P. 1
Analisis Dan Perancangan Fondasi

Analisis Dan Perancangan Fondasi

|Views: 93|Likes:
Dipublikasikan oleh bdoera

More info:

Published by: bdoera on Feb 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

.8 1...............2 Tipe-tipe Turap 1......7................ 1.2 Dinding Turap Diangker 1.............2 Dinding Turap Diangker 1...............2 Turap Kantilever pada Tanah Kohesif.. 1.2......... 1.......... 63 54 67 69 72 73 73 Daftar lsi ix .1 Gaya Lateral akibat Tekanan Tanah ............ 1..3 Tipe-tipe Dinding Turap 1..5..4 Bendungan Elak Seluler....... 1.......... 1.....1..4......1...2 Gaya-gaya Lateral akibat Tekanan Air...9 Batang Pengikat dan Balok Horisontal : :....................2..3 Turap Baja 1..5....3.............2..1 Metode Ujung Bebas 1.. 1....1 Dinding Turap Kantilever 1..........1 Turap Kantilever pada Tanah Granuler...........7 Blok Angker 1.................... 1............ 1.2 Metode Ujung Tetap ...3 Dinding Turap dengan Landasan (Platform) 1..3 Blok Angker pada Kedalaman Besar :....TURAP 1.2 Turap Beton 1...................1 Prinsip Umum Perancangan Turap Kantilever ......2.4 Gaya-gaya Lateral pada Dinding Turap 1................2...5 Perancangan Dinding Turap.. DAFT AR ISI.5....... .........7.........8 Letak Angker " " " " "................ KATA PENGANTAR..3........ 1 1 1 1 2 2 4 4 5 5 5 5 7 7 8 9 14 32 32 57 .7.5..5..................1 Pendahuluan 1.. vu IX BAB I ..5........... 1..............DAFTARISI .3........... :...........1 Metode Teng 1...6 Cara-cara Mengurangi Tekanan Tanah :.....2MetodeBowles 1....4....3..1 TurapKayu 1...

5...<p 2...4.....................1......5..s........ 2..5..........1......5 Hitungan Kapasitas Dukung Tiang Pancang....1 Tiang Kayu'....1.5 Kapasitas Dukung Tiang dalam Tanah c ..........4.2... 2....2................ 2.....2. 2....FqNDASI TIANG PANCANG 2....3. 2.5......3 Kapasitas Dukung Tiang dalam Tanah Kohesif 2.......1 Pendahuluan 2........5.3 Kelakuan Tiang selama Pembebanan..........4 Metode Tomlinson..5.... 2..........5..1 Soil Setup 2.....2....2 Tiang Dukung Ujung dan Tiang Gesek.........4 Tiang Bor 2.....2 Metode U...3 Tiang Beton Cetak di Tempat...2....2 Kapasitas Dukung Tiang dalam Tanah Granuler..5..2 Pengaruh Waktu pada Kapasitas Dukung Tiang 2..... 2......2 Relaksasi 2...........6 Kapasitas Dukung Ultimit 2....2.. 2........4..........4 Pengaruh Pekerjaan Pemasangan Tiang.................5......... Army Corps 2..4. 2.....1 Metode Burland 2...... Army Corps 2........................5.......2............1 Kapasitas Dukung Ultimit Cara Statis 2....1..1..3..5.........5....1 Metode Poulos dan Davis 2....5.BAB II ................2..........2MetodeA........................4... 2.3 Metode Coyle dan Castello..2 Tiang Beton Pracetak 2......3 Metode u. 2..5. 2..5 Metode ~ 2.. 2..1 Metode u.5...4........5.......................4 Kapasitas DukungTiang Kondisi Terdrainase (Drained) 2...5 Tiang Baja Profil........ 2.3.5.....1 Pengaruh Pemancangan Tiang..........6 Tiang Komposit 2...........S...4 Metode Kulhawy.........5........1.......6 Tiang Menahan Gaya Tarik Ke Atas x 76 76 78 79 81 83 84 85 85 86 87 88 92 92 ·93 94 95 98 105 110 112 115 120 121 135 137 138 140 142 148 149 150 152 154 Ana/isis dan Perancangan Fondasi -11 .. 2..2 Metode Fellenius..3...

