Anda di halaman 1dari 21

RESUME MANAJEMEN PROYEK (JASA KONSULTAN & STUDI KELAYAKAN)

OLEH: KAMARI NIM. 200825062

PUJIYONO NIM 200825069

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL KAMAL JL. RAYA AL-KAMAL NO.2 KEDOYA SELATAN JAKARTA BARAT

Manajemen Proyek 2011

DAFTAR ISI

Daftar Isi BAB I. JASA KONSULTAN BAB II. STUDI KELAYAKAN Daftar Tabel Daftar Pustaka

i 1 11 16 18

Page | i

Manajemen Proyek 2011

BAB I. JASA KONSULTAN


Definisi konsultan menurut menurut H.L.Shenson (1990) adalah: Konsultan professional adalah perorangan atau perusahaan yang memiliki keahlian, kecakapan serta bakat khusus dan tersedia bagi yang memerlukan (klien), dengan imbalan sejumlah upah. Konsultan professional memberikan nasihat dan seringkali membantu melaksanakan nasihat tersebut dengan dan untuk klien Konsultan seringkali juga mengimplementasikan nasihat yang diberikan kepada klien selain menyediankan jasa dalam bentuk keahliannya. Sebagai contoh : suatu perusahaan ingin menggunakan jasa konsultan untuk meningkatkan produktifitas usahanya. Setelah mengadakan penelitian, konsultan yang bersangkutan mengusulkan suatu laporan, agar perusahaan mengadakan perbaikan kualitas dan kecakapan para pengawas lapangan. Dalam hal ini seringkali klien menginginkan agar konsultan pada langkah berikutnya mengimplementasikan usulan yang diajukan, seperti mempersiapkan materi program latihan, mengadakan infrastruktur, serta melaksanakan latihan di kelas dan di lapangan. a. Kualitas dan Kredibilitas Beberapa syarat minimal yang dianggap perlu dimiliki dan diperhatikan oleh konsultan dalam upaya menjaga mutu hasil hasil pekerjaannya antara lain : Pendekatan yang bersifat menyeluruh (Comprehensive) Didasarkan atas kenyataan Adanya keterkaitan (Relevansi) terhadap permasalahan Kecakapan melihat ke depan Menguasai perbendaharaan bahasa yang diperlukan Bersifat ulet Kreatif Penguasaan teknis secara prima atas disiplin ilmu atau profesi yang ditawarkan
Page | 1

Manajemen Proyek 2011

b. Bentuk usaha konsultasi Dari definisi di atas bentuk usaha konsultasi dibedakan menjadi 2 bentuk yaitu : Konsultan perorangan Perusahaan konsultan Disisi lain, konsultan dapat dikategorikan berdasarkan bidang keahlian atau disiplin ilmu yang dikuasainya, seperti manajemen umum, akuntansi, arsitek, engineering, hokum, social ekonomi dan lain-lain. Konsultan juga dapat dikelompokkan secara sektoral, misalnya penelitian tanah, potensi sumber air tawar, korosi terhadap logam, peralatan di lokasi proyek, dan lainlain. JASA KONSULTASI DALAM KEGIATAN PROYEK Pada masyarakat yang telah maju dengan cirri utama berkembangnya kegiatan usaha dan industry di segala bidang yang pada giliran selanjutnya menuntut keahliankeahlian khusus, peranan jasa konsultasi menempati spectrum yang amat luas, tidak ketinggalan di bidang yang terkait dengan penyelenggaraan proyek. a. Menyiapkan Paket Kerja Paket kerja merupakan bagian atau komponen lingkup kerja proyek, seperti paket pekerjaan arsitektur, engineering dll. Paket-paket tersebut merupakan hasil kerja yang siap dilaksanakan, yang terdiri dari hasil perhitungan dan analisis, gambar, rancangan, hasil testing, dll b. Survei Survey meliputi bidang kegiatan yang amat luas, tergantung jenis proyek yang akan di selenggarakan. c. Studi dan penelitian Studi dan penelitian tidak jarang dibutuhkan untuk mendukung bagian-bagian tertentu dari kegiatan proyek. Sementara studi penting yang tidak dapat diabaikan pada awal proyek adalah studi kelayakan, yang mencoba menyoroti semua aspek untuk mengambil kesimpulan layak tidaknya suatu gagasan diimplementasi menjadi proyek.

