Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam pengertian secara umum, kanker dapat dikatakan sebagai
pembelahan sel yang tak terkendali. Tanpa memperhatikan jenisnya, kanker
pada mulanya berkembang pada sel normal dan sehat dan memiliki
karakteristik dasar sel normal ini, setidaknya dalam tahapan perkembangan
awalnya. Namun demikian, sel-sel ini cenderung kehilangan sebagian
kemampuannya. Salah satu kemampuan yang penting adalah kemampuan
untuk bereaksi terhadap pesan-pesan yang dikirimkan oleh lingkungannya atau
oleh organismenya sendiri, yang mengatur replikasi sel. Ketika ketakteraturan
seperti ini terjadi, sel tak lagi dapat mengendalikan replikasinya dan
pertumbuhan jaringan. Proses ini, yang dikenal dengan "pembelahan
berkesinambungan" secara genetis ditransfer kepada sel-sel baru,
mengakibatkan penyebaran tumor, yang pada gilirannya menyerang jaringan
tetangganya. Sel yang rusak ini memakan nutrisi sel lain, menghabiskan suplai
asam amino yang sangat penting. Sel kanker akhirnya menutup saluran dalam
tubuh manusia dengan volumenya yang terus membesar. Mereka berakumulasi
dalam berbagai organ seperti otak, paru-paru, hati dan ginjal, mengelilingi sel
sehat dan normal dalam organ ini dan menghalangi fungsi normalnya,
akhirnya menimbulkan ancaman yang serius terhadap kehidupan manusia.

Sel normal hanya membelah diri kalau mereka menerima perintah dari
sel tetangganya. Ini termasuk cara pengamanan di dalam organisme itu. Akan
tetapi, sel kanker tidak merespon mekanisme ini dan menolak setiap
pengendalian pada sistem replikasinya. Jenis kanker yang dijelaskan sejauh ini
tak menyebabkan masalah pada sistem pertahanan. Tubuh yang kuat dengan
sistem pertahanan yang efektif mampu berjuang melawan sel kanker yang
berkembang dan bertambah jumlahnya, dan bahkan mengalahkan penyakit itu.
Masalah utama muncul ketika membran sel kanker robek sendiri karena
bantuan enzim (enzim pac-man), dan bercampur dalam peredaran darah
dengan menembus cairan limpatik, dan akhirnya mencapai sel dan jaringan
yang jauh.

-1-
Skenario saat ini cukup negatif. Sel yang biasanya bekerja secara
kolektif memberi manusia karunia melihat, mendengar, bernapas, dan hidup,
tiba-tiba tumbuh membandel, tidak mematuhi perintah "berhenti" yang
diterima dari sel tetangganya. Saat mereka terus membelah diri, mereka
mengusung proses pengrusakan berkecepatan penuh yang membawa pada
kematian tubuh total.

Jika kita
bandingkan
tubuh manusia
dengan sebuah
Pep eran ga n ant ara sel kanker (merah negara, dan
jambu) da n limfosit (kunin g). sistem
pertahanan manusia dengan pasukan yang kuat dan bersenjata lengkap, sel
kanker umpama pemberontak negara. Pemberontak ini semakin hari semakin
banyak, terus melakukan perusakan terhadap struktur saat itu. Akan tetapi
pasukan tentara di negara ini sama sekali tidak dapat ditembus.

Makrofag, prajurit terdepan dari sistem pertahanan, mengepung musuh


begitu bertemu dan memusnahkan sel kanker dengan bantuan protein yang
khusus mereka produksi. Selain itu, sel T, prajurit yang kuat dan cerdas, serta
senjata khususnya (antibodi) membunuh sel kanker yang telah mulai berfusi
ke dalam tubuh dan cairan getah bening dengan merobek membran sel.
Perjuangan ini terus berlanjut bahkan walau sel kanker telah menyebar. Begitu
sel kanker terus berkembang, sel pertahanan membantu menghalangi
kemajuan penyakit, sehingga berkurang.

Salah satu sistem di dalam sel tubuh manusia yang mencegah


penyebaran sel kanker adalah "apoptosis" yang menyebabkan sel bunuh diri.
Apoptosis terjadi kalau DNA sel rusak, atau sel berkembang menjadi tumor,
atau gen P53 yang juga dikenal sebagai "gen pencegah kanker" kurang efektif.
Meskipun apoptosis mungkin terkesan negatif, sebenarnya peristiwa ini sangat
penting, karena dia merintangi penyimpangan berbahaya dan mencegah
penyakit diturunkan ke generasi berikutnya. Jika dibandingkan, potensi bahaya
yang disebabkan oleh sel kanker bisa merusak sekujur tubuh manusia,
sementara kehilangan satu sel lebih dapat diterima. Sel-sel di dalam tubuh
manusia yang menyadari (!) bahwa ada penyimpangan dalam struktur mereka
sendiri yang mengancam tubuh manusia, memulai kematiannya sendiri untuk
memperpanjang kehidupan manusia.

