalan masuk ke dalam rumah makan tersebut. tempat kami sudah penuh. biar aku mencari tempat dilain tempat saja sahutnya cepat. Suma Thian-yu memandang sekejap kesekeliling ruangan. Suma Thian yu bukan seorang pengecut.. maaf tuan.. tapi gaya tulisannya sangat kuat dan bertenaga.? Terpaksa surat itu dimasukkan kedalam sakunya. silahkan mencari ditempat lain saja. disitu sudah tiada tempat kosong. Meminjam sinar lentera yang memancar dari balik rumah makan. tiba-tiba pemuda itu menemukan secarik kertas putih dibawah kakinya.

. serunya: ""Maaf tuan.. silahkan. sudah kami siapkan sebuah tempat untukmu. mendadak terdengai Siang Tham berteriak keras: “Hei.haaah. Setelah berpikir sejenak. ia memutuskan untuk masuk dulu melihat keadaan sebelum mengambil tindakan selanjutnya. tapi sejak terjun ke dalam dunia persilatan.rupanya saudara Siang juga berada disini. dia segan mencari urusan dengan orang lain.. dia memang sudah berprinsip "Tiada urusan tak akan mencari urusan. sambil menggapai kearah Suma Thian yu. Maka sambil tertawa tawa katanya.. mengapa kau malah pergi dengan begitu saja?" Kalau di dengar dari nada suaranya sudah jelas adalah nada suara seorang teman yang akrab.com/ Berbicara soal silat atau soal sastra. hamba tak tahu kalau tuan adalah tamu terhormat dari toaya tersebut." Setelah tiba ditempat duduk.. karenanya bila keadaan tidak terlalu memaksa. ada urusan tak akan takut menghadapi kematian".. Si setan muka ujau Siang Tham baru berbisik lagi: . dia segera menurun keledainya dan berlalu. "Haah. cepat tahan orang itu!" Cepat pelayan itu lari keluar dan menarik tangan Suma Thian-yu. Sementara itu.haa. si setan muka hijau Siang tham sudah muncul didepan pintu.. jika begitu siaute akan meneguk secawan arak dulu sebelum berangkat. Baru saja dia hendak membalikkan badan meninggalkan tempat itu. harap kau sudi memaafkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. pelayan. ia tidak habis mengerti permainan setan apakah yang sedang di persiapkan iblis itu.. silahkan duduk didalam.. Suma Thian yu tidak akan memandang sebelah mata pun terhadap kawanan perampok itu. bagus sekali. katanya: “Lote. bagaimana sih kau ini. silahkan!" “Aku tidak kenal dengan orang itu” tampik sang pemuda sambil menggeleng.

. pikirnya geli: “Kalau memang begitu.com/ “Selesai bersantap. Dengan perasaan kaget pemuda itu meraba bajunya yang basah. tapi begitu menyentuh ke atas pakaiannya. kemudian .. sekulum senyuman licik kembali menghiasi bibir si Setan muka hijau. kemudian katanya lagi sambil tertawa: “Tak disangka kita bisa minum arak bersama pada hari ini. sebab itu meski berhadapan sebagai musuh. kembali wajahnya berubah hebat. sauya memang kuatir jika kau mencari gara-gara disini” Ketika selesai menyelesaikan kata-kata tadi. dia tidak berusaha untuk melakukan pencegahan.. Pada mulanya ia tidak menaruh curiga kalau setan muka hijau Siang Tham bakal meracuninya.cawan arak yang berada digenggamannya sudah tersambar oleh senjata rahasia tersebut. ternyata pakaian tersebut telah berubah menjadi hijau kebiru biruan. jelas didalam arak tersebut ada racunnya. selama disini lebih baik bersabar dulu. dia mengambil dua cawan arak dan menyodorkan secawan untuk Suma Thian yu.. bukan saja dapat dipakai untuk memeriksa apakah sesuatu benda ada racun nya atau tidak. Sambil menjerit kaget Suma Thiin yu melompat mundur beberapa langkah. lagi pula dapat dipakai untuk menghadapi serangan racun. mari.. kita keringkan cawan arak!” katanya kemudian. Suma Thian yu tidak sungkan-sungkan lagi. terasa ada cahaya tajam berkelebat lewat.”praaang”. kita berjumpa jagi diluar kota. hal ini akan lebih baik lagi. Perlu diketahui. Baru saja cawan itu akan menempel dibibirnya. tapi sebagian bajunya sudah keburu basah oleh tumpahan arak. telapak tangan kiri Suma Thian yu pernah mengisap sari daun anti racun Jiu sian kiam lan.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia menggangkat cawan araknya dan meneguknya. pemilik rumah makan ini bukan manusia yang gampang dihadapi” Suma thian yu tertawa hambar..

.engkoh cilik. tanpa pikir pan jang segera serunya sambil tertawa dingin: "Heeehh. bila dirumah makan kami terjadi persoalan maka peristiwa itu menjadi tanggung jawab kami. Baik.haah.. dengan mata melotot bentaknya keras-keras: "Siang Tham. benar-benar tidak kusangka.heeeh.heeeh.haahh. Bila kau memang orang gagah.. bagus sekali. anak murid didikan mayat hidup Ciu Jit-hwee pandainya cuma mencampuri arak orang dengan racun!.. dia berpaling dan menatap wajah Setan bermuka hijau Siang Ttam lekat-lekat. kemudian dengan wajah serius serunya: "Apakah kau yang meracuni saudara cilik ini?" . ia telah memerintahkan anak buahnya mencampuri arak tersebut dengan racun. Suma Thian yu sama sekali tidak menyangka kalau Si setan muka hijau Siang Tham sebagai seorang jagoan lihay dalam golongan Liok lim bisa berbuat curang dengan tindakan yang begitu pengecut dan memalukan.. bila ada urusan. ayoh kita bereskan persoalan ini diluar kota saja!" Selesai berkata dia lantas membalikkan badan berlalu dari situ.. hawa amarahnya kontan berkobar.... “Haah.Tiraikasih Website http://kangzusi.... rupanya karena alasan inilah kau jadi ternama dalam dunia persilatan? Hmm. Hari ini aku Thian yu baru benar-benar mengenali manusia macam kau.bagus. ia tidak habis mengerti terhadap ucapan orang yang sama sekali tak dikenalnya itu. mari kita bicarakan lagi dihalaman belakang sana" Suma Thian yu agak tertegun. Mendadak dari depan tubuhnya muncul seorang kakak berbaju biru.com/ Siapa tahu ketika Siang Tham keluar ruangan menyambut kedatangan Suma Thian yu tadi. jadi kelau begitu kaulah yang meracuni arakku tadi? Tolong tanya siapa namamu?" Ucapan ini sebaliknya malah membuat kakek berbaju biru itu tertegun. gelak tertawanya sudah bergema diruangan. belum lagi orangnya sampai.

Tiraikasih Website http://kangzusi.. heeh. “Buu... harap saudara yang meracuni saudara ini. ketika aku tak ada disitu.com/ Sejak menyaksikan kemunculan kakek berbaju biru itu.buat apa kau mesti bertindak serius? Chin locianpwe. .. cepat kau tunjukkan orang itu untuk diberi hukuman yang setimpal. lalu katanya sambil tertawa: “Locianpwe... “Siang tayhiap. sikap setan muka hijau Siang Tham telah berubah menjadi munduk-munduk. tampak suatu bayangan manusia berkelebat lewat.sudah banyak tahun kita tidak berjumpa. semua ini gara-gara perbuatan beberapa orang saudaraku. mungkin mereka kelewat memandang tinggi Suma siauhiap sehingga timbul niatnya untuk mengajak saudara ini bergurau” Suma thian yu melotot gusar. tahu-tahu seorang lelaki setengah umur berwajah bengis telah melompat bangun. dengan Tangkeng kami toh sudah saling mengenal. sikakek berbaju biru itu sudah berkata lagi sambil tertawa dingin tiada hentinya.. kaukah yang telah meracuni arak saudara cilik itu? kembali kakek berbaju biru itu membentak dengan wajah marah.. sambil tertawa licik sahutnya: “Aaahh. terpaksa lohu harus berbuat kurang sopan terhadap Kiang tayhiap” Baru saja kakek berbaju biru itu menyelesaikan perkataannya.. kini dia menjura dalam-dalam. rumah makan Kun eng lo bukan suatu tempat yang bisa dikacau ketenanggannya oleh siapapun. “Tak usah banyak biacar. apakah kau orang tua. baru saja dia hendak mengucapkan sesuatu. apalagi hubunganmu dengannya...heeeh. kalau tidak. rupanya mereka telah mencampuri arak dengan obat pemabuk.” “Tak usah banyak bicara. seorang lelaki berani berbuat berani bertanggung jawab. Agaknya wajah setan muka hijau Siang Tham tahu kalau dia tidak bisa menghindar kagi. kau undang untuk menjumpai diriku” Setan muka hijau Siang Tham segera mendehem beberapa kali..

lelaki itu menuding keujung hidung sendiri. mau apa kau? memangnya kau bisa melahap toayamu bulat-bulat?” “Kau tidak bohong? bentak kakek berbaju biru itu dengan gusar. apakah tindakanmu tak terlampau kelewat batas?? Bila peristiwa hari ini sampai terdengar Tongkeh kami. Menyaksikan hal ini.. yang lohu cari sekarang adalah kenyataan. “jangan menanggung dosa buat orang lain.. kau menghukum mati orang ini. sinar matanya bersinar tajam.. menyusul kemudian seluruh badan sakit sekali sehingga tak kuasa lagi dia menjerit dengan suara menggidikan hati: “Aduuuh.. aku tak ingin sampai salah membunuh orang tak salah!” “Omong kosong! Dengan andalkan sekerat tulangmu itu. pikirnya: "Entah dengan cara apa kakek itu turun tangan? Ilmu silat apa yang dia pergunakan? Mengapa lelaki buas ini bisa mampus menyerupai orang yang terserang penyakit parah? Dari atas sampai bawah tubuhnya sama sekali tidak ditemukan cedera apapun?" Sementara itu. aku percaya kau tak akan mampu untuk memikulnya” . lalu menjawab: “Toayalah yang telah meracuni racun itu. segera tampak olehnya bayangan manusia berkelebat lewat.com/ Dengan senyuman angkuh menghiasi wajahnya. memangnya kau mampu untuk membunuh toaya mu?” Baru saja lelaki buas tersebut berbicara demikian.Tiraikasih Website http://kangzusi. lelaki buas itu sudah tewas dengan mata melotot keluar dan mulut mengeluarkan busa. diam-diam Suma Thian yu menghembuskan napas dingin.” Menanti Suma Thian yu dan Si setan muka hijau Siang Tham dapat melihat jelas apa yang terjadi. terpaksa dia menegur dengan suara dingin: “Chin locianpwe. Si setan muka hijau Siang Tham juga merasa terperanjat sekali setelah menyaksikan anak buahnya tewas dalam sekali ayunan tangan kakek berbaju biru itu. Tapi untuk membela anak buahnya.

tempat ini untuk berdagang. tidak cocok untuk bertarung. asal kau dapat memperlihatkan beberapa jurus kepandaian yatg bisa membangkitkan rasa kagum lohu. dia toh belum berhasil juga untuk menduga siapa gerangan kakek berbaju biru itu.. “Blaamm. tongkehmu juga tak akan bisa berbuat apa-apa kepada lohu. Sayang sekali.. Suma Thian yu cuma menonton dari sisi arena.Tiraikasih Website http://kangzusi. mari kita bertemu dihalaman belakang saja.com/ Kakek berbaju biru itu swgera tertawa panjang: “Orang she Siang. tapi yang pasti bukan manusia sembarangan dapat memiliki ilmu silat dengan tenaga dalam yang demikian sempurna. cawan dan mangkuk yang berada diatasnya pun ikut hancur berantakan. dengan cepat dia dapat menyimpulkan kalau antara si kakek dengan setan muka hijau sebetulnya merupakan musuh yang tak mungkin bisa hidup damai. kemudian menyaksikan pula sikap permusuhan kakek itu terhadap setan muka hijau. kakek berbaju biru itu telah berkata: “Siang Tham. Walaupun demikian. persoalan hari ini ..!” diiringi suara nyaring. Kakek berbajubiru itu Cuma tertawa dingin tiada hentinya. namun setiap patah kata dapat kedengaran sekali. hingga menggema diseluruh ruangan dan mendengung tiada hentinya. Suma Thian yu belum juga berhasil menduga siapa gerangan kakek itu. dia segera menghantam meja keras-keras.. sementara dia masih berpikir dengan perasaan tak mengerti. sekalipun Suma Thian yu sudah memeras otaknya habis-habisan. kau sudah tak punya kesempatan lagi untuk pulang kerumah dan menyampaikan laporan. selama ini. pada mulanya dia mengira kakek itu satu komplotan dengan setan muka hijau Siang Tham. dia tak menjadi gusar. tapi setelah menyaksikan lelaki buas tersebut terbunuh... meja itu kena terhajar sampai pecah menjadi dua bagian. Setan muka hijau Siang Tham menjadi gusar gekaii sampai mencak mencak seperti monyet terbakar jenggotnya. meskipun suara pembicaraannya juga tidak terlalu besar.

suara tertawanya keras dan meyeramkan membikin orang lain bergidik... tanpa banyak berbicara lagi dia segera membalikkan badan dan berlalu sari situ. Mendengar ucapan tersebut. kau tak usah berlagak besar dengan menggandalkan pengaruh putrimu untuk menggertak aku. dia ikut pula dibelakangnya.. kakek berbaju biru itu tertawa tergelak karena gusar. namun setiap patah katanya membawa kewibawaan yang mengerikan.com/ akan kubikin selesai sampai disini saja. sementara segenap anak buahnya turut beranjak kebelakang setelah rombongan itu lewat semua.Tiraikasih Website http://kangzusi.!” Sehabis mendengar perkataan setan muka hijau Siang tham yang sama sekali tidak memberi muka kepada orang itu. Jika tidak.orang she Chin. seolah-olah sesuatu kekuatan yang membuat setiap orang tak sanggup melawan... pikirnya: “Siapakah putri si kakek ini? mengapa dia bisa ditakuti oleh penjahat-penjahat keji macam Siang tham? kalau didengar dari nada pembicaraan setan muka hijau. Setan muka hijau Siang tham segera tertwa tergelak: “Haah... ayoh berangkat... . Setan muka hijauSiang tham tak ketinggalan. tampaknya putri kakek inipun seorang pendekar perempuan. mengapa Siang tham bersikap begitu menghormat terhadap kakek itu?” Sambil berpikir Suma thian yu beranjak dan melangkah kehalaman belakang rumah makan Kun eng lo tersebut. Ternyata dihalaman belakang sana terdapat sebuah tanah lapang untuk berlatih silat yang luasnya mencapai dua puluh kaki. toaya tak usah turun tangan sendiri.haah. kau harus membayar semua kerugian yang kuderita!” Suara pembicaraan kakek berbaju biru itu masih tetap diutarakan dengan suara rendah.haah. kalau tidak. kau boleh memimpin jalan buat kami. toaya pun tak akan bersikap demikian sungkan kepadamu apabila tidak memandang diatas wajah putrimu. untuk menghadapi kau.

"Sudah pasti orang ini merupakan seorang yang gemar berteman orang persilatan. kemudian jenis panah. diatas rak senjata sudah tersedia berbagai macam senjata.. silahkan saja melancarkan serangan" "Sekilas perasaan bangga sempat menghiasi wajah si setan muka hijau siang tham. kakek berbaju biru itu segera tertawa nyaring: “Hahahahahaha. Diatas rak nomor dua terletak jenis golok diantaranya terdapat jenis golok bulat sabit. tombak lengkung. terserah kau ingin memilih yang mana saja!” “Toaya ingin mencoba kelihayanmu dalam permainan ilmu telapak tangan. tombak api. jenis pedang serta berbagai macam jenis senjata lain yang aneh-aneh bentuknya. tombak ular. si kakek sedang berkata sambil tertawa: “Siang Tham. golok besar.dapat merasakan sampai dimanakah kelihayan Hu si im hong ciang yang pernah menggetarkan dunia Liok lim. hal ini merupakan keinginan lohu dalam hidup ku ini.Tiraikasih Website http://kangzusi.. dia bisa mengumpulkan senjata begini banyak. mustahil dengan kemampuan seorang. Waktu itu. sedangkan kakek berbaju biru itu berdiri seorang diri dihadapannya. kalau tidak. dia segera berseru: “Toaya tak akan sungkan-sungkan lagi” ..com/ Empat penjuru tanah lapang tersedia sederat rak senjata yang diatasnya terletak pelbagai macam senjata berbentuk aneh. Sebentar aku harus memperhatikan gerakan tubuhnya agar kesempatan baik ini jangan sampai kulewatkan dengan begitu saja" Dalam pada itu.. golok bergerigi. Siang tayhiap.. si Setan muka hijau dengan diiringi lima orang lelaki kekar berdiri disisi kanan arena..” sahut sisetan muka hijau dengan wajah bengis. Diam-diam Suma thian yu menghela naps panjang setelah menyaksikan kesemuanya itu. Pada rak nomor tiga tersedia jenis toya. suasana dalam arena sudah menjadi tegang. Pada jenis yang terdepan terdapat tombak panjang. tapi jenisnya teratur rapi sekali.

segenap tenaganya disalur ke tangan. namun bisa sampai disasaran-nya pada waktu yang hampir bersamaan. kemudian tubuhnya berputar setengah lingkaran. hingga sekilas pandangan seakan-akan berasal dari satu jurus saja. dengan mengembangkan ilmu pukulan yang maha dahsyat dia melepaskan serangkaian pukulan secara gencar. .Tiraikasih Website http://kangzusi. Mendapat ancaman semacam itu. lalu lengannya yang sudah terlanjur disodok keluar menyelinap secepat kilat dengan suatu gerakan yang luar biasa. sedemikian cepatnya sehingga sukar dibayangkan dengan kata-kata. dia agak berhenti sejenak. dengan jurus kim pa liok jiau (macan kumbang emas mementang cakar).com/ Selesai berkata. buru-buru ia menangkis dengan tangan kirinya. kakek berbaju biru itu tak berani berayal. buru. kemudian dengan jurus To thian hoan jit atau mencuri langit berganti hari. secepat kilat dia membabat tubuh kakek berbaju biru itu. gerakan tubuhnya tiba-tiba berubah. Serangan mana meski di lancarkan dengan dua kekuatan yang berbeda dan waktu yang berbeda pula. Ketika sampai di tengah jalan. Bagaikan sebatang pohon liu yang lemas. tidak tampak bagaimana dia turun tangan. dia lepaskan sebuah cengkeraman maut ketubuh kakek berbaju biru itu. dia segera menjerit kaget. “Serangan bagus!" Setan muka hijau Siang Tham berseru keras.buru dia membentak keras. Ternyata kakek yang berbaju biru itu cukup tahu keadaan. Dua gerakan tersebut dipergunakan hampir bersamaan waktunya. Suma Thian yu yang menonton jalannya pertarungan dari sisi arena dan menyaksikan jalannya gerakan tubuh dan jurus pukulan dari kakek berbaju biru itu. sementara tangan kanannya langsung menghantam ke perut lawan dengan jurus Sin liong ji hay atau Naga sakti masuk ke laut. diamenyerang kakek yang berbaju biru itu. tubuhnya bergoyang sedikit saja ke samping lalu melompat mundur dua langkah.

pikirnya kemudian: “Kenapa dia mempergunakan ilmu pukulan Bu tong pau? Mungkinkah kakek mempunyai hubungan yang erat dengan pihak bu tong pay. Itulah sebabnya orang lantas menyebutnya Tay hoa kitsu (pertapa dari bukit Tay hoa san). dalam keadaan demikian terpaksa Chin Leng hui melepaskan niatnya untuk mengasingkan diri. sehari-hari kerjanya hanya mendidk dan memelihara putrinyasehingga menanjak dewasa. setelah . Dihari-hari biasa. sebagai ibu yang baik dan sebagai guru yang disiplin.. dengan hati berdebar keras. pada usia empat belas tahun putri kesayangannya telah hilang lenyap tak berbekas... dia muncul kembali dalam dunia persilatan untuk mencari putri kesayangannya..Tiraikasih Website http://kangzusi. dalam kecewanya dia lantas mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan dan hidup mengasingkan diri dibukit Tay-hoa san.. dia membawa tugas rangkap.. Siapa tahu.com/ “Aaah. istrinya sendiri berpulang ke dalam baka setelah melahirkan putrinya. Tampak kematian istrinya itu merupakan pukulan batin yang sangat berat bagi pendekat tersebut. kakek berbaju biru ini memang merupakan jagoan lihay dari Bu tong pay.." Tetapi sampai ditengah jalan. banyak manusia yang menjadi keder dan ketakutan hanya mendengar namanya saja. dia pernah menggetarkan sungai utara maupun selatan daratan Tionggoan. dengan mengandaikan serangkaian ilmu pedang Bu tong kiam hoat dan dua belah bilah pisau terbang. Chin Leng hui hanya mempunyai seorang putri. seruan mana segera ditarik kembali cepat-cepat.?” Apa yang diduga Sama Thian yu memang benar. sejak empat puluh tahun berselang dia sudah termashur dalam dunia persilatan sebagai Bu tong tay hiap Chin Lenghui. dia hendak mendidik putrinya Chin lan eng menjadi seorang pendekar perempuan yang perkasa dan disegani banyak orang. Dulu.

. dari mulut banyak sahabat serta jago jago persilatan yang sering kali melewati tempat itu. delapan tahun sudah lewat. juga kejam... jalang. dia pasti akan memaafkannya bila mulai pada saat itu ia bisa bertobat dan mau kembali kejalan yang benar. kemudian ia baru dapat mengasingkan diri dengan tenang.. beberapa kali dia berniat membuyarkan usahanya itu dan hidup mengasingkan diri di tempat terpencil untuk menghindarkan diri dari segala kenyataan yang pahit itu. akhirnya Chin leng hui berhasil juga menemukan putrinya. karena putrinya telah menjadi istri Bi kun lun (Kun lun indah) Siau Wi goan. Namun sejak dia mendirikan rumah makan Kun eng lo hingga kini. mereka diminta untuk menasehati putrinya itu agar pulang kerumah. bila bersua dengan putrinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Chin Leng hui lantas membuka rumah makan Kun eng lo disitu. Tapi. diapun berharap bisa bertemu lagi dengan putrinya. Sungguh tidak beruntung. bagaimanapun kesalahan yang dilakukan putrinya. Kenyataan itu hampir saja membuat Chin Leng bui mati karena kegusaran. padahal dia sangat berharap bisa bersua muka dengan putrinya itu. dia mendapat tahu kalau putrinya adalah seorang perempuan siluman yang selalu cabul. . Kadangkala dia berpesan kepada sobat lamanya. Perasaan orang tua itu pada anaknya memang mulia. mencaci makinya habis-habisan. tapi waktu itu purtinya sudah bukan menjadi miliknya lagi. di samping secara diam-diam menyelidiki tingkah laku puterinya Chin Lan eng. memutuskan hubungan kekeluargaan. tapi putrinya Chin Lan eng tak pernah pulang kerumah walau hanya sekalipun. Dalam sedihnya. bila di kala senggang diapun melatih ilmu tenaga dalam dan tenaga luarnya secara tekun.com/ bersusah payah mencari kian kemari.

sebaliknya menantangnya beradu tanpan kosong. dengan akalnya yang licik Siang Tham bermaksud hendak meraih keuntungan dari tindakannya itu. secara tiba-tiba setan muka hijau Siang tham muncul dirumah makannya. Tay hoa Kitsu Chin Leng hui merupakan adik perguruan dari Hiang ciang totiang Bu tong pay saat ini. Sebab seandainya berita ini sampai terdengar oleh Hoat si si (mayat hidup) Ciu Jit hwee. Siang tham sudah melakukan perbuatan terkutuk dan memalukan lebih dulu dalam rumah makannya. orang persilatan mengutamakan kebenaran dan keadilan. Maka dia segera menampilkan diri untuk menghadapi anak murid gembong iblis nomor wahid dikolong langit itu.com/ Dalam suasana yang serba salah dan serba bertentangan batin inilah. Tay hoa kit cu Chin leng hui melanjutkan hidupnya sampai delapan tahaun lebih. Tapi. lagi sebagai Bu tong tay hiap yang selalu menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran. sebetulnya dia ingin menitip pesan kepada Siang tham untuk putrinya. guru Siang Tham. Hari ini. Itulah sebabnya Setan muka hijau Siang Tham tak berani menantangnya untuk bertarung deagan ilmu pedang. terhitung pula sebagai keponakan murid Put Gho cu. sekalipun tindakan mana akan menimbulkan bencana besar. . tentu saja ia tak dapat berpeluk tangan belaka menbiarkan kaum durjana berbuat sewenang-wenang dalam rumah makanannya. hal tersebut tak pernah akan dipikirkan olehnya. dia merupakan seorang jagoan pedang yang terhitung paling menonjol dalam perguruannya. Sebagai pemilik rumah makan yang bijaksana.Tiraikasih Website http://kangzusi. baginya tindakan tersebut boleh di bilang merupakan suatu kerugian yang besar sekali. siapa sangka sebelum niatnya terkabul. sudah pasti rumah makan Kun eng lo tak bakal akan melewati kehidupan yang lebih tenang lagi.

tentu saja dapat menyaksikan kejadian tersebut dengan jelas..haah. sejak dia mengetahui kalau ilmu silat yang digunakan kakek berbaju biru adalah ilmu pukulan Bu tong pay. “Haaah. Suma Thian yu sebagai seorang jagoan lihay. Sekarang Setan muka hijau Siang Tham telah mengeluarkan ilmu silat andalannya. maaf” Ketika Suma thian yu mengalihkan sorot matanya ketengah arena. ilmu Hu si im hiong ciang untuk menghadapi ilmu pukulan Bu tong pay yang termashur karena keganasan-nya. namun saat ini dia tak sampai mengerahkan tenaga dalamnya.. asal tersentuh oleh angin dinginnya itu. seharusnya setelah ilmu pukulan angin dingin bangkai membusuknya digunakan.. Di atas pakaian yang dikenanakan kini sudah muncul dua lobang sebesar jari tangan.. maaf Siang tayhiap.. apalagi menyalurkan bawa dinginnya ke ujung tangan. nampak kakek berbaju biru itu dengan wajah tidak berubah dan napas tidak tersengal telah keluar arena dengan senyum dikulum..haahh.com/ Tenaga dalam yang dimiliki kedua orang itu tak selisih banyak. dia tetap menggunakan tenaga sebesar berapa bagian saja untuk menghadapi musuhnya. apalagi tubuh yang terdiri dan darah daging? Tuy hoa Kitsu sendiri pun tidak menggunakan segenap kekuatan yang dimilikinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mendadak terdengar suara tertawa dari tengah arena. Berbicara tentang setan muka hijau Siang Tham. meski tubuh yang terdiri dari baja pun akan membusuk juga.. tak bisa disangkal itulah pertanda dari keberhasilan kakek berbaju biru itu menyarangkan . Sebaiknya paras muka setan muka hijau Siang tham berubah pucat pias. rasa kagum dan hormatnya terhadap kakek ini makin bertambah. dia berdiri kaku seperti orang bodoh.. tidak heran kalau pertarungan pun bisa berlangsung dengan keadaan seimbang dan seru sekali.. maka angin pukulan yang terpancar keluar semestinya dingin menggidikkan hati. Kalau tidak..

misalkan saja aku sudah tahu kalau ilmu Tay cing to liong ciang milik Chin tayhiap telah menggetarkan seluruh kolong langit. dia berseru sambil tertawa seram: “Orang she Chin. Oleh sebab itu aku berharap Chin tayhiap sudi memandang diatas wajah guruku untuk memenuhi keinginan hati ku ini” Dari ucapan lawan yang sama sekali tak mau menyudahi persoalan tersebut sampai di situ saja.. lohu tahu bila pertarungan ini dilangsungkan lebih jauh. "Heeeh.... tentu saja aku tidak bisa menampik keinginanmu itu..heeeh. coba kalau ia tak berbelas kasihan. "Siang tayhiap buat apa pertarungan kita mesti diakhiri dengan jatuhnya korban? Dilihat dari sikapmu yang tidak mengeluarkan ilmu angin dingin bangkai busuk. Tay hoa Kitsu Chin Leng hui tahu kalau musuhnya berniat untuk mencari garagara lebih jauh. terpaksa lohu akan mampertatuhkan selembar jiwaku untuk memenuhi keinginan Siang tayhiap” . hal tersebut menunjukkan kalau hatimu tidak begitu jahat. kebaikan budimu akan selalu ku ingat dalam hati. terima kasih atas pengampunanmu itu. jikalau kau memang menghendaki demikian. "Haaah.. Siang tham menundukkan kepalanya memandang sekejap keatas lubang diatas pakaiannya...com/ serangannya...toaya memang mempunyai watak yang selalu sangat aneh.hhaaah. suatu ketika aku orang she Siang pasti akan datang lagi untuk menantangmu bertarung lima puluh gebrakan” Tay hoa kitsu Chin Leng hui tersenyum ramah. dia segera tertawa terbahak bahak. lohu sudah pasti menderita kalah” Setan muka hijau Siang Tham kembali tertawa seram.Tiraikasih Website http://kangzusi.heeeh. bila ada yang baik pasti akan kukejar terus hingga dapat. mungkin jiwanya sudah direnggut sedari tadi... terasa berat hatiku untuk berlalu dengan begitu saja. tapi sebelum aku merasakannya. lalu dengan sepasang mata merah membara dan gigi saling gemerutukan.

dengan penuh rasa terima kasih Suma Thian yu memandang sekejap kearah Tay hoa Kitsu. mendadak ia menerjang kemuka sambil membentak nyaring: "Rasakan pukulanku ini!” Tangannya segera diayunkan kemuka.com/ Selapis hawa licik dan keji segera menghiasi wajah setan muka hijau Siang tham. sewaktu dilihatnya Suma Thian yu masih berdiri didalam arena. sambil tersenyum dia berkata lembut: "Silahkan!" Siang Tham melirik sekejap kearah Chin Leng hui dengan senyum angkuh menghiasi bibirnya. siapapun dilarang memasuki arena ini". sebelum mendapat perintahku. aku harap sobat cilik bisa bertindak lebih berhati-hati lagi Mendengar pertanyaan itu. tiada tumbuhan yang bisa hidup dan tiada makhluk yang dapat bernyawa. setelah menghimpun tenaganya. Sementrara itu Tay hoa Kitsu Chin Leng hui telah melangkah masuk pula kedalam arena. “Kalian segera mundur keluar arena. kemudian sahut nya dengan amat hormat: "Aku akan menurut” Tay hoa Kitsu Chin Leng hui tersenyum dan manggutmanggut. serunya sambil tertawa dingin: “Aku orang she Siang mengucapkan banyak terima kasih kepadamu” Dia lantas menitahkan kepada anak buahnya agar mengundurkan diri dari situ.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dimana angin dingin menyambar. dia lantas berjalan kedalam arena dan berhenti enam kaki didepan setan muka hijau Siang Tham. desingan angin tajam segera menderu-deru di angkasa. harap kaupun mengundurkan diri tepi arena. daerah seluas dua kaki disekitar arena dengan cepat diliputi hawa dingin yang . sambil tersenyum ujarnya: "Sobat cilik. ilmu pukulan bawa dingin mayat membusuk merupakan pukulan yang amat beracun.

membuat orang merasa sesak napas dan tak tahan. segera mendengus dingin.!" suatu ledakan keras yang memekakkan telinga segera berkumandang memecahkan keheningan. begitu dirasakan datangnya serangan hawa dingin musuh.com/ menggidikkan. Setan muka hijau yang menyaksikan kejadian tersebut.. Tay hoa Kitsu Chin Leng hui tak berani berayal.. dia lepaskan serangkaian serangan berantai untuk meneter Chin leng hui habis-habisan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Ketika dua gulungan tenaga yang berlawanan jenis itu saling membentur diangkasa. mendadak tubuhnya bergerak lagi. buru-buru ia mengembangkan ilmu pukulan Tay cing to liong pat si ciptaan Put Gho cu untuk menyambut datangnya ancaman tersebut. cedera sedikitpun tidak. . dua orang yang berada diarena itu masih tetap berdiri tegak sekokoh batu karang. cepat dia mendorong telapak tangan-nya kemuka seperti jurus Soat hong wu sou (salju melapis kabut menggulung). menggunakan tenaga sebesar enam bagian dia sambar datangnya ancaman tersebut dengan keras lawan keras. hawa panas dan hawa dingin itu segera menimbulkan putaran angin puyuh yang memancar keempat penjuru. Akan tetapi. dengan mengembangkan ilmu pukulan hawa dingin mayat hidup.. Tay hoa Kitsu merupakan pendekar besar yang amat menonjol dalam perguruan Bu tong pay. Para penonton yang berada ditepi arena dan kebetulan tersambar sisa angin itu segera merasakan tubuhnya menjadi sakit dan pakaiannya berkibar kencang. Bu siang sinkang miliknya juga telah mencapai kesempurnaan. sungguh mengerikan sekali keadaannya. Angin tajam menderu-deru mengikuti setiap gerakan dan setiap jurus yang dipancarkan hawa dingin seperti musim salju yang mencekam menderu-deru diudara dengan membawa desingan angin yang memekikkan telinga. “Blaaamm.

Suma Thian yu mulai mencocokan dengan berhati-hati semua jurus yang digunakan kakek itu dengan apa yang telah dipelajarinya. Begitulah. hal ini justru memberi kesempatan kepada Suma Thian yu untuk mencoba kemampuan sendiri. Tampak Leng hui dengan gerakan menotok. ternyata Setan muka hijau Siang Tham sudah dibikin berkobar amarahnya. Dengan terkejut Suma Thian yu menghentikan gerakan tangannya dan berpaling. tiga puluh gebrakan kemudian.com/ Suma Thian yu yang menyaksikan Chin leng hui mulai memper-gunakan ilmu pukulan cing to liong ciang untuk menghadapi musuh nya. mereka berdua saling menyerang dengan amat gencarnta. dia bergerak secepat kelinci. sampai kini belum pernah dia saksikan orang lain menggunakan ilmu pukulan semacam itu untuk menyerang musuh yang tangguh. mencengkeram.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sekalipun Tay cing to liong pat si cuma terdiri dari delapan gerakan. membacok mengembangkan seluruh jurusjurus ampuhnya. dia segera menaruh perhatian lebih besar. keadaan masih tetap berimbang dan kekuatan mereka tak ada yang lebih unggul daripada musuhnya. sehingga sejak dimulai sampai kini seakan-akan dia tak pernah mempergunakan jurus yang sama. Suma Thian yn yang menyaksikan pertarungan itu ikut pula merasakan pandangan matanya jadi kabur. tanpa terasa dia ikut menggerak-gerakan tangannya pula dari sisi arena. semenjak ia mempelajari ilmu sakti tersebut. Sebagaimana diketahui. menghantam. Mendadak terdengar suara pekikan nyaring dari tengah arena pertarangan. kini pukulan hawa . namun kedelapan gerakan tersebut justru digunakan secara beruntun tiada hentinya. bertahan sekokoh batu karang. Sambil menonton jalannya pertempuran. semua inti sari dari Tay Cing to liong pat si dipergunakan secara beruntun. Sekarang Chin Leng hui telah mengeluarkan kepandaian tersebut.

.. ..? Hmm.com/ dingin bangkai busuknya telah dikerahkan hingga mencapai delapan bagian. apalagi sejak pertarungan berlangsung. jika kau belum mau menyerah maka toaya akan suruh kau mampus diatas genangan darah!" Seusai berkata. sikapnya amat sombong. Ternyata Chin Leng hui sudah kena terkurung dibawah serangan musuh yang menderu-deru seperti angin puyuh. ia sudah menderita kerugian yang amat besar dalam tenaga dalamnya. Bahkan sampai akhirnya. dengan perasaan kuatir dia maju beberapa langkah. namun sulit juga baginya untuk menghadapi serangan angin dingin yang menusuk tulang itu. terus terang kuberitahukan kepadamu. Setan muka hijau Siang Tham segera tertawa seram. dia mulai menyindir dengan sinis: “Orang she Chin. posisinya kini diantara mati dan hidup. dia cuma bisa menangkis belaka tanpa sanggup melancarkan serangan balasan. sekarang kau dapat merasakan kelihayan toayamu bukan. serangan demi serangan yang dilancarkan Tay hoa kitsu Chin leng hui seolah-olah tersumbat.Tiraikasih Website http://kangzusi. Begitu berhasil dengan serangan balasannya. bahkan posisinya kian lama kian bertambah lemah. Dengan demikian. mukanya menyeringai amat seram. setelah melepaskan serangkaian serangan lagi. kemudian serunya sambil tertawa seram: Jilid : 15 "Jurus pertama!" Walaupun Tay hoa Kitsu Chin Leng-hui memiliki ilmu silat yang amat lihay. dengan jurus Po hong cuan tin (angin puyuh menggulung pohon) dia lepaskan sebuah pukulan ke muka. Suma Thian yu amat terkesiap setelah menyaksikan kejadian itu. selewat nya tiga gebrakan lagi.

dia tak mampu berbuat apa-apa lagi. baru saja dia menggerakan bahunya. meski menyaksikan datangnya ancaman yang hebat. Siapa tahu.Tiraikasih Website http://kangzusi. Chin Leng-hui terkesiap. segulung angin puyuh seperti sebuah jaring yang terpentang lebar langsung mengurung ke atas batok kepalanya. tanpa terasa sambil menarik napas dingin dia memejamkan mata siap menerima kematian. Chin Leng hui sudah kehabisan tenaga dan lelah sekali. mendadak Suma Thian yu berteriak lagi: "Sian hong sau soat (angin puyuh menyapu salju). Kui seng ti to (bintang kejora menendang bintang)!" . ditengah jaian ia merubah gerakannya menjadi jurus Kan kun to coan Kalau dibicarakan memang aneh sekali. Suma Thian yu telah membentak keras: "Kan kun to coan (memutar balik jagad)!” Mendengor itu Tay hoa kitsu tertegun. sama sekali tidak menyebabkan cedera. cepat-cepat dia menghimpun segenap tenaga dalamnya siap sedia melakukan serangan nekad untuk beradu jiwa.com/ Tak heran kalau ia menjadi terperanjat setelah merasakan datangnya angin dingin yang dilepaskan musuh. ditengah udara telah bergema lagi suara deruan tajam yang memekikkan telinga. ternyata angin pukulan musuh yang menyergap tiba menyambar dari samping. begitu serangan tersebut dilancarkan. si Setan muka hijau Siang Tham sudah membentak lagi: "Jurus kedua!” Baru saja seruan itu bergema. Untung disaat yang paling kritis. Waktu itu. Sementara Chin Leng hui masih terkejut bercampur keheranan. sewaktu mendongakkan kepalanya. tak sempat berpikir panjang lagi dia membalikkan badan sambil memutar kepalan.

pemuda itu lantas berseru: "Kalian berdua memang seimbang dan sebanding. tidak terlalu kemuka tidak pula terlalu kebelakang. sungguh hebat pertarungan kalian. Pada saat yang bersamaan pula. benar-benar hebat sekali. dan dengan begitu diberi petunjuk. Suma Thian yu melompat masuk pula ketengah arena. Mula-mula dia menggunakan jurus Sian hong sau soat untuk menampik lenyap hawa dingin musuh yang menyambar datang dari atas. Apa lagi Tay hoa kitsu sudah puluhan tahun lamanya mendalami ilmu Tay cing to liong ciang. Sementara itu Setan muka hijau Siang Tham agak gelisah juga melihat Suma Thian yu tampilkan diri. seakan-akan dua ge rakan digunakan bersama-sama. kau berani mengacau pertarungan kami. Seteleh menyadari kalau ujung kaki musuh telah berada didepan tenggorokannya. Msmpipun si setan muka hijau Siang Thau-'Bk menyangka kalau beberapa patah kata oari uma Thiin yu itu dapat merubah Chin Lerg hui yarj berada diposisi kalah menjadi menang. tapi diluarnya dia tetap mempertahankan wajahnya yang menyeringai seram. dia berubah seperti seorang boneka saja. Sambil bergendong tangan dan tertawa. Untuk diceritakan kembali memang sangat panjang. dia baru terperanjat dan buru-buru membalikkan tubuhnya untuk menghindarkan diri. serunya: "Bocah keparat. apakah tanggung jawab ini hendak kau pikul seorang diri?" .Tiraikasih Website http://kangzusi. dia segera mempergunakannya dengan lancar. menyusul kemudian tangan dan kakinya digunakan bersama menggunakan jurus Kai seng ti to untuk menyerang Si Setan muka hijau. persis berada diantara Chin Leng hui dan Siang Tham berdua. tapi keadaan pada waktu itu berlangsung dalam sekejap mata.com/ Kasihan Chin Leng hui. tanpa berpikir panjang dia segera turun tangan melakukan apa yang didengarnya itu.

perlihatkan saja kepada sauya. jika kau ingin memperlihatkan kekuatanmu. diam-diam pikirnya kemudian dengan wajah tertegun. sudah jelas anak tersebut sedang menantang untuk bertarung. apalagi toaya masih ada urusan lain.haaaah.. "Mengapa Siang Tam menjanjikan pertemuan ditelaga Tong ting oh setengah bulan kemudian? Padahal.. apalagi musuh sudah berjanji akan bertemu lagi ditelaga Tong ting oh setengah bulan lagi. sudah sepantasnya kalau persoalan inipun diselesaikan juga oleh kita berdua. Wahai orang she Siang.. masa si setan muka hijau sudah tahu kalau aku hendak pergi kemana sekarang?" . sebagai orang yang cerdas... waktu itu adalah saat janjiku dengan dua bersaudara Thia.haaahh pertarungan ini bisa berkobar gara-gara urusan kita berdua.. dengan cepat dia teringat pula akan satu hal.com/ Suma Thian yu segera tertawa terbahak–bahak: "Haaaaah. Setan muka hijau yang berpengalaman tentu saja dapat mendengarnya. Suma Thian yu sama sekali tidak menghalangi kepergian mereka. tentu saja tak bisa dikatakan dendam atau sakit hati. dia lantas memberi tanda kepada anak buahnya dan buru-buru melarikan diri. dia merasa sepantasnya untuk mengalah sedikit kepada pihak yang lebih lemah. tak bakal sauyamu akan berkerut kening atau bersikap sungkan kepadamu!” Dengan ucapan mana. ia tak ingin menerima tantangan dari seseorang yang berkepandaian silat jauh lebih tinggi darinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. bagaimanapun jua orang itu adalah tuan rumah yang memperingatkan kita. serunya: "Saat sekarang bukan saat yang tepat untuk bertarung. kita bersua lagi setengah bulan kemudian di telaga Tong ting oh!" Selesi berkata. Kontan saja dia tertawa dingin. Tapi dia memang seorang manusia yang licik dan banyak tipu muslihatnya. apakah dia bisa kabur ke langit? Tapi setelah kepergian Setan muka hijau.

