P. 1
Penyakit Pada Tanaman Padi

Penyakit Pada Tanaman Padi

|Views: 1,020|Likes:
Dipublikasikan oleh Rahmad Widi

More info:

Published by: Rahmad Widi on Feb 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

TUGAS PRESENTASI BTK SEMUSIM 1

DI SUSUN OLEH: RACHMAD WIDIHARTO 09.23011.892

PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN PADI

1. HAWAR DAUN BAKTERI (HDB) 2. TUNGRO 3. BLAS 4. HAWAR PELEPAH

PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI

HDB Disebabkan Bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae (Xoo) Merupakan OPT utama tanaman Padi di Jawa Timur, dengan luas serangan dari tahun ke tahun cenderung meningkat Penularan melalui air Kehilangan hasil mencapai 20.6 35.8 % pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau mencapai 17.5 28 % (Suparyono dan Sudir, 1992). Pengendalian yang paling efektif dan ekonomis : menanam varietas tahan

GEJALA SERANGAN PENYAKIT HDB

Gejala Serangan pada Fase Vegetatif Gejala Awal Serangan HDB

Gejala Serangan pada fase Generatif

GEJALA
PADA BIBIT :

BERCAK BERAWAL DAN PINGGIR MELEPUH UMUMNYA BERKEMBANG PADA DAUN BAWAH BERCAK MEMBESAR, DAUN BERWAMA KUNING CEPAT MENGERING
PADA HELAIAN DAUN:

LUKA BIASANYA MULAI DARI PINGGIR BEBERAPA CM DARI UJUNG, BERUPA GARIS, MELEPUH LUKA MELUAS KEPANJANG DAN LEBAR PINGGIMYA BERGELOMBANG DALAM BEBERAPA HARI MENJADI KUNING DAERAH YANG SEHAT SEBAGIAN MELEPUH LUKA BERAWAL DARI SALAH SATU UJUNG ATAU KEDUANYA PADA LUKA YANG PARAH LUKA MENUTUP SELURUH DAUN, BERWARNA PUTIH MENUJU ABU-ABU

GEJALA PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI GEJALA DIBEDAKAN ATAS :

1. o

KRESEK / LAYU DAUN Terjadi pada tanaman muda (umumnya muncul pada 1 ± 6 minggu setelah tanam) Gejala awal : tepi daun / bagian daun berupa garis bercak kebasahan. Bercak selanjutnya meluas berwarna hijau keabuan, seluruh daun menjadi keriput dan akhirnya layu seperti tersiram air panas. Gejala kresek merupakan gejala yang paling merusak.

o

o

2. H A W A R o o Terjadi pada tanaman dewasa Gejala awal berupa bercak kebasahan pada satu atau kedua sisi daun beberapa cm dari ujung daun. Bercak meluas berwarna hijau keabuan, kebasahan, daun menggulung, mengering dengan warna abu-abu keputihan. Luka nampak pertama kali seperti garis-garis yang mengandung air pada batas daun

o

AKIBAT SERANGAN OPT INI

PERTUMBUHAN TANAMAN TERHAMBAT, BUTIR-BUTIR PADI KURANG BERNAS, KUALITAS BIJI RENDAH DAN PERSENTASE BERAS PECAH TINGGI

Beda Ketahanan

Bulir hampa karena HDB

FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PENYAKIT

1) Kelembaban tinggi 2) Kondisi hujan disertai angin 3) Pemberian N secara berlebihan

Ekologi HDB
Pada tanah yang tergenang Kelembaban 40% 30°C 20°C 12 hari 20 hari

Kelembaban 20% 30°C 20°C 40 hari 60 hari

KARAKTERISTIK PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI Bakteri Xo mempunyai beberapa patotipe atau ras patogen Setiap patotipe mempunyai virulensi spesifik terhadap padi (berdasarkan interaksi inang dan parasit) Patotipe dikelompokkan berdasarkan reaksi varietas differensial dengan Xo yang rentan (kompatibel) dan tahan (tidak kompatibel). Saat ini di Indonesia telah terdeteksi 12 strain HDB dengan tingkat virulensi yang berbeda. Strain III, IV dan VIII merupakan kelompok yang dominan. Sejak MT. 2003 di Jawa Timur telah dilaksanakan kegiatan identifikasi patotipe Xoo dalam rangka pemetaan penyebaran ras penyakit Hawar Daun Bakteri. Patotipe yang ditemukan antara lain patotipe IV, VII, VIII, X dan XI. Patotipe IV dan VII merupakan patotipe yang dominan dijumpai di Jawa Timur. Dengan diketahui patotipe Xo di suatu lokasi, maka informasi ini nantinya akan berguna untuk rekomendasi pengendalian dengan menggunakan varietas tahan.