Kanker menjadi bentuk yang mengancam nyawa ketika sel yang rusak
ini berkelit dari sistem
bunuh diri. Dalam
kasus ini, diaktifkanlah
suatu mekanisme
pertahanan sekunder
untuk mencegah
multiplikasi tak (Jika dip erlukan, den ga n pe nu h
terkendali sel-sel ini. disiplin sel ak an bu nu h diri. )
Jika mereka berhasil
pula melewati penghalang ini, tahapan berikutnya yang mereka hadapi adalah
"saat krisis". Pada tahap ini, sel-sel yang telah berhasil meloloskan diri dari
sistem keamanan sebelumnya sekaligus dibunuh semuanya. Akan tetapi, bisa
jadi satu di antara sel-sel ini berhasil mengatasi "krisis". Sel kanker
"pemberontak" tersebut akan mentransfer sifat pemberontakannya kepada
turunannya, yang akan bermultiplikasi dalam jumlah besar. Sekarang pasien
kanker harus melawan dengan usaha yang intensif.

Sel membawa sejenis sistem penanda di permukaannya yang


menentukan posisi mereka dalam tubuh. Tanda ini dapat dibaca oleh sel lain
sehingga membantu sel saling mengenali secara tepat tempat mereka masing-
masing dan mencegahnya supaya tidak menempati tempat sel lain. Sistem ini
menjamin integritas jaringan. Karena mengetahui posisi mereka, sel tak akan
pergi ke tempat lain, atau membiarkan sel lain menempati tempatnya, sehingga
akan menjamin pemeliharaan tubuh supaya tetap dalam keadaan sehat. Sel
yang tak memiliki tempat tertentu atau berada di tempat yang tidak semestinya
akhirnya akan bunuh diri. Namun demikian, dengan adanya sistem penanda
ini, proses bunuh diri sepenuhnya dihilangkan, karena sel tak diizinkan untuk
tidak memiliki tempat atau menempati tempat yang tak sesuai. Proses ini
tidaklah sesederhana dugaan kita. Supaya sistem tetap berfungsi efektif, setiap
sel harus mengenali posisi dirinya sendiri selain menghormati posisi sel lain,

-3-
dan berhati-hati untuk tidak menduduki tempat sel lain. Prosedur ini diajarkan
kepada mereka melalui berbagai molekul mediator yang memungkinkan sel
menjaga tempat mereka masing-masing. Akan tetapi, terkadang ada juga
kejadian saat molekul mediator ini absen atau tak dapat memenuhi tugasnya.
Keadaan ini menguntungkan sel kanker. Saat molekul penghalang tidak ada di
sekitarnya, sel kanker menyebar lebih cepat. Di samping itu, sel kanker tak
perlu menancapkan dirinya pada satu tempat tertentu. Mereka merusak aturan
dengan hidup bebas tanpa menetap di suatu tempat.

Sel yang mendapat pengecualian untuk tidak memiliki tempat tetap


adalah eritrosit. Mereka menembus membran sel dan jaringan lain serta
merobek rintangan dengan bantuan enzim khusus yang disebut "metallo-
proteinase". Jadi mereka dapat sekehendaknya mengunjungi bagian mana saja
dalam tubuh manusia. Sel pertahanan menggunakan enzim ini untuk
menggapai sel musuh, sementara sel kanker menggunakannya untuk tujuan
berbeda sama sekali. Tujuan utama sel kanker adalah untuk menyerang sel-sel
yang sehat dan mendudukinya.

Keahlian sel kanker tak


dibatasi oleh tujuan
penyerangan saja; mereka
juga mampu memainkan
"permainan" lain melawan

(Proses sel seha t beru bah menja di sel ka nker. Sel sel-sel pertahanan. Mungkin
kedengarannya ganjil, kita
norm al sep erti yan g tampak di se belah kir i melakuk an
bukan sedang mem-
bu nu h diri at au be rub ah menja di sel kank er kare na
bicarakan aktor berbakat
men galami be rba gai mu tasi ge ne tic )
melainkan tentang sel
kanker, yang bermain-main melawan musuhnya. Sebelum mencoba
menjelaskan permainan yang benar-benar cerdas ini, mari kita meninjau ulang
apa yang sudah dijelaskan sejauh ini.

Bukankah luar biasa bahwa pasukan pertahanan kita membuat


penghalang progresif untuk melawan musuh? Organisasi yang kita sebut
sebagai "pasukan" ini, terdiri atas sel-sel yang hanya dapat dilihat di bawah
mikroskop elektron canggih. Kemampuan mereka untuk melindungi dan
menjaga tempatnya, kesediaan mereka untuk mempertaruhkan hidupnya
sendiri demi menyelamatkan kehidupan tubuh manusia yang memilikinya,
komitmen mereka yang kuat dalam meneruskan usahanya, bukanlah
merupakan hasil dari suatu kebetulan. Tak dapat diragukan lagi, pada sel
pertahanan kita bisa melihat suatu bentuk fungsi yang sangat sadar dan
terorganisasi dengan baik.

