P. 1
Identifikasi Perbaikan Dokumentasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Untuk Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008

Identifikasi Perbaikan Dokumentasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Untuk Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008

|Views: 908|Likes:
Dipublikasikan oleh ESSY2
Identifikasi Perbaikan Dokumentasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Untuk Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008 telah dipresentasikan dan dipublikasikan dalam prosiding seminar nasional rekayasa, sains dan teknologi yang dilaksanakan tanggal 2 agustus 2010 bertempat di Pangeran Beach Hotel Padang.
Identifikasi Perbaikan Dokumentasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Untuk Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008 telah dipresentasikan dan dipublikasikan dalam prosiding seminar nasional rekayasa, sains dan teknologi yang dilaksanakan tanggal 2 agustus 2010 bertempat di Pangeran Beach Hotel Padang.

More info:

Published by: ESSY2 on Feb 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

IDENTIFIKASI PERBAIKAN DOKUMENTASI PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKASI ISO 9001:2008
Jurusan Teknik Industri, Universitas Bung Hatta Email: essy_mm@yahoo.com

Noviyarsi dan Yesmizarti Muchtiar

Mahasiswa Jurusan Teknik Industri, Universitas Bung Hatta Email: bukharijr@gmail.com

Edfi Moga Bukhari

Abstrak Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia khususnya Produsen ‘Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tak luput dari derasnya persaingan dalam mempertahankan pasar. Kemampuan bersaing dan bekerja sama Produsen AMDK lokal Jambi masih lemah bahkan dalam pasar lokal, karena mereka tidak memiliki posisi tawar yang kuat. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena mutu produk yang dihasilkannya masih rendah. Standar yang dapat menjadi acuan bagi produsen AMDK lokal Jambi untuk melakukan peningkatan dan pengembangan sistem manajemen cara menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Penerapan sistem manajemen mutu ini merupakan keputusan strategis yang secara konsisten memenuhi persyaratan dan memenuhi peraturan perundangan baik dalam hal mutu maupun dalam hal etik profesional serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbaikan dokumentasi perusahaan AMDK untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Hasil akhir initial assesment memperlihatkan bahwa terdapat 21 ketidaksesuaian mayor yang berarti terdapat 21 persyaratan sistem manajemen muutu ISO 9001:2008 yang belum dimiliki. Ketidaksesuaian minor berjumlah 18 dengan maksud terdapat 18 pesyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang telah dijalankan tetapi belum konsisten dalam penerapannya. Kata kunci: manajemen mutu, ISO 9001:2008 1. PENDAHULUAN Persaingan yang semakin ketat menuntut organisasi untuk dapat memproduksi barang dan menyalurkan barang dengan kualitas tinggi dengan harga yang rendah. Semua inisiatif untuk peningkatan kualitas dimulai dari pemahaman terhadap persepsi dan kebutuhan pelanggan. Kualitas tidak dapat dipandang secara sempit hanya dari produk yang dihasilkan oleh organisasi tetapi kualitas merupakan keseluruhan aspek organisasi “quality means is total quality” (Wilkins : 2004). Apabila pelanggan merasa tidak puas dengan produk atau jasa yang mereka nikmati, mereka akan dengan mudah berpindah ke produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan lain. Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia khususnya Produsen ‘Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)’-pun tak luput dari derasnya persaingan tersebut. Kemampuan bersaing dan bekerja sama Produsen AMDK lokal Jambi masih lemah bahkan dalam pasar lokal, karena mereka tidak memiliki posisi tawar yang kuat. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena mutu produk yang dihasilkannya masih rendah. Standar yang dapat menjadi acuan bagi produsen AMDK lokal Jambi untuk melakukan peningkatan dan pengembangan sistem manajemen cara menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Penerapan sistem manajemen mutu ini merupakan keputusan strategis yang secara konsisten memenuhi persyaratan dan memenuhi peraturan perundangan baik dalam hal mutu maupun dalam hal etik profesional serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Kebanyakan perusahaan mengimplementasikan sistem mutu ISO 9000 dengan maksud
211