." Chin Leng hui segera berseru tertahan.. apa maksud siauhiap menanyakan persoalan ini." Sesudah berhenti sejenak. banyak terima kasih untuk petunjukanmu. dengan wajah terperanjat dan keheranan ditatapnya pemuda itu lekat-lekat.. kemudian tanyanya: "Mungkinkah Siauhiap telah salah melihat orang?" Sauma Thian yu tersenyum. dia merasa terperanjat sekali. selama ini suisiok tak pernah menerima murid. kemudian sambil menggoyangkan tangannya berulang kali dia berseru: "Suheng." “Suheng!" ketika dua patah kata itu meluncur masuk ke dalam telinga Chin Leng hui. tolong tanya apa sebutan suheng terhadap Put Gho cu?” “Dia adalah susiokku. cepat dia berpaling kebelakang. "Sauhiap. jangan bersikap demikian. "Tak heran kalau suheng tak tahu. mendadak dari belakang tubuhnya berkumandang suara dari Chin Leng Hui.?” sahut Chin Leng hui. rupanya begitu.. dengan wajah berubah dia mengawasi Suma Thian yu beberapa kejap. “Dia orang tua adalah guruku" "Aaah. lalu bertanya denpan nada tercangang: "Maaf bila lohu akan mengajukan suatu pertanyaan yang tak layak kepadamu. terimalah salam hormat dari lohu” Ucapan mana telah memotong lamunan Suma thian yu. tidak heran kalau siauhiap bisa menyebutkan jurusjurus ampuh dari Tay cing to liong ciang.Tiraikasih Website http://kangzusi. bahkan semenjak empat puluh tahun berselang sudah lenyap dari dunia persilatan bagaimana caranya sehingga siauhiap bisa berkenalan dengannya?” Suma Thian yu tertawa. Sambil menjerit kaget Suma Thian yu menyingkir ke samping. kebetulan waktu itu Chin Leng hui sedang menjura dalam-dalam..com/ Sementara dia masih melamun. bisa membuat siaute merasa malu.

maafkan suheng yang berpandang cupat. namun diapun tidak tinggal diam. tolong tanya siapa nama hiante?" Suma Thian yu segera menyebutkan nama nya. bagaikan segulung hembusan angin tubuhnya meluncur keluar jendela. mereka berdua segera merasakan kecocokan satu dengan lainnya. "Bajingan laknat. Tapi setibanya diluar situ. benar-benar suatu pertemuan yang sangat menggembirakan kedua belah pihak. Berdua berbincang dengan amat cocok. mendadak dari luar jendela berkumandang yang amat lirih. pertama-tama Suma Thian yu yang merasakan hal tersebut paling dulu.Tiraikasih Website http://kangzusi. ia orang tua masih hidup di dunia ini. Suma Thian yu tidak tinggal diam. Sumpit itu meluncur ke udara dengan kecepatan tinggi dan langsung menembusi jendela. kemudian sambii menggenggam tangan Suma Thian yu kuat kuat dan berseru hangat: “Hiante. harap kau jangan mentertawakan kebodohanku ini. dia segera menyambar sebatang sumpit dan langsung diayunkan ke atas. Tay hoa Kitsu mempersilahkan Suma Thian yu mengunjungi kamar bacanya. dia turut melejit pula dengan kecepatan tinesi. Tay hoa Kitsu merasa sedikit agak lambat daripada Suma Thian yu. turun kau!" bentaknya keras-keras. Suma Thian yu segera berseru dengan keheranan: . sedangkan Chin Leng hui juga memperkenalkan diri. bahkan sama cepatnya dengan daya luncur sumpit itu.com/ “Pertanyaan suheng memang benar. kendati pun usianya terpaut jauh namun mereka merasa soal umur bukan suatu halangan. Sementara mereka berdua sedang terbincang-bincang. Selesai mendengar penuturan tersebut. kemudian memerintahkan orang menghidangkan sayur. Tay hoa Kitsu tertawa panjang." Secara ringkas dia lantas menceritakan kisahnya sewaktu bertemu dengan Put Gho cu dan bagaimana diangkat menjadi murid.

benda apakah itu?” .com/ "Aneh.Tiraikasih Website http://kangzusi. tentu saja sulit baginya untuk turut mengemukakan pendapat. atas dasar apa ia berkata demikian? Suma Thian yu mencoba untuk memeriksa sekejap sekeliling tempat itu. "Hiante!” ujarnya kemudian. dia pasti akan mengajukan setumpuk pertanyaan. tiba-tiba Suma Thian yu menjerit kaget lagi. namun tak nampak hasilnya. padahal dia sama sekali tidak mendengar apa-apa. Coba kalau berganti orang lain. sembari menuding ke tiang dalam ruangan. diam-diam ia menarik nafas dingin. Sekembalinya dalam ruangan dan baru saja akan duduk. sudah jelas kudengar orang berjalan malam sedang lewat diatas atap rumah. sambil menggeleng katanya kemudian: “Mungkin ada orang yang kebetulan melewati tempat ini. serunya tertahan: "Suheng. jelas dia bukan berbohong tapi jejak musuh tak nampak. kalau dilihat dari mimik wajah Suma Thian yu. sudah pasti gembong iblis yang lebih lihay darinya yang telah datang berkunjung" Ketika Tay hoa Kitsu Chin Leng hui mendengar ucapan tersebut. meskipun Chin Leng hui merasakan hati tersebut penuh tanda tanya. coba lihat. ilmu silatnya tinggi dan tidak mirip manusia yang suka mengunggulkan diri maka peristiwa mana tak sampai menimbulkan kecurigaan Chin Leng hui. "mungkinkah Siang tham si keparat itu masih belum puas dan dia balik lagi kemari?” Dengan cepat Suma Thian yu menggeleng. mengapa tak nampak sesosok bayangan manusiapun? jangan-jangan aku telah salah dengar?” Chin Leng hui hanya membungkam dalam seribu bahasa. lebih baik kita kembali kekamar saja!" Mereka berdua melayang masuk lagi kedalam kamar baca lewat jendela. tapi berhubung Suma Thian yu adalah seorang yang berjiwa lurus. “Ilmu meringankan tubuh yang di miliki oirang itu tidak sedemikian hebatnya.

perempuan terkutuk!” Dengan gemas dia meremas kertas itu kemudian dibuang ke atas tanah. persis didepan kaki Suma Thian yu. pada ujung senjata peluru itu terikat pita berwarna merah dan biru. Kasihan Tay hoa Kitsu.. Tingkah laku Chin Leng hui yang sangat aneh itu mengandung rasa tercengang bagi Suma Thian yu. dia baru membuka kertas tersebut untuk diperiksa isinya.com/ Mengikui arah yang ditunjuk. tapi diapun segera menjerit kaget: "Aaaah. sedang diujungnya menancap selembar kertas. kemudian setelah melepaskan kertas itu dari ujung peluru perak dia serahkan kertas tadi ke tangan Chin Leng hui." ooOoo 00o00 TERNYATA diatas tiang ruangan tertancap sebatang peluru perak. tiada hentinya dia awasi perutahan mimik wajahnya itu. seakan akan lupa untuk mengambilnya.. mendadak terdengar kakek itu mencaci maki dengan gusar: “Perempuan rendah. . sementara tangannya yang menggenggam kertas itupun gemetar tiada hentinya. jantungnya terasa berdebar keras. air matanya jatuh bercucuran membasahi wajahnya. sambil memandang kedepan dengan termangu. Sewaktu Tay hoa kitsu Chin Leng hui menjumpai senjata peluru perak itu. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian itu turut merasa tertegun. paras mukanya berubah untuk sesaat dia hanya memandang benda itu dengan termangu. oleh pemuda itu dipungutnya surat mana ialu dibaca isinya: "Ayah. Akhirnya dia membuka kertas itu dan membaca isinya. setelah menghembuskan napas panjang. Tay hoa Kitsu hanya menyambut surat itu tanpa mencoba untuk memeriksanya. air mata justru meleleh membasahi wajahnya. buru-buru dia melompat ke depan dan mencabutnya keluar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Chin Leng hui berpaling.

selama aku suma Thian yu masih hidup didunia ini. kemudian pelan-pean berkata: “Dia telah pergi. hubungan kita sebagai anak dan ayah putus sampai disini. segala perbuatanku adalah tanggung jawabku sendiri.Tiraikasih Website http://kangzusi. suasana telah menjadi hening dan di sekirar sana tak tampak sesosok manusia pun. dengan marah Suma Thian yu merobek surat itu sampai hancur kemudian makinya dengan gusar: "Perempuan rendah yang lebih memalukan daripada binatang. pergi meninggalkan tempat ini!” . Dengan gemas dia lantas mendepak-depakkan kakinya diatas tanah sambil menyumpah: “Perempuan rendah. Siang Tham pergi dengan membawa dendam. dibawah cahaya rembulan tamoak wajahnya yang penuh keriput itu sudah dinodai oleh air mata yang belum mengering. ternyata Tay hoa Kitsu sudah melompat naik keatas atap rumah. Suma Thian yu mengerling sekejap ke arahnya. ia pasti akan mengundang gurunya untuk menuntut balas. tak akan kuampuni jiwamu dengan begitu saja!" Baru selesai anak muda itu berkata. dendam sudah berada di ambang pintu. tiba-tiba dari atap rumah berkumandang suara tertawa licik yang amat sinis. bagaimana mungkim aku bisa menghiburarwah paman Wan dialam baka!” Mendadak terasa desingan angin berkumandang dari belakang.com/ Mulai detik ini. lebih baik pindah saja untuk menyelamatkan diri. sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan mu. Ketika Suma Thian yu memburu keluar. bila kau berani mencampuri berarti kau ingin mengundang bencana kematian bagimu sendiri. Tertanda: Lan-eng" Selagi membaca surat itu. bila aku tak dapat memenggal batok kepalamu. suara tersebut kian lama kian bertambah jauh meninggalkan tempat itu.

ketika harapannya telah pudar dan hancur tak berwujud. Setelah menghela napas panjang. Tapi..hui yang telah tercabikcabik haacur itu? Dengan menahan siksaan dan penderitaan hidup.. kemudian mereka bersama-sama masuk kekamar baca. Selang berapa saat kemudian. Kini harapannya telah pudar. air mata kembali jatuh berlinang. aaai! Dengan susah payah kudidik. untuk sesaat dia tak dapat menemukan perkataan yang cocok untuk menghi bur hatinya. apa yang menjadi tumpuan harapannya? Tidak lain dia berharap bisa jumpa muka dengan purtinya.. Suma Thian yu hanya membungkam dalam seribu bahasa. dia baru berguman lagi: “Sia sia saja jerih payah lohu selama ini. tak ingat budi buat apa aku mesti tinggal disini terus! Buat apa aku mesti tetap hidup didunia yang penuh kenangan ini.. kupelihara dirinya. perasaan semacam itu memang amat menyiksa batin." “Mari kita turun!" lama kemudian.. apa artinya lagi baginya untuk melanjutkan hidup? Tay hoa Kitsu Chin Leng hui hidup dalam harapan.. dia melanjutkan perjuangan hidupnya didunia ini..com/ “Yaa. disusul oleh Chin Leng hui. karena dia masih mempunyai ha rapan. harapan itulah yang merupakan tenaga dorong baginya untuk melanjutkan hidup... Chin Leng hui baru berbisik pelan. Dengan tubuh lemas Tay hoa Kitsu berkata: . tapi adakah obat yang mujarab bisa menyembuhkan luka hati Chin Leng. aaaai. dari matanya yang memerah. Pelan-pelan Suma Thian yu melompat turun kebawah." Tay hoa Kisu menghela napas sedih. selamanya tak akan kembali lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika ia meninggalkan bukit Tay hoa san untuk terjun kembali kedalam dunia persilatan. pukulan batin tersebut ibarat sebuah kapak besar yang membacok hatinya yang membuat dia akhirnya putus asa.. tapi dia tak tahu perasaan.

com/ "Aku lelah sekali. mendadak terdengar suara bentakan nyaring berkumndang memecahkan keheningan: "Berhenti!” Dengan terkesiap Suma Thian yu menghentikan langkahnya. Sepeninggal kakek itu. Begitu mengetahui siapa yang muncul. maka sepanjang jalan dia mengejar secara ketat. Suma Thian yu merasakan pikirannya sangat sukar untuk tidur. Angin malam berhembus sepoi membangkitkan kesegaran ditubuh orang. Dari bilik kegelapan tiba-tiba muncu. pikirannya seakan-akan terkalutkan terus oleh masalah Chin Lan eng. buru-buru badan-nya berkelit empat langkah ke samping lalu mencabut pedangnya. dia telah memahami apa hubungan antara Chin Leng bui dengan Chin Leng eng." Seusai berkata dia lantas masuk ke ruang tidurnya. maaf kalau suheng tak bisa menemani kau lebih jauh. Selang sesaat kemudian. dia mengambil pena dan meninggalkan beberapa pesan dimeja. malam ini kau boleh beristirahat saja di tempat ini. Suma Thian yu merasakan pikirannya menjadi jernih. Ditinjau dari isi surat serta pembicaraan antara Setan muka hijau dengan Tay h0a kitsu. sambil bersiap sedia menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Sementara perjalanan masih dilangsungkan. ada urusan apa kau mencariku?" . dia adalah seorang perempuan. sama sekali tidak berhenti sejenakpun. Dia tahu Chin Lin eng tak bakal pergi kelewat jauh. kemudian segera berangkat meninggaikan tempat itu menuju kebalik kegelapan sana. tibatiba dia merasakan timbulnya suatu perasaan gusar yang sangat aneh didalam hatinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu segera menegur dengan dingin: “Ooh. dia mengira Siau bu yong Chin Lan eng yang telah munculkan diri. sesosok bayangan manusia. rupanya kau.

serunya dengan amat gusar: “Dimuka loteng Kun eng lo meninggalkan surat peringatan. bisanya cuma membentak orang.?” Sambil berkata. dalam ha1 apakah Thian yu pernah berhutang budi kepadamu?" Si bunga to indah Ho Hong segera melotot besar. dengan amat rikuh dia kembali menyimpan pedangnya. kesalahan apa sih yang telah kulakukan terhadap dirimu.com/ Rupanya yang munculkan diri adalah si bunga tho indah Ho Hong. sekarang memberi petunjuk lagi padamu. baru berjumpa sudah marah-marah. maka dengan perasaan was was dia berkata: "Apa sebenarnya maksud berbuat demikian?” "Apakah setiap orang yang menolong mesti mempunyai sesuatu maksud tertentu?” . dengan sumpit menghancurkan awan arak beracun. "Kau ini memang galak sekali. aku toh bersikap baik sekali kepadamu. orang baik disangka jahat.. lalu berktata pelan: “Ditengah malam buta begini kau telah menghalangi jalan pergi sauya mu. kau memang manusia tak punya perasaan... apakah semuanya ini kurang? Tergerak hati Suma Thian yu setelah mendengar ucapan tersebut. tanpa terasa dia memandang wajah Ho Hong beberapa kejap lagi. kemudian serunya: "Oooh. akan tetapi teringat kalau setiap orang yang berbuat tentu mempunyai suatu tujuan. masa kau kasar kepadaku? Hmmm!" “Kita tak pernah mempunyai hubungan apa-apa.. kemudian katanya sambil tertawa genit. mengapa tidak segera kau simpan kembali pedangmu itu. siapa sih yang akan bertarung melawanmu?" Merah padam selembar wajah Suma Thian yu oleh perkataan tersebut. masa begitu dingin sikapmu kepadaku.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengaa lemah gemulai dia berjalan menghampiri Suma Thian yu.. sebenanarnya apa maksud dan tujuanmu?" “Hmm. lelahi bodoh lelaki tak punya otak. Terdengar dia tertawa.

malah sebaliknya dia bertanya: "Itu aneh namanya. akan kulihat kepalamu bergelinding diatas panggung pemenggalan kepala" Melihat gadis itu marah. kau mau pergi bergegaslah pergi. lain kali budi kebaikanmu itu pasti akan kubalas” Selesai berkata dia lantas membalikkan badan. "berbicara dengan manusia patung macam kau. tak punya perasaan" Kemudian sambil memandang bayangan punggung Suma Thian yu yang pergi jauh dia bergumam lagi: . apakah hatimu memang terbuat dari baja?" Suma Thian yu sama sekali tidak terpengaruh hatinya oleh ucapan mana. bukan membantu orang sendiri mengapa kau malah membantu orang lain? Aku benar-benar tidak memahami maksud hatimu itu” “Orang bodoh!" Si bunga tho indah Ho Hong mendamprat. buru-buru ia menjura seraya berkata: "Terima kasih banyak atas peringatan itu. Suma Thian yu menjadi tak tega.com/ "Soal itu mah harus ditentukan menurut jenis manusianya” sahut Suma Thian yu. biar kesemuanya itu kuterima dalam hati. “apalagl kau kini munculkan diri untuk memberi peringatan lagi kepadaku. siapa tahu sebagai penggantinya aku malah dituduh yang bukan-bukan. siapa yang kesudian dengan balas budimu? Manusia patung. Siau hu yong Chin Lang eng telah mempersiapkan jaring langit untuk membekukmu dalam keadaan hidup dan mengirimmu kedalam kuil berminyak. dengan maksud baik ku peringatkan dirimu. benar-benar aku merasa sial delapan turunan. Melihat pemuda itu berlalu dengan begitu saja. saking gemasnya si bunga tho indah sampai menggertak giginya keras-keras. coba katakan apa sebab nya?" "Orang lain hendak memenggal batok kepalamu mengerti? Terus terang kuberitahukan kepadamu. diam diam ia menyumpah: “Setan alas. goblok.Tiraikasih Website http://kangzusi. dan terlalu dari tempat itu.

Suma Thian yu malah merasakan hatinya menjadi tenang kembali. Setelah menyaksikan panah bersuara itu. Melihat hal tersebut Suma Thian yu menjadi tertegun. terhadap orang yang dicintainya mereka selalu bersikap mengalah. tiba-tiba berkumandang suara keleningan ditengah udara yang bergema memecahkan keheningan. Begitu tahu siapa yang muncul.com/ "Betul-betul orang itu tolol. Baru melewati sebuah tikungan. telah meninggalkan si bunga tho indah Ho Hong dengan perasaan jauh lebih ringan. hmm!” Perempuan memang makhluk yang aneh. aku tak percaya kalau kau tidak mengerti soal cinta. Serta merta Suma Thian yu melompat mundur dua langkah. mereka seakan-akan bisa memakluminya. dia segera berpikir: "Apa yang di ucapkan si bunga tho indah ternyata sudah terwujud menjadi kenyataan. Suma Thian yu segera tertawa panjang. lalu sambil menperlambat langkahnya dia berpikir: "Mungkinkah apa yang dikatakan memang benar?" Sementara dia masih berpikir. segera katanya: . ternyata disitu menan cap sebatang anak panah bersuara.Tiraikasih Website http://kangzusi. sekalipun pihak lawan melakukan tindakan yang paling berdosa. menyusul kemudian sekilas cahaya perak berkelebat lewat secepat angin dan meluncur kedepan kaki Surra Thian yu. Sementara itu Suma Thian yu. dengan mempercepat langkanya dia bergerak menyelusuri sebuah jalan kecil ditengah kedelapan. ketika ia melirik sekejap ketempatnya berdiri tadi. tampaknya perempuan rendah she Chin itu sedang menunggu disekitar tempat ini” Tak lama setelah panah bersuara itu muncul tanpa menimbulkan sedikit suara pun dari sekeliling arena bermunculan kembali sepuluh orang perampok bertopeng yang segera mengurung pemuda itu rapat-rapat. mendadak didepan jalan sana ditemukan sebuah obor yang ditancapkan ditengah jalan.

Tiba-tiba terdengar kakek itu berkata dengan suara dingin: "Sudah lama kudengar orang bilang Kit hong kiam hoat merupakan ilmu pedang yang sudah termashur dalam dunia persilatan.com/ "Kalian ingin merampok aku.bocah keparat. tangannya membawa sebilah golok besar. sewaktu berpaling kembali di hadapannya telah muncul seorang kakek. tampak orang tadi berpakaian ringkas warna hitam. sekilas pandangan dapat diduga kalau dia adalah seorang sampah masyarakat. "mengapa kau . malam ini aku meski mendemonstrasikan beberapa jurus lebih dulu sebelum dapat pergi dari sini" “Hmm. oleh karena itu aku khusus datang untuk memenggal batok kepalamu ini!" Suma Thian yu segera tertawa panjang. dia segera menyadari akan sesuatu. kebetulan lohu pun sudah lama ingin menjaja1 kelihayannya. Suma Thian yu bukan orang bodoh. Suma Thian yu segera merendahkan sebagian tubuhnya. cepat tanyanya: "Mana pemimpin kalian? Mengapa tak kalian suruh dia muncul guna menjawab pertanyaanku?" Baru selesai dia berkata. aku pikir bukan hanya persoalan itu saja bukan?" Suma Thian yu balas mengejek dengan sinis. ataukah khusus untuk mencari gara-jaia dengan Suma Thian yu?” Lelaki-lelaki bertopeng itu seakan-akan bisu semua.. mereka hanya melototkan matanya yang buas tanpa mengucap seaarah kata.. toaya tahu kalau kau rudin tidak punya uang sepeser pun. usianya antara lima puluh tahun.Tiraikasih Website http://kangzusi. desingan angin tajam telah menyambar keatas kepalanya. dari belakang tubuhnya telah berkumandang suara tertawa yang amat menygeramkan: "Heeeh.heee. Dengan seksama Suma Thian yu mengawasi orang itu.. tanpa berpaling dia mengejek sinis: "Berapa sih harga batok kepalaku ini?" Baru selesai dia betkata. berwajah kukoy..

"Dengan dasar apa kau ingin mengetahui namaku?” bentaknya sangar gusar. cepat sebutkan namamu untuk menerima kematian!” Kakek itu menarik napas dingin. . lohu akan memotong lidahmu.. ketika ujung golok tersebut tinggal setengah depa dari tubuhnya. sambil meraung gusar. paras muka kakek itu berubah hebat hawa napsu membunuh dengan cepat menyelimuti wajahnya. sambil membalikkan tubuh dia lepaskan sebuah bacokan golok kearah pinggang Suma Thian yu dengan jurus Cian hee sau soat (menyapu salju dibawah atap). dan segera tertawa menghina: “Hmm. Suma Thian yu kembali berseru dari belakang tubuhnya: "Diujung pedang sauya tak pernah membunuh manusia yang tak punya nama.Tiraikasih Website http://kangzusi. begitu mendengar. dia segera membentak amat gusar: "Tutup mulutmu bocah keparat.” Suma Thian yu sudah tahu kalau kakek yang berada dihadapannya merupakan manusia yang berhati keji. Suma Thian yu sama sekali tidak gugup. tahu-tahu dia sudah lenyap dari hadapan kakek tersebut. lidahku boleh kau cabut setiap saat.com/ tak menyuruh pe rempuan rendah she Chin itu untuk maju sekalian?” Mendengar perkataan itu. kalau tidak. goloknya langsung ditusukkan ke ulu hati Suma Thian yu dengan jurus Hek ho to sim (harimau hitam mencuri hati). dia segera menggunakan ilmu langkah Ciok tiong luan poh sin hoat untuk berkelit. amarah segera membara dalam benak kakek ini. Sementara kakek itu masih terkejut bercampur tertegun... Diantara kibaran ujung bajunya bayangan manusia tampak berkelebat lewat. asal kau sanggup memetik batok kepala sauya. buat apa mesti risau?” Kalau tidak mendengar ucapan tersebut keadaan masih mendingan..

lalu mengurung seluruh badan Suma Thian yu. keadaan mana mirip sekali dengan kanak-kanak yang sedang bermain. .. Menghadapi kekalapan orang. Ternyata kakek ini adalah seorang caycu dari bukit Hu san. buat apa kau berkelana didalam dunia persilatan. dalam keadaan begini mau tak mau jago muda tersebut harus berkelit kesamping..?" Goloknya segera diayunkan kebawah dengsn membawa deruan angin tajam. Setelah beberapa kali serangannya tidak mendatangkan hasil yang diinginkan. “Kalau toh memang begitu. mengembangkan ilmu langkah Ciok tiong luan poh sin hoat nya dia mulai berkelabatr kesana kemari diantara kilauan cahaya golok. bacokan golok lawan sudah diayunkan kebawah. seperti apa yang diduga Suma Thian yu. Dengan geramnya kakek itu menerjang kemuka. amarah Yap Cu kim semakin menjadi. lalu membentak keras-keras: "Bocah keparat. “Hmm. Suma Thian yu masih tetap melayani dengan tangan kosong belaka. sampai Yap Cu kim toaya dari Hun san pun tidak kenal.. sambil berkaok-kaok dia mengayunkan goloknya menciptakan selapis bayangan tajam yang menyelimuti angkasa. sama sekali tidak memandang sebelah matapun terhadap si kakek. sauya segan untuk menemani kua lebih jauh.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku masih mengira kau adalah seorang manusia berkepala tiga berlengan enam macam apa.com/ Kembali Suma Thian yu melompat kesamping untuk menghindarkan diri. kau punya mata tak berbiji. dia memang seorang manusia yang tak punya nama dalam dunia persilatan.. rupanya hanya bajingan tua yang tak punya nama” Sebelum habis ucapan tersebut diutarakan.” Kemudian dengan suatu gerakan yang ssngat manis dia mengundurkan diri kesamping tanpa menggubris kakek itu lagi. langsung membacok batok kepala Suma Thian yu.

setiap kali ayunan goloknya hampir mengena ditubuh sasarannya. tahu-tahu bayangan lawan lenyap tak berbekas. bagaimana mungkin dia bisa menahan diri? Saking gusarnya semua rambutnya pada berdiri kaku.... peluh dingin bercucuran deras.heehh. kini Yap Cu kim disindir dan dihina didepan puluhan oring anak buahnya.heehh.Tiraikasih Website http://kangzusi. Kasihan Yap Cu kim. Teriaknya sambil menggigit bibir kencang-kencang: “Bocah keparat. “Haaah. lohu akan beradu jiwa denganmu!" Suma Thian yu tertawa seram: "Heehh..haah. seperti mengambil rembulan dari air. lebih baik pulang saja ke sarangmu dan tidak usah muncul-muncul lagi ke sini.. sekalipun Yap Cu kim telah membuang segenap tenaga dan pikirannya.com/ tubuhnya bergerak begitu indah tak kalah indahnya dengan kupu-kupu yang berterbangan diantara aneka bunga. ditengah pekikan tubuhnya berkelebatan secepat kilat menerobos lewat dari bawah ketiak Yap Cu kim.haah... Tidak selang berapa saat kemudian.orang she Yap.. napas Yap Cu kim sudah ngos ngosan seperti napas kerbau. wajahnya pucat dan ia betul-betul lemas sekali. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian ini kontan saja tertawa terbahak-bahak. namun usahanya tetap sia sia belaka... Seperti hendak menangkap kelinci yang licik atau menangkap ikan leihi yang lincah. siapa sih yang kesudian beradu jiwa denganmu? Kau masih belum pantas untuk mengajakku berbuat demikian!” Sambil berkata sekali lagi dia berpekik nyaring. .. tubuh berikut goloknya langsung menerjang kemuka seperti orang kalap. meskipun kau sudah belajar sepuluh tahun lagi juga tak usah berharap bisa menjawil seujung baju sauyamu" Orang persilatan kebanyakan lebih mengutamakan soal harga diri dari pada soal lain. goloknya juga dibacokan secara membabi buta. diiringi bentakan nyaring.. manusia semacam kau itu.

ketika diamati kembali. mendadak suara tertawa merdu berkumandang dari dalam hutan dan memancar masuk kedalam telinga Suma Thian yu: "Tak usah. Begitu Yan Cu kim roboh. Sementara itu dengan sorot mata yang jeli dia sedang menatap wajah Suma Thian yu. setelah diamati lama sekali. tanpa sempat bersuara lagi dia roboh terkapar ditanah. dia tahu kalau orang baru saja munculkan diri ini adalah perempuan paling jahat dalam dunia persilatan Siau bu yong (Bunga bu-yong cantik) Chin Lan eng adanya. baru saja dia akan berpaling. nyonya mudamu bisa menyelesaikan sendiri persoalan tersebut!" Suma Thian yu tertegun. Dua puluh sinar mata ketakutan bersama-sama dialihkan kewajah Suma Thian yu dan mengawasi gerak gerik pemuda itu tanpa berkedip. tapi dalam hatinya ia punya perhitungan sendiri. mendadak matanya terasa silau. sauya orangnya" jawab pemuda itu. kawanan perampok bertopeng yang berada disekitar tempat itu menjadi panik. Apa yang diduga Suma Thian yu memang benar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan tajam Suma Thian yu memandang sekejap keseluruh arena. “Kau yang membunuh orang ini?" . ia baru menegur: “Tadi kau yang bernama Suma Thian yu?" "Ya. Belum pernah Suma Thian yu bertemu dengan perempuan semacam itu. terima kasih banyak. kemudian tegurnya: “Cepat gotong dia pergi!”' Baru selesai ucapan ilu diutarakan. tubuhnya roboh seperti batang pohon yang tumbang ke tanah. masingmasing mundur beberapa langkah kebelakang. dihadapannya telah muncul seorang wanita yang cantik jelita. orang yang baru saja munculkan diri itu adalah perempuan paling cabul di dunia Chin Lan eng.com/ Mendadak terdengar Yap Cu kim mendengus.

haahh. dengan kepandaian kucing kaki tiga yang kau miliki sekarang sudah pingin melayani nyonya mudamu? Terus terang kuberitahukan kepadamu. Wan Liang adalah contoh terbaik untukmu. Suma Thian yu tertawa panjang.nyawa sauya tak usah pakai jaminan.Tiraikasih Website http://kangzusi..com/ “Dia tidak kubunuh.. silahkan saja mencabut pedang mu dengan segera!" Paras muka Chin Lan eng segera berubah menjadi serius sekali.. melainkan ingin mengundangmu untuk iurut serta dalam gerakan kami dan bersama-sama mencari kekayaan dan kegembiraan hidup. setelah itu diliriknya Chin Lan eng sekejap denGan Pandangan sinis dan menghina. mungkin tiada orang yang akan mengurusi jenasah” "Bocah keparat tajam amat lidahmu. dia bisa mampus Karena kehabisan tenaga. kemudian kembali dia berkata: “Betul. kalau tidak. .. bila sampai begitu kaulah yang bakal kerepotan” Chin Lan eng segera menggigit bibirnya.. aku memang bakal dibikin kerepotan sekali" Ucapan yang tiada ujung pangkalnya tersebut disambut tertawa oleh Suma Thian yu. “Oooh rupanya begitu.haahh. tapi suruh dia berisitrahat dahulu. apa kau tak ingin? Pikirkan tiga kali sebelum diputuskan. sekarang masih kelewat pagi untuk dibicarakan” "Asal kau menyanggupi. kau merasa mampu untuk mengungguli dia? Kembali Suma Thian yu mendengus sinis. kaupun dapat hidup gembira. bentaknya kemudian: Kau benar-benar seorang marusia yang tak tahu diri. sekali tepuk dua lalat. sambil memutar biji matanya. lalu kataNya lagi: “Jika harus ditambah denGan kau. selain nyawamu selamat. kalau begitu bicarakan saja setelah siauya mati nanti. kalau ingin mengambil batok kepalaku.. nyonya muda datang kemari bukan untnk mencabut nyawamu. coba bayangkan saja. "Haaah. Tak usah banyak berbicara lagi. termasuk mayatmu nanti. lagipula kau juga belum tentu bisa melindunginya.

dia lantas mengayunkan tangannya. Suma Thian yu telah merasakan datangnya hawa panas yang menghantam tubuhnya.. ter paksa aku harus maju selangkah demi selangkah" Chin Lan eng menggertak gigi keras-keras untuk menahan rasa gusarna yang tak alang kepalang. nyonya muda akan memenuhi harapanmn itu!" Selesai berkata. sesungguhnya kekuatan yang disertakan hebat sekali. cahaya biru berkilauan di angkasa. Jangan dilihat ayunan tersebut sangat ringan. dia seakan-akan telah menganggap Suma Thianyu sebagai Wan liang. Suma Thian yu tak berani berayal. soal yang lain. belam lagi serangannya tiba.com/ "Soal ini kaupun tak usah kuatir. Chin lan eng merasakan hatinya tertegun setelah menyaksikan Suma Thian yu meloloskan pedangnya. Tiba-tiba hawa amarah menggelora di dalam dada Chin Lan eng. mukanya dingin seperti es.. buru-buru dia berkelit kesamping sambil membentak keras: "Perempuan rendah. sauya percaya masih sanggup untuk menangkan perempuan rendah macam kau. malam ini sauya akan merenggut selembar nyawamu. segera tampak angin puyuh menderu-deru dan langsung menyambar ke tubuh pendekar muda tersebut. . Begitu senjata telah berada ditangan. sakit sekali terasa di badan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tiba-tiba saja pedang Ching kong kiam dicabut ke luar. katanya dengan menahan geram: “Bocah keparat. bayangan tubuh dari Kit hong kiam kek Wan Liang segera muncul kembali didepan mata. rupanya ia loloskan pedang Kit hong kiam. tanpa berpikir panjang lagi dia menusuk tenggorokan Suma Thian yu dengan jurus Liong yu su hay (naga sakti di empat samudra). kemudian terdengar suara gemerincingan nyaring." Mendadak dia mencabut pedangnya.

com/ “Membiarkan kau tinggal didunia hanya akan menimbulkan bibit bencana saja. di babat pertahanan musuh. akan diketahui dalam sekilas pandangan. paras muka Chin Lan eng segera berubah hebat. Semua orang hanya merasakan cahaya biru amat menyilaukan mata. Kalau Chin Lan eng bergerak cepat maka dia bergerak lebih cepat lagi. buru buru dia mengembangkan permainan jurus . pada hakekatnya kawanan perampok berkerudung yang menonton jalannya pertarungan dari sekitar arena tak dapat melihat dengan jelas bagaimana kedua orang itu bergebrak dan beberapa jurus sudah lewat. tahu-tahu dia sudah mengancam jalan darah Cian keng hiat diatas bahu Chin Lan eng. lebih baik kau mampus saja!" bentaknya keras-keras. Sayang sekali musuh yang dihadapinya sekarang tak lain adalah Suma Thian yu yang berilmu silat sangat tinggi. oleh sebab itu begitu turun tangan dia telah mempegunakan ilmu pedang Kit hong kiam hoat ajaran paman Wan nya. Terdengar Suma Thian yu tertawa ringan kemudian ujarnya: "Suatu permainan pedang yang bagus.Tiraikasih Website http://kangzusi. sudah jelas dia bermaksud untuk membangkitkan amarah lawan. sayang sekali kau telah salah sasaran" Ujung pedangnya segera dicukil keatas menyusul gerakan mendatar kemuka. Suma Thian yu terkesiap. Suma Thian yu membenci atas kesadisan dan kekejaman Chin Lang eng terutama kecabulan serta kebejatan moralnya. dengan satu jurus dua gerakan yang merupakan jurus ampuh dan ilmu pedang Kit hong kiam hoat. Begitu tahu kalau perempuan itu menyerang dengan ilmu pedang aliran Bu tong pay. Benar juga. dia lebih ganas lagi. orang bilang: Seorang jagoan berisi atau tidak. Kenyataannya Chin Lan eng bisa mencabut pedang dan menyerang dengan kecepatan luar biasa. bila Chin Lai eng ganas.

mimpipun dia tak menyangka kalau pemuda lemah lembut dan masih berbau tetek ini sesungguhnya sudah msncapai ke tingkatan yang begitu lihay.. Sejak kecil. pada hakekatnya merupakan suatu kelebihan yang boleh dibanggakan.. Sayang sekali perempuan ini berjiwa bejad dan bermoral jelek. coba kalau tidak. pertarungannya melawan Chin Lan eng pada hakekatnya seperti bermain dengan kanak-kanak saja. Selama itu partai Bu tong termasyur dalam dunia persilatan karena pedangnya Tay cing kiam hoat pun termasuk ilmu simpanan dari perguruan terebut. dibawah bimbingan ayahnya. ilmu silatnya telah memperoleh ilmu pelajaran yang amat pesat. Walaupun mempergunakan serangkaian ilmu pedang yang sama. Begitulah. sudah barang tentu dengan bekal ilmu silat aliran Bu tong pay yang benar-benar dikuasai olehnya itu. belum lagi perempuan tersebut melancarkan serangannya.com/ pedang Tay cing kiam hoat aliran Bu tong pay untuk menyongsong datangnya ancaman lawan. Tay hoa kitsu Chin Leng hui yang teliti dan seksama. makin bertarung Chin Lang eng merasa semakin terkejut. Padahal.. Bayangkan saja.Tiraikasih Website http://kangzusi. boleh dibilang Chin Lan eng telah memperoleh inti sari dari ilmu pedang tersebut apa lagi setelah mendapat petunjuk dari seorang gembong iblis. Tapi yang paling membuatnya terkejut bercampur keheranan adalah kemampuan ilmu silatnya yang jauh berlipat-lipat kali 1ebih hebat bila dibandingkan deagan keampuhan Kit hong kiam kek Wan Liang dimasa lampau. Bu Tong pey bisa memiliki seorang jago perempuan yang begini tangguh. pertarungan berlangsung selama seperminum teh lamanya. namur dalam permainan-nya jauh lebih tangguh daripada permaiman ayahnya sendiri. bisa diketahui betapa sempurna dan hebatnya jurus jurus serangan itu. pihak lawan sudah memahami . dia mana mengerti kalau berbicara soal tingkat kedudukan maka Suma Thian yu masih terhitung susioknya.

