KTSP

MODUL PKn Kelas XI

Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. Drs. Munawar Kholil

1

Wassalam. agar dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik dan maksimal kususnya dalam mata pembelajaran PKn di sekolah maupun di madrasah sebagaimana tuntutan KTSP. Drs. Modul ini ditujukan kepada para guru. Semoga modul ini dapat bermamfaat dan memenuhi fungsinya. peserta didik maupun calon guru dalam mempelajari PKn khususnya. lengkap dan praktis. Dengan melihat banyaknya buku sumber belajar dari berbagai penerbitan. Salah satu di antaranya adalah Modul ini. maka saya buat Modul PKn ini.KATA PENGANTAR Dengan berlakunya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang mengacu pada sistem belajar tuntas (mastery learning). dan mudah digunakan baik untuk guru. Penyusun Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. calon guru Pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). para siswa. maka saya berinisiatif untuk menghimpunnya dalam satu media belajar yang simple. Munawar Kholil 2 . diperlukan berbagai sarana pendukung yang dapat menunjang pelaksanaan KTSP di lapangan.

y Kegiatan belajar 6 : Ciri-ciri masyarakat madani «««««««. dan reformasi «««« y Kebiatan belajar 8 : Perilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari. Drs.. Munawar Kholil 3 .hari ««««««««««««««. Cara Penggunaan Modul bagi Peserta Didik «. y Kegiatan belajar 7 : Pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama. BAB 3 KETERBUKAAN DAN KEADILAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA y Kegiatan belajar 9 : Pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ««««««««««««« 78 y Kegiatan belajar 10: Dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak tranparan ««««««««««. 84 y Kegiatan belajar 11: Sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara «««« 88 32 41 48 73 2 3 5 Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. orde baru..DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengatar «««««««««««««««««««««««« Daftar isi «««««««««««««««««««««««««. 6 y Kegiatan belajar 2 : Tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia ««««««« 15 y Kegiatan belajar 3 : Sosialisasi pengembangan budaya politik «« 21 y Kegiatan belajar 4 : Peran serta budaya politik partisipan «««« 27 BAB 2 BUDAYA DEMOKRASI MENUJU MASYARAKAT MADANI y Kegiatan belajar 5 : Pengertian dan prinsip budaya demokrasi ««... SEMESTER 1 BAB 1 BUDAYA POLITIK DI INDONESIA y Kegiatan belajar 1 : Pengertian budaya politik ««««««««.««««««««««...

141 DAFTAR KEPUSTAKAAN «««««««««««««««. Pentingnya. . Munawar Kholil 4 . 112 y Kegiatan belajar 16 : Kerjasama dan Perjanjian Internasional Yang bermamfaat bagi Indonesia ««««« 121 BAB 5 SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL y Kegiatan Belajar 17 : Sistem Hukum dan Peradilan Internasional «. dan Sarana-sarana Hubungan Internasional bagi suatu Negara «.. Drs. 148 Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. 92 y Kegiatan Belajar 13 : Tahap-tahap Perjanjian Internasional «««. 126 y Kegiatan Belajar 18 : Sebab Timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Mahkamah Internasional ««««««««««««« 134 y Kegiatan belajar 19 : Menghargai Putusan Mahkamah Internasional«««««««««««««. 97 y Kegiatan Belajar 14 : Fungsi Perwakilan Diplomatik «««««« 104 y Kegiatan Belajar 15 : Peranan Organisasi Internasional (ASEAN dan PBB) dalam meningkatkan Hubungan Internasional ««««««««.BAB 4 HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN ORGANISASI INTERNASIONAL y Kegiatan Belajar 12 : Pengertian.

Setiap peserta didik wajib mempelajari Modul ini sesuai dengan Kegiatan Belajar yang bersangkutan atau sesuai dengan petunjuk guru bidang studi PKn. Setelah selesai kegiatan belajar yang bersangkutan dilalui. 4.Petunjuk Penggunaan Modul PKn Bagi Siswa 1. Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. 2. Drs. Peserta didik dianjurkan untuk melengkapi referensi dari setiap kegiatan belajar dengan referensi lain seperti Internet. Munawar Kholil 5 . 3. Supaya semua soal latihan dapat di kuasai dengan baik maka setiap peserta didik mempelajari kegiatan belajar yang bersangkutan dengan seksama dan cermat. Koran. setiap peserta didik menjawab soal-soal latihan sesuai dengan Kegiatan Belajar yang telah dilalui atau menurut petunjuk guru bidang studi PKn. buku sumber lain yang relevan/sesuai dengan pembahasan kalau memang diperlukan atau sesuai petunjuk guru bidang studi PKn. sebab semua jawaban berada di Modul dan pengembangan penalaran dari materi Modul PKn.