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

untuk mendapatkan manfaat baik dalam hal perbaikan mutu, peningkatan efisiensi dan produktivitas serta penurunan biaya maupun kepemilikan sertifikatnya untuk menembus pasar baik domestik maupun internasional. Menerapkan suatu bentuk metode peningkatan mutu (ISO 9001) terlebih dahulu harus memperhatikan bagaimana karakteristik organisasi yang bersangkutan, antara lain bagaimana skala usaha organisasi tersebut (berukuran kecil, sedang atau besar); bagaimana sumberdaya manusia yang dimilikinya, bagaimana strategi dan kebijakan organisasi, dan lain sebagainya. Secara umum dapat dikatakan bahwa kita harus memahami keragaan suatu organisasi terlebih dahulu sebelum suatu metode peningkatan mutu diterapkan. Hal ini perlu karena secara individu keragaan suatu organisasi akan sangat mempengaruhi dalam menerapkan metode peningkatan mutu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbaikan dokumentasi perusahaan AMDK untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Manajemen Mutu Sistem manajemen mutu adalah sistem manajemen yang mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi dengan mutu yang baik. Terdapat delapan prinsip dalam manajemen mutu yaitu focus pelanggan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, pendekatan proses, pendekatan system untuk manajemen, penyempurnaan berkelanjutan, pendekatan factual untuk pengambilan keputusan, hubungan yang saling bermanfaat dengan pemasok. 2.2 ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu ISO (International Organization for Standardization), mempersyaratkan bahwa setiap perusahaan/organisasi harus memiliki sistem manajemen mutu yang terdokumentasi. Sistem manajemen mutu ini memberikan arahan dalam bentuk ketentuan-ketentuan, namun tidak menentukan cara memenuhi standar sehingga tata cara dan peraturan dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan/organisasi. ISO 9000 mulai dikeluarkan pada tahun 1987 di Jenewa Swiss. ISO 9000 versi 1987 tersebut kemudian direvisi sehingga keluarlah versi 1994 dan yang terbaru sampai dengan saat ini adalah versi 2008. ISO 9000 versi 1994 memiliki 20 elemen atau klausul dimana pada versi 2000 tidak lagi digunakan istilah klausul tetapi persyaratan-persyaratan yang ada sekarang terbagi atas 5 bagian. Pada versi 1994 standar yang mengatur mengenai persyaratan penerapan terbagi atas ISO 9001, 9002 dan 9003. ISO-9001 merupakan sistem mutu untuk jaminan mutu dalam perencanaan, produksi, instalasi dan pelayanan. ISO-9002 merupakan sistem mutu untuk jaminan mutu dalam produksi, instalasi dan pelayanan. ISO-9003 merupakan sistem mutu untuk jaminan mutu dalam inspeksi akhir dan tes. Sejak versi 2000 dikeluarkan, tidak lagi terdapat pembagian ISO 9001, 9002 dan 9003 tetapi hanya ada ISO 9001 yang mengatur mengenai persyaratan penerapan. Keduapuluh klausul pada versi 1994 juga dikelompokkan hanya menjadi 5 bagian, yaitu sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, realisasi produk dan terakhir pengukuran, analisa dan perbaikan. Kelompok ISO 9000 membedakan antara persyaratan sistem manajemen mutu dan persyaratan produk. Persyaratan sistem manajemen mutu dirincikan dalam ISO 9001. Persyaratan sistem manajemen mutu generik dan berlaku bagi organisasi dalam industri atau sektor ekonomi mana pun tidak bergantung pada kategori produk yang ditawarkan. ISO 9001 sendiri tidak menetapkan persyaratan produk. Persyaratan produk dapat diperinci oleh pelanggan atau oleh organisasi sebagai antisipasi persyaratan pelanggan, atau oleh regulasi. Persyaratan produk dan dalam beberapa hal proses terkait dapat dituangkan dalam, misalnya, spesifikasi teknik, standar produk, standar proses, kesepakatan dengan kontrak dan persyaratan peraturan.