Page | 2

Manajemen Proyek 2011

d. Bantuan manajemen Jenis konsultasi yang berkembang pesat dalam lingkungan proyek adalah bantuan manajemen yang meliputi sebagian atau seluruh lingkup proyek. Seringkali konsultasi semacam ini di samping memberikan nasihat atau rekomendasi, juga melakukan kegiatan yang langsung maupun tidak langsung bekaitan dengan implementasinya. e. Program Pelatihan Perangkat lunak yang akan menangani operasi dan pemeliharaan instalasi setelah pembangunannya selesai, sudah harus dipersiapkan jauh sebelumnya. Untuk memenuhinya disiapkan program pendidikan dan pelatihan khusus, seperti merekrut, menyeleksi, serta melatih di kelas dan di lapangan untuk calon operator dan mekanik. Kegiatan ini cukup rumit dan memakan waktu. Umumnya tersedia perusahaan konsultan yang siap secara professional untuk menangani proyek tersebut. f. Pegendalian Mutu Perusahaan konsultan umumnya telah melengkapi diri dengan personel yang terlatih dan peralatan yang cukup sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara efisien dan terpercaya. g. Prakomisi, Uji Coba dan Start-up Jenis pekerjaan di atas umumnya amat beragam dan seringkali memerlukan Judgment yang berbobot dalam mengambil keputusan. Oleh karenanya, memiliki pengalaman dalam menangani objek atau peralatan yang sejenis akan amat membantu. h. Administrasi, Perijinan dan Hukum Banyak kegiatan administrasi yang merupakan pekerjaan tambahan baru bagi suatu organisasi perusahaan operasional yang akan menyelenggarakan proyek i. Pengadaan Dana Mengusahakan terpenuhinya jumlah dana untuk proyek bukan termasuk hal yang rutin bagi sebuah perusahaan. Setelah mengetahui sejauh mana peranan yang dapat dilakukan oleh konsultan dalam suatu penyelenggaraan proyek, pemilik perlu meneliti dan

Page | 3

Manajemen Proyek 2011

mempertimbangkan sebaik-baiknya, berdasarkan motif efisiensi ekonomi dan efektivitas, pekerjaan mana yan sebaiknya diserahkan kepada konsultan dan mana yang akan dikerjakan sendiri. j. Paket Kerja untuk Konsultan Studi Kelayakan Pendanaan Analisis Dampak Lingkungan Arsitek Desain dan Engineering Pemeriksaan Tanah (Soil Test) Latihan dan Pendidikan Tenaga Kerja Survey Kelautan dan Hidrologi Rekayasa Nilai Inspeksi Control Proyek Akuntasi Audit Manajemen Proyek

PENGADAAN KONSULTAN Proses pengadaan konsultan didahului oleh suatu kajian mengenai keadaan atau factor yang menyebabkan diambilnya keputusan menggunakan jasa konsultan. Langkah langkah dalam proses pengadaan konsultan : Membuat kerangka acuan TOR Menyusun program kerja dan anggaran Menyusun criteria seleksi Menyiapkan paket lelang Proses seleksi dan pembentukan kontrak

Page | 4

Manajemen Proyek 2011

Panitia Pengadaan Untuk mengadakan kegiatan pengadaan konsultan, disusun suatu panitia pengadaan. Fungsi serta tugas panitia pengadaan tersebut adalah identik dengan panitia prakualifikasi dan seleksi bagi pengadaan kontraktor (utama).

KERANGKA ACUAN TOR Kerangka acuan adalah rumusan tujuan dan lingkup kerja konsultasi dalam bentuk yang bersifat garis besar. Meskipun dalam bentuk garis besar, namu TOR hendaknya dibuat cukup jelas, memberikan keterangan mengenai tujuan dan lingkup kegiatan konsultasi kepada para peserta lelang serta hasil-hasil yang diharapkan daripadanya, sehingga mereka akan mempersiapkan proposal dengan sebaik-baiknya. Kerangka acuan dapat berfungsi sebagai sarana untuk ; Menjelaskan lingkup jasa konsultasi yang akan dilelang. Menjadi sumber acuan langsung bagi konsultan rangka yang diundang mengikuti kelengkapan

lelang/pemilihan

dalam

menyiapkan

administrative proposal teknis dan biaya. Memberikan informasi tentang keahlian yang diperlukan Memberikan informasi mengenai jadual dan lingkup laporan Memberikan acuan dalam evaluasi proposal, klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan pemenang Menjadi dasar pembuatan kontrak dan evaluasi hasil kerja konsultan