Apakah yang akan terjadi jika misi sulit ini diserahkan kepada satu
triliun manusia berpendidikan tinggi? Akankah tingkat keberhasilannya sama-
sama mengesankan? Apakah mungkin mereka membuat khalayak ramai
mengikuti keinginan mereka meskipun ada kewajiban serta aturan disiplin
yang ketat? Jika sebagian anggotanya lupa rumus antibodi yang harus
dibuatnya, atau enggan memproduksinya, atau menolak bunuh diri saat
diperlukan, akankah semua tahapan ini berfungsi dengan teratur? Akankah
perjuangannya berbuahkan kemenangan? Dapatkah pasukan yang
beranggotakan miliaran orang melanjutkan usaha tanpa kesalahan? Adakah
komandan atau manajer terampil yang mau melaksanakan tanggung jawab
mengendalikan miliaran orang ini? Betapapun, sel pertahanan kita tak
memerlukan komandan atau manajer. Sistem mereka beroperasi dengan cara
yang sangat teratur, tanpa suatu penghalang atau kesulitan. Tak ada anarki atau
kerancuan selama proses. Hanya ada satu penyebab di balik kesempurnaan dan
fungsi yang sangat efektif ini: Allah. Dia-lah yang membangun sistem ini
sampai ke rincian terkecil, dan mengilhami unsur-unsur sistem ini untuk
memenuhi tanggung jawab mereka. Pada ayat ke-5 surat As-Sajadah
dinyatakan: "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi." Sesuai dengan aturan
ini, sel pertahanan meneruskan usahanya tanpa istirahat ataupun merasa
terpaksa dengan wahyu yang diberikan oleh Allah kepada mereka ini.

Permainan Sel Kanker

Jangan lupa, sel kanker awalnya adalah sel tubuh yang membawa karakter
molekuler manusia. Akibatnya, sel pertahanan sulit mengenali sel kanker.
Lebih jauh lagi, sel kanker berhasil menang dari sebagian anti-bodi dengan
suatu cara yang sampai saat ini belum diketahui.

Seperti telah kita sebutkan, antibodi merupakan sejenis protein yang


menghentikan aktivitas sel musuh. Akan tetapi, entah kenapa, pada sel kanker

-5-
efek yang terjadi malah sebaliknya. Bukannya berhenti, aktivitas sel kanker
malah meningkat, penyebaran tumor semakin cepat dan kuat.

Antibodi, yang mengikatkan diri ke permukaan sel kanker, dapat dikatakan


"bekerja sama" dengan sel kanker. Antibodi lainnya tidak akan menyentuh sel
kanker yang telah ditempeli antibodi. Jadi sel kanker tersamar sempurna.

Sel kank er tid ak be rtind ak sen dir i. Kolaborasi antara antibodi dengan sel kanker
bahkan dapat mencapai dimensi yang lebih
Ada ba nyak sel yan g
luas. Ada juga kejadian sel kanker bergabung
berk omunikasi dan bek erja sama
dengan antibodi untuk membentuk "sel T
de ng an nya. (Baw ah ka na n: sel
penekan palsu". Sel T penekan palsu ini
kank er pa yud ara, at as: sel kanker
memberi informasi yang salah kepada
kulit)
antibodi dengan memancarkan pesan "tak ada
bahaya". Situasi yang lebih mengancam terjadi apabila sel kanker berkembang
menjadi "sel T penolong palsu", bukan sel T penekan palsu. Dalam keadaan
seperti ini, pesannya dikirimkan ke lebih banyak antibodi. Lingkungan seperti
inilah yang paling nyaman bagi sel kanker.

Selain itu, sel kanker kadang dapat menyebarkan "perangkap anti-gen"


untuk melindungi diri mereka dari kemungkinan diserang sistem pertahanan.
Tumor ini menyebarkan sejumlah besar antigen dari permukaannya sehingga
aliran darah terbanjiri olehnya. Betapapun, antigen ini palsu dan tak
membahayakan tubuh manusia. Namun demikian, antibodi tak mengetahui hal
ini dan mereka tanpa penundaan merespon dengan memeranginya. Selama
hiruk-pikuk ini, sel kanker yang sebenarnya dan berbahaya terus bekerja,
tanpa gangguan dan tanpa diketahui oleh musuhnya.

Disini penulis akan memfokuskan keadaan bagian tubuh yang


mengalami perkembangan penyakit yaitu berkaitan dengan kanker payudara.
Kanker payudara merupakan keganasan kedua terbanyak di Indonesia setelah
kanker serviks uteri. Berdasarkan data patologi anatomi tahun 1997 insidens
KPD di Indonesia sebesar 11,6% dari seluruh keganasan, sedangkan di
Amerika kanker payudara menduduki tempat pertama sebagai jenis kanker
terbanyak pada wanita sekitar 180.000 wanita terdiagnosis sebagai kanker
payudara (KPD) setiap tahun.
Meningkatnya angka kesakitan dan kematian kanker untuk kelompok
ini mungkin lebih berhubungan dengan factor-faktor ekonomi, pendidikan dan
hambatan pada pelayanan kesehatan dibandingkan karakteristik rasial.

B. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Untuk menambah literatur kajian patologi yang terfokus pada kanker
payudara.
2. Untuk mengungkap bagaimana kanker payudara ini terjadi.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara mencegah resiko terkena kanker
payudara.
4. Untuk menambah nilai mata kuliah patologi.