..2 Metode Meyerhof 2...2 Kelompok Tiang ............5.1.....10..... 2...............2 Metode deRuiter dan Beringen 2............2.2 Penurunan Kelompok Tiang 2...4 Petunjuk Perancangan Kelompok Tiang 2.........7...........6. 2.1 Metode Schmertmann dan Nottingham 2........................12 Penurunan Tiang 2.....7.............6 Faktor Aman Tiang Pancang.......7 Kapasitas Dukung Tiang dari Uji Kerucut Statis (Cone Penetration Test.161 2.7..............11....................1 Kapasitas Dukung............. 2...2.......13 Jarak Tiang :......2 Kelompok Tiang 2.7......... CPT) 2....3 Pemilihan Pemukul Tiang.4 Catatan Pemancangan Tiang (Pile Driving Records 2.5......7..10...........1...9.................1 AlatPancang Tiang ....12...........8 Kapasitas Dukung Tiang Dari Uji Penetrasi Standar (SPT) ...........9 Kapasitas Dukung Tiang dari Rumus Dinamik..10... 2.....2 Kapasitas Dukung Tiang dalaro Tanah Kohesif..............9.... 2....10..3 Kapasitas Dukung Kelompok dan Efisiensi Tiang dalam Tanah Granuler 2...2... 2......14 Pelat Penutup Tiang (Pile Cap) dan.9........2 Efisiensi Tiang dalam Tanah Kohesif... 2...6............1 Kapasitas Dukung Tiang dalam Tanah Granuler......6 Penyemprotan Air (Water Jeting)....10 Kapasitas Dukung Kelompok Tiang 2......11 Gesekan Negatif 2.. 2...9....12......... 2........1 Metode Bagemann 2...7.2 Rumus-rumus Pancang 2............Hitungan Beban pada Tiang 154 159 164 165 165 173 179 179 180 181 184 190 181 196 208 208 210 210 212 214 217 223 227 230 233 237 248 248 258 281 283 Daftar lsi xi ..... 2.1 Penurunan Tiang Tunggal 2........5 Penghentian Pemukulan Saat Pemancangan 2.9.. 2..............1 Tiang Tunggal.3 Faktor Aman Tiang dari Uji Sondir 2. 2.....7..11.1 Tiang Tunggal 2.9.

2 Metode Brinch Hansen dan Brorns 2.15. Mendukung Beban Lateral 2. 391 .15. 373 .1 Uji Beban Tekan 2.4 Defleksi Tiang Vertikal 2.18.1 Tipe-tipe Kaison 3.1 Maksud Pengujian 2. .5.1 Hitungan Cara Konvensional 2.5.2.19 Kekuatan Bahan Tiang 2.4. 336 .15. .2 Hitungan Secara Analitis 2. 377 .18. . . 348 .15.20 Ikatan Tiang Dengan Pelat Penutup Tiang BAB III -FONDASI TIANG BOR DAN KAISON 3.1 Beban Vertikal Kritis 2. 346 .15.1 Pendahuluan · 3.16.18. 390 .15. 378 .4 Pengukuran Penurunan 2.394 398 399 Ana/isis dan Perancangan Fondasi . .2 Gaya Lateral ljin 2. 374 . 375 . .3 Hitungan Didasarkan pada Teori Elastis 2.15 TianJ.16.15.•••••••••••••••••••••••••• 2..5 Modulus Evans dan Duncan 2.4.3 Metode Brorns r. 375 . .3 Sistern Pernbebanan 2.5 Macarn-rnacarn Pengujian 2.18.3 Uji Tarik 2. 388 .. 372 .3 Tiang Bar 3.1Metode Pelaksanaan Tiang Bar xii .2 Uji Behan Lateral 2.2. . .2 Kaison 3.15. 393 393 393 .3.4. 388 . . . 378 .2 Letak Titik-titik Pengujian 2.1 Tiang Ujung Jepit dan Tiang Ujung Bebas 2.18.15.17 Langkah-langkah Perancangan Fondasi Tiang 2. 350 .4.16 Tiang Miring 2.3 Hitungan Tahanan Beban Lateral Ultirnit 2.18.15.18. 290 291 292 293 293 297 312 316 317 318 .2 Metade Konvensional 2.II .3. 347 .18. . .15.3.4 Metode p-y 2.4. .1 Kelornpok Tiang Sebagai Sistern Statis Tertentu 2.5.18 Pengujian Tiang 2.16. 332 .

