Anda di halaman 1dari 12

PESAWAT SEDERHANA

Pesawat sederhana adalah alat-alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan. Ada berbagai jenis pesawat sederhana antara lain bidang miring, tuas, dan katrol. di dalam pembahasan pesawat sederhana ini....kalian akan sering bertemu dengan istilah keuntungan mekanis (KM). keuntungan mekanis merupakan efek dari penggunaan pesawat sederhana yang menyebabkan gaya yang kita keluarkan untuk mengangkat beban sama dengan berat beban dibagi dengan keuntungan mekanisnya.

F = W/KM W = m.g
keterangan : F = gaya yang kita keluarkan (N) W = berat beban yang kita angkat (N) KM = keuntungan mekanis m = massa beban (kg) g = percepatan grafitasi (m/s2) Jadi semakin besar KM maka gaya yang kita keluarkan untuk mengangkat beban semakin kecil. Hmmm... mengapa bisa demikian? Hal ini berkaitan dengan usaha/kerja yang kita lakukan. Sebenarnya, pesawat sederhana tidak mengurangi total usaha/kerja yang kita keluarkan untuk mengangkat beban. walaupun demikian jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mencapai hal ini dapat dikurangi dengan menerapkan gaya yang lebih sedikit terhadap jarak yang lebih jauh. ingat :

usaha = gaya x jarak tempuh


Dengan kata lain, peningkatan jarak akan mengurangi gaya yang dibutuhkan.

A machine is a tool used to make work easier. Simple machines are simple tools used to make work easier. Compound machines have two or more simple machines working together to make work easier. In science, work is defined as a force acting on an object to move it across a distance. Pushing, pulling, and lifting are common forms of work. Furniture movers do work when they move boxes. Gardeners do work when they pull weeds. Children do work when they go up and down on a see-saw. Machines make their work easier. The furniture movers use a ramp to slide boxes into a truck. The gardeners use a hand shovel to help break through the weeds. The children use a see-saw to go up and down. The ramp, the shovel, and the see-saw are simple machines.

Inclined Plane A plane is a flat surface. For example, a smooth board is a plane. Now, if the plane is lying flat on the ground, it isn't likely to help you do work. However, when that plane is inclined, or slanted, it can help you move objects across distances. And, that's work! A common inclined plane is a ramp. Lifting a heavy box onto a loading dock is much

easier if you slide the box up a ramp--a simple machine. Wedge Instead of using the smooth side of the inclined plane, you can also use the pointed edges to do other kinds of work. For example, you can use the edge to push things apart. Then, the inclined plane is a wedge. So, a wedge is actually a kind of inclined plane. An axeblade is a wedge. Think of the edge of the blade. It's the edge of a smooth slanted surface. That's a wedge! Screw Now, take an inclined plane and wrap it around a cylinder. Its sharp edge becomes another simple tool: the screw. Put a metal screw beside a ramp and it's kind of hard to see the similarities, but the screw is actually just another kind of inclined plane. Try this demonstration to help you visualize. How does the screw help you do work? Every turn of a metal screw helps you move a piece of metal through a wooden space. And, that's how we build things! Lever Try pulling a really stubborn weed out of the ground. You know, a deep, persistent weed that seems to have taken over your flowerbed. Using just your bare hands, it might be difficult or even painful. With a tool, like a hand shovel, however, you should win the battle. Any tool that pries something loose is a lever. A lever is an arm that "pivots" (or turns) against a "fulcrum" (or point). Think of the claw end of a hammer that you use to pry nails loose. It's a lever. It's a curved arm that rests against a point on a surface. As you rotate the curved arm, it pries the nail loose from the surface. And that's hard work! Wheel and Axle The rotation of the lever against a point pries objects loose. That rotation motion can also do other kinds of work. Another kind of lever, the wheel and axle, moves objects across distances. The wheel, the round end, turns the axle, the cylindrical post, causing movement. On a wagon, for example, the bucket rests on top of the axle. As the wheel rotates the axle, the wagon moves. Now, place your pet dog in the bucket, and you can easily move him around the yard. On a truck, for example, the cargo hold rests on top of several axles. As the wheels rotate the axles, the truck moves. Pulley Instead of an axle, the wheel could also rotate a rope or cord. This variation of the wheel and axle is the pulley. In a pulley, a cord wraps around a wheel. As the wheel rotates, the cord moves in either direction. Now, attach a hook to the cord, and you can use the wheel's rotation to raise and lower objects. On a flagpole, for example, a rope is attached to a pulley. On the rope, there are usually two hooks. The cord rotates around the pulley and lowers the hooks where you can attach the flag. Then, rotate the cord and the flag raises high on the pole. If two or more simple machines work together as one, they form a compound machine. Most of the machines we use today are compound machines, created by combining several simple machines. Can you think of creative ways to combine simple machines to make work easier? Think about it.

1. Bidang Miring
bidang miring merupakan sebuah bidang miring yang digunakan untuk memindahkan sebuah benda ke ketinggian tertentu.

Keterangan : s = panjang bidang miring (m) h = ketinggian (m) W = berat beban (N) F = gaya dorong (N)

F = W x (h/s) Keuntungan Mekanis (KM) = s/h


Misalnya, berat kotak adalah 800 N berarti untuk memindahkan kotak diperlukan gaya paling sedikit 800 N, ketinggian permukaan bak mobil dari tanah (h) 1,5 m. Usaha yang dilakukan untuk mengangkat kotak tersebut adalah sebagai berikut : W = F h = 800 N 1,5 m = 1.200 Nm Bagaimana jika menggunakan bidang miring sepanjang 4,5 m? Usaha untuk memindahkan kotak ini adalah sama yaitu 1.200 Nm. Akan tetapi, karena jaraknya (s) lebih besar, gaya yang diperlukan untuk memindahkan kotak melalui bidang miring lebih sedikit. F = W x (h/s) = 1.200 x (4,5/1,5) = 1.200 x 1/3 = 400 N Prinsip bidang miring juga diterapkan pada berbagai macam alat buatan manusia seperti baji, kapak, tatah, pisau, obeng, paku, sekrup....juga jalan yang berkelok-kelok di pegunungan.

2. Tuas
Sistem kerja tuas terdiri atas tiga komponen, yaitu beban, titik tumpu, dan kuasa. Tuas dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Pembagian ini berdasarkan pada letak titik gaya, titik beban, titik tumpu. a. Tuas Jenis Pertama

Jenis tuas ini mempunyai ciri titik tumpunya terletak di antara titik gaya (kuasa) dan titik beban. contoh alat dengan tuas jenis I : Gunting, catut, tang, pemotong kuku, linggis dll

b. Tuas Jenis Kedua

Jenis tuas ini mempunyai ciri titik beban terletak di antara titik gaya (kuasa) dan titik tumpunya. contoh alat dengan tuas jenis II : pembuka botol, gerobak beroda satu, pemotong kertas, pelubang kertas dll. c. Tuas Jenis Ketiga

Jenis tuas ini mempunyai ciri titik gaya terletak di antara titik tumpu dan titik beban. contoh alat dengan tuas jenis III : pinset, pancing, sekop dll

di bawah ini merupakan gambar benda2 yang menggunakan prinsip tuas :

keterangan : a. tuas jenis pertama b. tuas jenis kedua c. tuas jenis ketiga

Rumus-rumus dalam tuas :

F = W x (Lb/Lk) KM = Lk/Lb
keterangan : F = gaya yang dikerjakan pada tuas (N) W = beban tuas (N) Lb = lengan beban, adalah jarak antara titik tumpu dengan dengan beban (m) Lk = lengan kuasa, adalah jarak antara titik tumpu dengan kuasa/gaya yang dikerjakan (m) KM = keuntungan mekanis

3. Katrol
Katrol adalah roda berongga yang disepanjang sisinya untuk tempat tali. Katrol sangat baik digunakan untuk memindahkan beban ke atas/bawah. Katrol dapat dibedakan menjadi katrol tunggal tetap, katrol tunggal bergerak, dan takal (katrol majemuk berganda). a. Katrol Tunggal Tetap

katrol tunggal tetap terdiri dari sebuah katrol yang kedudukannya tidak berubah-ubah (tetap). Keuntungan mekanis (KM) katrol tunggal tetap = 1 Keuntungan mekanis =1 berarti berat beban = gaya yang kita keluarkan untuk mengangkat beban tersebut. maka,

F = W LB
katrol jenis ini memang tidak mengurangi besar gaya yang kita keluarkan, namun dapat merubah arah gaya. Bila kita menarik suatu beban dari atas ke bawah tanpa katrol maka kita harus mengeluarkan gaya dengan arah tersebut yaitu dari atas ke bawah sehingga kita kesulitan memanfaatkan berat tubuh kita. sedangkan bila menggunakan katrol (seperti yang terlihat pada gambar di atas) gaya yang kita keluarkan justru berarah dari atas ke bawah. Hal ini menyebabkan kita dapat memanfatkan berat tubuh kita untuk mengangkat beban tersebut jadi tangan kita tidak cepat lelah. b. Katrol Tunggal Bergerak

katrol tunggal bergerak terdiri dari sebuah katrol yang kedudukannya dapat berubahubah (tetap) Keuntungan mekanis (KM) katrol tunggal bergerak = 2 maka,