com/ jurus serangan apakah yang bakal dipergunakan. aku hendak membuat malu dirimu agar rasa marahku bisa terlampiaskan. setiap jurus dibalas dengan jurus. sambil menggenggam segumpal rambut ditangan kirinya. Atau bila menggunakan kata-kata yeng lebih latah lagi. bahkan Suma Thian yu bisa menyebutkan nama-nama setiap jurus serangan yang dipergunakan perempuan itu. tak tampak gerakan apa yung dipergunakan olehnya.. justru karena kesadisanmu maka Wan Liang mati penasaran.inilah pembalasan bagi usahamu untuk membunuh Wan Liang. Suma Thian yu baru berubah pikiran. maka perta-rungan apa lagi yang harus diselenggarakan? Pepatah kuno bilang: Tahu diri tahu lawan setiap pertarungan pasti menang. . tahu-tahu cahaya biru berkelebat di susul menyambarnya bayangan manusia. Sekarang Suma Thian yu sudah menguasai penuh jurusjurus serangan lawannya. tahu-tahu Suma Thian yu sudah berdiri di belakang Chin Lan eng sambil tertawa terbahak-bahak.Tiraikasih Website http://kangzusi.. ketika Chin Lan eng benar-benar sudah tak sanggup menahan diri.. hati-hati! Aku akan mencomot rambutmu!" Sambil berkata. kalau sampai begini keadaannya. dengan kening berkerut umpatnya sembari melancarkan serangan balasan: "Perempnsn rendah. hatimu kejam seperti ular beracun. hari ini sauya aksn membalaskan dendam baginya. di susul kemudian berkumandangnya suara jeritan kesakitan dari tengah arena.. hati-hati! Sekarang aku hendak memotong telinga mu yang sebelah kiri!” Mendadak bayangan tubuh Suma thian yu lenyap tak berbekas. apalagi yang perlu dia kuatirkan lagi?" Oleh karena itu dia bertarung dengan amat santainya. pada hakekatnya dia tak perlu berpikir lagi dengan otaknya. setiap gerakan dihadapi dengan gerakan. Sampai pada akhirnya. serunya: "Perempuan rendah.

ia bersiap sedia untuk menebus aib yang di terimanya itu dengan kematian.. dia mengawasi Chin Lan eng tanpa berkedip. darah kental tampak meleleh keluar melalui sela-sela jari tangannya. "Tunggu sebentar!" suatu bentakan keras berkumandang memecahkan keheningan.. inilah hukuman bagi penghiatanmu terhadap ayah kandungmu sendiri!" Sambil berkata. kemudian sambil tertawa dingin serunya: “Perhatikan baik-baik! Kali ini. amat memekikkan telinga. sambil memutur pedangnya menciptakan serentetan pedang berwarna hijau. Chin Lan eng yang dihair-hari biasa selalu angkuh dan tinggi hati. aku he dak menebas hidungmu!" Sembari berkata dia menerjang maju sambil memutar pedangnya. Menyaksikan kesemuanya itu. Mendadak. Suara bentakan itu ibarat guntur yang membelah bumi disiang hari bolong.Tiraikasih Website http://kangzusi. katanya sambil tertawa: "Perempuan rendah. dia sudah kehilangan sama sekali kemampuannya untuk memberi perlawanan.com/ Chin Lan eng dengan memegangi telinga sebelah kirinya dengan tangan kiri. Tampaknya ujung pedang Suma Thian yu sudah hampir mengenai ujung hidung Chin Lan eng. sekarang berubah bagaikan seekor domba yang menunggu untuk dijagal. dengan sepasang mata yang mencorongkan sinar tajam.. sekali lagi dia menusuk kearah tubuh Chin Lan eng. hancur leburlah perasaan hatinya. . mundur beberapa langkah dengan sempoyongan. Sungguh menggelikan sekali. dia sambut datangnyu ancaman tersebut. Sementara ditangan Suma Tbian yu telah bertambah dengan sepotong telinga yang penuh berpelopotan darah.

sebab kejadian tempo hari merupakan pelajaran pahit baginya. tanpa terasa dia lantas mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.. akhirnya dijumpai tanpa membuang tenaga. toaya mengira kau sudah menjadi isi perut ikan dalam dasar sungai . rupanya kau! Inilah yang dinamakan: Dicari sampai sepatu jebol tidak ketemu.. dia tak ingin membuat kesalahan lagi.. Kemudian sambil memicingkan sepasang mata sehingga berubah menjadi satu garis. . heeebh .. Suma Thian yu semakin naik pitam.Tiraikasih Website http://kangzusi. serunya sambil tertawa dingin: "Bocah cilik. sampai sekarang sauya masih belum melupakannya. untuk menghadapi manusia licik seperti ini. Sesosok bayangan manusia dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat segera melayang turun ke tengah arena. Sebaliknya si Harimau angin hitam Lim Kong yang menjumpai Suma Tian yu munculkan diri dihapannya. amarah Suma Thian yu segera berkobar kembali. serunya dengan penuh kegusaran: ”Ooooh. tidak heran kalau Suma Thian yu menjadi naik pitam. dia tak ingin bertindak secara gegabah. jadi kau belum mati tenggelam? Heeehhh. Hek bong hon (Harimau angin hitam) Lim Kong adanya. Begitu mengetahui siapa yang datang. tapi ingatan lain segera melintas. darah yang mengalir dalam tubuhnya serasa mendidih.!" Siapa yang telah munculkan diri ? Ternyata dia bukan lain adalah gembong iblis yang bernama besar dalam kalangan Liok lim....!" Ucapan yang sinis dan menghina itu pada hakekatnya seperti tak memandang sebelah mata pun terhadap anak muda tersebut.. .com/ Dengan perasaan terkesiap Suma thian yu segera melompat mundur selangkah sambil menarik kembali serangannya. dia menggertarkan pedangnya siap ditusukkan ke depan. Hadiah pukulan darimu tempo hari.

dengan sorot mata berkilat dia tertawa hambar...heeeh.heeehh.. pedangnya disarungkan kembali. anggap saja tempo hari kau bernasib baik.bocah keparat. kalau tidak. hmm! Perempuan rendah itu merupakan contoh yang paling baik!" Harimau angin hitam Lim Koag tertawa seram dengan kerasnya. kalau tidak.. sorot matanya memancarkan sinar kelicikan dan kebuasan. dia baru berkata: Cabut keluar senjatamu? Apakah kau ingin menyerah saja uutuk menerima kematian?” Harimau angin hitam Lim Kong tertawa seram: “Heeehh.untuk menghadapi seorang bocah keparat macam kau... tapi kali ini. Suma Thian yu segera mendongakkan kepalanya dsn berpekik nyaring. tampaknya malaikat elmaut lah yang menghantar kau kemari. sambil menurunkan kembali pedangnya di berkata: "Orang she Lim... sehingga membunt siapa pun akan bergidik bila melihatnya... pelan-pelan dia berjalan menghampiri Suma Thian yu.. umpatlah sampai puas.com/ Berpikir demikian. daripada sauya mesti repot-repot turun tangan.. buru-buru dia menekan hawa amarah yang membara didalam dadanya. dia menatap wajah sihanmru angin hitam itu tanpa berkedip.heeeh. .. kau tak akan memperopeh kesempatan lagi untuk bersuara. tidak perlu bagiku untuk mencabut keluar senjatja tajamku. jsngan harap kau bisa lolos lagi dalam keadaan selamat. kalau ingin mengumpat. Sekuat tenaga Suma Thian yu mencoba untuk menekan hawa amarah yang berkobar didalam dadanya dan mengulumkan sekulum senyuman diujung bibirnya. lebih baik gorok saja lehermu sendiri.!” Sembari berkata. dengan tangan kosongpun loaya masih tetap mampu untuk mengirimmu pulang kelangit!" Mendengar perkataan mana. “Heeeh.. menanti pihak musuh sudah berada lima langkah deri hadapannya.Tiraikasih Website http://kangzusi.

dengan pandangan yang tajam dia mengawasi datangnya lawan itu tanpa gugup. Siapa tahu ketika kepalan tersebut sampai ditengah jalan. Dengan cekatan Suma Thian yu menekuk pinggangnya kesamping. "akan sauya layani dirimu itu dengan tangan kosong belaka!” Selesai berkata. mendadak Lim Kong berubah jurus. kesempurnaan ilmu silat maupuun tenaga dalam yang dimiliki Lim Kong tentu saja sudah luar biasa sekali. terhadap harimau angin hitam Lim Kong yang kenamaan. lalu bentaknya keraskeras: “Roboh kau. seakanakan dia tak memandang sebelah matapun terhadap lawannya ini. tapi kalau dia tidak berbuat demikian.. dia hendak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melampiaskan rasa mangkelnya itu keluar. kemudian dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat menyodok ke dada pemuda itu.!” Telapak tangan kirinya membentuk gerakan busur ditengah udara lalu dibacokkan ke bawah. dia lantas menggulung ujung bajunya sehingga kelihatan lengannya yang putih dan berotot. cemoohan maupun umpatan lawan. maka rasa gusar dan mendongkol yang mencekam perasaannya semakin menghimpit dadanya. sikapnya amat santai dan berdiri seenaknya sendiri. dia sama sekali tidak terpengaruh oleh ejekan. seperti guntur menghajar . Suma Thian yu yang cerdik tentu saja dapat memahami akan hal ini. apa lagi sebagai seorang perampok ulung. tentu saja hal mana tak akan menimbulkan reaksi apapun. Sebagai murid pertama dari si Mayat hidup Ciu Jit hwee. dalam menghadapi musuhnya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sekali lagi Lim Kong maju selangkah kedepan. tiba-tiba lengan kirinya berputar kencang dengan jurus Tot mang jut tong (ular be racun keluar gua).. Sikap acuh seperti ini biasanya hanya bisa membangkitkan amarah bagi pemuda yang baru terjun kedalam dunia persilatan dan bersifat berangasan.com/ "Baiklah" katanya kemudian.

apalagi setelah teringat bahwa rambutnya putus separuh. .!" desingan angin tajam membelah angkasa. sementara telapak tangan kanannya bagaikan sebilah pisau langsung menebas kedepan dengan kecepatan luar biasa. Mereka berdua sama-sama merupakan jagoan kelas satu didalam dunia persilatan dewasa ini. hampir saja bacokan itu menyentuh pakaian didepan dada Lim Kong.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu sama sekali tidak gugup. Dalam pada itu.. hatinya merasa remuk rendam karena amat sedih. dengau menghimpun tenaga dalamnya dia tangkis datangnya ancaman mana sambil menyahut: ""Belum tentu!" Telapak tangan kirinya diangkat keatas untuk melakukan tangkisan. Siau hu yong (Hu yong indah) Chin Lan eng yang terluka dan berdiri disisi arena. telinga kirinya terpapas dan wajahnya menjadi jelek. Manusia memang makhluk yang suka akan keindahan. “Sreeet. dalam waktu singkat bayangan kepala dan angin tendangan menyelimuti seluruh angkasa Dalam pertarungan yang amat seru itu hanya nampak dua sosok bayangan manusia yang bergabung menjadi satu hingga untuk sesaat sukar untuk membedakan mana Lim Kong dan mana Suma Thian yu. hatinya sakit bagaikan diiris-iris.. apalagi dia adalah seorang perempuan cantik. Memghadapi ancaman maut itu. Untung si Harimau angin hitam Lim Kong bukan manusia sembarangan. mendadak ia berputar setengah lingkaran kaki kanannya melepaskan tendangan dengan jurus Kui seng ti to (binatang kejora menantang bintang) langsung menyodok ketubuh anak muda tersebut. dia menghantam tulang leng kay kut pada ubun-ubun Suma Thian yu. saking sedihnya ingin sekali dia mati seketika. begitu dilihatnya angin pukulan lawan hampir menyentuh tubuhnya.com/ tambur.

Pada ssat itulah. bayangkan saja bila seorang perempuan yang cantik jelita. Sejenak kemudian. mendadak dari tengah arena berkumandang dua kali bentakan nyaring. kini berubah menjadi perempuan yang kehilangan telinga sebelah. penderitaan dan aib yang dialaminya itu mana mungkin bisa ditahan dengan begitu saja? Luka ditelinga kirinya telah dibubuhi obat dan kini darah sudah tidak mengucur lagi. Awan gelap yang amat tebal diiringi udara yang dingin merasuk tulang segera menyelimuti angkasa. dia mengawasi terus wajah Suma Thian yu tanpa berkedip. Buru-buru hawa murni ysug berada dalam tangan disalurkan ke dalam sepasang telapak tangannya. bagaikan angin puyuh yang muncul dari langit. ia segera menjadi terkesiap. tubuhnya berputar dengan kepala di bawah kaki diatas. Sementara pertempuran sengit ditengah arena masih berlangsung dengan hebatnya. bayangan manusia nampak saling berpisah. sepasang lengannya mendadak direntangkan kesamping. kekejaman dan kesediaannya tercermin jelas diatas wajahnya. kemudian bagaikan burung elang yang menembusi langit ia meluncur tinggi ke udara. begitu sepasang kakinya menempel permukaan tanah. Lim Kong muadur sejauh dua langkah kebelakang. diam-diam Chin Lan eng merogoh kedalam sakunya mengambil sesuatu dengan cepat dipersiapkan dalam genggaman. ia segera melejit kembali ke tengah udara. dia bersiap sedia menghadapi segala kemungkinan yang tak diinginkan. namun sepasang mata Chin Lan eng telah berubah menjadi mengerikan sekali. dia lebih suka tewas diujung pedang lawan daripada kehilangan panca inderanya. sewakiu Suma Thian yu mengalihkan pandangannya ke depan. diiringi suara geledek yarg .com/ Buat Siau hu yong Chin Lan eng. Harimau angin hitam Lim Kong membentak nyaring.Tiraikasih Website http://kangzusi. Lompatannya ini paling tidak mencapai ketinggian lima kaki lebih.

Suma Thian yu merasakan hatinya bergidik. segulung hawa dingin segera muncul dari punggungnya dan menembus sampai keatas. dia sambut datangnya ancaman tersebut. Suma Thian yu menjadi terjepit dipesisi yang tidak menguntungkan. rupanya serangan angin pukulan hawa dingin mayat busuk dari Harimau angin hitam Lim Kong sudah menyambar datang seperti ombak dahsyat. Suma Thian yu merasa amat terkejut. ditambah. Untuk menghindari pukulan telapak tangan saja sudah payahnya setengah mati. Siapa tahu. diiringi bentakan nyaring. dengan. angin puyuh menderu-deru.. disaat dia sedang memusatkan seluruh perhatiannya untuk menghadapi harimau angin hitam Lim Kong. mendadak terdengar suara bentakan nyaring bergema memecahkan keheningan.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia harus mengbadipi dua musuh sekaligus dua dipaksa berada dalam keadaan bagaikan menunggang dipunggung harimau.. lalu terlihat tua titik cahaya bintang yang berkilauan dengan membentuk posisi segitiga langsung menyambar ke arah pinggangnya. dengan cepat ia menjatuhkan diri kebelakang dan mengelinding kesamping dengan gerakan Lan jui ta kun (keledai malas berguling guling).. tiba-tiba muncul sebuah akal cerdik dalam benaknya. yang menghantam tepian pesisir. keadaannya menjadi bertambah kritis. Inilah ilmu pukulan Hu si im hong ciang (pukulan angin dingin mayat membusuk) yang amat termashur dalam dunia persilatan. Dengan begitu.. Dalam keadaan terancam. menghimpun tenaga dalamnya sebesar sepuluh bagian kedalam sepasang lengan.. .com/ memekikkan telinga langsung menghantam batok kepala Suma Thian yu dengan dahsyat. lagi harus menghadapi serangan senjata rahasia.

Suma thian yu pasti akan menguliti tubuhmu hidup-hidup!” Seraya berkata. lalu bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya melakukan pengejaran dari belakang. bajingan yang rudin tak usah dikejar anjing budukan tak perlu diusir. biar kan saja dia pergi!” Harimau angin hitam Lim Kong segera menghentikan gerakan tubuhnya. ingat saja budak rendah. ia segera berlalu dari situ. angin pukulan dari Lim Kong sudah menghajar secara telak diatas permukaan tanah. Dengan cepat dia mengerahkan tenaga dalam nya untuk melindungi jalan darah.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia menggerakkan tubuhnya. 00o00 Tapi. kakinya sakit bukan kepalang. gara-gara kewelasan hatimu saat ini. seperti segulung angin puyuh saja.com/ Seketika itu juga terdengar suara benturan keras menggelegar di angkasa. Suma hian yu cukup mengetahu bahwa Siau hu yang Chin lan eng adalah seorang perempuan kejam yang berhati buas. Mewndadak terdengarSiau hu yong Chin Lan eng membentak sambil terawa: “Lim toako. kemudian sambil melompat mundur serunya: “Sakit hati ini pasti kubalas. pada saat inilah mendadak Suma thian yu merasakan sisi lambungnya seperti terpagut oleh sengatan lebah beracun. bisa jadi dikemudian hari akan memancing datangnya banyak bibit bencana buat kita semua!” . sadarlah pemuda ini bahwa dia telah kerkena senjata rahasia. kemudian bertanya dengan wajah tercengang: “Apakah hal ini tidak terlalu keenakan buat keparat itu? Siau hujin. senjata rahasia yang dipergunakan juga pasti dibubuhi racun yang jahat. Tentu saja si harimau angin hitam Lim Kong tak akan melepaskan Suma thian yu dengan begitu saja.

. "Haahh.. kau terlalu memikirkan hal yang bukan-bukan..sudah lama aku dengar akan kelihayan jarum beracun Hok teng ang tok ciam milik Siau hujin.Tiraikasih Website http://kangzusi. sambungnya lebih jauh: "Seandainya senjata rahasia ku tidak berhasil melukainya.. lalu menggenggam mulut lukanya dengan tangan kiri agar darah jangan sampai mengalir ke luar terus. kalau dia sudah keracunan. ooOoo SUMA THIAN YU SADAR. hal mana sudah merupakan kemujuran baginya" Kemudian setelah berhenti sejenak.heeeh...com/ Chin Lan eng tertawa terkekeh-kekeh dengan liciknya: “Heeeh.. sahutnya: “Senjata rahasia yang berhasil bersarang ditubuh bocah keparat itu sama sekali tidak di beri Hok leng ang melainkan cuma selaksa racun yang umum!” "Heeeh.. bila keparat itu bisa hidup melewati fajar nanti.. rupanya raja akhirat sudah mulai menggapaikan tangan kearahnya?” Siau hu yong Chin Lao eng segera menggelengkan kepalanya berulang kali. selain daripada itu. dia mencabut keluar jarum yang lembut bagaikan rambut itu.. sekalipun begitu.Lim toako.heeeh.. aku rasa hal inipun sudah cukup membuat bocah keparat tersebut untuk terbang kembali keneraka" Beracara sampai disitu. kembali Lim Kong tertawa terbahak bahak dengan seramnya..haahh. Harimau angin hitam Lim Kong lalu tertawa terbahak-bahak.haah... menang kalah masih sukar di tentukan.. maka sambil berlari kencang meninggalkan tempat ini.heeeh.. konon begitu mengenai orangnya lantas keracunan hebat dan modar..heeeh. bagaimana mungkin aku dapat melampiaskan rasa malu dan kerugian yang kualami malam ini?" Mendengar ucapan tersebut.

. rupanya aku telah ditolong oleh telapak tangan kiriku ini. busuknya bukan main. Memandang kegegapan yang mencekam sekeliling tempat itu. maka segera dijumpainya selain titik merah kecil seperti bekas tertusuk jarum yang masih tersisa diatas lambungnya itu. Coba kalau Suma Thian yu mengetahui akan kelebihan yang dimilikinya ini. kau gagal untuk mencelakai diriku. ia bermaksud untuK mencari Chin Lan eng dan membuat perhitungan dengannya.Tiraikasih Website http://kangzusi.. dia sama sekali tak merasakan sesuatu gejala yang aneh. dia pun mencari sebuah batu untuk duduk dan beristirahat..com/ Setelah melakui perjalanan yang cukup jauh mendadak ia merasa luka pada lambungnya sudah tidak terasa sakit lagi.. ketika perutnya terluka tadi. Akan tetapi sewaktu dia mengangkat tangan kirinya. Chin Lan eng.. Dengan cepat Suma Thian yu menjadi sadar kembali apa gerangan yang telah terjadi. ketika diendus segera tercium bau busuk yang amat menusuk hidung. tanpa terasa kembali gumamnya: . dia telah memegang mulut lukanya dengan telapak tangan kirinya. Menanti dia sudah sampai kembali ketempat bekas pertarungan tak sesosok bayangan manusia pun yang nampak. Dengan cepat dia melompat bangun dan balik kembali ketempat semula. tibatiba saja dijumpai segumpal darah kental menempel diatas telapak tangan kirinya itu. Suma Thian yu segera terbayang kembali peristiwa yang berlangsung belum lama berselang. hai Cbin Lan eng. tanpa tersa serunya: “Ooohh.. rupanya disaat itulah semua racun keji yang mengeram didalam tubuhnya telah terhisap oleh daun Jin sian kiam lan sehingga bersih sama sekali. telapak tangan kiri Suma Thian yu ini tidak mempan terhadap berbagai macam racun.. Sebagaimana diketahui. tak mungkin dia akan melarikan diri dari arena pertarungan. Ketika pakaiannya di lepas dan mulut luka nya diperiksa. pelanpelan hatinya pun mulai merasa amat lega dan tentram.

akhirnya ditemukan juga dua batang jarum lebah beracun yang digunakan oleh Chin Lan eng tadi dan dengan sangat berhati-hati sekali disimpan kedalam sakunya. dia lantas balik kembali menuju kearah loteng Kun eng lo. kemudian dia balik kembali menuju ke tempat bekas pertarungan. membuat orang merasa kerasan sekali tinggal disitu. tak heran kalau hanya saudagar yang berdiam dikota tersebut. hanya Suma Thian yu seorang yang tak ada . kemudian mengurungkan niatnya kembali ke rumah makan Kun eng lo. Selama aku Thian yu masih bisa hidup. Sampai setengah harian lamanya dia melakukan pencarian di atas tanah. Suma Thian yu mendapat sebuah kamar yang terletak dipaling ujung ruang sebelah timur. banyak pelancong dan saudagar yang pulang ke penginapan untuk beristirahat. Tapi baru sampai ditengah jalan. dia segera berangkat menuju ke arah telaga Tong ting ou.Tiraikasih Website http://kangzusi. pasti akan kubunuh bajingan tersebut dengan telapak tanganku sendiri" Dengan langkah yang ringan dan cepat. mendadak ia seperti teringat akan sesuatu dan segera berhenti. Rumah penginapan itu bernama Gwat kek can. Sementara itu senja sudah menjelang tiba. Tiang an gi terletak hanya dua hari perjalanan dari telaga Tong tin ou.com/ "Perempuan berhati busuk. lingkungan¬nya amat sepi dan indah. tak heran kalau paman Wan tewas ditanganmu. Jilid 16 Suatu hari sampailah Suma Thian yu dikota Tiang-an-gi di dalam propinsi Ou lam. menurut perhitungan Suma Thian yu masih ada berapa hari lagi menjelang tanggal lima belas. maka dia pun menginap dalam sebuah rumah penginapan di kota Tian an gi tersebut. pelayanannya sangat baik.

com/ urusan dan duduk dekat jendela sambil memandang kolam di luar kamarnya. masa kau hendak membohongi aku si pengemis tua? Kalau aku tak mau pergi. tapi setelah berpikir sejenak dia urungkan niatnya itu. Mendadak dari luar pintu penginapan sana terjadi kegaduhan. Dalam pada itu. seorang pelayan sedang berdiri sambil tertawa paksa: “Tuan cin sin ya. pertama-tama Suma Thian yu tidak begitu menaruh perhatian. asal aku si pengemis tua punya uang. harap kau mencari kamar penginapan yang lain saja!” Siau yau kay Wi Kian segera menggelengkan kepalanya berulang kali sambil berseru! “Tidak bisa. buru-buru dia membuka pintu dan melongok keluar. Dalam sekilas pandangan saja Suma Thian yu dapat mengetahui orang itu sebagai Siau yau kay Wi Kian adanya. sudah jelas di dalam sana masih ada tiga buah kamar kosong. Sebetulnya ia Ingin maju melerai.Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan terlihatlah segerombolan manusia sedang mengurung seorang pengemis tua yang berpakaian compang-camping. kalian semua adalah kawanan anjing yang punya mata bila melibat uang. "Kalian buka penginapan toh bermaksud mencari uang. siapa tahu pengemis tua itu hendak menggunakan akal muslihat apa lagi untuk mengatasi persoalannya. siapa tahu suara gaduh tadi makin lama terdengar semakin ramai. mengapa tak boleh menginap disini?” Suma Thian yu segera merasa suara itu sangat dikenal olehnya. kau mau apa?" Tangannya segera merogoh kedalam saku dan meraba beberapa saat kemudian dengan berhati-hati sekali dia mengeluarkan seuntai mata uang tembaga dan diperlihatkan kepada pelayan itu kemudian serunya: . penginapan kami benar-benar sudah penuh dan tiada kamar lain.

dewa hartaku yang baik. seseorang kembali berseru dari sisi arena: “Pelayan. katanya: "Oooh. tentu saja masih kurang kalau hendak dipakai untuk membayar penginapan. seuntai mata uang tembaga hanya bisa dipakai untuk makan satu kali.Tiraikasih Website http://kangzusi. Untuk masa itu. enyahkan saja pengemis edan itu dari situ. apa kau cuma mempunyai uang sebanyak itu?” Siau yau kay manggut-manggut. pelayan itu tak ingin terjadinya keributan di rumah penginapannya. bila kau ribut terus disini. serunya dengan wajah serius: "Kenapa? Uang sebanyak. bukankah aku si pengemis tua mempunyai uang?" Selesai berkata. usaha kami bisa bubar! Bila kau ingin sangu. seakan akan kuatir kalau ada orang hendak merampas uangnya saja. Oleh sebab itu para pelancong dan saudagar yang mengerumuni tempat itu segera tertawa terbahak-bahak karena geli. maka sambil tertawa paksa dan menjura ber¬ulang kali. dengan cepat ia te1ah menyimpannya kembali sementara sepasang matanya segera mengawasi wajah semua orang dengsn sikap was-was dan curiga. inipun masih cukup untuk menginap selama delapan atau sepuluh hari disini" sekali lagi semua orang tertawa terbahak-bahak sesudah mendengar perkataan itu. janganlah mengacau lagi di sini. Salah seorang diantaranya dengan cepat berseru dengan suara dingin seperti es: "Hei engkoh tua. kami bersedia memberi sedikit sangu untukmu" Kembali Siau yau kay Wi Kian berteriak teriak keras: .com/ “Coba keu lihat. kata¬kan saja berterus terang. harap kau sudi berbuat kebaikan. tampaknya pengemis ini memang sengaja hendak mencari gara-gara!” Bagaimanapnu jua.

kembali dia berteriak gembira: “Bagus sekali! Aku si pengemis tua sudah hampir setengah harian lamanya mencarimu. kemarilah lagi nanti saja" Baru saja Siau yau kay akan menjawab. serentak mereka berpaling keerah pintu. tak kuasa lagi segera tertawa terbahak bahak. maka dia segera datang kemari mencarinya. dia pasti akan membayar rekeningku" Ketika semua orang mendengar kalau dia mempunyai anak angkat disitu. dia menyaksikan Suma Thian yu sedang berjalan keluar. tapi disana tak nampak bayangan pengemis. Terdengar ia berseru sambil bertepuk tangan: “Nah.com/ "Huuh. rupanya kau sedang tidur enak disini. bila ditambah dengan seorang anak angkatnya lagi. sudah datang. aku hanya ingin menginap disini. sekarang lagi waktunya para tamu berdatangan. semua orang lain mengira pengemis tua . bisa berabe jadinya” Kemudian sambil menjura lagi katanya: “Oooh lo yaya. kau si anjing budukan jangan kelewat menghina. begitu Siau yau kay melihat pemuda itu sudah munculkan diri. anak angkatku segera akan keluar. Pelayan itu segera menepuk dahi sendiri sambil berteriak keras: "Oh Thian! seorang pengemis tua saja sudah cukup membuatku pusing. sudah datang! Anak angkat aku si pengemis tua telah datang untuk membayar rekening" Ketika semua orang mendengar perkataan itu. aku si pengemis tua tidak butuh uang. ketika dilihat pengemis tua itu sedang berbicara dengan seorang pemuda tampan berpakaian perlente. waah... Suma Thian yu melanjutkan langkahnya menuju kemuka penginapan. kumohon kepadamu pergilah dari sini. Padahal sejak tadi ia sudah melibat kalau Suma Thian yu memasuki rumah penginapan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Tak usah kuatir. lihat saja aku akan menghajarmu atau tidak!" Semua orang turut berpaling.

com/ itu indah tak beres otaknya sehingga kerjanya hanya menggoda orang. lalu diperhatikan dari atas hingga ke bawah dengan seksama. mereka berdua segera bersantap sambil berbincang-bincang. Buru-buru pelayan itu berkata kepada Suma Thian yu dengan ramah dan sopan: “Apakah kek-koan kenal dengan dia?” Sambil bersenyum suma Thian yu manggut-manggut. aku hendak menjamu sahabatku ini. “Rahasia langit tak boleh bocor. katanya dengan sopan: "Bila aku tidak menyambut kedatangan lo-cianpwe dari jauh. harap siapkan hidangan dan arak berusiasepuluh tahun. thian yu membeberkan kejadian yang dialaminya selama beberapa hari ini. mereka malah menganggap Suma Thian yu ikut gila.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sementara mereka yang menonton keramaian pun segera pada bubar tapi dari dalam rumah penginapan itu mulai terdengar suara kasak kusuk orang membicarakan kejadian ini Setelah Siau yau kay duduk. mari kita minum arak dulu sebelum kuceritakan keadaan yang sebenarnya” Suma thian yu pun tidak bertanya lebih jauh. pelayan itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela napas. Suma thian yu baru bertanya dengan sikap hormat” “Cianpwe. mengapa kau pun sampai disini?” Siau yau kay segera tertawa cekikikan. kenal. “Yaa. dia segera masuk kedalam untuk mempersiapkan hidangan. Pelayan itupun mengalihkan sorot matanya yang keheranan kearah Suma Thian yu. rekeningnya akan ku bayar sekalian nanti” Melihat Suma thian yu bersedia untuk membayar. mempergunakan kesempatan itu. . Suma Thian yu segera mendorong orang-orang yang berada disekitar situ agar minggur kemudian sambil menjura kepada pengemis tua itu. harap kau sudi memaafkan" Begitu ucapan tersebut diutarakan semua orang semakin dibikin kebingungan dan tidak habis mengerti.

Siau yau kay tertawa cekikikan. Sebagai pemuda yang berjiwa mulia. aaai.” Setelah arak dihidangkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan misterius dia melirik sekejap ke arah Suma Thian yu." Ucapan itu bagaikan orang yang sedang bergumam.com/ Ketika Siau yau kay Wi kian mendengar Suma thian yu berhasil memapas rambut Chin lan eng dan memapas sebuah telinganya.. Maka sambil mengangkat cawan araknya.. kemudian katanya: "Tali jodoh seribu li hanya tergantung disatu titik. hal ini membuat Suma Thian yu menjadi kebingungan setengah mati. benar-benar sudah tak ada orang yang bisa menolongnya lagi. dia merasa perkataan dari pengemis tua itu ngawur seakanakan dibalik kesemuanya itu masih ter¬simpan semacam rahasia. maka dia pun tidak mendesak lebih jauh. karena orang lain tidak mengungkapkan hal tersebut. bahkan ada pula yang menggelengkan kepalanya sembari menyumpah kalang kabut: “Orang gila. dia meneguk seorang diri. dan beberapa cawan sudah masuk ke dalam perut Siau yau kay Wi kian segera meletakkan cawan araknya ke meja sambil bergumam: "Aneh. hampir semua orang mengalihkan sorot matanya kearah mereka. mengapa dia belum juga datang?” "Siapa? Siapa yang kau maksudkan?” tanya Suma Thian yu dengan wajah tercengang... dia tak ingin mendesak orang untuk mengungkapkan semua rahasianya. dengan gembira ia segera mengebrak meja sembari berseru: "Suatu tindakan yang amat bagus! Kita memang wajib menegakkan keadilan serta kebenaran bagi umat persilatan!” Gebrakan meja itu segera mengagetkan semua tamu yang kebetulan sedang bersantap.. sulit juga menjadi seorang mak comblang. ..

sorot mata mereka pun sama-sama dialihkan kearah pintu. seorang pe¬ngemis tua ternyata . dia berusia enam tujuh belas tahunan.com/ Suatu ketika dia mengalihkan sorot matanya ke depan pintu. tiba-tiba saja dalam hati semua orang timbul suatu ingatan yang aneh. tanpa berkedip barang sekejap pun mereka semua mengawasinya lekat-lekat. kemudian dengan lemah gemulai berjalan menuju ke meja yang ditempati pengemis tua itu. Menghadapi kemunculan gadis centik itu. terlihatlah sepasang le¬sung pipinya yang indah dan mempesona hati. Dengan kejadian ini. mendadak pandangan matanya terasa kagum lalu sarunya tertahan: "Aaaaah!" Bukan cuma dia saja yang merasa terkejut bercampur keheranan. memakai baju berwarna kuning dengan ikat pinggang berwarna hijau mata yang jeli.Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu katanya: “Harap dimaafkan bila kau orang tua harus menunggu terlalu lama" Kemudian ia mengambil tempat duduk didekat pengemis tua itu. Ia memberi hormat kepada pengemis tua itu. Ketika tersenyum. hidungnya yang mancung dan bibirnya yang mungil membuat gadis itu nam¬pak begitu cantik dan amar mejawan hati. hampir semua tamu yang berada dalam ruangan sama-sama merasa ka get dan menghela napas tiada hentinya. mereka berharap gadis itu berjalan menuju kedepan meja mereka. Rupanya dari depan pintu berjalan masuk seorang gadis yang wajah cantik jelita bak bidadari dari kahyangan. pada hakekatnya kejadian ini merupakan suatu peristiwa yang sangat aneh. Tak heran kalau semua orang yang hadir disitu sama sama merasa terkejut dan mengira ada bidadari yang turun dari kahyangan. maka suara helaan napas dan seruan keheranan sekali lagi kerkumandang dalam ruangan itu. Tapi gadis itu hanya memindang sekejap sesekeliling ruangan.

. sahutnya dengan suara tergagap: “Aaahhh. Setelah duduk. sungguh merupakan kejadian yang menyenangkan. “haah. setelah itu baru ujarnya: “Rupanya kau pun berada disini? Kapan datangnya?” "Hari ini baru sampai" jawab Suma Thian yu dengan wajah tersipu-sipu pula. Bi hong siancu Wan pek lan segera berpaling kearah Siau yau kay Wi kian lalu sahutnya: “Dia orang tualah adanya!” . mari! Kita keringkan dulu secawan arak!” "Nona Wan.haah. apakah kau masih marah padaku?" tanya Suma Thian yu kemudian.. Ketika mendengar pertanyaan dari Suma thian yu itu. Gadis itu tak lain adalah putri kesayangan dari Mo im sin liong (naga sakti dari mega) Wan kiam ciu. gadis itu menundukkan kepalanya rendahrendah lalu melirik sekejap kearah Suma Thian yu dengan wajah tersipu-sipu..Tiraikasih Website http://kangzusi. Susiok Coa telah memberi penjelasan dan kami tahu kalau siauhiap bersih!” “Siapakah Susiok Coa mu itu?” tanya Suma thian yu dengan wajah tercengang.haah. merah padam selembar wajah Wan pek lan karena malu. bisa bertemu dengan nona ditempat ini. congpiautau dari perusahaan Sin liong piaukiok di kota Heng ciu Bi hong siancu (Dewi burung hong) Wan Pek lan adanya. Tiga manusia yang berbeda duduk di meja yang sama.. pada hakekatnya peristiwa ini merupakan suatu kejadian yang aneh dan hampir saja membuat semua orang merasa bagaikan sedang bermimpi di siang hari bolong. itu mah hanya suatu kesalahan paham belaka.com/ menantikan kedatangan seorang gadis cantik jelita bak bidadari dari kahyangan.kalau tidak berjodoh bagaimana bisa berjumpa? Kalian berdua tak usah berlagak malu lagi... Siau yau kay Wi kian yang menyaksikan kejadian tersebut segera tertawa terbahak-bahak. betul-betul suatu perpaduan yang amat tak sedap.

siapapun akan menaruh curiga kepadaku... tentunya kau tidak menjadi gusar bukan?” Suma thian yu tertawa getir. Cuma dia seorang yang memahami perasaanmu.? buru-buru Suma thian yu bertanya. dari seluruh piasu yang ada dalam perusahaan. masa aku si pengemis tua akan melepaskan dirimu dengan begitu saja?” Ketika Bi hong siancu Wan Pek lun menanyakan kaadaan yang sebenarnya kepada pe¬muda itu. rupanya diantara kalian mempunyai hubungan yang sangat akrab” “Bpcah. kemudian ujarnya dengan nada bersungguh-sungguh: “Berbicara menurut keadaan pada waktu itu. “seandainya terbukti kalau kau adalah pembunuhnya. Selesai mendengar cerita mana. hampir saja aku menuduh orang baik. katanya: “Semuanya ini gara-gara kejelekanku. gara-gara peristiea tersebut. selama ini aku masih merasa kuatir kalau Tio toako masih marah terus kepadaku!” Wan pek lan tersenyum. dengan perasaan tak tentram tenteram Bi hong siancu Wan Pek lan memandang sekejap kearah Suma thian yu dengan pancaran sinar cinta yang mendalam. kau jangan keburu bersenang hati!“ damprat Siau yau kay Wi kian dengan gusar. “ketajaman mata paman tio memang sungguh mengagumkan.Tiraikasih Website http://kangzusi. .. secara ringkas Suma Thian yu segera menceritakan semua peristiwa yang dialaminya termasuk Siau yau kay mengejarnya ke gua Hui im tong dan menuntut pertanggungan jawab darinya.com/ Sekarang Suma thian yu mengerti. “Ia sudah pergi meninggalkan perusahaan” “Apa?” seru Suma thian yu terkejut. tanpa terasa ia berseru: “Tak heran kalau locianpwe marah-marah pada waktu itu. dia telah telah bentrok dengan ayahku sehingga kedua belah pihak merasa sama-sama tidak senang” “bagaimana sekarang.

urusannya banyak dan repot sekali. Malam itu Suma thian yu minta dua kamar lagi untuk beristirahat kedua orang itu. ucapan Siau yau kay tersebut mengandung suatu makna yang amt mendalam. pada hakekatnya seperti orang berbakat yang dipendam. kalau harus mengendon terus dalam perusahaan. Keesokan harinya. sebenarnya hal ini merupakan suatu tindakan yang luar biasa. kenyataannya dalam kesibukan tersebut dia masih sempat mengurusi cinta muda mudi. Sewaktu Bi hong siancu menjumpai Siau yau kay sudah pergi. Bisa dibayngkan pula betapa berterima ka¬sihnya Wan Pek lan setelah menyaksikan kesemuanya itu. . Wan Pek lan memang cerdik. hatinya jadi merasa amat berterima kasih.com/ Siau yau kay Wi kiam yang berada disamping segera menukas dengan nada dingin: “Biarkan saja dia pergi. cita-cita seorang lelaki berada diempat penjuru. bila ia mau mengembara ketempat luaran. rupanya segala sesuatu yang hendak dilakukannya itu telah diatur dengan rapi sekali. dia pergi tanpa pamit. hingga dibilang. kemungkinan besar malah akan dijumpai suatu kemukjijatan” Suma thian yu tahu. sepanjang hidupnya dia selalu berkelana dalam dunia persilatan. Siau yau kay Wi kian dengan susah payah mengajak Wan Pek lan datang kesitu kemudian menyerahkannya kepada Suma Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. kamarnya ditinggilkan dalam keadaan kosong. bagaimanapun juga tak bisa menonjol dan menjadi besar. dengan cepat dia mengetahui kaku Wi locianpwe ada niat untuk menjodohkan mereka berdua. ia menyaksikan Siau yau kay Wi Kian sudah pergi entah kemana. sekulum senyuman tersungging diujung bibirnya. pasti dikarenakan suatu pertimbangan maka hatinya pun menjadi lega. Kalau dibicarakan memang sungguh mengangumkan sekali. ia bisa berkata demikian. “Perempuan memang mahkluk yang amat tajam perasaannya. ketika Suma Thian yu bangun dari tidurnya.

com/ Berbeda dengan Suma Thian yu. Sepanjang jalan mereka selalu berpesiar dan menikmati keindahan alam.. bayangkan sendiri... kita masih membutuhkan banyak waktu” Rupanya sepasang muda mudi ini tak lain Suma Thian yu dan Bi hong siancu Wan pek lan yang sedang datang memenuhi janji. Cuma kita tak tahu di manakah dua saudara berdiam. lalu katanya: “Engkoh thian yu.. dalam hati kecilnya selalu timbul pertanyaan kapankah keadaan seperti ini bisa berulang kembali. Gak yang lo terletak diluar kota Gak ciu. sehingga kalau harus dicari.. dia masih sedikit kebingungan oleh hilangnya Siau yau kay. didampingi seorang gadis yang cantik seperti Bi hong siancu. hubungan muda mudi ini semakin akrab. apakah perbuatannya ini tidak menggelikan. seringkali ia memperhatikan ketampanan wajah kekasih hatinya.. Tampakk gadis itu memandang ketempat kejauhan sana. sedikit banyak Suma thian yu jauh merasa lebih riang dan gembira. Waktu itu. Setelah kesalapahaman diantara mereka dapat diatasi. Padahal Wan pek lan sendiripun berperasaan sama. berangkatlah kedua orang itu meninggalkan kota Tiang an gi menuju ke kota Gak ciu. dia berusaha keras untuk menemukan jejak pengemis tua itu. masih berapa jauhkah dari tempat ini sampai dibukit Kui san?” “Kalau sekarang juga berangkat maka senja nanti sudah sampai.? Setelah membayar rekening. setiap kali Suma thian yu terbayang kembali peristiwa mesranya dengan Wan pek lan tempo hari. dimana mereka bermesraan dengan hangatnya. .Tiraikasih Website http://kangzusi. pesis ditepi telaga Tong ting cu. diatas loteng berdiri sepasang muda mudi yang sedang menikmati keindahan alam disekelilingnya. suatu perasaan gembira yang belum pernah dialaminya sebelumnya selalu menyelimuti perasaannya.