.........1 Pendahu1uan...............1...............4 Sistem Cakar Ayarn Pada Tanah Ekspansif 4...........6.3.....5.3... 4..... 4........1 Tiang Bor dalam Tanah Grarruler 3.1 Beban Statis 4...............6 Metode Perancangan 4.....2....3 Dasar-dasar Pengertian..3.....6..7 Masalah Pembangunan Jalan Di Indonesia.1....3......... 2006).........2.3...............5 Pengaruh Pernbebanan 4....2 Tiang Bar pada Tanah Lernpung 3....4........4 Penelitian-Penelitian yang Telah Dilakukan 4....3.3...3....3 Kapasitas Dukung Tiang Bar 3............. Sediyatmo.. 4.....4 Tahanan Tarik Tiang Bor 3..1 Behan Rancangan 4. 4........3 Perkerasan Jalan dan Bandara 4... DAFTARPUSTAKA TABEL KONVERSI Daftar lsi 404 404 404 405 405 416 426 429 442 442 442 443 446 446 447 448 451 455 459 459 459 460 461 462 464 471 471 472 475 476 487 496 xiii ..........6......3 Metode Hary Christady Hardiyatmo (2010).1 Fondasi Bangunan Gedung dan Jembatan.........3.....2 Behan Dinamis 4......... 4...... 4...............2 Bangunan Menara Listrik dan Tangki Air....... 4.......................2 Perancangan Sistern Cakar Ayarn Pada Tanah Ekspansif...2..........2 Pengaruh Pemasangan Tiang Bor 3........6............. 3.2.....4......3.1 Tauah Ekspansif...5 Faktor Aman Tiang Bor BAB IV -FONDASI CAKARAYAM. 4...2 Metode Bambang Suhendro (1992.........3.1 Sistern Cakar Ayarn Prof..................1 Tiang Bor pada Tanah Granuler.......2 Tiang Bor dalam Tanah Kohesif ...8 Tipe-tipe Tanah-dasar '..... 4......6.......2 Aplikasi 4.......6.........3... 4.......2..2 Sistern Cakar Ayarn Modifikasi (CAM)......5....... 4.. 4.......

2 TIPE.BABI TURAP 1. juga berfungsi untiik menahan masuknya air ke dalam lubang galian. turap juga tidak cocok digunakan pada tanah yang mengandung banyak batuan-batuan. beton bertulang. dinding penahan tanah.2. Karena pemasangan yang mudah dan biaya pelaksanaan yang relatif murah. bendungan elak dan lain-lain.1PENDAHULUAN Dinding turap adalah dinding vertikal relatif tipis yang berfungsi kecuali untuk menahan tanah. eontohnya: kayu. selain itu. bila kedalaman tanah yang ditahan sangat dalam. dan baja. Namun. bangunan-bangunan di pelabuhan.TIPE TURAP Tipe turap dapat dibedakan menurut bahan yang digunakan. maka cukup digunakan turap kantilever. Bila tanah yang ditahan dangkal. karena menyulitkan pemaneangan. karena tidak kuat menahan beban-beban lateral yang BABI- Turep 1 . Dinding turap tidak cocok untuk menahan tanah yang sangat tinggi.1 Turap Kayu Turap kayu digunakan untuk dinding penahan tanah yang tidak begitu tinggi. 1. turap banyak digunakan pada pekerjaan-pekerjaan. seperti: penahan tebing galian sementara. Bahan turap tersebut bermacam-maeam. maka hsrus digunakan turap yang diangker. karena akan memerlukan luas tampang bahan turap yang besar. 1.