Format dan rangkuman permasalahan dalam suatu TOR umunya disusun mengikuti sistematika : Latar Belakang Tujuan dan Keluaran Lingkup dan Jasa Konsultasi Data dan Fasilitas yang memberikan oleh Pemilik Proyek

Page | 5

Manajemen Proyek 2011

PROGRAM KERJA DAN ANGGARAN BIAYA Setelah idetifikasi dan rumusan lingkup kerja dirasa cukup, langkah berikutnya adalah menjabarkannya dalam suatu program kerja dan anggaran biaya. Anggaran biaya ini dikenal HPS (Harga Perhitugan Sendiri) dan dipakai sebagai patokan dalam menilai proposal. Mereka yang bertugas menyiapkan program kerja dan anggaran biaya hendaknya memiliki pengetahuan yang menyeluruh perihal skala serta jangkauan jasa konsultasi yang akan diadkan. Program Kerja Pembuatan program kerja akan memudahkan dalam menyusun keperluan sumber daya yang kemudian dikonversikan menjadi anggaran biaya. Dalam membuat anggaran biaya yang dibutuhkan, kegiata site survey diuraikan menjadi komponen-komponen pekerjaan dan disusun dalam suatu bagan balok. Biaya Tenaga Ahli Jasa konnsultasu mempuyai bermacam-macam kategori biaya, dimana umumnya pengeluaran untuk peugasan tenaga ahli merupakan komponen utamanya. Setelah perencanaan tenaga ahli diselesaikan (jenis keahlian, jumlah dan waktu peugasan), selanjutnya dapat dibuat perkiraan jumlah total biaya man-monthrate yang terdiri dari unsur-unsur berikut: Upah Dasar Tenaga Ahli Adalah upah bulanan yag dibayarkan kepada tenaga ahli dari perusahaan konsultan dimana mereka bergabung. Upah ini termasuk penyediaan fasilitas, seperti uang sewa rumah, biaya transportasi dan lain-lain. Jaminanan dan Kompensasi Adalah tambahan pendapatan diluar upah dasar yang dapat berupa jaminan kesehatan, uang cuti, pension, dan lain-lain. Biaya Administrasi dan Overhead Adalah biaya yang digunakan perusahaan konsultan untuk memutar roda usahanya.

Page | 6

Manajemen Proyek 2011

Fee Adalah unsure biaya yang dibebankan kepada pemakai jasa sebagai laba konsultan. Biaya yang Ditagih Kembali, Kontinjensi dan Eskalasi Seringkali sulit untuk membuat perkiraan tentang besarnya biaya suatu kegiatan tertentu, sedangakn biaya tersebut diketahui akan terjadi dalam melaksanakan program konsultasi. Oleh karena itu, hal ini lebih baik dikategorikan sebagai unsure biaya yang ditagih kembali (reimbursable) dan tidak dimasukkan ke dalam man-month rate.

KRITERIA SELEKSI Dalam menyusun criteria seleksi harus dikaji secara mendalam parameter yang dikaji secara mendalam parameter-parameter yang akan dicapai, terutama pada aspek manajemen yang banyak mengandung parameter-parameter yang bersifat subjektif. Criteria seleksi dapat dibedakan menjadi criteria untuk prakualifikasi dan criteria untuk mengevaluasi proposal dalam menentukan pemenang dan pemeringkat. Criteria seleksi untuk prakualifikasi Criteria ini menyangkut masalah-masalah manajemen dan kesiapan konsultan untuk berpartisipasi dalam lelang. Pada dasarnya criteria ini mencakup hal sebagai berikut : Pengalaman keberhasilan menangani proyek sejenis. Pernah menangani pekerjaan dengan volume setara yang dinyatakan dalam besar biaya atau jam-orang Pernah bekerja di Negara atau regional yang bersangkutan Indikasi tersediannya tenaga ahli dalam waktu yang diperlukan Kondisi keuangan perusahaan

Page | 7

Manajemen Proyek 2011

Criteria seleksi untuk mengevaluasi proposal Criteria ini lebih ketat dan lebih banyak mengandung persyaratan serta dapat dikelompokkkan menjadi : Aspek Teknik dan Managemen (T&M) Jawaban atas pertanyaab yang berkaitan dengan aspek T&M akan mencerminkan pengertian peserta lelang terhadap keinginan dan keperluan proyek dalam aspek T&M yang telah dirumuskan dalam TOR. (Tabel.1) Aspek Harga atau Komersial Aspek harga dirinci menjadi beberapa komponen seperti terlihat pada Tabel.2 Pada proses seleksi unsur -unsur harga dijumlahkan untuk memperoleh total harga. Sementara biaya Reimbursable diteliti untuk mengetahui perencanaan peserta lelang mengenai masalh tersebut dan perkiraan biaya yang bersangkutan Kualifikasi Personel Dalam bisnis konsultasi, komoditi yang ditawarkan adalah produk berupa jasa dibidang keahlian. Disini factor kualitas personel amat menentukan produk yang dihasilkan.