Definisi budaya politik menurut para ahli : a. Samual Beer. adalah seperangkat pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama.Semester 1 Kegiatan Belajar 1 ( 2 x pertemuan ) BAB 1 BUDAYA POLITIK DI INDONESIA Standar Kompetensi : 1. Kompetensi dasar : 1. sebuah pola orientasi terhadap objek-objek politik. bangsa. 3. dan Negara yang diyakini sebagai pedoman dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas politik kenegaraan. Mendeskripsikan macam-macam budaya politik 3. b. Budaya politik yang berkembang dalam masyarakat. Austin Ranney. adalah nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah. Pengertian budaya politik. Drs. Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. Gabriel Abraham Almond dan Sidney Verba. 2. Faktor penyebab berkembangnya budaya politik suatu daerah. Menganalisis budaya politik di Indonesia. adalah suatu sikap orientasi yang khas dari warga Negara terhadap system politik dengan aneka ragam bagiannya dan sikap terhadap peranan warga Negara yang ada dalam sistem itu. Pengertian Budaya politik : Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. d. Mendeskripsikan pengertian budaya politik 2. Munawar Kholil 6 . Menjelaskan faktor-faktor penyebab berkembangnya budaya politik 4. c. URAIAN MATERI POKOK 1. Rusadi Sumintapura. C. Menyimpulkan budaya politik yang berkembang di masyarakat B.1 Mendeskripsikan pengertian budaya politik A. MATERI POKOK 1. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.

Supremasi hukum. yaitu semangat merevisi dan mengadopsi sistem politik yang lebih baik. Menurut Almond dan powell. c. batas Negara. maka seseorang warga Negara harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang si pemimpin. Orientasi evaluative yaitu penilaian moral seseorang terhadap sistem politik dengan menggunakan informasi dan perasaan tentang kinerja suatu sistem politik serta penilaian didasarkan pada normanorma yang dianut dan sepakati bersama. simbol-simbol yang dimiliki oleh sistem politiknya secara keseluruhan seperti. orientasi individu terhadap sistem politik dapat dilihat dari tiga komponen. bebas. Tingkat pendidikan warga Negara. yaitu adanya penegakan hukum yang adil. Pengetahuan seseorang terhadap suatu simbol politik sering mempengaruhi perasaan seseorang terhadap sistem politik secara keseluruhan. pengetahuan seseorang mengenai sistem politik. Dari definisi-definisi di atas tampak bahwa budaya politik menunjuk kepada orientasi dan tingkah laku individu / masyarakat terhadap sistem politik. 2. dan evaluative. yaitu orientasi kognitif. misalnya untuk dapat menilai seorang pemimpin. Media massa yang independen sebagai kontrol sosial. Orientasi afektif menunjuk pada aspek perasaan atau ikatan emosional seorang individu terhadap sistem politik. simbolsimbol ekpresif. b. Misalnya. kepala Negara. d. mata uang. Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. sehingga seorang dapat menerima atau menolak sistem politik tertentu. Sidney Verba. afektif. Reformasi politik (political Will). tokoh-tokoh pemerintahan. dan mandiri. dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan. adalah suatu sistem kepercayaan empirik. semakin sejahtera rakyat maka semakin tinggi tingkat partisipasi politiknya. kebijakan yang mereka ambil. e.e. Tingkat ekonomi. ibukota Negara. Orientasi kognitif meliputi berbagai pengetahuan dan keyakinan tentang sistem politik. Ketiga aspek di atas adalah satu kesatuan. Munawar Kholil 7 . Drs. independen. dll. lambang Negara. Faktor penyebab berkembangnya budaya politik suatu daerah : a.