C. Batasan Masalah
Pembahasan patologi sangat luas cakupannya karena itu penulis
memfokuskan permasalahan pada kanker payudara.
Untuk mempermudah dalam penulisan tugas ini, maka penulis
merumuskan dan membatasi makalah ini dalam pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimana terjadinya kanker payudara?
2. Apa gejala-gejala yang menandakan adanya serangan kanker?
3. Bagaimana cegah resiko terkena kanker payudara?
4. Adakah pengobatan bagi yang mengalami kanker payudara.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Anatomi dan fisiologi payudara (mammae)

-7-
Payudara berfungsi memproduksi ASI,
terdiri dari lobulus-lobulus yaitu kelenjar
yang menghasilkan ASI, tubulus atau
duktus yang menghantarkan ASI dari
kelenjar sampai pada puting susu (nipple),
pembuluh darah sebagai pemberi nutrisi
dan saluran-saluran limfe yang akan berkumpul
pada KGB aksila fungsinya membawa
cairan jaringan dan penyaring terhadap
penyebaran bakteri dan sel-sel kanker,
saluran limfe tidak dapat secara sempurna
menyaring sel-sel kanker sehingga
memungkinkan terjadinya penyebaran pada organ tubuh lainnya, jaringan
payudara dilindungi oleh jeringan lemak dan ligamen-ligamen. Umumnya keganasan
pada payudara diberi nama berdasarkan asal sel kanker yaitu dari duktus atau lobulus.

B. Patofisiologi Payudara

Kanker merupakan buah dari perubahan sel yang mengalami pertumbuhan


tidak normal dan tidak terkontrol. Peningkatan jumlah sel tak normal ini
umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker. Tidak semua
tumor bersifat kanker. Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas,
sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Tumor jinak biasanya
merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang
menyerupai kantong, sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain pada
tubuh penderita.

Lewat aliran darah maupun sistem getah bening, sering sel-sel tumor dan
racun yang dihasilkannya keluar dari kumpulannya dan menyebar ke bagian
lain tubuh. Sel-sel yang menyebar ini kemudian akan tumbuh berkembang di
tempat baru, yang akhirnya membentuk segerombolan sel tumor ganas atau
kanker baru. Proses ini disebut metastasis.

Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling


banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir
dengan kematian. Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam
menyerang penderitanya. Keganasan kanker ini ditunjukkannya dengan
menyerang sel-sel nomal disekitarnya, terutama sel-sel yang lemah. Sel
kanker ajan tumbuh pesat sekali, sehingga payudara penderita akan membesar
tidak seprti biasanya.
Sambil menyerang sel-sel normal disekitarnya, kanker juga
memproduksi racun dan melepas sel-sel kanker dari induknya yang pecah.
Racun dan sel-sel kanker itu akan menyebar bersama aliran darah. Karenanya
kerap kita mendapati kanker yang tumbuh di tempat lain sebagai hasil
metastasisnya. Pada kanker yang parah seringkali terjadi pendarahan.

Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal


terbentuk pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak
beraturan. Sel-sel tersebut merupakan hasil mutasi gen dengan perubahan-
perubahan bentuk, ukuran maupun fungsinya, sebagaimana sel-sel tubuh kita
yang asli.

Mutasi gen ini dipicu oleh keberadaan suatu bahan asing yang masuk
ke dalam tubuh kita, diantaranya pengawet makanan, vetsin, radioaktif,
oksidan, atau karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh sendiri secara alamiah.
Tetapi yang terakhir ini sangat jarang terjadi karena secara alamiah tubuh kita
mampu menetralkan zat karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh.
Bersama aliran darah dan aliran getah bening, sel-sel kanker dan racun-racun
yang dihasilkannya dapat menyebar ke seluruh tubuh kita seperti tulang, paru-
paru, dan liver tanpa disadari oleh penderita. Karenanya tidak mengherankan
jika pada penderita kanker payudara ditemukan benjolan di ketiak atau
benjolan kelenjar getah bening lainnya. Bahkan muncul pula kanker pada
liver dan paru-paru sebagai kanker metastasisnya. Penderita sering batuk yang
tak kunjung sembuh atau sesak napas yang berkepanjangan.

C. Faktor resiko kanker payudara


Riwayat keluarga kanker payudara
· Mutasi genetik (BRCA1, BRCA2 dan lainya)

· Riwayat hiperplasia epitelial atau riwayat lobular carcinoma in situ (LCIS)


· Riwayat papilomatosis
· Hamil pertama > 30 tahun
· Riwayat memakai estrogen lama
· Menstruasi pertama kali dibawah usia 12 tahun
· Menopause > 50 tahun
Yang paling beresiko terserang penyakit kanker payudara, yaitu:

-9-
1. Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara
2. Mendapat haid pertama pada usia sangat muda, atau terlambat mengalami
manepause
3. Tidak pernah menyusi anak
4. Kegemukan
5. Tidak pernah melahirkan anak
6. Pernah mendapat terapi hormon
7. Pernah mendapat radiasi pada payudara