PAKET LELANG Persiapan terakhir dalam rangka pengadaan konsultan adalah menyiapkan paket lelang yang terdiri dari berbagai dokumen, dimana yang terpenting adalah rancangan kontrak. Terdapat tiga jenis kontrak jasa konsultasi yang sering dipergunakan, yaitu : Kontrak berdasarkan lama waktu terpakai (time based) Kontrak Cost-plus fee Kontrak Lump sum

Page | 8

Manajemen Proyek 2011

Paket lelang jasa konsultasi terdiri dari dokumen lelang dan rancangan kontrak, yang dirinci sebagai berikut: Surat undangan mengikuti lelang Disurat ini dijelaskan pula jadual kapan jawaban harus diterima, kemungkinan kunjungan ke lokasi proyek, dan lain-lain Kerangka Acuan Penjelasan perihal latar belakang proyek, tujuan dan lingkup jasa konsultasi, produk-produk yang harus dihasilkan, dan jangka waktu penyelenggaraan konsultasi. Ringkasan Kriteria Seleksi Dalam dokumen lelang diikutsertakan ringkasan criteria seleksi agar para peserta memahami aspek yang akan dianalisis berikut nilai atau bobotnya terhadap butir-butir pokok Format Proposal Hal ini adalah serangkaian pertanyaan dan informasi yang disusun dalam suatu format tertentu. Jawaban dan tanggapan atas pertanyaan tersebut akan menjadi dasar penilaian proposal yang diajukan oelh perseta lelang. Rancangan Kontrak Disamping dokumen-dokumen tersebut diatas, pada dokumen-dokumen lelang dilampirkan pula rancangan kontrak yang nantinya akan ditanda tangani oleh pemenang lelang dan pemakai jasa konsultan.

PROSES SELEKSI DAN PEMBENTUKAN LELANG Proses seleksi dan pembentukan kontrak adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemilik proyek dengan satu atau lebih konsultan menuju kea rah terjalinnya ikatan kontrak atau kerja. Dilihat dari proses tersebut, pengadaan konsultan dapat dibedakan menjadi : Pelelangan terbuka adalah pelelangan yang diikuti oleh banyak konsulta yang umumnya harus melewati tahap prakualifikasi sebelum diberikan paket lelang. Untuk kondisi tertentu dilakukan penunjukan langsung setelah meneliti beberapa konsultan (dalam jumlah amat terbatas) mengenai kemampuannya .
Page | 9

Manajemen Proyek 2011

Proses Seleksi pada Pelelangan Terbuka Proses seleksi pada pelelangan terbuka umunya mengikuti system dua sampul yang pada prinsipnya memisahkan dan memprioritaskan penilaian aspek teknis (sampul pertama) sebelum melihat aspek harga (sampul kedua). Urutan proses seleksi pelelangan system sampul 2 sampul antara lain : Mempersiapkan Daftar Panjang Melakukan Prakualifikasi Memberi Paket Lelang dan Rapat Klasifikasi Menerima dan Mengkaji Proposal Klasifikasi Akhir dan Tanda Tangan Kontrak

Partner Perusahaan yang bertindak sebagai pengguna jasa konsultan umumnya mempunyai perhatian yang besar terhadap masalah alih pengetahuan dan teknologi, yaitu mengusahakan agar staf dan personel perusahaannya mengambil manfaat sebesar mungkin dari kehadiran tenaga ahli konsultan yang bekerja diperusahaannya. Usaha ini dilakukan dengan menugaskan personel perusahaan yang bersangkutan sebagai partner (Counterpart).

Laporan Kontrak antara pemilik proyek dengan konsultan umumnya telah memerinci bentuk dan jadual laporan. Isi dan frekuensi laporan disusun serta diatur sedemikian rupa sehingga pihak pemilik proyek mengetahui masala-masalah yang penting tetapi jangan terlalu sering dan terlalu panjang, karena dapat menyita sebagian besar waktu konsultan. Laporan-laporan tersebut terdiri dari inception, interim kemajuan berkala, progress , dan laporan penutupan

Laporan Studi Kelayakan Laporan studi kelayakan proyek yang disusun oleh konsultan pada umumnya terdiri dari laporan sementara (interim) dan laporan Final.

Page | 10

Manajemen Proyek 2011

BAB II. STUDI KELAYAKAN

Studi kelayakan Adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Studi kelayakan menilai keberhasilan suatu proyek dalam satu keseluruhan, sehingga semua factor harus dipertimbangkan dalam suatu analisis terpadu yang meliputi factor-faktor yang berhubungan dengan aspek-aspek pemasaran, teknis, keuangan, manajemen, hokum dan manfaat proyek bagi perekonomian nasional. Secara ringkas, penjelasan analisis dari setiap aspek tersebut adalah sebagai berikut : Analisis aspek pemasaran menilai kesempatan pasar yang ada dan prospeknya, serta strategi strategi pemasaran yang tepat untuk memasarkan produk atau jasa proyek; Analisis aspek teknis menilai apakah secara teknis proyek layak untuk dilaksanakan. Dalam analisis ini akan diteliti berbagai alternative yang berkaitan dengan kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja, kebutuhan fasilitas infrastruktur dan factor factor produksi lainnya; Analisis aspek keuangan menilai kelayakan proyek ditinjau dari profitabilitas komersial dan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dana dan segala konsekuensinya Analisis aspek menajemen menilai kualitas dan kemampuan orang-orang yang akan menangani proyek serta bagaimana mendesain struktur organisasi yang tepat Analisis aspek hokum meliputi segala aspek hokum yang relevan bagi kelangsungan proyek Analisis manfaat proyek bagi perekonomian nasional meneliti sejauh mana sumbangan atau nilai proyek terhadap perekonomian nasional Kaitan studi kelayakan perusahaan dengan manajemen Dalam manajemen di kenal fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengadaan staf, pengarahan dan pengawasan. Bahkan beberapa ahli, ditambahkan fungsi pembaharuan (inovasi) dan perwakilan (representation).
Page | 11

Manajemen Proyek 2011


Fungsi fungsi tersebut dilaksanakan untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Peranan studi kelayakan dalam fungsi fungsi manajemen : Studi kelayakan untuk perencanaan Sebelum membuat keputusan investasi, para investor akan mengadakan studi mengenai proyek yang bersangkutan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan gambara tentang prospek atau kemungkinan-kemungkinan dari proyek atau kemungkinan-kemungkinan dari proyek yang akan dilaksanakan, misalnya: Adakah permintaan terhadap barang dan jasa yang akan di produksi perusahaan? Dapatkah bahan baku dan bahan penolong diperoleh dengan harga terjangkau? Apakah tenaga kerja dan fasilitas pendukug tersedia dengan cukup? Apakah pabrik dengan kapasitas dan jenis tertentu bias di bangun dengan biaya yang sesuai kemampuan? Akankah ada keuntungan yang cukup sehingga perusahaan bisa bertahan dan bahkan berkembang? Dengan mempertimbangkan segala informasi tersebut dan informasi lain yang dibutuhkan, investor akan membuat keputusan dilaksanakan atau tidak suatu proyek. Studi kelayakan untuk pengorganisasian dan pengadaan staf Studi kelayakan bisa juga berfungsi untuk pengorganisasian. Didalam

pengorganisasian manajer memutuskan posisi-posisi yag perlu diisi serta tugas-tugas dan tagging jawab yang melekat pada setiap posisi tersebut. Dari analisis kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan dalam studi aspek teknis dan manajemen akan dapat diketahui : Jumlah tenaga kerja yang seharusnya dibutuhkan sesuai dengan rencana kapasitas perusahaan, mesin dan kondisi tenaga kerja yang tersedia. Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia Kualifikasi tenaga kerja yang seharusnya

Page | 12

Manajemen Proyek 2011


Tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap tenaga kerja sesuai dengan bagan organisasi yang dibutuhkan proyek. Dari analisis aspek teknik dan manajemen, seorang manajer dapat memutuskan kualitas pekerja yang sebaikknya tersedia untuk menduduki posisi dalam organisasi. Studi kelayakan untuk pengarahan Untuk memperlancar pelaksanaan proyek agar tujuan yang diinginkan bisa tercapai, umumnya tugas-tugas yang akan dilakukan diuraikan dalam suatu daftar yang agak fleksibel, termasuk cara-cara untuk memotivasi pekerja. Dengan memahami kebijakan umum dan tujuan jangka panjang yang telah digariskan perusahaan, yang antara lain bersumber dari studi kelayakan, manajer dapat memberikan pengarahan terhadap bawahannya. Studi kelayakan untuk pengawasan Dalam melaksanakan pengawasan, manajer membutuhkan pedoman untuk

menentukan sejauh mana pekerjaan telah dilaksanakan dan kemajuan yang telah dicapai dalam mewujudkan suatu tujuan. Studi kelayakan menyajikan pedoman dalam bentuk anggaran. Sejauh mana penyimpangan pelaksanaan dari suatu rencana yang telah disusun dalam studi kelayakan akan dapat segera diketahui. Bila perlu, sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dapat dibandingkan dengan sasaran yang telah digariskan dalam studi kelayakan. Dari sini manajer dapat segera mendeteksi penyebab-penyebabnya dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah. Kaitan studi kelayakan dengan ketidakpastian Dalam penilaian studi kelayakan proyek, perusahaan perlu menyadari bahwa proyeksi atau peramalan-peramalan memiliki kemungkinan tidak tercapai. Hal ini karena terdapat factor ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan. Kadar ketidak pastian proyek akan mempengeruhi intensitas dari studi kelayakan. Semakin sulit untuk memperkirakan penjualan, biaya, aliran kas dan lain-lain akan semakin hati-hati seseorang dalam melakukan studi kelayakan. Misalnya bagi proyekPage | 13

Manajemen Proyek 2011

proyek yang mengahasilkan produk baru relative sulit diperkirakan proyeksi penjualannya. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini. Misalnya dengan analisis sensitifitas, tafsiran konservatif dan lain sebagainya.

Secara garis besar butir-butir yang terkandung dalam laporan studi kelayakan proyek industry mencakup hal-hal berikut. Ringkasan dan kesimpulan (executive summary) Latar belakang proyek, seperti tujuan, lingkup kerja, dan lain-lain. Aspek Pasar: Potensi Pasar dan market share Pertumbuhan dan permintaan proyeksi Kebijakan pemasaran dan distribusi Aspek Teknik : Lokasi (site) pabrik Metode produksi Denah instalasi (layout) Teknologi yang hendak diterapkan termasuk mesin-mesin utama yang bersangkutan Jadual penyelenggaraan proyek Aspek Finansial : Perkiraan biaya proyek Biaya investasi Struktur financial Estimasi biaya produksi dan pemeliharaan Arus kas Neraca keuangan dan laporan Rugi laba Break Even Point Analisis dan criteria seleksi investasi

Page | 14

Manajemen Proyek 2011

Aspek Ekonomis National income benefit dan devisa

Peyerapan tenaga kerja Kesimpulan dan saran Layak tidaknya proyek diimplementasikan Saran saran yang mungkin bisa ditempuh

Page | 15

Manajemen Proyek 2011

DAFTAR TABEL

Tabel . 1.

Tabulasi Penilaian Aspek Teknik dan Manajemen terhadap peserta Lelang A, B, dan C
ASPEK TEKNIK DAN MANAJEMEN Program Kerja dan Metodologi * Perencanaan dan Pekerjaan * Pengertian Lingkup Proyek * Keperluan man - month Kualifikasi Perusahaan * Pengalaman proyek sejenis * Besar lingkup setara * Lokasi atau Area Beban Kerja dan Sumber Daya * Sumber Daya yang Tersedia * Proyek sedang ditangani Kualifikasi Personel * Pimpinan Tim * Ahli Bidang X * Ahli Bidang Y * Ahli Bidang Z Jumlah Total Bobot Maks. A Angka Nilai Peserta Lelang B Angka Nilai Skor C Angka Nilai

Skor

Skor

150

200

50

500

900

Page | 16

Manajemen Proyek 2011

Tabel. 2

Penilaian Aspek Harga


Aspek Harga dan Komersial 1. Pengeluaran untuk Tenaga Ahli ( Upah Besar) 2. Jaminan dan Kompensasi 3. Overhead dan administrasi 4. Fee 5. Kontijensi dan Eskalasi TOTAL 6. Pengeluaran yang ditagih kembali (Reimbursable) Peserta Lelang A B C

Page | 17

Manajemen Proyek 2011

DAFTAR PUSTAKA

Soeharto.Iman, Studi Kelayakan Industri. Penerbit Erlangga, Jakarta, 2002.

Handaru Yuliati. Sri, Studi Kelayakan Bisnis, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta, 2005

Page | 18