Masyarakat santri dikelompokkan menjadi dua. b. Budaya politik modern : Adalah budaya politik yang mencoba meninggalkan karakter etnis tertentu dan agama tertentu. yaitu kelompok tradisional (NU) dan modern (Organisasi Muhammadiyah). masyarakat priyayi adalah masyarakat kelas atas atau kelompok aristokrat dan birokrat seperti para pegawai pemerintah. Drs. yaitu agama islam biasanya dipelopori oleh kelompok santri.3. yaitu adanya pemilahan yang tegas antara penguasa dengan rakyat kebanyakan (rakyat kecil) dengan tatanan hirarkis yang sangat ketat. Budaya politik abangan. seperti kelompok birokrat. yaitu : a. Dalam budaya politik modern terdapat subbudaya. termasuk para petani. intelektual. b. Hirarki yang tegar atau ketat. Sekarang pada PKS. yaitu budaya politik masyarakat yang menekankan keluhuran tradisi. khususnya agama islam. budaya politik Indonesia memiliki tiga ciri dominan. Munawar Kholil 8 . c. PPP. c. Budaya politik santri. Affan Gaffar. dan militer. Budaya politik Islam : Adalah budaya politik yang lebih mendasarkan idenya pada satu keyakinan dan nilai agama tertentu. Budaya politik yang berkembang dalam masyarakat : 1) Berdasarkan gaya berpolitiknya : a. yaitu budaya politik yang menekankan aspek-aspek animisme. 2) Menurut Clifford Geertz. adalah yaitu politik yang menekankan aspekaspek keagamaan. Budaya politik tradisional : Adalah budaya politik yang mengedepankan satu budaya dari etnis tertentu yang ada di Indonesia. Masa lalu mereka berafiliasi pada NU dan Masyumi. PKB. budaya politik Indonesia adalah : a. Pekerjaan mereka biasanya pedagang. 3) Menurut Herbert Feith. mengemukakan bahwa Indonesia memiliki dua budaya politik yang dominan yaitu aristokrasi Jawa (kaum Ningrat Jawa ) dan wiraswasta islam (pengusaha yang beragama Islam) 4) Menurut Prof. pada masa lalu mereka berafiliasi dengan partai PNI dan sekarang pada partai golkar. Budaya politik Priyayi. Tata cara dan alam pikiran Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. Contoh ³Paham Masyarakat Jawa´ di masa orde baru.

c. 3) Rule of law atau penegakan hukum lebih bersifat rule of man atau kekuasaan penguasa. seperti : y Promosi jabatan yang tidak mengikuti prosedur baku. Karakteristik Negara neopatrimonialistik : 1) Kecendrungan untuk mempertukarkan sumber daya yang dimiliki penguasa dengan teman-temannya. kasih sayang. kaula.serta sopan santun dieskpresikan sesuai dengan asal usul atau kelas masing-masing. Patron atau si bos biasanya memiliki lebih banyak kemampuan seperti perlindungan. Misalnya penguasa dapat menggunakan kata kasar pada rakyat kebanyakan tetapi rakyat kebanyakan harus dengan ekspresi bahasa yang halus. dalam suatu Negara yang patrimonialistik penyelenggaraan pemerintahan di bawah kontrol langsung pimpinan Negara. Drs. y Anak pejabat dengan cepat dapat proyek tanpa tender. 2) Kebijakan lebih bersifat partikuleristik daripada bersifat universalistik. Dengan melihat tipe budaya politik yang berkembang di masyarakat Indonesia. y Anak pejabat menjadi pengusaha besar karena jabatan orang tuanya. menurut James Scott hubungan macam ini disebut sebagai pola hubungan patron. kesejahteraan.client yaitu pola hubungan individual antara dua individu yaitu si Patron dan si Client. Kecendrungan Patronage.Kecenderungan Neo-Patrimonialistik : Menurut Max Weber. b. Munawar Kholil 9 . Hubungan ini akan langgeng selama keduanya memiliki kemampuan atau sumber daya yang akan dipertukarkan dan akan berhenti bila antara ke duanya atau salah satunya tidak lagi memiliki sumber daya atau kemampuan. y Anak pejabat menempati posisi strategis dalam politik sebab proses rekrutmen politik yang tidak terbuka. Bila hubungan ini berakhir maka keduanya akan mencari dan mungkin akan menjadi patron atau client yang baru. maka kita tidak bisa menentukan budaya politik apakah parokial. atau subjek. Beberapa contoh budaya neo-patrimonialistik. 4) Penguasa politik sering mengaburkan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan publik atau umum. Kalau berpatokan pada klasifikasi Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. keamanan sedangkan si client atau anak buah atau buruh biasanya hanya memiliki kesetiaan atau loyalitas serta tenaga untuk di berikan kepada si Patron.