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

212

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Gambar 2.1 Model ISO 9001 Hal-hal yang diatur (klausul-klausul) dalam ISO 9001 : 2008 antara lain mengenai : 1. Sistem manajemen mutu, meliputi persyaratan umum dan persyaratan dokumentasi. 2. Tanggung jawab manajemen, yang meliputi komitmen, focus, kebijakan mutu, dan perencanaan manajemen. Selain itu, juga diatur mengenai tanggung jawab, kewenangan, dan komunikasi serta tinjauan manajemen. 3. Manajemen sumber daya, meliputi penyediaan sumber daya, SDM, infrastruktur, dan lingkungan kerja. 4. Realisasi produk, meliputi perencanaan realisasi produk, proses yang berhubungan dengan pelanggan, desain dan pengembangan, pembelian, produksi dan penyediaan pelayanan, serta pengendalian alat pemantauan dan pengukuran. 5. Pengukuran, analisa dan perbaikan, meliputi pemantauan dan pengukuran, pengendalian produk tidak sesuai, analisa data dan penyempurnaan.

Gambar 2.2 Struktur Dasar Sistem Mutu

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

213

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Struktur dokumentasi sistem mutu tersebut terbagi atas : Level I : Manual Mutu (Kebijakan dan Sasaran Mutu) Level II : Prosedur (Standard Operating Procedure) Level III : Instruksi Kerja ( Instruksi Peralatan, Instruksi Kerja, Metoda Pengujian, dan lain-lain). Level IV : Dokumen Pendukung (Formulir, Check List, Rekam Data, Gambargambar, dan lain-lain). 3. METODOLOGI PENELITIAN
Mulai

Dokumen Perusahaan

Wawancara Terstruktur

Laporan Initial Assesment per Klausul dan per departemen

Ketidaksesuaian Dokumentasi dengan Persyaratan ISO 9000:2008

Rekomendasi Rencana Perbaikan Dokumentasi

Selesai

Gambar 1. Metodologi Penelitian 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam tahap initial assessment, dilakukan penilaian awal yang pelaksanaannya mirip dengan audit mutu internal. Tujuan utama dari tahap initial assessment ini adalah menetukan gap antara sistem mutu organisasi dengan sistem mutu berdasarkan persyaratan ISO 9001 : 2008. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data dengan cara pengumpulan dokumentasi perusahaan dan wawancara terstruktur. Tahap initial assessment dilakukan selama 3 hari dengan menggunakan metode wawancara kepada Perwakilan Manajemen dan setiap Kepala Bagian yang ada antara lain Kabag. Pemasaran, Kabag. QC, Kabag. Produksi, dan Kabag. Administrasi dan Keuangan. Tujuan dari wawancara ini adalah agar Perwakilan Manajemen dan setiap Kepala Bagian agar dapat memberikan gambaran secara rinci mengenai pengalaman mereka dalam melaksanakan aktivitas perusahaan, sistem mutu perusahaan, implementasi sistem mutu yang ada, serta pandangan mengenai manajemen mutu perusahaan ke depan.