misalnya untuk penahan tebing galian.1. Ujung bawah turap biasanya dibentuk meruncing untuk memudahkan pemancangan. maka perlu diberikan lapis~ pelindung agar tidak mudah lapuk.II .3 Turap Baja Turap baja (Gambar 1. Masing-masing balok.Turap kayu banyak: digunakan pada pekerjaan-pekerjaan sementara.L.2 Turap Beton Turap beton merupakan balok-balok beton yang telah dicetak sebelum dipasang dengan bentuk tertentu. 1. kecuali dirancang kuat menahan beban-beban yang bekerja pada turap. baik digunakan untuk bangunan permanen maupun sementara. Turap ini tidak cocok digunakan pada tanah berkerikil.1 Turap kayu.2).2. karena lebih menguntungkan dan mudah penanganannya. Balok-balok turap dibuat saling mengkait satu sarna lain (Gambar 1.besar. 1.2. juga terhadap beban-beban yang akan bekerja pada waktu pengangkatannya. Bentuk-bentuk susunan turap kayu dapat dilihat pada Gambar 1. karena turap c!nderung pecah bila dipancang. (a) (b) C.3) sangat umum digunakan. =5 c:L______ (c) ----=:l5 (d) Gambar 1. Bila turap kayu digunakan untuk bangunan pennanen yang berada di atas muka air. Keuntungankeuntungannya antara lain: ' 2 Ana/isis dan Peraocangan Fondasi ..

• BAB i.1) Turap baja kuat menahan gaya-gaya benturan pada saat pemancangan. }) Turap dapat digunakan berulang-ulang.2 Turap beton. 5) Penyambungan mudah. bila kedalaman turap besar.3 Turap baja. 4) Turap baja mempunyai keawetan yang tinggi. (a) (b) (c) Gambar 1. Gambar 1. 2) Bahan turap relatif tidak begitu berat.Turap 3 .

.1 Dinding Turap Kantilever Dinding turap kantilever (Gambar 1. Dinding turap dengan landasan/panggung didukung tiang-tiang. Defleksi lateral yang terjadi relatif besar pada pemakaian turap kantilever. (b) Dinding turap diangker.4 (a) Dinding turap kantilever. 4. Dinding turap diangker.1. Dinding. Bendungan elak seluler (cellular cofferdam).4a) merupakan turap yang dalam menahan beban lateral mengandalkan tahanan tanah di depan dinding. Karena luas tampang bahan turap yang dibutuhkan bertambah besar dengan ketinggian tanah yang ditahan (akibat momen lentur yang timbul). (platform) yang .II .turap kantilever. 2. 1. 4 Ana/isis dan Perancangan Fondasi . turap kantilever hanya cocok untuk menahan tanah dengan ketinggianlkedalaman sedang.3 TIPE-TIPE DINDING TURAP Terdapat 4 tipe dinding turap yaitu: 1. H ~ 3 sampai 5 meter UntukH> 11 meter digunakan 2 angker (a) (b) Gambar 1. 3.3.