penilaian. mengambil calon. E. Drs. D.Gabriel A. supremasi hukum. dan media komunikasi sebagai kontrol sosial. RANGKUMAN 1. bersifat pengetahuan : berkenaan dengan perasaan. reformasi politik. calon rohaniawan Priyayi : masyarakat kelas atas (birokrat. Budaya politik menunjuk pada orientasi tingkah laku individu dan masyarakat terhadap system politik tertentu yang meliputi orientasi kognitif. Santri : murid pesantren. Faktor yang menyebabkan berkembangnya politik suatu daerah antara lain tingkat pendidikan masyarakat. perkiraan keadaan. penentuan nilai Patronage : lindungan. yaitu tipe budaya parokial. kader Animisme : semua alam atau benda mati ini memiliki roh atau jiwa. Munawar Kholil 10 . Almond dan Sidney Verba maka budaya politik masyarakat Indonesia adalah gabungan dari ketiga tipe budaya politik tersebut. bangsawan) Aristokrasi Jawa : system politik yang dijalankan oleh kaum ningrat jawa Wiraswasta Islam : pengusaha Islam Birokrat : pelaksana birokrasi Birokrasi : organisasi pemerintahan yang dijalankan Partikuleristik : mengutamakan kepentingan pribadi Universalistik : bersifat umum Rekrutmen : mencalonkan. Afiliasi/berafiliasi : kerjasama/gabungan Rule of man : kekuasaan penguasa Patron. afektif dan evaluative. dan subjek. Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. 2. suaka Neo-patrimonialistik : pengambilan keputusan dan kebijakan atas kehendak penguasa tanpa melibatkan rakyat. GLOSARIUM y Orientasi y Kognitif y Afektif y Evaluatif y y y y y y y y y y y y y y y y : peninjauan.client : hubungan antara penguasa/bos dengan anak buah atau rakyat. tingkat ekonomi. hal mencari pedoman : berfikir dan mengerti. sikap : penaksiran. kaula. Abangan : aliran islam yang mempunyai sifat lunak terhadap adat istiadat lama masyarakat jawa. perlindungan.

Affan Gaffar. 6. kaula. budaya politik islam. Partisipasi politik d. adalah pengertian budaya politik menurut ««««. budaya politik modern. Rusadi Sumintapura b. Suatu sikap orientasi yang khas dari warga Negara terhadap system politik dengan aneka ragam bagiannya dan sikap terhadap peranan warga Negara yang ada di system itu. Menurut Prof. Austin Ranny e. Rusadi Sumintapura Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. a. budaya politik santri. a. 7. 5. Austin Ranny 3. Sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Sidney Verba c.. namun yang terjadi di masyarakat itndonesia adalah gabungan antara budaya politik parochial. dan partisipan. Austin Ranny e. kecenderungan patronage. Almond d. Menurut Herbert Feith. politik yang berkembang di masyarakat adalah budaya politik abangan. maka tipe budaya politik yang berkembang di masyarakat adalah budaya politik tradisional. Rusadi Sumintapura 4. Budaya politik c. Budaya politik yang berkembang di masyarakat Indonesia tidak dapat diklasifikasikan secara terpisah. Di lihat dari gaya berpolitik. Sidney Verba dan Gabriel A. Almond d. budaya politik Indonesia yang dominan adalah budaya politik aristokrasi jawa dan wiraswasta islam. yaitu hirarki yang tegar dan ketat. Gabriel A. dan kecenderungan neo-patrimonialistik. UJI KOMPETENSI 1. Samuel Beer b. Samuel Beer c.. Sosialisasi politik e. Samuel Beer b. adalah definisi budaya politik menurut ««« a. bangsa dan Negara yang diyakini sebagai pedoman dalam melaksanakan aktivitasaktivitas politik kenegaraan. adalah pengertian dari ««««. Menurut Clifford Geertz. budaya politik Indonesia memiliki tiga ciri dominan. Almond d. Pendidikan politik 2. Gabriel A. Drs. Almond e. Munawar Kholil 11 . Pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Indoktrinisasi politik b. a. 4. Nilai-nilai dan keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan itu seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah. Gabriel A.3.. pengertian budaya politik yang dikemukakan ««. Sidney Verba c. dan budaya politik priyayi.