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

214

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Setelah dilakukan wawancara dan pengumpulan dokumentasi disusun laporan initial assessment setiap departemen mengenai gap yang ada antara sistem mutu organisasi dengan sistem mutu yang berdasarkan ISO 9001 : 2008. Masing-masing persyaratan diberi status kesesuaian ataupun ketidaksesuaian terhadap persyaratan ISO 9001 : 2008. Status tersebut dijelaskan sebagai berikut :  Ketidaksesuaian mayor memiliki arti bahwa persyaratan sistem manajemen mutu yang harus diterapkan oleh organisasi berdasarkan persyaratan ISO 9001 : 2008 tidak diterapkan oleh organisasi.  Ketidaksesuian minor memiliki arti bahwa persyaratan sistem manajemen mutu yang harus diterapkan oleh organisasi telah diterapkan, tapi masih tidak konsisten dalam penerapannya.  Observasi memiliki arti bahwa adanya suatu hal yang menjadi masukan dan sifatnya baik untuk diterapkan.  Memenuhi memiliki arti bahwa persyaratan sistem manajemen mutu organisasi telah sesuai dengan Persyaratan ISO 9001 : 2008. Adapun laporan initial assessment secara rinci untuk departemen produksi dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Initial Assesment Departemen Produksi
Persyaratan ISO 9001 : 2008 4.1 Persyaratan Umum a. Mengidentifikasi proses-proses yang dibutuhkan untuk sistem manajemen mutu dan aplikasi lainnya dalam organisasi. b. Mementukan urutan interaksi dari proses-proses. c. Menentukan kriteria dan metode yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa proses operasi dan pengawasan berjalan efektif d. Memastikan ketersediaan sumber daya dan informasi yang diperlukan untuk operasi dan pengawasan proses-proses. e. Mengukur, memonitor, dan menganalisa proses-proses. f. Implementasi tindakan yang diperlukan untuk mencapai sasaran hasil dan continuous improvement. 5.4 Perencanaan 5.4.2 Perencanaan Sistem Manajemen Mutu a. Perencanaan sistem manajemen mutu dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang diberikan dalam 4.1, serta sasaran mutu. b. Integritas sistem manajemen mutu dipelihara ketika perubahan manajemen sistem direncanakan dan diimplementasikan. 6.4 Lingkungan Kerja Organisasi menetapkan dan mengelola lingkungan kerja yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian persyaratan produk. 7.1 Perencanaan realisasi produk a. Sasaran mutu dan persyaratan produk b. Kebutuhan untuk menetapkan proses dan dokumen, dan untuk menyediakan sumber daya yang spesifik untuk produk. c. Diperlukan verifikasi, validasi, pemantauan, pengukuran, inspeksi, dan tes khusus untuk produk dan kriteria penerimaan. d. Catatan mutu yang diperlukan untuk memberikan bukti bahwa proses realisasi dari produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan. Hasil Wawancara T T Y Y Y Y Dokumen Mutu T T Y Y Y Y

Status Mayor Mayor Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi

Y Y

Y Y

Memenuhi Memenuhi

Y Y Y Y Y

Y Y Y Y Y

Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

215

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Persyaratan ISO 9001 : 2008 7.5 Produksi dan penyediaan pelayanan 7.5.1 Pengendalian produksi dan penyediaan pelayanan a. Ketersediaan informasi yang menjelaskan karakteristik produk. b. ketersediaan instruksi kerja c. Penggunaan peralatan yang sesuai 7.5.2 Validasi proses untuk produksi dan penyediaan pelayanan Organisasi harus memvalidasi setiap proses produksi termasuk : a. kriteria yang ditetapkan untuk tinjauan dan persetujuan proses b. Persetujuan persyaratan dan kualifikasi personel c. Penggunaan metode dan prosedur yang spesifik. d. Persyaratan untuk rekaman e. validasi ulang. 8.1 Pengukuran, Analisis, dan Perbaikan Organisasi harus merencanakan dan melaksanakan pemantauan, pengukuran, analisis, dan perbaikan proses yang diperlukan. 8.2.3 Pemantauan dan pengukuran proses Organisasi memberlakukan metode yang cocok untuk pemantauan dan pengukuran proses sistem manajemen mutu dan memiliki kemampuan untuk mencapai hasil yang direncanakan. Bila hasil yang direncanakan tidak tercapai, tindakan korektif harus diambil sebagai prioritas. 8.4 Analisis data a. Kesesuaian dengan persyaratan produk. b. Karakteristik dan kecenderungan proses dan produk, termasuk peluang untuk tindakan pencegahan. 8.5 Penyempurnaan 8.5.1 Perbaikan berkelanjutan Organisasi akan terus meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu melalui tindakan penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan korektif dan pencegahan dan tinjauan manajemen. 8.5.2 Tindakan Perbaikan a. Meninjau ketidaksesuaian b. Menentukan penyebab ketidaksesuaian c. Mengevaluasi kebutuhan tindakan untuk memastikan ketidaksesuaian tidak akan terulang d. Menentukan dan melaksanakan tindakan yang diperlukan e. Mencatat hasil tindakan yang diambil f. Meninjau efektifitas tindakan perbaikan yang diambil. 8.5.3 Tindakan pencegahan a. Menentukan ketidaksesuaian yang potensial dan penyebabnya b. Mengevaluasi kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian. c. Menentukan dan melaksanakan tindakan yang diperlukan. d. Mencatat hasil tindakan yang diambil e. Meninjau efektifitas pencegahan yang dilakukan.