memecahkan ombak selaksa pal. dari belakang sana ada sebuah kapal sedang mengejar kita.. kemudian menuju ke tepi telaga dan menyewa sebuah sampan untuk berpesiar ke tengah telaga. memandang burung manyar yang terbang diatas telaga serta kapal layar yang bersimpang siur di kejauhan sana. betapa asyiknya waktu itu!” Apakah adik Lan ingin menumpang sampan untuk menyelusuri telaga kenamaan ini?" “Ehmmm. Mendadak dia menyaksikan ada sebuah perahu sekang bergerak mendekati perahu mereka dari belakang. dia merasa gembira sekali. karena keadaan mereka sekarang bagaikan sepasang kekasih yang sedang berpacaran ditengah telaga. memandang ti ik bayangan putih dikejauhan sana.. ooh." Belum habis berkata. segera serunya: “Siapa bilang kalau mereka sedang menga¬jak kita beradu kecepatan? Mereka datang untuk menangkap orang" “Menangkap siapa? Apakah perahu peme¬rintah?” . paras mukanya segera berubah hebat. Makin lama mereka meninggalkan Gak yang lo semakin jauh. coba dilihat siapa yang bergerak lebih cepat" Suma thian yu berhenti mendayung sambil berpaling.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Sekulum senyuman manis menghiasi ujung bibir Wan Pek lan. hatinya terasa berdebar keras. Suma Thian yu sudah menarik tangan Wan Pek lan yang putih dan diajak turun dari loteng. mari kita beradu kecepatan dengan mereka. tanpa terasa katanya: "Kalau bisa menumpang angin seribu li. kepergiannya kali ini boleh dibilang merupakan perjalanan jauh pertama kali yang dilakukan olehnya.. Wan Pek lan menarik napas panjang-panjang.com/ Memandang air telaga nan hijau dan dihembus angin yang semilir semilir. Semenjak kecil Wan Pek lan selalu dikurung dalam kamar dan tak pernah keluar dari rumah. segera bisiknya: Engkoh Thian yu..

perahu itu sudah semakin mendekati sampan kecil yang ditumpangi oleh Suma thian yu itu. dengan cepat ia saksikan ada dua orang lelaki kekar yang memegang golok berdiri diujung geladak.. Dalam waktu singkat.?" "Benar adik lan!" Dengan perasaan tercengang Wan Pek lan berpaling dan memperhatikan sekejap perahu yang sedang melakukan pengejaran itu. dari atas perahu itu berkumandang suara keleningan yang sangat ramai.. Ketika Wan Pek lan mendongakkan kepalanya.haaaahh. kemudian sahutnya cepat: "Penyamun dari telaga Tong ting ou.com/ Menyaksikan kepolosan Wan Pek lan yang menyenangkan itu. sementara sepasang matanya masih saja mengawasi perahu yang mendekat itu tanpa berkedip. Pada ujung tiang perahu itu tergantung sebuah panji segi empat yang bertuliskan huruf “Tong” amat besar.. mereka datang mencari kita" "Mencari kita... Suma Tnian yu segera tertawa terbahak-bahak. Dengan perasaan tercengang Wan pek lan segera berseru: "Perlambang apa sih huruf ‘Tong’ itu?” Suma Thian yu berpaling dan melihat sekejap lagi.haaah..Tiraikasih Website http://kangzusi....” “Ehhmm" Wan Pek lan mengiakan. rupanya dari atas geladak perahu¬ itu sudah penuh berisi lelaki-lelaki bersenjata lengkap yang sedang mengawasi Suma thian yu berdua tanpa berkedip.. "Haaaahh. Mendadak.” Dengan cepat Suma Thian yu berpaling.. pelbagai pikiran serasa berkecamuk didalam benaknya. kalau bukan tentunya sama dari suatu partai atau suatu perkumpulan. dari ujung geladak perahu itu muncul seorang kakek berjubah panjang.. Pada saat itulah. tanpa terasa ia menjerit kaget: "Aaah. hatinya segera terasa terkesiap. tapi gelombang yang besar dengan cepat memisahkan kembali kedua perahu itu sejauh setengah kaki lebih. kepada Suma Thian yu dia segera berseru keras: .

com/ "Hei... meski angin berhembus kencang namun suara pembicaraannya masih kedengaran jelas sekali dalam pendengaran Suma Thian yu. biarlah maksud baikmu itu kuterima didalam hati saja" .. Tenaga dalam yang sengaja dipancarkan untuk menembusi suara angin dan gelombang dengan cepat membawa suara tersebut hingga kesisi telinga lawan. kakek itu nampak tertegun. kemudian tanyanya dengan perasaan tercengang: “Apakah Sianuhiap kenal dengan pangcu kami?” Suma Thian yu tertawa terbahak bahak. Perahu itu segera menurunkan jangkar. tolong sampaikan saja kepada Pangcu kalian. aku rasa tidak usah. “Haah. siapa bilang kalau aku tidak mengetahui akan nama besarnya?" “Kalau memang begitu. dari sini dapat disimpulkan kalau tenaga dalam yang dimiliki kakek itu sudah mencapai puncak kesempurnaan. aku pasti akan mengunjungi markas kalian” Ketika mendengar suara jawaban tersebut.haaahh.nama besar Kang pangcu sudah termashur di seantero jagad. memang akulah orangnya!” jawab Suma Thian yu cepat.Tiraikasih Website http://kangzusi.. "Yah. setelah urusan dibukit Kun san selesai. harap kau sudi memberi muka agar mengikuti lohu pergi dari sini... bagaimana kalau siauhiap silahkan naik ke atas perahu?” “Terima kasih.haahh.kemudian terdengar kakek berjubah panjang itu membentak lagi: "Lohu mendapat perintah untuk menangkap siauhiap. tanggung kau ntak akan menderita kerugian barang seujung rambutpun” Suma Thian yu segera meletakkan dayungnya dan bangkit berdiri kemudian sahutnya: “Sayang sekali aku masih ada urusan hendak pergi dari sini. apakah kau she Suma?” Suaranya nyaring sekali.

.heeehbh. dia lantas membentak de¬ngan gusar: "Kematian sudah berada diambang pintu.com/ Seusai berkata." Bi hong siancu Wan Pek lan serentak melompat bangun sesudah mendengar perkataan itu.. tetapi setelah mengetahui apa yang terjadi.heeeh. toaya akan suruh kau merasakan sedikit pelajaran lebih dulu!" . baik. membua tsiapapun yang mendengarnya merasakan bulu kuduknya pada ba¬ngun berdiri. diam-diam dia semakin terkejut lagi. sepasang matanya melotot besar.Tiraikasih Website http://kangzusi... Selesai tertawa. kemudian bentaknya dengan suara nyaring: "Anjing keparat. dengan suara dingin dia melanjutkan: Orang yang bisa terkubur didasar telaga ini bukan manusia sembarangan apalagi disisimu didampingi oleh seorang bocah perempuan yang begitu cantik” heeehh. Suma Thian yu segera mengambil dayungnya dan mendayung sekuat tenaga. Terdengar Setan bermuka hijau Siang Tham tertawa keras dengan seramnya. “Heeh. setan muka hijau Siang Tham menjadi tertawa sehabis mendengar perkataan itu. maka dia segera berpaling. Suara petikan yang amat nyaring berkumandang datang dari arah perahu besar itu... suara tertawanya seperti tangisan monyet diselat Wushia. apakah kau ingin kabur dengan begitu saja? Hmmm. Ternyata diatas geladak perahu tersebut telah berdiri si Setan bermuka hijau Siang tham. Mula-mula Suma Thian yu mengira kalau kakek itu bermaksud hendak menangkapnya hidup-hidup. telaga Tong ting ou akan menjadi tempat untuk mengubur jenazahmu!" Setelah tertawa seram lagi dengan kerasnya.bocah keparat.heeeh.. bila kau berbicara tidak senonoh lagi..... jangan salahkan bila nona akan memotong lidahmu!" Bukan gusar.. perahu itu segera meluncur kembali sejauh satu kaki lebih ke depan.. Mendadak.. kau masih berani bersikap liar....

Hujan anak panah masih saja meluncur datang tiada hentinya. segulung angin pukulan yang amat dahsyat dengan cepat menyambar kedepan. cepat-cepat dia mendayung perahunya lagi sehingga meluncur satu kaki kedepan. Mendadak terdengar suara keleningan berkumandang lagi dari atas perahu besar itu. Sementara itu bidikan anak panah yang pertama sudah terjatuh semua kedalam air. sekali lagi sampan itu meluncur satu kaki lagi kedepan..Tiraikasih Website http://kangzusi... Buru-buru Suma thian yu mengebaskan ujung bajunya kedepan. Menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah Wan Pek lan segera mendayung sampan-nya dan mundur kembali dari situ. tapi setiap kali tiba didepan pemuda tersebut. anak panah itu pada rontok dan jatuh semua ke dalam air. Suma Thian yu menjadi terperanjat sekali. serunya kemudian kepada Wan pek lan: “Adik Lan.com/ Kemudian sambil mengulapkan tangannya dia membentak: "Lepaskan panah!" Seketika itu hujan panah memenuhi seluruh angkasa dan bersama-sama menyambar tubuh Suma thian yu berdua. tak sebatangpun yang mencapai pada sasarannya. hujan panah sekali lagi meluncur kedepan menembusi angkasa. seakan akan membentur pada selapis dinding baja yang sangat kuat saja. kini jaraknya dengan perahu besar itu menjadi enam kaki lebih. anak . Ketika lapisan anak panah tersebut tiba didepan sampan tersebut. Menyaksikan datangnya ancaman tersebut. Akan tetapi perahu besar itupun segera mengangkat jangkarnya dan melakukan pengejaran dengan kecepatan luar biasa. dapatkah kau mendayung? Biar aku yang menghadapi serangan mereka” Sembari berkata dia lantas menyerahkan dayung tersebut kepada Wan pek lan. Sekuat tenaga Wan pek lan mendayung.

akhirnya berhasil juga mereka menembusi pertahanan lawan dan mencapai tepi perahu besar itu. rupanya mereka hendak membuat kau letih lebih dulu.com/ panah tersebut semuanya rontok ke dalam air dan sama sekali tidek berfungsi lagi. apabila keadaan seperti ini harus dilangsungkan lebih jauh. Wan pek lan mengetahui kalau cara tersebut bukan suatu cara yang baik. sekalipun tidak terpanah. Hujan panah semakin bertambah gencar sedangka Suma thian yu harus memutar telapak tangan tiada hentinya. mari kita menyerbu keatas saja. disusul kemudian setan muka hijau Siang Tham menampakkan diri dari balik ruang perahu. paling tidakpun akan mati kelelahan. maka ia segera berkata: “Engkoh thian yu. . 000O000 Mendadak dari atas perahu berkumandang suara bentakan yang amat nyaring: “Berhenti!" Hujan panah segera berhenti. Namun Suma Thian yu sendiripun bukan manusia yang terdiri dari kawat tulang besi. maka dia segera berseru: “Adik lan. Sesudah bersusah payah sekian waktu. lama kelamaan dia kehabisan tenaga juga. Suma thian yu merasa apa yang diucapkan itu memang benar.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian baru menangkap kita dalam keadaan hidup-hidup!” Ucapan tersebut dengan cepat menyadarkan pemuda itu dari impian-nya. dayung perahu itu dan sambut kedatangan mereka!” Dengan sepenuh tenaga Wan pek lan mendayung sampan itu kuat-kuat. sampan itupun seperti ikan terbang saja segera meluncur kedepan dan menyongsong kedatangan perahu besar tersebut.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun. tahu-tahu ancaman sudah berada didepan mata... buru-buru dia melompat mundur ke belakang. Waktu itu setan muka hijau Siang Tham sedang gembira atas keberhasilannya. lalu serunya: “Bocah keparat apakah kau sudah merasa takluk? Baik! Menyerah saja tanpa memberikan perlawanan.!”dengan membawa desingan angin tajam. tubuhnya segera roboh kebelakang dan tewas seketika itu juga. Baru saja dia menyaksikan datangnya sambaran cahaya perak kearahnya. toaya bersedia mengampuni selembar jiwa anjingmu itu!” Rupanya setan muka hijau Siang Tham mengira kedua orang itu hendak menyerahkan diri keatas perahu. Sementara itu setan muka hijau Siang Tham sudah berhasil berdiri tegak kembali. sambil men erit kaget. cahaya perak itu segera menyebar lewat dari sisi telinganya. Terdengar jeritan yang menyayatkan hati segera berkumandang memecahkan keheningan.. padahal Suma Thian yu sudah membenci setan muka hijau Siang tham itu sehingga merasuk kedalam tulang sum-sumnya.. “Weeesss. dia merogoh kedalam sakunya dan mengambil sesuatu benda. Kebetulan sekali dibelakang tubuhnya sendiri adaseorang kakek.Tiraikasih Website http://kangzusi. setelah dilihatnya kakek tua itu tewas . terutama akan kekejian dan kelicikan manusia itu. tentu saja dia tidak pernah menyangka kalau Suma ThiaO yu akan bertindak demikian. dia menyeringai seram.com/ Sesudah menggelengkan kepalanya berulang kali sambil mengawasi sekeliling tempat itu. Seketika itu juga nampaklah serentetan ca¬haya perak yang kecil dan lembut langsung menyambar kearah tenggorokan setan muka hijau Siang Tham tersebut. kemudian dengan sepenuh tenaga di sentilkan kearah depan. memandang diatas wajah bocah perempuan itu. tak ampun lagi cahaya pe¬rak tadi segera menghajar diatas jalan darah oian keng hiat dari kakek itu.

Tampak bayangan manusia itu berkelebatan lewat dan tahu-tahu sudah berdiri tegak diatas geladak tepat dihadapannya. mendadak dari sampan kecil teraebut sudah berkumandang suara prkikan nyaring yang memekikan telinga. si Setan muka hijau Siang Tham tidak sempat untuk mengubris Wan Pek lan lagi. "Bocah keparat. bagaikan bidadari yang baru turun dari kahyangan. segulung angin puyuh dengan cepat menyambar dan menggulung ke tubuh lawan. dengan amat kalapnya dia langsung menerjang ke anak muda tersebut. Dalam keadaan demikian. sudan barang tentu Wan Pek lan tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban bacokan lawan. Pada saat itulah di tengah udara kembali berkumandang suara bentakan nyaring. tahu-tahu Bi hong siancu Wan Pek lan sudah turun pula diatas geladak perahu tersebut. tampak sesosek bayangan manusia secepat sambaran kilat menerjang ke atas perahu. Serangan yang amat dahsyat segera dilontarkan ke depen. serahkan nyawa anjing mu!” Setan muka hijau Siang Tham segera membentak gusar. orang itu bukan lain adalah Suma Thian yu. suara . timbul rasa mendongkol bercampur dendam dihati kecilnya. puluhan orang lelaki kekar yang berada diatas perahu tersebut tanpa menanti perintah lagi masingmasing menggerakkan goloknya membacok tubuh Wan Pek lan. kemudian dimana jari tangan nya menyambar.com/ dalam keadaan mengenaskan. Berbareng dengan berkumandangnya suara pekikan nyaring tersebut. Dalam pada itu. Belum sempat dia menurunkan perintah untuk melancarkan serangan dengan anak panah lagi. dengan suatu gerakan yang indah dia bergerak diantara ayunan berpuluh bilah golok mestika tersebut. Suma Thian yu mendengus dingin tubuhnya seperti segulung angin lembut segera menyapu ke depan.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sebagai seorang gadis yang berilmu tinggi.

setelah itu sambil melancarkan serangan dengan ilmu Sian po hui hong ciang ajaran Cong liong lo siansu. tapi begitu waktu semakin berlarut. Tadi. pertahanan nya pun ikut menjadi goyah pula. agar dia mempunyai kesempatan untuk merebut naik keatas perahu. siapapun tidak berhasil menemukan titik kelemahan yang bisa di manfaatkan. sekalipun pada mulanya dia masih perkasa. Begitulah. kedua belah pihak saling menyerang dan saling bertahan dengan sepenuh tenaga. angin pukulan mayat busuk yang maha dahsyat pun digunakan hingga mencapai pada puncaknya. karena pertama. “Siang tham!’ bentaknya dengan penuh kegusaran. dia sangat membenci atas diri setan muka hijau Siang tham. Seran muka hijau Shiang Tham merasa membenci sekali terhadap Suma Thian yu karena tanpa mengeluarkan suara peringatan apa pun si anak muda itu telah melancarkan sergapan dengan senjata rahasia untuk melukai orangnya.com/ jeritan ngeri yang menyayatkan hati pun berkumandang saling susul menyusul. dia melepaskan suatu sergapan maut. lalu me nyalurkan tenaga dalamnya ke dalam telapak tangan. Pertarungan antara Suma Thian yu dengan setan muka hijau Shian Tham pun berlangsung dengan seimbang. pertarungan segera berkobar dengan serunya. “sauya akan segera menghantar kau untuk pulang kealam baka!” . Menyaksikan kejadian tersebur. kedua ia pun ingin memecahkan perhatian musuh. dia segera menggertak gigi kencang kencang. Oleh sebab itu begitu turun tangan dia lansungg mengeluarkan jurus serangan mematikan untuk meneter lawannya. diam-diam Suma Thian yu merasa amat gelisah. Suma thian yu melakukan sergapan dengan senjata rahasia tanpa memberi pemberitahuan terlebih dahulu. Wan Pek lan yang menghadapi kawanan lelaki bermuka bengis itu sudah bertempur hingga mencapai pada puncaknya.Tiraikasih Website http://kangzusi.

angin puyuh menyapu seluruh jagad. Suma thian yu turut berpaling. namun akibat dari peristiwa tersebut.. Menyaksikan kesemuanya itu. maka secara otomatis Setan muka hijau Siang tham terhindar lolos dari bahaya maut. Sebenarnya posisi si setan muka hijau Siang tham pada saat itu sudah amat kritis sekali.. Dengan sorot mata yang tajam... Mendadak terdengar lagi suara pekikan nyaring amat keras berkumandang memecahkan keheningan.Tiraikasih Website http://kangzusi.. setan muka hijau Siang tham bermandikan keringat dingin juga sangking kagetnya... Disaat yang amat kritis inilah. wilayah seluas sepuluh kaki disekeliling tempat iu pun segera terkurung dalam pengaruh angin serangan dari Suma thian yu. tapi dia segera mundur dua langkah dengan perasaan terkejut. Walaupun tak sampai menemui ajalnya. .com/ Tampak suara guntur dan kilatan cahaya menderu-deru ditengah angkasa.. si setan muka hijau Siang tham menjadi gugup dan gelagapan setengah mati. untuk meloloskan diri sudah tentu tidak sempat lagi. akhirnya dia menghela napas panjang dan memejamkan matanya sambil menantikan datangannya saat kematian. tapi berhubung munculnya suara pekikan secara tiba-tiba dan Suma thian yu mundur beberapa langkah dengan sigap. keringat dingin segera jatuh bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. serangan tadi langsung menggulung ke tubuh si setan muka hijau Siang Tham. bagaikan munculnya segulung angin puyuh berbentuk naga sakti. setelah mendengar pekikan itu. Betapa terperanjatnya setan muka hijau Siang tham menghadapi ancaman itu.. sesosok bayangan manusia secepai sambaran petir segera meluncur tiba dan me¬layang turun di atas geladak perahu. Ketika mendengar suara pekikak nyaring tadi. Mendadak kedua orang itu saling berpisah kesamping. Suma Thian yu segera mengawasi wajah orang itu lekat lekat.

dia pikir usia orang ini paling banter baru empat puluh tahunan. siapapun akan mengetahui bahwa dia bukan manusia baik-baik. musuh ku ini agak kelewat atos!” ketika mendengar perkataan tersebut. rasa curiga segera berkecamuk dalam benaknya.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia merasa ucapan dari si Setan muka hijau Siang Tbam itu kelewat dibesar-besarkan dari keadaan yang sesungguhnya. pendatang itu segera menatap wajah Suma Thian yu. sammbil tertwa terbahak-bahak segera serunya: "Saudara Bian. bermata tikus. Suma Thian yu memperhatikan orang itu beberapa saat. memangnya dia mempunyai kepala tiga lengan enam? Atau bisa terbang kelangit menerobos ke dalam tanah?" Mendengar perkataan tersebut buru-buru Setan muka hijau Siang Tham menjawab: . kebetulan sekali kedatanganmu. dia tahu kalau si setan muka hijau Siang tham adalah seorang manusia yang termasyur punya nama besar dalam kalangan hitam kalau toh dia mengatakan kalau musuhnya ter lampau tangguh. maka hal ini tak bakal salah lagi. Akan tetapi setelah meneliti wajah Sama Thun yu yang dianggap nya masih ingusan tersebut. berhidung bajing. kepala botak tak berambut dan memakai pakaian ringkas yang mahal harganya. dengan cepat pikirannya berubah. dilihat dari kelicikan dan kesadisan yang menghiasi wajahnya. "Himm. Wajah setan muka hijau Siang Tham segera berseri karena gembira setelah mengetahui siapa yang datang. sehingga tanpa terasa lagi dia mendengus dingin.com/ Ternya orang ini adalah seorang lelaki berusia empat puluh tahunan. kejadian ini sungguh membuat orang lain tidak mempercayai dengan begitu saja. tapi mengapa bisa memiliki kesempurnaan tenaga dalam diatas enam puluh tahun hasil latihan.

tentu saja" sehutnya kemudian sambil tertawa licik. nona akan memberi pelajaran kepadamu!" Seusai berkata dia lantas melancarkan sebuah bacokan dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat. "masa aku akan membiarkan si bocah perempuan ini terlepas dengan begitu saja?" Sementara kedua orang gembong iblis itu masih bercakapcakap. tahu-tahu bayangan manusia berkelebat lewat dan lenyap dari pandangan mata. karenanya dia tidak begitu memperhatikan terhadap apa yang diucapkan pendatang tersebut barusan. tatkala serangan dari Wan Pek lan sudab ham¬pir mengenai tubuhnya dan nyaris orang itu teriuka parah.. harap Bian heng jangan melepaskannya dengan begitu saja. Sesudah mendengar ucapan tersebut. dia tertegun juga setelah menyaksikan gerakan tubuh lawan yang begitu aneh.. dia melompat kedepan dan menuding hidung orang tersebut sembari mengumpat: “Hey bajingan keparat. pendatang she Bian itu baru memperhatikan kalau diatas perahu terdapat seorang gadis yang cantik jelita bak bidadari dari kahyangan. lalu tidak nampak gerakan apa yang digunakan olehnya. hmm. tanpa terasa serunya keras: . Bentakan gusar dari Bi hong siancu Wan Pek lan tadi segera menyadarkan kembali Suma Thian yu dari lamunannya. kontan saja dia membuka mulutnya lebar-lebar sehingga air liur pun turut menetes keluar. si setan muka hijau yang licik segera mengereling sekejap kearah Bi hong siaucu Wan Pek lan. Orang itu nampak tertegun. Suma Thian yu telah memutar otak untuk memikirkan siapa gerangan orang tersebut. lagi pula.com/ “Musuh kita ini adalah duri bagi kelompok mata kita. Berbeda dengan Wan Pek lan yang semenjak tadi sudah kehabisan sabarnya. babi bertamparg jelek! Kalau berbicara sedikitlah tahu diri.Tiraikasih Website http://kangzusi. "Tentu saja. lihat." Berbicara sampai disitu.

. walaupun dia tahu kalau bukan tandingan dari musuhnya. mendadak dia merendahkan tubuhnya untuk menghindarkan diri dari serangan lawan. kendatipun serangan maut musuhnya berhasil dihindari. terdengar dia membentak nyaring. maka dia akan menganggap kau sedang menghinanya atau memandang rendah dirinya. buru-buru dia menjatuhkan diri ke belakang. tak urung dia bermandi peluh karena tegang dan paniknya. kemudian sepasang lengannya dikem bangkan dan menggunakan jurus Hui yan keng hong (Burung walet naga sakti) tubuhnya meluncur ke depan dan menerjang musuhnya.. Sebagaimana diketahui. apabila kau melarangnya atau memberi peringatan kepadanya. Orang itu benar-benar licik dan cabul. cepat mundur. niscaya Wan Pek lan akan terjatuh ke tangan musuh. dia sengaja memancing musuhnya untuk mendekat. orang tak bisa di hadapi dengan begitu. perempuan adalah mahluk yang aneh. biasanya perempuan paling suka menjaga nama baik. sementara telapak tangannya pada saat yang bersamaan membabat ke buah dada Wan Pek-lan dengan kecepatan luar biasa. kemudian mundur dari posisi semula. apabila dia tidak segera menampakkan diri. Gagal dengan serangannya. Dalam terkesiapnya. begitu kepalan dari Wan Pek lan sudah hampir mengenai dadanya. Dalam keadaan demikian.Tiraikasih Website http://kangzusi. .com/ "Adik Lan. tahu-tahu Wan Pek lan menyaksikan pukulan musuh sudah berada didepan mata. namun mereka akan nekad juga mencari gara-gara. Sumu Thian yu mengerti. Begitulah dalam keadaan Bi hong siancu Wan Pek 1an sekarang..!" Maksud baik Suma thian yu itu tidak memperoleh tanggapan yang selayaknya dari Wan pek lan bahkan gadis tersebut sama sekali tidak menggubrinya barang sekejap.

itulah sebabnya setiap pendekar yang merasa memiliki ilmu silat tangguh.com/ Maka sambil menggerakkan badannya dia berdiri diantara Wan Pek lan dengan orang itu. rupanya Bian tayhiap. Suma thian yu segera terperanjat. kepandaian silat yang dimiliki. . bukan diperkosa saja bahkan semuanya dibuinuh secara keji.Tiraikasih Website http://kangzusi. pasti akan beru¬saha untuk membunuh dan membasmi kaum durjana yang melakukan kejahatan tersebut. Apa mau dikata. banyak anak gadis atau istri orang yang dinodai olehnya. "perempuan” merupakan pantangan yang paling besar. seorang sampah masyarakat dari lembah hijau. bukan cuma sakti dan aneh. siapa namamu? Orang itu tak sudi menatap lawannya. bahkan mengandung berbagai bisa yang amat keji. dia hanya mengerling sekejap kearah Suma thian yu kemudian menyahut: “Selamanya toaya mu tak pernah berganti nama. segera serunya: “Oohh. aku benar-benar tak mengira kalau kau dari bukit Ci san” Rupanya gembong iblis bermata tikus berhidung barongsay dan bertam[ang jelek ini tak lain adalah sian Wi coa (Ular berekor bersuara) Biang Pun ci. Perlu diketahui. ilmu silat yang dimiliki Siang wi coa3 Bian Pun ci sangat lihay. Biang Pun ci adalah seorang lelaki yang paling suka merusak kehormatan kaum wanita. Setiap orang persilatan yang menyinggung nama sian Wi coa Biang Pun ci hampir semuanya mengutuk dan menyumpahinya. kemudian sambil tertawa hambar dan melirik sekejap wajah orang itu tegurnya: "Hebat amat kepandaian silatmu. “Memperkosa" adalah kejahatan nomor satu didunia bagi orang yang belajar silat. aku adalah Bian Pun Ci dari bukit Ci san!” Mendengar nama ‘Bian pun ci’.

kemudian jengeknya dengan sinis: . kalau harus bertempur dengan bocah ingusan macam kau. kemudian de¬ngan jurus Siang liong ciong cu (sepasang naga berebut mutiara) dia mencongkel sepasang mata lawan. bahkan berpuluh kali lipat lebih menggila.Tiraikasih Website http://kangzusi. Begitulah. siapa nama gurumu?” Agak mendongkol juga Suma Thian yu menghadapi ucapan lawan yang begitu sombong dan tak tahu adat itu. mungkin kau akan jatuh semamput karena kaget. begitu mendengar ucapan yang amat takabur itu kontan saja dia terttawa terbahak babak. sahutnya kemudian dengan dingin seperti es: “Apabila kusebutkan nama guruku. Siang wi coa Bian Pun ci tertawa ringan. sebagi manusia yang tinggi. kalau tidak mendengar masih mendingin. dengan cepat dia melompat kehadapan Bian Pun ci. atas dasar apa kau berani berkata begitu takabur? Bukan toayamu sengaja omong besar. Setelah tertawa terkekeh-kekeh dengan seramnya. pasti akan kusebutkan nama guruku" Siang wi coa Bian Pun ci meludah dengan gemas lalu dengan wajah penuh amarah serunya: “Bocah keparat. asalkan mampu menangkan satu jurus atau setengah gerakan dariku. Siang Wi coa Bian Pun ci menjadi amat bergembira setelah menegar kata-kata sanjungan dari Suma thian yu itu. diapun berseru dengan suara keras: “Biasanya orang yang mengetahui nama toayamu bukan manusia sembarangan.com/ Ituulah sebabnya walaupun berulang kali dia kena dikepung. Kesemuanya itu membuat bajingan besar ini bertambah sombong dan takabur. tak usah mempergunakan sepasang tangan pun toaya sanggup untuk bermain-main dengan dirimu!” Suma thian yu sendiri pun merupakan seorang pemuda yang tinggi hati. dengan cekatan dia berkelit kesamping. tapi selalu saja berhasil lolos dengan mengandaikan ilmu beracunnya. kejahatan yang dilakukan juga semakin brutal.

..bocah keparat.. .. ayo kita bertempur mati-matian..." Thian yu menjadi kebingungan setengah mati setelah mendengar perkataan lawannya. dia lantas menvabut keluar sebuah senjata tajam dari pinggangnya. waktu yang kita punyai sudah tidak ba¬nyak lagi. mendadak sepasang matanya melotot besar lalu sambil menatap wajah si anak muda dengan gusar. Siang wi coa Bian Pun ci menjadi amat terkesiap. sehingga Thian mengirimmu ke hadapan toaya. hutang piutang kita ditahun tahun yang lalu pun harus diperhitungkan sekarang. sauya mu dari keluarga Suma. tegurnya keras-keras: "Benar. Sambil tertawa dingin dia lantas berseru: “Orang she Bian tak usah banyak berbicara lagi. mendadak ia tertawa terbahak-bahak dengan kerasnya: "Haaah.. heeeeh. Tidak banyak berbicara lagi. toaya akan mengalah sepuluh jurus untukmu!” Suma Thian yu menjadi naik darah.. teriaknya kemudian: "Aku orang she Suma belum pernah sudi menerima kebaikan dari orang lain meski satu jurus pun. orang she Bian.Tiraikasih Website http://kangzusi... ayo kita tentukan saja siapa saja lebih kuat melalui pertarungan!" "Bagus tepat sekali! Udulmu itu memang cocok dengan selera toaya!" Jawaban dari Siang wi coa Bian Put ci ini diucapkan dengan sombong dan amat jumawa.haahh. tampaknya takdir sudah menentukan kalau usiamu harus berakhir sampai hari ini.com/ "Dengarkan baik-baik bocah keparat. kalau kau memang seorang lelaki sejati. heee.haaah. kenapa? Menjadi ketakutan?” Mencolong sinar tajam dari balik mata Siang wi coa Bian Pun ci sesudah mendengar ucapan tersebut. ia tahu kalau musuhnya tidak bermaksud baik tapi tidak memahami maksud dari per¬kataan musuhnya itu. sebelum ada yang mampus jangan berhenti!” Begitu mendengar disebutkannya nama ‘Suma’.

diam-diam segera pikirnya: “Aneh betul senjata tajam yang digunakan oleh orang ini.. jangan harap bisa mempergunakan senjata itu. maka bukan saja dapat digunakan sebagai ruyung yang bersifat lembek. mungkin hanya Siang wi coa Bian Pun ci seorang yang menggunakan senjata tajam macam ini didalam dunia persilatan dewasa ini!" Jangan dilihat senjata lembek itu seperti tali.. segera terdengar suara dentingan yang amat nyaring. akan tetapi apabila sudah berada di tangan seorang jagoan Liok lim yang amat lihay seperti Bian Pun ci. Seluruh bagian dari senjata ini terbuat dari baja asli.com/ Terkesiap juga Suma Thian yu setelah menyaksikan bentuk dari senjata tajam itu.. tahu-tahu pedarg Kit hong kiam yang amat tajam itu sudah diloloskan keluar.Tiraikasih Website http://kangzusi. Apabila berada ditangan orang biasa. maka begitu Bian Pun ci selesai berkata... senjata itu bernama Boan liong to. Menjumpai si anak muda itu terperanjat dengan mata yang terbelalak lebar.. Rupanya senjata tajam yang digengam oleh Siang wi coa Bian Pun ci pada saat ini berbentuk golok bukan golok pedang bukan pedang. seperti tali tapi seperti ruyung. Boan liong to tersebut hanya berupa sebuah tali baja belaka.. Siang wi coa Bian pun ci menjadi bangga sekali. ia segera mendongakkan kepalanya dan tertawa: "Haaah.. bisa pula digunakan sebagai pedang yang bersifat keras.haaahh.. Suma Thian yu telah membalikkan tangannya menggenggam gagang pedang..haaah. seandainya seseorang tidak memiliki tenaga dalam dan tenaga luar yang sempurna.. Tak heran kalau Suma Thian yu menjadi terkejut bercampur keheranan setelah melihat senjata tersebut. padahal merupakan sebuah senjata sakti yang luar biasa setali.bocah keparat. ... cabut keluar pedangmu!” Di saat Siang wi coa mencabut keluar senjata Boan liong to nya tadi.

Menyaksikan datangnya cahaya tajam yang muncul didepan mata.hee. dia mundur dua langkah ke .. terbukti kalau Wan Liang sama sekali tidak punya salah. dia lagi-lagi tertawa sambil berseru: “Hee. sambil membalikkan pergelangan tangannya. harap kau suka bersiap-siap untuk membayar kepadaku!" Sudah seringkali Suma Thian yu bertemu dengan jago-jago persilatan dan mendapat tahu sedikit tentang peristiwa lama yang menyang¬kut paman Wan Liang nya... inilah yang dinamakan sudah dicari kemanamana sampai sepatu pun jebol masih belum ketemu. diam-diam dia memuji: "Pedang bagus!” Kemudian. sehingga hal mana semakin membangkitkan amarah dan perasaan penasarannya. pedang Kit hong kiam tersebut dengan disertai angin tajam secerat kilat meluncur kedepan memmbabat tubuh Bian Pun Ci. mencorong sinar gusar dari balik matanya.rupanya kau adalah ahli waris dari orang she Wan itu. Tiba-tiba saja paras mukanya berubah menjadi hijau besi. hari ini toaya akan menagih hutang lama berikut rentennya.. apalagi setelah bertemu dengan musuh-musuh seperti Siang wi coa Bian pun ci dan sebangsanya.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia sering merasa sedih. Bian Pun ci cukup cekatan dan licik jadi orang. bahkan adakalanya bertanya kepada diri sendiri. setelah tertegun beberapa saat lamanya. si gembong iblis cabul itu. dan lagi ilmu silat yang dimilikinya memang sangat lihay..com/ Berkilat sepasang mata Siang wi coa Bian Pun ci sesudah menjumpai pedang mestika yang berada ditangan sianak muda itu. akhirnya berhasil ditemukan tanpa membuang tenaga. mengapa Wan liang bisa dimusuhi oleh semua jago dari dunia persilalatan? Tetapi menurut analisanya selama sepuluh tahun belakangan ini. dia sama sekali tidak gugup atau panik. sambil menggeserkan badan nya.hee..

Bagi seorang ahli. Ketika dilihatnya Bian pun ci telah mengeluarkan ilmu simpanannya. ilmu pedang ini sudah menggetarkan dunia persilatan semenjak puluhan tahun berselang. ditinjau dari sini bisa diketahui kalau nama besar yang dimiliki oleh Siang wi coa dalam kalangan Liok lim selama ini bukan berhasil diraih karena untung-untungan saja. Begitulah. mendadak dia memutar pergelangan tangannya lagi. Sejak awal sampai akhir. ilmu silat maupun ilmu pedang yang dimilikinya sudah memperoleh kemajuan yang amat besar. penampilan ilmu sakti oleh Siang wi coa Bian Pun ci kontan saja membuat para jago yang berada disekeliling tempat itu menjerit kaget. masing-masing pihak segera me¬ngembangkan segenap kepandaian silat yang dimilikinya untuk bertarung dengan sengit. dahulu Siang wi coa Bian Pun ci nyaris pernah termakan oleh ilmu pedang tersebut. Se menjak Suma Thian yu memperoleh petunjuk dari Cong liong lo sianjin. dengan jarus Huan lay kun thian (membalik guntur menggulung langit) membacok tubuh Suma Thian yu. menyusul bentakan pendek. lengannya segera berputar sambil menyodok ke depan. Suma Thian yu hanya mempergunakan ilmu pedang Kit hong kiam hoat yang berhasil disadapnya dari pa an Wan nya dulu. pedang Kit hong kiamnya segera menyapu dihadapan wajahnya. selapis bayangan pedang yang menyelimuti seluruh angkasa langsung mengurung tubuh Bian Put ci. Dalam satu jurus dengan dua gerakan dan yang dipergunakan bersama sama. dalam sekali gebrakan sudah diketahui ada atau tidak. . menang kalah juga sukar untuk di tentukan. diapun tidak berani berayal lagi. Golok mautnya dengan jurus Hou leng cay bun (harimau muncul dimulut gudang) menyambar kedepan tapi ketika tiba ditengah jalan.com/ samping. untuk beberapa saat penarungan berlangsung amat ketat.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Untuk beberapa saat lamanya cahaya golok bayangan pedang menyelimut seluruh angkasa.com/ Waktu itu. Padahal musuh yang sedang dihadapinya sekarang baru berusia tujuh delapan belas tahun apabila pemuda ingusan seperti inipun tak mampu diringkus. tanpa sengaja dia telah berjumpa dengrn ahli waris dari Win Liang ditelaga Tong-ting ou ini. Siapa tahu kembalinya ke daratan Tionggoan kali ini. bagaimana mungkin Siang wi coa Bian Pun ci akan melepaskan kesempatan yang sangat baik untuk membalas dendam ituu dengan begitu saja? Tampak dia memainkan golok Boan liong to nya dengan mengerahkan seluruh kepandaian silat yang dimilikinya. siapapun tak bisa menentukan siapa yang lebih tangguh dan siapa yang lemah. bayangkan saja. Tak selang beberapa saat kemudian. Sembari melakukan pertarungan yang sengit. tapi kedua belah pihak tetap bertahan secara gigih. kontan saja dia memaksa Suma Thian yu harus berputar-putar dengan repot. . dengan membawa rasa dendam ia jauh meninggalkan daratan Tionggoan untuk mencari guru pandai. setelah Bian Pun ci menderita kekalahan diujung pedang lawan. Sementara dia merasa murung dan kesal karena sakit hatinya tak terbalas. diam-diam Siang wi-coa Bian Pun ci merasa terkejut oleh kenyataan yang terbentang dihadapan matanya sekarang. kedua orang itu sudah bergebrak sebanyak tiga puluh jurus lebih. tapi belum pernah ia jumpai musuh muda yang begini ganas seperti hari ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. sekalipun selama ini sudah banyak musuh tangguh yang pernah dihadapinya. bagaimana mungkin dia bisa menancapkan kakinya lagi didalam dunia persilatan? Selain itu. bahkan musuh besar Wan liang sudah berpulang ke alam baka. bukan saja tak berhasil membalas dendam atas aib yang pernah diterimanya dulu. sudah puluhan tahun lamanya dia mendalami ilmu golok terebut.

ketika golok Boan liong to itu dilontarkan. Dengan bekal ilmu silat yang begitu hebatnya. Suma Thian yu menjadi tertegun. se hingga dia memiliki beberapa macam aliran ilmu silat yang berbeda beda. pergelangan tangannya bergetar dan dia melemparkan golok Boan liong to tersebut keluar.com/ Bahkan dia berpendapat kalau kehebatan Kit hong kiam Wan Liong dimasa lalu pun belum mampu melampaui kelihayan pemuda tersebut sekarang. Tidak heran kalau Siang wi coa Bian Put ci merasa terkejut bercampur tidak percaya. baru saja dia mengangkat pedangnya untuk mencongkel. Aneh memang kalau dibicarakan. "Bocah keparat. goloknya di tangan kanan segera diangkat sambil melancar¬kan bacokan tipuan.Tiraikasih Website http://kangzusi. ternyata bagaikan seutas tali saja senjata tersebut menari-nari ditengah udara. kemudian secara tidak sengaja salah makan Jiu siam kiam lan yang langka sehingga tenaga dalamnya sudah mencapai puncak kesempurnaan. serahkan selembar nyawa mu!" bentaknya keras-keras. Setelah itu sambil tertawa dingin dengan suara yang menyeramka. Yaa siapa yang menduga kalau Suma Thian yu sudah mendapat petunjuk dari beberapa orang tokoh persilatan yang amat lihay. bahkan mengembang menjadi besar sekali. mendadak golok Boan liong to yang meliuk-liuk itu sudah berada dihadapannya. Siang wi coa Bian Pun ci merasa makin terkejut. Akhirnya dia menjadi nekad. kedua belah pihak kembali bertarung sepuluh gebrakan lebih. kemudian tubuhnya mundur beberapa langkah dan merogoh kedalam sakunya. mana mungkin Siang wi coa Bian Put ci dapat menaklukannya? Jilid 17 DlTENGAH pertarungan sengit yang berlangsung. . semakin pertarungan berlangsung.

blaaaamm. Pada saat itulah. cepat pedang Kit hong kiam itu diputar kencang menciptakan selapis jaring pedang yang tebal dihadapannya Dalam pada itulah.!" suara ledakan keras yang memekikkan telinga bergema meme¬cahkan kebeningan. Menghadapi keadaan seperti ini. Rupanya Siang wi coa Bian Put ci memang licik dan berhati keji.... Siasat yang keji. golok Boan liong to terssbut sudah meluncur datang “Blaam. dia saksikan seorang lelaki kekar sudah mampus ditembusi golok Boan liong to itu sehiagga ususnya berhamburan ketanah.. golok Boan liong to itu melejit keudara dan langsung menyambar ke tubuh Setan muka hijau Siang Tham yang sedang menonton jalannya pertarungan dari sisi areaa. terdengar jeritan ngeri yang menyayatkan hati berkumanding dari belakang tubuhnya. Termakan oleh tangkisan Suma Thian yu yang begitu rapat. Menanti Setan muka hijau Siang Tham berpaling. buru-buru dia menjatuhkan diri dengan gerak kan keledai malas menggelinding untuk meloloskan diri dari ancaman bahaya maut.. licik dan berbahaya ini sungguh menggidikkan hati orang. Setan muka hijau Siang Tham sama sekali tidak menduga akan datangnya ancaman itu. Suma Thian yu menjerit kaget.. baru saja pedang tersebut membentuk jaring pedang yang kuat. Baru saja Suma Thian yu berhasil meloloskan diri dari serangan maut tersebut. Semua peristiwa ini berlangsung dalam waktu singkat. ketika goloknya disambit ke arah musuh tadi.com/ Ujung golok tersebut dengan kecepatan luar biasa menyambar keaepan wajah Suma Thian yu. sebenarnya dia hanya bermaksud untuk memecahkan perhatian lawan padahal senjata maut yang dipersiapkan untuk merenggut nyawa Suma Thian yu menyambar dari arah berlawanan..Tiraikasih Website http://kangzusi. coba kalau jago kelas dua yang . mendadak dia merasakan pandangan matanya menjadi silau dan tiga titik cahaya bintang sudah menyambar ke hadapan wajahnya.

siang wi coa Bian Pun Ci baru saja berhasil berdiri tegak. telinganya juga menangkap semua suara yang datang dari delapan penjuru. Dengan jurus Liu seng kan gwat (bintang kejora mengejar rembulan) secepat petir menyapu ke muka. tahu-tahu dadanya sudah terasa dingin dan perih. Ketika ia memeriksa dadanya. .Tiraikasih Website http://kangzusi. niscaya dia sudah mampus termakan oleh si¬asat busuk tersebut. melihat lencana emas yang berada di lantai. menjadak ia mendengar suara gemerincing di atas geladak. Dalam pada itu. saat itulah baru diketahui kalau lencana itu adalah miliknya sendiri. pedangnya diputar menggunakan jurus Po hong pat ta (angin puyuh menyambar ke delapan penjuru). ternyata disitu terdapat sebuah lencana emas yang gemerlapan tajam. Baru saja Siang wi coa Bian Pun ci mengayunkan tangannya. Mimpipun Siang wi coa Bian Pun ci tidak menyangka kalau gerakan tubuh dari Suma Thian yu begitu cepat dan lincah. dia segera meraba dada sendiri. serahkan batok kepalamu!" bentaknya. ternyata di situ telah bertambah dengan luka yang memanjang. Suma Thian ya ingin maju kedepan untuk melepaskan tusukan. "Bajingan cabul. maka simbil berpekik nyaring. ketika me nengok. Tak ampun lagi dia menjerit kaget. bukan saja dia telah mengawasi sekeliling tempat itu dengan seksama. Kemudian sepasang bahunya bergerak dan menggunakan ilmu langkah Ciong tiong luan poh untuk menembusi serangan senjata raha sia tersebut untuk menerjang makin ke depan. darah kental masih bercucuran dengan amat derasnya. Sayang sekali musuh yang dihadapinya adalah Suma Thian yu yang tangguh. baru saja ia mendeagar suara bentakan lawan. peluh dingin jatuh bercucuran membasahi seluruh rubuhnya.com/ menghadapi keadaan ini. cepat-cepat dia melayang mundur sejauh satu kaki lebih dengan gerakan mendatar. dia sudah merasakan hal tersebut.

com/ Namun berada dalam keadaan demikian. dia masukkan ke dalam saku dan dianggapnya sebagai tanda mata atas kemenangannya terhadap Siang wi coa Bian Pun ci. air tetap mengalir. Mendadak dia mengundurkan diri ke ujung buritan perahu. mereka mendekam dengan tu¬buh menggigil. boleh dibilang nyalinya sudah dibikin rontok. serunya: "Bocah keparat! Selama bukit nan hijau. ia tak sempat untuk mengambilnya lagi. bahkan bernapas keras keraspun tak berani. setelah itu sambil berpaling dan melotot gusar kearah Suma thian yu. sepasang kakinya segera menjejak tanah dan melejit ketengah udara. mulut membungkam. lihat saja pembalasanku nanti!” Ucapan terakhir baru diutarakan. selamanya tak sudi mengejar musuh yang telah melarikan diri. tanpa diperiksa lebih seksama lagi. sudah dibikin ketakutan setengah mati oleh ke¬hebatan Suma Thian yu yang ibarat malaikat dari langit itu. Suma Thian yu yang berjiwa besar. maka dia balik ke tempat semu¬la den membungkukkan badannya untuk mengambil kembali lencana emas tersebut. Siang wi coa Bian Pun ci sudah melompat turun ke sampan kecil dibawah perahu besar itu. Setan muka hijau Siang Tham yang menyaksikan pembantu utama nya sudah melarikan diri dari sana. pe-rintahnya kepada orang-orang itu: . kemudian dengan gerakan yau cu huan sin (burung belibis membalikkan badan) cepat-cepat dia menceburkan diri ke air dan melarikan diri.Tiraikasih Website http://kangzusi. maka sambil menuding ke arah bukit Kun san. kabur terbirit-birit. apalagi setelah Suma Thian yu mendemonstrasikan ilmu saktinya barusan. Sementara itu. kawanan lelaki kekar bersenjata yang masih tertinggal diatas perahu. tentu saja dia tak berani berdiam diri lebih lama lagi disana. Sewaktu melewati disamping lelakiyang mati penasaran tadi. dia cabut keluar golok Boan liong to. Menyaksikan kesemuanya itu Suma thian yu merasa geli didalam hati kecilnya.

yang men¬jadi 1awan latihan juga hanya suhu-suhu dalam perusahaan. Sejak kecil sampai seusia dewasa sekarang belum pernah Bi hong siancu Wan Pek lan menyaksikan pertarungan sesengit hari ini. belum pernah kusaksikan pertarungan yang begitu serunya seperti apa yang berlangsung tadi" Hal ini tak bisa menyalahkan gadis itu. kemudian sambil menggandeng tangan Bi hong siancu Wan Pek lan yang halus dan lembut. matahari sudah tenggelam ke langit barat. sampai sekarang jantungnya masih saja berdebar dengan kerasnya. mereka bersama-sama berang¬kat menuju ke bukit Kun san. . Jangkarpun di naikan dan perahu melanjut¬kan perjalanannya menuju ke arah bukit Kun san. "Apa yang kau kagumi?” tanya Suma Thian ya keheranan. jangan mencoba untuk membangkang!" "Baik!" jawab para lelaki itu hampir bersamaan. lalu jawabnya agak terrsipu-sipu: "Kepandaian silatmu amat hebat. Setelah meninggalkan perahu besar itu. wa¬laupun saban hari berlatih silat.Tiraikasih Website http://kangzusi. aku benar-benar merasa kagum sekali kepadamu" lama kemudian Bi hong siarcu baru dapat mengutarakan kata-kata yang sudah lama terpendam dalam hati nya itu. Karena tertunda oleh pertarungan sengit itu ketika perahu tiba dibukit Kun san. berbicara yang sesungguhnya. Suma Thian yu memerintahkan kepada orang-orang itu untuk pergi.com/ “Cepat jalankan perahu menuju ke bukit Kun san. Suma Thian yu segera tersenyum. tak sekali pun dia melangkah keluar dari halaman rumahnya. tentu saja berbeda sekali dengan pertarungan sungguhan yang berlangsung hari ini. Selembar wajah Bi hong siancu Wan Pek lan segera berubah menjadi merah padam karena jengah. dia segera melengos ke arah lain. saat orang memasang lampu penerangan. sejak kecil Bi hong siancu Wan Pek lan sudah dipingit didalam rumah. “Engkoh Thian yu.

. tak heran kalau dia merasakan kuatir sekali menyaksikan kekasih hatinya sedang mempertaruhkan nyawa. mungkin saat ini kita sudah sampai di tempat tujuan dua bersaudara Thia pun pasti akan menunggu disini aku pikir mereka pasti akan menyumpahi aku karena mengingkar janji. sejak tadi aku memang ingin menanyakan soal ini kepadamu" Sekali lagi Suma Thian yu menghembuskan napas panjang. Perjalanan berlangsurg terus tanpa berhenti sementara malam sudah menjelang tiba. Suma Thian yu menghela napas panjang. lantas ke manakah mereka harus mencari dua saudara itu di tengah bukit Kun san yang begini luasnya..Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ "Kau terlalu memuji. katanya lagi: "Adik Lan. Anak muda tersebut lantas berpikir: . kini seluruh bukit Kun san sudah diliputi kegelapan yang luar biasa. dilain waktu peristiwa semacam ini masih akan banyak kau jumpai” Bi hong siancu hanya membungkam dalam seribu bahasa. sambil menuding ke arah punggung bukit. seandainya dua bersaudara Thia memang sudah mendongkol. coba kau lihat apakah itu?” Ketika Suma Thian yu menengok ke depan. "Seandainya tidak berjumpa dengan setan muka hijau tadi. ke mana kita harus menemukan dua bersaudara Thia?” “Yaa. serunya kepada Suma Thian yu dengan perasaan cemas: “Engkoh Thian yu. Mendadak Bi hong siancu menjerit kaget. Mendongakkan kepalanya sambil memandang bukit Kun san dihadapan matanya. padahal dalam hati kecilnya sudah lama timbul benih cintanya terhadap Suma Thian yu. karenanya pergi karena mendongkol" Agaknya Bi hong siancu juga berpendapat demikian. dia menyaksikan ada setitik cahaya api sedang bergerak gerak di depan sana.

ke dua orang itu sudah tiba di punggung bukit. . Suma Thian yu segera menjerit kaget: "Adik Lan.Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi cahaya api yang terlihat tadi kini sudah lenyap tak berbekas. Bagaikan segalung hembusan angin.com/ Jangan-jangan orang yang sedang melakukan perjalanan di depan sana adalah dua saudara Thia!" Berpikir sampai di situ dia meajadi girang sekali. segera bisiknya” “Jangan-jangan cahaya api setan?" “Cahaya api setan?” gumam pemuda itu. benar!" Hal ini membuktikan kalau cahaya api tersebut bukan api setan. aku sendiri pun tak tahu" Baru selesai dia berkata. lembah tersebut sudah gelap kembali. tidak mungkin. sambil menggandeng tangan Bi hong siancu. mendadak dari lembah depan sana terlihat ada cahaya api yang berkedip lalu lenyap. berada disana!” Menanti Bi hong siancu menengok kedepan sana. adik Lan. segera serunya: “Adik Lan. disamping itu api setan hanya berkedip tak menentu. kita mengejar kemari sepanjang jalan. ke dua orang itu segera meleset ke depan dengan cepatnya. bukankah cahaya api itu selalu berkedip kedip?" “Ya. kenapa cahaya api itu bisa lenyap tak berbekas?” Agaknya Bi hong siancu juga merasakan sesuatu yang tak beres. "Entahlah. apa lagi mela¬yang kesana kemari. kemudian gumamnya: Aneh." “Lantas benda apakah itu?" tanya Bi hong siancu dengan perasaan tak habis mengerti. Dengan cepat Suma Thian yu menggelengkan kepalanya berulang kali. mari kita kejar!" Dengan mengerahkan ilmu meringankan tu buh yang sempurna. Dengan perasaan tercengang Suma Thian yu segera celingukan memandang sekejap kesekeliling tempat itu.

ayolah ikuti aku!" Bi hong siancu Wan Pek lan membuntuti dengan kencang di belakang pemuda tersebut menuju ke dasar lembah. aku takut. Semakin berjalan ke depan. Suma Thian yu baru sadar dan segera menyumpahi kecerobohan sendiri sehingga hanya dia yang dipikirkan tanpa menggubris keadaan dari gadis tersebut. Suma Thian yu segera bergerak lebih dahulu menuju ke dalam lembah sana. tapi justru hal mana mendatangkan peringatan dan kewaspadaan bagi sang pemuda. sekalipun pertanyaan yang diajukan tanpa maksud tertentu. Suma Thian yu yang pernah makan Jin sian kiam lan masih bisa melihat keadaan dalam kegelapan seperti ditengah hari saja berbeda sekali dengan Bi hong siancu. Mska dia lantas menggendeng tangan Bi hong siancu dan selangkah demi selangkah berjalan menuju ke dalam lembah situ. "Adik Lan. apakah kau menyaksikan bintang cahaya tadi muncul disini?” “Benar dan tak bakal salah lagi!" “Kalau begitu.com/ "Mana engkoh Yu? Tidak ada apa-apa di situ.Tiraikasih Website http://kangzusi. . suasana ditempat itu gelap gulita sehingga untuk melihat ke lima jari tangan sendiripun tak bisa. apakah dua bersaudara Thia berdiam di dasar lembah ini?" SFekali lagi perkataan tersebut menyadarkan kembali Suma Thian yu. apakah kau membawa korek api?" Setelah mendengar ucapan tersebut. Terpaksa dia menarik tangan Suma Thian yu sambil berkata: "Engkoh Thian yu. mungkin engkoh Thian yu salah melihat. Tiba didasar lembab. Wan Pek lan merasa semakin terkejut dan ketakutan. akhirnya tak tahan lagi dia bertanya dengan nada tercenganh: "Engkoh thian yu. serunya kemudian dengan perasaan ragu. “Tidak mungkin" sembari berkata.

bagaimana kalau makhluk itu setan atau iblis? bisa banyak bahayanya daripada rejeki." . akhirnya dia memutuskan suatu kesimpulan. pikirnya: "Seandainya manusia yang kujumpai atau binatang buas. yang sudah pasti yang dihadapinya se¬karang merupakan serangkaian persoalan yang sangat mencurigakan hati. Bi hong siancu merasa amat gelisah dan tak tenang. mungkin masih gampang untuk dihadapinya. setelah dikejar sekian waktu oleh Suma Thian yu dan Wan Pek lan. mungkin semacam binatang liar atau ular beracun atau mungkin juga binatang buas?" "Aku pikir sudah pasti ada setan atau siluman nya disini" seru Bi hong siancu tiba-tiba. Ketika mengucapkan begitu.Tiraikasih Website http://kangzusi..... mana mungkin dua bersaudara Thia bisa berdiam di dasar lembah yang begini gelap gulita? Apalagi sekalipun cahaya api yang terlihat itu adalah sebuah cahaya api dari dua bersaudara Thia.. punggungnya terasa menjadi dingin dan bulu kuduknya pada bangun berdiri.. Suma Thian yu pun segera merasakan bulu kuduknya pada berdiri semua. kata nya: "Adik Lan. Tak mungkin cahaya bintang yang terlihat tadi adalah cahaya obor yang dibawa oleh dua bersaudara Thia.. Akhirnya Suma Thian yu bersuara juga. tapi lantaran Suma Thian yu tidak melakukan satu gerakan terpaksa dia pun hanya membungkam diri dalam seribu bahasa. seharusnya dua bersaudara Thia mengetahui akan hal ini. paling banter kalau tak mampu me lawan bisa kabur.. Mengapa mereka justru mempertahankan mereka? Apakah dua bersaudara Thia ada maksud untuk mempermainkan Suma Thian yu? Tidak! Sudah pasti dibalik kesemuanya ini terdapat hal-hal yang mencurigakan. Suma Thian yu termenung beberapa saat lamanya.com/ Yaa.

asal aku berada disampingmu.. maka rasa seram itu tak sampai di ungkapkan. "Haah... membuat suasana disitu terasa ber¬tambah mengerikan. lebih baik kita pulang saja!" Mendengar perkataan itu.. terdergar Bi bong siancu Wan Pek lan berkata lagi: “Engkoh Thian yu.!" Bi hong siancu Wan Pek Tan yang berada dibelakangnya kontan saja menjadi merinding. Malam yang gelap semakin gelap.haaah. akan kugunakan pedang Kit hong kiam untuk meringkus mereka semua" Kaum lelaki yang seringkali mempunyai keberanian dan kekuatan nya didepan kekasih hatinya. ma¬sih agak baikan kalau mereka tidak muncul. hanya saja berhubung sedang berada didepan kekasihnya Wan Pek lan. ditambah lagi dengan ca haya tajam yang muncul dan lenyap secara aneh tadi.adik Lan nyalimu kelewat kecil. setelah melalui sebuah tikungan dan berjalan kurang le¬bih dua kaki lagi.. tak urung harus menunjukkan pula perasaan sangsi dan was was.. Kembali mereka berdua meneruskan perjalanannya menuju kedalam lembah.Tiraikasih Website http://kangzusi. maka rasa ngeri yang semula mencekam perasaannya pun kini tarsapa lenyap..com/ Sementara dia masih berpikir. mendadak Suma Thian yu menjerit kaget: "Aaah. buru-buru tanyanya: "Ada urusan apa. ada orang bilang: Pria adalah mahkluk yang paling suka menonjolkan diri didepan lawan jenisnya.. Suma Thian yu segera tertawa terbahak bahak. hawa se¬ram yang mendirikan bulu roma berhembus lewat tiada hentinya. Sekalipun Suna Thian yu memiliki ilmu silat yang lihay. biarkan saja kalau ada setan atau siluman. kalau berani datang. engkoh Thian yu?” . gadis itu merasa seperti mempunyai tulang punggung. Akhirnya ucapan yang gagah perkasa dari Suma Thian yu itu berhasil merontokan rasa takut Wan Pek lan.haah.

dia mengira Suma Thian yu sudah tertim¬pa bencana. sekalipun dia pernah melatih ilmu memandang dalam kegelapan. (Yang benar berhasil diperoleh dengan mencurinya di rumah Hui cha cun cu). tulisan ini berbunyi demikian: "SIAPA YANG MEMASUKI LENBAH INI MATI". Ketika mendengar si anak muda itu menjerit. mengapa tidak kau ke¬luarkan mutiara ini sedari tadi!" Bikin aku seperti orang buta yang sedang berjalan saja! Suma Thian yu segera menyerahkan mutiara Ya beng cu tersebut ke tangan Bi hong siancu kemudian sambil menuding tugu peringatan-depan sana: “Adik Lan. sayang sekali lembah tersebut terlampau gelap sehingga benda apapun tidak terlihat olehnya. hatinya kontan tercekat dan air mukanya berubah hebat. Wan Pek lan dapat menyaksikan keadaan disekitar sana dengan jelas. . Ternyata dihadapan mereka berdaa terpancang sebuah kayu besar yang tertera beberapa huruf dengan besarnya. kemudian dengan gembira dia segera bersorak. Pada mulanya Bi hong siancu merasa tertegun. Dengan suara lembut Suma Thian yu lantas berkata: "Adik Lan apakah kau dapat melihat batu peringatan di depan sana?” “Di mana?" Dari dalam sakunya Suma Thian yu segera mengeluarkan mutiara Ya beng cu pemberian dari Cong liong lo siangjin tersebut.com/ Keadaan Wan Pek lan saat ini ibaratnya orang buta yang sedang berjalan. dalam kagetnya dia lantas menarik tubuh anak muda tersebut semakin kencang. "Engkoh Thian yu. kita sudah salah memasuki daerah terlarang!" Dengan meminjam cahaya yang memantul keluar dan mutiara Ya-beng cu tersebut. maka empat penjuru sekeliling tempat itu pun menjadi terang benderang bermandikan cahaya.Tiraikasih Website http://kangzusi. Begitu Ya beng cu tadi dikeluarkan.

kemudian katanya penuh ketakutan: "Engkoh Thian yu.Tiraikasih Website http://kangzusi. orang itu tentu merupakan seorang gembong iblis! ooo0ooo SELESAI memeriksa keadaan di depan sana Suma Thian yu segera berkata kepada Wan Pek lan: "Adik Lan. Bi hong siancu Wan Pek lan yang menyaksikan kejadian saat ini.com/ Kayu peringatan ini berbeda bentuknya dengan batu peringatan yang pernah dijumpai pemuda tertebut diluar hutan bukit Han san. Bi hong siancu Wan Pek lan berseru lagi: "Engkoh Thian yu. bagaimana sekarang? Apakah kita sudah memasuki lembah tersebut?” Suma Thian yu berjalan kedepan sambil menengok jauh kemuka sana. Dilihat dari hal ini. sekalipun dia sudah pernah makan Jin sian kiam lan. bisa diketahui kalau di ujung lembah tersebut berdiam seorang tokoh persilatan yang berwatak aneh. atau kalau tidak. barulah dianggap memasuki lembah! Dengan wajah yang pucat dan diliputi rasa takut yang tebal. tapi sorot matanya hanya mampu menangkap peman¬dangan yaag berada sekitar dua kaki dari ha dapannya. jangan takut. tampak olahnya jalan dalam selat itu amat sempit. sekarang kita belum memasuki lembah terlarang itu!" Kemudian sambil menuding ke depan sana. Oleh sebab itu dia hanya bisa melihat kalau tempat itu merupakan sebuah lembah yang di tengahnya terdapat sebuah jalan kecil beralas batu dengan semak belukar dikedua belah sisi¬nya. sedang pemandangan selewatnya itu hanya bisa di lihat secara lamatlamat saja. namun nada suaranya sama. paras mukanya segera berubah menjadi pucat pias seperti mayat. lebih baik kita balik saja!" . cepat-cepat dia membenakan kepalanya diatas dada Suma Thian yu.

haaahh. dengan membawa perasaan hati yang tak tenang. lebih baik kita masuk ke dalam sana sembari menengok jagoan darimana kah yang berdiam disini" Sambil berkata.haaahh. masa ada orang hendak melalap dirimu?” Wan Pek lan sendiri pun merasa keberanian sendiri kelewat lemah. kalau nyalimu begitu kecil. tapi sekalipun dia berusaha untuk tidak merasa takut apa mau di kata hatinya semakiu bertambah tegang. terpaksa aku harus balik kembali... adik Lan. mengapa tak dilihat? Apa sebabnya kalau kita menerjang kedalam sana untuk melihat keadaan?" "Jangan! Aku takut!.. apa yang kau takuti.adik Lan. bagaimana mungkin bisa mendapatkan anak macan? Aku pikir..Tiraikasih Website http://kangzusi.. Menyaksikan wajah si nona yang diliputi perasaan seram dan ketakutan itu Suma Thian yu segera tertawa lebar.. " seru Wan pek lan sambil menggelengkan kepala berulang kali. wan Pek lan bertindak sangat berhati-hati sekali. “Adik Lan. tanpa terasa lagi ia menjerit kaget: "Aduh celaka!” . jikalau keadaanmu begini terus. "Hes. selangkah demi selangkah dia me¬ngikuti anak muda tersebut. ketika Wan Pek lan mengangkat mutiara Ya beng cu nya tinggi-tinggi sembari menengok ke depan. Akhirnya dia harus menelan air liur semba¬ri memberanikan diri untuk melanjutkan perjalanannya ke depan. kalau tidak memasuki sarang harimau. padahal hatinya berdebar keras sekali. ba¬gaimana mungkin bisa berkelana dalam dunia persilaitan dan peroleh nama besar? Orang kuno bilang: “Kalau sudah datang. Mendadak Suma Thian yu menghentikan langkahnya dan tidak meneruskan perjalanannya lagi..com/ Suma Thian yu tersenyum. “Haaaah.. Suma Thian yu segera menarik tangan Wan Pek lan dan diajak menyerbu kedalam lembah tersebut.

bukankah diatas sana ada tulisannya. berada dalam keadaan demikian terpaksa dengan perasaan apa boleh buat Suma Thian yu menghela napas panjang dan membalikkan badan untuk mengundurkan diri dari situ. "Aaaah. Jangankan ditengah bukit yang gelap men¬dadak muncul manusia aneh semacam itu. tulisan itu berbunyi: BEGINILAH CONTOHNYA. Wan Pek lan menuding ke arah depan. seluruh tubuh mereka bergetar keras. Suma Thian yu berdua segera merasakan punggungnya dialiri hawa dingin.... apa yang perlu ditakuti? Itu mah cuma setumpuk tengkorak manusia.. Dari belakang tubuh mereka berkumandang suara tertawa seram yaug amat mengerikan hati. entah sejak kapan lelah berdiri seorang kakek berambut panjang yang berwajah bengis dan mengerikan... wa¬laupun ditengah hari bolong .. bukan. dia segera menggenggam pergelangan tangan Wan Pek lau kencang-kencang. Mendadak.. dia sedang mementangkan mulutnya yang lebar sambil tertawa dingin tiada hentinya.!" Ternyata pada tujuh delapan langkah dihadapan mereka sekarang. ?" "Benar..com/ Suma Thian yu terkesiap. apabila berani maju sengkah lagi maka tumpukan tengkorak itu adalah contoh yang paling baik untuk kita" Wan pek lan segera menarik baju Suma Thian yu sambil merengek untuk kembali.Tiraikasih Website http://kangzusi. kedua orsng itu kem¬bali menjerit kaget. serunya: "Coba kau lihat. Artinya tempat ini merupakan peringatan yang terakhir. lalu katanya: “Adik Lan... apalagi setelah membalikkan badan dan menyaksikan apa yang tertera dihadapannya.. masa kau menjadi ketakutan seperti ini? Ayo berangkat!” Dengan mengangkat tangannya yang gemetar....

.. heeeh. lain bentaknya keras-keras” "Siapa kau?" Makhluk tua itu melotot besar dengan mulut yang melebar. Suma Thian yu menjadi bergidik. serunya sambil tertawa geram: "Heeeh. sekalipun dalam duania persilatan juga tidak terdapat manusia seperti ini. Suma Thian-yu merasa agak lega hatinya.Tiraikasih Website http://kangzusi. sedang nama yang sebenarnya sudah lama sudah tidak dipakai lagi.haaahh. Suma Thian yu segera tertawa tebahak-bahak.... se¬perti lidah ular berbisa yang sedang mencari mangsanya. Lama sekali. mendadak dari balik matanya yang buas mencorong keluar sinar setajam sembilu. heeeh.. Dengan perasaan kaget Suma Thiaa yu segera mundur dua langkah. maaf. makhluk tua itu baru berkata dengan suara yang menggidikkan hati: Lohu hidup dengan makan daging manusia. maaf. orang menyebutku sebagai Si jin ong (Raja pemakan manusia)..haaah. ditatapnya wajah Suma Thian yu lekat-lekat. Menghadapi keadaan seperti ini.. maka dia berseru lagi: "Berbicara pun ada yang duluan ada yang belakangan. berdiri bulu kuduknya. pertanyaan ini seharusnya lohu lah yang mengajukan.com/ pun orang akan merasa bergidik sesudah bertemu dengan ma¬nusia seperti ini. bagaimana mungkin aku dapat menjawab pertanyaanmu itu?” Seluruh wajah makhluk tua itu berbulu panjang. siapakah kau bocah muda?” Setelah mendengar kakek aneh itu dapat berbicara. "Haaah..” .. jangankan Suma thian yu berdua belum pernah mendengarnya. sehingga nama tersebut menjadi terlupakan sama sekali.maaf kalau aku tak dapat mengenali mu.. kau belum menjawab pertanyaan ku. Si jin ong? Suatu nama yang terasa asing. ternyata kau adalah Si jin mo (iblis pemakan manusia).

itulah sebabnya kami pun muncul disini. apa lagi . akhirnya kami menyaksikan ada setitik cahaya muncul disini. Suma Thian yu menjura. matanya terbelalak dan mulutnya melongo. sudah pasti kedatangan kalian diser¬tai maksud tertentu. dan menatapnya tanpa berkedip. akhirnya sorot mata tersebut berhenti diwajah Bi hong siancu Wan pek lan. Menggelikan sekali keadaan Wan pek lan. Setelah mengawasi kedua orang itu secara bergantian. setelah itu katanya: "Kalau toh kedatangan kalian tanpa sengaja setelah membaca peringatan di kayu itu seharusnya berhenti. secara beruntun kalian berdua sudah menembusi dua buah tempatku. tapi karena ditengah jalan terjadi musibah sehingga kedatangan kami terlambat. juga ada yang diandalkan. pada hakekatnya dia sudah dibikin pusing tujuh keliling karena kagetnya. ada urusan apa kalian datang mencari lohu?" Setelah berhasil menenangkan hatinya yang bergolak. dan sudah pasti kedatangan kalian disertai maksud tertentu.Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian setelah tertawa seram katanya: "Ditengah malam buta begini.com/ Mendadak makhluk tua itu membalikan sepasang matanya sehingga biji matanya lebih banyak putihnya daripada hitamnya keadaannya waktu itu tak berbeda dengan setan gantung hidup. dia seperti berdiri bodoh disana. mahluk tua itu mementangkan mulutnya lebar lebar. Pada saat itulah. sahutnya: "Malam ini boanowee mempunyai janji de¬ngan seseorang untuk bertemu di bukit ini. nah! Sekarang katakan. sungguh menggidikkan hati orang yang melihatnya. Dengan memicingkan matanya makhluk tua itu mendengarkan Suma Thian yu menyelesaikan perkataannya. mutiara Ya beng cu tersebut masih terangkat tinggi-tinggi tapi wajahnya tertegun. bahkan seluruh tubuhnya seakan tertotok jalan darahnya. jadi kedatangan kami bukan disengaja apa lagi mencari diri cianpwe!". orang yang kami janjikan itu tidak di temukan.

jangan ka¬lian berdua dapat meninggalkan tempat ini kecuali.. tidak sepantasnya kalau mundur secara pengecut.heeh. seharusnya kembali mengapa kau jutru memasuki daerah terlarang secara sengaja?” Suma Thian yu segera dipojokkan sehingga tak mampu memberikan jawaban lagi.. dia baru tertawa.heehh.Tiraikasih Website http://kangzusi. bocah." "Kecuali kenapa?" buru-buru Bi hong siancu bertanya... Sementara itu Bi hong siancu wan Pek lan yang berada disisinya telah berhasil juga mengatasi rasa takut dalam hatinya. tapi dia ada maksud untuk mencari gara-gara... tapi sebelumnya harus memperlihatkan dahulu beberapa jurus .....haaah. “Haaah. tanpa terasa dia mendongakkan keepalanya sambil tertawa nyaring. kalau toh sudah berani berbuat. rupanya kau tak lebih seorang pencoleng yang ingin membegal harta milik orang? Tidak sulit bila kau menginginkan mutiara Ya beng cu ini.. kami baru bermaksud untuk balik toh sampai sekarang belum lagi menginjak daerah terlarangmu?” Dengan sorot mata yang tajam makhluk tua itu mengawasi kembali wajah wan Pek lan tanpa berkedip. kemu¬dian sambil menyeringai seram katanya: “Kecuali kalau aku bersedia menghadiahkan sebuah mustika untukku. karena munculnya sinar ter¬sebut kelewat aneh. dia segera menimbrung: Pada mulanya kami hanya terdororg oleh rasa ingin tahu. kau memang memasuki tempat ini tanpa sengaja.com/ setelah melihat tulang tengkorak.. dia ter¬bungkam dalam seribu bahasa... kemudian setelah melihat tengkorak yang berserakkan disini.. Suma Thian yu segera memahami maksud hatinya itu.haaah. Hari ini.!" Sembari berkata... “Heeh. Makhluk tua itu tertawa secara licik. menanti gadis itu sudah me nyelesaikan perkataannya. sepasang matanya segera mengawasi mutiara Ya beng cu yang berada di tangan Wan Pek lan itu...

hal ini justru memberi kesempatan yang sangat baik bagi makhluk tua itu untuk melancarkan serangan lebih lanjut. kemudian dengan tangan sebelah memainkan ju¬rus Pah ong tou to (raja lain menyinggih pagoda) dia lepaskan sebuah pukulan dengan Bu siang sin kang untuk menyongsong datangnya ancaman lawan. mendadak jago muda kita berjongkok.. sepuluh gulung desingan angin tajam pun segera mengurung tubuh Bi hong siancu dengan kaitanya. menubruk ke depan!” Sembari berseru. . asal aku merasa puas tentu saja akan ku serahkan dengan begitu saja. rupanya kau masih belum tahu siapakah diriku ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. serta merta dia mundur kebelakang.com/ seranganmu. dia turut menerjang pula ke depan. Siapa tahu justeru karena dia mundur. pikirnya: "Aduh celaka!" Menyusul kemudian. Waktu itu. Suma Thian yu telah mengerahkan Bu siang sin kang yang dimilikinya untuk menyambut serangan musuh.hmm! Jangan mimpi!" Mendengar ucapan tersebut. Sums Thian yu menjadi terperanjat sekali setelah menyaksikan peristiwa itu. Terdengar Bi hong siancu menjerit kaget. sedang dia menggantikan kedudukan Wan Pek lan tadi dan menyambut kedatangnya kesepuluh desingan angin jari tadi. kalau tidak.. tatkala ancaman lawan sudah hampir mengenai batok kepala¬nya. sebuah pukulan yang dahsyat segera di tolak ke depan dan mengirim tubuh Bi hong siancu sampai sejauh satu kaki lebih.. dia lantas membentak kerss: "Adik Lan. lalu sepasang tangannya di rentangkan lebar-lebar.?" Tidak nampak gerakan apa yang digunakan tahu-tahu makhljuk tua itu sudah melejit ke tengah udara. makhluk tua itu segera membentak dengan suara gusar: “Bocah keparat..

mahkluk tua itu segera mengawasi anak muda tersebut tanpa berkedip. suaranya amat tak sedap didengar. Dua gulung tenaga yang maha dahsyat itu segera saling bertemu di tengah udara. mukanya hijau membesi dan sama sekali tiada warna darah. seperyi tertawa seperti juga menangis. kemudian bentaknya gusar: Bocah keparat. lama kemudian baru pelan-pelan ujarnya: "Bocah keparat.Tiraikasih Website http://kangzusi. sekarang dia sedang tertunduk di tanah dengan wajah memucat. makhluk tua itu sama sekali tidak berganti jurus. tahukah kau sudah berapa tahun lohcu berdiam ditempat ini?" . "Blaaammmmmmm.. hatinya terasa amat sedih.. Selesai tertawa. dia mengawasi wajah Suma Thian yu lekat-lekat. dengan sepasang mata yang dingin bagaikan es.com/ Berhubung peristiwa itu berlangsung amat mendadak.!" Suatu benturan nyaring yang amat memekikkan telinga segera berkumandang mencekam keheningan. akhirnya dengan perasaan tak percaya dia mengawasi musuhnya dengan mata terbelalak. Suma Thian yu sendiripun menderita kerugian akibat dari benturan mana. tidak kusangka kalau kau memiliki kepandaian silat yang begitu tangguh jauh di luar dugaan semula.. Tubuh si makhluk tua yang sedang melancarkan serangan ke bawah itu segera dikirim sejauh lima langkah lebih dari posisi semula oleh sisa benturan ke dua gulung tenaga raksasa itu. seperti gembira seperti sedih. makhluk tua itu tak menyangka kalau anak muda tersebut memiliki ilmu silat yang amat tinggi..” “Kau pun hebat juga!" sahut Suma Thian yu sembari melompat bangun dari atas tanah. maka menghadapi kejadian tersebut. tubuhnya segera mundur dengan sempoyongan. Makhluk tua itu mendonggakkan kepala dan kembali tertawa seram.. Begitu berhasil berdiri tegak.

Tiraikasih Website http://kangzusi." kembali makhluk tua itu bercerita dengan asyik nya. "paling tidak ada empat ribu orang yang sudah terkubur disini. sengaja membual dan sok gagah. darimana mungkin bisa mengetahui se¬gala tetek bengek urusanmu itu?” “Ehmmm. Suma Thian yu menjadi tercengang dan tidak habis mengerti. kontan saja amarahnya memuncak. Terasa desingan angin tajam menderu-deru. sudah tiga puluh tahun lamanya aku berdiam disini. selama ini entah berapa banyak manusia yang telah mampus dalam lembah pemakan manusia ini" "Aku toh tidak mengawasimu sepanjang tahun.. dari mana bisa tahu?" "Betul.. Sepasang ujung bajunya segera dikebaskan keluar. makanya aku hendak memberitahu¬kan kepadamu. apa kau anggap kesemuanya itu bisa menggertak aku sehingga membuat aiu jadi ketakutan?" Waktu itu si makhluk tua tersebut sedang bercerita dengan asyik. hawa pukulan Bu siang sin kang pun turut mengalir keluar kerika dua gulung kekuatan besar itu sekali lagi saling membentur di tengan udara. segulung angin puyuh yang amat hebat lang¬sung saja mengurung tubuh anak muda itu.com/ "Aku toh bukan apa-apa mu. terjadilah ledakan dahsyat yang mengerikan sekali.. dia sama sekali tidak gugup atau gelagapan menghadapi lawan. diantaranya entah berapa banyak yang merupakan jago-jago berilmu tinggi" Ketika mendengar ucapan tersebut. Dengan sinar mata yang buas dan wajah yang menyeramkan. . segera tanyanya dengan ragu ragu: "Buat apa kau memberitahukan segala sesuatunya itu kepadaku? Hmm. ketika kena disemprot oleh Suma Thian yu. dia segera menga¬yunkan telapak tangannya melepaskan sebuah pukulan dahsyat. Waktu itu Suma Thian yu sudah membuat persiapan yang matang.