atau bangunan-bangunan berat lainnya. Dinding turap ini dibuat bila di dekat lokasi dinding turap direncanakan akan dibangun jalan kereta api. tetapi masih juga bergantung pada kondisi tanah (Gambar .1.4 GAYA-GAYA LATERAL PADA DINDING TURAP Gaya-gaya lateral yang bekerja pada rdinding turap meliputi tekanan tanah aktif dan pasif. kedalaman penetrasi turap.3. misalnya: kekakuan relatif bahan turap. l.3. dimana di atas tiang-tiang tersebut dibuat landasan untuk meletakkan bangunan tertentu (Gambar 1. Untuk dinding turap yang tinggi. Dinding ini menahan tekanan tanah dengan mengandalkan beratnya sendiri.5b). beban terbagi rata di atas permukaan BABITurap 5 .4b). Untuk ketinggian tanah yang ditahan H > 11 m.4 Bendungan Elak Seluler Bendungan elak seluler (cellular cofferdam) merupakan turap yang berbentuk sel-sel yang diisi dengan pasir (Gambar l. 1. 1. mesin derek. kuat geser tanah. Dinding turap ini menahan beban lateral dengan mengandalkan tahanan tanah pada bagian turap yang terpancang ke dalarn tanah dengan dibantu oleh angker yang dipasang pada bagian atasnya. Stabilitas dan tegangan-tegangan pada turap yang diangker bergantung pad a banyak faktor. Kedalaman turap menembus tanah bergantung pada besarnya tekanan tanah.2 Dinding Turap Diangker Dinding turap diangker cocok untuk menahan tebing galian yang dalam. kemudah-mampatan tanah. Tiang-tiang pendukung landasan juga berfungsi untuk mengurangi beban lateral pada turap. maka diperlukan turap dengan 2 angker. 1.5a).3 Dinding Turap dengan Landasan (Platform) Dinding turap semacam ini dalam menahan tekanan tanah lateral dibantu oleh tiang-tiang. keluluhan angker dan lain-lainnya.3. diperlukan turap baja dengan kekuatan tinggi.

gaya benturan gelombang. Lan2psan (platform) Landasan (platform) Tiang-tiang Tiang-tiang (a) Tampakatas Sel-sel berisi pasir / Tanggulpenahan Temoek sempinq ~ '':_ (b) 1= Sel-sel berisi pasir Gambar 1. (b) Bendungan elak selular.5 (a) Dinding turap dengan landasan yang didukung tiang-tiang. ketidakseimbangan muka air tanah di kedua sisi turap.II . gaya gempa. gaya tarik kapal dan lain-lainnya. 6 Ana/isis dan Perancangan Fondasi .timbqpan.

4. Kondisi ketidakseimbangan tekanan. bed a tinggi muka air akan mulai tampak.1. Tekanan lateral pada turap mencapai maksimum bila muka air di depan turap pada kedudukan paling rendah. BABI .Turap 7 .2 Gaya-gaya Lateral akibat Tekanan Air Kondisi ketidakseimbangan tekanan air di depan dan di belakang dinding terjadi pada dinding turap yang dibangun untuk bangunan-bangunan yang tergenang air. J 1. dengan demikian mereduksi tekanan tanah pasif. kondisi perbedaan muka air di depan dan belakang dinding saat terjadinya penurunan muka air sangat keeil. Hal ini. muka air tanah di belakang dinding menjadi lebih ' tinggi daripada muka air di depannya. pengaliran air dari belakang dinding menuju ke depan. Pada turap. Jika tanah urug berupa pasir kasar atau kerikil.4. tekanan tanah lateral memenuhi teori-teori Rankine atau Coulomb.1 Gaya Lateral akibat Tekanan Tanah Pada hitungan dinding penahan tanah yang umum. evaluasi stabilitas turap akibat ketidakseimbangan tekanan air tersebut sangat perlu dilakukan. Jika tanah urug adalah lempung atau lanau. Kondisi lain dapat pula terjadi bila hujan lebat. sehingga perilaku deformasinya tidak sarna dengan dinding penahan tanah pada umumnya.6). Dalam kondisi ini. Selain itu. disebabkan karena dinding turap bersifat fleksibel. menimbulkan pengurangan tekanan tanah efektif pada tanah di depan dinding. umumnya terjadi saat air di depan dinding turap surut (Gambar 1. sedemikian hingga kuat geser tanah di belakang dinding sepenuhnya termobilisasi. Untuk tanah urug pasir halus atau pasir berlanau atau lempung. analisis didasarkan pada anggapan bahwa dinding bergerak secara lateral dengan cara menggeser atau berotasi terhadap kaki dinding. sehingga menimbulkan tambahan tekanan pada dinding turap. Oleh sebab itu. Keeepatan penurunan muka air di belakang din ding bergantung pada jenis tanah urug yang digunakan. gaya-gaya lateral akibat tekanan tanah yang bekerja sebenarnya tidak dapat dihitung secara lang sung dengan teori-teori Rankine maupun Coulomb.