Hasil Wawancara Y Y Y

Dokumen Mutu Y Y Y

Status

Memenuhi Memenuhi

Y Y Y Y T Y

Y Y Y Y Y Y

Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Minor Memenuhi

Y

Y

Memenuhi

Y T

Y Y

Memenuhi Minor

T

T

Mayor

Y T Y Y T T T T T T

Y Y Y Y Y T T T T T

Memenuhi Minor Memenuhi Memenuhi Minor Mayor Mayor Mayor Mayor Mayor

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

216

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Rekapitulasi dari hasil initial assessment per departemen ini ditunjukkan pada Tabel 2.
Departemen

Tabel 2. Rekapitulasi hasil initial assessment per departemen
Mayor 3 2 8 8 21 Minor 5 4 4 5 18

Observasi -

Pemasaran Quality Control Produksi Administrasi dan Keuangan Jumlah

5. KESIMPULAN Hasil akhir initial assesment memperlihatkan bahwa terdapat 21 ketidaksesuaian mayor yang berarti terdapat 21 persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang belum dimiliki oleh perusahaan. Ketidaksesuaian minor berjumlah 18 dengan maksud terdapat 18 pesyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang telah dijalankan tetapi belum konsisten dalam penerapannya. Untuk itu disusun suatu rencana perbaikan untuk memenuhi persyaratan dokumentasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 seperti tertera pada tabel 3. 6. DAFTAR PUSTAKA Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, 1995. Diktat Pendidikan dan Pelatihan Quality Control Technician AMDK, Kelompok Industri Aneka, Semarang. Clarke, Neville, 2004, Concept and Documenting Integrated Management System, Jakarta: PT. Neville-Clarke Indonesia. Gasperz, Vincent, 2005, Total Quality Management, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama. ISO 9001:2008, Quality Management System-Requirement. Jacka, Mike dan Paulette J. Keller, 2003, Bussiness Process Mappong: Improving Customers Satisfaction, New York: John Willey and Son. Kusumah, Lien dkk, 2003, Adaptasi Pronsip-prinsip TQM untuk Industri Kecil di Indonesia, Bandung: Departemen Teknik Industri ITB. Pedoman BSN 10-1999, Modul I: Modul Pernyataan Diri, Sistem Mutu-Model Jaminan Mutu dalam Produksi, Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Saylor, James H, 1992, TQM Fiels Manual, Newyork, Mc Graw Hill Inc. Tricker, Ray, 2005, ISO 2001:9000: Audit Procedures, Oxford, Elsevier ButterworthHeinemann

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

217

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Tabel 4.2 Rekomendasi Rencana Perbaikan Dokumentasi untuk memenuhi persyaratan manajemen mutu ISO 9001:2008
Persyaratan ISO 9001 : 2008 4.1 Persyaratan Umum Departemen Kondisi Awal 1. Belum dilakukan identifikasi proses bisnis yang menjelaskan urutan dan interksinya antar proses untuk sistem manajemen mutu. 2. Kriteria dan metode untuk mengendalikan proses operasional belum terdokumentasi dengan baik, beberapa prosedur dan instruksi kerja belum menjelaskan detail jenis pekerjaan bagian tertentu (yang ada hanya prosedur dan instruksi kerja pada bagian produksi dan QC). 3. Beberapa departemen belum dilakukan tindak lanjut atas hasil pemantauan, berupa identifikasi, perencanaan dan pelaksanaan tindakan perbaikan dan pencegahan untuk perbaikan berkesinambungan. Persyaratan dokumentasi telah terpenuhi berdasarkan Pedoman BSN dan dapat ditingkatkan ke dalam persyaratn ISO 9001, namun perhatian dan perawatan atas dokumen tersebut masih kurang. Pada Pedoman Mutu PT. Arbes Guntung Prakasa terdapat bagian dokumen yang hilang yaitu penjelasan mengenai Pengendalian Produk. Tinjauan manajemen tidak dimasukkan dalam Pedoman Mutu perusahaan. Penjelasan mengenai tinjauan manajemen hanya ada pada Prosedur Kerja. Perusahaan telah berkomitmen untuk memenuhi persyaratan pelanggan. Akan tetapi, perusahaan belum menetapkan sistem pemantauan kepuasan pelanggan. Kebijakan mutu telah ditetapkan, namun belum ada komitmen untuk terus-menerus meningkatkan efektifitas Mayor Rekomendasi Rencana Perbaikan 1. Pembuatan peta proses bisnis dengan memastikan urutan dan interaksinya. 2. Menetapkan dan menyempurnakan kriteria dan metode yang diperlukan untuk penjaminan mutu, termasuk untuk proses outsourcing. 3. Merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tindakan perbaikan dan pencegahan yang berkesinambungan.