F = 1/2.W
Keuntungan mekanisnya = 2 artinya kita hanya perlu mengeluarkan gaya separuh dari berat beban yang kita angkat ( F = W/KM).

c. Takal (Katrol majemuk/berganda)

Takal / Katrol majemuk atau berganda adalah katrol yang terdiri dari sebuah katrol tetep dan satu atau lebih katrol bergerak... katrol ini biasanya digunakan untuk mengankat beban yang sangant berat. Keuntungan mekanis (KM) takal = Jumlah katrol

F = W/jumlah katrol

Katrol

Katrol Tetap Katrol adalah suatu roda dengan bagian berongga di sepanjang sisinya untuk tempat tali atau kabel. Katrol biasanya digunakan dalam suatu rangkaian yang dirancang untuk mengurangi jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat suatu beban. Walaupun demikian, jumlah usaha yang dilakukan untuk membuat beban tersebut mencapai tinggi yang sama adalah sama dengan yang diperlukan tanpa menggunakan katrol. Besarnya gaya memang dikurangi, tapi gaya tersebut harus bekerja atas jarak yang lebih jauh. Usaha yang diperlukan untuk mengangkat suatu beban secara kasar sama dengan berat beban dibagi jumlah roda. Semakin banyak roda yang ada, sistem semakin tidak efisien karena akan timbul lebih banyak gesekan antara tali dan roa. Katrol adalah salah satu dari enam jenis pesawat sederhana. Tidak ditemukan catatan mengenai kapan dan oleh siapa katrol pertama kali dikembangkan, tapi kemugkinan besar berasal dari Eurasia. Bagian dasar pembentuk sistem katrol, roda, ditemukan beberapa waktu setelah penemuan di di Eurasia pada masyarakat di belahan barat, Afrika sub-Sahara, dan Australia. Dipercayai juga bahwa Archimedes mengembangkan rangkaian sistem katrol pertama, sebagai mana dicatat oleh Plutarch.

RUMUS KATROL Katrol tetap KM = 1 Katrol bergerak KM = 2 Katrol majemuk KM = n (n=jumlah katrol)

KM= Keuntungan Mekanik

Katrol Tetap

Pada Katrol Tetap Titik Tumpu terletak pada sumbu katrol artinya Jarak antara Titik Beban ke Titik Tumpu sama dengan jarak antara kuasa ke titik tumpu dengan demikian maka panjang lengan beban sama dengan panjang lengan kuasa Karena Lengan beban sama dengan Lengan Kuasa Maka keuntungan mekanik pada katrol tetap adalah :

Jadi keuntungan mekanik katrol tetap adalah 1 Keuntungan lain dari katrol tetap adalah mengubah arah gaya dari gaya angkat menjadi gaya tarik ke bawah Untuk menentukan besar gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban dengan katrol tetap dapat dihitung sebagai berikut :

Beban beratnya 100 N diangkat dengan katrol tetap seperti gambar di sebelah ini. Berapa besar gaya kuasa untuk mengangkat beban tersebut. Berapa keuntungan mekaniknya? Penyelesaian : Diketahui B = 100 N, diangkat dengan katol tetap Ditanya F = ....?

Jawab : Katrol tetap F = B Jadi F = 100 N

Katrol Bergerak Pada katrol bergerak titik tumpu terletak pada tali yang terikat pada tempat tertentu sedangkan titik beban terletak pada pusat (poros) katrol dan titik kuasa terletak pada tali yang ditarik gaya. Oleh sebab itu maka panjang lengan kuasa adalah 2 kali panjang lengan beban Jadi keuntungan mekanik katrol bergerak adalah 2 kali

Contoh cara menghitung besar gaya untuk mengangkat beban dengan katrol bergerak Perhatikan gambar di bawah ini!

Benda 200 N diangkat dengan katrol bergerak, berapa besar kuasa untuk mengangkat beban tersebut Penyelesaian : Diketahui B = 200 N, diangkat dengan katol bergerak Ditanya F = ....? Jawab : Katrol bergerak Keuntungan mekaniknya = 2 kali,