Dari sini. dia ingin mencegah pertarungan itu.com/ Bukan saja bumi turut bergoncang. mari kita mencoba sekali lagi. tapi setelah dipikir kembali. tubuh kedua orang itu bergoncang keras sekali. mau tak mau makhluk tua itu harus memeriksa pemuda ingusan yang terada dihadapannya sekali lagi.. kesempatan yang baik sukar ditemukan. Mendengar kalau ke dua orang itu hendak bertarung. ujung bajunya sampai berkibar terhembus angin. Dua kali gagal merobohkan lawannya. segera serunya: "Baik. apalagi setelah ditinjau dari adu kekuatan yang barusan . Selang beberapa saat kemudiau. selapis hawa kegirangannya segera menghiasi wajah makhluk tua itu. batu berguguran dan pasir beterbangan. asalkan kau tak sampai kena kurobohkan dalam jangka waktu seratus gebrakan saja kalian berdua dapat pergi dari sini de¬ngan selamat. maka dengan cepat dia bertanya lagi: "Dan mulai sekarang tak akan makan daging manusia lagi?” "Ehmmmm!" Suma Thian yu menjadi amat gembira. bisa disimpulkan kalau dia adalah seorang iblis yang kecanduan ilmu silat. bahkan sejak kini akan kuhapus larangan yang terpasang di depan lembah sana" Suma Thian yu memahami maksud ucapan lawannya.Tiraikasih Website http://kangzusi. inilah senyuman pertama yang disaksikan Suma Thian yu sejak mereka berdua memasuki lembah tersebut .. kau merupakan satu-satunya musuh tangguh yang pernah kujumpai selama puluhan tahun ini. Terseret oleh sisa kekuatan yang memancar ke empat penjuru. lohu pun akan menghadiahkan sebuah mestika untuk kalian. sambil tertawa seram dia baru berseru lantang: "Bocah keparat. keadaannya mengerikan sekali. Bi hong siancu merasa jantungnya berdebar keras.. aku akan melempar batu-batu untuk memancing datangnya batu kemala. aku akan berusaha dengan segala kemampuan" Mendengar Suma Thian yu mengartikan permintaannya.

com/ berlangsung. dia dapat menyimpulkan kalau kekasihnya sama sekali tidak kalah de¬ngan lawan. Makhluk tua itu tertawa seram. dia paling benci kalau ada jagoan persilatan yang mampu menandinginya. Makhluk tua itu memang bersifat buas. kemudian sambil menyeringai seram.. sebaliknya malah maju. kau yang menghitung. dililat jurus serangan yang digunakannya jurusjurus biasa.Tiraikasih Website http://kangzusi. Maka dari itu ucapan yang sudah berada diujung bibirnya itu segera ditelan kembali. serunya: "Hei bocah. Makhluk tua itu segera menyingkirkan rambutnya yang panjang kesamping sehingga nampak wajahnya yang penuh bulu. dengan jurus Cong eng poh toh (elang ganas menubruk kelinci) dia terkam tu¬buh Suma Thian yu secara ganas. itulah sebabnya serangan yang dilancarkan kini semuanya ganas dan tak mengenal ampun! Jangan. Menghadapi ancaman yang datangnya secara tiba-tiba itu. seluruh tu¬buhnya melejit ke udara dengan jurus It hok cong thian (bangau sakti menembusi langit) ketika berada satu kaki dari permukaan tanah sepasang lengannya membuat gerakan saling menyilang ditengah udara. Suma Thian yu tidak mundur.. Mengikuti datangnya gerakan tersebut. kita membatasi hanya seratus jurus saja!” Selesai berkata dia segeri menyerbu kedepan Suma Thian yu dan menyerang tubuh bagian bawah pemuda itu dengan jurus Tui san tian-hay (mendorong bukit membendung samudra). dengan penyerangan menggantikan pertahanan dia memunahkan datangnya ancaman tersebut dengan jurus Si gou wang gwat (radak memandang rembulan) “Jurus pertama!” Bi hong siancu segera berteriak keras. kemudian dengan jurus . namun kedahsyatannya tak bisa dipandang enteng. Suma Thian yu segera melayang mundur kebelakang. kemudian setelah masing-masing membentuk gerakan setengah lingkaran. rasa irinya amat besar.

com/ Khong ciok kay tian atau burung merak mementang sayap dia tangkis datangnya serangan tersebut. makhluk tua itu segera memperingat kan dengan lantang: “Hei bocah. Bi hong siancu amat menguatirkan keselamatan kekasihnya. jurus disusul dengan jurus. Suma thian yu telah memusatkan segenap perhatiannya untuk menghadapi musuh. sedikit pun tak berani mempunyai ingatan untuk meman¬dang enteng lawannya. semuanya menggunakan ilmu Tay kim to liong pat ciang ajaran Put Gho cu. Sambil melancarkan serangan. Mendadak terdengar Bi hong siancu berseru keras: "Jurus kelima puluh!” . Oleh sebab itu semua serangan dilancarkan dengan mantap dan berhati-hati sekali. Sistim pertarungan yang begini aneh ini bukan saja tak pernah dijumpai.Tiraikasih Website http://kangzusi. untuk sesaat matanya men¬jadi terbelalak dan mulutnya melongo. untuk sementara waktu dia lupa untuk menghitung. makhluk tua itu segera memberi peringatan. sudah jurus ke tiga!" Dia seperti mengutirkan Wan Pek lan lupa untuk menghitung jurus serangan yang dipakai maka setiap kali melepaskan satu serangan. bahkan menyangkut pula entah berapa ribu jiwa manusia yang tanpa sengaja tersesat dalam lembah terlarang ini. dia tahu hasil pertarungan malam ini bukan cuma menyangkut keselamatan bagi dia dan Wan pek lan saja. Dari sini dapat disimpulkan kalau Suma Thian yu adalah seorang pendekar muda yang berjiwa besar dan berwatak mulia. dia merasa semua persoalan yang menyangkut jiwa orang banyak merupakan masalah penting Yng harus diutamakan. Semua pukulan dilepaskan secara mantap dengan perhitungan yang matang. mungkin didengar pun belum pernah.

segulung angin ruyuh dengan kekuatan dua ratus kati langsung menyapu tubuh Suma Thian yu. Si Makhluk tua tersebut hanya merasakan pandangan matanya menjadi kabur. ujung bajunya berkibar kian kemari... mendadak gerakan tubuhnya ikut berubah. hal ini membuatnya cepat-cepat menghindar dengan tergopoh-gopoh. . "Haaahh. tiba-tiba saja dia membentak kerat: “Lihat serangan!” Dengan jurus Seng gi im pian (bintang bergeser awan berubah). tahu-tahu pihak lawan sudah menerobos masuk dari sisi tubuhnya.haaaahh. begitu musuh mundur... aku nasehati kepadamu lebih baik jangan bermimpi disiang hari bolonglagi!” Suma Thian yu tertawa keras. "bocah keparat!" teriaknya sambil menahan geram.Tiraikasih Website http://kangzusi. sudah lima puluh gebrakan kita bertarung.. ditengah udara segera berkumandang suara guntur menggelegar dengan kerasnya. belum juga ketahuan hasilnya... gerakan tubuh segera berubah.. selama puluhan tahun baru bertemu tiga orang yang lain. kemungkinan besat kau akan bertemu dengan satu satunya orang yeng bisa mengalahkan kau selama tiga puluh tahun terakhir ini pada hari ini" "Mengalahkan aku?" Heeehh.. kali ini dia mengembangkan gerakan langkah Cok liong luan ka cap lak poh untuk bergerak kian kemari. heeeeh.. lalu dengan jurus To thian huan jie (mencuri berganti waktu) untuk mengancam jalan darah Ki bun hiat ditubuh mahkluk tua itu.” Suma Thian yu turut tertawa panjang. "kau benar benar hebat...com/ Merdengar itu... makhluk tersebut segera berpekik keras berulang kali... disusul kemudian segulung angin pukulan yang tajam dengan membawa suara desingan tajam langsung menggulung tubuh si makhluk tua tersebut. Siapa tahu Suma Tian yu berbuat demikian dengan maksud memancing musuhnya untuk perangkap. kauadalah orang ke empat yang bisa melawanku melebihi lima puluh jurus.masih terlampau awal untuk berkata demikian jengek makhluk tua itu dengan nada mencemooh.

Betul juga. dia tak berani menyambut dengan kekerasan. Bi hong siancu menjadi termangu menyaksikan kedahsyatan kekasihnya. "Blaaaammmmm!” Ketika angin pukulan yang dilancarkan Suma Thian yu menghantam di atas batu karang pada bukit tersebut. tanpa terasa ia memuji: “Sebuah ilmu pukulan yang amat dahsyat.. Siapa tahu. Tampaknya makhluk tua tersebut telah menghimpun hawa sesatnya secara diam-diam dan berencana untuk melancarkan sebuah serangan maut untuk merebut kemenangan. keadaannya seperti dilanda oleh gempa bumi saja. seluruh permukaan bergoncarg keras. dimana angin pukulan itu menyambar. tapi waktu itu si mahkluk tua pun sedang dibikin terperana oleh kedahsyatan lawannya. sehingga ia tidak merasakan hal ter¬sebut. kedahsyatannya luar biasa. belum pernah makhluk tua tersebut menyaksikan ilmu pukulan seindah ini. setelah terdengarnya suara gemerutukan nyaring itu.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Jurus serangan ini tak lain adalah satu jurus dari ilmu pukulan Sian Po hong cian ajaran Cong liong lo sianjin. Diam-dian Suma Thian yu merasa girang. kontan saja batu dan pa sir berguguran. dia makhluk tua tersebut sudah dibikin ketakutan hingga pecah nyali dan sejak kini tak akan berani untuk melakukan serangan lagi. setelah debu berterbangen dan suara menjadi sirap mendadak terdengar suara gemerutuknya tulang belulang yang amat nyaring. pasir dan debu ikut berhamburan ke mana-mana. Sejak dulu hingga sekerang.. tentu saja diapun tidak mengajukan protesnya atas kesalah mana. mendadak terdengar mahkluk tua itu membentak dsngan keras: . cepat tubuhnya melompat mundur sejauh dua kaki lebih dari posisi semula.. jurus yang keenam puluh enam!” Saking girangnya sampai dia menyebutkan jurus serangannya lebih banyak dari keadaan yang seharusnya.

ejeknya: . sambil mengulumkan senyuman yang angkub dan bangga. sungguh berbahaya!" Kemudian teriaknya dengan lantang sekali: "Jurus ke enam puluh tujuh!" Makhluk tua iiu kelihatan gembira sekali setelah menyaksikan Suma Thian yu sama sekali tak mempunyai kepandaian sakti untuk membendung serangan mautnya tadi.Tiraikasih Website http://kangzusi. Baru saja tubuhnyta meluncur ketengah udara.com/ “Kaupun boleh merasakan sebuah pukulan ku ini!” katanya kemudian. segulung hawa dingin telah menyambar lewat dan suara gemuruh yang keras dan memekikkan telinga pun menggelegar dari arah belakang. Suma Thian yu amat terperanjat. Suma Thian yu segera merasakan nafasnya menjadi sesak. Bi hoig siancu sendiripun merasakan jantungnya berdebar keras. tak sebutir batupun yang kelihatan. dengan cepat ia menjulurkan lidahnya karena kagum. kesemuanya ini kontan saja membuat hatinya terkesiap. Dengan cepat Suma Thian yu membalikkan badannya. kini sudah kena tersapu hingga rata dengan tanah. Pada saat intulah terasa ada segulung angin pukulan yang lembut dan halus menyambar kedepan menyambar kehadapan tubuhnya. Begitu ucapann tersebut selasai diutarakan. Rupanya batuan cadas yang berada dibelakang tubuhnya itu.. dengan gerakan Yau cu huan sin (burung belibis membalikan badan) seluruh tubuhnya melejit ke samping untuk menghindarkan diri dan ternyata ia tak mampu untuk melancarkan perlawanan. Buru-buru dia menghimpun segenap tenaga dalam yang dimilikinya dan mengeluarkan ilmu bobot seribu untuk menahan gerakan ba-dannya. pekiknya didalam hati: “Ooohh. tubuhnya yang bergerak ke depan pun seakan-akan dihisap oleh sesuatu kekuatan yang maha dahsyat.

lebih baik kau jangan mencobah untuk ngomong besar lagi.. begitu mendengar Suma thian yu memakinya sebagai ilmu silat kucing kaki tiga saja... seratus juruspun belum habis. hari ini kalau ada kau tak akan ada aku!” Berbicara sampai disitu.. bagaimana kalau kita berganti acara saja?” “Tidak bisa. Suma Thian yu segera berseru dengan suara lantang: “Sisanya bagaimana kalau kita selesaikan dengan menggunakan senjata tajam saja?” “Senjata tajam? Selama hidup belum pernah lohu mempergunakan senjata tajam untuk bertarung!” . kemudian. "Hmmmm.. dia lantas melomp[at kehadapan pemuda tersebut.!” Makhluk tua tersebut selamanya sombong.weeeass! weeesss! weeess! secara beruntun ia lancarkan tiga buah serangan berantai yang semuanya dahsyat dan luar biasa. Dengan mengeluarkan ilmu langkah Ciok liong luan poh ajaran dari Siau yau kay Wi kian secara mudah sekali Suma thian yu berhasil memunahkan ancaman tersebut satu per satu... sambil berkaok-kaokpenuh kegusaran. teriaknya keraskeras: Bagus sekali bocah keparat. kemudian teriaknya dengan suara lantang: “Sekarang sudah tujuh puluh gebrakan! Jika pertarungan macam begini dilangsungkan terus. kalau permainan kucing kaki tiga sih tak akan bikin keder orang lain.com/ "Bagaimana? Apakah nyalimu sudah dibikin pecah karena ketakutan. seratus juruspun belum tentu akan ketahuan siapa yang unggul dan siapa yang kalah.Tiraikasih Website http://kangzusi. tinggi hati dan tak pernah memandang sebelah matapun terhadap orang lain. kemudian melepaskan pula dua buah jurus serangan untuk meneter musuhnya.?” Suma Thian yu segera mendengus dingin.. mana boleh berganti acara... kontan saja dari malu ia menjadi marah.... kau kelewat menghina orang.?” Kembali mahkluk itu itu melancarkan beberapa gerakan untuk memunahkan ancaman lawan.

kenapa? Apa tidak benar?” Sementara pembicaraan berlangsung. dia segera membantah pula: “Tadi.. sekarang baru jurus ketujuh puluh lima!” Wan pek lan yang merasa bahwa kekasihnya pasti akan berhasil memenangkan pertarungan ini.com/ Suma Thian yu benar-benar didesak sehingga apa boleh buat. sebab selama ini Suma thian yu tidak pernah memperlihatkan gejala akan kalah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Menyusul kemudian. kau jangan ngawur. Serangan berantai yang maha dahyat tersebut kontan saja membuat si mahkluk tua itu kerepotan setengah mati. dan masingmasing sudah bertarung tiga gebrakan lagi. dia melancarkan pula serangan sergapan balasan secara nekad. hatinya makin mantap dan rasa percaya diri pun tumbuh. nyalinya bertambah besar. terpaksa ia menghimpun hawa murninya dari Tan tiam kedepan dada. “Jurus ke tujuh puluh enam!” teriaknya keras-keras. sambil berkaok-kaok karena kegusaran. jangankan masih sisa dua puluh jurus. mahkluk tua ini sudah mempunyai hitungan. kedua orang itu kembali terlibat dalam pertempuran yang sengit. kemudian dengan jurus Peng lui san lian (guntur menggelegar petir menyambar) secepat kilat membacok tubuh mahkluk tua tersebut. . Bi hong siancu yang menyaksikan batas seratus jurus sudah hampir berakhir menjadi kegirangan. mahkluk itu itu segera memprotes. kakinya dengan jurus Kui seng ti to(Bintang timurmenentang bintang kejora) dia tendang tubuh bagian bawah mahkluk tua tersebut. bila pertarungan tersebut dilangsungkan lebih jauh. Mendengar itu. maka Wan pek lan buru-buru berteriak dengan suara lantang: “Jurus kedelapan puluh!” Sekarang.. dia tahu. didalam pukulan tendangan dipakai dua jurus serangan. sekalipun masih ada seratus jurus pun belum tentu dapat mengungguli lawannya. umpatnya: “Bocah perempuan sinting..

dalam bahaya dia . Suma Thian yu sama sekali tidak gugup. lalu ditolak kedepan. segenap kepandaian silat yang lohu miliki akan dipergunakan dalam lima jurus yans terakhir ini aku akan membuat hatimu takluk seratus persen!” “Haaahh.haaah. disaat kedua gulung angin pu¬kulan itu saling membentur satu sama lainnya. Suma Thian yu pun segera melontarkan pula sebuah pukulan dengan ilmu pukulan Sian po hwee hong ciang yang maha dahsyat itu. Siapa tahu. tiba-tiba terdengar makhluk tua itu tertawa terbahak bahak sambil menjengek: "Pukulan yang inilah baru merupakan seranganku yang sesungguhnya.?” seru Suma Thian yu sambil tertawa terbahak-bahak.com/ Cemas dan mendongkol membuatnya makin naik darah. segulung angin pukulan berhawa lembut segera meluncur kedepan. mari.Tiraikasih Website http://kangzusi. telapak tangan kanannya membentuk gerakan satu lingkaran ditengah udara... daripada membangkang.. mari. haahh. tidak ku sangka kalau kau bisa melewati delapan puluh gebrakan dengan lancar.. “Baiklah. segera bentaknya dengan penuh kegusaran: "Bocah keparat. lima jurus serangan dahsyatmu akan kusambut semuanya!” Makhlus tua tersebut tidak berbicara lagi." Seusai berkata. Segulung hawa pukulan yang dingin merasuk tulang langsung saja mengurung seluruh badan Suma thian yu.. lebih baik aku akan menurut saja... telapak tangan kirinya segera diayunkan kemuka. Menghadapi ancaman bahaya yang berada didepan mata. betulkah kau merasa beruntung atau tidak?” Kembali Suma Thian yu tertawa ringan. ting¬gal lima jurus saja. "bukankah hal ini akan menguntungkan diriku?" "Menguntungkan memang cuma kau akan segera membuktikan sendiri. mari! Lohu akan melanggar kebiasaan dengan menganggap delapan puluh jurus sebagai sembilan puluh lima jurus..

Pertarungan adu kekerasan seperti ini hanya akan berlangsung jika orang yang terlibat dalam pertrungan adalah jago-jago berilmu tinggi. sebab pertarungan seperti ini selamanya mempertaruhkan jiwa raga mereka sendiri. sementara telapak tangan kirinya dengan menghimpun tenaga sebesar delapan bagian sudah melancarkan bacokan secepat kilat. kedua orang tersebut jadi saling melontarkan serangan dengan mempergu¬nakan sepasang telapak tangan. Tapi hanya dengan jalan ini pula orang baru bisa mengetahui sempurna atau tidaknya tenaga dalam seseorang. Namun pertarungan semacam inipun merupakan pertarungan yang sangat menghamburkan tenaga. kalau tidak. memandang dua orang yang saling berhadapan dengan mata terpejam dan peluh membasahi tubuh mereka itu. Bi hong siancu yang sebenarnya sudah merasa makin kuatir lagi. empat telapak tangan yang saling menempel membuat empat gulung aliran listrik yang saling membentur pada jarak tiga langkah. orang luar tak pernah akan berhasil mencegah berlangsungnya pertarungan tersebut kecuali secara kebetulan datang seorang jago lihay yang berilmu jauh lebih tinggi dari mereka berdua. mereka berdua baru dapat dilerai apabila salah satu diantara mereka sudah tewas. Dengan begitu. terpaksa dia menggunakan telapak tangan kanannya untuk menahan serangan. dia tahu kalau pertarungan sudah meningkat dari posisi yang sangat gawat. Dalam waktu singkat seluruh angkasa sudah dipenuhi oleh desingan angin tajam.Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ mencari selamat lantaran telapak tangan kanannya sudah keburu di dorong kedepan dan tak leluasa untuk menarik kembali. mereka berdua saling mengerahkan tenaga dalam untuk melakukan perlawanan. disamping itu bisa pula membuat isi perut musuh hancur berantakan termakan serangan maut itu hingga akhirnya tewas. .

sudah pasti tenaga dalam musuh akan segera menyusul masuk ke dalam isi perutnya dan berakibat kematian baginya. apabila salah satu pihak berpikiran bercabang sehingga serangan hawa murninya mengendor. atau mungkin sampai putus lidahnya sekalipun. makhluk tua. Waktu itu. Dengan cepat satu ingatan melintas dalam benaknya. paras muka Sama Thian yu dari hijau membesi telah berubah menjadi pucat pias. ayo cepat hentikan serangan kalian. hatinya semakin gelisah lagi.. seakan-akan tidak mengubris perkataannya.com/ Dalam keadaan demikian. Kau suruh aku menghitung dengan cara bagaimana? Bukankah lima jurua terakhir sudah lewat?" Sekalipun dia sudah berteriak sekeras-kerasnya. seluruh tubuhnya basah kuyup oleh keringat. Bi hong siancu benar-benar merasakan hatinya berdebar keras. bibirnya terkatup kencang-kencang dsan wajahnya menunjukan penderitaan. Sebab pertarungan yang sekarang sedang meningkat pada keadaan paling gawat dan setiap saat bisa mengakibatkan kematian yang fatal bagi mereka yang lengah. bila pertarungan semacam ini dilangsungkan lebih jauh. hal tersebut tak akan mempengaruhi keadaan dalam arena... Apabila keadaan seperti berlangsung lebih lanjut maka kedua belah pihak akan sama-sama terluka dsn bahkan bisa jadi akan berakibat kematian untuk mereka berdua. Sedangkan keadaan dari si makhluk tua itu pun tak jauh berbeda. akhirnya sudah pasti ada salah satu pihak yang akan tewas.. butiran keringat sebesar kacang kedelai telah membasahi jidatnya dan mengucur kebawah. segra teriaknya keras-keras: "Hei.” Tapi ketika dilihatnya kedua belah pihak tetap berdiam diri. jangan bertarung lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. . dengan perasaaa kuatir teriaknya tiba-tiba: “Hei. bahkan dari ubun-ubun mereka memanancar keluar kabut berwarna putih.

Di dalam dunia persilatan. Walaupun demikian. Ketika berada dalam gua dan salah makan daun Jin sian kiam lan.. kekuatan mereka tetap berimbang satu sama lainnya. makhluk tua tersebut sudah berusia tujuh puluh tahun lebih. terutama sekali dalam tenaga dalam.com/ Bi hong siancu Wan Pek lan nampak gelisah sekali bagaikan semut dalam kuali panas. sebab itulah meski beradu tenaga-tenaga dalam dengan si makhluk tua sekarang. tapi apa pula yang bisa dilakukan olehnya dalam keadaan seperti ini? Jangankan dia tidak berkemampuan untuk memisahkan kedua orang ini. Sebaliknya. sehingga mencapai enam puluh tahun hasil latihan lebih.. tenaga dalamnya telah bertambah dengan pesat. kemudian minum obat Ku ciang sin yok. Pepatah kuno mengatakan: Bila ada dua harimau yang bertarung. Jilid 18 Tahun ini. kesempurnaan tenaga dalam yang dimiliki sekarang pun paling tidak masih diatas enam puluh tahun hasil latihan. salah satu diantaranyaa akan terluka..Tiraikasih Website http://kangzusi. .. tapi berhubung sejak kecil sudah memperoleh guru pan dai dan sejak kecil pula melatih ilmu Kui goan sim hoat. bahkan bila ia bertindak secara gegabah pun bisa jadi akan menimbulkan bencana kematian bagi dirinya. sedangkan yang lemah akan menemui ajalnya. tak mungkin akan terdapat dua orang manusia yang mempunya ilmu silat seimbang. disaat itulah yang tangguh bakal muncul sebagai pemenangnya. meski usia Suma Thian yu baru tujuh delapan belas tahunan. Mendadak. maka dasar tenaga dalam yang dimiliki nya boleh dibilang kuat sekali. akhirnya toh akan muncul juga saat untuk menentukan siapa yang lebih tangguh dan siapa yang lebih lemah. tak mungkin hasil yang dicapai orang yang satu akan sama dengan orang yang lain.

. kemudian sambil tertawa terbahak-bahak serunya: "Haaaah. Bi hong siancu Wan Pek lan segera mengangkat kepalanya sambil memandang ke depan..Tiraikasih Website http://kangzusi.haaaa.. Suara seruling yang mengalun diudara pun menyusul bayangan hitam yang meluncur tiba itu bergema makin keras. dari arah punggung bukit sana muncul setitik bayangan hitam yang secapat sambaran petir meluncur masuk kedalam lembah Si jin kok.haaaa.. seruling bambu ditangannya segera ditutul pelan ketengah-tengah orang yang sedang bertempur itu.. bersamaan dengan munculnya tosu tua itu pun suara seruling tadi menjadi sirap dan hilang. Pelan-pelan makhluk tua itu membuka sepasang matanya. suara yang mengalun menembusi lembah bergema pula ke dalam telinga kedua orang tersebut.!" dari mulut seruling menyem¬bur kelur segulung hawa pukulan berwarna putih dan menyambar ketubuh dua orang yang sedang bertarung tadi. Ternyata aneh sekali. Tampak tosu tua itu memperhatikan sekejap kearah Bi hong siancu. kedua orang itu segera merasakan semangatnya menjadi segar kem bali dan kekuatannya seperti beratus kali lipat lebih besar keadaan semula... kalian berdua harus segera menghentikan permainan yang tak bermanfaat ini!" Sembari berkata.com/ Dari atas bukit Kun san berkumandang suara seruling yang mengalun tiba mengikati hembusan angin. "Criiitt. tahutahu dihadapan mukanya telah berdiri seorang kakek berdandan seorang tosu. . Tak selang berapa saat kemudian. tampak olehnya setitik cahaya hitam secepat kilat meluncur kedalam lembah. Kedua orang itu segera merasakan udara di sekeliling tubuhnya membuyar dan tubuh mere ka yang sempoyongan pun segera melompat mundur kebelakang. dari balik sorot matanya itu terpancar keluar perasaan bingung dan tidak habis mengerti.. Tak sempat lagi bagi Bi hong siancu untuk menegur.

sungguh mengagumkan...Hu hok. Sambil mengelus jenggotnya. . sungguh menggembirakan... gurunya dua bersaudara Thia yang mempunyai janji dengan anak muda tersebut. baik-baik menjadi ciangbunjin partai Mao san buat apa kau lari ketempat seperti ini untuk memakan daging menusia? Sebenarnya apa mak sud dan tujuanmu yang sebenarnya?" Begitu berjumpa dengan Heng si Cinjin.. tenaga sinkang yang dimiliki Suma siauhiap sudah memperoleh kemajuan yang amat pesat. mahkluk tua itupun nampak terperanjat.Tiraikasih Website http://kangzusi.haaah.haaah. setiap umat persilatan yang menyinggung soal bukit Kun san di telaga Tong tin.. Heng si Cinjin pun mengalihkan kembali sorot matannya ke wajah manusia aneh tersebut.baru berapa hari tidak bersua. cepat-cepat dia mengangguk.haah. sorot matanya segera dialihkan kewajah tosu tua yang baru muncul itu dan menatapnya lekat-lekat. boanpwee hanya berilmu cetek" Setelah berbasa-basi sebentar..com/ Menanti si makhluk tua itu dapat berdiri tegak. kedatanganmu tepat sekali. Heng si Cinjin segera tertawa terbahak-bahak. tapi segera jawabnya dengan marah: "Urusan ini merupakan persoalan pribadi lohu sendiri.. mungkin kau telah memperoleh suatu penemuan aneh bukan?" Merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah. dengan gusar dia menegur: "Rupanya kaulah yang berbuat ulah disini..haah. Sedangkan Suma Thian yu segera menjura sembari berseru: "Cianpwe. "Haah. sampai lama sekali dia tak mengucapkan sepatah kata pun.. "Aaah. untung saja selembar jiwa boanpwe masih bisa diselamatkan!" Ternyata orang yang barusan munculkan diri itu adalah Heng si Cinjin.. orang lain tak usah mencampurinya" Heng si Cinjin segera tertawa terbahak-bahak. cianpwee terlalu memuji.. "Haah.

bila orang lain mengetahui akan persoalan ini. tapi baru setahun menjabat sebagai ketua. entah berapa banyak sudah manusia yang menemui aja1nya disini. Selama tiga puluh tahun ini. dia segera meninggalkan kedudukannya sebagai Ciangbujin dan menyembunyikan diri disitu. Apabila malam hari sudah tiba. sementara dia sendiri mengembara didalam dunia persilatan. namun ilmu silat yang dimiliki pun tidak memperoleh kemajuan yang pesat sekali. dia telah menyerahkan jabatan sebagai ketua tersebut kepada sutenya Hu Yan cu. maka untuk meyakinkan ilmu tersebut orang yang bersangkutan harus memakan daging manusia setiap harinya. bukan . mereka masih mengira pintolah yang membuat ulah dengan mencelakai sesama umat manusia" Ternyata makhluk tua itu merupakan ciangbunjin angkatan ke sembilan belas dari partai Mao san yang bernama Hu Huk cu. malam ini dia telah bertemu dengan lawan tandingnya. padahal yang benar Hu Hok cu memrunyai maksud tujuan yang lain. disanalah korbannya dibunuh dan daging mereka disantap.com/ mereka akan segera teringat pula dengan nama Pinto. bukan saja suasana diseputar sana dibikin menyeramkan. sekarang kau makan daging manusia disini. berhubung didalam kitab pusaka yang diperolehnya untuk melatih semacam ilmu sesat dibutuhkan kekuatan dari sari manusia. secara rahasia sekali dia memasuki bukit Kun san dan menyembunyikan diri disitu untuk berlatih ilmu silat. Siapa sangka. Banyak orang mengira Hu Hok cu sudah bosan dengan kehidupan keduniawian dan mengggundurkan diri hidup menyendiri. Hu Hok cu yang memperoleh kitab pusaka mana menjadi kegirangan setengah mati.Tiraikasih Website http://kangzusi. dia pun mendirikan batu peringatan dan menjadikan daerah tersebut sebagai daerah terlarang. dia pun akan muncul dari daerah terlarangnya untuk memancing saudagar atau orang orang persilatan guna memasuki lembah Si jin kok.

bahkan sambil tertawa terbahak-bahak berteriak sekeras-kerasnya: "Aku telah berhasil! Aku telah berhsil!” Tentu saja sikap macam orang gila ini membuat Heng si Cinjin dan Suma Thian yu menjadi kebingungan setengah mati. namun tidak berhasil menemukan gua ini" Sambil tertawa. mengapa kau tak pernah melangkah masuk kedalam lembahku ini?" Heng si Cinjin tertawa bergelak. katanya kemudian: "Malam ini mengapa pula bisa muncul disini?" "Ditengah kegelapan malam aku sering kali mendengar suara gemuruh dan suara ledakan keras. selama tiga puluh tahun ini. .. selama ini pinto mengira apa yang tersiar dalam dunia persilatan sebagai berita bohong yang ada maksud untuk merusak nama pinto beberapa tahun yang berselang itu. Lama kemudian. mereka tidak habis mengerti apa sebabnya orang itu jadi sinting. "Haaaaa.Tiraikasih Website http://kangzusi.haaaaa.haaaa. bahkan nyaris nyawanya akan turut melayang.. Ha Hak cu merasa gusar sekali setelah mendengar umpatan dari Heng si Cinjin tersebut.. sambil tertawa seram segera teriaknya keras-keras: "Tosu. Sementara itu.com/ saja dipecundangi. kutemukan kehadiranmu disini. pinto pun pernah melakukan pemeriksaan disini. Hu Hok cu baru menghetikan tariannya macam orang gila itu dan menunjukkan wajah berseri-seri. sebaliknya dia malah menari-nari dengan girangnya. bukan saja berita mana tidak membuat merasa malu atau rendah diri. Hu Hok ca menggelengkan kepalanya berulang kali. tentu saja aku tak pernah menyangka kalau Si jin ong (raja pemakan manusia) yang paling ditakuti orang dalam dunia persilaian bukan lain adalah dirimu" Tatkala Hu Hok cu mengetahui bahwa orang persilatan merasa ketakutan karena dia pemakan manusia.. setiap kali pula pinto pasti muncul untuk melakukan penyelidikan. akhirnya setelah melakukan pengintaian berulang kali.

com/ "Toyu!” katanya kemudian. bukankah hal ini kedengarannya lucu dan menggelikan? Tatkala Heng si Ciniin mendengar ucapan nya yang membual itu seketika itu juga dia menggelengkan kepalanya berulang kali sambil menghela napas. Dua orang manusia ini saja tak mampu dihadapi.Tiraikasih Website http://kangzusi. bisa jadi dia akan lupa makan dan tidur hingga sikap maupun gerak geriknya menjadi berubah seperti orang gila. bahkan yang lebih sinting lagi. haahh. se¬akan-akan orang lain sudah dibikin ketakutan oleh nama besarnya itu. Orang lain mengumpatnya sebagai Si jin ong sebaliknya dia malah nampak kegirangan.. dipandangnya Hu hok cu sekejap dengan sorot mata penuh welas kasih. apakah kau tidak merasa jalan pemikiranmu itu menggelikan? Terlampau lucu dan kenak-kanakan?” “Kekanak-kanakan? Hmmm! Siapa yang bilang kalau aku si bodoh?” Hu hok cu balik bertanya.haahh. bahkan disana telah muncul se¬orang jago lihay yang berilmu silat beberapa kali lipat lebih hebat daripada kepandaiannya yakni Heng si Cinjin. Demikian pula halnya dengan Hu Hok cu yang memusatkan segenap perhatiannya itu untuk mempelajari Mo Kang. kemudian ujarnya: “Hu hok. lohu akan menjadi raja dan pemimpin dari seluruh dunia persilatan baik diutara maupun selatan” "Ada kalanya. kesadaran jalan pikiran maupun gerak-geriknya sudah berbeda sekali dengan manusia biasa.. dia ingin mengandalkan ilmu si¬lat yang tercantum dalam kitab pusakanya untuk merajai kolong langit. sekarang nama lohu seba¬gai Si jin ong (raja pemakan manusia) sudah termashuur diseluruh koloog langit... .haahh. "lohu tidak akan tinggal disini lagi. Padahal dia seperti lupa kalau Suma Thian yu yang dihadapinya malam ini belum lagi bisa dkalahkan.. disaat seseorang sedang kecanduan sesuatu. tapi dia sudah melamun ingin menjadi seorang pemimpin dunia persilatan. tidak lama kemudian..

kembali Heng si Cinjin mempergunakan kelincahan tubuhnya untuk berkelebat kian kemari ditengah pukulan-pukulan musuhnya. rupanya kau sudah pernah mencicipi empedu macam hati singa sehingga berani menantang lohu? Mari. Menghadapi ancaman tersebut. dia telah mengelirkan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk secara beruntun mele¬paskan empat lima buah pukulan. dengan penuh rasa penasaran bentaknya juga: “Kau berani memandang hina lohu?” “Betul!” Jawaban dari Heng si cinjin ini diutarakan dengan suara tegas dan keras. “makan daging manusia tidak akau mambuat ilmu silat mu memperoleh kemajuan pesat. Hu hok cu segera melotot gusar. setelah itu jengeknya: "Huuuh. mari lohu akan membuktikan dahulu apakah kau mampu atau tidak!” Selesai berkata. menurut pendapat pinto. Seperti juga yang pertama tadi.com/ Hmmm. "Ha Hok!" kembali dia mengejek. yakni berharap agar Hu hok cu . tapi keadaanmu sekarang malah justru bertambah parah!” Heng si cinjin sengaja berkata demikian karena dia mempuryai tujuan yang baik. bahkan selama inipun dia sama sekali tidak melancarkan serangan balasan. dengan jurus Im yang jut tong(Im yang mulia bergerak) dia langsung membacok tubuh Heng si cinjin. sepasang telapak tangannya diayunkan kian kemari bagaikan orang gila. tiga puluh tahun berselang kau sudah begini. Heng si Cinjin seakan-akan tak sudi memandangnya barang sekejap pun. tahu-tahu dia sudah melayang ke samping untuk menghindarkan diri. “Bagus sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. diantara berkibarnya ujung baju. ingin meninggalkan lembah Si Jin kok dengan begitu saja? Apakah kau tidak merasa kalu tindakanmu ini kelewat awal? bentak Heng si cianjin lagi. amarah Hu Hok cu sema¬kin memuncak. masih ketinggalan jauh!” Dicemooh orang.

kenyataannya serangan mana masih merupakan satu ancaman yang serius. hawa murninya telah menderita kerugian yang be¬sar sekali. dengan demikian mengurangi bahayanya mati secara mengenaskan. Sekalipun hanya mempergunakan sisa kekuatan yang dimiliki. bahkan tak berhasil meraih keuntungan apa-apa? Sesungguhnya kejadian ini tiada sesuatu yang aneh seperti. Mau tak mau Heng si Cinjin harus merasa terkesiap juga.com/ mau bertobat dari kejahatannya itu. sepasang telapak tangannya segera dilontarkan ke muka melepaskan pukulan yang maha dahsyat. melepaskan jalan sesat dan kembali kejalan yang benar. inilah yang menjadi penyebab uta rna mengapa serangannya seperti tak berfungsi lagi. membuat hatinya terasa begitu sakit sehingga sukar dilukiskan dengan kata kata.Tiraikasih Website http://kangzusi. Hu Hok cu sedang beradu tenaga dalam melawan Suma Thian yu. akibat dari pertarungan itu. sebaliknya. Tapi perkataan dari Heng si Cinjin terse¬but ibaratnva sebilah pisau tajam yang lang¬sung menembusi ulu hati Hu Hok-cu.. tatkala Heng si Cinjm muncul disana tadi. Benarkah ilmu siht yang dimiliki Hu Hok cu saat ini jauh lebih payah ketimbang tiga pulah tahun berselang? Tentu saja tidak. yang telah diketahui tadi. bahkan boleh dibilang merupakan salah satu gembong iblis yang patut disegani oleh setiap orang. Tapi apa sebabnya kemampuan yang hebat ini seolah-olah tak mampu berkembang. Tampak sepasang mata orang itu melotot be¬sar. dia tahu apabila kesempatan yang sangat baik ini tidak segera dimanfaatkan untuk melumatkan ambisi dan kesombongan .. dengan menghimpun sisa kekuatan yang dimilikinya untuk melindungi badan. kepandaian silat yang dia miliki sebarangsudah mencapai tingkatan yang luar biasa. Terutama sekali untuk melepaskan ilmu sesat nya dengan mempelajari ilmu lurus.

. sementara wajahnya masih menunjukan sikap yang halus dan lembut.! Suatu benturan keras yang mamt memekikkan telinga berkumandang memecahkan kesunyian” Menyusul kemudian. Mendadak. bayangan hitam tadi sudah meluncur jatuh dari atas dengan kecepatan yang luar biasa. sesungguhnya Heng si Cinjin merasa menyesal... tubuhnya melejit ke tengah udara dan langsung menyambar ke arah mana bayangan hitam itu jatuh. sekarang paras mukanya nampak pucat pias seperti mayat.. “Akhhhh.. Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian tersebut segera berpekik nyaring. “Blaaammm. dari tengah arena bergema suara jeritan ngeri yang amat menggidikan hati. Baru saja anak muda itu melayang turun ke atas tanah.!” Sesosok bayangan manusia bagaikan kayang-layang yang putus talinya segera terlempar ke tengah udara. Buru-buru dia menghimpun hawa murninya secara diamdiam. sudah pasti orang ini akan menjadijadi kesombongan dan kesadisannya dikemudian hari...... setelah dijumpai Suma thian yu . Suma Thian yu segera mementangkan lengan-nya untuk memeluk tubuh berbobot seratus kati lebih itu dengan suatu tangkapan.com/ gembong iblis tersebut... Pelan pelan Suma Thian yu meletakkan tu¬buh Hu Hok cu ke atas tanah dan membiarkaa dia duduk.. ia sambut datangnya ancaman lawan. keadaannya tak jauh berbeda dengan sesosok mayat saja.. Setelah berhasil menghajar tubuh Ha Hok cu tadi. kemudian ia baru mengundurkan diri ke hadapan Heng si Cinjin dan berdiri serius disana.Tiraikasih Website http://kangzusi... Seketika itu juga ke dua gulung tenaga pukulan tersebut saling membentur satu sama lainnya ditengah udara.. dengan sebuah kebasan yang mengerahkan tenaga sebesar tujuh bagian. Orang itu memang Ha Hok cu.

Hal ini menuajukkan kalau jiwamu mulia dan arif bijaksana." Merah padam selembar wajah Suma Thian yu karena jengah. memang jarang sekali dijumpai peristiwa yang luar biasa seperti ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. kau tak usah menggubris diriku lagi..com/ menolong jiwa Hu hok cu.. Tampaknya Hu Hok cu ingin menggunakan kesempatan menangis itu untuk melampiaskan keluar semua kesedihan.. betul-betul suatu penampilan yang mengagumkan..haaaaa. tak heran kalau ketiga orang itu menjadi tertegun dan melongo. bahkan akhirnya dia malah menangis sambil berteriak teriak. lalu tegurnya: “Toyu.. Seorang kakek yang sudah lanjut usia ter¬nyata menangis tersedu sedu macam anak ke¬cil yang mau menetek saja. Dengan cepat Heng si Cinjin berpaling. membuat suasana serasa menggidikkan hati.. dia tak mampu mengucapkan sepatah katapun. pelan-pelan dia berjalan kehadapan Hu Hok cu. Siapa tahu tangis Hu Hok cu semakin lama semakin menjadi-jadi. Heng ci Cinjin menjadi tak tega juga akhirnya. masih muda sudah menyayangi sesamanya. tak kuasa lagi sambil mengelus jenggot ia tertawa..haaaaa. “Haaaaa.suatu perbuatan yang tepat sekali.. air mata dan ingus bercampur aduk membuat tubuhnya kelihatan bertambah mengenaskan. Mendadak dari arah dalam lembah itu berkumandang suara isak tangis yang memilukan hati. kekesalan dan kemu-rungan yang mengganjal dadanya selama ini. suatu perbuatan yang tepat sekali. . Kontan saja kejadian ini membuat ke tiga orang itu tertegun-tegun karena keheranan. apa yang membuatmu menangis tersedu-sedu?" “Enyah kau! Enyah kau dari sini.!" Seperti anak kecil saja. gerak geriknya nampak lucu dan menggelikan. Suara isak tangis itu mengalun dan menggema diseluruh lembah. ternyata yang menangis adalah Hu Hok cu.

enyah! Cepat enyah semua dari hadapanku!" Selagi berkata kembali dia memeluk tanah sambil menangis lagi dengan teramat sedih. oleh sebab itu terpaksa dia hanya berdiri dihadapan Ha Hok cu sambil bersiap siaga memberi bantuan kepada Suma Thian yu apabila diperlukan. orang bisa tertawa geli. Tatkala Heng si Cinjin menyaksikan si anak muda itu menerobos masuk kedalam gua sebenarnya dia berniat untuk menghalangi ke inginannya itu. Pertama. umpatnya: "Kau anjing gila. Bi hong siancu yang menyaksikan keadaan tersebut segera berbisik kesisi telinga Suma thian yu: "Mengapa kau tak memanfaatkan kesempatan ini untuk memasuii gua dan coba memeriksa dari mana datangnya beberapa titik cahaya bintang yang terlihat tadi?” Suma thian yu merasa usul tersebutada benarnya juga. maka ia bertindak dengan kecepatan luar biasa. Sementara itu Suma Thian yu sudah menerobos kedalam gua. sambil menangis tersedu. diapun kuatir membangkitkan kemarahan . dia tak ingin terjadinya kesulitan yang tak diinginkan. sayang terlambat. dalam beberapa lompatan saja ia sudah menerobos ke dalam gua tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Hu hok cu merasa semakin sedih hingga air matanya jatuh berderai seperti sungai huang bo yang jebol tang gulnya. berhubung waktunya singkat dan kuatir Hu Hok cu yang sudah keburu menangis dan menyadari kalau dia masuk kedalam gua.com/ masih untung ke jadian aneh sudah sering kali di jumpai kawanan jago silat. kedua. Coba kalau peristiwa ini berlangsung ditengah jalan. Heng si Cinjin segera bertanya: “Hu hok apakah kau merasa perjuangan selama tiga puluh tahun ini cuma sia sia belaka?" Di korek luka hatinya. maka tanpa berpikir panjang lagi dengan mengandalkan kemampuannya untuk melihat dalam kegelapan. sehingga tiada yang luar biasa.

Sepasang mata serigala raksasa tersebut memancarkan cahaya aneh. Tapi begitu mengetahui apa yang terlihat.. siapapun tentu akan mengira srigala tersebut sebagai sebuah patung srigala saja. Kemudian dia pun menemukan setumpuk buku diatas meja batu itu. namun disana tiada sesuatu apapun yang perlu diperiksa. tahukalau tiada hasil apapun. Rupanya entah sedari kapan. coba kalau tidak merasakan datangnya desiran angin tadi.. Baru saja akan melompat keluar dari mulut gua. ketika berpaling pemuda itu segera menarik napas dingin. mendadak dari sisi tubuhnya terasaada desingan angin berhembus lewat. ternyata srigala raksasa itu tidak melolong pun tidak mengeluarkan suara apaapa. tanpa menimbukan sedikit suarapun menyusup ke samping tubuh¬nya siap melakukan terkaman. Kalau dibicarakankan memang aneh sekali. Tampaknya serigala itu sudah memperoleh pendidikan yang sangat ketat meski melotot gusar kearah Suma Thian yu. dia bersiap-siap untuk mengundurkan diri dari dalam gua tersebut. Sambil meaggelengkan kepalanya berulang kali. Siapa bilang kalau cahaya berkilauan itu merupskan Ya beng cu atau sebangssnya? Ternyata benda itu tak lebih hanya sebuah botol yang berisikan kunang-kunang dalam jumlah banyak.Tiraikasih Website http://kangzusi. .. Dalam Perkiraan SUma Thian yu. Begitu merasakan datangnya desingan angin tersebut. maka dengan cepat dia menuju ke ruang dalam untuk memeriksa lebih seksama. Suma Thian yu benar benar dibikin gemas bercampur penasaran. dengan sigap Suma Thian yu melompat tiga langkah kebelakang. hampir saja si anak muda itu tertawa terbahak-bahak.. disisi tubuhnya telah bertambah dengan seekor srigala rak¬sasa yang tinggi tubuhnya hampir separuh manusia. benda ini sudah pasti mutiara Ya beng cu atau sebangsanya.com/ makhluk tua sehingga melakukan perbuatan jahat yang lebih banyak.

tetap duduk sudah. tak bisa disangkal lagi.. maka dia harus membunuh srigala raksasa itu lebih dulu sebelum berhasil menyerbu keluar. tapi dengan demikian.. dan akhirnya tak akan terlukiskan lagi. sebaliknya justru berjongkok didepan gua sambil menjulurkan lidahnya yang panjang dan berwarna merah itu. sudah jelas dia sedang menunggu sampai Suma thian yu beranjak lebih dahulu. tapi andaikata harus bertahan lebih jauh. Siapa tahu. akhirnya Suma Thian yu merogoh kedalam sakunya dan me¬ngeluarkan kerak nasi yang tidak habis termakan dan dilemparkan keluar gua melalui samping srigala raksasa tersebut. sudah pasti tindakannya itu akan mengejutkan Hu Hok cu yang berada diluar gua. mau turunpun tak bisa. Kejadian semacam ini benar-benar merupakan suatu peristiwa yang memusingkan kepala. sudah pasti srigala raksasa itu tidak akan melepaskan dia dengan begitu saja. . apabila dia mela kukan suatu tindakan. Dia berharap.? Setelah berpikir sekian lama. srigala raksasa itu akan tertarik oleh kerak nati tersebut dan keluar dan gua. Apalagi setelah dilihatnya srigala raksasa yang melotot penuh kebuasan itu tidak melakukan tubrukan. srigala raksasa itu sama sekali1 tidak menggubris.com/ namun sama sekalai tidak melancarkan tubrukan. Dia mencoba untuk merogoh kedalam saku¬nya dan mencari sesuatu benda yang bisa di¬gunakan untuk menimpuk. Sekarang keadaan dari Suma Thian yu ibaratnya menunggang dipunggung harimau. ia Cuma berjalan kearah depan gua dan menghadang jalan perginya. sampai kapan urusan itu baru selesai.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu menjadi gelisah sekali. tidak pula mengundurkan diri. dengan begitu. akhirnya setelah mencari sekian lama dia berhasil menemukan sebuah benda yang keras sekali. Dilihat dari sikapnya mana. Apabila Suma thian yu ingin keluar dari gua tersebut. behkan memandang sekejap pun tidak.

com/ Ketika benda itu diambil keluar. paras mukanya berubah hebat dan segulung hawa panas muncul dari pusarnya dan menerjang ke atas tenggorokan...dia adalah musuh besarku. dia... aaah! Dia. buru-buru dia membalik pada lempengan lencana yang lain. dia segera bergumam: "Bu. hatinya semakin terkesiap.. Begitu Suma Thian yu menggerakan tubuhnya. Suma Thian yu merasakan darah panas dalam tubuhnya bergolak keras... bukankah benda ini milikku.. Menyaksikan hal tersebut Suma thian yu merasakan hatinya terkesiap. dia.. mendadak saja dia menerjang keluar dari situ... ternyata tak lain adalah lencana miling Siang wi coa Bian pun ci yang diperolehnya sewaktu bertarung diperahu besar dalam telaga Tong ting ou belum lama berselang... cahaya keemas-emasan segera memancar keempat penjuru.dia ...Tiraikasih Website http://kangzusi. dia seolah-olah lupa kalau didepan gua menunggu srigala raksasa yang siap menerkamnya. menggunakan kesempatan inilah Suma thian yu mengamati benda tersebut dengan lebih seksama. srigala raksasa itu segera mengangkat tubuhnya dan mempergunakan cakar depannya yang tajam bagaikan pisau untuk mencengkeram dada Suma Thian yu.. Ditengah-tengah lingkaran yang dikitari lukisan tadi. ." Bergumam sampat disltu... Rupanya permukaan lencana tadi berukir beberapa huruf yang berbunyi demikian: Kenang-kenangan untuk Thian yu pada usia satu tahun: LIONG SIANG HONG WU Ayahmu: Tiong-ko" Menyaksikan kesemuanya itu. Tampak olehnya diatas lampengan lencana emas itu terukir seekor naga hijau yang sedang mementangkan sayapnya. Begitu lencana emas dikeluarkan. terukir dua huruf besar yang berbunyu SUMA.

. tanpa membuang waktu lagi Suma thian yu segera menerjang keluar dari gua tersebut. Dalam pada itu. Begitu melangkah keluar dri gua tersebut. gaya tubuhnya yang semula berdiri tegak seperti mnausia itu mendadak menggelinding kesamping. Srigala raksasa itu memang hebat.. setelah itu sekali lagi melakukan tubrukan. . Memanfaatkan kesempatan yang sangat baik itulah. terdengar suara desingan yang memekikkan telinga menggulung kemuka. sebuah pukulan dahsyat segera dilontarkan diatas kepala srigala raksasa itu. kemudian dilihatnya pula Suma thian yu berdiri tak jauh dari gua tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu tidak mau membuang waktu lagi. Serta merta srigala raksasa itu miringkan kepalanya untuk menghindar. Dengan cekatan Suma thian yu maju selangkah.. kemudian sambil membalikkan badan melepaskan pukulan. angin serangan mana menyambar kearah belakang batok kepala serta tengkuknya. ketika ia mengangkat kepalanya menyaksikan serigala kesayangannya sedang menerkam orang. Hu hok cu telah berhenti menangis. dari arah belakang kembali terasa munculnya dua gulung angin serangan yang menekan arah punggungnya. dia mengira pemuda itu hendak berusaha untuk memasuki gua itu. Kontan amarahnya berkobar dan membara didalam benaknya. Dimana angin pukulannya meluncur...com/ Dalam keadaan begini. seketika itu juga terasa segulung angin pukulan yang maha dashyat menggulung kearah srigalaraksasa tersebut. dengan penuh amarah bentaknya: "Siau hek! Jangan biarkan dia kabur!” "Siau hek" mungkin merupakan nama dari serigala raksasa tersebut. kemudian tubuhnya menggelinding kesamping untuk meloloskan diri.

sayang sekali kedatangannya terlambat setengah langkah. cakarnya yang tajam seolah olah sudah siap sedia digunakan untuk mencabik-cabik tubuhnya. Si anak pumada itu menjadi amat terperanjat.com/ Mendengar seruan mana. serangan demi serangan yang dilancarkan secara bertubi-tubi pun dilepaskan makin dahsyat. dia tak sempat untuk menghindarkan diri lagi. dia segera menyambar salah satu cakarnya tersebut dan mencengkeramnya erat-erat. dia mengangkat tubuh srigala raksasa itu kemudian dilemparkan kedepan. tatkala ia tiba disitu. serigala raksasa. dengan suara penuh kegusaran dia membentak: “Pingin mampus rupanya kau!” Sambil menahan rasa sakit. serigala raksasa tersebut sudah menumbuk di atas dinding gua dengan menimbulkan suara keras. Maka menghadapi serangan srigala raksasa. yang penting sekarang adalah membunuh srigala raksasa tersebut lebih dahulu. dia berusaha untuk menghindarkan diri. tak ampun tangannya segera bertambah dengan jalur luka yang segera mengeluarkan darah. kali ini dia tak berkelit lagi. Tahu kalau tindak tanduknya ketahuan banyak orang. Bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya. tapi berhubing tangannya yang sebelah masih menggenggam cakar srigala tersebut. srigala raksasa itu segera meluncur kedepan menumbuk dinding gua. Suma thian yu merasa perlu untuk bertindak lebih jauh.Tiraikasih Website http://kangzusi. . Hu Hok cu yang menyaksikan peristiwa tersebut menjadi terperanjat sekali. tapi pada saat yang bersamaan cakar yang lain menyambar datang pula. jeritnya: “Siau Hek!” Seperti orang kalap saja dia melompat kemana si serigala raksasa tersebut jatuh. Amarah tak bisa dibendung lagi dalam dada Suma thian yu. itu melompat ke udara semakin tajam. begitu sepasang cakar srigala tersebut meluncur tiba.

akan tetapi diua tak berani memandang enteng. kali ini dia menyerang dengan sembilan bagian dari ilmu Bu siang sinkang yang dikombinasikan dengan Kui goan sim hoat. bayar kembali selembar nyawa dari Siau Hek untukku.Tiraikasih Website http://kangzusi.!” Sembari berseru dia menerjang kehadapan Suma thian yu. sepasang matanya merah membara seperti kobaran api dengan muka memerah dan menyeringai seram. pecahlah batok kepala srigala raktasa itu. Melihat serigala kesayangannya mati. setelah itu jatuh tertunduk diatas tanah dan memuntah kan darah kental.. Hu Hok cu kembali naik darah. Dengan disertai suara deruan angin pukulan yang memeakkan telinga. kemudian sepasang telapak tangannya dengan jurus Siang hong tiau yang (sepasang hong menghadap matahari) dengan memisah kekiri dan kekanan langsung menghantam kepala Suma thian yu.. isi benaknya berhamburan kemana mana dan mampas seketika itu. . dia membentak keras. Kendatipun Suma thian yu memiliki ilmu silat yang amat lihay. "Bocah keparat. buruburu sepasang telapak tangannya dirangkap didepan dada dan dilontarkan kedepan. Ha hok cu mendengus tertahan dan mundur beberapa lagkah dengan sempoyongan.com/ Tidak ampun lagi.. dua gulung angin pukulan itu saling membentur lalu menyebar keempat penjuru. untuk beberapa saat dia tak mampu untuk bangkit berdiri lagi. angin serangan tersebut segera meluncur kearah depan. Serangan yang dilancarkan dalam keadaan gusar dan nekad ini benar-benar disertai dengan kukuatan yang luar biasa sekali. Mendadak terdengar suara benturan keras yang mememikkan telinga menggema memecahkan keheningan.

katanya kemudian: Haaaaahhh. dengan wa¬jah menyesal dia lantas menjura kepada Heng si injin sembari berkata: "Locianpwe sekarang boanpwe masih ada suaut urusan penting yang harus segera di selesaikan dan apabila sikapku kurang sopan harap kau sudi memaafkan" Sambil mengelus jenggotnya. kita tak boleh memandangnya lagi. segera ditariknya tangan Bi hong saiancu Wan pek lan sambil berseru: "Adik Lan.!” Saking marah dan membaranya api dendam dalam dadanya. boanpwe telah mengetahui siapakah musuh besar pembunuh ayahku. maka aku harus mencarinya dengan segera. Untung saja sikap Bi hong siancu jauh lebih tenang. cepat kita kejar dia!" "Mengejar siapa?" tanya Bi hong siancu Wan Pek lan dengan wajah tercengang.. maka seandainya mereka hendak pergi pun harus minta ijin dahulu kepadanya.. yakni Heng si Ciajin. Sekarang. dia segera menggandeng tangan Suma Than yu dan memberi kerliogan mata kepadanya antuk memberitahu kepadanya bahwa Heng si cinjin masih berada disitu. sambil menyahut: "Sekarang. pemuda itu seolah-olah lupa kalau disisinya masih berdiri seorang Bu lim cianpwe yang merupakan juga tuan penolongnya. "Sekarang waktunya sudah tak banyak lagi.com/ Begitu berhasil merobohkan Hu Hok cu. Heng si Cinjin tertawa. sebab takutnya dia sudah keburu menghilang sehingga su¬lit untuk di temukan kembali!” . ditengah jalan nanti akan kuceritakan kesemuanya ini kepadamu. Suma Thian yu baru mendusin dan sadar kembali akan kekilafannya.Tiraikasih Website http://kangzusi.. Suma Thian yu tidak ambil perduli apakah dia sudah tewas atau belum. bukankah kau mempunyai janji dengan kedua orang muridku? Mengapa kau buru-buru ingin memohon diri? Sebenarnya apa yang telah terjadi? Buru-buru Suma Thian yu membungkukan badannya.

. kejahatan yang dilakukan olehnya pun sudah kelewat banyak. biarkan dia merasakan siksaan dan penderitaan tersebut selama sisa hidupnya didunia ini” Waktu itu Suma Thian yu hanya memikirkan bagaimana caranya untuk membalas dendam terhadap Siang wi coa Bian Pun ci.haa. terhadap mati hidup Ha Hok cu boleh di bilang sama . "Haaa... setelah itu berguman seorang diri.com/ “Siapakah musuhmu itu?" "Siang wi coa Bian pun ci! Bajingan cabul!" Heng si Cinjin segera tertawa lebar. mari kita pulang dulu!" Sebenarnya Suma Thian yu masih merasa agak keberatan.hiantit tak usah kelewat terburu napsu.. kalau dia sampai mati. setiap persoalan janganlah dilakukan dengan tergesa-gesa. "Masih untung keadaannya tidak terlampau parah sehingga selembar jiwa tuanya masih bisa diselamatkan. dia tersenyum dan tidak berbicara lagi.. "Biarkan saja dia merasakan penderitaan akibat dari ulah sendiri. tapi untuk memberi muka kepada cianpwee tersebut diapun merasa kurang baik uutuk menolak kebaikannya.. Agaknya Heng si Cinjin dapat menduga apa yang sedang dipikirkan dalam hati kecil pemuda itu.Tiraikasih Website http://kangzusi. atau mencarinya besok toh sama saja?” Aku kuatir kalau bajingan cabul itu sudah keburu melarikan diri!” Sekali lagi Heng si Cinjin tertawa tawa.haa. Pelan-pelan dia berjalan menghampiri Hu Hok cu. besok pun masih ada waktu untuk mencarinya? Mencari dia pada hari ini. kemudian membungkukkan badab dan memeriksa keadaan lukanya.Lohu jamin kalian pasti dapat saling bersua muka. bisa dibayangkan betapa kalut dan gelisahnya perasaan pemuda tersebut sekareng.... terlalu keenakan buat bajingan tua ini" Berbicara sampai disitu. dia berjalan kem¬bali ke samping Suma Thian yu dan berkata lebih jauh. "Haaa. orang ini membunuh orang tanpa berkedip..haa.

Mereka bertiga segera berangkat meninggalkan lembah Si jin kok tersebut..Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan mengerahkanilmu meringankan tubuh Heng im lin sui (berjalan di mega air mengalir). bu¬nga tak mau tumbuh. pepatah kuno pernah bilang: Ada niat menanam bunga. namun secara lamat-lamat mengandung suatu makna yang mendalam. ternyata mereka tak . Heng si Cinjin tahu kalau pikirannya wak¬tu itu sedang kalut. mereka bergerak lebih duluan. Heng si cinjin berpaling seraya berkata: “Rupanya arak Cuan telah menantikan kedatangan kita!” Suma Thian yu menengok kedepan. be¬lum tentu orang itu ditemukan. maka tanpa terasa hatinya menjadi jauh lebih lega.. tanggung besok pagi kau akan berhasil menemukan dirinya.com/ sekali tak menggubris. bila kau hendak mencarinya. jarak mereka hanya selisih empat langkah dan bersama-sama bergerak kearah bukit Kun san. maka sambil tersenyum katanya lagi: "Hiantit. Heng si cinjin berjalan di paling depan sebagai penunjuk jalan. tiada maksud menanam poaon liu. segala sesuatunya sudah diatur oleh Yang kuasa. tampak dua sosok bayangan manusia secepat sambaran kilat sedang meluncur kearah mereka berada. Bila kau bersedia mengikuti lohu. Didalam sekejap mata saja kedua sosok bayangan manusia itu sudah tiba didepan mere¬ka bertiga.. betul juga. maka ketika Heng si Cinjin menyelesaikan perkataannya. Suma Thian yu tahu kalau Heng si Cinjin tak mungkin akan sembarargan berbicara tanpa sesuatu dasar yang kuat. dia pun hanya mengiakan dengan begitu saja. Suma Thian yu serta Bi hong siancu segera mengikuti terus dibelahkangnya seperti bayangan. Sambil menghentikan perjalanannya. Walaupun ucapan tersebut tidak mengartikan sesuatu secara tegas. pohon liu menganak rimba.

sampailah mereka berlima ditengpat kediaman Heng si cinjin. sehingga akhirnya timbul perasaan malu terhadap diri sendiri. Heng si Cinjin kembali tanyanya dengan hormat: “Insu. Menyaksikan gurunya datang membawa Su¬ma Thian yu. perasaan anak gadis memang jauh lebih halus dan cermat. Yaa. dia segera menghela napas sambil memuji: “Benar-benar sebuah tempat pertapan yang amat indah dan tenang. dari mana kau orang tua bisa tahu kalau mereka akan berkunjung kemari?" “Kebetulan saja. gampang dipermainkan oleh emosi. tapi untung hanya sebentar saja dan kemudian menjadi tenang lagi. mengapa baru muncul pada saat ini?" Kemudian kepada gurunya.com/ lain adalah Thi Pit suseng (sastrawan pena baja). Ketika Toan im siancu menyaksikan Suma thian yu membawa serta Wan pek lan. dia segera bersorak sorai kegi¬rangan: "Suma Hianti. Thia Cuan dan adiknya. dan menyaksikan pemandangan alam yang terbentang depan matanya. Ternyata tempat itu merupakan tiga buah rumah kecil yang terbuat dari kayu. makin dilihat terasa semakin cantik. dibelakang menjulang tebing karang yang tinggi. Sementara itu Toan im siancu dengan penuh seksama. aku bersusah payah mencari mu kemanamana. sedangkan di depan rumah serbentang sebuah tanah lapangan yang luasnya sepuluh kaki. Tak lama kemudian. tak heran kalau Suma thian yu tidak begitu tertarik kepada dirinya selama ini.Tiraikasih Website http://kangzusi. kebetulan saja! Panjang untuk diceritakan. apabila aku pun bisa mengundurkan diri dari . hatinya segera menjadi kecut dan sedih. ditatapnya gaids itu dari atas sampai bawah. mari kita kembali dulu ke rumahh gubuk” Buru-buru Suma Thian yu mengenalkan mereka dengan Bi hong siancu dan susana pun menjadi ramai. Ketika Suma thian yu tiba ditanah lapangan tersebut.

tahukah kau baru saja siauhiap lolos dari ancaman bahaya? Sekalipun kau ingin berbincang-bincang dengannya.. "Menyaksikan terbitnya matahari disini akan menimbulkan suatu kedamaian dihati. hiantit. sekilas pandangan saja ia dapat menebak jalan pikirannya. Thi pit suseng menjadi terkejut sekali.. Heng si cinjin segera mendongakkan kepalanya memandang cuaca.Tiraikasih Website http://kangzusi. semuanya menimbulkan kesan yang mendalam bagi yang memandangnya.. mari kita duduk bersila disini. kau harus beristirahat lebih dahulu!” Sementara itu Thi pit Suseng Thia Cuan sangat berharap didalam perjumpaan ini. maka dia merasa kurang setuju dengan usul gurunya itu. tidak sia sia hidupku selama ini" Heng si Cinjin mengelus jenggotnya dan tertawa nyaring. kehidupan manusia didunia ini memang bagaikan sebuah impian yang aneh!” kata Suma Thian yu.. Heng si cinjin yang berpandangan tajam. lalu katanya lagi: “Masih ada seperempat jam sebelum tibanya saat matahari akan terbit.com/ dunia persilatan dan mengasingkan diri disini. segera tanyanya: “Kenapa? Apakah Thian yu telah berjumpa dengan si setan tua tersebut. jika malam sudah tiba dan keheningan malam mencekam seluruh jagad. toh tidak usah dilakukan pada saat ini juga” Mendengar perkataan tersebut. maka kedamaian dan ketenangan akan muncul dan menyelimuti kembali hati kita semua" "Ya.?” . setelah berjuang semalaman suntuk. mereka dapat berbincang-bincang sampai puas. semua pikiran keduniawian serasa hilang lenyap dengan begitu saja dikala matahari tenggelam dilangit barat sana. maka sambil tertawa katanya kemudian: “Cuan ji. maka diujung langit situ akan muncul sebuah ikat pinggang langit yang memancarkan sinar keemasan.

yang dia jumpai adalah gembong iblis yang jauh lebih ganas dan lebih dahsyat daripada si setan tua tersebut" "Siapakah orang itu Insu?" sela Toan im siancu Thia Yong dari samping.Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma thian yu berjalan kesisi tanah lapang. ditengah sebuah tanah lapang yang luas duduk bersila lima orang. Toan im siancu yang ketanggor batunya menjadi terbungkam dan segera duduk bersila untuk mengatur napas. tanpa terasa ia menarik napas panjang-panjang sambil bergumam: “Ooh. Hengsi si Cinjin mengangkat kepalanya sambil memandang cahaya keemas-emasan yang murcul diballk bukit sana. Suma Thian yu segera manfaatkan pula kesempatan tersebut untuk mengaturnapas. Heng si Cinjin tersenyum. ketika fajar mulai menyingsing. dari kejahuan sana terdengar suara ayam berkokok tanda fajar telah menyingsing. tidak selang berapa saat kemudian dia sudah berada dalam keadaan lupa akan segala galanya. Begitulah. matahari telah terbit!" Benar juga. Waktu pun berlalu dengan begitu saja tanpa meninggalkan bekas. Diatas puncak bukit Kun san. kemudian ujarnya sembari tertawa. lebih baik jangan ditanyakan dahulu" tukasnya. mereka berlima segera duduk bersila untuk bersemedi menurut ajaran perguruan masing-masing.com/ "Bukan. betapa agungnya alam semesta ini” . mereka pun turut membuka mata masingmasing. betapa indahnya pemandangan alam disini. Akhirnya. “Sekarang. matahari telah terbit dan memancarkan sinarnya keempat penjuru dunia. Matahari pun seakan-akan baru bangun dan tidurnya dan memancarkan cahaya keemas-emasannya keseluruh jagad. "Hianit. memandang keindahan alam yang terbentang dihadapannya.

tidak menunggu lebih lama lagi dia segera berjalan lebih dulu. ia merasa jiwa serta pandangan sendiri ke lewat sempit.com/ Sementara itu. kau pergilah sendiri. Toan im siancu Thia Yong yang menyaksikan kejadian itu merasakan hatinya menjadi kecut dan sedih sekali. disitu pun terdapat kelinci dan kijang. katanya kemudian: “Adik Lan.. Perempuan. Wan Pek-lan menjadi girang sekali. . Bi hong siancu segera menarik tangan Toan im ciancu dan berkata sambil tertawa manis. bagaimana kalau kita menangkap beberapa ekor diantaranya?” Mendengar kalau ditempat tersebut amat menarik hati. sehingga dengan demikian akan mengurangi perkembangan hubungan diantara mereka berdua. mendengar ajakan tersebut.Tiraikasih Website http://kangzusi. Thia Yong yang menjumpai kepolosan dan kesucian Wan Pek-lan. perempuan! Perempuan memang makhluk yang cantik. Bi hong siancu Wan Pek lan telah berjalan kesisinya dan bersandar diatas lengannya dengan penuh kemesraan. Bi hong siancu Wan Pek lan sama sekali tidak mempunyai sesuatu maksud apapun. aku hendak menikmati keindahan alam dari disini. bagaimana kalau kita bermain main dibelakang bukit sana!" Agaknya Toan im siancu bermaksud untuk mengajak Bi hong siancu pergi. Suma thian yu menggeleng... apakah kau akan ikut bersama kami. menjadi menyesal sekali. ya. “Tidak. dia segera menyambuti dengan gembira: “Bagus sekali! Engkoh Thian yu. “Indahkah pemandangan alam dibelakang bukit sana?” “Ditempat itu tumbuh berbagai bunga yang indah dan harum.?” Memandang bukit yarg menjulang dikejahuan sana. tapi gampang cemburu. adik Lan.

sungguhkah perkataan ini?” Thi pit suseng segera manggut-manggut. tentu saja dia tak tahu kalau Thia Yong justsu menggunakan tipu muslihat untuk mengajak Wan Pek lan berlalu dari situ. hari ini kalau bisa berjumpa muka dengan Siang wi coa. kau terlalu baik. Kemudian sebagai akhir kata. Siapakah yang dapat melupakan kein¬dahan seperti ini?” "Bila kau tidak merasa tempat ini terlalu jelek. Sepeninggal mereka berdua. kemarin Thi heng pun bertemu dengan setan muka hijau dan Siang wi coa berdua.Tiraikasih Website http://kangzusi. bagaimana bertemu dengan setan muka hijau. tanpa mengucapkan sepatah katapun kami segera . apa kau menyukainya?” "Apa. Thi pit suseng Thia Coan baru berjalan mendekat Suma Thian yu sambil bertanya: “Hiante. dia bertanya lagi: “Suhumu berkata. betul. sahutnya: “Panjang sekali untuk diceritaka. Thi pit Suseng memang sudah tahu kalau anak muda ini adalah seorang yang amat perasa dan mudah emosi. menyukai siapa?” tanya Suma Thian yu sambil tersentak kaget dari lamunannya. buru-buru dia menyusul dari be¬lakang. Thi pit suseng Thia Coan yang menyaksikan adiknya Thia Yong dapat bergaul akrab dengan nona Wan. aku pasti akan mengasingkan diri ditempai yang sangat indah ini” Sembari berkata dia lantas menggenggam tangan Thia Cuan erat-erat.com/ Maka setelah dilihatnya Wan Pek-lan berlalu lebih dulu. selanjutnya kita boleh hidup bersama-sama disini?" "Thia heng. sudah tentu ikut merasa gem bira. pemandangan disini amatlah indah. "Menyukai alam disini?" “Oooh. tanpa merahasiakan sesuatu apapun Suma thian yu segera menceritakan bagaimana dia datang memenuhi janji. salah memasuki lembah Si jin kok dan bertemu dengan Hu hok cu. Tatkala Thia pit Suseng Thia Cuan menanyakan peristiwa yang telah menimpanya semalam. Hiante.

mereka segera melangsungkan pertarungan saru.com/ bertarung.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika kemarin ketika dua bersaudara turun gunung untuk menyambut kedatangannya Suma Thian yu. mereka pun segera berjalan jalan di sekitar telaga sambil menikmati keindahan alam. dia segera mohon maaf berulang kali. dia tidak berniat untuk melangsungkan pertarungan tersebut dan berjanji dengan dua bersaudara Thia untuk melanjutkan pertarungan pada hari ini. coba kalau bukan demikian. Ketika dua bersaudara Thia yang lama menunggu belum juga melihat kedatangan Suma thian yu. Suma thian yu sudah sampai lebih dahulu dan memasuki lemba Si jin kok. Siang wi coa yang kehilangan lencana emasnya. sehingga terjadi pertarungan sengit tersebut. kemudian si anak muda tersebut sedang bertarung diatas perahu. itulah sebabnya mereka sudah pasti akan datang kemari untuk memenuhi janji” Mendengar ucapan mana. mungkin Suma thian yu tak pernah akan pernah tiba disana selamanya. Suma Thian yu menjadi paham akan duduknya persoalan. dalam perjumpaan yang tak ter duga. dari belakang rumah terdengar suara orang tertawa . Suma Thian yu segeral mengepalkan tinjunva kencang-kencang. Untung saja Heng si cinjin segera mengetahui adanya pertarungan dalam lembah itu dan menyusul kesana. Begitulah setelah mendengar penuturan tersebut. darah panas serasa mendidih dalam tubuhnya seolah-olah Siang wi coa Bian pun ci telah berdiri dihadapan mukanya sembari menyeringai. Menanti dua bersaudara Thia lembali kesana. Pada saat itulah sepasang manasia bengis yang sedang melarikan diri itu kabur pula sampai disana. Rupanya. merasa kuatir apabila Suma Thian yu mengetahui rahasai sebenarnya dan menyerang kesitu. akhirnya kami berjanji akan berduel lagi hari ini. Sementara kedua orang itu masih bercakap-cakap dengan gembira.

. tidak menimbulkan suara lagi. Bersamaan dengan berkumandangnya suara pekikan nyaring yang membelah angkasa itu. enteng. Hng si Cinjin segera tertawa nyaring. Heng si Cinjin juga pelan-pelan bangkit berdiri dan berjalan menuju ke ujung lapangan sana. Mana cepat. Menyaksikan kehadiran ke tiga orang itu. kesempurnaan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki orangorang itu menunjukan kalau ilmu silat mereka meraka tidak lemah." Apa yang dikatakan Thia Cuan ini memang betul dan Suma Thian yu merasa tepat sekali. Thi pit suseng Thia Cuan segera berkata: “Hiante. "Seandainya Siang wi coa menyaksikan kau hadir disini dan sebelum dia bertarung sudah melarikan diri... katanya: .. tampaklah tiga sosok bayangan manusia bagaikan tiga batang anak panah yang terlepas dari busurnya menembusi angkasa dari ujung langit sana dan meluncur ketengah arena dengan gerakan Peng sah lok eng (burung manyar melayang dipasir). Suara pekikan nyaring segera bergema dari mulut bukit sana.. Dari bawah bukit sana bergema beberapa kali suara pekikan yang nyaring. Mendengar suara pekikan tersebut. Mendadak. tak selang beberapa kemudian Toan im siancu dan Wan pek lan telah muncul dengan membawa seekor kelinci.. untuk sementara waktu kau dan nona Wan silahkan masuk dulu kedalam ruangan" "Mengapa?" tanya Suma Thian yu dengan perasaan tidak habis mengerti.com/ cekikikan. maka dia lantas mengajak Bi hong siancu bersembunyi dahulu di dalam rumah.Tiraikasih Website http://kangzusi.. bukankah kesempatan yang sangat baik ini akan terbuang sia-sia? Bila ingin mengejarnya lagi mungkin akan jauh lebih sukar daripada ke langit.

mereka adalah murid-muridku.. si Harimau angin hitam Lim Kong segera tertawa seram. pertama-tama dia yang buka suara lebih dahulu. Mendapat teguran tersebut. bila perbuatan mereka kemarin telah menuugeu kalian. “Ahhh. Kim bin kui (setan muka hijau) Siang Tham serta toa suhengnya Hek hong hou (harimau angin hitam) Lim Kong. rupanya cianpwae yang sedang ber¬tapa disini. bila tidak menyambut kedatangan kalian dari kejauhan harap sudi dimaafkan. tampaknya aku sudah mengusik ketenanganmu! Kalau begitu. biar pinto bertindak sebagai saksinya saja” .Tiraikasih Website http://kangzusi. mari. katanya: “Waaah. entah ada petunjuk apakah kalian bertiga datang kemari?” Ketiga orang itu tak lain adalah Siang wi coa (ular berekor nyaring) Bian pun ci. dia lantas memberi tanda kepada si Setan muka hijau dan ular berekor nyaring setelah itu membalikkan badan dan siap berlalu dari situ.. kalian bertiga tak usah pergi lagi. asalkan pertandingan terbalas saling menutul belaka... Mari.haah... apa salahnya untuk diselenggarakan? Apalagi yang menantang kalian adalah muridku.betul. Mendadak Heng si cinjin tertawa tergelak lagi. kita hanya salah pa¬ham saja" Harimau angin hitam Lim Kong tertawa dingin. mari.sepagi ini kalian bertiga telah mengunjungi bukit kami.. baiklah kami mohon diri saja. dua orang pemuda tersebut adalah anak muridmu?" “Haah.. Seusai berkata.haah... “Oooh. kalian memang sepantasnya untuk berhubungan lebih akrab. harap sudi di maafkan" ucap Heng si Cinjin sambil tertawa nyaring.. mana kalian harus pulang dengan tangan hampa? Bagi orang persilatan. sudah bersusah payah datang kemari. tentu saja Pinto tak leluasa untuk turut campur.haah.. mana. rupanya kalian bertiga menganggap asing diriku..com/ “Haaah. menjajal kepandaian hanya bertujuan untuk mengejar kemajuan. “kalau toh mereka adalah murid cianpwee... mana. ini berarti bukan orang luar lagi. wah.haaah.

. bagaimana jadinya?" Bajingan ini memang licik. kemudian sambil membalikkan badan dan tertawa dingin serunya: “Jika cianpwe memang berniat begituh. memang tak urung akan menjadikan salah satu pihak ce rera. andaikata salah satu pihak sampai salah turun tangan hingga menyebabkan pihak yang lain cedera. masa orang lain dapat disalahkan?” Walaupun sudah mandengar ucapan tersebut. biarlah kami turut perintah saja” “Cuma. serunya dingin: “Lim tayhiap.. haaaahhh bila pertarungan mulai terjadi. kecurigaan yang terpampang diwajah si harimau angin hitam Lim kong belum juga hilang. sebelum pertandingan dimulai harus dijanjikan dulu. tampaknya dia masih curiga kalau perkataan dari Heng si Cinjin tersebut bukan timbul dari hati yang jujur.. Thi pit suseng (sastrawan berpana baja) Thia Cuan menjadi habis sudah kesabarannya. ia memandang sekejap ke arah kedua orang itu. dengan kening berkerut dan mata melotot karena gusar. kemudian ia mendongak an kepalanya dan tertawa panjang: "Haaaahhhh. kau begitu menguatirkan tentang masalah tersebut bahkan berpikir yang teliti. rupanya dia ingin mencari posisi yang lebih menguntungkan dalam pembicaraan mana.. bila hal ini terjadi maka hanya bisa disalahkan kepandaian sendiri yang kurang becus. berhati busuk dan berbahaya sekali. sehingga bila Thia bersaudara menderita cedera nanti. Mendengar ucapan mana. diam-diam Heng si cinjin mendengus.com/ Sungguh gembira hati si harimau hitam Lim Kong setelah mendengar janji Heng si Cinjin yang tak akan mencampuri urusan tersebut.. bermaksud tak baik.. haaaahhh. memanga ya kau kuatir kalau sampai guruku turun tangan mencampuri urusan ini bila kalian sampai melukai aku orang she Thia?” . diapun bisa memberikan pertanggungan jawabnya.Tiraikasih Website http://kangzusi.

Dalam amarahnya.. Ditengah udara segera berkumandang deruan angin puyuh yang menyambar-nyambar. kami bukan bangsa manusia yang berbicara mencla-mencle dan suka menjilat ludah sendiri” Banyak berbicara yang tak berguna tak ada gunanya" sela si ular berekor nyaring Bian pun ci dari samping.. toaya akan mencoba kekuatan mu lebih dulu. "dalam santapan siang hari ini memang paling baik kalau dihidangkan sop tulang ular" Ucapan mana berarti ganda dan kontan sa¬ja mendamprat si ular berekor nyaring hingga berkaok-kaok kegusarannya. serangan telapak tangannya berubah menjadi serangan jari dan secepat kilat balas menotok tubuh si ular berekor nyaring.com/ Diluarnya si Harimau angin hitam Lim Kong menggoyangkan tangannya berulang kali menyatakan tidak. si Sitan muka hijau Siang Tham juga habis sudah kesabarannya. apa sih maksud kedatangan kita kemari? Memangnya hanya untuk bersilat lidah belaka?" “Betul.. angin yang menderu membuat pasir dan debu beterbangan diangkasa dan langsung menyambar tubuh bagian bawah Toan im siancu. dia menerobos ke hadapan Thi pit suseng lalu mem bentak nyaring: . dia segera membentak: "Lonte busuk.. sebuah serangan dahsyat segera dilontarkan. "Lim toako. Di pihak lain.” Berbareng dengan selesainya perkataan itu. ucapan seorang lelaki sejati lebih berat daripadabukit karang. sudah barang Thi pit suseng dapat mengetahui akan hal ini. padahal menang begitulah maksud hati yang sesungguhnya. tanpa terasa dia berseru lagi sambil tertawa dingin: “Soal itu mah tak asah ku kuatirkan. lihat serangan. Sebagai pemuda yang berpengalaman. daripada bersilat lidah lebih baik bersilat tangan" sanbung Toan im siancu ce¬pat. Thia yong segera melejit ke tengah udara lalu meluncur datar ke depan.Tiraikasih Website http://kangzusi.

mendadak ia menyak sikan tangan kiri si Setan muka hijan Siang Tham menghantam ke arah dadanya. Gerakan tubuhnya amat cepat bagaikan sambaran angin. silahkan memberi petunjuk dengan segenap kemampuan yang kau miliki" Sambil berkata. apun tak usah menyimpan kepandaian mu lagi.com/ "Mari. lalu dengan . Siang Tham amat terperanjat. harap Thia tayhiap melancarkan serangannya” "Sungguh bangga hatiku bisa mencoba kepandaian silat Siang tayhiap yang termashur dan cukup menggetarkan dunia persilan itu. Dengan jurus Lik pit mong hou (membacok keras harimau buas) Thi pit suseng mengunci tubuh bagian bawahnya. sambil menyeringai seram katanya: “Maaf aku orang she Siang!” Selesai berkata. Merasakan datangnya desingan angin tajam dibelakang punggungnya. tanpa terasa serunya kaget: “Sungguh ilmu gerakan tubuh yang indah!” Tubuhnya segera berputar seperti roda kereta. dia lantas berdiri seenaknya sendiri sambil membuka seluruh pertahanannya. entah dengan gerakan apakah dia melancarkan serangan tahu tahu orangnya sudah menerobos ke hadapan Thia Cuan dan mencengkeram alat kelamin orang. Dalam repotnya Thia Cuan melakukan tangkisan ke atas sambil melepaskan sebuah tendangan mengarah tenggorokan musuh. serangan yang digunakan juga merupakan ilmu simpanan dari Heng si Cinjin. Melotot besar sepasang mata si setan muka hijau Siang Tham.. dia menyelinap kebelakang punggung Thia Cuan lalu dengan jurus Si ting si eng (Si Ting memanah rajawal) dia bacok punggung anak muda tersebut. dia bersiap sedia menghadapi serangan dahsyat dari musuhnya itu.Tiraikasih Website http://kangzusi.. mendadak dia maju selangkah ke depan. kelihayannya bukan alang kepalang.. Thi pit suseng Thia Cuan tak berani bertindak ayal. kitapun bermain beberapa gebrakan untuk mengisi waktu senggang.

Tanpa sadar Heng si Cinjin maju beberapa langkah kedepan. Begitu pertarungan berkobar.com/ jurus Tah ong kay kiong (raja lalim mementang gendawa) melepaskan sebuah serangan balasan kearah depan. namun dia sudah terlanjur berbicara. apa yang telah diucapkan lebih berat dari bukit karang. saling bertarung dengan serunya. mau turun tangan membantu lebih tak mungkin. tapi dengan cepat dia berhenti kembali. kedua belah pihak menggunakan segenap kepandaian silat yang dimilikinya. Heng si Cinjin menjadi sangat kuatir hingga mengucurkan keringat dingin setelah menyaksikan peristiwa tersebut. namun bagaimanapun juga kesempurnaan Toan im siancu masih jauh dari sasaran. kepandaian . dalam waktu singkat angin pukulan bayangan kaki saling menggulung de¬ngan dahsyatnya. Mau mercampuii urusan itu tak bisa.Tiraikasih Website http://kangzusi. Sebagai seorang angkatan tua dari dunia persilatan. dia tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi keadaan mana. sebab kadang kala pengorbanannya lebih parah daripada nyawa. tubuhnya melompat mundur bebera¬pa langkah dengan wajah pucat pias. sekalipun muridnya bakal te¬was dalam pertarungan itupun. rambutnya kusut dan tubuhnya agak menggigil. ditengah arena hanya nampak dua gulung bayangan putih yang sebentar kekiri sebentar kekanan. sebentar meninggi sebentar merendah. Pertarungan yang berkobar antara Toan im siancu melawan si ular berekor nyaring Bian pun ci juga berlangsung seimbang. sehingga sulit baginya untuk terjun lagi kedalam arena guna mengatasi kesulitan mana. pengalamannya meski luas toh sulit untuk bertarung lebih lama. lambat laun dia mulai keteter dan berada dalam posisi yang amat berbahaya. perasaannya waktu itu sungguh kesal dan masgul. Mendadak terdengar Toan im sianeu menjerit kaget. apa mau dikata. Memang berat untuk melaksanakan "pegang janji" semacam itu.

seluruh tubuhnya melejit ke tengah udara.. . dengan sepuluh jari tangan yang dipeatangkan lebar-lebar. Begitu menyaksikan kemunculan orang ter-sebut. Tampak bayangan manusia yang muncul di tengah arena terlebih dahulu tadi sama sekali tidak merubah gerakan badannya. Nampaknya keadaan Toan im siancu jadi amat kritis dan keselamatan jiwanya terancam..com/ silat dari murid kesayangannya masih setengah tingkat dibawah ke¬mampuan lawannya. ibarat burung elang meaerkam kelinci. sepasang telapak tangannya berubah menjadi serangan cakar. "Blaammm. dia langsung saja menerjang ke atas tubuh Toan im siancu. Di saat yang sangat gawat itulah. Bayangan manusia yang pertama muncul kedepan dengan kecepatan yang luar biasa. Jilid 19 MENDADAK terdengar Si ular berekor nyaring berpekik nyaring.. mendadak berkumandang suara pekikan nyaring dari dalam rumah kayu itu. dia langsung menerobos ke tengah tengah antara si Uarr berekor nyaring Bian Pun ci dengan Toan im siancu berdua. Heng si Cinjin tahbu kalau bintang penolongnya telah muncul.Tiraikasih Website http://kangzusi. sementara bayangan yang lain mengikuti dibe lakangnya dengan gerakan yang tak kalah ce patnya. disusul kemudian nampak dua sosok bayangan manusia melesat keluar lewat jendela seperti anak panah yang terlepas dari busurnya. kini tersapu lenyap hingga tak berbekas. hal tersebut membuatnya jadi amat mengenaskan sekali dan tak tahu bagaimana caranya untuk mengatasi keadaan tersebut.!" suatu benturan keras berkumandang memecahkan keheningan. semua perasaan risau dan masgul yang semula menyelimuti perasa annya.

dia menjadi amat terkesiap.com/ Angin pukulan yang dilepaskan si Ular ber ekor nyaring seolah-olah membentur diatas sebuah dindiig yang tebal saja. ketika ia mendongak kan kepalanya dan mengetahui kalau orang yang menyelamatkan Thia Yong barusan tak lain adalah musuh bebuyutannya.. jantung serasa berdebar keras. andaikata Suma Thian yu tidak muncul pada saatnya untuk me nyelamatkan selembar jiwanya.. kemudian sapanya: "Bian tayhiap. Dengan bersusah payah dia harus menjaga keseimbangan tubuhnya. rupanya kau si bocah keparat. kalau bukan jodoh tak akan bertemu. aku mengira siapakah yang bernyali harimau sehingga berani mengginggu pekerjaan toaya....Tiraikasih Website http://kangzusi. Suma Thian yu dengan sorot mata yang tajam bagaikan sembilu memandang sekejap ke arah si Ular berekor nyaring. mungkin dia sudah tewas semenjak tadi. "Heeehh. heeeh. diam-diam dia mengeluh. Waktu itu.. kau kaget? Tidak menyangka kalau aku yang datang bukan?" Si Ular berekor nyaring Bian Pun ci tertawa seram." Dipihak lain. serta merta . aku memang sedang risau karena tak bisa menemukan jejakmu didunia ini. sebelum pada akhirnya berhasil mengendalikan tubuhnya secara dipaksakan. angin pukulan-nya segera mental balik dan mendorong tubuhnya hingga tergetar mundur sejauh beberap langkah dengan sempoyongan. sebenarnya si ular berekor nyaring Bias Pun ci masih diliputi perasaan ter kejut barcampur kaget. tak nyana kalau kau malah menghantar diri sendiri kehadapanku. ketika si Harimau angin hitam Lim Kong menyaksikan kemunculan Suma Thian yu disitu. 00O00 00O00 MENGGUNAKAN kesempatan yang sangat baik itulah Toan im siancu segera menjatuh kan diri berguling ke samping tubuh gurunya. Kebetulan sekali kita saling bersua kembali..

heeeehh." Betul-betul orang iblis yang berakal licik Bian Pun ci masih pandai berlagak pilon lagi..... kau tak usah mengurus darimana kuperoleh benda terebut.heeehh.. ayo mengaku!" Si Ular berekor nyaring Bian Pun ci tertawa seram. Melotot gusar sepasang mata Suma Thian yu setelah mendengar ucapan itu. benda ini milik sauya. ber arti kaulah yang membunuh orang tua ku.com/ dia meninggalkan lawannya Thi pit suseng dan bergeser ke arah Suma Thian yu...... Bi hong siancu Wan Pek lan pun segera turut munculkan diri pula disisi arena. tapi sesat kemudian telah menjidi tenang kembali. darimana kau dapatkan lencana emas tersebut?" Paras muka si ular berekor nyaring Bian Pun ci berubah hebat begitu menyaksikan lencana emas tersebut.kalau memang toaya yang melakukan. mau apa kau? Memangnya kau sanggup melalap diriku bulatbulat?" .. Dari dalam sakunya Suma Thian yu mengeluarkan lencana emas tersebut.... kemudian tanyanya dengan gusar: "Bian tayhiap.benda itu merupakan benda milik toanya. dia tertawa dingin lalu serunya dengan nada yang menyeramkan: "Heehhh.. kau lah yang telah membakar rumahku.. kembali dia berseru dengan lantang: "Bajingan keparat! Kau anggap anak muda gampang diiipu? Terus terang kuberitahukan kepadamu. ditinjau dari munculnya benda tersebut ditanganmu. "Heeehh..heeehh. sebab kau tidak berhak untuk menyelidiki aku" Suma Thian yu segera membalikkan telapak tangannya memperlihatkan tulisan yang terukir diatas lencana emas mana.Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan wajah memerah bentaknya lagi: "Memangnya benda itu milikmu pribadi?" "Soal itu tak usah kau tanyakan.

Dengan gugup Biaan Pun ci menyingkir kesamping. tentu saja Suma Thian yu tak sudi melepaskan musuhnya dengan begitu saja. Pertarungan antara jago lihay. Dengan begitu. apalagi Suma Thian yu memiliki kepandaian silat yang luar biasa. Gagal dengan serangannya yang pertama. dia segera mengembangkan ilmu Tay kim to liong ciang yang . Serangan yang dilancarkan oleh Suma Thian yu dalam keadaan gusar ini dilakukan dengan kecepatan luar biasa dan jurus serangan yang amat dahsyat sekali. Orang kuno bilang: Sekali terpagut ular. Suma Thian yu malah berhasil menduduki posisi diatas angin dan berada dipihak yang memotori serangan. cakar maut tersebut sudah muncul dihadapannya. dia maju ke de pan. serangan cakarnya berubah menJadi pukulan telapak tangan dan langsung membacok tubuh musuh. baru saja Suma Thian yu melepaskan pukulannya. dia langsung mencengkeram wajah si Ular berekor nyaring Bian Pun ci. Begitu berhasil merebut posisi yang menggun tungkan. Ketika berlangsungnya pertarungan sengit diatas perahu besar ditengah telaga Tong ting ou kemarin. selama hidup ngeri dengan tali.com/ Hawa amarah Suma Thian yu sudah tidak terbendung lagi.Tiraikasih Website http://kangzusi. paling pantang kalau keadaan dikuasai lawan. lamat-lamat tera sa sakit. sekalipun berhasil meloloskan diri dari cengkeraman itu toh dadanya yang kena tersambar. Keadaan mana tak ubahnya seperti semacam permainan dia selalu berusaha keras untuk menghindari bentrokan langsung dengan anak muda tersebut. Begitu pula keadaannya dengan si ular berekor nysring Bian Pun ci sekarang. menanti Bian Pun ci menyadari akan bahaya. dia telah menderita kerugian yang cukup parah. Bian Pun ci sudah melompat mundur dengan terbirit birit karena ketakutan. sambil tertawa panjang dia menubruk kemuka dengan jurus Oh hou pu yo (harimau lapar menerkam domba).

Dengan mempergunakan ilmu Heng toan wu san (awan memotong bukit Wu) dia bacok tubuh Lim Kong keras-keras: "Pingin mampus!" bentak si harimau angin hitam Lim Kong dengan penuh amarah. Si Harimau angin hitam Lim Kong yang menonton jalannya pertarungan dari sisi arena. bentaknya keras-keras: "Tahan!" Waktu itu. Suma Thian yu naik darah apalagi setelah menyaksikan Harimau angin hitam Lim Kong mencampuri pertarungan mereka. dia segera manfaat-kan kesempatan tersebut untuk meloloskan diri dari kepungan lawan yang dahsyat. lalu dengan jurus Yu ma hun tiong (kuda liar membelah hulu) dia tahan serangan musuh dengan kekerasan. maka begitu menyaksikan si Harimau angin hitam Lim Kong menyerbu ke tengah arena. Dalam waktu singkat angin pukulan menderu deru.Tiraikasih Website http://kangzusi. sepasang lengannya memainkan dua kuntum bayangan kepalan yang menerobos diantara tubuh kedua orang itu.com/ amat lihay itu serta melepaskan serangkaian serangan berantai yang meluncur bagaikan gulungan ombak di sungai Tiangkang. bayangan tangan berlapis-lapis. si ular berekor nyaring Bian Punci yang terjerumus dalam kepungan sedang gelisah dan berusaha untuk melepaskan diri dari kepungan lawan. si ular berekor nyaring Bian Pun ci segera terjerumus dalam kepungan musuh. dengan cepat menyadari betapa berbahayanya keadaan rekannya itu diam diam dia menghimpun hawa murninya. kemudian sambil mendesak kehadapan Suma Thian yu serunya: . lalu sambil berpekik nyaring dia menerjang masuk ke arena pertarungan. Sepasang lengannya yang menerobos ke depan dipisahkan ditengan jalan. seperti gulungan awan hitam yang menyelimuti seluruh angkasa. serta merta semua amarahnya dilimpahkan ke atas tubuh orang ini. Begitu orangnya tiba.

"Bukti sudah berada disini. sebenarnya apa maksudmu?" Mendengar perkataan tersebut Suma Thian ya tidak melancarkan serangan lagi. omong kosong! Bukti yang nyata sudah berada di depan mata. Sebaliknya bila mereka harus maju bertiga. kecuali pihak lawan masih terdapat dua bersaudara Thia. sekalian boleh maju bersama-sama untuk menghadapi ku" Si Harimau angin hitam Lim Kong adalah manusia cerdik yang amat 1icik. kau jangan memfitnah orang semaunya sendiri. Lim Kong si harimau angin angin hitam itu segera berkata: "Siauhiap.. dan dia cukup menyadari bahwa pertarungan satu lawan satu tak mungkin bisa mereka ungguli. Bagi seorang lelaki sejati.Tiraikasih Website http://kangzusi. heeh. masa dapat salah lagi? Orang she Lim.. mengerti?" . masa kalian hendak mungkir? Orang she Lim apabila kau hedak mencampuri urusan ini. lebih baik jangan menyerang secara mem babi buta. setelah mengambil pertimbangan dalam hatinya. heeh.com/ "Sebelum urusan menjadi jelas. sauya akan sekalian memperhitungkan dirimu. berbicara soal jumlah orang maupun kekuatan nyata. sudah beberapa kali dia mencoba kepandaian silat dari Su ma Thian yu.. Begitulah. Maka dia pun lantas mengambil keputusan untuk angkat kaki dan kabur saja dari situ. tak usah kuatir kehabisan kayu bakar. maksudku apakah kau tidak salah mencari sasaran?" "Heeh. Pepatah bilang: Selama gunung masih hijau. disitu pun berdiri seorang tokoh dunia persilatan yang lihay. dia berdiri tegak disana dan menyahut dengan suara sedingin salju. kau tak usah menggunakan siasat untuk kabur. mereka masih bukan tandingan orang. sau ya mu bukan seorang bocah berusia tiga tahun yang gampang ditipu dengan semaunya sendiri. asal masih bisa bernapas setiap saat masih ada kesempatan untuk membalas dendam. maka dengan wajah yang aneh dan tertawa licik....

waktu itu Bian Pun ci sedang terjebak dalam keadaan bahaya.?" "Bukti sudah berada didepan mata. "Haah... kau adalah orang diluar garis.com/ Paras muka si Harimau anngin hitam Lim Kong tampak amat tenang. haah. "Siauhiap hanya pintar sesaat... si harimau angin hitam Lim Kong telah berkata lebih jauh: Orang yang melakukan pembantaian terhakan orang tuamu dan membakar perkampungan Suma keh ceng tempo hari adalah Sip hiat jin mu (manusia iblis penghisap darah) Pi Ciang hay.." Sementara dia masih termenung. kalau menuduh orang pun sekehendak hatinya sendi ri. coba lihat dulu apa yang dia katakan sebelum mengambil keputusan lebih jauh.tukas suma Thian yu...haaah. katanya segera sambil tertawa seram: "Siauhiap. seandainya Bian Pun ci bersedia menjawab. bagaimana mungkin bisa mengetahui akan hal ini? Seandainya masih ada orang lain..Tiraikasih Website http://kangzusi... "Jelas hal ini tidak mungkin!" "Seandainya aku dapat menyebutkan nama orang itu? Apa yang hendak kau lakukan?" harimau angin hitam Lim Kong mendesak terus lebih jauh. cara kerjamu terlalu kaku. kau anggap dia yang telah membantai keluarga Suma. "Seandainya masih ada orang lain?" jengek Si harimau angin hitam Lim Kong sambil tertawa dingin. Suma Thian yu segera berpikir di dalam hatinya: "Perkataan ini memang masuk diakal juga.. Suma Thian yu segera mendongakkan kepa lanya dan tertawa terbahak bahak. tak usah kau banyak ngebacot lagi. mengapa orang she Bian itu jadi gelagapan dan tak mampu menjawab?" Si Harimau angin hitam Lim Kong tertawa seram pula. bodoh dilain waktu. apakah kau akan mempercayainya?" Mendengar perkataan tersebut. Sip hiat jin mo lah yang telah menolong selembar jiwanya" .

.. kalau toh dendammu berhasil di balas... heeehh....com/ Berdebar keras jantung Suma Thian yu setelah mendengar perkataan itu. "lencana emas itu ku minta dari Sip hiat jit mo sebagai kenang.. jangan harap kau bisa lolos dari hukuman hidup!" Si Ular berekor nyaring Bian Pan ci segera mendongakkan kepalanya dan tertawa seram. ayolah dikeluarkan semua!" Suma Thian yu tidak banyak berbicara lagi dia segera membalikkan tangannya mencabut pedang yang tersoren di punggung.. perkataanmu yang pertama sangat bertentangan dengan ucapanmu yang terakhir. kau anggasp toaya benar-benar jeri kepadamu?? Aku orang she Bian adalah seorang lelaki jantan. mengapa pula harus meninggalkan lencana emas tersebut sebagai kenangan? Apakah tindakan seperti ini tidak melanggar suatu kebijaktanaan?" Berbicara sampai di situ. "Heeh.Tiraikasih Website http://kangzusi. kalau memang ada kepandaian. cepat bantahnya: "Mengapa lencana emas tersebut bisa terjatuh ketangan orang she Bian tersebut?" Toaya yang kena ditawan merasa peristiwa tersebut sebagai suatu aib besar" sambung si Ular berekor nyaring Bian Pun ci dengan cepat.. orang she Bian. bocah keparat. meski hukuman mati bisa dihindari. sambil menahan rasa geram sepera benraknya keras-keras: Bajingan keparat..kenangan" Mendengar ucapan mana. mencorong sinar tajam dari balik matanya. paras mukanya segera berubah hebat. sepasang matanya segera melotot besar.. sauya pasti akan menyelidiki persoalan ini sampai tuntas untuk membuktikan kebenaran dari pengakuan mu hari ini. heeh. heehh. . menurut pengakuanmu Sip hiat jin mo adalah dalangnya. sekali lagi Suma thian yu tertawa terkekeh kekeh. "Heeh.. tapi.. kau mengatakan bahwa tertawanmu merupakan aib. heehh.

bentaknya dengan suara aneh: "kalau bukan kau tentu aku. hmmm! Memangnya orang she Wan tersebut bisa menggertak aku?" Sementara dia menggerutu dihati. siapa yang bakal hidup siapa yang bakal mati masih sukar untuk diduga. pikirnya diam-diam: . Begitu golok mestika sudah berada dalam genggaman. tak heran kalau dia begitu sombong dan takabur. sikap sombongnya yang semula tak nampak kini menghiasi kembali paras mukanya.. Paras muka si ular berekor nyaring Bian Pun ci berubah amat serius setelah menyaksikan pedang Kit hong sin kiam tersebut. tampaknya nyali si ular berekor nyaring Bian pun ci pun turut menjadi lebih besar.. Mendadak dia tertawa aneh. hmm. dengan perasaan bergetar keras pikirnya: "Rupanya kau adalah ahli waris dari orang she Wan. dari dalam sakunya dia mencabut keluar pedang Boan liong to andalannya. bocah busuk. mari kita berduel lebih dulu!" Suma Thian yu yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi geli. sekalipun kau hendak bersembunyi sampai diujung langitpun jangan harap bisa lolos dari pengejaranku!" "Hmm. kau anggap dengan mengandalkan ucapan tersebut lantas bisa menggertak toaya?" Selesai berkata.!" diiringi suara dentingan nya ring. bila tahu diri cepat cokel keluar sebuah biji matamu. tahu-tahu dalam genggamannya telah ber tambah dengan sebilah pedang sepanjang tiga depa. itulah pedang mestika Kit hong sin kiam. mendadak terdengar Suma Thian yu membentak keras: "Bajingan busuk.com/ "Criiing.Tiraikasih Website http://kangzusi. hari ini sauya akan membuka jaring dan untuk sementara waktu tak akan membunuhmu. apabila sauya telah berhasil menemukan Sip hiat jin mo dan mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. senyuman dingin menghiasi ujung bibirnya. golok Boan liong to nya menciptakan selapis cahaya tajam yang langsung membacok ke tubuh Suma Thian yu.

com/ "Aku tidak meringkus nyawamu pun sudah merupakan suatu kemujuran bagimu. tampak sepassng tangannya menutupi wajahnya rapat-rapat sementara da-rah segar bercucuran dengan deras. serangan ujung golok lawan sudah menusuk datang. dengan perasaan terkejut bercampur tercengang. menyusul kemudian terdengar si ular berekor nyaring Bian Pun ci menjerit kesakitan. hmmmm. Begitu berhasil dengan serangannya. Ketika berpaling kearah si ular berekor nyaring Bian Pon ci. bedebah yang tak tahu diri!" Sementara dia masih termenung. bayangan manusia lenyap dari pandangan. Suma Thian yu segera mengawasi mata golok tersebut lekat-lekat. Suma Thian yu tidak mendesak lebih jauh.Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil me nutupi matanya dengan .. buru-buru dia melompat ke samping. mendadak dia membentak dengan suara keras: "Lepas golok!" Berbareng dengan suara bentakan itu. sambil tertawa panjang serunya dengan lantang: "Kena!" Tampak cahaya pedang Kit hong kiam berkelebat lewat.. Bian pun ci memang seorang yang hebat. rupanya dia sudah kehilangan sebuah biji mata sebelah kirinya. menanti cahaya berkilat dari ujung golok itu. Golok Boan liong to yang semula berada di tangan si ular berekor nyanns Bian Put ci. ia segera mundur kembali keposisinya semula dengan sekulum senyuman kemenangan menghiasi ujung bibirnya.. menyusul kemudian terdengar suara dengusan tertahan bergema memecahkan kebeningan. dia tidak mengeluh atau merintih.. sekarang masih berani berlagak sok buas dihadapanku. Tentu saja Suma Thian yu tak akan melepaskan kesempatan yang sangat baik itu dengan begitu saja. Si Uiar berekor nyaring Bian Pun ci merasakan sekujur tubuhnya bergetar keras. tahu-tahu sudah terlepas dari genggaman dan mencelat ke udara...

ia ber jalan ketempat golok Boan liong to nya jatuh dan memungutnya. dia lantas menarik tangan adik seperguruannya si Setan muka hijau dan segera berlalu dari situ.Tiraikasih Website http://kangzusi. Si Harimau angin hitam Lim Kong adalah seorang jagoan yang terhitung tokoh kelas satu dalam dunia persilatan. orang bilang: manusia punya nama.com/ tangan sebelah. kalau dimasa lalu dia pernah mendorong Suma Thian yu hingga tercebur ke dalam selokan. Sementara itu. Kemudian sambil membalikan mata. harap sudi dimaafkan" Selesai berkata. Heng si Cinjin adalah seorang pendekar be sar pada generasi yang lalu. si Harimau angin hitam Lim Kong yang menyaksikan Suma Thian yu berhasil melukai Bian Pun ci hanya didalam sekali gebrakan saja. Padahal dalam kenyataannya dia amat jeri terhadap Heng si Cinjin. kemudian katanya: "Aku akan mohon diri lebih dulu. apabila selama ini aku mengganggu ketenangan mu. maka kali ini tiba gilirannya yang kabur terbirit-birit seperti anjing kena digebuk. dalam keadaan demikian dia tak berani berdiam disana lebih lama lagi. ke jadian ini tentu saja tak pernah diduga oleh Suma Thian yu. dia melotot sekejap kearah Suma Thian yu dengan gusar. Kepergian si ular berekor nyaring Bian Pun ci yang membawa perasaan dendam ternyata menimbulkan badai pembunuhan berdarah da lam dunia persilatan di masa mendatang. dia segera membalikkan badan dan berlalu dari situ dengan kecepatan luar biasa. lalu tanpa menyapa si Harimau angin hitam Lim Kong dan si setan muka hijau Siang Tham lagi. kontan hatinya menjadi terkesiap. dengan mata tunggalnya yang mencorongkan sinar ke bencian ibarat ular beracun sedang mencari mangsa. nama besarnya sudah termasyur sampai di . pohon punya bayangan. Buru-buru dia menjura kepada Heng si Cin jin.

semua orang tertawa terbahak-bahak. Dia segera sadar. dia segera angkat kaki dan melarikan diri terbirit birit.com/ mana-mana dan menggetarkan dunia persilatan. baik dalam dalam ilmu pukulan ataupun dida lam ilmu pedang. sungguh hebat gerakan tubuhmu. In heng MERASA tak mampu untuk mengejar ke lihayanmu itu" . hampir semuanya dapat menjagoi dunia persilatan. Andaikata ilmu silat yang dimiliki si ular berekor nyaring Bian Pun ci lebih hebat setingkat lagi. apabila sekarang tidak angkat kaki untuk menyelamatkan diri. sudah dapat di pastikan Suma Thian yu akan mendapat malu dan kehilangan muka. boleh dibilang cukup membuatnya terbelalak dengan jantung berdebar keras. penampilan ilmu gerakan tubuh yang dilakukan Suma Thian yu tadi amat hebat dan melebihi keampuhannya dimasa lampau. Maka dari itulah. boleh dibilang setiap umat persilatan yang berada di dunia ini mengetahui tentang kelihayannya. setelah dilihatnya keadaan tidak menguntungkan. terutama sekali kepandaiannya dalam menangkis golok mestika Bian pun ci dan gerakannya mencongkel biji mata rekannya. sama sekali tak menyangka kalau kedua orang muda mudi itu murid Heng si Cinjin. Thi pit suseng Thia Cuan segera berjalan ke sisi Suma Thian yu dan menepuk bahunya sambil memuji: "Hiante. Si harimau angin hitam Lim Kong mempuryai janji dengan Thia si kakak ber adik.Tiraikasih Website http://kangzusi. bisa jadi nanti akan menemui kesulitan besar Padahal kemenangan yang berhasil diraih Suma Thian yu tadi hanya merupakan semacam pertaruhan saja. sulit untuk mencapai tingkatan tan seperti itu. sambil memandang ke tiga orang iblis bengis itu pergi jauh. seandainya dia tak memiliki dasar tenaga dalam yang sempurna dan ilmu silat yang tinggi. Disamping itu. Begitulah.

. bu kankah masalahnya akan menjadi jelas?" Heng si Cinjin segera tertawa terbahak-bahak: "Haaaaaa...com/ "Aaah.Tiraikasih Website http://kangzusi. Toan im siancu juga segera maju ke depsn sambil mengucapkan rasa terima kasihnya atas pertolongan yang telah diberikan pemuda tersebut kepadanya. kemenangan tersebut kuraih secara uamaguntungan saja. asal aku berkunjung ketempat tinggal Sip hiat jin mo dan menanyakan persoalan ini kepadanya. seakan-akan ia hendak mengejar musuhnya pada saat itu juga. Suma Thian yu segera mengucapkan beberapa patah kata merendah. bahkan selalu saja saling bermusuhan? Sudah jelas Lim Kong sengaja melimpahkan bibit bencana tersebut kepada orang lain agar kau menghadapi Sip hiat jin mo dengan sepenuh tenaga.. haaaaah. segera berkata lagi sambil tertawa: . Suma Thian yu menjadi sadar kembali. mendadak terdengar Heng si Cinjin berseru. Heng si Cinjin yang menyaksikan kejadian itu. haaaaaa. apakah tidak pernah kau bayangkan bahwa gurunya si harimau angin hitam Lim Kong dengan Sip hiat jin mo selama ini tidak akur hubungannya. lalu tanyanya dengan wajah tercengang dan tidak habis mengerti: "Sungguh? Dalam hal apa aku tertipu?" Heng si Cinjin tersenyum.. kontan saja keningnya berkerut dan sorot matanya berlilat. boleh dibilang kemenangan yang diperoleh dengan menyerempet bahaya" sahut Suma Thian yu sambil tetap merendah. "Hiantit. sementara mereka akan menjadi nelayan beruntung yang tinggal memungut hasil nya?" Mendengar keterangan mana. Sementara semua orang sedang berbincang-bincang dengan gembira. "Apakab hiantit percaya dengan apa yang diucapkan oleh Bian Pun ci dengan Lim Kong tadi?" "Setengah percaya setengah tidak. kau tertipu!" Suma Thian yu segera berpaling..

Makanya dalam menghadapi persoalan apapun. akhirnya sering kali akan menyesal sepanjang masa. kemudian sambungnya lebih jauh: Bagi orang persilatan. tidak sedikit pula yang menentangnya dan berusaha untuk melenyap kannya dari muka bumi. orang-orang pasti akan membayar usahamu itu dan harapanmu untuk membalas dendam pasti akan terwujud. . kau akan mengalami nasib seperti pamanmu Wan Liang. yeng terpenting adalah "kesetiaan kawan". kau harus mencari bukti yang jelas lebih dahulu sebelum melakukan tindakan lebih jauh" Berbicara sampai disitu. maka jangan kuatir kalau tiada orang yang bersimpatik kepadamu. Sampai pada waktunya. dia akan berangkat ke bukit Soat-san untuk men cari Sip hiat jin mo. masa bagi orang muda. Dalam hati kecilnya dia mengambil keputusan bila urusan di Tibet telah beres. sebab kalau sampai demikian maKA kau akan terjerumus dalam posisi seorang diri. Ucapan tersebut diutarakan dengan kata-kata yang tegas. Ambil misalnya seperti Bi kun lun Siau wi goan. dimana akhirnya harus mati dalam keadaan mengenaskan. kemudian melaksanakan rencananya untuk membalas dendam. jangan sampai menimbulkan kemarahan orang banyak..com/ "Hiantit. Demikianlah Suma Thian yu berdiam selama bebarapa hari dipuncak bukit Kun san. kau harus bertindak ber hati-HATI. asal kau sudah mempunyai buku yang jelas. akhirnya dia memohon diri kepada Heng si Cinjin untuk melanjutkan perjalanannya mennju ke Tibet.Tiraikasih Website http://kangzusi. lagi-lagi kau mengidap penyakit yang anEH. selamanya terburu napsu dan tidak sabaran. maka dari itu didalam mengimbil segala tindakan terutama untuk melenyapkannya. meski orang persilatan yang menyanjungnya dan membela dia amat banyak. dia berhenti sejenak. bahkan kadangkala melakukasn pekerjaan semaunya sen diri tanpa berpikir panjang. membuat Suma Thian yu merasa terharu sekali. tapi berhubung dia sangat memikirkan perjalanannya ke Tibet sehingga makan tak enak tidur tak nyenyak.

sebab bagi manusia. Padahal Cong liong Lo sian jin telah ber pesan kepada Suma Thian yu ketika hendak meninggalkan gua Hui im tong tempo hari. diatas dadanya seakan akan digantungi dengan batu cadas seberat ribuan kati. matahari bersinar terik seperti hendak menyengat badan. tampak beberapa orang saudagar sedang duduk melepaskan lelah... orang yang berlalu lalang pun amat sedikit. . tubuhnya seakanakan terperosok kemuka dengan sempoyongan. Setiap kali berjalan beberapa langkah. Akibatnya Toan im siancu harus menahan kekecutan hatinya menyaksikan adegan mana.Tiraikasih Website http://kangzusi. Hari ini. Dikala Bi hong siancu Wan pek lan harus berpisah dengan Suma Thian yu. berhubung urusan itu menyangkut rahasia langit. mereka seakan-akan merasa tak tahan dengan udara panas yang amat menyengat badan itu. berpisah dengan kekasih memang merupakan suatu peristiwa yang berat hati. Suma Thian yu tak berani memaksa Bi hong siancu untuk mendampinginya. orang yang terlalu banyak malah lebih mudah menimbulkan hal-hal diluar dugaan. Thi pit suseng Thia Cuan segera berjanji berapa waktu kemudian akan meng ajek mereka berdua untuk menantikan kepulangan Suma Thian yu. tentu saja merasa berat hati dan sedih sekali. ia merasa sedih dan perasaannya serasa saling bertentangan satu sama lainnya. seakan-akan harus bersusah payah untuk mempertahankan langkahnya saja.com/ Bi hong siancu Wan Pek lan tak dapat melawan bujukan dari Toan im siancu sehingga akhirnya mengambil keputusan untuk tetap tinggal disana. Atas dasar alasan itulah. Saat itulah dari kejauhan sana nampak sese orang berjalan mendekat dengan langkah yang gontai. Di depan pintu sebuah warung ditepi jalan Ku khing. udara yang menyelimuti jalan raya menuju ke kota Siang yang amat panas. bahwa perjalanannya menuju ke Tibet hanya boleb dilakukan oleh dia seorang diri dan tidak diperkenankan mengajak orang lain.

seru Lim loji dengan perasaan mendongkol. me rasa tidak terima kalau menyaksikan hal-hal yang tak adil." "Mengapa?" orang she Kang itu ikut menimbrung dengan perasaan amat amat tertarik. tampaklah orang yang berada di tengah jalan itu sudah sampai didepan mereka dengan keadaan lemah dan napas tersengal-sengal. lohu pun seperti juga kau seka rang. nyaris nasi mereka muntah keluar. "kau tidak tahu apa lihat kau memang tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh. bagi kita yang sering melakukan perjalanan jauh. Baru saja kakek Lim hendak menjawab. jadi apakah dunia kita ini?" "Lo kang". ketahuilah berkelana dalam dunia persi latan bukan suatu pekerjaan yang gampang. bagaimana kalau kita kesana untuk memayang tubuhnya?" Yang disebut "Lim loji" adalah seorang kakek yang berusia lima puluh tahunan.com/ Beberapa orang saudagar yang sedang duduk didepan warung itu serentak berpaling menyaksikan keadaain orang itu. hai Lim loji. hal mana lebih baik lagi" Orang yang menujukan usul tadi segera mendengus: "Hmm. akibatnya terjadi suatu peristiwa yang hampir saja mengorbankan selembar nyawa tuaku. salah seorang diantaranya berkata: "Orang itu sudah hampir roboh.Tiraikasih Website http://kangzusi. kalau bisa tidak mencampuri urusan orang. . aku turun tangan menolong seorang nyonya yang sedang terluka parah. Semua orang yang menyaksikan keadaan orang itu. Tempo hari. kalau setiap orang yang berada dikolong langit mempunyai mental seperti kau semua. tampak dia mengangkat cawan air tehnya dan menghirup setegukkan lalau sahutnya sambil menggeleng: "Lebih baik masing-masing orang mengurusi persoalan sendiri dan tak usah mencampari urusan oranglai. kemudian diiringi suara nyaring dia terjatuh ke tanah dan merintih tiada hentinya. suka mencampuri urusan orang lain.

jangan bertindak sembarangan. apabila jika kau adalah seorang sastra wan yang menguasahi seni dan sastra.com/ Ternyata dia berusaha enam puluh tahunan. Kalau dibilang dia adalah seorang sastrawan. ini menandakan kalau sepatunya berbau busuk sekali. kalau diiihat dari tampangnya entah sudah berapa hari dia menderita kelaparan. pada masa itu orang lebih memandang tinggi mereka yang tahu tentang sastra daripada ilmu silat asalkan kau mengetahui dua huruf saja maka kau akan disanjung orang. rasanya hal ini seperti suatu penghinaan buat kaum sastrawan lainnya. Beberapa orang saudagar itu sudah terbiasa melakukan perjalanan ke utara maupun selatan sungai besar. tubuhnya penuh dengan salep obat dan bau busuk menyebar kemana-mana.Tiraikasih Website http://kangzusi. Mendengar perkataan tersebut. pengalaman mereka amat luas dan banyak kejadian aneh yang pernah dijumpainya. sepatunya nya terbuat dari kain dengan beberapa ekor lalat menempel disekitarnya. kakek Lim segera menggoyangkan tangannya berulang kali sambil mencegah: "Jangan. mengenakan pakaian compang camping dengan kepala mengenakan ikat kepala sebagai seorang sastrawan. sesungguhnya tidak mirip sebab seorang pengemis tidak akan mengenakan pakaian ber dandan seorang sastrawan. mari kita membuat keba jikan dengan memberikan makanan padanya. apakah kau menganggap perkataanku tadi sebagai angin yang berlalu? Kalau kau sudah tak ingin hidup lagi. berikanlah hidangan tersebut kepadanya!" . bisa jadi setiap orang akan menyanjungmu setinggi langit. namun belum pernah mereka menyak sikan manusia seaneh kakek tersebut. Dengan suara lirih saudagar she Kang itu membisik kepada ketiga orang rekan lainnya: "Orang ini sudah hampir mati. Kalau kau mengatakan dia sebagai pengemis. Perlu diketahui.

dia segera duduk." Kemudian sambil berpaling ke arah lelaki setengah umur she Kang itu dan berkata lebih jauah: "Bagaimana? Lo Kang.. rupanya semua harta kekayaannya dibikin ludas oleh arak. kemudian dilahapnya dengan amat rakus. Sambil menggebrak meja. dia memang seorang yang sosial dan berhati mulia. silahkan duduk.. orang ini benar benar kebangetan sekali.Tiraikasih Website http://kangzusi. masih minta arak. hatinya merasa sangat tak puas sesudah mendengar perkataan dari kakek Lim. lebih baik jangan mencampuri urusan orang lain. Tak selang berapa saaat kemudian. Selesai bersantap. dengan susah payah dia merangkak bangun dari tanah dan meletakan mengkuk dan sumpit itu kemeja. namun dia sama sekali tidak ambil perduli." Sastrawan tua itu berhenti merintih dan mengawasi orang she Kang itu sekejap. Saudagar she Kang itu Jin hoo.. segera jengeknya: "Sudah diberi nasi.. aku minta arak!" Menyaksikan kejadian itu. kemudian dengan perasaan berterima kasih diterimanya nasi tersebut dengan tangan gemetar. hidangan tersebut sudah tersapu lenyap hingga tak berbekas. si kakek lim segera tertawa terbahak-bahak. kemudian serunya dengan parau: "Arak. meski kaya namun jadi orang sosial dan suka membantu kaum lemah. Diambilnya semangkuk nasi.com/ Orang she Kang itu berusia empat puluh tahunan. daripada mencari kesulitan bagi diri sendiri" Seusai berkata. minumlah arak sebelum pergi!" Sastrawan rudin itu tidak sungkan-sungkan. dia lantas menunjukkan sikap yang gembira menyaksikan kesusahan orang. mengangkat poci arak ter . kendatipun kakek Lim memberi peringatan berulang kali. dia memesan sepoci arak dan segera ujarnya kepada sastrawan rudin itu: "Botiang. diberi berapa macam sayur dan dihantar kedepan sastrawan rudin itu sembari berseru: "Lotiang.. makanlah nasi ini untuk menanggal perutmu yang sedang lapar.

" Belum selesai dia berkata. Kalau dari raut muka lote. untung kau menjamuku bersantap pada hari ini. Dalam waktu singkat seluruh isi poci tersebut telah berpindah ke dalam perut." Kang Jin hoo menjadi antipatik sesudah men dengar ucapan si sastrawan tua yang dianggapnya perkataan orang gila itu namun dia tidak sampai mengumbar hawa amarahnya.Tiraikasih Website http://kangzusi.. senbari menuding wajah sastrawan rudin tersebut. tanggung semua bencana akan hilang lenyap dengan sendirinya.. itu berarti bencana sudah berada didepan mata. aku lihat pada bagian Ing thong mu sudah menghitam. dia segera menyindir lagi: "Sialan-sialan.. selamanya 1ohu hidup sebagai tukang ramal. jangan salahkan bila kupencet dirimu sampai mampus... kau tak akan bisa hidup melebihi umur empat puluh sembilan tahun!" Kontan saja kakek Lim menggebrak meja sambil melompat bangun. hmm. Berbeda dengan kakek Lim. tapi sejak dulu hingga kini. Kakek Lim yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela napas. diam-diam dia mengomeli Kan