Seluruh Departemen terkait

4.2 Persyaratan Dokumentasi Manajemen Puncak

Minor

Memastikan bahwa Pedoman tersebut dilengkapi serta diterapkan dan dirawat dengan baik

5.1 Komitmen Manajemen

Manajemen Puncak Manajemen Puncak Manajemen Puncak

Minor

5.2 Fokus Pelanggan 5.3 Kebijakan Kualitas

Minor Observasi

Sebaiknya pada Pedoman Mutu juga dijelaskan mengenai Tinjauan Manajemen untuk memastikan adanya evaluasi terhadap sistem manajemen perusahaan. Perusahaan harus menentukan sistem pemantauan kepuasan pelanggan. Komitmen untuk terus meningkatkan efektifitas sistem manajemen mutu yang

218

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Persyaratan ISO 9001 : 2008 5.4 Perencanaan

Departemen Manajemen Puncak dan seluruh departemen terkait Manajemen Puncak

Kondisi Awal sistem manajemen mutu. Sasaran mutu yang ditetapkan konsisten dengan kebijakan mutu dan terukur. Memenuhi

Rekomendasi Rencana Perbaikan ditetapkan.

5.5 Tanggung jawab, wewenang dan Komunikasi 5.6 Tinjauan Manajemen

Sudah memenuhi persyaratan ISO 9001 : 2008 Tinjauan manajemen yang dilakukan masih belum sesuai dengan persyaratan ISO 9001 : 2008.

Memenuhi Minor Menetapkan, mendokumentasikan, memelihara dan mengkaji kegiatan Tinjauan Manajemen sesuai persyaratan ISO 9001 : 2008. Pembahasan meliputi hasil udit, yang telah dilakukan, penanganan keluhan pelanggan, permasalahan dalam pencapaian sasaran mutu per departemen, status perencanaan dan perbaikan mesin, pelaksanaan dan kendala kegiatan training. Perlu ditetapkan kriteria penyediaan sumber daya manusia berdasarkan kualitas dan kuantitas yang diperlukan untuk pemenuhan persyaratan Menentukan kompetensi yang diperlukan untuk pekerjaan personil yang mempengeruhi persyaratan produk serta memelihara catatan pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman. 1. Mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur dan kebutuhan pemeliharaannya. 2. Mengkaji ulang catatan mutu terkait dan menetapkan jadwal perawatan.

Manajemen Puncak

6.1 Penyediaan Sumber Daya 6.2 Sumber Daya Manusia

Manajemen Puncak Dept. Keuangan Dan Administrasi

Belum dijelaskan mengenai kriteria penyediaan sumber daya khususnya SDM dalam rangka pemenuhan persyaratan produk dan jasa pelayanan. Belum dijelaskan mengenai penyediaan kompetensi, pelatihan dan kesadaran untuk personil atau karyawan khususnya personil yang melakukan pekerjaan yang mempengaruhi persyaratan produk. 1. Belum ada identifikasi terhadap kebutuhan infrastruktur, dan infrastruktur yang dimiliki perusahaan yang terdokumentasi dengan baik. 2. Sudah ada sistem untuk mengelola infrastruktur yang berpengaruh terhadap mutu, terutama