D. Gejala dan deteksi kanker payudara

Gejala-gejala yang menandakan adanya serangan kanker


yang umum dapat dilihat dan dirasakan:
1. Muncul benjolan di payudara yang permanen, terdapat perubahan
bentuk dan ukuran payudara, benjolan di sekitar ketiak. benjolan pada
payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini
makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan. Timbul benjolan kecil
dibawah ketiak
2. Kelainan kulit berupa ruam pada kulit di sekitar payudara, areola atau
puting terlihat bersisik, memerah, dan bengkak
3. Kelainan puting, yakni keluar cairan dari puting susu, puting susu
menjadi lunak.
4. Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah.
5. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu
6. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
7. Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertekan ke
dalam

Deteksi
Kanker payudara yang diketahui baru pada stadium satu kemungkinan
sembuhnya lebih tinggi dan tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan
payudara. Itu sebabnya, deteksi sedini mungkin sangat penting. Cara
paling mudah dan murah untuk mendeteksi kanker ini adalah melakukan
pemeriksaan payudara sendiri (Sadari).
Sadari dilakukan pada 7-10 hari seusai menstruasi karena pada saat itu
payudara terasa lunak. Dalam posisi berbaring atau berdiri, kita bisa
meraba dengan tiga jari (telunjuk, tengah, dan jari manis) secara lembut ke
payudara. Jika menemukan benjolan atau kerutan, bentuk payudara tidak
simetris, kulit berubah seperti kulit jeruk, dan pembesaran kelenjar getah
bening di ketiak, segera periksakan ke dokter.

Ada sejumlah kecil kanker payudara muncul tanpa adanya benjolan sama
sekali. Jenis kanker payudara yang dikenal dengan Inflammatory Breast
Cancer (IBC) ini cukup jarang dan jenis yang sangat agresif. Jika tidak segera
terdiagnosa maka bisa menyebabkan kematian. Kenali gejala-gejalanya
seperti:

1. Pertumbuhan ukuran payudara yang cepat dan tidak normal.


2. Timbul kemerahan, ruam atau bisul pada payudara.
3. Rasa gatal berkepanjangan pada payudara atau putting
4. Adanya penebalan pada jaringan payudara.
5. Timbul rasa sakit yang menusuk-nusuk atau nyeri pada payudara
6. Timbul rasa panas (seperti demam) pada payudara
7. Adanya pembengkakan nodus limfe di ketiak atau di bawah tulang selangka
8. Adanya lesung pada payudara
9. Putting payudara menjadi rata atau melesak ke dalam.

Inflammatory Breast Cancer ini sering disalahartikan sebagai infeksi. Jika Anda
mengalami gejala-gejala di atas, mintalah rujukan untuk melakukan
mammogram. Jika ada perubahan warna pada payudara, minta pula rujukan
untuk biopsy. Jika gejala-gejala tetap ada tanpa adanya diagnosa penyebabnya,
minta pendapat kedua atau ketiga sampai ada dokter yang dapat menentukan
penyebab gejala-gejala tersebut.

Pria juga dapat terkena kanker payudara walau persentasenya lebih kecil
daripada perempuan. Kanker payudara pada pria juga berbahaya. Penyebaran
kanker payudara pada pria lebih cepat karena jaringan sekitar payudara pria
lebih tipis dari perempuan sehingga pada tahap awal mungkin sudah terjadi

- 11 -
pelekatan pada jaringan sekitarnya. Karena itu, disarankan pria juga melakukan
SADARI sehingga setiap perubahan cepat diketahui.

E. Stadium kanker payudara

Stadium T N M 5 year survival


rate

0 Tis - -
(LCIS/DCIS)

I T1 N0 M0 93%

IIA T1 N1 M0 72%

T2 N0 M0

IIB T2 N1 M0 72%

T3 N0 M0

IIIA T1/T2 N2 M0 41%

T3 N1/N2 M0

IIIB T4 Any N M0 41%

IV Any T Any N M1 18%

Keterangan
TX : Lokasi tumor ganas tidak dapat dinilai
Tis : Tumor in situ (pre invasive carcinoma)
T1 : Tumor diameter « 2 cm
T2 : Tumor diameter lebih besar dari 2 cm tapi kurang dari 5 cm
T3 : Tumor diameter > 5 cm
T4 : Tumor ukuran apapun invasi ke daerah sekitar (otot, kulit)

Nx : Penyebaran pada KGB tidak dapat dinilai


N0 : KGB tidak terlibat
N1 : Metastasis KGB ipsilateral aksila dapat digerakkan
N2 : Metastasis KGB ipsilateral terfiksasi dengan jaringan sekitar
N3 : Metastasis KGB ipsilatral KGB mammae atau ipsilateral KGB
supraklavikuler

Mx : Metastasis tidak dapat dinilai


M0 : Tidak ada metastasis
M1 : Metastasis pada organ - organ lainnya

Perkembangan kanker

Stadium I (stadium dini)

Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran
(metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini,
kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk memeriksa
ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di
laboratorium.

Stadium II

Tumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada
kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh
hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium
I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada
pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran
untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

Stadium III

Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan
kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak
ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan
chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-
kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah
parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker
dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal
mungkin.

F. Pencegahan

- 13 -
Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan adanya
benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan sendiri.
Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum
menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan.
Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :

• Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada


payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak
terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput,
lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau
keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.

• Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua


payudara.

• Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa


lagi.

• Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala,


dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan
telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara.
Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada
ketiak kiri.

• Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar
susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan
mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat
digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada
sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin
dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara
sempurna

• Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan.

Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:


1. Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama
2. Hindari banyak merokok dan mengkonsumsi alcohol
3. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan
4. Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya
5. Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran
segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk
olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai
mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk
mengurangi resiko terjadinya kanker payudara
6. Lakukan olahraga secara teratur
7. Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi
8. Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditasi
9. Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari
setiap hari.

G. Pilihan terapi dan pengobatan

Larangan atau Pantangan Penderita Kanker Payudara. Jika kita sudah


terserang kanker payudara, kita harus menghindari atau mengurangi asupan
konsumsi beberapa jenis makanan. Karena ada kalanya makanan atau
minuman tertentu akan memacu pertumbuhan sel abnormal, termasuk kanker
payudara. Ada diantaranya yang mengandung zat tumbuh yang jika diasup
akan merangsang pembesaran kanker. Ada pula yang mengandung
karsinogenik akibat proses pengawetan. Dan ada pula yang jika dikonsumsi
akan mengurangi efek kerja obat dalam tubuh.

Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk menghindari


atau dikurangi konsumsinya:

- 15 -
1. Tauge 10. Sawi putih
11. Daging merah
2. Vetsin
12. Rokok
3. Tape 13. Nangka
14. Durian
4. Es
15. Soft drink
5. Cabai 16. Kangkung
17. Ikan asin
6. Kurangi garam

7. Lengkeng

8. Alkohol

9. Nanas

Anjuran dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara. Terdapat beberapa bahan


makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Konsumsinya boleh
hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan. Jika kita
sedang terserang kanker payudara, dianjurkan untuk meminum jus bahan-
bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari.

1. Wortel 6. Brokoli

2. Lobak 7. Kubis

3. Pisang raja 8. Apel

4. Belimbing manis 9. Bawang putih

Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau
konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari. Aneka Sayuran Hijau Pencegah
Kanker:
1. Buncis
2. Daun singkong
3. Kacang panjang
4. Daun pepaya

Menurut Dr. Vivi K. Tjahjadi, dari Karyasari, obot untuk kanker payudara adalah
rebusan sambiloto, kunir putih, rumput mutiara dan keladi tikus, diminum pagi
siang dan sore. Ramuan ini jika diminum 12 hari, lambat laun rasa nyeri akan
berangsur hilang dan benjolan juga hilang. Payudara akan kembali seperti semula
tanpa rasa sakit. Dengan minum ramuan ini kanker payudara berpeluang benar-
benar sembuh

Pilihan terapi
Operasi
· Breast-Conserving Therapy (BCT): Operasi pengangkatan kanker tanpa
pengangkatan jaringan payudara yang sehat yang dilanjutkan tindakan
radioterapi.
· Lumpektomi : Operasi pengangkatan kanker disertai sedikit jaringan
sehat sekitarnya dan KGB sekitar aksila yang terkena.
· Mastektomi segmental : Operasi pengangkatan kanker disertai daerah
sehat sekitarnya lebih luas dari lumpektomi terutama jaringan dibawah
tumor dan KGB aksila yang terkena
· Mastektomi: Operasi pengangkatan payudara
· Total mastektomi: Operasi pengangkatan seluruh payudara dan sebagian
KGB aksila
· Radikal mastektomi modifikasi: Operasi pengangkatan seluruh payudara
sebagian besar KGB aksila dan sebagian otot dada
· Radikal mastektomi: Operasi pengangkatan seluruh payudara, seluruh
KGB aksila dan seluruh otot dada (sudah tidak lazim dipakai)
· Diseksi KGB aksila
· Rekonsruksi payudara

Radioterapi
Menggunakan energi sinar untuk dapat mematikan sel kanker, baik secara
langsung (radiasi eksternal) maupun penempatan material radioaktif secara
langsung pada jaringan payudara (implan radiasi). Radioterapi kadang
digunakan pasca operasi khususnya pasca BCT untuk mematikan sisa – sisa
sel kanker yang tertinggal juga digunakan preoperasi secara tunggal atau
kombinasi bersama kemoterapi untuk mengurangi massa tumor.
Kemoterapi

- 17 -
Kemoterapi menggunakan kombinasi obat untuk membunuh sel kanker, baik
secara injeksi maupun oral.

Terapi hormonal
Terapi hormon digunakan pada sel kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi
oleh adanya hormon tertentu, termasuk operasi pengangkatan ovarium yang
memproduksi hormon pada wanita.

Terapi biologi
Bertujuan meningkatkan pertahanan tubuh alami untuk dapat melawan sel-sel
kanker sebagai contoh (trastuzumab) suatu antibodi monoklonal dengan target
sel kanker payudara dengan menghambat reseptor HER-2 suatu reseptor faktor
pertumbuhan epidermal (Epidermal Growth Factor Receptor).
Pilihan terapi pasien dengan DCIS
1. BCT dan radioterapi dengan atau tanpa tamoxifen
2. Total mastektomi dengan atau tanpa tamoxifen
Pilihan terapi pasien dengan LCIS
1. Observasi pasca diagnosis biopsi
2. Tamoxifen untuk menurunkan insiden kanker payudara
3. Total mastektomi profilaksis bilateral tanpa diseksi KGB
Pilihan terapi kanker payudara stadium I,II dan IIIA
· Terapi primer
Pengobatan lokal regional:
- Mastektomi radikal
- Breast-Conserving Therapy (lumpektomi, radiasi, dan operasi
pengangkatan KGB yang terkena)
- Radikal mastektomi modifikasi dengan atau tanpa rekonstruksi
payudara. Radioterapi ajuvan pasca mastektomi pada KGB aksila (+)

Pengobatan lanjut

Bila ditemukan adanya benjolan, biasanya dokter akan menyarankan untuk


dilakukan pemeriksaan mammografie. Mammografie adalah pemeriksaan
payudara dengan alat rontgen dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang
sederhana, tidak sakit, dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat
terbaik untuk menjalani pemeriksaan mammografie adalah seminggu setelah
selesai menstruasi. Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian
antara 2 lembar alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah,
kemudian dari kiri ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli
radiologi. Sebuah benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada
mammogram.

Cara lainnya adalah dengan operasi kecil untuk mengambil contoh jaringan
(biopsi) dari benjolan itu, kemudian diperiksa di bawah mikroskop
laboratorium patologi anatomi. Bila diketahui dan dipastikan bahwa benjolan
itu adalah kanker, maka payudara harus diangkat seluruhnya untuk
menghindari penyebaran ke bagian tubuh yang lain.

Siapakah yang harus menjalani pemeriksaan mammografie ?

• Wanita yang berumur lebih dari 50 tahun.

• Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang pernah menderita
kanker payudara.

• Wanita yang pernah menjalani pengangkatan salah satu payudaranya.


Wanita dalam golongan ini harus berada dalam pengawasan yang ketat.

Wanita yang belum pernah melahirkan anak. Ternyata pada golongan ini
sering dijumpai serangan kanker payudara.

Pengobatan Non Medis


Saat mengetahui kita atau keluarga kita menderita kanker, reaksi yang pertama
muncul biasanya adalah sedih, panik, stres, takut harus berhadapan dengan sebuah
penyakit yang sulit diobati, menimbulkan penderitaan besar, dan tidak sedikit
yang berakhir dengan kematian. Maka kemudian kita sibuk mencari pengobatan
kesana-kemari, dari dokter paling pintar, ahli jamu, kiai paling alim, sampai dukun
paling sakti dan paranormal paling kondang.
Tetapi walaupun segala daya upaya sudah dikerahkan untuk mengobati,
mengapa perbaikannya sangat lambat, kadang seperti tidak ada perbaikan sama
sekali, atau bahkan kondisinya semakin buruk?

- 19 -
Penyakit Degeneratif
Walaupun penyebab persisnya belum diketahui secara pasti, banyak ahli
berpendapat bahwa kanker tergolong penyakit degeneratif, artinya penyakit yang
disebabkan oleh menurunnya fungsi organ-organ tubuh. Dalam hal kanker,
penyebabnya antara lain tingginya polusi (udara, air, makanan, zat-zat kimia),
kesalahan gaya hidup (sering stres, gampang marah, larut dalam kesedihan, suka
“makan/minum enak”, tidak pernah olahraga, dsb), infeksi virus/bakteri, selain
ada juga faktor umur dan keturunan.
Sebagai penyakit degeneratif, sebenarnya kanker bisa dicegah dan
dikendalikan dengan menghindari/menghilangkan faktor-faktor penyebabnya.
Inilah yang sering kurang disadari oleh penderita dan pejuang kanker. Padahal
menjalani pengobatan kanker (operasi, kemoterapi, radiasi) tanpa menghilangkan
faktor-faktor penyebabnya.

Bisa Dilakukan Sendiri


Supaya upaya pengobatan berhasil, selain berobat secara medis dan mematuhi
nasehat dokter, kita harus melakukan upaya-upaya pengobatan nonmedis.
Upaya-upaya pengobatan nonmedis inilah yang dimaksudkan dengan
menghilangkan faktor-faktor penyebab/pemicu kanker. Banyak di antara upaya
ini yang bisa dilakukan sendiri tanpa perlu keluar rumah, dan kalau dilakukan
secara sungguh-sungguh sangat besar pengaruhnya pada proses penyembuhan.
Antara lain:

1. Menerima keberadaan kanker itu dengan hati ikhlas dan pikiran positif,
percaya penuh bahwa sesungguhnya Tuhan sedang menurunkan anugerah di
balik kondisi sakit tersebut. Doa, keikhlasan, dan sikap positif sangat
meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tubuh lebih kuat melawan sel-sel
kanker (maupun penyakit lainnya).
2. Menjaga jiwa, sikap, dan perilaku supaya tetap tenang, tidak bingung, tidak
sedih berlarut-larut, tidak marah-marah, tidak stress. Jiwa yang tidak stabil
membuat tubuh menghasilkan zat-zat beracun, membuat sel-sel tubuh bersifat
asam, dan kondisi ini ibarat “pupuk”, sangat disukai sel-sel kanker untuk
tumbuh subur.
3. Tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
4. Cukup istirahat dan menjaga pola makan.
5. Menghindari polusi, asap rokok, dan sinar matahari berlebihan. Sinar
matahari dibutuhkan, tetapi cukup 20 menit sehari, khususnya sinar matahari
pagi.
6. Olahraga dan tinggal di lingkungan yang kaya oksigen/banyak tanaman.
Olahraga meningkatkan kadar oksigen dalam sel tubuh, sedang kanker benci
pada sel yang kaya oksigen, karena dia akan mati merana di dalamnya!
7. Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan
tubuh, jika perlu mengkonsumsi jamu, suplemen, atau antioksidan. Tetapi
ingat, anda harus tahu persis apa yang anda konsumsi: apa kandungannya, apa
manfaatnya, apa efek sampingnya, seberapa takarannya, bagaimana cara
mengkonsumsinya, dan bagaimana interaksinya dengan obat-obat lain.
8. Menjaga semangat, jangan sampai kendur, jangan pernah menyerah,
walaupun perjuangan harus dilakukan berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-
tahun.

Jika semua upaya nonmedis tersebut bisa dilakukan bersama-sama dengan


upaya pengobatan medis, pasti hasilnya akan lebih optimal. Kemungkinan
sembuh lebih besara, setidaknya keganasan sel-sel kanker dapat dikendalikan,
yang artinya dapat memperpanjang usia.

H. Gambar kanker payudara

- 21 -
pWrapPolygonVertices8;5;(-169,0);(-169,21352);(21600,21352);(21600,0);(-
169,0)wzTooltip31.jpgfBehindDocument1fIsButton1fLayoutInCell1

pWrapPolygonVertices8;5;(-208,0);(-
208,21431);(21600,21431);(21600,0);(-
208,0)wzTooltip21.jpgfBehindDocument1fIsButton1fLayoutInCell1

pWrapPolygonVertices8;5;(- 169,0);(-

169,21355);(21600,21355);(21600,0);(-
169,0)wzTooltip6.jpgfBehindDocument1fIsButton1fLayoutInCell1
pWrapPolygonVertices8;5;(-169,0);(-169,21352);(21600,21352);(21600,0);(-
169,0)wzTooltip8.jpgfBehindDocument1fIsButton1fLayoutInCell1

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskular, adalah
penyebab utama kematian di negara berkembang. Faktor genetik, gaya hidup,
dan diet juga harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko penting penyebab
penyakit tersebut. Misalnya saja, sekitar 50% semua jenis kanker disebabkan
oleh cara makan yang salah.
Kerusakan sel oksidatif juga diperkirakan ikut pegang peranan menjadi
penyebab munculnya penyakit-penyakit tersebut. Bagaimana mengatasinya?
Mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan diduga para ahli bisa
mengatasi, paling tidak, mengurangi risiko terkena penyakit tersebut.
Antioksidan banyak ditemukan pada buah dan sayuran dan buah berwarna,
seperti tomat. Buah yang satu ini mengandung lycopene, pigmen karoten yang
dikenal sebagai antioksidan yang sangat potensial. Beberapa penelitian telah
membuktikan keampuhan lycopene ini. Misalnya dalam the Canadian
Medical Association Journal, Sanjiv Agarwal dan Akkinappally Venketeshwer
Rao, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa diet yang mengandung tinggi
lycopene berpengaruh positif sebagai pelindung tubuh dari penyakit kronis.
Hal ini jelas sangat menggembirakan. Pasalnya, buah dan sayuran kini
sedang gencar-gencarnya direkomendasikan sebagai pola makan yang sehat,
ditambah lagi ternyata manfaatnya bisa sebagai pelindung dari penyakit yang
kini banyak ditakuti. Tapi kedua ahli tersebut juga menyarankan penelitian
lanjutan. "Seperti berapa takaran lycopene yang pas sebagai pelindung dari
penyakit kronis tersebut. Atau berapa banyak yang baik bila hanya digunakan
sebagai makanan sehat. Dan untuk lebih baik lagi bagi yang sudah mengetahui
pencegahan lebih baik dari pada mengobati harus lebih mengkampanyekan
SADARI (periksa payudara sendiri). SADARI adalah tindakan deteksi dini
terhadap adanya gejala-gejala kanker payudara. Metode ini sangat sederhana,
namun diharapkan dapat menekan tingginya angka penderita kanker payudara,
karena semakin awal terdeteksi maka semakin cepat proses pengobatan yang

DAFTAR PUSTAKA

- 23 -
Smeltzer, Suzanne C, 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner &
Suddarth, ; alih bahasa, Agung Waluyo; editor Monica Ester, Edisi 8, EGC;
Jakarta.

-----------, www.satumed.com, satunet ditelesuri pada 08 juli 2008

-----------, obrolanku.blogspot.com/2007/07/cegah-resiko-terkena kanker payudara

-----------, diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Patologi_anatomi"


Kategori: Patologi anatomi | Spesialisasi medis

-----------, www.harunyahya.com ditelesuri pada 08 juli 2008