P. 1
Kebijakan Pembangunan Desa Strategi Dan Program

Kebijakan Pembangunan Desa Strategi Dan Program

|Views: 824|Likes:
Dipublikasikan oleh Biote Kosong Sembilan

More info:

Published by: Biote Kosong Sembilan on Feb 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA STRATEGI DAN PROGRAM

A. Pemerintahan Birokrasi Orde Baru Sistem politik Indonesia pada masa ORBA dikarakteristikkan sebagai suatu pemerintahan bureaucratic polity yang dimana terlihat dalam pengambilan keputusan yang hanya merespon nilai-nilai dan kepentingan pemimpin militer dan birokrat tingkat tinggi, khususnya spesialis yang sudah sangat terlatih yang dikenal dengan teknokrat. Sejak dibentuknya pemerintahan ORBA pada tahun 1966, pembangunan ekonomi dan stabilitas poltik menjadi dasar bagi pemerintahan ini. Presiden soeharto melanjutkan usaha-usaha melemahkan kekuatan partai politik dan menyandarkan diri pada prioritas pembangunan. Kebijakan semacam ini telah membatasi kekuasaan dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan di tingkat nasional yang hampir secara keseluruhan dilakukan oleh pejabat militer, birokratsenior dan teknokrat. Faktor faktor yang menentukkan program-program Pembangunan Desa Pemerintahan ORBA. - Pemerintahan soeharto melakukan pembangunan pedesaan melalui green revolution. - Adanya kebijakan dan mengimplementasikan kebijakan pangan. Faktor fakror lainnya diantara lainnya adalah : 1. Peninggalan Kebijakan Pertanian Belanda - Selama pemerintahan kolonial, kebijakan ekonomi Indonesia menyandaran diri pada perdangan dengan belanda untuk meningkatkan eksporhasil perkebunan. - Bidang tanah yang luas, investasi modal dalam skala luas, dan produksi hasil panen untuk diekspor. - Menciptakan dddepartemen pertanian guna mendorong kegiatan ekonomi dan memperluas produksi petani. - Sistem kredit dan pelayanan pinjaman kepada petani. - Inisiatif menjalankan a new agricultural extension service system. - Perluasan lahan pertanian. 2. Kebijakan pembangunan pada masa pemerintahan soekarno a. Penekanan pada Nasionalisme dan kesatuan nasional daripada pembangunan ekonomi. - Hal ini dikarenakan waktu itu Indonesia menghadapi masalah integrasi nasional. - Adanya pengaruh elit politik - Adanya gerakan separatis melawan pemerintahan saat itu. - Pendidikan politik dan lembaga politik guna mempertahankan kemerdrkaan nasional.

b. Tumbuhnya instabilitas ekonomi dan politik Hal ini dikarenakan oleh beberapa indikator yang dianatara lainnya : Munculnya kekacauan politik dan ekonomi Keadaan ekonomi yang memburuk Peranan institusi yang memburuk terhadap pembangunan di sektor pedesaan akibat intibilasi dan sumber daya yang kurang memadai. Semakin meluasnya pengaaruh sistem politik kedalam tubuh birokrasi sebagai elemen penting dalam pembangunan desa. Pemakaian sistem pemerintahan baru (demokrasi terpimpin) membuat polarisasi perpecahan ideologi dan politik. Kemunduran tatanan ekonomi akibat kemerosotan politik Kecilnya usaha pemerintah dalam memperbaiki tingkat produksi petani. Terjadinya hiperinflasi karena ekonomi telah dirusak oleh krisis politik. c. Kebijakan pembangunan pedesaan pemerintahan soekarno Peningkatan produktivitas dan produksi pertanian Indonesia Produksi pangan diusahakan menjadi prioritas utama Mengadopsi transformasi teknologi dan reorganisasi institusi agraria. d. Peran organisasi desa dalam program pembangunan pedesaan Organisasi organisasi petani dibentuk ketika pemerintah soekarno memperkenalkan program BIMAS pada tahun 1964/1965 untuk mendukung program intensifikasi pangan. Adanya the paddy centers pusat-pusat padi. Adanya lembaga desa yang disebut koperta

-

-

-

Berdirinya Pemerintahan ORBA

e. Usaha meningkatkan produksi pangan selama era soekarno Dibentuknya yayasan bahan makanan atau BAMA, yang kemudian berubah menjadi yayasan Bahan Makanan atau YUBM Program kesejahteraan khusus yang dikenala dengan rencana kesejahteraan istimewa (RKI) Menigkatkan impor beras akibat bencana alam yang melanda sebagian daerah penghasil beras. Dikembangkannya fungsi the paddy centre untuk meningkatkannya produksi beras. Penggunaan metode panca usaha tani. Pemerintah memperkenalkan program BIMAS untuk meningkatkan produktivitas beras. Reformasi agraria (land reform)

Berkebalikan dengan pemerintahan soekarno yang beerusaha membangun legitimasi

pemerintahan dengan melanjutkan revolusi 1945 dan perjuangan melaawan imprialisme pemerintahan soeharto mengusahakan stabilisasi dan pembangunan dan tujuan ini menjadi landasan utama pemerintahan ORBA.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->