Mayor

Minor

6.3 Infrastruktur Dept. Produksi

Minor

219

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Persyaratan ISO 9001 : 2008

Departemen

Kondisi Awal mengenai item mesin/alat proses yang harus diperiksa, namun masih memerlukan beberapa penyempurnaan jadwal pelaksanaan pemeliharaan yang terintegrasi untuk seluruh infrastruktur perusahaan. Sudah memenuhi persyatan ISO 9001 : 2008 Sudah memenuhi persyatan ISO 9001 : 2008 Perusahaan belum mendokumentasikan dengan baik penetapan persyaratan produk/jasa, penetapan harga, syarat penyerahan, sistem pembayaran, promosi, tinjauan kontrak, dan pelayanan pelanggan untuk memenuhi harapan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Tidak ada kegiatan desain dan pengembangan produk Sudah memenuhi persyatan ISO 9001 : 2008 1. Dokumentasi mengenai aktifitas pelepasan produk, pengiriman, dan kegiatan paska pengiriman hanya ada pada Prosedur Kerja, sehingga perlu beberapa penambahan terutama pada Pedoman Mutu agar sesuai dengan persyaratan ISO 9001 : 2008. 2. Validasi proses produksi tidak relevan dengan proses bisnis PT. Arbes Guntung Prakasa. 3. Tidak ada barang milik pelanggan yang dikendalikan oleh PT. Arbes Guntung Prakasa Sudah memenuhi persyatan ISO 9001 : 2008

Rekomendasi Rencana Perbaikan

6.4 Lingkungan Kerja 7.1 Perencanaan Realisasi Produk 7.2 Proses yang Berhubungan dengan Pelanggan

Dept. Pemasarandan Dept. Produksi Dept. Produksi

Memenuhi Memenuhi Minor Mendokumentasikan penetapan persyaratan produk/ jasa, penetapan harga, syarat penyerahan, promosi, tinjauan dan pelayanan pelanggan untuk memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan

Dept. Pemasaran

7.3 Desain dan Pengembangan 7.4 Pembelian 7.5 Produksi dan Penyediaan Pelayanan

Dept. ADM dan Keuangan

Tidak Relevan Memenuhi Minor Menetapkan dokumentasi (terutama Pedoman Mutu) mengenai pelepasan produk, pengiriman, dan kegiatan paska pengiriman yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001 : 2008

Dept. Produksi dan Dept. Pemasaran

7.6 Pengendalian Peralatan Pemantauan dan Pengukuran

Dept. Produksi dan Dept. QC

Memenuhi

220

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL ReSaTek-2010 ISSN: 2087-2526

Persyaratan ISO 9001 : 2008 8.1 Perencanaan Pemantauan dan Pengukuran 8.2 Pemantauan dan Pengukuran

Departemen Dept. Pemasaran, Dept. Produksi dan Dept. QC Wakil Manajemen, Dept. QC, Dept. Pemasaran, Dept. Produksi Dept. QC Seluruh Departemen terkait Seluruh Departemen terkait

Kondisi Awal Sudah memenuhi persyatan ISO 9001 : 2008 Memenuhi

Rekomendasi Rencana Perbaikan

1. Belum ditetapkan pelaksanaan pengukuran dan pemantauan terhadap kepuasan pelanggan. 2. Belum ditetapkan metode, kriteria, auditor dan syarat pelaksanaan internal audit mutu secara periodik. Sudah memenuhi persyatan ISO 9001 : 2008 Analisa data yang diterapkan hanya berfokus pada pemenuhan persyaratan proses, produk dan pemasok. Sedangkan untuk pengukuran kepuasan pelanggan masih belum optimal. Perusahaan hanya memantau laporan keluhan pelanggan. Belum ditetapkan sistem pengendalian terhadap ketidaksesuaian yang terjadi dan tindakan pencegahan terhadap ketidaksesuaian yang potensial terjadi.

Mayor

1. Menetapkan dan melaksanakan metode dan kriteria pengukuran kepuasan pelanggan. 2. Menetapkan dan melaksanakan metode dan kriteria pelaksanaan audit internal mutu.

8.3 Pengendalian Produk Tidak Sesuai 8.4 Analisa Data

Memenuhi Minor Perlu ditetapkan metode pengukuran kepuasan pelanggan.

8.5 Penyempurnaan

Mayor

Menetapkan prosedur untuk melakukan analisis dan evaluasi terhadap tindakan perbaikan dan pencegahan yang telah dilakukan untuk mengkaji keefektitasnya.

221

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI – UNIVERSITAS BUNG HATTA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->