Austin Ranny e. Drs. Almond d. berarti mengedepankan satu budaya etnik tertentu. Rusadi Sumintapura 7. Suatu system kepercayaan empirik. Sidney Verba c. atau seseorang memilih partai politik tertentu berdasarkan keyakinan dan perasaan hati sanubarinya tanpa paksaan dari luar. Konstruktif e. Priyayi d. a. a. Tradisional e. Afektif b. Priyayi d. Di bawah ini merupakan faktor penyebab berkembangnya budaya politik suatu daerah. Moderen b. Ekonomi d. Wiraswasta Islam c. Bergabungnya seseorang dengan partai politik tertentu. Cognitif c. Samuel Beer b. Cognitif c. Islam 13. dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan adalah budaya politik menurut ««««« a. Rusadi Sumintapura 6. Konstruktif e. a. Evaluatif d. Efektif 10. symbol-simbol empirik. adalah contoh dari orientasi ««««. a.. kecuali ««««« a. Muhammadiya salah satu contoh dari budaya politik ««. Neo-patrimonialistik c. Gabriel A. Gaya berpolitik seperti itu dikategorikan ke dalam budaya politik« a. tokoh-tokoh pemerintahan. Reformasi politik b. Evaluatif d. Penilaian moral seseorang terhadap system politik dan komitmennya terhadap nilai-nilai dan pertimbangan politik berdasarkan norma yang dianut dan sepakati bersama. Samuel Beer b.. Austin Ranny e. Adalah seperangkat pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama. Munawar Kholil 12 . Gabriel A. Islam 14. Priyayi d. Wiraswasta Islam c. Aristokrasi Jawa b. Adat setempat 11. Almond d. Evaluatif d. Moderen b. Menurut Clifford Geertz budaya politik yang berkembang di masyarakat Indonesia adalah ««««. Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. Tradisional e. sebuah orientasi terhadap objek-objek politik adalah budaya politik menurut «««««. pengetahuannya tentang symbol-symbol politik. Cognitif c. merupakan orientasi individu yang bersifat ««««. Efektif 9. Tradisional e.. Supremasi hukum e. Konstruktif e. Efektif 8. Afektif b. Berbagai pengetahuan dan keyakinan seseorang yang meliputi jalannya system politik. Hirarki yang tegar dan ketat 12. a.Budaya politik yang mencoba meninggalkan karakter etnis tertentu dan agama tertentu disebut budaya politik «««« a. Pendidikan c. Sidney Verba c.NU. Afektif b. System politik Orde Baru kental dengan Paham Masyarakat Jawa yang mendominasi pemerintahannya.5. adalah orientasi individu yang bersifat ««.

Misalnya seseorang penguasa dapat menggunakan kata kasar sementara rakyat kebanyakan harus dengan ekspresi bahasa yang halus. Abangan. Tradisional. Primordial. Almond dan Sidney Verba dapat disimpulkan bahwa budaya politik yang terdapat di Indonesia. Aristokrasi jawa. Tipe budaya politik parokial dan partisipan e. Tradisional. Tipe budaya politik kaula c. wiraswasta Islam 16. sia A adalah kontraktor. ada tiga ciri dominan budaya politik Indonesia. dan priyayi c. dan modern b. Hiraki yang tegar dan ketat. Menurut Prof. wiraswasta Islam. dan patrimonialistik e. dan priyayi c. Tradisional dan islam d. Menurut Herbert Feith Indonesia memiliki dua budaya politik yang dominan. Primordial dan patrimonialistik b.a. Moderen 18. Abangan.. Peodalisme b. patronage. Aristokrasi Jawa. Munawar Kholil 13 . Ilustrasi cerita di atas menggambarkan ciri budaya «««. Aristokrasi jawa. a. kesukuan. Pemilahan yang tegas antara penguasa dan rakyat kebanyakan dimana sopan santun dam alam pikiran disesuaikan dengan asal usul dan kelas dari mana ia berasal. dan prtisipan Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh. Primordial. Hiraki yang tegar dan ketat d. Kecenderungan patronage e. dan neo-patrimonialistik 17. santri. dan paternalistik d. yaitu «««« a. yaitu ««««. Tipe budaya politik parokial. Hal tersebut termasuk ciri budaya ««««« a. Hirarki yang tegar dan ketat c. Dari banyaknya budaya politik dan sub budaya politik yang ada di Indoensia maka kalau di kaitkan dengan pendapat Gabriel A. yaitu « a. wiraswasta Islam. dan modern b. Tipe budaya politik partisipan d. Drs. a. kaula. Santri. islam. dan neo-patrimonialistik 15. Tradisional c. Si A adalah anak gubernur. kesukuan. Affan Gaffar. Hiraki yang tegar dan ketat. dan patrimonialistik e. Matrilineal d. dan paternalistik d. dalam mendapatkan proyek si A tidak perlu melalui tender cukup intruksi dari bapaknya yaitu si gubernur. patronage. Neo-patrimonialistik e. Tipe budaya politik parokial b. santri. islam. Kecendrungan Neo-patrimonialistik 19. Kecenderungan patronage b.Patronage dan neo-patrimonialistik c. dan priyayi e.

Drs.1. Munawar Kholil 14 .TUGAS MANDIRI Standar Kompetensi 1. Menganalisis budaya politik di Indonesia Kompetensi Dasar 1. Mendeskripsik an pengertian budaya politik Kegiatan Waktu Ket. Analisa dan berikan Pertemuan Terstruktur kesimpulan menurut minggu pendapat kamu budaya berikutnya politik apakah yang berkembang di daerahmu Modul PKn Kelas XI MAN 1 Praya Oleh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful