Anda di halaman 1dari 1

Pengayaan atau Penganiayaan?

Demi mencetak alumni yang membanggakan dan tanggung jawab kepada wali murid peserta didik, sekolah melakukan tambahan-tambahan pelajaran atau yang biasa disebut pengayaan. Pengayaan sangat berguna bagi peserta didik untuk mengulang kembali materi yang pernah dipelajari. Pada waktu pengayaan juga para peserta didik dapat menanyakan kepada guru materi yang belum dikuasai. Pengayaan dibutuhkan terutama untuk peserta didik kelas XII yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Seperti yang kita tahu, soal-soal UN tidak hanya membahas tentang materi kelas XII, namun juga membahas materi kelas X dan XI. Dengan adanya pengayaan, peserta didik kelas XII akan terbantu dengan pengulangan materi sebagai pengingat.

Namun, apa gunanya jika fungsi tersebut tidak terlaksana?

Menurut sebuah penelitian, otak manusia memiliki irama kerja. Manusia bisa lebih produktif dalam melakukan suatu pekerjaan apabila mengikuti jam biologis otak tersebut. Jam biologis otak dibagi menjadi 5 bagian. Tiap bagian memiliki kegiatan yang lebih efektif untuk dikerjakan pada bagian tersebut daripada di bagian lain.

Dari data yang dipaparkan, Otak memiliki waktu istirahat yaitu pada pukul 14.00-15.00. Pada bagian tersebut sebaiknya otak tidak dituntut bekerja atau berpikir terlalu berat. Namun dalam realita pembelajaran di Indonesia, peserta didik dipaksa untuk mengikuti tambahan pelajaran (pengayaan) yang dilakukan pada jam istirahat tersebut. Materi yang dipelajari pun bukan materi yang mudah dicerna. Sehingga kegiatan yang dilakukan tersebut saya rasa kurang efektif.

Memang fungsi dari pengayaan sangatlah baik, namun karena menyalahi jam biologis otak, peserta didik juga akan merasa lelah dan ngantuk. Kegiatan yang dilakukan akhirnya hanya akan menjadi rutinitas yang tidak menyenangkan. Tak sedikit peserta didik yang menguap berkali-kali, bahkan tertidur. Kegiatan pembelajaran menjadi kurang efektif dan fungsi pengayaan pun tidak terpenuhi. Peserta didik akan sedikit dirugikan dengan hal ini. Jika mengikuti pengayaan, materi yang mereka dapatkan kurang maksimal dan mereka kehilangan waktu istirahat, sedangkan peserta didik tidak memiliki pilihan untuk tak mengikuti kegiatan tersebut karena pengayaan merupakan kegiatan wajib dari sekolah.

Jadi, sebenarnya kegiatan tersebut pengayaan atau penganiayaan ya?