PERKEMBANGAN PENYAKIT HDB DI DAERAH TROPIS

Peiode kritis, gejala secara visual teramati Pengaruh faktor yang kompleks Kuantifikasi penyakit Laju infeksi secara sigmoid Infeksi yang ter Jadi awal, perlu waktu Masa inkubasi 14 ± 40 hari Visual blm ada gejala

Bakteri patogen Telah tersebar Mengikuti, air Irigasi Sumber inokulum

HDB

Persiapan

Vegetatif

Generatif

Panen

Bakteriophage

Bakteri patogen

Reaksi varietas

CARA PENGENDALIAN :

Penggunaan varietas tahan seperti Conde dan Angke adalah cara yang paling efektif Sanitasi seperti membersihan tunggul-tunggul dan jeramitungguljeramijerami yang terinfeksi/sakit Jika menggunakan kompos jerami, pastikan jerami dari tanaman sakit sudah terdekomposisi sempurna sebelum tanam pindah. Gunakan benih atau bibit yang bebas dari penyakit hawar daun bakteri Gunakan pupuk Nitrogen sesuai takaran anjuran Jarak tanam jangan terlalu rapat

PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI DAN PENGENDALIANNYA

i

PENYAKIT BLAS
o Blas merupakan penyakit penting tanaman padi karena mengakibatkan kehilangan hasil hingga 50 %. o Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae o Penularan melalui spora cendawan o Infeksi dpt terjadi dari pembibitan hingga panen o Salah satu strategi pengendalian penyakit ini ialah dengan menanam varietas tahan

GEJALA PENYAKIT :
‡ BERUPA BECAK ATAU LUKA DENGAN BENTUK MEMANJANG DAN RUNCING PADA KEDUA UJUNGNYA (SEPERTI KUMPARAN) PADA DAUN, BUKU, MALAI SERTA BIJI

‡ Gejala awal berupa bercak berbentuk bintil kecil warna hijau gelap, abu-abu atau agak kebiru-biruan. Bercak berkembang, tepi berwarna coklat dan bagian tengah berwarna putih keabuan ‡ Panjang bercak mencapai 1 5 cm, lebar 0.3 0.5 cm ‡ Bercak dpt terjadi pd daun, ruas batang, leher malai, cabang malai dan kulit gabah. ‡ Busuk leher menyebabkan bulir padi menjadi hampa

SIKLUS PENYAKIT BLAS

BEBERAPA FAKTOR YANG MENGUNTUNGKAN PERKEMBANGAN SERTA KAPARAHAN BLAS ANTARA LAIN

1) Pemberian N dalam jumlah besar, 2) Udara berawan, sering hujan dan gerimis, 3) Kerusakan yang parah akibat penyakit ini banyak dijumpai pada padi gogo

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PENYAKIT
1. Suhu dan kelembaban Suhu sporulasi 10 35 C; Suhu optimum 28 C; kelembaban > 92 %. Laju sporulasi meningkat dengan naiknya kelembaban Perkecambahan konidia terjadi pd 25 30 C, suhu opt 26 28 C. Pertumbuhan miselium 8 37 C, optimum 28 C, kelembaban 90 % Suhu optimum pembentukan apresoria 28 C

-

2. Sumber inokulum Cendawan mampu bertahan pada sisa jerami dan benih padi. Pada kondisi ini spora mampu bertahan hingga 1 tahun; sedangkan bentuk miselium bisa lebih dari 3 tahun 3. Penggunaan N berlebihan menyebabkan tanaman subur, namun mengakibatkan peningkatan iklim mikro. Pengaruh pupuk N terhadap sel epidermis meningkatkan permeabilitas air dan menurunkan silikat sehingga memudahkan cendawan melakukan penetrasi ke dalam jaringan tanaman

CARA PENGENDALIAN
1. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi 2. Penanaman varietas tahan 3. Perbaikan cara bercocok tanam - Pembenaman jerami sakit sebagai kompos - Pengaturan jarak tanam - Pemakaian pupuk secara berimbang - Perbaikan sistem irigasi - Penyiangan 4. Perlakuan benih dengan fungisida yang diizinkan 5. Penyemprotan tanaman dengan fungisida yang diizinkan

PENGATURAN JARAK TANAM

PENYEMPROTAN TANAMAN

PENYAKIT TUNGRO PERTANAMAN PADI YANG TERSERANG TUNGRO

PENYEBAB PENYAKIT TUNGRO
VIRUS YANG PARTIKELNYA BERBENTUK : * BATANG (B = BACILIFORM) DAN * BULAT (S = SPERIKEL).
Pada satu rumpun tanaman yang terinfeksi tungro dapat ditemukan kedua partikel tersebut. Keberadaan kedua partikel akan menampakkan gejala khas tungro (kerdil dan gejala kuning oranye). Apabila hanya ada partikel S, maka yang nampak adalah gejala kerdil Apabila hanya ada partikel B, maka yang nampak adalah gejala kuning oranye, tetapi tidak menimbulkan gejala kerdil.

GEJALA
PERTUMBUHAN TANAMAN TERHAMBAT DAN KERDIL JUMLAH ANAKAN BERKURANG DAUN MENGUNING SAMPAI JINGGA DIMULAI DARI PUCUK DAUN KE ARAH PANGKAL. PADA DAUN MUDA SERING TERLIHAT MOTTLE, SEDANGKAN PADA DAUN TUA TERLIHAT BINTIK-BINTIK COKLAT BEKAS TUSUKAN SERANGGA PENULAR / VEKTOR. MASA PEMBUNGAAN TERTUNDA DAN MALAI YANG DAPAT DIHASILKAN LEBIH KECIL DAN TIDAK DAPAT KELUAR DENGAN SEMPURNA

SERANGGA VEKTOR
1. 2. 3. 4. WERENG HIJAU : Nephotetix virecens, Nephotetix nigropictus, N. Parvus N. Malayanus.

N. Virescens

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEM BANGAN PENYAKIT TUNGRO

SERANGGA PENULAR

PADAT POPULASI, AKTIFITAS STADIA PERKEMBANGAN DAN EFISIENSI PENULARAN. KUANTITAS DAN UMUR TANAMAN PADI KERENTANAN TERHADAP SERANGGA VEKTOR/PENULAR MAUPUN VIRUS TUNGRO FAKTOR BIOTIK FAKTOR ABIOTIK

SUMBER INOKULUM

VARIETAS PADI

LINGKUNGAN

SIKLUS TRANSMISI VIRUS NON PERSISTEN

1. PENGATURAN POLA TANAM PERGILIRAN TANAMAN, TANAM SEREMPAK PADA PERIODE BULAN BERCURAH HUJAN TINGGI, PERGILIRAN VARIETAS TOLERAN DENGAN MEMPERHATIKAN TETUANYA.

2. PENANAMAN VARIETAS TOLERAN TERHADAP SERANG -GA PENULAR

3. ERADIKASI TANAMAN SAKIT. 4. PENGENDALIAN SERANGGA PENULAR.

PENGENDALIAN DENGAN INSEKTISIDA EFEKTIF DIIJINKAN PADA KONDISI INTENSITAS SERANGAN DAN POPULASI
No Intensitas Serangan (%) 1. 0.1 2 0.2 3 0.3 4 0.3 5 0.5-0.7 6 0.8-1.0 Populasi serangga vektor Ekor/40 rpn 10 6 4 3 2 1 Ekor/25 rpn 27 14 9 7 4 3

HAWAR PELEPAH
o Disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. o Gejala penyakit ini biasanya berupa bercak yang terjadi pada pelepah daun, namun dapat timbul pada helaian daun jika kondisi menguntungkan o Bercak berwarna abu-abu kehijauan, bentuk bulat panjang (oval), selanjutnya memanjang hingga 2 -3 cm, warna putih abu-abu dgn tepi berwarna coklat o Apabila penyakit ini menyerang pada fase generatif mengakibatkan banyaknya daun tanaman yang mati, sehingga akan menyebabkan hasil panen berkurang hingga 20 25 %. o Keganasan penyakit tergantung dari pengolahan dan penyiapan tanah, varietas, serta pengelolaan tanaman.

4. HAWAR PELEPAH

-

PENYAKIT API PALSU : Ustilaginoidea virens

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->