6a menunjukkan kondisi aliran rembesan yang digambarkan dengan cara jaring arus (flow net). Pada kondisi ini.6b. Gambar 1. untuk dinding turap yang dipancang pada tanah granuler dengan koefisien permeabilitas sedang. I I" Tanah kedap air Lapisan kedap air Gambar 1. (a) Penggambaran jaring arus. 8 Ana/isis dan Perancangan Fondasi . Gambar 1.II . Akibat tekanan tanah aktif tanah di belakang turap. turap bergerak ke kiri dan berputar pada titik B (Gambar 1. 1948). terutama pada beda tinggi air yang maksimum. tekanan tanah yang terjadi pada bagian bawah garis galian. yaitu di sebelah kiri BD dan di kanan BC akan berupa tekanan tanah pasif. bekerja tekanan tanah aktif. 1948). menunjukkan tekanan air neto di belakang turap (Terzaghi.7 (Teng. I-~ I I~ i 1"I iTanah lolos air I I H----'I '--I.7a).5 PERANCANGAN DINDING TURAP Turap Kantilever 1. -.maka \etidakseimbangan tekanan air harus benar-benar diperhitungkan. sedangkan di kiri BC dan kanan BA.--- "r _ r~H .5. 1. (b) Diagram tekanan air neto di belakang turap (Terzaghi.1 Prinsip Umum Perancangan Perilaku dinding turap kaku sempuma akibat tekanan tanah lateral di belakangnya dijelaskan dalam Gambar 1.6 Tekanan air neto eli belakang turap. 1962).

dan Gambar 1. karena tanah tidak bergerak.5. 1962). yaitu tanah kohesif atau granuler.Pada titik rotasi B.7b untuk maksud hitungan stabilitasnya. Gambar 1. Jadi.8. A I \ \ I \ \ \ \ \0 \ \ \ \ \ \ B Titik pusat G \ \ \ \ I ---------:::. 1.7b menunjukkan distribusi tekanan tanah neto (tekanan tanah pasif dikurangi tekanan tanah pasif) pada turap.7 Tekanan tanah pada turap kantilever (Teng. maka dapat diasumsikan muka air akan mempunyai ketinggian yang sama di bagian depan dan belakang turap.1..1 Turap Kantilever pada Tanah Granuler Distribusi tekanan tanah pada turap yang terletak pada tanah granuler homogen. tekanan tanah lateral pada titik J3 tersebut akan sarna dengan nol.7c adalah penyederhanaan dati Gambar 1. Distribusi tekanan tanah aktif dan pasif (termasuk pengaruh beban terbagi rata dan lainlainnya) dapat ditentukan dengan memperhatikan nilai K. maka titik ini akan mendapatkan tekanan tanah yang sarna dari depan dan belakang (yaitu tekanan tanah lateral saat diam). Karena turap terletak da1am tanah granuler (permeabilitas tinggi atau 1010s air).Turap 9 . dan Kp. diperlihatkan dalam Gambar 1.~-p -- -- p-.---- (a) Aksi tekanan tanah (b) Distrfbusi tekanan tanah ke turap (e) Penyederhanaan tekanan lanah disribusi Gambar 1. bergantung pada jenis tanah. Jika BAB I . Distribusi tekanan tanah lateral pada dinding turap tidak sarna.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->